Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif adalah proses untuk memperbanyak spesies tumbuhan tanpa adanya peleburan atau perkawinan melainkan menggunakan bagian dari tubuh induknya. Jadi sudah bisa dijawab, bahwa perkembangbiakan tumbuhan tanpa adanya perkawinan disebut perkembangbiakan secara vegetatif. Sedangkan perkembangbiakan tumbuhan secara generatif terjadi melalui perkawinan atau penyerbukan. Rangkuman perkembangbiakan tumbuhan kita ulas sebagai berikut : Konten • Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif • Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami • Spora • Umbi lapis • Umbi Batang • Umbi Akar • Tunas • Tunas Adventif • Rhizoma (Akar Tinggal) • Geragih atau Stolon • Keuntungan Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami • Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan • Stek • Cangkok atau mencangkok • Runduk/Merunduk • Okulasi atau Menempel • Menyambung atau Kopulasi • Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif • Proses Penyerbukan • Penyerbukan Sendiri atau Autogami • Penyerbukan tetangga atau Geitonogami • Penyerbukan Silang atau Alogami • Penyerbukan Bastar atau Hybrid • Faktor Pembantu Proses Penyerbukan • Angin • Air • Hewan • Manusia • Permasalahan Dalam Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif • Dikogami • Dioseus • Herkogami • Heterostili Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Ada dua jenis perkembangan tumbuhan secara vegetatif yaitu, vegetatif alami dan vegetatif buatan.

Perbedaan kedua jenis perkembangbiakan ini terletak pada ada atau tidaknya campur tangan manusia yang membantu proses pertumbuhan pada tanaman. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami Apa yang dimaksud dengan perkembangbiakan vegetatif? Perkembangbiakan ini mempunyai arti proses perkembangbiakan tumbuhan yang tidak melalui perkawinan atau peleburan, serta tidak mendapatkan bantuan dari manusia (secara alami).

Beberapa contoh perkembangbiakan vegetatif alami, seperti: Spora Spora merupakan alat perkembangbiakan yang bertujuan untuk persebaran pada tumbuhan berpembuluh non biji.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Spora biasanya memiliki satu atau beberapa sel yang terbungkus lapisan pelindung. Contoh tumbuhan yang berspora adalah lumut, jamur, dan tumbuhan paku. Umbi lapis Umbi lapis adalah alat perkembangbiakan yang berasal dari tumpukan daun yang berlapis-lapis dan tebal yang mempunyai susunan format roset. Polisakarida di dalam umbi lapis bukan merupakan akumulasi karbohidrat. Biasanya pada bagian akar serabut.

Contoh tumbuhan yang menggunakan umbi lapis untuk berkembang biak adalah bawang merah, bawang putih, bawang bombay, bunga bakung, bunga tulip, bunga lili hujan, bunga amarilis, dan bunga narsis. Umbi Batang Umbi batang merupakan alat perkembangbiakan yang berbentuk batang maupun struktur modifikasi batang yang ada di dalam tanah biasanya digunakan sebagai cadangan makanan pada tumbuhan.

Jika ditanam di tanah umbi ini dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi batang diantaranya kentang, ubi jalar, talas, bengkuang, gadung, dan gembili.

Umbi Akar Umbi akar merupakan perkembangbiakan vegetatif alami yang memanfaatkan bagian akar yang berisi cadangan makanan. Bagian ini bisa ditanam kembali sehingga tumbuh tanaman baru. Nantinya akan membentuk tunas (sebagai tanaman baru). Umbi akar mempunyai dua jenis yaitu yang berasal dari akar serabut dan juga akar tunggang.

Contoh tumbuhan yang berkembangbiak menggunakan umbi akar serabut adalah singkong, sedangkan umbi akar tunggang contohnya lobak dan wortel. Tunas Tunas adalah perkembangbiakan tumbuhan yang memanfaatkan bagian tumbuhan yang baru tumbuh atau kuncup. Tunas berada dibawah tumbuhan induknya, tunas akan muncul diatas permukaan tanah.

Tunas biasanya berasal dari batang, daun muda, maupun calon buah/bunga. Contoh perkembangbiakan tumbuhan dengan tunas terjadi pada tumbuhan pisang, tebu, dan bambu. Tunas Adventif Tunas adventif memiliki kemiripan dengan tunas biasa, namun tunas adventif merupakan tumbuhan yang tumbuh perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan bagian tumbuhan seperti akar atau daun.

Contoh tumbuhan yang berkembangbiak menggunakan tunas adventif diantaranya cocor bebek, cemara, dan sukun. Rhizoma (Akar Tinggal) Akar tinggal ini biasa disebut dengan rimpang, artinya perkembangbiakan tumbuhan yang tumbuh dan menjalar di bawah permukaan tanah. Rimpang akan menghasilkan akar baru ataupun tunas baru yang akan tumbuh menjadi tanaman baru. Rimpang digunakan untuk menyimpan cadangan makanan / produk metabolisme tumbuhan.

Rimpang juga banyak mengandung minyak atsiri dan alkaloid. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak menggunakan rimpang diantaranya jahe, lengkuas, kunyit, dan temulawak. Geragih atau Stolon Geragih merupakan perkembangbiakan tanaman dengan memodifikasi bagian batang yang tumbuh menyamping atau bisa disebut sebagai cabang pada batang tanaman. Di batang ini akan ada ruas-ruas yang akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Biasanya banyak ditemukan pada tumbuhan terna. Terna merupakan tumbuhan yang mempunyai batang tidak berkayu (lunak). Contoh tamanan yang berkembangbiak menggunakan geragih atau stolon diantaranya strawberry, rumput teki, dan pegagan. Keuntungan Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Alami Perkembangbiakan vegetatif alami memiliki beberapa keuntungan atau kelebihan dibandingkan jenis perkembangbiakan yang lain.

Vegetatif alami mempunyai empat keuntungan seperti dibawah ini: • Umur tumbuhan akan lebih lama (tanaman bertahan lama) • Proses produksinya relatif lebih cepat • Sifat yang dihasilkan sama dengan induknya • Pertumbuhan tanaman sangat baik Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan Perkembangbiakan secara vegetatif buatan adalah proses memperbanyak tumbuhan tanpa melalui perkawinan, tetapi menggunakan campur tangan manusia (mendapat bantuan manusia).

Perkembangbiakan tumbuhan secara tidak kawin dengan bantuan manusia disebut perkembangbiakan vegetafi buatan. Beberapa contoh perkembangbiakan vegetatif buatan, yaitu: Stek Stek adalah suatu proses memperbanyak tumbuhan menggunakan potongan dari bagian tubuh tumbuhan seperti bagian akar, daun, dan batang.

Tumbuhan memiliki sifat totipotensi (membelah diri agar bisa membentuk sel lain). Sel lain ini akan sempurna dan mirip dengan induknya. Ada tiga cara untuk melakukan stek, seperti: a. Stek batang Cara ini banyak dilakukan dan diterapkan karena tergolong paling mudah untuk dimengerti dan tingkat keberhasilannya yang cukup tinggi. Cara perkembanbiakan menggunakan stek batang dengan cara memotong bagian batang yang mempunyai ruas atau mata.

Bagian tumbuhan yang bisa distek harus yang sudah tua, setelah memilih batang. Memastikan batang memiliki 3-4 ruas. Lalu, jarak potong antara ruas bawah 0,5 cm, sedangkan jarak atas 1 cm. Setelah dipotong runcing ditancapkan pada tanah.

Beberapa contoh tanaman yang dapat tumbuh menggunakan stek batang antara lain tanaman sukun, singkong, kelengkeng, rosemary, delima, cabe, tomat, kopi, pohon kelor, kangkung, anggur, dan mawar.

b. Stek Daun Jika stek batang menggunakan batang untuk memperbanyak tumbuhan, maka stek daun menggunakan daun untuk perkembangbiakan tanaman. Caranya dengan memilih daun yang tua, lalu memotong bersamaan dengan tangkai di bawahnya agar mudah tumbuh. Selanjutnya daun harus direndam di larutan auksin terlebih dahulu. Setelah itu memasuki tahap persemaian stek daun. Tahap ini dilakukan dengan menancapkan potongan daun ke tanah lalu ditutup dengan plastik berlubang.

Tanaman yang berkembangbiak menggunakan stek daun adalah tanaman wijayakusuma, sri rejeki, kaktus, lidah buaya, cocor bebek, dan juga begonia. c. Stek Akar Merupakan metode perkembangbiakan tanaman menggunakan bagian dari tubuh tumbuhan yaitu akar. Biasanya digunakan untuk akar tanaman yang menjalar. Caranya dengan mengambil akar yang merambat, lalu memotong akarnya berdiameter sekitar 5 – 10 cm. Tahap setelah pemotongan adalah penyemaian, akar akan di timbun di dalam media semai (campuran tanah dan pupuk organik).

Proses penimbunan harus hati – hati agar akar tidak rusak. Lalu siram tanaman secara rutin. Contoh tanaman yang berkembangbiak menggunakan stek akar adalah tanaman strawberry, jambu biji, cemara, apel, albasia, dan juga pohon sukun. Cangkok atau mencangkok Cangkok merupakan proses memperbanyak tumbuhan dengan cara melukai bagian pada batang tumbuhan. Nantinya pada cabang batang akan menjadi berakar. Pencangkokan membutuhkan bantuan manusia.

Cara melakukan pencangkokan setelah batang dilukai, kemudian dibungkus dengan tanah dan ditutup rapat menggunakan plastik. Gunakan plastik bening agar lebih mudah untuk memantaunya. Setelah tumbuh akar tanaman dapat dipotong.

Setelah proses pemotongan selesai maka tanaman dapat ditanam di pot atau di tempat lain. Tumbuhan yang dapat dikembangan secara cangkok biasanya merupakan tumbuhan dikotil. Dikotil artinya tumbuhan yang mempunyai kayu.

Contoh tanaman yang berkembangbiak menggunakan cangkok adalah mangga, jambu air, sawo, jeruk, kelengkeng, rambutan, dan jambu biji. Runduk/Merunduk Merupakan perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan yang dilakuan dengan cara membengkokkan batang tanaman yang masih mempunyai induk, hingga masuk masuk ke tanah.

Cabang tanaman yang dibengkokkan ini harus di bawah permukaan tanah. Setelah ditunggu beberapa saat maka akan muncul akar baru sebagai awal pertumbuhan tanaman baru. Lalu pisahkan tanaman berakar baru dengan tanaman induknya. Pindahkan ke dalam pot atau media tanam yang lain. Biasanya tanaman yang berkembangbiak secara merunduk mempunyai batang yang panjang dan juga lentur. Contoh tanaman yang berkembangbiak dengan cara merunduk adalah tanaman melati, sirih, apel, strawberry, dan anggur.

Okulasi atau Menempel Okulasi adalah salah satu perkembangbiakan tumbuhan yang dilakukan dengan cara menempelkan potongan tunas dari batang tanaman yang satu ke irisan batang tanaman yang lain. Menggunakan metode okulasi akan membantu meningkatkan mutu dan kualitas tanaman. Okulasi dilakukan agar menghasilkan sifat – sifat tumbuhan yang paling baik dan juga mendapatkan bibit berkualitas.

Contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan cara okulasi adalah kakao, karet, mangga, kelengkeng, alpukat, jeruk nipis, dan kamboja. Menyambung atau Kopulasi Menyambung termasuk perkembangbiakan vegetatif buatan karena membutuhkan bantuan manusia untuk menggabungkan batang bawah serta batang atas tanaman. Namun penyambungan hanya dapat dilakukan pada tanaman yang sejenis. Teknik penyambungan hampir mirip dengan teknik okulasi karena menginginkan tanaman – tanaman yang bersifat unggul.

Sehingga menyambungkannya antara tanaman yang mempunyai satu keunggulan dan tanaman yang mempunyai keunggulan lainnya. Beberapa tanaman yang perkembangbiakanya melalui penyambungan adalah tanaman kopi, durian, ketela pohon, tomat, terong, dan mangga. Keuntungan Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Buatan Perkembangan secara vegetatif buatan mempunyai beberapa keuntungan maupun kelebihan jika dibandingkan dengan teknik perkembangbiakan yang lain.

Perkembangbiakan ini menggunakan bantuan manusia untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, berikut ini keunggulan vegetatif buatan : • Menggunakan teknik ini akan membuat tumbuhan menjadi lebih cepat untuk berbuah. • Tanaman tidak memerlukan waktu yang lama untuk tumbuh, waktu yang dibutuhkan cenderung lebih cepat.

• Jika ingin memperoleh sifat tanaman yang sama persis dengan induknya teknik ini dapat dipilih. Seperti menggunakan cara stek dan cangkok. • Untuk memperoleh tanaman baru tidak memerlukan biji, karena pertumbuhan biji cenderung lebih lama dibandingkan dengan cara vegetatif buatan. • Dapat menghasilkan tanaman baru yang mempunyai sifat unggul yang berasal dari gabungan dua tanaman bersifat unggul. Cara yang dapat digunakan untuk memperoleh tanaman bersifat unggul adalah menggunakan cara okulasi dan penyambungan.

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif Perkembangbiakan secara generatif mempunyai arti proses memperbanyak tumbuhan melalui proses pembuahan dan penyerbukan. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan hanya bisa terjadi pada tumbuhan yang mempunyai alat perkembangbiakan generatif yaitu serbuk sari dan kepala putik.

Serbuk sari merupakan alat kelamin jantan sedangkan putik adalah alat kelamin betina pada tanaman. Artinya perkembangan tumbuhan secara generatif dapat terjadi melalui perkawinan. Saat tumbuhan tidak mempunyai alat perkembangbiakan maka pertumbuhan secara generatif tidak dapat dilakukan.

Contoh perkembangbiakan generatif pada tumbuhan sebagai berikut : Proses Penyerbukan Perkembangbiakan secara generatif pasti akan diawali dengan proses penyerbukan. Proses penyerbukan adalah proses jatuhnya atau menempelnya serbuk sari di kepala putik pada tumbuhan. Jika proses berhasil maka akan tumbuh serbuk sari. Biasanya terjadi pada tumbuhan berbiji. Nantinya serbuk sari akan pergi menuju bakal biji.

Pada bakal biji akan terjadi proses pembuahan. Pembuahan adalah proses meleburnya sel jantan atau serbuk sari dengan sel betina atau kepala putik. Setelah selesai proses penyerbukan maka akan menghasilkan bakal buah. Berikut beberapa jenis penyerbukan: Penyerbukan Sendiri atau Autogami Penyerbukan sendiri merupakan penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari dan kepala putik berasal dari bunga yang sama.

Penyerbukan tetangga atau Geitonogami Penyerbukan tetangga merupakan penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari dan kepala sari perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan dari pohon yang sama. Serbuk sari terbang ke ke kepala putik di bunga yang lain. Penyerbukan Silang atau Alogami Penyerbukan tetangga merupakan penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari dan kepala sari berasal dari bunga lain dan pohon lain.

Tetapi tumbuhan atau pohon tersebut masih dalam satu jenis. Dapat menghasilkan sifat lebih kuat daripada yang sebelumnya. Penyerbukan Bastar atau Hybrid Jenis penyerbukan yang terakhir bastar atau hybrid yang berarti penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari dan kepala sari berasal dari bunga lain, serta pohon lain yang berbeda jenis tumbuhannya. Faktor Pembantu Proses Penyerbukan Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangbiakan tumbuhan yaitu dengan adanya bantuan angin, air, hewan, dan manusia.

Berikut ini merupakan contoh tumbuhan generatif yang proses penyerbukanya dibantu, seperti : Angin Contoh tumbuhan yang penyerbukan dibantu oleh angin diantaranya jagung, gandum, dan padi. Saat angin bertiup akan membantu serbuk sari terbang ke kepala putik. Air Contoh tumbuhan yang proses penyerbukanya dibantu oleh air adalah tanaman ganggang maupun hydrilla (tumbuhan yang hidup di air).

Hewan Hewan yang dapat membantu penyerbukan seperti kupu – kupu, kelelawar, burung, lebah dan kumbang. Contoh tumbuhan yang proses penyerbukannya dibantu oleh hewan diantaranya melati, mawar, durian, dan bunga sepatu. Manusia Contoh tumbuhan yang proses penyerbukannya harus dibantu oleh manusia adalah pohon salak dan vanili.

Permasalahan Dalam Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif Ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak dapat melakukan perkembangbiakan secara generatif mandiri karena mempunyai beberapa sebab dan alasan. Alasan-alasan tersebut diantaranya : Dikogami Dikogami adalah kejadian dimana di dalam suatu bunga putik dan serbuk sari tidak masak atau matang bersama. Jika putik yang terlebih dahulu matang maka disebut protogini.

Contoh tumbuhan yang mengalami protogini adalah bunga cokelat dan pohon alpukat. Sedangkan tumbuhan yang serbuk sarinya matang terlebih dahulu disebut protandri. Contoh tumbuhan yang mengalami masalah protandri diantarana bunga jagung, seledri, serta bawang bombay.

Dioseus Dioseus adalah kondisi dimana alat kelamin betina dan alat kelamin jantan ada di dalam individu yang berbeda. Contoh tumbuhan yang mengalami dioseus adalah melinjo dan salak. Herkogami Herkogami adalah kondisi dimana serbuk sari tidak dapat jatuh ke kepala putik sendiri, melainkan harus dengan bantuan manusia atau hewan. Contoh tumbuhan yang mengalami herkogami adalah anggrek dan vanili. Heterostili Kondisi ini dapat terjadi ketika bunga memiliki tangkai putik dan benang sari yang panjangnya tidak sama.

Contoh tumbuhan heterostili diantaranya kopi, kaca piring, dan kina. Dari penjelasan diatas mengenai perkembangbiakan tumbuhan secara vegetative dan generatif. Kita akan lebih memahami serta mengenal jenis-jenis tumbuhan dan menemukan teknik perkembangbiakan tanaman yang terbaik. Pertanyaan yang sering muncul : Jelaskan perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan perkembangbiakan tumbuhan secara seksual ataupun bagaimana cara perkembangbiakan secara kawin pada tumbuhan?

Jawabannya adalah akan diawali dengan proses penyerbukan, yakni jatuhnya atau menempelnya serbuk sari di kepala putik pada tumbuhan. Jika proses berhasil maka akan tumbuh serbuk sari. Biasanya terjadi pada tumbuhan berbiji. Alat perkembangbiakan tumbuhan secara generatif adalah serbuk sari dan kepala putik. baru yang didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik yang mengandung sel kelamin betina.

Alat-alat perkembangbiakan generatif tumbuhan terdapat pada bunga. Bentuk dan susunan bunga setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang contohnya Kentang.

Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata tunas. Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis.

Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan gabungan sifat unggul.

Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar.

Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan dengan cara merunduk antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya. • ► 2015 (26) • ► September (4) • ► March (17) • ► January (5) • ▼ 2014 (173) • ► November (32) • ▼ October (93) • SURAT AL-MA'UUN (BARANG-BARANG YANG BERGUNA) • Manusia dicipta supaya beribadah • Manusia dicipta sebagai Kholifah di bumi • Sang Pencipta Alam • Mulok Bahasa Inggris Kelas 6 Kurikulum 2013 • Renungan … "Karena Ibu" • Faedah Berbakti kepada Kedua Orang Tua • Melalui Doa Ibu & Bakti Seorang Anak ketika Orang .

• Adab wanita sholihah kepada orang tuanya (Part 01) • WAJIB Memakai Jilbab (Bukan Sekedar Ciri Khas Musl. • K13 : UTS Ganjil Bahasa Inggris Kelas 5 • Adab seorang Muslim terhadap Negara dan Agama • Mulok Bahasa Inggris Kurikulum 2013 • Kewajiban Wanita terhadap Karib Kerabat dan Tetangga • Nilai Akhlaq Muslimah • Kewajiban Muslimah Terhadap Dirinya • Adab Wanita Sholihah kepada Allah • Hak dan Kewajiban dalam keluarga • Hubungan islam dengan seni • PENGERTIAN KEINDAHAN • TUGAS – TUGAS ADMINISTRASI GURU DI DALAM KELAS • TUGAS – TUGAS ADMINISTRASI GURU DI DALAM KELAS • TUGAS – TUGAS ADMINISTRASI GURU DI DALAM KELAS • TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PROSES BELAJAR.

• Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan Guru di Era Modern • 5 Keunikan Waktu • Terhapusnya pahala karena tidak memakai jilbab • 5 Hewan yang telah punah akibat evolusi • 11 Penyakit Guru beserta Obatnya • 4 Kompeteni Guru Profeional • Download Skripsi Lengkap: Upaya Guru Pendidikan Ag. • Download Skripsi Lengkap: RELEVANSI PEMIKIRAN YUSU. • 5 Makanan pembantu Diet • 6 Alasan karyawan dibenci oleh atasan • 7 rahasia menjadi pribadi yang penuh pesona • 7 Efek Negatif Alkohol • Kenampakan Alam dan Buatan Serta Pembagian Wilayah.

• Mitos Mbah Petruk, Kyai Slamet dan Romo Bebek • Perkembangbiakan Hewan • Perkembangbiakan Tumbuhan • Perkembangbiakan pada Manusia • Guru= dapat di guGU dan di tiRU • Islam bukan Terorisme • Misi Islam Sebagai Rohmatal Lil ‘Alamiin • Download Skripsi Lengkap: Studi Komparatif Guru da.

• Kumpulan Lagu Kenangan Thomas J Pisa & Ebid G. Ad • Kesaktian Pancasila di Era Globalisasi.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

• Masih Saktikah Pancasila Kita Sebagai Dasar Negara. • Pendidikan Anak • Lahinya Filsafat ebagai Pandangan Hidup • Pengertian Filsafat (Falsafah) • Rumus English untuk anak-anak • Pengertian Integrasi Masyarakat • Diskriminasi Masyarakat • Prasangka (Penyono) • HAK ASASI MANUSIA. • Krisis Peradaban di Negeri ini • Civic Education : Membangun Negara Berkeadaban • Komponen Dasar Pelaksanaan Pendidikan Islam • Sumber Dasar Pendidikan Islam • Pengertian Pendidikan Islam • Pemikiran Dr.

Yusuf Qardhawi tentang Pendidikan Islam • Contoh Surat Permohonan Izin Pembukaan Rekening • Contoh Permohonan Ijin Operasional Penyelenggaraan. • 3 hubungan makhluk kepada Sang Kholiq • (`Alaaqatul nsaani billah) Hubungan Manusia dengan.

• Laporan Individu PPL Staih Pare • HUBUNGAN MANUSIA DAN ALLAH SWT • Berhubungan dengan Allah dan sesama manusia • Hidup adalah tanggung jawab. • Hubungan Manusia dengan Tuhan dan Alam Semesta • MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DAN IMPLIKASINYA • KARAKTERISTIK MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM • FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM • PENGERTIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM • Makalah: Pendidikan Islam di Sekolah Negeri • MANAJEMEN PENDIDIKAN • Contoh Salam Redaksi • Pengertian Micro Teaching • Pidato : Contoh Teks MC Bahasa Indonesia • Peningkatan Kinerja Profesional Guru • Pendidik sebagai Profesi • Sasaran Sikap Profesional Guru • Pengertian Kinerja Profesional Guru • Pengertian Sikap Profesional Guru • Sikap dan Kinerja Profesional Guru • Pengertian Proses Belajar Mengajar • Kemampuan Profesional Guru • Tugas dan Tanggung Jawab Guru • Pengertian Profesionalisme Guru • Peranan Guru di Era Modern • PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM MENURUT MENURUT AL.

• PENGERTIAN PESERTA DIDIK / SISWA / MURID / ANTRI • ► September (48)
Hallo sobat kali ini kami dari rumus.co.idakan membahas artikel tentang Perkembangbiakan Tumbuhan – lengkap dengan pengertian, contoh, ciri – ciri, struktur, jenis dan fungsinya supaya mudah di pahami.

Perkembangbiakan Tumbuhan – merupakan salah satu metode dalam perkembangbiakan tanaman yang akan di bentuk dengan peranan dan lapisan sel yang memiliki bagian utama supaya dapat membetuk struktur benih sebgai kelompok tanaman akan menghasilkan batang dan cabang yang baru, dari berbagai strukturnya. langsung saja simak pembahasan di bawah ini…?

Dalam hal ini juga sebagai reproduksi tanaman yang terjadi secara aseksual atau tanpa penggabungan sel pada tanaman yang dapat berkembangbiakan yang akan dilakukan dengan menggunakan bagian tanaman.

Baca Juga: Akar Serabut 2 Cara Perkembangbiakan Tumbuhan dari pembahasan di atas maka terdapat dua cara untuk Perkembangbiakan tanaman diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Perkembangbiakan Vegetatif Vegetatif adalah salah satu jenis reproduksi makhluk hidup yang akan terjadi tanpa pertemuan sel jantan perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan betina dan hanya satu induk yang berasal dari bagian tubuh ibunya sehingga memiliki sifat yang mirip dengan induknya.

Berikut cara perkembangbiakan vegetatif adalah. A. Tunas Tunas adalah bagian dari tanaman yang baru saja muncul dari perkembangan tanaman dan akan membetuk tunas yang terletak di atas permukaan tanah / medium sehingga dapat dipasangkan dengan daun muda sebagai calon bunga.

Contohnya: pisang, bambu, nanas dan lai sebagainya. B. Akar tinggal (Rhizoma) • Ilustrasi akar tempat tinggal • Ilustrasi akar tempat tinggal (rhizoma) • Akar tempat tinggal strain yang sepenuhnya terlokalisasi. Contohnya: Tanaman dengan akar kunyit, jahe, lengkuas, tebu, jahe. C.

Spora Spora adalah salah satu sel (bisa berupa sel haploid atau diploid) yang dapat dibungkus dari lapisan sel-sel yang tidak aktif dan hanya tumbuh di lingkungan dengan memenuhi persyaratan tertentu yang spesifik untuk setiap tanaman.

Misalnya: lumut, pakis. D. Umbi lapis Umbi lapis adalah salah satu jenis tanaman umbi yang terbentuk dari tumpukan (pangkal) daun yang tersusun sangat rapi dan tegas dalam roset. Misalnya: bawang merah, bawang putih dan bawang mombay. Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan. Stek daun Stek daun adalah salah satu cara untuk memperbanyak tanaman vegetatif buatan dengan menumbuhkan bagian dari daun pada tanaman yang akan menjadikan tanaman baru.

Contohnya: bebek kelapa, kaktus, Sri Fortune, Wijayakusuma, begonia, bahasa hukum / Sansevieria dan lidah buaya. Baca Juga: Fungsi Xilem 2. Perkembangbiakan Generatif Perkembangbiakan Generatif adalah salah satu jenis yang dapat melakukan perkembangbuakan tanaman berbunga dalam pemuliaan generasi bunga yang dimulai dengan penyerbukan.

Maka penyerbukan akan diikuti oleh pemupukan dan akan menghasilkan kandidat tanaman baru yang akan ditanam atau jatuh ke tanah dengan tumbuhan diantaranya. Berikut adalah janis perkembangbiakan generatif adalah: A. Mencangkok Mencangkok adalah salah satu metode yang dapat dilakukan pada tanaman dari berkambium (Dicot) dengan mempercepat proses pemuliaan dan memiliki sifat buah yang sama dengan induknya dan pohonnya tidak terlalu tinggi.

B. Menyambung Menyambung adalah salah satu jenis yang dapat menghubungkan dua tanaman yang terletak di bagian atas dengan tanaman yang lebih baik dan jenis yang sama harus dipilih dengan menggabungkan dua karakteristik tanaman yang berbeda. C. Menempel tunas ( okulasi ) Okulasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tanaman dengan menempelkan sepotong kulit pohon dengan pucuk dari batang atas ke sepotong kulit pohon sehingga dapat tumbuh bersama menjadi tanaman yang baru.

D. Stek Batang Stek natang adalah salah satau metode perbanyakan tanaman yang menggunakan bagian tubuh tumbuhan (akar, daun, batang). E. Merunduk Merunduk adalah salah satu metode dengan ditekuk ke bawah dan kemudian ditutup dengan tanah dan akan menumbuhkan akar yang kuat sehingga dapat dipotong secara terpisah.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup Janis Penyerbukan Pada Tanaman Penyerbukan juga dapat disebabkan dengan adanya pengaruh dari luar seperti angin, binatang, air dan manusia diantaranya adalah sebgai berikut. Angin (anemogami) → sebagai serbuk sari kering / ringan dan mahkota bunga kecil Hewan (zoidiogami) → sebagai serangga, burung, kelelawar dan akan menghasilkan madu atau bau Air (hidrogami) → sebagai tanaman yang pada habitatnya ada di dalam air Orang: tanaman vanili, salak Penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya.

Penyerbukan sendiri (autogami): serbuk sari yang jatuh di kepala putik Penyerbukan dalam (Geitonogamy): Pollen yang jatuh di kepala putik lain dengan membetuk bunga pada tanaman Penyerbukan silang (alogami): serbuk sari yang jatuh pada putik bunga lain dari berbagai tanaman dan akan membetuk tanaman sebagai jenis tanamannya Penyerbukan hibrid: serbuk sari yang jatuh di kepala piston dengan berbagai jenis / tipe.

Demikianlah pembahasan dari kami mengenai Perkembangbiakan Tumbuhan lengkap dengan teknik dan contohnya, semoga apa yang sudah kami sampaikan di atas dapat berguna dan bermanfaat, sekian dan terima kasih. Baca Juga: Tumbuhan Yang Hampir Punah Related posts: • Gangguan Pada Hati • Gangguan Pada Usus Besar • Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya Posted in Biologi Tagged alat perkembangbiakan tumbuhan, cara tumbuhan berkembang biak dan contohnya, contoh tumbuhan tunas, gambar perkembangbiakan tumbuhan, jenis perkembangbiakan hewan, keuntungan vegetatif buatan, manfaat perkembangbiakan generatif, perbedaan generatif dan vegetatif, perbedaan vegetatif dan generatif, perkembangbiakan generatif dan vegetatif, perkembangbiakan kbbi, perkembangbiakan tumbuhan angiospermae, perkembangbiakan tumbuhan generatif, perkembangbiakan tumbuhan ppt, perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif, perkembangbiakan vegetatif, tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih Tulisan Terbaru • Rumusan Dasar Negara yang Otentik Terdapat pada • Iklim Schmidt Ferguson • Iklim Koppen • Gangguan Pada Hati • Iklim Fisis • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial • Kesenjangan Sosial • Gangguan Pada Usus Besar • Iklim Oldeman • Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya • Perbedaan Etika dan Moral • Perbedaan Debit Dan Kredit • Perbedaan CV dan PT • Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya Cara Perkembangbiakan tumbuhan diperlukan untuk melestarikan jenis tumbuhan tersebut.

Tumbuhan di sekitar manusia banyak sekali jenisnya, mulai dari yang langka dan yang mudah ditemukan, mulai dari yang memiliki banyak manfaat dan yang memiliki sedikit manfaat. Perkembangbiakan yang dilakukan oleh tumbuhan maupun hewan memiliki satu tujuan yaitu melestarikan jenisnya. Perkembangbiakan tumbuhan tersebut bisa dilakukan secara kawin maupun tidak kawin. Perkembangbiakan yang dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri tanpa melibatkan bantuan manusia merupakan salah satu ciri makhluk hidup.

Jika makhluk hidup tidak bisa melestarikan jenisnya atau spesiesnya lama kelamaan spesies tersebut akan punah dan susah untuk ditemukan. Perkembangbiakan tumbuhan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara kawin maupun tidak kawin. Berikut ini berbagai macam perkembangbiakan tumbuhan yang harus diketahui oleh kita : 1.

Perkembangbiakan Tumbuhan Generatif Generatif merupakan cara perkembangbiakan tumbuhan yang bisa dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri dan dengan cara yang alami. Tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan secara generatif biasanya akan melakukan perkawinan pada bagian bagian bunga. Perkembangbiakan secara generatif harus melalui dua macam proses yaitu penyerbukan dan pembuahan.

Pada umumnya tumbuhan bisa melakukan proses tersebut. Berikut ini proses perkembangbiakan tumbuhan secara generatif : • Tahap pertama dalah tahap penyerbukan. Yang dimaksud dengan penyerbukan adalah saat serbuk sari terjatuh dari kepala putik. • Setelah penyerbukan terjadi, yang tejadi selanjutnya adalah serbuk sari yang terjatuh tersebut bisa menumbuhkan buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari itu akan berjalan menuju ke bakal biji. • Setelah buluh serbuk sari masuk ke bakal biji, sel kelamin jantan atau yang biasa disebut dengan spermatozoid akan masuk ke bakal biji.

Sel kelamin jantan tersebut bisa masuk bakal biji dikarenakan buluh serbuk sari tersebut. • Di dalam bakal biji tersebutlah akan terjadi pembuahan setelah penyerbukan. Pembuahan akan dilakukan dengan cara meleburnya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. • Pembuahan yang dilakukan tumbuhan tersebut menghasilkan zigot. perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan Zigot inilah yang nantinya menjadi tumbuhan baru hasil dari pembuahan induknya.

Awalnya zigot akan menjadi lembaga, setelah menjadi lembaga zigot akan berubah menjadi bakal biji. Dari bakal biji, berubah menjadi bakal buah. Setelah menjadi bakal buah akan berubah menjadi daging buah. 2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif bisa dilakukan dengan bantuan manusia maupun dengan cara alami.

Banyak manusia yang memiliki tumbuhan di halaman rumahnya memilih mengembangbiakkan tumbuhan yang dimilikinya dengan cara ini. Sayangnya tingkat keberhasilan dari perkembangbiakan dengan cara ini tergantung dengan cara manusia itu sendiri.

Jika dia benar dalam melakukan langkah-langkah perkembangbiakan tersebut, tingkat keberhasilannya pengelompokan tumbuhan tergolong tinggi. Selain itu yang mendukung tingkat keberhasilan dari perkembangbiakan tersebut adalah jenis dari tumbuhan yang dikembangbiakkan. Setiap tumbuhan memiliki cara perkembangbiakan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif : • Perkembangbiakan dengan cara tidak kawin atau vegetatif bisa dilakukan oleh tumbuhan tanpa melibatkan sel kelamin jantan dan juga sel telur.

Peleburan sel kelamin jantan dan juga sel telur tidak diperlukan ketika mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara ini. • Perkembangbiakkan tumbuhan secara vegetatif akan memiliki sifat sama dengan induk tumbuhan tersebut. • Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif bisa melibatkan bantuan tangan manusia atau alami dimana bisa dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri. • Jenis perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif lebih banyak diketahui oleh masyarakat dibandingkan dengan cara generatif.

Secara Generatif Cara Perkembangbiakan tumbuhan secara kawin terdiri dari berbagai macam jenis. Sayangnya jenis perkembangbiakan secara generatif kurang diketahui masyarakat. Yang banyak diketahui oleh masyarakat adalah perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif. Berikut ini adalah berbagai macam jenis perkembangbiakan tumbuhan secara generatif : 1.

Konjugasi – Konjugasi merupakan perkembangbiakan tumbuhan dengan cara kawin yang tidak diketahui alat kelaminnya. Hal itu ada pada tumbuhan dengan jenis ganggang hijau. 2. Isogami – Perkembangbiakan jenis ini termasuk dalam perkembaangbiakan tumbuhan dengan jenis generatif. Hal itu dikarenakan pada perkembangbiakann isogami akan melibatkan 2 perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan gamet dengan kelamin yang sama besar.

Isogami banyak dilakukan oleh tumbuhan ganggang biru. 3. Anisogami – Anisogami masuk ke dalam perkembangbiakan tumbuhan secara generatif dikarenakan melibatkan peleburan 2 sel kelamin jantan dan juga betina. Sel tersebut ukurannya tidak sama besar. Anisogami terjadi pada tumbuhan ulva atau ganggang yang berbentuk seperti lembaran. 4. Penyerbukan Dan Pembuahan – Jenis perkembangbiakan tumbuhan jenis ini merupakan perkembangbiakam yang paling banyak dilakukan oleh tumbuhan.

Tumbuhan yang biasanya menggunakan perkembangbiakan dengan jenis ini adalah tumbuhan yang berbunga dan juga tumbuhan yang berbiji. Tumbuhan ini memiliki alat kelamin untuk sel jantan dan juga sel betina. Sel jantan akan memiliki alat kelamin berupa benang sari dan alat kelamin pada betina disebut dengan putik.

(baca : fungsi benang sari pada tumbuhan) 5. Anemogami – Perkembangbiakan tumbuhan anemogami akan dibantu dengan angin. Sifat dari perkembangbiakan ini adalah memiliki serbuk sari yang kering dan juga memiliki mahkota bunga yang kecil. Penyerbukan ini sering terjadi pada tumbuhan jagung dan juga rumput-rumputan. 6. Zoidogami – Penyerbukan zoidogami merupakan perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan dan membutuhkan bantuan dari luar.

Bantuan dari luar itu dibantu oleh hewan. Hewan yang bisa membantu penyerbukan tumbuhan adalah serangga, burung dan juga kelelawar. Perkembangbiakan ini akan menghasilkan madu dan mengeluarkan aroma bunga.

Perkembangbiakan yang melibatkan hewan ini terjadi pada bunga aster dan juga bunga kamboja. 7. Hidrogami – Perkembangbiakan ini membutuhkan bantuan dari luar seperti air. Tumbuhan yang membutuhkan bantuan air untuk perkembangbiakan adalah tumbuhan yang tempat hidupnya ada di air itu sendiri. Tumbuhan itu adalah tumbuhan hydrilla. Ada beberapa hormon yang akan semakin mempercepat proses pertumbuhan yaitu : • fungsi hormon auksin • fungsi hormon giberelin • fungsi hormon asam absisat • fungsi hormon etilen Jenis Perkembangbiakan Tumbuhan Generatif Berdasarkan Sebuk Sarinya Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif terbagi berbagai macam berdasarkan dengan serbuk sarinya.

Berdasarkan asal serbuk sarinya, perkembangbiakan tumbuhan dibagi menjadi 4 macam yaitu adalah sebagai berikut ini : • Autogami – Perkembangbiakan ini dilakukan sendiri oleh tumbuhan tersebut tanpa melibatkan bantuan dari pihak lain. Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan itu akan memiliki serbuk sari yang jatuh ke kepala putik milik bunga itu sendiri.

• Geitonogami – Penyerbukan satu ini akan melibatkan tetangga, maksudnya tetagga adalah tumbuhan yang berada di dekatnya. Penyerbukan tetangga bisa terjadi ketika serbuk sari dalam tumbuhan tersebut jatuh ke kepala putik bunga atau tumbuhan lain dan bunga itu masih tergolong dalam satu tumbuhan. • Penyerbukan Silang – Penyerbukan silang disebut dengan alogami dimana serbuk sari tersebut jatuh ke kepala putik milik bunga lain yang berbeda tumbuhan. Meski bunganya lain, namun tumbuhan tersebut memiliki jenis yang sama.

• Bastar – Penyerbukan bastar atau hybrid akan melibatkan bunga di tumbuhan yang memiliki jenis yang berbeda. Serbuk sari tersebut akan jatuh di kepala putik yang ada di bunga lain dan ditumbuhan lain yang berbeda jenis. Secara Vegetatif Perkembangbiakan dengan cara tidak kawin memiliki berbagai jenis atau berbagai macam perkembangbiakan. Seperti jenisnya, perkembangbiakan tersebut tanpa harus melibatkan sel kelamin jantan maupun dengan sel kelamin betina.

Berikut ini adalah berbagai jenis perkembangbiakan tumbuhan dengan cara tidak kawin yang harus diketahui : 1. Tunas – Perkembangbiakan dengan cara tidak kawin yang pertama adalah dengan jenis tunas.

Mengembang biakkan tumbuhan dengan cara tunas ada tiga macam yaitu sebagai berikut ini : • Tunas batang. Seperti namanya, untuk mengembangbiakkan tumbuhan tersebut dengan cara mengambil tunas di bagian batangnya kemudian ditanam. Tumbuhan yang bisa dikembangbiakkan dengan cara tunas batang adalah tumbuhan bambu, pisang dan juga aglaonema.

• Tunas akar. Seperti dengan namanya, bagian yang bisa dimanfaatkan untuk perkembangbiakan adalah bagian tunas akarnya. Tumbuhan yang bisa dikembangbiakkan dengan cara ini adalah tumbuhan sukun, cemara dan juga pohon kesemek. • Tunas daun. Tumbuhan yang bisa dikembangbiakkan dengan tunas di bagian daun adalah tumbuhan cocor bebek.

Tumbuhan cocor bebek bisa diperbanyak jenisnya dengan menanam tunas yang tumbuh di bagian daun tersebut. (baca : fungsi daun pada tumbuhan) 2. Umbi – Perkembangbiakkan tanaman atau tumbuhan secara vegetatif yang kedua adalah berkembangbiak dengan cara umbi. Umbi-umbian yang ada di Indonesia banyak sekali jenisnya. Umbi selain bisa digunakan sebagai tempat cadangan makanan, umbi juga bisa digunakan untuk media perkembangbiakan.

Berikut ini cara perkembangbiakan tumbuhan dengan umbi yang harus diketahui : • Umbi batang. Umbi batang merupakan tumbuhan yang menyimpan cadangan makanannya di bagian batang.

Umbi batang memiliki ciri berupa mata tunas di berbagai bagian. Sehingga tidak mengherankan jika umbi tersebut bisa menghasilkan lebih dari satu individu atau lebih dari satu tumbuhan baru. Tumbuhan yang berkembangiak dengan cara umbi batang adalah tanaman kentang dan juga tanaman ubi jalar.

• Umbi akar. Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara umbi akar memiliki ciri berupa tidak adanya mata tunas di umbi tersebut. Jika muncul tunas baru, tunas baru tersebut hanya akan berjumlah satu macam saja dan pada satu tempat. Umbi akar akan muncul di bagian pangkal umbi sehingga mata tunas itu akan melekat pada batang umbi. Tumbuhan yang akan berkembangbiak dengan cara ini adalah pohon bunga dahlia.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

• Umbi lapis. Perkembangbiakan dengan cara umbi lapis biasa digunakan pada tanaman bawang merah dan juga tumbuhan bakung. Kita bisa lihat bahwa tanaman tersebut memiliki bagian yang berlapis-lapis. Dalam perkembangbiakan tanaman ini, biasanya akan muncul lapisan-lapisan yang berbentuk cakram. Bagian cakram inilah yang nantinya membentuk individu baru atau yang menjadi keturunan dari tumbuhan tersebut. 3. Geragih – Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara geragih adalah perkembangbiakan dengan cara tidak kawin yang melibatkan campur tangan manusia.

Geragih bisa dilakukan dengan cara melakukan modifikasi pada batang tumbuhan yang menjalar di atas lapisan tanah. Lapisan tanah yang diberikan batang tumbuhan yang menjalar tersebut nantinya bisa membentuk individu-individu baru hasil keturunan dari tumbuhan tersebut. Tumbuhan yang cocok dikembangbiakkan dengan cara geragih adalah tumbuhan strawberry dan juga tumbuhan pegagan. 4. Rimpang – Tumbuhan yang bisa dikembangbiakkan dengan cara rimpang adalah jahe, lengkuas, sansiveira dan masih banyak lagi lainnya.

5. Spora – Spora merupakan tumbuhan inti sel yang bisa berubah fungsi sebagai alat perkembangbiakan. Spora bentuknya sangat kecil, karena sangat kecil untuk melihatnya dibutuhkan bantuan alat khusus seperti mikroskop. Spora tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Spora memiliki kelemahan dimana tumbuhan spora tidak bisa membuat makanannya sendiri. Spora ada pada jenis jenis tanaman paku, tumbuhan jamur, dan juga tumbuhan lumut.

6. Cangkok – Perkembangbiakan dengan cara cangkok adalah perkembangbiakan dengan cara tidak kawin yang membutuhkan bantuan tangan manusia. Cangkok merupakan perkembangbiakan tanpa kawin dengan cara menumbuhkan akar dari batang tanaman yang dicangkok. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan berhubungan dengan teknik pencangkokan: • Tanaman yang dicangkok tersebut haruslah tanaman yang tumbuh di atas tanah. Batang yang telah dicangkok tersebut haruslah pohon yang memiliki zat kayu atau kambium.

• Zat kayu atau kambium itu bisa memudahkan proses pertumbuhan individu baru. Tanaman yang tidak ada kambiumnya tidak akan bisa dicangkok sebab batangnya tidak bisa untuk menumbuhkan individu baru. • Metode perkembangbiakan dengan cara cangkok adalah metode yang paling banyak dilakukan oleh pebisnis di bidang tanaman atau tumbuhan. Hal itu dikarenakan proses pencagkokan sangat mudah, selain itu individu yang dihasilkan pun akan cepat dan mirip dengan indukannya.

• Individu yang muncul dari tumbuhan cangkok bisa cepat berbuah dan juga cepat besar. Selain berkambium, tumbuhan yang bisa dicangkok adalah tumbuhan dengan biji dikotil. • Tumbuhan yang sering dicangkok adalah tumbuhan rambutan, jeruk, jambu, mangga dan tumbuhan dikotil lainnya. 7. Stek – Perkembangbiakan dengan cara tidak kawin lainnya yang bisa anda lakukan adalah dengan cara stek.

Stek adalah perkembangbiakan dengan cara pemotongan dan memisahkan beberapa bagian tanaman atau tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dipisahkan tersebut adalah bagian akar, batang, tunas dan juga daun. Tujuan pemisahan dan pemotongan bagian-bagian tumbuhan tersebut adalah agar bagian-bagian itu bisa menghasilkan tanaman atau individu baru.

Tumbuhan yang bisa dilakukan dengan cara stek adalah tumbuhan dengan jenis dikotil. Tumbuhan monokotil jarang berhasil jika dilakukan penyetekan. (baca : struktur batang dikotil dan monokotil) Berikut ini keunggulan stek yang dilakukan pada tumbuhan : • Teknis stek sangat mudah dibandingkan dengan cangkok.

• Stek bisa menghasilkan jumlah individu baru yang banyak, hasilnya lebih banyak dibandingkan dengan cara cangkok. • Individu baru bisa dihasilkan lebih banyak meski bahan yang dijadikan penyetekan sedikit. • Stek bisa menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan indukannya. Misalnya saja pohon buah mangga yang dilakukan penyetekan memiliki rasa yang manis, individu baru yang muncul itu akan memiliki sifat sama dengan indukannya berupa rasa buah yang manis.

• Tumbuhan yang distek bisa diberikan zat pengatur tumbuh atau ZPTzat itu bisa berguna untuk mempercepat pertumbuhan akar di tumbuhan yang di stek. 8. Okulasi – Perkembangbiakan tumbuhan yang membutuhkan bantuan tagan manusia adalah okulasi atau penempelan.

Okulasi adalah cara perkembangbiakan tmbuhan dengan cara menempelkan tunas yang muncul dari suatu tanaman ke tanaman lain. Penempelan itu bisa dilakukan pada dua tanaman yang memiliki jenis yang sama namun memiliki sifat yang berbeda. Contohnya saja adalah mangga manalagi yang ditempelkan pada pohon mangga arum manis.

Hasil dari okulasi itu adalah pohon mangga arum manis nantinya bisa berbuah mangga manalagi sebab telah ditempeli tunas dari pohon mangga manalagi. 9. Mengenten – Mengenten disebut juga dengan menyambung. Mengenten adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara tidak kawin yang bisa dilakukan oleh manusia dengan cara menggabungkan batang bawah dan juga batang atas dua tanaman dengan jenis yang sama atau masih dalam satu rumpun yang sama.

Penyambungan kedua batang tersebut nantinya bisa menghasilkan individu baru. Penyambungan dengan cara enten bisa dilakukan pada tumbuhan berikut ini ; • Tumbuhan durian yang disambungkan dengan pohon lai. Tujuan penyambungan tersebut adalah agar pohon durian itu cepat tumbuh, cepat berbuah dan juga segera memiliki tunas baru sehingga perlu disambungkan dengan pohon lai.

• Penyambungan bisa dilakukan pada tanaman buah mangga yang memiliki akar kuat namun memiliki buah dengan rasa asam, kemudian disambungkan dengan tanaman mangga yang kedua dimana tanaman mangga yang kedua itu memiliki buah yang sangat manis namun akarnya sangat rapuh.Oleh sebab itu agar diperoleh tumbuhan yang memiliki akar kuat namun rasanya manis, kedua jenis tumbuhan mangga tesebut harus dilakukan penyambungan.

Caranya adalah dengan bagian batang bawah mangga yang memiliki akar kuat disambungkan dengan bagian batang atas tanaman mangga yang memiliki buah manis. Penyambungan itu jika berhasil akan menghasilkan pohon mangga dengan akar kuat namun buahnya manis. 10. Merunduk – Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara tidak kawin yang terakhir adalah dengan cara merunduk.

Perkembangbiakan dengan cara ini bisa dilakukan dengan cara merundukkan batang atau cabang tanaman tersebut ke tanah sehingga dari batang atau cabang yang telah dirundukkan iu muncul individu baru atau tanaman baru.

Tidak semua tumbuhan bisa dikembangbiakkan dengan cara ini. Tumbuhan yang bisa dikembangbiakkan dengan cara ini adalah tumbuhan sirih, strawberry, alamanda, anyelir, selada air, anggur dan juga apel. Cara Dan Proses Perkembangbiakan Dengan Cara Vegetatif Berikut ini adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan dan cara mengembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif : a.

Tunas – Cara mengembangbiakkan dengan tunas tergolong mudah yaitu dengan menanam bagian tunas yang bisa dikembangbiakkan. Tunas yang ditanam di atas pot kemudian bisa dipindahkan di atas tanah adalah tunas di bagian daun, di bagian akar dan juga di bagian batang. b. Umbi – Cara mengembangbiakkan dengan cara umbi tergolong mudah, anda bisa mengambil bagian umbi yang bisa ditanam seperti bagian akar, bagian batang dan juga bagian umbi lapisnya kemudian ditanam.

Dari umbi tersebut akan muncul individu baru. c. Geragih – Cara mengembangbiakkan dengan cara geragih sangat mudah yaitu dengan merundukkan batang tumbuhan yang menjalar. Misalnya saja adalah pohon strawberry, batang strawberry yang menjalar tersebut dimodifikasi atau dirundukkan kemudian dari batang itu bisa muncul individu yang baru. d. Rimpang – Cara perkembangbiakkan dengan cara rimpang adalah dengan melakukan perubahan pada batang tumbuhan yang menjalar di bawah permukaan tanah.

Tanda keberhasilan dari mengembangbiakkan dengan cara ini adalah akan muncul ruas-ruas di tumbuhan tersebut dimana ruas itu lama kelamaan akan membentuk individu baru. Jika ruas tidak muncul bisa dipastikan bahwa perkembangbiakan tumbuhan itu gagal sebab jika ruas tidak muncul individu baru pun juga tidak akan muncul. e. Spora – Perkembangbiakan dengan cara spora tergolong unik dan tidak semua orang bisa melakukannya.

Cara perkembangbiakan dengan cara spora adalah sebagai berikut. Menyiapkan butiran-butiran spora yang akan dibudidayakan atau dikembangbiakkan.

Menyiapkan petakan berupa kolam yang nantinya akan digunakan sebagai lahan tanam. Taburkan bubuk atau butiran spora pada permukaan kolam tersebut.

Butiran spora yang ditaburkan nantinya akan mengeluarkan kecambah di atas permukaan air atau permukaan kolam. f. Cangkok- Mengembangbiakkan dengan cara cangkok banyak diketahui oleh masyarakat sebab banyak masyarakat yang melakukan cara ini untuk memperbanyak tumbuhan yang dimilikinya. Cara mencangkok adalah sebagai berikut ini: • Pilih pohon yang tepat, pastikan jika pohon tersebut memiliki kambium dan termasuk dalam tumbuhan dikotil.

• Pilih ranting atau cabang yang tidak rapuh, tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Pilih cabang atau ranting dengan umur yang sedang. • Kuliti bagian cabang yang ingin dicangkok hingga bersih. Bersihkan kulit tipis yang ada di batang kayu tersebut. Usahakan ketika akan menguliti ranting atau cabang tersebut perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan terlalu panjang atau pendek ukurannya.

Ukuran yang bisa anda gunakan sekitar 5 sampai dengan 10 cm. • Kerat bagian kambiumnya sampai bersih kemudian bisa di angin-anginkan. • Tutup bagian kambiun yang telah dikuliti itu menggunakan tanah, lapisi tanah tersebut menggunakan plastik sehingga plastik menutupi seluruh bagian tanah di bagian ranting tersebut.

Selain plastik, anda juga bisa menggunakan sabut kelapa untuk membungkus bagian cabang atau ranting yang ditutupi dengan tanah tersebut.

• Ikat kedua ujung plastik atau sabut itu. Mengikatnya bisa seperti bungkus permen. Hal yang harus diperhatikan jika anda membungkusnya menggunakan plastik adalah anda harus melubangi plastik itu terlebih dahulu. Lubang pada plastik itu berguna untuk udara dan cahaya bisa masuk ke dalam plastik tersebut.

• Agar individu baru bisa muncul di cabang tersebut, anda bisa menjaga kelembabannya dan kesuburannya dengan menyiraminya setiap hari. • Cangkok akan dikatakan berhasil jika di cabang yang telah di cangkok tersebut muncul banyak akar. • Jika akar telah tumbuh banyak di cabang tersebut barulah anda bisa memotong cabang atau ranting tersebut. Kemudian anda bisa menanamnya di atas pot terlebih dahulu. Jangan langsung menaruhnya di atas tanah. Barulah ketika tanaman itu dipastikan tumbuh dengan baik, anda bisa memindahkannya ke atas tanah secara langsung.

g. Stek – Berikut ini adalah cara dan proses penyetekan yang harus kita ketahui: • Siapkan tanah gembur di dalam pot. • Potong tangkai tumbuhan yang akan di stek sepanjang 4-6 cm.

• Pada batang yang dilakukan penyetekan akan muncul tunas dan daun baru. Hal itu juga berlaku bagi penyetekan bagian daun tumbuhan dan bagian tumbuhan lain yang bisa di stek. h. Enten Dan Okulasi – Penyambungan dengan cara mengenten dan okulasi jarang dilakukan oleh masyarakat dikarenakan tingkat kegagalannya yang tinggi. Berikut ini adalah cara enten dan okulasi yang bisa anda coba di rumah : • Pilih dua jenis tanaman yang sama dengan sifat sama maupun berbeda.

• Potong bagian batang bawah tanaman dengan jenis A. • Setelah itu potong bagian atas tanaman dengan jenis B. • Sambungkan bagian atas tanaman B ke bagian batang bawah tanaman A. • Hasil dari enten tersebut adalah akan menghasilkan buah dengan jenis A dan B. i. Merunduk – Cara perkembangbiakan dengan cara merunduk adalah sebagai berikut ini: • Memilih batang tanaman yang sudah berumur tua, kuat dan juga panjang.

• Mengerat bagian batang seperti dengan teknik cangkok. • Membengkokkan batang tanaman pada bagian tengahnya. • Menahan batang tanaman itu dengan cara menguburnya dan menyentuhkan di atas permukaan tanah. Menahannya juga bisa dengan cara memberikan pemberat di atasnya. • Biarkan selama berhari-hari dan sirami batang yang dibengkokkan ke atas tanah itu.

• Jika akar muncul, pisahkan tanaman baru tersebit dari induknya dengan cara memotongnya. • Tanam di media tanam. Kelebihan Dan Kekurangan Perkembangbiakan Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan Secara Generatif dan Vegetatif Untuk pertumbuhan perkembangbiakan tumbuhan secara sempurna, maka ada salah satu kelebihan dan kekurangan pada perkembangbiakan secara generatif dan vegetatif yang akan dijelaskan pada pembahasan ini mengenai kelebihan dan kekurangan perkembangbiakan tumbuhan secara generatif dan vegetatif.

Berikut adalah penjelasannya : 1.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Secara generatif Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari perkembangbiakan secara generatif yang harus kita ketahui ; 1. Memiliki Akar Yang Kuat – Kelebihan perkembangbiakan dengan cara generatif yang dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri adalah tumbuhan itu akan lebih memiliki akar yang kuat dan juga rimbun.

2. Menyimpang Dari Pohon Induk – Kekurangan dari perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara kawin atau generatif adalah kebanyakan tanaman akan menyimpang dari pohon induknya, oleh sebab itu kegagalan perkembangbiakan lebih sering terjadi dengan cara ini.

3. Dijadikan Sebagai Konservasi – Kelebihan dari cara generatif adalah tanaman perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan dikembangbiakan dengan cara generatif cocok dijadikan sebagai tanaman atau tumbuhan di lahan konservasi. Hal itu dikarenakan perkembangbiakan dengan cara generatif cocok dilakuakn di lahan-lahan tanah yang telah kritis. 2. Secara vegetatif Perkembangbiakan dengan cara vegetatif memiliki keuntungan dan juga kerugian.

Berikut ini adalah keuntungan dan kerugian perkembangbiakan dengan cara vegetatif yang harus diketahui: 1. Memiliki Sifat Yang Sama – Karena banyak melibatkan tangan manusia, perkembangbiakan ini memiliki kelebihan berupa individu yang dihasilkan akan memiliki sifat yang sama dengan indukannya. Hal itu dikarenakan individu yang baru banyak yang masih melekat pada indukannya sehingga memiliki sifat yang sama persis.

2. Cepat Tumbuh – Tangan manusia yang membuat perkembangbiakan dengan cara ini membuat individu cepat tumbuh. 3. Mudah Roboh – Kerugian dari perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif adalah memiliki akar yang tidak kokoh. Berbeda halnya dengan cara generatif yang memiliki akar kokoh. Hal itu dikarenakan tumbuhan yang dikembangbiakan dengan cara vegetatif akan memiliki akatr serabut. Baca juga artikel biologi lainnya : • metagenesis tumbuhan lumut • metagenesis tumbuhan paku • jaringan xilem dan floem • fungsi dinding sel pada tumbuhan • tumbuhan kingdom monera • jenis hormon pada tumbuhan • fungsi stomata pada daun • jaringan parenkim pada tumbuhan • jaringan meristem pada tumbuhan • fungsi asam traumalin • fungsi plastida pada tumbuhan • daur hidup semangka • fungsi cahaya matahari • fungsi hormon sitokinin
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah terjadinya tumbuhan baru yang didahului dengan penyerbukan.

Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik yang mengandung sel kelamin betina. Alat-alat perkembangbiakan generatif tumbuhan terdapat pada bunga.

Bentuk dan susunan bunga setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Namun, secara umum bagian-bagian bunga yang lengkap dapat kamu lihat pada gambar berikut. Alat perkembangiakan tumbuhan adalah benang sari dan putik. Benang sari merupakan alat kelamin jantan dan putik merupakan alat kelamin betina. Benang sari terdiri dari tangkai sari dan kepala sari. Pada kepala sari yang cukup tua terdapat kotak sari yang berisi serbuk sari. Di dalam setiap serbuk sari terdapat sel kelamin jantan atau spermatozoid.

Putik terdiri kepala putik, tangkai putik,dan bakal buah.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Di dalam bakal buah terdapat satu atau lebih bakal biji. Di dalam setiap bakal biji terdapat kantung lembaga yang mengandung beberapa inti. Salah satu inti itu merupakan sel kelamin betina atau sel telur (ovum). Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.

Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ruang bakal biji. Kemudian sel kelamin jantan atau spermatozoid masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan sel kelamin atau spermatozoid dengan sel kelamin betina atau sel telur.

Hasil dari pembuahan adalah zigot. Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah berkembang menjadi daging buah. Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon tumbuhan baru. Tumbuhan akan tumbuh jika biji itu ditanam atau berada pada lingkungan yang cocok. Pernahkah kalian melihat pohon pisang tumbuh membentuk rumpun atau kumpulan pohon pisang di sekitarnya? Atau mungkin kalian pernah memperhatikan tumbuhan cocor yang memiliki tunas di ujung daunnya.

Contoh-contoh di atas merupakan cara perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dikelompokkan menjadi perkembangbiakan vegetatif alami dan vegetatif buatan. Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada bagian atas umbi lapis tumbuh daun, sedangkan pada bagian bawah umbi lapis terdiri dari cakram dan akar serabut.

Contoh tumbuhan yang memiliki umbi lapis, antara lain bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip. Perkembagbiakan umbi lapis dimulai dengan tumbuhnya suing pada tunas ketiak yang paling luar.

Pada awal pertumbuhannya, suing mengambil perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan dari induknya. Jika siung itu telah berdaun dan berakar, siung itu dapat membuat makanannya sediri dengan melakukan fotosintesis. Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas.

Tunas tersebut merupakan tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi akar, antara lain dahlia, wortel, lobak, dan singkong. Pada singkong umbi akarnya tidak dapat untuk berkembang biak, karena tidak ada pangkal batangnya. Sedangkan umbi akar pada dahlia dan wortel dapat untuk berkembang biak karena ada tunas pada pangkal batangnya. Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan tanah. Tumbuhan baru dimulai dengan kuncup ujung yang menyentuh tanah, kemudian membelok ke atas.

Pada bagian yang menyentuh tanah akan tumbuh tunas yang berakar dan berdaun. Tunas-tunas itu tumbuh menjalar dan tidak tergantung lagi pada induknya, tetapi masih tetap berhubungan. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara geragih adalah antanan, arbei, rumput teki, dan strowberi.

Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya sehingga terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak tergantung pada induknya.

Walaupun induknya ditebang, tunas ini akan tumbuh terus. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, antara lain pisang, bambu, dan Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul. Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk induk dipotong.

Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya. Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetative buatan.
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied. The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: oZEM0kl4xXvz50F5RTW0Znh5i2D7WEbbJTE3g6O8jlMiSsSMg5BAAg==Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan – perkembangbiakan vegetatif buatan ialah cara perkembangbiakan tumbuhan yang tidak melalui proses penyerbukan dengan bantuan maupun adanya campur tangan manusia. Tumbuhan yang dikembangbiakkan melalui vegetatif buatan adalah tumbuhan yang dapat memberikan manfaat untuk manusia, baik secara sosial ataupun ekonomi.

Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan ini akan di jelaskan mengenai perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan. Sejumlah tumbuhan ada yang bisa dilakukan melalui cara perkembangbiakan vegetatif buatan, misalnya seperti pada tumbuhan mangga yang bisa melalui cara mencangkok, menyambung maupun okulasi. Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan 1.

Mencangkok Mencangkok ialah cara perkembangbiakan dengan melakukan pengupasan pada kulit batang dan membungkusnya menggunakan tanah supaya didalam bagian tersebut dapat tumbuh akar. Supaya bisa mendapatkan hasil, maka tumbuhan yang akan dilakukan pencangkokan tersebut harus mempunyai batang kayu, misalnya seperti mangga, nangka, rambutan.

Tidak bisa dilakukan pada pohon bamboo ataupun pada pohon pisang. Kelebihan dari adanya perkembangbiakan dengan melalui mencangkok adalah kemampuan untuk berbuahnya dapat lebih cepat dan mempunyai sifat yang sama dengan induk tumbuhan. Sementara kekurangan dari adanya perkembangbiakan melalui cangkok ini adalah akar tanaman menjadi kurang kuar serta umurnya jauh lebih pendek. Berikut langkah – langkah mencangkok : • Silahkan memilih salah satu diantara dahan yang ukurannya sedang, jangan terlalu muda dan jangan terlalu besar • Kupaslah dahannya sepanjang 15 – 20 cm hingga terlihat di bagian putihnya dengan menyeluruh • Secukupnya berikan dahan dengan lapisan tanah yang berhumus • Dahan yang sudah terlapisi dengan tanah berhumus tadi dibungkus menggunakan plastic maupun sabut kelapa agar tanah tidak terlepas pada dahan • Jika sesudah 10 hingga 20 hari daun dari dahan tadi tidak layu serta nampak tumbuh akar yang cukup, maka dahan tadi sudah bisa dipotong • Kemudian tanamlah dahan tadi pada pot maupun di tanah Baca Juga : Perkembangbiakan Alami Vegetatif Tumbuhan : Pengertian dan Contohnya Terlengkap 2.

Stek Stek merupakan cara perkembangbiakan vegetatif buatan dengan melakukan pemotongan di bagian tumbuhan lalu menanamnya langsung ke tanah. Supaya bisa tumbuh jadi tumbuhan yang baru, maka di bagian tumbuhan yang di stek tersebut harus mempunyai mata tunas serta tanamlah pada tanah yang humusnya dengan memperoleh suplay air serta nutrisi yang memadai. Biasanya tanaman yang di stek antara lain adalah mawar dan singkong.

Kelebihan dari cara stek ini ialah bisa cepat menghasilkan tumbuhan baru, sementara kelemahannya ialah kemungkinan untuk gagal maupun tumbuhan mati lumayan besar. Berikut langkah – langkah stek batang : • Potonglah di bagian batang maupun dahan yang ingin kalian jadikan tanaman baru • Lalu tanamlah dahan yang sudah di potong tersebut kedalam pot maupun tanah yang subur • Secara berkala sirami tanaman dan jangan memberikan terlalu banyak air, hanya 1 kali saja di waktu pagi hari • Tempatkan tanaman yang baru tersebut di tempat yang tidak terlalu mendapatkan paparan sinar matahari 3.

Menyambung Menyambung ialah cara perkembangbiakan vegetative buatan pada tanaman dengan cara menggabungkan dua batang tanaman yang sama/ sejenis. Penyambungan tersebut dilakukan tujuannya adalah untuk menghasilkan karakteristik/ sifat – sifat yang unggul pada kedua jenis tanaman. Seperti di bagian batang bawah guna mendapatkan akar serta batang yang kokok, sementara di sambungannya batang bagian atas guna mendapatkan hasil buah yang manis serta lebat.

Perkembangbiakan melalui cara menyambung ini secara umum dilakukan pada pohon rambutan, pohon melinjo, dan pohon mangga. Berikut langkah – langkah menyambung batang : • Silahkan kalian persipakan pisau yang bersih dan juga steril guna menyurangi infeksi di bagian batang tumbuhan yang akan dilakukan penyambungan • Sisakan sedikit saja daun di bagian batang atas pohon yang nantinya kan kalian sambung guna mengurangi proses dari penguapan • Potonglah di bagian batang atas dengan membentuk V serta belah batang bagian bawah berukuran kurang lebih 5 sampai 10 cm • Silahkan kalian sambungkan batang bagian atas menggunakan batang bagian bawah dengan posisi yang kuat serta pas • Ikat menggunakan tali maupun plastic supaya posisi sambungan tadi tidak berubah, sebab jika berubah dan bergerak – gerak maka selama proses penyambungan tersebut akan menjadi gagal • Kemudian tunggulah perkembangannya kurang lebih selama 2 hingga 4 minggu Baca Juga : Gutasi : Pengertian, Proses, Fungsi, Perbedaan dan Faktor Penyebabnya Terlengkap 4.

Okulasi Okulasi ialah cara perkembangbiakan vegetative buatan pada tumbuhan melalui cara menempelkan tunas baru di bagian batang lain tumbuhan dengan masih sejenis.

Tujuan dari okulasi ini sama dengan menyambung, yakni untuk mendapatkan sifat – sifat yang unggul dari kedua buah tumbuhan tersebut. Berikut langkah – langkah okulasi : • Siapkanlah mata tunas pada tumbuhan yang akan dilakukan penempelan di tumbuhan baru • Lalu iris batang tumbuhan yang akan jadi induk dan sesuaikan ukurannya dengan mata tunas • Ikatlah dengan plastic atau tali secara kencang supaya tidak berpindah posisinya 5. Merunduk Merunduk ialah cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan melalui membenamkan pada bagian batang tumbuhannya ke dalam tanah serta mempertahankan posisi tersebut hingga tumbuhlah akar di bagian batang tumbuhan tadi.

Untuk bisa melaksanakan perkembangbiakan tersebut, maka tumbuhan yang akan dikembangbiakan perlu memiliki batang yang mudah diatur serta lentur, misalnya sepeti batang arbei dan strawberry. Berikut langkah – langkah merunduk : • Silahkan kalian siapkan batang tumbuhan mudah diatur serta ditempelkan di permukaa tanah • Taruhlah diatas tanah dengan penjepit maupun meletakkan dengan batu diatasnya supaya tidak berpindah tempat • Lalu tunggu 1 sampai 2 minggu hingga memiliki akar yang cukup • Potonglah tumbuhan utamanya serta tumbuhan baru agar bisa hidup mandiri Demikianlah pembahasan tentang perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan.

Jadi, untuk perkembangbiakan buatan ini terdapat 5 cara yang dilakukan, diantaranya mencangkok, stek, menyambung, okulasi, dan merunduk. Semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk berbagai kalangan yang sedang mencarai perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan referensi dari perkembangbiakan vegetatif buatan ini.

Baca Juga : • Peluang Matematika : Pengertian, Rumus dan Contoh Soalnya Terlengkap • Modus Matematika : Rumus dan Contoh Soal Terlengkap Share this: • • • • • Posted in IPA Tagged 10 contoh tumbuhan vegetatif, contoh tumbuhan vegetatif dan generatif, perkembangbiakan vegetatif alami, Perkembangbiakan Vegetatif Buatan, Perkembangbiakan Vegetatif Buatan dan contohnya, perkembangbiakan vegetatif buatan dapat dilakukan dengan, perkembangbiakan vegetatif buatan dapat dilakukan dengan brainly, Perkembangbiakan Vegetatif Buatan menyambung, Perkembangbiakan Vegetatif Buatan merunduk, Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Pada Tumbuhan, Perkembangbiakan Vegetatif Buatan stek, sebutkan cara perkembangbiakan vegetatif buatan Post navigation Recent Posts • Cara Membuat Jaring-jaring Prisma dan Limas Segitiga, Segi Empat dan Segi Lima Beserta Contohnya • Suhu dan Kalor : Pengertian, Rumus dan daftar kalor jenisnya Lengkap • Pengertian Himpunan Bagian dan Contoh Soalnya “Paling Lengkap” • Pengertian Norma Sosial dan Contohnya “Paling Lengkap” • Rumus Lengkap Pertumbuhan Penduduk (Alami, Migrasi, Total)
Perkembangbiakan Tumbuhan : Berbagai Jenis (Lengkap) - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup • Reproduksi aseksual adalah perkembangbiakan tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi.

Perkembangbiakan aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 109). • Sementara itu, reproduksi seksual adalah perkembangbiakan yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina atau sel telur (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

109). Seperti yang telah kita ketahui, tumbuhan merupakan salah satu wujud dari makhluk hidup yang sangat beragam hingga harus diklasifikasikan agar lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari.

Sama seperti jenis makhluk hidup yang lain, tumbuhan juga terbagi menjadi banyak jenis dan kelompok. Oleh karena perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan, beragam tumbuhan juga memiliki berbagai macam cara perkembangbiakan yang berbeda.

Kita dapat mempelajari berbagai cara perkembangbiakan tumbuhan melalui pembagian kelompok besarnya. Pembagian perkembangbiakan tumbuhan menurut kelompok besarnya meliputi tumbuhan berbiji (Spermatophyta), tumbuhan paku ( Pteridophyta), dan lumut ( Bryophyta). Pembahasan pada tumbuhan berbiji ( Spermatophyta) dibagi menjadi tumbuhan berbiji tertutup ( Angiospermae) dan tumbuhan berbiji terbuka ( Gymnospermae). Berikut adalah uraian cara perkembangbiakan tumbuhan berdasarkan masing-masing kelompok besarnya.

Perkembangbiakan Tumbuhan Angiospermae Berbagai contoh dari kelompok tumbuhan Angiospermae adalah padi, jagung, rambutan, mangga, dan kelapa.

Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium). Bakal buah adalah bagian putik yang membesar yang tersusun oleh daun buah (karpel). Tumbuhan Angiospermae mengalami perkembangbiakan vegetatif dan perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan Angiospermae Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan tumbuhan yang dilakukan dengan menggunakan bagian tumbuhan itu sendiri.

Reproduksi (perkembangbiakan) tumbuhan secara vegetatif dapat menghasilkan individu baru tanpa melibatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur sehingga membentuk zigot). Tumbuhan dapat melakukan perkembangbiakan vegetatif karena tumbuhan memiliki sel-sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel meristem.

Keturunan yang dihasilkan dari perkembangbiakan vegetatif memiliki sifat atau karakter yang sama dengan sifat induk.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Perkembangbiakan vegetatif terbagi atas perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Perkembangbiakan Vegetatif Alami Tumbuhan dapat berkembang biak secara vegetatif dengan bantuan manusia dan tanpa bantuan manusia (secara alami). Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang dilakukan oleh tumbuhan secara alami tanpa bantuan manusia (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

55). Berikut ini adalah berbagai macam cara perkembangbiakan vegetatif alami menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 55-61). 1. Rhizoma Beberapa tumbuhan berkembang biak melalui tunas pada batang yang ada di dalam tanah. Batang yang ada di dalam tanah disebut rhizoma.

Beberapa contoh tumbuhan yang perkembangbiakannya dengan rhizoma adalah jahe, kunyit, lengkuas, dan temu lawak. 2. Stolon Pada rumput dan beberapa tanaman lain, misalnya stroberi dan pegagan terdapat batang yang menjalar di atas tanah. Batang tumbuhan yang menjalar di atas tanah disebut stolon (geragih). Tunas dapat tumbuh pada buku dari stolon. Saat tunas terpisah dari tanaman induk, tunas sudah mampu tumbuh menjadi individu baru.

3. Umbi Lapis (bulbus) Dinamakan umbi lapis karena memperlihatkan susunan berlapis-lapis yang terdiri perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan daun yang menebal, lunak, dan berdaging serta batang yang berupa bagian kecil pada bagian bawah umbi lapis yang disebut dengan cakram. Pada tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis, terdapat kuncup samping biasanya merupakan umbi lapis kecil-kecil, berkelompok di sekitar umbi induknya.

Bagian ini dinamakan siung atau anak umbi lapis. Jika siung tersebut dipisahkan dari induknya, maka akan menghasilkan tumbuhan baru. Salah satu tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan dengan umbi lapis adalah bawang merah. 4. Umbi Batang Kentang merupakan salah satu contoh tumbuhan yang mengalami penggembungan pada batang di dalam tanah dan berisi cadangan makanan. Jika kita amati secara saksama, kita dapat melihat mata tunas atau kuncup pada permukaan kentang. Pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dari mata tunas ini akan terbentuk tunas dan menghasilkan tumbuhan baru.

Batang yang demikian disebut dengan umbi batang. Umbi batang selain berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan juga berfungsi untuk perkembangbiakan. Tanaman ubi jalar juga dapat berkembang biak dengan menggunakan umbi batang. 5. Kuncup Adventif Daun Pada bagian tepi daun terdapat sel yang selalu membelah (sel meristem) dan di bagian itu tumbuhan dapat membentuk kuncup.

Kuncup tersebut merupakan calon tunas yang terdiri atas calon batang beserta calon daun. Kuncup yang terdapat pada tepi daun disebut kuncup adventif daun atau tunas liar pada tepi daun. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan kuncup adventif daun adalah cocor bebek. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan Perkembangan vegetatif dapat dilakukan dengan bantuan manusia. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tanaman unggul seperti tanaman jeruk yang masih muda namun dapat menghasilkan lebih buah jeruk yang lebih banyak dan lebih manis.

Berikut adalah berbagai perkembangbiakan vegetatif buatan menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 61). 1. Cangkok Cangkok adalah perkembangbiakan vegetatif buatan yang dilakukan dengan cara mengelupas kulit suatu batang tanaman berkayu, kemudian dibalut dengan tanah dan dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik, sehingga tumbuh akar). Ketika bagian kulit yang terkelupas telah tumbuh akar, maka batang dapat dipotong dan ditanam di tanah dan akan menghasilkan tanaman baru.

perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan

Tanaman yang dihasilkan dari cangkok memiliki sifat seperti induk dan cepat berbuah. Namun, perakaran tanaman ini kurang kuat, tidak seperti induknya. Cangkok dapat dilakukan pada tanaman berkayu seperti mangga, rambutan, dan jeruk. 2. Merunduk Perkembangbiakan vegetatif buatan dengan cara merunduk dapat dilakukan dengan membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga bagian yang tertanam dalam tanah tumbuh akar.

Jika akar telah tumbuh, tanaman dapat dipisahkan dari induk. Merunduk dapat dilakukan pada tanaman yang memiliki cabang batang yang panjang dan lentur, misalnya bunga Alamanda. 3. Setek Setek adalah cara perkembangbiakan vegetatif dengan memotong (memisahkan dari induk) suatu bagian tanaman dan kemudian ditanam untuk menghasilkan individu baru, misalnya untuk menanam ketela pohon dapat menggunakan batangnya atau disebut setek batang.

Tanaman cocor bebek dapat diperbanyak dengan menggunakan setek daun. Contoh lainnya adalah tanaman sukun yang dapat diperbanyak dengan menggunakan setek akar. Petani juga menggunakan teknik setek untuk menanam tebu, rumput gajah untuk pakan ternak, dan pohon seruni. Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan Angiospermae Berbeda dengan perkembangbiakan vegetatif yang mengandalkan organ tumbuhan, perkembangbiakan generatif menggunakan sel sperma dan sel telur yang mengalami fertilisasi, sehingga terbentuk embrio yang tersimpan dalam biji.

Biji dapat tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru. Sifat dari keturunan (tumbuhan baru) dapat diperoleh dari gabungan sifat kedua induk. Hal ini yang menyebabkan sifat keturunan dari perkembangbiakan generatif bervariasi.

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan angiospermae terbagi menjadi penyerbukan (polinasi), pembuahan (fertilisasi), penyebaran biji, dan perkecambahan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis perkembangbiakan generatif pada tumbuhan angiospermae. Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan (Polinasi) Pernyerbukan adalah proses menempelnya serbuk sari ke kepala putik.

Contohnya adalah bagaimana lebah akan tertarik untuk mengambil sari makanan pada bunga yang memiliki serbuk sari. Serbuk sari akan menempel pada tubuh lebah dan ketika berpindah ke bunga lain, maka lebah itu akan menjatuhkan serbuk sari pada kepala putik bunga lain yang ia hinggapi.

Saat itu terjadi, maka tanaman tersebut telah difeltrilisasi dan dapat menghasilkan keturunan atau tanaman baru. Bermacam Cara Penyerbukan Apakah semua bunga yang melakukan penyerbukannya selalu dibantu perantara seperti lebah? Tidak semua. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 67) berikut adalah penjelasan macam-macam cara penyerbukan. • Anemogami, Penyerbukan anemogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh angin.

Contohnya adalah tanaman jagung dan padi yang memiliki bunga yang kecil dan tangkai bunga yang mudah bergoyang bila tertiup angin. • Entomogami, adalah penyerbukan yang dilakukan melalui bantuan serangga. Serangga tertarik untuk hinggap di bunga untuk menghisap nektar yang dihasilkan oleh bunga-bunga tumbuhan seperti bunga matahari.

• Ornitogami, adalah penyerbukan yang dibantu oleh burung. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh burung umumnya memiliki ukuran bunga yang besar, berwarna merah cerah, tidak berbau, menghasilkan nektar dalam jumlah cukup banyak, dan mahkota bunga berbentuk terompet, misalnya bunga cangkring atau dadap (Erythrina variegata). • Kiropterogami, adalah penyerbukan yang dibantu oleh kelelawar. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dibantu oleh kelelawar ialah menghasilkan nektar, memiliki warna yang menarik, menghasilkan bau, dan mekar pada malam hari, misalnya tanaman kaktus.

• Antropogami, adalah penyerbukan yang dibantu oleh perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia biasanya merupakan bunga yang berumah dua, artinya dalam satu pohon hanya terdapat bunga jantan atau bunga betina saja. Contoh tanaman yang penyerbukannya antropogami meliputi anggrek, tanaman vanili dan salak. Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan antropogami dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yakni: penyerbukan sendiri ( autogami), penyerbukan tetangga ( geitonogami), penyerbukan silang ( allogami/xenogami), dan penyerbukan bastar ( hibridogami).

Pembuahan (Fertilisasi) Serbuk sari memiliki inti vegetatif dan inti generatif. Setelah serbuk sari melekat pada kepala putik (stigma) yang sesuai (berasal dari tumbuhan yang sejenis), serbuk sari akan menyerap air dan berkecambah membentuk buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari tumbuh dan bergerak menuju bakal buah melalui tangkai putik. Inti sel generatif di dalam buluh serbuk sari akan membelah menjadi dua. Dua inti sel generatif tersebut akan berkembang menjadi dua inti sel sperma. Satu inti vegetatif di dalam serbuk sari berperan menjadi penuntun gerak tumbuh buluh serbuk sari ke bakal biji.

Satu inti sel sperma membuahi inti sel telur (ovum) membentuk zigot (calon individu baru), dan satu inti sel sperma yang lain membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma atau cadangan makanan. Pada proses ini terjadi dua kali pembuahan sehingga disebut dengan pembuahan ganda.

Penyebaran Biji Setelah terjadi pembuahan, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan berjatuhan di sekitar atau dibantu oleh perantara untuk jatuh di tempat lain kemudian tumbuh menjadi keturunan baru. Pada Angiospermae biji diselubungi oleh buah yang telah berkembang dari bakal buah (ovarium).

Buah juga dapat membantu dalam penyebaran biji. Proses penyebaran biji dapat terjadi secara alami atau dengan bantuan manusia. Berikut adalah macam-macam perantara dalam proses penyebaran biji.

• Anemokori, adalah proses penyebaran biji yang dibantu oleh angin. Ciri tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah bijinya kecil, ringan, dan bersayap. Contohnya adalah biji bunga Dandelion. • Hidrokori, merupakan proses penyebaran biji yang dibantu oleh air. Ciri tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah hidupnya di dekat daerah perairan, misalnya di pantai ataupun tumbuhan yang hidup di air, contohnya adalah pohon kelapa dan bakau.

• Zookori, adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menancapkan batang tumbuhan ke tanah merupakan penyebaran biji dengan bantuan hewan. Penyebaran ini dibagi menjadi empat, yaitu entomokori (serangga), kiropterokori (kelelawar), ornitokori (burung), dan mammokori (mamalia).

• Antropokori, merupakan proses penyebaran biji dengan bantuan manusia. Penyebaran biji antropokori dapat dilakukan dengan tidak sengaja (mudah menempel pada pakaian manusia) dan dengan sengaja.

Penyebaran biji dengan sengaja sering dilakukan manusia terutama pada bidang pertanian, yaitu ketika menanam padi, jagung, dan tanaman lain. Perkecambahan Biji jagung dan biji kedelai yang dijual atau disimpan adalah bakal tanaman baru.

Namun mengapa biji-bjij tersebut tidak tumbuh menjadi tumbuhan baru dan tetap menjadi biji? Biji yang masih belum tumbuh merupakan biji yang berada pada keadaan dormansi biji. Dormansi adalah peristiwa pada saat biji mengalami masa istirahat. Berakhirnya masa dormansi biji adalah ketika biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan baru yang disebut dengan tahapan perkecambahan.

Lamanya masa dormansi biji setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. Masa dormansi biji dapat diakhiri dengan memberi perlakuan yang berbeda-beda. Namun perkecambahan berbagai macam biji dipengaruhi oleh faktor yang hampir sama. Perkembangbiakan Tumbuhan Gymnospermae Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka disebut tumbuhan Gymnospermae. Pohon pinus, melinjo, pohon ginkgo, dan pakis haji juga tergolong Gymnospermae. Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga seperti halnya tumbuhan Angiospermae.

Namun, tumbuhan Gymnospermae memiliki alat perkembangbiakan generatif yang disebut strobilus atau runjung. Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus dalam satu pohon yaitu strobilus jantan dan strobilus betina.

Pada strobilus jantan terdapat mikrosporangia (ruang-ruang spora). Di dalam sporangia sel-sel akan mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan mikrospora (spora jantan). Mikrospora akan berkembang membentuk serbuk sari.

Serbuk sari pada tumbuhan pinus me­miliki sayap. Strobilus betina tersusun dari banyak megasporofil (daun penghasil megaspora). Tiap megasporofil mengandung dua bakal biji.

Tiap bakal biji mengandung megasporangium (kotak spora). Sel dalam megasporangium akan mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan megaspora (spora betina).

Inti megaspora akan mengalami mitosis membentuk sel telur. Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika serbuk sari menempel pada lubang bakal biji. Serbuk sari akan tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang bakal biji.

Jika cairan menguap maka serbuk sari akan dapat masuk ke bakal biji dan terjadilah pembuahan. Terdapat tumbuhan Gymnospermae yang dapat berkembang biak secara vegetatif seperti tumbuhan pakis haji dan pinus. Tumbuhan pinus dapat berkembang biak dengan menggunakan tunas akar.

Tumbuhan pakis haji dapat berkembang biak dengan menggunakan tunas yang disebut bulbil. Perkembangbiakan Tumbuhan Paku Tumbuhan paku (Pteridophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit.

Perkembangbiakan seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin. Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora.

Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan paku dilakukan dengan rhizoma. Rhizoma dapat tumbuh ke segala arah dan membentuk koloni tumbuhan paku yang baru. Rhizoma adalah batang yang tumbuh di dalam tanah. Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut Batu pada tepian kolam biasanya ditumbuhi tanaman hijau yang seolah-olah membentuk karpet. Tumbuhan hijau yang ada di atas batuan tersebut adalah lumut. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami perkembangbiakan seksual dan aseksual pada satu kali perkembangan hidupnya.

Perkembangbiakan seksual dengan menghasilkan gamet jantan dangametbetina, yaitupada tahapgametofit.Pada tahapsporofittumbuhan lumut menghasilkan spora. Perkembangbiakan lumut secara aseksual dapat melalui gemmae dan fragmentasi. Teknologi Perkembangbiakan pada Tumbuhan Tumbuhan memegang peranan penting bagi manusia. Oleh sebab itu, manusia terus berusaha untuk menciptakan berbagai teknologi perkembangbiakan tumbuhan, baik dengan tujuan untuk dikonsumsi maupun menjaga kelestarian alam. Teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.

Hidroponik Hidroponik adalah cara penanaman tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 87). Tanaman darat terutama sayuran seperti selada, timun, paprika, tomat, dan terong dapat ditanam secara langsung pada wadah yang berisi nutrisi atau dengan ditambah medium yang tak larut dalam air seperti: kerikil, arang, sekam, spons, serbuk kayu, dan lain sebagainya.

Ilmuwan menemukan bahwa tumbuhan menyerap nutrisi yang penting dalam bentuk ion-ion yang terlarut dalam air. Vertikultur Vertikultur adalah metode budidaya tanaman dengan cara membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tanaman tanpa memperluas lahan. Teknik budidaya ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas.

Kultur Jaringan Tumbuhan Kultur jaringan adalah metode pembanyakan tumbuhan dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman, seperti sel atau sekelompok sel, jaringan, atau organ. Bagian tanaman yang telah diambil selanjutnya ditumbuhkan dalam kondisi steril pada medium yang mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon). Bagian tanaman akan dapat memperbanyak diri dan berkembang menjadi tanaman yang memiliki organ lengkap yaitu akar, batang, dan daun.

Banyak jenis tumbuhan dapat dikembangbiakkan menggunakan metode ini. Namun, tiap-tiap tumbuhan memerlukan perlakuan khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX.

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.

• Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan

Perkembangbiakan Vegetatif Pada Tumbuhan Angiospermae - Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan Dan Hewan




2022 www.videocon.com