Cara menghilangkan plagiarisme

cara menghilangkan plagiarisme

Sebelum masuk pada pembahasan tentang cara menghilangkan plagiarismekenali lebih dulu apa itu plagiarisme. Menurut KBBI, plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta.

cara menghilangkan plagiarisme

Yakni suatu tindakan pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangannya sendiri. Saat ini kasus plagiarisme tidak terbatas pada tindakan penjiplakan seperti itu saja. Kebiasaan copy paste tulisan adalah salah satu praktek plagiarisme yang kini semakin marak terjadi. Mulai dari yang sifatnya ringan hingga parah. Berikut jenis-jenis plagiarisme berdasarkan tingkatannya. Table of Contents • Jenis-Jenis Plagiarisme • Plagiarisme Keseluruhan • Plagiarisme Sebagian • Plagiarisme Ringan • Contoh Kasus Plagiarisme • Plagiarisme dalam Pembelajaran di Sekolah atau Perkuliahan • Plagiarisme dalam Bidang Penelitian Ilmiah • Plagiarisme di Industri Penulisan Kreatif • Cara Menghindari Plagiarisme • Jangan Pernah Copy Paste • Gunakan Sumber Referensi Beragam • Sertakan Sitasi Secara Tepat • Lengkapi dengan Daftar Pustaka • Lakukan Parafrase • Tambahkan Interpretasi atau Analisis Mandiri • Gunakan Gaya Penulisan yang Berbeda • Gunakan Kosakata Baru dan Beragam • Jangan Cantumkan Dokumen Legal • Cek Menggunakan Aplikasi Anti Plagiarisme • Aplikasi Anti Plagiarisme • 1.

DupliChecker • 2. 1text.com • 3. Writecheck • 4. Viper anti-plagiarism Scanner • 5. Copyscape • Share and Enjoy ! Jenis-Jenis Plagiarisme Sebelum masuk ke cara menghilangkan plagiarisme, akan dibahas terlebih dahulu tentang jenis-jenis plagiarisme. Menurut tingkat keparahan atau banyaknya penjiplakan yang dilakukan, sedikitnya ada 3 macam plagiarisme yang biasa terjadi, yaitu: • Plagiarisme Keseluruhan Ini adalah jenis plagiarisme yang paling parah dimana seseorang langsung melakukan copy paste suatu tulisan tanpa mengubahnya sedikit pun.

Bahkan, orang tersebut tidak mencantumkan sumber tulisan atau nama penulis aslinya. cara menghilangkan plagiarisme Plagiarisme Sebagian Plagiarisme sebagian terjadi jika seseorang menjiplak sebagian tulisan dari karya tulis seseorang (tidak menyeluruh). Biasanya dia mengubah sebagian tulisan lainnya dengan bahasa sendiri, namun masih terdapat beberapa kalimat identik yang tidak disertai sitasi.

• Plagiarisme Ringan Plagiarisme ringan terjadi jika seseorang menjiplak karya orang lain, lalu melakukan parafrase dengan bahasa sendiri secara keseluruhan.

Namun, ia tidak menuliskan sumber tulisan atau nama penulisnya. Contoh Kasus Plagiarisme Dari berbagai tingkatan plagiarisme yang telah disebutkan sebelumnya, sekarang simak beberapa contoh kasus plagiarisme dalam kehidupan sehari-hari sebelum tahu cara menghilangkan plagiarisme yang tepat. • Plagiarisme dalam Pembelajaran di Sekolah atau Perkuliahan Plagiarisme di kalangan mahasiswa dan siswa sekolah adalah yang paling sering terjadi.

Biasanya para pelajar lebih memilih copy paste dari internet tanpa berusaha mengerjakan tugasnya secara mandiri. Mulai dari menulis esai, makalah, hingga laporan praktikum. • Plagiarisme dalam Bidang Penelitian Ilmiah Kasus plagiarisme ini menimpa mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, atau disertasi.

Ini termasuk pelanggaran hak cipta yang serius, karena outputnya menjadi bahan rujukan banyak orang. Secara tidak langsung pelakunya juga telah berlaku curang dalam mendapatkan gelar akademiknya. Jika tak ingin dicap sebagai lulusan copy paste, maka pastikan penulisan ilmiah harus lolos uji plagiasi dengan cara menghilangkan plagiarisme yang benar.

• Plagiarisme di Industri Penulisan Kreatif Para penulis di industri kepenulisan juga tak luput dari berbagai kasus plagiarisme. Mulai dari penulis artikel SEO, hingga mereka yang menerbitkan buku. Biasanya, para penulis tak menyadari dirinya telah melakukan plagiarisme hanya karena mengutip sebagian tulisan tanpa mencantumkan sumbernya.

Atau yang terbaru adalah dengan mengubah format tulisan dalam bentuk media lain. Misalnya, dari tulisan artikel diubah menjadi konten YouTube, Instagram, dan sebagainya tanpa meminta izin atau mencantumkan nama penulis aslinya. Padahal, tindakan ini termasuk plagiat. Buatlah konten dengan tidak menjiplak konten lain mentah-mentah dan lakukan cara menghilangkan plagiarisme dengan benar. Cara Menghindari Plagiarisme Cara mengatasi plagiarisme tidaklah terlalu sulit. Ikuti 10 tips berikut ini untuk mencegah plagiarisme pada karya tulis yang Anda buat sebelum masuk ke cara menghilangkan plagiarisme.

Baik itu dari penulisan kreatif hingga penelitian ilmiah. • Jangan Pernah Copy Paste Tips utama dari segala bentuk pencegahan plagiarisme adalah menghindari copy paste dari website ke tulisan Anda di Word. Jangan pernah menjiplak karya orang lain, baik itu sebagian atau keseluruhan. Khusus penulisan kutipan pada penelitian ilmiah, jangan lupa untuk selalu mencantumkan sumbernya.

• Gunakan Sumber Referensi Beragam Perkuat gagasan Anda dengan memperbanyak sumber referensi bacaan. Dengan begitu, Anda bisa memperkaya pengetahuan dan kemampuan bernalar yang baik, sehingga mampu menulis tanpa plagiat karya orang lain. • Sertakan Sitasi Secara Tepat Ini merupakan lanjutan dari tips pertama. Bahwa dalam penulisan karya ilmiah, Anda wajib mencantumkan sitasi dari sumber referensi lain.

Lakukan sitasi secara tepat dengan mencantumkan nama penulis serta sumber rujukan. Baik dalam bentuk kutipan langsung atau catatan kaki. • Lengkapi dengan Daftar Pustaka Selain sitasi secara tepat, Anda juga tidak boleh melewatkan penyusunan daftar pustaka secara lengkap. Sebaiknya tulis daftar pustaka sejak awal atau selama Anda mengerjakan karya ilmiah. Jangan menulisnya di akhir penelitian, agar tidak ada sumber rujukan yang terlewat. • Lakukan Parafrase Daripada mengutip suatu tulisan secara langsung, sebaiknya lakukan parafrase atau penulisan ulang dengan gaya bahasa sendiri.

Caranya, baca tulisan yang ingin Anda kutip secara perlahan, lalu ambil ide pokok dan pahami pembahasannya. Setelah itu, tulis ulang menggunakan gaya bahasa sendiri. • Tambahkan Interpretasi atau Analisis Mandiri Agar semakin terbebas dari plagiarisme, tambahkan interpretasi dan analisa mandiri Anda terhadap tulisan yang Anda kutip.

Dengan begitu, gagasan pribadi yang tertuang dalam tulisan Anda semakin kuat dan meminimalisir terjadinya plagiasi. • Gunakan Gaya Penulisan yang Berbeda Saat mengutip kalimat tertentu dari karya orang lain, sebaiknya gunakan gaya penulisan yang berbeda dari sumber aslinya. Misalnya dengan membolak-balik susunan ide pokok atau mengubah formatnya dari paragraf langsung ke dalam bentuk poin-poin. • Gunakan Kosakata Baru dan Beragam Biasanya karena pembahasannya sama, antar-artikel kerap terdeteksi plagiasi meskipun telah menggunakan gaya penulisan berbeda.

Untuk itu, gunakan kosakata baru yang berbeda dengan sumber lain. Pilih sinonim kata yang memiliki makna serupa, namun dengan kata yang berbeda. • Jangan Cantumkan Dokumen Legal Mencantumkan dokumen legal seperti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, dan sejenisnya dalam suatu karya ilmiah sangat riskan terdeteksi plagiasi.

Karena Anda tidak diperbolehkan mengubah susunan kalimat dalam dokumen-dokumen legal seperti itu. Apalagi jika nantinya karya ilmiah Anda diuji menggunakan Turnitin. Sebuah layanan deteksi plagiarisme komersial dari Amerika yang banyak digunakan perguruan tinggi untuk membandingkan tingkat kemiripan antar karya ilmiah. • Cek Menggunakan Aplikasi Anti Plagiarisme Sebelum mengumpulkan atau mempublikasikan tulisan yang Anda buat, sebaiknya cek terlebih dulu menggunakan aplikasi anti plagiarisme.

Cara menghilangkan plagiarisme ini sangat efektif untuk mendeteksi apakah tulisan yang telah kita buat memiliki kemiripan dengan sumber lain, sehingga dinilai plagiasi.

Aplikasi Anti Plagiarisme Berikut 5 aplikasi untuk cara menghilangkan plagiarisme menghilangkan plagiarisme yang bisa Anda gunakan secara online.

Mulai dari yang gratis hingga berbayar. 1. DupliChecker duplichecker.com Layanan pertama untuk mendeteksi plagiasi yaitu menggunakan software DupliChecker atau yang bisa Anda gunakan dengan mengunjungi situsnya di www.duplichecker.com.

Cukup unggah file dokumen tulisan Anda ke web, lalu sistem akan menunjukkan hasil pengecekannya secara instan. Nantinya, terdapat skor yang menunjukkan tingkat plagiasi dan keunikan tulisan. Semakin besar nilai plagiasinya, maka tulisan Anda berpotensi besar dinilai plagiat. Anda bisa menggunakan DupliChecker secara gratis untuk 1500 kata per hari. Jika ingin lebih, Anda perlu melakukan pembayaran. 2. 1text.com 1text.com Cara menghilangkan plagiarisme yang kedua adalah dengan cara menghilangkan plagiarisme website www.1text.com.

Anda bisa langsung copy paste tulisan yang ingin dicek, dan tunggu sistem mendeteksi apakah terdapat indikasi plagiarisme. Nantinya, 1text akan menunjukkan skor keunikan tulisan dan menunjukkan daftar website yang memuat konten serupa. Layanan ini gratis untuk maksimal 2 kali cara menghilangkan plagiarisme dalam sehari untuk satu perangkat.

Selebihnya, Anda perlu membayar layanan 1text versi premium jika ingin mendapatkan fasilitas lebih. 3. Writecheck nesabamedia.com Serupa dengan DupliChecker di mana Anda bisa langsung mendeteksi tingkat cara menghilangkan plagiarisme suatu tulisan hanya dengan mengunggah dokumen dalam format dokumen, PDF, ataupun HTML. Selain menunjukkan tingkat dan cara menghilangkan plagiarisme, Writecheck juga mampu menunjukkan kesalahan ejaan dalam suatu tulisan.

Sayangnya, aplikasi untuk cara menghilangkan plagiarisme ini tidak bisa Anda dapatkan secara gratis. Karena Anda perlu registrasi terlebih dahulu dan melakukan pembayaran untuk berlangganan. 4. Viper anti-plagiarism Scanner timur.ilearning.me Rekomendasi aplikasi untuk cara menghilangkan plagiarisme yang keempat ini bisa langsung Cara menghilangkan plagiarisme download dan instal ke komputer. Setelah registrasi, Anda bisa langsung menggunakannya untuk cek plagiasi tulisan.

Menariknya, aplikasi ini punya 10 miliar sumber sebagai pembanding tulisan Anda. 5. Copyscape Salah satu aplikasi anti plagiarisme premium yang bisa Anda coba adalah Copyscape.

Hampir mirip dengan aplikasi sejenis lainnya, di Copyscape Anda juga bisa mengecek tingkat plagiasi suatu tulisan hanya dalam sekali klik.

Namun, ada fasilitas lain yang tidak dimiliki aplikasi lain, yaitu proteksi situs dari berbagai tindakan plagiasi orang lain.

Fasilitas ini tentu sangat menarik bagi para blogger, penulis, atau peneliti yang ingin melindungi karyanya dari ancaman diplagiat orang tak bertanggung jawab. Itulah pembahasan tentang 10 cara menghilangkan plagiarisme dalam penulisan kreatif maupun ilmiah.

Ingat, menghindari copy paste saja tidak cukup untuk terhindar dari plagiasi. Lakukan 10 tips di atas setiap menulis dan pastikan untuk selalu mengecek hasilnya menggunakan aplikasi anti plagiarisme. Jika ingin memesan jasa menulis artikel murah dan 100% lolos uji plagiasi, percayakan pada Oryza Writer. • Arsitektur dan Pembangunan • Bisnis dan Manajemen • Hukum • Humaniora • Ilmu Komputer cara menghilangkan plagiarisme Teknologi Informasi • Ilmu Pengetahuan Murni dan Terapan • Ilmu Sosial dan Media • Ilmu Teknik dan Teknologi • Kesehatan dan Kedokteran • Pariwisata, Perjalanan dan Perhotelan • Perawatan Pribadi dan Kebugaran • Pendidikan dan Pelatihan • Pertanian dan Kedokteran Hewan • Psikologi • Cara menghilangkan plagiarisme Kreatif dan Desain • Destinasi studi Kami menggunakan cookies untuk menawarkan Anda pengalaman pengguna yang lebih baik dengan konten yang terpersonalisasi, iklan yang relevan, dan fungsionalitas yang lebih canggih.

Dengan mengizinkan semua cookies, Anda menyetujui penggunaan cookies sesuai kebijakan cookie. Anda dapat mengatur preferensi Anda kapan saja. Hong Jin Young, seorang penyanyi trot asal Korea Cara menghilangkan plagiarisme, menjadi sorotan media pada tahun 2020 karena isu plagiarisme. Berita ini diangkat surat kabar Kukmin Ilbo setelah informan mereka menguji tesis S2 Hong Jin Young menggunakan Copy Killer, sebuah situs pemeriksaan plagiarisme. Menurut informan tersebut, ternyata sekitar 74% isi tesis tersebut adalah hasil plagiarisme.

Pada akhirnya, Hong Jin Young meminta maaf dan mengakui tuduhan tersebut. Ia juga setuju bahwa gelar S2 dan PhD-nya bisa dicabut sebagai konsekuensi dari aksi plagiarisme ini. Dari berita di atas, sudah jelas bahwa plagiarisme di dalam dunia akademik bukanlah pelanggaran yang dianggap ringan.

cara menghilangkan plagiarisme

Karena itu, kamu harus berusaha sebaik mungkin untuk tidak melakukan aksi tersebut. Untuk membantumu menghindari masalah ini, Hotcourses Indonesia akan membahas 8 tips untuk menghindari plagiarisme. 1. Kerjakan Tugas Sedini Mungkin Cara termudah untuk menghindari plagiarisme adalah dengan mengerjakan tugas sedini mungkin. Dengan begitu, kamu akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan riset dan menulis makalah/tugas kuliahmu.

Kalau kamu menunda-nunda mengerjakan tugas, maka waktu pengerjaan tugas akan semakin pendek. Ketika kamu terburu-buru dan merasa tertekan karena tenggat waktu, ada kemungkinan kamu akan membuat kesalahan atau melupakan detail-detail penting.

2. Cantumkan Sumber Dengan Tepat Mencantumkan sumber sitasi atau referensi adalah hal yang penting untuk dilakukan, tapi akan sia-sia kalau tidak dilakukan dengan tepat. Kamu sebaiknya bertanya kepada dosen/pengajar untuk memastikan standar yang berlaku di tempat kuliahmu mengenai pencantuman sitasi dan referensi.

Dengan begitu, kamu bisa mengerjakan tugas kuliah sesuai ketentuan yang ada. Perlu diingat juga bahwa kamu tetap harus mencantumkan sumber saat menggunakan informasi dari internet. Semua sumber daya yang tersedia di internet adalah hasil karya orang lain yang perlu kamu hargai. 3. Baca Ulang Ada baiknya kamu melakukan proofreading (membaca ulang tugas untuk mendeteksi kesalahan format, tata bahasa, ejaan dan tanda baca) untuk menghindari plagiarisme.

Kamu hanya perlu menyisihkan sedikit waktu untuk membaca kembali tugasmu dan memastikan semua sumber telah dicantumkan dengan baik.

Kalau kamu tidak ada waktu, kamu juga bisa meminta bantuan orang lain atau menggunakan jasa proofreader berbayar. 4. Kutipan Salah satu cara mudah untuk menghindari plagiarisme adalah dengan menggunakan kutipan langsung, yaitu jenis kutipan yang ditulis dengan menggunakan kalimat yang sama persis dengan kalimat aslinya.

Berikut adalah beberapa contoh kutipan langsung: Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3) Menurut teorema Noether, bahwa hukum kekekalan energi adalah cara menghilangkan plagiarisme daripada hukum fisika tidak dapat berubah terhadap waktu.

1 1Lofts, G; O’Keeffe D; et al. (2004). “11 — Mechanical Interactions”. Jacaranda Physics 1 (edisi ke-2). Milton, Queensland, Australia: John Willey & Sons Australia Ltd.

hlm. 286 Dikutip dari Wold Wide Consortium 2008, Web adalah kumpulan dokumen yang saling berhubungan (halaman web) dan sumber daya web lainnya, dihubungkan oleh hyperlink dan URL.

Ketika sumber sudah tercantum dengan jelas seperti di atas, kamu tidak akan dituduh melakukan plagiarisme. 5. Lakukan Parafrasa Dengan Benar Parafrasa adalah proses menulis ulang ide atau informasi dari sebuah sumber dengan menggunakan kata-katamu sendiri tanpa mengubah artinya. Tapi parafrasa bisa masuk ke dalam kategori plagiarisme jika eksekusinya tidak tepat. Cobalah menuliskan informasi tersebut dengan format dan pilihan kata yang orisinal, serta hindari menggunakan frasa-frasa yang ada dalam sumber yang kamu gunakan.

Karena proses ini terhitung merujuk ke karya orang lain, kamu harus tetap mencantumkan sumber ya! 6. Berikan Nilai Tambah Jangan cuma bergantung pada semua informasi yang kamu dapatkan dari berbagai sumber. Kamu bisa memberikan nilai tambah dengan memasukkan wawasan dan sudut pandangmu sendiri ke topik yang kamu bahas dalam tugas kuliahmu.

Hal ini akan menunjukkan bahwa kamu telah melakukan riset mendalam dan sudah memahami topik tersebut dengan baik. 7. Cara menghilangkan plagiarisme Alat Pemeriksa Plagiarisme Untuk memastikan bahwa tugasmu tidak mengandung unsur plagiarisme, kamu bisa menggunakan berbagai situs dan alat pemeriksa plagiarisme yang ada di internet sebelum mengumpulkan tugas.

Berikut adalah beberapa alat dan situs yang kami cara menghilangkan plagiarisme • Unicheck • Scribbr • Grammarly • PlagScan • Quetext • Plagramme 8.

Langsung Tulis Daftar Pustaka Tips terakhir untuk menghindari plagiarisme adalah dengan membuat daftar pustaka sewaktu melakukan penelitian. Saat kamu menemukan sumber yang bisa kamu gunakan, langsung saja tambahkan ke daftar pustaka. Kalau kamu menyusun daftar ini setelah menyelesaikan tugas, ada kemungkinan kamu akan lupa mencantumkan beberapa sumber.

Jika daftar pustaka telah disusun dari awal, kamu hanya perlu menghapus sumber yang tidak terpakai dan merapikan format daftar ini ketika tugasmu sudah rampung. Untuk membantumu memahami jenis-jenis plagiarisme dan konsekuensinya, kamu bisa menyaksikan video berikut dari Scribbr: Setelah membaca 8 tips di atas, jangan lupa untuk menelusuri tips-tips lain yang bisa cara menghilangkan plagiarisme saat kuliah di luar negeri, Coba juga alat Pencari Jurusan kami yang bisa menemukan jurusan kuliah dan universitas terbaik berdasarkan kriteria pribadimu.

Mau tanya-tanya soal kuliah di luar negeri? Langsung saja daftar untuk konsultasi GRATIS dengan konselor IDP Education yang siap membantu mewujudkan impianmu berkuliah di mancanegara. Cara menghilangkan plagiarisme JUGA: • PERBEDAAN PERSONAL STATEMENT DAN MOTIVATION LETTER • PANDUAN MEMILIH NEGARA TUJUAN UNTUK KULIAH DI LUAR NEGERI Sumber: Writingcooperative.com Grammarly.com Cara menghilangkan plagiarisme Nesabamedia.com "Bagaimana caranya sih bisa kuliah ke luar negeri ?" adalah salah satu pertanyaan yang sering banget ditanyakan ke saya.

Sebenarnya saya takut sih untuk menjawabnya karena tiap orang punya cara nya masing - masing. Tetapi berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan ketika berencana untuk kuliah ke luar negeri: 1. REMOVE THE DOUBT "Doubt kills more dreams than failure ever will". Kuliah itu seperti apa ya? Yang pasti kehidupan perkuliahan tentu saja jauh berbeda dengan kehidupan sewaktu SMU. Mulai dari gaya dosen menyampaikan pelajaran, menyelesaikan tugas, berpartisipasi dalam kelas dan mencari teman baru, semua adalah pengalaman baru bagi seorang pelajar yang baru memulai langkahnya sebagai seorang mahasiswa.

Steven Schwartz dari The Guardian menjelaskan beberapa keahliah yang perlu dimiliki mahasiswa untuk Kuliah ke luar negeri tanpa dibiayai oleh beasiswa bisa saja sangat berat. Oleh karena itu ada baiknya Anda membuat anggaran keuangan dengan seksama sebelum memutuskan untuk kuliah ke luar negeri.

Untuk meringankan beban biaya, Anda bisa mempertimbangkan untuk kuliah sambil cara menghilangkan plagiarisme. Yang menjadi pertimbangan adalah apakah pekerjaan paruh waktu akan mengganggu kuliah Anda.

Sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika Anda bisa membagi waktu Setelah menerima surat penerimaan dari universitas pilihan kamusaatnya kamu mempersiapkan barang-barang yang akan kamu bawa ke luar negeri. Dengan batas bagasi pesawat 23kg-30kg, tentunya kamu harus mempunyai system packing yang efektif agar tidak meninggalkan barang keperluan di Indonesia. Baju musim dingin Langkah yang paling penting sebelum berangkat untuk studi di luar negeri adalah untuk mencari tahu tentang cuaca disana.
Plagiarisme, atau menjiplak ide atau kata-kata orang lain dan mengakuinya sebagai karya Anda, bisa menyebabkan masalah bagi Anda maupun orang lain, berapa pun usia Anda.

Mahasiswa yang melakukannya bisa diberhentikan oleh kampus. Bahkan, akibat plagiarisme, Joe Biden kehilangan kesempatan menjadi presiden Amerika Serikat pada tahun 1988. Berikut cara-cara untuk memastikan bahwa Anda tidak--sengaja ataupun tidak sengaja--melakukan plagiarisme. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/7c\/Write-an-Essay-Letter-Step-1.jpg\/v4-460px-Write-an-Essay-Letter-Step-1.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/7c\/Write-an-Essay-Letter-Step-1.jpg\/v4-728px-Write-an-Essay-Letter-Step-1.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pahami apa yang dimaksud dengan plagiarisme.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai: "Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri." Sementara kamus American Heritage menyebutkan: the unauthorized use of another cara menghilangkan plagiarisme and the representation of them as one's own original work.

Artinya, yang tergolong plagiarisme bukan hanya jiplakan karya orang lain kata per kata, tetapi imitasi yang sangat mirip dengan karya itu. Penggunaan sinonim dan pilihan kata lainnya bukan pembenaran plagiarisme. Anda harus menulis teks dalam kalimat Anda sendiri, dan mengutip sumber Anda setelahnya.

• Sumber asli: "Hukum negara melarang budak-budak memperoleh ganti rugi dari tuannya bahkan untuk kejahatan paling keji sekalipun." • Plagiarisme: "Hukum negara tidak mengizinkan budak-budak mendapatkan imbalan dari tuannya bahkan untuk kejahatan paling mengerikan sekalipun." • Bukan plagiarisme: "Bahkan budak-budak yang terluka, disiksa, atau dihina tidak bisa menuntut ganti rugi dari tuannya menurut undang-undang Amerika Serikat yang berlaku saat itu.

(Jefferson, 157)" • Plagiarisme juga bisa mencakup: • Mengunduh karya tulis dari internet. • Menyewa seseorang untuk menuliskan sesuatu bagi Anda. • Mencoba membuat ide orang lain tampak bagaikan ide Anda sendiri.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/17\/Write-a-Composition-Step-12.jpg\/v4-460px-Write-a-Composition-Step-12.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/17\/Write-a-Composition-Step-12.jpg\/v4-728px-Write-a-Composition-Step-12.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Kenali topik yang Anda bahas.

Dengan memahami topiknya, Anda lebih sanggup menulis dalam kalimat Anda sendiri, bukan sekadar menyatakan ulang definisi yang dikemukakan orang lain. Carilah informasi tentang topik yang Anda ingin tulis. Anda bisa mendapatkannya lewat internet atau buku-buku, tetapi buku hampir selalu lebih berwibawa dibandingkan internet. • Triknya adalah menggunakan beberapa sumber informasi. Kalau mengandalkan satu sumber saja--buku tentang perbudakan, misalnya--Anda bisa-bisa tidak sengaja menyalin atau melakukan plagiarisme.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/27\/Write-Acknowledgements-Step-6.jpg\/v4-460px-Write-Acknowledgements-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/27\/Write-Acknowledgements-Step-6.jpg\/v4-728px-Write-Acknowledgements-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Rapalkan topik itu beberapa kali.

Kuncinya adalah memahami materi dan sanggup menyatakan maknanya dalam kalimat Anda sendiri. Hindari terlalu banyak membaca materi penulis lain karena Anda cenderung menyatakan ulang kalimat sang penulis.

cara menghilangkan plagiarisme

• Sumber asli: "Budak-budak bekerja 12 jam sehari, sejak matahari terbit hingga terbenam, berusaha bertahan hidup dengan 1.200 kalori dari pati serta darah, keringat, dan air mata mereka." • Tulisan ulang: "Bertahan hidup dengan sekitar separuh dari apa yang hari ini kita anggap asupan kalori minimal, budak-budak pada abad ke-19 bekerja sepanjang jam-jam yang sangat menyiksa tubuh mereka. (Jefferson, 88)" • Tulisan ulang: "Pada abad ke-19, budak-budak bekerja selama matahari bersinar, sembari menderita kurang gizi.

(Jefferson, 88)" {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/42\/Write-Acknowledgements-Step-10.jpg\/v4-460px-Write-Acknowledgements-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/42\/Write-Acknowledgements-Step-10.jpg\/v4-728px-Write-Acknowledgements-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Sebutkan kutipan dan sumber Anda.

Anda harus mencantumkan daftar pustaka atau literatur yang dikutip cara menghilangkan plagiarisme karya tulis Anda. Kalau menggunakan kutipan langsung dari karya penulis lain, Anda harus mengutipnya dengan benar. Banyak dosen yang menerima format MLA (Modern Language Association), kecuali standar format lain disyaratkan. • Anda bisa menghindari plagiarisme yang tidak disengaja dengan langsung menyertakan tanda petik (saat menggunakan kutipan) dan menyebutkan sumber saat mengutip atau menyertakannya dalah paragraf.

Jika menunda langkah ini, atau menyertakan tanda kutip dan sumber kutipan di akhir pembuatan tulisan, Anda mungkin lupa melengkapinya dan menghadapi masalah akibat plagiarisme. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/32\/Write-a-Commentary-Step-6.jpg\/v4-460px-Write-a-Commentary-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/32\/Write-a-Commentary-Step-6.jpg\/v4-728px-Write-a-Commentary-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Sertakan sumber jika Anda ragu.

Untuk menghindari plagiarisme, Anda bisa melakukannya dengan beberapa cara. Misalnya: • Sebutkan sumber di dalam paragraf: "Menurut Richard Feynman, elektrodinamika kuantum bisa dijabarkan dengan rumus integral lintasan." • Letakkan tanda kutip sebelum dan sesudah frasa unik yang Anda duga bisa dianggap salinan: "Akan terjadi 'pergeseran paradigma' ketika sebuah revolusi ilmiah mendorong masyarakat untuk memandang dunia secara berbeda." {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4b\/Write-a-News-Report-Step-4-Version-2.jpg\/v4-460px-Write-a-News-Report-Step-4-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4b\/Write-a-News-Report-Step-4-Version-2.jpg\/v4-728px-Write-a-News-Report-Step-4-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pahami beberapa aturan dasar hak cipta.

Plagiarisme bukan sekadar praktik akademik yang buruk, tetapi juga melanggar hukum kalau memang terjadi pelanggaran hak cipta. Pahami poin-poin berikut agar Anda tetap taat hukum: • Secara sederhana, fakta tidak dilindungi hak cipta. Artinya, Anda boleh menggunakan semua fakta yang Anda temukan cara menghilangkan plagiarisme mendukung karya tulis Anda. • Walau fakta tidak dilindungi hak cipta, kalimat yang digunakan untuk mengekspresikannya dilindungi hak cipta. Terutama kalau susunan kalimat itu orisinal atau unik (hak cipta melindungi ungkapan orisinal).

Anda bebas mencantumkan informasi dari literatur lain dalam artikel Anda, tetapi gunakan kalimat Anda sendiri untuk mengekspresikannya. Triknya, ambil fakta yang ada, kemudian sampaikan fakta itu dalam kalimat Anda sendiri. Tiap frase bisa berbeda. Menambahkan koma saja tidak cukup. Mengubah tata bahasa bisa jadi solusi.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/7f\/Write-a-News-Report-Step-1-Version-2.jpg\/v4-460px-Write-a-News-Report-Step-1-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/7f\/Write-a-News-Report-Step-1-Version-2.jpg\/v4-728px-Write-a-News-Report-Step-1-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Perhatikan apa yang tidak perlu dikutip.

Tidak segala sesuatu dalam penelitian akademik perlu dikutip. Pembaca bisa tersiksa membaca karya tulis yang penuh kutipan. Beberapa poin berikut tidak perlu Anda kutip dalam makalah dan karya tulis lainnya: • Pengamatan logis, dongeng rakyat, legenda, dan peristiwa historis, misalnya tanggal serangan Pearl Harbor. • Pengalaman, pandangan, ide, atau ciptaan Anda sendiri. • Hanya saja, jika menggunakan pengalaman, pandangan, ciptaan, atau ide yang sudah pernah Anda kirimkan atau publikasikan secara akademis, pertama-tama Anda harus meminta izin pembimbing untuk menggunakan kembali bahan-bahan tersebut.

Setelah mendapatkan izin, Anda bisa menyertakan kutipan diri. • Video, presentasi, musik, atau media buatan dan ciptaan Anda sendiri. • Hanya saja, jika menggunakan video, presentasi, musik, atau media lain yang dibuat dan diciptakan Anda sendiri dalam tugas yang telah dikirimkan atau dipublikasikan sebelumnya, pertama-tama Anda harus meminta izin pembimbing untuk menggunakan kembali bahan-bahan tersebut. Setelah mendapatkan izin, Anda bisa menyertakan kutipan diri.

• Bukti ilmiah yang Anda kumpulkan setelah Anda menggelar tes, survei, dan sebagainya. • Satu trik untuk menyampaikan pesan dalam kalimat Anda sendiri: Gunakan layanan Google Cara menghilangkan plagiarisme untuk menerjemahkan sebuah artikel ke dalam bahasa lain. Misalnya, dari bahasa Indonesia ke bahasa Jerman. Kemudian terjemahkan ulang teks hasil terjemahan itu, kali ini ke dalam bahasa lain lagi. Misalnya, dari bahasa Jerman ke bahasa Portugis.

cara menghilangkan plagiarisme

Kemudian terjemahkan ulang teks hasil terjemahan itu ke dalam bahasa Indonesia. Anda akan jumpai teks dalam bahasa Indonesia carut-marut, yang sangat sulit dipahami.

Gunakan pengetahuan Anda seputar topik itu, yang telah Anda peroleh sebelumnya dengan membaca dan meneliti. Kini Anda bisa memperbaiki teks dalam bahasa Indonesia yang berantakan itu dan memiliki artikel yang mengandung suara Anda. • Di internet ada layanan atau aplikasi yang bisa memindai karya tulis untuk mendeteksi konten plagiarisme. Kalau cemas, Anda bisa mempertimbangkan layanan atau aplikasi tersebut. • Kalau memang harus menyalin, jangan salin semua halaman atau paragraf!

Tulis semuanya dalam kalimat Anda sendiri, dan kutip bagian-bagian yang Anda salin. Kemudian, sebutkan sumber Anda di daftar pustaka menggunakan format yang benar.

EasyBib.com bisa membantu Anda. • Kalau Anda jujur dalam penulisan makalah atau esai, kemungkinan terjadinya plagiarisme sangat tipis. Sebaliknya, kalau sadar betul bahwa Anda menyalin karya orang lain, bisa-bisa Anda ketahuan kelak. • Apakah Anda khawatir tulisan Anda terlihat mirip tulisan orang lain?

Cara menghilangkan plagiarisme karena memang demikian. Gencil News – Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

Untuk mengindari hal tersebut pada konten atau karya anda, anda dapat mengetahuinya dari tulisan ini. Silahkan baca artikel ini hingga selesai agar anda dapat memahami jenis-jenis plagiarisme dan cara menghilangkan plagiarisme. Perlu anda ketahui saat ini ada beberapa jenis plagiarisme yang harus Anda hindari. Jenis plagiarisme tambahan ini sangat bermanfaat bagi penulis dan siswa untuk memastikan orisinalitas suatu pekerjaan atau karya.

Pertama-tama mari kita bahas beberapa jenis plagiarisme yang umum • Plagiarisme Langsung Ini adalah jenis plagiarisme yang paling parah. Mencuri konten dengan sengaja dari penulis lain dikenal sebagai plagiarisme langsung. • Plagiarisme yang tidak disengaja Jenis duplikasi ini, seperti namanya, adalah yang terjadi secara tidak sengaja. Jika karya Anda memiliki kesamaan dengan penulis lain tanpa Anda sadari, itu akan disebut duplikasi yang tidak disengaja.

• Plagiarisme mosaik Baca juga LAPAN Integrasikan Informasi Cuaca ke Aplikasi Gencil Anda menyalin konten dari berbagai sumber dan menggabungkannya menjadi satu sehingga tercipta artikel unik. • Self-plagiarism Plagiarisme jenis ini merupakan duplikasi yang dihasilkan dari menyalin dan menggunakan konten yang telah Anda terbitkan sebelumnya.

Ini adalah beberapa jenis plagiarisme umum yang dapat menimbulkan masalah bagi Anda. Jika Anda tidak tahu tentang konsekuensi dari plagiarisme, mari kita lihat bagian selanjutnya. Apa dampak plagiarisme? Plagiarisme, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, tidak lain adalah masalah bagi Anda.

Jika Anda belum tahu banyak tentang dampak buruk plagiarisme, maka perhatikan poin-poin yang kami rangkum di bawah ini: • Plagiarisme dapat merusak reputasi Anda sebagai mahasiswa.

Anda tidak akan dipercaya dengan proyek di kelas Anda, Anda juga tidak akan dapat bekerja sebagai tim dengan rekan kerja Anda. • Plagiarisme dapat merusak kehidupan profesional Anda. Jika Anda dituduh melakukan plagiarisme sebagai penulis, maka Anda akan kehilangan pekerjaan.

Selain itu, akan sulit bagi Anda untuk menemukan klien bereputasi baik untuk diajak bekerja sama di masa depan. • Juga, ketahuilah bahwa ada banyak dampak hukum yang dapat Anda hadapi karena plagiarisme. Jika Anda ditemukan mencuri konten berhak cipta, Anda dapat dimintai pertanggungjawaban di pengadilan. • Anda dapat menghadapi denda dan penalti moneter karena plagiarisme. Baca juga Aplikasi Hiburan Menarik Yang Cara menghilangkan plagiarisme Trend Doublicat Ada banyak lagi konsekuensi buruk dari plagiarisme dalam konten Anda.

Anda harus selalu memeriksanya dan menghapus jejak kesamaan apa pun sebelum dikirim atau dipublikasikan. Bagaimana cara cek plagiarisme dengan akurasi lengkap? Jika Anda ingin memastikan bahwa karya Anda asli dan bebas dari segala jenis plagiarisme, Anda perlu berlangganan online plagiarisme checker.

Ada banyak sekali situs web cek plagiat yang dapat membantu Anda untuk cek plagiarisme di konten Anda. Cara kerja online plagiarisme checker sangat mudah, dan Anda tidak perlu khawatir tentang cara menggunakannya meskipun Anda baru pertama kali menggunakannya. Yang perlu Anda lakukan adalah membuka plagiarisme checker di browser Anda dan memasukkan teks di alat yang Anda curigai. Setelah Anda memasukkan teks di alat atau file di plagiarisme checker, Anda harus mengklik tombol cara menghilangkan plagiarisme plagiarisme’.

Situs web (pemeriksaan plagiarisme) menggunakan AI dan algoritme pemindaian lanjutan untuk membantu Anda menemukan semua jenis duplikasi dalam pekerjaan Anda.

Baca juga Menristekdikti Ajak Anak Pesantren Kuliah Lewat Bidikmisi Bagaimana cara menghapus plagiarisme dari konten Anda? Menemukan plagiarisme dengan online plagiarisme checker sangat mudah. Namun, masalahnya anda kesulitan menghilangkan plagiat pada karya anda.

Jika Anda tidak tahu cara mengatasi kesalahan plagiarisme dan menghapusnya, Anda selalu dapat mengambil bantuan dari alat online parafrase. Alat parafrase dapat membantu parafrase online untuk tulis ulang konten ke dalam versi yang unik. Jadi jika Anda tidak dapat menghapus plagiarisme dari konten secara manual, Anda dapat mengambil bantuan dari alat parafrase. Cara lain untuk menghapus plagiarisme dari pekerjaan Anda adalah dengan mengutip sumbernya.

Jika Anda mengambil bantuan dari sumber yang sudah diterbitkan di web, maka selalu ada kemungkinan bahwa karya Anda akan memiliki beberapa kesamaan di dalamnya, yang dapat mengarah pada tuduhan plagiarisme.

Memberikan kredit ke sumber melalui kutipan adalah cara terbaik untuk menghindari plagiarisme dan efeknya! Jadi setelah membaca artikel ini, Anda dapat dengan mudah cek plagiarisme dari konten Anda dengan sangat mudah dan akurat.
6 Jasa Parafrase Profesional Terbaik di Indonesia Ingin menurunkan plagiarisme Turnitin dengan cepat?

Salah satu cara jitu mengatasi plagiarisme Turnitin yang tinggi pada sebuah dokumen adalah dengan melakukan parafrase. Secara umum, pengertian parafrase adalah menulis ulang suatu konsep menggunakan kata-kata sendiri tanpa mengubah subtansi. Mungkin terdengar mudah, namun parafrase membutuhkan kemampuan menalar sebuah kalimat lalu menuliskan ulang kalimat tersebut sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia. Oleh karena, parafrase membutuhkan waktu, pikiran, dan konsentrasi yang tinggi untuk menghilangkan plagiarisme khususnya di Turnitin.

Turnitin adalah situs website yang digunakan untuk mengecek keaslian atau originalitas dari tulisan secara online. Situs ini bekerja dengan membandingkan tulisan yang diinput dengan tulisan yang ada di database Turnitin. Saat ini, banyak kampus di Indonesia yang telah mewajibkan setiap karya tulis ilmiah wajib lolos Turnitin. Sehingga mau tidak mau mahasiswa harus melakukan parafrase untuk menghindari plagiarisme pada tulisan karya ilmiah yang dibuat.

Cara Menurunkan Plagiarisme Turnitin dengan Cepat dan Gratis Jika kamu tidak mempunyai waktu dan kapasitas melakukan parafrase pada karya ilmiah untuk mengurangi similarity Turnitin maka dapat menggunakan jasa parafrase.

Sayangnya, jasa parafrase membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu, menggunakan jasa parafrase juga harus menyiapkan biaya. Bagi kamu yang ingin mengatasi plagiarisme Turnitin dengan cepat dan gratis, bisa menggunakan situs Smodin.

Smodin adalah situs online yang dapat digunakan untuk parafrase atau menulis ulang kalimat tanpa mengubah subtansi secara otomatis, cepat, dan gratis. Kelebihan Parafrase Menggunakan Smodin Sebelum memulai parafrase menggunakan Smodin, sebaiknya ketahui kelebihan Smodin berikut ini: • Gratis.

• Mendukung parafrase hampir cara menghilangkan plagiarisme bahasa. • Cepat, mudah, dan praktis untuk menurunkan plagiarism Turnitin. • Hasil parafrase cukup baik. Cara Parafrase Cepat dan Gratis Menggunakan Smodin Berikut langkah-langkah untuk menurunkan similarity Turnitin dengan cepat dan gratis menggunakan Smodin. 1. Kunjungi Smodin.me Copy-paste tulisan atau kalimat cara menghilangkan plagiarisme dianggap plagiat oleh Turnitin ke Smodin.me Copy dan paste tulisan yang dianggap plagiat oleh Turnitin ke kolom Input di situs Smodin.

Kalimat atau tulisan yang plagiat akan ditandai dengan warna di dalam dokumen Turnitin kamu. Pilihlah kalimat yang paling tinggi plagiatnya. Lihat pada laporan dokumen Turnitin kamu. Mulailah dari urutan nomor 1 karena kalimat tersebut merupakan kalimat yang paling tinggi plagiatnya. Jika kamu belum mempunyai dokumen yang telah dicek menggunakan Turnitin.

Lakukan pengecekan Turnitin terlebih dahulu dengan mengunjungi halaman cek Turnitin. YANG WAJIB KAMU TAHU MENGENAI SMODIN • Smodin.me hanya memberikan 5 kali kesempatan untuk parafrase gratis setiap 24 jam. • Panjang atau banyaknya kata dalam cara menghilangkan plagiarisme kali parafrase maksimal hanya 1000 kata. • Strenght atau panjang kalimat pilih 3 (Recommended) atau sesuaikan dengan kebutuhanmu. • Setiap kali parafrase wajib melewati hCaptcha. Limit parafrase otomatis menggunakan Smodin Jika sudah 5 kali parafrase maka kamu harus menunggu 24 jam agar bisa menggunakan Smodin secara gratis kembali.

Cara Mengatasi Max Limit Reached (5/day) di Smodin Cara mengatasi Max Limit Reached (5/day) di Smodin adalah menggunakan VPN. Kamu bisa menambahkan Add-on atau Extensions cara menghilangkan plagiarisme browser.

cara menghilangkan plagiarisme

Berikut rekomendasi VPN gratis di Mozilla Firefox dan Google Chrome. • VPN Gratis di Mozilla Firefox – Browsec VPN – Free VPN for Firefox by Browsec LLC • VPN Gratis di Google Chrome – Free VPN Kelemahan Parafrase Menggunakan Smodin Meski mudah dan gratis, parafrase menggunakan Smodin tetap mempunyai kelemahan yang patut untuk dipertimbangkan.

Berikut beberapa kelemahan parafrase menggunakan Smodin. • Limit sangat sedikit yakni 5 kali dalam sehari (24 jam). • Limit kata yang dapat diparafrase hanya 1000 kata saja.

• Terkadang hasil parafrase rancu atau aneh sehingga tidak enak untuk dibaca. • Hasil parafrase menggunakan Smodin kadang jauh dari makna. Jasa Parafrase Profesional Terbaik di Indonesia Jasa parafrase cara menghilangkan plagiarisme dapat kamu gunakan jika hasil parafrase menggunakan Smodin kurang memuaskan.

Namanya juga mesin cara menghilangkan plagiarisme robot yang melakukan parafrase, jadi kalau hasilnya kurang memuaskan ya wajar bukan?

Jagoketik.com sebagai penyedia jasa parafrase profesional, berpengalaman, dan terbaik di Indonesia menawarkan jasa parafrase sesuai target yang kamu inginkan. Misalnya kamu ingin menurunkan plagiarisme Turnitin pada karya ilmiahmu dari 50% menjadi maksimal 20% maka kamu akan dilindungi dengan garansi hasil dan jaminan originalitas.

Jika hasil tidak sesuai target yang kamu inginkan maka uang kembali 100%, tidak hanya itu saja. Jika Jagoan Ketik spesialis parafrase terbukti melakukan kecurangan dalam melakukan parafrase maka uang kamu kembali 150%. Ingin menggunakan jasa parafrase di Jagoketik.com?

Klik tombol telepon atau WhatsApp di bawah sekarang. Online 24 jam!
MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Cara menghilangkan plagiarisme • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Apa itu Plagiat?

• 1. Plagiarism Chechker • 2. Unicheck • 3. DupliChecker • 4. Writecheck • 5. Copyscape • 6. PlagScan • 7. Viper anti-plagiarism Scanner • Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang membuat buku, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut: 7 Aplikasi Anti Plagiarisme Agar Tulisan Anda Terhindar dari Plagiarisme – Dalam dunia penulisan keaslian naskah sangat perlu diperhatikan. Hal tersebut akan berpengaruh pada keorisinal dari suatu tulisan, apakah betul hasil karya Anda atau plagiat dari karya orang lain.

Hal ini biasa sering terjadi karna dalam tulisan tidak terlepas dari kutipan ide, gagasan, dan/atau teori orang lain yang telah terlebih dulu dipublikasin untuk mendudukung pendapat yang kita bangun dalam sebuah tulisan. Pada karya tulisan seperti karya ilmiah, skripsi, dan tesis kutipan tersebut tidak dapat serta merta dilakukan sesuka hati, terdapat etika dan pedoman dalam mencantumkan ide, gagasan, dan/atau teori orang lain dalam sebuah tulisan ilmiah yang kita susun.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari kecurangan penulis dalam bentuk plagiarisme yang sering terjadi. Apa itu Plagiat? Plagiat adalah suatu langkah dari seseorang mengambil karya orang lain dan mempublish nya seolah-olah hasil karyanya sendiri, baik itu sebahagian atau keseluruhan tanpa mencantumkan sumber dan kutipan yang ia peroleh dalam hasil karya ilmiah atau tulisan yang ia buat sendiri. Ada banyak alasan mengapa orang melakukan plagiat diantaranya cara menghilangkan plagiarisme malas, tidak punya waktu, sibuk ,bahkan ingin mencari gampangnya saja tanpa perlu memeras otak dan keringat.

Padahal dalam membuat karya tulisan ilmiah, skripsi, tesis, atau apapun itu tetap butuh perjuangan, seperti pepatah yang mengatakan “No Pain No Gain”. Plagiat ini bisa dengan berbagai macam cara. Salah satu yang paling kerap terjadi adalah asal copy paste dari pekerjaan orang yang sudah tersedia sebelumnya tanpa mencantumkan sumber. Selain itu cara menghilangkan plagiarisme juga bisa dalam bentuk plagiarisme sebagian, artinya meskipun sudah melakukan parafrase namun masih terdapat beberapa kalimat yang identik dengan sumber aslinya dan tidak mencantumkan sitasi.

Ketiga, plagiarisme ringan karena parafrase yang telah dilakukan belum mencantumkan sumber asli. Keempat, plagiarisme yang terjadi sebab sumber yang digunakan tidak mencukupi atau sangat minim. Untuk menghindari plagiatisme ini ada banyak cara yang bisa dilakukan.

Salah satunya dengan menggunakan aplikasi anti plagiarisme yang sudah tersedia di google atau play store secara cuma-cuma. Berikut ini beberapa aplikasi yang bisa Anda coba gunakan supaya tulisan anda 100% original bukan plagiat. 1. Plagiarism Chechker Plagiarism Chechker adalah aplikasi anti plagiat yang bisa Anda temukan di aplikasi google play store.

Karena Aplikasi Google PlayStore yang bisa anda gunakan langsung dari handphone anda, cukup cari dan ketikan Plagiarism Checker pada pencarian di google Playstore anda, jika sudah ketemu silahkan download dan instal. Caranya penggunaannya cukup mudah. Langkah pertama Anda dapat mempersiapkan bahan-bahan artikel yang ingin dicek keasliannya.

Atau sebaliknya, Anda juga bisa mengecek tulisan Anda sendiri apakah pernah ada orang lain yang mempublishnya atau mirip tidaknya artikel yang Anda buat dengan orang lain.

Jika bahan sudah ada. Cukup copy paste ke dalam box plagiarism checker. Selain melalui google play store, Anda bisa menggunakan aplikasi ini dari SmallSEOtools. Aplikasi Plagiarism Chechker dapat mendeteksi karya tulis Anda dengan sekali pencet. Anda bisa meletakkan hingga 5000 karakter sekaligus. Cara menggunakannya sangat mudah, dan yang lebih penting, aplikasi pendeteksi plagiat ini gratis. Cukup kunjungi situsnya, pilih bagian plagiarismchecker, copy dan paste-kan bagian tulisan, lalu dapatkan hasilnya.

Akan terdapat persentase kemiripan tulisan dengan berbagai tulisan yang telah tersedia di dunia maya. 2. Unicheck Selain aplikasi Plagiarism Chechker, alternatif lainnya Anda juga bisa menginstall aplikasi Unicheck. Aplikasi ini terbilang banyak digunakan oleh para pendidik, peneliti, peserta didik, penulis, juga editor.

Cara penggunaannya yang mudah dan up to date bisa dibilang web pendeteksi Anda bisa langsung mengunjungi website unicheck, lalu letakkan tulisanmu pada kotak yang tersedia. Keunggulan dari Uniceck adalah aplikasi dari unicheck ini mampu memindai teks-teks dari format yang berbeda secara bersamaan.

Hebatnya lagi hanya perlu waktu 4 cara menghilangkan plagiarisme per teks-pemindaian untuk memindai kesalahan. Selain itu, Unicheck mampu mengecek bagian terkecil dari hasil tiruan yang Anda berikan. Setidaknya, unicheck mampu memindai hingga 16 miliar halaman dan dokumen di Google dan Bing.

Laporan plagiat berupa persentase dan hyperlink menuju sumber aslinya akan diberikan kepada Anda setiap kali selesai memindai. Namanya juga ada barang ada harga. Ya, untuk menikmati fasilitas ini, Anda harus berlangganan dengan cara membayar. Jika memang Anda sering memanfaatkan fasilitas situs ini, biayanya bisa dibilang murah, yakni sekitar us$ 5 saja.

Tapi tenang, jika Anda ingin mencobanya dahulu, Anda bisa menggunakan percobaan grating hingga 275 kata saja. 3.

DupliChecker Ada lagi aplikasi Duplichecker juga bisa Anda pilih untuk software anti plagiarisme. Duplichecker merupakan aplikasi yang menyediakan layanan untuk mendeteksi plagiat yang bisa dimanfaatkan dengan cara mudah. Anda bisa copy paste tulisan dalam kotak yang disediakan, atau bisa juga dengan meletakkan URL nya. Dalam sekejab, akan ada hasil berupa link menuju kontan yang diplagiasi jika memang terdeteksi plagiat.

Namun, Anda membayar jika ingin memanfaatkan aplikasi ini sepenuhnya. Jika tidak ingin membayar, Anda bisa memanfaatkan layanan gratis, yang hanya bisa digunakan secara terbatas. Layanan gratis tanpa registrasi ini bisa digunakan hanya satu kali saja dalam satu hari, dan terbatas 1500 kata. 4. Writecheck Kini giliran aplikasi anti plagiaris Writecheck sangat nenbantu Aplikasi writehack adalah aplikasi menarik yang akan mendeteksi plagiarism dalam tulisan.

Tak hanya itu, hal menarik dari aplikasi writeheck adalah kemampuannya cara menghilangkan plagiarisme mendeteksi kesalahan tata bahasa dan ejaan dalam tulisan. Cara penggunaan aplikasi ini pun sangat mudah. Anda tinggal mengunggah dokumen yang akan dipindai dalam format Microsoft Word, WordPerfect, PostScript.

pdf, html, dan rtf. Menarik lagi, Anda bisa mendapatkan hasil berupa laporan plagiarisme yang disertai link langsung menuju sumber plagiasi. Meski dinilai netijen sebagai situs bermanfaat dan menarik, sayangnya Anda tidak bisa mencoba aplikasi yang ditawarkan secara gratis.

Anda harus melakukan registrasi dan berlangganan untuk bisa menikmati manfaatnya. 5.

cara menghilangkan plagiarisme

Copyscape Mau cari yang gratisan lagi? Anda bisa mengunjungi copysoace dan bagaimana menjajal bagaimana situs ini bisa mengetes seberapa jauh tulisan Anda terdeteksi plagiat.

Selain akun gratis yang bisa dimanfaatkan, Anda juga bisa memilih akun berbayar. Tentunya keduanya punya perbedaan ya.

Akun berbayar menawarkan fasilitas yang lebih kompleks. Bagi para blogger, Anda bisa juga memanfaatkan aplikasi berupa perlindungan situs agar situs Anda bisa dipantau dari tindak plagiasi. Ketika ada situs yang memiliki konten cara menghilangkan plagiarisme dengan tulisan di situs Anda, maka Anda pun akan mendapat email peringatan. Tertarik mencoba? 6. PlagScan Ada lagi aplikasi PlagScan yang bisa Anda pakai langsung untuk melakukan deteksi plagitan dengan cara copy paste tulisan di kolong yang sudah disediakan.

Anda juga upload file yang dipilih dalam format ms word dan pdf. Hasil teks yang dipilih nantinya berupa kemiripan tulisan dengan tulisan lain yang berada di internet. Meskipun fasilitas lengkapnya tetap berbayar, Anda masih bisa mencoba percobaa gratis meskipun terbatas fasilitasnya. 7. Viper anti-plagiarism Scanner Jika beberapa aplikasi bisa langsung mengunjungi situs, lain lagi dengan Viper anti-plagiarism scanner.

Untuk memanfaatkan aplikasi ini Anda bisa mengundung aplikasinya kemudia di instal ke perangkat komputer. Anda pun perlu registrasi terlebih dahulu. Setelah install dan registrasi, Anda bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk memeriksa seberapa dalam plagiasi di dalam tulisan Anda. Asyiknya, aplikasi ini memiliki 10 miliar yang sumber yang disediakan untuk membandingkan dengan tulisan Anda. Selain 7 aplikasi di atas, masih ada banyak aplikasi anti plagiarism yang bisa Anda coba untuk cek plagiarisme.

Jika Anda kurang puas dengan tulisan ini, Anda bisa menjadi referensi lainnya melalui internet atau buku. Selamat mencoba dan mari menulis tanpa plagiarism! Apakah Anda sedang atau ingin menulis buku? Dengan menjadi penulis penerbit buku Deepublish, buku Anda kami terbitkan secara GRATIS. Anda cukup mengganti biaya cetak. Silakan isi data diri Anda di sini. atau Anda bisa langsung Kirim Naskah dengan mengikuti prosedur berikut ini: KIRIM NASKAH Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang membuat buku, Anda dapat melihat artikel-artikel kami berikut: • Footnote Pada Buku • Mengenal Kerja Layouter di Penerbit Buku • 4 Kriteria Judul Buku Yang Menarik!

• 3 Cara Mengusir Penghambat Menulis • Cara Membuat Buku, Cara Cerdas Menjadi Seorang Pakar Jika Anda mempunyai BANYAK IDE, BANYAK TULISAN, tapi BINGUNG bagaimana caranya MEMBUAT BUKU, gunakan fasilitas KONSULTASI MENULIS dengan TIM PROFESSIONAL kami secara GRATIS disini! Kontributor: Novia IntanKarya tulis apa pun haruslah orisinal. Oleh karena itu, penting untukmu untuk mengetahui cara menghilangkan plagiarisme menghindari plagiarisme.

Memang tidak selalu mudah untuk menghindari plagiarisme karena terkadang kita tidak menyadarinya. Akan tetapi, jangan khawatir, Glints telah merangkum beberapa tips menulis untukmu agar bisa menjadi orisinal dan bebas plagiarisme. Yuk, simak dan catat poin-poin penting berikut ini! Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Art Block untuk Melancarkan Proses Kreatifmu 7 Tips Menghindari Plagiarisme 1. Kenali apa itu plagiarisme © Freepik.com Cara pertama agar kamu bisa menghindari plagiarisme sebagai penulis adalah memahami terlebih dahulu apa itu plagiarisme.

Pemahaman ini termasuk apa-apa saja yang membuat karyamu itu terbilang plagiat. Nah, menurut Plagiarism.org, plagiarisme adalah mencuri ide atau kata-kata orang lain dan mengklaimnya sebagai milikmu. Plagiarisme juga berarti menggunakan kata-kata orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Jadi, hindari cara menghilangkan plagiarisme kedua hal tersebut agar hasil karyamu tidak plagiat, meskipun kadang writer’s block terjadi dan menjadi kreatif terasa sulit.

2. Pahami konteks © Freepik.com Cara selanjutnya untuk menghindari plagiarisme yaitu dengan memahami konteks sebuah tulisan terlebih dahulu. Hal yang perlu dihindari saat menggunakan suatu sumber sebagai referensi adalah menerjemahkan kata per kata maupun menuliskannya ulang.

Agar bisa tidak melakukan itu, kamu harus paham konteks atau isi secara keseluruhan dari sumbernya. 3. Gunakan bahasa sendiri © Freepik.com Setelah memahami konteks suatu sumber, cobalah tulis ulang dengan memparafrasa atau menggunakan cara menghilangkan plagiarisme sendiri.

cara menghilangkan plagiarisme

Dengan cara ini, kamu bisa menghindari plagiarisme karena tidak menggunakan kata-kata yang persis sama dengan sumber tulisannya. Akan tetapi, menurut Grammarly, parafrasa juga bisa menjadi plagiarisme jika tidak dilakukan dengan benar.

Untuk itu, usahakan untuk menggunakan susunan dan kosakata yang berbeda namun masih bisa dipahami dengan jelas untuk menghindari kesamaan cara menghilangkan plagiarisme. Yang penting makna yang disampaikan tetap sama. 4. Gunakan tanda petik © Freepik.com Jika terlalu sulit untuk memparafrasa suatu bagian, kamu bisa menggunakan tanda petik.

Cara ini bisa membantumu menghindari plagiarisme jika ingin mengutip kata per kata. Dengan menggunakan tanda petik pada bagian tersebut, pembaca bisa mengetahi bahwa kata-kata yang dicantumkan cara menghilangkan plagiarisme milikmu. Baca Juga: Takut Karyamu Dicomot Orang? Kenali Creative Commons yang Bisa Cegah Cara menghilangkan plagiarisme 5. Cantumkan sumber yang jelas © Freepik.com Nah, meskipun sudah menggunakan tanda petik, hal lain yang tidak boleh dilupakan sebagai cara penting menghindari plagiarisme adalah mencantumkan sumber yang jelas.

Kata-kata siapakah yang kamu kutip untuk tulisanmu? Pastikan informasi tersebut tersaji agar pembaca bisa mengetahui sumber aslinya. Mencantumkan sumber juga tidak bisa dilakukan asal-asalan.

Jadi, kamu harus mengikuti tata cara yang benar, khususnya untuk penulisan karya tulis akademis seperti jurnal. 6. Cek hasil tulisan dengan tool cek plagiarisme © Freepik.com Kurang yakin apakah tulisanmu sudah bebas plagiarisme? Jangan khawatir, cara untuk memastikan bahwa kamu sudah berhasil menghindari plagiarisme adalah dengan menggunakan tool khusus.

Tool cara menghilangkan plagiarisme bisa diakses secara online dan mampu mengecek berapa persentase plagiarisme dalam hasil karyamu. Tool cek plagiarisme bisa mengetahui dari mana sumber plagiat yang kamu lakukan, khususnya jika sumbernya dari internet. Idealnya, tulisanmu benar-benar 100% bebas plagiarisme sehingga bisa dinyatakan orisinal. 7. Sering latihan © Freepik.com Tidak mudah untuk langsung bisa membuat karya tulis yang bebas plagiat. Cara agar semakin mahir menghindari plagiarisme adalah dengan terus berlatih.

Setelah membuat tulisan, cek dengan tool pilihanmu dan perbaiki bagian-bagian yang ternyata mirip atau masih sama dengan sumbernya. Dengan begitu, kamu akan semakin andal merancang kata-kata yang lebih baik dan orisinal. Baca Juga: Ini Dia Berbagai Jenis Copyright yang Perlu Kamu Ketahui Itulah dia tujuh tips dari Glints agar tulisanmu bisa bebas plagiarisme. Kalau selama ini masih sering mencontek karya orang lain, sudah saatnya kamu mengaplikasikan tips-tips tersebut dan membuat karya yang benar-benar milikmu.

Temukan lebih banyak tips menulis dan artikel-artikel inspiratif dengan berlangganan newsletter blog Glints, ya! Jika berlangganan, Glints akan langsung kirimkan bacaan-bacaan terkini ke kotak masuk emailmu.

Sebelum mulai langganan, jangan lupa buat akun dulu. Gratis! • What is Plagiarism? • How To Avoid Plagiarism • Blog • Bidang Profesi • Marketing • Tech cara menghilangkan plagiarisme Data • Media & Communications • Business Dev & Sales • Product • Design • Tips Karier • Mengawali Karier • Dunia Kerja • Konten Eksklusif • Artikel Expert • Panduan • Laporan • Dari Glints • Panduan Komunitas & Konten • Campaign Berlangsung • Kabar Produk • Kabar Glints • Cara menghilangkan plagiarisme Kerja • Glints ExpertClass • Glints Community untuk perusahaan Karya tulis apa pun haruslah orisinal.

Oleh karena itu, penting untukmu untuk mengetahui cara menghindari plagiarisme. Memang tidak selalu mudah untuk menghindari plagiarisme karena terkadang kita tidak menyadarinya. Akan tetapi, jangan khawatir, Glints telah merangkum beberapa tips menulis untukmu agar bisa menjadi orisinal dan bebas plagiarisme. Yuk, simak dan catat poin-poin penting berikut ini!

Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Art Block untuk Melancarkan Proses Kreatifmu 7 Tips Menghindari Plagiarisme 1. Kenali apa itu plagiarisme © Freepik.com Cara pertama agar kamu bisa menghindari plagiarisme sebagai penulis adalah memahami terlebih dahulu apa itu plagiarisme.

Pemahaman ini termasuk apa-apa saja yang membuat karyamu itu terbilang plagiat. Nah, menurut Plagiarism.org, plagiarisme adalah mencuri ide atau kata-kata orang lain dan mengklaimnya sebagai milikmu.

Plagiarisme juga berarti menggunakan kata-kata orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Jadi, hindari melakukan kedua hal tersebut agar hasil karyamu tidak plagiat, meskipun kadang writer’s block terjadi dan menjadi kreatif terasa sulit.

2. Pahami konteks © Freepik.com Cara selanjutnya untuk menghindari plagiarisme yaitu dengan memahami konteks sebuah tulisan terlebih dahulu. Hal yang perlu dihindari saat menggunakan suatu sumber sebagai referensi adalah menerjemahkan kata per kata maupun menuliskannya ulang. Agar bisa tidak melakukan itu, kamu harus paham konteks atau isi secara keseluruhan dari sumbernya. 3. Gunakan bahasa sendiri © Freepik.com Setelah memahami konteks suatu sumber, cobalah tulis ulang dengan memparafrasa atau menggunakan bahasamu sendiri.

Dengan cara ini, kamu bisa menghindari plagiarisme karena tidak menggunakan kata-kata yang persis sama dengan sumber tulisannya. Akan tetapi, menurut Grammarly, parafrasa juga bisa menjadi plagiarisme jika tidak dilakukan dengan benar. Untuk itu, usahakan untuk menggunakan susunan dan kosakata yang berbeda namun masih bisa dipahami dengan jelas untuk menghindari kesamaan tulisan.

Yang penting makna yang disampaikan tetap sama. 4. Gunakan tanda petik © Freepik.com Jika terlalu sulit untuk memparafrasa suatu bagian, kamu bisa menggunakan tanda petik.

Cara ini bisa membantumu menghindari plagiarisme jika ingin mengutip kata per kata. Dengan menggunakan tanda petik pada bagian tersebut, pembaca bisa mengetahi bahwa kata-kata yang dicantumkan bukan milikmu. Baca Juga: Takut Karyamu Dicomot Orang? Kenali Creative Commons yang Bisa Cegah Itu!

5. Cantumkan sumber yang jelas © Freepik.com Nah, meskipun sudah menggunakan tanda petik, hal lain yang tidak boleh dilupakan sebagai cara penting menghindari plagiarisme adalah mencantumkan sumber yang jelas. Kata-kata siapakah yang kamu kutip untuk tulisanmu? Pastikan informasi tersebut tersaji agar pembaca bisa mengetahui sumber aslinya. Mencantumkan sumber juga tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jadi, kamu harus mengikuti tata cara yang benar, khususnya untuk penulisan karya cara menghilangkan plagiarisme akademis seperti jurnal.

6. Cek hasil tulisan dengan tool cek plagiarisme © Freepik.com Kurang yakin apakah tulisanmu sudah bebas plagiarisme? Jangan khawatir, cara untuk memastikan bahwa kamu sudah berhasil menghindari plagiarisme adalah dengan menggunakan tool khusus. Tool ini bisa diakses secara online dan mampu mengecek berapa persentase plagiarisme dalam hasil karyamu. Tool cek plagiarisme bisa mengetahui dari mana sumber plagiat yang kamu lakukan, khususnya jika sumbernya dari internet.

Idealnya, tulisanmu benar-benar 100% bebas plagiarisme sehingga bisa dinyatakan orisinal. 7. Sering latihan © Freepik.com Tidak mudah untuk langsung bisa membuat karya tulis yang bebas plagiat. Cara agar semakin mahir menghindari plagiarisme adalah dengan terus berlatih.

Setelah membuat tulisan, cek dengan tool pilihanmu dan perbaiki bagian-bagian yang ternyata mirip atau masih sama dengan sumbernya. Dengan begitu, kamu akan semakin andal merancang kata-kata yang lebih baik dan orisinal. Baca Juga: Ini Dia Berbagai Jenis Copyright yang Perlu Kamu Ketahui Itulah dia tujuh tips dari Glints agar tulisanmu bisa bebas plagiarisme. Kalau selama ini masih sering mencontek karya orang lain, sudah saatnya kamu mengaplikasikan tips-tips tersebut dan membuat karya yang benar-benar milikmu.

Temukan lebih banyak tips menulis dan artikel-artikel inspiratif dengan berlangganan newsletter blog Glints, ya! Jika berlangganan, Glints akan langsung kirimkan bacaan-bacaan terkini ke kotak masuk emailmu. Sebelum mulai langganan, jangan lupa buat akun dulu.

cara menghilangkan plagiarisme

Gratis! • What is Plagiarism? • How To Avoid Plagiarism • Blog • Bidang Profesi • Marketing • Tech & Data • Media & Communications • Business Dev & Sales • Product • Design • Tips Karier • Mengawali Karier • Dunia Kerja • Konten Eksklusif • Artikel Expert • Panduan • Laporan • Dari Glints • Panduan Komunitas & Konten • Campaign Berlangsung • Kabar Produk • Kabar Glints • Lowongan Kerja • Glints ExpertClass • Glints Community untuk perusahaan Karya tulis apa pun haruslah orisinal.

Oleh karena itu, penting untukmu untuk mengetahui cara menghindari plagiarisme.

cara menghilangkan plagiarisme

Memang tidak selalu mudah untuk menghindari plagiarisme karena terkadang kita tidak menyadarinya. Akan tetapi, jangan khawatir, Glints telah merangkum beberapa tips menulis untukmu agar bisa menjadi orisinal dan bebas plagiarisme. Yuk, simak dan catat poin-poin penting berikut ini! Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Art Block untuk Melancarkan Proses Kreatifmu 7 Tips Menghindari Plagiarisme 1. Kenali apa itu plagiarisme © Freepik.com Cara pertama agar kamu bisa menghindari plagiarisme sebagai penulis adalah memahami terlebih dahulu apa itu plagiarisme.

Pemahaman ini termasuk apa-apa saja yang membuat karyamu itu cara menghilangkan plagiarisme plagiat. Nah, menurut Plagiarism.org, plagiarisme adalah mencuri ide atau kata-kata orang lain dan mengklaimnya sebagai milikmu. Plagiarisme juga berarti menggunakan kata-kata orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Jadi, hindari melakukan kedua hal tersebut agar hasil karyamu tidak plagiat, meskipun kadang writer’s block terjadi dan menjadi kreatif terasa sulit. 2. Pahami konteks © Freepik.com Cara selanjutnya untuk menghindari plagiarisme yaitu dengan memahami konteks sebuah tulisan terlebih dahulu.

Hal yang perlu dihindari saat menggunakan suatu sumber sebagai referensi adalah menerjemahkan kata per kata maupun menuliskannya ulang. Agar bisa tidak melakukan itu, kamu harus paham konteks atau isi secara keseluruhan dari sumbernya. 3. Gunakan bahasa sendiri © Freepik.com Setelah memahami konteks suatu sumber, cobalah tulis ulang dengan memparafrasa atau menggunakan bahasamu sendiri.

Dengan cara ini, kamu bisa menghindari plagiarisme karena tidak menggunakan kata-kata yang persis sama dengan sumber tulisannya. Akan tetapi, menurut Grammarly, parafrasa juga bisa menjadi plagiarisme jika tidak dilakukan dengan benar.

Untuk itu, usahakan untuk menggunakan susunan dan kosakata yang berbeda namun masih bisa dipahami dengan jelas untuk menghindari kesamaan tulisan. Yang penting makna yang disampaikan tetap sama. 4. Gunakan tanda petik © Freepik.com Jika terlalu sulit untuk memparafrasa suatu bagian, kamu bisa menggunakan tanda petik. Cara ini bisa membantumu menghindari plagiarisme jika ingin mengutip kata per kata. Dengan menggunakan tanda petik pada bagian tersebut, pembaca cara menghilangkan plagiarisme mengetahi bahwa kata-kata yang dicantumkan bukan milikmu.

Baca Juga: Takut Karyamu Dicomot Orang? Kenali Creative Commons yang Bisa Cegah Itu! 5. Cantumkan sumber yang jelas © Freepik.com Nah, meskipun sudah menggunakan tanda petik, hal lain yang tidak boleh dilupakan sebagai cara penting menghindari plagiarisme adalah mencantumkan sumber yang jelas. Kata-kata siapakah yang kamu kutip untuk tulisanmu?

Pastikan informasi tersebut tersaji agar pembaca bisa mengetahui sumber aslinya. Mencantumkan sumber juga tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jadi, kamu harus cara menghilangkan plagiarisme tata cara yang benar, khususnya untuk penulisan karya tulis akademis seperti jurnal. 6. Cek hasil tulisan dengan tool cek plagiarisme © Freepik.com Kurang yakin apakah tulisanmu sudah bebas plagiarisme?

Jangan khawatir, cara untuk memastikan bahwa kamu sudah berhasil menghindari plagiarisme adalah dengan menggunakan tool khusus. Tool ini bisa diakses secara online dan mampu mengecek berapa persentase plagiarisme dalam hasil karyamu. Tool cek plagiarisme bisa mengetahui dari mana sumber plagiat yang kamu lakukan, khususnya jika sumbernya dari internet.

Idealnya, tulisanmu benar-benar 100% bebas plagiarisme sehingga bisa dinyatakan orisinal. 7. Sering latihan © Freepik.com Tidak mudah untuk langsung bisa membuat karya tulis yang bebas plagiat. Cara agar semakin mahir menghindari plagiarisme adalah dengan terus berlatih. Setelah membuat tulisan, cek dengan tool pilihanmu dan perbaiki bagian-bagian yang ternyata mirip atau masih sama dengan sumbernya.

Dengan begitu, kamu akan semakin andal merancang kata-kata yang lebih baik dan orisinal. Baca Juga: Ini Dia Berbagai Jenis Copyright yang Perlu Kamu Ketahui Itulah dia tujuh tips dari Glints agar tulisanmu bisa bebas plagiarisme.

Kalau selama ini masih sering mencontek karya orang lain, sudah saatnya kamu mengaplikasikan tips-tips tersebut dan membuat karya yang benar-benar milikmu. Temukan lebih banyak tips menulis dan artikel-artikel inspiratif dengan berlangganan newsletter blog Glints, ya!

Jika berlangganan, Glints akan langsung kirimkan bacaan-bacaan terkini ke kotak masuk emailmu. Sebelum mulai langganan, jangan lupa buat akun dulu. Gratis! • What is Plagiarism? • How To Avoid Plagiarism
Cara Menghilangkan Plagiarism di Microsoft Word Apa itu Plagiarism?? • Plagiarism merupakan meniru atau menyalin karya seseorang tanpa minta persetujuan dan mengaku ia adalah karyanya sendiri. Plagiarism ini merupakan satu budaya tidak sihat dalam masyarakat sekirannya perbuatan ini tidak dibendung.

Namun bagi pelajar, pembuatan Plagiarism ini merupakan satu kesalahan yang berat dalam akdemik.

CARA HILANGKAN PLAGIAT SKRIPSI




2022 www.videocon.com