Teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Seperti Sentra Kerajinan Keramik Dinoyo, Malang. Keramik Dinoyo memang terkenal memiliki karakter sendiri dalam pola hiasannya yaitu lebih ke motif flora dan fauna.

Sentra kerajinan keramik Kiaracondong di Kota Bandung, bentuk keramik yang biasa dibuat berupa vas bunga, guci, dan berbagai souvenir keramik untuk berbagai event. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa. Bahan Pembuatan Keramik Bahan utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik, yaitu lempung.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari bahan beku. Terdapat tiga jenis lempung/tanah liat utama yang di bedakan oleh warna, ukuran partikel, sifat keliatannya yaitu : • Tanah liat kaolin berwarna putih, berukuran partikel sederhana, kurang keliatannya/sifat plastis.

• Tanah liat bola (ball clay) berwarna hitam atau kelabu, berukuran partikel halus, keliatan yang tinggi. • Tanah liat api (fire clay) berwarna kemerahan, berukuran partikel antara sederhana dan besar dan komposisi besi oksida yang tinggi. Kedua-dua tanah liat kaolin ini kebanyakan di gunakan teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik industri keramik konvensional seperti industri pembuatan piring, mangkuk, peralatan kamar mandi, lantai dan dinding, perhiasaan rumah seperti pot bunga porselin, peralatan listrik untuk voltan rendah dan tinggi./li> Alat Pembuatan Keramik Alat putar tangan Alat putar ini merupakan alat yang paling sederhana dan digerakkan atau diputar dengan tenaga tangan.

Kepala putaran selain sebagai tempat memutar juga berfungsi sebagai beban pemberat agar putaran lebih tahan lama. Bagian-bagian alat putar tangan: A. Kepala putaran, B. As putar, C. Lager (bearing), dan D. Dudukan putaran. Cara pengoperasian : Kepala putaran diputar menggunakan tangan kiri berlawanan dengan arah jarum jam sampai berputar dengan cepat.

Alat putar kaki Alat putar ini merupakan alat yang digerakkan atau diputar dengan kaki. Penggerak alat putar kaki dapat dibedakan menjadi dua yaitu roda pemutar (fly wheel) dan pedal (treadle wheel). Roda pemutar dan kepala putaran yang menggunakan pedal juga berfungsi sebagai beban pemberat sehingga putaran yang dihasilkan menjadi lebih lama.

Bagian-bagian Kick Wheel: Kepala putaran, As putaran, Lager (bearing), Roda pemutar (fly wheel), Meja, Dudukan kaki, Dudukan lager, H. Tempat duduk Tungku pembakaran Tungku pembakaran atau kiln adalah suatu tempat/ruangan dari batu bata tahan api yang dapat dipanaskan dengan bahan bakar atau listrik dan dipergunakan untuk membakar benda-benda keramik.

Fungsi tungku pembakaran adalah untuk membakar benda-benda keramik yang disusun di dalamnya dan dibakar dengan menggunakan bahan bakar khusus (kayu, batu bara, minyak, gas, atau listrik) sampai semua panas menyebar dan membakar semua yang ada di dalam tungku itu. Pembakaran atau radiasi panas berlangsung di dalam tungku atau di bawah ruang bakar dan kelebihan asap keluar melalui saluran api atau cerobong tungku.

Sirkulasi panas harus dibiarkan secara merata dan bebas di sekeliling benda pada saat dibakar. Slab Roller Untuk membuat lempengan tanah liat plastis yang digerakkan dengan sistem mekanik. Alat ini juga dilengkapi dengan ukuran untuk menentukan ketebalan lempengan tanah liat. Ukuran: panjang 122 cm, lebar 82 cm, dan tinggi 109 cm. Jarum (needles) Untuk memotong bibir, menusuk gelembung udara, dan menggores benda kerja. Ukuran: panjang total 14 cm, mata jarum 4 cm.

Kaliper (caliper) Untuk mengukur diameter benda kerja. Ukuran: panjang 20 cm, 25 cm, dan 30 cm, bahan alumunium, plastik atau kayu. Rol kayu Untuk membuat lempengan tanah, dengan panjang rol kurang lebih 45 cm dan diameter 6 cm–8 cm dan dilengkapi dengan bilah kayu yang panjangnya 50 cm dan tebal 0,5 cm- 0,7 cm dan lebar sekitar 3 cm. Spons Untuk menyerap kandungan air, menghaluskan teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik kerja, dan membersihkan handtool, cetakan gips pada waktu pencucian.

Ukuran: diameter 8 cm dan tebal 6 cm, bahan busa. Butsir kawat (wire modelling tools) Untuk merapikan, menghaluskan, mengerok, membentuk detail, dan membuat tekstur benda kerja. Ukuran panjang 22 cm, bahan kawat stainless steel, tangkai kayu sawo.

Butsir kayu (wood modelling tools) Untuk menghaluskan, membentuk detail, merapikan, membuat dekorasi, merapikan dan menghaluskan benda kerja. Ukuran panjang 22 cm lebar 3 cm, bahan kayu sawo. Kawat pemotong (wire cutter) Untuk memotong ujung bibir, dasar benda kerja, dan memotong tanah liat plastis.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Ukuran: panjang 4 cm, panjang tangkai 6 cm, bahan kawat stainless steel. Pisau pemotong (felting knife) Untuk memotong, mengiris lempengan tanah liat. Ukuran; panjang total 17 cm, mata pisau 8.5 cm. Teknik dalam Pembuatan Kerajinan Keramik a) Teknik Pijit Tekan Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual.

Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan. • Pijit tanah dengan ibu jari • Tekan tanah kemudian diputar • Bentuk leher dengan ibu jari • Membuat tutup dengan cara yang sama • Mengukur tutup dengan badan b) Teknik Pilin Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.

• Buat pilinan di atas meja • Buat lempengan lingkaran sebagai alas • Lilitkan pilinan di atas lempengan • Rapikan menggunakan butsir • Selesaikan bentuk dengan pilinan c) Teknik Lempengan (slab) Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.

Bentuk Silinder • Gulung lempengan dengan cetakan silinder. • Potong kelebihan tanah menggunakan butsir. • Ratakan tanah dan beri alas lingkaran. Bentuk Persegi • Satukan 3 sisi lempengan dengan lem tanah. • Tambahkan sisi lainnya dan satukan dengan cara yang sama. • Menggunakan butsir rapikan bentuk persegi dengan hatihati. d) Teknik Cetak Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll • Tekan tanah ke dalam cetakan gips.

• Angkat tanah hasil cetakan menggunakan tanah. • Rapikan bentuk menggunakan tusuk gigi. • Tuang tanah cair ke dalam cetakan. • Diamkan beberapa menit, lalu tuang sisa tanah cair dari cetakan. • Balik cetakan untuk membersihkan sisa tanah cair. • Buang sisa tanah yang tidak perlu. • Copot cetakan dari tanah. • Rapikan benda hasil cetakan dengan butsir. e) Teknik putar Teknik pembuatan keramik dengan menggunakan alat putar.

Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel).

Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk- bentuk yang sama seperti gentong, guci dll • Tanah diletakkan pada posisi centering, lalu buat lubang di tengah gumpalan tanah. • Putar kickwheel dengan posisi tangan menahan bentuk tanah agar tetap centering. • Naikkan tanah membentuk kerucut dengan menekan tanah bagian samping untuk memadatkan. • Perbesar lubang dan naikan tanah liat ke atas dengan tangan perlahan-lahan.

• Ratakan bentuk tanah membentuk silinder/vas. Tahapan Pembuatan Keramik 1. Pengolahan Bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai.

Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air.

Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh. 2. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).

3. Pengeringan Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang.

4. Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi.

Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss). 5. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir.

Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. KOMPAS.com - Kerajinan keramik sudah dikenal sejak zaman neolitikum.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai pecahan kecil tembikar di bukit kulit kerang Sumatera. Kerajinan keramik merupakan jenis kerajinan yang dibuat dari pembentukan dan pembakaran tanah liat sehingga mengalami perubahan sifat. Dalam hal ini, perubahan sifat yang dimaksud ialah pada tanah liat itu sendiri.

Contohnya, sebelum dibakar tanah liat cenderung memiliki sifat yang masih mudah hancur. Namun, setelah mengalami proses pembakaran, sifatnya menjadi lebih kuat. Pengertian kerajinan keramik Mengutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kerajinan keramik merupakan karya seni buatan tangan manusia yang menggunakan tanah liat sebagai bahan pembuatannya.

Kata keramik berasal dari Bahasa Yunani, yakni keramos. Artinya benda pecah belah dibuat dari tanah liat yang telah melalui proses pembakaran. Jadi, bahan baku utama dalam pembuatan karya kerajinan keramik adalah tanah liat. Selain tanah liat, pembuatan keramik juga membutuhkan bahan seperti pasir, kaolin atau tanah liat putih, bahan pengikat, dan bahan lain yang diperlukan. Baca juga: Syarat-Syarat Perancangan Benda Kerajinan Sifat plastis dari tanah liat ini membuat bahan baku tersebut sangat mudah dibentuk sesuai dengan keinginan perajin.

Walau begitu, sifat plastis ini juga membuat bahannya menjadi mudah hancur, maka diperlukan proses pembakaran. Penentuan suhu untuk pembakaran tanah liat pun juga beragam. Namun, kisaran suhunya 600º Celcius hingga 1300º Celcius. Suhu ini harus disesuaikan dengan jenis tanah liatnya. Contohnya tanah liat yang sudah bersifat agak keras tidak perlu memerlukan suhu pembakaran yang sangat tinggi. Sebaliknya, tanah liat yang masih agak lunak memerlukan suhu lebih tinggi untuk pembakaran.

Selain untuk membuat keramik menjadi tidak mudah hancur, proses pembakaran ini juga ditujukan supaya kerajinan ini menjadi lebih padat serta kedap air. Teknik pembuatan kerajinan keramik Menurut Bambang Gatot Soebroto dalam jurnal yang berjudul Empat Teknik Dasar Membuat Keramik Manual (Tanpa Alat Putar) (2019), ada empat teknik dasar yang sering digunakan dalam pembuatan keramik, yakni: • Teknik pilin Teknik ini juga sering disebut sebagai coil.

Biasanya diterapkan di atas meja putar, karena perajin akan menambah pilinan sedikit teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik sedikit sambil memutar bentuk keramik sesuai dengan yang diinginkan.

Penggunaan teknik ini juga bisa ditujukan untuk meninggikan atau membesarkan keramik yang dibuat. Agar bisa rapi dan indah, pilinan harus disatukan dengan cara ditekan dari atas ke bawah, tiap dua atau tiga tumpukan pilinan. • Teknik pijat tekan Teknik ini juga sering disebut dengan pinch. Biasanya teknik ini diterapkan dengan mengambil dan menggunakan segumpal tanah liat untuk kemudian ditekan teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik ibu jari. Saat ditekan, keempat jari lainnya harus diletakkan di bagian luar tanah liat untuk menahannya agar tetap rapi dan sesuai dengan bentuknya.

Teknik pijat tekan harus dibarengi dengan memutar tanah liat, agar hasilnya nanti memiliki tingkat kedalaman yang seimbang. Baca juga: Perancangan dan Produksi Kerajinan Obyek Budaya Lokal • Teknik lempengan Teknik ini juga sering disebut dengan slab.

Biasanya teknik ini diterapkan untuk membuat kerajinan keramik yang berbentuk persegi atau silinder. Slab tidak memerlukan meja putar sebagai media pembuatannya. Cara pembuatannya dilakukan dengan membentuk lembaran atau lempengan tanah liat. Kemudian digulung menggunakan benda silinder.

Contohnya kayu bundar, paralon, ataupun benda lainnya. Agar hasilnya bisa seimbang, antara sisi kanan dan kiri tanah liat harus diberikan benda silinder dengan ukuran dan ketebalan yang sama. • Teknik cetak Teknik ini sering digunakan untuk memproduksi kerajinan keramik dalam jumlah banyak. Sehingga tidak memiliki cukup banyak waktu untuk menerapkan proses atau teknik lainnya. Penerapan teknik cetak ini dilakukan dengan membuat cetakan dari bentuknya terlebih dahulu. Kemudian tanah liat bisa ditekan atau press untuk cetak padat serta menggunakan cor untuk cetak basah.

Selain empat teknik di atas, masih ada satu teknik lagi yang lumrah digunakan dalam proses pembuatan keramik, yaitu teknik putar.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

• Teknik putar Teknik ini sering digunakan untuk memproduksi kerajinan keramik yang berbentuk bulat ataupun silinder. Teknik putar sudah sangat sering diterapkan oleh para perajin keramik. Cara pembuatannya dengan tanah liat ditaruh di atas meja putar.

Secara perlahan meja diputar sambil menekan tanah liat tersebut sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.
tirto.id - Kerajinan merupakan proses penciptaan barang dengan menggunakan barang lain. Untuk menjadikan proses ini bernilai tinggi, butuh kreativitas sebagai bekal utama. Kerajinan bermacam-macam jenisnya, salah satu teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik kerajinan berasal dari bahan campuran atau mixed media. Jenis Kerajinan Bahan Campuran Kerajinan bahan campuran bisa dibuat dari beragam bahan.

Tapi prinsip utamanya menggabungan dua jenis bahan, yakni bahan organik dan bahan anorganik. Kedua jenis bahan ini dipadu-padankan untuk menghasilkan karya yang bernilai seni tinggi. Mengutip dari Modul PJJ Prakarya Kelas 9 (2020), bahan alam atau organik adalah bahan yang langsung dipungut dari alam. Macam bahan organik misalnya kayu, bambu, batu, kerang, tanah liat, kulit. Sedangkan bahan buatan atau anorganik sudah mengalami proses pengolahan pabrik dengan berbagai teknik dan campuran kimia sehingga menghasilkan bahan baku.

Contoh bahan buatan atau anorganik yaitu plastik, karet, stereoform, kertas, manik-manik. Karakteristik Bahan Campuran Karakteristik bahan campuran atau mixed media bisa terasa halus, kasar, berat, ringan, berwarna, mudah pecah, dan lain-lain. Karena karakternya beragam, bahan campuran harus diperlakukan sesuai karakternya. Misal, bahan logam dengan karakter keras dan mudah berkarat harus diolah terlebih dulu dengan diberi cat untuk menghindari karat.

Dalam buku Prakarya Kelas IX Semester 2 dari Kemdikbud (2018), berikut beberapa jenis bahan campuran dengan karakternya masing-masing. 1. Batu-batuan Batu mulia dan batu akik merupakan jenis umum batuan yang lazim dibuat kerajinan karena punya bentuk, tekstur, dan warna beragam.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Beberapa contoh batu mulia adalah zamrud, berlian, ruby, safir. Jenis batuan ini lazim dijadikan liontin, bros, gelang, dan sebagainya. 2. Logam Logam yang kerap dijadikan kerajinan adalah perak, emas, perunggu, besi, dan titanium.

Logam dapat dipadukan dengan berbagai bahan lain seperti kayu, kerang, batu, dan lain-lain. Karena sifatnya mudah berkarat, logam biasanya diolah (dicat) dulu sebelum dijadikan kerajinan. Logam lazim teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik bahan dasar kerajinan kalung, gelang, pisau, dan lain-lain.

3. Plastik Plastik merupakan bahan baku yang paling mudah didapatkan untuk teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik kerajinan. Bahan ini bisa didapat dari pemakaian sehari-hari, seperti botol minuman, kantong, gelas, perabot dapur, hingga sedotan.

Plastik memiliki karakteristik mudah dibentuk dan dapat didaur ulang. Plastik dapat dipadukan dengan bahan lain seperti logam dan kain. Contoh kerajinan dari plastik adalah tempat pensil, miniatur hewan, pot bunga, dan sebagainya. 4. Kayu Kayu banyak digunakan untuk bahan baku pintu, meja, kursi, dan lain-lain.

Namun, kayu juga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku kerajinan karena karakteristiknya mudah dibentuk, kedap air, dan isolator. Kayu dapat dipadukan dengan logam, kaca, dan lain-lain.

Kerajinan dari bahan kayu contohnya akuarium dan hiasan dinding. 5. Keramik Keramik merupakan bahan yang terbuat dari tanah liat yang dikeraskan. Karena karakternya yang rapuh dan mudah pecah, maka keramik cocok dipadukan dengan bahan lain yang ringan seperti kain, rotan, kertas, atau karton. Contoh kerajinan dari keramik adalah gelas hias, piring hias, pot bunga, dan guci. Teknik Kerajinan Bahan Campuran Teknik membuat kerajinan dengan bahan campuran sama dengan teknik kerajinan lainnya.

Pembuatan kerajinan bahan campuran harus memperhatikan karakteristik dari bahan yang digunakan. Teknik untuk Bahan Keras • Teknik potong cocok untuk bahan baku yang keras seperti kayu dan batuan. Teknik ini bisa dilakukan menggunakan gergaji, pisau, pahat, untuk konstruksi dengan sambungan ekor burung, paku, las, lem, pres, ikat, dan tempel. • Teknik ukir biasa digunakan pada kayu, bambu, dan kulit.

Alat yang digunakan untuk mengukir biasanya pisau kecil atau alat pahat. Teknik ini cocok untuk membuat kerajinan ukiran, topeng, wayang klitik, dan wayang golek. • Teknik bubut, bisa digunakan untuk membuat objek berbentuk bulat atau silinder.

Teknik ini bisa dilakukan secara manual atau juga dilakukan menggunakan mesin bubut khusus. • Kemudian, ada pula teknik scroll. Teknik ini membuat lubang tembus dengan berbagai bentuk dan ukuran pada papan kayu. Teknik untuk Bahan Lunak Untuk membuat kerajinan dari bahan lunak, misalnya tanah liat, bisa menggunakan teknik butsir, teknik pilin, teknik pijit, dan teknik cetak. Teknik butsir dilakukan dengan cara dikerok menggunaan pisau. Teknik pijit merupakan cara menekan-nekan bahan untuk membentuk produk sesuai keinginan.

Sedangkan teknik pilin membentuk bahan lunak menjadi bentuk memanjang dan bulat, atau disusun sesuai desain. Selain beberapa teknik tadi, teknik cetak juga biasa digunakan untuk membuat kerajinan berbahan lunak. Teknik cetak padat lazim dipakai untuk membentuk tanah liat ke dalam cetakan sesuai keinginan.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Sedangkan cetak tuang digunakan dengan cara mencairkan bahan terlebih dahulu, kemudian dituang ke dalam cetakan, lalu ditunggu hingga mengeras.

Abstrak Keramik (gerabah) di sentra kerajinan rakyat umumnya dibuat memakai alat pemutar tanah liat. Ujudnya berupa lempengan meja lingkaran diameter 50 cm, tebal 6-8 cm, dapat berputar cepat dan senter (memusat).

Perajin tinggal meletakan segumpal tanah liat di tengahnya, di putar dan sekejab berubah menjadi bentuk gerabah yang menarik. Teknik diatas memerlukan kemampuan memutar yang belajarnya tidak teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik.

Sesungguhnya ada empat teknik dasar membuat keramik manual (tanpa alat putar), yang bisa dikuasai dalam waktu singkat. Hasil gerabahnya tidak kalah menarik dan beragam bentuknya.

Apabila ditambah dengan teknik cetak, sedikit pengetahuan proses pengeringan dan pembakaran, kita sudah dapat membuat studio kecil kerajinan keramik(gerabah) di rumah.

Permasalahannya, pengetahuan pembuatan keramik secara manual yang cepat dan mudah, harus tetap menguasai prinsip dasar pembuatan. Tujuannya mempelajari teknik membuat keramik cepat (manual), mudah diajarkan dan dikuasai siapa saja. Metode Action studi literatur bab “teknik manual”; mempelajari prinsip dan praktika membuat gerabah.

Metode deskriptif menuliskan proses membuat gerabah memakai empat teknik dasar. Hasilnya; membuat gerabah teknik manual sekaligus menguasai prinsipprinsipnya.
Membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik. Hal ini berkaitan dengan sifat tanah liat yang plastis dimana diperlukan ketrampilan tertentu dalam pengolahan maupun penanganannya. Membuat keramik berbeda dengan membuat kerajinan kayu, logam, maupun yang lainnya.

Proses membuat keramik adalah rangkaian proses yang panjang yang didalamnya terdapat tahapan-tahapan kritis. Kritis, karena tahapan ini paling beresiko terhadap kegagalan. Tahapan proses dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, akan menghasilkan produk yang baik juga. Demikian sebaliknya, kesalahan di tahapan awal proses akan mengasilkan produk yang kurang baik juga.

Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill.

Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh. Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah, dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan, yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis.

Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress. Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik.

Karena kekhasannya tersebut, sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain, teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi.

Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ’feeling’ dalam membentuk sebuah benda keramik. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder: misalnya piring, mangkok, vas, guci dan lain-lain.

Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar). Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik. Dalam keteknikan ini, produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan; tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur.

Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsung, Setelah benda keramik selesai dibentuk, maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) air yang terserap pada permukaan partikel hilang.

Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1 (Norton, 1975/1976).

Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna, yang mengakibatkan penyusutan mendadak. Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat.

Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang, atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti, 1982). Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss). Secara umum tahap-tahap pembakaran teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik kondisi api furnace dapat dirinci dalam tabel.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal. 5. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir.

Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.

Search for: Recent Posts • Manfaat Teknologi Nano di Industri Kesehatan • Graphene, Material Yang Lebih Kuat Dari Baja • PROSES PEMBUATAN KERAMIK DAN TEKNIKNYA • Nokia Lumia 920, Windows 8 Phone dengan Lapisan Keramik • Rumah Tetap Sejuk dengan Kaca Film Recent Comments Archives • April 2013 • March 2013 • February 2013 • January 2013 • December 2012 • November 2012 • October 2012 Categories • Uncategorized Meta • Register • Log in • Entries teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik • Comments feed • WordPress.com
HITAM PUTIH – Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik.

Asal kata keramik adalah keramos (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat dan telah mengalami proses pembakaran. Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk. Setelah itu, dapat dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600 oC sampai 1.300 oC sesuai jenis tanah liatnya sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air. Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkan. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa. BACA JUGA : Mengulik Pelabuhan Karangantu, Pelabuhan Besar Banten Lama Bahan dan Alat Pembuatan Keramik 1.

Bahan Secara garis besar bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik Terdiri atas 3 macam (triaxial), yaitu Tanah liat (clay), Pasir, Feldspar.

• Tanah liat (Clay ) Kandungan utama dari tanah liat antara lain Kaolinite (Al2O3.2SiO2.2H2O), Montmorillinote, Illite, Halloysite, Perbedaan kandungan tanah liat memberikan sifat yang berbeda-beda. Sifat tanah liat yang penting untuk pembuatan keramik antaralain Plastisitas (kemampuan untuk dibentuk tanpa mudah retak), Fusibilitas (kemampuan untuk dilebur), Bahan baku pasir (kwarsa), Fungsi (sebagai bahan non plastik).

• Pasir Berfungsi sebagai bahan pengisi, namun jika penambahan terlalu banyak silikat dalam pasir menyebabkan keretakan pada waktu pembakaran. • Feldspar Bahan baku feldspar berfungsi sebagai bahan pengikat dalam pembuatan keramik, dan Menurunkan temperatur pembakaran. Ada beberapa jenis bahan feldspar yang diantaranya K-feldspar, Na-feldspar, Ca-feldspar. Bahan lainnya yaitu : • Kaolin Nama kaolin berasal dari bahasa cina, kauling yang berarti pegunungan tinggi, yaitu gunung yang terletak dekat Jakhau Cina yang tanah lempungnya sudah dimanfaatkan dalam pembuatan keramik sejak beberapa abad lalu.

Kaolin adalah tanah liat putih yang mempunyai mutu penyusutan yang baik selama pengeringan dan pembakaran.

Clay jenis ini merupakan clay yang paling penting dalam pembuatan keramik dan paling putih di antara clay lainnya, karena kandungan besinya yang paling rendah. Sifat-sifat kaolin : Tidak terlalu plastis, Kekuatan keringnya rendah, Titik leburnya 1700oC-1785oC, Dalam keadaan kering berwarna putih, Memberi warna putih pada masse badan keramik, dan Setelah dibakar berwarna putih.

• Kuarsa Kuarsa adalah mineral yang berasal dari batuan beku asam metamorf dan sedimen, dalam bentuk dengan komposisi sebagian besar berupa silika dan terdapat pada sebagian batu pasir kuarsa. Fungsi kuarsa di dalam pembuatan keramik pengarah benang adalah : Tidak mengurangi keplastisan dan penyusutan pada bodi keramik, Mengurangi susut kering dan susut bakar dari tanah liat, Memudahkan air untuk menguap sewaktu proses pengeringan dan proses pembakaran, Memberi sifat kuat pada barang-barang yang dibuat dan dapat mencegah perubahan bentuk pada waktu dibakar, dan Dapat mengurangi daya memuai dari benda yang sudah jadi • Redaksi • Copyright • Pedoman • Kode Etik • Contact • About Us • Disclaimer • Standar Perlindungan Profesi Wartawan Copyright © 2022 PT.

ANTERO INTI MEDIA, hitamputih.co.id All Right Reserved. • Kontributor • Login • Tips Menulis Berita • Kirim Artikel Anda • Berita Banten • Kota Tangerang • Teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik. Tangerang • Tangerang Selatan • Kota Serang • Kab. Serang • Kab.

Lebak • Kab. Pandeglang • Cilegon • Seni dan Budaya • Pariwisata • Budaya • Lifestyle • Kecantikan • Kesehatan • Life N Love • Kuliner • Resep Kue • Resep MasakanKeramik akan dibakar hingga dua kali. Pada tahap pertama, keramik dibakar selama 9 jam pada suhu 900 derajat celsius. Setelah sampai pada suhu dan waktu tersebut, keramik tidak boleh langsung diambil.

Sebab, keramik akan mengalami thermal shock (perubahan suhu yang drastis) dari oven yang panas menuju suhu ruangan.
Merdeka.com - Proses pembuatan keramik bisa dilakukan dalam 5 tahap pengerjaan. Keramik, umumnya dibuat menggunakan bahan dasar tanah liat yang mengalami proses pembentukan dan pembakaran. Melansir dari laman wikipedia, keramik bisa didefinisikan sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya.

BACA JUGA: Imbas PPKM, Pasokan Keramik Turun 70 Persen Geliat Keramik Bojongsari Depok yang Tetap Eksis Kala Pandemi Pengolahan Bahan Pengolahan bahan merupakan proses untuk mengolah bahan baku yakni tanah liat yang belum siap pakai, menjadi bahan keramik plastis yang siap pakai. Pengolahan bahan biasanya dilakukan dengan dua metode yakni basah ataupun kering. Baik dengan cara manual ataupun masinal. Dalam pengolahan bahan ada beberapa proses tertentu yang harus dilakukan, yakni: • Pengurangan ukuran butir, bisa dilakukan dengan cara penumbukan atau penggilingan menggunakan ballmill • Penyaringan, berfungsi untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak sama • Pencampuran dan pengadukan.

• Pengurangan kadar air. • Pengulian. Pembentukan Tanah Tahap selanjutnya yang dilakukan ialah pembentukan. Tahap ini dilakukan untuk mengubah bongkahan bada tanah liat plastis menjadi bentuk yang diinginkan.

Umumnya, ada 3 teknik yang bisa dilakukan dalam tahapan ini, yakni teknik pijit tangan, teknik pilin (colling), dan teknik putar. BACA JUGA: Perajin Gerabah dan Keramik Plered Purwakarta Bangkit Kembali Melihat Pembuatan Keramik Hias Dengan teknik putar, pengrajin bisa membentuk keramik sesuai keinginan di teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik meja putar, baik manual ataupun elektrik. Pembentukan tanah melalui teknik cetak dilakukan dengan mencetak tanah di cetakan yang biasanya terbuat dari gips atau silikon.

Sedangkan pembentukan tanah tanpa meja putar bisa dilakukan menggunakan teknik pemijatan, teknik pilin, dan teknik lempengan. Pengeringan Keramik Setelah proses pembentukan, keramik akan melalui tahap pengeringan untuk menghilangkan kadar air yang masih terjebak di dalamnya. Proses pengeringan yang paling baik dilakukan dengan memanfaatkan angin alam dan suhu ruangan atau penjemuran diluar ruangan memanfaatkan terik teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik.

Pembakaran Keramik Setelah melalui proses pengeringan untuk mengurangi kadar air, keramik selanjutnya akan masuk ke tahap pembakaran.

Proses ini dilakukan agar keramik memiliki bentuk yang padat, keras, dan juga kuat. Keramik yang masih mentah sebaiknya dibakar dengan menggunakan suhu sekitar 700-1000 derajat celcius. Untuk mendapatkan hasil keramik yang maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahapan pembakaran.

Seperti atmosfer tungku, suhu, dan juga mineral yang terlibat. Pengglasiran Setelah dibakar, keramik akan masuk proses pengglasiran yang bertujuan untuk melindungi keramik, memperkuat struktur, dan memperindah tampilannya. Keramik dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, ataupun dikuas. Setelah diglasir, keramik juga bisa langsung didekorasi sesuai keinginan untuk memperindah keramik. Ada beberapa teknik dekorasi keramik yang bisa dilakukan, seperti: • Dekorasi ukir.

• Dekorasi toreh. • Dekorasi melubangi. • Dekorasi cap atau stempelan. Teknik-Teknik Pembuatan Keramik Tak hanya tahapan pmebuatan keramik, beberapa teknik-teknik pembuatan keramik juga patut diketahui. 1. Teknik Coiling (Lilit Pilin) Teknik pilin merupakan cara pembuatan keramik dengan cara membentuk tanah liat dengan bentuk bahan dasar tanah liat yang dipilin atau dibentuk seperti tali. 2. Teknik tatap batu (pijat jari) Kedua yakni teknik pijat jari atau pinching adalah teknik membuat keramik nusantara dengan cara memijat tanah liat langsung menggunakan tangan.

3.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

Teknik Putar Teknik putar merupakan teknik pembuatan keramik yang bisa dibilang paling populer. eknik puter adalah suatu teknik pembuatan keramik dengan menggunakan alat putar yang dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris dan bervariasi.

4. Teknik Lempengan Teknik slab adalah teknik pembuatan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan dan biasanya bentuknya tidak selalu simetris.

teknik dasar dalam kerajinan keramik yaitu teknik

5. Teknik Tuang Teknik tuang atau cor meruapakan teknik membuat keramik atau kerajinan dengan menggunakan acuan alat cetak seperti silikon dan sebagainya. 1 Nekat Berenang saat Ombak Tinggi, Tiga Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Sukabumi 2 7 Rekomendasi Body Lotion dengan Sensasi Dingin untuk Lembapkan Kulit di Cuaca Panas 3 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 4 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 5 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru Selengkapnya

Tutorial Teknik slab [keramik]




2022 www.videocon.com