Pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 23 Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, Tujuan, Manfaat, komponen, Klasifikasi, Ciri, Jenis, & Contohnya LENGKAP : sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

8.2. Sebarkan ini: Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Sistem informasi adalah satu kesatuan data pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user). Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat- keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

Hasil dari proses tersebut digunakan pihak manajemen sebagai suatu dasar dalam pembuatan keputusan organisasi. Selain itu, sistem informasi yang baik juga dapat membantu dalam hal penganalisaan dan visualisasi masalah dalam penciptaan produk baru. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 10 Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Ahli dan Tujuannya • Konsep Dasar Sistem Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya. Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah : suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi- transaksi bisnis yang terjadi.

Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.

Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan. Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut : • Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.

• Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. • Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic) • Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka. • Konsep Dasar Informasi Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola.

Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi.

Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan. Definisi informasi adalah : data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Metode pengumpulan data / Informasi • Pengamatan langsung • Wawancara • Perkiraan koserponden • Daftar pertanyaan Siklus informasi : Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi). Kebutuhan informasi didasarkan pada : • Kegiatan bisnis yang semakin komplek. • Kemampuan komputer yang semakin meningkat. Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan. Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu : • Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut.

Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut. Komponen akurat meliputi : • Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi keputusan.

• Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran. • Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan. • Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal.

Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya. • Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima.

Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. • Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

• Konsep Dasar Sistem Informasi Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Definisi sistem informasi adalah : suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Definisi lain sistem informasi adalah : kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

• Komponen Sistem Informasi Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu : blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Ke-enam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

Blok masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Blok model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas. Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM) Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Keuangan” Pengertian & ( Bentuk – Sifat – Tujuan – Fungsi ) Jenis Sistem Informasi Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian • Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi.

TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer. • Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS) OAS dan KWS bekerja pada level knowledge.

OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek- pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing.

KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.

• Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM tidak menggantikan TPStetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data). • Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data.

DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan. • Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya.

Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.

Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.

• Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario.

Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. • Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.

• Pengembangan Sistem Informasi Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu : • Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi, • Untuk meraih kesempatan-kesempatan.

• Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah). Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. • Analis Sistem Definisi Analisis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.

Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem. Analis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut. Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.

Peranan Analis Sistem Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu : • Sebagai konsultan • Sebagai ahli pendukung • Sebagai agen perubahan Tugas Analis Sistem Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah : • mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.

• menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.

• merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru. • menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut. • mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Tujuan Sistem Informasi Manajemen Beserta Contohnya Lengkap Pengertian Sistem Informasi Menurut Para Ahli Berikut terdapat 23 pendapat dari berbagai para ahli di dunia tentang sistem informasi, antara lain: • Menurut Robert A.

Leitch dan K. Roscoe Davis Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, kegiatan manajerial dan strategis dari suatu organisasi serta menyediakan pihak luar dengan laporan-laporan yang diperlukan.

• Menurut Rommey (1997: 16) Sistem informasi adalah cara untuk memasukan, mengumpulkan, menyimpan serta mengolah data dan terorganisir dengan cara sebagai mengelola, menyimpan, melaporkan serta mengendalikan informasi dengan cara organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telag ditetapkan. • Menurut Tafri D. Muhyuzir Sistem informasi merupakan data yang dukumpulkan, diolah, serta diklassifikasikan dengan sedemikian rupa sehingga menjadi sistem informasi entitas terkait mengandung dan tungagal satu sama lain sehingga akan menjadi sistem informasi berharga bagi mereka yang mengirimnya.

• Menurut O’Brien Sistem informasi merupakan sebuah kombinasi dari setiap unit yang dikelola orang (manusia), hardware (perangkat keras, software (perangkat lunak), jaringan komuniakasi data serta komputer, dan database (basis data) yang mengubah, mengumpulkan, serta menebarkan infomasi tentang yang bentuk organisasi.

• Menurut Mc Leod Sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber serta memakai berbagai media untuk menampilkan informasi. • Menurut Lani Sidharta Sistem informasi merupakan sistem buatan dari manusia yang berisi serangkaian terpadu komponen – komponen dan manual bagian – komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data, dan menghasilkan informasi bagi pengguna.

• Menurut Leitch Rosses Sistem informasi express ialah sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolah transaksi harian, mendukung kegiatan operasi, manajerial dan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. • Menurut Tata Sutabri, Kom., MM Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan.

• Menurut Gordon B. Davis (1991: 91) Sistem informasi merupakan sistem yang menerima input data dan instruksi, mengolah data yang sesuai dengan instruksi serta mengeluarkan hasilnya.

• Menurut Kertahadi (2007) Sistem informasi merupakan alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa dan memiliki manfaat untuk penggunanya. Tujuannya ialah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.

• Menurut Erwan Arbie Sistem informasi merupakan sistem dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, bantuan dan dukungan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu memfasilitasi penyediaan laporan yang diperlukan. • Menurut John F. Nash (1995: 8) Sistem informasi merupakan sebuah kombinasi dari manusia, teknologi, media, prosedur serta pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi, proses transaksi tertentu, membantu manajemen dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

• Menurut Alter Sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja merupakan sistem dimana manusia atau/dan mesin melakukan suatu pekerjaan pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi memakai sumber daya untuk menghasilkan produk tertentu dan/atau jasa untuk pelanggan.

Sistem informasi merupakan sistem kerja yang kegitannya dimaksudkan untuk pengolahan (transmisi, menangkap, menyimpan, memanipulasi, mengambil, serta menampilkan) informasi. • Menurut Yakub Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen.

Komponen sistem informasi disebut dengan istilah blok bangunan. • Menurut O’brian dalam Yakub (2012:16) “Sistem informasi ( information system) adalah kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardware), perangkat lunak ( software), jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi”.

• Menurut Agus Mulyanto “Sistem informasi sebagai suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan ”. • Menurut Hanif Al Fatta Sistem informasi merupakan suatu perkumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang mencangkup lebih jauh dari pada sekedar penyajian. Istilah tersebut menyir atkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.

• Menurut Burch dan Grudnitski Mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya sebagai blok pembangunan ( building block). Blok pembangunan ini kemudian dibagi menjadi: blok input, blok model, blok output, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali.

• Menurut Keneth C Laudon and Jane P Laudin Sistem Informasi adalah serangkaian komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan), memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengawasan di dalam sebuah organisasi. • Menurut Raymond Mcleod (2008) Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

• Menurut James A O’Brien and George M Marakas (2016) Sistem informasi adalah kombinasi terorganisasi apapun dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, sumber data dan kebijakan serta prosedur yang terorganisasi yang menyimpan, mengambil, mengubah, dan memisahkan informasi dalam sebuah organisasi.

• Menurut Henry Lucas Sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam. • Menurut Gelinas dan Dull ”Sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang pada umumnya terdiri dari sekumpulan komponen berbasis komputer yang terintegrasi dan komponen manual yang dibangun untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan output informasi kepada pengguna”.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Manajemen Terlengkap Klasifikasi Sistem Informasi No Klasifikasi Jenis 1. Sistem Informasi Menurut Level Organisasi a. Sistem Informasi Departemen b. Sistem Informasi Perusahaan c. Sistem Informasi Antarorganisasi 2. Sistem Informasi Fungsional a. Sistem Informasi Akuntansi b. Sistem Informasi Keuangan c. Sistem Informasi Manufaktur d. Sistem Informasi Pemasaran e.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia 3. Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan yang Tersedia a. Sistem Pemrosesan Transaksi b. Sistem Informasi Manajemen c. Sistem Otomasi Perusahaan d. Sistem Pendukung Keputusan e. Sistem Informasi Eksekutif f. Sistem Pendukung Kelompok g. Sistem Pendukung Cerdas 4. Klasifikasi Menurut Aktivitas Manajemen a.

Sistem Informasi Pengetahuan b. Sistem Informasi Operasional c. Sistem Informasi Manajerial d. Sistem Informasi Strategis 5. Klasifikasi Menurut Arsitektur Komputer a.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Sistem Berbasis mainframe b. Sistem Komputer Pribadi (PC) tunggal c. Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan Sistem Informasi Geografis Sistem informasi geografis (Geograpics information system atau GIS) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis (Aronoff, 1989).

Hal ini memungkinkan data dapat diakses penunjukan ke suatu lokasi dalam peta yang tersaji secara digital. Sistem informasi geografis digunakan untuk menangani data spasial atau data keruangan.

Sistem seperti ini banyak digunakan antara lain untuk pemetaan tanah dan agrikultur, arkeologi, jaringan listrik dan geologi. Sistem informasi geografis berskala nasional yang pertama dioperasikan di Kanada dengan nama CGIS (Canada Geograpics Information System) pada akhir 1960-an.

Sistem ERP Sistem ERP (Enterprise Resource Planing) merupakan aplikasi bisnis terintegrasi (sistem informasi terintegrasi) dan umumnya dapat dipakai untuk menangani kebanyakan bisnis. Sistem ini memiliki modul-modul seperti pengendalian sediaan, utang dagang, piutang dagang, perencanaan kebutuhan material hingga penanganan sunber daya manusia. S Komponen-Komponen penyusun ERP (O’Brien, 2001) • Perencanaan Produksi • Logistik Terintegrasi • Akuntansi dan Keuangan • Sumber Daya Manusia • Penjualan, Distribusi, Manajemen Pemesanan • Pelanggan/Pegawai S Contoh Modul-modul yang terdapat pada Sistem ERP yang disebut SAP R/3 dari SAP AG, Jerman (Martin, 1999) Logistic Category : Production Planing and Control Project Manajemen System Materials Management Quality Management Plant Maintenance Product Data Management Sales and Distribution Service Management Human Resources Category : Personnel Management Organizational Management Payroll Accounting Time Management Personnel Development Financial Category : Financial Accounting Controlling Investment Management Treasury Management Enterprise Controlling Fungsi Sistem Informasi Fungsiutamaditerapkannyasisteminfomasimanajemendalamsuatuorganisasiadalahsebagaiberikut: • Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.

• Meningkatkan efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu. • Meningkatkan produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi. • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Informasi Geografi Terlengkap Manfaat dan Tujuan Manfaat Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen memiliki sejumlah manfaat yang bisa diambil oleh para penggunanya, berikut ini beberapa manfaat dari sistem informasi manajemen : • Dapat meningkatkan aksestabilitas data yang disajikan dengan akurat dan tepat waktu untuk para pengguna informasi tanpa melalui perantara sistem informasi • Sistem Informasi Manajemen bisa menjamin kwalitas dan keterampilan didalam memanfaatkan sistem informasi manajemen secara kritis • Sistem informasi manajemen dapat mengantisipasi serta memahami konsekuensi ekonomis dari sebuah sistem informasi dan tekhnologi baru • Mengembangkan sebuah perencanaan yang lebih efektif • Mengidentifikasikan kebutuhan pendukung sistem informasi • Menetapkan investasi yang nantinya akan diarahkan kepada sistem informasi • Memperbaiki produktifitas didalam aplikasi pengembangan dan maintenance sistem • Mengolah seluruh transaksi, mengurangi biaya serta menciptakan pendapatan Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen : • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.

• Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Contoh sistem informasi • Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi melayani pemesanan/pembelian tiket. • Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data. • Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.

• Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo. • Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien. • 0 Kemampuan utama sistem Informasi • melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi. • menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.

• menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses. • memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah. • meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.

• mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual. • mempercepat pengetikan dan penyuntingan. • pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual. Contoh Sistem Informasi Manajemen Beberapa contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut: • Enterprise Resource Planning (ERP) Sistem ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerjaKeuangan, Accounting, Sumber DayaManusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.

• Supply Chain Management (SCM) Sistem SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga konsumen akhir. • Transaction Processing System (TPS) TPS ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang rutin.

Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov • Office Automation System (OAS) Sistem aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan.

Contohnyaadalah email. • Knowledge Work System (KWS) Sisteminformasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru kedalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.

• Informatic Management System (IMS) IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapa tmenyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement. • Decision Support System (DSS) Sistem ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan.

Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun. • Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.) Sistem ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan tenagaahli yang telah diprogram kedalamnya.Contohnya, sistem jadwal mekanik.

• Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS) Serupadengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu kelompok, bukan per individu.Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario.

Contohnyaadalah e-government. • Executive Support System (ESS) Sistem ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan pendukung komunikasilainnya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Sistem Informasi Geografis ( SIG )” Pengertian & ( Sejarah – Manfaat ) Komponen Dari Sistem Informasi komponen SI dalam prosedur yang berkaitan dengan manual prosedur dan prosedur berbasis komputer dan standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna.

Prosedur adalah urutan langkah-langkah yang diambil untuk menyelesaikan satu atau lebih kegiatan pengolahan informasi. Memproses informasi ini dapat dilakukan oleh pengguna, atau kombinasi dari pengguna dan staf IT. Sebuah bisnis terdiri dari berbagai prosedur logis digabungkan untuk membentuk sebuah sistem. Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu organisasi adalah sistem penggajian, personil, akuntansi, dan gudang.

SI dapat dikategorikan dalam empat bagian: • Sistem Informasi Manajemen • Sistem pendukung keputusan • Sistem Informasi Eksekutif • Sistem Pemrosesan Transaksi Sebarkan ini: • • • • • Posting pada S1 Ditag #contoh sistem informasi manajemen, #fungsi sistem informasi manajemen, #manfaat sistem informasi manajemen, #tujuan sistem informasi manajemen, 10 contoh sistem informasi, 4 klasifikasi sistem informasi, 6 komponen sistem informasi dan contohnya, 8 manfaat sistem informasi manajemen, aktivitas sistem informasi manajemen, Apa itu sistem informasi, apa itu sistem informasi manajemen, apa yang dimaksud dengan blog atau web blog, apa yang dimaksud informasi masukan digital, apakah fungsi bentuk organisasi jelaskan, arti penting sim dalam manajemen, artikel pengertian sistem informasi, contoh blok basis data, contoh gambar sistem informasi, contoh gambar sistem informasi terbuka, contoh klasifikasi sistem, contoh laporan sistem informasi manajemen, contoh pembagian klasifikasi sistem informasi dalam kehidupan sehari hari, contoh program sistem informasi terbuka, contoh sistem informasi, contoh sistem informasi berbasis komputer, contoh sistem informasi dan kegunaannya, definisi arsitektur informasi, definisi big data dalam istilah volume, definisi saluran distribusi, definisi sistem informasi menurut para ahli, definisi sistem menurut o'brien, ebook klasifikasi sistem informasi, fase pengambilan keputusan, fungsi sistem informasi, fungsi sistem informasi akuntansi, fungsi sistem informasi dalam bisnis, fungsi sistem informasi manajemen pdf, fungsi sistem informasi manufaktur, fungsi sistem informasi menurut ahli, fungsi tugas dan tujuan sistem informasi manajemen, fungsi unsur si, gambar dan jelaskan siklus informasi, gambar daur hidup sistem, hubungan antar komponen sistem informasi, information system building block adalah, jelaskan 3 unsur sistem informasi, jelaskan kualitas dari informasi, jelaskan pengertian sistem informasi brainly, jelaskan yang dimaksud data dalam sim ritel, jenis jenis sistem informasi, jenis sistem informasi, jurnal klasifikasi sistem informasi, jurnal komponen sistem informasi, jurnal tentang klasifikasi sistem informasi, jurusan sistem informasi adalah, jurusan sistem informasi kerja apa, jurusan sistem komputer, karakteristik informasi adalah, karakteristik sim, karakteristik sistem informasi manajemen, kegunaan dari informasi, kegunaan teknologi informasi, kelebihan dan kekurangan sistem informasi, kendala sistem informasi manajemen, kerugian tidak ada sistem informasi manajemen, keunggulan sistem informasi manajemen, klasifikasi manajemen, klasifikasi sistem dan contohnya, klasifikasi sistem informasi akuntansi, klasifikasi sistem informasi dan contohnya, klasifikasi sistem informasi manajemen, klasifikasi sistem informasi pdf, klasifikasi sistem menurut para ahli, klasifikasi sistem pdf, Komponen sistem informasi, komponen sistem informasi adalah, komponen sistem informasi dan contohnya, komponen sistem informasi manajemen, komponen sistem informasi manajemen pdf, komponen sistem informasi menurut para ahli, komponen sistem informasi pdf, komponen teknologi secara garis besar, komputasi pemakai akhir, konsep model sim, lingkup kerja sistem informasi manajemen, lulusan manajemen informatika jadi apa, makalah klasifikasi sistem informasi manajemen, makalah komponen sistem informasi, makalah komponen sistem informasi manajemen, makalah sistem informasi, makalah sistem informasi manajemen, manfaat informasi, manfaat optimalisasi bagi manajer, manfaat sim bagi perusahaan, manfaat sistem, manfaat sistem informasi, manfaat sistem informasi bagi masyarakat, manfaat sistem informasi organisasi, manfaat sistem informasi secara umum, manfaat surat izin mengemudi, manfaat utama akuntansi bagi manajemen adalah, mengapa informasi akuntansi harus berkualitas, mengapa sim ritel mendukung operasi bisnis, pemakai informasi akuntansi pihak internal, pengaruh sistem informasi pada organisasi, pengertian building block fitokimia, pengertian konsep sistem informasi, pengertian lengkap sistem informasi, pengertian project management, pengertian sistem abstrak, Pengertian Sistem Informasi, pengertian sistem informasi 2015, pengertian sistem informasi building block, pengertian sistem informasi dan contohnya, pengertian sistem informasi jaringan, pengertian sistem informasi kesehatan, Pengertian sistem informasi menurut para ahli, pengertian sistem informasi pdf, pengertian teknologi informasi dan contohnya, peran sistem informasi bagi perekam medis, prasyarat sistem informasi, prasyarat sistem informasi manajemen, profil lulusan sistem informasi, ruang lingkup sia, sebutkan dan jelaskan sistem informasi, sebutkan manfaat sistem informasi, sejarah sistem informasi, sifat sistem informasi, sintesis struktur sistem informasi manajemen, sistem deterministik, sistem informasi adalah, sistem informasi jurnal, sistem informasi manajemen adalah, sistem informasi menurut level organisasi, sistem informasi menurut para ahli, sistem informasi menurut robert a leitch, sistem informasi pdf, sistem informasi ui, sistem manajemen, sistem menurut o'brien, sistem terbuka dan tertutup dalam manajemen, skema arsitektur sistem informasi, sks sistem informasi, tipe utama sistem informasi, tugas dan fungsi sistem informasi, tugas sistem informasi manajemen, tujuan dibuatnya sebuah aplikasi, tujuan informasi, tujuan informasi menurut para ahli, Tujuan sistem informasi, tujuan sistem informasi akademik, tujuan sistem informasi akuntansi, tujuan sistem informasi akuntansi manajemen, tujuan sistem informasi manajemen menurut para ahli, tujuan sistem informasi manajemen pdf, tujuan sistem informasi manajemen perkantoran, tujuan sistem informasi menurut para ahli, tujuan sistem informasi pdf, tujuan sistem informasi pemasaran, tujuan utama dbms, universitas yang ada jurusan sistem informasi, unsur sia, visi misi fakultas teknik unikom, visi misi grup smule, visi misi sarekat islam, visi misi tujuan dan sasaran adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com • Aragonés • العربية • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Нохчийн • Cebuano • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Gaeilge • Kriyòl gwiyannen • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • ქართული • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Kernowek • Кыргызча • Latina • Лезги • Limburgs • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Олык марий • Македонски • മലയാളം • Pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Plattdüütsch • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Piemontèis • پنجابی • Português • Runa Simi • Română • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sardu • Sicilianu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • Wolof • ייִדיש • Yorùbá • 中文 • 粵語 • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.

• Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut).

Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari. • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.

• Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak. • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan. • Hapus tag/templat ini. Industri mobil pada perusahaan Tesla Industri adalah pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi bidang atau kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pengolahan bahan baku atau pembuatan barang jadi di pabrik dengan menggunakan keterampilan dan tenaga kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil bumi, dan distribusinya sebagai kegiatan utama.

Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.

Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Industri merupakan bagian dari proses produksi dan kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian. [1] Industri dapat juga diartikan kumpulan berbagai perusahaan yang menawarkan produk yang sama. Dengan kata lain, masing-masing produk saling mensubstitusi satu sama lain karena perusahaan menggunakan input yang sama dan menghadapi lebih kurang sekelompok pemasok dan pembeli yang sama juga.

Daftar isi • 1 Jenis industri • 2 Sejarah • 3 Deskripsi • 4 Industri manufaktur dan jasa • 4.1 Perbedaan industri manufaktur dan industri jasa • 5 Industri dan prinsip ekonomi • 6 Industri dan kebutuhan barang • 7 Cabang-cabang industri • 8 Klasifikasi • 8.1 Klasifikasi berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 • 8.2 Klasifikasi berdasarkan tempat bahan baku • 8.3 Jenis industri berdasarkan modal • 8.4 Jenis industri berdasarkan jumlah tenaga kerja • 8.5 Penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi • 8.6 Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi • 8.7 Jenis industri berdasarkan produktivitas perorangan • 9 Lihat pula • 10 Bacaan Lanjutan • 11 Referensi • 12 Lihat pula Jenis industri [ sunting - sunting sumber ] Bidang industri dibedakan menjadi dua, yaitu industri barang dan industri jasa.

Industri barang merupakan usaha mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan industri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obat-obatan. Sementara itu, industri jasa merupakan kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa.

Contohnya, jasa transportasi seperti angkutan bus, kereta api, penerbangan, dan pelayaran. Perusahaan jasa ada juga yang membantu proses produksi. Contohnya, jasa bank dan pergudangan.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Pelayanan jasa ada yang langsung ditujukan kepada para konsumen. Contohnya asuransi, kesehatan, penjahit, pengacara, salon kecantikan, dan tukang cukur. Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Industri berawal dari pekerjaan tukang atau juru. Sesudah mata pencaharian hidup berpindah-pindah sebagai pemetik hasil bumi, pemburu, dan nelayan pada zaman purba, manusia tinggal menetap, membangun rumah, dan mengolah tanah dengan bertani, dan berkebun serta beternak.

Kebutuhan mereka berkembang misalnya untuk mendapatkan alat pemetik hasil bumi, alat berburu, alat menangkap ikan, alat bertani, berkebun, alat untuk menambang sesuatu, bahkan alat untuk berperang serta alat-alat rumah tangga. Para tukang, dan juru timbul sebagai sumber alat-alat, dan barang-barang yang diperlukan itu.

Dari situ mulailah berkembang kerajinan, dan pertukangan yang menghasilkan barang-barang kebutuhan. Untuk menjadi pengrajin, dan tukang yang baik diadakan pola pendidikan magang, dan untuk menjaga mutu hasil kerajinan, dan pertukangan di Eropa dibentuk berbagai gilda (perhimpunan tukang, dan juru sebagai cikal bakal berbagai asosiasi sekarang).

Pertambangan besi, dan baja mengalami kemajuan pesat pada abad pertengahan. Selanjutnya pertambangan bahan bakar seperti batubara, minyak bumi, dan gas maju pesat pula.

Kedua hal itu memacu kemajuan teknologi permesinan, dimulai dengan penemuan mesin uap yang selanjutnya membuka jalan pada pembuatan, dan perdagangan barang secara besar-besaran, dan massal pada akhir abad 18, dan awal abad 19. Mulanya timbul pabrik-pabrik tekstil (Lille, dan Manchester) dan kereta api, lalu industri baja (Essen) dan galangan kapal, pabrik mobil (Detroit), pabrik alumunium.

Dari pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi akan pewarnaan dalam pabrik-pabrik tekstil pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi industri kimia, dan farmasi. Terjadilah Revolusi Industri. Sejak itu gelombang industrialisasi berupa pendirian pabrik-pabrik produksi barang secara massal, pemanfaatan tenaga buruh, dengan cepat melanda seluruh dunia, berbenturan dengan upaya tradisional di bidang pertanian ( agrikultur).

Sejak itu timbul berbagai penggolongan ragam industri. Deskripsi [ sunting - sunting sumber ] Kebanyakan orang mengasumsikan bahwa industri hanyalah kegiatan ekonomi manusia yang mengolah bahan baku/ bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau bahan jadi. Padahal pengertian industri sangatlah luas, proses industri ini meliputi semua kegiatan manusia dalam suatu bidang tertentu yang sifatnya produktif dan komersial. Kata industri berasal dari bahasa Francis kuno yaitu "industrie" yang berarti aktivitas, tetapi kata tersebut dasarnya berasal dari bahasa latin yaitu "Industria" yang memiliki arti kerajinan dan aktivitas.

Dalam arti luas industri adalah suatu bidang yang bersifat komersial yang menggunakan keterampilan kerja serta teknologi untuk menghasilkan suatu produk dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Produk industri tidak hanya berupa barang (manufaktur) tetapi juga dalam bentuk jasa (pelayanan), contoh hasil produksi dalam bentuk jasa seperti misalnya perbankan, asuransi, transportasi, jasa pengiriman barang dan sebagainya.

Suatu Industri identik dengan tempat dimana berlangsungnya suatu perindustrian yaitu pabrik, dalam arti luas pabrik adalah tempat manusia, mesin atau teknologi, material, energi, modal dan sumberdaya dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi dengan tujuan menghasilkan suatu produk dan jasa yang efektif, efisien dan aman yang siap digunakan oleh masyarakat umum maupun dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan jenis produk yang lainnya.

Pabrik identik dengan pengolahan bahan baku dan menghasilkan produk jadi dalam bentuk barang. Industri jasa adalah ( Service Industries) adalah industri yang bergerak dalam bidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani maupun menunjang aktivitas industri yang lain serta dapat juga memberikan pelayanan langsung terhadap masyarakat (kosumen). Industri jenis ini biasanya melakukan aktivitas di dalam suatu gedung (perkantoran). Industri manufaktur dan jasa [ sunting - sunting sumber ] Istilah manufaktur berasal dari dua kata bahasa latin, yaitu manus dan factus yang berarti manus adalah tangan dan factus adalah mengerjakan.

Jadi manufaktur artinya mengerjakan dengan tangan atau proses pembuatan produk yang dikerjakan dengan tangan. Pengertian manufaktur sekarang adalah proses pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan bahkan dikerjakan secara automatis penuh, tetapi tetap melalui pengawasan secara manual.

Contoh industri Manufaktur, yaitu: Industri semen, obat-obatan, otomotif, elektronika, pakaian, makanan & minuman, tekstil, sepatu, barang keperluan rumah tangga, dan lain lain. Industri pelayanan/jasa yaitu industri yang bergerak dibidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani dan menunjang aktivitas industri yang lain maupun langsung memberikan pelayanan/jasa kepada konsumen.

Contoh Industri Jasa, yaitu: Asuransi, Bursa efek, Perbankan, Transportasi, Pendidikan, Perdagangan, Perawatan kesehatan, Telekomunikasi, dan lain lain. Perbedaan industri manufaktur dan industri jasa [ sunting - sunting sumber ] Perbedaan dasar antara industri manufaktur dan industri jasa seperti berikut: • Industri manufaktur memiliki kemungkinan yang kecil dalam hal kontak langsung dengan konsumen karena aktivitas industri tersebut lebih banyak dilakukan dalam suatu pabrik sedangkan industri jasa memiliki pegawai khusus yang bertugas untuk melayani para konsumen.

• Industri manufaktur merupakan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi sehingga dapat digunakan oleh para konsumen dan masyarakat umum, sedangkan industri jasa yang menyediakan pelayanan jasa kepada konsumen yang membutuhkan. • Produk dari industri manufaktur bersifat tahan lama dan bersifat fisik (memiliki wujud) sedangkan industri jasa tidak berwujud.

• Hasil keluaran (produk) dari industri manufaktur dapat disimpan dengan jangka waktu tertentu sedangkan hasil dari industri jasa hanya dapat dinikmati.

• Jangka waktu kerja industri manufaktur relatif lebih lama jika dibandingkan dengan industri jasa. Industri dan prinsip ekonomi [ sunting - sunting sumber ] Prinsip ekonomi adalah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh. atau Prinsip ekonomi dapat juga diartikan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Ekonomi merupakan sebagian ilmu sosial yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi mengenai barang dan jasa. Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani dari kata oikos yang berarti keluarga, rumah, tangga dan nomos yang berarti peraturan, aturan, hukum.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Prinsip ekonomi memberi kita keuntungan yang pertama adalah dapat memaksimalkan keuntungan dimana mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, keuntungan kedua adalah meminimalkan kerugian dimana dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya.

Prinsip ekonomi berlaku dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi Dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu. Contoh Penerapannya - Contoh-contoh penerapan prinsip ekonomi pada kegiatan produksi • Mendirikan tempat usaha dekat dengan bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran • Menggunakan tenaga kerja yang terampil • Memakai bahan baku yang berkualitas terbaik, namun dengan harga paling murah • Memakai sumber daya misalnya modal, tenaga kerja, dan waktu se-efisien mungkin.

• Memakai mesin modern dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang rendah • Menentukan harga jual yang menguntungkan • Menentukan barang dan jasa yang akan dihasilkan Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi Dalam kegiatan distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Contoh Penerapan - Contoh-contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan distribusi • Meningkatkan kualitas pelayanan • Penyaluran barang yang tepat waktu • Memakai sarana distribusi yang dengan harga murah • Membeli barang dari produsen secara langsung • Menyediakan barang dan jasa yang populer bagi konsumen • Membeli barang di produsen yang tepat • Menentukan lokasi perusahaan yang berada di antara produsen dan konsumen Prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi Dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasan sebesar-besarnya dari suatu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu.

Contoh-contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan konsumsi • Membeli barang yang berkualitas • Membeli barang dengan harga terjangkau atau murah • Membuat daftar barang yang dibutuhkan • Memilih barang sebelum membelinya • Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang • Mampu mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan kita Tujuan prinsip ekonomi Tujuan melakukan tindakan menurut prinsip ekonomi adalah sebagai berikut • Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin • Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahan-kesalahan tertentu • Mencegah terjadinya konsumsi yang boros • Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki Ciri-Ciri orang yang menerapkan prinsip ekonomi • Bertindak rasional, artinya seseorang yang melakukan kegiatan atau tindakan selalu dengan akan yang sehat bukan berdasarkan dari emosi dan hawa nafsu • Bertindak ekonomis, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dengan segala perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang • Bertindak hemat, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dapat menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan • Membuat skala prioritas, artinya seseorang memenuhi kebutuhan dengan membuat urutan kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dari yang mendesak sampai yang dapat ditunda-tunda • Bertindak dengan memakai prinsip cost and benefit atau untung dan rugi yang artinya seseorang pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dari kegiatan yang dilakukannya.

Industri dan kebutuhan barang [ sunting - sunting sumber ] Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.

Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat.

Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur ( manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut.

Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan.

Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Istilah industrialisasi secara ekonomi juga diartikan sebagai himpunan perusahaan-perusahaan sejenis dimana kata industri dirangkai dengan kata yang menerangkan jenis industrinya.

Misalnya, industri obat-obatan, industri garmen, industri perkayuan, dan sebagainya Cabang-cabang industri [ sunting - sunting sumber ] Berikut adalah berbagai industri yang ada di Indonesia: • Makanan, dan minuman • Tembakau • Tekstil • Pakaian jadi • Kulit, dan barang dari kulit • Kayu, barang dari kayu, dan anyaman • Kertas, dan barang dari kertas • Penerbitan, percetakan, dan reproduksi • Batu bara, minyak, dan gas bumi, dan bahan bakar dari nuklir • Kimia, dan barang-barang dari bahan kimia • Karet, dan barang-barang dari plastik • Barang galian bukan logam • Logam dasar • Barang-barang dari logam, dan peralatannya • Mesin, dan perlengkapannya • Peralatan kantor, akuntansi, dan pengolahan data • Mesin listrik lainnya, dan perlengkapannya • Radio, televisi, dan peralatan komunikasi • Peralatan kedokteran, alat ukur, navigasi, optik, dan jam • Kendaraan bermotor • Alat angkutan lainnya • Furniture, dan industri pengolahan lainnya Klasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Kategori:Klasifikasi Industri Klasifikasi berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986, industri dibedakan menjadi: [2] • Industri kimia dasar: misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb • Industri mesin, dan logam dasar: misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll • Industri kecil: industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll • Aneka industri: industri pakaian, industri makanan, dan minuman, dan lain-lain.

Klasifikasi berdasarkan tempat bahan baku [ sunting - sunting sumber ] • Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh: pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain. • Industri nonekstaktif, yaitu industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.

• Industri fasilitatif, yaitu industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh: Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya. Jenis industri berdasarkan modal [ sunting - sunting sumber ] • Industri padat modal, yaitu industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya. • Industri padat karya, yaitu industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

Jenis industri berdasarkan jumlah tenaga kerja [ sunting - sunting sumber ] • Industri rumah tangga, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang. • Industri kecil, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang. • Industri sedang atau industri menengah, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang. • Industri besar, adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.

Penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi [ sunting - sunting sumber ] • Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar ( market oriented industry), yaitu industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada.

Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik. • Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja ( labour oriented industry), aAdalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif, dan efisien. • Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku ( supply oriented industry), yaitu jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.

• Industri yang tidak terkait oleh persyaratan yang lain, yaitu industri yang didirikan tidak terkait oleh syarat-syarat di atas.

Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: Industri elektronik, Industri otomotif, dan industri transportasi.

Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi [ sunting - sunting sumber ] • Industri Hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain.

Misalnya: Industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja. • Industri Hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen, misalnya: Industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler. Jenis industri berdasarkan produktivitas perorangan [ sunting - sunting sumber ] Pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi level atas, industri sering kali dibagi menjadi tiga bagian, yaitu primer (ekstraktif), sekunder (manufaktur), dan tersier (jasa).

Beberapa penulis menambahkan sektor kuarterner (pengetahuan) atau bahkan sektor kuinari (kultur, dan penelitian). Seiring berjalannya waktu, perpecahan industri masyarakat pada masing-masing sektor mengalami perubahan.

• Industri primer, adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya. • Industri sekunder, adalah industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik, daging kaleng, dan sebagainya. • Industri tersier, adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.

Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya. • Industri kuarterner, adalah industri yang mencakup penelitian pengetahuan, dan teknologi serta berbagai tugas berlevel tinggi lainnya. Misalnya adalah para peneliti, dokter, dan pengacara. • Industri kuinari, beberapa menganggapnya sebagai salah satu cabang sektor kuarterner yang meliputi level tertinggi pengambilan keputusan dalam masyarakat atau ekonomi.

Sektor ini meliputi eksekutif atau pegawai resmi dalam bidang pemerintahan, pengetahuan, universitas, non-profit, kesehatan, kultur, dan media. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Barang • Jasa Bacaan Lanjutan [ sunting - sunting sumber ] • Alvin Toffler, 1971, Future Shock.

Bantam Books. • Alvin Toffler, 1980, The Third Wave. William Morrow and Companies. • BPS, Nilai Tambah Menurut Sub Sektor 2001-2008 (Statistik Industri) Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Liputan6.com (2019-01-17).

"Industri adalah Kegiatan Manufaktur, Ini Pengertian Menurut Para Ahli dan Jenisnya". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-10-31. • ^ ILMU. Belajar Ilmu Pengetahuan Online. 31 Mei 2006. Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia - Perekonomian Bisnis. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • FMS • Halaman ini terakhir diubah pada 7 Mei 2022, pukul 22.27.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
• Afrikaans • العربية • অসমীয়া • Башҡортса • Беларуская • Bislama • Bosanski • Català • Čeština • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Nordfriisk • Frysk • ગુજરાતી • עברית • हिन्दी • Հայերեն • Íslenska • Italiano • 日本語 • ភាសាខ្មែរ • 한국어 • Кыргызча • Lietuvių • Latviešu • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk nynorsk pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi Occitan • Polski • Русский • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Türkçe • Українська • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • 中文 • Bân-lâm-gú Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.

Cari sumber: "Kompos" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Kompos dari jerami padi Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikrob dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses di mana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikrob-mikrob yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Kompos bisa digunakan sebagai mulsa organik serpihan kecil penutup permukaan lahan, gambut dapat pula diolah menjadi kompos, kompos dapat mengandung atau menjadi humus setelah terurai. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai.

Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara. DKI Jakarta menghasilkan 6000 ton sampah setiap harinya, di mana sekitar 65%-nya adalah sampah organik.

Dan dari jumlah tersebut, 1400 ton dihasilkan oleh seluruh pasar yang ada di Jakarta, di mana 95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat, terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (Rohendi, 2005).

Daftar isi • 1 Pendahuluan • 2 Jenis-jenis kompos • 3 Manfaat Kompos • 4 Dasar-dasar Pengomposan • 4.1 Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan • 4.2 Proses Pengomposan • 4.3 Faktor yang memengaruhi proses Pengomposan • 5 Strategi Mempercepat Proses Pengomposan • 5.1 Memanipulasi Kondisi Pengomposan • 5.2 Menggunakan Aktivator Pengomposan • 5.3 Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan • 5.4 Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan • 6 Pengomposan secara aerobik • 6.1 Peralatan • 6.2 Tahapan pengomposan • 7 Kontrol proses produksi kompos • 7.1 Proses pengontrolan • 8 Mutu kompos • 9 Lihat pula • 10 Literatur • 11 Pranala luar Pendahuluan [ sunting - sunting sumber ] Secara alami bahan-bahan organik akan mengalami penguraian di alam dengan bantuan mikrob maupun biota tanah lainnya.

Namun proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan ini telah banyak dikembangkan teknologi-teknologi pengomposan. Baik pengomposan dengan teknologi sederhana, sedang, maupun teknologi tinggi.

Pada prinsipnya pengembangan teknologi pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organik yang terjadi secara alami. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Teknologi pengomposan saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan limbah organik, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kota-kota besar, limbah organik industri, serta limbah pertanian dan perkebunan.

Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara aerobik maupun anaerobik, dengan atau tanpa aktivator pengomposan. Aktivator pengomposan yang sudah banyak beredar antara lain: PROMI (Promoting Microbes), OrgaDec, SuperDec, ActiComp, BioPos, EM4, Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism) atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). Setiap aktivator memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan, karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit.

Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.

Hasil akhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan tanah-tanah pertanian di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika dan biologi tanah, sehingga produksi tanaman pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi lebih tinggi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali tanah pertanian, menggemburkan kembali tanah petamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Bahan baku pengomposan adalah semua material yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri pertanian.

Berikut disajikan bahan-bahan yang umum dijadikan bahan baku pengomposan. Asal Bahan 1. Pertanian Limbah dan residu tanaman Jerami dan sekam padi, gulma, batang dan tongkol jagung, semua bagian vegetatif tanaman, batang pisang dan sabut kelapa Limbah & residu ternak Kotoran padat, limbah ternak cair, limbah pakan ternak, cairan biogas Tanaman air Azola, ganggang biru, enceng gondok, gulma air 2. Industri Limbah padat Serbuk gergaji kayu, blotong, kertas, ampas tebu, limbah kelapa sawit, limbah pengalengan makanan dan pemotongan hewan Limbah cair Alkohol, limbah pengolahan kertas, limbah pengolahan minyak kelapa sawit 3.

Rumah tangga Sampah Sampah (padat) rumah tangga dan sampah kota rumah tangga Limbah padat dan cair Limbah rumah tangga: Tinja, urin, 4. Pasar Sampah Sampah (padat) pasar tradisional dan modern Limbah padat dan cair Limbah Pasar; Tinja dan urin Jenis-jenis kompos [ sunting - sunting sumber ] • Kompos cacing ( vermicompost), yaitu kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing. Yang menjadi pupuk adalah kotoran cacing tersebut.

• Kompos bagase, yaitu pupuk yang terbuat dari ampas tebu sisa penggilingan tebu di pabrik gula. • Kompos bokashi. Manfaat Kompos [ sunting - sunting sumber ] Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikrob tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos.

Aktivitas mikrob ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikrob tanah juga diketahui dapat membantu pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos [1] juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, seperti menjadikan hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.

Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek: Aspek Ekonomi: • Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah • Mengurangi volume/ukuran limbah • Memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya Aspek Lingkungan: • Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah • Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan Aspek bagi tanah/tanaman: • Meningkatkan kesuburan tanah • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah • Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah • Meningkatkan aktivitas mikrob tanah • Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen) • Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman • Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman • Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah Peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah di antaranya merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kemampuan menahan air.

Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P, dan S. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga memengaruhi serapan hara oleh tanaman (Gaur, 1980).

Beberapa studi telah dilakukan terkait manfaat kompos bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. Penelitian Abdurohim, 2008, menunjukkan bahwa kompos memberikan peningkatan kadar Kalium pada tanah lebih tinggi daripada kalium yang disediakan pupuk NPK, namun kadar fosfor tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan NPK.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditelitinya ketika itu, caisin ( Brassica oleracea), menjadi lebih baik dibandingkan dengan NPK. Hasil penelitian Handayani, 2009, berdasarkan hasil uji Duncan, pupuk cacing ( vermicompost) memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pertumbuhan bibit Salam ( Eugenia polyantha Wight) pada media tanam subsoil.

Indikatornya terdapat pada diameter batang, dan sebagainya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan pupuk anorganik tidak memberikan efek apapun pada pertumbuhan bibit, mengingat media tanam subsoil merupakan media tanam dengan pH yang rendah sehingga penyerapan hara tidak optimal. Pemberian kompos akan menambah bahan organik tanah sehingga meningkatkan kapasitas tukar kation tanah dan memengaruhi serapan hara oleh tanah, walau tanah dalam keadaan masam.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa kompos bagase (kompos yang dibuat dari ampas tebu) yang diaplikasikan pada tanaman tebu ( Saccharum officinarum L) meningkatkan penyerapan nitrogen secara signifikan setelah tiga bulan pengaplikasian dibandingkan dengan yang tanpa kompos, namun tidak ada peningkatan yang berarti terhadap penyerapan fosfor, kalium, dan sulfur.

Penggunaan kompos bagase dengan pupuk anorganik secara bersamaan tidak meningkatkan laju pertumbuhan, tinggi, dan diameter dari batang, namun diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula dalam tebu.

Dasar-dasar Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan [ sunting - sunting sumber ] Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya: limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organik pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit, dll.

Bahan organik yang sulit untuk dikomposkan antara lain: tulang, tanduk, dan rambut. Bahan yang paling baik menurut ukuran waktu, untuk dibuat menjadi kompos dinilai dari rasio karbon dan nitrogen di dalam bahan / material organik seperti limbah pertanian: ampas tebu dan kotoran ternak serta tersebut di atas. Bahan organik yang telah disusun oleh Sinaga dkk. (2010) dari berbagai campuran dengan nilai rasio C/N = 35,68 dan kondisi kandungan airnya 50,37%, waktu dekomposisi diperoleh terpendek 28 hari dibanding lainnya.

Proses Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Proses pengomposan akan segera berlangsung setelah bahan-bahan mentah dicampur. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan.

Selama tahap-tahap awal proses, oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikrob mesofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan meningkat hingga di atas 50 - 70 oC. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikrob yang aktif pada kondisi ini adalah mikrob Termofilik, yaitu mikrob yang aktif pada suhu tinggi.

Pada saat ini terjadi dekomposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. Mikrob-mikrob di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO 2, uap air dan panas.

Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek liat humus.

Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pengurangan ini dapat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan. Skema Proses Pengomposan Aerobik Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen).

Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik, di mana mikrob menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut proses anaerobik.

Namun, proses ini tidak diinginkan, karena selama proses pengomposan akan dihasilkan bau yang tidak sedap. Proses anaerobik akan menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap, seperti: asam-asam organik (asam asetat, asam butirat, asam valerat, puttrecine), amonia, dan H 2S. Gambar profil suhu dan populasi mikrob selama proses pengomposan Tabel organisme yang terlibat dalam proses pengomposan Kelompok Organisme Organisme Jumlah/gr kompos Mikroflora Bakteri; Aktinomicetes; Kapang 10 9 - 10 9; 10 5 10 8; 10 4 - 10 6 Mikrofanuna Protozoa 10 4 - 10 5 Makroflora Jamur tingkat tinggi Makrofauna Cacing tanah, rayap, semut, kutu, dll Proses pengomposan tergantung pada: • Karakteristik bahan yang dikomposkan • Aktivator pengomposan yang dipergunakan • Metode pengomposan yang dilakukan Faktor yang memengaruhi proses Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Setiap organisme pendegradasi bahan organik membutuhkan kondisi lingkungan dan bahan yang berbeda-beda.

Apabila kondisinya sesuai, maka dekomposer tersebut akan bekerja giat untuk mendekomposisi limbah padat organik. Apabila kondisinya kurang sesuai atau tidak sesuai, maka organisme tersebut akan dorman, pindah ke tempat lain, atau bahkan mati.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

Menciptakan kondisi yang optimum untuk proses pengomposan sangat menentukan keberhasilan proses pengomposan itu sendiri. Faktor-faktor yang memperngaruhi proses pengomposan antara lain: Rasio C/N Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40:1.

Mikrob memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. Pada rasio C/N di antara 30 s/d 40 mikrob mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Apabila rasio C/N terlalu tinggi, mikrob akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat.

Umumnya, masalah utama pengomposan adalah pada rasio C/N yang tinggi, terutama jika bahan utamanya adalah bahan yang mengandung kadar kayu tinggi (sisa gergajian kayu, ranting, ampas tebu, dsb). Untuk menurunkan rasio C/N diperlukan perlakuan khusus, misalnya menambahkan mikroorganisme selulotik (Toharisman, 1991) atau dengan menambahkan kotoran hewan karena kotoran hewan mengandung banyak senyawa nitrogen. Ukuran Partikel Aktivitas mikrob berada di antara permukaan area dan udara. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikrob dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat.

Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas). Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut. Aerasi Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen(aerob).

Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Aerasi ditentukan oleh porositas dan kandungan air bahan(kelembapan). Apabila aerasi terhambat, maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap.

Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos. Porositas Porositas adalah ruang di antara partikel di dalam tumpukan kompos.

Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan.

Apabila rongga dijenuhi oleh air, maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu. Kelembaban (Moisture content) Kelembapan memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikrob dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air.

Kelembapan 40 - 60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikrob. Apabila kelembapan di bawah 40%, aktivitas mikrob akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembapan 15%.

Apabila kelembapan lebih besar dari 60%, hara akan tercuci, volume udara berkurang, akibatnya aktivitas mikrob akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap. Temperatur/suhu Panas dihasilkan dari aktivitas mikrob. Ada hubungan langsung antara peningkatan suhu dengan konsumsi oksigen. Semakin tinggi temperatur akan semakin banyak konsumsi oksigen dan akan semakin cepat pula proses dekomposisi. Peningkatan suhu dapat terjadi dengan cepat pada tumpukan kompos.

Temperatur yang berkisar antara 30 - 60oC menunjukkan aktivitas pengomposan yang cepat. Suhu yang lebih tinggi dari 60oC akan membunuh sebagian mikrob dan hanya mikrob thermofilik saja yang akan tetap bertahan hidup. Suhu yang tinggi juga akan membunuh mikrob-mikrob patogen tanaman dan benih-benih gulma. pH Proses pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar. pH yang optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6.5 sampai 7.5. pH kotoran ternak umumnya berkisar antara 6.8 hingga 7.4.

Proses pengomposan sendiri akan menyebabkan perubahan pada bahan organik dan pH bahan itu sendiri. Sebagai contoh, proses pelepasan asam, secara temporer atau lokal, akan menyebabkan penurunan pH (pengasaman), sedangkan produksi amonia dari senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen akan meningkatkan pH pada fase-fase awal pengomposan.

pH kompos yang sudah matang biasanya mendekati netral. Kandungan Hara Kandungan P dan K juga penting dalam proses pengomposan dan bisanya terdapat di dalam kompos-kompos dari peternakan.

Hara ini akan dimanfaatkan oleh mikrob selama proses pengomposan. Kandungan Bahan Berbahaya Beberapa bahan organik mungkin mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kehidupan mikrob. Logam-logam berat seperti Mg, Cu, Zn, Nickel, Cr adalah beberapa bahan yang termasuk kategori ini. Logam-logam berat akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan. Lama pengomposan Lama waktu pengomposan tergantung pada karakteristik bahan yang dikomposkan, metode pengomposan yang dipergunakan dan dengan atau tanpa penambahan aktivator pengomposan.

Secara alami pengomposan akan berlangsung dalam waktu beberapa minggu sampai 2 tahun hingga kompos benar-benar matang. Tabel Kondisi yang optimal untuk mempercepat proses pengomposan (Ryak, 1992) Kondisi Kondisi yang bisa diterima Ideal Rasio C/N 20:1 s/d 40:1 25-35:1 Kelembapan 40 – 65 % 45 – 62 % berat Konsentrasi oksigen tersedia > 5% > 10% Ukuran partikel 1 inchi bervariasi Bulk Density 1000 lbs/cu yd 1000 lbs/cu yd pH 5.5 – 9.0 6.5 – 8.0 Suhu 43 – 66oC 54 -60oC Strategi Mempercepat Proses Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Pengomposan dapat dipercepat dengan beberapa strategi.

Secara umum strategi untuk mempercepat proses pengomposan dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu: • Menanipulasi kondisi/faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengomposan.

• Menambahkan Organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan: mikrob pendegradasi bahan organik dan vermikompos (cacing). • Menggabungkan strategi pertama dan kedua.

Memanipulasi Kondisi Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Strtegi ini banyak dilakukan di awal-awal berkembangnya teknologi pengomposan. Kondisi atau faktor-faktor pengomposan dibuat seoptimum mungkin. Sebagai contoh, rasio C/N yang optimum adalah 25-35:1. Untuk membuat kondisi ini bahan-bahan yang mengandung rasio C/N tinggi dicampur dengan bahan yang mengandung rasio C/N rendah, seperti kotoran ternak.

Ukuran bahan yang besar-besar dicacah sehingga ukurannya cukup kecil dan ideal untuk proses pengomposan. Bahan yang terlalu kering diberi tambahan air atau bahan yang terlalu basah dikeringkan terlebih dahulu sebelum proses pengomposan. Demikian pula untuk faktor-faktor lainnya. Menggunakan Aktivator Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Strategi yang lebih maju adalah dengan memanfaatkan organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan.

Organisme yang sudah banyak dimanfaatkan misalnya cacing tanah. Proses pengomposannya disebut vermikompos dan kompos yang dihasilkan dikenal dengan sebutan kascing. Organisme lain yang banyak dipergunakan adalah mikrob, baik bakeri, aktinomicetes, maupuan kapang/cendawan.

Saat ini dipasaran banyak sekali beredar aktivator-aktivator pengomposan, misalnya: MARROS Bio-Activa, Green Phoskko(GP-1), Promi, OrgaDec, SuperDec, ActiComp, EM4, Stardec, Starbio, BioPos, dan lain-lain.

Promi, OrgaDec, SuperDec, dan ActiComp adalah hasil penelitian Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia ( BPBPI) dan saat ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sementara MARROS Bio-Activa dikembangkan oleh para peneliti mikrob tanah yang tergabung dalam sebuah perusahaan swasta.

Aktivator pengomposan ini menggunakan mikrob-mikrob terpilih yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi limbah-limbah padat organik, yaitu: Trichoderma pseudokoningii, Cytopaga sp, Trichoderma harzianum, Pholyota sp, Agraily sp dan FPP (fungi pelapuk putih).

Mikrob ini bekerja aktif pada suhu tinggi ( termofilik). Aktivator yang dikembangkan oleh BPBPi tidak memerlukan tambahan bahan-bahan lain dan tanpa pengadukan secara berkala.

Namun, kompos perlu ditutup/sungkup untuk mempertahankan suhu dan kelembapan agar proses pengomposan berjalan optimal dan cepat. Pengomposan dapat dipercepat hingga 2 minggu untuk bahan-bahan lunak/mudah dikomposakan hingga 2 bulan untuk bahan-bahan keras/sulit dikomposkan.

Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Strategi proses pengomposan yang saat ini banyak dikembangkan adalah mengabungkan dua strategi di atas. Kondisi pengomposan dibuat seoptimal mungkin dengan menambahkan aktivator pengomposan. Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan [ sunting - sunting sumber ] Seringkali tidak dapat menerapkan seluruh strategi pengomposan di atas dalam waktu yang bersamaan.

Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi pengomposan: • Karakteristik bahan yang akan dikomposkan. • Waktu yang tersedia untuk pembuatan kompos. • Biaya yang diperlukan dan hasil yang dapat dicapai.

• Tingkat kesulitan pembuatan kompos Pengomposan secara aerobik [ sunting - sunting sumber ] Peralatan [ sunting - sunting sumber ] Peralatan yang dibutuhkan dalam pengomposan secara aerobik terdiri dari peralatan untuk penanganan bahan dan peralatan perlindungan keselamatan dan kesehatan bagi pekerja.

Berikut disajikan peralatan yang digunakan. • Terowongan udara (Saluran Udara) • Digunakan sebagai dasar tumpukan dan saluran udara • Terbuat dari bambu dan rangka penguat dari kayu • Dimensi: panjang 2m, lebar ¼ - ½ m, tinggi ½ m • Sudut: 45o • Dapat dipakai menahan bahan 2 – 3 ton • Sekop • Alat bantu dalam pengayakan dan tugas-tugas lainnya • Garpu/cangkrang • Digunakan untuk membantu proses pembalikan tumpukan bahan dan pemilahan sampah • Saringan/ayakan • Digunakan untuk mengayak kompos yang sudah matang agar diperoleh ukuran yang sesuai • Ukuran lubang saringan disesuaikan dengan ukuran kompos yang diinginkan • Saringan bisa berbentuk papan saring yang dimiringkan atau saringan putar • Termometer • Digunakan untuk mengukur suhu tumpukan • Pada bagian ujungnya dipasang tali untuk mengulur termometer ke bagian dalam tumpukan dan menariknya kembali dengan cepat • Sebaiknya digunakan termometer alkohol (bukan air raksa) agar tidak mencemari kompos jika termometer pecah • Timbangan • Digunakan untuk mengukur kompos yang akan dikemas sesuai berat yang diinginkan • Jenis timbangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penimbangan dan pengemasan • Sepatu boot • Digunakan oleh pekerja untuk melindungi kaki selama bekerja agar terhindar dari bahan-bahan berbahaya • Sarung tangan • Digunakan oleh pekerja untuk melindungi tangan selama melakukan pemilahan bahan dan untuk kegiatan lain yang memerlukan perlindungan tangan • Masker • Digunakan oleh pekerja untuk melindungi pernapasan dari debu dan gas bahan terbang lainnya Kompos Bahan Organik dan Kotoran Hewan Pengomposan dapat juga menggunakan alat mesin yang lebih maju dan modern.

Komposter type Rotary Kiln, misalnya, berfungsi dalam memberi asupan oksigen ( intensitas aerasi), menjaga kelembapan, suhu serta membalik bahan secara praktis. Komposter type Rotary Klin di pasaran terdapat dengan kapasitas 1 ton setara 3 m3 hingga 2 ton atau setara 6 m3 bahan sampah, menggunakan proses pembalikan bahan dan mengontrol aerasi dengan cara mengayuh pedal serta memutar aerator ( exhaust fan).

Penggunaan komposter Biophoskko disertai aktivator kompos Green Phoskko (GP-1) telah mampu meningkatkan kerja penguraian bahan organik(dekomposisi) oleh jasad renik menjadi 5 sampai 7 hari saja. Tahapan pengomposan [ sunting - sunting sumber ] • Pemilahan Sampah • Pada tahap ini dilakukan pemisahan sampah organik dari sampah anorganik (barang lapak dan barang berbahaya).

Pemilahan harus dilakukan dengan teliti karena akan menentukan kelancaran proses dan mutu kompos yang dihasilkan • Pengecil Ukuran • Pengecil ukuran dilakukan untuk memperluas permukaan pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi, sehingga sampah dapat dengan mudah dan cepat didekomposisi menjadi kompos • Penyusunan Tumpukan • Bahan organik yang telah melewati tahap pemilahan dan pengecil ukuran kemudian disusun menjadi tumpukan.

• Desain penumpukan yang biasa digunakan adalah desain memanjang dengan dimensi panjang x lebar x tinggi = 2m x 12m x 1,75m. • Pada tiap tumpukan dapat diberi terowongan bambu (windrow) yang berfungsi mengalirkan udara di dalam tumpukan.

• Pembalikan • Pembalikan dilakuan untuk membuang panas yang berlebihan, memasukkan udara segar ke dalam tumpukan bahan, meratakan proses pelapukan di setiap bagian tumpukan, meratakan pemberian air, serta membantu penghancuran bahan menjadi partikel kecil-kecil. • Penyiraman • Pembalikan dilakukan terhadap bahan baku dan tumpukan yang terlalu kering (kelembapan kurang dari 50%).

• Secara manual perlu tidaknya penyiraman dapat dilakukan dengan memeras segenggam bahan dari bagian dalam tumpukan. • Apabila pada saat digenggam kemudian diperas tidak keluar air, maka tumpukan sampah harus ditambahkan air. sedangkan jika sebelum diperas sudah keluar air, maka tumpukan terlalu basah oleh karena itu perlu dilakukan pembalikan.

• Pematangan • Setelah pengomposan berjalan 30 – 40 hari, suhu tumpukan akan semakin menurun hingga mendekati suhu ruangan. • Pada saat itu tumpukan telah lapuk, berwarna coklat tua atau kehitaman. Kompos masuk pada tahap pematangan selama 14 hari. • Penyaringan • Penyaringan dilakukan untuk memperoleh ukuran partikel kompos sesuai dengan kebutuhan serta untuk memisahkan bahan-bahan yang tidak dapat dikomposkan yang lolos dari proses pemilahan di awal proses.

• Bahan yang belum terkomposkan dikembalikan ke dalam tumpukan yang baru, sedangkan bahan yang tidak terkomposkan dibuang sebagai residu. • Pengemasan dan Penyimpanan • Kompos yang telah disaring dikemas dalam kantung sesuai dengan kebutuhan pemasaran. • Kompos yang telah dikemas disimpan dalam gudang yang aman dan terlindung dari kemungkinan tumbuhnya jamur dan tercemari oleh pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi jamur dan benih gulma dan benih lain yang tidak diinginkan yang mungkin terbawa oleh angin.

Kontrol proses produksi kompos [ sunting - sunting sumber ] • Proses pengomposan membutuhkan pengendalian agar memperoleh hasil yang baik. • Kondisi ideal bagi proses pengomposan berupa keadaan lingkungan atau habitat di mana jasad renik (mikroorganisme) dapat hidup dan berkembang biak dengan optimal.

• Jasad renik membutuhkan air, udara (O2), dan makanan berupa bahan organik dari sampah untuk menghasilkan energi dan tumbuh. Proses pengontrolan [ sunting - sunting sumber ] Proses pengontrolan yang harus dilakukan terhadap tumpukan sampah adalah: • Monitoring Temperatur Tumpukan • Monitoring Kelembapan • Monitoring Oksigen • Monitoring Kecukupan C/N Ratio • Monitoring Volume Mutu kompos [ sunting - sunting sumber ] • Kompos yang bermutu adalah kompos yang telah terdekomposisi dengan sempurna serta tidak menimbulkan efek-efek merugikan bagi pertumbuhan tanaman.

pengolahan makanan pada dasarnya adalah sama yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi

• Penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrien antara tanaman dengan mikroorganisme tanah yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman • Kompos yang baik memiliki beberapa ciri sebagai berikut: • Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah, • Tidak larut dalam air, meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi, • Nisbah C/N sebesar 10 – 20, tergantung dari bahan baku dan derajat humifikasinya, • Berefek baik jika diaplikasikan pada tanah, • Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan, dan • Tidak berbau.

Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] Portal Pertanian • Biopori • Degradasi lahan • Desertifikasi • Konservasi tanah Literatur [ sunting - sunting sumber ] • Abdurohim, Oim.

2008. Pengaruh Kompos Terhadap Ketersediaan Hara Dan Produksi Tanaman Caisin Pada Tanah Latosol Dari Gunung Sindur, sebuah skripsi. Dalam IPB Repository, diunduh 13 Juni 2010. • Gaur, D. C. 1980. Present Status of Composting and Agricultural Aspect, in: Hesse, P. R. (ed). Improvig Soil Fertility Through Organic Recycling, Compost Technology. FAO of United Nation. New Delhi. • Guntoro Dwi, Purwono, dan Sarwono. 2003. Pengaruh Pemberian Kompos Bagase Terhadap Serapan Hara Dan Pertumbuhan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.).

Dalam Buletin Agronomi, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. • Handayani, Mutia. 2009. Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Kompos Terhadap Pertumbuhan Bibit Salam, sebuah skripsi. Dalam IPB Repository diunduh 13 Juni 2010. • Rohendi, E. 2005. Lokakarya Sehari Pengelolaan Sampah Pasar DKI Jakarta, sebuah prosiding.

Bogor, 17 Februari 2005. • Sinaga, A., E. Sutrisno dan S.H. Budisulistiorini. 2010. Perencanaan Pengomposan sebagai Alternatif Pengolahan Sampah Organik (Studi Kasus: TPA Putri Cempo-Mojosongo). Jurnal Presipitasi. 7.1. Halaman 13-22. Alamat URL: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/presipitasi/article/download/1445/pdf.

Diunduh 8 Januari 2013. • Toharisman, A. 1991. Potensi Dan Pemanfaatan Limbah Industri Gula Sebagai Sumber Bahan Organik Tanah. • ^ Syahputra, Edy (2017, Juni).

"Kajian Agronomis Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Pada Berbagai Jenis Bahan Kompos". Agrotekma. 1 (2): 92–101. doi: 10.31289/agr.v1i2.1127. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Pendidikan Kompos di Negara Maju • The Look of Compost Diarsipkan 2007-11-26 di Wayback Machine.

- Waste & Resources Action Programme, UK • Compost and Fertilizer Made From Recovered Organic Materials - US Environmental Protection Agency regulations • Vermicompost homepage Diarsipkan 2014-02-14 di Wayback Machine. - North Carolina State University Extension • Worm-Composting- SimplySetup guide to reducing carbon footprints • Composting for the Homeowner Diarsipkan 2016-02-24 di Wayback Machine.

- University of Illinois Extension • Good Gardener's Association (UK) • Cré, Composting Association of Ireland • US Composting Council Diarsipkan 2019-04-15 di Wayback Machine.

• Halaman ini terakhir diubah pada 5 Mei 2022, pukul 02.40. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

METODE PENGOLAHAN MAKANAN




2022 www.videocon.com