Vaksin yang bagus merk apa

vaksin yang bagus merk apa

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 menyasar 181.554.465 penduduk Indonesia. Sejak 13 Januari 2021 hingga akhir Maret 2021, capaian vaksinasi baru kurang dari 5%. Dari sekian banyak vaksin yang tersedia, Indonesia baru menggunakan dua merek yakni Sinovac buatan Vaksin yang bagus merk apa dan AstraZeneca buatan Inggris.

Kedua jenis vaksin tersebut sudah didistribusikan dan dibagikan kepada kelompok masyarakat prioritas. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang bingung serta belum tahu perbedaan dua vaksin tersebut. Promosi Desa Vaksin yang bagus merk apa Simpul Perlindungan Perempuan dan Anak Merangkum dari laman South China Morning Post, Senin (5/4/2021), berikut penjelasan mengenai perbedaan dari Vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang digunakan di Tanah Air.

Baca Juga: Surat Wasiat Pelaku Bom Bunuh Diri dan Penyerang Mabes Polri Disebut Mirip, Ini Kata Pengamat Teknologi Vaksin Vaksin Sinovac yang pertama kali didatangkan pemerintah pada awal Desember 2020 berbasis inactivated virus atau virus yang telah dimatikan, sehingga aman digunakan.

Secara kinerja, vaksin Sinovac bekerja secara konvensional. Vaksin Sinovac bekerja dengan memaparkan tubuh pada virus mati yang telah diobati dengan panas, bahan kimia, atau radiasi sehingga tidak dapat menginfeksi sel dan menggandakannya. Tujuannya untuk memicu respons kekebalan tubuh. Vaksin Covid-19 Sinovac. (Bisnis) Sementara Vaksin AstraZeneca memiliki basis teknologi viral vector. Yakni menggunakan virus yang tidak berbahaya, yang disebut vektor.

Fungsinya untuk mengirimkan sebagian kecil materi genetik Covid-19 ke dalam sel tubuh. Materi genetik ini kemudian akan bereplikasi untuk memicu respons imun dan produksi antibodi. Baca Juga: Nepal Van Java Kaliangkrik Magelang Bikin Menteri Sandiaga Penasaran Nginap Dosis yang Diperlukan Vaksin yang tersedia memerlukan dua dosis untuk menghasilkan perlindungan sempurna. Namun, beberapa jenis vaksin harus disimpan di tempat dengan suhu dingin.

Selain itu, setiap vaksin memiliki perbedaan waktu dalam pemberian dosis kedua. AstraZeneca merekomendasikan jeda 4 pekan, diperpanjang hingga 12 pekan untuk penyuntikan kedua. Sementara Vaksin Sinovac harus diberikan dengan jarak 2 pekan setelah penyuntikan pertama. Tingkat Efektivitas Pihak AstraZeneca mengklaim vaksinnya memiliki nilai efektivitas keseluruhan 70,4%. Menurut penelitian, Vaksin AstraZeneca 90% efektif jika diberikan setengah dosis, diikuti dengan dosis penuh.

Baca Juga: Longgarkan Pembatasan, Turki Catat 41.998 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari Efektivitasnya turun menjadi 62% jika diberikan dalam dua dosis penuh selang 4 pekan. Meski demikian, vaksin AstraZeneca masih tetap efektif setelah digunakan 12 pekan antardosis. Pada uji coba terbaru Vaksin Sinovac di Brasil, tingkat efektivitasnya hanya menunjukkan angka 50,4%. Sementara uji coba terpisah di Indonesia dan Turki menemukan bahwa Vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3% dan 91,25%.

Efek Samping Vaksin bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi saat menghadapi penyakit. Banyak efek samping yang merupakan respons imun yang umum terjadi. Biasanya seseorang vaksin yang bagus merk apa merasa nyeri di bagian tubuh yang disuntik. Selain itu, efek samping dari kedua vaksin ini relatif sama.

Di antaranya adalah demam atau menggigil, nyeri pada persendian dan otot, serta perasaan tidak enak badan secara umum. Ini biasanya berlangsung selama beberapa hari. Tapi, tidak semua orang akan mengalami gejalanya.

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia baru saja memutuskan vaksinasi booster diberikan scara gratis bagi seluruh masyarakat. Pemberian vaksin dosis ketiga ini akan dimulai pada 12 Januari dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan. Selain itu, vaksinasi booster juga akan diutamakan bagi orang yang sudah menerima vaksin dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya. Sejauh ini, hanya orang berusia 18 tahun ke atas yang diiizinkan menerima vaksin dosis ketiga.

Baca juga: Vaksinasi Booster Segera Dimulai, Apakah Kita Perlu Mendapatkannya? Badan Pemeriksaan Obat Makanan (BPOM) sendiri telah menerbitkan izin penggunaan lima merk vaksin sebagai booster. Kelima merek vaksin tersebut yakni Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zififax. Masing-masing dikategorikan sebagai homolog, heterolog, atau keduanya. Homolog artinya jenis vaksin primer atau dua dosis sebelumnya sama dengan jenis vaksin booster.

vaksin yang bagus merk apa

Sedangkan heterolog maksudnya jenis vaksin primer dan booster yang digunakan berbeda. Besaran dosis yang vaksin yang bagus merk apa akan disesuaikan dengan rekomendasi yang sudah diberikan BPOM. Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains.

Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!
BANGKAPOS.COM- Vaksin adalah tindakan medis yang tujuannya adalah mencegah penyakit, bukan mengobati. Karena itulah vaksin sangat penting diberikan pada setiap orang sebelum terinfeksi penyakit tertentu. Akan tetapi, pemberian vaksin adalah isu yang cukup sering dipertanyakan orang-orang. Pasalnya, banyak yang belum paham apa itu vaksin atau cara kerja vaksin dalam tubuh.

vaksin yang bagus merk apa

Untuk itu, simak penjelasan penting soal vaksin di bawah ini. Namun, perlu diingat juga bahwa upaya pencegahan COVID-19 tersebut tentunya tetap harus disertai protokol kesehatan, misalnya dengan selalu menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan atau tempat yang ramai, mengenakan masker, dan rajin mencuci tangan.

Baca juga: Inilah Daftar Uang Kuno Termahal dan Paling Dicari Kolektor Barang Antik, Ada Uang Indonesia Loh Salah satu bentuk imunisasi adalah dengan pemberian vaksin. Vaksin merupakan suatu antigen atau benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menghasilkan reaksi kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Bila diberikan kepada seseorang, vaksin akan menimbulkan reaksi sistem imun yang spesifik dan aktif terhadap penyakit tertentu, misalnya vaksin flu untuk mencegah penyakit flu dan vaksin COVID-19 untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2.

Biasanya, vaksin dimasukkan ke dalam tubuh manusia dengan cara disuntik. Perbedaan Vaksin-Vaksin COVID-19 Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… Sentimen The Fed Bisa Jadi Momentum Beli Saham, Tapi… LIVE : Harga emas 24 karat Pegadaian hari ini (08:19 WIB) LIVE vaksin yang bagus merk apa Proyeksi analis soal IHSG setelah libur Lebaran (07:58 WIB) Bisnis.com, JAKARTA - Jenis vaksin yang digunakan untuk melawan virus corona atau Covid-19 kian beragam.

Indonesia juga telah mendatangkan vaksin AstraZeneca dan Sinovac. Vaksin AstraZeneca menjadi populer lantaran efek samping pembekuan darah yang menghantui masyarakat. Sedangkan vaksin Sinovac merupakan vaksin yang pertama kali datang ke Indonesia, dengan efek samping yang tidak serius.

vaksin yang bagus merk apa

Kedua jenis vaksin virus corona ini diberikan oleh pemerintah dalam program vaksin gratis. Lalu, di antara AstraZeneca dan Sinovac manakah yang lebih unggul?

Asal Usul Vaksin AstraZeneca dan Sinovac sama-sama menggunakan cara yang terbilang tradisional dibandingkan dengan vaksin Pfizer dan Moderna. Dimana partikel virus atau vaksin yang bagus merk apa genetik digabungkan dengan materi lain untuk memasukkan potongan-potongan kecil virus yang tidak berbahaya ke dalam tubuh Anda. Dengan begitu sistem tubuh Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk merancang pertahanan diri.

Vaksin AstraZeneca mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh Anda untuk menciptakan respons imun. Adenovirus simpanse merupakan virus yang efisien dalam membantu peningkatan respon imun. Sementara, melansir dari Healthline, vaksin Sinovac tidak mengandalkan adenovirus melainkan menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang menyebabkan Covid-19.

Efektivitas Mengutip dari MedicalNewsToday, berdasarkan hasil data uji coba fase 3, vaksin AstraZeneca memiliki tingkat kemanjuran 76 persen setelah kedua dosis diberikan. Untuk tingkat efektivitas vaksin Sinovac, dari hasil uji klinis di Brasil tercatat efikasinya mencapai 78 persen, sedangkan di Turki 91,25 persen. Meski begitu perbedaan efikasi tidak bisa sama pada setiap negara karena dari populasi, kondisi, dan beberapa indikator lain di tiap negara berbeda-beda.

Efek Samping Efek samping pada masing-masing umumnya serupa, seperti nyeri ditempat suntikan.

vaksin yang bagus merk apa

Merangkum dari Healthline, efek vaksin Sinovac menimbulkan nyeri, kelelahan diare, dan kelemahan otot. Sedangkan efek samping vaksin AstraZeneca lebih menarik perhatian lantaran beberapa kasus ditemukan efek pembekuan darah. Tetapi efek samping vaksin AstraZeneca secara umum berupa nyeri, kelelahan, sakit kepala, hingga demam. Terpopuler • Sinopsis Vaksin yang bagus merk apa Viral, Sci-fi Horor tentang Virus Mematikan di Bioskop Trans TV • 4 Langkah Penting Penanganan Hepatitis Akut • Bunda, Begini Cara Mengelola THR Anak agar Tak Habis Sia-sia • 4 Tanda Jantung Anda Bermasalah pada Kaki Anda • Lagi Naik Daun, Ini 3 Karakter Utama Drakor The Sound of Magic
Jakarta - Saat ini ada 8 vaksin Corona yang mulai banyak digunakan di berbagai negara.

Vaksin manakah yang terbaik? Perusahaan vaksin di sejumlah negara memproduksi vaksin Corona. Ada yang mandiri, ada juga kolaborasi antar perusahaan lintas negara.

Publik mengikuti perkembangannya dari uji coba sampai akhirnya proses vaksinasi berjalan. Masing-masing menjagokan vaksinnya, bahkan media massa di negara itu juga demikian.

Media di Amerika menjagokan Moderna, Rusia menjagokan Sputnik V, China menjagokan Sinovac, Eropa menjagokan Astrazeneca. Vaksin AstraZeneca dan Sinovac Foto: (Gulf News) Vaksin AstraZeneca dan Vaksin Sinovac adalah dua vaksin yang bersaing dan banyak digunakan di berbagai negara. Indonesia bersama Brasil, Turki dan tentu saja China, paling banyak memakai Sinovac. Selain itu Sinovac juga berkolaborasi dengan Bio Farma sehingga Indonesia bisa mengolah vaksin sendiri.

Tapi Indonesia juga mendatangkan vaksin AstraZeneca yang berasal dari riset Universitas Oxford. Vaksin Sputnik V dan Moderna Foto: (Gulf News) Vaksin Sputnik V dari Rusia adalah kejutan. Tiba-tiba Rusia mengumumkan punya vaksin buatan Gamaleya dan sempat diragukan banyak pihak.

Namun Rusia tidak main-main dan vaksinnya dipakai di banyak negara selain Rusia sendiri. Sedangkan Moderna adalah vaksin lainnya yang dijagokan Amerika selain Pfizer. Vaksin Covishield dan Covaxin Foto: (Gulf News) Vaksin Covishield adalah AstraZeneca buatan India, sedangkan Covaxin juga adalah vaksin buatan India lainnya.

Vaksin ini pada tahap awal untuk penggunaan di India saja, tapi kemudian juga tampaknya akan menyasar kawasan Timur Tengah. Kedua vaksin ini untuk sementara tidak beredar di kawasan Asia Tenggara. Pada infografis ini, kita bisa lihat vaksin Pfizer punyaefikasi paling tinggi yaitu 95%. Sementara itu AstraZeneca punya kapasitas produksi paling tinggi yaitu 3 miliar dosis untuk tahun 2021.

AstraZeneca pada infografis ini punya efikasi 62-90%, namun mereka baru merevisi angka menjadi 76%. Itulah 8 vaksin Corona yang paling utama untuk saat ini. Perbedaan mereka tipis-tipis saja, tapi yang jelas sudah melebihi syarat minimal yang diminta oleh WHO. Makin banyak pilihan meskipun tidak 100% sempurna, adalah lebih baik daripada tidak ada pilihan sama sekali. Simak Video " Kata Satgas soal Vaksin Covid-19 Umat Islam Akan Diganti yang Halal" [Gambas:Video 20detik] (fay/fyk)
Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Ada beberapa pandangan ahli yang menyebutkan vaksin Covid-19 terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan banyaknya merek vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia, tentu Anda akan bertanya-tanya vaksin mana yang terbaik? Di tengah kekhawatiran akan virus, pertanyaan semacam itu menjadi sangatlah rasional, meski untuk mendefinisikan vaksin mana yang terbaik tidaklah sederhana. Peneliti Postdoctoral di The Peter Doherty Institute for Infection vaksin yang bagus merk apa Immunity, Wen Shi Lee, memiliki pandangan unik soal ini.

Ia beranggapan bahwa vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini di masyarakat, apapun itu mereknya. Vaksin yang bagus merk apa sejatinya, vaksin tersebut bisa melindungi individu dari penularan Covid-19, mengurangi penularan ke kelompok rentan, dan secara substansial mengurangi risiko penyakit parah.

vaksin yang bagus merk apa

Baca Juga • Rambut Rontok pada Pria, Ketahui Penyebab dan Solusinya • Kapan Booster Vaksin Diperlukan? • Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terisi 83,7 Persen Lee juga menyinggung tentang hasil uji klinis yang kerap dijadikan tolok ukur untuk menentukan mana vaksin terbaik. Uji coba fase tiga yang dilakukan para puluhan ribu orang, memang memberikan gambaran kepada kita seberapa manjur vaksin bekerja.

Seperti diketahui, kemanjuran vaksin Covid-19 berbeda-beda. Misalnya, vaksin Pfizer melaporkan kemanjuran 95 persen dalam mencegah gejala, sedangkan AstraZeneca memiliki kemanjuran 62-90 persen, tergantung pada rezim dosis.

vaksin yang bagus merk apa

Tetapi sayangnya, perbandingan langsung uji coba fase 3 sangatlah kompleks karena berlangsung di lokasi dan waktu yang berbeda.

Setiap daerah di satu negara misalnya, memiliki tingkat infeksi, kesiapan faskes, dan varian virus yang berbeda. Ini artinya, tidak relevan jika Anda menentukan vaksin terbaik hanya mengacu pada hasil uji klinis.

Lalu apakah bisa membandingkan vaksin secara langsung untuk menentukan vaksin terbaik? Itu bisa vaksin yang bagus merk apa dengan metode penelitian head-to-head yakni membandingkan hasil orang yang menerima vaksin merek tertentu dengan mereka yang menerima vaksin dari merek lain, dalam percobaan yang sama. Dilansir dari Science Alert, Ahad (20/6), uji coba head-to-head saat ini misalnya sedang berlangsung di Inggris untuk membandingkan vaksin AstraZeneca dan Valneva. Namun hasilnya masih belum keluar.

Sambil menunggu hasil itu, sementara waktu, efektivitas vaksin Covid-19 dapat dibandingkan di negara-negara yang telah meluncurkan vaksin berbeda untuk populasi yang sama. Misalnya, data terbaru dari Inggris menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan AstraZeneca memiliki efektivitas yang sama. Keduanya andal mencegah gejala COVID-19, rawat inap, dan kematian, bahkan setelah dosis tunggal.

Pandemi global adalah situasi yang sangat dinamis; dengan munculnya varian baru virus corona, pasokan vaksin global yang tidak pasti, tindakan pemerintah yang tidak merata, dan potensi wabah eksplosif di banyak wilayah.

Jadi, vaksin yang kini tersedia adalah vaksin yang terbaik untuk Anda.

vaksin yang bagus merk apa

Menunggu vaksin yang sempurna adalah ambisi yang tidak mungkin tercapai. Setiap vaksin yang dikirimkan adalah langkah kecil namun signifikan menuju normalitas global.Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY • Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi • Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES vaksin yang bagus merk apa • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • National • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Seorang petugas kesehatan memberikan suntikan booster Pfizer kepada seorang pria lanjut usia selama kampanye vaksinasi dosis ketiga di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan di Tangerang, Indonesia, Senin, 24 Januari 2022.

vaksin yang bagus merk apa

Penelitian Oxford menghasilkan kesimpulan vaksin berplatform mRNA efektif sebagai booster setelah dua dosis Sinovac. Peneliti dari Universitas Oxford, pada Senin (24/1/2022) merilis kesimpulan bahwa, dosis penguat ( booster) dari vaksin AstraZeneca-Oxford, Pfizer-BioNTech atau Johnson & Johnson yang diberikan setelah dua dosis vaksin buatan Sinovac secara signifikan memicu antibodi yang lebih tinggi pada penerimanya.

Mereka menambahkan, respons antibodi terhadap varian Delta dan Omicron juga terlihat. Baca Juga • WHO: Tak Ada Bukti Remaja dan Anak-Anak Sehat Butuh Booster • Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Solo Capai 114 Persen dari Target, Booster Baru 10 Ribu Orang • Dinkes Ciamis: Belum Ada Kiriman Vaksin Booster dari Provinsi atau Pusat Menurut Covid-19 Vaccine Tracker, vaksin CoronaVac telah digunakan di 52 negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan informasi dari pembuatnya, CoronaVac, 51 persen efektif mencegah infeksi bergejala dan 100 persen efektif mencegah terjadinya kasus rawat inap dan penyakit parah. Studi dibiayai oleh Kementerian Kesehatan Brazil dan dilaksanakan oleh peneliti dari Brazil dan Universitas Oxford.

vaksin yang bagus merk apa

Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Lancet. "Studi ini menunjukkan, bahwa vaksin Coronavac dapat sukses di- booster dengan beberapa vaksin, yang respons terkuatnya muncul saat vaksin mRNA digunakan (untuk booster). Studi ini menyediakan opsi penting bagi pembuat kebijakan di banyak negara yang menggunakan Coronavac," kata Direktur Grup Vaksin Oxford, Profesor Sir Andrew Pollard, dikutip Reuters.

Dalam publikasinya, para peneliti mengungkap detail studi dilakukan terhadap 1.240 relawan di Sao Paulo, Salvador, dan Brazil. Di mana sebanyak 1.205 relawan dinyatakan layak untuk masuk dalam analisis akhir. Para relawan dibagi ke dalam empat kelompok.

vaksin yang bagus merk apa

Yakni kelompok yang menerima booster Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Janssen dan Coronavac. Booster diberikan enam bulan setelah dua dosis utama Coronavac. Level antibodi ditemukan vaksin yang bagus merk apa relawan sebelum mereka menerima booster. Di mana, level antibodi hanya 20, 4 persen pada usia 18-60 tahun dan 8,9 persen pada penerima usia di atas 60 tahun.

Peningkatan antibodi kemudian meningkat signifikan di semua level usia setelah 28 hari pascasuntikan booster. Level antibodi tertinggi tercatat berasal dari booster vaksin jenis mRNA.

"Data terbari vaksin yang bagus merk apa respons luar biasa dari dosis ketiga vaksin Covid-19 secara heterolog. Data-data ini akan menjadi petunjuk bagi negara-negara berpendapatan rendah dan menengah dalam menetapkan program booster dengan biaya terjangkau," kata Professor Sue Ann Costa Clemens CBE, yang merupakan kepala peneliti studi ini.
Jakarta - Vaksin Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Sinovac merupakan vaksin yang beredar di Indonesia, Malaysia, China, Thailand, dan Brazil.

Pada September 2021, Sinovac bahkan menyuplai 1,8 miliar dosis untuk China dan mancanegara. Di antara vaksin Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Sinovac, mana yang paling efektif?

Pemerintah Malaysia beserta Satgas COVID-19 dan Institute for Clinical Research, Malaysia melakukan penelitian terkait efektivitas proteksi vaksin yang beredar di negaranya. Sebagai informasi, sebanyak 58.7% dari 32 juta penduduk Malaysia telah divaksin dosis penuh, sementara 68.8% penduduk sudah mendapat vaksin dosis pertama.

Baca juga: 11 Aplikasi yang Ini Bisa Dipakai Siswa untuk Akses PeduliLindungi, Cek di Sini Ya! Penelitian pemerintah Malaysia mendapati vaksin Sinovac sangat efektif dalam menghadapi gejala serius, kendati vaksin Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca memperlihatkan proteksi lebih baik, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (24/9/2021).

Penelitian tersebut menunjukkan, 0.011% dari 7.2 juta penerima vaksin Sinovac membutuhkan perawatan di intensive care units (ICU) setelah terkena infeksi COVID-19. Sementara itu, 0.002% dari 6.5 juta penerima vaksin Pfizer-BioNTech membutuhkan perawatan ICU setelah terkena infeksi COVID-19.

Adapun sebanyak 0.001% dari 744,958 penerima vaksin AstraZeneca membutuhkan perawatan ICU setelah terkena infeksi COVID-19. Direktur Institute for Clinical Research Kalaiarasu Peariasamy mengatakan, perbedaan demografi penerima vaksinasi ketiga merek tersebut bisa memengaruhi hasil penelitian. Ia menjelaskan, penerima vaksin AstraZeneca kebanyakan berusia dewasa muda, sementara penerima vaksin Pfizer dan Sinovac kebanyakan untuk masyarakat yang lebih rentan.

Kalaiarasu mengatakan, penerima vaksin AstraZeneca juga lebih sedikit di penelitian ini, yaitu sekitar 14,5 juta orang yang sudah divaksin dosis penuh. Untuk penerima vaksin AstraZeneca, lanjutnya, penelitian dilakukan lebih dari 5 bulan sejak 1 April 2021. Baca juga: Sosok dan Penemu di Balik Berbagai Jenis Vaksin COVID-19, Siapa Saja? Kalaiarasu mengatakan, terlepas dari merek vaksinnya, vaksinasi terbukti mengurangi risiko infeksi COVID-19 yang membutuhkan perawatan ICU hingga 83%.

Kalairasu mengatakan, vaksinasi juga mengurangi risiko kematian hingga 88%, berdasarkan penelitian terhadap 1,26 juta orang. Kalaiarasu mengatakan, tingkat perawatan di ICU pada pasien COVID-19 yang telah divaksinasi dosis penuh hanya sekitar 0.0066%. "Tingkat perawatan ICU setelah divaksinasi sangat rendah," katanya, Kamis (23/9/2021). Ia menambahkan, tingkat kematian pada orang yang sudah divaksinasi penuh juga rendah, yaitu sekitar 0,01%.

Mayoritas di antaranya, lanjut Kalaiarasu, adalah orang berusia di atas 60 tahun dengan komorbiditas. Sebelumnya, pada Juli 2021, pemerintah Malaysia mengatakan akan berhenti mendistribusikan vaksin Sinovac setelah suplai habis. Alasannya, pemerintah Malaysia telah memiliki stok vaksin yang mencukupi dari produsen lain untuk program vaksinasi masyarakatnya. Simak Video " Daftar Calon Vaksin Covid-19 buat Booster di Indonesia" [Gambas:Video 20detik] (twu/lus)

Pandangan Tenaga Medis Soal Booster Vaksin Ketiga Covid-19 Yang Beda Merk




2022 www.videocon.com