Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Table of Contents • Pengertian Bisnis • Fungsi Bisnis • Jenis-Jenis Bisnis • Tujuan Bisnis • Manfaat Bisnis • Karakteristik Bisnis • Sebarkan ini: • Posting terkait: Pengertian Bisnis Bisnis merupakan suatu organisasi yang menjual barang atau layanan pada customer atau bisnis lainnya, untuk memperoleh laba. Penggunaan sebuah kata “bisnis” dapat dibedakan menjadi tiga, tergantung dari skupnya. Kata bisnis dapat merujuk yaitu pada : • Badan Usaha, yaitu kesatuan Yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari keuntungan.

• Sektor Pasar Tertentu, misalnya pasar Modal. • Seluruh aktivitas pada komunitas produsesn barang dan jasa. Secara Terminologis merupakan sebuah kegiatan atau usaha. Bisnis dalam arti luas yakni salah satu istilah umum yang bisa menggambarkan semua kegiatan dan institusi yang memproduksi suatu barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Secara Etimologi yaitu suatu keadaan dimana seseorang atau sekumpulan orang sibuk melakukan pekerjaan yang membuahkan keuntungan. Bisnis Dalam Ilmu Ekonomi ialah suatu organisasi yang kegiatannya berupa menjual barang ataupun jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba (Keuntungan).

Bisnis Secara Historis yaitu kata bisnis dari bahasa Inggris business, yang merupakan kata dasar dari busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat.

Dalam hal ini, bisnis berarti sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan.

Bisnis Dalam Ekonomi Kapitalis, Bisnis yakni dimiliki oleh pihak swasta, bisnis di bentuk untuk mendapatkan keuntungan dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan pelaku atau para pekerja dari sebuah bisnis tersebut akan mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan.

Fungsi Bisnis • Acquiring Raw Material yaitu untuk mencari bahan mentah. • Manufacturing Raw Materials Into Product yaitu mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.

• Distributing Product to Consumers yaitu untuk menyalurkan produk yang dihasilkan kepada konsumen. • Manajemen ialah bagaimana cara karyawan dan sumber lain misalnya mesin dan peralatan dijalankan oleh perusahaan. • Pemasaran yakni bagaimana cara produk atau jasa berkembang, ditetapkan harganya, didistribusikan dan dipromosikan kepada konsumen • Keuangan merupakan bagaimana cara perusahaan mendapatkan penghasilan dan memakai dana yang ada untuk kegiatan bisnisnya.

• Akuntansi yaitu rangkuman dan analisa kondisi keuangan perusahan dan dipakai untuk merancang berbagai macam keputusan sistem informasi termasuk masyarakat, teknologi informasi, prosedur untuk memberi informasi yang sesuai dengan karyawan perusahaan sehingga dapat membuat keputusan bisnis.

• Sistem Informasi ialah perusaahn memakai sistem informasi untuk terus melakukan perbaharuan dan menganalisa sistem informasi mengenani operasionalnya.

Hasil dari informasi bisa dimanfaakan manajer perusahaan untuk menentukan suatu keputusan bisnis. Jenis-Jenis Bisnis 1. Bisnis Berdasarkan Jenis Aktivitasnya • Bisnis Ekstratif Bisnis ekstratif adalah aktivitas bisnis yang pergerakannya di bidang pertambangan dengan melakukan penggalian bahan-bahan tambang yang ada didalam dan terkandung di perut bumi.

Seperti batu bara, emas, besi, intan, alumunium, tembaga, semen, bisnis minyak dan gas bumi. • Bisnis Agraris Ini merupakan sebuah kegiatan bisnis yang dalam pergerakannya pada bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan.

• Bisnis Industri Ini adalah aktivitas bisnis yang pergerakannya pada bidang industri manufacturing, seperti industri pesawat terbang, kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …., garmen, tekstil, kapal, mebel, kertas, dan lain sebagainya. • Bisnis Jasa Ini adalah aktivitas bisnis yang pergerakkannya dalam bidang jasa yang menghasilkan produk tidak dalam bentuk fisik seperti jasa asuransi, pendidikan, pariwisata, kesehatan, perbankan, kecantikan.

2. Jenis Bisnis Berdasarkan Kegunaannya • Kegunaan Bentuk (Form Utility) Adalah bisnis yang berupaya mengubah suatu benda kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. benda lain dengan bentuk yang tidak sama sehinga lebih bermanfaat untuk manusia. Seperti pada bisnis meubel, genteng, roti, garment dan lain sebagainya. • Kegunaan Tempat (Place Utility) Adalah bisnis yang menjalankan memindahkan suatu barang dari satu tempat menuju tempat lain yang memiliki manfaat lebih, pergerakannya pada bidang transportasi, dari angkutan manusia, angkutan barang, darat, laut dan udara.

• Kegunaan Waktu (Time Utility) Bisnis yang bergerak pada upaya menyimpan dengan tujuan supaya barang dari suatu waktu apabila manfaatnya kurang bisa disimpan terlebih dahulu. Kemudian ketika lain waktu akan dikeluarkan apabila barang tadi sudah lebih bermanfaat. Seperti Bulog, pergudangan di pelabuhan.

• Kegunaan Pemilikan (Possession Utility) Bisnis yang bergerak pada usaha untuk membuat atau memenuhi kegunaan pemilikikan pada suatu barang atau jasa. Seperti pertokoan, peradangan dan lain sebagainya. 3. Jenis Bisnis Berdasarkan Motifnya • Bisnis Berorientasi yaitu sebuah keuntungan atau profit oriented, misalnya perusahaan perorangan, CV, firma, PT, dan lain sebagainya.

• Bisnis Tidak Berorientasi yakni sebuah keuntungan atau disebut sebagai bisnis nirlaba. Contohnya adalah yayasan, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat, dan lain sebagainya. Tujuan Bisnis • Ingin mencukupi serta memenuhi berbagai macam kebutuhan. • Guna membuat makmur keluarga.

• Menginginkan untuk terkenal sebagai seorang pebisnis atau pengusaha oleh masyarakat. • Ingin menjadi seseorang yang mampu meneruskan usaha keluarga.

• Ingin mencoba dan memanfaatkan berbagai hal baru. • Ingin memanfaatkan waktu yang banyak luangnya. • Ingin mempunyai usaha dan bisnis sendiri sehingga tidak bergantung pada orang lain. • Ingin memperoleh simpati, dan lain sebagainya. Manfaat Bisnis • Memperoleh Penghargaan atau Pengakuan Penghargaan ataupun pengakuan dapat diperoleh dengan berbisnis.

Dengan adanya suatu bisnis yang berhasil dan tumbuh serta berkembang eyang dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat yang akan memberikan anda pengakuan positif dari masyakat itu sendiri. • Kesempatan Untuk Menjadi Bos bagi Diri Sendiri Kapan lagi anda dapat menjadi bos untuk diri sendiri kalau bukan di bisnis yang anda rintis dan buat sendiri. Dengan berbisnis, anda juga akan menjadi seorang penentu dan pemimpin dari bisnis anda. Besar kecilnya bisnis anda dapat ditentukan oleh kemampuan anda menjadi bos.

• Menggaji Diri Sendiri Enak bukan, anda tentukan penghasilan anda sendiri. Itulah manfaat membangun bisnis anda.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Jumlah suatu penghasilan dan juga sumber penghasilan anda yang sudah ditentukan. • Atur Waktu Anda Sendiri Jam kerja anda, anda yang atur. Itulah manfaat berbisnis yang keren. Bila anda jadi PNS, jam kerja anda haruslah sesuai dengan permintaan pemerintah. Bila anda menjadi seorang pebisnis, jam kerja akan menjadi lebih fleksibel. Bila anda jauh lebih ingin bersantai, dengan penghasilan bisnis yang naik, anda juga dapat merekrut pegawai untuk menggantikan anda.

• Masa Depan yang Lebih Cerah Masa depan anda, bisa dikatakan anda yang atur, semakin anda gigih dan semangat berbisnis, anda akan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Karakteristik Bisnis • Lembaga atau institusi atau organisasi sosial dan ekonomi. • Berhubungan dengan berbagai barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan manusia. • Mencari laba, profit atau keuntungan. • Menetukan harga yang sesuai. • Akan ada kemungkinan mengalami kerugian. Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Bisnis : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Karakteristik & Jenisnya Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Terima Kasih. Baca Juga Artikel Lainnya : • √ Saham : Pengertian, Nilai, Tujuan, Manfaat, Resiko, Jenis & Syaratnya Lengkap • √ Obligasi : Pengertian, Jenis, Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangannya Terlengkap • √ Perdagangan Internasional : Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri, Bentuk, Faktor & Manfaatnya Lengkap • √ Kebijakan-Kebijakan Perdagangan Internasional Terlengkap • √ MoU (Memorandum of Understanding) : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Komponen dan Jenis Terlengkap Posting terkait: • Vendor Adalah • Supplier Adalah • Segmentasi Pasar Posting pada Bisnis Ditag 10 usaha yang menjanjikan, 5 prinsip dalam etika bisnis, 8 tujuan bisnis, apa arti dari online shop, apa fungsi manajemen dalam organisasi bisnis, apa itu fungsi bisnis, apa sajakah elemen dari bisnis, apa tanggung jawab bisnis, apa tujuan dari bisnis, apa yang kamu ketahui tentang rencana bisnis, apakah manfaat dari bisnis dapatkah bisnis mempengaruhi masyarakat, badan usaha dan jenis kegiatannya, berita bisnis dan keuangan, berita bisnis internasional, berita bisnis kuliner, berita bisnis properti, berita bisnis ukm, berita tentang bisnis online, bisnis 2019 booming, bisnis adalah, bisnis curhat online, bisnis indonesia market, bisnis jasa online, bisnis kekinian 2020, bisnis memiliki 5 fungsi kunci kecuali, bisnis olshop yang menguntungkan, bisnis online, bisnis pemula untuk anak muda, bisnis pengertian, bisnis tanpa modal, cara mendirikan bisnis, Ciri - Ciri Bisnis, ciri-ciri bisnis, contoh bisnis, contoh bisnis online, contoh kegiatan bisnis, contoh usaha besar, contoh usaha modal kecil untung besar, daily investor, dapatkah bisnis mempengaruhi masyarakat, dropship, ekonomi bisnis adalah, etika bisnis adalah, evolusi bisnis, Fungsi Bisnis, fungsi bisnis mikro dan makro, fungsi dasar bisnis, hakikat berwirausaha, hakikat tujuan bisnis, hubungan antara hukum dan bisnis, hukum bisnis adalah, ide bisnis, jelaskan mengapa bisnis itu penting, jelaskan pengertian manfaat tempat usaha, jelaskan pengertian kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …., jelaskan tantangan tantangan dalam bisnis, jelaskan tujuan pembuatan rencana bisnis, Jenis - Jenis Bisnis, jenis bisnis, Jenis Bisnis Berdasarkan Aktivitasnya, Jenis Bisnis Berdasarkan Kegunaannya, Jenis Bisnis Berdasarkan Motifnya, jenis dan bentuk bisnis, jenis jenis aktivitas bisnis, jenis jenis bisnis, jenis jenis bisnis ada 4 yaitu, jenis jenis bisnis di indonesia, jenis jenis bisnis online dan contohnya, jenis perusahaan, jenis-jenis bisnis, jenis-jenis bisnis monopsoni, jenis-jenis bisnis pdf, jenis-jenis usaha dan manfaatnya, kasus bisnis, kegiatan bisnis adalah, kegunaan bisnis modern, kekurangan bisnis online, kemukakan ruang lingkup bisnis secara umum, komunikasi bisnis adalah, konsep dasar sdm dalam bisnis, kontan bisnis, Kriteriaristik Bisnis, kunci hakikat bisnis, lahan bisnis, latar belakang bisnis online, macam pebisnis, macam-macam wirausaha di indonesia, macammacam usaha, manajemen bisnis untuk pemula, manfaat belajar bisnis, manfaat berbisnis di usia muda, Manfaat Bisnis, manfaat bisnis bagi perusahaan, manfaat bisnis untuk masyarakat, manfaat kegiatan bisnis bagi pemerintah, manfaat pelaku bisnis, manfaat pengelolaan bisnis, manfaat usaha makanan, materi ekonomi bisnis, mencari peluang usaha baru, mengapa ada bisnis, mengapa bisnis itu penting, mengembangkan rencana bisnis, organisasi bisnis adalah, pebisnis harus dapat memilih pekerja yang, peluang bisnis, peluang bisnis 2019, peluang usaha di desa, peluang usaha terbaru dan terlaris, peluang usaha yang belum banyak pesaing, pengaruh bisnis terhadap masyarakat, Pengertian Bisnis, Pengertian Bisnis Dalam Bidang Ekonomi, Pengertian Bisnis Dalam Histori, Pengertian Bisnis dalam Ilmu Ekonomi, Pengertian Bisnis Dalam Ilmu Kapitalis, pengertian bisnis dan etika bisnis, pengertian bisnis dan jenis jenis bisnis, pengertian bisnis dan manajemen, pengertian bisnis di indonesia, pengertian bisnis menurut boone kurtz, pengertian bisnis menurut buku pengantar bisnis, pengertian bisnis menurut hughes and kapoor, Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli, pengertian bisnis menurut para ahli 2015, pengertian bisnis menurut para ahli beserta komentarnya, pengertian bisnis menurut para ahli dan daftar pustakanya, pengertian bisnis menurut para ahli ekonomi islam, pengertian bisnis menurut para ahli pdf, pengertian bisnis modern, pengertian bisnis online, pengertian bisnis online dan contohnya, Pengertian Bisnis Secara Etimologi, Pengertian Bisnis Secara Termologi, pengertian gait, pengertian organisasi bisnis adalah, peran manusia dalam bisnis, peranan teknologi informasi dalam bisnis, prospek usaha, prospektif, resiko resiko bisnis, ruang lingkup bisnis, sebutkan 4 jenis bisnis, sebutkan jenis jenis bisnis, secara umum tujuan perusahaan dapat berupa, sejarah perkembangan bisnis, strategi bisnis online, Tujuan Bisnis, tujuan bisnis adalah, tujuan bisnis brainly, tujuan bisnis menurut para ahli, tujuan bisnis online, tujuan bisnis sosial, tujuan kebijakan bisnis, tuliskan tujuan didirikannya bisnis, usaha anti gagal, usaha apa yang bagus untuk jangka panjang, usaha kecil kecilan untuk remaja, usaha yang cocok untuk pemula di pedesaan, usaha yang langka tapi menguntungkan, usaha yang menguntungkan di desa, usaha yang menjanjikan dengan modal kecil, usaha yang menjanjikan di desa, usaha yang menjanjikan di masa depan, utility value yang diciptakan bisnis, wirausaha pemula dan cara mendirikan usaha Pos-pos Terbaru • Passing Grade UI (Universitas Indonesia) 2021/2022 Terbaru (Akreditasi, Fakultas dan Jurusan) • Contoh Surat Referensi Kerja • Contoh Surat Cuti • Contoh Surat Pengunduran Diri • Globalisasi Politik • 12 Aplikasi Pembuat Logo Online Terbaik Gratis 2022 • Surat Pengunduran Diri • Tindakan Ekonomi Irasional • Passing Grade UNMUL (Universitas Mulawarman) 2021/2022 Terbaru (Fakultas dan Jurusan) • Passing Grade UNIMA (Universitas Negeri Manado) 2021/2022 Terbaru (Akreditasi, Fakultas dan Jurusan) • Cara Membuat Surat Lamaran Kerja di Word • 20 Contoh Surat Lamaran Kerja Via Email • Contoh Surat Lamaran Kerja di bank • Struktur Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar • Tindakan Ekonomi • Tindakan Ekonomi Rasional • 20 Contoh Surat Lamaran Kerja Fresh Graduate • 22 Contoh Surat Lamaran Kerja di PT (Perseroan Terbatas) • Cara Mengirim Lamaran Kerja Lewat Email • Kegiatan Ekonomi Pengertian Neraca Lajur, Contoh Neraca Lajur, Soal Neraca Lajur- Laporan keuangan perusahaan perlu disusun secara rapi dan sistematis agar mudah dipahami oleh banyak pihak yang berkepentingan.

Salah satu komponen dari pembukuan akuntansi yang memudahkan penyusun laporan keuangan agar terlihat secara sistematis adalah neraca lajur. Neraca lajur akan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

dalam pembuatan laporan keuangan karena data keuangan yang ada di dalamnya terbilang lengkap. Berikut adalah ulasan secara rinci mengenai neraca lajur beserta fungsinya. Daftar Isi • Pengertian Neraca lajur • Tujuan Pembuatan Neraca Lajur • Anda Mungkin Juga Menyukai • 1. Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan • 2. Sarana Menggolongkan dan Meringkas Informasi Neraca Saldo • 3. Meminimalisir Kesalahan • 4. Memperkirakan Hal yang Mungkin Akan Terjadi • Fungsi Neraca Lajur • 1. Digunakan untuk Meringkas Data • 2.

Mengevaluasi Transaksi yang Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. • 3. Sarana Menyusun Laporan • 4. Prosedur Perusahaan yang Kreditebel • 5. Melihat Kegiatan Harian Perusahaan • Contoh Neraca Lajur dan Cara Membuat Neraca Lajur • 1.

Membuat Format Neraca • 2. Mengisi Nomor Akun dan Nama Akun • 3. Mengisi Kolom Jurnal Penyesuaian • 4. Menambahkan Nominal Pada Neraca Saldo Setelah Penyesuaian • 5.

Mengisi Kolom Neraca dan Laba Rugi • Contoh Soal Neraca Lajur • Penyelesaian Contoh Soal Neraca Lajur dengan 8 kolom • Penyelesaian Contoh Soal Neraca Lajur dengan 10 kolom • Penyelesaian Contoh Soal Neraca Lajur dengan 12 kolom • Buku Rekomendasi Mengenai Contoh Jurnal Penyesuaian • Pengantar Akuntansi Edisi Kedua • Pengantar Akuntansi 1: Pendekatan Siklus Akuntansi • Pengantar Akuntansi, Mudah Membuat Jurnal Dengan Pendekatan Siklus Tansaksi.

• Artikel Terkait Contoh Neraca Lajur • • Kategori Ilmu Berkaitan Akuntansi • Materi Akuntansi • Kesimpulan Pengertian Neraca lajur Worksheet atau neraca lajur merupakan lembar yang memuat data akuntansi perusahaan selama satu periode. Penyusunan neraca lajur ini berperan penting bagi perusahaan karena akan memudahkan dalam rekap data sebelum dilakukan penyesuaian. Neraca lajur merupakan komponen yang digunakan untuk memeriksa buku besar setelah mengalami penyesuaian. Pemeriksaan buku besar setelah penyesuaian ini juga dilakukan guna memastikan bahwa saldonya sudah balance.

Format dari neraca lajur ini terdiri dari 10 kolom guna mencatat nomor dan nama akun beserta saldo debet kredit. Kolom tersebut digunakan untuk mengentri data perusahaan mulai dari neraca saldo, penyesuaian, hingga menghasilkan laporan keuangan terbaru. Dalam mempelajari bagaimana akuntansi perusahaan bekerja, kamu dapat mempelajari buku Mahir Akuntansi: Perusahana Dagang Edisi Revisi 2013 oleh Temy Setiawan dibawah ini.

Rp 36.500 Penyusunan neraca lajur juga memudahkan perusahaan dalam mengontrol keuangannya, karena setiap laporan sudah terpapar dengan jelas. Selain itu, tentu masih ada beberapa tujuan pembuatan neraca lajur ini secara terperinci. Berikut adalah beberapa tujuan dari penyusunan neraca lajur yang harus diketahui. 1. Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan Tujuan pertama dari pembuatan neraca lajur adalah memudahkan untuk menyusun laporan keuangan.

Pembuatan neraca lajur akan dilakukan terlebih dahulu sebelum menyusun laporan keuangan agar data yang akan digunakan sudah tersusun secara sistematis. Neraca akan lajur membantu menggolongkan data yang berasal dari buku besar, sehingga tampilannya ringkas. Pembuatan laporan keuangan bisa langsung melihat neraca lajur tanpa harus mengumpulkan kembali data pembukuan perusahaan dari awal.

Banyak informasi yang akan dimuat dalam neraca lajur, termasuk data dari penyesuaian. Penyusunan laporan keuangan bisa dilakukan secara lebih cepat apabila neraca lajur sudah dibuat. Neraca lajur perusahaan juga akan membantu memudahkan proses auditing. Laporan keuangan merupakan hal penting bagi sebuah perusahaan dimana dapat menjadi tolak ukur dalam mengelola perusahaan yang ada dan mencapai sasaran perusahaan yang telah diukur.

Pelajari cara membuatnya melalui buku Seri Kuliah Ringkas: Analisis Laporan Keuangan. 2. Sarana Menggolongkan dan Meringkas Informasi Neraca Saldo Informasi neraca saldo merupakan dasar utama yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.

Perusahaan memperoleh informasi neraca saldo ini dari posting buku besar yang dilakukan setelah pencatatan transaksi. Pembuatan neraca lajur dalam hal ini akan membantu perusahaan untuk meringkas informasi neraca saldo agar lebih sederhana.

Di samping itu, komponen ini juga membantu menggolongkan akun-akun di dalam neraca saldo sesuai dengan kelompoknya, sehingga penyusunannya akan berurutan.

Ringkasan informasi neraca saldo ini akan memudahkan perusahaan saat melakukan pengecekan buku besar, guna memastikan bahwa hasilnya sudah balance. Selanjutnya, ringkasan informasi tersebut akan diolah kembali dalam neraca lajur dengan memasukkan komponen penyesuaian. 3. Meminimalisir Kesalahan Tujuan dari pembuatan neraca lajur yang berikutnya adalah untuk meminimalisir adanya kesalahan laporan ke depannya.

Format neraca lajur yang ringkas memudahkan para penggunanya untuk memahami data di dalamnya. Di samping itu, susunan neraca lajur yang sederhana juga akan membantu perusahaan menemukan data dengan cepat. Kesalahan pembukuan perusahaan pada umumnya terjadi pada saat proses penyusunan laporan keuangan akibat banyaknya komponen yang harus diperhitungkan.

Potensi kesalahan ini akan terjadi ketika pihak yang bersangkutan tidak teliti dalam menganalisa data pembukuan. Perusahaan bisa meminimalisir kesalahan tersebut dengan cara membuat laporan keuangan terlebih dahulu. Laporan keuangan bisa disusun dengan mengacu pada neraca lajur karena tidak membingungkan untuk dipahami dan tampilannya ringkas, sehingga meminimalisir adanya kesalahan input. 4. Memperkirakan Hal yang Mungkin Akan Terjadi Keberlangsungan usaha merupakan salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Perusahaan bisa memperkirakan hal yang mungkin terjadi dalam keberlangsungan usahanya melalui neraca lajur. Salah satu perkiraan yang bisa dilihat di dalam neraca lajur adalah saldo kas dan hutang. Pihak perusahaan bisa memperkirakan bagaimana harus menyalurkan saldo kas tersebut serta melunasi kewajibannya. Perusahaan juga bisa melihat saldo modal terbaru dalam neraca lajur untuk digunakan sebagai perputaran operasional.

Nilai saldo yang ada neraca lajur cukup relevan untuk digunakan untuk memperkirakan hal yang akan terjadi, meskipun laporan keuangan yang lengkap dan lebih rinci belum selesai dipersiapkan.

Fungsi Neraca Lajur Pembuatan neraca lajur mempunyai beberapa fungsi yang cukup penting dalam pelaporan keuangan selama satu periode.

Berikut adalah beberapa fungsi dari pembuatan neraca lajur yang perlu untuk diketahui. 1. Digunakan untuk Meringkas Data Fungsi pertama dari pembuatan neraca lajur adalah untuk meringkas data keuangan perusahaan. Data tersebut bisa dilihat mulai dari jurnal hingga posting buku besar. Neraca lajur dapat meringkas saldo yang sudah diposting melalui buku besar tersebut. Data yang ada di dalam buku besar terdiri dari banyak kolom, sehingga cukup menyulitkan untuk dijadikan sebagai patokan pembuatan laporan keuangan.

Ditambah lagi karena disana ada terlalu banyak lembaran. Hal ini bisa diatasi dengan keberadaan neraca lajur yang akan meringkas data dari buku besar tersebut. Ringkasan data yang ada di dalam neraca lajur sudah cukup mewakili bagaimana kondisi keuangan perusahaan dalam satu periode. Dokumen pembukuan yang lainnya tetap bisa disimpan untuk melakukan auditing lebih lanjut.

2. Mengevaluasi Transaksi yang Ada Evaluasi transaksi yang pernah terjadi perusahaan selama satu periode juga bisa dilihat di dalam neraca lajur. Cara mengevaluasi transaksi melalui neraca lajur adalah dengan melihat perubahan saldo yang ada pada setiap akunnya. Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. neraca saldo sebagai acuan untuk melakukan evaluasi transaksi akan membuat pemeriksaan semakin efisien. Perusahaan juga bisa langsung menemukan perubahan saldo pada akun tertentu dengan cepat.

Fungsi dari melakukan evaluasi melalui neraca lajur adalah agar perusahaan bisa mengetahui perkembangan kegiatan operasional selama satu periode akuntansi. Hasil evaluasi transaksi yang ada di neraca lajur bisa digunakan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan.

3. Sarana Menyusun Laporan Fungsi utama dari pembuatan neraca lajur adalah dijadikan sebagai dasar untuk menyusun laporan keuangan. Komponen yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan sangat banyak, sehingga dibutuhkan neraca lajur agar proses penyusunan ini bisa lebih efisien.

Neraca lajur juga akan membantu membantu menampilkan data laba rugi dan neraca terkini yang bisa dijadikan sebagai dasar penyusunan laporan perusahaan. Selanjutnya, perusahaan bisa mulai menyusun laporan perubahan ekuitas dari laba rugi yang disediakan melalui neraca lajur. 4. Prosedur Perusahaan yang Kreditebel Neraca lajur termasuk dalam prosedur penyusunan akuntansi yang kredibel bagi perusahaan. Pencatatan keuangan perusahaan dianggap lengkap dan mumpuni apabila mencantumkan neraca saldo di dalamnya.

Di samping itu, kualitas pembukuan juga tidak bisa diragukan lagi dengan adanya komponen ini. Prosedur penyusunan ini sebenarnya harus bisa dipenuhi oleh perusahaan untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu ada auditing dari pihak eksternal. Pembuatan neraca lajur ini nantinya akan memudahkan perusahan dalam menjelaskan perkembangan keuangan dalam satu periode. 5. Melihat Kegiatan Harian Perusahaan Hubungan neraca lajur dengan evaluasi transaksi adalah untuk melihat kegiatan harian perusahaan.

Pada umumnya, perusahaan yang berjalan dengan baik memiliki catatan transaksi di setiap harinya. Transaksi ini akan lebih ringkas jika sudah digolongkan melalui neraca lajur. Kegiatan harian perusahaan pada mulanya akan disertai dengan dokumen pendukung untuk dicatat ke dalam jurnal.

Selanjutnya, perubahan saldo setiap akun akibat adanya transaksi di dalam perusahaan akan dipotong ke dalam buku besar. Saldo yang ada di dalam buku besar inilah sumber untuk melihat kegiatan harian perusahaan dan perubahan saldo akun. Evaluasi kegiatan harian tersebut bisa digunakan untuk memutuskan transaksi apalagi yang akan dilakukan perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional. Contoh Neraca Lajur dan Cara Membuat Neraca Lajur Hal berikutnya yang perlu diketahui dari neraca lajur adalah bagaimana cara untuk membuatnya.

Ada beberapa komponen yang wajib ada di dalam neraca lajur agar bisa digunakan secara berkelanjutan. Berikut adalah ulasan terkait bagaimana cara menyusun neraca lajur. 1. Membuat Format Neraca Neraca lajur mempunyai format tersendiri dalam pembuatannya agar terlihat lebih ringkas. Pada umumnya, format yang digunakan untuk menyusun neraca lajur adalah menggunakan 10 kolom.

Format ini terdiri dari nomor, nama akun, dan debit kredit. Kolom debit kredit ini tentu saja dibuat berpasangan untuk setiap komponen laporan keuangan. Ada 4 komponen yang ada dalam neraca lajur, yaitu neraca saldo, penyesuaian, neraca setelah penyesuaian, dan laba rugi. Setiap komponen ini kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. berhubungan diarena perhitungannya didasarkan pada neraca saldo dan penyesuaian. Komponen laba rugi dan neraca lajur akan mengalami penggolongan berdasarkan tipe akun yang harus ada di dalamnya.

2. Mengisi Nomor Akun dan Nama Akun Tahapan berikutnya yang harus dilakukan setelah mempersiapkan format neraca lajur adalah mulai mengisi nomor dan nama akun.

Pengisian ini harus dilakukan mulai dari nomor akun terkecil agar terlihat lebih rapi. Nomor yang harus diisikan ke dalam neraca saldo melambangkan penggolongan dari tipe akun. Urutan untuk mengisi nomor dan nama akun ini dimulai dari aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Pengisian nomor dan nama akun yang berurutan memudahkan untuk input transaksi berikutnya. Pengisian pada neraca lajur ini bisa didasarkan pada daftar akun yang sudah dibuat pada awal periode. Perusahaan juga bisa mengisi akun tambahan yang mungkin dibutuhkan di dalam periode bersangkutan agar tidak ada melewatkan transaksi. 3. Mengisi Kolom Jurnal Penyesuaian Langkah selanjutnya untuk membuat neraca lajur adalah mengisi bagian kolom jurnal penyesuaian.

Komponen jurnal penyesuaian ini terdiri dari dua kolom, yaitu debet dan kredit. Letak dari kolom jurnal penyesuaian adalah di samping neraca saldo. Data yang diisikan di dalam kolom penyesuaian berasal dari transaksi penyesuaian yang terjadi dalam akhir periode. Transaksi penyesuaian ini terjadi akibat adanya perubahan saldo dalam akun tertentu yang membutuhkan pencatatan. Pengisian komponen ini bisa dilakukan berdasarkan jurnal penyesuaian untuk letak debit dan kreditnya.

Pengisian penyesuaian ini harus dilakukan dengan teliti karena komponen ini penting untuk melihat saldo terbaru untuk akun tertentu, salah satunya adalah perubahan akumulasi penyusutan. 4. Menambahkan Nominal Pada Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Komponen berikutnya yang ada di dalam neraca lajur adalah nominal pada neraca saldo setelah penyesuaian. Perhitungannya dilakukan dengan mengakumulasikan neraca dan jurnal penyesuaian untuk mengetahui saldo terbaru secara keseluruhan.

Pada saat menambahkan nominal neraca saldo setelah penyesuaian ini tidak semua akun mengalami perubahan. Saldo akun yang mengalami perubahan hanya berkaitan pada transaksi dalam jurnal penyesuaian saja. Neraca saldo setelah penyesuaian berguna untuk mengetahui nominal terbaru dari setiap akun secara keseluruhan.

Pastikan bahwa nominal yang dimasukkan sudah benar agar pada akhir perhitungan saldonya akan tetap seimbang. 5. Mengisi Kolom Neraca dan Laba Rugi Kolom selanjutnya yang harus diisikan di dalam neraca lajur adalah komponen laba rugi. Jenis akun yang harus dimasukkan ke dalam laporan laba rugi adalah akun riil. Saldo dari akun tersebut diperoleh dari nominal secara yang sudah disesuaikan. Jenis akun lain yang dimasukkan di dalam kolom laba rugi adalah pendapatan dan beban perusahaan.

Pendapatan ini diperoleh dari transaksi yang berhubungan dengan pemasukan perusahaan dari kegiatan operasional, termasuk penjualan. Akun beban merupakan pengeluaran kegiatan operasional perusahaan yang terjadi selama satu periode. Beban-beban perusahaan ini bisa terjadi akibat adanya kegiatan operasional maupun pengeluaran lainnya yang menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan.

Komponen berikutnya yang harus diisikan adalah kolom neraca sesuai dengan saldo terbaru. Kolom neraca ini diisikan dengan akun nominal yang terdiri aset, kewajiban, dan ekuitas. Saldo yang akan diisikan ke dalam komponen ini berasal dari neraca saldo yang sudah disesuaikan. Kolom debit pada bagian neraca diisikan dengan dengan akun debit, kecuali yang bersaksi kontra, seperti akumulasi penyusutan dan cadangan kerugian piutang. Sementara kolom kredit digunakan untuk mengisi saldo akun kewajiban dan ekuitas perusahaan.

Hasil akhir antara debit dan kredit pada neraca dan laporan laba rugi pada umumnya akan mengalami selisih.

Jumlah selisih dari saldo akhir neraca dan laba rugi ini harus sama kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. bisa menemukan profit atau kerugian usaha perusahaan selama satu periode. Contoh Soal Neraca Lajur Disini Gramedia.com mengambil contoh soal dari bookwormaisyah mengenai contoh soal neraca lajur. Berikut merupakan Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian milik PD. BMA pada bulan Desember 2019. Diminta : Berdasarkan pada data neraca saldo dan jurnal penyesuaian di atas, maka buatlah Neraca Lajur dengan 8 Kolom, 10 Kolom dan 12 Kolom Penyelesaian Contoh Soal Neraca Lajur dengan 8 kolom Untuk memperoleh nominal yang ada pada kolom Laba/Rugi dan Neraca, maka dilakukan penggabungan (pengurangan atau penambahan) antara nominal kolom Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian.

Penyelesaian Contoh Soal Neraca Lajur dengan 10 kolom Untuk mendapatkan nominal pada kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian maka kamu bisa melakukan penggabungan (pengurangan atau penambahan) antara nominal kolom Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian. Lalu untuk mendapatkan nominal pada Kolom Laba/Rugi dan Neraca, maka bisa diperoleh dari pemindahan nominal pada Neraca Saldo Setelah Penyesuaian.

Penyelesaian Contoh Soal Neraca Lajur dengan 12 kolom Untuk mendapatkan nominal pada kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian maka bisa melakukan penggabungan (pengurangan atau penambahan) antara nominal kolom Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian. Lalu untuk mendapatkan nominal pada Kolom Laba/Rugi, Laporan Ekuitas dan Neraca, maka bisa didapatkan dari pemindahan nominal pada Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. Pelajari berbagai soal akuntansi lainnya melalui buku Akuntansi Pengantar: Ban Soal dan Solusi oleh Hery.

S.E., M.SI., CRP., RSA., CFRM yang ada dibawah ini mengenai prinsip akuntansi secara menyeluruh. Buku Rekomendasi Mengenai Contoh Jurnal Penyesuaian Pengantar Akuntansi Edisi Kedua Elemen laporan keuangan meliputi daftar nama akun yang sistematis, menunjukkan saldo nilai uang yang beredar dalam tiap segmen aktivitas, dan perhitungannya menggunakan metode akuntansi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan perusahaan.

Dengan memahami elemen laporan keuangan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. pemula dapat menyelenggarakan teknis akuntansi perusahaan dengan baik, dan para pengambil keputusan akan mampu memetakan persoalan, menafsirkan perkembangan, dan membuat keputusan bisnis yang efektif.

Untuk mencapai sasaran tersebut, dengan memperhatikan perkembangan dan hubungan timbal balik antara informasi akuntansi dengan praktik bisnis yang diwakilinya, maka buku ini secara sistematis: Menjelaskan alternatif metode akuntansi yang dapat diterapkan pada tiap akun, Menggambarkan hubungan saldo akun dengan aliran uang dari tiap transaksi, dan Memperkenalkan dasar-dasar penerapan akuntansi IFRS, akuntansi untuk perdagangan internasional, dan bisnis sector keuangan yang akan segera menjadi Oleh karena itu selain wajib bagi mahasiswa, praktisi dan peneliti akuntansi, buku ini juga layak dibaca praktisi manajemen, pemilik perusahaan, investor, kreditor, dan masyarakat luas termasuk peminat bisnis sector keuangan.

Pengantar Akuntansi 1: Pendekatan Siklus Akuntansi Buku ini membahas tentang akuntansi dasar yang meliputi ruang lingkup akuntansi, komponen dasar akuntansi, pencatatan transaksi, penyesuaian akun dan penyusunan neraca lajur, penyajian laporan keuangan, penutupan pembukuan, jurnal balik dan jurnal koreksi,serta akuntansi perusahaan dagang.

Buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh kasus akuntansi untuk perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Materi mengenai perusahaan jasa dan perusahaan dagang dibahas secara terstruktur berdasarkan siklus akuntansi. Pengantar Akuntansi, Mudah Membuat Jurnal Dengan Pendekatan Siklus Tansaksi.

Artikel Terkait Contoh Neraca Lajur • Audit • Akuntansi Sektor Publik • Aset Tetap, Lancar, dan Tidak Lancar • Cara Menghitung Biaya Produksi • Jurnal Penyesuaian • Jurnal Umum • Jurnal Penutup • Konsep Dasar Akuntansi • Laporan Arus Kas • Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang • Laporan Keuangan Perusahaan Dagang • Pengertian Akuntansi Biaya • Pengertian Akuntansi Keuangan • Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen • Persamaan Dasar Akuntansi • Rekonsiliasi Bank • Sejarah Akuntansi di Indonesia • Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia • Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang • Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur • Sistem Informasi Akuntansi • Contoh Invoice Tagihan / Faktur • Contoh Neraca Lajur • Prospek Kerja Jurusan Akuntansi • Invoice Perorangan ke Prusahaan • Teori Akuntansi • Loan To Deposit Kesimpulan Neraca lajur merupakan bagian penting dari pencatatan transaksi perusahaan, meskipun bukan termasuk dalam laporan keuangan.

Fungsi utama dari pembuatan neraca lajur adalah untuk memudahkan perusahaan dalam menyusun laporan keuangan terbaru.

Data yang ada di dalam neraca lajur berdasarkan pada perubahan terkini setiap transaksi dan kegiatan di dalam perusahaan.

Pembuatan neraca lajur akan membuat penggolongan akun dan data transaksi perusahaan lebih ringkas. Kegunaan lain dari neraca lajur adalah untuk meminimalisir terjadinya kesalahan, baik pada saat penyusunan laporan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. maupun pemeriksaan. Auditor tidak perlu bingung untuk mencari informasi terkini mengenai keuangan perusahaan selama neraca lajur sudah selesai dibuat.

Proses pengisian neraca lajur harus dilakukan secara sistematis sesuai dengan urutan kolomnya. Hal ini ditujukan untuk menghindari kesalahan dalam perhitungan yang bisa mempengaruhi laporan keuangan. Neraca lajur yang disusun dengan benar bisa digunakan untuk menganalisa perkembangan usaha. Pihak perusahaan sudah bisa mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode melalui neraca lajur. Besarnya Laba atau kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. yang dialami oleh perusahaan tersebut bisa dilihat melalui selisih antara saldo kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

ada pada neraca dan laba rugi. Pembuatan neraca saldo bisa melambangkan tingkat kredibilitas perusahaan dalam mengelola keuangan. Hal ini tentu saja membawa manfaat bagi perusahaan, salah satunya yakni bisa menarik minat investor untuk menginvestasikan dananya agar bisnis kian berkembang. Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 6.6.

Sebarkan ini: AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Tujuan AMDAL • Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah • Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan • Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan • Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup • Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan Pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah: • Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL • Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan • masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: • Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia menggunakan/menerapkan penapisan 1 langkah dengan menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by pre request list).

Daftar kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006 • Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL-UPL, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002 • Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai dengan Permen LH NO. 08/2006 • Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH no.

05/2008 Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan. AMDAL digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/ pemberian ijin usaha dan/atau kegiatan.

Sejarah AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah hasil studi mengenai DAMPAK suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup, yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek Abiotik, Biotik, dan Kultural. Bermula dari Amerika Serikat, tahun 1969. The National Enviromental Policy Act of 1969 (NEPA 1969) diperkenalkan sebagai sebuah instrumen untuk mengendalikan dampak segala macam kegiatan yang bisa merusak kelestarian lingkungan.

Instrumen tersebut dalam bentuk peraturan. Dalam perkembangan selanjutnya, peraturan ini diadopsi oleh banyak negara. Tahun 1982, Indonesia mengeluarkan undang-undang (UU) lingkungan hidup. UU ini diatur kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. lanjut dalam peraturan pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 1986, yang kemudian diganti PP Nomor 51 Tahun 1993, dan terakhir diganti lagi dalam PP Nomor 27 Tahun 1999.

Pemerintah membentuk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedal) melalui Keputusan Presiden Nomor 77 Tahun 1994 untuk melengkapi pelaksanaan peraturan tersebut. Ada tingkat pusat dan daerah, meskipun keduanya tidak memiliki hubungan hierarki struktural. Bapedal pusat kini berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup.

Badan-badan lingkungan tersebut menjadi lokomotif pelindung kepentingan ekologi. Pada kenyataannya kepentingan lingkungan sering kalah oleh kepentingan praktis materialis yang disebut kepentingan ekonomi.

Studi amdal menjadi formalitas saja. JENIS JENIS AMDAL • AMDAL TUNGGAL adalah hanya satu jenis usaha dan/atau kegiatan yang kewenangan pembinaannya di bawah satu instansi yang membidangi usaha dan/atau kegiatan • AMDAL TERPADU/MULTISEKTORAL adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan penting usaha/kegiatan terpadu yang direncanakan terhadap LH dan melibatkan lebih dari 1 instansi yang membidangi kegiatan tersebut Kriteria kegiatan terpadu meliputi : • berbagai usaha/kegiatan tersebut mempunyai keterkaitan dalam perencanaan dan proses produksinya • Usaha dan kegiatan tersebut berada dalam satu kesatuan hamparan ekosistem Prosedur AMDAL Prosedur AMDAL terdiri dari : • Proses penapisan (screening) wajib AMDAL • Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat • Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping) • Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.

Contoh Kegiatan AMDAL Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (PerMenLH) No. 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Menetapkan berbagai bidang kegiatan yang wajib dilengkapi AMDAL, antara lain: • Usaha/kegiatan bidang Pertahanan • Usaha/kegiatan bidang Pertanian • Usaha/kegiatan bidang Perikanan • Usaha/kegiatan bidang Kehutanan • Usaha/kegiatan bidang Perhubungan • Usaha/kegiatan bidang Tekhnologi Satelit • Usaha/kegiatan bidang Perindustriaan • Usaha/kegiatan bidang Pekerjaan Umum • Usaha/kegiatan bidang Sumber Daya Energi dan Mineral • Usaha/kegiatan bidang Pariwisata • Usaha/kegiatan bidang Pengembangan Nuklir • Usaha/kegiatan bidang Pengelolaan Limbah B3 • Usaha/kegiatan bidang Rekayasa Genetika.

Kegiatan yang tidak tercantum dalam daftar wajib AMDAL, tetapi lokasinya berbatasan langsung dengan kawasan lindung, termasuk dalam kategori menimbulkan dampak penting, dan wajib menyusun AMDAL. Kawasan lindung yang dimaksud adalah hutan lindung, kawasan bergambut, kawasan resapan air, kawasan sekitar waduk/danau, kawasan sekitar mata air, kawasan suaka alam, dan lain sebagainya.

Dokumen AMDAL Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. AMDAL terdiri dari : • Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL) • Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) • Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) • Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Proses Penyusunan AMDAL PIL: Penyajian Informasi Lingkungan Telaahan secara garis besar tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, rona lingkungan tempat kegiatan, kemungkinan timbulnya dampak lingkungan tempat kegiatan, kemungkinan timbulnya dampak lingkungan oleh kegiatan, rencana tindakan pengendalian dampak negatif.

Suatu rencana KEGIATAN yang mengakibatkan DAMPAK LINGKUNGAN wajib dibuatkan PIL nya, apabila kegiatan itu merupakan: • Pengubahan bentuk lahan dan atau bentang alam • Eksploitasi sumberdaya alam, baik yang terbarui maupun yang tidak terbarui • Proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, kerusakan dan kemerosotan pemanfaatan sumberdaya alam • Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan budaya • Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi SDA dan atau perlindungan cagar budaya • Introduksi jenis tumbuhan, hewan dan jasad renik • Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non-hayati • Penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan.

Kerangka Konsep Acuan AMDAL BAB I. PENDAHULUAN • Peraturan perundangan yang berlaku • Kebijaksanaan pelaksanaan pengelolaan lingkungan • Kaitan rencana kegiatan dg dampak penting yang mungkin ditimbulkan • Uraian mengenai tujuan dan kegunaan rencana kegiatan BAB II. TUJUAN STUDI • Maksud dan Tujuan • Kegunaan BAB III. RUANG LINGKUP STUDI • Batas Wilayah Studi • Komponen lingkungan yang ditelaah • Rencana kegiatan yang harus ditelaah dampaknya BAB IV.

METODOLOGI BAB V. TIM STUDI ANDAL BAB VI. BIAYA BAB VII. WAKTU PELAKSANAAN BAB VIII. DAFTAR PUSTAKA Manfaat Amdal AMDAL bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan. Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan pembangunan diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan ( sustainable).

Manfaat AMDAL dibagi dalam beberapa jenis yaitu : Manfaat AMDAL bagi Pemerintah • Mencegah dari pencemaran dan juga kerusakan lingkungan.

• Menghindarkan terjadinya suatu konflik dengan masyarakat. • Menjaga agar pembangunan tersebut sesuai terhadap suatu prinsip pembangunan yang berkelanjutan. • Perwujudan mengenai tanggung jawab pemerintah didalam pengelolaan lingkungan hidup. • Dapat membantu dalam menentukan kebijaksanaan yang tepat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan serta peningkatan pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Manfaat AMDAL Pemilik Proyek • Untuk melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran.

• Untuk melindungi proyek yang melanggar UU atau PP yang berlaku. • Untuk melihat dan memecahkan masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi di masa akan dating. • Sebagai sumber informasi lingkungan di sekitar lokasi proyek.

Manfaat AMDAL pemilik modal • Bank sebagai pemilik modal selalu menyertakan AMDAL setiap pengajuan permintaan pinjaman, agar dapat menjamin keberhasilan dan keamanan modal yang disalurkan.

Manfaat AMDAL bagi Masyarakat • Mengetahui sejak kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. awal dampak terjadinya dari suatu kegiatan. • Melaksanakan dan juga menjalankan kontrol. • Terlibat pada suatu proses pengambilan keputusan. • Dapat mengetahui rencana pembangunan di daerahnya. • Mengetahui perubahan lingkungan dimasa sesudah proyek berjalana • Mengetahui hak dan kewajiban di dalam hubungan dengan proyek. Kegunaan lainnya • • Kegunaan dalam analisis dan kemajuan IPTEK.

• Kegunaan dalam penelitian. • Timbulnya konsultan AMDAL yang baik (Hanun, 2011). Tujuan Amdal Tujuan utama AMDAL adalah untuk menjaga dengan kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha atau juga kegiatan. Tujuan AMDAL adalah suatu penjagaan dalam rencana usaha atau juga kegiatan agar tidak memberikan suatu dampak buruk bagi lingkungan sekitar. berikut ini adalah tujuan amdal • sebagai bahan perencanaan pembangunan suatu wilayah • Membantu suatu proses didalam pengambilan keputusan terhadap suatu kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha atau juga kegiatan • Memberikan suatu masukan didalam penyusunan rancangan rinci teknis dari rencana usaha atau juga kegiatan • Memberi masukan didalam melakukan penyusunan rencana pengelolaan serta juga pemantauan lingkungan hidup • Memberikan suatu informasi terhadap masyarakat dari dampak yang ditimbulkan dari adanya suatu rencana usaha atau juga kegiatan • Tahap pertama ialah dari rekomendasi mengenai izin usaha • sebagai Scientific Document dan juga Legal Document • sebagai Izin Kelayakan Lingkungan.

• Menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin (Hanun, 2011).

Demikian Penjelasan tentang Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Manfaat AMDAL Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi, SMA, SMP Ditag amdal adalah, contoh amdal, contoh artikel tentang amdal, dampak amdal, dampak positif dan negatif amdal, dasar hukum amdal, dasar hukum pembuatan amdal, jelaskan pengertian proyek dalam amdal, jenis jenis amdal, kajian amdal, kegunaan amdal, komponen amdal, makalah amdal, manfaat amdal, manfaat amdal bagi pemerintah, manfaat amdal bagi pemilik modal, manfaat amdal brainly, manfaat amdal dalam pembangunan, manfaat amdal pdf, materi amdal, mekanisme amdal, pelaksanaan amdal, Pengertian AMDAL, pengertian amdal menurut para ahli, pihak yang terlibat dalam amdal, prinsip amdal, sasaran amdal, sebutkan proses pembuatan amdal, siapa saja pihak yang terlibat dalam amdal, tahapan amdal, tujuan amdal Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatkarunia dan hidayahnya,sehingga Makalah Pengantar Teknologi Informasi yang berjudul “ Database SMA Taman Harapan 2” ini tersusun.

Makalah ini dalam penyusunan dan penulisan dilaksanakan sesederhana mungkin,akan tetapi di berikan pengertian-pengartian yang mutlak harus di mengerti. Makalah ini di harapkan pembaca akan mengerti skema serta alur dari Database yang berada di sekolah. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada dosen Bapak Nahot Frastian,S.kom yang tak lelah memberi arahan dan ilmu sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu saya mohon maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan baik dari isi maupun tulisan.

Kritik dan saran yang bersifat membangun akan sangat berguna untuk memperbaiki kekurangan pada makalah ini. Akhir kata, kami kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

penyelesaian. Semoga Allah senantiasa meridhoi segala usaha kita. Penyusun, 30 November 2012 ARIANTO HAMID 201243500713 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Tujuan Penulisan 2 1.3.

Manfaat Penulisan 2 BAB II Database 3 2.1. Pengertian Database 3 2.1.1. Jenis DML 5 2.1.2. Objektif (Tujuan) Basis Data 5 2.2. Microsoft Access dan MySQL 8 2.2.1. Microsoft Access 8 2.2.2. MySQL 13 2.3. Hardware Database 22 2.4. Software Database 22 2.5. Jaringan dan Telekomunikasi Database 26 2.5.1. Pengertian Jaringan 26 2.5.2. Pengertian Telekomunikasi 27 2.6. Keamanan Database 28 2.7. Pengembangan Sistem Database 29 BAB III Kesimpulan dan Saran 31 3.1.

Kesimpulan 31 3.2. Saran 31 DAFTAR PUSTAKA 32 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin berkembangnya teknologi informasi pada saat ini sangat membantu setiap pekerjaan manusia. Seperti dalam hal pengumpulan data, setiap orang dalam suatu institusi atau perusahaan pasti tidak bisa lepas dari menggunakan DBMS ( Database Management System). Dari yang sederhana seperti menggunakan Microsoft Access sampai dengan menggunakan DBMS yang cukup kompleks seperti Oracle.

DBMS ini bertujuan untuk mempermudah dalam hal penyimpanan data maupun dalam hal manipulasi data, yang nantinya data tersebut dapat digunakan kembali apabila diperlukan. Selain teknologi pengumpulan data yang terus berkembang, teknologi penyimpanan data pun terus mengalami peningkatan. Dahulu biasanya suatu media penyimpanan seperti Harddisk mempunyai kapasitas dalam ukuran Giga, tetapi sekarang banyak ditemui kapasitas Harddisk yang sampai pada ukuran Tera.

Hal ini sangat membantu suatu sekolah yang akan menyimpan data yang mempunyai ukuran yang cukup besar. 1.2. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah ‘Pengantar Teknologi Informasi’ dalam semester satu, yang diberikan oleh kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. mata kuliah ‘Pengantar Teknologi Informasi’ yaitu Bapak Nahot Frastian, S.Kom.

Dan juga mengetahui atau memahami database dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membaca tulisan ini diharapkan kita bisa lebih memahami teknologi informasi, karena bangsa yang maju adalah bangsa yang menguasai teknologi dan informasi.

Dengan memahami database maka akan sangat memudahkan kita dalam menyelesaikan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. 1.3 Manfaat Penulisan Adapun manfaat tulisan ini antara lain : 1. Dapat menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengaruh kemajuan teknologi informasi. kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. Sebagai bahan referensi untuk pembaca. 3. Dapat melatih siswa pada umumnya dan penulis khususnya dalam mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara sistematis dalam bentuk makalah.

BAB II DATABASE 2.1. Pengertian database Basis Data (Database) Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula di eja basis data, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer.

Meskipun kemudian artinya semakin luas,memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer.Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan.

Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional,yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika).

Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS).

Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.Basis data juga dapat diartikan sebagai kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.

Bahasa Basis Data (Database) Bahasa basis data merupakan bahasa yang digunakan oleh user untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan. Misalnya SQL, dBase, QUEL,dan sebagainya.Secara umum bahasa basis data terdiri atas:Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan objek – objek basis data, seperti membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data ke suatu tabel,kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.

2.1.1. Jenis DML 1. mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang Prosedural diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya. 2. Nonprosedural pemakai menentukan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.SQL (Structured Query Language) SQL adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database.

Menurut ANSI (American National Standards Institute), bahasa ini merupakan standar untuk relational database management systems (RDBMS).Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan beberapa tugas seperti : updatedata pada database atau menampilkan data dari database.

Hampir semua software database mengimplementasikan bahasa SQL sebagai komponen utama dari produknya,salah satunya MySQL. 2.1.2. Objektif (Tujuan) Basis Data a) Kecepatan dan kemudahan (Speed) Yaitu agar pengguna basis data dapat menyimpan data, melakukan perubahan/manipulasi terhadap data, dan menampilkan kembali data dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual ataupun elektronis).

b) Efisiensi ruang penyimpanan (Space) Dengan basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling berhubungan. c) Keakuratan (Accuracy) Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu dengan cara memanfaatkan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, dsb.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

d) Ketersediaan (Avaibility) Agar data bisa diakses oleh setiap pengguna yang membutuhkan, dengan penerapan teknologi jaringan serta melakukan pemindahan/penghapusan data yang sudah tidak digunakan / kadaluwarsa untuk menghemat ruang penyimpanan.

e) Kelengkapan (Completeness) Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu, dengan melakukan penambahan baris-baris data ataupun melakukan perubahan struktur pada basis data; yakni dengan menambahkan field pada tabel atau menambah tabel baru.

f) Keamanan (Security) Agar data yang bersifat rahasia atau proses yang vital tidak jatuh ke orang / pengguna yang tidak berhak, yakni dengan penggunaan account (username dan password) serta menerapkan pembedaan hak akses setiap pengguna terhadap data yang bisa dibaca atau proses yang bisa dilakukan. g) Kebersamaan pemakaian (Sharability) Agar kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai), dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).

Kegunaan Basis Data Secara umum, seluruh sistem dalam kehidupan bisa menggunakan konsep basis data dalam pengelolaan informasi, karena semua sistem tersebut tak bisa lepas dari fakta.Bidang-bidang fungsional yang memanfaatkan basis data dalam hal efisiensi, akurasi dan kecepatan operasi antara lain adalah: • Pergudangan (inventory), untuk perusahaan manufaktur (pabrik), grosir (reseller), apotik dan lain-lain. • Akuntansi, untuk berbagai perusahaan Layanan pelanggan (Customer care), untuk perusahaan yang berhubungan dengan banyak pelanggan (bank, konsultan, dan lain- lain).Bentuk-bentuk Perusahaan yang memanfaatkan Basis Data.

• Perbankan, dalam melakukan pengelolaan data nasabah, tabungan, pinjaman, pembuatan laporan akuntansi, pelayanan informasi pada nasabah dan lain-lain. • Pendidikan / sekolah, dalam melakukan pengelolaan data siswa, penjadwalan kegiatan, perkuliahan, nilai, dan lain-lain.

• Telekomunikasi, dalam melakukan pengelolaan data administrasi kabel / data pelanggan, menangani gangguan, dan lain-lain. 2.2.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Microsoft Access dan MySQL 2.2.1. Microsoft Access Microsoft Access (Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan, sekolahan dan perusahaan kecil hingga menengah.

Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format MicrosoftAccess, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC.

Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana.

Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek. Adapun Program Database siswa dan guru terdiri dari beberapa aplikasi,yaitu: 1.Aplikasi Input Data Guru 2.Aplikasi Input Data Siswa 3.Aplikasi Input Data Buku Induk 4.Aplikasi Tabel Siswa 5.Aplikasi Tabel Guru 1.

Aplikasi Input Data Guru Aplikasi ini berguna untuk memasukkan data pokok guru secara sederhana dan simpel. Masukan meliputi : 1.1. NIP/NIG 1.2. Nama 1.3. Tempat/tgl lahir 1.4. Jenis Kelamin 1.5. Agama 1.6. No. Telepon 1.7. Jabatan 1.8. Golongan 1.9. Tanggal mulai bertugas 1.10. Honor guru /jam 1.11. Jam mengajar / minggu 1.12. Foto Guru 2. Aplikasi Input Data Siswa Aplikasi ini berguna untuk memasukkan data pokok Siswa secara sederhana dan simpel. Masukan meliputi : kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

No.Induk 2.2. Nama 2.3. Tempat/tgl lahir 2.4. Jenis kelamin 2.5. Agama 2.6. Kelas 2.7. Ruang 2.8. Jurusan 2.9. Foto siswa (bisa melalui webcam) 3.

Aplikasi Input Data Buku Induk Aplikasi ini berguna untuk memasukkan data lengkap siswa Masukkan meliputi : 3.1. No.Induk –> outo loading dari input data siswa 3.2. Nama –> outo loading dari input data siswa 3.3. Tempat/tgl lahir –> outo loading dari input data siswa 3.4. Jenis kelamin –> outo loading dari input data siswa 3.5. Agama –> outo loading dari input data siswa 3.6. Foto siswa –> outo loading dari input data siswa 3.7. Kewarganegaraan 3.8. Jumlah sudara kandung 3.9. Jumlah saudara tiri 3.10.

Nama ayah 3.11. Pendidikan ayah 3.12. Pekerjaan ayah 3.13. Penghasilan ayah 3.14. Nama ibu 3.15. Pendidikan ibu 3.16. Pekerjaan ibu 3.17. Penghasilan ibu 3.18. Alamat Orang tua Pada aplikasi ini dilengkapi fasilitas untuk mencetak buku induk.

Sehingga jika suatu saat siswa memerlukan data buku induk tinggal sekali klik data yang diperlukan sudah jadi 4.Tabel Data Siswa Aplikasi ini memudahkan bagian administrasi sekolah untuk mengecek/mencetak data pokok siswa, cetakan bisa per siswa maupun per kelas per ruang dan per jurusan. Dengan aplikasi ini pekerjaan TU jelas lebih mudah (tinggal klik).

Pada menu ini juga bisa dicetak kartu akses program (id card) yang berisi data siswa dengan disertai barcode 5. Tabel Guru Aplikasi ini membantu bagian administrasi untuk mengecek/mencetak data guru baik berupa individu maupun semua guru dalam bentuk tabel. Pada menu ini juga bisa dicetak kartu akses program (id card)yang berisi data guru dengan disertai barcode Peralatan yang dibutuhkan : 1. Komputer 2. Software Kami 3. Smart IT Card / Id Card (optional) 4.

Barcode scanner (optional) 2.2.2. MySQL MySQL AB Versi rilis terbaru 5.0.41 / 1 Mei 2007 Sistem operasi antar-platform Jenis RDBMS Lisensi GPL atau Lisensi Komersial Situs. MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris:database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQLAB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya.

Kedua orang Swediadan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson,dan Michael “Monty” Widenius.Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin).

Juga dapat di-download dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu php MyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQL Perintah dasar MySQLBahasa SQL memiliki struktur yang mudah dipahami karena perintah – perintahnya pada dasarnya dibuat dari bahasa Inggris.

Sehingga kita dapat melakukan perintah – perintah SQLke dalam database MySQL, yaitu. Memasukkan atau menambah record baru ke dalam database.b. Mengeksekusi query databasec. Mengambil data dari database. Mengubah record pada database. Menghapus record pada database Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non case sensitive).

Setelah selesai mengetik perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL. Perintah SQL dapat diketik dengan huruf besar atau kecil (non casesensitive). Setelah selesai mengetik perintah di MySQL harus diakhiri dengan tanda titik koma sebagai penanda akhir dari perintah MySQL. Contoh pembuatan database dengan MySQL Create Table : MengisiTabel Guru MengisiTabel Mata Pelajaran MengisiTabelJenis_Kelamin Mengisi Tabel Siswa 2.3.

Hardware Database Perangkat keras – Prosesor atau CPU sebagai unit yang mengolah data – Memori RAM, tempat menyimpan data sementara – Hard drive, media penyimpanan semi permanen – Perangkat masukan, media yang digunakan untuk memasukkan data untuk diproses oleh – CPU, seperti mouse, keyboard, dan tablet – Perangkat keluaran, media yang digunakan untuk menampilkan hasil keluaran pemrosesan – CPU, seperti monitor dan printer 2.4. Software Database Perangkat Lunak Basis Data Perangkat lunak basis data yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat basis data aras tinggi (high level): • Microsoft SQL Server • Visual FoxPro • Oracle • Arago • Force • Sybase • Recital • Interbase • dbFast • XBase • dbXL • Firebird • Quicksilver • MySQL • Clipper • PostgreSQL • FlagShip • Microsoft Access • Harbour 22.

dBase III • Visual dBase • FoxPro • Paradox • Lotus Smart Suite Approach. Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman basis data rendah (low level), diantaranya: 1. Btrieve 2.

Tsunami Record Manager. 8 Ilmu Informasi adalah ilmu yang mempelajari data dan informasi, dan mencakup cara bagaimana menginterpretasi, menganalisa, menyimpan, dan mengambil kembali data dan informasi tersebut. Ilmu informasi merupakan dasar dari analisa komunikasi dan basis data.Secara lebih luas, ilmu informasi merupakan bidang interdisipliner yang berkaitan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

beberapa aspek ilmu komputer, ilmu perpustakaan, dengan bidang kognitif, dan ilmu sosial. Sistem Manajemen Basis Data Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan system pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan.

Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL dan sebagainya.DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumah yang besar.

DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya BMS maka data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada pada sistem operasi.Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat secara langsung.

Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan.Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil, seperti file password.

File password pada umumnya hanya digunakan untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang.

Selain dalam bentuk flat file,penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet. Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flatfile, seperti bertambahnya kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan, diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang.Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, diantaranya : 1.

Performance yang didapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file.

Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori 2. Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan. 3.Independensi Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.

4. Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.

5. Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel dari pada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.Contoh SMBD Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untukmembuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembagapemerintah.

Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandungdi alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi.

Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi. 2.5. Jaringan dan Telekomunikasi Database 2.5.1. Pengertian Jaringan Jaringan adalah kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. dari sistem komputer yang saling terhubung satu sama lain. Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung.

Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan.

Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berhubungan di antara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya ; CDROM, Printer, pertukaran data atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik.

Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.

2.5.2. Pengertian Telekomunikasi Telekomunikasi adalah kumpulan hardware dan software yang menerima atau mengirimkan informasi dari satu sistem informasi ke sistem informasi lainnya.Adapun dalam Databse menggunakan jaringan LAN (Local Area Network).

A.Local Area Network (LAN) atau Jaringan Area Lokal Jaringan Area Lokal adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti; jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. 2.6. Keamanan Database keamanan sistem computer dalam Database di katagorikan dalam beberapa aspek yaitu : 1.Privacy / Confidentiality Inti utama aspek privacy atau confidentiality adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.

Privacy lebih kearah data-data yang sifatnya privat sedangkan confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu (misalnya sebagai bagian dari pendaftaran sebuah servis) dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentutersebut. 2.Integrity Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.

Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin merupakan contoh masalah yang harus dihadapi. Sebuah e-mail dapat saja “ditangkap” (intercept) di tengah jalan, diubah isinya (altered,tampered, modified), kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Dengan kata lain, integritas dari informasi sudah tidak terjaga. Penggunaan encryption dandigital signature, misalnya, dapat mengatasi masalah ini.

3.Authentication Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul- betul asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud, atau server yang kita hubungi adalah betul-betul server yang asli. 4.Availability Aspek availability atau ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadakan akses ke informasi 5.Nonrepudiation Merupakan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

yang bersangkutan dengan sipengirim, sipengirim tidak dapat mengelak bahwa dialah yang mengirim pesan/informasi itu. 6.Access control Pengaturan (user ID) Aspek ini berhubungan dengan cara pengaturan akses kepada informasi. Hal itu biasanya berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy. Acces control seringkali dilakukan menggunakan kombinasi user id dan password atau dengan menggunakan mekanisme lainnya. Aspek-aspek ancaman keamanan komputer : 1.Interruption Merupakan suatu ancaman terhadap availibility.

Informasi dan data yang ada dalam sistem komputer dirusak dan dihapus sehingga jika dibutuhkan, data atau informasi tersebut tidak ada lagi. 2.Interception Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan (secrecy). Informasi yang ada disadap atau orang yang tidak berhak mendapatkan akses ke komputer dimana informasi tersebut disimpan. 3.Modifikasi Merupakan ancaman terhadap integritas, orang yang tidak berhak berhasil menyadap lalulintas informasi yang sedang dikirim dan diubah sesuai keinginan orang tersebut.

4.Febrication Merupakan ancaman terhadap integritas. Orang yang tidak berhak berhasil meniru kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

suatu informasi yang ada sehingga orang yang menerima informasi tersebut menyangka informasi tersebut berasal dari orang yang dikehendaki oleh si penerima informasi tersebut. 2.7. Pengembangan Sistem Database Perkembangan teknologi basis data tidak lepas dari perkembangan teknologi komputer, baik pada perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software)nya.

Perkembangan teknologi jaringan komputer dan komunikasi data merupakan salah satu penyumbang kemajuan penerapan basis data yang kemudian melahirkan sistem basis data terdistribusi.

Dampak perkembangan ini tentu saja dapat dirasakan dalam kehidupan kita. Perkembangan pada dunia perangkat lunak, juga mempengaruhi perkembangan basis data, sehingga lahirlah basis data berorientasi objek dan basis data cerdas.

Tabel berikut ini memperlihatkan perkembangan teknologi basis data. Era Perkembangan Basis Data 1960-an – Sistem pemrosesan berkas – DBMS – Layanan informasi secara online berbasis manajemen teks 1970-an – Penerapan sistem pakar pada suatu sistem pendukung pengambilan keputusan – Basis data berorientasi objek 1980-an – Sistem hyperteks, yang memungkinkan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

melihat basis data secara acak menurut suatu kunci (seperti yang diterapkan di internet) 1990-an – Sistem basis data cerdas – Sistem basis multimedia cerdas Tujuan akhir dari pembuatan Data warehouse : – Menyediakan data organisasi yang mudah diakses oleh manager. – Data yang berada di datawarehouse bersifat konsisten, dan merupakan kebenaran. – Data warehouse merupakan tempat, dimana data yang telah digunakan di publikasikan.

– Kualitas data di datawarehouse dapat diandalkan. BAB III 3.1. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang saya ambil dari makalah ini adalah sebagai berikut : • Database menyimpan data dengan baik,akurat,dan relevan. • Database dapat mengurangi duplikasi data/penggandaan data (data redundancy).

• Database mengurangi pemborosan tempat simpanan luar. 3.2. SARAN 1. Diharapkan kepada masyarakat pada umumnya dan remaja khususnya untuk menggunakan nalar dan pikirannya dalam memanfaatkan teknologi informasi, menggunakan teknologi informasi seperlunya dan penggunaannya sesuai dengan kondisi agar beragam dampak buruk dari teknologi informasi tidak terjadi 2. Dengan penugasan membuat karya tulis seperti ini, akan memacu kreativitas berpikir,memperluas cakrawala berpikir,dan meningkatkan minat membaca para siswa.

3. Kepada seluruh pembaca kiranya memberikan kritikan yang bersifat membangun sehingga apa yang kita harapkan dari isi tulisan ini dapat berguna bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA http://tips-belajar-internet.blogspot.com/2009/08/pengertian-mysql.html http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data http://en.wikipedia.org/wiki/Database http://www.database.com/ http://www.ilmukomputer.com http://www.ilmukomputer.org www.didiksetiayadi.com http://sadhitya.blogspot.com Cari Tulisan Terakhir • Essay diri sendiri • MAKALAH DATABASE • 7 Tempat Terindah di Indonesia Yang Menakjubkan dan Eksotis • 4 TIPS MERAWAT KOMPUTER • Tips Terbaik untuk Pertahankan Diri terhadap Virus dan Worms Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

• Desember 2012 • November 2012 Kategori • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com
Sarjana Ekonomi – Hai sobat sarjanaekonomi.co.id jumpa lagi dalam artikel ini.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai definisi evaluasi beserta tujuannya, ruang lingkup evaluasi, tahapan evaluasi dan jenis-jenis evaluasi. Pembahasan mengenai definisi evaluasi dan sebagainya ini semoga dapat menjadi refrensi bagi pelaku manajemen ataupun pelajar dalam memahami dan menerapkan fungsi evaluasi.

Table of Contents • Pengertian Evaluasi • Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli • Tujuan Evaluasi • Suprihanto • Terry • Arikunto • Fungsi Evaluasi • Jenis-Jenis Evaluasi • Tahapan Evaluasi • Sebarkan ini: • Posting terkait: Pengertian Evaluasi Evaluasi ialah suatu proses identifikasi untuk mengukur atau menilai apakah suatu kegiatan atau suatu program yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan atau tujuan yang ingin dicapai.

Evaluasi juga sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia sehingga meningkatkan efektivitas dan produktivitas, baik dalam lingkup individu, kelompok, ataupun lingkungan kerja.

Adapun beberapa informasi yang didapatkan dari sebuah proses evaluasi ialah sebagai berikut : • Tingkat kemajuan suatu aktivitas. • Tingkat pencapaian suatu aktivitas sesuai dengan tujuannya.

• Hal-hal yang harus dapat dilakukan di masa yang akan datang. Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli Agar lebih memahami apa itu evaluasi, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli yakni : 1. Anne Anastasi Evaluasi ialah suatu proses sistematis untuk menentukan sejauh mana tujuan instruksional dicapai oleh seseorang. Evaluasi ini juga merupakan suatu kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik, dan terarah berdasarkan tujuan yang jelas.

2. Sajekti Rusi Evaluasi yaitu suatu proses menilai sesuatu, yang mencakup deskripsi tingkah laku siswa baik secara kuantitatif (pengukuran) maupun kualitatif (penilaian).

3. Suharsimi Arikunto Evaluasi merupakan suatu serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu program pendidikan. 4. A.D Rooijakkers Evaluasi yaitu sebuah usaha atau proses dalam menentukan nilai-nilai. Secara khusus evaluasi atau penilaian juga dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. 5. Norman E. Gronlund Evaluasi ialah suatu proses yang sistematis untuk bisa menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai siswa 6.

Abdul Basir Evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan data yang deskriptif, informative, prediktif, dilaksanakan secara sistematik dan bertahap untuk menentukan kebijaksanaan dalam usaha memperbaiki pendidikan. 7. William A. Mehrens dan Irlin J. Lehmann Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan sebuah informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.

Tujuan Evaluasi Evaluasi dapat dilakukan bukan tanpa tujuan, tetapi ada hal-hal yang ingin dicapai melalui kegiatan ini. Secara khusus, adapun beberapa tujuan evaluasi ialah sebagai berikut : • Untuk dapat mengetahui seberapa baik tingkat penguasaan seseorang terhadap suatu kompetensi yang telah ditetapkan.

• Untuk bisa mengetahui apa saja kesulitan yang telah dialami seseorang dalam suatu kegiatannya sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedia teaching. • Untuk dapat mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas suatu metode, media, dan sumber daya lainnya dalam melaksanakan suatu kegiatan.

• Sebagai umpan balik dan suatu informasi penting bagi para pelaksana evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang dimana hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang. Tujuan evaluasi telah dikemukakan oleh beberapa sumber dari para ahli. Berikut tujuan-tujuan evaluasi dari kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

sumber diantaranya : • Suprihanto Menurut Suprihanto terdapat 3 tujuan evaluasi pada organisasi diantaranya : • Sebagai alat dalam perbaikan dan perencanaan suatu kegiatan. • Memperbaiki penggunaan dan penyediaan berbagai sumber daya, sumber dana, dan manajemen di masa yang akan datang. • Memperbaiki sebuah proses pelaksanaan dan segala faktor yang berpengaruh.

• Merencanakan ulang suatu porgam dengan mengontrol keterkaitan pada perubahan yang telah terjadi pada program sebelumnya. • Mengukur suatu progress yang telah direncanakan. • Terry Terry menyebutkan tujuan evaluasi pada manajemen organisasi yakni sebagai berikut : • Sebagai alat dalam memperbaiki suatu kebijakan terkait kegiatan dan rencana yang telah ada.

• Memperbaiki pengalokasian suatu sumber daya. • Mengkontrol dan memperbaiki suatu kegiatan yang tengah kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. • Merencanakan ulang dengan lebih baik akan sebuah program. • Arikunto Menurut Arikunto evaluasi memiliki dua tujuan yakni secara umum dan khusus. Tujuan secara umum menitikberatkan pada suatu program secara menyeluruh. Tujuan secara khusus fokus pada setiap komponen dalam manajemen suatu organisasi. Terdapat 4 kebijakan yang dapat diterapkan yang didasarkan dari hasil evaluasi yaitu sebagai berikut : • Penghentian suatu program dengan pertimbangan bahwa suatu program tersebut tidak memiliki manfaat maupun tidak sesuai rencana awal.

• Melakukan revisi terhadap suatu program apabila terdapat bagian yang tidak sesuai dengan perencanaan. • Melanjutkan suatu program jika suatu progam berjalan sesuai dengan perencanaan dan menghasilkan manfaat. • Menduplikasi suatu program dengan menjalankan progran di berbagai tempat atau mengulangi suatu program di waktu yang berbeda karena program sebelumnya dianggap berhasil. Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Evaluasi Aktivitas evaluasi juga memiliki beberapa fungsi yang bermanfaat bagi para pihak yang melakukan evaluasi. Adapun beberapa fungsi evaluasi ialah sebagai berikut : 1.

Fungsi Selektif Fungsi selektif ialah fungsi yang bisa menyeleksi seseorang apakah memiliki komptensi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Contohnya saja dapat menentukan seseorang diterima kerja atau tidak, menentukan seseorang naik jabatan atau tidak, dan lainnya.

2. Fungsi Diagnosa Fungsi diagnosa ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan seseorang di dalam bidang kompetensi tertentu. Contohnya saja untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan seorang siswa dalam bidang studi yang didapatkannya di sekolah. 3. Fungsi Penempatan Fungsi penempatan ini bertujuan untuk mengetahui di mana posisi terbaik seseorang dalam suatu bidang tertentu. Contohnya saja untuk mengetahui posisi terbaik seorang karyawan sesuai dengan bidangnya di dalam suatu perusahaan.

4. Fungsi Pengukuran Keberhasilan Dalam hal ini, evaluasi ini dapat berfungsi untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu program, termasuk metode yang dipakai, penggunaan sarana, dan pencapaian tujuan.

Jenis-Jenis Evaluasi Menurut Waktu Pelaksanaan evaluasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu : • Evaluasi Formatif ialah evaluasi yang dijalankan saat pelaksanaan dan fokus pada program prioritas melalui perbaikan tujuan pelaksanaan.

Hasil evaluasi ini biasanya meliputi permasalahan dalam pelaksanaan. • Summatif yaitu evaluasi yang diterapkan saat pelaksanaan dan fokus terhadap suatu program prioritas telah usai dilakukan. Evaluasi ini juga memiliki tujuan dalam penilaian hasil pelaksanaan.

Hasil evaluasi summatif ini meliputi pencapaian prioritas dari pelaksanaan/kegiatan prioritas. Berdasarkan Tujuannya maka evaluasi dibagai menjadi 4 jenis diantaranya : • Evaluasi Formulasi yaitu evaluasi yang dapat dilakukan dengan mengkaji kembali formulasi apakah formulasi terkait dengan penyusunan kebijakan maupun kegiatan telah disusun dengan metode yang sesuai.

• Jenis Evaluasi Proses ialah evaluasi yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan prioritas sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. • Kegiatan Evaluasi Biaya adalah evaluasi yang ditujukan untuk mengetahui apakah biaya prioritas dalam rangka pencapaian tujuan telah ditetapkan. • Evaluasi Dampak merupakan suatu evaluasi yang dapat mengkaji terkait pengaruh dan kebermanfaatan yang diberikan dari program prioritas yang telah disepakati sebelumnya.

Tahapan Evaluasi Dalam suatu kegiatan evaluasi terdapat beberapa tahapan penting yang saling mendukung satu sama lainnya. Tahapan-tahapan evaluasi tersebut ialah sebagai berikut : • Menentukan topik evaluasi yakni suatu kegiatan penentuan topik yang akan dievaluasi.

Contohnya : evaluasi hasil kerja, atau evaluasi rencana kerja. • Merancang kegiatan evaluasi adalah suatu kegiatan mendesain sebuah proses evaluasi sehingga dalam pelaksanaannya tidak melewatkan hal-hal yang penting.

• Pengumpulan data yakni suatu kegiatan mengumpulkan dan mencatat setiap informasi sesuai dengan perencanaan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiahnya. • Pengolahan dan analisis data adalah suatu kegiatan mengolah informasi dengan cara mengelompokkan data supaya lebih mudah dalam melakukan analisis, serta menentukan tolak ukur waktu sebagai hasil evaluasi.

• Pelaporan hasil evaluasi adalah sesuatu hal dalam membuat laporan hasil evaluasi agar diketahui oleh para pihak-pihak yang berkepentingan.

Demikianlah penjelasan singkat tentang √ Evaluasi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis & Tahapannya Lengkap.Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu serta wawasan bagi para pembaca. Terima kasih. Baca Juga Artikel Lainnya : • Analisis SWOT • Analisis Kredit • Analisis Data • Analisis Adalah • Analisis Rasio Keuangan Posting terkait: • ISO (The International Organization for Standardization) • Supplier Adalah • Segmentasi Pasar Posting pada Manajemen Ditag 6 tahapan dalam evaluasi pembelajaran, 6 tujuan evaluasi pembelajaran, alat evaluasi pendidikan, apa fungsi evaluasi dalam budidaya tanaman hias, apa itu evaluasi, apa itu tahap finishing, apa tujuan dari evaluasi analisis aspek pasar, apa tujuan dekorasi, apa yang dimaksud dengan evaluasi formal, apa yang dimaksud online advertising, apa yang terjadi jika tidak ada evaluasi, bagaimana evaluasi pembelajaran penjas anda?, bagaimana proses evaluasi, bentuk evaluasi pembelajaran, Berdasarkan tujuannya evaluasi, cara, cara evaluasi diri, cara melakukan evaluasi pembelajaran, cara teknik dan jenis standar penilaian, ciri penilaian acuan norma, contoh desain evaluasi program, contoh evaluasi, contoh evaluasi bahasa indonesia, contoh evaluasi dalam kehidupan sehari hari, contoh evaluasi diagnostik, contoh evaluasi hasil belajar, contoh evaluasi pembelajaran dalam kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …., contoh evaluasi pembelajaran matematika, contoh evaluasi pembelajaran pdf, contoh evaluasi proses, contoh evaluasi selektif, contoh penilaian pembelajaran, contoh rancangan evaluasi pembelajaran, contoh rancangan evaluasi pembelajaran paud, dasar pemilihan evaluasi pendidikan, Definisi Evaluasi, definisi evaluasi pembelajaran, evaluasi adalah, evaluasi adalah brainly, evaluasi adalah kbbi, evaluasi awal, evaluasi dalam teks ulasan adalah, evaluasi dampak disebut juga, evaluasi diperlukan agar kegiatan yang akan datang menjadi lebih baik jelaskan manfaat kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …., evaluasi keperawatan adalah, evaluasi klarifikatif berfokus pada, evaluasi menurut tyler, evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah, evaluasi pelaporan, evaluasi pembelajaran adalah, evaluasi pendidikan, evaluasi penjualan, evaluasi perencanaan, evaluasi prasyarat adalah, Fungsi Evaluasi, fungsi evaluasi dalam bisnis, fungsi evaluasi dalam manajemen, fungsi evaluasi dalam tarian, fungsi evaluasi menurut para ahli, fungsi evaluasi pembelajaran, fungsi evaluasi pembelajaran pdf, fungsi evaluasi pembelajaran secara umum dan khusus, fungsi evaluasi pendidikan, fungsi evaluasi pendidikan agama islam, fungsi intervensi, fungsi kajian pustaka dalam evaluasi program, fungsi manajemen evaluating, fungsi remedial dalam pembelajaran, fungsi tes dalam pembelajaran, gambar evaluasi pembelajaran, hasil dari kegiatan evaluasi yaitu, jelaskan agenda utama dari evaluasi, jelaskan kriteria evaluasi yang baik, jelaskan manfaat evaluasi humas, jelaskan mengenai evaluasi eksternal, jelaskan tahapan-tahapan evaluasi, jelaskan tentang evaluasi internal, jelaskan tujuan dari evaluasi diri brainly, Jenis - Jenis Evaluasi, jenis evaluasi formatif dan sumatif, jenis evaluasi pelaporan, jenis evaluasi pembelajaran k 13, jenis evaluasi pembelajaran k-13, jenis evaluasi pendidikan menurut para ahli, jenis evaluasi perencanaan, jenis jenis evaluasi, jenis jenis evaluasi dalam penilaian, jenis jenis evaluasi pembelajaran bahasa indonesia, jenis jenis evaluasi pembelajaran pai, jenis jenis evaluasi program, jenis-jenis evaluasi, jenis-jenis evaluasi keperawatan, jenis-jenis evaluasi program, jurnal jenis jenis evaluasi pendidikan pdf, jurnal macam-macam evaluasi, karakteristik asesmen, karakteristik evaluasi pendidikan islam, kegunaan evaluasi, komponen evaluasi, kriteria dan evaluasi, landasan dan prinsip evaluasi, macam evaluasi diri setiap waktu, macam macam evaluasi media pembelajaran, macam-macam bentuk soal, makalah fungsi evaluasi pembelajaran, makalah tentang manfaat evaluasi pembelajaran, makna evaluasi pembelajaran bagi siswa, manfaat dari evaluasi formatif adalah sebagai, manfaat evaluasi, manfaat evaluasi bagi orang tua, manfaat evaluasi bagi sekolah, manfaat evaluasi bagi wali murid, manfaat evaluasi belajar, manfaat evaluasi dalam pameran, manfaat evaluasi diri, manfaat evaluasi kegiatan, manfaat evaluasi keperawatan, manfaat evaluasi pembelajaran bagi orang tua, manfaat evaluasi pembelajaran pdf, manfaat evaluasi program, manfaat evaluasi usaha, manfaat penilaian evaluasi, objek evaluasi, pelaksanaan tes dalam evaluasi pembelajaran, pendekatan evaluasi pembelajaran, pengertian evaluasi dan contohnya, Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli, pengertian evaluasi menurut para ahli 2014, pengertian evaluasi pdf, pengertian evaluasi pembangunan, pengertian evaluasi pembelajaran, pengertian evaluasi pendidikan, pengertian evaluasi pendidikan dan jenisnya, pengertian karakteristik evaluasi, pengertian penilaian, pengertian penilaian menurut para ahli, pengertian tafsiran, penilaian adalah, peran evaluasi pembelajaran, prinsip evaluasi, prinsip evaluasi manajemen, prinsip evaluasi pembelajaran, prinsip evaluasi perusahaan, proses evaluasi, proses evaluasi pembelajaran, proses evaluasi pendidikan, ragam alat evaluasi, salah satu contoh manfaat evaluasi secara umum adalah brainly, salah satu jenis kualitas, sebutkan ciri-ciri penilaian dalam pendidikan, sebutkan lima saja tujuan promosi, sebutkan tujuan dilaksanakannya evaluasi, seorang evaluator tari adalah juga seorang, siapa subjek evaluasi pembelajaran, syarat evaluasi pembelajaran, syarat-syarat evaluasi, syarat-syarat evaluasi pembelajaran, tafsiran adalah, tahap evaluasi keperawatan, Tahapan Evaluasi, tahapan evaluasi pembelajaran, teknik dan bentuk evaluasi, teknik dan jenis standar penilaian, teori evaluasi, terangkan mengenai evaluasi eksternal, tugas humas dalam organisasi ada, tujuan dan manfaat evaluasi usaha, Tujuan Evaluasi, tujuan evaluasi kurikulum, tujuan evaluasi pembelajaran pdf, tujuan evaluasi usaha, tujuan penulisan surat niaga adalah, tuliskan hal-hal yang dilakukan pada tahap, uraikan jenis-jenis evaluasi, urgensi evaluasi dalam belajar, waktu pelaksanaan evaluasi Pos-pos Terbaru • Passing Grade UI (Universitas Indonesia) 2021/2022 Terbaru (Akreditasi, Fakultas dan Jurusan) • Contoh Surat Referensi Kerja • Contoh Surat Cuti • Contoh Surat Pengunduran Diri • Globalisasi Politik • 12 Aplikasi Pembuat Logo Online Terbaik Gratis 2022 • Surat Pengunduran Diri • Tindakan Ekonomi Irasional • Passing Grade UNMUL (Universitas Mulawarman) 2021/2022 Terbaru (Fakultas dan Jurusan) • Passing Grade UNIMA (Universitas Negeri Manado) 2021/2022 Terbaru (Akreditasi, Fakultas dan Jurusan) • Cara Membuat Surat Lamaran Kerja di Word • 20 Contoh Surat Lamaran Kerja Via Email • Contoh Surat Lamaran Kerja di bank • Struktur Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar • Tindakan Ekonomi • Tindakan Ekonomi Rasional • 20 Contoh Surat Lamaran Kerja Fresh Graduate • 22 Contoh Surat Lamaran Kerja di PT (Perseroan Terbatas) • Cara Mengirim Lamaran Kerja Lewat Email • Kegiatan Ekonomi
Laporan Keuangan atau financial statements adalah informasi yang menyajikan laporan posisi keuangan, laba rugi, perubahan ekuitas, dan cash flow perusahaan pada waktu tertentu.

Menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Nomor 01 Tahun 2015 yang berlaku efektif 1 Januari 2017 menjelaskan bahwa Laporan Keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.

Laporan Keuangan perusahaan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Financial statements atau laporan keuangan itu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja dan keberhasilan perusahaan yang dicapai selama periode tertentu.

Misalnya bank, pemilik perusahaan, customer, supplier, pemerintah, dan pihak internal. Apa tujuan, manfaat, fungsi, jenis dan cara membuat laporan keuangan? Selengkapnya, mari ikuti pembahasan beserta contoh berikut ini.

“ Dan bagi Anda yang tidak sempat membaca artikel ini, bisa mengunduhnya dalam bentuk materi Laporan Keuangan PDF di bagian akhir artikel ini sebelum kesimpulan” Daftar Isi : • 01. Pengertian Laporan Keuangan menurut Para Ahli • A. Pengertian Laporan Keuangan Adalah? • B. Tujuan Laporan Keuangan • C. Fungsi Laporan Keuangan • 02.

Jenis Laporan Keuangan • 03. Laporan Laba Rugi (Statements of Profit or Loss) • A. Pengertian Laporan Laba Rugi menurut Para Ahli • B. Pengertian Laporan Laba Rugi Komprehensif • C. Jenis-jenis Laba • D. Format/Bentuk Laporan Laba Rugi • E. Komponen Laporan Laba Rugi • F. Cara Membuat Laporan Laba Rugi • G. Langkah-langkah Membuat Laporan Laba Rugi • 04. Laporan Posisi Keuangan (Statements of Financial Position) • A.

Pengertian Laporan Keuangan Neraca menurut Para Ahli • B. Format Laporan Posisi Keuangan / Neraca • C. Cara Membuat Laporan Neraca • 05. Laporan Perubahan Modal/Ekuitas • A. Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas / Modal menurut Para Ahli • B. Format Laporan Perubahan Modal • C. Cara Membuat Laporan Perubahan Modal • 06. Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows) • A. Pengertian Laporan Arus Kas menurut Para Ahli • B. Format Laporan Arus Kas • C.

Cara Membuat Laporan Arus Kas • 07. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan • A. Perusahaan Dagang – PT Hero Supermarket Tbk: • B. Perusahaan Jasa – PT Pelindo III • C. Perusahaan Manufaktur – PT Krakatau Steel • 08. Analisis Laporan Keuangan • A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan • B.

Rangkuman Ukuran-ukuran Analisis Laporan Keuangan • C. Analisis Profitabilitas • D. Analisis Solvabilitas • E. Hubungan antara Analisis Solvabilitas dan Profitabilitas • F. Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan • 09: Perekayasaan Pelaporan Keuangan • 10. Kesimpulan 01. Pengertian Laporan Keuangan menurut Para Ahli A. Pengertian Laporan Keuangan Adalah? Menurut Thomas R. Ittelson, laporan keuangan perusahaan adalah cara mengomunikasikan informasi akuntansi kepada pemegang saham dan pemerintah.

Apa manfaat laporan keuangan bagi pihak eksternal perusahaan? Bagi pihak intern dan ekstern perusahaan, dengan membaca laporan keuangan dan memahaminya digunakan sebagai alat untuk memahami kondisi keuangan perusahaan untuk keperluan pengambilan keputusan keuangan. Agar tujuan laporan keuangan itu bisa dicapai, maka Laporan Keuangan disusun menurut prinsip-prinsip akuntansi.

*** Dan sebelum membahas lebih jauh tentang laporan keuangan, berikut ini saya sajikan pengertian Laporan Keuangan menurut para ahli: #01: Menurut Buku Principles of Accounting – Indonesia Adaptation Pada edisi I (pertama) buku ini menjelaskan definisi Laporan Keuangan adalah laporan yang disiapkan untuk para pengguna setelah transaksi-transaksi dicatat dan dirangkum. Masih menurut penjelasan dalam buku tersebut, Laporan Keuangan terdiri dari: • Laporan Laba Rugi • Laporan Ekuitas Pemilik • Neraca • Laporan Arus Kas #02: Menurut Buku Essentials of Financial Management Buku ini adalah hasil karya Eugene F.

Brigham. Dalam buku tersebut dituliskan bahwa: Definis Laporan Keuangan perusahaan adalah beberapa lembar kertas dengan angka-angka yang tertulis di atasnya, tetapi penting juga untuk memikirkan aset-aset nyata yang berada di balik angka-angka tersebut” Jika kita dapat memahami bagaimana dan mengapa akuntansi ada serta bagaimana laporan keuangan digunakan.

Kita akan dapat membayangkan dengan lebih baik apa yang sedang terjadi dan mengapa informasi akuntansi memiliki arti yang begitu penting. #03: Menurut Buku Intermediate Accounting Buku ini adalah karya Dr. Zaki Baridwan, Msc. Ak dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ( UGM) Yogyakarta Dalam buku ini dituliskan bahwa pengertian Laporan Keuangan adalah: Masih dalam buku ini, menjelaskan bahwa laporan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan.

Selain itu, laporan ini juga digunakan sebagai laporan kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Ada juga Laporan Keuangan Konsolidasian, di mana menurut Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012, adalah: Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal yang kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

seluruh entitas yang dikendalikan oleh emiten atau perusahaan publik, termasuk entitas kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. khusus (EBK). B. Tujuan Laporan Keuangan source gambar: Pixabay (a): Definisi Tujuan Laporan Keuangan Apa tujuan laporan keuangan?

Tujuan Laporan Keuangan adalah untuk memberikan informasi yang menyeluruh mengenai: • posisi keuangan, • kinerja keuangan, dan • arus kas perusahaan Informasi-informasi tersebut sangat penting dan bermanfaat bagi pihak-pihak terkait untuk mendukung proses pengambilan keputusan ekonomi penting dan strategis.

*** Tujuan adalah ke arah mana segala upaya, tindakan, dan pertimbangan dicurahkan. Oleh karena itu, penentuan tujuan Laporan Keuangan adalah langkah yang paling krusial dalam perekayasaan akuntani. Tujuan laporan keuangan menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan: • Bentuk • Isi • Jenis • Dan susunan Laporan Keuangan.

Untuk menurunkan tujuan laporan keuangan, pihak yang dituju dan kepentingannya harus diidentifikasi dengan jelas. Sehingga informasi yang dihasilkan laporan keuangan dapat memuaskan kebutuhan pihak yang dituju. Pada gilirannya, pihak yang dituju akan melakukan tindakan atau mengambil keputusan yang mengarah ke pencapaian tujuan. Dengan demikian, diharapkan tujuan laporan keuangan yang lebih luas akan tercapai pula. #1: Tujuan Laporan Keuangan Menurut Para Ahli Tujuan laporan keuangan menurut para ahli yang tergabung dalam komite yang diketuai oleh Robert M.Trueblood menunjukkan 4 aspek yang melekat pada setiap tujuan laporan keuangan adalah: • Informasi tentang apa • Siapa yang dituju • Untuk apa informasi digunakan • Hierarki tujuan dengan tujuan lainnya.

Selengkapnya perhatikan tabel berikut ini: Tujuan Laporan Keuangan versi Komite Trueblood Tujuan laporan keuangan yang diajukan Komite Trueblood seperti di atas rinci dan mengidentifikasi aspek-aspek tujuan. Dua hal penting yang ditekankan oleh Komite Trueblood adalah daya/ kemampuan menghasilkan laba ( earning power) dan elemen aliran kas ( cash flows).

#2: Tujuan Laporan Keuangan Menurut AAA (American Accounting Association) Tujuan Laporan Keuangan menurut AAA yang dituangkan dalam dokumen A Statement Of Basic Accounting Theory adalah: • Membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya alam, fisik, manusia dan finansial yang jumlah terbatas.

• Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya manusia (SDM) fisik suatu organisasi secara efektif. • Memelihara dan malaporkan pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen perusahaan.

• Memberi kemudahan berjalannya fungsi dan pengendalian sosial. #3: Tujuan Laporan Keuangan menurut The Accounting Principles Board (APB) Menurut The Accounting Principles Board tujuan Laporan Keuangan adalah: The basic purpose of financial accounting and financial statements is to provide financial information about individual business enterprises that is useful in making economic decisions The Accounting Principles Board membuat dua tujuan laporan keuangan, yaitu tujuan umum dan tujuan karakteristik kualitatif.

Tujuan di atas adalah tujuan umum yang dijadikan dasar untuk menentukan kandungan informasi akuntansi atau “apa yang harus dilaporkan”. #4: Tujuan Laporan Keuangan Menurut FASB Menurut FASB tujuan laporan keuangan adalah “ to provide information that is useful in making business and economic decision” FASB mendasarkan penyusunan tujuan pelaporan keuangan pada 3 aspek landasan pikiran, yaitu: • Tujuan Laporan Keuangan adalah ditentukan oleh lingkungan ekonomi, hukum, politis, dan sosial tempat akuntansi diterapkan.

• Tujuan pelaporan dipengaruhi oleh karakterisitik dan keterbatasan laporan keuangan/ informasi yang dapat disampaikan melalui mekanisme pelaporan keuangan. • Tujuan pelaporan memerlukan fokus untuk menghindari terlalu umumnya informasi akibat terlalu banyaknya pihak pemakai yang ingin dipenuhi kebutuhan informasinya.

*** Jadi, tujuan laporan keuangan menurut kerangka konseptual akuntansi keuangan adalah sebagai berikut: Tujuan Lap. Keuangan #1: Pelaporan Keuangan harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para investor dan kreditor serta pemakai lain. Baik berjalan maupun potensial, dalam membuat keputusan-keputusan investasi, kredit, dan semacamnya yang rasional. Informasi harus dapat dipahami bagi mereka yang mempunyai pengetahuan yang memadai tentang berbagai aktivitas bisnis dan ekonomi.

Serta bersedia untuk mempelajari informasi dengan cukup tekun. Tujuan Financial Statements #2: Laporan Keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para investor dan kreditor serta pemakai lain, baik berjalan, maupun potensial. Dalam menilai ( assessing) jumlah, saat terjadi, dan ketidakpastian penerimaan kas mendatang dan dividen atau bunga. Dan perolehan kas mendatang dari penjualan, penebusan, atau jatuh temponya sekuritas atau pinjaman.

Dengan cara lain, pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu para investor dan kreditor. Serta pemakai lain dalam menilai jumlah, saat terjadi, dan ketidakpastian aliran kas bersih ke badan usaha bersangkutan. Tujuan Lap Keuangan #3: Pelaporan Keuangan harus menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi suatu badan usaha.

Klaim terhadap sumber-sumber tersebut ( kewajiban badan usaha untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke entitas lain dan ekuitas pemilik). Dan akibat-akibat dari transaksi, kejadian dan keadaan yang mengubah sumber daya badan usaha dan klaim terhadap sumber daya tersebut. Inilah tujuan dan manfaat utama dari laporan keuangan bagi investor dan kreditor serta pemakai lain (b): Tujuan Laporan Keuangan Entitas Non-Bisnis Pembahasan tujuan laporan keuangan di atas adalah untuk organisasi atau badan usaha bisnis.

Dengan penalaran yang sama dapat dierapkan pada organisasi non bisnis. Karena aspek lingkungan, karakteristik informasi, dan lingkup informasi yang berbeda dengan organisasi bisnis, tujuan laporan keuangan untuk organisasi non bisnis berbeda dengan organisasi bisnis. Tujuan laporan keuangan untuk organisasi non bisnis dimasukkan sebagai salah satu komponen kerangka konseptual. FASB berpendapat bahwa secara konseptual perlakuan akuntansi (pengukuran, penilaian, penyajian dan pengungkapan) terhadap komponen laporan keuangan dasar antara organisasi non bisnis mirip dengan perlakuan akuntansi untuk organisasi bisnis.

Berikut ini contoh organisasi non bisnis: • Unit-unit kepemerintahan • Organisasi amal dan keagamaan • Institusi sosial • Organisasi swasta non profit ♣ Tujuan Pelaporan Keuangan Organisasi Non-Bisnis #1: Tujuan Utama ( Primary Objective) Pelaporan keuangan organisasi non bisnis harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para penyedia dana.

Dan pemakai lain dalam membuat keputusan-keputusan rasional tentang alokasi dana ke organisasi tersebut. #2: Tujuan-tujuan Spesifik ( Speciffic Objectives) Tujuan Spesifik Lap Keuangan #1: Laporan Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

harus menyediakan informasi untuk membantu para penyedia dana. Dan pemakai lain, dalam menilai jasa-jasa yang disediakan organisasi dan kemampuannya untuk terus menyediakan jasa-jasa tersebut.

Tujuan Spesifik Lap. Keuangan #2: Laporan keuangan harus menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para penyedia. Dan pemakai lain dalam menilai bagaimana para manajer organisasi non bisnis telah melaksanakan tanggung jawab kepengurusan dan aspek-aspek lain kinerjanya.

Tujuan Khusus #3: Pelaporan Keuangan harus menyediakan informasi tentang sumber daya, kewajiban. Dan akibat-akibat dari transaksi, kejadian dan keadaan yang mengubah sumber daya dan hak atas sumber daya tersebut.

Tujuan Khusus Lap Keuangan #4: Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi tentang kinerja organisasi selama suatu periode. Pengukuran priodik perubahan-perubahan jumlah dan sifat aset bersih organisasi non bisnis.

Dan informasi tentang upaya-upaya dan hasil jasa organisasi secara bersama menunjukkan informasi yang paling bermanfaat dalam menilai kinerja organisasi. Tujuan Khusus Financial Statements #5: Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi: • tentang bagaimana organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas atau sumber likuid lain, • tentang pinjaman dan pelunasannya, dan • tentang faktor lain yang dapat mempengaruhi likuiditas organisasi.

Tujuan Spesifik Financial Statements #6: Pelaporan keuangan harus mencukupi penjelasan-penjelasan dan interpretasi-interpretasi untuk membantu para pemakai memahami informasi keuangan yang disediakan.

(c): Penentuan Tujuan Laporan Keuangan Penentuan Tujuan Laporan Keuangan adalah berhubungan dengan: • siapa yang dituju, • apa saja kepentingannya, • seberapa luas informasi yang dibutuhkan, • apa saja sumber informasi yang telah tersedia, dan • seberapa banyak informasi dapat dilayani melalui Laporan Keuangan. Kepentingan pemakai beragam, tidak hanya antar kelompok pemakai tetapi juga di dalam kelompok pemakai. Kepentingan-kepentingan itu antara lain: • pertangungjawaban, • kebermanfaatan keputusan, • riset keuangan dan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …., • penentuan tarif, • penentuan pajak, • pengendalian sosial, • pengendalian alokasi sumber daya ekonomi, dan • pengukuran kinerja perusahaan.

Karakteristik pemakai laporan keuangan juga harus dipertimbangkan dalam penentuan tujuan laporan keuangan. Karakteristik pemakai antara lain kedudukan pemakai terhadap entitas pelapor (akses terhadap informasi).

Dan tingkat pengetahuan pemakai tentang bisnis dan ekonomi. *** Dari uraikan di atas, ada dua pendekatan/metode dalam penentuan penyediaan laporan keuangan, yaitu: Metode Penentuan User Laporan Keuangan #1: Menyediakan informasi untuk pemakai umum yang mempunyai bermacam-macam kepentingan keputusan. Dalam metode ini, laporan keuangan diarahkan untuk menghasilkan laporan keuangan lengkap untuk berbagai pemakai dan kepentingan. Pemakai menyusun dan mengolah kembali data tersebut menjadi informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan atau kepentingannya.

Dengan kata lain, pemakai harus melakukan analisis untuk menyerap informasi semantik yang ada di balik data akuntansi. Metode ini sekarang banyak digunakan. Dan karena bersifat umum, seperangkat laporan keuangan bersifat ringkasan umum yang tidak terlalu rinci dengan konsekuensi kepentingan spesifik atau kelompok tertentu harus dikorbankan.

*** Walaupun bersifat umum, masih perlu diidentifikasi kelompok yang dianggap menjadi fokus.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Atau sasaran informasi dengan harapan kelompok yang lain masih dapat dimasukkan dalam laporan keuangan tersebut. Hal ini perlu dilakukan karena proses akuntansi harus menentukan apa yang dilaporkan, atau apa isi seperangkat laporan keuangan. Sehingga manfaat dan relevansi informasi dapat dievaluasi. Yang dijadikan fokus adalah bagian aktivitas ekonomi dan bisnis. Bila fokus tidak ditentukan, proses akuntansi tidak dapat menentukan isi, bentuk, dan susunan laporan keuangan.

Dan akuntansi akan menciptakan data akuntansi dasar dalam bentuk statistik keuangan. Pendekatan seperti ini disebut pendekatan basis data ( database approach). *** Perhatikan gambar berikut yang meng-ilustrasikan metode ini: Note: Penentuan Pemakai Laporan Keuangan Kelompok pemakai (1) dapat diperlakukan sebagai fokus, sementara kelompok pemakai lain dapat dipandang sebagai pemakai pengikut.

Metode Penentuan Pemakai Lap Keuangan #2: Menyediakan informasi untuk kelompok pemakai tertentu yang mempunyai kepentingan tertentu yang diketahui (teridentifikasi). Metode ini berasumsi bahwa kebutuhan informasi dan model pengambilan keputusan para pemakai diketahui dengan pasti.

Sehingga dapat disusun laporan khusus untuk melayani berbagai keperluan pengambilan keputusan tiap pemakai laporan keuangan. Dasar pemikiran metode ini adalah “beda tujuan beda angka” ( different fugures for different purpose). Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

konsekuensi, seperangkat laporan keuangan berisi berbagai jenis laporan keuangan rinci. Karena berbagai jenis atau model pengambilan keputusan harus dilayani. Dengan metode ini, seperangkat laporan keuangan jumlah halamannya banyak (tebal). *** Perhatikan penjelasan metode ini dalam gambar berikut ini: Note: Penentuan Pengguna Lap Keuangan.

Untuk pendekatan (2), kelompok pemakai meliputi pemakai eksternal dan internal, sehingga beberapa laporan tidak harus berupa laporan keuangan. (d): Tujuan Laporan Keuangan Menurut Jenisnya #1: Aspek Sosial Tujuan Laporan Keuangan Sebagai teknologi, laporan keuangan dalam suatu negara harus dibuat sehingga tujuan sosial dan ekonomi negara tercapai. Tujuan nasional dapat tercapai bila kegiatan individual dengan berbagai motivasi untuk mencapai tujuan individualnya, juga memaksimumkan tujuan negara.

Dengan kata lain, terjadi keselarasan antara tujuan/ perilaku ekonomi individual yang membentuk masyarakat dan tujuan ekonomi negara. Bila akuntansi harus berperan dalam hal ini, maka tujuan laporan keuangan harus dipertimbangkan dalam konteks tujuan aktivitas sosial atau masyarakt dalam suatu negara.

Bila tujuan masyarakat harus dicapai, tujuan siapa yang harus dipertimbangkan? *** Berkaitan dengan ini, para ahli seperti Robert Bloom dan Peter T Elgers dalam Foundations of Accounting Theory and Policy mendeskripsikan 3 (tiga) macam tujuan kegiatan sosial/ masyarakat.

Dan implikasinya terhadap penentuan tujuan laporan keuangan, yaitu: • Tujuan fungsional (functional objectives) • Tujuan bersama ( common objectives) • Tujuan kelompok dominan ( dominant group objectives) Mari dibahas satu-per-satu… #1: Tujuan Fungsional Tujuan fungsional adalah tujuan masyarakat atau organisasi secara keseluruhan tanpa memperhatikan tujuan/ motivasi masing-masing individual di dalam.

Tujuan individual tidak dapat diamati. Sedangkan tujuan fungsional dapat diidentifikasi dengan mengamati konsekuensi-konsekuensi dari aktivitas masyarakat atau organisasi yang nyatanya terjadi.

Selain itu, tujuan fungsional juga dapat merupakan konsekuensi-konsekuensi sebagai hasil ketetapan atau harapan penguasa, misalnya pemerintah. Dengan demikian, tujuan fungsional adalah tujuan normatif yang menjadi pedoman dalam pembuatan kebijakan di tingkat nasional atau organisasi. *** Sebagai kegiatan sosial ( social activity), tujuan fungsional Laporan Keuangan dapat ditetapkan, antara lain: • Mengalokasikan sumber daya ekonomi secara efisien.

• Membantu perusahaan memperoleh dana untuk ekspansi. • Membantu pemerintah untuk menarik pajak secara adil dan efisien. • Membantu para manajer dalam keputusan investasi. • Mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan negara.

• Memfasilitasi fungsi dan pengendalian sosial. • Mengarahkan perilaku manajer untuk mengambil keputusan yang selaras dengan tujuan sosial dan ekonomi negara. • Mengurangi atau mencegah konflik kepentingan antara manajer, auditor, dan pemegang saham. Tujuan fungsional akuntansi dapat terdiri atas satu atau beberapa tujuan yang berkaitan. Walaupun tujuan/ motif individual tidak diketahui dan dipertimbangkan. Diharapkan bahwa tujuan fungsional yang ditetapkan selaras dengan sebagian atau bahkan seluruh tujuan individual.

Berikut ini ilustrasi yang menggambarkan tujuan ini: Note: Tujuan fungsional Lap. Keuangan #2: Tujuan Bersama Tujuan individual umumnya tidak hanya mempunyai satu tujuan tetapi banyak motif. Tujuan bersama adalah satu atau beberapa tujuan individual yang sama dengan tujuan individual lainnya.

Kalau tujuan fungsional disusun tanpa memperhatikan tujuan-tujuan individual. Tujuan bersama ditentukan dengan mengidentifikasi dahulu tujuan-tujuan individual. Kemudian memilih tujuan individual yang sama untuk dijadikan tujuan aktivitas sosial. Seandainya, semua individu mempunyai sekumpulan tujuan yang sama, tujuan bersama sama dengan tujuan fungsional. Ada kemungkinan tujuan bersama itu tidak ada karena bervariasinya tujuan individual dan tidak ada satupun tujuan-tujuan individual yang berimpitan.

Penentuan tujuan sosial akuntansi atas dasar tujuan bersama merupakan proses yang sangat kompleks. Karena dalam kenyataanya terdapat berbagai kelompok pemakai yang tujuan/motifnya berbeda. Serta model pengambilan keputusan tiap kelompok pemakai atau tiap anggotanya juga sulit diidentifikasi. Dan berikut ini gambar yang menjelaskan tujuan bersama: Note: Tujuan Bersama Lap. Keuangan #3: Tujuan Kelompok Dominan Bila tujuan dan model pengambilan keputusan semua individual atau kelompok (grup) individual dapat diidentifikasi.

Tujuan beberapa individual atau beberapa kelompok individual yang dominan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. suatu kegiatan masyarakat dapat dijadikan tujuan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat bersangkutan. Kelompok dominan adalah kelompok yang konsekuensi keputusan atau tindakannya mempengaruhi secara kuat semua anggota masyarakat.

Tujuan kelompok non dominan menjadi tidak relevan atau dianggap terlalu lemah untuk mempengaruhi kegiatan sosial. Kalau akuntansi sebagai kegiatan sosial harus menentukan tujuan atas dasar kelompok dominan. Harapannya adalah sebagian tujuan-tujuan kelompok non dominan ada yang selaras dengan tujuan kelompok dominan. Dengan kata lain, terdapat tujuan bersama antara kelompok dominan dan non dominan.

Dengan demikian, jika informasi akuntansi ditujukan kepada kelompok dominan, kelompok non dominan dapat menjadi penumpang pakai (free-riders). Perhatikan gambar yang menjelaskan tujuan kelompok dominan berikut ini: Note: Tujuan Kelompok Lap.

Keuangan (e): Perkembangan Tujuan Pelaporan Keuangan Atas dasar aspek sosial di atas, tujuan laporan keuangan dalam profesi akuntansi mengalami semacam evolusi.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Perkembangan terjadi karena pergeseran kesepakatan dalam hal: • siapa kelompok yang dituju, • apa kepentingannya, dan • apa model pengambilan keputusan yang digunakan. Pergantian penyusunan dan pergeseran orientasi juga mempunyai dampak terhadap pengembangan tujuan pelaporan keuangan. C. Fungsi Laporan Keuangan Apa fungsi laporan keuangan? Fungsi Laporan Keuangan adalah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan saat ini dan memprediksi hasil operasi dari arus kas di masa mendatang.

Sebagai contoh, staf kredit di bank menggunakan laporan keuangan perusahaan untuk memutuskan apakah suatu perusahaan layak diberi pinjaman atau tidak. Begitu pinjaman diberikan, peminjam dapat diminta untuk mempertahankan rasio jumlah aset terhadap kewajiban pada tingkat tertentu.

Dan financial statement perusahaan digunakan untuk memonitor rasio ini. 02. Jenis Laporan Keuangan Ada berapa jenis Laporan Keuangan? Apa saja jenis laporan keuangan? Ada 5 jenis laporan keuangan menurut PSAK, yaitu: • Neraca / Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. Posisi Keuangan (Statements of Financial Position) pada akhir periode • Laporan Laba Rugi (Statements of Profit or Loss) selama periode.

• Laporan Perubahan Ekuitas / Laporan Perubahan Modal (Statements of Changes in Equity), selama periode. • Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows), selama periode • Catatan Atas Laporan Keuangan ( Notes to The Financial Statements), berisi penjelasan kebijakan akuntansi dan informasi penting lainnya. Mari didalami masing-masing jenis laporan keuangan tersebut di atas … 03. Laporan Laba Rugi (Statements of Profit or Loss) laporan keuangan laba rugi perusahaan ilustrasi Agar pemahaman kita menyeluruh, berikut ini materi yang akan dibahas: • Pengertian laporan laba rugi • Jenis-jenis laba • Bentuk laporan laba rugi • Elemen-elemen laporan laba rugi • Cara membuat laporan laba rugi • Contoh laporan laba rugi A.

Pengertian Laporan Laba Rugi menurut Para Ahli Definisi Laporan Laba Rugi adalah Laporan yang merangkum pendapatan dan beban perusahaan selama suatu periode akuntansi, misalnya satu kuartal atau satu tahun. Pengertian lain dari laporan laba rugi adalah: B.

Pengertian Laporan Laba Rugi Komprehensif Kita juga mengenal laporan laba rugi komprehensif. Apa yang dimaksud dengan laporan laba rugi komprehensif? Menurut Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012, menyebutkan bahwa: Laporan laba rugi komprehensif adalah laporan yang menyajikan seluruh pos penghasilan dan beban yang diakui dalam suatu periode.

Unsur laporan laba rugi komprehensif terdiri dari 2 komponen, yaitu: • Laba rugi, dan • Pendapatan komprehensif lainnya *** Dari uraian tentang pengertian laporan laba rugi di atas kita dapat melihat fungsi laporan laba rugi ini, yaitu sebagai tools (alat) untuk mengetahui pertumbuhan yang dicapai perusahaan.

Dan untuk mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh dalam suatu periode. Dua perusahaan yang memiliki aktivitas hampir sama dalam penjualan, biaya operasi, dan aset, namun perusahaan yang membiayai aktivitasnya dengan hutang akan melaporkan laba bersih yang lebih rendah. Kenapa? Karena perusahaan yang memiliki utang mempunyai beban bunga yang dikurangkan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. LABA OPERASINYA.

Oleh karena itu, jika kita ingin membandingkan kinerja operasi perusahaan, penting untuk memusatkan perhatian pada laba sebelum mengurangi pajak Dan pemayaran bunga atau biasa dikenal dengan istilah EBIT (earning before interest and taxes).

*** Laporan laba rugi menyajikan biaya dan pendapatan berdasarkan prinsip matching concept. Yakni sebuah konsep yang memadankan biaya dan pendapatan yang dihasilkan dalam periode terjadinya biaya / beban tersebut. Laporan laba rugi juga menyajikan selisih lebih pendapatan terhadap biaya yang terjadi. Jika pendapatan LEBIH BESAR daripada biaya, selisihnya disebut LABA. Sedangkan jika biaya melebihi pendapatan selisihnya disebut RUGI.

C. Jenis-jenis Laba Macam-macam laba usaha ilustrasi Membahas laporan laba rugi, termasuk langkah-langkah membuat laporan laba rugi, tidak akan terlepas dari pembahasan tentang jenis-jenis laba dan akun yang masuk dalam laporan laba rugi. Jenis-jenis laba antara lain: 1. Laba Bruto Definisi Laba Bruto adalah Laba yang diperoleh dari hasil perhitungan Penjualan/ pendapatan dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) 2. Laba Operasi Definisi Laba Operasi adalah laba yang dihitung dari Laba Bruto dikurangi dengan jumlah biaya operasi.

3. Laba Sebelum Pajak Definisi Laba Sebelum Pajak adalah Laba yang diperoleh dari akumulasi Laba Operasi dengan pendapatan (biaya) lain-lain. Laba ini juga dikenal laba bersih sebelum pajak. 4. Laba Setelah Pajak Definisi Laba Setelah Pajak adalah laba yang diperoleh dari perhitungan laba sebelum pajak dikurangi dengan taksiran pajak penghasilan. Laba setelah pajak dikenal juga dengan laba bersih setelah pajak.

5. Laba Ditahan Akhir Periode Definisi laba ditahan akhir periode adalah laba yang diperoleh dari hasil perhitungan laba setelah pajak ditambah laba ditahan awal periode, kemudian dikurangi dengan koreksi laba ditahan. Kalau ada yang nanya, “laba ditahan masuk dalam laporan apa?” Salah satu jawabannya adalah dalam laporan laba rugi, juga di neraca. *** Untuk memudahkan pemahaman mengenai jenis-jenis laba ini, perhatikan ilustrasi berikut: Ilustrasi: Jenis Laba di Laporan Laba Rugi D.

Format/Bentuk Laporan Laba Rugi Bentuk Laporan Laba Rugi dapat di-ilustrasikan dengan sebuah gambar sebagai berikut: ilustrasi: format laporan laba rugi E. Komponen Laporan Laba Rugi Dari ilustrasi bentuk laporan laba rugi di atas, kita dapat membaca bahwa elemen atau akun yang masuk dalam laporan laba rugi adalah: • Penjualan/pendapatan • Harga pokok penjualan (HPP) • Biaya-biaya • Bunga, tax, dan penyusutan F. Cara Membuat Laporan Laba Rugi Untuk membuat Laporan Laba Rugi, kita harus mengerti dan memahami bentuk dan elemen atau akun utama yang masuk dalam laporan laba rugi.

Dua hal ini, yaitu format laporan dan akun utama yang masuk dalam laporan sudah dibahas sebelumnya, lengkap dengan ilustrasi. Balik ke pertanyaan awal, mengapa harus memahami format dan elemen laporan laba rugi? Ini penjelasannya… Misalnya kita akan buat rumah minimalis sederhana, maka kita kan harus tahu bentuk rumah yang akan dibuat.

Kemudian komponen eksterior dan interior rumah. “kan nggak seperti legenda Bandung Bondowoso, yang dalam semalam membuat 1000 candi” 🙂 Demikian juga jika kita akan membuat laporan laba rugi, maka kita pun harus mengerti format laporan dan elemen-elemennya. Sederhanya seperti ini, kita catat setiap transaksi sesuai dengan jenisnya selama satu periode, misalnya sebulan atau setahun. Setelah dihitung saldo akhir setiap jenisnya, kemudian sajikan sesuai format laporan laba rugi.

Jadi deh sebuah laporan laba rugi. Mudah kan? Oke dilanjut ya… G. Langkah-langkah Membuat Laporan Laba Rugi Perhatikan contoh berikut: Pada tanggal 04 Januari 2018, Pak Budi mendirikan PT Manajemen Keuangan Network yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa Akuntansi Keuangan, kursus & training akuntansi, dan pajak dengan setoran modal awal sebesar Rp 80.000.000. Aset dan kewajiban, serta pendapatan dan beban PT Manajemen Keuangan Network selama periode tahun 2018 adalah sebagai berikut: • Utang usaha = Rp 12.200.000 • Piutang usaha = Rp 31.350.000 • Kas = Rp 53.050.000 • Pendapatan honor = Rp 263.200.000 • Tanah = Rp 80.000.000 • Beban lain-lain = Rp 12.950.000 • Beban kantor = Rp 63.000.000 • Bahan habis pakai = Rp 3.350.000 • Beban gaji = Rp 131.700.000 *** Dari data-data tersebut, dapat dibuat laporan keuangan laba rugi sederhana untuk tahun berjalan yang berakhir pada 31 Desember 2018, sebagai berikut: keterangan: contoh Laporan laba rugi sederhana excel 04.

Laporan Posisi Keuangan ( Statements of Financial Position) Pengertian Neraca ilustrasi A. Pengertian Laporan Keuangan Neraca menurut Para Ahli Definisi neraca adalah suatu laporan mengenai posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu.

Ada pengertian lain dari laporan posisi keuangan atau neraca adalah: Neraca mencerminkan “foto” posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu. Bila disajikan dalam bentuk T, maka sisi sebelah kiri laporan neraca menyajikan aset yang dimiliki perusahaan.

Sedangkan sisi sebelah kanan menyajikan kewajiban / utang dan ekuitas / modal perusahaan.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Sampai di sini jelas kan untuk yang menanyakan “Apa yang dimaksud dengan neraca dan laporan laba rugi?” sekarang dilanjutkan lagi… B. Format Laporan Posisi Keuangan / Neraca Secara umum format neraca (balanced sheet) adalah sebagai berikut: Ilustrasi: format neraca perusahaan Dari ilustrasi format neraca di atas, ada 3 elemen yang menyusun sebuah neraca, yaitu: • Aset • Aset Lancar: kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan • Aset Tetap: tanah, bangunan, Mesin • Kewajiban / Utang • Kewajiban Lancar / Utang jangka pendek: upah & pajak yang masih harus dibayar, utang usaha, wesel tagih • Kewajiban jangka panjang • Modal / Ekuitas • Saham biasa • Laba ditahan Nah, sampai di sini ada yang tanya nih, ” Laba ditahan masuk dalam laporan apa?” jawabannya sudah jelas kan bahwa laba ditahan masuk dalam laporan keuangan neraca.

Lebih khusus di bagian ekuitas/modal. Klir ya. Oke sip. C. Cara Membuat Laporan Neraca Untuk bisa membuat laporan keuangan neraca yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), kita harus mengerti dan memahami bentuk laporan neraca dan elemen-elemen yang menyusun laporan tersebut. Kalau ada yang nanya “mengapa harus sesuai dengan standar yang berlaku?” Iya, HARUS sesuai dengan standar akuntansi keuangan, karena laporan keuangan memang ada standarnya yang ditetapkan dan diakui oleh kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

dan di dunia. Kecuali anda akan membuat laporan keuangan untuk diri sendiri, ya monggo, format dan standarnya terserah anda sendiri, namun tidak diakui oleh pengguna lain seperti pajak atau investor:) Kembali ke cara membuat laporan neraca, cara sederhananya adalah begini, catat semua transaksi yang sesuai dengan elemen-elemen yang menyusun neraca, yaitu ada 3 elemen.

Setelah itu sajikan sesuai dengan format laporan keuangan neraca, jadi deh… Gampang kan? Ringkasnya seperti itu. *** Agar semakin jelas, saya sajikan cara membuat laporan keuangan neraca berikut ini: Untuk membuat laporan keuangan neraca ini, saya masih menggunakan data-data keuangan dari PT Manajemen Keuangan Network seperti pada contoh membuat Laporan Laba Rugi di atas. Dan berikut ini bentuk laporan posisi keuangan / neraca per 31 Desember 2018: contoh neraca perusahaan 05.

Laporan Perubahan Modal/Ekuitas laporan perubahan modal/Ekuitas ilustrasi Pembahasan makalah laporan perubahan modal ( Statements of Changes in Equity istilah Laporan Prtubahan Modal in English) antara lain: • Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas / Modal • Format Laporan Perubahan Moda • Cara Membuat dan Laporan Perubahan Modal A.

Pengertian Laporan Perubahan Ekuitas / Modal menurut Para Ahli Definisi laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan dalam modal / ekuitas pemilik usaha untuk suatu periode tertentu. Pengertian lain dari Laporan Perubahan Modal adalah: Laporan perubahan modal dibuat setelah laporan laba rugi, kenapa? Karena bagian yang harus ada dalam laporan perubahan modal adalah jumlah laba atau rugi periode pelaporan.

Laporan Perubahan modal juga dibuat sebelum laporan keuangan neraca, kenapa? Karena jumlah modal pemilik pada akhir periode pelaporan harus dilaporkan di neraca. Jadi, ada saling keterkaitan antara laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.

B. Format Laporan Perubahan Modal Bagaimana format atau bentuk laporan perubahan modal? Untuk memudahkan dalam memahami format laporan perubahan modal, perhatikan ilustrasi berikut ini: Format Laporan Perubahan Ekuitas Dari ilustrasi tentang format dasar laporan perubahan modal di atas, kita dapat mengetahui bahwa komponen-komponen yang menyusun laporan perubahan modal antara lain: • Modal awal pemilik, bisa satu orang atau beberapa orang tergantung dari jenis entitas.

• Tambahan investasi selama periode pelaporan • Laba bersih selama periode pelaporan • Penarikan • Kenaikan pada ekuitas pemilik C. Cara Membuat Laporan Perubahan Modal Dengan menggunakan data-data dari PT Manajemen Keuangan Network seperti pada contoh pembuatan Laporan Laba Rugi di atas, dengan tambahan data sebagai berikut: • Pak Budi melakukan investasi tambahan sebesar Rp 50.000.000 selama periode berjalan.

• Pak Budi juga menarik uang sebesar Rp 30.000.000 untuk keperluan pribadi. Maka sekarang kita buat laporan perubahan modal step-by-step sebagai berikut: Cara sederhananya hampir sama seperti membuat laporan laba rugi dan neraca, yakni kita hitung saldo tiap elemen, kemudian sajikan sesusai format laporan.

Dan hasilnya… Contoh Laporan Ekuitas. 06. Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows) Pengertian laporan arus kas ilustrasi Apa saja yang akan dibahas pada bagian ini? Berikut ini daftarnya: • Pengertian Laporan Arus Kas • Format Laporan Arus Kas • Cara Membuat Laporan Arus Kas A.

Pengertian Laporan Arus Kas menurut Para Ahli Apa pengertian laporan arus kas? Definisi menurut para ahli, Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan dampak aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan suatu perusahaan pada arus kas sepanjang periode akuntansi.

Ada juga pengertian yang disampaikan oleh ahli akuntansi lain, bahwa laporan arus kas adalah: B. Format Laporan Arus Kas Perhatikan format laporan arus kas berikut ini: contoh format laporan arus kas Laporan arus kas terdiri atas 3 bagian, seperti yang kita lihat pada format di atas, yaitu: • Aliran kas dari aktivitas operasi • Aliran kas dari aktivitas investasi • Aliran kas dari aktivitas pendanaan Setiap aktivitas akan dijelaskan secara singkat berikut ini: 1.

Aliran kas dari aktivitas operasi Pada bagian ini berisi tentang ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasi perusahaan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi biasanya akan berbeda dari jumlah laba bersih dalam suatu periode. Perbedaan ini terjadi karena pendapatan dan biaya belum dicatat pada saat yang sama dengan saat kas diterima dari pembeli atau dibayarkan ke kreditor.

2. Aliran kas dari aktivitas investasi Pada bagian ini berisi tentang transaksi kas untuk pembelian dan penjualan dari aset yang sifatnya permanen (aset tetap), seperti tanah, gedung, pabrik, mesin. Misalnya, PT Manajemen Keuangan Network membeli tanah senilai Rp 80.000.000 seperti pada contoh pembuatan laporan arus kas di bawah. 3. Aliran kas dari aktivitas pendanaan Bagian ini melaporkan transaksi kas yang berhubungan dengan investasi kas oleh pemilik, peminjaman, dan penarikan kas oleh pemilik.

Perhatikan contoh laporan arus kas PT Manajemen Keuangan Network, dimana ada tambahan investasi dari Pak Budi selaku pemilik sebesar Rp 50.000.000. Selain itu Pak Budi juga menarik uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp 30.000.000. C. Cara Membuat Laporan Arus Kas Untuk membuat laporan arus kas, sebagai contoh masih menggunakan studi kas PT Manajemen Keuangan Network, seperti untuk membuat laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal.

Untuk memudahkan dalam pembuatan dan menyiapkan laporan arus kas, maka kita membuat ringkasan arus kas untuk kas PT Manajemen Keuangan Network untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018 sebagai berikut: Langkah membuat laporas arus kas: ringkasan arus kas Saldo kas per 04 Januari 2018 adalah Rp 72.050.000 *** Dari data-data tersebut, maka kita dapat membuat laporan arus kas PT Manajemen Keuangan Network untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018 sebagai berikut: Contoh laporan arus kas perusahaan jasa 07.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan contoh kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. keuangan perusahaan dagang, jasa & manufaktur Berikut ini saya sajikan: • Contoh Laporan Keuangan perusaahan, dagang, • Contoh Laporan Keuangan perusahaan jasa, dan • Contoh Laporan Keuangan perusahaan manufaktur Contoh-contoh laporan keuangan ini lengkap, yakni terdiri dari: • laporan laba rugi, • laporan posisi keuangan, • laporan perubahan modal, • laporan arus kas, dan • catatan atas laporan keuangan dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Langsung saja diselami ya… 01. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Contoh Laporan keuangan perusahaan dagang A. Perusahaan Dagang PT Hero Supermarket Tbk: 1.

Laporan Laba Rugi: contoh laporan laba rugi perusahaan dagang bagian 01 contoh laporan laba rugi perusahaan dagang bagian 02 contoh laporan laba rugi perusahaan dagang bagian 03 2. Neraca perusahaan dagang: contoh neraca perusahaan dagang bagian 01 contoh neraca perusahaan dagang bagian 02 contoh neraca perusahaan dagang bagian 03 3.

Laporan Perubahan Modal: contoh laporan perubahan modal perusahaan dagang 4. Laporan Arus Kas: contoh laporan arus kas perusahaan dagang bagian 01 contoh laporan arus kas perusahaan dagang bagian 02 5.

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK): Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan dagang 02. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Contoh Laporan keuangan perusahaan jasa B. Perusahaan Jasa PT Pelindo III 1. Laporan Laba Rugi: contoh laporan laba rugi perusahaan jasa bagian 01 contoh laporan laba rugi perusahaan jasa bagian 02 2.

Neraca / Laporan Posisi Keuangan: Contoh neraca perusahaan jasa bagian 01 Contoh neraca perusahaan jasa bagian 02 Lanjutan neraca… Contoh neraca perusahaan jasa bagian 03 Contoh neraca perusahaan jasa bagian 04 Contoh neraca perusahaan jasa bagian 05 3.

Laporan Perubahan Modal: contoh laporan perubahan ekuitas perusahaan jasa 4. Laporan Arus Kas: contoh laporan arus kas perusahaan jasa bagian 01 Lanjutan… contoh laporan arus kas perusahaan jasa bagian 02 Lanjutan… contoh laporan arus kas perusahaan jasa bagian 03 5.

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK): Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan jasa Bagaimana cara dan proses step by step penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa bisa Anda baca pelajari >> Jasa Pengiriman Barang 03.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Contoh Laporan Keuangan perusahaan manufaktur C. Perusahaan Manufaktur PT Krakatau Steel 1. Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur: Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur bagian 01 Perhatikan komponen pokok pendapatan atau cost of goods sold (COGS) atau harga pokok penjualan perusahaan manufaktur adalah beban dan biaya yang timbul karena adanya proses produksi dan penyiapan produk siap dijual. Komponen ini ada juga laporan laba rugi perusahaan dagang yang berasal dari semua biaya yang dikeluarkan untuk proses pembelian dan persiapan barang dagangan.

Lanjutan… Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur bagian 02 Lanjutan… Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur bagian 03 Lanjutan… Contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur bagian 04 2. Contoh Laporan Posisi Keuangan / Neraca perusahaan manufaktur: Contoh laporan posisi keuangan 01 Lanjutan… Contoh laporan posisi keuangan 02 3.

Contoh laporan perubahan modal perusahaan manufaktur: contoh laporan perubahan ekuitas perusahaan manufaktur 4.

Contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur: contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur bagian 01 Lanjutan… contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur bagian 02 Lanjutan… contoh laporan arus kas perusahaan manufaktur bagian 03 5. Contoh catatan atas laporan keuangan perusahaan manufaktur: Contoh Catatan atas laporan keuangan perusahaan maufaktur 08. Analisis Laporan Keuangan analisis laporan keuangan Daftar materi yang akan dibahas dalam topik analisis laporan keuangan: • Pengertian analisa laporan keuangan • Rangkuman ukuran-ukuran analisis Laporan Keuangan: • Analisis Profitabilitas • Analisis Solvabilitas • Hubungan antara analisis solvabilitas dan profitabilitas • Contoh Analisis Laporan Keuangan Lengkap A.

Pengertian Analisis Laporan Keuangan Laporan keuangan memberikan banyak informasi yang dapat dipakai oleh para pengguna dalam membuat keputusan ekonomi tentang perusahaan. Untuk melakukan analisis lengkap atas laporan keuangan tersebut dengan menggabungkan ukuran analisis individual. Prosedur analisis dapat digunakan untuk membandingkan pos-pos di laporan periode berjalan dengan di laporan periode sebelumnya. Prosedur analisis juga digunakan secara luas untuk memeriksa hubungan di laporan keuangan.

Ukuran-ukuran analisis tersebut, bukanlah tujuan akhir, namun hanya memberikan arah dalam mengevaluasi data keuangan dan aktivitas perusahaan. *** Ada faktor-faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan, yaitu tren industri dan kondisi ekonomi secara umum. Dalam menentukan tren, keterkaitan antar ukuran yang digunakan untuk menilai sebuah perusahaan, harus dipelajari secara seksama. Indeks dari periode-periode sebelumnya yang dapat dibandingkan juga harus dipelajari. Data dari perusahaan pesaing dapat berguna dalam menilai efisiensi kegiatan operasi untuk perusahaan yang dianalisis.

Akan tetapi, dalam membuat suatu perbandingan, pengaruh perbedaan dalam metode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan juga harus dipertimbangkan. B. Rangkuman Ukuran-ukuran Analisis Laporan Keuangan Rasio Keuangan ilustrasi Secara umum ada beberapa ukuran yang lazim digunakan untuk melakukan analisis lap keuangan, antara lain: • Analisis Profitabilitas, dan • Solvabilitas Mari diuraikan masing-masing analisis lap keuangan tersebut di atas … C.

Analisis Profitabilitas Pengertian analisis profitabilitas adalah analisis laporan keuangan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Analisis profitabilitas menitikberatkan terutama pada hubungan antara hasil kegiatan operasi seperti yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan sumber daya yang tersedia bagi perusahaan, seperti yang dilaporkan dalam neraca.

Analisis utama yang digunakan dalam menilai profitabilitas antara lain mencakup: #1: Rasio penjualan bersih terhadap aset Kegunaan rasio ini adalah untuk menilai efektivitas dalam penggunaan aset. Metode perhitungannya adalah: Penjualan Bersih : Rata-rata total aset (tidak termasuk investasi jangka panjang) #2: Tingkat pengembalian terhadap total aset Rasio ini digunakan untuk menilai profitabilitas aset, metode perhitungan yang digunakan adalah: (Laba Bersih + Beban Bunga) : Rata-rata Total Aset #3: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham Manfaat rasio ini digunakan untuk menilai profitabilitas dari investasi yang dilakukan oleh pemegang saham.

Cara melakukan perhitungan adalah sebagai berikut: Laba Bersih : Rata-rata Total Ekuitas Pemegang Saham #4: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa Analisis ini untuk menilai profitabilitas investasi yang dilakukan oleh pemegang saham biasa.

Metode perhitungan yang digunakan adalah: (Laba Bersih Dividen Saham Preferen) : Rata-rata Ekuitas Pemegang Saham Biasa #5: Laba per saham biasa Fungsi analisis ini sama dengan analisis no. 4, sedangkan cara menghitung analisis laba per saham biasa adalah: (Laba Bersih Dividen Saham Preferen) : Jumlah Saham Biasa yang Beredar #6: Rasio harga terhadap laba Rasio ini digunakan untuk menunjukkan prospek laba di masa mendatang, berdasarkan hubungan antara harga pasar saham biasa dan laba.

Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah: Harga Pasar per Lembar Saham Biasa : Laba per Saham Biasa #7: Dividen per saham biasa Analisis ini berfungsi untuk menunjukkan sejauh mana laba dibagikan kepada pemegang saham biasa. Perhitungan yang digunakan adalah: Dividen : Jumlah Lembar Saham Biasa yang Beredar #8: Hasil dividen Analisis hasil dividen digunakan untuk menunjukkan tingkat pengembalian kepada pemegang saham biasa kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

bentuk dividen. Cara perhitungan yang digunakan untuk analisis ini adalah: Dividen per Saham Biasa : Harga Pasar per Lembar Saham Biasa D. Analisis Solvabilitas analisis solvabilitas ilustrasi Pengertian analisis solvabilitas adalah analisis laporan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.

Analisis solvabilitas menitikberatkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar atau memenuhi kewajiban lancar dan jangka panjangnya. Kemampuan tersebut biasanya dapat dinilai dengan memeriksa hubungan dalam laporan keuangan neraca menggunakan analisis utama berikut: #1: Modal Kerja Analisis ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi yang jatuh tempo saat ini.

Metode perhitungan analisis adalah: Aset Lancar – Kewajiban Lancar #2: Rasio Lancar Fungsi rasio lancar sama dengan analisis modal kerja, yaitu digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar utang yang sudah jatuh tempo sekarang. Rumus untung menghitung rasio lancar adalah: Aset Lancar : Kewajiban Lancar #3: Rasio Cepat Analisis yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar utang seketika.

Perhitungan yang digunakan dalam rasio cepat adalah: Aset Cair : Kewajiban Lancar #4: Perputaran Piutang Analisis untuk menilai efisiensi dalam menagih piutang dan dalam manajemen kredit.

Metode perhitungan yang digunakan adalah: Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang #5: Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang Kegunaan dari analisis ini sama dengan analisis perputaran piutang (no. 4), yakni mengukur efektivitas dalam penagihan dan pengelolaan kredit, yaitu dengan menghitung jumlah harinya.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Metode perhitungan yang digunakan adalah: Rata-rata Piutang : Rata-rata Penjualan Harian #6: Perputaran Persediaan Kegunaan analisis perputaran persediaan adalah untuk menilai efisiensi dalam manajemen persediaan.

Metode perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut: Harga Pokok Penjualan (HPP) : Rata-rata Persediaan #7: Jumlah hari penjualan dalam persediaan Fungsi analisis jumlah hari penjualan dalam persediaan sama dengan kegunaan analisis perputaran persediaan (no. 6) yaitu berkaitan dengan efisiensi manajemen persediaan, dengan diukur berdasarkan jumlah harinya. Metode perhitungan yang digunakan untuk analisis ini adalah: Rata-rata Persediaan : Rata-rata Harga Pokok Penjualan Harian #8: Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang Analisis rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang adalah untuk menunjukkan margin keamanan bagi kreditor jangka panjang.

Rumus yang digunakan untuk menghitung analisis ini adalah: Aset Tetap (Bersih) : Kewajiban Jangka Panjang #9: Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham digunakan untuk menunjukkan margin keamanan bagi kreditor. Metode perhitungan yang digunakan adalah: Total Kewajiban : Total Ekuitas Pemegang Saham #10: Berapa kali beban bunga diperoleh Analisis ini berfungsi untuk menilai risiko bagi kreditor dalam hal jumlah beban bunga yang dihasilkan.

Rumus analisa kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. keuangan ini adalah: (Laba Sebelum Pajak Penghasilan + Beban Bunga) : Beban Bunga E. Hubungan antara Analisis Solvabilitas dan Profitabilitas rumus analisa laporan keuangan ilustrasi Faktor-faktor dalam solvabilitas dan profitabilitas saling berhubungan.

Sebuah perusahaan yang gagal membayar utangnya secara teratur dapat mengalami kesulitan dalam memperoleh kredit. Kekurangan dana yang tersedia dapat menyebabkan penurunan dalam profitabilitas perusahaan, bahkan perusahaan bisa pailit. Demikian juga, sebuah perusahaan yang kurang mampu menghasilkan laba dibandingkan pesaingnya, kemungkinan akan mendapatkan kesulitan dalam memperoleh kredit atau modal baru dari pemegang saham. F. Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan contoh analisis laporan keuangan ilustrasi Sebelumnya, kita telah membahas panjang lebar mengenai analisis laporan keuangan, baik menggunakan analisis solvabilitas dan profitabilitas beserta rasio-rasio keuangan yang digunakan sebagai alat analisis.

Nah sekarang kita terapkan untuk melakukan analisis lap. keuangan. *** Perhatikan contoh soal dan jawaban Analisis Laporan Keuangan: Contoh soal: Berikut adalah laporan keuangan komparatif PT Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. Keuangan Network untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017.

Harga pasar saham biasa PT Manajemen Keuangan Network adalah sebesar Rp 30.000 pada tanggal 31 Desember 2017, dan Rp 25.000 pada tanggal 31 Desember 2018.

Laporan Laba Rugi Komparatif: contoh soal laporan laba rugi komparatif Laporan Laba Ditahan Komparatif: Contoh Laporan Laba Ditahan Komparatif Neraca Komparatif: Contoh Neraca komparatif bagian 01 lanjutan… Contoh Neraca komparatif bagian 02 Hitunglah angka-angka berikut untuk tahun 2018: • Modal Kerja • Rasio Lancar • Rasio Cepat • Perputaran piutang usaha • Jumlah hari penjualan dalam piutang • Perputaran persediaan • Jumlah hari penjualan dalam persediaan • Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang • Rasio kewajiban terhadap kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

pemegang saham • Berapa kali beban bunga diperoleh • Berapa kali dividen untuk saham preferen diperoleh • Rasio penjualan bersih terhadap aset • Tingkat pengembalian terhadap total aset • Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham • Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa • Laba per saham biasa • Rasio harga terhadap laba • Dividen per saham biasa • Hasil dividen Jawaban soal Laporan Keuangan: 1: Modal Kerja: = Rp 1.500.000.000 – Rp 750.000.000 = Rp 750.000.000 2: Rasio Lancar: = Rp 1.500.000.000 : Rp 750.000.000 = 2,0 3: Rasio Cepat: = Rp 750.000.000 : Rp 750.000.000 = 1,0 4: Perputaran piutang usaha: = Rp 5.000.000.000 : [(Rp 425.000.000 + Rp 325.000.000) : 2] = 13,3 5: Jumlah hari penjualan dalam piutang: = Rp 5.000.000.000 : 365 = Rp 13.699.000 = Rp 375.000.000 : Rp 13.699.000 = 27,4 hari 6: Perputaran persediaan: = Rp 3.400.000.000 : [(Rp 720.000.000 + Rp 480.000.000) : 2] = 5,7 7: Jumlah hari penjualan dalam persediaan: = Rp 3.400.000.000 : 365 = Rp 9.315.000 = Rp 600.000.000 : Rp 9.315.000 = 64,4 hari 8: Rasio aset tetap terhadap kewajiban jangka panjang: = Rp 2.093.000.000 : Rp 1.210.000.000 = 1,7 9: Rasio kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham: = Rp 1.960.000.000 : Rp 1.883.000.000 = 1,0 10: Berapa kali beban bunga diperoleh: = (Rp 545.000.000 + Rp 105.000.000) : Rp 105.000.000 = 6,2 11: Berapa kali dividen untuk saham preferen diperoleh: = Rp 245.000.000 : Rp 40.000.000 = 6,1 12: Rasio penjualan bersih terhadap aset: = Rp 5.000.000.000 : [(Rp 3.593.000.000+Rp 2.948.000.000):2] = 1,5 13: Tingkat pengembalian terhadap total aset: = (Rp 245.000.000+Rp 105.000.000):[(Rp 3.843.000.000+Rp 3.173.000.000):2] = 10,0% 14: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham: = Rp 245.000.000:[(Rp 1.883.000.000+Rp 1.723.000.000):2] = 13,6% 15: Tingkat pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham biasa: = (Rp 245.000.000 – Rp 40.000.000):[(Rp 1.383.000.000+Rp 1.223.000.000):2] = 15,7% 16: Laba per saham biasa: = (Rp 245.000.000 – Rp 40.000.000): Rp 50.000 = Rp 4.100 17: Rasio harga terhadap laba: = Rp 25.000 : Rp 4.100 = 6,1 18: Dividen per saham biasa: = Rp 45.000.000 : 50.000 = Rp 900 19: Hasil dividen: = Rp kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

: Rp 25.000 = 3,6% *** Demikian contoh penerapan analisis laporan keuangan. Jenis industri, struktur modal dan keragaman kegiatan operasi perusahaan biasanya memengaruhi ukuran yang digunakan. Sebagai contoh, analisis untuk maskapai penerbangan, seperti Air Asia dan Garuda Indonesia dapat mencakup pendapatan per mil penumpang dan biaya per kursi yang tersedia sebagai ukuran.

Demikian juga analisis untuk hotel dapat menitikberatkan pada tingkat hunian. 09: Perekayasaan Pelaporan Keuangan A: Pengertian Perekayasaan Pelaporan Keuangan Menurut Para Ahli Perekayasaan di sini diartikan dalam konotasi positif bukan dalam arti manipulasi.

Perekayasaan adalah padan kata (sinonim) engineering. Sebagai proses penalaran, istilah ini penggunaannya kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

lagi terbatas pada bidang teknik dan permesinan. Tapi mencakup pula bidang sosial, ekonomi, bahasa ataupun kedokteran. Melekat dalam setiap teknologi adalah masalah penentuan cara yang terbaik untuk mengerjakan atau mencapai sesuatu. *** Proses untuk menentukan cara yang terbaik untuk mendapatkan produk (hasil) terbaik dalam penerapan suatu teknologi itulah yang disebut perekayasaan (engineering).

Jadi, apa yang dimaksud perekayasaan? Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia, konsep, metode, teknik, serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk (konkret atau konseptual).

Perekayasaan pelaporan keuangan dalam teori akuntansi mengikuti proses yang sama, baik pada tingkat makro (nasional) maupun pada tingkat mikro (perusahaan). *** Lalu apa yang dimaksud Perekayasaan Pelaporan Keuangan? Pengertian Perekayasaan Pelaporan Keuangan adalah proses pemikiran logis, deduktif dan obyektif untuk memilih dan mengaplikasikan ideologi, teori, konsep dasar, teknik, prosedur.

Dan teknologi yang tersedia secara teoritis dan praktis untuk mencapai tujuan negara melalui tujuan pelaporan keuangan dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, politik dan budaya negara.

Hasil perekayasaan dituangkan dalam suatu dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual yang fungsinya dapat dianalogi dengan konstitusi. *** Akuntansi dapat menjadi wahana dan mempunyai peran yang nyata dalam alokasi sumber daya ekonomi (alam, manusia, dan keuangan). Bila informasi yang dihasilkan sengaja dirancang agar dapat mempengaruhi perilaku pada pengambil keputusan untuk menuju ke keefektifan dan efisiensi alokasi sumber daya.

Peran seperti ini dapat terjadi mengingat karakteristik akuntansi adalah sebagai teknologi. Teknologi yang diterapkan harus dipilih dan dirancang dengan baik dan tidak selayaknyalah jika akuntansi dibiarkan berkembang secara alamiah atau bahkan liar tanpa haluan yang jelas. Oleh karena itu, pelaporan keuangan harus direkayasa secara seksama untuk pengendalian alokasi sumber daya melalui mekanisme ekonomi yang berlaku.

*** Dalam pelaporan keuangan, pengendalian secara otomatis dapat dicapai dengan ditetapkannya suatu pedoman pelaporan keuangan yaitu prinsip akuntansi berterima umum (PABU). Termasuk di dalamnya adalah standar akuntansi. PABU akhirnya menentukan bentuk, isi, dan susunan Laporan Keuangan sebagai suatu medium utama atau ciri sentral pelaporan keuangan.

Bila pengertian akuntansiteori akuntansi, rerangka konseptual, dan prinsip akuntansi berterima umum dirangkum dalam suatu diagram, maka akan diperoleh struktur akuntansi. Struktur akuntansi adalah menggambarkan mekanisme pelaporan keuangan dengan menghubungkan perekayasaan dan praktek akuntansi.

Struktur ini bermanfaat untuk mengenali bidang studi, bidang profesi dan fungsi auditor bila perekayasaan telah diterapkan dalam suatu lingkungan. B: Proses Perekayasaan Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses akuntansi yang menggambarkan bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial. Struktur akuntansi melukiskan unsur-unsur (pihak-pihak dan sarana-sarana) yang terlibat dalam dan terpengaruh oleh penentuan/penyediaan informasi keuangan dan saling hubungan antara unsur-unsur tersebut.

Pihak yang terlibat (berkepentingan) meliputi pelaku dan institusi, misalnya: • penyusun standar profesi, • pemerintah, • badan pembina pasar modal, • perusahaan sebagai entitas, • analis, • manajer, • akuntan publik, dan • pemakai laporan. Sarana-sarana yang membentuk struktur akuntansi meliputi misalnya: • peraturan pemerintah, • standar akuntansi, • laporan keuangan, dan • konvensi pelaporan.

Pengertian proses akuntansi dalam pelaporan keuangan adalah mekanisme tentang bagaimana pihak-pihak dan sarana-sarana pelaporan bekerja dan saling berinteraksi. Sehingga dihasilkan informasi keuangan yang diwujudkan dalam bentuk laporan/statemen keuangan termasuk mekanisme untuk menentukan kewajaran laporan keuangan.

Perekayasaan akuntansi adalah proses pemikiran logis dan objektif untuk membangun sutu struktur. Dan mekanisme pelaporan keuangan dalam suatu negara untuk menunjang tercapainya tujuan negara. Perekayasaan akuntansi berkepentingan dengan pertimbangan untuk memilih. Dan mengaplikasikan teori, konsep dan teknologi yang tersedia secara teoritis dan praktis untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial. *** Proses perekayasaan akuntansi dapat diilustrasikan dalam gambar berikut ini: Gambar: Proses Perekayasaan Pelaporan Keuangan C: Aspek Financial Engineering Perekayasaan pelaporan keuangan menurut para ahli, seperti Hendriksen menguraikan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan dalam proses perekayasaan pelaporan keuangan untuk menghasilkan kerangka teoritis akuntansi, adalah: Aspek Engineering #1: Pernyataan postulat yang menggambarkan karakteristik unit-unit usaha (entitas pelapor) dan lingkungannya.

Aspek Perekayasaan #2: Pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan yang diturunkan dari pernyataan postulat. Aspek #3: Evaluasi tentang kebutuhan informasi oleh pihak yang dituju (pemakai) dan kemampuan pemakai untuk memahami, meng-intepretasi, dan menganalisa informasi yang disajikan. Aspek #4: Penentuan atau pemilihan tentang apa yang harus dilaporkan. Apek #5: Evaluasi tentang pengukuran dan proses penyajian untuk mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan dan lingkungannya.

Aspek #6: Penentuan dan evaluasi terhadap kendala-kendala pengukuran dan deskripsi unit usaha beserta lingkungannya. Aspek #7: Pengembangan dan penyusunan pernyataan umum yang dituangkan dalam bentuk suatu dokumen resmi yang menjadi kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

umum dalam pernyataan standar akuntansi, Aspek #8: Perancangbangunan struktur dan format sistem informasi akuntansi.

Yaitu prosedur, metode, dan teknik untuk menciptakan, menangkap, mengolah, meringkas, dan menyajikan informasi sesuai dengan standar atau prinsip akuntansi berterima umum (PABU). D: Pelaku Perekayasaan Pelaporan Keuangan Prose perekayasaan pelaporan keuangan bukan suatu upaya perseorangan, tapi merupakan upaya tim yang melibatkan berbagai disiplin intelektual dan kekuatan.

Hal tersebut perlu diperhatikan karena proses perekayasaan pelaporan keuangan tersebut adalah suatu proses yang serius, yang hasilnya akan berdampak luas dan jangka panjang. Jadi, perekayasaan akuntansi harus merupakan tim multi-disipliner agar hasilnya dapat diandalkan sebagai wahana untuk menjamin tercapainya tujuan sosial dan ekonomi. Sebagai alternatif, penyediaan informasitidak dikendalikan oleh pemerintah langsung, tapi diserahkan kepada profesi dan pelaku bisnis.

Alternatif ini berasumsi bahwa profesi dan pelaku bisnis adalah pihak yang paling tahu akan kebutuhan pemakai informasi keuangan. *** Asumsi lain adalah pihak pemakai atau calon pemakai adalah pihak yang benar-benar tahu akan kebutuhan informasinya. Juga diasumsikan juga bahwa tidak terjadi apa yang disebut dengan asimetri informasi antara pihak penyedia (manajer) dan pihak yang dituju, seperti: • investor • pemilik, dan • calon investor Masing-masing pendekatan ( regulated accounting) mempunyai keunggulan dan kelemahan.

E: Aspek Semantik/ Simbol dalam Perekayasaan Pelaporan Keuangan Persoalan yang harus dijawab oleh perekayasa pelaporan keuangan adalah: “bagaimana suatu kegiatan fisis perusahaan yang kompleks disimbolkan dalam bentuk Laporan Keuangan?” Sehingga pihak yang dituju dapat membayangkan operasi perusahaan dari keuangan tanpa harus menyaksikan secara fisis operasi perusahaan.

Proses semantik adalah memilih dan menyimbolkan objek-objek fisik aktivitas perusahaan yang relevan menjadi objek-objek/ elemen-elemen Laporan Keuangan, yaitu: • aset • kewajiban • ekuitas • pendapatan • biaya • laba • rugi • investasi pemilik • distribusi ke pemilik • laba komprehensif Bila ditambah dengan elemen aliran kas: • operasi • investasi, dan • pendanaan Penyimbolan akan menghasilkan tiga belas elemen.

Penentuan elemen-elemen ini didasarkan pada gagasan bahwa yang dituju oleh informasi adalah investor dan kreditor dalam suatu lingkungan sistem ekonomi tertentu.

Elemen-elemen tersebut belum bermakna dan menjadi informasi sebelum diukur dengan cara tertentu agar besar-kecilnya ( magnitude) elemen dapat dirasakan manfaat dan pengaruhnya. Agar dapat diolah dan disajikan dalam bentuk informasi keuangan, objek-objek fisik harus dikuantifikasi ke dalam satuan yang homogenus. Sehingga satuan tersebut dapat menggambarkan besarnya (size) dan hubungan (relationship) antar objek.

Dari segi akuntansi, aliran fisik perusahaan akhirnya direpresentasi dalam bentuk satuan uang hasil pengukuran elemen yang menjadi bahan olah dan data dasar akuntansi.

Jumlah rupiah sebagai hasil pengukuran ini disebut dengan cost. Sebagai bahan olah akuntansi, data cost harus ditangkap dalam suatu sistem informasi akuntansi agar dapat diolah kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. disajikan dalam bentuk statemen keuangan.

Untuk memenuhi kebutuhan pertanggungjelasan/ akuntabilitas (eksternal) atau dalam bentuk laporan manajerial untuk memenuhi kebutuhan informasi internal. Bila laporan keuangan disusun dengan cara melekati elemen-elemen statemen keuangan dengan cost yang tercatat dalam sistem, maka akan dihasilkan statemen keuangan berbasis cost. Dengan kata lain, elemen-elemen diukur dengan angka cost. Prinsip penilaian ( valuation) seperti ini disebut dengan prinsip biaya historis ( historical cost principle) F: Tahap-tahap Perekayasaan Pelaporan Keuangan Untuk mencapai kualitas yang tinggi dan andal.

Proses perekayasaan pelaporan keuangan harus dilakukan melalui tahap-tahap dan prosedur yang seksama serta teliti. Hal ini diperlukan mengingat dokumen yang dihasilkan akan mempunyai status sebagai pernyataan resmi atau statemen yang mempunyai otorisasi tinggi. Prosedur ini berlaku dalam penyusunan baik kerangka konseptual maupun standar akuntansi yang berstatus laporan. *** Berikut ini adalah tahap-tahap proses yang dilakukan FASB dalam menyusun pernyataan resmi: • Mengevaluasi masalah ( preliminary evaluation).

• Mengadakan riset dan analisis. • Menyusun dan mendistribusi memorandum diskusi kepada setiap pihak yang berkepentinga. • Mengadakan dengar pendapat umum untuk membahas masalah yang diungkapkan dalam memorandum diskusi. • Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik atas memorandum diskusi. • Menerbitkan draf awal standar yang diusulkan yang dikenal dengan nama Exposure Draft (ED). • Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan tertulis terhadap ED. • Memutuskan apakah jadi menerbitkan suatu statemen atau tidak.

• Menerbitkan statemen yang bersangkutan. Prosedur di atas mengisyaratkan bahwa suatu statemen memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat disahkan dan diterbitkan. *** Penerbitan selain dalam bentuk statemen, juga harus mengikuti prosedur seksama tapi tidak seketat statemen. Karena bentuk penerbitan yang lain tersebut umumnya hanya bersifat memodifikasi,mengklarifikasi. Atau memperluas arti tetapi tidak dapat mengganti atau meniadakan suatu statemen. Suatu statemen (sebagian atau seluruhnya) hanya dapat diganti atau diubah dengan penerbitan statemen baru.

*** Proses yang kira-kira sama juga diterapkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam menerbitkan suatu pernyataan (statemen). Sesuai dengan anggaran rumah tangga IAI penerbitan standar oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Atau standar profesional oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik harus mengikuti prosedur sebagai berikut: Prosedur Pengajuan PSAK #1: Sebelum suatu standar diputuskan untuk diberlakukan, konsep usulan ( exposure draft) materi yang akan dijadikan standar tersebut harus disebarluaskan secara umum.

Termasuk kepada cabang-cabang dan anggota untuk dimintakan tanggapan. Prosedur Penetapan PSAK #2: Dengan mempertimbangkan tanggapan yang diterima dari masyarakat. Komite dalam rapatnya dapat mengambil keputusan untuk mengusulkan kepada Pengurus Pusat agar memberlakukan/ mengesahkan standar tersebut. Prosedur Penetapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan #3: Berdasarkan usulan ini, pengurus pusat memutuskan untuk memberlakukan atau mengesahkannya.

*** Dewan Standar Akuntansi Keuangan dan Dewan Standar Profesional Akuntan Publik berwenang untuk menentukan materi-materi yang akan dibahas. Dan diusulkan untuk menjadi standar yang akan diberlakukan di Indonesia.

Namun usulan standar tersebut harus mendapat pengesahan dari Pengurus Pusat untuk dapat diberlakukan dan diterbitkan sebagai pedoman yang mengikat anggota. Dalam prosedur di atas, tanggapan dari masyarakat dapat diperoleh secara tertulis atau melalui dengar pendapat umum ( public hearing). Dengan pendapat umum ini, nara sumber dan ahli (termasuk akademisi) yang tidak terlibat langsung dapat memberi kontribusi pemikiran dalam penyusunan standar.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan dapat pula menentukan prosedur-prosedur tertentu yang dipandang perlu dalam rangka penyusunan pernyataan standar dengan persetujuan Pengurus Pusat.

*** Melengkapi materi ini, saya sajikan video pendek yang cukup simple dan bermanfaat, mari tonton sejenak jika ada waktu…. *** Saya paham Anda sibuk, maka bila Anda belum sempat membaca seluruh panduan [SUPER] lengkap ini sekarang. Saya menyediakan untuk Anda salinannya dalam bentuk PDF, sehingga Anda bisa membacanya dengan enjoy saat senggang.

Silahkan unduh dengan meng-KLIK link berikut: (jika ada masalah dengan link ini mohon bantuannya untuk menghubungi saya. Terima kasih) Download Tutorial Laporan Keuangan PDF Super Lengkap 10. Kesimpulan Financial Statements kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. laporan keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban yang dibuat oleh manajemen perusahaan.

Dan secara lengkap telah kami paparkan mulai dari tujuan, fungsi, manfaat, jenis beserta contoh laporan keuangan sederhana dan perusahaan Tbk dengan jenis usaha dagang, perusahaan jasa Tbk, perusahaan manufaktur yang sudah go public.

Pembahasan ditutup dengan materi tentang analisis laporan keuangan menggunakan alat analisis kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. keuangan. Tentu dilengkapi dengan contoh penerapan analisis tersebut. Saya rasa pembahasan ini sudah lengkap, dan bila ada yang belum dibahas dalam artikel ini, atau ada masukkan silahkan sampaikan saja di forum komentar setelah artikel ini. *** Tentunya tidak ketinggalan pembahasan materi tentang bagaimana cara membuat Lap Keuangan?

Financial statements bisa dibuat secara manual, semi manual dengan Microsoft Excel, dan menggunakan software akuntansi. Saat ini sudah banyak software akuntansi untuk membuat lap. keuangan dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, antara lain : sistem terintegrasi, simple dan mudah digunakan serta kelebihan lainnya. Saran saya, Anda tetap harus bisa memahami materi laporan keuangan, karena software akuntansi adalah alat bantu yang hasil akhirnya tergantung juga pada skill pengguna dan alat bantunya.

Dan jika Anda ingin membenahi sistem akuntansi dan keuangan bisnis Anda, silahkan langsung ke Accounting Tools & SOP Demikian yang bisa kami sharing pembahasan tentang laporan keuangan, mulai dari pengertian, jenis, cara membuat laporan laba rugi, neraca, perubahan modal, laporan arus kas.

Semoga bermanfaat dan terima kasih. ***** Most Popular • SOP Keuangan dan Accounting Tools • 12 Contoh Standard Operating Procedure – SOP Produksi • 2 Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) Marketing Berbasis Strategi • 33+ Contoh SOP Perusahaan, Mana Paling Anda Butuhkan? • 4 Contoh SOP HRD SDM PERSONALIA dan Cara Mudah Membuatnya • Standar Operasional Prosedur Akuntansi Beserta Contoh Penerapannya • Prosedur Pencatatan Jurnal Penjualan Kredit dan Tunai dengan PPN • Proses Membuat Account Code, Buku Jurnal dan Buku BesarPengertian Jurnal Penyesuaian adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk melakukan proses penyesuaian terhadap saldo-saldo account atau pos transaksi-transaksi tertentu agar sesuai dengan keadaan sebenarnya dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Contoh jurnal penyesuaian persediaan barang dagang dan office supplies. Jurnal penyesuaian ( adjusting entries) digunakan oleh perusahaan dagang, jasa, manufaktur dan entitas lainnya, termasuk yayasan, sekolah, NGO/LSM, lembaga pengelola zakat (LAZ/BAZ), yang dibuat setiap akhir periode akuntansi sebelum proses penutupan buku besar.

Contoh transaksi yang dicatat dengan jurnal penyesuaian adalah: • Transaksi sewa dibayar dimuka, • Asuransi dibayar di muka, • Pendapatan diterima di muka, • Penyusutan aktiva tetap, • Piutang tak tertagih, • Rekonsiliasi bank • Supplies on hand • Ikhtisar laba rugi • Cadangan kerugian piutang • Persediaan barang dagang Apa saja fungsi dan cara membuat jurnal penyesuaian? Mari ikuti ulasan lengkap beserta contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang, jasa dan manufaktur berikut ini.

Daftar Isi : • 01: Konsep Dasar Jurnal Penyesuaian • A: Konsep Jurnal Penyesuaian Adalah? • 01: Konsep Jurnal Penyesuaian Adalah Akuntansi Berbasis Akrual (accrual basis of accounting) • 02: Konsep Jurnal Penyesuaian Adalah Akuntansi Berbasis Kas (cash basis of accounting) • 02: Pengertian Jurnal Penyesuaian Adalah? • Definisi Jurnal Penyesuaian Adalah? • 03: Fungsi Jurnal Penyesuaian Adalah? • Apa fungsi jurnal penyesuaian?

• 04: Jenis Jurnal Penyesuaian • Jenis Jurnal Penyesuaian Adalah? • A: Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal • #1: Beban Dibayar Di Muka (prepaid expenses) • #2: Pendapatan Diterima di Muka (unearned revenue) • B: Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang • #1: Piutang Pendapatan (Accrued Revenues) • #2: Beban Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses) • 05: Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dan Contoh • Langkah Membuat Jurnal Penyesuaian • A: Jurnal Penyesuaian Beban Dibayar di Muka • B: Jurnal Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka • C: Jurnal Penyesuaian Akruan (Piutang Pendapatan) • D: Jurnal penyesuaian akruan beban yang masih harus dibayar • E: Jurnal Penyesuaian Penyusutan Aset Tetap (Fixed Asset) • 06: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian • A: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa • #1: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa pendidikan • #2: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa salon • #3: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa laundry • #4: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa bengkel • B: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang • #1: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang rekening Persediaan • #2: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang beserta jawabannya • C: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Manufaktur • 07: Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Membuat Jurnal Penyesuaian dari Neraca Saldo (Trial Balance) • Proses Pembuatan Jurnal Penyesuaian • A: Membuat Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian • B: Proses Membuat Jurnal Penyesuaian • C: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian • 08: Contoh Implementasi Jurnal Penyesuaian di Perusahaan • Implementasi Jurnal Penyesuaian di Perusahaan IT • 08: Bonus: Materi Jurnal Penyesuaian PDF • 09: Kesimpulan tentang Jurnal Penyesuaian 01: Konsep Dasar Jurnal Penyesuaian A: Konsep Jurnal Penyesuaian Adalah?

Apa yang dimaksud konsep dasar adjusting entries? Konsep dasar jurnal penyesuaian adalah konsep dasar akuntansi yang digunakan sebagai landasan pembuatan jurnal penyesuaian. Ketika seorang pegawai bagian accounting menyiapkan laporan keuangan, ia berasumsi bahwa masa ekonomis perusahaan dapat dibagi-bagi dalam periode waktu.

Misalnya bulanan, triwulan, atau tahunan. Dengan menggunakan konsep periode akuntansi ( accounting period concept) pegawai bagian accounting harus menentukan pada periode mana pendapatan dan beban perusahaan seharusnya dilaporkan? Untuk menentukan periode yang tepat ia mengacu pada prinsip akuntansi berterima umum (PABU), dalam bahasa Inggris disebut generally accepted accounting principles (GAAP) yang mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual.

Ada 2 konsep akuntansi dasar berkaitan dengan jurnal penyesuaian adalah: 01: Konsep Jurnal Penyesuaian Adalah Akuntansi Berbasis Akrual ( accrual basis of accounting) Dalam akuntansi berbasis akrual ( accrual basis of accounting) pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan.

Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan saat jasa telah diberikan kepada pelanggan. Kas yang telah atau belum diterima dari pelanggan selama periode itu. Konsep akuntansi yang mendukung kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. pendapatan seperti ini, disebut konsep pengukuran pendapatan ( revenue recognition concept).

Apa itu konsep pengukuran pendapatan? Konsep pengukuran pendapatan adalah konsep akuntansi berbasis akrual di mana beban dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut. Sebagai contoh: Gaji karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan menyediakan jasa untuk pelanggan, yang tidak harus sama waktunya dengan saat kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

dibayarkan. Prinsip akuntansi yang mendukung konsep ini adalah prinsip pemadanan ( matching concept), atau prinsip pemadanan ( matching principle). Dengan memadankan pendapatan dengan bebannya, laba rugi bersih untuk periode tersebut akan dilaporkan dengan benar dalam laporan laba rugi.

02: Konsep Jurnal Penyesuaian Adalah Akuntansi Berbasis Kas ( cash basis of accounting) Meskipun PABU mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual, beberapa perusahaan menggunakan konsep akuntansi berbasis kas ( cash basis of accounting). Dalam konsep akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode ketika kas diterima atau dikeluarkan.

Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan ketika kas diterima dari klien, sementara gaji dilaporkan saat kas dibayarkan kepada karyawan. Laba bersih atau rugi bersih adalah selisih antara penerimaan kas (pendapatan) dan pembayaran kas (beban). Perusahaan jasa atau perusahaan dagang berskala kecil dapat menggunakan akuntansi berbasis kas karena mereka memiliki sedikit piutang dan utang. Sebagai contoh, dokter, pengacara dan rumah makan sering menggunakan basis kas. Bagi mereka, basis kas akan menghasilkan laporan keuangan yang sama dengan laporan yang disiapkan menggunakan basis akrual.

Namun, bagi kebanyakan perusahaan besar, konsep akuntansi berbasis kas tidak akan menghasilkan laporan keuangan yang akurat untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. 02: Pengertian Jurnal Penyesuaian Adalah? Definisi Jurnal Penyesuaian Adalah? Apa yang dimaksud dengan jurnal penyesuaian? Pengertian jurnal penyesuaian adalah jurnal akuntansi yang digunakan untuk melakukan proses pemutakhiran akun-akun tertentu sebelum dilakukan proses penyusunan laporan keuangan.

Mengapa perusahaan atau organisasi perlu melakukan jurnal umum untuk pemutakhiran akun atau pos-pos transaksi? Begini penjelasannya…. Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun di buku besar yang dapat dilaporkan tanpa perubahan apa pun dalam laporan keuangan. Sebagai contoh, saldo akun kas dan akun aktiva tetap tanah, biasanya jumlah yang dilaporkan di neraca adalah sama dengan saldo di buku besar. Namun demikian, dalam prinsip akuntansi berbasis akrual, beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemutakhiran ( updating).

03: Fungsi Jurnal Penyesuaian Adalah? Apa fungsi jurnal penyesuaian? Saya sajikan contoh berikut ini untuk menjelaskan fungsi jurnal penyesuaian: Saldo akun beban habis pakai ( supplies) yang meliputi kertas, ballpoint, tinta printer dan sejenisnya, biasanya mencerminkan biaya bahan habis pakai pada awal periode ditambah biaya beban habis pakai yang dibeli selama periode tersebut.

Untuk mencatat penggunaan bahan habis pakai harian akan memerlukan banyak ayat jurnal dengan jumlah yang kecil-kecil. Selain itu, jumlah nilai bahan habis pakai umumnya relatif lebih kecil dibandingkan aset lainnya.

Sehingga untuk mencatat penggunaan bahan habis pakai dilakukan pada akhir periode akuntansi. Caranya dengan menghitung jumlah saldo awal dikurangi dengan saldo akhir periode, maka ketemulah jumlah bahan habis kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

yang digunakan. Untuk mencatat jumlah penggunaan bahan habis pakai ini digunakan jurnal penyesuaian, di mana akun beban bahan habis pakai dicatat di sisi DEBIT, sedangkan lawannya akun bahan habis pakai dicatat di sisi KREDIT.

Jadi, bila tidak dilakukan pemutakhiran akun, maka akan terjadi LEBIH catat atau KURANG catat. Apa akibat selanjutnya? Akibatnya laporan keuangan menjadi kurang akurat, karena ada akun-akun yang dicatat tidak pada kondisi riil. Itulah fungsi jurnal penyesuaian! 04: Jenis Jurnal Penyesuaian Jenis Jurnal Penyesuaian Adalah? Ada berapa jenis jurnal penyesuaian? Ada 2 jenis jurnal penyesuaian, yaitu: 01: Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal • Beban dibayar di muka ( prepaid expenses) dan • Pendapatan diterima di muka ( unearned revenue).

Kelompok ini sering disebut sebagai pos tangguhan ( deferral). 02: Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang • Akruan pendapatan/Piutang pendapatan ( accrued revenues) dan • Akruan beban/Beban yang masih harus dibayar ( accrued expenses). A: Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal #1: Beban Dibayar Di Muka ( prepaid expenses) Apa yang dimaksud dengan Beban Dibayar Di Muka?

Pengertian Beban dibayar di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai aset karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau barangnya belum diterima. Beban dibayar di muka disebut juga beban yang ditangguhkan ( deferred expenses). Aset ini kemudian berubah menjadi beban dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha.

Proses penyesuaiannya dengan menggunakan jurnal biaya dibayar di muka. Bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka adalah dua contoh beban dibayar di muka yang memerlukan jurnal penyesuaian asuransi dibayar dimuka pada akhir periode akuntansi. Contoh lain adalah iklan yang dibayar di muka dan bunga dibayar di muka.

#2: Pendapatan Diterima di Muka ( unearned revenue) Apa yang dimaksud dengan pendapatan diterima di muka? Pengertian pendapatan diterima di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban, karena kasnya telah diterima di muka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan.

Pendapatan diterima di muka disebut juga pendapatan yang ditangguhkan ( deferred revenue). Kewajiban ini kemudian berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. “Beban dibayar di muka dan pendapatan diterima di muka timbul dari transaksi yang melibatkan penerimaan atau pembayaran kas” Dalam hal ini, pencatatan beban atau pendapatan terkait, ditangguhkan sampai akhir periode atau ke periode mendatang.

Perhatikan penjelasan proses pencatatan jurnal dalam ilustrasi berikut ini: Proses pencatatan biaya dibayar di muka dan pendapatan diterima di muka. B: Kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang #1: Piutang Pendapatan ( Accrued Revenues) Apa yang dimaksud piutang pendapatan? Pengertian Piutang Pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tapi belum dicatat di akun pendapatan.

Piutang Pendapatan disebut juga dengan akruan aset ( accrued assets) atau akruan pendapatan. Contoh piutang pendapatan adalah imbalan atas jasa yang telah diberikan seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode. Contoh lain meliputi piutang bunga atas pemberian pinjaman kepada pihak lain dan piutang sewa atas bangunan yang disewakan kepada orang lain. #2: Beban Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Harus Dibayar ( Accrued Expenses) Apa yang dimaksud dengan Beban Masih Harus Dibayar? Pengertian Beban yang Masih Harus Dibayar adalah beban yang telah terjadi, tapi belum dicatat di akun beban. Beban yang masih harus dibayar disebut juga akruan kewajiban ( accrued liabilities) atau akruan beban. Contohnya adalah utang gaji karyawan pada akhir periode.

Contoh lain adalah utang bunga atas pinjaman bank dan utang pajak. *** Dari pengertian dua akun piutang pendapatan dan beban yang harus dibayar, kita dapat menarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa piutang pendapatan timbul dari pendapatan yang belum dicatat, tapi telah dihasilkan. Sedangkan beban yang masih harus dibayar timbul dari beban yang belum dicatat, tapi telah terjadi. Perhatikan penjelasan proses pembuatan adjusting entries dalam ilustrasi berikut ini : Proses pembuatan adjusting entries.

05: Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dan Contoh Langkah Membuat Jurnal Penyesuaian Bagaimana langkah cara membuat jurnal penyesuaian?

Cara membuat jurnal penyesuaian adalah dengan menganalisis dan mengidentifikasi jenis transaksi yang terjadi, kemudian lakukan pencatatan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Agar lebih jelas, saya sajikan cara membuat jurnal penyesuaian untuk tiap jenis akun penyesuaian berikut ini: A: Jurnal Penyesuaian Beban Dibayar di Muka Berikut ini saya sajikan 2 contoh dan cara membuat jurnal penyesuaian perusahaan jasa untuk akun beban dibayar di muka: Contoh jurnal penyesuaian #1: Tanggal 01 Januari 2019: PT Anak Zaman Now membeli bahan habis pakai (supplies) dengan nilai invoice pembelian sebesar Rp 1.350.000.

Atas transaksi ini perusahaan membuat catatan jurnal sebagai berikut: Tanggal 31 Januari 2019: PT Anak Zaman Now menghitung sisa bahan habis pakai yang telah digunakan, dan ternyata jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 550.000 Berarti jumlah bahan habis pakai yang digunakan sebesar: = Rp 1.350.000 – Rp 550.000 = Rp 800.000 Untuk meng- update kondisi tanggal 31 Januari 2019, maka dibuat adjusting entries seperti berikut ini: Untuk lebih memudahkan pemahaman kita terhadap transaksi-transaksi di atas, mari dilihat akun Bahan Habis Pakai di BUKU BESAR berikut ini: Saldo akun beban bahan habis pakai adalah sebesar bahan habis pakai yang digunakan di bulan Januari 2019, yakni sebesar Rp 800.000.

Akun Bahan habis pakai di Buku besar nilainya sama dengan jumlah sisa pemakaian, yaitu sebesar Rp 550.000 Contoh jurnal penyesuaian #2: Pada contoh jurnal penyesuaian yang kedua ini merupakan kelanjutan dari contoh #1. Diasumsikan pada tanggal 28 Februari 2019, jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 760.000.

Bahan habis pakai yang tersedia selama Februari 2019 (saldo akun) = Rp 2.000.000. Sisa bahan habis pakai pada tanggal 28 Februari 2019 = Rp 760.000 Beban habis pakai yang digunakan (jumlah penyesuaian): = Rp 2.000.000 – Rp 760.000 = Rp 1.240.000 Kenaikan dalam akun beban dicatat sebagai debit dan penurunan dalam akun aset dicatat sebagai kredit. Pada akhir bulan Kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. 2019 akun Beban Habis Pakai seharusnya di-debit Rp 1.240.000.

Dan akun Bahan Habis Pakai di-kredit Rp 1.240.000 untuk mencatat pemakaian selama bulan Februari. *** Ayat jurnal penyesuaian untuk Beban Habis Pakai dan Bahan Habis Pakai adalah sebagai berikut: Tanggal 28 Februari 2019: (Debit) Beban Bahan Habis Pakai Rp 1.240.000 (Kredit) Bahan Habis Pakai Rp 1.240.000 Sedangkan akun T untuk Beban Habis Pakai dan Bahan Habis Pakai adalah sebagai berikut: Perhatikan akun T di atas, setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Bahan Habis Pakai memiliki saldo debit Rp 760.000.

Saldo ini mencerminkan aset akan menjadi beban di masa mendatang. B: Jurnal Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka Perhatikan contoh saldo Akun Sewa diterima di muka PT Berkah Jaya tanggal 28 Februari 2019 berikut ini: Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa 3 bulan pada tanggal 1 Februari untuk bulan Februari, Maret, dan April.

Pada akhir bulan Februari, akun Sewa Diterima di Muka seharusnya naik (di-debit) sebesar Rp 120.000dan akun Pendapatan Sewa seharusnya naik (di-kredit) Rp 120.000. Nilai sebesar Rp 120.000 mencerminkan pendapatan sewa untuk satu bulan, yaitu hasil perhitungan Rp 360.000 dibagi 3. Ayat jurnal penyesuaian untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut: (Debit) Sewa Diterima di Muka Rp 120.000 (Kredit) Pendapatan Sewa Rp 120.000 *** Sedangkan akun T untuk pendapatan sewa adalah sebagai berikut: Setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Sewa Diterima di Muka yang merupakan Utang PT Berkah Jaya akan bersaldo kredit Rp 240.000.

Jumlah ini merupakan pendapatan tangguhan ( defferal) yang akan menjadi pendapatan di masa depan. Akun Pendapatan Sewa memiliki saldo Rp 120.000, yaitu pendapatan untuk periode ini. Jika jurnal penyesuaian untuk sewa diterima di muka dan pendapatan sewa di atas tidak dicatat. Laporan keuangan yang disiapkan pada tanggal 28 Februari akan menjadi salah saji. Dalam Laporan Laba Rugi, Pendapatan Sewa dan laba bersih akan kurang catat Rp 120.000.

Sedangkan di Neraca, Sewa Diterima di Muka akan lebih catat RP 120.000 dan Modal PT Berkah Jaya akan kurang catat Rp 120.000. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut: Proses pencatatan jurnal penyesuaian C: Jurnal Penyesuaian Akruan (Piutang Pendapatan) Selama satu periode akuntansi, sebagian pendapatan dicatat hanya saat kas diterima. Jadi, pada akhir periode akuntansi, ada pos pendapatan yang telah dihasilkan namun belum dicatat.

Untuk kasus seperti ini, jumlah pendapatan tersebut perlu dicatat dengan men-debit akun Aset dan meng-kredit akun Pendapatan. Misalnya, diasumsikan PT Berkah Jaya menandatangani perjanjian dengan perusahaan PT Sukses Mulia Jaya pada tanggal 15 Maret 2019.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Dalam perjanjian disebutkan bahwa PT Berkah Jaya akan menyediakan jasa konsultasi penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur & Accounting Tool. Sekaligus memberikan transfer knowledge untuk para karyawan PT Sukses Mulia Jaya.

Jasa yang disediakan akan ditagihkan tanggal 15 setiap bulan dengan biaya Rp 20.000 per jam. Per 31 Maret 2019, PT Berkah Jaya telah memberikan 25 jam jasa konsultasi dan pendampingan pada PT Sukses Mulia Jaya. Meskipun pendapatan Rp 500.000 (25 jam x Rp 20.000) akan difakturkan dan dibayarkan di April 2019, PT Berkah Jaya telah mengakui pendapatan di bulan Maret 2019.

*** Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat klaim terhadap pelanggan (piutang usaha) dan pendapatan honor di bulan Maret 2019 adalah sebagai berikut: (Debit) Piutang Usaha Rp 500.000 (Kredit) Pendapatan Kotor Rp 500.000 Sedangkan akun T untuk mencatat klaim terhadap pelanggan (piutang usaha) dan pendapatan honor di bulan Maret 2019 adalah sebagai berikut: Proses membuat jurnal penyesuaian Jika penyesuaian atas piutang usaha (Rp 500.000) tidak dicatat, pendapatan Fee Konsultasi dan laba Bersih akan kurang catat sebesar Rp 500.000 dalam Laporan laba Rugi.

*** Sementara di Neraca, Piutang Usaha dan Modal akan kurang catat sebesar Rp 500.000. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut: Prases pencatatan jurnal penyesuaian D: Jurnal penyesuaian akruan beban yang masih harus dibayar Beberapa jenis jasa, seperti asuransi, biasanya dibayar sebelum digunakan.

Pembayaran di muka ini merupakan beban yang dtangguhkan (defferal). Jenis jasa lainnya dibayarsetelah digunakan. Contoh studi kasus akruan beban lengkap dengan langkah-langkah solusinya sudah saya bahas di artikel tentang Jurnal pembalik.

Termasuk penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan jurnal pembalik? lengkap tersaji di artikel tersebut. Berikut ini contoh jurnal penyesuaian beban gaji: (Debit) Beban Gaji = Rp 250.000 (Kredit) Utang Gaji = Rp 250.000 Dan akun T untuk mencatat transaksi tanggal 31 Oktober 2018 adalah: Penjelasan proses pencatatan akun T *** Bagaimana akibatnya bila penyesuaian untuk gaji (Rp 250.000) tersebut tidak dibuat? Dalam Laporan Laba Rugi, Beban Gaji akan kurang catat sebesar Rp 250.000, dan laba bersih akan lebih catat sebesar Rp 250.000.

Di Neraca, Utang Gaji akan kurang catat sebesar Rp 250.000 dan modal akan lebih catat. Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut: Pengaruh jurnal umum di laporan keuangan E: Jurnal Penyesuaian Penyusutan Aset Tetap ( Fixed Asset) Pengertian Aset Tetap ( fixed assets atau plan assets) kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

sumber daya fisik yang dimiliki. Dan digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen dan memiliki masa kegunaan yang panjang. Sebenarnya, aset tetap merupakan jenis beban dibayar di muka jangka panjang, karena sifat dan masa manfaatnya yang panjang, aset ini dibahas terpisah dari beban dibayar di muka lainnya, seperti bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka.

Contoh aset tetap adalah peralatan kantor seperti meja, kursi dan komputer yang digunakan sama dengan bahan habis pakai, yaitu untuk menghasilkan pendapatan. *** Namun tidak seperti bahan habis pakai, kita tidak dapat melihat secara kasat mata terjadinya penurunan perlatan dalam hal kuantitas/fisik.

Seiring berjalannya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya. Penurunan manfaat ini disebut penyusutan atau depresiasi ( depreciation). Semua aset tetap, kecuali tanah akan kehilangan manfaatnya. Penurunan manfaat aset yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban.

Meskipun demikian, penurunan dalam aset tetap sulit diukur. Karena alasan ini, sebagian dari biaya aset tetap dicatat sebagai beban setiap tahun sepanjang masa manfaatnya. Beban periodik ini disebut beban penyusutan ( depreciation expense) Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan sama dengan ayat jurnal penyesuaian untuk penggunaan bahan habis pakai dikredit karena harga perolehan aset tetap berikut akumulasi jumlah penyusutan yang telah dicatat sejak pembeliannya biasanya dilaporkan di neraca.

Akun yang dikreditkan adalah akumulasi penyusutan ( accumulated depreciation). Akun akumulasi penyusutan disebut akun kontra ( contra accounts) atau akun kontra aset ( contra asset accounts). Karena akun tersebut dikurangkan dari akun aset pasangannya di neraca. Saldo normal akun kontra adalah kebalikan dari akun yang dikuranginya. Jadi saldo normal Akumulasi Penyusutan adalah kredit. Sebutan yang biasa digunakan untuk aset tetap dan akun Aset Kontra Terkait, berikut ini beberapa contohnya: 1: (Aset Tetap) Tanah – (Aset Kontra) Tidak ada – tanah tidak disusutkan 2: (Aset Tetap) Gedung – (Aset Kontra) Akumulasi Penyusutan – Gedung 3: (Aset Tetap) Peralatan Kantor – (Aset Kontra) Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor 06: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Untuk memudahkan dalam memahami mengenai adjusting entries berikut ini kami sajikan beberapa contoh soal jurnal penyesuaian dan jawabannya: A: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa #1: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa pendidikan Lembaga Pendidikan “Kursus Akuntansi Surabaya” adalah penyelenggara kursus akuntansi dan laporan keuangan.

Dalam proses penyusunan financial statements usahanya adalah melakukan pencatatan depresiasi (penyusutan) Peralatan Kantor. Saldo awal akun Peralatan Kantor adalah Rp 1.800.000. Estimasi nilai penyusutan untuk bulan Maret 2021 diasumsikan Rp 50.000. Maka ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan aktiva tetap peralatan kantor adalah sebagai berikut: (Debit) Beban Penyusutan = Rp 50.000 (Kredit) Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor = Rp.

50.000 Sedangkan akun T untuk mencatat penyusutan aktiva adalah sebagai berikut: Proses adjusting entries penyusutan peralatan Perhatikan proses pencatatan jurnal penyesuaian berikut ini: Kenaikan Rp 50.000 dalam akun akumulasi penyusutan dikurangi dari biaya Rp 1.800.000 yang dicatat ada akun aset tetap terkait.

Selisih antara dua saldo adalah biaya Rp 1.750.000 yang belum disusutkan. Jumlah sebesar Rp 1.750.000 disebut nilai buku aset (book value of the asset) atau nilai buku bersih (net book value) yang disajikan di laporan posisi keuangan (neraca) dengan urutan sebagai berikut: = Peralatan Kantor Dikurangi akumulasi penyusutan = Rp 1.800.000 – Rp 50.000 = Rp 1.750.000 *** Perlu dicatat bahwa nilai pasar suatu aset tetap biasanya berbeda dengan nilai bukunya.

Karena penyusutan merupakan metode alokasi, bukan metode PENILAIAN. Maksudnya adalah penyusutan mengalokasikan biaya aset tetap kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. dibebankan selama estimasi masa manfaat. Penyusutan tidak berusaha kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. mengukur perubahan nilai pasar yang dapat berupa signifikan dari tahun ke tahun.

Jika penyusutan sebelumnya atas penyusutan Rp 50.000 tidak dicatat, Beban Penyusutan dalam laporan laba rugi akan kurang catat Rp 50.000, dan Laba Bersih akan lebih catat Rp 50.000. Sementara itu di Neraca, nilai buku peralatan kantor dan modal, akan lebih catat Rp 50.000.

Yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah seperti berikut ini: Pengaruh jurnal penyesuaian di laporan keuangan #2: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa salon Berikut ini disajikan contoh soal jurnal penyesuaian dan jawabannya perusahaan jasa salon: Soal: Salon “Cantikku” memberikan gaji mingguan pegawainya setiap hari Sabtu untuk enam hari kerja yang berakhir pada hari Sabtu.

Besar gaji pegawai yang dikeluarkan adalah Rp 25.250.000. Jika periode penggajian berakhir pada hari Jum’at, bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi? Jawaban: [Debit] Biaya Gaji Pegawai …… Rp 25.250.000 [Kredit] Utang Gaji …………………… Rp 25.250.000 #3: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa laundry Soal: Pada kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. bulan Juli 2021, pendapatan perusahaan jasa laundry “Resik” yang belum ditagihkan dari Klinik Medika Sehat sebesar Rp 1.250.000.

Bagaimana cara membuat adjusting entries untuk mencatat pendapatan yang belum diterima tersebut? Jawaban: [Debit] Piutang Usaha Jasa Laundry …. Rp 1.250.000 [Kredit] Pendapatan Jasa Laundy …………. Rp 1.250.000 #4: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa bengkel Soal: Saldo rekening Bahan Habis Pakai tanggal 31 Juli 2021 perusahaan jasa bengkel “Motorku” sebesar Rp 5.000.000. Setelah dilakukan stock opname diperoleh data sisa bahan habis pakai adalah Rp 2.250.000.

kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

Buatlah adjusting journal entry yang diperlukan beserta penjelasannya. Jawaban: [Debit] Beban Habis Pakai …. Rp 2.750.000 [Kredit] Bahan Habis Pakai ……. Rp 2.750.000 Penjelasan: Cara menghitung nilai bahan habis pakai yang digunakan adalah sebagai berikut: = Saldo Bahan Habis Pakai Sisa Bahan Habis Pakai = Rp 5.000.000 Rp 2.250.000 = Rp 2.750.000 B: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang Berikut ini disajikan contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang dan pembahasan: #1: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang rekening Persediaan Soal: PT Jaya Retail pada tanggal 31 Juli 2021 melakukan stock opname dan mencatat nilai fisik persediaan barang dagang sebesar Rp 15.750.000.

Mereka selanjutnya membandingkan dengan catatan account persediaan di accounting software yang digunakan, dan ternyata nilai persediaan menurut catatan adalah Rp 15.000.000. Bagaimana cara melakukan penyesuaian perbedaan nilai persediaan barang dagang? Jawaban: [Debit} Biaya Persediaan ………… Rp 750.000 [Kredit] Persediaan Barang Dagang …. Rp 750.000 Penjelasan pencatata: Perhitungan biaya persediaan barang dagang: = Rp 15.750.000 Rp 15.000.000 = Rp 750.000 #2: Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang beserta jawabannya Contoh 1: Soal: PT Era Mas Distribution sebuah perusahaan yang menjual peralatan rumah tangga dan alat-alat pembuatan roti menentukan estimasi depresiasi alat-alat kantor untuk tahun berjalan sebesar Rp 18.000.000.

Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban depresiasi. Jawaban soal jurnal penyesuaian: [Debit] Beban Depresiasi – Peralatan kantor …. Rp 18.000.000 [Kredit] Akumulasi Depresiai – Peralatan kantor …. Rp 18.000.000 Contoh 2: Soal: Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020, PT Sukses Mulia Jaya Retailersebuah perusahaan multi level marketing alat-alat kecantikan dan salon tidak membuat ayat jurnal penyesuaian untuk: • Pendapatan diterima di muka Rp 10.000.000 yang telah dihasilkan.

• Pendapatan diterima yang belum ditagih Rp 12.500.000 • Akruan gaji Rp 5.000.000. Tunjukkan pengaruh seluruh kesalahan pada: a. Pendapatan b. Beban c. Laba Bersih untuk Tahun 2020 Jawaban soal jurnal penyesuaian: 1: Pendapatan kurang kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. sebesar: = Rp 10.000.000 + Rp 12.500.000 = Rp 22.500.000 2: Beban kurang catat sebesar Rp 5.000.000 3: Laba Bersih kurang catat sebesar: = (Rp 10.000.000 + Rp 12.500.000) – Rp 5.000.000 = Rp 17.500.000 C: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Manufaktur Perhatikan contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan manufaktur dan jawabannya berikut ini: Soal: PT Pari Manufacturer adalah perusahaan yang memproduksi aneka makanan berbahan dasar padi, jagung dan gandum.

Sebagian proses produksinya di-sub kan ke para pengrajin dan usaha kecil menengah (UKM/UMKM). Perusahaan mengeluarkan dulu sebagian atau seluruhnya biaya produksi ke subkon, dan di akhir periode dilakukan penghitungan hasil produksi dan biaya yang telah dikeluarkan.

Pada tanggal 1 Juli 2021 perusahaan memberikan dana sebesar Rp 7.250.000 kepada CV Tepat Guna untuk melakukan proses finishing produk. Pada tanggal 31 Juli 2021 CV Tepat Guna belum bisa menyelesaikan pekerjaannya. Dan setelah melakukan perhitungan biaya yang dibebankan sebesar Rp 5.000.000. Bagaimana cara PT Pari Manufacturer mencatat transaksi-transaksi tersebut?

Jawaban: Pencatatan jurnal transaksi tanggal 1 Juli 2021: [Debit] Finishing Produk …. Rp 7.250.000 [Kredit] Kas …. Rp 7.250.000 Pencatatan jurnal transaski tanggal 31 Juli 2021: [Debit] Beban Finishing Produk ….

Rp 5.000.000 [Kredit] Finishing Produk ……. Rp 5.000.000 Jadi saldo akun Finishing Produk tanggal 31 Juli 2021 adalah: = Rp 7.250.000 Rp 5.000.000 = Rp 2.250.0000 Bagaimana?

Mudah kan? dilanjutkan bacanya ya 🙂 07: Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dari Neraca Saldo (Trial Balance) Proses Pembuatan Jurnal Penyesuaian Bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo atau trial balance?

Langkah cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo adalah proses membuat adjusting journal entry setelah membuat neraca percobaan (trial balanca). Apa saja tahap-tahap untuk membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo atau neraca percobaan (trial balance)? Ada 3 (tiga) tahap untuk membuat adjusting journal entry dari neraca saldo adalah: #1: Membuat Neraca saldo atau neraca percobaan (trial balance) #2: Membuat jurnal penyesuaian #3: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian A: Membuat Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian Apa yang dimaksud dengan neraca saldo?

Neraca saldo ( trial balance) adalah daftar saldo akun-akun yang dibuat setelah proses pembuatan buku besar. Perhatikan contoh neraca saldo perusahaan jasa berikut ini: Neraca percobaan kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

balance) belum disesuaikan Cara membuat neraca saldo adalah dengan memindahkan saldo-saldo akun dari buku besar ke form neraca saldo atau neraca percobaan (trial balance) Sebenarnya apa fungsi neraca percobaan (trial balance)? Fungsi neraca saldo adalah untuk memeriksa proses pencatatan debit dan kredit, apakah sudah benar atau belum?

Jadi, angka-angka pada contoh neraca saldo di atas diperoleh dari saldo akun buku besar: • kas, • piutang, kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. piutang sewa, • perlengkapan, • tanah, • hutang, • utang gaji, • modal, • prive, • pendapatan jasa, • beban gaji, • kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah ….

sewa, • biaya lain-lain, dan • beban perlengkapan. Perhatikan jumlah saldo di debit dan kredit, yaitu sebesar Rp 59.200.00. Sudah sama kan? B: Proses Membuat Jurnal Penyesuaian Setelah membuat neraca saldo, selanjutnya kita melakukan proses penyesuaian terhadap akun-akun kegunaan informasi akuntansi bagi bank adalah …. dengan cara membuat jurnal penyesuaian.

Untuk membantu memahami cara membuat adjusting journal entry, saya sajikan contoh berikut ini: Misalnya ada 4 akun yang memerlukan penyesuaian, yaitu: • Pendapatan • Perlengkapan • Beban sewa • Beban gaji Data rinci akun-akun yang memerlukan penyesuaian adalah sebagai berikut: • Pendapatan jasa yang belum diterima sebesar Rp 500.000 • Perlengkapan yang tersisa Rp 200.000 • Sewa tempat setiap bulannya Rp 100.000 dan dibayar selama 2 tahun • Beban gaji yang belum dibayar Rp 3.000.000 *** Selanjutnya, kita melakukan proses penyesuaian dengan membuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut: 1.

Akun Piutang dan Pendapatan Jasa 2. Akun Beban Perlengkapan dan Perlengkapan Khusus untuk akun perlengkapan ini ada penjelasan lebih lanjut. Sebelum membuat jurnal penyesuaian dilihat dulu saldo akun perlengkapan di neraca saldo.

Pada neraca saldo, akun perlengkapan memiliki saldo sebesar Rp 800.000, sedangkan di akhir periode jumlah perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 200.000, berarti jumlah perlengkapan yang terpakai sebesar: = Rp 800.000 Rp. 200.000 = Rp 600.000 Sehingga bentuk jurnalnya adalah seperti di atas. 3. Akun Beban Sewa dan Piutang Sewa: 4. Akun Beban Gaji dan Gaji Terutang Lengkap sudah empat adjusting journal entry untuk contoh ini. C: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Setelah melakukan proses penyesuaian, selanjutnya membuat neraca saldo setelah penyesuaian.

Data-datanya akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan yang lengkap, yaitu: • Laporan Laba Rugi (Income Statement), • Neraca atau Laporan Posisi Keuangan (Statements of Financial Position), • Laporan Perubahan Modal, • Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows), dan • Catatan Atas Laporan Keuangan Dan berikut ini format lengkap neraca lajur 8 kolom yang merupakan ringkasan dari tahap #1 dan #2:: Neraca saldo setelah penyesuaian Neraca lajur 8 kolom di atas terdiri dari: • Nomor akun • Nama akun • Neraca saldo belum disesuaikan • jurnal penyesuaian, dan • neraca saldo setelah penyesuaian.

08: Contoh Implementasi Jurnal Penyesuaian di Perusahaan Implementasi Jurnal Penyesuaian di Perusahaan IT Bagaimana penerapan materi jurnal penyesuaian di perusahaan? Berikut ini saya sajikan penggunaan adjusting entries di Microsoft. Microsoft mengembangkan, menghasilkan, mengeluarkan lisensi, dan mendukung sejumlah besar produk piranti lunak untuk komputer, termasuk Windows OS dan MS Office. Ketika Microsoft menjual produk-produknyaMereka juga melakukan support terhadap produk piranti lunaknya dengan dukungan teknis.

dan memberikan informasi tentang update software secara periodik. Hasilnya, tidak semua pendapatan diterima saat tanggal penjualan, sebagian pendapatan saat tanggal penjualan merupakan pendapatan diterima di muka. Bagian pendapatan yang terkait dengan jasa support. Seperti informasi update dan dukungan teknis, diterima dengan berlalunya waktu, yaitu saat jasa telah diberikan pada customer. Jadi setiap tahun Microsoft membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mengubah sebagian pendapatan yang diterima di muka menjadi pendapatan.

So, jika anda ingin bekerja di perusahaan kelas dunia pun harus menguasai materi adjusting journal entry 🙂 Itulah pentingnya memahami materi adjusting journal entry.

08: Bonus: Materi Jurnal Penyesuaian PDF KHUSUS untuk anda yang tidak sempat membaca artikel ini secara online di sini. tidak usah angan khawatir, karena saya akan memberikan semua materi jurnal penyesuaian PDF, yang isinya antara lain: • Pengertian jurnal Penyesuaian atau adjusting journal entry • Jenis akun yang perlu disesuaikan dengan adjusting journal entry • Contoh dan cara membuat adjusting journal entry.

• Cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo • Contoh soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa dan jawabannya Semua materi tersebut dapat di-unduh serta dibaca di mana saja saat Anda senggang.

Dan berikut ini link download-nya: Jurnal Penyesuaian PDF Super Lengkap *** Untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta melengkapi penjelasan mengenai pengertian adjusting entries, mari sejenak saksikan sebuah video singkat dari ibu dosen PKN STAN berikut ini: 09: Kesimpulan tentang Jurnal Penyesuaian Proses penyesuaian dilakukan oleh perusahaan dagang, jasa dan manufaktur di akhir periode akuntansi dengan tujuan untuk membuat penyesuaian terhadap perkiraan-perkiraan tertentu sesuai dengan kondisi.

Contoh persediaan barang dagang dan HPP. Jika tidak dilakukan penyesuaian maka akan menyebabkan financial statements yang dihasilkan perusahaan atau organisasi kurang accountable.

Sebagai ringkasan pembahasan materi adjusting entries dan pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan, saya sajikan dalam bentuk tabel berikut: Ringkasan materi dan contoh jurnal penyesuaian Keterangan: Ayat jurnal penyesuaian diberi tanggal per hari terakhir periode tersebut. Namun, karena diperlukan beberapa waktu untuk mengumpulkan informasi mengenai penyesuaian, maka ayat jurnal penyesuaian biasanya dicatat pada tanggal setelah hari terakhir periode akuntansi.

Setiap ayat jurnal penyesuaian didukung oleh penjelasan dan di akhir pembahasan materi ini, saya ingin memberikan tips jitu yang terbukti ampuh untuk memastikan pencatatan adjusting entries adalah: “ Salah satu cara bagi akuntan untuk memastikan apakah semua penyesuaian telah dibuat adalah dengan membandingkan penyesuaian periode berjalan dengan penyesuaian periode sebelumnya ” Demikian yang dapat saya sampaikan tentang adjusting entries, jenis, contoh dan cara membuatnya.

step by step. Semoga bermanfaat dan selamat meng-aplikasikan dalam pekerjaan dan bisnis Anda. Sukses! *** Sumber referensi: #1: Principles of Accounting – Indonesia Adaption Buku 1 & 2; James M.Reeve, Carl S.

Warren, Jonathan E. Duchac, Ersa Tri Wahyuni, Gatot Supriyanto, Amir Abadi Yusuf, Chaerul D. Djakman; Cengage Learning, Penerbit Salemba Empat #2: Intermediate Accounting; DR Zaki Baridwan, M.Sc. Akuntan (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Jogja; BPFE Yogyakarta Sumber feature image: Pixabay dan dokumen pribadi Most Popular • SOP Keuangan dan Accounting Tools • 12 Contoh Standard Operating Procedure – SOP Produksi • 2 Contoh Standar Operasional Prosedur (SOP) Marketing Berbasis Strategi • 33+ Contoh SOP Perusahaan, Mana Paling Anda Butuhkan?

• 4 Contoh SOP HRD SDM PERSONALIA dan Cara Mudah Membuatnya • Standar Operasional Prosedur Akuntansi Beserta Contoh Penerapannya • Prosedur Pencatatan Jurnal Penjualan Kredit dan Tunai dengan PPN • Proses Membuat Account Code, Buku Jurnal dan Buku Besar

Pengertian dan manfaat akuntansi




2022 www.videocon.com