Apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Bobo.id - Perbedaan Bumi dengan planet lain yang ada di tata surya adalah tingkat gravitasi yang lebih tinggi. Dampak dari gravitasi yang lebih tinggi ini adalah benda-benda bisa diletakkan di atas meja, jatuh ke bawah, juga manusia yang bisa berjalan dengan baik. Sedangkan di ruang angkasa atau di planet lain dengan tingkat gravitasi yang rendah menyebabkan berbagai benda melayang. Selain itu, ada berbagai dampak lain dari tingkat gravitasi yang rendah, baik itu pada lingkungan sekitar kita, maupun pada tubuh manusia.

Wah, apa yang kira-kira akan terjadi kalau di Bumi tidak ada gravitasi, ya? Baca Juga: Olahraga Bisa Membuat Tubuh Jadi Bugar, tapi Bolehkah Olahraga saat Sedang Pilek? ARTIKEL TERKAIT • Punya Gravitasi yang Membuat Manusia Bisa Berdiri, Ini Fakta Seru Bumi • Kalau Ingin Jadi Astronaut, Harus Rajin Olahraga, ya! Ini Alasan Astronaut Harus Rajin Olahraga di Ruang Angkasa • Ini Penyebab Layang-Layang Bisa Terbang di Langit, Salah Satunya Karena Gravitasi • Meski Gravitasi Bumi Kuat, Mengapa Satelit yang Mengelilingi Bumi Tidak Jatuh?

tirto.id - Salah satu macam gaya adalah gaya gravitasi. Gaya merupakan gerakan menarik atau mendorong suatu benda, sehingga dapat bergerak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gaya adalah dorongan atau tarikan yang akan menggerakkan benda bebas (tidak terikat).

Pengaruh (tarikan atau dorongan) dari gaya akan menyebabkan benda berada dalam beberapa keadaan. Dikutip dari modul Ilmu Pengetahuan Alam: Aktif Bergerak oleh Desy Juwitaningsih (2018:3-4), pengaruh gaya terhadap suatu benda akan menyebabkan beberapa keadaan sebagai berikut: 1. Gaya mengubah benda diam menjadi bergerak Gaya dapat menyebabkan suatu benda diam menjadi keadaan bergerak.

Contoh kejadian gaya tersebut seperti kelereng yang diam, kemudian disentil sehingga bergerak. Selain itu, meja yang diam, kemudian didorong atau sebagainya sehingga berpindah posisi (tempat). 2. Gaya mengubah benda bergerak menjadi terdiam Gaya dapat menyebabkan suatu benda yang bergerak sehingga menjadi terdiam. Contoh kejadian gaya tersebut, seperti bola yang melanjut, kemudian dihentikan dengan ditangkap oleh seorang kiper (penjaga gawang).

3. Gaya mengubah arah gerak suatu benda Gaya dapat menyebabkan suatu benda yang bergerak menjadi berubah arah. Contoh kejadian gaya tersebut, seperti bola sepak bola yang terkena tiang gawang, sehingga berubah arah geraknya. 4. Gaya dapat mempercepat gerak suatu benda Gaya dapat menyebabkan apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi benda yang bergerak menjadi lebih cepat. Contoh kejadian gaya tersebut, seperti kendaraan bermotor yang melaju pelan, kemudian ditambah tarikan gasnya sehingga dapat bergerak lebih cepat.

5. Gaya dapat mengubah bentuk suatu benda Gaya dapat menyebabkan suatu benda menjadi berubah bentuk. Contoh kejadian gaya tersebut, seperti plastisin yang ditekan sehingga berubah bentuk awalnya. Gaya Gravitasi dan Contohnya Gaya gravitasi merupakan gaya yang ditimbulkan akibat adanya tarikan gravitasi bumi. gaya gravitasi umumnya akan membuat benda jatuh ke permukaan bumi.

Dikutip dari buku Kamus Fisika oleh Rully Bramasti (2012), gaya gravitasi sering disebut dengan gaya berat atau gaya tarik bumi. Beberapa contoh dari adanya gaya gravitasi seperti bola yang dilempar ke atas, akan cenderung jatuh ke bawah. Kemudian, buah yang sudah matang di atas pohon, akan jatuh ke bawah. Infografik SC Gaya Gravitasi. tirto.id/Rangga Hukum Gravitasi Newton Orang pertama yang mempelajari mengenai adanya gaya gravitasi bumi, ialah Isaac Newton. Ia merupakan seorang ahli fisika dan matematika yang berkebangsaan Inggris.

Dikutip dari laman Rumah Belajar, Isaac Newton mulai memepelajari gaya gravitasi dari peristiwa jatuhnya buah apel dari pohon. Newton kemudian melakukan penelitian tingkat lanjut, sehingga pada akhir abad ke-17, dirinya mendapatkan suatu kesimpulan, bahwa apel dan setiap benda yang jatuh, disebabkan karena adanya gaya tarikan bumi (gravitasi bumi). Dikutip dari modul Fisika: Hukum Newton tentang Gravitasi dan Hukum Kepler oleh Herry Setyawan (2020), hukum gravitasi yang disampaikan oleh Newton berbunyi bahwa, “gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya Tarik-menarik yang besarnya berbanding lurus dengan perkalian massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.” Hukum gravitasi Newton kemudian dituliskan dalam sebuah rumus sebagai berikut: F= G(m₁.m₂)/r² Keterangan: F= gaya tarik gravitasi (N) m₁,m₂= massa masing-masing benda (kg) r= jarak antara kedua benda m₁ dan m₂ G= konstanta gravitasi umum (6,673x10־¹¹Nm²/kg²) Beberapa hal yang harus diperhatikan menggunakan hukum rumus gravitasi Newton sebagai berikut: • Benda harus dianggap sebagai partikel atau berbentuk bola • Garis kerja gaya gravitasi Newtone, terletak di antara garis yang menghubungkan pusat benda 1 dan 2 • Gaya gravitasi benda 1 dikerjakan oleh benda 2 dan gaya gravitasi benda m2 dilakukan oleh benda 1
Gaya gravitasi adalah gaya tarik-menarik dua buah partikel yang memiliki massa.

Pada dasarnya, semua benda yang ada di alam semesta ini memiliki gravitasinya sendiri-sendiri. Hanya saja, ukurannya yang berbeda-beda. Laman Universe Today menyebut bahwa planet Jupiter adalah planet yang memiliki gaya gravitasi terbesar di Tata Surya kita.

Satu-satunya benda langit di Tata Surya yang gravitasinya jauh melebihi Jupiter hanyalah Matahari. Gaya gravitasi planet Jupiter adalah 2,5 kali lebih besar dibanding gaya gravitasi Bumi.

Nah, apa yang akan terjadi jika gaya gravitasi Bumi setara dengan gaya gravitasi Jupiter? Yuk, disimak! aarp.org Ingat ya, berat itu berbeda dengan massa. Berat adalah satuan yang diukur akibat gaya tarik gravitasi, sedangkan massa adalah jumlah dan jenis materi yang ada dalam tubuh kita. Jadi, semakin kecil gaya gravitasinya, maka berat tubuhmu akan semakin ringan.

Bagaimana jika Bumi memiliki gaya gravitasi sebesar Jupiter? Tentu berat tubuhmu akan semakin berat. Jika berat tubuhmu di Bumi adalah 50 kg, maka di Jupiter beratmu akan mencapai 125 kg. Itu karena Jupiter memiliki gaya gravitasi 2,5 kali lebih besar ketimbang Bumi. Namun, jangan bayangkan kamu menjadi lebih gemuk, lho. Karena bagaimana pun, massa tubuhmu akan tetap sama. Massa tubuh tidak akan berubah meskipun kita berpindah planet.

sciencealert.com Laman Live Science mencoba menganalisa bagaimana jadinya jika Bumi memiliki kekuatan gravitasi yang apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi besar. Kekuatan gravitasi yang masif tentu berbanding lurus dengan massa, maka massa Bumi seharusnya juga semakin besar. Dengan adanya peningkatan massa di Bumi, maka kepadatan dan radius Planet Bumi juga akan bertambah.

Manusia dan hewan akan kesulitan bergerak akibat gaya tarik yang masif, karena dibutuhkan lebih banyak energi untuk menahan tarikan gravitasi.

Kepadatan dan radius Bumi yang semakin meningkat juga tentu akan memengaruhi seluruh kehidupan Bumi, dari yang terkecil seperti bakteri hingga yang terbesar.

Akan ada lonjakan kepunahan besar-besaran. Baca Juga: 9 Fakta Jupiter, Planet Raksasa Pelindung Bumi yang Punya Lautan! livescience.com Mungkin jika perubahan gravitasi Bumi terjadi secara perlahan selama jutaan tahun, evolusi masih dimungkinkan terjadi secara apa adanya. Namun, jika gaya gravitasi berubah drastis, maka kebanyakan makhluk hidup akan punah, kecuali organisme terkuat di Bumi, salah satunya adalah tardigrada.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Seperti dicatat dalam laman BBC, organisme kecil ini merupakan organisme yang sangat kuat, bahkan kekuatannya di luar batas organisme lainnya. Tardigrada dapat hidup di suhu nol derajat celcius dan bahkan di suhu 150 derajat celcius. Organisme ini juga akan bertahan hidup di tengah lingkungan yang dipenuhi radiasi tinggi, bahkan tardigrada dapat hidup tanpa oksigen selama beberapa hari.

Kemungkinan besar, jika gravitasi Bumi setara dengan Jupiter, maka organisme semacam tardigrada dan organisme ekstrem lainnya yang dapat bertahan hidup. Unsplash/Tomasz Wozniak Penelitian dan studi yang pernah dicatat dalam laman sains Astronomy, mengungkap bahwa tubuh manusia masih dapat menahan kekuatan gravitasi 4,6 kali gravitasi Bumi.

Artinya, manusia masih dapat bergerak, namun akan sangat menyiksa. Jika dalam kondisi diam, tulang manusia diperkirakan dapat menahan kekuatan gravitasi sebesar 90 kali gravitasi Bumi. Dalam kondisi ini, beberapa organ tubuh mulai kacau dan tidak berfungsi normal. Yang jelas, tak ada orang yang berani mencobanya, karena risikonya sangat menakutkan, yakni remuknya tubuh bagian dalam. Bagaimana dengan gravitasi Jupiter?

Jika kamu selamat bersama tardigrada (dan organisme lainnya) dalam proses adaptasi dan evolusi yang baru, maka kamu akan semakin malas untuk bergerak. Kamu gak akan melakukan olah raga, dan 70 persen waktumu akan kamu habiskan untuk berdiam diri. Unsplash/Martin Jernberg Mengapa kamu akan terlihat menjadi lebih pendek? Karena ukuran Bumi juga pasti apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi jauh lebih besar daripada sebelumnya, seperti dicatat dalam Live Science.

Akibatnya, ukuran tinggi juga akan berubah. Bahkan Gunung Everest pun juga akan terlihat pendek. Jika Bumi memiliki ukuran yang jauh lebih besar, akan banyak batu-batuan luar angkasa yang menabrak Bumi akibat gaya tarik Bumi yang masif.

Ukuran Bumi yang bertambah besar akan memengaruhi banyak hal, mulai apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi aspek biologis hingga geologis Bumi itu sendiri. Ukuran ketinggian yang telah paten sebelumnya akan berubah, dan mungkin akan dibutuhkan revisi atau penyesuaian baru. Namun, sekali lagi, bahwa ukuran tinggi tidak berpengaruh pada ukuran massa. Itulah lima hal yang akan terjadi jika gaya gravitasi Bumi setara dengan gaya gravitasi Jupiter.

Ternyata, gravitasi sangat berpengaruh terhadap semua hal yang ada di planet ini, ya! Baca Juga: 5 Planet Paling Ekstrem yang Pernah Diamati dari Bumi, Apa Saja? Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • 10 Potret Menawan Arlova, Anak Bungsu Andre Taulany, Beranjak Remaja • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 10 Mei Hari Lupus Sedunia: Cara Merayakannya • 10 Potret Alternatif Pengganti Sarung Ini Bikin Geleng-geleng Kepala • አማርኛ • العربية • Български • भोजपुरी • বাংলা • کوردی • Čeština • Deutsch • English • Español • فارسی • Galego • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • മലയാളം • Bahasa Melayu • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Português • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Slovenčina • Српски / srpski • తెలుగు • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Gravitasi Bumi diukur oleh misi NASA GRACE, yang menunjukkan penyebaran dari gravitasi Bumi yang ideal dan mulus, yang disebut Earth ellipsoid.

Merah menunjukkan area di mana gravitasi lebih kuat dari nilai standar rata-rata, dan biru menunjukkan area di mana gravitasi lebih lemah. (Versi animasi.) [1] Gravitasi Bumi, dilambangkan dengan g, adalah percepatan total yang diberikan ke benda yang bergerak di Bumi karena efek gabungan gravitasi (dari distribusi massa di dalam Bumi) dan gaya sentrifugal (dari rotasi Bumi).

[2] [3] Dalam satuan SI, percepatan ini diukur dalam meter per detik kuadrat (dalam simbol, m/s 2 atau m·s −2) atau ekuivalen dalam satuan newton per kilogram (N/kg atau N·kg −1). Di dekat permukaan bumi, percepatan gravitasinya kira-kira 9,81 m/s 2, yang artinya, dengan mengabaikan pengaruh hambatan udara, kecepatan suatu benda jatuh bebas akan bertambah sekitar 9,81 meter per detik setiap detik.

Besaran ini kadang-kadang disebut secara informal sebagai g kecil (sebaliknya, konstanta gravitasi G {\displaystyle G} disebut sebagai G {\displaystyle G} besar). Kekuatan gravitasi bumi bervariasi bergantung pada lokasinya (lihat gambar).

Nilai nominal "rata-rata" di permukaan bumi, yang dikenal sebagai gravitasi standar, menurut definisi, adalah 9.80665 m/s2. [4] Oleh karena pengaruh gravitasi bumi atau g menjadikan berat suatu benda di permukaan bumi adalah gaya ke bawah pada benda tersebut, yang diberikan oleh hukum gerak kedua Newton, atau F = m a {\displaystyle F=ma} (gaya = massa x percepatan). Percepatan gravitasi berkontribusi pada percepatan gravitasi total, tetapi faktor lain, seperti rotasi bumi, juga berkontribusi, dan oleh karena itu, mempengaruhi berat benda.

Gravitasi biasanya tidak mencakup tarikan gravitasi Bulan dan Matahari, yang dihitung dalam istilah efek pasang surut laut. Daftar isi • 1 Lihat juga • 2 Kontroversi • 3 Pranala luar • 4 Referensi Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Bumi • Geopotensial • Gravimetri • Anomali gravitasi, anomali Bouguer • Gravitasi Bulan • Percepatan gravitasi • Defleksi vertikal Kontroversi [ sunting - sunting sumber ] Gravitasi, menurut Einstein, adalah manifestasi dari kelengkungan ruang-waktu (spacetime curvature).

Yang menarik dari teori gravitasi Einstein adalah bahwa teori tersebut memenuhi prinsip korespondensi: pada kondisi tertentu, teori gravitasi Einstein memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diramalkan Hukum Gravitasi Newton. Atau bisa disimpulkan bahwa teori gravitasi Newton tidak benar sehingga Einstein menciptakan teori baru ( teori yang tak bisa dibuktikan di alam nyata). Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Altitude gravity calculator • GRACE - Gravity Recovery and Climate Experiment • GGMplus high resolution data (2013) • Geoid 2011 model Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ JPL and the American Space Program.

Yale University Press. hlm. 134–160. ISBN 978-0-300-23629-3. • ^ Boynton, Richard (2001). "Precise Measurement of Mass" Diarsipkan 2013-11-05 di Wayback Machine. (PDF). Sawe Paper No. 3147. Arlington, Texas: S.A.W.E., Inc.

• ^ Hofmann-Wellenhof, B. (2006). Physical geodesy.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Moritz, Helmut, 1933- (edisi ke-2nd, corr. ed). Wien: SpringerWienNewYork. ISBN 978-3-211-33545-1. OCLC 209951890. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan ( link) • ^ Thompson, E Ambler; Thompson, E Ambler; Taylor, Barry N (2008). "Guide for the use of the International System of Units (SI)". Gaithersburg, MD. • Halaman ini terakhir diubah pada 29 November 2021, pukul 18.58. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Gaya gravitasi adalah salah satu materi dalam pelajaran fisika. Gaya ini juga dikenal sebagai gaya berat atau gaya tarik bumi. Mengacau dari nama lainnya, maka gaya gravitasi adalah jenis gaya yang dipengaruhi oleh gaya tarik sebuah benda ke pusat benda tersebut.

Bukti adanya gaya gravitasi sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, contohnya ketika buah jatuh ke tanah. Hal tersebut dapat terjadi karena pengaruh gaya gravitasi bumi. Mengutip sumber.belajar.kemdikbud.go.id, gaya gravitasi dipengaruhi oleh ketinggian sebuah benda.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Contohnya, daerah pantai yang notabene dataran rendah cenderung memiliki gaya gravitasi yang lebih besar dibanding daerah pegunungan (dataran tinggi). Hal tersebut lantaran daerah pantai memiliki ketinggian tempat yang lebih rendah dari daerah pegunungan.

Penemuan Gaya Gravitasi Ilmuwan pertama yang merumuskan konsep teori gravitasi adalah Sir Issac Newton. Menurut cerita, gagasan tersebut muncul lewat pengamatan Newton pada peristiwa jatuhnya buah apel dari pohonnya. Fisikawan asal Inggris itu menemukan hukum gravitasi sebagai jawaban atas pertanyaan tentang apa penyebab suatu benda selalu jatuh ke bawah. Mengutip "Modul Pembelajaran SMA Fisika Kelas X", hukum gravitas Newton menyatakan bahwa gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik-menarik yang besarnya berbanding lurus dengan perkalian massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.

Hukum Gravitasi Newton Gravitasi bumi menjadi salah satu ciri bumi, yaitu benda-benda ditarik ke arah pusat bumi. Gaya tarik bumi terhadap benda-benda ini dinamakan gaya gravitasi bumi. Mengutip buku "Fisika" oleh Tim Penyusun HKMJ, terdapat tiga hukum Newton, yaitu: 1.

Hukum I Newton Hukum I Newton berbunyi suatu benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan jika jumlah seluruh gaya pada benda sama dengan nol. ∑F = 0 Dengan ∑F = resultan gaya pada benda (newton) 1 newton = 1 kg ms -2 • Gaya normal (N): Gaya normal adalah gaya kontak yang kedudukannya tegak lurus bidang kontak dan arahnya menjauhi bidang kontak.

• Gaya gesekan (f): Gaya gesekan adalah gaya kontak yang kedudukannya berimpit dengan bidang kontak dan arahnya berlawanan dengan kecenderungan arah gerak benda. 2.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Hukum II Newton Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan sebuah benda akan berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbending terbalik dengan massanya. Arah percepatan akan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. F = m.a F = gaya (N) m = massa benda (kg) a = percepatan (m/s2) 3.

Hukum III Newton Dalam hukum III Newton, setiap aksi akan menimbulkan reaksi, jika suatu benda memberikan gaya pada benda lain, maka benda yang terkena gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama, namun arahnya berlawanan. Ada tiga rumus hukum III Newton, yakni: Rumus gaya gesek: Fg = u x N Di mana: Fg = gaya gesek (N) u = koefisien gesekan N = gaya normal (N) Rumus gaya berat: w = m x g Di mana: w = gaya berat (N) m = massa benda (kg) g = gravitasi bumi (m/s2) Rumus berat sejenis: s = p x g Di mana: s = berat jenis (N/m3) p = massa jenis (kg/m3) g = berat benda (N) • Wabah Hepatitis Akut Disebut Efek Vaksin Covid-19?

Ini Penjelasan Ahli • Heboh BBM Air Nikuba, Ahli Sebut Sulit Proses Air Menjadi Energi • Elektabilitas Tiga Capres 2024 Makin Tinggi, Ini Harta Kekayaannya • Fakta Terkini Hepatitis Akut, Gejala hingga Dugaan Penyebabnya • Kasus Baru Covid-19 Mencapai 218 Orang, Ini Sebarannya
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta.

Contoh : Sebuah apel jatuh ke tanah diakibatkan oleh gaya gravitasi bumi yang menarik apel apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi ke pusat gravitasi bumi.

Kenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah? atau mengapa jika kita melempar suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah? Kalau kita berjalan, duduk, berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah. Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda. Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya.

Bumi kita merupakan bola yang sangat besar, sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang besar pula yang dapat menarik segala benda yang berada di dekatnya (rumah, manusia, batu, binatang, bahkan juga bulan dan satelit yang mengelilingi bumi kita).

Oleh karena itulah, walaupun kita berada di bagian bawah bola bumi, kita tidak akan jatuh karena ada gaya gravitasi bumi yang arahnya menuju pusat bola bumi. Diri kita juga adalah sebuah benda yang memiliki gaya gravitasi.

Tapi mengapa pulpen, buku, atau benda-benda kecil di sekeliling kita tidak menempel pada tubuh kita? Ya tentu saja, karena gaya gravitasi tubuh kita kalah oleh gaya gravitasi bumi yang kita diami ini. Lalu mengapa burung, balon udara, pesawat terbang, roket, tidak tertarik oleh gaya gravitasi bumi? Hal itu dikarenakan benda-benda tersebut memiliki gaya lain yang dapat melawan gaya gravitasi, sehingga mereka bisa melayang/lepas tidak tetap lengket/menempel pada permukaan bumi. Pengertian Gaya Gravitasi Bumi Sering kita melihat buah yang jatuh dari pohonnya.

Misalkan saja mangga di musim berbuahnya. Di pagi hari kita banyak mendapatkannya sudah berada di tanah tepat di bawah pohonnya. Seringkali juga kita melihat berita di televisi, adanya pesawat yang jatuh ketika terjadi cuaca yang buruk di atmosfer.

Mungkin yang lebih sering terjadi pada kita adalah sesuatu yang kita pegang ternyata lepas dan jatuh ke tanah. Kesemua contoh di atas menunjukkan bahwa semua yang jatuh pasti akan menuju ke tanah, ke permukaan bumi.

Bukan malah melayang ke langit. Kekuatan gaya gravitasi bumi terhadap benda dipengaruhi oleh jarak benda dari pusat bumi. Semakin jauh letak benda dari pusat bumi, maka gaya gravitasinya semakin kecil. Misalkan saja astronot. Ketika astronot telah berada di luar angkasa, maka astronot akan terasa lebih ringan dan melayang-layang. Hal ini dikarenakan tidak ada gaya gravitasi bumi yang berpengaruh padanya, karena jarak astronot terhadap pusat bumi sudah sangat jauh, sehingga mereka tidak memiliki berat dan dapat melayang-layang.

Berbeda dengan benda yang berada dekat dengan permukaan bumi. Benda yang dekat dengan permukaan bumi akan memiliki berat dan apabila jatuh, maka gerak jatuh benda tersebut semakin cepat apabila benda telah mendekati tanah. Dan setelah benda berada di tanah, maka benda tersebut akan tetap berada di tempatnya karena gaya gravitasi tetap bekerja. Pernahkah kalian menjatuhkan kapas dan batu bersama-sama? Pernahkah kalian menjatuhkan dua kertas bersama-sama, yang satu berbentuk lembaran dan satunya diremas berbentuk gumpalan dengan berat yang sama?

Jika kalian pernah melakukan pasti kalian mendapati bahwa batu lebih dulu mencapai tanah dibandingkan kapas. Dan juga gumpalan kertas lebih dulu dibandingkan selembar kertas. Mengapa bisa demikian? Ada yang bilang bahwa berat lah yang menyebabkan kedua benda tersebut berselang ketika mencapai tanah.

Berat lah yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua benda tersebut berbeda. Mungkin untuk batu dan kapas terlihat beralasan dan masuk akal karena selisih berat kedua benda tersebut jauh. Sehingga seakan-akan beratlah yang menentukan perbedaan kecepatan jatuh kedua benda tersebut. Tetapi untuk kertas yang berbentuk lembaran dan gumpalan, perbedaan berat tersebut tidak dapat diterima dan tidak bisa menjadi alasan yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua kertas tersebut berbeda.

Karena kedua kertas tersebut memiliki berat yang sama. Yang berbeda hanyalah bentuknya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan. Nah, dapat disimpulkan bahwa berat suatu benda tidak mempengaruhi kecepatan jatuh suatu benda, tidak mempengaruhi gaya gravitasi bumi sebagai pemicu benda jatuh dan memiliki kecepatan jatuh.

Akan tetapi bentuklah yang berpengaruh pada kecepatan jatuh benda. Mengapa bentuk? Bukannya berat benda? Jika kita melihat dua kertas yang sama beratnya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan jatuh bersama-sama. Maka didapatkan gumpalan kertas lah yang jatuh duluan ke tanah. Hal ini dikarenakan luas permukaan gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan kertas lembaran.

Sehingga, gesekan udara terhadap gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan terhadap kertas lembaran. Kertas yang berbentuk lembaran akan mendapatkan gaya gesek udara yang lebih besar, karena luasan yang lebih besar dan lebar, gaya gesek ini bersifat menahan dan berlawanan dengan arah gaya gravitasi, sehingga gerak jatuh kertas lembaran akan lebih lambat dibandingkan kertas gumpalan. Bagaimana jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi? Sudah tentu kita akan melayang-layang dan terlempar ke ruang angkasa, karena kita tidak memiliki berat.

Tidak hanya kita manusia, benda hidup maupun benda mati lainnya juga akan seperti itu. Sungai, danau, dan lautan akan mengering karena air dengan mudah menghilang ke angkasa. Lapisan atmosfer bumi yang terdiri dari berbagai macam gas akan habis terbang ke angkasa. Batu-batu akan beterbangan seperti halnya balon gas yang terus menuju angkasa. Hukum Gravitasi Newton Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara keduanya itu akan timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa.

Besarnya gaya gravitasi ini sesuai dengan hokum Newton yang bunyinya sebagai berikut; “Semua benda di alam akan menarik benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa partikel tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat jarak nya”. Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi.

Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu ”gaya pada suatu jarak” yang memungkinkan dua benda apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael Faraday, pada abad 18 diubah menjadi istilah ”medan”. Adapun pengertian medan adalah tempat di sekitar suatu besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam suatu entitas Ter- tentu.

Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda yang masih berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi sudah dapat diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut tidak dapat dipengaruhi. Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang massanya lebih kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik bumi.

Dalam penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-menarik dapat berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing- masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda. Secara matematis Hukum Newton tentang gravitasi dapat dituliskan sebagai berikut: Keterangan: • F= gaya gravitasi (N) • M = massa benda 1 (kg) • m = massa benda 2 (kg) • r = Jarak kedua benda (m) • G = konstanta gravitasi (6,67 x 10 -11) N.m 2/kg 2 Hukum Gravitasi Universal Kita dapat menjabarkan, dengan cara yang sederhana, hukum gravitasi universal dengan memulainya dari fakta-fakta empiris yang telah ditemuka Kepler.

Untuk memudahkan analisa kita anggap bahwa planet – planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk lingkaran dengan jejari r, dengan kelajuan konstan v. Karena planet bergerak dalam lintasan lingkaran maka planet mengalami percepatan sentripetal yang besarnya diberikan oleh : dengan T adalah periode planet mengelilingi matahari. Percepatan ini tentunya disebabkan oleh suatu gaya yang mengarah ke pusat lingkaran (ke matahari). Besar gaya ini tentunya sama dengan massa planet m dikali percepatan sentripetalnya, sehingga besar gaya tadi dapat dirumuskan sebagai : Hukum Kepler ketiga dapat kita tuliskan sebagai : dengan k adalah suatu konstanta kesebandinga.

Dengan persamaan hukum Kepler ketiga ini, besar gaya pada persamaan 2 dapat ditulis sebagai : dengan k 0 adalah suatu konstanta. Karena gaya ini mengarah ke pusat lingkaran, yaitu ke matahari, tentunya logis bila dianggap bahwa gaya tersebut disebabkan oleh matahari. Berdasarkan hukum ketiga Newton, tentunya akan ada gaya juga yang bekerja pada matahari oleh planet, yang besarnya sama dengan gaya di pers. (4). Tetapi karena sekarang bekerja pada matahari, tentunya konstanta k 0 di pers.

(4) mengandung massa matahari M sehingga logis bila diasumsikan bahwa terdapat gaya yang saling tarik menarik antara planet dan matahari yang besarnya diberikan oleh : Newton, setelah mengamati hal yang sama pada bulan dan pada benda-benda yang jatuh bebas di permukaan bumi, menyimpulkan bahwa gaya tarik menarik tadi berlaku secara universal untuk sembarang benda. Gaya tadi kemudian dinamai sebagai gaya gravitasi. Jadi antara dua benda bermassa m1 dan m2 yang terpisah sejauh r terdapat gaya gravitasi yang perumusannya diberikan oleh : Dengan ^r12 adalah vektor satuan yang berarah dari benda pertama ke benda kedua.

(Notasi 12, berarti pada benda pertama oleh benda kedua). Konstanta G dalam persamaan gravitasi universal, dapat ditentukan melalui eksperimen. Pengukuran yang teliti untuk nilai G dilakukan oleh Cavendish.

Sekarang nilai konstanta gravitasi universal diberikan oleh : Dalam penjabaran di atas, diasumsikan bahwa benda pertama dan kedua adalah suatu titik massa. Untuk benda yang besar, yang tidak dapat dianggap sebagai titik massa maka sumbangan dari masing-masing elemen massa harus diperhitungkan. Untuk itu diperlukan perhitungan-perhitungan kalkulus integral. Salah satu hasil capaian Newton, dia berhasil menunjukkan, dengan bantuan kalkulus integral, bahwa sebuah benda berbentuk bola (juga kulit bola) dengan distribusi massa yang homogen, akan memberikan gaya gravitasi ada sebuah titik massa di luar bola tadi dengan massa bola seolah-olah terkonsentrasi pada titik pusat bola.

Dengan ini kita dapat misalnya menganggap gaya gravitasi bumi seolah-olah disebabkan oleh sebuah titik massa yang berada pada pusat bumi. Hukum Kepler kedua, untuk kasus lintasan planet yang berbentuk lingkaran, hanya menunjukkan bahwa kelajuan planet mengelilingi matahari konstan. Tetapi untuk kasus lintasan yang sesungguhnya, yaitu yang berbentuk elips, hukum kedua Kepler menunjukkan tentang kekekalan momentum sudut. Lihat gambar Daerah yang disapu oleh garis yang menghubungkan planet dengan matahari dalam suatu selang waktu Δt diberikan oleh : sehingga pernyataan bahwa untuk selang waktu yang sama daerah yang disapu sama, sama dengan menyatakan bahwa besaran berikut ini konstan Tetapi bila ini kita kalikan dengan massa planet, akan kita dapatkan bahwa besaran m!r2 yang tidak lain sama dengan besar total momentum sudut sistem (dengan matahari sebagai titik referensi).

Jadi dalam sistem planet matahari, gaya gravitasi tidak menimbulkan perubahan momentum sudut. Percepatan Gravitasi Percepatan gravitasi disebut juga kuat medan gravitasi. Percepatan gravitasi adalah percepatan suatu benda akibat gaya gravitasi. Gaya gravitasi bumi tidak lain merupakan berat benda, yaitu besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda. Jika massa bumi M dengan jari-jari R, maka besarnya gaya gravitasi bumi pada benda yang apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi m dirumuskan: Keterangan: • g = percepatan gravitasi (m/s 2) • M = massa benda 1 (kg) • R = jri-jri bumi (m) • G = konstanta gravitasi (6,67 x 10 -11) N.m 2/kg 2 a.

Percepatan gravitasi pada ketinggian tertentu Apabila suatu benda berada pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut: Keterangan: • G= percepatan gravitasi (m/s 2) • M B = massa bumi • R= jari-jari bumi (m) • h = ketinggian benda dari permukaan bumi (m) b. Percepatan gravitasi pada kedalaman tertentu Apabila suatu benda berada pada kedalaman tertentu (d) dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut Misalkan massa jenis rata-rata bumi adalahmaka massa bumi yang bagian dalam dapat dicari sebagai berikut: Maka percepatan gravitasi pada kedalam d adalah: Gerak Dari Planet • Hukum I Kepler Bunyi hukum I Kepler: “ Lintasan setiap planet mengelilingi matahari merupakan sebuah elips dengan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya • Hukum II Kepler Bunyi hukum II Kepler: “ Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama” • Hukum III Kepler “Bunyi hokum III Kepler: “Kuadrat periode planet mengitari matahari sebanding dengan pangkat tiga rata-rata planet dari matahari”.

Hubungan diatas dapat dituliskan: Penerapan Hukum Gravitasi Newton a. Menentukan massa bumi Jika massa bumi m B dan jari-jari bumi R= 6,38 x 10 6 m, maka massa bumi dapat dicari dari persamaan :b. Menentukan massa matahari Sudah diketahui bahwa jari-jari rata-rata orbit bumi adalah 1,5×10 11 m, dan periode bimi mengelilingi matahari adalah 1 tahun (3×10 7 s).

Dengan menyamakan gaya gravitasi matahari dan gaya sentripetal maka didapatkan: Energi Potensial Gravitasi Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi sebuah benda bermassa M (yang diasumsikan berada di titik pusat koordinat) pada benda lain yang bermassa m, yang menyebabkan perpindahan benda kedua dari jarak r a ke r b diberikan oleh: Tanda minus dalam gaya di atas karena arah gayanya adalah ke pusat koordinat.

Jelas dari hasil di atas bahwa gaya gravitasi adalah gaya konservatif.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Karena itu kita dapat mendefinisikan konsep energi potensial gravitasi melalui Bila kita asumsikan ra berada pada jauh tak hingga, dan rb = r, dan diasumsikan pada titik jauh tak hingga potensial gravitasinya lenyap (=nol), maka kita dapatkan Untuk suatu ketiggian dekat permukaan bumi, maka kita pilih pada pers. (7.13) ra = R, jejari bumi (=jarak permukaan bumi dari pusatnya), dan rb = R+h.

Kemudian diasumsikan bahwa U(R) = 0, maka kita peroleh energi potensial gravitasinya: Tetapi besaran tidak lain dari percepatan gravitasi bumi g, sehingga untuk ketingggian dekat permukaan bumi Sumber : • Prof .

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009. Ilmu kebumian dan Antariksa. Bandung : Pasca sarjana UPI. • Raharto,M.2002 .Alam Semesta Sebagai Laboratorium Pendidikan : MIPA. • Rosidi, I. 1983. Jagat Raya.Jakarta : Ghalia Indonesia. • Satriawan,Mirza.2012. Fisika dasar. Fmipa : UPI. • Sunardi.1988. Penelitian Anomali Bouger Percepatan Gravitasi Gunung. FMIPA : UGM. • Seminar IPBA. 2002. Apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi Sepanjang Hayat.

: Fisika FPMIPA : UPI. • Tanudidjaja,M.M. 1996. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada IPA, S1, SMA, SMK, SMP Ditag adanya gaya gravitasi bumi memungkinkan kita, apa akibat dari adanya gaya gravitasi bumi, apa pengertian gravitasi, apa pengertian gravitasi bumi, apa yang dimaksud dengan gaya gravitasi bumi, berikut yang termasuk gaya gravitasi bumi adalah, berilah 3 contoh gaya gravitasi bumi, contoh gaya gravitasi, contoh gaya gravitasi bumi, definisi dan pengertian gravitasi, gaya gravitasi bulan lebih daripada gaya gravitasi bumi, gaya gravitasi bumi adalah, gaya gravitasi bumi adalah brainly, gaya gravitasi bumi berapa newton, gaya gravitasi bumi contoh kegiatan, gaya gravitasi bumi contoh kegiatannya, gaya gravitasi bumi disebabkan oleh, gaya gravitasi bumi disebut juga, gaya gravitasi bumi mempunyai arah dari, gaya gravitasi bumi mengakibatkan, gaya gravitasi bumi terbesar terletak di daerah, gaya gravitasi newton, gaya yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi adalah, gaya yang disebabkan adanya percepatan gravitasi bumi disebut, gaya yang terjadi karena adanya gravitasi bumi disebut, gerak karena gaya gravitasi bumi disebut gerak, Gravitasi bumi, jelaskan pengertian gravitasi, jelaskan pengertian gravitasi bumi, jurnal pengertian gravitasi, manfaat gaya gravitasi, manfaat gaya gravitasi bumi, Nilai gravitasi, pengertian dari gaya gravitasi, pengertian energi potensial gravitasi, pengertian gaya gravitasi, pengertian gaya gravitasi bumi, pengertian gaya gravitasi dan contohnya, pengertian gravitasi, pengertian gravitasi bumi, pengertian gravitasi bumi adalah, pengertian gravitasi bumi yaitu gaya, pengertian gravitasi dalam fisika, pengertian gravitasi dan rumusnya, pengertian gravitasi matahari, pengertian gravitasi menurut newton, pengertian gravitasi menurut para ahli, pengertian gravitasi nol, pengertian gravitasi pdf, pengertian gravitasi yaitu, pengertian hukum gravitasi newton, pengertian kuat medan gravitasi, pengertian medan gravitasi, pengertian percepatan gravitasi, pengertian potensial gravitasi, Percepatan gravitasi, rumus gaya gravitasi bumi, rumus gravitasi, Rumus percepatan gravitasi, Satuan gravitasi, tuliskan dua peristiwa yang memanfaatkan gaya gravitasi bumi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.ComKenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah?

atau mengapa jika kita melempar suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah? Kalau kita berjalan, duduk, berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah. Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda.

Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya. Bumi kita merupakan bola yang sangat besar, sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang besar pula yang dapat menarik segala benda yang berada di dekatnya (rumah, manusia, batu, binatang, bahkan juga bulan dan satelit yang mengelilingi bumi kita). Oleh karena itulah, walaupun kita berada di bagian bawah bola bumi, kita tidak akan jatuh karena ada gaya gravitasi bumi yang arahnya menuju pusat bola bumi.

Diri apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi juga adalah sebuah benda yang memiliki gaya gravitasi. Tapi mengapa pulpen, buku, atau benda-benda kecil di sekeliling kita tidak menempel pada tubuh kita? Ya tentu saja, karena gaya gravitasi tubuh kita kalah oleh gaya gravitasi bumi yang kita diami ini. Lalu mengapa burung, balon udara, pesawat terbang, roket, tidak tertarik oleh gaya gravitasi bumi? Hal itu dikarenakan benda-benda tersebut memiliki gaya lain yang dapat melawan gaya gravitasi, sehingga mereka bisa melayang/lepas tidak tetap lengket/menempel pada permukaan bumi.

Pengertian Gaya Gravitasi Bumi Sering kita melihat buah yang jatuh dari pohonnya. Misalkan saja mangga di musim berbuahnya.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Di pagi hari kita banyak mendapatkannya sudah berada di tanah tepat di bawah pohonnya. Seringkali juga kita melihat berita di televisi, adanya pesawat yang jatuh ketika terjadi cuaca yang buruk di atmosfer.

Mungkin yang lebih sering terjadi pada kita adalah sesuatu yang kita pegang ternyata lepas dan jatuh ke tanah. Kesemua contoh di atas menunjukkan bahwa semua yang jatuh pasti akan menuju ke tanah, ke permukaan bumi. Bukan malah melayang ke langit. Jatuhnya benda-benda ke permukaan bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Gaya ini sering disebut sebagai gaya tarik bumi.

Hal ini dikarenakan gaya ini selalu menarik semua benda menuju permukaan bumi. Gaya gravitasi bumi mempengaruhi semua benda di permukaan bumi atau di dekatnya.

Bahkan bulan pun terpengaruh oleh gaya ini. Gaya gravitasi bumi menyebabkan benda-benda memiliki berat sehingga tidak melayang di udara dan tidak terlempar ke angkasa.

Kekuatan gaya gravitasi bumi terhadap benda dipengaruhi oleh jarak benda dari pusat bumi. Semakin jauh letak benda dari pusat bumi, maka gaya gravitasinya semakin kecil. Misalkan saja astronot. Ketika astronot telah berada di luar angkasa, maka astronot akan terasa lebih ringan dan melayang-layang.

Hal ini dikarenakan tidak ada gaya gravitasi bumi yang berpengaruh padanya, karena jarak astronot terhadap pusat bumi sudah sangat jauh, sehingga mereka tidak memiliki berat dan dapat melayang-layang. Berbeda dengan benda yang berada dekat dengan permukaan bumi. Benda yang dekat dengan permukaan bumi akan memiliki berat dan apabila jatuh, maka gerak jatuh benda tersebut semakin cepat apabila benda telah mendekati tanah.

Dan setelah benda berada di tanah, maka benda tersebut akan tetap berada di tempatnya karena gaya gravitasi tetap bekerja. Pernahkah kalian menjatuhkan kapas dan batu bersama-sama? Pernahkah kalian menjatuhkan dua kertas bersama-sama, yang satu berbentuk lembaran dan satunya diremas berbentuk gumpalan dengan berat yang sama? Jika kalian pernah melakukan pasti kalian mendapati bahwa batu lebih dulu mencapai tanah dibandingkan kapas. Dan juga gumpalan kertas lebih dulu dibandingkan selembar kertas.

Mengapa bisa demikian? Ada yang bilang bahwa berat lah yang menyebabkan kedua benda tersebut berselang ketika mencapai tanah. Berat lah yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua benda tersebut berbeda. Mungkin untuk batu dan kapas terlihat beralasan dan masuk akal karena selisih berat kedua benda tersebut jauh. Sehingga seakan-akan beratlah yang menentukan perbedaan kecepatan jatuh kedua benda tersebut.

Tetapi untuk kertas yang berbentuk lembaran dan gumpalan, perbedaan berat tersebut tidak dapat diterima dan tidak bisa menjadi alasan yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua kertas tersebut berbeda. Karena kedua kertas tersebut memiliki berat yang sama. Yang berbeda hanyalah bentuknya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan.

Nah, dapat disimpulkan bahwa berat suatu benda tidak mempengaruhi kecepatan jatuh suatu benda, tidak mempengaruhi gaya apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi bumi sebagai pemicu benda jatuh dan memiliki kecepatan jatuh.

Akan tetapi bentuklah yang berpengaruh pada kecepatan jatuh benda. Mengapa bentuk? Bukannya berat benda? Jika kita melihat dua kertas yang sama beratnya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan jatuh bersama-sama.

Maka didapatkan gumpalan kertas lah yang jatuh duluan ke tanah. Hal ini dikarenakan luas permukaan gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan kertas lembaran. Sehingga, gesekan udara terhadap gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan terhadap kertas lembaran. Kertas yang berbentuk lembaran akan mendapatkan gaya gesek udara yang lebih besar, karena luasan yang lebih besar dan lebar, gaya gesek ini bersifat menahan dan berlawanan dengan arah gaya gravitasi, sehingga gerak jatuh kertas lembaran akan lebih lambat dibandingkan kertas gumpalan.

Bagaimana jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi? Sudah tentu kita akan melayang-layang dan terlempar ke ruang angkasa, karena kita tidak memiliki berat. Tidak hanya kita manusia, benda hidup maupun benda mati lainnya juga akan seperti itu. Sungai, danau, dan lautan akan mengering karena air dengan mudah menghilang ke angkasa. Lapisan atmosfer bumi yang terdiri dari berbagai macam gas akan habis terbang ke angkasa.

Batu-batu akan beterbangan seperti halnya balon gas yang terus menuju angkasa. Hukum Gravitasi Newton Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara keduanya itu akan timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa.

Besarnya gaya gravitasi ini sesuai dengan hokum Newton yang bunyinya sebagai berikut; “Semua benda di alam akan menarik benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa partikel tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat jarak nya”. Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi. Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu ”gaya pada suatu jarak” yang memungkinkan dua benda atau lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael Faraday, pada abad eighteen diubah menjadi istilah ”medan”.

Adapun pengertian medan apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi tempat di sekitar suatu besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam suatu entitas Ter- tentu. Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda yang masih berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi sudah dapat diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut tidak dapat dipengaruhi.

Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang massanya lebih kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik bumi. Dalam penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-menarik dapat berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing- masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda. Secara matematis Hukum Newton tentang gravitasi dapat dituliskan sebagai berikut: Keterangan: • F= gaya gravitasi (Northward) • M = massa benda i (kg) • chiliad = massa benda 2 (kg) • r = Jarak kedua benda (m) • 1000 = konstanta gravitasi (vi,67 x 10 -11) N.m 2/kg two Hukum Gravitasi Universal Kita dapat menjabarkan, dengan cara yang sederhana, hukum gravitasi universal dengan memulainya dari fakta-fakta empiris yang telah ditemuka Kepler.

Untuk memudahkan analisa kita anggap bahwa planet – planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk lingkaran dengan jejari r, dengan kelajuan konstan v. Karena planet bergerak dalam lintasan lingkaran maka planet mengalami percepatan sentripetal yang besarnya diberikan oleh : dengan T adalah periode planet mengelilingi matahari.

Percepatan ini tentunya disebabkan oleh suatu gaya yang mengarah ke pusat lingkaran (ke matahari). Besar gaya ini tentunya sama dengan massa planet grand dikali percepatan sentripetalnya, sehingga besar gaya tadi dapat dirumuskan sebagai : Hukum Kepler ketiga dapat kita tuliskan sebagai : dengan k adalah suatu konstanta kesebandinga. Dengan persamaan hukum Kepler ketiga ini, besar gaya pada persamaan 2 dapat ditulis sebagai : dengan thou adalah suatu konstanta.

Karena gaya ini mengarah ke pusat lingkaran, yaitu ke matahari, tentunya logis bila dianggap bahwa gaya tersebut disebabkan oleh matahari. Berdasarkan hukum ketiga Newton, tentunya akan ada gaya juga yang bekerja pada matahari oleh planet, yang besarnya sama dengan gaya di pers. (four). Tetapi karena sekarang bekerja pada matahari, tentunya konstanta grand di pers.

(4) mengandung massa matahari 1000 sehingga logis bila diasumsikan bahwa terdapat gaya yang saling tarik menarik antara planet dan matahari yang besarnya diberikan oleh : Newton, setelah mengamati hal yang sama pada bulan dan pada benda-benda yang jatuh bebas di permukaan bumi, menyimpulkan bahwa gaya tarik menarik tadi berlaku secara universal untuk sembarang benda.

Gaya tadi kemudian dinamai sebagai gaya gravitasi. Jadi antara dua benda bermassa m1 dan m2 yang terpisah sejauh r terdapat gaya gravitasi yang perumusannya diberikan oleh : Dengan ^r12 adalah vektor satuan yang berarah dari benda pertama ke benda kedua.

(Notasi 12, berarti pada benda pertama oleh benda kedua). Konstanta Thou dalam persamaan gravitasi universal, dapat ditentukan melalui eksperimen. Pengukuran yang teliti untuk nilai 1000 dilakukan oleh Cavendish. Sekarang nilai konstanta gravitasi universal diberikan oleh : Dalam penjabaran di atas, diasumsikan bahwa benda pertama dan kedua adalah suatu titik massa.

Untuk benda yang besar, yang tidak dapat dianggap sebagai titik massa maka sumbangan dari masing-masing elemen massa harus diperhitungkan. Untuk itu diperlukan perhitungan-perhitungan kalkulus integral. Salah satu hasil capaian Newton, dia berhasil menunjukkan, dengan bantuan kalkulus integral, bahwa sebuah benda berbentuk bola (juga kulit bola) dengan distribusi massa yang homogen, akan memberikan gaya gravitasi ada sebuah titik massa di luar bola tadi dengan massa bola seolah-olah terkonsentrasi pada titik pusat bola.

Dengan ini kita dapat misalnya menganggap gaya gravitasi bumi seolah-olah disebabkan oleh sebuah titik massa yang berada pada pusat bumi. Hukum Kepler kedua, untuk kasus lintasan planet yang berbentuk lingkaran, hanya menunjukkan bahwa kelajuan planet mengelilingi matahari konstan.

Tetapi untuk kasus lintasan yang sesungguhnya, yaitu yang berbentuk elips, hukum kedua Kepler menunjukkan tentang kekekalan momentum sudut. Lihat gambar Daerah yang disapu oleh garis yang menghubungkan planet dengan matahari dalam suatu selang waktu Δt diberikan oleh : sehingga pernyataan bahwa untuk selang waktu yang sama daerah yang disapu sama, sama dengan menyatakan bahwa besaran berikut ini konstan Tetapi bila ini kita kalikan dengan massa planet, akan kita dapatkan bahwa besaran m!r2 yang tidak lain sama dengan besar full momentum sudut sistem (dengan matahari sebagai titik referensi).

Jadi dalam sistem planet matahari, gaya gravitasi tidak menimbulkan perubahan momentum sudut. Percepatan Gravitasi Percepatan gravitasi disebut juga kuat medan gravitasi. Percepatan gravitasi adalah percepatan suatu benda akibat gaya gravitasi. Gaya gravitasi bumi tidak lain merupakan berat benda, yaitu besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda. Jika massa bumi M dengan jari-jari R, maka besarnya gaya gravitasi bumi pada benda yang bermassa m dirumuskan: Keterangan: • g = percepatan gravitasi (m/s 2) • M = massa benda 1 (kg) • R = jri-jri bumi (1000) • K = konstanta gravitasi (6,67 x x -11) N.yard 2/kg 2 a.

Apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi gravitasi pada ketinggian tertentu Apabila suatu benda berada pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut: Keterangan: • G= percepatan gravitasi (m/due south ii) • One thousand B = massa bumi • R= jari-jari bumi (k) • h = ketinggian benda dari permukaan bumi (m) b.

Percepatan gravitasi pada kedalaman tertentu Apabila suatu benda berada pada kedalaman tertentu (d) dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut Misalkan massa jenis rata-rata bumi adalahmaka massa bumi yang bagian dalam dapat dicari sebagai berikut: Maka percepatan gravitasi pada kedalam d adalah: Gerak Dari Planet • Hukum I Kepler Bunyi hukum I Kepler: “ Lintasan setiap planet mengelilingi matahari merupakan sebuah elips dengan matahari terletak pada salah satu titik fokusnya • Hukum 2 Kepler Bunyi hukum Two Kepler: “ Setiap planet bergerak sedemikian sehingga suatu garis khayal yang ditarik dari matahari ke planet tersebut mencakup daerah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama” • Hukum 3 Kepler “Bunyi hokum Three Kepler: “Kuadrat periode planet mengitari matahari sebanding dengan pangkat tiga rata-rata planet dari matahari”.

Hubungan diatas dapat dituliskan: Penerapan Hukum Gravitasi Newton a. Menentukan massa bumi Jika massa bumi m B dan jari-jari bumi R= 6,38 10 10 6 thousand, maka massa bumi dapat dicari dari persamaan :b.

Menentukan massa matahari Sudah diketahui bahwa jari-jari rata-rata orbit bumi adalah 1,5×10 11 m, dan periode bimi mengelilingi matahari adalah i tahun (3×10 seven southward). Dengan menyamakan gaya gravitasi matahari dan gaya sentripetal maka didapatkan: Energi Potensial Gravitasi Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi sebuah benda bermassa M (yang diasumsikan berada di titik pusat koordinat) pada benda lain yang bermassa m, yang menyebabkan perpindahan benda kedua dari jarak r a ke r b diberikan oleh: Tanda minus dalam gaya di atas karena arah gayanya adalah ke pusat koordinat.

Jelas dari hasil di atas bahwa gaya gravitasi adalah gaya konservatif. Karena itu kita dapat mendefinisikan konsep energi potensial gravitasi melalui Bila kita asumsikan ra berada pada jauh tak hingga, dan rb = r, dan diasumsikan pada titik jauh tak hingga potensial gravitasinya lenyap (=nol), maka kita dapatkan Untuk suatu ketiggian dekat permukaan bumi, maka kita pilih pada apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi. (7.13) ra = R, jejari bumi (=jarak permukaan bumi dari pusatnya), dan rb = R+h.

Kemudian diasumsikan bahwa U(R) = 0, maka kita peroleh energi potensial gravitasinya: Tetapi besaran tidak lain dari percepatan gravitasi bumi g, sehingga untuk ketingggian dekat permukaan bumi Sumber : • Prof. Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009. Ilmu kebumian dan Antariksa. Bandung : Pasca sarjana UPI. • Raharto,One thousand.2002 .Alam Semesta Sebagai Laboratorium Pendidikan : MIPA.

• Rosidi, I. 1983. Jagat Raya.Jakarta : Ghalia Indonesia. • Satriawan,Mirza.2012. Fisika dasar. Fmipa : UPI. • Sunardi.1988. Penelitian Anomali Bouger Percepatan Gravitasi Gunung. FMIPA : UGM. • Seminar IPBA. 2002. Pendidikan Sepanjang Hayat.

: Fisika FPMIPA : UPI. • Tanudidjaja,M.M. 1996. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Terbaru • Cara Mengukur Penggaris Dari 0 Atau 1 • Cara Membuat Pistol Mainan Dari Botol Bekas • Jurnal Tesis Aplikasi Recording Andriod Peternakan • Cara Menggendong Bayi 2 Bulan Dengan Selendang • Sistem Kemitraan Pada Perusahaan Peternakan Ruminansia • Cara Pasang Elcb 3 Phase Yang Benar • Cara Membuat Lamaran Kerja via Email Pdf Di Hp • Ketersediaan Air Dan Listrik Untuk Usaha Peternakan Menurut • Cara Membuat Kartu Undangan Dari Kertas Karton Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Percepatan gravitasi merupakan suatu tetapan ukuran suatu objek yang ekivalen dengan 1 g, dengan nilai sebesar nilai sebesar 9,80665 m/s.

Nilai tersebut merupakan ketetapan yang diukur dari atas permukaan laut, sedangkan untuk tempat-tempat lainnya percepatan gravitasi memiliki nilai 9,81 m/s. Di dalam eksperimen fisika, penentuan nila g (Percepatan Gravitasi) dapat diukur dengan berbagai metoda. Bentuk-bentuk paling sederhana misalnya dengan menggunakan pegas atau bandul yang diketahui konstanta-konstantanya. Dengan melakukan pengukuran dapat ditentukan nilai percepatan gravitasi di suatu tempat, yang umumnya berbeda dengan tempat lain.

Pada penelitian terdahulu, penentuan percepatan gravitasi bumi pernah dilakukan dengan metoda sistem bandul fisis dengan nilai g (Percepatan Gravitasi) yang diperoleh dari penggunaan metode tersebut adalah sebesar 9,4 m/s selain itu pernah juga dilakukan penentuan nilai percepatan gravitasi bumi (g) pada percobaan ayunan matematis menggunakan bahasa pemrograman borland delphi 7.0 dengan nilai g (percepatan gravitasi) yang diperoleh dari penggunaan metode tersebut adalah sebesar 9.892 m/s Tujuan dari percobaan dengan menggunakan ayunan matematis berbasis logger pro ini yaitu agar dapat mengetahui dan membandingkan besar dari percepatan gravitasi yang diperoleh secara eksperimen dengan nilai percepatan gravitasi yang telah ditetapkan dan digunakan di seluruh dunia.

7.1. Sebarkan ini: Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang memiliki massa di alam semesta. Gravitasi matahari yang dihasilkan benda-benda langit dalam setiap orbit mengelilingi matahari. Fisika modern menjelaskan gravitasi menggunakan Teori Einstein Relativitas Umum, tapi Hukum gravitasi universal Newton yang lebih mendekati sederhana cukup akurat dalam kebanyakan kasus. Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa sangat besar dapat menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar pula untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi.

Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda di luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda langit lainnya, termasuk satelit buatan manusia. Kenapa kalau kita jatuh, pasti jatuhnya ke bawah? atau mengapa jika kita melempar suatu benda ke atas benda tersebut selalu jatuh lagi ke bawah?

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Kalau kita berjalan, duduk, berdiri, tidur, mengapa semua benda di bumi ini seakan-akan menempel di permukaan bumi/lantai atau tanah? Jawabannya adalah karena adanya suatu gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah. Gaya yang menarik kita selalu menuju ke bawah itu disebut gaya gravitasi. Gaya gravitasi terdapat pada semua benda.

Semakin besar massa/berat benda tersebut, semakin besar pula gaya gravitasi yang ditimbulkannya. Bumi kita merupakan bola yang sangat besar, sehingga bumi memiliki gaya gravitasi yang besar pula yang dapat menarik segala benda yang berada di dekatnya (rumah, manusia, batu, binatang, bahkan juga bulan dan satelit yang mengelilingi bumi kita). Oleh karena itulah, walaupun kita berada di bagian bawah bola bumi, kita tidak akan jatuh karena ada gaya gravitasi bumi yang arahnya menuju pusat bola bumi.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Diri kita juga adalah sebuah benda yang memiliki gaya gravitasi. Tapi mengapa pulpen, buku, atau benda-benda kecil di sekeliling kita tidak menempel pada tubuh kita? Ya tentu saja, karena gaya gravitasi tubuh kita kalah oleh gaya gravitasi bumi yang kita diami ini.

Lalu mengapa burung, balon udara, pesawat terbang, roket, tidak tertarik oleh gaya gravitasi bumi? Hal itu dikarenakan benda-benda tersebut memiliki gaya lain yang dapat melawan gaya gravitasi, sehingga mereka bisa melayang/lepas tidak tetap lengket/menempel pada permukaan bumi.

Pengertian Gravitasi Bumi Sering kita melihat buah yang jatuh dari pohonnya. Misalkan saja mangga di musim berbuahnya. Di pagi hari kita banyak mendapatkannya sudah berada di tanah tepat di bawah pohonnya. Seringkali juga kita melihat berita di televisi, adanya pesawat yang jatuh ketika terjadi cuaca yang buruk di atmosfer.

Mungkin yang lebih sering terjadi pada kita adalah sesuatu yang kita pegang ternyata lepas dan jatuh ke tanah. Kesemua contoh di atas menunjukkan bahwa semua yang jatuh pasti akan menuju ke tanah, ke permukaan bumi. Bukan malah melayang ke langit.

Jatuhnya benda-benda ke permukaan bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Gaya ini sering disebut sebagai gaya tarik bumi. Hal ini dikarenakan gaya ini selalu menarik semua benda menuju permukaan bumi. Gaya gravitasi bumi mempengaruhi semua benda di permukaan bumi atau di dekatnya. Bahkan bulan pun terpengaruh oleh gaya ini. Gaya gravitasi bumi menyebabkan benda-benda memiliki berat sehingga tidak melayang di udara dan tidak terlempar ke angkasa.

Kekuatan gaya gravitasi bumi terhadap benda dipengaruhi oleh jarak benda dari pusat bumi. Semakin jauh letak benda dari pusat bumi, maka gaya gravitasinya semakin kecil. Misalkan saja astronot. Ketika astronot telah berada di luar angkasa, maka astronot akan terasa lebih ringan dan melayang-layang.

Hal ini dikarenakan tidak ada gaya gravitasi bumi yang berpengaruh padanya, karena jarak astronot terhadap pusat bumi sudah sangat jauh, sehingga mereka tidak memiliki berat dan dapat melayang-layang. Berbeda dengan benda yang berada dekat dengan permukaan bumi. Benda yang dekat dengan permukaan bumi akan memiliki berat dan apabila jatuh, maka gerak jatuh benda tersebut semakin cepat apabila benda telah mendekati tanah.

Dan setelah benda berada di tanah, maka benda tersebut akan tetap berada di tempatnya karena gaya gravitasi tetap bekerja. Pernahkah kalian menjatuhkan kapas dan batu bersama-sama? Pernahkah kalian menjatuhkan dua kertas bersama-sama, yang satu berbentuk lembaran dan satunya diremas berbentuk gumpalan dengan berat yang sama?

Jika kalian pernah melakukan pasti kalian mendapati bahwa batu lebih dulu mencapai tanah dibandingkan kapas.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

Dan juga gumpalan kertas lebih dulu dibandingkan selembar kertas. Mengapa bisa demikian? Ada yang bilang bahwa berat lah yang menyebabkan kedua benda tersebut berselang ketika mencapai tanah. Berat lah yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua benda tersebut berbeda. Mungkin untuk batu dan kapas terlihat beralasan dan masuk akal karena selisih berat kedua benda tersebut jauh.

Sehingga seakan-akan beratlah yang menentukan perbedaan kecepatan jatuh kedua benda tersebut. Tetapi untuk kertas yang berbentuk lembaran dan gumpalan, perbedaan berat tersebut tidak dapat diterima dan tidak bisa menjadi alasan yang menyebabkan kecepatan jatuh kedua kertas tersebut berbeda. Karena kedua kertas tersebut memiliki berat yang sama.

Yang berbeda hanyalah bentuknya, yang satu berbentuk lembaran dan satunya berbentuk gumpalan. Nah, dapat disimpulkan bahwa berat suatu benda tidak mempengaruhi kecepatan jatuh suatu benda, tidak mempengaruhi gaya gravitasi bumi sebagai pemicu benda jatuh dan memiliki kecepatan jatuh. Akan tetapi bentuklah yang berpengaruh pada kecepatan jatuh benda. Mengapa bentuk? Bukannya berat benda? Jika kita melihat dua kertas yang sama beratnya, yang satu berbentuk lembaran dan apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi berbentuk gumpalan jatuh bersama-sama.

Maka didapatkan gumpalan kertas lah yang jatuh duluan ke tanah. Hal ini dikarenakan luas permukaan gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan kertas lembaran. Sehingga, gesekan udara terhadap gumpalan kertas lebih kecil dibandingkan terhadap kertas lembaran.

Kertas yang berbentuk lembaran akan mendapatkan gaya gesek udara yang lebih besar, karena luasan yang lebih besar dan lebar, gaya gesek ini bersifat menahan dan berlawanan dengan arah gaya gravitasi, sehingga gerak jatuh kertas lembaran akan lebih lambat dibandingkan kertas gumpalan. Bagaimana jika bumi tidak memiliki gaya gravitasi? Sudah tentu kita akan melayang-layang dan terlempar ke ruang angkasa, karena kita tidak memiliki berat.

Tidak hanya kita manusia, benda hidup maupun benda mati lainnya juga akan seperti itu. Sungai, danau, dan lautan akan mengering karena air dengan mudah menghilang ke angkasa. Lapisan atmosfer bumi yang terdiri dari berbagai macam gas akan habis terbang ke angkasa. Batu-batu akan beterbangan seperti halnya balon gas yang terus menuju angkasa. Hukum Gravitasi Newton Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara keduanya itu akan timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa.

Besarnya gaya gravitasi ini sesuai dengan hokum Newton yang bunyinya sebagai berikut; “Semua benda di alam akan menarik benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali massa partikel tersebut berbanding terbalik dengan kuadrat jarak nya”.

Permasalahan di atas telah dikaji oleh Sir Isaac Newton pada abad 16 masehi. Newton mengemukakan, bahwa ternyata ada suatu ”gaya pada suatu jarak” yang memungkinkan dua benda atau lebih untuk berinteraksi. Istilah tersebut oleh Michael Faraday, pada abad 18 diubah menjadi istilah ”medan”.

Adapun apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi medan adalah tempat di sekitar suatu besaran fisis yang masih dipengaruhi oleh besaran tersebut dalam suatu entitas Tertentu. Sebagai contoh, gaya gravitasi akan bekerja pada massa suatu benda yang masih berada dalam medan gravitasi suatu benda atau planet. Jika medan gravitasi sudah dapat diabaikan, maka sebuah massa yang berada di sekitar besaran benda tersebut tidak dapat dipengaruhi.

Dengan demikian, dapatlah kamu pahami, mengapa daun yang massanya lebih kecil dibanding bulan yang massanya jauh lebih besar dapat ditarik bumi. Dalam penelitiannya, Newton menyimpulkan, bahwa gaya gravitasi atau gaya tarik-menarik dapat berlaku secara universal dan sebanding oleh massa masing- masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda.

Tarikan gravitasi dinyatakan oleh Isaac Newton melalui tulisannya di jurnal Philosophiae Naturalis Principia Mathematica pada 5 Juli 1687 dalam bentuk rumus berikut: Keterangan : • F merupakan besarnya gaya gravitasi antara dua massa tersebut, • G merupakan konstante gravitasi, • m1 merupakan massa dari benda pertama • m2 merupakan massa dari benda kedua, dan • r merupakan jarak antara dua massa tersebut.

Hukum Gravitasi Universal Kita dapat menjabarkan, dengan cara yang sederhana, hukum gravitasi universal dengan memulainya dari fakta-fakta empiris yang telah ditemuka Kepler. Untuk memudahkan analisa kita anggap bahwa planet-planet bergerak dalam lintasan yang berbentuk lingkaran dengan jejari r, dengan kelajuan konstan v.

Karena planet bergerak dalam lintasan lingkaran maka planet mengalami percepatan sentripetal yang besarnya diberikan oleh : dengan T adalah periode planet mengelilingi matahari. Percepatan ini tentunya disebabkan oleh suatu gaya yang mengarah ke pusat lingkaran (ke matahari).

Besar gaya ini tentunya sama dengan massa planet m dikali percepatan sentripetalnya, sehingga besar gaya tadi dapat dirumuskan sebagai : Hukum Kepler ketiga dapat kita tuliskan sebagai : dengan k adalah suatu konstanta kesebandinga.

Dengan persamaan hukum Kepler ketiga ini, besar gaya pada persamaan 2 dapat ditulis sebagai : dengan k 0 adalah suatu konstanta.

Karena gaya ini mengarah ke pusat lingkaran, yaitu ke matahari, tentunya logis bila dianggap bahwa gaya tersebut disebabkan oleh matahari. Berdasarkan hukum ketiga Newton, tentunya akan ada gaya juga yang bekerja pada matahari oleh planet, yang besarnya sama dengan gaya di pers.

(4). Tetapi karena sekarang bekerja pada matahari, tentunya konstanta k 0 di pers. (4) mengandung massa matahari M sehingga logis bila diasumsikan bahwa terdapat gaya yang saling tarik menarik antara planet dan matahari yang besarnya diberikan oleh : Newton, setelah mengamati hal yang sama pada bulan dan pada benda-benda yang jatuh bebas di permukaan bumi, menyimpulkan bahwa gaya tarik menarik tadi berlaku secara universal untuk sembarang benda.

Gaya tadi kemudian dinamai sebagai gaya gravitasi. Jadi antara dua benda bermassa m1 dan m2 yang terpisah sejauh r terdapat gaya gravitasi yang perumusannya diberikan oleh : dengan ^r12 adalah vektor satuan yang berarah dari benda pertama ke benda kedua.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

(Notasi 12, berarti pada benda pertama oleh benda kedua). Konstanta G dalam persamaan gravitasi universal, dapat ditentukan melalui eksperimen. Pengukuran yang teliti untuk nilai G dilakukan oleh Cavendish. Sekarang nilai konstanta gravitasi universal diberikan oleh : Dalam penjabaran di atas, diasumsikan bahwa benda pertama dan kedua adalah suatu titik massa.

Untuk benda yang besar, yang tidak dapat dianggap sebagai titik massa maka sumbangan dari masing-masing elemen massa harus diperhitungkan. Untuk itu diperlukan perhitungan-perhitungan kalkulus integral. Salah satu hasil capaian Newton, dia berhasil menunjukkan, dengan bantuan kalkulus integral, bahwa sebuah benda berbentuk bola (juga kulit bola) dengan distribusi massa yang homogen, akan memberikan gaya gravitasi ada sebuah titik massa di luar bola tadi dengan massa bola seolah-olah terkonsentrasi pada titik pusat bola.

Dengan ini kita dapat misalnya menganggap gaya gravitasi bumi seolah-olah disebabkan oleh sebuah titik massa yang berada pada pusat bumi.

Hukum Kepler kedua, untuk kasus lintasan planet yang berbentuk lingkaran, hanya menunjukkan bahwa kelajuan planet mengelilingi matahari konstan.

Tetapi untuk kasus lintasan yang sesungguhnya, yaitu yang berbentuk elips, hukum kedua Kepler menunjukkan tentang kekekalan momentum sudut. Lihat gambar Daerah yang disapu oleh garis yang menghubungkan planet dengan matahari dalam suatu selang waktu Δt diberikan oleh : sehingga pernyataan bahwa untuk selang waktu yang sama daerah yang disapu sama, sama dengan menyatakan bahwa besaran berikut ini konstan Tetapi bila ini kita kalikan dengan massa planet, akan kita dapatkan bahwa besaran m!r2 yang tidak lain sama dengan besar total momentum sudut sistem (dengan matahari sebagai titik referensi).

Jadi dalam sistem planet matahari, gaya gravitasi tidak menimbulkan perubahan momentum sudut. Percepatan Gravitasi Percepatan gravitasi disebut juga kuat medan gravitasi. Percepatan gravitasi adalah percepatan suatu benda akibat gaya gravitasi.

Gaya gravitasi bumi tidak lain merupakan berat benda, yaitu besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda. Jika massa bumi M dengan jari-jari R, maka besarnya gaya gravitasi bumi pada benda yang bermassa m dirumuskan: Keterangan: g = percepatan gravitasi (m/s 2) M = massa benda 1 (kg) R = jri-jri bumi (m) G = konstanta gravitasi (6,67 x 10 -11) N.m 2/kg 2 • Percepatan gravitasi pada ketinggian tertentu Apabila suatu benda berada pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut: Keterangan: G= percepatan gravitasi (m/s 2) M B = massa bumi R= jari-jari bumi (m) h = ketinggian benda dari permukaan bumi (m) • Percepatan gravitasi pada kedalaman tertentu Apabila suatu benda berada pada kedalaman tertentu (d) dari permukaan bumi maka percepatan gravitasinya dapat kita tentukan sebagai berikut: Misalkan massa jenis rata-rata bumi adalah ρ, maka massa bumi yang bagian dalam dapat dicari sebagai berikut: Maka percepatan gravitasi pada kedalam d adalah: Penerapan Hukum Gravitasi Newton Berikut ini terdapat beberapa penerapan hukum gravitasi newton, terdiri atas: • Menentukan massa bumi Jika massa bumi m B dan jari-jari bumi R= 6,38 x 10 6 m, maka massa bumi dapat dicari dari persamaan : • Menentukan massa matahari Sudah diketahui bahwa jari-jari rata-rata orbit bumi adalah 1,5×10 11 m, dan periode bimi mengelilingi matahari adalah 1 tahun (3×10 7 s).

Dengan menyamakan gaya gravitasi matahari dan gaya sentripetal maka didapatkan: Contoh Soal Gravitasi Bumi Contoh Soal 1: Sebuah satelit penelitian bermassa 200 kg mengorbit bumi dengan apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi 30000 km diukur dari pusat bumi.

Hitung gaya gravitasi bumi yang bekerja pada satelit tersebut. (m B= 5,98. 10 24 kg) Diket : m s = 200 kg m B = 5,98.

10 24 kg r s = 30000 km = 3.

apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi

10 7 meter Dit: F = ? Jawab: Contoh Soal 2: Hitung gaya gravitasi total pada bulan (m b = 7,35. 10 22 kg) akibat gaya tarik bumi (m B = 5,98. 10 24 kg) dan matahari (m M = 1,99 .10 30 kg), dengan menganggap posisi ketiganya membentuk sudut siku-siku satu sama lain dengan bulan berada pada sudut siku-sikunya (perhatiakn gambar) Diketahui jarak bulan-bumi = 3,84 .10 8 meter dan jarak bulan-matahari = 1,5.

10 11 meter. Keterangan: F bB = gaya gravitasi pada bulan oleh bumi F bM = gaya gravitasi pada bulan oleh matahari F b = gaya gravitasi total pada bulan Jawab: Gaya gravitasi antara bulan dengan bumi (F bB) Contoh Soal 3: Jika percepatan gravitasi dipermukaan bumi 9,8 m/s 2, berapakah percepatan gravitasi di suatu tempat yang mempunyai jarak R dari permukaan bumi dimana R adalah jari-jari bumi.

Diket : h = R g = 9,8 m/s 2 Dit : g’=. ? Jawab: Contoh Soal 4: Sebuah benda dipermukaan bumi beratnya 60 N. Benda tersebut kemudian dibawa ke suatu planet yang massanya 3 kali massa bumi (M P =3.M B) dan jari-jarinya 4 kali jari-jari bumi (R P= 4.

R B). Tentukan berat benda dipermukaan planet tersebut. Jawab: Daftar Pustaka: • Prof. Dr.H.Bayong Tjasyono HK.,DEA.2009. Ilmu kebumian dan Antariksa. Bandung : Pasca sarjana UPI.

• Raharto,M.2002 .Alam Semesta Sebagai Laboratorium Pendidikan : MIPA. • Rosidi, I. 1983. Jagat Raya.Jakarta : Ghalia Indonesia. • Satriawan,Mirza.2012. Fisika dasar. Fmipa : UPI. • Sunardi.1988.

Penelitian Anomali Bouger Percepatan Gravitasi Gunung. FMIPA : UGM. • Seminar IPBA. 2002. Pendidikan Sepanjang Hayat. : Fisika FPMIPA : UPI. • Tanudidjaja,M.M. 1996. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Demikianlah pembahasan mengenai Gravitasi Bumi – Pengertian, Hukum Newton, Universal, Rumus, Percepatan, Penerapan dan Contoh Soal semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Baca Artikel Lainnya: • Planet Bumi • Akibat Rotasi Bumi • Teori Pembentukan Bumi • Tata Surya – Teori, Susunan, Anggota, Struktur dan Gambar • Hukum Kepler 1 2 3 – Konsep, Rumus, Sejarah, Contoh Soal Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Fisika Ditag 9.8 m/s^2 meme, apa yang dimaksud dengan gaya mesin, apa yang dimaksud dengan kuat medan gravitasi, buku tentang gravitasi, contoh gaya gravitasi bumi, contoh gaya magnet, contoh gravitasi bumi, contoh soal gravitasi newton, contoh soal hukum gravitasi newton kelas 10, definisi gravitasi, faktor yang mempengaruhi percepatan gravitasi, gambar gaya gravitasi bumi, gaya fundamental alam semesta, gaya gravitasi newton, gravitasi bulan, Gravitasi Bumi, gravitasi terhadap benda kecil dan besar, hukum gravitasi newton, hukum newton gravitasi, kenapa bumi memiliki gravitasi, konversi satuan gravitasi, makalah percepatan gravitasi bumi, manfaat gravitasi bumi, mars gravitasi, materi gaya gravitasi sd, medan gravitasi, pembahasan percepatan gravitasi, pengaruh gravitasi bumi, pengertian gaya gravitasi dan contohnya, pengertian gaya pegas, pengertian kuat medan gravitasi, pengertian percepatan gravitasi, perbedaan gravitasi dan magnet bumi, percepatan gravitasi adalah, rumus gaya gravitasi bumi, rumus gravitasi, rumus gravitasi bumi, rumus percepatan gravitasi, rumus percepatan gravitasi bandul, rumus apa akibat gaya gravitasi bumi pada benda yang ada di bumi gravitasi brainly, rumus teori gravitasi, satuan besaran gaya dinyatakan dengan, satuan gaya gravitasi, satuan gravitasi, satuan gravitasi bumi, satuan gravitasi n/kg, satuan h, satuan ketinggian, satuan konstanta gravitasi, tarikan gravitasi, teori gravitasi bumi ditemukan oleh, teori interaksi antar wilayah adalah, tuliskan dan jelaskan bunyi hukum newton Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com

FISIKA KELAS X - HUKUM GRAVITASI NEWTON (PART 1)




2022 www.videocon.com