Chairul tanjung

chairul tanjung

Kerja keras Chairul Tandjung berujung manis. Keuletannya dalam berbisnis mengantarkannya menjadi salah satu chairul tanjung terkaya Indonesia.

Pada tahun 2015, versi majalah Forbes, ia masuk peringkat ke 5 dari 250 juta penduduk Indonesia. Ia berhasil mengumpulkan kekayaannya hingga mencapai US$4,8 miliar chairul tanjung setara Rp67,4 triliun. Pundi-pundi kekayaanya ini diperoleh dari grup perusahaan-perusahaannya yang tergabung di bawah bendera CT Corps. Sukses di dunia bisnis membawanya ke dunia politik. Ia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Koordinator Ekonomi di chairul tanjung jabatannya berakhir.

"Saya chairul tanjung menjalankan tugas dan kewajiban dengan rasa penuh tanggung jawab pada bangsa dan negara," janji Chairul Tanjung yang juga mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/5/2014). Kisah sukses Chairul Tanjung ini dibukukan dalam judul Chairul Tanjung Si Anak Singkong.

Chairul Tanjung alias CT lahir di Jakarta, 16 Juni 1962 dari pasangan A.G Tanjung dan Halimah. Chairul Tanjung memiliki enam saudara. Ia menikah dengan Anita Ratnasari Tanjung dan dikarunia dua orang anak; Putri Indahsari dan Rahma Dwiputra. Pendidikannya diselesaikan di Jakarta. Selepas menyelesaikan pendidikannya di SMA Boedi Oetomo, Jakarta, Chairul Tanjung masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI), Jakarta, dan lulus tahun 1987.

Pada usianya yang tergolong muda, yaitu 25 tahun, ia berhasil menamatkan pendidikannya, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada 1984-1985. Ia sudah mengenal bisnis sejak di bangku kuliah. Ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lain-lain. Ia juga membuka foto kopi di kampusnya. Chairul Tanjung juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan labolatorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, namun usaha tersebut harus berhenti di tengah jalan karena bangkrut.

Perlahan namun pasti, Chairul Tanjung mendirikan usaha dengan tiga rekannya yang diberi nama PT. Pariarti Shindutama, perusahaan ini memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor, dan pada awal dimulai perusahaan ini mendapatkan pesanan 160 ribu pasang sepatu anak-anak dari Italia. Namun, dengan adanya perbedaan visi misi, akhirnya Chairul Tanjung memilih berpisah dan mendirikan perusahaannya sendiri. Atas kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang.

Ia mengarahkan usahanya ke konglomerasi, dan memosisikan dirinya ke tiga bisnis inti, yaitu keuangan, properti, dan multimedia. Kemudian ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Dibawah bendera Para Group, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan chairul tanjung bidang finansial seperti, Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Sementara di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki TransTV, Trans7, detik.com, CNN Indonesia, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Selain bisnis-bisnis tersebut, Para Group juga meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Seiring kesuksesannya di berbagai bidang, Para Group berubah menjadi CT Corp.

chairul tanjung

Nama CT chairul tanjung dari inisial pemiliknya Chairul Tanjung. Kesuksesan Chairul Tanjung di bidang bisnis terus menanjak, bahkan namanya masuk daftar orang terkaya tahun 2010 di majalah ternama Forbes.

Selain keberhasilan bisnisnya, Chairul Tanjung juga didaulat sebagai ketua umum PBSI. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memintanya sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Chairul tanjung sejak 19 Mei 2014 hingga 27 Oktober 2014.

KELUARGA Istri : Anita Ratnasari Tanjung Anak : Putri Indahsari Rahmat Dwiputra PENDIDIKAN SD Van Lith, Jakarta (1975) SMP Van Lith, Jakarta (1978) SMA Negeri I Boedi Oetomo, Jakarta (1981) Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987) Executive IPPM (MBA; 1993) KARIER Pendiri PT. Pariarti Shindutama Pemilik Bandung Supermal Pemilik Trans Corp Pemilik Para Group Komisaris Utama PT Carrefour Indonesia Pemilik CT Corp Ketua Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Menko Ekonomi 2014 PENGHARGAAN Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional (1984-1985) Eksekutif Muda Berprestasi, Jakarta (23 Mei 1993) Chairul Tanjung Coordinating Minister for Economics In office 19 May 2014 – 20 October 2014 President Susilo Bambang Yudhoyono Preceded by Hatta Rajasa Succeeded by Sofyan Djalil Personal details Born ( 1962-06-16) June 16, 1962 (age 59) Jakarta, Indonesia Nationality Indonesian Spouse(s) Anita Ratnasari Tanjung Children Putri Indahsari Chairul tanjung Chairul Tanjung (born 18 June 1962) is an Indonesian businessman.

He is the former Coordinating Minister for Economics in the Indonesian cabinet. He was appointed to this post by President Susilo Bambang Yudhoyono on 19 May 2014 following the resignation of the previous Coordinating Minister for Economics, Hatta Rajasa, who resigned to take part in Indonesia's 2014 presidential election. [1] In 2021, chairul tanjung had an estimated net worth of $4,1 billion. [2] Contents • 1 Early life • 2 Business • 3 Other activities • 4 Biography • 5 References • 6 External links Early life [ edit ] Chairul Tanjung was born in Jakarta to A.G.

Tanjung and Halimah. His father, a reporter, had established a magazine company, which was shut down by the Suharto regime, resulting in A.G. Tanjung having to sell the family's large house and cars to cover debt, and the family moved into a small apartment.

Chairul graduated from Boedi Oetomo Senior High School in 1981. He obtained a bachelor's degree at the Faculty of Dentistry, University of Indonesia. He was named a "national noble student" in 1984 and 1985.

chairul tanjung

While studying, he and his two friends opened a shop that originally sold books and T-shirts, and expanded to sell medical equipment.

In his spare time, Chairul conducted business until dropping out of dentistry school and establishing PT CT Corp with a loan of Rp150 million from Exim Bank. They produced chairul tanjung footwear and received an order from Italy for 160 pairs of shoes, but a month later, Chairul split from his two friends because a disagreement over the business.

He later became the chairman and founder of CT Corp, along with the late founder of Sony, Akio Morita. Business [ edit ] He worked with Hasbi Hafani to establish the business. He bought Bank Karman and changed its name to Bank Mega. He expanded his business interests into insurance and securities.

Chairul is now involved in the television business; he founded Trans TV and acquired TV 7 chairul tanjung the Kompas-Gramedia Group. Chairul owns property projects such as Bandung Super Mall, Batam Indah Prospertindo, Para Bali Propertindo, and Mega Indah Propertindo.

In 2012, he bought a minority share of Garuda Indonesia. His holding company is CT Corp., formerly Para Group, with 3 subholdings: [3] • Mega Corp., a financial business subholding • Trans Corp., a media, life style, department store, consumer goods, hotel and entertainment subholding • CT Global Resource, an agribusiness and energy subholding Other activities [ edit ] Chairul Tanjung served as head of Badminton Association of Indonesia from 2001-2004.

chairul tanjung

{INSERTKEYS} [4] Biography [ edit ] A biography of Chairul Tanjung, Chairul Tanjung Si Anak Singkong ("Chairul Tanjung the Cassava Child," "cassava" meaning "socially inferior"), was published in 2012.

[3] [5] References [ edit ] • ^ (in Indonesian) Tunjuk Chairul Tanjung Jadi Menko Perekonomian • ^ "Chairul Tanjung". Forbes . Retrieved 2021-11-11. • ^ a b "July 2, 2012 - Chairul Tanjung Si Anak Singkong". • ^ JawaPos.com (2020-09-25). "Bursa Ketum PBSI: Ketua BPK, Pengusaha Properti Klaim Banjir Dukungan". JawaPos.com (in Indonesian) .

Retrieved 2020-10-13. • ^ "Mengenal Chairul Tanjung, Si Anak Singkong yang Sukses Jadi Bos CT Corp". Cermati.com. 8 January 2019 . Retrieved 23 April 2021. External links [ edit ] • Chairul di tokohindonesia.com Political offices Preceded by Hidden categories: • Articles with Indonesian-language sources (id) • CS1 Indonesian-language sources (id) • Articles with ISNI identifiers • Articles with VIAF identifiers • Articles with WORLDCATID identifiers • Articles with LCCN identifiers • Articles with NTA identifiers • Articles with FAST identifiers Edit links • This page was last edited on 3 March 2022, at 01:44 (UTC).

• Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; additional terms may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization. • Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • •
Chairul Tanjung was on born 16th June, 1962 in Jakarta, Indonesia.

He is a 55 year old Muslim-Indonesian businessman, founder of CT Corp, Sony, Akio Morita and the former Coordinating Minister for Economics in the Indonesian cabinet. He is one of the world’s richest men from Indonesia. Parents: Halimah Tanjung, mother of Chairul helped in her children’s education by mortgaging her own fabrics in order to meet the needs of the family.

His father, A.G. Tanjung was a renowned Journalist and had setup a magazine company. Due to some unfortunate circumstances his Father’s company got shut and the family was drowning with debt. To keep up with the odd situations, his father took a job in a company. Wife: Anita Ratnasari Chairul Tanjung is the wife of Chairul Tanjung. She is a dentist by profession and completed her dentistry degree from the University of Indonesia.

She pursued her Master’s education in hospital management to fulfill her passion of serving the community. She has worked for PMI Bogor, Gatot Subroto and is now actively involved in CT Corp and Perinatologi Foundation called Duta Bangsa which is a non-formal educational institution.

Children: Rahmat Dwiputra is the son of Chairul Tanjung. Putri Indahsari is the daughter of Chairul Tanjung.

She went to Academy of Art University, San Francisco, United States and majored in Multimedia Communication. A young and independent business enthusiast, she made her first attempt in business at a mere age of 15. She has set up her own Event Organization, Creativepreneur Event Creator. The first event organized by her team was “Self Creativepreneur Corner’ which was a big success in the year 2014.

Early Life and Education of Chairul Tanjung: Chairul finished schooling in 1981 from Boedi Oetomo Senior High School. He received his Bachelor’s degree at the Faculty of Dentistry, University of Indonesia in 1987.

He was awarded a National Model Student in 1985.He went on to pursue his Executive IIPM MBA in 1993 but dropped out of the course in between. During his graduation he along with his friends got engaged in selling books and T-shirts and gained success.

This led them to open a big shop for the products and eventually choosing business over further studies. He established PT Pariarti Shindutama from Bank Loans and later became the Chairman of CT Corp.

Chairul Tanjung’s Career: To establish his newly set up business he worked Morita and later bought Bank Karman and renamed it as Bank Mega. Gradually, he expanded his business into various sectors like securities, insurance, real estate, etc. Today, the Group has several business interests such as banking, real estate, insurance, fashion, entertainment, coffee, capital market and financing, etc. Chairul also founded Trans TV and gained ownership over TV 7 the Kompas-Gramedia Group.

His group also owns real estate projects like Para Bali Propertindo, Bandung Super Mall, Batam Indah Prospertindo and Mega Indah Propertindo. Chairul Tanjung took a major decision to restructure his group CT Corp on 1st December, 2011. The three holding companies of the group; Mega Corp, Trans Corp, and CT Global Resources were reorganized to include financial services, media, natural resources, lifestyle and entertainment.

Under his Group CT Corp, he has gradually introduced many other companies such as The Core Investindo which deals in media and investment, Global Investindo focusing on financial business and the CorePropertindo which is related to real estate investments and projects.

Net Worth of Chairul Tanjung: Chairul stands at rank 6th in the list of richest people in Indonesia. He has a net worth of $4.6 Billion.

In the Forbes List of Billionaires he was at rank 286 in 2016. Biografi Chairul Tanjung Nama Chairul Tanjung muncul ke dalam jajaran konglomerat terkaya Indonesia. Pengusaha sukses ini pada 2018 telah dinobatkan sebagai satu dari sepuluh orang terkaya negeri ini. Namanya tentu sudah tidak asing lagi karena perjalanan hidupnya memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Tidak sedikit orang yang penasaran dengan biografi Chairul Tanjung tersebut. Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil Chairul Tanjung Chairul Tanjung memiliki latar belakang keluarga sangat berbeda dengan yang tampak saat ini. Lelaki yang lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962 ini merupakan anak dari pasangan Abdul Gafar Tanjung dan Halimah.

Ia lahir dengan enam bersaudara. Lalu setelah menginjak dewasa ia menikah dengan Anita Ratnasari Tanjung. Kemudian dikaruniai dua orang anak bernama putri Indahsari Tanjung dan Rahmat DwiputraTanjung.

Masa kecil Chairul Tanjung sangat jauh dari gelimangan harta. Dulu, ayahnya kebetulan bekerja sebagai wartawan media cetak pada era Orde Lama. Kondisi keuangan keluarga Chairul Tanjung semakin buruk ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup pemerintah saat itu. Keadaan ekonomi yang susah membuat keluarga Chairul Tanjung memutuskan untuk menjual rumah guna mencukupi kebutuhan. Mereka pun tidur di suatu losmen kecil dan penuh sesak.

Tekanan tersebut tidak lantas membuat semangatnya menurun. Pendidikan Chairul Tanjung Pendidikan dasar Chairul Tanjung ditempuh di Sekolah Dasar Van Lith Jakarta. Kemudian, ia melanjutkan jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMP Van Lith juga. Lulus dari SMP, Chairul melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Jakarta.

Pada tahun 1981, ia lulus dan melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Gigi UI. Ia berhasil meraih gelar sarjana pada 1987. Tidak berhenti di situ, ia pun melanjutkan jenjang magister di Institut Pendidikan serta Pembinaan Manajemen pada 1993.

Chairul Tanjung adalah pemuda yang berprestasi. Karena kecerdasan dan keteladannya, ia berhasil terpilih sebagai mahasiswa teladan Nasional tahun 1984 sampai 1985. Belajar Bisnis Sejak Kuliah Chairul Tanjung telah memulai bisnis sejak di bangku kuliah. Awalnya, ia berjualan untuk membiayai kuliahnya.

{/INSERTKEYS}

chairul tanjung

Mulai dari jualan buku kuliah hingga berjualan kaos dan membuka jasa fotokopi. Selain berjualan buku dan kaos, Chairul Tanjung juga pernah membuka toko yang menjual alat kedokteran serta alat laboratorium.

chairul tanjung

Namun, karena suatu hal bisnis tersebut bangkrut. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Chairul Tanjung mulai fokus merintis bisnis.

Awalnya, ia membuka bisnis ekspor sepatu anak. Ia menjalankan bisnis ini bersama tiga orang temannya. Bisnis chairul tanjung dinamai PT Pariarti Shindutama ini menghabiskan modal 150 juta yang dipinjam dari bank.

PT yang didirikan pada 1987 tersebut lambat laun mulai memberikan hasil memuaskan. Bahkan, pernah mendapatkan pesanan dari Italia sebanyak 160 ribu pasang sepatu. Akan tetapi, pada akhirnya Chairul Tanjung memutuskan untuk keluar dari perusahaan yang telah dibangun tersebut lantaran problem internal. Membangun dan Mendirikan CT Corp Pada tahun 1987, Chairul Tanjung mendirikan bisnis sendiri yang diberi nama Para Group yang kini berganti nama menjadi CT Corp. Karena telah memiliki jaringan cukup luas, bisnis ini mampu berkembang dengan sangat pesat.

Bahkan, perusahaan ini mampu membeli Bank Karman yang pada tahun 1996 yang saat ini namanya berubah menjadi Bank Mega. Tidak hanya itu, Chairul Tanjung juga berhasil membuka bisnis toko di Bandung Supermall. Menariknya lagi, Chairul Tanjung juga berhasil membeli Bank Tugu yang kini menjadi Bank Mega Syariah Indonesia.

Di tangannya, Bank Mega perlahan-lahan mulai menguntungkan. Akhirnya, pada 2001 bank tersebut basil menawarkan saham di Bursa Efek Jakarta. Berikutnya, Bank Mega pun menjadi tulang punggung Para Group. Pendiri Trans TV Chairul Tanjung tidak hanya berhasil di sektor keuangan, namun juga mendirikan bisnis media. Ia pun mendirikan Trans TV. Pada Agustus 1998, salah satu stasiun televisi swasta Nasional ini mendapat izin siaran.

Kemudian, pada 2006 perusahaannya berhasil mengakuisisi TV7 milik kompas Gramedia. Sejak saat itu, nama Trans TV berubah menjadi Trans7.

Lalu, Chairul Tanjung kemudian memisahkan perusahaannya di sektor media pada tahun 2013 dengan mendirikan Trans Media. Lalu, di tahun 2018 Trans Media melalui Trans7, Trans TV dan Trans Vision mendapat hak siaran Piala Dunia di negeri ini.

Chairul Tanjung terus memajukan bisnisnya di media, salah satunya dengan bekerja sama dengan SM Entertainment yang merupakan salah satu agensi terbesar untuk Kpop Korsel. Komitmen Seorang Chairul Tanjung Chairul Tanjung tidak hanya sukses berbisnis di sektor bank dan media, tetapi juga merambah ke aneka usaha lain seperti asuransi dan pembiayaan.

Di samping itu, ia juga membuka usaha di bidang properti. Itulah yang membuat Para Group milik Chairul Tanjung menjadi perusahaan konglomerat di Indonesia. Ia adalah sosok yang memiliki semangat serta komitmen tinggi. Menurutnya, pebisnis haruslah memiliki target kelas dan pantang menyerah. Prinsip ini harus tetap menjadi pegangan sekalipun dalam keadaan sulit. Komitmen seorang Chairul Tanjung dapat dilihat dari bagaimana ia menghadapi krisis 1998. Kala itu, mayoritas pengusaha memindahkan investasi ke Singapura.

Namun, ia tetap bertahan di Bank Mega. Namun, hal itu bahkan bisa membuat Bank Mega mampu meminjamkan uang ke bank lain saat ekonomi Indonesia sedang tidak stabil. Salah satunya adalah Bank BCA milik Salim Group dengan total pinjaman mencapai 1,3 triliun rupiah.

Ternyata, dari kejadian 1998 dan komitmennya untuk tetap berinvestasi di Indonesia berhasil memberinya jalan untuk bekerja sama dengan Salim Group dalam pengelolaan proyek Batam dan Singapura. Di samping itu, juga bekerja sama dengan Sinar Mas Group. Tidak hanya itu, Chairul Tanjung juga berhasil membeli mayoritas saham Astra serta mengakuisisi mayoritas saham Carefour Indonesia yang bernilai 40%.

Jumlah Kekayaan Chairul Tanjung Chairul Tanjung masuk dalam kategori 10 orang terkaya di Indonesia menurut majalah Forbes. Di tahun 2017, ia bahkan menduduki posisi ke enam dari 286 orang terkaya di Indonesia. Hal ini tidaklah mengherankan lantaran Para Group yang ia dirikan telah menggurita dan sukses di masing-masing cabangnya.

Kekayaan Chairul Tanjung diperkirakan sebesar $4,9 Miliar Dollar. Jika dihitung dalam rupiah, nominalnya sekitar Rp. 65.3 triliun rupiah. Selain sukses dalam dunia bisnis, Chairul Tanjung juga pernah menjadi Menko Perekonomian pada chairul tanjung saat masa kepemimpinan presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Tidak hanya itu, ia juga terjun di dunia pendidikan. Salah satunya dengan menjadi guru besar di Universitas Airlangga.

Ia juga ikut andil dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan bidang olahraga dengan menjadi ketua umum PBSI. Akan tetapi, mayoritas waktunya ia gunakan untuk mengelola bisnis di CT Corp. Dari sepenggal biografi Chairul Tanjung dan perjalanan hidupnya, Chairul tanjung menjadi tahu bahwa kesuksesan tidak bisa didapat dengan mudah.

Ada banyak hal yang harus dikorbankan dan chairul tanjung dengan sungguh-sungguh. Chairul Tanjung tidak berasal dari keluarga yang terpandang. Namun, kegigihannya telah merubah nasib dan kini ia menjadi orang terdepan sebagai sosok terkaya negeri ini.
Potret sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, 2014 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia ke-14 Masa jabatan 19 Mei 2014 – 20 Oktober 2014 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pendahulu Hatta Rajasa Pengganti Sofyan Djalil Menteri Kehutanan Indonesia Pelaksana Tugas Masa jabatan 1 Oktober 2014 – 20 Oktober 2014 Presiden Chairul tanjung Bambang Yudhoyono Pendahulu Zulkifli Hasan Pengganti Siti Nurbaya Bakar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Pelaksana Tugas Masa jabatan 11 September 2014 – 20 Oktober 2014 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pendahulu Jero Wacik Pengganti Sudirman Said Ketua Umum PBSI ke-4 Masa jabatan 2000–2004 Pendahulu Subagyo HS Pengganti Djoko Santoso Informasi pribadi Lahir 18 Juni 1962 (umur 59) Jakarta, Indonesia Suami/istri Anita Ratnasari Tanjung Anak Prof.

Dr. (H.C.). drg. H. Chairul Tanjung, M.B.A. (ejaan Soewandi: Chairul Tandjung, lahir 18 Juni 1962) [3] adalah pengusaha asal Indonesia. Ia menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses chairul tanjung memimpin CT Corp. [4] Chairul memulainya bisnisnya ketika ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

[4] Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. [5] [6] Kini perusahaan konglomerasi miliknya CT Corp, menjadi sebuah perusahaan yang membawahkan beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources. [5] Saat ini, Chairul Tanjung juga menjadi jajaran chairul tanjung beberapa perusahaan, yaitu Pariarti Shindutama, CT Corp, dan Para Rekan Investama. Daftar isi • 1 Masa kecil • 2 Karier dan kehidupan • 3 Pemikiran • 4 Menko Perekonomian • 5 Guru Besar • 6 Pendidikan • 7 Penghargaan • 8 Galeri • 9 Referensi • 10 Pranala luar Masa kecil [ sunting - sunting sumber ] Chairul Tanjung lahir di Jakarta dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah.

Ayahnya adalah seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. [3] Sedangkan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Ayah Chairul berasal dari Sibolga, Sumatra Utara, sedangkan ibunya dari Cibadak, Jawa Barat. [7] Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya.

Ketika Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. [3] Keadaan ini memaksa orang tuanya menjual rumah dan mereka tinggal di kamar losmen yang sempit. [3] Karier dan kehidupan [ sunting - sunting sumber ] Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMK Negeri 1 Jakarta pada tahun 1981, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

[8] (lulus 1987 [3]). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis dan juga mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.

chairul tanjung

{INSERTKEYS} [3] Demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan fotokopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun bangkrut. [5] Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada tahun 1987.

Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor [9] Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia.

Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. [9] Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnisnya semakin berkembang.

Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. [5] Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).

{/INSERTKEYS}

chairul tanjung

{INSERTKEYS} [3] Di bawah Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo.

[10] Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. [10] Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. [5] Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. [3] Sementara di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen.

MoU ( memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Prancis.

[11] Pada tahun 2010, majalah ternama Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai USD 1 miliar. [12] Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan USD 2,1 miliar.

[13] Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia. Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

[14] Pemikiran [ sunting - sunting sumber ] Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan adalah penting. Selain itu memiliki rekanan yang baik sangat diperlukan. [15] Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang dikerjakan.

Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting [15] Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

[11] Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi ini merupakan upaya perusahaan nasional agar bisa berdiri sendiri dan jadi tuan rumah di negeri sendiri [11] Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. [8] Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya.

Di mana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring dalam menjalankan bisnis. [15] Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu.

[10] Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. [10] Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.

[10] Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima secara langsung. [10] Menko Perekonomian [ sunting - sunting sumber ] Pada 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian. Ia menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri. "Saya telah mengambil kesimpulan untuk mengangkat saudara Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian yang baru" kata SBY di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta.

[16] [17] Pelantikan Chairul Tanjung dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin, 19 Mei 2014 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2014. Hatta Rajasa mengundurkan diri karena maju menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam pilpres 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar dan PPP.

[18] Guru Besar [ sunting - sunting sumber ] Pada 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. [19] Pengukuhan tersebut dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair.

Ia menjadi guru besar ke-438 Unair. [20] Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] • SD Van Lith, Jakarta (1975) • SMP Van Lith, Jakarta (1978) • SMA Negeri I Boedi Oetomo, Jakarta (1981) • Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987) • Executive IPPM (MBA; 1993) Penghargaan [ sunting - sunting sumber ] • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award 2015.

[21] Galeri [ sunting - sunting sumber ] • • ^ https://industri.kontan.co.id/news/chairul-tanjung-si-anak-singkong. Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) • ^ "Chairul Tanjung". contan.co.id . Diakses tanggal 21 Februari 2022. • ^ a b c d e f g h http://www.pdat.co.id. Chairul Tanjung [ pranala nonaktif permanen]. (diakses 21 April 2010) • ^ a b bisnis.vivanews.com. Chairul Tanjung Melejit Jadi Orang Kaya Dunia Diarsipkan 2010-04-18 di Wayback Machine..

(diakses 22 April 2010) • ^ a b c d e http://www.tokohindonesia.com. Chairul Tanjung: "The Rising Star". (diakses 19 April 2010) • ^ http://www.merryriana.com. Merry Riana -characters of The Richest [ pranala nonaktif permanen].(diakses 25 Januari 2016) • ^ Chairul Tanjung, Tjahja Gunawan Diredja; Chairul Tanjung, Si Anak Singkong, Penerbit Buku Kompas, 2012 • ^ a b bisnis.vivanews.com. Melejit Berbekal Selembar Kain Diarsipkan 2010-04-27 di Wayback Machine..

(diakses 19 April 2010) • ^ a b http://www.andriewongso.com Diarsipkan 2010-02-14 di Wayback Machine.. Chairul Tanjung [ pranala nonaktif permanen].(diakses 19 April 2010) • ^ a b c d e f http://www.beritajatim.com. Chairul Tanjung; Dari Bisnis Kaos ke Raja Media [ pranala nonaktif permanen].(diakses 22 April 2010) • ^ a b c http://www.detikfinance.com. Alasan Chairul Tanjung Beli Carrefour. (diakses 20 April 2010) • ^ http://www.forbes.com.

#937 Chairul Tanjung. (diakses 20 April 2010) • ^ Artikel: " Ini dia 40 orang terkaya Indonesia" di detik.com • ^ Artikel: "30 Tahun Berbisnis, Chairul Tanjung 'Resmikan' CT Corp" di detik.com • ^ a b c http://www.neraca.co.id. Chairul Tanjung, Entrepreneur ; Belajar Makna Hidup dan Bisnis Lewat Chairul Tanjung [ pranala nonaktif permanen]. (diakses 20 April 2010) • ^ Artikel:"Ini Alasan CT Menerima Jabatan Menko Perekonomian" di Kompas.com • ^ Artikel:"Chairul Tanjung Resmi Menjadi Menko Perekonomian" di Kompas.com • ^ SBY Tunjuk Chairul Tanjung Jadi Menko Perekonomian • ^ Artikel:"Chairul Tanjung Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Unair " di detik.com • ^ Artikel:"CT Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Unair, SBY: Ikuti Jejaknya" di detik.com • ^ Artikel:"Dinilai Berkontribusi dalam Syiar Islam, Chairul Tanjung Raih MUI Award" di detik.com Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Chairul Tanjung di tokohindonesia.com • (Indonesia) Inspirasi Entrepreneurship dari Chairul Tandjung [ pranala nonaktif permanen] • (Indonesia) Chairul Tanjung - Para group Chairman Jabatan politik Didahului oleh: Hatta Rajasa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia 2014 Diteruskan oleh: Sofyan Djalil Didahului oleh: Zulkifli Hasan Pelaksana Tugas Menteri Kehutanan Indonesia 2014 Diteruskan oleh: Siti Nurbaya Bakar Didahului oleh: Jero Wacik Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia 2014 Diteruskan oleh: Sudirman Said • Menkeu: Sri Mulyani Indrawati, Agus Martowardojo, Hatta Rajasa ( Plt.), Muhammad Chatib Basri • Menteri ESDM: Darwin Zahedy Saleh, Jero Wacik, Chairul Tanjung (Plt.) • Menperin: M.

S. Hidayat • Mendag: Mari Elka Pangestu, Gita Wirjawan, Bayu Krisnamurthi (Plt.), Muhammad Lutfi • Mentan: Suswono • Menhut: Zulkifli Hasan, Chairul Tanjung (Plt.) • Menhub: Freddy Numberi, E.E.

Mangindaan, Bambang Susantono (Plt.) • Menteri KP: Fadel Muhammad, Sharif Cicip Sutarjo • Menteri PU: Djoko Kirmanto • Menkop UKM: Syarief Hasan, Muhammad Lutfi (Plt.) • Menteri BUMN: Mustafa Abubakar, Dahlan Iskan • Menpera: Suharso Monoarfa, Djan Faridz • Menristek: Suharna Surapranata, Gusti Muhammad Hatta Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Halaman dengan rujukan yang memiliki URL kosong • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Templat webarchive tautan wayback • Pages using infobox officeholder with unknown parameters • Semua orang hidup • Semua artikel biografi • Artikel biografi April 2022 • Halaman ini terakhir diubah pada 5 April 2022, pukul 06.09.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. {/INSERTKEYS}

chairul tanjung

Lihat Chairul tanjung Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
• Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course chairul tanjung Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS • • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • Chairul tanjung Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS • • Aplikasi Finansialku • Panduan Aplikasi • Produk & Fitur • Audiobook • Video Online Course • Kalkulator Keuangan • Harga • Konsultasi • Perencanaan Keuangan • Review Asuransi • Dana Pendidikan • Dana Pensiun • Pajak • Training • In-House Training • UMKM Training • Event • Ebook • Artikel • DAFTAR APPS Daftar Isi • Kisah Sukses Chairul Tanjung • Lika-liku Kehidupan Si Anak Singkong • Mulai Menapaki Tangga Kesuksesan • Titik Puncak Kesuksesan • Biografi Chairul Tanjung yang Dibukukan • Belajar Dari Kisah Sukses Chairul Tanjung Kisah Sukses Chairul Tanjung Chairul Tanjung, anak dari pasangan Halimah dan Abdul Ghafar Tanjung yang saat itu berprofesi sebagai seorang wartawan masa orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah minim.

Dilahirkan pada tanggal 16 Juni 1962 di Sibolga, dari kondisi kalangan menengah ke bawah. Ia bersama orangtua dan keenam saudaranya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke kamar losmen yang sempit.

Jenjang chairul tanjung ia tempuh sampai tamat, mulai dari SD dan SMP Van Lith, Jakarta pada 1975, SMA Negeri 1 Boedi Oetomo pada 1981, dan berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada 1987.

[Baca Juga: Kumpulan Kata Bijak Chairul Tanjung Siap Menginspirasi Kamu] Tidak sampai disitu, ia pun berhasil mengambil gelar MBA-nya dari Executive Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) pada 1993. Demi membiayai kebutuhan kuliahnya, ia pun berdagang buku-buku kuliah, fotokopi, hingga jasa pembuatan kaos. Ia juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di Jakarta Pusat walaupun pada akhirnya chairul tanjung kebangkrutan.

Dalam kondisinya yang kurang menguntungkan, ia tetap gigih dalam bekerja dan menyelesaikan bangku kuliahnya, bahkan ia mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1984-1985. Lika-liku Kehidupan Si Anak Singkong Kegagalannya dalam membangun bisnis, tidak membuatnya patah semangat.

Ia mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami kebangkrutan, hingga chairul tanjung harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan rotan.

Setelah lulus kuliah, Chairul Chairul tanjung bersama dengan tiga rekannya memulai sebuah bisnis pembuatan sepatu anak-anak ekspor yang diberi nama PT Pariarti Shindutama. [Baca Juga: 5 Kiat Sukses Ala Chairul Tanjung] Modal awalnya sebesar Rp 150 juta yang dipinjam dari Bank Exim dapat menghasilkan 160 ribu pasang sepatu dari Italia.

Bisnis bersama ini pun nyatanya berhasil maju pesat. Sangat disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan buntu karena perbedaan visi dalam hal ekspansi usaha. Hal ini pun membuat Chairul Tanjung memutuskan untuk memisahkan diri dari rekan-rekannya tersebut dan mendirikan bisnis sendiri. Mulai Menapaki Tangga Kesuksesan Sosoknya yang mau berkawan dengan siapapun, bahkan dengan petugas pengantar surat, membuat perkembangan usahanya semakin lancar.

Relasi dibangun dengan berbagai perusahaan, baik yang sudah ternama bahkan yang tidak terkenal sekalipun. Ia mengarahkan bisnisnya ke konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) dengan mereposisikan dirinya kepada tiga bisnis inti, yaitu Keuangan, Properti, dan Multimedia.

[Baca Juga: Bank Harga Diakuisisi Chairul Tanjung Lewat Mega Corpora] Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub-holding, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

Oleh karena perkembangan bisnisnya, ia pun lebih senang mengakuisisi perusahaan dibandingkan membangun bisnis karena tidak adanya waktu untuk membangun usahanya dari nol. Titik Puncak Kesuksesan Saat ini, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang keuangan, di antaranya Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Chairul tanjung Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Ia juga memegang perusahaan Mega Corp, Trans Corpdan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. CT Corp juga memiliki Bandung Supermall yang kini berubah menjadi Trans Studio Mall yang chairul tanjung sebagai Central Business District pada 1999 dengan luas 3 hektar dan menghabiskan dana Rp 99 miliar. Dalam usaha mengembangkan sayapnya di dunia penyiaran dan multimedia, ia memiliki Trans TV, Trans7, Mahagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Sedangkan dalam bidang bisnis dan investasi, perusahaannya membeli sebagian besar saham Carrefour Indonesia sebesar 40% melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis. [Baca Juga: Kisah Sukses Steve Chen, Salah Seorang Pendiri Youtube] Perkembangan bisnisnya yang semakin menanjak tidak lepas dari usahanya berjejaring dengan berbagai kalangan.

Kepiawaiannya dalam berjejaring dengan berbagai kalangan, membuatnya berhasil dalam menemukan mitra-mitra kerja yang handal. Dalam melakukan kerjasama, ia tidak enggan untuk melakukan transaksi dengan perusahaan kecil sekalipun. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Biografi Chairul Tanjung yang Dibukukan Chairul Tanjung berdedikasi untuk menjadi panutan para generasi muda hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kewirausahaan Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 18 April 2015.

Kisah hidupnya yang inspiratif dan memotivasi akhirnya dibukukan yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas dan disusun oleh wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Adireja.

Buku berjudul “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” diluncurkan tepat pada usia Chairul Tanjung setengah abad. Kiat kesuksesannya dapat Anda lihat dalam video satu ini: Belajar Dari Kisah Sukses Chairul Tanjung Kesabaran dan pantang menyerah dalam dunia usaha adalah satu kunci utama dalam meraih keberhasilan. Ia juga pandai mengatur keuangan bisnis juga uang pribadi yang dimilikinya.

Anda bisa mengikuti jejaknya dengan memahami dan mulai menerapkan langkah yang tepat dalam mengelola keuangan bisnis dan pribadi Anda. Alangkah lebih baik gunakan saja Aplikasi Finansialku yang bisa Anda unduh melalui Google Play Store untuk membuat perencanaannya. Tunggu apalagi?

Yuk lakukan sekarang juga! Pelajaran apa yang bisa Anda peroleh dari Kisah Sukses Chairul Tanjung? Tulis pendapat Anda pada kolom bawah ini. Bagikan artikel Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda. Terima kasih! Sumber Referensi: • Admin.

20 Kata Kata Motivasi Chairul Tanjung Entrepreneur Sukses Indonesia – https://goo.gl/2VMJ3I • Admin. Chairul Tanjung. Merdeka.com – https://goo.gl/AMAAaS • Admin. 2 Mei 2017. Chairul Tanjung. Wikipedia.org – https://goo.gl/06BGu1 • Admin. 22 Agustus 2015 Biografi Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Biografipedia.com – https://goo.gl/2gwtTd • Adhi Kusumaputra. 2 Juli 2012. Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Kompas.com – https://goo.gl/mhoFX5 • Rizka Damayanti.

Profil dan Biografi Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Chairul tanjung – https://goo.gl/SFVhSW Sumber Gambar: • Chairul Tanjung Si Anak Singkong – https://goo.gl/uEEjTV dan https://goo.gl/PbRYVh • CT CORP – https://goo.gl/IVKt2n dan https://goo.gl/xF7g7f • Chairul Tanjung – https://goo.gl/Pdvigy dan https://goo.gl/TxUTGh • Anak Singkong – https://goo.gl/UEvbQo dan https://goo.gl/vK2Mcd • Bank Mega – https://goo.gl/jN0trLChairul Tanjung adalah pengusaha sukses di Indonesia.

Ia merupakan pengusaha suskes sekaligus CEO utama di CT Corp. Namanya berada di urutan ke-937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 miliar.

Tahun 2014, ia memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia. Biodata Chairul Tanjung Sumber: finansialku.com Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 juni 1962. Ayahnya bernama Abdul Ghafar Tanjung, berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, merupakan seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil.

chairul tanjung

Ibunya bernama Halimah, seorang wanita keturunan Cibadak, Jawa Barat. Chairul Tanjung berada dalam keluarga yang sederhana dan tinggal bersama dengan enam saudara lainnya. Ketika pada masa orde baru, ayahnya dipaksa tutup karena bersebrangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan ini yang membuat mereka tinggal di kamar losmen yang sempit.

Pendidikan Chaerul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta pada tahun 1975. Kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP Van Lith, Jakarta tahun 1978, kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMA Negeri 1 Boedi oetomo, Jakarta tahun 1981, lalu melanjutkan study-nya di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada tahun 1987, kemudian di Executive IPPM tahun 1993. Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, Chairul tanjung Tanjung berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan jasa foto kopi di kampus.

Ia juga pernah mendirikan tokoh yang menjual peralatan khusus kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun tokonya tersebut bangkrut. Chairul Tanjung merupakan anak yang teladan dengan bukti ia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional pada tahun 1984-1985. Memulai Membangun Bisnis Setelah lulus kuliah, Chaerul Tanjung bersama tiga rekannya mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama PT Pariarti Shindutama pada tahun 1987.

Bermodal awal sekitar Rp 150.000.000,00 yang dipinjam dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairu Tanjung memilih keluar dan mendirikan usaha sendiri.

Chaerul Tanjung menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain).

Ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Chairul tanjung Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti). Kehebatannya dalam membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnis yang ia kelola semakin berkembang. Chairul Tanjung mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti, yaitu; keuangan, properti, dan multimedia.

Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Chairul tanjung Mega Syariah, dan Mega Finance. Perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Para Group memiliki Bandung Supermall.

Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada tahun 1999. Di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen.

MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.

CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. Tips Berbisnis dari Chairul Tanjung Chairul Tanjung merupakan seorang pengusaha sukses dalam berbisnis ia memiliki beberapa cara agar bisnis yang ia kelola menjadi lebih baik dan tentunya sukses. Chairul Tanjung menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan adalah hal yang penting.

Selain itu memiliki rekanan yang baik sangat diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Baginya, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus maka jejaring bisa diandalkan. Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Di mana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas.

Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia chairul tanjung kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar.

Menjadi Menko Perekonomian Pada tanggal 16 Mei 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian. Ia menggantikan Hatta Rajasa yang telah resmi mengundurkan diri karena maju menjadi calon wapres Prabowo Subianto dalam pilpres 2014 dengan dukungan dari Partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar dan PPP. Pelantikan Chairul Tanjung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin, 19 Mei 2014 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2014.

Pada tanggal 27 Oktober 2014 Chairul Tanjung digantikan oleh Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian. Penghargaan Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Pengukuhan tersebut dilakukan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair. Chairul Tanjung juga mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award 2015.
• Chairul Tanjung's CT Corp.

is best known for issuing credit cards, operating hypermarkets and running TV stations. • His Trans Retail has grocery stores under the Carrefour and Transmart brands. • His group also controls the Wendy's franchise in Indonesia and owns the Versace, Mango and Jimmy Choo franchises. • He has a stake in Indonesian national carrier Garuda which is negotiating with creditors to restructure its $10 billion debt. • Shares chairul tanjung his Allo Bank soared nearly 100 times in 2021 amid a craze for digital banking in Indonesia.

The 19th annual Forbes Global CEO Conference officially opens today in Singapore, gathering some 400 of the world’s top global CEOs, tycoons, entrepreneurs, investors and thought leaders.

chairul tanjung

Under the theme “Transcending the Turbulence”, this year’s Forbes Global CEO Conference will examine how CEOs, companies and countries are navigating the challenges and opportunities arising from the storm of uncertainty in the global economy
Chairul Tanjung Indonesians now know Chairul tanjung Tanjung as Minister of Economy, but the Jakarta born businessman also has several successful companies before being elected as minister.

He is an example of successful people who must go through oppressing era of Indonesian New Order, only to emerge with enormous success through hard work. The owner of Para Group, he now has several companies in various fields, and he does not stop doing acquisitions to expand his business even further. New Order Era and Starting the Business Born in 1952, Chairul Tanjung is a son of newspaper publishing owner who found himself in the opposite side of New Order regime.

His family later must move to a tiny apartment and live in financial difficulties. Chairul Tanjung got money to pay for university study by selling books and t-shirts, and opening photocopy service. He also opened a store that sold laboratory equipment in Jakarta, but later closed down because of bankruptcy. Undeterred, he started new business after study with three friends in 1987, PT Pariarti Sindhutama, which produced kid’s shoes for export. However, he later moved out because differences in vision.

He later decided to open his own business without intervention. The Starting of Corporate Group Chairul Tanjung later started a corporate group he called Para Group, and he focuses on finance, media and property. This corporate group later expanded into several successful banks and companies. For example, in finance, he acquired Bank Karman which he later named Bank Mega, and he also expanded the finance field into chairul tanjung companies such as Asuransi Umum Mega, Para Multi Finance, Bank Mega Syariah (for transaction according to Muslim law), Asuransi Jiwa Mega Life and Mega Finance.

Meanwhile, in media, Chairul Tanjung is famous as the owner of Trans Media Corp, which has Trans TV, Trans 7, amusement park Trans Studio, Trans Lifestyle and Trans Fashion. These are currently big names in Indonesia’s multimedia chairul tanjung produced many of Indonesia’s popular TV shows. Meanwhile, in property, Chairul Tanjung also built Bandung Supermall chairul tanjung West Java with around IDR 99 billion of cost. In 2010, Trans Corp even made big decision of acquiring 40% of Carrefour stocks, with the MOU signed in France in March 2010.

He was finally elected as the Minister of Economy by the 6th president Susilo Bambang Yudhoyono to replace former Minister of Economy Hatta Rajasa, who decided to run for vice president in this year’s chairul tanjung with Prabowo Subijanto. ← Biography of Sri Prakash Lohia Biography of Boenjamin Setiawan chairul tanjung Email * Recent Posts • Building Bonds, Breaking Fast: Sukanto Tanoto’s APRIL Breaks Fast with Journalists • Doing More, Doing Better: Under Sukanto Tanoto, RGE unveils 5th C • Building a Legacy: Sukanto Tanoto featured in CNBC’s Lasting Legacy • Shooting for the Stars: Sukanto Tanoto’s APRIL Honoured by Forbes Indonesia.

• Starting Early, Starting Strong: Sukanto Tanoto Champions Early Education Through Tanoto Foundation • A Winning Formula: Sukanto Tanoto’s Asian Agri Keeps Prices Low for Indonesia • Good for Country, Good for Company: Sukanto Tanoto’s Asian Agri Recognised for Keeping Chairul tanjung Low • A Pepper Tomorrow: Under Sukanto Tanoto, Siak Becomes the Capital of Pepper • APRIL on Standby for May to September’s Dry Season: Under Sukanto Tanoto, Chairul tanjung Ready to Fight Forest Fires • Building Tomorrow’s Success, Today: Sukanto Tanoto’s Teacher-Scholars Graduate.

• Batik Instinct: Sukanto Tanoto-led APRIL Praised by Wife of Police Chief for Community-Based Batik Programme • Welcome to the Jungle: Under Sukanto Tanoto’s Guidance, APRIL Set to Boost Tourism in Indonesia • The Sustainable Land Management Business Forum – Seeking Better Solutions to Land Degradation • An Outline of Prajogo Pangestu and His Tropical-Hardwood Plywood Producing Efforts • Imelda Tanoto and the Tanoto Foundation’s Support in Improving Educational Resources Recent Comments • Tom Angus on Biography of Achmad Hamami and Family • Sanie Chen on Biography of Boenjamin Setiawan • Robert Chan on Biography of Tahir • myassigmentblog on Biography of Putera Sampoerna • A Fun Experience -Teaching English to Remote Indigenous Communities in Jambi - Sukanto Tanoto on Sukanto Tanoto Provides Scholarships through His Foundation Archives • September 2017 • August 2017 • July 2017 • June 2017 • May 2017 • April 2017 • November 2015 • September 2015 • July 2015 • June 2015 • May 2015 • April 2015 • March 2015 • February 2015 • January 2015 • December 2014 • November 2014 • October 2014 • September 2014 • August 2014 • July 2014

5 Kiat Sukses Chairul Tanjung Orang Terkaya Ke 6 di Indonesia! Rahasia Si ANAK SINGKONG !




2022 www.videocon.com