Berikut contoh lagu keroncong adalah

berikut contoh lagu keroncong adalah

acho8984 May 2021 - 0 Replies 1.nada f dlm bentuk notasi balok terletak padaa.garis ke 1b.spasi 1c.garis ke 2d.spasi ke 22.istilah pitch controla.ketepatan jangkauan nadab.luas wilayah yg mampu di jangkau orgc.lamanya nada berikut contoh lagu keroncong adalah harus di bunyikand.warna suara yg di bea pada setiap org DAN KERJAKAN NO 49,50 PADA GAMBAR DI ATAS Ismahaniel9993 May 2021 - 0 Replies Dalam pemindahan/penyaduran karya drama dituntut persyaratan² yg harus dipenuhi ,kecuali.? A.latar budaya harus utuh B.karaterisasi dalam keseluruhan teks tdk boleh dirubah C.plot,cerita tdk boleh berubah D.karaterisasi hanya sebagian yg boleh dirubah E.persoalan² yg terdapat dalam teks asli kemungkinan terjadi pula dalam konteks budaya yg diadaptasi 1, tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal.

a. temu lawak, ketela rambat dan rumput teki b. lengkuas, arbei dan pisang c. nanas, bambu dan … pisang d. kencur, kunyit dan jahe 2. tumbuhan yang berkembang biak menggunakan umbi lapis adalah … a. bawang merah b. jamur c. tanaman paku d. singkong 3. tanaman lengkuas berkembang biak dengan … a. tunas b. geragih c. akar tinggal d. umbi batang 4. bacalah daftar hewan berikut ini1) ikan nila 2)ular piton 3)kuda laut4)kelelawar5)kadal berdasarkan data tersebut, hewan yang berkembang biak dengan cara ovovivipar ditunjukkan oleh angka … a.

1) dan 3) b. 2) dan 4) c. 1) dan 2) d. 2) dan 5) 5. perhatikan table berikut.

berikut contoh lagu keroncong adalah

n0 nama hewan cara berkembang biak1 ikan pari ovipar2 planaria fragmentasi3 semut ovipar4 kelinci viviparpasangan yang tepat antara nama hewan dan cara perkembangbiaknya ditunjukkan oleh angka … a. 1) dan 2) b. 1) dan 3) c 2) dan 4) d 3) dan 4) 7. benda berikut yang termasuk sel kelamin jantan pada tumbuhan yaitu … a.

daun b. putik c. benang sari d. akar tinggal 8. perkembangbiakan tumbuhan tanpa adanya perkawinan disebut perkembangbiakan secara … a. generative b. buatan c. vegetative d. alami 9. teknik cangkok untuk memperbanyak tumbuhan dilakukan pada bagian … a.

daun b. buah c. akar d. batang 10. mengembangbiakan tanaman mangga dimulai dari. a. biji berikut contoh lagu keroncong adalah. bunga c.

tunas d. daun 11. peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik disebut dengan … a. perkembangbiakan b. penyerbukan c. perkembangbiakan generative d. perkembangbiakan vegetative 12.

contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi lapis yaitu … a. kunyit b. jahe c. bawang merah d. bambu 13. tumbuhan cocor bebek berkembangbiak dengan … a. umbi batang b. umbi lapis c. tunas adventif d. spora 14. hewan yang mempunyai kelenjar susu tergolong hewan … a. ovipar b. vivipar c. reptile d. amfibi 15. perhatikan bahan-bahan berikut !(1) balon(2) kertas(3) air(4) kayu.

a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) 16. membuat patung dengan bahan batu dan kayu dapat dilakukan dengan cara . a. pahat b. cor d. butsir d. teknik mesin 17.

berikut contoh lagu keroncong adalah

contoh bahan patung yang dibuat dengan teknik butsir adalah . a. gamping b. kayu c. batu bata d. tanah liat 18. bahan yang digunakan untuk membuat karya seperti berikut contoh lagu keroncong adalah gambar adalah .

gambar tanpa teks a. tanah liat b. bambu c. kain d. sabun 19. (1) seni ukir (2) kaligrafi (3) seni lukis (4) seni patungkarya seni tiga dimensi ditunjukkan oleh nomor .

a. (3) b. (2) c. (1) d. (4) 20. bahan berikut ini yang dapat digunakan untuk membuat patung adalah . a. daun b. kayu c. tisu d. kertas 21.

alat yang biasa digunakan untuk memahat kayu adalah . a. pisau b. gergaji c. pahatan d. gunting 22. berikut ini yang termasuk bentuk karya seni rupa tiga dimensi adalah . a. lukisan b. patung c. tulisan d. puisi 23. karya seni patung yang penampilannya hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul adalah . a. torso b. dada c.

berikut contoh lagu keroncong adalah

lengkap d. tubuh 24. patung yang digunakan untuk sarana beribadah dan bermakna religius adalah patung . a. seni a. kerajinan b. arsitektur c. religi 25. kelompok bahan berikut ini yang termasuk bahan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni patung adalah . a. batu, kayu, logam b. air, daun, batu c. plastik, air,kain d. tali, batu, daun 26. teknik membuat patung yang menjadi bentuk yang dinginkan, misalnya kerajinan gerabah/keramik disebut teknik .

a. pahat b. konstruksi c. butsir d. cor 27. peralatan yang biasa digunakan untuk membuat patung berbahan dasar logam adalah . a. martil besi, gerinda, mesin potong b. kapak, gergaji, ampelas c. kompor, tungku panas, alat-alat cetak d. butsir, sudip, ampelas 28. dua aliran seni patung murni yang ada di indonesia adalah . a. realis dan dekoratif b. realis dan abstrak c.

realis dan surealis d. realis dan kontemporer 29. gambar relief umumnya terdapat pada bangunan . a. candi b.

rumah c. kayu d. mesjid 30. berdasarkan pembuatannya, fungsi patung monumen adalah . a. sarana ibadah b. peringatan peristiwa bersejarah c. dinikmati keindahan bentuknya d. penghias bangunan tolong dijawab hari ini mau dikumpulkan trimakasih ​ 1.hasil susunan dari suatu aturan tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu disebut a.motif c.pola ragam hias b.sulur-suluran d.ilustrasi 2.alat ya berikut contoh lagu keroncong adalah ng digunakan untuk pemberian warna pada media kayu, batu ,keramik dan logam yaitu.

a.pahat c.kuas b.politur d.masker 3. proses memindahkan motif/ garis ke benda kerja pada teknik ukir disebut. a.bukaki c.gethaki b.dasari d.benangi 4. proses membentuk pahat pada motif batang, daun,dan bunga disebut. a.cawen c.mbabari b.benangi d.bukaki 5. jenis kerajinan ukir yang baik menggunakan bahan jenis kayu.

a.kalimantan c.randu b.cendana d.jati
Pengertian lagu keroncong – Keroncong adalah musik yang unik, ciri khas musik ini menggunakan alat musik ukulele.

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai jenis lagu nusantara. Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian lagu keroncong beserta ciri-ciri, contoh lagu dan tokoh keroncong.

berikut contoh lagu keroncong adalah JENIS LAGU NUSANTARA YANG WAJIB KAMU KETAHUI Daftar Isi • Pengertian lagu keroncong • Ciri-Ciri lagu Keroncong • Contoh Lagu Keroncong • Tokoh Lagu Keroncong • Related posts: Pengertian lagu keroncong Pengertian lagu keroncong adalah jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik dawai, flute, dan vokal. Ada yang berpendapat bahwa musik keroncong berasal dari peninggalan bangsa Portugis di Indonesia.

Namun, bukti autentik menunjukkan bahwa irama keroncong milik bangsa portugis sudah tidak ada lagi. Bahkan musik keroncong tidak di temukan jejaknya di negara portugis.

Beberapa musisi mengatakan bahwa musik keroncong berasal dari perhiasan kaum wanita yang berbunyi. Kaum wanita Indonesia sangat gemar menggunakan asesoris misalnya gelag dan kalung. Ketika pemakai bergerak maka kalung dan gelang tersebut akan bergerak menimbulkan bunyi crong crong. Sehingga bunyi tersebut di sebut bunyi keroncong.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Kemudian bunyi tersebut di tiru menggunakan alat musik ukulele dan chak. Ciri-Ciri lagu Keroncong Berikut ini adalah ciri-ciri lagu keroncong antara lain: • Ukuran birama 4/4 • Kalimat lagu atau syair lagu terdiri atas tujuh kalimat.

Setiap lagu terdiri 4 bar atau birama sehingga jumlah seluruhnya 28 bar atau birama.

berikut contoh lagu keroncong adalah

• Kalimat ke 3 terdapat interlute secara instrumental sebanyak 2 bar sampai 4 berikut contoh lagu keroncong adalah. • Pada kalimat lag uke 4 selalu terdapat iringan • Alat musik ukulele memiliki peran sangat penting dan merupakan identitas musik keroncong • Untuk jenis lagu keroncong asli jumlah instrument terdiri dari 7 yaitu bass, cello, biola, seruling atau flute, gitar melodiukulele dan chak.

• Penggunaan harmoni sangat terbatas dan kurang mendapatkan kebebasan untuk mengendalikan inprovisasi. • Musik keroncong modern sedikit berbeda dengan keroncong asli. Perbedaannya adalah jenis instrument dan susunan iringannya. Namun bukan berbeda bentuk susunan lagunya. Sekarang ini musik keroncong lebih berkembang dengan musik modern keroncong.

Semua bebas mengaransemen lagu-lagu dengan instrument keroncong. 9 Unsur-Unsur dalam Musik dan Lagu Beserta Penjelasannya Contoh Lagu Keroncong Berikut ini adalah berikut contoh lagu keroncong adalah lagu keroncong antara lain: • Bengawan solo • Mawar Sekuntum • Kemesraan • Caping Gunung • Di Bawah Sinar Bulan Purnama • Bengawan Solo • Saputangan • Bunga Anggrek • Jembatan Merah • Sapu Tangan Tokoh Lagu Keroncong Berikut ini beberapa tokoh lagu keroncong antara lain: • Ismail Marzuki, Musisi Romantis • Gesang Martohartono, Lagu Mengalir Sampai Jauh • Anjar Any, Jangkrik Genggong • Waldjinah, Si Walang Kekek • Sundari Untinasih Soekotjo, Si Dewi Keroncong Dari Istana Baca Juga: UNSUR-UNSUR DASAR DALAM BERKARYA MUSIK PENGERTIAN TANGGA NADA - Diatonis, Pentatonis, Mayor, Minor Terima kasih banyak yaa sudah membaca artikel kami.

Semoga kalian mendapatkan apa yang kalian cari pada artikel ini. Salam hangat dari penulis Pelajarindo.com. Jika artikel kami sangat membantu kalian kami merasa senang sekali. Mari kita lebih giat lagi belajar agar kita mendapatkan apa yang kita mau.

Terdapat kolom komentar di bawah, kalian dapat bertanya, memberi respon terkait artikel ini, dan bisa juga memberikan saran bagi penulis kami. Thank you so much, see you next artikel. Tulisan Terbaru • CARA DOWNLOAD DRAMA KOREA + SUBTITLE INDO • Pantun Malam Minggu • Pantun Selamat Berbuka Puasa • 30+ ANIME 3D TERBAIK, TAMPAK SEPERTI ASLINYA • Pantun Hari Raya Idul Fitri • Pantun Selamat Malam • Pantun Motivasi Hidup • Situs Freelancer Indonesia • Pantun Motivasi Sukses • Pantun Motivasi Kerja Keroncong adalah jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik dawai, suling, dan vokal.

Asal usul [sunting - sunting sumber ] Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Berikut contoh lagu keroncong adalah. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai.

Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya grup musik Beatles dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang).

Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang. Fado, Gereja Protestan dan Musik Keroncong [sunting - sunting sumber ] Musik Keroncong [1] masuk ke Republic of indonesia sekitar tahun 1512, yaitu pada waktu ekspedisi Portugis pimpinan Afonso de Albuquerque datang ke Malaka dan Maluku tahun 1512.

Tentu saja para pelaut Portugis membawa lagu jenis Fado, yaitu lagu rakyat Portugis bernada Arab (tangga nada minor, karena orang Moor Arab pernah menjajah Portugis/Spanyol tahun 711 – 1492. Lagu jenis Fado masih ada di Amerika Latin (bekas jajahan Spanyol), seperti yang dinyanyikan Trio Los Panchos atau Los Paraguayos, atau juga lagu di Sumatra Barat (budaya Arab) seperti Ayam Den Lapeh. Pada tahun 1661, administrasi VOC membebaskan tawanan Portugis dan budak asal Goa (India) di Kampung Tugu dengan syarat mereka harus pindah agama dari Katolik menjadi Protestan, sehingga kebiasaan menyanyikan lagu Fado menjadi harus bernyanyi seperti dalam Gereja Protestan, yang pada tangga zippo mayor.

Selanjutnya pada tahun 1880 Musik Keroncong lahir, dan awal ini Musik Keroncong juga dipengaruhi lagu Hawai yang dalam tangga nada mayor, yang juga berkembang pesat di Indonesia bersamaan dengan Musik Keroncong (lihat Musik Suku Ambon atau The Hawaian Seniors pimpinan Jenderal Polisi Hugeng). Alat-alat musik [sunting - sunting sumber ] Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo.

Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set up orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Dki jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang Jawa.

Pem-“pribumi”-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti • sitar India • rebab • suling bambu • gendang, kenong, dan saron sebagai satu prepare gamelan • gong. Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup • berikut contoh lagu keroncong adalah cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah Yard, B, dan E; sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong – crong sehingga disebut keroncong (ditemukan tahun 1879 di Hawai, dan merupakan awal tonggak mulainya musik keroncong) • ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B.

Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga goose egg C, cak bermain pada tangga zilch F (dikenal dengan sebutan in F); • gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi); • biola (menggantikan Rebab); sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang; • flute (mengantikan Suling Bambu), pada Era Tempo Doeloe memakai Suling Albert (suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah, contoh orkes Lief Coffee), sedangkan pada Era Keroncong Abadi telah memakai Suling Bohm (suling metallic semua dengan klep, suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah, contoh flutis Sunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Djakarta); • selo; betot menggantikan kendang, juga tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600, hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato; • kontrabas (menggantikan Gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600 membuatnya; Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas.

Berikut contoh lagu keroncong adalah yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong. Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ tunggal serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong (di pentas pesta organ tunggal yang serba bisa master keroncong, dangdut, rock, polka, mars).

Jenis keroncong [sunting - sunting sumber ] Musik keroncong lebih condong pada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi. Perkembangan musik keroncong masa kini [sunting - sunting sumber ] Setelah mengalami evolusi yang panjang sejak kedatangan orang Portugis di Indonesia (1522) dan permukiman para budak di daerah Kampung Tugu tahun 1661, [two] [iii] dan ini merupakan masa evolusi awal musik keroncong yang panjang (1661-1880), hampir dua abad lamanya, namun belum memperlihatkan identitas keroncong yang sebenarnya dengan suara crong-crong-crong, sehingga boleh dikatakan musik keroncong belum lahir tahun 1661-1880.

Dan akhirnya musik keroncong mengalami masa evolusi pendek terakhir sejak tahun 1880 hingga kini, dengan tiga tahap perkembangan terakhir yang sudah berlangsung dan satu perkiraan perkembangan baru (keroncong millenium). Tonggak awal adalah pada tahun 1879, [4] di saat penemuan ukulele di Hawai [v] yang segera menjadi alat musik utama dalam keroncong (suara ukulele: crong-crong-crong), sedangkan awal keroncong millenium sudah ada tanda-tandanya, namun belum berkembang (Bondan Prakoso).

Empat tahap masa perkembangan tersebut adalah [half-dozen] (a) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920), (b) Masa keroncong abadi (1920-1960), dan (c) Masa keroncong mod (1960-2000), serta (d) Masa keroncong millenium (2000-kini) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920) [sunting - sunting sumber ] Ukulele ditemukan pada tahun 1879 di Hawaii, sehingga diperkirakan pada tahun berikutnya Keroncong baru menjelma pada tahun 1880, di daerah Tugu kemudian menyebar ke selatan daerah Kemayoran dan Gambir (lihat ada lagu Kemayoran dan Pasar Gambir, sekitar tahun 1913).

Komedie Stamboel 1891-1903 lahir di Kota Pelabuhan Surabaya tahun 1891, berupa Pentas Gaya Instanbul, yang mengadakan pertunjukan keliling di Hindia Belanda, Singapura, dan Malaya lewat jalur kereta api maupun kapal api. Pada umumnya pertunjukan meliputi Cerita 1001 Malam (Arab) dan Cerita Eropa (Opera maupun Rakyat), termasuk Hikayat India dan Persia.

Sebagai selingan, antar adegan maupun pembukaan, diperdengarkan musik mars, polka, gambus, dan keroncong. Khusus musik keroncong dikenal pada waktu itu Stambul I, Stambul II, dan Stambul 3.

Pada waktu itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar meter 120 untuk satu ketuk seperempat nada), di mana Berikut contoh lagu keroncong adalah Kampung Tugu maupun Kusbini menyebut sebagai Keroncong Berikut contoh lagu keroncong adalah, sedangkan Gesang menyebut sebagai Keroncong Cepat, dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi.

Pada masa ini dikenal para musisi Indo, dan pemain biola legendaris adalah Thousand. Sagi (perhatikan rekaman Idris Sardi main biola lagu Stambul II Jali-jali berdasarkan aransemen dari M. Sagi). Seperti diketahui bahwa panjang lagu stambul adalah xvi birama, yang terdiri atas: Stambul I [sunting - sunting sumber ] Lagu ini misalnya Terang Bulan, Potong Padi, Nina Bobo, Sarinande, O Ina Ni Keke, Bolelebo, dll. dengan struktur bentuk A – B – A – B atau A – B – C – D (sixteen birama): Stambul Ii [sunting - sunting sumber ] Lagu ini misalnya Si Jampang, Jali-Jali, di mana masuk pada Akord IV sebagai ciri Stambul II dengan struktur A – B – A – C (16 birama): • -I.

. -IV,, - (tanda. artinya tacet) •,,,, - V7, -I,, - •,,,,,, -V7,, - •,,,,,, -I,, -- Stambul III [sunting - sunting sumber ] Lagu ini misalnya Kemayoran, di mana mirip dengan Keroncong A sli sehingga sering salah diucapkan dengan Kr.

Kemayoran, yang seharusnya Stambul III Kemayoran, dengan struktur Prelude – A – Interlude – B – C (16 birama): • Pr-I,,,, - Prelude 2 birama • A1-,,,, - • A2-Two#,,-V7,, - Modulasi ii birama • In-,, -IV,, - Interlude 2 birama • B1-,, -I,, - • B2-V7,, -I,, - berikut contoh lagu keroncong adalah C1-,,,, - • C2-V7,, -I,, -- Musiq Losquin Makassar: Dari periode tempo doeloe ini lahir pula di Makassar bentuk keroncong berikut contoh lagu keroncong adalah yang dikenal sebagai musiq losquin’.

Irama keroncong ini, tanpa seruling-biola-cello, tetapi dengan melodi guitar yang kental, mirip seperti gaya Tjoh de Fretes dari Ambon. Kalau kita hubungkan kesemua ini, maka ada garis kesamaan dengan Orkes Keroncong Cafrino Tugu (Kr. Pasar Gambir) – Orkes Keroncong Lief Java (Kr. Kali Brantas) – Losquin – Orkes Hawaian Tjoh de Fretes (Pulau Ambon), yaitu gaya era tempo doeloe dengan irama yang cepat sudah dengan kendangan cello dan dengan guitar melodi yang kental.

Masa keroncong abadi (1920-1960) [sunting - sunting sumber ] Pada masa ini panjang lagu telah berubah menjadi 32 birama, akibat pengaruh musik pop Amerika yang melanda lantai dansa Hotel2 di Indonesia pada waktu itu, dengan musisi didominasi dari Filipina (spt Pablo, Sambayon, dll), dan berakibat juga lagu pada waktu itu telah 32 birama juga, perhatikan lagu Republic of indonesia Raya (diciptakan tahun 1924) pada waktu itu juga sudah 32 birama.

Selanjutnya pusat perkembangan beralih ke timur mengikuti jaringan kereta api melalui Solo dan iramanya juga lebih lamban (sekitar eighty untuk seperempat nada) dengan kendangan cello mirip kendangan gamelan, dan permainan gitar melodi mirip alunan siter musik gamelan yang kontrapuntis.

Masa ini lahir para musisi Solo, seperti Gesang dan penyanyi legendaris Annie Landouw. Lagu Keroncong Abadi terdiri atas: Langgam Keroncong, Stambul Keroncong, dan Keroncong Asli. Langgam Keroncong [sunting - sunting sumber ] Bentuk lagu langgam ada dua versi.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Yang pertama A – A – B – A dengan pengulangan dari bagian A kedua seperti lagu standar pop: Verse A – Poesy A – Bridge B – Verse A, panjang 32 birama. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan.

Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur akord-nya sebagai berikut: • Verse A - V7,, -I,, - IV, V7, - I,, - I,, - V7,, - V7,, - I,, - • Verse A -V7,, - I,, - Iv, V7, - I,, - I,, - V7,, - V7,, - I,, - • Span B -I7,, -Iv,, - 4, 5, - I,, - I,, - Two#,, - 2#,, - V,,- • Verse A -V7,, -I,, - 4, V7, - I,, - I,, - V7,, - V7,, - I,, - Stambul Keroncong [sunting - sunting sumber ] Stambul Keroncong berbentuk (A-B-A-B’) x 2 = sixteen birama x ii = 32 birama, merupakan modifikasi Stambul 2 yang 16 birama menjadi 32 birama (menyesuaikan standar Keroncong Abadi yang 32 birama).

Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-nineteen hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama “stambul” diambil dari Istambul di Turki. Alur akord Stambul Keroncong adalah sbb.

(tanda – adalah tacet atau iringan tidak dibunyikan): • -I – – – - berikut contoh lagu keroncong adalah – – – - – – – – -IV,, - dibuka dg broken chord I utk mencari nada • -IV,, -Iv,, -4, V,-I,, - • -I,, -I,, -I,, -V,, - • -V,, -V,, -V,, -I,, - • -I,, -I,, -I,, -Iv,, - 16 birama ini pengulangan dari xvi birama pertama atau sama • -Iv,, -IV,, -Iv, V, -I,, - • -I,, -I,, -I,, -V,, - • -V,, -V,, -V,, -I,, - Keroncong Asli [sunting - sunting sumber ] Keroncong asli memiliki bentuk lagu A – B – B’.

Lagu terdiri atas viii baris, 8 baris x 4 birama = 32 birama, di mana dibuka dengan PRELUDE 4 birama yang dimainkan secara instrumental, kemudian disisipi INTERLUDE standar sebanyak 4 birama yang dimainkan secara instrumental juga.

Keroncong asli diawali oleh voorspel atau prelude, atau intro yang diambil dari baris vii (B3) mengarah ke nothing/akord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flut, biola, atau gitar; dan tussenspel atau interlude atau intermezzo di tengah-tengah setelah modulasi/modulatie/modulation yang standar untuk semua keroncong asli: Alur akordnya seperti tersusun di bawah ini: • Pr -5,, -I, I7, -IV, V7, -I,, - Prelude 4 birama diambil dari baris ke-vii (B3) • (A1) - I,, - I,, - V,, - V,, - • (A2) -II#,, - Two#,, - Five,, - Modulasi merupakan ciri keroncong asli sebanyak 4 birama • In -V,, - V,, - Five,, -Iv,, - Interlude iv birama untuk semua lagu menjadi standar • (B1) - IV,,- Four,,-V7,, - I,, - • (B2) -I,, - V7,, - V7,, - I, I7, - • (B3) -IV, V7, -I, I7, - Iv, V7, -I,, - • (B2) - I,, - V7,, - V7,,- I,, - Kadensa Keroncong Dalam Teori Musik Klasik dikenal berikut contoh lagu keroncong adalah (empat) jenis Kadensa, berikut contoh lagu keroncong adalah mana Kadensa adalah suatu rangkaian harmoni sebagai penutup pada akhir melodi atau di tengah kalimat, sehingga bisa menutup sempurna melodi tersebut atau setengah menutup (sementara) melodi tersebut.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Sedangkan Tierce de Picardy boleh dimasukan dalam Kadensa, dan pada Masa Keroncong Abadi tercipta satu Kadensa baru, disebut Kadensa Keroncong dengan rangkaian penutup I-I7-IV-V7-I. • Kadensa dengan rangkaian V7-I disebut sebagai Kadensa Sempurna, karena sempurna menutup rangkaian tersebut dan terasa berhenti sempurna. • Tetapi kalau akord X-V7 menjadi akhir rangaian, maka disebut Kadensa Tidak Sempurna atau Setengah Kadensa, misalnya rangkaian Super Tonik – Dominan Septim.

• Kalau rangkaian harmoni diakhiri pada 10-Half-dozen, maka disebut Kadensa Terputus, misalnya Doninan Septim – Submedian. • Dalam rangkaian IV-I disebut Kadensa Plagal, mempunyai sifat sendu seperti kalau kita mengucap “Amin” dalam salat. • Lagu kunci small ditutup pada kunci mayor, disebut Tierce de Piecardy, jadi sebenarnya bukan kadensa, namun biasanya dipakai dalam akhir lagu • Kadensa Keroncong, khusus dikembangkan dalam musik keroncong, yaitu rangkaian harmoni I7-4-V7-I Ismail Marzuki (1914-1958) Komponis Ismail Marzuki termasuk hidup dalam Era Keroncong Abadi, berikut contoh lagu keroncong adalah lagu-lagunya sangat modern pada zamannya, misalnya Berikut contoh lagu keroncong adalah Mata Bola ditulis dalam kunci minor sehingga dapat dinyanyikan dengan iringan keroncong seperti keroncong trounce (1958).

Gambang Keromong Gambang Keromong adalah salah satu gaya keroncong yang dikembangkan oleh Etnis Tionghoa (gambang adalah alat musik bilah kayu seperti marimba, sedangkan keromong adalah istilah lain dari kempul) yang dikembangkan sekitar tahun 1922 di Kemayoran Jakarta (tanjidor), namun kemudian berkembang di Semarang sekitar tahun 1949 (ingat lagu Gambang Semarang – Oey Yok Siang).

Sebenarnya Gambang Keromong yang lahir pada Masa Keroncong Abadi 1920-1960 adalah cikal bakal Campursari yang lahir pada Masa Keroncong Modern. Masa Keemasan (The Gilt Age). Pada tahun 1952, Radio Republik Republic of indonesia (RRI) menyelenggarakan perlombaan Bintang Radio dengan three jenis, Keroncong, Hiburan dan Seriosa. Di sanmping itu juga dilombakan mencipta lagu keroncong, salah satu pememnag adalah Musisi Kusbini dengan lagu Keroncong Pastoral. Pada masa akhir dari Keroncong Abadi (1920-1960) ini merupakan Masa Keemasan (Golden Age) bagi musik keroncong.

Masa keroncong mod (1960-2000) [sunting - sunting sumber ] Perkembangan keroncong masih di daerah Solo dan sekitarnya, namun muncul berbagai gaya baru yang berbeda dengan Masa Keroncong Abadi (termasuk musisinya), dan merupakan pembaruan sesuai dengan lingkungannya. Mulai Masa keroncong mod (1960-2000) semua aturan baku (pakem) Musik Keroncong tidak berlaku, karena mengikuti aturan baku (pakem) Musik Pop yang berlaku universal, misalnya tangga nada pocket-sized, moda pentatonis Jawa/Cina, rangkaian harmoni diatonik dan kromatik, akord disonan, sifat politonal atau atonal (pada campursari), tidak megenal lagi pakem bentuk keroncong asli atau stambul, ada irama nuansa dangdut (congdut), mulai tahun 1998 musik rap mulai masuk (Bondan Prakoso), dlsb.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Langgam Jawa [sunting - sunting sumber ] Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen berikut contoh lagu keroncong adalah membuka sebelum irama dimulai secara utuh.

Tahun 1968 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari. Umumnya mempunyai struktur lagu popular yaitu A – A – B – A atau juga A – B – C – D dangan jumlah 32 birama. Lagu Langgam Jawa yang terkenal pada tahun 1958 adalah ciptaan Anjar Whatever (1936-2008): Yen Ing Tawang Ana Lintang (Tawang dalam Bahasa Jawa berarti: awang-awang, langit, dan makna lain nama suatu desa di Magetan, Kalau di Langit Ada Bintang).

Langgam Jawa menjadi terkenal oleh Waljinah yang pernah sebagai juara tingkat sekolah SMP di RRI Solo tahun 1958. Keroncong Vanquish [sunting - sunting sumber ] Dimulai oleh Yayasan Tetap Segar pimpinan Rudi Pirngadie, di Jakarta pada tahun 1959 dan bisa mengiringi lagu barat popular (mau melangkah lebih bersifat universal).

Pada waktu itu Idris Sardi ikut tur ke New York World’s Fair Amerika Serikat dengan biola tahun 1964 dengan maksud mau memperkenalkan lagu pop barat ( I left my heart in San Fransico, pada waktu itu tahun 1964 lagu ini merupakan salah satu striking di dunia) dengan iringan berikut contoh lagu keroncong adalah beat, namun dia kena denda melanggar hak cipta akibat tanpa izin.

Dengan Keroncong Shell maka berbagai lagu (bukan dengan rangkaian harmoni keroncong, termsuk kunci Minor) dapat dinyanyikan seperti La Paloma, Monalisa, Widuri, Mawar Berduri, dll.

Campur Sari [sunting - sunting sumber ] Di Gunung Kidul (DI Yogyakarta) pada tahun 1968 Manthous memperkenalkan gabungan alat gamelan dan musik keroncong, yang kemudian dikenal sebagai Campursari.

Kini daerah Yogya, Solo, Sragen, Ngawi, dan sekitarnya, terkenal sebagai pusat para artis musik campursari. Keroncong Koes-Plus [sunting - sunting sumber ] Koes Plus dikenal sebagai perintis musik rock di Indonesia, pada sekitar tahun 1974 juga berjasa dalam musik keroncong yang rock. Keroncong Pertemuan adalah Keroncong Koes Plus dengan struktur bentuk campuran (dalam bahasa Belanda disebut Meng-vorm atau Inggris Combine form) antara Stambul II dan langgam Keroncong.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Keroncong Dangdut (Congdut) [sunting - sunting sumber ] Keroncong dangdut (Congdut) adalah jawaban atas derasnya pengaruh musik dangdut dalam musik populer di Indonesia sejak 1980-an. Seiring dengan menguatnya campur sari di pentas musik populer etnis Jawa, sejumlah musisi, konon dimulai dari Surakarta, memasukkan unsur vanquish dangdut ke dalam lagu-lagu langgam Jawa klasik maupun baru. Didi Kempot adalah tokoh utama gerakan pembaruan ini. Lagu-lagu yang terkenal antara lain Stasiun Balapan, Sewu Kuto.

Masa Kejayaan Musik Keroncong. Pada Masa Keroncong Modernistic adalah Masa Kejayaan Musik Keroncong, di mana terdengar di mana-mana musik Langgam Jawa, Keroncong Beat, Campursari, koes Plus dan terakhir dengan Congdut dari Didi Kempot, hingga ke Suriname dan Belanda (1997-2008).

Rupa-rupanya ini merupakan puncak kejayaan Musik Keroncong, sehingga Gesang khawatir bahwa Keroncong Akan Mati (2008, ucapan dia sebelum wafat).

Masa keroncong millenium (2000-kini) [sunting - sunting sumber ] Walaupun musik keroncong pada era millenium (tahun 2000-an) belum menjadi bagian dari industri musik popular Indonesia, tetapi beberapa pihak masih mengapresiasi musik keroncong.

Kelompok musik Keroncong Merah Putih, [7] kelompok keroncong berbasis Bandung masih cukup aktif melakukan pertunjukan. Selain itu, Bondan Prakoso dan grupnya Bondan Prakoso & Fade 2 Black, menciptakan komposisi berjudul “Keroncong Protol” yang berhasil memadukan musik gaya rap dengan musik latar belakang irama keroncong.

Pada tahun 2008 @ Solo International Keroncong Festival, Harmony Chinese Music Group membuat suasana lain dengan memasukan unsur alat musik tradisional Tionghoa dan menamainya sebagai Keroncong Mandarin. [8] Congrock 17 menggabungkan dan memadukan musik rok dan musik keroncong.

[9] Tokoh keroncong [sunting - sunting sumber ] Salah satu tokoh Indonesia yang memiliki kontribusi cukup besar dalam membesarkan musik keroncong adalah bapak Gesang. Lelaki asal kota Surakarta (Solo) ini bahkan mendapatkan santunan setiap tahun dari pemerintah Jepang karena berhasil memperkenalkan musik keroncong di sana.

Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah lagu Bengawan Solo. Lantaran pengabdiannya itulah, oleh Gesang dijuluki “Buaya Keroncong” oleh insan keroncong Indonesia, sebutan untuk pakar musik keroncong. Gesang menyebut irama keroncong pada MASA STAMBUL (1880-1920), yang berkembang di Dki jakarta (Tugu, Kemayoran, dan Gambir) sebagai Keroncong Cepat; sedangkan setelah pusat perkembangan pindah ke Solo (MASA KERONCONG ABADI: 1920-1960) iramanya menjadi lebih lambat.

Asal muasal sebutan “Buaya Keroncong” untuk Gesang berkisar pada lagu ciptaannya, “Bengawan Solo”. Bengawan Solo adalah nama sungai yang berada di wilayah Surakarta.

Seperti diketahui, buaya memiliki habitat di rawa dan sungai. Reptil terbesar itu di habitanya nyaris tak terkalahkan, karena menjadi pemangsa yang ganas. Pengandaian semacam itulah yang mendasari mengapa Gesang disebut sebagai “Buaya Keroncong”. Di sisi lain nama Andjar Any (Solo, pencipta Langgam Jawa lebih dari 2000 lagu yang meninggal tahun 2008) juga mempunyai andil dalam keroncong untuk Langgam Jawa beserta [[Waldjinah99 (Solo), sedangkan R.

Pirngadie (Dki jakarta) untuk Keroncong Shell, Manthous (Gunung Kidul, Yogyakarta) untuk Campursari dan Koes Plus (Solo/Jakarta) untuk Keroncong Rock, serta Didi Kempot (Solo) untuk Congdut. Publikasi Tentang Musik Keroncong [sunting - sunting sumber ] Masa Penolakan [sunting - sunting sumber berikut contoh lagu keroncong adalah Publikasi tentang musik Indonesia banyak dipublikasikan sejak awal abad ke-twenty.

[10] Diantaranya ada yang berbentuk tesis, disertasi, artikel, atau buku. [ten] Terbitan-terbitan ini biasanya dibuat oleh para musikolog asal Belanda. [10] Antara tahun 1900-1930 tercatat ada beberapa artikel di majalah ilmu pengetahuan atau majalah umum yang memuat pembahasan tentang musik tradisional Republic of indonesia.

[10] Misalnya “ Muziekale bechouwingen over’due south Poetra’s Javaansch muziekskschrift” (1917), “ De Soendanesche Angkloeng” (Biangca, 1938), “ Javaansche gending ‘southward bij land en bij seeling” (J.South. Brandt Buys, 1936), “ Omtrent de Rebab” (1939), “De Toonkunst bij de Madoera ” (1928), “Over Balische houten tromen, op wielen (koel-koel) ” (50.C. Heyting, 1926), “Si Datas, de Bataksche Beethoven ” (J. Koning, 1920), dan “Het Eiland Nias en zijne Bewoners: muziek instrumenttendans ” (1909).

[10] Majalah-majalah yang memuat artikel-artikel tersebut antara lain seperti Bijdragen tot de Taal Land en VolkekundeCultureel NieuwsIndieIndische GidsDe Taak Nederlandsch Indie Oud en Niewd’OrientDjawaTijdschrift van Bataviaasch Genootschappedan Indisch Comite voor Wetenschappelijk onder zoekingen Batavia: publicatie. [ten] Namun, paling tidak sampai pecahnya Perang Dunia Two, baru ada musikolog-musikolog yang membahas musik Keroncong.

[11] Alasannya antara lain adalah karena musik keroncong, sebelumnya, tidak dianggap sebagai musik asli Indonesia, tidak seperti musik-musik tradisional asli daerah Sunda, Jawa, Bali, Sumatera, dan Kepulauan Maluku.

[10] [11] Jenis musik ini dianggap sebagai musik bangsa peranakan Indo-Eropa yang tinggal di Indonesia. [11] Dalam kata lain musik ini disebut sebagai musik bastaard. [11] Musik yang diciptakan dengan perpaduan corak musik Eropa, Melayu, dan Polinesia. [eleven] Selain itu juga terdapat sentimen tersendiri terhadap masyarakat peranakan Indo-Eropa yang dianggap rendah derajatnya karena mewarisi perilaku buruk dari para pendahulunya. [11] Alasan kedua ialah karena keroncong dinilai sebagai musik hiburan yang memiliki citra tidak terhormat.

[11] Bersama dengan musik stambul, musik ini pernah dianggap sebagai seni murahan, vulgar, dan erat hubungannya dengan kemaksiaatan. [11] Seorang penulis dan sejarawan, Lumbang Tobing, mengutip salah satu pendapat musikolog Belanda yang menyatakan bahwa musik keroncong penuh dengan sentimen tidak sehat dan melankolis yang bisa mengakibatkan kemalasan. [11] Riwayat Publikasi [sunting - sunting sumber ] Diantara para penulis asing, nama-nama seperti De Haan, Manusama, dan Piegaud dikenal sebagai penulis asing yang pernah membahas musik Keroncong.

[12] Sebagai pelopor, Manusama menuangkan pandangannya terkait musik ini melalui terbitan buku berjudul “ Kerontjong als muziek instrument als melodie en als gezang (Keroncong: sebagai waditra musik, sebagai melodi, dan sebagai nyanyian)” pada tahun 1919. [12] Di buku ini ia membahas tentang asal-usul musik Keroncong dan juga Stambul. [12] Manusama memandang bahhwa musik ini merupakan jenis musik yang populer dan hidup subur di Pulau Jawa. [12] Ia juga menuangkan pandangannya bahwa musik ini memiliki mutu yang tinggi, keindahan, dan serasi dengan suasana belahan dunia Timur.

[12] Pigeaud melalui artikelnya, “ Over Den Huidigen Stand up van De Toonel en Danskunts an de Muziek Beoveningen op Java” (Djawa, 1932) pernah secara singkat membahas jeni musik ini.

[12] Melalui buku “ Oud Batavia” (1923), De Haan membahas musik Keroncong dengan lebih luas, misalnya bagaimana perubahannya dari jenis aslinya yang dibawa dari Portugis hingga menjelma sebagai Keroncong, Stambul, dan Irama Melayu. [12] Hal-hal yang kurang dibahas oleh terbitan-terbitan ini ialah para pelaku musik Keroncong pada masa itu, seperti penyanyi, pencipta lagu, dan perkumpulan-perkumpulan orkesnya.

[12] Pada tahun 1940 buku berjudul “Djempolan Radio” terbit. [13] Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Kabe Yogyakarta ini menuliskan juga riwayat para seniman yang namanya lekat dengan musik Keroncong, misalnya Miss Netty, Miss Sulami, Miss Rukiah, Kartolo, Miss Titing, Miss Annie Landouw, juga grup orkes Keroncong bernama Lief Coffee. [13] Selain itu, ada pula jenis terbitan yang memuat lirik dan partitur nyanyian lagu-lagu Keroncong dan Stambul.

[14] Buku berjudul “Buku penoentoen ja’itoe jang terpakai akan njanjian peroenga dan moeriskoe dari anak bestari” karangan H. Krafft yang terbit pada tahun 1893 diperkirakan sebagai terbitan bermuatan lagu paling tua.

[14] Kemudian ada pula buku “TTH’due south Kerontjong dan Stamboel Anthology” (1927) terbitan Toko “Tio Tek Hong”. Buku yang teridri dari 8 jilid ini memuat 35 lagu keroncong dan stambul lama serta baru di jilid 1-four.

[xiv] Lalu, “Lagoe-Lagoe Fur Piano componirt von Paul J. Seelig” (tahun tidak diketahui) memuat half-dozen buah lagu hiburan, yaitu “Stamboel”, “Rangoe-rangoe”, “Glatik Nineer”, “Lagoe Parsie”, “Abdoelmoeloek”, dan “Sipat Mo”.

[xiv] Terakhir, “ Verzameling van diverse krontjong liederen” yang diterbitkan oleh Musik Handel Naesens & Co Tujungan Surabaya memuat lagu Keroncong daerah seperti “Kole-kole”, “O Ina Ni Keke”, “Patokaan”, “Hura Cincin”, “Sayang Kane”, serta 2 lagu Portugis yakni “Terang Bulan” dan “Nina Bobo”.

[14] Selain itu, setidaknya dari tahun 1970-an hingga setelah tahun 2000, tercatat beberapa buku penelitan tentang musik Keroncong. [14] Penelitian-penelitian ini dilaksanakan baik oleh peneliti asing maupun lokal. [14] Buku-buku dari peneliti asing antara lain adalah “In Defence of Keroncong” (Bronia Kornhaurser, 1978), Keroncong and Tanjidor – Ii Cases of Urban Folk Music in Jakarta (Ernst Heins, 1975), dan Keroncong Indonesian Populer Music (Judith Becker, 1975).

[14] Kontribusi peneliti lokal dapat dilihat dengan terbitnya buku seperti Disemisansi Musik Barat di Timur (Triyono Bramantyo, 2004) dan Bunga Angin Portugis di Nusantara (Paramita R. Abdurachman, 2008). [14] Referensi [sunting - sunting sumber ] • ^ Sunaryo Joyopuspito, MUSIK KERONCONG: Suatu Analisis Berdasarkan Teori Musik, Bina Musik Remaja – Djakarta 2006.

• ^ Masyarakat Toegoe, komunitas keturunan Portugis di pinggiran Jakarta http://www.krontjongtoegoe.com/ Diarsipkan 2010-02-07 di Wayback Automobile. • ^ Prof. Victor Ganap, “KERONTJONG TOEGOE”, ISI Yogyakarta 2011 • ^ “Ukulele History” http://www.sheetmusicdigital.com/ukulelehistory.asp Diarsipkan 2006-10-25 di Wayback Machine.

• ^ “A Lilliputian history of Ukulele” http://world wide web.geocities.com/~ukulele/history.html • ^ Sunaryo Joyopuspito, Ibid • ^ “Dies Emas ITB: Keroncong Merah Putih, Bukan Hanya untuk Orangtua”. Berita Institut Teknologi Bandung. Diakses tanggal 2010-12-14. • ^ (Republic of indonesia) Kompas, “Bengawan Solo” dalam Musik Tradisional China”

Djiwa Manis Indoeng Disajang. Bandung: Kiblat Buku Utama. hlm. xiii. ISBN 978-979-8004-06-iii. • ^ a b c d eastward f g h i Suadi, Haryadi (November 2017). Djiwa Manis Indoeng Disajang. Bandung: Kiblat Buku Utama. hlm. xiv. ISBN 978-979-8004-06-3. • ^ a b c d e f yard h Suadi, Haryadi (November 2017). Djiwa Manis Indoeng Disajang. Bandung: Kiblat Buku Utama.

hlm. 15. ISBN 978-979-8004-06-3. • ^ a b Suadi, Haryadi (Nov 2017). Djiwa Manis Indoeng Disajang. Bandung: Kiblat Buku Utama. hlm. sixteen. ISBN 978-979-8004-06-iii. • ^ a b c d e f g h i Suadi, Haryadi (November 2017). Djiwa Manis Indoeng Disajang. Bandung: Kiblat Buku Utama. hlm. 17. ISBN 978-979-8004-06-3. Pranala luar [sunting - sunting sumber ] • (Republic of indonesia) Situs web artikel sejarah keroncong • (Indonesia) Maestro Keroncong dari Solo • (Indonesia) Budaya Berikut contoh lagu keroncong adalah, Eksotisme Aset Wisata Tersembunyi Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Auto.

• (Indonesia) Forum tentang keroncong di BengkelMusik.com Berikut Ini Yang Merupakan Lagu Keroncong Adalah Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Keroncong Terbaru • How to Hack Cctv Camera Using Cmd Pdf • Lingkungan Ternak Ayam Cocok Gak Buat Rumah Tinggal • Cara Membuat Hiasan Pintu Kamar Dari Kardus • Seluk Beluk Usaha Bisnis Ternak Lobster • Panduan Ht Baofeng Uv 82 Bahasa Indonesia • Jelaskan Cara Mengubah Interval Nada D Mayor • Pembagian Kerja Dan Beban Kerja Di Perusahaan Peternakan • Cara Pasang Twrp Redmi Note 7 Tanpa Pc • Berikut Ini Cara Memperkecil Resiko Resiko Usaha Adalah Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
• Bengawan Solo • Jembatan Merah • Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima) • Caping Gunung • Ali-ali • Andheng-andheng • Luntur • Dongengan • Saputangan • Dunia Berdamai • Berikut contoh lagu keroncong adalah Piatu • Nusul • Nawala • Roda Dunia • Tembok Besar • Seto Ohashi • Pandanwangi • Impenku • Kalung Mutiara • Pemuda Dewasa • Borobudur • Tirtonadi • Sandhang Pangan • Kacu-kacu
MENU • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Geografi • Sosiologi • Sejarah • Bahasa • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Matematika • Pkn • Kejuruan • Akuntansi • Komputer • Teknik Gambar Bangun • S1 • Akuntansi • Hukum • Kesenian • Bisnis • Manajemen • Sistem Informasi • Kesehatan • Contac Us • About Us • Privacy Policy • Terms Of Service • Sitemap • Disclaimer • Dalam dunia permusikan di Indonesia, kita mengenal jenis musik yaitu Musik Keroncong.

Musik ini memang tidak begitu terkenal atau populer dibandingkan dengan musik dangdut atau pop. Namun dalam perjalanannya, saat ini mulai naik kembali tren orang melantunkan lagu-lagu dengan iringan musik keroncong. Apa sebenarnya musik keroncong itu? Bagaimana sejarah dan jenis-jenisnya serta siapa saja tokohnya?

Di artikel berikut ini kami akan mengulas secara lengkap tentang Musik Keroncong dengan pembahasan ringan dan mudah dipahami. Untuk itu simak secara seksama artikel dibawah ini. Pengertian Musik Keroncong Dalam Wikiedia, Musik Keroncong adalah jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik dawai, flute dan vokal. Definisi keroncong lainnya yaitu aliran musik di Indonesia yang mencampurkan antara musik daerah dan musik kolonial dari masa Portugis dan Belanda.

Keroncong mempunyai tanda dengan pemakaian alat musik ukulele (gitar kecil), gitar, biola, piano dan seruling. Jenis Musik Keroncong Musik keroncong mengarah kepada proses akord dan jenis alat yang dipakainya. Dari pertengahan abad ke-20 sudah diketahui sedikitnya tiga jenis keroncong yang bisa dikenali dari pola progresi akordnya. Untuk orang yang bermain musik yang sudah tahu alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong tidak begitu kesulitan, karena cukup menyesuaikan dengan pola yang ada.

Improvisasi dilakukan dengan tetap konsisten dengan pola itu. Selain itu juga ada bentuk-bentuk campuran dan juga adaptasi. Sejarah Asal-Usul Keroncong musik keroncong Musik keroncong atau disebut juga dengan keroncong berasal dari jenis musik negara Portugis yang disebut dengan “Fado”.

Fado sendiri dikenalkan oleh kalangan pelaut dan budak kapal niaga sekitar abad ke-16 ke Nusantara. Musik ini masuk pertama kali di Malaka dan dimainkan oleh para budak dari Maluku. Karena pengaruh Portugis ketika itu melemah di abad ke-17, namun tidak membuat musik keroncong ini hilang. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut “Keroncong Tugu”. Seiring waktu berikut contoh lagu keroncong adalah, masuk beberapa unsur tradisional Nusantara, seperti adanya pemakaian alat musik Seruling dan juga perangkat Gamelan.

Loading. Sekitar abad ke-19 bentuk musik yang hasil campuran ini telah terkenal di banyak daerah di Nusantara, hingga sampai ke Semenanjung Malaya. Lalu berlanjut ke tahun 1960-an musik ini berikut contoh lagu keroncong adalah masa keeamasan, lalu meredup karena masuk jenis musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan terus berjayanya grup musik Beatles dan semacamnya dari tahun 1961 sampai sekarang.

Walaupun musik jenis lain terus muncul, musik keroncong tetap dimainkan dan dinikmati masyarakat Indonesia dan Malaysia sampai sekarang. Alat Musik Keroncong Saat ini Keroncong menggunakan alat musik yang meliputi: • Ukulele cuk, yang memiliki dawai 3 bahan nilon. Merupakan alat musik paling penting yang mengeluarkan suara crong-crong sehingga disebut dengan keroncong.

• Ukulele cak, yang memiliki dawai 4 bahan baja. • Gitar akustik yang menggantikan gitar melodi, cara memaikannya dengan gaya kontrapuntis (anti melodi).

• Biola (Pengganti Rebab). • Flute (pengganti Suling bambu). • Selo, betot menggantikan kendang. • Kontrabas (pengganti Gong). Dalam musik keroncong, agar irama tetap terjaga maka ada pada ukulele dan bas. Gitar yang dimainkan secara kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berperan untuk menuntun melodi, dan juga sebagai ornamen bawah. Sedangkan fluit mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.

Perkembangan teknologi saat ini dapat menggabungkan bentuk keroncong dengan musik populer yang memakai Organ Tunggal yang serba bisa memainkan keroncong, dangdut, rock, polka dan mars. Tokoh Keroncong Indonesia • Gesang dengan lagu yang terkenal yaitu Bengawan Solo • Waldjinah • Hetty Koes Endang • Andjar Any • Manthous • R. Pirngadie Contoh Musik Keroncong • Bengawan Solo • Dewi Murni • Di Bawah Sinar Bulan Purnama • Kota Solo • Jembatan Merah • Dinda Bestari • Sapu Tangan • Mengapa Kau Menangis • Bunga Sakura • Aryati • Bandar Jakarta • Kr.

Telomoyo • Sapu Lidi • Lambaian Bunga • Mengapa Harus Jumpa • Hasrat Menyala • Kr. Air Mata Berlinang • Kr. Rindu Malam Perkembangan Musik Keroncong • Masa keroncong tempo dulu (tahun 1880 hingga 1920) • Masa keroncong abad i (tahun 1920 hingga 1960 • Masa keroncong modern (1960 hingga 2000) • Masa keroncong millenium (tahun 2000 hingga sekarang)Daftar isi • Berikut contoh lagu keroncong adalah Musik Keroncong • Alat-Alat Musik Keroncong • Ukulele • Gitar Akustik • Biola • Flute • Cello • Kontrabass berikut contoh lagu keroncong adalah Bentuk dan Ciri-Ciri Musik Keroncong • Keroncong Asli • Langgam • Stambul • Lagu Ekstra • Contoh Musik Keroncong Pengertian Musik Keroncong Awalnya musik Keroncong berawal dari musik yang dimainkan para Budak dan Opsir Portugis dari daratan India serta Maluku.

Moresco disebut sebagai bentuk awal dari musik ini. Keroncong mulai ada di Pulau Jawa pada abad ke-16, pada saat itu Portugis mulai bertapak di Asia Tenggara dan alat musik Gamelan sangat disukai di Pulau Jawa, sehingga alat-alat musik barat pun juga ikut memainkan lagu daerah seperti Gamelan. Pada abad ke-19, musik Keroncong ini mulai sempurna dan berubah seiring perkembangan zaman. Bentuk Melodi dan pada permainan musik keroncong juga hampir mempunyai kesamaan dengan pola tabuhan Gamelan. Alat yang digunakan pada alat musik Keroncong lebih luas.

Baca Juga : Pengertian Musik Blues Alat-Alat Musik Keroncong Ukulele Ukulele merupakan salah satu alat musik Keroncong, namun Ukulele terbagi menjadi 2, yaitu: Ukulele “Cuk” Dengan 3 jumlah dawai nilon dan urutan nada nya G-B-E, dan alat inilah yang utama dan menyuarakan “crong” dan disebut Keroncong.

Alat ini ditemukan di Hawai 1879 yang merupakan awal tonggaknya musik Keroncong. Ukulele “Cak” Dengan 4 jumlah dawai baja, dengan urutan nadanya A, D, F#, dan B. Ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F. Gitar Akustik Gitar Akustik berperan sebagai gitar melodi. Biola Dengan 4 jumlah senar dengan urutan nada G-D-A-E. Dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600, bentuk dari Biola tidak pernah mengalami perubahan model hingga sekarang ini.

Flute Flute disini dibedakan menjadi 2 jenis berdasarkan pada zamannya, yaitu: Flute Suling Albert Suling Albert dipakai pada era Keroncong atau Tempoe Doele. Ciri-ciri dari Suling ini adalah Suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah, digunakan pada Orkes Lief Java Flute Suling Bhom Suling Bhom dipakai pada era Keroncong abadi.

Ciri-ciri dari Suling ini adalah Suling Metal terbuat dari logam atau besi semua dengan klep, menghasilkan suara yang lebih halus dengan Ornament nada yang indah. Cello Betot menggantikan posisi Kendhang, bentuk Cello tidak pernah mengalami perubahan sama seperti Biola, dibuat alami oleh Amati dan Stravirdaus dari Cremona Itali 1600. Hanya saja dalam keroncong dimainkan secara dipetik atau Pizzicato. Kontrabass Kontrabass digunakan untuk mengganti Gong.

Baca Juga : Pengertian Musik Pop Bentuk dan Ciri-Ciri Musik Keroncong Adapun ciri-ciri dari musik Keroncong adalah sebagai berikut. Keroncong Asli • Jumlah Birama: 28 Birama, tanpa Coda dan Intro • Tanda Masa: 4/4 • Bentuk Kalimat: A-B-C, dinyanyikan sebanyak 2 kali • Menggunakan Ukulele • Kurang leluasa untuk berimprovisasi dan Harmoni terbatas • Kalimat lagu ke-4 mendapatkan iringan • Ada perbedaan dari Keroncong Asli dengan Keroncong Modern yaitu susunan iringan dan penggunaan jenis Instrumen Langgam • Jumlah Birama: 32 Birama, tanpa Coda dan Intro • Tanda Masa: 4/4 • Bentuk Kalimat: A-A-B-A • Biasanya lagu dibawakan 2 kali, ulangan kedua setelah instrumental bagian kalimat A dan Vocal masuk bagian Chorus atau bagian B dan bagian A • Moderato adalah tempo yang selalu digunakan • Dalam mengiringi lagu, Peralatan musik Ukulele kurang begitu menonjol Stambul • Stambul I • Jumlah Birama: 16 Birama • Tanda Masa: 4/4 • Bentuk Kalimat: A-B • Stambul II • Jumlah Birama: 2×16 Birama • Tanda Masa: 4/4 • Bentuk Kalimat: A-B Lagu Ekstra • Bentuknya menyimpang dari 3 jenis Keroncong tadi • Dipengaruhi oleh bentuk lagu Tradisional • Sifatnya riang gembira, merayu, jenaka Baca Juga : Pengertian Musik Ansambel Contoh Musik Keroncong • Sundari Sukotjo – Bengawan Solo • Mus Mulyadi – Dewi Murni • Sundari Sukotjo – Di Bawah Sinar Bulan Purnama • Mus Mulyadi – Kota Solo • Mus Mulyadi – Dinda Besatri • Sundari Sukotjo – Jembatan Merah Demikianlah pembahasan mengenai pengertian, alat musik, ciri-ciri beserta sejarah singkat dari Musik Keroncong.

berikut contoh lagu keroncong adalah

Semoga bermanfaat. Felderfans.com

Gesang - Kumpulan Lagu Keroncong Legendaris (KERONCONG ASLI)




2022 www.videocon.com