Sebutkan beberapa gejala hipertensi

sebutkan beberapa gejala hipertensi

ASTALOG.COM – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis kronis dimana tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

Sekitar 90–95% kasus tergolong hipertensi primer, yang berarti tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Sementara itu sekitar 5-10% kasus lainnya tergolong kasus hipertensi sekunder yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin. 3 Pencegahan Hipertensi Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung, aneurisma arteri, penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik.

Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup dan biasanya obat harus diminum seumur hidup sampai dokter memutuskan tidak perlu lagi minum obat. Kebanyakan orang terkadang kurang menyadari jika tekanan darah mereka tinggi padahal hal itu dapat membahayakan kesehatan mereka.

Selain itu boleh dibilang jika gejala hipertensi secara kasat mata kadang kurang begitu terlihat sebab sebutkan beberapa gejala hipertensi yang muncul pun ternyata sering berbeda-beda pada setiap orang. Oleh karena itu, dengan mengetahui gejala hipertensi sejak dini, maka kita dapat mencegah komplikasi yang lebih lanjut yang diakibatkan oleh penyakit ini.

Adapun beberapa GEJALA HIPERTENSI antara lain: • Pusing pada kepala. Rasa sakit kepala dan vertigo bisa menjadi gejala awal hipertensi. Jika rasa sakit kepala tiba-tiba muncul tanpa sebab yang pasti, waspadailah dan segera konsultasikan pada dokter atau petugas kesehatan.

Biasanya rasa sakit pada kepala terjadi sangat hebat dan dalam waktu lama serta tidak segera sembuh meski sudah dilakukan pengobatan. Bisa jadi, ini merupakan pertanda awal hipertensi yang bisa menjalar pada penyakit stroke dan serangan jantung. • Titik darah pada mata. Ini merupakan gejala awal hipertensi yang lumayan mudah dikenali. Ketika kita melihat bola mata terdapat titik merah seperti darah, ini tidak boleh disepelekan.

Bisa jadi, titik darah ini merupakan darah yang membeku akibat hipertensi yang ada. Segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakannya. Kita juga dapat memeriksa tekanan darah sendiri di rumah untuk mengetahui lebih lanjut tentang adanya titik darah pada mata. • Mati rasa. Ini merupakan gejala hipertensi yang tergolong sudah parah. Peningkatan tekanan darah yang dipicu oleh hipertensi akan menyebabkan kesemutan dan mati rasa.

Bisa jadi, kesemutan ini merupakan gejala awal penyakit stroke yang bisa membahayakan jiwa. Gejala seperti ini terjadi karena kerusakan saraf yang terjadi di dalam tubuh akibat penyakit tekanan darah tinggi tidak terkontrol. • Mual dan muntah. Rasa mual dan muntah biasanya terjadi ketika orang mengalami sakit atau masuk angin. Namun, mual dan muntah juga bisa menjadi pertanda hipertensi pada tahap awal. Namun mual dan muntah yang terjadi pada orang hipertensi sedikit berbeda. Biasanya disertai dengan pandangan kabur dan napas yang sesak.

• Mimisan. Hati-hati ketika kita mengalami mimisan, sebaiknya jangan sepelekan gejala ini. Mimisan bisa jadi merupakan pertanda awal penyakit hipertensi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi masalah ini. PELAJARI: Konferensi New Delhi Risiko Orang yang Mengalami Hipertensi Hingga saat ini, penyebab hipertensi masih belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus.

Namun seiring bertambahnya usia, maka kemungkinan menderita hipertensi juga akan semakin meningkat. Walaupun tidak diketahui dengan jelas, tapi risiko mengalami hipertensi akan meningkat jika: • Berusia di atas 65 tahun • Makan banyak garam • Kelebihan berat badan • Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi • Kurang makan buah dan sayuran • Kurang berolahraga • Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein) • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras Pencegahan Hipertensi Hipertensi atau tekanan d arah t inggi adalah kondisi ketika tekanan darah di 130/80 mmHg atau lebih.

Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke.

Tekanan darah dibagi menjadi tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Hipertensi terjadi ketika tekanan sistolik berada di atas 130 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Tekanan darah yang melebihi angka tersebut merupakan kondisi berbahaya dan harus segera ditangani.

Penyebab dan Gejala Hipertensi Hipertensi terbagi ke dalam hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, sedangkan hipertensi sekunder dapat terjadi antara lain akibat penyakit ginjal, sleep apnea, dan kecanduan alkohol. Hipertensi memiliki istilah sebutkan beberapa gejala hipertensi killer atau penyakit yang membunuh secara diam-diam.

Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa. Oleh sebab itu, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, baik secara mandiri atau dengan datang ke dokter. Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi Hipertensi bisa diatasi dengan menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, dan mengurangi konsumsi minuman berkafein.

Namun, jika tekanan darah sudah cukup tinggi, pasien juga diharuskan sebutkan beberapa gejala hipertensi obat penurun tekanan darah. Untuk mencegah tekanan darah tinggi, lakukan olahraga secara rutin dan jaga berat badan agar tetap ideal. Sebutkan beberapa gejala hipertensi juga tekanan darah secara berkala ke dokter, terlebih jika Anda memiliki faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Hipertensi merupakan penyakit yang berbahaya, karena bisa terjadi tanpa gejala.

Bahkan, pada beberapa kasus, gejalanya baru muncul setelah hipertensi makin parah dan sampai mengancam nyawa. Gejala yang sebutkan beberapa gejala hipertensi muncul pada kondisi tersebut antara lain: • Mual • Muntah • Sakit kepala • Mimisan • Sesak napas • Nyeri dada • Gangguan penglihatan • Telinga berdenging • Gangguan irama jantung • Darah dalam urine Kapan Harus ke Dokter Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala ke dokter minimal dua tahun sekali mulai usia 18 tahun.

Jika Anda berusia 40 tahun ke atas atau berusia 18–39 tahun tetapi memiliki faktor risiko hipertensi, pemeriksaan tekanan darah disarankan dilakukan setahun sekali. Bila Anda telah didiagnosis menderita hipertensi, lakukan pemeriksaan tekanan darah sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter.

Anda juga dapat memeriksa tekanan darah secara mandiri menggunakan alat ukur tekanan darah yang dijual bebas. Perlu diketahui, gejala yang telah disebutkan di atas tidak selalu terjadi pada setiap penderita hipertensi.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

Oleh karena itu, sebutkan beberapa gejala hipertensi menunda pemeriksaan tekanan darah sampai gejala muncul, karena bisa akan berakibat fatal.

Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya. Pengertian hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHg merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau saat berkontraksi. Sementara itu, angka 90 mmHg mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung beristirahat atau dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering disebut dengan “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa, seperti penyakit jantung koronergagal jantungstrokedan gagal ginjal. Berapa seharusnya tekanan darah normal? Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHg.

Saat angka sistolik dan diastolik berada di kisaran ini, maka Anda dapat disebut memiliki tekanan darah normal. Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau mengidap hipertensi jika hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHg. Sebutkan beberapa gejala hipertensi darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah. Meski demikian, memiliki tekanan darah normal bukan berarti Anda bisa bersantai.

Saat angka sistolik Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”. Walaupun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal yang patut diwaspadai. Apabila pembacaan tekanan darah Anda berada di atas 180/120 mmHg, atau jika memiliki tekanan sistolik atau diastolik yang lebih tinggi dari angka ini, Anda berisiko menghadapi masalah kesehatan yang sangat serius.

Angka ini menunjukkan kondisi yang disebut krisis hipertensi. Jika tekanan darah Anda sampai setinggi ini, dokter biasanya akan mengukur kembali setelah beberapa menit. Jika masih sama tingginya, Anda akan segera diberi obat darah tinggi darurat. Seberapa umumkah hipertensi? Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menyebut angkanya saat ini terus meningkat secara global.

Bahkan, peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi diprediksi melonjak hingga 29 persen pada tahun 2025. Peningkatan kasus hipertensi juga terjadi di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukkan bahwa 34,1 persen penduduk Indonesia memiliki tekanan darah tinggi.

Sementara pada 2013, jumlahnya masih mencapai 25,8 persen. Ciri-ciri & gejala Apa saja ciri-ciri dan gejala hipertensi (tekanan darah tinggi)? Seseorang yang memiliki tensi darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri apa pun atau hanya mengalami gejala ringan.

Namun secara umum, gejala darah tinggi adalah: • Sakit kepala parah. • Pusing. • Penglihatan buram. • Mual. • Telinga berdenging.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

• Kebingungan. • Detak jantung tak teratur. • Kelelahan. • Nyeri sebutkan beberapa gejala hipertensi. • Sulit bernapas. • Darah dalam urine. • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga. Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Konsultasikan kepada dokter untuk informasi lebih lengkap.

Kapan saya harus periksa ke dokter? Hubungi dokter secepatnya, jika: • Tekanan darah lebih tinggi dari biasanya (lebih dari 120/80 mm Hg). • Mimisan, sakit kepala, atau pusing. • Timbul efek samping setelah minum obat darah tinggi. Sebutkan beberapa gejala hipertensi adalah penyakit tersembunyi dan sulit terdeteksi, karena itu Anda perlu memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur bila Sebutkan beberapa gejala hipertensi berisiko terkena tekanan darah tinggi.

Cari pertolongan medis segera atau perawatan rumah sakit jika Anda menyadari adanya tanda atau gejala abnormalitas. Jika sakit kepala parah muncul dibarengi dengan mimisan, ini merupakan tanda dan gejala krisis hipertensi, sebuah kondisi gawat darurat. Segera hubungi 118 atau 021-65303118/65302940 (khusus untuk DKI Jakarta). Jika ingin periksa hipertensi, harus ke dokter spesialis apa? Sebelum datang ke dokter spesialis, Anda harus periksa ke dokter umum dahulu, yang dapat Anda temui di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, atau layanan kesehatan terdekat Anda.

Biasanya, dokter umum akan melakukan pemeriksaan fisik dasar. Selama pemeriksaan, dokter akan menanyakan apa keluhan dan tanda-tanda yang Anda rasakan selama ini. Setelah itu, biasanya dokter atau perawat akan mengecek tekanan darah Anda. Dari pemeriksaan inilah biasanya dokter dapat menentukan apakah Anda memang menderita hipertensi, apa jenis hipertensi yang Anda derita, dan periksa hipertensi ke sebutkan beberapa gejala hipertensi spesialis apa. Bila ada kondisi medis lainnya yang menyertai hipertensi Anda, seperti masalah pada pada ginjal, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam.

Adapun bila Anda terdeteksi memiliki hipertensi pulmonal, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis jantung. Anda pun bisa langsung menemui dokter spesialis tanpa harus ke dokter umum terlebih dahulu.

Namun, bila Anda tidak yakin, Anda bisa tanyakan terlebih dahulu ke dokter umum. Penyebab Apa penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi)? Ada dua klasifikasi atau jenis hipertensi berdasarkan penyebabnya. Hipertensi primer atau esensial umumnya terjadi karena faktor keturunan atau gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, terlalu banyak mengonsumsi natrium (garam), stes, malas bergerak, mengonsumsi alkohol berlebihan, dan obesitas.

Sebagai contoh, kebiasaan merokok. Merokok satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung dalam tekanan darah dan dapat meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHg. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

Terlalu banyak konsumsi makanan asin, yang mengandung natrium (makanan olahan, makanan kalengan, makanan cepat saji), dapat meningkatkan kolesterol dan/atau tekanan darah tinggi. Demikian juga konsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan.

Selain itu, ada pula yang disebut dengan hipertensi sekunder. Penyebab hipertensi pada jenis ini, yaitu karena kondisi medis lain yang menyertainya. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan darah tinggi, yaitu sleep apnea, masalah pada ginjal, tumor pada kelenjar adrenal, masalah pada tiroid, atau diabetes. Darah tinggi juga bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Pil KB atau obat flu yang dijual di toko obat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga mengalami tekanan sebutkan beberapa gejala hipertensi tinggi. Adapun anak di bawah 10 tahun juga sering kali mengalami tekanan darah tinggi karena penyakit lain, misalnya penyakit ginjal. Dalam kasus tersebut, tekanan darah anak akan kembali normal setelah mengonsumsi obat darah tinggi.

Faktor-faktor risiko Siapa yang berisiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi)? Banyak faktor yang menyebabkan Anda berisiko tinggi terkena darah tinggi. Beberapa faktor tersebut, yaitu keturunan atau genetik, usia, etnis, dan jenis kelamin.

Seseorang yang lebih tua cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Pasalnya, semakin bertambah usia, tekanan darahnya pun akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena pembuluh darah yang kita memiliki cenderung menebal dan menegang seiring dengan pertambahan waktu.

Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat darah tinggi juga berisiko tinggi mengalami hal yang sama. Adapun terkait dengan etnis, umumnya kondisi ini lebih sering terjadi pada orang keturunan Afrika daripada Asia. Dari sisi usia, wanita dewasa lebih mungkin mengalami darah tinggi daripada pria. Meski Anda tidak termasuk dalam kelompok di atas, bukan berarti Anda tidak berisiko mengalami hipertensi. Pasalnya, faktor risiko yang paling utama dari hipertensi adalah gaya hidup yang buruk atau tidak sehat.

Di sisi lain, seseorang yang memiliki faktor risiko, seperti genetik, usia, dan sebagainya, juga bisa saja terbebas dari hipertensi selama menerapkan gaya hidup yang sehat. Selain itu, beberapa faktor di bawah ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi: • Kelelahan • Diabetes • Asam urat • Obesitas • Kolesterol tinggi • Penyakit ginjal • Kecanduan alkohol • Wanita yang menggunakan pil KB Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak akan kena hipertensi.

Faktor ini sebutkan beberapa gejala hipertensi sebagai referensi. Konsultasikanlah kepada dokter untuk detail lebih lanjut. Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis.

SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Apakah tekanan darah tinggi bisa disembuhkan? Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi tekanan darah terus menerus tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg secara permanen Hipertensi bisa terjadi tanpa penyebab yang pasti. Namun, hipertensi juga bisa muncul karena kondisi atau penyakit lain, seperti penyakit jantung atau penyakit ginjal. Hipertensi jenis ini kemungkinan bisa sembuh dengan cara mengobati penyakit yang mendasarinya.

Akan tetapi, sebagian besar kasus tekanan darah tinggi (sekitar 85% sampai 90%) di dunia tergolong hipertensi primer. Pada beberapa kasus, penyebab hipertensi primer tidak dapat ditentukan. Pada kondisi ini, hipertensi tidak dapat disembuhkan, tetapi hanya dapat dikendalikan dengan obat darah tinggi dan gaya hidup sehat. Dengan demikian, bila tekanan darah turun, bukan berarti Anda sembuh total dari hipertensi. Anda masih memiliki potensi risiko komplikasi penyakit yang disebabkan oleh hipertensi apabila gejalanya tidak dikelola dan tekanan darah kembali naik.

Obat & diagnosis Apa saja obat darah tinggi yang sering digunakan? Pengobatan hipertensi penting untuk mengurangi risiko kematian karena penyakit jantung. Adapun salah satu cara untuk mengobati kondisi ini, yaitu dengan mengonsumsi obat darah tinggi. Beberapa obat yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi hipertensi adalah: • Diuretik: chlorotiazide, chlorthalidone, hydrochlorotiazide/HCT, indapamide, metolazone, bumetanide, furosemide, torsemide, amilorid, triamterene) • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor: captopril, enalapril, lisinopril, benazepril hydrochloride, perindopril, ramipril, quinapril hydrochloride, dan trandolapril) • Beta-blocker: atenolol, propranolol, metoprolol, nadolol, betaxolol, acebutolol, bisoprolol, esmilol, nebivolol, dan sotalol) • Calcium channel blocker: amlodipine, clevidipine, diltiazem, felodipine, isradipine, nicardipine, nifedipine, nimodipine, dan nisoldipine • Alfa-blocker: doxazosin, terazosin hydrochloride, dan prazosin hydrochloride • Vasodilator: hydralazine dan minoxidil • Central-acting agents: clonidine, guanfacine, dan methyldopa.

Obat darah tinggi pun harus dikonsumsi rutin dan tepat dosis agar manfaatnya bisa dirasakan. Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diagnosis tekanan darah tinggi (hipertensi)? Hipertensi didiagnosis melalui tes tekanan darah. Pengukuran biasanya dilakukan beberapa kali untuk memastikan hasil yang akurat. Jika tekanan darah Anda tinggi, dokter mungkin meminta Anda untuk memeriksa kembali dan melacaknya berulang kali secara berkala.

Bila tekanan darah Anda lebih dari 140/90 mmHg dalam pemeriksaan biasa, dokter akan mendiagnosis Anda mengidap hipertensi. Jika Anda menderita penyakit kronis, misalnya diabetes atau penyakit ginjal, dan tekanan darah lebih 130/80 mm Hg, Anda juga terdiagnosis hipertensi.

Perlu dipahami juga bahwa hasil bacaan tekanan darah di dokter dan di rumah bisa berbeda. Jika Anda merasa gugup setiap berada di rumah sakit atau di tempat praktik dokter, tekanan darah Anda dapat naik pada setiap kunjungan sehingga dokter bisa mendiagnosa Anda memiliki darah tinggi.

Padahal setiap dicek di rumah, tekanan darah Anda umumnya stabil. Fenomena ini disebut juga “white coat hypertension syndrome” atau sindrom hipertensi jas putih. Untuk memastikan hal ini, dokter biasanya mengukur tekanan darah Anda lebih dari satu kali dan jauh dari ruang praktik. Jika Anda memiliki sindrom tersebut, kemungkinan risiko tekanan darah tinggi Anda bisa terus meningkat di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah oleh dokter atau ahli kesehatan lain setidaknya setiap enam sampai 12 bulan.

Ini akan memberi Anda banyak waktu untuk membuat perubahan gaya hidup yang mungkin bisa membantu. Pengobatan di rumah Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Selain dengan obat-obatan, penderita hipertensi perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat untuk membantu menurunkan tekanan darah sekaligus menekan risiko Anda terhadap penyakit lain akibat hipertensi. Beberapa perubahan gaya hidup postif yang bisa Anda lakukan adalah: • Diet seimbang dan diet rendah garam. • Olahraga teratur. • Sebutkan beberapa gejala hipertensi merokok dan tidak minum alkohol. • Berusaha menurunkan berat badan, jika Anda mengalami obesitas. Selain cara di sebutkan beberapa gejala hipertensi, Anda juga bisa melakukan upaya alami lainnya untuk membantu menurunkan tekanan darah, seperti teknik pernapasan dan relaksasi otot.

Kedua hal tersebut dapat membantu menghilangkan stres yang juga menjadi pemicu naiknya tekanan darah. Selain itu, Anda pun perlu rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala dan mengikuti rencana perawatan dokter untuk dapat mengawasi dan mengendalikan kondisi kesehatan Anda.

Hal-hal tersebut perlu dilakukan seumur hidup. Selain untuk menurunkan tekanan darah, Anda perlu melakukannya untuk mencegah kenaikan tekanan darah semakin tinggi pada usia lanjut. Pasalnya, seiring pertambahan usia, tekanan darah Anda cenderung lebih tinggi dan pelan-pelan naik setelah Anda mencapai usia 50 tahun.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda. Komplikasi Apa komplikasi dari tekanan darah tinggi yang mungkin terjadi? Hipertensi umumnya memang tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki darah tinggi bila tidak rutin melakukan cek tekanan darah.

Bila kondisi ini dibiarkan atau tidak ditangani dengan tepat dapat berujung pada kompliksi penyakit lainnya. Berikut beberapa komplikasi hipertensi yang mungkin terjadi: • Masalah pada pembuluh arteri, seperti aneurisma.

• Masalah pada jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, atau penyakit pada jantung lainnya. • Stroke. • Masalah pada ginjal.

• Kerusakan mata. • Demensia. • Disfungsi seksual. Heart.org. 2020. The Facts About High Blood Pressure. [online] Available at: < http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/AboutHighBloodPressure/About-High-Blood-Pressure_UCM_002050_Article.jsp.> [Accessed 15 May, 2020].

sebutkan beberapa gejala hipertensi

CDC. 2020. About High Blood Pressure. [online] Available at: https://www.cdc.gov/bloodpressure/about.htm. [Accessed 15 May, 2020]. CDC. 2020. [online] Available at: https://www.cdc.gov/bloodpressure/risk_factors.htm. [Accessed 15 May, 2020]. Heart.org.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

2020. Know Your Risk for High Blood Pressure. [online] Available at: http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HighBloodPressure/UnderstandYourRiskforHighBloodPressure/Understand-Your-Risk-for-High-Blood-Pressure_UCM_002052_Article.jsp.

[Accessed 15 May, 2020]. National Heart, Lung, and Blood Institute. 2020. High Blood Pressure. [online] Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/high-blood-pressure.

[Accessed 15 May, 2020]. WHO. 2020. Hypertension. [online] Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension. [Accessed 15 May, 2020]. Kementerian Kesehatan. 2020. Hasil Utama Raskesdas 2018. [online] Available at: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018.pdf.

[Accessed 15 May, 2020]. Blood Pressure UK. 2020. Health services for high blood pressure. [online] Available at: http://www.bloodpressureuk.org/BloodPressureandyou/Healthservices. [Accessed 15 May, 2020].

Mayo Clinic. 2020. High blood pressure (hypertension). [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410. [Accessed 15 May, 2020]. Familydoctor.org. 2020. High Blood Pressure. [online] Available at: https://familydoctor.org/condition/high-blood-pressure/.

[Accessed 15 May, 2020].
Jakarta: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang masih disandang baik negara maju maupun berkembang. Diambil dari laman resmi Kemenkes, hipertensi merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Sebutkan beberapa gejala hipertensi laman yang sama juga disebutkan juga bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Dikutip dari Healhtline kamu baru bisa tahu kamu memiliki penyakit ini dengan melakukan pengecekan tensi.

Kendati demkian, ada beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan hipertensi seperti misalnya sakit kepala, sesak napas, mimisan, pusing, nyeri dada, perubahan visual, muncul darah dalam urine. Gejala ini membutuhkan perhatian medis segera karena efeknya bisa fatal. Untuk mengatasi masalah hipertensi, kamu bisa mengonsumsi obat tertentu. Namun selain obat, kamu juga perlu untuk melakukan hal lain seperti perubahan gaya hidup seperti: 1.

Memiliki pola makan yang sehat Diet untuk jantung yang sehat sangat penting untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penting juga untuk mengelola hipertensi yang terkendali dan mengurangi risiko komplikasi. Komplikasi ini termasuk penyakit jantung, sebutkan beberapa gejala hipertensi, dan serangan jantung.

Diet jantung sehat menekankan pada makanan yang meliputi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak seperti ikan. 2. Meningkatkan aktivitas fisik Mencapai berat badan yang sehat harus mencakupkan aktivitas fisik.

Selain membantu kamu menurunkan berat badan, olahraga dapat membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah secara alami, dan memperkuat sistem kardiovaskular kamu.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik sedang selama 150 menit setiap minggu. Itu artinya kamu perlu melakukannya sekitar 30 menit lima kali seminggu. 3. Mencapai berat badan yang sehat Jika kamu kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan melalui diet jantung sehat dan peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan tekanan darah kamu. 4. Mengelola stres Olahraga adalah cara yang bagus untuk mengelola stres. Kegiatan lain juga bisa membantu. Ini termasuk meditasi, pernapasan dalam, pijat, relaksasi otot, yoga atau tai chi.

Ini semua adalah teknik pengurangan stres yang terbukti. Tidur yang cukup juga dapat membantu mengurangi tingkat stres. 5. Menerapkan gaya hidup yang lebih bersih Jika kamu seorang perokok, cobalah berhenti. Dr Judith Marcin, M.D dalam Healthline mengatakan bahan kimia dalam asap tembakau merusak jaringan tubuh dan mengeras dinding pembuluh darah. Dan jika kamu secara teratur mengonsumsi terlalu banyak alkohol atau memiliki ketergantungan alkohol, carilah bantuan untuk mengurangi jumlah konsumsinya dan berhenti sama sekali.

(TIN)
Beberapa bahaya atau komplikasi darah tinggi yang mungkin ditimbulkan, seperti gagal jantung, serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal. Bahkan, bila sudah terjadi gagal ginjal, Anda mungkin akan memerlukan transplantasi ginjal atau cuci darah ( dialisis). Untuk itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai tanda dan gejala darah tinggi sedini mungkin agar terhindar dari hipertensi yang semakin parah. Gejala tekanan darah tinggi atau hipertensi yang harus diwaspadai Tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan ciri, tanda, atau gejala tertentu.

Adapun satu-satunya cara untuk mengetahui darah tinggi adalah melalui tes tekanan darah. Bila tekanan darah Anda berada di bawah 120/80 mmHg, maka Anda memiliki tekanan darah normal, tetapi bila tekanan darah Anda mencapai 140/90 mmHg atau lebih, maka Anda sudah tergolong hipertensi. Meskipun tidak memiliki tanda atau gejala yang jelas, beberapa orang dengan riwayat hipertensi kerap mengeluhkan beberapa gejala. Umumnya, gejala ini bisa dirasakan bila Anda memiliki kondisi kesehatan lain yang sebutkan beberapa gejala hipertensi menjadi penyebab hipertensi atau yang juga dikenal dengan jenis hipertensi sekunder.

Selain itu, gejala juga bisa dirasakan bila Anda memiliki tekanan darah yang sangat tinggi atau disebut dengan krisis hipertensi. Berikut ini beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan darah tinggi dan yang paling umum terjadi: 1.

Bercak merah pada mata American Heart Association ( AHA) menyebut bercak merah pada mata ( pendarahan subkonjungtiva) adalah salah satu gejala tekanan darah tinggi yang paling umum ditemukan. Selain pada penderita hipertensi, gejala ini juga terkadang ditemukan pada penderita diabetes. Namun, tekanan darah tinggi dan diabetes bukanlah penyebab bercak merah pada mata tersebut.

Maka itu, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri sebutkan beberapa gejala hipertensi dokter apabila terdapat gejala serupa pada mata Anda.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

Dokter mata (oftamologi) dapat mendeteksi adanya kerusakan pada saraf optik mata Anda, yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak diobati. 2. Wajah menjadi merah Selain bercak merah pada mata, AHA juga menyebut penderita tekanan darah tinggi kerap mengeluhkan gejala kemerahan pada wajah. Wajah yang berubah warna menjadi merah terjadi akibat pembesaran pada pembuluh darah wajah Anda.

Kondisi ini biasanya dapat terjadi secara mendadak, atau merupakan respon dari kondisi tertentu, seperti terpapar sinar matahari, udara dingin, makanan pedas, angin, minuman panas, atau produk perawatan wajah tertentu.

Kemerahan pada wajah juga dapat terjadi akibat adanya tekanan psikis atau sebutkan beberapa gejala hipertensi, terkena air panas, konsumsi alkohol, dan olahraga. Kondisi-kondisi tersebut dapat memicu tekanan darah tinggi untuk sementara waktu, sehingga gejala kemerahan pun muncul.

Meskipun gejala kemerahan pada wajah dapat terjadi akibat tekanan darah tinggi, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh penyakit ini. 3. Pusing Pusing adalah efek samping atau gejala dari berbagai macam kondisi. Bahkan, konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mengakibatkan pusing muncul. Jadi, tidak menutup kemungkinan pusing yang Anda alami merupakan bagian dari gejala darah tinggi.

Tak semua jenis pusing dapat disebabkan oleh hipertensi. Namun, Anda sebaiknya tidak meremehkan gejala tersebut, terlebih lagi jika pusing muncul secara mendadak.

Anda juga perlu waspada apabila pusing disertai dengan gejala-gejala tekanan darah tinggi lainnya, seperti tubuh kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan.

Gejala-gejala darah tinggi ini berpotensi memicu terjadinya stroke. 4. Sakit kepala Berbeda dengan pusing yang umumnya hanya berupa sensasi berputar di kepala, sakit kepala adalah gejala darah tinggi atau hipertensi yang lebih serius. Anda mungkin akan merasakan nyeri yang berdenyut ( throbbing) di bagian kepala Anda. Namun, sama seperti pusing, sakit kepala bukanlah gejala yang langsung disebabkan oleh hipertensi.

Sakit kepala umumnya terjadi ketika seseorang mengalami tekanan darah yang sangat tinggi atau yang disebut dengan krisis hipertensi atau hipertensi maligna. Saat hipertensi maligna, sakit kepala yang dirasakan berbeda dengan sakit kepala biasa. Umumnya, ada gejala lain yang juga akan dirasakan bersamaan dengan sakit kepala ini, seperti pandangan kabur, nyeri dada atau sesak napas.

Selain itu, sakit kepala pada penderita hipertensi juga mungkin terjadi karena tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pembengkakan otak (yang juga umum terjadi pada hipertensi maligna), karena kondisi medis lain yang menyebabkan hipertensi ( hipertensi sekunder), atau efek samping dari obat hipertensi. Oleh karena itu, untuk mengatasi sakit kepala karena hipertensi umumnya dilakukan dengan cara mengobati penyebabnya, baik itu hipertensi maligna, hipertensi sekunder, atau mengganti obat darah tinggi sesuai dengan ketentuan dokter.

5. Sesak napas Jika tekanan darah tinggi memengaruhi pembuluh darah yang berada di jantung dan paru-paru Anda, kemungkinan gejala tekanan darah tinggi yang akan Anda rasakan adalah sesak napas. Kondisi ini disebut dengan hipertensi pulmonal, yaitu ketika bagian kanan jantung kesulitan memompa darah melewati paru-paru, sehingga darah yang mengandung oksigen tidak dapat dialirkan dengan baik.

Selain hipertensi pulmonal, sesak sebutkan beberapa gejala hipertensi juga bisa terjadi bila Anda menderita hipertensi biasa atau hipertensi sistemik. Namun, gejala ini umumnya dirasakan saat Anda mengalami hipertensi krisis atau maligna. 6. Muncul darah dalam urine Gejala hipertensi lain yang perlu Anda waspadai adalah adanya darah di dalam urine. Saat Anda buang air kecil dan terdapat darah di dalam urine Anda, ada kemungkinan hipertensi yang Anda alami berkaitan dengan masalah sebutkan beberapa gejala hipertensi ginjal.

Darah mungkin juga tidak dapat terlihat pada urine, tetapi sel darah merah akan terlihat apabila diperiksa menggunakan mikroskop. Oleh karena itu, bila dokter curiga hipertensi Anda berkaitan dengan penyakit ginjal, Anda mungkin akan diminta melakukan tes urin untuk memastikan diagnosanya. Kondisi urine berdarah ini disebut dengan hematuria. Salah satu penyebab utamanya adalah pecahnya kista di dalam ginjal, atau adanya pembuluh-pembuluh darah kecil di sekitar kista.

Gejala darah tinggi yang satu ini biasanya berlangsung selama sehari atau beberapa hari. 7. Detak jantung tidak beraturan Gejala lain dari darah tinggi atau hipertensi adalah detak jantung yang tidak beraturan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika jantung berdebar terlalu cepat, tidak teratur, atau bahkan berhenti berdetak selama sepersekian detik.

Selain itu, Anda mungkin merasakan jantung Anda berdetak terlalu kuat atau dipaksakan. Terkadang, Anda juga akan merasakan sensasi tersebut di tenggorakan, leher, dan rahang.

Pada kondisi ini, umumnya tekanan darah tinggi yang Anda alami sudah berkembang menjadi aritmia. Adapun aritmia juga dapat meningkatkan risiko gagal jantung. 8. Hidung mengeluarkan darah atau mimisan Mimisan atau hidung berdarah merupakan gejala hipertensi yang tidak terlalu umum.

Hal ini bisa saja terjadi pada penderita hipertensi, tetapi kasusnya sangatlah jarang. Para ahli pun masih memperdebatkan sebutkan beberapa gejala hipertensi yang menyebabkan kondisi ini. Namun, dilansir dari Mayo Clinic, seseorang yang mengalami mimisan bisa semakin parah bila disertai dengan tekanan darah yang tinggi. Pada orang dewasa yang lebih tua, mimisan bisa terjadi karena adanya pengerasan pada pembuluh darah atau yang disebut aterosklerosis.

Adapun aterosklerosis bisa disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi. Beragam kondisi yang dapat menyertai gejala hipertensi Tanda-tanda dan gejala tekanan darah tinggi lainnya yang mungkin muncul apabila kondisi Anda sudah cukup parah meliputi: • Penglihatan buram.

• Rasa cemas yang berlebihan. • Mual atau muntah. • Tampak kebingungan. • Nyeri di daerah dada. • Mati rasa atau terasa lemah di bagian lengan, kaki, wajah, dan area tubuh lainnya.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

• Kejang. Seberapa sering Anda membutuhkan pemeriksaan tekanan darah berbeda-beda pada setiap kasus, tergantung pada keparahan gejala darah tinggi yang dialami. Secara umum, jika Anda khawatir tentang gejala-gejala tekanan darah tinggi Anda saat ini, segeralah periksa ke dokter.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter? Apabila terdapat gejala-gejala tekanan darah tinggi yang muncul, seperti yang disebutkan di atas, Anda harus segera rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pasalnya, gejala-gejala tersebut menunjukkan bahwa hipertensi yang Anda miliki sudah parah. Kondisi ini umumnya disebut dengan krisis hipertensi atau hipertensi maligna, yaitu kenaikan tekanan darah secara cepat yang mencapai 180/120 mmHg atau lebih. Adapun krisis hipertensi biasanya ditangani dengan pemberian sebutkan beberapa gejala hipertensi melalui infus. Bila tidak ditangani dengan segera dan tepat, ini bisa berkembang ke penyakit lainnya, seperti stroke atau serangan jantung.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin sedini mungkin. Bagi orang dewasa sehat, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah setiap dua tahun sebutkan beberapa gejala hipertensi.

Pemeriksaan rutin tekanan darah Jika Anda memiliki prehipertensi (tekanan darah di antara 120/80 mmHg dan 140/90 mmHg), sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan tekanan darah satu tahun sekali atau sesuai anjuran dokter. Pasalnya, seseorang yang memiliki prehipertensi berisiko mengalami hipertensi pada masa mendatang. Sementara itu, jika Anda tergolong hipertensi, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah lebih sering.

sebutkan beberapa gejala hipertensi

Apalagi jika Anda merasakan gejala-gejala tertentu yang mengarah pada penyakit lain. Apabila Anda tidak dapat mengunjungi dokter secara rutin, Anda mungkin dapat melakukan cek tekanan darah di puskesmas atau apotik terdekat. Anda juga dapat membeli alat pengukur tekanan darah untuk dapat digunakan di rumah. Namun, ada baiknya untuk selalu mengonsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan tekanan darah yang tepat untuk Anda.

Bila Anda memiliki hipertensi, dokter biasanya akan memberikan pengobatan dengan dosis yang rendah terlebih dahulu. Beberapa obat darah tinggi yang biasa diresepkan dokter adalah obat diuretik, obat penghambat reseptor angiotensin, beta-blocker, dan obat pereda gejala darah tinggi lainnya.

Namun, dokter juga akan meminta Anda melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat untuk menurunkan tekanan darah. Gaya hidup sehat tersebut diantaranya melakukan olahraga rutin, diet hipertensi, serta makan lebih banyak sayur dan buah yang dapat membantu mengatasi gejala dan mencegah kenaikan tekanan darah semakin tinggi. Mayo Clinic. 2020. High Blood Pressure (hypertension). [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410.

sebutkan beberapa gejala hipertensi June 9, 2020]. Mayo Clinic. 2020. Pulmonary hypertension. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-hypertension/symptoms-causes/syc-20350697. [Accessed June 9, 2020]. Heart.org. 2020. What are the Symptoms of High Blood Pressure? [online] Available at: https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/why-high-blood-pressure-is-a-silent-killer/what-are-the-symptoms-of-high-blood-pressure.

[Accessed Sebutkan beberapa gejala hipertensi 9, 2020]. CDC. 2020. About High Blood Pressure. [online] Available at: https://www.cdc.gov/bloodpressure/about.htm. [Accessed June 9, 2020]. Familydoctor.org. 2020. High Blood Pressure. [online] Available at: https://familydoctor.org/condition/high-blood-pressure/. [Accessed June 9, 2020]. National Heart, Lung, and Blood Institute. 2020. High Blood Pressure. [online] Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/high-blood-pressure.

[Accessed June 9, 2020]. MedlinePlus. 2020. Malignant hypertension. [online] Available at: https://medlineplus.gov/ency/article/000491.htm. [Accessed June 9, 2020]. Heart.org. 2020. Hypertensive Crisis: When You Should Call 911 for High Blood Pressure. [online] Available at: https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/understanding-blood-pressure-readings/hypertensive-crisis-when-you-should-call-911-for-high-blood-pressure.

[Accessed June 9, 2020]. Blood Pressure UK. 2020. Kidney disease and high blood pressure. [online] Available at: http://www.bloodpressureuk.org/BloodPressureandyou/Yourbody/Kidneydisease.

[Accessed June 9, 2020]. Mayo Clinic. 2020. Heart arrhytmia. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668. [Accessed June 9, 2020]. Kidney.org. 2020. Hematuria in Adults. [online] Available at: https://www.kidney.org/atoz/content/hematuria-adults.

[Accessed June 9, 2020].

sebutkan beberapa gejala hipertensi

Mayo Clinic. 2020. Nosebleeds. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/symptoms/nosebleeds/basics/causes/sym-20050914.

[Accessed June 9, 2020]. Familydoctor.org. 2020. Nosebleeds. [online] Available at: https://familydoctor.org/condition/nosebleeds/. [Accessed June 9, 2020]. Cardiosmart.org. 2020. High Blood Pressure: Checking Your Blood Pressure at Home. [online] Available at: https://www.cardiosmart.org/healthwise/zp26/24/zp2624.

[Accessed June 9, 2020]. I Hate Headaches. 2020. High Blood Pressure & Headaches. [online] Available at: https://www.ihateheadaches.org/how-blood-pressure-can-cause-headaches. [Accessed June 9, 2020]. Mayo Clinic. 2020. 10 ways to control high blood pressure without medication.

[online] Available at:Â . [Accessed June 9, 2020]. National Headache Foundation. 2020. Hypertension (High Blood Pressure). [online] Available at:Â https://headaches.org/2007/10/25/hypertension-high-blood-pressure/. [Accessed June 9, 2020]. Assarzadegan, F., Sebutkan beberapa gejala hipertensi, M., Hesami, O., Aryani, O., Mansouri, B., & Beladi Moghadam, N.

(2013). Secondary headaches attributed to arterial hypertension. Iranian journal of neurology, 12(3), 106–110. PMID: 24250915. Friedman, D. (2002). Headache and hypertension: refuting the myth. Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry, 72, 431. http://dx.doi.org/10.1136/jnnp.72.4.431.

Ini Efek Hipertensi Pada Tubuh Anda




2022 www.videocon.com