Musyawarah diadakan dengan semangat

musyawarah diadakan dengan semangat

26. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini. 1) Pemerintah daerah merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. 2) Pemerintah daerah hanya … bagian dari pelaksana penyelenggara pemerintahan pusat. 3) Pemerintah daerah leluasa dalam melaksanakan kekuasaan yang dilimpahkannya. 4) Pembangunan lebih merata ke pelosok daerah. 5) Pendapatan daerah disetor ke pusat hingga 80%. Jawaban yang tepat dari hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah pada masa Orde baru adalah​ Ketika keluarga sering ribut atau sering terjadi KDRT, maka anak akan merasa bahwa kekerasan adalah bagian dari dirinya.

Maka wajar jika anak-anak yan … g sudah biasa hidup di lingkungan yang penuh dengan kekerasan akan juga melakukan kekerasan seperti contohnya tawuran. Ia akan merasa bahwa kekerasan adalah hal yang wajar dilakukan oleh seseorang. Maka dalam teori belajar dan moral, anak tersebut adalah hasil belajar dari…. a. trial and error learning, b. Imitation dan modeling. c. identification d. Jawaban a, b dan c salah Suruh analisis, PT Intan Pariwara didirikan pada tahun 1984 dan merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan buku-buku pelajaran … mulai tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama atau Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Negeri, dan buku-buku umum, seperti buku-buku cerita, buku olahraga, buku kesenian, dan lain sebagainya.Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT Intan Pariwara tidak lepas dari visi dan misinya.

Visi PT Intan Pariwara adalah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyediakan sarana pendidikan yang musyawarah diadakan dengan semangat. Misi PT Intan Pariwara adalah menciptakan sarana ilmu pengetahuan dengan harga terjangkau. PT Intan Pariwara juga memiliki kredo atau slogan ”Mari Bersama Intan Pariwara Mencerdaskan Bangsa”. Di dalam menjalankan bisnisnya, PT Intan Pariwara dipimpin oleh seorang Direktur. Direktur membawahi Manajer.

Di dalam struktur organisasi terdapat tiga macam unsur bisnis yaitu bisnis support, bisnis akselerasi dan bisnis operasional. Yang terlibat pada bisnis operasional antara lain nasional sales manajer, regional manajer, sales manajer, pimpinan perwakilan, staf finance, koordinator pos, staf gudang dan kepala seksi jenjang TK hingga SMA. Yang terlibat pada bisnis akselerasi antara lain bagian finance, pembukuan, pajak dan IT.

Sedangkan yang terlibat pada bisnis support antara lain bagian HRD, General Affair dan PR. Analisislah lingkungan umum dan lingkungan khusus dari organisasi atau perusahaan tersebut di atas! Reog adalah salah satu budaya asli Indonesia. Akhir akhir ini reog diklaim oleh negara lain. Negara tersebut beranggapan bahwa reog merupakan kebudaya … an asli negara mereka sedangkan Indonesia hanya mengadopsi saja.

Terjadi banyak demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Khususnya daerah daerah pulau Jawa. Berdasarkan wacana tersebut, apakah pengakuan budaya reog oleh negara lain merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia? Jelaskan!bantuin jawab dong kakk makasiiii​ MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 5.5.

Sebarkan ini: Kata Syûrâ terambil dari kata menjadi Syûrâ. Kata Syûrâ bermakna mengambi dan mengeluarkan pendapat yang terbaik dengan menghadapkan satu pendapat dengan pendapat yang lain.Dalam Lisanul ‘Arab berarti memetik dari serbuknya dan wadahnya. Berarti mempersamakan pendapat yang terbaik dengan madu, dan bermusyawarah adalah upaya meraih madu itu dimanapun ia ditemukan, atau dengan kata lain, pendapat siapapun yang dinilai benar tanpa mempertimbangkan siapa yang menyampaikannya.

Musyawarah dapat berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Musyawarah adalah salah satu hal yang amat penting bagi kehidupan insani, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya.

Islam memandang penting peranan musyawarah bagi kehidupan umat manusia, antara lain dapat dilihat dari perhatian al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecah berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Musyawarah dalam Islam Islam memandang musyawarah sebagai salah satu hal yang amat penting bagi kehidupan insani, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya.

Ini terbukti dari perhatian al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecah berbagai persoalan yang mereka hadapi. Musyawarah itu di pandang penting, antara lain karena musyawarah merupakan salah satu alat yang mampu mempersekutukan sekelompok orang atau umat di samping sebagai salah satu sarana untuk menghimpun atau mencari pendapat yang lebih dan baik.

Adapun bagaimana sistem permusyawaratan itu harus dilakukan, baik Al-Qur’an maupun Hadis tidak memberikan penjelasan secara tegas. Oleh karena itu soal sistem permusyawaratan diserahkan sepenuhnya kepada umat sesuai dengan cara yang mereka anggap baik.

Para ulama berbeda pendapat mengenai obyek yang menjadi kajian dari permusyawaratan itu sendiri, adakah permusyawaratan itu hanya dalam soal-soal keduniawian dan tidak tentang masalah-masalah keagamaan? Sebagian dari mereka berpendapat bahwa musyawarah diadakan dengan semangat yang dianjurkan atau diperintahkan dalam islam itu khusus dalam masalah-masalah keduaniawian dan tidak untuk soal-soal keagamaan.

Sementara sebagian yang lain berpendirian bahwa disamping masalah-masalah keduniawian, musyawarah juga dapat dilakukan dalam soal-soal keagamaan sejauh yang tidak jelaskan oleh wahyu (Al-Qur’an dan Hadis) Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, yang jelas antara persoalan-persoalan duniawi dan agamawi tak dapat dipisahkan meskipun antara yang satu dengan yang lain memang dapat di bedakan.

Dan suatu hal yang telah di sepakati bersama oleh para ulama ialah bahwa musyawarah tidak di benarkan untuk membahas masalah-masalah yang ketentuannya secara tegas dan jelas telah ditentukan oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Baca Juga : Nama-Nama Hari Akhir Al Qur’an QS Ali ‘Imran : 159 tentang Musyawarah Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah swt-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, dan apabila kamu telah membulatkan tekad maka berdakwahlah kepada Allah swt, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

(QS. Ali Imran: I59) Tujuan Musyawarah • Melatih untuk menyuarakan pendapat (ide) Setiap orang pasti memiliki ide atau musyawarah diadakan dengan semangat yang dapat diungkapkan dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang dibahas.

Dengan mengikuti musyawarah, seseorang bisa dilatih untuk mengutarakan pendapat yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mencari jalan musyawarah diadakan dengan semangat. • Masalah dapat segera terpecahkan Dengan bermusyawarah, akan bisa didapatkan beberapa jalan alternatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan bersama. Pendapat yang berbeda dari orang lain mungkin akan lebih baik dari pendapat kita sendiri. Untuk itu sangat penting untuk mengadakan dengar pendapat dengan orang lain.

• Keputusan yang diambil memiliki nilai keadilan Musyawarah merupakan proses dengar pendapat yang nantinya keputusan yang diambil adalah merupakan kesepakatan bersama antar sesama anggota. Kesepakatan yang diambil tentunya tidak mengandung unsur paksaan di dalamnya.

musyawarah diadakan dengan semangat

Sehingga semua anggota dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan tanpa ada unsur pemaksaan. • Hasil keputusan yang diambil dapat menguntungkan semua pihak Keputusan yang diambil dalam suatu musyawarah tidak boleh merugikan salah satu pihak atau anggota dalam musyawarah.

Agar nantinya hasil yang diputuskan tersebut dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh anggota dengan penuh keikhlasan. Baca Juga : Sejarah Penyebaran Islam Di Indonesia Menurut Sejarawan • Dapat menyatukan pendapat yang berbeda Dalam sebuah musyawarah tentu akan ditemui beberapa pendapat yang berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Disitulah letak keindahan dari musyawarah.

Nantinya pendapat-pendapat tersebut akan di kumpulkan dan ditelaah secara bersama-sama baik dan buruknya, sehingga diakhir musyawarah akan terpilih satu dari sekian pendapat yang berbeda tersebut, sebagai hasil keputusan bersama yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi yang tentunya menyangkut kepentingan bersama.

• Adanya kebersamaan Manfaat bermusyawarah, setiap orang bisa bertemu dengan beberapa karakter yang berbeda dari para anggota. Anggota didalamnya bisa bersilaturahmi dan mempererat hubungan tali persaudaraan antar sesama anggota.

• Dapat mengambil kesimpulan yang benar Hasil keputusan akhir yang diambil dalam musyawarah adalah musyawarah diadakan dengan semangat yang dianggap benar dan sah. Hasil keputusan itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh setiap anggotanya.

• Mencari kebenaran dan menjaga diri dari kekeliruan Dengan bermusyawarah, kita bisa menemukan kebenaran atas pangkal masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Kita bisa mendengarkan berbagai penjelasan dari anggota lainnya, yang nantinya akan menghindarkan kita dari berprasangka atau menduga-duga. • Menghindari celaan Dengan mengadakan musyawarah, tentunya kita akan terhindar dari berbagai macam anggapan dan celaan orang lain.

• Menciptakan stabilitas emosi Dalam bermusyawarah tentu kita akan menemukan pendapat yang berbeda dari musyawarah diadakan dengan semangat kita sampaikan. Dengan begitu hal tersebut bisa melatih kita untuk menahan emosi dengan menghargai setiap pendapat yang telah disampaikan para anggota.

Sehingga akan tercipta stabilitas emosi yang baik antar sesama anggota. Baca Juga : Pengertian, Sistem Dan Kabinet Presidensial Serta Tugasnya Selain itu ada juga tujuan dari musyawarah yaitu : • Musyawarah dilaksanakan untuk membuka pintu kesulitan dan memberikan kesempatan untuk melihat sebuah perkara dari berbagai sudut pandang, sehingga keputusan yang diambil dan dihasilkan sesuai dengan standar dan persepsi seluruh anggota.

Keputusan yang diperoleh dengan musyawarah akan lebih berbobot karena di dalamnya terdapat pendapat, pemikiran dan ilmu dari para anggota. • Musyawarah dilakukan untuk memperoleh kesepakatan bersama sehingga keputusan yang akhirnya diambil bisa diterima dan dijalankan oleh semua anggota dengan penuh rasa tanggung jawab. Hikmah Musyawarah • Memperkuat silaturahim dan memperkokoh persaudaraan. • Saling belajar dari satu sama lain. • Dapat bertukar pikiran antar satu sama lain.

• Menyadarkan kekurangan dan kelebihan orang lain. • Pekerjaan menjadi keputusan bersama dan menjadi ringan untuk dilakukan. • Menghidupkan gairah warga untuk saling berlomba berbuat kebajikan. Sikap dan perilaku dalam Musyawarah • Yang menjadi objek musyawarah adalah hal – hal kemasyarakatan, termasuk soal – soal keluarga.

• Orang yang dimusyawarahkan adalah yang makruf (baik), tidak bersifat maksiat. • Musyawarah termasuk hal tolong – menolong dan tukar pikiran dan menggunakan akal pikiran yang sehat.

• Musyawarah bertujuan untuk mencari solusi yang benar dan tepat. • Orang yang musyawarah harus tenggag rasa, saling menghormati. • Bersikap terbuka dan bersedia mendengar pemikiran orang lain dan tidak boleh merasa paling musyawarah diadakan dengan semangat sendiri. • Menggunakan bahasa yang santun dan sopan. • Keputusan musyawarah menjadi keputusan bersama dan wajib dilaksanakan.

Sekelompok orang berkonsultasi tentang sesuatu, Saat musyawarah selalu dikaitkan dengan dunia politik, demokrasi.Bahkan tidak dapat dipisahkan, dalam musyawarah prinsipnya merupakan bagian dari demokrasi, dalam penentuan demokrasi Pancasila dilakukan dengan konsensus dan dalam hal kebuntuan berkepanjangan maka suara, sehingga demokrasi adalah tidak sama dengan votting.

Cara votting cenderung dipilih oleh mayoritas negara-negara demokratis karena lebih praktis, menghemat waktu dan lebih sederhana daripada diskusi berbelit-belit itulah sebabnya votting cenderung identik dengan demokrasi saat votting sebenarnya salah satu cara dalam mekanisme konsultasi dalam sistem demokrasi.

Baca Juga : Pengertian Dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan Musyawarah Untuk Mufakat dan Komunikasi Komunikasi adalah proses dari sebuah ide yang ditransfer dari sumber ke penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Raymond S. Ross menjelaskan bahwa komunikasi adalah proses pemilahan, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

Musyawarah berarti berhubungan dengan orang lain dan ada pesan di dalamnya, maka kedua hal ini saling berhubungan dan saling terkait. Komunikasi membantu berjalannya proses konsultasi. Ada sumber, pesan, media, dan penerima sudah siap juga untuk memberikan umpan balik. Selain ada gangguan yang dapat mengancam informasi program.

musyawarah diadakan dengan semangat

Musyawarah Untuk Mufakat dalam kehidupan sehari-hari Musyawarah sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh kecil ketika kita ingin makan dengan teman-teman kita pasti berkonsultasi untuk menentukan apa dan di mana makanan akan dimakan. Seringkali kita memilih yang paling banyak dipilih untuk menentukan di mana dan apa yang harus makan makanan bersama-sama. Hal-hal kecil seperti ini tidak sadar kita lakukan dan sering dijumpai dalam setiap sisi kehidupan kita.

Jika kita melihat pada kemajuan teknologi dan musyawarah yang sering kita lakukan dua memiliki kesamaan adalah di dalamnnya yang proses berkomunikasi. Musyawarah itu sendiri dikenal dekat dengan dunia politik dan hari ini diragukan bagaimana para pecinta kepentingan politik mereka sendiri bangsa Indonesia.

Ini bisa jadi karena politik adalah hal yang rumit yang tidak dapat ditangani semudah membalikkan telapak tangan. Musyawarah itu sendiri memiliki tujuan yang masalah dapat diselesaikan sebanyak mungkin jalan keluar dan tidak merugikan orang lain dan mengambil cara yang adil.

Setiap musyawarah diadakan dengan semangat berhak untuk mengekspresikan pendapatnya, menerima atau menolak perselingkuhan adalah masalah masa lalu, selama keputusan musyawarah dapat mencapai kesepakatan yang artinya memiliki persetujuan dan nilai-nilai yang kuat.

Seperti dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”.

Dalam artikel yang sama, negara menjamin konstitusi kebebasan setiap orang untuk menyebarkan dan memperoleh informasi dan berkomunikasi melalui semua saluran yang musyawarah diadakan dengan semangat. “Jadi sebagai warga negara yang memiliki hak, kita memiliki hak menggunakannya dengan benar. Baca Juga : Pengertian Kedaulatan Rakyat Menurut Para Ahli Musyawarah dalam politik Keputusan politik adalah pengambilan keputusan melalui fasilitas umum dan lebih lanjut mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan aksi bersama atau keputusan mengenai nilai-nilai (barang publik) yang adalah tentang apa dan siapa mendapat apa.

Dari definisi ini jelas bahwa kita memiliki hak sendiri dalam memberikan aspirasi kami. Tidak ada yang bisa melarang kita untuk berdebat. Konferensi Meja Bundar antara Belanda dan Indonesia di Den Haag, Belanda, adalah salah satu contoh musyawarah dalam politik Ilmu politik menurut WA Robson, dalam The University Teaching of Social Sciences mengatakan bahwa studi ilmu politik kekuasaan dalam masyarakat, musyawarah diadakan dengan semangat sifat intrinsik, dasar, proses, ruang lingkup dan hasil.

Fokus perhatian difokuskan pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasaan atau pengaruh atas orang lain atau terhadap pelaksanaan aturan. Ilmu politik juga berkaitan dengan masalah kekuasaan, kepemimpinan seseorang yang memiliki pengaruh terhadap jalannya kehidupan politik di suatu negara.

Bagaimana pemimpin memimpin akan mempengaruhi bagaimana orang bertindak dan berlaku. Tidak semua orang hanya akan memberikan pendapatnya, suara juga merupakan hal penting yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Ketidakpercayaan diri sendiri sering dihadapi oleh kita sebagai manusia, kita juga takut berpendapat bahwa akan ada rasa takut diskusi belakang kita dan membuat kita menjadi tidak nyaman di tengah-tengah kelompok. Oleh karena itu sebagian besar dari kita memilih opsi yang diduga diam bahwa diam mencari keamanan tanpa melakukan apa-apa tapi hal negatif adalah masalah tidak dapat diselesaikan dengan baik karena ada tidak menyalurkan aspirasi mereka.

Partisi politik sendiri dasar-dasar kitab ilmu politik merupakan kegiatan yang orang bertindak sebagai individu yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Partisipasi dapat individu atau kolektif, terorganisir atau spontan, mantap atau sporadis, damai atau dengan kekuatan legal maupun ilegal, efektif atau tidak efektif.

Tujuan Musyawarah Untuk Mufakat • Musyawarah dengan tujuan untuk memecahkan masalah. Masalah akan dipecahkan jika masing-masing peserta lokakarya ingin mengeluarkan pendapat, saran, dan masukan.

• Tanpa saran atau usulan yang dikeluarkan oleh peserta lokakarya, diskusi mungkin tidak akan dicapai dalam arti bahwa tidak ada masalah mungkin akan dipecahkan. • Musyawarah adalah upaya bersama dengan kerendahan hati untuk memecahkan persoalan (mencari tahu) untuk membuat keputusan bersama dalam penyelesaian atau solusi dari masalah yang berkaitan dengan urusan duniawi.

musyawarah diadakan dengan semangat

• Dalam musyawarah diajarkan tentang nilai nilai ekuitas dan umum. Dimana musyawarah harus mampu menghasilkan keputusan yang paling adil untuk kepentingan bersama. • Dalam musyawarah, kita didorong untuk mematuhi setiap peraturan yang berlaku untuk kursus kelancaran pembahasan. Sikap untuk melakukan hormat pendapat orang lain bahkan jika bertentangan dengan pendapat kami, tidak boleh dipotong pendapat orang lain dan harus tertib musyawarah.

Baca Juga : 2 Jenis Ujian Dalam Hidup Manusia Di Dunia Beserta Contohnya Prinsip-prinsip dalam Musyawarah Dalam melakukan proses musyawarah tidak dilakukan dengan begitu saja, melainkan kita harus memiliki pedoman yang harus ditaati saat melakukan musyawarah. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: • musyawarah bersumber pada paham sila keempat pancasila • setiap putusan yang diambil harus dapat di pertanggung jawabkan dan tidak boleh bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945.

• setiap peserta musyawarah mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam mengeluarkan pendapat. • setiap putusan, baik sebagai hasil mufakat maupun berdasarkan suara terbanyak harus diterima dan di laksanakan.

• apabila cara musyawarah untuk mufakat tidak dapat di capai dan telah di upayakan berkali-kali maka dapat di gunakan cara lain yaitu dengan pengambilan suara terbanyak(voting) Manfaat Musyawarah Musyawarah, mengandung banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut: • Melalui musyawarah, dapat diketahui kadar akal, pemahaman, kadar kecintaan, dan keikhlasan terhadap kemaslahatan umum, • Sesungguhnya akal manusia itu bertingkat-tingkat, dan jalan nalarnyapun berbeda-beda.

Oleh karena itu, di antara mereka musyawarah diadakan dengan semangat mempunyai suatu kelebihan pandangan disbanding yang lain (dan sebaliknya), sekalipun di kalangan para pembesar, • Sesungguhnya pendapat-pendapat dalam musyawarah diuji keakuratannya. Setelah itu, dipilihlah pendapat yang sesuai (baik dan benar), • Di dalam musyawarah, akan tampak bersatunya hati untuk mensukseskan suatu upaya dan kesepakatan hati.

Dalam hal itu, memang, sangat diperlukan untuk suksesnya masalahnya masalah yang sedang dihadapi. • Musyawarah diadakan dengan semangat menetapkan suatu keputusan dengan adil dan bijaksana, • Untuk mencari kebenaran, persetujuan, dan kesepakatan bersama yang lebih baik, • Untuk menghilangkan sikap otoriter, diktator, dan sikap sewenang- wenang, • Untuk belajar membiasakan mengemukakan pendapat, ide, atau gagasan secara tepat.

Menurut Ali bin Abi Thalib ada tujuh manfaat musyawarah, antara lain: • Dapat mengambil kesimpulan yang benar. • Mencari kebenaran. • Menjaga diri dari kekeliruan. • Menghindarkan celaan.

• Menciptakan stabilitas emosi • Keterpaduan hati. • Dan mengikuti atsar. Dalam bukunya djoko sutopo pun berpendapat sama atas manfaat atau faedah dari musyawarah yaitu untuk bertukar fikiran serta menguji suatu pendapat yang layak dan patut untuk di ambil sebagai keputusan. Dalam musyawarah berupaya untuk menyatukan musyawarah diadakan dengan semangat yang keluardari pemikiran banyak orang. Baca Juga : Otonomi Daerah Nilai Musyawarah dalam Pancasila Nilai-nilai Pancasila merupakan suatu pandangan hidup bangsa Indonesia.

Pancasila juga merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa. Nilai-nilai Pancasila ini menjadi landasan dasar, serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kenegaraan. Dalam kehidupan kenegaraan, perwujudan nilai Pancasila harus tampak dalam suatu peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Karena dengan tampaknya Pancasila dalam suatu peraturan dapat menuntun seluruh masyarakat dalam bersikap sesuai dengan peraturan perundangan yang disesuaikan dengan Pancasila. Dengan demikian betapa pentingnya nilai musyawarah yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia sebagai perwujudan akan nilai pancasila yang kelak akan menjadi karakter yang membangun bagi bangsa Indonesia.

Pendapat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang Budaya Musyawarah yang Semakin Luntur Saat memperingati Hari Konstitusi pada 18 Agustus 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Musyawarah diadakan dengan semangat menekankan pentingnya kembali mengembangkan budaya musyarawah untuk mufakat yang dinilai makin meluntur belakangan ini. Padahal, pola ini yang dikembangkan oleh para pendiri dan pendahulu ketika merintis Republik Indonesia. Presiden mengungkapkan bahwa nilai budaya musyawarah dan mufakat langsung berasal dari Pancasila sebagai dasar negara.

Pengambilan keputusan dengan konsensus dinilainya sebagai cara yang lebih tepat karena lebih memungkinkan mencapai win-win solution dalam berbagai persoalan. Mungkin waktu yang ditempuh akan lebih lama. Namun, ruang yang tersedia untuk mendengarkan pandangan pihak lain akan menjadi proses yang baik untuk menemukan pilihan terbaik.

Presiden juga berharap agar seluruh proses pengambilan keputusan tidak bisa menggunakan metode pemungutan suara atau voting. “Voting atau pemungutan suara memang tidak ditabukan dalam kehidupan demokrasi. Ada kalanya ada masalah-masalah yang bisa dilakukan dengan pemungutan suara.

Presiden mengatakan bahwa tidak semua isu atau pilihan dapat tepat diambil melalui pemungutan suara, apalagi jika menyangkut kebenaran dan logika. Presiden mencontohkan dalam perumusan kandungan konstitusi UUD yang menjadi sumber hukum yang penting dalam kehidupan bernegara. Menurut Presiden, manakala diperlukan perubahan terhadap konstitusi, rakyat harus dilibatkan. Perubahan tak boleh hanya berdasarkan pada keinginan elit politik semata. Apalagi hanya diputuskan melalui voting yang dinilainya hanya sebagai jalan pintas.

Akibatnya, substansi fundamental dari perubahan bisa saja diabaikan. Padahal, konstitusi musyawarah diadakan dengan semangat mandat dari rakyat. Pendidikan Sebagai Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Dalam mengembangkan budaya musyawarah, salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah pengembangan di bidang pendidikan baik pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dan juga pendidikan informal dari keluarga atau masyarakat.

Karena fungsi alamiah pendidikan adalah memberdayakan manusia tidak hanya menjadi pendukung sistem nilai yang berlaku tetapi lebih menjadi pengolahnya hingga sesuai dengan tuntutan zaman, bahkan juga menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut memberi bentuk, corak, dan arah bagi kehidupan masyarakat di masa depan.

Dalam rangka mengembangkan kepercayaan masyarakat pada pentingnya karakter musyawarah dan menjadikannya merupakan bagian dari nilai budaya masyarakat Indonesia yang diyakini paling sesuai bagi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan masalah bersama. Menurut Satjipto Rahardjo, pendidikan niscaya menjadi andalan yang sangat penting pada waktu suatu bangsa merintis suatu pengalaman baru.

Pendidikan formal dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus mulai memperkenalkan, mengembangkan, mengkomunikasikan keluhuran nilai budaya musyawarah dan paham perdamaian dalam lingkungan pergaulan mereka melalui keteladanan dan contoh-contoh kongkrit yang terjadi di lingkungan pergaulan masyarakat.

Dalam sistem pendidikan Jepang misalnya, terdapat paham fasifisme atau paham perdamaian yang terus menerus dianut sampai sekarang. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Jepang menjadi orang yang cinta damai.

Pendidikan harus mampu membentuk hati dan perasaan murid karena masalah nilai, jati diri, sikap egaliter, sikap pemaaf, dan mempercayai orang lain adalah terutama masalah ‘hati’, masalah afeksi, dan bukan masalah pengetahuan semata. Oleh karena itu, sekolah juga harus mengajarkan anak untuk menanamkan budaya bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan hal itu, sekolah harus melakukan pembinaan kognitif, afektif, dan konatif secara simultan.

Keluarga Sebagai Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Penghidupan kembali nilainilai musyawarah, perdamaian, dan tenggangrasa bukan hanya tanggungjawab dunia pendidikan formal, tapi menjadi tanggungjawab semua masyarakat, khususnya keluarga dan institusi-insitusi publik. Pendidikan dari lingkungan keluarga merupakan basis utama dan kunci tranformasi nilai-nilai moral pertamakali diperkenalkan oleh orang tua pada seorang anak sebelum mengenal pendidikan formal.

Pesan leluhur dalam Serat Wulang Reh menyebutkan bahwa keluarga merupakan wadah: • pendidikan pergaulan, • pendidikan watak, • pendidikan norma sosial. • pendidikan tatakrama, • pendidikan tentang baik musyawarah diadakan dengan semangat, dan • pendidikan agama. Dari berbagai unsur pendidikan ini tugas keluarga adalah mendidik anak yang sebaik-baiknya. Selanjutnya dalam pandangan hidup tradisional (termasuk yang semi modern) keluarga juga dianggap poros dan sel terhakiki dalam hidup sosial. Mutu hidup sosial sangat tergantung pada hubungan intern keluarga, kalau keluarga tidak pernah membekali anak-anaknya dengan teladan yang baik dan nilai-nilai moral dalam hidup sosial, maka bukan mustahil bahwa anggota-anggota keluarga tertentu akan mengalami krisis moralitas.

Intuisi Publik Sebagai Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Di samping keluarga, institusi publik seperti perusahaan jaringan telivisi juga merupakan media yang paling strategis untuk mensosialisasikan pesan-pesan moral, penciptaan karakter, kepribadian masyarakat.

Dengan menekankan budaya musyawarah yang sesuai dengan prinsip-prinsip tanpa harus dengan kekerasan dalam menyelesaikan suatu perselisihan yang saat ini kerap terjadi.

Demikian Ulasan Tentang Musyawarah Adalah – Dalam Islam, Tujuan, Manfaat Dan Contohnya Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Sahabat Setia DosenPendidikan.Com Amin … 😀 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Agama, Kewarganegaraan Ditag apa landasan dari musyawarah mufakat, arti kata gotong royong, arti mufakat, arti musyawarah mufakat, artikel tentang musyawarah di sekolah, bacaan singkat tentang musyawarah, bagaimana musyawarah dilakukan, ciri ciri musyawarah, contoh musyawarah, contoh musyawarah mufakat, dimana mereka melakukan musyawarah, gambar musyawarah di sekolah, jelaskan hubungan demokrasi dan musyawarah, macam macam musyawarah, makna mufakat, manfaat musyawarah, manfaat musyawarah adalah, materi musyawarah dalam islam, membiasakan bermusyawarah membina, mengapa kita perlu musyawarah, mufakat adalah, musyawarah artinya, musyawarah dalam islam, Musyawarah dalam politik, musyawarah dapat mempererat, musyawarah dilakukan untuk mencapai, musyawarah mufakat, musyawarah mufakat adalah, nilai musyawarah adalah, paragraf musyawarah mufakat, pentingnya musyawarah, permasalahan yang dibahas dalam artikel, prinsip musyawarah, sebutkan 3 contoh kegiatan bermusyawarah, sebutkan empat syarat dilakukan voting, semangat apa yang harus ada dalam musyawarah, solusi musyawarah, tujuan musyawarah, tujuan musyawarah adalah, Tujuan Musyawarah Untuk Mufakat, unsur unsur musyawarah Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Musyawarah diadakan dengan semangat Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
KOMPAS.com - Musyawarah menjadi bagian dari demokrasi dan sering dilakukan di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, musyawarah adalah pembahasan bersama untuk mencapai keputusan penyelesaian massalah, perembukan musyawarah. Dalam buku Diskursus Demokrasi Deliberatif di Indonesia (2019) karya Fahrul Muzaqqi, musyawarah merupakan tradisi.

musyawarah diadakan dengan semangat

Gagasan musyawarah mufakat merupakan gagasan dan tradisi asli masyarakat Indonesia. Di mana tradisi tersebut tidak terlepas dari karakter kolektivitas, gotong royong, dan tolong menolong. Adapun ciri-ciri musyawarah, yaitu: • Dilakukan berdasarkan atas kepentingan bersama. • Hasil keputusan musyawarah dapat diterima dengan akal sehat dan sesuai hati nurani.

• Pendapat yang diusulkan mudah dipahami dan tidak memberatkan anggota musyawarah. • Mengutamakan pertimbangan moral dan bersumber dari hati nurani yang luhur. Baca juga: Musyawarah: Arti, Ciri-cirinya dan Manfaat Contoh kegiatan musyawarah Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sesuatu hal untuk kepentingan bersama harus diselesaikan secara musyawarah mufakat.

Namun, tidak semua kegiatan harus dilakukan secara musyawarah. Berikut contohnya: • Kegiatan bermusyawarah Contoh- contoh kegiatan musyawarah, sebagai berikut: • Musyawarah ketika rapat RT atau lingkungan dalam pengambilan keputusan atau dalam penyelesaian masalah. Untuk mencapai hasil bersama. • Musyawarah dalam keluarga untuk menentukan aturan-aturan di dalam keluarga agar adil dan disepakati bersama.

• Musaywarah di sekolah ketika melakukan pembagian tugas piket kelas.

musyawarah diadakan dengan semangat

• Musyawarah dalam menentukan ketua dan susunan organisasi karang taruna. Baca juga: Penerapan Nilai-Nilai Kerakyatan dalam Kehidupan Sehari-Hari • Kegiatan bukan musyawarah Contoh-contoh kegiatan yang bukan dilakukan dengan musyawarah, yakni: • Tidak mengerjakan ujian secara bersama-sama • Saat pemilihan umum, baik untuk pemerintah pusat, daerah, maupun presiden • Membolos bersama MENU • Musyawarah diadakan dengan semangat • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 7.4.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gotong Royong Pengertian Musyawarah Berarti mempersamakan pendapat yang terbaik dengan madu, dan bermusyawarah adalah upaya meraih madu itu dimanapun ia ditemukan, atau dengan kata lain, pendapat siapapun yang dinilai benar tanpa mempertimbangkan siapa yang menyampaikannya.

Musyawarah dapat berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya. Sedangkan menurut istilah fiqh adalah meminta pendapat orang lain atau umat mengenai suatu urusan.

Kata musyawarah juga umum diartikan dengan perundingan atau tukar pikiran. Perundingan itu jua disebut musyawarah, karena masing-masing orang yang berunding dimintai atau diharapkan mengeluarkan atau mengemukakan pendapatnya tentang suatu masalah yang di bicarakan dalam perundingan itu. Musyawarah merupakan salah satu hal yang amat penting bagi kehidupan insani, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya.

Islam memandang penting peranan musyawarah bagi kehidupan umat manusia, antara lain dapat dilihat dari perhatian al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecah berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Kata Syûrâ bermakna mengambil dan mengeluarkan pendapat yang terbaik dengan menghadapkan satu pendapat dengan pendapat yang lain. Dari pengertian itu dapat disimpulkan, syura artinya memusyawarahkan perbedaan-perbedaan pendapat atas sesuatu untuk melahirkan kebaikan dan kebenaran yang ada di dalamnya. Menurut istilah sebagaimana dikemukaan oleh Ar-Raghib Al-Ashfahani: والمشاورة : والمشورة استخراج الرأى بمراجعة البعض إلى البعض(الراغب : ۲۷۰) Musyawarah adalah mengeluarkan pendapat dengan mengembalikan sebagiannya pada sebagian yang lain, yakni menimbang satu pendapat dengan pendapat yang lain untuk mendapat satu pendapat yang disepakati.

Sedangkan dalam KBBI musyawarah berarti pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah (KBBI:768). Dengan demikian pengertian musyawarah adalah suatu sistem pengambilan keputusan yang melibatkan banyak orang dengan mengakomodasi semua kepentingan sehingga tercipta satu keputusan yang disepakati bersama dan dapat dijalankan oleh seluruh peserta yang mengikuti musyawarah Musyawarah dalam Islam Islam memandang musyawarah sebagai salah satu hal yang amat penting bagi kehidupan insani, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya.

Ini terbukti dari perhatian al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecah berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Musyawarah itu di pandang penting, antara lain karena musyawarah merupakan salah satu alat yang mampu mempersekutukan sekelompok orang atau umat di samping sebagai salah satu sarana untuk menghimpun atau mencari pendapat yang lebih dan baik. Adapun bagaimana sistem permusyawaratan itu harus dilakukan, baik Al-Qur’an maupun Hadis tidak memberikan penjelasan secara tegas. Oleh karena itu soal sistem permusyawaratan diserahkan sepenuhnya kepada umat sesuai dengan cara yang mereka anggap baik.

Para ulama berbeda pendapat mengenai obyek yang menjadi kajian dari permusyawaratan itu sendiri, adakah permusyawaratan itu hanya musyawarah diadakan dengan semangat soal-soal keduniawian dan tidak tentang masalah-masalah keagamaan?

Sebagian dari mereka berpendapat bahwa musyawarah yang dianjurkan atau diperintahkan dalam islam itu khusus dalam masalah-masalah keduaniawian dan tidak untuk soal-soal keagamaan. Sementara sebagian yang lain berpendirian bahwa disamping masalah-masalah keduniawian, musyawarah juga dapat dilakukan dalam soal-soal keagamaan sejauh yang tidak jelaskan oleh wahyu (Al-Qur’an dan Hadis) Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, yang jelas antara persoalan-persoalan duniawi dan agamawi tak dapat dipisahkan meskipun antara yang satu dengan yang lain memang dapat di bedakan.

Dan suatu hal yang telah di sepakati bersama oleh para ulama ialah bahwa musyawarah tidak di benarkan untuk membahas masalah-masalah yang ketentuannya secara tegas dan jelas telah ditentukan oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Dalil Al-Qur’an Tentang Musyawarah • Surat Al-Baqarah ayat 233: فَإِنْ أَرَادَا فِصَالا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا (البقرة: ٢٣٣ ) Artinya: “Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan permusyawarahan antara mereka.

Maka tidak ada dosa atas keduanya”. (QS. Al-Baqarah: 233) Ayat ini membicarakan bagaimana seharusnya hubungan suami istri saat mengambil keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak, seperti menceraikan anak dari menyusu ibunya.

Didalam menceraikan anak dari menyusu ibunya kedua orang tua harus mengadakan musyawarah, menceraikan itu tidak boleh dilakukan tanpa ada musyawarah, seandainya salah dari keduanya tidak menyetujui, maka orang tua itu akan berdosa karena ini menyangkut dengan kemaslahan anak tersebut. Jadi pada ayat di atas, Alquran memberi petunjuk agar setiap persoalan rumah tangga termasuk persoalan rumah tangga lainnya dimusyawarahkan antara suami istri.

• Surat Ali ‘Imran ayat 159 : فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (ال عمران: ١٥٩ ) Artinya: “ Maka disebabkan rahmat Allahlah, engkau bersikap lemah musyawarah diadakan dengan semangat terhadap mereka.

Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tertentu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 159) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi Dan Rosul Dalil Al Hadist Tentang Musyawarah • Hadist dari Hasan ra عَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: قَدْ عَلَمَ اللهُ أَنَّهُ مَا بِهِ إِلَيْهِمْ حَاجَةُ, وَلَكِنَّهُ أَرَادَ أَنْ يُسْتَنَ بِهِ مِنْ بَعْدِه.

وَعَنْ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( ما تشا ور قوم قط إلا هدوا لأرشد أمرهم )) “ Had t is yang diriwayatkan dari hasan semoga r i dha Allah darinya: Allah sungguh mengetahui apa yang mereka butuhkan dan tetapi yang ia inginkan enam puluh orang. Dan dari Nabi saw: ( suatu kaum memadai dalam bernusyawarah tetang sesuatu kecuali mereka ditunjuki jalan yang lurus untuk urusan mereka).

” • Hadits dari Imam Ahmad قَالَ رَسُوْلُ اللهَ صَلىّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ لِآ بِى بَكْرِ وَ عُمَرَ: لَوِاجْتَمَعْنَمَا فِى مَشُوْرَةِ مَااخْتَلَفْتُكُمَا (ر.أحمد) Telah bersabda Rasulullah SAW. Kepada Abu Bakar dan Umar : “Apabila kalian berdua sepakat dalam musyawarah, maka aku tidak akan menyalahi musyawarah diadakan dengan semangat berdua.” (HR. Ahmad) • Hadist dari Ibnu Majjah إِذَا اسْتَشَا أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَسَرَّ عَلَيْهِ (ابن ماجه) Apabila salah seorang kamu meminta bermusyawarah dengan saudaranya, maka penuhilah.

(HR. Ibnu Majah) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pancasila Sebagai Dasar Negara Nilai Musyawarah dalam Pancasila Nilai-nilai Pancasila merupakan suatu pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa. Nilai-nilai Pancasila ini menjadi landasan dasar, serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kenegaraan. Dalam kehidupan kenegaraan, perwujudan nilai Pancasila harus tampak dalam suatu peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Karena dengan tampaknya Pancasila dalam suatu peraturan dapat menuntun seluruh masyarakat dalam bersikap sesuai dengan peraturan perundangan yang disesuaikan dengan Pancasila. Salah satu nilai yang terkandung dalam pancasila yang terkandung dalam sila keempat adalah: ”Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.” Rakyat dalam hal ini merupakan komunitas yang masing-masing individu memiliki kedudukan yang sama, memiliki kewajiban dan hak yang sama.

Inilah inti dari kehidupan demokrasi yang ada di Indonesia yang memiliki ciri yang khas, yakni musyawarah untuk mufakat, yang dijalankan secara jujur dan tanggung jawab. Nilai-nilai yang terkandung musyawarah diadakan dengan semangat sila keempat ini, antara laian: demokrasi, persamaan, mengutamakan kepentingan negara, tidak memaksakan kehendak, musyawarah untuk mufakat, semangat kekeluargaan, kesantunan dalam menyampaikan pendapat, jujur dan tanggung jawab.

Dengan demikian betapa pentingnya nilai musyawarah yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia sebagai perwujudan akan nilai pancasila yang kelak akan menjadi karakter yang membangun bagi bangsa Indonesia. • Pendidikan Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Dalam mengembangkan budaya musyawarah, salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah pengembangan di bidang pendidikan baik pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dan juga pendidikan informal dari keluarga atau masyarakat.

Karena fungsi alamiah pendidikan adalah memberdayakan manusia tidak hanya menjadi pendukung sistem nilai yang berlaku tetapi lebih menjadi pengolahnya hingga sesuai dengan tuntutan zaman, bahkan juga menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut memberi bentuk, corak, dan arah bagi kehidupan masyarakat di masa depan.

Dalam rangka mengembangkan kepercayaan masyarakat pada pentingnya karakter musyawarah dan menjadikannya merupakan bagian dari nilai budaya masyarakat Indonesia yang diyakini paling sesuai bagi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan masalah bersama. Menurut Satjipto Rahardjo, pendidikan niscaya menjadi andalan yang sangat penting pada waktu suatu bangsa merintis suatu pengalaman baru.

Pendidikan formal dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus mulai memperkenalkan, mengembangkan, mengkomunikasikan keluhuran nilai budaya musyawarah dan paham perdamaian dalam lingkungan pergaulan mereka melalui keteladanan dan contoh-contoh kongkrit yang terjadi di lingkungan pergaulan masyarakat.

Dalam sistem pendidikan Jepang misalnya, terdapat paham fasifisme atau paham perdamaian yang terus menerus dianut sampai sekarang. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Jepang menjadi orang yang cinta damai. Pendidikan harus mampu membentuk hati dan perasaan murid karena masalah nilai, jati diri, sikap egaliter, sikap pemaaf, dan mempercayai orang lain adalah terutama masalah ‘hati’, masalah afeksi, dan bukan masalah pengetahuan semata.

Oleh karena itu, sekolah juga harus mengajarkan anak untuk menanamkan budaya bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan hal itu, sekolah harus melakukan pembinaan kognitif, afektif, dan konatif secara simultan Namun demikian, kurikulum pendidikan di Indonesia selama ini justru lebih menekankan aspek intelektualitas, dan mengabaikan segi afektivitas. Padahal realitas membuktikan bahwa keberhasilan seorang di dalam masyarakat tidak hanya ditentukan pada faktor intelgensi, tapi juga faktor emotional, dan faktor spiritual quotient.

Berdasarkan hal itu yang mendesak sekarang ini adalah pembaharuan paradigma pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi yang tidak lagi hanya memfokuskan atau memberi apresiasi hanya pada kemampuan intelektual.

Untuk itu birokrasi pendidikan pusat dan daerah, harus mulai memberikan otonomi yang luas untuk mengembangkan kurikulum lokalnya, yang memungkinkan guru-guru dalam praktek sehari-hari memberikan perhatian yang sama pada pembinaan kemampuan kognitif, kepekaan afektif, dan kemampuan konatif, serta memungkinkan guru mempunyai kebebasan untuk melakukan tugas mereka secara kreatif.

Berkaitan dengan penanaman nilai musyawarah, tenaga pendidik (guru dan dosen) sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan proses pengembangan mekanisme bermusyawarah. Pada lingkungan pendidikan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas, di samping guru harus mengkomunikasikan nilai-nilai musyawarah atau perdamaian secara kreatif melalui suatu pelajaran seperti Budi Pekerti, juga harus bisa menjadikan nilai musyawarah atau perdamaian merupakan bagian dalam kehidupan pergaulan (konatif) di sekolah Tidak itu saja, masyarakatpun harus mendukung menciptakan situasi yang responsif untuk pengembangan nilai-nilai tersebut.

Keluarga Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Penghidupan kembali nilainilai musyawarah, perdamaian, dan tenggangrasa bukan hanya tanggungjawab dunia pendidikan formal, tapi menjadi tanggungjawab semua masyarakat, khususnya keluarga dan institusi-insitusi publik. Pendidikan dari lingkungan keluarga merupakan basis utama dan kunci tranformasi nilai-nilai moral pertamakali diperkenalkan oleh orang tua pada seorang anak sebelum mengenal pendidikan formal.

Pesan leluhur dalam Serat Wulang Reh menyebutkan bahwa keluarga merupakan wadah: • pendidikan pergaulan, • pendidikan watak, • pendidikan norma musyawarah diadakan dengan semangat. • pendidikan tatakrama, • pendidikan tentang baik buruk, dan • pendidikan agama. Dari berbagai unsur pendidikan ini tugas keluarga adalah mendidik anak yang sebaik-baiknya. Selanjutnya dalam pandangan hidup tradisional (termasuk yang semi modern) keluarga juga dianggap poros dan sel terhakiki dalam hidup sosial.

Mutu hidup sosial sangat tergantung pada hubungan intern keluarga, kalau keluarga tidak pernah membekali anak-anaknya dengan teladan yang baik dan nilai-nilai moral dalam hidup sosial, maka bukan mustahil bahwa anggota-anggota keluarga tertentu akan mengalami krisis moralitas.

Intuisi Publik Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Di samping keluarga, institusi publik seperti perusahaan jaringan telivisi juga merupakan media yang paling strategis untuk mensosialisasikan pesan-pesan moral, penciptaan karakter, kepribadian masyarakat. Dengan menekankan budaya musyawarah yang sesuai dengan prinsip-prinsip tanpa harus dengan kekerasan dalam menyelesaikan suatu perselisihan yang saat ini kerap terjadi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 25 Contoh Lembaga Pendidikan : Fungsi, Pengertian, Ciri Tujuan dan Manfaat Musyawarah Tujuan dalam Musyawarah • Melatih untuk menyuarakan pendapat (ide) Setiap orang pasti memiliki ide atau gagasan yang dapat diungkapkan dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang dibahas.

Dengan mengikuti musyawarah, seseorang bisa dilatih untuk mengutarakan pendapat yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mencari jalan keluar. • Masalah dapat segera terpecahkan Dengan bermusyawarah, akan bisa didapatkan beberapa jalan alternatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan bersama.

Pendapat yang berbeda dari orang lain mungkin akan lebih baik dari pendapat kita sendiri. Untuk itu sangat penting untuk mengadakan dengar pendapat dengan orang lain.

• Keputusan yang diambil memiliki nilai keadilan Musyawarah merupakan proses dengar pendapat yang nantinya keputusan yang diambil adalah merupakan kesepakatan bersama antar sesama anggota. Kesepakatan yang diambil tentunya tidak mengandung unsur paksaan di dalamnya. Sehingga semua anggota dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan tanpa ada unsur pemaksaan. • Hasil keputusan yang diambil dapat menguntungkan semua pihak Keputusan yang diambil dalam suatu musyawarah tidak boleh merugikan salah satu pihak atau anggota dalam musyawarah.

Agar nantinya hasil yang diputuskan tersebut dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh anggota dengan penuh keikhlasan. • Dapat menyatukan pendapat yang berbeda Dalam sebuah musyawarah tentu akan ditemui beberapa pendapat yang berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Disitulah letak keindahan dari musyawarah. Nantinya pendapat-pendapat tersebut akan di kumpulkan dan ditelaah secara bersama-sama baik dan buruknya, sehingga diakhir musyawarah akan terpilih satu dari sekian pendapat yang berbeda tersebut, sebagai hasil keputusan bersama yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi yang tentunya menyangkut kepentingan bersama.

• Adanya kebersamaan Manfaat bermusyawarah, setiap orang bisa bertemu dengan beberapa karakter yang berbeda dari para anggota.

Anggota didalamnya bisa bersilaturahmi dan musyawarah diadakan dengan semangat hubungan tali persaudaraan antar sesama anggota. • Dapat mengambil kesimpulan yang benar Hasil keputusan akhir yang diambil dalam musyawarah adalah keputusan yang dianggap benar dan sah.

Hasil keputusan itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh setiap anggotanya. • Mencari kebenaran dan menjaga diri dari kekeliruan Dengan bermusyawarah, kita bisa menemukan kebenaran atas pangkal masalah yang menyangkut kepentingan bersama.

Kita bisa mendengarkan berbagai penjelasan dari anggota lainnya, yang nantinya akan menghindarkan kita dari berprasangka atau menduga-duga. • Menghindari celaan Dengan mengadakan musyawarah, tentunya kita akan terhindar dari berbagai macam anggapan dan celaan orang lain.

• Menciptakan stabilitas emosi Dalam bermusyawarah tentu kita akan menemukan pendapat yang berbeda dari yang kita sampaikan. Dengan begitu hal tersebut bisa melatih kita untuk menahan emosi dengan menghargai setiap pendapat yang telah disampaikan para anggota. Sehingga akan tercipta stabilitas emosi yang baik antar sesama anggota. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Akhlak – Tujuan, Jenis, Ruang, Lingkup, Faktor, Karimah, Perbedaan Selain itu ada juga tujuan dari musyawarah yaitu : • Musyawarah dilaksanakan untuk membuka pintu kesulitan dan memberikan kesempatan untuk melihat sebuah perkara dari berbagai sudut pandang, sehingga keputusan yang diambil dan dihasilkan sesuai dengan standar dan persepsi seluruh anggota.

Keputusan yang diperoleh dengan musyawarah akan lebih musyawarah diadakan dengan semangat karena di dalamnya terdapat pendapat, pemikiran dan ilmu dari para anggota. • Musyawarah dilakukan untuk memperoleh kesepakatan bersama sehingga keputusan yang akhirnya diambil musyawarah diadakan dengan semangat diterima dan dijalankan oleh semua anggota dengan penuh rasa tanggung jawab.

Manfaat dalam Musyawarah Musyawarah, mengandung banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut: • Melalui musyawarah, dapat diketahui kadar akal, pemahaman, kadar kecintaan, dan keikhlasan terhadap kemaslahatan umum, • Sesungguhnya akal manusia itu bertingkat-tingkat, dan jalan nalarnyapun berbeda-beda. Oleh karena itu, di antara mereka pasti mempunyai suatu kelebihan pandangan disbanding yang lain (dan sebaliknya), sekalipun di kalangan para pembesar, • Sesungguhnya pendapat-pendapat dalam musyawarah diuji keakuratannya.

Setelah itu, dipilihlah pendapat yang sesuai (baik dan benar), • Di dalam musyawarah, akan tampak bersatunya hati untuk mensukseskan suatu upaya dan kesepakatan hati. Dalam hal itu, memang, sangat diperlukan untuk suksesnya masalahnya masalah yang sedang dihadapi. • Untuk menetapkan suatu keputusan dengan adil dan bijaksana, • Untuk mencari kebenaran, persetujuan, dan kesepakatan bersama yang lebih baik, • Untuk menghilangkan sikap otoriter, diktator, dan sikap sewenang- wenang, • Untuk belajar membiasakan mengemukakan pendapat, ide, atau gagasan secara tepat.

Menurut Ali bin Abi Thalib ada tujuh manfaat musyawarah, antara lain: • Dapat mengambil kesimpulan yang benar. • Mencari kebenaran. • Menjaga diri dari kekeliruan. • Menghindarkan celaan. • Menciptakan stabilitas emosi • Keterpaduan hati.

• Dan mengikuti atsar. Dalam bukunya djoko sutopo pun berpendapat sama atas manfaat atau faedah dari musyawarah yaitu untuk bertukar fikiran serta menguji suatu pendapat yang layak dan patut untuk di ambil sebagai keputusan. Dalam musyawarah berupaya untuk menyatukan gagasan yang keluardari pemikiran banyak orang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 4 Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli Ciri, Prinsip & Hikmah dalam Musyawarah Ciri Dalam Musyawarah Adapun ciri-ciri Musyawarah yang antara lain yaitu: • Berdasarkan kepentingan bersama.

• Hasil keputusan harus dapat diterima dengan akal sehat sesuai hati nurani. • Usul atau pendapat yang disampaikan mudah dipahami dan tidak memberatkan anggota lain.

• Dalam proses musyawarah pertimbangan moral lebih diutamakan dan bersumber dai hati nurani yang luhur. Hikmah Dalam Musyawarah, • Memperkuat silaturahim dan memperkokoh persaudaraan. • Saling belajar dari satu sama lain. • Dapat bertukar pikiran antar satu sama lain. • Menyadarkan kekurangan dan kelebihan orang lain. • Pekerjaan menjadi keputusan bersama dan menjadi ringan untuk dilakukan. • Menghidupkan gairah warga untuk saling berlomba berbuat kebajikan. Prinsip dalam Musyawarah Dalam melakukan proses musyawarah tidak dilakukan dengan begitu saja, melainkan kita harus memiliki pedoman yang harus ditaati saat melakukan musyawarah.

Prinsip-prinsip tersebut antara lain: • musyawarah bersumber pada paham sila keempat pancasila • setiap putusan yang diambil harus dapat di pertanggung jawabkan dan tidak boleh bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. • setiap peserta musyawarah mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam mengeluarkan pendapat. • setiap putusan, baik sebagai hasil mufakat maupun berdasarkan suara terbanyak harus diterima dan di laksanakan.

• apabila cara musyawarah untuk mufakat tidak dapat di capai dan telah di upayakan berkali-kali maka dapat di gunakan cara lain yaitu dengan pengambilan suara terbanyak(voting) Prinsip dan Perilaku dalam Musyawarah • Yang menjadi objek musyawarah adalah hal – hal kemasyarakatan, termasuk soal – soal keluarga.

• Orang yang dimusyawarahkan adalah yang makruf (baik), tidak bersifat maksiat. • Musyawarah termasuk hal tolong – menolong dan tukar pikiran dan menggunakan akal pikiran yang sehat.

• Musyawarah bertujuan untuk mencari solusi yang benar dan tepat. • Orang yang musyawarah harus tenggag rasa, saling menghormati. • Bersikap terbuka dan bersedia mendengar pemikiran orang lain dan tidak boleh merasa paling pintar sendiri.

musyawarah diadakan dengan semangat

• Menggunakan bahasa yang santun dan sopan. • Keputusan musyawarah menjadi keputusan bersama dan wajib dilaksanakan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Tujuan Reformasi Agraria Secara Lengkap Contoh Musyawarah Musyawarah adalah kegiatan membicarakan sesuatu masalah secara bersama-sama. Musyawarah bertujuan untuk mengambil keputusan. Musyawarah dilaksanakan untuk menyatukan pendapat dan menyelesaikan masalah.

Musyarakah dilakukan untuk mencapai kesepatakan. Mussyawarah dapat dilakukan di rumah, di sekolah dan di masyarakat. Di dalam musyawarah, usulan atau pendapat ditampung. Dengan melaksanakan musyawarah kita dapat menghindari permusuhan dan pertengkaran. Adapun contoh musyawarah diantaranya yaitu: Musyawarah di Rumah Pernahkah keluarga kalian di rumah melaksanakan musyawarah? Dapatkah kalian menyebutkan contoh kegiatan musyawarah yang dilakukan di rumah? Salah satu contoh musyawarah yang dilakukan di rumah adalah saat membicarakan kegiatan liburan.

Untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan saat liburan, perlu dilaksanakan kegiatan musyawarah. Beberapa kemungkinan muncul usul dari anggota keluarga misalnya ada yang mengusulkan pergi ke rumah saudara, ada yang mengusulkan pergi wisata ke pegunungan atau ada yang mengusulkan pergi wisata ke pantai. Mungkin ada juga yang mengusulkan tinggal di rumah saja. Sebagai peserta musyawarah, seluruh anggota keluarga harus menghargai dan menghormati semua usulan.

Keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah harus mempertimbangkan usulan-usulan semua anggota musyawarah. Setelah semua peserta musyawarah menyampaikan usul, saatnya diputuskan. Apapun keputusannya, misalnya diputuskan untuk pergi ke rumah saudara, semua anggota keluarga harus menerima keputusan tersebut dan melaksanakan secara bersama-sama.

Musyawarah di Sekolah Simak cerita berikut ini. Cerita berikut ini adalah contoh musyawarah di sekolah. Pak Supri memberi tugas kepada anak anak. Tugas yang diberikan yaitu membuat kliping tentang sumber-sumber energi di sekitar kita.

Tugas musyawarah diadakan dengan semangat secara kelompok. Setiap kelompok terdiri lima anak. Sebelum mengerjakan tugas, setiap kelompok bermusyawarah. Nisa sebagai ketua kelompok. Nisa dan kelompoknya bermusyawarah. Dalam musyawarah diadakan pembagian tugas. Alifa menyiapkan koran dan majalah bekas. Tika membawa gunting dan lem. Anwar membawa spidol. Sedang Dewi bertugas membawa kertas.

Semua menaati hasil musyawarah. Pada hari yang ditentukan, tugas dikerjakan di rumah Alifa. Mereka asyik mengerjakan tugas bersama sama. Kliping disusun dengan baik. Hasil pekerjaan mereka sangat memuaskan. Pekerjaan dapat dikerjakan dengan mudah apabila di kerjakan secara bersama-sama dan di dahului dengan musyawarah. Musyawarah di Masyarakat Kalian mungkin pernah mendengar kalau ayah kalian mendapatkan undangan dari Pak RT atau Pak RW untuk menghadiri rapat di rumah Pak RT atau rumah Pak RW.

Rapat atau musyawarah banyak dilakukan oleh masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Hal-hal yang biasa mereka musyawarahkan antara lain misalnya membahas tentang kerja bakti membersihkan selokan, rencana membangun masjid, atau membangun pos ronda. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Kewarganegaraan, SMA, SMK Ditag 3 tujuan musyawarah, 4 syarat dilakukan voting, apa fungsi koperasi, apa landasan dari musyawarah mufakat, apa tujuan musyawarah dalam pengambilan keputusan, apa yang dimaksud musyawarah mufakat, apa yang harus dilakukan setelah musyawarah, apakah manfaat musyawarah dalam memecahkan permasalahan bersama, apakah musyawarah sesuai dengan pancasila, apakah tujuan melakukan musyawarah, arti mufakat, artikel tentang musyawarah di sekolah, bacaan singkat tentang musyawarah, bagaimana keputusan musyawarah yang baik, bagaimana musyawarah dilakukan, bentuk penulisan puisi, berikut manfaat musyawarah mufakat kecuali, cara menghormati pendapat teman, cara musyawarah agar berjalan lancar, ciri ciri musyawarah, contoh cerita musyawarah dalam keluarga, contoh musyawarah, contoh musyawarah di masyarakat, contoh musyawarah mufakat, dalam musyawarah sering terjadi perbedaan, demokrasi vs musyawarah, dimana mereka melakukan musyawarah, dimana musyawarah dilakukan, gambar musyawarah di sekolah, hak dalam musyawarah, hikmah dan manfaat demokrasi dalam islam, hikmah dan manfaat musyawarah, hubungan demokrasi dan musyawarah, jelaskan hubungan demokrasi dan musyawarah, jelaskan kegunaan kata tanya apa, jelaskan manfaat musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan, jelaskan pengertian aklamasi, jelaskan pengertian mufakat, jelaskan pengertian musyawarah menurut islam, kedudukan demokrasi di indonesia, keputusan bersama merupakan, kesepakatan dalam musyawarah disebut, keuntungan melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan bersama, konsepsi islam tentang musyawarah, macam macam musyawarah, makalah musyawarah dalam islam, makna mufakat, maksud musyawarah diadakan dengan semangat tujuan musyawarah dalam islam, manfaat Hubungan Internasional, manfaat musyawarah, manfaat musyawarah dan tawakal, manfaat musyawarah kelas 2 sd, manfaat voting, membiasakan bermusyawarah membina, mengapa kita harus bermusyawarah, mengapa perlu musyawarah, menunjukkan sikap hasil musyawarah, mufakat adalah, musyawarah dalam islam, musyawarah dapat mempererat, musyawarah dilakukan pada waktu, musyawarah dilakukan untuk, musyawarah mufakat adalah, nilai keadilan contohnya, nilai musyawarah adalah, nilai musyawarah mufakat dalam pancasila, paragraf musyawarah mufakat, pdf tentang demokrasi indonesia, pengertian dari voting, pengertian mufakat, pengertian musyawarah dalam islam, pengertian musyawarah menurut bahasa dan istilah, pengertian musyawarah menurut para ahli, pengertian musyawarah mufakat, pengertian musyawarah pdf, pengertian nilai gotong royong dan contohnya, pentingnya musyawarah, perbedaan musyawarah dan demokrasi brainly, permasalahan yang dibahas dalam artikel, prinsip musyawarah, prinsip prinsip musyawarah, sebutkan contoh musyawarah dalam keluarga, sebutkan empat syarat dilakukan voting, sebutkan hak kita dalam musyawarah, sebutkan hikmah dan manfaat musyawarah, sebutkan manfaat dari kegiatan musyawarah, sebutkan manfaat membaca, semangat apa yang harus ada dalam musyawarah, siapa peserta dalam musyawarah keluarga, siapa yang membuat keputusan bersama, siapa yang membuat pesan pada puisi, sikap hasil dari musyawarah, solusi musyawarah, tata cara musyawarah, tujuan musyawarah, tujuan musyawarah adalah, tujuan musyawarah dalam islam, tujuan musyawarah kerja, tuliskan manfaat musyawarah untuk mufakat, unsur unsur musyawarah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Musyawarah diadakan dengan semangat, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Musyawarah diadakan dengan semangat, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Jakarta - Musyawarah mufakat dapat dilakukan di kehidupan sehari-hari, baik dengan keluarga di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat.

Tahukah detikers, apa tujuan dilaksanakan suatu musyawarah serta manfaatnya? Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu masalah bersama-sama, seperti dikutip dari buku PKn Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD/MI Kelas 2 oleh M.

Masan dan Rachmat. Baca juga: 14 Contoh Sikap yang Sesuai dengan Sila ke-4 Pancasila & Bentuk Penyimpangannya Tujuan dilaksanakan musyawarah dan ciri-ciri Tujuan dilaksanakan musyawarah adalah untuk mencapai kesepakatan. Untuk itu, ada sejumlah ciri-ciri musyawarah yang umum, di antaranya yaitu: • Musyawarah dilakukan lebih dari satu orang.

• Semua orang punya musyawarah diadakan dengan semangat yang sama dalam sebuah musyawarah. • Semua orang boleh berpendapat. • Musyawarah dilakukan dengan diskusi untuk mencapai kesepakatan langsung dan dengan melalui pemungutan suara. Dalam pemungutan suara, suara terbanyak menjadi kesepakatan musyawarah diadakan dengan semangat. Contoh musyawarah 1.

Contoh musyawarah di rumah Contoh musyawarah di rumah yaitu: • Berdiskusi tentang tujuan liburan • Berdiskusi tentang rencana mengunjungi nenek • Mendengarkan pendapat orang tua dalam kegiatan • Mendiskusikan pembagian tugas rumah, seperti menyiram tanaman dan memberi makan peliharaan 2.

Contoh musyawarah di sekolah Contoh musyawarah yang dilakukan di sekolah yaitu: • Bermusyawarah atau melakukan pemungutan suara dalam memilih ketua kelas • Berdiskusi kelompok • Menyiapkan rencana berkunjung bersama-sama ke rumah teman sekelas yang sedang sakit • Berbagi tugas kelompok secara adil • Musyawarah diadakan dengan semangat mengenai pertunjukan seni di kelas Baca juga: 28 Contoh Sikap Pancasila Sila 1 sampai 5 dan Penjelasan, Sudah Tahu?

3. Contoh musyawarah di lingkungan masyarakat Contoh musyawarah yang dilakukan di lingkungan masyarakat yaitu: • Berpartisipasi dalam pemilihan ketua RT • Mengikuti pemilu • Ikut rapat RT untuk menggalang dana bagi tetangga yang sedang mengalami musibah Apa manfaat musyawarah?
X. Contoh Musyawarah Kata musyawarah sendiri diambil dari bahasa Arab yakni Syawara yang berarti berunding, mengajukan sesuatu atau urun rembuk.

Sedangkan di dalam tata negara Indonesia dan juga kehidupan modern musyawarah disebut dengan syuro, kerapatan nagari, rebuh desa dan demokrasi. Pengertian Musyawarah Di dalam KBBI, musyawarah diartikan sebagai pembahasan bersama dengan tujuan untuk mendapatkan keputusan atau untuk menyelesaikan masalah. Musyawarah berguna untuk mencapai mufakat atau persetujuan.

Pada dasarnya, prinsip musyawarah merupakan bagian dari demokrasi sehingga sering dihubungkan dengan dunia politik demokrasi. Di dalam demokrasi Pancasila di Indonesia, penentuan hasil dilakukan dengan musyawarah mufakat. Jika tidak ditemukan jalan keluar, maka umumnya akan dilakukan pemungutan suara atau voting. Bisa disimpulkan jika musyawarah merupakan sistem mengambil keputusan yang melibatkan banyak orang dengan cara mengakomodasi seluruh kepentingan sehingga ditemukan keputusan yang disepakati bersama serta bisa dijalankan semua peserta pengikut musyawarah tersebut.

Ciri-ciri Musyawarah • Dilakukan atas dasar kepentingan bersama. • Hasil keputusan musyawarah bisa diterima akal sehat serta sesuai dengan hati nurani. • Pendapat yang diusulkan di dalam musyawarah bisa mudah dipahami serta tidak memberatkan anggota musyawarah. • Mengutamakan pertimbangan moral serta bersumber dari hati nurani. Tujuan Musyawarah Ketika musyawarah dilakukan, maka ada tujuan yang harus diputuskan atau dihasilkan, yakni: • Memperoleh kesepakatan bersama sehingga keputusan akhir yang diambil bisa diterima serta dilaksanakan seluruh anggota dengan penuh tanggung jawab.

• Menyelesaikan kesulitan sekaligus memberi kesempatan untuk melihat masalah dari segala sudut pandang. Dengan begitu, keputusan yang dihasilkan bisa sesuai persepsi serta standar anggota musyawarah.

Manfaat Musyawarah • Untuk melatih mengemukakan pendapat: Dalam proses musyawaah, setiap orang punya gagasan atau ide berbeda yang bisa dikemukakan dalam memecahkan sebuah permasalahan yang sedang dibahas. Dengan musyawarah, maka seseorang bisa dilatih untuk mengutarakan pendapatnya yang akan dijadikan bahan pertimbangan ketika mencari solusi. • Untuk memecahkan masalah sesegera mungkin: Dengan musyawarah, maka akan diperoleh jalan alternatif untuk menyelesaikan masalah untuk kepentingan bersama.

• Untuk menghasilkan nilai keadilan untuk keputusan yang diambil: Musyawarah adalah proses mendengar pendapat yang nantinya keputusan yang diambil merupakan kesepakatan bersama di antara sesama anggota.

• Untuk memberi keuntungan bagi semua pihak atas keputusan yang diambil. • Untuk menyatukan pendapat yang berbeda. • Untuk membangun kebersamaan. • Untuk mengambil kesimpulan yang tepat. • Untuk mencari kebenaran serta menjaga diri dari kekeliruan. • Untuk menghindari celaan.

• Untuk menciptakan stabilitas emosi. Prinsip Musyawarah Ketika proses musyawarah dilakukan, maka harus berdasarkan pedoman yang wajib ditaati. Beberapa prinsip tersebut diantaranya adalah: • Musyawarah datang dari pemahaman sila keempat Pancasila. • Semua keputusan yang diambil harus bisa dipertanggungjawabkan serta tidak bertentangan dengan Pancasila serta UUD 1945.

• Semua peserta musyawarah punya hak dan kewajiban sama ketika mengemukakan pendapat. • Semua keputusan hasil musyawarah mufakat atau dari suara terbanyak harus bisa diterma dan dilakukan. • Apabila cara musyawarah untuk mufakat tidak bisa dicapai dan sudah dicoba, maka bisa dilakukan cara lainnya yakni voting.

Nilai Musyawarah Dalam Pancasila Nilai Pancasila menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia. Pancasila juga menjadi nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia sebab berakar ke kepribadian bangsa.

Nilai Pancasila merupakan landasan serta motivasi dasar kehidupan serta semua perilaku bangsa yang baik. Di dalam kehidupan berbangsa, nilai Pancasila harus dilihat pada peraturan perundang-undangan Indonesia sekarang ini.

Karena Pancasila bisa dijadikan pedoman untuk berperilaku, maka nilai musyawarah juga harus dimiliki masyarakat Indonesia. Ini merupakan wujud dari nilai Pancasila yang nantinya akan dijadikan ciri konstruktif bangsa Indonesia.

musyawarah diadakan dengan semangat

Hikmah Musyawarah • Untuk memperkuat persahabatan serta memperkuat persaudaraan. • Untuk belajar antara yang satu dengan yang lain. • Bisa saling bertukar pikiran. • Untuk menyadarkan musyawarah diadakan dengan semangat kelemahan serta kekuatan orang lain. • Pekerjaan menjadi keputusan kolektif serta ringan dilakukan. • Untuk menghidupkan semangat warga supaya bisa saling bersaing untuk berbuat baik.

Pendidikan Untuk Sarana Pengembangan Budaya Musyawarah Salah satu cara yang dilakukan untuk mengembangkan budaya musyawarah adalah untuk memajukan bidang pendidikan. Contohnya seperti pendidikan formal dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi dan pendidikan informal untuk masyarakat atau keluarga.

Fungsi alamiah pendidikan untuk memberdayakan manusia tidak hanya pendukung arus utama sistem nilai, namun juga menjadi pengolah yang menyesuaikan dengan keperluan jaman sampai salah satu kekuatan sosial. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat akan pentingnya musyawarag dan dihadikan nilai budaya bangsa Indonesia, maka sudah seharusnya masyarakat Indonesia bisa menyelesaikan masalah bersama-sama.

Satjipto Rahardjo berpendapat jika pendidikan menjadi andalan penting pada saat bangsa Indonesia merintis pengalaman baru. Pendidikan formal dari mulai tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus mulai mengembangkan, mengenalkan, mengomunikasikan nilai luhur budaya musyawarah serta pemahaman perdamaian di lingkungan sosial lewat keteladanan serta contoh nyata yang terjadi pada lingkungan. Contohnya seperti pada sistem pendidikan Jepang terdapat fasisme atau perdamaian yang terus dilakukan sampai sekarang ini.

Hal tersebut bertujuan supaya orang Jepang bisa menjadi orang yang cinta akan kedamaian. Pendidikan harus bisa membentuk hati serta perasaan peserta didik dalam urusan nilai, sikap egaliter, jati diri, pemaaf serta kepercayaan pada orang lain khususnya masalah hati, masalah kasih sayang dan bukan hanya belajar.

Untuk musyawarah diadakan dengan semangat, sekolah juga harus mendidik anak supaya bisa menanamkan budaya musyawarah ketika menyelesaikan masalah. Berdasarkan dari hal itu, sekolah harus melakukan pembinaan afektif, kognitif serta konatif secara bersamaan. Keluarga Untuk Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Kebangkitan nilai musyawarah, perdamaian serta toleransi tidak hanya dijadikan tanggung jawab dunia formal di dunia pendidikan.

Akan tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh musyawarah diadakan dengan semangat khususnya keluarga serta lembaga publik. Pendidikan di dalam lingkungan keluarga adalah landasan utama serta kunci transformasi nilai moral yang diperkenalkan orang tua lebih dulu pada anak sebelum mulai mengenal pendidikan formal.

Serat Wulang Reh mengatakan jika keluarga merupakan wadah: • Pendidikan watak. • Pendidikan pergaulan. • Pendidikan norma sosial. • Pendidikan tatakrama. • Pendidikan mengenai baik dan buruk. • Pendidikan agama. Dari seluruh aspek pendidikan, tanggung jawab keluarga adalah untuk mendidik anak sebanyak mungkin. Lebih lanjut lagi di dalam pandangan hidup tradisional termasuk semi modern, keluarga dianggap sebagai poros serta sel terbaik di dalam kehidupan bermasyarakat.

Kualitas kehidupan sosial sangat tergantung dari hubungan dalam keluarga. Apabila keluarga tidak pernah memberikan teladan serta nilai moral yang baik pada anak di kehidupan sosial, maka anggota keluarga tersebut akan mengalami krisis moral. Contoh Musyawarah 1. Contoh Musyawarah di Dalam Keluarga Musyawarah di dalam pembagian tugas bersih rumah, musyawarah ketika memutuskan atau menentukan tempat rekreasi dan sebagainya.

2. Contoh Musyawarah di Dalam Lingkungan Sekolah Musyawarah ketika pemilihan ketua serta wakil OSIS, musyawarah ketika mengadakan lomba, musyawarah ketika memilih ketua kelas dan sebagainya. 3. Contoh Musyawarah di Dalam Lingkungan Masyarakat Dalam pembentukkan panitia ulang tahun desa, musyawarah ketika pembagian siskamling, musyawarah ketika perbaikan jalan desa dan sebagainya.

4. Contoh Musyawarah di Dalam Lingkungan Negara Rapat anggota DPR, musyawarah dalam merumuskan undang-undang dan sebagainya. Sumber Referensi https://www.bola.com/ragam/read/4514123/pengertian-musyawarah-ciri-ciri-tujuan-manfaat-prinsip-dan-contoh-yang-perlu-dipahami https://www.seputarpengetahuan.co.id/2021/04/musyawarah-adalah.html https://pendidikan.co.id/pengertian-musyawarah-ciri-tujuan-manfaat-dan-contohnya/ https://materibelajar.co.id/pengertian-musyawarah/ ABOUT US Adammuiz.com merupakan sebuah website yang ditujukan untuk membagikan informasi pengetahuan.

Konten pada website ini dibuat dengan akurat dan benar sejauh pengetahuan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran formal dan individual dari seorang profesional yang memenuhi syarat.

musyawarah diadakan dengan semangat

Website ini dibuat guna memberikan bahan bacaan gratis yang dapat diakses oleh umum.Daftar Lengkap Isi Artikel • Pengertian Musyawarah • Pengertian Musyawarah • Musyawarah dalam Islam • Dalil Al-Qur’an Tentang Musyawarah • Dalil Al Hadist Tentang Musyawarah • Nilai Musyawarah dalam Pancasila • Pendidikan Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah • Keluarga Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah • Intuisi Publik Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah • Tujuan dan Manfaat Musyawarah • Tujuan dalam Musyawarah • Manfaat dalam Musyawarah • Ciri, Prinsip & Hikmah dalam Musyawarah • Ciri Dalam Musyawarah • Hikmah Dalam Musyawarah, • Prinsip dalam Musyawarah • Prinsip dan Perilaku dalam Musyawarah • Contoh Musyawarah • Musyawarah di Rumah • Musyawarah di Sekolah • Musyawarah di Masyarakat • Resecent Posts • Sebarkan ini: • Posting terkait: Pengertian Musyawarah Pengertian Musyawarah Berarti mempersamakan pendapat yang terbaik dengan madu, dan bermusyawarah adalah upaya meraih madu itu dimanapun ia ditemukan, atau dengan kata lain, pendapat siapapun yang dinilai benar tanpa mempertimbangkan siapa yang menyampaikannya.

Musyawarah dapat berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya. Sedangkan menurut istilah fiqh adalah meminta pendapat orang lain atau umat mengenai suatu urusan.

Kata musyawarah juga umum diartikan dengan perundingan atau tukar pikiran. Perundingan itu jua disebut musyawarah, karena masing-masing orang yang berunding dimintai atau diharapkan mengeluarkan atau mengemukakan pendapatnya tentang musyawarah diadakan dengan semangat masalah yang di bicarakan dalam perundingan itu.

Musyawarah merupakan salah satu hal yang amat penting bagi kehidupan insani, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya. Musyawarah diadakan dengan semangat memandang penting peranan musyawarah bagi kehidupan umat manusia, antara lain dapat dilihat dari perhatian al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecah berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Secara bahasa musyawarah berasal dari bahasa Arab yaitu syûrâ yang berarti mengambil, melatih, menyodorkan diri, dan meminta pendapat atau nasihat; atau secara umum, asy-syûrâ artinya meminta sesuatu.

Kata ( شور ) Syûrâ terambil dari kata ( شاورة- مشاورة- إستشاورة) menjadi ( شورى ) Syûrâ. Kata Syûrâ bermakna mengambil dan mengeluarkan pendapat yang terbaik dengan menghadapkan satu pendapat dengan pendapat yang lain. Dari pengertian itu dapat disimpulkan, syura artinya memusyawarahkan perbedaan-perbedaan pendapat atas sesuatu untuk melahirkan kebaikan dan kebenaran yang ada di dalamnya.

Menurut istilah sebagaimana dikemukaan oleh Ar-Raghib Al-Ashfahani: والمشاورة : والمشورة استخراج الرأى بمراجعة البعض إلى البعض(الراغب : ۲۷۰) Musyawarah adalah mengeluarkan pendapat dengan mengembalikan sebagiannya pada sebagian yang lain, yakni menimbang satu pendapat dengan pendapat yang lain untuk mendapat satu pendapat yang disepakati. Sedangkan dalam KBBI musyawarah berarti pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah (KBBI:768).

musyawarah diadakan dengan semangat

Dengan demikian pengertian musyawarah adalah suatu sistem pengambilan keputusan yang melibatkan banyak orang dengan mengakomodasi semua kepentingan sehingga tercipta satu keputusan yang disepakati bersama dan dapat dijalankan oleh seluruh peserta yang mengikuti musyawarah Musyawarah dalam Islam Islam memandang musyawarah sebagai salah satu hal yang amat penting bagi kehidupan insani, bukan saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan dalam kehidupan berumah tangga dan lain-lainnya.

Ini terbukti dari perhatian al-Qur’an dan Hadis yang memerintahkan atau menganjurkan umat pemeluknya supaya bermusyawarah dalam memecah berbagai persoalan yang mereka hadapi. Musyawarah itu di pandang penting, antara lain karena musyawarah merupakan salah satu alat yang mampu mempersekutukan sekelompok orang atau umat di samping sebagai salah satu sarana untuk menghimpun atau mencari pendapat yang lebih dan baik.

Adapun bagaimana sistem permusyawaratan itu harus dilakukan, baik Al-Qur’an maupun Hadis tidak memberikan penjelasan secara tegas. Oleh karena itu soal sistem permusyawaratan diserahkan sepenuhnya kepada umat sesuai dengan cara yang mereka anggap baik. Para ulama berbeda pendapat mengenai obyek yang menjadi kajian dari permusyawaratan itu sendiri, adakah permusyawaratan itu hanya dalam soal-soal keduniawian dan tidak tentang masalah-masalah keagamaan?

Sebagian dari mereka berpendapat bahwa musyawarah yang dianjurkan atau diperintahkan dalam islam itu khusus dalam masalah-masalah keduaniawian dan tidak untuk soal-soal keagamaan. Sementara sebagian yang lain berpendirian bahwa disamping masalah-masalah keduniawian, musyawarah juga dapat dilakukan dalam soal-soal keagamaan sejauh yang tidak jelaskan oleh wahyu (Al-Qur’an dan Hadis) Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, yang jelas antara persoalan-persoalan duniawi dan agamawi tak dapat dipisahkan meskipun antara yang satu dengan yang lain memang dapat di bedakan.

Dan suatu hal yang telah di sepakati bersama oleh para ulama ialah bahwa musyawarah tidak di benarkan untuk membahas masalah-masalah yang ketentuannya secara tegas dan jelas telah ditentukan oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Dalil Al-Qur’an Tentang Musyawarah • Surat Al-Baqarah ayat 233: فَإِنْ أَرَادَا فِصَالا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا (البقرة: ٢٣٣ ) Artinya: “Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan permusyawarahan antara mereka.

Maka tidak ada dosa atas keduanya”. (QS. Al-Baqarah: 233) Ayat ini membicarakan bagaimana seharusnya hubungan suami istri saat mengambil keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak, seperti menceraikan anak dari menyusu ibunya.

Didalam menceraikan anak dari menyusu ibunya kedua orang tua harus mengadakan musyawarah, menceraikan itu tidak boleh dilakukan tanpa ada musyawarah, seandainya salah dari keduanya tidak menyetujui, maka orang tua itu akan berdosa karena ini menyangkut dengan kemaslahan anak tersebut. Jadi pada ayat di atas, Alquran memberi petunjuk agar setiap persoalan rumah tangga termasuk persoalan rumah tangga lainnya dimusyawarahkan antara suami istri.

• Surat Ali ‘Imran ayat 159 : فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (ال عمران: ١٥٩ ) Artinya: “ Maka disebabkan rahmat Allahlah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka.

Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras. Niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan tertentu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 159) Dalil Al Hadist Tentang Musyawarah • Hadist dari Hasan ra عَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: قَدْ عَلَمَ اللهُ أَنَّهُ مَا بِهِ إِلَيْهِمْ حَاجَةُ, وَلَكِنَّهُ أَرَادَ أَنْ يُسْتَنَ بِهِ مِنْ بَعْدِه.

وَعَنْ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( ما تشا ور قوم قط إلا هدوا لأرشد أمرهم )) “ Had t is yang diriwayatkan dari hasan semoga musyawarah diadakan dengan semangat i dha Allah darinya: Allah sungguh mengetahui apa yang mereka butuhkan dan tetapi yang ia inginkan enam puluh orang. Dan dari Nabi saw: ( suatu kaum memadai dalam bernusyawarah tetang sesuatu kecuali mereka ditunjuki jalan yang lurus untuk urusan mereka).

” • Hadits dari Imam Ahmad قَالَ رَسُوْلُ اللهَ صَلىّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ لِآ بِى بَكْرِ وَ عُمَرَ: لَوِاجْتَمَعْنَمَا فِى مَشُوْرَةِ مَااخْتَلَفْتُكُمَا (ر.أحمد) Telah bersabda Rasulullah SAW.

Kepada Abu Bakar dan Umar : “Apabila kalian berdua sepakat dalam musyawarah, maka aku tidak akan menyalahi kamu berdua.” (HR. Ahmad) • Hadist dari Ibnu Majjah إِذَا اسْتَشَا أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيَسَرَّ عَلَيْهِ (ابن ماجه) Apabila salah seorang kamu meminta bermusyawarah dengan saudaranya, maka penuhilah. (HR. Ibnu Majah) Nilai Musyawarah dalam Pancasila Nilai-nilai Pancasila merupakan suatu pandangan hidup bangsa Indonesia.

Pancasila juga merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa. Nilai-nilai Pancasila ini menjadi landasan dasar, serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kenegaraan. Dalam kehidupan kenegaraan, perwujudan nilai Pancasila harus tampak dalam suatu peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

Karena dengan tampaknya Pancasila dalam suatu peraturan dapat menuntun seluruh masyarakat dalam bersikap sesuai dengan peraturan perundangan yang disesuaikan dengan Pancasila. Salah satu nilai yang terkandung dalam pancasila yang terkandung dalam sila keempat adalah: ”Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.” Rakyat dalam hal ini merupakan komunitas yang masing-masing individu memiliki kedudukan yang sama, memiliki kewajiban dan hak yang sama.

Inilah inti dari kehidupan demokrasi yang ada di Indonesia yang memiliki ciri yang khas, yakni musyawarah untuk mufakat, yang dijalankan musyawarah diadakan dengan semangat jujur dan tanggung jawab. Nilai-nilai yang terkandung pada sila keempat ini, antara laian: demokrasi, persamaan, mengutamakan kepentingan negara, tidak memaksakan kehendak, musyawarah untuk mufakat, semangat kekeluargaan, kesantunan dalam menyampaikan pendapat, jujur dan tanggung jawab.

Dengan demikian betapa pentingnya nilai musyawarah yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia sebagai perwujudan akan nilai pancasila yang kelak akan menjadi karakter yang membangun bagi bangsa Indonesia.

• Pendidikan Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Dalam mengembangkan budaya musyawarah, salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah pengembangan di bidang pendidikan baik pendidikan formal dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dan juga pendidikan informal dari keluarga atau masyarakat.

Karena fungsi alamiah pendidikan adalah memberdayakan manusia tidak hanya menjadi pendukung sistem nilai yang berlaku tetapi lebih menjadi pengolahnya hingga sesuai dengan tuntutan zaman, bahkan juga menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut memberi bentuk, corak, dan arah bagi kehidupan masyarakat di masa depan.

Dalam rangka mengembangkan kepercayaan masyarakat pada pentingnya karakter musyawarah dan menjadikannya merupakan bagian dari nilai budaya masyarakat Indonesia yang diyakini paling sesuai bagi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan masalah bersama.

Menurut Satjipto Rahardjo, pendidikan niscaya menjadi andalan yang sangat penting pada waktu suatu bangsa merintis suatu pengalaman baru. Pendidikan formal dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus mulai memperkenalkan, mengembangkan, mengkomunikasikan keluhuran nilai budaya musyawarah dan paham perdamaian dalam lingkungan pergaulan mereka melalui keteladanan dan contoh-contoh kongkrit yang terjadi di musyawarah diadakan dengan semangat pergaulan masyarakat.

Dalam sistem pendidikan Jepang misalnya, terdapat paham fasifisme atau paham perdamaian yang terus menerus dianut sampai sekarang. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Jepang menjadi orang yang cinta damai. Pendidikan harus mampu membentuk hati dan perasaan murid karena masalah nilai, jati diri, sikap egaliter, sikap pemaaf, dan mempercayai orang lain adalah terutama masalah ‘hati’, masalah afeksi, dan bukan masalah pengetahuan semata. Oleh karena itu, sekolah juga harus mengajarkan anak untuk menanamkan budaya bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah.

Berdasarkan hal itu, sekolah harus melakukan pembinaan kognitif, afektif, dan konatif secara simultan Namun demikian, kurikulum pendidikan di Indonesia selama ini justru lebih menekankan aspek intelektualitas, dan mengabaikan segi afektivitas.

Padahal realitas membuktikan bahwa keberhasilan seorang di dalam masyarakat tidak hanya ditentukan pada faktor intelgensi, tapi juga faktor emotional, dan faktor spiritual quotient. Berdasarkan hal itu yang mendesak sekarang ini adalah pembaharuan paradigma pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi yang tidak lagi hanya memfokuskan atau memberi apresiasi hanya pada kemampuan intelektual.

Untuk itu birokrasi pendidikan pusat dan daerah, harus mulai memberikan otonomi yang luas untuk mengembangkan kurikulum lokalnya, yang memungkinkan guru-guru dalam praktek sehari-hari memberikan perhatian yang sama pada pembinaan kemampuan kognitif, kepekaan afektif, dan kemampuan konatif, serta memungkinkan guru mempunyai kebebasan untuk melakukan tugas mereka secara kreatif.

Berkaitan dengan penanaman nilai musyawarah, tenaga pendidik (guru dan dosen) sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan proses pengembangan mekanisme bermusyawarah. Pada lingkungan pendidikan sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas, di samping guru harus mengkomunikasikan nilai-nilai musyawarah atau perdamaian secara kreatif melalui suatu pelajaran seperti Budi Pekerti, juga harus bisa menjadikan nilai musyawarah atau perdamaian merupakan bagian dalam kehidupan pergaulan (konatif) di sekolah Tidak itu saja, masyarakatpun harus mendukung menciptakan situasi yang responsif untuk pengembangan nilai-nilai tersebut.

Keluarga Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Penghidupan kembali nilainilai musyawarah, perdamaian, dan tenggangrasa bukan hanya tanggungjawab dunia pendidikan formal, tapi menjadi tanggungjawab semua masyarakat, khususnya keluarga dan institusi-insitusi publik.

Pendidikan dari lingkungan keluarga merupakan basis utama dan kunci musyawarah diadakan dengan semangat nilai-nilai moral pertamakali diperkenalkan oleh orang tua pada seorang anak sebelum mengenal pendidikan formal. Pesan leluhur dalam Serat Wulang Reh menyebutkan bahwa keluarga merupakan wadah: • pendidikan pergaulan, • pendidikan watak, • pendidikan norma sosial.

• pendidikan tatakrama, • pendidikan tentang baik buruk, dan • pendidikan agama. Dari berbagai unsur pendidikan ini tugas keluarga adalah mendidik anak yang sebaik-baiknya. Selanjutnya dalam pandangan hidup tradisional (termasuk yang semi modern) keluarga juga dianggap poros dan sel terhakiki dalam hidup sosial. Mutu hidup sosial sangat tergantung pada hubungan intern keluarga, kalau keluarga tidak pernah membekali anak-anaknya dengan teladan yang baik dan nilai-nilai moral dalam hidup sosial, maka bukan mustahil musyawarah diadakan dengan semangat anggota-anggota keluarga tertentu akan mengalami krisis moralitas.

Intuisi Musyawarah diadakan dengan semangat Sarana Mengembangkan Budaya Musyawarah Di musyawarah diadakan dengan semangat keluarga, institusi publik seperti perusahaan jaringan telivisi juga merupakan media yang paling strategis untuk mensosialisasikan pesan-pesan moral, penciptaan karakter, kepribadian masyarakat. Dengan menekankan budaya musyawarah yang sesuai dengan prinsip-prinsip tanpa harus dengan kekerasan dalam menyelesaikan suatu perselisihan yang saat ini kerap terjadi.

Tujuan dan Manfaat Musyawarah Tujuan dalam Musyawarah • Melatih untuk menyuarakan pendapat (ide) Setiap orang pasti memiliki ide atau gagasan yang dapat diungkapkan dalam memecahkan suatu permasalahan yang sedang dibahas. Dengan mengikuti musyawarah, seseorang bisa dilatih untuk mengutarakan pendapat yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mencari jalan keluar. • Masalah dapat segera terpecahkan Dengan bermusyawarah, akan bisa didapatkan beberapa jalan alternatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menyangkut kepentingan bersama.

Pendapat yang berbeda dari orang lain mungkin akan lebih baik dari pendapat kita sendiri. Untuk itu sangat penting untuk mengadakan dengar pendapat dengan orang lain. • Keputusan yang diambil memiliki nilai keadilan Musyawarah merupakan proses dengar pendapat yang nantinya keputusan yang diambil adalah merupakan kesepakatan bersama antar sesama anggota. Kesepakatan yang diambil tentunya tidak mengandung unsur paksaan di dalamnya.

Sehingga semua anggota dapat melaksanakan hasil keputusan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan tanpa ada unsur pemaksaan. • Hasil keputusan yang diambil dapat menguntungkan semua pihak Keputusan yang diambil dalam suatu musyawarah tidak boleh merugikan salah satu pihak atau anggota dalam musyawarah.

Agar nantinya hasil yang diputuskan tersebut dapat diterima dan dilaksanakan oleh seluruh anggota dengan penuh keikhlasan. • Dapat menyatukan pendapat yang berbeda Dalam sebuah musyawarah tentu akan ditemui beberapa pendapat yang berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Disitulah letak keindahan dari musyawarah. Nantinya pendapat-pendapat tersebut akan di kumpulkan dan ditelaah secara bersama-sama baik dan buruknya, sehingga diakhir musyawarah akan terpilih satu dari sekian pendapat yang berbeda tersebut, sebagai hasil keputusan bersama yang diambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi yang tentunya menyangkut kepentingan bersama.

• Adanya kebersamaan Manfaat bermusyawarah, setiap orang bisa bertemu dengan beberapa karakter yang berbeda dari para anggota. Anggota didalamnya bisa bersilaturahmi dan mempererat hubungan tali persaudaraan antar sesama anggota. • Dapat mengambil kesimpulan yang benar Hasil keputusan akhir yang diambil dalam musyawarah adalah keputusan yang dianggap benar dan sah.

Hasil keputusan itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh setiap musyawarah diadakan dengan semangat. • Mencari kebenaran dan menjaga diri dari kekeliruan Dengan bermusyawarah, kita bisa menemukan kebenaran atas pangkal masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Kita bisa mendengarkan berbagai penjelasan dari anggota lainnya, yang nantinya akan menghindarkan kita dari berprasangka atau menduga-duga.

• Menghindari celaan Dengan mengadakan musyawarah, tentunya kita akan terhindar dari berbagai macam anggapan dan celaan orang lain. • Menciptakan stabilitas emosi Dalam bermusyawarah tentu kita akan menemukan pendapat yang berbeda dari yang kita sampaikan.

Dengan begitu hal tersebut bisa melatih kita untuk menahan emosi dengan menghargai setiap pendapat yang telah disampaikan para anggota. Sehingga akan tercipta stabilitas emosi yang baik antar sesama anggota. Selain itu ada juga tujuan dari musyawarah yaitu : • Musyawarah dilaksanakan untuk membuka pintu kesulitan dan memberikan kesempatan untuk melihat sebuah perkara dari berbagai sudut pandang, sehingga keputusan yang diambil dan dihasilkan sesuai dengan standar dan persepsi seluruh anggota.

Keputusan yang diperoleh dengan musyawarah akan lebih berbobot karena di dalamnya terdapat pendapat, pemikiran dan ilmu dari para anggota.

• Musyawarah dilakukan untuk memperoleh kesepakatan bersama sehingga keputusan yang akhirnya diambil bisa diterima dan dijalankan oleh semua anggota dengan penuh rasa tanggung jawab.

Manfaat dalam Musyawarah Musyawarah, mengandung banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut: • Melalui musyawarah, dapat diketahui kadar akal, pemahaman, kadar kecintaan, dan keikhlasan terhadap kemaslahatan umum, • Sesungguhnya akal manusia itu bertingkat-tingkat, dan jalan nalarnyapun berbeda-beda. Oleh karena itu, di antara mereka pasti mempunyai suatu kelebihan pandangan disbanding yang lain (dan sebaliknya), sekalipun di kalangan para pembesar, • Sesungguhnya pendapat-pendapat dalam musyawarah diuji keakuratannya.

Setelah itu, dipilihlah pendapat yang sesuai (baik dan benar), • Di dalam musyawarah, akan tampak bersatunya hati untuk mensukseskan suatu upaya dan kesepakatan hati. Dalam hal itu, memang, sangat diperlukan untuk suksesnya masalahnya masalah yang sedang dihadapi. • Untuk menetapkan suatu keputusan dengan adil dan bijaksana, • Untuk mencari kebenaran, persetujuan, dan kesepakatan bersama yang lebih baik, • Untuk menghilangkan sikap otoriter, diktator, musyawarah diadakan dengan semangat sikap sewenang- wenang, • Untuk belajar membiasakan mengemukakan pendapat, ide, atau gagasan secara tepat.

Menurut Ali bin Abi Thalib ada tujuh manfaat musyawarah, antara lain: • Dapat mengambil kesimpulan yang musyawarah diadakan dengan semangat. • Mencari kebenaran. • Menjaga diri dari kekeliruan. • Menghindarkan celaan.

• Musyawarah diadakan dengan semangat stabilitas emosi • Keterpaduan hati. • Dan mengikuti atsar. Dalam bukunya djoko sutopo pun berpendapat sama atas manfaat atau faedah dari musyawarah yaitu untuk bertukar fikiran serta menguji suatu pendapat yang layak dan patut untuk di ambil sebagai keputusan.

Dalam musyawarah berupaya untuk menyatukan gagasan yang keluardari pemikiran banyak orang. Ciri, Prinsip & Hikmah dalam Musyawarah Ciri Dalam Musyawarah Adapun ciri-ciri Musyawarah yang antara lain yaitu: • Berdasarkan kepentingan bersama. • Hasil keputusan harus dapat diterima dengan akal sehat sesuai hati nurani. • Usul atau pendapat yang disampaikan mudah dipahami dan tidak memberatkan anggota lain. • Dalam proses musyawarah pertimbangan moral lebih diutamakan dan bersumber dai hati nurani yang luhur.

Hikmah Dalam Musyawarah, • Memperkuat silaturahim dan memperkokoh persaudaraan. • Saling belajar dari satu sama lain. • Dapat bertukar pikiran antar satu sama lain. • Menyadarkan kekurangan dan kelebihan orang lain.

• Pekerjaan menjadi keputusan bersama dan menjadi ringan untuk dilakukan. • Menghidupkan gairah warga untuk saling berlomba berbuat kebajikan. Prinsip dalam Musyawarah Dalam melakukan proses musyawarah tidak dilakukan dengan begitu saja, melainkan kita harus memiliki pedoman yang harus ditaati saat melakukan musyawarah. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: • musyawarah musyawarah diadakan dengan semangat pada paham sila keempat pancasila • setiap putusan yang diambil harus dapat di pertanggung jawabkan dan tidak boleh bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945.

• setiap peserta musyawarah mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam mengeluarkan pendapat. • setiap putusan, baik sebagai hasil mufakat maupun berdasarkan suara terbanyak harus diterima dan di laksanakan. • apabila cara musyawarah untuk mufakat tidak dapat di capai dan telah di upayakan berkali-kali maka dapat di gunakan cara lain yaitu dengan pengambilan suara terbanyak(voting) Prinsip dan Perilaku dalam Musyawarah • Yang menjadi objek musyawarah adalah hal – hal kemasyarakatan, termasuk soal – soal keluarga.

• Orang yang dimusyawarahkan adalah yang makruf (baik), tidak bersifat maksiat. • Musyawarah termasuk hal tolong – menolong dan tukar pikiran dan menggunakan akal pikiran yang sehat. • Musyawarah bertujuan untuk mencari solusi yang benar dan tepat. • Orang yang musyawarah harus tenggag rasa, saling menghormati. • Bersikap terbuka dan bersedia mendengar pemikiran orang lain dan tidak boleh merasa paling pintar musyawarah diadakan dengan semangat. • Menggunakan bahasa yang santun dan sopan.

• Keputusan musyawarah menjadi keputusan bersama dan wajib dilaksanakan. Contoh Musyawarah Musyawarah adalah kegiatan membicarakan sesuatu masalah secara bersama-sama.

Musyawarah bertujuan untuk mengambil keputusan. Musyawarah dilaksanakan untuk menyatukan pendapat dan menyelesaikan masalah. Musyarakah dilakukan untuk mencapai kesepatakan. Mussyawarah dapat dilakukan di rumah, di sekolah dan di masyarakat.

musyawarah diadakan dengan semangat

Di dalam musyawarah, usulan atau pendapat ditampung. Dengan melaksanakan musyawarah kita dapat menghindari permusuhan dan pertengkaran.

Adapun contoh musyawarah diantaranya yaitu: Musyawarah di Rumah Pernahkah keluarga kalian di rumah melaksanakan musyawarah? Dapatkah kalian menyebutkan contoh kegiatan musyawarah yang dilakukan di rumah? Salah satu contoh musyawarah yang dilakukan di rumah adalah saat membicarakan kegiatan liburan. Untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan saat liburan, perlu dilaksanakan kegiatan musyawarah.

Beberapa kemungkinan muncul usul dari anggota keluarga misalnya ada yang mengusulkan pergi ke rumah saudara, musyawarah diadakan dengan semangat yang mengusulkan pergi wisata ke pegunungan atau ada yang mengusulkan pergi wisata ke pantai. Mungkin ada juga yang mengusulkan tinggal di rumah saja. Sebagai peserta musyawarah, seluruh anggota keluarga harus menghargai dan menghormati semua usulan. Keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah harus mempertimbangkan usulan-usulan semua anggota musyawarah.

Setelah semua peserta musyawarah menyampaikan usul, saatnya diputuskan. Apapun keputusannya, misalnya diputuskan untuk pergi ke rumah saudara, semua anggota keluarga harus menerima keputusan tersebut dan melaksanakan secara bersama-sama. Musyawarah di Sekolah Simak cerita berikut ini. Cerita berikut ini adalah contoh musyawarah di sekolah. Pak Supri memberi tugas kepada anak anak. Tugas yang diberikan yaitu membuat kliping tentang sumber-sumber energi di sekitar kita.

musyawarah diadakan dengan semangat

Tugas diberikan secara kelompok. Setiap kelompok terdiri lima anak. Sebelum mengerjakan tugas, setiap kelompok bermusyawarah. Nisa sebagai ketua kelompok. Nisa dan kelompoknya bermusyawarah. Dalam musyawarah diadakan pembagian tugas. Alifa menyiapkan koran dan majalah bekas. Tika membawa gunting dan lem. Anwar membawa spidol. Sedang Dewi bertugas membawa kertas. Semua menaati hasil musyawarah.

Pada hari yang ditentukan, tugas dikerjakan di rumah Alifa. Mereka asyik mengerjakan tugas bersama sama. Kliping disusun dengan baik. Hasil pekerjaan mereka sangat memuaskan. Pekerjaan dapat dikerjakan dengan mudah apabila di kerjakan secara bersama-sama dan di dahului dengan musyawarah.

Musyawarah di Masyarakat Kalian mungkin pernah mendengar kalau ayah kalian mendapatkan undangan dari Pak RT atau Pak RW untuk menghadiri rapat di rumah Pak RT atau rumah Pak RW.

Rapat atau musyawarah diadakan dengan semangat banyak dilakukan oleh masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Hal-hal yang biasa mereka musyawarahkan antara lain misalnya membahas tentang kerja bakti membersihkan selokan, rencana membangun masjid, atau membangun pos ronda.

Demikian ulasan dari PPKN.CO.ID Mengenai pengertian musyawarah dan contohnya, Semoga Bermanfaat. Refrensi Teknologi : KLIKDISINI Resecent Posts • Pidato Singkat Tentang Kesehatan • Pengertian Wartawan Menurut Para Ahli • Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli • Sistem Pemungutan Pajak Di Indonesia • Etiket : Pengertian, Menurut Para Ahli, Contoh, Tujuan, Konsep, Macam • Gaya Kepemimpinan Menurut Para Ahli • Contoh Perjanjian Internasional • Puisi Tentang Sahabat • Contoh Lembaga Ekonomi • Pengertian Seni Tari • Sistem Politik Indonesia • Perkalian Pecahan • Volume Tabung • Pantun Nasehat • Pengertian Sanitasi Menurut Para Ahli Posting terkait: • Soal PKN Kelas 7 Semester 1 • Soal PKN Kelas 9 Semester 2 • Soal PKN Kelas 8 Semester 2 Posting pada Pendidikan, PKN Ditag apa manfaat musyawarah, apa pengertian musyawarah, contoh musyawarah, contoh musyawarah di masyarakat, contoh musyawarah di rumah, contoh musyawarah di sekolah, manfaat musyawarah kelas 2 sd, musyawarah mufakat adalah Resecent Posts • Soal PKN Kelas 7 Semester 1 • 1 Hari Berapa Detik • 1 Hektar Berapa Meter • Soal PKN Kelas 9 Semester 2 • Soal PKN Kelas 8 Semester 2 • Hakikat Atau Tujuan Otonomi Daerah • Matematika Kelas 5 • Soal PKn Kelas 1 • Soal PKn Kelas 3 • Soal PKn Kelas 4 • Soal PKn Kelas 5 • Soal PKn Kelas 8 • Kode Alam Merobek Buku Musyawarah diadakan dengan semangat 4D 3D 2D • Bentuk Pemerintahan Monarki • Soal PKN Kelas 8 Semester 1

Musyawarah Besar IX Gereja Pentakosta Sion Indonesia, Semangat Kerja Sama Antar-Agama




2022 www.videocon.com