Sindrom sjogren adalah

sindrom sjogren adalah

• Artikel Kesehatan Semua hal yang berhubungan dengan informasi kesehatan mulai dari informasi terbaru dunia kesehatan, tips kesehatan, hingga saran-saran untuk menuju hidup lebih sindrom sjogren adalah.

• Kesehatan Wanita • Kesehatan Pria • PENYAKIT A-Z • OBAT A-Z • HERBAL A-Z • FOBIA A-Z • Cari Dokter • Cari Rumah Sakit • KALKULATOR KESEHATAN • Kalkulator BMI • Kalkulator Kalori • Kalkulator Masa Subur (Ovulasi) • Cara Menghitung Usia Kehamilan • Kalkulator Berat Badan Ideal Ibu Hamil • Analisis Gejala Penyakit Masuk/ Daftar Terbit: 18 Agustus 2020 - Diperbarui: 27 Januari 2022 Ditulis oleh: Devani Adinda Putri - Ditinjau oleh: dr.

Ursula Penny Putrikrislia Sindrom Sjogren adalah gangguan sistem kekebalan kronis yang terjadi pada kelenjar yang memproduksi cairan seperti kelenjar air liur, kelenjar air mata, dan jaringan eksokrin lainnya.

Ketahui apa itu sindrom Sjogren, penyebab, gejala, pengobatan, dll. Apa Itu Sindrom Sjogren? Sindrom Sjogren adalah kelainan kronis pada sistem kekebalan tubuh sistemik yang memengaruhi jaringan atau kelenjar penghasil cairan seperti kelenjar air mata, kelenjar air liur, dan jaringan sindrom sjogren adalah lainnya (kelenjar sebagai saluran zat sekresi tubuh). Gangguan sistem imun berarti sel darah putih yang seharusnya bertindak sebagai pelindung tubuh dari patogen penyebab infeksi malah menyerah sel-sel tubuh yang sehat.

Dalam kasus sindrom Sjogren, sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang memproduksi cairan sehingga menyebabkan penurunan produksi air liur dan air mata. Komplikasi sindrom Sjogren juga menyebabkan kekeringan pada mulut, hidung, kulit, saluran pernapasan bagian sindrom sjogren adalah, mata, vagina, dan selaput lendir.

Sindrom ini dapat terjadi pada siapa saja namun lebih umum dialami oleh orang berusia di atas 40 tahun ke atas. Gejala Sindrom Sjogren Secara umum, gejalanya adalah tubuh tidak dapat menghasilkan kelembapan karena kelenjar cairan tidak bekerja dengan baik. Berdasarkan Sjogren Foundation, gejalanya berupa: • Mata kering • Hidung kering • Mulut kering • Sulit menelan atau bicara • Kelelahan • Nyeri sendi Sjogren Foundation juga melaporkan gejala lain berupa disfungsi organ seperti: • Ginjal • Pembuluh darah • Paru-paru • Liver • Pankreas • Sistem pencernaan • Sistem saraf pusat Sebagian pasien juga mengalami gejala lain, berupa: • Sendi kaku atau bengkak • Pembengkakan kelenjar ludah • Ruam kulit • Batuk kering • Tenggorokan kering • Sensasi mata seperti terbakar atau perih • Perubahan rasa atau bau • Sakit kepala • Kesulitan konsentrasi • Kerusakan gigi • Suara serak • Sariawan • Vagina kering • Mati rasa Beberapa pasien mungkin mengalami gejala lain seperti neuropati perifer, neuropati serat kecil, Fenomena Raynaud, atau kabut otak tergantung pada gangguan autoimun lain yang mendasari sindrom ini.

sindrom sjogren adalah

Kapan Harus ke Dokter? Sebagian besar pasien sindrom Sjogren telah menderita penyakit autoimun lain. Jadi, sebaiknya selalu konsultasi pada dokter tentang pengobatan penyakit autoimun yang Anda alami agar tidak mengembangkan komplikasi sindrom Sjogren yang mungkin terjadi. Selain itu, gejala sindrom ini mirip sindrom sjogren adalah penyakit lain seperti fibromyalgia (sindrom kelelahan kronis). Konsultasi gejala yang Anda alami pada dokter lebih awal akan membantu diagnosis yang lebih tepat dan efektif.

Penyebab Sindrom Sjogren Para ilmuwan belum mengetahui penyebab penyakit autoimun secara pasti, namun faktor infeksi bakteri, infeksi virus, dan kelainan gen diduga sebagai pemicu utama. Pada kasus autoimun sindrom Sjogren, sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari sel darah putih tidak bekerja sebagai mestinya.

Sistem kekebalan tubuh melawan sel-sel tubuh yang sehat di kelenjar penghasil air liur dan air mata. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan kelembapan pada jaringan tersebut. Faktor Risiko Sindrom Sjogren Anda lebih rentan mengembangkan penyakit Sjogren bila memiliki beberapa faktor risiko ini, sebagai berikut: • Jenis Kelamin: Berdasarkan data, wanita 10 kali lebih rentan terhadap penyakit Sjogren sindrom sjogren adalah pria. • Usia: Penyakit Sjogren lebih rentan dialami orang berusia lebih dari 40 tahun.

• Riwayat Penyakit Autoimun: Sebagian besar pasien penyakit Sjogren memiliki penyakit autoimun lain seperti lupus dan rheumatoid arthritis. • Infeksi Tertentu: Infeksi yang menyebabkan masalah kekebalan tubuh seperti infeksi hepatitis C atau virus Epstein-Barr. • Masalah pada Sistem Saraf: Gangguan pada sistem saraf dan sistem endokrin (penghasil hormon) dapat berisiko penyakit Sjogren. • Menopause: Penurunan kadar hormon yang umum terjadi pada wanita menopause dapat mengubah sistem kekebalan tubuh dan mengembangkan penyakit Sjogren.

Bila Anda memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko tersebut, belum tentu Anda akan mengalami penyakit Sjogren namun hanya memiliki risiko yang lebih tinggi dari orang lain yang tidak memiliki faktor risiko tersebut. Diagnosis Sindrom Sjogren Gejala penyakit Sjogren sangat umum dan kadang mirip dengan sindrom kelelahan fibromyalgia. Dokter akan memeriksa gejala Anda dengan bertanya gejala yang Anda rasakan, seperti: • Seberapa sering Anda mengalami mata kering, gatal, iritasi, atau sensasi mata terbakar?

• Bagaimana gejala mulut kering yang dialami? • Apakah ada gigi yang berlubang? • Apakah mengalami nyeri sendi? Bila dokter mencurigai adanya indikasi penyakit Sjogren, dokter akan memeriksa dengan beberapa tes kesehatan, termasuk: • Tes Darah: Dibutuhkan untuk mengetahui kadar setiap jenis darah yang berbeda, adanya antibodi yang aktif bila mengalami sindrom Sjogren, dan efek inflamasi. • Tes Mata: Menggunakan Sindrom sjogren adalah tear test untuk mengukur kadar produksi kelenjar air mata.

Dokter juga akan memeriksa bila adanya risiko gangguan mata lainnya. • Biopsi Bibir: Mengambil sampel jaringan kelenjar ludah yang biasanya ada di bibir. • Slit Lamp: Dokter menggunakan alat pembesar ( slit lamp) untuk memeriksa permukaan mata. • Dye Tests: Menggunakan tetes pewarna khusus untuk memeriksa bintik-bintik kering pada mata.

• Salivary Flow Test: Pemeriksaan untuk mengukur produksi air liur. • Sialogram: Menggunakan sinar X-khusus pada kelenjar ludah untuk mengukur produksi air liur. • Skintigrafi Ludah: Mengukur seberapa cepat sejumlah kecil zat radioaktif masuk ke semua kelenjar ludah Anda. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan lainnya sesuai dengan kebutuhan diagnosis. Jenis Sindrom Sjogren Sindrom Sjogren dibagi menjadi dua, yaitu: • Sjogren Primer: Gangguan autoimun pada kelenjar penghasil cairan yang berkembang sendiri.

• Sjogren Sekunder: Gangguan autoimun pada kelenjar penghasil cairan yang berkembang akibat dari penyakit gangguan autoimun lainnya seperti lupus, artritis reumatoid, dan kolangitis bilier primer. Kedua jenis Sjogren ini memiliki gejala yang sama. Gejalanya mungkin lebih mengkhawatirkan pada penderita Sjogren sindrom sjogren adalah karena ada gejala penyakit autoimun lain di waktu yang sama.

Pengobatan Sindrom Sjogren Belum ada obat sindrom Sjogren, namun beberapa pilihan perawatan dan obat dapat mengontrol gejalanya, termasuk: 1. Perawatan di Rumah Gejala utama sindrom ini adalah mata, kulit, hidung, dan mulut kering.

Anda dapat mengatasi gejala tersebut sindrom sjogren adalah perawatan di rumah, seperti: Cara Mengatasi Mulut Kering • Sering minum air. • Kunyah permen karet. • Makan permen untuk menstimulasi produksi kelenjar ludah. • Gunakan air liur artifisial, terutama sebelum tidur. • Konsultasi dengan dokter gigi untuk produk pasta gigi atau obat kumur yang membantu meningkatkan kelembapan mulut. Selain itu, Anda juga disarankan untuk rajin konsultasi ke dokter gigi agar tidak mengembangkan komplikasi gigi berlubang akibat gigi dan mulut kering.

Cara Mengatasi Mata Kering • Gunakan obat tetes mata yang dijual bebas. • Gunakan artifisial air mata yang diresepkan oleh dokter, seperti emulsi mata siklosporin dan pelet hidroksipropil selulosa. • Jangan terlalu lama menatap layar ponsel atau komputer Anda. • Berikan mata istirahat. Cara Mengatasi Hidung dan Kulit Kering • Gunakan humidifier atau vaporizer di malam hari untuk menjaga kelembapan kulit. • Gunakan pelembap gel hidung untuk hidung kering. • Gunakan air hangat saat mandi.

• Sebaiknya tidak menggunakan handuk setelah mandi. Biarkan sisa air menyerap kelembapan air hingga kering dengan sendirinya. Selebihnya, tetap konsultasi pada dokter untuk mengatasi penyakit Sjogren dengan gejala lain yang lebih serius. Perawatan di rumah seperti ini hanya membantu mengelola gejala, bukan menyembuhkannya.

2. Obat-obatan Medis Dokter akan memberi resep beberapa obat sesuai dengan gejala Anda, seperti: • Obat untuk meningkatkan kelembapan mata, seperti cyclosporine (Restasis) atau lifitegrast (Xiidra). • Obat peningkat produksi air liur, seperti pilocarpine (Salagen) dan cevimeline (Evoxac). • Obat untuk kondisi spesifik seperti gejala radang sendi, infeksi jamur, atau kestabilan sistem imun tubuh.

Dokter mungkin akan memberikan resep obat lain untuk mengatasi gejala spesifik yang Anda alami. Komplikasi Sindrom Sjogren Berikut ini beberapa komplikasi sindrom Sjogren yang mungkin terjadi, termasuk: • Produksi air liur yang rendah memicu gigi berlubang, radang gusi, dan kerusakan gigi lainnya.

• Hidung kering dapat memicu mimisan dan sinusitis. • Mata kering memicu komplikasi kerusakan kornea. Sindrom Sjogren dapat memicu komplikasi lain (jarang terjadi), seperti: • Peradangan di paru-paru, hati, dan ginjal Anda. • Limfoma, atau kanker kelenjar getah bening. • Gangguan saraf. Komplikasi mungkin terjadi, namun sesungguhnya pasien sindrom Sjogren dapat tetap hidup sehat dan normal bila dapat mengontrol gejala utamanya. Pencegahan Sindrom Sjogren Tidak ada cara mencegah penyakit ini, namun Anda dapat mengontrol gejalanya dengan menjaga kelembapan mata dan mulut.

Selain itu, Anda disarankan untuk rajin kontrol ke dokter bila Anda memiliki riwayat gangguan autoimun seperti lupus atau radang sendi. Itulah pembahasan tentang apa itu sindrom Sjogren.

Sindrom Sjogren adalah gangguan autoimun pada kelenjar penghasil cairan pada tubuh. Kondisi ini tidak mengancam jiwa dan sebagian besar penderita sindrom Sjogren tetap dapat hidup sehat. • Felman, Adam. 2018. What you need to know about Sjogren’s syndrome.

https://www.medicalnewstoday.com/articles/233747. (Diakses pada 18 Agustus 2020). • Mayo Clinic. 2020. Sjogren’s syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sjogrens-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20353221. (Diakses pada 18 Agustus 2020). • Sjogrens. 2020. Understanding Sjögren’s. https://www.sjogrens.org/understanding-sjogrens. (Diakses pada 18 Agustus 2020). • WebMD. 2020. Sjogren’s Syndrome.

https://www.webmd.com/a-to-z-guides/sjogrens-syndrome#1-1. (Diakses pada 18 Agustus 2020).

sindrom sjogren adalah

Informasi Terbaru • 12 Manfaat Totok Wajah untuk Kecantikan dan Kesehatan • Mata Juling pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya • Hepatitis Akut: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan • 18 Manfaat Jengkol bagi Kesehatan, Cegah Maag hingga Anemia • Malassezia Folliculitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Pencegahan, Sindrom Sjogren atau sjogren syndrome adalah penyakit autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang bagian tubuhnya sendiri.

Pada Sindrom Sjorgen, yang diserang adalah kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Kondisi ini membuat membran lendir dan kelenjar air mata terinfeksi, sehingga mengakibatkan penurunan produksi air mata dan air liur.

Akibatnya, penderitanya mengalami gejala tertentu seperti mulut dan sindrom sjogren adalah kering. Sindrom ini lebih umum terjadi pada wanita dan biasanya mulai muncul di usia 40-60 tahun. Saat muncul, kondisi ini sering disertai gangguan sistem imun lain seperti lupus dan artritis rematoid. Sjogren Syndrome adalah kondisi jangka panjang yang dapat memengaruhi keseharian penderitanya.

Namun pengobatan yang tepat dapat membantu meringankan gejala. Dokter spesialis Penyakit Dalam Gejala Mata kering, mulut kering, kulit kering Faktor risiko Usia di atas 40 tahun, wanita, rematik Metode diagnosis Tes darah, pemeriksaan mata, pencitraan Pengobatan Obat-obatan, perubahan pola hidup Obat Obat tetes mata, obat pelumas mata Komplikasi Gangguan penglihatan, gigi berlubang, infeksi Kapan harus ke dokter?

Mengalami gejala sindrom Sjogren Hinga kini, penyebab sindrom Sjogren belum diketahui. Penyakit ini termasuk kondisi autoimun, yakni kondisi yang membuat sistem kekebalan pada tubuh menyerang sel dan membran tertentu sindrom sjogren adalah sebenarnya sehat. Menurut penelitian, mutasi gen membuat beberapa orang lebih berisiko mengalami sindrom ini daripada yang lain.

Namun, kondisi itu muncul karena dipicu hal lain seperti infeksi virus maupun bakteri. Pada sindrom Sjogren, target utama yang diserang adalah kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Namun sindrom ini juga dapat merusak bagian tubuh lain yang meliputi sendi, kelenjar tiroid, ginjal, paru-paru, kulit, serta sistem saraf. Faktor risiko sindrom Sjogren Sindrom Sjogren bisa jadi sulit didiagnosa karena gejala yang dialami dapat berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain.

Selain itu gejalanya mirip dengan penyakit-penyakit lain dan juga mirip dengan efek samping obat-obatan tertentu. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosa sindrom ini. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi: • Obat untuk meredakan peradangan mata • Obat untuk meningkatkan produksi air liur • Obat yang membantu menangani komplikasi spesifik Selain itu operasi dapat dilakukan untuk menutup saluran air mata sindrom sjogren adalah mengeringkan air mata.

Tidak ada obat untuk menyembuhkan Sindrom Sjogren. Meski demikian,ada hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejalanya, yaitu: • Gunakan air mata buatan atau pelumas mata • Tingkatkan kelembaban dalam rumah dan kurangi paparan kipas angin atau AC • Kenakan kacamata pelindung saat keluar rumah • Menghindari tempat yang kering, berasap dan berangin • Menghindari membaca, menonton TV, atau melihat layar dalam waktu yang lama • Menjaga kebersihan mulut • Menghindari konsumsi alkohol dan rokok • Perbanyak konsumsi air Komplikasi sindrom Sjogren Bila tidak ditangani dengan benar, sindrom Sjogren dapat menyebabkan komplikasi berupa: • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.

• Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga. • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi. • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter. • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter.

Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. • Apa saja gejala yang Anda rasakan? • Sejak kapan Anda mengalami gejala?

• Apakah kemunculan gejala mengikuti pola tertentu? • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait sindrom Sjogren? • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu? • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba? Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis sindrom Sjogren agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Sindrom Sjögren (baca: show-jrin) adalah gangguan autoimun seumur hidup yang mengurangi jumlah kelembapan yang dihasilkan oleh kelenjar di mata dan mulut.

Nama penyakit ini berasal dari Henrik Sjögren, seorang dokter mata Swedia yang pertama kali menggambarkan kondisi tersebut. Kondisi ini terjadi ketika sel darah putih atau leukosit menyerang jaringan penghasil air liur, air mata, dan jaringan eksokrin lainnya, sehingga mengakibatkan penurunan produksi air mata, saliva, dan cairan lainnya.

Tak hanya mata dan mulut menjadi kering, kekeringan juga bisa terjadi pada kulit, hidung, saluran pernapasan bagian atas, dan vagina. Kondisi ini juga disebut-sebut berhubungan dengan gangguan autoimun lainnya, termasuk artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, dan kolangitis bilier primer. Untuk tahu lebih jelas tentang sindrom Sjögren, simak ulasannya berikut ini. ilustrasi mata kering pada sindrom Sjogren (eyecenterofvirginia.com) Menurut National Institutes of Health (NIH), gangguan autoimun ini bisa menyerang semua kalangan usia.

Laki-laki maupun perempuan bisa terkena. Namun, penyakit ini memang lebih banyak terdiagnosis pada perempuan usia 50-60 tahun, diperkirakan sembilan kali lebih banyak. Mengutip laman News in Health dari NIH, diagnosis sindrom Sjögren bisa butuh waktu lama. Kepala dari Klinik Sjögren di Bethesda, Amerika Serikat (AS), Dr. Gabor Illei, menyatakan bahwa untuk bisa mendiagnosis sindrom Sjögren ini bisa sampai 7 tahun sejak gejala awal dirasakan.

Entah karena gejala diabaikan atau gejalanya tak terlalu kentara. ilustrasi pasien sindrom Sjogren (drlans.org) Menurut keterangan dalam jurnal medis Deutsches Ärzteblatt International tahun 2017, sindrom Sjögren dikategorikan menjadi dua, yakni primer dan sekunder.

Kondisi primer terjadi pada seseorang yang pada awalnya tidak memiliki gangguan autoimun lain. Sementara itu, kasus sekunder terjadi ketika seseorang sudah mengalami penyakit autoimun yang lain seperti lupus eritematosus sistemik (15-36 persen), artritis reumatoid (20-32 persen), dan sklerosis sitemik (11-24 persen). Mengingat penyebab munculnya penyakit berbeda, tindakan prognosis dan diagnosis yang dilakukan harus akurat.

ilustrasi gejala pada sindrom Sjogren (scientificanimations.com) Seseorang dengan sindrom Sjögren bisa mengalami gejala yang berbeda-beda. Dilansir WebMD, gejala umumnya bisa meliputi: • Mulut terasa kering, rasanya seperti ada kapur atau kapas • Mata kering, mungkin akan muncul sensasi terbakar, gatal, dan berpasir • Kulit, bibir, hidung dan tenggorokan juga terasa kering • Perubahan kemampuan mencium bau dan merasakan suatu rasa makanan atau minuman • Bengkak pada wajah dan leher • Muncul ruam kulit dan kulit menjadi sensitif terhadap sinar ultraviolet • Batuk kering dan sesak napas • Mudah lelah • Sulit konsentrasi dan mengingat sesuatu • Sakit kepala • Pada perempuan akan muncul gejala vagina yang terasa kering • Pembengkakan dan nyeri sendi • Heartburn, yaitu sensasi terbakar di dada • Mati rasa atau kesemutan di beberapa bagian tubuh Baca Juga: Studi: Vitamin D dan Omega-3 Kurangi Risiko Penyakit Autoimun ilustrasi lansia (pixabay.com/ Sabinevanarp) Sindrom Sjögren adalah gangguan autoimun, yang mana sistem umum secara keliru menyerang sel dan jaringan tubuh.

Para ahli belum sindrom sjogren adalah pasti bagaimana seseorang bisa mengembangkan sindrom ini. Gen tertentu menempatkan seseorang pada risiko yang lebih tinggi, tetapi tampaknya mekanisme pemicu–seperti infeksi virus atau jenis bakteri tertentu–juga diperlukan.

sindrom sjogren adalah

Pada kondisi ini, sistem imun pertama menyasar kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Namun, bisa juga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh lainnya, seperti: • Sendi • Tiroid • Ginjal • Hati • Paru-paru • Saraf Sindrom ini umumnya berkembang pada orang-orang yang memiliki satu atau lebih faktor risiko yang diketahui, seperti: • Usia, biasanya sindrom Sjögren didiagnosis pada usia di atas 40 tahun • Jenis kelamin perempuan • Penyakit reumatik, seperti artritis reumatoid atau lupus ilustrasi kandidiasis mulut atau oral thrush (pharmaceutical-journal.com) Mengutip Mayo Clinic, komplikasi paling umum akibat sindrom Sjögren melibatkan mata dan mulut, di antaranya: • Gigi berlubang.

Karena air liur membantu melindungi gigi dari bakteri yang menyebabkan lubang, maka pasien dengan sindrom ini lebih rentan mengembangkan gigi berlubang bila mengalami mulut kering. • Infeksi ragi. Pasien sindrom Sjögren lebih mungkin terkena kandidiasis mulut atau oral thrush, infeksi ragi atau jamur di dalam mulut.

• Masalah penglihatan. Mata kering bisa menyebabkan sensitivitas cahaya, penglihatan kabur, dan kerusakan kornea. Jenis komplikasi yang kurang umum bisa terjadi di: • Paru-paru, ginjal, atau hati.

Inflamasi sindrom sjogren adalah menyebabkan pneumonia, bronkitis, atau masalah lain di paru-paru; menyebabkan masalah dengan fungsi ginjal; dan menyebabkan sindrom sjogren adalah dan sirosis di organ hati. • Kelenjar getah bening. Sebagian kecil orang dengan sindrom Sjögren mengembangkan kanker kelenjar getah bening (limfoma).

• Saraf.

sindrom sjogren adalah

Pasien mungkin akan mengalami mati rasa, kesemutan, dan sensasi terbakar di tangan dan kaki (neuropati perifer). ilustrasi berobat ke dokter (pexels.com/cottonbro) Jika pasien memiliki mulut kering, mata kering, atau tanda-tanda lain dari sindrom Sindrom sjogren adalah, dokter mungkin menggunakan metode berikut untuk memastikan diagnosis: • Tes darah: untuk mendeteksi antibodi spesifik dalam darah.

Ini dapat menunjukkan antibodi anti-nuklir (ANA), antibodi sindrom anti-Sjögren (anti-SSA, juga disebut anti-Ro) dan sindrom anti-Sjögren tipe B (anti-SSB, juga disebut anti-La). Tes darah juga dapat mendeteksi faktor reumatoid, antibodi yang ditemukan pada banyak pasien artritis reumatoid. • Biopsi: dokter akan mengangkat jaringan atau sel dari kelenjar ludah atau bagian dalam bibir. Sampel biopsi akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa tanda-tanda peradangan.

• Pemeriksaan mata: dokter spesialis mata dapat mengukur produksi air mata. Selama pemeriksaan, dokter akan memeriksa kornea untuk mengetahui adanya kekeringan. • Tes pencitraan: termasuk sialometri untuk mengukur berapa banyak air liur yang dihasilkan dengan sinar-X, yang dapat melihat pewarna yang disuntikkan ke kelenjar sindrom sjogren adalah. Ada juga skintigrafi saliva, cara untuk melacak berapa lama waktu yang dibutuhkan isotop radioaktif untuk melakukan perjalanan dari titik injeksi di pembuluh darah ke kelenjar ludah.

• Riwayat kesehatan: bila memiliki penyakit autoimun yang sudah ada sebelumnya, ditambah mata kering dan mulut kering, dokter mungkin akan menyimpulkan pasien tersebut telah mengembangkan sindrom Sjögren sekunder.

ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama) Sindrom Sjögren tidak bisa disembuhkan. Namun, perawatan bisa membantu meredakan gejalanya.

Tergantung masalah spesifik yang dialami pasien, dokter mungkin akan merekomendasikan satu atau beberapa terapi berikut ini. Perawatan untuk mata kering • Air mata buatan untuk meredakan iritasi dan ketidaknyamanan.

• Obat tetes mata resep dokter untuk menenangkan peradangan pada kelenjar air mata dan menstimulasi produksi air mata. • Sumbat punktus ( punctal plug), yaitu alat medis berbentuk kecil yang dimasukkan ke saluran air mata (punktus) untuk mengobati mata kering.

• Jika sumbat punktus bekerja dengan efektif, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk menutup saluran air mata secara permanen.

• Tetes mata serum autologus, yakni dokter membuat air mata buatan yang disesuaikan. Prosesnya melibatkan pencampuran serum darah dengan larutan cairan steril. Perawatan untuk mulut kering • Merangsang produksi air liur misalnya dengan permen karet atau permen yang mengandung pemanis seperti sorbitol atau xylitol, yang dapat menstimulasi produksi saliva. • Obat resep untuk produksi saliva alami, sindrom sjogren adalah pilocarpine dan cevimeline.

• Perawatan gigi, karena mulut kering meningkatkan risiko gigi berlubang, infeksi, dan kerusakan gigi. Dokter mungkin akan meresepkan pasta gigi dan obat kumur khusus serta perawatan fluorida rutin.

ilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama) Perawatan untuk masalah pada sendi atau organ • Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen bisa digunakan untuk meredakan nyeri sendi dan nyeri otot. • Obat antireumatik, seperti obat resep hydroxychloroquine untuk artritis reumatoid atau lupus. Obat ini juga mungkin bisa mengurangi pembengkakan pada kelenjar air liur.

• Imunosupresan untuk memperlambat respons sistem imun. Ini dapat membantu mengurangi inflamasi dan mencegah kerusakan organ. • Obat steroid untuk meredakan inflamasi sendi, kulit, dan organ. • Obat antijamur untuk mengobati perkembangan berlebih ragi di mulut atau di vagina. Perawatan untuk vagina kering Kalau vagina selalu kering, gatal, dan nyeri, periksakan ke dokter untuk memastikan bahwa masalahnya tidak lebih dari perubahan hormonal.

Mungkin ada jenis infeksi atau masalah pada kulit. Kondisi-kondisi tersebut akan membutuhkan perawatan spesifik. Umumnya, perempuan dengan sindrom Sjögren dua hingga tiga kali lebih mungkin untuk memiliki masalah dengan vagina kering dan atrofi dibanding perempuan dengan usia sama pada sekitar dan setelah menopause. Tips untuk membantu kondisi vagina kering termasuk: • Menggunakan pelembap atau lubrikan untuk menambah kelembapan vagina setiap hari dan memudahkan hubungan seks.

• Menggunakan sabun tanpa pewangi untuk membersihkan vagina. Parfum dan bahan tambahan lainnya bisa menyebabkan iritasi. Sindrom sjogren adalah juga ke dokter bila terapi estrogen vagina memungkinkan. Demikianlah informasi seputar sindrom Sjögren, penyakit autoimun yang membuat mata dan sindrom sjogren adalah kering. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas atau ada riwayat penyakit tersebut atau penyakit autoimun lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis akurat.

sindrom sjogren adalah

Baca Juga: 7 Jenis Penyakit Autoimun Paling Umum, Mayoritas Perempuan Berita Terpopuler • Daftar Tanggal Merah Desember 2022: Libur Natal • Kamu Sindrom sjogren adalah Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • Trae Young, Mimpi Buruk Fans New York Knicks • 9 Ide Outfit Sambil Mirror Selfie ala Taehyun TXT yang Simpel Abis! • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 5 Tips Membuat Kremesan yang Renyah, Perhatikan Kekentalan Adonan • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 11 Inspirasi Gaya Kasual ala Choi Sooyoung, Simpel dan Kece • 7 Kue Lapis Khas Kalimantan Barat saat Lebaran, Bikin Hangat Suasana • Mengenal Sindrom sjogren adalah, Dewa Bulan Mesir yang Muncul sindrom sjogren adalah Moon Knight Series Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun yang umumnya menyerang kelenjar air liur dan air mata.

Kondisi ini kebanyakan diderita oleh orang berusia 40 sindrom sjogren adalah ke atas, dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Sindrom Sjögren biasanya ditandai dengan gejala mulut kering dan mata kering. Meski begitu, tidak semua penderita mulut kering dan mata kering menderita sindrom Sjögren.

Penderita sindrom Sjögren juga dapat mengalami gejala lain, seperti pandangan kabur atau sulit berbicara. Sindrom Sjögren merupakan penyakit yang berkembang dalam jangka panjang (kronis).

Berdasarkan proses terjadinya, sindrom Sjögren dibagi menjadi dua jenis, yaitu: • Sindrom Sjögren primer, yang terjadi dengan sendirinya tanpa diawali dengan kemunculan penyakit autoimun yang lain • Sindrom Sjögren sekunder, yang muncul pada penderita penyakit autoimun lain, seperti lupus, skleroderma, atau rheumatoid arthritis Penyebab Sindrom Sjögren Sindrom Sjögren terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di dalam kelenjar penghasil cairan.

Belum diketahui secara pasti mengapa hal tersebut terjadi. Namun, ada dugaan sindrom Sjögren terkait dengan beberapa hal berikut: • Genetik Gen tertentu menyebabkan seseorang lebih rentan menderita kondisi autoimun, sindrom sjogren adalah jika ada infeksi sebagai pemicunya, baik infeksi bakteri maupun virus. • Hormon Hormon estrogen dipercaya berperan dalam kemunculan penyakit ini. Oleh sebab itu, sindrom Sjögren lebih banyak terjadi pada wanita.

Sindrom Sjögren umumnya menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur. Namun, kondisi ini juga dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti kelenjar tiroid, sendi, saraf, ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Meski penyebabnya belum diketahui, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom Sjögren, yaitu: • Berusia di atas 40 tahun • Berjenis kelamin wanita • Menderita penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis atau lupus Gejala Sindrom Sjögren Gejala utama Sindrom Sjögren adalah mata kering ( xerophthalmia) dan mulut kering ( xerostomia).

Berbeda dari mata kering dan mulut kering pada umumnya, kedua kondisi ini akan terasa lebih parah pada penderita sindrom Sjögren. Gejala mata kering pada sindrom Sjögren dapat menimbulkan keluhan berupa: • Pandangan kabur • Kelopak mata terasa nyeri, kemerahan, dan bengkak • Rasa terbakar dan gatal di mata • Rasa mengganjal dan kering di mata • Rasa tidak nyaman ketika melihat ke sumber cahaya • Kelopak mata terasa lengket pada saat bangun tidur • Keluar lendir dari mata • Mata lelah Sedangkan keluhan yang dapat muncul akibat mulut kering antara lain: • Suara parau • Sulit berbicara • Sulit menelan makanan, terutama makanan kering • Selalu butuh minum pada saat makan untuk membantu menelan makanan • Perubahan kemampuan mengecap pada lidah sehingga rasa makanan berubah • Bibir kering dan pecah-pecah di sudut mulut • Lidah kemerahan dan terasa halus • Munculnya gangguan mulut lain, seperti kerusakan gigi, penyakit gusi, dan sariawan Selain itu, ada juga gejala lain yang dapat timbul akibat sindrom Sjögren, seperti: • Sendi yang terasa nyeri, kaku, dan bengkak • Kulit kering dan gatal • Batuk kering yang tidak kunjung sembuh • Perut mulas • Sakit kepala • Sesak napas • Ruam kulit, terutama setelah kulit terpapar sinar matahari • Sulit berpikir, berkonsentrasi, atau mengingat • Nyeri otot • Sulit tidur • Rasa lelah dan letih yang sangat berat • Mati rasa dan kesemutan, terutama di kaki dan tangan • Vagina kering • Peradangan pada pembuluh darah ( vaskulitis) • Pembengkakan, infeksi, atau batu pada kelenjar ludah Kapan harus ke dokter Gejala sindrom Sjögren dapat menyerupai gejala kondisi lain yang lebih serius.

Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala sindrom Sjögren. Pemeriksaan sangat dianjurkan jika gejala sindrom sjogren adalah kunjung reda atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Diagnosis Sindrom Sjögren Diagnosis sindrom Sjögren diawali dengan tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien, diikuti pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala yang dialami, seperti mata dan mulut kering.

Guna memastikan diagnosis, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti: • Tes Schimer Tes Schimer bertujuan untuk mengetahui kadar air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata. Tes ini dilakukan dengan melihat seberapa banyak air mata yang membasahi kertas khusus dalam 5 menit.

• Tes slit lamp Tes slit lamp digunakan untuk melihat permukaan mata secara langsung dengan lebih jelas. Dokter juga dapat menggunakan obat tetes mata sehingga kerusakan di kornea akan lebih mudah terlihat. • Pengukuran kadar air liur Pemeriksaan ini dilakukan dengan menimbang kadar air liur yang dikeluarkan oleh pasien ke suatu wadah, dalam 5 menit. Kadar air liur yang rendah dapat mengindikasikan pasien menderita sindrom Sjögren. • Tes darah Tes darah bertujuan untuk melihat antibodi yang secara spesifik terkait dengan sindrom Sjögren, yaitu anti-Ro (SS-A) dan anti-LA (SS-B).

Tes darah juga bisa dilakukan untuk mendeteksi gangguan pada liver atau ginjal. • Biopsi Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan pada bagian dalam bibir pasien. Sampel tersebut kemudian akan diteliti untuk mendeteksi keberadaan gumpalan sel darah putih (limfosit) yang menjadi tanda sindrom Sjögren. • Pemindaian kondisi kelenjar air liur Metode pemindaian yang dilakukan dapat berupa sialografi (menggunakan foto Rontgen) atau skintigrafi (menggunakan bahan radioaktif khusus).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa fungsi kelenjar liur. Pengobatan Sindrom Sjögren Belum ada metode pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom Sindrom sjogren adalah. Namun, dokter dapat melakukan tindakan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi, sesuai dengan bagian tubuh yang terdampak.

Metode pengobatan yang dapat dokter lakukan pada penderita sindrom Sjögren antara lain: Pemberian obat-obatan Dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala sindrom Sjögren yang dialami. Beberapa obat tersebut, di antaranya: • Obat untuk mengatasi mata kering dengan tingkat keparahan sedang hingga berat, seperti cyclosporin e atau lifitegrast • Obat untuk meningkatkan produksi air liur dan air mata, seperti pilocarpine dan cevimeline • Obat untuk membantu meringankan gejala nyeri sendi, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat nyeri sendi • Obat antijamur, untuk mengatasi infeksi jamur di mulut • Obat untuk meredakan gejala nyeri atau kaku sendi, seperti hydroxychloroquine • Obat untuk menekan kerja sistem imun dan membantu meringankan gejala sindrom Sjögren, seperti methotrexate Operasi Pada beberapa kasus, dokter akan melakukan operasi kecil untuk menutup saluran air mata.

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan sumbatan yang terbuat dari kolagen atau silikon ke dalam saluran air mata. Dengan begitu. akan lebih banyak air mata yang tersimpan di dalam mata. Perubahan gaya hidup Guna membantu pengobatan, pasien dapat melakukan upaya mandiri untuk mengatasi gejala mata kering, seperti: • Menggunakan obat tetes mata atau pelumas mata • Menjaga kelembapan ruangan • Menghindari tiupan angin yang terlalu kencang • Mengenakan kacamata pelindung saat keluar ruangan • Menghindari membaca, menonton TV, atau melihat layar gawai terlalu lama • Membersihkan kelopak mata secara rutin • Melakukan pemeriksaan ke dokter mata secara berkala • Menghindari obat-obatan yang bisa menyebabkan mata kering Sementara untuk meredakan mulut kering, pasien dapat melakukan hal-hal berikut ini: • Tidak merokok • Banyak minum air putih • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol, berkafein, dan bersoda • Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula • Menjaga kebersihan mulut, terutama dengan menyikat gigi secara rutin • Mengunyah permen karet bebas gula atau es batu jika mulut terasa kering • Berkumur menggunakan pencuci mulut antibakteri • Menggunakan pelembap bibir ( lip balm) untuk mencegah bibir kering • Memeriksakan kesehatan gigi dan mulut secara rutin • Menghindari obat-obatan yang dapat memicu mulut kering Gejala sindrom Sjögren yang terjadi pada bagian tubuh lain juga dapat diredakan dengan melakukan hal-hal berikut ini: • Menggunakan krim pelembap dan menghindari penggunaan sabun yang mengandung parfum, untuk meringankan gejala kulit kering • Berolahraga secara rutin sambil berkonsultasi dengan terapis, untuk meredakan nyeri sendi dan otot • Mengonsumsi obat pereda nyeri, untuk membantu meringankan nyeri otot dan sendi • Menggunakan pelumas saat akan berhubungan seksual atau menggunakan pelembap vagina, untuk meringankan gejala vagina kering Komplikasi Sindrom Sjögren Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit sindrom Sjögren: • Kerusakan mata • Kebutaan • Limfoma non-Hodgkin • Ruam lupus dan cacat jantung, pada janin yang ibunya menderita sindrom Sjögren • Infeksi paru • Bronkiektasis • Jaringan parut pada paru-paru • Hipotiroidisme • Irritable bowel syndrome • Vaskulitis • Neuropati perifer • Gigi berlubang • Penyakit ginjal, seperti batu ginjal atau radang ginjal • Fenomena Raynaud Pencegahan Sindrom Sjögren Belum ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sindrom Sjögren.

Namun, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit autoimun, yaitu: • Tidak merokok • Berolahraga secara rutin • Menghindari paparan zat-zat beracun • Menjaga pola makan yang sehat • Membatasi konsumsi makanan olahan Jika Anda menderita penyakit autoimun lain, lakukan kontrol rutin dan jalani pengobatan sindrom sjogren adalah diberikan oleh dokter untuk mencegah timbulnya sindrom Sjögren.
Pengertian Sindrom Sjögren Sindrom Sjogren merupakan kelainan pada sistem daya tahan tubuh yang ditandai dengan dua gejala tersering, yaitu mata kering dan mulut kering.

Sindrom sjogren adalah ini umumnya menyertai kelainan sistem daya tahan tubuh lainnya, seperti artritis reumatoid dan lupus. Pada sindrom Sjogren, selaput lendir dan kelenjar yang memproduksi cairan pada mata dan mulut umumnya terlibat, yang menyebabkan penurunan produksi air mata dan air liur. Walaupun sindrom Sjogren dapat terjadi pada usia berapa pun, sebagian besar individu berusia di atas 40 tahun pada saat terdiagnosis.

Kondisi ini lebih sering ditemui pada wanita. Penanganan dari sindrom Sjogren ditujukan untuk meredakan gejala. Artikel Lainnya: Sindrom Sjogren, Penyakit yang Bikin Mata Terasa Kering Penyebab Sindrom Sjögren Sindrom Sjogren merupakan kelainan autoimun, di mana sistem daya tahan tubuh menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Para pakar belum dapat menentukan secara pasti mengapa sebagian individu mengalami sindrom Sjogren. Namun, beberapa gen tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Selain itu, diduga bahwa mekanisme pencetus, seperti infeksi oleh virus atau bakteri jenis tertentu, juga terlibat dalam timbulnya kelainan ini. Pada sindrom Sjogren, sistem daya tahan tubuh pertama menyerang kelenjar yang memproduksi air mata dan air liur. Namun, kondisi ini juga dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti: • Persendian • Tiroid • Ginjal • Hati • Paru-paru • Kulit • Saraf Beberapa faktor risiko tertentu dikaitkan dengan kejadian sindrom Sjogren, termasuk: • Usia.

Sindrom Sjogren umumnya didiagnosis pada individu yang berusia lebih dari 40 tahun. • Jenis kelamin. Wanita memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami sindrom Sjogren. • Penyakit reumatik.

sindrom sjogren adalah

Individu yang memiliki penyakit reumatik, seperti artritis reumatoid atau lupus, memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami sindrom Sjogren. Gejala Sindrom Sjögren Dua tanda dan gejala utama pada sindrom Sjogren adalah: • Mata kering. Mata dapat terasa gatal, terbakar, atau mengganjal, seperti terdapat debu atau sindrom sjogren adalah.

• Mulut kering. Rongga mulut dapat terasa seperti penuh sindrom sjogren adalah, yang membuat seseorang merasa kesulitan untuk menelan atau berbicara. Sebagian individu dengan sindrom Sjogren juga dapat mengalami satu atau lebih tanda dan gejala berikut: • Nyeri, bengkak, atau kaku pada sendi • Bengkak pada kelenjar air liur, terutama yang terletak di belakang rahang dan di samping telinga • Ruam pada kulit atau kulit kering • Kering pada vagina • Batuk kering yang persisten • Rasa lelah yang berkepanjangan Diagnosis Sindrom Sjögren Karena tanda dan gejala dapat bervariasi untuk masing-masing individu, sindrom Sjogren dapat sulit untuk didiagnosis.

Efek samping dari sejumlah pengobatan juga dapat menyerupai tanda dan gejala dari sindrom Sjogren. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk membantu menentukan diagnosis dari sindrom Sjogren, seperti: • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengevaluasi kadar berbagai tipe sel darah, adanya antibodi yang sering ditemui pada sindrom Sindrom sjogren adalah, adanya kondisi peradangan, serta adanya kelainan pada hati atau ginjal.

• Pemeriksaan mata. Kekeringan pada mata dapat dievaluasi menggunakan pemeriksaan yang disebut Schirmer tear test. Pemeriksaan ini menggunakan kertas filter berukuran kecil yang diletakkan pada kelopak mata bawah untuk menghitung produksi air mata. • Pencitraan. Beberapa pemeriksaan pencitraan dapat dilakukan untuk memeriksa fungsi dari kelenjar air liur, termasuk sialogram (pemeriksaan menggunakan sinar-x dan zat pewarna yang disuntikkan ke kelenjar air liur untuk melihat aliran air liur di rongga mulut), dan salivary scintigraphy (pemeriksaan kedokteran nuklir yang melibatkan penyuntikkan isotop radioaktif ke pembuluh darah vena untuk melihat seberapa cepat alirannya menuju semua kelenjar air liur pada tubuh).

• Biopsi. Dokter juga dapat melakukan biopsi bibir untuk mendeteksi adanya sel inflamasi yang dapat membantu mendiagnosis sindrom Sjogren. Artikel Lainnya: Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Sering Menyerang Penanganan Sindrom Sjögren Penanganan dari sindrom Sjogren bergantung dari bagian tubuh yang terlibat.

Banyak individu yang mengatasi mata kering dan mulut kering dengan menggunakan obat tetes mata serta mengonsumsi air lebih banyak. Namun, sebagian orang dengan kondisi ini membutuhkan pengobatan tertentu, atau bahkan prosedur pembedahan. Beberapa pilihan penanganan yang dapat dilakukan adalah: • Pengobatan.

Bergantung dari gejala yang dialami, dokter dapat meresepkan obat yang bertujuan untuk mengurangi peradangan sindrom sjogren adalah mata, meningkatkan produksi air liur, mengatasi komplikasi tertentu, atau menangani gejala sindrom Sjogren secara keseluruhan.

• Pembedahan. Prosedur minor pada kelenjar air mata dapat membantu mengatasi keluhan mata kering, yang melibatkan penggunaan kolagen atau silikon. Pencegahan Sindrom Sjögren Karena penyebab dari sindrom Sjogren tidak diketahui secara pasti, tidak ada metode pencegahan yang terbukti dapat sepenuhnya mencegah kondisi ini.

Namun, beberapa hal diketahui dapat mencegah memburuknya gejala, seperti: • Meningkatkan kelembapan udara. Meningkatkan kelembapan udara dan mengurangi ekspos terhadap angin dapat menurunkan kemungkinan terjadinya mata kering dan mulut kering.

• Menghindari merokok. Merokok dapat mengiritasi serta membuat mulut lebih kering. Menjaga asupan cairan. Mengonsumsi air sesuai jumlah yang direkomendasikan (8 hingga 12 gelas berukuran 250 mililiter setiap harinya) dapat mencegah mulut kering. Selain itu, hindari mengonsumsi alkohol atau kopi yang berlebih karena juga dapat membuat mulut menjadi kering.
• العربية • Български • Català • Čeština • Deutsch • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Íslenska • Italiano • 日本語 • Қазақша • sindrom sjogren adalah • Kurdî • Latina • Lingua Franca Nova • Latviešu • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ଓଡ଼ିଆ • Polski • Português • Русский • Sardu • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Svenska • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • Tiếng Việt • 中文 Sindrom Sjögren Gambaran histopatologis sindrom sjogren adalah infiltrasi limfoid fokal kelenjar liur minor dengan keadaan sindrom Sjögren.

Preparat diambil dari biopsi bibir dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin Spesialisasi Imunologi, Reumatologi Sindrom Sjögren adalah sebuah kelainan otoimun di mana sel imun menyerang dan menghancurkan kelenjar eksokrin yang memproduksi air mata dan liur.

Sindrom ini dinamakan dari seorang ahli penyakit mata Henrik Sjögren ( 1899- 1986) dari Swedia, yang pertama kali memaparkan penyakit ini. Sindrom Sjögren selalu dihubungkan dengan kelainan rheumatik seperti arthritis rheumatoid, dan terdapat faktor rheumatoid positif pada 90 persen dari jumlah kasus.

Gejala-gejala utama pada sindrom ini adalah kekeringan mulut dan mata. Lainnya, sindrom Sjögren juga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit, hidung, dan vagina. Sindrom ini juga dapat memengaruhi organ lainnya seperti ginjal, pembuluh darah, paru-paru, hati, pankreas, dan otak.

Sembilan dari sepuluh pasien Sjögren adalah wanita dan usia rata-rata pada akhir 40-an. Selebihnya penyakit ini dapat timbul pada pria dan wanita segala umur.

Daftar isi • 1 Diagnosis • 1.1 Kriteria Klasifikasi • 1.2 Aturan klasifikasi yang direvisi • 1.2.1 Sindrom Sjögren primer • 1.2.2 Sindrom Sjögren sekunder • 2 Terapi • 3 Prognosis • 4 Epidemiologi • 5 Penelitian • 6 Referensi • 7 Pranala luar Diagnosis [ sunting - sunting sumber ] Penetapan diagnosis sindrom Sjögren cukup sulit dengan gejala-gejala yang bervariasi.

Kombinasi beberapa tes dapat membantu sindrom sjogren adalah menetapkan sindrom Sjögren. Tes darah dapat membantu untuk menentukan apakah pasien memiliki tingkat antibodi tinggi yang dapat sindrom sjogren adalah penyakitnya, seperti antibodi anti-nuklear (ANA, Anti-nuclear Antibody) dan faktor rheumatoid. Keduanya berkaitan dengan tanda penyakit otoimun. Pola ANA pada sindrom Sjögren tipikal adalah SSA/Ro dan SSB/La. SSB/La memiliki keunggulan yakni lebih spesifik, sedangkan SSA/Ro dapat dihubungkan dengan penyakit otoimun lainnya, namun sering menandakan sindrom Sjögren.

(Franceschini dan Cavazzana I, 2005) Tes Schirmer dapat mengukur produksi dari air mata, dengan menggunakan sebuah lembar strip kertas penyaring yang diletakkan pada bawah kelopak mata selama lima menit. Kemudian dilakukan pengukuran jumlah pembasahaan kertas dengan penggaris. Sebuah lampu pemeriksaan dapat digunakan untuk menentukan tingkat kekeringan pada permukaan mata.

Fungsi kelenjar liur dapat diuji dengan pengumpulan air liur dan menentukan jumlah produksinya. Sebuah tindakan biopsi bibir dapat menentukan apakah terdapat pengumpulan limfosit pada kelenjar liur, dan merusak kelenjar-kelenjar karena reaksi radang. Sebuah tindakan prosedur radiologis dapat digunakan untuk mendiagnosis sindrom Sjögren. Kontras disuntikkan ke duktus Stensen (misalnya, duktus parotis). Adanya genangan kontras pada kelenjar dapat menandakan sindrom Sjögren.

Kriteria Klasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Berikut adalah kriteria klasifikasi yang direvisi untuk sindrom Sjögren [1] 1. Gejala pada mata: sebuah respon positif pada paling tidak salah satu keadaan di bawah ini: 1. Apakah Anda mengalami masalah kekeringan mata selama lebih dari 3 bulan?

2. Apakah Anda mengalami rasa berulang seperti terdapat pasir atau kerikil pada mata? 3. Apakah Anda menggunakan obat pengganti air mata lebih dari 3 kali sehari? 2. Gejala pada mulut: sebuah respon positif pada paling tidak salah satu keadaan di bawah ini: 1. Apakah Anda mengalami perasaan mulut kering setiap harinya selama lebih dari 3 bulan?H 2. Apakah Anda mengalami pembengkakan kelenjar liur? 3. Apakah Anda selalu minum untuk membantu menelan makanan kering? 3.

Tanda pada mata - bukti pada mata akan sah bila terdapat hasil positif terhadap paling tidak satu tes di bawah ini: 1. Tes Schirmer, dilakukan tanpa pembiusan (≦5 mm selama 5 menit) 2. Nilai pada Rose bengal atau nilai lainnya (≧4 menurut penialian van Bijsterveld) 4. Histopatologi: Pada sialoadenitis limfositik fokal kelenjar liur minor dinilai oleh ahli histopatologis, dengan nilaian fokus ≧1, yang didefiniskan sebagai jumlah fokal limfositik. 5. Peran kelenjar liur: sebuah respon positif pada paling tidak salah satu keadaan di bawah ini: 1.

Aliran liur yang tidak distimulasi (≦ 1.5 ml dalam 15 menit) 2. Adanya sialografi parotid dengan adanya sialektasis difus (pola punktata, kavitaris, atau destruktif), tanpa bukti obstruksi pada duktus mayor. 3. Skintigrafi liur memperlihatkan pengambilan yang terlambat, konsentrasi yang berkurang dan/atau ekskresi terlambat. 6. Otoantibodi: muncul pada serum dengan jenis: 1. antibodi untuk antigen Ro(SSA) atau La(SSB), atau keduanya Aturan klasifikasi yang direvisi [ sunting - sunting sumber ] Sindrom Sjögren primer [ sunting - sunting sumber ] Pada pasien dengan tanpa penyakit lainnya yang berhubungan, sindrom Sjögren primer dapat didefinisikan sebagai berikut: a.

Adanya 4 kriteria dari 6 kriteria di atas mengindikasikan sindrom Sjögren primer. Selama kriteri ke-4 dan k-6 keduanya positif. b. Adanya 3 kriteria dari 4 kriteria objektif yakni 3, 4, 5, dan 6 c. Klasifikasi pohon prosedur dapat mememberikan metode alternatif yang valid untuk klasifikasi.

Sindrom Sjögren sekunder [ sunting - sunting sumber ] Pada pasien dengan penyakit lainnya, misalnya penyakit jaringan pengikat, adanya kriteria 1 atau 2 dengan dua kriteria dari 3, 4, dan 5 dapat menandakan sindrom Sjögren sekunder. Terapi [ sunting - sunting sumber ] Belum ditemukannya terapi spesifik untuk sindrom Sjögren untuk penyembuhan yang sempurna. Pemberian terapi yang dapat diberikan hanya sebatas simtomatik dan suportif.

Tindakan terapi penggantian air mata dapat membantu mengatasi gejala mata kering. Beberapa pasien memerlukan pelindung mata untuk meningkatkan kelembaban atau tindakan pada punctum lacrimal. Sindrom sjogren adalah dapat membantu untuk mengatasi kekeringan mata kronis dengan menekan reaksi radang yang menghambat pengeluaran air mata.

Obat sevimelin dan pilokarpin dapat merangsang sindrom sjogren adalah air liur. Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS atau nonsteroid anti-inflammatory drugs, NSAIDs) dapat membantu mengatasi gejala muskuloskeletal. Bagi penderita dengan komplikasi dapat diberikan kortikosteroid atau obat penekan imun. Obat antirheumatik seperti metotreksat dapat diberikan pula.

Prognosis [ sunting - sunting sumber ] Sindrom Sjögren dapat merusak organ penting tubuh.

sindrom sjogren adalah

Beberapan penderita mungkin hanya menderita gejala ringan dan lainnya dapat sangat buruk. Sebagian besar dapat diatasi secara simtomatik. Sebagian penderita dapat mengalami penglihatan yang buruk, rasa tidak nyaman pada mata, infeksi pada mulut, pembengkakan kelenjar liur, kesulitan pada menelan dan makan.

Rasa lelah dan sakit pada persendian juga dapat mengganggu kenyamanan. Terdapat penderita yang juga dapat terkena gangguan ginjal hingga terdapat gejala proteinuria, defek urinaris, dan asidosis tubular renal distal.

Epidemiologi [ sunting sindrom sjogren adalah sunting sumber ] Sindrom Sjögren diderita oleh 1-4 juta jiwa di Amerika Serikat. Sebagian besar penderita berusia lebih dari 40 tahun. Wanita, 9 kali lebih rentan terkena penyakit ini daripada pria. Penelitian [ sunting - sunting sumber ] Tujuan dari penelitian adalah meningkatkan wawasan dan pemahaman, meningkatkan teknik diagnostik, dan mencari jalan untuk mengobati pasien. Banyak ilmuwan yang membuat model contoh sindrom Sjögren pada hewan.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Ann Rheum Dis 2002; 61: 54-558 • Franceschini F, Cavazzana I. Anti-Ro/SSA and La/SSB antibodies. Autoimmunity 2005;38:55-63. PMID 15804706. • Sjögren H. Zur Kenntnis der keratoconjunctivitis sicca. Doctoral thesis, 1933. • Scofield RH, Asfa S, Obeso D, Jonsson R, Kurien BT. Immunization with short peptides from the 60-kDa Ro antigen recapitulates the serological and pathological findings as well as the salivary gland dysfunction of Sjögren's syndrome.J Sindrom sjogren adalah.

2005 Dec 15;175(12):8409-14. • Kurien BT, Asfa S, Li C, Dorri Y, Jonsson R, Scofield RH. Induction of oral tolerance in experimental Sjögren's syndrome autoimmunity. Scand J Immunol. 2005 May;61(5):418-25. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) The original text from this article was obtained from a public domain resource at: www.ninds.nih.gov/health_and_medical/disorders/sjogrens_doc • (Inggris) Sjögrens Sarasota Diarsipkan 2009-09-11 di Wayback Machine.

• (Inggris) Sjögren's Syndrome Foundation • (Inggris) Role of MHC Class II Molecules in the Development of Sjögren’s Syndrome in the NOD Mouse Diarsipkan 2008-04-08 di Wayback Machine.

• (Inggris) Sjögren's Syndrome article by Mayo Clinic staff • (Inggris) Sjögren's Syndrome Information Diarsipkan 2007-12-01 di Wayback Machine. • (Inggris) "Green tea may help sindrom sjogren adalah autoimmune diseases".

Medical College of Georgia. April 18 2007.

sindrom sjogren adalah

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-16 sindrom sjogren adalah. Diakses tanggal 2007-04-20. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • Halaman ini terakhir diubah pada 10 Juli 2021, pukul 01.57. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •Sindrom Sjogren adalah penyakit autoimun sistemik dengan karakteristik berupa infiltrasi sel limfositik pada kelenjar eksokrin yang menyebabkan disfungsi kelenjar eksokrin serta terdapat hiperaktivitas sel B. Manifestasi utama sindrom Sjogren adalah mata kering (xerophthalmia) dan mulut kering (xerostomia) akibat inflamasi kelenjar lakrimal dan kelenjar liur.

Sindrom Sjogren sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua kelas, yaitu sindrom Sjogren primer dan sindrom Sjogren sekunder.[1-3] Sindrom Sjogren primer adalah kondisi autoimun dengan sindrom Sjogren tunggal yang diderita oleh pasien. Sementara itu, bila pasien memiliki penyakit autoimun lain, paling sering reumathoid arthritis dan lupus eritematosus sistemik, maka sindrom Sjogren tersebut didiagnosis sebagai sindrom Sjogren sekunder.[2,3] Diagnosis sindrom Sjogren Sjogren ditegakkan berdasarkan kriteria American College of Rheumatology dan European Sindrom sjogren adalah Against Rheumatism (ACR/EULAR) 2016.

Pasien sindrom Sjogren terutama memiliki keluhan yang berhubungan dengan xerophthalmia dan xerostomia. Keluhan ekstraglandular dapat berupa kelelahan, gangguan muskuloskeletal, dan ruam. Pemeriksaan penunjang mulai dari Schirmer’s Test dan pemeriksaan histopatologi sangat bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sindrom Sjogren.[4] Penatalaksanaan sindrom Sjogren dilakukan dengan pemberian obat-obatan topikal dan sistemik untuk membantu mengurangi keluhan akibat defisiensi produksi kelenjar eksokrin.

Agen yang dapat digunakan antara lain pilocarpine dan cevimeline. Prognosis secara umum adalah baik, namun pada kasus tertentu dengan komplikasi berat seperti transformasi maligna limfoma non-Hodgkin, risiko mortalitas dapat meningkat secara bermakna.[5,6] 1.

Nair JJ, Singh TP. Sjogren's syndrome: Review of the aetiology, Pathophysiology & Potential therapeutic interventions. J Clin Exp Dent. 2017;9(4):e584-e589. Published 2017 Apr 1.

doi:10.4317/jced.53605 2. Del Papa N, Vitali C. Management of primary Sjögren's syndrome: recent developments and new classification criteria. Ther Adv Musculoskelet Dis. 2018;10(2):39-54.

doi:10.1177/1759720X17746319 3. Mavragani CP, Moutsopoulos HM. Sjögren syndrome. CMAJ. 2014;186(15):E579-E586. doi:10.1503/cmaj.122037 4. Vitali C, Minniti A, Pignataro F, Maglione W, Del Papa N.

Management of Sjögren's Syndrome: Present Issues and Future Perspectives. Front Med sindrom sjogren adalah. 2021;8:676885. Published 2021 Jun 7. doi:10.3389/fmed.2021.676885 5. Respati RA, Budianti WK. Diagnosis dan Penatalaksanaan Paripurna Sindrom sjogren adalah Sjögren. J Kdokt Meditek. 2021;27(2):147-156. Available from: http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/2034 6. Both T, Dalm VA, van Hagen PM, van Daele PL. Reviewing primary Sjögren's syndrome: beyond the dryness - From pathophysiology to diagnosis and treatment.

Int J Med Sci. 2017;14(3):191-200. Published 2017 Feb 23. doi:10.7150/ijms.17718
Definisi Apa itu Sjogren syndrome? Sjogren syndrome adalah kelainan sistem kekebalan tubuh dengan dua gejala paling umum – mata kering dan mulut kering. Penyakit ini disebabkan oleh peradangan kelenjar air mata, air liur, dan zat-zat lainnya. Arthritis, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, saraf, dan otot mungkin juga terkena. Sjogren syndrome sering terkait dengan kelainan sistem kekebalan tubuh lainnya, seperti rheumatoid arthritis dan lupus.

Dalam Sjogren syndrome, membran lendir dan kelenjar sekresi mata yang lembap (lacrimal) dan mulut adalah daerah yang kali pertama terpengaruh – dengan akibat menurunnya jumlah air mata dan air liur. Seberapa umumkah kondisi ini? Penyakit ini dapat menyerang orang pada semua umur. Namun, kebanyakan pasien yang terdiagnosis berumur lebih dari 40 tahun.

Wanita lebih banyak terkena penyakit ini daripada pria. Penyakit ini juga lebih umum terjadi pada orang dengan penyakit autoimun tertentu misalnya lupus atau rheumatoid.

Tanda-tanda & gejala Apa saja tanda dan gejala Sjogren syndrome? Dikutip dari Mayo Clinicgejala Sjogren syndrome paling umum adalah mata kering dan mulut kering. Mata kering dapat membuat bagian bawah kelopak mata seolah-olah terkena pasir, mata terasa terbakar, semakin sensitif terhadap cahaya, keluarnya air mata, dan terdapat bisul. Mulut kering dapat menyebabkan kesulitan dalam mengunyah dan menelan makanan kering, meningkatkan risiko pembusukan gigi, penyakit sindrom sjogren adalah, dan infeksi mulut.

Gejala lain mungkin meliputi: • Penglihatan kabur • Mata gatal dan merah • Bibir dan tenggorokan kering, sakit pada mulut atau haus • Demam, ruam • Kelelahan atau napas yang pendek • Nyeri sendi • Sakit perut; • Pembengkakan kelenjar pada pipi dan node limfa; • Vagina menjadi kering; vagina yang kering menyebabkan sakit saat berhubungan intim.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter? Jika mengalami salah satu tanda atau gejala di atas atau ingin bertanya, konsultasi ke dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi yang Anda alami.

Penyebab Apa penyebab Sjogren syndrome? Sjogren syndrome adalah penyakit gangguan autoimun. Ini terjadi ketika sistem ketahanan tubuh Anda menyerang sel dan jaringan Anda sendiri. Sjogren syndrome adalah gangguan yang menyerang kelenjar air liur dan air mata, sehingga dapat berhenti bekerja. Penyebab penyakit ini masih tidak jelas. Namun, sejumlah faktor sindrom sjogren adalah dan lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit.

sindrom sjogren adalah

Sindrom ini tidak menular. Selain kelenjar air liur dan air mata, penyakit ini juga bisa merusak bagian lain tubuh Anda, seperti: • Otot • Tiroid • Ginjal • Hati • Paru-paru • Kulit • Saraf Faktor-faktor risiko Apa yang meningkatkan faktor risiko Sjogren syndrome? Ada banyak faktor risiko penyakit ini yaitu: • Umur. Sjogren syndrome biasanya terdiagnosis pada orang berumur lebih dari 40 tahun.

• Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko terkena penyakit ini. • Mengidap rheumatoid. Umumnya orang dengan Sjogren syndrome mengidap penyakit rheumatoid, seperti arthritis atau lupus. Obat & Pengobatan Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda. Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini? Sjogren syndrome sulit didiagnosis karena tanda dan gejalanya berbeda pada setiap orang dan bisa mirip dengan kondisi lain.

Ada beberapa pengobatan yang memiliki efek samping mulut kering, sehingga mirip dengan gejala sindrom ini. Pemeriksaan di bawah ini mungkin dapat membantu dokter dalam mendiagnosis Sjogren syndrome: Tes darah Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengecek: • Kadar berbagai jenis sel darah • Kehadiran antibodi • Bukti kondisi peradangan • Indikasi masalah dengan hati dan ginjal Tes mata Dokter dapat mengukur kekeringan mata Anda dengan tes yang disebut tes air mata Schirmer.

Sepotong kecil kertas saring akan ditempatkan di bawah kelopak mata Anda untuk mengukur produksi air mata. Tes pencitraan Beberapa tes pencitraan dapat menentukan fungsi dari kelenjar air liur Anda. Berikut tes pencitraan yang mungkin diminta dokter: • Sialogram. Prosedur ini menunjukkan berapa banyak air liur yang ada sindrom sjogren adalah mulut. • Salivary scintigraphy. Ini merupakan tes kedokteran nuklir yang melibatkan suntikan ke dalam vena isotop radioaktif.

Biopsi Dokter mungkin juga akan melakukan biopsi mulut untuk melihat keberadaan sel yang mengalami peradangan, yang bisa menandakan Sjogren Syndrome. Apa pilihan pengobatan untuk Sjogren syndrome? Dikutip dari situ layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, tidak ada metode yang dapat menyembuhkan secara total, tapi obat-obatan dan perawatan lainnya dapat membantu mengendalikan Sjogren syndrome. Dokter mungkin memberikan obat untuk menjaga kelembapan mata, mulut, dan vagina.

Obat anti radang nonsteroid mungkin membantu mengurangi nyeri otot dan bengkak. Prednisone dan obat lainnya dapat diminum jika menderita nyeri sindrom sjogren adalah luar biasa atau gangguan paru-paru, ginjal dan pembuluh darah. Hydroxychloroquine (Plaquenil) sering membantu dalam pengobatan Sjogren syndrome. Obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti metotreksat (Trexall), juga mungkin diresepkan dokter. Prosedur kecil untuk menutup saluran air mata dapat membantu mengatasi mata kering Anda.

Dalam prosedur pembedahan ini, silikon dimasukkan ke dalam saluran untuk membantu menjaga air mata Anda. Pengobatan di rumah Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Sindrom sjogren adalah Sjogren?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi penyakit Anda: • Beri tahu dokter jika Anda hamil atau menyusui • Diskusikan dengan dokter gigi secara teratur. Sikat dan bersihkan gigi setelah makan • Tanyakan dokter produk apa yang mampu melembapkan. Jika air mata buatan menyebabkan sensasi terbakar pada mata Anda, gunakan obat jenis lain tanpa pengawet.

Jika mata kering pada malam hari, salep mata mungkin membantu.

sindrom sjogren adalah

Pelumas vagina yang dipakai sepanjang hari atau sebelum berhubungan intim juga dapat membantu • Gunakan perekat atau salep untuk kulit kering yang membantu menjaga kelembapan kulit • Gunakan pelembap pada malam hari untuk menghindari mata, mulut dan hidung kering • Hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut parah, sakit mata, atau perubahan mendadak pada penglihatan Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter patient advisor E-book. Elsevier Health Sciences. Porter, R. S., Kaplan, J. L., & Homeier, B. P. (2009). Sindrom sjogren adalah Merck manual home health handbook.

Merck & Company. Sjogren’s syndrome – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 30 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sjogrens-syndrome/symptoms-causes/syc-20353216 Sjogren’s Syndrome - Dry Mouth - Dry Eyes - MedlinePlus.

(2020). Retrieved 30 April 2020, from https://medlineplus.gov/sjogrenssyndrome.html Sjögren’s syndrome. (2017). Retrieved 30 April 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/sjogrens-syndrome/

Sjögren Syndrome




2022 www.videocon.com