Suhu penyimpanan vaksin moderna

suhu penyimpanan vaksin moderna

tirto.id - Vaksin COVID-19 disimpan dengan suhu penyimpanan yang berbeda. Vaksin buatan Sinovac yang sudah digunakan di Indonesia sejak hari pertama program vaksinasi pada Rabu (13/1/2021), membutuhkan suhu antara 2 hingga 8°C. Bagaimana dengan vaksin COVID-19 produk lain? Vaksinasi COVID-19 dilakukan di Indonesia dengan tujuan mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, hingga mencapai kekebalan kelompok di masyarakat ( herd immunity).

Vaksinasi ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). Ini terjadi karena pasokan vaksin tidak akan langsung tersedia sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk vaksinasi semua sasaran.

Berdasarkan SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19, terdapat 4 tahapan vaksinasi di Indonesia. Tahap 1 vaksinasi COVID-19 dilaksanakan pada Januari hingga April 2021. Vaksinasi ini menyasar tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, juga mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Tahap 2 vaksinasi yang juga dilakukan sepanjang Januari hingga April 2021, ditujukan kepada petugas pelayanan publik yang meliputi Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian, aparat hukum, petugas layanan transportasi, perbankan, PLN, PDAM.

Selain itu, vaksinasi ini menyasar kelompok usia lanjut dengan umur 60 tahun ke suhu penyimpanan vaksin moderna. Vaksinasi tahap 3 pada April 2021 hingga Maret 2022 diarahkan untuk masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Sementara itu, vaksinasi tahap 4 (juga suhu penyimpanan vaksin moderna April 2021 hingga Maret 2022) menyasar masyarakat umum dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Terkait distribusi vaksin COVID-19, hal ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu distribusi dari pusat ke provinsi, lalu provinsi ke kabupaten/kota, dan dari kabupaten/kota ke fasyankes.

Vaksin COVID-19 yang didistribusikan pada tahap pertama untuk 1,3 juta tenaga kesehatan, adalah vaksin produksi Sinovac. Vaksin ini diberikan dengan takaran 2 dosis, dan disuntikkan dengan rentang waktu 14 hari dari suntikan pertama ke dosis kedua. Soal penyimpanan, vaksin Sinovac mesti diletakkan dalam ruang penyimpanan dengan suhu 2 hingga 8 °C. "Vaksin ini membutuhkan suhu 2 hingga 8 derajat celcius, dan memerlukan gudang penyimpanan vaksin dan kulkas untuk penyimpanan.

Semuanya sudah disiapkan. Termasuk juga pelatihan 3,1 juta vaksinator,” terang Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, SIti Nadia Tarmizi pada Jumat (15/1/2021) dikutip Antara. Baca juga: Takaran Dosis & Cara Pemberian Vaksin COVID-19 Suhu Penyimpanan Vaksin COVID-19 Dalam Juknis Vaksinasi COVID-19, vaksin dapat dikelompokkan jadi 3 bagian berdasarkan prosedur penyimpanannya.

Pertama, vaksin COVID-19 dengan suhu penyimpanan 2-8 °C. Kedua, vaksin dengan suhu penyimpanan -20°C (vaksin mRNA, Moderna).

suhu penyimpanan vaksin moderna

Ketiga, vaksin dengan suhu penyimpanan -70 °C (vaksin mRNA, Pfizer). Penyimpanan Vaksin dalam Suhu 2-8 °C • Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Apabila memungkinkan, vaksin COVID-19 disimpan dalam vaccine refrigerator yang terpisah dari vaksin rutin.

suhu penyimpanan vaksin moderna

• Penyimpanan vaksin bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki vaccine refrigerator standar (buka atas sesuai PreKualifikasi WHO), masih dapat memanfaatkan lemari es domestik/rumah tangga (penataan vaksin dilakukan berdasarkan penggolongan sensitivitas terhadap suhu dan sesuai manajemen vaksin yang efektif).

• Vaksin tidak boleh diletakkan dekat dengan evaporator Penyimpanan Vaksin pada Suhu -20 °C • Ruang penyimpanan mesti terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Apabila memungkinkan, vaksin COVID-19 disimpan dalam freezer atau vaccine refrigerator yang terpisah darii vaksin rutin. • Vaksin dapat bertahan selama 30 hari pada suhu 2-8 °C.

Pada vaccine refrigerator, letakkan vaksin dekat dengan evaporator. Penyimpanan Vaksin pada Suhu -70 °C • Penyimpanan jenis vaksin COVID-19 ini membutuhkan sarana Ultra Cold Chain (UCC).

Ruang penyimpanan mesti terhindar dari paparan sinar matahari langsung. • Sarana UCC suhu penyimpanan vaksin moderna dimaksud adalah freezer dengan suhu sangat rendah ( Ultra Low Temperature/ULT) dan alat transportasi vaksin khusus.

• Alat transportasi vaksin UCC (berupa kontainer pasif) terdiri dari Arktek (menggunakan kotak dingin berupa PCM - PhaseChange Materials) dan thermoshipper (menggunakan dry ice). PCM dan dry ice berfungsi mempertahankan suhu dingin. Suhu -70 derajat celcius ini lebih dingin dibanding dengan kutub selatan.

Sementara -20 setara dengan suhu freezer di kulkas.

suhu penyimpanan vaksin moderna

Debra Christensen dari PATH, sebuah organisasi yang berfokus pada kesehatan masyarakat mengatakan bahwa distribusi vaksin dengan kebutuhan penyimpanan di suhu sangat rendah adalah tantangan, namun masih bisa teratasi mengingat vaksin ebola yang juga harus suhu penyimpanan vaksin moderna di suhu sangat rendah sukses didistribusikan di Afrika.

Namun, Debra menambahkan biaya ekstra jelas dibutuhkan untuk pendistribusian semacam ini. Pfizer sendiri mencoba mengatasi hal ini dengan mengemas vaksin dalam sebuah kotak yang dinamakan “pizza box” yang berisi es kering dengan suhu yang sangat rendah.

Sementara moderna masih relatif mudah untuk didistribusikan. Tenaga kesehatan juga lebih familiar dengan cara penyimpanannya. Baik pfizer maupun moderna menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA), sebuah teknologi baru di dunia vaksin yang dinilai bekerja lebih cepat.

mRNA ini adalah salah satu protein yang didapat dari virus, kemudian dimodifikasi untuk kemudian dimasukkan ke dalam tubuh sebagai kode genetik agar sel memproduksi antibodi untuk melawan virus. mRNA ini sangat rentah rusak, karena adanya bermacam-macam enzim di dalam tubuh manusia. Analoginya sama dengan pembuat coklat, agar tidak mudah meleleh, biasanya pabrik melakukan beberapa hal untuk melindungi coklat itu. Begitu juga dengan mRNA untuk vaksin.

Usaha untuk menjaga agar mRNA tidak rusak adalah dengan memodifikasi komponen penyusunnya menjadi struktur yang lebih stabil. Usaha kedua adalah dengan melapisi mRNA tersebut dengan nanopartikel berbasis lapisan lemak (lipid nanopartikel). Lapisan ini dapat dianalogikan sebagai lapisan gula yang digunakan untuk melapisi coklat di dalamnya agar tidak mudah meleleh.

Namun, dengan kedua perlindungan tersebut, mRNA masih rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu vaksin mRNA ini perlu dibekukan, karena semua proses kimia termasuk reaksi dengan enzim jauh lebih lambat pada suhu rendah.

Analoginya juga sama dengan kita menyimpan makanan di kulkas agar tidak cepat busuk. Lalu mengapa pfizer dan moderna membutuhkan suhu penyimpanan yang berbeda? Itu adalah hal yang tidak kita tahu karena formulasi vaksin itu adalah rahasia dari masing-masing perusahaan. Untuk menemukan berapa suhu stabil untuk obat-obatan termasuk vaksin, ilmuwan biasanya melakukan uji yang dinamakan thermostability.

Uji ini melibatkan berbagai level suhu mulai sangat dingin, agak dingin, hingga suhu ruangan, kemudian mencatat perubahan struktur dan kimiawi pada vaksin.

Ilmuwan juga menguji dengan suhu yang naik turun (fluktuatif) untuk meniru kemungkinan naik-turunnya suhu selama masa pendistribusian.
KOMPAS.com - Perusahaan biofarmasi AS, Moderna, mengumumkan sukses membuat vaksin corona yang efektivitasnya 94,5 persen.

Sebelumnya, BioNTech-Pfizer mengumumkan efektivitas vaksin 90 persen. Apakah vaksin Moderna lebih unggul? Membandingkan kedua vaksin corona ini menjadi hal menarik dan sahih. Pasalnya, kedua perusahaan biofarmasi ini menggunakan metode yang sama untuk memproduksi vaksinnya. Keduanya menggunakan teknologi paling anyar berbasis versi sintetis molekul virus SARS-Cov-2 yang disebut “messenger RNA“ atau disingkat mRNA.

Sejauh ini belum ada vaksin suhu penyimpanan vaksin moderna berbasis teknologi ini yang diberi izin resmi.

suhu penyimpanan vaksin moderna

Baca juga: Harapan Baru, Vaksin Moderna Hampir 95 Persen Efektif Lawan Covid-19 Suhu penyimpanan vaksin moderna yang diproduksi dengan teknologi teranyar ini ibaratnya meretas sel tubuh manusia, dan secara efektif merekayasanya menjadi "pabrik pembuat vaksin".

Keunggulan lain teknologi terbaru ini adalah produksi vaksinnya jauh lebih cepat dibanding teknologi pembuat vaksin konvensional. Perbandingan vaksin BioNTech-Pfizer dan Moderna 1. Keefektifan Perusahaan BioNTech dari Jerman, yang berkolaborasi dengan Pfizer dari AS, pekan lalu mengumumkan berhasil membuat vaksin corona pertama di dunia yang diberi nama BNT162b2 dengan efektivitas 90 persen.

Moderna menyusul dengan mengumumkan bahwa pekan ini vaksin buatan mereka yang diberi nama mRNA-1273 punya efektivitas hingga 94,5 persen. 2. Suhu penyimpanan Keunggulan lainnya yang diumumkan Moderna adalah terkait suhu penyimpanan vaksin yang hanya -20 derajat celsius. Artinya, lemari pendingin obat dan vaksin yang kini sudah terpasang di banyak rumah sakit sudah mencukupi untuk penyimpanannya.

Pada suhu itu, vaksin bisa bertahan enam bulan. Juga untuk transportasinya jauh lebih mudah dibanding vaksin buatan BioNTech. Pekan lalu dalam pengumuman vaksin corona pertama di dunia, BioNTech mengumumkan satu kendala, yakni penyimpanan vaksin yang memerlukan suhu -70 derajat celsius setara dengan suhu di kutub.

Pada suhu sedingin itu, vaksin hanya bisa disimpan 15 hari. MODERNA via BBC INDONESIA Para ilmuwan Moderna menggunakan teknik inovatif untuk mengembangkan vaksin dengan cepat. Artinya untuk transportasi dari pabrik dan penyimpanannya di pusat vaksinasi atau rumah sakit, vaksin BioNTech memerlukan lemari pendingin khusus.

Diakui semua pihak, ini merupakan tantangan logistik raksasa, terutama untuk negara berkembang. 3. Sampel uji coba Perbandingan menarik lainnya adalah besaran sampel uji coba dari kedua perusahaan, yang berlomba menaklukkan pandemi corona yang sudah menelan korban tewas lebih dari 1,3 juta dan nyaris melumpuhkan ekonomi dunia.

BioNTech melaporkan, pihaknya menguji coba lebih dari 43.500 responden dengan kandidat vaksin mereka dengan efektivitas 90 persen. Sementara itu, Moderna melaporkan menguji coba pada 30.000 responden, tetapi hanya 95 sampel yang diumumkan sementara, dengan efektivitas 94,5 persen.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pfizer Harus Disimpan di Suhu Super Dingin, Begini Distribusinya Ampuh dan aman? Pertanyaan berikutnya suhu penyimpanan vaksin moderna orang awam adalah vaksin mana yang lebih ampuh dan aman? Perlu diketahui, kedua jenis vaksin tersebut, hingga berita ini dirilis, belum mendapat izin resmi dari lembaga regulasi vaksin dan obat.

Apa yang diklaim kedua perusahaan biofarmasi itu adalah hasil dari uji coba skala besar tahap ketiga kandidat vaksin produk mereka BNT162b2 dan mRNA-1273. SHUTTERSTOCK/BaLL LunLa Ilustrasi vaksinasi pada lansia Namun, sejauh ini kelompok monitoring independen mencatat, tidak ada kekhawatiran masalah keamanan, baik terkait kandidat vaksin buatan BioNTech/Pfizer maupun kandidat vaksin buatan Moderna. Walau begitu, dilontarkan peringatan bahwa tidak tertutup kemungkinan adanya efek samping setelah penggunaan resmi secara meluas.

Hal itu terutama dengan menimbang proses dan platform teknologi paling anyar yang digunakan, sehingga vaksinnya dikategorikan sebagai keluarga baru obat dan vaksin.

suhu penyimpanan vaksin moderna

Terlepas dari perbandingan matematis kedua vaksin corona tersebut, warga dunia menyambut baik pengumuman yang memberikan harapan bagi penanggulangan pandemi corona. Sejauh ini Covid-19 sudah menginfeksi 54 juta orang di seluruh dunia dan membuat ambruk sistem kesehatan di banyak negara. Namun, juga harus disadari bahwa produksi, transportasi, alokasi, dan vaksinasinya merupakan tantangan besar.

Baca juga: Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Dinyatakan Efektif 92 Persen Pasalnya, dibutuhkan dua dosis vaksin per orang untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Sekarang saja sudah terjadi perebutan kuota vaksin, terutama negara maju sudah memesan ratusan juta dosis vaksin pertama.

Oleh karena itu, WHO sudah membuat lembaga khusus agar pembagian kuota merata dan pandemi bisa diperangi serentak. Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya.

suhu penyimpanan vaksin moderna

Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait WHO: Vaksin Covid-19 Pfizer Menjanjikan, tapi Ada Tantangan Cold Chain Tokoh di Balik Kesuksesan Vaksin Covid-19 BioNtech dan Pfizer Vaksin Covid-19 Pfizer Harus Disimpan di Suhu Super Dingin, Begini Distribusinya Mutasi Virus Corona D614G Lebih Menular, tetapi Mudah Dimatikan Vaksin WHO Izinkan Vaksin Bio Farma Indonesia untuk Penggunaan Darurat Polio Berita Terkait WHO: Vaksin Covid-19 Pfizer Menjanjikan, tapi Ada Tantangan Cold Chain Tokoh di Balik Kesuksesan Vaksin Covid-19 BioNtech dan Pfizer Vaksin Covid-19 Pfizer Harus Disimpan di Suhu Super Dingin, Begini Distribusinya Mutasi Virus Corona D614G Lebih Menular, tetapi Mudah Dimatikan Vaksin WHO Izinkan Vaksin Bio Farma Indonesia untuk Penggunaan Darurat Polio Harapan Baru, Vaksin Moderna Hampir 95 Persen Efektif Lawan Covid-19 https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/18/070200223/harapan-baru-vaksin-moderna-hampir-95-persen-efektif-lawan-covid-19 https://asset.kompas.com/crops/l_OXRaQlI7HmrJ21Qu8XT-Guir4=/23x0:987x643/195x98/data/photo/2020/11/12/5fad193d50530.jpg TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan terdapat perbedaan cara penyimpanan untuk vaksin virus corona (Covid-19) 'Moderna' yang baru saja mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA).

Vaksin yang diproduksi raksasa farmasi dan bioteknologi Amerika Serikat (AS) Moderna Inc ini merupakan vaksin pertama dengan platform messenger RNA (mRNA) yang mendapatkan izin penggunaan darurat BPOM.

Penny menjelaskan bahwa tentunya dengan metode mRNA ini, maka vaksin Moderna memerlukan teknologi khusus dalam penyimpanan maupun distribusinya. "Karena Moderna ini adalah vaksin pertama mRNA yang diterima di Indonesia, sehingga perlu teknologi penyimpanan khusus, termasuk saat proses distribusinya," ujar Penny dalam suhu penyimpanan vaksin moderna pers virtual bertajuk 'EUA Vaksin Covid-19 Moderna', Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Kapuskesmas Cipayung Curhat Kurang Nakes Vaksinator, Panglima TNI Siap Beri Bantuan Jika dibandingkan dengan vaksin lainnya yang telah tiba di Indonesia beberapa bulan lalu seperti Sinovac, AstraZeneca maupun Sinopharm, Moderna memerlukan penanganan yang berbeda dalam praktik penyimpanannya.

Penny menyebut vaksin yang diperoleh melalui skema fasilitas COVAX ini harus disimpan dalam ruang penyimpanan rantai dingin yang memiliki suhu minus 20 derajat celcius. Hal ini berbeda dengan suhu yang dibutuhkan untuk menyimpan vaksin AstraZeneca yakni 2 hingga 8 derajat celcius. "Kalau AstraZeneca disimpan dalam rantai dingin bersuhu 2-8 derajat celcius, namun kali ini agak berbeda suhu penyimpanan vaksin moderna (untuk Moderna), membutuhkan ruang penyimpanan rantai dingin bersuhu minus 20 derajat celcius di dalam kontainer khusus," kata Penny.

Menariknya, karena Moderna membutuhkan penanganan khusus agar vaksinnya tidak rusak, maka dalam pemberian vaksin ini ke Indonesia pun telah dilengkapi pula dengan tempat penyimpanan yang memiliki teknologi khusus.
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut cara penyimpanan Vaksin Moderna dan Pfizer berbeda dengan jenis vaksin covid-19 lainnya.

Suhu kedua vaksin yang berbasis messenger RNA (mRNA) harus terjaga sesuai dengan ketentuan. "Moderna harus disimpan dalam suhu tubuh 15 sampai 20 derajat Celsius di freezer. Ini tantangan kita, pastikan harus kita perhatikan karena (vaksinya) dalam bentuk beku," ujar juru bicara vaksin covid-19 Siti Nadia Tarmizi di kanal YouTube Kominfo TV, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Nadia mengatakan saat pencairan Vaksin Voderna cukup digoyang-goyang. Vaksin dilarang dicairkan dengan cara dikocok-kocok. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? • Happy • Inspire • Confuse • Sad Selain itu, vaksin yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan dan disimpan disuhu 2 sampai 8 derajat Celsius selama 30 hari.

Hal ini harus menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan (nakes). "Kita (harus) pastikan tenaga kesehatan (agar) pencairan dilakukan satu jam sebelum dilakukan kepada vaskin carrier," ucapnya. Selain itu, kata dia, suhu ruangan harus tetap terjaga selama menyimpan Vaksin Pfizer. Vaksin asal Amerika tersebut harus disimpan dalam suhu -70 derajat Celsius. "Jadi kita sudah punya penggunaan thermal shhiper yang bisa di- maintenance suhunya dari -90 sampai -60 derjat Celsius," kata dia.

Baca: 2 Orang Jepang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Moderna Sementara itu, juru bicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan penanganan distribusi Vaksin Pfizer dan Moderna berbeda dari merek vaksin lainnya. Khususnya dalam mengatur temperatur tempat suhu penyimpanan vaksin moderna.

suhu penyimpanan vaksin moderna

"Ini menjadi challenging," kata Bambang dalam dialog virtual, Rabu, 25 Agustus 2021. Bambang mengatakan vaksin covid-19 bukan barang biasa. Pendistribusian harus sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kami menggunakan manajemen rantai dingin selama seluruh proses untuk memelihara batas temperatur agar kualitas vaksin tetap terjaga," ujar Bambang.

Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
suhu penyimpanan vaksin moderna

Jadi, vaksin bukan obat. Mengutip keterangan Kementerian Kesehatan RI, cara kerja vaksin adalah mendorong pembentukan kekebalan spesifik di tubuh agar terhindar dari penularan penyakit maupun kemungkinan sakit berat. Sejak pandemi virus corona (Sars-CoV-2) merebak di dunia pada awal 2020 hingga tahun 2021 saat ini, belum ada obat definitif yang benar-benar bisa menyembuhkan suhu penyimpanan vaksin moderna Covid-19.

Oleh karena saat ini belum ada obat khusus untuk Covid-19, upaya mencegah penyakit ini menular merupakan langkah terpenting. Data Badan Kesehatan Dunia ( WHO) menunjukkan, jumlah orang yang positif terinfeksi Covid-19 di dunia sudah menembus angka 100 juta jiwa. Sebagian besar memang sembuh, tetapi korban meninggal akibat Covid-19 juga telah mencapai 2,2 juta jiwa hingga awal Februari 2021.

Sedangkan di Indonesia, hingga 1 Februari 2021, total jumlah penduduk yang terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 1.089.308 orang. Dari angka 1,08 juta orang tersebut, 30.277 jiwa meninggal suhu penyimpanan vaksin moderna 175.349 pasien corona masih dirawat di RS maupun menjalani isolasi mandiri. Untuk mengerem laju penularan Covid-19, pelaksanaan protokol kesehatan secara disiplin menjadi langkah paling utama.

Rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir (atau hand sanitizer), memakai masker, menjaga jarak fisik, dan menjauhi kerumunan, adalah protokol kesehatan penting. Selain itu, penyuntikan vaksin secara massal ke mayoritas penduduk di sebuah wilayah juga dapat membuka kemungkinan percepatan munculnya kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19.

Maka, pemerintah Indonesia memulai program vaksinasi Covid-19 nasional secara resmi pada 13 Januari 2021. Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 diikuti 181 juta penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas yang memenuhi syarat mengikuti program ini. Pada tahap pertama, vaksinasi dilakukan kepada sejumlah pejabat pemerintahan dan setidaknya 1,5 juta tenaga kesehatan. Untuk tahap awal, vaksinasi di Indonesia menggunakan jenis suhu penyimpanan vaksin moderna corona buatan Sinovac, perusahaan farmasi asal Tiongkok.

Sementara berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020, terdapat 7 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, yakni: • Vaksin Sinovac • Vaksin AstraZeneca • Vaksin Sinopharm • Vaksin Moderna • Vaksin Novavx • Vaksin Pfizer • Vaksin buatan PT Bio Farma.

Saat ini, Sinovac sudah mengirimkan 18 juta dosis vaksin Covid-19 buatan perusahaan tersebut ke Indonesia. Sebanyak 15 juta dosis vaksin CoronaVac (nama resmi vaksin Sinovac) dikirim berupa bahan yang akan diproduksi PT Bio Farma.

Pemerintah kini juga sedang berusaha mendatangkan sekitar 663 juta dosis vaksin Covid-19. Salah satu sumbernya dari GAVI Covax Facility. Pemerintah Indonesia kemungkinan akan mendapat puluhan juta vaksin Covid-19 dari AstraZeneca melalui skema kerja sama multilateral GAVI Covax Facility. Fasilitas tersebut merupakan kerja sama pengembangan vaksin antara WHO dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI). Berdasarkan surat GAVI tanggal 29 Januari 2021, aliansi itu mengonfirmasi, Indonesia berpeluang mendapatkan alokasi tahap awal sebesar 13,7 hingga 23,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang akan dikirim dalam 2 tahap.

Juru bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, jutaan dosis vaksin ini kemungkinan akan dikirim pada kuartal I 2021 (sebanyak 25-35%) dan kuartal II 2021 (sebanyak 65-75%). "Vaksin AstraZeneca dapat digunakan untuk memvaksinasi penduduk usia 60 tahun ke atas," Nadia menjelaskan pada Minggu (31/1/2021), seperti dilansir laman Kemenkes.

Prosedur Penyimpanan Vaksin Covid-19: Aturan Kemenkes Selain penyediaan vaksin Covid-19, salah satu hal penting dalam proses vaksinasi adalah tahap distribusinya.

Pendistribusian vaksin Covid-19, peralatan pendukung, dan logistik lainnya harus dilakukan dan dikelola sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Hal ini agar kualitas vaksin itu tetap terjaga hingga disuntikkan ke tubuh peserta vaksinasi. Adapun standar operasional prosedur dalam manajemen distribusi vaksin corona telah diatur oleh Kementerian Kesehatan.

Aturan SOP ada dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 [ PDF]. Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 tersebut terbit pada 2 Januari 2021.

Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 memuat pula aturan standar operasional prosedur (SOP) penyimpanan vaksin Covid-19. Mengenai prosedur atau manajemen penyimpanan vaksin Covid-19, ketentuan terbagi menjadi tiga. Pertama, SOP penyimpanan vaksin COVID-19 dengan suhu 2-8 derajat celcius. Prosedur kategori ini berlaku untuk vaksin corona, seperti vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca. Kedua, SOP penyimpanan vaksin COVID-19 dengan suhu -20 derajat celcius.

SOP jenis ini berlaku untuk vaksin dari platform mRNA, seperti vaksin Moderna. Ketiga, SOP penyimpanan vaksin COVID-19 dengan suhu -70 derajat celcius. Ketentuan ini berlaku untuk vaksin dari platform mRNA, seperti vaksin Pfizer.

Sementara detail Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk masing-masing kategori penyimpanan itu adalah sebagai berikut.

SOP Penyimpanan Vaksin pada Suhu 2-8 derajat celcius 1. Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan vaksin Covid-19 diatur sedemikian rupa untuk menghindari kesalahan pengambilan, dan karena itu perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tak tertukar dengan vaksin rutin. Apabila memungkinkan, vaksin COVID-19 disimpan dalam vaccine refrigerator yang berbeda, serta dipisahkan dengan vaksin rutin.

suhu penyimpanan vaksin moderna

2. Penyimpanan vaksin bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki vaccine refrigerator standar (buka atas sesuai PreKualifikasi WHO), masih dapat memanfaatkan lemari es domestik (kulkas rumah tangga), di mana penataan vaksin dilakukan berdasarkan penggolongan sensitivitas terhadap suhu dan sesuai manajemen vaksin yang efektif. 3. Vaksin tidak boleh diletakkan dekat dengan evaporator.

SOP Penyimpanan Vaksin pada Suhu -20 derajat celcius 1. Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan vaksin Covid-19 diatur sedemikian rupa untuk menghindari kesalahan pengambilan, dan karena itu perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tak tertukar dengan vaksin rutin.

Jika memungkinkan, vaksin Covid-19 disimpan di freezer atau vaccine refrigerator yang berbeda, dan dipisahkan dengan vaksin rutin. 2. Vaksin dapat bertahan selama 30 hari pada suhu 2-8 derajat celcius. 3. Pada vaccine refrigerator, letakkan vaksin Covid-19 dekat dengan evaporator. SOP Penyimpanan Vaksin pada Suhu -70 derajat celcius 1. Penyimpanan jenis vaksin COVID-19 ini membutuhkan sarana Ultra Cold Chain (UCC). Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. 2.

Sarana UCC yang dimaksud adalah freezer dengan suhu sangat rendah (Ultra Low Temperature, atau ULT) dan alat transportasi vaksin khusus. 3. Alat transportasi vaksin UCC (berupa kontainer pasif) terdiri dari dua yaitu Arktek menggunakan kotak dingin berupa PCM (PhaseChange Materials) dan thermoshipper menggunakan dry ice.

PCM dan dry ice berfungsi mempertahankan suhu dingin. 4. Di lokasi yang menjadi pusat penyimpanan UCC (UCC Hub) dibutuhkan sarana yaitu: • Suhu penyimpanan vaksin moderna ULT ukuran besar -85 °C (500 sampai dengan 700 liters, kapasitas muatan sampai dengan 25,000 vial). • Freezer ULT ukuran kecil -85 °C sebagai cadangan dan menyimpan paket PCM pada -85 ° C. 5. Di lokasi yang menjadi pusat penyimpanan jarak jauh dibutuhkan sarana yaitu: • Freezer UTL -85 ° C kecil (masing-masing 70 liter).

• Alat transportasi vaksin khusus (Arktek) untuk penyimpanan jangka pendek (hingga 5 hari) dengan suhu -70 °C. 6. PCM terdiri dari beberapa jenis yaitu: -PCM khusus freezer ULT (-80 ° C) untuk UCC Isi kemasan dengan cairan PCM dan bekukan sebelumnya pada -20 ° C. Selesaikan pembekuan pada ULT pada -85 ° C setidaknya selama 24 jam. Digunakan untuk transportasi dan penyimpanan sementara. suhu penyimpanan vaksin moderna CO2/Dry ice (-78°C) untuk UCC Simpan pada suhu -80 ° C menggunakan freezer ULT atau kontainer khusus.

Digunakan untuk transportasi dan penyimpanan sementara. -Air/es (0°C) untuk cold chain tradisional Isi packs dengan air dan bekukan pada suhu -1 ° C. Digunakan untuk menjaga vaksin tetap dingin selama transportasi atau selama sesi pelayanan. 7. Petugas harus menggunakan APD berupa cryogenic gloves dalam melakukan penataan dan pengambilan vaksin.

SOP Pemantauan Suhu Vaksin Covid-19 1. Suhu dalam penyimpanan vaksin harus terjaga sesuai dengan yang direkomendasikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan suhu menggunakan alat pemantau suhu. 2. Alat pemantau suhu terdiri dari alat pemantau suhu (termometer, termometer muller, dan lain- lain), alat pemantau dan perekam suhu terus menerus, dan alat pemantau dan perekam suhu dengan teknologi Internet of Things (IoT) terus menerus secara jarak jauh.

3. Mekanisme pemantauan suhu adalah sebagai berikut: • Pemantauan suhu sebaiknya dilakukan lebih sering, lebih dari 2 kali dalam sehari. • Mencatat hasil monitoring suhu pada grafik pemantauan suhu. • Apabila menggunakan alat pemantau dan perekam suhu terus menerus secara jarak jauh yang sudah terhubung dengan aplikasi SMILE, petugas dapat memantau suhu dari jarak jauh lewat aplikasi.

• Alat transportasi vaksin UCC harus dilengkapi dengan datalogger. SOP Pengelolaan Vaksin Pada Saat Pelayanan 1. Pengelola program imunisasi atau koordinator imunisasi menyiapkan vaksin untuk dibawa ke ruang vaksinasi atau tempat pelayanan.

Vaksin dibawa menggunakan kontainer pasif yaitu vaccine carrier, atau untuk vaksin dengan prosedur penyimpanan UCC menggunakan Arktek dan PCM atau thermoshipper dan dry ice. 2. Saat pelayanan, kontainer pasif jangan terpapar sinar matahari langsung. Pastikan kontainer pasif dalam keadaan bersih sebelum digunakan. Untuk penggunaan vaccine carrier, vaksin yang sudah dipakai ditempatkan pada spons atau busa penutup vaccine carrier, sedangkan vaksin yang belum dipakai tetap disimpan di dalam vaccine carrier.

3. Vaksin yang akan dipakai harus dipantau kualitasnya dengan memperhatikan: belum kadaluarsa, disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius, label masih ada, dan tidak terendam air.

4. Vaksin yang belum terbuka diberi tanda dan dibawa kembali ke ruang penyimpanan untuk disimpan di dalam vaccine refrigerator pada suhu 2-8 derajat celcius. Vaksin itu didahulukan penggunaannya pada pelayanan berikutnya. 5. Untuk vaksin dengan kemasan multidosis, penting untuk mencantumkan tanggal dan waktu pertama kali vaksin dibuka atau diencerkan. • Untuk pelayanan dalam gedung atau di fasilitas pelayanan kesehatan maka vaksin yang sudah dibuka dapat bertahan selama 6 jam dalam vaccine carrier atau kontainer pasif yang digunakan.

• Untuk pelayanan luar gedung, vaksin yang sudah dibuka dapat bertahan selama 6 jam dalam atau kontainer pasif yang digunakan, tapi apabila sesi pelayanan selesai dalam waktu kurang dari 6 jam maka vaksin yang sudah dibuka harus dibuang, dan tidak suhu penyimpanan vaksin moderna disimpan kembali di vaccine refrigerator. 6. Saat sesi pelayanan sudah selesai setiap harinya, petugas bertanggung jawab mengembalikan sisa vaksin yang belum dibuka dan vaccine carrier ke ruang penyimpanan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan SOP, sedangkan safety box yang telah terisi disimpan di ruangan atau tempat khusus yang diperuntukkan untuk menyimpan sementara limbah medis sebelum dikelola ataupun dimusnahkan, jauh dari jangkauan pengunjung terutama anak-anak.

Jangan menyimpan kembali vaksin yang sudah dibuka/dilarutkan dalam tempat penyimpanan vaksin.

suhu penyimpanan vaksin moderna

Pelaksanaan vaksinasi covid-19 tidak hanya membutuhkan vaksin corona, tapi juga logistik lainnya yang meliputi ADS, safety box, dan alcohol swab. Pengelolaan sejumlah logistik vaksinasi tersebut juga memerlukan manajemen yang baik dan gudang penyimpanan yang memadai.

Ketentuan selengkapnya, bisa dibaca di Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 [ link PDF].

Bandingan Vaksin BioNTech Pfizer, Modena Sukses Buat Vaksin Corona dengan Efektivitas 94,5 Persen




2022 www.videocon.com