Tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Tujuan Utama Zakat Secara Umum Baik Zakat Fitrah Maupun Mal Tujuan Utama Zakat Secara Umum - Sebagai umat islam tentunya kita memiliki kewajiban dalam membayar zakat karena zakat itu sendiri termasuk salah satu rukun islam.

Pada artikel ini kita akan belajar mengenai apa yang menjadi tujuan diwajibkannya zakat secara umum baik itu zakat mall atau pun zakat fitrah. Adanya tujuan zakat itu sendiri tentunya dilatarbelakangi oleh landasan filosofi zakat dimana penjelasannya setalh dibahas pada postingan sebelumnya.

Baca juga : Pengertian Zakat Rikaz Atau Harta Terpendam Sebenarnya ada banyak tujuan zakat yang dikemukan oleh para ulama, hanya saja pada tulisan ini dirangkum menjadi 7 poin penting yang menjadi tujuan utamanya.

Adapaun tujuan utama zakat tersebut ialah sebagai berikut : 1. Menigkatkan Kesejahteraan Tiap orang pastinya menginginkan kesejahteraan dalam hidupnya. Melalui zakat, Orang yang memiliki kelebihan dalam hartanya bisa membantu orang yang kekurangan sehingga kesejahteraan mereka terbantu dengan adanya zakat tersebut. 2. Mengatasi Kemiskinan Salah satu masalah yang menjadi momok dalam sebuah negara adalah KEMISKINAN.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna mengurangi angka kemiskinan, termasuk melalui program zakat seperti yang dilakukan oleh lembaga zakat atau badan amil zakat nasional (baznas). 3. Membina Tali Persaudaraan Sejatinya zakat adalah bentuk ibadah sosial kemanusiaan sehingga dengan adanya zakat yang disalurkan dari yang mampu pada yang miskin akan mewujudkan tujuan utama zakat yakni membina tali persaudaraan satu sama lain, khususnya bagi sesama umat islam.

4. Menghilangakn Sifat Kikir Kikir adalah salah satu sifat tercela yang banyak menghinggapi hati manusia, adanya zakat tentunya akan melatih seseorang untuk menghilangkan sifat kikir 5. Menumbuhkan Rasa Peduli Salah satu tujuan utama zakat adalah menumbuhkan rasa peduli sesama manusia. Sebagai makhluk sosial kita dituntut untuk memiliki kepedulian kepada orang lain, slah satunya adalah dengan mengeluarkan zakat bagi mereka yang tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah mampu.

6. Pemerataan Kesejahteraan Selain meningkatkan kesejahteraan sebagaimana telah disebutkan pada poin 1 di atas, zakat juga memiliki tujuan untuk pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat secara umum. 7. Menghilangkan Ketimpangan Ekonomi Seringkali ketimpangan ekonomi menjadi penyebab adanya kesenjangan sosial di antara masyarakat sehingga mengakibatkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin. Maka, dengan adanya zakat ketimpangan tersebut bisa dikurangi. Baca juga : Dasar Hukum Zakat Menurut Al-Quran Dan Hadits Demikianlah pemaparan mengenai tujuan utama zakat secara umum baik zakat fitrah, zakat mal atau pun zakat lainnya.

Wallahu A’lam Bishawaab. Ilustrasi - Warga membawa beras yang diterimanya saat pemberian bantuan di Kelurahan Wergu, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2020). Bantuan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebanyak 155 ton beras kepada 15.500 warga yang tersebar di seluruh kabupaten itu untuk meringankan warga yang terdampak ekonomi akibat wabah COVID-19. Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan.

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya ( asnaf). Mengutip buku Fikih Sunnah, zakat berasal dari bentuk kata 'zaka' yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan. Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak.

Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan dan pensuci dari dosa-dosa. خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS.

at-Taubah [9]: 103). Baca Juga • Bacaan Zikir dan Doa Bangun Tidur di Pagi Hari Dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.

Sementara menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Syarat Harta yang Terkena Kewajiban Zakat Zakat dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Namun, tidak semua harta terkena kewajiban zakat. Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya: 1) harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal; 2) harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya; 3) harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang; 4) harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya; 5) harta tersebut melewati haul; dan 6) pemilik harta tidak memiliki hutang jangka pendek yang harus dilunasi.

PENYALURAN ZAKAT FITRAH (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.) Asnaf atau Penerima Zakat Sebagai instrumen yang masuk dalam salah satu rukun Islam, zakat tentu saja memiliki aturan mengikat dari segi ilmu fiqihnya, salah satu di antaranya adalah kepada siapa zakat diberikan. Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut: • Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

• Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan. • Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. • Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah. • Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya. • Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.

• Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya. • Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah. Baca Tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah • Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap dengan Niat, Doa, dan Keutamaan Jenis Zakat Secara umum zakat terbagi menjadi dua jenis, yakni zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat Fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan ramadhan. Ada perbedaan zakat fitrah dan zakat mal, baik dari segi pengertian, tujuan hingga syaratnya.

1. Zakat Fitrah Zakat fitrah wajib dikeularkan bagi setiap muslim untuk membersihkan puasanya. Tujuan membayar zakat fitrah adalah untuk memperbaiki perbuatan buruk yang dilakukan sepanjang bulan ramadan, juga membagi kebahagiaan idul fitri pada fakir miskin. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki persediaan lebih dari kebutuhan bagi anggota keluarganya pada hari dan malam Idul Fitri.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah, menurut Imam Syafi'i dapat dikeluarkan pada hari pertama bulan Ramadan. Tetapi lebih baik jika zakat fitrah dikeluarkan pada dua hari terakhir Ramadan. Besar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah sebesar satu sha‟ yang setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok setempat yang biasa dimakan oleh orang yang bersangkutan, seperti beras, gandum, kurma.

2. Zakat Mal Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya, tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana yang terdapat dalam UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No 31/2019, dan pendapat Syaikh Dr.

Yusuf Al-Qardhawi serta para ulama lainnya. Zakat mal sebagaimana dimaksud pada paragraf di atas meliputi: • Zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya Adalah zakat yang dikenakan atas emas, perak, dan logam lainnya yang telah mencapai nisab dan haul. • Zakat atas uang dan surat berharga lainnya Adalah zakat yang dikenakan atas uang, harta yang disetarakan dengan uang, dan surat berharga lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.

• Zakat perniagaan Adalah zakat yang dikenakan atas usaha perniagaan yang telah mencapai nisab dan haul. • Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan Adalah zakat yang dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan dan hasil hutan pada saat tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah. • Zakat peternakan dan perikanan Adalah zakat yang dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab dan haul.

• Zakat pertambangan Adalah zakat yang dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab dan haul. • Zakat perindustrian Adalah zakat atas usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa. • Zakat pendapatan dan jasa Adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran, zakat ini dikenal juga sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

• Zakat rikaz Adalah zakat yang dikenakan atas harta temuan, dimana kadar zakatnya adalah 20%. Baca Juga • Bacaan Lengkap Doa Selamat Dunia dan Akhirat Syarat Zakat Mal dan Zakat Fitrah: Harta yang dikenai zakat harus memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Syarat harta yang dikenakan zakat mal sebagai berikut: a. milik penuh b. halal c. cukup nisab d. haul Hanya saja, syarat haul tidak berlaku untuk zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan, tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah, pendapatan dan jasa, serta zakat rikaz.

Sedangkan untuk syarat zakat fitrah sebagai berikut: a. beragama Islam b. hidup pada saat bulan ramadhan; c. memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya idul fitri; Tujuan Zakat Tujuan disyariatkannya zakat antara lain adalah: • Mengangkat derajat fakir miskin dan membantunya keluar dari kesulitan hidup serta penderitaan. Membantu pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh para gahrimin, ibnu sabil, dan mustahiq lainnya.

• Membentangkan dan membina tali persaudaraan sesama umat Islam dan manusia pada umumnya. • Menghilangkan sifat kikir pemilik harta. • Membersihkan sifat dengki dan iri (kecemburuan sosial) dari hati orang-orang miskin. • Menjembatani jurang pemisah antara yang kaya dengan tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah miskin dalam suatu masyarakat. • Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama pada mereka yang mempunyai harta.

• Mendidik manusia untuk berdisplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain yang ada padanya. Manfaat Zakat Di antara manfaat mengeluarkan zakat adalah: • Melatih diri bersifat dermawan. • Mengembangkan harta yang menyebabkannya terjaga dan terpelihara. • Mewujudkan solidaritas dalam kehidupan. • Menghilangkan kesenjangan social antara si kaya dan si miskin. • Mendapatkan pahala dari Allah SWT. • Meredam amarah Allah SWT. • Menolak musibah dan bahaya. • Pelakunya akan mendapatkan surga yang abadi.
Zakat adalah salah satu kewajiban sebagai seorang muslim baik itu laki-laki maupun perempuan.

Oleh karena itu, Allah SWT telah memerintahkan kita untuk selalu menunaikan zakat sesuai dengan nisab dan haulnya. Ada berbagai macam pengertian zakat yang diwajibkan, salah satunya adalah zakat fitrah. Apa yang dimaksud zakat fitrah? Apa pengertian zakat fitrah dan ketentuannya? berapa besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan? Kapan saja zakat fitrah harus dikeluarkan? Bagaimana jika kita tidak sanggup membayar zakat fitrah?

Temukan jawabannya di bawah ini. Baca Juga: Daftar Lembaga Amil Zakat di Indonesia Daftar Isi • Apa yang Dimaksud dengan Zakat Fitrah? • Apa Saja Syarat Muzakki Zakat Fitrah? • Kapan Zakat Fitrah Harus Dikeluarkan? • Berapa Zakat Fitrah yang Harus Dikeluarkan? • Niat Zakat Fitrah Apa yang Dimaksud dengan Zakat Fitrah? Pengertian Zakat fitrah adalah salah satu dari jenis zakat yang wajib dikeluarkan di bulan Ramadhan oleh setiap individu merdeka dan mampu serta sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan.

Zakat sendiri telah tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah salah satu bagian dari rukun islam yang ke-4. Oleh karena itu, Islam mewajibkan zakat untuk menjadi salah satu pilar agama. Kita sebagai umat muslim wajib untuk selalu membayar zakat terutama zakat fitrah.

Pengertian dan tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk membersihkan harta dan sebagai pelengkap ibadah puasa kita. Tanpa zakat fitrah, puasa kita tidak lengkap. عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ “Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat.

Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. Bukhari no. 25; Muslim no. 22) Baca Juga: Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal Tujuan berzakat adalah untuk memberdayakan orang fakir miskin dan 8 golongan penerima zakat agar kehidupannya berangsur-angsur membaik.

Selain itu, ketika muzakki mengeluarkan zakat, maka menumbuhkan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, dan menumbuhkan perasaan bersyukur karena mampu membantu orang lain untuk sama-sama berdaya secara ekonomi. Apa Saja Syarat Muzakki Zakat Fitrah? Sebelum mengeluarkan zakat fitrah, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu syarat-syarat wajib zakat fitrah yaitu sebagai berikut: • Beragama Islam dan merdeka, • Menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat, • Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Persyaratan di atas merupakan syarat-syarat untuk orang yang wajib zakat fitrah. Ada juga syarat tidak wajib zakat fitrah yaitu, • Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan, • Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadhan, • Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan, • Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadhan. Kapan Zakat Fitrah Harus Dikeluarkan? Jika Anda termasuk orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah, ada baiknya Sahabat Zakat mengeluarkannya pada waktu yang tepat.

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ أَبُو عَمْرٍو الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ عَنْ ابْنِ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِإِخْرَاجِ الزَّكَاةِ قَبْلَ الْغُدُوِّ لِلصَّلَاةِ يَوْمَ الْفِطْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَهُوَ الَّذِي يَسْتَحِبُّهُ أَهْلُ الْعِلْمِ أَنْ يُخْرِجَ الرَّجُلُ صَدَقَةَ الْفِطْرِ قَبْلَ الْغُدُوِّ إِلَى الصَّلَاةِ “Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Amru bin Muslim Abu Amru Al Khaddza’ Al Madani] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Nafi’ As Sha`igh] dari [Ibnu Abu Zannad] dari [Musa bin Uqbah] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat (ke tempat shalat) pada hari raya idul fitri.

Abu ‘Isa berkata, ini merupakan hadits hasan shahih gharib, atas dasar ini para ulama lebih menganjurkan untuk membayar zakat fitrah sebelum berangkat shalat.” (HR.

Tirmidzi: 613) Dari hadis tersebut, telah dikatakan bahwa zakat fitrah sebaiknya dilaksanakan sebelum sholat Idul Fitri. Walaupun demikian, ada baiknya juga kita melaksanakan zakat fitrah kita sebelum hari raya supaya kewajiban kita terpenuhi lebih cepat. Mengapa Sahabat perlu mengetahui waktu wajib zakat fitrah? Karena terlewat dari waktu tersebut maka Sahabat waktu haram untuk memberikan zakat fitrah. Berikut uraian waktu zakat yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah.

• Waktu Harus: bermula dari awal Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan. • Waktu Wajib: setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan. • Waktu Afdhal: setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadhan sampai sebelum mengerjakan sholat idul fitri.

• Waktu Makruh: melaksanakan sholat idul fitri sehingga sebelum terbenam matahari. • Waktu Haram: setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri. Melansir dari Ustadz H. Ahmad Fauzi Qosim, S.S., M.A., M.M selaku Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa, jumhur ulama (mayoritas ulama) membolehkan Zakat fitrah ditunaikan sejak awal Ramadhan, sebagaimana termaktub dalam salah satu kitab ulama Mazhab Syafii : وَيَجُوزُ تَقْدِيمُ الْفِطْرَةِ مِنْ أَوَّلِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِاَنَّهَا تَجِبُ بِسَبَبَيْنِ صَوْمِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَالْفِطْرِ مِنْهُ فَإِذَا وُجِدَ أَحَدُهُمَا جَازَ تَقْدِيمُهَا عَلَى الْآخَرِ كَزَكَاةِ الْمَالِ بَعْدَ مِلْكِ النِّصَابِ وَقَبْلَ الْحَوْلِ …… Artinya: “Boleh mendahulukan zakat fitrah dimulai dari awal puasa Ramadhan sebab zakat fitrah wajib karena dua sebab yaitu puasa Ramadhan dan berbuka dari puasa (al-fithru minhu).

Dengan demikian ketika dijumpai dari salah satu keduanya maka boleh mendahulukan zakat fitrah atas yang lain seperti kebolehan mendahulukan zakat mal setelah sampai nishab dan sebelum haul… ,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i, Beirut-Darul Fikr, tt, juz I, halaman 165). Hal ini menguatkan Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2020, tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infak, dan Shadaqah untuk Penanggulangan Covid-19 dan Dampaknya. Berapa Zakat Fitrah yang Harus Dikeluarkan?

Sahabat Zakat ingin mengeluarkan zakat fitrah sekarang? Setelah mengetahui syarat dan kapan untuk melaksanakan zakat fitrah, ada baiknya Sahabat juga mengetahui seberapa besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan per-indivunya.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Baca Juga: BACAAN NIAT ZAKAT FITRAH UNTUK DIRI SENDIRI DAN KELUARGA Zakat fitrah merupakan zakat yang harus dikeluarkan sebelum sholat idul fitri berlangsung. Jenis zakatnya yaitu sesuai dengan makanan pokok kita dan di Indonesia sendiri makanan pokoknya adalah beras. Setiap balita hingga orang dewasa memiliki kewajiban membayar zakat fitrah sebesar satu sha yang setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg beras.

Apabila Sahabat Zakat ingin menggantikannya dengan uang, Sahabat harus membayar sesuai dengan harga dari 2,5 beras tersebut. Yang selanjutnya Sahabat bisa salurkan kepada masjid terdekat atau kepada lembaga amil zakat yang terpercaya. Niat Zakat Fitrah Niat zakat fitrah disesuaikan oleh kondisi muzakki sebagai wajib zakat.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Seperti niat zakat untuk diri sendiri atau keluarga. Simak selengkapnya di video singkat ini! Takaran zakat fitrah sudah jelas, hanya saja niat berlomba-lomba dalam kebaikan sepertinya masih kurang kencang, nih! Mari, muliakan tamu agung bulan Ramadhan dengan membayar zakat fitrah di Dompet Dhuafa mudah dan amanah. Jangan tunda pahala, langsung klik tombol di bawah, ya!

Zakat bukan hanya ada di bulan Ramadhan, melainkan ada pula zakat yang wajib dikeluarkan per bulan atau di akhir tahun yang disebut sebagai zakat maal. Setelah mengenal tentang zakat fitrah sebaiknya kamu juga mempelajari artikel berikut: BACA JUGA: PENJELASAN LENGKAP ZAKAT MAL Tahu, enggak? Zakat mampu berdayakan para penerima manfaat melebihi ekspektasi kamu, loh! Ada perubahan yang terjadi dari zakat yang kamu salurkan ke Dompet Dhuafa.

Biar jadi lebih tahu manfaat zakat, tonton mini dokumenter menyenangkan ini, ya! Takaran zakat fitrah sudah jelas, hanya saja niat berlomba-lomba dalam kebaikan sepertinya masih kurang kencang, nih!

Mari, muliakan tamu agung bulan Ramadhan dengan membayar zakat fitrah di Dompet Dhuafa mudah dan amanah. Jangan tunda pahala, langsung klik tombol di bawah, ya! Jakarta - Materi tentang zakat fitrah salah satunya diajarkan dalam Pendidikan Agama Islam kelas IX. Apa tujuan mengeluarkan zakat fitrah? Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah mennyucikan orang yang menunaikannya, serta memberi makan orang miskin. Hal ini telah dijelaskan Rasulullah SAW melalui haditsnya yang diceritakan Ibnu Abbas RA.

Berikut haditsnya, عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ Artinya: Ibnu Abbas RA mengatakan, "Rasulullah SAW memerintahkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari omong kosong dan kata-kata kotor, serta untuk memberi makan orang miskin.

Barang siapa yang menunaikannya sebelum sholat (Idul Fitri), maka zakatnya diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah sholat, maka itu adalah sedekah (biasa)." (HR Ibnu Majah). Tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah juga: Orang yang Membayar Zakat Disebut? Dikutip dari buku Catatan Pengingat Zakat Fitrah yang ditulis Hari Ahadi, tujuan mengeluarkan zakat fitrah juga dijelaskan Asy Syaih Muhammad bin Shalih al-Utsmaini.

Tujuan zakat fitrah tidak hanya untuk orang lain tapi juga diri sendiri. A. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah bagi orang lain 1. Berbuat baik pada orang miskin 2. Mencukupi kebutuhan orang miskin sehingga tidak perlu meminta-minta saat Idul Fitri B.

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah bagi diri sendiri 1. Berhias diri dengan sifat dermawan dan senang berbagi 2. Membersihkan diri dari berbagai kekurangan dan hal sia-sia yang terjadi saat berpuasa 3. Bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT karena bisa menyempurnakan puasa Ramadhan, sholat tarawih, dan beragam amal lain.

Dengan penjelasan ini maka tak ada alasan bagi seorang muslim melalaikan kewajiban zakat fitrah. Pembayaran zakat fitrah adalah 1-2 hari sebelum hari H Idul Fitri atau paling lambat tepat sebelum menunaikan sholat. Baca juga: Sebutan Orang yang Wajib Membayar Zakat, Ini Penjelasannya Kewajiban zakat fitrah dalam hadits dari Rasulullah SAW yang diceritakan Ibnu Umar RA فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ Artinya: "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithri dengan satu sho' kurma atau satu sho' gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa.

Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat 'ied." (HR Bukhari). Zakat fitrah juga dapat ditunaikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kg beras atau 3,5 liter per jiwa kepada badan amil zakat di lingkungan setempat.

Zakat fitrah tentunya dapat ditunaikan dalam bentuk uang sesuai harga bahan pokok. Gimana detikers, sudah jelas tujuan mengeluarkan zakat fitrah? Jangan lupa menunaikan kewajiban ini saat Ramadhan ya. Simak Video " KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!" [Gambas:Video 20detik] (row/erd)
KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoIlustrasi zakat fitrah.

Pengertian zakat fitrah adalah zakat yang wajib diberikan oleh umat Islam setiap setahun sekali saat Idul Fitri, berupa makanan pokok sehari-hari seperti beras dan jagung.

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah membersihkan jiwa dari perbuatan yang sia-sia selama Ramadhan. Bagaimana cara menghitung zakat fitrah? KOMPAS.com - Zakat fitrah adalah salah satu jenis zakat dalam ajaran Islam. Sebagai Muslim yang baik, wajib mengetahui pengertian zakat fitrah dan cara menghitung zakat fitrah.

Zakat adalah jumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam dan diberikan ke orang yang berhak menerimanya berdasarkan ketentuan agama Islam. Adapun zakat terbagi dua jenis yaitu zakat maal dan zakat fitrah. Zakat maal dibagi jenisnya menjadi zakat penghasilan atau zakat profesi, zakat emas dan perak, zakat perdagangan, zakat perusahaan, dan sebagainya. Lantas bagaimana dengan zakat fitrah? artikel ini akan membahas pengertian zakar fitrah dan cara menghitung zakat fitrah.

Baca juga: Pengertian Zakat dan Manfaatnya untuk Perekonomian Pengertian zakat fitrah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian zakat fitrah adalah zakat yang wajib diberikan oleh umat Islam setiap setahun sekali saat Idul Fitri, yang berupa makanan pokok sehari-hari seperti beras dan jagung.

Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pengertian zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan untuk setiap jiwa umat Islam yang dilakukan setiap Ramadhan menjelang Idul Fitri. Dikutip dari buku Fikih Mudah Tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah Fitrah oleh Ustadz Abu Abdil A'la Hari Ahadi, secara bahasa zakat fitrah berasal dari Bahasa Arab, yaitu fithri artinya berbuka dan fithrah artinya badan. Baca juga: Wajib Tahu, Ini Cara Menghitung Zakat Penghasilan Pasalnya, zakat fitrah dikeluarkan setelah selesai puasa Ramadhan dan zakat ini bermanfaat bagi badan karena dapat membersihkan jiwa.

Pengertian zakat fitrah dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu. Sebab, pada dasarnya zakat fitrah adalah memberikan makan tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah masyarakat miskin.

Hukum zakat fitrah bersifat wajib bagi orang yang merdeka baik anak kecil maupun orang dewasa dari kalangan kaum Muslim. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Pixabay/Azlin Ilustrasi zakat fitrah. Pengertian zakat fitrah adalah zakat yang wajib diberikan oleh umat Islam setiap setahun sekali saat Idul Fitri, berupa makanan pokok sehari-hari seperti beras dan jagung. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah membersihkan jiwa dari perbuatan yang sia-sia selama Ramadhan.

Bagaimana cara menghitung zakat fitrah? Mentan SYL Ingin Permasalahan Irigasi Pertanian di Kabupaten Sigi Segera Teratasi https://money.kompas.com/read/2022/02/05/190321326/mentan-syl-ingin-permasalahan-irigasi-pertanian-di-kabupaten-sigi-segera https://asset.kompas.com/crops/UGh9gGsstn99F3oZqsdxv5YHvnw=/0x0:750x500/195x98/data/photo/2022/02/05/61fe625a44cfe.jpg
Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah mennyucikan orang yang menunaikannya, serta memberi makan orang miskin.

Hal ini telah dijelaskan Rasulullah SAW melalui haditsnya yang diceritakan Ibnu Abbas RA. Artinya: Ibnu Abbas RA mengatakan, "Rasulullah SAW memerintahkan zakat fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari omong kosong dan kata-kata kotor, serta untuk memberi makan orang miskin.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Dikutip dari buku Catatan Pengingat Zakat Fitrah yang ditulis Hari Ahadi, tujuan mengeluarkan zakat fitrah juga dijelaskan Asy Syaih Muhammad bin Shalih al-Utsmaini. A. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah bagi orang lain. B. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah bagi diri sendiri. Pembayaran zakat fitrah adalah 1-2 hari sebelum hari H Idul Fitri atau paling lambat tepat sebelum menunaikan sholat.

Kenali Manfaat dan Keutamaan Membayar Zakat Fitrah Nggak terasa ya Idul Fitri sudah di depan mata, di akhir-akhir Ramadan umat Muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

Di dalam harta yang kita punya terdapat hak-hak orang miskin yang harus dipenuhi lewat membayar zakat. Berzakat akan membuat harta yang kita punya menjadi berkah untuk kehidupan.

Memberi dengan tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah atas harta yang kita miliki pada saudara yang lebih membutuhkan tidak akan membuat kita kehilangan kebahagiaan, justru Allah SWT akan memberi keberkahan dalam hidupnya baik di dunia maupun di akhirat. Membayar zakat fitrah juga mendekatkan diri kita pada Allah SWT. Yang satu berkata: ‘Ya Allah, berikan orang yang mengeluarkan sesuatu, sebagai ganti dari apa yang ia keluarkan.

Buat kamu yang mampu secara finansial untuk mensisihkan hartanya zakat menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.- Materi tentang zakat fitrah salah satunya diajarkan dalam Pendidikan Agama Islam kelas IX.

Tujuan zakat fitrah tidak hanya untuk orang lain tapi juga diri sendiri. Bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT karena bisa menyempurnakan puasa Ramadhan, sholat tarawih, dan beragam amal lain. Dengan penjelasan ini maka tak ada alasan bagi seorang muslim melalaikan kewajiban zakat fitrah. Kewajiban zakat fitrah dalam hadits dari Rasulullah SAW yang diceritakan Ibnu Umar RA. Zakat fitrah tentunya dapat ditunaikan dalam bentuk uang sesuai harga bahan pokok.

Kenali Manfaat dan Keutamaan Membayar Zakat Fitrah Batas waktu pembayaran zakat fitrah yakni sampai pagi hari sebelum shalat Idul Fitri dimulai. Makna zakat fitrah bukan hanya memberi sebagian harta bagi muslim yang mampu. Tapi juga sebagai upaya untuk membersihkan diri dan menyempurnakan ibadan puasa Ramadan yang sudah kita jalani selama sebulan penuh.

Mensucikan harta akan menjauhkan kita dari segala sifat kikir yang berasal dari dalam hati yakni sifat selalu menyimpan dan menimbun harta tanpa berniat sekalipun untuk berinfaak dan bersedekah. Berzakat akan membuat harta yang kita punya menjadi berkah untuk kehidupan. Selain itu, membayar zakat juga mengangkat derajat keimanan seseorang sekaligus membantu sesama saudara yang membutuhkan. Karena berzakat adalah salah satu rukun Islam yang harus dipenuhi sebagai hamba Allah SWT.

Memberi dengan ikhlas atas harta yang kita miliki pada saudara yang lebih membutuhkan tidak akan membuat kita kehilangan kebahagiaan, justru Allah SWT akan memberi keberkahan dalam hidupnya baik di dunia maupun tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah akhirat. Membayar zakat fitrah juga mendekatkan diri kita pada Allah SWT. Itu tadi keutamaan dan manfaat membayar zakat fitrah di bulan Ramadan. Tata Cara Ketentuan hingga Tujuan Zakat Fitrah Lengkap dengan Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.

Adhi Muhammad Daryono Content Specialist at ALAMI Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights. Hard work, patience and pray, no hustle culture.

Learners of all things, open to new insights.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Tujuan Umat Islam Diwajibkan Zakat Fitrah Menurut Rasulullah SAW - Abdullah bin 'Abbas RA berkata:. "Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari kelalaian dan kata-kata keji dan untuk memberi makan kepada orang-orang miskin.".

(Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dishahihkan al-Hakim). (erd/erd).

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Pengertian, Syarat, Tujuan hingga Perbedaan Zakat Fitrah dan Sebagai salah satu rukun Islam, zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Mengutip buku Fikih Sunnah, zakat berasal dari bentuk kata 'zaka' yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang.

Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut:. Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya. Tujuan tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah zakat fitrah adalah untuk memperbaiki perbuatan buruk yang dilakukan sepanjang bulan ramadan, juga membagi kebahagiaan idul fitri pada fakir miskin.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah, menurut Imam Syafi'i dapat dikeluarkan pada hari pertama bulan Ramadan. Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana yang terdapat dalam UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan perubahan kedua adalah Peraturan Menteri Agama No 31/2019, dan pendapat Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi serta para ulama lainnya. Mendidik manusia untuk berdisplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hak orang lain yang ada padanya.

Ini 2 Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah Di antara hikmah zakat fitrah, salah satunya adalah menanamkan nilai berbagi. Ini dimaksudkan agar seorang fakir miskin juga bisa turut merayakan Hari Raya. bersama tanpa kelaparan atau kekurangan suatu apapun. • TAGS: • materi • mengeluarkan • orang • zakat • islam • من • pelajaran • agama • kelas tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah tujuan • الله • yang • dan • ix • fitrah • bagi • allah • membayar • untuk • kita • harta • kenali • manfaat • akan • di • keutamaan • hustle • things • open • yalzimuniy • cara • tata • pray • adalah • culture • work • learners • zakaata • hingga • patience • rasulullah • oleh • umat • diwajibkan • telah • saw • ra • orangorang • menurut • yang • pada • dengan • pengertian • atas • syarat • dari • mal • perbedaan • harta • salah • ini • seorang • miskin • satunya • nilai • rayabersama • suatu • tanpa • turut
Zakat adalah suatu ibadah umat Islam yang dilaksanakan dengan cara memberikan sejumlah kepemilikan harta setelah kadarnya terpenuhi kepada orang yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Menurut istilah bahasa (etimologi), kata zakat berasal dari kata zaka yang artinya tumbuh, berkah, bersih dan berkembang. Zakat merupakan rukun islam keempat yang diwajibkan kepada setiap umat muslim yang sudah dianggap mampu mengeluarkannya, karena dengan mengeluarkan harta untuk berzakat kita dapat membersihkan harta agar kembali kepada hakekatnya yaitu kesucian. Berikut beberapa pengertian dan definisi zakat dari beberapa sumber: • Menurut Asy-Syaukani, zakat adalah pemberian sebagian harta yang telah mencapai nishab kepada orang fakir dan sebagainya dan tidak mempunyai sifat yang dapat dicegah syara’ untuk mentasharufkan kepadanya (Ash-Shiddiqy, 2009).

• Menurut Rofiq (2004), zakat adalah ibadah dan kewajiban sosial bagi para aghniya’ (hartawan) setelah kekayaannya memenuhi batas minimal (nishab) dan rentang waktu setahun (haul). • Menurut Inayah (2003), zakat merupakan harta yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau pejabat yang berwenang kepada masyarakat umum atas individu yang bersifat mengikat, final, tanpa mendapatkan imbalan tertentu yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kemampuan pemilik harta.

• Menurut Hafidhuddin (2002), zakat merupakan bagian dari harta dengan persyaratan tertentu berdasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist, yang allah wajibkan kepada pemiliknya, untuk diserahkan kepada orang atau pihak yang berhak menerimanya.

Tujuan dan Manfaat Zakat Menurut Zuhri (2012), zakat adalah ibadah maliah ijtima’iyah yang mempunyai sasaran sosial untuk membangun satu sistem ekonomi yang mempunyai tujuan kesejahteraan dunia dan akhirat. Adapun beberapa tujuan zakat adalah sebagai berikut: • Mengangkat derajat fakir miskin dan membantunya keluar dari kesulitan hidup dan penderitaan.

• Membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh orang yang berutang, ibnu sabil, dan mustahiq lainnya. • Membina tali persaudaraan sesama umat Islam. • Menghilangkan sifat kikir dari pemilik harta. • Membersihkan sifat dengki dan iri hati dari orang-orang miskin.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Adapun manfaat dan hikmah pelaksanaan zakat adalah sebagai berikut (Al-Zuhayly, 1995): • Zakat menjaga dan memelihara harta dari incaran mata dan tangan para pendosa dan pencuri. • Zakat merupakan pertolongan bagi orang-orang fakir dan orang-orang yang sangat memerlukan bantuan. Zakat bisa mendorong mereka untuk bekerja dengan semangat, ketika mereka mampu melakukannya dan bisa mendorong mereka meraih kehidupan yang layak.

• Zakat menyucikan jiwa dari penyakit kikir dan bakhil. Dan juga melatih seorang mukmin untuk bersifat pemberi dan dermawan. • Zakat diartikan sebagai ungkapan syukur atas nikmat harta yang telah dititipkan kepada seseorang.

Jenis-jenis Zakat Zakat dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah maal (harta). Penjelasan keduanya adalah sebagai berikut: a. Zakat Fitrah Zakat fitrah itu adalah zakat diri atau pribadi dari setiap muslim yang dikeluarkan menjelang hari raya Idul Fitri.

Zakat fitrah diwajibkan pada tahun kedua hijriah yaitu pada bulan ramadhan diwajibkan untuk mensucikan diri dari orang yang berpuasa dari perbuatan dosa, Zakat fitrah itu diberikan kepada orang miskin untuk memenuhi kebutuhan mereka agar tidak sampai meminta-minta pada saat hari raya (Hasan, 2006). b. Zakat Maal Zakat maal adalah zakat yang boleh dikeluarkan pada waktu yang tidak tertentu, mencakup hasil perniagaan, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi) yang masing-masing memiliki perhitungan sendiri-sendiri yang dikeluarkan dari harta atau kekayaan serta penghasilan yang dimiliki oleh seorang muslim yang telah mencapai nishab dan haulnya.

Perhitungan zakat maal menurut nishab, kadar, dan haul yang dikeluarkan ditetapkan tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah hukum agama (Nurhayati dan Wasilah, 2011). Syarat dan Rukun Zakat Zakat memiliki beberapa syarat wajib dan syarat sah. Menurut kesepakatan para ulama syarat wajib zakat ialah merdeka, muslim, kepemilikan harta yang penuh bukan dari utang, mencapai nisab, mencapai hawl dan harta yang dizakati melebihi kebutuhan pokok.

Syarat sah dalam pelaksanaan zakat adalah niat dan Tamlik (pemindahan kepemilikan harta kepada pemiliknya). Niat dilaksanakan ketika dilakukan penyerahan zakat kepada pihak yang berhak menerimanya, apabila penyerahan tersebut tidak disertai dengan niat maka dinyatakan tidak sah, karena zakat merupakan ibadah sedangkan salah satu syarat dari ibadah adalah adanya niat.

Rukun zakat merupakan sebagian dari nisab (harta) dengan melepaskan kepemilikan terhadapnya, menjadikannya sebagai milik orang fakir dan menyerahkan kepadanya, ataupun harta tersebut diserahkan kepada wakilnya yakni imam atau orang uang bertugas untuk memungut zakat (amil). Penerima Zakat Menurut Qardawi (2004), terdapat delapan asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat (Mustahik) yaitu sebagai berikut: • Fakir ialah orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

• Miskin ialah orang yang memiliki penghasilan atau pekerjaan namun tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri maupun keluarga yang ditanggungnya. • Amil ialah pengurus zakat baik yang diangkat oleh pemerintah atau masyarakat dalam melaksanakan penghimpunan zakat dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

• Muallaf ialah orang yang baru memelum agama Islam yang diberikan zakat untuk memantapkan hati dan keimanan mereka untuk tetap memeluk agama Islam. • Hamba sahaya ialah orang yang diberikan zakat untuk membebaskan diri mereka dari perbudakan. • Gharim ialah orang yang memiliki utang pribadi yang bukan untuk keperluan maksiat dan tidak memiliki harta untuk melunasinya.

• Fisabilillah ialah orang yang melakukan suatu kegiatan yang berada di jalan Allah, seperti kegiatan dakwah dan sejenisnya. • Ibnu sabil ialah orang yang berada dalam perjalanan (Musafir) yang mengalami kesusahan atau kehabisan bekal dalam perjalanan tersebut. Daftar Pustaka • Ash-Shiddiqy, Teuku Muhammad Hasby. 2009. Pedoman Zakat. Semarang: Pustaka Rizki Putra. • Rofiq, Ahmad. 2004. Fiqh Kontekastual: dari Normatif ke Pemaknaan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. • Hafidhudhin, Didin.

2002. Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani. • Inayah, Gazi. 2003. Teori Komprehensif Tentang Zakat dan Pajak.

Yogyakarta: TiaraWacana. • Zuhri, Saifudin. 2012. Zakat di Era Reformasi (Tata Kelola Baru). Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. • Al-Zuhayly, Wahbah. 1995. Zakat (Kajian Berbagai Mazhab). Bandung: Remaja Rosdakarya. • Hasan, K.N. Sofyan. 2006. Pengantar Zakat dan Wakaf.

Surabaya: Al-Ikhlas. • Nurhayati, Sri dan Wasilah. 2011. Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat. • Qardawi, Yusuf. 2004. Hukum Zakat. Bogor: Pustaka Linier Antar Nusantara.
Selain berpuasa, umat Islam yang memenuhi syarat juga diwajibkan untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada orang yang kurang mampu di bulan Ramadhan dalam bentuk zakat fitrah. Simak apa itu zakat fitrah, sejarah, hukum, hingga sejumlah keutamaan dan ketentuannya di bawah ini!

1. Pengertian, Sejarah, Makna dan Keutamaan Zakat Fitrah Pengertian zakat fitrah. Sumber gambar: tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah Menurut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), zakat fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik laki-laki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadhan sebelum sholat Idul Fitri dilangsungkan.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum manusia berangkat menuju shalat ‘ied.” (HR Bukhari Muslim). • Sejarah Zakat Fitrah Sebelum ada istilah tentang zakat fitrah, awalnya umat muslim hanya mengenal tentang perintah zakat secara umum.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah SWT pada surat Al – Muzammil ayat 20 yang artinya: “Yakni dirikanlah salat wajib dan tunaikanlah zakat yang fardu. Dalam ayat ini terkandung dalil bagi orang yang mengatakan bahwa perintah wajib zakat diturunkan di Mekah, tetapi kadar-kadar nisab yang harus dikeluarkan masih belum dijelaskan dengan rinci kecuali hanya di Madinah; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.” (QS Al Muzammil: 20) Walau sudah ada perintah untuk menunaikan zakat, pada saat itu umat muslim sebetulnya masih belum jelas tentang detail pelaksanaan, berapa besarannya, serta kapan waktu untuk menunaikannya.

Nanti setelah Nabi hijrah ke Madinah dan menetap di sana selama 17 bulan, barulah perintah untuk menunaikan zakat fitrah itu ada dan diwajibkan kepada setiap umat muslim. Perintah ini datang dari Nabi setelah Allah SWT menurunkan dua ayat surat Al – Baqarah (ayat 183 dan 184) yang menjadi dasar disyariatkannya puasa di bulan Ramadhan pada bulan Syakban tahun 2 H. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183) “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.

Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al Baqarah: 184) Tak lama setelah ayat tersebut turun, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat muslim untuk menunaikan zakat fitrah pada bulan ramadhan tahun itu juga.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Nasa’I, yang artinya “Rasulullah saw memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan shadaqatul fithr (zakat fitrah) sebelum perintah zakat (zakat harta). “ (HR Nasa’i). • Makna Zakat Fitrah Dalam bahasa arab, Zakat mempunyai beberapa makna, yaitu: 1.

At-Thohuru yang berarti mensucikan. Hal ini berarti setiap orang yang menunaikan zakat, termasuk zakat fitrah, karena Allah SWT dan bukan karena orang lain atau ingin dipuji manusia, maka Alah SWT akan mensucikan jiwa dan hartanya, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S At-Taubah ayat 103, yang berbunyi: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 2. Al – Barakatu yang berarti berkah. Artinya, Allah SWT akan selalu melimpahkan berkah kepada setiap orang yang menunaikan zakat, termasuk zakat fitrah. 3. An – Numuw yang berarti tumbuh dan berkembang.

Artinya, Allah SWT akan memberikan ganjaran harta yang berlipat-lipat kepada orang yang selalui menunaikan zakat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S.

Al-Baqarah ayat 261, yang berbunyi: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” • Keutamaan Zakat Fitrah Selain bisa menyucikan harta, membayar zakat fitrah juga dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk bersyukur dan berbagai rezeki dengan mereka yang kurang mampu.

Berikut ini sejumlah keutamaannya: • Menyempurnakan iman • Menyempurnakan ibadah puasa • Menghapus dosa • Pembersih harta dan jiwa • Sebagai bukti kasih sayang antar sesama muslim • Penyelamat di hari kiamat Baca juga: 30 Ucapan Idul Fitri untuk Keluarga, Teman, Kolega, Pacar, Hingga Mantan 2.

Ketentuan Zakat Fitrah Ketentuan zakat fitrah. Pixabay.com Untuk menunaikan zakat fitrah, ada beberapa ketentuan yang harus diketahui, mulai dari syarat hingga besaran dan perhitungannya. • Hukum Zakat Fitrah Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap umat muslim yang memenuhi syarat wajib zakat fitrah di atas.

Hal ini sesuai dengan salah satu hadits yang pernah diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, yang berbunyi: فَرَضَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الفِطْرِ -مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ Artinya: “Rasulullah telah mewajibkan mengeluarkan zakat fitrah [pada bulan Ramadan kepada setiap manusia].” • Syarat Zakat Fitrah Ada tiga syarat yang harus dipenuhi seseorang sebelum menunaikan zakat fitrah di bulan ramadhan, yaitu: • Beragama islam dan merdeka • Mampu, dalam artian memiliki harta yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan orang-orang yang ada di bawah tanggungannya pada hari raya dan malamnya • Dibayarkan sesuai waktu yang ditentukan, yaitu selama bulan ramadhan sebelum umat muslim selesai menunaikan sholat idul fitri Selain syarat wajib, dalam Islam juga dikenal syarat tidak wajib zakat fitrah.

Berikut ini adalah beberapa syarat tidak wajib zakat fitrah yang perlu kamu ketahui: • Bayi yang baru lahir setelah matahari terbenam pada akhir Ramadhan • Istri yang baru saja dinikahi setelah matahari terbenam pada akhir Ramadhan • Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan • Mualaf atau orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan • Waktu Menunaikan Zakat Fitrah Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah selama bulan ramadhan, yaitu sejak awal ramadhan hingga paling lambat sebelum umat muslim selesai menunaikan sholat Idul fitri.

Sedangkan, jika zakat tersebut dikeluarkan setelah idul fitri, maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat fitrah, melainkan hanya sedekah biasa.

Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits sahih diriwayatkan oleh Abu Daud yang berbunyi: عن ابن عباس: فرض رسول الله صلّى الله عليه وسلم زكاة الفطر طُهْرةً للصائم من اللغو والرَّفَث، وطُعْمةً للمساكين، فمَنْ أدَّاها قبل الصلاة فهي زكاةٌ مقبولةٌ، ومَنْ أدَّاها بعد الصلاة فهي صدقةٌ من الصَّدَقات رواه أبو داود وابن ماجة وصححه الحاكم Artinya, “Dari sahabat Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan ucapan keji, dan sebagai sarana memberikan makanan bagi orang miskin.

Siapa saja yang membayarnya sebelum shalat Id, maka ia adalah zakat yang diterima. Tetapi siapa saja yang membayarnya setelah shalat Id, maka ia hanya terhitung sedekah sunnah biasa,” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah). Sementara itu, menurut pandangan dari para ulama pengikut mazhab Syafi’I, pembayaran zakat fitrah dibagi ke dalam lima waktu berbeda dengan hukum dan keutamannya masing-masing, yaitu: • Waktu mubah, yakni sejak awal hingga akhir Ramadhan.

• Waktu wajib, yakni waktu akhir Ramadhan dan awal Syawwal. • Waktu sunnah, yakni sebelum shalat Idul Fitri berlangsung, yaitu sejak malam takbiran hingga pagi sebelum shalat Idul Fitri. • Waktu makruh, yakni setelah shalat Idul Fitri sampai dengan tanggal 1 Syawwal berakhir, yaitu maghrib hari raya Idul Fitri. • Waktu haram, yakni setelah tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah 1 Syawwal berakhir.

• Siapa yang Menerima Zakat Fitrah? Menurut QS. At-Taubah ayat 60, ada delapan golongan orang tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah berhak menerima zakat fitrah, antara lain: • Fakir, yaitu golongan orang yang sangat miskin atau bisa dibilang hampir tidak memiliki harta apa-apa • Miskin, yaitu orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah Amil, yaitu petugas atau panitia zakat • Muallaf, atau orang yang baru saja masuk islam • Hamba sahaya atau budak yang ingin memerdekaan diri • Gharim, atau orang yang terlilit hutang • Fisabilillah, yakni golongan orang yang berjuang di jalan Allah SWT seperti berdakwah, perang, dan sebagainya.

• Ibnu Sabil, atau mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh, namun bukan untuk tujuan berbuat maksiat 3. Besarnya Zakat Fitrah dan Perhitungannya Besarnya zakat fitrah. Unsplash.com Menurut kesepakatan para ulama pengikut mazhab Syafi’I dan Maliki, besaran zakat fitrah yang wajib dikeluarkan umat muslim adalah sebesar satu sha’ beras (kira-kira setara dengan 3,5 liter beras) atau 2,7 kg dalam bentuk makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan, misalnya gandum, kurma, atau tepung.

Sedangkan menurut perhitungan dari Badan Amil Zakat Nasional, zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Meski begitu, zakat fitrah juga dapat ditunaikan dalam bentuk uang tunai yang setara dengan 1 sha’ gandum, kurma, atau beras sebagaimana menurut pandangan dari Sheikh Yusuf Qardawi.

Adapun nominal yang dikeluarkan dalam bentuk uang wajib menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi pada saat itu. Bagi kamu yang tinggal di wilayah Jabodetabek, nominalnya adalah sebesar Rp40.000 per jiwa sebagaimana yang tercantum dalam SK Ketua BAZNAS No.

27 Tahun 2020. Jadi, sudah tunaikan zakat kamu? Kamu bisa bayar zakat secara online, lho di e-commerce. Jadi, nggak perlu ke luar rumah.

tujuan utama dikeluarkannya zakat fitrah adalah

Apalagi di saat seperti sekarang ini, di mana kita memang harus lebih banyak di rumah aja. Download ShopBack di Sini

GUS BAHA YG SEHARUSNYA ZAKAT FITRAH ITU




2022 www.videocon.com