Acetylcysteine obat apa kegunaan

acetylcysteine obat apa kegunaan

β€’ #RAMADAN β€’ #COVID-19 β€’ Community β€’ Pregnancy β€’ Getting Pregnant β€’ First Trimester ( 1 - 13 weeks ) β€’ Second Trimester ( 14 - 27 weeks ) β€’ Third Trimester ( 28 - 41 weeks ) β€’ Birth β€’ Baby β€’ 0-6 months β€’ 7-12 months β€’ Kid β€’ 1-3 years old β€’ 4-5 years old β€’ Big Kid β€’ 6-9 years old β€’ 10-12 years old β€’ Life β€’ Relationship β€’ Health and Lifestyle β€’ Home and Living β€’ Fashion and Beauty β€’ ξ—ƒ Tahukah kamu obat acetylcysteine?

Acetylcysteine adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak atau lendir yang ada di area mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Selain sebagai mukolitik atau pengencer dahak, acetylcysteine memiliki efek melindungi sel hati dari keracunan akibat paracetamol. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai obat ini, yuk simak informasi yang telah Popmama.

acetylcysteine obat apa kegunaan

com rangkum untuk kamu. Cari tahu lebih banyak tentang obat ini sebelum mengonsumsinya, ya!

acetylcysteine obat apa kegunaan

e-katalog.lkpp.go.id Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak atau lendir pada beberapa kondisi. Misalnya, pada kondisi asma, emfisema atau kerusakan kantong udara pada paru-paru, bronkitis atau peradangan pada bronkus, pneumonia, tuberkulosis (TBC), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta fibrosis kistik atau penyakit bawaan yang menyebabkan masalah pernapasan, pencernaan, dan reproduksi.

Tak hanya itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati keracunan paracetamol. Acetylcysteine tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu tablet, kapsul, sirup, larutan suntik, dan larutan inhalasi. Penggunaan acetylcysteine dalam bentuk larutan inhalasi harus dihirup melalui mulut. Saat dihirup melalui mulut, cairan acetylcysteine membantu mengencerkan dahak atau lendir di saluran udara untuk melegakan pernapasan akibat adanya penyakit paru-paru tertentu, seperti emfisema, bronkitis, pneumonia, dan fibrosis kistik.

acetylcysteine obat apa kegunaan

Untuk menggunakannya, kamu memerlukan alat bernama nebulizer, yakni alat medis yang acetylcysteine obat apa kegunaan mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi partikel uap dan memasukkan obat tersebut langsung ke dalam paru-paru.

Sebagai obat batuk, acetylcysteine bekerja sebagai mukolitik atau pengencer dahak sehingga dahak bisa lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Obat ini tidak cocok diberikan pada batuk kering. Freepik/backgroundy Dosis acetylcysteine diberikan sesuai kondisi dan usia pasien. Penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter. Sebagai mukolitik atau pengencer dahak pengobatan endotrakeal atau saluran pernapasan: β€’ Dosis dewasa: 1-2 ml larutan 10% atau 20% setiap acetylcysteine obat apa kegunaan β€’ Dosis anak: sama dengan dosis dewasa.

Sebagai sebagai mukolitik atau pengencer dahak untuk inhalasi atau respirasi: β€’ Dosis dewasa: 6-10 ml larutan 10% 3-4 x 1, dapat meningkat menjadi 2-20 ml 2-6 jam sesuai kebutuhan. 3-5 ml larutan 20% 3-4 x 1, dapat meningkat menjadi 1-10 ml 2-6 jam sesuai kebutuhan.

β€’ Dosis anak: sama dengan dosis dewasa. Untuk keracunan parasetamol (diberikan intravena/pemberian obat melalui injeksi atau infus): β€’ Dosis dewasa: dosis awal 150 mg/kg (maks.

16,5g) dalam larutan 200 ml selama 60 menit, kemudian 50mg/kg (maksimal 5.5g) dalam larutan 500 ml selama 4 jam, lalu lanjutkan 100mg/kg (maks. 11g) dalam larutan 1L untuk 16 jam ke depan. β€’ Anak-anak 40 kg: sama dengan dosis dewasa.

Dosis oral sebagai mukolitik: β€’ Dewasa dalam bentuk tablet effervescent atau granul 600 mg sehari dosis tunggal atau dalam 3 dosis terbagi. β€’ Anak 7 tahun: sama dengan dosis dewasa. Dosis oral dalam keracunan paracetamol: β€’ Dewasa dalam larutan 5% dosis awal 140mg/kg kemudian 70mg/kg setiap 4 jam untuk tambahan 17 dosis. β€’ Anak: sama seperti dosis dewasa. Freepik Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat.

Namun, beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan acetylcysteine: β€’ Mual β€’ Muntah β€’ Sakit perut β€’ Pilek β€’ Sariawan β€’ Demam Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda atau semakin memburuk. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau muncul efek samping yang lebih serius, seperti: β€’ Batuk berdarah atau muntah berdarah β€’ Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan β€’ Nyeri dada atau sulit bernapas β€’ Sakit perut bagian atas yang bertambah parah β€’ Muntah yang terus-menerus dan semakin berat β€’ Kehilangan nafsu makan β€’ Urine berwarna gelap β€’ Penyakit kuning Freepik/xb100 Interaksi obat dapat terjadi jika kamu menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika acetylcysteine digunakan bersama obat-obatan lain, antara lain: β€’ Obat untuk batuk kering atau antitusif, seperti codeine Penggunaan bersama obat di atas akan menyebabkan risiko penumpukan dahak.

β€’ Arang aktif Arang aktif dapat menurunkan efektivitas acetylcysteine dalam mengencerkan dahak. β€’ Nitrogliserin Penggunaan bersama nitrogliserin dapat menyebabkan peningkatan efek pelebaran pembuluh darah atau vasodilator β€’ Antibiotik Acetylcysteine dapat menurunkan efektivitas antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri.

Freepik Obat acetylcysteine harus digunakan sesuai resep dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menggunakan obat ini: β€’ Jangan menggunakan acetylcysteine jika kamu punya alergi terhadap obat ini.

Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang kamu miliki. β€’ Beri tahu dokter jika kamu pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, asma, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, atau sedang menjalani diet rendah garam.

β€’ Beri tahu dokter juga jika kamu sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Selain itu, jika dalam kondisi hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, konsultasikan juga dengan dokter terlebih dahulu.

Demikian informasi mengenai obat acetylcysteine. Apabila kondisi kamu tidak membaik atau justru menimbulkan efek samping, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga: β€’ Vitacid: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping β€’ Dexteem Plus: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping β€’ Ciprofloxacin: Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping Acetylcysteine merupakan obat golongan mukolitik yang fungsinya adalah mengencerkan dahak atau lendir yang ada di area mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Selain itu, acetylcysteine dalam bentuk lain juga bisa digunakan untuk pencegahan kerusakan hati akibat overdosis acetaminophen. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai obat ini, mari kita simak penjelasan berikut ini. Baca Juga: Merasa Lemas saat Puasa? Ini yang Harus Kamu Lakukan Apa itu acetylcysteine Cairan acetylcysteine.

Sumber Foto : https://www.flickr.com/ Acetylcysteine hadir dalam 3 bentuk, cairan yang dihirup, cairan untuk suntikan, dan obat tablet yang dikonsumsi melalui mulut atau oral. Obat dalam bentuk cairan biasanya hanya tersedia dalam bentuk generik. Saat dihirup melalui mulut cairan acetylcysteine membantu mengencerkan dan mengendurkan dahak yang ada di saluran udara akibat adanya penyakit paru-paru tertentu.

Seperti emfisema, bronkitis, pneumonia, dan cystic fibrosis. Untuk menggunakannya kamu memerlukan alat bernama nebulizer. Sebuah alat medis yang gunanya mengubah obat dalam bentuk acetylcysteine obat apa kegunaan menjadi partikel uap dan memasukkan obat tersebut langsung ke dalam paru-paru.

Saat dikonsumsi secara oral, tablet acetylcysteine digunakan sebagai obat untuk mencegah kerusakan hati akibat overdosis acetaminophen.

Pada artikel kali ini kita akan lebih banyak membahas mengenai acetylcysteine dalam bentuk cair yang dihirup. Cara kerja Obat ini merupakan golongan mucolytics yang tugasnya adalah sebagai agen pengencer dahak atau lendir. Ia akan bereaksi pada bahan kimia yang ada di dalam dahak. Dari situ dahak akan menjadi lebih encer, lebih mudah dikeluarkan, dan melancarkan saluran pernapasan pasien yang mengalami masalah akibat penyakit paru-paru tertentu.

Oleh karena itu, obat ini tidak cocok untuk orang yang mengalami batuk kering. Sebelum mengonsumsi obat ini Jika kamu berencana untuk menggunakan obat ini pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau petugas medis dan beritahu dokter tentang beberapa hal ini: β€’ Beritahu acetylcysteine obat apa kegunaan atau apoteker jika kamu memiliki alergi terhadap obat ini ataupun kamu punya alergi lain.

Sebab obat ini bisa saja mengandung bahan yang bisa sebabkan alergi pada badan kamu. β€’ Bagi kamu yang punya alergi patut waspada sebab acetylcysteine obat apa kegunaan ini bisa sebabkan reaksi alergi parah seperti kesulitan bernapas dan pembengkakan pada lidah dan tenggorokan.

acetylcysteine obat apa kegunaan

β€’ Jika kamu memiliki riwayat penyakit seperti asma dan tukak lambung, jangan lupa untuk menyampaikannya kepada dokter. β€’ Beritahu ke dokter atau apoteker semua obat-obatan yang sedang atau baru-baru ini kamu konsumsi. Termasuk vitamin, suplemen, dan juga perawatan dengan obat herbal ya. β€’ Untuk Moms yang sedang hamil ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Karena obat ini masuk ke golongan B yang artinya: β€’ Obat ini sudah dites pada hewan yang mengandung dan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin.

β€’ Namun tidak ada cukup penelitian yang dilakukan pada wanita hamil untuk menunjukkan adanya acetylcysteine obat apa kegunaan pada janin. β€’ Bagi Moms yang sedang menyusui juga ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Karena obat ini bisa saja terbawa oleh ASI dan bisa memberikan efek samping kepada bayi. Interaksi obat Obat ini bisa berkurang efektivitasnya atau bisa timbulkan efek samping yang berbahaya jika digunakan bersamaan dengan obat lain jenis tertentu.

Oleh karena itu penting untuk memberitahu dokter riwayat obat apa saja yang sedang kamu gunakan. Pada umumnya acetylcysteine tidak menimbulkan reaksi fatal atau berbahaya. Berikut beberapa obat yang bisa sebabkan reaksi jika digunakan bersamaan: β€’ Arang aktif β€’ Azithromycin β€’ Bazedoxifene/conjugated estrogens β€’ Chloramphenicol β€’ Clarithromycin β€’ Demeclocycline β€’ Dichlorphenamide β€’ Doxycycline β€’ Erythromycin base β€’ Erythromycin ethylsuccinate β€’ Erythromycin lactobionate β€’ Erythromycin stearate β€’ Minocycline β€’ Probenecid β€’ Sodium picosulfate/magnesium oxide/anhydrous citric acid β€’ Tetracycline β€’ Vancomycin Saat kamu menggunakan nebulizer pastikan untuk tidak mencampurkannya dengan obat-obatan jenis lain tanpa sepengetahuan dokter atau petugas medis.

Efek samping acetylcysteine Baik obat hirup maupun obat oral memiliki efek samping. Namun biasanya efek yang timbul tidaklah fatal, hanya sedikit kasus yang menunjukkan reaksi berbahaya. Berikut beberapa efek samping dari obat acetylcysteine yang dihirup: β€’ Frekuensi batuk yang meningkat (efek dari obat ini yang berfungsi mengencerkan dahak dalam saluran pernapasan) β€’ Mual β€’ Muntah β€’ Pilek atau hidung acetylcysteine obat apa kegunaan β€’ Munculnya luka-luka pada mulut seperti sariawan yang kadang menyakitkan β€’ Demam β€’ Sesak dada β€’ Wheezing β€’ Apabila gejalanya semakin parah segera hubungi dokter.

Terutama jika muncul gejala sulit bernapas dan dada terasa sangat sesak. Berikut beberapa efek samping obat yang dikonsumsi secara oral (untuk pencegahan kerusakan liver): β€’ Sakit perut yang hebat β€’ Feses berwarna hitam β€’ Mual dan muntah yang terlihat seperti bubuk kopi β€’ Hubungi dokter apabila muncul gejala muntah-muntah parah, batuk disertai darah, urine berwarna gelap, dan kulit serta bagian putih mata yang menguning.

Anjuran pemakaian Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam konsumsi dan timbulnya efek samping, sebaiknya selalu perhatikan anjuran pemakaian obat. Baik yang tertera dalam kemasan maupun sebagaimana yang dijelaskan dokter saat memberikan resep.

Jangan gunakan berlebih atau kurang dari dosis yang diberikan. Berikut anjuran pemakain bagi kamu yang akan menggunakan acetylcysteine dengan nebulizer: β€’ Kamu hanya boleh menghirup acetylcysteine dari nebulizer menggunakan masker wajah, mouth piece, tent, atau mesin IPPB ( Intermittent Positive Pressure Breathing).

acetylcysteine obat apa kegunaan

β€’ Pastikan kamu menggunakan nebulizer bersama petuga medis untuk memastikan dosis dan metode yang digunakan sudah tepat. β€’ Jangan campurkan cairan acetylcysteine sebelum kamu siap untuk menggunakan nebulizernya. β€’ Setelah cairan obat dicampurkan ke dalam wadah nebulizer, pastikan untuk menggunakannya tak lebih dari 1 jam.

Jangan gunakan campuran yang sudah lebih dari 1 jam. β€’ Cairan obat ini bisa saja berubah warnanya setelah botol terbuka. Tapi tenang karena ini hanya reaksi kimia dan tidak memengaruhi kandungan obatnya. β€’ Saat kamu menggunakan obat ini mungkin akan terasa bau yang tidak enak.

acetylcysteine obat apa kegunaan

Namun baunya akan hilang seiring waktu. β€’ Bersihkan nebulizer setiap selesai menggunakannya. Nebulizer yang tidak dibersihkan dengan baik bisa saja tersumbat karena residu dari obat yang tertinggal.

acetylcysteine obat apa kegunaan Saat botol obat sudah terbuka, simpan di tempat dengan suhu ruangan yang jauh dari panas dan lembap. Berikut anjuran pemakaian bagi kamu yang mengonsumsi obat oral untuk pencegahan kerusakan hati: β€’ Jangan mengonsumsi obat ini tanpa resep dokter.

Pastikan kamu mengonsumsinya di bawah pengawasan dokter. β€’ Dokter biasanya akan melakukan cek darah untuk mengetahui kadar acetaminophen yang ada di tubuh kamu. β€’ Dari situ dokter akan memberikan rekomendasi berapa lama kamu harus mengonsumsi acetylcysteine, jangan berhenti sampai dokter kamu yang menyuruh untuk stop. β€’ Jika kamu muntah 1 jam setelah mengonsumsi obat ini, kamu diharuskan untuk langsung minum 1 dosis lagi. Hal yang perlu diperhatikan Dilansir dari Healthline, untuk menekan adanya efek samping dan juga memaksimalkan perawatan dengan obat ini, ada baiknya kamu mengikuti beberapa anjuran.

Salah satu yang terpenting adalah untuk mengonsumsi sesuai anjuran atau dosis yang sudah diberikan oleh dokter. Karena jika tidak, obat ini bisa menimbulkan beberapa risiko di antaranya: Jika kamu berhenti Apabila kamu menghentikan penggunaan obat atau tidak menghabiskannya maka ada risiko gejala seperti wheezing dan kesulitan bernapas menjadi semakin parah.

Jika kamu tidak minum obat sesuai jadwal Obat ini harus dikonsumsi sesuai jadwal yang dibuat agar gejala seperti kesulitan bernapas dan wheezing tidak semakin parah. Jangan mengubah jadwal penggunaan obat tanpa konsultasi dengan dokter. Lalu bagaimana jika lupa untuk menggunakannya?

Jika baru lewat beberapa menit atau jam, segeralah untuk menggunakanya. Namun apabila waktunya sudah mendekati jadwal penggunaan obat berikutnya kamu tidak perlu mengganti dosis yang terlupa. Kamu bisa langsung lanjut penggunaan obat sesuai jadwal berikutnya. Jika kamu menggunakannya secara berlebih Menggunakan obat dalam jumlah banyak sekaligus tak berarti kesembuhan akan lebih cepat dicapai. Maka dari itu kamu tetap disarankan untuk menggunakannya sesuai dosis. Ya meskipun memang obat yang dihirup jarang timbulkan overdosis pada paru-paru, tapi bisa saja tubuh kamu justru kebal terhadap obat ini dan tak lagi mempan.

Jika kamu merasa efektivitas obat sudah tidak maksimal dan kamu jadi sering menggunakannya, sebaiknya langsung hubungi dokter. Bagaimana cara tahu kalau obat ini bekerja dengan efektif Untuk obat jenis hirup, kamu bisa tahu kalau obat ini mulai bekerja jika kamu mulai sering batuk dan disertai dahak.

Selain itu gejala seperti kesulitan bernapas dan wheezing juga semakin berkurang. Dosis penggunaan obat Pemberian resep untuk dosis dan frekuensi penggunaan obat biasanya akan bergantung pada beberapa faktor, di antaranya: β€’ Usia pasien β€’ Kondisi apa yang dihadapi β€’ Tingkat keparahan kondisi yang dihadapi pasien β€’ Kondisi atau riwayat penyakit yang dimiliki pasien β€’ Bagaimana reaksi pasien saat diberikan dosis pertama dari obat Berikut beberapa resep dosis obat yang biasanya diberikan pada pasien dewasa maupun anak-anak.

Kali ini kita hanya akan membahas dosis penggunaan obat hirup: β€’ Generik : Acetylcysteine β€’ Bentuk : Larutan hirup β€’ Kekuatan : Larutan 10% (100 mg/mL) atau 20% (200 mg/mL) β€’ Alat yang digunakan : Nebulizer Dosis untuk mengencerkan dahak pada saluran pernapasan β€’ Untuk pasien usia 18 tahun ke atas : Dosis yang direkomendasikan adalah 3-5 mL larutan 20%, atau 6-10 mL larutan 10%, dan diberikan sebanyak 3-4 kali per hari.

β€’ Bisa juga diberikan 1–10 mL larutan 20% atau 2–20 mL larutan 10% dengan frekuensi setiap 2 hingga 6 jam. β€’ Untuk pasien usia 0-17 tahun : Obat ini belum dipastikan aman untuk pasien yang berusia di bawah 18 tahun. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Awas! Dibalik Manfaat Cuka Apel Ternyata Ada Efek Samping yang Berbahaya Penyimpanan obat acetylcysteine Untuk menjaga kandungan dalam obat tidak rusak dan tetap dalam kualitas yang baik, maka ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan: β€’ Simpan botol obat yang belum pernah dibuka dalam tempat bersuhu ruangan, tidak lembap, dan jauh dari acetylcysteine obat apa kegunaan bersuhu tinggi. Usahakan suhunya berada di antara 20 sampai 25 derajat celcius.

β€’ Jika botol sudah pernah dibuka dan masih menyisakan isi di dalamnya, kamu bisa menyimpannya di dalam kulkas. Namun ada batas waktu untuk obat ini, kamu hanya boleh menggunakannya maksimal 4 hari setelah botol pertama kali dibuka. β€’ Jika kamu membutuhkan dosis obat yang lebih encer maka bisa gunakan obat setelah diencerkan dengan larutan kurang lebih 1 jam. β€’ Bagaimana jika menggunakan obat refill? Resep dari obat ini biasanya dapat di refill dan kamu tak perlu mendapat resep baru.

Dokter biasanya akan menyertakan dosis refill saat pertama kali memberikan resep. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya! Rxlist. Diakses pada 12 Mei 2020. ACETYLCYSTEINE. WebMD. Diakses pada 12 Mei 2020. Acetylcysteine 100 Mg/Ml (10 %) Solution.

Healthline. Diakses pada 12 Mei 2020. Acetylcysteine, Inhalation Solution. Everuday Health. Diakses pada 12 Mei 2020. What Is Acetylcysteine?. Drugs.com. Diakses pada 12 Mei 2020. Acetylcysteine.
Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak pada beberapa kondisi, seperti asma, cystic fibrosis, atau PPOK. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati keracunan paracetamol.

Acetylcysteine memiliki beberapa sediaan, yaitu tablet, kapsul, sirup, suntik, atau larutan inhalasi. Sebagai obat batuk, acetylcysteine bekerja sebagai mukolitik atau pengencer dahak, sehingga dahak bisa lebih mudah dikeluarkan melalui batuk.

Perlu dicatat, obat ini tidak cocok diberikan pada batuk kering. Merek dagang acetylcysteine: Acetylcysteine, Acetin 600, Alstein, Ahep, Benutrion Ve, Fluimucil, L-Acys, Memucil 600, Nalitik, Nytex, Pectocil, Resfar, Siran Forte β€’ fibrosis kistik β€’ bronkitis β€’ pneumonia β€’ tuberkulosis Acetylcysteine juga dapat digunakan untuk mengatasi keracunan paracetamol. Obat ini juga digunakan selama operasi atau anestesi dan untuk tes persiapan medis yang mengecek kondisi tenggorokan dan paru-paru.

Peringatan Sebelum Menggunakan Acetylcysteine Acetylcysteine harus digunakan sesuai resep dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan acetylcysteine: β€’ Jangan menggunakan acetylcysteine jika Anda alergi terhadap obat ini.

Selalu beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. β€’ Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, asma, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, atau sedang menjalani diet rendah garam.

β€’ Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. β€’ Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. β€’ Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan acetylcysteine.

Dosis dan Aturan Pakai Acetylcysteine Dokter akan memberikan dosis dan menentukan lama pengobatan sesuai kondisi dan usia pasien. Berikut adalah pembagian dosis acetylcysteine berdasarkan bentuk obatnya : Bentuk tablet effervescent, kapsul, sirop kering, dan granul Kondisi: Mengencerkan dahak β€’ Dewasa: 200 mg 3 kali sehari, atau 600 mg (untuk sediaan effervescent) sekali sehari.

Dosis maksimal 600 mg per hari. β€’ Anak-anak usia 2–6 tahun: 100 mg, 2–4 kali sehari. β€’ Anak-anak usia >6 tahun: 200 mg, 2–3 kali sehari. Kondisi: Keracunan paracetamol β€’ Dewasa: Untuk mengobati keracunan paracetamol, bentuk obat yang digunakan adalah tablet effervescent dengan dosis awal 140 mg/kgBB, diikuti 17 kali dosis rumatan sebanyak 70 mg/kgBB, diberikan tiap 4 jam. Bentuk larutan inhalasi Kondisi: Mengencerkan dahak β€’ Dewasa: Sebagai larutan 10%, 6–10 ml, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2–20 ml, setiap 2–6 jam sesuai kebutuhan.

Sebagai larutan 20%, 3–5 ml, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1–10 ml, setiap 2–6 jam atau sesuai kebutuhan. Selain bentuk sediaan obat minum dan larutan inhalasi, acetylcysteine juga memiliki bentuk sediaan suntik. Khusus untuk bentuk sediaan suntik, obat akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Bagaimana Cara Menggunakan Obat Ini? Untuk mengobati masalah kesehatan paru-paru, hiruplah obat ini seperti yang telah diarahkan dokter. Umumnya dokter atau perawat akan mengajarkan Anda pakai obat ini. Pelajari semua persiapan dan petunjuk penggunaan. Saat menggunakan obat acetylcysteine Anda mungkin merasakan sedikit bau menyengat ketika pertama kali menghirup obat.

Bau ini akan cepat hilang. Setelah dihirup, mungkin ada efek kaku pada wajah setelahnya. Cuci wajah Anda dengan air untuk menghilangkan lengket bekas obat Jangan mencampur acetylcysteine dengan obat inhalasi lain kecuali jika memang diresepkan oleh dokter atau apoteker.

Jika Anda minum obat ini melalui mulut, gunakan sesuai petunjuk dokter Anda. Solusinya biasanya dicampur dengan cairan lain (seperti soda) untuk mengurangi mual dan muntah.

Minumlah obat dalam waktu 1 jam setelah dicampur dengan cairan lain. Beri tahu dokter Anda jika Anda muntah dalam waktu 1 jam setelah minum obat. Anda mungkin perlu mengambil dosis lainnya yang lebih rendah.

Efek Samping dan Bahaya Acetylcysteine Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan acetylcysteine adalah : β€’ Mual β€’ Muntah β€’ Sakit perut β€’ Pilek β€’ Sariawan β€’ Demam Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau muncul efek samping yang lebih serius, seperti: β€’ Batuk berdarah atau muntah berdarah β€’ Nyeri dada atau acetylcysteine obat apa kegunaan bernapas β€’ Sakit perut bagian atas yang bertambah parah β€’ Muntah yang terus-menerus dan semakin berat β€’ Kehilangan nafsu makan β€’ Urine berwarna gelap β€’ Penyakit kuning Related posts β€’ Pahami Arti, Jenis, Ciri-Ciri dan Manfaat Empati β€’ Hipospadia, Bagaimana Karakteristiknya?

β€’ Berbagai Penyebab dan Gejala Sifilis Yang Perlu Anda Ketahui β€’ Mengenal 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D β€’ Ketahui 3 Penyebab Pneumonia, Penyakit Paru Berbahaya yang Perlu Diwaspadai β€’ Merasa Insecure? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya VIVA – Ada beberapa obat dan cara untuk menangani batuk agar cepat sembuh. Salah satu obat yang bisa membantu proses penyembuhannya yaitu dengan menggunakan obat Acetylcysteine. Apa itu Acetylcysteine?

Acetylcysteine obat apa kegunaan kegunaan obat acetylcysteine dan efek sampingnya? Berikut penjelasannya. Kegunaan Acetylcysteine Acetylcysteine atau asetilsistein merupakan obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak pada beberapa kondisi, seperti asma, cystic fibrosis, atau PPOK. Jika terjadi keracunan paracetamol, Acetylcysteine bekerja sebagai stimulan sintesis Glutathione. Glutathione diperlukan dalam metabolisme paracetamol sehingga tidak sampai menyebabkan hepatotoksisitas pada hati.

Obat ini juga biasa digunakan untuk mengencerkan lendir pada orang yang memiliki masalah paru-paru tertentu seperti, fibrosis kistik, bronchitis, pneumonia, dan juga tuberculosis. Efek Samping Acetylcysteine
Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak pada beberapa kondisi, seperti asma, cystic fibrosis, atau PPOK. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati keracunan paracetamol.

Acetylcysteine memiliki beberapa sediaan, yaitu tablet, kapsul, sirup, suntik, atau larutan inhalasi. Sebagai obat batuk, acetylcysteine bekerja sebagai mukolitik atau pengencer dahak, sehingga dahak bisa lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Perlu dicatat, obat ini tidak cocok diberikan pada batuk kering.

Merek dagang acetylcysteine: Acetylcysteine, Acetin 600, Alstein, Ahep, Benutrion Ve, Fluimucil, L-Acys, Memucil 600, Nalitik, Nytex, Pectocil, Resfar, Siran Forte Apa Itu Acetylcysteine Golongan Obat resep Kategori Obat mukolitik (pengencer dahak) Manfaat Mengencerkan dahak dan mengobati keracunan paracetamol Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak Acetylcysteine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Acetylcysteine belum diketahui apakah dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Tablet effervescent, kapsul, sirop kering, granul, suntik, dan larutan inhalasi (hirup) Peringatan Sebelum Menggunakan Acetylcysteine Acetylcysteine harus digunakan sesuai resep dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan acetylcysteine: β€’ Jangan menggunakan acetylcysteine jika Anda alergi terhadap obat ini.

Selalu beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. β€’ Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, asma, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, atau sedang menjalani diet rendah garam.

β€’ Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. β€’ Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. β€’ Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan acetylcysteine. Dosis dan Aturan Pakai Acetylcysteine Dokter akan memberikan dosis dan menentukan lama acetylcysteine obat apa kegunaan sesuai kondisi dan usia pasien.

Berikut adalah pembagian dosis acetylcysteine berdasarkan bentuk obatnya: Bentuk tablet effervescent, kapsul, sirop kering, dan granul Kondisi: Mengencerkan dahak β€’ Dewasa: 200 mg 3 kali sehari, atau 600 mg (untuk sediaan effervescent) sekali sehari.

Dosis maksimal 600 mg per hari. β€’ Anak-anak usia 2–6 tahun: 100 mg, 2–4 kali sehari. β€’ Anak-anak usia >6 tahun: 200 mg, acetylcysteine obat apa kegunaan kali sehari. Kondisi: Keracunan paracetamol β€’ Dewasa: Untuk mengobati keracunan paracetamol, bentuk obat yang digunakan adalah tablet effervescent dengan dosis awal 140 mg/kgBB, diikuti 17 kali dosis rumatan sebanyak 70 mg/kgBB, diberikan tiap 4 jam.

Bentuk larutan inhalasi Kondisi: Mengencerkan dahak β€’ Dewasa: Sebagai larutan 10%, 6–10 ml, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2–20 ml, setiap 2–6 jam sesuai kebutuhan. Sebagai larutan 20%, 3–5 ml, 3–4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1–10 ml, setiap 2–6 jam atau sesuai kebutuhan. Selain bentuk sediaan obat minum dan larutan inhalasi, acetylcysteine juga memiliki bentuk sediaan suntik. Khusus untuk bentuk sediaan suntik, obat akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Cara Menggunakan Acetylcysteine dengan Benar Ikuti anjuran dokter dan aturan penggunaan obat yang tertera pada label kemasan. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Acetylcysteine sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Minum kapsul acetylcysteine dengan air putih. Jangan mengunyah atau menghancurkan tablet karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Untuk acetylcysteine bentuk granul, larutkan 1 sachet granul acetylcysteine ke dalam air putih sesuai dengan takaran yang dianjurkan pada label.

Aduk larutan sampai merata sebelum diminum. Untuk acetylcysteine tablet effevescent, larutkan terlebih dahulu ke dalam segelas air sebelum dikonsumsi. Obat ini harus diminum tidak lebih dari 2 jam setelah dilarutkan. Untuk acetylcysteine sirop kering, kocok botol terlebih dahulu sebelum sirop dikonsumsi. Larutkan isi botol sirop kering menggunakan air putih dengan takaran yang sesuai petunjuk pada label, lalu aduk sampai merata.

Usahakan untuk mengonsumsi acetylcysteine pada jam yang sama setiap harinya, agar efek pengobatan maksimal. Bila lupa mengonsumsi acetylcysteine, segera konsumsi jika jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Acetylcysteine suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Dokter akan menyuntikkan acetylcysteine sesuai kondisi pasien. Acetylcysteine larutan inhalasi digunakan dengan cara dihirup lewat mulut menggunakan acetylcysteine obat apa kegunaan nebulizer.

Untuk mengobati acetylcysteine obat apa kegunaan paracetamol, pemberian acetylcysteine harus diberikan di rumah sakit dan di bawah pengawasan dokter. Hal ini karena penderita keracunan paracetamol perlu mendapat pemantauan ketat serta pemeriksaan kadar paracetamol dalam darah, uji fungsi hati, dan tes darah lengkap secara berkala. Simpan acetylcysteine pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.

Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak. Interaksi Acetylcysteine dengan Obat Lain Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika acetylcysteine digunakan bersama obat-obatan lain, di antaranya: β€’ Peningkatan risiko terjadinya penumpukan dahak jika digunakan dengan obat antitusif, seperti codeine β€’ Penurunan efektivitas obat acetylcysteine jika digunakan bersama dengan arang aktif β€’ Peningkatan efek nitrogliserin dalam melebarkan pembuluh darah (vasodilator) β€’ Penurunan efektivitas obat antibiotik Efek Samping dan Bahaya Acetylcysteine Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan acetylcysteine adalah: β€’ Mual β€’ Muntah β€’ Sakit perut β€’ Pilek β€’ Sariawan β€’ Demam Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda.

Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau muncul efek samping yang lebih serius, seperti: β€’ Batuk berdarah atau muntah berdarah β€’ Nyeri dada atau sulit bernapas β€’ Sakit perut bagian atas yang bertambah parah β€’ Muntah yang terus-menerus dan semakin berat β€’ Kehilangan nafsu makan β€’ Urine berwarna gelap β€’ Penyakit kuning
Penggunaan Untuk apa acetylcysteine digunakan?

Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat untuk memecah lendir yang ada di mulut, tenggorokan, dan paru-paru. Obat ini juga biasa digunakan untuk mengencerkan lendir pada orang yang memiliki masalah paru-paru tertentu seperti: β€’ fibrosis kistik β€’ bronkitis β€’ pneumonia β€’ tuberkulosis Acetylcysteine juga dapat digunakan untuk mengatasi keracunan paracetamol.

Obat ini juga digunakan selama operasi atau anestesi dan untuk tes persiapan medis yang mengecek kondisi tenggorokan dan paru-paru. Cara Pakai Bagaimana cara menggunakan obat ini? Untuk mengobati masalah kesehatan paru-paru, hiruplah obat ini seperti yang telah diarahkan dokter.

Umumnya dokter atau perawat akan mengajarkan Anda pakai obat ini. Pelajari semua persiapan dan petunjuk penggunaan. Saat menggunakan obat acetylcysteine Anda mungkin merasakan sedikit bau menyengat ketika pertama kali menghirup obat.

acetylcysteine obat apa kegunaan

Bau ini akan cepat hilang. Setelah dihirup, mungkin ada efek kaku pada wajah setelahnya.

acetylcysteine obat apa kegunaan

Cuci wajah Anda dengan air untuk menghilangkan lengket bekas obat Jangan mencampur acetylcysteine dengan obat inhalasi lain kecuali jika memang diresepkan oleh dokter atau apoteker.

Jika Anda minum obat ini melalui mulut, gunakan sesuai petunjuk dokter Anda. Solusinya biasanya dicampur dengan cairan lain (seperti soda) untuk mengurangi mual dan muntah. Minumlah obat dalam waktu 1 jam setelah dicampur dengan cairan lain. Beri tahu dokter Anda jika Anda muntah dalam waktu 1 jam setelah minum obat. Anda mungkin perlu mengambil dosis lainnya yang lebih rendah. Bagaimana cara menyimpan obat ini? Obat asetilsistein paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.

Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk acetylcysteine obat apa kegunaan tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat. Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet. Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Dosis Informasi yang diberikan berikut ini bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda sebelum mulai melakukan pengobatan. Bagaimana dosis acetycysteine untuk orang dewasa? Dosis nebulizer Untuk mukolitik Gunakan 1 hingga 10 mL larutan 20% atau 2 hingga 20 mL larutan 10% yang dapat diberikan setiap 2 hingga 6 jam dalam sehari, dosis yang dianjurkan untuk kebanyakan pasien adalah 3 sampai 5 mL larutan 20% atau 6 hingga 10 mL larutan 10% tiga hingga empat kali sehari.

Dosis oral Untuk mukolitik 600 mg per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam 3 dosis. Untuk keracunan parasetamol β€’ Untuk dosis muatan berikan 140 mg / kg berat badan, oral, sekali sebagai dosis pemuatan (lihat instruksi di kemasan obat) β€’ Untuk Dosis Pemeliharaan berikan 70 mg / kg berat badan, secara oral, 4 jam setelah dosis pemuatan dan setiap 4 jam untuk 17 dosis total, kecuali tes paracetamol berulang menunjukkan kadar nontoksik (lihat instruksi persiapan di bawah) Bagaimana dosis untuk anak-anak?

Dosis asetilsistein untuk anak bisa diberikan melalui resep dokter yang akan diberikan berdasarkan berat badan anak tersebut. Dalam bentuk apa obat acetylcysteine tersedia? Acetylcysteine tersedia dalam sediaan tablet 600 mg dan untuk nebulizer ampul dalam sediaan 300 mg/3 ml. Efek Samping Efek samping apa yang dapat terjadi akibat acetylcysteine?

Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping, tidak terkecuali asetilsistein. Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya. Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda. Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi: β€’ Sesak dada atau kesulitan bernapas β€’ Lengket di sekitar wajah yang terkena topeng nebulizer β€’ Bercak putih atau luka di dalam mulut atau di bibir Anda β€’ Mual dan muntah β€’ Demam, pilek, sakit tenggorokan Apabila Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaktik) pada obat ini, segera cari pertolongan medis.

Gejala reaksi alergi dapat berupa: β€’ Gatal-gatal β€’ Kesulitan bernapas β€’ Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini.

Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini? Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan acetylcysteine adalah sebagai berikut: acetylcysteine obat apa kegunaan Pasien yang memiliki asma bronkial harus dipantau terhadap kemungkinan terjadinya bronkospasme.

Jika bronkospasme terjadi, pengobatan harus segera dihentikan. β€’ Obat ini ada dalam bentuk sediaan aerosol dapat memperburuk batuk pada pasien yang memiliki asma bronkial akut. β€’ Penggunaan acetylcysteine, terutama pada awal pengobatan, dapat mencairkan sekresi bronkus dan secara bersamaan meningkatkan volumenya. Jika pasien tidak mampu untuk meludah, perlu untuk membersihkan saluran udara dengan drainase postural atau menggunakan bronchosuction untuk menghindari retensi acetylcysteine obat apa kegunaan.

β€’ Tanyakanlah dosis acetylcysteine untuk anak-anak kepada dokter. β€’ Acetylcysteine bisa menyebabkan rasa kantuk pada sebagian orang. Hindarilah mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi atau menggunakan obat ini. β€’ Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan asetilsistein. β€’ Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama asetilsistein atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat ini.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui? Tidak ada penelitian yang memadai tentang apakah acetylcysteine aman untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut adalah penjelasan kategori risiko kehamilan menurut FDA: β€’ A: Tidak berisiko β€’ B: Tidak berisiko pada beberapa penelitian β€’ C: Mungkin berisiko β€’ D: Ada bukti positif berisiko β€’ X: Kontraindikasi β€’ N: Tidak diketahui Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan acetylcysteine obat apa kegunaan pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Acetylcysteine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat-obatan apa yang bisa bereaksi dengan acetylcysteine? Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam laman ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menurut Drugs.com, obat-obatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan asetilsistein adalah: β€’ charcoal atau arang aktif β€’ ifosfamide β€’ insulin hirup Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi. Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter. Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Overdosis Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis? Pada penggunaan yang berlebihan atau tertelan tidak disengaja, maka gejala overdosis bisa saja terjadi. Adapaun tanda dan gejala sama seperti efek samping di atas namun lebih parah lagi. Sejauh ini tidak ada laporan efek samping serius ataupun gejala keracunan, walaupun dengan overdosis yang sangat tinggi. Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum ? Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Pastikan Anda tidak menggandakan dosis dalam satu kali minum. Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Acetylcysteine – RxList. (n.d.). Retrieved April 30, 2020, from https://www.rxlist.com/acetylcysteine-solution-drug.htm#dosage AcetylcysteineΓ‚ – WebMD. (n.d.). Retrieved April 30, 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8938/acetylcysteine/details Multum, C.

(2020). Acetylcysteine – Drugs.com.

acetylcysteine obat apa kegunaan

Retrieved April 30, 2020, from https://www.drugs.com/mtm/acetylcysteine.html Wong, C. (2020). The Health Benefits of N-Acetylcysteine – Very Well Health. Retrieved April 30, 2020, from https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-n-acetylcysteine-89416 Γ‚Acetylcysteine digunakan untuk mengencerkan dahak dan menangani keracunan paracetamol. Apa sih kandungannya? Yuk kita simak di sini. Acetylcysteine Golongan Obat keras (cairan inhalasi, cairan infus), obat bebas terbatas (kapsul) Kategori obat Obat pilek dan batuk; antidot dan agen detoksifikasi Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak Bentuk obat Kapsul, cairan inhalasi, cairan infus Acetylcysteine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin.

Namun, studi acetylcysteine obat apa kegunaan wanita hamil masih sangat terbatas. Peringatan menyusui Tidak diketahui apakah acetylcysteine terserap ke dalam ASI atau tidak. Sebelum menggunakan obat ini, bicarakan terlebih dahulu kepada dokter.

Merek Dagang Acetylcysteine Kapsul: Acetin 200, Fluimucil, Mucylin, Nytex Cairan inhalasi: Fluimucil, N-Ace, Respicyl Cairan infus: Resfar, Hidonac Pengertian Acetylcysteine Acetylcysteine adalah obat generik yang tersedia dalam bentuk kapsul, cairan inhalasi, dan cairan infus.

Obat ini berfungsi untuk mengencerkan dahak serta menangani kondisi keracunan paracetamol. Obat Acetylcysteine bekerja dengan cara menurunkan kekentalan dahak. Dalam kasus keracunan parasetamol, Acetylcysteine bekerja dengan meningkatkan kadar glutathione, antioksidan yang dapat menetralkan senyawa beracun.

Simak serba-serbi lengkap seputar Acetylcysteine di bawah ini. Keterangan Acetylcysteine 1. Acetylcysteine Kapsul β€’ Golongan: Obat bebas terbatas β€’ Kelas Terapi: Obat pilek dan batuk, antidot dan agen detoksifikasi β€’ Kandungan: Acetylcysteine 200 mg β€’ Satuan Penjualan: Strip β€’ Kemasan: Boks, 6 strip @10 kapsul; boks, 10 strip @10 kapsul β€’ Farmasi: Pyridam Farma; Yarindo Farmatama; Indofarma; Nulab Pharmaceutical; Guardian Pharmatama; Etercon Pharma; Mahakam Beta Farma β€’ Harga Acetylcysteine Kapsul: Rp9.500 - Rp15.000/strip 2.

Acetylcysteine Cairan Inhalasi β€’ Golongan: Obat keras β€’ Kelas Terapi: Obat pilek dan batuk, antidot dan agen detoksifikasi β€’ Kandungan: Acetylcysteine 100 mg/ml β€’ Satuan Penjualan: Ampul β€’ Kemasan: Boks, 5 ampul @3 ml β€’ Farmasi: Dexa Medica β€’ Harga Acetylcysteine Cairan Inhalasi : Rp8.900 - Rp11.000/ampul 3.

Acetylcysteine Cairan Infus β€’ Golongan: Obat keras β€’ Kelas Terapi: Obat pilek dan batuk, antidot dan agen detoksifikasi β€’ Kandungan: Acetylcysteine 200 mg/ml β€’ Satuan Penjualan: Vial β€’ Kemasan: Boks, 1 vial @25 ml β€’ Farmasi: Pratapa Nirmala β€’ Harga Acetylcysteine cairan infus : Rp200.000 - Rp300.000/vial Artikel Lainnya: Batuk Berdahak di Pagi Hari, Kenali Kemungkinan Penyebabnya Kegunaan Acetylcysteine Obat Acetylcysteine bermanfaat untuk mengencerkan dahak dan mengatasi keracunan paracetamol.

Dosis dan Aturan Pakai Acetylcysteine Acetylcysteine merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Secara umum, aturan penggunaannya adalah sebagai berikut. Tujuan: mukolitik Bentuk: kapsul β€’ Dewasa: 1 kapsul 2-3 kali sehari. β€’ Anak 6-14 tahun: 1 kapsul 2 kali sehari. Tujuan: Mukolitik Bentuk: cairan inhalasi β€’ Dewasa: Sebagai larutan 10%: 6-10 ml, diberikan 3-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2-20 ml diberikan tiap 2-6 jam jika diperlukan.

Sebagai larutan 20%: 3-5 ml, diberikan 3-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-10 mL diberikan tiap 2-6 setiap jam sesuai kebutuhan. β€’ Anak: Sama seperti dosis orang dewasa. Tujuan: menangani keracunan Paracetamol Bentuk: cairan infus β€’ Dewasa: awalnya diberikan 150 mg/kg (maksimal: 16,5 g) dalam 200 ml pengencer selama lebih dari 1 jam.

Dilanjutkan dengan dosis 50 mg/kg (maksimal 5,5 g) dalam pengencer 500 ml selama 4 jam. Kemudian diberikan dosis 100 mg/kg (maksimal 11 g) dalam 1 L pengencer selama 16 jam ke depan. β€’ Anak dengan berat badan awalnya diberikan 150 mg/kg BB dalam 3 ml/kg berat badan pengencer selama 1 jam.

Dilanjutkan dengan dosis 50 mg/kg BB dalam 7 mL/kg BB pengencer selama 4 jam. Kemudian diberikan dosis 100 mg/kg dalam 14 ml/kg pengencer lebih 16 jam. β€’ Anak dengan berat badan 20-39 kg: awalnya diberikan dosis 150 mg/kg BB dalam 100 ml pengencer selama 1 jam. Dilanjutkan dengan dosis 50 mg/kg BB dalam pengencer 250 ml selama 4 jam.

Kemudian diberikan dosis 100 mg/kg dalam 500 ml pengencer selama 16 jam. β€’ Anak dengan berat acetylcysteine obat apa kegunaan β‰₯40 kg: sama seperti dosis dewasa. Cara Menggunakan Acetylcysteine Gunakan Acetylcysteine sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

Jangan menggunakan lebih dari dosis yang dianjurkan. Acetylcysteine kapsul dikonsumsi sesudah makan. Acetylcysteine cairan inhalasi digunakan untuk dihirup melalui mulut menggunakan nebulizer (mesin yang mengubah obat menjadi kabut yang dapat dihirup). Cara Penyimpanan Berikut adalah aturan penyimpanan obat Acetylcysteine: β€’ Kapsul dan cairan yang belum dibuka: 20-25 derajat Celsius. β€’ Cairan inhalasi: setelah terpapar udara, simpan pada suhu 2-8 derajat Celsius dan gunakan dalam 96 jam.

Artikel Lainnya: Batuk Berdahak Bikin Tidak Percaya Diri, Atasi dengan Cara Ini Efek Samping Acetylcysteine Efek samping yang bisa timbul selama penggunaan Acetylcysteine, yaitu: β€’ Mual β€’ Muntah β€’ Demam β€’ Berkeringat β€’ Kemerahan β€’ Gatal β€’ Nyeri sendi β€’ Gangguan fungsi hati β€’ Henti napas Overdosis Pada pemberian oral, gejala overdosis Acetylcysteine yang timbul, antara lain: β€’ Mual β€’ Muntah β€’ Diare β€’ Reaksi anafilaksis Jika timbul gejala overdosis pada pasien, segera bawa ke rumah acetylcysteine obat apa kegunaan.

Kontraindikasi Bubuk oral untuk larutan dan tablet effervescent tidak boleh diberikan kepada anak usia di bawah 2 tahun.

acetylcysteine obat apa kegunaan

Artikel Lainnya: Batuk Berdahak Terus-menerus, Awas Bronkiektasis! Interaksi Obat Acetylcysteine Berikut adalah interaksi Acetylcysteine dengan obat lain: β€’ Menumpukkan sekresi bronkial dengan antitusif β€’ Meminimalkan efek apabila digunakan dengan arang aktif β€’ Dapat menurunkan efek farmakologis dari antibiotik Kategori Kehamilan Kategori B: Studi pada binatang tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin.

Namun, studi pada wanita hamil masih sangat terbatas. Peringatan Menyusui Tidak diketahui apakah acetylcysteine terserap ke dalam ASI atau tidak. Sebelum menggunakan obat ini, bicarakan terlebih dahulu kepada dokter. Efek samping yang bisa timbul selama penggunaan Acetylcysteine adalah: β€’ mual β€’ muntah β€’ demam β€’ berkeringat β€’ kemerahan β€’ gatal β€’ nyeri sendi β€’ gangguan fungsi hati β€’ henti napas Overdosis Pada pemberian oral, gejala overdosis Acetylcysteine yang timbul, antara lain: β€’ mual β€’ muntah β€’ diare β€’ reaksi anafilaksis Jika timbul gejala overdosis pada pasien, segera bawa ke rumah sakit.

Kontraindikasi Jangan digunakan bila Anda alergi atau hipersensitif terhadap Acetylcysteine. Interaksi Obat Berikut adalah interaksi Acetylcysteine dengan obat lain: β€’ menumpukkan sekresi bronkial dengan antitusif β€’ meminimalkan efek apabila digunakan dengan arang aktif β€’ dapat menurunkan efek farmakologis dari antibiotik Peringatan dan Perhatian Hati-hati penggunaan pada pasien dengan kondisi: β€’ riwayat acetylcysteine obat apa kegunaan dan asma β€’ riwayat bronkospasme β€’ riwayat penyakit tukak lambung, varises esofagus β€’ anak-anak β€’ hamil dan menyusui Artikel Lainnya: Benarkah Makanan Pedas Dapat Redakan Batuk Kategori Kehamilan Acetylcysteine tergolong dalam kategori B.

Studi pada binatang tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun, studi pada wanita hamil masih sangat terbatas. Peringatan Kehamilan Sebelum menggunakan obat ini, konsultasikan dahulu dengan dokter. Peringatan Menyusui Tidak diketahui apakah Acetylcysteine terserap ke dalam ASI atau tidak. Sebelum menggunakan obat ini, bicarakan terlebih dahulu kepada dokter. Penyakit Terkait Acetylcysteine β€’ Batuk berdahak β€’ Keracunan paracetamol Rekomendasi Obat Sejenis Acetylcysteine β€’ Fluimucil β€’ Mucylin β€’ Nytex β€’ Acetin β€’ N-Ace β€’ Respicyl Dapatkan info menarik lainnya seputar kesehatan dan gaya hidup dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 11 Maret 2022 Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., S. Farm Referensi: β€’ MIMS Indonesia. Diakses 2022. Acetylcysteine. β€’ OGB Dexa. Diakses 2022. Acetylcysteine. β€’ Medline Plus. Diakses 2022. Acetylcysteine Oral Inhalation.
Acetylcysteine adalah obat yang berfungsi mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak.

Obat ini digunakan sebagai terapi pada orang dengan kondisi paru-paru tertentu seperti cystic fibrosis, emfisema, bronkitis, pneumonia, atau tuberkulosis. Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine acetylcysteine obat apa kegunaan.

Obat Ini tersedia dalam bentuk sediaan intravena, sediaan oral (misalnya tablet), atau nebulasi/inhalasi. Sebagai agen mukolitik, Acetylcysteine bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida yang membuat dahak lebih encer dan mengurangi adhesi lendir pada dinding tenggorokan sehingga mempermudah pengeluaran lendir pada saat batuk. Obat ini bisa juga digunakan untuk mengatasi kasus toksisitas paracetamol. Untuk tujuan ini, Acetylcysteine bekerja dengan cara bertindak sebagai agen hepatoprotektif dengan mengembalikan glutathione hati, berfungsi sebagai pengganti glutathione, dan meningkatkan konjugasi sulfat beracun dari paracetamol.

Indikasi Kegunaan Acetylcysteine adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut : β€’ Acetylcysteine digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit pada saluran pernafasan dimana terjadi banyak lendir atau dahak, seperti : emfisema, radang paru kronis, bronkiektasis, eksaserbasi bronkitis kronis dan akut, bronkitis asmatik, asma bronkial yang disertai kesukaran pengeluaran dahak, serta penyakit radang rinofaringeal. β€’ Acetylcysteine juga digunakan untuk mengobati kasus toksisitas akibat over dosis paracetamol.

β€’ Obat ini juga digunakan untuk mengobati komplikasi paru yang acetylcysteine obat apa kegunaan dengan operasi, digunakan selama anestesi, sebagai bantuan diagnostik, dan dalam perawatan tracheotomy. β€’ Acetylcysteine bisa digunakan untuk mengobati mata kering yang berhubungan dengan produksi lendir yang abnormal.

Kontraindikasi β€’ Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas. Efek Samping Acetylcysteine Berikut adalah beberapa efek samping Acetylcysteine yang umum terjadi : β€’ Efek samping Acetylcysteine yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, dan muntah.

β€’ Efek samping yang lebih serius tetapi kejadiannya jarang misalnya bronkospasme, angioedema, ruam, pruritus, hipotensi, kulit kemerahan, bengkak pada wajah, dispnea, sesak nafas, sinkop, berkeringat, arthralgia, penglihatan kabur, gangguan fungsi hati, asidosis, kejang dan kadang-kadang demam. β€’ Pada sediaan inhalasi efek samping yang bisa terjadi misalnya hemoptisis, rhinorrhoea, dan stomatitis.

β€’ Pada sediaan ophthalmic ( obat mata), efek sampingnya berupa gatal, iritasi, dan mata kemerahan. Perhatian Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat Acetylcysteine adalah sebagai berikut : β€’ Obat ini harus diberikan setelah asupan makanan pada pasien penderita gastritis. β€’ Obat ini tidak dianjurkan untuk pasien diabetes melitus kecuali kadar glukosa darah telah terkontrol pada tingkat normal. β€’ Pasien yang menderita asma bronkial harus dipantau terhadap kemungkinan terjadinya bronkospasme.

Jika bronkospasme terjadi, pengobatan harus segera dihentikan. β€’ Sediaan aerosol dapat memperburuk batuk pada pasien yang menderita asma bronkial akut. β€’ Penggunaan Acetylcysteine, terutama pada awal pengobatan, dapat mencairkan sekresi bronkus dan secara bersamaan meningkatkan volumenya.

Jika pasien tidak mampu untuk meludah, perlu untuk membersihkan saluran udara dengan drainase postural atau akhirnya oleh bronchosuction untuk menghindari retensi sekresi. Penggunaan obat Acetylcysteine untuk ibu hamil FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Acetylcysteine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut : penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Acetylcysteine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Interaksi obat Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan : β€’ Sediaan oral : penggunaan bersamaan dengan antitusif dapat menyebabkan stasis lendir acetylcysteine obat apa kegunaan obat-obat yang memiliki efek antitusif menekan refleks batuk.

Oleh karena itu, kombinasi ini harus digunakan dengan hati-hati. β€’ Penggunaan bersamaan dengan antibiotik tetracycline harus diberi jarak minimal 2 jam. β€’ Penggunaan bersamaan dengan gliserol trinitrat ( nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi dan aliran darah. β€’ Sediaan intravena : Acetylcysteine dapat diberikan bersamaan dengan bronkodilator umum, dan vasokonstriktor.

Dosis Acetylcysteine Acetylcysteine diberikan dengan dosis sebagai berikut : β€’ Sediaan oral (sebagai mucolytic) Dosis dewasa : lozenges (tablet hisap), granul atau tablet effervescent, 600 mg/hari sebagai dosis tunggal atau dibagi 3 dosis. Dosis anak usia 1 bulan - 2 tahun : 2 x sehari 100 mg. Dosis anak usia 2-7 tahun : 2 x sehari 200 mg. Dosis anak usia > 7 tahun : Sama seperti dosis dewasa.

β€’ Sediaan oral (Untuk menangani kasus keracunan paracetamol) Dosis dewasa : Larutan 5% : Awalnya, 140 mg / kg dilanjutkan dengan 70 mg / kg setiap 4 jam. Dosis anak : Sama seperti dosis dewasa. β€’ Sediaan intravena (Untuk menangani kasus keracunan paracetamol) Dosis dewasa : Awalnya, 150 mg / kg (maks : 16.5 g) dalam 200 mL pengencer selama 60 menit, dilanjutkan dengan 50 mg / kg (maks : 5.5 g) dalam 500 mL pengencer selama 4 jam berikutnya, kemudian 100 mg / kg ( max : 11 g) dilarutkan dalam 1 L pengencer selama 16 jam acetylcysteine obat apa kegunaan.

Dosis anak dengan berat badan <20 kg : Awalnya, 150 mg / kg dalam 3 mL / kg pengencer selama 60 menit, dilanjutkan dengan 50 mg / kg dilarutkan dalam 7 mL / kg pengencer selama 4 jam, kemudian 100 mg / kg dalam 14 mL / kg pengencer acetylcysteine obat apa kegunaan 16 jam.

Dosis anak dengan berat badan 20-40 kg : Awalnya, 150 mg / kg dalam 100 mL pengencer selama 60 menit, dilanjutkan dengan 50 mg / kg dalam 250 mL pengencer selama 4 jam, kemudian 100 mg / kg dalam 500 mL pengencer selama 16 jam.

Dosis anak dengan berat badan > 40 kg : Sama seperti dosis dewasa. β€’ Sediaan endotracheal (sebagai mucolytic) Dosis dewasa : larutan 10 % atau 20 % diberikan 1-2 mL setiap jam. Dosis anak : Sama seperti dosis dewasa. β€’ Sediaan inhalasi / nebulasi (sebagai mucolytic) Dosis dewasa : larutan 10 % : 3-4 x sehari 6-10 mL, bisa ditingkatkan sampai 2-20 mL setiap 2-6 jam. Larutan 20 % : 3-4 x sehari 3-5 mL, bisa ditingkatkan sampai 1-10 mL setiap 2-6 jam.

Dosis anak : Sama seperti dosis dewasa. β€’ Sediaan untuk mata kering karena produksi lendir yang abnormal Dosis dewasa : Larutan 5% : 1 atau 2 tetes ke mata yang terkena 3 - 4 x sehari. Terkait β€’ Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Acetylcysteine β€’ Obat yang termasuk agen mukolitik Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien.

Oleh karena itu, penggunaan obat Acetylcysteine harus sesuai dengan yang dianjurkan. Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Pesan Pengiriman Obat Ini Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO.

Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek.

Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum. Chat di WhatsApp Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, acetylcysteine obat apa kegunaan, mudah acetylcysteine obat apa kegunaan, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app

Acetylcysteine Obat Mengencerkan Dahak, Mengobati Keracunan Paracetamol Oleh Acetylcysteine




2022 www.videocon.com