Cpns bin

cpns bin

TABLOIDBINTANG.COM - Putri Nia Daniaty, Olivia Nathania atau Oi dinyatakan bersalah dan divonis hukuman tiga tahun penjara atas kasus penipuan berkedok penerimaan CPNS lewat jalur prestasi dengan kerugian mencapai Rp9,7 miliar.

cpns bin

Vonis tersebut dikeluarkan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/3) siang.

“Mengadili, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penipuan. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa pidana 3 tahun penjara," kata hakim ketua membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: • Perbedaan Proforma Invoice dan Invoice Biasa dan Cara Membuatnya dengan Aplikasi Invoice • Putri Nia Daniaty Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Korban Kecewa Menganggap Terlalu Ringan • Wah, Siwon SuJu Bikin Heboh Netizen Jadi Ikon Produk Santan Putusan dari Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Cpns bin (JPU).

Sebelumnya, JPU memvonis Olivia Nathania 3,5 tahun penjara. Mendengar hakim ketuk palu, korban Olibia Nathania yang hadir dalam persidangan pun berteriak histeris.

cpns bin

Seorang korban wanita berteriak dari bangku pengunjung hingga membuat kegaduhan. Setekah berteriak histeris, wanita bernama Agustina itu kemudian jatuh pingsan hingga digotong rekannya.

Agustin yang awalnya pingsan kemudian bangun. Ia mencak-mencak tidak terima saat mendengar putusan yang dibacakan oleh hakim.

cpns bin

Selain Agustin, ada juga korban berteriak, mengucap takbir. Pria yang berteriak itu pun mengingatkan Olivia akan balasan dari Tuhan. “Kamu boleh mempermainkan hukum di negara, tapi hukum Allah berlaku. Allahu akbar!!,” teriak pria yang juga menjadi korban Olivia.

cpns bin

Tidak hanya itu, usai peraidangan suasana makin memanas lantaran hakim tidak menyebutkan soal uang yang sudah dikeluarkan oleh korban. Korban pun berteriak agar hakim berti dak adil meminta pelaku mengembalikan semua uang korban. “Mana kembalikan, kamu berbohong ya,” ujar salah seorang korban laki-laki. Pengacara Olivia Cpns bin yang mendengar itu ikut geram. Sebab korban dianggap tidak menghormati jalannya persidangan.

Jakarta (ANTARA) - Ragam peristiwa di Indonesia terjadi pada Senin (25/4) disiarkan ANTARA dan masih layak anda baca kembali untuk informasi pagi ini. 1.

cpns bin

Panglima TNI ikuti keputusan IDI soal dokter Terawan Agus Putranto Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengikuti keputusan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait dengan status keanggotaan Letjen Purn. dr.

cpns bin

Terawan Agus Putranto di organisasi profesi dokter itu. Andika saat bertemu cpns bin Ketua Umum PB IDI dr. Muhammad Adib Khumaidi menyampaikan TNI menghormati keputusan dan aturan internal IDI karena itu jadi hukum yang berlaku bagi anggotanya. Selengkapnya baca disini 2. Imigrasi sita paspor WNA asal Kanada karena membuat video asusila Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Bali, menyita paspor milik warga negara asing (WNA) asal Kanada bernama Jeffrey Douglas Craigen karena membuat video asusila (tanpa busana) yang diduga dibuat di wilayah Gunung Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli.

"Paspor WNA tersebut langsung diamankan Tim Seksi Inteldakim Kanim Denpasar dan meminta penjamin untuk menghubungi orang asing tersebut agar kooperatif datang ke Kantor Imigrasi Denpasar pada Hari Senin (25/4)," kata Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dalam siaran persnya di Denpasar, Bali, Minggu. Selengkapnya baca disini 3.

cpns bin

Pakar nilai penyitaan aset Indosurya senilai Rp2 triliun sudah tepat Pakar hukum pidana Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto menilai langkah Bareskrim Polri menyita sejumlah aset senilai Rp2 triliun dalam kasus dugaan penipuan investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya sudah tepat.

"Menurut saya, tindakan polisi telah tepat.

cpns bin

Urgensi sita tersebut adalah untuk kepentingan pembuktian oleh penyidik," kata Aan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin. Selengkapnya baca disini 4. Bareskrim mengungkap sindikat kecurangan seleksi CPNS tahun 2021 Satgas Anti-KKN CPNS Bareskrim Polri mengungkap sindikat kejahatan tindak pidana kecurangan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021 yang terjadi pada 10 wilayah di Sulawesi dan Lampung. Pengungkapan kecurangan seleksi CPNS atau calon aparatur sipil negara (CASN) ini terjadi di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah, Polda Sulawesi Barat, Polda Sulawesi Selatan (Polrestabes Makassar, Polres Tanah Toraja, Polres Sidrap, Polres Palopo, Polres Luwu, dan Polres Enrekang), Polda Sulawesi Tenggara, dan Polda Lampung.

Selengkapnya baca disini 5. Luki Murib disebut sebagai eksekutor penembakan Kabinda Papua Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Muhammad Firman menyatakan anggota Cpns bin Luki Murib yang tewas dalam baku tembak di Kabupaten Puncak, Papua, merupakan eksekutor penembakan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha Karya.

cpns bin

Dari laporan yang diterima Kombes Pol. Firman, Luki Murib yang tewas pada hari Sabtu (23/4) merupakan eksekutor penembakan yang menyebabkan Kabinda Papua ​​​​​​ Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha Karya​ wafat pada tanggal 25 April 2021 di Beoga. Selengkapnya baca disini Pewarta: Fauzi Editor: Fransiska Ninditya COPYRIGHT © ANTARA 2022 Mungkin anda suka Polda Kaltara minta bantuan Mabes Polri periksa kontainer Briptu HSB 5 menit lalu Pemain sepatu roda diminta manfaatkan JIRTA Sunter 26 menit lalu Alcaraz juarai Madrid Open usai bekuk Zverev 9 Mei 2022 07:35 KPK laksanakan apel pagi usai libur Lebaran 9 Mei 2022 07:34 Kemarin, kapal cpns bin hingga 76.706 kendaraan masuk Jakarta H+5 lebaran 9 Mei 2022 07:30 Wagub DKI nilai arogan warga yang bermain sepatu roda di jalan raya 9 Mei 2022 07:28

KUOTA FORMASI CPNS 2021 BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN)




2022 www.videocon.com