Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Dalam Dunia Drama atau Pertunjukan Terdapat Beberapa Hal yang Harus Diketahui. Berikut Tulisan Yang Merangkum Tanya Jawab Dan Penjelasan. Beritaku.Id, Budaya – Berikut beberapa soal yang akan dibahas dalam hubungannya dengan dunia Drama, pertunjukan dan sebagainya. Jawaban dari pertanyaan dengan tulisan di tebalkan. Lengkap penjelasan Berikut Tulisan Soal Dan Jawaban Yang Merangkum Seputar Drama Salah satu contoh pertunjukan.

Berikut Tanya Jawab Seputar Drama (Foto: Saibumi.com) Teknik Olah Tubuh Tehnik yang dilakukan untuk melatih daripada anggota tubuh agar mencapai titik lentur maksimal, kondisi stamina, dan daya melipat (refleksi) dari tubuh disebut….

A. Olah tubuh B. Olah fisik C. Olah pikiran D. Olah Perasaan E. Olah sukma Jawabannya adalah A. Olah Tubuh. Olah Tubuh. Berupa latihan dengan gerakan ringan, untuk memudahkan pemain, melakukan impersonate atas peran yang dijalankan. Sementara Olah Fisik, lebih cenderung kepada gerakan “kasar” seperti berlari pada pasukan. Olah Pikiran lebih kepada melatik konsentrasi dalam sebuah pertunjukan untuk fokus pada peran.

Olah Perasaan, tidak ada dalam dunia latihan teater. Olah Sukma, lebih kepada penjiwaan dan fokus peran yang akan dijalankan.

Untuk membantu fokus saat pentas dan tidak terpengaruh oleh lingkungan. Perpindahan Posisi Perpindahan posisi atau tempat pemain dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cara bejalan, berlari, atau bergulung-gulung disebut….

A. Movement B. Bussines C. Gesture D. Gait E. Detail Jawabannya adalah A. Movement Movement sama dengan kata Move dalam bahasa Inggris, yang berarti pindah. Dalam dunia drama disebut dengan perpindahan atau Movement. Gesture adalah merupakan salah satu dari komunikasi non verbal, yang menunjukkan sikap atau bahasa tubuh.

Gestur lebih menekankan pada posisi tubuh. Bussiness, Gait dan Detail, Tidak berhubungan erat dengan dunia drama Melatih Daya Konsentrasi Melatih daya konsentrasi agar terbiasa memusatkan pikiran terhadap sesuatu disebut….

A. Olah Vokal B. Olah tubuh C. Olah Fisik D. Olah sukma E. Latihan Pemanasan Jawabannya adalah D. Olah Sukma Penjelasan mengenai olah sukma, olah tubuh dan olah fisik silahkan kembali kepenjelasan nomor 1. Olah Vokal, merupakan suatu bentuk untuk melatih artikulasi pada mulut. Hal ini berhubungan dengan Fonetik dan Fonemik (Ilmu Fonologi). Untuk memperjelas ucapan sesuai dengan naskah drama. Latihan pemanasan, sama dengan olah tubuh Yang Memahami Intrepretasi Lakon Untuk mengetahui bentuk interpretasi atas lakon yang akan diperankan, maka seorang penata cahaya harus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan….

A. Penata panggung B. Produser C. Sutradara D. Penata cahaya E. Penata busana Jawabannya adalah C. Sutradara. Sutradara, memiliki peran mengatur seluruh pemain dan menyesuaika peran yang dimainkan, serta mengontrol pencahayaan. Sesuai dengan kebutuhan. Penata Panggung, memiliki tugas mempersiapkan properti diatas panggung, termasuk properti atau kebutuhan pemain ketika tampil.

Produser, memiliki tugas dalam hal produksi dan kebutuhan Naskah. Sementara yang melaksanakan secara tekhnis adalah Sutradara.

Penata Cahaya, mengetus, mengendalikan pencahayaan diatas panggung Penata Busana, mengatus pakaian dan make up pemain yang akan pentas. Bentuk Wayang dan Orang Suatu pementasan dengan bentuk Wayang orang, wayang kulit, maka hal itu termasuk jenis teater…. A. Tradisional B. Kombinasi C. Nontradisional D. Kontenporer E. Kolosal Jawabannya adalah A.

Tradisional. Teater Tradisional adalah suatu bentuk pementasan, dengan peran yang berbentuk tradisional. Dan tidak memakai pencahayaan berlebihan. Selain kebutuhan fokus lighting di panggung (terbatas). Simbol Pada Pertunjukan Saat pertunjukan teater, Simbol yang Nampak pada penglihatan penonton adalah….

A. Simbol visual B. Simbol auditif C. Simbol verbal D. Simbol audiovisual E. Simbol nonverbal Jawaban A. Simbol Visual Simbol Visual adalah sebuah simbol yang tampak berbentuk ekspresi daripada pemain. Sementara Simbol auditif, tidak ada sebab audio tidak bisa disimbolkan.

Melainkan, jika simbol auditif tersebut di ekspresikan, maka hal itu menjadi simbol visual. Misalnya: Seorang pemain yang menempatkan telepak tangannya dibelakang daun telinga. Adalah pertanda suaranya tidak didengar. Tema Cerita Jaka Tingkir Tema sebuah cerita yang terdapat pada cerita rakyat dengan judul “Jaka Tingkir” yaitu….

A. Kasih ibu sepanjang jalan B. Anak durhaka C. Cinta tak kenal perbedaan D. Balas dendam E. Cinta terlarang Jawabannya adalah D Balas Dendam Warna Sekunder adalah Sebutkan Yang termasuk daripada warna sekunder adalah….

A. Hijau-biru B. Kuning-kuning C. Hitam-putih D. Ungu E. Merah Jawabannya adalah D Ungu Teori warna: • Warna Primer (Pokok), merupakan warna dasar yang bukan merupakan campuran warna apapun. Yaitu: Merah Kuning Biru • Warna Sekunder (Gabungan 2 Warna Pokok), Yakni: Biru + Merah Menghasilkan Ungu, Biru + kuning menghasilkan hijau, kuning merah menghasilkan orange.

Simbol Dengan Ucapan Simbol yang di ungkapkan dengan kata-kata, baik oleh pemain, narrator, maupun dalang adalah…. A. Simbol visual B. Simbol verbal C. Simbol auditif D. Simbil nonverbal E.

Simbol audiovisual Jawabannya adalah B Simbol Verbal Simbol Visual adalah apa yang terlihat dengan mata, atau terlihat hingga memiliki makna dalam sebuah pementasan. Simbol Verbal adalah dengan kata-kata yang diucapkan dari mulut. Simbol Non Verbal, sama dengan visual. Sementara simbol auditif adalah sebuah simbol yang terdengar dari pengucapan pemain pada sebuah pentas. Simbol non verbal adalah simbol tanpa suara (selain dari suara). Tujuan Nada, Lirik Dan Lagu Semua nada, lirik dan lagu dalam petunjukan teater secara sengaja diciptakan dengan tujuan….

A. Agar petunjukan teater memukau penonton B. Agar petunjukan teater banyak penggemar C. Untuk memperkuat komunikasi makna D. Agar suasana teater lebih lebih hidup atau tidak monoton E.

Semua jawaban benar Jawabannya adalah C. Untuk memperkuat komunikasi makna. Karya Sastra Yang Hidup Dan Indah Teknik pengolahan bahasa oleh pengarang dalam upaya menghasilkan karya sastra teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah hidup dan indah disebut….

A. Gaya bahasa B. Diksi C. Idiom D. Peribahasa E. Majas Jawabannya adalah A. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah style seorang pengarang dalam menulis yang menciptakan ciri khas. Diksi adalah pemilihan kata yang tepat, sehingga selaras dengan penggunaannya. Dan Maknanya. Idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata yang maknanya sudah menyatu. Tempo Lambat Atau Cepat Tempo pengucapan suara, cepat-lambat-sedang dalam sebuah kalimat disebut juga…. A. Intonasi B.

Dinamika C. Artikulasi D. Power E. Olah suara Jawabannya adalah C Artikulasi Intonasi merupakan penekanan pada suku-suku kata, untuk memperjelas makna.

Dinamika dalam KBBI adalah: bagian ilmu fisika yang berhubungan dengan benda yang bergerak dan tenaga yang menggerakkan. Artikulasi, merupakan kejelasan pengucapan kata dengan kata lainnya, sehingga memberikan efek makna pada apa yang terucapkan. Power merupakan kekuatan yang terdapat dalam sebuah dialog maupun percakapan. Olah suara merupakan proses untuk melakukan teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah kemampuan suara agar memiliki kemampuan mengucapkan sesuatu dan ketersesuaian antara kata dan makna dengan intonasi.

Teater Dari Jawa Timur Teater tradisional dari Jawa Timur yaitu…. A. Longser B. Ludruk C. Tanjidor D. Wayang golek E. Ketoprak Jawabannya B Ludruk. Longser merupakan kesenian asal tatar Sunda pada daerah Priangan, Jawa Barat. Ludruk merupakan teater tradisional asal Jawa Timur, dengan pementasan tanpa naskah, menggunakan iringan musik gamelan dan tembang khas Jula Juli.

Tanjidor, merupakan kesenian khas Betawi sejak abada XIX. Asal Kesenian Wayang golek adalah dari Cirebon hingga Banten, kawasan Jawa Barat.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Sementara itu, Asal Kesenian Ketoprak adalah Surakarta dan berkembang pesat pada daerah Djogjakarta. Teater Transisi Contoh teater transisi adalah…. A. Komedi stambul B.

Wayang kulit C. Wayang golek D. Wayang orang E. Ludruk Jawabannya A. Komedi Stambul. Pengertian Teater Transisi adalah merupakan sebuah bentuk teater yang telah mengfalami perubahan bentuk. Dari tradisional menjadi modern. Karena adanya perubahan atau pengaruh budaya. Teater Tradisional Betawi Teater tradisional betawi adalah…. A. Tanjidor B.

Ketoprak C. Lenong D. Longser E. Ludruk Jawabannya C Lenong Tandijor merupakan sebuah pementasan musik, tidak masuk dalam kategori teater. Meskipun alat musik ini berasa dan kita kenal pada daerah betawi tersebut. Ketoprak merupakan salah satu jenis makanan khas Betawi. Lenong merupakan sebuah tater atau pementasan dari Betawi dengan menggunakan alur cerita dan bahasa Betawi.

Longser merupakan kesenian asal tatar Sunda pada daerah Priangan, Jawa Barat. Ludruk merupakan teater tradisional asal Jawa Timur, dengan pementasan tanpa naskah, menggunakan iringan musik gamelan dan tembang khas Jula Juli. Ciri-ciri teater tradisional Ciri-ciri teater tradisional adalah…. A. Ada naskah baku B. Karya seni bersifat temporal C.

Tidak teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah penciptanya D. Diketahui penciptanya E. Penonton bersifat khusus dan membayarnya Jawabannya C Tidak diketahui penciptanya. Naskah baku, bermakna tertulis. Sementara itu teater tradisional meski tidak memiliki naskah namun para pelakon teater menghafal isi naskah (tidak tertulis). Karya seni bersifat temporal maksudnya adalah keberadaannya berubah-ubah, seperti naskah berubah dan sebagainya.

Hal itu ciri dari teater modern. Tidak diketahui penciptanya, bahkan para pemain hanya menyebut bahwa kesenian tersebut merupakan karya dari nenek moyang mereka.

Sebab secara tradisional jenis teater ini tidak melengkapi siapa yang menjadi penggagas kesenian tersebut. Diketahui penciptanya, merupakan ciri teater modern. Hal itu terjadi karena teater modern lahir pada masa teknologi telah maju dan manusia sudah mengela istilah tulis menulis. Penonton bersifat khusus dan membayarnya, sama dengan ticketing. Pada masa lampau atau tradisional tidak mengenal istilah bayar membayar, mereka seniman yang tidak bertanya honor, sebab baginya berkesenian adalah berpengabdian.

Bentuk Teater Tradisional Jepang Salah satu contoh bentuk teater tradisional jepang adalah…. A. Opera peking B. Kabuki C. Assam’ankiya nat’ D. Ludruk E. Lenong Jawabannya B, Kabuki Opera peking merupakan salah satu jenis teater asal Tiongkok, bisa juga kita kenal dengan nama Opera Beijing.

Kabuki merupakan sebuah seni tradisional asal Jepang, dengan penampilan pakaian mewah. Jenis teaer ini telah mendapatkan pengakuan dari kementrian pendidikan Jepang sebagai warisan budaya non bendari pada Unesco.

Assam’ankiya nat’, membaca namanya, maka jenis teater ini berasal dari India dengan lakon peran orang suci dan sosial Srimanta Sankardeva. Lenong merupakan sebuah tater atau pementasan dari Betawi dengan menggunakan alur cerita dan bahasa Betawi.

Ludruk merupakan teater tradisional teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah Jawa Timur, dengan pementasan tanpa naskah, menggunakan iringan musik gamelan dan tembang khas Jula Juli. Tulisan Drama Teater Dinamika Tulisan yang merangkum semua cerita yang terdapat dalam drama teater dinamika…. A. Sinopsis B. Narasi C.

Narator D. Naskah E. Dialog Jawabannya: A Sinopsi adalah rangkuman dari seluruh cerita Narasi adalah Berdasarkan dari pengertiannya, merupakan sesuatu yang bercerita tentang suatu kronologi secara berurutan Selanjutnya, Narator adalah yang mebuat narasi Naskah adalah keseluruhan cerita dan dialog secara lenglap sebuah Drama Dialog adalah percakapan dalam sebuah pentas Kata-kata yang digunakan dalam bahasa drama harus dipilih sedemikian rupa sehingga terungkap semua gagasan dan perasaan pengarang serta mudah diterima oleh pembaca, pendengar, atau penonton dinamakan….

A. Gaya bahasa B. Diksi C. Idiom D. Majas E. Peribahasa Jawabannya Irama suara dengan penekanan mengucapkan kata-kata sehingga dihasilkan pengucapan yang tidak monoton disebut…. A. Intonasi B. Dinamika C. Artikulasi D. Power E. Olah suara Jawabannya Teater yang menekankan pada tooh untuk melakukan dialog adalah…. A. Teater non verbal B. Teater verbal C. Teater teatrikal D. Teater tradisional E. Teater modern Jawabannya Teater dapat diartikan sebagai…. A.

Tempat bermain B. Tempat berperan C. Tempat beristirahat D. Tempat bertemu E. Tempat pertunjukan Jawabannya Di bawah ini yang termasuk unsur-unsur pertunjukan tater, kecuali….

A. Irama B. Naskah C. Panggung D. Sutradara E. Pemain Jawabannya Kata “tidak” dalam teks naskah dapat menggunakan bahasa tubuh dengan cara…. A. Menganggukan kepala B. Menggelengkan kepala C. Menengadahkan kepala D. Mengangkat tangan E. Melambaikan tangan Jawabannya Kata “ya” dalam naskah drama dapat menggunakan bahasa tubuh dengan….

A. Anggukan kepala B. Menggelangkan kepala C. Melambaikan tanggan D. Mengepalkan tangan E. Menundukan kepala Jawabannya Seorang pemain teater membutuhkan riasan untuk memperkuat karakter tokoh yang diperankannya. Hal ini menjadi tugas tim…. A. Pemain B. Tata busana C. Kostum D. Dekorasi E. Tata rias Jawabannya Warna hijau merupakan simbol dari…. A. Kesucian B. Keberanian C. Kesedihan D.

Ketenangan E. Kesuburan Jawabannya Tugas pemeran dalam teater adalah…. A. Menonton drama B. Memainkan peran sesuai arahan C. Mempersiapkan kostum D. Mempersiapkan setting tempat E. Pengatur jalannya teater Jawabannya Tokoh utama dalam teater diebut….

A. Protagonis B. Antagonis C. Foil D. Tetragonis E. Compiden Jawabannya Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah…. A. Teater modern B. Teater klasik C. Teater rakyat D.

Teater transisi E. Teater campuran Jawabannya Dalam seni teater gerakan badan dengan anggotannya ke kiri dan ke kanan, berputar ke belakang dengan salah satu kaki sebagai porosnya disebut….

A. Movements B. Gestures C. Bussines D. Gait E. Detail Jawabannya Ludruk adalah teater tradisional yang berasal dari daerah…. A. Jawa timur B. Bali C. Banten D. Jawa tengah E. Jawa barat Jawabannya Semua unsur yang mendukung alur cerita seperti lokasi kejadian, waktu kejadian, serta suasana atau kondisi kejadian disebut…. A. Dialog B. Narator C. Setting D. Petunjuk E.

Tokoh drama Jawabannya Kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis disebut…. A. Teater B.

Ketoprak C. Sinetron D. Sendratari E. Film Jawabannya Tulisan yang merangkum semua cerita yang terdapat dalam drama teater dinamakan…. A. Sinopsis B. Narasi Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah. Narator D. Naskah E. Dialog Jawabannya Unsur berikut yang paling berpengaruh dalam keberhasilan pementasan drama adalah….

A. Naskah B. Sutradara C. Panggung D. Penonton E. Pemain Jawabannya Bentuk panggung yang dibatasi oleh nyekat disebut…. A. Amphiteater B. Arena C. Panggung D. Panggung terbuka E. Panggung biasa Jawabannya Perlengkapan yang digunakan untuk mendukung pertunjukan drama teater disebut…. A. Aksesoris B. Tata busana C. Tata dekorasi D.

Tata panggung E. Properti Jawabannya Teknik mengolah perasaan, emosi dan rasa yang berkaitan dengan psikologis dengan konsentrasi pikiran penuh disebut….

A. Olah tubuh B. Olah vocal C. Olah sukma D. Olah rasa E. Olah pikiran Jawabannya Pemimpin dalam pementasan teater adalah…. A. Pemain B. Figuran C. Sutradara D. Produser E. Direktur Jawabannya Posting pada Beritaku Ditag Apa Itu Drama, cinta yang terlarang drama, contoh naskah drama cinta terlarang, drama china tentang cinta terlarang, drama cinta terlarang korea, drama jepang tentang cinta terlarang, drama korea bertema cinta terlarang, drama korea cinta terlarang, drama korea tema cinta terlarang, drama korea tentang cinta terlarang, drama tentang cinta terlarang, drama thailand cinta terlarang, drama turki cinta terlarang, film drama cinta terlarang, judul drama korea tentang cinta terlarang, naskah drama cinta terlarang, Tanya Jawab Seputar Teater, Tulisan Yang Merangkum Navigasi pos Akhir Tahun 2020, Beritaku.id Di Bawah PT Kaishar Mandiri Telah Melakukan Pembenahan Manajemen.

Berikut daftar karyawan, kategori penulis tetap dan Editor, hasil rekruitmen akhir tahun 2020: Novianti, Jakarta Riska Putri, Kaltim, Sri Damara, NAD Tika Yanti, Djogjakarta Ulfiana, Jawa Timur Sofyani, Jawa Timur Veronika, Jakarta Elsa, Djogjakarta Luluk, Jawa Barat Umu Latifah, Jawa Barat Nur Rahma, Jawa Barat Retno, Jawa Barat Annisa, Jawa Tengah Editor Utama: Ayu Maesaroh, Jawa Tengah Editor: Luthfi Dan May Pengertian, Jenis, Bentuk dan Teknik Pementasan Teater & Kreatifitas Serta Unsurnya A.

Pengertian Pementasan Teater Tradisional Kata teater secara etimologis berasal dari bahasa Inggris “ Theatre” dan bahasa Yunani “ Theaomai” yang berarti dengan takjub melihat dan mendengar. Kemudian kata teater ini berubah menjadi “Theatron” yang mengandung pengertian. a. Gedung Pertunjukan atau Pentas pada zaman Thucydides, 471-395 SM. dan zaman Plato, 428-424 SM. b. Publik/ Auditorium atau tempat penonton pada zaman Herodotus, 490/480-424 SM. 1. Arti Teater Dalam Pengertian Umum Dan Sempit Pengertian teater dapat dibagi dalam pengertian umum dan sempit.

Teater dalam pengertian umum adalah suatu kegiatan manusia dalam menggunakan tubuh atau benda-benda yang dapat digerakan, di mana suara, musik dan tarian sebagai media utamanya untuk mengekspresikan cita, rasa dan karsa seni. 2. Teater Dalam Pengertian Luas Teater dalam arti luas adalah segala tontonan yang dipertunjukan di depan orang banyak, misalnya :Wayang Wong, Pementasan Topeng, Wayang Golek, Wayang Kulit, Wayang, Ketoprak, Ludruk, Srandul, Randai, Longser, Akrobatik, Sepak Bola, dan berbagai pertunjukan musik atau Karawitan, Karnaval Seni, dst.

Sedangkan dalam arti sempit teater adalah Drama. 3. Istilah Drama dalam bahasa Yunani Istilah Drama dalam bahasa Yunani “ Dran” atau “Draomai” yang berarti beraksi, berbuat, bertindak, berlaku. Dalam istilah yang umum, drama adalah salah satu bentuk teater yang memakai lakon dengan cara bercakap-cakap atau gerak-gerik di atas pentas yang ditunjang oleh beberapa unsur artistik pementasan.

Inti atau dasar dari drama itu sendiri adalah konflik atau pertentangan, antara peran tokoh dengan dengan dirinya sendiri, dan peran tokoh dengan masyarakat atau lingkungan. 4. Apakah Drama adalah kisah hidup? Drama adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang di ceritakan di atas pentas, disaksikan oleh orang banyak atau penonton dengan media: percakapan, gerak dan laku dengan tata pentas atau dekor (layar dst.) didasarkan pada naskah tertulis atau tidak tertulis dengan atau tanpa musik, nyanyian, dan atau tarian.

Pementasan teater secara umum, merupakan proses komunikasi atau peristiwa interaksi antara pementasan teater dengan penontonya yang dibangun oleh suatu sistem pengelolaan, yakni manajemen seni pementasan. Daftar Terkait : MATERI/PELAJARAN SENI BUDAYA KURIKULUM 2013 (K13) UNTUK SMA / MA / SMK / MAK KELAS X • Pengertian, Manfaat, Tujuan dan Fungsi Pameran Karya Seni Rupa • Arti, Jenis, Fungsi, dan Cara Menulis Kritik Karya Seni Rupa • Pengertian, Teknik dan Prosedur Pertunjukan Musik • Pengertian, Jenis, Langkah, dan Mengomunikasikan Kritik Musik • Arti, Bentuk, Jenis dan Nilai Estetis Kritik Tari • Pengertian, Unsur, Teknik, Kreativitas dan Merancang Pementasan Teater • Tahap Pelaksanaan Merancang Pementasan Teater • Arti, Jenis, Bentuk, Teknik Pementasan Teater -Kreatifitas Serta Unsurnya B.

Ragam Jenis Teater Tradisional Indonesia sebagai negara yang kita cintai, dalam kekayaan seninya memiliki keragaman jenis dan bentuk dengan kekhasan dan keunikan tersendiri. Keragaman jenis dan bentuk, baik tari, musik dan teater tradisional tumbuh dan berkembang yang tidak lepas fungsi seninya.

Salah satunya pementasan teater tradisional, baik teater rakyat maupun teater istana memiliki fungsi sebagai media upacara dan hiburan bagi masyarakat pendukungnya. 1. Apa Nama Lain Dari Teater tradisional?

Teater tradisional sering juga disebut dengan “Teater Daerah” merupakan suatu bentuk teater yang bersumber, berakar dan telah dirasakan fungsi seninya sebagai milik masyarakat pendukungnya.

Pengolahannya didasarkan atas cita rasa masyarakat pendukungnya. Teater tradisional mempunyai ciri-ciri yang spesifik bersifat kedaerahan dan menggambarkan kebudayaan lingkungannya. 2. Ciri-Ciri Utama Teater Tradisional Ada 7 Ciri-ciri utama teater tradisional, antara lain sebagai berikut. • Menggunakan bahasa daerah. • Dilakukan secara improvisasi. • Ada unsur nyanyian dan tarian. • Diiringi tetabuhaan (musik daerah). • Dagelan/ banyolan selalu mewarnai.

• Adanya keakraban antara pemain dan penonton. • Suasana santai. 3. Ragam Jenis Teater Tradisional Menurut Durachman (2009) Ragam jenis teater tradisional yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia, menurut Durachman (2009) dapat dibedakan menjadi bagian, yakni; teater tradisional rakyat dan teater tradisional istana. 1. Teater Tradisional Rakyat Teater tradisional rakyat hadir dari spontanitas kehidupan dalam masyarakat, dihayati oleh masyarakat dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.

Kehadiran teater tradisional rakyat umumnya karena dorongan kebutuhan masyarakat terhadap suatu hiburan, kemudian meningkat untuk kepentingan lain seperti; kebutuhan akan mengisi upacara dan ceremonial keadatan. Ciri-Ciri Teater Tradisional Rakyat Terkait ciri-ciri teater tradisional rakyat yang memiliki perbedaan dengan teater tradisional istana, Sumardjo, (2004) mengungkapkan sebagai berikut.

Ciri-ciri umum teater rakyat adalah • cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah, dongeng, mitologi atau kehidupan sehari-hari, • penyajian dengan dialog, tarian dan nyanyian, • unsur lawakan selalu muncul, • nilai dari pelaku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus, yakni tertawa dan menangis, • pementasan mempergunakan tetabuhan atau musik tradisional, • penonton mengikuti pementasan secara santai dan akrab, dan bahkan tidak terelakan adanya dialog langsung antara pelaku dan publiknya, • mempergunakan bahasa daerah, • tempat pementasan terbuka dalam bentuk arena (dikelilingi penonton).

Ragam Jenis Teater Tradisional Rakyat Adapun ragam jenis teater tradisional rakyat yang ada di wilayah Indonesia, diantaranya dapat dikemukan sebagai berikut. • Riau : Makyong dan Mendu, dst. • Sumatra Barat : Randai dan Bakaba, dst. • Kalimantan : Mamanda dan Tatayungan, Hudo, dst. • Bali : Topeng Arja, Topeng Cupak, Topeng Prembon, dst. • Sulawesi : Sinrilli, dst.

• Jawa Barat : Longser, Pantun Sunda, Topeng Cirebon, Topeng Banjet, Banjet, Topeng Cisalak, Uyeg, Manorek, dst. • DKI Jakarta : Lenong, Topeng Betawi,dst. • Banten : Ubrug, dst. • JawaTengah : Srandul, Ketoprak, dst. • Jawa Timur : Ludruk, Ketoprak, Topeng Malangan, Kentrungan, Topeng,Wayang Gambuh, Gambuh, dst. 2. Teater Tradisional Istana Teater tradisional istana adalah suatu suatu jenis teater tradisional dalam perkembangan seni yang telah mencapai tingkat tinggi baik teknis maupun coraknya.

Kemapanan dari jenis teater istana ini sebagai akibat dari adanya pembinaan yang terus menerus dari kalangan atas, seperti; raja, bangsawan atau tingkat sosial lainnya. Oleh karena itu jenis teater istana kebanyakan lahir dilingkungan istana (pusat kerajaan). Untuk jenis teater tradisional istana dapat dikemukan sebagai berikut, misalnya : Wayang Golek, Wayang Kulit, Wayang Cepak (Jawa Barat); Wayang Kulit dan Wayang Orang (Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Cara pementasan teater istana memiliki aturan yang ketat dan tidak sebebas teater rakyat. Teater istana harus menuruti aturan-aturan etis (tata kesopanan) dan estetis (nilai keindahan) yang telah digariskan berdasarkan aturan yang baku.

Terkait dengan pementasan teater tradisional istana Sumardjo, (2004) mengungkapkan sebagai berikut. Ciri-ciri umum teater istana Ciri-ciri umum teater istana adalah • adanya sumber cerita atau naskah baku dan digarap bersumber cerita ramayana, mahabarata, cerita panji, • penyajian dengan dialog, tarian dan nyanyian, • nilai dari pelaku dramatik dilakukan secara baku, • pementasan mempergunakan tetabuhan atau musik yang lebih lengkap dan rumit, • penonton mengikuti pementasan secara hidmat dan berjarak, • mempergunakan bahasa baku sangsekerta, kawi, • tempat pementasan bersifat khusus (dalam istana, pendopo) dengan penonton keluarga istana dan tamu kehormatan).

Berdasarkan perbedaan ciri-ciri pokok seni dan hubungan seni yang mendasari pementasannya dapat disimpulkan bahwa teater tradisional keberadaan seninya tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat pendukungnya, baik masyarakat suku pedalaman, masyarakat pedesaan, perkampungan (pertanian huma dan pesawahan) dan masyarakat istana atau pendopo atau istana.

Nilai Seni Dalam Pementasan Teater Dalam pementasan teater selalu menghadirkan nilai seni. Nilai seni dalam pementasan teater adalah makna, yang disampaikan melalui media atau sarana dalam bentuk simbol seni. Nilai di dalam simbol seni dapat dibagi menjadi nilai bentuk dan nilai isi, nilai moral.

Nilai estetis adalah nilai bentuk, bersifat subjektif. Adapun nilai isi, nilai pesan bersifat objektif. Nilai estetis bersifat subjektif. Artinya, sangat tergantung kepada orang yang menilainya. Oleh karena itu nilai estetis yang ditampilkan sang kreator atau pelaku seni sangatlah berbeda tergantung ukuran nilai estetis dari sundut pandang mana mereka ketika menikmati atau mengapresiasi pementasan teater. Berbicara nilai estetis atau nilai keindahan yang dipancarkan pementasan seni oleh para pelakunya, termasuk pementasan teater dapat dianalisis melalui unsur dan struktur pembentuk seninya.

Hal ini terjadi, disebabkan oleh sifat seni pementasan teater hadir karena ciri-ciri pembentuk seninya. Semua pementasan teater, baik tradisional maupun non tradisional yang ada karena dilakukan secara langsung dengan kasat mata, terbatas oleh ruang dan waktu di atas pentas, dilakukan atas kerjasama dan kerja bersama antar beberapa awak pentas dalam mewujudkan pementasan teater.

Untuk menilai pementasan teater tradisional, apakah indah atau tidak terhadap pementasan teater sangat tergantung pada jenis, bentuk dan fungsi seninya.Contohnya, seni tradisional istana memiliki idiom atau pakem atau pola yang tetap dan baku yang mengikat secara khas. Justru kekhasan atau keunikan bentuk seninya melalui; pola, struktur dan unsur-unsur pementasan teater yang terkandung di dalamnya menjadi daya tarik tersendiri dalam memaknai nilai estetik seninya.

Dengan nilai keindahan yang terpancar dari teater tradisional istana melalui olahan unsur-unsur pementasannya kearah nilai estetika tinggi yang dipandang untuk prestisius kebesaran raja. Oleh karena itu, tidak heran apabila teater tradisional yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat istana cenderung rumit dan terkesan glamour menakjubkan karena dikerjakan oleh para ahli dibidang seni.

Dengan ciri atau tanda yang ada sebagai identitas teater istana adalah unsur-unsur pembentuk seninya berkembang ke arah estetika tinggi dan bersifat adiluhung. Pementasan teater dengan sifat yang sederhana, apa adanya, bersahaja, cenderung spontan dan bersifat bebas dalam pementasannya adalah menjadi ciri khas penanda nilai estetik dari teater tradisional rakyat.

Teater tradisional mempunyai fungsi seni bagi masyarakatnya. Fungsi yang dirasakan oleh masyarakat pendukungnya yang menyebabkan salah satu faktor mengapa teater tradisional ini tetap bertahan di tengah-tengah masyarakatnya. Ciri-ciri dalam seni pementasan tradisional dalam kaitan fungsi Sedyawati (1983) mengatakan “ lima ciri dalam seni pementasan yang bersifat sacral maupun magis, memiliki fungsi sebagai • pemanggil kekuatan gaib, • penjemput roh-roh baik untuk mengusir roh jahat, • peringatan pada nenek moyang dengan menirukan kegagahan maupun kesigapannya, • pelengkap upacara sehubungan dengan saat tertentu perputaran waktu dan • pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkat hidup manusia.

Pementasan teater fungsi keseniannya, dapat dicontohkan melalui salah satu pementasan teater “Topeng Banjet” di Kabupaten Karawang. Teater tradisional rakyat ini, hingga kini oleh masyarakat pendukungnya masih difungsikan dalam kegiatan upacara terkait pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkat hidup manusia; Nazar, khitanan, perkawinan, haulan,dst. Keberadaan teater tradisional rakyat dalam sistem pementasannya, dikala sepi panggungan atas tanggapan penanggap seni, yakni di masa-masa musim peceklik, biasanya melakukan pementasan dengan cara pentas keliling atau mengamen ke daerah lain yang tengah musim panen.

C. Unsur Pementasan Teater Tradisional Suatu pementasan seni, termasuk pementasan teater memiliki persyaratan. Persyaratan dimaksud sebagai unsur penting dalam terselenggaranya pementasan teater. Tanpa adanya persyaratan tersebut, pementasan seni atau peristiwa seni tidak akan terwujud.

Unsur penting tersebut meliputi unsur; panitia pementasan, materi pementasan, penonton dan tempat pementasan. 1. Unsur Panitia Pementasan Panitia adalah sekelompok orang-orang yang membentuk suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini, organisasi yang dibentuk dengan sistem organisasi panitia. Sistem organisasi panitia dalam pementasan seni, termasuk pementasan teater sangat cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran organisasi pementasan.

Karena pembentukan organisasi dengan sistem panitia memiliki kemudahan, yakni mudah dibentuk dan mudah pula untuk dibubarkan tanpa adanya ikatan kerja yang rumit. Organisasi dalam sistem panitia ini, menempatkan pimpinannya bersifat kolegial atau dewan, artinya terdiri dari beberapa orang. Segala keputusan diambil dan dipertanggungjawabkan secara bersama-sama dengan waktu pementasan bersifat praktis.

Artinya panitia dapat dengan cepat dibentuk dan dibubarkan setelah kegiatan berakhir. Panitia pementasan memiliki dua wilayah kerja penting, yakni adanya: panitia artistik atau pelaku atau kreator seni dibawah pimpinan seorang Sutradara (art director) dan panitia non artistik atau penggiat seni dipimpin oleh seorang Pimpinan Produksi yang dipilih dan diangkat atas musyawarah kelas atau teman dalam kelompok yang dibentuk.

Kehadiran panitia dalam pementasan teater tradisional, karena sifat seninya sebagai hasil kolektif masyarakat pendukungnya yang merakyat, sederhana, apa adanya, bersahaja, akrab tanpa jarak penonton dst.

(teater rakyat) dan sifat seni yang mengejar estetika yang tinggi dan adiluhung yang nampak pada teater istana. Dengan cara pandang pengelolaaan dan hadirnya beberapa orang sebagai panitia artistik dan non artistik menempatkan menjadi ciri pembeda antara teater rakyat dan teater istana.

2. Unsur Materi Pementasan Teater Syarat kedua sebagai unsur penting di dalam pementasan adalah wujud, benda, materi atau bentuk ungkap pementasan seni yang mengandung nilai– nilai kehidupan, diciptakan oleh seniman, kreator atau anda sendiri secara sadar melalui medium seni tertentu di atas pentas. Materi pementasan yang dimaksud adalah wujud karya teater yang dibangun melalui proses kreatif seniman atau komunal masyarakat melalui tahapan dengan menggunakan medium tertentu bersifat kolektif (bekerja bersama) dengan tanggungjawab secara bersama (kolaborasi) dan memiliki fungsi tertentu pula bagi penontonnya atau masyarakat.

Fungsi seni yang dimasud, apakah untuk hiburan semata atau memiliki fungsi lain terkait kegiatan adat dan upacara. Unsur penting berikutnya di dalam pementasan teater adalah hadirnya penonton. 3. Unsur Penonton Penonton merupakan syarat ketiga dalam sebuah pementasan teater. Penonton adalah orang-orang atau sekelompok manusia yang sengaja datang untuk menyaksikan tontonan.

Penonton dapat juga dikatakan sebagai apresiator, penikmat, penilai, terhadap materi seni (seni teater) yang dipentaskan. Oleh karena itu, kehadiran penonton dalam suatu pementasan adalah bersifat mutlak.

Tanpa penonton, pementasan teater adalah kesia-siaan atau kegiatan mubazir. Karena pementasan teater membutuhkan suatu penilaian, masukan, penghargaan atau kritikan dari orang lain dalam rangka menciptakan peristiwa seni yang lebih baik dan bermutu. Menonton adalah sikap menerima, menghargai dan sekaligus mengkritisi pesan estetis dan pesan moral (nilai-nilai kehidupan) yang disampaikan melalui pementasan. Penilaian terhadap pementasan seni untuk setiap penonton sangatlah berbeda dan bersifat relative.

Oleh karena itu, berpijak pada keragaman latarbelakang penonton dan pengalaman seni, penonton dalam hubungan pementasan teater dapat dibedakan dalam tiga golongan, yaitu: • Penonton awam adalah penonton sebagai penikmat seni dengan kecenderungan kurang atau tidak dibekali dengan pengetahuan dan pengalaman seni. Dalam hal ini, penonton yang demikian adalah penonton yang membutuhkan hiburan. Artinya, tontonan berfungsi sebagai hiburan semata. • Penonton tanggap adalah penonton yang memiliki sikap responsif dengan kecenderungan memiliki wawasan dan pengalaman seni, tetapi tidak ditindaklanjuti untuk mengulas terhadap apa yang ditontonnya cukup untuk dipahami dan dinikmati sendiri.

Penggolongan penonton tanggap, biasanya penonton yang hidup di tengah-tengah masyarakat pendukung seni tradisional dan terlibat didalamnya atau penonton lain, seperti pelajar atau mahasiswa seni pertunjukan tetapi belum berani melakukan ulasan kritis terhadap pementasan yang ditontonnya.

• Penonton kritis, adalah penonton dengan bekal keilmuan dan pengalaman seni kemudian melakukan ulasan atau menulis kritik pementasan dan dipublikasikan dalam forum ilmiah, diskusi sampai media cetak dan elektronik. Dalam hal ini, biasanya penonton dibekali dengan kemampuan jurnalistik seperti mahasiswa dan penonton umum yang sudah terbiasa dengan tulis menulis.

4. Unsur Tempat Tempat sebagai unsur dalam pementasan teater menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan. Mengapa demikian? Tempat pementasan sebagai tempat berlangsungnya pementasan dapat dilakukan di dalam (Indoor) dan di luar gedung pementasan (Outdoor).

Jenis pentas sebagai tempat pementasan pada dasarnya dapat dibedakan antara lain sebagai berikut. • Pentas arena, pentas yang dapat dilihat dari semua arah penonton, biasanya digunakan dalam pementasan teater tradisional rakyat.

Pentas arena dapat dicontohkan dengan beberapa bentuk pentas, antara lain; di ruang pendopo, di lapangan terbuka, di alun-alun, di tegalan sawah, di pinggir jalan, di pasar, di halaman rumah, dst. • Pentas proscenium, atau disebut panggung di dalam gedung, yakni penonton hanya dapat menikmati dari arah depan (adanya jarak penonton dan tontonan) biasanya pementasan teater modern. • Pentas campuran merupakan bentuk-bentuk panggung perpaduan antara panggung arena dan panggung proscenium, misalnya; Panggung bentuk L, U, I, Segi enam, segi lima atau setengah lingkaran.

Biasanya panggung semacam ini dipergunakan dalam kepentingan showbiz, catwork (modeling). D. Teknik Pementasan Teater Tradisional 1. Arti Teknik dalam Pementasan Teater Tradisional Teknik adalah cara, metode dan strategi untuk memudahkan kerja dalam sanggupan menyelesaikan suatu tugas.

Terkait teknik dalam pementasan teater dapat dipahami sebagai suatu cara dan upaya anda bersama temanteman satu kelas atau kelompok yang dibentuk untuk terlibat dalam mempersiapkan pementasan teater yang akan dipentaskan. Teater tradisional sebagai salah satu bentuk pementasan ditinjau dari media yang digunakannya, Sumardjo (2004) membaginya ke dalam; teater boneka dan teater manusia.

Teater tradisional boneka, sebagai teater yang menggunakan alat atau media ungkapnya adalah boneka (muffet), seperti; wayang golek, wayang cepak, wayang kulit, topeng, tuping, ondel-ondel, dst.

Teater manusia adalah teater dalam pementasannya dominan menggunakan alat penyampai pesan ceritanya menggunakan manusia (pemeran) dengan totalitas tubuhnya (seni peran, menari, menyanyi, berceritra, mendongeng, dst.).

Contohnya; wayang wong, seni bertutur, dst. Pementasan teater tradisional yang tumbuh dan berkembang di tengahtengah masyarakat Indonesia berdasarkan media yang digunakannya, teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah teater boneka dan teater manusia mengantarkan anda dalam memahami teknik pementasan teater.

2. Jenis Teknik pementasan teater tradisional Teknik pementasan teater tradisional dapat dibedakan menjadi tiga jenis yakni teater tutur, teater boneka dan teater manusia. Ketiga jenis dalam teater tradisional ini memiliki kekhasan tersendiri, terutama dalam hal media ekspresi yang dominan digunakan.

Teater tutur merupakan teater tradisional dengan kekhasan penyampaian cerita atau lakon yang dibawakan dengan cara mendongeng atau bercerita sambil diiringi musik atau tidak diiringi musik, misalnya; Seni Pantun dari Jawa Barat, Madihin dari Riau, Cepung dari NTB, Kentrung dari Jawa Timur, PmToh dari Aceh, dst. Apakah di daerahmu memiliki ragam pementasan teater tutur yang lain? Teater tradisional yang tergolong dalam teater boneka, biasanya media utamanya menggunakan boneka atau tiruan dari benda atau mahluk hidup yang dijadikan alat untuk menyampaikan cerita atau lakon.

Biasanya tokoh yang menghidupkan lakon dengan media boneka disebut dengan dalang. Contohnya, wayang golek, wayang kulit, wayang cepak, ondel-ondel, hudok, dst.

Apakah di daerahmu juga memiliki pementasan teater boneka yang belum disebutkan? 3. Fungsi Pementasan Teater Tradisional Dan Non Tradisional Teater manusia yakni pementasan teater tradisional atau pun non tradisional dimana manusia sebagai media utama dalam melakukan aksi seni peran di atas pentas yang dijalin oleh sebuah lakon dengan beberapa unsur artistik pentas sebagai pendukungnya.

Contohnya; Mamanda (Kalimantan Selatan), Randai (Sumatra Barat), Lenong (Betawi), Topeng Banjet, Longser, Topeng Cirebon, Uyeg dari Jawa Barat; Ludruk, Ketoprak, dari (Jawa Tengah dan Jawa Timurt) dan seterusnya. Apakah di daerahmu mengenal teater yang menggunakan media utamanya manusia yang belum disebutkan?

Dengan demikian, secara teknis pementasan teater tradisional yang yang tumbuh dan berkembang bersifat kedaerahan memiliki keragaman dan keunikan dalam pementasannya. Dengan keragaman jenis, bentuk dan teknik pementasan teater tradisional yang anda ketahui. Kita patut bersyukur dikaruniai kekayaan seni teater yang tidak dimiliki bangsa lain. E. Kreativitas Pementasan Teater Pementasan teater merupakan puncak dari sebuah proses latihan para pelaku seni dan proses kreativitas seni dari seorang sutradara.

Melalui proses seni inilah teater dapat terwujud sebagai pementasan seni yang perlu dikomunikasikan kepada penontonnya. Oleh karena itu, komunikasi seni menjadi penting dan tidak terpisahkan dengan proses yang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penghargaan yang pantas diberikan kepada seniman atau kreator sebagai pelakunya. Pementasan teater merupakan hasil kreativitas para pendukung pentas, yakni pelaku seni (sutradara, pemeran, pemusik, penari dan para penata artistik) dan penggiat seni (pimpinan produksi dan panitia pementasan nonartistik).

1. Arti Kreativitas Pementasan Teater Kreativitas merupakan kegiatan mencipta atau menghadirkan sesuatu yang baru. Kreativitas teater adalah suatu metode atau cara untuk mengoptimalkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pembelajaran seni teater terhadap penguasaan dan pengolahan; tubuh, suara, sukma dan pikir yang dimiliki para siswa dengan totalitas, penuh kesadaran, dan tanggungjawab sesuai tugas yang diembannya.

Sehingga melalui pembelajaran pementasan seni teater diperoleh manfaat ganda, berupa: kebugaran, kecerdasan, kebersamaan, kedisiplinan dan terjadi peningkatan kualitas dalam melatih tanggungjawab melalui media pementasan teater.

Teater sebagai pementasan yang akan dijadikan materi pembelajaran merupakan kegiatan akhir atau puncak dari sebuah proses memahami teater tradisional menjadi objek utama dalam penciptaan peristiwa kesenian.

Tetapi teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah kesenian yang akan terjadi pada pementasannya, tidak luput dari upaya yang dilakukan para panitia non artistik di dalamnya.

Dengan demikian, baik pelaku seni (artistik) maupun penggiat seni (non artistik) sama-sama berperan penting di dalam sebuah pementasan. Bahkan dengan berakhirnya pementasan teater, tidak otomatis berakhir pula kegiatan non materi seni (non artistik).

Mengapa demikian? Karena panitia kesenian bersifat non materi seni yang ditanggungjawabi Pimpinan Produksi, tugas dan tanggungjawabnya berakhir dengan sebuah laporan kegiatan pementasan teater secara tertulis dan dapat dipertanggungjawabkan. Pementasan teater sebagai bentuk kegiatan pembelajaran, baik di sekolah atau di luar sekolah dapat dilakukan dengan beberapan tahapan penting. Tahapan-tahapan tersebut, meliputi: prapementasan, pementasan dan pasca pementasan.

2. Tahap Prapementasan Prapementasan adalah kegiatan akhir persiapan atau kegiatan awal sebelum berlangsungnya pementasan dalam hitungan hari atau waktu menjelang pementasan. Kegiatan prapementasan, meliputi persiapan pementasan teater menjelang pementasan yang sesungguhnya teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah serangkaian tindakan dari panitia non artistik dan artistik pentas guna menyukseskan pementasan sesuai waktu yang telah direncanakan.

• Persiapan Materi Artistik Pementasan Teater Persiapan materi artistik pementasan teater merupakan persiapan akhir pementasan sebagai tindak lanjut dari kegiatan gladi kotor yang dilakukan pelaku seni pada tempat atau gedung pementasan yang akan dipakai tempat pementasan teater. Persiapan pementasan ini, berupa kegiatan orientasi pentas bagi para pelaku seni (pemeran, pemain musik, penari, para penata pentas dan crew pentas ), diantaranya melakukan: adaptasi pentas, pola adegan, blocking, keluar masuk pemain sesuai dengan fokus lampu dan pengecekan, chek ulang atau chek and recheck tentang segala hal yang berkaitan dengan artistik pementasan atau skenik pementasan, berupa;pengecekan para pemain, teknik keluar masuk setting pentas, pengecekan property, handprop, busana, setting gamelan atau alat musik, setting microphone, balancing sound system, pengecekan multimedia, dan seterusnya.

• Persiapan Materi Non Artistik Pementasan Persiapan materi non artistik pementasan adalah persiapan akhir panitia non materi seni berupa serangkaian kegiatan persiapan pementasan berupa pengecekan dan pengadaan sarana pendukung pementasan teater. Kegiatan pengecekan dan sarana penunjang kegiatan pementasan, antara lain meliputi; penyusunan acara, penugasan pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), pengecekan pengisi acara sambutan, pengecekan pengisi acara pemberian penghargaan dan doorprise, koordinasi petugas gedung, koordinasi petugas keamanan, pengecekan penonton dan undangan yang akan hadir, pengadaan buku acara atau leaflet, pengadaan buku tamu, penugasan penjaga teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah, penugasan pendamping tamu, pengecekan konsumsi panitia dan petugas, pengecekan transportasi pemain, pengecekan dokumentasi, publikasi, kemitraan, dst.

3. Pementasan Kegiatan pementasan teater, berupa pengkondisian dan pelaksanaan di lapangan dari masing-masing bidang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kerja panitia dengan azas saling percaya berdasarkan rencana pementasan yang telah ditetapkan.

Kegiatan pementasan teater adalah praktik langsung dalam melaksanakan pementasan,meliputi: pengendalian hal-hal yang teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah diharapkan dan optimalisasi kinerja panitia dari kegiatan persiapan pementasan sampai terlaksananya pementasan teater dengan baik dan lancar. Pada pelaksanaan pementasan teater, perlu kamu ketahui baha bidang acara memiliki peran penting sebagai pengatur dan pengendali jalannya acara pementasan di luar kegiatan artistik atau materi seni teater.

4 Pascapementasan Pascapementasan merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan pementasan teater yang kamu lakukan. Dimana semua peralatan dan kebutuhan pentas yang telah dipakai dalam pementasan harus kembali pada tempat atau pada pemiliknya secara tertib dan aman.

Dengan tidak lupa melakukan chek and rechek sesuai dengan daftar peralatan atau sarana prasarana yang dibawa dan dipinjam dari orang lain. Hal lain yang harus dibina adalah kerjasama dalam bentuk dokumentasi fisik kemitraan sebagai bukti kerjasama yang baik dan saling menguntungkan yakni adanya data dokumentasi promosi dan publikasi keitraan berupa; poster, spanduk, pamlet, t-shirt, booklet atau leaflet yang dipilih sesuai perjanjian agar kerjasama yang dibangun dapat terjalin dan terbina dengan baik dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Tahapan pascapementasan pun dapat dijadikan sebagai wahana evaluasi kegiatan terhadap kualitas pementasan teater maupun laporan panitia nonartistik sebagai pengelola produksi pementasan teater sebagai acuan untuk melangkah dan bertindak lebih baik dari segala kelemahan dan keberhasilan yang telah didapat oleh kamu.

Kegiatan laporan yang dilakukan Pimpinan Produksi harus bersifat tercatat, tertulis dan terbuka kepada penanggungjawab kegiatan dan semua pendukung acara, terutama menyangkut: laporan keuangan yang diperoleh teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah sumber-sumber yang telah direncanakan dengan jumlah pengeluaran yang dipakai kegiatan pementasan. Sekaligus sebagai ajang penghargaan kepada seluruh pendukung acara berupa kesejahteraan atau honorarium dan produk sponsor, itu pun kalau ada dan memungkinkan.

Jika tidak ada, tetap laporan harus dibuat tertulis dan disampaikan kepada semua pendukung pementasan dan teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah.

Pada prinsipnya bahwa kreativitas dalam pementasan teater adalah berupa prosedur atau tahapan dalam proses implementasi seni peran dengan beberapa unsur penting pementasan teater yang kamu ketahui dan pahami!

Untuk memperoleh hasil pementasan teater yang optimal bersumber teater tradisional, kamu harus melakukan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut. 5. Langkah-langkah kreativitas siswa pada Teknik Pementasan Teater Melalui pementasan teater dapat dilakukan sebagai berikut: • Melakukan pengamatan tempat pementasan yang akan digunakan.

• Menyiapkan dan menginventarisir kebutuhan handprop pementasan. • Menyiapkan dan menginventarisir kebutuhan rias dan busana pemain sesuai peran. • Memasang dan menata sett dan property panggung (multimedia). • Memasang dan menata alat musik. • Memasang dan balancing sound system. • Memasang dan menata lampu. • Melakukan orientasi (penyesuaian) tempat pementasan.

• Melakukan manajemen pentas (mengatur keluar masuk set pentasyang digunakan. • Melakukan gladi bersih pementasan. • Mementaskan seni teater bersumber teater tradisional (kolaborasi seni) karya siswa.

• Melakukan evaluasi pementasan teater karya siswa. Hal ini dapat dilakukan setelah pementasan dengan tujuan membangun kritik seni teater atau dapat dilakukan dalam situasi pembelajaran kelas dengan bentuk evaluasi laporan tertulis terkait pementasan yang dilakukan siswa. G. Rangkuman Pementasan Teater Teater merupakan pementasan seni sebagai hasil daya cipta, rasa dan karsa manusia yang diekspresikan melalui bahasa simbol dengan media utama adalah manusia.

Teater sebagai pementasan diciptakan dengan cita, rasa dan karsa manusia bersifat kolektif, keberadaannya tidak dapat lepas dari kehidupan manusia dengan lingkup sosial yang menyertainya. Gambaran ungkapan tentang kehidupan yang dialaminya (masyarakat) diwujudkan dalam bentuk seni dengan penyimbolannya. Teater sebagai pementasan seni memiliki prinsip, diciptakan oleh manusia, berada dalam dunia fiksi bukan dunia nyata, mampu menghadirkan nilai-nilai estetis dan nilai-nilai spiritual.

Kreativitas sebagai kegiatan mencipta pementasan merupakan hal penting untuk dilakukan dalam memberikan pengalaman seni. Kegiatan mencipta seni akan berjalan dengan baik, manakala dilakukan melalui serangkaian tindakan dalam mempersiapkan materi seni teater, tempat pementasan teater dan penonton teater secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan pementasan teater yang komunikatif dan bermakna.

Pementasan merupakan proses komunikasi atau aktualisasi diri pembelajar atau pelaku dan penggiat seni dengan masyarakat atau penonton sebagai penikmatnya melalui peristiwa pementasan seni.

Komunikasi di dalam pementasan teater (tradisional) adalah komunikasi melalui pementasan bersifat langsung dan sesaat. Persyaratan penting di dalam pementasan teater terdiri dari: pelaku teater, penggiat teater, materi seni teater, tempat pementasan dan penonton.

Pementasan teater akan terselenggara dengan baik manakala dilakukan dengan tahapan dan memberdayakan sumber–sumber yang ada melalui fungsi-fungsi manajemen dalam seni pementasan.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Tahapan tersebut meliputi: prapementasan, pementasan, dan pasca pementasan teater. Prapementasan teater merupakan serangkaian tindakan dari suatu perencanaan, pengorganisasian, dan penggerakan yang telah dilakukan pimpinan produksi, sutradara dan para pendukung pementasan dalam menyiapkan unsur-unsur artistik dan non artistik pementasan guna mencapai tujuan pementasan seni yang bermutu dan optimal.

H. Refleksi Pementasan Teater Pementasan teater merupakan wahana belajar dalam menyampaikan kepekaan rasa seni, kejujuran, saling menghargai, kerjasama dan kerja bersama dalam meletakan sendi-sendi organisasi dan kepekaan sosial di tengah-tengah masyarakat sekolah dan lingkungan sekitar.

Dengan segala keragaman pementasan teater tradisional kita miliki dapat dimaknai dan disyukuri bahwa kita harus merasa bangga dan hendaknya menjunjung nilai-nilai kecintaan dan kebersamaan untuk menjaga kelestarian dan mengembangkannya sesuai nilai-nilai kehidupan bangsa kita. Segenap daya dan kesempatan yang kita miliki merupakan Anugerah Tuhan, diterima dengan lapang dada dan dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam kehidupan. Dengan tetap menjaga keharmonisan hidup antar sesama dan pencipta-Nya, saling menghormati, bekerja bersama, tolong menolong, bersikap simpati dan empati terhadap teman, guru dan warga lingkungan sekolah.

World Trade Center Footage Webex Costs Virtual Data Rooms Structures Annuity Settlement Sell Annuity Payment Royalty Free Images Stock Register Free Domains Psychic for Free PHD on Counseling Education Personal Injury Lawyers Personal Injury Law Firm Paperport Promotional Code Online Stock Trading Online Motor Insurance Quotes Donate your Car for Money Online Colleges Neuson Online Classes Nunavut Culture Online College Course Motor Replacements Motor Insurance Quotes Mortgage Adviser Met Auto Mesothelioma Law Firm Massage School Dallas Texas Low Credit Line Credit Cards Life Insurance Co Lincoln Insurance Companies Injury Lawyers How to Donate A Car in California Home Phone Internet Bundle Holland Michigan College Car Insurance Quotes PA Donate Car for Tax Credit Donate Car to Charity California Data Recovery Raid Donate Cars in Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah Futuristic Architecture Donate Your Car for Kids Online Criminal Justice Degree Donate Your Car Sacramento Donating a Car in Maryland Donating Used Cars to Charity Email Bulk Service Forensics Online Course Donate Old Cars to Charity Hard drive Data Recovery Services Online Colleges Paperport Promotional Code Online Classes World Trade Center Footage Massage School Dallas Texas Psychic for Free Donate Old Cars to Charity Low Credit Line Credit Cards Dallas Mesothelioma Attorneys Car Insurance Quotes MN Donate your Car for Money Cheap Auto Insurance in VA Met Auto Forensics Online Course Home Phone Internet Bundle Donating Used Cars to Charity PHD on Counseling Education Neuson Car Insurance Quotes PA Royalty Free Images Stock Car Insurance in South Dakota Email Bulk Service Webex Costs Cheap Car Insurance for Ladies Cheap Car Insurance in Virginia Register Free Domains Better Conference Calls Futuristic Architecture Mortgage Adviser Car Donate Virtual Data Rooms Online College Course Automobile Accident Attorney Auto Accident Attorney Car Accident Lawyers Data Recovery Raid Criminal lawyer Miami Motor Insurance Quotes Personal Injury Lawyers Car Insurance Quotes Asbestos Lung Cancer Injury Lawyers Personal Injury Law Firm Online Criminal Justice Degree Car Insurance Companies Dedicated Hosting, Dedicated Server Hosting ( Insurance Companies Business VOIP Solutions Auto Mobile Insurance Quote Auto Mobile Shipping Quote Health Records, Personal Health Record Online Stock Trading Mesothelioma Law Firm Donate Car to Charity California How to Donate A Car in California Donate Cars in MA Donate Your Car Sacramento Sell Annuity Payment Donate Your Car for Kids Asbestos Lawyers Structures Annuity Settlement Car Insurance Quotes Colorado Annuity Settlements Nunavut Culture Dayton Freight Lines Hard drive Data Recovery Services Donate a Car in Maryland Motor Replacements Cheap Domain Registration Hosting Donating a Car in Maryland Donate Cars Illinois Criminal Defense Attorneys Florida Best Criminal Lawyers in Arizona Car Insurance Quotes Utah Life Insurance Co Lincoln Holland Michigan College Online Motor Insurance Quotes
Selamat malam.

hari ini saya akan membagi kan soal-soal atau materi UAS seni Budaya untuk bidang seni teater yang mana telah saya coba cek keasliannya, ternyata tidak ditemukan untuk plagiarisme. Untuk itu saya beranikah diri untuk share mengenai materi ini. Baik langsung saja karena ini sudah dini hari.

44. Salah satu contoh bentuk teater tradisional Jepang adalah… Baik sekian dahulu dari saya malam ini. Cukup lelah juga untuk mengedit semua ini :’) Salam Stefani, Salam Budaya dan Teknologi Teater Yang Pesan Ceritanya Disampaikan Melalui Ekspresi Tubuh Disebut Source: http://stefanikristina.blogspot.com/2015/11/materi-uas-seni-budaya-kelas-12-seni.html Terbaru • Jelaskan Cara Mengubah Interval Nada D Mayor • Pembagian Kerja Dan Beban Kerja Di Perusahaan Peternakan • Cara Pasang Twrp Redmi Note 7 Tanpa Pc • Berikut Ini Cara Memperkecil Resiko Resiko Usaha Adalah • Contoh Membuat Pohon Akar Masalah Tentang Peternakan • Hack Wifi Wpa2 Psk Windows 7 Cmd • Makalah Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan Ternak • Cara Membuat Mika Lampu Mobil Dari Akrilik • Cara Melihat Nomor Hp Orang Di Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized Kelas : X pelajaran : seni budaya kategori : teater kata kunci : aturan etis, aturan estetis pembahasan: Teater dalam pementasan harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah TEATER KLASIK.

ada beberapa jenis teater tradisional: 1) teater rakyat. karena teater rakyat lahir dari spontanitas kehidupan dalam masyarakat, pementasan teater rakyat mengikuti tujuan dari pementasannya, yaitu untuk upacara adat. Sehingga, pementasannnya mengikuti aturan masyarakat setempat. 2) teater klasik pementasan teater klasik tidak sebebas teater rakyat karena harus mengikuti aturan-aturan etis (kesopanan) dan estetis (keindahan) 3) teater transisi teater ini merupakan teater tradisional yang pementasannya dioengaruhi oleh teater barat.

naskah dari teks dimaninkan oleh pedagang yang berkembang pada masyarakat kota. Refleksi Diri 1. Keragaman produk budi daya satwa harapan Indonesia dan di daerahmu sendiri. 2. Pemanfaatan sumber/referensi bacaan tentang evaluasi b … udi daya satwa harapan.3. Kesulitan yang dihadapi saat mencari informasi dan pengamatan.4. Pengalaman dalam membuat produk budi daya satwa harapan mulai dari perencanaan, persiapan, proses dan pemasaran/pemanfaatan produk hasil budi daya.

5. Pembelajaran yang didapatkan/dirasakan sebagai individu.​ Dua dari peribahasa ini, memiliki makna yang serupa. Manakah itu? 1. Anda tidak dapat membuat dompet sutera dari kuping babi betina. 2. Orang yang men … curi telur akan mencuri sapi 3. Batu yang berguling tidak akan mengumpulkan lumut. 4. Anda tidak mungkin menghancurkan kapal yang sudah rusak.

5. Ini ketidakmungkinan yang terjadi.​
30 Contoh Soal Seni Budaya Kelas 12 Semester 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi Beserta Jawaban Lengkap Part3 untuk siswa SMA/MA/SMK/MAK - Contoh soal seni budaya kelas xii semester ganjil K13 postingan ketiga ini, berisikan bahan yang diambil dari Bab 7, "Teater", ibarat soal mengenai konsep karya cipta teater, teknik pengungkapan gagasan, mekanisme berkarya teater, serta soal mengenai menyusun naskah drama.

Selain itu postingan ketiga ini, merupakan lanjutan 25 pola soal SBK kelas 12 sebelumnya, yang diambil dari Bab 6, "Konsep Garap Pergelaran Tari". Noe: bagi anda yang belum membaca dari Bab 1 atau sebelum postingan ini, silahkan baca mulai dari: soal sbk perihal apresiasi karya seni rupa dua dimensi Ada 30 butir soal (20 pg + 10 essay/uraian) yang sanggup siswa menengah atas jadikan tumpuan mencar ilmu online mata pelajaran seni budaya.

Berikut di bawah ini, soal seni budaya perihal teater kelas 12 semester ganjil kurtilas dilengkapi kunci jawabanhya. A. Berilah Tanda silang (x) Pada aksara a, b, c, d, atau e di depan balasan yang tepat! 1.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Irama bunyi dengan pengutamaan mengucapkan kata-kata sehingga dihasilkan pengucapan yang tidak monoton disebut…. a. Intonasi b. Dinamika c. Artikulasi d. Power e. Olah suara Jawaban : a 2. Teater yang menekankan pada tooh untuk melaksanakan obrolan adalah…. a. Teater non verbal b. Teater verbal c. Teater teatrikal d. Teater tradisional e. Teater modern Jawaban : b 3. Teater sanggup diartikan sebagai…. a. Tempat bermain b. Tempat berperan c.

Tempat beristirahat d. Tempat bertemu e. Tempat pertunjukan Jawaban : e 4. Di bawah ini yang termasuk unsur-unsur pertunjukan tater, kecuali…. a. Irama b. Naskah c. Panggung d. Sutradara e. Pemain Jawaban : a 5. Unsur berikut yang paling kuat dalam keberhasilan pementasan drama adalah…. a. Naskah b. Sutradara c. Panggung d. Penonton e. Pemain Jawaban : b 6. Bentuk panggung yang dibatasi oleh nyekat disebut….

a. Amphiteater b. Arena c. Panggung d. Panggung terbuka e. Panggung biasa Jawaban : c 7.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Perlengkapan yang dipakai untuk mendukung pertunjukan drama teater disebut…. a. Aksesoris b. Tata busana c. Tata dekorasi d. Tata panggung e. Properti Jawaban : e 8. Tehnik mengolah perasaan, emosi dan rasa yang berkaitan dengan psikologis dengan konsentrasi pikiran penuh disebut…. a. Olah tubuh b. Olah vocal c. Olah sukma d. Olah rasa e. Olah pikiran Jawaban : e 9. Pemimpin dalam pementasan teater adalah….

a. Pemain b. Figuran c. Sutradara d. Produser e. Direktur Jawaban : c 10. Tehnik melatih anggota tubuh supaya mencapai kelenturan, stamina, dan daya refleksi tubuh disebut…. a. Olah tubuh b. Olah badan c. Olah sukma d. Olah rasa e.

Olah pikiran Jawaban : a 11. Perpindahan tempat pemain dari satu tempat ke tempat lain ibarat jalan, lari, atau bergulung-gulung dinamakan…. a. Gesture b. Bussines c. Movement d. Gait e. Detail Jawaban : c 12. Melatih daya konsentrasi supaya terbiasa memusatkan pikiran terhadap sesuatu disebut…. teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah. Olah suara b. Olah tubuh c. Olah raga d. Olah sukma e. Pemanasan Jawaban : d 13. Tugas pemeran dalam teater adalah….

a. Menonton drama b. Memainkan kiprah sesuai arahan c. Mempersiapkan kostum d. Mempersiapkan setting tempat e. Pengatur jalannya teater Jawaban : b 14. Tokoh utama dalam teatr diebut…. a. Protagonis b. Antagonis c. Foil d. Tetragonis e. Compiden Jawaban : a 15. Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah…. a. Teater modern b. Teater klasik c. Teater rakyat d. Teater transisi e. Teater campuran Jawaban : a 16.

Dalam seni teater gerakan tubuh dengan anggotannya ke kiri dan ke kanan, berputar ke belakang dengan salah satu kaki sebagai porosnya disebut…. a. Movements b. Gestures c. Bussines d. Gait e. Detail Jawaban : b 17. Ludruk yaitu teater tradisional yang berasal dari daerah…. a. Jawa timur b. Bali c. Banten d. Jawa tengah e. Jawa barat Jawaban : e 18. Semua unsur yang mendukung alur dongeng ibarat lokasi kejadian, waktu kejadian, serta suasana atau kondisi insiden disebut….

a. Dialog b. Narator c. Setting d. Petunjuk e. Tokoh drama Jawaban : c 19. Kisah hidup dan kehidupan insan yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis disebut…. a. Teater b. Ketoprak c. Sinetron d. Sendratari e. Film Jawaban : a 20. Tulisan yang merangkum semua dongeng yang terdapat dalam drama teater dinamakan….

a. Sinopsis b. Narasi c. Narator d. Naskah e. Dialog Jawaban : d Baca juga: - contoh soal PG seni budaya kelas 10 semester ganjil K13 - soal PG SBK kelas 11 semester 1 K13 - soal seni budaya kelas 12 semester 2 (KTSP) Untuk nomor 21-30 berbentuk essay/uraian B. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar! 21. Jelaskan yang kau ketahui perihal setting, dialog, dan petunjuk laku!

Jawaban: a. setting dalam sebuah drama meliputi semua unsur nan mendukung alur cerita, ibarat lokasi kejadian, waktu kejadian, serta suasana atau kondisi kejadian. Semua unsur pendukung ini berperan sebagai penguat dongeng atau insiden sehingga penonton sanggup dengan gampang memahami apa nan sedang berlangsung.

b. Dialong sanggup dikatakan menjadi karakteristik khas dari drama. Tanpa dialog, sebuah karya sastra tak sanggup disebut sebagai drama. Dialog yaitu perakapan eksklusif yang terjadi diantara tokoh dalam cerita. Dalam obrolan inilah sanggup dikethaui jalan dongeng atau problem apa nan terjadi dan diangkat dalam drama tersebut. c. Petunjuk laris atau catatan pinggir berisi klarifikasi kepada pembaca atau para pendukung pementasan mengenai keadaan, suasana, peristiwa, atau perbuatan, tokoh, dan unsur-unsur dongeng lainnya.

Petunjuk laris sangat diharapkan dalam naskah drama. Petunjuk laris berisi pertunjuk teknis perihal tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, keluar masuknya pemain film atau aktris, keras lemahnya dialog, dan sebagainya. Petunjuk laris ini biasanya ditulis dengan memakai aksara yang dicetak miring atau aksara besar semua. Di dalam dialog, petunjuk laris ditulis dengan cara diberi tanda kurung di depan dan di belakang kata atau kalimat yang menjadi petunjuk laku.

22. Jelaskan yang kau ketahui perihal tokoh drama dan narator! Jawaban: a. Tokoh drama atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama atau kiprah utama disebut primadona sedangkan kiprah pembantu disebut figuran. Tokoh mempunyai posisi yang sangat penting sebab bertugas mengaktualisasikan cerita/naskah drama di atas pentas. Dalam dongeng drama tokoh merupakan unsur yang paling aktif yang menjadi penggagas cerita. Oleh sebab itu seorang tokoh haruslah mempunyai karakter, supaya sanggup berfungsi sebagai penggagas dongeng yang baik.

b. Narator sanggup juga disebut dalang. Tugasnya memaparkan isi dongeng drama kepada penonton. Meskipun berakting di atas panggung, narator berada di luar alur cerita. Pemunculannya hanya untuk membuka dan menutup suatu cerita. Akan tetapi, di tengah-tengah alur cerita, ia sanggup juga muncul untuk memperlihatkan komentar terhadap dongeng yang sedang dimainkan. 23. Sebutkan kiprah sutradara teater!

Jawaban: Memutuskan tiap penafsiran atas lakon, menentukan pemain, bekerja dengan penulis naskah, desainer dan para teknisi atau tukang dalam merancang produksi, melatih pemain, mengkordinasi semua elemen ke dalam pentas petunjukan sampai tuntas. 24. Apa saja mekanisme yang harus dilakukan dalam berkarya teater?

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Jawaban : Tujuan penciptaan, media pengungkapan, dan tata kelola proses produksi. 25. Sebutkan dan jelaskan macam-macam gerak yang dilakukan pemain pertunjukan drama! Jawaban : Macam-macam gerak dalam latihan teater a.

Movement yaitu perpindahan tempat pemain dari satu tempat ketempat lain. Gerak ini tidak hanya terbatas pada berjalan saja, tetapi sanggup juga mempunyai kegunaan berlari, bergulung-gulung, melompat, dan sebagainya. b. Gestures yaitu gerakan tubuh dengan angotanya, ke kiri, ke kanan, berputar kebelakang dengan salah satu kaki sebagai porosnya.

c. Business yaitu gerak gerakan kecil yang kita lakukan tanpa penuh kesadaran. Gerakan ini dilakukan secara sepontan, tanpa terpikirkan. Misalnya dikala mendengar alunan musik, secara tidak sadar kita menggerak gerakan tangan atau kaki mengikuti irama musik. d. Gait yaitu gerakan-gerakan contohnya cara berjalan.

Gait berbeda dengan bloking sebab gait diartikan gejala khusus pad program berjalan dan cara bergerak pamain e. Detail yaitu gerakan-gerakan yang lebih kecil, contohnya kedip mata, menarik napas, mengernyitkan alis dan sebagainya.

26. Bagi pemeran ada tiga hal yang harus dilakukan dalam proses pencarian karakter tokoh yang sesuai dengan lakon. Sebutkan! Jawaban : Memahami naskah, observasi, dan latihan 27. Apa fungsi properti dalam pementasan teater? Jawaban : Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diharapkan dalam pementasan teater, Properti sangat penting untuk menunjang petunjukan suatu teater ibarat kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain.

28. Tuliskan bentuk panggung teater! Jawaban : Bentuk proscenium dan pentas arena 29. Jelaskan pengertian teater! Jawaban : Teater merupakan kisah hidup dan kehidupan insan yang diceritakan di atas pentas, di saksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis 30. Sebutkan siapa saja yang bertugas mengelola pementasan teater! Jawaban : A. Staf Produksi 1.

Produser 2. Sutradara 3. Stage Manager B. Staf Artistik 1. Desainer Dekorasi 2. Desainer Tata Busana (kostum) 3. Desainer Tata Lampu 4. Desainer Tata Rias 5. Desainer Tata Suara Lanjut ke soal berikutnya teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah 8) ==> 25 Contoh Soal Seni Budaya Kelas 12 Semester 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi Beserta Jawaban Lengkap Part4
Dalam pengertian yang lazim teater dapat dibagi ke dalam pengertian secara umum dan sempit.

Pengertian teater secara umum atau lazim adalah suatu aktivitas atau kegiatan manusia dengan menggunakan tubuh atau objek-objek yang dapat digerakkan, dimana suara, tarian, dan musik adalah media utama dalam mengekspresikan cita, rasa, dan karsa seni. Dalam arti luas Teater adalah segala tontonan yang ditampilkan di hadapan orang banyak, misalnya; dramatari, teatertari, sendratari, opera, operet, kabaret, wayang orang, ketoprak, ludruk, wayang golek, wayang kulit, srandul, randai, lonser, dagelan, berbagai pertunjukan musik atau karawitan, karnaval seni, sulapan, akrobatik, sepak bola, dan lain-lain.

Sedangkan dalam arti sempit teater adalah Drama. Istilah drama dalam bahasa yunani "Dran" atau "Draomai" yang artinya beraksi, berbuat, berlaku, bertindak. Secara lazim istilah drama artinya adalah salah satu bentuk teater yang menggunakan lakon dengan cara percakapan atau gerak gerik di atas pentas yang ditunjang beberapa unsur artistik dalam pertunjukan.

Inti atau dasar dalam cerita drama tersebut adalah adanya konflik atau pertentangan, antara; tokoh, dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, dengan masyarakat atau lingkungan. Pertunjukan teater disebut "Sandiwara" pada zaman pendudukan Jepang. Kata sandiwara (bahasa Jawa) berasal dari dua kata yaitu "Sandi" yang artinya samar-samar, rahasia dan, "Wara" yang artinya berita, anjuran atau pengajaran. Jadi kata Sandiwara menurut Ki Hajar Dewantara artinya adalah ajaran, nasihat, atau anjuran melalui perlambangan.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Istilah ini mula-mula digunakan oleh P.K.G. Mangkunegara VII sebagai pengganti Toneel. Di Indonesua jenis-jenis teater dapat dibagi menjadi dua bentuk sajian. Kedudukan hidup berdampingan yang saling mempengaruhi dan bahkan merupakan sumber penciptaan yang satu terhadap yang lainnya. Dua jenis teater Nusantara tersebut dikenal dengan sebutan Teater Tradisional dan Teater Modern (Teater NonTradisional). Teater tradisional sering disebut dengan istilah "Teater Daerah".

Teater Tradisional ini merupakan salah satu bentuk teater yang berakar, bersumber dan dirasakan sebagai milik masyarakat di lingkungannya. Pengolahan teater ini berdasarkan atas cita rasa masyarakat pendukungnya.

Teater tradisional ini memiliki ciri-ciri yang spesifik kedaerahan dan menggambarkan bentuk kebudayaan dilingkungannya.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Teater rakyat lahir secara spontanitas dalam kehidupan masyarakat, dihayati dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Umumnya teater rakyat lahir karena adanya dorongan kebutuhan masyarakat terhadap suatu hiburan, selanjutnya meningkat digunakan untuk kepentingan lain seperti kebutuhan untuk mengisi upacara adat. • Riau : Mendu dan Makyong. • Sumatera Barat : Bakaba dan Randai.

• Kalimantan : Tatayungan dan Mamanda. • Bali : Topeng Arja, Topeng Cupak, Topeng Prembon. • Sulawesi : Sinrilli. • Jawa Barat :Ujungan, Sempyong (Majalengka); Angklung Sered, Buncis (Purwakarta); Dodombaan (Garut); Kuda Renggong, Lais, Sisingaan (Sumedang); Manorek, Ronggeng Gunung, Surak Ibra (Ciamis); Masres, Kuda Lumping, Akrobat (Indramayu); Uyeg (Sukabumi); Topeng Cisalak (Bogor); Wayang Bekasi (Bekasi); Topeng Banjet, Odong-odong, Sisingaan (Karawang dan Subang); Longser, Sandiwara Sunda, Wayang Golek, Pantun Sunda, Bengbengberokan (Bandung); Topeng Cirebon, Wayang Kulit, Sintren, Kuda Kepang (Cirebon).

• DKI Jakarta : Lenong, Topeng Betawi, dan Samra. • Banten : Debus, Ubrug. • Jawa Tengah : Srandul Ketoprak, Wayang Purwa, Wayang Orang (Wayang Wong). • Jawa Timur : Teater Ludruk, Teater Arja, Topeng, Topeng Malangan, Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Wayang Gambuh, Gambuh, Ketoprak, Kentrungan, Calonarang. Teater klasik adalah suatu perkembangan seni teater yang telah mencapai tingkat tinggi baik corak maupun teknisnya.

Kemapanan dari jenis teater klasik ini sebagai akibat dari adanya pembinaan yang terus menerus dari kalangan atas seperti; Raja, bangsawan atau tingkat sosial tinggi lainnya. Oleh karena itu jenis kesenian klasik kebanyakan lahir di lingkungan istana (pusat kerajaan).

Teater yang termasuk ke dalam jenis teater klasik diantaranya; Wayang Golek (Jawa Barat), Wayang Kulit dan Wayang Orang (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Teater transisi pada dasarnya juga bersumber pada teater tradisional, tetapi gaya pementasannya sudah mendapatkan pengaruh teater barat.

Pengaruh dari teater barat terlihat pada tata cara penyajiannya. Teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah pada teater transisi ini masih belum setia terhadap naskah teater, namun karena tumbuh dan berkembang di masyarakat perkotaan dan dimainkan oleh para pendatang, teater ini tidak mencerminkan aspirasi masyarakatnya secara utuh.

Yang termasuk dalam jenis teater transisi pada masa awal, seperti; Dardanella dan sandiwara komedi Stambul. Teater semacam ini lebih sering disebut "Sandiwara". Sedangkan teater transisi masa sekarang adalah; sandiwara Bangsawan (Sumatera Selatan dan Utara), sandiwara Sunda (Jawa Barat), sandiwara Srimulat (Jawa Timur). Teater modern atau istilah lainnya adalah teater nontradisional merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat perkotaan dan mendapatkan pengaruh teori-teori barat, terutama kaum terpelajar.

Sejak abad ke-19 Indonesia sudah mengenal teater modern ini. Bentuk-bentuk pertunjukannya sangat terakomodir, antara lain; baca Puisi, Visualisasi Puisi, Musikalisasi Puisi, Deklamasi, Dramatik Reading, Monolog, Teater Konvensional, Teater Eksperimen, Teater Alternatif, Teater Jalanan, Jeprut, Happening Art, Pertunjukan Posmodernisme, Drama Televisi, Sinetron, Dunia Sineas dan Perfilman. Bentuk pementasan teater modern cenderung lebih tertata.

Panggung atau Stage selalu menjadi pilihan sebagai tempat pertunjukan.

teater yang dalam pementasannya harus sesuai dengan aturan-aturan etis dan estetis adalah

Pada perkembangannya, pertunjukan teater modern terkadang mencoba kembali lagi ke akar tradisi. Artinya, menyesuaikan tempat pertunjukan sesuai keinginan sutradara tentang bagaimana cerita itu dipentaskan, bisa ditempat terbuka bisa juga ditempat tertutup.

Sumber cerita karya teater modern dapat diperoleh dari karya sastra seperti puisi, cerpen, novel, otobiografi, dan biografi yang ditulis oleh sastrawan. Selain tulisan para sastrawan, sumber cerita karya teater modern dapat diperoleh dari pengamatan pola hidup masyarakat dengan berbagai kegiatan yang dilakukan dan juga budaya remaja. Baca juga: Pengertian Teater, Fungsi Teater, dan Jenis-Jenis Teater di Indonesia Ciri-Ciri Teater Tradisional dan Jenis-Jenis Teater Tradisional Nusantara 7 Unsur Teater Menurut Urutannya Secara Lengkap 5 Jenis Teater Menurut Bentuk Penyajiannya

SENI DRAMA




2022 www.videocon.com