Penemu hukum newton

penemu hukum newton

Gambar diatas adalah salah satu gambar dari artikel "Hukum Newton 1". Judul gambar diatas adalah "Isaac Newton (Penemu Hukum Newton)", semoga dengan tampilan gambar yang lebih besar dapat dilihat lebih jelas dan dapat dipahami. Untuk melihat gambar-gambar lain dari artikel Hukum Newton 1, anda dapat memilih gambar pada bagian dibawah. Dan untuk kembali ke halaman utama website " Fisika Zone" atau kembali ke artikel "Hukum Newton 1" anda dapat pilih dari tombol dibawah. • Riwayat Hidup Sir Isaac Newton • Biografi Singkat Isaac Newton Penemu Hukum Gravitasi • Hukum Gravitasi Newton • Bagikan Artikel: Riwayat Hidup Sir Isaac Newton Isaac Newton lahir di Woolsthorpe, Inggris pada tanggal 4 Januari 1643.

Beliau meninggal dunia pada usia 84 tahun, tepatnya pada tanggal 31 Maret 1727. Nama Sir Isaac Newton terkenal di dunia sebagai seorang ahli ilmu fisika, matematika, kimia, astronomi, seorang filsuf alam, dan juga seorang theolog. Sir Isaac Newton, Penemu Hukum Gravitasi (Sumber: gammafishblog.com) Anugerah kemampuan berpikir yang luar biasa menjadikan Newton sebagai seorang jenius dan berhasil mengemukakan beragam hukum tentang alam semesta.

Beliau juga berhasil menciptakan beberapa peralatan penting yang sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia. Baca Juga: Biografi John Dalton Penemu dan Pencetus Teori Atom Modern Pada saat Isaac Newton berusia 12 tahun, ia bersekolah di The Kings School.

Sebuah sekolah yang terletak di Kota Grantham, Inggris. Ketika itu, keinginannya untuk terus bersekolah tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya. Kedua orang tuanya menginginkan Isaac Newton untuk menjadi petani yang baik saja. Hal ini terbukti dari tindakan orang tuanya yang mencoba mengeluarkan Newton dari sekolah pada saat ia berusia 17 tahun.

Isaac Newton sama penemu hukum newton tidak menyukai pekerjaan sebagai petani. Ia terus berusaha untuk meyakinkan keluarganya agar di izinkan untuk menyelesaikan belajarnya di sekolah. Usahanya yang terus menerus dan tidak kenal lelah ini akhirnya mendapatkan persetujuan. Isaac Newton berhasil lulus dari sekolahnya pada usia 18 tahun dengan perolehan nilai yang sangat memuaskan.

Artikel Terkait: Seri Biografi Ilmuwan: Andre Marie Ampere Penemu Hukum Ampere Biografi Singkat Penemu hukum newton Newton Penemu Hukum Gravitasi Sedari kecil, Isaac Newton sudah menunjukkan keistimewaan dan kualitas berpikir yang di atas rata-rata. Utamanya dalam bidang mekanika. Keistimewaan yang dimilikinya ini tidak ia perlihatkan secara langsung selama bersekolah. Bahkan oleh teman-temannya, Newton terkenal sebagai pelajar yang nampaknya biasa-biasa saja bahkan cenderung bermalas-malasan.

Usai menamatkan belajarnya di The Kings School, selanjutnya Isaac Newton melanjutkan studi di Universitas Cambridge pada usia 18 tahun. Sekali lagi karena kejeniusan cara berpikir Isaac Newton menjadikannya dapat dengan cepat menyerap semua ilmu yang di belajarkan di universitas tersebut. Beragam disiplin ilmu mulai Fisika, Matematika, maupun Kimia dapat dengan cepat dikuasai oleh Isaac Newton.

penemu hukum newton

Di samping terus belajar, Newton pun mulai melakukan serangkaian penelitian-penelitian. Dasar-dasar ilmu pengetahuan yang selanjutnya berperan besar dalam perkembangan dunia manusia berhasil ditemukan oleh Newton pada usia 21 tahun. Berdasarkan pencapaian berupa karya-karya monumental, Isaac Newton kemudian menulis sebuah buku pada tahun 1687 berjudul Philophiae Naturalis Principia Mathematica.

Penemu hukum newton dalam buku tersebut ia mendeskripsikan banyak hal, termasuk teori gravitasi secara umum yang berdasarkan pada hukum gerak yang telah ia kemukakan. Teori gravitasi secara umum ini menyatakan bahwa benda akan tertarik ke bawah karena gaya gravitasi berdasarkan hukum gerak. Buku ini menjadi salah satu penemu hukum newton paling monumental sepanjang sejarah ilmu pengetahuan.

Di dalam buku ini menjadi dasar ilmu mekanika klasik, selain itu juga terdapat penjabaran tentang hukum gravitasi dan hukum gerak yang mengambil peran terbesar dalam sudut pandang ilmu pengetahuan tentang alam semesta.

Hukum Gravitasi Newton Gravitasi sebagaimana pendapat yang di kemukakan oleh Isaac Newton dinyatakan bahwa gerak benda di seluruh bumi maupun benda-benda di luar angkasa diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama. Selanjutnya, hukum alam ini kemudian kita kenal dengan istilah gravitasi. Hukum Gravitasi Newton (Sumber: gammafishblog.com) Sedangkan hukum gerak yang di kemukakan oleh Isaac Newton merupakan tiga buah hukum fisika klasik dan menjadi dasar bagi ilmu mekanika klasik.

Di dalam hukum ini penemu hukum newton gambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada benda dengan gerak yang disebabkannya. Karya Isaac Newton tidak terbatas penemu hukum newton hukum gerak saja. Beliau juga mengemukakan teori kalkulus pada bidang ilmu matematika. Isaac Newton kemudian memberikan penjelasan terperinci mengenai teori gerak. Penjabarannya ini kemudian ia gunakan untuk merumuskan gerakan melingkar dari hukum Kepler.

Hukum Kepler di sempurnakan oleh Isaac Newton dengan mengemukakan pendapat bahwa orbit gerakan melingkar tidak harus selalu berbentuk lingkaran yang sempurna, melainkan dapat berupa elips/lonjong, parabola, atau hiperbola. Isaac Newton juga berhasil menciptakan teleskop refleksi pertama di dunia. Beliau juga mengembangkan teori tentang spektrum warna.

Kedua hal ini menjadi terobosan bersejarah dalam bidang ilmu optika. Pada bidang ilmu mekanika, Isaac Newton juga mengemukakan prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Kedua teori ini berpengaruh besar dan menjadi patokan pengembangan teknologi teleskop. Artikel Terkait: • Biografi Benjamin Franklin: Mengenal Ilmuwan Penemu Penangkal Petir • Seri Biografi Ilmuwan: Alfred Bernard Nobel Penemu Dinamit • Blaise Pascal Penemu Mesin Hitung Pertama di Dunia Demikian artikel mengenai Biografi Singkat Isaac Newton Pencetus Hukum Gravitasi.

Semoga bermanfaat. • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) • Click to share on Facebook (Opens in new window) • Click to email this to a friend (Opens in new window) • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) • Click to share on Twitter (Opens in new window) • Category: Biografi Tokoh Iptek Post navigation
Zenius Blog kali ini membahas siapa itu Penemu hukum newton Isaac Newton beserta beberapa prestasi yang ditorehkannya sebagai seorang ilmuwan brilian. Hukum Newton 1, 2 dan 3 merupakan salah satu buah karya fisika klasik yang terus dipelajari hingga hari ini.

Di bangku SMA, hukum Newton tetap diajarkan meski kurikulum telah berkali-kali mengalami perubahan. Namun, sudah sejauh manakah kalian mengenal tokoh dibalik hukum tersebut? Apakah hanya sebatas namanya saja? Atau malah kalian sudah lama mengagumi dan membaca kisah hidupnya? Perkembangan fisika tak bisa dilepaskan dari peran para fisikawan. Mereka inilah yang membuat fisika terus berkembang sehingga misteri-misteri yang ada di alam semesta bisa terpecahkan.

Einstein melalui teori relativitas khususnya menguak misteri ruang dan waktu. James Peebles, Michel Mayor, dan Didier Queloz (para fisikawan peraih Nobel Fisika 2019) berhasil memperluas pengetahuan kita akan keberadaan bumi di alam semesta melalui kosmologi fisis dan penemuan ekstrasolar. Nama-nama yang aku sebutkan dalam paragraf di atas adalah nama-nama fisikawan yang mencuat setelah dunia memasuki abad ke-20. Pada era terdahulu, ada satu nama fisikawan kenamaan yang karyanya masih kita bicarakan sampai sekarang.

Terutama bagi kalian yang masih duduk di bangku SMA. Nama tersebut adalah Isaac Newton yang karyanya sering disebutkan dalam soal-soal ujian. Masa Kecil Newton Menurut kalender Julianus, Newton dilahirkan pada 25 Desember 1642. Sedangkan apabila menggunakan perhitungan kalender Gregorian, Newton lahir pada 4 Januari 1643. Kerajaan Inggris sendiri mulai memberlakukan sistem penanggalan Gregorian pada tahun 1752.

Saat beranjak remaja, Newton mulai memperlihatkan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan.

penemu hukum newton

Pada masa itu, Newton mulai mendapat kepercayaan dari ibunya untuk mengelola harta keluarganya seperti menggembalakan ternak. Bukannya digembalakan, ternak-ternak yang dimilikinya dan seharusnya dijaga malah ditinggalkan. Newton penemu hukum newton memilih untuk bersandar di pohon sambil membaca buku-bukunya. Dengan kenyataan yang seperti itu, ibu Newton memutuskan untuk mengirim Newton ke sekolah saja. Well, keputusan yang tepat dan bijaksana.

Siapa sih yang mau mempercayakan hewan gembalaan kepada orang seperti Newton. Bukannya tambah gemuk, binatang-binatang tersebut bisa-bisa malah tidak pulang dan hilang. Lagi pula, keputusan ini boleh jadi adalah salah satu keputusan orang tua terbesar dalam sejarah. Jika ibu Newton tidak mengirimkannya ke sekolah pada saat itu, bisa jadi kita tidak akan pernah mendengar nama Newton sebagai salah seorang fisikawan terbesar sepanjang masa.

Quaestiones Quaedam Philosophicae dan Awal Karir di Dunia Sains Pada saat Newton mengawali kehidupannya di Cambridge, Revolusi Sains sedang berlangsung dengan pesat.

Astronom kenamaan seperti Copernicus (1473) dan Kepler (1571) telah berhasil menguraikan sistem heliosentris (model astronomi yang menyatakan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari, lawan dari geosentris yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta).

Pada masa itu juga, Galileo Galilei mangkat. Newton meneruskan ide Galileo tentang matematika gerak yang kemudian membuahkan hasil. Salah satunya adalah hukum newton yang kita kenal hari ini. Seperti kebanyakan mahasiswa pada zaman penemu hukum newton, Newton mengawali pendidikannya dengan mempelajari pemikiran Aristoteles. Walau demikian, Newton juga turut mempelajari pemikiran penemu hukum newton Prancis, Rene Descartes serta filsuf-filsuf aliran filsafat mekanisme lainnya.

Aliran mekanisme memang populer pada abad ke-17. Aliran filsafat ini menyatakan bahwa semua gejala yang ada di alam dapat dijelaskan berdasarkan asas-asas mekanik. Semua peristiwa adalah hasil dari materi yang bergerak dan dapat dijelaskan menurut kaidah-kaidahnya dan peristiwa tersebut terjadi berdasarkan pada sebab kerja, bukan tujuan.

Aliran-aliran filsafat tersebutlah yang menjadi landasan pemikiran Newton. Dengan berbekal slogan “Amicus Plato amicus Aristoteles magis amica veritas” (“Plato is my friend, Aristotle is my friend, but my best friend is truth”), Newton mengawali karirnya di dunia sains.

Slogan tersebut ditemukan dalam buku catatan Newton yang dikenal dengan nama lengkap “Quaestiones Quaedam Philosophicae” (“Certain Philosophical Questions”). Dalam buku catatan tersebutlah Newton menuliskan gagasan-gagasan yang muncul di kepalanya.

Melalui buku catatan tersebut, diketahui bahwa Newton telah menemukan rancangan baru tentang cara kerja alam yang menjadi acuan kerangka kerja revolusi sains. Quaestiones menjadi saksi dari banyaknya rumpun ilmu yang didalami oleh Newton. Newton mendalami berbagai macam pemikiran seperti pemikiran Pierre Gassendi (filsuf Prancis). Newton mendapati bahwa Gassendi kembali menghidupkan salah satu filsafat kuno, atomisme.

Atomisme menyatakan bahwa semua realita dan setiap benda yang ada di alam semesta tersusun dari sesuatu yang sangat kecil. Sesuatu ini tidaklah bisa dipisahkan dan tidak bisa dihancurkan. Selain filsafat, Newton juga mempelajari kimia dengan berlandaskan pada pemikiran Robert Boyle (1627)pencetus hukum boyle. Quaestiones menjadi petunjuk bagi orang-orang yang ingin mengenal pemikiran Sir Isaac Newton.

Dari sana sebenarnya kita bisa belajar bahwa memiliki buku catatan adalah hal yang penting dan bisa bermanfaat pada suatu waktu. Entah catatan harian atau catatan pemikiran, semua itu akan memiliki manfaat.

Sungguh benar perkataan Pram yang menyatakan seberapa pentingnya menulis jika berkaca kepada penemuan-penemuan penting yang ada di dalam quaestiones.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer The Optics Newton mengawali keanggotaannya di Trinity College di Universitas Cambridge pada tahun 1667. 2 tahun kemudian atau pada tahun 1669, Isaac Barrow mengundurkan diri dari jabatannya.

Isaac Barrow merekomendasikan Isaac Newton untuk mengisi posisinya setelah dirinya lengser. Jabatan tersebut merupakan salah satu jabatan paling prestisius yang ada di Cambridge dan pernah diduduki oleh Stephen Hawking. Persamaan dari ketiga orang tersebut adalah mereka pernah menjabat sebagai Lucasian Professor of Mathematic. Jabatan sebagai profesor ini membebaskan Newton dari tugasnya mengajar mata kuliah.

Sebagai gantinya, Newton diharuskan untuk mengisi kuliah tahunan. Sebagai langkah awal dalam melaksanakan tugas tersebut, Newton memutuskan untuk berceramah dengan menggunakan karyanya yang berjudul “Of Colours”.

Karya inilah yang menjadi cikal bakal buku “The Optics.” Pada abad ke-17 studi mengenai optik memang sedang naik daun. Hal ini dimulai ketika Kepler mempublikasikan karyanya yang berjudul Ad Vitellionem paralipomena. Buku inilah yang menjadi pijakan para ilmuwan pada masa itu dalam membincangkan perkara optik. Adapun kontribusi terbesar Newton dalam kajian ini adalah dalam hal warna. Sebuah teori kuno tentang warna mengemukakan bahwa dalam fenomena warna, termasuk penemu hukum newton, muncul dari modifikasi cahaya yang memiliki bentuk asli berwarna putih.

Newton menolak gagasan tersebut melalui analisisnya. Newton menolak gagasan bahwa warna adalah sesuatu yang sederhana dan bersifat homogen (hanya berwarna putih sebagaimana dikemukakan teori kuno).

Newton menyatakan bahwa warna bersifat kompleks dan heterogen. Heterogenitas yang dimiliki warna dibentuk oleh campuran dari komponen-komponen yang sangat kecil. Dasar dari pernyataan Newton bahwa cahaya merupakan sesuatu yang terdiri dari komponen kecil adalah pemahamannya bahwa satu sinar cahaya memiliki komponen yang tetap.

Dalam penemu hukum newton, sifat-sifat seperti itu menyiratkan partikel-partikel materi tersebut tidak dapat berubah. Hal ini bertentangan dengan teori lama yang mengatakan bahwa warna-warna yang ada muncul dari modifikasi cahaya berwarna putih menjadi berbagai warna yang ada. Heterogenitas warna yang dikemukakan Newton ini menjadi pondasi fisika optik sejak saat itu.

Meski memberikan angin segar dalam perkembangan dunia sains, karya Newton tidaklah lepas dari kritik.

penemu hukum newton

Adalah seorang anggota Royal Society (kelompok terpandang berisi ilmuwan bentukan kerajaan Inggris pada tahun 1660) bernama Robert Hooke. Robert Hooke adalah seorang fisikawan penemu teori elastisitas (dikenal juga sebagai hukum Hooke). Hooke memproklamirkan dirinya sebagai expert di bidang fisika optik. Karenanya Hooke berani menuliskan kritik yang merendahkan terhadap gagasan Newton soal warna.

Newton yang tidak ingin berkonfrontasi memilih untuk mengasingkan diri. Pengasingan diri Newton mencapai titik akhirnya ketika Newton mendapati bahwa pada akhirnya Hooke sepakat dengan gagasan Newton terkait cahaya. Akhirnya Newton pun memberanikan diri untuk kembali tampil di hadapan publik dengan membawakan penelitian terbarunya dalam hal optik. Makalah terbarunya ini membahas hasil penelitiannya terhadap fenomena warna yang ada dalam film (lembaran plastik yang digunakan sebagai media transfer teks atau gambar pada saat pembuatan plat cetak) berdimensi tipis.

Tujuan dari penelitian yang dilakukan Newton adalah untuk menjelaskan bagaimana warna yang ada di benda padat dapat dianalisis sampai ke komponen-komponennya melalui metode refleksi dengan hasil sebaik metode pembiasan. The Principia Peradaban manusia senantiasa mengalami perkembangan.

Mari kita mulai dari hal yang ada di sekitar kita terlebih dahulu. Bagi kalian yang lahir pada dekade 90an, mungkin kalian pernah merasakan sebuah era ketika SMS menjadi hal yang sangat penting dalam perkara komunikasi.

Untuk mengabari orang tua bahwa jam sekolah sudah bubar dan kita diperbolehkan pulang misalnya. Bagi generasi sebelumnya, kegiatan memberi kabar membutuhkan adanya kesabaran. Bagaimana tidak, telepon penemu hukum newton merupakan barang mewah sehingga orang-orang harus mengantri di wartel untuk menghubungi orang yang berada di kota lain.

Peradaban terus berkembang. Bisa jadi di masa yang akan datang kita tidak lagi perlu menyentuhkan jari kita di atas layar untuk berkirim pesan. Cukup pikirkan kalimat apa yang ingin kita ucapkan dan voila, kalimat tersebut tinggal dikirim saja kepada orang di seberang. Jika hari ini kamu mendapatkan pertanyaan dari pacarmu “mengapa bumi mengelilingi matahari?” kamu bisa menjawab dengan mengatakan “gravitasi.” Jawabanmu kemungkinan besar akan berbeda jika kamu berpacaran pada tahun 1685 atau setahun sebelum dipublikasikannya Principia, karya Newton yang mengubah ilmu astronomi.

Copernicus mengguncang dunia melalui pernyataan bahwa planet-planet lah yang mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya. Kepler kemudian menyempurnakan temuan Copernicus dengan menyatakan bahwa planet-planet tersebut memiliki orbit.

Kepler menunjukkan bahwa planet-planet tersebut bergerak. Pertanyaannya, mengapa planet bergerak? Mengapa planet mengelilingi matahari? Siapa sangka pertanyaan tersebut akhirnya terjawab oleh peristiwa jatuhnya apel ke tanah dari pohonnya, dan Newton menyadari hal itu. Newton menyadari apapun gerakan yang terjadi, entah itu bulan yang mengitari bumi atau apel yang jatuh dari pohon, pastilah disebabkan oleh sesuatu yang sama.

Jawaban ini dijelaskan dalam salah penemu hukum newton buku yang mengubah dunia, Principia Newton menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki kekuatan, yang dinamakan dengan istilah gravitasi. Gravitasi selalu menarik sesuatu untuk mendekati pusatnya. Hal inilah yang mengakibatkan apel jatuh ke tanah dan bulan selalu mengitari bumi. Menurutnya, besar gaya gravitasi yang dimiliki oleh suatu objek tergantung massa yang dimiliki objek tersebut.

Model gravitasi Newton menyebutkan bahwa massa, waktu, dan jarak bersifat konstan. Selain membahas gravitasi, principia juga menjelaskan beberapa hal yang kini kita kenal dengan istilah Hukum Newton 1, 2 dan 3. Hukum-hukum Newton Hukum Newton 1 Bunyi Hukum Newton 1 adalah “ Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya”.

Jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda bernilai 0 maka benda yang awalnya diam akan tetap diam dan untuk benda yang awalnya bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan. Dalam persamaan matematika, Hukum Newton 1 dapat ditulis: Hukum Newton 2 Bunyi Hukum Newton 2 adalah “Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan / bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya benda”.

Sebuah benda dengan massa m mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M atau bisa dituliskan sebagai: Hukum Newton 3 Bunyi Hukum Newton 3 adalah “Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah” Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah berkebalikan, dan segaris.

Dalam persamaan matematika, Hukum Newton 3 dapat ditulis: Penemuan gravitasi menghentikan perdebatan penganut heliosentris dan geosentris. Orang-orang yang saat itu masih meyakini geosentris pada akhirnya harus mengakui bahwa apa yang mereka yakini selama ini telah terpatahkan.

Selain itu, temuan Newton ini juga menjelaskan bagaimana fenomena pasang dan surut air laut bisa terjadi. Pasang surut air laut disebabkan oleh adanya gaya saling tarik yang terjadi antara gravitasi bulan dan bumi. Sebagaimana aku sebutkan di awal, peradaban manusia selalu mengalami perkembangan. model gravitasi Newton yang sudah diyakini selama lebih dari 200 tahun pun mengalami perkembangan.

Model tersebut akhirnya terpatahkan oleh seorang fisikawan bernama Albert Einstein melalui pernyataan bahwa massa, waktu, dan jarak tidaklah konstan dan malah bersifat fluid. Pernyataan ini tertuang dalam teori Einstein yang berjudul relativitas khusus. Westminster Abbey Isaac Newton meninggal pada tahun 1727 dan dimakamkan di Westminster Abbey. Di atas pusara nya, terpatri nyata prestasi-prestasi yang diperoleh Newton sepanjang hidupnya. Terdapat gambar teleskop, perapian, prisma, uang logam, tata surya, angka matematika dan buku yang memperlihatkan prestasi Newton.

Selain dikenal sebagai gereja tempat royal wedding dilangsungkan, Westminster Abbey juga memiliki salah satu kompleks pemakaman paling terkenal di dunia selain Pere Lachaise di Prancis (tempat dimakamkan nya Jim Morrison, vokalis The Doors). Para anggota kerajaan Inggris dikebumikan di Westminster Abbey. Tak hanya anggota kerajaan, banyak tokoh terkenal yang juga diistirahatkan di pemakaman tersebut dan salah satunya adalah Isaac Newton. Selain Isaac Newton, terdapat beberapa nama besar lainnya seperti Charles Penemu hukum newton (tokoh teori evolusi), Ernest Rutherford (tokoh teori atom), Charles Dickens (sastrawan klasik), hingga fisikawan terkenal penemu hukum newton belum lama meninggal Stephen Hawking.

Jika kelak kalian memiliki kesempatan untuk berkunjung ke London, sempatkan diri kalian untuk ke Westminster Abbey. Resapi semangat para ilmuwan legendaris yang kini bersemayam di sana. Siapa tahu, salah penemu hukum newton dari kalian akan menjadi ilmuwan besar seperti mereka. Referensi https://www.britannica.com/ https://bobo.grid.id/ https://www.republika.co.id/ https://earthobservatory.nasa.gov ==========CATATAN EDITOR=========== Kalau kamu ada keinginan penemu hukum newton mendiskusikan tokoh-tokoh lain yang ada dalam sejarah, langsung komentar saja ya.

Aku akan dengan sangat senang hati membaca semua komentar kalian. Sampai jumpa di kolom komentar, yaa. Ciao. Sir Isaac Newton merupakan ilmuwan jenius penemu teori gravitasi dan hukum Newton. -- Gara-gara peristiwa apel, Sir Isaac Newton menjadi ilmuwan terkenal hingga saat ini. Apakah kamu tahu kisahnya? Dipercayai suatu waktu ia sedang duduk di bawah pohon apel dan melihat buah manis itu jatuh ke tanah.

Peristiwa yang mungkin dianggap sepele itu nyatanya dipikirkan dengan serius oleh Newton. “Kok bisa, sih, apel itu turun ke tanah? Pasti ada yang mempengaruhinya,” mungkin demikian batin Newton kala itu. Kisah ini pun berkembang hingga sekarang di seluruh dunia dan dipercaya sebagai latar belakang Isaac Newton mengungkap fakta soal gravitasi dan hukum alam semesta. Apakah kamu percaya kisah itu?

Lebih lengkapnya, yuk, kita baca biografi dan profil Sir Isaac Newton terlebih dahulu. Mengenal Sir Isaac Newton Sir Isaac Newton, atau dikenal sebagai Isaac Newton, merupakan bintang fisika, matematika, dan astronomi.

Nggak hanya pada masanya, bahkan hingga penemu hukum newton. Ia lahir di Woolsthorpe, Lincolnshire, Inggris, pada 4 Januari 1643. Ayahnya juga bernama sama dengannya, sementara ibunya bernama Hannah Ayscough. Tiga bulan sebelum kelahirannya, sang ayah meninggal dunia.

Newton tinggal bersama neneknya lantaran ibunya menikah lagi dengan sang ayah tiri bernama Barnabas Smith, seorang pendeta kaya. Penemu hukum newton persiapan ke universitas, Newton dikirim ibunya untuk sekolah tata bahasa di Grantham, Inggris. Di sana lah Newton menunjukkan bakat dalam keterampilan mekanik dan teknik.

Bahkan, ia mampu membangun model mesin, seperti jam dan kincir angin. Beberapa waktu kemudian, ia memulai studinya di Trinity College, Cambridge, di masa Revolusi Ilmiah sedang berlangsung.

Berbeda dengan masa sebelumnya yang masih terpaku dengan sistem geosentris alam semesta hasil pemikiran Aristoteles dan Plato, pada masa ini, para astronom termasuk Nicolaus Copernicus dan Johannes Kepler, telah menguraikan sistem heliosentris alam semesta.

Bahkan, Galileo Galilei pun telah menetapkan dasar bagi ilmu matematika tentang gerak. Perkembangan ini memberi banyak pengaruh bagi pemikiran Isaac Newton. Baca Juga: Benarkah Makan Cokelat Bisa Bikin Jerawatan dan Keracunan? Terpengaruh Banyak Ilmuwan di Masa Revolusi Ilmiah Meski kampusnya masih menekankan model akademis yang ketinggalan zaman, seperti Aristotelianisme, nyatanya Sir Isaac Newton terpengaruh banyak oleh para ilmuwan yang berkembang di masa Revolusi Ilmiah, termasuk Galileo Galilei.

Pada suatu waktu, Newton menulis catatan dengan judul " Quaestiones Quaedam Philosophicae" yang berarti “Pertanyaan Filosofis Tertentu”. Pada catatannya tersebut, ia pun menuliskan slogan “Plato adalah temanku, Aristoteles adalah temanku, tapi sahabatku adalah kebenaran”.

Catatan ini lah yang mengungkapkan bahwa Newton telah sepenuhnya dipengaruhi oleh Revolusi Ilmiah. Temuan Galileo Galilei soal bumi yang mengelilingi matahari, ternyata membuka mata penemu hukum newton pemikiran Newton. Isaac Newton sangat tertarik dengan penemuan Galileo, dan mulai berpikir Newton pun menyadari bahwa matematika menjadi cara untuk menjelaskan dan membuktikan adanya hukum-hukum yang mengatur alam semesta tersebut. Apel dan Teori Gravitasi Isaac Newton Masih kah kamu ingat dengan peristiwa apel Isaac Newton?

Nah, kejadian itu disebut sebagai peristiwa yang mengilhami Sir Isaac Newton menemukan teori gravitasinya. Pada suatu waktu, ketika Newton sedang memikirkan alam semesta.

“ Apa yang mempengaruhi bulan bisa mengelilingi bumi dan bumi mampu mengelilingi matahari?” demikian isi pikiran Newton kala itu. Isaac Newton sangat yakin bahwa ada hal yang menyebabkan kedua peristiwa alam semesta itu terjadi. Bak sebuah pertanda, buah apel jatuh dari ranting pohon yang ia duduki tepat di depannya.

Dia pun berpikir dan yakin penyebab apel jatuh adalah hal yang sama dengan penyebab bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari. Ilmuwan tersebut sangat percaya ada gaya tarik menarik antara dua benda yang kemudian penemu hukum newton sebut sebagai gravitasi. Newton memahami sebuah benda dengan massa yang lebih besar akan menarik benda-benda dengan massa yang lebih kecil. Itu lah mengapa apel jatuh ke tanah menuju bumi, karena massa bumi jauh lebih besar dibandingkan dengan massa apel.

Dengan teori ini lah, ia dapat menjelaskan mengapa manusia tidak melayang di udara. Baca Juga: Siapa Tokoh Penemu Televisi? John Logie Baird atau Philo Farnsworth? Eits. nggak hanya itu lho teman-teman. Newton pun semakin berpikir bahwa gravitasi ini tidak hanya berpengaruh pada bumi dan yang ada di dalamnya melainkan meluas ke bulan dan luar angkasa. “Bagaimana kalau gravitasi ini sampai ke bulan dan seterusnya?” ujarnya. Sebagai pembuktian teori gravitasi miliknya, ia penemu hukum newton menghitung gaya yang dibutuhkan untuk menjaga bulan tetap mengelilingi bumi dan membandingkannya dengan kekuatan yang membuat apel jatuh.

Hasilnya pun sama! Sir Isaac Newton pun mengenalkan teori gravitasi temuannya, bahwa benda-benda memiliki gaya gravitasi yang saling tarik menarik. Hukum Newton Perlu kamu tahu, ternyata nggak hanya teori gravitasi lho penemuan Isaac Newton. Ia juga menemukan teori-teori lain, termasuk hukum Newton yang masih dipelajari sampai sekarang.

Pada dasarnya, hukum Newton merupakan rumus matematika yang menjelaskan bagaimana benda bergerak ketika sebuah gaya bekerja pada benda tersebut. Adapun hukum ini ditulis dalam bukunya berjudul “ Principia” yang terbit pada 1687 saat ia menjadi profesor matematika di Trinity College, Cambridge.

Hukum Newton terdiri dari Hukum Newton I, Hukum Newton II, dan Hukum Newton III. Lalu bagaimana, sih, isinya? Hukum I Newton Hukum I Newton menyatakan jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang awalnya diam akan selamanya diam. Di samping itu, benda yang awalnya bergerak lurus beraturan juga akan selamanya bergerak lurus beraturan dalam kecepatan tetap.

Dalam fisika, Hukum Newton I disebut juga dengan hukum kelembaman/inersia secara matematis dapat ditulis dengan rumus ∑F = 0. Hukum II Newton Hukum II Newton menyatakan percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya, serta berbanding terbalik dengan massa benda tersebut.

Sementara itu, arah percepatan akan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Adapun rumus hukum Newton II adalah F = m.a, dengan "F" adalah gaya (N), "m" adalah massa benda (kg), dan "a" adalah percepatan (m/s 2 ). Hukum III Newton Hukum III Newton menyatakan jika benda didorong atau ditarik, maka benda tersebut akan mendorong atau menarik secara merata ke arah yang berlawanan. Secara mudah, hukum ketiga ini juga disebut dengan gaya aksi reaksi.

Baca Juga: 5 Tokoh Kemerdekaan yang Kurang Dikenal Penemuan lain Sir Isaac Newton Sir Isaac Newton juga memiliki penemuan lain lho teman-teman, berikut ini di antaranya: • Dalam optik, penemuannya tentang komposisi cahaya putih mengintegrasikan fenomena warna ke dalam ilmu cahaya dan meletakkan dasar bagi optik fisik modern.

• Dalam mekanika, tiga hukum geraknya, prinsip dasar fisika modern, menghasilkan perumusan hukum gravitasi universal. • Dalam matematika, Isaac Newton menemukan perhitungan kalkulus yang mampu menghitung angka hingga yang paling kecil. Buah pemikirannya pun dituliskan penemu hukum newton buku berjudul “ Philosophiae Naturalis Principia Mathematica ” (Prinsip Matematika Filsafat Alam, 1687) dan menjadi salah satu karya tunggal terpenting dalam penemu hukum newton sains modern. Meski telah tiada, penemuan dan buah pikir Sir Isaac Newton di ilmu alam masih bermanfaat hingga sekarang.

Yuk terus belajar untuk menjadi Newton selanjutnya dengan akses di ruangbelajar. Belajar jadi lebih seru dan fun! Referensi: Isaac Newton Timeline. Britannica. Diakses secara daring pada 3 Februari 2022. Tautan: Isaac Newton - Timeline - Britannica Isaac Newton. Britannica. Diakses secara daring pada 3 Februari 2022. Tautan: Isaac Newton - Biography, Facts, Discoveries, Laws, & Inventions - Britannica Pengertian Hukum Newton 1, 2, 3: Bunyi, Rumus, dan Contohnya. Tirto.id. Diakses secara daring pada 3 Februari 2022.

Tautan: Pengertian Hukum Newton 1, 2, 3: Bunyi, Rumus, dan Contohnya (tirto.id) Biografi Tokoh Dunia: Isaac Newton, Ilmuwan Jenius yang Takut Kritik. Kompas.com. Diakses secara daring pada 3 Februari 2022. Tautan: Biografi Tokoh Dunia: Isaac Newton, Ilmuwan Jenius yang Takut Kritik Halaman all - Kompas.com Sumber foto: Britannica. Tautan: Isaac Newton - Achievements - Britannica
Sobat SimulasiKu, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa benda yang dilempar ke atas selalu jatuh ke bawah penemu hukum newton manusia yang ada di luar angkasa bisa mengapung di udara?

Itu semua dapat kamu cari jawabannya di hukum Newton. Walaupun hukum ini sudah berusia sangat tua, tapi manfaatnya masih terasa sampai sekarang. Apakah kamu penasaran bagaimana bisa hukum ini terbentuk, rumus, dan penemu hukum newton dalam kehidupan sehari-hari?

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini! 1. Awal Mula Hukum Newton Isaac Newton, sang penemu gravitasi Apa yang kamu pikirkan jika melihat apel yang jatuh? Sebagian dari kita bisa jadi tidak menganggap serius hal tersebut. Namun, untuk Sir Isaac Newton, seorang ilmuwan yang lahir pada tanggal 4 Januari 1643 ini berbeda. Beliau mempelajari kejadian tersebut dan akhirnya menemukan bahwa yang membuat buah ini jatuh ke tanah adalah gravitasi.

Penemuannya ini membawanya untuk mencari tahu lebih dalam gaya-gaya yang bekerja di dalam maupun luar bumi. Apa yang mempengaruhi Fisikawan ini untuk mempelajari hal tersebut? Dia mendapatkan inspirasi untuk meneliti ini dari ilmuwan terkemuka dunia, Galileo. Menurut Newton, alam semesta bekerja seperti mesin dan dibalik itu ada hukum sederhana yang mengaturnya. Selain itu, ilmuwan berkebangsaan Inggris ini penemu hukum newton bahwa untuk membuktikan pendapatnya ini ia membutuhkan Matematika.

2. Hukum Newton, Apa Saja ya? Lift, contoh nyata penerapan hukum Newton Salah satu hukum Fisika yang paling terkenal adalah Hukum Newton. Tahukah penemu hukum newton bagaimana isi dari hukum tersebut? Berikut adalah penjabarannya: • Hukum Kelembaman atau Inersia Setiap benda akan tetap bergerak lurus beraturan atau diam, jika jumlah gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol (Novel, 2015, p.

128). F=0 Maksud bunyi hukum ini adalah suatu benda yang bergerak dengan kecepatan tetap akan terus bergerak. Begitu juga dengan benda yang diam akan selalu diam. Karena tidak ada percepatan pada benda tersebut. • Hukum Newton II Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda berbanding lurus dengan besar dan arah gaya tersebut.

Namun, berbanding terbalik dengan massa bendanya (Novel, 2015, p. 128). F=m.a→a= Fm Jadi, semakin besar jumlah gaya yang diberikan, maka percepatannya juga besar. Sebaliknya, semakin berat bendanya, maka percepatannya akan mengecil.

• Hukum Newton III Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda kedua ini memberikan pada benda pertama gaya yang sama besarnya. Namun, arahnya berlawanan (Novel, 2015, p. 129). F aksi = – F reaksi Dalam kata lain, ketika kamu memberikan gaya aksi pada suatu benda, maka benda tersebut akan memberikan gaya reaksi yang sama besarnya tapi, berlawanan arah. 3. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari Mendayung perahu, aktivitas yang menerapkan prinsip Newton Tahukah sobat bahwa hukum yang kita pelajari di poin sebelumnya, ternyata terjadi dalam kehidupan kita, lho!

Penasaran bagaimana contoh kasus dari setiap hukum Newton? Yuk, perhatikan penjelasannya berikut ini! • Hukum Inersia : Ketika kamu sedang di dalam penemu hukum newton dengan kecepatan konstan (tidak berubah), kamu dapat duduk diam dengan nyaman. Namun, apabila mobil tersebut mengerem mendadak. Maka, kamu akan langsung terdorong ke depan. Mengapa ini bisa terjadi? Karena ketika mobil melaju dengan kecepatan konstan, tubuhmu sudah nyaman dengan pergerakan mobil tersebut.

Namun, saat mobil mengerem. Tubuhmu belum siap dan terdorong ke depan karena mempertahankan gerak mobil sebelum mengerem. • Hukum Newton II: Jika kamu memiliki mobil mainan, saat kamu tarik mainan tersebut maka benda itu akan bergerak. Semakin kuat kamu menariknya, akan semakin cepat lajunya. Sebaliknya, jika kamu beri beban pada mainanmu, maka mobil itu akan bergerak lambat. Ini sesuai dengan prinsip kedua yang menyatakan bahwa semakin besar gaya yang diberikan pada benda, maka percepatannya juga semakin besar.

Kemudian, apabila massa benda semakin besar, percepatan akan menjadi kecil. • Hukum Newton III: Apakah kamu pernah mendayung perahu? Prinsip mendayung perahu ini persis dengan hukum aksi-reaksi.

Jadi, ketika kamu mendayung perahu ke arah belakang, perahu akan maju ke depan. Oleh sebab itu, bisa kita simpulkan gaya aksi yang kamu berikan, menimbulkan gaya reaksi pada perahu yang sama besar tapi berlawanan arah, yaitu ke arah depan. Nah, itu tadi adalah sejarah, rumus, dan penerapan hukum Newton. Menarik ya, sobat! Berawal dari apel jatuh bisa menjadi penemuan yang besar. Apakah sobat tahu contoh penerapan lainnya? Boleh tulis di kolom komentar, ya! Jika kamu ingin tahu ilmu pengetahuan lainnya, mari cek artikel-artikel di blog SimulasiKu!

Kamu juga bisa gabung grup belajar Telegram saintek dan soshum SimulasiKu. Tidak hanya itu, ada penemu hukum newton UTBK dan try out online yang bisa membantu mengukur pemahaman kamu. Yuk, daftar sekarang! Baca juga: Yuk, Belajar Perbedaan dan 7 Unsur Cuaca dan Iklim! Editor: Ryfa Ayu Lestari
Daftar Isi • Biodata Sir Isaac Newton • Biografi Sir Isaac Newton • Masa Kecil • Masa Remaja • Ilmu Pengetahuan Newton • Menemukan Spektrum Warna • Berbagai Penemuan Sir Isaac Newton • Teleskop Reflektor • Kalkulus Integral • Hukum Gerak Newton • Daftar karya Newton : Biodata Sir Isaac Newton Nama : Sir Isaac Newton Lahir : Inggris, 4 Januari 1643 Wafat : London, Inggris, 31 Maret 1727 Orang Tua : Robert Newton (ayah), Hannah Ayscough (ibu) Saudara : Mary Smith, Hannah Smith Pilkington, Benjamin Smith Pekerjaan : Ilmuwan Biografi Sir Isaac Newton Sir Isaac Newton dianggap ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo.

Seperti halnya Nabi Muhammad, dia lahir sesudah ayahnya meninggal Beliau merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika modern Masa Kecil Sir Isaac Newton dilahirkan di kota Woolsthorpe-by-Colsterworth, hamlet penemu hukum newton county Lincolnshire lahir secara prematur, dimana saat itu bayi prematur tidak diharapkan kehadirannya di dunia.

Ayahnya, Robert Penemu hukum newton, meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Isaac Newton. Dua tahun kemudian ibunya, Hannah Ayscough Newton, menikah dengan lelaki lain dan meninggalkan Newton dengan neneknya. Newton merupakan anak yang pintar. Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa.

Dan kemudian dikirimkan ke sekolah bahasa di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya. Masa Remaja Dalam biografi Sir Isaac Newton, Saat bersekolah di Grantham dia tinggal sebuah asrama milik apoteker lokal yang bernama William Clarke. Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge pada usia 19, Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Storer menikahi orang lain.

Banyak yang menegatakan bahwa dia, Newton, selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan bahkan pernah menikah.

Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The Kings School yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar dia menjadi petani saja. Bagaimanapun Newton terlihat tidak menyukai pekerjaan barunya. Tapi pada akhirnya setelah meyakinkan keluarga dan ibunya dengan bantuan paman dan gurunya. Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan.

BACA JUGA : Biografi Bernard Arnault, Orang Terkaya di Dunia Pemilik Louis Vuitton S.A Tatkala menginjak dewasa, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik.

Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Pada umurnya delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Ilmu Pengetahuan Newton Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun Si Isaac Newton sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia.

Pertengahan abad ke-17 adalah periode pembenihan ilmu pengetahuan. Penemuan teropong bintang dekat permulaan abad itu telah merombak seluruh pendapat mengenai ilmu perbintangan.

Filosof Inggris Francis Bacon dan Filosof Perancis Rene Descartes kedua-duanya berseru kepada ilmuwan seluruh Eropa agar tidak lagi menyandarkan diri pada kekuasaan Aristoteles Melainkan melakukan percobaan dan penelitian atas dasar titik tolak dan keperluan sendiri. Apa yang dikemukakan oleh Bacon dan Descartes, sudah dipraktekkan oleh si hebat Galileo. Penggunaan teropong bintang, penemuan baru untuk penelitian astronomi oleh Newton telah merevolusionerkan penyelidikan bidang itu, dan yang dilakukannya di sektor mekanika telah menghasilkan apa yang kini terkenal dengan sebutan “Hukum gerak Newton” yang pertama.

Teori Gravitasi Sir Isaac Newton Dengan berbagai hasil karya ilmiah yang dicapainya, Newton menulis sebuah buku Philosophiae Naturalis Principia Mathematica.

Buku Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica Buku tersebut dideskripsikan mengenai teori gravitasi secara umum, berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya. Di penemu hukum newton bahwa benda akan tertarik ke bawah karena gaya gravitasi.

Bekerja sama dengan Gottfried Leibniz, Newton mengembangkan teori kalkulus. Newton merupakan orang pertama yang menjelaskan tentang teori gerak dan berperan penting dalam merumuskan gerakan melingkar dari hukum Kepler. Sir Isaac Newton memperluas hukum tersebut dengan beranggapan bahwa suatu orbit gerakan melingkar tidak harus selalu berbentuk lingkaran sempurna (seperti elipse, hiperbola dan parabola).

Menemukan Spektrum Warna Dalam biografi Sir Isaac Newton, diketahui Newton menemukan spektrum warna ketika melakukan percobaan dengan melewati sinar putih pada sebuah prisma, dia juga percaya bahwa sinar merupakan kumpulan dari partikel-partikel. Newton juga mengembangkan hukum tentang pendinginan yang di dapatkan dari teori binomial, dan menemukan sebuah prinsip momentum dan angular momentum.

Pendapat Kepala Akademi Ilmiah Berlin tentang Newton: “Newton ialah seorang jenius besar yang pernah ada dan paling beruntung, yang tak bisa kita temukan lebih dari suatu sistem dunia untuk didirikan.” Ilmuwan besar lain, seperti William Harvey, penemu ihwal peredaran darah dan Johannes Kepler penemu tata gerak planit-planit di seputar matahari, mempersembahkan informasi yang sangat mendasar bagi kalangan cendikiawan. Walau begitu, ilmu pengetahuan murni masih merupakan kegemaran para intelektual, dan masih belum dapat dibuktikan –apabila digunakan dalam teknologi– bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah pola dasar kehidupan manusia sebagaimana diramalkan oleh Francis Bacon.

BACA JUGA : Biografi William Harvey - Penemu Peredaran Darah Walaupun Copernicus dan Galileo sudah menyepak ke pinggir beberapa anggapan tentang pengetahuan purba dan telah menyuguhkan pengertian yang lebih mengenai alam semesta, namun tak ada satu pokok penemu hukum newton pun yang terumuskan dengan seksama yang mampu membelokkan tumpukan pengertian yang tak berdasar.

Seraya menyusunnya dalam suatu teori yang memungkinkan berkembangnya ramalan-ramalan yang lebih ilmiah. Tak lain dari Isaac Newton-lah orangnya yang sanggup menyuguhkan kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu pengetahuan modern yang kini arusnya jadi anutan orang. Berbagai Penemuan Sir Isaac Newton Newton sendiri agak ogah-ogahan menerbitkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun 1669 tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik bertahun-tahun sesudahnya.

Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut orang “cahaya putih” sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Teleskop Reflektor Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya.

Berpegang pada hukum ini dia pada tahun 1668 merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang saat ini.

Teleskop Reflektor Newton Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik penemu hukum newton sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun. Keberhasilan Newton di bidang optik saja mungkin sudah memadai untuk mendudukkan Newton pada urutan daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia.

Sementara itu masih ada penemuan-penemuan yang kurang penting di bidang matematika murni dan di bidang mekanika. Kalkulus Integral Persembahan terbesarnya di bidang matematika adalah penemuannya tentang “kalkulus integral” yang mungkin dipecahkannya tatkala ia berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun. Penemuan ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan semata bagaikan benih yang daripadanya tumbuh teori matematika modern, tetapi juga perabot tak terelakkan yang tanpa penemuannya itu kemajuan pengetahuan modern yang datang menyusul merupakan hal yang mustahil.

Biarpun Newton tidak berbuat sesuatu apapun lagi, penemuan “kalkulus integral”-nya saja sudah memadai untuk menuntunnya ke tangga tinggi dalam daftar urutan buku ini. Tetapi penemuan-penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika, pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu benda. Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar.

Tentu saja pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. BACA JUGA : Biografi Sylvester Stallone - Jalan Panjang Menuju Sukses Hukum Gerak Newton Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum kedua (secara matematika dijabarkan dengan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa akselerasi obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda.

Terhadap kedua hukum itu Newton menambah hukum ketiganya yang penemu hukum newton tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak planit-planit dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan gerak-geriknya dapat diramalkan.

Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan problem. Hukum Newton dapat dan sudah dipergunakan dalam skala luas bidang ilmiah serta bidang perancangan pelbagai peralatan teknis. Dalam masa hidupnya, pemraktekan yang paling dramatis adalah di bidang astronomi.

Di sektor ini pun Newton berdiri paling depan. Tahun 1678 Newton menerbitkan buku karyanya yang masyhur Prinsip-prinsip matematika mengenai filsafat alamiah (biasanya diringkas Principia saja). Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya berat dan tentang hukum gerak. Dia menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan planit-planit seputar sang matahari.

Persoalan utama gerak-gerik astronomi adalah bagaimana memperkirakan posisi yang tepat dan gerakan bintang serta planit-planit. Dengan demikian terpecahkan sepenuhnya oleh Newton hanya dengan sekali sambar. Atas karya-karyanya itu Newton sering dianggap seorang astronom terbesar dari semua yang terbesar. Newton juga memberi sumbangsih besar di bidang thermodinamika (penyelidikan tentang panas) dan di bidang akustik (ilmu tentang suara).

Dan dia pulalah yang menyuguhkan penjelasan yang jernih bagai kristal prinsip-prinsip fisika tentang “pengawetan” jumlah gerak agar tidak terbuang serta “pengawetan” jumlah gerak sesuatu yang bersudut. Binomial Newton Antrian penemuan ini kalau penemu hukum newton bisa diperpanjang lagi: Newtonlah orang yang menemukan dalil binomial dalam matematika penemu hukum newton amat logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Mau tambah lagi?

Makam Sir Isaac Newton Dia juga, tak lain tak bukan, orang penemu hukum newton yang mengutarakan secara meyakinkan ihwal asal mula bintang-bintang. Newton menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 1727, dikebumikan di Westminster Abbey.

Daftar karya Newton : • Method of Fluxions (1671) • De Motu Corporum (1684) • Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687) • Opticks (1704) • Reports as Master of the Mint (1701-1725) • Arithmetica Universalis (1707) • An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture(1754)ASTALOG.COM – Dalam ilmu Fisika kita mengenal hukum Newton.

Berdasarkan namanya sebenarnya kita sudah bisa menduga tentang penemu hukum ini, sebab sudah menjadi tradisi dalam bidang penemuan bahwa penamaan untuk sesuatu yang ditemukannya biasanya diambil dari nama penemunya.

Hal ini juga berlaku untuk hukum Newton, yaitu suatu hukum yang membahas mengenai gaya dalam ilmu fisika. Yaa, penemu hukum newton adalah sir Isaac Newton, seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, serta teolog yang berasal dari Inggris.

3 Hukum Newton Biografi Singkat sir Isaac Newton Sir Isaac Newton FRS lahir di Woolsthorpe by Colsterworth, Lincolnshire, Inggris pada 4 Januari 1643. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal 3 bulan sebelum kelahirannya. Newton dilahirkan secara prematur dengan ukuran yang sangat kecil yang bahkan menurut pengakuan ibunya, Hannah Ayscough, bahwa Newton yang baru lahir saat itu dapat muat ke dalam sebuah cangkir yang berukuran 1,1 liter air.

Ketika Newton berumur 3 tahun, ibunya menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery Ayscough. Newton muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap ibunya karena menikahi pria tersebut. Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah The King’s School yang terletak di Grantham, hal ini terbukti dari masih terdapatnya tanda tangannya di perpustakaan sekolah. Di sekolah itu dia menjadi siswa terpandai.

Namun, keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah itu dengan alasan agar dia menjadi petani saja, dan tentu saja dia tidak menyukai pekerjaan barunya itu. Akhirnya kepala sekolah meyakinkan ibunya untuk mengirim Newton kembali ke sekolah sehingga ia dapat menamatkan pendidikannya.

Newton pun dapat menamatkan sekolahnya di usia 18 tahun dengan nilai yang memuaskan. Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di-kost milik apoteker lokal yang bernama William Clarke. Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge pada usia 19, Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, yaitu Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan Anna menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Anna menikahi orang lain.

Pada Juni 1661, Newton diterima di Trinity College Universitas Cambridge sebagai seorang sizar (mahasiswa yang belajar sambil bekerja). Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran Aristoteles, namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti Descartes penemu hukum newton astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Beberapa Penemuan Newton Segera setelah Newton mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup karena adanya wabah besar.

Walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja, studi privat yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama 2 tahun mendorongnya mengembangkan teori kalkulus, optika, dan hukum gravitasi. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity.

penemu hukum newton

Adapun penemuan-penemuan Newton antara lain: PELAJARI: Nama Ibu Kota Argentina 1) Bidang Matematika • Penemu teorema binomial umum yang berlaku untuk semua eksponen dan mulai mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi kalkulus.

• Penemu identitas Newton dan metode Newton. • Mengklasifikasikan kurva bidang kubik. • Memberikan kontribusi yang substansial pada teori beda hingga. • Orang yang pertama menggunakan pangkat berpecahan. • Orang pertama yang menerapkan geometri koordinat untuk menurunkan penyelesaian persamaan Diophantus. 2) Bidang Optika • Menginvestigasi refraksi cahaya. • Menunjukkan bahwa kaca prisma dapat membagi-bagi cahaya putih menjadi berbagai spektrum warna, serta lensa dan prisma dimana keduanya akan menggabungkan kembali cahaya-cahaya tersebut menjadi cahaya putih.

• Menunjukkan bahwa cahaya berwarna tidak mengubah sifat-sifatnya dengan memisahkan berkas berwarna dan menyorotkannya ke berbagai objek. Dengan demikian dia mengamati bahwa warna adalah interaksi objek dengan cahaya yang sudah berwarna, dan objek tidak menciptakan warna itu sendiri. Ini dikenal sebagai teori warna Newton. • menyimpulkan bahwa lensa teleskop refraksi akan mengalami gangguan akibat dispersi cahaya menjadi berbagai warna (aberasi kromatik). Konsep ini dibuktikan dengan membangun teleskop menggunakan cermin sebagai objektif untuk mengakali masalah tersebut dan dikenal sebagai teleskop Newton.

Hukum Newton Selain yang diuraikan diatas, sebenarnya masih ada beberapa lagi karya-karya penemuan Newton yang lainnya. Dan tentu saja yang fenomenal adalah HUKUM NEWTONyang berbunyi: PELAJARI: Apa Itu Ciri-Ciri Makhluk Hidup? Hukum Newton I Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam.

Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan. Hukum Newton II Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan masa benda. Hukum Newton III Jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.
Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang penemu hukum newton, artinya penemu hukum newton mengalami perubahan dan perbaikan sejalan dengan tingkat perkembangan pemikiran dan pengetahuan manusia.

Lahirnya ilmu fisika dimulai dari sejak manusia mulai mengamati, mencermati, dan menganalisis serangkaian gejala alam beserta interaksinya yang dapat mereka tangkap melalui panca indera. Hasil pemikiran mereka kemudian mereka tuangkan dalam sebuah pernyataan atau apapun yang dapat dimengerti manusia setelah mereka sebagai sebuah prinsip, kaidah atau hukum dalam memahami interaksi gejala alam yang sama. Sebagai sebuah ilmu alam, maka fisika dibangun atas landasan pemikiran ilmiah dan empiris dalam rangka memperoleh suatu prinsip dan kaidah pokok atas setiap gejala alam yang dipelajari.

Di masa lalu, ketika manusia masih dalam dipenuhi keterbatasan peralatan dan pengetahuan, mereka menggunakan panca indera dan penemu hukum newton seluruh kemampuan akal mereka untuk mengenali sifat-sifat alam ini melalui interaksi antara gejala alam yang sering mereka jumpai.

Hasil pemikiran mereka pun akhirnya hanya sebatas pernyataan hipotetik dan cenderung filosofis karena memang bukan berasal dari pengujian secara empirik. Maka tidak mengherankan ketika di kemudian hari banyak dari pemikiran mereka tergantikan oleh teori-teori baru yang lebih empirik.

Berbeda dengan masa lalu, di era modern ini fisika telah dibangun dengan observasi eksperimental dan pengukuran kuantitatif yang sangat teliti. Serway menuliskan, Physics is based on experimental observations and quantitative measurements. The main objective of physics is to find the limited number of fundamental laws that govern natural phenomena and to use them to develop theories that can predict the results of future experiments. The fundamental laws used in developing theories penemu hukum newton expressed in the language of mathematics, the tool that provides a bridge between theory and experiment.

Fisika dibangun berdasarkan observasi eksperimental dan pengukuran kuantitatif. Tujuan utama dari ilmu fisika adalah untuk menemukan batasan hukum-hukum fundamental yang menjelaskan gejala alam dan untuk digunakan dalam membangun teori-teori yang dapat memprediksi hasil-hasil eksperimen di masa mendatang.

penemu hukum newton

Hukum-hukum fundamental digunakan sebagai pembangun teori yang dinyatakan penemu hukum newton bahasa matematika, sebagai jembatan penghubung antara teori dan eksperimen. Namun ada satu hal yang sangat penting untuk kita ketahui, bahwa buah pemikiran para filsuf dan ilmuwan di masa pertama adalah pondasi dari terlahirnya ilmu fisika.

Terlepas dari benar atau tidaknya konsep yang mereka ajukan di masa itu, yang pasti telah mengundang perhatian sekaligus menjadikan inspirasi bagi orang-orang setelahnya untuk meneliti dan membuktikan setiap pernyataan mereka dengan menggunakan metode dan peralatan terbaru yang ada. Maka dari itu, akan sangat rugi ketika seorang yang belajar fisika melalaikan bagian ini sebagai salah satu pokok untuk membangun pemahaman fisika secara baik dan benar.

Sejarah perkembangan fisika merupakan suatu kebutuhan bagi para pelajar yang menekuni fisika agar mereka mengerti secara mendalam tentang konsep-konsep fisika yang mereka geluti saat ini. Dalam tulisan ini, penulis mencoba mengungkap sejarah lahirnya hukum-hukum Newton. Hukum-hukum Newton merupakan hukum fundamental fisika tentang gerak yang turut membangun konsep mekanika klasik. Sebagai hukum yang fundamental, ternyata proses lahirnya hukum-hukum Newton ini sudah dimulai sejak zaman Yunani kuno di masa Aristoteles masih hidup.

Maka alangkah indahnya, ketika sejarah yang panjang ini dapat diungkap dan disampaikan secara komprehensif di hadapan para pelajar. Dewasa ini, kebanyakan pelajar di Indonesia lebih cenderung menggunakan hukum-hukum Newton sebagai instant junkfood yang siap pakai dalam berbagai permasalahan fisika teoretik.

Akibatnya keindahan dan kearifan yang terkandung dalam kosep mekanika klasik tidak pernah menyentuh perasaan mereka. Maka tak mengherankan ketika mekanika dan fisika secara keseluruhan sering dikatakan sebagai pelajaran yang banyak rumusnya, sulit dan sangat membosankan. Maka dari itu, sejarah lahirnya hukum-hukum Newton menjadi penemu hukum newton hal yang sangat penting untuk dipelajari.

Selain dapat mengerti sejarahnya, siapa pun yang menekuni bahasan ini akan dapat menjadi orang yang benar-benar mengerti kerangka dasar mekanika klasik. Karena sesungguhnya tidak ada ilmu fisika yang turun dari langit sekaligus dalam bentuk konsep yang siap pakai seperti saat ini.

Dan inilah proses yang terbaik untuk mengerti akan semua hal itu.

penemu hukum newton

Mekanika merupakan cabang ilmu fisika tertua yang berhubungan dengan materi (benda), yaitu ilmu yang mempelajari gerak benda, baik benda yang diam (statika) maupun benda yang bergerak (kinematika dan dinamika). Kinematika merupakan ilmu fisika yang mempelajari gerak suatu benda tanpa memperhatikan penyebab gerak benda tersebut, sedangkam dinamika merupakan ilmu fisika yang mempelajari gerak suatu benda dengan memperhatikan atau memperhitungkan penyebab gerak benda tersebut.

Masalah mekanika merupakan hal yang cukup penting dalam perkembangan ilmu fisika untuk kita pelajari karena masalah mekanika sangat erat kaitannya dengan peristiwa yang tejadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagaimana kita ketahui bahwa fisika merupakan ilmu yang mempelajari gejala alam yang dapat diamati dan diukur, dan kasus mekanika merupakan salah satu gejala alam yang dapat diamati dan diukur [1].Mekanika merupakan merupakan salah satu perihal mendasar dalam fisika yang menjadi perhatian sejak lama oleh para ilmuwan.

Pengamatan dan pemikiran tentang gejala penemu hukum newton yang berkaitan dengan gerak sudah menjadi perhatian manusia sejak peradaban manusia ini ada. Pengamatan yang mendalam tentang gerak benda yang merupakan inti dari mekanika itu sendiri sudah dimulai pada penemu hukum newton Yunani kuno, yaitu oleh Aristoteles. Pada bahasan berikutnya, akan dipaparkan mengenai pengamatan-pengamatan gejala alam yang mendasari lahirnya hukum Newton berikut para ilmuwannya dan konsep yang mereka ajuka dari zaman Aristoteles sampai dengan Sir Isaac Newton.

“Dinamika” versi Aristoteles Sebagai seorang filsuf, Aristoteles (384–322 SM) memiliki keyakinan tentang elemen dasar penyusun kehidupan yaitu air, tanah (bumi), udara, api [2] dan eter [3].

Berdasarkan sifat-sifat elemen dasar tersebut, maka Aristoteles menyifati berbagai benda dan substansi gejala alam menurut kedekatan sifat-sifatnya terhadap sifat keempat elemen tersebut. Misalnya sebuah asap yang keluar dari bumi selalu berterbangan di udara karena ia memiliki sifat dominan sebagai udara dan sedikit sifat api [4].

Demikian halnya ketika dia melihat fenomena benda yang bergerak atau benda yang jatuh dari atas ke tanah, maka dia menyifati gejala alam tersebut dengan cara yang sama seperti yang telah diungkapkan sebelumnya.

Aristoteles meyakini bahwa sebuah batu yang jatuh ke tanah karena batu memiliki kedekatan sifat sebagai tanah (bumi) [5].

penemu hukum newton

Penemu hukum newton kata lain, setiap benda-benda yang ada di alam semesta ini akan bergerak ke tempat alamiahnya. Secara lebih ilmiah, konsep ini menjelaskan bahwa gerak sentripetal dan gerak jatuh bebas merupakan gerak alamiah penemu hukum newton sifat air dan tanah (bumi).

Sedangkan gerak sentrifugal dan loncatan ke atas merupakan gerak alamiah dari sifat api dan udara. Sedangkan gerak sirkuler (melingkar) merupakan gerak alamiah dari sifat eter [6]. Doktrin ini dikenal dengan gerak alamiah. Aristoteles berpendapat bahwa benda yang bergerak ke bawah dipercepat besarnya selalu proporsional dengan berat benda tersebut [7]. Artinya benda yang berat akan bergerak lebih dahulu sampai ke tanah jika dibandingkan dengan benda yang lebih ringan.

Ia juga mempercayai adanya konsep bahwa benda hanya akan bergerak, apa pun itu bentuknya jika selalu diberi gaya. Maka dia menjelaskan bahwa benda jatuh bebas dapat berhenti bergerak saat sudah menyentuh tanah karena gaya yang menggerakkannya menghilang. Doktrin ini dikenal dengan gerak paksa. Gerak paksa disebabkan oleh gaya luar yang dikenakan dan boleh ke sembarang arah.

Gerak tersebut akan berhenti segera setelah gaya dihilangkan [8]. Ketika menjelaskan pergerakan benda-benda langit, dia menjelaskan bahwa pergerakan benda-benda langit sangat sempura terus menerus karena gaya (kekuatan) yang diberikan oleh Sang Pencipta yang berada di luar langit [9]. Dalam penjelasan matematis, konsep gerak yang diajukan oleh Aristoteles dapat didefinisikan bahwa kecepatan benda yang bergerak memenuhi persamaan F/R = konstanta x V, di mana F adalah gaya yang mendorong benda, R adalah gesekan yang terjadi pada benda [10].

Konsep ini sama sekali tidak menyentuh inersia suatu benda seperti yang telah kita kenal sekarang. Salah satu kekurangan dinamika Aristoteles adalah bahwa kecepatan sebuah benda akan menjadi tak hingga jika tak ada resistansi terhadap geraknya. Sangat sukar sekali bagi para penganut aliran Aristoteles ( Aristotelian) untuk membayangkan gerak tanpa resistansi. Memang, kenyataan bahwa gerak seperti itu akan menjadi cepat secara tak terhingga jika tak ada gesekan dengannya seperti seperti benda yang bergerak di ruang kosong.

Teori Aristoteles bahwa gerak paksa membutuhkan suatu gaya yang bekerja secara kontinyu ternyata bisa disangkal dengan memandang gerak proyektil. Aristoteles mencontohkan pada sebuah anak panah yang ditembakkan dari sebuah busur akan tetap bergerak untuk beberapa jarak meskipun jelas-jelas tidak selamanya didorong. busur entah bagaimana memberi suatu “daya gerak” kepada udara, yang kemudian mempertahankan anak panah tetap bergerak [11].

Namun demikian, pendapat Aristoteles ini dapat bertahan cukup lama bersama dengan penemu hukum newton Geosentrisnya. Bahkan konsep Geosentrisnya disempurnakan oleh Claudias Ptolemeus dan diakui oleh manusia selama berabad-abad sampai akhirnya direvolusi oleh Nicolaus Copernicus.

“Revolusi” Copernicus Teori Geosentris telah dianut manusia berabad-abad lamanya meski sebenarnya pada masa Yunani kuno sudah ada ilmuwan yang menyangkal teori Geosentris yaitu Aristarchus (320–250 SM) [12].

Namun demikian, sanggahan Aristarchus seperti angin lalu saja dan teori tersebut tetap bertahan hingga 17 abad lamanya. Hingga akhirnya Nicolaus Copernicus (1473–1543) menemukan adanya kejanggalan dalam perhitungan astronomisnya secara matematis. Kejanggalan yang muncul sebenarnya sederhana yaitu posisi bumi yang menjadi pusat alam semesta membuatnya pusing untuk merumuskan gerak retrogade benda langit, salah satunya adalah Venus.

Maka pada tahun 1533 [13] dia mengusulkan teori Heliosentris, yaitu matahari sebagai pusat dari sistem pergerakan benda-benda langit dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit) [14].

Teori ini menjelaskan bahwa semua benda-benda langit bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan-lintasan yang berupa lingkaran dengan matahari sebagai pusatnya. Tentu saja kehadiran teori ini adalah hal baru dan bertolak belakang dengan mindset sebagian besar manusia yang sudah tertanam sejak ribuan tahun lamanya. Bahkan teori baru ini bertentangan dengan ketetapan Gereja Katolik yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta [15].

penemu hukum newton

Adanya perubahan pusat alam semesta ini memberi konsekuensi terhadap berbagai teori yang berhubungan dengan hal tersebut salah satunya tentang gerakan benda-benda di alam semesta.

Namun demikian, belum ada jawaban yang memuaskan terhadap permasalahan gerak yang ada karena teori yang diajukan Copernicus masih sebatas asumsi matematis dan belum terbukti secara empirik. Seperti para pendahulunya, Copernicus membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari. Juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran-lingkaran. Jadi, bukan saja teori ini membingungkan secara matematik, tapi juga tidak benar secara ilmiah.

Meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. Para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan Denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan-gerakan planet. Dari data-data hasil pengamatan inilah yang membuat Johannes Penemu hukum newton akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat [16].

Akhirnya Galileo pun juga mampu mendapatkan bukti-bukti atas pernyataan Copernicus dan menampilkan konsep-konsep baru sebagai konsekuensi atas revolusi yang diperjuangkan oleh Copernicus. Bukti dan konsep-konsep yang diajukan olehnya terkait dengan gerak benda kemudian dijadikan sebagai salah satu dasar pembangun mekanika klasik [17]. Konsep dan Penemuan “Gila” Galileo Setelah teori tentang Heliosentris ramai menjadi perdebatan dan pertentangan, Galileo Galilei (1564-1642) dengan teleskopnya berusaha membuktikan kebenaran teori Copernicus dan inkonsistensi teori Geosentris-nya Aristoteles dan Ptolomeus.

Ternyata hasilnya cukup menggembirakan sekaligus mencengangkan. Temuannya antara lain, 1) Planet berbentuk piringan, bukan titik cahaya seperti yang dinyatakan oleh Aristoteles; 2) Adanya awan besar yang dikenal dengan Milky Way, sesuatu yang tidak teramati sejak zaman Aristoteles; 3) Adanya cincin pada planet Saturnus; dan 4) Permukaan bulan ternyata tidak mulus sebagaimana yang terlihat di bumi, tetapi ada kawah, lembah dan bukit-bukitnya [18].

Di samping menemukan bukti kebenaran teori Copernicus, dia juga mencoba meneliti kembali kebenaran konsep yang diajukan Aristoteles tentang gerak benda. Dia mencoba berkali-kali menjatuhkan dua benda dengan ukuran dan berat yang berbeda pada ketinggian yang sama dari puncak menara Pisa atau yang saat itu dikenal dengan Learning Tower. Hasilnya selalu sama, yaitu benda jatuh ke tanah pada waktu yang bersamaan.

Dengan adanya bukti ini, dia mendapatkan kesimpulan secara prinsip bahwa percepatan gerak benda yang jatuh bebas tidak dipengaruhi oleh ukuran dan berat penemu hukum newton [19]. Hal ini bertentangan dengan konsep yang pernah diajukan Aristoteles bahwa percepatan benda yang jatuh bebas tergantung pada berat benda itu sendiri.

Cara semacam ini, merupakan metode yang sangat ilmiah dalam proses penelitian di masa itu. Dia berhasil membuat sebuah formula matematika dari data-data yang ia peroleh selama percobaan tersebut. Dia menemukan adanya keseragaman percepatan dari kedua benda tersebut [20]. Kontribusi Galileo selanjutnya adalah penemuannya mengenai hukum kelembaman (inersia). Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak dengan sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak.

Tetapi percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas [21]. Meskipun penjelasan di atas belum dapat mendefinisikan secara tepat tentang konsep inersia pada suatu benda, namun keterangan Galileo ini merupakan prinsip mendasar sebelum akhirnya diringkas oleh Descartes dan akhirnya diproklamasikan oleh Newton sebagai Hukum Newton I. Penemuan Galileo lainnya adalah analisisnya pada masalah gerak peluru.

penemu hukum newton

Dia juga memperlihatkan bagaimana komponen-komponen horisontal dan vertikal dari gerak peluru bergabung menghasilkan lintasan parabolik. Di samping itu, dia menganggap bahwa sebuah benda yang menggelinding ke bawah pada suatu bidang miring adalah dipercepat seragam yaitu, kecepatannya bertambah dengan besar yang sama dalam penemu hukum newton interval waktu yang kecil.

Dia kemudian menunjukkan bahwa asumsi ini dapat diuji dengan mengukur jarak yang dilalui, dari pada mencoba mengukur kecepatan secara langsung [22]. Konsep yang terakhir ini mendasari lahirnya Hukum Newton II. “Hukum Alam” Descartes Sebagai ilmuwan yang terlahir di masa Renaisans Eropa, Rene Descartes (1596–1650) merupakan orang yang beruntung karena sudah banyak ilmu pengetahuan yang telah dirumuskan dan dibukukan.

Selain itu, dia berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan dan memperhatikan pendidikannya, maka tak mengherankan jika dengan kegigihannya yang luar biasa dia dapat berada di jajaran ilmuwan besar pada masa Renaisans Eropa, tepatnya pada masa awal perkembangan Sains.

Meskipun dia lebih berkontribusi besar pada matematika, namun konsep sederhananya tentang gerak benda harus diakui sebagai kontribusi yang besar dalam pembangunan fisika klasik. Dengan ketajaman analisis matematikanya, maka dia membuat penelitian tentang gerak benda dengan menghasilkan beberapa pernyataan penting berikut: • Bila dua benda memiliki massa dan kecepatan yang sama sebelum terjadinya benturan, maka keduanya akan terpantul karena tumbukkan, dan akan mendapatkan kecepatan yang sama dengan sebelumnya.

• Bila dua benda memiliki massa yang sama, maka karena tumbukkan tersebut, benda yang memiliki massa yang lebih kecil akan terpantul dan menghasilkan kecepatan yang sama dengan yang memiliki massa yang lebih besar. Sementara, kecepatan dari benda yang bermassa lebih besar tidak akan berubah [23]. Descartes telah memunculkan hukum ini berdasarkan pada perhitungan simetris dan suatu gagasan bahwa sesuatu harus ditinjau dari proses tumbukkan.

Sayangnya, gagasan Descartes memiliki kekurangan yang sama dengan gagasan Aristoteles yaitu masalah diskontinuitas.

Descartes menerima prinsip Galileo bahwa benda-benda cenderung untuk bergerak dalam garis lurus, dia beranggapan bahwa tidak pernah ada sembarang ruang di mana sebuah benda dapat bergerak [24]. Secara tidak langsung, hukum di atas menjadi dasar bagi lahirnya hukum III Newton. Dalam referensi yang lain, Descartes mengemukakan hukum-hukum alam yang berkaitan dengan gerak benda dalam bukunya “Principia Philosophiae” yang diterbitkan tahun 1664, yaitu • Setiap benda sejauh dengan kekuatannya sendiri akan selalu berada pada kedudukannya.

Jika ia bergerak maka ia akan terus bergerak. • Setiap gerak yang disebabkan oleh keadannya sendiri akan cenderung pada lintasan yang lurus [25]. Kedua hukum di atas merupakan dasar yang nyata bagi terbentuknya Hukum Penemu hukum newton I. Dengan demikian, sudah cukup bagi Newton yang saat itu baru dilahirkan untuk kemudian belajar dan mendalami konsep-konsep yang telah diajukan dan diperdebatkan oleh para ilmuwan sejak zaman dahulu.

Dan akhirnya kita semua akan mendapatkan kata-kata emas Newton terkait gerak yang tertuang dalam tiga hukum dasar yang sederhana namun sangat panjang penjabarannya. Proklamasi “Hukum-Hukum” Newton Sebagai ilmuwan yang hidup di zaman yang paling maju di antara ilmuwan-lmuwan yang telah disebutkan sebelumnya, Sir Isaac Newton (1642– 1727) merupakan orang yang paling beruntung.

Sebagai seorang pemuda Inggris, dia dapat mengenyam pendidikan di Universitas Cambridge. Hingga akhirnya dia dapat menjadi ilmuwan besar yang namanya termasyur sampai sekarang. Karya besar Newton adalah dalam bidang kalkulus, teori gravitasi dan komposisi cahaya.

Di antara ketiga hal tersebut, teori gravitasilah yang merupakan penemuan terpenting karena di dalamnya terdapat konsep mekanika klasik yang boleh jadi merupakan kesimpulan terakhir dari konsep-konsep gerak yang telah diajukan dan diperdebatkan oleh ilmuwan yang pernah hidup di masa-masa sebelumnya.

Newton berhasil merumuskan tiga hukum yang fundamental tentang gerak dalam bukunya Philosophae Naturalis Principia Mathematica (1686) [26] sebagai berikut: • Hukum I Newton Hukum pertamany adalah hukum inersia yang berasal dari percobaan Galileo, Galileo merupakan penemu pertama hukum yang penemu hukum newton gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar.

Hukum ini kemudian diperkuat oleh pernyataan Descartes bahwa benda dengan kekuatannya sendiri akan cenderung pada kedudukannya dan bergerak dalam lintasan yang lurus [27]. Dalam bahasa ilmiah sekarang, Serway menyatakan hukum tersebut In the absence of external forces, when viewed from an inertial reference frame, an object at rest remains at rest and an object in motion continues in motion with aconstant velocity (that is, with a constant speed in a straight line) [28].

Ketiadaan gaya luar jika dipandang dari sebuah kerangka acuan inersial dari sebuah benda yang diam, maka dia akan tetap diam atau sebuah benda yang bergerak, maka dia akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan (yaitu dengan sebuah kelajuan konstan pada garis lurus). Dalam notasi matematika kemudian sering dituliskan jika Sigma F = 0 maka a=0 (benda tidak mengalami percepatan).

Yang perlu menjadi perhatian di sini adalah Sigma F = 0 tidak menunjuk pada resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, penemu hukum newton pada sifat fisis yang ada bahwa tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut [29].

• Penemu hukum newton II Newton Pada kenyataannya semua obyek yang kita lihat dipengaruhi oleh kekuatan luar.

Persoalan yang paling penting dalam hal ini adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah ini dipecahkan oleh Newton dan hukum tentang ini dapat dianggap sebagai penemu hukum newton fisika klasik yang paling utama.

Hukum kedua menetapkan bahwa percepatan obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda. Hukum kedua Newton memiliki bentuk sama seperti hukum dinamika Aristoteles, vk =F/R, dengan dua perbedaan penting. Yang satu adalah bahwa gaya menghasilkan percepatan dari pada kecepatan, sehingga dalam ketidakhadiran gaya, kecepatan tetap konstan (hukum pertama).

Perbedaan yang lain adalah bahwa hambatan terhadap gerak adalah disebabkan oleh massa benda itu sendiri, terhadap medium di mana ia bergerak [30]. Dalam bahasa ilmiah sekarang, hukum yang dikemukakan Newton diatas dituliskan oleh Serway “ when viewed from an inertial reference frame, the acceleration of an object is directly proportional to the net force acting on it and inversely proportional to its mass [31].

(ketika dipandang dari sebuah kerangka acuan diam, percepatan sebuah benda berbanding lurus terhadap gaya yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut).

Atau dalam penemu hukum newton matematika di tuliskan. • Hukum II Newton Terhadap kedua hukum itu Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak. Dia menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan [32]. Dalam notasi matematika dituliskanartinya gaya yang dikerjakan oleh benda 1 terhadap benda 2 besarnya sama dengan gaya yang dikerjakan oleh benda 2 terhadap benda 1 dengan arah yang berlawanan.

Aplikasi hukum ini di kemudian hari adalah untuk pembuatan roket dan pesawat bermesin jet. Selain ketiga hukum fundamental tersebut, berikut ada bebarapa karya Newton yang penting berkaitan tentang gerak benda. Dia membuat definisi berbeda antara massa dan berat. Massa adalah sifat intrinsik suatu benda yang menentukan tingkat resistansinya terhadap percepatan, sedangkan berat adalah sesungguhnya suatu gaya, yaitu gaya berat yang bekerja pada sebuah benda.

Jadi berat W sebuah benda adalahdi mana adalah percepatan yang disebabkan gravitasi. Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari ayunan pendulum hingga gerak planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari [33].

Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan masalah fisika. Selanjutnya Newton dapat merumuskan “Hukum Gravitasi”, sebuah hukum yang diakui kebagusannya oleh para ilmuwan sehingga mendudukkannya pada jajaran ilmuwan nomor wahid di dunia.

Pada penemuan ini, Newton menggunakan dengan baik penemuan penting sebelumnya tentang pergerakan angkasa yang dibuat oleh Kepler dan yang lainnya. Gerak sebuah planet mengelilingi matahari adalah suatu kombinasi gerak garis lurus yang ia harus miliki penemu hukum newton tak ada gaya yang bekerja kepadanya dan percepatannya karena gaya gravitasi matahari.

Itulah hasil dari pemikiran yang panjang hingga berabad-abad lamanya. Sungguh luar biasa hikmah yang diberikan tuhan kepada manusia bahwa keluasan ilmu-Nya tidak akan pernah habis dikaji oleh manusia dari masa ke masa. Tiga hukum fundamental yang sekarang dikenal sebagai “Hukum-Hukum Gerak Newton” bukanlah karya Sir Isaac Newton semata-mata.

Tapi merupakan karya serangkaian ilmuwan yang begitu giat dalam mendalami rahasia gerak yang ada di alam ini hingga akhirnya Newton-lah yang mendapat kesempatan untuk memproklamasikan hasil yang menakjubkan ini. “Mekanika Newton ” di Era Fisika Modern Ilmu fisika telah mengalami perkembangan terus menerus hingga akhirnya terlahir cabang ilmu baru yang dikenal sebagai fisika modern yang mana di penemu hukum newton terdapat mekanika kuantum sebagai ciri khasnya.

Mekanika kuantum dianggap lebih teliti dalam mendefinisikan konsep ruang dan waktu. Tokoh-tokoh yang melakukan revolusi ini dimulai oleh Max Planck, Neils Bohr dan Albert Einstein. Jika kita menyimak kisah dalam film Einstein and Eddington (2008) [34]terlihat bagaimana perubahan paradigma ilmuwan dari fisika klasik ke fisika modern begitu sulit.

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana fanatisme yang berlebihan terhadap Newton, membuat sebagian ilmuwan menolak proposal yang diajukan oleh Penemu hukum newton dalam mengoreksi mekanika Newton.

Namun akhirnya ada pelajaran yang besar yang dapat diambil dari film tersebut yaitu 1) kenyataan akan menunjukkan pada setiap orang yang mencari kebenaran dan setiap orang yang mengetahui kebenaran hendaknya merelakan dirinya untuk mengikuti kebenaran itu meskipun datang dari musuh kita, dan 2) jangan meremehkan pemikiran orang sebelum kita meskipun dikemudian hari pemikiran itu ternyata tidak tepat, karena justru dari pemikiran itu sebenarnya kita akan belajar untuk menemukan kebenaran.

Sedangkan hubungan antara uraian di atas dengan bahasan dalam makalah ini adalah dengan lahirnya mekanika kuantum dan fisika modern seringkali memunculkan anggapan bahwa mekanika Newton sudah tidak berlaku lagi. Anggapan ini tidak dapat dibenarkan. Bagaimana pun mekanika Newton adalah pondasi dasar sebelum dilahirkannya mekanika kuantum penemu hukum newton era fisika modern. Maka dari itu, bagi setiap pelajar, sebelum mengenal mekanika kuantum, sebaiknya belajar mekanika klasik (Newton) secara menyeluruh agar dia dapat mengambil hikmah yang dalam tentang lahirnya mekanika kuantum.

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang sejarah lahirnya hukum-hukum Newton sebagai berikut (disajikan dalam urutan kronologis): • Hukum-hukum gerak yang dirumuskan oleh Newton merupakan hasil pemikiran yang panjang para ilmuwan sejak zaman Aristoteles dengan konsep gerak alamiah dan gerak paksa dalam kerangka teori Geosentrisnya yang bertahan sampai 17 abad lamanya. • Teori Geosentris Aristoteles kemudian direvolusi oleh Nicolaus Copernicus menjadi teori Heliosentris.

• Galileo membantah konsep gerak Aristoteles dan mengajukan konsep Inersia benda serta membuat percobaan-percobaan yang mendasari munculnya konsep percepatan. • Konsep Inersia Galileo disempurnakan oleh Descartes, Decartes juga membuat pernyataan tentang kesimetrisan yang mendasari lahirnya hukum III Newton. • Newton berhasil merumuskan pemikiran para ilmuwan sebelumnya tentang konsep inersia suatu benda dalam Hukum I Newton.

• Berkat ketajaman analisisnya, Newton dapat menghasilkan dua hukum lainnya sebagai konsekuensi dari permasalahan yang tidak terjawab oleh hukum pertamanya menjadi Hukum II Newton tentang pengaruh gaya pada benda yang bergerak dan Hukum III Newton tentang gaya aksi-reaksi pada dua benda yang saling berinteraksi.

[1] Artikel Sejarah Fisika dalam Mekanika dalam http://asikphysics.blogspot.com/2011/01/sejarah-fisika-dalam-mekanika.html [2] Artikel The Dynamics of Aristotle dalam http://csep10.phys.utk.edu/astr161/lect/history/aristotle_dynamics.html [3] Roger G.

Newton, 2007 hal. 26 [4] Opcit [5] Opcit [6] Ibid hal. 27 [7] Ibid hal. 27 [8] Lockcit [9] Artikel The Dynamics of Aristotle dalam http://csep10.phys.utk.edu/astr161/lect/history/aristotle_dynamics.html [10] Roger G. Penemu hukum newton, 2007 hal. 56 [11] Artikel Sejarah Fisika dalam Mekanika dalam http://asikphysics.blogspot.com/2011/01/sejarah-fisika-dalam-mekanika.html [12] Artikel Sejarah Nicolaus Copernicus dalam http://atifhidayat.wordpress.com/2009/02/19/24-nicolaus-copernicus-1473-1543/feed/ [13] Ibid [14] Ibid [15] Roger G.

Newton, 2007 hal. 68-69 [16] Opcit [17] Artikel Galileo : The Telescope and The Laews of Dynamic dalam http://csep10.phys.utk.edu/astr161/lect/history/galileo.html [18] Ibid [19] Ibid penemu hukum newton Artikel Sejarah Fisika dalam Mekanika dalam http://asikphysics.blogspot.com/2011/01/sejarah-fisika-dalam-mekanika.html [21] Ibid [22] Ibid [23] Ibid [24] Ibid [25] Artikel Sejarah Singkat Hukum Newton dalam http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en-id&u=http://science.howstuffworks.com/science-vs-myth/everyday-myths/newton-law-of-motion2.htm [26] Roger G.

Newton, 2007 hal. 93 [27] Artikel Sejarah Fisika dalam Mekanika dalam http://asikphysics.blogspot.com/2011/01/sejarah-fisika-dalam-mekanika.html [28] Serway, 2004 hal. 115 [29] Ibid [30] Opcit [31] Lockcit hal. 117 [32] Artikel Sejarah Fisika dalam Mekanika dalam http://asikphysics.blogspot.com/2011/01/sejarah-fisika-dalam-mekanika.html [33] Ibid [34] Sebuah film yang produksi oleh Company Pictures dan BBC pada tahun 2008 Pos-pos Terbaru • The Swordless Samurai, Pemimpin Legendaris Jepang Abad XVI • Islam di Mata Orang Jepang, Sebuah Petualangan Spiritual • Kangen Indonesia, Indonesia Di Mata Orang Jepang • Perjalanan ke Semarang, Dari Masjid Agung Jateng Hingga Lawang Sewu • Ayah, Kenangan Sang Putra Untuk Buya Hamka • Jaddid Hayatak, Tak Hanya Sekedar Buku Motivasi • Saat Negeri Jiran Sedekat Pandangan Mataku • Menulis Lagi di Blog Ini • Mari Menyalakan Harapan • “Politik Islam” Di Benak Para Pemikir Utopis

Animasi Hukum Newton 1




2022 www.videocon.com