Dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hasil penelitian sebelumnya sehingga diperoleh hasil yang memperkuat atau menggugurkan teori atau hasil penelitian sebelumnya termasuk jenis penelitian? • Penelitian eksploratif • Penelitian verifikatif • Penelitian expert facto • Penelitian eksperimen • Penelitian survey Jawaban: B. Penelitian verifikatif.

Dilansir dari Ensiklopedia, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hasil penelitian sebelumnya sehingga diperoleh hasil yang memperkuat atau menggugurkan teori atau hasil penelitian sebelumnya termasuk jenis penelitian penelitian verifikatif.

Itulah tadi jawaban dari Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji suatu teori atau hasil penelitian sebelumnya sehingga diperoleh hasil yang memperkuat atau menggugurkan teori atau hasil penelitian sebelumnya termasuk jenis penelitian?, semoga membantu. Kemudian, Buk Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu kebutuhan kebugaran jasmani seseorang berbeda kebutuhan tersebut tergantung pada dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap.

Kategori Tanya Jawab Navigasi Tulisan Postingan Baru • apakah komponen kebugaran jasmani yang bisa meningkatkan kesehatan • rumusan pancasila yang sah tercantum pada • keberhasilan kabinet burhanudin harahap • apa fungsi fakta dan pendapat dalam teks persuasi • parotitis adalah gangguan sistem pencernaan yang disebabkan • dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji pengujian data yang dilakukan sejarawan disebut • sejarah berasal dari bahasa arab yaitu syajaratun yang berarti • vested interest adalah • pergerakan nasional indonesia dipelopori oleh • pasangan atom yang merupakan isotop adalah By admin Jul 17, 2021 Konsep Dasar, Konsep Dasar Penelitian Eksperimen, Metode Eksperimen, Penelitian Eksperimen Pendahuluan Desain penelitian adalah keseluruhan dari perencanaan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian, hal ini penting karena desain penelitian merupakan strategi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk keperluan pengujian hipotesis atau untuk menjawab pertanyaan penelitian dan sebagai alat untuk mengontrol variabel yang berpengaruh dalam penelitian (Sugiyono, 2012).

Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai penelitian yang di dalamnya melibatkan manipulasi terhadap kondisi subjek yang diteliti, disertai upaya kontrol yang ketat terhadap faktor-faktor luar serta melibatkan subjek pembanding atau metode ilmiah yang sistematis yang dilakukan untuk membangun hubungan yang melibatkan fenomena sebab akibat (Arifin, 2009: 127).

Metode penelitian eksperimental merupakan metode penelitian yang dapat menguji secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab akibat). Dalam studi eksperimtal peneliti memanipulasi paling sedikit satu variabel, mengontrol variable lain yang relevan, dan mengobservasi efek/pengaruhnya terhadap satu atau lebih variable terikat.

Untuk dapat melaksanakan suatu eksperimen yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkaitan dengan komponen-komponen eksperimen. Baik yang berkaitan dengan jenis-jenis variabel, hakekat eksperimen, karakteristik, tujuan, syarat-syarat eksperimen, langkah-langkah penelitian eksperimen, dan bentuk-bentuk desain atau model penelitian eksperimen.

Selanjutnya, untuk dapat lebih memahami mengenai penelitian eksperimen, berikut disajikan makalah yang membahas mengenai desain penelitian eksperimen beserta hal-hal yang terkait di dalamnya. Konsep Dasar Penelitian Eksperimen Pada prinsipnya penelitian eksperimen ( experimental research) dilakukan untuk meneliti pengaruh perlakuan yang telah diberikan pada sesuatu.

Para ahli penelitian telah memberi pengertian tentang penelitian ini. Salah seorang diantaranya adalah Hadi (1985) mengatakan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti. Sementara Sugiyono (2012:72) mengatakan juga bahwa metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan utuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.

Sedangkan Sukardi (2011:179) mengatakan juga bahwa penelitian eksperimen pada prisipnya sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat ( causal-effect relationship). Sedangkan Borg & Gall (1983), menyatakan bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian yang paling dapat diandalkan keilmiahannya (paling valid), karena dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji dengan pengontrolan secara ketat terhadap variabel-variabel pengganggu di luar yang dieksperimenkan.

Emmory dalam Jaedun (2011), menegaskan bahwa penelitian eksperimen merupakan bentuk khusus investigasi yang digunakan untuk menentukan variabel-variabel apa saja dan bagaimana bentuk hubungan antara satu dengan yang lainnya. Menurut konsep klasik, eksperimen merupakan penelitian untuk menentukan pengaruh variabel perlakuan ( independent variable) terhadap variabel dampak ( dependent variable).

Jaedun (2011) juga mengemukakan definisi lain yaitu penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya belum ada sehingga perlu dilakukan proses manipulasi melalui pemberian treatment/ perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian yang kemudian diamati/ diukur dampaknya (data yang akan datang). Penelitian eksperimen juga merupakan penelitian yang dilakukan secara sengaja oleh peneliti dengan cara memberikan treatment/ perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian guna membangkitkan sesuatu kejadian/ keadaan yang akan diteliti bagaimana akibatnya.

Dijelaskan lagi bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian kausal (sebab akibat) yang pembuktiannya diperoleh melalui komparasi/ perbandingan antara: 1) Kelompok eksperimen (yang diberi perlakuan) dengan kelompok kontrol (yang tidak diberikan perlakuan); atau 2) Kondisi subjek sebelum diberikan perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan. Penggunaan metode penelitian eksperimen pada penelitian sosial dan pendidikan akan dihadapkan pada permasalahan yang menyangkut subyek penelitian.

Dalam hal ini, penggunaan metode eksperimen ini akan menjadi sangat rumit mengingat obyek yang diteliti menyangkut interaksi manusia dengan lingkungan, atau interaksi antar manusia itu sendiri.

Selain itu, tidak mudah untuk mencari orang yang bersedia dengan sukarela menjadi subyek dari penelitian eksperimen (“kelinci percobaan”). Di lain pihak, penelitian eksperimen yang dilakukan di dalam kelas oleh guru terhadap siswanya atau sebagai penelitian kelas, juga akan menghadapi persoalan validitas hasil penelitian.

Dalam hal ini, guru sebagai peneliti akan dihadapkan pada persoalan apakah dia bisa bersikap obyektif, mengingat sebagai peneliti dia juga sebagai manusia yang berinteraksi dengan subyek yang diteliti, yaitu siswanya sendiri. Arboleda (1981: 27) mendefinisikan eksperimen dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji suatu penelitian yang dengan sengaja peneliti melakukan manipulasi terhadap satu atau lebih variabel dengan suatu cara tertentu sehingga berpengaruh pada satu atau lebih variabel lain yang di ukur.

Selain itu, Gay (1981: 207-208) menyatakan bahwa metode penelitian eksperimental merupakan satu-satunya metode penelitian yang dapat menguji secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab akibat).

Dalam penelitian eksperimen dilakukan manipulasi paling sedikit satu variabel, mengontrol varibel lain yang relevan dan mengobservasi efek atau pengaruhnya terhadap satu atau lebih variabel terikat. Kerlinger (2006: 315) menambahkan definisi eksperimen sebagai suatu penelitian ilmiah dimana peneliti memanipulasi dan mengontrol satu atau lebih variabel bebas dan melakukan pengamatan terhadap variabel-variabel terikat untuk menemukan variasi yang muncul bersamaan dengan manipulasi terhadap variabel bebas tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan, variabel yang dimanipulasi disebut variabel bebas dan variabel yang akan dilihat pengaruhnya disebut variabel terikat. Sementara itu, tujuan penelitian eksperimen diungkapkan oleh Isaac dan Michael (1977: 24) yaitu untuk meneliti kemungkinan sebab akibat dengan mengenakan satu atau lebih kondisi perlakuan pada satu atau lebih kelompok eksperimen dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.

Dalam penelitian eksperimen, dibedakan pengertian antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi perlakuan berupa variabel bebas, sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak diberi perlakuan apapun atau diberi perlakuan natural (Azwar, 2007: 110). Penelitian eksperimen ( Experimental Research) yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secaraketat (Tuckman, 1982 : 128-156) Menurut Latipun (2002) penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengn melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati.

Selain itu, Hadi (1985) mendefinisikan penelitian eksperimen sebagai penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti. Jadi, penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli yang dinyatakan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat dari satu atau lebih variabel terikat dengan melakukan manipulasi variabel bebas pada suatu keadaan yang terkendali (variabel kontrol). Berdasarkan pengertian di atas dapat ditegaskan bahwa penelitian eksperimen dilaksanakan dengan memberi perlakukan pada sesuatu dan melihat kondisi yang ditimbulkannya.

Artinya ada perlakukan yang diberikan dan ada kondisi yang ditimbulkannya. Dengan kata lain, penelitian eksperimen adalah penelitian yang dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian. Dalam hal pendidikan, penelitian eksperimen dapat dikatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan/tindakan /treatment pendidikan terhadap tingkah laku peserta didik.

Penelitian ini juga bisa dilakukan untuk menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh tindakan itu jika dibandingkan dengan tindakan lain, atau melihat kondisi atau pengaruh sebelum dan sesudah diberi perlakukan kepada sesuatu atau sekelompok orang. Dapat dijelaskan lagi bahwa penelitian ini di dalamnya ditemukan minimal satu variabel yang dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat, dan erat kaitanya dalam menguji suatu hipotesis dalam rangka mencari pengaruh, hubungan, maupun perbedaan perubahan terhadap kelompok yang dikenakan perlakuan.

Metode penelitian eksperimental merupakan metode penelitian yang dapat menguji secara benar hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab akibat). Dalam studi eksperimen peneliti memanipulasi paling sedikit satu variabel, mengontrol variabel lain yang relevan, dan mengobservasi efek/pengaruhnya terhadap satu atau lebih variabel terikat.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Peneliti menentukan “siapa memperoleh apa”, kelompok mana dari subjek yang memperoleh perlakuan mana. Penelitian eksperimental ( experimental research), merupakan pendekatan penelitian kualitatif yang paling penuh, dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab-akibat.

Penelitian eksperimen memiliki khas, yaitu menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dan menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Eksperimentasi dimulai dengan mengembangkan hipotesis hubungan sebab akibat antara variabel terikat dan variabel bebasnya.

Selanjutnya dilakukan berturut-turut: pengukuran nilai (kualitas) variabel terikatnya ( pretest), mengenakan perlakuan (kondisi pengubah nilai) terhadap variabel bebasnya, dan mengukur kembali nilai variabel terikatnya (posttest) untuk melihat ada tidaknya perubahan nilai (kualitas).

Masalah pokok dalam melaksanakan eksperimen adalah menjaga kondisi eksperimen sedemikian sehingga tidak ada faktor lain yang sempat menyertai jalannya eksperimen yang dapat mengacaukan atau mengaburkan pengukuran hasil penelitian ( posttest). Dalam penelitian pendidikan variabel yang bisa dimanipulasi termasuk metode pengajaran, jenis penguatan, pengaturan lingkungan belajar, jenis materi belajar dan ukuran kelompok belajar. Variable terikat juga diacu sebagai variable keriteria atau variable pengaruh dari hasil studi.

Perubahan atau perbedaan dalam kelompok dipercaya sebagai suatu hasil manipulasi variabel bebas. Selanjutnya fungsi, pemanfaatan dan karakteristik penelitian eksperimen… Recent Comments • Penelitian Pengembangan - Akademia on Strategi dan Pendekatan dalam Penelitian Pengembangan • Penelitian Eksperimen: Konsep Dasar - Akademia on Fungsi, Pemanfaatan dan Karakterstik Penelitian Eksperimen • Fungsi, Pemanfaatan dan Karakterstik Penelitian Eksperimen - Akademia on Goal Free Evaluation Model • UJI COCHRON (COCHRAN'S Q TEST) MENGGUNAKAN SPSS - Akademia on UJI K SAMPEL BERKAITAN: UJI COCHRON (COCHRAN’S Q TEST) • UJI K SAMPEL BERKAITAN: UJI COCHRON (COCHRAN'S Q TEST) - Akademia on UJI COCHRON (COCHRAN’S Q TEST) MENGGUNAKAN SPSS
MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Penelitian Eksperimen Menurut Para Ahli • 1.

Arboleda • 2. Kerlinger • 3. Gay (1981) • 4. Wiersma (1991:99) • 5. Davis (2004) • Tujuan Penelitian Eksperimen • Variabel dalam Penelitian Eksperimen • 1. Variabel eksperimental • 2. Variabel non-eksperimental • Metode Penelitian Eksperimen • 1. Metode penelitian eksperimen dengan kelompok pembanding • 2. Metode penelitian dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji tanpa kelompok pembanding • Karakteristik dari Penelitian Eksperimen • 1. Variabel bebas yang dimanipulasi • 2.

Variabel lain yang dikontrol • 3. Observasi langsung oleh peneliti • Macam-macam Desain Metode Penelitian Eksperimen • 1.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Pre-eksperimental design • 2. True experimental design • 3. Factorial design • 4. Quasi eksperimental design • Langkah-langkah Metode Penelitian Eksperimen • 1.

Tahapan persiapan • 2. Tahap pelaksanaan penelitian • 3. Tahap pengolahan dan analisis • Contoh Penelitian Eksperimen • 1. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan • 2.

Pengaruh Pemberian Hukuman Terhadap Disiplin Siswa Dalam Belajar • 3. Pengaruh Pendekatan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Belajar Siswa • 4. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Pada Materi Daur Air • 5.

Efektivitas Media Pembelajaran Dalam Pembelajaran Biologi • 6. Penggunaan Media Adobe Flash Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Huruf Hijaiyah Pada Anak Tunarungu • 7. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Tari Bambu Pada Pembelajaran Berbicara • 8. Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Pemahaman Konsep Peserta Didik Dalam Pembelajaran Geografi • 9.

Kajian Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Meningkatkan Kemampuan Fisik Berenang • 10. Pengaruh Penyelenggaraan dan Penggunaan Informasi Akuntansi Terhadap Persepsi Pengusaha Kecil Atas Informasi Akuntansi Penelitian Eksperimen. Penelitian eksperimen adalah sebuah penelitian yang dilakukan untuk mencari akibat dari sesuatu yang dilakukan secara sengaja oleh para peneliti.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Penelitian eksperimen juga disebut percobaan yang berasal dari bahasa Latin “ex-periri” yang berarti menguji coba. Penelitian eksperimen adalah suatu tindakan dan pengamatan yang dilakukan untuk mengecek hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala. Dalam penelitian eksperimen ini, penyebab dari semua gejala akan diuji untuk mengetahui sebab atau variabel bebas itu akan mempengaruhi akibat atau variabel terikat.

Penelitian eksperimen ini biasanya digunakan untuk memperoleh pengetahuan dalam bidang ilmu alam dan psikologi sosial. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penelitian adalah suatu kegiatan untuk mengumpulkan mengolah, menganalisis dan menyajikan data yang dilakukan secara sistematis.

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis guna mengembangkan prinsip-prinsip umum. Sedangkan, penelitian eksperimen adalah sebuah percobaan yang bersistem dan berencana untuk membuktikan kebenaran suatu teori dan sebagainya. Jadi, bisa dikatakan bahwa eksperimen termasuk salah satu metode penelitian. Dalam melaksanakan penelitian eksperimen, Anda perlu perlu memahami semua hal yang berkaitan dengan setiap komponen eksperimen, baik komponen yang berkaitan dengan jenis-jenis variabel, hakikat eksperimen, karakteristik, tujuan, syarat-syarat eksperimen, langkah-langkah penelitian eksperimen hingga bentuk desain penelitian eksperimen.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Pengertian Penelitian Eksperimen Menurut Para Ahli Para ahli pun memiliki pandangan masing-masing terkait pengertian penelitian eksperimen, antara lain: 1. Arboleda Arboleda mengatakan penelitian eksperimen adalah penelitian yang mana para peneliti sengaja melakukan manipulasi terhadap satu atau dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji variabel dengan suatu cara supaya bisa mempengaruhi variabel tersebut.

2. Kerlinger Menurut Kerlinger, penelitian eksperimen adalah penelitian yang mana peneliti melakukan manipulasi dan kontrol terhadap satu atau lebih variabel bebas, sekaligus melakukan pengamatan terhadap variabel-variabel lain yang terikat untuk menemukan variasi yang muncul karena adanya manipulasi tersebut.

3. Gay (1981) Gay berpendapat bahwa penelitian eksperimental adalah metode penelitian eksperimental yang merupakan satu-satunya metode penelitian untuk menguji hipotesis menyangkut hubungan kausal (sebab akibat) secara benar. Dalam studi eksperimental, peneliti hanya melakukan sedikit memanipulasi, yakni minimal satu variabel. 4. Wiersma (1991:99) Wiersma mendefinisikan penelitian eksperimen sebagai suatu situasi penelitian yang menggunakan sekurang-kurangnya satu variabel bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental.

Peneliti juga sengaja akan melakukan manipulasi pada variabel tersebut. 5. Davis (2004) Menurut Davis, penelitian eksperimental adalah penelitian yang didasarkan pada asumsi bahwa hukum-hukum kausal berlaku dalam dunia kerja.

Hukum-hukum kausal inilah esensialnya adalah linear, meskipun bersifat komplikasi dan interaktif. Baca Juga: Instrumen Penelitian: Pengertian,Jenis-Jenis,dan Contoh Lengkap 11 Jenis Laporan Penelitian yang Baik dan Benar Jenis Data Penelitian yang Perlu Anda Ketahui Kesulitan Menentukan Topik Penelitian ? Temukan Jawabannya Disini! Tujuan Penelitian Eksperimen Secara umum, tujuan penelitian eksperimen untuk menemukan atau mengetahui pengaruh dari suatu tindakan terhadap kelompok tertentu.

Kemudian, hasilnya dibandingkan dengan kelompok lain yang mendapatkan tindakan berbeda. Karena itu, penelitian eksperimen biasanya dilakukan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dari suatu variabel atau antar variabel. Penelitian inilah yang akan mengukur pengaruh suatu tindakan atau perlakuan terhadap sebuah variabel.

Contohnya, penelitian eksperimen di bidang pendidikan yang bertujuan menilai atau membuktikan pengaruh pembelajaran dengan metode problem solving terhadap prestasi belajar dan kemampuan komunikasi matematika pada sekelompok pelajar atau menguji hipotesis tentang ada dan tidaknya pengaruh suatu tindakan itu dibandingkan metode konvensional.

Suatu tindakan atau perlakuan dalam penelitian eksperimen ini biasanya disebut dengan treatment. Hal ini bisa diartikan sebagai semua tindakan, variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai atau ditemukan pengaruhnya. Dalam hal ini, penilaian tidak terbatas terletak pada mengukur atau melakukan deskripsi dari tindakan atau treatment yang diuji coba. Selain itu, penelitian ini juga ingin menguji seberapa besar tingkat signifikansinya pengaruh dari tindakan itu dibandingkan dengan kelompok lain yang diberikan tindakan berbeda.

Variabel dalam Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen memiliki beberapa variabel, yakni variabel terikat, bebas dan perancu. Variabel adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi, keadaan, faktor tindakan atau tindakan yang diperkirakan bisa mempengaruhi hasil eksperimen. Dalam hal ini, variabel terikat merupakan variabel yang diberi perlakuan atau tindakan sebagai subjek Penelitian.

Variabel bebas adalah variabel terikat yang diberikan tindakan atau perlakuan yang dimanipulasi. Sedangkan, variabel perancu adalah faktor lain yang bisa mempengaruhi eksperimen dan dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji pada perubahan yang ada, Adapun dua jenis variabel dalam penelitian eksperimen, yakni variabel eksperimental dan variabel non-eksperimental.

1. Variabel eksperimental Variabel eksperimental adalah variabel yang berkaitan secara langsung dan diberikan tindakan tertentu untuk mengetahui suatu keadaan atau sebab-akibat dari eksperimen tersebut.

Jadi, variabel eksperimental adalah suatu kondisi yang hendak diteliti pengaruhnya terhadap suatu tindakan. Karena itu, penelitian eksperimen ini biasanya membagi variabel menjadi dua kelompok untuk mendapatkan tindakan berbeda guna mengetahui pengaruhnya.

Kedua kelompok dari variabel eksperimental ini, meliputi kelompok eksperimental dan kelompok kontrol yang diberikan eksperimen berbeda atau bervariasi. 2. Variabel non-eksperimental Variabel non-eksperimental adalah variabel yang tidak sengaja mendapatkan suatu tindakan tertentu, tetapi bisa mempengaruhi hasil eksperimen.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Sebagian variabel non-eksperimental ini biasanya masih bisa dikontrol, baik untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jenis variabel ini biasanya disebut variabel kontrol. Tetapi, sebagian lagi dari variabel non-eksperimental yang dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji di luar eksperimen untuk dikontrol atau dikendalikan. Jenis variabel ini disebut variabel ekstrane atau extraneous variable. Dalam setiap eksperimen, hasil berbeda pada kelompok eksperimen dan kontrol disebabkan oleh variabel eksperimental dan variabel ekstrane.

Karena itu, setiap peneliti yang akan melakukan penelitian eksperimen harus memprediksi Munculnya variabel pengganggu ini. Baca Juga: Pengertian Observasi dan Jenis-Jenisnya(Lengkap) 10 Contoh Karya Ilmiah yang Baik dan Benar Contoh Variabel Kontrol Lengkap Dengan Pengertian dan Ciri-Cirinya Contoh Variabel Terkait yang Baik dan Benar Metode Penelitian Eksperimen Metodologi adalah ilmu atau cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu.

Hal ini dilakukan untuk menemukan kebenaran, tergantung dari realistis yang sedang dikaji. Metodologi tersusun dari cara-cara yang terstruktur untuk memperoleh ilmu. Dalam penelitian eksperimen, metode penelitiannya pun terbagi menjadi dua jenis metode, antara lain: 1. Metode penelitian eksperimen dengan kelompok pembanding Metode penelitian eksperimen ini melibatkan kelompok pembanding atau kelompok kontrol untuk mendapatkan hasilnya.

Pada metode eksperimen dengan kelompok pembanding ini, ada dua variabel yang diteliti dan diberikan perlakuan berbeda. Setelah mendapatkan perlakuan berbeda, peneliti harus melakukan penelitian terhadap hasil yang diperoleh dari dua eksperimen berbeda.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

2. Metode penelitian eksperimen tanpa kelompok pembanding Metode penelitian eksperimen ini tidak melibatkan kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Dalam metode penelitian eksperimen ini, peneliti hanya menggunakan satu variabel yang diberikan suatu tindakan atau perlakuan. Karena penelitian ini tidak melibatkan kelompok pembanding, maka metode penelitian ini lebih bias. Karakteristik dari Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen memiliki 4 faktor Utama, yakni hipotesis, variabel independen, variabel dependen, dan subjek.

Hipotesis dalam penelitian eksperimen ini diperoleh melalui kesimpulan pertama atau praduga peneliti sebelum melakukan penelitian eksperimen. Selain variabel penelitian eksperimen yang terbagi menjadi dua jenis, penelitian eksperimen ini juga memiliki 3 karakteristik khusus. Tiga karakteristik penelitian eksperimen ini termasuk variabel yang dimanipulasi, variabel yang dikontrol dan variabel yang diobservasi langsung oleh peneliti. 1. Variabel bebas yang dimanipulasi Penelitian eksperimen memiliki karakteristik variabel bebas yang dimanipulasi ini maksudnya penelitian menggunakan tindakan yang dimanipulasi terhadap suatu variabel.

Peneliti melakukan tindakan itu berdasarkan pertimbangan ilmiah, sehingga harus bisa dipertanggungjawabkan. 2. Variabel lain yang dikontrol Penelitian eksperimen juga memiliki karakteristik berupa variabel lain yang berpengaruh dikontrol agar konstan. Maksudnya, peneliti harus melakukan kontrol supaya bisa memindahkan pengaruh variabel lain yang kemungkinan bisa mempengaruhi variabel terikat.

3. Observasi langsung oleh peneliti Karakteristik penelitian eksperimen lainnya adalah observasi langsung oleh peneliti. Maksudnya, peneliti bisa melakukan observasi langsung dengan melihat dan mencatat hal-hal yang terjadi serta menimbulkan perbedaan hasil eksperimen di antara variabel penelitian. Macam-macam Desain Metode Penelitian Eksperimen Metode penelitian eksperimen memiliki beberapa desain yang bisa digunakan untuk penelitian dalam skripsi, tesis, disertasi atau lainnya.

Adapun desain metode penelitian eksperimen yang terbagi menjadi 4, antara lain: 1. Pre-eksperimental design Pre-eksperimental design (non-design) adalah desain metode penelitian yang belum maksimal. Desain metode penelitian eksperimen ini belum maksimal karena masih ada variabel luar yang bisa mempengaruhi atas terbentuknya variabel dependen. Desain metode penelitian eksperimen ini disebut Pre Experimental Design, karena desain ini belum termasuk eksperimen sesungguhnya.

Selain itu, desain metode penelitian eksperimen ini juga masih ada variabel luar yang turut berpengaruh atas terbentuknya variabel dependen. Jadi, eksperimen yang menjadi variabel dependen itu tidak semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Eksperimen ini juga bisa terjadi karena tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random.

Ada beberapa macam bentuk pre-eksperimental design, yakni One-Shot Case Study, One-Group Pretest-Posttest Design, dan Intact-Group Comparison. 2. True experimental design True experimental design adalah desain metode penelitian eksperimen yang membuat peneliti bisa mengontrol semua varian luar yang mempengaruhi penelitian.

Dalam penelitian eksperimen ini, peneliti bisa mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi proses eksperimen. Sehingga, kualitas dari proses penelitian eksperimen atau validitas internal bisa lebih tinggi. Ciri utama true experimental design adalah sampel yang dipakai untuk kelompok eksperimental maupun kelompok kontrol diambil secara acak dari populasi tertentu. Jadi, true experimental design adalah desain metode penelitian karena adanya kelompok kontrol dan sampel penelitian yang dipilih secara acak.

Adapun dua bentuk true experimental design, yakni Posttest Only Control Design dan Pretest Group Design. 3. Factorial design Factorial design adalah desain metode penelitian eksperimen yang merupakan hasil modifikasi dari desain sebelumnya, yakni true experimental design yang mengamati adanya kemungkinan variabel moderator.

Modifikasi desain metode penelitian eksperimen ini dilakukan untuk mengamati kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi variabel independen (perlakuan) terhadap variabel dependen (hasil). 4. Quasi eksperimental design Quasi eksperimental design juga desain metode penelitian eksperimen yang dikembangkan dari true experimental design. Tetapi, desain metode penelitian ini cenderung lebih sulit.

Desain metode penelitian eksperimen ini memiliki kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi penuh untuk mengontrol variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen atau percobaan. Meski begitu, desain metode penelitian ini lebih baik dari pre-experimental design. Peneliti bisa menggunakan quasi experimental design ketika pelaksanaan penelitiannya sulit memperoleh kelompok kontrol yang bisa dilibatkan dalam penelitian eksperimen.

Dalam suatu kegiatan administrasi atau manajemen, biasanya melibatkan sebagian karyawan untuk eksperimen dan sebagian lainnya tidak dilibatkan. Karena itu, desain metode penelitian ini dikembangkan untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol dalam eksperimen. Adapun dua bentuk quasi experimental design, yakni yaitu Times-Series Design dan Nonequivalent Control Group Design.

Langkah-langkah Metode Penelitian Eksperimen Sebenarnya, langkah-langkah metode penelitian eksperimen tergantung pada desain atau jenis eksperimennya. Karena, setiap jenis eksperimen dan desain metode penelitian memiliki langkah-langkah yang berbeda. Tapi umumnya, langkah-langkah metode penelitian eksperimen ini mirip dengan jenis penelitian lainnya. Langkah-langkah metode penelitian eksperimen ini biasanya meliputi beberapa tahapan berikut.

1. Tahapan persiapan Tahap persiapan sebagai langkah awal penelitian eksperimen ini mencakup perancangan eksperimen, mulai dari desain metode penelitian yang akan digunakan, variabel, tata cara dan lainnya.

Selain itu, tahap persiapan ini juga dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji studi pustaka dan pembuatan instrumen penelitian. 2. Tahap pelaksanaan penelitian Tahap pelaksanaan penelitian sebagai langkah kedua penelitian eksperimen ini setidaknya terbagi menjadi dua, yakni pretest dan prost-test.

Pretest merupakan tahapan untuk melakukan suatu dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji tanpa diberi perlakuan atau studi kontrol. Sedangkan, post-test merupakan tahapan untuk melakukan sesuatu hal dengan diberi perlakuan sesuai dengan rancangan eksperimen.

3. Tahap pengolahan dan analisis Tahap pengolahan analisis data dalam penelitian eksperimen ini merupakan langkah menginterpretasikan hasil eksperimen yang telah dilakukan. Awalnya, data penelitian eksperimen ini terlebih dahulu disajikan melalui tabel atau chart. Kemudian, peneliti mengolah dan menganalisis data dari penelitian eksperimen dengan mengaplikasikan teknik pengolahan data yang akan digunakan, seperti penggunaan rumus statistik untuk menentukan pengaruh dan lainnya.

Contoh Penelitian Eksperimen Berikut ini, beberapa contoh penelitian eksperimen yang menggunakan dua variabel dan tanpa variabel pembanding. 1. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan Penulis: Devi Risma Subjek penelitian: 20 orang karyawan Link: https://educhild.ejournal.unri.ac.id/index.php/JPSBE/article/view/1628 2.

Pengaruh Pemberian Hukuman Terhadap Disiplin Siswa Dalam Belajar Penulis: Minal Ardi Subjek penelitian: Siswa Kelas VIII Sekolah Menang Pertama Negeri 1 Nanga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang Link: http://repository.polnep.ac.id/xmlui/handle/123456789/359 3. Pengaruh Pendekatan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Belajar Siswa Penulis: Sri Ismaya Nurbaiti Subjek penelitian: Siswa Kelas V SDN Sindang Jati dan SDN Bongkok Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang Link: http://repository.upi.edu/20730/ 4.

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Pada Materi Daur Air Penulis: Rani Nopia Subjek penelitian: Siswa Kelas V di SDN Pasanggrahan II dan SDN Pasanggrahan III di Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang Link: http://repository.upi.edu/20714/ 5.

Efektivitas Media Pembelajaran Dalam Pembelajaran Biologi Penulis: Edy Chandra Subjek penelitian: hasil skripsi dari program studi Tadris IPA-Biologi yang melibatkan media pembelajaran dalam pembelajaran biologi Link: https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/51673700/79-287-1-PB-with-cover-page-v2.pdf?Expires=1637374572&Signature=hNe2ni4g49TyaEEpaAOiXVNqobVbnBU2FHrqPOJZz3y2rzvXoBrETUTPqwEiO8rMFBp0roUDrlr-OP5i1j2I~F8mXynkyFGnGMhruCBG63-UJ030AXQt4Vj4qYALkYybiFVL6OTa2D7a-4Cy-tOtUZZl-KJjfLJwX6EUk9EUBg3aD6O9S0X7FXXpR3AMIquBczioR8XSl~fn07d3MylVX~nGI-KmP3rSX1jlERckYquytd~ygSW6p0JV4D959YUQSJO7~iohT3Q1ulN4V6XjDJuVtC4xiRxTYotX5FBYSrkPaShK3-HuMj~ZEHqPCshUgPMwxjawVjrY2AZIgBb-KA__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA 6.

Penggunaan Media Adobe Flash Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Huruf Hijaiyah Pada Anak Tunarungu Penulis: Lia Apriliani Subjek penelitian: Siswa kelas 4 SLB Negeri Cicendo, Kota Bandung Link: http://repository.upi.edu/143/ 7. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Tari Bambu Pada Pembelajaran Berbicara Penulis: Leni Pujiastuti Subjek penelitian: Siswa Kelas VII SMP Yas Bandung Link: http://repository.upi.edu/1568/ 8.

Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Pemahaman Konsep Peserta Didik Dalam Pembelajaran Geografi Penulis: Vicky Taniady Subjek penelitian: Siswa Kelas X SMA Labschool UPI Bandung Link: http://repository.upi.edu/23360/ 9. Kajian Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Meningkatkan Kemampuan Fisik Berenang Penulis: Budi Ekanto Subjek penelitian: Mencit jantan remaja Link: https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/miki/article/view/2032 10. Pengaruh Penyelenggaraan dan Penggunaan Informasi Akuntansi Terhadap Persepsi Pengusaha Kecil Atas Informasi Akuntansi Penulis: Margani Pinasti Subjek penelitian: Pengusaha kecil di wilayah Provinsi Jawa Tengah Link: http://arikamayanti.lecture.ub.ac.id/files/2014/09/Pinasti_SIA.pdf Artikel Terkait: Jenis-Jenis Penelitian Lengkap dengan Contoh dan Penjelasannya Instrumen Penelitian:Pengertian,Jenis-Jenis,dan Contoh Lengkap Jenis Angket Penelitian yang Wajib Diketahui Desain Penelitian: Pengertian,Jenis,dan Contoh Lengkap Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti.

Salah satu metode penelitian adalah eksperimen. Untuk dapat melaksanakan suatu eksperimen yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkait dengan komponen-komponen eksperimen. Baik yang berkaitan dengan jenis-jenis variabel, hakekat eksperimen, karakteristik, tujuan, syarat-syarat eksperimen, langkah-langkah penelitian eksperimen, dan bentuk-bentuk desain penelitian eksperimen.

Selanjutnya, untuk lebih memahami mengenai penelitian eksperimen, dalam makalah ini akan dibahas mengenai metode penelitian eksperimen beserta hal-hal yang terkait di dalamnya. Variabel dalam Penelitian Eksperimen Dalam penelitian eksperimen dikenal beberapa variabel. Variabel adalah dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji sesuatu yang berkaitan dengan kondisi, keadaan, faktor, perlakuan, atau tindakan yang diperkirakan dapat memengaruhi hasil eksperimen.

Variabel yang berkaitan secara langsung dan diberlakukan untuk mengetahui suatu keadaan tertentu dan diharapkan mendapatkan dampak/akibat dari eksperimen sering dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji variabel eksperimental (treatment variable), dan variabel yang tidak dengan sengaja dilakukan tetapi dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variabel noneksperimental. Variabel eksperimental adalah kondisi yang hendak diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap suatu gejala.

Untuk mengetahui pengaruh varibel itu, kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimental dan kontrol dikenakan variabel eksperimen yang berbeda atau yang bervariasi.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Variabel noneksperimental Variabel noneksperimental sebagian dapat dikontrol, baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Ini disebut variabel kontrol atau controlled variabel. Akan tetapi, sebagian lagi dari variabel non-eksperimen ada di luar kekuasaan eksperimen untuk dikontrol atau dikendalikan. Jenis variabel ini disebut variabel ekstrane atau extraneous variabel. Dalam setiap eksperimen, hasil yang berbeda pada kelompok eksperimen dan kontrol sebagian disebabkan oleh variabel eksperimental dan sebagian lagi karena pengaruh variabel ekstrane.

Oleh karena itu, setiap peneliti yang akan melakukan eksperimen harus memprediksi akan munculnya variabel pengganggu ini. Pengertian Penelitian Eksperimen Hakekat penelitian eksperimen (experimental research) adalah meneliti pengaruh perlakuan terhadap perilaku yang timbul sebagai akibat perlakuan (Alsa 2004). Menurut Hadi (1985) penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti.

Sejalan dengan hal tersebut, Latipun (2002) mengemukakan bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati.

Penelitian eksperimen pada prisipnya dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect relationship) (Sukardi 2011:179).

Metode eksperimen Selanjutnya, metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan utuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono 2011:72).Berdasarkan definisi dari beberapa ahli tersebut, dapat dipahami bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.

Jadi penelitian eksperimen dalam pendidikan adalah kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan/tindakan/treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh tindakan itu jika dibandingkan dengan tindakan lain. Penelitian Eksperimen Dalam Pendidikan Menurut Sukardi (2011:180), penelitian eksperimen dalam bidang pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu penelitian di dalam laboratorium dan di luar laboratorium.

Sehubungan dengan subjek dalam pendidikan adalah siswa, penelitian yang paling banyak dilakukan adalah di luar laboratorium. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium, diantaranya: (a) variabel eksperimen dapat lebih kuat; (b) lebih mudah dalam memberikan perlakuan; (c) dapat melakukan setting yang mendekati keadaan sebenarnya; dan (d) hasil eksperimen lebih aktual. Selain itu, penelitian eksperimen juga lebih cocok dilakukan dalam bidang pendidikan.

Hal ini dikarenakan dua alasan sebagai berikut: (1) metode pengajaran yang lebih tepat disetting secara alami dan dikomparasikan di dalam keadaan yang tidak bias; (2) penelitian dasar dengan tujuan menurunkan prinsip umum teoritis ke dalam ilmu terapan yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah. 3. Karakteristik Penelitian Eksperimen. Karakteristik Penelitian Eksperimen Menurut Ary (1985), ada tiga karakteristik penting dalam penelitian eksperimen, antara lain: (a) Variabel bebas yang dimanipulasi.

Memanipulasi variabel adalah tindakan yang dilakukan oleh peneliti atas dasar pertimbangan ilmiah. Perlakuan tersebut dapat dipertanggung-jawabkan secara terbuka untuk memperoleh perbedaan efek dalam variabel yang terkait. (b) Variabel lain yang berpengaruh dikontrol agar tetap konstan Menurut Gay (1982), control is an effort on the part of researcher to remove the influence of any variable other than the independent variable that ought affect performance on a dependent variable.

Dengan kata dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji, mengontrol merupakan usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terkait. Dalam pelaksanaan eksperimen, group eksperimen dan group kontrol sebaiknya diatur secara intensif agar karakteristik keduanya mendekati sama. (c) Observasi dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji oleh peneliti Tujuan dari kegiatan observasi dalam penelitian eksperimen adalah untuk melihat dan mencatat segala fenomena yang muncul yang menyebabkan adanya perbedaan diantara dua group.

Tujuan Penelitian Eksperimen Tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Misalnya, suatu eksperimen dalam bidang pendidikan dimaksudkan untuk menilai/membuktikan pengaruh perlakuan pendidikan (pembelajaran dengan metode problem solving) terhadap prestasi belajar dan kemampuan komunikasi matematika pada siswa SMP atau untuk menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh perlakuan tersebut jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Selanjutnya, tindakan di dalam eksperimen disebut treatment, dan diartikan sebagai semua tindakan, semua variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai/diketahui pengaruhnya. Sedangkan yang dimaksud dengan menilai tidak terbatas pada mengukur atau melakukan deskripsi atas pengaruh treatment yang dicobakan tetapi juga ingin menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya (kebermaknaan atau berarti tidaknya) pengaruh tersebut jika dibandingkan dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda.

Syarat-syarat Penelitian Eksperimen Sebuah penelitian dapat berjalan baik dan memberikan hasil yang akurat jika dilaksanakan dengan mengikuti kaidah tertentu. Seperti halnya dengan penelitian eksperimen, akan memberikan hasil yang valid jika dilaksanakan dengan mengikuti syarat-syarat yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, Wilhelm Wundt dalam Alsa (2004) mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian eksperimental, yaitu:(1) peneliti harus dapat menentukan secara sengaja kapan dan di mana ia akan melakukan penelitian;(2) penelitian terhadap hal yang sama harus dapat diulang dalam kondisi yang sama;(3) peneliti harus dapat memanipulasi (mengubah, mengontrol) variabel yang diteliti sesuai dengan yang dikehendakinya;(4)Â diperlukan kelompok pembanding (control group) selain kelompok yang diberi perlakukan (experimental group).

Proses Penelitian Eksperimen Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen pada dasarnya hampir sama dengan penelitian lainnya. Menurut Gay (1982 : 201) langkah-langkah dalam penelitian eksperimen yang perlu ditekankan adalah sebagai berikut.(a) Â Adanya permasalahan yang signifikan untuk diteliti.(b) Â Pemilihan subjek yang cukup untuk dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.(c) Â Pembuatan atau pengembangan instrumen.(d) Â Pemilihan desain penelitian.(e) Â Eksekusi prosedur.(f) Â Â Melakukan analisis data.(g) Â Memformulasikan simpulan.

Bentuk-bentuk Desain Penelitian Eksperimen Menurut Sugiyono (2011:73) terdapat beberapa bentuk desain eksperimen, yaitu: (1) pre-experimental (nondesign), yang meliputi one-shot case studi, one group pretestposttest, intec-group comparison; (2) true-experimental, meliputi posttest only control design, pretest-control group design; (3) factorial experimental; dan (4) Quasi experimental, meliputi time series design dan nonequivalent control group design.

Penjelasan mengenai bentuk-bentuk desain tersebut adalah sebagai berikut.(a) preexperimentsDisebut preexperiments karena desain ini belum merupakan desain sungguh-sungguh. Masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu ukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dikarenakan tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random.

Dalam pre-experimental design terdapat tiga alternatif desain sebagai berikut: (1) one-shot case study Jenis one-shot case study dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan pengukuran dan nilai ilmiah suatu desain penelitian. Adapun bagan dari one-shot case study adalah sebagai berikut. Penelitian Eksperimen Dengan X: kelompok yang akan diberi stimulus dalam eksperimen dan O: kejadian pengukuran atau pengamatan.

Bagan tersebut dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok yang diberi perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya. Contoh: Pengaruh penggunaan Komputer dan LCD (X) dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji hasil belajar siswa (O). (2) the one group pretest-posttest design Perbedaan dengan desain pertama adalah, untuk the one group pretest-posttest design, terdapat pretest sebelum diberi perlakuan, hasil perlakuan dapat diketahui dengan lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.

Bentuk bagan desain tersebut adalah sebagai berikut. Pengaruh perlakuan: O1 – O2. Desain ini mempunyai beberapa kelemahan, karena akan menghasilkan beberapa ukuran perbandingan.

Kelemahan tersebut antara lain disebabkan oleh faktor historis (tidak menghasilkan perbedaan O1 dan O2), maturitation (subjek penelitian dapat mengalami kelelahan, kebosanan, atau kelaparan dan kadang enggan menjawab jika dinilai tidak sesuai dengan nilai yang berlaku), serta pembuatan instrument penelitian. Kejelekannya yang paling fatal adalah tidak akan menghasilkan apapun. (3) the static-group comparison. Penelitian jenis ini menggunakan satu group yang dibagi menjadi dua, yang satu memperoleh stimulus eksperimen (yang diberi perlakuan) dan yang lain tidak mendapatkan stimulus apapun sebagai alat kontrol.

Masalah yang akan muncul dalam desain ini adalah meyangkut resiko penyeleksian terhadap subjek yang akan diteliti. Oleh karena itu, grup tersebut harus dipilih secara acak. Adapun bagan desain penelitian ini adalah sebagai berikut: O1: hasil pengukuran satu grup yang diberi perlakuan, dan O2: hasil pengukuran satu grup yang tidak diberi perlakuan.

Pengaruh perlakuan: O1 – O2. Ketiga bentuk desain preexperiment itu jika diterapkan untuk penelitian akan banyak variabel luar masih berpengaruh dan sulit dikontrol, sehingga validitas internal penelitian menjadi rendah. (b) true experiments Disebut sebagai true experiments karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.

Jadi, validitas internal (kualitas pelaksnaaan rancangan penelitian) menjadi tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, tujuan dari true experiments menurut Suryabrata (2011 : 88) adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan grup kontrol yang tidak diberi perlakuan.

True experiments ini mempunyai ciri utama yaitu sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Atau dengan kata lain dalam true experiments pasti ada kelompok kontrol dan pengambilan sampel secara random. Selanjutnya, jenis penelitian yang termasuk dalam true experiments adalah: pretestposttes control group design, posttest-only control group design, extensions of true experimental design, multigroup design, randomized block design, latin square design, factorial design.

Adapun penjelasan mengenai jenis-jenis penelitian tersebut dapat dielaborasi sebagai berikut. (1) pretest-posttes control group design Dalam desain ini terdapat dua grup yang dipilih secara random kemudian diberi pretest untuk mengetahui perbedaan keadaan awal antara group eksperimen dan group kontrol. Hasil pretest yang baik adalah jika nilai group eksperimen tidak berbeda secara signifikan.Bagan dari desain penelitian tersebut adalah sebagai berikut.

Pengaruh perlakuan adalah: (O2 – O1) – (O4 – O3). (2) posttest-only control group design Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Grup pertama diberi perlakuan (X) dan grup yang lain tidak. Bagan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pengaruh adanya perlakuan adalah (O1:O2). Dalam penelitian, pengaruh perlakuan dianalisis dengan uji beda menggunakan statistik t-test.

Jika ada perbedaan yang signifikan antara grup eksperimen dan grup kontrol maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan. c. Factorial Design Desain merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan terhadap hasil.

Semua grup dipilih secara random kemudian diberi pretest. Grup yang akan digunakan untuk penelitian dinyatakan baik jika setiap kelompok memperoleh nilai pretest yang sama.

d. Quasiexperiments Quasiexperiments disebut juga dengan eksperimen pura-pura. Bentuk desain ini merupakan pengembangan dari trueexperimental design yang sulit dilaksanakan.

Desain ini mempunyai variabel kontrol tetapi tidak digunakan sepenuhnya untuk mengontrol variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Desain digunakan jika peneliti dapat melakukan kontrol atas berbagai variabel yang berpengaruh, tetapi tidak cukup untuk melakukan eksperimen yang sesungguhnya. Dalam eksperimen ini, jika menggunakan random tidak diperhatikan aspek kesetaraan maupun grup kontrol. Bentuk-bentuk quasiexperiments antara lain: (1) Time Series Design Ciri desain ini adalah grup yang digunakan tidak dapat dipilih secara random.

Sebelum diberi perlakuan, grup diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan grup sebelum diberi perlakuan. Jika hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbeda-beda, berarti grup tersebut dalam kondisi tidak stabil dan tidak konsisten.

Setelah kondisi tidak labil maka perlakuan dapat mulai diberikan. (2) Nonequivalent control group design Desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design, tetapi pada desain ini group eksperimen maupun group kontrol tidak dipilih secara random.

Validitas Penelitian Eksperimen Kata validitas berarti dapat diterima atau absah. Istilah ini mengandung pengertian bahwa sesuatu yang dinyatakan valid atau absah berarti telah sesuai dengan kebenaran yang diharapkan sehingga dapat diterima dalam suatu kriteria tertentu. Validitas dalam penelitian eksperimen mengandung beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan, antara lain: (1) internal validity, (2) eksternal validity, (3) statistical conclution validity, dan (4) construct validity.

Dalam setiap penelitian eksperimental yang berkaitan dengan validitas internal mengandung beberapa kelemahan. Menurut Cambell dan Stanley dalam Ross dan Morrison (2003 : 1024) ada beberapa kelemahan dalam validitas internal, antara lain: history, maturation, testing, instrumentation, selection, statistical regretion, experiment mortality, diffusion of treatments.

Kelemahan-kelemahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: (a) history Banyak kejadian di masa lampau yang dapat mempengaruhi validitas penelitian eksperimental yang disebabkan oleh adanya interaksi antar individu. (b) maturation Beberapa perubahan dapat terjadi pada dependent variable yang berfungsi dalam kurun waktu dan bukannya kejadian yang spesifik ataupun kondisi tertentu.

Terutama berkaitan dnegan jangka waktu pengamatan yang memakan dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji lama. (c) testing Proses pengujian juga dapat dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji distorsi yang akan mempengaruhi hasilhasil eksperimen.

(d) instrumentation Instrumen yang digunakan dalam penelitian eksperimen kadang kala sudah tidak sesuai lagi dengan standar yang berlaku.

(e) selection Peneliti kadang masih menggunakan unsur subjektifitas dalam memilih orang yang akan dijadikan objek eksperimen yang baik. (f) statistical regretion Peneliti kadangkala dihadapkan pada kesulitan apabila hasil yang diperoleh dalam penelitian menghasilkan skor yang ekstrim. (g) experiment mortality Dalam penelitian eksperimen seringkali terjadi perubahan komposisi kelompok yang diobservasi.

Ada anggota kelompok yang harus didrop karena tidak sesuai dengan situasi pengetesan saat tertentu. Pengaruh Validitas Eksternal Selain dipengaruhi oleh validitas internal, eksperimen juga dipengaruhi oleh validitas eksternal, antara lain: (a) interaction of treatments and treatments Kelemahan ini terjadi apabila pengalaman responden lebih dari satu treatment. Seseorang yang dipilih sebagai objek eksperimen mungkin pernah mengalami eksperimen yang sama maka pengamatan kedua terhadap si responden tersebut akan menjadi bias.

(b) interaction of testing and treatment Dalam eksperimen pretest, responden harus dipekekan agar mendorong eksperimen dengan alternatif yang berbeda.

(c) interaction of selection and treatment Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam membuat generalisasi antara beberapa kategori manusia antar grup. Sebab diantara mereka telah terjadi hubungan original yang telah terbentuk sebelumnya. (d) interaction of setting and treatment Antara setting penelitian dengan treatment yang dilakukan akan terjadi interaksi diantara keduanya. Dengan demikian interaksi keduanya akan mendukung jalannya proses penelitian yang sedang dilakukan.

(e) interaction of history and treatment Kadangkala terjadi hubungan sebab akibat antara kejadian masa lalu dan masa sekarang yang merupakan kejadian tak biasa dan berpotensi tidak dapat diukur dalam penelitian. Cara Mengatasi kelemahan Selanjutnya, untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, ada empat strategi umum yang dapat digunakan untuk memperbaiki validitas eksternal, antara lain:(a) Menggunakan pilihan acak (randomly) untuk memilih orang, setting, atau waktu yang digunakan dari populasi yangada agar generalisasi menjadi lebih baik.(b)Â Membuat agar grup individu, manusia ataupun settingnya dibuat heterogen.

Langkah ini ditempuh jika pendekatan random tidak dapat digunakan.(c) Individu, setting, dan waktu dikonsentrasikan agar memperoleh satu grup modal populasi.(d)Â Menggunakan terget populasi yang spesifik (individu, seting, waktu) untuk memenuhi target yang ingin dicapai. Dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji setiap penelitian eksperimen perlu diketahui persoalan-persoalan tentang internal maupun eksternal validitas agar subjektifitas dalam penelitian dapat dihindari.

Penutup Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, dapat diperoleh simpulan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Metode eksperimen merupakan metode yang paling produktif karena jika dilakukan dengan baik akan dapat menjawab hipotesis yang utamanya berkaitan dengan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, penelitian yang sering dilakukan peneliti dalam dunia pendidikan adalah penelitian eksperimen. Daftar Pustaka Alsa, Asmadi. (2004) Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ary, D., Jacob, L.C. and Razavieh, A. (1985). Introduction to Research in Education. 3rdEdition.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

New York: Holt, Rinehart and Winston. Fred N. Kerlinger. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Gay, L.R. (1983).

Educational Research Competencies for Analsis & Application. 2nd Edition. Ohio: A Bell & Howell Company. Hadi, Sutrisno. (1985) Metodologi Research Jilid 4. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM. Latipun. (2002) Psikologi Eksperimen. Malang: UMM Press.

dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji

Ross, S.M., & Morrison, G.R. (2003). Experimental Research Methods. Ln D. Jonassen (Ed.) Handbook of Research for Educational Communications and Technology. (2nd Ed.). (pp 1021-1043).

Mahwah Nj: Lawrence Erlbaum Associates. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukardi. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: PT Bumi Aksara. Suryabrata, Sumadi. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada. By Anwar Hidayat Founder dan CEO dari Statistikian Sejak 2012. Melayani jasa bantuan olah dan analisis data menggunakan berbagai aplikasi statistik, seperti: SPSS, LISREL, STATA, Minitab, EViews, AMOS, SmartPLS, R Studio, NCSS, PASS dan Excel.

Silahkan WhatsApp: 081515699060. Biaya 100 ribu sd 300 ribu Sesuai Beban. Proses 1 sd 3 Hari Tergantung Antrian. Email: [email protected] Aslm…. Akhi, saya punya beberpa variabel utk di analisis dengan SPSS, diantaranya 1) variabel motivasi (tinggi dan rendah) 2) teknik Mengajar (Athree step Interviev dan Debat) 3) hasil bejajar, Y^ang saya tanyakan : 1) dengan menggunakan apa saya harus analisis, TWO WAY ANOVA/MULTIVARIAT.

2) Kalo pake salah satunya MOHON BAGAIMANA LANGKAH2nya? Jazzakumullah… Desain penelitian bukan segala-galanya dalam menentukan jenis uji statistik, yang terpenting adalah tujuan penelitian, bentuk hipotesis dan skala data variabel. Uji Manova itu uji kausal komparatif apabila variabel terikat ada lebih dari 1 variabel dan berskala interval atau rasio (numerik atau kualitatif), sedangkan variabel bebas berskala data nominal atau ordinal (kategorik atau kuantitatif).

Terimakasih artikelnya. Saya mau bertanya tentang analisis apa yg harus saya pakai jika variabel kekuatan otot (X1), daya ledak tungkai (X2), kelincahan (X3) terhadap kecepatan (Y). kebetulan penelitian saya dengan design pre experimental -the one group pretest-posttest design. mohon pencerahan, uji apa saja yang harus saya pakai??

Mohon pertanyaannya diperjelas, masalah asumsi ini pada context uji anova atau uji independen t test? atau mungkin yang lainnya. Kalau dalam context analisis anova, maka menggunakan koreksi brown forsythe atau welch's f. Sedangkan jika pada context independen t test, maka gunakan uji independen t test unequal variances atau welch's t test. sampel saya 2 kelas, semuanya kelas eksperimental dan di beri perlakuan yang berbeda (masing2 kelas di beri metode belajar yang berbeda) tujuannya untuk membandingkan metode mana yang paling bagus dan cocok untuk mereka.

Design apa yang cocok untuk penelitian ini dan harus menggunakan analisis statistik apa? terima kasih atas jawabannya. Assalamualaikum…. Statistik jenis apa yang sesuai saya gunakan, dengan menggunakan 2 variabel, yaitu variabel tentang jigsaw dan kedua tentang hasil belajar.

Apa chi square sesuai saja? Atau saya harus memakai product moment? Dengan penelitian kuantitatif jenis eksperimen. Mohon jawaban nya, terimakasih.

Wassalam Assalamu’alaikum. Terimakasih tekah membuat web ini, sangat membantu saya dalam menyelesaikan penelitian. Tapi saya ingin bertanya, Penelitian saga adalah pretest posttest control group design. Dalam penelitian seharusnya menentukan kelas kontrol eksperimen dulu baru pretest kemudian uji normaliras dn homogenitas, atau pretest dahulu lalu uji normalitas dn homogenitad baru mnentukn kls kontrol dn eksperimen?

Terimakasih Uji normalitas dan Hino itu adalah syarat dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji asumsi dari analisis ANOVA atau analisis independent t test. Misalnya uji beda 2 sampel bebas seperti yang anda maksud serta skala data adalah interval atau rasio maka tepat menggunakan independent t test dengan syarat independent t test tersebut memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas.

Jadi kedua asumsi itu melekat pada analisis independent t test tersebut. Jadi jika ada pertanyaan, kapan dilakukan uji asumsi normalitas dan homogenitas? Maka jawabannya adalah pada saat anda melakukan analisis independent t test atau analisis ANOVA. Kapan dilakukan analisis tersebut? Kembali lagi tergantung pada desain penelitian anda. Ada 2 kelompok bebas yaitu kelompok kontrol dan eksperimen, artinya anggota kelompok yang satu bukan merupakan anggota kelompok yang lain.

Hal itu disebut sebagai independen atau bebas. Maka analisis yang digunakan adalah analisis komparatif atau uji perbedaan 2 sampel bebas.

Jika skala datanya adalah interval atau rasio maka tepat menggunakan independent t test. Jika dalam penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji datanya ordinal maka menggunakan Mann Whitney U Test. Komentar Terbaru • Anwar Hidayat pada Tutorial Uji Mann Whitney U Test dengan SPSS • Satrya pada Tutorial Uji Mann Whitney U Test dengan SPSS • Anwar Hidayat pada Tutorial Independen T Test dengan SPSS • Anwar Hidayat pada Penjelasan dan Tutorial Cara Uji Manova SPSS • Anwar Hidayat pada Penjelasan dan Tutorial Cara Uji Manova SPSS
Percobaan atau disebut juga eksperimen adalah suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala.

Dalam penelitian ini, sebab dari suatu gejala akan diuji untuk mengetahui apakah sebab tersebut memengaruhi akibat. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.

Penelitian Eksperimen




2022 www.videocon.com