Inkarnasi adalah

inkarnasi adalah

★ Pencarian populer hari ini lirih,luruh,papah,tapak,larah,remang aktivitas-atau-aktifitas sinonim izin-atau-ijin halalbihalal cecak aktifitas cari abjad-atau-abjat dedikasi akomodasi miliar-atau-milyar kalangan komoditi-atau-komoditas cabai-atau-cabe aktivitas justifikasi zaman-atau-jaman implikasi interpretasi apotek-atau-apotik tapaktilas seperti andal-atau-handal komprehensif antre-atau-antri gendala detail-atau-detil azan-atau-adzan efektif analisis efektifitas-atau-efektivitas analisis-atau-analisa resiko integrasi kapasitas eksistensi signifikan kerja asas-atau-azaz informasi rekonsiliasi implisit elite-atau-elit praktik-atau-praktek respons modern pengaruh risiko-atau-resiko bokek ★ Mana penulisan kata yang benar?

✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini merupakan KBBI Daring (Dalam Jaringan / Online tidak resmi) yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata (lema/sub lema). Berbeda dengan beberapa situs web ( website) sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya.

Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database Utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi (kata dan arti) tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (dahulu Pusat Bahasa). Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal".

Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan ( link) yang mengarah ke situs ini tetap tersedia. Untuk mencari kata dari KBBI edisi V (terbaru), silakan merujuk ke website resmi di kbbi.kemdikbud.go.id ✔ Fitur KBBI Daring • Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus • Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan • Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang ( reload/refresh) jendela atau laman web ( website) untuk mencari kata berikutnya • Arti kata ditampilkan inkarnasi adalah warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema.

Berikut beberapa penjelasannya: • Jenis kata inkarnasi adalah keterangan istilah semisal n (nomina), v (verba) dengan warna merah muda (pink) dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya (belum semua ada keterangannya) • Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar inkarnasi adalah • Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru • Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye • Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang inkarnasi adalah dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning • Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server • Pranala ( Pretty Permalink/Link) yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya : • Kata 'rumah' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/rumah • Kata 'pintar' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/pintar • Kata 'komputer' akan mempunyai pranala ( link) di https://kbbi.web.id/komputer • dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala ( link) tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan.

• Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web ( website) KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone ( Tablet pc, iPad, iPhone, Tab), termasuk komputer dan netbook/laptop.

Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. • Tambahan kata-kata baru diluar Inkarnasi adalah edisi III • Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya: yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa.

inkarnasi adalah

✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdisi dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua.

Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya: ajar,program,komputer (untuk mencari kata ajar, program dan komputer).

Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya (dengan kosakata yang lebih banyak).

Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline (tidak memerlukan koneksi internet), silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring inkarnasi adalah, silakan mengirimkan ke alamat email: ebta.setiawan -- gmail -- com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas. Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website kbbi.web.id, ini silakan klik Laporkan Iklan [{"x":1,"w":"inkarnasi","d":"in·kar·na·si<\/b> n<\/em> 1<\/b> penjelmaan roh dalam wujud makhluk lain (ter-utama manusia); titisan; 2<\/b> perwujudan makhluk halus dalam bentuk yang nyata;ber·in·kar·na·si<\/b> v<\/em> mengalami inkarnasi","msg":""}] Jawaban Inkarnasi atau Penjelmaan adalah istilah yang digunakan para teolog untuk mengindikasi bahwa Yesus, Anak Allah, mengenakan darah daging manusia.

Ialah mirip dengan kesatuan hipostatik. Perbedaannya adalah bahwa di dalam kesatuan hipostatik dijelaskan bagaimana kedua khodrat Yesus dapat bersatu, sedangkan Inkarnasi lebih menekankan keadaan-Nya sebagai manusia. Istilah inkarnasi adalah berarti "penjelmaan roh dalam wujud makhluk lain, terutama manusia." Kata ini berasal inkarnasi adalah bacaan bahasa Latin ayat Yohanes 1:14, yang dalam bahasa Indonesia terbaca, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita." Dengan penggunaan Latin sebagai bahasa gereja yang digunakan sepanjang Abad Pertengahan, istilah Latin diadopsi dalam oleh berbagai bahasa Eropa lain.

Dukungan Alkitab terhadap kemanusiaan Yesus sangat banyak. Injil merekam kebutuhan jasmani Yesus untuk tidur (Lukas 8:23), makan (Matius 4:2; 21:18), dan perlindungan jasmani (Matius 2:13-15; Yohanes 10:39). Beberapa indikasi kemanusiaan-Nya yang lain ialah bahwa Ia berkeringat (Lukas 22:43-44) dan berdarah (Yohanes 19:34). Yesus juga mengekspresikan emosi seperti sukacita (Yohanes 15:11), kesedihan (Matius 26:37), dan kemarahan (Markus 3:5).

Sepanjang hidupnya, Yesus membahas diri-Nya sebagai manusia (Yohanes 8:40), dan setelah kebangkitan-Nya sifat jasmani-Nya masih dapat dikenali (Kisah 2:22). Namun tujuan dari penjelmaan tersebut bukanlah demi mengenal rasa makanan atau semata merasakan kesedihan.

Anak Allah datang dalam wujud darah-daging demi menjadi Juruselamat umat manusia. Secara pertama, ada keharusan untuk dilahirkan dalam keadaan takluk kepada Hukum Taurat (Galatia 4:4). Setiap kita telah gagal memenuhi Hukum Allah. Inkarnasi adalah datang dalam darah-daging, di bawah Hukum, demi menggenapi Hukum untuk kita (Matius 5:17; Galatia 4:5). Secara kedua, ialah keharusan bahwa Juruselamat mencurahkan darah-Nya bagi pengampunan dosa (Ibrani 9:22). Kurban darah, tentunya menyaratkan tubuh yang berdarah-daging.

Dan itulah rencana Allah dalam Inkarnasi: "Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: 'Korban dan persembahan [di bawah Perjanjian Lama] tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh inkarnasi adalah (Ibrani 10:5). Tanpa penjelmaan sebagai manusia, Kristus tidak dapat mati, dan salib-pun kehilangan maknanya. Allah telah melakukan pekerjaan yang hebat dengan mengutus Anak-Nya yang Tunggal ke dunia dan menyediakan keselamatan yang tidak patut kita terima.

Puji Tuhan atas waktu itu ketika "Firman itu telah menjadi manusia" (Yohanes 1:14). Kita sekarang telah ditebus "dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat" (1 Petrus 1:19). Yesus adalah manusia dan ilahi sekaligus.

English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah arti dari Inkarnasi (Penjelmaan) Kristus? Bagikan halaman ini:
• العربية • Български • বাংলা • Català • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • فارسی • Suomi • हिन्दी • Magyar • Interlingua • Italiano • 日本語 • 한국어 • Latina • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Polski • Português • Română • Русский • Simple English • Svenska • Kiswahili • Türkçe • Українська • اردو • 中文 Inkarnasi adalah pembuahan dan kelahiran makhluk yang merupakan manifestasi dari suatu tuhan/ dewa, atau inkarnasi adalah yang imaterial.

inkarnasi adalah

{INSERTKEYS} [1] Inkarnasi dalam agama [ sunting - sunting sumber ] Contoh inkarnasi pada agama-agama adalah: • Hinduisme • Kresna • Kali • Durga • Parvati • Kristen • Yesus Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Like in Chili con carne (literally "Chili with meat") - carne originates from Latin, meaning flesh or meat.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Inggris) Detailed information on Incarnation in Christianity Diarsipkan 2010-12-30 di Wayback Machine. • (Inggris) Article on Incarnation in Rastafari • Halaman ini terakhir diubah pada 10 Juni 2021, pukul 20.38.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. {/INSERTKEYS}

inkarnasi adalah

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Firman Tuhan yang Relevan: " Inkarnasi" adalah penampakan Tuhan dalam daging; Tuhan bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam rupa manusia. Jadi, agar Tuhan berinkarnasi, pertama-tama Dia inkarnasi adalah menjadi daging, daging dengan kemanusiaan yang normal; ini adalah prasyarat paling mendasar.

Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam esensi-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia. Dikutip dari "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Inkarnasi berarti Roh Tuhan menjadi daging, inkarnasi adalah, Tuhan menjadi daging; pekerjaan yang dilakukan daging adalah pekerjaan Roh, yang diwujudkan dalam daging dan diungkapkan oleh daging.

Tidak seorang pun kecuali daging Tuhan yang dapat menggenapkan pelayanan Tuhan yang berinkarnasi; artinya, hanya daging inkarnasi Tuhan, hanya kemanusiaan normal ini—dan tidak ada yang lain—yang dapat mengungkapkan pekerjaan ilahi. Jika, selama kedatangan-Nya yang pertama, Tuhan tidak memiliki kemanusiaan yang normal sebelum berusia dua puluh sembilan tahun—jika segera setelah dilahirkan, Dia dapat melakukan mukjizat, jika segera setelah belajar berbicara, Dia dapat berbicara bahasa surga, jika pada saat Dia pertama kali menjejakkan kaki-Nya di bumi, Dia dapat memahami segala perkara duniawi, membedakan pikiran dan niat semua orang—orang seperti itu tidak dapat disebut sebagai manusia normal, dan daging seperti itu tidak dapat disebut inkarnasi adalah manusia.

Jika Kristus seperti itu adanya, makna dan esensi inkarnasi Tuhan akan hilang.

inkarnasi adalah

Bahwa Dia memiliki kemanusiaan yang normal membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi dalam daging; fakta bahwa Dia menjalani proses pertumbuhan manusia normal menunjukkan lebih jauh lagi bahwa Dia adalah daging yang normal; lebih dari itu, pekerjaan-Nya adalah bukti yang cukup bahwa Dia adalah Firman Tuhan, Roh Tuhan, yang menjadi daging.

Dikutip dari "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah berasal inkarnasi adalah daging dan darah; Dia adalah inkarnasi Roh.

Dia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri. Baik kemanusiaan-Nya maupun keilahian-Nya, keduanya tunduk pada kehendak Bapa surgawi. Hakikat Kristus adalah Roh, yaitu keilahian. Oleh karena itu, hakikat-Nya adalah hakikat Tuhan sendiri; hakikat ini tidak akan menyela pekerjaan-Nya sendiri, dan Dia tidak mungkin melakukan apa pun yang menghancurkan pekerjaan-Nya sendiri, ataupun mengucapkan perkataan yang bertentangan dengan kehendak-Nya sendiri.

Oleh karena itu, Tuhan yang berinkarnasi tentunya tidak akan melakukan pekerjaan apa pun yang menyela pengelolaan-Nya sendiri. Inilah yang harus dipahami semua manusia. Esensi pekerjaan Roh Kudus adalah menyelamatkan manusia dan demi kepentingan pengelolaan Tuhan sendiri. Begitu pula, pekerjaan Kristus bertujuan untuk menyelamatkan manusia dan demi kehendak Tuhan.

Dengan Tuhan menjadi daging, Dia pun mewujudkan hakikat-Nya dalam daging-Nya, sehingga daging-Nya memadai untuk melaksanakan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, semua pekerjaan Roh Tuhan digantikan oleh pekerjaan Kristus selama masa inkarnasi, dan inti semua pekerjaan di sepanjang masa inkarnasi adalah pekerjaan Kristus. Pekerjaan tersebut tidak dapat dicampur dengan pekerjaan di zaman lain. Lalu, inkarnasi adalah Tuhan menjadi daging, Dia bekerja dalam identitas daging-Nya; karena Dia datang dalam daging, Dia pun menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya dalam daging.

Baik Roh Tuhan maupun Kristus, keduanya adalah Tuhan itu sendiri, dan Dia melakukan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya serta melaksanakan pelayanan yang harus dilaksanakan-Nya. Dikutip dari "Hakikat Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Tuhan yang menjadi daging disebut Kristus, dan karena itu, Inkarnasi adalah yang bisa memberikan kebenaran kepada orang-orang disebut Tuhan.

Tidak ada yang berlebihan dalam hal ini, karena Dia memiliki hakikat Tuhan, dan memiliki watak Tuhan, serta hikmat dalam pekerjaan-Nya yang tidak bisa dicapai oleh manusia. Mereka yang menyebut dirinya Kristus, tetapi tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar manifestasi Tuhan di bumi, tetapi juga merupakan daging khusus yang dikenakan Tuhan selagi Dia menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia.

Daging ini tidak bisa digantikan oleh sembarang manusia, melainkan daging yang mampu memikul inkarnasi adalah Tuhan di bumi dengan memadai, dan mengungkapkan watak Tuhan, dan mewakili Tuhan dengan baik, dan memberikan hidup bagi manusia. Dikutip dari "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam inkarnasi adalah Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi akan memiliki esensi Tuhan, dan Dia yang adalah Tuhan yang berinkarnasi akan memiliki pengungkapan Tuhan.

Karena Tuhan menjadi daging, Dia akan melaksanakan pekerjaan yang ingin Dia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Dia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepadanya, dan menunjukkan jalan kepadanya. Daging yang tidak memiliki esensi Tuhan pasti bukan Tuhan yang berinkarnasi; ini tidak diragukan lagi. Jika manusia berniat untuk menyelidiki apakah daging itu adalah daging inkarnasi Tuhan, manusia harus menegaskannya dari watak yang Dia ungkapkan dan perkataan yang Dia ucapkan.

Dengan kata lain, untuk menegaskan apakah itu adalah daging inkarnasi Tuhan atau bukan, dan apakah itu jalan yang benar atau bukan, orang harus membedakan berdasarkan esensi-Nya. Jadi, untuk menentukan apakah itu daging Tuhan yang berinkarnasi atau bukan, kuncinya terletak pada esensi-Nya (pekerjaan-Nya, perkataan-Nya, watak-Nya, dan banyak aspek lainnya), bukan pada penampilan lahiriahnya. Jika manusia hanya mengamati penampilan lahiriah-Nya, dan sebagai akibatnya mengabaikan esensi-Nya, ini menunjukkan bahwa manusia itu bodoh inkarnasi adalah tidak tahu apa-apa.

Dikutip dari "Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam esensi-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia. Kehidupan dan pekerjaan inkarnasi-Nya dapat dibagi menjadi dua tahap. Tahap yang pertama adalah kehidupan yang dijalani-Nya sebelum melakukan pelayanan-Nya. Dia hidup dalam keluarga manusia biasa, dalam kemanusiaan yang sepenuhnya normal, menaati nilai-nilai moral dan hukum normal kehidupan manusia, dengan kebutuhan manusia normal (makanan, pakaian, tempat tinggal, tidur), kelemahan manusia normal, dan emosi manusia normal.

Dengan kata lain, selama tahap pertama ini, Dia hidup dalam kemanusiaan non-ilahi dan sepenuhnya normal, terlibat dalam semua kegiatan manusia normal. Tahap kedua adalah kehidupan yang Dia jalani setelah Dia mulai melakukan pelayanan-Nya. Dia inkarnasi adalah berdiam dalam kemanusiaan biasa dengan wujud manusia yang normal, tidak menunjukkan tanda-tanda supranatural yang kasat inkarnasi adalah. Namun, Dia hidup murni demi pelayanan-Nya, dan selama periode ini, kemanusiaan-Nya yang normal sepenuhnya ada untuk menopang pekerjaan keilahian-Nya yang normal, karena pada saat itu kemanusiaan-Nya yang normal telah dewasa sehingga dapat melakukan pelayanan-Nya.

Jadi, tahap kedua dari kehidupan-Nya adalah melakukan pelayanan-Nya dalam kemanusiaan-Nya yang normal, yaitu kehidupan di mana Dia menjalani kemanusiaan yang normal dan sekaligus keilahian yang utuh. Alasan mengapa selama tahap pertama kehidupan-Nya, Dia hidup dalam kemanusiaan yang sepenuhnya biasa adalah karena kemanusiaan-Nya belum mampu menanggung keseluruhan pekerjaan ilahi, belum dewasa; hanya setelah kemanusiaan-Nya tumbuh dewasa dan mampu memikul pelayanan-Nya, barulah Dia dapat mulai melakukan pelayanan yang harus dilakukan-Nya.

inkarnasi adalah

Karena Dia, sebagai daging, perlu bertumbuh dan menjadi dewasa, tahap pertama kehidupan-Nya adalah kehidupan kemanusiaan yang normal—sedangkan dalam tahap kedua, karena kemanusiaan-Nya sudah mampu menanggung pekerjaan-Nya dan melakukan pelayanan-Nya, kehidupan yang dijalani oleh Tuhan yang berinkarnasi selama pelayanan-Nya adalah kehidupan dalam kemanusiaan dan keilahian yang utuh.

Jika sejak saat kelahiran-Nya, Tuhan yang berinkarnasi memulai pelayanan-Nya dengan sungguh-sungguh, melakukan tanda-tanda dan mukjizat supranatural, Dia tidak akan memiliki esensi jasmani. Oleh karena itu, kemanusiaan-Nya ada demi esensi jasmani-Nya; tidak ada daging tanpa kemanusiaan, dan seseorang tanpa kemanusiaan bukanlah manusia. Dengan demikian, kemanusiaan daging Tuhan adalah sifat hakiki dari daging Tuhan yang berinkarnasi.

Mengatakan bahwa "ketika Tuhan menjadi daging, Dia sepenuhnya ilahi, dan sama sekali bukan manusia," adalah penghujatan, karena pernyataan ini sama sekali tidak ada, dan melanggar prinsip inkarnasi.

Bahkan setelah Dia mulai melakukan pelayanan-Nya, Dia masih hidup dalam keilahian-Nya dengan wujud luar seorang manusia saat Dia melakukan pekerjaan-Nya; hanya saja pada saat itu, kemanusiaan-Nya hanya memiliki satu tujuan, yaitu memungkinkan keilahian-Nya untuk melakukan pekerjaan dalam daging yang normal.

Inkarnasi adalah, perantara dari pekerjaan tersebut adalah keilahian yang mendiami kemanusiaan-Nya. Keilahian-Nyalah yang bekerja, bukan kemanusiaan-Nya, tetapi keilahian ini tersembunyi di dalam kemanusiaan-Nya; pada intinya, pekerjaan-Nya dilakukan oleh keilahian-Nya yang utuh, bukan oleh kemanusiaan-Nya.

Namun, pelaku pekerjaan itu adalah daging-Nya. Orang dapat mengatakan bahwa Dia adalah manusia sekaligus Tuhan, karena Tuhan menjadi Tuhan yang hidup dalam daging, dengan wujud manusia dan esensi manusia, tetapi juga esensi Tuhan. Karena Dia adalah manusia dengan esensi Tuhan, Dia berada di atas semua manusia ciptaan, di atas siapa pun yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan.

Demikianlah, di antara semua yang memiliki wujud manusia seperti Diri-Nya, di antara semua yang memiliki kemanusiaan, hanya Dialah Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri—semua yang lain adalah manusia ciptaan. Meskipun mereka semua memiliki kemanusiaan, manusia ciptaan tidak memiliki apa pun selain kemanusiaan, sedangkan Tuhan yang berinkarnasi berbeda: di dalam daging-Nya, Dia bukan saja memiliki kemanusiaan, tetapi yang lebih penting, Dia memiliki keilahian.

Kemanusiaan-Nya dapat dilihat dalam penampakan fisik daging-Nya dan dalam kehidupan-Nya sehari-hari, tetapi keilahian-Nya sulit dipahami. Karena keilahian-Nya diungkapkan hanya ketika Dia memiliki kemanusiaan, dan tidak begitu supranatural sebagaimana yang dibayangkan orang, keilahian-Nya sangat sulit untuk dipahami inkarnasi adalah.

Bahkan sekarang, orang-orang paling kesulitan untuk memahami esensi sejati dari Tuhan yang berinkarnasi. Bahkan setelah Aku menjelaskan panjang lebar tentang semua ini, Kuduga hal ini masih tetap menjadi misteri bagi kebanyakan orang di antaramu. Sebenarnya, masalah ini sangat sederhana: karena Tuhan menjadi daging, esensi-Nya adalah kombinasi antara kemanusiaan dan keilahian. Kombinasi ini disebut Tuhan itu sendiri, Tuhan sendiri yang berada di bumi.

Dikutip dari "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Kemanusiaan Tuhan yang berinkarnasi ada untuk memelihara pekerjaan ilahi yang normal, yang dilakukan dalam daging; pemikiran manusia-Nya yang normal menopang kemanusiaan-Nya yang normal dan semua aktivitas jasmani-Nya yang normal. Dapat dikatakan bahwa inkarnasi adalah manusia-Nya yang normal ada untuk menopang seluruh pekerjaan Tuhan dalam daging.

Jika daging ini tidak memiliki pikiran normal manusia, Tuhan tidak dapat bekerja dalam daging, dan apa inkarnasi adalah perlu Dia lakukan dalam daging tidak akan pernah dapat diselesaikan. Meskipun Tuhan yang berinkarnasi memiliki pikiran normal manusia, pekerjaan-Nya tidak tercemar oleh pikiran manusia; Dia melakukan pekerjaan dalam kemanusiaan dengan pikiran yang normal, dengan prasyarat bahwa Dia memiliki kemanusiaan dengan pikiran, bukan bertindak berdasarkan pikiran normal manusia.

Seluhur apa pun pikiran daging-Nya, pekerjaan-Nya tidak ternoda oleh logika atau pemikiran. Dengan kata lain, pekerjaan-Nya bukan merupakan buah dari pemikiran daging-Nya, melainkan ungkapan langsung dari pekerjaan ilahi di dalam kemanusiaan-Nya. Semua pekerjaan-Nya adalah pelayanan yang harus Dia genapi, dan tak satu pun dari pekerjaan itu merupakan hasil dari pemikiran-Nya. Sebagai contoh, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan penyaliban, semua itu bukan hasil dari pemikiran manusia-Nya, dan tidak mungkin dapat dicapai oleh manusia inkarnasi adalah pun dengan pemikiran manusia.

Sama halnya, pekerjaan penaklukan di inkarnasi adalah sekarang merupakan pelayanan yang harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, tetapi ini bukan merupakan pekerjaan atas kehendak manusia, itu merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh keilahian-Nya, pekerjaan yang inkarnasi adalah mampu dilakukan oleh seorang manusia mana pun yang berdarah-daging. Jadi, Tuhan yang berinkarnasi harus memiliki pemikiran normal manusia, harus memiliki kemanusiaan yang normal, karena Dia harus melakukan pekerjaan-Nya dalam kemanusiaan dengan pikiran yang normal.

Inilah esensi pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, esensi yang sebenarnya dari Tuhan yang berinkarnasi. Sebelum Yesus melakukan pekerjaan-Nya, Dia hanya hidup dalam kemanusiaan-Nya yang normal. Tidak ada yang menduga bahwa Dia adalah Tuhan, tidak ada yang mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi; orang hanya mengenal Dia sebagai manusia yang benar-benar biasa.

Kemanusiaan-Nya yang benar-benar biasa dan normal adalah bukti bahwa Tuhan berinkarnasi dalam daging, dan bahwa Zaman Kasih Karunia adalah zaman pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, bukan zaman pekerjaan Roh. Itu adalah bukti bahwa Roh Tuhan diwujudkan sepenuhnya dalam daging, bahwa di zaman inkarnasi Tuhan, daging-Nya dapat melakukan semua pekerjaan Roh.

Kristus dengan kemanusiaan yang normal adalah daging yang di dalamnya Roh diwujudkan, dan memiliki kemanusiaan yang normal, akal sehat, serta pikiran manusia.

"Diwujudkan" artinya Tuhan menjadi manusia, Roh menjadi daging; atau secara gamblang, artinya adalah ketika Tuhan itu sendiri mendiami daging dengan kemanusiaan yang normal, dan melaluinya, Dia mengungkapkan pekerjaan ilahi-Nya—inilah inkarnasi adalah dimaksud dengan diwujudkan, atau berinkarnasi.

Selama inkarnasi-Nya yang pertama, adalah perlu bagi Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat, karena pekerjaan-Nya adalah untuk menebus. Untuk menebus seluruh umat manusia, Dia perlu berbelas kasihan dan mengampuni. Pekerjaan yang Dia lakukan sebelum disalibkan adalah menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, yang menandakan penyelamatan-Nya atas manusia dari dosa dan kenajisan.

Karena zaman itu adalah Zaman Kasih Karunia, perlu bagi-Nya untuk menyembuhkan orang sakit, dan dengan demikian menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat, yang mewakili kasih karunia di zaman itu—karena Zaman Kasih Karunia berpusat di sekitar penganugerahan kasih karunia, yang dilambangkan dengan damai sejahtera, sukacita, dan berkat-berkat materi, semuanya merupakan tanda iman manusia kepada Yesus.

Artinya, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan menganugerahkan kasih karunia merupakan kemampuan naluriah daging Yesus di Zaman Kasih Karunia; itu adalah pekerjaan yang Roh wujudkan dalam daging. Akan tetapi, ketika Dia melakukan pekerjaan itu, Dia hidup dalam daging, Dia tidak melampaui daging.

Apa pun tindakan penyembuhan yang Dia lakukan, Dia masih memiliki kemanusiaan yang normal, masih menjalani kehidupan inkarnasi adalah normal. Alasan Aku mengatakan bahwa selama zaman inkarnasi Tuhan, daging melakukan semua pekerjaan Roh adalah bahwa apa pun pekerjaan yang Dia lakukan, Inkarnasi adalah melakukannya dalam daging. Namun, karena pekerjaan-Nya, orang tidak menganggap daging-Nya memiliki esensi yang sepenuhnya jasmaniah, karena daging ini dapat melakukan mukjizat, dan di waktu-waktu khusus tertentu dapat melakukan hal-hal yang melampaui daging.

Tentu saja, semua kejadian ini terjadi setelah Dia memulai pelayanan-Nya, seperti ketika Dia diuji selama empat puluh hari atau ketika Dia berubah rupa di atas gunung. Jadi, dengan Yesus, makna inkarnasi Tuhan inkarnasi adalah lengkap, melainkan hanya digenapi sebagian. Kehidupan yang Dia jalani dalam daging sebelum memulai pekerjaan-Nya sepenuhnya normal dalam segala hal.

Setelah memulai pekerjaan-Nya, Dia mempertahankan hanya wujud luar daging-Nya. Karena pekerjaan-Nya merupakan ungkapan keilahian, pekerjaan itu melebihi fungsi normal daging. Bagaimanapun, daging inkarnasi Tuhan berbeda inkarnasi adalah manusia dengan darah dan daging. Tentu saja, dalam kehidupan-Nya sehari-hari, Dia membutuhkan makanan, pakaian, tidur, dan tempat berlindung, Dia memerlukan semua kebutuhan normal, serta memiliki nalar manusia normal, dan berpikir layaknya manusia normal.

Orang-orang tetap menganggap-Nya manusia normal, kecuali bahwa pekerjaan yang Dia lakukan supranatural. Inkarnasi adalah, apa pun yang Dia lakukan, Dia hidup dalam kemanusiaan yang biasa dan normal, dan sejauh Dia melakukan pekerjaan-Nya, nalar-Nya sangat normal, pikiran-Nya sangat jernih, lebih dari manusia normal lainnya. Perlu bagi Tuhan yang berinkarnasi untuk berpikir dan bernalar seperti ini, karena pekerjaan ilahi perlu diungkapkan oleh daging yang penalarannya sangat normal dan pikirannya sangat jernih—hanya dengan cara demikian, daging-Nya dapat mengungkapkan pekerjaan ilahi.

Selama tiga puluh tiga setengah tahun Yesus hidup di bumi, Dia mempertahankan kemanusiaan-Nya yang normal, tetapi oleh karena pekerjaan-Nya selama tiga setengah tahun pelayanan-Nya, orang menganggap-Nya sangat transenden, bahwa Dia jauh lebih supranatural dibandingkan sebelumnya.

Pada kenyataannya, kemanusiaan Yesus yang normal tetap tidak berubah sebelum dan sesudah Dia memulai pelayanan-Nya; kemanusiaan-Nya sama selama itu, tetapi karena ada perbedaan sebelum dan sesudah Dia memulai pelayanan-Nya, dua pandangan yang berbeda mengenai daging-Nya pun muncul.

Apa pun yang orang pikirkan, Tuhan yang berinkarnasi mempertahankan kemanusiaan-Nya yang asli dan normal sepanjang waktu, karena sejak Tuhan berinkarnasi, Dia hidup di inkarnasi adalah daging, yaitu daging yang memiliki kemanusiaan yang normal. Terlepas dari apakah Dia sedang melakukan pelayanan-Nya atau tidak, kemanusiaan normal dari daging-Nya tidak dapat dihapuskan, karena kemanusiaan adalah esensi dasar dari daging.

inkarnasi adalah

Sebelum Yesus melakukan pelayanan-Nya, daging-Nya tetap sepenuhnya normal, melakukan segala macam aktivitas manusia biasa; Dia sama sekali tidak tampak supranatural dan tidak menunjukkan tanda ajaib apa pun. Pada waktu itu, Dia benar-benar manusia biasa yang menyembah Tuhan, meskipun pengejaran-Nya lebih jujur, lebih tulus daripada siapa pun.

Seperti inilah kemanusiaan-Nya yang benar-benar normal terwujud. Karena Dia sama sekali tidak melakukan pekerjaan sebelum menerima pelayanan-Nya, tak seorang pun menyadari identitas-Nya, tak seorang pun menyangka bahwa daging-Nya berbeda dari semua orang lain, karena Dia tidak mengerjakan satu mukjizat pun, tidak melakukan sedikit pun pekerjaan Tuhan itu sendiri. Namun, setelah mulai melakukan inkarnasi adalah, Dia tetap mempertahankan wujud luar kemanusiaan-Nya yang normal dan masih hidup dengan nalar normal manusia.

Namun, karena Dia telah mulai melakukan pekerjaan Tuhan itu sendiri, mulai melakukan pelayanan Kristus inkarnasi adalah melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh makhluk fana, manusia yang berdarah-daging, maka orang-orang pun berasumsi bahwa Dia tidak memiliki kemanusiaan yang normal dan bahwa Dia bukanlah daging yang sepenuhnya normal, melainkan daging yang tidak utuh. Oleh karena pekerjaan yang Dia lakukan, orang mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan dalam daging yang tidak memiliki kemanusiaan yang normal.

Ini adalah inkarnasi adalah yang keliru, karena orang tidak memahami makna penting dari inkarnasi Tuhan. Kesalahpahaman ini muncul dari fakta bahwa pekerjaan yang Tuhan ungkapkan dalam daging adalah pekerjaan ilahi, yang diungkapkan dalam daging yang memiliki kemanusiaan normal. Tuhan mengenakan daging, Dia berdiam di dalam daging, dan pekerjaan-Nya di dalam kemanusiaan-Nya telah mengaburkan kenormalan kemanusiaan-Nya. Karena alasan inilah, orang percaya bahwa Tuhan tidak memiliki kemanusiaan, tetapi hanya memiliki keilahian.

Dikutip dari "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Kemanusiaan Kristus dikuasai oleh keilahian-Nya. Meskipun Dia hidup dalam daging, kemanusiaan-Nya tidak sepenuhnya seperti manusia yang berasal dari daging. Dia memiliki karakter unik-Nya sendiri, dan ini pun dikuasai oleh keilahian-Nya. Keilahian-Nya tidak memiliki kelemahan; kelemahan Kristus mengacu pada kelemahan kemanusiaan-Nya.

Sampai tingkat tertentu, kelemahan ini membatasi keilahian-Nya, tetapi batasan tersebut hanya dalam lingkup dan waktu tertentu, dan bukan tanpa batas. Ketika tiba saatnya untuk melaksanakan pekerjaan keilahian-Nya, pekerjaan itu dilakukan tanpa memandang kemanusiaan-Nya. Kemanusiaan Kristus sepenuhnya dikendalikan oleh keilahian-Nya. Terlepas dari kehidupan normal kemanusiaan-Nya, seluruh tindakan kemanusiaan-Nya dipengaruhi, dipelihara, dan diarahkan oleh keilahian-Nya.

Meskipun Kristus memiliki kemanusiaan, hal itu tidak mengganggu pekerjaan keilahian-Nya. Hal ini karena kemanusiaan Kristus diarahkan oleh keilahian-Nya; meskipun kemanusiaan-Nya tidak matang dalam cara-Nya membawa diri di tengah orang lain, inkarnasi adalah itu tidak memengaruhi pekerjaan normal keilahian-Nya.

Saat Aku berkata kemanusiaan-Nya tidak terusakkan, maksud-Ku adalah kemanusiaan Kristus dapat secara langsung diperintah oleh keilahian-Nya, dan bahwa Dia memiliki nalar yang lebih tinggi daripada manusia biasa. Kemanusiaan-Nya paling tepat diarahkan oleh keilahian dalam pekerjaan-Nya; kemanusiaan-Nya paling sanggup mengungkapkan pekerjaan keilahian, juga paling sanggup tunduk pada pekerjaan itu.

Karena Tuhan bekerja dalam daging, Dia tidak pernah melupakan tugas yang harus digenapi oleh manusia di dalam daging; Dia dapat menyembah Tuhan yang di surga dengan hati yang tulus. Inkarnasi adalah memiliki hakikat Tuhan, dan identitas-Nya adalah identitas Tuhan itu sendiri.

inkarnasi adalah

Hanya saja Dia telah datang ke bumi dan menjadi makhluk ciptaan, dengan wujud luar serupa makhluk ciptaan, dan kini memiliki kemanusiaan yang tidak Dia miliki sebelumnya. Dia mampu menyembah Tuhan yang di surga; inilah wujud Tuhan sendiri dan tidak dapat ditiru manusia.

inkarnasi adalah

Identitas-Nya adalah Tuhan itu sendiri. Dari sudut pandang daginglah Dia menyembah Tuhan; oleh karena itu, perkataan "Kristus menyembah Tuhan di surga" tidaklah keliru. Hal yang diminta-Nya dari manusia adalah hakikat-Nya sendiri; Dia telah mencapai semua yang diminta-Nya dari manusia inkarnasi adalah meminta hal itu dari mereka.

Dia tidak akan menuntut apa pun dari orang lain sementara Dia sendiri terbebas dari hal itu, sebab semua ini membentuk hakikat-Nya. Dengan cara apa pun Dia melaksanakan pekerjaan-Nya, Dia tidak akan bertindak dengan cara yang tidak taat pada Tuhan. Apa pun yang diminta-Nya dari manusia, tuntutan-Nya tidak ada yang melebihi apa yang sanggup dicapai oleh manusia.

Semua yang inkarnasi adalah adalah perihal melakukan kehendak Tuhan dan demi pengelolaan-Nya. Keilahian Kristus melampaui seluruh manusia; oleh karena itu, Dia memiliki otoritas tertinggi atas seluruh makhluk ciptaan. Otoritas ini adalah keilahian-Nya, yaitu watak dan hakikat Tuhan sendiri, yang menentukan identitas-Nya.

Oleh inkarnasi adalah itu, betapapun normalnya kemanusiaan-Nya, tidak inkarnasi adalah disangkal bahwa Dia memiliki identitas Tuhan itu sendiri; dari posisi mana pun Dia berbicara dan bagaimanapun Dia menaati kehendak Tuhan, tidak dapat dikatakan bahwa Dia bukanlah Tuhan itu sendiri. Dikutip dari "Hakikat Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Anak Manusia yang berinkarnasi mengungkapkan keilahian Tuhan melalui kemanusiaan-Nya dan menyatakan kehendak Tuhan kepada umat manusia.

Dan melalui diri-Nya mengungkapkan kehendak dan watak Tuhan, Dia juga menyatakan kepada manusia sosok Tuhan yang tidak bisa dilihat atau disentuh yang berdiam di alam rohani. Apa yang manusia lihat adalah Tuhan itu sendiri dalam bentuk yang kasatmata, memiliki darah dan daging. Jadi, Anak Manusia yang berinkarnasi membuat hal-hal seperti identitas Tuhan itu sendiri, status, wujud, dan watak Tuhan, apa yang Dia miliki dan siapa diri-Nya menjadi konkret dan memiliki rupa manusia.

Meskipun penampakan luar Anak Manusia memiliki batasan berkenaan dengan gambar diri Tuhan, esensi-Nya dan apa yang Dia miliki dan siapa diri-Nya sepenuhnya mampu merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri—hanya ada beberapa perbedaan dalam bentuk pengungkapannya. Kita tidak dapat menyangkal bahwa Anak Manusia merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri, baik dalam bentuk kemanusiaan-Nya maupun dalam keilahian-Nya.

Namun, selama waktu ini, Tuhan bekerja melalui daging, berbicara dari sudut pandang daging, dan berdiri di hadapan umat manusia dengan identitas dan status Anak Manusia, dan ini memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk menemui dan mengalami firman dan pekerjaan Tuhan yang nyata di antara manusia. Ini juga memungkinkan orang untuk mendapatkan wawasan tentang keilahian dan kebesaran-Nya di tengah kerendahhatian, sekaligus mendapatkan pemahaman dan definisi pendahuluan tentang autentisitas dan kenyataan diri Tuhan.

Meskipun pekerjaan yang diselesaikan Tuhan Yesus, cara Dia bekerja, dan sudut pandang di mana Dia berbicara berbeda dari pribadi nyata Tuhan dalam alam rohani, segala sesuatu tentang Dia benar-benar merepresentasikan Tuhan itu sendiri, yang sebelumnya belum pernah dilihat manusia—hal ini tidak dapat dibantah! Dengan kata lain, dalam bentuk apa pun Tuhan menampakkan diri, dari sudut pandang mana pun Dia berfirman, atau dalam rupa apa pun Dia menghadapi manusia, Tuhan tidak merepresentasikan siapa pun selain diri-Nya sendiri.

Dia tidak dapat merepresentasikan manusia mana pun—Dia tidak mungkin merepresentasikan manusia rusak mana pun. Tuhan adalah Tuhan itu sendiri, dan hal ini tidak dapat dibantah. Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Hakikat Tuhan itu sendiri memiliki otoritas, tetapi Dia sanggup untuk sepenuhnya tunduk pada otoritas yang datang dari-Nya.

inkarnasi adalah

Baik pekerjaan Roh maupun pekerjaan daging tidaklah bertentangan satu sama lain. Roh Tuhan merupakan otoritas atas seluruh ciptaan. Daging dengan hakikat Tuhan juga memiliki otoritas, tetapi Tuhan dalam daging dapat melakukan semua pekerjaan yang taat pada kehendak Bapa surgawi. Hal ini tidak dapat dicapai atau dipahami oleh manusia mana pun. Tuhan sendiri adalah otoritas, tetapi daging-Nya dapat tunduk pada otoritas-Nya itu.

inkarnasi adalah

Inilah makna yang terkandung dalam perkataan: "Kristus taat pada kehendak Bapa." Tuhan adalah Roh dan dapat melakukan pekerjaan penyelamatan, sebagaimana Tuhan dapat menjadi manusia.

Inkarnasi adalah juga, Tuhan sendiri melakukan pekerjaan-Nya sendiri; Dia tidak menyela atau mencampuri, apalagi melakukan pekerjaan yang saling bertentangan, sebab hakikat pekerjaan yang dilakukan Roh dan daging itu serupa.

Baik Roh maupun daging, keduanya bekerja untuk menggenapi satu kehendak dan mengelola pekerjaan yang sama. Meskipun Roh dan daging memiliki dua kualitas yang berbeda, hakikat keduanya sama; keduanya inkarnasi adalah hakikat Tuhan itu sendiri, dan identitas Tuhan itu sendiri. Tuhan itu sendiri tidak memiliki unsur ketidaktaatan; hakikat-Nya baik. Dia merupakan pengungkapan segala keindahan dan kebaikan, juga segenap kasih.

Bahkan dalam daging, Tuhan tidak melakukan apa pun yang tidak menaati Bapa. Bahkan ketika harus mengorbankan nyawa-Nya, Dia bersedia melakukannya dengan sepenuh hati dan tidak mengambil pilihan lain. Tuhan tidak memiliki unsur pembenaran diri atau mementingkan diri sendiri, atau unsur kesombongan dan keangkuhan; Dia tidak memiliki unsur kecurangan.

Segala sesuatu yang tidak menaati Tuhan berasal dari Iblis; Iblis adalah sumber segala keburukan dan kejahatan. Alasan mengapa manusia memiliki kualitas yang serupa dengan kualitas Iblis adalah karena manusia telah dirusak dan dikuasai oleh Iblis. Kristus tidak pernah dirusak oleh Iblis, sehingga Dia hanya memiliki karakter Tuhan dan tidak satu pun karakter Iblis.

Betapapun sukarnya pekerjaan atau lemahnya daging, saat hidup dalam daging, Tuhan tidak akan pernah melakukan apa pun yang menyela pekerjaan Tuhan sendiri, apalagi meninggalkan kehendak Bapa dalam ketidaktaatan. Dia lebih memilih menanggung penderitaan daging daripada mengkhianati kehendak Bapa; sebagaimana yang telah dikatakan Yesus dalam doa-Nya: "Bapa-Ku, jikalau mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku: tetapi bukan seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti kehendak-Mu." Manusia membuat pilihannya sendiri, tetapi Kristus tidak.

Meskipun Dia memiliki inkarnasi adalah Tuhan sendiri, Dia tetap mencari kehendak Bapa dan menggenapi apa yang dipercayakan kepada-Nya oleh Bapa, dari sudut pandang daging. Ini adalah hal yang tidak dapat dicapai manusia. Hal yang berasal dari Iblis tidak dapat memiliki hakikat Tuhan, melainkan hanya hakikat yang tidak menaati dan menentang Tuhan.

Hakikat itu tidak dapat sepenuhnya taat pada Tuhan, apalagi bersedia taat pada kehendak Tuhan. Semua manusia selain Kristus dapat melakukan hal yang menentang Tuhan, dan tak seorang pun dapat secara langsung melaksanakan pekerjaan yang dipercayakan oleh Tuhan; tak seorang pun dapat menganggap pengelolaan Tuhan sebagai tugas yang harus mereka laksanakan sendiri.

Berserah kepada kehendak Bapa merupakan hakikat Kristus, sedangkan ketidaktaatan terhadap Tuhan merupakan karakter Iblis. Kedua kualitas ini tidak sesuai, dan siapa pun yang memiliki kualitas Iblis tidak dapat disebut Kristus. Alasan mengapa manusia tidak dapat melakukan pekerjaan Tuhan menggantikan-Nya adalah karena manusia tidak memiliki sedikit pun hakikat Tuhan. Manusia bekerja untuk Tuhan demi kepentingan pribadi manusia dan harapan-harapannya di masa depan, tetapi Kristus bekerja untuk melakukan kehendak Tuhan Bapa.

Dikutip dari "Hakikat Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Daging yang dikenakan Roh Tuhan adalah daging Tuhan sendiri. Roh Tuhan adalah yang tertinggi; Dia mahakuasa, kudus, dan benar. Dengan demikian, daging-Nya pun adalah yang tertinggi, mahakuasa, kudus, dan benar. Daging seperti itu hanya dapat melakukan hal yang benar dan bermanfaat bagi umat manusia, hal yang kudus, mulia, dan besar; Dia tidak mampu melakukan apa pun yang melanggar kebenaran, hal apa pun yang melanggar moralitas dan keadilan, dan terlebih lagi Dia tidak mampu melakukan apa pun yang mengkhianati Roh Tuhan.

Roh Tuhan itu kudus, dan dengan demikian daging-Nya tidak dapat dirusak oleh Iblis; daging-Nya memiliki esensi yang berbeda dari daging manusia.

Karena manusialah, bukan Tuhan, yang dirusak inkarnasi adalah Iblis; Iblis tidak mungkin bisa merusak daging Tuhan. Jadi, terlepas dari kenyataan bahwa manusia dan Kristus hidup di ruang yang sama, hanya manusialah yang dikuasai, diperalat, dan dijebak oleh Iblis. Sebaliknya, Kristus selama-lamanya kebal dari perusakan Iblis, karena Iblis tidak akan pernah bisa naik ke tempat yang tertinggi, dan tidak akan pernah bisa mendekat kepada Tuhan. Sekarang, engkau semua harus mengerti bahwa hanya umat manusia, yang telah dirusak Iblis, yang mengkhianati Aku.

Pengkhianatan tidak akan pernah menjadi masalah yang melibatkan Kristus sama sekali. Dikutip dari "Masalah yang Sangat Serius: Pengkhianatan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia" Ternyata, inilah arti kedatangan Tuhan "Apakah kamu Weiwei?" "Jingyi?" "Oh, Weiwei! Tetangga lamaku! Sungguh kejutan bertemu denganmu! Kita sudah bertahun-tahun tidak ketemu dan kita ketemu lagi di luar negeri.

Ini benar-benar pengaturan Tuhan!" "Begitulah! Terima kasih, Tuhan!" . Seorang Kenalan Lama Dari Kampung Halaman Membawa Kabar Luar Biasa Namaku Weiwei, dan pada akhir 2016 aku datang sendirian ke negeri asing—Amerika—untuk […] Tuhan Yesus sendiri menubuatkan bahwa Tuhan akan berinkarnasi pada akhir zaman dan muncul sebagai Anak Manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya Ayat Alkitab untuk Referensi: "Karena itu hendaklah engkau juga bersiap sedia, karena Anak Manusia datang di waktu yang tidak engkau duga" (Lukas 12:40).

"Tetapi sama seperti pada inkarnasi adalah Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia" (Matius 24:37). "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" […] Apa Arti Anak Manusia dalam Alkitab Apa Arti Anak Manusia? Melalui mempelajari Alkitab, mudah untuk inkarnasi adalah Tuhan Yesus berulang kali menubuatkan bahwa kedatangan-Nya akan menjadi "kedatangan Inkarnasi adalah Manusia".

Misalnya, "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27). "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu […] Alasan mengapa dikatakan bahwa umat manusia yang rusak lebih membutuhkan keselamatan dari Tuhan yang berinkarnasi Firman Tuhan yang Relevan: Cara Tuhan menyelamatkan manusia tidaklah dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode Roh dan identitas Roh, karena Roh-Nya tidak dapat disentuh ataupun dilihat manusia, serta tidak dapat didekati oleh manusia.

Jika Ia mencoba menyelamatkan manusia secara langsung dengan menggunakan perspektif Roh, manusia tidak akan mampu menerima keselamatan-Nya. Dan, jika bukan karena Tuhan […]
Gereja menggunakan istilah “inkarnasi” untuk peristiwa Putra Allah mengambil kodrat manusiawi, supaya dengan demikian dapat melaksanakan keselamatan kita. Inkarnasi berasal dari kata incarnare (Latin), yang menggabungkan kata in (menjadi) dan caro (daging).

Karena itu, inkarnasi berarti menjadi daging. Di Injil tertulis, “Firman itu telah menjadi manusia” (Yoh 1:14). Atau dalam Kitab Suci bahasa Inggris, “ And the Word was made flesh.” [1] Jadi, Inkarnasi mengacu kepada Sang Firman atau Yesus Kristus, yaitu Pribadi kedua dalam Trinitas, yang mengambil kodrat manusia, tanpa kehilangan kodrat ke-Allah-an-Nya. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan Inkarnasi demikian, “Gereja menggunakan istilah “inkarnasi” [menjadi daging] untuk peristiwa Putra Allah mengambil inkarnasi adalah manusiawi, supaya dengan demikian dapat melaksanakan keselamatan kita.” [2] Inkarnasi terjadi ketika Putra Allah dikandung dan menjadi manusia oleh kuasa Roh Kudus, dalam rahim Perawan Maria yang terberkati.

Inkarnasi terjadi ketika Putra Allah dikandung dan menjadi manusia oleh kuasa Roh Kudus, dalam rahim Perawan Maria yang terberkati. Ketiga Pribadi Allah Trinitas bekerjasama dalam Inkarnasi, tetapi hanya Pribadi kedua Allah—yaitu Putra-Nya—yang mengambil rupa manusia. Yaitu, ketika Ia mengambil kodrat manusia—yang terdiri dari tubuh dan jiwa—dan menyatukannya dengan kodrat keAllahan-Nya.

Kuasa Roh Kudus membuat hal ini terjadi, sebab Roh Kudus adalah Roh Kasih dan Inkarnasi adalah perwujudan kasih Allah yang tertinggi bagi manusia. Adalah pantas ( fitting) bahwa Putra Allah yang mengambil rupa manusia, dan bukan Bapa ataupun Roh Kudus; sebab Putra lahir dari Bapa dan dapat diutus oleh-Nya.

Lalu sebagai buah penebusan-Nya, Putra Allah dalam kesatuan dengan Allah Bapa, mengutus Roh Kudus kepada manusia. [1]Menurut Kitab Suci Bahasa Inggris Douay Rheims Inkarnasi adalah (DRB), Revised Standard Version (RSV), Inkarnasi adalah American Bible (NAB). [2]KGK 461. Allah Pencipta segala sesuatu, Sumber terang dan kebijaksanaan yang sejati, asal mula segala makhluk, curahkanlah seberkas cahaya-Mu untuk menembus kegelapan akal budiku.

Ambillah dariku kegelapan ganda yang menyelimutiku sejak lahir, suatu ketidak-mengertian karena dosa dan ketidak-tahuan.

inkarnasi adalah

Berilah kepadaku, pengertian yang tajam dan ingatan yang kuat dan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan benar dan mendasar. Karuniakanlah kepadaku talenta untuk menjelaskan dengan tepat dan kemampuan untuk mengutarakannya dengan saksama, luwes dan menarik. Tunjukkanlah bagaimana aku memulainya, arahkanlah perkembangannya dan bantulah sampai kepada penyelesaiannya.

Kumohon ini demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Bagaimana Menginterpretasikan Kitab Suci Mempelajari Kitab Suci dengan benar. 5 Setelah menempuh Pelajaran Sesi 6 yaitu Bagaimana menginterpretasikan Kitab Suci ini maka kita akan tahu cara mempelajari Kitab Suci dengan benar. Sehingga ketika kita ingin mempelajari Kitab Suci maka kita bisa menerapkan metode metode atau cara atau petunjuk yang ada dalam pelajaran ini sehingga tidak sampai terjadi suatu kesalahan yang fatal.

Terima kasih kepada pihak Inkarnasi adalah yang telah memberikan pelajaran yang sungguh sangat berharga ini. Romo pembimbing: Rm. Prof.

DR. B.S. Mardiatmadja SJ. - Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. - Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD - Bidang OMK: Rm. Inkarnasi adalah Dwi Harsanto, Pr. - Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. - Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. - Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.- Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX.

STL - Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC -Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti - Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S. @Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja.

Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth.

Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus.
noneNavigasi cepat 1.Apa Itu Inkarnasi? 2.Bagaimana Mengenali Tuhan yang Berinkarnasi di Akhir Zaman 3.Tuhan Telah Berinkarnasi Datang Kembali Meskipun banyak orang tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri, mereka tidak dapat menjelaskan dengan inkarnasi adalah apa itu inkarnasi.

Memahami apa itu inkarnasi, bagaimanapun, sangat penting bagi kita untuk menyambut Tuhan. Ini karena Alkitab memiliki banyak nubuat bahwa Tuhan akan menjadi manusia kembali ketika Dia datang kembali di akhir zaman.

Misalnya, " Tetapi ketahuilah, bahwa jika pemilik rumah tahu kapan waktunya pencuri akan datang, ia pasti akan berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dbobol.

Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" (Matius 24:43-44). " Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27).

" Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25). Nubuat-nubuat ini menyebutkan "Anak Manusia datang" dan "kedatangan Anak Manusia". "Anak Manusia" mengacu pada Tuhan yang berinkarnasi, Dia yang lahir dari manusia dan memiliki kemanusiaan yang normal.

Roh Tuhan atau tubuh rohani Tuhan Yesus setelah Dia bangkit sangat transenden, dan oleh karena itu tidak dapat disebut Anak Manusia. Jadi, kita dapat menentukan bahwa "Anak Manusia datang" dan "kedatangan Anak Manusia" yang dinubuatkan oleh Tuhan Yesus mengacu pada Tuhan yang kembali berinkarnasi di akhir zaman.

Secara khusus, nubuat Tuhan, " Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan inkarnasi adalah oleh generasi ini" adalah bukti lebih lanjut bahwa Tuhan akan menampakkan diri dalam daging inkarnasi ketika Dia kembali. Jika Dia tidak berinkarnasi dalam daging, Dia tidak akan mengalami penderitaan, apalagi ditolak oleh generasi ini.

Sama seperti ketika Tuhan Yesus menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya, karena orang-orang Farisi tidak tahu apa itu inkarnasi, mereka menganggap Dia sebagai manusia biasa, dan bahkan dengan keras menolak dan mengutuk-Nya.

Pada akhirnya, mereka menyalibkan Tuhan Yesus di kayu salib, sehingga mendapatkan hukuman dan kutukan Tuhan. Di akhir zaman, Tuhan akan berinkarnasi lagi sebagai Anak Manusia untuk bekerja di antara manusia, dan jika kita tidak memahami apa itu inkarnasi, bukankah kita akan membuat kesalahan yang sama seperti orang Farisi? Lalu apa itu inkarnasi? Mari kita persekutukan masalah ini. Apa Itu Inkarnasi? Alkitab berkata, " Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan." (Yohanes 1:1).

Firman Tuhan berkata: " Makna dari inkarnasi adalah bahwa Tuhan menampakkan diri dalam daging, dan Dia datang untuk bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam rupa manusia. Jadi, agar Tuhan berinkarnasi, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan wujud manusia normal; hal ini, setidaknya, harus benar. Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam esensi-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia." " Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan.

Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah daging dan darah, melainkan inkarnasi Roh. Ia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun.

Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri." " Karena Dia adalah manusia dengan esensi Tuhan, Dia berada di atas semua manusia ciptaan, di atas siapa pun yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan. Demikianlah, di antara semua yang memiliki wujud manusia seperti Inkarnasi adalah, di antara semua yang memiliki kemanusiaan, hanya Dialah Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri—semua yang lain adalah manusia ciptaan.

Meskipun mereka semua memiliki kemanusiaan, manusia ciptaan tidak memiliki apa pun inkarnasi adalah kemanusiaan, sedangkan Tuhan yang berinkarnasi berbeda: di dalam daging-Nya, Dia bukan saja memiliki kemanusiaan, tetapi yang lebih penting, Dia memiliki keilahian.

Kemanusiaan-Nya dapat dilihat dalam penampakan fisik daging-Nya dan dalam kehidupan-Nya sehari-hari, tetapi keilahian-Nya sulit dipahami. Karena keilahian-Nya diungkapkan hanya ketika Dia memiliki kemanusiaan, dan tidak begitu supranatural sebagaimana yang dibayangkan orang, keilahian-Nya sangat sulit untuk dipahami orang.

Bahkan sekarang, orang-orang paling kesulitan untuk memahami esensi sejati dari Tuhan yang berinkarnasi. Bahkan setelah Aku menjelaskan panjang lebar tentang semua ini, Kuduga hal ini masih tetap menjadi misteri bagi kebanyakan orang di antaramu. Sebenarnya, masalah ini sangat sederhana: karena Tuhan menjadi daging, esensi-Nya adalah kombinasi antara kemanusiaan dan keilahian.

Kombinasi ini disebut Tuhan itu sendiri, Tuhan sendiri yang berada di bumi." Kata-kata ini menunjukkan kepada kita bahwa inkarnasi Tuhan berarti Roh Tuhan berwujud dalam daging dengan pemikiran manusia normal dan sifat kemanusiaan normal, dan dengan demikian menjadi manusia biasa dan normal yang bekerja dan berbicara di antara manusia.

Tuhan yang berinkarnasi memiliki kemanusiaan yang normal dan keilahian yang lengkap. Meskipun Inkarnasi adalah terlihat seperti manusia biasa dan normal dari luar, esensi-Nya adalah Tuhan. Apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan, kemuliaan dan kebijaksanaan Tuhan, kekudusan dan kebenaran Tuhan, otoritas dan kuasa Tuhan — semua ini telah terwujud dalam daging.

Daging ini adalah Kristus. Karena Kristus yang berinkarnasi memiliki keilahian yang lengkap, Dia dapat mewakili Tuhan, dan dapat mengungkapkan kebenaran untuk menyelamatkan orang-orang dengan identitas Tuhan. Karena Kristus yang berinkarnasi memiliki keilahian yang lengkap, Dia dapat memberikan kebenaran, jalan, dan kehidupan kepada orang-orang, dan dapat mengungkapkan kebenaran kapan saja dan di inkarnasi adalah saja, menyediakan dan menyirami manusia.

Karena Kristus yang berinkarnasi memiliki keilahian yang lengkap, Dia dapat mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan. Tidak ada makhluk ciptaan yang mampu melakukan hal-hal seperti itu. Misalnya, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi, adalah Kristus. Dia tampak sebagai manusia biasa, normal dari luar, tetapi Dia memiliki esensi ilahi, dapat mengungkapkan kebenaran untuk menyediakan dan menggembalakan manusia, dan mampu melakukan pekerjaan menebus umat manusia melalui penyaliban.

Hanya karena Tuhan Yesus Kristus memiliki keilahian yang lengkap, memiliki identitas dan hakikat Tuhan, dan dapat melakukan pekerjaan Tuhan, dapatkah kita mengatakan bahwa Dia adalah inkarnasi Tuhan, adalah Tuhan itu inkarnasi adalah. Jadi, inkarnasi Tuhan berarti Roh Tuhan diwujudkan dalam daging, dan menjadi manusia biasa yang normal di bumi, untuk melakukan pekerjaan-Nya dan menyelamatkan manusia.

Inilah Firman yang menjadi daging. Bagaimana Mengenali Tuhan yang Berinkarnasi di Akhir Zaman Setelah memahami apa itu inkarnasi, mungkin sebagian inkarnasi adalah akan bertanya inkarnasi adalah cara memastikan tentang Tuhan yang berinkarnasi sehingga dapat menyambut Tuhan ketika mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah kembali dalam daging.

Firman Tuhan memberitahu kita, " Mempelajari hal seperti ini tidaklah sulit, tetapi setiap kita perlu mengetahui kebenaran ini: Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki hakikat Tuhan, dan Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki pengungkapan Tuhan.

Karena Tuhan menjadi daging, Ia akan melaksanakan pekerjaan yang harus Ia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Ia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepada manusia, dan menunjukkan jalan kepada manusia. Daging yang tidak membawa hakikat Tuhan tentu bukan Tuhan yang berinkarnasi. Hal ini tidak diragukan lagi. Untuk menyelidiki apakah daging itu adalah daging inkarnasi Tuhan, manusia harus menentukannya dari watak yang Ia ungkapkan dan perkataan yang Ia ucapkan.

inkarnasi adalah

Artinya, apakah itu daging inkarnasi Tuhan atau bukan, dan apakah itu jalan kebenaran atau bukan, harus dinilai dari hakikat-Nya. Jadi, untuk menentukan[a] apakah itu daging Tuhan yang berinkarnasi, kuncinya adalah dengan memperhatikan hakikat-Nya (pekerjaan-Nya, perkataan-Nya, watak-Nya, dan banyak lagi), bukan penampilan luarnya.

Maka manusia menunjukkan ketidaktahuan, kebodohan dan kenaifannya jika hanya melihat penampilan luar-Nya dan mengabaikan hakikat-Nya." Dari sini kita dapat melihat bahwa apakah itu inkarnasi Tuhan tidak dapat ditentukan berdasarkan penampilan-Nya, karena secara lahiriah, Kristus hanyalah Anak manusia yang biasa dan normal.

Jika kita tidak memiliki hati yang mencari, dan tidak mengenal Kristus melalui perkataan dan pekerjaan-Nya, akan sangat sulit bagi kita untuk mengetahui substansi ilahi-Nya dan menjadi yakin akan identitas-Nya sebagai Tuhan yang berinkarnasi.

Jadi, untuk menyambut Tuhan, kita harus menyelidiki pekerjaan dan perkataan-Nya untuk melihat apakah yang Dia ungkapkan adalah kebenaran, apakah perkataan-Nya menunjukkan watak Tuhan dan apa yang Tuhan miliki, dan apakah kebenaran yang Dia ungkapkan dan pekerjaan-Nya dapat menyelamatkan.

orang-orang. Hanya dengan melakukan itu kita dapat mengenali Kristus yang berinkarnasi dan menyambut Tuhan. Sama seperti ketika Tuhan Yesus berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan-Nya, cara Dia berkhotbah dan tuntutan yang Dia buat dari manusia adalah semua kebenaran dan semua merupakan manifestasi dari watak Tuhan, apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan.

Mukjizat yang Dia lakukan, seperti menenangkan angin dan laut, membangkitkan orang mati, memberi makan lima inkarnasi adalah orang dengan lima roti dan dua ikan dan seterusnya, semuanya adalah manifestasi dari otoritas dan kekuatan Tuhan sendiri. Jika Tuhan tidak memiliki esensi ilahi, dapatkah Dia mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan sendiri? Mereka yang mencari kebenaran pada saat itu, seperti Petrus, Yohanes, Matius, inkarnasi adalah Natanael, mengenali dari pekerjaan dan perkataan Tuhan Yesus bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan, dan dengan demikian mengikuti Dia dan menerima keselamatan-Nya.

Oleh karena itu, jika kita ingin mengenali Kristus yang berinkarnasi di akhir zaman dan menyambut kedatangan Tuhan kembali, ketika kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, kita harus menyelidiki apakah apa yang Dia ungkapkan mengandung kebenaran dan apakah Dia mampu melakukan pekerjaan Tuhan sendiri dan mengungkapkan watak Tuhan, apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan.

Dengan cara ini, kita dapat memastikan apakah Dia adalah Kristus yang berinkarnasi dan Tuhan Yesus yang telah kembali. Tuhan Inkarnasi adalah Berinkarnasi Datang Kembali Saat ini, di seluruh dunia, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang secara terbuka bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi.

Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi terlihat seperti manusia biasa dan normal dari luar, tetapi Dia memiliki esensi ilahi, dan dapat mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan sendiri. Jika kita mempelajari pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita akan tahu bahwa Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan jutaan kata, dan telah mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dengan rumah Tuhan di atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus untuk sepenuhnya menyelamatkan dan memurnikan manusia.

Ini memenuhi nubuat Tuhan Yesus, " Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).

" Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan inkarnasi adalah menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:47-48)." Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17). Dan Wahyu 22:14 bernubuat, " Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintah-Nya, sehingga mereka dapat memperoleh hak atas pohon kehidupan dan dapat masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu".

Firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa tidak hanya menghakimi dan mengungkap sifat setan dari manusia yang rusak dan kebenaran kerusakan mereka, tetapi juga telah mengungkapkan semua misteri rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman akhir zaman dan arti penting dari pekerjaan penghakiman, kebenaran sesungguhnya di balik pekerjaan tiga tahap Tuhan. Firman Tuhan Yang Mahakuasa juga menyingkap watak setan manusia serta sifat dan esensi mereka yang menentang Tuhan, menunjukkan kepada umat manusia cara untuk menyucikan dosa, dan mengungkapkan watak Tuhan, apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan, dan otoritas dan kekuatan unik Tuhan, dll.

Firman dan pekerjaan Tuhan inkarnasi adalah perwujudan lengkap dari identitas dan hakikat Tuhan: Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi, Kristus akhir zaman. Sekarang, buku firman Tuhan Yang Mahakuasa, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia, dan segala jenis kesaksian pengalaman dari umat pilihan Tuhan, yang telah mengalami penghakiman dan hajaran dari firman Tuhan Yang Mahakuasa dan yang watak hidupnya telah mengalami perubahan, tersedia untuk umum secara online untuk dicari dan diselidiki oleh orang-orang dari semua negara.

Banyak orang yang merindukan kedatangan Tuhan telah menyelidiki firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dan melihat bahwa firman-Nya adalah semua kebenaran dan pekerjaan penghakiman dan pemurnian-Nya memang dapat membersihkan inkarnasi adalah menyelamatkan manusia. Mereka telah menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang kembali, Kristus yang berinkarnasi, dan mereka telah datang ke inkarnasi adalah takhta Tuhan Yang Mahakuasa, dengan demikian mengikuti jejak langkah Anak Domba dan menghadiri pesta pernikahan Anak Domba.

Saat ini, pekerjaan penghakiman dan pemurnian Tuhan Yang Mahakuasa akhir zaman akan segera berakhir, dan bencana besar telah dimulai. Pada saat yang genting ini, kita harus membaca lebih banyak tentang firman Tuhan Yang Mahakuasa untuk melihat apakah itu kebenaran dan suara Tuhan, karena hanya dengan cara inilah kita dapat menyambut Tuhan. Jika kita memperlakukan pekerjaan Tuhan di akhir zaman berdasarkan gagasan dan imajinasi kita, dan mengabaikan substansi keilahian dari Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi, maka dengan mudah kita akan menganggap Dia sebagai manusia normal, dan menjadi orang yang menentang dan mengutuk Kristus, dengan demikian menjadi jatuh dalam bencana besar dengan tangisan dan kertakan gigi.

Catatan Editor Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah memahami apa itu inkarnasi? Tahukah Anda bagaimana mengenal inkarnasi Tuhan dan bagaimana menentukan apakah Tuhan telah datang kembali?

Jika Anda memiliki kebingungan atau pertanyaan, silakan hubungi kami melalui opsi obrolan langsung kami di bawah ini. Kami tersedia kapan saja untuk menjawab pertanyaan Anda.

Ternyata, inilah arti kedatangan Tuhan "Apakah kamu Weiwei?" "Jingyi?" "Oh, Weiwei! Tetangga lamaku! Sungguh kejutan bertemu denganmu! Kita sudah bertahun-tahun tidak ketemu dan kita ketemu lagi di luar negeri. Ini benar-benar pengaturan Tuhan!" "Begitulah! Terima kasih, Tuhan!" . Seorang Kenalan Lama Dari Kampung Halaman Membawa Kabar Luar Biasa Namaku Weiwei, dan pada akhir 2016 aku datang sendirian ke negeri asing—Amerika—untuk […] Cara mengetahui bahwa Kristus adalah jalan, inkarnasi adalah, dan hidup Ayat Alkitab untuk Referensi: "Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan.

Firman pada awalnya bersama-sama dengan Tuhan" (Yohanes 1:1-2). "Yesus berkata kepadanya: 'Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku'" (Yohanes 14:6). "Segala perkataan yang Aku katakan kepadamu adalah roh […] Tuhan Yesus sendiri menubuatkan bahwa Tuhan akan berinkarnasi pada akhir zaman dan muncul sebagai Anak Manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya Ayat Alkitab untuk Referensi: "Karena itu hendaklah engkau juga bersiap sedia, karena Anak Manusia datang di waktu yang tidak engkau duga" (Lukas 12:40).

"Tetapi sama seperti inkarnasi adalah zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia" (Matius 24:37). "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" […] Yang dimaksud dengan inkarnasi dan esensi inkarnasi Firman Tuhan yang Relevan: "Inkarnasi" adalah penampakan Tuhan dalam daging; Tuhan bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam rupa manusia.

Jadi, agar Tuhan berinkarnasi, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan kemanusiaan yang normal; ini adalah prasyarat paling mendasar.

Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam esensi-Nya […]
Inkarnasi memiliki 3 arti. Inkarnasi adalah adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Inkarnasi memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga inkarnasi dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Inkarnasi Nomina (kata benda) • Perwujudan makhluk inkarnasi adalah dalam bentuk yang nyata • Penjelmaan roh dalam wujud makhluk lain (terutama manusia) • Titisan Kata Turunan Inkarnasi • Berinkarnasi Kesimpulan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata inkarnasi adalah perwujudan makhluk halus dalam bentuk yang nyata.

Arti lainnya dari inkarnasi adalah penjelmaan roh dalam wujud makhluk lain (terutama manusia).

Penggalan Film Rohani Kristen 2 dari "MISTERI KETUHANAN SEKUEL": Bagaimana Memahami Inkarnasi Tuhan




2022 www.videocon.com