Cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Penyakit radang tenggorokan bisa menimbulkan rasa cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah nyaman. Berikut merupakan gejala, penyebab dan obat radang tenggorokan Radang Tenggorokan Dokter spesialis Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Gejala Sakit tenggorokan, nyeri menelan, demam Faktor risiko usia anak dan remaja, merokok, masalah imunitas, memiliki riwayat penyakit GERD, rhinitis alergi, dan sinusitis.

Cara diagnosis Wawancara medis, pemeriksaan fisik, laboratorium darah, dan apus tenggorokan Pengobatan Bedrest, air putih, makan bergizi, pereda nyeri, pereda demam, antibiotic bila perlu Obat Parasetamol, ibuprofen, asam mefenamat Komplikasi abses peritonsil, mastoiditis, limfadenitis servikal Kapan harus ke dokter?

Sesak napas, kesulitan menelan Pengertian Radang Tenggorokan Radang tenggorokan (faringitis) adalah peradangan yang terjadi di faring (tenggorokan). Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Faringitis adalah infeksi menular yang disebar melalui kontak langsung dengan penderita. Kontak bisa terjadi lewat aktivitas yang melibatkan lendir atau air liur. Misalnya, lewat ciuman atau penggunaan sikat gigi yang terkontaminasi. Penyebab Radang Tenggorokan Faringitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan atau bakteri, seperti pilek dan flu (disebabkan oleh infeksi virus) atau oleh infeksi bakteri ( Streptococcus).

Gangguan kesehatan ini juga dapat disebabkan oleh mononukleosis (alias "mono"), yang merupakan infeksi virus. Selain itu, saat ini sudah diketahui juga bahwa virus COVID-19 dapat memicu nyeri di tenggorokan. Selain bakteri dan virus, penyebab radang tenggorokan juga termasuk: • Infeksi jamur Faringitis akibat infeksi jamur ditemukan pada orang dengan kondisi imunokompremais atau penggunaan steroid atau antibiotik jangka panjang.

• Alergi Udara dalam ruangan yang kering dan pola pernapasan melalui mulut dapat menyebabkan radang tenggorokan yang berulang. • Iritasi di dalam tenggorokan akibat GERD Naiknya asam lambung ke esofagus (kerongkongan) pada penderita GERD bisa sebabkan radang tenggorokan. • Infeksi HIV Radang tenggorokan juga bisa menjadi tanda seseorang terinfeksi HIV.

Hal ini karena sistem imun tubuh penderita HIV yang lemah sehingga mudah terinfeksi virus lain yang dapat menyebabkan radang tenggorokan. Artikel Lainnya: Makanan yang Aman Dikonsumsi Saat Sakit Radang Tenggorokan Faktor Risiko Radang Tenggorokan Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko sakit radang tenggorokan, yakni: • faringitis mudah menular.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Siapa pun yang berada dekat penderita radang tenggorokan, akan berisiko tertular • situasi sosial dengan kontak interpersonal dekat yang berkepanjangan seperti di sekolah, asrama, atau barak militer • anak-anak dan remaja lebih berisiko terkena radang tenggorokan • sering alami sinusitis • merokok • masalah imunitas • musim dingin • memiliki riwayat rhinitis alergi • memiliki riwayat penyakit GERD • dan juga penggunaan kortikosteroid Gejala Radang Tenggorokan Ada beberapa ciri-ciri radang tenggorokan yang mengganggu, seperti: • sakit tenggorokan • nyeri menelan • demam • pembesaran kelenjar getah bening di leher, biasanya dikeluhkan sebagai tonjolan di sekitar leher • tenggorokan kering • bercak kemerahan di langit-langit mulut • pembesaran amandel atau adanya bercak putih atau nanah • suara serak atau teredam Konsultasikan gejala faringitis yang Anda alami kepada dokter di layanan Live Chat.

Diagnosis Radang Tenggorokan Berikut beberapa cara dokter mendiagnosis penyakit radang tenggorokan. • Wawancara Medis Wawancara medis meliputi pertanyaan apakah Cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah mengalami demam, nyeri tenggorokan, nyeri saat menelan, serta ada benjolan di sekitar leher. Dokter juga akan bertanya mengenai gejala radang tenggorokan yang dialami.

• Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik meliputi suhu tubuh, pemeriksaan rongga mulut apakah amandel yang membesar, adakah selaput lendir yang melapisi tenggorokan meradang dan tertutup selaput berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Dokter juga akan mengecek apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher. • Pemeriksaan Darah Pada infeksi akibat bakteri, jumlah sel darah putih biasanya akan meningkat.

Sementara pada infeksi akibat virus, jumlah sel darah putih biasanya normal atau sedikit meningkat. • Pemeriksaan terhadap Apus Tenggorokan Pada infeksi akibat bakteri, dalam pemeriksaan apus ini akan tumbuh koloni bakteri pada biakan di laboratorium. Artikel Lainnya: Kenapa Alkohol Bisa Tingkatkan Risiko Radang Tenggorokan?

Pengobatan Radang Tenggorokan Radang tenggorokan dapat ditangani oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan. Pengobatan dapat dilakukan di rumah maupun di rumah sakit. Berikut penanganan faringitis. • Pemberian obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, asam mefenamat. • Berkumur dengan larutan garam hangat atau obat kumur. • Jika penyebabnya diduga adalah bakteri, dapat diberikan antibiotik.

• Konsumsilah makanan lunak dan berkuah sehingga mudah ditelan.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

• Hindari makan atau minum dengan suhu terlalu eksrem, yakni sangat dingin atau sangat panas. • Banyak beristirahat. • Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. • Jaga kelembapan udara di rumah agar mencegah tenggorokan kering. Obat Terkait Berikut obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi radang tenggorokan. • Paracetamol Paracetamol adalah obat analgesik dan antipiretik yang banyak dipakai untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, serta demam.

• Ibuprofen Ibuprofen tergolong dalam kelompok obat anti-inflamasi nonsteroid dan digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Obat ini bisa juga sebagai pereda demam. • Asam Mefenamat Asam Mefenamat adalah salah satu obat antiinflamasi nonsteroid golongan fenamat yang digunakan dalam pengobatan nyeri ringan hingga sedang. Pencegahan Radang Tenggorokan Kini Anda sudah tahu apa itu radang tenggorokan. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

• Cuci tangan • hindari menyentuh wajah, termasuk mata, hidung, dan mulut • hindari berbagi makanan, gelas minum, atau peralatan makan • terapkan etika batuk • gunakan hand sanitizer jika air bersih untuk cuci tangan tidak tersedia • bersihkan dan disinfeksi barang-barang yang sering disentuh atau digunakan • hindari kontak dekat dengan orang yang sakit atau memiliki gejala atau gunakan masker jika harus berdekatan Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Radang Tenggorokan Komplikasi Radang Tenggorokan Komplikasi faringitis sangat jarang terjadi.

Komplikasi supuratif dan nonsupuratif dapat terjadi akibat faringitis strep grup A. Komplikasi supuratif terjadi akibat penyebaran streptokokus grup A dari faring ke struktur yang berdekatan seperti: • abses peritonsiler • abses retrofaring • limfadenitis servikal • mastoiditis • infeksi fokal atau sepsis (tapi lebih jarang terjadi). Sementara itu, gejala nonsupuratif dapat menimbulkan demam rematik akut, glomerulonefritis pasca-streptokokus, atau infeksi kulit.

Komplikasi ini terjadi setelah infeksi awal sembuh dan melibatkan tempat yang jauh dari cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah infeksi strep grup A. Mereka dianggap sebagai hasil dari respons imun dan bukan dari infeksi strep grup A secara langsung.

Kapan Harus ke Dokter? Dapatkan perawatan segera ke dokter atau rumah sakit jika menemukan kondisi di cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah ini: • sulit bernapas • sulit menelan • sakit tenggorokan atau suara serak berlangsung lebih dari seminggu • kesulitan membuka mulut • nyeri sendi • sakit telinga • ada ruam • demam lebih tinggi dari 101 0f (38,3 0C) • darah dalam air liur atau dahak • pembengkakan di leher atau wajah (HNS/AYU) Terakhir Diperbaharui: 23 Februari 2022 Diperbaharui: dr.

Theresia Rina Yunita Ditinjau Oleh: dr. Theresia Rina Yunita Referensi: • Mayo Clinic. Diakses 2022. Sore throat. • John Hopkins.

Diakses 2022. • Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. Pharyngitis (Strep Throat). Ebola adalah penyakit mematikan akibat infeksi virus. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan organ serta perdarahan di dalam tubuh penderitanya. Meskipun penyakit ini jarang terjadi di luar wilayah endemis, tingkat kematian bila terjangkit virus ini sangat tinggi.

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Namun, sikap waspada dan langkah pencegahan terhadap penyakit yang mewabah di benua Afrika ini tetap perlu dilakukan.

Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Penyebab dan Penularan Ebola Ebola disebabkan oleh kelompok Ebolavirus.

Virus ini awalnya menyebar akibat kontak antara manusia dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar, monyet, gorila, atau simpanse. Selanjutnya, virus Ebola mneyebar antarmanusia. Virus Ebola dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus, misalnya lewat luka terbuka di kulit, atau melalui selaput lendir di mata, hidung, mulut, atau dubur.

Cara penularannya antara lain melalui: • Darah atau cairan tubuh dari penderita penyakit virus Ebola, seperti urine, air liur, keringat, tinja, muntah, ASI, cairan ketuban, dan air mani • Benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita, seperti pakaian, tempat tidur, jarum, dan peralatan medis • Air mani dari pria yang telah sembuh dari virus Ebola Perlu diketahui bahwa penyebaran Ebola tidak semudah penyakit lain, seperti pilek, flu, atau campak.

Virus Ebola juga tidak menular melalui udara atau melalui gigitan nyamuk. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan seseorang berisiko terkena virus Ebola, yaitu: • Bepergian ke negara yang memiliki kasus Ebola, seperti Sudan, Kongo, Liberia, Guinea, dan Sierra Leone • Bekerja sebagai petugas medis, terutama jika tidak menggunakan pakaian pelindung ketika merawat pasien Ebola • Bekerja sebagai peneliti hewan, terutama terhadap hewan primata yang didatangkan dari Afrika • Merawat penderita atau tinggal serumah dengan penderita virus Ebola • Mengurus pemakaman korban virus Ebola Gejala Ebola Gejala awal Ebola adalah demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot dan sendi, serta tubuh terasa lemah.

Gejala awal ini muncul dalam 2–21 hari setelah kontak dengan penderita.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Seiring waktu, gejala yang dirasakan akan makin parah, meliputi: • Nyeri dada dan batuk • Mual dan muntah • Mata merah • Sakit perut • Memar • Ruam kemerahan kulit • Diare, yang bisa disertai darah • Berat badan turun drastis • Perdarahan di mulut, hidung, mata, atau telinga Kapan harus ke dokter Virus Ebola sangat menulardan mematikan.

Jika Anda berada di daerah yang banyak terjadi kasus virus Ebola dan mengalami keluhan seperti telah disebutkan di atas, segera kunjungi dokter di rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan. Diagnosis Ebola Ebola merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi, karena gejalanya hampir serupa dengan penyakit infeksi lain, seperti flu, malaria, atau tifus.

Bahkan, Ebola seringkali tidak terdiagnosis hingga gejalanya berkembang ke tahap lanjut, seperti menimbulkan perdarahan pada organ hati atau ginjal. Untuk mendiagnosis Ebola, dokter akan melakukan tes darah. Tujuan tes darah adalah untuk mendeteksi antibodi yang dibentuk tubuh sebagai respons terhadap virus Ebola. Tes darah juga bertujuan untuk melihat fungsi tubuh yang terganggu akibat Ebola. Jenis tes darah yang dilakukan antara lain: • Hitung sel darah • Tes fungsi hati • Tes fungsi pembekuan darah Jika diduga terinfeksi virus Ebola, maka pasien akan menjalani perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit untuk mencegah penyebaran virus.

Pengobatan Ebola Selama beberapa tahun sejak Ebola ditemukan, satu-satunya cara untuk menangani penyakit ini adalah dengan mengendalikan gejalanya, sampai daya tahan tubuh penderita berhasil melawan virus. Namun, saat ini telah ditemukan obat dan vaksin untuk mengatasi dan mencegah virus Ebola. Pada tahun 2020, obat yang dapat digunakan untuk mengobati Ebola, yakni Inmazeb dan Ebanga,telah diresmikan. Kedua obat tersebut menggunakan antibodi monoklonal dalam mengobati infeksi.

Antibodi monoklonal sendiri adalah protein buatan yang dirancang khusus untuk menargetkan penyebab infeksi cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah spesifik. Selain itu, ada beberapa cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah pendukung yang dapat dilakukan, yaitu: • Infus cairan untuk mencegah dehidrasi • Obat darah tinggi untuk menurunkan tekanan darah • Cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah tambahan untuk menjaga aliran oksigen ke seluruh tubuh • Pemberian antibiotik, jika ditemukan infeksi lainnya yang berkembang di tubuh pasien • Transfusi darah, jika muncul kurang darah (anemia) Penderita Ebola akan menjalani masa pemulihan selama beberapa bulan hingga virus hilang.

Dalam masa pemulihan, penderita mungkin akan mengalami: • Rambut rontok • Penyakit kuning • Gangguan saraf • Rasa lelah yang berlebihan • Peradangan pada mata dan testis Kesembuhan pasien akan tergantung pada daya tahan tubuh, cepatnya pengobatan dilakukan, serta respons terhadap pengobatan. Penderita yang sembuh dari Ebola akan kebal terhadap virus ini selama kurang lebih 10 tahun, dan ia tidak akan lagi bisa menularkan virus Ebola.

Perlu diketahui bahwa pria yang sembuh dari Ebola umumnya tetap membawa virus selama 3–9 bulan ke depan. Oleh sebab itu, ia akan dianjurkan untuk menggunakan kondom seiap kali berhubungan seksual selama 12 bulan ke depan. Bisa juga tidak berhubungan seksual hingga air maninya telah dites negatif sebanyak 2 kali. Komplikasi Ebola Setiap penderita memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang berbeda terhadap virus Ebola. Sebagian penderita dapat pulih dari Ebola tanpa disertai komplikasi, tetapi sebagian lagi dapat mengalami kondisi yang mengancam nyawa, seperti: • Kerusakan fungsi organ-organ tubuh • Post-traumatic stress disorder • Perdarahan hebat • Gangguan kesadaran • Kejang • Syok • Koma Pencegahan Ebola Salah satu cara untuk mencegah virus Ebola adalah dengan vaksin Ervebo.

Meski demikian, vaksin ini hanya dapat bekerja pada jenis virus Zaire Ebola saja. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan tidak melakukan perjalanan ke wilayah yang banyak terjadi Ebola. Namun, jika Anda berencana untuk bepergian ke wilayah yang banyak terdapat kasus Ebola, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu: • Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol • Hindari kontak langsung dengan orang yang mengalami demam dan diduga memiliki gejala Ebola • Hindari menyentuh benda yang telah terkotaminasi darah atau cairan tubuh penderita Ebola • Hindari kontak langsung dengan kelelawar dan hewan primata yang berpotensi menularkan virus, termasuk darah, kotoran, dan dagingnya • Hindari rumah sakit tempat pasien Ebola menjalani perawatan • Segera periksakan diri ke dokter setelah kembali dari wilayah tersebut, untuk mendeteksi kemungkinan gejala Ebola Khusus untuk petugas medis, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan virus Ebola, yaitu: • Gunakan alat pelindung diri, termasuk pakaian pelindung (apron), masker, sarung tangan, dan pelindung mata, ketika sedang berada di dekat pasien Ebola.

• Hati-hati ketika mengambil darah atau sampel cairan tubuh, dan memasang infus atau kateter pada pasien Ebola. • Cuci tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh pasien atau benda di sekitar pasien. • Sterilkan kembali peralatan medis yang telah digunakan pasien.

• Segera buang peralatan medis sekali pakai, seperti alat suntik, ke tempat yang telah ditentukan. • Hindari kontak langsung dengan jasad penderita Ebola.
VIVA – Penyakit menular seksual (PMS) dan infeksi (IMS) adalah aspek kesehatan seksual yang sering tidak kita bicarakan secara terbuka. Namun, ini adalah diskusi yang harus Anda lakukan dengan pasangan, pasangan, dan bahkan anak-anak kita setelah mereka mencapai tahap pubertas tertentu.

Sementara banyak yang menggunakan istilah PMS dan IMS secara bergantian, mereka berbeda. PMS pertama kali dimulai sebagai IMS, yang merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit.

Oral seks Seks oral adalah jenis aktivitas seksual yang melibatkan penggunaan mulut, bibir, atau lidah untuk kesenangan. Meskipun Anda tidak dapat hamil melalui seks oral, Anda masih dapat tertular infeksi menular seksual. Konon, mirip dengan kondom, ada alat pelindung untuk mencegah IMS melalui kontak oral.

Kondom lidah atau bendungan gigi, juga disebut kondom oral, adalah kondom yang digunakan selama seks oral.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Ini dapat menghindari infeksi seperti klamidia, herpes, gonore, sifilis dan HPV. • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • अवधी • Bikol Central • Български • भोजपुरी • Banjar • বাংলা • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Thuɔŋjäŋ • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • Galego • Avañe'ẽ • ગુજરાતી • Hausa • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Latina • Lëtzebuergesch • Latviešu • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • Nederlands • Norsk bokmål • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Papiamentu • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Sicilianu • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 "Demam berdarah" beralih ke halaman ini.

Untuk kegunaan lain, lihat Demam berdarah (disambiguasi). Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis.

Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional. Demam berdarah dengue Nama lain Dengue, demam sendi [1] [2] Ruam yang biasa terlihat pada penderita demam berdarah dengue Pelafalan • / ˈ d ɛ ŋ ɡ eɪ, - ɡ i/ Spesialisasi Penyakit infeksi Gejala dan tanda Demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam [1] [2] Komplikasi Perdarahan, kadar keping darah rendah, penurunan tekanan darah ekstrim [2] Awal muncul 3–14 hari setelah terpapar [2] Durasi 2–7 hari [1] Penyebab Virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes [1] Diagnosis Deteksi antibodi virus atau RNAnya [2] Kondisi serupa Malaria, demam kuning, hepatitis viral, leptospirosis [3] Pencegahan Vaksin demam dengue, pengendalian cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah nyamuk [1] [4] Perawatan Penanganan suportif, cairan infus, transfusi darah [2] Frekuensi 390 juta per tahun [5] Kematian ~40.000 [6] Demam berdarah dengue (disingkat DBD; disebut juga demam dengue, tetapi biasanya dikenal dengan demam berdarah saja) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.

Beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai " breakbone fever" atau " bonebreak fever" (demam sendi) karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; serta nyeri otot dan persendian.

Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Bentuk pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku).

Bentuk kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat.

Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius. Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada.

Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain). Sejak 1960-an, semakin banyak orang yang terkena demam dengue.

Penyakit tersebut mulai menimbulkan masalah di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua. Penyakit ini umum terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahun, sekitar 50–100 juta orang terkena demam dengue. Para ahli sedang mengembangkan obat-obatan untuk menangani virus secara langsung. Masyarakat pun melakukan banyak usaha untuk membasmi nyamuk.

Deskripsi pertama dari demam dengue ditulis pada 1779. Pada awal abad ke-20, para ilmuwan mengetahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus dengue, dan bahwa virus tersebut ditularkan (atau disebarkan) oleh nyamuk. Daftar isi • 1 Tanda dan gejala • 1.1 Laju penyakit secara klinis • 1.2 Masalah terkait • 2 Penyebab • 2.1 Penularan • 2.2 Risiko • 3 Mekanisme • 4 Diagnosis • 4.1 Klasifikasi • 4.2 Tes laboratorium • 5 Pencegahan • 6 Manajemen cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah 7 Kemungkinan • 8 Sejarah • 8.1 Sejarah di Dunia • 9 Penelitian • 10 Lihat pula • 11 Catatan • 12 Referensi • 13 Pranala luar Tanda dan gejala [ sunting - sunting sumber ] Gambar yang memperlihatkan gejala demam cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah Sekira 80% dari pasien (atau 8 dari 10 pasien) yang terinfeksi virus dengue tidak menunjukkan gejala, atau hanya menunjukkan gejala ringan (seperti demam biasa).

[7] [8] [9] Sekira 5% dari orang yang terinfeksi (atau 5 dari 100) akan mengalami infeksi berat. Penyakit tersebut bahkan mengancam jiwa sedikit dari mereka. Pada sebagian kecil penderita ini, penyakit tersebut mengancam jiwa. [7] [9] Gejala akan muncul antara 3 dan 14 hari setelah seseorang terpajan virus dengue.

Seringkali gejala muncul setelah 4 hingga 7 hari. [10] Oleh karena itu jika seseorang baru kembali dari wilayah yang memiliki banyak kasus dengue, kemudian ia menderita demam atau gejala lainnya setelah lebih dari 14 hari dia kembali dari wilayah tersebut, kemungkinan penyakitnya tersebut bukan dengue. [11] Seringkali, apabila anak-anak terkena demam dengue, gejala yang muncul sama dengan gejala pilek atau gastroenteritis (atau flu perut; misalnya, muntah-muntah dan diare).

[12] Namun, anak-anak mungkin mengalami masalah yang parah karena demam dengue. [11] Laju penyakit secara klinis [ sunting - sunting sumber ] Gejala klasik demam dengue adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba; sakit kepala (biasanya di belakang mata); ruam; nyeri otot dan nyeri sendi.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Julukan "demam sendi" untuk penyakit ini menggambarkan betapa rasa sakit yang ditimbulkannya dapat menjadi sangat parah. [7] [13] Demam dengue terjadi dalam tiga tahap: demam, kritis, dan pemulihan. [14] Pada fase demam, seseorang biasanya mengalami demam tinggi.

("Demam" berarti bahwa seseorang mengalami demam.) Panas badan sering kali mencapai 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit). Penderita juga biasanya menderita sakit yang umum atau sakit kepala.

Fase febrile biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. [13] [14] Pada fase ini, sekira 50 hingga 80% pasien dengan gejala mengalami ruam. [13] [15] Pada hari pertama atau kedua, ruam akan tampak seperti kulit yang terkena panas (merah).

Selanjutnya (pada hari ke-4 hingga hari ke-7), ruam tersebut akan tampak seperti campak. [15] [16] Bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Bintik-bintik ini tidak hilang jika kulit ditekan. Bintik-bintik ini disebabkan oleh pembuluh kapiler yang pecah. [14] Penderita mungkin juga mengalami perdarahan ringan membran mukus mulut dan hidung.

[11] [13] Demam itu sendiri cenderung akan berhenti (pulih) kemudian terjadi lagi selama satu atau dua hari. Namun, pola ini berbeda-beda pada masing-masing penderita. [16] [17] Pada beberapa penderita, penyakit berkembang ke fase kritis setelah demam tinggi mereda. Fase kritis tersebut biasanya berlangsung selama hingga 2 hari. [14] Selama fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan abdomen.

Hal ini terjadi karena pembuluh darah kecil bocor. Cairan tersebut akan semakin banyak, kemudian cairan berhenti bersirkulasi di dalam tubuh. Ini berarti bahwa organ-organ vital (terpenting) tidak mendapatkan suplai darah sebanyak biasanya. [14] Karena itu, organ-organ tersebut tidak bekerja secara normal. Penderita penyakit tersebut juga dapat mengalami perdarahan parah (biasanya dari saluran gastrointestinal.) [11] [14] Kurang dari 5% dari orang dengan dengue mengalami renjat peredaran darah, sindrom renjat dengue, dan demam berdarah.

[11] Jika seseorang pernah mengidap jenis dengue yang lain (“infeksi sekunder”), kemungkinan mereka akan mengalami masalah yang serius. [11] [18] Pada fase penyembuhan, cairan yang keluar dari pembuluh darah diambil kembali ke dalam aliran darah. [14] Fase penyembuhan biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari. [11] Pasien biasanya semakin pulih dalam cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah ini. Namun, mereka mungkin menderita gatal-gatal yang parah dan detak jantung yang lemah.

[11] [14] Selama fase ini, pasien dapat mengalami kondisi kelebihan cairan (yakni terlalu banyak cairan yang diambil kembali). Jika terkena otak, cairan tersebut dapat menyebabkan kejang atau perubahan derajat kesadaran (yakni seseorang yang pikirannya, kesadarannya, dan perilakunya tidak seperti biasanya).

[11] Masalah terkait [ sunting - sunting sumber ] Sesekali, dengue dapat memengaruhi sistem lain di dalam tubuh manusia. [14] Seseorang yang terkena dengue dapat menderita gejalanya saja, atau disertai gejala dengue klasik juga. [12] Tingkat kesadaran yang menurun terjadi pada 0,5–6% dari kasus parah. Ini dapat terjadi apabila virus dengue menyebabkan infeksi di otak. Ini juga dapat terjadi apabila organ vital, seperti hati, tidak berfungsi dengan baik.

[12] [17] Kelainan neurologikal lainnya (kelainan yang memengaruhi otak dan saraf) dilaporkan terjadi pada pasien yang mengalami demam dengue. Misalnya, dengue dapat menyebabkan mielitis melintang dan sindrom Guillain-Barré. [12] Meskipun hal ini hampir tidak pernah terjadi, dengue juga dapat mengakibatkan infeksi jantung dan gagal ginjal akut. [11] [14] Penyebab [ sunting - sunting sumber ] Gambar cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah diperbesar menunjukkan virus dengue (the cluster of dark dots near the center) Demam dengue disebabkan oleh virus dengue.

Dalam sistem ilmiah cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah menamakan dan mengklasifikasikan virus, virus dengue tersebut merupakan bagian dari famili Flaviviridae dan genus Flavivirus.

Virus lainnya juga merupakan bagian dari famili yang sama dan menyebabkan penyakit pada manusia. Contohnya, virus yellow fever, West Nile virus, St. Cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah encephalitis virus, Japanese encephalitis virus, tick-borne encephalitis virus, Kyasanur forest disease virus, and Omsk hemorrhagic fever virus all belong to the family Flaviviridae.

[17] Most of these viruses are spread by mosquitoes or ticks. [17] Penularan [ sunting - sunting sumber ] Nyamuk Aedes aegypti menghisap darah manusia Dengue virus ditularkan (atau disebarkan) sebagian besar oleh nyamuk Aedes, khususnya tipe nyamuk Aedes aegypti.

[8] Nyamuk ini biasanya hidup di antara garis lintang 35° Utara dan 35° Selatan, di bawah ketinggian 1000 m. [8] Nyamuk-nyamuk tersebut lebih sering menggigit pada siang hari. [19] Satu gigitan dapat menginfeksi manusia.

[20] Terkadang, nyamuk juga tertular dengue dari manusia. Jika nyamuk betina yang menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut dapat tertular virus. Mulanya virus hidup di sel yang menuju saluran pencernaan nyamuk. Sekira 8 hingga 10 hari berikutnya, virus menyebar ke kelenjar saliva nyamuk, yang memproduksi saliva (atau "ludah").

Ini berarti bahwa saliva yang diproduksi oleh nyamuk tersebut terinfeksi virus dengue. Oleh karena itu ketika nyamuk menggigit manusia, saliva yang terinfeksi tersebut masuk ke dalam tubuh manusia dan menginfeksi orang tersebut. Virus sepertinya tidak menimbulkan masalah pada nyamuk yang terinfeksi, yang akan terus terinfeksi sepanjang hidupnya. Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk yang paling banyak menyebarkan dengue. Ini karena nyamuk tersebut menyukai hidup berdekatan dengan manusia dan makan dari manusia alih-alih dari binatang.

[21] Nyamuk ini juga suka bertelur di wadah-wadah air yang dibuat oleh manusia. Dengue juga dapat disebarkan melalui produk darah yang telah terinfeksi dan melalui donasi organ. [22] [23] Jika seseorang dengan dengue mendonasikan darah atau organ tubuh, yang kemudian diberikan kepada orang lain, orang tersebut dapat terkena dengue dari darah atau organ yang didonasikan tersebut.

Di beberapa negara, seperti Singapura, dengue biasa terjadi. Di negara-negara ini, antara 1,6 dan 6 transfusi darah dari setiap 10.000 menularkan dengue. [24] Virus dengue juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan atau ketika anak tersebut dilahirkan. [25] Dengue biasanya tidak ditularkan dengan cara-cara lain. [13] Risiko [ sunting - sunting sumber ] Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak kecil yang menderita dengue lebih berisiko mengalami infeksi yang serius. Anak-anak cenderung berisiko mengalami sakit berat apabila mereka tergolong anak-anak yang berkecukupan gizi (jika mereka sehat dan memakan makanan bergizi).

[11] (Ini berbeda dari banyak infeksi lainnya, yang biasanya lebih parah terjadi pada anak-anak yang termasuk golongan kurang gizi, tidak sehat, atau tidak memakan makanan bergizi.) Perempuan lebih cenderung terserang sakit yang lebih parah daripada laki-laki. [26] [27]Dengue bisa mengancam jiwa pada pasien dengan penyakit kronis (jangka panjang), seperti diabetes dan asma.

[26] Mekanisme [ sunting - sunting sumber ] Apabila nyamuk menggigit orang, air liur nyamuk tersebut masuk ke kulit orang tersebut.

Jika nyamuk tersebut mengandung dengue, virus terbawa dalam air liurnya. Sehingga apabila nyamuk tersebut menggigit orang, virusnya masuk ke dalam kulit orang tersebut bersama air liur nyamuk. Virus tersebut tertanam dan memasuki sel darah putih orang tersebut. (Sel darah putihnya seharusnya membantu pertahanan tubuh dengan memerangi ancaman, seperti infeksi.) Ketika sel darah putih tersebut bergerak-gerak di dalam tubuh, virus memproduksi kembali (atau memperbanyak diri). Sel darah putih bereaksi dengan cara memperbanyak protein pengisyarat (apa yang disebut dengan sitokin), seperti faktor-faktor interleukin, interferon dan tumor nekrosis.

Protein ini menyebabkan demam, gejala yang menyerupai flu, dan rasa nyeri yang luar biasa yang terjadi bersama dengue. Jika seseorang menderita infeksi (serius), virus bereproduksi dengan lebih cepat. Dengan semakin banyaknya virus, semakin banyak pula organ (seperti hati dan sumsum tulang) yang terkena dampaknya.

Cairan dari aliran darah bocor melalui dinding-dinding pembuluh darah kecil ke dalam rongga-rongga tubuh. Oleh karena itu, lebih sedikit darah yang bersirkulasi (atau berputar di dalam tubuh) di dalam pembuluh darah. Tekanan darah orang tersebut menjadi sangat rendah sehingga jantungnya tidak dapat memasok cukup darah ke organ vital (yang paling penting).

Sumsum tulang juga tidak dapat membuat cukup platelet yang dibutuhkan darah agar bisa membeku dengan benar. Tanpa cukup platelet, orang tersebut akan memiliki masalah pendarahan. Pendarahan adalah komplikasi berat dari dengue (satu dari masalah yang paling berat yang diakibatkan oleh penyakit tersebut). [28] Diagnosis [ sunting - sunting sumber ] Biasanya, profesional pelayanan kesehatan mendiagnosis dengue dengan cara memeriksa pasien dan menyadari bahwa gejala-gejalanya cocok dengan dengue.

Profesional pelayanan kesehatan khususnya akan dapat mendiagnosis dengue dengan cara ini di wilayah di mana penyakit ini banyak terjadi.

[7] Namun, apabila dengue masih dalam fase awalnya, sulit untuk membedakannya dengan infeksi virus lainnya (infeksi yang disebabkan oleh virus). [11] Seorang pasien mungkin menderita dengue jika dia demam dan dua dari gejala berikut ini: mual dan muntah; ruam; generalized pains (pain all over); jumlah sel darah putih sedikit; atau hasil tes tourniquet yang positif.

Tanda-tanda plus demam biasanya merupakan sinyal bahwa pasien tersebut menderita dengue di wilayah di mana penyakit tersebut banyak terjadi. [29] Tanda peringatan biasanya akan tampak sebelum dengue menjadi parah. [14] Tes tourniquet berguna apabila tes laboratorium tidak dapat dilakukan. Untuk melakukan tes tourniquet, profesional pelayanan kesehatan akan membebatkan alat pengukur tekanan darah di lengan pasien selama 5 menit. Petugas kesehatan tersebut akan menghitung bintik-bintik merah kecil di kulit pasien.

Jumlah bintik yang semakin banyak berarti bahwa orang tersebut mungkin menderita demam dengue. [14] Sulit membedakan demam dengue dan chikungunya.

Chikungunya adalah infeksi virus yang mirip dan memiliki banyak gejala yang sama dengan dengue, dan terjadi di wilayah yang sama di dunia. [13] Dengue juga dapat memiliki gejala yang sama seperti penyakit lainnya, seperti malaria, leptospirosis, demam tifoid, and penyakit meningokokus.

Seringkali, sebelum seseorang terdiagnosis dengue, petugas kesehatan yang menanganinya akan melakukan tes untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami satu dari kondisi-kondisi ini. [11] Jika seseorang menderita dengue, perubahan paling awal yang dapat dilihat pada tes laboratorium adalah jumlah sel darah putih yang sedikit.

Jumlah platelet yang sedikit dan asidosis metabolik juga merupakan tanda-tanda dengue. [11] Jika seseorang terserang dengue parah, terdapat perubahan lainnya yang dapat dilihat jika darahnya diteliti. Dengue yang parah menyebabkan cairan keluar dari aliran darah.

Ini menyebabkan hemokonsentrasi (di mana terdapat lebih sedikit plasma – bagian yang cair dari darah – dan lebih banyak sel darah merah di dalam darah). Ini juga menyebabkan level albumin yang rendah di dalam darah. [11] Terkadang, dengue yang parah menyebabkan efusi pleura yang besar (cairan yang bocor menumpuk di sekitar paru-paru) atau asites (cairan menumpuk di abdomen).

If these are large enough, a health care professional may notice them when he examines the person. [11] Profesional pelayanan kesehatan dapat mendiagnosis shock dengue dari awal jika dia dapat menggunakan alat ultrasound medis untuk mendeteksi adanya cairan tersebut di dalam tubuh.

[7] [11] Tetapi di beberapa wilayah di mana dengue adalah penyakit yang biasa menyerang, para profesional pelayanan kesehatan dan klinik tidak memiliki mesin ultrasound. [7] Klasifikasi [ sunting - sunting sumber ] Pada 2009, World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan, atau membagi, demam dengue ke dalam dua jenis: tanpa komplikasi dan parah.

[7] [29] Sebelum ini, pada 1997, WHO telah membagi penyakit tersebut ke dalam demam yang tidak terdiferensiasi (tidak dapat digolongkan), demam dengue, dan demam berdarah. WHO memutuskan bahwa cara lama pembagian dengue ini harus disederhanakan. Mereka juga menetapkan bahwa cara tersebut terlalu membatasi: tidak mencakup semua cara yang diperlihatkan pada dengue.

Meskipun klasifikasi dengue telah diubah secara resmi, klasifikasi lama tersebut masih sering digunakan. [11] [29] [30] Dalam sistem lama WHO untuk klasifikasi, demam berdarah dibagi ke dalam empat fase, yang disebut tingkat I–IV: • Pada Tingkat I, pasien menderita demam.

Dia mudah melebam atau memiliki hasil tes tourniquet yang positif. • Pada Tingkat II, pasien mengeluarkan darah melalui kulit dan bagian lain tubuhnya. • Pada Tingkat III, pasien menunjukkan tanda-tanda renjatan sirkulasi. • Pada Tingkat IV, pasien mengalami renjatan yang sangat parah sehingga tekanan darah dan detak jantungnya tidak dapat dirasakan.

[30] Tingkat III dan IV disebut "sindrom renjatan dengue." [29] [30] Tes laboratorium [ sunting - sunting sumber ] Demam dengue dapat didiagnosis menggunakan pengujian laboratorium mikrobiologis.

[29] Beberapa tes berbeda dapat dilakukan. Satu tes (isolasi virus) mengisolasi (atau memisahkan) virus dengue dalam kultur (atau sampel) sel. Tes lainnya (deteksi asam nukleat) mencari asam nukleat dari virus, menggunakan teknik yang disebut reaksi rantai polimerase (PCR). Tes ketiga (deteksi antigen) mencari antigen dari virus. Tes lainnya mencari beberapa antibodi di dalam darah yang dibuat oleh tubuh untuk memerangi virus dengue.

[26] [31] Tes isolasi virus dan deteksi asam nukleus bekerja lebih baik daripada deteksi antigen. Namun, tes ini lebih mahal, sehingga tidak tersedia di banyak fasilitas kesehatan. [31] Apabila dengue masih dalam tahap awal penyakit, semua hasil tes mungkin negatif (berarti bahwa hasil tes tersebut tidak menunjukkan bahwa pasien menderita penyakit tersebut). [11] [26] Kecuali tes antibodi, tes laboratorium hanya dapat mendiagnosis demam cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah selama fase akut (awal) dari penyakit tersebut.

Namun, tes antibodi dapat memastikan bahwa orang tersebut menderita dengue dalam fase berikutnya dari infeksti tersebut. Tubuh membuat antibodi yang secara khusus memerangi virus dengue setelah 5 hingga 7 hari.

[13] [26] [32] Pencegahan [ sunting - sunting sumber ] Terdapat dua vaksin yang telah disetujui sebagai vaksin untuk mencegah manusia agar tidak terserang virus dengue.

[7] Untuk mencegah infeksi, World Health Organization (WHO) menyarankan pengendalian populasi nyamuk dan melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk. [19] [33] [ dated info] WHO menganjurkan program untuk mencegah dengue (disebut program "Integrated Vector Control") yang mencakup lima bagian yang berbeda: • Advokasi, menggerakkan masyarakat, dan legislasi (undang-undang) harus digunakan agar organisasi kesehatan masyarakat dan masyarakat menjadi lebih kuat. • Semua bagian masyarakat harus bekerja bersama.

Ini termasuk sektor umum (seperti pemerintah), sektor swasta (seperti bisnis perusahaan), dan bidang perawatan kesehatan. • Semua cara untuk mengendalikan penyakit harus harus terintegrasi (atau dikumpulkan), sehingga sumber daya yang tersedia dapat memberikan hasil yang paling besar. • Keputusan harus dibuat berdasarkan pada bukti. Ini akan membantu memastikan bahwa intervensi (tindakan yang dilakukan untuk mengatasi dengue) berguna.

• Wilayah di mana dengue menjadi masalah harus diberi bantuan, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk merespon dengan baik penyakit dengan usaha mereka sendiri.

[19] WHO juga menyarankan beberapa tindakan khusus untuk mengendalikan dan menghindarkan gigitan nyamuk. Cara terbaik untuk mengendalikan nyamuk “Aedes aegypti” adalah dengan menyingkirkan habitatnya.

[19] Masyarakat harus mengosongkan wadah air yang terbuka (sehingga nyamuk tidak dapat bertelur di dalam wadah-wadah terbuka tersebut). Insektisida atau agen-agen pengendali biologi juga dapat digunakan untuk mengendalikan nyamuk di wilayah-wilayah ini. [19] Para ilmuwan berpendapat bahwa menyemprotkan insektisida organofosfat atau piretroid tidak membantu.

[9] Air diam (tidak mengalir) harus dibuang karena air tersebut menarik nyamuk, dan juga karena manusia dapat terkena masalah kesehatan jika insektisida menggenang di dalam air diam. [19] Untuk mencegah gigitan nyamuk, orang-orang dapat memakai pakaian yang menutup kulit mereka sepenuhnya. Mereka juga dapat menggunakan anti nyamuk (seperti semprotan nyamuk), yang membantu menjauhkan nyamuk.

(DEET paling ampuh.) Orang-orang juga dapat menggunakan kelambu saat beristirahat. [20] Manajemen [ sunting - sunting sumber ] Tidak ada perawatan cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah untuk demam dengue. [7] Orang yang berbeda memerlukan perawatan yang berbeda pula, bergantung pada gejala mereka. Sebagian dari mereka dapat membaik hanya dengan meminum banyak cairan di rumah, kemudian profesional pelayanan kesehatan akan memastikan keadaan kesehatan mereka telah membaik.

Sedangkan sebagian orang memerlukan cairan infus dan transfusi darah. [34] Profesional pelayanan kesehatan dapat menentukan untuk merujuk pasien ke rumah sakit jika pasien mengalami tanda-tanda peringatan serius, khususnya jika pasien tersebut telah mengalami kondisi kesehatan kronis. [11] Apabila orang-orang yang terinfeksi memerlukan cairan melalui infus, mereka biasanya memerlukan infus hanya selama satu atau dua hari.

[34] Profesional pelayanan kesehatan akan meningkatkan jumlah cairan yang diberikan sehingga pasien tersebut memberikan volume tertentu urin (0,5–1 ml/kg/jam). Cairan infus juga ditambah hingga hematokrit (jumlah iron di dalam darah) pasien dan tanda-tanda vital pasien kembali normal. [11] Karena risiko perdarahan, profesional pelayanan kesehatan mencoba untuk tidak menggunakan prosedur medis invasif seperti intubasi nasogastrik (memasukkan tube melalui hidung pasien ke dalam perut), injeksi intramuskular (menyuntikkan obat ke dalam otot), dan suntikan arteri (memasukkan jarum ke dalam arteri).

[11] Asetaminofen (Tylenol) dapat diberikan untuk demam dan nyeri. Jenis obat anti-peradangan yang dinamakan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS atau NSAID) (seperti ibuprofen dan aspirin) tidak boleh digunakan karena obat tersebut dapat memperbesar risiko perdarahan. [34] Transfusi darah harus dimulai lebih awal jika tanda-tanda vital pasien berubah atau tidak normal, dan jika jumlah sel darah merahnya menurun.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah Jika transfusi diperlukan, pasien harus diberi darah utuh (darah yang belum dipisah-pisahkan) atau dikemas dalam kantung cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah dalam bentuk sel darah merah. Platelet (dipisahkan dari darah utuh) dan plasma segar yang dibekukan biasanya tidak dianjurkan. [35] Jika seorang pasien dalam masa pemulihan dari dengue, dia biasanya tidak akan diberi cairan infus lagi sehingga pasien tidak mengalami kelebihan cairan.

[11] Jika kelebihan cairan terjadi, namun tanda-tanda vitalnya masih stabil (tidak berubah), maka ini menjadi alasan yang cukup untuk menghentikan pemberian cairan. [35] Jika pasien tidak lagi berada dalam masa kritis, pasien bisa diberikan diuretik furosemide (Lasix).

Ini dapat membantu mengeluarkan cairan berlebih dari sirkulasi darah pasien. [35] Kemungkinan [ sunting - sunting sumber ] Sebagian besar orang yang terkena dengue pulih dan baik-baik saja. [29] Tanpa pengobatan, 1 hingga 5% dari orang yang terinfeksi (1 hingga 5 dari 100 orang) meninggal karena dengue.

[11] Dengan perawatan yang baik, kurang dari 1% meninggal. [29] Namun, pada orang dengan dengue parah 26% meninggal (26 dari 100). [11] Dengue banyak terjadi di lebih dari 110 negara. [11] Setiap tahun, dengue menginfeksi 50 hingga 100 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini juga menyebabkan setengah juta perawatan di rumah sakit [7] dan sekira 12.500 hingga 25.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

[12] [36] Dengue adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus dan paling banyak terjadi yang disebarkan oleh arthropod. [18] Dengue diperkirakan telah menjadi beban penyakit dari sekira 1600 tahun hidup tuna upaya (DALYS) per juta populasi. Ini berarti bahwa dalam setiap satu juta orang, dengue menyebabkan hilangnya kehidupan sekira 1600 tahun. Ini kira-kira sama dengan beban penyakit seperti penyakit anak-anak dan penyakit tropis.

Ini sama dengan yang diakibatkan oleh penyakit pada anak-anak dan penyakit tropis lain. [26] Dengue dianggap sebagai penyakit terpenting kedua, setelah malaria. [11] World Health Organization juga mengakui dengue sebagai satu dari penyakit tropis terabaikan (berarti bahwa dengue tidak ditangani secara cukup serius sebagaimana mestinya). [37] Dengue semakin merajalela di seluruh dunia. Pada 2010, dengue 30 kali lebih umum daripada pada 1960. [38] Beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab peningkatan dengue.

Lebih banyak pasien yang terdampak tinggal di kota besar. Populasi dunia (jumlah manusia di dunia) semakin besar.

Lebih banyak orang yang cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah secara internasional (dari satu negara ke negara lainnya). Pemanasan global juga dianggap telah berperan dalam peningkatan dengue tersebut. [7] Dengue paling sering terjadi di sekitar ekuator.

2,5 miliar penduduk tinggal di wilayah di mana dengue terjadi. 70% dari populasi ini tinggal di Asia dan wilayah Pasifik. [38] Di Amerika Serikat, 2,9% hingga 8% dari penduduknya yang baru kembali dari wilayah di mana cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah terjadi, kemudian mereka mengalami demam, terinfeksi ketika sedang melancong. [20] Pada kelompok ini, dengue merupakan infeksi kedua yang paling banyak terdiagnosis, setelah after malaria.

[13] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Dengue pertama kali ditulis bertahun-tahun yang lalu. Ensiklopedia medis China dari Dinasti Jin (yang berjaya dari 265 hingga 420 AD) menceritakan tentang seorang yang mungkin mengalami dengue. Buku tersebut menceritakan tentang “racun air” yang berhubungan dengan serangga yang terbang. [39] [40] Terdapat juga catatan tertulis dari abad ke-17 (1600-an) tentang apa yang mungkin menjadi epidemik dengue (yakni ketika penyakit menyebar dengan sangat cepat dalam waktu singkat).

Laporan-laporan yang paling awal tentang kemugkinan epidemik dengue adalah dari tahun 1779 dan 1780. Laporan ini bercerita tentang epidemik yang menyapu Asia, Afrika, dan Amerika Utara. [40] Sejak saat itu hingga 1940, tidak banyak lagi epidemik.

[40] Pada 1906, para ilmuwan membuktikan bahwa manusia terkena infeksi dari nyamuk Aedes. Pada 1907, para ilmuwan menunjukkan bahwa viruslah yang menyebabkan dengue. Ini adalah penyakit kedua yang ditunjukkan sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus.

(Sebelumnya para ilmuwan telah membuktikan bahwa viruslah yang menyebabkan sakit kuning.) [41] John Burton Cleland dan Joseph Franklin Siler terus meneliti virus dengue, dan mengetahui cara dasar virus menyebar. [41] Dengue mulai menyebar dengan jauh lebih cepat selama dan setelah Perang Dunia Kedua. Ini diperkirakan karena perang tersebut mengubah lingkungan dengan cara berbeda.

Jenis dengue berbeda juga menyebar ke wilayah baru.Untuk pertama kalinya, manusia mulai mengalami demam berdarah dengue. Bentuk penyakit yang parah ini pertama kali dilaporkan di Filipina pada 1953. Pada 1970-an, demam berdarah dengue telah menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Penyakit tersebut juga mulai terjadi di wilayah Pasifik dan Amerika.

[40] Demam berdarah dengue serta sindrom renjat dengue pertama kali dilaporkan di Amerika Tengah dan Selatan pada 1981. Pada saat itu, profesional pelayanan kesehatan mengetahui bahwa orang yang terkena virus dengue jenis 1 terkena dengue tipe 2 beberapa tahun kemudian. [17] Sejarah di Dunia [ sunting - sunting sumber ] Tidak ada kejelasan dari bahasa apa kata "dengue" berasal. Beberapa orang berpendapat bahwa kata tersebut dari frasa Ka-dinga pepo Swahili. Frasa ini menceritakan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh arwah jahat.

[39] Kata Swahili dinga diperkirakan berasal dari kata dengue Spanyol. Kata ini berarti "berhati-hati". Kata itu mungkin sebelumnya digunakan untuk menggambarkan orang yang menderita nyeri tulang akibar demam dengue; nyeri itu akan menyebabkan penderita berjalan dengan hati-hati. [42] Namun, kemungkinan juga kata dalam bahasa Spanyol tersebut berasal dari kata dalam bahasa Swahili, dan bukan sebaliknya.

[39] Orang-orang lain berpendapat bahwa nama "dengue" berasal dari West Indies. Di West Indies, budak yang mengalami dengue disebut-sebut bahwa mereka berdiri dan berjalan seperti seorang yang "flamboyan". Oleh karenanya, penyakit tersebut juga disebut sebagai "demam flamboyan." [43] [44] Istilah "breakbone fever" pertama kali digunakan oleh Benjamin Rush, seorang dokter dan merupakan Bapak Pendiri Amerika Serikat "Bapak Pendiri".

Pada 1789, Rush menggunakan istilah "breakbone fever" dalam laporan mengenai kejadian luar biasa dengue 1780 di Philadelphia. Dalam laporan tersebut, Rush lebih banyak menggunakan istilah yang lebih formal "bilious remitting fever".

[45] [46] Istilah "demam dengue" belum banyak digunakan hingga setelah 1828. [44] Sebelumnya, orang-orang menggunakan nama berbeda untuk penyakit ini. Contohnya, dengue juga disebut "breakheart fever" dan "la dengue." [44] Nama lain juga digunakan untuk dengue parah: contohnya, "infectious thrombocytopenic purpura", "Philippine," "Thai," dan "Singapore hemorrhagic fever." [44] Penelitian [ sunting - sunting sumber ] Para ilmuwan terus melakukan riset untuk cara pencegahan dan pengobatan dengue.

Orang-orang juga berupaya untuk mengendalikan nyamuk, [47] membuat vaksin, dan membuat obat-obatan untuk memerangi virus tersebut. [33] Banyak hal sederhana telah dilakukan untuk mengendalikan nyamuk. Beberapa di antaranya telah berhasil. Contohnya, guppies ( Poecilia reticulata) atau copepod dapat diletakkan di dalam air yang menggenang untuk memakan larvae (telur) nyamuknya.

[47] Para ilmuwan terus berusaha untuk menciptakan vaksin untuk melindungi manusia dari keempat jenis dengue. [33] Beberapa ilmuwan mengkhawatirkan bahwa vaksin dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit melalui antibody-dependent enhancement (ADE).

[48] Vaksin yang terbaik yang dapat digunakan biasanya memiliki beberapa kualitas berbeda. Pertama, vaksin aman. Kedua, vaksin akan bekerja setelah satu atau dua injeksi (atau suntikan). Ketiga, vaksin akan melawa semua jenis virus dengue.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Keempat, vaksin tidak akan menyebabkan ADE. Kelima, vaksin akan mudah berpindah (bergerak) dan tersimpan (tersimpan hingga diperlukan. Keenam, vaksin berbiaya rendah dan efektif (sesuai biayanya). [48] Beberapa vaksin telah diuji pada 2009. [26] [45] [48] Para ilmuwan berharap agar vaksin pertama (atau beberapa vaksin) akan tersedia secara komersial (dapat dibeli) pada 2015. [33] Para ilmuwan juga terus bekerja untuk membuat obat antivirus untuk mengobati serangan demam dengue dan mencegah agar manusia tidak terkena komplikasi parah.

[49] [50] Mereka juga berusaha untuk mengetahui bagaimana protein virus tersebut tersusun. Ini mungkin dapat membantu mereka untuk membuat obat-obatan yang bekerja efektif mengobati dengue. [50] Lihat pula cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah sunting - sunting sumber ] • Vaksin demam berdarah Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b c d e "Dengue and severe dengue Fact sheet N°117". WHO. May 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2016.

Diakses tanggal 3 February 2016. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f Kularatne SA (September 2015). "Dengue fever". BMJ. 351: h4661. doi: 10.1136/bmj.h4661. PMID 26374064. • ^ Nelson Textbook of Pediatrics: The field of pediatrics.

Elsevier Health Sciences. 2016. hlm. 1631. ISBN 9781455775668. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 September 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ (1 May 2019). First FDA-approved vaccine for the prevention of dengue disease in endemic regions. Siaran pers. Diakses pada 4 May 2019. • ^ "Dengue and severe dengue". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 February 2020. • ^ "Global, regional, and national age-sex-specific mortality for 282 causes of death in 195 countries and territories, 1980-2017: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2017".

Lancet. 392 (10159): 1736–88. November 2018. doi: 10.1016/S0140-6736(18)32203-7. PMC 6227606. PMID 30496103. • ^ a b c d e f g h i j k Whitehorn J, Farrar J (2010). "Dengue". Br. Med. Bull. 95: 161–73. doi: 10.1093/bmb/ldq019. PMID 20616106. • ^ a b c WHO (2009), pp. 14–16. • cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah a b c Reiter P (2010-03-11). "Yellow fever and dengue: a threat to Europe?". Euro Surveil. 15 (10): 19509.

PMID 20403310. • ^ Gubler (2010), p. 379. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa Ranjit S, Kissoon N (2010). "Dengue hemorrhagic fever and shock syndromes". Pediatr. Crit. Care Med. 12 (1): 90–100. doi: 10.1097/PCC.0b013e3181e911a7. PMID 20639791. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e Varatharaj A (2010). "Encephalitis in the clinical spectrum of dengue infection".

Neurol. India. 58 (4): 585–91. doi: 10.4103/0028-3886.68655. PMID 20739797.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

• ^ a b c d e f g h Chen LH, Wilson ME (2010). "Dengue and chikungunya infections in travelers". Curr. Opin. Infect. Dis. 23 (5): 438–44. doi: 10.1097/QCO.0b013e32833c1d16.

PMID 20581669. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l WHO (2009), pp. 25–27. • ^ a b Wolff K, Johnson RA (eds.) (2009). "Viral Infections of Skin and Mucosa".

Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology (edisi ke-6th). New York: McGraw-Hill Medical. hlm. 810–2. ISBN 9780071599757. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ a b Knoop KJ, Stack LB, Storrow A, Thurman RJ (eds.) (2010). "Tropical Medicine". Atlas of Emergency Medicine (edisi ke-3rd). New York: McGraw-Hill Professional. hlm. 658–9. ISBN 0071496181.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ a b c d e Gould EA, Solomon T (2008). "Pathogenic flaviviruses". The Lancet. 371 (9611): 500–9. doi: 10.1016/S0140-6736(08)60238-X. PMID 18262042. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Rodenhuis-Zybert IA, Wilschut J, Smit JM (2010).

"Dengue virus life cycle: viral and host factors modulating infectivity". Cell. Mol. Life Sci. 67 (16): 2773–86. doi: 10.1007/s00018-010-0357-z. PMID 20372965. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b c d e f WHO (2009), cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah. 59–60. • ^ a b c Center for Disease Control and Prevention. "Chapter 5 – Dengue Fever (DF) and Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)".

2010 Yellow Book. Diakses tanggal 2010-12-23. • ^ Gubler (2010), pp. 377–78. • ^ Wilder-Smith A, Chen LH, Massad E, Wilson ME (2009). "Threat of Dengue to Blood Safety in Dengue-Endemic Countries". Emerg. Infect. Dis. 15 (1): 8–11. doi: 10.3201/eid1501.071097. PMC 2660677. PMID 19116042. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Stramer SL, Hollinger FB, Katz LM; et al.

(2009). "Emerging infectious disease agents and their potential threat to transfusion safety". Transfusion. 49 Suppl 2: 1S–29S.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

doi: 10.1111/j.1537-2995.2009.02279.x. PMID 19686562. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah link) • ^ Teo D, Ng LC, Lam S (2009).

"Is dengue a threat to the blood supply?". Transfus Med. 19 (2): 66–77. doi: 10.1111/j.1365-3148.2009.00916.x. PMC 2713854. PMID 19392949. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Wiwanitkit V (2010). "Unusual mode of transmission of dengue". Journal of Infection in Developing Countries. 4 (1): 51–4. PMID 20130380. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g Guzman MG, Halstead SB, Artsob H; et al.

(2010). "Dengue: a continuing global threat". Nat. Rev. Microbiol. 8 (12 Suppl): S7–S16. doi: 10.1038/nrmicro2460. PMID 21079655. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Kartika, Dwi Yoga (2018-06-08).

"Prevalensi Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Asahan Ditinjau dari Perspektif Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2015-2016". • ^ Martina BE, Koraka P, Osterhaus AD (2009). "Dengue Virus Pathogenesis: an Integrated View". Clin. Microbiol. Rev. 22 (4): 564–81. doi: 10.1128/CMR.00035-09. PMC 2772360. PMID 19822889. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ a b c d e f g WHO (2009), pp.

10–11. • ^ a b c WHO (1997). "Chapter 2: clinical diagnosis". Dengue haemorrhagic fever: diagnosis, treatment, prevention and control (PDF) (edisi ke-2nd).

Geneva: World Health Organization. hlm. 12–23. ISBN 9241545003. • ^ a b WHO (2009), pp. 90–95. • ^ Gubler (2010), p. 380. • ^ a b c d WHO (2009) p. 137–146. • ^ a b c WHO (2009), pp. 32–37. • ^ a b c d WHO (2009), pp. 40–43. • ^ WHO media centre (March 2009).

"Dengue and dengue haemorrhagic fever". World Health Organization. Diakses tanggal 2010-12-27. • ^ Neglected Tropical Diseases. "Diseases covered by NTD Department". World Health Organization. Diakses tanggal 2010-12-27. • ^ a b WHO (2009), p. 3. • ^ a b c Anonymous (2006). "Etymologia: dengue" (PDF). Emerg. Infec. Dis. 12 (6): 893. • ^ a b c d Gubler DJ (1998). "Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever". Clin. Microbiol. Rev. 11 (3): 480–96. PMC 88892. PMID 9665979. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Henchal EA, Putnak JR (1990).

"The dengue viruses". Clin. Microbiol. Rev. 3 (4): 376–96. doi: 10.1128/CMR.3.4.376. PMC 358169. PMID 2224837. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Harper D (2001). "Etymology: dengue". Online Etymology Dictionary.

Diakses tanggal 2008-10-05. • ^ Anonymous (1998-06-15). "Definition of Dandy fever". MedicineNet.com. Diakses tanggal 2010-12-25. • ^ a b c d Halstead SB (2008). Dengue (Tropical Medicine: Science and Practice). River Edge, N.J: Imperial College Press. hlm. 1–10. ISBN 1-84816-228-6. • cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah a b Barrett AD, Stanberry LR (2009). Vaccines for biodefense and emerging and neglected diseases. San Diego: Academic.

hlm. 287–323. ISBN 0-12-369408-6. • ^ Rush AB (1789). "An account of the bilious remitting fever, as it appeared in Philadelphia in the summer and autumn of the year 1780". Medical enquiries and observations. Philadelphia: Prichard and Hall. hlm. 104–117. • ^ a b WHO (2009), p. 71. • ^ a b c Webster DP, Farrar J, Rowland-Jones S (2009).

"Progress towards a dengue vaccine". Lancet Infect Dis. 9 (11): 678–87. doi: 10.1016/S1473-3099(09)70254-3. PMID 19850226. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Sampath A, Padmanabhan R (2009). "Molecular targets for flavivirus drug discovery". Antiviral Res. 81 (1): 6–15. doi: 10.1016/j.antiviral.2008.08.004. PMC 2647018. PMID 18796313. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Noble CG, Chen YL, Dong H; et al.

(2010). "Strategies for development of Dengue virus inhibitors".

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Antiviral Res. 85 (3): 450–62. doi: 10.1016/j.antiviral.2009.12.011. PMID 20060421. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Gubler DJ (2010).

"Dengue viruses". Dalam Mahy BWJ, Van Regenmortel MHV. Desk Encyclopedia of Human and Medical Virology. Boston: Academic Press. hlm. 372–82. ISBN 0-12-375147-0. • WHO (2009). Dengue Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control (PDF). Geneva: World Health Organization. ISBN 9241547871.

cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Cari tahu mengenai Demam berdarah dengue pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku Panduan wisata di Dengue fever dari Wikivoyage Klasifikasi • MedlinePlus: 001374 • eMedicine: med/528 • Patient UK: Demam berdarah dengue • Demam berdarah dengue di Curlie (dari DMOZ) • "Dengue". WHO. Diakses tanggal 2011-06-27.

• "Dengue". U.S. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 2011-06-27. • "Dengue fever". UK Health Protection Agency. Diakses tanggal 2011-06-27. • "DengueMap". U.S. Centers for Disease Control and Prevention/ HealthMap. Diakses tanggal 2011-06-27. Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al.

yang eksplisit • Artikel dengan parameter tanggal yang tidak valid pada templat • Artikel berpranala Curlie • Halaman ini terakhir diubah pada 2 Desember 2021, pukul 22.46.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Ruam kulit adalah perubahan pada kulit berupa bercak kemerahan, bintil, atau luka lepuh akibat iritasi atau peradangan.

Area kulit yang mengalami ruam juga bisa terasa gatal atau seperti terbakar. Ruam kulit dapat disebabkan oleh gigitan serangga, penyakit, reaksi alergi, atau efek samping obat dan produk perawatan kulit.

Ruam kulit ada yang muncul tiba-tiba, ada juga yang muncul bertahap dalam beberapa hari. Kebanyakan jenis ruam kulit hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

Namun, ada juga jenis ruam kulit yang membutuhkan penanganan intensif untuk benar-benar hilang. Jenis Ruam Kulit Ruam kulit memiliki karakteristik yang beragam, tergantung pada penyebab ruam kulit tersebut. Di bawah ini adalah sejumlah penyakit penyebab ruam kulit yang sering terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, berikut karakteristiknya masing-masing.

Ruam kulit pada orang dewasa Beberapa cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah pada orang dewasa yang menimbulkan gejala berupa ruam kulit adalah: 1. Herpes zoster Herpes zoster (cacar api atau cacar ular) adalah penyakit kulit akibat infeksi virus. Ruam herpes zoster menimbulkan rasa nyeri, perih, gatal, atau kesemutan.

Ruam cenderung hanya muncul di salah satu sisi tubuh dengan pola yang terlihat segaris. Ruam pada herpes zoster atau herpes kulit berupa bintil merah yang berisi cairan. Seiring waktu, bintil akan berkembang menjadi luka lepuh yang mudah pecah dan meninggalkan luka berkerak di permukaan kulit.

2. Herpes genital (herpes simplex) Herpes simplex adalah infeksi menular yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui vagina (vaginal), mulut (oral), maupun dubur (anal). Ruam pada herpes simplex muncul di mulut atau area selangkangan. Ruam yang muncul berupa luka lepuh yang mudah pecah dan menyisakan koreng. 3. Kurap Kurap adalah infeksi jamur di kulityang menimbulkan ruam di kulit tubuh, kulit kepala, selangkangan, atau kuku. Ruam kurap berbentuk cincin yang tebal di bagian tepi dan bersisik di tengahnya.

Ruam bisa terasa gatal atau perih, serta menyebabkan kulit melepuh atau mengelupas. Ruam kurap juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain. 4. Dermatitis kontak Dermatitis kontak adalah peradangan di kulit akibat paparan zat pemicu alergi (alergen) atau zat yang mengiritasi (iritan), misalnya debu, polusi, atau produk kosmetik.

Ruam dermatitis kontak terasa kasar dan gatal bila disentuh. Ruam juga bisa menggelembung dan mengeluarkan nanah bila pecah sehingga meninggalkan bekas luka seperti kerak. Ruam dermatitis kontak muncul beberapa menit atau jam setelah kulit terpapar alergen atau zat iritan.

Biasanya, ruam ini bertahan selama 2 minggu sampai 1 bulan. Ruam kulit pada anak-anak Berikut ini adalah beberapa contoh ruam kulit yang sering terjadi pada anak-anak: 1. Ruam popok Ruam popok adalah iritasi atau peradangan di kulit bokong paha dan selangkangan, akibat terlalu lama menggunakan popok. Ruam popok ditandai dengan kulit yang tampak kemerahan dan hangat bila disentuh.

Ruam popok dapat disertai bintil merah, serta kulit bersisik dan mengelupas. Jika ruam popok terinfeksi, ruam bisa berkembang menjadi luka lepuh atau benjolan berisi nanah yang mudah pecah. 2. Campak Campak adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Penderita campak awalnya akan mengalami gejala demam, pilek, dan mata merah terlebih dahulu. Ruam campak biasanya akan muncul 3-5 hari setelah gejala awal dengan bentuk berupa bintik merah kecil yang timbul di wajah atau garis rambut.

Ruam ini kemudian menyatu membentuk ruam besar dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada sebagian penderita, ruam campak bisa terasa gatal. Selain campak, anak-anak juga rentan terhadap penyakit infeksi virus lainnya yang menyebabkan gejala ruam dan demam, misalnya rubella serta roseola infantum. 3. Cacar air Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster.

Cacar air ditandai dengan ruam merah menonjol yang umumnya muncul di dada, wajah, atau leher, lalu menyebar ke cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah tubuh. Seiring waktu, ruam yang gatal ini berkembang menjadi luka lepuh berisi cairan yang mudah pecah. Bekas luka lepuh tadi kemudian menjadi koreng yang akan sembuh dalam beberapa hari.

4. Flu Singapura Flu Singapura atau hand-foot-and-mouth disease adalah infeksi virus yang menular pada anak-anak. Ruam pada flu Singapura umumnya berupa bercak merah yang rata, terkadang disertai luka lepuh yang berisi cairan. Ruam ini muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan di dalam mulut. Kapan Harus ke Dokter Kebanyakan ruam kulit tidak berbahaya. Meski begitu, beberapa ruam kulit dapat menjadi tanda dari penyakit serius. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter bila muncul ruam di kulit Anda, terutama bila Anda ragu apa penyebabnya.

Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi atau penularan. Pemeriksaan harus segera dilakukan apabila: • Ruam muncul mendadak dan menyebar dengan cepat • Ruam kulit muncul di seluruh bagian tubuh • Ruam berkembang menjadi luka lepuh atau luka terbuka • Ruam kulit disertai demam • Muncul tanda infeksi pada ruam, seperti nyeri, membengkak, atau mengeluarkan cairan kuning kehijauan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab ruam kulit sangat bervariasi, begitu juga dengan komplikasi yang dapat menyertainya.

Metode pengobatan dan pencegahannya juga tergantung pada jenis ruam kulit itu sendiri. Sebagai contoh, jika ruam kulit yang muncul terasa gatal, Anda bisa menggunakan obat gatal. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika timbul ruam di kulit, apalagi bila muncul gejala-gejala yang harus diwaspadai. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat, sesuai jenis ruam kulit yang dialami.
Dewasa ini, banyak banget orang yang nggak suka berbicara tentang resiko seks dan cuma ingin 'enak' aja.

Padahal mengetahui resikonya penting sekali, lho. Kalau kamu sudah berpasangan dan ingin memiliki kehidupan bercinta yang sehat serta aman, kamu harus tahu beberapa fakta tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) nih!

Simak sampai akhir, ya! classmonline.com Di Indonesia sendiri, sampai saat ini tercatat hampir 200 ribu orang telah menderita HIV/AIDS. Di AS, lebih dari 65 juta orang saat ini memiliki PMS. Beberapa orang tidak pernah memeriksakan ke dokter mereka untuk dirawat ataupun mengalami gejala.

Bahkan banyak yang tidak tahu mereka mengidap PMS. ilustrasi HIV (newsroom.uw.edu) IMS dan PMS adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian. IMS adalah klasifikasi penyakit menular yang tidak seserius PMS. Para ahli medis lebih memilih IMS, sebab infeksi tidak selalu berubah menjadi penyakit. IMS juga seringkali bisa disembuhkan sebelum berkembang lebih jauh. ilustrasi penyakit menular seksual (commons.wikimedia.org/manu5) Salah! Penyakit itu bisa menular dari vagina, anal atau hanya seks oral sekalipun.

Siapapun bisa mendapatkan PMS, bahkan cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah yang cuma memiliki kontak kulit ke kulit dengan satu pasangan. Ada baiknya memang untuk tidak bergonta-ganti pasangan. Selain itu, dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan diri agar tidak tertular maupun menularkan PMS. Hellosehat. com Banyak IMS yang nggak punya gejala. Yang paling umum adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bahkan IMS dengan kutil atau luka bisa menyebar tanpa tanda-tanda jelas. Jika sudah merasakan ada yang aneh pada diri kamu, khususnya pada organ itim, baiknya kamu langsung konsultasikan hal tersebut ke dokter.

Ini dilakukan agar infeksi tersebut tidak tambah parah. Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks • 7 Penyebab Gairah Seksual Pria Meningkat Tiba-tiba, Apa Saja? • [QUIZ] Ketahui Kepribadianmu Berdasarkan Sumber Protein yang Kamu Pilih • Studi: Bakteri dalam Urine Bisa Jadi Indikator Kanker Prostat Baca Juga: 5 Penyebab Pasangan Gemar Melakukan Seks Anal, Jangan Diikuti!

ilustrasi keputihan berlebihan (flickr.com/Hit Article) Kamu harus tahu, kalau keputihan belum tentu karena jamur. Keputihan bisa saja karena infeksi dalam vagina karena bakteri atau hal lainnya. Kalau kamu nggak yakin apa penyebabnya, sebaiknya cepat diperiksakan daripada salah mengobati.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan? kompas.com Kondom yang terbuat dari kulit domba, alternatif lateks itu berpori. Artinya, sel-sel yang terinfeksi dapat berpindah melaluinya. Cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah jadi juga IMS menular melalui kontak kulit dengan kulit, sehingga kondom nggak bisa menyelamatkanmu. Sebelum menggunakan kondom, sebaiknya mencari tahu dulu kelebihan dan kekurangan kondom sebelum menggunakannya. Pilihlah kondom yang aman dan tentunya nyaman untuk digunakan.

google Kamu harus berbicara dengan pasanganmu terkait status penyakit yang kamu idap, dan status cara mencegah penyakit menular melalui kulit adalah seksual mereka. Selain itu kalian juga bisa sama-sama mempelajari tentang pilihan perlindungan dari penyebaran infeksi. Dengan komunikasi yang baik, penularan penyakit seksual ini bisa di minimalisir. Selain itu, tidak akan terjadi perdebatan panjang antara kamu dan pasanganmu. Baca Juga: Tips Berhubungan Seks yang Aman setelah Serangan Jantung Nah, sudah tahu fakta tentang penyakit menular seksual?

Jangan lupa untuk secara rutin memeriksakan organ intim kalian, ya. Terlebih lagi bagi kamu yang aktif secara seksual. Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic? Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan

HIV MENULAR TIDAK HANYA MELALUI DARAH ??? - MITOS VS FAKTA




2022 www.videocon.com