Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Cebuano • ᏣᎳᎩ • کوردی • Čeština • Kaszëbsczi • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • Ido • Íslenska • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Kabɩyɛ • Қазақша • Kalaallisut • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Lombard • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Македонски • മലയാളം • Монгол • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • مازِرونی • Nāhuatl • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • Nouormand kecuali Occitan • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pälzisch • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Pertanian Umum • Agribisnis • Agroindustri • Agronomi • Ilmu pertanian • Jelajah bebas • Kebijakan pertanian • Lahan usaha tani • Mekanisasi pertanian • Menteri Pertanian • Perguruan tinggi pertanian • Perguruan tinggi pertanian di Indonesia • Permakultur • Pertanian bebas ternak • Pertanian berkelanjutan • Pertanian ekstensif • Pertanian intensif • Pertanian organik • Pertanian urban • Peternakan • Peternakan pabrik • Wanatani Sejarah • Sejarah pertanian • Sejarah pertanian organik • Revolusi pertanian Arab • Revolusi pertanian Inggris • Revolusi hijau • Revolusi neolitik Tipe • Akuakultur • Akuaponik • Hewan ternak • Hidroponik • Penggembalaan hewan • Perkebunan • Peternakan babi • Peternakan domba • Peternakan susu • Peternakan unggas • Peladangan • Portal:Pertanian Gambaran klasik pertanian di Indonesia Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

[1] Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam serta pembesaran hewan ternak, meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bio enzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan.

Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari PDB dunia. [2] Kelompok ilmu- ilmu pertanian mengkaji pertanian dengan dukungan ilmu-ilmu pendukungnya. Karena pertanian selalu kecuali dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, teknik pertanian, biokimia, dan statistika juga dipelajari dalam pertanian.

Usaha tani adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya. "Petani" adalah sebutan bagi mereka yang menyelenggarakan usaha tani, sebagai contoh "petani tembakau" atau "petani ikan".

Pelaku budidaya hewan ternak secara khusus disebut sebagai peternak. Daftar isi • 1 Cakupan pertanian • 2 Sejarah singkat pertanian dunia • 3 Pertanian kontemporer • 4 Tenaga kerja • 4.1 Keamanan • 5 Sistem pembudidayaan tanaman • 6 Sistem produksi hewan • 7 Masalah lingkungan • 7.1 Masalah pada hewan ternak • 7.2 Masalah penggunaan lahan dan air • 7.3 Pestisida • 7.4 Perubahan iklim • 8 Energi dan pertanian • 8.1 Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil • 9 Ekonomi pertanian • 10 Lihat pula • 11 Referensi • 12 Pranala luar Cakupan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia.

[3] Dalam arti sempit, pertanian diartikan sebagai kegiatan pembudidayaan tanaman. Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar ( hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah).

Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.

Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/ bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif ( intensive farming).

Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang kecuali usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industri selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan. Sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungannya adalah pertanian berkelanjutan ( sustainable agriculture).

Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial.

Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub "ideologi" pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.

Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponik) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Sejarah singkat pertanian dunia [ sunting - sunting sumber ] Daerah " bulan sabit yang subur" di Timur Tengah. Di tempat ini ditemukan bukti-bukti awal pertanian, seperti biji-bijian dan alat-alat pengolahnya. Domestikasi anjing diduga telah dilakukan bahkan pada saat manusia belum mengenal budidaya (masyarakat berburu dan peramu) dan merupakan kegiatan pemeliharaan dan pembudidayaan hewan yang pertama kali.

Selain itu, praktik pemanfaatan hutan sebagai sumber bahan pangan diketahui sebagai agroekosistem yang tertua. [4] Pemanfaatan hutan sebagai kebun diawali dengan kebudayaan berbasis hutan di sekitar sungai. Secara bertahap manusia mengidentifikasi pepohonan dan semak yang bermanfaat. Hingga akhirnya seleksi buatan oleh manusia terjadi dengan menyingkirkan spesies dan varietas yang buruk dan memilih yang baik. [5] Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan.

Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian ( serealia, terutama gandum kuno seperti emmer) dan polong-polongan di daerah tersebut.

Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir pada era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian.

Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda ( neolitikum), perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan.

Pada 5300 tahun yang lalu di China, kucing didomestikasi untuk menangkap hewan pengerat yang menjadi hama di ladang. [6] Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat ( Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut ( millet) dan berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit sejak 6000 tahun sebelum Masehi.

Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM. Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda.

Hewan ternak yang pertama kali di domestikasi adalah kambing/ domba (7000 tahun SM) serta babi (6000 tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucing.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Sapi, kuda, kerbau, yak mulai dikembangkan antara 6000 hingga 3000 tahun SM. Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian. Ulat sutera diketahui telah diternakkan 2000 tahun SM. Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerah Tiongkok dan Jepang. Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini. Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama.

Masyarakat Mesir Kuno (4000 kecuali SM) dan Yunani Kuno (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun. Tanaman serat didomestikasikan di saat yang kurang lebih bersamaan dengan domestikasi tanaman pangan.

China mendomestikasikan ganja sebagai penghasil serat untuk membuat papan, tekstil, dan sebagainya; kapas didomestikasikan di dua tempat yang berbeda yaitu Afrika dan Amerika Selatan; di Timur Tengah dibudidayakan flax. [7] Penggunaan nutrisi untuk mengkondisikan tanah seperti pupuk kandang, kompos, dan abu telah dikembangkan secara independen di berbagai tempat di dunia, termasuk Mesopotamia, Lembah Nil, dan Asia Timur. [8] Pertanian kontemporer [ sunting - sunting sumber ] Citra inframerah pertanian di Minnesota.

Tanaman sehat berwarna merah, genangan air berwarna hitam, dan lahan penuh pestisida berwarna coklat Pertanian pada abad ke 20 dicirikan dengan peningkatan hasil, penggunaan pupuk dan pestisida sintetik, pembiakan selektif, mekanisasi, pencemaran air, dan subsidi pertanian. Pendukung pertanian organik seperti Sir Albert Howard berpendapat bahwa di awal abad ke 20, penggunaan pestisida dan pupuk sintetik yang berlebihan dan secara jangka panjang dapat merusak kesuburan tanah.

Pendapat ini drman selama puluhan tahun, hingga berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit lingkungan meningkat di awal abad ke 21 menyebabkan gerakan pertanian berkelanjutan meluas dan mulai dikembangkan oleh petani, konsumen, dan pembuat kebijakan. Sejak tahun 1990-an, terdapat perlawanan terhadap efek lingkungan dari pertanian konvensional, terutama mengenai pencemaran air, [9] menyebabkan tumbuhnya gerakan organik.

Salah satu penggerak utama dari gerakan ini adalah sertifikasi bahan pangan organik pertama di dunia, yang dilakukan oleh Uni Eropa pada tahun 1991, dan mulai mereformasi Kebijakan Pertanian Bersama Uni Eropa pada tahun 2005.

[10] Pertumbuhan pertanian organik telah memperbarui penelitian dalam teknologi alternatif seperti manajemen hama terpadu dan pembiakan selektif. Perkembangan teknologi terkini yang dipergunakan secara luas yaitu bahan pangan termodifikasi secara genetik.

Di akhir tahun 2007, beberapa faktor mendorong peningkatan harga biji-bijian yang dikonsumsi manusia dan hewan ternak, menyebabkan peningkatan harga gandum (hingga 58%), kedelai (hingga 32%), dan jagung (hingga 11%) dalam satu tahun. Kontribusi terbesar ada pada peningkatan permintaan biji-bijian sebagai bahan pakan ternak di Cina dan India, dan konversi biji-bijian bahan pangan menjadi produk biofuel. [11] [12] Hal ini menyebabkan kerusuhan dan demonstrasi yang menuntut turunnya harga pangan.

[13] [14] [15] International Fund for Agricultural Development mengusulkan peningkatan pertanian skala kecil dapat menjadi solusi untuk meningkatkan suplai bahan pangan dan juga ketahanan pangan.

Visi mereka didasarkan pada perkembangan Vietnam yang bergerak dari importir makanan ke eksportir makanan, dan mengalami penurunan angka kemiskinan secara signifikan dikarenakan peningkatan jumlah dan volume usaha kecil di bidang pertanian di negara mereka. [16] Sebuah epidemi yang disebabkan oleh fungi Puccinia graminis pada tanaman gandum menyebar di Afrika hingga ke Asia.

[17] [18] [19] Diperkirakan 40% lahan pertanian terdegradasi secara serius. [20] Di Afrika, kecenderungan degradasi tanah yang terus berlanjut dapat menyebabkan lahan tersebut hanya mampu berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit makan 25% populasinya. [21] Pada tahun 2009, China merupakan produsen hasil pertanian terbesar di dunia, diikuti oleh Uni Eropa, India, dan Amerika Serikat, berdasarkan IMF.Pakar ekonomi mengukur total faktor produktivitas pertanian dan menemukan bahwa Amerika Serikat saat ini 1.7 kali lebih produktif dibandingkan dengan tahun 1948.

[22] Enam negara di dunia, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Australia, Argentina, dan Thailand mensuplai 90% biji-bijian bahan pangan yang diperdagangkan di dunia. [23] Defisit air yang terjadi telah meningkatkan impor biji-bijian di berbagai negara berkembang, [24] dan kemungkinan juga akan terjadi di negara yang lebih besar seperti China dan India. [25] Tenaga kerja [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2011, International Labour Organization (ILO) menyatakan bahwa setidaknya terdapat 1 miliar lebih penduduk yang bekerja di bidang sektor pertanian.

Pertanian menyumbang setidaknya 70% jumlah pekerja anak-anak, dan di berbagai negara sejumlah besar wanita juga bekerja di sektor ini lebih banyak dibandingkan dengan sektor lainnya.

[26] Hanya sektor jasa yang mampu mengungguli jumlah pekerja pertanian, yaitu pada tahun 2007. Antara tahun 1997 dan 2007, jumlah tenaga kerja di bidang pertanian turun dan merupakan sebuah kecenderungan yang akan berlanjut. [27] Jumlah pekerja yang dipekerjakan di bidang pertanian bervariasi di berbagai negara, mulai dari 2% di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, hingga 80% di berbagai negara di Afrika.

[28] Di negara maju, angka ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan abad sebelumnya. Pada abad ke 16, antara 55 hingga 75 persen penduduk Eropa bekerja di bidang pertanian. Pada abad ke 19, angka ini turun menjadi antara 35 hingga 65 persen. [29] Angka ini sekarang turun menjadi kurang dari 10%. [28] Keamanan [ sunting - sunting sumber ] Batang pelindung risiko tergulingnya traktor dipasang di belakang kursi pengemudi Pertanian merupakan industri yang berbahaya.

Petani di seluruh dunia bekerja pada risiko tinggi terluka, penyakit paru-paru, hilangnya pendengaran, penyakit kulit, juga kanker tertentu karena penggunaan bahan kimia dan paparan cahaya matahari dalam jangka panjang. Pada pertanian industri, luka secara berkala terjadi pada penggunaan alat dan mesin pertanian, dan penyebab utama luka serius.

[30] Pestisida dan bahan kimia lainnya juga membahayakan kesehatan. Pekerja yang terpapar pestisida secara jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan fertilitas. [31] Di negara industri dengan keluarga yang kecuali bekerja pada lahan usaha tani yang dikembangkannya sendiri, seluruh keluarga tersebut berada pada risiko.

[32] Penyebab utama kecelakaan fatal pada pekerja pertanian yaitu tenggelam dan luka akibat permesinan. [32] ILO menyatakan bahwa pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi yang membahayakan tenaga kerja.

[26] Diperkirakan bahwa kematian pekerja di sektor ini setidaknya 170 ribu jiwa per tahun. Berbagai kasus kematian, luka, dan sakit karena aktivitas pertanian sering kali tidak dilaporkan sebagai kejadian akibat aktivitas pertanian. [33] ILO telah mengembangkan Konvensi Kesehatan dan Keselamatan di bidang Pertanian, 2001, yang mencakup risiko pada pekerjaan di bidang pertanian, pencegahan risiko ini, dan peran dari individu dan organisasi terkait pertanian.

[26] Sistem pembudidayaan tanaman [ sunting - sunting sumber ] Budi daya padi di Bihar, India Sistem pertanaman dapat bervariasi pada setiap lahan usaha tani, tergantung pada ketersediaan sumber daya kecuali pembatas; geografi dan iklim; kebijakan pemerintah; tekanan ekonomi, sosial, dan politik; dan filosofi dan budaya petani.

[34] [35] Pertanian berpindah ( tebang dan bakar) adalah sistem di mana hutan dibakar. Nutrisi yang tertinggal di tanah setelah pembakaran dapat mendukung pembudidayaan tumbuhan semusim dan menahun untuk beberapa tahun.

[36] Lalu petak tersebut ditinggalkan agar hutan tumbuh kembali dan petani berpindah ke petak hutan berikutnya yang akan dijadikan lahan pertanian. Waktu tunggu akan semakin pendek ketika populasi petani meningkat, sehingga membutuhkan input nutrisi dari pupuk dan kotoran hewan, dan pengendalian hama. Pembudidayaan semusim berkembang dari budaya ini. Petani tidak berpindah, namun membutuhkan intensitas input pupuk dan pengendalian hama yang lebih tinggi.

Industrialisasi membawa pertanian monokultur di mana satu kultivar dibudidayakan pada lahan yang sangat luas. Karena tingkat keanekaragaman hayati yang rendah, penggunaan nutrisi cenderung seragam dan hama dapat terakumulasi pada halah tersebut, sehingga penggunaan pupuk dan pestisida meningkat. [35] Di sisi lain, sistem tanaman rotasi menumbuhkan tanaman berbeda secara berurutan dalam satu tahun.

Tumpang sari adalah ketika tanaman yang berbeda ditanam pada waktu yang sama dan lahan yang sama, yang disebut juga dengan polikultur. [36] Di lingkungan subtropis dan gersang, preiode penanaman terbatas pada keberadaan musim hujan sehingga tidak dimungkinkan menanam banyak tanaman semusim bergiliran dalam setahun, atau dibutuhkan irigasi.

Di semua jenis lingkungan ini, tanaman menahun seperti kopi dan kakao dan praktik wanatani dapat tumbuh. Di lingkungan beriklim sedang di mana padang rumput dan sabana banyak tumbuh, praktik budidaya tanaman semusim dan penggembalaan hewan dominan. [36] Sistem produksi hewan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Peternakan, Budi daya perikanan, dan Hewan ternak Sistem produksi hewan ternak dapat didefinisikan berdasarkan sumber pakan yang digunakan, yang terdiri dari peternakan berbasis penggembalaan, sistem kandang penuh, dan campuran.

[37] Pada tahun 2010, 30 persen lahan di dunia digunakan untuk memproduksi hewan ternak dengan mempekerjakan lebih 1.3 miliar orang. Antara tahun 1960-an sampai 2000-an terjadi peningkatan produksi hewan ternak secara signifikan, dihitung dari jumlah maupun massa karkas, terutama pada produksi daging sapi, daging babi, dan daging ayam. Produksi daging ayam pada periode tersebut meningkat hingga 10 kali lipat.

Hasil hewan non-daging seperti susu sapi dan telur ayam juga menunjukan peningkatan yang signifikan. Populasi sapi, domba, dan kambing diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2050.

[38] Budi daya perikanan adalah produksi ikan dan hewan air lainnya di dalam lingkungan yang terkendali untuk konsumsi manusia.

Sektor ini juga termasuk yang mengalami peningkatan hasil rata-rata 9 persen per tahun antara tahun 1975 hingga tahun 2007. [39] Selama abad ke-20, produsen hewan ternak dan ikan menggunakan pembiakan selektif untuk menciptakan ras hewan dan hibrida yang mampu meningkatkan hasil produksi, tanpa memperdulikan keinginan untuk mempertahankan keanekaragaman genetika.

Kecenderungan ini memicu penurunan signifikan dalam keanekaragaman genetika dan sumber daya pada ras hewan ternak, yang menyebabkan berkurangnya resistansi hewan ternak terhadap penyakit. Adaptasi lokal yang sebelumnya banyak terdapat pada berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit ternak ras setempat juga mulai menghilang. [40] Produksi hewan ternak berbasis penggembalaan amat bergantung pada bentang alam seperti padang rumput dan sabana untuk memberi makan hewan ruminansia.

Kotoran hewan menjadi input nutrisi utama bagi vegetasi tersebut, namun input lain di luar kotoran hewan dapat diberikan tergantung kebutuhan. Sistem ini penting di daerah di mana produksi tanaman pertanian tidak memungkinkan karena kondisi iklim dan tanah. [36] Sistem campuran menggunakan lahan penggembalaan sekaligus pakan buatan yang merupakan hasil pertanian yang diolah menjadi pakan ternak.

[37] Sistem kandang memelihara hewan ternak di dalam kandang secara penuh dengan input pakan yang harus diberikan setiap hari. Pengolahan kotoran ternak dapat menjadi masalah pencemaran udara karena dapat menumpuk dan melepaskan gas metan dalam jumlah besar.

[37] Negara industri menggunakan sistem kandang penuh untuk mensuplai sebagian besar daging dan produk peternakan di dalam negerinya. Diperkirakan berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit dari seluruh peningkatan produksi hewan ternak dari tahun 2003 hingga 2030 akan bergantung pada sistem produksi peternakan pabrik. Sebagian besar pertumbuhan ini akan terjadi di negara yang saat ini merupakan negara berkembang di Asia, dan sebagian kecil di Afrika. [38] Beberapa praktik digunakan dalam produksi hewan ternak komersial seperti penggunaan hormon pertumbuhan menjadi kontroversi di berbagai tempat di dunia.

[41] Masalah lingkungan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pertanian Pertanian mampu menyebabkan masalah melalui pestisida, arus nutrisi, penggunaan air berlebih, hilangnya lingkungan alam, dan masalah lainnya.

Sebuah penilaian yang dilakukan pada tahun 2000 di Inggris menyebutkan total biaya eksternal untuk mengatasi permasalahan lingkungan terkait pertanian adalah 2343 juta Poundsterling, atau 208 Poundsterling per hektare. [42] Sedangkan di Amerika Serikat, biaya eksternal untuk produksi tanaman pertaniannya mencapai 5 hingga 16 miliar US Dollar atau 30-96 US Dollar per hektare, dan biaya eksternal produksi peternakan mencapai 714 juta US Dollar.

[43] Kedua studi fokus pada dampak fiskal, yang menghasilkan kesimpulan bahwa begitu banyak hal yang harus dilakukan untuk memasukkan biaya eksternal ke dalam usaha pertanian. Keduanya tidak memasukkan subsidi di dalam analisisnya, namun memberikan catatan bahwa subsidi pertanian juga membawa dampak bagi masyarakat. [42] [43] Pada tahun 2010, International Resource Panel dari UNEP mempublikasikan laporan penilaian dampak lingkungan dari konsumsi dan produksi.

Studi tersebut menemukan bahwa pertanian dan konsumsi bahan pangan adalah dua hal yang memberikan tekanan pada lingkungan, terutama degradasi habitat, perubahan iklim, penggunaan air, dan emisi zat beracun.

[44] Masalah pada hewan ternak [ sunting - sunting sumber ] PBB melaporkan bahwa "hewan ternak merupakan salah satu penyumbang utama masalah lingkungan". [45] 70% lahan pertanian dunia digunakan untuk produksi hewan ternak, secara langsung maupun tidak langsung, sebagai lahan penggembalaan maupun lahan untuk memproduksi pakan ternak. Jumlah ini setara dengan 30% total lahan di dunia. Hewan ternak juga merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca berupa gas metana dan nitro oksida yang, meski jumlahnya sedikit, namun dampaknya setara dengan emisi total CO 2.

Hal ini dikarenakan gas metana dan nitro oksida merupakan gas rumah kaca yang lebih kuat dibandingkan CO 2. Peternakan juga didakwa sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya deforestasi. 70% basin Amazon yang sebelumnya merupakan hutan kini menjadi lahan penggembalaan hewan, dan sisanya menjadi lahan produksi pakan. [46] Selain deforestasi dan degradasi lahan, budi daya hewan ternak yang sebagian besar berkonsep kecuali tunggal juga menjadi pemicu hilangnya keanekaragaman hayati.

Masalah penggunaan lahan dan air [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Dampak lingkungan dari irigasi Transformasi lahan menuju penggunaannya untuk menghasilkan barang dan jasa adalah cara yang paling substansial bagi manusia dalam mengubah ekosistem bumi, dan dikategrikan sebagai penggerak utama hilangnya keanekaragaman hayati. Diperkirakan jumlah lahan yang diubah oleh manusia antara 39%-50%.

[47] Degradasi lahan, penurunan fungsi dan produktivitas ekosistem jangka panjang, diperkirakan terjadi pada 24% lahan di dunia. [48] Laporan FAO menyatakan bahwa manajemen lahan sebagai penggerak utama degradasi dan 1.5 miliar orang bergantung pada lahan yang terdegradasi.

Deforestasi, desertifikasi, erosi tanah, kehilangan kadar mineral, dan salinisasi adalah contoh bentuk degradasi tanah. [36] Eutrofikasi adalah peningkatan populasi alga dan tumbuhan air di ekosistem perairan akibat aliran nutrisi dari lahan pertanian. Hal ini mampu menyebabkan hilangnya kadar oksigen di air ketika jumlah alga dan tumbuhan air yang mati dan membusuk di perairan bertambah dan dekomposisi terjadi.

Hal ini mampu menyebabkan kebinasaan ikan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menjadikan air tidak bisa digunakan sebagai air minum dan kebutuhan masyarakat dan industri. Penggunaan pupuk berlebihan di lahan pertanian yang diikuti dengan aliran air permukaan mampu menyebabkan nutrisi di lahan pertanian terkikis dan mengalir terbawa menuju ke perairan terdekat.

Nutrisi inilah yang menyebabkan eutrofikasi. [49] Pertanian memanfaatkan 70% air tawar yang diambil dari berbagai sumber di seluruh dunia.

[50] Pertanian memanfaatkan sebagian besar air di akuifer, bahkan mengambilnya dari lapisan air tanah dalam laju yang tidak dapat dikembalikan ( unsustainable). Telah diketahui bahwa berbagai akuifer di berbagai tempat padat penduduk di seluruh dunia, seperti China bagian utara, sekitar Sungai Ganga, dan wilayah barat Amerika Serikat, telah berkurang jauh, dan penelitian mengenai ini sedang dilakukan di akuifer di Iran, Meksiko, dan Arab Saudi.

[51] Tekanan terhadap konservasi air terus terjadi dari sektor industri dan kawasan urban yang terus mengambil air secara tidak lestari, sehingga kompetisi penggunaan air bagi pertanian kecuali dan tantangan dalam memproduksi bahan pangan juga demikian, terutama di kawasan yang langka air. [52] Penggunaan air di pertanian juga dapat menjadi penyebab masalah lingkungan, termasuk hilangnya rawa, penyebaran penyakit melalui air, dan degradasi lahan seperti salinisasi tanah ketika irigasi tidak dilakukan dengan baik.

[53] Pestisida [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Dampak lingkungan dari pestisida Penggunaan pestisida telah meningkat sejak tahun 1950-an, menjadi 2.5 juta ton per tahun di seluruh dunia. Namun tingkat kehilangan produksi pertanian tetap terjadi dalam jumlah yang relatif konstan. [54] WHO memperkirakan pada tahun 1992 bahwa 3 juta manusia keracunan pestisida setiap tahun dan menyebabkan kematian 200 ribu jiwa.

[55] Pestisida dapat menyebabkan resistansi pestisida pada populasi hama sehingga pengembangan pestisida baru terus berlanjut. [56] Argumen alernatif dari masalah ini adalah pestisida merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi pangan pada lahan yang terbatas, sehingga dapat menumbuhkan lebih banyak tanaman pertanian pada lahan yang lebih sempit dan memberikan ruang lebih banyak bagi alam liar dengan mencegah perluasan lahan pertanian lebih ekstensif.

[57] [58] Namun berbagai kritik berkembang bahwa perluasan lahan yang mengorbankan lingkungan karena peningkatan kebutuhan pangan tidak dapat dihindari, [59] dan pestisida hanya menggantikan praktik pertanian yang baik yang ada seperti rotasi tanaman.

[56] Rotasi tanaman mencegah penumpukan hama yang sama pada satu lahan sehingga hama diharapkan menghilang setelah panen dan tidak datang kembali karena tanaman yang ditanam tidak sama dengan yang sebelumnya.

Perubahan iklim [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Perubahan iklim dan pertanian Pertanian adalah salah satu yang mempengaruhi perubahan iklim, dan perubahan iklim memiliki dampak bagi pertanian. Perubahan iklim memiliki pengaruh bagi pertanian melalui perubahan temperatur, hujan (perubahan periode dan kuantitas), kadar karbon dioksida di udara, radiasi matahari, dan interaksi dari semua elemen tersebut.

[36] Kejadian ekstrem seperti kekeringan dan banjir diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim. [60] Pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Suplai air akan menjadi hal yang kritis untuk menjaga produksi pertanian dan menyediakan bahan pangan.

Fluktuasi debit sungai akan terus terjadi akibat perubahan iklim. Negara di sekitar sungai Nil sudah mengalami dampak fluktuasi debit sungai yang mempengaruhi hasil pertanian musiman yang mampu mengurangi hasil pertanian hingga 50%. [61] Pendekatan yang bersifat mengubah diperlukan untuk mengelola sumber daya alam pada masa depan, seperti perubahan kebijakan, metode praktik, dan alat untuk mempromosikan pertanian berbasis iklim dan lebih banyak menggunakan informasi ilmiah dalam menganalisis risiko dan kerentanan akibat perubahan iklim.

[62] [63] Pertanian dapat memitigasi sekaligus memperburuk pemanasan global. Beberapa dari peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer bumi dikarenakan dekomposisi materi organik yang berada di tanah, dan sebagian besar gas metanan yang dilepaskan ke atmosfer berasal dari aktivitas pertanian, termasuk dekomposisi pada lahan basah pertanian seperti sawah, [64] dan aktivitas digesti hewan ternak.

Tanah yang basah dan anaerobik mampu menyebabkan denitrifikasi dan hilangnya nitrogen dari tanah, menyebabkan lepasnya gas nitrat oksida dan nitro oksida ke udara yang merupakan gas rumah kaca. [65] Perubahan metode pengelolaan pertanian mampu berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit pelepasan gas rumah kaca ini, dan tanah dapat difungsikan kembali sebagai fasilitas sekuestrasi karbon.

[64] Energi dan pertanian [ sunting - sunting sumber ] Sejak tahun 1940, produktivitas pertanian meningkat secara signifikan dikarenakan penggunaan energi yang intensif dari aktivitas mekanisasi pertanian, pupuk, dan pestisida. Input energi ini sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil. [66] Revolusi Hijau mengubah pertanian di seluruh dunia dengan peningkatan produksi biji-bijian secara signifikan, [67] dan kini pertanian modern membutuhkan input minyak bumi dan gas alam untuk sumber energi dan produksi pupuk.

Telah terjadi kekhawatiran bahwa kelangkaan energi fosil akan menyebabkan tingginya biaya produksi pertanian sehingga mengurangi hasil pertanian dan kelangkaan pangan. [68] Rasio konsumsi energi pada pertanian dan sistem pangan (%) pada tiga negara maju Negara Tahun Pertanian (secara langsung & tidak langsung) Sistem pangan Britania Raya [69] 2005 1.9 11 Amerika Serikat [70] 1996 2.1 10 Amerika Serikat [71] 2002 2.0 14 Swedia [72] 2000 2.5 13 Negara industri bergantung pada bahan bakar fosil secara dua hal, yaitu secara langsung dikonsumsi sebagai sumber energi di pertanian, dan secara tidak langsung sebagai input untuk manufaktur pupuk dan pestisida.

Konsumsi langsung dapat mencakup penggunaan pelumas dalam perawatan permesinan, dan fluida penukar panas pada mesin pemanas dan pendingin. Pertanian di Amerika Serikat mengkonsumsi sektar 1.2 eksajoule pada tahun 2002, yang merupakan 1% dari total energi yang dikonsumsi di negara tersebut. [68] Konsumsi tidak langsung yaitu sebagai manufaktur pupuk dan pestisida yang mengkonsumsi bahan bakar fosil setara 0.6 eksajoule pada tahun 2002.

[68] Gas alam dan batu bara yang dikonsumsi melalui produksi pupuk nitrogen besarnya setara dengan setengah kebutuhan energi di pertanian. China mengkonsumsi batu bara untuk produksi pupuk nitrogennya, sedangkan sebagian besar negara di Eropa menggunakan gas alam dan hanya sebagian kecil batu bara.

Berdasarkan laporan pada tahun 2010 yang dipublikasikan oleh The Royal Society, ketergantungan pertanian terhadap bahan bakar fosil terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Bahan bakar yang digunakan di pertanian dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti jenis tanaman, sistem produksi, dan lokasi. [73] Energi yang digunakan untuk produksi alat dan mesin pertanian juga merupakan salah satu bentuk penggunaan energi di pertanian secara tidak pangsung.

Sistem pangan mencakup tidak hanya pada produksi pertanian, namun juga pemrosesan setelah hasil pertanian keluar dari lahan usaha tani, pengepakan, transportasi, pemasaran, konsumsi, dan pembuangan dan pengolahan sampah makanan. Energi yang digunakan pada sistem pangan ini lebih tinggi dibandingkan penggunaan energi pada produksi hasil pertanian, dapat mencapai lima kali lipat. [70] [71] Pada tahun 2007, insentif yang lebih tinggi bagi berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit penanam tanaman non-pangan penghasil biofuel [74] ditambah dengan faktor lain seperti pemanfaatan kembali lahan tidur yang kurang subur, peningkatan biaya transportasi, perubahan iklim, peningkatan jumlah konsumen, dan peningkatan penduduk dunia, [75] menyebabkan kerentanan pangan dan peningkatan harga pangan di berbagai tempat di dunia.

[76] [77] Pada Desember 2007, 37 negara di dunia menghadapi krisis pangan, dan 20 negara telah menghadapi peningkatan harga pangan di luar kendali, yang dikenal dengan kasus krisis harga pangan dunia 2007-2008.

Kerusuhan akibat menuntut turunnya harga pangan terjadi di berbagai tempat hingga menyebabkan korban jiwa. [13] [14] [15] Mitigasi kelangkaan bahan bakar fosil [ sunting - sunting sumber ] Prediksi M. King Hubbert mengenai laju produksi minyak bumi dunia. Pertanian modern sangat bergantung pada energi fosil ini. [78] Pada kelangkaan bahan bakar fosil, pertanian organik akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan begitu banyak input berbasis minyak bumi seperti pupuk dan pestisida.

Berbagai studi mengenai pertanian organik modern menunjukan bahwa hasil pertanian organik sama besarnya dengan pertanian konvensional. [79] Kuba pasca runtuhnya Uni Soviet mengalami kelangkaan input pupuk dan pestisida kimia sehingga usaha pertanian di negeri tersebut menggunakan praktik organik dan mampu memberi makan populasi penduduknya.

[80] Namun pertanian organik akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan jam kerja. [81] Perpindahan dari praktik monokultur ke pertanian organik juga membutuhkan waktu, terutama pengkondisian tanah [79] untuk kecuali bahan kimia berbahaya yang tidak sesuai dengan standar bahan pangan organik. Komunitas pedesaan bisa memanfaatkan biochar dan synfuel yang menggunakan limbah pertanian untuk diolah menjadi pupuk dan energi, sehingga bisa mendapatkan bahan bakar dan bahan pangan sekaligus, dibandingkan dengan persaingan bahan pangan vs bahan bakar yang masih terjadi hingga saat ini.

Synfuel dapat digunakan di tempat; prosesnya akan lebih efisien dan mampu menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk seluruh aktivitas pertanian organik. [82] [83] Ketika bahan pangan termodifikasi genetik (GMO) masih dikritik karena benih yang dihasilkan bersifat steril sehingga tidak mampu direproduksi oleh petani [84] [85] dan hasilnya dianggap berbahaya bagi manusia, telah diusulkan agar tanaman jenis ini dikembangkan lebih lanjut dan digunakan sebagai penghasil bahan bakar, karena tanaman ini mampu dimodifikasi untuk menghasilkan lebih banyak kecuali input energi yang lebih sedikit.

[86] Namun perusahaan utama penghasil GMO sendiri, Monsanto, tidak mampu melaksanakan proses produksi pertanian berkelanjutan dengan tanaman GMO lebih dari satu tahun. Di saat yang bersamaan, praktik pertanian dengan memanfaatkan ras tradisional menghasilkan lebih banyak pada jenis tanaman yang sama dan dilakukan secara berkelanjutan. [87] Ekonomi pertanian [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Subsidi pertanian dan Ekonomi pedesaan Ekonomi pertanian adalah aktivitas ekonomi yang terkait dengan produksi, distribusi, dan konsumsi produk dan jasa pertanian.

[88] Mengkombinasikan produksi pertanian dengan teori umum mengenai pemasaran dan bisnis adalah sebuah disiplin ilmu yang dimulai sejak akhir abad ke 19, dan terus bertumbuh sepanjang abad ke-20.

[89] Meski studi mengenai pertanian terbilang baru, berbagai kecenderungan utama di bidang pertanian seperti sistem bagi hasil pasca Perang Saudara Amerika Serikat hingga sistem feodal yang pernah terjadi di Eropa, telah secara signifikan mempengaruhi aktivitas ekonomi suatu negara dan juga dunia. [90] [91] Di berbagai tempat, harga pangan yang dipengaruhi oleh pemrosesan pangan, distribusi, dan pemasaran pertanian telah tumbuh dan biaya harga pangan yang dipengaruhi oleh aktivitas pertanian di atas lahan telah jauh berkurang efeknya.

Hal ini terkait dengan efisiensi yang begitu tinggi dalam bidang pertanian dan dikombinasikan dengan peningkatan nilai tambah melalui pemrosesan bahan pangan dan strategi pemasaran. Konsentrasi pasar juga telah meningkat di sektor ini yang dapat meningkatkan efisiensi. Namun perubahan ini mampu mengakibatkan perpindahan surplus ekonomi dari produsen (petani) ke konsumen, dan memiliki dampak yang negatif bagi komunitas pedesaan. [92] Digitalisasi perlu untuk merespon keterbatasan tenaga kerja dan juga meningkatkan efisiensi yang mampu meningkatkan produktivitas bisnis, value, produk dan konsumen baru men-distruptive teknologi budidaya konvensional.

Baik selama proses bahkan hingga memasarkan produk pertanian, digitalisasi begitu efisien. Perlahan, para petani tidak gagap teknologi digital, dan bahkan bisa meningkatkan produkvitas sektor pertanian, hal ini tentu masih banyak tugas untuk mewujudkan petani menjadi petani digital.

[93] Kebijakan pemerintah suatu negara dapat mempengaruhi secara signifikan pasar produk pertanian, dalam bentuk pemberian pajak, subsidi, tarif, dan bea lainnya. [94] Sejak tahun 1960-an, kombinasi pembatasan ekspor impor, kebijakan nilai tukar, dan subsidi mempengaruhi pertanian di negara berkembang dan negara maju. Pada tahun 1980-an, para petani di negara berkembang yang tidak mendapatkan subsidi akan kalah bersaing dikarenakan kebijakan di berbagai negara yang menyebabkan rendahnya harga bahan pangan.

Di antara tahun 1980-an dan 2000-an, beberapa negara di dunia membuat kesepakatan untuk membatasi tarif, subsidi, dan batasan perdagangan lainnya yang diberlakukan di dunia pertanian. [95] Namun pada tahun 2009, masih terdapat sejumlah distorsi kebijakan pertanian yang mempengaruhi harga bahan pangan.

Tiga komoditas yang sangat terpengaruh adalah gula, susu, dan beras, yang terutama karena pemberlakuan pajak. Wijen merupakan biji-bijian penghasil minyak yang terkena pajak paling tinggi meski masih lebih rendah dibandingkan pajak produk peternakan.

[96] Namun subsidi kapas masih terjadi di negara maju yang telah menyebabkan rendahnya harga di tingkat dunia dan menekan petani kapas di negara berkembang yang tidak disubsidi. [97] Komoditas mentah seperti jagung dan daging sapi umumnya diharga berdasarkan kualitasnya, dan kualitas menentukan harga. Komoditas yang dihasilkan di suatu wilayah dilaporkan dalam bentuk volume produksi atau berat.

[98] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • ^ Safety and health in agriculture. International Labour Organization. 1999. ISBN 978-92-2-111517-5. Diakses tanggal 13 September 2010. • ^ Harahap, Fitra Syawal (2021). Dasar-dasar Agronomi Pertanian. Mitra Cendekia Media. hlm. 2. ISBN 9786236957851.

• ^ Lamangida, Saiman (2021). "DEKAN HADIRI PENANDA TANGANAN IMPLEMENTASI KERJASAMA JURUSAN PETERNAKAN DENGAN DINAS PERTANIAN PROVINSI GORONTALO". ung.ac.id. Diakses tanggal 2022-01-04. • ^ Douglas John McConnell (2003). The Forest Farms of Kandy: And Other Gardens of Complete Design. hlm.

1. ISBN 978-0-7546-0958-2. • ^ Douglas John McConnell (1992). The forest-garden farms of Kandy, Sri Lanka. hlm. 1. ISBN 978-92-5-102898-8. • ^ "Kucing Piaraan Tertua di Dunia Ditemukan". Kompas. 17 Desember 2013. • ^ Hancock, James F. (2012). Plant evolution and the origin of crop species (edisi ke-3rd). CABI. hlm. 119. ISBN 1845938011. • ^ UN Industrial Development Organization, International Fertilizer Development Center (1998).

The Fertilizer Manual (edisi ke-3rd). Springer. hlm. 46. ISBN 0792350324. • ^ Scheierling, Susanne M. (1995). "Overcoming agricultural pollution of water : the challenge of integrating agricultural and environmental policies in the European Union, Volume 1".

The World Bank. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-05. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit tanggal 2013-04-15. • ^ "CAP Reform". European Commission. 2003. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ "At Tyson and Kraft, Grain Costs Limit Profit". The New York Times. Bloomberg. 6 September 2007. • ^ McMullen, Alia (7 January 2008). "Forget oil, the new global crisis is food". Financial Post. Toronto. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-13.

Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b Watts, Jonathan (4 December 2007). "Riots and hunger feared as demand for grain sends food costs soaring", The Guardian (London).

• ^ a b Mortished, Carl (7 March 2008). "Already we have riots, hoarding, panic: the sign of things to come?", The Times (London). • ^ a b Borger, Julian (26 February 2008). "Feed the world? We are fighting a losing battle, UN admits", The Guardian (London).

• ^ "Food prices: smallholder farmers can be part of the solution". International Fund for Agricultural Development. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-05. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ McKie, Robin; Rice, Xan (22 April 2007). "Millions face famine as crop disease rages", The Observer' (London). • ^ Mackenzie, Debora (3 April 2007). "Billions at risk from wheat super-blight". New Scientist. London (2598): 6–7.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-09. Diakses tanggal 19 April 2007. • ^ Leonard, K.J. (February 2001). "Black stem rust biology and threat to wheat growers". USDA Agricultural Research Service. Diakses tanggal 2013-04-22.

• ^ Sample, Ian (31 August 2007). "Global food crisis looms as climate change and population growth strip fertile land", The Guardian (London). • ^ "Africa may be able to feed only 25% of its population by 2025", mongabay.com, 14 December 2006.

• ^ "Agricultural Productivity in the United States". USDA Economic Research Service. 5 July 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-01. Diakses tanggal 2013-04-22. • ^ " The Food Bubble Economy". The Institute of Science in Society. • ^ Brown, Lester R.

"Global Water Shortages May Lead to Food Shortages-Aquifer Depletion". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-24. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "India grows a grain crisis". Asia Times (Hong Kong). 21 July 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-21.

Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ a b c "Safety and health in agriculture". International Labour Organization. 21 March 2011. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ AP (26 January 2007). "Services sector overtakes farming as world's biggest employer: ILO". The Financial Express. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ a b "Labor Force – By Occupation". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-22.

Diakses tanggal 2013-05-04. • ^ Allen, Robert C. "Economic structure and agricultural productivity in Europe, 1300–1800" (PDF). European Review of Economic History. 3: 1–25. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-10-27. Diakses tanggal 2013-11-13. • ^ "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agricultural Injuries".

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "NIOSH Pesticide Poisoning Monitoring Program Protects Farmworkers". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ a b "NIOSH Workplace Safety & Health Topic: Agriculture". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture: A hazardous work". International Labour Organization. 15 June 2009. Diakses tanggal 2013-04-24.

• ^ "Analysis of farming systems". Food and Agriculture Organization. Diakses tanggal 2013-05-22. • ^ a b Acquaah, G. 2002. Agricultural Production Systems. pp. 283–317 in "Principles of Crop Production, Theories, Techniques and Technology".

Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ a b c d e f Chrispeels, M.J.; Sadava, D.E. 1994. "Farming Systems: Development, Productivity, and Sustainability". pp. kecuali in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ a b c Sere, C.; Steinfeld, H.; Groeneweld, J. (1995). "Description of Systems in World Livestock Systems – Current status issues and trends".

U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-26. Diakses tanggal 2013-09-08. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b Thornton, Philip K. (27 September 2010). "Livestock production: recent trends, future prospects". Philosophical Transactions of the Royal Society B.

365 (1554). doi: 10.1098/rstb.2010.0134. • ^ Stier, Ken (September 19, 2007). "Fish Farming's Growing Dangers". Time. • ^ P. Ajmone-Marsan (May 2010).

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

"A global view of livestock biodiversity and conservation – GLOBALDIV". Animal Genetics. 41 (supplement S1): 1–5. kecuali 10.1111/j.1365-2052.2010.02036.x. • ^ "Growth Promoting Hormones Pose Health Risk to Consumers, Confirms EU Scientific Committee" (PDF). European Union. 23 April 2002. Diakses tanggal 2013-04-06. • ^ a b Pretty, J; et al. (2000). "An assessment of the total external costs of UK agriculture".

Agricultural Systems. 65 (2): 113–136. doi: 10.1016/S0308-521X(00)00031-7. • ^ a b Tegtmeier, E.M.; Duffy, M. (2005). "External Costs of Agricultural Production in the United States" (PDF). The Earthscan Reader in Sustainable Agriculture.

• ^ International Resource Panel (2010). "Priority products and materials: assessing the environmental impacts of consumption and production". United Nations Environment Programme.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-24. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Livestock a major threat to environment". UN Food and Agriculture Organization. 29 November 2006.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-03-28. Diakses tanggal 2013-04-24. • ^ Steinfeld, H.; Gerber, P.; Wassenaar, T.; Castel, V.; Rosales, M.; de Haan, C. (2006). "Livestock's Long Shadow – Environmental issues and options" (PDF).

Rome: U.N. Food and Agriculture Organization. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2008-06-25. Diakses tanggal 5 December 2008. • ^ Vitousek, P.M.; Mooney, H.A.; Lubchenco, J.; Melillo, J.M. (1997). "Human Domination of Earth's Ecosystems".

Science. 277: 494–499. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Bai, Z.G., D.L. Dent, L. Olsson, and M.E. Schaepman (November 2008). "Global assessment of land degradation and improvement 1:identification by remote sensing" (PDF). FAO/ISRIC. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-12-13. Diakses tanggal 2013-05-24. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Carpenter, S.R., N.F.

Caraco, D.L. Correll, R.W. Howarth, A.N. Sharpley, and V.H. Smith (1998). "Nonpoint Pollution of Surface Waters with Phosphorus and Nitrogen". Ecological Applications. 8 (3): 559–568. doi: 10.1890/1051-0761(1998)008[0559:NPOSWW]2.0.CO;2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Molden, D. (ed.). "Findings of the Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture".

Annual Report 2006/2007. International Water Management Institute. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ Li, Sophia (13 August 2012). "Stressed Aquifers Around the Globe". New York Times. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Water Use in Agriculture". FAO. November 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-15. Diakses tanggal 2013-05-07. • ^ "Water Management: Towards 2030". FAO. March 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2013-05-07.

• ^ Pimentel, D. T.W. Culliney, and T. Bashore (1996.). "Public health risks associated with pesticides and natural toxins in foods". Radcliffe's IPM World Textbook. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1999-02-18. Diakses tanggal 2013-05-07.

Periksa nilai tanggal di: -year= ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ WHO. 1992. Our planet, our health: Report of the WHU commission on health and environment.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Geneva: World Health Organization. • ^ a b Chrispeels, M.J. and D.E. Sadava. 1994. "Strategies for Pest Control" pp.355–383 in Plants, Genes, and Agriculture. Jones and Bartlett, Boston, MA. • ^ Avery, D.T. (2000). Saving the Planet with Pesticides and Plastic: The Environmental Triumph of High-Yield Farming. Indianapolis, IN: Hudson Institute. • ^ "Home". Center for Global Food Issues. Diakses tanggal 2013-05-24.

• ^ Lappe, F.M., J. Collins, and P. Rosset. kecuali. "Myth 4: Food vs. Our Environment" pp. 42–57 in World Hunger, Twelve Myths, Grove Press, New York. • ^ Harvey, Fiona (18 November 2011). "Extreme weather will strike as climate change takes hold, IPCC warns". The Guardian. • ^ "Report: Blue Peace for the Nile" (PDF). Strategic Foresight Group. Diakses tanggal 2013-08-20. • ^ "World: Pessimism about future grows in agribusiness". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-10.

Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "SREX: Lessons for the agricultural sector". Climate & Development Knowledge Network. Diakses tanggal 2013-05-24. • ^ a b Brady, N.C. and R.R. Weil. 2002. "Soil Organic Matter" pp. 353–385 in Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ Brady, N.C. and R.R. Weil.

2002. "Nitrogen and Sulfur Economy of Soils" pp. 386–421 in Elements of the Nature and Properties of Soils. Pearson Prentice Hall, Upper Saddle River, NJ. • ^ " World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists". The Independent. 14 June 2007.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

• ^ Robert W. Herdt (30 May 1997). "The Future of the Green Revolution: Implications for International Grain Markets" (PDF). The Rockefeller Foundation. hlm. 2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-10-19.

Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ a b c Schnepf, Randy (19 November 2004). "Energy use in Agriculture: Background and Issues" (PDF). CRS Report for Congress. Congressional Research Service. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 2013-09-26.

• ^ Rebecca White (2007). "Carbon governance from a systems perspective: an investigation of food production and consumption in the UK" (PDF). Oxford University Center for the Environment. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-19. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ a b Martin Heller and Gregory Keoleian (2000). "Life Cycle-Based Sustainability Indicators for Assessment of the U.S. Food System" (PDF). University of Michigan Center for Sustainable Food Systems.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2016-03-14. Diakses tanggal 2013-11-17. • kecuali a b Patrick Canning, Ainsley Charles, Sonya Huang, Karen R. Polenske, and Arnold Waters (2010). "Energy Use in the U.S. Food System". USDA Economic Research Service Report No.

ERR-94. United States Department of Agriculture. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-18. Diakses tanggal 2013-11-17. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit • ^ Wallgren, Christine; Höjer, Mattias (2009).

"Eating energy—Identifying possibilities for reduced energy use in the future food supply system". Energy Policy. 37 (12): 5803–5813. doi: 10.1016/j.enpol.2009.08.046. ISSN 0301-4215. • ^ Jeremy Woods, Adrian Williams, John K. Hughes, Mairi Black and Richard Murphy (August 2010). "Energy and the food system". Philosophical Transactions of the Royal Society. 365 (1554): 2991–3006. doi: 10.1098/rstb.2010.0172. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Smith, Kate; Edwards, Rob (8 March 2008).

"2008: The year of global food crisis". The Herald. Glasgow. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "The global grain bubble". The Christian Science Monitor. 18 January 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-11-30. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ "The cost of food: Facts and figures".

BBC News Online. 16 October 2008. Diakses tanggal 2013-09-26. • ^ Walt, Vivienne (27 February 2008). "The World's Growing Food-Price Crisis". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-11-29. Diakses tanggal 2013-11-17. • ^ "World oil supplies are set to run out faster than expected, warn scientists".

The Independent. 14 June 2007. • ^ a b "Can Sustainable Agriculture Really Feed the World?". University of Minnesota. August 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-04-25. Diakses tanggal 2013-04-15.

• ^ "Cuban Organic Farming Experiment". Harvard School of Public Health. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-01 .

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Diakses tanggal 2013-04-15. • ^ Strochlic, R.; Sierra, L. (2007). "Conventional, Mixed, and "Deregistered" Organic Farmers: Entry Barriers and Reasons for Exiting Organic Production in California" (PDF). California Institute for Rural Studies. Diakses tanggal 2013-04-15.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ P. Read (2005). "Carbon cycle management with increased photo-synthesis and long-term sinks" (PDF). Geophysical Research Abstracts.

7: 11082. • ^ Greene, Nathanael (December 2004). "How biofuels can help end America's energy dependence". Biotechnology Industry Organization. • ^ R. Pillarisetti and Kylie Radel (2004).

"Economic and Environmental Issues in International Trade and Production of Genetically Modified Foods and Crops and the WTO". 19 (2). Journal of Economic Integration: 332–352. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Conway, G. (2000). "Genetically modified crops: risks and promise". 4(1): 2. Conservation Ecology. • ^ Srinivas (2008). "Reviewing The Methodologies For Sustainable Living".

7. The Electronic Journal of Environmental, Agricultural and Food Chemistry. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Monsanto failure". New Scientist. 181 (2433). London. 7 February 2004. Diakses tanggal 18 April 2008. • ^ "Agricultural Economics". University of Idaho. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-01. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Runge, C. Ford (June 2006). "Agricultural Economics: A Brief Intellectual History" (PDF). Center for International Food and Agriculture Policy.

hlm. 4. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Conrad, David E. "Tenant Farming and Sharecropping". Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit of Oklahoma History and Culture. Oklahoma Historical Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-27. Diakses tanggal 2013-09-16. • ^ Stokstad, Marilyn (2005). Medieval Castles. Greenwood Publishing Group.

ISBN 0313325251. • ^ Sexton, R.J. (2000). "Industrialization and Consolidation in the US Food Sector: Implications for Competition and Welfare". American Journal of Agricultural Economics. 82 (5): 1087–1104. doi: 10.1111/0002-9092.00106. • ^ Novalius, Feby (8 Januari 2019). "Digitalisasi Pertanian Mampu Tingkatkan Produksi hingga Tekan Biaya Pemasaran". Okezone. Diakses tanggal 12 Oktober 2020.

• ^ Peter J. Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864.

The World Bank. hlm. 2–3. Diakses tanggal 2013-04-16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Kym Anderson and Ernesto Valenzuela (April 2006). "Do Global Trade Distortions Still Harm Developing Country Farmers?" (PDF). World Bank Policy Research Working Paper 3901. World Bank. hlm. 1–2. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ Peter J.

Lloyd, Johanna L. Croser, Kym Anderson (March 2009). "How Do Agricultural Policy Restrictions to Global Trade and Welfare Differ Across Commodities" (PDF). Policy Research Working Paper #4864. The World Bank. hlm. 21. Diakses tanggal 2013-04-16. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Glenys Kinnock (24 May 2011).

"America's $24bn subsidy damages developing world cotton farmers". The Guardian. Diakses tanggal 2013-04-16. • ^ "Agriculture's Bounty" (PDF). May 2013. Diakses tanggal 2013-08-19. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Agriculture.

• (Indonesia) Departemen Pertanian Republik Indonesia Diarsipkan 2007-02-03 di Wayback Machine. • (Inggris) Organisasi Pangan dan Pertanian Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit • (Inggris) Departemen Pertanian AS Diarsipkan 2008-07-08 di Wayback Machine.

• Halaman ini terakhir diubah pada 28 Februari 2022, pukul 01.27. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 3.3.

Sebarkan ini: Pisces Adalah – Pengertian, Materi, Peran, Klasifikasi & Contoh – Pisces adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang.

Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia, biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).

Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai “ikan”, seperti ikan paus dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan. Ikan dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan.

Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara untuk dipamerkan dalam akuarium. Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan.

Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 juta ton. Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai spesies ikan.

Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies ikan laut yang berukuran besar telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga jumlahnya kurang dari 10% jumlah yang ada pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal tersebut menyarankan pengurangan penangkapan ikan secara drastis dan reservasi habitat laut di seluruh dunia.

Dengan demikian pada makalah ini akan dibahas mengenai pisces. Pisces ( Ikan ) diklasifikasikan dengan berbagai ciri-ciri dan manfaat atau peranan dari jenis-jenis Pisces ( Ikan ). Pada tubuh ikan memiliki bentuk pipih lateral ( misalnya ikan bandeng ) atau pipih dorsoventral ( misalnya ikan pari ) untuk memudahkan dalam bergerak di air.

Yang anggota geraknya berupa sirip yang terdiri dari sepasang sirip dada dan juga sepasang sirip perut. Pengertian Pisces Pisces atau Ikan adalah salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis (berdarah dingin), memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang (operculum) dan siripnya serta bergantunga pada air tempatnya tinggal sebagai medium kehidupannya.

Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak bergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. Dari keseluruhan vertebrata sekitar 50.000 jenis hewan, ikan merupakan kelompok dengan jenis atau spesies terbanyak berkisar 25.988 jenis. Jenis ikan yang ada di bumi sebagian besarnya ada dilaut karena perairan laut (air asin) lebih besar daripada air tawar.

Cabang ilmu biologi yang kecuali ikan secara ilmiah dengan penekanan pada taksonomi dan aspek lainnya disebut Ikhtologi atau Ichthyology. Evolusi ikan dari zaman ke zaman dapat dilihat pada gambar berikut.

Selain dari itu juga terdapat sirip anal serta sirip punggung dimana bagian depannya dan belakang tidak berpasangan. Pada tubuh ikan ditutupi dari sisik-sisik yang tersusun dari zat kapur. Yang pada permukaan sisik berlendir untuk memudahkan gerakan ikan yang ada dalam air.

Di sisi kiri kanan tubuhnya terdapat gurat dengan sisi yang berfungsi sebagai alat keseimbangan. Gurat isi tersebut berfungsi dalam menentukan arah arus air dan kedalaman ikan sewaktu berenang. • Sistem Pernapasan Ikan bernapas dengan insang, insang tersebut mengandung pembuluh darah sehingga memiliki warna merah.

Air masuk melalui mulut yang melewati insang dan setelah terjadi pertukaran gas, air keluar melalui tutup insang ( operkulum ). Tutup insang yang senantiasa membuka dan menutup untuk mengatur keluar masuknya air. ada juga ikan yang bernapas dengan menggunakan paru-paru yakni ikan Dipnoi. • Sistem Transportasi Pada jantung ikan terdiri dari dua ruang yaitu serambi ( atrium ) dan biliki ( ventrikel ).

Darah yang memiliki oksigen yang kurang yang ada pada bagian belakang mengalir ke depan menuju ke serambi kemudian ke biliki. Bilik yang berotot tebal memompa darah menuju ke insang.

Di insang terjadi pertukaran gas, darah yang kaya oksigen mengalir ke seluruh tubuh. Baca Juga : Ascomycota adalah Ciri-Ciri Pisces ( Ikan ) Pisces ( Ikan ) merupakan Vertebrata akuatik ( hidup di air ) yang memiliki ciri-ciri umum, nah berikut: • Pada tubuh terdiri dari kepala, badan dan ekor.

Tubuh ditutupi oleh kulit yang umumnya bersisik dan berlendir. Terdapat empat tipe sisik yaitu ganoid, plakoid, stenoid dan sikloid. Pisces memiliki sirip untuk berenang. Endoskeleton tersusun tulang rawan atau tulang keras. • Pisces bernapas dengan insang, insang ditutupi oleh operkulum ( tutup insang ). Insang ada yang mengalami perluasan yang disebut dengan labirin, contohnya pada ikan Trichogaster sp, Helostoma sp, Anabas sp, dan Osphronemus goramy ( gurami ). Pisces memiliki organ tambahan yang berupa gelembung renag yang berfungsi sebagai pembantu pernapasan dan juga alat hidrostatis.

• Pisces bersifat Poikilotern ( berdarah dingin/suhu tubuh yang dipengaruhi oleh suhu lingkungan ). • Sistem peredaran darah tertutup tunggal, artinya satu kali peredaran darah hanya satu kali melalui jantung. Jantung berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit atas dua ruang yaitu satu ventrikel dan satu atrium.

• Sistem pencenaan yang lengkap denga dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus. • Alat eksresi yang berupa ginjal dengan tipe pronefron dari mesonefron. • Sistem koordinasi yang terdiri atas sistem saraf pusat ( otak dan sumsum tulang belakang ) dan sistem hormone. Pisces juga memiliki alat indra dengan berupa sepasang mata, sepasang telinga dalam, indra pembau dan juga gurat sisi. Gurat sisi yang terdapat di sepanjang sisi tubuhnya yang berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air.

• Alat kelamin yang terpisah atau hermafrodit, Fertilisasi terjadi secara eksternal ( diluar tubuh ) atau internal ( di dalam tubuh ). Pisces yang bersifat ovipar, ovovivipar dan vivipar. Struktur Tubuh Pisces Struktur tubuh ikan umumnya adalah bagian kepala yang mengandung otak dan organ-organ sensorik dengan 10 saraf cranial yang memiliki gurat sisi untuk merasakan tekanan air, batang dengan dinding otot yang mengelilingi sebuah rongga yang berisi organ internal dan otot ekor post-anal.

Ikan merupakan hewan yang memerlukan reflek bergerak yang memadai untuk menghindari musuh dan menangkap mangsa. Selain itu ikan dituntut untuk memiliki keseimbangan yang baik. Maka dari itu, otak kecil pada ikan berkembang lebih pesat karena otak kecil merupakan pusat keseimbangan dan pergerakannya.

Ikan juga umumnya memiliki kulit yang berguna untuk menutupi tubuh beserta dengan sekresi kelenjar berlendir yang mengurangi gesekan tubuh ikan dengan air, juga hampir seluruh jenis ikan memiliki sisik yang berhubungan dengan sekresi kelenjar lender membentuk lapisan yang nyaris tahan air. Ikan juga memiliki sirip yang berguna untuk menentukan arah dan posisi berenang. Tidak lepas dari sistem pernafasannya, ikan menggunakan insang yang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap.

Setiap insang terdiri dari satu lengkung insang yang bertulang, sebaris sisir insang dan dua baris filament insang lembut. Setiap filament insang memiliki banyak sekali pembuluh darah dan filamen insang ini memiliki ruang permukaan yang besar untuk pertukanran gas.

Bagian terluar insang berhubungan dengan air sedangkan bagian dalamnya berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alat peredaran darah ikan terdiri atas jantung dan berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit venosus. Jantung ikan terdiri atas dua ruangan, atrium dan ventrikel terletak di belakang insang.

Sinus venosus adalah struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Diantara atrium dan ventrikel jantung, terdapat klep yang menjaga aliran darah ikan tetap searah. Peredaran darah ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah dari insang langsung beredar ke seluruh tubuh kemudian masuk ke jantung. Jadi darah hanya beredar melalui jantung dengan rute jantung, insang menuju seluruh tubuh kemudian kembali ke jantung.

Berikut struktur ikan pada umumnya: Secara jelas, struktur tubuh ikan yaitu: • Integumen (kulit) • Mulut • Terdapat cekung hidung (fovea nasalis) • Terdapat rongga mulut (cavum oris) • Mata tidak memiliki kelopak • Insang • Memiliki jantung terdiri dari 2 ruang (atrium dan ventrikel) • Memiliki ekor Peranan Pisces ( Ikan ) Pada pisces memiliki manfaat yang sangat menguntungkan bagi kehidupan manusia. Peranan pisces ( ikan ) yaitu: • Yang pada daging ikan merupakan sumber protein tinggi dan mengandung asam lemak yang tak jenuh.

• Kulit ikan tertentu dapat disamak untuk dibuat tas, dompet, sepatu dan juga jaket. • Dapat dipelihara sebagai ikan hias di aquarium. • Pemberantasan nyamuk yang secara biologi, sehingga dapat mencegah muncul dan terjadinya wabah penyakit demam berdarah dan juga penyakit malaria. • Pada tualng ikan bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan lem. • Sisa-sisa ikan bisa dimanfaatkan dengan dibuat tepung untuk campuran makanan ternak atau dibuat pupuk tanaman.

• Jenis ikan yang ganas dapat menyerang dan juga membahayakan manusia terutama bagi perenang, misalnya hiu, piranha, ikan macan di afrika, salem-karper dan juga ikan kumis dari Amerika Selatan.

Baca Juga : Sistem Pencernaan Manusia Reproduksi Pisces Reproduksi pisces terjadi secara seksual, memiliki organ kelamin jantan dan betina. Fertilisasinya bisa terjadi secara eksternal maupun internal. Fertilisasi eksternal yaitu dilakukan dengan cara gamet-gametnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya sebelum fertilisasi.

Fertilisasi ini dilakukan oleh hewan-hewan akuatik. Fertilisasi internal yaitu dilakukan dengan cara sperma dimasukkan ke dalam alat reproduksi betina, selanjutnya terjadi fertilisasi, setelah pembuahan telur membentuk membrane fertilisasi yang menghalangi pemasukan sperma lainnya.

Kadanng sperma itu hanya untuk mengaktivasi telur. Fertilisasi ini dilakukan untuk adaptasi dengan kehidupan darat.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Sebagian besar betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi, pada beberapa family jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu individu sehingga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri (hemafrodit).

Alat Reproduksi Jantan dan Betina Terdapat 3 (tiga) macam proses reproduksi pada kelas pisces yaitu ovipar, vivipar dan ovovivipar. Sebagian besar ikan melakukan reproduksi ovipar yaitu pembuahan di luar tubuh ikan betina dengan cara mengeluarkan telur dari dalam tubuh ikan betina dan akan dibuahi oleh ikan jantan. Saat dibuahi, sel sperma akan masuk ke sel telur (oosit) melalui lubang yang disebut mikrofil. Biasanya satu sel telur hanya dapat dimasuki oleh satu selsperma.

Oosit yang telah dibuahi disebut zigot. Contoh ikan yang bereproduksi dengan cara ovipar adalah salmon, belut, ikan tuna, ikan mas. Pada reproduksi secara vivipar, pembuahan terjadi di dalam tubuh ikan betina.

Perkembangan embroil di dalam tubuh betina dibantu oleh plasenta yang memberikan nutrisi pada embrio. Pada reproduksi ovovivipar, perbedaanya adalah, embrio tidak memperoleh nutrisi secara langsung dari induknya melainkan dari kuning telurnya dan tubuh induknya berfungsi sebagai tempat perlindungan.

Setiap embrio berkembang di dalam telurnya masing-masing. Setelah cukup umur, telur akan pecaj di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina indukbetinanya. Contoh ikan yang mengalami reproduksi vivipar dan ovovivipar adalah ordo Lamniformes (ikan hiu).

Anak yang dihasilkan lebih sedikit dari yang bereproduksi secara ovipar. Organ reproduksi ikan ada dua yaitu alat kelamin luar (lubang pengeluaran sel telur) dan alat kelamin dalam (oviduk, ovarium).

Pada ikan pembuahan secara eksternal, betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun ovum yang tidak akan berkembang jika tidak dibuahi lebih lanjut. Ovum tersebut dikeluarkan melalui kloka, sehingga terjadi fertilisasi di dalam air.

Telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih yang akan menetas dalam kurun waktu 24-40 jam. Sedangkan pada ikan yang pembuahannya secara internal, seperti hiu dan pari, sel telur tetap dihasilkan oleh ovarium kemudian menuju oviduk untuk dibuahi dan selanjutnya akan melekat pada uterus hewan betina. Baca Juga : Klasifikasi Vitamin Klasifikasi Pisces Ikan memiliki banyak jenis yang diperkirakan mencapai 40.000 spesies. Untuk memudahkan dalam pengenalannya maka spesies tersebut dikelompokkan berdasarkan kesamaan cirri yang dimiliki.

Dalam hal pengelompokan ikan terdapat perbedaan antar para ahli taksonomi ikan. Sebagian ahli seperti Weber memasukkan ikan ke dalam satu kelas Pisces, sementara yang lain memasukkan kedalam superkelas. Ikan dikelompokkan dalam 3 (tiga) kelas yaitu agnatha, chondrichthyes, dan osteichthyes (bony fish). Dari ketiga klasifikasi tersebut, terbagi lagi kedalam beberapa macam, dapat dilihat pada penjelasan berikut: Agnatha / Cyclostomata (Ikan tak berahang) Hewan yang termasuk Agnatha merupakan ikan primitif belum punya rahang.

Hidup secara parasit ataupun pemakan bangkai (Scavanger) .Bentuknya mirip seperti belut yang memiliki mulut pengisap bundar. • Ciri-ciri ikan yang termasuk Agnatha. • Badannya memanjang berbentuk silinder sedangkan ekornya pipih. Kulitnya licin tanpa sisik, dilengkapi kelenjar lendir (mucus). Siri tengah dorsal disokong oleh tulang-tulang sirip (tulang rawan). Matanya ada sepasang. • Mulutnya ventro anterior dan merupakan mulut pengisap, dipingiran terdapat tentakel.

• Kanong hidung terdapat disebelah tengah atas dan jumlahnya hanya satu • Tengkorak kepala dan lengkung insang (viceral ) terdiri dari tulang rawan dan notochord masih didapati dilengkapi archus neuralis yang tidak sempurna • Jantung terdiri dari dua ruang (seranbi dan bilik).

Darah merah berbentuk bulat-bulat dan berinti juga memiliki butir-butir darah putih. • Insang terdiri dari 6 sampai 14 pasang terdapat di sisi pharynx berbentuk kantong • Ginjalnya sepasang bermuara di papil urogenitalis. • Temperatur tubuhnya tridak tetap (poikilothermus). • Alat kelamin atau (gonad) sebuah tidak memiliki saluran kepapilla urogenitalis. Pembuahan terjadi di luar tubuh. Telur yang sudah dibuahi menetas menjadi larva (= ammocoete = pride) dan ada yang langsung menjadi hewan (anak) – dewasa.

• Otaknya berkembang naik, dengan 8 atau 10 pasang saraf cranial. Mempunyai alat pendengar dengan 1 atau 2 bentuk saluran setengah lingkaran. • Mempunyai indra pembau. Baca Juga : Pengertian Protein Hewani Dan Nabati Serta Perbedaannya • Struktur/Fungsi tubuh bagian luar Pada ikan lamprey tubuh dapat dibedakan atas caput (kepala), truncus (batang tubuh) dan cauda (ekor).

Bentuk silinder dengan bagian ekor yang pipih. Tubuhnya tidak ditutupi oleh sisik. Sirip terdapat di dorsal tengah tubuh ada dua bagian dan sirip ekor adalah asimetris. Diujung kepala arah ventral terdapat bentuk mangkok yang disebut buccal funnel yang tepinya dilengkapi dengan papil-papil lunak dan didalamnya terdapat gigi-gigi zat tanduk. Papil – Papil lunak tadi sebagai alat perasa. Dengan adanya gigi memungkinkan Lamprey melekat dan memarut badan ikan lain. Air ludahnya mengandung bahan kimia yang mampu mencegah pembekuan darah.

Insang terdapat di dalam kantong-kantong otot, yang terbuka keluar melalui serangkaian celah yang terdiri dari 7 buah celah kecil di dalam berhubungan dengan sebuah saluran yang bermuara di dalam mulut.Sepasang mata besar terdapat sebelah lateral. Sepanjang latero-median terdapat saluran yang berisi indra peraba, dimana saluran ini memanjang sampai ekor.

Tubuh seluruhnya ditutupi (dibungkus) ephitel dengan kelenjar lend. • Struktur / Fungsi tubuh bagian dalam. • Sistem otot Batang tubuh dan ekor tersusun oleh segment-segment otot pendek (bentuk) seperti pada jenis ikan-ikan lain. Otot radial terdapat pada bagian buccalis dan pada lidah sebagai otot daging protractor dan retractor.

• Sistem rangka • Tulang tempurung kepala. • Tulang rawan lingulis dan tulang cincin sekitar buccalis. • Tulang-tulang archus yang terdapat diatas notochord seolah-olah seperti archus neuralis pada vertebra.

• Notochord sebagai sumbu tubuh yang dibungkus oleh jaringan ikat. • Sistem pencernaan makanan • Saluran pencernaan makanan dimulai dari mulut (terdapat di lidah)àpharynx yang pendek – Oesophagus – intestinum (tidak ada lambung) yang mempunyai klep disebelah anterior, didalam intestinum terdapat lekukan spiral (typhosole) = klep spiral à anus. • Kelenjar pencernaan adanya hati pada umumnya tanpa saluran dan tidak punya pancreas.

• Sistem Peredaran Darah. Jantung terdiri dari 2 bagian yaitu serambi dan bilik. Ventrikel memompakan darah ke arteri dan atrium menerima darah dan pembuluh-pembuluh vena.Tidak mempunyai sistem porta nasalis.

• Sistem Pernafasan Terdapat tujuh pasang insang berisi lembaran-lembaran insang yang mengandung banyak kapiler-kapiler darah.Air tidak masuk melalui mulut seperti ikan biasa. • Sistem ekskresi Terdapat dua buah ginjal (tingkat mesonephros) dilengkapi saluran sampai ke sinus urogenitalis selanjutnya ke papila urogenitalis. • Sistem Reproduksi Telur yang dibuahi berkembang menjadi larva ammocoete (pride) yang sangat berbeda dengan hewan dewasa.Pada fase belum dewasa tidak dapat dibedakan jantan dan betina (hermafrodit).

Hewan betina mempunyai ovariy menghasilkan beribu-ribu telor dan hewan jantan mempunyai testis menghasilkan sperma. Saluran kelamin tidak ada pada kedua jenis kelamin tersebut.

Gamet tumpah ke dalam coelom melalui sepasang lubang (porus genitalis) masuk kedalam sinus urogenitalis kemudian keluar (tumpah) kedalam air dan disana terjadi pembuahan. • Sysem Saraf Otak pada Lamprey masih sangat primitif.Otak depan berisi sepasang lobun olfaktorius. Arah belakang ada cerebral hemisperes kecil, melekat ke dienophalon.

Dibawah dienophalon terdapat infindibulum dan pada bagian dorsal terdapat struktur pineal. Pada otak tengah terdapat sepasang lobus optious (yang lebar). Pada otak belakang terdapat cerebellum (rudimentair) kecil, arah ventral terdapat modulls oblongata yang lebih besar. Dari otak keluar sepuluh pasang saraf cranialis.

Nervercord berbentuk sabuk dan terdapat akar belakang (dorsal) dan ventral sebagai saraf Spinalis. Sistem saraf simpatis belum berkembang.

Baca Juga : Bacillariophyta Adalah • Klasifikasi Agnatha Dibedakan atas 2 ordo yaitu: • Myxiniformes Tidak mempunyai sirip punggung, sirip daging kecil disekitar ekor. Mulut diujung moncong dilengkapi dengan 4 pasang tentakel, tidak mempunyai buocal funnel, ada beberapa gizi, kantong hidung dekat ujung kepala.

Punya saluran ke pharynx, kantong insang ada 10 sampai 14 pasang. Tidak mempunyai larva. Telur menetas langsung menyerupai binatang dewasa (anak). Dapay menghasilkan banyak lendir dalam waktu yang relatif singkat. Ada 1 famili, 3 genus dan 25 species terdapat di laut beriklim dingin pada kedalaman 20-650 meter. Contoh: Myxin glutinosa. • Cephalaspidomorphi Salah satu spesies ikan anggota kelas ini adalah ikan lamprey (Lampreta planeri, Petromyzon marinus).

Ditemukan pada lingkungan laut dan perairan tawar. Mempunyai siklus hidup sebagai larva yang disebut dengan ammocoete yang hidup di perairan tawar. Biasanya larva mengubur dirinya di kecuali substrat lumpur. Ikan ini termasuk parasit atau predator. Ia mengisap darah dan cairan tubuh ikan lain, seperti vampir. Kontradiksi dengan ikan dewasa, larva (ammocoete) hidup membenamkan diri di lumpur sungai.

Di sini ia akan menyaring alga dan detritus. Dua pola hidup yang berbeda ini merupakan aspek yang sangat menarik. Jumlah anggota kelas ini tercatat mendekati 40 spesies. Chondrichthyes ( Ikan bertulang rawan) Vertebrata kelas Chondrichthyes, hiu dan kerabatnya, disebutikan bertulang rawan karena mereka memiliki endoskeleton yang relatif lentur yang terbuat dari tulang rawan dan bukan dari tulang keras.

Namun demikian, pada sebagian besarspesies, beberapa bagian kerangka diperkuat oleh butiranberkalsium. Terdapat sekitar 750 spesies yang masih hidupdalam kelas ini. Rahang dan sirip-berpasangan berkembangdengan baik pada ikan bertulang rawan. Subkelas yang palingbesar dan paling beranekaragam terdiri dari hiu dan ikan pari. • Ciri-ciri Chondrichthyes • Rangka tulang rawan; Kerangka bertulang rawan pada ikan-ikan kelas ini adalah karakteristik yang diperoleh, bukan karakteristik primitif.

Hal itu disebabkan leluhur Chondrichthyes ternyata memiliki kerangka bertulang keras dan kerangka bertulang rawan yang merupakan karakteristik kelas itu berkembang setelahnya. Selama perkembangan sebagian besar vertebrata, mula-mula kerangka tersusun atas tulang rawan, kemudian menjadi tulang keras (mengeras) seiring dengan mulai digantinya matrik tulang rawan yag lunak dengan matrik kalsium fosfat yang keras (Neil A. Campbell, 2003) • Ada yang bersisik dan ada pula yang tidak; • Letak celah insang lateral dan ventral; • Mulut terletak pada sisi ventral; • Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak; • Sirip berpasangan; • Lubang hidung sepasang; Lubang hidung pada kelas Chondrichtyes hanya berfungsi untuk penciuman.

• Jantung beruang dua. • Morfologi Morfologi pada kelas Chondichtyes dideskripsikan berdasarkan perwakilan kelas yaitu ikan hiu. Hiu memiliki sirip ekor heterocercal yang di gunakan untuk berenang, celah insang lateral, terdapat spirakel di belakang mata, sirip terdiri atas sepasang sirip dada (pectoral) dan sirip perut (pelvic), satu atau dua sirip punggung (dorsal), satu sirip ekor, kadang-kadang terdapat sepasang sirip dubur (anal).

Baca Juga : Penjelasan Peran Vitamin Dalam Enzim • Antatomi eksternal • Gigi ikan hiu berkembang baik yang membuatnya ditakuti organisme lain.

Gigi pada hiu yang berada di gusi tidak menempel di rahang secara langsung dan gigi tersebut bisa diganti setiap waktu. • Kerangka Hiu dan pari memiliki kerangka yang berbeda dengan ikan dan vertebrata daratan.

Hiu dan pari memiliki kerangka yg terbuat dari tulang rawan dan jaringan konektif, karena itu keduanya memang tergolong pada kelas Chondrichthyes atau ikan bertulang rawan. • Rahang hiu tidak melekat pada kranium. Permukaan rahang hiu dan lengkungan tulang insangnya membutuhkan penopangan ekstra karena paparan yang berat untuk fisik hiu serta butuh kekuatan yang besar.

• Bentuk ekor hiu dipengaruhi lingkungan sehingga bentuknya bervariasi dari satu jenis dengan jenis lainnya. Ekor berguna dalam memberi dorongan, memberi kecepatan dan percepatan tergantung bentuk ekornya • Sistem Muskular Otot tubuh dan ekor merupakan karakter segmental dan berfungsi untuk menghasilkan undulasi lateral batang tubuh dan ekor yang dibutuhkan untuk berenang.

Otot yang lebih terspesialisasi melayani sirip yang berpasangan, daerah insang, dan struktur kepala. • Anatomi Internal Anatomi internal tubuh hiu berbeda dengan ikan yang memiliki tulang sejati (tulang keras). Salah satu perbedaan utama adalah bahwa semua hiu memiliki kerangka kartilago.

Penyayatan perut dari panggul sirip ke sirip dada organ pertama ditemui adalah hati. Hati menempati sebagian besar rongga tubuh hiu. Hati hiu berukuran besar, lembut dan berminyak. Organ ini terdiri dari hingga 25% dari total berat badan. Hati hiu memiliki dua fungsi. Yang pertama adalah sebagai penyimpan energi karena semua cadangan lemak disimpan di sini.

Fungsi kedua hati adalah untuk organ hidrostatik. Pelumas yang lebih ringan dari air disimpan dalam hati. Hal ini mengurangi kepadatan sehingga memberikan daya apung tubuh untuk mencegah tenggelamnya hiu.

Selain hati, lambung dapat dilihat di dalam rongga tubuh. Di dalam perut hiu sering ditemukan isi makanan terakhir. Perut hiu sendiri berakhir pada penyempitan yang disebut pilorus, yang mengarah pada duodenum dan kemudian ke berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit spiral usus. Katup spiral usus adalah organ yang digulung secara internal berfungsi meningkatkan luas bidang permukaan untuk membantu penyerapan nutrisi.

Katup spiral usus bermuara di rektum dan anus yang pada gilirannya akan bermuara di kloaka. Kloaka adalah ruang tempat saluran pencernaan, saluran kemih dan saluran kelamin yang terbuka ke luar.

Lambung, usus, dan organ dalam yang lain terdapat pada rongga tubuh yang besar (selom). Selom dilapisi oleh membrane halus yang mengkilat yang disebut peritoneum, yang juga melapisi organ-organ.organ0organ yang ditopang dari dinding middorsal selom oleh mesenterium tipis, juga salah satui bentuk peritoneum. Septum transversal memisahkan selom dari rongga yang mengandung jantung. Di dalam rongga tubuh juga terdapat pankreas yang merupakan kelenjar pencernaan dengan dua lobus merah muda.

Selan itu terdapat dua organ lain yang tidak termasuk dalam sistem pencernaan. Yang pertama adalah limpa, yang merupakan organ gelap di dekat perut yang dimiliki oleh sistem limfatik. Yang kedua adalah kelenjar dubur, organ kecil yang terbuka oleh saluran ke dalam anus.

Karena berfungsi sebagai kelenjar garam, membuang kelebihan natrium klorida (garam) dari darah. • Sistem pencernaan Sistem pencernaan pada Chondrichthyes terdiri dari mulut, faring, oesofagus yang pendek, lambung, usus dan bermuara ke anus.

Mulut yang lebar dibatasi oleh barisan transversal gigi yang meruncing tajam; gigi ini tertanam di dalam daging pada rahang dan secara berkala digantikan oleh barisan gigi baru dari belakang.

Lidah berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit rata menempel ke lantai mulut. Di sisi faring yang lebar terdapat lubang yang mengarah ke celah insang dan spirakel yang terpisah. Esofagus yang pendek mengarah ke lambung yang berbentuk J, yang berujung di otot sfringter sirkular, katuk polarik. Usus mengikuti dan berhubungan langsung dengan kloaka serta anus. Di usus terdapat sekat yang tersusun spiral, dilapisi dengan membrane mukosa, yang menunda masuknya makanan dan menyediakan daerah absorbsi yang besar.

Hati yang besar terdiri atas dua lobus panjang, melekat di ujung anterior rongga tubuh. Empedu dari hati mengumpul di kandung empedu yang kehijau-hijauan dan kemudian melintas melalui saluran empedu ke bagian anterior usus.

Pankreas terdapat di antara lambung dan usus, salurannya bergabung dengan usus tepat di bawah saluran empedu. Kelenjar rektal yang ramping, fungsinya tidak diketahui, melekat di dorsal penghubung antara usus dan kecuali. Baca Juga : Penjelasan Macam-Macam Bunga Berdasarkan Kelengkapannya • Sistem sirkulasi Jantung terdapat di bawah daerah insang, dalam sebuah kantung perikardium; kantung tersebut terdiri atas:Sinus venosus, berdinding tipis yang menerima darah dari berbagai vena, diikuti olehAtrium;Ventrikel, berdinding tebal; danKonus arteriorus, dari sini darah melintas secara anterior ke aorta ventraldari aorta ini lima pasang arteri brankial aferen terdistribusi ke kapiler insang untuk aerasi, empat pasang arteri brankial aferen kemudian mengumpulkan darah ke aorta dorsal, yang memanjang di sepanjang dinding middorsal selom.

Arteri utama terdiri atas: • Sepasang karotis eksternal dan internal di kepala; • Sepasang subklavia ke sirip pektoral; • Seliaka ke lambung, hati, dan usus; • Mesenterika anterior ke limpa besar yang meruncing dan bagian belakang usus; • Mesenterika posterior ke kelenjar rektal; • Beberapa renalis dan gonadika (ovarika atau spermatika) ke ginjal dan organ reproduksi; serta • Sepasang iliaka ke sirip pelvik.

Di luar sirip pelvik terdapat aorta kaudal yang menyambung ke ekor. Pada sistem vena, darah di vena kaudal pada ekor diteruskan ke: • Sepasang vena porta renalis ke ginjal. Darah yang lain dari daerah posterior melintas ke depan dalam • Sepasang vena postkardinal yang parallel dengan jantung dan pada • Pasangan vena abdominal lateral di setiap sisi rongga tubuh • Pasangan vena jugularis dan vena cardinal anterior mengembalikan darah dari daerah kepala semua vena ini masuk ke dalam sinus besar yang terhubung ke sinuis venosus.

Darah dari saluran pencernaan mengalir dalam • Vena porta hepatika untuk disaring melalui sinosuid seperti kapiler di hati kemudian di kumpulkan di • Vena hepatika yang bergabung dengan sinus venosus. Darah melinta melalui jantung, tetapi hanya sekali setiap lintasan tubuh, seperti pada cylostomata berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit sebagian besar ikan, dan darah jantung semua tidak mengandung oksigen.

• Sistem respirasi Sistem respirasiDengan membuka dan menutup mulut ikan hiu menghalau air ke dalam mulut dan menekan keluar dengan kekuatan (mulut menutup) melalui celah insang dan spiracle. Insang tersusun atas filamen berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.

Darah dari ventral aorta akan melalui kapiler tersebut melepaskan CO2 dan mengikat oksigen yang larut dalam air(Jasin, 1984). • Sistem reproduksi Fertilisasi internal. Ikan hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang disebut klasper (penjepit). Yang betina mempunyai 2 ovarium di dekat ujung anterior kavum abdominal.

Telur yang masak melepaskan diri, menembus selaput ovarium, dan masuk kedalam selom. Telur itu lalu ditarik masuk ke dalam ostium yang membentuk corong, terus masuk oviduk. Ujung posterior oviduk itu masing-masing membesar menjadi uterus. Dalam uterus embrio berkembang sampai menjadi ikan hiu yang dapat berenang.

• Sistem saraf Otak ikan hiu sudah lebih maju di banding lamprey.dari 2 sakus olfaktori di bagian moncong, saluran olfaktori memanjang ke berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit olfaktori besar yang melekat pada pasangan selebral hemisfer diencephalon. • Klsifikasi Chondrichthyes Kelompok satu ini juga terbagi ke dalam 2 sub kelas yaitu Elasmobranchii dan Holocephali.

• Elasmobranchii Vertebra terdiri atas tulang rawan (dengan sedikit pengapuran tetapi tidak terjadi osifikasi). Ikan ini mempunyai rahang. Jumlah insang dan celah insang berkisar antara 5 – 7 pasang, yang setiap pasangnya mempunyai sekat pelat insang.

Lengkung insang berupa tulang rawan, yang berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit dalamnya terdapat arteri insang dan saraf insang. Spirakel terletak di depan celah insang. Ikan mempunyai sirip yang berpasangan. Terdapat sepasang nostril (dirhinous). Bersisik plakoid atau tidak bersisik. Ikan jantan biasanya mempunyai alat penyalur sperma yang dinamakan klasper (miksopterigium).

Bentuk sirip ekor tidak berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit (heteroserkal). • Holocephali Ikan ini umum disebut ratfish karena ekornya yang ramping dan memanjang serta kepala yang meruncing seperti tikus. Rahang atas menyatu dengan kranium.

Jumlah insang ada empat pasang dan celah insang satu pasang. Tanpa sisik pada ikan dewasa. Tidak punya spirakel dan tidak ada kloaka.

Ikan yang jantan mempunyai alat penyalur sperma disebut tenakulum, yang terletak di kepala bagian depan. Kelas Holocephali hanya terdiri atas satu ordo, yaitu Chimaeriformes.

Salah satu anggotanya ialah Chimaera monstrosa L. Baca Juga : Penjelasan Perkembangbiakan Kecuali Secara Spora Aseksual Dan Seksual • Osteichthyes ( Ikan bertulang sejati) Pada umumnya yang dimaksud ikan dalm kelas Osteichthyes yaitu tubuhnya berskeleton tulang keras, terbungkus oleh kulit yang bersisik, berbentuk seperti torpedo, berenang dengan sirip, bernapas dengan insang.

Bermacam-macam spesies hidup dalam air tawar atau air laut. • Ciri-ciri khusus osteicthyes: • Kulitnya banyak mengandung kelenjar mucosa, biasanya diliputi oleh sisik (sisik ganoid, cycloid atau ctenoid) beberapa spesies tidak bersisik; bersirip pada bagian dorsal maupum bagian ventral dan pada sebelah menyebelah tubuhnya dengan beberapa pengecualian.

Sirip biasanya disokong oleh jari duri tulang rawan atau kras, tidak berkaki. • Mulut terletak di ujung dan bergigi rahang tumbuh dengan baik dan bersendi pada tempurung tulan kepal; mempunyai dua sacci olfactorious yang umumnya berhubungan dengan ongga mulut, bermata besar, tidak berkelopak mata.

• Skeleton terutama berupa tulang keras kecuali beberpa jenis yang sebagian bertulang rawan; bentuk vertebrae bermacam-macam, pina caudalis biasanya homocercal; sisa-sisa notochord masing-masing kecuali. • Jantung terdiri dari dua ruangan yaitu atrium dan ventrikel dengan sinus venosus dan conus arteriosus yang kecuali darah vena; terdpat 4 pasang archus aorticus; sel kecuali merah berbentuk oval dan berinti.

• Pernapasa dilakukan dengan beberapa pasang insang yang terletak pada archus yang berada dalam ruangan celah insang pada kedua tepi samping dari faring, tertutupoleh operculum, biasanya memiliki gelembung udara dan memiliki kecuali pneumaticus. Beberapa mempunyai bentuk seperti paru-paru. • Terdapat 10 pasang nervi cranalis. • Suhu tebuh tergantung pada lingkungan sekitarnya. • Memiliki sepasang gonad, umumnya ovipar (beberapa ada yang ovovivipar atau vivipar); fertilisasi terjadi di luar tubuh kecuali beberapa spesies.

• Struktur dan Fungsi tubuh Bentuk tubuh bermacam-macam, tetapi sebagian besar berbentuk gelendong pipih, ukuran tinggi tubuh lebih dari pada lebarnya, maka penampang potongannya berbentuk oval. Bentuk gelendong atau torpedo memudahkan gerak dalam air.

Kepala terbentang mulai dari ujung moncong sampai dengan akhir operculum. Badan tembentang dari akhir operculum sampai anus da sisanya adalah ekorr. Mulut terdapat di ujung muka moncong terdapat rahang yang bergigi. Sebelah dorsal moncong terdapat sepasang lubang hidung sebelah luar yang sebelah dalamnya terdaat sacci olfactorious, mata terletak sebelah lateral tanpa kelopak mata.

Di sebelah belakang mata tebentang operculum, dibaahnya erdapat sejumlah sisir insang. Anus dan aperture urogenitalis terdapat di depan ina analis. Pada punggung terdapat pina dorsalis, pada akhir badan terdapat pina caudalis, dan daerah ventral di bagian ekor terdapat anal. Sirip adalah suatu perluasan integument yang tipis yang disokong oleh jari-jari sirip. Semua sirip, kecuali sirip dorsal ada yang lemah yang disokong oleh jari-jari atau duri yang mengandung banyak zat kapur.

Fungsi sirip adalah untuk mempertahankan keseimbangan dalam air dan kecuali berenang. • Penutup tubuh Seluruh tubuh dibungkus oleh kulit yang terdiri atas epidermis halus yang menghasilkan mucosa guna mempermudah gerak di dalam air dan melindungi diri terhadap micro organisme yang menyebabkan penyakit. Pada tubuh dan ekor di epidermis terdapat sisik yang tersusun bertindihan seperti genting rumah. Massing-masing sisk tertanam dalam saku dermal dan tumbuh sepanjang hidup.

Pada Osteichthyes terdapat 3 macam sisik, yaitu: • Sisik cycloid yang berbentuk bulat. Pada sisi ini, tampak lingkaran yang berbeda-beda. • Sisik ctenoid yang berbentuk bulat, agak lonjong, berduri kecil-kecil pada bagian anterior sedangkan pada posterior memecah diri manjadi beberapa bagian. • Sisik ganoid, berbentuk belah ketupat dengan bagian kecil yang tertanam dalam saku dermis. Permukaan luar dilapisi oleh zat ganoine dan mengandung duri-duri halus. Di bawah sisik sebelah menyebelah tubuh terdapat linea lateralis yang berupa suatu saluran.

Dimana di dalamnya terdapat alat sensoris yang peka terhadap getaran gelombang air akibat gelombang. • Skeleton Sisik dan sirip merupakan eksoskeleton, sedang endoskeleton terdiri atas tulang tempurung kepala, columna vertebralis, gardie pectoralis, tulang-tulang kecil tambahan yang menyokong sirip. Tempurung kepala terdiri atas cranium sebagai tempat otak, Capsule tempat beberapa pasang organon sensoris dan skeleton viceralis yang merupakan bagian pembentuk tulang rahang dan penyokong lidah insang untuk mekanisme.

Tengkorak melekat pada dekat sekali dengan columna vertebralis, oleh karena itu ikan ini tidak memutan kepalanya. • Sistem musculus (Otot) Tubuh dan ekor sebagian besar tersusun oleh otot daging yang bersegmen.

Otot daging itu melekat pada vertebra jari-jari penyokong. Bagian-bagian otot daging itu lebar dan berbentuk lapisan yang zigzag memanjang ke belakang.

Antara segmen-segmen terdapat lapisan jaringan ikat seolah-olah sebagai septa. Otot dagingnya kecil pada sirip bagian insang dan kepala. • Sistem Digestoria (Pencernaan) Rahang banyak terdapat gigi. Terdapat sejumlah kelenjar mucosa, tetapi tidak terdapat kelenjar ludah. Lidah kecil melekat pada dasar rongga mulut.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Faringnya pada celah insang banyak mengandung lembaran-lembaran insang yang terletak sebelah menyebelah.

Kemudian menuju esophagus terus ke ventriculus. Antara ventriculus dan intestinum terdapat klep pyloris. Di daerah sekitar pyloris terdapat 3 saluran kecil sebagai alat sekresi atau absorbs. Terdapat kelenjar pencernaan yang berupa hepar yang mengandung vesica felea yang bersaluran menuju ke intestinum sedangkan kelenjar pancreas tidak terpisah dari hati. • Sistem Circulatoria (Sirkulasi) Jantung terdiri atas dua ruang yaitu ventriculum dan auriculum.

Darah kembali ke jantung melalui vena terus berkumpul pada sinus venosus, kembali masuk ke auriculum. Darah dari auricuum melalui vebtriculum dipompa menuju insang melalui conus arteriosus, aorta ventralis, 4 pasang arteri afferent branchialis. Saluran terakhir akan menyalurkan darah melalui kapiler dalam insang untuk mengambil oksigen. Kemudian darah dikumpulkan melalui arteri afferent branchialis menuju aorta dorsalis, kemudin beredar melalui cabang arteri.

Baca Juga : Ciri-Ciri Morfologi Dan Fisiologi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya Darah tampak pucat dan butir-butir darah relative lebih sedikit bila dibandingkan dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Limpa sebagai bagian sisten sirkulasi terdapat di dekat lambung dengan pembuluh-pembuluh lympha.

• Sistem Respiratoria (Respirasi Pernapasan dilakukan oleh insang yang terdapat dalam empat pasang kantong insang yang terletak sebelah menyebelah faring di bawah operculum. Setiap bilah insang terdiri atas lembaran ganda filament. Tiap filament tersusun atas banyak plat transversal yang dibungkus oleh lapisan epithelium yang benyak mengandung pembuluh darah apiler yang berada diantara afferent branchialis dan efferent branchialis (lengkung insang) dan pada perbatasannya terdapat sisir duri yang berfungsi menahan makanan dan benda-benda keras lain lewat celah insang pada saat pernapasan berlangsung.

Waktu bernapas operculum menutup melekat pada dinding tubuh, archus branchialis mengembang kea rah lateral. Air masuk melalui mulut. Kemudian klep mulut menutup, sedang archus branchialis berkontraksi, dengan demikian operculum terangkatterbuka.

Selanjutnya air mengalir keluar melalui filament. Pada saat itulah darah mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Gelembung udara atau gelembung renang berdinding tebal terdapat dalam rongga tubuh seblah dorsal. Gelembung ini mempunyai hubungan dengan faring melalui ductus pneumatticus.

Saluran itu hanya terdapat pada beberapa ikan tertentu saja. Gelembung udara berfungsi sebagai alat hidrostatis dengan menyesuaikan diri ke dalam air. Penyesuaian itu dilakukan dengan jalan mengeluarkan dan menyerap gas-gas dari pembuluh darah.

Pada ikan tertentu gelembung udara itu berfungsi membantu alat respirasi atau sebagai alat respirasi. Ada juga yang berfungsi sebagai alat perasa atau penghasil suara. • Sistem Reproductiva (Reproduksi) Seks terpisah.

Pada ikan jantan terdapat sepasang terstis yang membesar pada masa perkawinan. Melalui vas defferensia sperma dikeluarkan lewat papillae urogenitalis. Pada hewan betina sel telur akan keluar dari ovari melalui oviduct yang selanjutnya keluar melalui papillae urigenitalis.

Pembuahan umumnya terjadi di luar tubuh. • Sistem Exceretoria (Ekskresi) Ginjal yang gilik terletak diantara vesica pneumattica dengan tulang vertebrae. Cairan yang mengandung sisa-sisa persenyawaan nitrogen dan hidrogen diambil dari darah dalam ginjal akan ditampung dalam vesica urinaria melalui ureter dan selanjutnya pengosongan dilakukan melalui sinus urogenitalis ke luar.

• Klasifikasi Osteichthyes Kelompok yang terakhir ini juga terbagi dalam dua sub kelas yaitu Sarcopterygii dan Actinopterygii. • Sarcopterygii Ikan ini dideskripsikan oleh JLB Smith dan dinamai Latimeria chalumnae, sebagai penghormatan bagi Kecuali Courtenay-Latimer dan sebagai pengingat Sungai Chalumna yang dimukanya merupakan perairan tempat ikan ini tertangkap.

Miss Latimer adalah kurator sebuah musium lokal yang kecil. Dia lah orang pertama mengenali ikan coelacanth dan memberitahu Smith.Ikan coelacanth tak berhenti membuat berita, ketika pada tahun 1998 ditemukan spesies baru di perairan Manado yang kemudian dinamai Latimeria menadoensis.

Sebagian dari kelas ini sudah punah dan tinggal fosil.Dari antara anggota kelas ini ada satu spesies yang menjadi catatan penting dalam sejarah iktiologi. Spesies ini adalah coelacanth yaitu fosil dan diperhitungkan hidup pada kurun waktu antara masa pertengahan Devonian (350 juta tahun yang lalu) sampai akhir Cretaceous (66 juta tahun yang lalu).Dunia terkejut ketika tepat sebelum Natal tahun 1938 seekor coelacanth hidup tertangkap oleh pukat tarik (trawl) pada kedalaman 70 meter di pantai timur Afrika Selatan.

Perhatian dunia tersedot dan takjub, karena sebelumnya ikan ini hanya dikenal dari fosilnya. SARCOPTERYGII • Actinopterygii Kelas Actinopterygii merupakan kelas yang paling banyak di bumi. Nelson (2006) menegaskan bahwa kelas ini mencakup 44 ordo yang memiliki 26.891 spesies.

Sekitar 44% dari jumlah spesies tersebut adalah ikan air tawar. Cirri-cirinya yaitu notokorda seperti rangkaian manik, atau seperti manik-manik yang terpisah, mempunyai rahang (maksila dan premaksila), rangka terdiri atas tulang sejati, lengkung insang merupakan tulang sejati, yang terletak di bagian tengah insang, mengandung arteri dan saraf, mempunyai sirip yang berpasangan (sirip dada dan sirip perut), mempunyai sepasang lubang hidung, mempunyai sisik yang umumnya bertipe sikloid dan stenoid, tetapi ada juga yang bersisik tipe ganoid dan beberapa kelompok tanpa sisik, biasanya mempunyai gelembung gas dan tidak memiliki kloaka.

Demikianlah pembahasan mengenai semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag apa yang dimaksud dengan aves, apakah bandeng termasuk pisces, aves adalah hewan, bagaimana cara memilih ikan yang berkualitas, ciri ciri amphibia, ciri ciri habitat ikan, ciri ciri hewan bebek dan habitatnya, ciri ciri hewan cicak dan habitatnya, ciri ciri ikan brainly, ciri ciri pisces biologi, ciri ciri pisces brainly, ciri ciri reptilia, ciri ciri zodiak pisces, ciri khusus mamalia, ciri vertebrata pisces, ciri-ciri hewan amfibi, ciri-ciri pisces (ikan), ciri-ciri pisces secara umum, contoh chondrichthyes, contoh hewan amphibi, contoh hewan pisces, contoh hewan pisces beserta gambar, gambar pisces vertebrata, habitat pisces, hewan aves, hewan yang bergerak dengan sirip, ikan tanpa rahang, jenis ikan dan ciri cirinya, klasifikasi agnatha, klasifikasi ikan, klasifikasi ikan mas, klasifikasi pisces, klasifikasi pisces pdf, kuda laut termasuk pisces, makalah pisces, manfaat ikan bagi manusia, materi pisces pdf, pengertian amfibi, pengertian amphibia, pengertian zodiak pisces, peranan pisces, peranan pisces bagi kehidupan manusia, peranan pisces yang menguntungkan manusia, pisces (ikan), reproduksi pisces, rongga tubuh pisces, sebutkan ciri ciri kelompok ikan berkerangka tulang sejati, sistem organ pisces, struktur tubuh amphibia, super kelas pisces Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
• Afrikaans • Akan • Alemannisch • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Français • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Taqbaylit berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Lingála • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Minangkabau • Македонски berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit മലയാളം • Монгол • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Эрзянь • Nāhuatl • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Twi • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Walon • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Penyakit Papirus Edwin Smith, dokumen pembedahan tertua di dunia.

Papirus ini ditulis dalam skrip hieratik di Mesir kuno sekitar tahun 1600 SM. Teks di dalamnya menggambarkan pengamatan anatomi serta pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, dan prognosis 48 jenis permasalahan medis dengan sangat rinci.

Perawatan yang dijelaskan di antaranya menutup luka dengan jahitan, mencegah dan menyembuhkan infeksi dengan madu dan roti berjamur, menghentikan pendarahan dengan daging mentah, dan imobilisasi cedera kepala dan sumsum tulang belakang. Teks yang diterjemahkan pada tahun 1930 ini mengungkapkan kecanggihan dan kepraktisan pengobatan Mesir kuno.

Rekto kolom 6 (kanan) dan 7 (kiri) dari papirus yang digambarkan di sini membahas tentang trauma wajah. (Kasus 12-20). Penyakit adalah kondisi abnormal tertentu yang secara negatif memengaruhi struktur atau fungsi sebagian atau seluruh tubuh suatu makhluk hidup, dan bukan diakibatkan oleh berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit eksternal apa pun. [1] [2] Penyakit juga dikenal sebagai kondisi medis yang berhubungan dengan gejala dan tanda klinis tertentu. [1] Suatu penyakit dapat disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti patogen atau oleh disfungsi internal.

Sebagai contoh, disfungsi internal sistem imun dapat menghasilkan berbagai penyakit yang berbeda, di antaranya berbagai bentuk defisiensi imun, hipersensitivitas, alergi, dan penyakit autoimun.

Pada manusia, penyakit sering digunakan secara lebih luas untuk merujuk pada kondisi apa pun yang menyebabkan rasa nyeri, disfungsi, distres, masalah sosial, atau kematian bagi penderitanya, atau masalah serupa bagi mereka yang berhubungan dengan orang tersebut. Dalam pengertian yang lebih luas ini, penyakit kadang-kadang termasuk cedera, difabel, kelainan, sindrom, infeksi, gejala terisolasi, perilaku menyimpang, serta variasi struktur dan fungsi yang atipikal (tidak umum), sementara dalam konteks lain dan untuk tujuan lain, hal-hal ini dianggap kategori yang dapat dibedakan.

Penyakit tidak hanya memengaruhi seseorang secara fisik, tetapi juga secara mental, karena mengidap dan hidup dengan suatu penyakit dapat mengubah pandangan hidup seseorang. Kematian karena penyakit disebut kematian oleh sebab alami.

Secara umum, ada empat jenis penyakit utama: penyakit menular, penyakit defisiensi, penyakit keturunan (termasuk penyakit genetik dan penyakit keturunan non-genetik), dan penyakit fisiologis. Penyakit juga dapat diklasifikasikan dengan cara lain, seperti penyakit menular versus tidak menular. Penyakit paling mematikan pada manusia adalah penyakit arteri koroner (penyumbatan aliran darah), diikuti oleh penyakit serebrovaskular dan infeksi saluran pernapasan bawah. [3] Di negara maju, penyakit yang paling banyak ditemui secara keseluruhan adalah kondisi neuropsikiatri, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Studi penyakit disebut patologi, yang mencakup studi etiologi atau penyebab penyakit. Daftar isi • 1 Terminologi • 1.1 Konsep • 1.2 Jenis berdasarkan sistem tubuh • 1.3 Tahapan • 1.4 Tingkat • 2 Klasifikasi • 3 Penyebab • 3.1 Jenis penyebab • 4 Pencegahan • 5 Perawatan • 6 Epidemiologi • 6.1 Beban penyakit • 7 Masyarakat dan budaya • 7.1 Bahasa penyakit • 8 Lihat pula • 9 Referensi • 10 Pranala luar Terminologi [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Terminologi medis Konsep [ sunting - sunting sumber ] Dalam banyak kasus, istilah-istilah seperti sakit, penyakit, gangguan, kelainan, dan morbiditas, digunakan secara bergantian; namun, ada situasi ketika istilah tertentu dianggap lebih sesuai.

[4] Penyakit Istilah penyakit secara luas mengacu pada segala kondisi yang mengganggu fungsi normal tubuh. Karena alasan ini, penyakit diasosiasikan dengan disfungsi proses homeostasis normal tubuh. [5] Umumnya, istilah ini digunakan secara khusus pada penyakit infeksi, yang merupakan penyakit yang terbukti secara klinis diakibatkan oleh keberadaan agen mikrob patogenik, termasuk virus, bakteri, jamur, protozoa, organisme multiseluler, dan protein menyimpang yang dikenal sebagai prion.

Infeksi atau kolonisasi yang tidak dan tidak akan berujung pada penyimpangan fungsi normal yang secara klinis terbukti, seperti keberadaan bakteri dan khamir normal dalam usus, atau virus penumpang, tidak dianggap sebagai penyakit. Sebaliknya, infeksi yang tidak menunjukkan gejala selama masa inkubasinya, tetapi diperkirakan akan menimbulkan gejala di kemudian hari, biasanya dianggap sebagai penyakit.

Penyakit noninfeksi adalah semua penyakit lain, termasuk sebagian besar kanker, penyakit jantung, dan penyakit genetik. Penyakit dapatan/perolehan Penyakit yang didapat atau diperoleh ( bahasa Inggris: acquired diseases) adalah penyakit yang dimulai pada titik tertentu selama hidup seseorang, dan berkebalikan dengan penyakit yang sudah ada sejak lahir, yaitu penyakit bawaan.

Penyakit perolehan tidak berarti penyakit tersebut "diperoleh melalui penularan", tetapi diperoleh setelah seseorang lahir. Penyakit perolehan juga dapat berupa penyakit primer maupun penyakit sekunder. Penyakit kongenital atau penyakit bawaan Penyakit bawaan atau kelainan bawaan adalah penyakit yang telah ada saat seseorang di kecuali. Penyakit ini sering kali merupakan penyakit genetik dan dapat diwariskan. Penyakit jenis ini juga bisa dihasilkan dari infeksi yang ditularkan secara vertikal dari ibu pada anak yang dikandungnya, seperti HIV/ AIDS.

Penyakit genetik Penyakit genetik atau kelainan genetik disebabkan oleh satu atau beberapa mutasi genetik. Penyakit ini sering kali diwariskan, tetapi beberapa mutasi bersifat acak dan de novo. Penyakit keturunan atau turunan Penyakit keturunan adalah jenis penyakit genetik yang disebabkan oleh mutasi genetik yang bersifat turun-temurun (dan ditemukan dalam suatu keluarga).

Penyakit akut Penyakit akut adalah penyakit yang bersifat jangka pendek ( akut); istilah ini terkadang juga merujuk pada penyakit yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba. Kondisi kronis atau penyakit kronis Penyakit kronis adalah penyakit yang berlanjut dari waktu ke waktu, sering kali berlangsung setidaknya selama enam bulan tetapi mungkin juga meliputi penyakit yang diperkirakan akan diderita seumur hidup.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Penyakit iatrogenik Penyakit atau kondisi iatrogenik adalah penyakit yang diakibatkan oleh intervensi medis, baik sebagai efek samping dari pengobatan atau sebagai hasil yang tidak disengaja. Penyakit idiopatik Penyakit idiopatik memiliki penyebab atau sumber yang tidak diketahui.

Karena ilmu kedokteran telah maju, banyak penyakit yang sebelumnya tidak diketahui sama sekali penyebabnya, telah berhasil dipahami beberapa aspek penyebabnya sehingga tidak lagi berstatus idiopatik. Sebagai contoh, ketika kuman ditemukan, diketahui bahwa mereka adalah penyebab infeksi, tetapi kuman tertentu dan penyakit tertentu belum dihubungkan sebagai sebab-akibat.

Pada contoh lain, diketahui bahwa autoimunitas merupakan penyebab beberapa bentuk diabetes melitus tipe 1, meskipun jalur molekuler tertentu yang melatarbelakanginya belum dipahami. Secara umum, telah diketahi bahwa faktor-faktor tertentu ber korelasi dengan kecuali tertentu; akan tetapi, korelasi dan kausalitas adalah dua fenomena yang sangat berbeda, karena penyebab ketiga mungkin saja menghasilkan penyakit, serta fenomena terkait.

Penyakit primer Penyakit primer adalah penyakit yang dihasilkan oleh akar penyebab penyakit, berbeda dengan penyakit sekunder, yang merupakan lanjutan ( sekuela), atau komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit primer. Sebagai contoh, pilek adalah penyakit primer, sedangkan rhinitis adalah penyakit sekunder yang mungkin mengikutinya.

Seorang dokter perlu menentukan jenis penyakit, apakah pilek atau infeksi bakteri, yang mengakibatkan rhinitis sekunder pada seseorang ketika memutuskan apakah akan meresepkan antibiotika atau tidak. Penyakit sekunder Penyakit sekunder adalah penyakit yang merupakan lanjutan atau komplikasi dari penyakit kausal sebelumnya, yang disebut sebagai penyakit primer atau sekadar penyebab utama yang mendasarinya. Misalnya, infeksi bakteri dapat bersifat primer ketika orang yang sehat terpapar oleh bakteri dan menjadi terinfeksi, atau dapat menjadi penyakit sekunder akibat penyebab utama, yang menjadi predisposisi tubuh terhadap infeksi.

Sebagai contoh, infeksi virus primer yang melemahkan sistem imun dapat mengakibatkan infeksi bakteri sekunder. Demikian pula dengan luka bakar primer yang menciptakan luka terbuka dapat memberikan titik masuk bagi bakteri, dan menyebabkan infeksi bakteri sekunder.

Penyakit yang tidak bisa disembuhkan Penyakit yang tidak bisa disembuhkan belum tentu merupakan penyakit mematikan atau terminal, dan terkadang gejala penyakit dapat diobati secara memadai agar penyakit tersebut hanya memiliki sedikit dampak atau bahkan tidak berdampak pada kualitas hidup.

Penyakit terminal Penyakit terminal atau penyakit mematikan adalah penyakit yang diperkirakan mengakibatkan kematian yang tak terhindarkan. Sebelumnya, AIDS adalah penyakit terminal; sekarang meskipun tidak dapat disembuhkan, AIDS dapat dikelola tanpa batas menggunakan obat-obatan. Gangguan Gangguan adalah kelainan atau kekacauan fungsional. Gangguan medis dapat dikategorikan menjadi gangguan mental, gangguan fisik, gangguan genetik, gangguan emosi dan perilaku, dan gangguan fungsional.

Istilah gangguan sering dianggap lebih netral terhadap nilai dan kurang mendapat stigma dibandingkan dengan penyakit, sehingga lebih disukai dalam beberapa keadaan. [6] Dalam kesehatan mental, istilah gangguan mental digunakan sebagai cara untuk mengakui adanya interaksi kompleks antara faktor biologis, sosial, dan psikologis dalam kondisi kejiwaan; akan tetapi, istilah gangguan juga digunakan dalam banyak bidang kedokteran lainnya, terutama untuk mengidentifikasi gangguan fisik yang tidak disebabkan oleh organisme menular, seperti gangguan metabolisme.

Kondisi medis Kondisi medis adalah istilah luas yang mencakup semua penyakit, lesi, gangguan, atau kondisi nonpatologis yang biasanya mendapatkan perawatan medis, seperti kehamilan atau persalinan. Walaupun istilah kondisi medis umumnya juga mencakup penyakit mental, dalam beberapa konteks, istilah ini digunakan secara khusus untuk menunjukkan penyakit, cedera, atau penyakit apa pun selain untuk penyakit mental.

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM), manual psikiatri yang digunakan secara luas yang berisi penjelasan semua gangguan mental, menggunakan istilah kondisi medis umum untuk merujuk pada semua penyakit dan cedera selain gangguan mental.

[7] Penggunaan ini juga umum ditemukan dalam literatur psikiatris. Beberapa polis asuransi kesehatan juga mendefinisikan kondisi medis sebagai segala penyakit atau cedera, kecuali penyakit kejiwaan.

[8] Karena lebih netral terhadap nilai dibandingkan istilah seperti penyakit, istilah kondisi medis terkadang lebih disukai oleh orang-orang dengan masalah kesehatan yang mereka anggap tidak merugikan.

Di sisi lain, dengan menekankan sifat medis dari kondisi ini, istilah ini kadang-kadang ditolak, seperti oleh para pendukung gerakan hak autisme. Istilah kondisi medis juga merupakan sinonim untuk keadaan medis, yang menggambarkan keadaan pasien saat ini dari sudut pandang medis.

Contoh penggunaan istilah keadaan medis misalnya pernyataan bahwa pasien dalam keadaan kritis. Morbiditas Morbiditas (dari bahasa Latin morbidus, artinya 'sakit, tidak sehat') adalah keadaan sakit, difabel, atau kesehatan buruk karena sebab apa pun. Istilah ini dapat digunakan untuk merujuk pada keberadaan segala bentuk penyakit, atau pada tingkat kondisi kesehatan yang memengaruhi seseorang.

Di kalangan pasien yang sakit parah, tingkat morbiditas sering diukur dengan sistem penilaian ICU. Komorbiditas adalah kehadiran dua kondisi medis atau lebih secara bersamaan, seperti skizofrenia dan penyalahgunaan zat.

Dalam ilmu epidemiologi dan aktuaria, istilah "angka morbiditas" dapat merujuk pada insiden atau prevalensi suatu penyakit atau kondisi medis. Ukuran ini berbeda dengan mortalitas suatu kondisi, yang merupakan proporsi orang yang meninggal selama interval waktu tertentu. Angka morbiditas digunakan dalam profesi aktuaria, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi perawatan jangka panjang, untuk menentukan premi yang tepat untuk dibebankan kepada pelanggan.

Angka morbiditas membantu perusahaan asuransi memperkirakan kemungkinan seseorang akan terjangkit atau mengembangkan sejumlah penyakit tertentu. Sindrom Sindrom adalah asosiasi dari beberapa tanda medis, gejala, atau karakteristik lain yang sering terjadi secara bersamaan.

Beberapa sindrom, seperti sindrom Down, hanya memiliki satu penyebab. Sindrom lainnya, seperti sindrom Parkinson, memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Sebagai contoh, sindrom koroner akut bukanlah penyakit tunggal, berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit lebih merupakan manifestasi dari beberapa penyakit, seperti infark miokard sekunder akibat penyakit arteri koroner.

Pada sindrom lain, penyebabnya tidak diketahui. Nama sindrom yang familier sering kali tetap digunakan bahkan setelah penyebab yang mendasarinya ditemukan, atau ketika diakibatkan oleh sejumlah penyebab primer yang berbeda. Contohnya sindrom Turner dan sindrom DiGeorge yang masih sering disebut dengan nama "sindrom" meskipun keduanya dapat dilihat sebagai entitas penyakit dan tidak hanya sebagai sekumpulan tanda dan gejala.

Prapenyakit Prapenyakit adalah fase awal sebelum terjadinya penyakit ( prodom) atau fase subklinis berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit gejala penyakit muncul. Pradiabetes dan prahipertensi adalah contoh umum prapenyakit. Namun, nosologi atau epistemologi prapenyakit masih diperdebatkan karena jarang ditemui batasan jelas yang membedakan antara kepedulian untuk status subklinis/prodromal/tanda awal penyakit (pada satu sisi) dan konflik kepentingan yang diakibatkan oleh menjual ketakutan akan penyakit atau medikalisasi penyakit (pada sisi lainnya).

Mengidentifikasi prapenyakit secara tepat dapat menghasilkan tindakan pencegahan yang bermanfaat, seperti memotivasi seseorang untuk mengerjakan latihan fisik yang sehat, [9] tetapi memberi label prapenyakit pada orang yang sehat dengan dugaan yang tidak berdasar dapat mengakibatkan perawatan yang berlebihan, seperti menggunakan obat yang hanya membantu orang dengan penyakit berat atau membayar resep obat dengan rasio manfaat-biaya sangat kecil.

Sebuah studi menyimpulkan bahwa ada tiga persyaratan untuk keabsahan konsep prapenyakit ini, yaitu kondisi yang berisiko sangat tinggi untuk berkembang menjadi penyakit, dapat ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko, dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan kecuali dalam setiap intervensi yang diambil.

[10] Jenis berdasarkan sistem tubuh [ sunting - sunting sumber ] Mental Gangguan mental merupakan label umum untuk kategori penyakit yang meliputi ketidakstabilan afektif atau emosional, disregulasi perilaku, serta disfungsi atau gangguan kognitif. Penyakit spesifik yang dikenal sebagai penyakit mental termasuk depresi berat, gangguan kecemasan umum, skizofrenia, dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.

Gangguan mental dapat berasal dari faktor biologis (misalnya anatomis, kimiawi, atau genetik) atau psikologis (misalnya trauma atau konflik). Penyakit mental dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bekerja atau belajar dan dapat membahayakan hubungan interpersonal.

Istilah gila digunakan secara teknis sebagai istilah hukum. Organik Penyakit organik adalah penyakit yang diakibatkan oleh perubahan fisik atau fisiologis pada beberapa jaringan atau organ tubuh. Istilah ini terkadang tidak meliputi infeksi. Penyakit organik biasanya digunakan untuk membedakannya dengan gangguan mental.

Gangguan emosi dan perilaku digolongkan dalam penyakit organik jika disebabkan oleh perubahan pada struktur fisik atau fungsi tubuh, seperti setelah strok atau cedera otak traumatis, tetapi tidak digolongkan dalam penyakit organik jika disebabkan oleh masalah psikososial. Tahapan [ sunting - sunting sumber ] Pada penyakit menular, masa inkubasi adalah periode waktu antara infeksi dan munculnya gejala. Periode latensi adalah periode waktu antara infeksi dan kemampuan agen penyakit untuk menyebar ke orang lain, yang kejadiannya dapat mendahului, mengikuti, atau secara bersamaan dengan munculnya gejala.

Beberapa virus juga menunjukkan fase dorman, yang disebut latensi virus, yaitu ketika virus bersembunyi di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif. Sebagai contoh, virus varicella-zoster yang menyebabkan cacar air pada fase akut; setelah sembuh dari cacar air, virus dapat tetap dorman dalam sel saraf selama bertahun-tahun, dan kemudian menyebabkan herpes zoster.

Penyakit akut Penyakit akut adalah penyakit yang berumur pendek, seperti pilek. Penyakit kronis Penyakit kronis adalah penyakit yang berlangsung lama, biasanya minimum enam bulan. Selama berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit tersebut, penyakit mungkin terus-menerus ada, atau mungkin mengalami remisi dan kambuh secara berkala.

Penyakit kronis mungkin bersifat stabil (tidak memburuk) atau mungkin progresif (semakin buruk dari waktu ke waktu). Beberapa penyakit kronis dapat disembuhkan secara permanen. Sebagian besar penyakit kronis dapat diobati, meskipun tidak dapat disembuhkan secara permanen. Penyakit klinis Penyakit yang memiliki konsekuensi klinis; dengan kata lain, stadium penyakit yang menghasilkan tanda dan gejala khas penyakit tersebut.

[11] AIDS adalah tahap penyakit klinis infeksi HIV. Kesembuhan Kesembuhan adalah akhir dari suatu kondisi medis atau suatu perawatan yang sangat mungkin mengakhiri kondisi medis, sementara remisi mengacu pada hilangnya gejala.

Remisi lengkap merupakan hasil terbaik untuk penyakit yang tak tersembuhkan. Kambuh Kambuh ( bahasa Inggris: flare-up) dapat merujuk pada kembalinya gejala atau timbulnya gejala yang lebih parah. [12] Penyakit progresif Penyakit progresif adalah penyakit secara alami memburuk hingga terjadi kematian, kelemahan serius, atau kegagalan organ.

Penyakit progresif yang lambat juga merupakan penyakit kronis; banyak juga yang merupakan penyakit degeneratif. Kebalikan dari penyakit progresif adalah penyakit stabil atau penyakit statis: suatu kondisi medis yang tidak menjadi lebih baik atau lebih buruk. Penyakit refraktori Penyakit refraktori adalah penyakit yang tidak merespons terhadap pengobatan, terutama pada kasus individual, meskipun pengobatan yang diberikan melebihi standar normal untuk penyakit tesebut.

Penyakit subklinis Penyakit subklinis juga disebut penyakit diam atau penyakit tanpa gejala. Subklinis juga merupakan suatu tahap pada beberapa penyakit sebelum munculnya gejala klis untuk pertama kali. [13] Fase terminal Jika seseorang akan segera mati karena suatu penyakit, terlepas dari apakah penyakit tersebut biasanya berujung pada kematian, maka periode antara fase sebelumnya dengan fase sekarat disebut fase terminal. Tingkat [ sunting - sunting sumber ] Penyakit terlokalisasi Penyakit terlokalisasi adalah penyakit yang hanya menyerang satu bagian tubuh, seperti tinea pedis atau infeksi mata.

Penyakit terdiseminasi Penyakit terdiseminasi adalah penyakit yang telah menyebar ke bagian tubuh lain; jika berupa kanker, penyakit ini biasanya disebut metastasis. Penyakit sistemik Penyakit sistemik adalah penyakit yang menyerang seluruh tubuh, seperti influenza atau tekanan darah tinggi. Klasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Nosologi Penyakit dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab, patogenesis (mekanisme terjadinya penyakit), atau berdasarkan gejalanya.

Klasifikasi juga dilakukan menurut sistem organ yang terlibat, meskipun pengelompokan ini lebih rumit karena ada banyak penyakit yang memengaruhi berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit dari satu organ. Kesulitan utama dalam nosologi yaitu penyakit sering kali tidak dapat didefinisikan dan diklasifikasikan dengan jelas, terutama ketika penyebab atau patogenesisnya tidak diketahui. Dengan demikian, diagnosis terkadang hanya mencerminkan gejala atau serangkaian gejala (sindrom).

Secara klasik, klasifikasi penyakit pada manusia dilakukan berdasarkan pengamatan atas korelasi antara analisis patologis dan sindrom klinis. Saat ini, klasifikasi cenderung dilakukan berdasarkan penyebabnya jika diketahui. [14] Klasifikasi penyakit yang paling dikenal dan banyak dipakai adalah ICD yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Sistem klasifikasi ini diperbarui secara berkala dengan publikasi terakhir saat ini yaitu ICD-10.

Penyebab [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Penyebab penyakit dan Penularan penyakit Hanya sejumlah penyakit yang menular dan umumnya diyakini infeksius, misalnya influenza.

Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit ini dikenal sebagai patogen (terkadang disebut agen infeksi atau agen penyakit) yang meliputi berbagai jenis bakteri, virus, protozoa, dan jamur. Penyakit infeksi dapat ditularkan, misalnya melalui kontak dari tangan-ke-mulut setelah menyentuh materi infeksius pada permukaan benda, melalui gigitan serangga atau pembawa penyakit lainnya, serta dari air atau makanan yang terkontaminasi (sering kali melalui kontaminasi tinja), dll.

[15] Terdapat pula penyakit menular seksual. Dalam beberapa kasus, suatu penyakit dapat dicegah atau diperbaiki dengan nutrisi yang tepat atau perubahan gaya hidup lainnya. Beberapa penyakit, seperti sebagian besar (tetapi tidak semua) kanker, penyakit jantung, dan gangguan mental, merupakan penyakit tidak menular. Banyak penyakit tidak menular didasarkan oleh genetik, baik sebagian atau seluruhnya, sehingga dapat ditularkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Penentu sosial kesehatan adalah kondisi sosial yang menentukan perbedaan status kesehatan individu atau kelompok masyarakat.

Pada umumnya, penyakit terkait dengan keadaan sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Penentu sosial kesehatan telah diakui oleh beberapa organisasi kesehatan seperti Badan Kesehatan Masyarakat Kanada dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sangat berpengaruh kecuali kesejahteraan kolektif dan pribadi.

Dewan Penentu Kecuali di bawah WHO juga mengakui faktor-faktor penentu sosial kesehatan dalam kemiskinan. Ketika penyebab suatu penyakit tidak dipahami dengan baik, masyarakat cenderung membuat mitos untuk penyakit tersebut atau menggunakannya sebagai metafora atau simbol apa pun yang dianggap jahat oleh budaya setempat.

Misalnya, sampai bakteri penyebab tuberkulosis ditemukan pada tahun 1882, para ahli dengan berbagai cara mengaitkan penyakit ini dengan faktor keturunan, gaya hidup kurang bergerak, depresi, dan kegemaran berlebihan dalam seks, makanan, atau alkohol—semua penyakit sosial pada masa itu. [16] Ketika suatu penyakit disebabkan oleh patogen (misalnya penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium), istilah penyakit dapat digunakan secara keliru bahkan dalam literatur ilmiah sebagai pengganti agen penyebabnya, yaitu patogen.

Kebiasaan bahasa ini dapat mengakibatkan kebingungan dalam komunikasi prinsip sebab-akibat dalam epidemiologi, dan karenanya sangat tidak dianjurkan. [17] Jenis penyebab [ sunting - sunting sumber ] Udara Penyakit bawaan udara adalah penyakit yang disebabkan oleh patogen dan ditularkan melalui udara.

Makanan Penyakit bawaan makanan atau keracunan makanan adalah berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi oleh bakteri patogen, racun, virus, prion, atau parasit. Infeksi Penyakit infeksi terdiri atas penyakit yang terbukti secara klinis (dengan tanda atau gejala penyakit yang khas) disebabkan oleh infeksi, yaitu keberadaan dan pertumbuhan agen biologis patogenik dalam organisme inang secara individual.

Termasuk dalam kategori ini adalah penyakit menular, yaitu penyakit infeksi seperti influenza atau pilek, yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Gaya hidup Penyakit gaya hidup adalah penyakit apa pun yang tampaknya meningkat frekuensinya karena suatu negara menjadi lebih terindustrialisasi dan penduduknya berumur lebih panjang, terutama jika faktor-faktor risikonya mencakup pilihan perilaku seperti gaya hidup yang menetap atau diet dengan makanan yang tidak sehat seperti karbohidrat olahan, lemak trans, atau minuman beralkohol.

Tidak dapat menular Penyakit tidak menular adalah kondisi medis atau penyakit yang tidak dapat ditularkan. Penyakit tidak menular tidak kecuali disebarkan secara langsung dari satu orang ke orang lain.

Penyakit jantung dan kanker adalah contoh penyakit tidak menular pada manusia. Pencegahan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kedokteran pencegahan Banyak penyakit dan gangguan dapat dicegah melalui berbagai cara. Contoh tindakan pencegahan penyakit yaitu penerapan sanitasi, asupan nutrisi yang tepat, latihan fisik yang memadai, vaksinasi dan perawatan diri lainnya, serta tindakan kesehatan masyarakat. Perawatan [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Terapi Perlakuan medis, perawatan medis, atau terapi adalah upaya untuk menyembuhkan atau meringankan penyakit atau masalah kesehatan lainnya.

Pada bidang medis, terapi identik dengan kata pengobatan. Di antara para psikolog, istilah ini dapat merujuk secara khusus pada psikoterapi atau "terapi bicara". Pengobatan umum di antaranya medikasi, pem bedahan, penggunaan peralatan medis, dan perawatan diri. Terapi dapat dilakukan oleh sistem layanan kesehatan yang terorganisir, atau secara informal oleh pasien atau anggota keluarganya.

Perawatan kesehatan preventif merupakan cara untuk menghindari cedera, sakit, atau penyakit sejak awal. Pengobatan atau penyembuhan diterapkan setelah masalah medis terjadi. Perawatan medis mencoba untuk memperbaiki atau menghilangkan masalah, tetapi mungkin tidak menghasilkan kesembuhan permanen, terutama pada penyakit kronis. Penyembuhan adalah bagian dari perawatan yang menghilangkan penyakit sepenuhnya atau mengakhiri masalah medis secara permanen.

Banyak penyakit yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya masih bisa dirawat. Manajemen nyeri (juga disebut kedokteran nyeri) adalah cabang kedokteran yang menggunakan pendekatan interdisipliner untuk meredakan rasa nyeri dan meningkatkan kualitas hidup seseorang yang hidup dengan rasa nyeri. [18] Perawatan untuk kedaruratan medis harus diberikan segera, sering kali melalui instalasi gawat darurat. Epidemiologi [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Epidemiologi Epidemiologi adalah studi tentang faktor-faktor yang menyebabkan atau mendorong penyakit.

Beberapa penyakit lebih umum ditemukan di daerah geografis tertentu, di antara orang-orang dengan karakteristik genetik atau sosial ekonomi tertentu, atau pada waktu yang berbeda dalam setahun. Epidemiologi dianggap sebagai metodologi utama penelitian kesehatan masyarakat dan sangat dihargai dalam kedokteran berbasis bukti untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit. Dalam studi penyakit menular dan tidak menular, pekerjaan seorang epidemiologis berkisar dari penyelidikan wabah hingga desain studi, pengumpulan data, dan analisis, termasuk pengembangan model statistik untuk menguji hipotesis dan dokumentasi hasil untuk diserahkan ke jurnal ilmiah.

Ahli epidemiologi juga mempelajari interaksi penyakit dalam suatu populasi, suatu kondisi yang dikenal sebagai sindemik. Ahli epidemiologi mengandalkan sejumlah disiplin ilmu lain seperti biologi (untuk lebih memahami proses penyakit), biostatistik (untuk mengolah informasi mentah yang tersedia), ilmu informasi geografis kecuali menyimpan data dan memetakan pola penyakit), serta ilmu sosial (untuk lebih memahami berbagai faktor risiko).

Epidemiologi dapat membantu mengidentifikasi penyebab serta memandu upaya pencegahan. Dalam mempelajari penyakit, epidemiologi menghadapi tantangan untuk mendefinisikan suatu penyakit. Khususnya untuk penyakit yang kurang dipahami, berbagai kelompok yang berbeda mungkin menggunakan definisi penyakit yang sangat berbeda. Tanpa definisi yang disepakati, beragam peneliti dapat melaporkan suatu penyakit dengan jumlah kasus dan karakteristik yang berbeda. [19] Beberapa basis data morbiditas penyakit dikompilasi dari data yang disediakan oleh otoritas kesehatan negara dan teritori, di tingkat nasional [20] [21] atau skala yang lebih besar (seperti Basis Data Morbiditas Rumah Sakit Eropa (HMDB) [22] yang mungkin berisi data rumah sakit dengan diagnosis rinci,usia, dan jenis kelamin.

Data HMDB Eropa diserahkan oleh negara-negara Eropa ke Kantor Regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Eropa. Beban penyakit [ sunting - sunting sumber ] Beban penyakit adalah dampak akibat masalah kesehatan di suatu daerah yang diukur dengan biaya keuangan, kematian, morbiditas, atau indikator lainnya. Ada beberapa langkah yang digunakan untuk mengukur beban yang ditimbulkan oleh penyakit pada manusia.

Kehilangan tahun kehidupan potensial (YPLL) adalah perkiraan sederhana akan hilangnya tahun kehidupan seseorang akibat suatu penyakit. Misalnya, jika seseorang meninggal pada usia 65 karena suatu penyakit, dan mungkin akan hidup sampai usia 80 tanpa penyakit itu, maka penyakit itu telah menyebabkan hilangnya 15 tahun kehidupan potensial. Pengukuran YPLL tidak memperhitungkan seberapa difabel seseorang sebelum meninggal, sehingga pengukuran tersebut menyetarakan seseorang yang mati mendadak dan seseorang yang meninggal pada usia yang sama setelah puluhan tahun menderita penyakit.

Pada tahun 2004, WHO menghitung bahwa 932 juta tahun potensi kehidupan hilang karena kematian dini. [23] Metrik tahun kehidupan berkualitas tersesuaikan (QALY) dan tahun kehidupan disabilitas tersesuaikan (DALY) diukur dengan cara serupa, tetapi memperhitungkan apakah orang tersebut tetap sehat setelah didiagnosis menderita penyakit tertentu.

Selain jumlah tahun yang hilang karena kematian prematur, pengukuran ini menambahkan tahun-tahun yang hilang karena sakit. Tidak seperti YPLL, kedua pengukuran ini menunjukkan beban yang dikenakan pada orang yang sangat sakit, tetapi hidup dengan durasi normal. Penyakit yang memiliki morbiditas tinggi, tetapi mortalitas rendah, memiliki DALY tinggi dan YPLL rendah.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Pada tahun 2004, WHO menghitung bahwa 1,5 miliar DALY hilang karena penyakit dan cedera. [23] Di negara maju, penyakit jantung dan strok paling banyak menyebabkan kematian, tetapi kondisi neuropsikiatrik seperti gangguan depresi mayor mengakibatkan sebagian besar tahun hilang karena kecuali.

Masyarakat dan budaya [ sunting - sunting sumber ] Obesitas dulunya merupakan simbol status dalam budaya Abad Renaisans: "Jenderal Toscana Alessandro del Borro", dikaitkan dengan Andrea Sacchi, 1645. [24] Walaupun saat ini obesitas umumnya dikaitkan dengan penyakit.

Bagaimana masyarakat merespons penyakit merupakan subjek dari sosiologi medis. Suatu kondisi dapat dianggap sebagai penyakit pada beberapa budaya atau era tetapi tidak pada yang lain. Misalnya, obesitas dapat menunjukkan kekayaan dan kelimpahan, dan merupakan simbol status di daerah rawan kelaparan dan beberapa tempat yang dilanda HIV/ AIDS.

[25] Epilepsi dianggap sebagai tanda bakat spiritual di antara orang-orang Mong. [26] Penyakit memberi legitimasi sosial atas manfaat tertentu, seperti tunjangan sakit, penghindaran kerja, dan perawatan oleh orang lain. Orang yang sakit mengambil peran sosial yang disebut peran sakit. Seseorang yang merespons penyakit yang menakutkan, seperti kanker, dengan cara yang dapat diterima secara budaya mungkin secara publik dan pribadi dihormati dengan status sosial yang lebih tinggi. [27] Sebagai imbalan atas manfaat ini, orang yang sakit berkewajiban untuk mencari perawatan dan berupaya untuk menjadi sehat kembali.

Sebagai perbandingan, kehamilan, tidak diartikan sebagai penyakit, bahkan jika ibu dan bayi sama-sama mendapat manfaat dari perawatan medis. Sebagian besar agama memberikan pengecualian dari tugas keagamaan kepada orang yang sakit. Misalnya, seseorang yang hidupnya akan terancam dengan ber puasa pada Yom Kippur atau selama bulan Ramadan akan dibebaskan dari persyaratan, atau bahkan dilarang berpartisipasi.

Orang yang sakit juga dibebaskan dari tugas sosial. Misalnya, kesehatan yang buruk adalah satu-satunya alasan yang diterima secara sosial bagi seorang Amerika Serikat untuk menolak undangan ke Gedung Putih. [28] Identifikasi suatu kondisi sebagai penyakit, dan bukan sekadar variasi struktur atau fungsi manusia, dapat memiliki implikasi sosial atau ekonomi yang signifikan.

Pengakuan kontroversial penyakit seperti cedera regangan berulang (RSI) memiliki sejumlah efek positif dan negatif pada tanggung kecuali keuangan dan lainnya dari pemerintah, perusahaan, dan lembaga terhadap seorang individu, serta pada individu penderita itu sendiri. Implikasi sosial dari memandang penuaan sebagai suatu penyakit bisa sangat mendalam, meskipun klasifikasi ini belum tersebar luas.

Penderita kusta merupakan orang-orang yang secara historis dijauhi karena mereka memiliki penyakit menular, dan istilah "kusta" masih membangkitkan stigma sosial.

Ketakutan akan penyakit masih bisa menjadi fenomena sosial yang luas, meskipun tidak semua penyakit membangkitkan stigma sosial yang ekstrem. Status sosial dan status ekonomi memengaruhi kesehatan. Penyakit kemiskinan adalah penyakit yang berhubungan dengan kemiskinan dan status sosial yang rendah; penyakit kemakmuran adalah penyakit yang berhubungan dengan status sosial dan ekonomi yang tinggi.

Jenis penyakit yang dikaitkan dengan kondisi tertentu akan bervariasi menurut waktu dan tempat. Beberapa penyakit, seperti diabetes melitus, dapat dikaitkan dengan kemiskinan (pilihan makanan yang buruk) maupun kemakmuran (rentang hidup yang panjang dan gaya hidup yang kurang gerak), melalui mekanisme yang berbeda.

Istilah penyakit gaya hidup menggambarkan penyakit yang terkait dengan umur panjang dan lebih umum terjadi pada antara orang tua. Sebagai contoh, kanker jauh lebih umum di masyarakat dengan sebagian besar anggotanya hidup hingga usia 80 tahun dibandingkan di masyarakat dengan sebagian besar anggotanya meninggal sebelum mereka mencapai usia 50 tahun.

Bahasa penyakit [ sunting - sunting sumber ] Narasi penyakit adalah cara mengatur pengalaman medis menjadi cerita yang koheren yang menggambarkan pengalaman pribadi individu yang sakit. Orang-orang menggunakan metafora untuk memahami pengalaman mereka akan penyakit. Metafora memindahkan penyakit dari hal obyektif yang ada menjadi pengalaman afektif. Metafora yang paling populer mengacu pada konsep militer: Penyakit adalah musuh yang harus ditakuti, diperangi, diperangi, dan dialihkan.

Pasien atau penyedia layanan kesehatan adalah pejuang, bukan korban pasif atau pengamat. Agen infeksi adalah penjajah; penyakit tidak menular merupakan pemberontakan internal atau perang saudara. Karena ancaman penyakit bersifat mendesak, dan mungkin masalah antara hidup dan mati, maka tindakan yang radikal, bahkan menindas, menjadi tugas moral masyarakat dan pasien saat mereka dengan berani bergerak untuk berjuang melawan kehancuran.

Perang melawan kanker adalah contoh dari penggunaan bahasa secara metaforis. [29] Bahasa ini memberdayakan beberapa penderita, tetapi membuat orang lain merasa gagal. [30] Jenis metafora lain menggambarkan pengalaman penyakit sebagai perjalanan: Penderitanya melakukan perjalanan ke atau dari suatu tempat penyakit, dan mengubah dirinya sendiri, menemukan informasi baru, atau menambah pengalamannya selama perjalanan.

Ia mungkin bepergian "di jalan menuju pemulihan" atau membuat perubahan untuk "mencapai jalur yang benar" atau memilih "jalur". [29] [30] Beberapa di antaranya secara eksplisit bertema imigrasi: penderita penyakit telah diasingkan dari wilayah rumah yang sehat ke tanah orang sakit, yang mengubah identitas dan hubungan dalam prosesnya. [31] Bahasa ini lebih umum di kalangan profesional kesehatan Inggris dibandingkan bahasa agresi fisik.

[30] Beberapa metafora bersifat spesifik terhadap penyakit. Perbudakan adalah metafora umum untuk kecanduan: Pecandu alkohol diperbudak oleh minuman, dan berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit ditawan oleh nikotin. Beberapa pasien kanker memperlakukan kerontokan rambut mereka dari kemoterapi sebagai metonimia atau metafora untuk semua kerugian yang disebabkan oleh penyakit ini.

[29] Beberapa penyakit digunakan sebagai metafora untuk penyakit sosial: "Kanker" merupakan deskripsi umum untuk apa pun yang endemik dan merusak dalam masyarakat, seperti kemiskinan, ketidakadilan, atau rasisme. AIDS dipandang sebagai penghakiman ilahi untuk kemerosotan moral, dan hanya dengan membersihkan diri dari "polusi" oleh "penyerbu" maka masyarakat dapat menjadi sehat kembali.

[29] Kemudian, ketika AIDS tampaknya kurang mengancam, jenis bahasa emosi ini diterapkan pada flu burung dan diabetes melitus tipe 2. [32] Penulis pada abad ke-19 umumnya menggunakan tuberkulosis sebagai simbol dan metafora untuk transendensi. Penderita penyakit ini digambarkan dalam literatur sebagai orang yang telah melampaui kehidupan sehari-hari untuk menjadi objek pencapaian spiritual atau artistik sesaat.

Pada abad ke-20, setelah penyebabnya lebih dipahami, penyakit yang sama menjadi lambang kemiskinan, kemelaratan, dan masalah sosial lainnya. [31] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Kecacatan perkembangan, kecacatan berat dan seumur hidup yang disebabkan oleh gangguan mental atau fisik • Penyakit lingkungan • Interaksi inang–patogen • Daftar penyakit tak dapat disembuhkan • Penyakit mitokondrial • Patologi tumbuhan • Penyakit langka, penyakit yang diderita sangat sedikit orang • Sosiologi kesehatan dan penyakit • Filsafat kedokteran Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b " Disease" di Dorland's Medical Dictionary • ^ White, Tim (19 December 2014).

"What is the Difference Between an 'Injury' and 'Disease' for Commonwealth Injury Claims?". Tindall Gask Bentley. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 October 2017. Diakses tanggal 6 November 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "What is the deadliest disease in the world?". WHO. 16 May 2012. Diarsipkan dari versi asli Parameter -archive-url= membutuhkan -url= ( bantuan) tanggal 17 December 2014.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Parameter -ur= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Tidak memiliki atau membutuhkan -url= ( bantuan); Parameter -access-date= membutuhkan -url= ( bantuan) • ^ "Mental Illness – Glossary". US National Institute of Mental Health accessdate=18 April 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 May 2010. Parameter berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa ( link) • ^ "Regents Prep: Living Environment: Homeostasis".

Oswego City School District Regents Exam Prep Center. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 October 2012. Diakses tanggal 12 November 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Sefton, Phil (21 November 2011). "Condition, Disease, Disorder". AMA Style Insider. American Medical Association. Diakses tanggal 20 August 2019. • ^ American Psychiatric Association Task Force on DSM-IV (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (edisi ke-4th).

Washington, DC: American Psychiatric Association. ISBN 978-0-89042-025-6. • ^ "Expat Insurance Glossary by The Insurance Page". Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 October 2008. Diakses tanggal 20 November 2008. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Lenzer, Jeanne (14 August 2012).

"Blood pressure drugs for mild hypertension: Not proven to prevent heart attacks, strokes, or early death". Slate. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 August 2012. Diakses tanggal 16 August 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Viera, Anthony J. (2011), "Predisease: when does it make sense?", Epidemiologic Reviews, 33 (1), hlm. 122–34, doi: 10.1093/epirev/mxr002, PMID 21624963 • ^ "clinical disease". Mosby's Medical Dictionary (edisi ke-9th). Elsevier.

2009. Diakses tanggal 6 November 2017 – via medical-dictionary.thefreedictionary.com. • ^ Shiel, William C. Jr. (2019-06-20). "Definition of Flare". MedicineNet. Diakses tanggal 2019-12-21. • ^ "subclinical". Diakses tanggal 6 November 2017 – via medical-dictionary.thefreedictionary.com. • ^ Loscalzo J1, Kohane I, Barabasi AL. Human disease classification in the postgenomic era: a complex systems approach to human pathobiology. Mol Syst Biol. 2007;3:124.

Epub 2007 Jul 10. • ^ Alexander van Geen, et al. "Impact of population and latrines on fecal contamination of ponds in rural Bangladesh." Science Of The Total Environment 409, no. 17 (August 2011): 3174–82. • ^ Olson, James Stuart (2002). Bathsheba's breast: women, cancer & history. Baltimore: The Johns Hopkins University Press. hlm. 168–70. ISBN 978-0-8018-6936-5. • ^ Marcantonio, Matteo; Pascoe, Emily; Baldacchino, Frederic (January 2017). "Sometimes Scientists Get the Flu.

Wrong…!". Trends in Parasitology. 33 (1): 7–9. doi: 10.1016/j.pt.2016.10.005. PMID 27856180. • ^ Hardy, Paul A.; Hardy, Paul A. J. (1997). Chronic Pain Management: The Essentials. Cambridge University Press. hlm. 10. ISBN 978-1-900151-85-6. OCLC 36881282. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 October 2015. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Tuller, David (4 March 2011).

"Defining an illness is fodder for debate". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 January 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "National Hospital Morbidity Database".

aihw.gov.au. Australian Institute of Health and Welfare. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 August 2013. Diakses tanggal 11 July 2013. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Hospital Morbidity Database (HMDB)". statcan.gc.ca. Statistics Canada. 2007-10-24. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30June2016. Diakses tanggal 21 September 2015. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -archivedate= ( bantuan) • ^ "European Hospital Morbidity Database".

who.int. World Health Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2013. • ^ a b "Disease and injury regional estimates for 2004". who.int. World Health Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 December 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Standard DALYs (3% discounting, age weights). Also DALY spreadsheet and YLL spreadsheet. • ^ Gerten-Jackson, Carol.

"The Tuscan General Alessandro del Borro". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 May 2009. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Haslam DW, James WP (2005). "Obesity". Lancet. 366 (9492): 1197–209.

doi: 10.1016/S0140-6736(05)67483-1. PMID 16198769. • ^ Fadiman, Anne (1997). The spirit catches you and you fall down: a Hmong child, her American doctors, and the collision of two cultures.

New York: Farrar, Straus, and Giroux. ISBN 978-0-374-52564-4. • ^ Sulik, Gayle (2010). Pink Ribbon Blues: How Breast Cancer Culture Undermines Women's Health. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-974045-1. • ^ Martin, Judith (2005). Miss Manners' Guide to Excruciatingly Correct Behavior. New York: W.W. Norton & Co. hlm. 703. ISBN 978-0-393-05874-1.

OCLC 57549405. • ^ a b c d Gwyn, Richard (1999). "10". Dalam Cameron, Lynne; Low, Graham. Researching and applying metaphor. Cambridge, England: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-64964-3. OCLC 40881885. • ^ a b c Span, Paula (22 April 2014). "Fighting Words Are Rarer Among British Doctors". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 July 2014. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Diedrich, Lisa (2007).

Treatments: language, politics, and the culture of illness. Minneapolis: University of Minnesota Press. hlm. 8, 29. ISBN 978-0-8166-4697-5. OCLC 601862594.

• ^ Hanne M, Hawken SJ (December 2007). "Metaphors for illness in contemporary media". Med Humanit. 33 (2): 93–99. doi: 10.1136/jmh.2006.000253. PMID 23674429. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Media terkait penyakit dan gangguan di Wikimedia Commons Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Halaman yang menggunakan rujukan web tanpa URL • Halaman yang menggunakan rujukan dengan accessdate dan tanpa URL • Halaman dengan galat rujukan archiveurl • Pemeliharaan CS1: Tanpa pipa • Galat CS1: tanggal • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MA • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda kecuali • Halaman ini terakhir diubah pada 6 Desember 2021, pukul 01.45.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • • Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cirebon • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lihat Semua • • • HALOYOUTH – Pernahkah Anda mendengar tentang milia?

Sebagian orang kerap salah mengartikan milia sebagai komedo atau kutil. Lantas, apa itu milia? Bagaimana cara menghilangkan milia di wajah?

Milia adalah keratin yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Bentuk dari milia ini seperti bruntusan yang warnanya sama dengan warna kulit di sekitarnya. Oleh karenya milia tidak memiliki perbedaan warna, berbeda dengan komedo yang memiliki whitehead dan blackhead. Dilansir Haloyouth.com dari YouTube dr. Anita Ang pada Rabu, 6 April 2022, timbulnya milia bisa disebabkan karena beberapa hal.

Pertama, karena adanya penumpukan dari sel-sel kulit mati. Kedua, milia bisa terjadi karena mengalami luka atau trauma di wajah. Baca Juga: Tips Mengobati Jerawat dengan Ampuh ala dr.

Anita Ang Ketiga, milia bisa berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit setelah melakukan suatu tindakan, misalnya dermabrasi atau laser. Keempat, karena paparan dari sinar matahari dalam jangka waktu yang lama. “Tapi memang penyebab yang paling sering terjadinya milia itu dikaitkan dengan paparan matahari dalam jangka waktu yang lama dan dengan durasi yang lama juga,” ungkap dr. Anita Ang.
Infeksi kandung kemih adalah penyakit infeksi yang menyerang kandung kemih.

Penyakit ini sering ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil. Infeksi kandung kemih merupakan salah satu jenis infeksi saluran kemih yang paling sering terjadi. Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh ukuran uretra (saluran urine dari kandung kemih ke luar tubuh) yang lebih pendek, dan jarak uretra yang lebih dekat dengan anus. Infeksi kandung kemih jarang menyebabkan komplikasi bila ditangani sejak dini.

Namun bila dibiarkan, infeksi kandung kemih bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti infeksi ginjal dan hematuria (kencing berdarah).

Gejala Infeksi Kandung Kemih Gejala infeksi kandung kemih pada orang dewasa dan anak-anak sedikit berbeda. Pada orang dewasa, gejala infeksi kandung kemih antara lain: • Rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil • Frekuensi buang air kecil meningkat, tapi hanya sedikit urine yang keluar • Rasa tidak nyaman di perut bawah dan panggul • Urine berwarna gelap dan berbau tidak sedap • Terdapat darah di dalam urine (hematuria) • Demam dan tidak enak badan Pada anak-anak, beberapa gejala infeksi kandung kemih di antaranya: • Demam • Sering mengompol di siang hari • Tubuh mudah lelah • Nafsu makan berkurang • Rewel • Muntah Pada beberapa kasus, anak-anak yang menderita infeksi kandung kemih juga bisa mengalami gejala-gejala seperti orang dewasa, misalnya nyeri saat buang air kecil dan sakit di sekitar perut.

Kapan harus ke dokter Segera ke dokter bila buang air kecil disertai nyeri dan berlangsung lama, atau bila terdapat darah di dalam urine. Pemeriksaan oleh dokter juga diperlukan bila gejala di atas kembali muncul meski sudah mengonsumsi antibiotik dari dokter. Periksa ke dokter anak bila anak Anda sering mengompol di siang hari.

Meski demikian, Anda tidak perlu panik bila anak mengompol di malam kecuali karena kondisi tersebut tidak selalu menandakan infeksi kandung kemih. Infeksi kandung kemih bisa menyebar ke ginjal. Segera ke IGD rumah sakit bila muncul gejala infeksi ginjal, seperti: • Demam dan berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit • Mual dan muntah • Sakit pinggang atau punggung bawah Penyebab Infeksi Kandung Kemih Infeksi kandung kemih biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun bisa juga terjadi akibat kondisi lain.

Berikut penjelasannya: Infeksi bakteri Infeksi kandung kemih akibat bakteri terjadi ketika bakteri dari luar masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra dan mulai kecuali biak.

Pada sebagian besar kasus, infeksi ini disebabkan oleh bakteri E. coli. Bakteri E. coli normalnya hidup di usus dan tidak menimbulkan masalah, kecuali bila masuk ke kandung kemih. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan masuknya bakteri ke kandung kemih adalah: • Membersihkan anus dari belakang ke depan setelah buang air besar • Penggunaan alat kontrasepsi diafragma • Penggunaan kateter • Hubungan seks Penyebab lain Selain infeksi bakteri, infeksi kandung kemih juga dapat disebabkan oleh: • Efek samping obat kemoterapi, seperti cyclophosphamide dan ifosfamide • Efek samping terapi radiasi pada panggul atau bedah pada kandung kemih • Penyakit lain, seperti pembesaran prostat, batu kandung kemih, dan diabetes • Sistem kekebalan tubuh melemah, misalnya akibat HIV atau kemoterapi • Iritasi akibat zat kimia yang terdapat di dalam sabun atau spermisida • Perubahan hormon pada masa menopause atau kehamilan Diagnosis Infeksi Kandung Kemih Dokter akan terlebih dulu menanyakan gejala dan riwayat penyakit pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti: • Tes urine, untuk mendeteksi keberadaan bakteri di urine. • Sistoskopi, untuk melihat saluran kemih pasien. Bila diperlukan, dokter dapat memanfaatkan sistoskopi untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) pada kandung kemih guna diteliti di laboratorium.

• Pemindaian dengan Rontgen atau USG, untuk memeriksa kemungkinan kelainan pada kandung kemih. Pengobatan Infeksi Kandung Kemih Infeksi kandung kemih ringan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun untuk membantu meredakan gejala, pasien bisa melakukan beberapa hal berikut di rumah: • Banyak minum air putih agar kadar cairan di dalam tubuh tetap terjaga. • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen.

• Hindari minum kopi, minuman beralkohol, dan mengonsumsi makanan pedas sampai infeksi sembuh. • Kompres hangat perut bagian bawah atau berendam di dalam air hangat 15-20 menit untuk meredakan nyeri. • Hindari berhubungan seksual sampai infeksi benar-benar sembuh. Pada infeksi kandung kemih yang tergolong berat, pengobatannya tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Jika infeksi kandung kemih disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai dengan tingkat keparahan, kondisi dan jenis kelamin pasien, serta seberapa sering infeksi kandung kemih kambuh. Untuk mengobati infeksi kandung kemih yang disebabkan oleh selain bakteri, dokter akan menjalankan metode pengobatan berikut: • Pemberian obat pereda nyeri dan antidepresan. • Pemberian cairan khusus, seperti dimetil sulfoksida untuk membersihkan kandung kemih, proses ini disebut bladder instillation.

• Terapi peregangan kandung kemih (hidrodistensi) untuk meredakan nyeri dengan memasukkan cairan atau gas ke kandung kemih. • Operasi, seperti operasi pembesaran kandung kemih (sistoplasti), pengangkatan kandung kecuali ( kistektomi), dan pengalihan aliran urine agar normal (diversi urinarius). Pencegahan Infeksi Kandung Kemih Berikut adalah beberapa langkah kecuali dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi kandung kemih: • Jangan menunda saat muncul keinginan untuk buang air kecil • Banyak minum air putih, minimal 8 gelas dalam sehari • Hindari mandi dengan cara berendam kecuali bathtub • Jangan menggunakan sabun atau parfum di area kemaluan • Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan ganti setiap hari • Usahakan buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan seks • Bagi wanita, biasakan menyeka area berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar • Hindari pemakaian alat kontrasepsi jenis diafragma atau yang mengandung spermisida
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Biotik Dan Abiotik – Pengertian, Ciri, Faktor, Komponen & Peralatan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Biotik Dan Abiotik yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, faktor, komponen dan peralatan, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Ciri-Ciri Biotik Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri biotik, terdiri atas: • Bernapas. • Tumbuh. • Berkembang biak. • Iritabilita. • Makan dan minum. • Melakukan ekskresi. • Beradaptasi dengan lingkungannya. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Lingkungan Hidup Dan 10 Faktor Penyebab Kerusakannya Faktor Biotik Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidaup di bumi,baik tumbuhan,hewan maupun manusia.

Dalam ekosistem,tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer. Faktor biotik juga meliputi tingkatan- tingkatan organisme yang meliputi: a. Individu Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan.

Struktur dan tingkah laku demikian disebut a daptasi. Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: 1. Adaptasi morfologi Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut: • Gigi-gigi khusus Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

• Moncong Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

• Paruh Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya. • Daun Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.

Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan. • Akar Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Flora Dan Fauna 2.

Adaptasi fsiologi Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut: • Kelenjar bau Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

• Kantong tinta Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita. • Mimikri pada kadal Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya.

Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

3. Adaptasi tingkah laku Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut : • Pura-pura tidur atau mati Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing. • Migrasi Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur.

Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang.

Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati.

Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit hilir dan akhirnya ke laut.

b. Populasi Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi. Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu.

Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon.

Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi : 700 – 500 = 200 batang 1990-1980 10 tahun = 20 batang/tahun Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal.

Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya.

Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi. Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi.

Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia. Imigrasi adalahperpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya.

Imigrasi ini akan kecuali populasi. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Ekologi – Pengertian Menurut Para Ahli, Materi, Ruang Lingkup Dan Perbedaan Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok.

berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit, kecuali

Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.

c. Komunitas Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah kecuali yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. d. Ekosistem Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi.

Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Ekosistem adalah suatu kesatuan dinamis yang terdiri dari berbagai spesies makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan biotik maupun abiotik (materi dan energi).memiliki komponen dan menjalankan fungsi/ proses tertentu yang saling berkaitan dan bergantung satu dengan yang lainnya. Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik dan abiotik.

Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup,sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruhkomponen biotik dalam suatu ekosistem membentuk komunitas. Dengan demikian,ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkunagn abiotiknya. Komponen Biotik Meliputi semua faktor hidup yaitu; kelompok organisme produsen, konsumen dan pengurai.Lebih jelasnya berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: • Produsen Produsen, yang berarti penghasil.

Dalam hal ini, produsen berarti organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuha hijau atau tumbuhan yang mempunyai klorofil.Di dalam ekosistem perairan, komponen biotik yang berfungsi sebagai produsen adalah berbagai jenis alga dan fitoplankton.

Produsen merupakan organisme autotrof yang mampu menghasilkan zat organik pembentuk tubuhnya dari zat-zat anorganik seperti air. dan mineral, yang termasuk ke dalam kelompok produsen ini ailah semua tumbuhan hijau yang dapat melakukan proses fotosintesis dan berkemampuan untuk menghasilkan karbohidrat.

Karbohidrat merupakan zat pembentuk dasar dari berbagai zat makanan, seperti protein dan lemak yang terbentuk sebagai hasil kombinasi dengan nutrisi lainnya seperti nitrat, fosfor dan potasium. • Konsumen Konsumen, yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora.

Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkan makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkatketiga dan berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit.

Konsumen, merupakan organisme heterotrof yang berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit zat organik yang berasal dari hasil produksai produsen, kemudian organisme heterotrof ini yang terdiri dari kelompok hewan terdiri dari beberapa tingkat yaitu: 1) konsumen primer berupa hewan herbivora (hewan pemakan tumbuhan secara langsung), 2) konsumen sekunder (kedua) berupa kelompok hewan pemakan herbivora, 3) konsumen tersier (ketiga), berupa kelompok hewan karnivora dan pemakan karnivora lainnya.

Kelompok konsumen ini mengubah bahan-bahan materi organik menjadi materi penyusun tubuhnya. • Dekomposer atau Pengurai Dekomposer adalah komponen biotik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan.

Dengan adanya organisme pengurai, unsur hara dalam tanah yang telah diserap oleh tumbuhan akan diganti kembali, yaitu berasal dari hasil penguraian organisme pengurai. Berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme merupakan makhluk hidup dan disebut sebagai komponen biotik.

Kelompok pengurai ini umumnya terdiri atas kelompok bekteri dan jamur. Suatu ekosistem secara fundamental menunjukkan proses-proses kecuali materi, transformasi dan akumulasi energi melalui aktivitas organisme yang melibatkan kegiatan-kegiatan biologi seperti fotosintesis, dekomposisi, respirasi dan predasi, dengan demikian struktur dan fungsi ekosistem mempunyai kaitan yang erat antara satu dengan lainnya.

Pengurai, berupa kelompok organisme heterotrof yang menguraikan produsen dan konsumen yang telah mati, sehingga materi organik yang kompleks dapat diubah menjadi materi yang lebih sederhana dan akhirnya menjadi mineral-mineral yang dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Komponen Dan Manfaat Ekosistem Pantai Dalam Biologi Pengertian Abiotik Abiotik (bahasa Inggris: Abiotic) adalah salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan.

Komponen abiotik adalah segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Pengertian komponen abiotik yang tepat adalah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup, komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk tak hidup, komponen lingkungan yang terdiri atas manusia dan tumbuhan, serta komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup dan mkhluk tak hidup.

Ciri-Ciri Abiotik Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri abiotik, terdiri atas: • Bernapas. • Tumbuh.

• Berkembang biak. • Iritabilita. • Makan dan minum. • Melakukan ekskresi. • Beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor-Faktor Abiotik Faktor abiotik adalah faktor yang berasal dari alam semesta yang tidak hidup, misalnya udara, air, cahaya, dll. Fungsi-fungsi komponen abiotik dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan yang dapat mempengaruhi ekosistem antara lain : • Tanah Seperti yang kita ketahui, tempat dimana manusia tinggal dan berpijak adalah tanah. Manusia dapat beraktifitas, membangun rumah, gedung, bahkan bercocok tanam.

Tanah juga ditempati oleh komponen biotik seperti tumbuhan dan hewan yang melakukan aktifitasnya setiap hari. • Suhu Atau Temperatur Pada umumnya mahkluk hidup berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit dapat bertahan hidup hanya pada kisaran suhu 0 0C–40 0C.

hanya mahkluk hidup tertentu saja yang dapat hidup dibawah 0 0C atau diatas 40 0C. hewan berdarah panas mampu hidup pada suhu dibawah titik beku karena memiliki bulu dan memiliki suhu tubuh yang konstan (tetap). Suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Temperatur lingkungan adalah ukuran dari intensitas panas dalam unit standar dan biasanya diekspresikan dalam skala derajat celsius. Secara umum, temperatur udara adalah faktor bioklimat tunggal yang penting dalam lingkunan fisik ternak.

Supaya ternak dapat hidup nyaman dan proses fisiologi dapat berfungsi normal, dibutuhkan temperatur lingkungan yang sesuai. Banyak species ternak membutuhkan temperatur nyaman 13 – 18 oC atau Temperature Humidity Index (THI) < 72. Keadaan pergerakan molekul ditentukan oleh temperatur atau suhu. Makin tinggi suhu, maka akan mepercepat proses kehilangan air dari tanaman dan sebaliknya. Selama musim hujan, rata-rata temperatur udara lebih rendah, sedangkan kelembaban tinggi dibanding pada musim panas.

Jumlah dan pola curah hujan adalah faktor penting untuk produksi tanaman dan dapat dimanfaatkan untuk suplai makanan bagi ternak. Curah hujan bersama temperatur dan kelembaban berhubungan dengan masalah penyakit ternak serta parasit internal dan eksternal.

Curah hujan dan angin juga dapat menjadi petunjuk orientasi perkandangan ternak. • Sinar / Cahaya Matahari Sinar matahari mempengaruhi sistem secara global, karena sinar matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Megabiodiversitas Adalah Radiasi matahari dalam suatu lingkungan berasal dari dua sumber utama: • Temperatur matahari yang tinggi.

• Radiasi termal dari tanah, pohon, awan dan atmosfir. Petunjuk variasi dan kecepatan radiasi matahari, penting untuk mendesain perkandangan ternak, karena dapat mempengaruhi proses fisiologi ternak. Lingkungan termal adalah ruang empat dimensi yang sesuai ditempati ternak.

Mamalia dapat bertahan hidup dan berkembang pada suatu lingkungan termal yang tidak disukai, tergantung pada kemampuan ternak itu sendiri dalam menggunakan mekanisme fisiologis dan tingkah laku secara efisien untuk mempertahankan keseimbangan panas di antara tubuhnya dan lingkungan. • Air Sekitar 80-90 % tubuh mahkluk hidup tersusun atas air. Zat ini digunakan sebagai pelarut di dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan.

Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji, bagi hewan dan manusia air diperlukan untuk minum dan sarana hidup lain seperti transportasi bagi manusia dan tempat hidup bagi ikan.

Bagi unsur abiotik lain misalnya tanah dan batuan, air digunakan sebagai pelarut dan pelapuk. • UDARA Selain berperan dalam menentukan kelembaban, angin juga berperan sebagai penyebaran biji tumbuhan tertentu. angin diturunkan oleh pola tekanan yang luas dalam atmosfir yang berhubungan dengan sumber panas atau daerah panas dan dingin pada atmosfir. Kecepatan angin selalu diukur pada ketinggian tempat ternak berada.

Hal ini penting karena transfer panas melalui konveksi dan evaporasi di antara ternak dan lingkungannya dipengaruhi oleh kecepatan angin. Udara di atmosfer tersusun atas nitrogen (N 2­­, 78 %), oksigen (O­ 2, 21 %), karbon dioksida (CO 2,0,03 %), dan gas lainnya.

Jadi gas nitrogen merupakan penyusun udara terbesar di atmosfer bumi. • Nitrogen Unsur Nitrogen merupakan gas yang diperlukan oleh mahkluk hidup untuk membentuk protein, berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit persenyawaan lainnya. Tumbuhan, hewan, dan manusia tidak mampu memamfaatkan nitrogen yang ada di udara secara langsung.

Ada bakteri yang dapat menangkap nitrogen bebas dari udara misalnya, bakteri rhizobium yang hidup bersimbiosis diakar tanaman kacang, atau ganggang biru anabaena yang hidup bersimbiosis dengan azolla (tumbuhan air). Tumbuhan lainnya memperoleh nitrogen dalam bentuk nitrit atau nitrat.

Nitrit dan nitrat secara alami terbentuk dari nitrogen diudara yang terkena lecutan petir, secara alami tanah memperoleh nitrit dan nitrat sehingga menjadi subur. • Oksigen dan karbon dioksida Okigen (O­ 2) merupakan gas pembakar dalam proses pernapasan. Makanan, misalnya karbohidrat yang ada di dalam sel, mengalami pembakaran (oksidasi) guna mendapatkan energi. Oksidasi tersebut sering disebut sebagai pernapasan sel.

Dalam pernapasan dihasilkan pula karbondioksida (CO 2) dan air (H 2O). baik tumbuhan maupun hewan memerlukan oksigen dari udara bebas untuk pernapasannya dlam rangka mendapatkan energi. • Angin dan kelembaban Angin berperan membantu penyerbukan tumbuhan, menyebarkan spora dan biji tumbuhan. Bebrapa serangga hama tumbuhan dapat diterbangkan oleh angin ke tempat lain yang jauh.

Kelembaban berperan menjaga organisme agar tidak kehilangan air karena penguapan. Beberapa mikroorganisme seperti jamur dan bakteri hidup di tempat-tempat yang lembab. Mikroorganisme tersebut tidak dapat hidup ditempat-tempat kering. Kelembaban adalah jumlah uap air dalam udara. Kelembaban udara penting, karena mempengaruhi kecepatan kehilangan panas dari ternak. Kelembaban dapat menjadi kontrol dari evaporasi kehilangan panas melalui kulit dan saluran pernafasan (Chantalakhana dan Skunmun, 2002).

Kelembaban biasanya diekspresikan sebagai kelembaban relatif kecuali Humidity = RH) dalam persentase yaitu ratio dari mol persen fraksi uap air dalam volume udara terhadap mol persen fraksi kejenuhan udara pada temperatur dan tekanan yang sama (Yousef, 1984). Pada saat kelembaban tinggi, evaporasi terjadi secara lambat, kehilangan panas terbatas dan dengan demikian mempengaruhi keseimbangan termal ternak (Chantalakhana dan Skunmun, 2002). • Mineral Mineral yang diperlukan tumbuhan misalnya belerang (S), fosfat (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (fe), natrium (Na), dan khlor (Cl).

Mineral-mineral itu diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang larut didalam air tanah. Mineral tersebut digunakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan untuk penyusun tubuh. Hewan dan manusia pun memerlukan mineral untuk penyusun tubuh dan reaksi-reaksi metabolismenya. Selain itu, mineral juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dan mengatur fungsi fsikologi (faal) tubuh. • Keasaman [PH] Keasaman juga berpengaruh terhadap mahkluk hidup.

Biasanya mahkluk hidup memerlukan lingkungan yang memiliki PH netral. Mahkluk hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam atau basa. Sebagai contoh tanah di Kalimantan yang umumnya bersifat asam memiliki keanekaragaman yang rendah dibandingkan dengan didaerah lain yang tanahnya netral. Tanah di Kalimantan bersifat asam karena tersusun atas gambut.

Oleh karena itu sulit dijadikan areal pertanian jika tidak diolah dan dinetralkan terlebih dahulu. Tanah yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan diberikan bubuk kapur. Tanah berhumus seringkali bersifat asam. Tanah berkapur seringkali bersifat basa. Tanah bersifat basa dapat dinetralkan dengan diberi bubuk belerang.

• Kadar Garam [Salinitas] Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhan akan mati dan akhirnya akan mematikan tumbuhan itu. Didaerah yang berkadar garam tinggi hanya hidup tumbuhan tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi. • Topografi Topografi artinya keadaan naik turunnya permukaan bumi disuatu daerah. Topografi berkaitan dengan kelembaban, cahaya, suhu, serta keadaan tanah disuatu daerah. Interaksi berbagai faktor itu membentuk lingkungan yang khas.

Sebagai contoh keanekaragaman hayati di daerah perbukitan berbeda dengan didaerah datar. Organisme yang hidup di daerah berbukit berbeda dengan daerah datar. Topografi juga mempengaruhi penyebaran mahkluk hidup.

• Garis Lintang Garis lintang yang berbeda menunjukan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tidak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme dipermukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa dan di antara dua benua, memiliki curah hujan yang cukup tinggi, rata-rata 200-225 cm/tahun. Dengan curah hujan yang tinggi dan merata, cahaya matahari sepanjang tahun, dan suhu yang cukup hangat dengan suhu rata-rata 27 ­­ 0 C, Indonesia memiliki keaneka ragaman flora dan fauna yang tingggi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Ekosistem Darat Komponen Abiotik Abiotik merupakan lawan kata dari biotik. Komponen abiotik adalah komponen- komponen yang tidak hidup atau benda mati. Yang termasuk komponen abiotik adalah tanah, batu dan iklim, hujan, suhu, kelembaban, udara, serta matahari. a. Pencemaran Udara Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok. 1. CO 2 Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di udara.

Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu. Meningkatnya kadar CO2 di udara tidak segera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang. Sebagaimana diuraikan diatas, hal demikian dapat mengakibatkan efek rumah kaca.

2. CO Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran. Misalnya, menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup.

Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses pembakaran itu kecuali gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi tersebut. Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya.

Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kamatian. 3. CFC Pencemara dara yang berbahaya lainnya adalah gas khloro fluoro karbon (disingkat CFC). Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang, karena tidak beraksi, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berbahaya. Gas ini dapat digunakan misalnya untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (freon), pendingin pada almari es, dan penyemprot rambut ( hair spray). Gas CFC yang membumbung tinggi dapat mencapai stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3).

Lapisan ozon ini merupakan pelindung bumi dari pengaruh cahaya ultraviolet. Kalau tidakl ada lapisan ozon, radiasi cahaya ultraviolet mencapai permukaan bumi, menyebabkan kematian organisme, tumbuhan menjadi kerdil, menimbulkan mutasi genetik, menyebebkan kanker kulit atau kanker retina mata.

Jika gas CFC mencapai ozon, akan terjadi reaksi antara CFC dan ozon, sehingga lapisan ozon tersebut “berlubang” yang disebut sebagai “lubang” ozon. Menurut pengamatan melalui pesawat luar angkasa, lubang ozon di kutub Selatan semakin lebar. Saat ini luasnya telah melebihi tiga kali luas benua Eropa. Karena itu penggunaan AC harus dibatasi.

4. SO, SO2 Gas belerang oksida (SO, SO2) di udara juga dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat beraksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam. Maka terjadilah hujan asam. Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati. Produksi pertanian merosot. Besi dan logam mudah berkarat.

Bangunan-bangunan kuno, seperti candi, menjadi cepat aus dan rusak. Demikian pula bangunan gedungdan jembatan. 5. Asap Rokok Polutan udara yang lain yang berbahaya bagi kesehatan adalah asap rokok. Asap rokok mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat menyababkan batuk kronis, kanker patu-paru, mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Perokok dapat di bedakan menjadi dua yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah mereka yang merokok.

Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok di suatu ruangan. Menurut penelitian, perokok pasif memiliki risiko yang lebih besar di bandingkan perokok aktif. Jadi, merokok di dalam ruangan bersama orang lain yang tidak merokok dapat mengganggu kesehatan orang lain. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Adaptasi Hewan Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain : • Terganggu kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronkhitis, emfisema, dan kemungkinan kanker paru-paru.

• Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna • Terganggunya oertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat • Adanya peristiwa efek rumah kaca ( green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub.

Bila es meleleh maka permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi keseimbangan ekologi • Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen b. Pencemaran Air Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu.

Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain : • Limbah Pertanian Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk Insektisida dapat mematikan biota sungai.

Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradabel obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air ( eutrofikasi).

Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur ( blooming). Hal yang demikian akan mengancam kelestarian bendungan- bemdungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya. • Limbah Rumah Tangga Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian kecuali aliran Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air.

Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan.

Akibatnya kadar oksigen dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis ( bioindikator) berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit pencemaran oleh bahan organik dari limbah pemukiman. Dikota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat.

Didalam air got yangdemikian tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

• Limbah Industri Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri. Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas).

Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemara air oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai agar tidak terjadi pencemaran. Dilaut, sering terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan kapal lain. Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak ratusan kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan hewan-hewan laut banyak yang mati karenanya. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.

• Penangkapan Ikan Menggunakan racun Sebagia penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari tumbuhan atau potas (racun)untuk menangkap ikan tangkapan, melainkan juga semua biota air.

Racun tersebut tidak hanya hewan-hewan dewasa, tetapi juga hewan-hewan yang masih kecil. Dengan demikian racun yang disebarkan akan memusnahkan jenis makluk hidup yang ada didalamnya. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut mengakibatkan pencemaran di lingkungan perairan dan menurunkan sumber daya perairan. Akibat yang dtimbulkan oleh pencemaran air antara lain : • Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.

• Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi, dan • Pendangkalan Dasar • Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga • Munculnya banjir akibat got tersumbat • Menjalarnya wabah muntaber. c. Pencemaran tanah Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah-sampah rumah tangga, pasar, industri, kegiatan pertanian, dan peternakan.

Sampah dapat dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Kecuali pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang.

Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian. Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos.

Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk. Proses ini merupakan proses pendaurulangan ( recycle). Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse).

Misalnya, kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup digunakan untuk menyimpan air minum. Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya. Selain penggunaulangan dan pendaurulangan, masih ada lagi upaya untuk mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/ penghematan ( reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair). Di negara maju, slogan-slogan reuse, reduce, dan repair, banyak diedarkan ke masyarakat.

Akibat yang ditimbulkan oleh kecuali tanah antara lain : • Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah). • Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan • Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi. Peralatan Mengamati Gejala Alam Biotik dan Abiotik Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan untuk mengamati gejala alam biotik atau abiotik antara lain sebagai berikut: • Teropong/Binokuler Dengan menggunakan alat tersebut kita bisa melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh.

Hal ini sangat berguna ketika mengamati sesuatu yang tidak memungkinkan untuk melakukannya dari dekat, misalnya dengan mengamati burung yang hinggap dipohon, binatang buas, gunung meletus, antena parabola dipuncak menara dan sebagainya. • Kamera Alat ini berguna untuk mengambil gambar objek-objek yang tidak memungkinkan dibawa ke laboratorium untuk dikaji lebih mendalam atau untuk mengabadikan kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan.

Seperti untuk mengambil gambar batuan disungai yang besar, pagar berkarat, hewan/tumbuhan langka atau bagian-bagiannya yang ada dikawasan konservasi dan sebagainya.

• Berbagai alat berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit Ketika mengamati objek biotik maupun abiotik maka harus medeskripsikan ukurannya seperti panjang, luas, volume, berat dan sebagainya. Karena itu penggunaan alat ukur yang tepat sangat diperlukan. Contohnya, rol meter sangat cocok untuk mengukur lebar lapangan, penggaris sesuai untuk mengukur panjang buku, sedangkan mengukur diameter sekrup lebih tepat menggunakan jangka sorong atau micrometer.

Untuk mengukur volume bisa digunakan labu ukur atau gelas ukur. Untuk mengukur berat digunakan timbangan atau neraca. Untuk mengukur suhu benda maupun lingkungan digunakan termometer, sedangkan untuk mengukur waktu dapat dengan menggunakan alat stopwatch. • Lup Alat ini merupakan sebuah lensa cembung yang berguna untuk mengamati benda-benda kecil supaya tampak lebih besar, contohnya untuk mengamati permukaan batu apung, lumut kerak, dan sebagainya. • Mikroskop Alat ini digunakan untuk mengamati benda-benda renik seperti bakteri, irisan penampang melintang daun, permukaan kristal garam dapur dan sebagainya.

Untuk menggunakan mikroskop kita dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup. • pH meter pH meter merupakan alat untuk mengetahui derajat keasaman suatu objek atau lingkungan disekitar objek. • Kompas Pada jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara-selatan medan magnet bumi, oleh karena itu kompas cukup berguna sebagai penunjuk arah ketika melakukan pengamatan di alam.

Selain kompas saat ini tersedia teknologi penentu lokasi yang menggunakan satelit sehingga labih akurat, seperti GPS ( Global Positioning System ) selain tersedia dalam sebuah alat, teknologi GPS juga telah diadopsi dalam Handphone.

• Barometer dan Altimeter Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit ini merupakan untuk mengukur tekanan udara. Biasanya pada barometer sekaligus terdapat altimeter yakni alat untuk menentukan ketinggian tempat dari permukaan air laut. Namun demikian ada pula barometer dan altimeter yang terpisah, barometer dan altimeter terutama berguna ketika melakukan pengamatan objek di alam.

Daftar Pustaka: • Pratiwi, D.A 1998. Buku Penuntun Biologi SMU kelas 1. Jakarta, Erlangga • Retnowati, Pristilla. 1999. Seribu Pena Biologi SMU Jilid I. Jakarta : Erlangga • Syamsuri, Istamar. Biologi 2000 SMU jilid B. Jakarta : Erlangga Demikianlah pembahasan mengenai Biotik Dan Abiotik – Pengertian, Ciri, Faktor, Komponen & Peralatan semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag apa dekomposer sebutkan 3 prosesnya, apakah yang dimaksud dengan adaptasi, apakah yang dimaksud dengan pelapukan, berikan contoh contoh gejala alam biotik dan abiotik, berikan contoh gejala alam abiotik, berikan contoh gejala alam biotik, berikan contoh gejala alam biotik dan abiotik, ciri ciri gejala alam, ciri ciri gejala alam abiotik, ciri ciri gejala alam biotik dan penjelasannya, ciri ciri karakteristik makhluk hidup, contoh biotik dan abiotik di sekitar kita, contoh gejala alam biotik dan abiotik, contoh soal gejala alam biotik dan abiotik, contoh soal gejala alam biotik dan abiotik smk, contoh-contoh gejala alam biotik dan abiotik, gejala alam biotik dan abiotik beserta contohnya, gejala alam biotik dan abiotik brainly, gejala alam biotik dan abiotik smk, gejala alam biotik dan abiotik smk pdf, gejala alam biotik dipengaruhi oleh, gejala alam biotik terjadi dikarenakan aktivitas, gejalaalam, interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan, jelaskan ciri ciri dari makhluk hidup, jelaskan pengertian gejala alam biotik dan abiotik beserta contohnya, jelaskan pengertian pengukuran, jelaskan proses gejala alam pada gambar, jelaskan proses terjadinya tsunami, jelaskan yang dimaksud dengan bau pada gejala alam abiotik, karakteristik biotik dan penjelasannya, karakteristik gejala alam abiotik, karakteristik gejala alam biotik dan abiotik, keanekaragaman makhluk hidup, makalah gejala alam biotik dan abiotik, makalah ipa tentang biotik, manfaat gejala abiotik pada manusia, manfaat gejala alam biotik dan abiotik, manfaat mempelajari ipa, materi biotik dan abiotik smp, materi gejala alam biotik dan abiotik kelas 10 smk, materi gejala alam biotik dan abiotik smp, materi ipa biotik dan abiotik, menerapkan prosedur mitigasi bencana alam, mengklasifikasi gejala alam biotik dan abiotik, menjelaskan pengertian gejala alam biotik dan abiotik, pengamatan gejala alam biotik dan abiotik, pengertian biotik dan abiotik, pengertian gejala alam abiotik, pengertian gejala alam biotik, pengertian gejala alam biotik beserta contohnya, pengertian gejala alam biotik dan abiotik, perbedaan gejala alam biotik dan abiotik, peta konsep gejala alam biotik dan abiotik, puisi biotik dan abiotik, rangkuman mitigasi bencana alam, sebutkan 5 ciri ciri makhluk hidup, sebutkan beberapa penyebab terjadinya gempa, sebutkan salah satu contoh gejala alam biotik, sifat abiotik, soal essay gejala alam biotik dan abiotik smk, telur termasuk biotik atau abiotik, tuliskan 7 karakteristik benda, tuliskan pengertian dari gejala alam Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.ComCOVID-19 adalah penyakit akibat infeksi virus s evere a cute r espiratory s yndrome c oronavirus 2 ( SARS-CoV-2).

COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. COVID-19 ( coronavirus disease 2019) adalah penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan Coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona. Kecuali pertama penyakit berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit terjadi di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019.

Setelah itu, COVID-19 menular antarmanusia dengan sangat cepat dan menyebar ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.

Agar penyebaran COVID-19 tidak makin meluas, beberapa negara memberlakukan kebijakan lockdown. Di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran virus ini.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat: • Rapid Test Antibodi • Swab Antigen (Rapid Test Antigen) • PCR Tingkat Kematian Akibat COVID-19 Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 15 Maret 2022 adalah 5.914.532 orang, dengan jumlah kematian 152.745 jiwa.

Dari kedua angka ini dapat disimpulkan bahwa case fatality rate atau tingkat kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Indonesia adalah sekitar 2,6%. Angka ini menurun dari 3,4% pada bulan Januari 2022 lalu. Case fatality rate (CFR) merupakan persentase jumlah kematian dari seluruh kasus positif COVID-19 yang sudah terkonfirmasi dan dilaporkan. Sedangkan jumlah penyintas atau orang yang pernah terinfeksi COVID-19 kemudian sembuh juga terus bertambah, yaitu 5.462.344 orang.

Penyebab COVID-19 COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, yaitu virus jenis baru dari Coronavirus (kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan). Infeksi virus Corona bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan kecuali sedang, seperti flu, atau infeksi sistem pernapasan dan paru-paru, seperti pneumonia. Pada penghujung tahun 2020, beberapa laporan kasus menyebutkan bahwa virus Corona telah bermutasi menjadi beberapa jenis atau varian baru, misalnya varian delta.

COVID-19 awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Setelah itu, diketahui bahwa infeksi ini juga bisa menular dari manusia ke manusia. Penularannya bisa melalui cara-cara berikut: • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 bersin atau batuk • Memegang mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena droplet penderita COVID-19, misalnya uang atau gagang pintu • Kontak jarak dekat (kurang dari 2 meter) dengan penderita COVID-19 tanpa mengenakan masker CDC dan WHO menyatakan COVID-19 juga bisa menular melalui aerosol (partikel zat di udara).

Meski demikian, cara penularan ini biasanya terjadi dalam prosedur medis tertentu, seperti bronkoskopi, intubasi endotrakeal, hisap lendir, dan pemberian obat hirup melalui nebulizer.

Penularan melalui udara ini juga bisa lebih mudah terjadi di tengah kerumunan orang, khususnya di dalam ruang tertutup. Dari data yang dikeluarkan oleh WHO, saat ini ditemukan beberapa varian SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Berikut rincian jenis varian baru tersebut: • Varian Alfa (B.1.1.7), yang pertama kali ditemukan di Inggris pada September berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit.

• Varian Beta (B.1.351/B.1.351.2/B.1.351.3), yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Mei kecuali. • Varian Gamma (P.1/P.1.1/P.1.2), yang pertama kali ditemukan di Brazil pada November 2020. • Varian Delta (B.1.617.2/AY.1/AY.2/AY.3), yang pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. • Varian Kappa (B.1617.1), yang pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020.

• Varian Lamda (c.37), yang pertama kali ditemukan di Peru pada Desember 2020. • Varian Mu (B.1621), yang pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021. • Varian Omicron (B.1.1.529) yang pertama kali ditemukan di beberapa negara pada November 2021. Faktor Risiko COVID-19 COVID-19 dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila menyerang orang lanjut usia, ibu hamil, perokok, penderita penyakit tertentu, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah, seperti penderita kanker.

Karena mudah menular, penyakit ini juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh sebab itu, tenaga medis dan orang yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Gejala COVID-19 Gejala awal infeksi COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak atau berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut di atas muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus COVID-19.

Secara umum, ada tiga gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi COVID-19, yaitu: • Demam (suhu tubuh di atas 38°C) • Batuk kering • Sesak napas Selain gejala di atas, ada beberapa gejala lain yang jarang terjadi, tetapi juga bisa muncul pada infeksi COVID-19, yaitu: • Mudah lelah • Nyeri otot • Nyeri dada • Sakit tenggorokan • Sakit kepala • Mual atau muntah • Diare • Pilek atau hidung tersumbat • Menggigil • Bersin-bersin • Hilangnya kemampuan mengecap rasa • Hilangnya kemampuan mencium bau ( anosmia) Gejala COVID-19 bisa muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah seseorang terinfeksi virus penyebabnya.

Sebagian pasien COVID-19 juga ada yang mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apa pun. Kondisi ini disebut happy hypoxia. Selain itu, beberapa laporan kasus juga menyebutkan bahwa sebagian pasien COVID-19 dapat mengalami ruam kulit. Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR. Untuk menemukan tempat melakukan rapid test atau PCR di sekitar rumah Anda, klik di sini.

Pada beberapa penderita, COVID-19 dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali. Orang yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 melalui pemeriksaan RT-PCR namun tidak mengalami gejala disebut sebagai kasus konfirmasi asimptomatik. Penderita ini tetap bisa menularkan COVID-19 ke orang lain.

Pada bulan Juli 2020, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengganti istilah operasional lama pada COVID-19, seperti ODP, PDP, OTG menjadi istilah baru, yakni suspek, probable, dan konfirmasi.

Kapan harus ke dokter Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi COVID-19 seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19.

Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. Bila Anda mencurigai diri Anda terpapar COVID-19 tapi tidak mengalami gejala atau bergejala ringan, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit.

Anda cukup isolasi mandiri di rumah selama 10 hari sejak munculnya gejala, ditambah dengan 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Bila muncul gejala baru, tanyakan kecuali dokter melalui telepon atau aplikasi kesehatan online, misalnya ALODOKTER, mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan dan obat apa yang perlu dikonsumsi.

Bila gejala yang Anda alami memberat atau Anda memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, Anda bisa membuat janji konsultasi dengan dokter melalui aplikasi ALODOKTER agar bisa diarahkan ke dokter terdekat.

ALODOKTER juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular COVID-19 dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini. Diagnosis COVID-19 Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi COVID-19, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanan pasien, dan apakah sebelumnya pasien ada kontak dekat dengan orang yang diduga terinfeksi COVID-19.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut: • Rapid test antigen, untuk mendeteksi antigen yaitu protein yang ada di bagian terluar virus • Tes PCR ( polymerase chain reaction) atau swab test, untuk mendeteksi virus Corona di dalam lapisan hidung • CT scan atau Rontgen dada, untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru • Tes darah lengkap, untuk memeriksa kadar sel darah putih dan C-reactive protein • Analisis gas darah, untuk memeriksa kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah Perlu diketahui, rapid test pada COVID-19 hanya digunakan sebagai tes skrining atau pemeriksaan awal, bukan untuk memastikan diagnosis COVID-19.

Hasil rapid test positif belum tentu menandakan Anda terkena COVID-19. Anda bisa saja mendapatkan hasil positif bila pernah terinfeksi virus lain atau Coronavirus jenis lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif juga belum tentu menandakan bahwa Anda terbebas dari COVID-19. Oleh sebab itu, apa pun hasil kecuali test Anda, konsultasikan dengan dokter agar dapat diberikan pengarahan lebih lanjut, termasuk perlu tidaknya mengonfirmasi hasil tes tersebut dengan tes PCR.

Biasanya tes PCR akan melampirkan hasil positif atau negatif dengan nilai CT value. Pengobatan COVID-19 Sampai saat ini, belum ada obat yang secara pasti dapat mengatasi penyakit COVID-19. Jika Anda didiagnosis COVID-19 tetapi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan, Anda cukup melakukan perawatan atau isolasi mandiri di rumah. Ruangan isolasi harus memiliki ventilasi dan cahaya yang baik serta pertukaran udara yang cukup.

Selain itu, ruangan isolasi juga wajib dibersihkan setiap hari dengan air sabun atau desinfektan. Selama isolasi mandiri, perhatikan beberapa hal berikut: • Lakukan isolasi mandiri selama 2 minggu dengan tidak keluar kecuali dan menjaga jarak dengan orang dalam satu rumah.

• Selalu gunakan masker jika keluar rumah atau saat akan berinteraksi dengan anggota keluarga. • Terapkan etika batuk. • Ukur suhu tubuh dua kali sehari, pagi dan malam hari. • Cuci tangan dengan sabun, air mengalir, atau hand sanitizer. • Banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh. • Istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhan.

• Konsumsi obat pereda batuk, demam, dan nyeri, setelah berkonsultasi dengan dokter. • Perhatikan gejala yang Anda alami dan segera hubungi dokter jika gejala memburuk. Penelitian menunjukkan bahwa pasien COVID-19 dengan gejala ringan dapat sembuh dalam 2 minggu. Namun, sebelum Anda mengakhiri isolasi mandiri dan kembali beraktivitas, tetap lakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda sudah memenuhi kriteria sembuh dari COVID-19.

Jika Anda didiagnosis COVID-19 dan mengalami gejala berat, dokter akan merujuk Anda untuk menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit rujukan. Metode yang dapat dilakukan dokter antara lain: • Memberikan obat untuk mengurangi keluhan dan gejala • Memasang ventilator atau alat bantu napas guna mencukupi kebutuhan oksigen • Memberikan infus cairan agar tetap terhidrasi • Memberikan obat pengencer darah dan pencegah penggumpalan darah • Memberikan obat antivirus, seperti remdesivir dan favipiravir • Memberikan obat antiperadangan atau antiinterleukin-6 (IL-6) • Memberikan obat-obatan imunosupresif, misalnya tocilizumab ( Actemra) • Memberikan terapi plasma konvalesen Selain metode di atas, penelitian terhadap beberapa jenis obat dan metode pengobatan yang efektif dalam mengatasi COVID-19 masih terus dilakukan.

Komplikasi COVID-19 Pada kasus yang parah, infeksi COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi serius berupa: • Edema paru • Gagal napas akut • Pneumonia • Gagal jantung akut • Gagal hati akut • Infeksi sekunder pada organ lain, seperti penyakit jamur hitam • Gagal ginjal • Gangguan pembekuan darah • Rhabdomyolysis • ARDS ( acute respiratory distress syndrome) • Syok septik • Kematian Selain itu, saat ini muncul istilah long haul COVID-19.

Istilah ini merujuk kepada seseorang yang sudah dinyatakan sembuh melalui hasil pemeriksaan PCR yang sudah negatif, tetapi tetap merasakan keluhan, seperti: • Lemas • Batuk • Nyeri sendi • Nyeri dada • Sulit berkonsentrasi • Jantung berdebar • Demam yang hilang timbul Pencegahan COVID-19 Saat ini, Indonesia sedang menjalankan program vaksinasi COVID-19 secara bertahap.

Sampai Maret 2022, data menunjukkan 92,89% penduduk telah menerima vaksin dosis pertama dan sekitar 72,88% telah menerima vaksin dosis kedua. Tambahannya, sebanyak 6,67% penduduk sudah menerima vaksin booster. Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk membangun kekebalan tubuh terhadap virus Corona, sekaligus membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Makin banyak orang yang divaksinasi, makin cepat pula penularan COVID-19 terputus. Selain itu, kondisi ekonomi yang terdampak oleh pandemi juga akan pulih. Agar tujuan-tujuan di atas tercapai, vaksin COVID-19 kini diberikan pada anak usia 6–18 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui. Sedangkan bagi orang dengan riwayat penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, pemberian vaksin harus disertai ijin dari dokter.

Perlu diketahui, meski Anda telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua, Anda tetap harus menghindari faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus ini. Caranya kecuali dengan melakukan hal-hal di bawah ini: • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak. • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.

• Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, misalnya olahraga rutin dan konsumsi makanan bergizi serta suplemen.

• Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi COVID-19, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek. • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah. • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

• Jaga sirkulasi dan kebersihan udara di dalam ruangan. Bila perlu, Anda bisa menggunakan air purifier. Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 (termasuk kategori suspek dan probable) yang sebelumnya disebut sebagai ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain, yaitu: • Lakukan isolasi mandiri dengan tinggal di ruangan yang terpisah dengan orang lain untuk sementara waktu.

Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain. • Konsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter. • Lakukan pengukuran suhu 2 kali sehari, pagi dan malam hari. • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.

• Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi pada kulit hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput. • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh. • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit. • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain. • Pakai masker dan sarung tangan bila terpaksa harus berada di tempat umum, seperti rumah sakit atau sedang bersama orang lain.

• Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah. Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit, seperti melahirkan, operasi, cuci darah, atau vaksinasi anak, akan ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19.

Tujuannya adalah untuk mencegah penularan COVID-19 selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan terbaik yang perlu dilakukan. Jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan download aplikasi ALODOKTER di Google Play atau App Store.

Melalui aplikasi ALODOKTER, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Waspada ! Penyakit Kulit Ini Bisa Saja Menyerang Kamu ! Begini Cara Mengatasinya




2022 www.videocon.com