Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks REPUBLIKA.CO.ID, Persia merupakan salah satu elemen peradaban Timur yang berlokasi di Iran sekarang.

Iran terletak di daerah lembah Mesopotamia, sebuah kawasan dengan peradaban yang maju pada saat itu. Oleh kebanyakan, ahli daerah tersebut dikenal dengan The cradle of civilization atau lahirnya peradaban. Namun, pada 5 Januari 603 M, dimulailah perang antara Romawi dan Persia yang berlangsung selama 24 tahun yang kemudian mengubah peradaban. Perang tersebut terjadi akibat terbunuhnya Maurice, Kaisar Romawi yang merupakan pelindung dan sekutu dekat Khusrou Parvis, raja Iran saat itu.

Setelah kematian ayahnya, putra Maurice datang ke Iran untuk meminta pertolongan dari Khusrou Parvis. Khusrou Parvis kemudian mengirimkan pasukannya ke Romawi untuk membalas dendam atas kematian Maurice. Dalam waktu singkat juga beberapa kota di Romawi berhasil ditaklukkan.

Kaisar baru Romawi, yaitu Fukas, kemudian mengajak Khusrou Parvis berunding. Namun, kemenangan yang diraih Khusrou Parvis membuatnya merasa kuat dan menolak melakukan perundingan. Akibatnya, perang terus berlangsung hingga 24 tahun dengan kemenangan secara silih-berganti diperoleh Iran dan Romawi. Adapun raja yang memegang tampuk kekaisaran Romawi pada akhir abad ke-7 M adalah Maurice, seorang raja yang kurang memperhatikan masalah kenegaraan dan politik.

Oleh karenanya, angkatan bersenjatanya pun kemudian mengadakan kudeta di bawah pimpinan panglimanya yang bernama Pochas. Setelah mengadakan kudeta, Pochas naik tahta dan menghukum keluarga raja dengan cara yang kejam. Serta mengirim seorang duta ke Persia, yang pada waktu itu dipegang oleh Kisra Chorus II, putra Kisra Anu Syirwan yang adil. Saat Kisra tahu kejadian kudeta di Romawi, dia menjadi sangat marah.

Ini karena Kisra pernah berhutang budi pada Maurice yang sekaligus juga mertuanya.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Kemudian Kisra memerintahkan untuk memenjarakan duta besar Romawi, dan menyatakan tidak mengakui pemerintahan Romawi yang baru. Orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kemenangan mereka atas orang-orang kafir dan musyrikin, sebagaimana halnya mereka mengharapkan kekalahan orang-orang kafir Makkah dan orang Persia. Ini disebabkan mereka merupakan penyembah benda-benda materi. Sementara orang-orang Nasrani--meskipun sebagian dari mereka sudah menyimpang dari ajaran Isa Putra Maryam-- merupakan saudara dan sahabat terdekat kaum Muslimin.

Dengan demikian, pertarungan yang terjadi antara orang-orang Persia dan Romawi menjadi lambang luar pertarungan antara orang-orang Islam dan musuh-musuhnya di Makkah. Maka, pada waktu Persia berhasil mengalahkan orang-orang Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah timur negara Romawi, orang-orang musyrikin pun mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan, saudara kami berhasil mengalahkan saudara kamu.

Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu, jika kamu tidak mau mengikuti kami yaitu meninggalkan agama kamu yang baru (Islam). Penaklukan Andalusia Dalam khazanah Sejarah Peradaban Islam, Dinasti Umayyah atay Amawiyyah dibagi ke dalam dua zona dan periode kekuasaan, Timur yang berpusat di Damaskus dan Barat berpusat di Spanyol atau Andalusia.

Dalam Enseklopedi Islam, Andalusia adalah sebuah nama yang dikenal di dunia Arab dan Islam untuk semenanjung Iberia. Wilayah itu, kini terdiri dari dua Negara, yaitu Spanyol dan Portugal. Sejak kemenangan pasukan Islam di bawah kekuasaan Dinasti Amawiyyah I atau Amawiyyah Timur dan berhasil merebut serta mengintervensi berbagai kekuatan politik lainnya di Afrika Utara, maka dengan sendirinya Spanyol telah ikut menyempurnakan keberhasilan mereka.

Kemudian Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nusayr mengirim pasukan untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini yang dipimpin oleh Panglima Triq bin Ziyad pada tahun 710 M. Pasaukan ini tidak mendapatkan perlawanan yang intensif dari penguasa mereka. Hal ini terjadi karena secara politis pemerintahan pada waktu itu sangat lemah dan tidak mendapat dukungan yang berarti dari rakyat. Pasukan Triq bin Ziyad berhasil mengalahkan Raja Roderick dan menewaskannya dalam suatu pertempuran.

Kemenangan ini menjadi modal bagi Triq bin Ziyad dan pasukannya untuk menaklukkan kota lainnya seperti Cordova, Archedonia, Malaga, Elvira, dan akhirnya Toledo, yakni pusat kerajaan Visigoth. Setelah mendengar keberhasilan pasukan Islam, pada tahun 712 M, Musa bin Nusair memimpin suatu pasukan menuju Andalusia melalui jalan yang tidak dilalui oleh pasukan Triq dan berhasil melewati dan menaklukkan pantai barat semenanjung Spanyol yakni Sevilla dan Merida yang kemudian bertemu dengan pasukan Tariq di Toledo.

Dengan bergabungnya dua pasukan, daerah yang ditaklukan semakin meluas sampai ke Utara seperti Saragossa, Terrofona, dan Barcelona. Setelah menjadi bagian dari wilayah Islam yang berlangsung dari tahun 711-755 M, wilayah Spanyol diperintah oleh para gubernur yang diangkat langsung oleh pemerintahan pusat Dinasti Amawiyyah yang berada di Damaskus (Syiria).

Namun, setelah tumbangnya kekuasaan Dinasti Amawiyyah Timur dan berdirinya Dinasti Abbasiyyah, para mir atau gubernur yang dulu beraviliasi ke Damaskus, kini tidak lagi merasa terikat dengan dinasti sebelumnya yang berpusat di Damaskus maupun dinasti yang baru yang dalam hal ini adalah Dinasti Abbasiyyah yang berpusat di Baghdad.

Kendati para gubernur itu secara de jure mengakui eksistensi kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad, tapi secara de facto dan politis mereka tidak mau terikat atau melakukan bay'ah pada pemerintahan baru di Baghdad.

Sekalipun Dinasti Amawiyyah telah ditaklukan dan seluruh keturunannya dikejar dan dibunuh, salah seorang dari mereka, Abd al-Rahmn bin Mua'wiyyah bin Hishm bin Abd al-Mlik (yang kemudian bergelar Abd al-Rahmn al-Dakhl yang berarti sang penyusup, berhasil meloloskan diri dari pengejaran penguasa Dinasti Abbasiyyah.

Dengan dukungan politik dari istana Ban Rustm di Afrika Utara, Abd al-Rahmn al-Dakhl mulai menyusup memasuki kota Algeciras tahun 755 M. Dalam tahun 756 M, dimulailah masa pengakuan dan bay'ah terhadap eksistensi dan kemenangan al-Dakhl atas amir-amir di sebagian Spanyol yang meliputi Sevilla, Archidon, Sidonia, dan Moron de Frontura.

Akhirnya, pada tanggal 15 Mei 756 M, Abd al-Rahmn al Dakhl memproklamirkan berdirinya Imrah Amawiyyah II di Andalusia. Dengan demikian, secara resmi dimulailah kekuasaan yang kedua dari Dinasti Amawiyyah apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam negara yang berdiri sendiri, berdaulat yang lepas dari Abbasiyyah di Baghdad Wilayah Islam di Spanyol dalam kekuasaan Amawiyyah II ini, terbagi ke dalam lima provinsi (vice royalty) yang dikepalai oleh seorang apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam atau shib dengan Cordova sebagai pusat pemerintahan.

Dengan demikian, Spanyol bukan lagi sebagai sebuah provinsi dari sebuah dinasti, akan tetapi sudah menjadi sebuah Negara yang berdaulat yang mempunyai seorang raja yang lebih menyukai menggunakan gelar Amr al-Muminn daripada khalifah. Sejak saat itu, Spanyol menjadi pusat perdaban Islam di wilayah Eropa yang diperhitungkan oleh negara-negara Eropa dari segi pengaruhnya terhadap peradaban Eropa pada masa itu.

Penaklukkan Konstatinopel Setelah seluruh persiapan telah siap Muhammad Al-Fatih memobilisasi, pasukannya menuju Konstantinopel. Sultan Muhammad Al-Fatih mempersiapkan serangan ke Konstantinopel dengan sempurna. Dia berusaha mencari informasi mengenai Kondisi kota ini, menyediakan peta yang diperlukan pasukannya untuk melakukan pengepungan Konstantinopel.

Ia menyelidiki dan menyaksikan begitu kokohnya Konstantinopel beserta pagar pagarnya. Sultan Muhammad Al-Fatih meratakan jalan antara Edirne dan Konstantinopel agar bisa dilewati meriam-meriam besar dengan mudah. Meriam-meriam bergerak dari Edirne hingga mendekati Konstantinopel dalam jangka waktu dua bulan di bawah penjagaan pasukan Ustmani. Pada 6 April 1453 M, tentara Ustmani dengan dipimpim Muhammad Al-Fatih sampai di sebelah Timur Konstantinopel.

Sebagaimana tradisi perang dalam Islam, ia menawarkan tigal hal pada Byzantium yaitu : masuk Islam, menyerahkan kota secara baik-baik tanpa masuk Islam, atau diperangi. Ternyata tawaran Muhammad Al-Fatih ditolak.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Kaisar Byzantium Constantin XI menginginkan opsi yang berbeda. Ia bersedia embayar upeti pada Turki tanpa harus menyerahkan kota.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Hal ini tentu tidak bisa diterima oleh Muhammad Al-Fatih, karena tekadnya untuk menguasai Konstantinopel sudah bulat. Dari penolakan tersebut maka Muhammad Al- fatih meneruskan niatnya, maka terjadilah perang melawan Pasukan konstantinopel. Pasukan Muhammad Al-Fatih terus berupaya untuk bisa menembus benteng pertahanan Konstantinopel yang dikawal oleh para prajurit-prajurit tangguh yang tidak mudah dikalahkan meskipun jumlah mereka lebih sedikit jika dibandingakan dengan kaum Muslimin.

Militer Byzantium yang berada pada posisi yang lebih tinggi dari pasukan Ustmani yakni berada di atas pagar atau tembok Konstantinopel memiliki keunggulan tersendiri dalam menghadapi musuh. Mereka lebih mudah untuk melihat posisi pasukan Ustmani. Dengan posisi yang seperti ini pasukan Byzantium juga lebih mudah melakukan serangan dengan melontarkan panah atau amunisi militer lainnya kepada pasukan Ustmani.

Setiapk ali bagian tembok atau pagar Konstantinopel tertembus meriam dari pasukan Ustmani dengan cepat pula diperbaiki. Hal ini tentu sudah diprediksikan oleh Konstantinopel sebelumnya. Pada tanggal 27 Mei 1453, Sulthan Muhammad Al- Fatih mengatur dan mengawasi seluruh pasukannya untuk persiapan penyerangan yang terakhir. Sebelum serangan dilancarkan Sulthan Muhammad Al Fatih mengingatkan kepada seluruh pasukannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan shalat dan memohon doa supaya mendapatkan keberhasilan dalam penaklukan Konstantinopel.

Selain Muhammad Al- Fatih para ulama yang turut mendampinginya juga memberikan semangat berperang kepada para militernya. Sementara pada tanggal 28 Mei 1453 setelah persiapan telah matang dan siap tempur meriam-meriam mulai menembakkan peluru-peulurunnya. Sulthan Muhammad Al-Fatih tiada hentinya mengawasi pasukannya dengan selalu memberi semangat untuk tetap ikhlas dalam berjihad.

Pada 29 Mei 1453 M, serangan umum terhadap konstantinopel dilakukan. Penyerangan secara serentak dilakukan dari berbagai sisi baik dari darat maupun dari laut. Pasukan Muhammad Al Fatih dengan semangat juang yang tinggi menyongsong kemenangan atau memperoleh mati syahid dalam menaklukan Dalam penyerangan besar-besaran ini banyak pasukan Muslimin yang gugur.

Melihat hal ini apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Konstantin tetap berusahan semaksimal mungkin memompa semangat pasukannya untuk mempertahankan negerinya. Di sinilah terlihat jiwa kepemimpinan kaisar Konstantin yang tidak mau meninggalkan pasukan dan rakyatnya meskipun dari awal mereka meminta kepadanya untuk pergi meninggalkan Konsatntinopel.

Akhirnya Konstantinopel dapat ditaklukan oleh Muhmmad Al-Fatih bersama pasukan terbaiknya. Sultan Muhammad Al Fatih atau yang lebih apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam dengan nama Mehmed II adalah seorang sultan yang terkenal dari Kesultanan Turki Utsmani atau yang lebih dikenal dengan Turki Ottoman.

Ia dan kesuksesannya bahkan sudah diberitakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Keberhasilannya dalam menaklukkan Konstantinopel, harus diiringi dengan pengorbanan yang besar. Simak, yuk, fakta-fakta penaklukan Konstantinopel yang dilakukan oleh Al Fatih the Conqueror!

fatih_sultanmehmed Ia merupakan putra Sultan Murad II dari seorang selir, Hüma Hatun. Nama Mehmed diberikan sang ayah sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia dilahirkan di Edirne, ibukota Turki Ottoman saat itu pada 30 Maret 1432 M. Sesuai tradisi Utsmani, Mehmed II yang seorang şehzade ( Pangeran yang menjadi Putra Mahkota ) diperintahkan untuk memerintah Amasya pada usia 11 tahun.

Pada tahun 1444, ia dinobatkan sebagai Sultan Turki Ottoman pada usia 12 tahun. Dua tahun kemudian, ketika gabungan pasukan The Crussader/Tentara Salib yang dipimpin oleh János Hunyadi dari Hungaria menyerang Turki Ottoman, sang Ayah Murad II kembali naik takhta atas saran dari seorang penasihat Çandarlı Halil Pasya.

Al Fatih resmi menjadi Sultan ke-7 Turki Ottoman pada usia 19 tahun, ia naik tahta untuk kedua kalinya pada tahun 1451 menggantikan sang ayah yang wafat. Setelah menjadi sultan, salah satu keinginan terbesarnya adalah menaklukkan Konstantinopel. www.hurriyetdailynews.com Demi menunjukkan kesungguhannya, Al Fatih bahkan menyiapkan pasukan sebanyak 80.000 prajurit, 320 kapal, dan sebulan lamanya melakukan pengintaian.

Walaupun setelah pengintaian, hanya 80 kapal yang dapat berangkat. Pengepungan dimulai pada tanggal 6 April tahun 1453. Al Fatih dan pasukannya berusaha untuk menembus benteng Theodosian, benteng yang menjadi kebanggaan Kekaisaran Byzantium saat itu. Dimana mereka memulainya dari pintu selat Bosphorus melewati perairan Marmara untuk sampai di pelabuhan laut Golden Horn/Tanduk Emas. Setelah melakukan pengintaian dan penyerangan selama 57 hari atau hampir dua bulan lamanya, mereka dapat menaklukkan Byzantium dan mengambil alih Konstantinopel pada 29 Mei 1453 M.

flickr.com/Carole Raddato Selain melakukan penyerangan di atas tanah dan lautan, para prajurit Turki Ottoman pun berusaha untuk menembus benteng lewat jalur bawah tanah.

Al Fatih memerintahkan para penambang untuk menggali jalur panjang bawah tanah guna menghancurkan pondasi benteng berlapis milik Byzantium.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Diharapkan, pondasi dan menara-menara benteng akan runtuh ketika diledakkan dan Al Fatih serta prajurit yang bertempur di atas tanah dapat memasuki benteng. Tapi taktik tersebut tidak berhasil, karena pihak tentara Byzantium mengetahuinya terlebih dahulu sebelum para penambang sampai ke batas benteng.

Tentara Byzantium pun turut menggali untuk menemukan dan bertempur dengan para penambang. Sebelum pihak musuh mencapai terowongan di mana pasukan Al Fatih berada, mereka meledakkannya terlebih dahulu. Guna meredam jangkauan musuh dalam menemukan mereka. Baca Juga: 6 Fakta Sultan Al Fatih Si Penakluk Konstantinopel www.apuleiusbooks.com Ketika mencoba untuk menembus Theodosian, Al Fatih harus melewati perairan Marmara dan pelabuhan laut Golden Horn terlebih dahulu.

Tapi kapal-kapal yang sudah disiapkan tidak dapat menembus perairan tersebut. Pihak Byzantium menanam rantai-rantai besar di dalam perairan, sehingga ketika rantai dibentangkan, tidak ada apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam yang dapat melewatinya.

Mereka pun menyiapkan pasukan sebanyak 28 kapal. Taktik tersebut sukses menghentikan pergerakan Angkatan Laut Turki Ottoman. Akhirnya dengan langkah berani, Al Fatih dan para tentara memutuskan untuk mengangkut kapal-kapal milik mereka lewat daratan. Mereka memilih apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam memutar melewati Galatia, untuk sampai ke pantai utara pelabuhan laut Golden Horn. Para prajurit menggunakan kayu yang dilapisi pelumas untuk memudahkan pengangkutan kapal melewati daratan sejauh satu mil.

Dalam waktu semalam ketika gencatan senjata, 70 dari 80 kapal Turki Ottoman dapat sampai ke perairan di balik bentangan rantai. flickr.com/istanbul mohammad Al Fatih sudah mengetahui jika pihak Byzantium memiliki persenjataan yang lengkap dan mumpuni. Selain pasukan kavaleri yang banyak, Kaisar Byzantium yaitu Constantine XI pun memiliki senjata katapel perang dan panah berapi. Api tersebut adalah Api Yunani, yang bahkan tetap bisa menyala walaupun di air. Baik katapel maupun panah berapi tersebut akan langsung membakar apa dan siapa saja yang ia kenai.

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • 5 Fenomena Langit April 2022, Sering Melibatkan Planet! • 10 Cara Alami Bangun Sahur di Bulan Ramadan, Tanpa Alarm • 8 Fakta Sejarah Tradisi Membangunkan Sahur di Indonesia Untuk itu, sultan muda tersebut mengutus seorang arsitek Hongaria, Munir Ali Orban untuk membuat sebuah meriam yang menjadi meriam paling fenomenal di zamannya.

Şahi topu/Qanun Basilick/Dardanelles Gun, meriam sepanjang 8 meter dengan berat 16,8 ton, dan berdiameter 750 mm. Meriam raksasa tersebut dapat menembakan peluru seberat hampir 300-1600 kg dengan jangkauan jarak 2 km. Pada tahun 1866, ia menjadi koleksi kebanggaan Royal Armouries, setelah Sultan ke-35 Turki Ottoman Abdülâziz memberikannya pada Ratu Victoria.

Saat ini, meriam tersebut disimpan di Museum Fort Nelson, Hampshire di Portsmouth Inggris. www.internethaber.com Pada awalnya, setelah beberapa kali pertempuran dan gencatan senjata, tentara Turki Ottoman mengalami kekalahan.

Al Fatih banyak mengalami kerugian, baik persenjataan, bahkan banyaknya tentara yang syahid terbunuh saat pertempuran. Hingga sebulan lamanya, mereka belum dapat menembus benteng Theodosian. Kerugian, kekalahan, tekanan berbagai pihak, menjadikan sang Sultan Muda berputus asa.

Segala taktik yang dijalankan tidak berhasil satu pun. Di kala tekanan dan kesedihannya, datanglah salah satu guru ketika ia berada di Amasya, Ak Şemsettin. Ia memberi dorongan semangat sekaligus menunjukkan makam Abu Ayyub al-Anshari yang berada tidak jauh dari tembok benteng setelah mendapatkan petunjuk lewat istikharahnya.

www.dailysabah.com Pertempuran berlangsung selama 57 hari, dimulai dengan masa pengintaian hingga penaklukan. Baik tentara Turki Ottoman dan Byzantium mengalami beberapa kali pertempuran dan juga gencatan senjata. Perang sengit antara keduanya pun tidak dapat dielakkan. Pasukan Turki Ottoman yang terus berusaha merangsek memasuki Konstantinopel dengan cara menembus benteng Theodosian mengeluarkan senjata dan taktik terbaik mereka.

Seolah tak mau kalah, Byzantium pun mengeluarkan taringnya. Mereka mengerahkan semua senjata yang dimiliki, meriam, katapel, panah, tombak, hingga timah cair yang ditujukan kepada para tentara Turki Ottoman. Entah berapa banyak darah pasukan baik dari pihak Turki dan Konstantin yang tertumpah di benteng agung Byzantium tersebut. Perang ini bahkan menjadi perang yang mengakhiri abad pertengahan karena berakhir pula Kekaisaran Byzantium akibat wafatnya sang Raja, Constantine XI saat pertempuran.

flickr.com/Emre Turgaylı Banyak hal yang harus dikorbankan oleh Al Fatih agar dapat menaklukan Konstantinopel. Bukan hanya hilangnya banyak harta, pasukan, senjata, tapi juga orang kepercayaannya. Al Fatih mempunyai seorang sahabat dekat, Ulubatlı Hasan. Hasan bukan hanya sebagai sahabat, ia juga guru pedang terbaik yang dimiliki oleh Al Fatih, pasukan Janissary terhebat, menjadi penasihat, bahkan tangan kanan sang sultan.

Pada penalukan Konstantinopel, ia turut serta menjadi pemimpin pasukan kavaleri dan senjata. Ia juga lah yang pertama kali dapat memanjat dinding tembok benteng Theodosian dengan membawa panji Turki Ottoman di tangannya. Berkat keberaniannya hingga dapat menancapkan panji tersebut di puncak menara, semangat seluruh tentara pun turut terpantik.

Hasan menjadi syuhada perang dalam Penaklukan Kontantinopel setelah dapat menancapkan panji kebanggaan Turki Ottoman di puncak menara benteng, dengan hujaman 27 anak panah di tubuhnya. www.tourmakerturkey.com Abu Ayyub al-Anshari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling tua. Ia yang mengabarkan jika suatu saat Konstantinopel akan ditaklukkan oleh Islam.

Abu Ayyub menyebut, "pemimpin yang dapat menaklukkan Konstantinopel adalah sebaik-baik pemimpin, dan tentara yang dipimpinnya adalah sebaik-baik tentara." Kata-kata tersebut sesuai dengan sabda Nabi yang disampaikan kepada Abu Ayyub dan diriwayatkan kembali oleh perawi hadits Ahmad bin Hambal dalam kitab Musnad miliknya.

Abu Ayyub yang sudah renta dan sakit-sakitan pun ikut berperang dalam penaklukan Konstantinopel yang pertama kali dilakukan oleh Islam. Bahkan, ketika ia syuhada dalam perang, jenazahnya tidak meninggalkan benteng jauh-jauh. Ia dimakamkan tidak jauh dari benteng atas permintaannya sendiri sesaat sebelum meninggal. Karena Abu Ayyub percaya bahwa Konstantinopel akan dimiliki oleh Islam.

flickr.com/karin.verhagen Pada awalnya, sejarah tentang Penaklukan Konstantinopel justru lebih banyak diceritakan oleh peneliti Kajian Negara-negara Barat. Namun seiring waktu, penelitian tentang penaklukan Konstantinopel pun dilakukan oleh semua kalangan, termasuk pihak Turki sendiri. Itulah tujuh hal mencengangkan saat penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 yang dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Sejarah memang asyik untuk ditelusuri, ya!

Baca Juga: 10 Kisah Perjuangan Hurrem Sultan Sang Penguasa Ratu Turki Berita Terpopuler • Data Lengkap Kasus COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia per Minggu 8 Mei • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • 9 Artis Keturunan Belanda yang Langganan Pemeran Utama, Aktingnya Apik • 10 Potret Terkini Pemain Sinetron Melati untuk Marvel, Masih Hits!

• Eks Intelijen AS Nilai Keterlibatan di Ukraina Harusnya Dirahasiakan • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • [LINIMASA-10] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia • Everton Permalukan Leicester di Kandangnya
TANDA-TANDA KECIL KIAMAT Oleh Dr.

Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 52. PENAKLUKAN KOSTANTINOPEL [1] Dan di antara tanda-tanda Kiamat adalah penaklukan kota Konstantinopel -sebelum keluarnya Dajjal- di tangan kaum muslimin. Yang dapat difahami dari berbagai hadits bahwa penaklukan ini terjadi setelah peperangan mereka dengan bangsa Romawi pada sebuah peperangan yang sangat besar dan kemenangan kaum muslimin atas mereka.

Waktu itu kaum muslimin pergi menuju Konstantinopel, lalu Allah menaklukkannya untuk kaum muslimin tanpa ada peperangan. Senjata mereka hanyalah takbir dan tahlil (ucapan Laa ilaaha illallaah).

Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِـي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ.

قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا -قَالَ ثَوْرٌ( أَحَدَ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ) لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ:- الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا اْلآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا، فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، إِذْ جَاءَ هُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ.

“Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi (lain) ada di lautan?” Mereka menjawab, “Kami pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!” Beliau berkata, “Tidak akan tiba hari Kiamat sehingga 70.000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerangnya (kota tersebut), ketika mereka (bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun.

Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula melemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ maka salah satu sisinya jatuh (ke tangan kaum muslimin) -Tsaur [2] (salah seorang perawi apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam berkata, “Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, ‘Yang ada di lautan.’” Kemudian mereka mengucapkan untuk kedua kalinya, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh (ke tangan kaum muslimin).

Lalu mereka apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam untuk ketiga kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, “Sesungguhnya Dajjal telah keluar,’ lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam [3] Ada sesuatu yang musykil dalam ungkapan hadits ini: …يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ.

“… Sehingga 70.000 dari bani Ishaq menyerangnya…” Sementara bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq, karena mereka dari keturunan al-Shis bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil Alaihissallam [4]. Maka bagaimana bisa penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh mereka?! Al-Qadhi ‘Iyadh berkata, “Demikianlah semua ungkapan yang ada dalam Shahiih Muslim: ‘Dari bani Ishaq.’” Kemudian beliau berkata, “Sebagian dari mereka berkata, ‘Yang terkenal lagi terjaga ungkapannya adalah dari bani Isma’il,” inilah makna yang ditunjukkan oleh hadits, karena yang dimaksud sebenarnya adalah orang-orang Arab.” [5] Sementara itu al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat sesungguhnya hadits ini menunjukkan bahwa bangsa Romawi memeluk Islam di akhir zaman.

Barangkali penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh sebagian dari mereka, sebagaimana diungkapkan oleh hadits terdahulu, ‘Sesungguhnya 70.000 orang dari bani Ishaq memeranginya.’” Pendapat ini diperkuat dengan kenyataan bahwa mereka dipuji di dalam hadits al-Mustaurid al-Qurasy, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ، فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو: أَبْصِرْ مَا تَقُولُ.

قَالَ: أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ: لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالاً أَرْبَعًا إِنَّهُمْ َلأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ، وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ، وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ، وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ، وَخَامِسَةٌ حَسَنَةٌ جَمِيلَةٌ وَأَمْنَعُهُمْ مِنْ ظُلْمِ الْمُلُوكِ.

‘Kiamat akan tegak sementara bangsa Romawi adalah manusia yang paling banyak,’” lalu ‘Amr berkata (kepada al-Mustaurid), “Jelaskanlah apa yang kau ucapkan itu!” dia berkata, “Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Dia berkata, “Jika demikian yang engkau ungkapkan, maka sesungguhnya di dalam diri mereka ada empat (keistimewaan): sesungguhnya mereka adalah manusia paling tenang ketika datang fitnah, paling cepat sadar ketika terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, dan sebaik-baiknya (manusia) dalam menghadapi orang miskin, anak yatim dan orang lemah, dan yang kelima adalah sesuatu yang indah lagi elok, yaitu mereka orang yang paling bersemangat mencegah kezhaliman para raja.” [6] Komentar saya: Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi di akhir zaman memeluk Islam adalah hadits Abu Hurairah terdahulu tentang peperangan bangsa Romawi.

Waktu itu bangsa Romawi berkata kepada kaum muslimin: خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ. فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ: لاَ وَاللهِ لاَ نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا. “Biarkanlah kami membunuh orang-orang yang tertawan dari kalangan kami.” Kemudian kaum muslimin berkata, “Kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.” [7] Bangsa Romawi meminta kepada kaum muslimin agar membiarkan mereka memerangi orang yang telah ditawan dari kalangan mereka karena mereka telah memeluk Islam, lalu kaum muslimin menolaknya dan menjelaskan kepada orang-orang Romawi bahwa orang yang telah masuk Islam dari kalangan mereka adalah saudara-saudara kami, maka kami tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun.

Kenyataan banyaknya pasukan kaum muslimin dari kalangan orang-orang yang sebelumnya ditawan dari kalangan orang-orang kafir bukanlah hal yang aneh. Baca Juga 14-16. Banyaknya Oknum Pembela Penguasa Zhalim. Merebaknya Perzinaan.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Riba Merajalela Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hal ini ada pada zaman kita sekarang ini, bahkan kebanyakan pasukan Islam di negeri-negeri Syam, dan Mesir adalah para tawanan, kemudian mereka sekarang ini -alhamdulillaah- adalah orang yang menawan orang-orang kafir, dan beberapa kali menawan mereka di zaman kita ini, satu kali saja mereka menawan ada beberapa ribu orang kafir yang ditawan, maka segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada Islam.[8] Pendapat yang mengatakan bahwa yang menaklukkan Konstantinopel adalah orang-orang dari keturunan Ishaq diperkuat oleh kenyataan bahwa pasukan Romawi jumlahnya mencapai jutaan.

Sebagian dari mereka tewas dan yang lainnya masuk ke dalam Islam, dan yang masuk Islam dari kalangan mereka bergabung dengan pasukan kaum muslimin untuk menaklukan Kon-stantinopel, wallaahu a’lam.

Penaklukan Konstantinopel tanpa peperangan belum terjadi sampai se-karang. Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwasanya beliau berkata: فَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ مَعَ قِيَامِ السَّاعَةِ.

“Penaklukan Konstantinopel terjadi seiring dengan akan terjadinya hari Kiamat.” Kemudian at-Tirmidzi berkata, “Mahmud -maksudnya adalah Ibnu Ghailan, guru at-Tirmidzi- berkata, ‘Hadits ini gharib. Konstantinopel adalah sebuah kota di Romawi, ditaklukkan ketika Dajjal keluar. Sedangkan Konstantinopel telah ditaklukkan pada zaman Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’”[9] Yang benar bahwa Konstantinopel tidak pernah ditaklukkan pada zaman Sahabat, karena Mu’awiyah Radhiyallahu anhu mengirim anaknya, Yazid, ke sana dengan membawa pasukan yang di antara mereka adalah Abu Ayyub al-Anshari, dan penaklukannya belum sempurna.

Kemudian daerah tersebut dikepung oleh Maslamah bin ‘Abdil Malik, akan tetapi belum juga bisa ditaklukan, akan tetapi beliau melakukan perdamaian dengan penduduknya untuk mendirikan masjid apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam sana.” [10] Penaklukan yang dilakukan bangsa Turk terhadap Konstantinopel pun terjadi dengan peperangan.

Kemudian negeri tersebut saat ini berada di tangan orang-orang kafir dan akan ditaklukkan kembali dengan penaklukan yang terakhir, sebagaimana dikabarkan oleh orang yang dibenarkan ucapannya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ahmad Syakir rahimahullah berkata, “Penaklukan Konstantinopel yang merupakan sebagai kabar gembira dalam hadits ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allahlah yang mengetahuinya.

Ia adalah penaklukan yang benar (adanya) ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir (paling besar). Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam dan bukan pemerintahan agama.

Mereka telah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, dan memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya.

Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [11] [Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] _______ Footnote [1].

Kota bangsa Romawi, dinamakan Konstantinopel, yaitu sebuah kota yang terkenal pada zaman sekarang dengan nama Istanbul, satu kota di Turki. Pada masa lalu terkenal dengan sebutan Bizantium, kemudian ketika raja tertinggi Bizantium memimpin Romawi, dia membangun pagar di sana dan menamakannya dengan sebutan Konstantinopel dan menjadikannya sebagai ibu kota bagi kerajaannya.

Daerah tersebut memiliki teluk yang mengelilingi dua sisi, sebelah timur dan utara (di lautan), dan kedua sisinya yang lain, yaitu sebelah barat dan selatan adalah di daratan. Lihat kitab Mu’jamul Buldaan (IV/347-348), karya Yaqut al-Hamawi.

[2]. Dia adalah Tsaur bin Zaid ad-Daili mawali mereka adalah al-Madani, tsiqah, wafat pada tahun (135 H) rahimahullah. Lihat Shahiih Muslim (XVIII/43, an-Nawawi), dan Tahdziibut Tahdziib (II/ 31-32). [3].

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraatus Saa’ah (XVIII/43-44, Syarh an-Nawawi). [4]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/58) tahqiq Dr. Thaha Zaini. [5]. Syarh an-Nawawi li Shahiih Muslim (XVIII/43-44). [6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/22, Syarh an-Nawawi).

[7]. Shahiih Muslim (XVIII/21, Syarh an-Nawawi). [8].Syarah an-Nawawi li Shahiih Muslim (XVIII/21). [9]. Jaami’ at-Tirmidzi, bab Maa Jaa-a fii ‘Alaamatil Khuruujid Dajjal (VI/498). [10]. Lihat an-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim (I/62) tahqiq Dr. Thaha Zaini. [11]. Hasyiyah ‘Umdatut Tafsiir ‘an Ibni Katsir (II/256) diringkas dari ditahqiq oleh Ahmad Syakir.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

53. MUNCULNYA AL-QATHANI Di akhir zaman akan muncul seorang laki-laki dari Qahthan, orang-orang taat kepadanya, dan berkumpul padanya. Hal itu terjadi ketika zaman telah berubah, karena itulah Imam al-Bukhari menyebutkannya dalam bab taghayyuriz zamaan (perubahan zaman). Imam Ahmad dan asy-Syaikhani (al-Bukhari dan Muslim) meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ رَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ يَسُوقُ النَّاسَ بِعَصَاهُ.

“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga keluar seorang laki-laki dari Qahthan yang menggiring manusia dengan tongkatnya.” [1] Baca Juga 12. Hilangnya Amanah Al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Sabda beliau: ‘… menggiring manusia dengan tongkatnya,’ adalah kinayah (kiasan) dari ketaatan manusia kepadanya dan kesepakatan mereka untuk mentaatinya, bukanlah yang dimaksud (di dalam hadits) adalah tongkat secara hakiki, itu hanya sebagai perumpamaan dari ketaatan mereka kepadanya dan kekuasaannya kepada mereka.

Hanya saja, penyebutan kata tersebut terdapat dalil bahwa ia orang yang keras kepada mereka.” [2] Kami katakan: Benar, penggiringan yang dilakukannya terhadap manusia merupakan kiasan ketaatan dan kepatuhan mereka kepadanya. Hanya saja, yang diisyaratkan oleh al-Qurthubi berupa sikapnya yang keras kepada mereka bukanlah sikap yang ditujukan kepada semuanya, sebagaimana nam-pak dari perkataannya.

Ia hanyalah keras kepada orang-orang yang melakukan kemaksiatan. Dia adalah orang shalih yang menghukumi dengan adil. Pendapat ini diperkuat dengan riwayat yang dinukil oleh Ibnu Hajar dari Nu’aim bin Hammad [3], beliau meriwayatkan dari jalan yang kuat dari ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwa beliau menyebutkan para khalifah, kemudian dia berkata, “Dan seorang laki-laki dari Qahthan.” Demikian pula yang diriwayatkan dengan sanad yang jayyid dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya beliau berkata tentangnya: وَرَجُلٌ مِنْ قَحْطَانَ كُلُّهُمْ صَالِحٌ.

“Dan seseorang dari Qahthan, semuanya (orang Qahthan) adalah orang shalih.” [4] Ketika ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa akan ada seorang raja (penguasa) dari Qahthan, marahlah Mu’awiyah Radhiyallahu anhu, lalu dia berdiri dan memuji Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam dengan sesuatu yang sesuai dengan-Nya, kemudian beliau berkata, “Amma ba’du, telah sampai kepadaku bahwa beberapa orang dari kalian membawakan beberapa riwayat yang tidak ada di dalam Kitabullah, tidak pula diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka adalah orang-orang bodoh di antara kalian, maka hati-hatilah kalian dari angan-angan yang dapat menyesatkan pelakunya, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ هَذَا اْلأَمْرَ فِي قُرَيْشٍ، لاَ يُعَادِيْهِمْ أَحَدٌ، إِلاَّ كَبَّهُ اللهُ عَلَى وَجْهِهِ، مَا أَقَامُوا الدِّيْنَ.

“Sesungguhnya urusan (kekhilafahan) ini akan tetap ada pada keturunan Quraisy, tidak ada seorang pun yang mencabutnya kecuali Allah akan menelungkupkan mukanya; selama mereka (keturunan Quraisy) menegakkan agama.” [HR.

Al-Bukhari][5] Mu’awiyah hanya mengingkarinya karena takut bila seseorang menyangka bahwa kekhalifahan bisa dipegang oleh selain Quraisy, sementara Mu’awiyah sendiri tidak mengingkari akan adanya seorang tokoh dari Qahthan. Karena di dalam hadits Mu’awiyah terdapat ungkapan “Selama mereka menegakkan agama”, artinya jika mereka (Quraisy) tidak menegakkan agama, maka urusan (kekhilafahan) tersebut keluar dari tangan mereka, dan ini pernah terjadi. Manusia akan tetap mentaati seorang Quraisy hingga mereka lemah dalam memegang teguh agama, sehingga mereka pun lemah, dan pada akhirnya kepemimpinan berpindah kepada yang lainnya.

[6] Al-Qahthani ini bukanlah Jahjah [7]karena al-Qahtani di sini adalah keturunan dari orang merdeka, karena penisbatannya kepada Qahthan yang merupakan puncak nasab penduduk Yaman dari kalangan Himyar, Kindah, Hamadan dan yang lainnya [8]. Adapun Jahjah termasuk dari keturunan budak belian.

Pendapat ini diperkuat riwayat yang disebutkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: لاَ يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّـى يَمْلِكَ رَجُلٌ مِنْ الْمَوَالِـي يُقَالُ لَهُ جَهْجَاهُ.

‘Tidak akan lenyap siang dan malam sehingga seseorang dari (kalangan) hamba sahaya yang bernama Jahjah menjadi raja.’”[9] [Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] _______ Footnote [1].

Musnad Ahmad (XVIII/103) (no. 9395), Syarh Ahmad Syakir, disempurnakan oleh Dr. Al-Husaini ‘Abdul Majid Hasyim, Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan bab Taghayyuriz Zamaan hatta Tu’badul Autsaan (XIII/76, al-Fat-h), Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/36, Syarh an-Nawawi).

[2]. At-Tadzkirah (hal. 635). [3]. Nu’aim bin Hammad al-Khuza’i. Termasuk tokoh pembesar para Hafizh (ahlul hadits), al-Bukhari meriwayatkan darinya sebagai penyerta, Muslim meriwayatkan darinya dalam Muqaddimah, demikian pula Ash-habus Sunan kecuali an-Nasa-i. Imam Ahmad mentsiqahkannya, begitu juga Yahya bin Ma’in, dan al-‘Ajali.

Abu Hatim berkata, “Dia perawi shaduq.” An-Nasa-i melemahkannya, adz-Dzahabi berkata, “Salah seorang Imam akan tetapi layyin di dalam hadits,” Ibnu Hajar berkata, “Shaduq dan sering salah,” adz-Dzahabi menukil dari Nu’aim bahwa beliau berkata, “Se-belumnya aku adalah seorang Jahmiyyah, karena itulah aku mengenal perkataan mereka, ketika aku meminta hadits, aku tahu sesungguhnya akhir dari pendapat mereka adalah Ta’thil (meniadakan seluruh sifat Allah).” Wafat pada tahun 228 H rahimahullah.

Lihat Tadzkiratul Huffaazh (II/418-420), Miizaanul I’tidaal (IV/267-270), Tahdziibut Tahdziib (X/458-463), Taqriibut Tahdziib (II/305), Hadyus Saari Muqaddimah Fat-hul Baari (hal. 447), dan Khulashah Tadzhiibut Tahdziibil Kamaal (hal. 403). [4]. Fat-hul Baari (VI/535). [5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Manaaqib bab Manaaqibu Quraisy (VI/532-533). [6]. Lihat Fat-hul Baari (XIII/115) [7]. Berbeda dengan pendapat al-Qurthubi, beliau berkata di dalam kitab at-Tadz-kirah (hal.

636), “Barangkali seorang laki-laki dari Qahthan itu adalah seorang laki-laki yang bernama Jahjaah.” [8]. Lihat Fat-hul Baari (VI/545, XIII/78).

[9]. Musnad Ahmad (XVI/156) (no. 8346), syarah dan ta’liq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih, hadits ini terdapat dalam Shahiih Muslim (XVIII/ 36) tanpa lafazh (مِنَ الْمَوَالِي).

“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya.

Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim). Didalam hadist diatas dijelaskan bahwa perang terakhir umat Islam terjadi dengan Rum dan Dajjal. Peperangan dengan rum desibut dengan perang al-malhamah kubra sedangkan peperangan dajjal disebut dengan perang armageddon atau perang Gog Magog (Ya’juj dan Ma’juj).

Perang al-malhamah kubra itu pusat peperangannya adalah di Suriah sebagaimana dalam dalam hadist Baca juga: Yajuj dan Majuj Sedangkan perang Armageddon pusat peperangannya terjadi di Jarusalem Karena Dajjal akhir zaman akan menjadi pemimpin negara Israel yang mengusai wilayah Plaestina .Mageddon adalah sebuah bukit yang terletak di wilayah Palestina. sehingga perang Armageddon adalah perang dalam misi pembebasan Palestina dari jajahan kaum Yahudi.

Perang al-malhamah kubra itu terjadi sebelum penaklukkan Konstantinopel sekarang sebagai rezim sekuler Turki dan perang Armageddon itu terjadi setelah penaklukkan Konstantinopel.

Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam hadist “Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran kota Madinah, hancurnya kota Madinah adalahl tanda terjadinya peperangan besar (Al-malmah kubra), terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel, & pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal.

Kemudian beliau menepuk-nepuk paha orang yg beliau ceritakan tentang hadits tersebut, atau dalam riwayat lain, 'pundaknya'. Kemudian bersabda: Semua ini adalah sesuatu yg benar, sebagaimana engkau -Mu'adz bin Jabal- sekarang berada di sini adalah sesuatu yg benar”.

(HR. Abu Daud) Didalam hadist di atas secara jelas dinyatakan bahwa perang al-Malhamah kubra terjadi sebelum penaklukkan konstantinopel sedangkan perang Dajjal atau perang armageddon itu terjadi setelah penaklukkan Konstantinopel. Baca juga: Perang Akhir Zaman - Malhamah Al Kubra Di dalam wikipedia dijelaskan Setelah kota konstantinopel direbut oleh kaum muslimin maka kekaisaran Byzantine beralih ke Rusia.

Peran kaisar sebagai pelindung Ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, Adi Pati Agung Mokswa. Ia telah menikah Saudara AndreasShopia Paleologue. Cucunya Ivan IV akan menjadi Tsar Rusia yang pertama. Tsar adalah istilah dulu yang digunakan bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine.Penerus-penerus mereka mendukung gagasan bahwa moskwa adalah penerus kekaisaran Byzantine yang berpusat di Konstantinopel. Penaklukan Konstatinopel (sekarang bernama Istambul, Turki) Oleh Islam untuk yang ke dua Kalinya Penaklukan Konstantinopel sekitar 500 tahun yang lalu pada tahun 1453 oleh Sultan Al-Fatih belumlah memenuhi apa yang dinubuatkan oleh Rasulullah SAW.

Setelah penaklukan Konstantinopel,akan terjadi penampakan/perwujudan Dajjal diikuti dengan turunnya Nabi Isa a.s Bagaimana mungkin kaum muslim menaklukan kota yang sudah ditaklukan sebelumnya oleh kaum muslim Kekaisaran Ottoman dan sekarang pun Konstantinopel adalah kota dengan mayoritas muslim?

Di bawah kekuasaan Ottoman dengan toleransi beragamanya, kota ini juga dienuhi oleh kaum Kristen Yunani, Armenia dan kaum-kaum lainnya. Tapi setelah setelah pemerintahan Republik Turki Sekuler mengambil alih kekuasaan, maka banyak dari mereka yang meninggalkan kota tersebut.

Jadi dapat dikatakan bahwa saat ini hampir seluruh penduduk Konstantinopel adalah muslim dan bagaimana mungkin kaum muslim menaklukan kota yang penduduknya mayoritas muslim. Dan ini membuat kita bertanya, siapa sebenarnya yang mengusai kota ini sekarang? Kita kembali ke Al Qur’an suratAl-Maidah 5:51 di mana Allah SWT berfirman; “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjaditeman/sekutu/pemimpinmu di mana diantara mereka telah terjadi pertemanan/persekutuan”.

Yang dimaksud Allah SWT pada ayat tersebut bukan berati semua umat Yahudi dan Nasrani, namun yang dimaksud adalah sebagian umat Yahudi dan Nasrani yang telah bersekutu untuk melakukan penindasan dan pengrusakan di muka bumi ini.

Jadi Al Qur’an telah memberitahu bahwa pada suatu masa di mana umat Yahudi dan Nasrani/Kristen (Barat) menjalin sebuah persekutuan dan Allah SWT telah melarang umat muslim untuk berteman/bersekutu dengan mereka, karena sesungguhnya mereka adalah perusak/penghancur dan teroris yang sebenarnya seperti yang terjadi di Irak, Afghanistan, Libya, Mesir dan baru-baru ini terjadi pergolakan di Suriah dan Ukraina adalah ulah mereka dengan menggulingkan pemerintahan yang syah yang menentang mereka dan mengancam kepentingan mereka.

Dan yang terjadi sekarang ini, mereka menyusupkan mujahidin-mujahidin palsu, mereka-mereka para teroris dan militantmelancarkan perang “jihad palsu” untuk kepentingan Zionis karena mereka didanai dan dipersenjatai oleh pihak Zionis. Jika ada umat muslim condong untuk bersekutu dengan mereka sepert iKerajaan Arab Saudi, Qatar, Turki dan lain-lain, maka umat muslim tersebut termasuk golongan mereka dan hilanglah ke Islaman mereka.

Karena itu keanggotaan Turki dalam NATO adalah haram, dan alasan inilah Konstantinopel tidak berada di bawah kekuasaan kaum muslim. Konstantinopel berada dibawah kekuasaan NATO/ berada di bawah kekuasaan militer Zionis, dan berdasarkanhal inilah bahwa suatu saat nanti tentara muslim akan membebaskanKonstantinopel meskipun Pemerintahan Turki akan melakukan perlawanan namuntidak akan dapat berbuat apa-apa apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Allah SWT jauh lebih digdaya dan lebihberkuasa.

Namun tidak semua orang Turki menghianati Islam, ketika tentara muslim datang dari Madinah maka di Turki sendiri akan terjadi pergolakan dan perang saudara. Umat muslim Turki terutama suku-suku yang melawan pemerintahan Turki seperti Suku Kurdi akan bangkit dan ikut memerangimereka yang memerangi umat Islam dan musuh Islam. Mereka akan membantu untuk membebaskan Konstantinopel dari cengkraman NATO. implikasi politik dari penaklukan Konstantinopel Ketika Sultan Muhammad Al-Fatih menginjakan kakinya dan menguasai Konstantinopel, serta mengambil alih Hagia Sophia (AyaSophia) sebuah kathedral, gereja besar yang merupakan pusat peradaban danjantung dari umat Kristiani pada zaman Romawi Timur (Byzantium) karena lebihdari 1000 tahun lamanya Hagia Sophia menjadi kathedral utama bagi umat Kristiani di seluruh dunia.

Dan Sultan Muhammad Al-Fatih melakukan kesalahan dengan menjadikan Kathedral Hagia Sophia yang masih aktif menjadi sebuah masjid. Hal ini bertentangan dengan Islam dan Sunnah Rasulullah SAW yang melarang merusak, menghancurkan dan bahkan mengganti rumah ibadah agamalain.

Dan ini tidak pernah dilakukan para sahabat-sahabat beliau pada zaman Khulafaur Rasyddin ketika membebaskan suatu wilayah dari penindasan. Padazaman Khalifah Umar bin Khatab r.a ketika penaklukan Mesir dengan gubernur yang diangkat waktu itu adalah Amr bin Al-Ash.

Khalifah Umar bin Khattab memerintahkan untuk memberi rasa aman bagi kaum Yahudi dan Nasrani, melindungi rumah ibadah mereka dan memberi kebebasan bagi mereka untuk beribadah. Umat muslimdilarang melakukan hal tersebut, dan Nabi Muhammad SAW telah menyatakan bahwa kelak di akhir zaman umat muslim akan membuat persekutuan dengan Kaum Ruum,tapi bukan Kaum Ruum yang menghalangi umat muslim untuk menaklukan Konstantinopel yaitu Kaum Ruum Kristiani Orthodoks Timur yang berpusat diMoskow (Rusia).

Geraja Kathedral HagiaSophia adalah hak mereka apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam kepunyaan Kristiani Ortodhoks Timur. Maka dari itu pada saatnya kelak tentara muslim yang berhasil menaklukan Konstantinopel, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW ; “Wana ni’mal aamiiru aamiiruha.”Amir (pemimpin) tersebut kelak akan mengembalikan Hagia Sophia kembali ke tangan Kaum Kristiani Timur.

Siapa sajakah yang berhak menjadi tentara muslim yang akan menjalani perang jihad di akhir zaman nanti ? Memang tentaramuslim tersebut dari Madinah akan tetapi banyak pula yang akan bergabung seperti panji hitam dari Khurasan. Apakah mereka ini orang-orang mujahidin yang bersekutu dengan Zionis dalam menggulingkan Khadfi di Libya, atau mereka yang telah bersekutu dengan Zionis seperti Saudi Arabia, Turki dan Qatar untuk menggulingkan pemerintahanIrak dan Suriah sekarang ini ?

Tidak mungkin, karena mereka sudah bagian dari Zionis dan mereka bukan lagi bagian dari umat muslim. Ketika perang besar akhirzaman/Malhama/Armagedon terjadi, maka akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran segala macam peralatan elektronik. Dengan demikian setelah Malhama tidak akan ada lagi pesawat yangberfungsi karena pesawat bergantung pada peralatan elektronik.

Akibatnya tidak ada lagi perang di udara,yang tersisa di kedua belah pihak (aliansi Rusia dan China dengan Aliansi Zionis Anglo Amerika) hanyalah angkatan lautdan darat saja yang akan melanjutkan peperangan diantara mereka.

Jika terjadi pertempuran di laut dan didarat, apa yang membuat Konstantinopel sangat penting?

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Kalau kita lihat di map (peta), di sebelahUtara Konstantinopel adalah Laut Mati dan sebelah Selatan adalah Laut Mediterania. Dan apabila Rusia berperang dengan Israel, maka pasukan Rusia harus melewati Laut Mati, kemudia menembus Selat Bosphorus untuk mencapai Laut Mediterania. Allah SWT menciptakan Selat Bosphorus yang merupakan jembatan penghubungantara Laut Mati dan Laut Mediterania. Siapapun yang dapat menguasai Konstantinopel dan Bosphorus, maka diala hyang dapat “mencekik” Rusia.

Itulah sebabnya Zionis Anglo Amerika selalu mengharapkan Konstantinopel diperintaholeh pemerintah yang bersahabat dengan mereka, bahkan dulu Kekaisaran Ottomanpun bersahabat dengan mereka.

Sampai PDI pun pecah, yang merupakan mmomen bagi mereka untuk menyatakan bahwaKekaisaran Ottoman sudah tidak diperlukan lagi, karena mereka sudah mendapatanapa yang mereka harapkan dan mereka sudah merancang konspirasi untuk menciptakan PD I dengan menghancurkan dan menguasai Kekaisaran Ottoman danRomawi Timur/Tsar di Moskow Rusia. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Attaturk di Turki danRevolusi orang Yahudi (Revolusi Bolsevik) di Moskow Rusia.

Dengan menarik Rusia masuk ke aliansi mereka(aliansi Britania dan Perancis), maka tidak ada pilihan lain bagi KekaisaranOttoman untuk bersekutu dengan aliansi Jerman, meskipun selama itu KekaisaranOttoman bersekutu dengan Britania dan Perancis. Britania (Inggris) dan Perancis sebelumnya telah membuat kesepakatanrahasia dengan Rusia (namun sebenarnya sebuah jebakan bagi Rusia), yangmenyatakan bahwa jika mereka berhasil memenangkan PD I tahun 1914 makaKonstantinopel akan menjadi milik Rusia dan ini membuat Rusia tergiur danmerasa senang karena Byzantium akan menjadi milik mereka (Rusia) lagi.

Dan ketika mereka memenangkan PD I pada tahun1917, tentara Rusia pun berbaris menuju Kontsntinopel. Namun dalam waktu yang bersamaan, terjadilah pergolakan Yahudi di Rusia (Revolusi Bolsevik), dengan menghabisi Tsar danseluruh anggota keluarga Kekaisaran Tsar serta mengambil alih kepemimpinan disana.

Ketika Kaum Bolsevik ini berhasilmenduduki tampuk pemerintahan dan membentuk Negara Persemakmuran Uni Soviet (KomunisAtheis), hal pertama yang mereka lakukan adalah menarik pasukannya yang telahmenuju Konstantinopel. Mengapa ? Karena mereka tidak menginginkan RomawiTimur/Kekaisaran Tsar Moskow Rusia menguasai Konstantinopel. Dan dengan menarik pasukan Rusia dariKonstantinopel inilah yang membuat Mustafa Kemal/Kemal Attaturk dengan leluasamenguasai Turki dan Konstantinopel, yang pada akhirnya Kesultanan/Kekhalifahan di bubarkan dan dihapuskan.

Ketika penaklukan Konstantinopel kelaktelah terjadi, setelah mengalahkan Kaum Ruum Barat, sesuai dengan sabdaRasulullah SAW, “Kalian akan bersekutu dengan Kaum Ruum… “ yaitu Kaum RuumTimur/Kristen Orthodoks Timur, maka implikasinya adalah tentara laut Rusia akandapat melewati Bosphorus, untuk masuk ke Laut Mediterania.

Dengan masuknya Kaum Ruum Timur (Rusia) ini,maka situasipun berubah, kekuatan perang angkatan laut di daerah tersebutmenjadi berimbang dan hal ini akan berujung dengan kehancuran Negara Israel. Kapan peperangan besar/Malhama/Armagedon initerjadi? Ketika Yerusalem sudah menjadi kota yang sangat berkembang, sementaraMadinah menjadi kota yang terpuruk, maka Malhama tidak akan lama lagi. Israel akan keluar dari balik layar dan akansegera melancarkan peperangan besar, mungkin peperangan ini akan terjadi dalamwaktu yang tidak lama lagi.

Peperanganini dimulai dengan peperangan lain yang pada akhirnya berujung pada peperangannuklir/Malhama/Armagedon. Saat ini Rusiadi pimpin oleh seorang pimpin yang sangat kuat dan pintar melakukan lobi-lobipolitik. Ketika pesawat Turki yangpernah ditembak jatuh, harusnya Turki sudah menginvasi Suriah saat itu, lagipula NATO sudah sangat frustasi karena tidak dapat menggulingkan rezim yangberkuasa sekarang dan satu-satunya jalan bagi mereka (NATO) adalah denganmelakukan invasi.Ketika pemimipin Rusia melakukan lobi diplomasi di Jenewa Swisdalam perundingan mengenai Suriah, AS di pojokan untuk menandatanganikesepakatan dengan Rusia.

Inilah kelebihan pemimpin Rusia karena dapat membuatAS setuju dengan usulnya dan kepada rakyat Suriah yang ingin mengakhiripertumpahan darah, dan tidak terpancing dengan aksi-aksi teroris olehmujahidin-mujahidin palsu. Rakyat Suriahharus berterima kasih kepada Rusia karena Rusia telah menggagalkan rencanaTurki untuk menginvasi Suriah secara militer dan mengusir mujahidin-mujahidinpalsu yang didanai dan dipersenjatai oleh Zionis.

Rusia tahu bahwa rezim saat ini tidak akandapat bertahan karena sudah tidak ada legitimasi agama maupun moral bagi rakyatnya, terlebih pemerintahansaat ini bersifat menindas dan memerlukan transisi ke sebuah rezim baru.

Namun apa yang diperbuat Rusia ini, mendapatkan kosekuensinya di mana orang-orangYahudi di Ukraina, didukung Zionis AngloAmerika/Zionis Eropa Barat meruntuhkan dan menggulingkan pemerintahan Ukrainayang sah, yang notabene adalah sekutu dari Rusia.

Dan ini membuat Rusia naikpitam dan melakukan invasi militer ke Krimea yang merupakan daerah bagian dari Ukraina. Rusia akan matia-matian mempertahankan Krimea secara militer karena mayoritas penduduk Krimea adalah keturunan Rusiadan jika Krimea akan terlepas, impilikasinya posisi Rusia akan terpojok dan memudahkan Zionis Anglo Amerika mngepung Rusia jika terjadi peperangan.

Namun kuat dugaan ada skenario terselubungdari Zionis, di mana mereka melakukan pembalasan akibat campur tangan Rusia di Suriah dan Iran, dan jika pemimpin baru Ukraina yang didukung Zionis AngloAmerika melancarkan perang terhadap Rusia, dan Rusia akan meladani demi mempertahankan daerah Krimea, kemungkinan besar nya Turki yang didukung NATO akan melakukan serangan terhadap Suriah, karena Rusia akan disibukan denganmelayani perlawanan dari Ukraina.

Dan bisa jadi ini adalah riak-riak menuju kepeperangan yang lebih besar yaitu perang nuklir/Malhama/Armagedon. Allahu’allam bissawad…… Umat muslim harus tahu siapa musuh kita yang sebenarnya, umat muslim akan lebih mengerti mengapa Nabi Muhammad SAW menubuatkan bahwa umat muslim akan bersekutudengan Kaum Ruum (RomawiTimur/KristenTimur Orthodoks Moskow) dan umat muslim Suriah harus“mengkotak-kotakan” mujahidin-mujahidin yang melawan penindasan, menentang Zionisme dan Israel serta persekutuan Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Amerika di NATO.

Masyarakat Suriah yang menentang Zionisme, terlepas apakah anti atau pro pemerintah, sudah waktunya duduk bersama dalam sebuah perundingan yang konstitusional sehingg atercapai kesepakatan damai dan bersatu memerangi dan mengusir“mujahidin-mujhidin palsu” yang berperang atas kepentingan Zionis Anglo Amerikadan NATO dalam mewujudkan pergantian rezim di Suriah seperti yang merekalakukan di Libya.

Jika terjadi peperangan besar/perang nuklir, Zionis Israel lah yang akan keluar sebagai pemenangnya, karena mereka berupaya untuk mengurang populasi dunia secara besar-besaran.

Zionis Isarael tidak akan dapat menguasai dunia jika masih banyak populasi manusia terutama umat Islam yang menentang mereka dan sebagai hambatan bagi mereka untuk menguasai dunia. Akan tetapi jika populasi sudah sangat berkurang maka akan memudahkan bagi Zionis Israel untuk menguasai dunia dan menguasai mereka-mereka yang tersisa. Namun mereka tidak akan mampu melawan kekuasan Allah SWT yang pada akhirnya Islam sebagai agama tauhid dan di ridhoi Allah SWT akan keluar sebagai pemenangnya Ketika Konstantinopel sudah ditaklukan, maka tulang punggung NATO pun akan hancur.

Armada Laut Hitam Rusia akan dapat memasuki Laut Mediterania dan itu akan menjadi malapetaka bagi Israel dan Arab Saudi. Mari kita panjatkan doa, agar hal ini menjadi mudah bagi kita, memberikan nur kepada Muslim untuk melihat dan memahami hal-hal yang mereka tak dapat melihatnya.

Memberikan Muslim tulang dari besi untuk dapat mempertahankan kebenaran, apapun konsekuensinya, • ► 2020 (19) • ► Jul (2) • ► Jun (14) • ► Mei (2) • ► Jan (1) • ► 2019 (96) • ► Agu (4) • ► Jul (1) • ► Jun (15) • ► Mei (18) • ► Apr (2) • ► Mar (1) • ► Feb (11) • ► Jan (44) • ► 2018 (167) • ► Des (79) • ► Nov (70) • ► Okt (18) • ► 2017 (9) • ► Okt (6) • ► Sep (3) • ▼ 2015 (392) • ► Okt (10) • ► Sep (59) • ► Agu (59) • ▼ Jul (17) • Mengenang Kejayaan Islam di Granada, Andalusia (Sp.

• Sultan Muhammad Al-Fatih, Penakluk Konstantinopel • Uang Kertas Haram & Sistem Riba, Perangkap jerat h. • Kristen Ortodoks Suriah (KOS) - Cara Beribadah per.

• Kronologi Detik-Detik Terbunuhnya Dajjal • Lokasi Tempat Turunya Nabi Isa Almasih AS • Imam Mahdi • Penaklukan Konstatinopel di Akhir Zaman, Oleh Isla. • Download Gratis Buku "The Choice" by Seikh Ahmeed. • Kepala Rabbi (Yahudi) Mengatakan "The Messiah" aka. • Konflik Sunni Syiah & Konflik Timur Tengah - Jelan. • Lokasi Kemunculan Dajjal • Apakah Injil Firman Tuhan ? • Bukti Yesus Tidak Mati Disalib, Dibangkitkan dan n.

• Kronologi Pembakaran Masjid di Tolikara, Wamena, P. • Misi Paus Fransiskus - Kristenisasi Di Indonesia • Cara Melindungi Diri Dari Fitnah Dajjal • ► Jun (36) • ► Mei (135) • ► Apr (10) • ► Mar (46) • ► Feb (20)
Halo Afis K. Kakak bantu jawab ya. Akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang Islam adalah seperti ditutupnya jalur perdagangan sehingga mengakibatkan naiknya harga rempah-rempah.

Berikut penjelasannya ya. Konstantinopel adalah kota dagang yang sangat ramai pada masa Romawi Timur dan jatuh apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam tangan Turki Ottoman pada 1453 yang kemudian berganti nama menjadi Istanbul yang sekarang berada di Turki.

Pada tahun 1453, Kesultanan Turki Usmani menaklukkan kota Konstantinopel dan mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. Penaklukkan ini memiliki dampak besar bagi Eropa. Dengan takluknya kota ini, Turki Usmani bisa melarang para pedagang Eropa ini beraktifitas dan memonopoli perdagangan Eropa dengan Asia. Akibatnya harga rempah-rempah di Eropa naik akibat penguasaan ini. Ini mendorong negara Eropa untuk mencari jalur perdagangan alternatif ke Asia termasuk ke Indonesia.

Semoga membantu😊
Betapa tidak, beliau Nabi SAW memang betul-betul memuji sosok itu. Beliau bersabda “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]. Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah (Roma)?

Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?

Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim) Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan para Shahabatnya empat belas abad yang lalu.

Delapan abad setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata demikian, apa yang beliau kabarkan benar-benar terjadi. Benteng Konstantinopel yang terkenal kuat dan tangguh itu, akhirnya takluk di tangan kaum muslimin.

Para Ulama’, di antaranya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan, “Di antara Dalaa’il Nubuwwah atau tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah sabda beliau yang menceritakan kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan.” (1) Konstantinopel, adalah salah satu bandar terkenal di dunia.

Semenjak kota ini didirikan oleh maharaja Bizantium yakni Constantine I, ia sudah menyita perhatian masyarakat dunia saat itu; selain karena faktor wilayahnya yang luas, besar bangunannya, kemegahan dan keindahan arsitekturnya, Konstantinopel juga memiliki kedudukan yang strategis.

Hal ini yang membuatnya juga mempunyai tempat istimewa ketika umat Islam memulai perkembangannya di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam, seperti dinyatakan oleh beliau dalam hadistnya. Dibalik kemegahan Kota ini, Konstantinopel juga dikenal memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya, selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini.

Tidak ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan.

Cukuplah kegagalan-kegagalan ekspedisi jihad umat Islam sebelumnya untuk menguasai kota ini, sebagai bukti akan ketangguhan pertahanannya. (2) Kontantinopel telah dibuka 8 Abad setelah Rasulullah menjanjikan nubuwwat tersebut.

Tetapi Roma, hingga hari ini belum kunjung terlihat bisa dibuka oleh muslimin. Ini menguatkan pernyataan Nabi dalam hadits di atas. Bahwa muslimin akan membuka Konstantinopel lebih dulu, baru Roma.

Itu artinya, sudah 15 Abad sejak Rasul menyampaikan nubuwwatnya tentang penaklukan Roma, hingga kini belum juga Roma jatuh ke tangan muslimin.

Setiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah saw dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan Romawi. Sudah sejak Rasulullah saw masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan penguasa di Konstatinopel menjadi muslim.

Selembar surat ajakan masuk Islam dari nabi SAW telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini. Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi.

Bismillahirrahmanirrahim, salamun ‘ala manittaba’al-huda, Amma ba’du, “Sesungguhnya Aku mengajak anda apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam memeluk agama Islam. Masuk Islamlah Anda akan selamat dan Allah akan memberikan Anda dua pahala. Tapi kalau Anda menolak, Anda harus menanggung dosa orang-orang Aritsiyyin.” Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan.

Namun dia mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam. Kota benteng Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium. Perpecahan tersebut sebagai buntut dari konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban kristen.

Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis karena berada di perbatasan Eropa dan Asia, baik di darat karena dilalui Jalur Sutera maupun di laut karena berada diantara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.

Banyak bangsa mengincar kota ini untuk dikuasai diantaranya bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazah, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.

Sayangnya, prestasi yang satu itu, yaitu menaklukkan kota kebanggaan bangsa Romawi, Konstantinopel, tidak pernah ada yang mampu melakukannya. Tidak dari kalangan sahabat, tidak juga dari kalangan tabi`in, tidak juga dari kalangan khilafah Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

Di masa sahabat, memang pasukan muslim sudah sangat dekat dengan kota itu, bahkan salah satu anggota pasukannya dikuburkan di seberang pantainya, yaitu Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahuanhu. Tetapi tetap saja kota itu belum pernah jatuh ke tangan umat Islam sampai 800 tahun lamanya.

Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam memang sebuah kota yang sangat kuat, dan hanya sosok yang kuat pula yang dapat menaklukkannya. Sepanjang sejarah kota itu menjadi kota pusat peradaban barat, dimana Kaisar Heraklius bertahta. Kaisar Heraklius adalah penguasa Romawi yang hidup di zaman Nabi SAW, bahkan pernah menerima langsung surat Ajakan masuk Islam dari beliau SAW. Ajakan Nabi SAW kepada sang kaisar memang tidak lantas disambut dengan masuk Islam.

Kaisar dengan santun memang menolak masuk Islam, namun juga tidak bermusuhan, atau setidaknya tidak mengajak kepada peperangan. Konstantinopel merupakan salah satu kota terpenting di dunia, kota yang sekaligus benteng ini dibangun pada tahun 330 M oleh Kaisar Byzantium yaitu Constantine I. Konstaninopel memiliki posisi yang sangat penting di mata dunia. Sejak didirikannya, pemerintahan Byzantium telah menjadikannya sebagai ibukota pemerintahan Byzantium.

Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan Tanduk Emas (golden horn) yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Di samping itu, dari daratan juga dijaga dengan pagar-pagar sangat kokoh yang terbentang dari laut Marmarah sampai Tanduk Emas.

Memiliki satu menara dengan ketinggian 60 kaki, benteng-benteng tinggi yang pagar bagian luarnya saja memiliki ketinggian 25 kaki, selain tower-tower pemantau yang terpencar dan dipenuhi tentara pengawas. Dari segi kekuatan militer, kota ini dianggap sebagai kota yang paling aman dan terlindungi, karena di dalamnya ada pagar-pagar pengaman, benteng-benteng yang kuat dan perlindungan secara alami. dengan demikian, maka sangat sulit untuk bisa diserang apalagi ditaklukkan.

Kedudukan Konstantinopel yang strategis diillustrasikan oleh Napoleon Bonaparte; “….kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!“. Biografi Singkat Sultan Muhammad Tsaniy atau yang lebih dikenal dengan Sultan Muhammad Al Fatih, dilahirkan pada tanggal 26 Rajab tahun 833 H, bertepatan dengan tanggal 20 April 1429 M.

Beliau menghabiskan masa kecilnya di kota Adrenah. Ayah beliau, betul-betul mendidik beliau agar menjadi seorang pemimpin kuat lagi saleh. Sultan Murad II melatih dan mendidik anaknya itu dari segala segi. Dalam bidang kesatriaan, beliau dilatih seni berpedang, memanah, dan keterampilan mengendarai kuda.

apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam

Tidak kalah penting, dalam bidang keagamaan, Ayah beliau mendatangkan beberapa Ulama’ pilihan di zamannya untuk mendidik agama beliau, di antaranya adalah Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy, seorang pakar fikih yang juga memiliki pengetahuan yang dalam dalam bidang ilmu Nahwu, Ma’ani, dan Bayan. Beliau adalah seorang ulama’ yang diakui keilmuannya oleh para ulama’ lainnya yang hidup di masanya.

Bahkan Muhammad al-Fatih menyebutnya sebagai “Abu Hanifah zamannya”. Di samping itu, Muhammad al-fatih juga mewarisi sikap pemberani dan tidak mudah putus asa dari ayahnya. Beliau mempelajari ilmu perang, strategi pertempuran, teknik mengepung kota dan beberapa wawasan kemiliteran lainnya.

Muhammad al-Fatih juga gemar mempelajari sejarah Islam mulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga zaman beliau hidup saat itu, kisah sejarah yang dipenuhi kisah-kisah kepahlawanan dan kesatriaan para pahlawan Islam.

Hal-hal yang kelak mendukung langkah beliau dalam pertempuran untuk menaklukkan benteng Konstantinopel. Muhammad al-Fatih pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang perkasa dan saleh di bawah didikan ayah dan guru-gurunya. Tinggi badannya sedang-sedang saja, namun anggota tubuh beliau menceritakan keperkasaannya. Muhammad al-Fatih sangat mahir mengendarai kuda dan pandai memainkan senjata.

Beliau dikenal sebagai sosok yang pemberani, adil dalam memutuskan perkara, dalam pengetahuan agama dan sastranya, zuhud lagi wara’ terhadap dunia, serta memiliki pandangan ke depan yang tajam. Sang penakluk Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam ini juga sangat rajin beribadah. Beliau jarang sekali shalat kecuali di Masjid Jami’.

Beliau juga dikenal sebagai penguasa yang dekat dengan Ulama’. (3) Semenjak kecil, Sultan Muhammad telah mengamati upaya-upaya ayahnya, Sultan Murad II, untuk menaklukkan Konstantinopel.

Beliau juga mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat dalam dirinya untuk meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta -pada usia yang sangat muda- menggantikan ayahnya pada tahun 855 H, beliau mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menaklukkan Konstantinopel.

(4) Lambang Kekhalifahan Beliau merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Shalat Tahajjud sejak baligh.

Beliau wafat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia. Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu'' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ''Ain Al-Jalut" melawan tentara Mongol).

Usaha Sultan dalam Menaklukan Konstantinopel Istanbul atau yang dulu dikenal sebagai Konstantinopel, adalah salah satu bandar termasyhur dunia. Bandar ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam khususnya pada masa Kesultanan Utsmaniyah, ketika meluaskan wilayah sekaligus melebarkan pengaruh Islam di banyak negara.

Bandar ini didirikan tahun 330 M oleh Maharaja Bizantium yakni Constantine I. Kedudukannya yang strategis, membuatnya punya tempat istimewa ketika umat Islam memulai pertumbuhan di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah Shallallahu ''Alaihi Wasallam juga telah beberapa kali memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam seperti dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu ''Alaihi Wasallam pada perang Khandaq.

Keseriusan para Sahabat, para Khalifah serta para Sulthan dalam menaklukkan Konstantinopel. Ketika para sahabat mendengar langsung dari bibir mulia Rasulullah Muhammad SAW pada saat perang Khandaq tentang akan ditaklukkannya Kota Konstantinopel seperti tertera pada nukilan hadits diatas, para Sahabat mafhum, merasa sangat bersemangat dan kemudian berlomba-lomba dengan diiringi gemuruh kerinduan yang ada pada dada-dada mereka bersegera merealisasikan janji Allah dan RasulNya untuk mengambil bagian dalam upayanya menaklukkan Konstantinopel.

Sebagai salah satu bukti adalah Syahidnya salah seorang Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Abu Ayyub Al Anshori (ridho Allah senantiasa menyertainya) dipinggir kota Konstantinopel pada masa pemerintahan Khalifah Muawwiyah bin Abi Sofyan dalam rangka menaklukkan benteng sekaligus kota terkuat, yang konon sangat sulit untuk ditaklukkan oleh negara manapun di dunia saat itu.

Usaha pertama untuk mengepung Konstantinopel dilakukan pada tahun 34 H. / 654 M. pada masa pemerintahan Usman bin Affan. Dia mengirimkan Muawiyah bin Abu Sofyan r.a. dengan pasukan yang besar untuk mengepung dan menaklukkannya. Tetapi mereka pulang dengan tangan hampa disebabkan oleh kokohnya pertahanan Konstantinopel. Pada masa Bani Umayah tercatat 2 serangan penting yang dilancarkan : Pujian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada raja dan tentara yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, benar-benar melecut semangat jihad para pemimpin serta mujahidin yang hidup setelah beliau.

Pertama Adalah pada masa Khalifah Muawwiyah bin Abi Sofyan pada tahun 44 H di bawah komando anaknya Yazid. Beliaulah “peletak batu pertama” pada proyek agung penaklukkan kota Konstantinopel. Turut serta dalam pasukan ini Abu Ayyub al-Anshari, seorang shahabat Rasulullah yang pemberani.

Namun usaha ini menemui kegagalan. Abu Ayyub al-Anshari akhirnya gugur ketika mengikuti pertempuran ini. Sebelum beliau wafat, beliau sempat berpesan kepada panglima Bani Umayyah; jika ia wafat, ia ingin sekali dikuburkan di bawah tembok benteng Konstantinopel (Jika wafat ia meminta jasadnya dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim.).

Pasukan muslimin pun menjalankan wasiat beliau; mereka menyerbu musuh sambil membawa jasad Abu Ayyub al-Anshari, hingga ketika mereka sampai ke tembok benteng Konstantinopel, para mujahidin menggali lobang, dan menguburkan beliau di situ, sesuai permintaan terakhir beliau (5).

Kedua: adalah yang dilakukan pada masa Sulthan Sulaiman bin Abdul Malik tahun 98 H. Pada saat itu dia mengirimkan pasukan tentara sejumlah 20.000 orang dan sekitar seratus perahu untuk mengepung dan menaklukkan Konstantinopel. Pengepungan Konstantinopel berlangsung berbulan bulan dengan pasukan yang dalam kondisi kelaparan yang mengenaskan karena keinginan kuat sang khalifah dalam menaklukkan Konstantinopel. Tetapi usaha itu belum juga berhasil akibat suhu udara yang sangat dingin.

Pasukan itu kemudian ditarik mundur oleh Umar bin Abdul Aziz setelah dirinya menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik yang mangkat pada saat tentara masih berada di medan pertempuran. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khalifah Umayyah.

Di zaman Khalifah Abbasiyyah, misi yang sama juga di lakukan namun belum menuai kesuksesan, termasuk di zaman Khalifah Harun Arrasyid. Setelah kejatuhan Baghdad 656 H, usaha menawan Konstantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur terutama kerajaan Seljuk. Pemimpinnya Alp Arselan berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonus, pada tahun 463 H. Akibatnya sebagian besar wilayah kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk.

Beberapa usaha untuk menaklukkan Konstantinopel juga dilakukan oleh para pemimpin Daulah Utsmaniyyah. Sultan Murad II juga pernah melakukan beberapa kali pengepungan ke benteng tersebut, namun belum menuai hasil. Hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala mewujudkan impian kaum muslimin untuk menaklukkan benteng tersebut melalui tangan pemimpin ke-7 Daulah Utsmaniyyah yang terkenal akan kesalehan dan ketakwaannya kepada Allah.

Dikisahkan bahwa tentaranya tidak pernah meninggalkan shalat wajib sejak baligh dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh.

Sang Sultan sendiri tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajjud dan rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya. Di samping ketakwaan Sultan dan tentaranya kepada Allah, mereka memiliki semangat jihad yang tinggi, pantang menyerah, dan tidak takut mati. Mereka juga berhasil memainkan taktik perang yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, Sultan dan pasukannya bisa membuat kapal-kapal laut berjalan di atas daratan. Rute darat yang dilalui kapal-kapal Turki bukanlah rute yang mudah.

Selain harus melewati jalan yang terjal, jarak yang harus ditempuh pun tidak pendek.(6) Di masa khilafahan Abbasiyah berlangsung serangan yang demikian intensif ke Byzantium, namun demikian usaha ini belum sampai menyentuh Konstantinopel walaupun serangan itu telah menimbulkan gejolak di dalam negeri Byzantium, khususnya serangan yang dilakukan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid pada tahun 190 H. Setelah itu upaya penaklukan Konstantinopel dilanjutkan oleh Kesultanan Islam Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam di Asia Kecil; seperti Sulthan Alib Arsalan yang telah berhasil mengalahkan tentara Kaisar Rumanos dari Romawi dengan pasukannya yang berjumlah kurang lebih 200.000 personil hanya dengan tentara Islam sejumlah 15.000 personil dalam Perang Manzikart pada tahun 464 H/1070 M.

Kemenangan Spektakuler ini merupakan titik perubahan penting dalam sejarah Islam. Sebab peristiwa ini telah melemahkan pengaruh Romawi di Asia Kecil yang tak lain adalah wilayah-wilayah strategis kekaisaran Byzantium. Ketika kekhilafahan Abbasiyah yang beribukota di Baghdad dihancurkan oleh serbuan pasukan Mongolia, muncullah Utsman peletak dasar Kekhilafahan Utsmaniyah.

Dengan kekuasaan yang baru lahir dia telah berhasil menembus laut Marmarah, dengan bala tentaranya dia berhasil membayangi dua kota utama Byzantium kala itu yakni Azniq dan Burshah. Setelah wafatnya Utsman, Khalifah penggantinya Orkhan melanjutkan misi pendahulunya. Tahun 727H/1327M Nicomedia sebuah kota yang berada di barat laut Asia kecil dekat kota Konstantinopel berhasil ditaklukan. Sulthan Orkhan sangat peduli untuk merealisasikan apa yang pernah dikabarkan oleh Rasulullah SAW tentang akan ditaklukkannya Konstantinopel.

Dia telah melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan pengepungan terhadap ibukota Byzantium dari sebelah barat dan timur pada saat yang bersamaan, agar bisa merealisasikannya, dia mengirim anaknya yang bernama Sulaiman untuk melintasi selat Dardanela dan memerintahkannya agar menguasai beberapa wilayah di sebelah barat.

Tahun 758 H Sulaiman berhasil menyeberangi selat Dardanil pada malam hari bersama pasukan kavaleri, tatkala sampai di tepi barat, mereka berhasil mengambil alih beberapa kapal milik tentara Romawi yang sedang berada ditempat itu, lalu mereka membawa kapal–kapal ke tepi timur, mengingat tentara Utsmani belum memiliki armada laut sebab kekuasaan mereka baru saja berdiri.

Di tepi timur inilah, Sulaiman memerintahkan pasukannya untuk menaiki kapal-kapal itu yang membawa mereka ke pantai Eropa. Mereka mampu menaklukkan benteng Tarnab, dilanjutkan ke Ghalmabuli yang di dalamnya ada benteng Jana dan Apsala serta Rodestu, semuanya berada di selat Dardanela yang berada diutara dan selatan. Dengan begitu Sulthan Orkhan telah melakukan sebuah langkah penting dan membuka jalan bagi pemimpin yang datang setelahnya untuk menaklukkan Konstantinopel.

Di Eropa, tentara Utsmani melakukan futuhat (penaklukan) di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Byzantium. Pada tahun 762 H/1360 M, Sulthan Murad I mengusai Adrianopel (Edirne), sebuah kota yang sangat strategis di Balkan dan dianggap sebagai kota kedua setelah Konstantinopel oleh Byzantium.

Dia menjadikan kota ini sebagai ibukota pemerintahannya sejak tahun 768 H/1366 M. Pada masa kepemimpinan Sulthan Bayazid I terjadi pengepungan Konstantinopel dengan pasukan yang dipimpinnya sendiri hingga membuat Konstantinopel hampir menemui keruntuhannya.

Namun karena munculnya sebuah bahaya baru (Timur Lenk dari Mongolia) yang mengancam pemerintahan Utsmani akhirnya Sulthan Bayazid menarik mundur pengepungan tersebut. Pada masa pemerintahan Sulthan Murad II beberapakali usaha penaklukkan Kota Konstantinopel dilakukan. Bahkan di masanya pasukan Islam beberapa kali mengepung kota ini. Adalah Sulthan Muhammad II, putera Sulthan Murad II yang melanjutkan penaklukkan Konstantinopel baik dari ayahnya maupun pendahulunya, dalam rangka penaklukan konstantinopel dia berusaha untuk memperkuat kekuatan militer Utsmani dari segi kuantitas hingga mencapai 250.000 personil.

Selain membekali pasukan dengan kemampuan tempur dia juga menanamkan semangat Jihad. Sulthan selalu mengingatkan mereka akan pujian Rasulullah pada pasukan yang mampu membuka Kota Konstantinopel. Dia selalu berharap, tentara yang dimaksud Rasulullah adalah tentaranya. Hal ini memberikan dorongan moral serta ruhiyyah yang sangat kuat dan tiada tara di seluruh benak pasukannya.

Selain itu ia juga memperkuat infrastruktur angkatan bersenjata dan modernisasi peralatan tempur, dengan membangun benteng Romali Hisyar di wilayah selatan Eropa di selat Bosphorus pada sebuah titik yang paling strategis yang berhadapan dengan benteng yang pernah dibangun pendahulunya yaitu Sulthan Bayazid di daratan Asia.

Meski sempat dihalangi oleh Kaisar Romawi dengan ganti uang yang akan dibayarkan pada sulthan, Sulthan tetap menolak dengan tegas. Hingga akhirnya selesailah satu benteng yang demikian tinggi dan sangat aman. Tingginya sekitar 82 meter. Beliau juga menyiapkan meriam-meriam yang berukuran sangat besar dalam penaklukan kali ini. Dalam Hal ini, Sulthan membebaskan tawanan insinyur ahli pembuat meriam yang bernama Orban dari penjara Konstantinopel, jadilah Meriam yang sangat besar (meriam Sulthan Muhammad) memiliki bobot puluhan ton dan membutuhkan bantuan lembu untuk menariknya.

Midfa’ Sulthoniy, meriam raksasa penggetar Konstantinopel. Persiapan Sultan Muhammad al-Fatih juga tidak kalah matang dari musuhnya untuk menggempur mereka.

Sultan mengambil tindakan untuk menguasai semua perkampungan yang ada di sekitar benteng Konstantinopel. Hal ini berakibat putusnya jalur komunikasi antara Konstantinopel dengan Negara-negara lain. Selain itu, semangat jihad para pasukan Sultan juga semakin menggelora. Mereka ingin segera berperang untuk meninggikan agama Islam, meraih syahid di jalan Allah, serta pahala yang besar dari sang pencipta.

Para Ulama’ juga tidak ketinggalan berada di tengah-tengah pasukan untuk membakar semangat jihad mereka. Di tengah upaya Sultan Muhammad al-Fatih mematangkan persiapan pasukannya untuk berperang, secara tidak di sangka-sangka datang seorang ahli pembuat meriam dari kota Konstantinopel menawarkan jasa keahliannya membuat meriam kepada Sultan Muhammad al-Fatih.

Sebelumnya lelaki ini bekerja untuk Konstantinopel. Namun karena penguasa Konstantinopel tidak kunjung membayar upah yang dijanjikan sebelumnya kepadanya, ia akhirnya membelot dan menawarkan jasanya kepada Sultan. Bak mendapat durian runtuh, Sultan Muhammad langsung menyambut tawaran emas dari sang ahli pembuat meriam ini. Sultan memberinya banyak harta dan fasilitas lengkap kepadanya untuk segera memulai pekerjaannya.

Proyek besar ini sendiri dibantu oleh para arsitek senjata asal Turki dan pengawasannya dibawahi langsung oleh Sultan sendiri. Selang tiga bulan kemudian, ahli pembuat meriam ini sukses menyelesaikan penggarapan sejumlah meriam untuk memperkuat pasukan militer Sultan. Di antaranya terdapat sebuah meriam raksasa yang belum pernah dibuat sebelumnya di muka bumi ini. Beratnya sekitar tujuh ratus ton. Peluru meriamnya juga memiliki ukuran yang sangat besar. Diperlukan seratus ekor kerbau ditambah seratus orang laki-laki yang kuat untuk menarik atau memindahkan meriam ini dari satu tempat ke yang tempat lain.

Meriam ini akhirnya kondang dengan nama Midfa’ Sulthoniy atau meriam sang Sultan. Sebelum uji coba meriam raksasa ini dilangsungkan, Sultan terlebih dahulu memperingatkan warganya agar tidak terkejut dengan kerasnya suara tembakannya. Ketika diuji coba, suara dentumannya terdengar hingga jarak tiga belas mil jauhnya.

Peluru meriam tersebut akhirnya jatuh dan membuat lubang sedalam enam kaki. Sungguh luar biasa! Sultan gembira sekali setelah mengetahui hasil yang memuaskan dari uji coba meriam ini.

Kemampuan meriam ini semakin menambah rasa percaya diri Sultan Muhammad Tsaniy dan pasukannya untuk menaklukkan benteng Konstantinopel. Sultan juga tidak lupa memberi bonus kepada sang ahli atas jerih payahnya yang telah mengarsiteki pembuatan meriam raksasa ini. (7) Spesifikasi Meriam Sultan Muhammad Dibuat tahun 1453 di Hongaria dan digunakan bangsa Turki untuk merebut Konstantinopel, mereka membuat shok pembuatnya dengan tidak disangka melakukan apa yang telah mereka telah rencanakan yaitu mengirim 1500 pon bola granit ke siapa saja dimana moncong meriam ini diarahkan.

Sebelum serangan dilancarkan, Sultan Muhammad II telah mengadakan perjanjian dengan kerajaan yang berbatasan langsung dengan konstantinopel diantaranya ialah perjanjian yang dibuat dengan kerajaan Galata yang bersebelahan dengan Byzantine.

Ini merupakan strategi yang penting supaya seluruh tenaga dapat difokuskan kepada musuh yang satu tanpa ada ancaman lain yang tidak terduga. Selain itu, dalam mempersiapkan penaklukan kota Konstantinopel, Sulthan juga memperkuat armada laut Utsmani mengingat Konstantinopel adalah sebuah kota laut, yang tidak mungkin bisa dikepung kecuali dengan menggunakan armada laut.

Disebutkan bahwa kapal perang yang telah dipersiapkan berjumlah 400 unit. Meriam-meriam besar telah digerakkan dari Adrianopel menuju Konstantinopel dalam jangka waktu dua bulan. Keseriusan Sultan Muhammad II telah mendorong Kaisar Byzantium berusaha mendapatkan pertolongan dari negara-negara Eropa.

Beliau memohon pertolongan dari gereja Katholik roma, sedangkan ketika itu semua gereja di Kostantinopel menjadi beraliran Orthodoks. Demi mendapatkan bantuan, Constantine XI Paleologus setuju untuk menukar aliran di kostantinopel demi menyatukan kedua aliran yang saling bermusuh itu. Perwakilan dari Eropa telah tiba di konstantinopel untuk tujuan tersebut.

Constantine XI berpidato di Gereja Aya Sofya menyatakan ketundukan Byzantium kepada Katholik Roma. Hal ini telah menimbulkan kemarahan penduduk Kostantinopel yang beraliran Orthodoks. Sehingga ada di antara pemimpin Orthodoks berkata, “Sesungguhnya aku lebih rela melihat di bumi Byzantine ini sorban orang Turki (muslim) daripada aku melihat topi Latin!” Situasi ini telah mencetuskan pemberontakan rakyat terhadap keputusan Constantine XI yang dianggap telah berkhianat.

Awal pengepungan Setelah proses persiapan yang teliti, Akhirnya pasukan yang dipimpin langsung Sultan Muhammad II sampai didekat Konstantinople pada hari Kamis tanggal 26 Rabiul Awwal 857 H (6 April 1453 M).

bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, dan tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha, mereka merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru kota dengan berbekal 250.000 ribu pasukan, meriam dan 400 kapal perang. The same day the city was besieged from the Golden Horn to the Marmara Sea from the land.Dan pada hari yang sama seluruh kota telah terkepung mulai dari Golden Horn ke Laut Marmara dari tanah.

Kemudian Sultan bersama dengan para staf militernya menyusun strategi perang untuk menggempur benteng Konstantinopel; Pasukan infanteri (8), kavaleri (9), dan artileri (10) diperintahkan untuk mengambil posisinya masing-masing. Pasukan regular (11) dan beberapa regu khusus bersama dengan pasukan non-reguler mengemban tugas utama untuk mengepung benteng sekaligus menyerangnya. Ada juga pasukan yang disiapkan Sultan untuk menggempur benteng dari arah pintu Rumanus –sisi ini adalah daerah yang paling lemah pertahanannya- kelompok ini bertugas membantu penyerangan pasukan utama sekaligus mendobrak benteng dari sisi ini.

Armada laut Sultan juga tidak ketinggalan ambil bagian dari pengepungan ini; tiga ratus kapal perang -baik yang berukuran kecil hingga yang besar- juga turut mengepung Konstantinopel dari arah laut. Selain itu, Armada laut Sultan juga bertugas; mencegah bala bantuan yang mungkin datang dari arah laut menuju Konstantinopel, menyerang kapal-kapal musuh yang menjaga teluk, menghancurkan rantai besi yang diletakkan tentara Konstantinopel di teluk yang telah membuat kapal-kapal Sultan tidak bisa memasuki teluk karena terhalang olehnya.

Setelah semua pasukan mengambil posisinya, Sultan mengirim pesan kepada penguasa Konstantinopel agar mau menyerahkan kota secara baik-baik kepada kaum muslimin. Jika hal itu dilakukan, Sultan berjanji untuk memperlakukan masyarakat Konstantinopel dengan baik dan menjamin keselamatan jiwa, harta, serta kebebasan beragama mereka.

Namun tawaran Sultan ini ditolak mentah-mentah oleh pemimpin Konstantinopel. Mereka merasa yakin akan kekuatan pertahanan benteng mereka serta bala bantuan dari para sekutu.(12) Sulthan Muhammad berpidato di hadapan pasukan dengan berapi-api dan penuh semangat yang memicu pasukan untuk berjihad dan meminta kemenangan pada Allah SWT atau mati syahid. Dalam khutbahnya, Sulthan menjelaskan arti pengorbanan dan keikhlasan dalam berjihad tatkala berhadapan dengan musuh.

Dia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi seruan Jihad, sebagaimana ia juga menyebutkan hadits-hadits Rasulullah yang mengabarkan tentang penaklukkan Konstantinopel dan keutamaan prajurit yang membukanya serta keutamaan pimpinan pasukannya. Dia menyebutkan, bahwa dengan dibukanya Konstantinopel berarti akan memuliakan nama Islam dan kaum Muslim. Pasukan Islam saat itu melakukan gempuran dengan membaca Laa Ilaaha Illallah dan Allahu Akbar sebelumnya Muhammad Al-Fatih memimpin do’a dengan khusyu’ kepada Allah SWT untuk kemenangan dia dan pasukannya dalam menaklukkan Konstantinopel.

Sulthan Muhammad II kemudian mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam, menyerahkan penguasaan kota secara damai atau memilih perang. Constantine Paleologus bertahan untuk tetap mempertahankan kota. Ia dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa. Gambaran benteng pertahanan. Jika dilihat dari udara, benteng yang mengitari Konstantinopel memiliki bentuk seperti segitiga.

Salah satu sisinya menghadap laut Marmaroh, sisi yang satunya lagi menghadap ke teluk, dan sisi yang terakhir menghadap ke daratan yang mengarah ke Eropa –di sisi inilah pasukan utama Sultan berada. Benteng ini dikelilingi oleh parit selebar enam puluh kaki untuk merintangi gerakan musuh yang berusaha mendekat.

Benteng ini memiliki beberapa pintu, antara lain: Pintu Askariy Untuk menerobos benteng ini, Sultan Muhammad al-Fatih membagi posisi pasukannya sebagai berikut: Regu pertama: Maymanah : Terdiri dari pasukan Anadhol yang dikomandoi oleh Ishaq Pasya dan Mahmud Bek.

Pasukan ini mengambil posisi berhadapan dengan pintu Midfa’. Regu kedua: Maysaroh : Terdiri dari beberapa pasukan yang dipimpin Qurjah Pasya.

Pasukan ini mengambil posisi yang berhadapan dengan pintu Adrenah. Regu ketiga: Qolb : terdiri dari pasukan utama dan pasukan pilihan yang dipimpin sendiri oleh Sultan Muhammad al-Fatih. Posisi pasukan ini berhadapan dengan pintu Midfa’. Dan di belakang posisi pasukan inilah Sultan mendirikan kemah yang berfungsi sebagai pusat komando jalannya pertempuran pasukan beliau.

(13) Kota dengan benteng tinggi 10-an meter tersebut memang sulit ditembus, selain itu di sisi luar benteng dilindungi oleh parit-parit dalam. Dari sebelah barat pasukan altileri harus membobol benteng setebal dua lapis sedangkan dari arah selatan laut Marmara, armada laut turki utsmani harus berhadapan dengan kapal perang Genoa pimpinan Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam dan di arah timur selat sempit tanduk emas sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa melewatinya.

Constantine XI Paleologus telah melakukan negosiasi dengan berbagai tawaran demi untuk menyelamatkan kedudukannya. Akan tetapi Sulthan muhammad II menolak semua tawaran itu justru sebaliknya ia memberi saran supaya Konstantinopel diserahkan kepada Daulah utsmani secara aman.

Sultan Muhammad II berjanji, jika Konstantinopel diserahkan secara aman, tiada seorang pun yang akan diapa-apakan bahkan tidak ada gereja dan harta benda penduduk Konstantinopel yang akan dimusnahkan. Antara isi kandungan ucapannya, “…serahkan kekaisaranmu, kota Konstantinopel. Aku bersumpah bahwa tentaraku tidak akan mengancam nyawa, harta dan kehormatan mereka. Mereka yang ingin terus tinggal dan hidup dengan amat apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam di Konstantinopel, bebas berbuat demikian.

Dan siapa yang ingin meninggalkan kota ini dengan aman sejahtera juga dipersilakan“. Keesokan harinya, Sultan Muhammad II telah menyusun dan membagi tentaranya menjadi tiga bagian. Pertama adalah gugus utama yang bertugas mengepung benteng yang mengelilingi Costantinopel. Di belakang kumpulan utama itu adalah tentara cadangan yang bertugas menyokong tentera utama.

Meriam telah diarahkan ke pintu Topkapi. Pasukan pengawal juga diletakkan di beberapa kawasan strategis seperti kawasan-kawasan bukit di sekitar Kota Byzantine. Armada laut utsmani juga diletakkan di sekitar perairan yang mengelilingi Konstantinopel. Akan tetapi kapal-kapal tidak bisa memasuki perairan Tanduk Emas disebabkan rantai raksasa yang menghalanginya.

Semenjak hari pertama serangan, tentera Byzantine telah berusaha keras menghalangi tentara islam merapat ke pintu-pintu masuk kota mereka. Tetapi serangan tentera Islam telah berhasil mematahkan halangan itu, ditambah dengan serangan meriam dari berbagai sudut. Bunyi meriam saja telah menimbulkan rasa takut yang amat sangat kepada penduduk Costantinople sehingga menghilangkan semangat mereka untuk melawan.

Armada laut Utsmani telah mencoba beberapa kali untuk melepas rantai besi di Tanduk Emas. Dan pada saat yang sama, mengarahkan serangan ke kapal-kapal Byzantine dan Eropa yang tiba untuk menyerang.

Namun usaha ini tidak berhasil, kegagalan armada turki memberikan semangat kepada tentara Costantinople untuk terus bertempur. Pada saat yang sama para pendeta berjalan di lorong-lorong kota, mengingatkan penduduk supaya banyak bersabar serta terus berdoa kepada Tuhan supaya menyelamatkan Kostantinopel.

Constantine XI Paleologus juga sering bolak-balik ke Gereja Aya Sofya untuk tujuan yang sama. Walaupun begitu, kepungan armada laut Sultan Muhammad II masih belum berhasil menerobos masuk disebabkan oleh rantai besi yang melindungi Tanduk Emas. Pada saat yang sama, para mujahidin tetap terus melancarkan serangan sehingga pada 18 April 1453M, pasukan penyerang berhasil meruntuhkan tembok konstantinopel di Lembah Lycos yang terletak di sebelah barat kota namun dengan cepat tentara constantine berhasil menumpuk reruntuhan sehingga benteng kembali tertutup.

Rantai yang menghalangi kapal masuk ke Teluk Golden Horn. (koleksi Museum Hagia Sophia) Pada hari yang sama, beberapa buah kapal perang utsmani mencoba melewati rantai besi di Tanjung Emas. Akan tetapi, gabungan armada laut Byzantine dan Eropa berhasil menghalanginya bahkan banyak kapal perang utsmani yang karam oleh serangan armada laut eropa dan Byzantium.

Dua hari setelah serangan itu, terjadi sekali lagi perang laut antara kedua belah pihak. Sultan Muhammad II sendiri mengawasi pertempuran dari tepi pantai. Saat itu juga, Sultan menunggang kudanya sehingga ke tepi laut sambil berteriak dengan sekuat tenaga untuk memberikan semangat. Kesungguhan Sultan Muhammad II berhasil menaikkan semangat tentaranya.

Namun, gabungan armada eropa dan konstantinopel berhasil mematahkan serangan mujahidin walaupun mereka bersungguh-sungguh melancarkan serangan demi serangan. Kegagalan tersebut menyebabkan Sultan mengganti Palta Oglu dengan Hamzah Pasha. Kegagalan serangan tersebut telah memberikan kekhawatiran kepada tentara utsmani. Khalil Pasha yang merupakan wazir/menteri ketika itu mencoba membujuk Sultan supaya membatalkan serangan serta menerima saja perjanjian penduduk Costantinople untuk tunduk kepada Daulah Utsmani tanpa menaklukannya.

Saran itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan. Kini tinggal memikirkan cara supaya armada laut turki utsmani bisa melewati tanduk emas. Rantai yang melindungi pintu masuk ke Teluk Golden Horn Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai.

Sampai akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dikemukakan namun akhirnya dilakukan. Ide tersebut adalah memindahkan kapal-kapal perang yang berada di perairan Selat Bosporus ditarik melalui darat untuk menghindari rantai penghalang.

Hanya dalam semalam 70-an kapal bisa memasuki wilayah perairan Golden Horn (Tanduk Emas) melalui jalur darat yang memiliki perbukitan yang tinggi dan terjal. (dari yang saya pernah baca teknisi menggunakan lembu atau sapi, kuda-kuda untuk menarik kapal dan 2 buah gelondongan kayu yang diapit menjadi satu sehingga bagian bawah kapal yang lebih lancip bisa melewati celah antara gelondongan untuk mempermudahnya kayu-kayu diolesi minyak sehingga licin, susunan kayu-kayu itu membentuk jalur yang menghubungkan 2 laut yang berbeda).

Pekerjaan demikian tentu sebuah pekerjaan yang berat dan besar bahkan dianggap sebagai “mukjizat” yang tampak dari sebuah kecepatan berfikir dan kecepatan aksi yang menunjukkan kecerdasan Muhammad Al-Fatih dan ketaatan serta keinginan kuat pasukannya saat itu. Orang-orang Byzantium pun kaget, tak seorangpun yang percaya atas apa yang telah terjadi.

Pada subuh pagi tanggal 22 April, penduduk kota yang lelap itu terbangun dengan suara pekik takbir tentara Islam yang menggema di perairan Tanduk Emas. Orang-orang di konstantinopel gempar, tak seorang pun yang percaya atas apa yang telah terjadi. Tidak ada yang dapat membayangkan bagaimana semua itu bisa terjadi hanya dalam semalam.

Bahkan ada yang menyangka bahwa tentara sultan mendapat bantuan jin dan setan!!??…. Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan salah seorang ahli sejarah tentang Byzantium mengatakan: “Kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan.

Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung,” Sulthan Muhammad Al-Fatih mengejutkan musuhnya dari waktu ke waktu dengan seni serangan yang selalu berbeda dari segi perang dan pengepungan, seni perang yang dia lakukan merupakan inovasi baru yang belum pernah dikenal sebelumnya. Dengan posisi tentara islam yang semakin kuat, Sultan Muhammad II melancarkan serangan besar-besaran ke benteng terakhir konstantinopel.

Tembakan meriam yang telah mengkaramkan sebuah kapal dagang di Tanjung Emas, menyebabkan tentara Eropa yang lain lari ketakutan. Mereka telah meninggalkan pertempuran melalui kota Galata. Semenjak keberhasilan kapal mujahidin memasuki perairan Tanjung Emas, serangan dilancarkan siang dan malam tanpa henti.

Takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” yang menggema di segala penjuru Costantinople telah memberikan serangan psikologis kepada penduduk kota itu. Semangat mereka terus luntur dengan ancaman demi ancaman dari pekikan takbir mujahiddin.

Ketika ribut yang belum juga reda, penduduk Costantinople menyadari bahwa tentara Islam telah membuat terowongan untuk masuk ke dalam pusat kota. Ketakutan melanda penduduk sehingga mereka curiga dengan bunyi tapak kaki sendiri. Kalau-kalau tentara ‘turki’ keluar dari dalam bumi !! Sultan Muhammad II yakin bahwa kemenangan semakin tiba, mendorong beliau untuk terus berusaha agar Constantine XI Paleologus menyerah kalah tanpa terus membiarkan kota itu musnah akibat gempuran meriam.

Sekali lagi Sultan mengirim utusan Ismail Isfendiyar Beyoglu untuk meminta Constantine XI Paleologus agar menyerahkan Costantinople secara aman. Costantine telah berunding dengan para menterinya.

Ada yang menyarankan supaya mereka menyerah kalah dan ada pula yang ingin bertahan sampai akhir. Costantine akhirnya setuju dengan pandangan kedua lantas mengirimkan balasan, “… syukur kepada Tuhan karena Sultan memberikan keamanan dan bersedia menerima pembayaran jizyah.

Akan tetapi Costantine bersumpah untuk terus bertahan hingga ke akhir hayatnya demi takhta… atau mati dan dikuburkan di kota ini!”. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad II bersama tentaranya meluruskan niat dan membersihkan diri di hadapan Allah SWT. Mereka membanyakkan solat, doa dan zikir dengan harapan Allah SWT akan memudahkan kemenangan.

Para ulama pula memeriksa barisan tentara sambil memberi semangat kepada para mujahidin. Mereka diingatkan tentang kelebihan jihad dan syahid serta kemuliaan para syuhada’ terdahulu khususnya Abu Ayyub Al-Ansari RA. “…sesungguhnya apabila Rasulullah SAW tiba di Madinah ketika kemenangan hijrah, baginda telah pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Ansari.

Sesungguhnya Abu Ayyub telah pun datang (ke Costantinople) dan berada di sini!” Kata-kata inilah yang membakar semangat tentara islam hingga ke puncaknya. Pada saat yang sama, penduduk Costantinopel berdoa di rumah dan gereja-gereja mereka dengan khidmat berharap Tuhan menolong mereka…… Tepat jam 1 pagi hari Selasa, 20 Jamadil Awal 857 H / 29 Mei 1453 M, serangan umum dilancarkan.

Sulthan Muhammad Al-Fatih sebelum penyerangan umum sulthan memberikan pidato kepada tentara Islam “Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam.

Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu didepan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran.” Diiringi hujan panah, tentara turki islam maju dalam tiga lapis pasukan, irregular army (tentara biasa) di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan khusus Yanissari.

Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Penduduk Costantinople telah berada di puncak ketakutan mereka pagi itu.

Mujahidin yang memang menginginkan mati syahid, begitu berani maju menyerbu tentara konstantinopel. Tentara islam akhirnya berhasil menembus kota Costantinople melalui Pintu Edirne dan mereka telah berhasil mengibarkan bendera Daulah utsmani di puncak kota. Adalah seorang tentara muda bernama Ulubatli Hasan yang pertama menancapkan bendera Daulah Usmani pada tanah Byzantine. Constantine XI Paleologus yang melihat kejadian itu melepas baju perang kerajaannya dan maju bertempur bersama pasukannya hingga menjadi martir dan tak pernah ditemukan jasadnya.

Giustiniani sendiri melarikan diri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan. Berita kematian Costantine telah menaikkan lagi semangat tentara Islam untuk terus menyerang. Namun sebaliknya, bagaikan pohon tercabut akar, tentara konstantinopel menjadi tercerai berai mendengar berita kematian Rajanya.

Tepat pada hari Selasa siang tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M, Konstantinopel jatuh dan berhasil ditaklukan oleh para mujahiddin, Sulthan Muhammad Al-fatih kemudian dia turun dari kudanya dan memberi penghargaan pada pasukan dengan ucapannya “MasyaAllah, kalian telah menjadi orang-orang yang mampu menaklukkan konstantinopel yang telah Rasulullah kabarkan.” baru kemudian beliau sujud kepada Allah SWT di atas tanah, sebagai ungkapan syukur dan pujian serta bentuk kerendahan diri dihadapan-Nya.

Sultan Muhammad II saat memasuki gerbang kota usai penaklukan. Pada hari itu, mayoritas penduduk Costantinople bersembunyi di gereja-gereja sekitar kota. Sultan Muhammad II berpesan kepada tentaranya supaya berbuat baik kepada penduduk Costantinople. Beliau kemudian menuju ke Gereja Aya Sofya yang ketika itu menjadi tempat perlindungan sejumlah besar penduduk kota. Ketakutan jelas terbayang di wajah masing-masing penduduk ketika beliau menghampiri pintu gereja. Salah seorang pendeta telah membuka pintu gereja, dan Sultan meminta beliau supaya menenangkan penduduk.

Hagia Sophia Selepas itu, Sultan Muhammad II meminta supaya gereja berkenan ditukar menjadi masjid. Agar hari Jumat pertama nanti bisa dikerjakan sholat jumat. Sementara gereja lainnya tetap seperti biasa.

Para pekerja bertugas menanggalkan salib, patung dan menutupi gambar-gambar untuk tujuan sholat. Pada hari Jumat itu, Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Muhammad II bersama para muslimin telah mendirikan sholat Jumat di Masjid Aya Sofya.

Khutbah yang pertama di Aya Sofya itu disampaikan oleh Asy-Syeikh Ak Semsettin. Nama Costantinople kemudiannya diganti “Islam Bol / Islambul”, yang berarti “Kota Islam” dan kemudian dijadikan sebagai ibu kota ketiga Khilafah Othmaniyyah setelah Bursa dan Edirne.

Atas jasanya Sultan Muhammad II diberi gelar Al-Fatih (pembebas), sehingga beliau sering dipanggil Sultan Muhammad Al-Fatih. Pertempuran merebutkan kota konstantinopel berlangsung dari tanggal 6 april s/d 29 mei 1453, atau hampir 2 bulan lamanya. Konsekuensi Penaklukan Dari penaklukan ini masyarakat kristiani Konstantinopel dan muslim disatukan dalam suatu Daulah/negara Islam yang tidak ada perlakuan diskriminatif sekecil pun. Masing-masing warga mendapatkan hak dan keadilan termasuk perlindungan dari gangguan keamanan serta kebebasan menjalankan ibadahnya sesuai syariat yang dijalankan Khalifah.

Bagi Daulah Utsmani, Konstantinopel merupakan suatu stasiun perbatasan untuk melakukan kampanye jihad ofensif lebih lanjut untuk menembus Eropa agar Islam sebagai rahmatan lilallamin tersebar diseluruh bumi Allah SWT. Setelah penaklukan banyak seniman dan para filusuf Konstantinopel yang hijrah ke pusat Eropa terutama Roma. Dengan mengambil dan membawa manuskrip-manuskrip penting tentang perkembangan intelektual. Kaum terpelajar ini memainkan peranan penting dalam gerakan untuk menghidupkan kembali dan merevisi budaya klasik Yunani.

Dari penyatuan kedua golongan inilah lahir masa Renaissans Eropa. Hingga merembet ke masa Revolusi Yunani, Revolusi Industri di Inggris. Hikmah Dari sejarah ini hendaknya kita kaum muslim selalu berpegang teguh kepada syariah. Hukum Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam yang kekal sepanjang masa dan applicable dalam segala sendi kehidupan.

Serta sekali-kali jangan melupakan sejarah. Penaklukan Konstantinopel karena bersatunya umat islam dalam satu kepemimpinan seorang khilafah. Maka amatlah perlu bagi kita umat islam sekarang untuk memiliki pemimpin dan semoga khilafah islamiyah akan segera tegak kembali.

Seperti janji dari Hadis Rasulullah SAW berikut: “Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.

Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.

Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian; kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad dan al-Bazar). Footnote: (1) Lihat: Dalaa’il Nubuwwah, karya Syeikhul Islam Ibnu Taymiyyah hal 46. (2) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 43 dan Mehmed II di www.Wikipedia.com (3) Periksa: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi (4) Lihat: Mehmed II di www.Wikipedia.com (5) Lihat: Shuwar Min hayatis Shohabah, karya Dr.

Abdur Rahman Raf’at Pasya hal 73. (6) Periksa: Sulthan Muhammad al-Fatih, karya Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di www.Wikipedia.com.

(7) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi hal 82-83. (8) Pasukan infanteri adalah istilah militer untuk pasukan yang berjalan kaki.

(9) Pasukan kavaleri adalah pasukan yang mobilisasinya menggunakan kendaraan. Pada zaman dahulu, yang dimaksud dengan pasukan kavaleri adalah pasukan yang mengendarai kuda. (10) Pasukan artileri adalah pasukan yang bertugas mengoperasikan meriam. (11) Pasukan regular adalah pasukan yang berdinas tetap sebagai tentara.

(12) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Dr. Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi dan Mehmed II di www.Wikipedia.com (13) Lihat: As-Sulthon Muhammad al-Fatih, karya Dr.

Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, hal 86-90KOMPAS.com - Konstantinopel merupakan kota paling penting di dunia pada abad pertengahan. Konstantinopel memiliki letak yang sangat strategis dalam segi ekonomi apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam politik dunia. Sejak tahun 324 Masehi hingga awal abad ke-15 Masehi Konstantinopel menjadi ibukota dari Byzantium Romawi Timur.

Konstantinopel terletak di antara benua Asia dan Eropa serta dibelah oleh Selat Bosporus. Latar Belakang Sultan Mehmed II atau biasa disebut dengan Muhammad Al Fatih memiliki banyak alasan yang kuat untuk menaklukan Konstantinopel. Berikut merupakan latar belakang dari penaklukan Konstantinopel, yakni: • Dinasti Utsmani ingin menguasai kegiatan perdagangan internasional di kawasan Konstantinopel • Muhammad Al Fatih ingin meruntuhkan dominasi Byzantium Romawi Timur di kawasan Timur Tengah • Menegaskan kekuatan pengaruh Islam di dunia Internasional Baca juga: Perang Mutah (629): Latar Belakang dan Serangan Pertama Jalannya Penaklukan Penaklukan Konstantinopel dimulai pada 6 April 1453 Masehi.

Pasukan Utsmani di bawah pimpinan Al-Fatih berjumlah 150.000 pasukan dengan senjata-senjata raksasa seperti meriam Basilika yang apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam dengan teknologi terbaru pada masa itu.

Selama penaklukan, Al-Fatih memiliki para penasihat dan ahli perang yang bisa diandalkan. Syeh Aaq Syamsudin, Halil Pasha, dan Zaghanos Pasha adalah tiga orang tepercaya Al-Fatih dalam melakukan penaklukan Konstantinopel. Pertempuran Konstantinopel 1453 berlangsung di darat, laut dan bawah tanah. Pertempuran darat terjadi di sekitar benteng Konstantinopel.

Sedangkan pertempuran laut berlangsung di perairan Tanduk Emas. Selain itu, pertempuran bawah tanah dilakukan melalui penggalian terowongan dari pasukan Utsmani untuk meruntuhkan struktur benteng Konstantinopel. Penaklukan Konstantinopel tak kunjung menunjukkan hasil yang positif selama berminggu-minggu. Pasukan muslim masih belum mampu menerobos atau meruntuhkan benteng Konstantinopel.

Baca juga: Sejarah Perang Khandaq (627) Dalam buku Bangkit Dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (2003) karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, momen puncak dari penaklukan Konstantinopel terjadi ketika Al-Fatih memutuskan untuk memindahkan kapal perang Utsmani dengan jalur darat untuk menghindari rantai-rantai bawah laut yang dipasang oleh Byzantium Romawi. Hanya dalam semalam, sekitar 70 kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn dan melakukan serangan secara total ke jantung pertahanan Konstantinopel.

Pada 29 Mei 1453, Al-Fatih bersama pasukan Utsmani dapat menaklukan Konstantinopel secara keseluruhan. britannica.com Peta Kekaisaran OttomanDampak Penaklukan Konstantinopel Dalam buku Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, keberhasilan penaklukan Konstantinopel oleh Al-Fatih dan pasukan Utsmani membawa dampak yang sangat besar bagi dunia Internasional.

Baca juga: Sejarah Perang As Sawiq (624) Berikut dampak dari kejatuhan Konstantinopel: apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Perdagangan internasional dunia yang berpusat di Konstantinopel dapat dikuasai oleh Utsmani. • Munculnya era penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa untuk mencari sumber dari komoditas perdagangan internasional • Berakhirnya kekuasaan imperium Romawi dan berakhirnya abad pertengahan di Eropa • Munculnya gerakan reformasi gereja, renesains dan masa pencerahan di Eropa
KOMPAS.com - Kekaisaran Turki Utsmani atau Ottoman dalam bahasa Inggris, berhasil mencatatkan sejarah besar dengan menaklukkan Konstantinopel pada 1453.

Penaklukan Konstantinopel dilakukan Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II, dengan mengalahkan Kekaisaran Romawi Timur. Konstantinopel dulu merupakan kota paling penting di dunia pada abad pertengahan, karena letak strategisnya dalam perekonomian maupun politik dunia.

Baca juga: Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem Selama 200 Tahun Konstantinopel yang terletak di antara benua Asia dan Eropa serta dibelah Selat Bosportus, juga menjadi ibu kota Byzantium Romawi Timur sejak 324 M sampai awal abad ke-15 Masehi. Awal mula sejarah penaklukan Konstantinopel Dr Yoyo, Ketua Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, bercerita bahwa Konstantinopel sudah diprediksi takluk oleh Nabi Muhammad SAW saat dikepung orang-orang Quraisy di Perang Khandaq.

"Konon ketika Nabi membelah batu kemudian ada percikan lalu menyampaikan, suatu saat nanti Romawi akan kalah," imbuhnya. Kemudian sejak zaman khulafaur rasyidin, para penerus Nabi seperti Daulah Umayyah, Daulah Abasiyah, dinasti Mamalik, dan termasuk Mehmed II semua berambisi menaklukkan Romawi.

"Tetapi itu baru tercapai pada masa kekuasaan Turki Utsmani, yaitu pada masa pemerintahan Muhammad Al Fatih, atau Mehmed Isani kalau dalam bahasa Turki." Baca juga: Kisah Perang: Kematian Napoleon Bonaparte dalam Sunyi di St Helena britannica.com Peta Kekaisaran BizantiumDr Yoyo melanjutkan, Turki Utsmani adalah salah satu dinasti Islam terakhir dan berdiri hampir 500 tahun, sama lamanya dengan Kekaisaran Romawi Timur yang ditaklukkan.

"Bentuk kekuasaan Islam terakhir dalam bentuk kerajaan atau monarki ataupun daulah itu adalah daulah Utsmaniyah, atau Ottoman Empire sering disebutnya dalam bahasa Inggris," terang Yoyo saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (18/4/2021). Berita Terkait Kisah Perang: Lyudmila Pavlichenko, Sniper Wanita Paling Mematikan Berjuluk Lady Death Kisah Perang: Saat Nazi Kena Tipu Armada Apa akibat dari penaklukan konstantinopel oleh orang-orang islam Ghost Army Kisah Perang: Rahasia Taktik Dau Tranh yang Bungkam AS di Perang Vietnam Kisah Perang: Tet Offensive, Hari Kelam Tentara Paman Sam di Vietnam Kisah Perang: Burlington Bunker, Kemewahan Masa Lampau yang Terbengkalai di Bawah Inggris Berita Terkait Kisah Perang: Lyudmila Pavlichenko, Sniper Wanita Paling Mematikan Berjuluk Lady Death Kisah Perang: Saat Nazi Kena Tipu Armada Abal-abal Ghost Army Kisah Perang: Rahasia Taktik Dau Tranh yang Bungkam AS di Perang Vietnam Kisah Perang: Tet Offensive, Hari Kelam Tentara Paman Sam di Vietnam Kisah Perang: Burlington Bunker, Kemewahan Masa Lampau yang Terbengkalai di Bawah Inggris Berpose Telanjang Bersama Anaknya yang Masih 7 Tahun, Wanita Ini Dipenjara https://www.kompas.com/global/read/2021/04/20/144008870/berpose-telanjang-bersama-anaknya-yang-masih-7-tahun-wanita-ini-dipenjara https://asset.kompas.com/crops/sjFX-dTGlvkTM4inWGF0VtaVvGo=/0x23:800x556/195x98/data/photo/2021/04/20/607e84a292067.jpg

Sultan Muhammad Al-Fatih dan Penaklukan Konstantinopel Part 1




2022 www.videocon.com