Cerita fabel singkat

cerita fabel singkat

Cerita Fabel Singkat beserta pesan Moral nya – Cerita fabel adalah cerita mengenai kehidupan binatang yang berprilaku layaknya seperti manusia (prilakunya menyerupai tingkah manusia). Cerita fabel tergolong kedalam jenis cerita fiksi (cerita fiksi adalah suatu cerita yang bukan berasal dari kehidupan yang nyata atau disebut juga dengan cerita fiktif). Cerita fabel disebut juga dengan cerita moral, hal tersebut dikarenakan pesan yang terdapat didalam cerita fabel sangat erat kaitannya dengan moral kehidupan.

Adapun tokoh yang berperan didalam cerita fabel biasanya adalah binatang. Cerita fabel singkat tetapi pada cerita fabel, bukan hanya mengisahkan tentang kehidupan binatang saja, melainkan juga mengisahkan tentang bagaimana kehidupan manusia dengan seluruh karakter yang dimilikinya.

Jadi, peran binatang yang terdapat cerita fabel singkat cerita fabel mempunyai karakter layaknya manusia, antara lain seperti : • Baik dan jahat. • Jujur dan pembohong. • Sopan dan tidak sopan. • Pintar dan bodoh. • Menyukai persahabatan dan tidak senang bersahabat. • Licik dan culas. • Melakukan perbuatan dan tingkah yang terpuji. • Sombong, angkuh, keras kepala, suka menipu. • Egois (ingin menang sendiri). • Pendiam, periang dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, cerita fabel menjadi primadona utama sebagai salah satu sarana dengan potensi yang tinggi didalam menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sejak dini. Dengan adanya beragam karakter tersebut, maka setiap penonton maupun pembaca cerita fabel dapat menilai dan mempelajari pelajaran moral (nilai moral) yang terkandung di dalam cerita fabel itu sendiri.

Daftar Isi • Manfaat Dongeng • Contoh Cerita Fabel Singkat • Rusa dan Kura-Kura • Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul • Kadal dan Ular Air • Kelinci dan Anjing Petani • Kuda yang memakai kulit harimau Manfaat Dongeng • Dapat Memberikan Teladan Salah satu manfaat cerita fabel singkat dapat diambil melalui aktivitas mendongeng bagi anak adalah, orangtua dapat memberikan teladan yang baik bagi anak mereka.

Orangtua dapat memberikan contoh sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan terpuji yang harus dikembangkan dan sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan buruk yang tidak boleh dilakukan oleh si anak. • Memotivasi Anak Biasanya, seorang anak ketika mendengarkan sebuah cerita atau dongeng ia kemudian akan berimajinasi sebagai tokoh protagonis yang berhasil memecahkan masalah dalam cerita tersebut.

Seorang anak senantiasa membayangkan dirinya sebagai jagoan atau Hero dalam sebuah cerita. Di sinilah kesempatan orangtua untuk dapat menyemangati dan memotivasi anak mereka melalui sebuah dongeng. • Cerita fabel singkat Berkomunikasi Selain keuntungan-keuntungan di atas, membacakan dongeng atau cerita bagi anak yang belum dapat berbicara juga dapat menjadi media pembelajaran bagi si anak untuk berbicara.

Dengan menceritakan dongeng maka akan merangsang kemampuan berkomunikasi verbal anak. Contoh Cerita Fabel Singkat Rusa dan Kura-Kura Hiduplah seekor rusa pada zaman dahulu. Ia sangat sombong lagi pemarah. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain. Pada suatu hari si rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja. “Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?” “Aku sedang mencari sumber penghidupan,” jawab si kura-kura.

Si rusa tiba-tiba marah mendengar jawaban si kura-kura. “Jangan berlagak engkau, hei kura- kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!” Si kura-kura berusaha menjelaskan, namun si rusa tetap marah. Bahkan, si rusa mengancam akan menginjak tubuh si kura-kura. Si kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.

Si rusa sangat marah mendengar tantangan si kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu. “Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!” Si kura-kura tidak bersedia melakukannya. Katanya, “Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku.” Si rusa kian marah mendengar ucapan si kura- kura.

Ia pun bersiap-siap untuk menendang. Ia berancang-ancang. Ketika dirasanya tepat, ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya. Ketika si rusa mengayunkan kakinya, si kura-kura segera memasukkan kaki-kakinya ke dalam tempurungnya. Tendangan rusa hanya mengenai tempat kosong. Si rusa sangat marah mendapati tendangannya tidak mengena.

Ia lantas menginjak tempurung si kura-kura dengan kuat. Akibatnya tubuh si kura-kura terbenam ke dalam tanah. Si Rusa menyangka si kura-kura telah mati. Ia pun meninggalkan si kura-kura. Si kura-kura berusaha keras keluar dari tanah. Setelah seminggu berusaha, si kura-kura akhirnya berhasil keluar dari tanah.

Ia lalu mencari si rusa. Ditemukannya si rusa setelah beberapa hari mencari. “Bersiaplah Rusa, kini giliranku untuk menendang.” Si rusa hanya memandang remeh kemampuan si kura-kura. “Kerahkan segenap kemampuanmu untuk menendang betisku. Ayo, jangan ragu-ragu!” Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang.

Si kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si rusa putus. Seketika itu si rusa yang sombong itu pun mati. Baca : Pengertian Sejarah, fungsi,tujuan,kegunaan Menurut para Ahli Pesan Moral dari Cerita Hewan Fabel : Dongeng Rusa dan Kura-Kura adalah jangan sombong dan meremehkan kemampuan orang lain.

kesombongan hanya akan mendatangkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari. Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul Suatu hari seekor keledai pergi mencari seekor anjing gunung ke sebuah gunung yang sangat tinggi, keledai itu sengaja mencari anjing gunung untuk berburu bersama di sebuah hutan yang cukup lebat dan tidak lama keledai itu menaiki gunung akhirnya dia menemukan seekor anjing gunung sedang berjalan. Kemudian anjing itu dia ajak untuk berburu bersama dan akhirnya anjing gunung itu menerima ajakan dari sang keledai, kini sang keledai dan anjing gunung pergi ke hutan lebat itu namun sebelum mereka memasuki hutan itu sang keledai menemui seekor mancan tutul yang sedang tiduran di sebuah pohon besar.

Sang keledai kemudian mengajak macan tutul itu pergi berburu bersama dan macan cerita fabel singkat itupun menerima ajakan sang keledai. Setelah sang keledai mengumpulkan teman berburunya yaitu Anjing gunung dan Macan Tutul kini mereka pergi bersama-sama memasuki hutan lebat untuk berburu bersama, mereka menangkap hewan-hewan dengan kerjasama yang baik hewan apapun bisa mereka tangkap dengan mudah mereka berburu mulai dari pagi hari sampai dengan sore hari.

Mereka berhasil mengumpulkan hewan-hewan tangkapannya kemudian mereka bawa ke tempat terbuka dan mereka tumpuk hewan-hewan hasil buruan mereka. Hewan hasil buruan mereka terdiri dari seekor kelinci, kambing, rusa, kerbau, kijang dan uncal, kini waktunya mereka membagi-bagaikan hewan tangkapan mereka. Sang macan tutul menunjuk sang keledai untuk membagi hewan-hewan itu “Keledai silahkan kau bagi makanan-makanan itu” Perintah sang macan tutul lalu keledai itu menghitung dengan cermat hewan tangkapan itu, setelah sang keledai menghitung dia membagikan hewan-hewan itu secara adil dengan membagi tiga bagian yang sama banyak.

Melihat pembagian itu sang macan tutul sangat marah kemudian dia menerkam sang keledai hingga keledai itu mati dan kini tumpukan makanan telah bertambah. Kemudian sang macan tutul menoleh ke arah anjing gunung “Sekarang kamu bagikan hewan-hewan itu”.

Perintahnya dengan marah, kini sang anjing gunung mendekati makanan itu dia menumpukan kembali hewan-hewan yang telah dibagikan oleh sang kedelai menjadi tumpukan yang besar kemudian dia menggigit seekor kelinci di mulutnya untuk dirinya sendiri, itupun hanya seekor kelinci yang dagingnya sangat kecil dan tidak begitu berarti untuk sang macan tutul. Macan tutul yang tadinya marah kini mulai reda dia melihat keputusan sang anjing gunung dengan tersenyum “Kau sangat pandai dalam mengambil sebuah keputusan wahai anjing gunung, kau membagikan makanan ini dengan sangat adil apakah kau mempelajarinya dari sang keledai?”.

Tanya sang macan tutul “Ya aku belajar dari sang keledai” jawab anjing gunung itu sambil pergi dari hadapan sang macan tutul “aku juga tidak mau mengulangi nasib sama dengan keledai itu” celetuk sang anjing. Dalam hatinya anjing gunung sangat kecewa dengan keserakahan macan tutul, dia berjanji tidak akan bekerjasama dan membantu macan tutul di kemudian hari.

Pesan Moral dari Kumpulan Cerita Hewan Fabel : Anjing Gunung, Keledai dan Macan Tutul adalah sifat serakah dan curang akan membuat orang lain menjauhi kita. Dan pada suatu saat kita butuh bantuan orang lain mereka tidak akan mau membantu. Kadal dan Ular Air Disebuah kolam yang cukup besar dan dalam seekor kadal sedang berjalan di pinggiran kolam kadal itu sedang mencari kegiatan baru kadal itu sangat ingin mencoba sesuati yang baru, dia sangat ingin berpetualang ketika dia berjalan dipinggiran kolam sambil mengeluarkan lidahnya dia melihat sesuatu muncul dari dalam air hal pertama yang dilihat oleh kadal itu adalah sebuah kepala yang melenggak lenggok kesana kemari seperti sedang mencari sesuatu kemudian kadal itu mendekati mahkluk yang muncul dari dalam air itu dan dia sedikit kaget ternyata dia melihat seekor ular air.

Ketika itu ular air juga melihat kehadiran sang kadal lalu mendekatinya, setelah sampai dekat dengan cerita fabel singkat kadal ular itu meninggikan kepalanya dan berkata :”Apa yang sedang dilakukan oleh seekor kadal gemuk ini dipinggiran kolam?” kadal itu menjauh dari sang ular karena dia takut dimangsa olehnya “Aku hanya sedang mencari kegiatan baru, aku hanya ingin mencari sebuah petualangan”.

Kata sang kadal. “Kenapa kau menghindar dariku? Aku tidak memakan mu aku telah kenyang memakan ikan kecil yang ada di kolam itu” kata sang ular cerita fabel singkat kau ingin sebuah petualangan yang seru” kata ular sambil mendesis “Ya itu benar aku ingin sekali mencoba sesuatu yang baru” kata sang kadal dengan penuh semangat “apa kau pernah melewati kolam ini sendiri?” Tanya sang ular.

“Aku tidak pernah melewatinya kolam ini terlalu luas untuk aku sebrangi meskipun cerita fabel singkat bisa sedikit berenang tapi aku takut untuk menyebrangi kolam ini dari satu tepian ketepian lainnya”. Jawan sang kadal “apa kau mau menyebaranginya aku akan membantunya” ajak sang ular. Sang kadal sangat ingin sekali menyebranginya dan tanpa berpikir panjang kadal itu menerima ajakan dari sang ular “Baiklah kalo begitu carilah sesuatu yang bisa dijadikan sebagai tali!” Pinta sang ular “Untuk apa tali itu?” Tanya sang kadal dengan heran “Tali itu untuk kau ikatkan ke ekorku ketika kita berenang menyebrangi kolam ini kau tidak akan tenggelam, aku akan menarikmu kepermukaan”.

jelas sang ular. Lalu sang kadal mencari tali di pinggiran kolam dan dia mendapatkan nya, setelah itu sang kadal menalikan kaki depannya ke ekor sang ular dengan sangat kuat. Selesai itu kini sang ular dan sang kadal berenang menyebrangi kolam luas itu namun di tengah-tengah kolam sang ular berpikir untuk menenggelamkan sang kadal sebelum mencapai tepian, ketika hal itu akan dilakukan oleh sang ular tiba-tiba tibuhnya tertarik ke atas cerita fabel singkat mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga namun hal itu percuma ternyata sang kadal disambar oleh seekor burung alap-alap sehingga tubuh ular itu bergelantungan di udara.

Saat itu sang alap-alap melihat bukan hanya kadal saja yang dia tangkap namun begitu juga seekor ular air dimana ekornya terikat pada kaki sang kadal. Disebuah perkebunan jagung yang cukup luas terdapat seekor anjing petani sedang mencari kelinci yang berkeliaran untuk dimangsa. Anjing itu dilatih untuk mengejar hewan pengganggu perkebunan jagung ketika jagung masih muda. Daun jagung itu sering dimakan oleh kelinci sehingga tanaman jagung itu tidak dapat tumbuh dengan baik dan jika tanaman itu tidak tumbuh dengan baik hasil panen jagung juga akan sangat berkurang, maka dari itu sang petani menempatkan seekor anjing terlatih di perkebunan itu.

Setiap hari anjing itu berkeliaran memeriksa hewan pengganggu tanaman jagung di perkebunan petani. Pada suatu pagi anjing itu bangun dari tidurnya kemudian dia berjalan mengitari perkebunan jagung itu sambil mengendus-ngendus bau hewan lain dengan hidung nya, penciuman anjing itu sangat tajam bahkan anjing itu mampu mencium bau kelinci dari jarak yang sangat jauh, ketika dia berjalan anjing itu mencium bau kelinci dari kejauhan anjing itu mengikuti arah bau itu sampai akhirnya dia melihat seekor kelinci sedang asik memakan pucuk jagung yang masih muda.

Anjing itu berjalan perlahan mendekati kelinci tersebut ketika dia sudah sangat dekat dengan kelinci itu sang anjing langsung mengejarnya dengan sangat cepat, namun sang kelinci mendengar langkah anjing itu karena kelinci memiliki telinga yang panjang dan sangat peka terhadap suara. Kelinci itu menhindari sang anjing dengan cepat dia melompat dengan sangat cepat dan lompatan kelinci itu sangat jauh. Sang anjing terus mengejarnya meskipun kelinci itu semakin menjauh dari jarak sang anjing namun sang anjing tidak menyerah begitu saja.

Anjing itu memiliki kemampuan berlari tanpa henti sehingga dia mampu mengejar sang kelinci tanpa kelelahan. Meskipun demikian sang kelinci yang sangat cepat melompat menghindari kejaran anjing itu membuat anjing itu kehilangan jejaknya, anjing itu mulai mengendus-ngendus bau sang kelinci dan tidak lama kemudian dia menemukan kelinci itu kini dia mengejarnya lebih cepat dari sebelumnya namun sang kelinci itu tidak dapat dia kejar hingga akhirnya anjing itu menyerah dan tidak melakukan pengejaran terhadap kelinci itu lagi.

Ternyata kejadian itu ditonton oleh seekor burung gagak yang sedang bertengger di sebuah pohon yang daunnya sedang gugur ketika anjing itu melewati pohon tersebut sang gagak bertanya kepadanya “Ternyata kelinci itu lebih kencang dibandingkan dengan dirimu” kemudian sang anjing berkata dengan tenang “Apa kau tidak melihat perbedaan yang begitu mencolok antara aku dengan kelinci itu?” sang gagak menjawab “aku tidak melihat perbedaan itu, memang apa perbedaan yang kau maksudkan cerita fabel singkat Sang anjing menjawab “Aku berlari untuk menangkap makanan sedangkan dia berlari mempertahankan hidupnya, sebuah keinginan akan menentukan kerasnya sebuah usaha”.

Baca : contoh hipotesis penelitian, pengertian,Bentuk, Konsep Pesan Moral dari Kumpulan Cerita Hewan Fabel : Kelinci dan Anjing Petani adalah jika kita memiliki keinginan dan semangat yang kuat untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, maka cepat atau lambat keinginan itu pasti akan terwujud. Kuda yang memakai kulit harimau Seekor kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat, kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu dia terlihat gembira karena tidak ada petani gandum menjaga ladangnya.

Ketika dia menuju hutan lebat di tengah jalan sang kuda melihat sesuatu dengan heran seperti sebuah kulit harimau lalu kuda itu mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dia lihat adalah sebuah kulit harimau yang tidak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu harimau.

Kuda itu mencoba memakai kulit harimau itu dan ternyata pas ditubuhnya. Lalu terlintas di benak kuda itu untuk menakuti hewan-hewan hutan yang melewati dirinya, kuda itu bergegas mencari tempat untuk bersembunyi. Tempat itu harus terlihat gelap dan sering dilalui oleh beberapa hewan hutan.

Akhirnya dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi dan kuda itupun masuk ke semak-semak dengan menggunakan kulit harimaunya, di semak-semak kuda itu bersembunyi menunggu hewan hutan yang melewatinya dan tidak lama kemudian beberpa domba gunung berjalan ke arah dirinya kuda itu kini bersiap-siap untuk meloncat. Ketika domba-domba itu melewati kuda yang sedang bersembunyi kuda itu meloncat ke arah domba-domba itu dan serentak domba-domba itu berlarian kesana kemari mereka ketakukan dengan kulit harimau yang di pakai oleh kuda itu.

Sang kuda hanya tertawa setelah domba-domba itu berlarian dia amat senang sekali menjaili domba-doma itu. Lalu sang kuda kembali bersembunyi kedalam semak-semak dia menunggu hewan lain datang melewati semak-semak itu dari kejauhan terlihat seekor tapir berjalan sambil mengunyah sesuatu dimulutnya, tapir itu berjalan dengan sangat lambat mendekati semak-semak namun ketika kuda itu meloncat ke arah tapir itu sang tapir terkejut dan lari sekencang-kencangnya menghindari menghindari kuda yang memakai kulit harimau itu.

Sang kuda kini semakin senang mengganggu hewan-hewan lainnya dan dia kembali ke semak-semak itu menunggu hewan lain untuk dia kagetkan. Kini sang kuda menunggu lebih lama dari biasanya namun hal itu tidak membuatnya bosan tiba-tiba seekor kucing hutan berlari sambil membawa seekor tikus dimulutnya.

Kucing itu tidak melewati semak-semak kucing itu hanya duduk menyantap tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar, melihat hal itu sang kuda berinisiatif untuk mengagetkannya dari arah belakang. Kuda itu keluar dari semak-semak dan berjalan dengan hati hati agar lebih dekat dengan sang kucing ketika sudah sangat dekat dengan sang kucing, kuda itu mengaum seperti halnya seekor harimau namun kuda itu tidak sadar bahwa suara aumannya bukanlah suara harimau melainkan suara seekor kuda, mendengar hal itu sang kucing menoleh ke belakang dan dia melihat kuda itu dengan kulit harimau namun bersuara kuda.

Hal itu membuat sang kucing tertawa terbahak-bahak “Apabila aku melihatmu memakai kulit harimau itu aku akan lari ketakutan tapi auman suaramu itu tetap bukan suara harimau melainkan suara seekor kuda”. Pesan Moral dari Kumpulan Cerita Hewan Fabel : Kuda yang memakai kulit harimau adalah sepandai-pandainya kita berpura-pura maka suatu saat akan terlihat juga kebohongannya.

Kejujuran merupakan kata yang paling indah di dunia ini. Recent Posts • Pengertian Jujur Contoh Jujur sifat manfaat jujur • Pengertian Manfaat Fungsi Jenis lembaga keuangan • cara mengembalikan file yang terhapus di flashdisk • Cara Menyimpan Status Whatsapp WA Termudah Tanpa Aplikasi • 6 Smart TV Terbaik Ini Punya Fitur Melimpah, Ini Dia Rekomendasinya • pengertian ide pokok bacaan fungsi cara menentukan ide pokok • cara registrasi kartu telkomsel • 7 Rekomendasi AC Terbaik Hemat Energi Awet Tahan Lama • Cara melihat IP komputer Laptop Smartphone • Kamus Translate Bahasa Madura Online Halo, Quipperian!

Kamu pasti pernah mendengar tentang fabel, kan? Cerita yang bertokohkan para bintang ini, memiliki pesan moral yang bisa kamu petik. Dan untuk jumlah ceritanya sendiri, sudah ada puluhan bahkan ratusan cerita fabel yang bisa kamu temukan. Nah, kali ini Quipper Blog akan membahas kumpulan cerita fabel singkat, nih.

Penasaran? Kuy, dibaca! 2. Cerita Si Semut dan Belalang Sembah Cerita Fabel Singkat 1 Paragraf Kumpulan cerita fabel singkat yang pertama Quipper Blog jabarkan terdiri dari satu paragraf saja.

Seperti apa? Silakan dicek, ya! 1. Anjing yang Serakah Ada seekor anjing yang baru mencuri sepotong daging milik pemiliknya. Ia berlari karena dikejar dan memutuskan untuk melewati jembatan dan menyeberangi sungai agar lolos dari kejaran (bagian Orientasi). Saat di jembatan, anjing melihat ke bawah dan dia melihat anjing lainnya yang membawa daging. Anjing berpikir kalau ia berhasil mengalahkan anjing di sungai, ia bisa mendapatkan 2 potong daging sekaligus cerita fabel singkat Komplikasi).

Ia pun langsung menyerang anjing di sungai, sehingga daging pada mulut anjing tersebut terlepas dan jatuh ke dalam sungai (bagian Resolusi). Namun, ternyata anjing yang diserangnya adalah bayangannya sendiri di sungai (bagian Koda). Pesan Moral: Jangan terlalu serakah dalam hidup dan harus pandailah bersyukur.

2. Asal Muasal Belang di Tubuh Zebra Suatu ketika saat musim kemarau, banyak mata air yang jadi kering. Para hewan pun jadi kesulitan mendapat air (bagian Orientasi). Namun, ada satu kolam yang masih terisi penuh air yang dijaga seekor babun. Suatu hari, zebra yang masih berbulu putih polos datang untuk minum. Melihat hal itu, babun marah dan mendorong zebra (bagian Komplikasi).

Hingga akhirnya zebra jatuh ke dekat api unggun yang dibuat babun. Hal ini menyebabkan bagian bulu zebra hangus terkena api dan menyisakan belang-belang hitam (bagian Resolusi). Namun, zebra justru menyukainya dan sejak saat itulah zebra jadi berbulu belang putih (bagian Koda). Pesan Moral: Setiap kejadian tentunya memiliki pelajaran dan hikmah.

cerita fabel singkat

3. Asal Muasal Kambing Gunung Suatu ketika sekelompok kambing terganggu dengan adanya seekor serigala yang ingin memangsa mereka (bagian Orientasi). Para kambing itu jadi gelisah dan takut jika si serigala tiba-tiba menerkam mereka (bagian Komplikasi).

Kambing tua yang jadi pemimpin kelompok segera mencari ide dan memutuskan agar kelompok itu pindah ke sebuah tebing batu yang tinggi (bagian Resolusi). Cerita fabel singkat lalu memanjat dan berkali-kali tergelincir. Namun, usaha yang keras membuat para kambing berhasil hingga atas tebing. Tak lama serigala datang dan berusaha memanjat tebing, namun selalu cerita fabel singkat. Para kambing pun merasa aman dan menetapkan untuk tinggal di atas tebing selamanya.

Sejak saat itu kambing yang tinggal di atas tebing dinamakan dengan kambing gunung (bagian Koda). Pesan Moral: Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya asalkan kita mau berusaha. Cerita Fabel Singkat 2 Paragraf Setelah membahas contoh singkat satu paragraf, sekarang kumpulan cerita fabel singkatnya akan terdiri dari dua paragraf.

Mari, cek di bawah ini, guys. 1. Gagak yang Ingin Jadi Angsa Suatu hari gagak ingin sekali menjadi angsa, memiliki bulu putih dan bisa tinggal di sekitar danau (bagian Orientasi). Maka, sejak saat itu gagak selalu meniru tingkah laku angsa. Ia ikut mandi di danau, ikut terbang mengitari danau, dan makan makanan angsa. “Aku yakin jika bisa melakukan semua perilaku angsa, aku bisa jadi seperti angsa,” ucap si gagak dengan yakin.

Namun, setelah berhari-hari gagak mencoba makan makanan angsa, ia mulai sering sakit perut (bagian Komplikasi). Begitupun saat ia berendam di dalam air terlalu lama, karena kedinginan ia jadi sering cerita fabel singkat (bagian Komplikasi). Barulah sejak saat itu, gagak berhenti meniru si angsa (bagian Resolusi).

Ia akhirnya menyadari jika dirinya tak mungkin bisa jadi seperti yang lainnya (bagian Koda). Pesan Moral: Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang sudah diatur Tuhan sedemikian rupa, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita. 2. Ayam Jantan yang Jadi Milik Rubah Ada seekor rubah yang cerdik dan sombong (bagian Cerita fabel singkat. Suatu ketika, ia bertemu dengan seekor ayam jantan yang juga dikenal paling cerdik.

Rubah pun menantangnya, “Katanya kau sangat cerdik, bisakah kau memejamkan mata sambil berteriak?” Tanpa curiga, si ayam pun menuruti dan memejamkan matanya. Tiba-tiba rubah menerkam dan menggigit lehernya (bagian Komplikasi). Saat hendak lari, si pemilik ayam rupanya melihat sambil berteriak, “Lepaskan ayamku!” Dengan suara masih tercekik, ayam pun berkata, “Katakan pada petani, kalau aku adalah milikmu.” Lalu, saat rubah berkata dan melepaskan gigitannya pada si ayam, (bagian Resolusi) tanpa berpikir panjang, ayam langsung lari dan terbang ke atas pohon.

Ayam pun selamat dan rubah akhirnya mengakui kecerdikan si ayam jantan (bagian Koda). Pesan Moral: Jangan meremehkan kemampuan orang lain yang terlihat lemah. Bisa jadi dia memiliki kelebihan yang tak disangka-sangka. Baca Juga: Kumpulan Cerita Fabel Panjang Beserta Pesan Moralnya 3.

Duri Landak yang Menakutkan Suatu ketika Gajah si Raja rimba Pulau Biru ingin menaklukkan Raja Rimba Pulau Merah yang dipimpin seekor beruang (bagian Orientasi). Menghadapi ini, si Raja Rimba Pulau Merah bingung, “Kerajaan Pulau Biru itu memiliki raja yang berbadan besar.

Jika seperti ini, kita bisa kalah (bagian Komplikasi) .” Untungnya, di tengah kebingungan itu, muncul landak yang bijaksana dan cerdik.

“Jangan khawatir Raja, engkau suruh saja salah satu utusan di sini dan bekali mereka dengan duri-duri landak sebagai bekal untuk si raja gajah (bagian Resolusi) .” Lalu, datanglah perwakilan kepada Raja Gajah dan memberikan duri-duri landak tersebut. Si Gajah kaget saat menerima hadiah duri-duri yang tajam dan besar-besar itu.

“Ya ampunbulunya saja setajam dan sebesar ini. Apalagi pemiliknya! Si Raja Pulau Merah tentu saja memiliki tubuh yang besar dan sangat kuat!” Maka dengan ketakutan, Raja Gajah tidak jadi menaklukkan Raja Beruang (bagian Koda). Pesan Moral: Bentuk fisik tidak menjamin kekuatan yang dimiliki seseorang. Makhluk yang terlihat lemah, memiliki kekuatannya sendiri.

Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf Seperti apa kumpulan cerita fabel singkat yang terdiri dari tiga paragraf? Langsung saja simak di bawah ini, ya.

1.

cerita fabel singkat

Hadiah Istimewa Si Serigala Pada suatu hari, ada seekor serigala yang berteriak untuk meminta tolong pada seekor bangau (bagian Orientasi). “Tolong cabutkan duri di tenggorokanku. Aku tadi makan ikan terlalu terburu-buru, sehingga durinya tersangkut. Dari tadi aku sudah berusaha untuk melepaskannya, namun tidak bisa,” rintih si serigala sambil memegang lehernya yang kesakitan. Cerita fabel singkat hal itu, bangau masih bingung untuk menolong si serigala (bagian Komplikasi).

Namun, serigala meyakinkannya, “Tenang saja, bangau. Nanti, aku akan memberikan hadiah yang paling istimewa untukmu.” Karena tak tega, akhirnya bangau menyuruh serigala untuk membuka mulut lebar-lebar (bagian Resolusi). Lalu, ia memasukkan kepala dan lehernya ke dalam mulut serigala.

Setelah dicari-cari, akhirnya duri yang tersangkut cerita fabel singkat dalam tenggorokan serigala berhasil dikeluarkan. Setelah berhasil mencabutnya, si bangau langsung buru-buru terbang. Melihat hal itu, serigala jadi kebingungan, “Kenapa engkau tidak menunggu hadiah yang aku janji akan berikan?” Lalu, sambil terbang bangau pun menjawab, “Aku sudah beruntung engkau tidak memangsaku, meski berkali-kali aku memasukkan leherku ke dalam mulutmu.

Hal itu adalah imbalan yang cerita fabel singkat berharga bagiku (bagian Koda) .” Pesan Moral: Tidak ada salahnya untuk menolong siapapun saat mereka kesulitan.

Berbuat baiklah kepada sesama. 2. Cerita fabel singkat Si Semut dan Belalang Sembah Pada suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga semut yang memiliki anggota sangat banyak. Keluarga semut ini membuat sarang daun-daun yang mereka tempelkan dengan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulut (bagian Orientasi). Para semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan musim dingin yang panjang akan segera tiba. Ketika musim dingin tiba, stok makanan akan sulit dicari.

Untuk itulah, para semut segera mengumpulkan makanan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin tiba. Namun, berbeda halnya dengan seekor belalang sembah. Belalang sembah merupakan makhluk yang memiliki tangan yang panjang dan bola mata yang besar. Mereka sering sekali hidup di pohon-pohon seperti halnya para semut. Namun, uniknya para belalang sembah ini hanya akan berlatih menari saat musim dingin (bagian Orientasi). Hal ini membuatnya lupa untuk mencari bahan makanan yang dijadikan stok saat musim dingin tiba.

Alhasil, belalang jadi kelaparan dan akhirnya mencari makan ke rumah semut (bagian Komplikasi). Para semut awalnya tidak ingin memberi stok makan mereka karena takut habis. Namun, melihat belalang yang lemas kelaparan, semut pun akhirnya tak tega dan memberi makanan mereka kepada si belalang (bagian Resolusi).

Belalang pun kembali bugar dan berjanji agar dapat mengelola waktunya dengan baik (bagian Koda). Pesan Moral: Manajemen waktu sangatlah penting agar tak menyesal di kemudian hari.

Quipperian, itulah kumpulan cerita fabel singkat dengan struktur dan pesan moralnya. Menarik sekali, kan, cerita-cerita tadi? Jadi, mana nih cerita yang jadi favorit kamu?

Semoga kumpulan cerita fabel singkat tadi bisa menginspirasi kamu ya dan membuat kamu memahami bagaimana cerita fabel itu. Jangan lupa untuk ikuti terus pembahasan materi pelajaran lainnya hanya di Quipper cerita fabel singkat. Kamu bisa mempelajari fabel dan materi pembelajaran lainnya lewat Quipper Video supaya belajar menyenangkan dan seru. [spoiler title=SUMBER] • tabbayun.com/ • ebookanak.com/ • thegorbalsla.com/[/spoiler] Surat Niaga – Bahasa Indonesia Kelas 11 Februari 15, 2022 Afiks – Arti dan Jenis Afiks Desember 28, 2021 Surat Pribadi – Pengertian, Ciri, Jenis, dan Cara.

Agustus 4, 2021 Fabel – Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contoh April 20, 2021 Teks Deskripsi – Pengertian, Jenis dan Contohnya April 20, 2021 Puisi Rakyat – Pengertian, Jenis, dan Contohnya April 20, 2021
Fabel adalah cerita tentang hewan yang dikisahkan berperilaku dan bertindak sebagaimana layaknya manusia, tentu saja cerita ini hanyalah khayalan semata, dan bukan kejadian yang sebenarnya, namun cerita ini mengandung pesan-pesan khusus sebagai nasihat.

Tiap daerah dan tiap negara memiliki cerita fabel pada zaman dahulu yang khas masing-masing. Cerita fabel Bahasa Inggris juga ada, beberapa bahkan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan berbagai bahasa lainnya.

Berikut ini adalah beberapa contoh: Cerita Fabel pendek dan singkat, yakni cerita fabel 5 tokoh hewan Cerita Fabel Belalang dan Semut Di suatu pohon di tengah taman, hiduplah semut berdampingan dengan belalang. Sepanjang hari semut selalu rajin mengumpulkan makanan, baik itu di siang hari yang terik hingga saat hujan pun semut masih rajin mengumpulkan makanan di sarangnya.

Melihat itu belalang pun mengejek, sambil bermalas-malasan dan berjemur ia pun menyebut semut sebagai mahluk bodoh dan konyol, karena masih saja sibuk bekerja mengumpulkan makanan di sarangnya, padahal taman di sekitar tempat mereka tinggal itu terdapat banyak sekali makanan.

Semut pun dengan sabarnya menjawab, bahwa apa yang dikatakan belalang itu memang benar pada saat ini memang cerita fabel singkat terdapat banyak makanan di taman tempat mereka tinggal, namun semut mengumpulkan makanan itu untuk persediaan mereka selama musim dingin nanti.

Semut pun mengajak agar belalang bersama-sama untuk mengumpulkan makanan juga. Namun belalang justru tertawa makin keras dan mengatakan bahwa musim dingin masih lama, jadi lebih baik bersenang-senang saja dulu. Cerita fabel singkat akhirnya musim dingin pun tiba. Semut tidak khawatir karena telah memiliki persediaan makanan yang cukup untuk menghadapi musim cerita fabel singkat.

Namun tidak dengan belalang yang kelaparan hingga datang ke rumah semut dan hendak meminta makanan. Semut bertanya apakah belalang tidak malu, telah mengejek dirinya dan sekarang meminta makanan kepadanya. Belalang pun pulang dengan rasa malu dan tangan hampa. Beberapa waktu kemudian semut pun mulai merasa khawatir dengan kondisi belalang ia pun datang ke rumah belalang sambil membawa makanan, sesampainya di tempat ia mendapati belalang sudah pingsan kelaparan.

Akhirnya semut pun tidak tega dan memberikan makanannya. Belalang pun meminta maaf atas segala ucapannya di musim panas dulu yang telah mengejek semut yang rajin dan lalu ia sebut sebagai hewan yang pintar dan dirinya lah yang bodoh itu.

Pelajaran yang bisa dipetik adalah agar jadi orang yang rajin dan pintar, agar bisa selamat, jangan suka bermalas-malasan dan bertindak bodoh supaya tidak malu dan menjadi celaka.

Cerita Fabel Raja Rusa dan Kedua Menterinya, Rusa Totol dan Rusa Merah Cerita fabel pendek alkisah terdapat raja Rusa bertanduk emas yang memimpin sekelompok kawanan rusa di hutan.

Semuanya berjalan baik-baik saja hingga tibalah musim kemarau, raja Rusa lalu mengutus kedua menterinya, yakni rusa totol dengan rusa merah untuk mencari sumber air minum dan makanan untuk kawanan mereka. Sudah berhari-hari kawanan mereka tidak makan dan tidak minum, akibat cerita fabel singkat maka sungai pun kering dan gersang tak ada rumput tumbuh di padang mereka tinggal.

Beberapa rusa pun sudah ada yang mati kelaparan. Lalu berangkatlah keduanya menjelajah hutan, hingga merekapun sampai di suatu kolam air di tengah hutan, yang disekelilingnya tumbuh rumput tinggi dengan daunnya yang menghijau, segar sekali.

Rusa Merah dan Rusa Totol pun merasa gembira sekali, keduanya lantas berusaha membawa rumput tersebut ke tempat kawanan mereka tinggal. Sewaktu di tengah perjalanan Rusa Merah meminta agar Rusa Totol merahasiakan tempat kolam air tersebut. Rusa Totol pun tidak mau, ia ingin kawanan mereka untuk pindah ke tempat kolam air itu berada.

Rusa Merah marah dan mengatakan bahwa ia telah bersusah payah menemukan tempat itu jadi ia ingin kawanan rusa yang lain untuk membeli darinya dengan harga yang sangat mahal jika ingin rumput dan air yang mereka bawa, namun rusa totol tidak setuju.

Sambil menahan marah rusa merah yang rakus pun meneruskan perjalanan mereka. Namun sebelumnya ia mampir dulu ke rumahnya, lalu menyimpan separuh rumput yang ia bawa, dengan maksud untuk ditimbun dan akan dijualnya dengan harga yang mahal nantinya.

Ia bermaksud untuk melakukan korupsi dan hanya akan membagikan separuh saja rumput yang ia bawa kepada kawanan rusa yang lainnya.

Rusa totol yang melihatnya berusaha mencegah dan menasehati kepada rusa merah, bahwa korupsi itu bukan perbuatan yang baik, mereka berdua telah diutus raja rusa untuk mencari makanan dan mereka telah diberi upah yang cukup untuk melaksanakan tugas tersebut jadi tidaklah layak jika rusa merah masih ingin mendapat keuntungan lebih banyak lagi, sebanyak-banyaknya.

Rusa Cerita fabel singkat pun marah kepada Rusa Totol yang ia sebut sebagai rusa yang bodoh dan tolol. Singkat cerita akhirnya rusa totol pun sampai ke hadapan raja rusa dan mulai membagikan rumput yang dibawanya kepada seluruh kawanan rusa dengan merata. Raja rusa yang heran mengapa rusa totol hanya cerita fabel singkat sendiri, pun mulai khawatir dengan nasib rusa merah.

Ia pun bertanya kepada rusa totol, ada dimana rusa merah, apakah ia terbunuh oleh cerita fabel singkat di perjalanan, sehingga tewas saat melaksanakan tugas, raja rusa lalu merencanakan untuk memberi gelar pahlawan kepada rusa merah.

Namun rusa totol pun akhirnya menjelaskan kejadian yang sesungguhnya yakni rusa merah tewas dengan sendirinya ketika ia bermaksud untuk menyerang rusa totol yang mau mencegahnya dari perbuatan korupsi. Saat rusa merah dengan marahnya berlari untuk menanduk rusa totol dengan tanduknya yang kuat dan panjang, namun rusa totol berusaha menghindarinya, sehingga tewaslah rusa merah akibat menanduk batu besar yang ada di belakang tempat berdirinya rusa totol.

Itulah akhir kisahnya, korupsi adalah perbuatan buruk yang hanya akan membawa keburukan bagi pelakunya. Kerakusan hanya akan membawa pada celaka. Jangan pernah sekalipun untuk berbuat curang dan korupsi, agar tidak celaka. Cerita Fabel Sekawanan Gagak, Tikus, Kura-kura dan Rusa yang Kompak Kisah fabel ini dari Yaman. Pada suatu ketika hiduplah empat sekawan, yakni gagak, tikus, rusa dan kura-kura yang hidup bersama, bersebelahan rumah. Setiap pagi mereka berangkat bekerja ke tempat masing-masing.

Dengan jadwal yang sama, rutin tiap hari mereka lalukan. Pertama kura-kura dulu yang berangkat awal, lalu disusul oleh rusa dan gagak kemudian tikus yang terakhir berangkat, namun saat pulangnya rusa justru yang pertama sampai rumah, kemudian disusul dengan tikus dan gagak baru kemudian kura-kura yang terakhir. Hingga pada suatu saat tikus, gagak dan kura-kura sudah sampai rumah, namun rusa belum tiba juga.

Mereka pun khawatir, lalu gagak pun berusaha mencari rusa. Firasat mereka ternyata benar, rupanya rusa tengah terjebak di jaring pemburu. Tikus pun segera mengerat jaring itu hingga rusa bisa lari melepaskan diri. Namun malang bagi si lambat kura-kura, karenanya dengan mudah pemburu itu pun menangkapnya dan menaruh kura-kura tersebut di tasnya.

Melihat hal itu maka rusa pun lantas berpura-pura jatuh dan terluka, hingga pemburu lantas meletakkan tasnya dan berlari menghampiri rusa yang jatuh tadi. Tikus dan gagak pun lantas berhasil membuka tas dan melepaskan kura-kura. Begitu pemburu tadi mendekati rusa tersebut lantas rusa pun berlari sekencang-kencangnya meninggalkan pemburu yang terbengong-bengong.

Hingga akhirnya selamatlah keempat kawanan itu tiba di rumah. Itulah pelajarannya, bahwa jika kompak bekerjasama, maka seberat apapun permasalahan yang dihadapi akan bisa diatasi dan dicarikan solusi penyelesaian masalahnya bersama-sama.

Cerita Fabel Kura-kura dan Kelinci Kisah ini sudah sangat populer sekali, yakni kisah tentang kelinci yang sombong yang menantang kura-kura untuk adu lomba lari.

Kumpulan hewan yang lainnya tak ada yang menjagokan kura-kura, mereka cerita fabel singkat mudah cerita fabel singkat bahwa kelincilah yang akan menjadi juaranya. Hanya burung pipit sahabat kura-kura yang terus menyemangati kura-kura agar tidak mudah menyerah dan terus berusaha.

Hingga saat hari perlombaan lari pun tiba. Sejak dari garis start awal kelinci sudah mulai berlari dengan kencang secepat mungkin, sambil diiringi sorak-sorai penonton, melesat meninggalkan kura-kura yang tertatih-tatih terus merangkak menuju garis finish. Hingga kelinci pun tiba di dekat kebun wortel, ia merasa lapar lalu berhenti sejenak untuk makan, dengan santainya ia makan karena ia tahu kura-kura tak akan pernah bisa mendahuluinya.

Lalu setelah kenyang ia pun tidur-tiduran, cerita fabel singkat pun berhembus sepoi-sepoi, hingga akhirnya ia pun tertidur pulas, dan tak disadarinya bahwa kura-kura pun telah dekat dan bahkan bisa mendahuluinya terus merangkak tanpa lelah dan tak berputus asa berusaha menuju ke garis finish. Kelinci baru terbangun setelah ia mendengar suara riuh rendah bersorak sorai menyambut kemenangan kura-kura yang akhirnya telah tiba di garis finish mendahuluinya.

Alangkah kaget dan malunya kelinci. Itulah pelajarannya bahwa cerita fabel singkat hanya akan membawa kerugian bagi diri sendiri, dan bagi yang giat dan tak kenal putus asa selalu berusaha akan mendapatkan pencapaian hasilnya juga, dapat mencapai kesuksesan juga. Cerita Fabel Merpati dan Semut Pada suatu ketika ada seekor semut muda yang berjiwa petualang merasa bosan terus menerus berada di dalam sarang, ia merasa jenuh dan tidak bahagia, ia ingin berpergian berusaha mencari bunga kebahagiaan, lantas ia pun berpamitan ingin menjelajah dunia luar.

Oleh orangtuanya ia diberi pesan agar selalu berhati-hati karena kondisi di luar itu bisa sangat berbeda dengan kondisi di dalam sarang mereka. Semut muda itu pun berjanji bahwa akan segera pulang secepatnya. Oleh orangtuanya semut pun diberi bekal dan lalu dimulailah perjalanan petualangan semut muda tersebut.

Ketika ia melihat air terjun ia merasa terpesona dan ingin meminum airnya, ia pun lalu berusaha mendekatinya namun lokasi tempat air dengan tanah tempat ia berdiri itu terlalu jauh perbedaan tingginya, jika ia terus mendekat maka dia akan bisa terjatuh masuk ke dalam air, lalu ia berusaha menaiki batang rumput yang tumbuh menjuntai ke arah airnya.

Namun karena licin maka ia pun akhirnya jatuh juga dan nyaris tenggelam, hingga datang pertolongan dari seekor merpati yang sedang melintas dan melihat kejadian itu lalu menjatuhkan sehelai daun yang lalu segera dinaiki semut tersebut sampai ia pun bisa sampai dengan selamat tiba di seberang, tempat seorang pemburu berdiri, dan rupanya sedang mengarahkan senapannya mau menembak burung merpati itu.

Semut yang melihat hal itu lantas berinisiatif untuk menggigit kaki pemburu tersebut hingga tembakannya meleset, dan burung merpati itu bisa terbang menjauh, sambil mengucapkan terimakasih kepada semut yang telah menyelamatkan nyawanya. Semut pun juga mengucapkan terima kasih karena telah terlebih dahulu diselamatkan nyawanya oleh burung merpati, sehingga ia tidak jadi tenggelam.

Semut muda itu pun kembali ke sarangnya dengan wajah yang berseri-seri. Ketika ia ditanya oleh ibu ratu semut, apa yang membuatnya bahagia berseri-seri, apakah ia telah berhasil menemukan bunga bahagia itu, semut muda itu pun menjawab bahwa dengan saling tolong menolong dan berkenalan dengan sahabat baru ia bisa merasa bahagia, jadi ia tak perlu lagi mencari bunga bahagia.

Itulah 5 cerita fabel pendek dan singkat, yang menginspirasi. Artikel ini diproduksi oleh Jasa SEO Terbaik Arfadia. Kesimpulan Related Posts: • 7 Cerita Fabel untuk Anak Menjelang Tidur • Cerita Sejarah Singkat Indonesia • 4 Kumpulan Cerita Rakyat Pendek yang Kaya Makna… • 10 Kumpulan Contoh Cerita Pendek Untuk Anak Sekolah Dasar • 10 Bacaan Surat Pendek Untuk Sholat Yang Mudah Dihapalkan • Cerita Dongeng Anak Si Kancil yang Cerdik dan Harimau Sekolah Prestasi Global terdiri dari 3 unit yakni KB cerita fabel singkat kelompok belajar ) usia 3, 4 th TK ( taman kanak kanak ) usia 5 – 6 th dan SD ( sekolah dasar ) usia 6 atau 7 th.

Sekolah ini didirikan mengusung ciri khas modern islami maksudnya selain mengajarkan akademik ilmu umum juga mengedepankan penerapan keilmuan keagamaan islam sehari hari.

Sekolah Prestasi Global adalah sekolah yang melayani pembelajaran dengan senang dan menyenangkan untuk semua siswanya, diampu oleh guru-guru yang berpengalaman dibidangnya. Sekolah SD Terbaik di Depok - Playgroup TK SD Islam Terbaik di Depok Jakarta Selatan.

Blog • Manfaat Mendongeng Sebelum Tidur untuk Pertumbuhan Anak Maret 25, 2022 • Inilah 11 Tips Mengajarkan Tauhid pada Anak Usia Dini Maret 25, 2022 • Orang Tua Harus Tahu 8 Dampak negatif Media Sosial bagi Anak Maret 25, 2022 • 12 Tips Mengajari Anak Cerdas Mengelola Uang Maret 25, 2022 • Ketahui 13 Cara untuk Merawat Kulit Anak yang Benar Maret 25, 2022 10 Contoh Cerita Fabel Singkat dan Pendek Beserta Strukturnya – Terdapat berbagai jenis teks dalam bahasa indonesia, salah satunya adalah teks cerita bergaya narasi (karangan) seperti cerita fabel.

Cerita sendiri sangat digemari oleh banyak orang karena bersifat menghibur pembaca melalui alur dan berbagai unsur cerita tersebut. Seperti yang kita ketahui, cerita juga memiliki beragam kategori, misalnya cerita fabel, cerita dongeng, cerita mitos dan lain lain. Namun cerita yang cukup banyak digemari ialah contoh cerita fabel pendek. Banyak sekali contoh contoh cerita fabel singkat maupun pendek yang dapat kita jumpai, baik secara online ataupun offline.

Bahkan tidak jarang cerita fabel tersebut diterbitkan dalam sebuah buku cerita anak. Dibalik cerita fabel tersirat pesan moral yang dapat diambil. Teks cerita fabel ialah salah satu jenis teks bahasa indonesia yang menceritakan kehidupan binatang dengan perilaku hampir mirip manusia.

Contoh cerita fabel cerita fabel singkat beserta strukturnya Cerita fabel pada dasarnya termasuk kedalam jenis cerita fiksi dan tidak ada unsur nyata. Cerita tersebut dibuat menggunakan unsur imajinasi tanpa mengaitkannya pada kehidupan nyata.

Cerita fabel biasanya disebut cerita moral karena didalamnya terdapat pelajaran yang dapat diambil. Pada cerita fabel singkat cerita fabel mengandung tokoh tokoh binatang. Cerita tersebut memiliki kemiripan dengan kehdupan manusia cerita fabel singkat karakter karakternya. Pada kesempatan kali cerita fabel singkat saya akan membagikan beberapa contoh cerita fabel singkat dan pendek beserta struktur cerita fabel.

Langsung cerita fabel singkat dapat anda simak dibawah ini. 10 Contoh Cerita Fabel Singkat dan Pendek Beserta Strukturnya Dalam Bahasa Indonesia tentunya kita mengenal ada beberapa jenis teks cerita.

Misalnya cerita fabel, legenda, biografi dan sebagainya. Cerita fabel ini merupakan salah satu jenis teks cerita Bahasa Indonesia yang cukup populer, terutama di kalangan anak anak. Anak anak tersebut banyak yang menggemari jenis cerita ini karena di dalamnya terdapat tokoh tokoh binatang.

Namun binatang binatang ini memiliki karakter yang hampir sama dengan manusia pada umumnya. Dalam cerita fabel terdapat tokoh binatang dengan karakter yang memiliki kemiripan dengan sifat manusia. Sifat tersebut dapat berupa kebaikan ataupun keburukan. Para tokoh binatang memiliki sifat yang sopan, jujur, senang bersahabat, pintar maupun sifat sifat terpuji lainnya. Namun para tokoh binatang juga memiliki sifat sombong, suka menipu, ingin menang sendiri, licik, culas maupun sifat tercela lainnya.

Baca juga : Contoh Majas Personifikasi Beserta Penjelasan Cerita fabel menjadi sarana maupun tempat yang mungkin dapat memberikan nilai atau pesan moral. Pada pembuatan contoh cerita fabel singkat juga harus memperhatikan struktur cerita fabel yang cerita fabel singkat. Struktur tersebut digunakan untuk membuat ceritanya menjadi lebih menarik. Struktur Cerita Fabel Struktur ialah suatu hal yang digunakan untuk mengembangkan suatu teks. Struktur cerita fabel meliputi resolusi, orientasi, komplikasi maupun koda.

Berikut penjelasan mengenai struktur cerita fabel : • Koda ialah struktur cerita fabel yang terdapat dibagian akhir cerita. Struktur tersebut biasanya mengandung amanat ataupun pesan pada cerita. • Resolusi ialah struktur cerita fabel yang berisi cara memecahkan masalah yang dialami oleh tokoh cerita. • Komplikasi ialah struktur cerita fabel yang mengandung klimaks ataupun puncak dari masalah yang dialami oleh tokoh cerita.

• Orientasi ialah struktur cerita fabel yang terdapat dibagian akhir cerita. Dalam struktur ini cerita fabel singkat mengandung latar tempat, perkenalan tokoh, waktu, maupun perkenalan background. Selain struktur, dalam contoh cerita fabel biasanya juga memiliki kaidah kebahasaan yang juga menjadi ciri ciri khusus dari jenis teks cerita ini. Adapun ciri cirinya adalah mirip seperti cerita narasi atau karangan.

Jika anda Contoh Cerita Fabel Singkat Pendek Seperti yang saya sampaikan diatas bahwa kita bisa menemukan berbagai contoh cerita cerita fabel singkat pendek lengkap dengan strukturnya di berbagai media baik cetak maupun non cetak. Terlebih lagi jika kita masih duduk di bangku sekolah tentunya dengan mudah kita akan menjumpai contoh pada cerita fabel ini. Dibawah ini telah saya sajikan beberapa contoh pada cerita fabel terbaik yang bisa kita ambil hikmahnya ataupun sekedar kita jadikan sebagai bacaan ringan.

Setiap contoh cerita dibawah memiliki penokohan, alur, latar, dan setting yang berbeda beda, jadi silahkan simak cerita fabel dibawah ini. Contoh Cerita Fabel Singkat “Katak dan Ular Piton” Disebuah danau hiduplah dua binatang bernama katak dan ular air. Katak tersebut melompat lompat disekitar danau karena ia termasuk hewan yang suka ingin tahu. Katak tersebut ingin mencari kegiatan baru dengan cara berpetualang disekitar danau.

Dengan senangnya sang katak melompat lompat menjauhi danau. Iapun terkejut karena ada semak semak yang goyang. Ternyata dibalik semak semak tersebut muncullah ular piton. Katakpun kaget dan berusaha menjauhi ular piton, kemudian ia berusaha kembali ke danau lagi. Sebelum katak menjauhi ular, ternyata si piton menyadari keberadaan katak. Ular tersebut berusaha mendekati katak dan merayap dengan cepat.

contoh cerita fabel singkat dan pendek tentang katak dan ular piton Setelah ular dekat dengan katak, ia segera mengangkat kepalanya dengan tinggi dan berkata, “Hai katak gemuk apa yang kau lakukan dihutan ini?” Katak tersebut takut dengan ular dan berusaha untuk menjauh. Sang ular pun berkata bahwa ia tak akan memakan katak karena ia sudah memakan kelinci kecil. Kemudian sang kata berkata, “Aku ingin cerita fabel singkat dan mencari kegiatan baru”. Sang ular menawarkan petualangan yang seru dan katakpun mau.

Apabila katak ingin mencoba petualangan baru, ia harus menjelajahi hutan sendirian. Katakpun belum pernah menelusuri sekitar hutan karena ia takut dimangsa hewan hewan buas lainnya. Baca juga : Pengertian, Jenis Jenis dan Contoh Majas Dalam Puisi Sang ular meawarkan bantuan untuk menemani katak menjelajahi hutan.

Ia berkata,”Wahai ular carilah tali dan ikatkan pada ekorku.” Sang kata bertanya, “Untuk apa tali itu?” Tali tersebut untuk menjaga agar katak tidak tertinggal jauh ketika dihutan, jadi ia tetap aman bersama ular. Katak tersebut tidak pikir panjang dan menerima tawaran ular. Katakpun mencari tali dan mengikatkan perutnya dengan ekor sang ular. Setelah itu mereka berjalan menjelajahi hutan, sampai ditengah hutan sang ular memiliki niat buruk. Ia ingin berusaha membelit katak. Ular tesebut berusaha membelit katak namun tubuh katak disambar oleh elang dan digelantungkan di udara.

Elang tadi menyadari bahwa ia juga menangkap piton karena ekornya terikat dengan katak. Pesan moral dari contoh cerita fabel singkat diatas yaitu jauhilah niat buruk terhadap orang lain karena dikemudian hari akan merugikan kita.

Contoh Cerita Fabel Singkat “Kelinci dan Siput” Pada jaman dahulu hiduplah dua binatang dihutan yang luas. Binatang itu ialah kelinci dan siput. Kelinci tersebut memiliki sifat sangat sombong dan pemarah. Bahkan sang kelinci sering meremehkan cerita fabel singkat hewan lainnya. Ketika ia berjalan jalan disekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput berjalan dengan lambatnya. Kelinci berkata, “ Siput, apa yang kamu lakukan disini?” Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.” Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan.

Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput. contoh cerita fabel pendek tentang siput dan kelinci Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci.

Mendengar tantangan tersebut sang kelinci cerita fabel singkat besar. Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput. Hari perlombaan tiba, kelinci dan siput tadi berlomba lari untuk sampai kefinish. Namun sebelumnya si siput memiliki akal untuk meminta siput siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finish. Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan hewan lain tidak akan curiga.

Kelincipun melompat dan berlari meninggalkan siput dijalur start. Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya. Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.

Pesan moral contoh cerita fabel singkat diatas ialah jangan suka meremehkan orang lain dengan kesombongan kita. Kesombongan tersebut akan membuat kita rugi dan menyesal dikemudian hari.

Contoh Cerita Fabel Pendek “Gajah, Kerbau dan Harimau” Suatu hari ada seekor kerbau mencari gajah didalam hutan.

Kerbau tersebut mencari gajah untuk menemaninya mencari makanan dihutan. Setelah lama mencari akhirnya kerbau melihat gajah yang sedang berjalan. Gajah tersebut mau menemani kerbau untuk mencari makanan, tetapi sebelum bertemu gajah sang kerbau menemui harimau terlebih dahulu. Sang kerbau juga meminta harimau untuk menemaninya mencari makanan dihutan dan harimau menerima ajakannya.

Setelah kerbau mengumpulkan gajah dan harimau. Kemudian mereka berusaha melakukan perburuan makanan bersama. Mereka berusaha menangkap hewan hewan lain dan merebut makanan hewan lain juga. Ketiga hewan itu bekerja sama untuk memburu makanan dihutan. Baca juga : Jenis Jenis Prosa Lama dan Prosa Baru Hewan hewan tersebut mulai dari pagi sampai sore mencari makanan.

Mereka berhasil menangkap hewan lain dan merebut makanannya. Berbagai jenis makanan dikumpulkan mulai dari buah buahan sampai hewan hewan hidup. Harimau menunjuk kerbau untuk membagi makanannya. Kerbau tersebut menghitung banyaknya makanan dan membagi tiga dengan adil. Sang harimau merasa tidak adil dan marah, akhirnya ia menerkam kerbau dan tumpukan makanannya menjadi bertambah.

Setelah itu harimau menunjuk gajah untuk membagi makanannya. Akhirnya karena harimau merasa masih kurang akhirnya ia juga menerkam gajah. Harimau tersebut serakah karena merasa kekurangan makanan dan menerkam kedua temannya tadi. Pesan moral dari contoh cerita fabel pendek diatas ialah jangan memiliki sifat serakah dan kurang agar tidak dijauhi oleh orang lain.

Karena pada suatu hari kita akan membutuhkan bantuan orang lain juga. Namun pada akhirnya orang lain tidak mau untuk membantu kita. Contoh Cerita Fabel Pendek “Kancil dan Anjing Pemburu” Disebuah hutan ada pemburu yang ditemani anjingnya. Ia mencari hewan hewan hutan untuk dimangsanya.

Anjing tersebut dilatih untuk memburu hewan hewan dihutan. Pemburu tersebut akhirnya mencari buruannya bersama sang anjing. Ditengah tengah pemburuannya, ia melihat kancil sedang makan. Ia berusaha mengejar sang kancil sampai akhirnya sang kancil tertangkap. Sang kancil berusaha keras mengindari pemburu dan anjingnya. Namun apa daya dia malah tertangkap dan dimasukkan ke dalam kandang. Sang kancil termasuk hewan yang cerdik dihutan. Ia berusaha keluar dari kandang tesebut.

Sang kancil berusaha menipu anjing tadi agar ia bisa membantu mengeluarkannya dari kandang. Kancil berkata bahwa ialah yang disayang oleh pemburu karena kancil diberikan makanan yang banyak dan diberikan kasih sayang lebih.

Ia juga berkata bahwa anjing tadi akan digantikan oleh kancil. contoh cerita fabel singkat tentang kancil dan anjing pemburu Dengan berpikir panjang akhirnya anjing berhasil ditipu oleh sang kancil.

Ia termakan kata katanya dan tidak terima atas perkataan kancil. Akhirnya anjing membuka pintu kandang dan mengusir kancil dari tempatnya. Anjing juga mengancam kancil apaila ia masih mendekati pemburu, ia akan dimangsa oleh anjing. Sang kancilpun menjauhi temoat pemburu tadi dan berusaha meloloskan diri. Sang pemburu datang untuk mengambil buruannya. Melihat buruannya yang lepas membuat pemburu sangat marah. Pemburu tadi akhirnya marah kepada anjing tadi.

Dengan kecerdikan kancil membuatnya terlepas dari bahaya yang mengancamnya. Pesan moral dari contoh cerita fabel diatas ialah apabila kita mempunyai semangat dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Maka cepat atau lambat pasti keinginan tersebut akan terwujud. Karena bersifat membangun kepribadian, cerita fabel ini banyak digunakan orang tua untuk memberikan pesan moral pada anak anaknya. Lebih jauh lagi, contoh cerita fabel juga dijadikan sebagai materi dalam mata pelajaran bahasa indonesia di sekolah khususnya SD hingga SMP.

Demikianlah penjelasan mengenai contoh fabel singkat dan pendek beserta pesan moral dan struktur cerita fabel. Perlu kita ingat kembali bahwa cerita fabel merupakan sebuah cerita bergaya narasi yang merupakan karangan fiktif belaka. Digunakan untuk menghibur pembacanya melalui alur cerita lucu dan hal yang paling menonjol dari cerita fabel adalah karakter dalam cerita merupakan hewan yang dapat berbicara layaknya manusia.

Terimakasih telah membaca contoh pada cerita fabel singkat dan pendek beserta strukturnya. Pos-pos Terbaru • Pengertian Rantai Makanan Beserta Jenis cerita fabel singkat Contohnya • Pengertian Kohesi dan Adhesi Beserta Contohnya • 32 Contoh Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif Beserta Pengertian • Rumus Persamaan Garis Singgung Lingkaran Beserta Contoh Soal • Rumus Identitas Trigonometri Beserta Contoh Soalnya Kategori • Agama • akuntansi • Android • Aplikasi • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Bahasa Jawa • bangun datar • Bank Soal • Bilangan • Blogging • Cerpen • Contoh teks • daftar pustaka • Ekonomi • Elektronika • Fisika • Geografi • Internet • IPS • Kalimat • Kesenian • Kimia • Komputer • Kuliah Manajemen Penjualan • Laporan • Laptop • Linux • Matematika • Paragraf • Pendidikan • Penelitian • Penjaskes • Peribahasa • Photoshop • PKN • Ponsel • Prakerin SMK • proposal • Puisi • Sains • Sastra • Sejarah • Sosiologi • Surat • Teks • Tips • TKJ • Uncategorized • Windows
Meski termasuk cerita fiksi, ternyata fabel punya segudang pesan moral, lho!

Yuk, simak beberapa contoh cerita fabel singkat berikut ini! -- Sejak kecil, kamu pasti sering dibacakan cerita atau membaca sendiri cerita anak-anak dengan tokoh hewan. Beberapa cerita hewan ini hingga sekarang masih teringat di benakmu, termasuk cerita si Kancil, Cerita fabel singkat, Monyet yang rakus, atau kisah Tiga Babi Kecil.

Nah, tahukah kamu kalau cerita hewan yang kamu cerita fabel singkat itu disebut dengan fabel? Fabel secara etimologis berasal dari bahasa latin fabulat. Fabel merupakan cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku selayaknya manusia pada umumnya, seperti dapat berbicara, berpikir, hingga berpakaian. Oleh karena itu, fabel termasuk dalam cerita fiksi.

Meski demikian, fabel tidak sepenuhnya dikategorikan sebagai cerita rekaan belaka, loh! Hmm … kenapa, ya? Karena karya sastra sendiri ‘kan bentuk representasi kehidupan manusia. Jadi, sudah pasti kisahannya pun merupakan implementasi dari kehidupan manusia sehari-hari, baik itu aktivitasnya maupun pola pikir manusia cerita fabel singkat tidak jarang beberapa karakter manusia sering tampak dalam kisah-kisah fabel.

Baca juga: Memahami Pengertian dan Unsur-Unsur Teks Cerita Fantasi Misalnya, tokoh hewan dalam fabel memiliki karakter positif identik digambarkan suka menolong, rajin, sopan, cerita fabel singkat jujur, sedangkan tokoh hewan berkarakter negatif suka mencuri, culas, hingga sombong.

Dengan demikian, dapat disimpulkan kalau fabel itu karya fiksi yang menggambarkan kehidupan manusia, tetapi tokohnya hewan. Dengan membaca cerita fabel, kamu dapat belajar memahami sifat dan karakter orang-orang di sekitarmu.

Cerita fabel bisa dijadikan sarana yang potensial untuk menggali nilai-nilai moral dan dipraktikkan dalam kehidupan karena memiliki segudang pesan moral yang dapat diambil sisi positifnya oleh pembaca. Oleh sebab itu, ‘tak heran kalau fabel pun kerap disebut sebagai cerita moral karena pesan-pesan di dalam ceritanya.

Kamu sendiri bisa loh, belajar dan mencontoh karakter yang baik dari tokoh-tokoh binatang yang tergambar dalam cerita fabel ini, teman-teman. Contoh Cerita Fabel Singkat Nah, setelah mengetahui apa itu fabel dan ciri-cirinya, saatnya kamu tahu beberapa contoh cerita fabel singkat dan pesan moral yang dapat diambil.

Yuk, dibaca kisah para hewan berikut ini! 1. Contoh cerita fabel tentang Belalang Sembah Belalang Sembah Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah keluarga Semut yang jumlah anggotanya sangat banyak. Semut ini membangun sarangnya dari daun-daun yang direkatkan menggunakan cairan, seperti lem yang mereka keluarkan dari mulut. Para Cerita fabel singkat melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan musim dingin yang cukup panjang akan segera datang.

Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit didapatkan maka para Semut itu segera mencari berbagai makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin tiba. Berbeda halnya dengan seekor Belalang Sembah, Belalang Sembah memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon-pohon seperti halnya para Semut. Ketika musim dingin akan cerita fabel singkat, Belalang Sembah hanya berlatih menari setiap hari. Sang Belalang lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin.

Baca juga: Cerita Fabel & Legenda: Pengertian, Ciri, dan Contoh Suatu hari sang Belalang Sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat sang Belalang Sembah menari, tetapi mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting.

Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa ke sarangnya. Sang Belalang Sembah heran dengan apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang sedang berjaga di dekat para Semut pekerja. “Kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab, “Kami melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang kaget, “Musim dingin?” kata sang Belalang Sembah dengan kagetnya, “tenang cerita fabel singkat masih lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu,” kata sang Belalang.

Semut tak menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan. Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang.

Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk. Masa depan adalah milik setiap orang.

Maka setiap orang perlu menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan. Pesan Moral: Kelola waktu dengan baik untuk mempersiapkan masa depan.

Tidak ada yang menjamin kesulitan tidak akan datang, jangan menyia-nyiakan waktu hanya untuk bersenang-senang. 2. Contoh cerita fabel tentang Persaudaraan Sesama Saudara Harus Berbagi Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa. “Pagi, Ibu Tupai,” salam Pak Tua Rusa kepada Ibu Pip.

“Kemarin, keponakanku mengunjungiku. Dia membawakan oleh-oleh yang cukup banyak. Aku ingin membaginya cerita fabel singkat para sahabatku.

Ini kacang kenari spesial untuk keluargamu.” “Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Pip. Sepeninggal Pak Tua Rusa, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan memanggil anak-anaknya. “Anak-anak, lihat kita punya apa?

Kalian harus membaginya sama rata, ya.” “Asyiiik,” girang Pip dan adik-adiknya. “Ibu taruh sini, ya.” Setelah itu, Ibu Tupai mengurus rumah kediamannya. Sementara itu, adik-adik Pip ingin mencicipi kacang itu. “Ini aku bagi,” kata Pip. Dari sepuluh butir kacang, dia memberi adiknya masing-masing dua butir. “Ini sisanya untukku, aku ‘kan paling besar.” “Tapiii … Ibu ‘kan pesan untuk membagi rata,” kata Titu, salah satu adik kembar Pip (diiringi tangisan Puti) kembar satunya. Mendengar tangisan Puti, Ibu Pip keluar dan bertanya.

Sambil terisak, Cerita fabel singkat menceritakan keserakahan kakaknya. “Tak boleh begitu, Pip. Ibu tadi sudah bilang apa,” tegur ibu Pip. “Kamu tidak boleh serakah.” “Tapi Buuu, aku ‘kan lebih besar. Perutku juga lebih besar,” sanggah Pip. Ibu Pip berpikir sejenak, “Baiklah, Pip.

Kamu memang lebih besar. Kebutuhan makanmu juga lebih banyak. Tapi, kalau cuma menurutkan keinginan dan perut, kita akan selalu merasa tidak cukup.” “Kalau begitu, Ibu saja yang membagi, ya? Memang tidak akan memuaskan semuanya. Ini, Ibu beri empat untukmu, Pip, karena kau lebih besar dan si Kembar kalian masing-masing mendapat tiga.” “Kalian harus mau berbagi ya, anak-anak walaupun menurut kalian kurang, ini adalah rezeki yang harus disyukuri,” lanjut Ibu Pip.

“Berarti enak dong, Bu, jadi anak yang lebih besar. Selalu mendapat lebih banyak,” iri Puti. “Ya, tapi perbedaannya ‘tak terlalu banyak, kan? Lagipula kakakmu memiliki tugas yang lebih banyak darimu. Dia harus mengurus rumah dan mencari makan. Apa kau mau bertukar tugas dengan Kak Pip?” tanya Ibunya. Puti dan Titu membayangkan tugas-tugas Pip. Lalu mereka kompak menggeleng. “Nah, begitu. Sesama cerita fabel singkat harus akur ya, harus berbagi.

Jangan bertengkar hanya karena masalah sepele,” kata Ibu Pip. “Iya, Bu,” angguk Pip. “Yuk, kita makan kacangnya bersama,” ajak Pip pada kedua adiknya. Ibu Pip tersenyum melihat anak-anaknya kembali rukun. Pesan Moral: Jangan serakah dan harus mengingat orang lain.

Selain itu, dengan saudara juga harus akur dan saling berbagi. Baca Juga: Mempelajari Struktur, Teknik Menulis, cerita fabel singkat Contoh Fabel 3. Contoh cerita fabel tentang Saling Menghargai Perbedaan Semua Istimewa Ulu, seekor Katak Hijau, sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit sangat gelap dan hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari angkasa.

“Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan girang. Ulu pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat cerita fabel singkat kolam.

Ia melihat Semut yang kecil sedang berteduh di balik bunga matahari. “Wahai Semut, hujan telah tiba jangan bersembunyi!” seru Ulu kepada Semut yang sedang berusaha keras menghindari tetesan air hujan. Semut menghela napas dan menatap Ulu dalam-dalam, “Ulu, aku tidak suka dengan hujan.

Kamu lihat betapa mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak bisa berenang sepertimu, makanya aku berteduh,” sahut Semut.

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak masih berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan Semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang karena ia berjalan. Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba!

Oh, hai Ikan! Aku sangat suka dengan hujan, bagaimana denganmu? Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang di dalam kolam. Ikan mendongakkan kepalanya ke atas dan berbicara kepada Ulu. “Aku tidak dapat merasakan hujan, Ulu. Lihatlah, aku tinggal bersama air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan seperti kamu, Ulu?” Ikan pun kembali berputar-putar di dalam kolam.

“Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku, dapat hidup di dalam dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan dapat merasakan kebahagiaan ini. Nikmati saja air kolammu, sebab kamu tidak akan dapat pernah merasakan rintikan hujan di badanmu!” Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati Ikan.

Ikan menatap ke arah tubuhnya yang bersisik, lalu menatap ke arah tubuh licin Ulu. Ikan yang bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain. Ulu pun kembali melompat-lompat di sekitar kolam dan kembali bersenandung. Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat menikmati hujan. “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan?

Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam kolam seperti Semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan seperti Ikan?” Setelah berkata demikian, Ulu tertawa cerita fabel singkat. Burung menatap ke arah Ulu yang masih tertawa,” Hai Ulu, apakah kau bisa naik kemari?” Ulu kebingungan. “Apa maksudmu Burung?” “Apakah kau bisa memanjat naik cerita fabel singkat, Ulu?” “Apa yang kau maksud Burung? Tentu saja aku tidak bisa!” Ulu cemberut dan menatap ke arah dua kakinya.

Ulu menyesal punya kaki yang pendek sehingga tidak bisa terbang. “Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan keunikan yang berbeda-beda?

Aku tidak bisa berenang sepertimu dan Ikan, tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa. Burung kembali berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi ia bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!” Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya salah.

Diam-diam Ulu berpikir bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan dan menghina teman-temannya. “Maafkan aku, Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu ke arah Semut dan Ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka.

“Maafkan aku Semut, Ikan, selama ini aku telah menyinggung perasaanmu.” Sejak saat itu, Ulu mulai menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya kembali. Pesan Moral: Tuhan telah menciptakan makhluk dengan kelebihan dan kekurangannya. Jangan melukai hati dengan perkataan yang cerita fabel singkat, pada akhirnya orang-orang tidak akan mau berteman.

4. Contoh cerita fabel tentang Gajah yang Baik Hati Gajah yang Baik Hati Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan hewan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan sambil terus berjalan mencari air. Di tengah perjalanan dia melihat kolam air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ke atas.

Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat, tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh si Gajah yang kebetulan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’ ‘’Aku . Si Kancil, sahabatmu.’’ Kancil terdiam sesaat, mencari akal agar Gajah mau menolongnya, “Tolong aku mengangkat ikan ini.’’ “Yang benar kau mendapat ikan?’’ “Bener … benar!

Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’ Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.

“Kau mau memanfaatkanku ya, Cil? Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu?’’ tanya Gajah. Kancil hanya terdiam, “Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’ kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu. Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Ia mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu, Kancil mulai merasa kedinginan.

Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya. “Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini,” dia berpikir apakah ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba Gajah muncul kembali. Kancil meminta tolong kembali. “Tolong aku, aku berjanji tidak akan jail lagi.” “Janji?” Gajah menekankan. “Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan merugikan binatang lain?’’ “Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas.

“Terima kasih, Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini” ujar kancil saat sudah sampai di atas.

Sejak itu, Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada binatang lain. Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain. Pesan Moral: Kita harus berhati-hati saat berperilaku agar selamat, dan bisa cerita fabel singkat orang lain. 5. Contoh cerita fabel tentang Kejujuran Kuda Berkulit Harimau Seekor Kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat.

Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya. Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan Kuda itu melihat sesuatu, “Itu seperti kulit Harimau,” gumam Kuda itu. Kuda itu lalu mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dilihatnya adalah kulit Harimau yang tak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu Harimau.

Kuda itu mencoba memakai cerita fabel singkat Harimau itu, “Wah, kebetulan sekali, kulit Harimau ini sangat pas di tubuhku.

Apa yang akan kulakukan dengannya, ya?” Terlintaslah di benak Kuda itu untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melewati dirinya. “Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan.

Di mana ya?” tanya Kuda dalam hati sambil mencari tempat yang cocok. Akhirnya, dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, lalu masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit Harimau.

Tak lama kemudian, beberapa Domba gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu menggumam bahwa Domba-domba itu cocok dijadikan sasaran empuk kejahilannya. Ketika Domba-domba itu melewatinya, Kuda itu meloncat ke arah mereka sehingga sontak Domba-domba itu kalang-kabut melarikan diri.

Mereka takut dengan kulit Harimau yang dikenakan Kuda itu. “Tolong, ada Harimau! Lari, cepat lari!” teriak salah satu Domba.

Kuda itu tertawa terbahak-bahak melihat Domba-domba itu pontang-panting berlari. Setelah itu, Kuda segera kembali cerita fabel singkat di dalam semak-semak. Dia menunggu hewan lain datang melewati semak-semak itu. “Ah, ada Tapir menuju kemari, tapi lambat betul geraknya. Biarlah, aku jadi bisa lebih lama bersiap-siap melompat!” kata Kuda itu dalam hati. Tibalah saat Kuda itu meloncat ke arah Tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang-langgang menjauhi Kuda yang memakai kulit Harimau itu. Kuda itu kembali ke semak-semak sambil bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya.

Kali ini, Kuda itu menunggu lebih lama dari biasanya, tetapi hal itu tidak membuatnya bosan. Tiba-tiba, seekor Kucing Hutan berlari sambil membawa seekor Tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak, Kucing Hutan itu duduk menyantap Tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar. “Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Biarlah aku membuatnya kaget di sana,” kata Kuda itu dalam hati. Kuda itu pun keluar dari semak-semak dan berjalan hati-hati mendekati Kucing Hutan.

Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu mengaum seperti halnya seekor Harimau, tetapi dia tidak sadar bahwa bukannya mengaum, dia malah meringkik. Mendengar suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor Kuda berkulit Harimau.

Sesaat, Kucing Hutan cerita fabel singkat siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak sembari berkata, “Saat aku melihatmu memakai kulit Harimau itu, aku pasti akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!” Kucing Hutan itu juga berkata kepada Kuda bahwa sampai kapan pun, suara ringkiknya tidak akan bisa berubah jadi auman. “Kuda Berkulit Harimau” itu melambangkan bahwa sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu saat akan terbongkar juga kepura-puraannya itu.

Kejujuran merupakan sikap yang paling indah di dunia ini. Pesan Moral: Sepandai-pandainya orang berpura-pura, maka akan terbongkar juga. Kejujuran merupakan sikap yang utama. 6. Contoh cerita fabel tentang Cici dan Serigala Cici dan Serigala Sore itu tiga kelinci kecil, Cici, Pusi, dan Upi bermain bersama di hutan.

Tiba-tiba Cici melihat sesuatu tergeletak dalam bungkus plastik. “Hai Teman-teman … lihatlah! Cici berteriak sambil menunjuk ke arah bungkusan plastik. “Wah … makanan teman-teman.” teriak Upi. “Asyik! sore ini kita makan enak.” Pusi bersorak kegirangan. Cici mengambil kue itu, membuka bungkusnya dan tercium aroma harum dari kue itu. Tiba-tiba muncul niat liciknya. “Ah … kue ini pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa berbagi dengan mereka,” gumamnya dalam hati. “Teman-teman sepertinya kue ini bekal Pak Tukang Kayu yang sering ke hutan ini, mungkin dia baru saja ke sini dan belum pergi terlalu jauh.

bagaimana jika kususulkan kue ini, bukankah menolong orang juga perbuatan mulia?” Cici meyakinkan temannya. Raut kecewa tergambar di wajah Upi dan Pusi, mereka gagal makan kue yang beraroma lezat itu. Cici berlari menjauhi temannya dan memakan kue itu sendiri. Tiba-tiba . buukk!! “Aaahhgg … tolooong …” Cici menjerit keras. Seekor Serigala muncul dari balik semak dan langsung menerkam tubuh mungil Cici. Cici pun menangis dan terus berteriak minta tolong.

Cici pun memutar otak mencari cara, bagaimana agar ia bisa bebas dari cengkeraman Serigala itu. Akhirnya, ia mendapatkan ide. “Pak serigala, aku punya dua teman di sana. Bagaimana jika mereka kujemput ke sini, supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi?” Cici berusaha mengelabui Serigala itu.

“Baiklah, segera panggil mereka, tapi aku harus ikut di belakangmu,” jawab Serigala. “Pelan-pelan saja ya, jalanmu, supaya mereka tidak mendengar langkah kakimu. Aku khawatir mereka akan lari ketakutan.” Cici pun berlari ke arah teman-temannya yang ditinggalkan tadi. Sementara Serigala mengikutinya dengan langkah pelan. Menyadari hal itu, Cici berlari sekuat tenaga sambil sesekali memanggil temannya. “Ups …!” kaki Cici tiba-tiba terasa ada yang menarik. Ia pun menjerit dan bahkan tidak berani membuka mata.

“Jangan Pak Serigala … jangan makan aku, ampuni aku.” “Sst … ini aku Ci, bukalah matamu, ini Upi dan Pusi.” “Ayo cepat Ci!” dengan rasa kebersamaan mereka pun akhirnya selamat.

Napas mereka tersengal-sengal, keringat mereka bercucuran. Cici menangis tersedu-sedu. “Hik . hik . maafkan aku teman-teman, aku bersalah pada kalian. Aku telah berbohong.” Cici akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Temannya tidak marah apalagi membencinya. Cici pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi. “Sudahlah Cici, kami memaafkanmu,” kata Pusi dengan bijak. “Terima kasih kawan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi,” jawab Cici dengan tulus. Menurutmu, apa pesan moral yang kamu bisa ambil dari cerita fabel “Cici dan Serigala” tersebut?

Jangan sampai seperti Cici, ya! --- Seru ‘kan cerita fabel singkat yang sudah kamu baca tadi? Kisah para hewan tersebut memberikan banyak pesan moral yang bisa diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kisah-kisah fabel yang telah kamu baca menginspirasi kamu jadi lebih giat belajar lagi, ya! Yuk belajar bareng ruangbelajar untuk belajar materi-materi baru! Referensi: Titik, Harsiati dkk. 2017.

Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Diakses 15 Februari 2022. Kumpulan Dongeng Cerita Fabel Anak Terbaik Dunia Dengan Pesan Moral [Daring].

cerita fabel singkat

Tautan: Kumpulan Cerita Dongeng Fabel Anak Terbaik Dunia Dengan Pesan Moral (dongengceritarakyat.com) Diakses pada 15 Februari 2022. Sumber foto: "Si Kancil dan Buaya" - Free stories online. Create books for kids - StoryJumper
Cerita Fabel Hewan – Pengertian fabel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti).

Jadi secara singkat fabel diartikan sebagai kehidupan hewan yang prilakunya menyerupai manusia. Kata fabel secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu “fibula” yang berarti “cerita”.

Fabel adalah bagian dari sastra yang berupa cerita ringkas dan singkat yang bertujuan menyampaikan pesan moral. Kisah dalam sebuah fabel tidak mungkin kisah nyata karena semuanya hanya fiktif yang dikarang oleh penulis untuk edukasi moral dan sejenisnya. Hal tersebut menyebabkan segala kisah yang diceritakan hanya bersifat fantasi karena pada dasarnya fabel dikarang dengan maksud menyindir prilaku atau watak manusia.

Mengarang sebuah fabel juga harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya struktur penulisan; unsur penulisan; serta amanat yang ingin disampaikan melalui ceritanya. Baca Cerita lainnya: • Cerita Rakyat Indonesia • Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur • Cerita Anak Islami Kumpulan Contoh Cerita Fabel Singkat dan Terbaru Contoh cerita hewan atau fabel sangatlah banyak, baik cerita fabel dari Indonesia maupun dri belahan dunia lainnya.

Berikut kami sajikan 30 cerita fabel yang seru dan penuh makna. 1. Si Bangau dan Si Parto - Balas Budi Si Burung Bangau Dahulu kala di suatu desa di tepi hutan, hidup seorang pemuda bernama Si Parto. Kerjanya mengambil cerita fabel singkat bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas hujan. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta.

Si Parto segera melepaskan perangkap itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Si Parto beberapa kali sebelum terbang ke angkasa. Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya di rumah, Si Parto segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan cerita fabel singkat.

Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah. Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan hujan. “Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku,” ujar Si Parto.

“Nona mau pergi kemana sebenarnya ?”, Tanya Si Parto. “Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena hujan turun dengan lebat, aku jadi tersesat.” “Bolehkah aku menginap di sini malam ini ?” “Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak punya kasur dan makanan.”, kata Si Parto. “Tidak apa-apa, aku hanya ingin diperbolehkan menginap”.

Kemudian gadis itu merapikan kamarnya dan memasak makanan yang enak. Ketika terbangun keesokan harinya, gadis cerita fabel singkat sudah menyiapkan nasi. Si Parto berpikir bahwa gadis itu akan segera pergi, ia merasa kesepian. Hujan masih turun dengan lebatnya. “Tinggallah disini sampai hujan reda.” Setelah lima hari berlalu hujan mereda. Gadis itu berkata kepada Si Parto, “Jadikan aku sebagai istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah ini.” Si Parto merasa bahagia menerima permintaan itu.

“Mulai hari ini panggillah aku Parti”, ujar si gadis. Setelah menjadi Istri Si Parto, Parti mengerjakan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Parti meminta suaminya, Si Parto, membelikannya benang karena ia ingin menenun. Parti mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekali-kali mengintip ke dalam penyekat tempat Parti menenun. Setelah tiga hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Parti keluar. Kain tenunannya sudah selesai.

“Ini tenunannya Pak. Kalau dibawa ke kota pasti akan terjual dengan harga mahal. Si Parto sangat senang karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal. Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa pulang. “Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih istriku. Tetapi sebenarnya para saudagar di kota menginginkan kain seperti itu lebih banyak lagi.

“Baiklah akan aku buatkan”, ujar Parti. Kain itu selesai pada hari keempat setelah Parti menenun. Tetapi tampak Parti tidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Parti meminta suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi. Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan Putri. Jika tidak ada maka Si Parto akan dipenggal lehernya.

Hal itu diceritakan Si Parto pada istrinya. “Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi hanya satu helai ya”, kata Parti. Karena cemas dengan kondisi istrinya yang makin lemah dan kurus setiap habis menenun, Si Parto berkeinginan melihat ke dalam ruangan tenun.

Tetapi ia sangat terkejut ketika yang dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata seekor bangau sedang mencabuti bulunya untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan bangau itu hampir gundul kehabisan bulu. Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang diperhatikan oleh Si Parto, bangau itu pun berubah wujud kembali menjadi Parti. “Akhirnya kau melihatnya juga”, ujar Parti. “Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu pernah Kau tolong”, untuk membalas budi aku berubah wujud menjadi manusia dan melakukan hal ini,” ujar Parti.

“Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu”, lanjut Parti. “Maafkan aku, kumohon jangan pergi,” kata Si Parto. Parti akhirnya berubah kembali menjadi seekor bangau. Kemudian ia segera mengepakkan sayapnya terabng keluar dari rumah ke angkasa. Tinggallah Si Parto sendiri yang menyesali perbuatannya. 2. Ikan Emas Ajaib dan Si Nenek Serakah Dahulu kala, di suatu desa terpencil, tinggalah sepasang kakek dan nenek yang miskin.

Pekerjaan si kakek adalah mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek pergi menjala ikan, namun hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. Bahkan tidak jarang si kakek pulang dengan tangan hampa, namun itu semua dijalani si kakek dengan sabar.

Suatu hari ketika si kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba jalanya terasa sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang tersangkut di jalanya. “Ah, pasti ikan yang sangat besar,” pikir si kakek. Dengan sekuat tenaga si kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada apapun kecuali seekor ikan kecil yang tersangkut di jalanya. Rupanya ikan kecil itu bukan ikan biasa, badannya berkilau seperti emas dan bisa berbicara seperti layaknya manusia.

“Kakek, tolong lepaskan aku. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu!” kata si ikan emas. Si kakek berpikir sejenak, lalu katanya, “aku tidak memerlukan apapun darimu, tapi aku akan melepaskanmu. Pergilah!”.

Kakek melepaskan ikan emas itu kembali ke laut, lalu dia pun kembali pulang. Sesampainya di rumah, nenek menanyakan hasil tangkapan kakek. “Hari ini aku hanya mendapatkan satu ekor ikan emas, dan itupun sudah aku lepas kembali,” kata kakek, “aku yakin kalau itu adalah ikan ajaib, karena dia bisa berbicara. Katanya dia akan memberiku imbalan jika aku mau melepaskannya.” “Lalu apa yang kau minta,” tanya nenek. “Tidak ada,” kata kakek.

“Oh, alangkah bodohnya!” seru nenek. “Setidaknya kau bisa meminta roti untuk kita makan. Pergilah dan minta padanya!” Maka dengan segan kakek kembali ke tepi pantai dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami! Tiba-tiba si ikan emas muncul di permukaan laut.

“Apa yang kau inginkan, kek?” katanya. “Istriku marah padaku, berikan aku roti untuk makan malam, maka dia akan memaafkanku!” pinta si kakek. “Pulanglah! Aku telah mengirimkan roti yang banyak ke rumahmu.” kata si ikan. Maka pulanglah si kakek. Setibanya di rumah, didapatinya meja makan telah penuh dengan roti.

Tapi istrinya masih tampak marah padanya, katanya: “Kita telah punya banyak roti, tapi meja kita rusak, aku tidak bisa meletakkan roti-roti ini di cerita fabel singkat.

Pergilah kembali ke laut, dan mintalah ikan ajaib memberikan kita meja yang baru!” kata nenek. Terpaksa si kakek kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami! “Uuuups!” ikan emas muncul, “Apa lagi yang kau inginkan, kek?” “Nenek menyuruhku memintamu agar memberikan kami meja yang baru,” pinta kakek.

“Baiklah,” kata ikan. “Kau boleh memiliki meja baru juga.” Si kakek pun kembali pulang. Belum lagi menginjak halaman, si nenek sudah menghadangnya. “Pergilah lagi!

Mintalah pada si ikan emas untuk membuatkan kita sebuah rumah baru. Kita tidak bisa tinggal di sini terus, rumah ini sudah hampir roboh. ”Maka si kakek pun kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami!

Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Buatkanlah kami rumah baru!” pinta kakek, “istriku sangat marah, dia tidak ingin tinggal di rumah kami yang lama karena rumah itu sudah hampir roboh.” “Tenanglah kek!

Pulanglah! Keinginanmu sudah kukabulkan.” Kakek pun pulang. Sesampainya di rumah, dilihatnya bahwa rumahnya telah menjadi baru. Rumah yang indah dan terbuat dari kayu yang kuat. Dan di depan pintu rumah itu, nenek sedang menunggunya dengan wajah yang tampak jauh lebih marah dari sebelumnya. “Dasar kakek bodoh! Jangan kira aku akan merasa puas hanya dengan membuatkanku rumah baru ini.

Pergilah kembali, dan mintalah pada ikan emas itu bahwa aku tidak mau menjadi istri nelayan. Aku ingin menjadi nyonya bangsawan. Sehingga orang lain akan menuruti keinginanku dan menghormatiku!” Untuk kesekian kalinya, si kakek kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami!

Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Istriku tidak bisa membuatku tenang. Dia bahkan semakin marah. Katanya dia sudah lelah menjadi istri nelayan dan ingin menjadi nyonya bangsawan” pinta kakek. “Baiklah. Pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” kata ikan emas. Alangkah terkejutnya si kakek ketika kembali ternyata kini rumahnya telah berubah menjadi sebuah rumah yang megah.

Terbuat dari batu yang kuat, tiga lantai tingginya, dengan banyak sekali pelayan di dalamnya. Si kakek melihat istrinya sedang duduk di sebuah kursi tinggi sibuk memberi perintah kepada para pelayan. “Hallooo istriku,” sapa si kakek. “Betapa tidak sopannya,” kata si nenek. “Berani sekali kau mengaku sebagai suamiku. Pelayan! Bawa dia ke gudang dan beri dia 40 cambukan!” Segera saja beberapa pelayan menyeret si kakek ke gudang dan mencambuknya sampai si kakek hampir tidak bisa berdiri.

Hari berikutnya istrinya memerintahkan kakek untuk bekerja sebagai tukang kebun. Tugasnya adalah menyapu halaman dan merawat kebun. “Dasar perempuan jahat!” pikir si kakek. “Aku sudah memberikan dia keberuntungan tapi dia bahkan tidak mau mengakuiku sebagai suaminya.” Lama kelamaan si nenek bosan menjadi nyonya bangsawan, maka dia kembali memanggil si kakek: “Hai lelaki tua, pergilah kembali kepada ikan emasmu dan katakan ini padanya: aku tidak mau lagi menjadi nyonya bangsawan, cerita fabel singkat mau menjadi ratu.” Maka kembalilah si kakek ke tepi laut dan berseru” Wahai ikan emas ajaib, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami!

Dalam sekejap ikan emas itu muncul di hadapan si kakek, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Istriku semakin keterlaluan.

Dia tidak ingin lagi menjadi nyonya bangsawan, tapi ingin menjadi ratu.” “Baiklah. Pulanglah! Keinginanmu sudah dikabulkan!” kata ikan emas.

Sesampainya kakek di tempat dulu rumahnya berdiri, kini tampak olehnya sebuah istana beratap emas dengan para penjaga berlalu lalang. Istrinya yang kini berpakainan layaknya seorang ratu berdiri di balkon dikelilingi para jendral dan gubernur. Dan begitu dia mengangkat tangannya, drum akan berbunyi diiringi musik dan para tentara akan bersorak sorai.

Setelah sekian lama, si nenek kembali bosan menjadi seorang ratu. Maka dia memerintahkan para jendral untuk menemukan si kakek dan membawanya ke hadapannya. Seluruh istana sibuk mencari si kakek.

Akhirnya mereka menemukan kakek cerita fabel singkat kebun dan membawanya menghadap ratu. “Dengar lelaki tua! Kau harus pergi menemui ikan emasmu! Katakan padanya bahwa aku tidak mau lagi menjadi ratu. Aku mau menjadi dewi laut sehingga semua laut dan ikan-ikan di seluruh dunia menuruti perintahku.” Kakek terkejut mendengar permintaan istrinya, dia mencoba menolaknya.

Tapi apa cerita fabel singkat nyawanya adalah taruhannya, maka dia terpaksa kembali ke tepi laut dan berseru: Wahai ikan emas cerita fabel singkat, Datanglah kemari… Kabulkan keinginan kami! Kali ini si ikan emas tidak muncul di hadapannya. Kakek mencoba memanggil lagi, namun si ikan emas tetap tidak mau muncul di hadapannya.

Dia mencoba memanggil untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba laut mulai bergolak dan bergemuruh. Dan ketika mulai mereda muncullah si ikan emas, “apa yang kau inginkan lagi, kakek?” “Istriku benar-benar telah menjadi gila,” kata kakek. “Dia tidak mau lagi menjadi ratu tapi ingin menjadi dewi laut yang bisa mengatur cerita fabel singkat dan memerintah semua ikan.” Si ikan emas terdiam dan tanpa mengatakan apapun dia kembali menghilang ke dalam laut.

Si kakek pun terpaksa kembali pulang. Dia hampir tidak percaya pada penglihatannya ketika menyadari bahwa istana yang megah dan semua isinya telah hilang. Kini di tempat itu, berdiri sebuah gubuk reot yang dulu ditinggalinya.

Dan di dalamnya duduklah si nenek dengan pakaiannya yang compang-camping. Mereka kembali hidup seperti dulu. Kakek kembali cerita fabel singkat.

Namun seberapa kerasnya pun dia bekerja. hasil yang didapat hanya cukup untuk makan sehari-hari saja. 3. Kisah Burung Pipit Berlidah Pendek Pada Zaman dahulu kala, di suatu desa kecil di Negara Jepang tinggalah sepasang kakek dan nenek. Kakek adalah seorang yang sangat baik hati dan pekerja keras. Sebaliknya nenek adalah seorang penggerutu dan senang mencaci maki, sikapnya juga kasar dan buruk. Itulah sebabnya kakek lebih suka menghabiskan waktunya dengan bekerja di ladang dari pagi hingga petang.

Mereka tidak dikaruniai anak, tapi kakek memiliki seekor burung pipit yang selalu menghiburnya. Dia sangat cantik dan diberi nama Suzume. Kakek sangat menyayanginya. Setiap petang sepulangnya dari ladang, kakek akan membuka kandang Suzume, membiarkannya terbang di dalam rumah, lalu mengajaknya bermain, berbicara, dan mengajarinya trik-trik yang dengan cepat dipelajarinya.

Suatu hari, saat kakek pergi bekerja, nenek mulai membereskan rumah. Kemarin nenek sudah menyiapkan bubur tepung beras untuk melicinkan pakaian yang sudah dicuci. Bubur itu disimpannya di atas meja. Tapi kini mangkuk buburnya telah kosong. Rupanya kakek lupa menutup kandang Suzume, sehingga dia terbang di sepanjang rumah dan memakan bubur tepung beras nenek. Saat si nenek kebingungan mencari siapa yang menghabiskan buburnya, Suzume terbang menghampiri nenek. Dia membungkuk memberi hormat lalu kicaunya: “Sayalah yang memakan bubur tepung beras nenek.

Saya pikir itu adalah makanan untukku. Saya mohon maafkanlah saya. Twit! Twit! Twit……!” Nenek sangat marah mendengar pengakuan si burung pipit. Memang nenek tidak pernah menyukai Suzume. Baginya keberadaan Suzume hanya mengotori rumah saja. Ini adalah kesempatan si nenek untuk melampiaskan kemarahannya. Maka keluarlah cacian dari mulut nenek.

Tidak cukup sampai disitu nenek yang kalap merenggut Suzume yang malang dan memotong lidahnya hingga putus. “Ini adalah pelajaran buatmu!” kata nenek, “karena dengan lidah ini kamu memakan bubur tepung berasku! Sekarang pergilah dari sini! Aku tak mau melihatmu lagi!” Suzume hanya bisa menangis menahan sakit, dan terbang jauh ke arah hutan.

Sore harinya kakek pulang dari ladang. Seperti biasa kakek menghampiri kandang Suzume untuk mengajaknya bermain. Tapi ternyata kandang itu sudah kosong. Dicarinya Suzume di sekeliling rumah dan dipangilnya, namun Suzume tidak juga muncul. Kakek merasa yakin bahwa neneklah yang telah membuat Suzume pergi. Maka kakek pun menghampiri nenek dan bertanya: “Kemana Suzume? Kau pasti tahu dimana dia.” “Burung pipitmu?” kata nenek, “Aku tidak tahu dimana dia.

Aku tidak melihatnya sepanjang hari ini. Oh, mungkin dia jenis burung yang tidak tahu berterima kasih. Makanya dia kabur dan tak ingin kembali meskipun kau sangat menyayanginya.” Kakek tentu saja tidak percaya dengan cerita fabel singkat nenek. Dia memaksanya untuk berbicara jujur. Akhirnya nenek mengaku telah mengusir Suzume dan memotong lidahnya. Itu hukuman karena dia telah berbuat nakal” kata nenek.

“Kenapa kau begitu kejam?” kata kakek. Dia sebenarnya sangat marah, tapi dia terlalu baik untuk menghukum istrinya yang kejam.

Namun dia tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Suzume yang pasti sangat menderita. “Betapa malangnya Suzume. Dia pasti kesakitan. Dan tanpa lidahnya dia mungkin tidak bisa berkicau lagi,” pikir kakek. Dia bertekad untuk mencari Suzume sampai ketemu besok pagi. Esoknya, pagi-pagi sekali kakek sudah berkemas dan bersiap pergi untuk mencari Suzume. Dia pergi ke bukit lalu ke dalam hutan.

Di setiap rumpunan bambu yang ditemuinya, dia akan berhenti dan mulai memanggilnya: “Dimana oh dimana burung pipitku yang malang, Dimana oh dimana burung pipitku yang malang” Kakek terus mencari Suzume tanpa kenal lelah. Dia bahkan lupa kalau perutnya belum diisi sejak pagi. Sore harinya, sampailah kakek di rumpunan bambu yang rimbun.

Dia pun mulai memanggil lagi: “Dimana oh dimana burung pipitku yang malang, Dimana oh dimana burung pipitku yang malang” Dari rimbunan bambu tersebut, keluarlah Suzume. Dia membungkukan kepalanya, memberi hormat pada kakek.

Kakek senang sekali bisa menemukan Suzume, apalagi ternyata lidah Suzume telah tumbuh lagi sehingga dia tetap bisa berkicau. Suzume mengajak kakek untuk mampir ke rumahnya. Ternyata Suzume memiliki keluarga dan mereka tinggal di sebuah rumah seperti layaknya manusia. “Suzume pasti bukan burung biasa,” pikir kakek. Kakek mengikuti Suzume memasuki rumpunan bambu. Rumah Suzume ternyata sangat indah.

Dindingnya terbuat dari bambu berwarna putih cerah. Karpetnya sangat lembut, bantal yang didudukinya sangat empuk dan dilapisi sutra yang sangat halus. Ruangannya sangat luas dan dihiasi ornamen-ornamen yang cantik.

Kakek disuguhi berbagai makanan dan minuman yang sangat lezat, juga tarian burung pipit yang sangat menakjubkan. Kakek juga diperkenalkan kepada seluruh anggota keluarga Suzume. Mereka semua sangat berterima kasih pada kakek yang telah merawat Suzume dengan baik. Sebaliknya kakek pun memohon maaf atas perlakuan istrinya yang kejam terhadap Suzume. Waktu berlalu tanpa terasa. Malam pun semakin larut. Akhirnya kakek meminta diri dan berterima kasih atas sambutan keluarga Suzume yang hangat.

Suzume memohon supaya kakek menginap satu atau dua malam, namun kakek bersikeras untuk pulang karena pasti nenek kebingungan mencarinya. Kakek berjanji akan sering-sering mengunjungi suzume lain waktu. Sebelum pulang Suzume cerita fabel singkat kakek untuk memilih kotak hadiah untuk dibawanya pulang. Ada dua buah kotak yang ditawarkan. Satu kecil dan satu lagi besar. Kakek memilih kotak kecil. “Aku sudah tua dan lemah,” katanya. “Aku tidak akan kuat jika harus membawa kotak yang besar.” Suzume dan keluarganya mengantarkan kakek sampai keluar dari rumpunan bambu dan sekali lagi membungkukan kepalanya memberi hormat.

Cerita fabel singkat di rumah, nenek langsung mencecarnya: “Kemana saja seharian? Kenapa begitu malam baru pulang?” tanyanya. Kakek mencoba menenangkannya dan memperlihatkan kotak yang didapatnya dari Suzume. Kakek juga menceritakan pertemuannya dengan Suzume. “Baiklah!” kata nenek. “Sekarang cepat buka kotak itu! Kita lihat apa isinya.” Maka mereka lalu membuka kotak itu bersama-sama.

Betapa terkejutnya mereka, ternyata kotak itu penuh berisi uang emas, perak dan perhiasan-perhiasan yang sangat indah. Kakek mengucap syukur berkali-kali atas anugerah itu. Tapi nenek yang serakah malah memarahi kakek karena tidak memilih kotak yang besar. “Kalau kotak yang kecil saja isinya bisa sebayak ini apalagi kotak yang besar,” teriaknya.

Esok paginya setelah memaksa kakek untuk menunjukkan jalan ke tempat Suzume, nenek pergi dengan penuh semangat. Kakek mencoba melarangnya, namun sia-sia saja. Setelah melewati bukit dan masuk ke dalam hutan, sampailah si nenek di tepi rimbunan bambu, maka dia pun mulai memanggil: “Dimana oh dimana burung pipitku yang malang, Dimana oh dimana burung pipitku yang malang” Suzume pun keluar dari rimbunan bambu dan membungkukan kepalanya ke arah nenek.

Tanpa membuang waktu dan tanpa malu nenek berkata: “Saya tidak akan membuang waktumu. Aku datang kesini hanya untuk meminta kotak yang kemarin ditolak oleh kakek.

Setelah itu aku akan pergi.” Suzume memberikan kotak yang diminta, dan tanpa mengucapkan terima kasih, nenek segera meninggalkan tempat itu.

cerita fabel singkat

Kotak itu sangat cerita fabel singkat. Dengan terseok-seok nenek memanggulnya. Semakin lama kotak itu semakin berat, seolah-olah berisi ribuan batu. “Kotak ini pasti berisi harta karun yang sangat banyak,” pikir nenek. Dia sudah tidak sabar ingin mengetahui isi kotak tersebut. Maka dia menurunkan kotak itu dari punggungnya dan lalu membukanya. Wuuuuush……!!! Dari dalam kotak itu keluar ribuan makhluk yang menyeramkan dan mengejar nenek yang langsung lari terbirit-birit.

Beruntung nenek bisa sampai di rumahnya meski jantungnya serasa mau putus. Kepada kakek dia menceritakan apa yang dialaminya. “Itulah hukuman bagi orang yang serakah,” kata kakek. “Semoga ini menjadi pelajaran buatmu.” Sejak saat itu nenek tidak pernah lagi mengeluarkan kata-kata kasar dan selalu berlaku baik pada orang lain. Dan mereka berdua hidup bahagia selamanya. 4. Monyet dan Babi Hutan Di suatu hutan rimba hidup seekor Babi hutan yang pemurung.

Ia mempunyai tetangga seekor Monyet yang mempunyai sifat sebaliknya. Monyet itu periang, banyak memiliki sahabat, serta pintar memberi nasihat. Karena senantiasa sedih dan murung, suatu hari Babi hutan pergi ke rumah Monyet. Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh, akhirnya Babi hutan sampai di rumah Monyet. Saat itu terlihat Monyet sedang berbaring sambil bersiul di serambi rumahnya. Babi hutan berkata, “Monyet, kudengar kau binatang paling bijaksana di rimba belantara.

Benarkah itu?” Sahut monyet, “Kata warga rimba, memang cerita fabel singkat, kata Babi Hutan. “Bolehkah aku meminta nasihat padamu?” kata Babi hutan lebih lanjut.

“Oh silahkan, memangnya kamu ada masalah apa, aku lihat kamu baik-baik saja”, kata Monyet. “Begini, Monyet. Aku tidak pernah merasa bahagia dalam hidup ini. Apa gerangan sebabnya?” Apakah aku terkena kutukan dari dewa? Tanya Babi hutan kemudian.

Monyet berpikir sejenak, kemudian jawabnya, “Ohoooo…. Babi hutan, kamu tidak terkena kutukan. Aku ada nasihat kepadamu, pergilah cari pohon Bonga. Buahnya cerita fabel singkat hitam. Petiklah buahnya, lalu makanlah. Dengan memakan sebuah Bonga saja kau akan merasakan bahagia seumur hidupmu.” “Buah Bonga? Aku baru mendengar sekarang.

Di mana terdapat pohon buah itu?” Semudah itukah untuk merasakan bahagia?” Tanya Babi hutan. “Sudahlah, ikuti saja petunjukku.” Jawab Monyet. “Pergi saja kamu dan bertanyalah kepada penduduk hutan ini dimana tempatnya pohon Bonga berada”, kata Monyet kemudian. Babi hutan menjawab, “ Baiklah Monyet, akan aku ikuti nasihatmu.” Esoknya Babi hutan bergegas pergi berkelana di hutan belantara untuk mencari buah kebahagiaan itu.

Kesana kemari babi hutan mencari buah itu, dia bertanya kepada para penghuni hutan untuk minta tahu dimana gerangan pohon Bonga berada. Pada suatu sore menjelang malam di tepi danau Babi hutan bertemu dengan Kerbau. “Hai Kerbau yang baik hati, tahukah kamu dimana pohon Bonga berada?” Tanya Babi hutan.

cerita fabel singkat

“Pohon Bonga?” aku belum pernah mendengarnya.” Jawab Kerbau. Mereka berdua terlibat pembicaraan mengenai pohon Bonga. Sampai akhirnya matahari hampir tenggelam Kerbau mengajak Babi hutan untuk bermalan di rumahnya. Akhirnya malam itu Babi hutan menginap di rumah Kerbau, sampai larut malam mereka berdiskusi tentang pohon Bonga sampai tanpa terasa cerita fabel singkat tertidur pulas.

Pagi-pagi sekali Babi hutan segera berpamitan kepada Kerbau untuk melanjutkan perjalanannya cerita fabel singkat pohon Bonga. Demikianlah seterusnya tanpa menyerah Babi hutan berkelana mencari keberadaan pohon Bonga.

Sampai tak terasa sudah satu tahun Babi hutan berkelana dan akhirnya ia tiba di rimba tempat ia lahir. Monyet menyambut kedatangan babi hutan, yang kini wajahnya segar cerita fabel singkat ceria. Tanya monyet, “sudahkah kau temukan buah Bonga?” Babi hutan menjawab, “belum, Monyet. Tetapi, aku sudah menemukan kebahagiaan itu. Kini aku sangsi, benarkah ada pohon Bonga itu? Seluruh pelosok dunia telah kujelajahi. Tidak seorang pun tahu tentang buah ajaib itu.” Sambil menyungging senyum, menjawablah monyet, “Benar dugaanmu, Babi hutan.

Buah Bonga hanya karanganku belaka. Tentu saja kau tidak bisa menemukannya. Tetapi ngomong-ngomong, bagaimana cara kau memperoleh kebahagiaan itu?” Babi hutan menjawab, “Aku menikmati perjalanan itu.

Di mana mana aku menjalin persahabatan. Setiap hari ada hal hal baru yang kulihat. Nah, ternyata dengan banyak bersahabat dan melihat luasnya dunia, hati kita menjadi bahagia.” Monyet mengangguk angguk mengiyakan. SEKIAN. 5. Si Kancil dan Sekawanan Gajah Dongeng Cerita fabel singkat Kancil: Suatu hari di Hutan Pakis, Si Kancil tengah berjalan-jalan di tepian danau. Sambil bersiul dan berdendang keasyikan sambil makan buah mentimun kesukaannya. “Blusukkkk krik krik krik….byuuurrr!!!!” Sang Kancil tiba-tiba terperosok ke dalam sebuah sumur tua tatkala sedang berada di tepi hutan saat dalam perjalanan menuju Pantai Samas.

Kabut masih tebal saat itu sehingga sumur tersebut tidak terlihat oleh Sang Kancil. Rupanya itu adalah sumur peninggalan Tarzan yang telah lama meninggalkan tempat itu untuk menjadi Tarzan Kota. “Aduh biyuuungg, kakiku sakit buangeeet!” teriak Sang Kancil yang tubuhnya hanya kelihatan kepalanya karena terendam air — sambil mulutnya nyengir-nyengir menahan sakit. Meskipun dirinya terjatuh di air, karena air sumur tak seberapa dalam maka kakinya terasa nyeri yang hebat akibat benturan.

Lalu dengan terpincang-pincang Sang Kancil berenang menepi dan duduk di batu besar yang menyembul di tepi sumur. Sang Kancil termenung memikirkan nasibnya. Sumur ini ada di tepi hutan. Jarang sekali ada binatang yang berani bepergian sampai ke tepi hutan. Paling-paling sekawanan Gajah yang sedang cerita fabel singkat rute baru, kawanan Babi Hutan yang hendak mencari jagung atau Serigala yang sedang mencari-cari makanan tambahan karena sudah bosan dengan makanan yang ada di dalam hutan.

Itu artinya dirinya harus lama menunggu sampai ada binatang yang menemukan dirinya di dalam sumur. dongeng binatang dongeng si kancil dan gajahSetelah tiga hari tiga malam terjebak, pada hari keempat barulah muncul sekawanan Babi Hutan yang melongok dari bibir sumur.

Mereka kehausan dan sedang mencari-cari sumber air minum yang memang jarang ada di tepi hutan itu. Sang Kancil berteriak kegirangan melihat Babi Hutan.

“Woooiiii beib, bantu aku keluar dari sini duuuuuuung!!!” teriaknya sekuat tenaga. Tapi alih-alih menolong Sang Kancil, para Babi Hutan malahan lari terbirit-birit mendengar suara menggelegar dari dasar sumur.

Dikiranya ada monster penunggu sumur yang akan memakan mereka. Sang Kancil kesal bukan main. Dianggapnya para Babi Hutan itu sungguh terlalu takut pada bayangan monster dalam pikiran mereka sendiri. Mereka terlalu percaya pada cerita-cerita monster sehingga apa saja yang aneh dan menakutkan langsung dianggap monster. Pada hari kelima muncul lagi seekor binatang lain. Kali ini datang seekor keledai yang baru saja meloloskan diri dari majikannya.

Dengan hati riang senang-senang dia bersiul-siul menyusuri tepi hutan. Sampailah dia di bibir sumur tempat Sang Kancil terperosok. Tentu saja dia haus dan penasaran, apakah bisa minum dari sumur tersebut. Belajar dari pengalaman ketakutan para Babi Hutan, kali ini Sang Kancil tidak berteriak.

Dia hanya menyapa pelan pada Keledai yang tengah melongokkan kepala. “Wahai teman, Tolonglah aku. Aku terperosok di dalam sumur tanpa bisa keluar lagi” kata Sang Kancil. Keledai melihat sejenak ke dalam sumur dan terheran-heran mendengar suara dari dalam sumur. Kemudian dia mengamat-amati dasar sumur, barulah dilihatnya Sang Kancil yang sedang duduk lemas di atas batu.

Tiba-tiba Keledai tertawa terbahak-bahak. Si Keledai tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai berguling-guling di atas tanah. “Hohohoho…bukankah kamu itu Kancil yang terkenal cerdik itu??. Gunakan otakmu yang katanya hebat itu! Atau kecerdasanmu itu berita bohong belaka sehingga kamu masih butuh bantuanku?

Uruslah sendiri nasibmu!. Aku tak punya banyak waktu untuk menolongmu!. Lagipula waktu aku jadi peliharaan majikanku, tak ada seorang pun yang peduli. Kini giliranmu dicuekin….Hahahahahaha. Sorry yah!” kata Keledai sambil berlalu dengan masih ketawa ngikik. Sang Kancil kembali ditinggal seorang diri di dalam sumur. Pada hari keenam muncullah sekelompok orang membawa pedati yang beristirahat di tempat itu. Mereka mendirikan tenda-tenda dan mulai memasak.

Nampaknya mereka adalah kafilah pedagang yang sedang mampir beristirahat. Saat terdengar suara-suara orang berteriak-teriak gaduh karena berhasil menangkap seekor keledai yang lepas, tahulah Sang Kancil bahwa keledai yang kemarin menertawakan dirinya itu masih berkeliaran di sekitar sumur dan tertangkap kembali cerita fabel singkat tuannya.

Sungguh malang nasibnya. Sang Kancil menyadari bahwa dirinya juga harus menghindar dari tangkapan mereka. Maka cepat-cepatlah dia masuk ke sebuah rongga yang ada di dinding sumur dan bersembunyi di situ karena takut ditangkap dan dijadikan sate kancil yang tersohor kegurihannya. Untunglah para pedagang itu jarang melongok ke dalam sumur sehingga tidak memergoki Sang Kancil. Mereka hanya sesekali saja pergi ke sumur itu untuk mengambil air dengan ember yang diikat dengan tali.

Air itu dipergunakan untuk memasak, mencuci dan mandi. Keesokan harinya mereka telah meninggalkan tempat itu. Dari suara-suara mereka, tahulah Sang Kancil bahwa para pedagang itu membuang ember bertali di dekat sumur karena dianggapnya sudah usang. Pada hari ketujuh muncullah sekelompok gajah yang melintas di dekat sumur. Mereka meneliti dasar sumur karena kehausan. Tak sengaja terlihat oleh mereka Sang Kancil tengah tertidur di sana.

Para Gajah itu saling berbisik membicarakan binatang yang tengah terbaring di dasar sumur. Kemudian mereka berteriak memanggil Sang Kancil. Sang Kancil kaget oleh teriakan para Gajah dan terbangun. Dilihatnya ada beberapa kepala gajah menyembul di bibir sumur. Diam-diam dia sedang berpikir keras cara minta bantuan mereka untuk keluar dari sumur.

cerita fabel singkat

Akhirnya dia memutuskan untuk membantu para Gajah, baru kemudian minta tolong pada mereka. Memberi dulu baru kemudian menerima pertolongan. “Wahai Gajah kita adalah sobat yang harus tolong menolong” kata Kancil.

Para Gajah mengangguk-angguk sambil bergumam tanda setuju. Mereka tak sadar jika Sang Kancil berada di dalam sumur karena terjatuh. “Aku tahu kalian kehausan. Aku akan membantu kalian mengambil air dari dalam sumur. Coba lihat adakah ember dan tali yang diletakkan di dekat sumur. Kemarin kudengar para kafilah membuang ember beserta talinya karena sudah punya ember baru.

Walaupun butut ember itu masih berguna bagi kalian. Turunkan ember ke dalam sumur, pegang ujung talinya. Aku akan membantumu menciduk air sumur” teriak Sang Kancil. Para Gajah yang tengah kehausan dengan antusias mencari-cari barang yang disebutkan Sang Kancil. Sampai akhirnya mereka menemukan tak jauh dari bibir sumur tergeletak ember butut yang diikat dengan tali yang tak kalah bututnya dan penuh sambungan.

Kemudian mereka menurunkan ember ke dalam sumur. Sang Kancil membantu menciduk air dan menyuruh gajah menarik ember yang sudah terisi air ke atas. Begitulah berulang kali air diambil dari dasar sumur. Dengan girangnya para Gajah bergantian minum dan mandi dari air dalam ember yang diambil dari dalam sumur. Maklum sudah dari kemarin mereka kesulitan mencari sumber air. Setelah semua Gajah selesai mandi, barulah Sang Kancil berteriak untuk minta dikeluarkan dari dasar sumur.

Merasa Sang Kancil telah membantu mereka mendapatkan air, para Gajah dengan senang hati membantu Sang Kancil keluar dari dasar sumur.

Sang Kancil berpegangan erat pada ember saat dia ditarik keluar dari dasar sumur. Para Gajah serta merta mengerumuninya dan bertanya-tanya mengapa Sang Kancil bisa berada di dasar sumur. Tadinya mereka mengira Sang Kancil sengaja cerita fabel singkat diri di sana. Kemudian Gajah-gajah itu membawakan berbagai macam pucuk daun muda dan buah-buahan untuk Sang Kancil yang terlihat begitu lemah sehingga sulit berjalan.

Setelah satu malam menginap di tempat itu dengan dijaga para Gajah, Sang Kancil merasa dirinya cukup kuat untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai selatan samas untuk bertemu dengan keluarga Paus biru. Keluarga mamalia laut raksasa itu mengundang Sang Kancil untuk mengajari mereka tentang perubahan angin, cuaca dan iklim di Samudera Hindia agar mereka tidak terdampar di pantai yang dangkal karena kesalahan memperkirakan sifat-sifat lautan.

Kancil berterimakasih pada para Gajah yang telah membantunya. Para Gajah juga merasa sangat berhutang budi pada Sang Kancil yang telah memberi tahu teknik sederhana mengambil air dari dalam sumur. Sengaja mereka membawa ember butut bertali ke rumah cerita fabel singkat di tengah hutan.

Di sana terdapat sumur yang tidak pernah dimanfaatkan karena para Gajah tidak tahu cara mengambil air dari sumur yang dalam.

(SELESAI). Baca Cerita Menarik yang Lainnya: • Cerita Lucu yang Bikin Ngakak • Contoh Cerita Humor Lucu 6. Burung Bangau dan Seekor Anjing romawiki.org 7. Kijang dan Seekor Kambing 12. Kelinci dan Anjing Petani romawiki.org 13. Kuda yang memakai kulit harimau romawiki.org 14. Semut dan Cerita fabel singkat romawiki.org 15. Rubah dan Kambing (Karya Tony Ireland) romawiki.org 16.

Kelinci dan Kura Kura (Karya Aesop) romawiki.org 17. Beruang dan Lebah romawiki.org 18. Gagak dan Elang romawiki.org 19. Keledai dan Katak romawiki.org 20. Ayam dan Kuda Nil romawiki.org 21. Gajah yang baik hati dan suka menolong romawiki.org 22. Lebah dan Cerita fabel singkat romawiki.org 23. Si Monyet Yang Nakal romawiki.org 24. Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan romawiki.org 25. Pertolongan Membawa Bahagia romawiki.org 26. Katak dan Siput romawiki.org 27. Semut dan Lebah romawiki.org 28.

Harimau Yang Terjerumus romawiki.org 29. Patih Buaya Yang Korupsi romawiki.org 30. Keharuan Seekor Anjing romawiki.org 31. Cerita Fabel : Si Ulat Bulu yang Baik Hati Ada sebuah taman labirin kecil nan elok yang menghiasi sebuah istana kerajaan yang megah.

Di taman labirin itu tumbuh dan hiduplah berbagai macam bunga yang amat sangat indah dan sedap dipandang. Aromanya pun memikat siapapun yang menghirupnya. Daun-daunnya yang hijau dan segar pun seolah-olah menyejukkan mata. Diantara berbagai jenis bunga yang tumbuh disana, hiduplah seekor ulat yang berbulu hitam pekat dan gemuk. Diantara ulat-ulat yang tinggal disana, si ulat bulu inilah yang memiliki bulu paling lebat paling muda dari pada ulat lainnya.

Meskipun begitu, ia tidak menyombongkan apa yang dimilikinya kepada yang lain. Tatkala itu hinggaplah seekor kupu-kupu betina di sebuah dahan bunga mawar dan bergegas menghisap madu bunga mawar tersebut hingga terasa kenyang dan puas cerita fabel singkat apa yang didapatinya hari itu.

Sembari hinggap di dahan bunga mawar, ia pun menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak sembari memandangi indahnya bunga- bunga di taman labirin tersebut. Tanpa disengaja, si kupu-kupu betina tadi mengalihkan pandangan matanya di sebuah tangkai daun yang masih ranum. Dilihatnya lah si ulat bulu yang hendak mencari makan. “ihhh…binatang apa itu? Mengapa kumal sekali dia?” gemih si kupu-kupu betina menatapnya dengan keheranan. Akan tetapi cerita fabel singkat ulat bulu tak mendengar apa yang telah diucapkan si kupu-kupu tadi dan melahapi pucuk dedaunan ranum yang renyah dan nikmat untuk disantap.

Karena merasa jijik melihat si ulat bulu, ia pun bertanya dengan lantang “Hai, makhluk jelek, sedang apa kau disana? Apa kamu tidak jijik dengan diri kamu sendiri, kotor dan kumal?”. Karena suaranya yang lantang, akhirnya si ulat bulu pun menoleh menuju asal suara tadi.

Dan ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu betina yang cantik rupawan. “Hai, kupu-kupu betina, bersyukurlah Tuhan menganugerahimu sayap-sayap yang indah yang belum tentu semua hewan memilikinya” sahut si ulat bulu dengan penuh wibawa sembari tersenyum simpul. Mendengar ucapan si ulat bulu tadi, si kupu-kupu betina pun tersadar dan ingat bahwa Tuhan Maha Menciptakan segalanya.

Tidak sepantasnya ia mengolok-olok si ulat bulu sedemikian sinisnya karena merasa jijik melihatnya. Sejenak ia termenung oleh ucapan si ulat bulu tadi. “Hahaha…apa yang sedang kau fikirkan?apakah perkataanku tadi menyakitimu?” Tanya si ulat bulu yang terkejut melihat si kupu-kupu betina yang tengah diam termenung. “aku mohon maaf ulat bulu, tidak sepantasnya perkataan tadi aku ucapkan padamu karena itu sungguh menyakitkanmu…tidak sepantasnya aku merasa jijik dengan apa yang kamu miliki, mestinya aku bisa bersyukur dan bangga dengan segala CiptaanNya.

Kau telah menyadarkanku ulat bulu, sekali lagi maafkanlah aku ulat bulu…” pinta si kupu-kupu sembari meneteskan air mata karena menyesal. “Sudahlah kupu-kupu…aku tidak apa-apa, aku salut dan bangga padamu.

“ jawab si ulat bulu sembari melempar senyumnya kepada si kupu-kupu. “tapi kenapa kau tidak marah kepadaku, ulat bulu?” Tanya si kupu-kupu dengan polosnya. Mendengar pertanyaan si kupu-kupu tadi, si ulat bulu pun tertawa terbahak-bahak.” Hahaha,,untuk apa aku marah kepadamu, kupu-kupu? Kondisiku memang seperti ini, Tuhan menganugerahiku bulu-bulu yang lebat, dan aku sangat bersyukur memilikinya.

Begitu pula dengan kau, kupu-kupu…” “Terima kasih ulat bulu, karena kau tak marah akan perkataanku tadi” ujar si kupu-kupu. “Tentu saja tidak, sahabatku…kita sesama makhlukNya sudah sepantasnya bersyukur dan bersyukur, Oke?!” jawab si ulat bulu sembari tersenyum ramah kepada si kupu-kupu betina. “Terima kasih ulat bulu…maaf hari sudah mulai petang, aku harus segera pulang bersama saudara-saudaraku di taman seberang istana” kata si kupu- kupu yang hendak berpamitan.

“Baiklah kupu-kupu, berhati-hatilah dan salam syukur untuk semua saudaramu disana, ingatlah pesanku tadi” sahut si ulat bulu. “Iya, tentu saja ulat bulu,,terima kasih telah menyadarkanku” jawab si kupu-kupu betina sambil mulai mengepak-kepakkan sayap indahnya dan bergegas terbang.

Selepas kepergian si kupu-kupu betina tadi, si ulat bulu pun segera menyudahi makanannya dan berbaring bersandar santai di sebuah tangkai yang besar dan kuat. Sembari demikian, si ulat bulu tak lupa senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah didapatkannya. “Meremehkan orang cerita fabel singkat adalah pekerjaan tak berguna. Menghabiskan tenaga, tapi tak menghasilkan keuntungan apapun. Menghabiskan waktu dan perhatian, tapi tak mendatangkan kebahagiaan.

Hanya kenikamtan satu detik, tapi berakhir dengan sesuatu yang mengecewakan.” Demikianlah Dongeng Fabel Singkat Si Ulat Bulu. Semoga bermanfaat. 32. Cerita Fabel : Lumba-Lumba Penolong Di laut yang luas dan dalam, hidup keluarga lumba-lumba yang bahagia. Mereka terdiri dari ayah, ibu dan dua anak yang bernama Sasa dan Sisi. Walau mereka kembar, tapi mempunyai sifat yang berbeda.

Sasa sebagai kakaknya mempunyai sifat berani dan keras, sedangkan Sisi adiknya mempunyai sifat suka menolong dan ramah. Sepi sekali di rumah jika mereka tidak ada, banyak hal yang mereka lakukan jika mereka sedang dirumah, apalagi saat makan, ada saja ulah mereka itu, melihat anak-anaknya yang seperti itu, ayah dan ibu mereka tidak pernah marah.

Pada pagi hari yang cerah, ayah dan ibu lumba-lumba keluar rumah untuk mencari makanan. Baca juga : dongeng fabel binatang ulat bulu yang baik hati “Sasa, Sisi, ibu dan ayah mau mencari makanan buat kita cerita fabel singkat nanti, kalian jangan main jauh-jauh ya,” kata ibu Sasa Sisi.

cerita fabel singkat

“Iya Bu, kami tidak main jauh-jauh” jawan Sasi dan Sisi. Saat kedua orang tuanya berangkat mencari makan, Sasi dan Sisi bermain bersama teman-temannya di permukaan laut, mereka kejar-kejaran, kadang juga melompat ke atas dan saling bercanda. Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba ada ombak besar datang, ditambah angin yang bertiup kencang, Sisi jadi panik melihat keadaan seperti.

“Kak, aku takut. Aku bukan seperti kakak yang pemberani,” teriak Sisi. “Kamu tidak usah takut, Sisi. tetap bersamaku, jangan jauh-jauh,” bujuk Sasa.

cerita fabel singkat, kak. Tapi jangan cepat-cepat berenangnya, jangan tinggalin Sisi ya kak,” pinta Sisi. “Iya, kamu tenang saja, mana mungkin aku meninggalkan adikku di lautan sepas seperti ini,” jawab Sasa.

Perasaan orang tua kepada anaknya sungguh sangat peka. Ketika ditengah perjalanan, kedua orang tua Sasa dan Sisi gelisah memikirkan keadaan anak-anaknya. “Firasatku tidak enak, pak. Meninggalkan Sasa dan Sisi” tanya ibu lumba-lumba. “Ibu tidak usah khawatir, mereka akan baik-baik saja. Bapak percaya bu, mereka bisa menjaga diri” jawab bapak lumba-lumba. Setelah suasana lautan reda, ombak kembali normal dan angin sudah seperti biasanya, Sasa dan Sisi pulang ke rumah, dan mereka sangat terkejut melihat sebuah kapal kecil yang karam karena ombak besar tadi.

Ada dua orang yang tenggelam. Tampaknya mereka tidak bisa berenang dan mencoba untuk naik ke permukaan laut, namun gagal. Melihat kejadian itu, Sasa dan Sisi berniat untuk menolong mereka. “Ayo kak, kita tolong mereka” ajak Sisi. “Iya Si, kasihan mereka tidak bisa berenang” jawan Sasa. Sasa dan Sisi langsung berenang menuju kedua orang itu, lalu mereka menaikkan tubuh orang itu dengan pundak mereka.

Sasa membawa satu orang dan Sisi juga membawa satu orang. “Aku melihat daratan, kak” kata Sisi. “Kita antarkan mereka ke daratan itu, Cerita fabel singkat. Sepertinya itu sebuah dermaga.” ucap Sasa. Sesampainya di daratan, Sasi dan Sisi meletakkan kedua orang itu di pasir.

Disana banyak sekali orang-orang yang tahu kejadian itu, mereka berlari mendekat. “Ada lumba-lumba menolong Anton, tadi aku lihat kapalnya tenggelam,” kata salah satu orang itu. “Terima kasih lumba-lumba, sudah menolong teman kami,” ucap mereka sambil mengelus-elus Sasa dan Sisi. Mereka berdua menganggukkan kepala, lalu mereka kembali ke laut sambil melompat ke atas, orang-orang bertepuk tangan dan bersorak memuji lumba-lumba itu.

Setelah beberapa saat hari sudah mulai sore, Sasa dan Sisi sadar pulang terlambat, kedua orang tua nya pasti mencari mereka. Lalu mereka bergegas pulang kerumah, sesampainya di rumah Sasa dan Sisi bertemu bapak dan ibu yang juga baru pulang dari mencari makanan. Di saat makan malam bersama, mereka menceritakan kejadian tadi siang. Bapak dan ibu tersenyum dan bangga dengan Sasa dan Sisi. “jika kamu malas untuk menolong orang lain, maka bayangkanlah jika tak ada seorangpun yang mau menolong kamu.” 33.

Cerita Fabel : Tipu Daya Monyet Di sebuah hutan yang lebat, ada seekor monyet kecil bernama Mimi yang suka meloncat kesana kesini. Ia gemar bermain dan sering lupa waktu jika dia sibuk bermain. Sambil makan pisang, dia bergelantungan di pohon dengan riang gembira.

Mimi mempunyai sahabat, namanya Popo. kemana Mimi pergi, Popo pasti selalu menemani. Namun Popo mempunyai tubuh yang besar sehingga kurang lincah bila melompat-lompat, sering kali Mimi mengerjainya.

Pada saat asyik bermain di pohon dekat sungai, terlihat seekor buaya datang menghampiri mereka berdua, Mimi dan Popo menyapa buaya itu. “Hai Buaya, apa kabarmu hari ini?” Mimi dan Popo menyapa.

“Kabarku baik-baik saja, bagaimana kabar kalian berdua?” jawab buaya lanjut bertanya. “Kabar kami berdua juga baik-baik saja” jawab Mimi. “Ada keperluan apa kamu datang kemari, buaya?” lanjut tanya Mimi.

“Ah, tidak apa-apa kok. Aku hanya ingin bermain bersama kalian” jawab buaya gagap. “baiklah kalau begitu, ayo kita bermain sekarang” ajak Mimi. “Kita bermain diseberang saja, disana terdapat tempat yang indah dan asyik untuk bermain” bujuk buaya. “Wah, pasti menyenangkan ini, tapi kami tidak bisa berenang, buaya” tanya Mimi. “Tenang saja, aku akan mengantarkan kalian ke seberang, naik ke punggungku sekarang” jawab buaya. Mimi yang pertama kali di seberangkan oleh buaya itu, dari kejauhan, nampaknya Popo mulai curiga, ia melihat tingkah laku buaya yang aneh, padahal mereka baru kenal, kok tiba-tiba buaya itu bersikap baik kepada mereka berdua.

“Harusnya tadi aku mengingatkan Mimi untuk waspada, semoga perkiraanku salah” gumam Popo sendirian. Sekembalinya buaya dan Mimi dari seberang, Popo lega karena tidak terjadi apa-apa seperti yang dipikirkannya. “Hai Popo, disana ada tempat bermain yang indah sekali, kamu tidak ingin melihatnya?” sapa Mimi.

“Tidak Mimi” jawab Popo. “Sekarang aku pamit pulang dulu ya” kata buaya. “Ya buaya, terima kasih ya” jawab Mimi. Buaya pun meninggalkan mereka berdua di pinggir sungai, sementara Popo terus memandangi buaya dengan penuh rasa curiga. “Kita harus hati-hati, Mimi.

Aku punya firasat yang tidak baik dengan buaya itu” Popo mengingatkan. “Memang kenapa, Popo” tanya Mimi. “Aku melihat perlaku aneh, sorot matanya menandakan ia mempunyai maksud yang tidak baik, Mimi” jawab Popo.

“Itu cuma perasaanmu saja, kalau dia punya niat tidak baik, pasti di seberang tadi aku sudah di makannya” bantah Mimi. “Itulah kenapa tadi aku memperhatikan kamu terus, dia tahu aku mengawasinya,” jawan Popo. “Jangan berpikiran buruk dulu, Popo,” ucap Mimi. Keesokan harinya, Mimi sedang bergelantungan di pohon pinggir sungai sendirian dan Popo belum datang untuk bermain dengan Mimi.

“Hari yang indah ya?, kamu sendirian, Mimi?” sapa buaya. “Eh kamu buaya, iya nih aku sendirian, Popo belum datang” jawan Mimi. “Kita kesebarang lagi yuk, Mimi” ajak buaya. “Wah, menarik juga nih. Ayo kita berangkat sekarang” jawab Mimi. Dengan gembira Mimi cerita fabel singkat ke punggung buaya, mereka pun berangkat ke seberang.

Ditengah perjalanan, buaya berkata kepada Mimi. “Sebenarnya aku sedang mencari obat untuk raja buaya yang sedang sakit.” “Apa obat yang bisa menyembuhkan penyakit rajamu, buaya?” tanya Mimi.

“Obatnya adalah hati dan jantung monyet” jawab buaya. Mendengar jawaban buaya, Mimi terkejut bukan main. Ia sadar maksud buaya itu. “ternyata si Popo benar, aku harus cari cara untuk menyelamtakan diri sebelum aku di bunuh buaya untuk di ambil jantung dan hatiku” kata Mimi dalam hati. Sambil berpikir, Mimi menemukan akal untuk menyelamatkan diri. “Baiklah buaya, setelah di seberang, engkau boleh mengambil jantung dan hatiku, tapi ijinkanlah aku menikmati pemandangan indah itu untuk terakhir kalinya” akal Mimi.

“kamu serius, Mimi?” jawab buaya. “Demi menyelamatkan raja mu, aku siap mengorbankan nyawaku” ucap Mimi. “Baiklah, nikmatilah pemandangan itu sepuas hatimu” jawan buaya. Baca juga dongeng tentang binatang hiu yang suka berbohong Setelah sampai di seberang, dengan sedikit gemetar, Mimi akhirnya melompat ke daratan. Nampaknya buaya baru sadar kalau dia di tipu oleh Mimi. Di seberang sudah ada Popo yang menunggu bersama seekor burung besar untuk mengantarkan Mimi kembali di tempat semula.

Popo sengaja tidak datang karena sudah tahu niat buaya. Mimi mengucapkan terima kasih kepada Popo, karena sudah mengingatkan dia.

“Perangkap biasa mengenai siapa-saja, tapi kehati-hatian selalu membuat segala jebakan terungkap. Mata harus tetap waspada, tindakan harus tetap hati-hati, tapi kaki harus tetap berlari kencang.” 34. Cerita Fabel : Si Kambing Yang Serakah Alkisah di sebuah hutan nan lebat dimana masih banyak terdapat anak hulu sungai yang jernih airnya, hiduplah seekor kambing bersama kawanan hewan lainnya.

Banyak sekali waktu yang mereka habiskan untuk bergurau dan bercanda bersama-sama. Persahabatan si kambing dengan hewan-hewan lainnya memang tak pernah lekang oleh waktu.

Hingga suatu ketika si kambing hendak pergi untuk mencari rumput segar nan hijau, datanglah seekor induk ayam yang juga hendak mencari makan. Dengan rendah hati si ayam pun menyapa si kambing yang berjalan hendak mencari makan, “Hai, Kambing.

Apa yang hendak kau lakukan disini?” Tak lama kemudian si kambing pun menjawab “aku hendak mencari rumput segar nan hijau. Perutku terasa sangat lapar”. “Oh, ya? Kalau begitu mari kita sama-sama mencari makan. Aku pun sudah tidak tahan dengan perutku yang sudah tidak bisa ku ajak kompromi ini”, jawab si ayam dengan semangat.

“Benarkah?” Tanya si kambing sembari melangkahkan kakinya mencari makan. “Hmm.iya kambing” jawab si ayam dengan senyum polosnya. Dengan penuh harap si kambing pun bergegas menyetujui ajakan si ayam tadi, “siiipp…mari kita cari makan bersama”. Sembari berjalan mereka pun asyik mengobrol dan bersenda gurau.

“Yam, memangnya kau mau mencari makan kemana? Cerita fabel singkat di pematang sawah cerita fabel singkat hutan ini hamper menjelang masa panen dan tentu saja bulir padinya pun masak-masak”.

“hehehehe,,gak apa-apambing” jawab si ayam dengan lugas. Tak berhenti disitu saja, si kambing semakin penasaran mengapa si ayam hendak mencari makan di tempat yang bukan ia biasanya makan yaitu di pematang sawah.

Dimana disitu jelas banyak sekali makanan kesukaan ayam. “Ayolah Yam…mengapa kau ingin mencari makan di tempat yang lain? Apakah kau tidak khawatir jika bulir padi kesukaanmu sudah habis dilahap kawanan wereng?” “Kambing….Kambing…kau itu selalu saja ingin tahu” celetuk si ayam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengumbar senyum ramahnya kepada si kambing.

“Aku hanya ingin mencari makan cerita fabel singkat di tempat aku makan itu tidak ada yang mengganggu tetapi hewan lainnya pun bisa ikut makan” jelas si ayam kepada kambing. “wow…benar juga yam” sahut si kambing sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiba-tiba si kambing merintih kesakitan hingga tak kuasa untuk berjalan. “Kenapa, mbing?” Tanya si ayam penuh panik. “Perutku tak kuasa lagi, yam…”Jawab si kambing dengan wajah pucat.

Sabarlah, mbing…sebentar lagi kau pasti akan segera mendapat rumput segar sesuai keinginanmu. “Benar kamu yam.Baiklah aku turuti nasihatmu” jawab si kambing dengan penuh semangat. “Syukurlah…akhirnya angan-anganku sudah ada di depan mata” celoteh si ayam dengan penuh kegirangan. “ada apa, yam? Tanya si kambing. “Lihatlah, mbing! Disana ada sepetak pematang sawah dan sepertinya sudah masuk masa panen. Bulir padinya pun terlihat menguning” Jelas si ayam. “Benar sekaliyam!

Di sebelah sawah itu pun rumput segar impianku tumbuh subur ” kata si kambing dengan senangnya. Bergegaslah si kambing dan si ayam menuju pematang sawah tersebut. Dan sesampainya disana si ayam langsung memakan bulir padi itu dengan lahapnya. Tak kalah juga dengan si ayam, si kambing pun bergegas berlari menuju lading rumput di sebelah pematang sawah tadi.

“Nyam…Nyam…Nyammm…Hmmm….lezat sekali rumput segar ini yam… cerita fabel singkat kata si kambing kepada si ayam. “Samambing…bulir-bulir padiku ini terasa nikmatttt sekali, mbing” jawab cerita fabel singkat ayam sembari menikmati makanannya. Tak lama kemudian, si ayam sudah merasa kenyang dan duduk santai di bawah pohon jati nan rindang sembari melihat si kambing yang tengah asyik meniknati rumput segar kesukaanya itu.

“Kambing…kalau sudah kenyang jangan lupa untuk berhenti makan ya?!” Gurau si ayam dengan canda ringannya.

“Tentu saja, yam…sebentar, aku lanjut makan dulu ya yam,,aku tak mau melewatkan santapanku iki begitu saja. Beberapa saat kemudian terasa kenyanglah si kambing melahapi rumput-rumput segar nan hijau itu dan bergegas berjalan menuju si ayam berteduh santai. “Bagaimana jika lain kali kita kesini lagi, mbing?” di tempat ini aku bisa makan sepuasku begitu pun dengan kau “ kata si ayam dengan penuh kegirangan.

“Tentu sajayam…suatu saat jika kau hendak kesini, jangan lupa tuk mengajak aku” sahut si kambing. Tak terasa hari pun sudah semakin siang. Banyak pula kawanan kerbau yang berdatangan menyambangi sungai di dekat pematang sawah tadi.

Karena si kambing tidak begitu suka dengan bau si kerbau yang amat sangat menyengat hidung, maka si kambing pun akhirnya mengajak si ayam untuk segera kembali ke tengah hutan.

Dan si ayam pun menerima ajakan si kambing karena si ayam pun setuju dengan pernyataan si kambing mengenai bau si kerbau yang begitu khas. Setelah beberapa lama kemudian ketika hendak memasuki tengah hutan, tiba- tiba saja si kambing melihat segerombolan kuda jantan yang tengah asyik melahapi rumput segar nan lebat. Sembari menikmati makanannya, para kawanan kuda jantan tadi juga bersenda gurau dengan riuhnya. Entah kenapa dengan tanpa berfikir panjang, si kambing tiba- tiba merasa lapar tak tertahankan ketika melihat ladang rumput yang telah disantap para kawanan kuda jantan dengan lahap.

Si kambing pun berlari cepat kesana hendak menyantap rerumputan segar itu. “Menyingkirlah kau kuda jantan”! Akan ku santap habis santapanmu itu dalam sekejap saja” teriak si kambing dengan lantang. Kawanan kuda jantan pun sontak kaget dan berlarian kesana kemari karena si kambing berlari sangat kencang dan nyaris akan menyeruduk salah satu kuda jantan tadi.

“Awassss, menyingkirlah kau!” Sesampainya di ladang rumput itu, si kambing pun segera melahapnya dengan penuh kerakusan seolah-olah seharian tadi ia tidak mendapatkan makanan sedikit pun. “Ya, ampun…Kambing! Apa-apaan kau ini!” teriak lantang si ayam. Kawanan kuda jantan tadi pun marah karena daerah kuasaannya telah diganggu cerita fabel singkat kambing. “Hai, kambing! Kenapa kau mengambil hak kami sedangkan kami tidak cerita fabel singkat merrenggut hakmu sekalipun” tegas seekor kuda jantan dengan lantang.

Si kambing masih saja asyik makan. “Hai kau! Apa kau tidak mendengarkanku?!” geram si kuda jantan. Sontak salah seekor kuda jantan tadi langsung menyerang si kambing karena ia benar-benar tidak menyukai sifat si kambing yang suka menyerobot apalagi soal makanan.

“Terima seranganku ini!!!” hantam si kuda yang mengenai salah satu kaki kambing hingga akhirnya si kambing pun terpelanting.

“egois kau, kuda jantan!” Tidakkah sedikitpun kau membagi makananmu ini kepadaku?? Tak tahukah kau bila aku sedang lapar??” Tanya si kambing dengan sedikit geram kepada mereka. Mendengar si kambing bicara demikian, si ayam pun segera mengingatkan si kambing “tidak sepantasnya kau bersikap seperti itu, mbing! Bukankah kau tadi telah makan hingga kenyang bersamaku di pematang sawah tepi hutan sana??”. Oh, begitu ya.ternyata memang kau itu kambing rakus!

Semua ingin kau lahap tanpa menghiraukan lainnya” tegas si kuda jantan. “Ahh,tidak bisa. Semua cerita fabel singkat yang ada di hutan ini adalah milikku. Tak satupun boleh menyentuhnya apalagi memakannya!” jawab si kambing.

Tak henti-hentinya si ayam berkali- kali mengingatkan si kambing tapi tidak dihiraukannya. Akhirnya kawanan kuda itu pun sepakat memberi pelajaran si kambing agar jera cerita fabel singkat tak serakah seperti itu.

“Ayo kawan-kawan! Kita habisi saja kambing rakus ini!” teriak salah seekor kuda jantan dengan sangat geram. Seketika itu pun si kambing mendapat cerita fabel singkat sadis dari kawanan kuda jantan tadi. Si ayam pun tak berdaya melihat hal tersebut. Hingga babak belur si kambing dihajar oleh mereka. Tapi si kambing pun tak segera sadar dan meminta maaf kepada mereka. Dengan segala kerendahan hati si ayam pun memberanikan diri untuk memintakan maaf si kambing kepada mereka.

“Sudah cukup…cukupppp…tolong hentikan semua ini”. Tolong maafkanlah temanku ini kuda.ia pasti khilaf…tolong ampunilah si kambing” pinta si ayam kepada kawanan kuda. “Mengapa kau meminta maaf untuknya?”Tanya si kuda jantan. “Tolong….ampunilah temanku ini kuda,janganlah kau membuatnya lumpuh akibat seranganmu ini” cerita fabel singkat si ayam sembari meneteskan air mata karena tak tega lagi melihat si kambing dianiaya dengan sadis. “Ampunnn,kuda,,maafkanlah aku,maaf aku telah serakah” pinta si kambing dengan merintih kesakitan.

Hingga terketuklah hati kuda jantan. “Benarkah itu ,mbing? Apakah kelak kau akan mengulanginya lagi ketika kau kelaparan???” Tanya si kuda jantan. “Tidak…aku kapokkk kuda,,sekali lagi ampuni aku kuda,,aku minta maaf telah merenggut hak kalian dan tidak sepantasnya aku seperti ini.

Aku hanya takut kelaparan karena tidak segera mendapat rumput segar yang bisa setiap saat kunikmati. Tolong… ampunilah aku” pinta si kambing dengan penuh harap. Hingga pada akhirnya kawanan kuda itu pun mengampuni si kambing dan membebaskannya.

“Berjanjiah, janganlah bersikap seperti tadi, mbing.” Harap si kuda jantan. “iya, kuda…aku berjanji pada kalian dan semua, aku tak akan serakah merenggut makanan orang lain tanpa seijinnya. Percayalah padaku”pinta si kambing. Semenjak peristiwa itu pun si kambing tak lagi serakah dan makan sesuai dengan permintaan perutnya saja dan berhenti makan sebelum kekenyangan.

“Karena keserakahan otak tidak bekerja dalam mengambil keputusan, karena keserakahan hati tidak bekerja dalam melakukan sesuatu, karena keserakahan tak ada sesuatu yang berjalan sempurna.” 35. Cerita Fabel : Persahabatan Kancil dan Paus Di sebuah hutan yang jauh, ada seekor Kancil yang hidup disana, si kancil mempunyai sahabat seeokor ikan Paus.

Mereka saling mengenal cerita fabel singkat menjadi sahabat ketika Kancil sedang berjalan di tepi laut, tiba-tiba ada seeokor ikan Paus yang terdampar, lalu Kancil menolongnya hingga ikan Paus itu selamat. Sejak kejadian itu, Paus sering mengajak Kancil putar-putar menikmati pemandangan laut yang indah.

Kancil gembira ria bisa naik ikan Paus dan mengelilingi laut yang luas. Keinginan Kancil akhirnya terpenuhi oleh sahabatnya itu. Pada suatu saat Kancil menunggu Paus di cerita fabel singkat laut, tapi, hingga sore tiba, Paus tidak datang. “Kenapa sahabatku Paus tidak datang ya?” tanya Kancil dalam hati. “Ah, mungkin Puas sedang ada urusan penting, aku pulang sajalah” kata Kancil sambil melangkahkan kaki meninggalkan laut.

Ia berharap Paus baik-baik saja dan segera mendapat kabar darinya. Sementara di dasar laut, di istana cerita fabel singkat Paus sedang mengalami musibah, sang raja Paus menderita penyakit aneh dan para punggawa istana sedang berkumpul untuk mencarikan tabib yang bisa menyembuhkan penyakit raja Paus. Seluruh rakyat Paus termasuk sahabat kancil juga diberi perintah untuk mencari tabib itu. “Mungkin sahabatku Kancil bisa membantuku mencarikan tabib untuk raja” gumam Paus dalam hati.

Waktu itu juga Paus pergi menemui Kancil di tepi laut. “Dimana si Kancil ya?, baiklah akan ku tunggu dia disini” ucap Paus. Matahari pun sudah hampir terbenam dan Paus masih menunggu Kancil di tepi laut, Akhirnya Kancil pun datang. Kancil senang sahabatnya baik-baik saja. “Hai, Paus sahabatku, kemarin kamu tidak datang ada apa?” tanya Kancil. “Iya, Kancil.

Kemarin ada masalah besar di istana Paus, maafkan aku ya karena aku tidak sempat datang menemuimu” jawab Paus. “Ada masalah apa di istana Paus” tanya Kancil penasaran. “Sudah lebih 5 hari raja Paus sakit aneh, semua rakyat Cerita fabel singkat di perintahkan membantu untuk mencarikan tabib untuk mengobati penyakit raja.

aku sendiri juga bingung harus mencari tabib kemana. Apakah kamu punya kenalan tabib, sahabatku Kancil?” tanya Paus.

“Di Bangsa Kancil memang ada tabib yang hebat, tapi aku tak tahu rumahnya, dan sudah lama beliau juga tidak pernah terdengar kabar” jawab Kancil. Harapan mulai ada di benak Paus, lalu dia memohon kepada Kancil. “Tolong aku, Kancil. Carikan rumah tabib itu, aku dengan sangat kamu bisa menolongku” pinta Paus dengan memohon.

“Baiklah, sahabatku. Aku akan mencari tahu keberadaan tabib itu, kasih waktu aku 2 hari ya, Paus” kata Kancil. “Baiklah, Kancil. 2 hari besok aku tunggu kamu disini sore hari” jawab Paus lalu pergi.

Kancil segera pulang ke rumahnya dan mengumpulkan informasi tentang keberadaan tabib itu. Tapi, tak ada informasi yang bisa di dapatkan Kancil tentang tabib itu. Akhirnya Kancil melanjutkan pencariannya esok hari. Di pagi hari Kancil masih tertidur, tiba-tiba seekor Rusa datang dan membangunkan Kancil. “Hai, Kancil. Ayo bangun” teriak Rusa. “Apa apa, Rusa. Kau bangunkan aku pagi-pagi sekali, aku masih ngantuk” kata Kancil. “Aku membawa kabar gembira untukmu, bukanya kamu sedang mencari tabib sakti yang lama menghilang?” tanya Rusa.

“Iya, Rusa. Kamu bisa menunjukkan padaku rumahnya sekarang?” pinta Kancil. “Aku bisa mengantarmu ke rumah tabib itu. Namun semua itu ada syaratnya, Kancil” jawab Rusa. cerita fabel singkat syaratnya, Rusa” tanya Kancil lagi.

cerita fabel singkat

“Kamu harus memberiku semua persediaan ketimun mu dirumah” jawab Rusa. “Baiklah, Rusa. akan ku berikan semua persediaan makananku untukmu, asal kau antarkan aku ke rumah tabib sakti itu. Demi sahabatku” jawan Kancil. Akhirnya Kancil menyerahkan semua persediaan makanannya kepada Rusa, demi menolong sahabatnya, Kancil ikhlas. “Apakah kamu tidak takut kelaparan, Kancil” tanya Rusa.

“Demi menolong sahabatku, aku ikhlas, Rusa” jawab Kancil. Kejadian aneh pun terjadi, tiba-tiba Rusa berubah menjadi seekor Kancil yang tua. “Siapa kau” tanya Kancil ketakutan. “Aku adalah tabib sakti yang kamu cari.

Aku berubah wujud hanya untuk menguji kesetiaanmu kepada sahabatmu. Sekarang ayo kita menemui temanmu Paus, aku akan menyembuhkan penyakit raja Paus” jawab tabib sakti. Akhirnya, Kancil mengajak tabib sakti menemui Paus, mereka bertiga merangkat ke isatan Paus. Disana mereka di sambut oleh pembesar istana.

Tabib sakti langsung di antar menemui raja yang sedang sakit. Tabib memeriksa penyakit raja, lalu memberikan ramuan obat untuk diminum, Selang beberapa saat kemuadian, raja Paus langsung sembuh dari sakitnya.

Seluruh pegawai dan rakyat istana Paus gembira mendengar raja sudah sembuh dari sakitnya. Raja Cerita fabel singkat sangat berterima kasih kepada tabib sakti dan memberikan hadiah kepada tabib sakti.

cerita fabel singkat

Demikian juga Paus sahabat Kancil, ia diangkat menjadi pengawal kepercayaan di istana Paus. “Sahabat sejati bukanlah mereka yang dapat menghilangkan masalahmu, namun yang pasti sahabat sejati adalah mereka yang tak akan meninggalkanmu saat masalah menimpamu.” 36. Cerita Fabel : Si Nuri Yang Rajin Di sebuah hutan yang lebar, ada keluarga Burung Nuri yang sedang bercengkerama di rumah mereka yang di atas pohon.

Di rumah itu ada ayah Nuri, ibu Nuri, adik Nuri dan si Nuri. Ayahnya sedang memberi nasehat kepada anak-anaknya, adik Nuri dan si Nuri sangat memperhatikan nasehat sang ayah. “Apa kalian tahu mengapa ayah memanggil kalian untuk berkumpul di rumah?” tanya ayah Nuri.

“Kita tidak tahu, yah memang ada apa?” jawab Nuri. Dengan sabar ayah Nuri menjelaskan semuanya. “Untuk kalian anak-anakku, ayah ingin memberitahu sesuatu kepada kalian” jelas si ayah. “Ya, ayah.sebenarnya ada apa?” tanya Nuri. “Anakku, di hutan ini, sekarang banyak sekali pendatang baru, otomatis makanan akan semakin sulit.Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus lebih giat mencari makanan untuk persediaan kita nanti” kata ayah Nuri.

“Ayah tidak usah khawatir, kami akan lebih giat mencari makanan untuk keluarga kita” tutur Nuri. Di pagi yang cerah, matahari mulai nampak tuk memberi sinar alam semesta ini. Nuri dengan semangat berangkat mencari makanan di sekitar hutan, dengan bernyanyi riang gembira Nuri terbang. Tak terasa Nuri terbang jauh, namun belum cerita fabel singkat makanan juga. “Aduh, kok jadi aneh ya, terbang kesana kemari belum juga dapat buah kesukaan keluargaku” gumam Nuri. Nuri pun terbang pelan, melihat-lihat sekitar hutan barangkali masih ada buah untuk makanannya.

“Benar kata ayah, makanan sudah muali sulit dicari” kata Nuri. Secara tiba-tiba pandangan Nuri tertuju ke si Beo yang sedang termenung di ranting pohon, Nuri pun menghampiri si Beo. “Ada apa, Beo.Kok kamu wajahmu pucat, apa kamu sakit?” tanya si Nuri. “Ga kok, Nuri.aku baik-baik saja, hanya dari tadi pagi aku sudah terbang jauh namun belum juga mendapat makanan” jawab Beo.

“Kalau begitu kita sama, Beo.Aku juga sudah dari tadi pagi belum mendapat makanan” jelas Nuri. Bertambahnya pendatang baru di hutan sangat terasa, makanan mulai sulit, namun Nuri tidak pernah menyerah, ia terus berusaha mencari dan mencari makanan untuk persediaan keluarganya. “Ayo, Beo.Kita cari makanan bersama, jangan pernah menyerah” hibur Nuri.

“Iya, Nuri.tapi aku sudah lapar, aku sudah tidak kuat terbang lagi” jawan Beo. “Jika kamu terus disini akan mendapat makanan?, ayo lebih baik kita mencoba lagi, pasti masih ada makanan” ajak Nuri. “Terbangnya pelan-pelan saja ya?” iba Beo. “Iya deh, semangat ya Beo” kata Nuri. Akhirnya Nuri dan Beo terbang ke timur untuk meneruskan mencari makanan.

Pelan-pelan mereka terbang hingga akhirnya ada pohon yang rindang, dilihat dari luar pohon itu memang tidak ada buahnya, namun sebenarnya di tengah-tengah rindangnya pohon itu masih ada buah-buahan yang cukup banyak.

“Lihat, Beo.Ada makanan, ayo cerita fabel singkat cari yang banyak untuk persediaan keluarga kita masing-masing” teriak Nuri. “Kebetulan aku lapar, aku makan dulu aja ya, nanti baru kita bawa pulang” ajak Beo. “Terserah kamu aja Beo, aku mencari buah dulu untuk keluargaku dirumah, baru aku akan makan bersama-sama keluargaku” kata Nuri. Dengan semangat Nuri memetik buah satu persatu dan dimasukkan ke dalam kantong yang sudah di siapkan.

Setelah semua selesai, Nuri dan Beo terbang pulang kerumah masing-masing dan menyerahkan makanan yang telah di dapatkan kepada keluarga mereka.

Orang tua Nuri sangat senang melihat Nuri pulang membawa makanan, mereka bangga mempunyai anak seperti Nuri yang rajin. “Jadilah anak yang rajin dan membantu orang tua. Karena ini adalah salah satu cara kamu berbakti kepada kedua orang tuamu. Mulai sekarang jadi anak yang rajin ya.” 37. Cerita Fabel : Si Hiu Yang Suka Cerita fabel singkat Di sebuah laut yang sangat dalam, hiduplah seekor hiu yang cerita fabel singkat. Hiu besar itu mempunyai banyak teman, dan semua teman-temannya pun suka kepadanya, karena ia pandai mendongeng.

teman-teman hiu antara lain paus besar, gajah laut dan ikan pari, Hiu mulai mendongeng kepada teman-temannya itu. Ia mendongeng tentang kehebatan dirinya sendiri. Dengan sombongnya hiu memuji-muji dirinya sendiri. Hiu mendongeng bahwa ia mempunyai kelebihan bahwa ia tak terkalahkan, hiu bertanya kepada teman-temannya itu, “Terus apa saja kelebihan kalian”?, paus besar menjawab,”aku bisa tumbuh besar dan melompat ke atas”, lalu gajah laut ikut menjawab, “aku bisa berjalan di darat dengan mamakai sirip dan perutku”, tak ketinggalam ikan pari ikut pula menjawab, “aku bisa berenang dengan kedua sayapku”.

Mendengar jawaban teman-temannya tampaknya cerita fabel singkat tak mau kalah dengan kelebihan temannya masing-masing, hiu mendongeng lagi, “apakah kalian pernah bertemu ikan piranha”?, paus besar balik bertanya kepada hiu, “apakah kamu pernah bertemu, hiu”?, dengan nada sombong hiu menjawab, “aku pernah bertemu dengan rombongan ikan piranha, dan mereka tidak akan memakanku”, “karena aku adalah hiu yang besar, hahahahaaaa!”, “kamu tidak takut hiu?” tanya paus besar.

“aku tidak takut pada siapapun?” jawab hiu dengan penuh percaya diri. Dengan nada jengkel ikan pari menyahut, “apakah benar semua itu hiu?”, “benar, karena kau lebih besar dibanding piranha, dan aku lebih kuat”, sahut hiu dengan nada yang lantang. “Wah kamu memang hebat hiu,”dengan terkagum gajah laut memuji hiu. Dengan serius mereka mendengarkan dongeng hiu di atas sebuah kapal cerita fabel singkat sudah lama karam.

Ketika mereka sedang asyik mendengarkan dongeng si hiu, dengan tiba-tiba ada rombongan ikan piranha yang lewat di dekat mereka, dengan cepat paus besar, gajah laut, dan ikan pari bersembunyi di dalam kapal yang karam itu. Rombongan ikan piranha cerita fabel singkat menuju ke kapal karam itu, mereka berputar-putar dan nampaknya mereka sedang lapar dan ingin mencari makan.

Dengan hati-hati mereka bertiga terus bersembunyi di dalam kapal karam, namun dimana si hiu?, ternyata di hiu sedang bersembunyi cerita fabel singkat sangat ketakutan. Beruntung rombongan piranha itu segera pergi. Setelah situasi aman, paus besar dan kedua temannya keluar dari persembunyian mereka, dengan penuh tanda tanya mereka mencari si hiu, “kemana hiu tadi?” tanya di gajah laut.

Dengan gemetar hiu keluar dari persembunyiannya dengan wajah yang ketakutan. “Hiu, kemana saja kamu?”, “mengapa kamu tidak menghadapi mereka?”. tanya ikan pari. “Mana kehebatanmu hiu, seperti dongengmu tadi?”, hiu hanya terdunduk dan terdiam menahan malu karena sudah berbohong kepada teman-temannya. “Maka dari itu jangan suka berbohong ya, karena akan membuat dirimu malu. bicaralah apa adanya sesuai dengan kenyataan, kalau begini kan malu jadinya.” Demikian Cerita fabel singkat Cerita Hewan Fabel Pendek Terbaru Disertai dengan Pesan Moral nya.

Semoga bermanfaat. Keyword: Contoh Cerita Fabel Hewan Related posts: • Kumpulan Cerita Pendek Lucu Yang Bikin Ngakak, Penuh Hikmah • 11 Cerita Rakyat Indonesia dari Berbagai Daerah - Legenda Nusantara • 3 Contoh Cerita Humor Lucu Bikin Ngakak • 70+ Cerita Lucu Pendek dan Panjang yang Bikin Ngakak • 10 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur (Pendek, Menarik dan Edukatif) • 10 Cerita Anak Islami yang Menginspirasi - Kisah Inspiratif - Cerita Motivasi Postingan Aplikasi Trading Saham Forex • 3 Forum Forex Indonesia – Diskusi Trading Robot Tidak Berbayar • Jenis Jenis Broker Forex yang Perlu Anda Tahu • Penjelasan Mengenai Belajar Forex Trading Bagi Para Pemula • Belajar Forex Trading Adalah Sebuah Investasi di Era Globalisasi • Belajar Forex Gratis Bagi Pemula, Berikut Penjelasannya • Berbagai Macam Cara Belajar Forex yang Mudah dan Tepat • Tips Ajaib Belajar Forex Untuk Pelaku Bisnis Perdagangan Valas • Cara Main Saham Online Bagi Para Pemula • Apa itu Forex?

Berikut Penjelasan Lengkapnya • Cara Main Forex Agar Selalu Profit Saat Trading Online Making money online is a good topic now. Many people around the world are looking for ways to make money on the web. There are many ways to make money through the web.

However, making money through e-commerce is certainly a productive method. Stock market: In addition to the complexities associated with making money online, there are still many success stories. If you know the techniques, you can sell the right way to improve. The stock market is not a new place for money makers.

The only difference is that people today have time to make money from this resource through the web. Three tricks to follow: For those who have questions about how to make money online, there are three ways. These techniques will bring their absolutely productive results: 1. Read the charts Reading is one of the best ways people have learned and understood things for a long time.

This also applies to the stock market. Evaluating the tables and their key details is a key step to success in this business. If you become efficient at reading charts, you can easily make money online. That’s why institutions that teach online trading first learn to read charts. There are reliable online resources for finding charts. If you know how to read charts, you can understand the market trend.

You can invest to get a better return on your business. 2. Select the correct material If you want to make money trading online, it is important that you choose the right stocks to buy. Compared to old stocks, it is better to shop for new ones. Cerita fabel singkat will feel that old reputable stocks will bring you a better return.

However, old stocks are often more likely to have a lower value than new ones. You need to choose stocks that always bring better returns. 3. Work independently Of course, to first know how to make money trading online, you need to learn from a stockbroker.

However, if you understand the tricks, you have to work independently. This is because the broker’s decision can affect your income. Agents are really well informed and give good advice about buying stocks.

However, trusted agents are always poor. You have to decide for yourself when buying and selling shares. If you can achieve better results cerita fabel singkat your own decisions, it can improve your level of confidence. Taking a risk requires confidence. Although you may lose first, but your mistakes will help you in the long run. So follow these tips to get a good income from online trading.

With these tips from experts you can be a successful online entrepreneur. Enjoy trading!Kumpulan dongeng fabel singkat yang kami posting selalu kami tujukan untuk membangun karakter anak-anak Indonesia. Kami berharap dengan pesan moral yang ada di dalam setiap cerita rakyat di blog ini, anak-anak Indonesia dapat menjadi manusia-manusia yang memiliki kepribadian yang baik dan kreatif. Temani anak-anak kita dengan menceritakan dongeng anak terbaik dunia sebelum mereka tidur, adalah salah satu kunci kesuksesan pembangunan budaya dan cerita fabel singkat anak.

Koleksi Terbaik Dongeng Fabel Singkat untuk Membangun Karakter Anak Pada kesempatan kali ini kami memposting dua cerita fabel pendek dan singkat terbaik dengan pesan moral yang dapat dipetik Merpati Yang Tidak Pernah Cerita fabel singkat Janji Keluarga Merpati sedang berkumpul. Tampaknya, mereka sedang membicarakan sesuatu. “Kita harus sudah berada di rumah sebelum malam tiba. Ingat, pesta akan diadakan malam nanti,” ucap Ayah Merpati.

Rupanya, malam itu akan diadakan pesta. Sebenarnya, Merpati sudah ada janji dengan teman-temannya. Mungkin, ia akan berada di luar sampai malam. Namun, pesta itu juga sangat penting. Ia tak bisa meninggalkannya. “Kalau aku terlambat, tidak apa-apa, kan?” Merpati akhirnya meminta izin.

“Tidak! Kau harus pulang sebelum malam tiba!” tegas Ayah Merpati. “Baiklah, Ayah. Cerita fabel singkat berjanji, aku akan kembali sebelum malam tiba,” janji Merpati. Merpati pun bergegas ke suatu tempat. Ia akan menemui teman-temannya di sana. Sayangnya, teman-teman Merpati tidak menepati janji.

Mereka datang terlambat. “Huh! Kenapa hanya aku yang selalu tepat waktu? Padahal, kami sudah berjanji akan bertemu di sini,” keluh Merpati. Tak selang berapa lama, teman-teman Merpati datang. “Maaf, aku terlambat Aku harus membantu ibuku,” ucap Kelinci, memberi alasan. “Aku pun harus membantu Ayah terlebih dahulu,” sahut Kelelawar, ikut memberi alasan. Mereka tampak tak merasa bersalah. Mau tak mau, Merpati memaafkan keduanya.

Ia ingin urusannya cepat selesai, dan memenuhi janji kepada ayahnya. Rupanya, banyak yang harus Merpati kerjakan. Saat hari hampir beranjak malam, barulah Merpati dapat pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, Merpati melihat Semut. Olala, Semut itu hanyut terbawa arus air.

Merpati pun kebingungan. “Jika aku menolong Semut, bisa-bisa aku terlambat pulang ke rumah,” pikir Merpati.

Sementara itu, Semut terus meminta tolong.”Tolong aku!” teriak Semut. Merasa kasihan kepada Semut, Merpati pun menolong Semut. Ia rnengangkat Semut dari aliran sungai, dan membawanya ke tempat yang lebih arnan. Hari semakin gelap saat Merpati usai menolong Semut.Wah, sepertinya Merpati terlambat pulang ke rumah.

“Lebih baik aku bergegas pulang. Aku sudah berjanji dengan Ayah,” gumam Merpati sambil mempercepat terbangnya. Benar saja. Merpati sampai ke rumah ketika langit telah gelap. “Maafkan aku.Ayah.Aku terlambat pulang ke rumah:” ucap Cerita fabel singkat penuh penyesalan.

“Tidak apa-apa, Merpati. Yang penting, kau menepati janji. Merpati tak pernah ingkar janji. Lagi pula. Ayah tahu kenapa kamu terlambat,” ucap ayah dengan bijak. Tiba-tiba, Semut muncul dari balik Ayah Merpati. Rupanya, ia telah menceritakan semua yang terjadi. Betapa senangnya Merpati, karena ayahnya tak marah kepadanya, dan ia bisa tetap datang ke pesta.

Pesan moral dari dongeng fabel singkat ini adalah jika kalian sudah berjanji, maka harus ditepati, ya. Jangan ingkar janji! Baca dongeng fabel singkat terbaik lainnya • Cerita Tentang Hewan Peliharaan Fabel Lembu dan Babi • Kumpulan Cerita Pendek Rakyat Indonesia Fabel • Fabel Cerita Dongeng Kura Kura Terbaru • Fabel Cerita Daerah Nusantara Terbaru • Cerita Anak Dongeng Kucing dan Tikus dari Cina Kurcaci dan Tukang Sepatu Alkisah, ada seorang lelaki yang hidup sederhana bersama dengan istrinya.

Meskipun demikian, lelaki itu tak pernah mengeluh. Ia sangat baik. Ia bahkan kerap membantu orang yang membutuhkannya. Laki-laki itu bekerja sebagai pembuat sepatu. Setiap malam, ia membuat sepatu. Paginya, ia menjual sepatu buatannya ke pasar.

Suatu hari, lelaki itu baru pulang saat hari sudah petang. Ia tampak kelelahan.

cerita fabel singkat

Rupanya siang tadi, ia menolong orang yang membutuhkan bantuan. Hal tersebut membuat lelaki itu kelelahan. “Aku harus membuat sepatu, agar besok bisa kujual,” ucap lelaki itu. Malam pun tiba. Lelaki itu harus membuat sepatu untuk dijual. Namun, badannya yang sangat lelah, membuat ia mengantuk. Saat sedang membuat sepatu, lelaki itu pun tertidur. Olala, tiba-tiba sekelompok kurcaci datang. Mereka tahu bahwa lelaki itu adalah orang yang sangat balk.

Para kurcaci ingin menolong lelak Saat malam datang, lelaki itu. Mereka bekerja sama cerita fabel singkat sepatu untuk lelaki itu. Pagi pun tiba. Saat lelaki itu bangun, ia sangat terkejut. Bagaimana tidak? Semua sepatunya sudah jadi. Bahkan, lebih bagus dari yang ia buat. Karena penasaran, ia cerita fabel singkat kepada istrinya. “Apakah kau yang menyelesaikan pekerjaanku?” tanya lelaki itu. “Mana mungkin aku membuatnya.

Kau tahu kan, aku tak bisa membuat sepatu,” jawab sang istri. Lelaki itu pun mengabaikan rasa penasarannya. Ia segera pergi ke pasar untuk menjual sepatunya. Karena sangat bagus, sepatu itu laku dengan harga yang mahal. Kejadian itu berlangsung setiap malam. Alhasil, kehidupan lelaki itu menjadi lebih baik. Lama-kelamaan, rasa penasaran lelaki itu timbul kembali.

Ia kemudian mengajak istrinya untuk melihat siapa yang membuat sepatu. Esok harinya, lelaki itu ingin mengucapkan terima kasih kepada kurcaci. Tapi, tak mungkin ia langsung mengucapkannya kepada kurcaci. “Istriku, bagaimana jika kita buatkan mereka baju? Bukankah mereka tidak menggunakan baju?” usul lelaki itu kepada istrinya. Istrinya pun setuju. Dengan senang hati, istri lelaki itu membuat baju untuk para kurcaci. Setelah baju itu jadi, lelaki itu meletakkannya di tempat biasa kurcaci bekerja.

Saat malam datang, para kurcaci kaget. Di tempat mereka bekerja, sudah ada baju yang sangat bagus Ternyata para kurcaci menyukainya. Mereka pun langsung memakai baju itu. Lelaki si pembuat sepatu sangat senang melihat para kurcaci menerima hadiahnya. Pesan moral dari cerita fabel bergambar ini adalah jadilah anak yang baik, maka kamu akan di tolong oleh Tuhan.

Dan jika kita mendapat bantuan, jangan lupa untuk berterima kasih, ya. Dongeng binatang atau dongeng fabel lainnya: • Cerita Fabel Kambing, Beruang dan Harimau • Cerita Fabel Terbaru : Kisah Bebek Buruk Rupa • Dongeng Sebelum Tidur : Fabel Kura-kura dan Kelinci • Cerita Fabel : Kisah Kerajaan Tikus dan Kucing • Fabel : Kisah Persahabatan Singa dan Tikus
Anak-anak bisa belajar dari apapun yang ada, salah satu media pendidikan yang paling mudah diakses adalah melalui cerita.

Selama berabad-abad, dongeng yang diceritakan kepada anak-anak adalah tentang fantasi dan petualangan; itu adalah cara kita meneruskan budaya dan tradisi kita kepada anak-anak kita.

Kisah-kisah yang kami posting kali ini sering juga membantu kita mendidik anak-anak kita dengan menanamkan moral di dalamnya. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak-anak kita adalah salah satu pekerjaan paling penting yang dapat kita lakukan sebagai orang tua. Terkadang menggunakan benda mati atau binatang dalam cerita dapat membantu menjadikan pelajaran ini menyenangkan bagi anak-anak.

Berikut ini adalah cerita pendek terbaik tentang hewan dengan pelajaran untuk membantu membentuk moral anak-anak Anda. Kumpulan Cerita Fabel Pendek Terbaik Untuk Anak 1. Cerita Fabel Pendek : Kelinci dan Kura-kura Pesan Moral: Jangan meremehkan tugas, pastikan Anda menyelesaikannya tanpa membiarkan rasa malas menguasai.

Ketekunan sering kali lebih berhasil dibandingkan orang yang memiliki kemampuan namun pemalas. Baca kisah lengkapnya : Contoh Cerita Anak Singkat : Fabel Kelinci yang Sombong 2. Serigala Berbulu Domba serigala berbulu domba Sebuah kisah serigala abadi yang menggunakan kulit domba yang terkelupas untuk menyamarkan dirinya sendiri dan membodohi domba-domba lain.

Kisah ini mengandung pelajaran penting yang kita semua harus pelajari dalam kehidupan kita. Moral: Penampilan bisa menipu. Berhati-hatilah dalam setiap tindakan. Baca Cerita Fabel Pendek lengkapnya di : Fabel Dongeng Tradisional Dunia AESOP : Serigala Berbulu Domba 3. Tiga Babi Kecil tiga babi kecil Sebuah kisah untuk menggambarkan kebodohan babi yang tidak mendengarkan ibu mereka dan membangun rumah yang tidak kokoh.

Ini adalah kisah di mana Anda dapat menambahkan gaya bercerita sehingga si kecil terpesona dengan ketegangan adanya serigala jahat besar. Moral: Kisah ini mengajarkan anak-anak untuk melakukan pekerjaan dengan baik sampai dengan selesai. Gaya bercerita akan membantu memudahkan si kecil memahami isi cerita Baca dongeng singkat hewan ini di : Dongeng Tentang Binatang : Kisah Tiga Babi 4.

Gagak dan Kendi gagak dan kendi Sebuah kisah yang sangat di rekomendasikan untuk diceritakan. Bercerita tentang gagak yang kehausan. Si gagak berusaha terus dan tidak menyerah. Gagak menggunakan kecerdikan dan akal untuk memecahkan masalahnya. Moral: Jangan menyerah saat mendapatkan kesulitan. Gunakan apa yang Anda miliki di sekitar Anda untuk menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan dan impian Anda.

Baca Cerita Fabel Pendek lengkapnya di Cerpen Binatang : Dongeng Burung Gagak dan Kendi Air 5. Goldilocks dan Tiga Beruang Cerita Fabel Pendek : Rubah dan Anggur Kisah rubah lapar dan anggur yang tidak bisa dijangkau.

Setelah mencoba beberapa kali, ia menyerah dan memastikan dirinya sendiri bahwa anggur itu terasa asam. Karena menyerah rasa laparnya tidak bisa terpenuhi. Moral: Cobalah sampai Anda berhasil dan jangan mudah menyerah. Terima kekalahan dengan anggun dan belajarlah dari kegagalan Anda, daripada menyalahkan keadaan atau orang lain. Cerita pendek lengkapnya ada di : 20 Contoh Cerpen Pendidikan Anak Sekolah Dasar dan Pesan Moralnya 7.

Memberi Lonceng di Kucing anjing pemburu dan kelinci Kisah seekor cerita fabel singkat pemburu mengejar kelinci. Anjing itu kelelahan dan menyerah mengejar. Saat itu dia diejek oleh kawanan kambing, anjing itu menjelaskan bahwa kelinci itu berlari lebih cepat karena ia berjuang untuk hidupnya.

Moral: Motivasi adalah faktor kunci dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. 9. Bebek Buruk Rupa fabel bebek buruk rupa Sebuah kisah klasik tentang anak itik yang mendapati bahwa semua saudara lelaki dan perempuannya dan bahkan teman-temannya lebih cantik daripada dia. Dia benar-benar sedih, ia meninggalkan keluarganya dan menyendiri di bagian danau yang terpencil. Setelah dia pergi datang beberapa burung yang berkunjung, mereka mengatakan padanya bahwa dia sekarang telah tumbuh menjadi angsa yang indah.

Moral: Kecantikan fisik adalah sesuatu yang relatif. Memiliki perilaku yang baik lah yang sebenarnya cerita fabel singkat setiap orang menyukaimu. Baca dongeng fabel lengkapnya di Dongeng Anak Itik Buruk Rupa Karya Han Christian Andersen 10. Dua Kucing dan Monyet dua kucing dan monyet Ini adalah kisah dua kucing yang sedang bertengkar tentang kue. Seekor monyet melihat mereka dan menawarkan bantuan dengan untuk memberikan solusi. Si monyet akhirnya membagi kue menjadi dua bagian, namun dia mengatakan ukura potongannya tidak sama sehingga di menggigit satu potongan yang lebih besar.

Setelah digigit potongan itu menjadi lebih kecil dari potongan yang lain, sehingga si monyet menggigit potongan yang lain. Hal itu dia ulang sampai kuenya habis. Moral: Saat kamu bertengkar, bisa jadi ada orang ketiga yang akan mendapat manfaat dari pertengkaran kamu. 11. Singa Dan Tikus persahabatan singa dan tikus Kisah seekor singa yang menyelamatkan nyawa seekor tikus.

Sebagai ucapan terima kasih tikus menjanjikan pertolongan jika suatu saat singa mengalami masalah. Tak lama kemudian, singa terperangkap dalam jaring yang dipasang oleh pemburu liar. Tikus kecil melihat singa dalam kesulitan dan dengan cepat menggigit jaring dan membebaskan cerita fabel singkat. Moral: Anda tidak pernah tahu siapa yang bisa menjadi teman baik. Jadi berbuat baiklah kepada semua orang. Orang yang baik akan mendapatkan balasan kebaikan di masa depan.

Cerita fabel lengkapnya ada di Fabel : Kisah Persahabatan Singa dan Tikus tikus desa dan tikus kota Tikus kota mengunjungi sepupunya di di desa. Tikus kota lalu mengajak sepupunya ke kota dengan menjanjikan banyak makanan enak di kota. Sesampainya di kota, Tikus kota membawa sepupunya untuk makan kue yang lezat serta minuman yang enak. Saat mereka makan, dua kucing mengejar mereka. Mereka pun lari untuk menyelamatkan hidup. Moral: Lebih baik bahagia dengan hal-hal biasa yang bisa Anda nikmati dengan ketenangan daripada mencari kemewahan yang tidak bisa dinikmati.

13. Monyet dan Buaya persahabatan monyet dan buaya Cerita ini berkisah tentang dua teman – monyet dan buaya. Monyet itu biasa memberi buaya sebuah apel setiap hari dari pohon tempat dia tinggal. Istri buaya menjadi serakah dan meminta hati monyet. Buaya membawa monyet di punggungnya ke istrinya. Begitu monyet menyadari apa yang terjadi, dia memberi tahu buaya bahwa hatinya ada di pohon dan mereka harus kembali untuk mengambilnya.

Begitu mereka kembali, monyet naik ke pohon dan melarikan diri. Moral: Tetap tenang dan berpikir jernih bahkan dalam situasi yang penuh tekanan dapat sangat membantu Anda. Baca cerita lengkapnya di Kumpulan Cerita Dongeng Buaya dan Monyet 14. Gajah Dan Teman-Temannya gajah dan teman-temannya Gajah Juno kesepian dan berusaha berteman dengan hewan-hewan lain di hutan. Tapi, hewan-hewan lain menolak bermain dengan Juno karena ukuran tubuhnya.

Suatu hari, semua hewan melarikan diri dari Dera, harimau yang memakan semua hewan yang bisa dia temukan. Juno pergi dan memberi Dera tendangan cepat yang segera melarikan diri. Juno sekarang adalah teman semua orang. Moral: Bersykurlah dengan apa yang anda miliki. Jadikan semua yang anda miliki menjadi kelebihan. 15. Monyet dan Lumba-lumba monyet dan lumba-lumba Seekor lumba-lumba menyelamatkan seekor monyet dalam badai dan mereka berenang ke sebuah pulau.

Lumba-lumba bertanya kepada monyet apakah dia tahu pulau itu. Monyet itu berkata bahwa dia tahu pulau itu, dan bahwa dia sebenarnya adalah pangeran pulau itu. Akhirnya lumba-lumba meninggalkan monyet di pulau dan berenang pergi.

katak pintar Di sebuah kolam ada komunitas besar hewan air yang semuanya suka bermain satu sama lain. Suatu hari, dua nelayan melihat kolam dan hewan-hewan bermain dan berbicara tentang memancing di kolam tetapi mereka pergi karena sudah terlambat.

Katak memberi tahu semua hewan bahwa mereka harus melarikan diri sebelum para nelayan kembali. Namun, semua hewan yakin akan kemampuan mereka untuk melarikan diri dan memutuskan untuk tetap tinggal. Nelayan datang keesokan harinya dengan jaring yang kuat dan menangkap semua hewan kecuali katak yang telah cerita fabel singkat kolam.

dua kambing bodoh Ada sebuah sungai kecil di atasnya adalah pohon tumbang. Seekor kambing memutuskan untuk menyeberangi sungai dengan berjalan di atas pohon. Namun, dari sisi lain, seekor kambing lain memiliki ide yang sama dan juga sedang menyeberang. Pohon yang tumbang tidak cukup lebar bagi mereka untuk saling berpapasan, dan mereka terlalu sombong dan keras kepala untuk mundur membiarkan yang lain pergi. Mereka akhirnya berkelahi dan saling menyerang berkali-kali dengan banyak kekuatan.

Segera, pohon itu pecah dan kedua kambing itu jatuh ke sungai. Moral: Keras kepala tidak akan membawa Anda jauh. Mengalah seringkali menjadi solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Baca cerita singkat nya di : Dongeng Cerita Anak Ramadhan : Kisah Dua Ekor Kambing 18. Persahabatan Anjing Peliharaan persahabatan anjing peliharaan Ini adalah kisah tentang seekor anjing peliharaan yang tidak mau bermain-main dengan anjing jalanan karena dia pikir mereka terlalu kotor.

Suatu hari, dua pencuri memasuki rumahnya ketika tuannya keluar dan memasukannya ke dalam karung. Dia menangis minta tolong dan tiba-tiba anjing-anjing yang tinggal di jalannya datang dan menggigit pencuri. Karena kesakitan para pencuri menjatuhkan karung yang berisi anjing peliharaan dan melarikan diri.

Anjing cerita fabel singkat mendapatkan pelajaran dan akhirnya berteman dengan anjing-anjing di jalannya Moral: Seseorang tidak boleh mendiskriminasikan orang lain berdasarkan status atau hal-hal yang mereka miliki. Persahabatan itu penting. 19. Keledai Malas Suatu hari, dia lari dari rumah tepat ketika tukang cuci mulai mencarinya. Ketika dia tidur di pertanian, badai debu besar dimulai. Karena takut, Mamboo memutuskan untuk pulang. Cerita fabel singkat dia juga takut bahwa tukang cuci akan memukulinya.

Tetapi tukang cuci itu hanya senang bahwa Mamboo aman. Mamboo malu pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk tidak pernah malas lagi. Moral: Anda harus selalu melakukan pekerjaan Anda dengan tulus.

20. Tikus dan Orang Suci tikus dan orang suci Seekor tikus dikejar ke rumah orang suci oleh kucing. Melihat keadaannya yang menyedihkan, orang suci itu mengubah tikus itu menjadi seekor anjing. Beberapa hari kemudian, anjing itu berlari ke rumah suci ketika ia dikejar oleh seekor singa. Melihat ini, orang suci mengubah anjing itu menjadi singa.

Singa pergi ke hutan dan mengalahkan singa lainnya dan memerintah hutan. Beberapa hari kemudian dia pergi ke rumah orang suci dengan tujuan bisa memangsanya. Orang suci itu segera mengubah singa kembali menjadi tikus dan menyuruhnya untuk tidak kembali. Moral: Jangan gigit tangan yang memberimu makan. 21. Kambing Cerita Fabel Pendek : Kambing Asha keluar dan memerintahkan pelayannya untuk menutup pintu jika dia akan melakukan pekerjaan di luar.

Setelah beberapa saat, pelayan keluar tanpa menutup pintu. Seekor kambing memasuki rumah dan berlari ke kamar Asha. Dia melihat kambing lain di cermin dan menerjangnya dan menghancurkan cermin. Asha pulang ke rumah untuk melihat cermin yang hancur dan segera memecat pembantunya. Moral: Melakukan tugas Anda dengan benar dan ikhlas adalah yang paling penting.

22. Bel Sapi Cerita Fabel Pendek : Bel Sapi Nasir merawat sapi-sapi ayahnya yang masing-masing memiliki bel yang indah. Suatu hari, seorang asing datang dan menawarkan untuk membeli lonceng sapi dengan harga mahal. Melihat penawaran yang menggiurkan itu, Nasir segera setuju. Namun akibatnya dia tidak bisa lagi mengetahui ke mana sapi-sapinya pergi. Orang asing itu ternyata berniat jahat dan menunggu Nasir kehilangan sapi-sapinya, dan kemudian mencurinya.

Nasir pulang dan menangis kepada ayahnya. Moral: Kita tidak boleh membiarkan kerakusan mengaburkan pemikiran kita. Cerita pendek moral dapat membantu mereka membangun karakter moral yang kuat dan menanamkan kebajikan di dalamnya.

Dikatakan bahwa pikiran seorang anak sangat mudah dipengaruhi dan nilai-nilai apa pun yang Anda tanam di dalamnya di masa kecil mereka dan akan tetap selamanya.
4 Contoh Cerita Fabel Singkat Pendek Penuh Pesan Moral – Cerita fabel merupakan dongeng fiksi yang didalamnya menggunakan binatang sebagai tokohnya dan memiliki perilaku yang sama seperti manusia.

Pada umumnya, cerita yang dimuat dalam fabel memiliki pesan moral yang bertujuan untuk bisa mendidik anak-anak yang membacanya. Termasuk juga nilai-nilai kehidupan yang baik untuk diajarkan kepada anak-anak dengan cara penyampaian yang lebih mudah untuk mereka pahami dan terima. Yuk, cari tahu beberapa contoh cerita fabel yang terkenal di antara masyarakat dan bahkan sudah menjadi cerita turun temurun yang cocok untuk dibacakan kepada cerita fabel singkat.

Contoh Cerita Fabel dengan Isi Pesan Moral Cocok untuk Anak-anak Daftar Isi • Contoh Cerita Fabel dengan Isi Pesan Moral Cocok untuk Anak-anak • 1. Cerita Kancil Mencuri Timun • 2. Cerita Kancil dan Buaya • 3. Cerita Lomba Lari Kura-kura dan Kelinci • 4. Cerita Burung Jalak dan Kerbau pexels.com/@cottonbro Cerita fabel mungkin sudah tidak lagi cerita fabel singkat untuk kamu dengarkan, terutama saat masih dalam masa anak-anak dan seringkali digunakan sebagai cerita untuk pengantar tidur.

Jenis cerita pendek satu ini sangat cocok untuk diberikan kepada anak-anak karena mengandung pesan yang baik terutama tentang kehidupan dan moral manusia.

Hal baik ini dapat ditanamkan kepada anak-anak sejak mereka masih berusia dini untuk menghadapi kehidupan saat mereka mulai beranjak dewasa. Ada berbagai contoh cerita fabel yang menarik untuk dibacakan kepada anak seperti yang ada di bawah ini.

1. Cerita Kancil Mencuri Timun pexels.com/@pixabay Judul contoh cerita fabel satu ini mungkin sudah tidak lagi asing terdengar di telingamu. Tokoh kancil yang mencuri tanaman timun milik Pak Tani sudah seperti menjadi legenda turun temurun. Dongeng tentang kancil yang memiliki kepribadian yang licik dan sering mengganggu tanaman timun yang Pak Tani miliki.

Alhasil, Pak Tani kemudian memasang jebakan dalam bentuk lubang untuk menangkap kancil tersebut. Pada suatu hari, kancil kembali berusaha untuk mengambil timun dari kebun milik Pak Tani yang sama dan sering ia datangi sebelumnya. Namun sayangnya, Pak Tani sudah memasangkan jebakan yang membuat dia tertangkap.

Kancil tersebut masuk ke dalam lubang yang sudah disiapkan tadi dan sulit untuk kembali keluar. Saat kancil tengah memikirkan cara untuk keluar dari lubang, beberapa hewan lainnya sedang melewati dirinya dan menanyakan alasan mengapa kancil bisa terperangkap di dalamnya. Bukannya mengatakan alasan sebenarnya, kancil justru berbohong dan mengatakan bahwa dirinya sedang berlindung dari kiamat yang akan datang keesokan harinya.

Hal ini membuat takut para hewan dan kemudian mereka mengikuti kancil untuk masuk ke dalamnya. Tanpa disadari, cara ini merupakan ide yang dimiliki kancil agar dirinya bisa keluar dari lubang jebakan tersebut. Pesan moral yang ingin disampaikan melalui cerita ini yaitu tidak baik untuk mencuri dan melakukan kebohongan karena akan membahayakan diri sendiri serta orang lain. Baca Juga : Pengertian Teks Cerita Fantasi, Struktur, Jenis, Unsur & Ciri-Ciri 2.

Cerita Kancil dan Buaya jateng.tribunnews.com Masih dengan karakter hewan yang sama, kali ini terdapat contoh cerita fabel antara kancil dan buaya.

Sama seperti cerita sebelumnya, fabel antara kancil cerita fabel singkat buaya ini sering diceritakan kepada anak-anak. Beberapa buku yang ada bahkan juga memberikan cerita fabel singkat gambar yang menarik untuk menceritakan fabel ini.

Oleh karena itu, banyak anak yang senang mendengarkan ceritanya, terlebih lagi karena buaya terkenal menjadi hewan yang cukup ganas. Pada suatu hari yang cerah, kancil merasa lapar dan ingin memakan timun, tetapi sayangnya kebun timun berada di seberang sungai.

Mengingat bahwa kancil tidak bisa berenang untuk bisa mencapai kebun tersebut, ia kemudian berpikir keras. Tidak lama kemudian, ia mendengar bahwa ada suara dari dalam sungai. Suara tersebut berasal dari buaya yang sedang beristirahat di sungai tersebut.

Melihat buaya tersebut, kancil memiliki ide untuk bisa menyeberangi sungai dengan lebih mudah dan bisa menghilangkan rasa lapar yang dimilikinya. Ia kemudian menghampiri buaya tersebut dan berpura-pura bahwa ia sedang memiliki daging. Si kancil mencoba untuk membuat buaya mempercayai bahwa dirinya memiliki daging untuk mereka makan.

Mengingat bahwa buaya dan teman-temannya belum makan, ia kemudian mengiyakan permintaan si kancil dan berbaris seperti membentuk jembatan. Kancil kemudian meloncat melewati setiap buaya yang ada hingga sampai ke seberang sungai. Bukannya memberikan daging, kancil malah langsung pergi dan membohongi buaya yang telah membantunya tadi. Buaya tersebut telah tertipu dengan cara dan juga alasan yang diberikan oleh kancil tadi agar ia bisa sampai ke kebun timun.

Pesan moral yang dapat kamu ambil dari cerita ini yaitu akan lebih baik jika menggunakan kecerdasan yang dimiliki untuk melakukan hal yang sifatnya baik saja dan menghindari melakukan kebohongan kepada orang lain. Baca Juga : Contoh Buku Non Fiksi dan Buku Fiksi Serta Perbedaannya Lengkap 3. Cerita Lomba Lari Kura-kura dan Kelinci kumparan.com Mungkin banyak dari kamu yang sudah pernah mendengarkan contoh cerita fabel satu ini saat masih kecil dari orangtua atau guru. Kisah satu ini menceritakan tentang perlombaan lari yang terjadi antara seekor kelinci dan kura-kura.

Dari kisah ini memang terdengar mustahil untuk dimenangkan kura-kura karena jalannya yang lambat sedangkan kelinci bisa berlari dengan tepat. Namun, dibalik kisah ini ada pesan moral yang sangat baik disampaikan untuk para pembacanya. Pada suatu hari, ada seekor kelinci yang sombong dan merasa bahwa dirinya yang paling hebat dalam berlari sehingga dirinya kemudian menantang hewan lain untuk melakukan perlombaan.

Terdapat seekor kura-kura yang kemudian menerima tantangan yang diberikan oleh kelinci ini. Melihat hal ini, si kelinci tertawa dan menganggap dirinya melawan kura-kura dalam berlari merupakan sebuah lelucon.

Namun, pada akhirnya cerita fabel singkat menerima hal ini dan bersedia untuk melakukan perlombaan. Keesokan harinya, perlombaan tersebut dimulai dan memang kelinci langsung memimpin karena dirinya berlari dengan cukup cepat. Sementara itu, kura-kura yang menerima tantangan tadi tertinggal cukup jauh di belakangnya. Melihat hal cerita fabel singkat, kelinci merasa bahwa dirinya tetap akan menang dan kura-kura akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menyusulnya. Ia kemudian memutuskan untuk beristirahat dan memakan wortel yang ada di hutan tersebut.

Tanpa disangka, kura-kura tadi tidak menyerah dan terus berusaha mengejar kelinci yang sudah jauh berada di depannya. Kelinci yang beristirahat tadi ketiduran dan ia baru terbangun setelah kura-kura sampai ke garis finish dan memenangkan perlombaan. Alhasil, kelinci merasa sangat menyesal terhadap apa yang terjadi. Dari contoh cerita fabel ini, dapat diambil pesan moral bahwa kamu perlu memiliki kemauan yang tinggi untuk bisa mencapai mimpi dan menghindari sifat sombong karena akan merugikan diri sendiri.

Baca Juga : 12 Contoh Resensi Buku Non Fiksi, Fiksi, Novel, Ilmu Pengetahuan Lengkap! 4. Cerita Burung Jalak dan Kerbau jateng.tribunnews.com Untuk contoh cerita fabel satu ini berbeda dengan apa yang telah diberikan pada beberapa cerita sebelumnya. Kali ini cerita fabel yang diberikan terjadi antara hewan kerbau dan burung jalak yang ada di sebuah hutan. Keduanya digambarkan memiliki hubungan simbiosis mutualisme yang sama-sama saling menguntungkan. Keberadaan dari burung jalak memberikan manfaat untuk kerbau, begitu juga sebaliknya.

Kerbau senang berkubang di dalam lumpur sebagai fungsi adaptasi dengan lingkungan untuk menjaga suhu tubuh yang dimilikinya. Hal ini membuat tubuh kerbau menjadi banyak memiliki cacing serta kutu sehingga ia perlu untuk dibersihkan agar tetap sehat. Keberadaan dari burung jalak yang memakan kutu serta cacing ini membantu kerbau tetap bersih dan burung tersebut tetap bisa bertahan hidup karena memiliki sumber makanan.

Pesan moral yang dapat diambil dari contoh cerita fabel satu ini yaitu dalam menjalani hidup akan selalu membutuhkan orang lain sehingga perlu untuk mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan bantuan.

Baca Juga : 3 Contoh Cerita Fantasi Anak Singkat Imajinatif Itu tadi merupakan beberapa contoh cerita fabel yang ada dan memiliki pesan moral kehidupan yang terdapat di dalamnya.

Fabel sendiri dapat menjadi cerita yang cocok untuk kamu bacakan kepada anak untuk melatih pemahamannya dalam menangkap isi dari cerita yang diberikan. Hal ini bisa melatih anak untuk menjadi lebih kritis dan meningkatkan minat baca yang dimilikinya.

Untuk mendapatkan contoh cerita maupun tips penulisan yang penting lainnya, kamu bisa membacanya di blog Mamikos. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu: Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Cerita fabel singkat Murah

Monyet dan Kura Kura




2022 www.videocon.com