Hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Apa itu istiqomah? Sering kita mendengarkan kalimat istiqomah dalam setiap menjalankan suatu kegiatan, khususnya dalam masalah ibadah dan pekerjaan. Misalkan saja ada seorang muallaf (orang baru masuk islam) yang mulai beribadah sholat 5 waktu, akhirnya ada temannya yang berkata “Semoga istiqomah bro ibadahnya…”. Atau ketika sedang memulai suatu pekerjaan baru, kemudian teman-temannya berkata “keep istiqomahnya dalam berusaha ya… semangat!”.

Dan masih banyak lainnya. Lalu dalam pandangan islam, apa itu istiqomah? Kata istiqomah memiliki arti Tegak, lurus, atau dalam bahasa lainnya yaitu konsisten.

Para Ulama yang Memberikan Definisi dari Kata Istiqomah • Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A: Istiqomah itu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga. • Umar bin Khattab R.A: Istiqomah itu hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.

• Utsman bin Affan R.A: Istiqomah artinya ikhlas. • Ali bin Abi Thalib R.A: Istiqomah adalah melaksanakan suatu kewajiban. • Dari Ibnu Abbas R.A: Istiqomah itu memiliki 3 macam arti: Istiqomah dengan lisan (Bertahan terus dalam membaca Syahadat), istiqomah dengan hati (Melakukan segala sesuatu dengan niat dan jujur) dan istiqomah dengan jiwa (Selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa terputus).

• Dari Ar Raaghib: Istiqomah itu tetap di atas jalan yang lurus. • Dari An Nawawi: Tetap dalam ketaatan (Kitab Riyadusshalihin).

Jadi istiqomah mengandung pengertian bahwa: “Tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT”. • Dari Mujahid: Istiqomah adalah komitmen terhadap kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla. • Dari Ibnu Taymiah: Istiqomah dalam mencintai dan beribadah kepada Allah tanpa kearah menoleh ke kanan kiri.

Dalam sebuah ayat Al-Qur’an, Allah berfirman: santrigaul.net Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Q.S Fushilat: 30) Menurut tafsir ‘Aisar, yang dimaksud dari istiqomah ialah mereka yang betul-betul yakin kebenaran agama islam, dengan tidak menukar dengan kepercayaan lain.Serta konsisten dalam menjalankan ibadah dan menjauhi kemungkaran, maka malaikat akan turun 2 kali kepadanya.

Ayat ini diperkuat dengan sebuah hadits, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah SAW tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun.

Nabi menjawab: “Katakanlah aku beriman hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. Alah, kemudian istiqomah (Konsisten menjalankan perintahnya dan mejauhi larangan).

Orang yang istiqomah selalu kokoh dalam menjaga aqidahnya dan tidak akan goyang keimanannya dalam menjalani tantangan hidup. Walaupun kantong kering ataupun tebal, Dihadapi oleh bermacam-macam hal yang haram, dicaci maki dan dipuji, sekali sudah konsisten maka tidak akan ada yang mampu meroboh keistiqomahannya.

Intisari dari Arti Istiqomah Jadi yang bisa kita dapatkan dari yang itu semua adalah, istiqomah memiliki arti konsisten dalam melakukan kebaikan. Teguh dalam satu pendirian dan tidak akan tergoyahkan oleh berbagai macam rintangan dalam mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Jangan sampai salah dalam mengartikan kata istiqomah ke dalam suatu yang buruk, suatu hal yang buruk janganlah di dukung dan diberi semangat.

Cukuplah untuk orang-orang yang berusaha melakukan kebaikan dan diberikan semangat berupa kata konsisten. Terwujudnya Ukhuwah Islamiyah merupakan dambaan setiap Muslim. Hanya sayang, pengertian ukhuwah sudah menjadi kabur dan hanya merupakan istilah global yang diucapkan berulang-ulang hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. makna. Misalnya, seseorang mengajak berukhuwah, namun sebentar kemudian ia sudah memancing perseteruan dengan melancarkan cercaan kepada para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Padahal justru merekalah yang seharusnya menjadi poros paling utama untuk mendapatkan ikatan ukhuwah dan kecintaan sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terdahulu. Tetapi demikianlah, banyak orang yang sikap dan orientasinya terkungkung oleh opini fanatisme golongan.

Bagaimanapun masalah ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan ini merupakan masalah yang sangat penting. Sesungguhnya Islam sangat menekankan persaudaraan dan persatuan.

Bahkan Islam itu sendiri datang untuk mempersatukan pemeluk-pemeluknya, bukan untuk memecah belah. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, dalam al-Ushûlus-Sittah, pada pokok yang kedua,[1] mengatakan: “Allah Azza wa Jalla memerintahkan agar (umat Islam) bersatu di dalam agama dan melarang berpecah belah di dalamnya.

Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang sangat terang dan mudah dipahami oleh orang-orang awam.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Allah Azza wa Jalla melarang kita menjadi seperti orang-orang sebelum kita yang berpecah belah dan berselisih dalam urusan agama hingga mereka hancur karenanya.” Masalah persatuan ini, oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah diangkat sebagai masalah pokok di antara enam pokok yang beliau rahimahullah angkat. Demikian pula, para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah pun memandang penting masalah ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimîn rahimahullah dalam syarahnya terhadap kitab ini menyebutkan dalil-dalilnya dari al-Qur’ân, Sunnah, kehidupan praktis para sahabat dan Salafus Shâlih.[2] Adapun dalil dari al-Qur’ân, di antaranya firman Allah Azza wa Jalla: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.

Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

{INSERTKEYS} [Ali Imrân/3:103] Imam ath-Thabariy dalam tafsirnya mengatakan [3] : “Yang diinginkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan ayat ini ialah: Berpeganglah kalian pada agama dan ketetapan Allah Azza wa Jalla yang dengan agama serta ketetapan itu Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan agar kalian bersatu padu dalam satu kalimatul haq (kebenaran) dan menyerah pada perintah Allah Azza wa Jalla “.

Kemudian tentang firman Allah Azza wa Jalla pada ayat ini yang berbunyi: وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا dan ingatlah akan nikmat Allah Azza wa Jallaepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara.[Ali Imrân/3:103] Imam ath-Thabariy rahimahullah mengatakan: “Tafsir ayat ini ialah: Ingatlah wahai kaum Mukminin akan nikmat Allah Azza wa Jalla yang telah dianugerahkan kepada kalian!

Yaitu manakala kalian saling bermusuhan karena kemusyrikan kalian; kalian saling membunuh satu sama lain disebabkan fanatisme golongan, dan bukan disebabkan taat kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. (Ingatlah ketika itu!-pen) Allah Azza wa Jalla kemudian mempersatukan hati-hati kalian dengan datangnya Islam. Maka Allah Azza wa Jalla jadikan sebagian kalian sebagai saudara bagi sebagian yang lain, padahal sebelumnya kalian saling bermusuhan.

Kalian saling berhubungan berdasarkan persatuan Islam dan kalian bersatu padu di dalam Islam.[4] Demikianlah keadaan penduduk Madinah yang secara umum dihuni dua kabilah besar yaitu Aus dan Khazraj. Sebelum kedatangan Islam mereka selalu saling berperang dan bermusuhan tanpa henti. Namun sesudah kehadiran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka menjadi bersaudara. Imam Ibnu Katsîr rahimahullah mengatakan: “Konteks firman Allah Azza wa Jalla di atas, berkenaan dengan keadaan orang-orang Aus dan Khazraj.

Sesungguhnya pada zaman jahiliyah dua kabilah itu sangat sering terlibat dalam pertempuran, permusuhan keras, kebencian, dengki dan dendam. Karenanya mereka terperangkap dalam peperangan terus menerus tanpa berkesudahan. Ketika Allah Azza wa Jalla mendatangkan Islam, maka masuklah sebagian besar dari mereka ke dalam Islam. Akhirnya mereka hidup bersaudara, saling menyintai berdasarkan keagungan Allah Azza wa Jalla , saling berhubungan berlandaskan (keyakinan atas) Dzat Allah Azza wa Jalla , dan saling tolong menolong dalam ketaqwaan serta kebaikan.

Allah Azza wa Jalla berfirman: هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para Mukmin.

Dan Allah mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan segala apa yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah yang mempersatukan hati mereka. [al-Anfâl/8: 62-63].[5] Berkenaan dengan Surat al-Anfâl ayat 63 yang dibawakan oleh Ibnu Katsîr di atas, Abu ath-Thayyib Shiddîq bin Hasan al-Qanûji al-Bukhâri (wafat 1307) dalam tafsirnya mengatakan:[6] “Jumhur Ahli Tafsir mengatakan: ‘Yang dimaksud (dengan ayat 63 Surat al-Anfâl) adalah orang-orang Aus dan Khazraj.

Sesungguhnya dahulu mereka terkungkung dalam fanatisme golongan yang berat, saling mengagulkan diri, saling dikuasai kedengkian meskipun hanya dalam urusan yang paling sepele, dan saling berperang hingga memakan waktu 120 tahun. Hampir tidak pernah ada dua hati yang bisa saling bersatu dalam dua kabilah tersebut. Maka kemudian Allah Azza wa Jalla mempersatukan hati-hati mereka dengan iman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Berbaliklah kondisi buruk mereka menjadi baik, bersatulah kalimat mereka dan lenyaplah fanatisme yang ada pada mereka. Berganti pula sifat-sifat iri mereka dengan cinta kasih karena Allah Azza wa Jalla dan di jalan Allah Azza wa Jalla .

Mereka semua sepakat untuk taat kepada Allah Azza wa Jalla hingga jadilah mereka sebagai pembela-pembela yang berperang untuk melindungi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” Allah Azza wa Jalla juga berfirman: وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.

Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. [Ali Imrân/3:105] Imam ath-Thabari rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya: [7] “Yang dimaksudkan oleh Allah Azza wa Jalla ialah: Wahai orang-orang yang beriman!

janganlah menjadi seperti orang-orang Ahli Kitab, yang berpecah belah dan berselisih dalam agama, perintah dan larangan Allah Azza wa Jalla , sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas berupa bukti-bukti dari Allah Azza wa Jalla . Mereka berselisih di dalamnya. Mereka memahami kebenaran tetapi mereka sengaja menentangnya, menyelisihi perintah Allah Azza wa Jalla dan membatalkan ikatan perjanjian yang dibuat oleh Allah Azza wa Jalla dengan lancang.

Orang-orang Ahlu Kitab yang berpecah belah dan berselisih dalam agama Allah Azza wa Jalla sesudah datangnya kebenaran itu akan mendapat azab yang berat. Jadi maksud firman Allah Azza wa Jalla di atas adalah: “Kalian wahai kaum mukminin, janganlah berpecah belah dalam agama kalian seperti mereka berpecah belah dalam agama mereka.

Janganlah kalian berbuat dan mempunyai kebiasaan seperti perbuatan dan kebiasaan mereka. Sehingga jika demikian kalian akan mendapatkan azab yang berat seperti azab yang mereka dapatkan” Makna yang dapat dipetik dari ayat-ayat di atas antara lain bahwa kaum Muslimin dilarang berselisih pemahaman dalam masalah agama, sebab yang demikian itu akan mengakibatkan perselisihan dan perpecahan fisik.

Imam asy-Syâthibi rahimahullah dalam al-I’tishâm menjelaskan bahwa, perpecahan fisik (tafarruq), adalah akibat ikhtilâf (perselisihan) mazhab dan ikhtilâf pemikiran. Itu jika kita jadikan kalimat tafarruq bermakna perpecahan fisik. Inilah makna hakiki dari tafarruq.

Namun jika kita jadikan makna tafarruq adalah perselisihan mazhab, maka maknanya sama dengan ikhtilâf, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla : وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih.[8].

Demikianlah beberapa dalil dari al-Qur’ânul-Karîm. Adapun dalil dari Sunnah bagi pokok yang agung ini, di antaranya sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ.

رَوَاهُ مُسْلِمٌ. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya.

[HR. Muslim][9] Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : لاَتَبَاغَضُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَدَابَرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara[Muttafaq ‘Alai] [10] Hadits-hadits senada sangat banyak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.

مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan. [Muttafaq ‘Alaihi].[11] Dalam riwayat Bukhâri ada tambahan: وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjalinkan jari jemari kedua tangannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits yang dibawakan oleh an-Nu’mân bin Basyîr Radhiyallahu anhu : مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهْرِ وَالْحُمَّى.

أَخْرَجَهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٌ (وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ). Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh.

Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur. [HR. Bukhâri dan Muslim, sedangkan lafalnya adalah lafazh Imam Muslim].[12] Itulah beberapa dalil yang menekankan pentingnya ukhuwah dan persatuan.

Para Ulama Salaf pun sangat memperhatikan masalah ini. Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn rahimahullah menjelaskan tentang pentingnya persatuan dengan mengatakan: “Sesungguhnya di antara pokok sikap Ahlu Sunnah dalam masalah khilâfiyah ialah, bahwa selama perselisihan pendapat itu lahir karena ijtihad (dari orang yang berhak berijtihad-pen) dan masalahnya memang masih dalam batas yang diperbolehkan untuk diijtihadkan, maka para Salafush-Shalih saling memaklumi pendapat satu sama lain.

Dan hal itu tidak menyebabkan adanya kedengkian, permusuhan dan kebencian di antara mereka. Bahkan mereka meyakini bahwa mereka harus tetap bersaudara meskipun terjadi perselisihan pendapat di antara mereka. Seseorang yang berpendapat bahwa memakan daging onta membatalkan wudhu’ tetap bermakmum kepada imam shalat yang habis memakan daging onta dan yang berpendapat bahwa itu tidak membatalkan wudhu’.”[13] Selanjutnya beliau rahimahullah melengkapi perkataannya: “Adapun masalah yang tidak boleh diperselisihkan di dalamnya, adalah masalah yang menyelisihi manhaj (pola dan sunnah) para sahabat dan tabi’in.

Misalnya masalah aqidah yang ternyata banyak orang tersesat di dalamnya. Perselisihan dalam masalah akidah ini terjadi dan berkembang pada masa sesudah berlalunya generasi Sahabat.[14] Jadi, pada masalah-masalah pokok yang tidak boleh diperselisihkan, tidak ada toleransi di dalamnya; orang yang menyelisihinya berarti menyimpang. Demikianlah, Islam datang untuk mempersatukan umatnya, bukan untuk memecah belah.

Nash-nash di atas dan pernyataan para Salafush Shâlih sangat jelas bahwa umat Islam dituntut untuk bersaudara dan bersatu padu di bawah naungan Islam, dan berlandaskan prinsip-prinsip kebenaran. Kaum Muslimin harus satu manhaj dan satu persepsi dalam memahami al-Qur’ân dan Sunnah. {/INSERTKEYS}

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Persatuan dan persaudaraan tidak berarti mengabaikan teguran kepada yang berbuat salah, apalagi berbuat bid’ah. Yang penting harus sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambaik dalam hal lemah-lembut atau dalam cara keras. Saling ingat-mengingatkan supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran harus tetap berjalan, sebab hal itupun merupakan perintah Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman: وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. [al-Ashr/103:1-3] Namun adalah keterlaluan jika ada seorang Muslim yang bersemangat mengajak persaudaraan, akan tetapi kenyataannya ia malahan menjadikan sasaran bidik caci maki, cercaan dan tuduhan salahnya kepada para ulama serta masyarakat yang bermanhaj Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Sebaliknya ia malah menjalin hubungan erat atau mengagumi para ahli bid’ah dan provokator perpecahan. Wallâhul-Musta’ân. Makna dan Hakikat Ukhuwah Menurut Imam Hasan Al-Banna, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Ukhuwah Islamiyah adalah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah, yaitu pertama, kekuatan iman dan aqidah.

Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Dan ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah saw membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam atas muka dunia kurang dari setengah abad. Sekarang ini, kita berusaha memperbaharui kekuatan ukhuwah ini, karena ukhuwah memiliki pengaruh kuat dan aktif dalam proses mengembalikan kejayaan umat Islam. Kedudukan Ukhuwah Islamiyah Ukhuwah adalah nikmat Allah, anugerah suci, dan pancaran cahaya rabbani yang Allah persembahkan untuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan pilihan.

Allahlah yang menciptakannya. Allah berfirman: “…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu.” (QS: Ali Imran: 103). “…Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…” (QS: Ali Imran: 103).

Ukhuwah adalah pemberian Allah, yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Allah berfirman: “…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS: Al-Anfal: 63)” Selain nikmat dan pemberian, ukhuwah memiliki makna empati, lebih dari sekadar simpati.

Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya.” (HR. Imam Muslim). Dengan ukhuwah, sesama mukmin akan saling menopang dan menguatkan, menjadi satu umat yang kuat. Rasulullah Saw. Bersabda: “Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).

Adapun hubungannya dengan iman, ukhuwah diikat oleh iman dan taqwa.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Sebaliknya, iman juga diikat dengan ukhuwah. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS: Al-Hujurat: 10).” Artinya, mukmin itu pasti bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan. Jika Anda melihat ada yang bersaudara bukan karena iman, maka ketahuilah itu adalah persaudaraan dusta.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Jika Anda melihat iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna, belum mencapai derajat yang diinginkan, bahkan bisa berakhir dengan permusuhan. Allah berfirman: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Zukhruf: 67). Keutamaan Ukhuwah Islamiah Ukhuwah memiliki banyak sekali keutamaan. Pertama, dengan ukhuwah kita bisa merasakan manisnya iman.

Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR.

Imam Bukhari). Kedua, dengan ukhuwah kita akan berada di bawah naungan cinta Allah dan dilindungi dibawah Arsy-Nya. Di akhirat Allah berfirman: “Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Imam Muslim). Rasulullah Saw. bersabda: “Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa.

Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, “Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

saudara di desa ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR.

Imam Muslim). Ketiga, dengan ukhuwah kita akan menjadi ahli surga di akhirat kelak. Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR. Imam Al-Tirmizi). Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya.

Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia mengatakan, para perawinya tsiqat).

Keempat, bersaudara karena Allah adalah amal mulia yang akan mendekatkan seorang hamba dengan Allah. Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda, “…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul ditanya lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri.” (HR.

Imam Al-Munziri). Kelima, dengan ukhuwah dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon.” (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha’if).

Syarat dan Hak Ukhuwah Ukhuwah memiliki beberapa syarat dan hak yang harus kita penuhi. Yang pertama, hendaknya kita bersaudara untuk mencari keridhaan Allah, bukan kepentingan atau berbagai tujuan duniawi. Tujuannya ridha Allah, mengokohkan internal umat Islam, berdiri tegar di hadapan konspirasi yang berusaha menghancurkan agama Islam.

Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya…” (HR.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Imam Bukhari). Yang kedua, hendaknya kita saling tolong-menolong dalam keadaan suka dan duka, senang atau tidak, mudah maupun susah. Rasul bersabda, “Muslim adalah saudara muslim, ia tidak mendhaliminya dan tidak menghinanya… tidak boleh seorang muslim bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, di mana yang satu berpaling dari yang lain, dan yang lain juga berpaling darinya.

Maka yang terbaik dari mereka adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Imam Muslim). Dan yang ketiga, hendaknya kita memenuhi hak-hak umum dalam ukhuwah. Rasul bersabda: “Hak muslim atas muslim lainnya ada enam, yaitu jika berjumpa ia memberi salam, jika bersin ia mendoakannya, jika sakit ia menjenguknya, jika meninggal ia mengikuti jenazahnya, jika bersumpah ia melaksanakannya.” (HR.

Imam Muslim). Tingkatan-tingkatan Ukhuwah Tingkatan yang terendah dari ukhuwah adalah salamatush shadr, yaitu bersihnya hati kita dari perasaan iri, dengki, benci, dan sifat-sifat negatif lainnya terhadap saudara kita.

Jika kita tidak bisa memberikan suatu kebaikan kepada saudara kita, paling tidak kita tidak memiliki perasaan yang negatif kepadanya. Termasuk juga dalam tingkatan yang terendah ini adalah selamatnya saudara kita dari kejahatan lisan dan tangan kita. Jangan sekali-kali kita melakukan kezhaliman kepada saudara kita.

Adapaun tingkatan ukhuwah yang tertinggi adalah itsaar, yaitu lebih mementingkan dan mengutamakan saudara kita diatas diri kita sendiri. Inilah dahulu yang pernah dicontohkan oleh para sahabat Anshor kepada para sahabat Muhajirin di Madinah. Tahapan-tahapan Ukhuwah Untuk membangun ukhuwah, diperlukan beberapa tahapan. Yang pertama adalah ta’aruf, yaitu saling mengenal. Pepatah bilang: ‘Tak kenal maka tak sayang.’ Apalagi saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.S.

Al Hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. 13) Tahapan berikutnya adalah tafahum, yaitu saling memahami. Hendaknya hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan.

Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim) Setelah ta’aruf dan tafahum, yang berikutnya harus kita lakukan untuk mewujudkan ukhuwah adalah ta’awun, yaitu saling membantu dan menolong, tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: • Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.

Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” • Memohon didoakan bila berpisah.

“Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim). • Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa. “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R.

Muslim) • Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim). “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’) • Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) • Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu • Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya • Memenuhi hak ukhuwah saudaranya • Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan • Sebelum • Berikut
Melanjutkan tulisan Contoh Soal PAI Kelas 10 Semester 1 Beserta Jawabannya ~ Pilihan Ganda bagian ke-9 (soal nomor 81-90), bagian kesepuluh berisikan materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti K13 tentang Persaudaraan (Ukhuwah).

Baca juga, materi yang sama dalam bentuk essay: Contoh Soal Essay Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kelas X Semester 1 ~ K13 (Part-10) Berikut, contoh soal PG PAI kelas X Semester 1 dan kunci jawabannya, untuk siswa SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, dimulai dari soal nomor 91 sampai dengan 100. 91. Ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, di mana keterpautan jiwa itu ditautkan oleh ikatan aqidah Islam, iman dan taqwa merupakan pengertian dari.

a. mahabbah b. ikhlas c. ukhuwah d. aqidah e.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

syari’ah Jawaban: c 92. Makna yang terkandung dalam surah Al Hujurat ayat 10 adalah. a. orang-orang beriman harus menjadi saudara sehingga saling mewarisi b.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

apabila terjadi sengketa atau perselisihan antarsesama orang beriman harus didamaikan c. orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa d. manusia harus saling mengenal satu sama lainnya e. perdamaian disebut juga dengan islah Jawaban: b 93. Dasar persaudaraan antara orang beriman adalah adanya persamaan. a. aqidah b. keturunan c. bangsa d. nasab e. ras Jawaban: a 94. Pernyataan di bawah ini benar berkaitan dengan persaudaraan (ukhuwah) dalam Islam, kecuali.

a. persaudaraan (ukhuwah) orang beriman harus benar-benar kuat, lebih kuat daripada persaudaraan karena nasab atau keturunan b. persaudaraan nasab bisa terputus karena perbedaan agama c.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

ukhuwah Islam tidak terputus karena perbedaan nasab d. persaudaraan nasab dianggap tidak ada jika kosong dari persaudaraan (aqidah) Islam e. persaudaraan nasab tetap ada meskipun berbeda aqidah Jawaban: e 95. Hati yang bersih akan menciptakan.dalam berhubungan dengan saudara sesamanya. a. perdamaian b. permusuhan c. perdebatan d. pertahanan e. perselisihan Jawaban: a 96. Seorang muslim terhadap muslim lainnya bagiakan.

a. satu bangunan b. satu ikatan c. satu tujuan d. satu hati e. satu pemahaman Jawaban: a 97. Ukhuwah akan melahirkan rasa kasih sayang yang mendalam pada jiwa setiap muslim dan mendatangkan dampak positif, kecuali. a. saling menolong b. mengutamakan orang lain c. ramah d. mencintai lawan jenis e. saling memaafkan Jawaban: d 98.

Salah satu hikmah ukhuwah adalah terwujudnya. a. persatuan b. pertengkaran c. perbedaan d. perselisihan e. pertentangan Jawaban: a 99. Hal yang paling penting dalam ukhuwah Islamiyah adalah.

a. tolong menolong b. kesatuan umat Islam c. menghilangkan kesusahan saudaranya d. saling memberikan nasihat e. memerhatikan Jawaban: b 100. Sikap saling mencintai antarsesama muslim sebagai bentuk ukhuwah dapat diwujudkan dalam perbuatan berikut, kecuali. a. tolong-menolong b. memberikan bantuan hanya ketika diminta c. menghilangkan kesusahan saudaranya d. melindungi kehormatan sauaranya e. saling memberikan nasihat Jawaban: b Lanjut ke soal penilaian akhir semester satu => Contoh Soal UAS/PAS PAI Kelas X Semester 1 K13 Beserta Jawaban ATAU Lanjut ke semester dua => Contoh Soal PAI Kelas 10 Semester 2 Beserta Jawabannya ~ Pilihan Ganda Baru – baru ini terjadi insiden penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada hari Jumat15 Maret 2019 mengakibatkan korban meninggal dunia sejumlah 49 orang.

Dunia Islam mengutuk keras perbuatan keji tersebut. Komunitas Muslim Seattle berdoa bersama setelah aksi penembakan tersebut. Salah satu muslim berujar : “Saya pikir hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. orang setuju, Anda tahu, hari ini semua dari kita akan membuktikan bahwa kita tidak takut,” Respon komunitas muslim seattle tersebut merupakan salah satu spontanitas dalam makna ukhuwah islamiyah.

Makna Ukhuwah Islamiyyah Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai “persaudaraan”, Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang ukhuwah Islamiyah dan dapat kita simpulkan bahwa di dalam kitab suci ini memperkenalkan paling tidak empat macam persaudaraan: 1) Ukhuwah ‘ubudiyah atau saudara sesama mahluk dan sama-sama tunduk kepada Allah.

2) Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah Saw. juga menekankan lewat sabda beliau, “Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” 3) Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.

4) Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan antarsesama Muslim. Rasulullah Saw. bersabda, Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku. Fenoma Ukhuwah Islamiyah Dunia Islam saat ini Bila dilihat dari fenomena hari ini dalam konteks ukhuwah Islamiyah ada sisi kekurangannya yakni adanya isu terorisme, pertentangan golongan, golongan satu merendahkan golongan lain, sedikit banyak mengendorkan soliditas antar muslim.

Perpecahan ukhuwah antar muslim telah diingatkan Allah dalam firmanNya : ”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi permpuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan yang (mengolok-olok).

Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.

Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima tobat, Maha penyayang.” (QS : al-Hujuraat: 11-12) Allah menunjukkan dengan jelas dalam ayat tersebut bahwa mengolok-olok baik dilakukan oleh suatu kaum maupun individual, saling mencela, saling memanggil dengan sebutan-sebutan yang buruk, berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, saling menggunjing satu sama lain adalah mengarah pada pecahnya persaudaraan.

Apakah kita tidak merasa jijik diibaratkan Allah seperti memakan bangkai saudara sendiri? Rasulullah bersabda Artinya, “Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (HR.

Ahmad dari Nu’man bin Basyîr dengan derajat hasan) Jika pernah diantara sesama muslim melakukan hal tersebut, maka diperintahkan Allah untuk bertaubat. Manusia juga dikaruniai oleh Allah peluang untuk bersilang pendapat dan hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

pendirian namun ajaran Rasulullah S.A.W mengajarkan umatnya untuk bermusyawarah, sehingga betapapun ada perbedaan yang tajam niscaya dapat diselesaikan dengan keridhoan sesama muslim. Saatnya potensi-potensi perpecahan perlu kita akhiri, dengan saling menjaga, menghargai dan bersikap lemah lembut.

Sehingga apabila terjadi perbedaan, maka perbedaan tersebut dapat melahirkan hikmah, baik dalam bentuk kompetisi positif, mempertajam daya kritis, maupun dalam membangun semangat mencari tahu sesuai dengan anjuran memperbanyak ilmu. Namun disisi lain ada fenoma menggembirakan bahwa rasa persaudaran sesama muslim melintasi benua dalam dunia islam global menunjukkan juga hal yang positif. Misalnya adanya perhatian komunitas muslim di negara ini yang peduli akan pembangunan masjid di Palestina dengan nama Masjid Istiqlal Indonesia yang peruntukannya selain digunakan untuk beribadah salat lima waktu, juga dibangun fasilitas pendidikan Alquran untuk melahirkan hafiz dan hafizah di sana.

Jadi, masjid ini akan jadi pusat peradaban masyarakat Gaza. Hal tersebut merupakan bentuk kecintaan kepada komunitas muslim saudara kita di Indonesia terhadap saudaranya muslim di Palestina agar dapat beribadah dengan layak. Kebersamaan ini dalam banyak hal dapat memberikan inspirasi solidaritasmemperkuat kecintaan kepada sesama saudara mukmin.

Ukhuwah Islamiyah sendiri menunjukkan jalan yang dapat ditempuh untuk membangun komunikasi di satu sisi, dan di sisi lain, ia juga memberikan semangat baru untuk sekaligus melaksanakan ajaran sesuai dengan petunjuk al-Qur’an serta teladan dari para Nabi dan Rasul-Nya.

2 hal penting dalam ukhuwah Islamiyah, pertama, apabila salah satu dari anggota badan itu sakit, maka anggota lainnya pun turut merasakan sakit. Kedua, persaudaraan Islam dianalogikan sebagai bangunan yang kuat, yang antara masing-masing pilar dan komponen dalam bangunan tersebut saling memberikan fungsi untuk memperkuat dan memperkokoh.

Dalam Islam seseorang dianggap mulia, jika ia memelihara anak yatim. Orang yang paling disenangi Allah adalah mereka yang paling dermawan. Orang−orang yang berinfaq/bersedekah diberi ganjaran pahala sampai 70 x lipat. Dalam hadis Rasulullah disebutkan bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya selama hamba tersebut membantu saudaranya.

Pada hadis lain Rasulullah menyebutkan, bahwa bakhil itu sifat tercela dan pemboros itu adalah kawan−kawan setan. Jika dibahas secara terinci, tentang kepedulian Islam terhadap masalah sosial maka kita akan menemukan bahwa ternyata amal ibadah secara umum lebih banyak berurusan dengan hamblum minannas ketimbang hablum minallah. Namun manifestasi hablum minannas adalah ketauhidan dan ketaatan kepada Allah SWT. Allah memberi karunia akhlak yang baik sebagai modal berukhuwah dan bersaudara.

Ukhuwah islamiyyah dihiasai dengan akhlakul karimah. Akhlak yang menjaga perasaan saudaranya, menjaga harta dan jiwa setiap mukmin. Seorang mukmin mendambakan karunia lidah yang jujur, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Ibrahim as : ”Jadikanlah untukku lisan yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian hari.” (Qs. Asy-Syu’ara:48) Allah mencintai sebagian hamba-Nya dan memberikan karunianya dan budi pekerti yang luhur.

Nabi Muhammad S.A.W dipuji oleh Allah dalam firman-Nya “sebab rahmat dari Allah lah engkau berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Jika engkau kasar dan keras hati, niscaya dia akan meninggalkanmu.” (QS. Ali Imron:159) Mari kita perbanyak upaya untuk memahami Al Quran dan Sunnah, karena seluruhnya isinya adalah akhlak kebaikan. Dengan keduanya kita mendapatkan cahaya yang menerangi jalan dan tingkah laku kita, mendorong hati kita untuk melakukan berbagai kebajikan.

Allah berfirman” Allah memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sungguh telah diberikan kebaikan yang banyak. Tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. Al Baqarah:269) Dasar dari menjalin ukhuwah yang baik adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah, sehingga niscaya Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita. Berhati-hati terhadap dosa-dosa yang akan menguasai kita dan akan menyebabkan kita gagal dalam bergaul dengan sesama saudara mukmin.

Semoga kita termasuk hambaNya yang bersungguh-sungguh untuk mencapai Ridha Allah dan senantiasa berbuat kebaikan. Amin Ya Robbal Alamin. Oleh : Azhar ardi, S.E., M.Si. – Kabag SPI Sekretariat YBWSA Komentar • Pak yadi mengenai Pengumuman Lolos Berkas Pendaftaran Bisyaro Guru TPQ Lazis Sultan Agung • Mutiara mengenai Pengumuman Lolos Berkas Pendaftaran Bisyaro Guru TPQ Lazis Sultan Agung • ANIS M mengenai Dibuka Pendaftaran Bantuan Bisyaroh Guru TPQ Th.

2022 • admin mengenai Dibuka Pendaftaran Bantuan Bisyaroh Guru TPQ Th. 2022 • admin mengenai Dibuka Pendaftaran Bantuan Bisyaroh Guru TPQ Th. 2022
Soal dan Pembahasan Persaudaraan dalam Islam – Secara umum materi Persaudaraan dalam Islam dapat dipelajari pada pelajaran PAI pada tingkatan SMA.

Pada pelajaran PAI terdapat materi Persaudaraan dalam Islam yang soalnya akan dibagikan pada tulisan ini beserta pembahasannya. 1. Dasar persaudaraan antara orang beriman adalah adanya persamaan … A. Aqidah B. Keturunan C. Bangsa D. Nasab E. Ras Pembahasan: Aqidah dalam istilah islam berarti iman, yaitu tiada tuhan yang patut disembah kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Dasar persaudaraan antara orang beriman adalah adanya persamaan aqidah atau iman yang dimiliki. Jadi, jawaban yang benar adalah (A) Aqidah 2. Ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, di mana keterpautan jiwa itu ditautkan oleh ikatan aqidah Islam, iman dan taqwa merupakan pengertian dari … A.

Mahabbah B. Ikhlas C. Ukhuwah D. Aqidah E. Syari’ah Pembahasan: Ukhuwah merupakan ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang, cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang, yang keterpautan jiwa itu ditautkan oleh ikatan aqidah Islam, iman dan taqwa. Jadi, jawaban yang benar adalah (C) Ukhuwah 3.

Makna yang terkandung dalam surah Al Hujurat ayat 10 adalah … A. Orang-orang beriman harus menjadi saudara sehingga saling mewarisi B. Apabila terjadi sengketa atau perselisihan antarsesama orang beriman harus didamaikan C. Orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa D. Manusia harus saling mengenal satu sama lainnya E. Perdamaian disebut juga dengan islah Pembahasan: Pada surah Al Hujaratayat 10 disebutkan: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.

Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” Jadi, jawaban yang benar adalah (B) Apabila terjadi sengketa atau perselisihan antarsesama orang beriman harus didamaikan 4. Pernyataan di bawah ini benar berkaitan dengan persaudaraan (ukhuwah) dalam Islam, kecuali … A.

Persaudaraan (ukhuwah) orang beriman harus benar-benar kuat, lebih kuat daripada persaudaraan karena nasab atau keturunan B. Persaudaraan nasab bisa terputus karena perbedaan agama C. Ukhuwah Islam tidak terputus karena perbedaan nasab D. Persaudaraan nasab dianggap tidak ada jika kosong dari persaudaraan (aqidah) Islam E.

Persaudaraan nasab tetap ada meskipun berbeda aqidah Pembahasan: Persaudaraan (ukhuwah) karena aqidah atau iman lebih kuat daripada persaudaraan nasab. Maka, persaudaraan nasab akan terputus dengan adanya perbedaan aqidah. Namun, persaudaraan karena agama tidak terputus dengan perbedaan nasab. Jadi, jawaban yang benar adalah (E) Persaudaraan nasab tetap ada meskipun berbeda aqidah 5.

Hati yang bersih akan menciptakan … dalam berhubungan dengan saudara sesamanya. A. Perdamaian B. Permusuhan C. Perdebatan D. Pertahanan E. Perselisihan Pembahasan: Hati yang bersih dan suci akan menciptakan perdamaian dalam berhubungan antara saudara sesamanya.

Jadi, jawaban yang benar adalah (A) Perdamaian 6. Seorang muslim terhadap muslim lainnya bagiakan … A. Satu bangunan B. Satu ikatan C. Satu tujuan D. Satu hati E. Satu pemahaman Pembahasan: Berdasarkan salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Maka, seorang muslim terhadap muslim lainnya bagiakan satu bangunan. Jadi, jawaban yang benar adalah (A) Satu bangunan 7. Ukhuwah akan melahirkan rasa kasih sayang yang mendalam pada jiwa setiap muslim dan mendatangkan dampak positif, kecuali … A.

Saling menolong B. Mengutamakan orang lain C. Ramah D. Mencintai lawan jenis E. Saling memaafkan Pembahasan: Ukhuwah akan mendatangkan dampak positif dan melahirkan rasa kasih sayang yang mendalam pada jiwa setiap muslim.

Yang tidak termasuk dampak positif dari ukhuwah adalah mencintai lawan jenis. Jadi, jawaban yang benar adalah (D) Mencintai lawan jenis 8. Salah satu hikmah ukhuwah adalah terwujudnya … A. Persatuan B. Pertengkaran C. Perbedaan D. Perselisihan E. Pertentangan Pembahasan: Salah satu hikmah ukhuwah adalah terwujudnya persatuan dan kesatuan antar sesama umat manusia karena ukhuwah dapat meningkatkan rasa kesatuan dan kebersamaan antar sesama.

Jadi, jawaban yang benar adalah (A) Persatuan 9. Hal yang paling penting dalam ukhuwah Islamiyah adalah … A. Tolong menolong B. Kesatuan umat Islam C. Menghilangkan kesusahan saudaranya D. Saling memberikan nasihat E. Memerhatikan Pembahasan: Hal yang paling penting dalam ukhuwah Islamiyah adalah kesatuan umat Islam karena ukhuwah dapat meningkatkan rasa kesatuan dan kebersamaan antar sesama. Jadi, jawaban yang benar adalah (B) Kesatuan umat Islam 10. Sikap saling mencintai antarsesama muslim sebagai bentuk ukhuwah dapat diwujudkan dalam perbuatan berikut, kecuali … A.

Tolong-menolong B. Memberikan bantuan hanya ketika diminta C. Menghilangkan kesusahan saudaranya D. Melindungi kehormatan sauaranya E. Saling memberikan nasihat Pembahasan: “Memberikan bantuan hanya ketika diminta” tidak termasuk sikap saling mencintai antarsesama muslim sebagai bentuk ukhuwah.

Sebab sebagai seorang muslim, sebaiknya kita menolong atau memberikan bantuan secara langsung tanpa harus menunggu orang tersebut meminta bantuan.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Jadi, jawaban yang benar adalah (B) Memberikan bantuan hanya ketika diminta Sekian Soal dan Pembahasan Persaudaraan dalam Islam dasar persaudaraan antara orang beriman adalah adanya persamaan. Semoga dasar persaudaraan antara orang beriman adalah adanya persamaan Soal dan Pembahasan Persaudaraan dalam Islam tadi dapat membantu teman-teman dalam belajar. Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Persaudaraan_Sahabat_Nabi Baca juga: Soal dan Pembahasan Pidato Ambiz Education Search: dasar persaudaraan antara orang beriman adalah adanya persamaan Kategori Agama Islam Navigasi Tulisan
Hal yang paling penting dalam Ukhuwah Islamiyah adalah keimanan dan ketaqwaan Pembahasan Ukhuwah berasal dari akar kata akhu yang berarti saudara atau persaudaraan.

Sehingga Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang didasari atas prinsip kesamaan agama yaitu agama Islam. Hal yang paling penting dalam ukhuwah Islamiyah hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

Keimanan dan Ketakwaan karena: • Dengan beriman, maka kita mempercayai apa yang Allah Subhanahu Wa ta'ala jelaskan di dalam Al Quran tentang pentingnya Ukhuwah. • Dengan ketaqwaaan maka kita akan berusaha menjalankan segala perintahNya termasuk mempererat tali ukhuwah islamiyah, dan juga akan menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat merusak tali persaudaraan sesama umat Islam (Ukhuwah Islamiyah). Adapun dalil tentang Ukhuwah Islamiyah adalah Firman Allah Subhanahu Wa ta'ala di dalam Al Quran surat Al Hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

ayat 10 yang berbunyi: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ - ١٠ Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

Sedangkan landasan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah adalah dalam surat Ali Imran ayat 103 yang berbunyi: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ " Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allahdan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.

Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." Sehingga jika ingin Ukhuwah Islamiyah terjaga dengan kuat, maka setiap umat muslim wajib memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Pelajari lebih lanjut 1. Materi tentang Ukhuwah Islamiyah brainly.co.id/tugas/6232305 2. Materi tentang Contoh Ukhuwah brainly.co.id/tugas/23962832 3. Materi tentang Ukhuwah Islamiyah brainly.co.id/tugas/34102892 Detil jawaban Kelas: 7 Mapel: Agama Bab: Perilaku Terpuji Kode: 7.14.4 Kata Kunci: Ukhuwah Islamiyah #AyoBelajar Ari telah lulus kuliah dari prodi s1 akuntansi dan bercita-cita ingin menjadi auditor internal yang tersertifikasi nasional, agar bisa bekerja di peru … sahaan go public.

ini karena banyak perusahaan go public mensyaratkan bahwa calon auditor internal yang akan direkrut harus tersertifikasi. apa saja yang harus dilakukan oleh ari supaya cita-citanya tercapai ketika hendak melaksanakan salat ashar berjamaah bersama teman-temannya, sania terlebih dahulu melaksanakan empat rakaat shalat. pertanyaan yang tepat … berdasarkan sikap sania adalah.a. sania melaksanakan salat sunahb. salat sunah sebelum asar seharusnya dua rakaatc.

perbuatan sania sia-siad. sania melaksanakan shalat sunah gairu muakad​• “Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.” ( Imam Al-Ghazali ) Baru – baru ini terjadi insiden penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada hari Jumat15 Maret 2019 mengakibatkan korban meninggal dunia sejumlah 49 orang. Dunia Islam mengutuk keras perbuatan keji tersebut. Komunitas Muslim Seattle berdoa bersama setelah aksi penembakan tersebut.

Salah satu muslim berujar : “Saya pikir semua orang setuju, Anda tahu, hari ini semua dari kita akan membuktikan bahwa kita tidak takut,” Respon komunitas muslim seattle tersebut merupakan salah satu spontanitas dalam makna ukhuwah islamiyah.

hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah....

Makna Ukhuwah Islamiyyah Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai “persaudaraan”, Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam.

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menjelaskan tentang ukhuwah Islamiyah dan dapat kita simpulkan bahwa di dalam kitab suci ini memperkenalkan paling tidak empat macam persaudaraan: 1) Ukhuwah ‘ubudiyah atau saudara sesama mahluk dan sama-sama tunduk kepada Allah.

2) Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah Saw. juga menekankan lewat sabda beliau, “Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara” 3) Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.

4) Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan antarsesama Muslim. Rasulullah Saw. bersabda, Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku. Fenoma Ukhuwah Islamiyah Dunia Islam saat ini Bila dilihat dari fenomena hari ini dalam konteks ukhuwah Islamiyah ada sisi kekurangannya yakni adanya isu terorisme, pertentangan golongan, golongan satu merendahkan golongan lain, sedikit banyak mengendorkan soliditas antar muslim.

Perpecahan ukhuwah antar muslim telah diingatkan Allah dalam firmanNya : ”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi permpuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan yang (mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati?

Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima tobat, Maha penyayang.”. (QS : al-Hujuraat: 11-12) Allah menunjukkan dengan jelas dalam ayat tersebut bahwa mengolok-olok baik dilakukan oleh suatu kaum maupun individual, saling mencela, saling memanggil dengan sebutan-sebutan yang buruk, berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, saling menggunjing satu sama lain adalah mengarah pada pecahnya persaudaraan.

Apakah kita tidak merasa jijik diibaratkan Allah seperti memakan bangkai saudara sendiri?. Rasulullah bersabda Artinya, “Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (HR. Ahmad dari Nu’man bin Basyîr dengan derajat hasan). Jika pernah diantara sesama muslim melakukan hal tersebut, maka diperintahkan Allah untuk bertaubat. Manusia juga dikaruniai oleh Allah peluang untuk bersilang pendapat dan berbeda pendirian namun ajaran Rasulullah S.A.W mengajarkan umatnya untuk bermusyawarah, sehingga betapapun ada perbedaan yang tajam niscaya dapat diselesaikan dengan keridhoan sesama muslim.

Saatnya potensi-potensi perpecahan perlu kita akhiri, dengan saling menjaga, menghargai dan bersikap lemah lembut. Sehingga apabila terjadi perbedaan, maka perbedaan tersebut dapat melahirkan hikmah, baik dalam bentuk kompetisi positif, mempertajam daya kritis, maupun dalam membangun semangat mencari tahu sesuai dengan anjuran memperbanyak ilmu.

Namun disisi lain ada fenoma menggembirakan bahwa rasa persaudaran sesama muslim melintasi benua dalam dunia islam global menunjukkan juga hal yang positif. Misalnya adanya perhatian komunitas muslim di negara ini yang peduli akan pembangunan masjid di Palestina dengan nama Masjid Istiqlal Indonesia yang peruntukannya selain digunakan untuk beribadah salat lima waktu, juga dibangun hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

pendidikan Alquran untuk melahirkan hafiz dan hafizah di sana. Jadi, masjid ini akan jadi pusat peradaban masyarakat Hal yang paling penting dalam ukhuwah islamiyah adalah.

Hal tersebut merupakan bentuk kecintaan kepada komunitas muslim saudara kita di Indonesia terhadap saudaranya muslim di Palestina agar dapat beribadah dengan layak. Kebersamaan ini dalam banyak hal dapat memberikan inspirasi solidaritasmemperkuat kecintaan kepada sesama saudara mukmin.

Ukhuwah Islamiyah sendiri menunjukkan jalan yang dapat ditempuh untuk membangun komunikasi di satu sisi, dan di sisi lain, ia juga memberikan semangat baru untuk sekaligus melaksanakan ajaran sesuai dengan petunjuk al-Qur’an serta teladan dari para Nabi dan Rasul-Nya. 2 hal penting dalam ukhuwah Islamiyah, pertama, apabila salah satu dari anggota badan itu sakit, maka anggota lainnya pun turut merasakan sakit. Kedua, persaudaraan Islam dianalogikan sebagai bangunan yang kuat, yang antara masing-masing pilar dan komponen dalam bangunan tersebut saling memberikan fungsi untuk memperkuat dan memperkokoh.

Dalam Islam seseorang dianggap mulia, jika ia memelihara anak yatim. Orang yang paling disenangi Allah adalah mereka yang paling dermawan. Orang−orang yang berinfaq/bersedekah diberi ganjaran pahala sampai 70 x lipat. Dalam hadis Rasulullah disebutkan bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya selama hamba tersebut membantu saudaranya.

Pada hadis lain Rasulullah menyebutkan, bahwa bakhil itu sifat tercela dan pemboros itu adalah kawan−kawan setan. Jika dibahas secara terinci, tentang kepedulian Islam terhadap masalah sosial maka kita akan menemukan bahwa ternyata amal ibadah secara umum lebih banyak berurusan dengan hamblum minannas ketimbang hablum minallah.

Namun manifestasi hablum minannas adalah ketauhidan dan ketaatan kepada Allah SWT. Allah memberi karunia akhlak yang baik sebagai modal berukhuwah dan bersaudara. Ukhuwah islamiyyah dihiasai dengan akhlakul karimah. Akhlak yang menjaga perasaan saudaranya, menjaga harta dan jiwa setiap mukmin.

Seorang mukmin mendambakan karunia lidah yang jujur, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Ibrahim as : ”Jadikanlah untukku lisan yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian hari.” (Qs.

Asy-Syu’ara:48) Allah mencintai sebagian hamba-Nya dan memberikan karunianya dan budi pekerti yang luhur. Nabi Muhammad S.A.W dipuji oleh Allah dalam firman-Nya “sebab rahmat dari Allah lah engkau berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Jika engkau kasar dan keras hati, niscaya dia akan meninggalkanmu.”. (QS. Ali Imron:159) Mari kita perbanyak upaya untuk memahami Al Quran dan Sunnah, karena seluruhnya isinya adalah akhlak kebaikan.

Dengan keduanya kita mendapatkan cahaya yang menerangi jalan dan tingkah laku kita, mendorong hati kita untuk melakukan berbagai kebajikan. Allah berfirman” Allah memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sungguh telah diberikan kebaikan yang banyak. Tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.

(QS. Al Baqarah:269) Dasar dari menjalin ukhuwah yang baik adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah, sehingga niscaya Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita.

Berhati-hati terhadap dosa-dosa yang akan menguasai kita dan akan menyebabkan kita gagal dalam bergaul dengan sesama saudara mukmin. Semoga kita termasuk hambaNya yang bersungguh-sungguh untuk mencapai Ridha Allah dan senantiasa berbuat kebaikan. Amin Ya Robbal Alamin.[] Oleh : Azhar ardi, S.E., M.Si.

– Kabag SPI Sekretariat YBWSA Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam. Pada masa ini ukhwah islamiyah sudah banyak walupun sekarang masih ada isu terorisme,dll seperti berburuk sangka,menmangil dengan nama nama buruk atau gelar yang buruk,yang dapat memecahkan atau tidak ada kepercayaan orang lain terhadap kita dan sebaliknya.

Oleh karena itu marilah tanamkan ,terapkan,lakukan jiwa ukhuwah Islamiyyah kepada diri sendiri dan menyebarkan ukhwah islamiyah kepada orang lain untuk tujuan persaudaraan.
Jawaban A. tolong menolong menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali. Jawaban B. kesatuan umat Islam menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban C. menghilangkan kesusahan saudaranya menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan. Jawaban D. saling memberikan nasihat menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban E. memerhatikan menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah B. kesatuan umat Islam Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Keutamaan Ukhuwah Islamiyah




2022 www.videocon.com