Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. merupakan perusahaan tambang kelas dunia yang terintegrasi menjadi perusahaan energi yang berkelanjutan. PT.BA telah beroperasi lebih dari 30 tahun secara terus menerus mampu mengoptimalkan tingkat profitabilitas dan menjaga kesinambungan usaha.

Perusahaan menguasai beberapa kuasa Pertambangan dengan total sumber daya batubara sebesar ±7,29 milyar ton dan total cadangan batubara yang dapat ditambang sebesar ±1,99 milyar ton.

Sehingga untuk meningkatkan produksi diperlukan teknologi canggih seperti Bucket Wheel Excavator (BWE), Belt Conveyor, Train Loading Station (TLS), dan lain-lain pada Alat Tambang Utama (ATU) [1]. ATU digunakan untuk mengelola tambang batubara dengan total wilayah kuasa pertambangan seluas 90,832 Ha. ATU saling terpisah pada tambang batubara seluas itu, sehingga mengharuskan adanya sebuah sistem telekomunikasi antara ATU dari satu komponen ke komponen yang lain.

Sistem telekomunikasi pada ATU selama ini menggunakan CFT yang ditumpangkan pada kabel 20 kV antara Cable Reel Car (CRC) dan Conveyor Excavator (CE). Namun demikian CRC merupakan bagian yang bergerak sesuai dengan posisi BWE. Sehingga sistem telekomunikasi CFT menggunakan kabel 20 kV tidak terlalu efektif untuk digunakan pada titik ini. Sehingga sistem telekomunikasi CFT yang lama diperbaharui dengan menggunakan media wirelessmaka tidak akan mengganggu pergerakan dari CRC tersebut.

Teknologi sistem telekomunikasi wireless yang menggantikan media kabel 20 kV tersebut yaitu CFT berbasis Mini PLC LOGO. Teknologi tersebut digunakan sebagai sistem telekomunikasi antara CRC dan CE sebagai kontrol jarak jauh pada ATU di PT.BA. 1.2 Tujuan 1. Mengidentifikasi sistem telekomunikasi secara umum pada Alat Tambang Utama (ATU) dari Main Control Center (MCC) menggunakan media 1 telekomunikasi Carrier Frequency Transmission (CFT) dan Audio Frequency Multiplex (AFM).

2. Mengidentifikasi sistem kontrol CFT berbasis Mini PLC LOGO sebagai sistem telekomunikasi dari MCC. 3. Mengidentifikasi pemrograman Mini PLC LOGO sebagai dasar sistem telekomunikasi CFT. 1.3 Batasan Masalah Untuk memfokuskan masalah yang dibahas dan tidak terlalu meluas, diperlukan batasan masalah. Adapun batasan masalah dalam penulisan laporan ini adalah : 1.

Pembahasan laporan ini fokus pada sistem telekomunikasi pada CFT berbasis Mini PLC LOGO di CRC-503 dan CE-42. 2. Tidak membahas PLC pada AFM dan sistem telekomunikasi pada AFM. 3. Tidak membahas pengukuran sinyal frekuensi pada CFT dan AFM.

4. Pembahasan sistem telekomunikasi difokuskan pada pemrograman CFT berbasis Mini PLC LOGO di CRC-503 dan CE-42. 2 • Company About Us Scholarships Sitemap Q&A Archive Standardized Tests Education Summit • Get Course Hero iOS Android Chrome Extension Educators Tutors • Careers Leadership Careers Campus Rep Program • Help Contact Us FAQ Feedback • Legal Copyright Policy Academic Integrity Our Honor Code Privacy Policy Terms of Use Attributions • Connect with Us College Life Facebook Twitter LinkedIn YouTube Instagram Pulau Kemaro, merupakan sebuah delta kecil yang berada di tengah Sungai Musi, terletak sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera.

Pulau Kemaro menjadi salah satu tempat yang disakralkan bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya etnis Tionghoa. Sebab di pulau ini terdapat sebuah kelenteng dengan pagoda yang tinggi menjulang. Selain itu, pulau ini juga merupakan tempat bersejarah dalam kisah cinta seorang pangeran dari 'Negeri Tirai Bambu' bernama Tan Bun An, yang ingin mempersunting putri raja palembang, Siti Fatimah.

Oleh karena itu, Pulau Kemaro kini menjadi salah satu destinasi wisata, dan akan ramai dikunjungi saat perayaan Cap Go Meh. Makanan ini biasanya disajikan dengan kuah lezat berwarna coklat yang kental yang memadukan rasa pedas, manis, dan sedikit asam atau tidak terlalu menyengat di mulut dan lidah.

Pempek mulai dijajakan pada tahun 1916, oleh kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan keturunan China yang berjalan kaki menjual kelesan dari kampung ke kampung.

Songket Palembang adalah salah satu karya budaya dari Sumatera Selatan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2013. Salah satu wastra nusantara ini tidak hanya sekadar kain pelindung tubuh yang estetis namun memiliki makna adiluhung yaitu kemakmuran, kejayaan, dan keberanian. Keberadaan Songket telah dikenal sejak masa Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Darussalam.

Bukti songket telah ada sejak masa kejayaan Sriwijaya dapat dilihat dalam arca di kompleks percandian Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pada masa itu, pekerjaan membuat songket merupakan suatu usaha sambilan bagi penduduk asli Palembang.

Memiliki ketinggian 3.173 meter diatas permukaan laut (Mdpl), di lokasi ini kamu dapat menjumpai hamparan perkebunan teh peninggalan kolonial Belanda.

Selain itu, saat ini pemerintah setempat pun terus membangun objek wisata yang mendukung kawasan Gunung Dempo. Seperti Dempo Park, taman bunga, air terjun, dan sebagainya. Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Sumatra setelah Danau Toba. Danau ini terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatra Selatan.

Danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Tepat di tengah danau terdapat pulau yang bernama Pulau Marisa. Di sana terdapat sumber air panas yang sering digunakan para penduduk setempat ataupun para wisatawan yang datang ke pulau tersebut, terdapat air terjun, dan penginapan. Danau ini juga menjadi objek wisata andalan dari Kabupaten OKU Selatan.

Palembang, Sumatera Selatan, pernah dipercaya sebagai salah satu kota peyelenggara event olahraga Asian Games di tahun 20118 lalu mendapingi Jakarta. Sebagai tuan rumah Asian games, di Palembang terdapat kawasan olahraga terpadu Jakabaring Sport City (JSC). Bahkan, untuk menuju ke kawasan ini dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, bisa langsung menggunakan LRT. Sumatera Selatan dengan luas wilayah 91.592 kilometer persegi, dan dihuni lebih dari 8 juta penduduk, memiliki keberagaman suku bangsa.

Setidaknya, ada 12 suku yang mendiami wilayah Sumatera Selatan. Diantaranya; Gumai, Lahat, Komering, Semendo, Lintang, Kubu, Lematang, Ogan, Palembang, Pasemah, Kayu Agung, dan Sekayu. ( jrs )
Kebudayaan Sumatera Selatan- Sumatera Selatan merupakan provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatra.

Ibu kota provinsi ini adalah kota Palembang. Yang menarik dan akan kita bahas disini yaitu kebudayaan yang ada didalamnya.

Hal akan kita bahas mengenai kebudayaan di Provinsi Sumatera Selatan ini yaitu melingkupi bagian seperti • Suku bangsa • Bahasa daerah • Rumah adat • Pakaian adat • Kesenian Tradisional • Dan lain sebagainya.

Langsung saja mari kita bahas di bawah ini. Contents • 1 Sumatera Selatan • 1.1 Suku Bangsa Sumatera Selatan • 1.2 Bahasa Daerah Sumatera Selatan • 1.3 Agama di Sumatera Selatan • 2 Kebudayaan Sumatera Selatan • 2.1 Rumah Adat Sumatera Selatan • 2.1.1 Rumah Adat Limas • 2.1.2 Rumah Adat Cara Gudang • 2.1.3 Rumah Adat Rakit • 2.1.4 Rumah Adat Tatahan • 2.1.5 Rumah Kilapan • 2.1.6 Rumah Kingking • 2.2 Pakaian Adat Sumatera Selatan • 2.2.1 Pakaian Adat Aesan Paksangko • 2.2.2 Pakaian Adat Aesan Gede • 3 Kesenian Tradisional Sumatera Selatan • 3.1 Tarian Adat Daerah Sumatera Selatan • 3.2 Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan • 3.3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan • 3.4 Upacara Adat Sumatera Selatan • 3.5 Makanan Khas Sumatera Selatan • 4 Penutup • 4.1 Terkait Sumatera Selatan blogspot.com Provinsi Sumatera Selatan ini dihuni oleh beberapa etnis suku bangsa dengan berbagai macam bahasa daerah dan agama kepercayaan yang beragam, berikut daftar nya.

Suku Bangsa Sumatera Selatan Provinsi ini dulunya dikenal dengan kerajaan Sriwijaya nya yang cukup besar. Berbagai adat istiadat di bawah kerajaan Sriwijaya ini memiliki berbagai macam ras suku bangsa. Berikut ini daftar suku bangsa yang ada di Sumatera Selatan: • Suku Komering • Suku Palembang • Suku Gumai • Suku Semendo • Suku Lintang • Suku Kayu agung • Suku Lematang • Suku Ogan • Suku Pasemah • Suku Sekayu • Suku Rawas • Suku Banyuasin Bahasa Daerah Sumatera Selatan Setiap suku bangsa biasanya memiliki jenis bahasa sendiri, di Provinsi Sumatra Selatan sendiri terdapat beberapa suku bangsa.

Berikut ini beberapa jenis bahasa di Provinsi Sumatra Selatan. • Bahasa Palembang atau Bahasa Melayu : Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kota Palembang. • Bahasa Komering/ Komerin/ Njo : Bahasa ini dipakai oleh penduduk sekitar Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.

• Bahasa Kayu Agung : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar daerah Kayu Agung. • Bahasa Musi : Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kabupaten Musi Banyuasin dan penduduk sebelah barat Sungai Musi serta bagian hulunya. • Bahasa Pasemah : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar Dataran Tinggi Bukit Barisan. • Bahasa Penegak : Bahasa ini dipakai oleh penduduk sekitar Prabumulih. • Bahasa Semendo : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di daerah pedalaman, yaitu sebelah barat Baturaja dan Pajarbulan bagian selatan.

• Bahasa Sindang Kelingi : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di sekitar Muara Kelinggi. • Bahasa Enim : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di Muara Enim bagian selatan dan Lahat bagian timur serta tenggara. • Bahasa Lematang : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di wilayah Muara Enim dan Sarolangun bagian tenggara. • Bahasa Lintang : Bahasa ini dipakai oleh penduduk di wilayah antara Lahat dan Kapaliang. • Bahasa Ogan : Bahasa ini dipakai oleh masyarakat daerah Baturaja, Pagerdewa, dan sebelah barat Kayu Agung.

• Bahasa Ranau : Bahasa ini dipakai oleh penduduk Muaradua sebelah selatan. • Bahasa Rawas : Bahasa ini dipakai oleh Kabupaten Musi Rawas, sekitar Ambacang, dan sepanjang Sungai Musi. • Bahasa Sungkai : Bahasa ini dipakai oleh penduduk Kruih bagian barat daya dan Abung sebelah barat.

• Bahasa Pubian : Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Selatan. • Bahasa Pesisir : Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Selatan. • Bahasa Kubu : Bahasa ini dipakai oleh sebagian penduduk Sumatra Selatan.

Di antara bahasa daerah tersebut, ada bahasa yang jumlah penggunanya cukup banyak dibandingkan dengan yang lainnya, antara lain: • Bahasa Palembang • Bahasa Pasemah • Bahasa Komering • Bahasa Ogan • Bahasa Pesisir • Bahasa Pubian.

Agama di Sumatera Selatan Agama Islam merupakan agama mayoritas di semua kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, sedangkan Agama Kristen di Kota Palembang, dan Agama Budha dengan populasi besar berada di Kota Palembang dan Kabupaten Banyu Asin. • Islam 94,18% • Kristen Protestan 1,99% • Buddha 1,81% • Katolik 1,13% • Hindu 0,89% Kebudayaan Sumatera Selatan blogspot.com Kebudayaan yang ada di provinsi Sumatera Selatan ini tidak jauh beda dengan kebudayaan yang ada di pulau Sumatera ini, yakni masih tercampur oleh kebudayaan melayu, Islam, dan kerajaan Sriwijaya.

Kekayaan kebudayaan yang terdapat di Sumatera Selatan ini meliputi rumah adat, pakaian adat, tarian, senjata tradisional khas dari daerah tersebut. Kebudayaan Sumatera Selatan ini terkenal diseluruh penjuru Indonesia, bahkan digemari banyak orang.

Seperti rumah Limas, rumah ini banyak diadaptasi di berbagai daerah karena cara membuatnya yang tidak rumit. Tenun songket yang merupakan khas Sumatera Selatan juga menjadi kegemaran banyak orang. Dalam kuliner ada pempek yang menjadi makanan kegemaran masyarakat Indonesia di berbagai daerah juga sangat menyukai jenis makanan ini.

Langsung saja kita bahas di bawah ini. Rumah Adat Sumatera Selatan aminama.com Rumah adat yang terkenal dari Sumatera selatan yaitu rumah limas, rumah ini merupakan salah satu dari puluhan rumah adat yag ada di Indonesia.

DI indonesia sendiri hampir seluruh wilayah mempunyai rumah adat dengan ciri khasnya masing – masing. Ciri khas rumah adat Sumatera Selatan yang berbeda dengan rumah adat di provinsi lainnya, yaitu atapnya yang berbentuk limas, dan rumahnya yang berbentuk panggung.

Rumah adat yaitu bangunan tradisional untuk tempat tinggal atau peninggalan dari nenek moyang, dan peninggalan tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Rumah Adat Limas Kata limas diambil dari kata lima dan emas. Rumah limas adalah rumah dengan bentuk panggung dan atapnya yang berbentuk limas. Yang menarik dari rumah ini yaitu pada bagian lantai rumah limas dibuat berundak. Berundak atau undakan dibagian lantai biasa disebut dengan kekijing.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Pada rumah limas biasanya memiliki 2 hingga 4 undakan kekijing. Rumah limas mempunyai tiang penyangga dengan tinggi sekitar 1, 5 meter – 2 meter dari tanah. Rumah limas terbagi menjadi 3 ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu: • Ruang depan: Ruangan ini biasanya digunakan untuk beristirahat dan bersantai anggota keluarga. • Ruang tengah: Sedangkan untuk ruangan bagian tengah terdapat beberapa kekijing. Setiap kekijing memiliki dua buah jendela yang terletak di sebelah kanan dan sebelah kiri.

Pada bagian kekijing yang terakhir ada lemari dinding yang dipakai untuk sekat. • Ruang belakang: Kemudian untuk ruangan bagian belakang adalah ruangan dapur yang digunakan untuk memasak. Rumah Adat Cara Gudang budayalokal.id Rumah ini diberi nama rumah cara gudang karena bentuknya yang memanjang menyerupai gudang.

Rumah ini memipunyai tiang penyangga dengan tinggi sekitar 2 meter.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Bentuk atap dari rumah ini berbentuk limas dan pada rumah ini tidak terdapat kekijing. Dalam pembuatannya masyarakat sekitar biasanya menggunakan bahan rumah cara gudang ini dari susunan kayu yang bagus, seperti: • Kayu tembesu • Petanang • Unglen. Rumah ini juga memiliki tiga ruangan sama seperti rumah limas dengan fungsi ruangan yang juga hampir sama seperti buah limas. Rumah Adat Rakit majalah1000guru.net/ Berdasarkan namanya rumah ini terapung di atas rakit, susunan rakit ini terdiri dari balok-balok kayu dan potongan bambu, di setiap sudut dipasang tiang-tiang yang kemudian diikatkan ke tonggak yang menancap di tebing sungai.

Untuk mengikat tiang dengan tonggak biasanya menggunakan tali rotan.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Rumah ini memiliki atap dua bidang saja, atap pada rumah rakit disebut atap kajang. Rumah rakit ini terbagi menjadi dua ruangan dengan dua buah pintu. Pintu pertama menghadap ke tengah sungai sedangkan pintu lainnya menghadap ke tepi sungai. Terdapat dua buah jendela yang biasanya terletak di sebelah kanan dan kiri rumah. Bagian depan rumah dilengkapi dengan jembatan untuk menghubungkan antara rumah dan daratan.

Rumah Adat Tatahan kangapip.com Dinamakan rumah tatanan karena pada rumah ini banyak terdapat ukiran yang dibuat dengan cara dipahat atau ditatah. Rumah ini dibangun di atas tiang setinggi 1,5 meter. Rumah ini terbuat dari kayu yang tahan lama yakni kayu tembesu dan kayu kelat.

Rumah tatahan ini terbagi menjadi dua ruangan dengan fungsi sebagai berikut: • Ruang depan dan ruang tengah: Ruang depan biasanya dipergunakan untuk memasak. Di ruang depan ini terdapat tanah untuk meletakkan tungku.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

• Ruang tengah: berfungsi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada malam hari ruangan ini dipergunakan untuk tidur. Saat pemilik rumah sedang memiliki hajat, ruangan ini akan diperuntukkan untuk tamu yang datang. Rumah Kilapan kangapip.com Berbeda dengan rumah tatanan, rumah ini tidak memiliki hiasan berupa ukiran, pada bagian dinding hanya cukup dilicinkan saja menggunakan ketam atau sugu. Bentuk rumah ini panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Tiang pada rumah ini tidak ditancapkan di dalam tanah melainkan hanya diletakkan di atas tanah.

Tiang-tiang pada rumah ini disebut dengan tiang duduk, rumah kalipan ini memiliki dua ruangan. Yaitu ruang depan & ruang tengah dengan fungsi yang sama dengan rumah tatahan. Rumah Kingking Bentuk rumah kingking ini bujur sangkar dengan atap terbuat dari bambu yang dibelah menjadi dua dan biasa dikenal dengan sebutan gelumpai. Ruagan rumah kingking sama dengan rumah tatahan. Rumah ini termasuk dalam rumah panggung dan menggunakan tiang duduk. Sebelumnya kami juga sudah membahas rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur dalam artikel Kebudayaan Jawa Timur.Jangan lupa untuk membacanya juga ya.

Pakaian Adat Sumatera Selatan kompas.com Provinsi Sumatera Selatan saat ini paling tidak memiliki dua pakaian adat yang cukup unik dan menarik untuk kita pelajari, Pakaian adat ini biasa dikenakan saat acara-acara tertentu, seperti: • Upacara adat perkawinan • Festival • Dan acara-acara budaya lainnya. Jadi pakaian adat ini tidak dikenakan pada sembarang acara apalagi untuk busana harian. Pakaian adat Sumatera Selatan itu ada dua yaitu: • Aesan Paksangko • Aesan Gade.

Kenapa dinamakan Aesan? Aesan sendiri diambil dari bahasa Palembang yang artinya Baju, Busana, atau Pakaian.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Berikut sedikit penjelasan pakaian adat tersebut: Pakaian Adat Aesan Paksangko Baju adat daerah Sumatera Selatan yang pertama dikenal dengan nama Aesan Paksangko. Baju adat ini mempunyai makna filosofis yang melambangkan keagungan masyarakat daerah Sumsel. Baju Adat Palembang ini pada umumnya lebih sering terlihat pada suatu acara resepsi pernikahan yang digunakan oleh kedua pasang mempelai, dengan kombinasi warna merah dan emas.

Dengan menggunakan pakaian adat ini penampilan kedua pengantin akan semakin anggun. Pakaian Adat Aesan Gede Pakaian adat provinsi Sumatera Selatan yang kedua yaitu disebut dengan nama Aesan Gede. Bedanya pakaian ini dengan Aesan Paksangko yaitu baju adat Aesan Gede lebih mengkombinasikan warna merah jambu & emas. Baca juga: Kebudayaan Nusa Tenggara Timur Kesenian Tradisional Sumatera Selatan Kesenian tradisional yang akan kita bahas di provinsi Sumatera Selatan ini meliputi tarian tradisional, alat musik tradisional, senjata tradisional dan lain sebagainya.

Berikut kita bahas satu persatu di bawah ini. Tarian Adat Daerah Sumatera Selatan silontong.com Berikut daftar tarian yang ada di daerah Sumatera Selatan ini: • Tari Adat Silampari • Tari Adat Penguton • Tari Adat Bujang Gadis Beladas • Tari Adat Petake Gerinjing • Tari Adat Ngantat Dendan • Tari Sendratari Konga Raja Buaye • Tari Adat Seluang Mudik • Tari Adat Madik (Nindai) • Tari Adat Putri Bekhusek • Tari Adat Tanggai • Tari Adat Pagar Pengantin • Tari Adat Gending Sriwijaya • Tari Adat Tenun Songket • Tari Adat Kebagh • Tari Adat Kubu • Tari Adat Mejeng Besuko • Tari Adat Gegerit • Tari Adat Kipas Serumpun • Tari Adat Rodat Cempako • Tari Sebimbing Sekundang.

Baca juga: Kebudayaan Nusa Tenggara Barat Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan musik.faktualnews.co Berikut daftar Alat Musik yang ada di daerah Sumatera Selatan ini: • Kenong Basemah Palembang • Gambus • Terbangan • Burdah atau Gendang Oku • Tenun • Biola • Terompet • Gong • Genggong • Kolintang • Seruling • Marawis • Kecapi. Baca juga: Kebudayaan Papua Barat Senjata Tradisional Sumatera Selatan disiniaja.net Berikut ini daftar senjata tradisional yang ada di daerah Sumatera Selatan ini: • Senjata Tradisional Tombak Trisula • Senjata Tradisional Keris • Senjata Tradisional Skin • Senjata Tradisional Khudok.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Upacara Adat Sumatera Selatan silontong.com Berikut ini daftar upacara adat yang ada di daerah Sumatera Selatan ini: • Tradisi Bebehas • Tradisi Ngobeng • Tradisi Sedekah Rame • Tradisi Pemakaman • Tradisi Madik • Tradisi Menyengguk • Tradisi Ngebet • Tradisi Berasan • Tradisi Mutuske Kato • Tradisi Nganterke Belanjo • Tradisi Ngocek Bawang • Tradisi Munggah • Tradisi Kumpulan Rudat dan Kuntau • Tradisi Nyanjoi • Tradisi Nyemputi • Ngater Penganten • Bekarang Iwak • Tradisi Sunatan Baca juga: Kebudayaan Sumatera Utara Makanan Khas Sumatera Selatan sgp1.digitaloceanspaces.com Berikut ini daftar makanan khas daerah Sumatera Selatan: • Pempek • Tekwan • Laksan • Celimpungan • Burgo • Lakso • Martabak Palembang • Mie Celor • Pindang Ikan • Pindang Tulang • Sate Sapi Cucuk Manis • Bakmi Babi • Es Kacang Merah • Kemplang Dan Kopi Palembang • Godo-Godo • Gulo Puan • Roti Koing • Sambal Tempoyak Penutup Nah teman-teman sudah sampai kita di akhir pembahasan tentang kebudayaan yang ada di provinsi Sumatera Selatan.

Semoga bermanfaat. Indonesia memiliki banyak pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, maka tidak heran jika Indonesia termasuk negara kepulauan terbesar di dunia. Tidak heran jika jenis-jenis sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia sangat berlimpah, baik yang berasal dari alam berupa hasil hutan, pertanian, perkebunan hingga perairan, maupun yang berasal dari dasar bumi yang berupa hasil pertambangan. Sudah pasti ketersediaan sumber daya alam tersebut bisa menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara yang kaya.

Selain sumber daya alam yang berasal dari hasil pertanian, hasil pertambangan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Indonesia. Sifat hasil pertambangan yang tidak dapat terbarukan atau membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memperolehnya kembali, menjadikan sumber daya alam tersebut bernilai ekonomi yang sangat tinggi.

Ada banyak tempat – tempat di Indonesia yang dijadikan sebagai daerah penghasil tambang. Dan perlu diingat tidak semua tempat di Indonesia menghasilkan barang tambang. Untuk memperoleh hasil tambang tersebut tidaklah mudah. Perlu dilakukan pemetaan terlebih dahulu salah satunya dengan menggunakan peta geologi. Salah satu fungsi dari peta geologi yaitu agar memudahkan dalam mengetahui lokasi tempat adanya sumber daya alam terutama lokasi pertambangan. Dapat dikatakan bahwa Indonesia mempunyai banyak sumber daya pertambangan, dan lokasinya tersebar di seluruh pulau – pulau.

Berikut ini adalah daerah – daerah di Indonesia yang terkenal dengan hasil tambangnya. 1. Sumatera Pulau Sumatera, pulau yang berada di sebelah barat ini mempunyai banyak tempat pertambangan dengan aneka macam hasil tambang. Antara lain: • Aceh: Minyak bumi (Lhoksumawe dan Peureula), emas (Meulaboh), batu bara, dan gas alam (Arun).

• Sumatera Utara: Minyak bumi (Tanjung Pura, Langkat), dan gas alam. • Riau: Minyak bumi (Sungai Pakning, Dumai), emas (Logos), granit, timah, dan gas alam. • Kepulauan Riau: bauksit (Pulau Bintan, Pulau Kayang, Pulau Koyang), timah (Pulau Singkep, Dabo). • Sumatera Barat: Batu Bara (Ombilin, Sawahlunto), grafit (Payakumbuh, Singkarak), kapur, marmer. • Bengkulu: Emas dan perak (Rejang Lebong). • Kepulauan Bangka Belitung: Timah (Sungai Liat, Manggar).

• Sumatera Selatan: Minyak bumi (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim), batu bara (Bukit Asam, Tanjungenim), dan gas alam. • Jambi: Batu bara (Muara Bungo), emas, dan tembaga. • Lampung: Biji Besi (Gunung Tegak), emas, granit, kapur, mangan, dan marmer. 2. Jawa • Jawa Barat: minyak bumi ( Jatibarang, Majalengka), emas (Cikotok, Pongkor, Tasikmalaya, Jampang), mangan (Tasikmalaya), belerang (Gunung Patuha, Telaga Bodas), fosfat (Bogor, Pangandaran), gas alam, gips (Cirebon), dan tembaga (Cikotok).

• Jawa Tengah: minyak bumi (Cilacap, Cepu), biji besi (Cilacap), yodium (Semarang), pasir besi (Cilacap), marmer (Bayat), tembaga (Wonogiri, Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan, belerang (Dieng), fosfat (Gombong, Purwokerto, Rembang, Jepara), gips (Rembang, Kali Anget), tembaga (Tirtamaya) dan kapur.

• Daerah Istimewa Yogyakarta: Mangan (Kliripan), dan granit. • Jawa Timur: minyak bumi (Delta, Wonokromo), marmer (Trenggalek, Tulungagung), belerang (Gunung Welirang), yodium (Mojokerto), batu gamping atau batu kapur (Bojonegoro, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Tuban, Nganjuk, Lamongan, Jember, Banyuwangi, Bangkalan, Bondowoso, Sumenep, Sampang, Gresik, Pamekasan), aspal (Wonokromo), dan fosfat (Bojonegoro).

3. Kalimantan • Kalimantan Timur: minyak bumi (Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu, Sungai Mahakam), batu bara (Lembah Sungai Berau, Samarinda), intan (Martapura), biji besi (Pulau Dermawan, Pulau Sebuku, Pulau Suwang), emas dan perak, dan gas alam (Bontang).

• Kalimantan Selatan: minyak bumi (Rantau, Amuntai, Tanjung), batu bara (Kota Baru), besi (Pulau Sebuku), mangan (Martapura), batu bara (Pulau Laut), emas dan perak. • Kalimantan Barat: bauksit (Singkawang), emas dan perak (Sambas), batu bara, intan, dan nikel.

• Kalimantan Tengah: batu bara (Purukcahu), bauksit, dan intan. 4. Sulawasi • Sulawesi Selatan: batu bara (Makassar), besi (Pegunungan Verbeek), marmer (Makassar), nikel (Kolaka, Danau Towuti, Danau Matana), belerang, gips, mika (Pulau Peleng), dan tembaga (Sangkarapi). • Sulawesi Utara: emas (Bolaang Mongondow, Minahasa), biji besi, gips, mangan, dan perunggu. • Sulawesi Tenggara: nikel (Soroako), aspal (Pulau Buton), dan kapur. • Sulawesi Tengah: nikel (Muara Sipeng), mika (Kepulauan Banggai, Donggala), biji besi (Longkana, Lengkabana), dan tembaga.

5. Maluku • Minyak bumi (Pulau Seram, Tenggara, Pulau Kai), mangan (Pulau Doi), nikel, dan asbes (Pulau Seram, Pulau Halmahera). 6. Papua • Marmer, tembaga (Kompara, Tembagapura), minyak bumi (Klamono, Sorong, Babo), batu bara (Klamono), dan emas (Timika). Mengapa Persebaran Bahan Tambang Di Setiap Daerah Tidak Merata?

• Terdapat perbedaan dalam sejarah geologi di setiap daerah Perbedaan sejarah geologi tersebut bergantung dari kondi alam disekitar wilayah tersebut. Tanda paling mudah untuk mengetahuinnya bisa dilihat dari bentuk batuan serta kenampakan geomorfologi yang terbentang di wilayah tersebut.

Seperti contoh material yang dikeluarkan oleh gunung berapi, akibat lipatan ataupun patahan yang berasal dari gerakan lempeng bumi, pengangkatan ataupun penurunan dasar laut dan lain sebagainya. • Belum adanya penelitian yang lebih mendalam tentang potensi sumber daya berupa tambang di suatu daerah melalui penelitian geologi serta sumber daya mineral.

Penelitian sumber daya mineral dan geologi menjadi salah satu tahap awal, berupa inventarisasi, survey pemetaan dan eksplorasi bahan tambang. Ada banyak kegiatan yang berkaitan dengan penelitian antara lain penyelidikan sumber daya mineral berupa geofisika dan geokimia yang terperinci, penelitian geologi tata lingkungan, pengamatan gunung api, pemetaan dan pengamatan geologi, serta geofisika kelautan. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengetahui dan menemukan hasil barang tambang di suatu daerah.

Itulah mengapa penelitian tentang bahan tambang di beberapa daerah masih mengalami kesulitan. Dalam melakukan kegiatan pertambangan, terdapat aturan yang berhubungan dengan peraturan perundang – undangan yang mengatur pengolahan barang – barang tambang. Di Indonesia sudah banyak dibuat peraturan perundang – undangan berupa peraturan pemerintah dan beberapa keputusan serta undang – undang tentang pertambangan.

Sehingga sudah sepantasnya dalam melakukan kegiatan pertambangan akan lebih baik jika sesuai dengan peraturan yang sudah berlaku. Tapi pada kenyataannya masih banyak beberapa pertambangan ilegal yang masih beroperasi di sekitar kawasan pertambangan.

Pemerintah harus bersikap tegas dalam mengatasi permasalahan seperti pertambangan ilegal tersebut. Lebih bijak lagi jika dalam melakukan kegiatan pertambangan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar agar tidak terlalu merusak alam, sehingga ke depannya tidak menutup kemungkinan terjadi bencana alam akibat pengerusakan alam.

Demikian penjelasan mengenai persebaran daerah pertambangan di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat.
Liputan6.com, Jakarta - Lima Puluh Kota merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Barat.

Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar di sebelah utara, sedangkan di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman di sebelah barat, serta di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kampar. Luas daerahnya mencapai 3.354,30 kilometer persegi, sekitar 7,94 persen dari luas Provinsi Sumatera Barat.

Terdapat tiga gunung berapi yang tidak aktif di Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Gunung Sago, Gunung Bungsu, dan Gunung Sanggul. Sekitar 17 buah sungai besar dan kecil dimanfaatkan oleh masyarakat untuk irigasi.

Kabupaten Lima Puluh Kota terbagi ke dalam 13 kecamatan. Kecamatan terluas berada di Kecamatan Kapur IX sebesar 723,36 kilometer persegi, sedangkan kecamatan terkecil berada di Kecamatan Luak sebesar 61,68 kilometer persegi Pada 2020, jumlah penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 383.525 jiwa dengan jumlah penduduk perempuan sebanyak 191.789 jiwa, sementara laki-laki sebanyak 191.736 jiwa.

Kecamatan Luak menjadi kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi. Tentunya, masih banyak hal menarik lainnya yang berada di kabupaten ini. Berikut enam fakta menarik dari Kabupaten Lima Puluh Kota yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Asal Mula Nama Lima Puluh Kota Nama kabupaten ini berasal dari peristiwa datangnya 50 rombongan dari Pariangan Padang Panjang, untuk mencari wilayah pemukiman di kaki Gunung Sago. Rombongan ini berangkat dari Pariangan Padang Panjang menuju ke beberapa daerah yang berbeda di wilayah kabupaten ini. Sebelum menuju tempat pemukiman yang mereka inginkan, para rombongan tersebut beristirahat di sebuah padang luas. Ketika pagi tiba, mereka kehilangan lima rombongan.

Setelah bertanya-tanya, para rombongan mengatakan ‘antahlah’ sehingga, padang luas ini kini bernama Padang Siantah. 2. Kelok Sembilan Kelok Sambilan atau kelok sembilan ini merupakan kawasan jalan layang yang berada di kawasan hutan lindung.

Sungai yang berada di kawasan hutan lindung ini membentang sepanjang kawasan hutan, membuat jalan yang dibangun menjadi berkelok-kelok. Kawasan ini dihiasi dengan tebing dan bukti-bukti tinggi. Kelok Sembilan digunakan pula sebagai tempat acara balap sepeda kelas dunia yang bernama Tour de Singkarak. Masyarakat terkadang menggunakan kawasan ini sebagai spot foto hingga lokasi syuting video musik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Lembah Harau merupakan ngarai yang terletak kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Kecamatan Harau, sekitar dua kilometer dari pusat pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Lembah ini diapit oleh dua bukit cadas yang terjal dengan ketinggian 100-150 meter. Lembah ini dikelilingi pemandangan batu granit dan lembah yang subur. Batu-batu granit itu memiliki ketinggian 80 hingga 300 meter.

Selain itu, terdapat tujuh buah air terjun yang menghiasi kawasan ini. Air terjun ini memiliki tinggi rata-rata 50-90 meter. Lembah Harau telah menjadi salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan ketersediaan penginapan. Salah satu atraksi yang patut dijajal adalah memanjat tebing di beberapa spot Lembah Harau.

4. Cagar Budaya Megalit Limapuluh Kota Peninggalan megalit yang berupa menhir ini tersebar di delapan kecamatan di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Guguak, Kecamatan Suliki, Kecamatan Akabiluru, Kecamatan Harau, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Bukik Barisan, dan Kecamatan Gunuang Omeh.

Menhir peninggalan zaman purba ini memiliki ornamen hias. Peninggalan ini berfungsi sebagai tanda kubur dan digunakan dalam upacara pemujaan arwah nenek moyang. Di Kecamatan Suliki, tepatnya di Situs Megalit Anding, terdapat 11 menhir dengan satu di antaranya berukuran besar seperti gunungan wayang kulit.

Rumah Gadang Sungai Baringin terletak di Kecamatan Payakumbuh, sekitar 13 kilometer dari ibu kota kabupaten, Sarilamak. Komplek rumah ini diabngun oleh Nasrul Chas yang merupakan seorang pengusaha kaya pendiri Hotel Pusako Bukittinggi. Rumah Gadang menjadi ciri khas wilayah Sumatera Barat, tetapi Rumah Gadang Sungai Baringin memiliki keunikan tersendiri.

Dinding rumah ini terbuat dari kayu jati yang diberi motif ukiran khas Minagkabau. Motif-motif khas Minangkabau seperti itiak pulang patang, saik galamai, dan kaluak paku.

Rumah ini memiliki sembilan buah tiang penyangga yang berarti pada Rumah Gadang ini terdapat sembilan ruangan. Pada samping kanan Rumah Gadang Sungai Baringin terdapat medan nan balinduang yang berfungsi sebagai tempat pagelaran seni, seperti drama, tarian, dan musik.

6. Tradisi Bakajang Bakajang merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Kanagarian (desa) Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Tradisi ini dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya untuk mengumpulkan anak rantau dengan Anak Nagari.

Dalam kegiatan ini juga dihadirkan berbagai perahu yang sudah dihias dengan berbagai macam hiasan yang menarik. Istilah Bakajang berasal dari kata Kajang yang merupakan sebuah sampan. Sampan ini dibuat dengan menggunakan triplek, kayu, serta berbagai hiasan lainnya sehingga menyerupai kapal pesiar yang mewah. Dulunya, para niniak mamak (para penghulu Minangkabau) menggunakan Kajang sebagai sarana transportasi dari Candi Muara Takus menuju Gunung Malintang dengan menyusuri Sungai Batang Mahat.

Kajang biasanya dibuat oleh para pemuda dan dihias oleh pemudi dari Kenagarian Gunung Malintang. (Gabriella Ajeng Larasati)
 Image Source: pixabay.com Negara Republik Indonesia memang harus diakui kalau memiliki banyak sekali kekayaan sumber daya alam yang benar-benar melimpah.

Salah satunya sumber daya alam tersebut adalah batu bara. Dan juga tahukah anda bahwa Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar di pasar batu bara internasional. Batubara dari daerah penghasil batubara di Indonesia digunakan banyak negara untuk kebutuhan industri dunia dan bahkan digunakan sebagai bahan bakar penghasil energi lainnya.

Berbicara mengenai daerah penghasil batubara di Indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan kali kita akan membahas mengenai beberapa daftar daerah penghasil batu bara di Indonesia yang sangat terkenal.

Sedangkan kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan, untuk daerah penghasil batubara yang terkenal di indonesia selama ini ada di Kalimantan. Tapi bukan hanya di Kalimantan saja daerah penghasil batu yang bisa terbakar tersebut. Batu bara telah tersebar luas di kepulauan Indonesia baik dari Sabang sampai Merauke. Dan masih ada banyak lagi daerah penghasil batubara terkenal dan terbesar di Indonesia. Lalu daerah mana saja penghasil batu bara di Indonesia tersebut?

Nah daripada penasaran, langsung saja yuk silahkan anda simak berikut ini sedikit informasi mengenai beberapa daerah penghasil batu bara di indonesia. Baca Juga: • 10 Alasan Merugikan, Kenapa Batu Bara DILARANG Digali Terus Menerus • China Ternyata Negara Dengan Polusi Udara Paling Buruk di Dunia • Mengintip Mewahnya Pesta Anak Bos Batubara 10 Hari 10 Malam, yang Undang Para Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Daftar Daerah Penghasil Batubara di Indonesia  Image Source: saferkidsandhomes.com 1.

Aceh Barat Daerah Indonesia pertama yang merupakan penghasil batubara terbesar yaitu Aceh Barat. Daerah ini sudah lama dikenal sebagai pemasok batubara dunia dengan kualitas terbaik.

Meulaboh merupakan daerah di Aceh Barat yang merupakan penghasil batubara terbesar di wilayah ini. Hanya saja, saat ini beredar kabar bahwa kawasan ini akan ditutup. 2. Sawahlunto, Sumatera Barat Daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia selanjutnya terdapat di Sawahlunto, Sumatera Barat. Pertambangan di daerah ini sudah terkenal sejak abad ke 19 lalu atau tepatnya dimulai pada tahun 1860-an yang mana saat itu, Indonesia masih berada di bawah naungan kolonial Belanda.

Pertambangan pertama di Sawahlunto dikenal dengan nama tambang Ombilin. Sampai saat ini, pertambangan ini adalah yang paling tua di Indonesia. Kualitas batubara yang dihasilkan pertambangan ini tak perlu diragukan karena sudah terbukti.

3. Tanjung Enim, Sumatera Selatan Pindah ke Sumatera Selatan, lebih tepatnya di Tanjung Enim, anda juga bisa menemukan daerah pertambangan batubara terbesar di Indonesia. Letak tepat dari wilayah pertambangan ini adalah Bukit Asam. Saat ini, pertambangan ini bisa menghasilkan antara 1.500 hingga 1.700 ton batu bara per jamnya yang kalau dijumlahkan seharinya bisa mencapai 400 ton.

Kapasitas yang besar tersebut karena didukung dengan adanya kereta loader yang dapat menampung hingga 2.800 kubik batubara per jam. Pertambangan ini telah beroperasi sejak tahun 1919 lalu di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Namun, sejak tahun 1950, pengoperasiannya pindah ke tangan pemerintah Indonesia. 4. Sorong, Papua Pindah ke ujung Indonesia, tepatnya di wilayah Sorong, Anda juga bisa menemukan pertambangan besar batubara yang terkenal. Daerah penghasil batubara ini sudah menggunakan teknik maju yakni blanding untuk mendapatkan batubara sejak beberapa lama.

Sampai saat ini, batubara dari Sorong memiliki kualitas yang sangat terkenal di dunia. 5. Kota Baru Kota Baru yang berada di Pulau Laut, Kalimantan Selatan juga merupakan tempat penghasil batubara terbesar di Indinesia. Hasil batubara yang dari pertambangan ini juga memiliki kualitas yang tak kalah dari tempat lainnya kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan diekspor ke banyak negara di luar negeri seperti Jepang, China dan Amerika Serikat.

6. Sungai Berau Sungai Berau yang beradai di daerah Samarinda, Kalimantan Timur juga merupakan salah satu tempat penghasil batubara terbaik di Indonesia. Batubara yang dihasilkan tempat ini juga memiliki kualitas mumpuni sehingga bisa diekspor ke berbagai negara di dunia seperti Jepang, China, Singapura dan Amerika Serikat. 7. Lahat Kembali ke Sumatera Selatan, daerah Lahat juga dikenal sebagai salah satu penghasil batubara terbesar di Indonesia.

Wilayah tersebut antara lain, Desa Tanjung Baru, Kebur Telatang, Muara Maung, Merapi, Sirah Pulau, Gunung Kembang, Prabumenang, Banjarsari dan Arahan dengan kualitas yang tidak kalah dari tempat lainnya. Demikian penjelasan diatas tentang beberapa nama daerah penghasil batu bara di indonesia. Semoga bermanfaat!• Etnik Melayu (34.37%), Jawa (27.01%), Komering (5.68%), Sunda (2.45%), China (1.1%), Minangkabau (0.94%), Lainnya (28.45%) [1] • Agama Islam (96%), Kristian (1.7%), Buddha (1.8%), Others (0.5%) [2] • Bahasa Indonesian, Melayu Palembang, Col, Kubu, Komering Zon waktu WIB ( UTC+7) Pendaftaran kenderaan BG Laman web www.sumselprov.go.id Sumatera Selatan ( Jawi : سومترا سلاتن) merupakan sebuah provinsi yang terdapat di Negara Indonesia yang terletak di bahagian selatan Pulau Sumatera.

Negeri ini beribu kota di Palembang. Secara geografi, negeri Sumatera Selatan bersempadan dengan negeri Jambi di sebelah utara, negeri Kep. Bangka-Belitung di bahagian timur, negeri Lampung di selatan, dan negeri Bengkulu di barat. Negeri ini kaya dengan sumber alam, seperti petroleum, gas asli, dan arang batu.

Selain itu ibu negeri Sumatera Selatan iaitu Palembang, telah terkenal sejak dahulu kerana pernah menjadi ibu kota bagi Kerajaan Sriwijaya. Di samping itu, negeri ini mempunyai tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jambatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam, dan lain-lain.

Terdapat juga pelbagai makanan tradisional yang unik dari negeri ini seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes, dan tempoyak. Sebahagian rencana ini mengandungi kandungan menggunakan bahasa yang terlalu mengikuti baku negara tertentu hasil pengambilan semula sumber ditulis dari negara sedemikian sebagai asasnya. Anda diminta sunting semula kandungan rencana ini agar ia beristilah seimbang dan selaras serta jelas difahami umum dalam kalangan pengguna Bahasa Melayu yang lain menggunakan laman Istilah MABBIM kelolaan Dewan Bahasa dan Pustaka.

Silalah membantu. Kata nama khas dan petikan media tertentu (seperti daripada akhbar-akhbar atau dokumen rasmi) perlu dikekalkan untuk tujuan rujukan.

Sumber perkamusan dari Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia juga disediakan. Anda boleh rujuk: Laman Perbincangannya • Dasar dan Garis Panduan Wikipedia • Manual Menyunting Provinsi Sumatra Selatan dikenal juga dengan sebutan "Bumi Sriwijaya". Pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. [ petikan diperlukan] Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China. [ petikan diperlukan] Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang.

[ petikan diperlukan] Ketika masih berjaya, Kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. [ petikan diperlukan] Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. [ petikan diperlukan] Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya. Geografi [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatra Selatan secara astronomis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km 2.

Batas batas wilayah Provinsi Sumatra Selatan sebagai berikut: • sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, • sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, • sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, • sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Secara topografi, wilayah Sumatra Selatan di Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau).

Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukit barisan yang membelah Sumatra Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 meter dari permukaan laut.

Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m).

Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatra Selatan mempunyai beberapa sungai besar.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara administratif Sumatra Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan Palembang sebagai ibu kota provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota membawahi pemerintah kecamatan dan desa atau kelurahan. Sumatra Selatan memiliki 13 kabupaten, 4 kota madya, 212 kecamatan, 354 kelurahan, dan 2.589 desa. [ petikan diperlukan] Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 ha, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 ha.

Terdapat empat sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada 2010, empat sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, hotel dan Restoran. Pada tahun yang sama, kontribusi masing-masing sektor diatas secara berurutan adalah 23,67%, 21,62%, 16,85%, 12,70%.

[ petikan diperlukan] Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Sumatra Selatan memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang, di antaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II yang terdapat di Kota Palembang, Bandara Silampari yang terletak di kota Lubuklinggau, Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim, Bandara Banding Agung yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang yang terketak di Kota Palembang juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.

[3] Iklim [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan variasi curah hujan antara 9/7 – 492/23 mm sepanjang tahun 2003. Setiap bulannya hujan cenderung turun.Dipantai Timur tanah nya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengarui oleh pasang surut.Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (Bakau).Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas.lebih masuk dalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung Sumatra Selatan memiliki Iklim Am, yaitu iklim tropis dengan musim kemarau yang pendek.

Demografi [ sunting - sunting sumber ] Tari kebagh dari Pagar Alam, Sumatra Selatan Masalah kependudukan di antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.

Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam menangani permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Di samping itu program perencanaan pembangunan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.

Pada tahun 2015 jumlah penduduk Sumatra Selatan sudah mencapai 8.370.281 jiwa, yang menempatkan Sumatra Selatan sebagai provinsi ke-6 terbesar penduduknya di Indonesia, BPS.

Secara absolut jumlah penduduk Sumatra Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1971 jumlah penduduk sebesar 2,931 juta jiwa, meningkat menjadi 3,975 pada tahun 1980, 5,493 juta jiwa pada tahun 1990 serta 6,273 pada tahun 2000.

Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatra Selatan dihadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius. Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang sedang dan akan terus dilaksanakan. Wilayah-Wilayah [ sunting - sunting sumber ] Kabupaten [ sunting - sunting sumber ] • Kabupaten Banyuasin • Kabupaten Empat Lawang • Kabupaten Lahat • Kabupaten Muara Enim • Kabupaten Musi Banyuasin • Kabupaten Musi Rawas • Kabupaten Ogan Ilir • Kabupaten Ogan Komering Ilir • Kabupaten Ogan Komering Ulu • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Kota [ sunting - sunting sumber ] • Kota Lubuklinggau • Kota Pagaralam • Kota Palembang • Kota Prabumulih Pranala Luar [ sunting - sunting sumber ] • ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape.

Institute of Southeast Asian Studies. 2003. • ^ "Sensus Penduduk 2010 Provinsi Sumatera Selatan Menurut Agama Yang dianut" [2010 Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Sumatra Census].

sp2010.bps.go.id (dalam bahasa Indonesia). 2010. • ^ Sumatra Selatan Dalam Angka 2010 Kategori-kategori tersembunyi: • Laman dengan argumen formatnum bukan angka • Sumber CS1 bahasa Indonesia (id) • Laman yang menggunakan kotak info petempatan dengan kemungkinan senarai moto • Koordinat di Wikidata • Rencana yang memerlukan kemaskini dalam BM • Semua rencana dengan kenyataan tidak bersumber • Semua rencana tunas • Tunas • Acèh • Afrikaans • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Bahasa Hulontalo • Bahasa Indonesia • Basa Bali • Bân-lâm-gú • Basa Banyumasan • Български • Català • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Español • Esperanto • Euskara • فارسی • Français • 客家語/Hak-kâ-ngî • 한국어 • हिन्दी • Ilokano • Italiano • Jawa • Kapampangan • ქართული • Lietuvių • മലയാളം • मराठी • Minangkabau • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Монгол • Nederlands • 日本語 • Norsk bokmål • پنجابی • Polski • Português • Русский • Scots • Simple English • Српски / srpski • Srpskohrvatski / српскохрватски • Sunda • Suomi • Svenska • தமிழ் • ไทย • Tiếng Việt • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Winaray • 吴语 • 粵語 • 中文 Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 09:22, 3 Mei 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •
• Acèh • Afrikaans • العربية • Azərbaycanca • تۆرکجه • Basa Bali • Български • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Bahasa Hulontalo • 客家語/Hak-kâ-ngî • हिन्दी • Ilokano • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Lietuvių • Basa Banyumasan • Minangkabau • മലയാളം • Монгол • मराठी • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Kapampangan • Polski • پنجابی • Português • Русский • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • ไทย • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Daftar • 0702 — Tebing Tinggi (Kabupaten Empat Lawang) • 0711 — Kota Palembang — Pangkalan Balai - Betung (Kabupaten Banyuasin) — Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir) • 0712 — Kayu Agung (Kabupaten Ogan Komering Ilir) — Tanjung Raja (Kabupaten Ogan Ilir) • 0713 — Kota Prabumulih — Pendopo Talang Ubi (Kabupaten Muara Enim) • 0714 — Sekayu (Kabupaten Musi Banyuasin) • 0730 — Kota Pagar Alam — Kota Agung (Kabupaten Lahat) • 0731 — Lahat (Kabupaten Lahat) • 0733 — Kota Lubuklinggau — Muara Beliti (Kabupaten Musi Rawas) • 0734 — Muara Enim (Kabupaten Muara Enim) • 0735 — Baturaja (Kabupaten Ogan Komering Ulu) — Martapura (Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur) — Muaradua (Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan) Kode ISO 3166 ID-SS Pelat kendaraan BG Kode Kemendagri 16 DAU Rp 1.756.924.452.000,- ( 2020) [5] Lagu daerah Peta Administrasi Provinsi Sumatera Selatan Koordinat: 3°17′S 104°9′E  /  3.283°S 104.150°E  / -3.283; 104.150 Sumatra Selatan ( Jawi: سومترا سلاتن) adalah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian Selatan pulau Sumatra.

Ibu kota Sumatra Selatan berada di kota Palembang, dan pada tahun 2021 penduduk provinsi ini berjumlah 8.550.849 jiwa. [2] Secara geografis, Sumatra Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kepulauan Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat.

Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu, ibu kota provinsi Sumatra Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Dari abad ke-7 hingga akhir abad ke-14, provinsi ini merupakan pusat Kerajaan Buddha Sriwijaya, yang mempengaruhi sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

[6] Sriwijaya adalah pusat penting bagi perluasan agama Buddha di Kepulauan Nusantara pada abad ke-8 hingga abad ke-12. Sriwijaya juga kerajaan bersatu pertama yang mendominasi sebagian besar Nusantara yang kini disebut Indonesia. [7] Karena posisi geografisnya, ibu kota Sriwijaya, Palembang, menjadi pelabuhan berkembang yang sering dikunjungi oleh para pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok.

Dimulai pada abad ke-16, Islam mulai menyebar di wilayah tersebut, secara efektif menggantikan agama Hindu dan Buddha sebagai agama dominan di wilayah tersebut. Pada abad ke-17, Kesultanan Islam Palembang didirikan dengan Palembang sebagai ibukotanya, pada saat itu pula orang-orang Eropa mulai berdatangan di wilayah ini.

Belanda menjadi kekuatan dominan di wilayah tersebut. Melalui Perusahaan Hindia Timur Belanda, Belanda memberikan pengaruh terhadap Kesultanan Palembang.

Hingga pada akhirnya Kesultanan Palembang dibubarkan. Wilayah ini seperti wilayah lainnya di indonesia, Belanda mengambil alih pemerintahan untuk abad berikutnya, tetapi selama Perang Dunia II, Jepang menyerang Palembang dan mengusir Belanda. Jepang menduduki wilayah Sumatra Selatan sampai Agustus 1945, ketika mereka menyerah kepada pasukan Sekutu. Belanda berusaha untuk kembali ke wilayah tersebut, tetapi ini ditentang oleh Republik Indonesia yang baru dideklarasikan, sehingga terjadi Perang Kemerdekaan.

Pada akhirnya, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dan menarik diri dari wilayah tersebut pada tahun 1950. Provinsi Sumatera Selatan kemudian dibentuk pada 12 September 1950. Namun, berdasarkan peraturan daerah Provinsi Sumatra Selatan tentang hari jadi provinsi Sumatra Selatan maka pemerintah Sumatra Selatan menetapkan bahwa 15 Mei 1946 merupakan hari jadi provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Geografi • 3 Iklim • 4 Politik dan pemerintahan • 4.1 Daftar Gubernur • 4.2 Dewan Perwakilan • 4.3 Kabupaten dan Kota • 5 Demografi • 5.1 Suku bangsa • 5.2 Bahasa • 6 Galeri • 7 Referensi • 8 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatra Selatan dikenal juga dengan sebutan "Bumi Sriwijaya".

Pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. [ butuh rujukan] Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri Tiongkok. [ butuh rujukan] Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang.

[ butuh rujukan] Ketika masih berjaya, Kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. [ butuh rujukan] Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. [ butuh rujukan] Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya. Geografi [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatra Selatan secara astronomis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km 2.

Batas batas wilayah Provinsi Sumatra Selatan sebagai berikut: • sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, • sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, • sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, • sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu. Secara topografi, wilayah Sumatra Selatan di Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau). Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas.

Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukit barisan yang membelah Sumatra Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 meter dari permukaan laut.

Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m). Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng.

Provinsi Sumatra Selatan mempunyai beberapa sungai besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara administratif Sumatra Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan Palembang sebagai ibu kota provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota membawahi pemerintah kecamatan dan desa atau kelurahan. Sumatra Selatan memiliki 13 kabupaten, 4 kota madya, 212 kecamatan, 354 kelurahan, dan 2.589 desa. [ butuh rujukan] Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 ha, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 ha.

Terdapat empat sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada 2010, empat sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, diikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, hotel dan Restoran.

Pada tahun yang sama, kontribusi masing-masing sektor diatas secara berurutan adalah 23,67%, 21,62%, 16,85%, 12,70%. [ butuh rujukan] Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Sumatra Selatan memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang, di antaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II yang terdapat di Kota Palembang, Bandara Silampari yang terletak di kota Lubuklinggau, Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim, Bandara Banding Agung yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang yang terketak di Kota Palembang juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.

[8] Iklim [ sunting - sunting sumber ] Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan variasi curah hujan antara 9/7 – 492/23 mm sepanjang tahun 2003. Setiap bulannya hujan cenderung turun.Dipantai Timur tanah nya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengarui oleh pasang surut.Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (Bakau).Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas.lebih masuk dalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung. Sumatra Selatan memiliki Iklim Am, yaitu iklim tropis dengan musim kemarau yang pendek.

Politik dan pemerintahan [ sunting - sunting sumber ] Daftar Gubernur [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Daftar Gubernur Sumatra Selatan No Foto Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Gubernur 1 A. K. Gani 1945 1946 [ket. 1] 2 Mohammad Isa 1946 1948 1948 1952 [ket. 2] 3 Winarno Danuatmodjo 1952 1957 3 4 M. Husin 1957 1958 4 5 Mochtar Prabu Mangkunegara 1958 1959 5 6 H. A. Bastari 1959 1963 6 7 Abu Jazid Bustomi 1963 1966 7 Ali Amin 8 Ali Amin 1966 1967 8 [9] 9 Asnawi Mangku Alam 1967 1978 9 10 Sainan Sagiman 1978 1983 10 1983 1988 11 11 Ramli Hasan Basri 7 November 1988 7 November 1993 12 7 November 1993 7 November 1998 13 12 Rosihan Arsyad 7 November 1998 7 November 2003 14 13 Syahrial Oesman 7 November 2003 11 Juli 2008 15 Mahyuddin N.

S. 14 Mahyuddin N. S. 11 Juli 2008 7 November 2008 15 Alex Noerdin 7 November 2008 7 November 2013 16 Edy Yusuf 7 November 2013 21 September 2018 17 [ket. 3] Ishak Mekki — Hadi Prabowo (Penjabat) 21 September 2018 1 Oktober 2018 [11] [12] [13] — 16 Herman Deru 1 Oktober 2018 Petahana 18 [ket. 4] [14] Mawardi Yahya Catatan • ^ Sebagai Gubernur Muda Sumatra Selatan • ^ Sebagai Gubernur Sumatra Selatan • ^ Mengundurkan diri karena mencalonkan diri dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019 [10] • ^ Masa jabatan Gubernur sebelumnya Alex Noerdin seharusnya berakhir pada 7 November, tetapi dipercepat menjadi 1 Oktober berhubung Alex Noerdin dan wakilnya mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019 Dewan Perwakilan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatra Selatan DPRD Sumsel beranggotakan 75 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.

Pimpinan DPRD Sumsel terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Sumsel yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 24 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palembang di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan. [15] Komposisi anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 13 kursi, kemudian disusul oleh PDI Perjuangan yang meraih 11 kursi dan Partai Gerindra yang meraih 10 kursi.

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Sumsel dalam tiga periode terakhir. [16] [17] [18] [19] Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode 2009-2014 2014-2019 2019-2024 Golkar 16 10 13 PDI-P 11 13 11 Gerindra 6 10 10 Demokrat 13 11 9 PKB 4 6 8 PKS 7 5 6 NasDem (baru) 5 6 PAN 4 6 5 Hanura (baru) 4 5 3 Perindo (baru) 3 PPP 5 2 1 PBB 3 2 0 PKPB 1 PPRN (baru) 1 Jumlah Anggota 75 75 75 Jumlah Partai 12 11 11 Kabupaten dan Kota [ sunting - sunting sumber ] Demografi [ sunting - sunting sumber ] Masalah kependudukan di antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.

Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam menangani permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Di samping itu program perencanaan pembangunan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.

Pada tahun 2020 jumlah penduduk Sumatra Selatan sudah mencapai 8.497.196 jiwa, yang menempatkan Sumatra Selatan sebagai provinsi ke-6 terbesar penduduknya di Indonesia. [2] Secara absolut jumlah penduduk Sumatra Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1971 jumlah penduduk sebesar 2,931 juta jiwa, meningkat menjadi 3,975 pada tahun 1980, 5,493 juta jiwa pada tahun 1990 serta 6,273 pada tahun 2000.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatra Selatan dihadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius. Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang sedang dan akan terus dilaksanakan.

Berikut adalah jumlah penduduk Sumatra Selatan dari tahun ke tahun: Tahun 1971 1980 1990 2000 2003 2005 2010 2020 Jumlah penduduk 2.930.830 3.975.904 5.492.993 6.210.800 6.503.918 6.782.339 7.450.394 8.497.196 (Sensus 2020) Sejarah kependudukan Sumatra Selatan Sumber: [2] [21] Suku bangsa [ sunting - sunting sumber ] Pakain adat pernikahan orang Melayu Palembang. Masyarakat Sumatera Selatan memiliki ragam etnis dan kelompok budaya, umumnya terbagi atas etnis pribumi (Iliran dan Uluan) dan etnis pendatang.

Etnis pribumi berada dalam satu istilah kolektif "Melayu Palembang" yang terbagi menjadi dua, yaitu Orang Iliran dan Orang Uluan. [22] Di Sumatera Selatan, semua etnis hidup berdampingan dan damai, bahkan tidak pernah terjadi konflik antar etnis dan umat beragama. Berdasarkan data dari Sensus Badan Pusat Statistik Tahun 2010. Berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di Provinsi Sumatera Selatan: [23] Tari kebagh dari Pagar Alam, Sumatra Selatan Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Suku Jumlah 2010 % 1 Asal Sumatera Selatan* 4.120.408 55,43% 2 Jawa 2.037.715 27,41% 3 Melayu 602.741 8,11% 4 Sunda 162.877 2,19% 5 Asal Sumatra lainnya 104.386 1,40% 6 Tionghoa 72.575 0,98% 7 Minangkabau 64.403 0,87% 8 Batak 45.709 0,61% 9 Lampung 44.983 0,60% 10 Bugis 42.977 0,58% 11 Bali 38.552 0,52% 12 Banten 17.141 0,23% 13 Jambi 16.198 0,22% 14 Suku lainnya 63.377 0,85% Sumatra Selatan 7.434.042 100% Catatan:* Data yang dihitung adalah data yang tercatat, di luar data yang tidak diketahui, dalam Sensus Penduduk Indonesia 2010.

Suku asal Sumatra Selatan lainnya termasuk semua suku dari Sumatera Selatan selain Melayu, seperti suku Daya, Enim, Gumai, Kayu Agung, Kikim, Kisam, Komering, Lematang, Lengkayap, Lintang, Lom, Mapur, Sekak, Meranjat, Musi Banyuasin, Musi Sekayu, Sekayu, Ogan, Orang Sampan, Pasemah, Pedamaran,Pegagan, Rambang, Ranau, Rawas, Saling, Semendo, Teloko, Ulu. [23] [24] Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Sumatra Selatan memiliki beragam bahasa daerah, logat dan dialek yang sangat kaya dan berbeda.

Bahasa daerah yang umum dipakai dan menjadi lingua franca antar suku di Sumatra Selatan adalah Bahasa Melayu Palembang.

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Selain itu, Di wilayah tenggara Sumatra Selatan yaitu wilayah Komering (OKU Timur dan OKI), Bahasa Komering menjadi bahasa utama di sana bagi ratusan ribu penduduknya namun di sisi lain Bahasa Ogan menjadi bahasa alternatif penghubung bagi masyarakat yang tinggal di wilayah OKU Raya (Ogan Komering Ulu, OKU Timur dan OKU Selatan).

Di wilayah barat Sumatra Selatan tepatnya sepanjang dataran tinggi Gunung Dempo dan aliran Sungai Lematang, Bahasa Besemah menjadi bahasa utama antara masyarakat asli dan wilayah utara Bahasa Musi memegang peran dalam komunikasi sehari-hari masyarakat di sana. Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • ^ "PERDA Provinsi Sumatra Selatan No 5 Tahun 2007" (PDF).

jdih.sumselprov.go.id. Diakses tanggal 22 April 2021. • ^ a b c d "Provinsi Sumatera Selatan Dalam Angka 2022" (pdf). www.sumsel.bps.go.id. hlm. 67, 267. Diakses tanggal 16 Maret 2022. • ^ "Jumlah Penduduk Menurut Agama di Sumatera Selatan". www.sumsel.bps.go.id. Diakses tanggal 16 Maret 2022. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2020-2021".

www.bps.go.id. Diakses tanggal 16 Maret 2022. • ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF).

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 Januari 2021. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula.

Singapore: Editions Didier Millet. hlm. 171. ISBN 9789814155670. • ^ Mohd Hazmi Mohd Rusli (31 August 2015). "The unsung Malay history". Astro Awani. • ^ Sumatra Selatan Dalam Angka 2010 • ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2021-01-17. Diakses tanggal 2019-04-08. • ^ Siregar, Raja Adil (5 September 2018). "Nyaleg, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Mundur". detikNews. Diakses tanggal 19 September 2018.

• ^ Irwanto (19 September 2018). "Prabowo gantikan Alex Noerdin sebagai Pj Kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Sumsel". Merdeka.com. Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Hafiz, Abdul (19 September 2018). Sudarwan, ed. "Hadi Prabowo Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Sumsel Per 21 September 2018".

TribunNews. Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Selatan (21 September 2018). "Alex Noerdin Akhiri Masa Jabatan, Hadi Prabowo Resmi Penjabat Gubernur Sumsel". Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Diakses tanggal 21 September 2018. • ^ MC Diskominfo Prov.Sumsel (1 Oktober 2018). "Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Kaltim". Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

Diakses tanggal 2 Oktober 2018. • ^ "75 Anggota DPRD Sumsel Dilantik". kaganga.com. Kanwil Kemenkumham Maluku Utara. 24-09-2019. Diakses tanggal 16-10-2019.

Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Komposisi Keanggotaan DPRD Provinsi Sumatera Selatan". dprd.sumselprov.go.id. 15-10-2015. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Ini Daftar Nama Anggota DPRD Sumsel yang Dilantik Hari Ini".

rmolsumsel.com. 24-09-2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-10-18. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "75 Anggota DPRD Sumsel Dilantik, Berikut Daftarnya…".

sumeks.co. 24-09-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ "Inilah 75 anggota DPRD Sumsel terpilih 2019 - 2024". antaranews.com. 12-08-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date=, -date= ( bantuan) • ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan".

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. • ^ BPS Sensus 2010 www.bps.go.id • ^ "Iliran dan Uluan: Dinamika dan Dikotomi Sejarah Kultural Palembang - PDF Download Gratis". docplayer.info. Diakses tanggal 2021-09-18. • ^ a b "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. hlm. 36–41 .

kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan

Diakses tanggal 22 September 2021. • ^ "Iliran dan Uluan: Dinamika dan Dikotomi Sejarah Kultural Palembang - PDF Download Gratis". docplayer.info. Diakses tanggal 2021-09-18. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Situs web resmi pemerintah provinsi • (Indonesia) Situs web resmi Badan Pemeriksa Keuangan Palembang • (Indonesia) Situs web resmi pariwisata Indonesia • (Indonesia) Profil Demografi Sumsel • (Indonesia) Profil Ekonomi Sumsel • (Indonesia) Profil Wisata Sumsel • (Indonesia) Ekonomi Regional Sumsel • (Indonesia) Statistik Regional Sumsel • Kota Banda Aceh • Kota Langsa • Kota Lhokseumawe • Kota Sabang • Kota Subulussalam • Kota Binjai • Kota Gunungsitoli kota bukit asam yang berada di provinsi sumatera selatan dikenal sebagai tempat penambangan Kota Medan • Kota Padang Sidempuan • Kota Pematangsiantar • Kota Sibolga • Kota Tanjungbalai • Kota Tebing Tinggi • Kota Bengkulu • Kota Jambi • Kota Sungaipenuh • Kota Dumai • Kota Pekanbaru • Kota Bukittinggi • Kota Padang • Kota Padang Panjang • Kota Pariaman • Kota Payakumbuh • Kota Sawahlunto • Kota Solok • Kota Lubuklinggau • Kota Pagar Alam • Kota Palembang • Kota Prabumulih • Kota Bandar Lampung • Kota Metro • Kota Pangkal Pinang • Kota Batam • Kota Tanjungpinang Suku bangsa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen formatnum non-numerik • Galat CS1: tanggal • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pages using infobox settlement with no coordinates • Koordinat di Wikidata • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Halaman dengan peta • Halaman ini terakhir diubah pada 7 Mei 2022, pukul 05.01.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: jyFfHuQG8wgkVlVFDCU7WkkQfpErzNwKkVlC--4gNSzo3zpey2bEwg==

Tambang Batubara PT Bukit Asam Tanjung Enim,, Adu Kecepatan Strada Triton VS Komatsu HD 785




2022 www.videocon.com