Tiki taka adalah

tiki taka adalah

TRIBUNNEWS.COM - Xavi Hernandez sukses menjadi juru selamat Barcelona untuk kembali tampil menawan musim ini. Sebanyak 15 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan sekalipun adalah rekor apik yang membuat Barcelona nangkring di papan atas klasemen Liga Spanyol dan menempatkan satu kakinya menuju semi final Liga Eropa. Terakhir, Blaugrana sukses mengandaskan perlawanan Levante dengan skor 3-2 dalam jornada ke-30 Liga Spanyol, pada Senin (11/04/2022).

tiki taka adalah

Baca juga: Barcelona Disebut Ketergantungan dengan si Bocah Ajaib, Xavi Hernandez: Saya Tak akan Mengatakan Itu Strategi transfer Blaugrana musim ini yang mendatangkan tiga bintang Liga Inggris dan memulangkan Dani Alves memang pantas mendapat pujian. Namun, ada hal lain yang seharusnya tak luput dari sorotan. Adalah bagaimana kecerdasan Xavi memaksimalkan atribut tiki taka adalah muda dalam skuat 'seadanya' Barcelona.

Pelatih Barcelona Spanyol Xavi berdiri di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Levante UD dan FC Barcelona di stadion Ciutat de Valencia di Valencia pada 10 April 2022. (JOSE JORDAN / AFP) Baca juga: Hasil Liga Spanyol: Xavi Enggan Jumawa, Barcelona Tunjukkan Mentalitas Pemenang Baca juga: Gawat, Chelsea Tanpa Satu Striker Ini Menjelang Pertandingan Laga Leg Kedua Perempat Final UCL Ya, Xavi Hernandez memberi jawaban menarik saat ditanya soal kebutuhan Barcelona merekrut gelandang bertipikal pekerja keras.

Di sepakbola modern, kebutuhan akan gelandang box to box dengan daya juang dan jelajah tinggi memang laku keras.

tiki taka adalah

Mereka menjadi kunci pemutus serangan lawan di lini tengah, etos kerja mereka dibutuhkan untuk berduel fisik dan memenangkannya. Bola.net - Jelang laga Manchester City vs Liverpool, Jurgen Klopp memberikan pujian setinggi langit pada Josep Guardiola dengan menyebutnya sebagai pelatih terbaik di dunia. Liverpool tengah berjuang untuk bisa meraih quadruple pada musim ini.

Salah satu gelar yang perlu mereka raih adalah Premier League. Sebelumnya Josep Guardiola mengaku dirinya suka bersikap 'bodoh'.

tiki taka adalah

Ia mengaku terlalu sering berpikir berlebihan soal taktik yang akan digunakannya dalam sebuah pertandingan yang akan dilakoni Manchester City. Hal tersebut terungkap darinya jelang laga lawan Atletico Madrid di Liga Champions. "Di Liga Champions saya selalu berpikir berlebihan. Besok, Anda akan melihat taktik baru," kata Guardiola via Sportsmole.

“Saya banyak berpikir, itu sebabnya saya mendapatkan hasil yang sangat bagus di Liga Champions. Saya menyukainya.

tiki taka adalah

Akan membosankan jika saya selalu bermain dengan cara yang sama," bebernya. "Orang-orang bisa percaya saya mempersiapkan laga Atletico dan Liverpool dengan cara yang sama - tetapi, tentu saja, gerakan mereka sangat berbeda.

Pergerakannya berbeda, para pemain semuanya berbeda dengan kepribadian yang berbeda," terang Guardiola.

Kini jelang duel Manchester City vs Liverpool, Jurgen Klopp merespon pernyataan Tiki taka adalah Guardiola itu. Klopp mengatakan dirinya akan merasa frustrasi apabila ada pihak yang tak melihat ironi di balik pernyataan Guardiola tersebut.

Klopp menjelaskan, Guardiola jelas pelatih yang sangat hebat.

tiki taka adalah

Bahkan paling hebat dibanding semua pelatih lain di dunia saat ini. “Itu ironis.

tiki taka adalah

Jika Anda akan berbicara dengan kami setidaknya bantu kami. Pep adalah pelatih terbaik di dunia. Jika ada yang meragukannya. Saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi," serunya seperti dilansir Sportsmole.

"Hal-hal yang ia menangkan, sepak bola yang ia mainkan - kami semua banyak berpikir dan itulah alasan mengapa terkadang kami membuat kesalahan dan terkadang kami menemukan hal yang benar untuk dilakukan.

Itu membuat kami lebih mandiri," tutur Klopp.
Jakarta - Kegagalan Italia lolos tiki taka adalah Piala Dunia 2022 memicu sorotan besar. Apalagi ini kedua kalinya beruntun dan mereka berstatus juara Eropa. Italia gagal ke Piala Dunia 2022 usai kalah dari Makedonia Utara di semifinal play-off, Jumat (25/3/2022) dini hari WIB. Sang jawara Eropa takluk 0-1 akibat gol Aleksandar Trajkovski pada masa injury time.

Ini menjadi kedua kali beruntun Gli Azzurri absen dari Piala Dunia. Pada 2018 silam, Italia yang ditangani Gian Piero Ventura disingkirkan Swedia di babak play-off dengan agregat 0-1.

tiki taka adalah

Baca juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 2022! Hasil ini menjadi ironi besar buat Italia karena belum setahun lalu mereka menjuarai Piala Eropa 2020.

tiki taka adalah

Bahkan kala itu permainan Italia mengundang apresiasi besar, karena juga mendulang hasil mengesankan. Saat menjuarai Piala Eropa 2020, Italia tanpa kekalahan sepanjang turnamen, bahkan menyapu bersih dan tak tiki taka adalah di fase grup.

Mereka juga punya catatan tak terkalahkan di 37 pertandingan bersama Mancini, yang merentang sejak Oktober 2018 hingga September 2021. Mancini membuat Italia memainkan sepakbola menyerang dan senantiasa mengambil inisiatif untuk menguasai bola.

Gaya ini justru jadi sorotan eks pelatih Italia Fabio Capello karena dirasa terlalu bergaya tiki-taka ala Pep Guardiola.

Baca juga: Sehancur-hancurnya Italia, Harus Bangkit Lagi! Buat Capello, Italia tak cocok karena kultur sepakbolanya kurang berteknik seperti di Spanyol. Gaya sepakbola ala Juergen Tiki taka adalah dirasa lebih pas dan sesuai dengan tuntutan kompetisi saat ini, yang bertempo tinggi dan menuntut fisik.

"Sepakbola Italia sudah meniru Guardiola selama 15 tahun. Tidak ada umpan vertikal atau kekuatan fisik, tidak ada kebiasaan untuk berduel. Di sisi lain, kita seharusnya mengikuti gaya Juergen Klopp," ujar Capello kepada Sky Sport Italia dilansir Football Italia. "Satu-satunya yang melakukannya di Italia adalah Atalanta dan lihatlah hasil-hasil mereka. Vincenzo Italiano (Fiorentina) mencoba melakukan hal serupa, begitu juga Alexander Blessin di Genoa yang menawarkan lebih banyak lagi daripada Klopp." Baca juga: Italia Satu-satunya Eks Juara yang Absen di Piala Dunia 2022 "Cara bermain Jerman adalah model yang tepat untuk diikuti, kita tak punya teknik untuk mengikuti cara Spanyol.

Ada tempo tinggi di kompetisi Eropa dan kita tak terbiasa dengan itu." "Kadang-kadang saya kaget membaca sejumlah statistik. 'Pemain ini membuat 45 umpan'. Oke, tapi berapa banyak umpan kuncinya?

tiki taka adalah

Berapa banyak dari umpan itu yang berguna?" imbuhnya. Simak Video " Ini La'eeb Maskot Piala Dunia 2022 Qatar" [Gambas:Video 20detik] (raw/mrp) Bola.net - Kiper Barcelona Marc-Andre Ter Stegen kecewa timnya hanya bisa bermain imbang melawan Eintracht Frankfurt. Menurutnya, Blaugrana seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik dalam pertandingan tersebut. Barcelona berkunjung ke markas Frankfurt pada leg pertama perempat final Liga Europa di Deutsche Bank Park, Jumat (8/4/2022) dini hari WIB.

Kedua tim mengakhiri pertandingan dengan skor sama kuat 1-1. Berkat hasil ini, Barca dan Frankfurt masih tiki taka adalah berpeluang besar lolos ke semifinal.

tiki taka adalah

Kedua tim bakal kembali bentrok di leg kedua yang bakal dimainkan di Camp Nou pada pekan depan. Ter Stegen memahami duel leg kedua nanti juga bakal berjalan tidak mudah, tapi dia sudah tahu apa yang harus dilakukan timnya untuk meraih kemenangan.

"Untuk leg kedua, kami tahu persis apa yang harus dilakukan," lanjut pemain asal Jerman tersebut. Sumber: UEFA

TIKI-TAKA: O penaltách v Edenu. Kompenzace od sudího? Šmicer ho kritizoval




2022 www.videocon.com