Pengertian mediasi

pengertian mediasi

MENU • Home • Agama • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Sejarah • Bahasa • Bahasa Indonesia • Bahasa Inggris • Strata 1 • Akuntansi • Hukum • Kesenian • Metopen • Bisnis • Manajemen • Teori Pembelajaran • Sistem Informasi • Matematika • Pkn • Komputer • Other • Kesehatan • Teknologi • Tutorial • Mediasi adalah : Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, Jenis, Tahapannya – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Mediasi.

Yang meliputi pengertian, dasar hukum, tujuan, jenis dan tahapan dalam mediasi dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan pengertian mediasi ini dengan seksama. • Mediasi adalah : Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, Jenis, Tahapannya • Pengertian Mediasi • Dasar Hukum Mediasi • Tujuan Mediasi • Jenis-Jenis Mediasi • Mediasi dalam Sistem Peradilan • Mediasi di Luar Pengadilan • Mediasi Arbitase • Tahapan Mediasi • Kelebihan dan Kekurangan Mediasi • Share this: pengertian mediasi Related posts: Mediasi adalah : Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, Jenis, Tahapannya Mari kita bahas pengertiannya terlebih dahulu dengan seksama.

pengertian mediasi

Pengertian Mediasi Mediasi secara bahasa/etimologi bersumber dari bahasa Latin “Mediare” yang mempunyai arti berada di tengah dan istilah mediasi jika dalam bahasa Inggris adalah “mediation” yang memiliki arti penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan pihak ketiga sebagai penengah atau penyelesaian sengketa penengah.

Kemudian jika melihat dari terminologinya, mediasi merupakan peran yang ditunjukkan pihak ketiga sebagai mediator dalam melakukan tugas demi menjadi penengah dan melakukan penyelesaian suatu konflik atau sengketa antara pihak yang terlibat.

Definisi lain dari mediasi adalah usaha untuk menyelesaikan konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, tidak mempunyai wewenang mengambil keputusan yang berusaha memihak pada yang bersengketa meraih penyelesaian (Solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak. Dasar Hukum Mediasi Hukum yang mendasari mediasi adalah Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 Pengertian mediasi Arbritase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa: Perma No.

1 Tahun 2008; Pasal 1 Peraturan BMAI (Badan Mediasi Asuransi Indonesia); Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2008 tentang Mediasi; Pancasila; Undang-Undang Dasar 1945; Undang-Undang No. 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman; dan lain sebagainya. Tujuan Mediasi Dalam mediasi terdapat tujuan yang hendak dicapai ataupun manfaatnya, berikut selengkapnya: • Menemukan jalan keluar dan pembaruan perasaan • Menghilangkan kesalahpahaman • Menentukan kepentingan yang pokok • Menemukan bidang yang bisa saja memperoleh persetujuan dan menyatukan bidang tersebut menjadi suatu penyelesaian yang dibuat sendiri oleh para pihak.

Jenis-Jenis Mediasi Pada umumnya, terdapat dua jenis mediasi yakni dalam sistem peradilan dan mediasi di luar pengeadilan. Dibawah ini adalah penjelasan lengkap tentang jenis mediasi: Mediasi dalam Sistem Peradilan Pasal 130 HIR menerangkan bahwa mediasi dalam sistem peradilan akan menghasilkan produk dalam bentuk akta persetujuan damai atau akta perdamaian secara tertulis.

Dalam PERMA No. 1 Tahun 2008 dijelaskan bahwa: Apabila mediasi bersujung hasil yang sepakat, para pihak dengan bantuan mediator wajib merumuskan secara tertulis kesepakatan yang dicarai dan ditandatangani oleh masing-masing pihak. Kesepakatan tersebut bersiwafat wajib dibuat klausul-klausul pencabutan perkara atau yang menyatakan perkara sudah selesai (Pasal 17 ayat (1) dan (6) Mediasi di Luar Pengadilan Mediasi ini yaitu bagian dari adat istiadat ataupun budaya daerah tertentu dengan penyebutan dan tata cara pelaksanaan yang berbeda dengan ketentuan budaya dan perilaku masyarakat.

Sampai saat ini cenderung memilih seperti itu. Mediasi Arbitase Dalam pasal 6 ayat 4 UU No. 30 Tahun 1999 mengenai Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, medias ad hoc yang terdapat suatu kesepakatan masing-masing pihak menentukan mediator penyelesaian perselisihan, yang mempunyai sifat tidak permanen atau sementara. Sedangkan mediasi kelembagaan merupakan mediasi yang sifatnya permanen atau melembaga yang mana lembaga mediasi memberikan jasa mediator untuk membantu para pihak.

Filsuf Skolastik menyatakan, jenis mediasi antara lain sebagai berikut: • Medium Quod Medium quod ialah sesuatu yang sendiri diketahui dan dalam mengetahui sesuati itu, sesuatu yang lain yang diketahui. Contoh premisnya dalam silogisme. Pengetahuan mengenai premis membawa kita kepada pengetahuan tentang kesimpulan. • Medium Quo Medium quo adalah sesuau yang sendiri tidak disadari namun bisa diketahui dengan cara sesuatu yang lain.

Contohnya adalah lensa kacamata yang kita pakai, kita melihat benda-benda di sekitar kita tetapi kacamata itu sendiri tidak secara langsung kita sadari. • Medium in Quo Medium in quo ialah sesuatu yang tidak secara langsung dan yang didalamnya terdapat sesuatu yang lain. Contohnya adalah kaca spion mobil, supir mobil yang melihat kendaraan di belakang dan hal lain yang terlihat disekitarnya dalam kaca spion sendri tidak secara langsung ia sadari.

Tahapan Mediasi Tahapan mediasi yang harus dilakukan antara lain: Mendefinisikan permasalahan, seperti: • Mengawali proses mediasi • Mengungkap keperluan tersembunyi • Merumuskan masalah dan menyusun agenda Memecahkan Permasalahan, misalnya: • Melakukan pengembangan pilihan (options) • Melakukan analisis pilihan • Melakukan proses tawar menawar akhir • Mencapai kesepakatan Kelebihan dan Kekurangan Mediasi Kelebihan Mediasi, antara lain: • Proses yang cepat • Memiliki pengertian mediasi rahasia • Tidak mahal • Adil • Memberdayakan individu • Keputusan yang hemat • Keputusan yang bersifat tanpa mengenal waktu Kekurangan Mediasn antara lain: • Sifatnya tidak memaksa • Mediator kurang terjamin • Bersiko gagal Demikianlah telah dijelaskan tentang Mediasi adalah : Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, Jenis, Tahapannya, semoga dapat menambah wawasan pengertian mediasi pengetahuan kalian.

Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya. Related posts: • Pengertian Urbanisasi dan Faktor Pendorongnya (Bahas Lengkap) • Pengertian Konflik dan Macam-macam Konflik (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Identitas Nasional dan Unsurnya (Pembahasan Lengkap) Posted in Pkn Tagged ciri ciri mediasi, contoh penyelesaian konflik melalui mediasi, mediasi adalah, pengertian arbitrase, pengertian mediasi, pengertian mediasi dalam penyelesaian sengketa, pengertian mediasi dan contohnya, tahapan mediasi, tujuan mediasi Recent Posts • Pengertian Advertising dan Fungsi Advertising (Lengkap) • Pengertian Transportasi, Fungsi dan Manfaatnya (Bahas Lengkap) • Pengertian Kurs dan Macam-macam Kurs (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Workshop Beserta Jenisnya (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Ekosistem Darat, Macam dan Cirinya (Terlengkap) • Pengertian Website Beserta Manfaat Dan Jenisnya Lengkap • Pengertian Konsumsi, Tujuan dan Faktornya (Pembahasan Lengkap) • Pengertian Bank Sentral, Bank Umum dan Fungsinya (Lengkap) • Pengertian Pengertian mediasi Menurut Para Ahli dan Unsurnya (Lengkap) • Pengertian PT Dengan Kelebihan Dan Kekurangannya Lengkap • Home pengertian mediasi Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » Uncategorized » Pengertian Mediasi, Tujuan, Dasar Hukum, Tahapan, Jenis, Kelebihan & Kekurangan Mediasi Para praktisi pengertian mediasi cukup banyak menerapkan mediasi dalam praktek penyelesaian sengketa.

Namun popularitas Mediasi kini, juga masih pengertian mediasi oleh sejumlah pihak dan masih menjadi sebuah fokus bahan pembelajaran. Definisi mediasi yang secara lengkap dan juga menyeleuruh karena cakupnnya yang cukup luas memberikan kesulitan dalam menentukan model yang dapat mudah diuraikan secara terperinci dan perbedaan proses pengambilan keputusan lainnya. Secara etimologi, pengertian mediasi berasal dari bahasa latin, mediare yang memiliki pengertian yakni “berada di tengah” dan istilah mediasi dalam bahasa Inggris yakni “mediation” yang memiliki pengertian bahwa mediasi adalah penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga sebagai penengah atau penyelesaian sengketa penengah.

Selain itu, “berada di tengah: juga memiliki makna bahwa mediator berada pada posisi yang netral atau tidak memihak sehingga dalam penyelesaian sengketa dapat menjaga kepentingan para pihak yang bersengketa atau konflik secara adil dan sama, yang bertujuan menumbuhkan kepercayaan (trust) dari pihak yang bersengketa.

Ditengah konflik yang marak terjadi di sekitar kita, terlebih lagi di Indonesia. Proses mediasi merupakan hal yang utama pengertian mediasi pertama kali didahulukan. Mediasi ini juga tidaklah semudah yang ktia bayangkan. Terdapat berbagai hal penting didalamnya sehingga para ahli juga ikut memberikan gagasan, teori, dan pendapatnya terhadap urgensi atau pentingnya pengertian mediasi tersebut.

Sumbangsih sederhana para ahli dalam mediasi adalah memberikan pengertian atau definisi mediasi itu sendiri. Bukan perkara mudah untuk memberikan sebuah batasan ditengah terjadinya konflik tersebut. Hal inilah yang menentukan proses ataupun tahapan mediasi hingga saat ini. Adapun definisi atau pengertian mediasi menurut para ahli tersebut antara lain: 1.

Pengertian Mediasi Menurut Collins English Dictionary and Thesaurus Menurut J. Folberg dan A. Taylor bahwa pengertian mediasi adalah “ The process by which the participant, together with the assistance of a neutral person, systematically isolate dispute in order to develop option, consider alternatif, and reach consensual settlement that will accomandate their need.” Menurut Jacqueline M, Nolan Pengertian mediasi bahwa definisi mediasi menurutnya adalah “Mediation is generally understood to be a short-term structured, task oriented, participatory intervention process.

Disputing parties work with a neutral third party, the mediator, to reach a mutually acceptable agreement.

Unlike the adjudication process, where a third party intervenor imposes a decision, nu such compulsion exists in mediation. The pengertian mediasi aids the parties in reaching a consensus.

It is the paries themselves who shape their agreement. Menurut Kamus Hukum Ekonomi ELIPS bahwa pengertian mediasi adalah salah satu dari alternatif yang bentuk penyelesaian sengketa yang berada di luar pengadilan dengan menggunkan jasa seorang mediator ataupun penengah sama misalnya konsiliasi. Mediator, penengah adalah seseorang yang menjalankan fungsi sebagai penengah terhadap pihak-pihak yang bersengketa dalam menyelesaikan sengketanya. Menurut KBBI yang memberikan definisi mediasi yang diartikan bahwa pengertian mediasi adalah proses yang mengikutsertakan pihak ketiga untuk penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat.

Mediator adalah perantara (penghubung, penengah) bagi pihak-pihak yang melakukan sengketa atau konflik. Pengertian mediasi menurut KBBI tersebut mengandung tiga unsur penting • Mediasi sebagai proses penyelesaian perselisihan atau sengketa yang ada didua pihak atau lebih. • Pihak pengertian mediasi dalam penyelesaian sengketa atau konflik adalah pihak yang tidak berada dalam sengketa tersebut.

• Pihak yang terlibat dalam penyelesaian sengketa memposisikan diri sebagai penasihat dan tidak mempunyai suatu kewenangan apapun dalam pengambilan keputusan. Selain itu, kaca mata hukum juga turut menjelaskan mediasi.

Dianggap hanya berada diluar pengadilan, mediasi juga turut dikontrol dalam pelaksanaan, proses dan tahapan mediasi itu juga yang didasarkan dan luruskan melalui definisi atau pengertian mediasi itu sendiri melalui hukum yang telah mengatur mediasi. Adapun dasar hukum mediasi adalah sebagai berikut. • Dasar Hukum Mediasi Menurut UU No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Menurut UU No. 30 Tahun 1999, bahwa pengertian mediasi yang berbunyi dalam undang-undang tersebut adalah “Dalam hal sengketa atau beda pendapat setelah diadakan pertemuan langsung oleh para pihak (negosiasi) dalam 14 (empat belas) hari juga tidak dapat diselesaikan, maka dengan kesepakatan tertulis dari para pihak sengketa atau yang beda pendapat diselesaikan melalui bantuan seorang atau lebih penasehat ahli maupun juga melalui seorang mediator.

• Dasar Hukum Mediasi Menurut PERMA No. 1 Tahun 2008. Menurut PERMA tersebut yang juga memberikan definisi tentang mediasi dalam pasal 1 ayat 7 yang berbunyi “mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepkatan para pihak dengan dibantu oleh mediator.” • Dasar Hukum Mediasi Menurut Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI).

Pengertian mediasi BMAI dalam Pasal 1 Peraturan BMAI bahwa pengertian mediasi adalah proses penyelesaian sengketa dengan melakukan upaya musyawarah dan juga mufakat antara pemohon dan juga anggota yang diberikan fasilitas oleh mediator. • Dasar Hukum Mediasi Menurut Mahkamah Agung.

Menurut Mediasi Menurut Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2008 tentang Mediasi dimana dalam aturan tersebut menuturkan bahwa pengertian mediasi adalah salah satu alternatif penyelesaian sengketa yang terdiri atas dua jenis yakni mediasi yang berada di dalam pengadilan dan dilaur pengadilan.

Diluar pengadilan akan ditangi oleh mediator swasta, perorangan ataupun lembaga independen alternatif dalam penyelesaian sengketa yang dikenal dengan PMN atau Pusat Mediasi Nasional. • Pancasila sebagai dasar ideologi negara RI yang memiliki salah satu azas musyawarah untuk mufakat. • UUD 1945 adalah konstitusi negara Indonesia yang menjelaskan azas musyawarah untuk mufaat yang menjiwai pasal-pasal didalamnya.

• UUD No. 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. UU tersebut yang telah menjadi UU No. 4 Tahun 2004 dalam pasal 3 bahwa “Penyelesaian perkara diluar pengadilan, atas dasar perdamaian atau melalui wasit tetap diperbolehkan”. Selain itu juga dijelaskan dalam pasal 2 ayat 4 bahwa Ketentuan ayat 1 tidak menutup kemungkinan untuk usaha penyelesaian perkara perdata secara perdamaian”. • Secara Administrative Type ADR telah diatur dalam berbagai undang-undang seperti UU No.

30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa; UU No. 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi; UU No. 30 tahun 2000 tentang rahasia dagang; UU No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri; UU No.

14 tahun 2001 Tentang Patent; UU No. 15 tahun 2001 Tentang Merk; UU No. 22 tahun 1957 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan; UU No. 12 tahun 1964 tentang Pemutusan Hubungan Kerja Perusahaan Swasta; UU No.

8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen; UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; dan PP No. 54 tahun 2000 tentang Lembaga Penyedia Jasa Pelayanan Sengketa Lingkungan Hidup diluar Pengadilan; PP No. 29 tahun 2000 tentang Mediasi Penyelesaian Sengketa Jasa Konstruksi; UU No.

13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Selain dasar hukum diatas juga sejak dulu terdapat hukum positif yang telah mengenal adanya penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang mana diatur dalam: • Penjelasan pasal 3 ayat 1 UU No.

14 tahun 1970; “ Semua peradilan di seluruh wilayah RI adalah peradilan negara dan ditetapkan dengan Undang-undang.” Pasal yang mengandung makna bahwa di samping peradilan negara, tidak diperkenankan terdapat peradilan yang dilakukan yang bukan Pengertian mediasi Peradilan Negara. Penyelesaian perkara di luar pengadilan atas dasar perdamaian atau melalui wasit tetap diperbolehkan.

pengertian mediasi

• Pasal 1851 KUH Perdata. Dalam pasal tersebut menyatakan bahwa “ Perdamaian adalah suatu perjanjian dengan mana kedua belah pihak dengan menyerahkan, menjanjikan atau menahan suatu barang, mengakhiri suatu perkara yang sedang bergantung ataupun mencegah timbulnya suatu perkara. Persetujuan ini tidaklah sah, melainkan dibuat secara tertulis. 1. Dasar Hukum Mediasi dalam Islam pada QS. Al Hujurat 9-10 “Jika ada dua golongan dari orang mukmin berperang, maka damaikanlah diantara keduanya.

Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah, maka damikanlah antara keduanya dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara karea itu damaikanlah di antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kami mendapat rahmat. “ Ayat demikian merupakan legitimasi bagi yang melakukan kekerasan dan menyangkal.

Hingga misi Islam dalam ayat ini adalah menghindari agresi, dan setiap muslim wajib menyelesaikan konflik secara damai. Mereka mesti melakukan rekonsiliasi dengan setiap pihak, karena rekonsiliasi/perdamaian atau pemufakatan merupakan jalan yang terbaik dalam penyelesaian konflik. 2. Dasar Hukum Mediasi dalam Islam pada QS. An-Nisa’ ayat 114 “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari pengertian mediasi menyuruh memberi sedekah, atau berbuat makruf atau mengadakan perdamaian diantara kamu (manusia).

Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari kerdihoan Allah kelak kami memberinya pahala yang besar.” 3. Dasar Hukum Mediasi pengertian mediasi Islam pada QS. An-Nisa’:35 “Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan.

Jika kedua pengertian mediasi hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, nicaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu.

pengertian mediasi

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Secara historis, penyelesaian sengketa dengan melakukan cara mediasi telah lama dikonsepkan dan diprakteknya dalam hukum Islam. Mediasi bukanlah istilah baru dalam Islam yang disebut dengan “Tahkim”. Praktek penyelesaian sengketa melalui mediasi (tahkim). Singkatnya Islam menghindari agresi dan juga tindakan kekerasan dilakukan suatu penyelesaian sengketa.

Terdapat lagi beberapa ayat dalam Islam yang menjadi dasar hukum Islam penyelesaian suatu sengketa pengertian mediasi konflik. Islam menawarkan pendekatan yang damai dan juga non kekerasan, melalui identifikasi sejumlah pengertian mediasi dan juga mencari akar dari penyebab terjadinya konflik.

Ciri-Ciri Proses Mediasi Ciri-ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau konsensus. Sesuai dengan hakikat perundingan atau musyawarah atau konsensus maka tidak boleh ada paksaan untuk menerima atau menolak sesuatu gagasan atau penyelesaian selama pengertian mediasi mediasi berlangsung.

Segala sesuatu harus memperoleh persetujuan dari berbagai pengertian mediasi. • Adanya pihak ketiga yang netral dan Imparsial. Pengertian mediasi dalam hal ini bahwa tidak terlibat ataupun tidak terikat dengan masalah yang dipertikaikan.

Netral dan imparsial dalam arti juga tidak meihak dan tak bias. • Dalam kasus yang bersifat individual, harusnya pihak yang bertikai memilih mediator, akan tetapi juga mediator yang menawarkan diri, namun bagi pihak yang bertikai harus setuju terhadap tawaran itu. Pihak ketigalah yang harusnya diterima di kedua belah pihak. • Penyelesaian dibuat oleh pihak yang bertikai, dan juga harus diterima tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. • Tugas mediator khususnya adalah menjaga agar proses negosiasi berjalan dan juga tetap jala, membantu dalam memperjelas apa yang sesungguhnya menjadi masalah dan juga kepentingan dari pihak yang bertikai.

Dengan kata lain peran mediator adalah mengontrol adanya proses, sedangkan peran dari pihak yang bertikai adalah mengontrol isi dari negosiasi tersebut. Tujuan dan Manfaat Mendiasi Tahapan mediasi merupakan proses dari praktek yang harus dicermati secara seksama. Demikian adanya karena tahapan mediasi atau prosedur mediasi merupakan hal penting dalam penyelesaian suatu sengketa, pertikaian ataupun konflik.

Adapun tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut. 1. Tahap Pra Mediasi Tahap pelaksanaan pada hari sidang pertama yang telah terjadwal atau telah ditentukan itu diisi dengan kehadiran kedua belah pihak, hakim mewajibkan para pihak untuk menempuh mediasi. Tahp mediator menyusun langkah dan persiapan dan penentuan berjalannya mediasi selanjutnya dengen menentukan langkah-langkah seperti membangun kepercayaan diri, menghubungi kedua belah pihak, mencari informasi awal mediasi, fokus, mengoordinasikan pihak bertikai, waspadai terhadap perbedaan budaya, penentuan tamu undangan, penentuan tujuan waktu dan tempat.

2. Tahap Pelaksanaan Mediasi Diawali dengan pengumpulan dokumen duduk perkara dan surat yang dianggap penting dalam mediasi. Selain itu jika perlu, mediator dapat melakukan kaukus atau pertemuan antara mediator dengan salah satu pihak tanpa dihadiri oleh pihak lainnya. 3. Tahap Hasil Mediasi Tahap dimana para pihak hanyalah menjalankan hasil kesepakatan yang telah mereka tuangkan bersama dalam suatu perjanjian tertulis.

Seluruh pihak komitmen pengertian mediasi proses mediasi. Jika mencapai kesepakatan dapat meminta akta perdamaian, dan jiak tidak diberikan maka dapat pihak pengguat wajib mencabut gugatannya.

Namun jika tidak mencapai kesepakatan, maka sesuai pasal 13 ayat 3 bahwa mediator wajib menyatakan secara tertulis telah gagal dalam proses mediasi dan harus disampaikan pada hakim. Jika ini terjadi, maka hakim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai ketentuan hukum acara yang berlaku. Hakim pemeriksa perkara berwenang mendorong atau mengusahakan perdamaian hingga sebelum pengucapan keputusan. Jenis-Jenis Mediasi Secara umum, mediasi terdiri atas dua jenis yakni mediasi dalam sistem peradilan dan mediasi di luar pengadilan.

Adapun jenis-jenis mediasi lebih lengkapnya yakni: 1. Mediasi dalam Sistem Peradilan Pasal 130 HIR menjelaskan bahwa mediasi dalam sistem peradilan itu menghasilkan produk berupa akta persetujuan damai atau akta perdamaian secara tertulis. Dalam PERMA No. 1 Tahun 2008 disebutkan bahwa: jika mediasi menghasilkan kesepakatan, para pihak dengan bantuan mediator wajib merumuskan secara tertulis kesepakatan yang dicapai dan ditandatangani oleh para pihak.

Kesepakatan tersebut wajib memuat klausul-klausul pencabutan perkara atau pernyataan perkara telah selesai (Pasal 17 ayat (1) dan (6)). 2. Mediasi di Luar Pengadilan Mediasi ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mediasi ini merupakan bagian dari adat istiadat atau budaya daerah tertentu dengan penyebutan dan tata cara pelaksanaan yang berbeda sesuai budaya dan perilaku masyarakat.

Hingga saat ini cenderung masyarakat memilih demikian. 3. Mediasi-Arbitrase Mediasi-arbitrase adalah bentuk alternatif penyelesaian sengketa sebagai kombinasi mediasi dengan arbitrase. Pada jenis ini, mediator diberi kewenangan untuk memutuskan setiap isu yang tidak dapat diselesaikan oleh para pihak. 4. Mediasi Ad-Hoc dan Mediasi Kelembagaan Pasal 6 ayat 4 UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, mediasi ad-hoc yang adanya kesepakatan para pihak menentukan mediator penyelesaian perselisihan, yang sifatnya tidak permanen atau sementara.

Sedangkan mediasi kelembagaan merupakan mediasi yang memiliki sifat permanenen atau melembaga yang dimana lembaga mediasi menyediakan jasa mediator untuk membantu para pihak. Kelebihan dan Kekurangan Mediasi 1. Kelebihan Mediasi • Proses cepat pengertian mediasi Bersifat rahasia • Tidak Mahal • Adil • Pemberdayaan individu • Keputusan yang hemat • Keputusan yang berlaku tanpa mengenal waktu 2.

Kekurangan Mediasi • Tidak bersifat memaksa • Mediator kurang terjamin, • Rentang gagal Dalam Undang- Undang No. 30 Tahun 1999 yang mengatur tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa tidak memberikan pengertian yang jelas tentang berbagai bentuk penyelesaian sengketa termasuk mengenai mediasi, kecuali arbitrase. Bahkan proses atau mekanisme masing-masing bentuk lembaganya juga tidak diatur sebagian besar hanya mengatur secara lengkap tentang proses Arbitrase. Dalam Pasal 6 ayat (3) hanya menyebutkan bahwa dalam hal sengketa atau beda pendapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dapat diselesaikan, maka atas kesepakatan tertulis para pihak, pengertian mediasi atau beda pendapat diselesaikan melalui bantuan seseorang atau lebih penasehat ahli maupun melalui seorang mediator.

Pengertian mediasi intinya pasal ini memberi peluang kepada masyarakat untuk menyelesaikan sengketanya melalui mediasi. Ilustrasi: Pengertian Mediasi, Tujuan, Dasar Hukum, Tahapan, Jenis, Kelebihan & Kekurangan Mediasi – artikelsiana.com Demikianlah informasi ini. Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat menambah pengetahuan kita akan berbagai pertikaian, sengketa dan konflik yang terjadi baik pada diri kita dengan lingkungan atau dilingkungan kita agar mampu menyelesaikan hal tersebut secara bijaksana dengan sesuai prosedur hukum untuk menjadi suatu mediator atau dapat menilai mediator dalam penyelesaian pertikaian ataupun konflik.

Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Pengertian mediasi Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, pengertian mediasi Fungsi Perusahaan Manufaktur
Tidak semua permasalahan yang ada di dunia ini dapat diselesaikan dengan dua atau lebih pihak yang bertikai.

Ada kalanya Anda melibatkan pihak ketiga yang netral untuk membantu proses penyelesaian masalah secara damai atau yang dikenal dengan sebutan mediasi.

Hal ini tentunya sangat baik ketika kedua belah pihak merasa tidak lagi mampu menyelesaikan masalah karena tidak menemukan solusi tunggal yang dapat diterima oleh semua pihak. Pihak ketiga biasanya dapat memberikan upaya penyelesaian yang efektif terhadap permasalahan yang sedang terjadi. Pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai apa itu mediasi dari pengertian hingga tahapan-tahapannya.

Supaya lebih jelas, langsung simak ulasannya berikut ini.

pengertian mediasi

Apa Itu Mediasi? Pada dasarnya mediasi adalah salah satu cara yang dilakukan untuk menyelesaikan sengketa atau masalah melalui bantuan pihak ketiga/mediator guna memperoleh kesepakatan bersama. Dalam hal ini seorang mediator harus mampu mengedepankan netralitasnya dan membantu proses perundingan.

Seorang mediator dapat dikatakan memainkan peran kunci karena telah dipilih sesuai dengan kesepakatan bersama antara pihak-pihak yang bertikai.

Mediator juga tidak boleh mengambil keputusan yang sifatnya memaksa pihak-pihak tertentu. Hal ini akan mengurangi netralitas dari si mediator. Beberapa hal yang perlu dihindari dalam proses mediasi seperti pengertian mediasi seorang mediator, kemampuan mediator, hilangnya kendali oleh mediator, hingga mengabaikan emosi.

Tentunya hal-hal tersebut akan mengganggu proses penyelesaian masalah sehingga menemui jalan buntu. Baca juga: Apa Itu Resolusi Konflik? Pengertian, Tahapan, dan Skill yang Dibutuhkan Dasar Hukum Mediasi di Indonesia Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara hukum dimana memiliki berbagai aturan yang menjamin kedamaian masyarakatnya. Dasar hukum yang mengatur tentang proses penyelesaian melalui mediasi adalah Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No.

1 Tahun 2008. Pada Pasal 1 PERMA No. 1 Tahun 2008 ini terdapat beberapa poin penting seperti: • Perma adalah Peraturan Mahkamah Agung Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. • Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa pengertian mediasi menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

• Mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator.

pengertian mediasi

Meskipun secara umum aturan penyelesaian secara perantara telah diatur dalam PERMA No. 1 Tahun 2008, masih terdapat kemungkinan-kemungkinan permasalahan di bidang lainnya seperti masalah dalam perusahaan.

Biasanya permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam perusahaan seputar konflik antar karyawan, PHK, tuntutan karyawan mengenai haknya, keadilan karir, dan lain-lain. Semua itu diatur pula sesuai Undang-Undang (UU) No. 2/2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial. Seringkali berbagai permasalahan yang telah diatur dalam UU No. 2/2004 tentang Penyelesaian Hubungan Industrial diselesaikan dengan tiga cara yang salah satunya dengan mediasi.

pengertian mediasi

Oleh karena itu seringkali permasalahan dalam suatu perusahaan diselesaikan dengan cara ini. Baca juga: Konflik di Perusahaan dan Cara Menyelesaikannya Jenis Mediasi Meskipun upaya penyelesaian dengan cara ini tergolong efektif dan efisien, namun terdapat beberapa jenis yang perlu Anda ketahui.

Jenis-jenis penyelesaian tersebut dapat dipilih berdasarkan situasi atau kondisi yang sedang berlangsung. Berikut beberapa jenis mediasi yang sering dilakukan.

Mediasi Fasilitatif Salah satu jenis penyelesaian pengertian mediasi melalui perantara yang paling banyak dilakukan adalah sebagai fasiitator. Seorang mediator akan membantu para pihak dengan menyusun beberapa proses yang diperlukan seperti mengajukan pertanyaan, memvalidasi sudut pandang, serta membantu para pihak untuk menemukan penyelesaian akhir.

Mediator dalam hal ini hanya berfungsi sebagai fasilitator dimana mereka tidak memberikan rekomendasi atau nasihat penyelesaian kepada pihak mana pun. Hasil dari penyelesaian diberikan kepada para pihak yang bertikai setelah proses perantaraan berakhir.

Mediasi Evaluatif Pengertian mediasi dengan jenis yang sebelumnya, pada mediasi evaluatif seorang mediator pengertian mediasi memiliki keahlian substantif mengenai bidang hukum yang dipersengketakan.

Selain menyusun proses, mediator evaluatif dapat mempengaruhi hasil persengketaan secara langsung. Mereka dapat membantu menunjukkan kelemahan kasus mereka kepada masing-masing pihak yang bertikai. Seorang mediator evaluatif mungkin saja dapat membuat suatu rekomendasi formal atau informal mengenai hasil dari permasalahan yang mereka sengketakan.

Mediasi Transformatif Cara ketiga yang dapat Anda lakukan dalam proses mediasi adalah dengan cara transformatif ini. Mediator dalam hal ini lebih mengedepankan nilai-nilai perdamaian. Para pihak diminta untuk menceritakan segala masalahnya dengan nilai dan sudut pandangnya masing-masing.

Mediator transformatif berusaha melanjutkan proses-proses perdamaian dengan membiarkan dan mendukung para pihak agar menentukan proses mereka sendiri. Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, dimana pihak yang bersengketa menentukan proses dan hasil penyelesaian, sementara mediator hanya mengikuti jejak mereka. Baca juga: Unsur Hubungan Kerja Karyawan dengan Perusahaan Demi Lingkungan Kerja yang Sehat Contoh Kasus Mediasi Perusahaan di Indonesia Salah satu contoh mediasi yang pernah terjadi dalam perusahaan di Indonesia, yaitu PT Alpen Food Industry (AFI).

PT AFI menggunakan cara perantara dalam menyelesaikan kasus PHK yang terjadi. Mereka adalah produsen produk es krim terkenal Aice yang memiliki perselisihan dengan mantan pekerjanya terkait pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka menunjuk Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi sebagai mediator antara pihak perusahaan dengan mantan karyawan AFI. Kemudian pada bulan September 2020 mediator memberikan tiga rekomendasi meliputi para pekerja yang dilanjutkan proses mediasinya sebanyak 4, 17, pengertian mediasi 461 pekerja.

Setelah itu pihak AFI telah menerima dan menjalankan semua anjuran yang tengah diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi selaku mediator pada kasus tersebut. Tahapan Melakukan Mediasi Berkaca dari kasus contoh mediasi PT AFI, untuk dapat menyelesaikan suatu perkara dengan meliputi pihak ketiga diperlukan beberapa tahapan sesuai prosedur yang ada.

Dalam banyak kasus di perusahaan, wajib hukumnya untuk menempuh jalur mediasi melalui Dinas Tenaga kerja (Disnaker) di kabupaten/kota pemberi kerja berada. Proses tersebut melalui perantara Mediator Hubungan Industrial.

Setelah itu Anda dapat melakukan upaya Tripartit antara pekerja, pihak pengusaha, dan tentunya Disnaker kota/kabupaten. Setelah itu, akan mendapatkan surat rekomendasi dari mediator hubungan industrial. Mediasi yang dilakukan oleh mediator dalam hal ini umumnya pengertian mediasi sebanyak 3 kali.

Apabila belum mencapai suatu kesepakatan, maka akan dilanjutkan dengan pertemuan kembali dengan perantara untuk menentukan titik temu antara pihak yang bertikai. Ketika hal itu terjadi, mediator akan meminta kepada pihak yang bertikai untuk menurunkan egonya masing-masing agar permasalahan yang sedang terjadi dapat diselesaikan dengan cepat.

Baca Juga: Perselisihan Hubungan Industrial dan Contohnya Itu pengertian mediasi penjelasan singkat mengenai mediasi, khususnya dalam perusahaan. Pastinya Anda sudah tidak perlu khawatir lagi bila menghadapi suatu persengketaan dengan pihak lain. Semoga artikel ini membantu!

pengertian mediasi

Setiap perusahaan yang berdiri pastinya akan berlomba-lomba untuk menjadi yang paling berkuasa dan menguasai pasar. Namun, banyaknya kompetitor atau perusahaan serupa yang berdiri, membuat pasar tersebut semakin kompetitif dan terbagi-bagi.

Pembagian kekuasaan tersebut yang dinamakan dengan market share. Ada sebuah perusahaan yang menguasai 50% dari. Biaya overhead pabrik merupakan biaya ini tidak berkaitan langsung dengan produksi. Meskipun demikian, overhead cost ini tetap perlu dianggarkan oleh setiap perusahaan untuk menunjang profitabilitas. Jika dibandingkan dengan jenis biaya lainnya, perhitungan biaya overhead pabrik ini tergolong cukup kompleks.

Artikel LinovHR ini akan membahas lebih. • العربية • Български • Català • Čeština • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • فارسی • Suomi • Français • עברית • Hrvatski • Magyar • Italiano • 日本語 • ქართული • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Lietuvių • مازِرونی • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • پښتو • Português • Română • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Slovenčina • Slovenščina • Soomaaliga • Српски / srpski • Svenska • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • 中文 • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.

• Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari. • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini. • Susun header pengertian mediasi ini sesuai dengan pedoman tata letak.

• Tambahkan kotak info bila pengertian mediasi artikel memungkinkan. • Hapus tag/templat ini. Penyelesaian Sengketa Alternatif Jenis Arbitrase Perdamaian Perdamaian perceraian Perdamaian hukum Mediasi Negosiasi Penyelesaian konflik Penyelesaian sengketa Penyelesaian sengketa secara online Arahan mediasi para pihak Restoratif keadilan Lihat pula Litigasi • l • b • s Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pengertian mediasi yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.

[1] Mediasi disebut emergent mediation apabila mediatornya merupakan anggota dari sistem sosial pihak-pihak yang bertikai, memiliki hubungan lama dengan pihak-pihak yang bertikai, berkepentingan dengan hasil perundingan, atau ingin memberikan kesan yang baik misalnya sebagai teman yang solider. Pengertian mediasi menurut Priatna Abdurrasyid yaitu suatu proses damai di mana para pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator (seseorang yg mengatur pertemuan antara 2 pihak atau lebih yg pengertian mediasi untuk mencapai hasil akhir yang adil, tanpa biaya besar besar tetapi tetap efektif dan diterima sepenuhnya oleh kedua belah pihak yang bersengketa.

Pihak ketiga (mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat. Sebagai salah satu mekanisme menyelesaikan sengketa, mediasi digunakan di banyak masyarakat dan diterapkan kepada berbagai kasus konflik. Daftar isi • 1 Jenis Mediasi • 2 Perilaku mediator • 3 Hal-hal yang perlu dihindari dalam mediasi • 4 Tahapan mediasi • 5 Efektivitas mediasi • 6 Mediasi di Indonesia • 7 Referensi Jenis Mediasi [ sunting - sunting sumber ] Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah atau memiliki nama yang salah.3 jenis mediasi menurut filsuf skolastik: • Medium quod Yaitu sesuatu yang sendiri diketahui dan dalam mengetahui sesuatu itu, sesuatu yang lain yang diketahui.

Contoh yang biasa diberikan untuk mediasi ini adalah premis-premis dalam silogisme. Pengetahuan tentang premis-premis membawa kita kepada pengetahuan tentang kesimpulan. Contoh lain: lampu merah lampu lalu lintas berwarna merah harus berhenti harus berhenti, jadi kendaraan harus berhenti. • Medium quo Yaitu sesuatu yang sendiri tidak disadari tetapi dapat diketahui melalui sesuatu yang lain. Contohnya: lensa kacamata yang kita pakai, kita melihat benda-benda di sekitar kita tetapi kacamata itu sendiri tidak secara pengertian mediasi kita sadari.

• Medium in quo Sesuatu yang tidak disadari secara langsung dan yang di dalamnya diketahui sesuatu yang lain. Contohnya: kaca spion di mobil, sopir mobil melihat kendaran di belakang dan hal-hal lain di sekitarnya dalam kaca spion itu sendiri secara tidak langsung ia sadari. [2] Perilaku mediator [ sunting - sunting sumber ] Perilaku yang harus dilakukan oleh mediator: • Problem solving atau integrasi, yaitu usaha menemukan jalan keluar “win-win solution”. Salah satu perkiraan mengatakan bahwa mediator akan menerapkan pendekatan ini bila mereka memiliki perhatian yang besar terhadap aspirasi pihak-pihak yang bertikai dan menganggap bahwa jalan keluar menang-menang sangat mungkin dicapai.

• Kompensasi atau usaha mengajak pihak-pihak yang bertikai supaya membuat konsesi atau mencapai kesepakatan dengan menjanjikan mereka imbalan atau keuntungan. Salah satu perkiraan mengatakan bahwa mediator akan menggunakan strategi ini bila mereka memiliki perhatian yang besar terhadap aspirasi pihak-pihak yang bertikai dan menganggap bahwa jalan keluar menang-menang sulit dicapai. • Tekanan, yaitu tindakan memaksa pihak-pihak yang bertikai supaya membuat konsesi atau sepakat dengan memberikan hukuman atau ancaman hukuman.

Salah satu perkiraan mengatakan bahwa mediator akan menggunakan strategi ini bila mereka memiliki perhatian yang sedikit terhadap aspirasi pihak-pihak yang bertikai dan menganggap bahwa kesepakatan yang menang-menang sulit dicapai.

• Diam atau inaction, yaitu ketika mediator secara sengaja membiarkan pihak-pihak yang bertikai menangani konflik mereka sendiri. Mediator diduga akan menggunakan strategi ini bila mereka memiliki perhatian yang sedikit terhadap aspirasi pihak-pihak yang bertikai dan menganggap bahwa kemungkinan mencapai kesepakatan “win-win solution”.

Hal-hal yang perlu dihindari dalam mediasi [ sunting - sunting sumber ] Hal-hal yang harus dihindari dalam mediasi: • Ketidaksiapan mediator • Kehilangan kendali oleh mediator • Kehilangan netralitas • Mengabaikan emosi Tahapan mediasi [ sunting - sunting sumber ] Tahapan-tahapan dalam mediasi: - Mendefinisikan permasalahan: • Memulai proses mediasi • Mengungkap kepentingan tersembunyi • Merumuskan masalah dan menyusun agenda - Memecahkan permasalahan: • Mengembangkan pilihan-pilihan (options) • Menganalisis pilihan-pilihan • Proses tawar menawar akhir • Mencapai kesepakatan Efektivitas mediasi [ sunting - sunting sumber ] Kriteria efektivitas mediasi: • Fairness, yaitu menyangkut perhatian mediator terhadap kesetaraan, pengendalian pihak-pihak yang bertikai, dan perlindungan terhadap hak-hak individu.

• Kepuasan pihak-pihak yang bertikai, yaitu apakah intervensi mediator membantu memenuhi tujuan pihak-pihak yang bertikai, memperkecil kerusakan, meningkatkan peran serta, dan mendorong komitmen. • Efektivitas umum, seperti kualitas intervensi, permanen tidaknya intervensi, dapat tidaknya diterapkan. • Efisiensi dalam waktu, biaya, dan kegiatan.

• Apakah kesepakatan tercapai atau tidak. Mediasi di Indonesia [ sunting - sunting sumber ] Beberapa alasan mengapa mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa mulai mendapat perhatian yang lebih di Indonesia: • Faktor Ekonomis, di mana mediasi sebagai altematif penyelesaian sengketa memiliki potensi sebagai sarana untuk menyelesaikan sengketa yang lebih ekonomis, baik dari sudut pandang biaya maupun waktu. • Faktor ruang lingkup yang dibahas, mediasi memiliki kemampuan untuk membahas agenda permasalahan secara lebih luas, komprehensif dan fleksibel.

• Faktor pembinaan hubungan baik, di mana mediasi yang mengandalkan cara-cara penyelesaian yang kooperatif sangat cocok bagi mereka yang menekankan pentingnya hubungan baik antar manusia (relationship), yang telah berlangsung maupun yang akan datang. Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 2 Februari 2022, pukul 14.55.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
• Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengadilan • Program Kerja Tahunan • Laporan Tahunan • Survey Pelayanan Publik • Laporan Survey Kepuasan Masyarakat • Laporan Survey Persepsi Korupsi • Kuisioner • Zona Integritas (ZI) • Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) • Aplikasi Terintegrasi • Kepaniteraan Adm.

Kepaniteraan • Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) • Pendaftaran Perkara Online (e-Court) • Tentang e-Court • Daftar e-Court • Direktori Putusan • Prosedur Berperkara • Hak-hak Pencari Keadilan • Hak-hak Pokok dalam Proses Persidangan • Persidangan • Prosedur Persidangan • Tata Tertib Persidangan • Jadwal Persidangan • Proses Persidangan • Mediasi • Apa Itu Mediasi?

• Tata Cara Mediasi • Prosedur Mediasi • Daftar Mediator • Statistik Perkara • Panggilan Ghaib • Delegasi / Tabayun • Biaya Perkara • Laporan Biaya Perkara • Laporan Penggunaan Biaya Perkara • Laporan Pengambalian Sisa Panjar • Berperkara Tanpa Biaya (Prodeo) • Syarat-syarat Berperkara Prodeo • Prosedur Berperkara Prodeo • Biaya Prodeo • Peraturan dan Kebijakan • Pos Bantuan Hukum • Pedoman Pengelolaan Kepaniteraan • Kesekretariatan Adm.

Kesekretariatan • Profil Pejabat dan Pegawai • Kepegawaian, Organisasi & Tata Laksana • Statistik Kepegawaian • LHKPN • LHKASN • Daftar Urut Kepangkatan • Data Bezetting • Data Senioritas Hakim • Uraian Tugas • Umum dan Keuangan • Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) • Laporan Realisasi Anggaran • Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) • Neraca Keuangan • Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) • Asset Dan Inventaris • Laporan Neraca BMN • Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) • Perencanaan, Teknologi Informasi & Pelaporan • Rencana Strategis (RENSTRA) • Rencana Kinerja Tahunan (RKT) • Rencana Aksi Kinerja • Perjanjian Kinerja (PK) • Indikator Kinerja Utama (IKU) & Reviu IKU • Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) • Pengadaan Barang dan Jasa • Pedoman Pengelolaan Kesekretariatan • Unit Pelaksana Teknis Kesekretariatan • Statistik Jumlah Pengunjung Website • Layanan Publik Informasi/Pengaduan • Standar dan Maklumat Pelayanan • Sistem Pengawasan Mahkamah Agung RI (SIWAS MARI) • Informasi Jam Kerja dan Layanan SMS • Jam Kerja Kantor • Informasi Pelayanan SMS • Fasilitas Publik • SOP Pelayanan Publik • Layanan Informasi Publik • Petugas Informasi PTSP dan Pengaduan • Prosedur Pelayanan Permintaan Informasi • Hak Hak Pemohon Informasi • Prosedur Keberatan atas Permintaan Informasi • Biaya Memperoleh Informasi • Contoh Formulir Permintaan Informasi • Laporan Akses Informasi • Kebijakan dan Peraturan • Pengertian mediasi Informasi • Waktu Diperlukan Memenuhi Permohonan • Alasan Penolakan Permohonan Informasi • Pengaduan dan Pengawasan • Prosedur Pengaduan • Hak Hak Pelapor Dan Terlapor • Laporan Rekapitulasi Pengaduan • Pedoman Pengawasan • Kode Etik Hakim • Daftar Nama Pejabat Pengawas • Hukuman Disiplin Hasil Pengawasan • Putusan Majelis Kehormatan Hakim • Pedoman Pengaduan • Formulir Pengaduan • Penyampaian Pengaduan • Alamat dan Kontak Pengaduan • Alur Dan Tahapan Pengaduan • Jangka Waktu Penyelesaian Pengaduan • Prosedur Evakuasi • Persyaratan Berperkara • Hak-hak Perempuan dan Anak • Publikasi Berita, Foto dll PENGERTIAN MEDIASI Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

Ciri pengertian mediasi proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau konsensus. Sesuai dengan hakikat perundingan atau musyawarah atau konsensus, maka tidak boleh ada paksaan untuk menerima atau menolak sesuatu gagasan atau penyelesaian selama proses mediasi berlangsung.

Segala sesuatunya harus memperoleh persetujuan dari para pihak. Latar Belakang Mediasi Dasar hukum pelaksanaan Mediasi di Pengadilan adalah Peraturan Mahkamah Agung RI No. 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang merupakan hasil revisi pengertian mediasi Peraturan Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2003 (PERMA No. 2 Th. 2003), dimana dalam PERMA No. 2 Tahun 2003 pengertian mediasi terdapat banyak kelemahan-kelemahan Normatif yang membuat PERMA tersebut tidak mencapai sasaran maksimal yang diinginkan, dan juga berbagai masukan dari kalangan hakim tentang permasalahan permasalahan dalam PERMA tersebut.

Latar Belakang mengapa Mahkamah Agung RI (MA-RI) mewajibkan para pihak menempuh mediasi sebelum perkara diputus oleh hakim diuraikan dibawah ini. Kebijakan MA-RI memberlakukan mediasi ke dalam proses perkara di Pengadilan didasari atas beberapa alasan sebagai berikut : Pertama, proses mediasi diharapkan dapat mengatasi masalah penumpukan perkara. Jika para pihak dapat menyelesaikan sendiri sengketa tanpa harus diadili oleh hakim, jumlah perkara yang harus diperiksa oleh hakim akan berkurang pula.

Jika sengketa dapat diselesaikan melalui perdamaian, para pihak tidak akan menempuh upaya hukum kasasi karena perdamaian merupakan hasil dari kehendak bersama para pihak, sehingga mereka tidak akan mengajukan upaya hukum. Sebaliknya, jika perkara diputus oleh hakim, maka putusan merupakan hasil dari pandangan dan penilaian hakim terhadap fakta dan kedudukan hukum para pihak.

Pandangan dan penilaian hakim belum tentu sejalan dengan pandangan para pihak, terutama pihak yang kalah, sehingga pihak yang kalah selalu menempuh upaya hukum banding dan kasasi. Pada akhirnya semua perkara bermuara ke Mahkamah Agung yang mengakibatkan terjadinya penumpukan perkara.

Kedua, proses mediasi dipandang sebagai cara penyelesaian sengketa yang lebih. cepat dan murah dibandingkan dengan proses litigasi. Di Indonesia memang belum ada penelitian yang membuktikan asumsi bahwa mediasi merupakan proses yang cepat dan murah dibandingkan proses litigasi.

Akan tetapi, jika didasarkan pada logika seperti yang telah diuraikan pada alasan pertama bahwa jika prkara diputus, pihak yang kalah seringkali mengajukan upaya hukum, banding maupun kasasi, sehingga membuat penyelesaian atas perkara yang bersangkutan dapat memakan waktu bertahun-tahun, dari sejak pemeriksaan di Pengadilan tingkat pertama hingga pemeriksaan tingkat pengertian mediasi Mahkamah Agung.

Sebaliknya, jika perkara dapat diselesaikan dengan perdamaian, maka para pihak dengan sendirinya dapat menerima hasil akhir karena merupakan hasil kerja mereka yang mencerminkan kehendak bersama para pihak.

Selain logika seperti yang telah diuraikan sebelumnya, literatur memang sering menyebutkan bahwa penggunaan mediasi atau bentuk-bentuk penyelesaian yang termasuk ke dalam pengertian alternative dispute resolution (ADR) merupakan proses penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan murah dibandingkan proses litigasi. Ketiga, pemberlakuan mediasi diharapkan dapat memperluas akses bagi para pihak untuk memperoleh rasa keadilan.

Rasa keadilan tidak hanya dapat diperoleh melalui proses litigasi, tetapi juga melalui proses musyawarah mufakat oleh para pihak. Dengan diberlakukannya mediasi ke dalam sistem peradilan formal, masyarakat pencari keadilan pada umumnya pengertian mediasi para pihak yang bersengketa pada khususnya dapat terlebih dahulu mengupayakan penyelesaian atas sengketa mereka melalui pendekatan musyawarah mufakat yang dibantu oleh seorang penengah yang disebut mediator.

Meskipun jika pada kenyataannya mereka telah menempuh proses musyawarah mufakat sebelum salah satu pihak membawa sengketa ke Pengadilan, Mahkamah Agung tetap menganggap perlu untuk mewajibkan para pihak menempuh upaya perdamaian yang dibantu oleh mediator, tidak saja karena ketentuan hukum acara yang berlaku, yaitu HIR dan Rbg, mewajibkan hakim untuk terlebih dahulu mendamaikan para pihak sebelum proses memutus dimulai, tetapi juga karena pandangan, bahwa penyelesaian yang lebih baik dan memuaskan adalah proses penyelesaian yang memberikan peluang bagi para pihak untuk bersama-sama mencari dan menemukan hasil akhir.

Keempat, institusionalisasi proses mediasi ke dalam sistem peradilan dapat memperkuat dan memaksimalkan fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa. Jika pada masa-masa lalu fungsi lembaga pengadilan yang lebih menonjol adalah fungsi memutus, dengan diberlakukannya PERMA tentang Mediasi diharapkan fungsi mendamaikan atau memediasi dapat berjalan seiring dan seimbang dengan fungsi memutus.

PERMA tentang Mediasi diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang para pelaku dalam proses peradilan perdata, yaitu hakim dan advokat, bahwa lembaga pengadilan tidak hanya memutus, tetapi pengertian mediasi mendamaikan. PERMA tentang Mediasi memberikan panduan untuk dicapainya perdamaian. Inspirasi Prosedur Mediasi Dalam rangka menindaklanjuti keputusan MARI merevisi PERMA No.

2 Tahun 2003, telah dibentuk sebuah Kelompok Kerja untuk mengkaji berbagai kelemahan pada PERMA dan mempersiapkan draf PERMA hasil revisi, yang hasilnya adalah PERMA No. 1 Tahun 2008. Kelompok Kerja ini diketuai oleh Dr. Harifin A.

Tumpa, SH.MH. yang dilanjutkan oleh Atja Sondjaja, SH. Dalam melaksanakan tugasnya, Kelompok Pengertian mediasi telah melakukan kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan proses penyusunan revisi PERMA tersebut. Hasil kerja Kelompok Kerja kemudian diserahkan kepada Kelompok Pengarah (Steering Committee), yaitu terdiri atas Wakil Ketua MARI bidang Yustisial, dan seluruh Ketua-Ketua Muda MARI dan konsultan ahli. Kelompok Pengarah menentukan kata akhir atas tiap rumusan pasal-pasal dalam PERMA hasil revisi.

Sistem Hukum Jepang. Jepang merupakan sebuah negara yang telah berhasil melembagakan upaya perdamaian ke dalam sistem peradilan negara. Pengalaman Jepang ini memberikan inspirasi bagi Kelompok Kerja untuk mengadopsi beberapa konsep atau pendekatan upaya perdamaian dalam sistem hukum Jepang untuk dituangkan ke dalam PERMA No. 1 Tahun 2008 setelah memperhatikan secara mendalam peluang-peluang yang dimungkinkan oleh sistem hukum Indonesia.

Dalam PERMA, para pihak dibolehkan untuk menggunakan jasa mediator lebih dari satu orang yang terdiri atas hakim dan profesi lainnya yang dianggap memahami masalah pokok sengketa. Konsep ini menyerupai dengan konsep Chotei dalam sistem hukum Jepang. Jika dalam PERMA No. 2 Tahun 2003, hakim pemeriksa perkara tidak dibolehkan menjadi mediator perkara yang diperiksanya, sebaliknya dalam PERMA No.

1 Tahun 2008, hakim pemeriksa perkara tidak dibolehkan menjadi mediator perkara yang diperiksanya jika dikehendaki oleh para pihak atau atas dasar ketentuan Pengertian mediasi 12 ayat (6). Hakim pemeriksa perkara boleh menjadi mediator dalam perkara yang diperiksanya menyerupai dengan pengertian mediasi Wakai dalam sistem hukum Jepang. Selanjutnya, dalam sistem hukum Jepang dikenal konsep Sokketsu Wakai, yaitu perdamaian di luar pengadilan dapat dimintakan pengesahannya kepada pengadilan.

Konsep Sokketsu Wakai memberikan inspirasi bagi Kelompok Kerja untuk mengadopsinya ke dalam PERMA seperti yang dirumuskan dalam Pasal 24. Prosedur Untuk Mediasi • Setelah perkara dinomori, dan telah ditunjuk majelis hakim oleh ketua, kemudian majelis hakim membuat penetapan untuk mediator supaya dilaksanakan mediasi.

• Setelah pihak-pihak hadir, majelis menyerahkan penetapan mediasi kepada mediator berikut pihak-pihak yang berperkara tersebut. • Selanjutnya mediator menyarankan kepada pihak-pihak yang berperkara supaya perkara ini diakhiri dengan jalan damai dengan berusaha mengurangi kerugian masing-masing pihak yang berperkara.

• Mediator bertugas selama 21 hari kalender, berhasil perdamaian atau tidak pada hari ke 22 harus menyerahkan kembali kepada majelis yang memberikan penetapan. Mediator Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

Ciri-ciri penting dari mediator adalah : 1. netral 2. membantu para pihak 3. tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Jadi, peran mediator hanyalah membantu para pihak dengan cara tidak memutus atau memaksakan pandangan atau penilaiannya atas masalah-masalah selama proses mediasi berlangsung kepada para pihak.

Tugas-tugas Mediator • Mediator wajib mempersiapkan usulan jadwal pertemuan mediasi kepada para pihakuntuk dibahas dan disepakati. • Mediator wajib mendorong para pihak untuk secara langsung berperan dalam proses mediasi.

• Apabila dianggap perlu, mediator dapat melakukan kaukus atau pertemuan terpisah selama proses mediasi berlangsung.

pengertian mediasi

• Mediator wajib mendorong para pihak untuk menelusuri dan menggali kepentingan mereka dan mencari berbagai pilihan penyelesaian yang terbaik bagi para pihak.

Daftar Mediator Demi kenyamanan para pihak dalam menempuh proses mediasi, mereka berhak untuk memilih mediator yang akan membantu menyelesaikan sengketa. • Untuk memudahkan para pihak memilih mediator, Ketua Pengadilan menyediakan daftar mediator yang sekurang-kurangnya memuat 5(lima) nama dan disertai dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman dari para mediator. • Ketua Pengadilan menempatkan nama-nama hakim yang telah memiliki sertifikat dalam daftar mediator.

• Jika dalam wilayah pengadilan yang bersangkutan tidak ada hakim dan bukan hakim yang bersertifikat, semua hakim pada pengadilanyang bersangkutan dapat ditempatkan dalam daftar mediator. • Kalangan bukan pengertian mediasi yang bersertifikat dapat mengajukan permohonan kepada ketua pengadilan agar namanya ditempatkan dalam daftar mediator pada pengadilan yang bersangkutan • Setelah memeriksa dan memastikan keabsahan sertifikat, Ketua Pengadilan menempatkan nama pemohon dalam daftar mediator.

• Ketua Pengadilan setiap tahun mengevaluasi dan memperbarui daftar mediator. pengertian mediasi Ketua Pengadilan berwenang mengeluarkan nama mediator dari daftar mediator berdasarkan alasan-alasan objektif, antara lain karena mutasi tugas, berhalangan tetap, ketidakaktifan setelah penugasan dan pelanggaran atas pedoman perilaku. Honorarium Mediator • Penggunaan jasa mediator hakim tidak dipungut biaya. • Uang jasa mediator bukan Hakim ditanggung bersama oleh para pihak berdasarkan kesepakatan para pihak.
Daftar isi • Pengertian Mediasi • Tujuan Mediasi • Manfaat Mediasi • Karakteristik Mediasi • Dasar Hukum Mediasi • Mekanisme Mediasi • Klasifikasi Mediasi • Mediasi Berdasarkan Sistem Perundingan • Mediasi Berdasarkan Tingkat Permasalahan • Kelebihan & Kekurangan Mediasi • Contoh Mediasi Dalam menyelesaikan suatu permasalahan hingga pertikaian tentu dibutuhkan solusi.

Untuk menemukan solusi tersebut terdapat banyak cara yang diambil atau dipilih. Salah satunya yang sering digunakan masyarakat adalah dengan melakukan mediasi.

pengertian mediasi

Pengertian Mediasi Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “mediasi” adalah keikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat dalam menyelesaikan suatu permasalahan atau perselisihan. Secara umum, pengertian mediasi merupakan sebuah cara yang berupaya menemukan jalan tengah dan menyelesaikan permasalahan atau sengketa dengan menghadirkan pihak lain yaitu pihak yang tidak memiliki kepentingan atau tidak sedang terlibat di dalamnya untuk membantu kedua belah pihak memperoleh kesepakatan yang adil tanpa harus melalui badan pengadilan.

Pengertian mediasi menurut para ahli: • Christopher W. Moore (1995) mendefinisikan bahwa mediasi adalah campur tangan dari pihak ketika dengan batasan tidak ikut andil dalam mengambil keputusan negosiasi atau perselisihan, namun hanya membantu pihak-pihak terkait untuk menyelesaikannya. • Daniel Dana (2001) mengartikan bahwa mediasi adalah proses yang bertujuan dapat menemukan sebuah solusi masalah yang diperselisihkan dengan partisipasi pihak ketiga yang netral untuk membantu memperoleh solusi tersebut.

• Rachmadi Usman (2003) menjabarkan bahwa mediasi adalah sebuah upaya untuk menyelesaikan perselisihan tanpa harus melalui pengadilan yang melibatkan pihak lain yang bersifat netral atau tidak memihak terhadap pihak-pihak yang bersangkutan. • Gary Goodpaster (2006) menyatakan bahwa mediasi adalah proses negoisasi atau pemecahan masalah yang mengikut sertakan pihak yang tidak pengertian mediasi dalam permasalahan dengan membantu pihak-pihak lain dalam mendapatkan keputusan yang memuaskan.

• Suzanne Matthiessen (2009) menjelaskan bahwa mediasi adalah sebuah metode penyelesaian sengketa dimana terdapat pihak ketiga pengertian mediasi memberikan fasilitas membantu komunikasi antara dua pihak yang bersangkutan dengan menggunakan pendekatan kolaboratif.

Tujuan Mediasi Pengertian mediasi dalam melakukan sebuah mediasi terdapat tujuan yang ingin dicapai pengertian mediasi pihak-pihak yang bersangkutan, diantaranya: pengertian mediasi Untuk menemukan sebuah cara atau jalan keluar dari permasalahan. • Untuk meminimalisir kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang sedang berselisih.

• Untuk menentukan pembahasan atau gagasan pokok untuk menemukan prioritas kepentingan yang akan diambil. Manfaat Mediasi Selain tujuan proses mediasi juga mempunyai manfaat yang dapat diperoleh pihak-pihak yang terlibat, diantaranya: • Memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang sedang berselisih untuk dapat berpatisipasi dalam membuat keputusan secara langsung dan formal.

• Membantu pihak-pihak yang sedang berselisih untuk fokus dalam menetapkan kepentingan mereka secara nyata dengan tidak hanya sebatas menghasilkan hak-hak hukum saja namun juga mempertimbangkan kebutuhan psikologis.

• Menghasilkan solusi yang mampu memberikan pemahaman pengertian mediasi pihak secara jelas dan baik sehingga mengurangi resiko permusuhan di dalamnya.

Karakteristik Mediasi Pada setiap upaya penyelesaian masalah memiliki ciri khas masing-masing dalam prosesnya. Begitu pula dengan mediasi, berikut adalah ciri-ciri yang terdapat di dalam proses mediasi antara lain: • Melakukan perundingan secara langsung. • Dihadiri oleh pengertian mediasi pihak yang memiliki perselisihan.

• Memilih pihak lain atau pihak ketiga yang tidak sedang terlibat perselisihan antara pihak terkait. • Memberikan informasi atau pengertian mediasi permasalahan kepada pihak lain atau ketiga dengan melibatkan dua perspektif pihak terkait. • Keputusan penyelesaian masalah dan solusi ditentukan oleh pihak yang bersangkutan bukan dari pihak ketiga, karena pihak ketiga tersebut hanya bertugas untuk menyampaikan.

Dasar Hukum Mediasi Dalam pelaksanaannya proses mediasi memiliki landasan atau dasar-dasar hukum yang harus dipatuhi, diantaranya: • Makamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 tentang Mediasi. • Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan dan Kehakiman. • Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Penyelesaian Sengketa. Mekanisme Mediasi Pada perundingan menggunakan mekanisme mediasi, maka akan melalui beberapa tahap sebelum memutuskan sebuah kesepakatan untuk solusi perselisihan, tahapan-tahapan tersebut antara lain: • Tahap Pendahuluan Pada tahap ini semua pihak termasuk pihak ketiga sebagai mediator menentukan waktu dan tempat untuk dijadikan sarana perundingan dilakukan.

Lalu setelah sarana perundingan ditentukan masing-masing pihak yang terlibat perselisihan akan menjelaskan secara garis besar masalah yang sedang terjadi kepada pihak ketiga sebagai mediator demi memahami situasi atau keadaan yang sesungguhnya. • Tahap Penjelasan Pihak Ketiga (Mediator) Tahap penjelasan ini, tugas pihak ketiga sebagai mediator menjelaskan struktur perundingan yang akan dilakukan nantinya.

Mulai dari urutan acara, waktu diskusi, peraturan yang harus dipatuhi selama perundingan, dan menciptakan suasana kepercayaan untuk kedua belah pihak agar selama perundingan dimulai dapat berjalan dengan lancar.

• Tahap Presentasi Pihak yang Berselisih Pada tahap ini, giliran pihak-pihak yang berselisih untuk memberikan argumennya. Pihak ketiga sebagai mediator akan mendengarkan permasalahan secara detail dari masing-masing pihak secara bersamaan dengan pihak terkait.

Hal tersebut dilakukan agar semua pihak dapat melihat dari berbagai sudut pandang untuk menentukan pokok permasalahan sebenarnya. • Tahap Identifikasi Masalah Setelah melewati tahap presentasi dari pihak yang berselisish, kini saatnya pihak ketiga sebagai mediator untuk mengkonfirmasi kembali untuk membuat kesepakatan dalam menemukan pokok-pokok permasalahannya.

• Tahap Negosiasi dan Rancangan Solusi Pada tahap negosiasi ini, pihak ketiga mencoba untuk menyampaikan pokok-pokok masalah yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang sedang berselisih. Kemudian pihak ketiga sebagai mediator akan menyampaikan beberapa rancangan solusi sesuai ajuan dari pihak-pihak yang berselisih untuk mendapatkan satu suara atau mufakat. • Tahap Pendalaman Masalah Apabila terdapat beberapa solusi yang dirasa kurang tepat dan ada salah satu pihak berselisih merasa keberatan, maka akan diperdalam kembali sebab-akibat dari pokok permasalahan yang terjadi sekaligus solusi yang seharusnya diputuskan di tahap keputusan akhir.

• Tahap Keputusan Akhir Pada tahap keputusan akhir ini, pihak ketiga sebagai mediator akan membacakan kembali atau mengkonfirmasi hasil solusi akhir yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang sedang berselisih untuk disetujui. • Tahap Persetujuan Keputusan Akhir Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan meminimalisir risiko “ingkar janji”, maka sebaiknya pihak ketiga sebagai mediator membuat dan menulis kesepakatan hasil perundingan secara tertulis.

Hasil tulisan pengertian mediasi akan diberikan oleh masing-masing pihak terkait termasuk pihak ketiga. • Tahap Penutupan Pada tahap penutupan, pihak ketiga sebagai mediator akan menyampaikan pesan dan kesan selama perundingan, serta meyakinkan pihak-pihak terkait apabila keputusan yang telah diambil merupakan jalan terbaik agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Klasifikasi Mediasi Mediasi Berdasarkan Sistem Perundingan • Mediasi di Dalam Sistem Peradilan Mediasi yang menggunakan sistem peradilan, maka perundingan yang akan dilakukan harus sesuai dengan dasar-dasar hukum yang ada.

Seperti Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan dan Kehakiman serta dasar hukum lainnya. Hal tersebut untuk menghindari perselisihan yang berlanjut karena tentunya ketetapan pada hukum resmi tidak bisa diganggugugatkan.

Pada mediasi ini, pihak ketiga sebagai mediator harus memahami secara betul-betul mengenai dasar hukum yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapannya. • Mediasi di Luar Sistem Peradilan Mediasi yang tidak menggunakan sistem peradilan, biasanya terjadi kepada pihak-pihak yang masih memiliki adat istiadat kental. Seperti mengandalkan kepala suku atau sesepuh dengan menerapkan hukum adat sebagai solusi menyelesaikan perselisihan.

Semua pihak yang terlibat dalam perselisihan harus menerima segala konsekuensinya karena terdapat sifat mutlak di dalam hukum adat yang diterapkan. Mediasi Berdasarkan Tingkat Permasalahan • Medium Quod Medium quod merupakan sebuah perundingan mediasi yang pihak-pihak bermasalah telah mengetaui premis-premis dalam silogisme.

Seperti pelanggaran pengertian mediasi merah yang seharusnya sudah diketahui bahwa harus berhenti apabila lampu memperlihatkan warna merah. • Medium Quo Medium quo merupakan sebuah perundingan mediasi yang melibatkan pihak tertentu terkena masalah secara tidak langsung. Seperti kesalahan membaca peraturan tertulis karena tidak memakai kacamata minus atau keliru dalam memahami makna peraturan itu sendiri. • Medium in Quo Medium in quo merupakan sebuah perundingan mediasi dimana pihak bermasalah melakukan kesalahan secara tidak sengaja atau tidak sadar.

Seperti tragedi spion mobil yang terkadang dapat ditabrak oleh pengendara lain saat melintas terlalu dekat. Kelebihan & Kekurangan Mediasi Kelebihan Mediasi • Proses penyelesaian terbilang cukup cepat. • Permasalahan maupun hasil akan terjaga kerahasiannya. • Solusi yang diperoleh bersifat adil, karena diputuskan sesuai kesepakatan masing-masing pihak terkait. • Tidak membutuhkan dana yang mahal. Kekurangan Mediasi • Memiliki risiko kegagalan apabila pihak ketiga sebagai mediator kurang mendominasi keadaan.

• Menentukan secara mandiri pihak ketiga yang akan menjadi mediator perundingan, sehingga terkadang menjadi kurang terjamin. Contoh Mediasi Swedia dalam Perselisihan Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Pemerintah Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki kerja sama diplomatik kepada Pemerintah Indonesia.

Maka dari itu Pemerintah Indonesia meminta Pemerintah Swedia untuk menjadi pihak ketiga dalam memediasi pertikaian antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pada tahun 2015, Pemerintah Swedia telah berperan membantu perundingan dan membacakan kesepakatan yang telah diputuskan oleh Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).Pengertian Mediasi dan Contohnya pengertian mediasi Apa yang dimaksud dengan mediasi?

Apa itu mediasi dan contohnya? Apa tujuan dilakukan mediasi? Bagaimana tahapan mediasi? Sebutkan jenis-jenis mediasi! Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian mediasi menurut para ahli, dasar pengertian mediasi, tujuan, manfaat, jenis, tahapan proses dan contoh mediasi secara lengkap.

9 Contoh Mediasi Pengertian Mediasi Secara etimologi, mediasi berasal dari bahasa latin yaitu mediare yang berarti berada di tengah dan istilah mediasi dalam bahasa Inggris yaitu mediation yang berarti mediasi adalah penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga sebagai penengah atau penyelesaian sengketa penengah.

Secara termonologi, mediasi adalah peran yang ditampilkan pihak ketiga sebagai mediator dalam menjalakankan tugas demi menengahi dan menyelesaikan suatu konflik atau sengketa antara para pihak. Pengertian mediasi secara umum adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.

Mediator adalah pihak ketiga atau hakim yang memiliki sertifikat mediator yang berperan sebagai pihak netral yang membantu pihak yang berkonflik dalam proses perundingan mencari penyelesaian sengketa tanpa memutuskan atau memaksakan penyelesaian masalah.

Apabila mediasi gagal atau tidak mencapai kesepakatan, pengertian mediasi mediator wajib menyatakan secara tertulis bahwa proses mediasi telah gagal dan memberitahukan kegagalan tersebut kepada hakim. Apabila mediasi gagal, pernyataan dan pengakuan para pihak dalam proses pengertian mediasi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses persidangan.

Pengertian Mediasi Menurut Para Ahli Priatna Abdurrasyid Mediasi adalah suatu proses damai di mana para pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator (seseorang yang mengatur pertemuan antara pihak yang bersengketa) untuk mencapai hasil akhir yang adil, tanpa biaya besar tapi tetap efektif dan diterima sepenuhnya oleh kedua belah pihak yang bersengketa.

Pihak ketiga (mediator) berperan sebagai pendamping dan penasihat. Collins English Dictionary and Thesaurus Mediasi adalah kegiatan menjembatani antara dua pihak yang bersengketa pengertian mediasi menghasilkan kesepatakan (aggrement). Jacqueline M, Nolan Haley Mediasi umumnya dipahami sebagai proses intervensi partisipatif yang terstruktur, berorientasi tugas, dan berjangka pendek.

Pihak yang berselisih bekerja dengan pihak ketiga yang netral, mediator, untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama. Berbeda dengan proses ajudikasi, di mana intervensi pihak ketiga memberlakukan keputusan, tidak ada paksaan seperti itu dalam mediasi. Mediator membantu para pihak dalam mencapai mufakat.

Para paries sendirilah yang membentuk kesepakatan mereka. Laurence Bolle Mediasi adalah proses pengambilan keputusan dimana para pihak dibantu oleh seorang meediator; mediator berusaha untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan dan membantu para pihak mencapai hasil yang dapat mereka setujui.

J. Folberg dan A. Taylor Mediasi adalah proses di mana peserta, bersama dengan bantuan orang yang netral, secara sistematis mengisolasi perselisihan untuk mengembangkan opsi, mempertimbangkan alternatif, dan mencapai kesepakatan bersama yang akan memenuhi kebutuhan mereka. Gary Goodpaster Mediasi adalah intervensi dalam sebuah sengketa atau negosiasi oleh pihak ketiga yang dapat diterima pihak yang bersengketa, bukan karena bagian dari kedua belah pihak dan bersifat netral.

Black’s Law Dictionary Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa informal dan informal di mana orang ketiga yang netral, mediator, membantu, pihak yang berselisih untuk mencapai kesepakatan.

Kamus Hukum Ekonomi ELIPS Mediasi adalah salah satu dari alternatif yang bentuk penyelesaian sengketa yang berada di luar pengadilan dengan menggunkan jasa seorang mediator ataupun penengah sama misalnya konsiliasi. Mediator, penengah adalah seseorang yang menjalankan fungsi sebagai penengah terhadap pihak-pihak yang bersengketa dalam menyelesaikan sengketanya. Baca Juga : Pengertian Konflik Sosial Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Mediasi adalah proses yang mengikutsertakan pihak ketiga untuk penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat.

Dasar Hukum Mediasi Dasar hukum mediasi diantaranya yaitu: • Pancasila • UUD 1945 • UU No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa • PERMA No.

1 Tahun 2008 • Pasal 1 Peraturan BMAI (Badan Mediasi Asuransi Indonesia) • Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2008 tentang Mediasi • UUD No.

14 Tahun 1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman • Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tujuan dan Manfaat Mediasi Tujuan dan manfaat mediasi, antara lain: • Menemukan jalan keluar dan pembaruan perasaan; • Melenyapkan kesalahpahaman; • Menentukan kepentingan yang pokok; • Menemukan bidang yang mungkin dapat persetujuan dan menyatukan bidang tersebut menjadi solusi yang disusun sendiri oleh para pihak.

Ruang Lingkup Mediasi Ruang lingkup dalam mediasi mencakup: • Mediator, yaitu hakim atau pihak lain bersertifikat sebagai pihak netral yang pengertian mediasi pihak terkait dalam proses perundingan untuk menemukan penyelesaian sengketa tanpa memutus atau memaksakan penyelesaian. • Sertifikat mediator, yaitu dokumen yang diterbitkan Mahkamah Agung atau lembaga yang sudah terakreditasi dari Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa seseorang sudah mengikuti dan lulus pelatihan sertifikasi mediasi.

• Daftar mediator, yaitu catatan yang memuat nama mediator yang ditunjuk berdasarkan surat keputusan ketua pengadilan yang diletakkan pada tempat yang mudah dilihat oleh khalayak umum. • Para pihak, yaitu dua atau lebih subjek hukum yang bersengketa dan membawa sengketa mereka ke pengadilan untuk menyelesaikannya. • Biaya mediasi, yaitu biaya yang muncul dalam proses mediasisebagai bagian dari biaya perkara, meliputi biaya pemanggilan pihak terkait, biaya perjalanan salah satu pihak berdasarkan pengeluaran nyata, biaya pengertian mediasi, biaya ahli, dan/atau biaya lain yang dibutuhkan dalam proses Mediasi.

• Kesepakatan perdamaian, yaitu kesepakatan hasil mediasi dalam bentuk dokumen yang memuat ketentuan penyelesaian sengketa yang ditandatangani pihak terkait dan mediator.

Jenis Jenis Mediasi Berikut ini macam-macam jenis bentuk mediasi untuk menyelesaikan konflik, diantaranya yaitu: Mediasi dalam Sistem Peradilan Pasal 130 HIR menjelaskan bahwa mediasi dalam sistem peradilan itu menghasilkan produk berupa akta persetujuan damai atau akta perdamaian secara tertulis. Dalam PERMA No. 1 Tahun 2008 disebutkan bahwa: Jika mediasi menghasilkan kesepakatan, para pihak dengan bantuan mediator wajib merumuskan secara tertulis kesepakatan yang dicapai dan ditandatangani oleh para pihak.

Kesepakatan tersebut wajib memuat klausul-klausul pencabutan perkara atau pernyataan perkara telah selesai (Pasal 17 ayat (1) dan (6)). Mediasi Diluar Pengadilan Mediasi di luar pengadilan merupakan bagian dari adat istiadat atau budaya daerah tertentu dengan penyebutan dan tata cara pelaksanaan yang berbeda sesuai budaya dan perilaku masyarakat.

Sampai saat ini, masyarakat cenderung memilih demikian. Mediasi-Arbitrase Mediasi-arbitrase adalah bentuk alternatif penyelesaian sengketa sebagai kombinasi mediasi dengan arbitrase.

Pada jenis ini, pengertian mediasi diberi kewenangan untuk memutuskan setiap isu yang tidak dapat diselesaikan oleh para pihak. Mediasi Ad-Hoc dan Mediasi Kelembagaan Pasal 6 ayat 4 UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, mediasi ad-hoc yang adanya kesepakatan para pihak menentukan mediator penyelesaian perselisihan, yang bersifat tidak permanen atau sementara.

Sedangkan mediasi kelembagaan adalah mediasi yang bersifat permanen atau melembaga yang dimana lembaga mediasi menyediakan jasa mediator untuk membantu para pihak.

Baca Juga : Pengertian Intervensi Menurut filsuf skolastik, jenis mediasi diantaranya yaitu: Medium Quod Medium quod adalah sesuatu yang sendiri diketahui dan dalam mengetahui sesuatu itu, sesuatu yang lain yang diketahui. Contohnya premis dalam silogisme. Pengetahuan tentang premis membawa pengetahuan tentang kesimpulan. Medium Quo Medium quo adalah sesuatu yang sendiri tidak disadari tetapi dapat diketahui melalui sesuatu yang lain. Contohnya lensa kacamata yang dipakai, sehingga melihat benda di sekitar tapi kacamata itu tidak secara langsung disadari.

Medium In Quo Medium in quo adalah sesuatu yang tidak disadari secara langsung dan yang didalamnya diketahui sesuatu yang lain. Contohnya kaca spion di mobil, supir mobil melihat kendaran di belakang dan hal lain di sekitarnya dalam kaca spion sendiri tidak secara langsung ia sadari. Tahapan Mediasi Tahapan proses pelaksanaan mediasi, diantaranya yaitu: Mendefinisikan permasalahan, seperti: • Memulai proses mediasi • Mengungkap kepentingan tersembunyi • Merumuskan masalah dan menyusun agenda Memecahkan permasalahan, seperti: • Mengembangkan pilihan (options) • Menganalisis pilihan • Proses tawar menawar akhir • Mencapai kesepakatan Kelebihan dan Kekurangan Mediasi Kelebihan mediasi, diantaranya: • Proses cepat.

• Bersifat rahasia. • Tidak Mahal.

pengertian mediasi

• Adil. • Pemberdayaan individu. • Keputusan yang hemat. • Keputusan yang berlaku tanpa mengenal waktu. Kekurangan mediasi, diantaranya: • Tidak bersifat memaksa • Mediator kurang terjamin • Rentan gagal Contoh Mediasi Berikut ini beberapa contoh mediasi, diantaranya yaitu: • Dila dan Andra sedang bertengkar. Ayah datang menasihati mereka berdua agar dapat menyelesaikan masalah mereka. • Indra memukul Adi karena Adi membuang bekal sekolah milik Indra.

Seorang guru melerai dan menasehati Indra dan Adi agar masalah keduanya selesai. Baca Juga : Pengertian Persekusi Demikian artikel pembahasan tentang pengertian mediasi menurut para ahli, dsar hukum, tujuan, manfaat, jenis, contoh, tahapan proses dan contoh mediasi secara lengkap. Semoga bermanfaat Posted in Pengertian mediasi, kewarganegaraan, PKN Tagged ciri-ciri mediasi, contoh mediasi, contoh mediasi adalah, dasar hukum mediasi, mediasi adalah, mediasi pengertian mediasi brainly, mediasi adalah dan contohnya, mediasi artinya, mediasi diluar pengadilan, pengertian arbitrase, pengertian konsiliasi, pengertian mediasi dan contohnya, pengertian mediasi menurut para ahli, tahapan mediasi, tugas mediator adalah, tujuan mediasi Post navigation Recent Posts • Pengertian Uterus, Struktur Bagian dan Fungsi Uterus (Rahim) Lengkap • Pengertian Diafragma, Fungsi, Struktur dan Cara Kerja Diafragma Pada Pernapasan Lengkap • Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Contoh Alat Pemuas Kebutuhan Manusia Lengkap • Pengertian Politik Etis, Latar Belakang, Tujuan, Isi, Penyimpangan dan Dampak Politik Etis Lengkap • Pengertian Realitas Sosial, Macam, Bentuk, Konsep dan Contoh Realitas Sosial Menurut Para Ahli Lengkap • Pengertian Kebudayaan Nasional, Karakteristik, Fungsi, Tujuan dan Contoh Kebudayaan Nasional Indonesia Lengkap • Pengertian AFNEI, Sejarah, Tugas dan Tujuan AFNEI di Indonesia Lengkap • Pengertian Waran, Ciri-Ciri, Manfaat dan Risiko Investasi Waran (Warrant) Lengkap • Pengertian Modal Kerja, Konsep, Jenis, Manfaat, Penggunaan, Manajemen dan Perputaran Modal Kerja Lengkap • Pengertian Audit Internal, Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup Audit Pengertian mediasi Menurut Para Ahli Lengkap • Pengertian Riset Pasar, Macam Jenis, Metode dan Contoh Riset Pasar Lengkap • Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Proses Penilaian Kinerja Karyawan Menurut Para Ahli Lengkap • Pengertian Distribusi, Tujuan, Jenis, Saluran, Tugas dan Contoh Distribusi Lengkap • Pengertian, Manfaat dan Resiko Kontrak Berjangka Indeks Saham Lengkap
KOMPAS.com - Mediasi merupakan salah satu upaya pengertian mediasi dan penyelesaian konflik.

Dalam praktiknya, mediasi sering digunakan untuk menyelesaikan sebuah konflik, baik di masyarakat maupun beberapa jenis sengketa. Pengertian mediasi Usaha pengendalian konflik yang melibatkan pihak ketiga sebagai penasihat dalam penyelesaian konflik disebut mediasi.

Pihak ketiga tersebut sering disebut mediator. Berperan sebagai penasihat atau perantara antara kedua belah pihak yang sedang berkonflik. Menurut Machli Riyadi dalam buku Teori Iknemook dalam Mediasi Malapraktik Medik (2018), mediator sebagai pihak ketiga, posisinya berada di pengertian mediasi dan bersifat netral. Salah satu peran mediator ialah berupaya menemukan sejumlah kesepakatan, agar mencapai hasil yang memuaskan kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik.

Baca juga: Mediasi Sebagai Bentuk Usaha Resolusi Konflik Dikutip dari buku Teknik Negosiasi dan Mediasi bagi Polisi Pamong Praja Indonesia (2022) oleh Rivelino dan Ni Ketut Mustiari, berikut pengertian mediasi menurut Laurence Boulle: "Mediasi adalah upaya penyelesaian dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, guna membantu berbagai pihak untuk mencapai penyelesaian yang dapat diterima." Tujuan mediasi Dilansir dari jurnal Mediasi: Alternatif Penyelesaian Sengketa Medis (2009) pengertian mediasi Dedi Afandi, tujuan utama mediasi ialah mencapai perdamaian di antara pihak yang bertikai.

Sering kali pihak yang berselisih sulit mencapai kata sepakat dalam penyelesaian masalahnya. Dalam hal ini, mediasi bertujuan untuk mempertemukan pihak yang berkonflik, guna menyaring permasalahan dan berupaya menciptakan perdamaian. Contoh mediasi Berikut ini beberapa contoh mediasi: • Guru menjadi pihak ketiga atau mediator ketika terjadi konflik di pengertian mediasi teman sekelas • Ketua RT berperan sebagai mediator saat terjadi pertikaian di antara warganya • Indonesia menjadi penengah ketika Kamboja dan Vietnam terlibat dalam konflik • Swedia menjadi pihak ketiga dalam upaya penyelesaian konflik antara Pemerintah Indonesia dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Baca juga: Konflik Sosial: Faktor Penyebab dan Cara Menanganinya

MEDIASI




2022 www.videocon.com