Bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

5.1. Share this: Lari Sprint Adalah Lari sprint adalah lari jarak pendek atau lari cepat adalah jenis lari yang dilakukan dari awal hingga akhir dengan kekuatan dan kecepatan penuh di lintasan, Sedangkan pemenang ditentukan dengan mencatat waktu tersingkat ada tiga jarak yang dicakup pada jarak pendek, yaitu 100 meter, 200 meter dan kemudian 400 meter. Untuk mencapai kemenangan, pelari jarak pendek membutuhkan reaksi cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan akurasi di awal, serta peningkatan kecepatan dari awal untuk mencapai garis finis Sebelum seorang pelari dapat melanjutkan dengan teknik sprint, ia harus mengetahui pengetahuan dasar tentang berlari cepat atau lari jarak pendek.

Menurut Bompa (1999), pelari harus mengetahui hal-hal dasar berikut: • Tubuh dimiringkan sedikit ke depan sambil berlari, lengan sedikit ditekuk 90 derajat dan diputar ke arah gerakan sambil berlari. • Otot-otot depan dan kedua lengan tetap rileks. • Anggota tubuh bagian bawah dipegang sampai mereka lurus, dan lift depan mencoba untuk memposisikan dirinya sejajar dengan lantai.

• Pinggang tetap pada posisi tinggi yang sama saat mengemudi. • Ketika tujuan tercapai, tubuh juga bersandar bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint depan untuk memberikan dada agar cepat menyentuh pita pada garis finish. Baca Juga : Olahraga Air Teknik Star Lari Jarak Pendek Star merupakan persiapan untuk pelari, tujuan utama lari jarak pendek adalah untuk mengoptimalkan pola sprint (Purnomo 2007: 23) Ada tiga jenis teknik yang biasa di bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint dalam lari jarak pendek oleh para atlit yaitu: 1.

Star Pendek Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan adalah sekitar kepalan di sisi kiri kaki. Kedua tangan ditempatkan di garis belakang, mulai dengan jari-jari Anda dengan kuat dan ibu jari Anda terpisah.

2. Star Menengah Kaki kiri di depan, lutut kiri ditempatkan di tumit kanan, kaki kiri kira-kira kepalan. Kedua tangan ditempatkan dengan kuat di garis belakang dimulai dengan empat jari. Jempol terpisah 3. Star Panjang posisi dari kiri harus berada pada lutut depan kaki sebelah kanan Kedua tangan ditempatkan di garis belakang, dimulai dengan jari dengan kuat dan ibu jari terpisah. Baca Juga : Olahraga Air Menurut Bompa (1999), ada tiga urutan atau langkah teknis untuk memulai lari jarak pendek, yang dijelaskan menggunakan sinyal sebagai berikut: Dan setelah strater membunyikan aba-aba siap posisi tubuh pelari adalah lutut didorong ke belakang, lutut depan mampu membuat sudut kanan 90 derajat.

Sedangkan kaki belakang pelari 120-140 derajat, dan posisi pinggang sedikit lebih tinggi dari bahu, miring sedikit ke depan dan bahu sedikit ke depan dengan dua tangan. C. Aba-Aba Yak Setelah starter memberikan sinyal, gerakan pelari diregangkan dan dinaikkan ketika kedua kaki mendorong atau memulai dengan kasar di awal blok, dan kedua tangan sepenuhnya diangkat dari tanah dan kemudian diayunkan dengan lembut.

Kaki belakang mendorong lebih keras dan secara bertahap mendorong kaki depan, tetapi tidak lama. Kaki belakang diayunkan ke depan dengan cepat sementara tubuh condong ke depan dan lutut serta pinggang sepenuhnya terulur di ujung tekanan Teknik Lari Jarak Pendek Dalam lari cepat jika menurut Purnomo (2007:33) ada dua tahapan di antaranya sebagai berikut.

A. Fase Layang Fase layang adalah untuk memaksimalkan kaki agar lebih efektip dan memberikan dorongan yang lebih maksimal. Contohnya: • Lutuk harus mengayun pada gerakan ke atas dan ke depan. • Kaki topang harus bergerak pada bagian belakang. • Lutut kaki harus lebih rilek dalam saat ayunan pada fase pemulihan B.

Fase Topang Fase topang adalah memiliki tujuan agar hambatan untuk menyentuh tanah dapat lebih kecil. Fase topang sendiri terdiri atas topang dorong dan topang depan tekniknya sebagai berikut: Contohnya: • Mendarat pada bagian telapak kaki. • Lutut pada kaki topang yang bengkok pada saat amortasi harus lebih kecil. • Paha pada kakib ayun harus lebih cepat naik ke posisi horizontal. Sejarah Lari Sprint/Pendek Berlari sudah dikenal sejak zaman kuno dan juga menjadi salah satu olahraga yang dimulai pada 776 SM.

Chr. diadakan di Olimpiade di Yunani. Dikatakan bahwa pelatihan di Olimpiade itu ditolak seperti penghormatan kepada orang-orang Yunani yang berlari 40 kilometer dengan pesan kemenangan dalam perang. Tiba di Athena, Yunani. Pada Olimpiade berikutnya, hanya beberapa olahraga yang akan dimainkan, yang lain adalah panahan, seni bela diri, lempar lembing.

Sementara itu, cabang pelatihan jangka pendek baru mulai untuk memperjuangkan dimulainya Pertandingan Olimpiade modern di Athena, Yunani pada tahun 1896. Sejak itu, sprint atau sprint telah diadakan setiap kali Olimpiade berlangsung. Tidak hanya itu, ada juga banyak acara lain yang bersaing dalam lari jarak pendek. Olahraga paling populer di dunia, yang terdaftar di Indonesia, adalah milik pelari jarak pendek atau pelari berbakat yang mencapai kesuksesan dan membuat Indonesia dikenal secara internasional.

Anda bisa mendengar nama Purnomo, Mardi Lestari atau bahkan Suryo Agung Agung Wibowo, yang berhasil mencapai rekor waktu 10, 20 detik di Sea Games 2009 dan menjadi pelari tercepat di Asia Tenggara. 10 tahun kemudian, pelari cepat Muhammad Zohri berhasil mencatat 10, 15 detik.

Sementara itu kelas dunia, termasuk Usain Bolt, yang memiliki peringkat waktu 9,58 detik untuk jarak 100m. Sekian sobat pembahasan dari rumussoal.com materi tentang lari sprint semoga pembahasan yang sederhana ini dapat mudah dipahami dan berguna, sekian dan terima kasih. Baca Artikel lainnya>>>>> • Gaya Lompat Tinggi • Teknik Dasar Tolak Peluru • Peraturan Bola Voli • Teknik Dasar Bola Basket • Peraturan Tenis Meja • Gerakan Jalan Cepat • Kebugaran Jasmani • Lari Jarak Pendek Share this: • • • • • Posted in Penjas, Umum Tagged aba aba lari jarak jauh, aba-aba lari sprint, jalan cepat adalah, lari cepat disebut juga lari, lari jarak jauh, lari jarak jauh menggunakan start, lari jarak menengah, lari jarak pendek, lari jarak pendek disebut, lari jarak pendek menggunakan start, lari maraton, nomor lari 400 meter termasuk nomor lari, nomor nomor dalam cabang olahraga atletik, pelari cepat menggunakan start, sejarah lari sprint, start jongkok, start lari jarak pendek, tahapan sprint, teknik lari cepat, teknik lari jarak bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint Tulisan Terbaru • Arti Mimpi Bercermin • Limbah lunak • Contoh Isi Puisi • Arti Mimpi Bertemu Ulama • Arti Mimpi Di Jodohkan • Arti Mimpi Potong Rambut • Arti Mimpi Gempa Bumi • Arti Mimpi Perang • Arti Mimpi Kehujanan • Arti Mimpi Menangkap Ikan • Arti Mimpi Ulang Tahun • Arti Mimpi Kecelakaan • Arti Mimpi Hamil Muda • Hardware Komputer • Arti Mimpi Liburan Lari jarak pendek (sprint), atau disebut juga lari cepat, adalah keterampilan yang digunakan secara luas dalam komunitas olahraga.

Jika dilakukan dengan benar, lari sprint dapat memberikan manfaat pada penampilan di lapangan, kebugaran pribadi, dan kesehatan fisik secara keseluruhan. Anda juga bisa menyelipkan lari jarak pendek di antara rutinitas latihan guna meningkatkan kecepatan dan stamina. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4d\/Sprint-Step-1-Version-4.jpg\/v4-460px-Sprint-Step-1-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4d\/Sprint-Step-1-Version-4.jpg\/v4-728px-Sprint-Step-1-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Pilih sepatu yang tepat sebelum mulai berlari.

Tersedia banyak pilihan jika menyangkut sepatu olahraga.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

Untuk lari jarak pendek khusus lomba, jenis sepatu yang paling banyak digunakan adalah yang disebut spike. Terlihat seperti sepatu lari biasa dengan paku-paku di bawah bagian jari kaki, yang membantu mencengkeram permukaan dan meningkatkan kecepatan. Sepatu ini juga ringan, sehingga Anda bisa berlari jarak pendek lebih cepat. Jika tidak berencana berlari jarak pendek dalam lomba, Anda bisa memakai sepatu khusus lari jarak pendek lainnya, seperti: • Tipe sepatu lari spike lainnya.

Ada spike untuk lari jarak jauh, lari jarak menengah, field events (nomor melompat dan melempar), bahkan lari lintas alam. Jika sudah memiliki salah satu sepatu ini, Anda bisa memakainya untuk lari jarak pendek rekreasional.

• Sepatu latihan atau lari yang ringan. Kadang sepatu-sepatu ini diiklankan sebagai sepatu lari jarak pendek “tanpa spike”. Hal terpenting adalah sepatu ini berwujud ramping, dengan bentuk tidak begitu gemuk yang bisa melambatkan waktu lari jarak pendek Anda.

• Sepatu lari biasa. Sepatu jenis ini cenderung agak gemuk. Tidak ada salahnya memakai sepatu ini, namun jenis ini dapat melambatkan waktu lari jarak pendek Anda. Jika baru memulai, sepatu tipe ini sudah terbilang cukup. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/48\/Sprint-Step-2-Version-4.jpg\/v4-460px-Sprint-Step-2-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/48\/Sprint-Step-2-Version-4.jpg\/v4-728px-Sprint-Step-2-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Lakukan peregangan dinamis.

Peregangan dinamis adalah latihan-latihan yang melemaskan otot-otot sembari meningkatkan denyut jantung. Anda mungkin pernah mendengar bahwa peregangan sebelum latihan bisa berakibat buruk; nasihat itu berlaku untuk peregangan statis, yang melibatkan peregangan otot dalam waktu yang cukup lama. Dengan memilih peregangan dinamis, Anda mengurangi risiko tidak sengaja mencederai diri sendiri atau menganjlokkan penampilan.

Beberapa contoh peregangan dinamis adalah: bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint Memutar pinggang ( hip circle). Berdirilah dengan kedua tangan di pinggang dan kedua kaki dibentangkan selebar bahu, putar pinggang searah jarum jam. Setelah beberapa kali repetisi, putar pinggang berlawanan dengan arah jarum jam.

• Mengayun kaki ( leg swing). Berdirilah di samping dinding atau pagar sebagai penyeimbang. Dengan tangan kanan menempel pada dinding, ayunkan kaki kanan ke belakang dan ke depan dalam beberapa kali repetisi. Balikkan badan dan ulangi dengan kaki kiri. • Setengah jongkok ( half-squat). Berdirilah dengan tegak, kemudian secara perlahan tekukkan lutut sampai paha sejajar dengan lantai.

Sebaiknya Anda merentangkan kedua lengan ke depan sebagai penyeimbang. Saat paha sejajar dengan lantai (sekitar “separuh” jalan ke bawah), perlahan dorong kembali ke atas, jaga punggung selalu lurus.

Lakukan joging atau lari ringan sebelum melakukan lari jarak pendek.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

Banyak pelari yang merasakan bahwa lari jarak pendek lebih mudah dilakukan setelah latihan semacam ini. Karena lari jarak pendek biasanya digunakan sebagai pendongkrak kecepatan pada saat-saat terakhir dalam akhir lomba yang lama, alangkah baiknya berlatih lari jarak pendek manakala otot-otot Anda sudah melalui pemanasan yang amat cukup. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/56\/Sprint-Step-5-Version-3.jpg\/v4-460px-Sprint-Step-5-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/56\/Sprint-Step-5-Version-3.jpg\/v4-728px-Sprint-Step-5-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Pilih posisi untuk melakukan start (“bersedia”).

Secara umum, Anda memulai lari jarang pendek dengan berjongkok di belakang garis dengan jari-jari tangan menempel di tanah dan satu kaki diposisikan di belakang kaki yang lain. Ada tiga jenis posisi start jongkok: start pendek ( bullet/bunch start), start menengah ( medium start), dan start panjang ( elongated start). Jenis start yang dipilih bergantung pada seberapa jauh Anda ingin menjarakkan kedua kaki saat memulai lari jarak pendek.

Cara terbaik untuk menentukan posisi start mana yang terbaik adalah dengan mencoba masing-masing start bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint kali. Apa pun posisi kaki Anda, kedua lengan harus terpisah selebar bahu.

• Dalam start pendek, ujung jari kaki belakang nyaris sejajar dengan tumit kaki depan. Kedua kaki akan berada sangat dekat, sehingga Anda terlihat seperti menyatu ( bunch) – dari sanalah nama bunch start berasal.

• Dalam start menengah, lutut kaki belakang sejajar dengan tumit kaki depan, membuat kedua kaki lebih berjarak. • Dalam start panjang, kaki belakang berada jauh di belakang tumit kaki depan. Lari ("ya!"). Dalam lomba lari jarak pendek, waktu reaksi terbilang krusial dalam menghasilkan waktu lari jarak pendek terbaik. Targetkan untuk mulai berlari dari posisi “siap” secepat mungkin. Alangkah bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint ada seorang petugas pencatat waktu ( timer) atau teman yang meneriakkan aba-aba start; inilah sebabnya pistol start digunakan dalam lomba lari jarak pendek.

• Minumlah air saat berlatih. Dehidrasi sebanyak 2% sama dengan penurunan penampilan sebanyak 10%. • Ingatlah bahwa lari jarak pendek, seperti halnya aktivitas atletik lainnya, adalah keterampilan yang harus dilatih dan ditingkatkan. Jangan khawatir jika Anda tidak langsung berlari supercepat! Berkonsentrasilah melatih pose yang baik dan Anda bakal berlari lebih cepat seiring waktu.

• Peregangan statis aman dilakukan setelah latihan keras, dan bisa membantu mendinginkan badan.
Lari jarak pendek atau sprint adalah salah satu jenis lari yang dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish dimana pemenangnya ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat.

Terdapat tiga jarak lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek, yaitu lari jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Lari Jarak Pendek Untuk mendapatkan kemenangan, seorang pelari jarak pendek membutuhkan reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan ketepatan saat melakukan start, serta berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish (Widodo, 2010).

Berikut ini adalah beberapa pengertian dan definisi lari jarak pendek (sprint) dari beberapa sumber buku: • Menurut Mujahir (2007), sprint atau lari jarak pendek adalah perlombaan lari yang semua para pelarinya dengan kecepatan yang sangat penuh dengan menempuh jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. • Menurut Syarifudin dan Muhadi (1992:41), lari jarak pendek atau lari cepat (sprint) adalah cara lari dimana atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin.

Artinya harus melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (mulai dari start) sampai melewati garis akhir (finish).

• Menurut Adisasmita (1992:35), lari jarak pendek atau sprint adalah semua nomor lari yang dilakukan dengan kecepatan penuh (sprint) atau kecepatan maksimal, sepanjang jarak yang ditempuh. • Menurut Muhtar (2011:12), lari jarak pendek (sprint) merupakan suatu cara untuk berlari dimana si atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin.

Artinya harus melakukan lari yang secepat-cepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (start) sampai melewati garis akhir (finish). Pengetahuan Dasar Lari Jarak Pendek Sebelum melangkah ke teknik berlari cepat, seorang pelari harus mengetahui pengetahun dasar berlari cepat atau lari jarak pendek.

Menurut Bompa (1999), hal-hal dasar yang harus diketahui pelari jarak pendek adalah sebagai berikut: • Tubuh sedikit condong ke depan saat berlari, kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat dan diayunkan searah dengan gerakan saat berlari. • Otot-otot bagian depan dan kedua lengan tetap dalam keadaan rilek. • Tungkai bawah ditolakan dengan kuat sampai lurus, dan pengangkatan pada depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah.

• Pinggang tetap dalam posisi ketinggian yang sama selama berlari. • Ketika mencapai finish, badan dicondongkan dengan serentak ke depan untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita. Teknik Start Lari Jarak Pendek Start adalah suatu persiapan awal seorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari.

Tujuan utama dari start dalam lari jarak pendek adalah mengoptimalkan pola lari cepat (Purnomo 2007: 23). Terdapat tiga macam teknik start dalam lari jarak pendek, yaitu sebagai berikut: • Start Pendek (Bunch Start).

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah. • Start Menengah (Medium Start). Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan tumit kaki kiri jaraknya sekitar satu kepal.

Kedua tangan diletakkan diletakkan di belakang garis start dengan empat jari-jari rapat. Ibu jari terpisah. • Start Panjang (Long Start). Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, jaraknya sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah. Menurut Bompa (1999), terdapat tiga urutan atau langkah-langkah teknik start lari jarak pendek, yaitu dijelaskan berdasarkan aba-aba sebagai berikut: a.

Aba-aba bersedia Gerakan Lari Aba-aba Bersedia Setelah starter memberikan aba-aba bersedia, maka pelari akan menempatkan kedua kakinya menyentuh blok depan dan belakang, kemudian lutut kaki belakang diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu. Jari-jari tangan membentuk V terbalik dan kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedangkan mata tetap menatap lurus ke bawah.

b. Aba-aba siap Gerakan Lari Aba-aba Siap Setelah ada aba-aba siap, posisi badan seorang pelari adalah lutut ditekan ke belakang, lutut bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku 90 derajat, sedangkan kaki belakang pelari membentuk 120-140 derajat. Dan posisi pinggang sedikit diangkat lebih tinggi dari bahu, tubuh sedikit condong ke depan, serta bahu agak maju ke depan dari dua tangan. c. Aba-aba Yaak Gerakan Lari Aba-aba Yaak Setelah seorang starter memberikan aba-aba, maka gerakan seorang pelari adalah badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menolak atau menekan keras pada start blok, dan kedua tangan diangkat dari tanah secara bersamaan untuk kemudian diayunkan bergantian.

Kaki belakang mendorong lebih kuat, dorongan kaki depan sedikit demi sedikit, namun tidak lama, kaki belakang diayunkan ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan, lutut dan pinggang diluruskan penuh pada saat akhir dorongan. Teknik Lari Jarak Pendek Menurut Purnomo (2007:33), terdapat dua tahap dalam berlari cepat, yaitu dijelaskan sebagai berikut: a. Fase Topang Fase topang bertujuan untuk memperkecil hambatan saat menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan.

Fase topang terdiri dari topang depan dan topang dorong. Adapun tekniknya adalah sebagai berikut: Fase Topang dalam berlari cepat • Mendarat pada telapak kaki. • Lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortasi. • aki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak. • Paha kaki ayun naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal. b. Fase layang Fase layang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat menyentuh tanah.

Adapun tekniknya adalah sebagai berikut: Fase Layang dalam berlari cepat • Lutut kaki ayun bergerak ke depan dan ke atas. • Lutut kaki topang bengkok dalam fase pemulihan, ayunan lengan aktif namun rilek.

• Kaki topang bergerak ke belakang. Teknik Melewati Garis Finish Pelari dikatakan sudah mencapai garis finish, apabila bagian-bagian tubuhnya sudah dalam bidang vertikal dari sisi terdekat garis finish, sesuai dengan peraturan dan garis yang telah disediakan.

Bagian tubuh yang dimaksud adalah kepala, leher, lengan dan kaki. Menurut Muhtar (2011:14), terdapat tiga teknik pada saat melewati garis finish pada lari jarak pendek, yaitu: • Menjatuhkan dada ke depan.

• Menjatuhkan salah satu bahu bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint depan. • Lari secepat-cepatnya sampai beberapa meter melewati garis finish. Gerakan lari saat memasuki garis finish Teknik yang sering dilakukan adalah dengan menjatuhkan dada ke depan apabila ada beberapa pelari yang bersamaan melewati garis finish, maka pelari yang anggota tubuhnya menyentuh pita terlebih dahulu merupakan pemenangnya.

Peraturan Perlombaan Lari Jarak Pendek Peraturan perlombaan lari jarak pendek diatur dan ditetapkan oleh induk organisasi atletik internasional IAAF (International Amateur Atloetik Federation) atau tingkat nasional PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

a. Peraturan Perlombaan • Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan sebuah garis selebar 5 cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan.

Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis fnish terdekat dengan garis start. • Aba-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah "bersedia", "siap" dan "ya" atau bunyi pistol. • Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba "ya" atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara. • Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimal 3 kali kesalahan).

• Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan empat tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semi final, dan babak final. • Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak berikutnya.

b. Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah Hal-hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu: • Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali. • Memasuki lintasan pelari lain. • Mengganggu pelari lain. • Keluar dari lintasan. • Terbukti memakai obat perangsang. c. Sarana dan Peralatan Lari Jarak Pendek • Lintasan.

Perlombaan lari jarak pendek dilakukan di lapangan yang dibuat lintasan atau ban. Lintasan atau ban perlombaan jumlahnya ada delapan buah. Lebar setiap lintasan berukuran 1,22 meter. • Peralatan. Alat yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek, misalnya sepatu spikes, start block, tiang finish, stopwatch, dan bendera start atau pistol.

Daftar Pustaka • Mujahir. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Surakarta: Yudhistira. • Syarifudin, Aip dan Muhadi. 1992. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Depdikbud Dirjen Perguruan Tinggi.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

• Adisasmita, Y. H. 1992. Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. • Muhtar, T. 2011. Atletik. Sumedang: Bintang Wali Artika. • Bompa, T. O. 1999. Periodization: Theory and Methodology of Training.

• Purnomo, Eddy. 2007. Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. wikiHow adalah suatu "wiki", yang berarti ada banyak artikel kami yang disusun oleh lebih dari satu orang.

Untuk membuat artikel ini, 54 penyusun, beberapa di antaranya anonim, menyunting dan memperbaiki dari waktu ke waktu. Ada 33 referensi yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman. Artikel ini telah dilihat 95.805 kali. Berlari sprint, atau lari dengan kecepatan tinggi dalam waktu yang singkat, dapat menjadi aktivitas yang menggembirakan dan menyenangkan.

Tetapi untuk menjadi sprinter yang baik, bukan sekadar mengeluarkan energi dan mencoba menggerakkan kaki dengan cepat. Agar benar-benar ahli dalam sprint, Anda harus disiplin, dengan mengikuti rutinitas latihan secara teratur.

Anda juga harus memastikan bahwa Anda berlari dengan cara penggunaan energi yang efisien, dan bahwa tubuh Anda dalam kondisi yang baik secara keseluruhan. Dalam kombinasi, ketiga faktor ini dapat berarti tercapainya kecepatan yang mungkin tidak pernah Anda bayangkan bahwa Anda mampu melakukannya.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4b\/Sprint-Faster-Step-1-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-1-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4b\/Sprint-Faster-Step-1-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-1-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Lakukan pemanasan.

Anda harus memanaskan dan melenturkan badan sebelum memulai sprint. Untuk melakukannya, Anda dapat mencoba kombinasi dari joging dan peregangan dinamis, sebelum beralih ke latihan lari. • Untuk memulainya, lakukan joging di sekitar trek beberapa kali dengan kecepatan yang nyaman. [1] X Teliti sumber Jangan menggunakan terlalu banyak energi pada saat ini, Anda hanya memanaskan otot-otot Anda.

• Dulu, biasanya diajarkan untuk melakukan peregangan sebelum berlari. Sekarang diyakini bahwa melakukan peregangan bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint sebelum berolahraga sebenarnya dapat mengarah ke (atau bahkan menyebabkan) cedera.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

{INSERTKEYS} [2] X Teliti sumber • Sebagai gantinya, cobalah peregangan dinamis. Ini adalah ayunan lembut lengan dan kaki yang dilakukan dengan gerakan yang halus dan terus-menerus, bukan dengan menahan peregangan di posisi tertentu. [3] X Teliti sumber • Misalnya, Anda dapat berdiri tegak lurus ke arah dinding dan ayunkan kaki luar Anda bolak-balik, dengan menambah ketinggian kaki di setiap repetisi. [4] X Teliti sumber Kemudian, berputarlah dan regangkan kaki yang lain.

Lakukan pendinginan. Agar tetap lentur, untuk mencegah cedera, dan mengurangi rasa sakit dan nyeri di kemudian hari, luangkan waktu beberapa menit setelah sprint untuk melakukan beberapa latihan ringan, seperti joging, dan di lima hingga sepuluh menit terakhir melakukan peregangan pada semua otot Anda.

[5] X Teliti sumber Kaki, pergelangan kaki, lengan, bahu, dan leher semuanya harus diregangkan. • Peregangan membantu menyingkirkan produk-produk limbah seperti asam laktat yang menumpuk di dalam otot dan menyebabkan pembengkakan dan nyeri, dan membantu pembentukan otot dengan lebih cepat. {/INSERTKEYS}

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

{INSERTKEYS} [6] X Teliti sumber • Secara umum, ini adalah hal yang penting untuk semua olahraga, terutama untuk lari, yang menggunakan seluruh tubuh. Lihat Cara Melakukan Peregangan untuk perincian lebih lanjut tentang cara melakukan peregangan untuk pendinginan.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/73\/Sprint-Faster-Step-3-Version-4.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-3-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/73\/Sprint-Faster-Step-3-Version-4.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-3-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Lakukan beberapa latihan.

Setelah Anda mulai panas dan lentur, lakukan beberapa latihan agar jantung Anda memompa dan tubuh Anda siap untuk melakukan aksi yang sebenarnya. Anda dapat melakukan latihan lari, yaitu memulainya dengan langkah yang cepat dan ditingkatkan menjadi kecepatan sprint. Ada banyak latihan lain yang bagus untuk sprinter: • Lutut tinggi ( high knees): Berjalanlah sambil menaikkan lutut sampai ke dada.

[7] X Teliti sumber • Latihan lengan: Buat huruf L dengan lengan Anda, gunakan siku sebagai sudut huruf L (yakni sudut 90 derajat). Sekarang, ayunkan lengan Anda ke depan dan ke belakang, dengan hanya menggunakan bahu untuk mengayunkan lengan Anda. Ganti gerakannya, dengan menggerakkan siku dari salah satu lengan jauh ke belakang sedangkan lengan yang lain ke arah depan sampai ke (namun tidak melewati) wajah Anda (sampai dagu). Setelah Anda merasa nyaman dengan gerakan ini, tambah kecepatannya.

Lakukan secepat mungkin dan selama mungkin. [8] X Teliti sumber • Langkah panjang: Lakukan langkah panjang dengan kaki Anda, menggunakan lutut tinggi untuk mengangkat kaki ke atas.

Idenya adalah maju sejauh mungkin dengan jumlah langkah sesedikit mungkin. Jangan menempatkan terlalu banyak berat di kaki depan (terutama di bola kaki). Jika melakukannya, Anda dapat kehilangan keseimbangan dan tersandung. [9] X Teliti sumber • Lari mundur: Balikkan badan dan lari mundur. Gunakan tumit dan gerakkan ke arah luar, dengan gerakan menendang. [10] X Teliti sumber • Lakukan joging dan sprint secara bergantian: Lakukan joging sejauh 9,1 m, dan alihkan menjadi sprint sejauh 45,7 m.

Latihan ini sangat bagus untuk perpindahan gigi; perubahan tempo secara tiba-tiba meningkatkan "kecepatan ledakan" Anda, yang sangat penting bagi upaya sprint Anda. Sebenarnya, beralih antara latihan intensitas rendah dengan intensitas tinggi seperti ini adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kebugaran dan ketahanan kardio Anda, [11] X Teliti sumber yang akan membantu tubuh untuk memompa oksigen secara lebih efisien ketika Anda melakukan sprint dan membantu Anda agar terhindar dari kelelahan.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f3\/Sprint-Faster-Step-4-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-4-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f3\/Sprint-Faster-Step-4-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-4-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Rancang rutinitas latihan yang sesuai untuk Anda.

Tidak ada rutinitas yang sempurna untuk semua orang karena setiap orang memiliki kebutuhan dan jadwal yang berbeda. Namun, idealnya Anda harus menyisihkan waktu setidaknya tiga hari untuk melatih kecepatan dan dua hari angkat-beban.

[12] X Teliti sumber Berikut ini sebuah contoh jadwal: • Senin (Hari Kecepatan): Lari sepuluh peregangan 80 meter (yakni lari 80 meter sebanyak lima kali, dengan istirahat selama 2 menit di sela-sela lari), enam peregangan 70 meter, empat peregangan 60 meter, tiga peregangan 20 meter, dan satu peregangan 100 meter. • Selasa (Hari Angkat Beban): Pergilah ke ruang angkat beban dan lakukan latihan dengan semua alat.

Cobalah untuk menjaga agar otot Anda tetap dalam kondisi baik; Anda memerlukan semua otot untuk berlari, dan bahkan lebih banyak otot untuk sprint. • Rabu (Hari Kecepatan/Ketahanan): Lari empat peregangan 300 meter. Penting untuk melakukan lari jenis ini dan mencurahkan semua yang Anda miliki. Latihan ketahanan membuat jantung Anda lebih kuat, yang akan membuat Anda jauh lebih cepat.) • Kamis (Hari Setengah Cepat): Lari lima peregangan 200 meter, tiga peregangan 100 meter, dan dua peregangan 50 meter.

• Jumat (Hari Angkat Beban Kedua): Kembalilah ke pusat kebugaran dan tingkatkan tantangannya. Setelah Anda merasa menguasai latihan atau peralatan tertentu, pastikan untuk beralih ke tantangan baru. Ketika tubuh Anda belajar untuk bergerak dengan cara tertentu, tubuh Anda menjadi lebih efisien, yang berarti Anda mengeluarkan lebih sedikit usaha untuk aktivitas yang sama dan telah mencapai tingkat tertinggi. Hindari hal ini dengan tetap menjaga agar rutinitas latihan Anda tetap baru. • Jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum latihan, dan melakukan pendinginan sesudahnya.

• Berhentilah di akhir pekan! Anda perlu waktu untuk beristirahat dan untuk mengistirahatkan otot Anda. Cobalah berlari dengan bertumpu pada bola kaki.

Meskipun bukti ilmiah tentang hal ini masih campur aduk, banyak yang percaya bahwa berlari dengan bertumpu di bola kaki dapat membantu Anda bergerak lebih cepat.

Semakin singkat kaki Anda menyentuh tanah, semakin baik. [13] X Teliti sumber • Ini akan terasa sedikit tidak alami pada awalnya. Cobalah berlari tanpa alas kaki dan tiru bentuk gerakannya dengan mengenakan sepatu. [14] X Teliti sumber • Berlari dengan tumit terlebih dahulu juga tidak baik untuk sendi, otot, dan ligamen. Ini menciptakan bentuk "V" yang sangat tidak alami dengan kaki bawah Anda memberi tekanan yang tidak diperlukan di semua hal.

Perbanyak langkah. Mungkin Anda berpikir bahwa langkah yang lebih lebar akan menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi, tetapi ini tidak benar.

Lagipula, Anda tidak dapat bergerak maju dengan kaki yang ada di udara. [15] X Teliti sumber Berlari dengan langkah yang lebih pendek benar-benar akan membuat Anda lebih cepat (jika dilakukan dengan benar). • Jika langkah Anda terlalu lebar, postur Anda menjadi salah.

Kaki depan terbentang di depan Anda dan sebenarnya bertindak seperti rem pada seluruh tubuh Anda. Kemudian Anda harus menggerakkan tubuh di atas kaki Anda, yang mengarah ke gerakan melambung yang tidak baik untuk postur atau kecepatan Anda.

• Mempertahankan langkah yang normal juga berarti terhindar dari kehabisan napas dengan cepat. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c1\/Sprint-Faster-Step-7-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-7-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c1\/Sprint-Faster-Step-7-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-7-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Condongkan tubuh sedikit ke depan.

Sekadar dua derajat dapat menimbulkan perbedaan antara sprint yang baik dengan sprint yang hebat. [16] X Teliti sumber • Ini bukan berarti menimpakan semua berat badan Anda ke depan sehingga Anda harus berjuang keras agar tidak terjerembap ke depan.

Hanya miring sedikit sudah cukup untuk membantu Anda bergerak lebih cepat tanpa kehilangan keseimbangan. • Posisi tubuh yang tidak condong ke belakang juga merupakan hal yang penting. Kadang-kadang ketika mendekati garis finish atau memeriksa pelari di belakang Anda, Anda cenderung condong ke belakang atau mendongak dan mengubah postur. Ini juga memperlambat lari Anda. Anda boleh melihat sekeliling ketika sprint sudah selesai! Gunakan lengan Anda. Lengan dapat membantu mendorong Anda jika Anda melakukannya dengan benar.

Lengan akan memompa dengan kaki, yang akan mendorong Anda ke depan. [17] X Teliti sumber • Cobalah membentuk huruf "L" dengan lengan Anda: kepalan tangan Anda yang kendur harus mencapai setinggi dagu dan ditarik kembali dengan siku Anda. Dorong diri Anda. Anda tidak boleh memperlambat lari selama sprint. Jika Anda bergerak lebih lambat daripada kecepatan tertinggi Anda, Anda akan kehilangan waktu yang berharga. [18] X Teliti sumber Jika merasa perlu untuk memperlambat lari, berkonsentrasilah agar Anda tidak menghiraukannya.

Jika ini menjadi masalah bagi Anda, mulailah dengan sedikit lebih lambat. Idealnya, Anda akan selesai dengan lebih cepat daripada ketika Anda mulai. • Jika Anda ikut lomba lari, memulai dengan sedikit lambat dapat memberi momentum psikologis untuk mempercepat lari. Orang yang memulai dengan kuat dan menghabiskan stamina kadang-kadang mengira bahwa mereka sudah menang dan tidak menduga disalip oleh mereka yang memulai lari dengan lambat di awal lomba. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/9\/98\/Sprint-Faster-Step-10-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-10-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/9\/98\/Sprint-Faster-Step-10-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-10-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Bernapaslah dengan efisien.

Setiap saat, Anda harus menyelaraskan pernapasan dengan langkah Anda. [19] X Teliti sumber • Ada perdebatan tentang mana yang lebih bermanfaat, bernapas melalui hidung atau mulut, atau tidak ada bedanya sama sekali.

Yang paling penting adalah memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup oksigen, jadi cobalah keduanya dan lihat mana yang terasa nyaman dan terbaik untuk Anda.

[20] X Teliti sumber • Jika Anda tidak lelah tetapi otot Anda yang lelah, cobalah bernapas lebih dalam. [21] X Teliti sumber Mungkin otot Anda hanya perlu lebih banyak oksigen.

• Selain melatih bentuk tubuh dan kemampuan berlari, Anda harus melatih pernapasan Anda. Konsentrasilah pada hal ini ketika Anda melakukan pemanasan sehingga Anda sudah prima untuk melakukannya dengan benar dan mendalam selama melakukan sprint. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/ef\/Sprint-Faster-Step-11-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-11-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/ef\/Sprint-Faster-Step-11-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-11-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Makan dengan baik.

Penting untuk mengikuti jenis pedoman diet yang dapat menguntungkan semua orang. Tetapi, atlet membutuhkan makanan tambahan.

• Kuncinya adalah karbohidrat, karena karbohidrat akan melepaskan banyak energi dan memberi Anda kekuatan. Sereal, roti, pasta, dan kentang adalah contoh yang bagus. [22] X Teliti sumber • Protein tambahan juga diperlukan untuk membangun otot.

Pertimbangkan protein tanpa lemak seperti kalkun dan keju cottage (keju lembut yang terbuat dari dadih). [23] X Teliti sumber • Sprinter juara Usain Bolt menjalani cara hidup dengan mengonsumsi ubi jalar, pasta dan nasi, ayam dan babi, dan menghindari makanan cepat saji.

[24] X Teliti sumber • Anda juga memerlukan lebih banyak kalori dalam sehari daripada orang yang kurang aktif. Luangkan waktu bagi diri sendiri untuk menyantap sarapan yang sehat setiap hari, terutama jika Anda melakukan latihan pada hari itu. [25] X Teliti sumber • Jika Anda akan mengikuti lomba, konsumsi makanan yang tepat terlebih dahulu.

Tetapi, hindari power food (makanan untuk energi) beberapa jam sebelum lari. Anda tentu tidak ingin perut Anda bertingkah saat lomba. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8e\/Sprint-Faster-Step-12-Version-4.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-12-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8e\/Sprint-Faster-Step-12-Version-4.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-12-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Jangan kekurangan cairan.

Semua latihan yang Anda lakukan akan menguras banyak cairan melalui keringat, jadi jangan sampai kekurangan cairan, Anda harus minum banyak air. [26] X Teliti sumber Jika Anda berlatih di bawah sinar matahari, ini lebih penting lagi.

[27] X Sumber Tepercaya American Heart Association Kunjungi sumber • Aturan praktis yang baik adalah dengan minum setengah liter air untuk setiap pon (1 pon = 0,45 kg) berat badan yang Anda buang setelah latihan. Jadi timbang tubuh Anda sebelum dan sesudah latihan untuk mengetahui banyaknya air yang harus Anda minum.

Seorang pemain sepak bola tingkat SMA misalnya, dapat kehilangan 5 pon (2,2 kg) berat badan dari keringat setelah latihan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3b\/Sprint-Faster-Step-13-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-13-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3b\/Sprint-Faster-Step-13-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-13-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Sering kunjungi pusat kebugaran latihan.

Latihan angkat beban, atau latihan kekuatan yang benar, sambil bernapas dengan benar, adalah aspek penting lain untuk meningkatkan kecepatan Anda, dan ini harus dimasukkan ke jadwal Anda setidaknya dua kali seminggu.

[28] X Teliti sumber • Mengangkat beban yang benar-benar menguji Anda (tetapi jangan terlalu berat sampai Anda gemetaran atau tidak bisa mengangkatnya) akan mengondisikan otot Anda untuk sprint dengan membuatnya lebih besar dan lebih mampu menahan rasa pegal. • Setiap pusat kebugaran adalah berbeda dan memiliki mesin yang berbeda.

Pastikan untuk mencari pusat kebugaran yang fokus melatih kaki Anda. • Jangan terlalu memaksakan diri, karena dapat membuat Anda cedera serius.

Berlatihlah hingga Anda dapat mengangkat beban yang lebih berat secara perlahan-lahan. • Jika Anda tidak yakin dengan kemampuan Anda untuk langsung melakukan latihan angkat beban di pusat kebugaran, Anda dapat melakukan latihan kekuatan di rumah. Latih otot kaki Anda. Tentu saja, otot-otot kaki merupakan kunci untuk lari cepat.

{/INSERTKEYS}

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

Gunakan mesin squat untuk memperkuat otot paha depan Anda. Lakukan berbagai latihan di alat ini, seperti lompat jongkok dan mengangkat beban. Ada juga sejumlah latihan barbel yang dapat memperkuat kaki Anda: [29] X Teliti sumber • Lakukan deadlift.

Cari batangan logam panjang yang dirancang untuk menangani beban yang besar. Pasang beberapa beban di batang tersebut, lalu jongkok dan ambil. Kemudian, berdirilah dengan tegak. Sekarang bungkukkan punggung dan turunkan batang tersebut sampai menyentuh kaki Anda, sambil tetap memegangnya. Anda akan merasakannya di hamstring (paha belakang), yang merupakan otot paling penting untuk berlari. • Cobalah " power clean," yaitu gerakan yang melibatkan jongkok untuk mengambil barbel panjang, dan kemudian berdiri dengan cepat ketika Anda mengangkat bebannya dengan tangan secara bersamaan.

[30] X Teliti sumber • Lakukan barbell squat. Tempatkan barbel panjang di bahu Anda, dengan memegangnya menggunakan kedua tangan. Kemudian, dengan kaki lebar, lakukan squat, sambil menjaga agar dagu Anda tetap sejajar dengan lantai. [31] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8d\/Sprint-Faster-Step-15-Version-4.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-15-Version-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8d\/Sprint-Faster-Step-15-Version-4.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-15-Version-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Latih otot perut Anda.

Melatih otot perut membutuhkan waktu yang lama, tetapi memiliki bagian tengah tubuh yang kuat akan membuat segala hal menjadi mudah, yang membuatnya sepadan dengan usaha yang Anda lakukan. Ini juga dapat membantu mencegah cedera.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

{INSERTKEYS} [32] X Teliti sumber • Salah satu latihan yang bagus untuk perut adalah dengan memegang barbel (11 hingga 20 kg) atau beban tangan ( hand weight), kemudian lakukan beberapa kali sit-up.

[33] X Teliti sumber • Latih juga otot perut bagian bawah. Untuk latihan perut bawah yang bagus, carilah tiang, atau benda yang sejenis (misalnya, penopang kaki di mesin bench press, pagar di tempat tidur Anda, dll.), pegang dengan kuat, berbaringlah dan lakukan leg-lift beberapa kali. Jagalah agar kaki Anda tetap rapat dan angkat naik turun dengan sangat perlahan.

[34] X Teliti sumber Anda akan merasa terbakar di bagian bawah perut, yang berarti latihannya bekerja dengan baik. Latih bahu Anda. Bahu juga penting untuk melakukan sprint dengan cepat. Bahu memberi tubuh Anda dorongan yang dibutuhkan untuk berlari dengan cepat, [35] X Teliti sumber yang meningkatkan akselerasi dan kontrol.

[36] X Teliti sumber Jika ada alat shoulder press atau bench press di pusat kebugaran, pastikan Anda meluangkan waktu untuk menggunakannya. • Bench press juga membantu otot dada Anda, yang juga penting.

• Berhati-hatilah ketika melatih daerah di sekitar bahu dan leher. Cedera di daerah ini bisa sangat menyakitkan dan menunda rutinitas latihan Anda dalam waktu yang cukup lama, karena Anda membutuhkan waktu untuk pemulihan. Lari menanjak. Lari menanjak tidak hanya bagus untuk paru-paru dan otot kaki Anda, tetapi juga memperbaiki postur Anda secara alami. [37] X Teliti sumber Secara otomatis Anda akan berlari dengan menggunakan bola kaki Anda dan mencondongkan tubuh sedikit ke depan.

• Anggaplah berlari sprint menanjak sebagai campuran antara sprint dengan angkat beban. Ini membakar banyak kalori dan sangat bagus untuk membangun otot betis Anda.

[38] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ac\/Sprint-Faster-Step-18-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-18-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ac\/Sprint-Faster-Step-18-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-18-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Dapatkan perlengkapan yang tepat.

Meskipun Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian dan sepatu jika Anda hanya ingin berlari lebih cepat, perlengkapan lari yang tepat akan sangat berguna jika Anda akan bertanding (atau ingin memecahkan rekor dunia). • Dapatkan sepatu yang dirancang khusus untuk sprinter. Anda memerlukan sepatu ringan yang memiliki paku sprint.

Semakin sedikit Anda terbebani akan lebih baik, dan paku sprint tersebut akan mempermudah Anda untuk berlari dengan menggunakan bola kaki Anda. [39] X Teliti sumber • Kenakan pakaian yang tepat. Kuncinya adalah kenyamanan. Anda tentu ingin pakaian olahraga Anda nyaman dan menjaga agar tubuh Anda tetap dalam suhu yang tepat. Kecuali Anda benar-benar menyukainya, Anda tidak perlu khawatir jika ingin membeli pakaian yang memberi tekanan pada tungkai bawah.

Penelitian menunjukkan bahwa pakaian tersebut tidak terlalu banyak meningkatkan performa. [40] X Sumber Tepercaya PubMed Central Kunjungi sumber • Dapatkan balok sprint. Jika Anda benar-benar serius dengan sprint, beli satu set balok yang Anda lihat digunakan oleh sprinter Olimpiade untuk memulai lari. Balok ini membantu mendorong tubuh Anda dari garis start.

[41] X Teliti sumber Anda dapat membelinya di toko olahraga yang bagus di kota Anda. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2f\/Sprint-Faster-Step-19-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-19-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2f\/Sprint-Faster-Step-19-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-19-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Berlarilah dengan orang lain.

Tidak peduli Anda berada di sebuah tim trek atau sekadar berlomba dengan teman-teman Anda, berlari dengan orang lain hampir menjamin dapat membuat Anda berlari lebih cepat.

Sedikit persaingan yang ramah akan membantu Anda untuk termotivasi. [42] X Teliti sumber • Tidak peduli Anda berada di barisan treadmill atau di dalam trek, berlari dengan teman dapat memberi dorongan untuk menjadi yang terbaik, yang merupakan hal yang sulit ditemukan jika Anda sendirian. Melihat orang-orang di sekeliling Anda (atau sedang mencoba menyalip Anda) akan membuat Anda sangat waspada.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/6d\/Sprint-Faster-Step-20-Version-5.jpg\/v4-460px-Sprint-Faster-Step-20-Version-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/6d\/Sprint-Faster-Step-20-Version-5.jpg\/v4-728px-Sprint-Faster-Step-20-Version-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":259,"bigWidth":728,"bigHeight":410,"licensing":"

<\/div>"} Catat waktu lari Anda.

Sprint adalah tentang seberapa cepat Anda berlari dan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk berlari dari titik A ke titik B. Untuk mengetahui apakah Anda benar-benar mendapat kemajuan yang lebih baik atau tidak, Anda harus mencatat waktu lari Anda sendiri. • Mungkin Anda ingin memecahkan rekor pribadi yang baru. Tetapi, cobalah maksimal hanya 2 atau 3 kali sehari; setelah Anda mendapatkan rekor baru tersebut, performa Anda akan mulai menurun. Anda akan menjadi lebih frustrasi karena Anda sudah lelah dan menyadari bahwa Anda tidak mampu menyamai usaha Anda sebelumnya.

• Jangan makan terlalu banyak sebelum berlari karena Anda dapat mengalami kram ketika melakukan sprint. • Mengangkat beban sampai pada titik yang membuat Anda sangat gemetar atau merasakan sakit yang menusuk dapat membahayakan diri Anda, bukannya memberi manfaat.

• Jangan pernah berlari ketika Anda cedera. Lari terpincang-pincang atau bahkan memilih-milih otot akan memperparah bagian yang cedera atau di otot dan tulang yang lain. • Jika Anda baru saja melepas gips, tunggu beberapa minggu agar cedera Anda sembuh sebelum berlari. • Hati-hatilah ketika Anda melakukan sprint. Berlatih keras memang sangat bagus, tetapi sangat mudah menyebabkan cedera jika Anda terlalu berlebihan melakukannya.
• Pengertian Lari Cepat • Peraturan Lari Cepat • Peraturan Dalam Lomba Lari Cepat • Teknik Lari Cepat • 1.

Teknik Atur Pernafasan • 2. Teknik Posisi Kaki • 3. Teknik Ayunkan Tangan • 4. Teknik Sprint • 5. Teknik Jari Kaki • Cara Melakukan Lari Cepat • Langkah Start Lari Cepat • Start Pendek (Bunch Start) • Start Menengah (Medium Start) • Start Panjang (Long Start) • Metode Aba – Aba Lari Cepat • Aba – Aba bersedia • Aba – Aba Siap • Aba – Aba Ya • Metode Mencapai Garis Finish • Diskualifikasi Atau Hal – Hal Yang Dikira Tidak Sah • Manfaat Lari Capat Untuk Tubuh Pengertian Lari Cepat Lari Cepat Berlari cepat merupakan olahraga yang pada dasarnya membutuhkan aksi untuk berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi, meskipun terkadang jaraknya terlalu pendek untuk mencapai 100 hingga 200m.

{/INSERTKEYS}

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

Lari cepat ialah lari yang paling umum dan paling dikenal dari seseorang dalam pertandingan ditingkat SMA atau SMP, di Olimpiade nasional dan internasional. Maka lari cepat ini juga harus disiapkan untuk meningkatkan kecepatan dalam berlari dan berlari lebih efisien, karena ia bergerak dengan energi yang sangat kuat sehingga dapat mencapai garis finish dengan sempurna.

Peraturan Lari Cepat Peraturan Dalam Lomba Lari Cepat Ada juga peraturan – peraturan dalam perlombaan lari cepat alah : • Garis start dan finish di jalur lari yang ditunjukkan bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint garis hingga 5 sentimeter siku – siku dengan batas batas di lintasan.

• Jarak lari harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish yang paling dekat dengan garis start. • Aba – aba yang digunakan dalam lari cepat adalah “bersedia”, “siap” dan “ya” atau suara pistol. • Semua peserta mulai berlari ketika tanda “ya” atau suara alat yang ditembakkan di udara.

• Peserta yang melakukan kesalahan saat memulai harus diperingatkan (kesalahan ideal tiga kali). • Lari cepat dalam balapan besar diadakan dalam 4 sesi, yaitu babak awal, babak kedua, babak semifinal, dan babak final. • Babak pertama akan diadakan jika ada banyak peserta, pemenang pertama dan kedua dari masing – masing heat akan memiliki hak untuk maju ke babak berikutnya. Baca Juga : Kode Alam Gunung Semeru Teknik Lari Cepat Setelah mengetahui beberapa penjelasan di atas, ada juga beberapa teknik untuk melakukan olahraga ini.

Berikut teknik – teknik yang harus diketahui dalam lari cepat ini yaitu : 1. Teknik Atur Pernafasan Teknik pernapasan merupakan masalah yang harus diperhatikan ketika melakukan aktivitas ini, karena sebagian besar awal harus dimulai langkah demi langkah dengan pernapasan yang efektif. Hal ini yang akan memungkinkan lari lebih cepat dan lebih efisien, sehingga menjadi panduan yang akan berjalan banyak dan tidak cukup kuat untuk menginjakkan kaki dan hembusan nafas.

2. Teknik Posisi Kaki Teknik pemosisian kaki adalah teknik dasar dalam hal postur tubuh, yang akan berlari dengan sempurna, karena jika seseorang berlari, mereka dapat mempertahankan postur dengan mengarah ke depan. Posisi kaki yang benar dan baik akan tampak lebih mudah melakukannya, karena tubuh tetap lurus dan pinggang tidak bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint di posisi yang salah.

Sementara itu, jika posisi kedua kaki bergerak dengan salah makan akan menghasilkan gerakan yang salah, pelari tidak akan bisa melakukannya dengan sempurna, bahkan bisa terjadi cidera. 3. Teknik Ayunkan Tangan Teknik mengayunkan tangan adalah teknik yang terdapat dalam olahraga ini seperti dengan gerakan ayunan tangan, tangan akan terbiasa berlari dengan stabil dan sambil mengayunkan tangan mereka dengan menyilang sisi tubuh ke arah yang berlawanan. Jika anda berlari dengan mengayunkan tangan dengan benar, anda bisa melakukannya dengan cara yang benar dan sapat memberi dorongan kecepatan terhadap tubuh anda saat berlari.

4. Teknik Sprint Teknik sprint adalah teknik yang secara umum, orang dapat berlari dengan menepatkan telapak kaki dengan kaki gingga rata dengan tanah karena mereka dapat menunjuk ke depan. Bahkan, sprint dapat membatasi langkah anda, karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengayuh selama gerakan dalam lari, sehingga kaki terasa lebih berat ketika melakukan gerakan pada kapasitas maksimum. 5. Teknik Jari Kaki Jari kaki adalah salah satu teknik ketika melangkah, sehingga jari-jari kaki rileks dan berbalik ke depan, dan jari – ari kaki akan membatasi gerakan sehingga mereka dapat membuat kaki lebih lama mengayuh dengan gerakan ini, karena merasa lebih berat.

Cara Melakukan Lari Cepat Dalam beberapa olahraga, kita sudah tahu bahwa akan ada cara untuk melakukannya, sehingga setiap pemain lebih mudah untuk melakukannya. Baca Juga : Teknik Dasar Tinju Berikut beberapa cara yang harus di ketaui dalam olahraga lari cepat ini adalah sebagai berikut bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint • Olahraga maksimal latihan dengan mandi shower air panas dan dingin.

• Beristirahatlah secara teratur. • Buat awal yang baik untuk mendapatkan akhir yang memuaskan. • Dekatkan dengan garis finish sehingga Anda bisa mencapai garis finish lebih cepat. • Jika Anda mengikuti lomba, hembuskan napas selama lari dan jangan meninggalkan blok start.

• Lakukan latihan cepat dengan pengulangan 150 atau 200 m. • Tetaplah Di Jalur anda. • Jika anda berkompetisi dengan pelari lain, berjabat tangan setelah lomba. • Tetap fokus pada garis finish sehingga anda tidak melihat ke belakang sebelum selesai. Langkah Start Lari Cepat Memulai persiapan dini seseorang adalah sesuatu yang dipersiapkan pelari sebelum berlari.

Tujuan utama dari start dalam lari cepat adalah untuk memaksimalkan pola lari kilat(Purnomo 2007: 23). Ada 3 langkah start dalam lari cepat, ialah bagaikan berikut: Start Pendek (Bunch Start) • Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan ditempatkan di sebelah kaki kiri, dekat dengan satu kepal. • Kedua tangan ditempatkan di belakang garis start, dengan jari – jari rapat dan jari terpisah.

Start Menengah (Medium Start) • Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan ditempatkan di sebelah kanan tungkak kaki kiri, jaraknya dekat dengan kepalan. • Kedua tangan ditempatkan di belakang garis start dengan 4 jari yang rapat.

Ibu jari terpisah. Start Panjang (Long Start) • Kaki kiri ditempatkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, jaraknya dekat dengan kepalan. • Kedua tangan ditempatkan di belakang garis start, dengan jari – jari ketat dan ibu jari terpisah.

Metode Aba – Aba Lari Cepat Menurut Bompa (1999), ada 3 urutan atau langkah dalam metode start lari cepat. Dijelaskan 3 urutan aba – aba sebagai berikut : Aba – Aba bersedia Setelah memberikan aba – aba bersedia, pelari ingin menempatkan kedua kaki memegang blok depan dan belakang, setelah itu lutut belakang ditempatkan di lantai, selebar bahu. Jari-jari membentuk V terbalik dan kepala rata dengan punggung, jika tidak mata selalu melihat lurus ke dasar.

Aba – Aba Siap Setelah dapat aba – aba siap, posisi tubuh pelari adalah lutut ditekan ke balik, lutut kaki depan berada dalam posisi untuk membentuk siku 90 derajat, sedangkan kaki balik pelari membentuk 120 – 140 derajat. Baca Juga : Kode Alam Kelabang Dan posisi pinggang sedikit lebih tinggi dari bahu, tubuh sedikit miring ke depan dan bahu sedikit ke depan dengan kedua tangan.

Aba – Aba Ya Setelah seseorang mulai membagikan aba – aba, sampai gerakan pelari diluruskan dan diangkat ketika kedua kaki menolak atau menekan keras pada start blok, dan kedua tangan diangkat dari lantai pada saat yang sama sehingga mereka di ayunkan secara bergantian. Kaki balik mendorong dengan kuat, kaki depan mendorong sedikit demi sedikit, tetapi tidak lama, kaki balik diayunkan ke depan dengan kilat sementara tubuh condong ke depan, lutut dan pinggang sepenuhnya diluruskan penuh dikala akhir dorongan.

Metode Mencapai Garis Finish Seorang pelari dikatakan telah mencapai garis finish, jika bagian bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint bagian tubuh sudah berada di bidang vertikal di sisi yang paling dekat dengan garis finish, sesuai dengan aturan dan garis yang disediakan.

Bagian tubuh diartikan sebagai kepala, leher, lengan dan kaki. Bagi Muhtar (2011: 14), terdapat 3 metode melewati garis finish pada lari jarak pendek, ialah : • Menjatuhkan dada kehadapan. • Menjatuhkan salah satu bahu ke depan. • Lari sekencang – kencangnya sampai sebagian tubuh melewati garis finish. Cara yang cenderung dicoba oleh pelari cepat dengan melepaskan dada ke hadapan jika ada pelari yang bertepatan melewati garis finish, sampai pelari yang anggota tubuhnya memegang pita terlebih dahulu menjadi pemenang.

Diskualifikasi Atau Hal – Hal Yang Dikira Tidak Sah Hal- hal yang dikira tidak legal dalam lari cepat ialah : • Melakukan kesalahan start – up lebih dari 3 kali.

• Menambah lintasan pelari lain. • Menggoda pelari lainnya. • Keluar jalur. • Tertangkap menggunakan obat perangsang. Manfaat Lari Capat Untuk Tubuh Terkadang berlari tampak mudah, tetapi membutuhkan energi yang sangat kuat. Beberapa manfaat dalam olahraga lari ialah : • Dapat menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan.

• Dapat memudahkan meninggikan postur tubuh. • Membantu pembentukkan otot kaki dan tangan. • Membuat lebih muda. • Dapat mengembalikan kejantanan pria.

Demikianlah yang dapat quipper.co.id bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat dan membantu rekan – rekan semua ya! Terimakasih sudah membaca pembahasan materi makalah tentang lari cepat.

Maaf jika masih ada kekurangan dalam penulisan ini ya sahabat. Baca juga : • Ukuran Lapangan Sepak Takraw • Ukuran Lapangan Softball • Tinggi Gawang Sepak Bola • Ukuran Lapangan Lompat Jauh Posted in Umum Tagged Aturan lari, Ayunan tangan dalam teknik lari cepat adalah, Lari Cepat, Lari cepat menggunakan start, Lari jarak jauh, Lari jarak menengah, Manfaat lari cepat, Pengertian lari, Pengertian olahraga lar, Peraturan lari cepat, Saat lari cepat kaki melangkah dengan jalan cepat, Sejarah lari sprint, Tahapan sprint, Teknik lari cepat
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (no.400) beradu kecepatan dengan pelari lainnya saat babak final Lari 100 meter Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).

Lalu Muhammad Zohri gagal persembahkan medali. KOMPAS.com - Lari cepat disebut juga lari jarak pendek biasanya menempuh jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Seorang pelari jarak pendek disebut sprinter. Nomor lari ini bisa diikuti oleh atlet putra maupun putri. Tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan oleh dorongan badan ke depan. Dalam perlombaan lari jarak pendek terdapat tiga tahapan penting yakni awalan (start), teknik berlari, serta saat mencapai garis akhir (finish).

Baca juga: Nomor-nomor Lari Jarak Pendek Teknik Dasar Start Lari Jarak Pendek Mengutip dari buku Pendidikan Jasmani Dasar-dasar Atletik (2020) karya Yahya Eko Nopiyanto, S.Pd, M.Pd dan Septian Raibowo, S.Pd, M.Pd, teknik start merupakan suatu persiapan awal seorang sprinter sebelum melakukan gerakan lari.

Tujuan utama dari start dalam lari jarak pendek adalah mengoptimalkan pola lari cepat. Berdasarkan jenis dan fungsinya, teknik start dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: • Start jongkok ( crouching start) • Start melayang ( flying start) • Start berdiri ( standing start).

Baca juga: Teknik Dasar Lari Jarak Pendek Jenis start yang digunakan dalam perlombaan lari jarak pendek adalah start jongkok atau crouching start. Jika dirinci lagi, start jongkok terbagi menjadi tiga jenis yaitu: Jenis Start Jongkok • Start pendek ( bunch start) • Start menengah ( medium start) • Start panjang ( long start). Penamaan start tersebut tergantung pada penempatan lutut kaki belakang pelari.

Seorang pelari bebas menentukan jenis start jongkok yang akan digunakan dalam lari jarak pendek. Adapun teknik dasar start jongkok dapat dibaca di artikel berikut >>> 3 Macam Teknik Start Jongkok: Pendek, Menengah, dan Panjang Tips Melakukan Teknik Start Lari Jarak Pendek Start Pendek ( Bunch Start) Jika seorang pelari bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint kaki pendek atau tidak begitu panjang, maka biasanya akan menggunakan start pendek atau bunch start.

Berikut ini adalah cara melakukan start pendek: • Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kaki kiri sekitar satu kepal. • Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terbuka (membentuk huruf "V" terbalik). Start Menengah ( Medium Start) Baca juga: Prinsip Lari Jarak Pendek Apabila seorang pelari memiliki sedikit kaki yang agak panjang, teknik start yang cocok digunakan adalah start menengah atau medium start.

Berikut ini adalah cara melakukan start menengah: • Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakkan di sebelah kanan belakang tumit kaki kiri. • Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan empat jari-jari rapat dan ibu jari terbuka (membentuk huruf "V" terbalik). Start Panjang ( Long Start) Letak ujung kaki belakang segaris dengan tumit kaki depan adalah sikap start panjang.

Jenis start satu ini biasanya digunakan seorang pelari memiliki badan yang tinggi dan kaki panjang. Baca juga: Kesalahan Tumpuan Kaki dalam Lari Jarak Pendek Berikut ini adalah cara melakukan start panjang: • Lutut kaki belakang berada di samping tumit kaki depan.

• Kaki kiri berada di depan dengan posisi jinjit. • Letak ujung kaki belakang segaris dengan tumit kaki depan adalah sikap start jongkok panjang. • Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terbuka (membentuk huruf "V" terbalik). Belum Dapat Jadwal Tanding, Pelatih Persib Susun Program Persiapan Fleksibel https://bola.kompas.com/read/2021/08/27/23135238/belum-dapat-jadwal-tanding-pelatih-persib-susun-program-persiapan-fleksibel https://asset.kompas.com/crops/hTY7Fip1bE__YN-Q1XJzd6c7fa0=/0x0:780x520/195x98/data/photo/2021/08/27/61288dcdd56e0.jpgCabang tertua dalam olahraga di dunia salah satunya adalah lari.

Bahkan ia telah dikenal dalam peradaban kuno, jauh sebelum cabang lainnya ditemukan. Olahraga sangatlah baik bagi kesehatan tubuh terutama dalam meningkatkan kekuatan tulang dan pembentukan otot. Oleh karena itu, rutin melakukan latihan tiap harinya merupakan cara yang baik untuk mempertahankan kesehatan dan daya tahan tubuh.

Di antaranya yaitu lari cepat atau lari sprint. Dalam lari sprint, tiap peserta harus berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak hingga 100 m, 200m, 300 m, dan 400 m. Sehingga berbeda dengan cabang olahraga lain seperti lari maratonlompat tinggi, lempar lembing dan sebagainya, yang sangat dibutuhkan dalam lari sprint adalah latihan untuk meningkatkan kecepatan lari bagi pelari untuk mencapai kecepatan yang baik.

Teknik dalam melakukan lari sprint di antaranya yaitu start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish, sebagai berikut; 1.Teknik Start • Start dengan posisi jongkok, dimana kedua kaki menumpu pada sandaran blok start. • Lutut kaki sejajar dengan ujung kaki depan dengan kedua lengan dibuat lurus sejajar dengan bahu, dan jari tangan berada di belakang garis start.

• Pertahankan keseimbangan tubuh dengan menumpu berat badan pada kedua tangan di tanah. • BERSEDIA; kedua lengan tetap pada posisi sedikit lebar dengan bahu yang agak condong ke depan, pertahankan keseimbangan.

Angkat punggung sedikit, rilekskan otot leher dan rahang, serta buat kepala bagian belakang segaris dengan punggung. Pandangan ditujukan ke bawah atau sedikit ke depan garis start. Pertahankan konsentrasi!

• SIAP; angkat pinggul dengan kedua tangan dan buat sudut 120 derajat pada kedua lengan yaitu posisi lurus. • YA; mulai berlari, ayunkan kedua lengan secara bergantian, berlawanan dengan gerakan kedua kaki saat melakukan tolakan meninggalkan blok start.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

2. Gerakan Lari • Posisi tubuh saat lari Yaitu tubuh sedikit condong ke depan, pertahankan otot leher dan rahang dalam keadaan rileks dengan kepala dan posisi punggung segaris. Pandangan tetap ke arah depan menuju lintasan dengan mulut yang tertutup rapat saat berlari, konsentrasi. Usahakan tetap berlari pada jalur yang lurus. • Ayunan lengan Dilakukan secara bergantian saat berlari dan berlawanan dengan arah kaki, dengan siku-siku agak dibengkokkan, namun tetap rileks.

Jaga keseimbangan agar tubuh tidak oleng ke kiri maupun ke kanan. • Gerakan kaki Buat langkah yang panjang dan secepat-cepatnya. Selalu lakukan pendaratan atau tumpuan pada ujung telapak kaki, dengan lutut yang sedikit ditekuk bengkok. 3. Finish • Memasuki sekitar 30 meter sebelum garis finish, percepat langkah saat berlari dan pertahankan. • Saat menjelang memasuki area finish, busungkan dada ke depan, lalu jatuhkan salah satu bahu ke arah depan-bawah saat masih dalam posisi lari.

bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint

• Jangan berhenti atau mengurangi kecepatan di garis finish, tetap lakukan lari semaksimal mungkin. Dalam melakukan lari sprint, selain teknik di atas ada beberapa hal yang sangat perlu untuk diperhatikan. Di antaranya yaitu cara bernafas saat berlari cara agar tak kehabisan nafas dan mematangkan persiapan sebelum melakukan olahraga ini. Makin jauh jarak yang harus ditempuh, maka daya tahan ( edurance), konsentrasi dan energi yang harus dipersiapkan tentu lebih besar.

Hindari berbagai jenis cedera bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint berlari dengan tetap mempertahankan kondisi fit dan konsentrasi selama berlari.
Contents • 1 Teknik Lari Cepat saat Start • 1.1 1. Posisi Bersedia • 1.2 2. Posisi Siap • 1.3 3. Posisi Yak • 2 Teknik Gerakan Tubuh Saat Lari • 2.1 1. Gerakan Lengan • 2.2 2. Gerak Kaki • 3 Teknik Postur Tubuh • 3.1 1. Tubuh Tidak Ditekuk bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint 3.2 2.

Kepala Tetap Tegak • 3.3 3. Tubuh Miring ke Depan • 4 Teknik Pernapasan saat Lari Cepat • 5 Teknik Mendarat saat Lari Cepat Teknik Lari Cepat saat Start Pelari membutuhkan persiapan sebelum melakukan gerakan lari. Tujuannya adalah mengoptimalkan pola lari cepat. Tidak hanya itu, konsentrasi penuh juga dibutuhkan untuk fokus kepada aba-aba yang diberikan. Ada beberapa posisi teknik start dalam lari cepat, yaitu akan dijelaskan sebagai berikut: 1.

Posisi Bersedia Ketika muncul aba-aba “bersedia”, pelari akan menempatkan posisi dengan kedua kaki ditekuk masing masing berada di depan dan belakang. Salah satu lutut, biasanya bagian paling sering adalah kanan, diletakkan di tanah dan terpisah selebar bahu. Telapak tangan berada tidak melebihi garis start dengan membentuk huruf V. Untuk kepala diusahakan agar dijaga dengan posisi datar dengan punggung.

Leher akan menjadi rileks dan arahkan pandangan ke depan. Usahakan tetap fokus pada aba-aba apa yang diberikan selanjutnya. 2. Bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint Siap Selanjutnya muncul aba-aba “siap”, maka seorang pelari akan mengatur gerakan. Lutut kaki bagian depan ada pada sudut sembilan puluh derajat atau sedikit diangkat dan yang belakang ditekan dengan posisi tidak terlalu lurus. BACA JUGA: Materi Atletik Lari: 9 Cara Mudah Memahaminya Tumpuan berat badan diatur seimbang agak condong kedepan.

Posisi panggul diangkat agar melebihi tinggi bahu. Untuk posisi tangan tetap seperti awal dan tegak lurus menopang badan. Bagian bahu sedikit agak maju ke depan dari dua tangan. 3. Posisi Yak Setelah terdengar aba-aba “yak”, maka pelari segera mengambil awalan. Ketika kaki belakang bergerak melakukan penolakan, lengan kiri lebih dahulu diayunkan kedepan dan yang kanan diayun kebelakang. Teknik Gerakan Tubuh Saat Lari Olahraga lari cepat membutuhkan kecepatan tinggi untuk mencapai garis finish.

Namun hal seorang pelari tidak boleh mengabaikan gerakan yang sesuai ketika berlari. Beberapa poin di bawah akan menjelaskan tentang beberapa hal yang harus bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint 1.

Gerakan Lengan Saat berlari, pelari perlu menerapkan teknik gerakan ini. Caranya yakni mengayunkan secara menyilang berlawanan terhadap gerak kaki. Posisi yang benar yaitu menekuk lengan dan diayunkan dengan sudut sembilan puluh derajat.

Lengan tidak dianjurkan terayun melewati batas garis tengah tubuh agar ruang paru-paru lebih luas. Jika diayunkan secara benar pada saat lari cepat, maka dapat memberi dorongan terhadap tubuh sehingga menambah kecepatan dalam berlari. Pakailah baju lari yang nyaman agar tangan bisa leluasa bergerak ketika berlari. 2. Gerak Kaki Agar gerakan kaki menjadi cepat, langkah yang dilakukan adalah dengan mengambil jarak pendek dan berkecepatan sedang. Cara ini memberi dorongan cepat terhadap tubuh sehingga tidak membuat pelari mudah lelah.

BACA JUGA: Pengertian Lari Jarak Pendek dan Penjelasannya Selanjutnya adalah pola injakan. Kaki tidak boleh menginjak tanah terlalu lama. Titik yang dikenai adalah telapak bagian tengah, serta posisi yang dibentuk lurus dibawah pinggang kemudian ditolak ke belakang. Teknik Postur Tubuh Teknik lari cepat selanjutya adalah postur tubuh.

Ini perlu diperhatikan karena pelari harus mengetahui untuk membuatnya berlari dengan cepat dan menghemat energi. Berikut akan diulas beberapa di antaranya: 1. Tubuh Tidak Ditekuk Hal yang dimaksud tubuh tidak ditekuk yaitu badan diusahakan tetap lurus. Pelari harus memastikan itu agar menghindari dari menekuk tubuh. Hal ini dilakukan untuk memperkecil peluang cidera kram perut yang terjadi di tengah pertandingan. Dengan tidak menekuk badan, ruang perut dan dada pelari akan terasa lebih luas.

Hal itu juga berefek pada jalur pernapasan sehingga napas dapat keluar masuk menjadi lebih mudah sehingga ritme lari menjadi lebih baik. 2. Kepala Tetap Tegak Ketika melakukan lari cepat, perlu diingat bahwa kepala tidak dianjurkan untuk menunduk ataupun memutar arah selain kedepan.

Jika hal itu terjadi, dapat memungkinkan pelari menjadi tidak fokus. Tidak hanya itu, tujuan menjaga agar kepala tetap tegak akan memudahkan dan melancarkan jalannya pernapasan. Efek lain yang dapat dirasakan oleh pelari adalah tubuh juga tidak mudah lelah karena badan tetap tegak terjaga. 3. Tubuh Miring ke Depan Postur miring bukan berarti sedikit membungkuk.

Namun yang dimaksud adalah badan agak condong ke depan. Hal ini akan membuat pelari merasakan adanya dorongan yang lebih besar. Laju lari juga semakin mudah karena laju lari menjadi lebih sedikit. BACA JUGA: Teknik Lari Jarak Menengah yang Bisa Anda Praktekkan Teknik Pernapasan saat Lari Cepat Teknik ini merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelari, karena aktivitas tersebut merupakan langkah awal memulai dengan pernapasan efektif.

Mungkin dianggap cukup sulit karena harus menjaga ritme lari dan napas agar tetap baik. Pada lari cepat membutuhkan ritme pernapasan 3-3. Maksudnya adalah setiap tiga langkah kaki secara berturut-turut mengambil dan menghembuskan udara. Namun ada juga yang menerapkan 2-2 pada pelari profesional.

Untuk meningkatkan kemampuan tersebut, perlu dilatih secara terus menerus. Teknik Mendarat saat Lari Cepat Setelah mencapai garis finish, baiknya pelari melakukan pendaratan. Untuk mendarat, perlu diterapkan teknik mendarat dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Langkah-langkah yang diambil adalah pendaratan kaki dengan menginjakkan ujung telapak pada tanah terlebih dahulu. Tidak hanya itu, namun juga harus memastikan bahwa posisi lutut sudah agak ditekuk.

Hal ini menyebabkan langkah berikutnya agak melentur sehingga ritme lari juga agak melambat. Dengan begitu, pelari dapat mendarat dengan sempurna.

Demikianlah beberapa teknik lari cepat yang dapat disampaikan. Terlebih untuk pelari cepat yang tergolong pemula, hendaknya diperhatikan dengan baik untuk membentuk performa menjadi lebih profesional lagi. Categories 🥇 Lari Post navigation
Lari sprint juga dikenal dengan istilah lari jarak pendek di mana jenis lari ini termasuk yang paling sering diperlombakan. Karena lari jarak pendek, maka jarak yang ditempuh oleh pelari adalah antara 100 meter, 200 meter atau 400 meter dan pelari harus melakukannya dalam kecepatan tinggi.

Tak hanya lari dengan ketiga jarak tempuh tersebut, lari sambung atau teknik lari estafet pun adalah salah satu jenis dari lari sprint. Sprinter (sebutan untuk pelari jarak pendek) harus mengeluarkan seluruh kemampuannya dengan tujuan sampai di garis finish secepat mungkin dan untuk itulah teknik lari sprint yang benar perlu dikuasai lebih dulu. Ketika menerapkan teknik lari yang tepat, otomatis hal ini akan menghindarkan pelari dari tubuh yang kelelahan.

• Teknik Start Start yang benar perlu sprinter lakukan dengan konsentrasi penuh sambil menyiapkan sikap yang pas dan pada teknik start, posisi dan sikap tubuh yang benar adalah dengan berjongkok. Namun tidak sampai di situ saja, start jongkok terdiri dari 3 tahapan tergantung dari aba-aba yang diberikan, seperti di bawah ini: Posisi/Sikap Tubuh Sewaktu Aba-aba “Bersedia” Di awal start jongkok, akan ada aba-aba “bersedia” di mana posisi dan gerakan tubuh harus benar, yakni dengan seperti berikut: • Tubuh dalam posisi berjongkok.

• Posisi tangan ada pada permukaan tanah tempat Anda berjongkok pada titik Anda hendak melakukan lari. • Tangan (ibu jari dan jari lainnya) yang berada menempel pada tanah membentuk huruf V terbalik. • Posisi bahu dicondongkan sedikit ke arah depan dan berada di depan tangan sambil meluruskan tangan.

• Rilekskan bagian kepala dan leher supaya tak terlalu kaku dan tegang. • Fokuskan pandangan tepat lurus ke depan. • Posisi kaki letakkan mengarah pada garis start. Posisi/Sikap Tubuh Sewaktu Aba-aba “Siap” Setelah kata “bersedia,” aba-aba selanjutnya adalah “siap” dan gerakan atau posisi tubuh perlu diubah dengan cara: • Angkat panggul lebih tinggi sedikit dari bahu ke arah atas. • Pastikan bahwa garis punggung bisa agak menurun ke arah depan sambil mencondongkan tubuh ke depan juga.

• Rilekskan bagian leher sambil menjaga kepala pada posisi rendah. • Pandangan kali ini bisa diarahkan sedikit ke bawah, namun juga bukan menunduk karena tidak boleh terlalu ke bawah. • Luruskan lengan dan jangan sampai ditekuk atau bengkok. • Ambil napas dalam-dalam sewaktu panggul diangkat. Posisi/Sikap Tubuh Sewaktu Aba-aba “Ya” Sesudah “bersedia” dan “siap” itu artinya sprinter harus lebih waspada karena akan segera berlari pasca aba-aba “ya” dan inilah sikap dan gerakan tubuh yang benar: • Lengan kanan pastikan diayunkan ke belakang secara kuat-kuat sementara lengan sebelah kiri ayunkan ke arah depan.

• Tolakan dapat dilakukan dengan kaki kiri sekuat tenaga. • Sementara itu, kaki kanan dapat mulai melangkah dengan kecepatan tinggi dengan 45-75 cm untuk langkah pertama di depan start. • Tumpukan berat badan ke arah depan. • Lebarkan langkah demi langkah kaki yang sedang berlari. • Pernapasan bisa dilakukan seperti biasa, namun perlu diketahui pula bahwa salah satu kunci kemenangan pelari pada lomba lari sprint adalah kekuatan napas sprinter itu sendiri.

Jadi, ketahui cara bernafas saat berlari paling tepat supaya nafas bisa dijaga tetap kuat. • Teknik Gerakan Lari Start yang terlambat oleh sprinter akan merugikan diri sendiri karena juga akan membuatnya terlambat sampai pada garis finish. Sesudah mengenal dan memahami satu per satu dari gerakan dan sikap tubuh sewaktu melakukan start menurut aba-aba yang dikumandangkan, penting untuk memahami teknik gerakan lari yang benar.

• Saat berlari, langkah kaki tak hanya harus cepat namun juga panjang-panjang. • Ujung telapak kakilah yang harus menapak saat kaki tumpuan mendarat sambil membengkokkan lutut sedikit. • Lengan diayunkan bergantian dari belakang mengarah ke depan sambil menekuk/membengkokkan sedikit bagian siku. • Tubuh dicondongkan ke depan sewaktu berlari dengan penolakan kaki sekuat-kuatnya agar bisa berlari secepat mungkin. • Langkah kaki pun sebaiknya lebar-lebar sambil gerakan lengan tangan diarahkan ke dagu.

• Posisi kepala harus tegak dan tidak boleh menunduk. • Pastikan bahwa punggung dan kepala ada dalam satu garis lurus. • Sambil terus memfokuskan pandangan ke arah depan, rilekskan otot rahang dan area leher. Karena dibutuhkan kecepatan tinggi dalam berlari jarak pendek ini, cari tahu cara meningkatkan kecepatan lari yang benar apabila Anda ingin berupaya lebih baik dan bertekad memenangkan perlombaan. • Teknik Finish Sesudah melalui tahap start yang terdiri dari 3 gerakan, lalu dilanjutkan dengan gerakan berlari sekencang mungkin dengan posisi tubuh yang benar, maka kini adalah giliran teknik gerakan masuk ke garis finish yang perlu diperhatikan dengan baik.

Ada beragam teknik atau cara dalam memasuki garis finish, seperti di bawah ini: • Memiringkan/memutar bahu atau tubuh pada salah satu sisi – Cara melewati garis finish dengan cara ini memang mungkin lebih sulit dilakukan. Hanya saja, cara ini justru terbukti lebih menguntungkan ketimbang berlari lurus ke depan tanpa adanya perubahan posisi tubuh.

• Menjatuhkan tubuh ke arah depan – Cara ini pun sama menguntungkannya dengan cara sebelumnya, namun tingkat kesulitannya pasti jauh lebih tinggi. Rata-rata sprinter yang sudah profesional dan terkenal-lah yang menggunakan cara memasuki garis finish satu ini.

• Berlari lurus terus tanpa perubahan sikap tubuh – Bila kedua cara sebelumnya memiliki tingkat kesulitan agak tinggi, maka cara satu ini sebenarnya adalah yang paling mudah. Sayangnya menjadi kurang menguntungkan bagi si pelari sendiri sebab tak adanya perubahan posisi tubuh. • Kombinasi memiringkan dan merebahkan tubuh ke depan – Supaya lebih menguntungkan lagi, mengombinasikan cara pertama dan kedua adalah ide yang cemerlang dan layak untuk dicoba.

Tak hanya cara-cara bagaimana memasuki garis finish yang benar yang perlu diperhatikan, para pelari pun harus tahu bagaimana cara pelaksanaan aktivitas lari cepat atau sprint saja yang tidak diperbolehkan sewaktu melewati garis finish. Pelari tak boleh melompat sewaktu masuk ke garis finish, pelari juga tak boleh dengan tangan mencoba meraih pita garis finish, dan satu lagi pelari saat sudah di garis finish tak boleh berhenti secara tiba-tiba.

Demikianlah teknik lari sprint yang benar dan hendaknya Anda bisa mencari cara memilih sepatu lari yang tepat agar lebih nyaman sewaktu berpartisipasi dalam lomba. Tak hanya itu, selalu waspada ketika latihan maupun perlombaan untuk menghindari jenis cedera saat berlari.

Sprinting vs. Running as a Fat Burner




2022 www.videocon.com