Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Jakarta - Kisah Ashabul Kahfi yang diabadikan dalam Al Quran surah Al-Kahfi kiranya menjadi inspirasi agar manusia tak lupa membaca doa permudah urusan ketika menghadapi suatu perkara.

Sebab sudah menjadi kodrat manusia akan selalu berhadapan dengan berbagai urusan dalam hidup ini. Allah SWT dalam Al Quran surah Al Anfal ayat 173 berfirman yang artinya: "Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah SWT Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (QS. Al Anfal: 173). Maka sudah semestinya manusia berdoa, meminta pertolongan Allah SWT.

Berikut ini 8 doa permudah urusan yang bisa diamalkan: 1. QS At Thaha 25-28 رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي (Robbisyrokhlii shodrii wayassirlii amrii wahlul 'uqdatam millisaanii yahqohuu qoulii). Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.

(Doa Nabi Musa AS, Q.S At Thaha 25-28). Baca juga: Hadits-Hadits Tentang Ibu dan Kewajiban Berbakti Padanya 2.

Q.S Al Kahfi 10 رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada). Artinya: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (Q.S Al Kahfi 10). Deskripsi Singkat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SERIBU KILOMETER Sebuah perjalanan hidup seorang insan biasa dalam menimba ilmu dan menggapai cita-cita demi mendapatkan masa depan yang cerah Novel Biografi Karya: Teguh Santoso Tidak ada murid, mahasiswa, anak muda doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan prajurit yang salah.

Yang ada adalah dosen, guru yang salah mendidik. Sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi.

Sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda. Tidak ada anak muda yang salah, karena orang tualah yang salah mengasuh. Orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik . KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, berkah, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyajikan kisah perjalanan hidup penulis dalam mencari ilmu demi menggapai cita-cita demi impian masa depan yang cerah dan berdasarkan pengalaman kisah nyata yang penulis alami yang terangkum dalam judul SERIBU KILOMETER ini agar dijadikan renungan, motivasi, dan kritikan untuk setiap orang yang berprofesi sebagai pengajar, guru, dosen atau lainnya agar bisa memahami arti pentingnya sebagai seorang pengajar yang bisa mengkondisikan dirinya dengan peserta didiknya.

Karena ilmu yang bermanfaat itu tidak dapat dinilai sedikit dan banyaknya ilmu yang dimiliki oleh seorang pengajar sesuai bidang ilmunya, namun bagaimana sebuah ilmu itu bisa diaplikasikan atau diamalkan dengan ikhlas untuk peserta didiknya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam buku ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu akan sangat membantu apabila pembaca berkenan memberikan saran ataupun kritik yang bersifat membangun untuk memperbaiki dan menyempurnakan novel ini.

Untuk itu, penulis ucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan novel ini. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Penulis Purwodadi, September 2015 DAFTAR ISI 1. Masa Kecil Tegar Bagian Pertama. 2. Masa Kecil Tegar Bagian Kedua. 3. Desa Kelahiranku. 4. Ayahku adalah Seorang Penganut Kejawen. 5. Pranatacara. 6. Primbon. 7. Sekolah di MTS Al-Hamidah Kuwu.

8. Pandangan Agama Islam tentang Ilmu. 9. Sekolah di MAN 1 Semarang. 10. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Pertama. 11. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Kedua. 12. Melanjutkan Kuliah D3 Bahasa Jepang di Semarang.

13. Tinggal di Dershane. 14. Antara Bisnis MLM dan Tinggal di Rumah Pak Dokter. 15. Tidak Ada yang Tahu Kapan Ayahku Pergi untuk Selamanya. 16. Melanjutkan Kuliah S1 Sastra Jepang di Semarang. 17. Menjadi Operator Warnet.

18. KKN di Desa Kediten. 19. Tidak Ada Mahasiswa yang Salah. 20. Meninggalnya Pak Dokter. 21. Hancurnya Maghligai Pernikahanku. 22. Melanjutkan Kuliah Pascasarjana di Bandung. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SINOPSIS Novel ini mengangkat kisah tentang seorang anak desa yang tumbuh di lingkungan keluarga yang memegang erat tradisi dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Jawa (Kejawen).

Dalam pandangan keluarganya, nasib dan takdir seolah-olah sudah bisa dengan mudah ditebak. Apapun harapan keluarga Tegar padanya, dia tidak terlalu peduli dengan takdirnya.

Hingga pada usia remaja, dia memutuskan menempuh pendidikan pesantren dan sekolah di MAN. Dari sini Tegar mulai memilih, memilah dan berpikir tentang dunia. Dia mulai paham tentang pentingnya menuntut ilmu, sesuai dengan dalil yang berbunyi ’’Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat’’.

Dengan penuh semangat, akhirnya Tegar sampailah ke perguruan tinggi pengalamannya. Dalam pikiran Tegar seorang guru, dosen adalah teladan yang selalu rela membagi ilmunya.

Tapi ternyata di tingkat inilah kenyataan pahit harus ditelannya. Ada seorang dosen mencaci-maki dirinya, mempermalukannya dan menghakimi masa depannya. Inilah awal perjuangan Tegar mencari arti pendidikan yang sebenarnya hingga akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya ke jenjang pendidikan S1 di Semarang. TENTANG PENULIS TEGUH SANTOSO dilahirkan di sebuah desa kecil yaitu: Sarirejo, Dukuh Galsari, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Pada tahun 1996, lulus dari SDN 02 Sarirejo di tempat kelahirannya, kemudian meneruskan sekolahnya ke MTs AL-HAMIDAH di daerah Kuwu, Kecamatan Kradenan dan dinyatakan lulus pada tahun 2001, kemudian pada tahun 2004 lulus dari MAN 1 Semarang.

Pada tahun 2008 telah berhasil menyelesaikan studi D3 Bahasa Jepang kemudian pada tahun 2012 berhasil menyelesaikan studinya ke jenjang S1 Bahasa Jepang Universitas Diponegoro, Semarang. Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan S2 Linguistik Jepang di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Cita-citanya adalah menjadi seorang yang ahli di bidang bahasa. Pada tahun 2007 mengajar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta, Semarang dan di LPK Merdeka Semarang. Pada tahun 2009-2010 mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, dan SMK Pembangunan, Semarang. Pada tahun 2011-2013 di LPK Seikou, Semarang dan pada tahun This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 2013 sampai sekarang menjadi staf pengajar luar biasa untuk bidang Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah.

Email : [email protected] Karya yang sudah diterbitkannya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan lain: 1. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang (2015), Penerbit Irsyadul Fikr; 2. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang Edisi 2 (2015), Penerbit Morfalingua; 3.

Kajian Linguistik Kontrastif: Tingkatan Bahasa dalam Bahasa Jepang dan Undak-Usuk Bahasa Jawa (2015) Penerbit Morfalingua; 4. Konsep Waktu Masyarakat Kejawen: Kajian Antropolinguistik (Proseding SETALI UPI, 2015), Penerbit UPI Press. 5. Bahasa Jepang Ragam Bahasa Pria dan Wanita (2015), Penerbit : Morfalingua; 6. Cerita Rakyat Grobogan (2015); Penerbit: Histokultura. MASA KECIL TEGAR Bagian Pertama Di pagi yang cerah itu, Tegar bermain bersama dengan teman-teman seusianya.

Tegar dan teman-temannya waktu itu kebetulan sedang bermain petak umpet. Pada saat itu mereka hanya bermain bertiga saja. Tegar ditemani oleh Darsih, Temin dan Yatmi. Saat temannya Tegar bernama si Temin sedang mulai berhitung sebagai tanda permainan telah dimulai, maka Tegar dan teman-teman lainnya pun segera mencari tempat untuk bersembunyi.

Temannya yang bernama Sudarsih bersembunyi di rumahnya sendiri karena rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Tegar. Sedangkan Tegar bersembunyi di kolong dipan yang ada di kamarnya. Yatmi disuruh bersembunyi di kamar mandi oleh Tegar agar bisa sambil mengambilkan dia air buat mandi atau kungkum. Waktu masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), saat mandi, Tegar memang suka untuk berendam (kungkum) di ember bulat berwarna hitam yang dipenuhi air. Kalau sudah masuk ember tersebut Tegar pasti malas-malasan untuk menyudahi kegemarannya itu.

Baru kalau sudah merasa kedinginan dia akan menyudahinya sendiri. Apabila belum puas kungkum sudah dipaksa oleh kakak atau ibunya untuk segera menyudahi mandinya, Tegar seringkali teriak-teriak sambil menangis pertanda bahwa dia menolak permintaan mereka. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu si Yatmi bersembunyi di kamar mandi sambil mengambili air memakai gayung.

Karena waktu itu kebetulan air di bak mandi tinggal sedikit, maka Tegar langsung meminta bantuan Yatmi untuk memenuhi ember bulat kesayangannya agar dipenuhi dengan air. Dan saat itu si Lasiman belum sempat mengambil air ke sumur untuk mengisi penuh bak mandi karena kebetulan masih ada tugas yang lainnya.

Saat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan juga kebetulan rumah Tegar sedang sepi. Ayah dan ibunya sedang pergi keluar rumah karena ada urusan di kantor. Sedangkan kakak-kakaknya belum pulang dari sekolahnya.

Para pekerja yang bekerja di rumahnya entah pada pergi kemana waktu itu. Tidak biasanya di rumah tampak sepi dengan penghuni orang dewasa.

Waktu itu hanya ada Tegar dan teman-temannya saja yang lagi asyik bermain petak umpet bersama. Saat Tegar masih bersembunyi di kamar, dia masih mendengar Yatmi beberapa kali mengambili air dengan gayung. Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara:’’Mak ceblung’’. di kamar mandi. Setelah itu terdengar suara tangisan dari Yatmi. Setelah itu Tegar memeriksa dengan sambil mengintip dari celah lubang dinding yang dia temukan di kamarnya.

Ternyata doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dari celah dinding kamarnya si Yatmi sudah tercebur di bak mandi yang kedalamannya sekitar 1,5 meter. Tegar bukannya membantunya tetapi dia malah langsung kabur untuk bersembunyi ke tempat lain agar susah dicari orang karena ketakutan.

Untungnya air di bak mandi waktu itu tinggal sedikit, kalau airnya banyak atau penuh mah bisa mati tuh anak. Bak mandi di kamar mandinya terbuat dari satu bis (gorong-gorong) bahan untuk membuat sumur. Makanya untuk anak-anak seusia mereka saat itu bak mandi seukuran tersebut cukup dalam kalau ingin masuk di bak mandi tersebut. Apalagi kalau sudah masuk di bak mandi itu, pasti akan butuh bantuan orang dewasa untuk bisa naik keatas.

Kemudian, si Temin mendatangi sumber suara tangisan tersebut. Temin juga tidak bisa membantu Yatmi untuk keluar dari bak mandi tersebut. Kemudian Temin berlari sambil berteriak-teriak begini: Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kejegor jedhing.Yatmi nangis kejegor jedhing. ‘Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kecebur bak mandi.Yatmi nangis kecebur bak mandi.’ Itulah teriakan Temin waktu itu dan akhirnya di dengar oleh ibu dan bapaknya Yatmi. Kemudian orang tuanya Yatmi datang ke kamar mandi Tegar dan mengangkat Yatmi dari bak mandi tersebut.

Setelah itu, ayahnya Yatmi bertanya kepada Temin begini, Ayahnya Yatmi:’’Lah Tegar wonge saiki ngendi Min?’’ ‘Lah, Tegar sekarang dimana Min?’ Temin pun menjawab:’’Wonge lagi dhelik Lik. ‘Orangnya lagi sembunyi, Om.’ Ayahnya Yatmi:’’Dhelik nang endi jajal! Golekona!’’ ‘Sembunyi dimana coba! Carikan! ’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tegar yang masih bersembunyi karena ketakutan tidak berani untuk keluar dari persembunyiannya.

Akhirnya setelah itu ayah dan ibunya Tegar pulang. Orang tua Yatmi kemudian menceritakan semua kejadian tadi pagi yang sudah menimpa anaknya. Tegar pun dimarahi oleh ayah dan ibunya. Apalagi kakak Tegar juga ikut memarahinya. Akibat ada kejadian itu Yatmi dilarang keras oleh orang tuanya untuk bermain dengannya lagi setelah ada kejadian itu. Sambil dengan berjalannya waktu, akhirnya orang tuanya Yatmi sudah melupakan dan memaafkan kesalahan dan keteledoran Tegar kepada anaknya sehingga terjadi kecelakaan tersebut.

Tegar pun kembali melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu bersekolah di TK dan bermain setelah pulang dari sekolah. Saat masih duduk di bangku TK dia belajar mulai jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB. Kebetulan saat Yatmi tercebur di bak mandi di rumahnya waktu itu sekolah mereka sedang diliburkan karena gurunya lagi ada kegiatan rapat bersama dengan guru-guru lainnya. Teman-teman yang biasa bermain bersama saat Tegar masih kecil lumayan banyak. Mereka adalah Sudarsih, Suratmin, Suyatmi, Darno, Darni sepupu Tegar, Tarmi, Hartini, Sukahar, Saelan, Sugiono, dan lainnya.

Jenis permainan untuk bermaian bersama saat Tegar masih kecil pun beragam, antara lain : bermain kelereng, dam-daman, benthik, gejik, jithungan, kasti, gobak sodor, congklak, bekel, srobot-srobotan, cublak-cublak suweng dan jenis permainan tradisional lainnya. Sedangkan Tegar saat masih duduk di bangku sekolah TK dia terkenal sebagai anak pendiam.

Tidak akan mau ikut bermain kalau tidak ada yang mengajaknya bermain. Saat itu Tegar mempunyai teman akrab yang bernama Matohari dan Teguh Tri Nugoho putra dari kepala sekolah SDN Sarirejo 02 waktu itu yang ditakuti oleh banyak siswa dan siswi karena terkenal galak. Beliau adalah Pak Parno. Kalau ada seorang siswa atau siswi yang kedapatan nakal dan ditangani oleh beliau tak lupa kepala sekolah tersebut untuk main tangan saat memberikan hukuman kepada siswa atau siswi tersebut.

Entah itu mereka akan mendapat cubitan yang sakit di tangan, jambakan rambut, mendapat jeweran yang nyeri di telinga atau mendapat tamparan yang pedas di pipinya atau yang lainnya.

Meskipun seringkali siswa mendapat hukuman seperti itu, tidak ada pihak orang tua siswa yang sampai berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Karena semua itu memang sudah dianggap biasa bagi orangtua siswa dan termasuk didikan yang wajar-wajar saja. Tidak seperti jaman sekarang ada peraturan hukum yang tidak boleh menyakiti atau menganiaya anak-anak dibawah umur.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kalau pihak orang tuanya tidak terima anaknya disakiti atau dianiaya oleh oknum guru di sekolah maka pihak orangtua siswa korban bisa melaporkan oknum guru tersebut ke pihak berwajib.

Karena ada undang-undang tentang perlindungan anak. Pada masa kecilku, aku (Tegar) sering melihat anak-anak yang mendapat perlakuan seperti itu, tapi toh orang tua anak tersebut juga tidak merasa anaknya disakiti atau dianiaya.

Buktinya? Tidak ada pihak orang tua yang sampai berurusan ke pihak berwajib saat itu apabila ada anak mereka diperlakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut. Karena baik dari pihak orang tua kandung siswa yang disakiti tersebut memang tidak ada niat untuk melapor atau memang tidak tahu bagaimana cara melaporkannya ke pihak berwajib kah atau memang menganggap hal tersebut itu semua merupakan bagian didikan dari pihak sekolah agar putranya menjadi lebih disiplin atau gimana aku pun kurang memahaminya.

Setelah Tegar lulus dari TK dia pun beranjak naik ke kelas satu SD. Saat itu, bangunan sekolah TK dan SD jaraknya masih berada di lingkungan satu tempat. Nama sekolah TK dan SD dinamai dengan TK Sarirejo dan nama sekolah dasarnya dinamai SDN 02 Sarirejo karena masih terletak di dusun Galsari desa Sarirejo Kecamatan Ngaringan. Selama duduk di bangku SD mulai kelas satu sampai kelas empat SD Tegar hanya mendapatkan peringkat 5 besar saja. Itu karena dia tidak rajin dalam belajar. Yang mendapat peringkat satu di kelas selalu diraih oleh anak kepala sekolah di sekolah tersebut.

Teguh Tri Nugroho namanya. Dia bisa mempertahankan rangking pertamanya mulai kelas satu SD sampai lulus dari kelas enam SD di sekolah tersebut. Sedangkan yang memperoleh peringkat duanya adalah Matohari. Kemudian disusul lagi oleh Eko Endah Susanti peringkat ke tiganya, Saeko Mukti sebagai peringkat empatnya, dan baru Tegar yang mendapatkan peringkat limanya setelah itu disusul oleh teman lainnya. Saat naik kelas di kelas empat SD Tegar sudah mulai malas dan malas belajar.

Dia hanya bisa bermain dan minta uang ibu untuk jajan. Karena kebiasaan buruknya yang terus bermain dan jajan itu, Tegar pernah sekali di hukum kakaknya dengan di kunci di kamar dari luar agar dia tidak bisa kemana-mana dan mau untuk belajar dan tidak suka jajan terus. Tegar pun berteriak-teriak sambil menangis saat itu. Kemudian, saat naik ke kelas lima SD dia mulai mendapatkan teman baru yang tidak naik kelas.

Mungkin mereka kebiasannnya sama seperti Tegar yang malas untuk belajar jadi tidak naik kelas, bedanya dengan Tegar meskipun malas belajar dia tidak pernah tidak naik kelas sampai lulus SD. Teman-teman baru Tegar saat itu antara lain Wadiono, Suwarni dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yanti.

Yanti adalah putranya pak carik (sekretaris lurah) di desa Tegar. Mulai kelas lima SD inilah Tegar tidak lagi mendapatkan peringkat di kelas. Hingga sampai lulus dari kelas 6 SD yang masih bertahan di peringkat pertamanya masih dipegang oleh Teguh Tri Nugroho.

Dia memang terkenal rajin dalam hal belajar. Mungkin karena didikan dari ayahnya sejak kecil yang biasa ditanamkan kepada anaknya untuk disiplin dalam hal belajar jadi dia bisa mempertahankan untuk menjadi peringkat pertamanya terus.

Beda dengan diri Tegar, kalau lagi males belajar sering mendapat marah dari kakakkakaknya. Bukannya mengubah kebiasaan buruk Tegar karena malas dalam belajar dan suka jajan dengan sering dimarahi terus-menerus.

Marah bukanlah solusi terbaik dalam mendidik anak.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Marah boleh saja dilakukan dalam kondisi tertentu. Akibat sering mendapat marah tersebut bukannya dia menjadi anak yang rajin dalam belajar, justru dia malah semakin malas untuk belajar saat itu. Di kelas lima sampai kelas enam SDN 02 Sarirejo yang mendapat peringkat di kelas antara lain Teguh Tri Nugroho sebagai peringkat pertamanya, Eko Endah Susanti dan Saeko Mukti yang bergantian mendapatkan peringkat kedua, Ngadimin dan Matohari yang bergantian mendapat peringkat ketiganya, Sukahar dan Mursalin yang bergantian mendapat peringkat keempatnya dan kemudian disusul oleh teman lainnya.

Sedangkan anak-anak yang dianggap sebagai troublemakers dari kelas lima hingga sampai kelas enam tersebut antara lain: Tegar, Suwarni, Rumini, Winarsih, Sri Sunardi, Sugiyanto, Wito, Tarmidzi, Bajang, Sati, Wadiono, Yanti dan lainnya. Karena nilai mereka semua selalu jelek saat ada ulangan Matematika, IPS, IPA, dan PMP.

Pak Kirman selaku guru yang mengampu di kelas mereka mulai dari kelas lima hingga lulus kelas enam SD sampai garuk-garuk kepala karena merasa pusing sendiri setiap kali melihat hasil prestasi mereka. Saat masih duduk di kelas enam SD, saat mengajar pelajaran kesenian dan ketrampilan Pak Kirman begitu suka memberi tugas kepada kami untuk membuat kerajinan tangan. Misalnya: membuat vigura, pot gantung, dan lain-lain.

Dan yang masih teringat untuk tugas terakhir kalinya sebelum kami lulus dari sekolah tersebut diadakan kompetisi dalam kegiatan masak-memasak antara siswa satu kelas VI di kelas tersebut. Ada yang membuat lontong, rolade, gorengan: seperti tahu pong (tahu isi), bakwan, dan lainnya.

Kebetulan Winarsih, Rumini, Sukahar, Sugiono, Suwarni dan aku menjadi satu tim dalam kelompok masak-memasak tersebut.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tim anggota kelompok kami waktu itu dipilih oleh Pak Kirman sesuai dengan siswa atau siswi yang rumahnya berdekatan saja.

Kebetulan waktu itu rumah kami tidak begitu berjauhan. Dan masakan kami waktu itu adalah lontong tahu sambal kacang. Kami semua menyiapkan bahan-bahan untuk menu masakan kami. Aku dan Sukahar bertugas membeli kacang tanah, dan membeli kecambah (taoge) sedangkan bagian yang membeli tahu adalah Rumini karena ibunya (Yang Ru) adalah seorang pedagang sayuran dan kebutuhan dapur lainnya yang biasa berjualan keliling di kampung jadi gampang untuk mendapatkan tahunya.

Dan yang bertugas mencari daun pisangnya adalah Sugiono. Kemudian yang menyiapkan daun pisang sebagai pembungkus lontongnya adalah Winarsih, Suwarni dan dibantu oleh Bu Supi ibu kandung dari Suwarni. Malam harinya lontong dimasak dirumahnya Bu Supi atau orang tuanya Suwarni. Saat memasak lontong tersebut tidak ada teman-teman cowok yang membantunya lagi karena dilarang oleh Suwarni.

Dia bilang kepada kami kalau urusan masak-memasak biar ditangani oleh mereka sebagai cewek. Keesokan harinya Sukahar dan Sugiono langsung berangkat ke sekolah terlebih dulu.

Sedangkan lontongnya dibawa dalam satu rombong (bronjong) yang ditaruh di belakang sepedanya Winarsih. Dan aku saat itu disuruh ikut naik juga diatas sepeda tersebut untuk menemani Winarsih mengantarkan masakan kami sampai ke sekolah untuk dihidangkan kepada para guru kami di ruang guru nantinya. Sesampainya di sekolah, kami semua sibuk membantu menyiapkan masakan kami untuk disajikan di ruang guru.

Sambil menyajikan masakan kami ada beberapa kelompok dari grup masak-memasak yang lain saling tukarmenukar hasil masakan kami untuk dicicipi. Saat acara makan-makan di ruang guru, kami tidak ada pelajaran seharian pada waktu itu. Setelah selesai mencicipi masakan kami, semua juri dari pihak para guru mengumumkan masakan siapa yang paling enak yang sudah disantap oleh para guru kami.

Setelah diumumkan hasil pemenang juara pertama yang mendapat pujian paling enak masakannya jatuh pada kelompoknya Yanti.

Sedangkan untuk juara keduanya yang mendapat pujian enak jatuh pada kelompoknya Saeko Mukti. Dan kelompokku ternyata mendapat juara ke tiga. Meskipun tidak mendapat juara pertamanya kami pun senang. Setelah selesai acara penjurian dan pembagian hadiah, kemudian sisa dari masakan kami yang sudah tersaji di meja guru kemudian kami ambil kembali dan kami makan bersama-sama dengan teman sekelas.

Ujian nasional dan ujian praktek tak terasa sudah dekat. Atas saran Matohari kemudian aku (Tegar), Sukahar, Tarmidzi, Sugiono, Sugiyanto, Ngadimin dan Teguh Tri This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nugroho kemudian mengadakan belajar kelompok bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho.

Hampir tiap malam kami belajar kelompok bersama. Kami libur belajar kelompok tiap malam minggu saja. Sukahar dan Sugiono sebelum berangkat belajar bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho selalu mampir ke rumahku terlebih dahulu.

Kami bertiga selalu berangkat bersama menuju rumahnya Pak Parno. Setelah beberapa kali di rumahnya Pak Parno karena tujuan belajar bersama dengan putranya, ternyata Pak Parno yang kami kenal galak saat di sekolah ternyata saat dirumah orangnya kelihatan baik kepada kami. Saat belajar kalau ada makanan seringkali disuguhkan kepada kami saat kami sedang belajar bersama.

Saat belajar kelompok di rumah Pak Parno waktu itu belum ada listrik yang masuk ke desa kami. Listrik baru masuk ke desa kami pada tahun 1995. Kebanyakan di rumah-rumah penduduk desa Sarirejo waktu itu untuk penerangan di malam hari masih menggunakan lampu tradisional yang biasa disebut uplik atau teplok. Lampu teplok yang lumayan bagus bentuknya dapat di beli di toko yang menjual peralatan rumah tangga di pasar Kuwu.

Ukurannya pun beragam, ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kadang-kadang juga ada penjual yang berjualan lampu teplok keliling di kampung kami. Sedangkan lampu uplik atau teplok yang sederhana dapat dibuat sendiri dari bahan kaleng susu bekas, kaleng bekas obat pembasmi hama tanaman dan lainya. Sebagai bahan bakar lampu uplik atau teplok tersebut adalah minyak tanah. Kebetulan di rumah Teguh Tri Nugroho waktu itu ada lampu petromaknya. Jadi cahayanya lebih terang lagi ketimbang lampu teplok.

Karena lampu petromak itu tergolong lebih mahal harganya dibanding dengan lampu teplok, jadi tidak banyak warga yang memilikinya. *************************************************************************** Tak terasa ujian nasional dan ujian praktek SD kami sudah berhasil kami lewati.

Kini tibalah kami untuk mengambil ijazah tersebut. Pak Kirman menyampaikan ke kelas kami kalau ijazah dan DANEM tersebut tidak boleh diambil sendiri. Kemudian kami selanjutnya mengajak orang tua kami masing-masing untuk mengambilkannya. MASA KECIL TEGAR This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bagian Kedua Aku adalah seorang anak laki-laki yang disayang dan dimanja oleh ayah dan ibuku. Aku merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara.

Mereka adalah Mas Murtopo Suparmin, Mbak Sri Suparni, Mbak Sri Suparmi, Mas Samiko, Mbak Budi Setyaning dan terakhir adalah aku, bernama Tegar Susanto. Ayahku bernama S. Domo sedangkan ibuku Marsiyem Darmi. Meski ayahku galak tapi hatinya lembut. Sedangkan ibuku terkenal ulet dan rajin dalam bekerja. Saat masih duduk dibangku SD, dulu banyak orang yang ikut dirumahku.

Mereka banyak yang datang dari desa sekitar dan desa yang lain seperti: Setren, Tengger, Sendangrejo, Tambak, Karangjati, Pamor, Galsari, Kalanglundo, Sulursari dan lainnya yang masih berada di wilayah Purwodadi, Jawa Tengah. Kebanyakan mereka bekerja dirumah orang tuaku hanya demi sesuap nasi. Walaupun mereka dibayar dengan upah makan mereka cukup senang.

Kadangkala kalau ayahku lagi ada rejeki lebih mereka pun diberikan uang sebagai upah. Mereka antara lain: Lik Gaeb yang mengasuhku saat masih kecil, Sukarti, Lasiman, Daman dan lainnya. Ada yang bekerja sebagai pencari rumput untuk binatang ternak keluargaku. Ada yang bekerja menjadi tukang masak. Ada yang bekerja mencari kayu bakar untuk bahan bakar masak di dapur. Ada pula yang bekerja khusus merawatku, misalnya: memandikan aku, mengantar dan menjemputku ke sekolah dan menyuapi aku makan.

Lasiman dan Sukarti adalah orang yang bertugas bergantian mengantar dan menjemput aku sekolah saat masih TK sampai SD kelas IV. Saat masih SD selain ibuku, Sukarti juga yang biasa menyuapi aku saat makan.

Saat waktunya mandi kadang Sukarti dan Lasiman juga yang bergantian memandikan aku. Yah begitulah kehidupan di keluargaku di masa kecilku. Keluarga yang bukan tergolong kaya raya namun bisa dibilang berkecukupan.

Ayahku selain bekerja sebagai mantri kesehatan saat itu beliau juga seorang yang multi talenta dalam bidang pendidikan, kesenian, dan pengobatan. Ayahku pernah bilang kalau beliau itu lahir dari keluarga yang miskin. Karena keuletan dan ketekunannya beliau lah akhirnya bisa menjadi sukses. Sebelum sukses, beliau pernah menjadi seorang penggembala kambing, jualan petasan, menjadi jongos di daerah Jawa Timur, menjadi pemain ketoprak dan akhirnya mempunyai grup atau rombongan ketoprak sendiri dengan nama Pamin.

Saat menjadi pemain ketoprak selain sudah mempunyai grup sendiri ayahku juga terikat kontrak kerja dengan grup ketoprak yang lain yaitu Sakimin. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selain itu ayahku juga dipercaya untuk menjadi pranatacara (MC) saat ada acara pernikahan dan kegiatan tertentu lainnya dan pada puncak kesuksesannya beliau akhirnya menjadi seorang PNS Mantri Kesehatan di Puskesmas di wilayah Ngaringan, Jawa Tengah.

Sedangkan ibuku merupakan ibu rumah tangga. Ibuku sekolahnya tidak sampai tamat SD karena sulitnya perekonomian saat itu akhirnya demi membantu memperbaiki perekonomian keluarga, ibuku terpaksa harus putus sekolah di tengah jalan demi membantu memperbaiki kondisi ekonomi orangtuanya dengan berdagang dan lainnya. Waktu aku kecil ibuku selain menjadi ibu rumah tangga, ibu juga mempunyai kegiatan sambilan, yaitu membuka warung nasi kecil-kecilan.

Warung ibu selalu ramai oleh pengunjung saat itu karena masakan ibuku terkenal enak menurut pelanggan warungnya. Walaupun masakan yang disajikan di warung ibuku nasi pecel dan lontong, warung ibuku jarang sepi dari pelanggan.

Dalam bidang kesenian, ayahku mempunyai grup kesenian ketoprak sendiri, kadangkala aku pun diajak untuk menemani beliau saat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan berangkat pentas di daerah yang merupakan masih asing dalam diriku.

Saat ayahku ada jadual pentas aku seringkali dibiarkan tidur diruang make doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan para pemain ketoprak sampai acara selesai. Baru kalau pentas telah usai ayahku baru akan membangunkanku dari tidur bahkan terkadang bangun tidur tahu-tahu sudah pindah tempat, yaitu di rumah sendiri tanpa terasa saat aku masih tertidur ayah menggendongku sampai pulang ke rumah.

Selain menjadi pemain ketoprak ayahku selalu mengisi acara-acara temu temanten (acara pembuka saat pengantin dipertemukan pada pesta pernikahan dalam adat Jawa) baik di kampung sendiri maupun di kampung lain. Beliau seringkali diundang kesana kemari untuk menjadi MC diacara tersebut. Saat mengisi acara di setiap pesta pernikahan (pranatacara), ayahku selalu berbicara dengan menggunakan bahasa kedhaton (bahasa krama inggil yang dicampur dengan bahasa Jawa kuno atau kawi) yang tidak aku mengerti bahasanya sama sekali saat itu.

Dalam bidang pendidikan, ayahku pernah bilang saat beliau masih sekolah di bangku SR (Sekolah Rakyat ) beliau selalu mendapatkan peringkat pertama. Sebagai orang yang ahli dalam Kejawen ayahku juga sering sekali mendapat tamu dari desa sekitar maupun dari desa lain yang lumayan jauh letaknya dari rumahku untuk dimintai tolong oleh setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan agar dicarikan hari atau penanggalan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan baik menurut paham kejawen yang tidak sedikitpun aku untuk mengertinya karena ada rumus yang cukup rumit untuk menghitungnya.

Yah, hampir sama dengan belajar Matematika, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com padahal aku kurang suka dengan belajar Matematika.

Untuk balas terima kasih atas jasa yang diberikan kepada ayahku biasanya beliau akan mendapat kiriman nasi dengan lauk pauknya seekor ayam utuh yang sudah dimasak (ingkung) dengan beberapa jenis makanan tradisional didalamnya. Aku pun merasa senang saat itu karena pada tiap musim pernikahan tiba, ayahku seringkali mendapat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kiriman makanan tersebut.

Selain menentukan hari baik untuk pernikahan, membangun rumah, mencari pekerjaan dan lainnya juga ada aturan perhitungannya menurut aturan kejawen. Disamping itu, adapula tamu ayahku yang minta jimat pengasihan atau apalah aku pun kurang memahaminya.

Dalam bidang kesehatan yang berprofesi sebagai seorang mantri kesehatan, ayahku selalu dimintai tolong orang atau pasien untuk menyuntik yang datang untuk berobat atau hanya sekedar periksa diri saja.

Maklumlah kebetulan ayahku juga sudah menjadi pegawai negeri sipil mantri kesehatan di kala itu. Tamunya pun berdatangan dari desa sekitar dan dari beberapa desa yang jauh juga. Mantri kesehatan dulu sudah dikenal seperti dokter jaman sekarang.

Selain menyuntik pasien juga melayani anak laki-laki yang mau disunat. Sampai kelas 5 SD aku pun masih dirawat oleh para pekerja ayahku yang rela bekerja hanya demi sesuap nasi tanpa ada gaji bulanan. Kebanyakan mereka adalah laki-laki yang bekerja di rumahku. Saat sekolah, setiap berangkat dan pulang aku selalu diantar jemput dengan memakai sepeda. Sepada merupakan alat transportasi yang tergolong mewah saat itu karena dalam satu kelurahan hanya ada 4 sepeda milik warga yang baru memilikinya.

Saat masih SD aku mempunyai sifat yang keras dalam menginginkan sesuatu, keinginanku kalau tidak segera dipenuhi pasti akan marah dan nangis. Bahkan sesekali para pekerja yang ikut dirumahku pernah aku lempari benda yang langsung aku peroleh dan kadang juga memaki-makinya sambil aku nangis. Apalagi saat pulang sekolah pekerja yang bertugas antar jemput aku disekolah kalau tidak bisa datang tepat waktu pasti akan aku marahi.

Pernah sekali juga waktu itu si Lasiman karena lupa atau entah ketiduran untuk menjemputku dari pulang sekolah, aku maki-maki dia dan bahkan seharian aku tidak mau untuk menegur atau menyapanya gara-gara kesalahannya itu.

Kemudian Sukarti akan datang kepadaku kalau aku lagi marah. Sukarti adalah seorang tukang masak ibuku waktu kecil. Hobinya adalah makan gereh (sejenis ikan asin). Dia yang biasa merayuku saat aku marah. Agar membuat aku tenang kembali dia selalu mempunyai cara tersendiri. Yah itulah kenakalanku di masa kecilku. Mungkin ada bedanya atau bahkan mungkin sedikit ada kesamaan dengan anak-anak seumuran aku di kala itu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat duduk dibangku Sekolah Dasar, Tegar bukanlah tergolong siswa yang pandai di kelas, karena Tegar malas dalam belajar.

Tegar hanya mendapat rangking di peringkat lima besar saja pada saat Tegar masih duduk di kelas satu sampai di kelas tiga SD aja. Setelah itu, mulai dari kelas empat sampai kelas enam SD Tegar pun malas dan malas belajar. Sampaisampai nilai hasil ujian Ebtanas kelulusan SD kelas enam itu hasil ujiannya jauh dari rata-rata sehingga Tegar pun sempat dimarahi sama kakak-kakaknya. Itu gara-garanya Tegar keasyikan nonton acara TV dan main-main terus sampai-sampai kegiatan belajar itu sudah tidak menarik lagi buatnya.

Jangan ditiru ya teman-teman hobinya Tegar saat masih kecil yang malas belajar dan suka jajan. Meskipun kakak-kakaknya berkali-kali mengingatkan Tegar untuk belajar, dia pun cuma sekedar bilang iya saja.

Sempat juga kakaknya merasa jengkel melihat ulahnya itu yang hobinya cuma main dan jajan. Pernah juga saat Tegar mau nonton acara TV kesukaannya, waktu itu ada salah satu dari kakaknya bernama Mbak Sri Suparmi yang menyembunyikan ACCU yang dipakai untuk saluran listrik agar TV nya bisa menyala. Kalau tidak ada ACCU tersebut pastinya TV tidak mungkin bisa menyala. Tegar pun marah dan nangis saat itu. Waktu aku (Tegar) kecil sih belum ada yang banyak mempunyai pesawat TV seperti pada era sekarang.

TV di masa kecilku itu hanya tiga orang warga yang baru memilikinya saat itu. Itupun masih TV hitam putih dan bukan TV berwarna yang banyak ditemukan di setiap rumah-rumah warga dari kalangan atas maupun kalangan ke bawah seperti sekarang.

Bahkan banyak model TV yang berbentuk flat pada jaman sekarang, yang bisa ditonton dirumah, di kendaraan pribadi, di kendaraan umum dan di tempat umum lainnya juga bisa bahkan channelnya pun beragam, tidak seperti pada masa aku kecil yang baru ada TVRI saja dan channelnya pun masih terbatas tidak seperti saat ini.

Setiap ada acara ketoprak dari Kediri yang diputar di TVRI misalnya, rumahku selalu penuh dengan banyak orang yang ingin ikut menonton bersama dalam acara tersebut. Kira-kira hampir ada satu RT yang bisa hadir untuk menonton TV dirumahku saat itu. Sampai-sampai ada orang yang berjualan juga di depan rumahku. Kalau saat ini channel TV-nya sudah ada ANTV, INDOSIAR, RCTI, MNCTV, TRANSTV, TRANS 7, METROTV, TVONE, PROTV, TVKU, NETTV, BALITV dan lainnya.

Belum lagi yang memasang TV kabel atau antena parabola dapat menonton acara-acara TV dari channel stasiun TV luar negeri lainnya. Setelah ijazah kelulusan SD ku sudah bisa diambil, akupun mengambilnya ke kepala sekolah yang bernama Pak Parno saat itu dengan ditemani oleh ayahku sendiri. Ayahku sih kelihatan kecewa melihat hasil prestasiku setelah tahu dari daftar nilai EBTANAS saat itu. Meskipun kecewa, ayahku tidak terlalu memarahiku saat itu.

Beliau hanya menggerutu saja This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com saat melihat hasil nilaiku.

Meskipun sudah dinyatakan lulus, tapi hasil nilainya jauh dari ratarata. Aku sih cuek saja karena setelah lulus SD aku sama sekali tidak ada minat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi saat itu. Akupun istirahat selama satu tahun saat itu setelah lulus dari SDN 02 Sarirejo, Ngaringan. Selama satu tahun itu akupun cuma bisa main, jajan dan main saja kerjaannya.

Tibalah saat itu sekitar pertengahan Juli 1996, aku disuruh ibu untuk melanjutkan sekolah lagi. Awalnya sih aku masih ragu-ragu karena nilai ijazahku yang pas-pasan saat itu.

Pasti tidak mungkin untuk bisa masuk di sekolah SMP favorit di sekitar tempatku. Karena atas nasehat, dan desakan ibu yang sabar dalam mendidik anaknya maka akhirnya dengan keadaan terpaksa aku pun mau untuk bersekolah lagi.

Waktu itu ibuku berkata begini: Meh dadi opo kowe le, mengko lek moh sekolah, lek ora sekolah maneh?! Saiki sing penting sekolah. Sekolah nang ngendi wae iku podho wae sing penting sekolah gak perlu mlebu sekolah negeri sing favorit, swasta wae yo oraopo.

‘Mau jadi apa nak, nanti kalau kamu tidak mau sekolah, kalau tidak sekolah lagi? Sekarang yang penting itu sekolah. Sekolah dimana saja itu sama saja yang penting sekolah, tidak perlu masuk di sekolah negeri favorit, yang swasta saja tidak apa-apa’.

Aku pun hanya diam saat ibu berkata begitu padaku. Kemudian, aku merenungkan semua nasehat dari ibuku. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mau melanjutkan sekolah lagi. DESA KELAHIRANKU Desaku itu desa yang kecil.

Pastinya banyak orang yang belum tau tentang desaku. Kalau musim hujan tiba becek, dan lumpur tanah ada dimana-mana. Bagi yang punya kendaraan seperti motor, sepeda atau yang lainnya pasti capek untuk membersihkan kendaraan yang dipunya. Karena habis selesai pakai pasti sudah tampak kotor lagi karena akibat lumpur tanah akibat jalanan yang becek karena hujan. Kalau musim kering atau kemarau tiba, debu pun ada dimana-mana.

Sampai-sampai di pinggir jalan, dedaunan di pagar tanaman tampak kotor karena tertutub debu yang beterbangan di udara akibat tertiup oleh angin. Saat musim ini pun susah. Kendaraan pun tampak kotor karena debu yang menempel, meja kursi kalau tak sering disulak debunya juga akan cepat menutupi. Disamping itu, sumursumur banyak yang kering airnya karena akibat kemarau.

Banyak warga yang susah untuk mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi, mencuci dan lainnya. Bahkan ada beberapa warga yang rela untuk ikut ngantri mengambil air di sumur yang jaraknya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lumayan jauh dari kampung warga.

Meski ada irigasi desa, saat kemarau seringkali tak ada air yang cukup yang mengalir di irigasi tersebut. Desaku bernama Sarirejo, yang terdiri dari dusun Galsari, Tambak, Karangjati, Tengger dan Setren. Aku sendiri dibesarkan di dusun Galsari. Mobilitas untuk menuju kecamatan desaku lumayan susah.

Karena jaraknya lumayan jauh dari kota dan kondisi jalan yang belum merata pembangunannya. Mayoritas penduduknya adalah petani dan pedagang. Namun, ada juga yang menjadi tukang kayu, bidan, perawat dan beberapa orang yang menjadi pegawai negeri guru, dosen, TNI, dan polisi.

Desaku terletak di paling ujung selatan kecamatan Ngaringan, berbatasan kecamatan Kradenan yang masih wilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi geografis Kabupaten Grobogan cocok untuk pertanian karena potensi aliran sungai Tuntang, Serang, dan Lusi, serta beberapa anak sungainya mampu mengairi sebagian tanah-tanah persawahan di Grobogan. Disamping itu, untuk tandon air, dibangunlah bendungan Sedadi, Kali Lanang, Sidorejo, Dumpil, Klambu, serta Waduk Kedungombo, Waduk Nglangon, dan Waduk Sanggah.

Penduduk Grobogan pernah dijajah oleh Jepang. Tepatnya pada tanggal 1 Maret 1942. Jepang mulai masuk wilayah Pulau Jawa, yaitu Banten, Indramayu dan Rembang masingmasing dengan kekuatan dan satu divisi. Pasukan yang mendarat di Rembang dengan cepat menuju ke ke arah selatan, sehingga dalam waktu sehari berhasil menduduki kota Blora.

Dari Blora pasukan Jepang yang dipimpin oleh Yamamoto dan Matsumoto terus bergerak ke arah Purwodadi Grobogan dan berhasil menguasai kota ini pada tanggal 3 Maret 1942. Dari Purwodadi Grobogan pasukan Jepang terus menuju ke selatan sehingga hampir semua kota di Jawa Tengah bagian selatan berhasil diduduki. Pada masa pendudukan Jepang ini, semua menderita, termasuk penduduk Kabupaten Grobogan. Mobilitasi penduduk Kabupaten Grobogan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan oleh Jepang melalui program pengerahan tenaga kerja paksa yang dikenal dengan 労務者 Roumusha.

Ribuan tenaga roumusha ini dipekerjakan di tempattempat proyek pembangunan pertahanan militer Jepang, seperti pembuatan jalan, jembatan, waduk, lapangan udara dan rel kereta api.

Disamping itu, penduduk yang masih tinggal di grobogan wajib menanam tanaman jarak. Di daerah-daerah Kabupaten Grobogan yang lahannya subur, penduduk wajib menyetorkan padinya demi kepentingan pertahanan militer Jepang. Menurut cerita nenekku, penderitaan yang paling berat dirasakan adalah ketika dijajah oleh Jepang yang dikenal dengan jaman Jepang.

Penderitaan mendalam yang dialami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com oleh masyarakat Grobogan ini lambat laun menumbuhkan rasa benci kepada Jepang, yang akhirnya membangkitkan perlawanan.

Mereka mulai menghindar untuk setor padi, dengan cara memanen diam-diam padinya di malam hari, lalu menyimpannya di atas langit-langit atau loteng rumah. Hal ini memang mengandung resiko tinggi, karena jika ketahuan bisa fatal akibatnya. Tapi masyarakat Grobogan tidak takut, demi untuk melawan kekejaman tentara Jepang. (Suparni, 2014: 71-72). AYAHKU ADALAH SEORANG PENGANUT KEJAWEN Aku sedari kecil sudah diatur dengan aturan kejawen dalam kehidupanku.

Setiap kegiatan apa saja pasti dikaitkan dengan kejawen. Apapun yang dikatakan ayahku tentang kejawen tidak ada satu pun anaknya yang berani membantahnya. Walaupun pandangan anaknya seringkali bergejolak dalam hati. Apa sih sebenarnya Kejawen itu?. Well, let’s share together.asal-usul kejawen bermula dari dua tokoh misteri yang bernama Sri dan Sadono. Sri sebenarnya penjelmaan dari Dewi Laksi, istri dari Sadono penjelmaan dari Wisnu.

Itulah sebabnya kalau orang Jawa beranggapan bahwa Sri dan Sadono merupakan kakak-beradik, kebenaran ceritanya tergantung dari mana akan ditinjau. Dalam kaitannya ini sesungguhnya Sri dan Sadono adalah suami istri yang menjadi cikal bakal kejawen. Maka dalam berbagai ritual mistik kejawen, keduanya selalu mendapat tempat khusus. Dewi Sri dipercaya sebagai Dewi Padi dan Dewi Kesuburan. Konon ceritanya, Dewi Sri pernah menjelma ke dalam diri tokoh putri Daha yang bernama Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, sedangkan Sadono menjadi Raden Panji.

Keduanya pernah berpisah namun akhirnya berjumpa kembali. Berarti kaum kejawen sebenarnya berasal dari keturunan orang yang tinggi tingkat sosial dan kulturnya. Menurut beberapa sumber, pertemuan Sri dan Sadono atau Panji dan Sekartaji terjadi di gunung Tidar, Magelang.

Tempat itu kemudian oleh Sadono dan Sri diberi tanda (tetenger) dengan menancapkan paku tanah Jawa. Kebetulan pada saat itu di Jawa terjadi pergolakan yang hebat setelah adanya paku tersebut tanah Jawa menjadi tenang kembali. Paku tersebut dikenal dengan sebutan Paku Buwana (paku bumi). Paku buwana inilah yang menyebabkan orang Jawa tenang, sehingga keturunan Sadono dan Sri menjadi banyak.

Hanya saja keturunan mereka ada yang baik dan ada yang buruk. Maka, Batara Guru segera menyuruh Semar dan Togog ke gunung Tidar. Semar diminta mengasuh keturunan Sadono dan Sri yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baik-baik, sedangkan Togog mengasuh yang angkara murka (yang tidak baik).

Togog dan Semar pun akhirnya menuruti perintah itu, karena merasa bahwa Batara Guru sebagai rajanya. Suatu ketika, Batara Guru mengadakan perlombaan menelan gunung untuk menguji kesaktian Semar dan Togog. Namun, Semar dan Togog dianggap kalah dalam perlombaan tersebut.

Ketika lomba dimulai, Togog mendapat giliran pertama untuk menelan gunung. Gunung itu tidak dapat masuk ke mulut Togog, tetapi dia memaksakannya. Akibatnya mulut Togog menjadi sangat lebar. Sedangkan Semar dapat menelan gunung, tetapi gunung itu tidak dapat keluar dari tubuhnya sehingga menyebabkan bokongnya menjadi besar. Kelak, gunung yang ada di dalam perut semar berfungsi sebagai senjatanya. Semar terkenal dengan kentutnya yang sangat bau (busuk) sebagai senjatanya yang mematikan.

Dalam perlombaan menelan gunung, hanya Batara Guru yang sukses. Dia dapat menelan gunung dan akhirnya berhak menjadi raja di kahyangan. Namun, dia juga tidak bisa mengeluarkan gunung dari perutnya, bahkan tiba-tiba tangannya bertambah menjadi dua sehingga semuanya menjadi empat. Paham mistik Sri dan Sadono, selanjutnya dalam tradisi kejawen dipuja menjadi sebuah patung kecil bernama Loro Blonyo.

Patung tersebut senantiasa diletakkan di kamar (senthong) tengah dan selalu menjadi pajangan pada saat ada pesta pernikahan. Patung tersebut juga diwujudkan dalam tarian untuk menyambut pengantin, yaitu tari Karonsih. Maksudnya, menyatukan dua tubuh laki-laki dan perempuan yang penuh sih (cinta suci). Tarian ini melambangkan pertemuan antara Dewi Sekartaji dan Raden Panji. Ajaran kuno yang selalu menjadi pedoman dan dikaitkan dengan Sri-Sadono adalah falsafah Ajisaka.

Ada kepercayaan bahwa dari Ajisaka ini lahirlah aksara Jawa. Falsafah Ajisaka penuh dengan liku-liku kejawen. Ajisaka berasal dari kata Aji (raja, yang dihormati, dipuja dan disembah) dan Saka yang berarti tiang atau cabang. Ajisaka berarti tiang penyangga yang memperkokoh diri manusia, yang berupa religiusitas. Religiusitas Jawa tak lain adalah tentang mistik kejawen. Mistik kejawen adalah saka guru (empat tiang penyangga) kehidupan kejawen.

Oleh karena itu, jika kejawen tanpa mistik, maka pudarlah kejawen tersebut. Kejawen dan mistik telah menyatu menjadi sebuah ekspresi religi mistik kejawen. Sistem berpikir mistis sering mempengaruhi pola-pola hidup yang bersandar pada nasib.

Nasib ini dalam istilah Jawa dinamakan kebegjan (keberuntungan) yang telah disertai dengan usaha. Karena usaha dan nasib juga sering menyatu padu. Maka, orang Jawa justru sampai pada pemikiran homologi antropokosmik, maksudnya dalam langkah dan kehidupannya disesuaikan dengan tatanan manusia dan dunia sekelilingnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih.

Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya. Macam-macam nafsu pada diri manusia terdapat tujuh macam, diantaranya: 1. Nafsu amarah. Nafsu manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya.

Ciri-cirinya: Gampang tersinggung, selalu marah-marah, tidak mau kalah, dendam, ringan tangan, nafsu sex yang tidak terkendali, tidak ada rem dalam dirinya (Norma atau etika).

(Qs:Yusuf: 10, ayat: 53) 2. Nafsu lawwamah. Setingkat lebih baik daripada doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan amarah, namun dia belum stabil betul, karena terkadang dia kembali kepada tingkat nafsu amarah. Ciri-ciri : Tidak stabil, setelah menjadi baik bahkan mengajak orang untuk baik pula, setelah ada ujian atau godaan sedikit saja masih kembali ke asal (maksiat) dan tidak sabar. (Qs: Al-Qiyamah: 75, ayat: 2).

3. Nafsu mulhimah, telah cukup mengetahui tentang kebenaran (haq) dan kesalahan (bathil), namun belum mampu untuk melaksanakannya dengan baik, dikarenakan kelemahannya. Ciri-cirinya : telah mengetahui kebathilan atau kemaksiatan tapi tetap saja melakukannya dengan kesadaran, telah mengetahui kebenaran tapi tidak ada kemauan untuk melaksanakannya.

(Qs: Asy-Syam: 91: ayat: 8) 4. Nafsu muthmainah. Tingkatan ini adalah orang yang telah dijanjikan Allah SWT untuk masuk ke dalam syurga-Nya (Al-Jannah). Ciri-cirinya :Jiwa tenang, kembali kpd Rabbnya dgn hati yang puas, kepribadian yang mantap mengerjakan perintah Allah, meninggalkan larangan, tidak mudah terpengaruh, Istiqamah. (Qs: Al-Fajr: 89, Ayat: 2730) 5.

Nafsu radhiah. Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan menjadi nikmat baginya.

Ciri-ciri :penuh dengan ketaqwaan, menerima segala ujian, musibah, tantangan dengan keikhlasan dan penuh kesabaran (tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah). (Qs: Al-Baqarah, 2/45 & Ali Imran, 3/146). 6. Nafsu mardhiah. Tingkatan ini beradan setingkat lagi di atas Nafsu Radhiah, Sesuatu yang sunnah menjadi wajib dan yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan menjadi haram. Ciri-cirinya : Semua yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dimiliki pada tingkatan nafsu radhiah ditambah mempunyai daya amal ma'ruf nahi munkar sejati, menjadi pemberi peringatan dan berita gembira.

(Qs: Ali mran, 3/104 & 19/97). 7. Nafsu kamilah. Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabinabi dan Rasul-rasul. (Penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah). Ciricirinya: Sifat Nabi / Rasul : Siddiq (jujur/ benar), amanah (dipercaya) Fathonah (cerdas), Tabliq (menyampaikan).

(Qs: Ali-Imran, 3/110, 33/21) Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatankekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi. Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti).

Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan. Sistem berpikir mistis biasanya terpantul dalam tindakan nyata yang disebut laku.

Orang Jawa gemar menjalankan laku yang identik dengan prihatin. Laku juga senada dengan tirakat (ngurang-ngurangi), yang lebih eksplisit lagi sering dinamakan tapa brata (bersemedi ditempat yang tidak boleh terkena cahaya matahari). Karena itu, orang Jawa sering menjalankan tapa ngrowat (makan yang tidak berbiji), tapa ngidang (hanya makan sayuran), mutih (hanya makan nasi tanpa garam maupun lauk-pauk).

Berbagai laku tersebut dilakukan untuk membersihkan diri secara batin. Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani.

Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Atau biasa disebut juga Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi.

Jika badan atau fisik kita memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kekuatan supranatural, kita perlu mengisi energi.

Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Caracara penabungan energi lazim disebut Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu.

Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain.

Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Macam-macam ilmu aliran Islam Kejawen diantaranya adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga.

Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. 1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal. Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll. 2. Ilmu Kewibawaan dan Ilmu Pengasihan. Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain.

lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.

Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo. Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan.

Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan.

Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. 4. Ilmu Khodam.

Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya.

Khodam sesungguhnya berbeda dengan jin atau setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 5. Ilmu Permainan (Atraksi). Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras.

Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertarung pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. 6.

Ilmu Kesehatan. Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi biologis tubuh manusia. Manusia yang mengalami tingkatan mistis berarti telah mencapai makrifat yang tertinggi. Senada dengan ini, Simuh (1995:28-30) juga menjelaskan bahwa untuk mencapai makrifat tertinggi dapat ditempuh melalui: a. Distansi, yaitu upaya manusia mengambil jarak antara diinya dengan nafsu-nafsu yang berusaha memperhamba jiwanya serta mengambil jarak dengan ikatan dunia.

Segala sesuatu selain Allah. Distansi ini merupakan syarat mutlak bagi sarana untuk menemukan kesadaran lakunya. Sehingga benar-benar dapat berdiri sebagai khalifah, yakni mendekatkan diri dan tidak menghambakan hawa nafsu ataupun penghambatan dunia. Langkah ini untuk mencapai suasana hati yang suci, terbebas dari ikatan selain hanya kepada Allah. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com b.

Konsentrasi, yaitu upaya berdzikir kepada Allah untuk mendapatkan penghayatan langsung terhadap alam gaib yang puncaknnya makrifat kepada Allah, bahkan bersatu dengan Tuhan. Ajaran ini tergolong tasawuf murni untuk menemukan hakikat Tuhan. Hal ini biasanya dilakukan oleh golongan khawas (para wali Allah) yang benar-benar sanggup menyucikan hatinya.

Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, dan AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya.

Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini. Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa.

Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst. Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut.

Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”.

Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-samamakna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst.

Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sebagai berikut; 1. Klenik Merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci. Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada.

2. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.

3. Tahyul Adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta.

Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam. 4. Tradisi Dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol.

Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan.

Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat. Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan.

Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kejawen adalah sebuah kepercayaan yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.

Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat dimana keberadaanya ada sejak orang Jawa (Bahasa Jawa: Wong Jawa, Krama: Tiyang Jawi) itu ada. Kata “Kejawen” berasal dari kata "Jawa", yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah "segala sesuatu yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawaan)". Penamaan "kejawen" bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ibadahnya menggunakan bahasa Jawa.

Dalam konteks umum, kejawen sebagai filsafat yang memiliki ajaran-ajaran tertentu terutama dalam membangun Tata Krama (aturan berkehidupan yang mulia), Kejawen sebagai agama itu dikembangkan oleh pemeluk Agama Kapitayan jadi sangat tidak arif jika mengatasnamakan Kejawen sebagai agama dimana semua agama yang dianut oleh orang Jawa memiliki sifat-sifat kejawaan yang kental. Kejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa.

Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa, laku olah sepiritualis kejawen yang utama adalah Pasa (Berpuasa) dan Tapa (Bertapa). Simbol-simbol "laku" berupa perangkat adat asli Jawa, seperti keris, wayang, pembacaan mantera, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya.

Simbol-simbol itu menampakan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan (wibawa magis) sehingga banyak orang (termasuk penghayat kejawen sendiri) yang dengan mudah memanfaatkan kejawen dengan praktik klenik dan perdukunan yang padahal hal tersebut tidak pernah ada dalam ajaran filsafat kejawen.

Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman. Hal tersebut dapat dilihat dari ajarannya yang universal dan selalu melekat berdampingan dengan agama yang dianut pada zamannya.

Kitab-kitab dan naskah kuno Kejawen tidak menegaskan ajarannya sebagai sebuah agama meskipun memiliki laku. Kejawen juga tidak dapat dilepaskan dari agama yang dianut karena filsafat Kejawen dilandaskankan pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf Jawa. Sejak dulu, orang Jawa mengakui keesaan Tuhan sehingga menjadi inti ajaran Kejawen, yaitu mengarahkan insan : Sangkan Paraning Dumadhi ("Dari mana datang dan kembalinya hamba Tuhan") dan membentuk insan se-iya se-kata dengan Tuhannya : Manunggaling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kawula lan Gusthi ("Bersatunya Hamba dan Tuhan").

Dari kemanunggalan ‘Ketuhanan’ itu, ajaran Kejawen memiliki misi sebagai berikut: a. Mamayu Hayuning Pribadhi (sebagai rahmat bagi diri pribadi) b. Mamayu Hayuning Kaluwarga (sebagai rahmat bagi keluarga) c. Mamayu Hayuning Sasama (sebagai rahmat bagi sesama manusia) d. Mamayu Hayuning Bhuwana (sebagai rahmat bagi alam semesta) Berbeda halnya dengan kaum abangan kaum kejawen relatif taat dengan agamanya, dengan menjauhi larangan agamanya dan melaksanakan perintah agamanya namun tetap menjaga jatidirinya sebagai orang pribumi, karena ajaran filsafat kejawen memang mendorong untuk taat terhadap Tuhannya.

jadi tidak mengherankan jika ada banyak aliran filsafat kejawen menurut agamanya yang dianut seperti : Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen, Budha Kejawen, Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap melaksanakan adat dan budayanya yang tidak bertentangan dengan agamanya. Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh kerajaan Mataram yakni perhitungan tahun Jawa, yang hampir secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, berdasarkan atas perjalanan bulan.

Namun, awal perhitungan Jawa ini tetap pada tahun Saka, yaitu tahun 78 Masehi. Penciptaan tahun Jawa yang diberlakukan sejak tahun 1633 tersebut merupakan perpaduan antara Hijriyah dan Saka. Karena secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, baik mengenai bilangan dan nama-nama hari setiap minggunya ataupun nama-namanya. Bagi masyarakat kejawen, perubahan dari tahun Saka yang berdasarkan atas peredaran matahari ke tahun Jawa yang berdasarkan ke peredaran bulan, sebenarnya menghadapi persoalan yang cukup rumit.

Namun, persoalan ini dapat diatasi, karena awal perhitungan tahun Saka tetap dipertahankan. Konversi dari kerajaan Hindu-Buddha ke Islam menimbulkan jenis kepustakaan Jawa yang disebut primbon, serat dan suluk.

Dalam hal ini, Simuh (2008) menamakannya dengan kepustakaan Islam kejawen. Primbon, sebenarnya dikenal di berbagai suku di Nusantara, tetapi tampaknya lebih menggejala di dalam masyarakat Jawa, Bali dan Lombok. Bahkan Alfani Daud (1997), menemukan tradisi perhitungan waktu primbon pada masyarakat Islam Banjar. Dalam masyarakat kejawen, waktu adalah tatanan yang berada di luar semua hal. Terdapat suatu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com waktu yang asali dan primordial, dan semua waktu berakar pada waktu asali itu, serta mendapatkan identitas dan mutunya disana.

Semua peritiwa alami dikuasai oleh takdir, dan semua peristiwa manusiawi harus menyesuaikan diri dengan keteraturan yang telah ditetapkan. Arti waktu bagi seseorang, merupakan waktu yang baik, bagi yang lain tidak baik. Waktu itu bukan linear, tetapi siklis, teratur dalam periodisitas-periodisitas. (Soemardjo, 2002). Bakker (1995) menggolongkan pemikiran tentang waktu dalam 4 golongan, yaitu 1) subjektivisme (waktu itu sesuatu yang tidak riil, hanya merupakan subjektif-individual yang berasal dari pikiran) 2) relisme ekstrem (waktu itu realitas absolut otonom yang universal, tidak memiliki kesatuan intrinsik, tetapi menunjukkan urutan-urutan murni), 3) realis lunak (waktu merupakan aspek perubahan riil, tetapi dihasilkan oleh subjek, dan terabstraksi oleh kreativitas pengkosmos), 4) subjektivisme lunak (menurut Henri Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan waktu itu memang riil, tetapi selalu berciri kualitatif, tidak bereksistensi, dan tidak terukur, sebab kesadaran manusia memang tidak bereksistensi.

Karena waktu itu netral moralitas, maka dalam waktu, terdapat apa yang disebut baik atau selamat, dan apa yang disebut tidak baik atau tidak selamat. Waktu itu baik, dan tidak baik sekaligus, begitu pula ruang, itu baik dan tidak baik. Waktu yang sama dan ruang yang sama, bagi subjek yang koordinat waktu dan ruangnya amat berbeda dalam tertip kosmos, maka bagi yang satu baik dan bagi yang lain tidak baik. Karena waktu dan ruang itu mengandung paradoks di dalam dirinya. Aspek tidak baik dalam waktu mendapat perhatian utama bagi masyarakat kejawen.

Waktu yang tidak baik dikuasai oleh Bathara Kala, bukan Brahman itu sendiri. Apalagi kepercayaan itu bersifat pantheistik, sebab waktu dan ruang tidak lain Brahman sendiri, dan juga segala yang ada ini adalah emanasi atau pancaran Dzat Brahman. Bathara Kala mengincar dan awas bagi mereka yang melanggar larangan atau tabu dalam hitungan Primbonnya. Pelanggaran tabu ini akan dapat dibetulkan dan disucikan lewat upacara ruwatan kepada Bathara Kala, sang penguasa waktu.

Primbon dan ruwatan tidak dapat dipisahkan bagi orang yang melanggar tabu. Itulah sebabnya bagi masyarakat kejawen, primbon dianggap penting. Primbon diletakkan dalam kerangka berpikir Harai Brahma, hanya saja tidak jelas di masa yang mana.

Apakah termasuk masa Kaliyuga (zaman kegelapan), Dwaparayuga (zaman ketika moral manusia sempurna), atau Tretayuga (zaman ketika moral manusia belum sempurna). Yang jelas bukan masa Kertayuga (penciptaan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dunia).

Masa yang disebut Caturyuga ini tengah berlangsung sekarang. Mungkin masa primbon sudah memasuki masa Kaliyuga, yang entah berapa ribu tahun usianya. Dengan demikian, primbon memperlakukan kategori waktu secara semesta dan rinci. Dasar perhitungan waktu semesta itu berdasarkan dari agama Hindu. Dalam agama Hindu, diajarkan tentang adanya hari Brahma (penciptaan material dan alam semesta) dan malam Brahma.

Waktu (kala) adalah Bathara Kala yang menguasai kesatuan-kesatuan waktu mulai dari jam sampai yuga (siklus perkembangan zaman). Misalnya, pada jam berapa pasangan pengantin harus melaksanakan upacara pernikahan. Bagi pasanyan yang mempunyai weton pasaran Pon dan Wage, lebih baik deselenggarakan pada jam 03.30 sampai 05.59, karena pada jam tersebut, mempunyai makna rejeki dan selamat.

Pasangan ini hendaknya menghindari pernikahan pada jam 08.25-10.11, lantaran pada jam atau waktu tersebut keduanya adalah tabu atau pelanggaran. Justru pada jam tersebut amat baik doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pasangan yang mempunyai weton pasaran Legi dan Pahing. Begitu pula pada hari-hari yang tabu bagi siapapun untuk mengadakan perjalanan atau kegiatan-kegiatan yang lain yang mengandung resiko kecelakaan.

Hari-hari tersebut adalah Rebo Legi, Ngat Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon. Begitu pula dengan ketentuan Wuku, misalnya mereka yang berwuku Warigalit sama sekali terlarang atau tabu. Apabila pada hari Kemis Pon, mengadakan segala jenis kegiatan yang mengandung resiko kecelakaan, seperti bepergian, naik pohon, mengendarai motor, menebang pohon, ataupun yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Dalam hitungan tahun juga banyak tabu, misalnya, terlarang bagi orang yang lahir pada tahun Alip. Yang lahir pada tahun ini, dilarang untuk mengadakan upacara hari Sabtu Pahing, dan yang lahir pada tahun Ehe dilarang pada hari Kamis Pahing, dst.

Hubungan antara tahun kelahiran, dengan bulan keberuntungan, dan kesialan menurut kitab primbon, adalah mereka yang lahir pada tahun Alip yang memiliki satu bulan keberuntungan yakni bulan pertama, sedangkan bulan sialnya adalah bulan ke-9 dan ke-11.

Yang lahir pada tahun Je, mempunyai keberuntungan bulan-bulan terbanyak, yakni ke-4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 12. Sedangkan bulan jeleknya adalah bulan ke-1, 2, 3, dan 10. Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan "ibadah").

Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menekankan pada konsep "keseimbangan". Sifat kejawen yang demikian memiliki kemiripan dengan Konfusianisme (bukan dalam doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ajarannya). Penganut kejawen hampir tidak pernah mengadakan kegiatan perluasan ajaran, tetapi melakukan pembinaan secara rutin.

Jawa dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran Islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya.

Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa. Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya Jawa dan nilainilai agama Islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa Jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat syahadad.

Aliran Islam Jawa tumbuh subur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat Jawa sebelum Islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Islam kejawen timbul diperiode sejarah Islam yang disebut modern dan mempunyai tujuan untuk membawa umat Islam kepada kemajuan. Sebagai halnya di Barat, di dunia Islam gerakan Islam modernis timbul dalam rangka menyesuaikan paham-paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Dengan jalan demikian, pemimpin-pemimpin Islam modern mengharapkan akan dapat melepaskan umat Islam dari suasana kemunduran, untuk selanjutnya dibawa kepada kemajuan. Islam modernis juga timbul sebagai respon tehadap berbagai keterbelakangan yang dialami oleh umat Islam, seperti keterbelakangan dalam bidang ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, politik dan lain sebagainya.

Keadaan seperti ini dinilai tidak sejalan dengan Islam sebagaimana terdapat dalam al-Quran dan al-Sunnah. Dalam kedua sumber ajaran tersebut, Islam digambarkan sebagai agama yang membawa kepada kemajuan dalam segala bidang, untuk tercipta kemaslahatan umat.

Namun dalam kenyataannya umat Islam tidak memperlihatkan sikapnya yang sejalan dengan al-Quran dan al-Sunnah itu. Jika demikian adanya, maka diduga terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam memahami al-Quran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan al-Sunnah tersebut, serta adanya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa latar belakang timbulnya Islam modernis adalah sebagai respon kepedulian terhadap upaya mengatasi berbagai keterbelakangan umat Islam.

Upaya tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mencari sebab-sebab kemunduran dan keterbelakangan tersebut, seperti karena meninggalkan al-Quran dan al-Sunnah, lemahnya persaudaraan, pertikaian politik, sikap pasrah atau jumud serta karena mengikuti bidah, khurafat dan takhayyul. Dengan demikian inti dari munculnya Islam modernis adalah perlunya dibuka kembali pintu ijtihad.

Dengan cara demikian, ajaran Islam tidak hanya responsip terhadap berbagai masalah aktual yang muncul ditengah-tengah masyarakat, juga akan terjadi reinterpretasi terhadap al-Quran dan al-Sunnah, revitalisasi terhadap posisi umat Islam, dan reformulasi terhadap berbagai produk pemikiran ulama masa lalu. Islam modernis di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak awal abad kedua puluh.

Pada tahun 1906 misalnya muncul apa yang disebut kelompok muda di Sumatera Barat, tepatnya di Minangkabau. Mereka itu adalah Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), Haji Abdullah Ahmad, dan Syaikh Daud Rasyidi. Kelompok ini mendapat tantangan keras dari kelompok tua yang terdiri dari Syaikh Khatib Ali, Khatib Sayyidina, Syaikh Bayang, Syaikh Seberang, Imam Masjid Ganting, dan Syaikh Abbas. Kelompok Islam modernis yang terdiri dari kaum ulama dan cendikiawan tersebut sering melakukan protes terhadap struktur kekuasaan adat yang tidak memberikan tempat kepada mereka.

Selanjutnya paham Islam modernis dikembangkan dan dimasyarakatkan lebih sungguh-sungguh oleh Harun Nasution melalui Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, lembaga di mana yang bersangkutan sebagai dosen dan orang nomor satu, yakni sebagai Rektor dari sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 1985. Melalui karyakaryanya beliau berusaha menjelaskan apa yang dimaksud dengan Islam modernis, apa tujuan serta programnya dan sebagainya.

Pemikiran Harun Nasution ini banyak diikuti oleh para mahasiswa di IAIN Jakarta dan perguruan tinggi lainnya, tempat di mana ia mengabdikan ilmunya. Alumni IAIN Jakarta seperti Fachry Ali, Komaruddin Hidayat, Atho Mudzhar, Hadi Mulyo, Mansur Faqih, Azyumardi Azra, Saeful Muzani, Abuddin Nata, Sudirman Teba dan lainnya adalah murid-murid beliau yang hingga kini tetap komitmen dan mensosialisasikan paham Islam modernis tersebut.

Pemikiran Islam modernis lebih lanjut dikembangkan dan dimasyarakatkan dengan penuh agresivitas oleh Nurcholish Madjid melalui berbagai karyanya. Dalam berbagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com karyanya itu Nurcholish Madjid mengatakan bahwa bagi seorang muslim modernisasi adalah suatu keharusan-bahkan suatu kewajiban mutlak.

Modernisasi adalah perintah dan ajaran Tuhan. Ide-ide Islam modernis selanjutnya diperkenalkan oleh Mukti Ali, Deliar Noer dan Munawir Sjadzali. Dalam bukunya yang berjudul Islam Dan Sekularisme Di Turki Modern, dan Alam Pikiran Islam Modern Di India Dan Pakistan, Mukti Ali dengan panjang lebar membahas pemikiran Islam modernis dari tokoh-tokoh Turki seperti Ziya Gokalp (lahir 1875M) dan Kemal Attaturk; dan tokoh dari India dan Pakistan seperti Sayyid Ahmad Khan, Hali, Mohsinul Mulk, Viqarul Mulk, Syibli, Sayyid Amir Ali, Abul Kalam Azad, Maulana Muhammad Ali, Iqbal, Muhammad Ali Jinnah, Liaquat Ali Khan, dan Maulana Sayid Abul Ala al-Maududi.

Menurut Ziya Gokalp, bahwa Islam sejalan dengan peradaban modern, sekalipun banyak dari orang-orang yang sekurun zaman dengan dia mempunyai pendapat yang berbeda.

Modernisasi yang mengandung pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham, adat istiadat, instituisi lama dan sebagainya, agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadaan baru yang timbul oleh tujuan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Modernisasi atau pembaruan juga berarti proses pergeseran sikap dan mentalitas mental sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masyarakat kini. Modernisasi merupakan proses penyesuaian pedidikan Islam dengan kemajuan zaman.

Latar belakang dan pola-pola pembaharuan dalam Islam, khususnya dalam pendidikan mengambil tempat sebagai : 1) golongan yang berorentasi pada pola pendidikan modern barat, 2) gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorentasi pada sumber Islam yang murni dan 3) pembaharuan pendidikan yang berorentasi pada nasionalisme. Modernisasi pendidikan Islam Indonesia masa awalnya dikenalkan oleh bangsa kolonial Belanda pada awal abad ke-19.

Program yang dilaksanakan oleh kolonial Belanda dengan mendirikan Volkshoolen, sekolah rakyat, atau sekolah desa (Nagari) dengan masa belajar selama 3 tahun, di beberapa tempat di Indonesia sejak dasawarsa 1870-an. Pada tahun 1871 doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan 263 sekolah dasar semacam itu dengan siswa sekitar 16.606 orang; dan menjelang 1892 meningkat menjadi 515 sekolah dengan sekitar 52.685 murid. Point penting eksprimen Belanda dengan sekolah nagari terhadap system dan kelembagaan pendidikan Islam adalah tranformasi sebagian surau di Mingkabau menjadi sekolah nagari model Belanda.

Memang berbeda dengan masyarakat muslim jawa umumnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memberikan respon yang dingin, banyak kalangan masyrakat muslim Minangkabau memberikan respon yang cukup baik terhadap sekolah desa. Perbedaan respon masyarakat Muslim Minangkabau dan jawa banyak berkaitan dengan watak cultural yang relatif berbeda, selain itu juga berkaitan dengan pengalaman histories yang relatif berbeda baik dalam proses dan perkembangan Islamisasi maupun dalam berhadapan dengan kekuasaan Belanda.

Selain itu perubahan atau modernisasi pendidikan Islam datang dari kaum reformis atau modernis Muslim. Gerakan reformis Muslim yang menemukan momentumnya sejal abad 20 berpendapat, diperlukan reformasi system pendidikan Islam untuk mempu menjawab tantangan kolonialisme dan ekspansi Kristen. Respon sistem pendidikan Islam tradisional seperti surau (Minangkabau) dan Pesantren (Jawa) terhadap modernisasi pendidikan Islam menurut Karel Steenbrink dalam kontek surau tradisional menyebutnya sebagai menolak dan mencontoh, dalam kontek pesantren sebagai menolak sambil mengikuti.

Untuk itu, tak bisa lain dalam pandangan mereka, surau harus mengadopsi pula beberapa unsur pendidikan modern yang telah diterapkan oleh kaum reformis, khususnya system klasikal dan penjejangan, tanpa mengubah secara signifikan isi pendidikan surau itu sendiri.

Selain respon yang diberikan oleh pesantren di Jawa, komunitas pesantren menolak asumsi-asumsi keagamaan kaum reformis. Tetapi pada saat tertentu mereka pasti mengikuti langka kaum reformis karena memiliki manfaat bagi para santri, seperti sistem penjenjangan, kurikulum yang lebih jelas dan system klasikal. Pesantern yang mengikuti jejak kaum reformis adalah pesanteren Mambahul ‘ulum di Surakarta, dan di ikuti oleh pesantren Modern Gontor di Ponorogo.

Pondok tersebut memasukan sejumlah mata pelajaran umum ke dalam kurikulumnya, juga mendorong santrinya untuk memperlajari Bahasa Inggris selain Bahasa Arab dan melaksanakan sejumlah kegiatan ekstra kurikuler seperti olah raga, kesenian dan sebagainya.

Sistem Pendidikan Islam pada mulanya diadakan di surau-surau dengan tidak berkelas-kelas dan tiada pula memakai bangku, meja, dan papan tulis, hanya duduk bersela saja. Kemudian mulialah perubahan sedikit demi sedikit sampai sekarang.

Pendidikan Islam yang mula-mula berkelas dan memakai bangku, meja dan papan tulis, ialah Sekolah Adabiah ( Adabiah School) di Padang. Adabiah School merupakan madrasah (sekolah agama) yang pertama di Minangkabau, bahkan diseluruh Indonesia. Madrasah Adabiah didirikan oleh Almarhum Syekh Abdullah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ahmad pada tahun 1909.

Adabiah hidup sebagai madrasah sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi H.I.S. Adabiah pada tahun 1915 di Minangkabau yang pertama memasukkan pelajaran Agama dalam rencana pelajarannya. Sekarang Adabiah telah menjadi sekolah Rakyat dan SMP. Setelah berdirinya madrasah Adabiah, maka selanjutnya diikuti madrasah lainnya seperti madras Schol di Sungyang ( daerah Batusangkar) oleh Syekh M.Thaib tahun 1910 M, Diniah School (madrasah diniah) oleh Zainuddin Labai Al-Junusi di Padangpanjang tahun 1915.

Sumatra Thawalib memberikan pengajaran baik di bidang keagamaan maupun bidang-bidang lain yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan modern.

Sementara di Jawa, Muhammadiyah adalah yang pertama mendirikan lembaga-lembaga pendidikan bergaya modern. Hingga perkembangannya pada 1925, Muhammadiyah telah memiliki 14 madrasah, 8 HIS, sebuah sekolah guru di Yogyakarta dan 32 sekolah dasar 5 tahun. Di antara guru Agama banyak juga mengarang kitab-kitab untuk madrasah ialah 1) H.

Jalaluddin Thaib, seperti kitab jenjang bahasa arab 1-2, Tingkatan bahasa arab 1-2, Tafsir AlMunir 1-2, ( 2) Anku Mudo Abdul hamid Hakim, seperti kitab: Al-Mu’in Al-Mubin 1-5, AsSullam, Al-Bayan Tahzibul akhlaq, ( 3) Abdur-Rahim Al-Manafi seperti kitab : Mahadi ‘ilmu Nahu, Mahadi ilmu Sharaf, Al-Tashil, Lubahul Fighi, Al-Huda, Asasul adab.

Ulama-ulama yang mengadakan perubahan dalam pendidikan Islam di Minangkabau adalah 1) syekh Muhd. Thaib Umar Sungayang, batu sangkar tahun 1874-1920 M. 2) Syekh H. Abdullah Ahmad, Padang tahun 1878 M-1933M, 3) Syekh H. Abdul karim Amrullah, Maninjau 1879-1945 M, 4) Syekh H.M. Jamil Jambek Bukittinggi 1860-1947, 5) dan lainlain. Surau–surau yang termashur di Minangkabau adalah sebagai berikut ; 1) Surau Tanjung Sung yang didirikan oleh Syekh H.M Thaib Umar pada tahun 1897 M dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Al-Hidayah dan SMPI, PGA, 2) Surau Parabek, Bukittinggi didirikan oleh Syekh H.

Ibrahim Musa pada tahun 1908 M. dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Thawalib, 3) Surau padang Japang didirikan oleh Syekh H. Abbas Abdullah pada tahun 1913 dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Darul funun Abbasiah, 4) dan lain-lain. Tentang keadaan pendidikan Islam di Minangkabau pada masa beberapa tahun sebelum tahun 1900. dilukiskan dalam skema pendidikan Islam. Dari perkembangan di awal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com abad ke-20, penting ditegaskan, madrasah tampak telah mengalami beberapa perubahan penting di banding masa sebelumnya.

Di sini, seperti terlihat dari beberapa contoh di atas, madrasah telah berkembang menjadi satu lembaga pendidikan dengan ciri-ciri yang dikenal kini. Model madrasah doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan didirikan sebagai bagian dari upaya umat untuk mengadopsi sistem pendidikan modern yang diperkenalkan kolonial, dan pada saat yang sama karena ketidakpuasan terhadap lembaga pendidikan nasional yang telah berdiri sebelumnya.

Oleh karena itu, gagasan modernisasi dan kemajuan merupakan bagian inheren dari perkembangan madrasah saat itu. Madrasah merupakan salah satu perwujudan hasrat muslim untuk melangkah pada dunia baru yang disebut dengan alam kemajuan. Pendidikan pada saat sekarang tidak lagi dipahami sebagai peneguhan proses transformasi pengetahuan (knowledge) yang hanya dikuasai oleh sekolah (pendidikan formal).

Guru dengan demikian tidak lagi dipandang sebagai ‘dewa’ dengan segala kemampuannya untuk melakukan proses pencerdasan masyarakat. Gudang ilmu mengalami pergeseran, tidak lagi terpusat pada guru.

Ruang pendidikan tidak lagi harus berada pada ruang-ruang sempit, yang bernama sekolah, melainkan juga harus dimainkan oleh masyarakat, entah itu melalui pendidikan alternatif maupun melalui pendidikan luar sekolah. mengatakan bahwa proses pendidikan akan memperoleh keuntungan dari upaya membebaskan masyarakat yang cendrung mendewakan sekolah, dengan demikian kegiatan sekolah tidak lebih hanya sebagai pengkhianatan terhadap upaya pencerahan budi.

Postmodernisme yang mengusung tema pluralitas, heterogenitas serta deferensiasi adalah bukti betapa pendidikan harus disebarkan melalui kerja-kerja yang tidak harus dibebankan pada sekolah. Apalagi, realitas membuktikan betapa sekolah justru seringkali memainkan peran dogmatis dan dominannya dalam melakukan transfer of value (transformasi nilai) serta transfer of knowledge (transformasi pengetahuan).

Peran guru, bahkan juga institusi sekolah seringkali menampilkan diri dalam batas-batasnya sebagai pembelenggu kreativitas anak didik, anak didik disekolah sering diperlakukan oleh guru tak ubah sebagai bejana kosong yang siap diisi tanpa boleh dibantah, pendidikan seperti ini yang dikritik oleh Freire sebagai model pendidikan “gaya bank” (banking system).

Sementara pola Sistem Kredit Semester (SKS) bahkan juga ujian akhir nasional (UAN) sebagai ukuran terakhir kemampuan anak didik adalah representasi bagi ‘penindasan’ yang dilakukan institusi-institusi tersebut terhadap pengembangan kreativitas anak didik. Beban pelajaran yang sedemikian berat, meminimilisasikan kemampuan anak didik untuk This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‘melakukan’ eksperimentasi’ berdasarkan kemampuannya secara profesional, karena disibukkan dengan beban-beban yang cukup membelenggu.

Selama ini, pendidikan seolah hanya diarahkan pada pembentukan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga beban berat pengajaran seringkali diarahkan pada penguasaan pada bidang-bidang tersebut. Padahal dalam perspektif postmodernisme, justru masyarakat modern mengalami degradasi, krisis moral, krisis sosial dan sebagainya, yang dimulai dari dominasi iptek dengan penerapan rasio manusia sebagai ukuran kebenarannya telah mendatangkan persoalan yang cukup berat menimpa masyarakat modern.

Rasio manusia ansich tidak lagi diharapkan dapat memberikan jawaban atas berbagai problem yang muncul dalam masyarakat modern, sehingga proses pendidikan hanya diarahkan pada kepentingan rasio atau nalar rasionalitas justru akan mendatangkan bencana kemanusiaan. Padahal sejak awal diyakini bahwa pendidikan diselenggarakan sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Pengangkatan harkat dan martabat kemanusian tidak hanya dapat dimainkan oleh nalar rasio semata, tetapi harus integratif antara nalar rasional dan nalar spiritual.

Dalam konteks ini tidak berlebihan bila dalam konsep pendidikan nasional pengembangan kemampuan anak didik juga diarahkan pada tiga kemampuan dasar yaitu kognitif, afektif serta psikomotorik. Ketidakmampuan mengembangkan ketiga ranah tersebut akan melahirkan out put pendidikan yang timpang. Itulah sebabnya, proses pendidikan harus dijalankan untuk memainkan ketiga ranah tersebut agar tetap berjalan. Kritik postmodernisme atas situasi masyarakat modern sebenarnya juga merupakan kritik atas proses pendidikan yang hanya mengedepankan satu aspek dari keseluruhan nilai yang dimiliki manusia.

Dalam kondisi yang demikian postmodernisme tampil memberikan berbagai alternatif bagi proses pendidikan yang harus dijalankan. Kritik mendasar postmodernisme terhadap modernisme telah memunculkan berbagai tema-tema penting seperti paralogy atau pluralisme deferensiasi atau desentralisasi, dekontsruksi atau kritik dasar atas sebuah tatanan, relativisme, dan sebagainya.

Tema-tema inilah yang sesungguhnya memberikan peluang baru bagi munculnya model (paradigma) pendidikan yang perlu diselenggarakan oleh negara ataupun masyarakat Indonesia. Kejawen berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal.

Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini.

Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan. Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 dianggap sebagai filsuf peletak pondasi Kejawen Muslim yang kemudian sangat mempengaruhi upacara-upacara penting terutama yang paling nampak adalah penanggalan dalam menentukan hari-hari penting.

Hari-hari penting kejawen tidak lepas dari "Kelahiran - Pernikahan - Mangkat" (kematian), yang ketiganya adalah kehidupan dalam tradisi Jawa. Orang Jawa akan mendapatkan nama pada ketiga peristiwa tersebut, yaitu nama saat kelahiran, nama saat pernikahan, nama saat mangkat (nama kematian dengan menambahkan "bin"/ "binti" nama orang tua dibelakang nama kelahiran).

Semua hari-hari penting itu ditetapkan sesuai Kalender Jawa yang memiliki Primbon sebagai aturan-aturan dalam menentukan hari penting dan tata caranya. Berikut adalah hari-hari penting dalam Kejawen : 1. Suran (Tahun Baru 1 Sura). 2. Sepasaran (upacara kelahiran) dan Aqiqah bagi Muslim. 3. Mantenan (Pernikahan dengan segala upacaranya). 4. Mangkat (Upacara Kematian) - Mengirim Do'a (Kenduri, Wirid, Ngaji) 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari, 1000 Hari, 3000 Hari.

5. Megeng Pasa - Tanggal 28 dan 29 Bulan Ruwah (Bulan Arwah) Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga) untuk mengikat silaturahmi. 6. Megeng Sawal - Tanggal 29 dan 30 Bulan Pasa Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga salah satunya bertujuan untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi) untuk mengikat silaturahmi bagi yang tidak ada kesempatan pada Megeng Pasa.

7. Riadi Kupat (Hari Raya Ketupat) - Tanggal 3, 4 dan 5 Bulan Syawal (Bagi orang tua yang ditinggalkan anaknya sebelum menikah). This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Karena filsafat kejawen juga beragama, hari besar agama juga merupakan hari penting kejawen. Berikut ini adalah beberapa hari penting tambahan untuk kejawen muslim, antara lain : a.

Hari Raya Idul Fitri b. Hari Raya Idul Adha. c. Hari Raya Jum'at. d. Muludan (Maulid Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W.) e. Sekaten (Syahadatain) Kejawen tidak memiliki Kitab Suci, tetapi orang Jawa memiliki bahasa sandi yang dilambangkan dan disiratkan dalam semua sendi kehidupannya dan mempercayai ajaranajaran Kejawen tertuang di dalamnya tanpa mengalami perubahan sedikitpun karena memiliki pakem (aturan yang dijaga ketat), kesemuanya merupakan ajaran yang tersirat untuk membentuk laku utama yaitu Tata Krama (Aturan Hidup Yang Luhur) untuk membentuk orang jawa yang hanjawani (memiliki akhlak terpuji), hal-hal tersebut terutama banyak tertuang dalam karya tulis sebagai berikut : a.

Kakawin (Sastra Kuna) - merupakan kitab sastra metrum kuna (lama) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang berjumlah 5 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno b. Babad (Sejarah-Sejarah) - merupakan kitab yang menceritakan sejarah nusantara berjumlah lebih dari 15 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno serta Aksara Jawa dan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Jawa c.

Serat (Sastra Baru) - merupakan kitab sastra metrum anyar (baru) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang terdiri lebih dari 82 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon (Bahasa Krama Inggil Bahasa Jawa yang dituliskan dengan huruf Arab) d.

Suluk (Jalan Sepiritual) - merupakan kitab tata cara menempuh jalan supranatural untuk membentuk pribadi hanjawani yang luhur dan dipercaya siapa saja yang mengalami kesempurnaan akan memperoleh kekuatan supranatural yang berjumlah lebih dari 35 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Kidungan (Do'a-Do'a) - sekumpulan do'a-do'a atau mantra-mantra yang dibaca dengan nada khas, sama seperti halnya do'a lain ditujukan kepada Tuhan bagi pemeluknya masing-masing yang berjumlah 7 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa f.

Primbon (Ramalan-Ramalan) - berupa kitab untuk membaca gelagat alam semesta untuk memprediksi kejadian, dan lain-lain. ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa g.

Piwulang Kautaman (Ajaran Utama) - berupa kitab yang terdiri dari Pituduh (Perintah) dan Wewaler (Larangan) untuk membentuk pribadi yang hanjawani, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa Para penganut kejawen sangat menyukai berpuasa dalam ajaran Islam karena dianggap sama dengan ajaran leluhurnya selain juga tafakur yang dianggap sama dengan bertapa.

Macam-macam puasa tersebut antara lain: a. Pasa Weton - berpuasa pada hari kelahiranya sesuai penanggalan Jawa. b. Pasa Sekeman - Puasa pada hari Senin dan Kamis. c. Pasa Wulan - Puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan Kalender Jawa. d. Pasa Dawud - Puasa selang-seling, sehari puasa-sehari tidak. e. Pasa Ruwah - Puasa pada hari-hari bulan Ruwah (Bulan Arwah).

f. Pasa Sawal - Puasa enam hari pada bulan Sawal kecuali tanggal 1 Sawal. g. Pasa Apit Kayu - Puasa 10 hari pertama pada bulan ke-12 kalender Jawa. h. Pasa Sura - Puasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Sura.

Selain puasa diatas kejawen juga memiliki puasa biasanya untuk menggambarkan kezuhudan (kesungguhan) dalam mencapai keinginan, jenis puasa tersebut adalah sebagai berikut : a. Pasa Mutih - puasa ini dilakukan dengan jalan hanya boleh makan nasi putih, tanpa garam dan lauk pauk atau makanan kecil dan lain-lain, serta minumnya juga air putih.

b. Pasa Patigeni - puasa tidak boleh makan, minum dan tidur serta hanya boleh dikamar saja tanpa disinari cahaya lampu. c. Pasa Ngebleng - puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh keluar kamar, boleh keluar sekedar tetapi sekedar buang hajat dan boleh tidur tetapi sebentar saja.

d. Pasa Ngalong - puasa tidak makan dan minum tetapi boleh tidur sebentar saja dan boleh pergi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Pasa Ngrowot - puasa yang tidak boleh makan nasi dan hanya boleh makan buahbuahan, umbi-umbian atau sayur-sayuran saja. Karena ayahku merupakan seorang tokoh masyarakat yang dianggap ahli tentang aturan kejawen, maka setiap ada warga yang hendak mengadakan suatu kegiatan tertentu baik dari kampungku sendiri maupun dari daerah yang lain mereka banyak yang bertamu ke rumahku demi untuk menentukan hari yang baik dalam mengadakan suatu kegiatan tersebut, seperti: ingin mengadakan acara pernikahan, mendirikan bangunan, hendak bepergian, bercocok tanam, mencari pekerjaan dan lain-lain.

Menurut aturan kejawen terdapat hari yang dianggap baik dan tidak baik. Setiap hari rumahku tidak pernah sepi dari tamu ayahku saat itu.

Sebagai rasa terima kasih mereka atas bantuan yang diperoleh dari ayahku, kami sering mendapatkan kiriman makanan berupa nasi dan ingkung (satu ekor ayam yang sudah dimasak) lengkap dengan jenis-jenis makanan tradisional lainnya seperti: krecek (rengginang), tape ketan, jadah, kembang goyang dan lainnya. Dalam keluargaku, memberikan sesuatu yang berupa makanan kepada orang lain dapat diartikan sebagai pengeratan tali silaturahmi, ungkapan terima kasih atas jasa yang telah diberikan, dan sebagai ungkapan permohonan maaf apabila kita melakukan kesalahan dalam tindakan atau tingkah laku, ucapan entah disengaja ataupun tidak disengaja dan lainnya.

Setiap ada musim orang mau melangsungkan pernikahan misalnya, aku pun senang karena keluargaku sering mendapatkan kiriman makanan dari tamu ayahku yang sudah datang kepada ayahku yang hendak mengadakan acara tersebut.

Selain mencarikan penanggalan baik untuk acara pernikahan tersebut ayahku juga dimintai tolong untuk menjadi MC (Master of Ceremony) atau istilah Jawa-nya menjadi pranatacara.

PRANATACARA Apa sih arti or makna semantik Pranatacara itu? Let’s we learn, study and share together.Pranatacara atau sering disebut pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana atau pranata laksitaning adicara adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan dengan suatu pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa. Pranatacara dalam bahasa Indonesia disebut pewara atau pembawa acara.

Pranatacara merupakan pembawa acara dalam upacara adat Jawa seperti pernikahan (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan sebagainya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Profesi pranatacara sudah mendapat pengakuan dan memperoleh penghargaan yang baik dari masyarakat dan berkembang menjadi suatu profesi yang menguntungkan.

Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur dari sukses tidaknya suatu acara, sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara tersebut akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat. Untuk menjadi seorang pranatacara tidak hanya mempunyai bekal keberanian, tetapi juga harus mempunyai bekal kemampuan.

Keberanian akan timbul apabila seseorang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan rasa percaya diri ini timbul bila seseorang tersebut mempunyai keyakinan atas kemampuan yang dimiliki. Syarat untuk menjadi pranatacara antara lain: seorang pranatacara harus dapat melafalkan dengan benar kata-kata bahasa Jawa krama inggil.

Iapun diwajibkan mampu mengendalikan suaranya agar tetap menarik dan tidak menjemukan. Selain suara, nafas juga harus di kendalikan secara teratur. Beberapa syarat yang biasanya menjadi dasar doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan seorang pranatacara agar mampu melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut: a. Olah swara (teknik vocal) Suara adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, artinya adalah bahwa setiap orang memiliki bobot suara yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya.

Ada yang tinggi, sedang, dan kecil. Dalam bahasa Jawa, suara yang bagus disebut gandhang, yaitu tidak berisik, pelan dan nyaman didengar. Suara gandhang enak didengar, penuh wibawa, dan menunjukkan kepribadian.

Sebagai pranatacara, maka suara adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai aktivitas kepranatacaraannya. Berikut ini adalah beberapa hal yang membantu pranatacara 1. Aksentuasi (accentuation) atau logat.Suara pranatacara tidak tercampur dengan dialek atau logat daerah, artinya suaranya menggunakan bahasa baku. Dalam bahasa Jawa, yang dianggap baku adalah logat/dialek Surakarta dan Ngayogyakarta hadiningrat.

Untuk dialek tidak baku seperti dialek Banyumas, Jawa Timuran dan lainnya bisa digunakan dalam acara santai atau sebagai selingan agar acara tidak terasa sepi sunyi.dalam olah swara (teknik vokal).

2. Artikulasi (articulation) atau pocapan. Yaitu kejelasan pengucapan kalimat dan pelafalan kata. Huruf mati dan huruf hidup diucapkan dengan tegas dan jelas, tidak mendengung (bindheng). Pranatacara harus mengerti cara pengucapan bahasa Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dengan benar, begitu juga bahasa Indonesia atau bahasa asing yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan harus diucapkan ketika ada tamu yang tidak mengerti bahasa Jawa krama Inggil.

Kekeliruan dalam mengucapkan suatu kata bisa merendahkan kewibawaan pranatacara. 3. Nafas (breath) atau prana. Nafas tidak dipaksakan, tidak terengah-engah, sehingga tampak wajar. Dengan pengaturan nafas yang baik, maka seorang pranatacara bisa memberi jeda frasa, kalimat, ungkapan (basa pinathok) dan pernyataan dengan tepat maknanya. Sikap berdiri yang tegak, rileks, pakaian yang longgar/tidak sesak di badan, dapat melonggarkan aliran nafas sehingga suara menjadi lebih alami.

4. Kecepatan (speed) bicara dan Intonasi (intonation) nada suara atau membat mentul swara. Hal ini berhubungan dengan intonasi, aksen, pacing (tempo), pitch (nada), juncture (titik waktu). Intonasi berkenaan dengan pungtuasi seperti koma, titik, titik koma, tanda perintah, tanda tanya.

Aksen berkenaan dengan stress (tekanan). Pitch berkenaan dengan tinggi rendahnya suara sesuai dengan acara yang sedang digelar. Untuk acara resmi seperti temanten, kesripahan, pahargyan, menggunakan suara rendah, kalem, namun untuk acara hiburan menggunakan suara tinggi.

Tempo berkenaan dengan cepat dan lambatnya suara. Juncture berkenaan dengan waktu pengambilan nafas agar nafas tidak terengah-engah saat menjalankan acara. 5. Empati atau kajiwa. Suara yang diucapkan harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kejiwaan suatu acara. Pengucapan harus sesuai dengan suasana acara apakah acara tersebut memiliki unsur senang, susah, doa, atau gembira. 6. Infleksi atau lagu kalimat (perubahan nada suara). Lebih baik hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata (redundancy).

Infleksi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. b. Olah raga lan busana (penampilan) Di dalam bahasa Jawa terdapat sebuah peribahasa yang berbunyi: ajining dhiri gumantung kedaling lathi, ajining raga gumantung ing busana. Peribahasa tersebut sangat sesuai dengan profesi pranatacara. Seorang pranatacara akan tampil dengan sangat bagus jika didukung oleh bagusnya suara, postur badan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pakaiannya. Olah raga berhubungan dengan sikap, solah bawa, kesusilaan, dan subasita.

Berikut ini adalah tujuh bentuk olah raga sebagai pranatacara: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1. Magatra: badan, wajah, cara berdandan dan berpakaian, sesuai, pantas, sikap wajar, tidak dibuat-buat. 2. Malaksana: cara melangkah dan berjalan selangkah dua langkah urut, luwes, tidak ragu-ragu. 3. Mawastha: berdiri tegak, tidak menyondong. 4. Maraga: mantap, tenang, tidak gemetaran, kepala tegak, menatap ke depan, gerakan tangan teratur untuk menunjukkan kejelasan ucapan.

5. Malaghawa: terampil, lancar, tidak lambat namun juga tidak terlalu cepat. 6. Matanggap: tanggap terhadap situasi yang dihadapi, ketika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan ketenangan, kekusyukan, bisa ikut tenang dan khusyu’, jika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan suasana segar dan menyenangkan, bisa ikut membuat suasana menjadi gembira, dan sebagainya.

7. Mawwat: mantab, menyelesaikan acara dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan penyelenggara acara. Olah raga, atau cara berpenampilan yang baik bagi seorang pranatacara selalu diawali dengan keadaan tubuh yang sehat, suara yang tidak serak, volume suara yang enak didengar, tidak melengking dan tidak rendah. Ia harus mengenali tempat dimana acara akan diselenggarakan, mengenali karakteristik tamu dan memandang mereka sebagai sahabat.

Ia bisa melakukan gerakan tangan seperlunya saat berada di atas pentas, tidak berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan, karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan dan tampil percaya diri. Olah busana atau cara berpakaian yang baik bagi seorang pranatacara merupakan hal yang wajib diketahui dan dimengerti dengan baik agar penampilan dan gaya berpakaian sesuai dengan acara yang sedang dibawakan.

Memakai pakaian yang serasi/cocok dengan acara, harus dibicarakan dengan panitia acara, contohnya ketika menjadi pranatacara adat temanten Jawa, apakah menggunakan pakaian adat/kejawen (busana adat Ngayogyakarta atau Surakarta), seragam dengan panitia ataukah tidak, menggunakan busana nasional/formal ataukah tidak.

Busana dalam acara pernikahan tentu akan berbeda dengan busana ketika menjadi pranatacara kematian. Busana resmi akan berbeda dengan busana santai. Busana yang dipakai dalam acara yang diselenggarakan didalam gedung pasti akan berbeda dengan acara yang diselenggarakan dirumah.

Warna busanapun harus dipilih dengan seksama, agar tidak terlihat menyolok, terlalu terang, atau terlalu banyak memakai aksesoris. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com c. Olah basa lan sastra (kemampuan berbahasa dan sastra) Agar dapat mengolah bahasa dengan baik, seorang pranatacara harus mengetahui dan memahami paramasastra (fonologi, morfologi, semantik, sintaksis), wacana, dan pragmatik.

Pengetahuan yang luas mengenai paramasastra Jawa diharapkan dapat membuat pranatacara mampu mengucapkan kata-kata, frasa, kalimat, ungkapan, wacana Bahasa Jawa krama inggil dengan laras dan leres. Laras artinya, pranatacara mampu menggelar acara sesuai dengan keadaan dan suasana.

Leres artinya pranatacara bisa menggunakan bahasa yang sesuai dengan paramasastranya. Bahasa Jawa memiliki pola bahasa yang bertingkat-tingkat, yakni: basa krama, madya, dan ngoko.

Tingkatan krama adalah unggah-ungguh yang memancarkan arti penuh sopan santun antara penutur dan mitra tutur. Dengan kata lain, tingkatan ini menandakan adanya perasaan segan (pakewuh) diantara keduanya. Hal ini disebabkan hubungan antara penutur dengan mitra tutur belum terjalin dengan baik. (Poedjosoedarmo, 1979: 14). Dalam peristiwa tutur, ada jarak antara penutur dan lawan tutur.

Penutur bersikap hormat kepada lawan tutur dan tidak boleh berbuat semaunya. Tingkatan krama, biasanya digunakan pada mitra tutur yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari penutur, seperti seorang bawahan bertutur dengan atasannya atau seorang murid yang bertutur dengan gurunya maka akan menggunakan tingkat tutur krama. Madya merupakan bagian tengah-tengah dalam undakusuk bahasa Jawa. Madya merupakan tingkatan atau undak-usuk diantara krama dan ngoko.

Tingkat tutur madya ini menunjukkan perasaan sopan, tingkat tuturnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. (Poedjosoedarmo, 1979:15). Bahwasanya tingkatan madya bermula dari bentuk krama.

Dalam proses perkembangannya, tingkat tutur ini sudah mengalami proses kolokialisasi atau informalisasi penurunan tingkat. Selain itu, tingkatan ini sudah mengalami proses pluralisasi. Banyak orang menyebut bahwa tingkat tutur madya ini memiliki ciri setengah sopan dan setengah tidak sopan. Orang-orang desa biasanya berbicara dengan tingkat tutur ini terhadap orang yang dia anggap perlu untuk disegani. Digunakan dalam bertutur kata dengan orang yang tingkat sosialnya rendah, tetapi usianya lebih tua dari penuturnya.

Dalam tingkat apapun, kata ngoko digunakan apabila kata tersebut tidak mempunyai padanan pada tingkat kata yang lebih tinggi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dengan kata lain, kosakata dalam bentuk ngoko mempunyai jumlah paling besar diantara kosa kata lainnya.

Bentuk basa ngoko merupakan suatu tatanan kalimat yang terdiri dari kumpulan kata-kata ngoko yang seterusnya akan disebut tembung ngoko, termasuk juga afiks-afiks yang melekat pada tembung ngoko itu sendiri adalah kata-kata yang tidak memiliki atau mengandung suatu nilai halus atau penghormatan. Bentuk madya paling sering dipakai oleh orang-orang yang bermukim di pedesaan ataupun di daerah pegunungan, terutama pada saat kegiatan jual-beli di pasar.

Kemudian, Tembung (leksikon) krama inggil ialah kata-kata yang digunakan paling hormat. Tembung krama inggil dapat ditempatkan bersama-sama dengan rangkaian tembung-tembung ngoko, madya, maupun krama. Basa krama yang biasanya dipakai sebagai bahasa pengantar bagi pranatacara dalam melaksanakan tugas kepranatacaraannya.

Bahasa Jawa juga memiliki basa Jawa baru dan lama. Rerengganan biasanya memakai bahasa Jawa lama/kawi yang memiliki aspek sastra tinggi. Untuk menampilkan ciri sastra, pranatacara menggunakan purwakanthi (lumaksita, sastra, swara) atau nyekar (tembang). 1. Contoh purwakanthi lumaksita (purwakanthi basa): Nun inggih naming Dhimas Sujatmika ingkang kuwawi methik puspita, puspita cempaka, cempaka kang lagya ambabar ganda arum, boten sanes inggih naming Risang Ahayu Retna Kumala.

(Pringgawidagda, 1998: 20) 2. Contoh purwakanthi sastra: Bokmenawi atur kula wonten cicir cewet kuciwanipun, kula nyuwun agunging pangaksama. Wijang wijiling wicara panjenenganipun Rama Sudira kang pindha pinandhita paring sesuluh seserepan dhumateng rising temanten kekalih. Gumarenggeng ambrengengeng kadya sasra bremana ingkang mider hangupeng puspita, hanenggih menika rata kencana ingkang tinitihan dening putra calon penganten kakung ingkang sampun manjing gapuraning palataran.

(Pringgawidagda, 1998: 20). Ketika penganten hendak melakukan kirab, maka pranatacara dapat melantunkan sekar kinanthi: Arsa tedhak sang Dyah Ayu, Keng raka tansah kinanthi, Bagus Dendy setiawan, Kalian Dewi Sitoresmi, arsa kirab kanarendran, Gandheng renteng kanthen nyari. Ketika selesai pahargyan, pranatacara melantunkan sekar pucung: Sampun rampung pahargyan temantenipun, Kanthi karaharjan, Binerkahan mring Hyang Widhi, Sri panganten binedhol nuju wiwara.

d. Pangrengga swara (sound system) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemajuan teknologi membantu pranatacara mengolah suaranya. Suara yang pelan bisa terdengar lebih jelas, suara yang enteng akan terdengar lebih mantab.

Dekat dan jauhnya letak mikrofon dari mulut pranatacara bisa dipakai untuk membedakan suara berat, ringan, pelan, cepat, dan memperjelas desis ketika melafalkan kata-kata bahasa Jawa dalam tingkatan krama inggil. e. Papan (tempat) Tempat dimana seorang pranatacara harus berdiri haruslah sesuai dengan suasana, tidak terlalu dekat dengan tamu, dan tidak terlalu jauh dari tamu apalagi tidak terlihat sama sekali oleh tamu.

Yang paling ideal adalah tempat dimana seorang pranatacara bisa melihat tamu dan seisi tempat acara dengan jelas, juga dekat dengan panitia acara, penata sound system sehingga mengerti jalannya acara dari awal hingga akhir.

f. Pawiyatan (pendidikan) Menjadi seorang pranatacara bisa dipelajari melalui pendidikan formal seperti di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), UNS (Universitas Negeri Surakarta), UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang membuka program studi Bahasa Jawa, pendidikan non formal seperti kursus, penataran, pelatihan atau belajar sendiri.

Ilmu umum yang dipelajari melalui pendidikan, baik formal maupun non formal, harus diimbangi dengan ilmu agama sehingga ia mampu memaparkan ayat-ayat dari kitab apapun.

Jadi dan tidaknya seseorang sebagai pranatacara yang mumpuni tergantung niat dan kemauan. Meskipun tidak belajar melalui pendidikan formal, apabila ia mau belajar melalui pendidikan non formal ditambah mau belajar langsung dari situasi dan suasana dimana acara digelar, ia pastilah bisa menjadi seorang pranatacara yang baik dan handal.

g. Mental Tidak semua orang memiliki mental baja, ada yang berani, ada yang malu-malu. Bisa saja terjadi, seseorang yang sudah belajar dengan tekun, bahkan telah dihapalkan sebelumnya, namun ketika berhadapan dengan tamu yang banyak, mentalnya menjadi ciut, oleh karena seorang pranatacara tidak boleh salah ucap, dan grogi sehingga kata-kata yang seharusnya diucapkan mantap menjadi acak-acakan dan sekenanya saja.

Mental yang tidak kuat, bisa terlihat dari suara yang grogi, badan gemetar, sering salah ucap, dan berdebar-debar. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Agar seorang pranatacara punya mental baja, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, dan berani tampil dengan hasil maksimal, maka dibutuhkan latihan yang terus menerus dan bisa melakukan gladhi (gladhi simulasi ataupun gladhi sebenarnya).

Gladhi simulasi adalah melakukan tugas pranatacara seperti menghadapi tamu yang sebenarnya diluar acara. Gladhi sebenarnya adalah mengikuti kegiatan mranatacara pada acara yang sebenarnya dengan berdiri di dekat pranatacara profesional saat melakukan pekerjaannya.

Ketika sudah merasa berani tampil sendirian, ia bisa mencoba satu dua titilaksana dalam acara tersebut bergiliran dengan pranatacara yang telah profesional (biasanya acara yang memiliki banyak titilaksana adalah acara temanten). Ketika sudah merasa bisa, maka ia bisa melaksanakan tugas pranatacara sendiri.

h. Ketewajuhan (kedisiplinan) Ketewajuhan berkenaan dengan disiplin waktu dan tugas. Disiplin waktu berarti ia harus datang lebih awal dari para tamu yang sebenarnya, memulai acara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dan mengakhiri acara sesuai dengan waktunya.

Disiplin dalam tugas artinya melaksanakan kewajiban sesuai dengan yang diminta penyelenggara acara, tidak meninggalkan tempat acara sebelum acara selesai digelar. i. Gladhen (gladi) Ada tiga tingkatan pranatacara, yaitu pemula, madya, dan professional. Pranatacara pemula biasanya sebelum melaksanakan tugas kepranatacaraannya, ia membuat teks terlebih dahulu dan dihapalkan. Pranatacara madya biasanya hanya membuat catatan garis besar acara yang hendak ia laksanakan.

Pranatacara professional biasanya tidak memerlukan persiapan serius dan matang untuk melaksanakan tugas kepranatacaraannya. Ia bisa diminta kapan saja alias mendadak. Pranatacara pada tingkatan manapun harus melakukan gladhi acara agar acara yang dibawakannya bisa berjalan lancar, kata-kata bisa tepat, suaranya bisa terdengar bagus dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir dengan baik.

j. Kasamaptaan (persiapan) Persiapan sangat penting bagi seorang pranatacara. Siap dalam arti mampu mempersiapkan diri dalam hal kesehatan, penampilan, pakaian, dan acara.

Jangan sampai ketika di daulat menjadi pranatacara, ia sakit sehingga penyelenggara acara harus mencari pengganti. Penampilan dan pakaian sangat mempengaruhi kewibawaan seorang pranatacara, sehingga ia harus mempersiapkan dengan matang kedua hal tersebut sebelum acara digelar. Siap dalam acara berarti bahwa seorang pranatacara harus berkomunikasi dengan penyelenggara acara, panitai acara, bagaimana sebaiknya acara digelar.

Jangan sampai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seorang pranatacara memberikan jeda waktu istirahat, sementara panitia belum siap untuk menyuguhkan makanan dan minuman.

Dalam berpranatacara kita juga harus memperhatikan kode etik pranatacara. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.

Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moral yang ada pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logikarasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian. Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu: 1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat. Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.

Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik yaitu: 1. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional. 2. Menjaga kompetensi sebagai profesional.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Mengetahui dan menghormati doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional. 4. Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab. Menjadi seorang pranatacara berarti memahami etika pranatacara, etika tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

Bila diminta penyelenggara acara tidak menolak. Apabila hendak menolak, maka harus memberikan penjelasan dengan cara yang baik, sopan, halus, dan berhati-hati apalagi bila menyangkut masalah permintaan yang merupakan “sambatan” alias sukarela tanpa dibayar.

2. Harus bisa meyakinkan penyelenggara acara agar mantap dalam memilihnya sebagai calon pranatacara, namun seorang pranatacara tidak boleh sombong dengan membicarakan kemampuannya sebelum tugas dilaksanakan. 3. Siap melaksanakan tugas. 4. Bila bertanya tentang waktu acara doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan siang atau malam), nama tempat, denah lokasi, dan sebagainya dengan jelas sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau kesalahpahaman.

5. Jangan pernah meminta untuk dijemput kecuali jika waktunya terlalu mepet. 6. Jauhi pembicaraan tentang honor atau upah. 7. Jauhi permasalahan pribadi (seperti apakah pengantinnya duda atau janda: untuk perhelatan temanten (pernikahan), meninggal karena apa: untuk acara layatan, dan sebagainya). 8. Jangan menyebut merek sound system. 9. Bila bisa, upayakan datang setengah jam sebelum acara dimulai. Pranatacara dalam Bahasa Jawa sebagai sumber kearifan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kearifan merupakan “sesuatu” yang dihasilkan dari sebuah kecerdasan manusia yang dapat digunakan oleh sesamanya sebagai sarana pencerdasan pula. Kearifan dihasilkan dari proses pemikiran dan pengambilan keputusan yang bijaksana, tidak merugikan semua pihak, serta bermanfaat bagi siapapun yang tersapa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kearifan itu. Kearifan dapat menjadi sarana pemelajaran bagi setiap manusia untuk menjadi orang yang cerdas, pandai, dan bijaksana.

Kebudayaan dapat diartikan sebagai seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan untuk mencukupi segala kebutuhan serta hasratnya untuk memperbaiki hidupnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kearifan dalam budaya adalah seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat yang dilakukan dan ditujukan untuk memberikan makna manusiawi dan membuat tata kehidupan yang manusiawi pula.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, usaha dan hasil budaya manusia diarahkan untuk meningkatkan harkat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kearifan dalam budaya merupakan bentuk kecerdasan yang dihasilkan oleh masyarakat pemilik kebudayaan yang bersangkutan.

Sebuah kearifan lokal merupakan kecerdasan yang dihasilkan berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri sehingga menjadi milik bersama. Kearifan lokal budaya Jawa merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Jawa sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain.

Mempelajari dan menghayati budayanya sendiri akan menghasilkan kecerdasan bagi para pelakunya, karena mereka terlibat langsung dalam penciptaan budayanya, melalui pengalaman hidup yang dijalani bersama, namun bukan berarti kebudayaan suku atau bangsa lain tidak dapat dipelajari. Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh sekelompok etnis manusia yang diperoleh melalui pengalaman hidupnya serta terwujud dalam ciri-ciri budaya yang dimilikinya.

Kearifan lokal memiliki ketahanan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar dan mampu berkembang untuk masa-masa mendatang. Kepribadian suatu masyarakat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan kearifan lokal dalam menghadapi kekuatan dari luar. Jika kearifan lokal hilang atau musnah, maka kepribadian bangsapun memudar.

Orang Jawa yang masih menghayati ke-Jawa-annya, memandang bahwa kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang adiluhung. Adiluhung dapat dipadankan dengan luhur. Kebudayaan adiluhung artinya kebudayaan luhur yang diciptakan untuk mencapai tujuan yang luhur.

Ketika orang Jawa mengajarkan pengetahuan, pranata, adat, norma-norma, ataupun nilai-nilai Jawa kepada generasi berikutnya tentu mereka menanamkan bahwa orang Jawa wajib melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung itu. Keyakinan atas keadiluhungan kebudayaan mewujud menjadi sebuah hukum yang ketat yang dijabarkan dalam pranata adat ataupun aturan-aturan di dalam kehidupan keluarga. Kebudayaan yang adiluhung yang mereka yakini dapat terpinggirkan oleh budaya lain atau bahkan terlupakan dan pada akhirnya punah.

Jika kebudayaan Jawa tidak dianut lagi, barangkali, generasi berikutnya menjadi generasi yang tidak lagi berperilaku njawani seperti layaknya orang Jawa. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa merupakan pengejawantahan dari apa yang dipelajari dan dipikirkan manusia.

Bahasa merupakan representamen kebudayaan. Kebudayaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan hasil usaha manusia untuk mengatasi keterbatasan manusia dalam mempertahankan dan memfasilitasi keberadaan hidupnya yang dipahami melalui proses belajar hingga menjadi milik bersama. Bahasa yang dipakai oleh seorang pranatacara adalah bahasa Jawa krama inggil, yakni bahasa Jawa yang tingkatannya berada paling tinggi.

Bahasa Jawa krama inggil memiliki unsur sastra dan seni yang tinggi. Bahasa ini biasanya dipakai dalam situasi resmi. Unsur seni yang tampil dalam bahasa Jawa krama inggil antara lain berupa pilihan susunan kata-kata, metaphor, dan kesamaan bunyi mengubah tuturan yang disampaikan menjadi tuturan yang puitis.

Tuturan yang disajikan dengan bahasa seni (bahasa yang indah) disebut basa rinengga yaitu bahasa yang diperindah. Cara memperindah tuturan dimaksud dilakukan dengan mengubah kalimat dan mengganti kata-kata tertentu dengan kata-kata lain yang bersinonim atau menggunakan metaphor. Unsur seni yang berupa persamaan bunyi dalam tuturan bahasa Jawa disebut purwakanthi yakni menyebut kembali apa yang telah diujarkan dedepannya (sebelumnya).

Seorang pranatacara biasa menggunakan bentuk ini dalam acara temanten. Unsur seni yang terdapat dalam tuturan formal pada upacara temanten berupa penyulihan kata-kata yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan kata-kata sinonimnya diambil dari ragam sastra. Penggunaan kata-kata dari ragam sastra merupakan sebuah kelaziman yang hadir dalam tuturan pidato pranatacara. Selain menciptakan rasa kenyamanan, bahasa seni yang dihadirkan dalam upacara temanten mampu menciptakan suasana agung dan sakral.

Pranatacara adalah sebuah profesi yang erat kaitannya dengan budaya dan bahasa Jawa. Kehadirannya ditengah masyarakat menjadikan budaya Jawa yang adiluhung tetap dipakai dalam kehidupan bermasyarakat. Kita bisa membayangkan jika sudah tidak ada lagi masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupannya, dan tidak pernah mendengar orang menggunakan bahasa tersebut didalam masyarakat, maka bahasa Jawa lama-kelamaan pasti akan hilang keberadaannya.

Pranatacara dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Jawa dalam situasi resmi dan sakral maupun situasi santai akan menjadi salah satu unsur pembangkit dipakainya kembali bahasa Jawa di ranah publik. Kecakapan pranatacara dalam menjalankan profesinya, didukung oleh pemahaman masyarakat Jawa pada umumnya, bahwa acara-acara sakral dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com agung tidaklah nyaman dihati mereka jika tidak ada unsur ke-Jawa-annya.

Unsur ke-Jawa-an yang dimaksud adalah penggunaan bahasa Jawa krama inggil dengan unsur seni dan sastra yang tinggi sehingga suasana kesakralan akan terasa dan menyentuh hati. Sekarang ini seperti sedang berkembang suatu tren, baik di kalangan keraton, pejabat negara, pengusaha, maupun rakyat biasa yang menggunakan jasa pranatacara sebagai pembawa acara yang mereka gelar.

Dalam hal ini, fungsi pranatacara sebagai salah satu pemakai dan pelestari budaya Jawa menjadi sangat berarti. Tren yang sedang berkembang hendaknya terus di uri-uri atau dilestarikan agar anak dan cucu dapat terus menjumpai dan mendengar bentuk-bentuk sastra Jawa yang adiluhung di masyarakat. Seringnya menjumpai dan mendengar bentuk bahasa Jawa yang dibawakan oleh seorang pranatacara, maka akan memunculkan bibit-bibit pranatacara baru yang nantinya akan menggantikan fungsi pranatacara yang telah tua atau meninggal.

Dengan demikian, regenerasi profesi pranatacara akan dapat terus terjadi. Regenerasi inilah yang akan tetap melestarikan budaya Jawa yang adiluhung sebagai suatu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hanya akan dijumpai dalam masyarakat Jawa sebagai ciri khas budaya Jawa.

Ayahku saat itu paling sering menjadi pranatacara pada acara mantenan (pernikahan). PRIMBON Well, dalam Kejawen, pasti gak lepas dengan adanya buku atau kitab primbon. Sebenarnya apa sih primbon itu? Oke lah kalo beg beg begitu.mari kita simak bareng aja temuan aku apa itu primbon yang menjadikan buku atau kitab bagi kalangan tertentu yang menjadi kontroversial, fenomenal dalam kaum or penganut kejawen. Primbon berasal dari kata bahasa Jawa, yaitu: bon, mbon atau mpon yang berarti induk, lalu kata tersebut mendapat awalan pri atau peri yang berfungsi meluaskan kata dasar.

Jadi kesimpulannya, buku primbon dapat di artikan sebagai induk dari kumpilan-kumpulan catatan pemikiran orang Jawa kuno. Catatan-catatan yang dimuat menjadi sebuah kitab (kitab primbon) dianggap penting. Pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan mejadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang Jawa sejak zaman dahulu untuk panduan menjalani kehidupan sehari-hari. Primbon Jawa kuno dibuat pada zaman pemerintahan Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 Masehi.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Primbon merupakan buku yang berisi perhitungan, perkiraan, ramalan dan sejenisnya mengenai hari baik dan buruk untuk melakukan segala sesuatu, serta perhitungan untuk mengetahui nasib dan watak pribadi seseorang berdasarkan hari kelahiran, nama, dan ciri-ciri fisik. (Bay Aji Yusuf, 2009). Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer disebutkan bahwa primbon merupakan kitab yang berisi ramalan perhitungan baik, buruk, dan sebagainya.

Umumnya primbon bersifat anonim. Kalaupun nama yang tertera, sebagian besar hanya merupakan penyusunnya saja. Kecuali seri Bataljemur Adammakna yang ditulis oleh pangeran Harya Tjakraningrat dari kesultanan Yogyakarta. Suwardi Endaswara juga menyebutkan bahwa primbon merupakan gudangnya ilmu pengetahuan.

Mistikus Jawa disebut juga primbonis. Karena segala gerak dan tingkah laku didasarkan pada kitab primbon.

Karena primbon memuat berbagai macam persoalan hidup. Dalam hal ini Suwardi membagi ajaran primbon sebagai berikut: 1. Pranata Mangsa Merupakan cara membaca gejala alam semesta. Atau disebut juga tafsir alam (ngalam) semesta. Biasa digunakan kaum tani pedesaan untuk menghitung waktu tandur (menanam padi) atau nelayan untuk mengetahui waktu melaut.

2. Petungan Merupakan hitungan-hitungan neptu (nilai numerik). Misalnya, dalam mencari kecocokan jodoh, nama laki-laki dan perempuan dihitung sedemikian rupa sesuai dengan abjad Jawa yang 20, kemudian dibagi tujuh, maka sisanya adalah kondisi yang akan terjadi jika menikah. 3. Pawukon Merupakan rumusan perhitungan waktu, hari, pasaran, bulan ataupun tahun. 4. Pengobatan Merupakan wejangan pengobatan tradisional. 5. Wirid Biasanya berupa sastra Wedha. Di dalamnya terkandung pesan, sugesti, larangan yang menuju ke suatu titik mistik.

Yang bertujuan agar terciptanya keharmonisan manusia Jawa dengan sesamanya, alam semesta dan Tuhan. 6. Aji-aji Merupakan gambaran hidup supranatural orang Jawa. Menurut masyarakat kejawen, mantra memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa jika diyakini. 7. Kidung This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Syair yang berisi wejangan dan sebagainya.

8. Ramalan/Jangka Ramalan sama halnya seni petungan. Hanya saja lebih luas, tidak sekedar masalah individu seperti jodoh dan nikah, tetapi lebih bersifat luas, seperti apa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan terjadi dalam masyarakat diramalkan dalam Jangka Jayabaya. 9. Tata Cara Slametan Merupakan tata cara ritual orang Jawa sebagai tanda syukur, tolak bala’ ataupun yang lainnya.

10. Donga/Mantra Donga atau mantra seperti halnya wirid dan aji-aji, tetapi menggunakan ayat-ayat alQur’an yang ejakannya dijawakan (dipegonkan). 11. Ngalamat/Sasmita Gaib Ngalamat biasanya berupa fenomena aneh di alam semesta.

Masyarakat kejawen menganggap fenomena ganjil tersebut sebagai pertanda. Primbon merupakan catatan-catatan yang dianggap penting mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pedoman hidup dan tatanan tradisi. Dalam primbon, misalnya, terdapat catatan mengenai berbagai mantra dan rumusan mencari waktu-waktu tertentu yang dianggap baik (untung;Jawa) untuk melakukan segala sesuatu dan waktu-waktu yang dianggap jelek (naas; Jawa) untuk melakukan sesuatu.

Bentuk dan penghitungan kalender Jawa hampir sama dengan kalender Hijriyah yang digunakan oleh umat Muslim. Keduanya sama-sama memiliki jumlah bulan yang sama, hanya saja nama bulannya yang berbeda dan jumlah harinya yang sedikit berbeda.

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, hasil dari catatan-catatan yang dimasukkan ke buku induk salah satunya adalah penanggalan. Hitungan hari dalam kalender Jawa itulah yang menjadi dasar perhitungan ramalan primbon Jawa. Penanggalan (Kalender) Islam No. Penanggalan Islam Lamanya Hari 1 Muharram 30 2 Safar 29 3 Rabiul awal 30 4 Rabiul akhir 29 5 Jumadil awal 30 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 6 Jumadil akhir 29 7 Rajab 30 8 Sya'ban 29 9 Ramadhan 30 10 Syawal 29 11 Dzulkaidah 30 12 Dzulhijjah 29/(30) Jumlah 354/355 Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah. Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah).

Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi). Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali dengan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari: 1. Al-Ahad (Minggu) 2. Al-Itsnayn (Senin) 3. Ats-Tsalaatsa' (Selasa) 4. Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu) 5.

Al-Khamsah (Kamis) 6. Al-Jumu'ah (Jumat) 7. As-Sabt (Sabtu) Penanggalan (Kalender) Jawa Berikut beberapa perbedaan dan kesamaan penanggalan bulan Jawa dengan Hijriah: Bulan dalam kalender Hijriah adalah: 1. Januari 2. Februari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Maret 4. April 5. Mei 6. Juni 7. Juli 8. Agustus 9. September 10. Oktober 11. November 12. Desember Bulan dalam kalender Jawa adalah: 1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadil Awal 6. Jumadil Akhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar Penanggalan hari dalam kalender Hijriah adalah: 1. Senin 2. Selasa 3. Rabu 4. Kamis 5. Jumat 6. Sabtu 7. Minggu Penanggalan hari/ pasaran dalam kalender Jawa adalah: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Primbon yang tertua ditulis pada masa Mataram Islam.

Ini menunjukkan bahwa sebelum Mataram, bahkan sebelum masuknya Islam ke Jawa, Primbon belum didokumentasikan secara tertulis. Namun demikian, akar primbon yang berupa ramalan astrologi telah lama dikenal dengan Serat Jayabaya atau yang dikenal sebagai ramalan Jayabaya.

Primbon Jawa kuno digunakan untuk mengetahui sifat seseorang, keberuntungan, hari baik, kecocokan jodoh, serta seluk beluk kehidupan yang ingin diketahui oleh manusia. Pada dasarnya primbon Jawa kuno diciptakan sebagai pedoman hidup bagi manusia.

Percaya atau tidaknya semuanya kembali kepada pribadi masing-masing. Di Perpustakaan Nasional terdapat banyak jenis primbon, seperti Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, Lontarak Bola, dan lainnya. Primbon yang ditulis lebih sistematis terbit pada tahun 1912-1930-an. Selanjutnya primbon bukan lagi sekedar catatan keluarga, tetapi justru sudah menjadi petunjuk praktis dalam kehidupan.

Seri Primbon Betaljemur Adammakna terbitan Solo misalnya disusun secara berseri dengan Attasadhur Adammakna dan Lukmanakim Adammakna dalam dua bahasa, Jawa dan Indonesia. Sebagai contoh wujud dari hasil Ilmu kejawen yang ada di Jawa yang mencakup tentang 3 masalah utama yaitu: realita, pengetahuan dan nilai. Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: 1. Realita, ialah mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus kepada masalah kebenaran.

Kebenaran akan timbul bila orang telah dapat menarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki ini telah nyata.

2. Pengetahuan, yang berusaha menjawab pertanyaan-pernyataan seperti apa hak pengetahuan, cara manusia memperoleh dan menangkap pengetahuan itu, dan jenisjenis pengetahuan. Pengetahuan dipelajari oleh epistemologi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Nilai, yang dipelajari oleh cabang filsafat yang disebut aksiologi. Pertanyaan dicari jawabannya antara lain adalah seperti nilai-nilai yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manusia dan dapat digunakan sebagai dasar hidupnya.

Tiga konsep masalah utama tersebut berkenaan mengenai konsep waktu menurut masyarakat kejawen, diantaranya: a. Petungan Sangkan, Bebrayan, Kromo, lsp. (Perhitungan untuk Bepergian, Kegiatan Kebersamaan, Menentukan Pasangan Hidup atau Menikah, dll) Bab Nanda Rahajune Laku Petikan Saking Kitab Primbon Dina Ngalor Ngetan Ngidul Ngulon 1.

Ngat Mengeng Slamet Redjeki Kasurang-surang 2. Senen Rahaju Redjeki gedhe Kasurang-surang Oleh gawe 3. Selasa Slamet Mengeng Rejeki gedhe Redjeki 4. Rebo Redjeki Oleh gawe Mengeng Mengeng 5. Kemis Slamet Mengeng Redjeki Slamet 6. Djumuah Redjeki Mengeng Mengeng Bejik 7. Sabtu Slamet Oleh gawe Redjeki Mengeng Maha Primbon Djawa Taun 1912 Keterangan: 1.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ngat : hari Minggu Djumuah: hari Jum’at Mengeng: goyah, mendapat masalah, kesusahan Redjeki: rejeki Oleh gawe: mendapat pekerjaan, rejeki/hal yang baik Bejik : baik Rahayu: keindahan, kedamaian, aman dan selamat Kasurang-surang: sengsara, celaka, mendapat kesusahan, tidak mendapat ketenangan Orang Jawa yang masih menganut ilmu kejawen memang kental akan tradisi, adat dan pantangan.

Jika dilihat dari tabel diatas ada beberapa aturan orang Jawa tersebut dimana sejak jaman kuno dulu sampai sekarang masih ada yang mempercayai hal baik/hal buruk untuk menentukan hari baik menurut arah mata angin (kompas) tentang arah mana yang dianggap baik/buruk menurut paham kejawen dimana arah mata angin yang tepat untuk mencari pekerjaan, bercocok tanam, mendapatkan pasangan hidup/menikah, dll.

Misalnya: Orang yang lahir pada hari Senin menurut tabel diatas; apabila mencari jodoh, pekerjaan, dll hendak ke arah ngalor ‘’utara’’ diperbolehkan sebab tertulis kata rahayu berarti perdamaian, aman dan selamat.

Kalau kearah ngetan timur dikatakan rejeki gedhe artinya rezki yang besar, kearah ngidul selatan dikatakan kasurang-surang mendapat kesusahan; berarti tidak mendapatkan ketenangan jadi menurut kepercayaan Jawa tidak boleh dilakukan kalau dilakukan berarti akan mendapat kesusahan. Apabila kearah ngulon barat tertulis oleh gawe maksudnya mendapat pekerjaan atau hal baik. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dina Pasaran Jawa (Hari Pasarnya Jawa) DINA PASARAN JAWA PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Misalkan ada kasus begini: Si A lahir pada hari selasa kliwon, pantangan pertama adalah kamis wage, kedua adalah rabu pon (dihitung dari 9 hari kedepan menurut pasaran jawa pada tabel diatas) pada dua hari tersebut, dia tidak boleh bepergian, bercocok tanam, mencari jodoh/menikah, mendirikan bangunan, dsb sebab kalau dilanggar menurut paham aturannya akan mendapatkan musibah (celaka/mati).

Disamping itu, menurut kepercayaan yang sudah tertulis dalam kitab primbon, orang tua yang mempunyai seorang anak (laki-laki/perempuan) yang lahir pada hari selasa kliwon salah satu orang tuanya bapak/ibu tidak akan menjumpai anaknya saat melangsungkan pernikahan (sudah meninggal terlebih dahulu). Kata ibuku saat aku dilahirkan pada hari kelahiran Selasa Kliwon di dunia, ayahku saat itu tidak pulang ke rumah (pergi) tanpa ada pesan perginya entah kemana selama tiga hari.

Mungkin karena alasan itulah, saat itu ayahku awalnya tidak begitu suka dengan hari kelahiranku karena dianggap sebagai hari sialnya. b. Membaca Jodoh dalam Primbon. Dalam masyarakat kejawen, jodoh memang termasuk misteri. Karena Tuhan merahasiakannya.

Namun, dalam primbon, untuk mencari jodoh maka harus melalui petungan (perhitungan huruf) secara khusus. Dalam hal ini ada orang yang menerapkan petungan untuk mencari jodohnya, ada pula yang menerapkan petungan ke dalam mistik melalui tirakat. Dalam petungan ini biasanya menggunakan pasatowan salaki-rabi, yakni mempersatukan nama calonnya. Contoh petungan-nya menurut kitab Primbon Betaljemur Adammakna. Ngat Neptunya 5 Kliwon Neptunya 8 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Senen Neptunya 4 Legi Neptunya 5 Seloso Neptunya 3 Rebo Neptunya 7 Pahing Neptunya 9 Kemis Neptunya 8 Djumuah Neptunya 6 Pon Neptunya 7 Sabtu Neptunya 9 Wage Neptunya 4 Sura Neptunya 7 Rajab Neptunya 2 Sapar Neptunya 2 Ruwah Neptunya 4 Rabiul Awal Neptunya 3 Pasa Neptunya 5 Rabiul Akhir Neptunya 5 Sawal Neptunya 7 Jumadil Awal Neptunya 6 Dulkadah Neptunya 1 Jumdil Akhir Besar Neptunya 1 Neptunya 3 Keterangan: Neptu: Nilai jumlah angka dari suatu hari dan pasaran Cara untuk menghitung angka pada hari dan neptu pasaran adalah: Djumuah: 6, Kliwon, 8.

Jadi, 6+8 = 16 c. Menentukan Hari Baik dan Buruk menurut Primbon. Dalam Islam, semua hari itu dianggap baik semua, namun menurut kitab Primbon terdapat hari yang dianggap baik dan buruk dalam menentukan kegiatan tertentu. Misalnya: menikah, sunatan (walimatul khitan), mendirikan bangunan, bepergian, dan lain-lain.

Berikut tabel rumus yang dikutib dari kitab Primbon. Urip Guna Bisa Lara Pati Cilaka Susah 1.1 Sura 8 3 9 6 7 4 5 3.1 Sapar 6 8 7 4 5 3 9 4.5 Mulud 3 7 6 5 4 doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan 8 9 5 3 6 4 7 8 9 4 3 7 8 6 5 4 8 5 9 6 7 3 6.5 7.4 2.4 Bakda Mulud Jumadil Awal Jumadil Akhir This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.3 Rejeb 6 8 7 4 5 3 9 5.3 Ruwah 4 6 5 9 3 8 7 6.2 Pasa 3 5 7 8 4 6 9 1.2 Syawal 8 3 9 6 7 5 4 2.1 Apit 7 6 5 3 8 4 9 4.1 Besar 5 7 6 8 4 9 3 Keterangan: 3 : Selasa 5: Ngat 7: Rebo 9: Sebtu 4: Senin 8: Kemis 10 Guna: Senang, Gembira 6: Djumuah 11.

Pati: Kematian d. Perhitungan Neptu Untuk Pernikahan. Neptu hari dan pekan (pasaran) dari kelahiran, calon suami dan istri, masing-masing dijumlahkan. Kemudian, hasilnya dibagi 9 dan dicatat sisanya. Dan hasil sisanya tersebut mempunyai makna sebagai berikut: 1 dan 1: baik, saling mencintai, 1 dan 2: baik, 1 dan 3 : kuat, tetapi rejekinya jauh, 1 dan 4: banyak celakanya, 1 dan 5: bercerai, 1 dan 6: sulit kehidupannya, 1 dan 7 : banyak musuh, 1 dan 8: sengsara, 1 dan 9: tempat berlindung, 2 dan 2 : selamat, rejeki banyak, 2 dan 3: salah satu meninggal lebih dulu, 2 dan 4: banyak mengalami godaan, 2 dan 5: banyak celakanya, 2 dan 6 : cepat kaya, 2 dan 7: banyak anaknya yang mati, 2 dan 8: murah rejeki, 2 dan 9: banyak rejeki, 3 dan 3: melarat, 3 dan 4: banyak celakanya, 3 dan 5: cepat cerai, 3 dan 6: mendapat anugrah, 3 dan 7 banyak mendapat celakanya, 3 dan 8: salah satu meninggal dulu, 3 dan 9: banyak rejeki, 4 dan 4: doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sakit, 4 dan 5: banyak mengalami godaan, 4 dan 6: banyak rejeki, 4 dan 7: melarat, 4 dan 8: banyak mengalami rintangan, 4 dan 9: salah satu kalah, 5 dan 5: terus mendapatkan keberuntungan, 5 dan 6: murah rejeki, 5 dan 7: selalu ada mata pencaharian, 5 dan 8: mengalami banyak rintangan, 5 dan 9: murah rejeki, 6 dan 6: banyak celakanya, 6 dan 7: rukun, damai dan tentram, 6 dan 8: banyak musuh, 6 dan 9: sengsara, 7 dan 7: terhukum oleh istrinya, 7 dan 8: mendapat celaka karena diri sendiri, 7 dan 9: perjodohannya langgeng, 8 dan 8: dicintai orang lain, 8 dan 9: banyak celakanya, 9 dan 9: susah rejeki.

Contoh: hari kelahiran suami adalah Jum’at Kliwon, neptu Jum’at = 6, ditambahkan dengan neptu Kliwon = 8. 6+8 = 14 dibagi 9, maka sisanya 5. Sedangkan istri umpamanya kelahiran Jum’at Pahing. Neptu Jum’at = 6, neptu Pahing = 9. Jika ditambahkan menjadi 15. Kemudian hasilnya dibagi 9 maka menjadi 6. Jadi, sisa keduanya: 5 dan 6 yang jatuhnya murah rejeki. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Perhitungan Neptu Dan Pasaran Suami Istri. Neptu hari kelahiran dan pasaran suami istri dijumlahkan, hasilnya kemudian dibagi menjadi 4 maka sisanya: 1 Bermakna Gonto: jarang memiliki anak, 2 Bermakna Gembali: banyak anak, 3 Bermakna Sri : banyak rejeki, 4 Bermakna Punggel : salah satu meninggal.

Contoh: misal hari kelahiran suami adalah Jum’at Pon, neptu Jumat: 6, neptu Pon:7. Sedangkan hari kelahiran istri Rabu Pahing, neptu Rabu: 7, neptu Pahing : 9. Jika dijumlahkan maka hasilnya 29. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dibagi menjadi 4, maka tersisa 1.

Bilangan 1 jatuh pada bilangan gonto yang bermakna jarang memiliki anak. f. Perhitungan Weton Pasaran Untuk Suami Dan Istri. Perhitungan ini didasarkan menurut hari kelahiran kedua pasangannya, yakni: Ngat dengan Ngat: sering sakit, Ngat dengan Senin: banyak penyakitnya, Ngat dengan Selasa: miskin, Ngat dengan Rabu: yuwana (selamat meskipun difitnah orang), Ngat dengan Kamis: bertengkar, Ngat dengan Jum’at: yuwana, Ngat dengan Sabtu: miskin, Senin dengan Senin: tidak baik, Senin dan Selasa: yuwana, Senin dan Rabu: anaknya wanita, Senin dan Kamis: dicintai banyak orang, Senin dan Jum’at: yuwana, Senin dengan Sabtu : berekat (selalu cukup, meskipun pendapatannya sedikit), Selasa dengan Selasa: tidak baik, Selasa dan Rabu: kaya, Selasa dan Kamis: kaya, Selasa dengan Jum’at: bercerai, Selasa dengan Sabtu: sering bertengkar, Rabu dengan Rabu: tidak baik, Rabu dengan Kamis: yuwana, Rabu dengan Jum’at: yuwana, Rabu dengan Sabtu: baik, Kamis dengan Kamis: yuwana, Kamis dengan Jum’at: yuwana, Kamis dengan Sabtu: bercerai, Jum’at dengan Jum’at: miskin, Jum’at dengan Sabtu: celaka, Sabtu dengan Sabtu: tidak baik.

g. Perhitungan Pernikahan Nama Penganten Pria dan Wanita Diambil Huruf Awal dan Akhirnya Versi Pertama Misalnya: Nama Pengantin Pria A dengan Wanita B diambil huruf awal dan akhirnya saja, kemudian neptu masing-masing huruf suami dan istri tersebut dijumlahkan.

Berapa sisa masing-masing? Jika ada sisanya maka: 1 dan 1 Baik 3 dan 9 Baik 1 dan 2 Baik 4 dan 4 Jahat 1 dan 3 Bertengkar 4 dan 5 Cerai 1 dan 4 Cerai 4 dan 6 Cerai 1 dan 5 Cerai 4 dan 7 Jadi musuh 1 dan 6 Cerai 4 dan 8 Jadi musuh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1 dan 7 Jadi musuh 4 dan 9 Dianggap jelek 1 dan 8 Mati 5 dan 5 Siang sialnya 1 dan 9 Jadi penghulu 5 dan 6 Cerai 2 dan 2 Baik 5 dan 7 Cerai 2 dan 3 Mati 5 dan 8 Cerai 2 dan 4 Baik 5 dan 9 Baik 2 dan 5 Cerai 6 dan 6 Jelek tapi tidak cerai 2 dan 6 Jelek 6 dan 7 Baik 2 dan 7 Sering cerai/rujuk 6 dan 8 Baik 2 dan 8 Tidak mudah cerai 6 dan 9 Cerai 2 dan 9 Baik 7 dan 7 Baik 3 dan 3 Lipat 7 dan 8 Baik 3 dan 4 Tidak jadi 7 dan 9 Kejahatan 3 dan 5 Cerai 8 dan 8 Baik 3 dan 6 Baik 3 dan 7 Celaka 8 dan 9 Banyak anak tapi mendapat celaka 3 dan 8 Cerai 9 dan 9 Pisah tapi tidak cerai Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 1 11 Pa 7 2 Na 3 12 Da 3 3 Ca 5 13 Ja 6 4 Ra 7 14 Ya 5 5 Ka 2 15 Nya 10 6 Da 4 16 Ma 4 7 Ta 7 17 Ga 2 8 Sa 9 18 Ba 4 9 Wa 1 19 Tha 9 10 La 1 20 Nga 10 Misalnya: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nama penganten Pria misalkan bernama Sudargo, huruf awalnya Sa dan akhirnya Ga. Masing-masing neptunya adalah 9 dan 2, jumlahnya 11 dibagi 9, maka untuk penganten pria sisa 2 (dua).

Sedangkan nama penganten wanita, misalkan namanya Satimah, huruf awalnya adalah Sa, dan akhirnya Ma, masing-masing neptunya 9 dan 4, jumlahnya 13 dibagi 9 maka penganten wanita sisa 4 (empat), jadi 2 dan 4 (lihat tabel diatas) berarti baik. h. Perhitungan Pernikahan dengan Mengambil Huruf Depan dan Belakang Versi Kedua Misalnya: Ambil huruf depan dan belakang dari pasangan penganten. Jumlahkan seluruh neptu hurufnya, kemudian dibagi 7. Jika sisa, maka menjadi: 1 Tunggak tan semi, Anaknya banyak yang mati 2 Pisang punggel, Cerai 3 Lumbung gumuling, Boros 4 Sanggar waringin, Jadi tempat berlindung 5 Pedaringan kebak, Kaya 6 Satriya lelaku, Baik kalau berdagang 7 Pandhita mukti, Tentram dan selamat Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 6 11 Pa 1 2 Na 3 12 Da 4 3 Ca 3 13 Ja 3 4 Ra 3 14 Ya 8 5 Ka 3 15 Nya 3 6 Da 5 16 Ma 5 7 Ta 3 17 Ga 1 8 Sa 3 18 Ba 2 9 Wa 6 19 Tha 4 10 La 5 20 Nga 2 Misalnya: Ada seorang nama pengantin bernama Surono, huruf awalnya Sa dan akhirnya Na.

Masing-masing neptunya adalah 3 dan 3, maka jumlahnya 6. Sedangkan nama penganten This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com wanitanya Mardiyah, huruf awalnya Ma dan akhirnya Ya.

Masing-masing neptunya 5 dan 8, maka jumlahnya menjadi 13. Jumlah keseluruhan (6+13) hasilnya menjadi 19, kemudian dibagi 7, sisanya 5, jatuh pada Pedharingan Kebak, artinya : kaya.

i. Membaca Gejala Alam Kehebatan orang Jawa (Bay Aji Yusuf, 2009) dalam membaca alam semesta telah melahirkan seni pranatamangsa yang merupakan tafsir alam semesta. Sampai saat ini pranatamangsa masih banyak digunakan kaum tani di pedesaan. Mereka dengan cerdik tahu saat yang tepat untuk menanam. Hal ini meminalisir petaka yang mungkin menimpa. Pranatamangsa sama halnya dengan horoskop atau ramalan bintang. Dalam Primbon Attasadhur Adammakna dijelaskan bahwa ada 12 Penget Palintangan beserta baik dan buruknya mengerjakan sesuatu.

Kemungkinan besar Penget Palintangan menyadur nama-nama buruj (zodiak) dalam Islam. No. Palintangan Buruj Zodiak 1 Kam, lun Al Hamlu Aries 2 Sur Al Tsauru Taurus 3 Jud Al Jawza’ Gemini 4 Surtan Al Sarthan Cancer 5 Kasad Al Asad Leo 6 Sambulah Al Sambulah Virgo 7 Mijan Al Mizan Libra 8 Ngakarad Al ‘Aqrab Scorpio 9 Kus Al Qaws Sagitarius 10 Jadiyun Al Jadyu Carpicorn 11 Daliyun Al Dalwu Aquarius 12 Kuda Al Hut Pisces Dapat disimpulkan bahwa Penget Palintangan menyadur dari nama-nama Arab, bersamaan dengan politik Sultan Agung dalam mendamaikan budaya golongan santri dan abangan.

Namun, tampaknya dalam era modern ini, tidak banyak orang yang masih bertumpu dalam perhitungan Primbon. Kalau dulu jodoh masih didominasi oleh orang tua dengan perhitungan Primbon. Inilah zaman yang disebut orang Jawa sebagai Kebo nusu gudel, maksudnya: orang tua yang dinasehati oleh anak, bukan sebaliknya.

j. Para Maling (Pencuri) dari Kalangan Penganut Primbon Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Misalnya: Jika ingin selamat menjalankan profesinya sebagai pencuri atau maling, juga harus mempelajari Primbon yang disebut sebagai kalamunyeng atau kalamudeng.

Kapan hari yang baik baginya untuk maling berdasarkan hitungan tempat tinggal dan tanggal lahir si maling tersebut. Dalam hal ini keselamatan masyarakat juga dihitung berdasarkan letak dan tempat masyarakat tersebut dalam tata tertib kosmos Agung. Kunci primbon adalah memahami waktu absolutnya terlebih dulu. Penemuan waktu ini akan dapat menentukan di mana letak seorang manusia dalam ruang semesta, khususnya dalam relatifnya di dunia ini.

Karena tempat seorang manusia telah ditentukan berdasarkan kemunculannya dalam waktu, maka semua gerak-geriknya harus diatur berdasarkan waktu tersebut kalau manusia itu mau selamat.

Begitu pula kala seseorang mau mencelakakan orang lain lewat gaib atau langsung, maka dia harus mengetahui letak dan tempat orang lain tersebut doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pola tata tertib waktu dan ruangnya dalam alam semesta (kosmos). k. Mengenal Sifat atau Watak Seseorang Melalui Weton atau Hari Kelahiran Senin Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Menurut Kehormatan Kelompok Anda suka pada hari kepercayaan keluarga" ini suka menyampaikan Senin Pon, Jawa, jika anda adalah prinsip berkeliling pendapat dengan anda adalah lahir pada hari kalangan Senin dan melihat- tegas, dan tidak seseorang Senin Wage Kliwon.

Anda lihat dunia, akan terpengaruh yang penuh anda jarang terkenal karena entah secara oleh omongan kontradiksi. terjebak dalam pengabdian fisik ataupun orang lain bila tidak Anda keadaan yang anda terhadap secara menemukan alasan mungkin memalukan!

Ini orang tua, anak, intelektual. untuk terlihat dikarenakan kakak-adik, Mereka juga mempercayainya. sebagai orang anda suka bahkan sering suka Meskipun yang tangguh, merencanakan pula kerabat berdebat. demikian, anda yang suka dan jauh. Anda Namun, adalah seorang tampil kuat, menimbang bersedia mereka tidak yang perasa, jujur, bahkan pilihan anda mengorbankan bersifat beriba, dan bercita- dengan dengan hati- semuanya antagonis; cita tinggi. Anda bangga hati jauh untuk membela kalangan ini adalah pekerja giat memamerkan sebelum keluarga anda.

sebenarnya yang tidak suka kekayaan mengambil Anda memiliki terlalu sopan menghambur- anda (atau tindakan. Anda perasaan yang bahkan hamburkan hasil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kepandaian cukup jujur dan kuat terhadap untuk jerih payah. anda bila tidak keberatan asal anda, bermimpi Cobalah untuk hanya itu yang mendengarkan bahkan menyakiti mengendalikan anda miliki!).

permasalahan mungkin juga perasaan perasaan anda yang Namun, anda orang lain. terhadap negara orang lain. sensitif agar tidak sebenarnya Berkat tempat anda Konon selalu memasukkan adalah pendekatan lahir.

mereka juga dalam hati setiap seseorang anda yang Sayangnya, sangat murah perkataan atau yang sangat tenang, anda segala hal hati. tindakan orang perasa. Orang mampu tampil cenderung Tampaknya, lain.

lain akan meyakinkan di terlalu mereka selalu terkejut depan dimasukkan memiliki bila masyarakat, hati, sehingga kepribadian mendapati sehingga anda anda mudah yang betapa ramah, memiliki bekal tersinggung. cemerlang. sopan dan menjadi Terkadang jika saja bertanggung diplomat yang perlu waktu mereka mau jawab anda baik.

Meskipun untuk membuat berhenti sebenarnya. demikian, anda tenang mencampuri Tidakkah sekali anda kembali. urusan orang anda merasa marah, anda Meskipun lain! lebih baik tidak akan mau demikian, pada sekarang?

menerima dasarnya anda alasan apapun. mudah Anda terkadang memaafkan dan begitu ndableg tidak suka sehingga lebih mendendam. baik anda Anda pandai dibiarkan dengan kata- sendiri saja kata dan untuk menjadi mungkin dapat tenang menjadi kembali.

seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada pekerjaan semacam itu. Orang lain This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menghargai keramahan, kesopanan dan kelembutan anda yang terpuji. Selasa Pon Wage Kliwon Legi Kalangan ini Anda tidak Mereka yang sangat suka lahir pada hari lahir pada hari yang lahir menyukai membesar- Selasa Kliwon Selasa Legi, pada hari kemewahan.

besarkan diri. terkenal bersifat anda akan Selasa Pahing Tingkat Bahkan, anda ramah. Mereka memiliki konon bersifat pemborosan lebih sering begitu pandai kepribadian santai dan mereka mengalah mengungkapkan yang kuat. dapat biasanya kepada orang kata-kata yang Anda tidak menerima tergantung yang lebih tepat dalam akan suka orang lain apa- pada cerewet berbagai situasi melihat orang adanya. kemampuan daripada sehingga orang menghalangi Mereka finansial yang mempersoalkan lain cukup mudah anda, dan tidak terampil ada, tetapi hal-hal yang menyukainya atau akan mau dengan tangan keinginan remeh.

malahan cukup mengalah mereka, suka yang kuat Meskipun mudah (walaupun menolong, dan akan demikian, anda diperdayainya dalam hal mau berkorban kehidupan bersemangat bila itu yang yang banyak bagi yang serba baja. Beberapa mereka inginkan! sebenarnya orang yang mewah akan orang mungkin Anehnya, mereka sepele) agar mereka selalu mereka mengatakan juga terkenal orang lain sayangi.

Tetapi rasakan. anda sedikit berpendirian tidak merasa jangan tanya Meskipun kaku. Namun, keras, walaupun sakit hati. tentang orang- cenderung ada pula yang kesan pertamanya Sesungguhnya, orang yang untuk akan mungkin tidak popularitas membuat melindungi menganggap menunjukkan anda tidak mereka marah!

perasaan anda teramat demikian. Mereka akan Kalangan mereka ndableg. Di juga dapat berkurang jika Selasa Pahing sendiri, samping itu, bersikap sangat anda mau mempunyai mereka dapat andaikata anda kritis terhadap belajar sedikit reputasi Jika anda Pahing Orang-orang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menjadi merasa orang lain pada berkompromi.

terburuk dalam sangat setia terancam, ego saat-saat tertentu. Bila tidak, hal membalas dan murah anda yang Namun, anda dorongan anda dendam secara hati kepada sensitif akan tidak perlu untuk berkuasa membabibuta.

orang-orang sangat mudah berkecil hati bila dapat Meskipun yang sesuai terusik menjadi sasaran membuat anda mereka dengan sehingga anda penilaian tajam membuang cenderung standar cenderung mereka: banyak tenaga untuk cukup pribadi bersikap menunjukkan dalam adu beruntung, mereka. Akan cemburu. kesalahan anda kekuatan mereka harus tetapi, sekali Meski barangkali dengan teman, belajar untuk anda dekat demikian, hanyalah cara pasangan, atau mengendalikan berarti anda terkadang mereka majikan.

suatu kehausan telah menjadi lawan-lawan membantu anda Tetapi pribadi yang milik mereka anda pun akan menjadi orang bagaimanapun mungkin seutuhnya, mengagumi yang lebih kekurangan membuat dan karena nafsu anda sempurna.

tersebut, anda mereka agak kalangan ini yang besar adalah tipe serakah. Lalu sering terbawa akan ilmu yang jujur dan di kemudian kekhawatiran pengetahuan suka bekerja hari mereka akan ancaman dan tekad kuat keras, yang dapat hidup (nyata yang memiliki cita- tenang dan maupun memungkinkan cita tinggi dan berbahagia, khayalan) anda menelaah minat yang tak dikelilingi maka tidak secara terpuaskan banyak teman mengherankan mendalam hal- terhadap ilmu yang baik dan jika rasa hal yang pengetahuan.

menarik. cemburu menarik selalu perhatian anda. menyertai Bila keadaan mereka dalam mulai setiap memburuk hubungan. anda akan tetap Meskipun bertahan.

mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal bersifat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial. Barangkali anda tidak akan menduga bahwa mereka berpendirian sangat kaku. Rabu Pon Wage Pada dasarnya, Secara umum, anda termasuk mereka yang lahir tipe yang Kliwon Legi Pahing Anda Orang-orang ini adalah menghormati suka pada hari Rabu pemikir sejati tata krama mempertimbangkan penuh Wage bersifat dengan sikap dan segala sesuatu keberuntungan, baik hati dan lembut berpegang sebelum melakukan karena anda ramah.

Meskipun disertai gaya teguh pada suatu tindakan. selalu terkadang kata- duniawi yang falsafah hidup Mereka akan merencanakan kata mereka agak mempesona anda. merenungkan tindakan anda keras, mereka yang mudah Kejujuran segala dengan hati- biasanya mudah menarik orang adalah salah kemungkinan hati, terbuka bergaul dengan lain kepada satu prioritas hingga puas terhadap orang lain serta anda.

anda, terhadap hasil yang peluang yang menjunjung tinggi Dikarenakan sehingga anda dapat dicapai. baru, dan tidak kejujuran dan niat bakat alami membenci Kelompok ini mudah putus baik. Mereka suka anda akan ketidakadilan. mungkin terlihat asa. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan juga menimbang bahasa dan Anda sangat cukup santai, tetapi memiliki pilihan mereka kepekaan setia terhadap jangan terkecoh! beberapa dengan cermat terhadap teman tercinta Mungkin keterampilan sebelum perasaan anda yang dikarenakan sedikit sosial, melaksanakannya, orang lain, sangat rasa kurang percaya sehingga dan dalam hal ini maka anda banyak.

Anda diri yang membuat Anda This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sejelek apapun mereka memiliki memiliki dikagumi oleh mereka bersikap wajah anda, cukup banyak potensi untuk banyak orang angkuh. Namun, kemungkinan kebijaksanaan. menjadi karena kata- tidak dapat besar anda Bisa saja mereka seorang kata anda dipungkiri banyak mudah bergaul suka menikmati pembicara yang peramal Jawa juga dengan orang barang-barang dan besar.

Banyak bijaksana. mengatakan bahwa lain! Sisi pelayanan yang di antara Lantas, apa mereka memang buruknya, anda mewah, tetapi orang yang gunanya tidak suka berbagi suka sekali mereka bukan tipe lahir pada hari selalu ingin dengan yang lain.

pamer. pemboros. Mereka Rabu Kliwon mencampuri Kewaspadaan Mungkin anda sangat menjadi orator urusan orang mereka mungkin hanya haus menghargai uang atau penulis lain?

terlihat berlebihan perhatian mereka, dan yang handal. saat rasa curiga sewaktu masih terkadang Anda berseri- mereka timbul. kecil, sehingga beberapa dari seri bila Orang-orang ini kini anda mereka dapat mendapatkan sangat perlu belajar merasa harus bersikap sangat pujian untuk bersikap membuat irit. (sebenarnya lebih santai dan kagum semua siapa yang menurunkan orang dengan tidak?), akan pertahanan mereka.

kepandaian tetapi Untungnya mereka atau kekayaan mungkin anda memiliki prinsip anda. Jadilah perlu belajar untuk tidak diri sendiri dan untuk tidak mencampuri urusan orang lain akan terlalu orang lain.

menyukai anda memasukkan apa adanya. kritikan orang Akan lebih lain ke dalam baik juga bila hati. anda berusaha Waspadalah untuk tidak agar terlalu kelemahan menyalahkan anda terhadap orang lain yang kata-kata yang secara tidak manis tidak sengaja membuat anda menyakiti terlalu mudah perasaan anda.

diperdaya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan http://www.simpopdf.com Kamis Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Orang yang Anda memiliki Mereka yang Anda memiliki cita- di hari Kamis lahir pada rencana-rencana lahir pada hari cita yang besar Pon, anda hari Kamis besar dalam Kamis Legi disertai semangat biasanya Wage hidup anda.

memiliki cita- baja untuk memiliki cita- biasanya Bahkan, cita yang mewujudkannya. cita tinggi dan memiliki terkadang cita- mulia dan Anda selalu siaga tujuan-tujuan cita-cita cita anda sedikit nilai-nilai mencari mulia yang setinggi terlalu besar yang tinggi. kesempatan untuk berusaha anda langit. Tentu sehingga anda Mereka memajukan wujudkan saja, menjadi korban terkadang kepentingan anda. sekuat tenaga. terkadang dari imajinasi amat Tetapi hal itu Anda memiliki harapan anda yang bijaksana, bukanlah untuk pikiran yang mereka terlalu aktif saat dikarenakan anda semata; anda cerdas dan terlalu tinggi, keadaan berada kemampuanny juga sangat penuh rasa tetapi mereka diluar jangkauan a untuk mempedulikan ingin doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, juga anda.

Meskipun melihat keluarga dan selalu serta suka berpegang demikian, anda prospek siap membantu mempelajari pada aturan tidak mudah jangka saudara yang hal-hal baru dan dapat menyerah, dan panjang dari membutuhkan yang dapat cukup sikap anda yang suatu hal. perlindungan atau memperluas berhati-hati optimis dan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pengasuhan. wawasan anda. dalam terhormat akan demikian, Meskipun Meskipun mewujudkan membuat anda mereka harus demikian, anda demikian, tujuan diterima dengan mampu mungkin perlu dengan mereka baik oleh bersikap tabah menjaga kecenderungan sehingga kebanyakan dan berhati- kecenderungan untuk berpikir seringkali orang.

Anda hati jika ingin untuk selalu dan bertindak tercapai. suka menjadi melihat mengambil dalam skala Kalangan ini pemimpin, akan keberhasilan kesimpulan tanpa besar, mungkin saja tetapi terlebih ide-ide mengetahui fakta- kebanggaan pandai, tetapi dulu anda harus mereka yang fakta yang lengkap.

serta rasa mereka mengendalikan besar. Khusus dalam percaya sering kecenderungan Masalahnya, pergaulan anda, terhadap terpaku pada anda untuk meskipun suatu dorongan kekayaan jalan mereka terlalu kalangan ini untuk membantah materi atau dan biasanya memasukkan cenderung tanpa lebih dahulu kepandaian tidak hati ide dan berpandangan mengatur pikiran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dapat dengan menghargai tindakan orang luas, mereka dan kata-kata mudah menjadi saran yang lain yang sering mungkin akan dapat kelemahan tidak mereka mungkin terjerumus membuat orang lain anda pada suatu inginkan.

berbeda dari dalam pernik- merasa tidak saat. Anda Meskipun sudut pandang pernik dihargai. Cara bukanlah tipe demikian, anda. kehidupan penyampaian anda orang yang mereka dapat sehari-hari. sangat berpengaruh suka banyak cukup Mereka di sini.

bergaul dan mempesona termasuk tipe tidak tertarik orang lain yang selalu pada urusan dengan membutuhkan orang lain. sopan- pujian. Tampaknya santunnya Namun, anda cukup dan kemungkinan puas dengan cenderung dukungan mengandalkan tampil baik tidak terlalu kemampuan dalam sulit pribadi untuk pergaulan.

diperolehnya, memahami Mereka sebab mereka suatu situasi mungkin biasanya dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan suka dikelilingi menghindarkan menunjukkan oleh banyak diri dari perasaan teman pengaruh orang mereka yang (kelompok ini lain.

sebenarnya, terkenal tetapi mereka memiliki mudah kemampuan dibujuk bergaul yang dengan luar biasa). rayuan -- Sementara itu beberapa timbul patah kata pertanyaan; yang manis benarkah dan mereka hanya pasti mulai keinginan berpamer! untuk membantu ataukah dorongan tersembunyi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com untuk menguasai lingkunganny a yang selalu membuat mereka mencampuri urusan orang lain?

Jum’at Pon Wage Kliwon Legi Pahing Menurut Mereka yang Karena sabar Konon, mereka Pada dasarnya, kepercayaan terlahir pada dan murah yang lahir pada anda adalah jawa, orang hari Jumat hati, anda hari ini pembicara yang yang Wage terkenal mudah cenderung menyenangkan dilahirkan sangat membuat bersifat jujur. dengan cita-cita pada hari mengasihi dan orang Bahkan, mereka tinggi dan hati Jumat Pon mudah menaruh menyukai terkadang yang jujur.

perlu banyak iba kepada anda. mungkin terlalu Apalah artinya bergaul sesama Mungkin hal jujur, sebab jika anda dengan manusia. Oleh ini juga mereka adalah bersikap sedikit berbagai jenis karena itu, anda dikarenakan tipe orang yang boros! Anda orang. Konon, berpotensi gaya anda suka bakal mereka menjadi Ibu yang halus. mengungkapka memperoleh berpembawaa Teresa kecil Anda dapat n pikiran banyak poin n tenang, yang selalu menjadi mereka tanpa dari mereka serius dan bersedia seorang tedeng aling- yang ingin bijaksana membantu pemimpin aling!

Mereka melihat anda dalam doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang yang baik, cukup teguh berhasil -- berbicara. membutuhkan.

karena anda dengan bahkan jika Mereka adalah Anda memiliki cenderung pendirian anda tidak tipe yang karakter yang mempunyai mereka, tetapi selalu berjiwa sosial, sangat jujur, kemampuan, sikap seperti ini memanjakan murni dan kemurnian hati, dapat berpikir terkadang juga mereka. Anda jujur serta dan juga secara luas, menghambat kelihatan begitu mudah kesetian yang dan dapat kemampuan mudah bersimpati sesuai dengan mempengaruh mereka untuk dimanfaatkan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap julukan i banyak orang menerima orang sehingga orang mereka yang tersebut.

Anda dengan lidah lain secara apa tidak akan tertindas. tidak pernah anda yang adanya. menyangka Mereka membesar- pandai. Sebaiknya kita bahwa anda mudah besarkan Mungkin saja tidak akan mampu beradaptasi kemampuan anda sedikit memancing bersikap gigih dengan orang- anda sendiri, malas pada amarah mereka, (baca: keras orang di padahal di suatu saat, karena mereka kepala?) atau sekitar mereka dalam hati anda tetapi orang- dapat bertindak menduga betapa dan dapat sesungguhnya orang akan ekstrim bila ganasnya anda menyesuaikan adalah orang tetap sedang naik bila sedang diri dengan yang tegar.

mencintai darah. mengalami hari berbagai Sangatlah sulit anda.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Meskipun yang situasi seperti membuat anda Jelasnya, anda demikian, menjengkelkan! seekor mengubah tidak akan mereka setia bunglon. Akan keputusan yang pernah dan murah hati tetapi, telah anda kekurangan terhadap orang- kelebihan ini tetapkan. teman! orang yang juga dapat Keyakinan anda dicintainya.

menjadi dapat sangat Simpati mereka kelemahan mengagumkan. mudah timbul terbesar. atau bahkan sehingga tidak mereka, hanya suatu keberatan untuk karena jika kebodohan.

bertindak diluar tidak disertai Anda mungkin jalur mereka rasa percaya perlu belajar untuk diri yang kuat untuk menerima membantu mereka dapat saran dari orang teman atau dengan mudah lain yang bahkan orang dipengaruhi bermaksud asing. oleh pendapat baik. dan kebiasaan buruk orang lain.

Sabtu Pon Wage Kliwon Legi Pahing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda memiliki Jika anda lahir Justru orang Anda adalah Jika anda lahir ego yang besar pada hari Sabtu seperti ini yang salah seorang pada hari Sabtu dan selalu ingin Wage, maka anda anda perlukan di penggemar gaya Pahing, menjadi akan bersifat pesta anda hidup yang kemungkinan penguasa di teguh doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan berikutnya, karena santai dan anda bersifat dalam pendirian dan mereka begitu mewah.

Bagi lekas naik lingkungan sangat mudah ramah, sopan, dan anda, kualitas darah! anda. Meskipun naik darah jika mudah terkesan, selalu lebih Untungnya, demikian, anda rencana tidak sehingga mereka penting daripada secepat anda bukanlah tipe berjalan sesuai dengan mudah harga yang memuntahkan orang yang sulit: dengan keinginan membuat orang murah. Hal ini kemarahan anda bila seseorang anda. Barangkali lain merasa betah berlaku juga secepat itu pula mengecewakan anda akan sedikit di rumah anda. pada kehidupan anda melupakan anda, anda akan banyak bergelut Mereka juga sosial anda: penyebabnya.

memaafkan dan dengan masalah pintar Anda ingin Semoga orang melupakannya seputar mengucapkan berada disekitar lain sebaliknya dengan cukup kepercayaan dan kata-kata yang orang-orang mudah mudah -- rasa memiliki, menyenangkan. baik yang ber- memaafkan asalkan mereka karena dikatakan Bahkan, mereka IQ tinggi. Anda anda pula! Perlu mengakui bahwa anda yang terlahir pada sendiri tidak diingat, kesalahannya bersifat agak hari Sabtu Kliwon kalah dari segi bukanlah suatu dan memohon cemburuan.

termasuk salah otak. Untungnya hal yang maaf di kaki Meskipun satu kalangan anda juga dapat menyakitkan anda! Anda suka demikian, anda yang memiliki menghargai untuk mengakui membayangkan sangat setia dan bakat alamiah pandangan kesalahan yang diri sebagai murah hati dalam berbicara orang lain.

kita lakukan. orang yang kaya terhadap orang- dan menulis jika Tidak bisa Akan tetapi dan terkenal. Hal orang yang anda mereka dipungkiri, meskipun anda ini tidak berarti sukai. Di memilihnya omongan anda memiliki secara otomatis samping itu, anda sebagai pekerjaan. terkadang semangat hidup anda memiliki bakat Mereka cenderung sedikit tajam.

yang tinggi yang materialistis. besar dalam memperlakukan Tetapi mengapa terkadang Namun, jika mengatur semua orang orang lain doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan berakibat pada para peramal rumahtangga dengan baik, bersikap sarkatis kecerobohan, Jawa dapat anda agar tetap bahkan musuh terhadap anda? anda akan dipercaya, anda berjalan tenang. mereka sendiri! bersikap lebih memang Anda benar- Mereka tidak waspada bila menikmati benar menyukai dikenal sebagai menyangkut suasana yang kemewahan dan orang tegar yang materi.

Anda mewah dan tidak sangat berpegang pada adalah salah satu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sungkan menghargai pendiriannya. tipe yang selalu memperlihatkan barang-barang Akan sangat siap membantu kelebihan anda yang berkualitas berguna jika teman yang dalam hal tinggi.

mereka mau sedang materi. Mungkin mengembangkan menderita. hal ini sedikit keberanian berhubungan dan ketegasan, dengan masa karena kelompok kecil yang ini cenderung kurang bahagia sangat mudah dari segi menyerah pada emosional atau rintangan pertama.

ekonomi. Mereka biasanya Semoga saja memperhitungkan anda tidak dengan cermat terlalu pelit segala tindakan untuk membagi yang akan mereka keberuntungan ambil. Dengan dengan teman- demikian teman anda. muncullah Ingatlah bahwa pertanyaan: mereka yang mengapa mereka banyak memberi sangat mudah akan banyak terkecoh oleh menerima pula!

penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang. Minggu Pon Wage Kliwon Legi Pahing Anda termasuk tipe Mereka yang Satu lagi tipe Hanya sedikit Menurut yang sensitif. lahir di hari pendiam dengan orang yang pengertian Mungkin karena Minggu Wage pendirian tegas dan diperkenankan tradisional, takut disakiti, anda konon bersifat kemauan keras.

mengetahui isi orang yang selalu melindungi pemurah dan Anda sangat pandai hati anda yang lahir pada hari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perasaan anda. Hati mudah menaruh dalam membuat terdalam. Anda Minggu Pahing dan pikiran anda iba.

Mereka orang selalu termasuk tipe diakui mungkin cukup tahu cara-cara menduga-duga orang yang memiliki dalam, tetapi untuk perasaan anda yang tegas dan kemampuan terkadang orang menghibur sebenarnya. Anda pendiam. Anda yang lain menganggap orang yang sebetulnya cukup terlihat sangat mengagumkan anda tertutup. sedang sensitif, tetapi jangan tenang dan di bidang apa Barangkali anda menderita. berharap orang lain terkendali, saja yang telah Mereka akan bahkan saat digelutinya.

mengembangkan merupakan mempercayainya anda terbakar Mereka adalah penilaian yang pekerja keras pada saat mendengar amarah, pribadi-pribadi tajam terhadap pula. Akan anda beradu senyuman kuat yang baik-buruknya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, mereka pendapat. Anda misterius itu mampu watak manusia. terkadang pandai bersosialisasi, tidak akan mempertahank Dengan bakat ini, terlalu teguh pandai berbicara, dan pernah lepas an pendapatnya anda dapat menjadi dalam memiliki bakat dari bibir anda.

dalam keadaan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan diplomat pendirian -- politik yang besar. Maka dari itu, sulit sekalipun. yang piawai -- atau bahkan sangat Dengan kelebihan pada saat anda Tetapi mereka malahan seorang keras kepala! seperti ini, tidak melepaskan juga berpikiran manipulator yang Meskipun mengherankan tipe- perasaan anda, luas dan licik! Yang jelas, mereka pandai tipe seperti anda baik cinta cenderung anda selalu menenangkan sering mencapai ataupun benci, ditanggapi berusaha terlihat perasaan orang kedudukan yang hal itu akan dengan baik baik didepan teman- lain, mereka tinggi!

menjadi dalam teman anda. tidak akan pengalaman lingkungan Walaupun anda menunjukkan yang luar biasa sosial. mungkin saja perasaan bagi orang- Anehnya, mengambil cara mereka sendiri orang di sekitar kelompok ini yang tidak langsung dengan mudah.

anda. Anda dapat benar- atau menunggu saat Mungkinkah hal berwatak benar ahli yang tepat, tetapi ini merupakan cerdik, bahkan dalam lama-lama anda pengendalian terkadang licik, menyembunyik pasti merebut emosi dari dan pandai an (atau kesempatan untuk diplomat, dalam memendam) memamerkan doktor UGD, mengorek perasaan- kelebihan anda, atau pemadam rahasia.

Anda perasaan yang entah dari segi kebakaran, atau mudah tertarik tidak enak material ataupun justru pada hal yang seperti intelektual. kewaspadaan aneh, mistis, kemarahan, yang berlebihan atau misterius. kesedihan, atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap Mencampuri penyesalan. kemungkinan urusan orang Kontrol diri disakiti oleh lain sangat semacam itu orang-orang menyenangkan sangat yang telah bagi anda.

Oleh menguntungka mereka karenanya, n bagi seorang percayai? anda mungkin politikus, Mereka sendiri bisa menjadi doktor UGD, yang harus seorang atau agen menjawab detektif, agen rahasia. pertanyaan ini. rahasia atau Namun, psikiater yang semoga sifat baik. ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaanperasaan yang semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orangorang yang mereka cintai.

Orang yang menganut paham kejawen tak akan bisa lepas dari primbon. Kejawen merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan filsafat. Banyak alasan orang ingin mengetahui tentang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya, seperti bulan, bintang, dan matahari.

Bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri. Ilmu pengetahuan merupakan pencarian makna praktis, yaitu penjelasan yang bisa dimanfaatkan. Penjelasan ini telah menjadi dasar ilmu pengetahuan manusia dari zaman pra-sejarah hingga awal abad ke-20.

Ilmu pengetahuan abad ke-20 telah mengubah segalanya, kemajuan- kemajuan serupa itu sebenarnya telah terjadi di masa-masa sebelumnya. Salah satunya terjadi kira-kira tahun 2500 SM, ketika ”Stonehenge’’ didirikan di Inggris dan ‘’Piramida’’ dibangun di Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Kedua monumen ini menyatukan gagasan astronomis dan religius yang kecanggihannya tidak sepenuhnya di ketahui hingga abad ini.

Penyelidikan mendalam tentang Stonehenge dan piramida-piramida tersebut mengungkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pengetahuan matematika yang mengejutkan. Orang yang membangun kedua monumen ini telah memahami istilah-istilah praktis yang paling sederhana tentang hubungan antara dua sisi tegak dengan sisi miring dari segitiga siki-siku yang tertentu.

Dengan kata lain mereka telah memahami dasar dari apa yang kita kenal sebagai dalil Pythagoras sekitar 2000 tahun sebelum Pythagoras lahir. Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat diruntut jauh kebelakang, bahkan sebelum abad ke-15 SM, terutama pada zaman batu. Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kapan mulainya zaman batu tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun para ahli berpendapat bahwa zaman batu berlangsung selama jutaan tahun.

Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan) diseminasi, proliferasi (pengembangan) ke dunia barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘The Dark Ages’ mendorong munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.

Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad Pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern.

Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup matang untuk merasakan pentingnya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kepada sumber-sumber Arab. Di beberapa negara, masyarakat telah bergerak ke tahapan pascailmiah dengan ketergantungan informasi yang lebih banyak dan pada komputer sebagai sistem eksper untuk mengolahnya. Seluruh kehidupan praktis sudah terkomersialisasi. Kebutuhan dan produksi mulai dipertukarkan melalui alat penukar surat atau kartu berharga sampai sampai ke perbankan elektronik, yang berlangsung dengan intensif dan cepat.

Filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang mengadakan tujuan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat juga mengadakan tinjauan dari segi sistematik, artinya tinjauan dengan memperoleh pandangan mengenai problem-problemnya yang utama dan dalam lapangan penyelidikannya saling berhubungan.

Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: Pengetahuan yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibentuk, dikelompokkan dan disirkulasikan dalam sebuah sistem pengetahuan soaial adalah ‘budaya’. Namun ini tidak berarti bahwa semua kelompok sosial yang memiliki hal tersebut juga memiliki budaya yang sama.

Tiidak mungkin semua anggotanya mengetahui satu atau semua hal yang sama, karena keterlibatan mereka dalam masyarakat berbeda-beda.

Seseorang secara individu dapat membentuk dan fenomena budaya tersendri berdasarkan kesempatan interaksi yang ia miliki. Penduduk desa, penduduk kota, anak dari seorang dokter dan anak seorang buruh, seoramg Muslim doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Katolik akan memiliki cakupan interaksi yang bebedabeda. Oleh karena itu, pengetahuan budaya pada akhirnya menjadi sangat beragam ,bahkan dua orang yang berasal dari komunitas sosial yang sama dapat memiliki budaya yang berbeda.

Keadaan ini pada khirnya memungkinkan kita untuk menciptakan budaya pribadi, sepeti halnya kita dapat membuat struktur kebahasaan sendiri berbekal kondisi lingkungan kita. Budaya pada akhirnya bukan sekedar seguah karya seni atau artefak, ia terdiri dari totalitas pengetahuan dan diferensiasinya dalam begian-bagian tertentu.

Pendekatan ini telah difgunakan dalam ilmu antropologi sudah lebih dari satu abad. Definisi terbarunya yang lebih menekan pada elemen kognitifnya adalah : “Menurut pengamatan saya, kultur sebuah masyarakat terdiri atas kepercayaan atau keyakinan sehingga dapat tercipta sebuah operasi tata karma yang dapat diterima oleh pengikutnya.

. Budaya, sesuatu yang harus dipahami manusia sebagai hal yang berbeda dari sekedar warisan biologis, dan harus merupakan hasi akhir dari sebuah pembelajaran…” (Goodenough 1957, cited in Cerri-Long 1999, p. 88) Agar dapat dipelajari, kebudayaan harus diturunkan dan disebarkan, masyarakat yang gagal menurunkannya pada generasi sesudahnya akan gagal pula mereproduksinya.

Sebagian ahli berpendapat bahwa teori-teori tentang ‘budaya’ juga termasuk teori komunikasi, termasuk struktur dan fungsi dari system sosial. Ini menjadi dasar mengapa pada akhirnya budaya didefinisikan dalam sudut pandang kominukasi sebagai berikut : Budaya adalah kumpulan total dari informasi, kepercayaan, nilai-nilai dan keterampilan yang diterapkan dan dibagi dalam sebuah masyarakat dan situasi-situasi di mana manusia hidup.

Terdapat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kategori besar dalam pengetahuan budaya yaitu know-what (tahu-apa), know-of (tahu tentang) dan know-how (tahu bagaimana) Know-what terdiri atas apa-apa yang dipercayai benar oleh seseorang.

Misalnya pemahaman tentang politik, atau filosofi keagamaannilai-nilai dsb. Pengetahuan ini dapat pula isebut relatively permanent background knowledge atau ‘pengetahuan latar belakang permanen’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Know-of merupakan pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi disekelilingnya, seperti kejadian-kejadianberita apa yang sedang marak dsb.

Know-how berbicara tentang keterampilan, kapasitas dan kompetensi mereka dalam berlaku dan berbahasa yang tepat dan mudah dimengerti. Indikasi kedekatan antara bahasa, budaya dan identitas yang sederhana namun sangat kuat adalah sesuatu yang dinamakan cultural markers atau penanda budaya Penanda budaya biasannya terepresentasi dari 1.

Akronim dan singkatan : Ms, UFO, IBM, IT dsb. 2. Tempat : Camp X-ray, Salt Lake City, Wembley dsb. 3. Organisasi : Samaritans, Meals-on Wheels, Neighborhood Watch, 4. Hari-hari yang diperingati : Halloween, Poppy Day, Boxing Day, 5.

Karakter : The Teletubbies, Jack the Ripper, Peterpan 6. Tanda : Sale, Check out time 7. Koran : The sun, Times, Daily Express 8. Permainan : Darts, billiards, snakes and ladder (Riley, 2007: 42) Terkadang, penanda budaya dapat menjadi asosiasi yang sangat menempel pada Pemilik budayanya.

Contoh jika disebutkan nama Bordeaux, orang langsung berasosiasi pada ‘minuman anggur’, karena Bordeaux adalah suatu wilayah di Prancis yang sangat terkenal dengan Anggurnya.

Atau misalnya beberapa daerah lain di Prancis dengan berbagai asosiasinya seperti : Commency : Madeleines Dijon : Mustard Rheims : champagne Pengetahuan semacam ini yang dipahami oleh individual disebut cultural competence atau kompetensi budaya. Kompetensi budaya yang dimiliki masyarakat atau setiap orang berbeda-beda. Ini disebabkan oleh interpretasi yang berbeda dan dari seseorang itu pun dapat terjadi intepretasi yang berbeda oleh orang lain ketika ia berujar.

Ada beberapa usaha untuk menemukan prosedur interpreatsi yang didasari oleh prinsip-prinsip yang seolah-olah filosofis. Ini termasuk prinsip yang dikemukakan oleh Donald Davinson dalam bukunya Donald Davinson’s Charity Priciple. Ia menyatakan bahwa kita tidak bisa mengakses kepercayaan seseorang melainkan dengan interpretasi langsung dari ujarannya. Paul Grice mengemukakan bahwa ada 4 hal yang dapat menjadi kerangka kerja interpretasi, yaitu : This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com a.

Kualitas: Apa yang diucapkan pembicara harus benar sesuai dengan pengetahuan terbaiknya. Ia seharusnya tidak mengemukakan sesuatu tanpa bukti yang cukup. b. Kuantitas: Apa yang diucapkan pembicara harus informatif dan harus sesuai dengan tujuan awal terciptanya hubungan komunikasi. c. Relevansi: Apa yang diucapkan harus sangat jelas berhubungan dengan topik yang sedang dibicarakan d. Sikap: Apa yang diucapkan harus cerdas,dan tajam. Ia harus tertata, singkat padat dan harus terhindar dari ambiguitas dan kesamaran.

Kelompok etnis Situasi Realitas sosial Kebudayaan Bahasa Gambar Segitiga Etnolinguistik Masyarakat sosial manapun dapat dideskripsikan sebagai sebuah kesatuan struktur dan fungsi untuk mengelola ilmu pengetahuan. Etnolinguistik merupakan salah satu kajian dari ilmu pengetahuan dalam bahasa, merupakan ilmu yang menelaah bahasa bukan hanya dari struktur semata, tetapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam konteks situasi sosial budaya.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan. Sedangkan Antropolinguistik merupakan salah satu cabang linguistik yang menelaah hubungan antara bahasa dan budaya terutama untuk mengamati bagaimana bahasa itu digunakan sehari-hari sebagai alat dalam tindakan bermasyarakat.

Menurut pendapat Wilhelm von Humboldt, bahwa perbedaan persepsi kognitif dan perbedaan pandangan dunia dari suatu masyarakat dapat dilihat dari bahasanya.

Dikatakan Anna Wierzbicka bahwa each language.contains a characteristics worldview. Dalam pandangan etnolinguistik, terdapat keterkaitan antara bahasa dengan pandangan dunia penuturnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa-bahasa minoritas yang memiliki daya hidup etnolinguistik rendah cenderung akan digeser oleh bahasa-bahasa dengan vitalitas etnolinguistik yang kuat, karena penutur dengan vitalitas etnolinguistik yang rendah akan cenderung meningkatkan pilihan bahasanya pada bahasa lebih dominan.

Dalam konteks kebahasaan di Indonesia, kehidupan etnolinguistik bahasa-bahasa daerah di Indonesia rata-rata lebih lemah dibandingkan bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Indonesia ditopang oleh dukungan institusional pemerintah dan prestise sosialnya Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kita sekarang melihat fenomena pergeseran pilihan bahasa dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Ilmu pengetahuan sosial berasal sistem pengetahuan sosial.

Ada beberapa hal penting dalam ilmu pengetahuan diantaranya: Ø Creation and Production Masyarakat secara berkelanjutan memproduksi ilmu pengetahuan, baik lokal maupun ilmiah, yang sudah diketahui maupun invensi, ide dan teori. Ø Organization Ilmu pengetahuan itu diorganisasikan pada berbagai disiplin ilmu. Ilmu pengetahuan di sini mencakup ilmu pengetahuan praktis, ilmiah, pengetahuan umum, agama, dll.

Ø Storage Pengetahuan disimpan dalam institusi sosial, seperti bahasa, kode hukum/UUD, cerita lisna, literartur dan mitologi, dan disimpan dalam resiportori seperti perpustakaan, dokumen kantor dan arsip, bank data, sistem, sll. Ø Distribution Ilmu pengetahuan didistribusikan. Profesi dan pekerjaan membentuk komunitas tertentu dengan ilmu pengetahuan tertentu. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, klub, geng biasanya memberikan pengetahuan lokal yang menyatukan dan mengidentifikais mereka.

Mereka juga memiiki jaringan komunikasi dan kebiasaan yang mencakup nasehat, gosip, skandal, rumor, debat, dll. Membaca koran, interaksi sosial baik bertemu secara langsung atau pun menggunakan teknologi merupakan modal dari pendistribusian pengetahuan. Ø Legitimation Wacana-wacana dominan dibangun melalui diskusi, power, minat, dan ideologi.

Hal ini ditetapkan oleh otoritas, rasionalitas, konsensus, atau prosedur praktis. Ø Use This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pengetahuan itu ditunjukkan, dipakai, dan diimplementasikan terus menerus melalui teknologi, skill, dan kompetensi. Secara individu dan komunal, manusia dihadapkan pada proses perubahan, langsung maupun tidak langsung. Begitu pula yang terjadi di masyarakat, Masyarakat senantiasa dihadapkan pada pola yang berbeda antara generasi satu terhadap generasi lain.

Laksana sebuah peristiwa yang sulit untuk dibendung keberadaannya, perubahan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan, individual maupun kolektif. Perubahan masyarakat terkait erat dengan kebudayaannya, serta saling memengaruhi. Dapat dikatakan bahwa perubahan merupakan karakteristik umum dari semua kebudayaan dan masyarakat. Dinamika perubahan yang terjadi pada masyarakat senantiasa melahirkan sesuatu yangbaru dalam kehidupannya.

Akan tetapi, tingkat perubahan tersebut akan mengalami perbedaan satu sama lain. Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, hal ini disebabkan oleh sosiokultur yang ada di masyarakat berbeda satu dengan yang lainnya.

Perubahan dapat menentukan keberadaan suatu masyarakat, apakah akan muncul mengikuti doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan perubahan ataupun mengalami penurunan yang diakibatkan ketidakpastian sumber daya manusia, karakter sosiokultur yang tidakmendukung, dan faktor-faktor lainnya. Lauer (dalam Sulasman dan Gumilar, 2013) menyatakan, bahwa perubahan perubahan sosial merupakan prasayarat untuk memahami struktur masyarakat sebagai setiap yang berada dalam keseimbangan dan mencoba menganalisis aspek sosial dari sistem itu dan mengakui bahwa keseimbangan itu hanya dapat dipertahankan melalui perubahan tertentu.

Proses perubahan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti akulturasi, asimilasi, dan difusi. Perubahan kebudayaan terjadi melalui mekanisme yang berbeda-beda. Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan kebudayaan yang banyak menjadi perhatian para ahli adalah adanya penemuan dan gejala persebaran unsur-unsur kebudayaan baru.

Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, untuk mengenali karakterisitik unsur kebudayaan dan perubahan kebudayaan terdapat beberapa teori diantaranya adalah teori evolusi dan difusi.

SEKOLAH DI MTS AL- HAMIDAH KUWU This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pada bulan Juli tahun 1997 aku berangkat ke sekolah di daerah kuwu, yaitu MTS AlHamidah yang berada di Kecamatan Kradenan yang letaknya di belakang KUA (Kantor Urusan Agama) untuk mendaftarkan sekolah disana atas saran dari temanku. Saat pertama melihat bangunan di sekolah tersebut aku pun kaget karena bangunan sekolahnya masih tampak biasa-biasa saja malahan kalau di bandingkan dengan bangunan sekolahku saat masih SD kelihatan lebih bagus dari bangunan sekolahku disana.

Oya, mungkin pembaca sebagian ada yang sudah tahu apa itu sekolah di MTS dan sebagian yang lain mungkin belum ada yang tahu. MTS kepanjangan dari Madarasah Tsanawiyah.

Yang artinya sekolah tingkat menengah pertama atau SMP yang berlabel, berlatar belakang keagamaan, utamanya tentang agama Islam. Bedanya kalau sekolah di SMP yang umum hanya dapat mata pelajaran agama Islam yang mungkin setaraf 2 sks saja seperti saat di perkuliahan sebagai mata kuliah umum. Kalau sekolah di MTS pelajaran agama Islamnya lebih dari sekedar itu. MTS merupakan sekolah milik swasta atau yayasan tertentu sedangkan MTSN itu milik pemerintah.

Begitu pula kalau sekolah SMP itu milik swasta dan SMPN itu milik pemerintah atau biasa disebut sekolah negeri. Sekolah tersebut beragam namanya tergantung dimana wilayahnya tergantung yayasan atau pemerintah memberikan nama sekolahnya dengan sebutan nama apa.

Kalau belajar di MTS pelajaran tentang agama Islam-nya bisa terdiri dari beberapa sks mata pelajaran. Diantaranya: ada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), Fiqih, Qurán Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, dan lain-lain tergantung pihak stake holders (pemangku kepentingan) sekolahnya memberikan pelajaran tentang ke-Islaman-nya sebanyak apa yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut.

MTS bernaung di bawah Departemen Agama (DEPAG) wilayah setempat, sedangkan SMP di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setempat atau disingkat DEPDIKBUD. Aku pun mendaftar di sekolah dengan niat yang masih setengah-setengah apalagi waktu itu aku melihat nilai dari hasil EBTANAS teman-teman yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut nilai NEM nya rata-rata banyak yang bagus dibanding denganku, nilai mereka jauh lebih baik diatasku.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Rasanya aku semakin tidak semangat saja untuk sekolah di MTS Al-Hamidah karena nilaiku jauh dibawah rata-rata. *************************************************************************** Akhirnya tibalah waktunya diumumkan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. ‘‘Aku berharap semoga tidak diterima saja’’, Pikirku waktu itu. Setelah dinyatakan diterima This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com di papan pengumuman aku pun menyambutnya dengan biasa-biasa saja tidak ada perasaan yang senang atau gimana gitu.apalagi setelah itu ada kegiatan penerimaan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan baru yang akan diadakan kegiatan MOS selama dua minggu.

Minggu pertama diisi dengan kegiatan oleh senior-senior dalam memperkenalkan sekolahnya dan saling berkenalan antara temanteman siswa baru dan siswa senior serta diisi dengan kegiatan yang lainnya seperti menyanyi, tukar-menukar alamat teman dan lainnya. Minggu kedua diisi dengan acara camping (berkemah) selama 1 minggu yang bertempat di almamater kami sendiri. Kalau orang Jawa ada yang menyebutnya sebagai kere omah ‘miskin rumah’ alias tidak mempunyai tempat tinggal. Jadi kegiatan berkemah dianggap sebagai latihan untuk menjadi orang yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal.

Entah fungsi dan manfaatnya itu untuk apa aku pun kurang memahaminya. Didikan untuk menjadi orang yang sabar kah? Atau supaya tidak kaget kalau misal sewaktu-waktu mendadak tidak mempunyai tempat tinggal karena mungkin habis terkena musibah kebakaran, bencana banjir atau yang lainnya. Aku pun mengikuti kegiatan tersebut dengan perasaan yang biasa-biasa saja, tidak ada hal yang istimewa menurutku. Apalagi saat aku kenal sama teman baru yang kelihatan sangar dan bertampang seperti preman dari daerah Wates, Kradenan saat itu.

Akhirnya akupun tau namanya saat ada salah satu guruku yang memanggil namanya. Dianya selalu usil menggangguku meskipun belum tahu namaku dan aku pun doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tahu tentang namanya saat itu.

Akupun seringkali dikata-katain dia begini: Hey cah cilik.ngerti ra kowe? Kowe iku pantese njaluk mik karo mbokmu!

Cah cilik kok wis mlebu MTS. ‘Hey anak kecil.ngerti tidak kamu? Kamu itu pantasnya minta susu sama ibumu! Anak kecil kok sudah masuk MTS.’ Yah begitulah ejekan demi ejekan yang sering menghampiriku sebelum masuk sekolah tersebut, pada awalnya akupun takut sama satu orang yang bernama Rosidi itu karna tampangnya menyeramkan, tinggi besar, kulitnya kehitam-hitaman dan kalau berbicara atau memaki-maki orang sukanya melotot matanya.

Aku pun menerimanya dengan hati yang sabar meski kadang hatiku sering merasa sakit dan sering menangis kalau ada orang yang berbuat begitu padaku. Maklumlah mungkin karena tubuhku yang tampak mungil dibandingkan dengan semua teman yang ada di sekolah tersebut jadi aku sering dijadikan pelampiasan bahan ejekan teman-teman yang entah membenciku atau memang sudah menjadi cobaan buat aku apakah memang jalurnya aku harus begitu.

Minggu kedua akupun mulai akrab dengan teman-teman baruku yang baik kepadaku, diantaranya: Mohammad Irsyad, Eko Dwi Darmanto, Mohammad Anwar, Tauhid, Eet Mailasari, Diana Agustini, Maulida, Sri Wahyuni dan lainnya. Disamping itu, aku pun kenal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com teman-teman senior yang juga baik kepadaku juga.

Diantaranya: Pujiati, Matohari, Sri Sunardi, Mohammad Syahri, Ribut, Bakis (Kiswanto), Purnomo, Heri, dan masih banyak teman yang lainnya. Sebenarnya Pujiati, Matohari, Sri Sunardi dan Purnomo itu bukanlah teman yang asing lagi bagiku karena mereka adalah teman sekelasku saat aku masih duduk di bangku SD dulu.

Hanya saja mereka langsung melanjutkan sekolahnya setelah kelulusan SD sedangkan aku ingin memutuskan untuk berhenti dulu karena memang akunya yang sebelumnya tidak minat untuk meneruskan sekolah lagi. Karena atas dorongan dan semangat dari ibu kandungku akhirnya aku pun menjadi mau untuk kembali bersekolah lagi.

Dan akhirnya kami pun bertemu kembali di sekolah yang sama, bedanya mereka saat itu sudah menjadi seniorku. Akhir dari puncak acara masa orientasi siswa baru diadakan saat ada acara api unggun dalam kegiatan berkemah.

Dalam kegiatan tersebut, diisi beragam kegiatan seperti: membaca puisi, bernyanyi, tebak-tebakan dan lainnya. Acara penutupan MOSBA (Masa Orientasi Siswa Baru) lumayan ramai karena semua murid baru dan murid kelas dua sampai kelas tiga beserta para guru yang bisa hadir berkumpul bersama. Tetapi, mendadak acara ditutup tanpa adanya kegiatan doa bersama karena saat hendak penutupan acara tiba-tiba hujan turun dengan derasnya karena takut basah kuyup akhirnya semua disuruh untuk berteduh sekaligus istirahat di ruang kelas yang kosong karena acara telah dianggap selesai.

Para guru pun terpaksa juga meninggalkan bumi perkemahan untuk menuju ke ruang guru. Yah itulah akhir dari acara puncak kegiatan masa orientasi siswa baru di MTS Al-Hamidah, Kuwu Kradenan Jawa Tengah saat itu.

Ada yang menggerutu karena hujan, ada yang bersyukur karena hujan karena acara bisa cepat selesai dan ada pula yang menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Setelah kegiatan MOSBA selesai, akhirnya kami pun menjalani sekolah seperti pada umumnya, menerima pelajaran, mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dari guru dan mengikuti ulangan harian dan ulangan catur wulan maupun ujian tingkat nasional atau biasa disebut dengan EBTANAS.

Waktu pun begitu cepat berputar, saat aku naik kelas dua akupun mulai menyukai pelajaran Bahasa Inggris saat itu. Nilai Bahasa Inggrisku sering mendapat nilai delapan atau sembilan di raport. Yang bikin aku semangat untuk mempelajarinya saat itu karena pengajar Bahasa Inggrisnya yang bernama Bu Mardiyah selain orangnya baik beliau juga lumayan cantik parasnya.

Teman-teman dari kelasku belum ada yang menyaingiku dalam hal Bahasa Inggris saat itu. Tapi sayangnya aku hanya menyukai mata pelajaran bahasa saja, untuk mata pelajaran agama meski aku tidak terlalu menguasainya tapi nilaiku juga tidak pernah mengecewakan di raport. Apalagi mata pelajaran Matematika dan Fisika This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com aku sama sekali tidak ada minat untuk mempelajarinya.

Karena menurutku terlalu banyak rumus yang susah untuk mengingatnya apalagi mengerjakan pekerjaan rumahnya. Saat di kelas, kamipun sudah biasa barter dalam hal pelajaran. Aku yang tidak suka belajar berhitung sering sekali mencontoh temanku yang pinter tentang Matematika dan Fisika yaitu Eko Dwi Darmanto saat ada tugas atau PR.

Kalau ada tugas atau PR Matematika dan Fisika Eko yang selalu jadi andalan untuk teman-teman sekelas apabila belum mengerjakannya.

Sebaliknya apabila ada tugas atau PR Bahasa Inggris di kelas, aku yang biasa dijadikan andalan bahan referensi untuk teman-teman sekelas kalau mereka belum mengerjakannya.

Pernah sekali saat ada pelajaran Fisika aku tidak ada minat untuk mempelajarinya bahkan gurunya pun pernah marah terhadapku.

Sampai-sampai marahnya guru itu dibawa saat kegiatan olahraga. Pak Hendarto adalah guru yang menganggap aku sebagai provokator yang selalu salah menurutnya, padahal aku tidak pernah melakukan apaapa hanya tidak suka saja dengan pelajarannya.

Dalam hati kecilku saat itu pun berontak karena gara-gara tidak begitu suka dengan pelajarannya seringkali aku disalahkan terus kalau masuk di kelasnya. Emangnya kemampuan siswa yang bagus atau ideal itu harus dituntut untuk mengerti ilmu Fisika semuanya?

Bukannya setiap siswa ada minat dan bakat sendirisendiri dalam belajar atau ilmu? Sampai-sampai aku pun pernah membolos sekolah gara-gara malas untuk diajar oleh guru tersebut. Dari rumah pamitnya sekolah setelah tahu jam pertama ternyata pelajaran Fisika aku pun tidak masuk ke kelasnya karena malas saja kalau selalu dimarahi dan dianggap salah terus oleh guru tersebut.

Dalam hati kecilku pun bergumam: ‘‘Pasti suatu saat guru tersebut akan merasa salah sendiri karena mempunyai pandangan yang salah kepada muridnya. Karena dalam potensi diri seorang siswa itu mempunyai minat dan bakat yang berbeda-beda dalam hal ilmu’’.

Pelajaran yang disukai oleh setiap siswa pasti berbeda-beda, pasti ada yang suka pelajaranpelajaran tertentu, tidak mungkin kan satu kelas itu pandai dalam Fisika semua atau pandai Bahasa Inggris semua atau bahkan pandai Matematika semua?’’. Begitulah pengalamanku saat duduk di kelas satu sampai di kelas dua saat masih MTS dulu.

Ada tawa, canda, lara, dan nestapa yang pernah aku alami saat itu. Setelah naik ke kelas tiga kami pun mempunyai teman baru lagi dari kelas lain. Itu karena dari hasil nilai raport kami yang mengharuskan untuk bertukar tempat di kelas yang baru. Pakar Matematikanya kini berpindah ke kelas A dan aku masih di kelas B terus sejak mulai duduk di kelas satu sampai duduk di kelas tiga dan belum pernah masuk di kelas A This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com atau bahkan di kelas C.

Kini di kelas B untuk pelajaran Matematika dan Fisika yang kelihatan menonjol bernama Ahmad Sururi dan Ela Yufarida. Kalau ada PR teman-teman sekelas berganti mengandalkan Sururi untuk siswanya dan Ida untuk siswi-nya kalau ada PR pada mata pelajaran tersebut yang belum dikerjakan dan bahasa Inggris masih aku yang diandalin oleh mereka.He he.:). Singkat cerita, akhirnya ujian nasional yang menentukan lulus dan tidaknya pun tinggal menghitung hari.

Semua kelihatan sibuk untuk mempersiapkan diri dalam ujian nasional tersebut. Beda dengan diriku, akupun bersikap santai-santai saja untuk menyambut dan menghadapi ujian yang tinggal beberapa hari lagi bahkan tidak ada persiapan yang khusus sama sekali untuk mempersiapkannya.

*************************************************************************** Kini tibalah hari dimana ditentukannya ujian nasional. Saat ujian nasional berlangsung masih ada saja siswa yang membawa contekan yang dibawa di kelas. Siswa tersebut sepertinya sudah lihai dalam membawa contekan di kelas sampai-sampai tidak ada siswa lainnya yang merasa curiga atau pun tahu dalam melancarkan aksinya.

Guru pengawas dari sekolah lain pun tidak ada yang curiga sama sekali dengannya kalau dia sedang mencontek dalam ujian nasional tersebut.

Mungkin aku saja yang memperhatikannya atau ada teman yang lain yang memang sudah tahu dan pura-pura tidak tau? Ah entahlah.Kalau aku sih masa bodoh. karena itu urusan dia. Akupun tidak minat membawa contekan di kelas. Kalau pun aku bisa mengerjakan soalnya ya dikerjakan saja kalaupun tidak bisa ya dijawab aja dengan memakai perkiraan atau pakai feeling.

Akhirnya ujian nasional pun selesai dilaksanakan. Semua kelihatan cemas menantikan hasilnya. Setelah menunggu sekian lamanya akhirnya diumumkan juga hasil ujian nasionalnya. Akhirnya, kamipun dinyatakan lulus semua. Semua kelihatan bahagia dengan hasil pengumuman tersebut. Ada yang berencana meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK/MA dan adapula yang memutuskan untuk menikah dan bekerja. Ternyata benar apa yang dikatakan ibuku tentang sekolah.

Sekolah itu memang penting. Meskipun ibuku tidak sampai tamat SD tetapi didikannya beliau sungguh luar biasa kepada anak-anaknya yang selalu mendukung anak-anak untuk terus maju dan maju dalam hal pendidikan. Apalagi ayahku, beliau sangat mendukung anak-anaknya juga dalam hal pendidikan.

Setelah tahu enaknya bersekolah lagi akupun ingin terus sekolah dan sekolah terus. Ingin terus mencari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ilmu dan mencari ilmu terus sampai akhir hayat nanti. “Tolabul ilmi minal mahdi ilal lahdi” artinya ‘Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat’.

PANDANGAN AGAMA ISLAM TENTANG ILMU Well, apa yacch.makna ilmu itu?!? Ayuuk coba kita belajar bareng tentang ilmu menurut pandangan Islam.:) Dalam Bahasa Arab, kata ilmu berasal dari kata -‫ doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ‫ ﻋﻠﻤﺎ‬i’lmun, ya’lamu, i’lman yang artinya mengetahui, lawan dari kata ‫ ﺟﮭﻞ‬jahlun yang artinya bodoh.

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah terjemahan dari kata Bahasa Inggris, Science, yang berarti pengetahuan. Kata science itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani Scientia yang berarti pengetahuan. Namun pengertian yang umum digunakan ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian dan dapat diterima oleh doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Imam Raghib al- Ashfahani dalm doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, Mufradat Al –Qur’an, berkata, “ Ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya. Ia terbagi dua: pertama, mengetahui inti sesuatu itu (oleh ahli logika dinamakan ahli tashawwuf). Kedua, menghukum adanya sesuatu pada sesuatu yang ada (oleh ahli logika dinamakan tashdiq, maksudnya mengetahui hubungan sesuatu dengan sesuatu).” Az-Zubaidi berkata dalam kamus Tajul-‘Arus, “Mayoritas ahli membedakan masingmasing term itu.

Bagi mereka ilmu adalah yang paling tinggi karena ilmu itulah yang mereka perkenankan untuk dinisbatkan kepada Allah SWT. Sementara, mereka tidak mengatakan: ‘Allah arif’ atau ‘Allah syair’. Perbedaan-perbedaaan tersebut disebut dalam karangankarangan ahli bahasa. Al Manawi dalam kitab At-taufiq berkata“ Ilmu adalah keyakinan kuat yang tetap sesuai dengan realita. Bisa juga bersifat yang membuat perbedaan tanpa kritik. Atau, ilmu adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.” Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.

Seseorang harus memulai dengan ilmu sebelum beramal. Maksud dari beramal adalah melakukan kegiatan atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam melakukan pekerjaan manusia dituntut mengetahui ilmunya dari pekerjaan tersebut. Karena dengan mengetahui ilmunya pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan. Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaima sabda Nabi Muhammad SAW. Artinya : Mu’adz bin Jabbal berkata : “Tuntutlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharapkan wajah Allah itu mencerminkan rasa Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.” Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan.

Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan diri individu kearah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu. Perbedaan orang yang berilmu dengan orang bodoh adalah: Dalam Al- Qur’an Allah SWT. Berfirman, Artinya: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang dia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?

Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."(Az-Zumar:9) Allah SWT membedakan antara orang yang berilmu dan orang yang jahil. Keduanya tidak sama. Terlepas dari substansi ilmu pengetahuan, yang terpenting adalah antara orang yang berilmu dengan orang yang bodoh jelas tidaklah sama. Seperti halnya antara orang yang buta dan orang yang melihat, kegelapan dan cahaya, orang yang hidup dan mati, manusia dan hewan, serta antara penghuni surga dan penghuni neraka.

Dasar hukum menuntut ilmu yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits nabi Muhammad SAW. Banyak sekali hadits dan ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang menuntut ilmu.

Di dalam Islam, menuntut ilmu merupakan perintah sekaligus kewajiban. Manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmu pengetahuan kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan baik di dunia maupun di akhirat.

Apalagi sebagai seorang muslim itu wajib hukumnya seperti dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (Hadits sahih, diriwayatkan dari beberapa sahabat diantaranya: Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu Anhum.

Lihat: Sahih al-jami: 3913) Maka jelas kiranya bahwa menuntut ilmu pengetahuan memang diwajibkan. Dengan ilmu kita bisa meraih dunia, dengan ilmu kita dapat meraih akhirat dan dengan ilmu pula kita bisa meraih kedua-duanya. Firman Allah pada surat Al-Alaq ayat 1-5berbunyi : Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakanDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” ( Al-Alaq : 1-5) Ini ayat pertama yang turun kepada Rasulullah.

Ayat ini berisi perintah untuk membaca, menulis, dan juga belajar. Allah telah memberikan manusia sifat fitrah dalam dirinya untuk bisa belajar dan menggapai bermacam ilmu pengetahuan dan keterampilan hingga dapat menambah kemampuannya untuk mengemban amanat kehidupan di muka bumi ini. Rasulullah sering berbicara tentang keutamaan ilmu dan bahkan mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu.

Perintah untuk menuntut ilmu ini merupakan salah satu pusat perhatian Islam bagi para pemeluknya. Manusia diwajibkan untuk menuntut ilmu karena hal ini sebenarnya telah dijawab oleh Al-Qur’an sendiri. Dimana menurut Al-Qur’an, Allah menciptakan manusia dalam keadaan vakum dari ilmu, lalu Allah memberinya perangkat ilmu agar mampu menggali ilmu dan mempelajarinya.

Karena memang ilmu itu harus digali, dipelajari, dan diamalkan sebagaimana firman-Nya: Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur”.(Q.S. An Nahl: 78) Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk menuntut ilmu.

Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia merupakan sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu.

Karena kemampuannya menalar dan mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran yang abstrak. Pengetahuan itu diperoleh manusia bukan hanya dengan penalaran, melainkan juga dengan kegiatan berfikir lainnya, dengan perasaan dan intuisi. Lain halnya dengan hewan yang tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya.

Seberapapun tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari ilmu Allah. Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan usaha. Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain.

Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan sadaqoh, sesuai dengan sabda Nabi This PDF is Created by Simpo Word to PDF doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan version - http://www.simpopdf.com Selagi ada kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta kita amalkan di jalanNya.

Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang tak akan terputus. “Sesungguhnya dunia adalah terkutuk dan terkutuklah semua penghuninya kecuali orang-orang yang mengingat Allah, para wali Allah, para orang-orang yang berilmu dan juga orang orang yang belajar untuk mendapatkan ilmu” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah) Rosulullah selalu antusias dalam menyebut ilmu dan orang-orang yang mempelajarinya dengan gigih.

Rosulullah selalu menyerukan kepada semua kaum muslimin untuk mempelajari berbagai macam ilmu dan mengajarkannya kepada manusia sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rosulullah bersabda: Artinya: belajarlah akan suatu ilmu dan lalu ajarkanlah (ilmu tersebut) kepada manusia.

Pelajarilah ilmu faroidh doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan waris) dan lalu ajarkan kepada manusia. Pelajarilah Al-Qur’an dan lalu ajarkanlah kepada manusia. Selain Al-Qur’an banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan ilmu dan kedudukan ulama, baik dimata Allah maupun dimata manusia, di dunia maupun di akhirat.

Ulama dihargai demikian tingginya tak tertandingi oleh siapapun, dan tak mungkin dapat dikejar, kecuali melalui ilmu. Berikut beberapa keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur’an dan As-Sunnah: 1. Kelebihan ilmu dibanding ibadah lainnya Salah satu fadhilah ilmu dari ibadah adalah bahwa kebanyakan manfaat ibadah terbatas pada pelakunya.

Orang yang melakukan salat atau berpuasa, haji, dzikir dan ibadah yang lainnya, akan mendapat kebaikan-kebaikan amal perbuatannya dan peningkatan derajatnya. Tetapi, masyarakat lain tidak akan mndapat ganjaran mereka sedikitpun secara langsung. Berbeda dengan ilmu; ia bermanfaat jauh melampui si pelaku itu sendiri, sampai pada orang yang mendengarnya, atau membacanya.

Ilmu tidak mengenal ikatan, tidak pula mengakui adanya dinding dan jurang pemisah. Lebih-lebih pada zaman kita sekarang, ketika ilmu tersebar luas melalui radio dan televisi yang dapat ditangkap dalam beberapa detik dan bahkan dalam seketika itu juga para pendengar dan para pemirsa yang ada diberbagai tempat. 2. Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat, dan ilmu tidak mati dengan kematian pemiliknya.

Tetapi bagi orang yang salat, atau berpuasa, atau membayar zakat, berhaji, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com berumroh, bertasbih, bertahlil, berzikr, dan bertakbir, semua amal ini mendapat balasan dari Allah, tetapi balasan itu terputus lantaran selesai atau berakhirnya amalan tertentu.

Adapun ilmu, ia terus berpengaruh selama orang masih memanfaatkanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR.

Muslim no.1631) Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak. Dan pahala tadi akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh murid-muridnya dari generasi ke generasi berikutnya, dan selama kitab-kitabnya dan tulisan-tulisannya dimanfaatkan oleh para hamba di berbagai negeri, dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan untuk manusia, di mana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya.

3. Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar’i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamanya.”(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma) 4.

Orang yang berilmu akan ditinggian derajatnya Sesungguhnya Allah akan meningkatkan derajat orang-orang yang mau menuntut ilmu sebagaimana firmannya: Artinya : Hai orang orang yang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “ Berlapang lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

Dan apabila dikatakan berdirilah kamu maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” ( Q.S Al-Mujaadalah:11).

Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat, ini menunjukkan atas besarnya keutamaan, dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com orang dengan kebaikan) dan mencakup pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tingginya kedudukan di jannah.

(Fathul Baarii 1/141) Allah pun akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana diri-Nya memuliakan diri-Nya dan mengagungkan kekuasaan-Nya, lalu setelahnya Dia memuliakan malaikat dan kemudian memuliakan orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya: Artinya :“ Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.

Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” Q.S Ali Imran:18 5. Menuntut ilmu merupakan ibadah dan akan dipermudah jalan menuju syurga Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah, sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122: Artinya :tidak sepatutnya bagimu menuntut pergi semuanya (dalam medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan pada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya Rosulullah SAW bersabda: Artinya: barang siapa menempuh jalan demi mengharapkan suatu ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan baginya menuju syurga.

Sesungguhnya malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya karena keridhaannya akan pencari ilmu. Sesungguuhnya semua yang ada di langit dan di bumi dan bahkan lumba-lumba di lautan sekalipun, akan selalu memintakan ampunan bagi orang yang berilmu 6. Ilmu adalah kehidupan dan cahaya Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menganggap ilmu sebagai kehidupan dan cahaya, sedangkan kebodohan merupakan kematian dan kegelapan.

Seperti diketahui semua bentuk kejahatan disebabkan oleh ketiadaan kehidupan dan cahaya, dan semua kebaikan disebabkan oleh cahaya dan kehidupan. Syarat-syarat menuntut ilmu dalam kitab “Ta’lim al-Muta’allim” yang ditulis oleh Imam Al-Zarnuji, beliau menulis bahwa syarat-syarat mencari ilmu itu ada 6 yaitu: 1. Cerdas (Dzakaun) Kecerdasan merupakan syarat pertama yang harus dipenuhi oleh thalibul ilmi. Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa orang yang pintar adalah orang yang mengetahui This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com bahwa ia tidak tahu akan sesuatu dan karenanya dia mau belajar.

Maksud cerdas disini bukanlah tingkatan kepintaran, melainkan tidak gila. Orang tersebut haruslah waras, dapat membedakan mana angka satu dan dua, mana hitam dan putih, mana baju dan celana. 2. Rakus (hirsun) Rakus maksudnya adalah (punya kemauan dan semangat untuk berusaha mencari ilmu) menurut Imam as-Syafi’i, dalam menuntut ilmu janganlah langsung merasa puas terhadap apa yang telah didapat dan jangan hanya menuntut ilmu di satu daerah saja.

“Tidak cukup teman belajar di dalam negeri atau dalam satu negeri saja, tapi pergilah belajar di luar negeri, di sana banyak teman-teman baru pengganti teman sejawat lama, jangan takut sengsara, jangan takut menderita, kenikmatan hidup dapat dirasakan sesudah menderita.” (diambil dari kitab Sejarah Hidup dan Silsilah Syekh Kiyai Muhammad Nawawi Tanara Banten yang ditulis oleh H.

Rofiuddin. Hal. 4). 3. Sabar Seorang yang menuntut ilmu sudah barang tentu akan menghadapi macam-macam gangguan dan rintangan. Selain berusaha maka bersabarlah untuk menghadapi semua itu, dan perlu diketahui bahwa sabar adalah sebagian dari Iman, “As-Shobru mina al-iman”. Dan Sabar disini mengandung arti tabah, tahan menghadapi cobaan atau menerima pada perkara yang tidak disenangi atau tidak mengenakan dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah Swt, akan tetapi kesabaran disini harus diartikan dalam pengertian yang aktif bukan dalam pengertian yang pasif.

Artinya nrimo (menerima) apa adanya tanpa usaha untuk memperbaiki keadaan. 4. Modal/bekal Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan wajib hukumnya bagi setiap muslim, dan dijelaskan lagi dalam hadis “Tuntutlah ilmu mulai dari rahim ibu sampai liang lahat”.

Dari hadis tersebut kita bisa mengetahui bahwa, seumur hidup kita wajib menuntut ilmu. Pendidikan bukan hanya pendidikan formal tetapi non formal pun ada. Rasul menjanjikan kepada para penuntut ilmu,“Sesungguhnya Allah pasti mencukupkan rezekinya bagi orang yang menuntut ilmu” Dan yakinkanlah bagi para penuntut ilmu walaupun dengan segala kekurangan (biaya) pasti mampu atau bisa menyelesaikan pendidikan.

Karena pasti akan ada jalan lain selama manusia berusaha dan yakin terhadap kekuasaan dan pertolongan Allah Al-Yaqinu Lâ Yuzâlu bi as-Syak Artinya: ”Keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keragu-raguan”.

Dan akhirnya maka tidak ada alasan orang tidak bisa menuntut ilmu karena biaya, seperti keterangan sebelumnya carilah jalan lain, solusi lain untuk bisa menuntut ilmu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5.

Petunjuk guru Banyak orang yang tersesat karena belajar tanpa guru, seorang tholibul ilmi hendaklah mempunyai seorang guru sebagai petunjuk, walaupun ada yang mengatakan bahwa buku adalah guru yang besar, tapi buku tidak bisa mituturi (memberi nasihat). 6. Karena ilmu sangat luas dan tidak memiliki akhir maka sudah barang tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Pepatah Arab mengatakan :”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat” seorang pelajar harus mengulang-ulang pelajaran yang telah didapat, jadi dalam mencari ilmu tidaklah cukup dalam waktu yang singkat.

Seperti contoh seorang untuk menjadi Doktor harus melalui SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, dan itu bukanlah waktu yang singkat.

Adab mencari ilmu 1. Niat Niat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari ridho Allah. Hendaknya diringi dengan hati yang ikhlas benar-benar karena Allah. Bukan untuk menyombongkan diri, menipu orang lain ataupun pamer kepandaian, tetapi untuk mengeluarkan diri dari kebodohan dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.

2. Bersungguh-sungguh Dalam menuntut ilmu haruslah bersungguh-sungguh dan tidak pernah berhenti. Allah mengisyaratkan dalam firman-Nya yang berbunyi : “Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami pastilah akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami.” 3.

Terus-menerus Hendaklah kita jangan mudah puas atas ilmu yang kita dapatkan sehingga kita enggan untuk mencari lebih banyak lagi. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Sofyan bin Ayyinah : “Seseorang akan tetap pandai selama dia menuntut ilmu. Namun jika ia menganggap dirinya telah berilmu (cepat puas) maka berarti ia bodoh.” Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi dilakukan secara terus menerus dibandingkan amalan yang banyak tetapi hanya dilakukan sehari saja.

4. Sabar dalam menuntut ilmu Salah satu kesabaran terpuji yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu adalah sabar terhadap gurunya seperti kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidr as (QS Al Kahfi : 66-70). Kita jangan cepat putus asa dalam menuntut ilmu jika mendapatkan kesulitan dalam memahami dan mempelajari ilmu.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan http://www.simpopdf.com 5. Menghormati dan memuliakan orang yang menyampaikan ilmu Di antara penghormatan murid terhadap gurunya adalah berdiam diri maupun bertanya pada saat yang tepat dan tidak memotong pembicaraan guru, mendengarkan dengan penuh khidmat, dan memperhatikan ketika beliau menerangkan, dan sebagainya.

6. Baik dalam bertanya Bertanya hendaknya untuk menghilangkan keraguan dan kebodohan diri kita, bukan untuk meremehkan, menjebak, mengetes, mempermalukan guru kita dan sebagainya. Aisyah ra. tidak pernah mendengar sesuatu yang belum diketahuinya melainkan sampai beliau mengerti. Orang yang tidak mau bertanya berarti menyia-nyiakan ilmu yang banyak bagi dirinya sendiri. Allah pun memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang yang berilmu seperti dalam firman-Nya dalam QS An-Nahl:43.

Artinya :Dan kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah pada orang-orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Di dalam kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmil khalaf dijelaskan bahwasanya ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang antara lain: a.

Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. b. Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk. c. Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia. d. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. e. Senantiasa didengar doanya. f. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. g. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.

h. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. i. Selalu mengharapkan akhirat. j. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian. k. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ahlussunnah.

Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya. l. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya.

m. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak boleh menyaingi martabat mereka. n. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sedangkan ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang yaitu: a.

Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati. b. Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. c. Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya. d. Tidak dikabulkan doanya. e. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat ALLAH murka.

f. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. g. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. h. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh. i. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.

j. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran. k. Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya. l. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. m. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata.

n. Tidak mendatangkan ketenangan hati Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memiliki sifat wara’(rendah hati) dan takut pada Allah Taala.

Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu (QS Al-Mujadilah: 11). Ilmu manusia di dunia itu ibarat setetes air yang jatuh ke dalam samudera yang luas jadi janganlah menyombongkan diri atas ilmu yang dimiliki. Ilmu seluruh manusia jika dikumpulkan dari nabi Adam hingga akhir zaman, tak lebih dari hanya setetes air. Dibanding ilmu Allah SWT bagaikan seluruh samudra yang sangat luas.

Tidak akan masuk surganya Allah SWT bagi seorang hamba yang masih ada kesombongan dalam hatinya walaupun seukuran biji sawi.

(Al-Hadits). Dari paparan semua tentang ilmu diatas maka tidak ada kata terlambat bagi kita semua dalam belajar atau mencari ilmu.

Tapi pada kenyataannya dalam kehidupan nyata yang aku temukan ada juga orang yang diajak untuk belajar atau mencari ilmu alasannya bermacam-macam. Salah satunya yang sering aku dengar adalah sebagai berikut: aku wis tuwo sing enom wae isih wokeh.

‘Aku sudah tua yang muda aja masih banyak.’. Padahal dalam belajar itu tidak ada batasan umur. Mau dia masih muda, sudah tua, mau kaya atau miskin, memiliki jabatan atau tidak menuntut ilmu itu hukumnya adalah wajib.

Tapi kenapa selalu ada alasan-alasan tertentu?? Yah itulah alasan bagi orang yang merasa sudah cukup ilmunya atau memang pemalas orangnya atau apalah tergantung penilaian masing-masing individu. Kalau aku sih mencari ilmu itu must go on.karena aku bercita-cita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang bahasa, terutama bahasa asing.

Syukur-syukur bisa mendapat hadiah gelar Profesor suatu hari nanti. Amin YRA. SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG Setelah lulus dari MTS Al-Hamidah Kuwu aku ingin melanjutkan sekolahku lagi. Awalnya aku belum ada gambaran kira-kira sekolah mana yang hendak akan aku pilih sebagai tujuanku untuk melanjutkan belajarku karena nilaiku masih pas-pasan juga. Kira-kira sekolah mana yang nantinya yang akan mau menerimaku?. Kemudian, dikala hatiku sedang gundah, Diana temanku sekelas di MTS datang memberikan saran untuk melanjutkan sekolah lagi ke Semarang.

’’Disana ada MAN 1 Semarang, selain sekolah disana kita bisa juga tinggal di pesantren, Gar’’ begitulah kata-katanya. Awalnya aku ragu atas tawarannya Diana karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat tinggalku.

Kira-kira harus menempuh waktu sekitar 4 jam kalau naik bus kota untuk menuju kota tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Akhirnya atas sarannya Diana aku pun merundingkannya dengan orangtuaku.

Alhasil, orangtuaku semua menyetujuinya. Meskipun ibuku juga setuju dengan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan untuk melanjutkan sekolah ke kota Semarang tapi ibuku masih merasa cemas dan hawatir.

Tidak demikian dengan ayahku. Beliau hanya memberikan nasihat begini: ’’Sekolah nang ngendi wae ora dadi masalah sing penting temenan olehmu sekolah!!’’. ‘Sekolah dimana saja tak jadi masalah, yang penting serius dirimu dalam sekolah!! ’Begitulah pesannya ayah terhadapku, meski singkat tapi dalam maknanya.

Kemudian aku pun pamit kepada orangtua untuk berangkat bersama Diana menuju ke kota Semarang untuk mendaftar sekolah ke MAN 1 Semarang bersama-sama. Saat sampai di rumahnya Diana ternyata dia sudah berangkat bersama ayahnya sesudah subuh karena kuatir doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan macet.

Akupun tidak tahu karena tidak dihubungi oleh Diana karena Diana juga tidak tahu caranya bagaimana menghubungiku karena waktu itu kami sama-sama belum mempunyai telpon genggam atau HP seperti pada era sekarang ini. Setelah itu, Ibunya Diana memberiku arahan lewat tulisannya pada secarik kertas. Kira-kira bus jurusan apa saja yang akan aku naiki nanti. Karena waktu itu pertama kalinya aku pergi ke Semarang kuatir kalau-kalau aku nantinya tersesat.

Pada kertas yang ditulis ibunya Diana tertulis bahwa: mulai dari pasar kuwu naik bus jurusan ke terminal Purwodadi kemudian ganti bus jurusan ke Semarang kemudian turun di terminal Penggaron Semarang. Setelah itu naik angkotan kota kira-kira 15 menit menuju jurusan ke Pedurungan jangan lupa turun di kiri jalan yang ada papan namanya MAN 1 Semarang.

Itulah pesan singkat yang aku baca pada secarik kertas yang dibawakan untukku dari ibunya Diana. Waktu itu, saat masih tahun 2000 naik bus mulai dari pasar Kuwu menuju terminal Purwodadi hanya cukup membayar Rp 1.500,- untuk penumpang umum. Sedangkan untuk penumpang dari anak sekolah hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 500,- saja. Setelah sampai dari terminal Purwodadi, dari terminal tersebut ganti bus menuju ke terminal Penggaron Semarang hanya cukup membayar Rp 3000,- kemudian naik angkotan kota dari Penggaron ke Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan 1 Semarang hanya cukup membayar Rp.500,.

Entah berapa kalau sekarang tarif bus dari Purwodadi ke Semarang. Mungkin udah beda bingits kaleee. Alhasil, aku pun menemukan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dimana MAN 1 Semarang berada meski awalnya aku bertanya-tanya kepada orang-orang yang aku temui di perjalanan.

Sesampainya disana waktu menunjukkan pukul 09.11 WIB. Aku pun bertanya kepada penjaga dimana aku bisa untuk mendaftarkan diri ke bagian pendaftarannya di sekolah tersebut. Setelah selesai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mendaftar akhirnya akupun ketemu dengan Diana disana. Ternyata dari almamaterku sebelumnya, yang melanjutkan sekolah ke MAN 1 Semarang hanya ada 3 orang, yaitu Diana, Maulida dan aku sendiri.

Setelah selesai mendaftar ternyata hari esoknya langsung dilakukan seleksi ujian masuknya. Setiap calon siswa baru setelah selesai registrasi awal akan mendapatkan kupon pendaftaran. Setiap siswa diberikan kupon dengan bertuliskan jadual ujian. Pada kupon tersebut masing-masing siswa berbeda jadual ujian tertulis dan wawancaranya. Jadual ujian pada kupon yang sudah aku peroleh waktu itu adalah ujian tertulis, wawancara dan hapalan ayat suci Al-Qur’an.

Hatiku merasa hawatir sebab aku merasa hapalanku hanya sedikit saja waktu itu kira-kira gimana ya nanti pas ujian seleksinya? ’’Itulah gumamku saat itu. Kemudian aku pun terpaksa menginap semalam di rumah kakakku yang letaknya berada di daerah perbatasan Demak di blok HH6 Pondok Raden Patah Semarang demi untuk doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ujian seleksi masuk di sekolah tersebut.

Pada keesokkan harinya tibalah aku menghadapi ujian seleksi wawancara dan setoran hapalan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian tibalah pada giliranku untuk menghadapi ujian tersebut. Akhirnya perasaan hawatirku berangsur-angsur sirna karena ujian wawancaranya saat giliranku ternyata hanya di tanya tentang motivasi apa saja aku memutuskan mendaftarkan diri di MAN 1 Semarang, dan hapalan ayat suci Al-Quránnya ternyata aku kebagian mendapatkan ayat kursiy yang sudah sejak SD aku hapal diluar kepala.

Setelah selesai mengikuti ujian akupun langsung pulang ke Purwodadi lagi karena pengumuman hasil ujian seleksinya akan diumumkan pada dua minggu kemudian. Setelah ujian seleksi masuk MAN 1 Semarang selesai kemudian tibalah diumumkan untuk hasil seleksinya.

Awalnya aku diterima sebagai siswa cadangan di sekolah tersebut, tapi karena ada dua siswa yang mengundurkan diri dari hasil seleksi penerimaan siswa baru di MAN 1 Semarang dan mungkin lebih memilih ke hasil penerimaan seleksi siswa baru di sekolah lain yang mereka sukai, maka, aku pun resmi diterima menjadi siswa baru di sekolah tersebut.

Sebelum resmi diterima menjadi siswa baru MAN 1 Semarang ternyata lagi-lagi ada kegiatan MOS di sekolah tersebut seperti saat aku menjadi siswa baru di MTS Al-Hamidah dulu. Bedanya, kalau disini MOS diadakan hanya seminggu saja dan tidak ada kegiatan berkemah seperti dulu. Tetapi saat MOS di MAN 1 Semarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk keperluan beli ini dan itu yang ditugaskan oleh kakak pembina untuk dibawa ke This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kelas saat kegiatan MOS berlangsung.

Misalnya, disuruh membawa kayu bakar, mie instant, buah-buahan, bunga mawar, pakaian bekas yang masih layak pakai, dan lain-lain. Setelah kegiatan MOS berakhir, akupun kembali mengikuti pelajaran sekolah seperti pada umumnya. Di MAN 1 Semarang aku masih mendapatkan pelajaran Fiqih, Bahasa Arab, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, dan lainnya seperti saat di MTS Al-Hamidah dulu, bedanya kalau di MAN 1 Semarang ilmunya lebih mendalam lagi. Disamping itu, akupun tinggal di pesantren At-Thahiriyyah, Pedurungan lor yang dipimpin oleh Ust Yusuf.

Aku hanya betah tinggal di pondok tersebut hanya dua bulan saja kemudian ada teman sekelas yang mengajakku mampir ke pondok pesantrennya di belakang sekolah MAN 1 Semarang. Setelah beberapa kali mampir ke pondok pesantren temanku, aku mulai menyukai pondok tersebut. ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Pertama Saat duduk di bangku kelas satu di MAN 1 Semarang aku menemukan banyak temanteman di kelasku yang pintar-pintar dalam hal pelajaran.

Apalagi Warih Erika Rahmawati dari Karanganyar, Purwodadi yang kelihatan menonjol sekali dalam pelajaran apapun. Ternyata di MAN 1 Semarang walaupun kemampuanku dalam pelajaran tidak begitu banyak menonjol tapi masih ada beberapa guruku yang suka denganku terutama guru Bahasa Inggris di kelasku waktu itu. Beliau terkenal judes dalam mengajar walaupun hatinya sebenarnya baik.

Teman-teman selalu protes apabila ada banyak tugas Bahasa Inggris yang diberikan kepada kami di kelas maupun sebagai PRnya. Kalau ada PR Bahasa Inggris teman sekelas dan teman-teman di pondok masih banyak yang mengandalkan aku, sedangkan apabila ada PR Matematika, Kimia, Fisika pasti Warih Erika lah yang diandalkan di kelasku waktu itu.

Kalau ada PR Matematika, Kimia, Fisika, saat di pondok Al-Ishlah, maka Ahmad Shodikin yang dijadikan sebagai sumber inspirasi teman-teman baik santriwan maupun santriwati. Untuk pelajaran agama, terutama Fiqih semua takut dengan adanya Pak Giman.

Tampangnya tegap, tegas dan berwibawa seperti tentara yang berambut cepak dan suka mencari siswa atau siswi yang dianggap aneh atau beda sendiri dari segi penampilan atau lainnya. Misalnya: baju siswa atau siswi yang tidak dimasukkan, tidak memakai ikat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pinggang, rambut yang gondrong untuk laki-laki, kuku tangan yang panjang-panjang dan lain-lain.

Tidak ada satupun siswa yang berani membantah beliau. Pak Giman selalu mempraktekkan arti dari sebuah kedisiplinan di civitas almamater MAN 1 Semarang.

Semua tata tertib sekolah yang sudah tertulis dan tertempel di masing-masing kelas harus beliau tegakkan. Semua kelihatan tegang saat beliau mengajar di kelas. Tak boleh ada kotoran, debu bahkan sampah sedikitpun di kelas saat beliau mengajar. Saat ada plastik pembungkus kerupuk atau jajanan lainnya entah siapa yang membuangnya siswa yang terdekat dari plastik tersebut harus memungut dan membuang plastik tersebut pada tempatnya atau tempat sampah.

Kalau piket kebersihan kurang bersih dalam membersihkan kelasnya menurut penglihatan Pak Giman, maka disuruhlah kembali untuk membersihkan kelasnya sebelum beliau mulai mengajar. Tidak hanya itu saja, teman sekelas yang tidak mendapat tugas piket kebersihan pada hari tersebut harus ikut membantu semua tidak boleh hanya melihat atau memandanginya saja mereka yang piket dalam melakukan tugasnya. Beliau begitu memegang teguh tentang esensi dari ’’Kebersihan sebagian dari iman’’.

Saat masih kelas satu, kelas 1.7 merupakan kelas yang menjadi kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Karena rata-rata para siswanya pada pintar-pintar semua. Ada yang sudah menjadi hafidz (hapal Al-Qu’an), ada yang jago Bahasa Arab, dan lainnya. Di kelas 1.4 itu aku mengenal teman yang bernama Danang Prasetyo dari Layur yang terkenal sebagai kawasan preman yang ada di Semarang, Ahmad Anas dari daerah Sambiroto Kedungmundu Semarang, Tuhfatul Mujab dari Kebumen, Muhammad Arif Riyadi dari Karangawen, Demak, Zaenal Abidin dari daerah Gubug, Purwodadi, Tribuana Tunggadewi dari Semarang, Diana Trianti dari Karangawen, Nana Setiarini dari Semarang, Seturah dari Godong dan lainnya.

Dari Mohammad Arif Riyadi lah aku mengenal pondok pesantren AlIshlah. Karena berawal dari diajak mampir ke pesantren Al-Ishlah saat pulang sekolah oleh Riyadi beberapa kali, maka aku pun mulai menyukai pondok pesantren tersebut dan beberapa hari setelah silaturahmi dari tempat tersebut kemudian aku memutuskan untuk pindah ke pesantren Al-Islah yang sebelumnya masih tinggal di pondok pesantren At-Thohiriyyah, Pedurungan Lor, Semarang.

Akhirnya aku pun resmi menjadi santri Al-Ishlah pada pertengahan September pada tahun 2001. Aku akhirnya betah dan merasa nyaman tinggal di pondok pesantren Al-Ishlah di Jl. Plamongan Hijau no.260, Semarang. Pimpinan laki-laki pondok pesantren di wilayah Semarang sudah biasa di panggil dengan sebutan abah, sedangkan istrinya dipanggil dengan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sebutan nyai atau bu nyai.

Di pondok pesantren inilah aku mengenal banyak teman-teman yang baik denganku, diantaranya: Mas Dwi Sugiharto yang baik hatinya yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri yang sekarang menjadi hakim provinsi yang bertugas di wilayah Demak, Baidlowi seorang pengusaha, Mbak Eli putri pertama abah yang sering memberiku roti karena sering dimintai tolong untuk membantu mempersiapakan bahan untuk membuat roti dan lainnya, Muhammadun yang suka tidur saat mengaji yang akhirnya menjadi seorang polisi, Tofik Kurniawan seorang kontraktor dan seorang sahabat yang selalu menasehatiku, Mbah Oleh yang bernama asli Mohammad Sholeh yang pernah mengajari aku cengkok-cengkok tembang shalawat dan lagu-lagu yang indah dalam Al-Qur’an, Pak Nanang Sundoro yang baik, meski sudah menjadi polisi masih mau belajar di Al-Ishlah, Ahmad Abdul Wahab yang bercita-cita ingin menjadi presiden, Gus Azka, Mas Burhan dan Mas Idus putranya abah, Mas Ulin si jangkung yang selalu memberikan banyak motivasi buat aku, Ahmad Shodikin seorang santri yang cerdas yang menjadi hafidz yang menggantikan posisi abah saat berhalangan hadir, maka dia lah yang ditunjuk untuk mengajar ngaji Al-Qur’an dan meluruskan bacaan tajwid kami yang sekarang menjadi PNS di kantor perpajakan Jakarta Pusat, Ahmad Charir atau biasa disebut pak lurah, seorang guru dan kepala sekolah di MTS di wilayah Semarang, Udin seorang guru PNS SD di tempat kelahirannya, Blora, Robin seorang arsitek ilmu bangunan, Ircham seorang teman yang suka terjun di dunia politik, Mohammad Arif Riyadi yang menjadi TKI di Korea, Siswanto yang pernah jadi TKI di Taiwan, Amin, Fatoni, Toha, dan lainnya.

Pada waktu itu, ustadz di pondok pesantren Al- Ishlah adalah seorang anggota kepolisian dari Polda Jawa Tengah berpangkat AKBP yang bernama Drs.

AKBP Masrochan Halimtar. Berbagai ilmu baru dan hal baru aku dapatkan disana. Meskipun abah seorang ustadz, kyai dan seorang anggota kepolisian berpangkat AKBP beliau tidak pernah sungkan untuk mengecek hapalan Al-Quránnya kepada santrinya sendiri yang cerdas bernama Ahmad Shodikin.

Dari situ aku pun merenung sejenak. Ternyata orang berilmu itu bisa datang dari kalangan mana saja bisa dari murid sendiri seperti muridnya abah. Abah saja tidak sungkan dan bisa meletakkan egonya meski sudah menjadi da’i (penceramah) hebat sekaligus memiliki kedudukan di Polda Jawa Tengah tapi masih mau juga belajar dengan santrinya sendiri.

Dalam realitanya yang aku tahu, masih ada orang yang mempunyai kedudukan, derajat dan pangkat atau jabatan tertentu untuk berguru atau belajar kepada orang yang lebih berilmu tetapi masih belum bisa menurunkan egonya apalagi orang yang berilmu tersebut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lebih muda usianya dan dari latar belakangnya adalah orang yang biasa-biasa saja bukan dari orang yang berpangkat atau mempunyai jabatan.

Atas berkat didikan dan doa beliau lah banyak santri dari Al-Ishlah yang sudah sukses sekarang. Terima kasih abah, jasamu dan pengorbananmu akan hal ilmu sungguh sangat berarti buat kami. Di pesantren Al-Ishlah aku mendapat banyak hal.

Didikan dan pengalaman yang sangat berharga yang banyak aku peroleh juga di pesantren ini yang mungkin belum pernah kudapatkan dari manapun.

Saat ketemu Ustadznya pertama kali ternyata beliau sudah mengenal ayahku setelah aku bercerita tentang ayahku kepada abah. Abah pernah bercerita kepadaku kalau saat masih tugas di daerah Kalanglundo Kecamatan Ngaringan dulu katanya ayahku sering mampir ke rumah abah pada waktu itu. Kebetulan ayahku waktu itu sudah dikenal hampir sewilayah kecamatan di daerahku.

Yah, mungkin karena profesinya ayahku waktu itu adalah seorang mantri kesehatan atau istilah sekarang lebih dikenal sebagai sebutan dokter umum. Karena profesinya itulah ayahku selain buka praktek di rumah, ayahku juga sering dipanggil para pasiennya di daerah-daerah tertentu.

Salah satu tempat yang sering dikunjunginya berada di daerah Kalanglundo, Ngaringan. Barangkali karena sering ada tugas di Kalanglundo itulah ayahku menjadi kenal akrab dengan abah sejak lama. Dunia memang tak seluas daun kelor. Selama tinggal di pesantren Al-Ishlah aku belajar beberapa pelajaran baru yang sebelumnya belum pernah aku pelajari. Diantaranya: Fathul Qarib atau Takrib yang berisi aturan-aturan (fiqih) dalam agama Islam yang ditulis dengan berbahasa Arab yang belum ada artinya dan kebanyakan orang menyebutnya sebagai kitab kuning, Ilmu Nahwu Sharaf atau dikenal dengan tata bahasanya Bahasa Arab, dan lain-lain.

Beliau sering membahas tentang pentingnya arti sebuah ilmu pengetahuan. The relegion without science is blind and science without relegion is lame. ‘Ilmu agama tanpa adanya ilmu pengetahuan itu buta dan ilmu pengetahuan tanpa adanya ilmu agama itu pincang.’ Dan lagi yang masih aku ingat akan hal ilmu yang pernah beliau sampaikan kepada santrinya yaitu: Ilmu iku ora usah akeh-akeh, sing penting iso manfaat.

Syukur-syukur akeh iso manfaat malah luwih apik, nek ora iso yo sithik tapi manfaat. Ciri-ciri ilmu sing manfaat salah sijine iku sing wenehi lan nerima ilmu iku krasa ayem, ora ngganjel ning ati, ikhlas njalanke ilmu kasebut.

‘Ilmu itu tidak usah banyakbanyak tapi yang penting bisa bermanfaat. Syukur-syukur banyak bisa bermanfaat malah lebih baik, kalau tidak bisa ya sedikit tapi bermanfaat. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat salah satunya itu yang memberikan dan menerima ilmu itu merasa tenang, tidak mengganjal di hati, ikhlas untuk menjalankan ilmu tersebut.’ Ilmu yang tidak bermanfaat itu diibaratkan seperti This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pohon yang lebat atau rindang tetapi hanya sedikit buahnya.

Menurut salah satu sahabat Nabi Umar Bin Khattab r.a. juga menjelaskan bahwasanya ilmu itu ada tiga tahapan, jika seseorang memasuki tahapan pertama dia akan sombong, jika dia memasuki tahapan kedua dia akan tawadzu’ (rendah hati) dan jika ia memasuki tahapan ketiga dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.

Ilmu itu berkembang terus sesuai dengan perkembangan zaman. Ilmu tidak terbatas pada pada kontemplasi dan pemikiran saja tentang dunia.

Lebih dari itu, ilmu seharusnya menyatukan antara pemikiran dan aksi semata-mata dalam rangka memperbaiki kekurangankekurangan yang ada. Ilmu haruslah bersifat praksis, yang akan memadukan teori dan praktik sekaligus. (Santoso, 2012:83). Dalam hal ilmu, janganlah memandang remeh kepada orang lain, bisa jadi kita mengerti akan ilmu yang kita kuasai tetapi belum tentu kita sendiri menguasai ilmu yang dikuasai oleh orang tersebut.

Dengan kata lain kita bisa lebih mudah menguasai satu atau lebih ilmu tertentu sedangkan orang lain bisa jadi kurang menguasai ilmu yang kita miliki tetapi ilmu yang lainnya dia bisa dengan mudah untuk menguasainya. Jadi, dalam hal ilmu apapun bidangnya, kita sebaiknya saling mengisi, melengkapi atau saling berbagi bukannya saling merendahkan diri antara satu dengan yang lain.

Waktu terus berputar, tak terasa aku pun sudah duduk di bangku kelas dua MAN 1 Semarang. Saat awal kenaikan kelas dua MAN 1 Semaranng waktu itu teman sekelasku saat masih duduk di kelas 1.4 yang terkenal cerdas memutuskan untuk pindak sekolah di daerahnya di Purwodadi tempat asalnya. Saat itu, Warih Erika berpamitan kepada temanteman semua di kelas dua, termasuk aku, Rozak, Wahab, Masrochan dan lainnya yang sudah menjadi temannya. Suasana kelas tampak terasa haru atas kepergian teman kami itu untuk pindah sekolah di daerahnya.

Ada yang merasa kehilangan, ada pula yang tampak biasa-biasa saja saat Erika berpamitan kepada kami semua saat itu. Saat kenaikan kelas satu naik tingkat ke kelas dua, aku ditempatkan di kelas 2.3. Di kelas 2.3 itu aku mengenal teman baru lagi. Karena pembagian kelas tersebut ditentukan berdasarkan dari peringkat nilai raport para siswanya. Dan kelas 2.1 merupakan kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Dari sini aku mengenal Umi Nur Khasanah, Akhromin, Ali Muhlison, Masrochan, Nur Rohmat, Mohammad Nasir, Puput Pratama, Lutfil Bahri, Abdul Rozak dan lainnya.

Teman akrabku di kelas itu antara lain Abdul Rozak, Masrochan, Kayyis Chalimi, Siti Nur Farochah dan lainnya. Abdul Rozak salah satu teman This PDF doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekelasku yang akrab akhirnya menjadi teman yang duduk sebangku denganku. Tiap kemanamana selalu bersama dia. Aku suka dengannya karena dia orangnya baik, pintar tentang agama, dan sopan kepada siapa saja.

Sampai-sampai kedekatan kami sudah seperti saudara saja. Hingga akhirnya penjurusan kelas IPA, IPS dan kelas Bahasa, aku dan dia masih belajar di kelas yang sama.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kelas 2.3 ini siswa yang kelihatan menonjol dalam hal pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia adalah Siti Nur Farochah, Lutfil Bahri, Nur Rohmat dan Nur Revitawati. Saat ada PR tentang pelajaran tersebut mereka semua yang menjadi andalan di kelas kami apabila doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tugas atau PR.

Di kelas 2.3 pelajaran Bahasa Inggris diampu oleh Pak Sholeh. Beliau pun menyukaiku karena aku yang kelihatan aktif dalam pelajarannya saat beliau mengajar.

Aku juga masih diandalkan oleh teman-temanku di kelas 2.3 dalam hal Bahasa Inggris kalau ada tugas atau PR. Sedangkan Abdul Rozak dan Masrochan menjadi sumber inspirasi teman-teman di kelas saat ada mata pelajaran agama seperti: Fiqih, Qur’an Hadits dan lainnya. Di kelas dua ini aku juga mengenal teman baru yang lainnya seperti Inta Iklima, Umar, Potter, Hamzah, Siti Zubaidah, Siti Ashobiyyah, Siswanto dan lainnya.

Masrochan adalah siswa yang pandai dalam Bahasa Arab. Saat masih kelas dua dia pernah menjadi juara pertama tingkat propinsi Jawa Tengah untuk lomba mengarang Bahasa Arab tingkat SMA/MA. Sayangnya dia tidak mau lagi untuk diajukan ke tingkat nasional saat itu karena waktu mengambil hadiahnya pada juara lomba mengarang Bahasa Arab tingkat propinsi Jawa Tengah ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang ikut menikmati honornya.

ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Kedua Saat liburan catur wulan kedua semua siswa kelas dua di MAN 1 Semarang dianjurkan untuk ikut semua dalam study tour ke Bali.

Tempat-tempat wisata yang kami kunjungi di Bali saat itu antara lain: Kintamani, Tanah Lot, Pantai Sanur, Pantai Kute, Jimbaran, Bedugul, Pasar Sukowati, Joger dan tempat-tempat lainnya. Selain wisata ke Bali kami pun diwajibkan untuk membuat laporan mengenai tempat-tempat wisata yang kami kunjungi yang berada disana. Kami bertamasya di Bali selama satu minggu disana.

Saat pulang dari Bali ada yang membeli buah-buahan seperti markisa, salak, jeruk Bali dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lainnya sebagai oleh-oleh, ada pula yang membeli baju dan kaos khas dari Joger yang unik, selimut, ikat kepala dan lainya. Selain membeli buah, aku pun tak lupa juga membelikan kaos bergambarkan Barong dari Bali untuk ponakan-ponakanku di rumah.

Setelah masa liburan caturwulan usai kami pun kembali mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa. *************************************************************************** Tak terasa waktu belajar di kelas 2.3 akan segera berakhir.

Semua siswa yang duduk di kelas 2.1 sampai 2.8 sebelum naik tingkatan ke kelas 3 harus memilih salah satu kelas program jurusan sesuai dengan masing-masing minat siswanya. Aturan tersebut sudah ditentukan oleh kepala sekolah kami, yaitu Bapak Drs. Basuki, M. Ag. Beliau begitu disiplin dalam hal menerapkan peraturan sekolah di MAN 1 Semarang.

Kadangkala entah beliau ingin pamer, narsis atau apalah akupun tidak tahu maksudnya saat itu beliau pernah aku lihat sesekali membawa handycame untuk mengambil video di masing-masing tempat di MAN 1 Semarang dengan berjalan kesana kemari sambil memamerkan video kameranya (handycam). Beberapa guru dan siswa ada yang senyum-senyum simpul melihat aksi beliau saat itu.

Itulah kepala sekolah kami saat itu. Saat pembagian penjurusan kelas akan diumumkan, para siswa diberikan waktu untuk memikirkannya matang-matang mengenai jurusan apa yang akan dipilihnya agar nanti tidak salah pilih masuk jurusan di kelasnya.

Aku tidak mau untuk mikir lama lagi, karena aku suka dengan belajar bahasa dan tidak suka pelajaran yang berhubungan hitung-menghitung maka akhirnya aku memutuskan untuk masuk di kelas bahasa. Keputusanku itu akhirnya diikuti juga oleh Rozak, Masrokan, Hamzah dan Aslikah yang merupakan teman yang aku kenal yang mau bergabung denganku di kelas bahasa saat di kelas dua.

Siti Nur Farochah atau lebih akrab doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Ocha, Intan Iklima, Umi Nurhasanah, Maulida, Diana dan Nur Revitawati sudah pasti masuk di kelas IPA karena mereka memang suka pelajaran yang berhubungan dengan eksakta. Akromin dan Agus Sholeh yang duduk di bangku belakangku memilih masuk kelas IPS di kelas tiganya. Dan teman-teman lainnya akupun tidak tau apa saja pilihan mereka. Entah masuk di kelas IPA, IPS atau kelas Bahasa. Akhirnya pemilihan kelas penjurusan sesuai minat masing-masing siswanya pun usai dilaksanakan.

Di kelas tiga kami yang baru ini, kelas IPA ada tiga kelas, IPS ada 4 kelas dan Bahasa teridiri dari satu kelas saja. Aku dan Rozak saat masuk kelas bahasa masih duduk sebangku denganku. Di kelas bahasa ini aku mengenal teman-teman baru lagi, diantaranya: Zumaroh, Zamronah, Maknun, Sigit, Ismaiyah, Umi Ifayanti, Ni’matin Farida atau lebih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com akrab dipanggil dengan sebutan Jeng Menik, Ummu Ayu Vivi Habibah, Charna Wiwitanta, Ahmad Najib dan lainnya.

Sedangkan teman dari pondok pesantren yang sama dan masuk di kelas yang sama adalah Mohammad Arif Riyadi yang terkenal dengan sebutan James karena mirip dengan seorang aktor pemeran film James Bond dan Ahmad Abdul Wahab yang akrab dengan panggilan Wahab. Temanku yang satu sekolah dari MTS Al-Hamidah dulu ternyata masuk di kelas yang sama bersama Inta Iklima di kelas III IPA 1. Awalnya kelas Bahasa dianggap sebagai momok dan disebut sebagai kelas buangan. Tapi pada akhirnya anggapan itu hilang dengan sendirinya.

Itu merupakan kesalahan yang fatal menurutku. Semua ilmu pengetahuan pasti ada hubungannya dengan ilmu bahasa. Buktinya? Kenapa di pasaran terjual bebas kamus tentang kedokteran, kamus tentang ilmu botani atau biologi dan sebagainya?!? Itu baru contoh fisik berupa buku belum contoh lainnya. Itulah mereka yang belum mau mengakui arti pentingnya dalam berbahasa. Dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja baik dari negara manapun.

Dengan belajar Bahasa Inggris misalnya yang sudah menjadi bahasa Internasionalnya dunia. Semua negara di dunia pasti diwajibkan untuk mempelajarinya.

Coz the language is the key to open the world. ‘Karena bahasa merupakan kunci untuk membuka dunia.’ Saat masuk di kelas bahasa pada awalnya kami belajar bahasa Perancis sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa pada saat itu. Kami di kelas hampir semua merasa kesulitan untuk mempelajarinya. Karena belajar bahasa Perancis harus benar-benar olah raga mulut. Misalnya: Bonjour !

[bongzhuhr] Halo ! Je m'appelle Tegar [zhu mapel tegar] Nama saya Tegar Je suis étudiant(e) à l'Université de Diponegoro [zhu swi etudiang a lunivehrsite du diponegoro] Saya adalah mahasiswa(i) di Universitas Diponegoro This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com J'habite à Semarang [zhabit a semarang] Saya tinggal di Semarang J'ai 23 ans [zhe vang thrwa-z-ong] Saya berumur 23 tahun Je suis musulman [zhu swi muzulmong] Saya beragama Islam J'aime beaucoup lire des romans, ecrire de nouvelle, regarde le cinema, écouter de la musique [zhem boku liehr de rumong, ekhrihr de nuvel, regahrd lu sinema, ekute du la muzik] Saya sangat suka membaca novel, menulis cerpen, menonton film, mendengarkan musik Je parle français et anglais [zhu pahrl frongse e onggle] Saya berbicara bahasa prancis dan inggris Merci [mehrsi] Terima kasih Disamping itu, dalam bahasa Perancis terdapat pula kosakata yang bergender maskulin dan feminimnya juga.

Karena alasan tersebut lah kemudian kami melaporkan keluhan kami kepada bagian kurikulum agar bisa diganti dengan bahasa asing lainnya yang tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya. Dalam keluhan kami akhirnya di dengar oleh kepala sekolah kami.

Kemudian Bapak kepala sekolah kami saat itu dengan tegas memberikan masukan bagaimana kalau sebaiknya diganti dengan Bahasa Jepang.

Alasan beliau cukup sederhana waktu itu, karena banyak produk-produk Jepang yang sudah banyak dipakai oleh orang Indonesia. Produk-pruduk dari Jepang yang tidak asing bagi kita diantaranya: sepeda motor bermerek Yamaha, Honda dan Suzuki.

Mobil pun juga ada, diantaranya: Daihatsu, Honda Jazz, dan Suzuki Baleno, dan prodak yang lain-lain. This PDF is Created by Simpo Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Masukan dari kepala sekolah MAN 1 Semarang pada waktu itu akhirnya dibicarakan dan didiskusikan bersama dengan wali kelas kami bersama-sama.

Kemudian wali kelas kami bernama Mr. Baddy selaku guru Bahasa Inggris juga memberikan arahan kepada kami bahwa para siswa di kelas bahasa disuruh untuk menulis bahasa apa yang akan dipilih oleh kita dengan menuliskan pilihan kita pada secarik kertas kira kira bahasa asing apa yang hendak ingin dipilih oleh pilihan bersama yang akan disepakati bersama pula nantinya.

Waktu itu bahasa asing yang ditawarkan ada 8 bahasa asing yang ada di dunia. Diantaranya: Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Italia. Dari perhitungan voting bersama di kelas bahasa tersebut pilihan dari masing-masing siswa cukup beragam.

Ada yang memilih Bahasa Arab, ada yang memilih Bahasa Mandarin, ada pula yang masih tetap memilih Bahasa Perancis dan ternyata dari hasil voting bersama teman-teman banyak yang memilih bahasa Jepang sebagai pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa tersebut. Akhirnya keputusan diambil sesuai voting bersama maka Bahasa Jepang lah yang menjadi pilihannya. Setelah dua bulan lamanya belajar bahasa Perancis akhirnya kelas kami meneruskan belajar Bahasa Jepang sebagai mata pelajaran pilihan bahasa asing di kelas Bahasa.

Pada saat belajar bahasa Jepang, sekolah kami belum mempunyai spesifikasi tenaga ahli dalam bahasa asing tersebut. Bahasa Jepang masih diampu oleh Bapak Agung Wibowo, S. Pd. lulusan S1 Pendidikan Bahasa Perancis dari IKIP Semarang yang sekarang sudah terkenal dengan nama UNNES. Karena beliau pernah belajar Bahasa Jepang secara otodidak akhirnya kami pun belajar bersama-sama. Kami belum sempat belajar huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Huruf Hiragana dan Katakana sering disebut juga huruf Kana.

Hiragana digunakan untuk menulis kosakata bahasa Jepang asli, apakah secara utuh atau digabungkan dengan huruf Kanji. Huruf Katakana digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing (selain bahasa Cina). Jumlah huruf Hiragana dan Katakana masing-masing 46 huruf dan dikembangkan dengan menambahkan tanda tertentu sehingga dapat membentuk bunyi lainnya yang jumlahnya masing-masing menjadi 56 bunyi.

Huruf-huruf tersebut berbentuk suku kata, sehingga bunyi total bahasa Jepang kurang lebih hanya 102 suku kata. Huruf Kanji berasal dari Cina, yang jumlahnya cukup banyak. Huruf Kanji yaitu huruf yang merupakan lambang, ada yang berdiri sendiri, ada juga yang digabung dengan huruf Kanji lainnya atau diikuti dengan huruf Hiragana. Huruf Kanji dalam bahasa Jepang ada dua macam cara membacanya, yaitu: (1) ala Jepang (kun-yomi) dan (2) ala Cina (on-yomi).

Sedangkan huruf This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terakhir adalah Romaji atau huruf Alfabet (latin). (Sutedi, 2003: 7-9). Pada saat itu kami belajar Bahasa Jepang masih dengan menggunakan huruf Romaji karena belum ada tenaga ahli pendukungnya. Belajar bahasa Jepang ada yang berpendapat sulit ada yang berpendapat mudah tergantung orang yang menilainya dari segi mananya dulu. Setelah hampir dua bulan lamanya kami belajar bahasa Jepang di kelas bahasa di MAN 1 Semarang akhirnya guru kami mendatangkan tenaga ahli dibidangnya yaitu Pak Hadi dari SMAN 16 Semarang.

Selain bertugas sebagai pengajar Bahasa Jepang disana beliau akhirnya merangkap menjadi pengajar Bahasa Jepang di sekolah kami. Dari beliaulah kemudian kami belajar huruf-huruf Bahasa Jepang mulai Hiragana, Katakana dan Kanji meskipun baru setingkat SMA di Indonesia belajar Bahasa Jepangnya. Pada kenyataannya kalau dibandingkan di negara asalnya belajar Bahasa Jepang kami ternyata masih setingkat dengan TK nol besar disana. He he.:) Semenjak keberadaan Pak Hadi mengajar Bahasa Jepang di kelas kami, aku pun makin semangat untuk mempelajari Bahasa Jepang juga buktinya pada catur wulan pertama nilai raportku diberikan angka 9 untuk mata pelajaran Bahasa Jepang sedangkan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Inggris aku juga mendapat angka 9, Bahasa Indonesia juga mendapat nilai angka 9 sedangkan Bahasa Arab aku mendapat nilai angka 8 waktu itu.

Yah, meskipun top grade is not always go to the brightest student. ‘Nilai yang unggul tidak selalu menunjukkan siswa yang cerdas.’ Tapi, setidaknya guruku sudah menghargai keseriusanku dalam mempelajari Bahasa Jepang melalui nilai Bahasa Jepangku di raport.:). Pada saat belajar Bahasa Jepang dengan Pak Hadi yang berlangsung hampir satu bulan lamanya beliau mendatangkan tenaga native dari Jepang langsung yang ditugaskan oleh The Japan Foundation, Jakarta yang bertugas di wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang bernama Tajiri Yumiko Sensei.

Sensei tersebut mempunyai wajah yang cantik, jadi tak sedikit dari para siswa yang memandanginya terus saat beliau membantu mengajar dengan Pak Hadi. Sensei adalah panggilan untuk guru, dosen, dokter dan tenaga ahli lainnya, tergantung dimana kata tersebut doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Kalau dalam lingkup dalam lingkungan sekolah dan kampus kata sensei berarti ‘guru’ atau ‘dosen’ sedangkan bila panggilan sensei tersebut dipakai dalam lingkup lingkungan rumah sakit maka maknanya menjadi ‘dokter’. Setelah melewati catur wulan pertama selesai kami pun memasuki catur wulan kedua di kelas bahasa.

Pada doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan bulan cawu tersebut aku mendadak dipanggil oleh guru Bahasa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jepangku di ruang guru. Ternyata disana aku disuruh mengikuti kegiatan lomba Bahasa Jepang setingkat wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang akan dilaksanakan di MAN 2 Magelang pada waktu itu.

Hadiah utamanya adalah kunjungan ke Jepang gratis selama 2 minggu ditambah hadiah yang berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Wah.hadiahnya begitu menggiurkan juga ya.’’Pikirku saat itu. Yah hadiah tersebut memang sangat menggiurkan untuk ukuran anak SMA seusiaku pada saat itu. Tapi, yang bikin aku menjadi tidak percaya diri adalah saingannya terlalu ketat dalam perlombaan tersebut. Misalkan kalau berhasil menjadi juara pertamanya pada perlombaan tersebut untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta kemudian aku harus bersaing lagi untuk tingkat nasionalnya dengan putra daerah dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatra, Sulawesi dan lainnya kalau ingin doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hadiah utamanya tersebut.

Tapi kalau kalah bagaimana? Aku akan malu juga nantinya dengan teman-temanku. Akhirnya guruku mengerti apa yang aku utarakan kepada beliau. Kemudian beliau berdalih: ’’Menang dan kalah dalam kompetisi itu merupakan hal biasa, Gar. Yang penting kamu ikut tampil dalam perlombaan itu sudah luar biasa, because the experience is the best teacher.

‘Karena pengalaman merupakan guru yang terbaik.’, begitulah kata-kata guruku menenangkan hatiku agar membuat rasa hawatirku menjadi sirna saat itu’’. Setelah itu aku pun mengiyakan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Setelah kembali ke kelas akupun bercerita kepada teman yang duduk sebangkuku yang bernama Abdul Rozak, dia sangat mendukungku, nasehatnya begitu sejuk menyentuh kalbuku. Dia memang pandai untuk menyejukkan hati teman-temannya dalam memberikan nasehat, membantu mencarikan solusi dari masalah tersebut apabila ada temannya dari siapa saja baik cewek maupun cowok dari kelas bahasa sendiri maupun dari kelas lainnya yang lagi ada masalah untuk datang hanya sekedar curhat atau sharing dengannya.

Setelah itu, akupun cerita kepada Umi Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, Nikmatin Farida, Habibah, Wahab dan lainnya. Akhirnya hari perlombaan itu pun datang juga. Sebelum berangkat ke Magelang, pada malam hari sebelum berangkat kesana aku disarankan oleh Pak Agung untuk menginap di rumah guru Bahasa Jepangku yang tinggal di daerah Sampangan, yaitu di rumah Pak Hadi guru Bahasa Jepang dari SMAN 16 Semarang dengan diantarkan oleh Pak Agung menuju ke rumahnya.

Setelah sampai di rumah Pak Hadi, kemudian Pak Agung pamit denganku dan dengan keluarga Pak Hadi untuk pulang. Kami berangkat bersama kesana pada keesokan harinya dengan naik bus. Keesokan harinya kemudian kami berangkat bersama dari rumah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pak Hadi menuju kota Magelang. Motor yamaha vespa Pak Agung dititipkan di rumah Pak Hadi.

Setelah sampai di MAN 2 Magelang, sekolah sekaligus tempat yang ditunjuk sebagai tuan rumah diselenggarakan perlombaan bahasa Jepang tingkat Jawa Tengah dan DIY dengan tema Kunjungan Ke Jepang Selama 2 Minggu itu ternyata dihadiri oleh beberapa peserta dari SMA/MA/SMK dari daerah Semarang, Solo, Yogyakarta, Kebumen, Pringsewu, Kendal, Pekalongan dan dari wilayah Jawa Tengah dan DIY lainnya.

Jumlah peserta yang mewakilkan sekolahnya ada 30 siswa dan siswi. Lomba yang diadakan disana adalah kemampuan bahasa Jepang (Nouryouku Shiken) setingkat level 4. Kalau sekarang mungkin setara dengan ujian kemampuan bahasa Jepang N5 (Nihongo Nouryoku Shiken level 5). Melihat peserta yang ternyata lumayan banyak dalam perlombaan tersebut aku malah menjadi kurang percaya diri.

Apalagi kemampuanku dalam berbahasa Jepang baru sampai bisa menghapal Hiragana dan Katakana dan beberapa kosakata yang terbatas pada buku panduan yang sudah aku pelajari. Sedangkan huruf Kanji hanya terbatas saja yang aku ketahui waktu itu. Setelah mengikuti ujian berupa Choukkai (Mendengar), Dokkai (Membaca), dan Moji dan Goi (Huruf dan Kosakata) dengan peserta lainnya maka hasil nilai dari perlombaan tersebut di umumkan oleh para Juri baik dari Indonesia sendiri maupun Juri dari Jepang yang dikirim oleh The Japan Foundation langsung.

Diantaranya yang masih aku ingat adalah Tajiri Yumiko Sensei. Juara pertama dalam perlombaan tersebut akhirnya jatuh pada siswa MAN 2 Magelang sendiri. Bagi yang mendapat juara pertama nantinya akan diseleksi lagi pada tingkat nasionalnya. Persaingannya pun akan semakin ketat nantinya karena harus berjuang melawan perwakilan dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia, misalnya: Bali, Sumatra, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta dan wilayah lainnya.

Waktu itu, aku hanya mendapat peringkat di urutan nomor 12 dari 30 siswa yang mewakili sekolah SMA/SMK/MA sederajat yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang mengikuti perlombaan tersebut.

Kawaisou na. Zannen deshita ne. ‘’Duh kasihan. Sayang sekali ya.’ Yah memang benar kata Pak Agung, menang kalah memang sudah biasa dalam suatu kompetisi. Setelah selesai diumumkan pemenang dalam perlombaan tersebut akhirnya aku, Pak Hadi dan Pak Agung memutuskan untuk pulang. Meski agak kecewa juga dengan kekalahanku akhirnya aku bisa tahu sampai dimana kemampuanku dalam Bahasa Jepang dengan ikut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perlombaan tersebut.

Pak Hadi pun berkata kepadaku: Wis rak sah dipikir, sing penting saiki mikir ujian nasional sing arep diadhepi mengko doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, muga-muga cah bahasa ning MAN 1 Semarang iso lulus kabeh. ‘Sudah ga usah dipikir, yang penting sekarang yang harus dipikirkan adalah ujian nasional yang akan dihadapi nanti saja, semoga kelas bahasa di MAN 1 Semarang bisa lulus semua.

’ Aku pun mengamini doa dan harapan Pak Hadi kepada kami. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan. Setelah sampai di rumah Pak Hadi di Sampangan, Pak Agung dan aku langsung pamit dengan Pak Hadi dan keluarganya untuk kembali ke MAN 1 Semarang. Setelah sampai di almamater kami para siswa dan para guru sudah pada meninggalkan sekolah karena waktu jam pelajaran memang telah usai waktu itu.

Akhirnya aku pun mengucapkan terima kasih dan pamit kepada Pak Agung untuk pulang ke pondok Al- Ishlah. Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa.

Sesampainya di kelas temanteman sekelas menyambut kedatanganku dengan suka cita. Sambil bertepuk tangan mereka kemudian menyalami aku satu persatu. Wah, jadi malu nih.padahal lombanya kalah, ’’Itulah gumamku saat itu. Akhirnya aku menceritakan apa adanya kepada mereka kalau lombanya belum berhasil aku menangkan dan meminta maaf kepada teman-teman. Mereka ternyata tidak kecewa denganku dan malah memberikan semangat dan senyuman.

Kemudian Rozak, Hamzah, James, Wahab, Jeng Menik, Umi Ifayanti, Zumaroh, Habibah, Masrochan, Charna dan lainnya memberikan dukungan kepadaku lagi. Semangat Mas Tegar.menang kalah udah biasa.yang penting sudah berani maju.begitu lah ucapan Rozak yang terdengar di telingaku saat itu. Salah satu temanku dari sekian banyak teman di kelas bahasa yang sudah memberikan aku semangat.

Tak terasa waktu ujian nasional pun segera datang. Teman-teman sudah menunjukkan keseriusannya lagi dalam belajar di kelas. Terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Charna, Rozak, Umi Ifayanti, Habibah, Masrokan, Wahab, Najib, James dan lainnya mulai meluangkan waktunya untuk bertanya-tanya kepadaku tentang Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.

Apabila aku belum tahu dan belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi mereka kemudian aku memberikan saran untuk mendiskusikannya dengan guru bahasa Inggris kami yaitu: Pak Baddy atau Pak Sugiyanto dan guru bahasa Jepang kami, Pak Hadi.

Untuk mata pelajaran yang lain seperti tentang agama dan Bahasa Arab aku juga tak sungkan untuk bertanya-tanya kepada Rozak, Masrokan, Wahab dan Zumaroh yang aku anggap lebih ahli dariku. Untuk pelajaran yang lainnya seperti Sejarah, Bahasa Indonesia dan PPKN bisa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibuat nyantai saja oleh semua teman di kelasku.

Meskipun Pak Muslih guru Sejarah kami, beliau seringkali dianggap sepele di kelas oleh teman-teman. Meskipun begitu beliau begitu sabar dalam mengajar.

Teman-teman sekelas masih merasa cemas, khawatir tentang ujian nasional yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Karena syarat kelulusan ujian nasional di kelas bahasa untuk mata pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia waktu itu harus mencapai target angka 4,01.

Untuk itu banyak teman-teman sekelas yang merasa khawatir tentang hal itu. Terutama Bahasa Jepang. Apalagi kata Pak Hadi ujian nasional Bahasa Jepang yang akan diujikan waktu itu bentuk soalnya tidak akan memakai Huruf Romaji.

Tetapi menggunakan Huruf Hiragana, Katakana dan beberapa Huruf Kanji setingkat anak SMA. Teman-teman di kelas bahasa kemudian bersama-sama berlatih untuk mengingat dan memahami huruf-huruf tersebut demi persiapan ujian nasional Bahasa Jepang. Tak terasa waktu ditentukannya ujian nasional yang sudah ditunggu-tunggu datang juga.

Kami pun mengerjakan soal ujian dengan tenang dan serius demi mencapai standar kelulusan yang sudah disampaikan kepada kami. Saat ujian nasional pada mata pelajaran Bahasa Jepang ada beberapa teman diantara kami yang tidak bisa menjawab soalnya dan merasa ragu untuk menjawab pertanyaan pada soal mereka.

Kemudian aku pun membantu mereka dengan memberikan kode-kode bahasa tubuh tertentu kepada mereka untuk menyampaikan jawabanku. Selama pengawas tidak tahu, aku memberi tahu jawabanku yang sudah aku jawab di lembar jawaban beberapa kali bagi mereka yang bertanya kepadaku.

Begitulah suasana ujian nasional untuk anak bahasa. Ada yang serius dalam mengerjakan soal, tidak menengok ke kanan dan ke kiri, kedepan dan ke belakang temannya. Dan ada juga yang suka bertanyatanya kepada teman lainnya yang lebih dekat bahkan dengan teman yang jauh jaraknya dari tempat ia mengerjakan soal ujian. Meskipun itu semua dilarang, untungnya pengawas tidak tahu tentang kegiatan kami semua itu saat ujian berlangsung.

Akhirnya waktu ujian nasional pun berakhir juga. Semua merasa lega karena beban yang sudah dipikul di pundak kami terasa sudah ada yang berkurang. Meskipun begitu, kami pun masih merasa was-was, dan khawatir akan hasil nilainya di akhir nanti. Kami berharap semoga hasil ujiannya bisa lulus semua.

Amin YRA. Setelah dua minggu kemudian, pengumuman hasil nilai ujian nasional kami pun akhirnya diumumkan juga. Pak Baddy selaku wali kelas kami masuk di kelas kami tampak begitu tegapnya. Beliau hendak mengumumkan hasil kelulusan kami. Karena gaya berjalannya yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seperti robot itu ada temanku yang menjulukinya Pak robotnya di kelas bahasa.

Semua bersorak riang gembira saat Pak Baddy mengumumkan kalau siswa di kelas bahasa semua dinyatakan lulus ujian nasional. Alhamdulillah ya.teman-teman banyak yang mengucapkan rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karuniaNya. Setelah siswa dan siswi di kelas bahasa dinyatakan lulus semua, kami pun mempersiapkan acara study tour ke Yogyakarta bersama-sama.

Rencana tempat yang akan kami kunjungi doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan itu adalah Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Malioboro, dan Monumen Yogya Kembali. Saat di pantai Parangtritis aku lupa dengan kamera tustelku. Aku pun merasa kecewa karena aku tak sengaja meninggalkan kamera tustelku disana saat habis berfoto-foto bersama dengan teman-teman sehingga tidak ada bukti kenangan saat tamasya ke Yogyakarta bersama teman-teman sekelas bahasa.

Aku kira tustelku dibawakan oleh Charna atau Rozak yang menemaniku saat aku asyik mandi dan bermain di pantai bersama saat itu. Ternyata mereka tidak tahu menahu tentang kameraku. Yah.itulah kenangan kamera tustelku yang jadi korban di Parangtritis. Gara-gara tustelnya hilang di pantai Parangtritis aku dimarahi oleh kakakku. Yang penting.

untunglah yang punya tustel tidak jadi korbannya Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan. He he.:) Alhamdulillah lah. Setelah acara study tour kami usai, kemudian kami doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kembali ke rumah kami masing-masing. Rumahku saat itu adalah Al-Ishlah sedangkan Charna, Zumaroh, Umi Ifayanti, Inta Iklima, dan Rozak rumahnya berada di Al-Hikmah. Sedangkan Jeng Menik, dan Ismaiyah pulang ke At-Thohiriyyah.

Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menyambut acara soubetsukai atau perpisahan kelulusan sekolah kami. Dalam acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut, aku ditunjuk untuk mewakilkan anak bahasa untuk berpidato dalam bahasa Jepang. Meskipun awalnya aku merasa berat untuk menyanggupi permintaan panitianya karena aku masih merasa belum bisa untuk berpidato dengan baik dan benar dalam Bahasa Jepang.

Kemudian aku membuat naskah pidato dengan Bahasa Indonesianya terlebih dulu. Berkat bantuan Pak Hadi aku pun akhirnya dapat menyelesaikan menterjemah naskah pidatoku tersebut.

Setelah selesai berpidato akupun ikut menyumbangkan sebuah lagu di acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut. Lagu yang aku tampilkan saat itu adalah I Have A Dream by Weslife. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a fantasy To help me through reality And my destination makes it worth the while Pushing through the darkness still another mile I believe in angels Something good in doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream Weslife merupakan salah satu grup band dari Barat yang terdiri dari Shane, Kian, Bryan, Mark dan Nicky yang lagi terkenal saat itu.

Sedangkan bagi yang berpidato berbahasa Inggris This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panitia sudah menunjuk siswa dari kelas dua MAN 1 Semarang. Kemudian yang berpidato dalam Bahasa Arab saat perpisahan di MAN 1 Semarang karena tidak ada yang mau ditunjuk untuk maju mengisi acara, akhirnya Masrochan yang maju di acara perpisahan tersebut untuk berpidato.

Begitulah kisah perjalananku saat menuntut ilmu dimulai dari TK hingga lulus MAN 1 Semarang. Ada canda, tawa, duka dan nestapa. Apalagi saat di MAN 1 Semarang banyak teman-teman dan guru-guru yang terkesan baik padaku.

Guru-guru yang terkesan baik kepadaku antara lain: Pak Baddy guru Bahasa Inggris, Pak Sholeh guru Bahasa Inggris, Pak Zaenuri Shiraj dan Pak Khoiri guru Bahasa Arab, Pak Sugiyanto guru Bahasa Inggris, Pak Musa guru Al-Qur’an Hadits, Pak Anshori guru Bahasa Indonesia, Pak Agung guru Bahasa Perancis dan Bahasa Jepang, Pak Hadi guru Bahasa Jepang, Bu Zayyinatun guru Fiqih, Pak Muslih guru Sejarah, Bu Salamah guru Bahasa Indonesia, Pak Edi guru Kesenian, Bu Sih Hartini guru Fisika, Bu Rohmatah guru Matematika, Bu Khoiriyyah guru Fiqih, Bu Agustin guru Bahasa Inggris, Bu Yetti dan Bu Endang guru Akutansi dan Ekonomi, Bu Sri Penggalih guru Bahasa Indonesia, Bu Fitri guru Bahasa Indonesia, dan lainnya.

Teman-temanku; Rozak, Dlowie, Wahab, Umi Ifayanti, Charna, Habibah, Jeng Menik, Zumaroh, James, Masrochan, Inta Iklima, Erika, Siswanto, Diana, Maulida, Ashobiyyah, dan lainya. Aku ingin sekali rasanya kembali ke masa lalu lagi. Andaikata pintu ke mana saja (doko demo doa) milik Doraemon itu benar ada. Andai saja obat mujarab yang dibuat oleh Profesor Yoshiyama dalam film Time Traveller (Toki o Kakeru Shoujo) itu juga benar ada. Rasa-rasanya aku ingin sekali memutar kembali memori kenangan-kenangan yang indah bersama teman-temanku saat masih di MAN 1 Semarang dulu.

Semenjak berpisah dengan teman-temanku di MAN 1 Semarang aku seringkali merasa kesepian. Apalagi kalau teringat saat-saat berpisah dengan seseorang yang aku sayangi dan aku banggakan. Air mataku tak terasa seringkali menetes membasahi pipiku. Kalau sedang kangen yang tak tertahankan ingin rasanya segera ketemu. Tapi itu pun tidak mungkin karena setiap orang pasti akan menjalani kehidupannya masing-masing yang baru lagi. Kalau misalkan ada teman yang pernah tersakiti hatinya karena perbuatanku, aku hanyalah insan biasa yang tak luput dari khilaf, dosa dan lupa.

Karena kesempurnaan bukanlah milik manusia biasa. Hanya Dia lah sebagai Maha diatas segala-galanya. Mungkin juga salah satu atau lebih dari mereka ada yang sudah pernah tersakiti karena ucapanku entah karena disengaja atau tidak sengaja aku berharap agar bisa memaafkannya.Semoga teman-teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com semua selalu diberi kesehatan, kelapangan rejeki, dan sukses selalu, selamat di dunia dan akhirat.Amin YRA.

MELANJUTKAN KULIAH D3 BAHASA JEPANG DI SEMARANG Setelah aku lulus dari MAN 1 Semarang dan berpisah dengan teman-temanku, banyak dari teman-temanku dari alumni MAN 1 Semarang yang melanjutkan kuliah. Aku dengar ada yang melanjutkan kuliah di IAIN Walisongo Semarang, IKIP PGRI Semarang, ITS Surabaya, UNDIP, UNNES, UNISBANK, UDINUS, UNIMUS, UNWAHAS, UNISSULA, USM, UNY, UGM, ITB, UNPAD dan lainnya, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ada juga yang melanjutkan kuliah di AlAzar, Cairo, Mesir.

Sedangkan aku pada awalnya ingin sekali pergi ke Jepang. Aku ingin sekali bisa kuliah disana. Tapi karena seleksinya terlalu ketat jadi aku merasa sulit untuk bisa lolos pada seleksinya akhirnya niatku aku urungkan saat itu. Disamping itu, nilai ujian nasional rataratanya kalau bisa pergi ke Jepang untuk lulusan SMA/MA/SMK sederajat harus bisa mencapai target rata-rata minimal 8,0 saat itu.

Itu belum syarat-syarat lainnya yang dibutuhkan untuk mengikuti seleksinya. Sedangkan nilaiku kalau dirata-rata hanya 7,6 an pada saat itu.

Kemudian aku akhirnya mencoba ikut seleksi UMPTN bersama Diana, Maulida, Jeng Menik, Charna, Kayyis Chalimi dan lainnya. Pada seleksi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebenarnya aku ingin masuk di program studi S1 Bahasa Jepang di UGM. Setelah mengikuti seleksi UMPTN waktu itu aku lolos diterima di UNNES pada program studi S1 Sastra Inggris. Tetapi karena waktu itu aku tidak ada minat ke UNNES jadi kesempatan tersebut tidak aku ambil.

Saat mengikuti seleksi UMPTN saat itu teman-temanku ada yang membeli formulir IPA, IPS dan IPC. Aku membeli formulir IPS pada seleksi UMPTN waktu itu. Selain aku, Charna dan Jeng Menik juga membeli formulir IPS. Bagi yang membeli formulir IPA dan IPS hanya boleh memilih dua program studi yang diminatinya.

Sedangkan bagi yang membeli formulir IPC boleh memilih tiga program studi yang diminatinya. Kalau memilih membeli formulir IPS kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu sosial dan bahasa seperti: Sejarah, Geografi, Akutansi, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Inggris, Jepang, Mandarin, Arab dan sebagainya.

Sedangkan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan memilih membeli formulir IPA kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu eksakta atau yang termasuk dalam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lingkup ilmu pengetahuan alam, seperti Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, Kedokteran, Farmasi dan sebagainya.

Kemudian bagi yang membeli formulir IPC bisa memilih program studi baik yang berhubungan dengan ilmu alam, ilmu sosial maupun bahasa. Soal ujuan seleksi UMPTN tersebut terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar dan gabungan dari beberapa ilmu pengetahuan umum lainnya. Saat itu pilihan utama pada formulir IPS-ku aku memilih S1 Sastra Jepang dari UGM sedangkan untuk pilihan keduanya adalah S1 Sastra Inggris dari UNNES.

Aku ingin melanjutkan belajar lagi Bahasa Jepang. Karena belajar Bahasa Jepang memang sangat mengasyikkan menurutku. Belajar Bahasa Jepang memang harus dituntut untuk mengerti dan memahami huruf-huruf Jepangnya. Meskipun sulit, aku suka untuk mempelajarinya.

Belajar ilmu apapun pasti ada nilai positif dan negatifnya. Sebagai contoh belajar ilmu bahasa asing misalnya, nilai positifnya antara lain kita dapat berkomunikasi dengan orang asing yang menggunakan bahasa yang kita pelajari tersebut atau dengan kata lain bahasa asing menjadi jendela untuk mengetahui ilmu budaya bangsa lain. Sedangkan nilai negatifnya antara lain kalau kita lebih bangga menggunakan bahasa asing tersebut justru akan membuat kita bisa kehilangan identitas dan terjajah secara bahasa, karena menurut teori Sapir seorang pakar linguistik Antropologi bahasa merupakan karakter atau kepribadian.

Ketika seseorang mengganti bahasanya sebenarnya dia sedang mengubah kepribadiannya. Kemudian, banyaknya leksikon atau bentuk bahasa yang digunakan dari suatu bahasa berarti seseorang itu didominasi atau dijajah secara kognisi (pola pikir), jika misalnya ada orang Indonesia banyak menggunakan bahasa asing tersebut sebenarnya mereka telah terjajah secara ideologi dan selanjutnya dapat terjajah pula secara sosial, ekonomi dan budayanya.

Ketika diumumkan hasil seleksi UMPTN pada pilihan pertama aku tidak lolos seleksi masuk di UGM oleh karena itu aku merasa kecewa pada waktu itu. Aku lolos seleksi pada pilihan ke dua. Karena aku kurang minat dengan pilihan yang kedua akhirnya kesempatan itu tidak aku ambil. Sebenarnya sih aku juga suka belajar Bahasa Inggris. Tapi, pada waktu itu aku mempunyai prinsip kalau belajar Bahasa Inggris aku bisa belajar dimana saja dan kapan saja.

Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak begitu. Karena pembelajar Bahasa Inggris aku pikir sudah ada dimana-mana saat itu apalagi sekarang. Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak demikian. Kemudian aku malah memutuskan mendaftarkan diri ke UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) untuk mengambil jurusan S1 Sastra Inggris disana.

Aku hanya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mampu bertahan selama satu semester saja. Itupun belum sampai selesai ujian akhir semester. Waktu kuliah perdana di jurusan Bahasa Inggris di UNIMUS serasa sangat membosankan.

Apalagi teman-temanku hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja. Sebenarnya sih tidak apa-apa belajar dengan sedikit teman karena belajarnya malah semakin fokus dan terarahkan. Apalagi kalau melihat kemampuan teman-temanku dalam Bahasa Inggris saat itu. Aku mengira kemampuanku dalam Bahasa Inggris masih bisa dibilang kurang atau payah. Tetapi ternyata masih ada yang lebih parah lagi Bahasa Inggrisnya dibandingkan denganku. Waktu itu ada dua dari temanku yang tidak tahu bagaimana fungsi dan penggunaan bentuk to be dalam Bahasa Inggris dan digunakan untuk siapa saja.

Contoh: Kata ganti she, he, it misalnya. Ada temanku yang masih salah dalam penggunaan to be-nya yaitu ada yang menjelaskan kata ganti tersebut bisa memakai are bukannya menggunakan is. Bentuk to be are bukannya hanya dipakai untuk plural ‘jamak’? Bukannya dipakai untuk singular ‘tunggal’? Hadew.suasana belajar disana semakin menjadi sangat membosankan saja. Karena tidak ada tantangan sama sekali menurutku. Waktu kuliah di UNIMUS untungnya biaya SPPku bisa dicicil selama 3 kali dalam satu semester.

Waktu itu biaya SPP ku hanya Rp. 600.000,- per semester. Dengan uang tersebut sudah termasuk untuk mendapatkan buku agenda tentang almamater, jas almamater dan lainnya. Kebetulan saat itu aku baru nyicil bayar Rp. 300.000 saja. Kemudian aku pulang ke rumahku dan bilang kepada ayahku kalau aku kurang minat untuk melanjutkan kuliahku di UNIMUS. Aku pikir setelah aku memberitahukan kebosananku kuliah di UNIMUS ayahku bakal marah besar. Tapi malah beliau tidak menunjukkan marah sama sekali kepadaku setelah aku menceritakan semua tentang kondisiku kepada beliau.

Karena sudah mendapat tanggapan yang positif dari ayahku, sejak saat itu juga aku cabut dari kampus tersebut. Untungnya aku baru bayar tiga ratus ribu saja. He he.:) Setelah cabut dari UNIMUS aku pun istirahat di rumah selama satu tahun. Baru pada tahun 2005 aku mencoba mendaftarkan diri lagi untuk kuliah di PTN.

Semenjak gagal dari seleksi UMPTN pada tahun sebelumnya, aku tidak mau lagi mengikuti seleksi ujian UMPTN secara nasional lagi. Aku kemudian mengikuti ujian lokal mandiri yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Alhasil, aku lolos seleksi ujian masuk lokal mandiri tersebut.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Saat menjadi mahasiswa baru di UNDIP semua diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ospek peneriman mahasiswa baru. Ospek itu tidak jauh beda dengan MOSBA saat menjadi siswa baru saat di MTS Al-Hamidah dan MAN 1 Semarang dulu. Bedanya kalau ospek diadakan untuk kalangan tingkat universitas. Saat kegiatan ospek D3 Bahasa Jepang di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com UNDIP diadakan selama satu minggu saja. Dalam satu minggu itu kami berkenalan dengan mahasiswa senpai ‘senior’.

Dan kami para kouhai ‘junior’ dikenalkan beberapa kegiatan yang bisa diikuti di luar perkuliahan. Diantaranya adalah D3 Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang (HMBJ).

Waktu itu himpunan mahasiswa tersebut diberi nama Sakura. Selain itu kami pun berkenalan dengan dosen-dosen D3 Bahasa Jepang, diantaranya: Pak Budi, Pak Zakky, Bu Novi, Bu Yuli, Pak Haryo, Bu Mazi, dan lainnya.

Sebenarnya, Pak Haryo dan Bu Mazi sudah doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kenal saat masih menjadi mahasiswa di UNIMUS dulu. Beliau semua mengajar mata kuliah umum saat aku masih di UNIMUS. Awalnya mereka pun kaget karena ternyata bisa ketemu lagi di UNDIP. Kemudian aku cerita kepada mereka kalau aku sudah cabut dari kampus tersebut karena tidak betah untuk kuliah disana. Saat kuliah D3 Bahasa Jepang di UNDIP aku memperoleh mata kuliah Nihon-go Shokyuu ‘Bahasa Jepang Dasar’(日本語初級), Dokkai ‘Membaca dan Memahami Bacaan’ (読解), Choukkai ‘Mendengarkan’(聴解), Sakubun ‘Menulis dan Mengarang’ (作文), Kaiwa ‘Berbicara atau Percakapan’( 会 話 ), Shodou ‘Kaligrafi Kanji’( 書 道 ) Moji ‘Menulis dan Memahami Huruf Kanji’( 文 字 ) dan lainnya.

Teman-teman yang kuliah bersamaku diantaranya: Agus, Tegas, Decky, Nanda, Romey, Franda, Febe, Anas, Anditya yang biasa dipanggil Matsu, Nina, Siska, Fransiska, Ningrum, Budi atau biasa dipanggil si Boy, Ana, Ika, Viska, Anton biasa dijuluki niwatori karena sering gonta-ganti warna rambut, Rahma, Rahmi, Hana, Hani dan lainnya.

Dan gara-gara belajar Shokyuu karena terdapat satu tokoh Santosu-san dari Brazil dalam buku panduan Minna No Nihongo I maka namaku biasa dipanggil dengan panggilan Santos, entoss, atau ntoss dipotong dari nama keduaku dari Tegar Susanto, yaitu: Susanto, agar menjadi mirip dengan nama keduaku maka disamakan dengan salah satu tokoh bernama Santosu-san seorang teknisi dari Brazil yang ada pada tokoh dalam buku pelajaran Minna No Nihongo. Pertama kali yang memberikan panggilan namaku itu adalah Novi Sensei.

Kemudian berlanjut ke teman-temanku semua dan dosen-dosenku yang lain juga. Selain teman-teman seangkatan, aku juga mengenal teman-teman senpai juga diantaranya: Leefysan, Agung-san, Karin-san, Barruna-san, Fahmi-san, Asep-san, Nunung-san, Indah-san, Widya-san, Fanny-san dan lainnya. Selain itu aku juga mengenal beberapa teman dari jurusan program studi lainnya, seperti: Wawan, Jojo, Ponco, Anis, Alan, Syarif, Sukmananta, Ariawan dan lainnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Disamping itu, ada teman senpai yang menjadi teman akrabku, yaitu Barruna-san, Fahmi-san dan Leefy-san. Aku mengenal Barruna-san pertama kali saat dia masuk kuliah mengulang di kelasku saat itu. Sedangkan Fahmi-san dan Leefy-san kenal pertama kali saat nongkrong di basecamp.

Barruna-san saat itu apabila pulang ke rumah neneknya di daerah Halmahera, Semarang sering kali mengajakku. Kemudian, saat Barruna-san pulang ke Kudus dirumah orang tuanya aku pun pernah diajak beberapa kali main ke rumahnya, kemudian menjadi akrab dengan keluarganya.

Diantaranya: Om Abdul Rauf, Tante Yoyok, Om Kung, Om Pur, Tante Nung, Tante Umi, Om Tom, Aldi, Lia, Citra dan lainnya. Ayah dan Ibunya Barruna-san yaitu: Om Rauf dan Tante Yoyok juga sangat baik kepadaku. Ayah Barruna-san seorang PNS dokter spesialis anestesi di Kudus saat itu. Aku sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.

Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Adik-adik Barruna-san, Citra, dan Lia kuliah mengambil jurusan kedokteran di Universitas Jendral Soedirman di Purwokerto (UNSOED). Berawal dari beberapa kali diajak mampir ke Kudus oleh Barrunasan kemudian aku mengenal teman baru lagi yang bernama Bambang, Andika, Onas dan lainnya.

Saat awal kuliah D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP yang berada di JL. Atmodirono 11 A, Semarang atas kebaikan dari ta’mir masjid UNDIP bernama Bapak Fajar Ismail, S.

Sos. seorang pensiunan dosen dari Fakultas FISIP UNDIP. Aku merasa betah untuk tinggal disana. Selama tinggal di sekretariat masjid UNDIP aku mengenal teman-teman baru lagi. Diantaranya: Mas Tholib, Mas Nanang Yusroni dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Mas Tomo, Winarno, Febdy, Mahfud, Hakim, Dinar, Fajrul dan lainnya.

Setiap malam Jum’at teman-teman sekretariat ditugaskan untuk memasang tratak oleh Pak Fajar untuk persiapan acara sholat Jum’at pada keesokan harinya. Karena aku tidak biasa memanjat aku hanya diberi tugas yang ringan-ringan saja oleh Pak Fajar, seperti: mencatat keuangan masjid di papan pengumuman setiap Jum’at, menjadi muadzin setiap Jum’at, membantu menggulung karpet saat selesai sholat Jum’at, dan pekerjaan-pekerjaan yang ringan-ringan lainnya.

Setiap malam Jum’at kami pun sering mendapat kiriman makanan oleh Mbak Tik yang disuruh oleh Pak Fajar. Hampir selama satu setengah tahun lamanya aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP Semarang, kemudian pada awal semester ke IV aku pindah ke Dershane. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat masih belajar di D3 Bahasa Jepang pada semester V, aku mencoba mencari info lowongan kerja sambilan.

Atas informasi yang dipasang pada pengumuman di depan jimusho waktu itu ada informasi lowongan pekerjaan tentang LPK Merdeka yang sedang butuh pengajar Bahasa Jepang dengan syarat minimal mahasiswa semester V di jurusan D3 atau S1 Bahasa Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Teman-temanku tidak ada yang berminat untuk mendaftar kesana. Kemudian aku mengajak Esty teman sekelasku untuk mendaftarkan diri kesana. Alhasil, aku dan Esty diterima mengajar Bahasa Jepang di LPK tersebut. Jam ngajar kami menyesuaikan waktu kuliah.

Karena kuliahnya juga tidak terlalu banyak pada semester tersebut jadi aku dan Esty mempunyai waktu banyak untuk membantu mengajar disana. Waktu itu aku dan Esty mendapatkan honor Rp. 600.000,- per bulannya. Selain mengajar di LPK Merdeka, setiap hari Sabtu aku juga mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta di Semarang.

Selama kuliah di D3 Bahasa Jepang di UNDIP Semarang, ada dosen yang dianggap paling anti dengan mahasiswa atau seringkali mendapat julukan sebagai dosen killer oleh para mahasiswa, terutama para senpai yang bernama Reni Sensei.

Sensei tersebut selain disebut sebagai dosen killer juga dijuluki dengan Mak Lampir oleh para senpai saat diluar jam perkuliahan. Banyak yang tidak suka dengan dosen tersebut. Selain beliau, ada beberapa dosen lainnya yang dianggap killer oleh para senpai, diantaranya: Yuli Sensei, Utami Sensei, dan Novi Sensei. Bahkan aku pun pernah mendengar juga saat di luar jam kuliah ada yang mendoakan hal jelek dan jelek kepada mereka. Aku doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pernah mendengar ada juga yang sampai berdoa semoga tidak mempunyai keturunan, ’’Sama mahasiswa aja kayak gitu.pantes sampai sekarang gak punya anak, gimana kalau punya anak ya???

Allah memang maha adil.’’. itulah salah satu doa dari senpai yang masih teringat dibenakku untuk dosen yang tidak disukainya waktu itu. Banyak senpai yang bilang kepadaku apabila berhadapan dengan mereka kata senpai harus berhati-hati apabila nanti tugas akhir kita dibimbing oleh mereka. Dari para senpai seringkali aku mendapatkan cerita yang tidak baik tentang mereka.

Dosen-dosen tersebut dianggap sebagai momok bagi jurusan D3 Bahasa Jepang di UNDIP saat itu. Awalnya, aku pun tidak langsung menanggapi negatif dulu saat banyak senpai yang biasa curhat kepadaku.

Entah kenapa aku malah sering banyak dicurhati oleh beberapa senpai waktu itu, terutama dari kalangan ceweknya. Katanya sih aku kalau memberi nasehat itu bisa sedikit menenangkan hati mereka. He he.:). Kadang-kadang ada beberapa senpai yang curhat kepadaku sambil menangis di hadapanku tentang tugas akhir mereka yang dipersulit oleh oknum dosen tersebut.

Awalnya aku berusaha untuk positive thinking terhadap mereka, tetapi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sambil berjalannya waktu aku pun akhirnya terkena virus curhatnya para senpai juga. Saat menulis tugas akhir aku tidak ingin dibimbing oleh dosen-dosen yang dianggap killer oleh para senpai, yang biasa dianggap sering menghegemoni mahasiswa dan mahasiswi saat bimbingan tugas akhir tersebut.

Sebenarnya kalau kita hendak menghadapi orang atau lawan bicara kita seperti: guru, dosen atau lainnya maka ketahuilah karakter orangnya lebih dulu. Apakah lawan bicara kita itu termasuk tipe audio, visual, atau kinestetik. Tipe audio, lawan bicara kita cenderung banyak bicaranya dan jarang atau tidak sering memandang orang yang diajak bicara. Kemudian, tipe visual lawan bicara kita umumnya bawaannya santai, tenang saat berbicara dengan orang yang diajak bicara.

Sedangkan tipe kinestetik, umumnya kalau diajak bicara cenderung singkat, jelas, padat dan banyak gerak. Maka, kalau kita memang sudah mengetahui tipe lawan bicara kita tersebut seperti apa, kita bisa menyesuaikannya sendiri bagaimana cara kita akan menghadapi keadaan lawan bicara kita nantinya dengan tipe audio, visual atau kinestetik.

Sedangkan menurut ilmu kedokteran karakter seseorang juga dapat diprediksi berdasarkan dari jenis golongan darahnya.

Misalnya: bagi seseorang yang memiliki golongan darah A, umumnya cenderung mempersiapkan segala hal itu jauh-jauh hari, lebih percaya diri karena semua sudah dipersiapkan terlebih dulu, percaya diri adalah kekuatannya untuk golongan A. Kemudian, golongan darah B, paling mudah mempelajari pelajaran yang disukainya saja, jadi lebih baik memulai dari dari pelajaran yang tidak disukainya.

Golongan darah O, memiliki kemampuan berkomunikasi yang tinggi dan daya ingat yang kuat. Paling efektif jika menghapal sambil berbicara. Dan yang terakhir adalah golongan darah AB, biasanya paling tidak bisa menahan rasa kantuk sehingga harus bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Dosen yang dianggap favorit oleh mahasiswa dan mahasiswi saat itu adalah Budi Sensei, Silvy Sensei, Astuti Sensei, Hari Sensei dan Zakky Sensei. Budi Sensei dan Silvy Sensei memang paling terkenal dekat dengan mahasiswa, mau mengerti dan mendengarkan keluh kesah dari mahasiswa dibanding dengan dosen yang lainnya.

Kemudian, saat aku mengajukan dosen pembimbing saat menulis tugas akhir waktu itu aku mengajukan nama Budi Sensei dan Pak Suharyo sebagai dosen pembimbingku.

Karena Budi Sensei terlalu banyak membimbing mahasiswa dan mahasiswi waktu itu akhirnya dosen pembimbingku This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang kedua digantikan oleh Zakky Sensei sedangkan dosen pembimbing yang pertama adalah Suharyo, M.

Hum. Waktu itu tugas akhirku adalah tentang laporan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Aku mengadakan kegiatan PKL di MAN 1 Semarang, tempat almamaterku dulu. Di MAN 1 Semarang kegiatan PKL aku isi dengan mengajar Bahasa Jepang di kelas Bahasa selama satu bulan.

Saat PKL aku dibimbing oleh guru Bahasa Jepang disana bernama Halimur Rosyad, A. Md. Aku juga ketemu dengan guru-guru lamaku saat masih duduk di sekolah di MAN 1 Semarang. Diantaranya: Pak Agung, Pak Anshori, Pak Zaenuri Shiraj, Pak Sholeh, Bu Zayyinatun, Pak Baddy, Pak Sugiyanto, dan lainnya. Setelah kegiatan PKL di MAN 1 Semarang selesai, aku kemudian mengajukan hasil laporanku yang aku tulis menjadi tugas akhir ke dosen pembimbingku.

Alhasil, tugas akhirku langsung di acc (disetujui) oleh pembimbing pertama dan pembimbing kedua. Setelah di acc dosen-dosen pembimbing aku kemudian menulis sinopsis (youshi 要旨) dari laporan PKL-ku dengan menterjemahkan bahasa Jepang sambil dibimbing oleh seorang native Bahasa Jepang dari JAICA Jakarta yang di ditugaskan ke UNDIP saat itu yang bernama Kaneko Yoshihiro Sensei. Beliau sangat baik kepada teman-teman seangkatanku. Sampai-sampai saat soubetsukai kami semua teman seangkatan diundang untuk makan bersama dengan suguhan banyak makanan khas Indonesia dan ala Jepang di apartemen beliau.

Bimbingan tugas akhirku berjalan dengan lancarnya karena dalam waktu dua minggu saja tugas akhirku sudah dapat diselesaikan. Setelah itu tugas akhirku dibawa ke meja persidangan. Alhamdulillah, akhirnya sidang pun berjalan dengan lancar dan aku bisa lulus tepat waktu. Karena jadual mengajarku di LPK Merdeka sudah selesai, setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang, kemudian aku ada tawaran mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen. Jadual mengajarku di LPK Merdeka berhenti dikarenakan LPK tersebut sudah mau ditutup oleh pemimpinnya yang bernama Bapak Hendrik Sambiran.

LPK Merdeka hendak ditutup oleh pimpinan-nya dikarenakan ada bagian bendahara yang berhianat membawa kabur entah kemana semua keuangan di LPK tersebut. Maka dari itu, citra LPK Merdeka tersebut menjadi jelek di masyarakat saat itu. Sampai-sampai bendahara tersebut menjadi buronan polisi.

Setelah keluar dari LPK Merdeka kemudian aku melanjutkan mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen sambil aku menunggu program S1 Sastra Jepang di Undip This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kapan dibukanya pendaftaran untuk mahasiswa barunya.

Selain mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, aku juga mengajar di STM Pembangunan Semarang saat itu. TINGGAL DI DERSHANE Awal semester IV saat masih duduk di bangku D3 Bahasa Jepang, aku mulai akrab dengan teman-teman dari jurusan D3 Bahasa Inggris antara lain: Wawan, Nuno, Jojo, Ponco, Anis, Ariawan, Dicky, Sholihin, Alan, Sulthon dan lainnya. Saat tidak doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan jam kuliah waktu itu Wawan mengajakku untuk mampir ke kontrakannya di daerah Jl.

Singosari VI no.6, Semarang. Aku juga mengenal teman dari jurusan lain dari Fakultas Ekonomi, misalnya: Ridlona Fultanegara dari Lampung, Doni Hestung Gitomo dari Blora, Faqih, Ghani, dan lainnya. Dari S1 Fakultas Hukum aku mengenal Andi Khoiruddin, Arif Eka Budiawan dan Teguh Yulianto. Kemudian dari jurusan S1 Kedokteran aku mengenal Arif, Mustain, Isnawan, Ivan, Adib, dan Saepul.

Dari jurusan S1 Sastra Indonesia aku mengenal Mustofa. Dari jurusan S1 Fisika aku mengenal Afida Ilfa, dari jurusan S1 Matematika aku mengenal Rahmat, dari jurusan S1 Teknik Kimia aku mengenal Alam dan lainnya. Disana aku merasa suka dengan suasana rumah kontrakannya Wawan. Selain itu, aku juga merasa senang karena sepertinya bukan kontrakan yang biasa seperti pada umumnya. Dari cara mereka menyambut tamu atau teman misalnya. Mereka tidak menunjukkan kesan cuek atau acuh tak acuh saat ada teman yang datang bertamu ke kontrakan Wawan saat itu.

Mereka menyambut kedatangan kami dengan hangat dan bersahabat. Disamping itu, saat waktunya makan, sholat dan kegiatan yang lain selalu diterapkan sistem kebersamaan. Jadi, saat makan harus bersama-sama, saat sholat harus berjamaah dan kegiatan kebersamaan lainnya kecuali kalau ada kepentingan tertentu yang mendadak.

Setelah mendapat penjelasan dari Wawan, Andi, dan Doni akhirnya aku tahu kalau kontrakan tersebut namanya adalah Dershane. Kata dershane berasal dari Bahasa Turki yang mempunyai makna semantik yang mengacu pada pondok, rumah, tempat tinggal atau kontrakan. Kata “dershane” tersebut berasal dari dua kata yakni “ders” yang berarti pelajaran dan “shane” yang berarti rumah.

Jadi, dershane sendiri bermakna rumah yang diperuntukan bagi siswa yang ingin belajar secata serius ketika akan menghadapi ujian sekolah maupun universitas. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Awalnya dershane di negara Turki digunakan hanya ketika sekolah atupun universitas akan melangsungkan ujian.

Siswa/mahasiswa berada di dershane hanya sekitar satu / dua minggu sampai ujian mereka berakhir setelah ujian berakhir mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing. Namun kini dershane berfungsi sama seperti asrama universitas. Uniknya hampir semua jenjang pendidikan memiliki dershane mulai dari SD hingga Univesitas khusus untuk sekolah dasar siswa yang diperbolehkan tinggal di dershane hanya mereka yang berada di kelas 5 sampai 7.

Layaknya asrama ia memiliki aturan aturan yang harus dijalankan oleh semua penghuni. Asramanya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dikelola oleh pemerintah dibawah kelola seorang manager dan beberapa stafnya. Image yang terbentuk dikalangan masyarakat (Trabzon) bahwa siswa/mahasiswa yang tinggal di Dershane berasal dari kalangan menengah keatas, ini dikarenakan biaya untuk tinggal di dershane yang dikelola oleh pemerintah terbilang cukup mahal.

Namun, berbeda dengan dershane yang dikelola oleh jemaat (ağbiler), di dershanenya ağbiler (baca:abiler) mereka memberikan subsidi yang cukup besar dengan tujuan dakwah Islam. Bisa dibayangkan satu dershane saja jika dikalkulasikan perbulannya bisa menelan biaya hingga 10 juta Rupiah (jika dirupiahkan). Oleh karena itu, siswa/mahasiswa yang tinggal di dershane hanya dibebankan membayar keperluan mereka sehari-hari saja.

Walaupun murah, bukan berarti minim perlengkapan. Justru ia sangat lengkap dan sangat nyaman. Dershane milik jemaat inilah yang kemudian disebut sebagai pondok pesantrennya Turki sedangkan siswa/mahasiswa yang menimba ilmu di dershane disebut sebagai talebe. Itulah sedikit gambaran dershane yang berada di Turki. Saat awal semester Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan D3 Bahasa Jepang dulu, aku memutuskan untuk pindah ke dershane.

Waktu itu di Semarang ada beberapa kontrakan yang dijadikan sebagai dershane, antara lain Dershane Nur, Dershane Barla, Dershane Sulthon, dan Dershane Ufuk.

Waktu itu aku tinggal di Dershane Nur. Di dershane tempat tinggalku saat itu dipimpin oleh seorang imam yang bernama Doni Abi sedangkan wakilnya adalah Andi Abi. Tugas imam selain menjadi pemimpin di dershane juga menjadi imamnya sholat berjamaah. Disamping itu, tugas imam dershane yang lain adalah memberikan laporan tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh penghuni di dershane yang di tempati kepada pemimpin yang lebih tinggi lagi yaitu imamnya dari semua dershane yang ada di Semarang.

Waktu itu yang bertugas menjadi imam-nya semua dershane adalah orang Turki, bernama Emin Abi. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang bertugas menjadi penasehat imam-imam dershane adalah Yaenal Akshoy Abi.

Abi merupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panggilan untuk laki-laki yang dapat disejajarkan dengan kata mas, pak, dan tuan dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk panggilan bagi perempuan menggunakan Abla. Selama tinggal di dershane aku diwajibkan membayar iuran iaşe (uang bulanan untuk hidup).

Uang iaşe masing-masing anggota dershane berbeda. Pembayaran uang tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa atau anggota dershane tersebut. Setiap dershane mempunyai aturan sendiri-sendiri. Tergantung imam-imamnya memberikan aturan di dalam dershane yang diterapkan bersama yang sesuai dengan kesepakatan bersama saat rapat.

Saat tinggal di Dershane Nur waktu itu ada jadual memasak untuk anggota, ada piket kebersihan, membaca taşbihat (dzikir dan doa bersama dengan membaca buku kecil seperti buku yasin dan tahlil yang ada di sekitar kita) setelah sholat berjamaah, pengajian, dan kegiatan rapat mingguan bersama. Sedangkan untuk imamnya juga ada kegiatan rapat-rapat yang diadakan bagi imamimam dershane semua yang dipandu oleh petinggi dari imam dershane dan penasehat semua imam dershane tersebut.

Setiap sebulan sekali ada pertemuan atau pengajian (sohbet) untuk semua penghuni dershane yang diadakan di ruang pertemuan yang sudah disediakan oleh abi-abi yang berada di SMP-SMA Semesta di Semarang. Selain sohbet bulanan bagi semua anggota dershane, masing-masing dershane sendiri juga akan mengadakan sohbet sendiri baik diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali tergantung dari kesepakatan bersama oleh para penghuni dershane yang sudah dimusyawarahkan pada saat rapat dershane.

Disamping itu, setiap hari Sabtu aku juga diberi tugas utuk mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta. Saat tinggal di dershane nur seringkali ada kegiatan makan-makan bersama. Apalagi saat ada pengajian (sohbet) rutin bulanan pasti menu makanannya lumayan lengkap yang disediakan di acara tersebut doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Ada makanan khas Indonesia dan khas Turki juga. Saat bulan puasa tiba, para penghuni dershane juga mendapat undangan untuk berbuka bersama dari abi orang Indonesia maupun dari abi dari orang Turki. Waktu itu, saat bulan Ramadan Dershane Nur pernah diundang untuk buka bersama dengan abi-abi dari Turki diantaranya ada yang dari: Mathin Abi, Rivat Abi, Yaenal Abi, Oemar Abi dan lainnya. Setelah itu Dershane Nur juga gantian mengundang mereka untuk berbuka bersama di dershane kami.

Begitu pula dershane-dershane yang lainnya juga mengundang kami dan begitu juga sebaliknya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Suatu hari, saat liburan semester mahasiswa, semua anggota dershane yang ada di Semarang diajak untuk ikut camping bersama atau liburan bersama.

Kebetulan saat itu acara camping diadakan di daerah Istana Tanjung Kodok di daerah Jawa Timur. Acara campingnya anak dershane tidak seperti pada kegiatan camping yang diadakan di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia yang biasa membawa peralatan tenda dan lainnya. Kegiatan camping di wahana objek wisata Tanjung Kodok disana begitu sangat menyenangkan. Ben size çok teşekkür ederim Abi. Kami mengadakan acara tersebut selama seminggu disana.

Kami tidak hanya cukup bersenang-senang saja disana tetapi ada juga laporan kegiatan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tentang buku apa saja yang sudah dibaca oleh kami, tentunya bacaan tentang ke-Islam-an.

Penginapan dan makan semua ditanggung oleh PASIAD. PASIAD singkatan dari Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association yaitu sebuah lembaga sosial dan pendidikan dari Turki yang telah membangun sekolah di Indonesia, antara lain Lembaga Pendidikan Pribadi, Lembaga Pendidikan Semesta, Fatih Bilingual School dan Kharisma Bangsa.

Selain PASIAD terdapat juga ISPO yang didukung oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Syiah Kuala. ISPO adalah singkatan dari Indonesian Science Project Olympiad. Tujuan dari ISPO adalah untuk merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis.

Dalam rekayasa teknologi ISPO menyediakan kesempatan bagi para siswa sekolah menengah untuk mempersiapkan diri sebagai ahli rekayasa masa depan yang memiliki pemahaman luas dan mendalam akan isu-isu global dan penguasaan akan teknologi yang dapat digunakan untuk menjaga keberlanjutan dunia.

Sedangkan dalam isu lingkungan ISPO This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com merupakan satu langkah dalam pendidikan untuk membentuk masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta membangkitkan kesadaran tanggung jawab individu dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian, dalam hal sains ISPO merupakan upaya untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan energi yang dihadapi di seluruh dunia.

ISPO juga mendorong munculnya alternatif sumber energi yang terbarukan, efisiensi energi, manajemen energi dan konsep penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan. ISPO melombakan tiga kategori yaitu Rekayasa Teknologi, Lingkungan dan Sains (terdiri dari Fisika, Biologi dan Kimia). Peserta ISPO adalah siswa Sekolah Menengah (SMP/MTs ,SMA/MA dan SMK). Ide penelitian harus benar-benar berasal dari peserta itu sendiri betapapun sederhana namun harus menarik dan mengarah pada suatu solusi praktis.

Dukungan dari universitas tentu dibolehkan namun terbatas hanya pada penggunaan peralatan laboratorium atau teori yang menjadi dasar penelitian tersebut.Jika siswa mengikuti penelitian yang dilakukan di universitas kemudian mengikutsertakan penelitian tersebut dalam ISPO maka dianggap telah melanggar semangat dan tujuan ISPO itu sendiri.

Di Indonesia semakin tahun semakin bertumbuh jumlah sekolah mitra PASIAD. Saat tahun 2013 ada sebanyak sembilan sekolah yaitu 1) Pribadi Depok, 2) Pribadi Bandung, 3) Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, 4) Semesta Semarang, 5) Kesatuan Bangsa Yogjakarta, 6) SBBS Sragen, 7) Fatih Putra Aceh, 8) Fatih Putri Aceh, dan 9) Banoa Kalimantan Selatan.

Sekolah-sekolah tersebut dapat disebut sekolah Indonesia-Turki karena sekolah tersebut didirikan atas kerjasama antara yayasan Turki dan yayasan Indonesia. Yayasan Turki yang dimaksud disini adalah PASIAD. PASIAD merupakan sebuah yayayasan yang menaungi sekolah-sekolah di atas, diisi oleh orang-orang Turki yang tinggal Indonesia. Hampir semua sekolah Indonesia-Turki tersebut berprestasi di masing-masing daerah (kota dan provinsi) tempat sekolah tersebut berdiri.

Bahkan di tingkat nasional sekolah-sekolah mitra PASIAD patut diperhitungkan karena telah banyak menorehkan prestasi di olimpiade nasional dan Internasional. Sistem pengajaran dan pendidikan yang baik yang diterapkan di sekolah itu yang membuat sekolah-sekolah tersebut berprestasi.

Sekolah-sekolah PASIAD mempunyai asrama tinggal untuk siswa atau disebut Boarding School dan memiliki sistem pengajaran dengan Bilingual. Guru-guru pelajaran eksak di sekolah PASIAD menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengajaran. Guruguru di sekolah PASIAD terdiri atas orang Indonesia dan orang Turki. Fasilitas yang lengkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan gedung yang modern membuat biaya bagi siswa baru untuk masuk sekolah-sekolah PASIAD tinggi selangit.

Saat aku mengejar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta saja pada tahun 2007 untuk biaya satu murid SMA Semesta sekitar 40 juta setahun. Aku tahu informasi itu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan informasi teman guru yang mengajar disana juga saat itu.

Jangan khawatir biaya yang tinggi sebanding dengan output siswa kelak. Tapi bagi siswa yang memiliki prestasi nasional di bidang apa pun baik olimpiade mipa, olahraga, atau budaya bisa dipertimbangkan untuk belajar dengan memperoleh beasiswa di sekolah tersebut. Selama mengikuti kegiatan camping bersama kami juga berdiskusi bersama tentang agama Islam dengan Yaenal Akshoy Abi. Kebetulan acara diskusi tersebut diadakan saat malam terakhir pada acara camping bersama. Setelah selesai makan malam kami mengadakan diskusi bersama yang berada dekat dengan kolam renang.

Menu utama makan malamnya saat itu adalah ikan kakap merah dan kakap putih. Kami semua bisa makan dengan ikan kakap sepuasnya malam itu. What fun we had at that time. Suasana Dershane Nur menjadi tidak menyenangkan lagi bagi beberapa penghuninya saat kontrakannya mau dipindahkan di tempat kontrakan yang jauh dari kampus UNDIP Fakultas Sastra saat itu.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan waktu itu kami belum ada motor atau kendaraan pribadi sendiri sehingga akan merasa sulit untuk mobilenya menuju kampus saat ada keperluan bimbingan tugas akhir atau kuliah bagi yang masih ada perkuliahan.

Apalagi saat ada pergantian pemimpin waktu itu. Karena ada alumni dari S1 Hubungan Internasional dari Turki yang berasal dari Bogor bernama Hardi yang ditunjuk menjadi penggantinya Emin Abi. Bukannya aku tidak merasa nyaman tinggal di dershane nur tetapi sistemnya yang membikin aku akhirnya memutuskan untuk keluar dari dershane dan diikuti juga oleh teman-temanku yang lainnya.

Sebenarnya yang salah bukan pada sistem atau aturan pada dershane yang sudah diterapkan oleh abi-abinya. Hanya saja waktu itu kondisi atau timing-nya yang kurang tepat saja menurutku. Boleh saja menunjuk menjadi imamnya imam atau pemimpinnya imam di dershane itu seseorang dari alumni atau lulusan baru (fresh graduated) dari Turki yang cukup lama tinggal disana dan dianggap udah punya banyak pengalaman agar bisa saling berbagi pengetahuan atau ilmu yang ia peroleh selama di Turki.

Akan tetapi, saat orang yang ditunjuk itu belum sempat kenal kami orangnya seperti apa dan hanya baru berkenalan saja atau sekedar tahu namanya saja kami sudah disuruh untuk melakukan ini itu oleh orang tersebut. Misalnya saat memindahkan barang-barang kontrakan Dershane Nur ke tempat kontrakan yang baru saat itu. Saat pertama mengangkut barang-barang dan perabotan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kulkas, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com springbed, sofa, almari, mesin cuci, kompor gas dan lainnya miliknya Dershane Nur sebagai orang yang ditunjuk sebagai imamnya yang baru menjabat harusnya paling tidak hadir pada acara pindahan tersebut.

Bukannya malah ikut camping bersama dengan abi-abi-nya yang lain ke Bandung selama satu minggu. Akibatnya banyak teman-teman yang menggerutu saat acara pindahan tersebut. Karena dari keluh kesah tersebut aku yang berani menyampaikan keberatan atau keluh kesah dari teman-teman tersebut kepada Doni Abi sebagai imam-nya Dershane Nur saat itu. Sebagai anak anggota dershane keluhanku tersebut ternyata dianggap tidak tepat. Why? Karena tugas anggota dershane hanya mentaati peraturan yang ada saja.

Tidak disarankan untuk mengkomplain orang yang ditunjuk oleh pemimpin yang dianggap sebagai penasehat imam dershane yang sudah menunjuk imam teringgi sebagai imamnya semua dershane yang ada di Semarang waktu itu.

Imam dershane nur sendiri saja tidak boleh mengusik keputusan abi-nya tentang kegiatan yang ditugaskan oleh pemimpinnya dershane tersebut. Apalagi aku yang hanya sekedar bawahan atau anak buahnya dershane. Kemudian karena aku dianggap salah akupun akhirnya meminta maaf kepada imam tersebut. Saat aku baik-baik meminta maaf kepada orangnya kemudian dianya malah berbicara kepadaku begini: .’’Ya, aku maafkan tapi jangan diulangi lagi ya’’.

Dari situ aku pun mulai merenung. Aku kemudian mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang sistem yang diterapkan di dershane. Ternyata tanpa sengaja ada praktek bentuk rasis atau penghegemonian tentang sistem yang diterapkan dalam dershane entah mereka sadar atau tidak sadar melaksanakannya.

Aku baru merasakan hal tersebut setelah mengalami kejadian itu sendiri. Kemudian keadaan malah semakin menjadi memanas hingga pada akhirnya aku pun bertengkar doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan saat aku selesai acara wisuda D3 Bahasa Jepangku di Gedung Prof. Sudharto, Tembalang. Pertengkaran mulut itu terjadi karena awalnya masih ada keluh-kesah yang masih aku dengar di dershane nur saat itu.

Teman-temanku yang tinggal di dershane nur saat itu hanya bisa berkeluh kesah dibelakang, tetapi tidak berani melakukan action atau tindakan. Karena emosiku saat itu masih dibilang masih labil dan aku beserta teman-teman merasa terhegemonik oleh dia saat itu apalagi sambil mendengarkan keluh kesah teman-teman dibelakang. Akhirnya aku sms ke nomor hp abi-abi yang dianggap sebagai pemangku kepentingan (stake holders) yang ada di Semesta dengan memakai nomor hp temanku pada malam hari sebelum aku diwisuda.

Hp temanku yang aku pakai untuk sms ke abi-abi bernama Anis Wahdi. Karena kebetulan saat itu hpku lagi tidak ada pulsa. Waktu itu aku kurang lebih menyebarkan sms begini ke abi-abi karena aku belum mempunyai nomor hpnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dia. Isi smsku ke abi-abi kurang lebihnya begini: ’’Dasar imam diktator.Percuma jauh-jauh kuliah dari Turki kalau hasilnya cuma begitu.Harusnya sebagai imam itu saat ada kegiatan pindahan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan barang-barang kontrakan itu muncul.

paling tidak ada dulu baru ikutan nyusul camping dengan abi-abi yang lain ke Bandung.belum kenal anak buahnya aja sudah begitu’’. Karena dari bahasa sms-ku itulah pastilah dia merasa tersinggung padaku. Makanya saat aku selesai acara wisuda dan saat masih memakai baju toga bersama Anis, dianya mencari-cari aku untuk meng-clear-kan masalah kami. Karena aku dikata-katain banci oleh dia saat dia tidak terima kepadaku waktu itu aku hampir saja terpancing oleh kemarahanku sampai-sampai mau doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan untuk adu fisik juga dan akhirnya tidak jadi karena sebelumnya aku dicegah oleh sahabatku Anis dan dia pun dicegah oleh Doni Abi.

Karena atas bujukan Anis dan Doni Abi akhirnya kami saling meminta maaf walaupun kami masih tampak saling meninggikan ego kami masing-masing. Saat meminta maaf ke dia ternyata dia masih sempat berkata kepadaku lagi sambil menunjuk-nunjuk jarinya kepadaku seolah-olah dia yang paling berkuasa.

Waktu itu dia berkata begini: ’’Ingat! Minta maaf cuma sekali ya! Kemudian aku menjawab begini: ’’Oke! Mulai sekarang aku putuskan untuk keluar dari dershane!.

Kemudian dianya berkata lagi begini: Nis, jangan lupa untuk mampir ke dershane lagi ya?’’. Please deh.akunya lagi berdua sama Anis eh di depanku dianya ngomong begitu kepada Anis. dan itu artinya aku sudah tidak dianggap lagi olehnya, ’’gumamku saat itu. Seakanakan keputusanku untuk keluar dari dershane didukung 100% olehnya.

Kemudian aku pun bergumam lagi: ’’Ah,, whatever.!!!’’. Sebenarnya, tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, dan instruksi.

Semenjak aku keluar dari dershane kemudian aku pulang kampung ke tanah kelahiranku tercinta yang berada di desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Jawa Tengah. Setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang aku diberi tawaran untuk mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen Semarang. Dan kemudian aku ambil tawaran tersebut meskipun hati kecil berkata sebenarnya aku lebih merasa nyaman kalau mengajar Bahasa Jepang di sekolah-sekolah seperti: SMA/MA/SMK sederajat.

Setelah itu, akhirnya aku pun mendapat tawaran mengajar Bahasa Jepang di STM 7 Pembangunan Semarang. Selain mengajar aku pun ikut menjadi member di beberapa bisnis jaringan atau terkenal dengan sebutan MLM (Multi Level Marketing).

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ANTARA BISNIS MLM DAN TINGGAL DI RUMAH PAK DOKTER Selama aku mengajar di LPK Aishiro Gakuen aku mendapat jam ngajar mulai dari pukul: 08.00-16.000 WIB. Aku mendapat honor Rp. 20.000,- per jam saat itu. Disamping itu, aku juga diajak ikut bisnis jaringan pulsa yang lagi terkenal saat itu, yaitu DBS (Duta Bisnis School). Aku diperkenalkan bisnis tersebut pertama kali oleh temanku yang pernah tinggal di satu dershane, yaitu: Ridlona Fultanegara.

Selama hampir satu tahunan aku menekuni bisnis MLM (Multi Level Marketing) tersebut. Saat menjalani bisnis tersebut, aku mengenal temanteman baru lagi, diantaranya: Oen, Ridhlo, Rahman, Andrian, Ghani, dan lainnya. Saat mengembangkan bisnis jaringan atau memprospek calon member baru, aku sering mendapat pulsa gratis dari para up line-ku karena aku dianggap sebagai member baru yang paling semangat saat itu.

Waktu itu para up line kami yang mempunyai jaringan kaki kanan atau kirinya yang membernya sudah terdiri dari 800 orang atau lebih yang aktif, sebagai member sekaligus up line kami per minggunya mendapat bonus saldo pulsa dari perusahaan sekitar 5.00.000 sampai sekitar 1.000.000 bahkan ada yang lebih. Belum lagi bonus-bonus lainnya. Karena melihat bonus-bonus tersebut aku dan teman-teman menjadi bersemangat untuk menjalani bisnisnya.

Sampai-sampai aku pernah dibantu oleh up line untuk mengembangkan jaringan di luar kota Semarang yaitu di daerah tempat kelahiranku sendiri. Selama mengikuti bisnis jaringan tersebut aku dan teman-teman anggota lainnya pun setiap seminggu sekali mengadakan rapat evaluasi member antar jaringan.

Sebagai member kami juga kadang mengadakan pertemuan di rumah manager kami bernama Ustadz Suyono di daerah Ungaran yang sudah meraih penghargaan mobil saat itu. Dari belajar di bisnis jaringan aku pun semakin banyak mempunyai banyak teman atau kenalan di lapangan. Awalnya aku tinggal di masjid PIP Semarang bersama Rikza temanku yang kuliah di UNDIP jurusan S1 Perikanan saat menjalani bisnis DBS tersebut. Kemudian, gara-gara saat keasyikan menjalani bisnis DBS aku sering mengabaikan tugas-tugasku sebagai penghuni masjid PIP (Pendidikan Ilmu Pelayaran) kemudian aku dan Rikza disuruh pindah dari masjid tersebut oleh ta’mirnya karena sebagai teman Rikza pun mendukung kegiatanku tersebut.

Rikza pun sudah gabung menjadi member DBS meskipun ikut anggotanya jaringan yang lain. Walaupun berbeda line kami pun tidak pernah ada masalah.

Setelah itu, pada pertengahan bulan Agustus 2009 aku pindah ke rumahnya pak dokter atas tawaran temanku bernama Barruna Adi Nugraha. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemudian, aku tinggal di rumah Pak dokter mulai pertengahan bulan Agustus 2009 sampai pada awal bulan April 2013 setelah aku diterima menjadi dosen luar biasa untuk mengajar Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi. Saat di rumah pak dokter aku bisa fokus menjalani bisnis jaringanku.

Pak dokter sekeluarga juga ikut menjadi member di bisnis yang aku jalani doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan. Tetapi setelah aku dikenalkan bisnis baru oleh Pak Prawoto tentang bisnis jaringan baru bernama Bank Pulsa kemudian aku dan Pak Dokter beralih untuk gabung ke bisnis baru tersebut.

Beberapa up line-ku dari DBS juga ikut gabung di bisnis tersebut meskipun awalnya aku kenalkan bisnis tersebut mereka kurang ada minat untuk bergabung. Mereka akhirnya gabung menjadi member tetapi ikut dengan jaringan yang lain.

Itulah bisnis jaringan. Calon member yang kita prospek yang awalnya minat atau bahkan tidak minat dengan bisnis jaringan tersebut bisa jadi ikut menjadi member dari jaringan kita sendiri atau doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan member dari jaringan yang lain. Itu merupakan suatu hal yang biasa dan umum terjadi dalam bisnis MLM.

Sebenarnya aku mengenal bisnis jaringan pertama kali saat masih kuliah pada semester III D3 Bahasa Jepang di UNDIP dulu. Aku dikenalkan bisnis Tianshi dari China oleh seorang teman yang menjadi pustakawan di perpustakaan masjid Diponegoro, Semarang bernama mas Abdul Muntholib. Awalnya aku pun kurang minat dengan bisnis tersebut karena dengan menjalani bisnis tersebut sama saja dengan seperti berjualan obat, dan harus pintar ngomong apalagi untuk merekrut atau mencari member baru sebagai downline-ku.

Karena sering diprospek dengan sering ditraktir makan, diajak ke pertemuan gratis dan lainlain aku akhirnya mau juga untuk gabung menjadi member baru. Up line aku saat itu adalah mas Tholib karena aku bergabung dibawahnya dia sedangkan mas Tholib downlinenya Pak Usman dan Pak Usman adalah downlinenya Pak Sattar seorang dosen dari IAIN Walisongo, Semarang.

Ternyata setelah aku mengikuti acara seminarnya beberapa kali sebagai member Tianshi, aku melihat member-membernya waktu itu mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas yang menjalani bisnis tersebut. Ada member yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, guru, dosen, pegawai PEMDA Semarang, anggota DPR, polisi dan lainnya.

Jadi, yang bisa ikut gabung menjadi member dalam bisnis tersebut tidak memandang dari kalangan mana saja. Akhirnya karena merasa titik kejenuhan dalam bisnis jaringan yang aku ikuti semua tersebut sudah mulai memuncak, kemudian aku lepas semua untuk tidak fokus di bisnis jaringan lagi. Bisnis jaringan yang sudah aku ikuti antara lain; Tianshi, DBS, BANK PULSA, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com K-Link, Mileilia, dan lainnya.

Aku sudah tidak mau ikut bisnis jaringan apapun lagi karena ingin fokus untuk lanjut ke S1 Sastra Jepang di UNDIP saat itu. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku diberikan beberapa tugas oleh beliau, antara lain: menggantikan Pak Dokter untuk hadir di Rapat RT, Mencabut rumput, Mengecek air pam, dan lainnya.

Aku tinggal dirumah Pak Dokter bersama Bambang, Barruna dan aku dalam satu kamar. Kemudian ditambah satu orang lagi si Wiwit.

Kamar yang aku tempati bersama teman-teman cukup luas jadi bisa diisi lebih dari dua orang dalam satu kamar. Setiap kamar ada fasilitas ac, springbed, dan lemari baju. Aku dan teman-temanku tidak disuruh untuk membayar uang bulanan saat itu.

Mereka sudah menganggap kami seperti keluarganya sendiri. Kami sangat berterima kasih sudah diberikan ijin untuk tinggal atau menumpang disana tanpa harus membayar uang sewanya.

Semoga semua itu menjadi ladang pahala di akhirat nanti bagi Pak Dokter sekeluarganya. Kami hanya bisa memberikan balasan doa atas semua jasa dan kebaikan Pak Dokter sekeluarga.

Amin YRA. Tidak ada orang yang sebaik Pak Dokter saat itu, aku bukanlah siapa-siapanya, bukanlah anak kandungnya, bukanlah kerabat dekatnya, tetapi beliau sekeluarga mau menerima aku menumpang dirumahnya semenjak aku lulus D3 Bahasa Jepang hingga aku lulus dari S1 Sastra Jepang.

Selain diijinkan untuk tinggal dirumahnya aku pun sering mendapat uang saku tambahan dari keluarga Pak Dokter. Beliau sudah seperti ayah angkatku sendiri saja dan Tante Yoyok juga sudah seperti Ibu angkatku juga. Begitu banyak jasa yang sudah mereka berikan kepadaku saat itu. Waktu itu, saat usai merayakan hari raya Idul Fitri aku diajak makan malam di rumah makan di daerah dekat Pantai Marina, Semarang. Waktu itu awalnya yang mau diajak aku dengan Bambang karena memang aku, dan dia yang menjadi penghuni satu-satunya yang berada dirumah Graha Wanamukti saat itu.

Karena si Bambang teman sekamarku yang samasama tinggal dirumah Pak Dokter lagi belum kembali ke Semarang jadi hanya aku yang diajak oleh beliau dan keluarganya. Seumur-umur aku baru merasakan makan daging ikan hiu saat itu karena berawal dari dipesankan sate baby ikan hiu oleh anaknya Pak Dokter yang pertama, yaitu Barruna.

Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku juga mengenal banyak teman dari komplek rumah Pak Dokter. Aku mengenal teman-teman baru lagi saat pertama mengikuti kegiatan rapat RT (Rukun Tetangga) di Komplek Bumi Graha Wanamukti di Jalan Graha Wanamukti Maple 3B, Semarang.

Mereka antara lain: Pak Winarta selaku RT, Pak Hendro sebagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekretaris kedua, Pak Mulyo sebagai sekretaris pertama, Pak Budi Arthono sebagai bendaharanya, Pak Wisnu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan beliau adalah seorang Polisi maka dipilih sebagai seksi keamanannya, Pak Imam sebagai seksi keagamaannya, Pak Catur, Pak Samsul, Pak Dito, Pak Siwi dan lainnya.

Kami mengadakan evaluasi tentang kegiatan RT setiap sebulan sekali. Kadangkadang acara rapat diadakan di komplek, kadang juga diadakan di lesehan di daerah simpang lima dan bahkan rapat juga pernah diadakan di restoran di daerah Semarang dengan tujuan agar kegiatan tidak menjadi membosankan kalau diadakan di komplek terus-menerus.

Begitu banyak kenangan yang indah saat tinggal di Komplek Graha Wanamukti saat itu. Karena keluarga Pak Dokterlah aku mengenal banyak orang-orang hebat disana.

Dan dari sana pula lah aku belajar bersosialisasi dalam masyarakat yang sebenarnya dengan latar belakang yang berbeda-beda mulai dari segi agama dan lainnya. TIDAK ADA YANG TAHU KAPAN AYAHKU PERGI UNTUK SELAMANYA Saat itu adalah malam minggu. Aku kebetulan diberi tugas oleh pak dokter yang rumahnya aku tempati untuk mempersiapkan acara rapat RT antar warga Graha Wanamukti, Semarang. Pak dokter tidak bisa hadir sebagai tuan rumah dalam kegiatan rapat RT tersebut karena beliau lagi ada jadual praktek jaga di RS Mardirahayu, Kudus.

Oleh karena itu semua persiapan dan lain-lain diserahkan sepenuhnya kepadaku. Setelah semua persiapan untuk kegiatan rapat seperti: menggelar karpet, menyajikan makanan yang dikirimkan oleh Tante Nung, dan lainya selesai aku persiapkan, maka tibalah acara rapat akan segera dilaksanakan.

Waktu yang ditentukan pada undangan rapat yang telah disebarkan ke rumah-rumah warga komplek Graha Wanamukti adalah pukul 19.30 sampai selesai. Pak Mulyo selaku sekretaris RT pada acara rapat di komplek tersebut kebetulan datang duluan masuk ke rumah pak dokter. Kemudian disusul oleh pak RT nya sendiri yaitu Pak Winarta.

Setelah itu baru disusul oleh kedatangan bapak-bapak yang lainnya. Akhirnya semua tamu undangannya berkumpul di rumah pak dokter. Kemudian pak Mulyo membuka acara rapat tersebut. Pada saat acara rapat baru dibuka dengan satu patah dua patah kata-kata dari Pak Mulyo sebagai awal pembukaan kegiatan tersebut, tiba-tiba hpku berdering. Kemudian aku pun mengangkat telpon genggap yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan di saku hpku. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ternyata yang menelpon adalah Paklikku sendiri yaitu Lik Suhadi adik kandung dari ibuku.

Beliau berbicara dalam telpon begini: Dik Tegar, kiro-kiro iso bali ning ndeso saiki pora? Bapak lagi kumat gerahe. Nek iso ndang bali ning ndeso saiki yo. ‘Dik Tegar, kira-kira malam ini bisa pulang kampung sekarang, ndak? Bapak sedang kumat lagi sakitnya. Kalau bisa segera pulang kampung sekarang ya.’ Akupun menjawab: ’’Oh nggih, Paklik.’’. ‘Oh iya, Paklik’. Hatiku pun mulai bergejolak tidak tenang saat itu. Kira-kira ada apa di rumah di kampungku?.

Selang beberapa menit kemudian ponakanku yang bernama Dian Puspita Dewi yang tinggal di daerah Sendangmulyo mendadak menelponku juga. Akupun mengangkat dan langsung menjawab telponnya: ’’Om, bisa pulang kerumah Mbah kah sekarang? Mbah Kung ninggal’’. Aku pun langsung diam, lemas dan tak bisa berkata-kata lagi setelah selesai mengangkat telpon dari Dian saat itu.

Tak terasa air mataku pun meleleh dari pipiku. Kemudian aku sms ke hp Dian kalau aku mau jemput dia untuk ikut pulang bersama denganku malam itu juga. Dengan terpaksa kegiatan rapat RT pun akhirnya langsung dibubarkan. Setelah semua mendengar berita tentang ayahku yang meninggal kemudian para tamu undangan rapat pada menghampiriku dan saling mengucapkan ucapan belasungkawa kepadaku. Pak RT pun langsung ke kamarku untuk menenangkan diriku.

’’Saya turut berbela sungkawa ya Mas Don.tenangkan dirimu. kemudian disusul lagi ungkapan belasungkawa lainnya lagi.’’Yang sabar Tos.hati-hati ya di jalan jangan ngebut bawa motornya’’. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Pak Win, Pak Hendro, Pak Dito, Pak Samsul, Pak Mulyo dan lainnya saat itu, sambil menyerahkan amplop kepadaku dan sambil berkata lagi: ’’Tos, ini ada sedikit bantuan ungkapan belasungkawa dari bapakbapak semua malam ini, mohon diterima ya., Sing sabar yo Tos, Kata Pak Hendro menenangkanku lagi.’’.

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB malam saat itu. Aku pun memutuskan untuk pulang kampung pada malam itu juga. Setelah aku menjemput Dian di kostnya akupun langsung pulang ke kampung halamanku sambil memboncengkan Dian dibelakang dengan motorku Yamaha Vega R tahun 2004.

Sambil mengendarai motorku aku pun masih sambil meneteskan air mata. Tak berapa lama kami telah sampai di Pom Bensin daerah Wirosari. Karena stok doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pada tangki motorku mau habis maka aku putuskan berhenti untuk mengisikan premium disana terlebih dahulu. Sambil mengisi bensin disana ada sms yang masuk di hpku lagi. Setelah aku buka sms di inbox hpku ada pesan dari Paklikku yang berbunyi: Wis tekan ngendi?

‘Sudah sampai mana?’ Kemudian aku pun langsung membalas pesan singkat Paklikku begini: Iki aku lagi tekan pom bensin Wirosari, Paklik. ‘Ini aku baru This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sampai di pom bensin Wirosari, Paklik.’. di pom bensin tersebut aku pun istirahat sebentar dengan Dian karena kaki dan punggungku terasa pegal-pegal habis memboncengkan ponakanku yang chubby itu mulai dari kota Semarang sampai ke Wirosari. Setelah istirahat kira-kira 15 menit kami pun melanjutkan perjalanan pulang.

Kirakira 30 menit-an lagi aku dan ponakanku akan segera sampai di rumah. Itulah gumamku saat itu. Setelah sampai dirumah akupun langsung memarkirkan motorku tanpa mengambil kunci motornya. Di depan rumah aku pun langsung disambut ibuku yang sambil menangis kemudian memeluk dan menciumiku dengan sambil berkata: ’’Wis dadi bejanmu le.bapakmu wis ora ono maneh’’. ‘Dah jadi nasibmu nak, bapakmu sudah tidak ada lagi.’ Akupun ikut terisak mendengar kata-kata ibuku.

Dirumahku sudah ada banyak kerabat, saudara dan tetangga yang ikut menunggui jasad ayahku. Kemudian aku pun memandangi jasad ayahku yang terbujur kaku yang sudah dikafani. Karena tak tahan dengan kesedihanku itu aku langsung menuju kamarku sambil meneteskan airmata lagi. Tak terasa kenangankenangan masa lalu dengan ayahku silih berganti muncul di depanku.

Saat beliau mengajakku mencukur rambutku yang sudah mulai memanjang ke tukang cukur di daerah Kuwu aku seringkali diajak mampir untuk makan masakan kesukaanku yaitu asem-asem di rumah makan Sari Roso atau terkenal dengan sebutan Manna disana.

Saat kecil aku juga pernah dibelikan mainan mobil-mobilan, dimarahi saat lupa akan tugasku mencabut rumput, dimarahi saat lupa menunggui tanaman padi di sawah dari gangguan burung dan ayam dari rumah penduduk sekitar dan lainnya. Yang paling teringat lagi saat tiga minggu sebelum beliau tiada adalah saat aku pamiti hendak berangkat ke Semarang beliau kelihatan berat untuk melepaskan keberangkatanku menuju Semarang. Seakan-akan tidak mau ditinggalkan olehku. Baru kali itu aku melihat ayahku meneteskan air mata saat aku pamiti pergi.

Teringat akan saat kenangan terakhir itu dadaku pun terasa sesak dan air mataku pun kembali meleleh. Dalam kesedihanku itu, kemudian aku teringat dengan lirik tembang shalawat yang berjudul Qad Anshaha oleh seorang pelantun sholawat dari Ponpes Langitan, Tuban Jawa Timur. Qod Anshoha This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Qod anshoha lî Abî wa robbat bihusnihâ ummî wa arsyadanîl ustâdz wal mu’allim Ayah telah menasehatiku dan Ibu telah mendidikku/membimbingku dan gurupun telah mengajariku dengan sebaik-baiknya Lâkin faqod ahmaltun-nush-ha wal irsyâdâ wa lam akun mushghiyan rusydan min ayyi fami Tapi segala nasehat tak kuhiraukan, Semua petunjuk dan ajaran tak kudengarkan Wa anzaltu likulli Hubûbar-rîhi matsalâ tarûhu bil âdzâni taghniyyatan-nasîm Kujadikan semua itu laksana angin lalu bagaikan lantunan lagu yg enak didengarkan Fakuntu musytaghilan bidausyatid-dunyâ wa suhhirtu bizuhûri anwâ’il huthômi Aku berada di gemerlap dunia Akupun terlena oleh keindahan duniawi Wa aknudu ni’matan min robbinâ kibron wa ansaitu sholâtan kadzâ wa lam ashumi Aku kufur nikmat Tuhan karena kesombongan Sholat dan puasapun telah kulupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Falammâ-stasy’artu bir-ro,si mamlu’ syaiban wal ajlâdu ghudlûnun wal a’dhumu rimâmi Maka tatkala uban mulai bemunculan Kulit keriput dengan tulang berhancuran Tanaddamtu wadumû’ul ‘aini sâlatdaman afâqo mu,tsimun min ghomâl ghoyyid-dhulâmi Air mata darah pun bercucuran sebagai tanda akan sebuah penyesalan Telah sadar seorang hamba yang bergelimang dosa dalam kegelapan Fakhôsirul ‘ubbâdi atâka multajiyan murtajiyan rohmatan min robbihir-rohîm Hambamu ya Allah telah datang dengan penuh harapan akan Rahmat dari Tuhannya yg Maha Penyayang Fahab lanâ taubatan wa’fu ‘annâl khothôyâ Waghfir lanâ mâmadlô yâ wâsi’al karomi Maka ampunilah dan maafkanlah segala kesalahan Limpahkanlah maghfirohMu Wahai Tuhan yg Maha Pemurah.

*) Dari Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur waktu Ustad Muhamad Hafidz Maqmun bersilatuhami ke KH Ubaidilah Faqih (Pengasuh Ponpes Langitan) beliau melatunkan lirik nasyid ini buatnya dan dia menangis. Ayahku kemudian dimakamkan di pemakaman Jakerto, Galsari Kecamatan Ngaringan pada pukul 11.00 pada tanggal 3 Mei tahun 2010. Beliau meninggal di usianya yang ke-77 th karena stroke dan darah tinggi pada waktu itu. Akupun sangat terpukul atas kepergian ayahku tercinta. Beliau yang selalu mendukung anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan terus bagaimanapun keadaannya.

Beliau sangat disiplin kepada anak-anaknya, sampai-sampai dalam urusan mencari pekerjaan, mau mencari pasangan hidup, dan mau lanjut pendidikan lagi harus diatur sesuai dengan aturan kejawen.

Misalnya: arahnya yang baik kemana, hari-hari apa yang tidak diperbolehkan dan dibolehkan itu kapan semua sudah begitu terperinci disampaikan kepada anak-anaknya termasuk aku. Yah, mungkin bagi anak jaman sekarang aturan tersebut dianggap terlalu kolot, tidak masuk akal, tidak modern dan tidak sesuai dengan ajaran Islam atau apalah.

Tetapi yang penting itu demi tujuan baik kami yaitu demi keselamatan dan kebahagiaan kami semua. Ayah, semoga engkau mendapat tempat terbaik disisi-Nya dan diampuni dosa-dosamu semua. Amin YRA. Setelah acara pemakaman ayahku selesai, aku pun kembali pulang ke rumah dengan diboncengkan sepeda motor oleh kakak iparku Mas Hartono.

Kakakku Mas Samiko yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baru tiba dari Kalimantan dan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahku karena faktor perjalanannya yang jauh yang tidak bisa datang untuk tepat waktu setelah sampai dirumah langsung memeluk erat ibuku dan langsung menuju ke makam ayahku. Pada malam harinya kami mengadakan kegiatan membaca tahlil dan yasin di rumahku selama 7 hari lamanya.

Semuanya tampak membaca yasin dan doa dengan khusyuk dan penuh khidmat. Setelah acara yasin dan tahlil selesai aku pun mendengarkan pembicaraan ibuku kepada saudara-saudaranya.

Aku mendengar cerita ibu kepada kerabatkerabat yang hadir dirumahku. Ibuku bercerita kepada mereka kalau beliau ternyata tidak tahu kapan ayahku dipanggil oleh-Nya. Dari mendengar paparan cerita ibuku kepada kerabat dan saudara-saudara bahwa ayahku itu awalnya tidur pada hari minggu sore sekitar pukul 16.00.

Saat hendak diajak makan pada pukul 17.00 oleh ibuku ternyata ayahku posisinya masih tampak kelihatan tidur dengan tenang menghadap ke barat. Ibuku tidak enak untuk membangunkan ayahku yang lagi terlelap. Kemudian, saat waktunya makan malam tiba ibuku langsung membangunkan ayahku. Saat ibuku mulai menggoyang-goyangkan badan ayahku ternyata ayahku sudah tidak bernafas lagi.

Jadi, tidak ada yang tahu kapan ayahku pergi untuk selamanya. Baik ibuku dan tetangga yang dekat dengan rumahku. Setelah itu, ibuku meminta bantuan saudara kadungnya, menantu, kerabat dan para tetangga untuk mengurus semua kebutuhan ayahku mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkannya hingga akhirnya membantu mengantar sampai ke tempat peristirahatan terakhir ayahku tercinta. Itulah saat terakhir perpisahan dengan ayahku tercinta.

Seperti ungkapan kesedihan yang dirasakan oleh Charly, vokalis ST12 yang melantunkan lagu berjudul ’’Saat Terakhir’’. tak pernah terpikir olehku tak sedikit pun ku menyangka kau akan pergi tinggalkan ku sendiri begitu sulit ku menyangkal begitu sakit ku rasakan kau akan pergi tinggalkan ku sendiri * di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta ** ini lah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup di nantiku repeat ** satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup MELANJUTKAN KULIAH S1 SASTRA JEPANG DI SEMARANG Aku dengar dari teman pada tahun 2009 kalau surat ijin dari DIKTI pusat Jakarta, bahwa pengajuan ijin untuk membuka program studi baru S1 Bahasa Jepang di UNDIP sudah turun ijinnya.

Pada awal Juni 2010, di UNDIP mulai lah membuka jurusan baru yaitu S1 Bahasa Jepang yang awalnya bahasa Jepang hanya dibuka untuk program D3 Bahasa Jepang saja sejak tahun 2001. Pada program studi baru dibuka untuk lulusan baru (fresh graduated) SMA/SMK/MA doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan atau Reguler 1 disingkat R1 yang ingin mengambil jurusan Bahasa Jepang. Untuk alumni D3 Bahasa Jepang pun dibuka juga untuk program transfer atau dikenal dengan Reguler 2 (R2).

Maka, sejak pertama kali dibukanya program baru R2 S1 Sastra Jepang di UNDIP tersebut kemudian aku langsung ikut mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ujian masuknya. Alhasil, aku pun diterima menjadi mahasiswa baru disana.

Sayangnya, untuk program R2 saat itu hanya dibuka sampai dua angkatan saja karena Pemerintah sudah tidak mengijinkan lagi ada perkuliahan R2 atau lintas jalur lagi untuk semua fakultas yang ada di UNDIP.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu aku harus memutuskan dua hal, misalnya, kalau masuk kuliah transfer Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Bahasa Jepang di UNDIP aku masih mau melanjutkan mengajar Bahasa Jepang-ku di LPK Aishiro Gakuen atau memilih melanjutkan kuliahku ke jenjang S1. Akhirnya aku pun lebih memilih memutuskan untuk melanjutkan kuliahku ke jenjang S1 saja.

Karena jam ngajarnya bertabrakan dengan jam kuliahku. Saat kuliah S1 Bahasa Jepang di UNDIP, aku mendapatkan mata kuliah yang baru diantaranya: Honyaku ‘Terjemahan Tulisan’ ( 翻 訳 ), Nihongo Chukyuu ‘Bahasa Jepang Tingkat Menengah’ (日本語中級), Keitairon ‘Morfologi’ (形態論), On-inron ‘Fonologi’ (音 韻論), Kaiwa Chukyuu ‘Percakapan Tingkat Menengah’(会話中級), dan lainnya.

Saat kuliah transfer R2 aku mendapatkan teman-teman baru lagi, antara lain: Nunung, Nining, Oki, Agung, Zaenal, Bahri, Siska, Adi, Rizal, Ani, Ana, Asepta, Tina, Evi dan lainnya. Kuliah di jurusan S1 Bahasa Jepang UNDIP saat itu ada tambahan pengajar dari native dari Jepang, diantaranya: Ota Ribeka Sensei, Asada Michiko Sensei, Yuko Tabata Sensei, dan Kyouji Honda Sensei.

Sedangkan dosen orang Indonesia antara lain: Budi Mulyadi Sensei, Lina Rosliana Sensei, Utami Sensei, Nur Hastuti Sensei, Fajria Noviana Sensei, Yulia Rahmah Sensei, Zakky Ainul Fadly Sensei. Mahasiswa baru untuk S1 Bahasa Jepang di UNDIP dari fresh graduated SMA ada sekitar 200 mahasiswa baru pada tahun 2010 sedangkan yang dari D3 Bahasa Jepang transfer ke S1 Bahasa Jepang awalnya ada 32 mahasiswa baru, kemudian keluar empat orang dan drop out satu mahasiswa.

Saat memasuki semester III di S1 R2 Bahasa Jepang kelas kami yang terdiri dari 30-an mahasiswa kemudian dipecah menjadi dua kelas peminatan penjurusan, yaitu: sastra dan linguistik. Saat itu aku masuk di kelas linguistik. Kelas linguistik hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja waktu itu. Teman-teman linguistik yang satu kelas bersamaku antara lain: Fransiska, Zaenal, Tina, Budi, Dewi, Asepta, Nunung dan lainnya. Kuliah pun berjalan lancar. Tetapi saat bimbingan skripsi saat itu aku mengalami banyak rintangan dan cobaan.

Diantaranya: istriku melahirkan saat operasi caesar dan putraku tidak bisa diselamatkan, aku mengalami kecelakaan saat berkendara motor dan yang paling menghebohkan saat skripsiku hampir tidak diluluskan. Kejadian demi kejadian, cobaan demi cobaan datang silih berganti.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Apalagi saat aku lagi butuh buku teori yang ada di jimusho ‘kantor (Jurusan S1 Jepang UNDIP)’, saat itu aku hendak pinjam baik-baik kepada Utami Sensei, Yuli Sensei dan Novi Sensei mereka tidak memberikan ijin untuk mengcopy buku tersebut. Aku hanya boleh diijinkan untuk mencatat, menulis, atau menfoto dengan kamera hpku. Ternyata aku merasa mereka masih pelit akan hal ilmu.

Belum total untuk mengamalkan ilmunya. Jadi teringat dalil yang berbunyi :’’Orang pelit itu tidak akan masuk surga meskipun tekun ibadahnya. Orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari dari manusia, sedangkan orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia.’’ (Al-Hadits). Padahal aku cuma ingin mengcopy bukunya pada saat itu dan ingin mengembalikan bukunya langsung saat itu juga, itu pun tidak mendapatkan ijin dari mereka.

Meminjam buku untuk dicopy aja tidak boleh, apakah yang ingin pinter dosennya saja? Apakah mahasiswa tidak diijinkan untuk berkembang juga dalam ilmunya? Sungguh ironis melihat fenomena tersebut apalagi alasan buku yang tidak boleh dicopy pun tidak logis yang telah diutarakan kepadaku, yaitu: takut kalau bukunya rusak, karena dulu pernah ada senpai yang pinjam buku dari jimusho bukunya jadi rusak.

Kalau memang takut bukunya nantinya rusak dipinjam oleh mahasiwa kenapa mereka tidak menyediakan back up foto copyian satu buah buat jaga-jaga kalau ada mahasiswa yang butuh ingin mengcopy buku tersebut? Setelah itu aku berkunjung ke kampus UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro) Semarang. Sesampainya di kampus tersebut aku pun langsung bertemu dengan temanku sekaligus dosen yang menjabat menjadi ketua jurusan S1 Sastra Jepang disana, bernama Andi Bangkit, Ph.

D. waktu itu. Setelah aku menceritakan semua masalahku aku pun akhirnya mendapatkan buku apa yang aku cari-cari meskipun beliau itu konsentrasinya bukan tentang ilmu linguistik Bahasa Jepang. Saat itu juga aku diijinkan untuk mengcopy bukunya dan mengembalikan pada hari itu juga.

Malahan beliau juga pernah bilang kalau soal buku tinggal ngomong saja silakan dicopy aja kalau belum mampu untuk membeli buku yang aslinya. Semua kejadian dan cobaan datang silih berganti saat itu. Apalagi saat bimbingan skripsi dengan dosen. Cerita berawal dari sini. Ketika itu, saat aku mengajukan dosen pembimbing skripsiku aku memang lebih memilih Suharyo, M.

Hum. sebagai pembimbing pertamaku karena saat bimbingan tugas akhir saat D3 Bahasa Jepang dulu pun aku di bimbing oleh beliau. Itu karena saat bimbingan dengan beliau tugas akhirku saat itu hanya memakan waktu dua minggu saja untuk menyelesaikannya. Aku masih terbayang-bayang cerita para senpai saat D3 dulu agar jangan memilih dosen pembimbing yang dianggap suka meng-php-kan atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mempersulit mahasiswanya saat bimbingan.

Kemudian, untuk pembimbing kedua-nya aku memilih Lina Rosliana Sensei sebagai pembimbing karena kelihatannya baik orangnya. Saat hendak mengajukan proposal skripsi ke pembimbing pertama, proposalku doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan memang ditolak oleh beliau. Beliau tidak mengatakan atau meluruskannya dengan jelas mengenai kesalahan-kesalahannya dimana tentang salahnya yang aku tulis dalam proposalku saat itu.

Karena bikin penasaran dan tidak puas atas penolakan tersebut kemudian aku tidak sengaja mengatakan hal yang membuat beliau agak tidak nyaman kepadaku saat itu. Kemudian, beliau langsung berdalih kepadaku begini: ’’Anda lebih baik bimbingannya ke dosen kedua saja lah’’.Kemudian aku pun menjawab: ’’Ya Pak. Oh ya kalau habis selesai bimbingan dengan pembimbing kedua bagaimana Pak?

Apa masih menghadap ke Bapak lagi?’’ lalu beliau menjawab lagi begini: ’’Tidak usah.Anda sepertinya sudah nyaman dengan pembimbing kedua, Anda.’’ Setelah menghadap ke dosen pembimbing pertama aku langsung menghadap ke dosen pembimbing kedua.

Kemudian, aku menceritakan semua apa yang diinginkan oleh pembimbing pertama tentang skripsiku. Kemudian dosen pembimbing kedua menyuruhku untuk memastikannya lagi. Akhirnya dengan berat hati aku pun menanyakan lagi ke dosen pembimbing pertama. Setelah aku menghadap ke dosen pembimbing pertama lagi jawabannya masih sama. Sebaiknya memang aku harus dibimbing oleh dosen pembimbing kedua, ’’Itulah kata-kata dari beliau pembimbing pertamaku’’.

Wah bakal akan terjadi sesuatu nih di kemudian hari, ’’Begitulah gumamku saat itu.’’ Setelah itu aku pun menjalani bimbingan skripsi ke dosen pembimbing kedua. Hari demi hari waktu demi waktu pun terus berlalu. Karena dosen pembimbing pertama sedang menunaikan ibadah haji dan malas kepadaku saat itu, maka bimbingan skripsiku diserahkan sepenuhnya ke dosen pembimbing kedua.

Akhirnya bimbingan skripsiku sudah menginjak ke BAB II. Saat selesai bimbingan ke BAB II bimbingan skripsiku masih tetap berlanjut meskipun waktu itu ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diwajibkan diambil oleh semua jurusan mahasiswa UNDIP sebagai salah satu syarat untuk lulus S1. Selain KKN salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk lulus dari S1 semua jurusan FIB UNDIP adalah mendapatkan sertifikat Toefl Bahasa Inggris dari SEU (Service English Unit) dengan skor minimal 400 untuk S1 yang non Bahasa Inggris, sedangkan syarat dari jimusho adalah minimal lulus N3 (Nihongo Nouryoku Shiken Level 3 ‘Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 3’).

Karena banyak dari teman-teman mahasiswa saat itu belum banyak yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengikuti N3 jadi dari jimusho diberikan aturan sendiri untuk mengadakan ujian lokal di jurusan. Saat itu kami disuruh untuk membayar uang pelatihan dan sertifikat seharga 410.000 oleh jurusan kalau ingin pelatihannya ditambah dengan sertifikat lulusnya.

Awalnya kami merasa keberatan karena untuk ikut ujian Toefl Bahasa Inggris waktu itu saja hanya disuruh untuk membayar 50.000 saja oleh SEU bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNDIP. Kemudian sebagai dosen yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan pelatihan dan ujian N3 lokal di jurusan S1 Sastra Jepang saat itu adalah Utami Sensei kemudian beliau berdalih begini: ’’Uangnya yang mengelola SEU ya jadi kalau bagi yang sudah membayar uangnya tidak bisa diambil lagi.

Jadi, semua sudah menjadi aturan dari SEU FIB UNDIP Kampus Pleburan’’. Saat itu beliau juga pernah bilang kalau dengan membayar uang tersebut pelatihan N3 lokal akan dilakukan selama 2 bulan dan setelah itu baru dilakukan ujian N3-nya.

Ternyata, eh ternyata. Pelatihan N3 bagi yang sudah membayar dana 410.000 ke jimusho hanya dilakukan dalam waktu seminggu saja, itupun dua kali tatap muka doang dan soal ujian N3 nya kebanyakan dari perkuliahannya Asada Sensei.

Setelah itu sertifikat N3 dibuatkan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan semua. Dari fenomena kejadian tersebut aku pun menjadi curiga. Apa benar uang pelatihan sebanyak itu uangnya memang benar masuk ke SEU? Pihak SEU sendiri yang mengelola? Daripada kecurigaanku tak berujung akhirnya aku pun ngecek langsung ke ketua SEU saat itu karena aku kebetulan kenal orang yang ada di dalamnya. Setelah aku cerita semua ke kantor SEU tersebut ternyata pihak SEU tidak tahu menahu tentang sistem tersebut.

Malahan pimpinannya SEU waktu itu bilang kepadaku bahwa kalau sampai rektornya tahu tentang hal ini semua bisa-bisa oknum-oknum dosen yang berada dibelakang penyelenggaraan sistem tersebut yang tanpa adanya ijin yang resmi bisa-bisa akan dipecat dari jabatannya.

Akhirnya aku pun mengurungkan niatku untuk melaporkannya ke rektorat karena tidak sampai hati sebab ada dosen yang sudah baik hati kepadaku yang tidak sengaja dijadikan bahan kambing hitam yang sudah mau untuk tanda tangan pada sertifikat N3 tersebut.

Karena laporanku ke SEU itu akhirnya sebagian uang teman-temanku yang sudah masuk ke jimusho pun dikembalikan 150.000 ke masing-masing mahasiswa yang sudah membayar dana untuk N3 lokal sebesar 410.000 oleh oknum dosen tersebut. Sedangkan aku tidak akan pernah mau untuk menerima lagi uang tersebut. Mending lebih baik diserahkan ke anak yatim atau orang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan lagi membutuhkan saja.

’’Itulah pikirku saat itu’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com MENJADI OPERATOR WARNET Selama kuliah S1 Bahasa Jepang, aku mempunyai kerja sambilan baru yaitu menjadi operator warnet di LIA NET milik putranya Pak Dokter bernama Barruna yang rumahnya masih aku tumpangi. Aku menjadi op warnet menyesuaikan jam kuliahku saja.

Meskipun gajinya tidak seberapa tapi itu tidak jadi masalah karena mereka sekeluarga sudah banyak berhutang budi padaku. Paling tidak bisa untuk nambah isi bensin motorku dan lainnya.

Dan yang menjadi operator teknisi LIA NET saat itu adalah Om Adi. Aku bekerja menjadi op warnet kurang lebih selama satu tahun setengah di sana. Selama aku menjadi op warnet, pelanggannya banyak dari kalangan anak-anak SD dan SMP yang ingin bermain game on line PB.

Disamping itu, ada juga beberapa pelanggan warnet adalah sopir taxi bluebird yang lagi pada ngetem disekitar komplek Bumi Wanamukti. Warnet tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung tiap harinya. Kemudian, warnetnya ditutup karena terjadi pembengkakan dalam pengeluaran atau dalam peribahasa bisa dibilang sebagai besar pasak dari pada tiang.

Warnet menjadi ditutup berawal dari teman-teman Barruna yang sering datang ke warnet yang mempunyai hobi bermain game on line (gamer) yang biasa bermain mulai sekitar pukul 21.00 WIB saat warnet sudah mulai sepi hingga pukul 04.00 WIB. Bahkan kadang sampai ada yang bermain di warnet hingga pukul 09.00 WIB. Dari teman-teman gamer Barruna aku mengenal Lucky, Angga, Eko, dan lainnya.

Disamping itu, ac di tempat warnet sering dinyalakan terus saat mereka lagi asyik bermain game on line. Belum lagi ac yang dinyalakan pada kamar lainnya. Tentulah terjadi pembengkakan biaya untuk tagihan listriknya yang awalnya tagihan listriknya 6.00.000 sampai 8.00.000-an perbulan-nya semenjak kejadian itu tagihan listriknya menjadi naik antara 2.000.000 keatas.

Harusnya kalau dalam bisnis sih teman ya teman doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ya bisnis. My Little Bos terlalu baik sih sama teman-temannya.jadi bermain game di warnet selama itu karena mempunyai hobi yang sama yaitu gamer, at last mereka tidak disuruh bayar alias free.

Yah itulah My Little Boss. Aku hanya anak buahnya saja hanya bisa ikut berkomentar atau mengingatkan saja saat ada kejanggalan. Sebagai teman dan anak buahnya hanya bisa kasih saran atau nasehat saja. Soal dia mau mendengar atau tidak terserah kepada yang menjalaninya saja.

Sebagai OP dan yang menumpang di rumah tersebut aku juga jadi tidak enak hati untuk menjawabnya kalau ditanya-tanya tentang hal itu oleh My Big Boss yaitu Om Rauf atau Tante Yoyok. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com KKN DI DESA KEDITEN Well, KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah persyaratan yang harus kutempuh untuk menyelesaikan program S1 di UNDIP.

Semua mahasiswa harus melewati tahap ini. KKN adalah bentuk kerja nyata mahasiswa kepada masyarakat dan diharapkan bisa mengaplikasikan mata kuliah yang telah dipelajari selama kuliah. Pagi itu, aku berkumpul di sebuah ruangan gedung FISIP UNDIP untuk pembagian kelompok KKN nantinya.

Aku hanya menemukan dua orang temanku yang sudah duduk di ruangan itu. Ruangan ini serasa asing buatku karena aku tidak mengenal siapapun selain dua orang temanku tadi. Dua orang dosen pembina KKN pun tak lama masuk ke dalam kelas. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang tadinya ramai berubah menjadi sunyi. Sunyi karena dua orang dosen tersebut akan menentukan siapa koordinator camat dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kepengurusan. Hal ini tentu menjadi momok tersendiri buatku Aku yang sedang sibuk menyusun skripsi ini akan kewalahan kalau jadi koordinator kecamatan dan pastinya akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus tugas akhirku.

Aku hanya diam sampai akhirnya dosen tersebut memilih satu anak dari jurusan hukum untuk koordinator camat. Fiuuh, lega rasanya… tapi justru aku ditunjuk sebagai kordes oleh rekanku setelah pembagian kelompok. Kata mereka sih karena wajah dan umurku yang lebih senior daripada temen-temen di grupku. Dosen pun mulai membagi wilayah-wilayah untuk penempatan. Aku kebagian untuk bermasyarakat di desa Kediten, Plantungan Kendal.

Yang ku tau itu daerah gunung. Wah musti siap-siap baju hangat dong nih, pikirku. Oh ya dalam grup Kediten ini terdiri dari 9 orang anggota.

3 cowo dan 6 cewe. Cowo nya terdiri dari aku, Radit dan Rahmat. Mereka berdua dari jurusan teknik. Yah setidaknya bakal meringankan pekerjaan sebagai kordes nantinya karena anak teknik pasti memiliki semangat kerja yang tinggi.

Dan cewenya ada Via, Ilma, Angel, Wulan, Nanda dan Rella. Selama 3 hari aku dan teman-teman menyusun laporan untuk keperluan di desa. Kamipun semakin akrab. Canda tawa selalu menghiasi keakraban kami. Dan Via adalah orang yang paling geger diantara kami semua. Berbeda dari perkenalan awal yang tampak kalem. Mungkin masih pada jaim. Sedangkan Angel dan Wulan kulihat orang yang paling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com rajin.

Mereka paling giat menyusun laporan disaat yang lain sedang istirahat. Akupun tak kaget ketika mengetahui IPK mereka cumlaude. Hmm, wajar sih karena rajin,gumamku. Ilma, Nanda, dan Rella sepertinya biasa-biasa saja. Mungkin aku akan mengetahuinya nanti setelah 30 hari bersama. Sedangkan Radit dan Rahmat sepertinya orang sibuk.

Yah, maklum lah anak teknik pasti banyak kerjaan di Kampus. Akhirnya tiba juga saat untuk mulai ber-KKN. Kami mulai men-survey desa yang akan kami tempati. Di luar dugaan bahwa desa kediten berada di kaki gunung. Hawa dingin langsung menusuk kulit meskipun jarum jam masih menunjukkan pukul 12 siang.

Desa Kediten Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, merupakan satu dari 12 desa di kecamatan Plantungan yang mempunyai jarak 52 KM dari Kabupaten. Sebagian besar mata pencaharian peduduk desa adalah petani, pedagang, buruh dan lain-lain. Pertanian di desa Kediten meliputi kontrak lahan, bagi hasil dan petani pekebun sendiri. Untuk pedagang di Desa Kediten, meliputi perdagangan di pasar desa dan di pinggiran jalan raya maupun di dalam dusun. Sedangkan buruh disana sebagian besar sebagai buruh tani, buruh bangunan serta buruh yang bekerja merantau di luar daerah.

Desa Kediten terbagi atas 4 dukuh antara lain: Dukuh Krajan Kediten dengan Kamituwo Bapak Watman, Dukuh Doplang dengan Kamituwo Bapak Sagino, Dukuh Kenteng dengan Kamituwo Bapak Kusnan, Dukuh Bukit Sari dengan Kamituwo Bapak L. Ahmad Solikhin. Desa Kediten memiliki 13 RT dengan jumlah penduduk 1360 jiwa yang keseluruhan beragama Islam. Kades desa Kediten pada tahun 2012 saat itu adalah Bapak Sahuri, Carik desa Kediten bernama Bapak Siswoyo.

Jumlah perangkat desanya terdapat 10 orang. Mata pencaharian penduduk Kediten saat itu antara lain: jumlah petani terdiri dari 241 orang, pedagang terdiri dari 68 orang, buruh terdiri dari 104 orang, PNS terdiri dari 4 orang. Menurut Bapak Sahuri dan Bapak Siswoyo 75 % kondisi masyarakat adalah petani dengan kehidupan yang kurang layak, 75 % pendidikan masyarakat tidak tamat SD maupun tidak bersekolah, 75 % kondisi bangunan merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari papan kayu jati dan lainnya.

Makanan pokok desa Kediten adalah nasi Jagung. Karena di desa Kediten tidak ada tanaman padi. Selain jagung, hasil utama desa Kediten antara lain tembakau, kopi dan mlinjo. Hasil peternakan dan pertanian dijual langsung ke pasar. Kasus pencurian jarang terjadi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jikapun ada biasanya barang yang dicuri adalah pakaian, peralatan rumah tangga maupun barang rongsokan.

Jalan akses menuju desa Kediten masih berupa batu dan belum di aspal atau di paving. Terdapat kurang lebih 10 orang yang mengalami cacat mental dan cacat tubuh. Koperasi Unit Desa hanya ada 1 itupun di Kecamatan. Akses dari desa 1 ke desa lainnya cukup jauh dan jalannya masi berupa jalan batu. Desa Kediten hanya memiliki 1 Poliklinik Kesehatan Desa yang letaknya di depan balai desa. Karena letaknya di bawah kaki gunung Bapak Camat Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan belum pernah sekalipun mengunjungi desa Kediten.

Berjarak sekitar 2 km dari desa Manggungmangu. Kondisi masyarakat desa Kediten berbeda jauh dengan kondisi masyarakat desa Manggungmangu yang lebih mapan. Keadaan sosial tidak dapat dilepaskan dari tingkat pendidikan masyarakat dan sarana kesehatan. Di Desa Kediten jumlah sarana pendidikan hanya terdiri dari satu Sekolah Dasar dan satu Taman Kanak-kanak.

Sedangkan untuk sarana kesehatan terdiri dari satu bidan praktek dan satu PKD. Keadaan Desa Kediten bisa dikatakan cukup terbelakang dibandingkan desa lainnya. Hal ini dibuktikkan dengan tersedianya jaringan listrik yang tidak merata di seluruh desa.

Selain itu terbatasnya jumlah warung-warung kelontong yang lengkap. Desa Kediten terletak di bawah kaki gunung perahu yang banyak terdapat tanaman tembakau dan kopi. Di desa Kediten terdapat usaha mikro kecil menengah yang terdiri dari beberapa kelompok. Seperti pengolahan ceriping/keripik singkong, penggilingan tepung tebu dan kopi, pengolahan limbah kayu, tembakau dan kopi. Komunitas masyarakat yang ada di Desa Kediten antara lain perkumpulan ibu-ibu PKK yang sebagian besar mengadakan pertemuan sebulan sekali.

Selain itu juga terdapat beberapa gabungan kelompok petani yang cukup aktif, yaitu: petani tembakau dan kopi. Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, selain menjalani kegiatan sebagai anggota tim KKN aku dan teman-teman juga mengikuti beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan di bulan suci Ramadan.

Diantaranya: menjadi imam sholat tarawih, mengisi kultum saat selesai sholat tarawih, mengisi acara khutbah jum’at, mengikuti pengajian dan lainnya. Aku dan teman-teman ngejalanin tugas KKN di desa Kediten selama 30 hari lalu sebagai endingnya aku dan teman-teman disuruh buat laporan kegiatan selama bertugas di desa tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com TIDAK ADA MAHASISWA YANG SALAH Setelah pulang dari KKN, aku akhirnya melanjutkan bimbingan skripsiku hingga ke BAB IV.

Setelah itu aku melanjutkan bimbingan ke SINOPSIS skripsiku. Mungkin karena sudah terbiasa dengan model didikan belajar gaya militer yang sudah ditanamkan oleh ustadzku saat masih di pondok Al-Ishlah dulu, misalkan salah satunya adalah: kalau mengerjakan sesuatu itu harus terus dan terus dilakukan alias tidak boleh setengah-stetengah. Makanya saat aku bimbingan SINOPSIS bahasa Indonesia kepada dosen pembimbing kedua sekaligus melakukan bimbingan SINOPSIS ( 要 旨 ) ke native orang Jepang langsung sebagai pembimbing youshi ‘sinopsis’ skripsiku dengan maksud agar segera selesai tanpa minta ijin ke dosen pembimbingku tersebut dulu.

Akibatnya aku kena marah dari dosen pembimbing keduaku itu. Setelah itu akhirnya skripsiku selesai juga. Akhirnya sidang skripsiku pun digelar. Sidang skripsiku dilakukan di tempat pengujian sendiri-sendiri oleh masing-masing dosen pengujiku. Dosen penguji kedua sekaligus pembimbing kedua menguji skripsiku terlebih dulu. Aku tidak tahu maksudnya dosen tersebut menguji skripsiku ditempat terbuka dengan dilihat oleh dosen-dosen yang lainnya.

Aku tidak tahu kenapa beliau mengujiku ditempat banyak dosen lainnya seperti itu. Maksudnya ingin menguji mentalku agar bisa tambah berani kah?

Atau ingin menjatuhkan martabatku sebagai mahasiswanya kah? kalau aku ini hanyalah mahasiswa sedangkan dia itu dosen atau gimana masih berkecamuk saja pikiran dan hatiku saat itu. Imbasnya aku kurang semangat saja dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya saat itu. Salah satunya adalah mengenai apa bedanya linguistik kontrastif dengan linguistik komparatif? Apalagi saat itu aku masih dalam suasana berduka, galau dan lain-lainnya.

Disisi lain, aku malah teringat tentang almarhum ayahku juga saat itu. Aku pikir dengan menulis skripsi tentang perbandingan Bahasa Jawa dengan Bahasa Jepang mengenai undak-usuk-nya atau tingkatannya paling tidak ada sesuatu yang bisa aku tunjukkan ke beliau meskipun beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini. Ternyata karyaku nasibnya terombang-ambing kesanakemari seperti perahu kecil yang sedang terkena ombak besar di tengah lautan.

Akhirnya, selesai juga pengujian skripsi dengan pembimbing kedua. Karena aku dianggap kurang maksimal dalam menjawab pertanyaan dari penguji kedua akhirnya aku mendapat nilai B dari penguji tersebut. Sebelum aku menghadap dosen pembimbing pertama untuk ujian sidang skripsiku kemudian aku menghadap penguji sidang selanjutnya sebagai penguji ketiga yaitu Prof.

Dr. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kyouji Honda, M. A. Saat diuji oleh Prof. tersebut ternyata beliau memang sangat berbeda. Beliau menguji skripsiku hanya dilakukan di tempat tertutup, tidak boleh orang lain atau dosen yang lain untuk mengetahuinya. Dari sini aku baru mengetahui kalau orang Jepang yang berpendidikan memang sangat bagus dalam menghargai orang lain, termasuk mahasiswanya.

Tidak ingin mahasiswanya mendapatkan malu. Setelah ujian sidang skripsiku selesai diuji oleh Honda Sensei, akhirnya selesai juga. Ternyata aku dikasih nilai A oleh beliau. Padahal banyak pertanyaan yang lewat aku jawab saat beliau bertanya.

Setelah aku melakukan ujian sidang ke dosen pembimbing kedua dan ketiga selesai akupun melaksanakan ujian sidang skripsi ke pembimbing ke tiga pada tanggal 18 Nopember 2012. Kemudian aku pun melakukan presentasi skripsiku selama kurang lebih 15 menit dihadapan beliau. Setelah aku doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan melakukan presentasi lalu beliau berdalih kepadaku begini: ’’Skripsi Anda salah semua!’’.

Setelah dia berkata begitu pikiranku langsung tidak tenang, campur aduk tidak karuan setelah karyaku dianggap tidak ada harganya di depan beliau. Karena masih ada gejolak hati yang berkecamuk dalam diriku saat itu, akhirnya aku menjawab sekenaku saja.

Kemudian aku pun berkata: ’’Emmm.itu sudah benar dari pembimbing kedua kok, Pak’’.Lalu sang penguji pertamaku berdalih lagi begini: ’’Anda jangan bawa-bawa nama pembimbing Anda ya disini!!!.Anda harus bisa tanggung jawab dengan hasil karya Anda.!!!

Ya sudah! Kalau begitu saya belum bisa memberikan nilai kepada Anda. Silakan Anda minta nilai kepada dosen pembimbing kedua saja.!!!’’ Setelah acara sidang terakhir itu aku pun semakin galau, panik dan gak tau mau dikemanakan skripsiku itu. Kemudian pada hari berikutnya aku pun menemui wali kelasku yang sekaligus ketua jurusan S1 Sastra Jepang UNDIP bernama Drs.

Surono, S.U. saat itu dan menceritakan semuanya kepada beliau kenapa penguji terakhir sekaligus dosen pembimbing pertamaku tidak mau memberikan nilai? Setelah aku bercerita semuanya ke wali kelasku, wali kelas pun tidak membelaku. Aku tidak merasa puas tentang jawabannya beliau kepadaku. Beliau juga bilang kalau skripsiku memang salah semua dan harus diperbaiki. Kemudian pada hari berikutnya saat selesai ketemu dengan wali kelasku tersebut malam harinya aku pun bertandang ke rumah Pak Haryo selaku penguji skripsiku yang belum memberikan aku nilai.

Sesampainya dirumah beliau ternyata aku masih tidak disambut dengan baik. Meskipun aku berusaha untuk meminta maaf kepada beliau kalau memang aku bersalah. Beliau malah berdalih lagi begini: ’’Maaf untuk saat ini saya tidak ingin diganggu dulu.

Anda itu jahat! Saya mendapatkan surat tugas dari fakultas untuk menjadi pembimbing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda, saya harus bertanggung jawab kepada Anda dan juga fakultas!.

Anda sudah melawan sistem lo! Kalau misalkan skripsi Anda disuruh mengulang lagi dari awal, tidak ada dosen yang mau membimbing Anda lagi!

Silakan Anda pulang saja! Saya lagi sibuk, sementara waktu ini saya tidak ingin diganggu dulu!’’ Walaupun beliau berkata seperti itu padaku aku pun berusaha menerima semuanya. Meskipun dalam keadaan hujan malam itu, kemudian aku berpamitan untuk pulang menuju rumahnya Pak Dokter saat itu juga dengan harapan yang hampa. Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun mengganti bajuku yang sudah basah kuyub karena kehujanan.

Sesampainya di kamarku aku pun susah untuk tidur, makan pun rasanya malas walaupun perut terasa lapar karena pikiran masih melayang, tidak bisa tenang dengan apa yang barusan aku alami malam itu. Kemudian, pagi harinya aku menelpon kakak iparku yang berada di Kalimantan yang sudah lulus S2 dari UGM. Aku menceritakan semua peristiwa yang menimpaku semua kepada kakakku saat itu.

Kakak iparku, Mas Eka suami dari kakak kandungku yang ke-5 kemudian memberikan aku saran lewat telepon begini: ’’Kalau memang satu dosen pembimbing kamu memang tidak ingin diganggu untuk sementara waktu coba ditunggu aja kira-kira dua minggu perkembangannya gimana dulu, kalau memang belum ada perkembangan ditunggu lagi satu bulan lagi setelah itu baru lah datang ke rumahnya lagi dengan membawa oleh-oleh apalah terserah Tegar aja. Sepertinya orang Jawa memang suka diperhatikan, siapa tahu kalau datang lagi meminta maaf dengan dikasih oleh-oleh nantinya dapat terketuk hatinya, akan berubah dengan sendirinya nanti sambil berjalannya waktu.

Intinya, saat dosenmu itu yang belum bisa ngasih nilai, saat kamu mau datang lagi untuk meminta maaf ke rumahnya nanti jangan singgung tentang skripsimu dulu, apalagi nilaimu.’’ Aku doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan mengikuti sarannya kakak iparku saat itu. Setelah dua minggu berlalu, aku masih belum mendapat kabar apa-apa dari kampusku. Begitu pula saat sebulan sudah berlalu aku juga belum mendapat kabar apa-apa lagi.

Sampai-sampai teman-teman yang awalnya aku mau bareng wisuda dengan mereka ternyata mereka sudah selesai diwisuda duluan. Kelulusanku terhambat akibat aku salah ucap, salah membela diri saat ujian sidang skripsiku saat itu, dianggap sudah mengadu domba terhadap dosen dan dinggap melawan sistem yang ada.

Ternyata dari kesalahanku dalam berucap saat itu aku pun bisa mengerti ternyata kedudukan dosen senior itu memang sangat berpengaruh dibanding dengan dosen yang masih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dianggap junior. Buktinya? Saat aku membela diri kalau skripsiku itu sudah benar dari pembimbing kedua, dosen pembimbing pertamaku meski bimbingan skripsiku sudah disuruhnya menyerahkan bimbingan kepada pembimbing kedua ternyata masih dianggap salah semua hasilnya.

Berarti kemampuan pembimbing keduaku yang sudah membimbing skripsiku hingga selesai masih dianggap remeh juga tentunya karena bisa jadi karena masih dianggap sebagai dosen pembimbing junior. Senioritas yang mempraktekkan bentuk rasis dan penghegemonian dalam dunia kerja masih berlaku terus ternyata. Tidak seperti saat di pesantren dulu seorang guru, ustadz yang berpangkat dan sudah menjadi da’i yang hebat masih mau untuk belajar dengan salah satu santrinya yang kelihatan cerdas dan menonjol diantara semua santri-santrinya.

Yah taulah mungkin dosen pembimbing kedua ku masih dianggap rendah ilmunya dibanding dengan dosen senior tersebut. Dari kejadian yang aku alami tersebut aku bisa mengerti kalau dosen senior itu tidak mau dikalahkan ilmunya dengan dosen junior, dosen senior tidak mau dianggap ilmunya lebih tinggi dibanding dengan dosen junior. Yah, pada intinya akhirnya mahasiswa lah yang menjadi korbannya dari sifat egoisme yang masih ditinggikan dari dosen senior tersebut.

Sifat kesembongan yang dimiliki orang yang berkuasa tersebut akan semakin memudahkan untuk menghegemonik orang yang dikuasainya. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa si penguasa adalah dosen dan yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan adalah mahasiswa. Itulah sistem kekuasaan yang ada di dunia ini. Jika ingin mengetahui sifat, karakter seseorang itu bagaimana maka berilah orang tersebut sebuah kekuasaan, jabatan atau kedudukan maka akan terbuka semua dengan sendirinya bagaimana dia akan memegang sistem kekuasaan yang dimilikinya.

Saat sebulan berlalu dan belum ada kabar mengenai skripsiku aku pun mempersiapkan buah tangan yang sudah aku persiapkan dari rumah istriku. Buah tangan tersebut sengaja dibuat sendiri oleh ibu mertua dan istriku. Kebetulan saat itu ayam yang berada dirumah istriku saat itu masih lumayan banyak jumlahnya, maka aku berikan satu ekor ayam matang (ingkung) saja buat oleh-oleh untuk dosenku tersebut.

Aku yang memotong sendiri ayam tersebut kemudian istri dan ibu mertuaku yang memasakkannya. Sedangkan ibu kandungku hanya menitipkan jadah buatan tangannya sendiri. Karena ibuku sudah berumur jadi aku tidak mengajaknya untuk ikut ke Semarang kemudian aku mengajak ibu mertuaku untuk menemaniku datang kerumah dosen tersebut dengan tujuan untuk meminta maaf.

Setelah sampai di Semarang, ibu mertuaku aku suruh untuk istirahat sebentar di rumah Pak Dokter karena habis perjalanan dengan motor dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dari Wirosari menuju Semarang bersamaku yang lumayan jauh jaraknya.

Setelah selesai beristirahat kami pun langsung menuju ke rumah dosen tersebut. Sesampainya di rumah dosen tersebut ternyata wajahnya beliau masih menunjukkan marah kepadaku. Buktinya? Dibelakangku dosen tersebut malah menasehati ibu mertuaku. Kalau aku disebut-sebut sebagai anak yang kurang ajar lah, berani sama dosen lah atau apalah yang aku dengar malam itu membuat kupingku panas saja untuk mendengarnya tetapi aku tahan saja emosiku karena aku kesana hanya dengan satu tujuan, yaitu minta maaf, titik.

Aku datang dengan niat minta maaf saja susahnya bukan main, tujuanku waktu itu bukanlah untuk mengemis nilai. Kalau memang aku tidak ditakdirkan untuk lulus S1 Sastra Jepang waktu itu yah biarlah itu memang sudah nasibku kalau memang harus begitu. katanya seseorang yang habis menunaikan ibadah haji dari tanah suci itu harus bisa lebih tawadzu’, rendah diri dan harus bisa untuk menjaga sikap atau mengekang emosinya.

Kalau begitu ibadah hajinya memang harus dipertanyakan lagi dong? Haji mabrur atau sekedar mabur aja?!? Ya Allah.Paringana sabar.Duh Gusti.’’Itulah gumamku saat itu.’’ Aku pun meninggalkan oleh-oleh yang aku bawa dari kampung yang diserahkan langsung oleh ibu mertuaku saat itu. Entah mau diterima atau tidak terserah lah.dalam hatiku berkata begitu saat itu. Semoga takdirku bisa berubah menjadi lebih baik suatu hari nanti. Amin YRA. Karena takdir itu erat kaitannya dengan nasib. Allah tidak akan merubah nasib kaumnya sebelum mereka mau untuk merubahnya sendiri.

‫( ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬Magadir) ‘Takdir’ ‫( ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺒﻲ ﻟﻌﻨــــﺎ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬ya qalbil ‘ana) ‘Wahai hatiku yang sakit’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫( وش ذﻧــــﺒﻲ أﻧــﺎ‬wizzambi ana) ‘Apa dosaku’ ‫( و ﺗﻣﺿــــﻲ ﺣﯾـــــﺎﺗﻲ ﻣﺷــــﺎوﯾر‬wistumdhil hayatiy masyawir) ‘Hidupku terus melangsungkan perjalanan.’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫( و أﺗﻣــــﻧﻰ اﻟﮭﻧــﺎ‬wistmannal hana) ‘Aku berharap akan adanya kebahagiaan’ ‫‘( ﻋﻠــﻰ ﻣﯾﻌـــﺎد ﺣﻧــﺎ ﺣﻧــﺎ واﻟﻔــــرح ﻛﻧـــﺎ‬ala mi’ad hinna hinna walfarah kunna) ‘Kami berada di atas janji sebuah kesenangan.’ ‫( وﻛﻧـــﺎ ﺑﻌـــﺎد وﻋﺷـــﻧﺎ وﻋﺷـــﻧﺎ ﻋﻠــﻰ اﻷ ﻣل ﺣﻧــﺎ‬wakunna ba’ad wa’isyna wa’isyna ‘alal amal hinna) ‘Akan tetapi kami jauh dan hidup dengan pengharapan’ ‫( و ﻛﺎن اﻟﻔــــرح ﻏﺎﯾــب‬wakanil farah gaib) ‘Kesenangan menjadi raib’ ‫( وأﺛــﺮ اﻷ ﻣﻞ ﻛﺎذب‬waatsril amal kazib) ‘Perasaan harapan hanyalah ilusi’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‫( ﯾﺎأھــل اﻟﮭوى ﻛﯾـــف اﻟﻣﺣﺑـــﺔ ﺗﮭــون‬yahlil hawa keifa mahabba tihun) ‘Wahai orang yang mempunyai cinta bagaimana caranya agar cinta bisa menjadi mudah’ ‫( ﻛﯾـــف اﻟﻧـــوى ﯾﻘــــدر ﯾﻧﺳــــــﻲ اﻟﻌﯾــــون‬Keifan nawa yiqdar yinassi ‘uyun) ‘ Bagaimana kejauhan mampu membuat mata menjadi lupa’.

‫( ﻧظــرة ﺣﻧﯾــــن و أﺣﻠــﻰ ﺳـــــﻧﯾن‬Nadhrit hanin wahla sinin) ‘Sekali pandangan kerinduan mendapat manis bertahun-tahun’ ‫ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.‫‘( ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺑﻲ اﻟﺣــــزﯾن‬isynaha ‘isynaha ya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hazin. magadir) ‘Berikan aku sedikit pandangan kerinduan wahai hatiku yang sedih’.

(Versi Warda, versi Mas’ud Shidiq, dll) Keesokan harinya, kemudian aku mendapat sms dari dosen pempimbingku yang kedua yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan begini: ’’Santos-san silakan diambil bungkusan Anda di Jimusho sekarang. Pak Haryo tidak mau menerimanya!.’’ Kemudian doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan membalas sms dari Lina Sensei begini: ’’Buat Sensei saja lah bungkusannya’’.

Lina Sensei kemudian menjawabnya lagi:’’Saya juga tidak mau untuk menerimanya!’’ Akhirnya bungkusan oleh-oleh yang susah payah dibuat oleh istriku, ibuku dan ibu mertuaku itu ternyata dicampakkan begitu saja oleh dosen yang masih marah denganku itu. Yang bikin aku sakit hati lagi kenapa harus dikembalikan di jurusan? Dosen-dosen lainnya sampai tau lagi.

Pasti anggapannya akan berbeda-beda dalam menyikapi masalahku saat itu. Kenapa dosen itu malah egonya yang semakin ditinggikan?!? Itulah seseorang yang masih berkuasa di lingkungan kampus. Jadi bisa berbuat semaunya kepada mahasiswa kalau lagi sedang marah. Oh ternyata benar saja dugaanku. Setelah kejadian itu akhirnya aku meminta ibu mertuaku untuk pulang saja kerumahnya dengan naik bus. Kemudian, sore harinya aku ambil bungkusanku yang sudah dikembalikan di jimusho jurusanku itu dengan ditemani oleh Tofik Kurniawan menuju kampus FIB UNDIP Tembalang saat itu.

Saat aku mengambil bungkusan oleh-oleh dari kampung itu ternyata diletakkan diatas tempat sampah. Sedih, malu, dan sakit hati ini rasanya kalau mengingat akan semua hal tersebut. Aku kemudian langsung mengambil bungkusanku itu dan membawanya ke rumah Ali Mukhlison di daerah Meteseh Semarang teman sekelasku saat duduk dibangku 2.3 saat masih di MAN 1 Semarang dulu agar dihangatkan lagi dan aku serahkan kepada keluarganya saja.

Pada keesokan harinya, kemudian aku dipanggil oleh Utami Sensei ke jimusho. Sampai di jimusho aku gantian dimarah-marahi oleh Utami Sensei waktu itu. Saat itu beliau berdalih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com begini:.’’Mulai sekarang Anda jangan datang-datang ke rumah dosen, jangan lagi telpon dosen, jangan lagi sms ke dosen.

Pokoknya mulai sekarang intinya Anda diam tidak boleh melakukan apapun! Kalau tidak menurut dengan saya terserah pokoknya saya akan melepas Anda nanti! Saya tidak mau untuk mengurusi Anda lagi!.Anda tahu? Dengan memberikan bungkusan kerumah Pak Haryo Anda secara tidak langsung malah dianggap itu sebagai sogokan ?

Dewasa sedikit dong Mas.!!!’’. Kemudian aku pun berkata:’’ Iya Sensei’’ kepada beliau. Waktu itu sebenarnya aku sudah pasrah intinya mau dikeluarkan dari kampus atau tidak diluluskan skripsiku aku tidak mau tau dan tidak mau ngurusi lagi.

Soal memberi oleh-oleh itu sebenarnya sudah menjadi tradisi dalam keluargaku. Kalau kita merasa berjasa kepada seseorang, ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang yang telah berjasa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kita, mengeratkan hubungan tali silaturahmi, atau sebagai ungkapan permohonan maaf paling tidak dengan memberikan oleh-oleh atau buah tangan sebagai ungkapan tersebut.

Kebiasaan itu sudah diterapkan dalam keluargaku sejak kecil oleh ayahku. Kalau pun memang aku berniat untuk menyogok dosen tersebut sudah sejak kemarin aku memberi sesuatu yang lebih berharga atau bernilai daripada hanya sekedar makanan seperti itu. Ayahku aja menentang keras dengan adanya sogok menyogok dalam hal apa pun.Karena ada dalil bahwa orang yang menyogok dan yang disogok itu masuk neraka. Ah, Whatever.susah memang kalau ngomong sama orang yang posisinya lagi berada diatas.

Ada dosen yang gila hormat, tidak profesional dalam kerja, doyan duit, tidak bisa bedain antara urusan pribadi dengan urusan kerjanya, tidak bisa konsisten antara ucapan dengan tindakan, tidak bisa nempatin sesuatu pada tempatnya (dzalim), dll.

Apapun yang dilakukan orang yang berada di posisi dibawah selalu saja salah dan salah bahkan dianggap tidak ada benarnya sama sekali. Kayaknya juga kata mutiara respect the other if you wanna be respected sudah tak berarti lagi bagi mereka.

Kemudian seminggu setelah itu, aku pun mendapat sms lagi dari dosen pembimbing kedua yang isinya begini: ’’Santos san, silakan anda menemui Pak Haryo untuk merevisi skripsi Anda!. Aku pun membalas sms tersebut begini: ’’Iya, Sensei.Terima kasih.’’.

Setelah mendapat sms dari dosen pembimbing kedua aku langsung menuju ke kampus jurusan S1 Sastra Indonesia di UNDIP. Disana aku sudah ditunggu-tunggu oleh dosen pembimbing pertamaku. Setelah itu aku disuruh untuk masuk ke ruangan beliau.

Beliau lalu berdalih begini: ’’Silakan ya direvisi dari mulai BAB I dan BAB III-nya setelah itu datang lagi ke saya. Sudah saya tandai bagian-bagian mananya yang harus direvisi!’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah itu aku mohon diri dari ruangan beliau, aku pun kembali ke rumah Pak Dokter untuk merevisi skripsiku disana. Baru kali itu aku melihat beliau memberikan senyuman untukku semenjak beliau mengklaim kalau skripsiku salah semua saat ujian sidang dulu.

Setelah aku merevisi skripsiku akhirnya pada minggu pertama aku mulai melakukan bimbingan revisi kepada dosen pembimbing pertama lagi. Kemudian minggu keduanya karena masih ada kesalahan lagi di BAB I sampai BAB III, lalu aku merevisi skripsiku lagi. Setelah itu aku melakukan bimbingan revisi skripsi untuk minggu yang ketiga. Ternyata masih saja ada kesalahan di bagian BAB I pada skripsiku.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Sedangkan BAB II, BAB III dan BAB IV sudah dianggap fixed. Selanjutnya setelah aku selesai merevisi skripsiku lagi ternyata masih ada kesalahan lagi pada skripsiku yang masih ada pada Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan I tentang Metode Penelitiannya. OMG.Ya, Allah berikan kemudahan atas jalanku ini untuk menuju kesuksesan ini.’’Aku pun berdoa kepada-Nya seperti itu’’.

Setelah berkali-kali disalahkan terus dalam bimbingan revisi skripsiku, aku menjadi geram dan jengkel sendiri. Kemudian aku mempunyai inisiatif bertanya-tanya kepada teman dosen lain dari jurusan S1 Sastra Indonesia UNDIP yang biasa memberikan aku semangat, saran, dan solusi kalau aku lagi kalut dalam masalahku yang tinggal satu komplek di rumahnya Pak Dokter yang aku tempati.

Selain mensharingkan tentang semua masalahku kepada beliau tujuan utamaku adalah ingin mengetahui siapa sih dosen linguistik dari S1 Sastra Indonesia UNDIP yang paling dianggap senior di jurusan tersebut saat itu. Setelah aku bersilaturahmi ke rumah beliau akupun menceritakan semua masalahku kepada beliau. Memang benar kalau kita sebagai muslim ingin rejeki lancar, dimudahkan urusannya, membuat awet muda dan lain-lain janganlah putus hubungan dalam bersilaturahmi kepada teman, saudara, kerabat dan lainnya.

Setelah mendapatkan informasi tentang nama, alamat dosen yang dimaksud aku pun langsung datang ke rumah dosen linguistik yang dianggap paling senior saat itu. Sesampainya dirumahnya beliau aku awalnya ditolak karena beliau lagi sedang sibuk karena waktu itu beliau memang lagi ada sekitar 20 lebih mahasiswa yang dibimbingnya mulai dari mahasiswa S1 sampai mahasiswa pascasarjana di FIB UNDIP Semarang.

Tetapi, setelah aku menceritakan masalahku semuanya kepada Profesor tersebut kemudian beliau merasa iba dan kasihan kepadaku atas semua yang aku alami saat itu. Malam itu juga skripsiku dibantu oleh beliau. Kemudian beliau menyuruhku untuk mengeluarkan alat tulis dan buku. Aku pun nurut saja apa yang diperintahkan oleh beliau. Beliau kemudian menyuruhku mencatat semua apa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang disampaikan oleh beliau kepadaku saat itu.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Setelah selesai aku mencatat semua apa yang dikatakan oleh beliau, kemudian beliau berdalih begini: ’’Ya sudah, karena saya merasakan kasihan kepada Anda dan demi kemanusiaan saya bantu skripsi Anda yang masih dianggap salah terus oleh dosen pembimbing Anda. Habis dari sini silakan pulang dan diketik dari semua yang Anda tulis dari saya ya Dik, esok harinya silakan diajukan ke dosen pembimbing Adik.’’ Kemudian, aku pun pamit untuk pulang ke rumah Pak Dokter sambil mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau karena sudah diberi bantuan untuk merevisi skripsiku.

Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun langsung membuka notebook-ku dan memperbaiki skripsiku malam itu juga. Keesokan harinya, aku langsung menghadap lagi ke dosen pembimbingku tersebut untuk menyerahkan revisian skripsiku lagi. Setelah melihat hasil revisianku akhirnya skripsiku dianggap selesai dan diminta dosen pembimbingku untuk menjilidnya.

Alahmdulillah, Barakallah.’’Begitulah ungkapan terima kasihku kepada-Nya atas segala nikmat-Nya’’. Kemudian beliau menyuruhku lagi untuk mengambil lembar berkas berita acara nilai skripsiku yang ada di jimusho.

Setelah memberikan nilai padaku aku juga disuruh untuk menyerahkan sendiri nilaiku ke pimpinan TU yang cantik dari FIB UNDIP saat itu agar aku bisa mengurus syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk prosesi wisuda nantinya. Meskipun bimbingan revisi skripsiku berjalan selama 3 bulan lamanya, akhirnya aku pun dinyatakan lulus dan bisa mengikuti wisuda doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan bulan April 2013. Alhamdulillah. Dari serentetan peristiwa demi peristiwa yang aku alami mulai awal sampai akhir menjadi status mahasiswa S1 Sastra Jepang UNDIP, Aku pun dapat berpikir bahwa walaupun aku masih berstatus mahasiswa saat itu memang tidak selayaknya untuk dipermalukan, dimarahi ditempat umum walaupun pernah melakukan salah kepada dosen entah disengaja ataupun tidak disengaja.

Dosen juga tidak selamanya benar terus? Apakah dosen tidak mempunyai anak kandung? Apakah dosen tidak mempunyai adik kandung, saudara atau kerabat? Bagaimana perasaannya andai saja ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya diperlakukan seperti itu? Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dipermalukan di tempat umum?Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dimarah-marahi di tempat umum?

Itu lah salah satu simbol dari sebuah kekuasaan. Mereka belum bisa dikatakan hebat, kuat, atau apa kalau belum menindas orang yang dikuasainya. Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi pembaca semua kalau kita sedang berkuasa janganlah semena-mena. Apalah arti kekuasaan, jabatan, pangkat atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kedudukan di dunia yang tidak abadi ini? Apa tidak mau kita dikenang jasa kita yang baik, ilmu kita yang bermanfaat atau hal baik lainnya saat kita diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan kepada kita dan bisa mempergunakan kekuasaan tersebut dengan sebaikbaiknya?.

Toh kalau nantinya kita sudah pensiun dari kekuasaan tersebut tentunya kita sudah tidak bisa berkuasa lagi dan tidak ada gunanya lagi arti dari sebuah kekuasaan tersebut, bukan?. Ajaran Nabi saja memarahi anak kandung sendiri dimuka umum itu tidak diperbolehkan.

Imam Syafi’i seorang ulama besar juga pernah berkata :’’Nasehati aku ketika sendiri, jangan nasehati di kala ramai, karena nasehat di kala ramai itu bagai sebuah hinaan yang melukai hati’’.

Menasehati di tempat ramai aja gak boleh apalagi memarah-marahi anak bahkan orang lain di tempat umum? Harga diri seorang anak harus dijaga oleh orang tua sepenuhnya selama orantuanya masih mempunyai kuwajiban terhadap anaknya karena kalau tidak bisa menjaga harga diri anaknya sendiri misalnya dengan mempermalukan atau memarahi anaknya ditempat umum berarti sama saja orang tua si anak tersebut telah gagal mendidik anaknya dengan baik karena tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri atau martabatnya sebagai orang tua juga apalagi dengan orang lain.?!?

Karena didikan yang baik akan mendatangkan kebaikan pula sedangkan didikan yang tidak baik akan mendatangkan hal yang tidak baik pula. Disamping itu, kalau orang tua sedang bertengkar sebisa mungkin anak tidak boleh sampai tau dengan pertengkaran orangtuanya.

Seringkali dalam berumah tangga ada saja masalah yang mengakibatkan pertengkaran bagi kedua orang tua. Karena terbawa emosi, orang tua terkadang melakukan pertengkaran itu di depan anak.

Padahal, hal semacam itu dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, ketika sedang dilanda emosi lebih baik bersegera pergi ke tempat (ruang khusus atau kamar pribadi) yang jauh dari jangkauan anak.

Dampak buruk bagi anak apabila bertengkar di depan anak. Diantaranya: pertama, teladan yang buruk. Bagaimanapun anak adalah plagiator ulung. Apa yang mereka lihat akan sangat mudah untuk mereka tiru. Jika anak melihat orang tua bertengkar dalam menyelesaikan masalah maka dia akan bertengkar dengan temannya jika tidak setuju atau mempunyai masalah dengan temannya.

Begitulah adanya anak, mereka suka meniru apa yang mereka saksikan. Kedua, anak mudah menjadi stress. Orang tua adalah tempat anak berlindung dari rasa khawatir dan cemas.

Ketika anak takut dengan sesuatu atau apapun dia akan mencari dan berlari kepada orang tua karena orang tua adalah tempat berlindung. Apa yang dipikirkan anak jika tempat dia berlindung sedang bertengkar di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com depannya.

Orang yang menjadi tempatnya berlindung sedang marah di depannya. Anak akan stres karena tidak tahu kemana harus berlindung ketika dia mengalami rasa takut atau khawatir. Ketiga, si anak malah cenderung memiliki bahasa buruk. Bertengkar biasanya identik dengan teriakan dan makian yang dilontarkan satu sama lain. Jika orangtua melakukan hal tersebut di hadapan anak, maka bisa membuatnya jadi mengerti bahasa yang dilontarkan.

Mendengar kata-kata itu bisa membuat si anak jadi mengikuti dan terbawa dalam pergaulannya. Keempat, hilang rasa percaya anak kepada orang tua. Yang diharapkan ketika anak mendapatkan masalah adalah anak mendapat solusi dari orang yang paling dekat dengan si anak, yaitu orang tua.

Orang tua adalah tempat bergantung sepanjang hidupnya jika anak mendapat masalah. Cara ini adalah pilihan yang paling tepat jika anak minta solusi kepada orang tua. Namun, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ini tidak terjadi jika orang tua sering bertengkar di depan anak. Mungkin tidak bertengkar di depan anak tapi anak mendengar orang tuanya bertengkar, ini sama saja.

Anak tahu bahwa orang yang menjadi tumpuan masalahnya bertengkar di depannya. Maka akan terkikis rasa percaya anak kepada orang tuanya.

Dan yang kelima adalah biasanya si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Ketika mendengar keributan atau pertengkaran di dalam rumah, bukan tidak mungkin si anak akan mencari ketenangan di luar rumah.

Misalnya, anak remaja yang mendengar pertengkaran itu mungkin dirinya akan mencari ketenangan di luar rumah dengan melakukan hal-hal negatif. Hal negatif yang dilakukan, seperti merokok, minum minuman beralkohol, keluar malam bersama temannya, dan hal lainnya. Disamping itu, suatu perlakuan yang tidak baik atau tidak pada tempatnya pada diri seseorang itu akan selalu membekas dimanapun berada, terus terkenang seumur hidup pada diri seseorang tersebut.

Bagaimana dengan posisi dosen yang dikatakan bahwa dia disebut sebagai pelayannya mahasiswa dalam hal ilmu? Pantaskah orang yang berilmu mempraktekkan hal-hal seperti itu? Sepertinya cerita para senpai waktu aku kuliah D3 dulu itu memang benar adanya kalau ada beberapa senpai ada yang pernah dimarah-marahi di tempat umum, dipermalukan ditempat umum oleh dosen, dll.

Akhirnya terjadi juga deh denganku. Malahan bisa jadi yang terjadi padaku ini lebih heboh lagi daripada yang sudahsudah. Kejadianku ini bisa jadi memang dianggap biasa untuk kalangan tertentu, dianggap biasa karena menunjukkan siapa yang berkuasa dan yang dikuasai. Seseorang itu akan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terbuka semua jati dirinya saat dia diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan tertentu seperti apa yang telah dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat ke doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan bernama Abraham Lincoln sebagai berikut: ’’Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, cobalah mereka diberi kekuasaan’’.

Saat itu, saat temanku mau bimbingan, ada juga temanku dari sastra yang juga dimarahmarahi oleh salah satu dosen yang berada di jimusho karena saat mau bimbingan kepada beliau dia dianggap salah dalam menggunakan diksi atau pilihan kata dalam ber-sms dengan beliau. Bahasa sms-nya tersebut dianggap kurang menunjukkan makna kesantunan dalam berbahasa.

Kemudian temanku itu akhirnya dimarah-marahi di depan dosen-dosen yang lain. Aku jadi merasa kasihan saat temanku bercerita sambil menangis kepada aku dan Siska. Apalagi saat oknum dosen tersebut marahnya sambil membawa-bawa namaku dan Nunung temanku.

Aku pun langsung cerita juga ke temanku si Nunung. Kontan saja si Nunung marah setelah mendengar ceritaku itu. Bedanya marahnya si Nunung hanya bisa diam saja sedangkan aku orangnya terbiasa untuk kritis dan selalu ada aksi kalau ada seseorang yang sudah menyinggung diriku.

Kemudian saat itu pas posisi kebetulan sedang on line facebook aku pun mengungkapkan semua kemarahanku di dunia maya. Karena aku tidak terima karena marah kepada orang lain namaku dibawa-bawa juga. Saat itu aku tidak terima dari kalimat berikut ini: ’’Anda mau nasib Anda seperti Santos dan Nunung?’’. Karena aku belajar linguistik aku pun marah dengan makna kata nasib yang digunakan pada kalimat tersebut.

Menurut KBBI kata nasib disebutkan maknanya adalah sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan terhadap diri seseorang. Secara pragmatik, psikolinguistik dan sosiolinguistik makna kata tersebut tidak layak dipakai oleh seorang dosen saat memarahi mahasiswanya apalagi ditempat umum. Karena yang berhak menentukan nasib itu bukan manusia biasa seperti kita, tetapi Tuhanlah, Allah SWT yang Maha Segala-galanya.

Dosen juga manusia biasa, tidak bisa menggantikan posisi Tuhan, Allah SWT Sang Pencipta makhluk-Nya yang menentukan nasib, jodoh, rejeki dan lain-lain. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada yang lainnya. Tugas manusia biasa hanyalah berusaha dan berdoa saja atau bahasa prokemnya biasa dikenal dengan DUIT (Doa, Usaha, Iman, dan Tawakal). Orang lain boleh menganggapku heboh, durhaka kepada orang tua/dosen atau apalah aku pun tidak memperdulikannya setelah itu.

Karena dalam aku bertindak karena ada hadits yang berbunyi: ’’Katakanlah yang benar itu benar adanya walaupun itu terasa pahit’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Itulah aku. Aku memang sudah terbiasa seperti itu kalau sedang mengkritisi sikap seseorang yang kurang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya (dzalim) aku selalu ikut andil untuk mengkritisi orang tersebut, siapa pun orangnya.

Karena tidak ada mahasiswa yang salah, yang ada adalah dosen yang salah mendidik sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi.sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda, tidak ada anak muda yang salah karena orang tualah yang salah mengasuh, orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik .

Sebagai pendidik yang menjadi panutan bagi anak didiknya semua, seorang guru, dosen atau pendidik apapun bidang ilmunya, apabila ingin dikatakan sebagai pendidik yang baik, paling tidak hendaklah seperti yang diungkapkan pada lirik lagu Hymne Guru berikut ini: Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengadianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Insan Cendekia (Hymne Guru, Karya: Sartono).

MENINGGALNYA PAK DOKTER Di pagi buta itu, saat aku sedang santai habis selesai mengerjakan sholat Subuh, tibatiba aku dengar HP ku berdering di kamarku. Saat aku membuka hand phone, ku lihat ada sms baru yang masuk di Hpku. Setelah aku membukanya ada tulisan pesan dari sahabatku Barruna yang rumahnya pernah aku tumpangi selama hampir 4 tahun disana.

Sms tersebut berbunyi sebagai berikut: ’’Assalamu’alaikum wr. Wb. Ntoss, Papaku ora ono.Papaku ninggal’’. Aku pun kontan kaget mendengar berita itu hampir tidak mempercayainya soalnya beberapa bulan sebelumnya aku masih bisa bertemu dengan beliau masih dalam keadaan segar bugar atau sehat walafiat. Terus aku pun membalas pesan sahabatku itu begini: ’’Innalillahi wa innailaihi rojiun’’.Yang sabar ya Odi, aku juga pernah mengalami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com apa yang km rasakan saat ini.

Oya, trus posisi km sekarang sdg dimana? Di Kudus atau Wanamukti, Odi?’’ Kemudian Barruna membalas lagi pesanku sebagai berikut: ’’Lg di Wanamukti Semarang.’’.

Setelah mendapat sms itu, aku pun pamit untuk mohon ijin kepada Ibuku untuk berangkat pagi itu juga menuju kota Semarang. *************************************************************************** Beliau berusia genap 62 th saat tutup usia pada tanggal 2 Maret 2014 kemarin.

Beliau dan keluarganya sangat baik kepadaku. Aku sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri meskipun aku tidak ada hubungan darah sekalipun. Aku pun merasa kehilangan akan sosok beliau. Kenapa sosok orang yang baik hati seperti beliau diberikan umur yang pendek sedangkan diluar doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan banyak orang yang jahat umurnya panjang.

Yah, itulah takdir Allah SWT. umur, jodoh, rejeki dan maut tidak akan pernah tau kapan akan digariskan oleh-Nya. Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Soal waktunya kapan hanya Dia lah yang Tahu. Selama aku lulus kuliah D3 hingga sampai lulus S1 aku sudah diijinkan untuk tinggal di rumahnya beliau. Aku diijinkan untuk tinggal dirumahnya beliau sejak tahun 2009 sampai 2012 tanpa harus membayar uang bulanan sepeserpun. Padahal kamarnya semuanya ada springbed, ac, tv, sofa serta perabotan rumah lainnya.

Dan akupun diijinkan untuk memakai hampir semua fasilitas itu dengan gratis. Bahkan saat aku lagi tidak ada uang beliau seringkali memberiku uang, saat ayahku meninggal mereka juga ikut memberikan bantuan, saat aku lagi belum makan pasti beliau dan keluarga langsung mengajakku untuk makan dan lain-lain. Begitu banyak hutang budi yang diberikan padaku oleh mereka. Semoga Allah SWT yang akan membalas semua kebaikan mereka padaku. Amin YRA. Beliau adalah seorang dokter spesialis anestesi yang sudah menjadi PNS dan sudah bekerja di RSI (Rumah Sakit Islam) di daerah Kudus dan terkadang juga ada sesekali panggilan di RS Karyadi Semarang.

Tapi sayangnya orang sebaik itu kenapa Tuhan memberikan umur yang pendek di dunia ini. Yah.semoga saja semua dosanya diampuni oleh-Nya, dilipatkan semua pahalanya dan diberikan tempat yang terindah disisi-Nya. Amin. YRA. Apalagi kata keluarganya saat berpulangnya beliau saat hendak beribadah ke tanah suci di jalan-nya Allah SWT. Insya Allah beliau tergolong hamba yang meninggal dalam keadaan yang baik (syahid).

Amin YRA. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com HANCURNYA MAGHLIGAI PERNIKAHANKU Pada awal 2012 Tegar memutuskan untuk menikah. Akhirnya atas perkenalan yang tidak terlalu lama Tegar pun menikah dengan seorang wanita yang berstatus janda kembang bernama Asih.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Aku (Tegar) kenal calon istriku itu saat temanku memberikan nomor HP-nya Asih. Saat itu, kebetulan temanku aku undang untuk ikut ngaji pada acara 40 hari meninggalnya ayahku.

Kemudian setelah kenalan lewat telepon itu akhirnya dia aktif untuk menghubungiku. Dan akhirnya tanggal 26 Maret 2012 kami pun melaksanakan acara pesta pernikahan di kediaman istriku yang berada di desa Pakelan Kecamatan Sambirejo, Wirosari Kabupaten Grobogan. Empat hari sesudah acara pesta pernikahanku selesai, akupun berniat hendak mengambil hasil foto atau gambar dan video saat pesta pernikahan kami. Kebetulan baju pengantin, fotografer dan video shooter (tukang video) saat mengambil gambar dan video di acara pernikahanku, semuanya adalah miliknya kakak dari bapak mertua.

Di desa Pakelan, Jawa Tengah, kakak dari ayah mertua biasa dipanggil dengan panggilan budhe kalau dia perempuan dan kalau laki-laki biasa dipanggil pakdhe. Kakak dari mertua itu sudah biasa untuk menyewakan baju pengantin beserta tratak, fotografer, tukang video (video shooter) dan rias pengantinya pun dikerjakan oleh budhe dan pakdhe sendiri.

Aku berangkat ke rumah pakdhe dengan berkendara sepeda motor matik sendiri menuju ke rumahnya. Sesampainya disana rumah tampak sepi, aku mengira pakdhe dan budhe pada keluar rumah ternyata masih ada pakdhe yang lagi masak ikan asin kesukaanku.

Pakdhe meskipun seorang cowok masakannya ternyata enak setelah aku dipaksa untuk mencicipinya. Setelah selesai makan aku mencoba bertanya kepada pakdhe:’’ Kok budhe tidak kelihatan kira-kira lagi dimana orangnya, Pak dhe?’’.

Pakdhe pun menjawab: Budhe mu lagi di rumah sakit, ada kerabat dari budhemu yang lagi opnam disana jadi budhemu sudah berangkat duluan tadi pagi dan rencana nanti malam pakdhe mau nyusul, jadi terpaksa budhe dan pakdhe nanti malam mau nginep di rumah sakit. Sudah jadi kebiasaan di keluarga istriku kalau ada saudara atau kerabat yang lagi sakit di opnam di rumah sakit tidak akan afdol jika belum ikut menungguinya meskipun hanya sampai menginap semalam saja.

Akupun menjawab:’’Oh begitu’’. Kemudian akupun bertanya lagi kepada pakdhe: Oya foto sama video pernikahanku apa sudah jadi pakdhe?’’. Pakdhe kemudian menjawab:’’Udah dik, ada dikamarku nanti aku ambilin ya’’. Saat sambil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com makan pakdhe udah selesai duluan kemudian masuk ke kamarnya dan biasalah pakdhe sambil nyanyi-nyanyi tembang Jawa kesukaannya berjudul Yen ing Tawang Ana Lintang di kamar.

Yen ing Tawang Ana Lintang Yen ing tawang ana lintang (Kalau di langit ada bintang) Yen ing tawang ana lintang, cah ayu (Kalau di langit ada bintang, anak cantik) Cah ayu di sini bisa diterjemahkan juga dengan : sayang, anak manis, dll Aku ngenteni tekamu (Aku menunggu kedatanganmu) Maksudnya menunggu kedatanganmu (ke dunia), kelahiranmu, kelahiran anaknya Anjar Any Marang mega ing angkasa, nimas (Kepada awan di angkasa/ langit, manis) Ni Mas juga artinya mirip dengan : sayang, anak manis, dll ( Ni = wanita, Mas = yang dihormati) Sun takokke pawartamu (Kutanyakan beritamu) Tanya ke angkasa / langit, karena dia tidak tahu situasi di ruang bersalin, apa sudah lahir apa belum, ibunya sehat apa nggak, dll.

Bait Kedua : Janji-janji aku eling, cah ayu (Setiap saat saya ingat, anak manis) Maksudnya mengingat situasi di ruang bersalin yang ‘menegangkan’yang sudah pernah menunggu istri melahirkan (di luar ruang bersalin), tentu tahu hal ini. Sumedot rasaning ati (Seakan mau ditinggal mati, rasanya di hati) Sumedot = putus (hubungan dengan seseorang), seperti mau ditinggal pergi jauh, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ditinggal mati.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maksudnya Pak Anjar Any ini sangat takut dengan keselamatan si jabang bayi yang akan dilahirkan itu.

Lintang-lintang ing wiwingan (Bintang bintang di langit) Maksudnya bintang-bintang jadi saksi Tresnaku sundul wiyati (Cintaku sangat tinggi, sangat dalam) Maksudnya cinta kasih kepada sang anak Reff : Dek semana, janjiku disekseni (Kala itu, janjiku disaksikan) Mega kartika, kairing rasa tresna asih (Mega / awan ‘dan’ bintang, teriring rasa cinta dan kasih) Yen ing tawang ana lintang,cah ayu (Kalau di langi ada bintang, manis) Rungokna tangising ati (Dengarlah tangisnya hati) Sinareng swaraning ratri, nimas (Teriring suaranya malam, manis) Ngenteni ‘mbulan ndadari –> ‘mbulan dari kata rembulan (Menanti munculnya rembulan ‘dengan bundarnya’) Waktu itu rembulan sedang pada posisi besar / bulat.

—oo00oo– (Karya: Waljinah) Jadi, lagu diatas (oleh si pengarang) ditujukan kepada anaknya, menceritakan bagaimana ‘bingungnya’ menunggu saat-saat kelahirannya. Atau kalau kita nyanyi ya bayangkan untuk anak /cucu/ kemenakan kita yang masih kecil. Sedangkan aku belum menyelesaikan makanku. Kemudian saat masih di kamar pakdhe sambil menyahut kepadaku: ’’Habis makan nanti piringnya langsung ditaruh di dapur ya dik, gak perlu dicuci piringnya’’.

Akupun langsung menjawab:’’Iya pakdhe’’. Kemudian, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com setelah mendapatkan album foto dan kepingan cd rekaman saat pesta pernikahan aku pun langsung pamit pulang kepada Pakdhe.

*************************************************************************** Akupun tidak pernah menduga sebelumnya tentang istriku, kalau ternyata dia tidak pernah mau untuk mendengarkan semua nasehatku.

Pas saat kenal pertama kali dulu hal yang baik-baik aja yang sering diceritakan kepadaku. Diantaranya: dia pernah tinggal di pondok pesantren di daerah Rembang, Jawa Timur dan sekolah di MAN 1 Rembang.

Tapi selama aku mengenalnya sebagai istriku belum ada satu sikap yang mencerminkaan akhlaq yang baik terhadap ibu kandungnya dan termasuk aku. Dia akan bersikap baik kepada orang yang dia sukai saja. Ibu kandungnya pun sering ia lawan. Aku tidak tahu kenapa dia bisa bersikap begitu. Cukup lama aku untuk bersabar diri. Entah semua kesalahan dari ayahnya yang mendidik kah atau ibunya kah? Sampai-sampai terbentuk karakter yang keras kepala seperti itu. Wajahnya sih banyak orang bilang lumayan cantik tetapi hatinya tidak secantik wajah yang dimilikinya.

Suatu hari, saat aku pulang kerja dari Semarang akupun tidak memberi tahu langsung kepada istriku kalau aku mau pulang malam-malam ke rumahnya. Sesampainya di rumah istriku, kira-kira jam 22 malam akupun dikejutkan oleh tamu yang tak diundang pada malam itu. Dua orang pria yang berumur sekitar 45th-an ke atas kalau aku perhatikan orangnya malam itu.

Dua orang tersebut bersembunyi di sebelah utara di luar kamar istriku. Saat aku ambil senter dan aku sinari wajah mereka dengan senter akupun akhirnya tahu siapa mereka. Karena kaget melihat aku yang datang tiba-tiba saat aku senteri wajahnya akhirnya salah satu dari mereka melempari aku dengan tanah yang kering sambil mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Jawa sebagai berikut: ’’Modara kowe !

Modara kowe! ‘matilah kau! matilah kau!’ untungnya lemparannya sedikitpun tidak ada yang mengenaiku. Akhirnya akupun langsung lapor kepada RT setempat. Sesampainya di rumah sang RT, aku menceritakan semua kejadian yang menimpaku saat itu.

Kemudian kasusnya pun harus sampai berurusan dengan polisi. Sehari kemudian polisi mencari keterangan tentang keberadaan dua orang tersebut. Saat polisi itu hendak mencari-cari kedua orang itu, ternyata mereka malah ketakutan dan kabur selama tiga hari.

Kemudian, barulah mereka ditemukan oleh polisi. Karena kabur saat hendak dimintai keterangan oleh polisi akhirnya mereka dikenai denda sebesar 4 juta rupiah untuk masingmasing tersangka karena sebagai uang damai atas ulah mereka yang malam-malam telah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengganggu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan rumah tangga orang lain.

Akupun tidak tahu maksud tamu tersebut yang datang malam-malam dirumah istriku saat itu, apakah istriku sendiri yang mengundangnya ataukah tamu tersebut sendiri yang mendatanginya ataukah sudah terbiasa datang sendiri?

Itulah pertanyaan yang selalu muncul dalam hatiku saat itu. *************************************************************************** Setelah sekitar 2 tahun lebih usia pernikahan kami berjalan, akhirnya kami pun resmi bercerai dari pengadilan agama setempat karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk melihat dia tidak patuh terhadapku. Dia tidak mau patuh terhadapku dengan alasan apa aku pun tidak tahu. Yang terpenting aku harus menghadapi semua kenyataan yang sudah terjadi.

Apalagi saat ada kejadian itu, saat dia sedang tak suruh dirumahku dulu. Aku berpesan ke dia kalau jangan pulang ke rumah orangtuanya sebelum aku datang.

Eh, ternyata dia sama sekali tak menghiraukan apa yang aku pesankan padanya. Tau-tau malah pulang ke rumah orang tuanya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pamit denganku.

Setelah aku jemput baik-baik dirumahnya dia, eh malah bilang kepadaku kalau mau nyari laki-laki lain yang lebih baik dariku. gampang banget katakatanya.!! Oh sebegitu mudahnya bilang kepadaku begitu? Hanya karena habis bertengkar dengan saudaraku dirumahku langsung begitu gampang mengatakan hal seperti itu padaku? Ya sudahlah. Ah, whatever. Itu hak dia mau berkata apa saja tentangku. Aku mm bukanlah lelaki yang sempurna karena dari segi fisik aku memang bukan tipe lelaki yang bertubuh ideal sesuai apa yang diidam-idamkan oleh para kaum hawa pada umumnya.

Itulah cinta. 恋 愛は旅である。Ren-ai wa tabi de aru. Love is a journey. ‘Cinta doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sebuah perjalanan.’ Adakalanya dalam menempuh perjalanan itu berbuah manis dan ada kalanya juga berbuah pahit. Life must go on. There’s rendezvous, there’s farewell. 別れ会がある。Wakarekai ga aru. Anyway.Kabhi alvida naa kehna. Whatever. ☆ Kabhi Alvida na Kehna ☆ Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Far apart though we will be Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna.

Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Jitni thi khushiyan, Sab kho chuki hai All the mirth in life has slipped away slowly Semua kebahagiaan hidup berlalu berlahan lahan Bas ek gham hai ke jaata nahin It’s the pain that refuses to go away Hanya kesedihan hati yang tidak mau pergi Samjha ke dekhabehla ke dekha Tried to wish it away tried to laugh it away Aku berusaha untuk menangis dan tertawa Dil hai ke chain is ko aata nahin.

Aata nahin. But the heart fails to find peace Fails to find peace Tapi hati ini tak merasa tenang, tak merasa tenang Ansoon hai ke hai angaare Are these tears?

Or it is cinder? Apakah ini air mata atau bara api? Aag hai ab ankhon se behna Just fire that flows freely from my eyes Tidak, rasanya ini seperti percikan api yang mengalir dari mataku Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Ruth aarahi hai, ruth jaa rahi hai Seasons come and go Musim silih berganti Dard ka mausam badla nahin But the season of pain is here to stay Tapi musim luka tidak pernah berubah Rang ye gham ka, Itna hai gehra The shade of sorrow is so deep Warna penderitaan begitu dalam Sadiyon bhi hoga halka nahin Halka nahin That it will take a while to pale Dan akan makan waktu untuk mereda Kaun jaane kya hona hai Who knows what’s to happen ahead Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya Humko hai ab kya kya sehna Who know’s what’s in store for us to hear Siapa yang tahu,apa kita yang harus menanggung Kabhi Alvida Never say Jangan pernah ucapkan Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna Far apart though we will be Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal (Alka Yagnik dan Sonu Nigam) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah surat perceraian kami resmi dikeluarkan dari pengadilan agama setempat, kemudian mantan istriku datang ke rumahku untuk meminta maaf dan mencoba untuk membujukku untuk rujuk kembali.

Aku pun berkata kepadanya:’’Ya, sudahlah.mungkin jodoh kita dari Allah SWT hanya sampai disini saja. Semua yang terjadi biarlah terjadi. Aku sudah memaafkan semuanya dan semoga kamu juga mau untuk memaafkan atas keputusanku ini. Aku tidak mau untuk melanjutkan kisah cinta ini lagi. Aku hendak melanjutkan mengejar impianku saja.

Kalau kamu bilang ingin mencari lelaki yang lebih baik dariku, ya silakan saja kalau itu keputusanmu dan keputusanku pun kamu harus bisa menghargainya’’. Untuk sementara waktu ini, aku belum mau untuk terjerat cinta lagi. Karena kisah cintaku itu hanya semu dan bak fatamorgana. Dia begitu mudahnya merusak dan menghancurkan maghligai pernikahan kami dengan begitu mudahnya dengan berkata-kata seperti itu.

Mantan istriku ternyata tidak tulus mencintaiku. Dia hanya cinta dengan dirinya sendiri, dia hanya bisa berpikir bagaimana agar bisa makan enak, tidur nyenyak, beli baju, uangnya cukup terus buat keperluannya, dan lain-lain. Gaya bicaranya pun kepada suami masih sering memakai bentuk bahasa (leksikon) loe-loe dan gua-gua seperti anak gaul layaknya anak ABG Jakarta, karakternya tidak mencerminkan seperti gadis Jawa dari kampung pada umumnya.

Bahasa itu memang mencerminkan identitas seseorang. Istri yang terlalu meninggikan egonya terus-menerus hanya akan menjadi racun dalam rumah tangga.

Aku harus ikhlas menerima semua kenyataan yang ada. Seperti halnya tembang campursari yang dilantunkan oleh Didik Kempot dan Eny Sagita yang berjudul ’’Ikhlas.’’ Trimo mundur timbang loro ati Lebih baik mundur daripada sakit hati Tak oyaka wong kono wis lali Tak kejarpun orangnya sudah lupa Pancen wis nasibku iki Memang sudah menjadi nasib ku Nandur becik tukule kok dilarani Menanam kebaikan namun tumbuhnya malah rasa sakit Trimo ngalah aku wis ra betah Lebih baik mengalah aku sudah tidak sanggup Tak tangisono malah mung gawe susah Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Karepe wis ngajak pisah Penginnya dah ajak berpisah Karo aku wis ra karep omah-omah Dengan aku sudah tidak mau rumah tangga Nangis aku isin senadjan loro ing batin This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin.

Tresno sing rembuyung saiki wis dadi garing Cinta yang mekar sekarang sudah mengering Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin. (Dipopulerkan oleh: Didi Kempot dan Eny Sagita) Sebagai seorang yang pernah menjadi suaminya aku merasa cuma dianggap sebagai suami pelengkap saja dalam hidupnya kalau memang lagi dibutuhkannya saja.

Buktinya? Ayahnya terus yang dibesar-besarkan namanya, uangnya, kehebatannya dan lain-lain. Oh Cinta. Cinta itu datang dan pergi dengan mudahnya Cinta itu begitu sakit kalau sudah merasuk di hati.

Kalaupun sampai berpisah akan lebih terasa hancur sekali. Perih, seperti terasa tertusuk duri Cinta sejati hanya ada pada diri Tuhan dan seorang hambanya Cinta terhadap sesama hanyalah semu dan bak fatamorgana Cinta yang tulus itu memang susah untuk dicari Cinta yang penuh dengan pengorbanan hanya sedikit sekali Biarlah semua berlalu Biarlah ku tutup masa laluku dengan lembaran baru Cukuplah aku dan Tuhanlah yang boleh tahu.

Selamat tinggal sang mantan.semoga kau mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku lagi. Sayounara daisuki na hito. さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 まだ 大好きな人 くやしいよ とても 悲しいよ とても もう かえってこない それでも私の 大好きな人 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 何もかも忘れられない 何もかも捨てきれない こんな自分がみじめで 弱くてかわいそうで大きらい さよなら さよなら 大好きな人 doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 泣かないよ 今は 泣かないで 今は 心 はなれていく それでも私の 大好きな人 最後だと言いきかせて 最後まで言いきかせて 涙よ 止まれ さいごに笑顔を 覚えておくため さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 ずっとずっとずっと 大好きな人 Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Mada daisuki na hito Kuyashii yo totemo kanashii yo totemo Mou kaette konai sore demo watashi no daisuki na hito Nanimo ka mo wasurenarenai nanimo ka mo sute kirenai Konna jibun ga mijime de yowakute Kawaisou de daikirai Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nakanai yo ima wa nakanaide ima wa Kokoro hanarete yuku sore demo watashi no daisuki na hito Saigo da to iikikasete saigo made iikikasete Namida yo tomare saigo ni egao wo Oboete oku tame Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito Zutto zutto zutto daisuki na hito Terjemah Bahasa Indonesia: Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku masih mencintaimu Aku sangat kesal, aku sangat sedih Kau tidak akan kembali lagi, tapi aku masih mencintaimu Aku tidak bisa melupakan semuanya, aku tidak bisa membuang segalanya Aku sengsara dan lemah Dan menyedihkan, aku benci diriku Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu cinta padamu Aku tidak akan menangis sekarang, jangan menangis sekarang Meskipun hati kita tumbuh jauh terpisah, aku masih mencintaimu Aku selalu mengatakan itu adalah waktu terakhir, aku terus mengatakan sampai akhir Aku akan menghentikan air mataku, sehingga kamu tersenyum Apakah hal terakhir yang kuingat.

Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu, selalu mencintaimu. (Oleh: 花々 Hanabana) MELANJUTKAN KULIAH DI PASCASARJANA This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Semenjak perceraian itu, aku pun berkeinginan untuk melanjutkan kuliahku lagi.

Aku ingin melanjutkan studiku di pascasarjana di Bandung Jawa Barat. Pada bulan Juli 2014 akhirnya aku dinyatakan diterima di program pascasarjana di salah satu PTN di kota Bandung, Jawa Barat. Keinginanku untuk melanjutkan belajar bahasa Jepangku ke tingkat pascasarjana di UNPAD (Universitas Padjadjaran) Bandung akhirnya terlaksana juga.

Pada awalnya aku pun masih merasa bingung dan masih memikirkan bagaimana dengan biaya untuk kuliahku nanti?

terutama bagaimana dengan biaya kehidupannya nanti? Akhirnya dengan modal yang pas-pasan dengan tekad dan niat yang tulus aku berharap semoga Allah SWT memberikan jalan yang mudah dalam aku menuntut ilmu nanti.

Tanah warisan satu-satunya aku pun terpaksa menjualnya demi untuk meraih cita-citaku itu. Alhamdulillah, akhirnya kakakku yang sudah lama tinggal di Kalimantan bersedia untuk membantuku dengan membeli tanah warisan orangtua yang bagianku satu-satunya untuk dibelinya agar saat butuh bayar SPP dan kebutuhan kuliah lainnya bisa memberinya sedikit demi sedikit.

Dengan terpaksa juga jadual ngajarku di LPK dan lainnya aku tinggalkan semua demi meraih masa depan yang lebih cerah lagi. Hanya jadual ngajar di satu sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di daerahku yang tidak aku lepas karena aku dikontrak ngajar pas semester genap saja dan akupun bisa mengerjakannya di saat sedang liburan semester sehingga tidak akan mengganggu aktivitas dan waktu kuliahku.

Karena masih blank dengan jalan, pada saat akan berangkat ke Bandung untuk pertama kalinya aku pun memutuskan naik travel untuk menuju ke Bandung untuk mengikuti seleksi masuk menjadi mahasiswa baru program pascasarjana yang akan diselenggarakan disana.

Sebelum mengikuti ujian masuk seleksi pascasarjana aku menginap di kontrakan temanku bernama Bahri Zumanto di daerah Cinunuk karena aku belum hapal tentang semua jalan yang ada di Bandung, dengan niat agar kalau ada perlu sesuatu biar ada yang membantu untuk menunjukkan jalan atau mengantarkannya.

Pada hari sebelum tes wawancara ke DU aku dan temanku berkeliling dengan mengendarai motor berdua untuk survei tempat dulu kira-kira dimana lokasi tempat yang akan dipakai untuk ujian wawancara pada esok harinya. Kemudian, keesokan harinya aku berangkat menuju Dipati Ukur dengan mengendarai motor temanku. Temanku tidak bisa mengantarkan aku untuk mengikuti test wawancara ke DU karena lagi ada acara bisnis ke daerah Bekasi.

Makanya dia menyuruh aku untuk membawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com motornya saat hendak mengikuti ujian wawancara masuk Pascasarjana UNPAD, Bandung Jawa Barat.

Saat di kampus pascasarjana UNPAD Jatinagor, tanpa sengaja aku berkenalan dengan dosen yang berstatus profesor disana. Beliau orang yang baik hatinya, ramah dan kelihatan penuh dengan kasih sayang. Semoga aku juga bisa mencapai gelar profesor seperti beliau nanti.

Amin YRA. Dari kisah perjalananku menuntut ilmu, dimulai dari TK hingga saat ini, seakan-akan aku baru saja menempuh perjalanan kira-kira selama seribu kilometer. Dari kurun waktu tersebut terdapat banyak hal yang aku hadapi. Dimulai dari yang menyenangkan, menyedihkan, menyulitkan, mengharukan, memalukan dan sebagainya. Kira-kira kisah perjalanan kilometer selanjutnya dalam aku mencari ilmu dan mengejar impianku nanti kedepannya ada apa lagi ya. aku pun belum mengetahuinya. Semoga nanti aku bisa melanjutkan menuntut ilmu di negeri Sakura dan menikah lagi dengan gadis dari sana setelah selesai menuntut ilmu dari Universitas Padjadjaran.

Amin YRA. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Sebagai manusia biasa Tegar hanya bisa berdoa dan berusaha. Dia hanya bisa berharap semoga Tuhannya, Allah SWT akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuknya.

Amin YRA. Sampai jumpa pada kisah selanjutnya.Sayounara. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 1991, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. Aji, Yusuf Bay. 2009. Konsep Ruang dan Waktu dalam Primbon serta Aplikasinya pada Masyarakat Jawa. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Al Qura, Abu Izzah. 2009. Materi Praktis Menjadi MC dan Pidato Handal. Surakarta: AlHikmah. Amrih, Pitoyo. 2008. Ilmu Kearifan Jawa. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.

Bratawijaya, Thomas. 2006. Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Endraswara, Suwardi. 2003. Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme Dalam Budaya Spiritual Jawa.

Yogyakarta Endraswara, Suwardi. 2009. Mutiara Wicara Jawa. Pandom Pranatacara lan Pamedharsabda (Cetakan ketiga). Yogyakarta: UGM Press. Endraswara, Suwardi. 2010. Falsafah Hidup Jawa:Menggali Mutiara Kebijakan dari Intisasi Filsafat Kejawen (Cetakan ketiga). Yogyakarta: Cakrawala. Gumilar & Sulasman. 2013. Teori-teori Kebudayaan: dari teori hingga aplikasi, Bandung: Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan setia.

Ghazali. 1994. Ta’lim Muta’alim: Kiat Sukses dalam Menuntut Ilmu (Terjemahan). Jakarta: Rica Grafika. Hariwijaya, M. 2004. Tatacara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa. Yogyakarta: Hanggar Kreator. Harsrinuksmo, Bambang, Primbon. Ensiklopedi Nasional Indonesia V.13, Jakarta. Hartoko, Dick. 1984. Pengantar Ilmu Sastra, Jakarta: PT.Gramedia Haq. Muh Zaairul. 2011. Mutiara Hidup Manusia Jawa. Yogyakarta: Aditya Media Publishing.

Imam, S. Suwarno. 2005. Konsep Tuhan, Manusia, Mistik dalam Berbagai Kebatinan Jawa. Jakarta: Rajawali Press Kutha.R.Nyoman. 2004. Teori dan Metode, dan Praktik Penelitian Sastra. Jogyakarta: Pustaka Pelajar Maha Primbon, Djawa Tahun 1912 M. Amin Abdullah. 1995. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Cetakan. I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mudzakir, dkk.1997. Filsafat Umum. CV. Pustaka Setia: Bandung Munir, Misnal, dkk. 2006. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Margono. 2003. Tulada-Tulada Tanggap Wacana Basa Jawa.

Surabaya: Karya Utama. Pasha, Lukman. 2011. Butir-butir Kearifan Jawa. Yogyakarta: Azna Books. Pringgawidagda, Suwarna. 1998. Gita Wicara Jawi. Pranatacara saha Pamedharsabda. Yogyakarta: Kanisius. Poejosoedarmo, Soepomo dkk. 1979. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa-Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Prasetya, dkk. 2000. Filsafat Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Purwadi. 2003. Ramalan Sakti Prabu Jaya Baya. Yogyakarta: Persada Purwadi. 2010. Sejarah Asal-Usul Nenek Moyang Orang Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Rachmatullah, Asep. 2010. Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Logung Pustaka. Radjiman. 2000. Konsep Petungan Jawa. Surakarta: Pustaka Cakra Rahyono. 2009. Kearifan Budaya Dalam Kata.

Jakarta: Wedatama Widyasastra. Roqib, Moh. 2007. Harmoni dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Riley, Philip. 2008. Language, Culture, and Identity: An Ethnolinguistic Perspective.

London: Continuum Salim. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: DEPDIKBUD Santoso, Anang. 2012. Studi Bahasa Kritis: Menguak Bahasa Membongkar Kuasa. Bandung: CV Mandar Maju Setiyanto, Aryo Bimo. 2007. Parama Sastra Bahasa Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. Simuh. 1979. Kajian Keislaman dalam Pandangan Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPI _______. 1979. Warisan Tradisi Hindu Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPPI Simuh.

2008. Mistik Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jakarta: UI Press. Suparni, Soedomo Sri. 2014. Akhir Sebuah Penantian. Yogyakarta: Multi Presindo. Suriasumantri, JS. 1991. Ilmu Dalam Perspektif. Jakarta: PT. Gramedia Sutedi, Dedi. 2004. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang.

Bandung: Humaniora Utama Press (HUP) Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Satra, Teori pengantar Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya Tjakraningrat, Harya. 1994. Attasadhur Adammakna. Solo: Buana Raya ___________, 1994. Betaljemur Adammakna. Solo: Buana Raya Yatim, Badri. 2006.

Sejarah Peradaban Islam, Dirasyah Islamiyah II. Jakarta: Raja Grafindo Persada SUMBER LISAN S. Domo (75 tahun). 2008. Marsiyem Darmi (61 tahun). 2008. INTERNET This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com https://herbalajah.wordpress.com/2012/06/25/turki-pun-punya-pondok/ diakses 18 Maret 2015 http://old.ui.ac.id/id/notice/archive/3949 diakses 18 Maret 2015 http://www.wikipedia.com diakses 19 Mei 2015 Deskripsi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SERIBU KILOMETER Sebuah perjalanan hidup seorang insan biasa dalam menimba ilmu dan menggapai cita-cita demi mendapatkan masa depan yang cerah Novel Biografi Karya: Teguh Santoso Tidak ada murid, mahasiswa, anak muda dan prajurit yang salah.

Yang ada adalah dosen, guru yang salah mendidik. Sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi. Sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda. Tidak ada anak muda yang salah, karena orang tualah yang salah mengasuh. Orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik .

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat, berkah, rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyajikan kisah perjalanan hidup penulis dalam mencari ilmu demi menggapai cita-cita demi impian masa depan yang cerah dan berdasarkan pengalaman kisah nyata yang penulis alami yang terangkum dalam judul SERIBU KILOMETER ini agar dijadikan renungan, motivasi, dan kritikan untuk setiap orang yang berprofesi sebagai pengajar, guru, dosen atau lainnya agar bisa memahami arti pentingnya sebagai seorang pengajar yang bisa mengkondisikan dirinya dengan peserta didiknya.

Karena ilmu yang bermanfaat itu tidak dapat dinilai sedikit dan banyaknya ilmu yang dimiliki oleh seorang pengajar sesuai bidang ilmunya, namun bagaimana sebuah ilmu itu bisa diaplikasikan atau diamalkan dengan ikhlas untuk peserta didiknya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam buku ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu akan sangat membantu apabila pembaca berkenan memberikan saran ataupun kritik yang bersifat membangun untuk memperbaiki dan menyempurnakan novel ini.

Untuk itu, penulis ucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan novel ini. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Penulis Purwodadi, September 2015 DAFTAR ISI 1. Masa Kecil Tegar Bagian Pertama.

2. Masa Kecil Tegar Bagian Kedua. 3. Desa Kelahiranku. 4. Ayahku adalah Seorang Penganut Kejawen. 5. Pranatacara. 6. Primbon. 7. Sekolah di MTS Al-Hamidah Kuwu. 8. Pandangan Agama Islam tentang Ilmu. 9. Sekolah di MAN 1 Semarang. 10. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Pertama.

11. Antara Sekolah di MAN 1 Semarang dan Menimba Ilmu di Pesantren Al-Ishlah Bagian Kedua. 12. Melanjutkan Kuliah D3 Bahasa Jepang di Semarang. 13. Tinggal di Dershane. 14. Antara Bisnis MLM dan Tinggal di Rumah Pak Dokter. 15. Tidak Ada yang Tahu Kapan Ayahku Pergi untuk Selamanya. 16. Melanjutkan Kuliah S1 Sastra Jepang di Semarang. 17. Menjadi Operator Warnet. 18. KKN di Desa Kediten. 19. Tidak Ada Mahasiswa yang Salah. 20. Meninggalnya Pak Dokter. 21.

Hancurnya Maghligai Pernikahanku. 22. Melanjutkan Kuliah Pascasarjana di Bandung. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com SINOPSIS Novel ini mengangkat kisah tentang seorang anak desa yang tumbuh di lingkungan keluarga yang memegang erat tradisi dan budaya Jawa (Kejawen).

Dalam pandangan keluarganya, nasib dan takdir seolah-olah sudah bisa dengan mudah ditebak. Apapun harapan keluarga Tegar padanya, dia tidak terlalu peduli dengan takdirnya. Hingga pada usia remaja, dia memutuskan menempuh pendidikan pesantren dan sekolah di MAN.

Dari sini Tegar mulai memilih, memilah dan berpikir tentang dunia. Dia mulai paham tentang pentingnya menuntut ilmu, sesuai dengan dalil yang berbunyi ’’Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahat’’. Dengan penuh semangat, akhirnya Tegar sampailah ke perguruan tinggi pengalamannya.

Dalam pikiran Tegar seorang guru, dosen adalah teladan yang selalu rela membagi ilmunya. Tapi ternyata di tingkat inilah kenyataan pahit harus ditelannya.

Ada seorang dosen mencaci-maki dirinya, mempermalukannya dan menghakimi masa depannya. Inilah awal perjuangan Tegar mencari arti pendidikan yang sebenarnya hingga akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya ke jenjang pendidikan S1 di Semarang. TENTANG PENULIS TEGUH SANTOSO dilahirkan di sebuah desa kecil yaitu: Sarirejo, Dukuh Galsari, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Pada tahun 1996, lulus dari SDN 02 Sarirejo di tempat kelahirannya, kemudian meneruskan sekolahnya ke MTs AL-HAMIDAH di daerah Kuwu, Kecamatan Kradenan dan dinyatakan lulus pada tahun 2001, kemudian pada tahun 2004 lulus dari MAN 1 Semarang.

Pada tahun 2008 telah berhasil menyelesaikan studi D3 Bahasa Jepang kemudian pada tahun 2012 berhasil menyelesaikan studinya ke jenjang S1 Bahasa Jepang Universitas Diponegoro, Semarang. Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan S2 Linguistik Jepang di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Cita-citanya adalah menjadi seorang yang ahli di bidang bahasa. Pada tahun 2007 mengajar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta, Semarang dan di LPK Merdeka Semarang. Pada tahun 2009-2010 mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, dan SMK Pembangunan, Semarang. Pada tahun 2011-2013 di LPK Seikou, Semarang dan pada tahun This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 2013 sampai sekarang menjadi staf pengajar luar biasa untuk bidang Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah.

Email : [email protected] Karya yang sudah diterbitkannya antara lain: 1. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang (2015), Penerbit Irsyadul Fikr; 2. Dasar-Dasar Morfologi Bahasa Jepang Edisi 2 (2015), Penerbit Morfalingua; 3. Kajian Linguistik Kontrastif: Tingkatan Bahasa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Bahasa Jepang dan Undak-Usuk Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Jawa (2015) Penerbit Morfalingua; 4. Konsep Waktu Masyarakat Kejawen: Kajian Antropolinguistik (Proseding SETALI UPI, 2015), Penerbit UPI Press.

5. Bahasa Jepang Ragam Bahasa Pria dan Wanita (2015), Penerbit : Morfalingua; 6. Cerita Rakyat Grobogan (2015); Penerbit: Histokultura. MASA KECIL TEGAR Bagian Pertama Di pagi yang cerah itu, Tegar bermain bersama dengan teman-teman seusianya. Tegar dan teman-temannya waktu itu kebetulan sedang bermain petak umpet. Pada saat itu mereka hanya bermain bertiga saja. Tegar ditemani oleh Darsih, Temin dan Yatmi. Saat temannya Tegar bernama si Temin sedang mulai berhitung sebagai tanda permainan telah dimulai, maka Tegar dan teman-teman lainnya pun segera mencari tempat untuk bersembunyi.

Temannya yang bernama Sudarsih bersembunyi di rumahnya sendiri karena rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Tegar. Sedangkan Tegar bersembunyi di kolong dipan yang ada di kamarnya.

Yatmi disuruh bersembunyi di kamar mandi oleh Tegar agar bisa sambil mengambilkan dia air buat mandi atau kungkum. Waktu masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), saat mandi, Tegar memang suka untuk berendam (kungkum) di ember bulat berwarna hitam yang dipenuhi air. Kalau sudah masuk ember tersebut Tegar pasti malas-malasan untuk menyudahi kegemarannya itu. Baru kalau sudah merasa kedinginan dia akan menyudahinya sendiri. Apabila belum puas kungkum sudah dipaksa oleh kakak atau ibunya untuk segera menyudahi mandinya, Tegar seringkali teriak-teriak sambil menangis pertanda bahwa dia menolak permintaan mereka.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu si Yatmi bersembunyi di kamar mandi sambil mengambili air memakai gayung. Karena waktu itu kebetulan air di bak mandi tinggal sedikit, maka Tegar langsung meminta bantuan Yatmi untuk memenuhi ember bulat kesayangannya agar dipenuhi dengan air. Dan saat itu si Lasiman belum sempat mengambil air ke sumur untuk mengisi penuh bak mandi karena kebetulan masih ada tugas yang lainnya.

Saat itu juga kebetulan rumah Tegar sedang sepi. Ayah dan ibunya sedang pergi keluar rumah karena ada urusan di kantor. Sedangkan kakak-kakaknya belum pulang dari sekolahnya. Para pekerja yang bekerja di rumahnya entah pada pergi kemana waktu itu.

Tidak biasanya di rumah tampak sepi dengan penghuni orang dewasa. Waktu itu hanya ada Tegar dan teman-temannya saja yang lagi asyik bermain petak umpet bersama. Saat Tegar masih bersembunyi di kamar, dia masih mendengar Yatmi beberapa kali mengambili air dengan gayung.

Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara:’’Mak ceblung’’. di kamar mandi. Setelah itu terdengar suara tangisan dari Yatmi. Setelah itu Tegar memeriksa dengan sambil mengintip dari celah lubang dinding yang dia temukan di kamarnya. Ternyata tampak dari celah dinding kamarnya si Yatmi sudah tercebur di bak mandi yang kedalamannya sekitar 1,5 meter. Tegar bukannya membantunya tetapi dia malah langsung kabur untuk bersembunyi ke tempat lain agar susah dicari orang karena ketakutan.

Untungnya air di bak mandi waktu itu tinggal sedikit, kalau airnya banyak atau penuh mah bisa mati tuh anak. Bak mandi di kamar mandinya terbuat dari satu bis (gorong-gorong) bahan untuk membuat sumur. Makanya untuk anak-anak seusia mereka saat itu bak mandi seukuran tersebut cukup dalam kalau ingin masuk di bak mandi tersebut. Apalagi kalau sudah masuk di bak mandi itu, pasti akan butuh bantuan orang dewasa untuk bisa naik keatas. Kemudian, si Temin mendatangi sumber suara tangisan tersebut.

Temin juga tidak bisa membantu Yatmi untuk keluar dari bak mandi tersebut. Kemudian Temin berlari sambil berteriak-teriak begini: Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kejegor jedhing.Yatmi nangis kejegor jedhing. ‘Wooiiiiii.!!! Yatmi nangis kecebur bak mandi.Yatmi nangis kecebur bak mandi.’ Itulah teriakan Temin waktu itu dan akhirnya di dengar oleh ibu dan bapaknya Yatmi.

Kemudian orang tuanya Yatmi datang ke kamar mandi Tegar dan mengangkat Yatmi dari bak mandi tersebut. Setelah itu, ayahnya Yatmi bertanya kepada Temin begini, Ayahnya Yatmi:’’Lah Tegar wonge saiki ngendi Min?’’ ‘Lah, Tegar sekarang dimana Min?’ Temin pun menjawab:’’Wonge lagi dhelik Lik. ‘Orangnya lagi sembunyi, Om.’ Ayahnya Yatmi:’’Dhelik nang endi jajal! Golekona!’’ ‘Sembunyi dimana coba! Carikan! ’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tegar yang masih bersembunyi karena ketakutan tidak berani untuk keluar dari persembunyiannya.

Akhirnya setelah itu ayah dan ibunya Tegar pulang. Orang tua Yatmi kemudian menceritakan semua kejadian tadi pagi yang sudah menimpa anaknya. Tegar pun dimarahi oleh ayah dan ibunya. Apalagi kakak Tegar juga ikut memarahinya. Akibat ada kejadian itu Yatmi dilarang keras oleh orang tuanya untuk bermain dengannya lagi setelah ada kejadian itu.

Sambil dengan berjalannya waktu, akhirnya orang tuanya Yatmi sudah melupakan dan memaafkan kesalahan dan keteledoran Tegar kepada anaknya sehingga terjadi kecelakaan tersebut. Tegar pun kembali melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu bersekolah di TK dan bermain setelah pulang dari sekolah. Saat masih duduk di bangku TK dia belajar mulai jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB.

Kebetulan saat Yatmi tercebur di bak mandi di rumahnya waktu itu sekolah mereka sedang diliburkan karena gurunya lagi ada kegiatan rapat bersama dengan guru-guru lainnya. Teman-teman yang biasa bermain bersama saat Tegar masih kecil lumayan banyak. Mereka adalah Sudarsih, Suratmin, Suyatmi, Darno, Darni sepupu Tegar, Tarmi, Hartini, Sukahar, Saelan, Sugiono, dan lainnya.

Jenis permainan untuk bermaian bersama saat Tegar masih kecil pun beragam, antara lain : bermain kelereng, dam-daman, benthik, gejik, jithungan, kasti, gobak sodor, congklak, bekel, srobot-srobotan, cublak-cublak suweng dan jenis permainan tradisional lainnya.

Sedangkan Tegar saat masih duduk di bangku sekolah TK dia terkenal sebagai anak pendiam. Tidak akan mau ikut bermain kalau tidak ada yang mengajaknya bermain. Saat itu Tegar mempunyai teman akrab yang bernama Matohari dan Teguh Tri Nugoho putra dari kepala sekolah SDN Sarirejo 02 waktu itu yang ditakuti oleh banyak siswa dan siswi karena terkenal galak. Beliau adalah Pak Parno. Kalau ada seorang siswa atau siswi yang kedapatan nakal dan ditangani oleh beliau tak lupa kepala sekolah tersebut untuk main tangan saat memberikan hukuman kepada siswa atau siswi tersebut.

Entah itu mereka akan mendapat cubitan yang sakit di tangan, jambakan rambut, mendapat jeweran yang nyeri di telinga atau mendapat tamparan yang pedas di pipinya atau yang lainnya. Meskipun seringkali siswa mendapat hukuman seperti itu, tidak ada pihak orang tua siswa yang sampai berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Karena semua itu memang sudah dianggap biasa bagi orangtua siswa dan termasuk didikan yang wajar-wajar saja. Tidak seperti jaman sekarang ada peraturan hukum yang tidak boleh menyakiti atau menganiaya anak-anak dibawah umur.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kalau pihak orang tuanya tidak terima anaknya disakiti atau dianiaya oleh oknum guru di sekolah maka pihak orangtua siswa korban bisa melaporkan oknum guru tersebut ke pihak berwajib. Karena ada undang-undang tentang perlindungan anak. Pada masa kecilku, aku (Tegar) sering melihat anak-anak yang mendapat perlakuan seperti itu, tapi toh orang tua anak tersebut juga tidak merasa anaknya disakiti atau dianiaya.

Buktinya? Tidak ada pihak orang tua yang sampai berurusan ke pihak berwajib saat itu apabila ada anak mereka diperlakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut. Karena baik dari pihak orang tua kandung siswa yang disakiti tersebut memang tidak ada niat untuk melapor atau memang tidak tahu bagaimana cara melaporkannya ke pihak berwajib kah atau memang menganggap hal tersebut itu semua merupakan bagian didikan dari pihak sekolah agar putranya menjadi lebih disiplin atau gimana aku pun kurang memahaminya.

Setelah Tegar lulus dari TK dia pun beranjak naik ke kelas satu SD. Saat itu, bangunan sekolah TK dan SD jaraknya masih berada di lingkungan satu tempat. Nama sekolah TK dan SD dinamai dengan TK Sarirejo dan nama sekolah dasarnya dinamai SDN 02 Sarirejo karena masih terletak di dusun Galsari desa Sarirejo Kecamatan Ngaringan. Selama duduk di bangku SD mulai kelas satu sampai kelas empat SD Tegar hanya mendapatkan peringkat 5 besar saja. Itu karena dia tidak rajin dalam belajar. Yang mendapat peringkat satu di kelas selalu diraih oleh anak kepala sekolah di sekolah tersebut.

Teguh Tri Nugroho namanya. Dia bisa mempertahankan rangking pertamanya mulai kelas satu SD sampai lulus dari kelas enam SD di sekolah tersebut. Sedangkan yang memperoleh peringkat duanya adalah Matohari. Kemudian disusul lagi oleh Eko Endah Susanti peringkat ke tiganya, Saeko Mukti sebagai peringkat empatnya, dan baru Tegar yang mendapatkan peringkat limanya setelah itu disusul oleh teman lainnya. Saat naik kelas di kelas empat SD Tegar sudah mulai malas dan malas belajar.

Dia hanya bisa bermain dan minta uang ibu untuk jajan. Karena kebiasaan buruknya yang terus bermain dan jajan itu, Tegar pernah sekali di hukum kakaknya dengan di kunci di kamar dari luar agar dia tidak bisa kemana-mana dan mau untuk belajar dan tidak suka jajan terus. Tegar pun berteriak-teriak sambil menangis saat itu. Kemudian, saat naik ke kelas lima SD dia mulai mendapatkan teman baru yang tidak naik kelas. Mungkin mereka kebiasannnya sama seperti Tegar yang malas untuk belajar jadi tidak naik kelas, bedanya dengan Tegar meskipun malas belajar dia tidak pernah tidak naik kelas sampai lulus SD.

Teman-teman baru Tegar saat itu antara lain Wadiono, Suwarni dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yanti. Yanti adalah putranya pak carik (sekretaris lurah) di desa Tegar. Mulai kelas lima SD inilah Tegar tidak lagi mendapatkan peringkat di kelas. Hingga sampai lulus dari kelas 6 SD yang masih bertahan di peringkat pertamanya masih dipegang oleh Teguh Tri Nugroho.

Dia memang terkenal rajin dalam hal belajar. Mungkin karena didikan dari ayahnya sejak kecil yang biasa ditanamkan kepada anaknya untuk disiplin dalam hal belajar jadi dia bisa mempertahankan untuk menjadi peringkat pertamanya terus.

Beda dengan diri Tegar, kalau lagi males belajar sering mendapat marah dari kakakkakaknya. Bukannya mengubah kebiasaan buruk Tegar karena malas dalam belajar dan suka jajan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sering dimarahi terus-menerus. Marah bukanlah solusi terbaik dalam mendidik anak. Marah boleh saja dilakukan dalam kondisi tertentu.

Akibat sering mendapat marah tersebut bukannya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan menjadi anak yang rajin dalam belajar, justru dia malah semakin malas untuk belajar saat itu. Di kelas lima sampai kelas enam SDN 02 Sarirejo yang mendapat peringkat di kelas antara lain Teguh Tri Nugroho sebagai peringkat pertamanya, Eko Endah Susanti dan Saeko Mukti yang bergantian mendapatkan peringkat kedua, Ngadimin dan Matohari yang bergantian mendapat peringkat ketiganya, Sukahar dan Mursalin yang bergantian mendapat peringkat keempatnya dan kemudian disusul oleh teman lainnya.

Sedangkan anak-anak yang dianggap sebagai troublemakers dari kelas lima hingga sampai kelas enam tersebut antara lain: Tegar, Suwarni, Rumini, Winarsih, Sri Sunardi, Sugiyanto, Wito, Tarmidzi, Bajang, Sati, Wadiono, Yanti dan lainnya. Karena nilai mereka semua selalu jelek saat ada ulangan Matematika, IPS, IPA, dan PMP. Pak Kirman selaku guru yang mengampu di kelas mereka mulai dari kelas lima hingga lulus kelas enam SD sampai garuk-garuk kepala karena merasa pusing sendiri setiap kali melihat hasil prestasi mereka.

Saat masih duduk di kelas enam SD, saat mengajar pelajaran kesenian dan ketrampilan Pak Kirman begitu suka memberi tugas kepada kami untuk membuat kerajinan tangan. Misalnya: membuat vigura, pot gantung, dan lain-lain. Dan yang masih teringat untuk tugas terakhir kalinya sebelum kami lulus dari sekolah tersebut diadakan kompetisi dalam kegiatan masak-memasak antara siswa satu kelas Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan di kelas tersebut. Ada yang membuat lontong, rolade, gorengan: seperti tahu pong (tahu isi), bakwan, dan lainnya.

Kebetulan Winarsih, Rumini, Sukahar, Sugiono, Suwarni dan aku menjadi satu tim dalam kelompok masak-memasak tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Tim anggota kelompok kami waktu itu dipilih oleh Pak Kirman sesuai dengan siswa atau siswi yang rumahnya berdekatan saja.

Kebetulan waktu itu rumah kami tidak begitu berjauhan. Dan masakan kami waktu itu adalah lontong tahu sambal kacang. Kami semua menyiapkan bahan-bahan untuk menu masakan kami. Aku dan Sukahar bertugas membeli kacang tanah, dan membeli kecambah (taoge) sedangkan bagian yang membeli tahu adalah Rumini karena ibunya (Yang Ru) adalah seorang pedagang sayuran dan kebutuhan dapur lainnya yang biasa berjualan keliling di kampung jadi gampang untuk mendapatkan tahunya.

Dan yang bertugas mencari daun pisangnya adalah Sugiono. Kemudian yang menyiapkan daun pisang sebagai pembungkus lontongnya adalah Winarsih, Suwarni dan dibantu oleh Bu Supi ibu kandung dari Suwarni. Malam harinya lontong dimasak dirumahnya Bu Supi atau orang tuanya Suwarni. Saat memasak lontong tersebut tidak ada teman-teman cowok yang membantunya lagi karena dilarang oleh Suwarni. Dia bilang kepada kami kalau urusan masak-memasak biar ditangani oleh mereka sebagai cewek.

Keesokan harinya Sukahar dan Sugiono langsung berangkat ke sekolah terlebih dulu. Sedangkan lontongnya dibawa dalam satu rombong (bronjong) yang ditaruh di belakang sepedanya Winarsih. Dan aku saat itu disuruh ikut naik juga diatas sepeda tersebut untuk menemani Winarsih mengantarkan masakan kami sampai ke sekolah untuk dihidangkan kepada para guru kami di ruang guru nantinya.

Sesampainya di sekolah, kami semua sibuk membantu menyiapkan masakan kami untuk disajikan di ruang guru. Sambil menyajikan masakan kami ada beberapa kelompok dari grup masak-memasak yang lain saling tukarmenukar hasil masakan kami untuk dicicipi. Saat acara makan-makan di ruang guru, kami tidak ada pelajaran seharian pada waktu itu. Setelah selesai mencicipi masakan kami, semua juri dari pihak para guru mengumumkan masakan siapa yang paling enak yang sudah disantap oleh para guru kami.

Setelah diumumkan hasil pemenang juara pertama yang mendapat pujian paling enak masakannya jatuh pada kelompoknya Yanti. Sedangkan untuk juara keduanya yang mendapat pujian enak jatuh pada kelompoknya Saeko Mukti. Dan kelompokku ternyata mendapat juara ke tiga. Meskipun tidak mendapat juara pertamanya kami pun senang.

Setelah selesai acara penjurian dan pembagian hadiah, kemudian sisa dari masakan kami yang sudah tersaji di meja guru kemudian kami ambil kembali dan kami makan bersama-sama dengan teman sekelas.

Ujian nasional dan ujian praktek tak terasa sudah dekat. Atas saran Matohari kemudian aku (Tegar), Sukahar, Tarmidzi, Sugiono, Sugiyanto, Ngadimin dan Teguh Tri This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nugroho kemudian mengadakan belajar kelompok bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho.

Hampir tiap malam kami belajar kelompok bersama. Kami libur belajar kelompok tiap malam minggu saja. Sukahar dan Sugiono sebelum berangkat belajar bersama di rumahnya Teguh Tri Nugroho selalu mampir ke rumahku terlebih dahulu. Kami bertiga selalu berangkat bersama menuju rumahnya Pak Parno. Setelah beberapa kali di rumahnya Pak Parno karena tujuan belajar bersama dengan putranya, ternyata Pak Parno yang kami kenal galak saat di sekolah ternyata saat dirumah orangnya kelihatan baik kepada kami.

Saat belajar kalau ada makanan seringkali disuguhkan kepada kami saat kami sedang belajar bersama. Saat belajar kelompok di rumah Pak Parno waktu itu belum ada listrik yang masuk ke desa kami. Listrik baru masuk ke desa kami pada tahun 1995. Kebanyakan di rumah-rumah penduduk desa Sarirejo waktu itu untuk penerangan di malam hari masih menggunakan lampu tradisional yang biasa disebut uplik atau teplok.

Lampu teplok yang lumayan bagus bentuknya dapat di beli di toko yang menjual peralatan rumah tangga di pasar Kuwu. Ukurannya pun beragam, ada ukuran kecil, sedang dan besar. Kadang-kadang juga ada penjual yang berjualan lampu teplok keliling di kampung kami. Sedangkan lampu uplik atau teplok yang sederhana dapat dibuat sendiri dari bahan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan susu bekas, kaleng bekas obat pembasmi hama tanaman dan lainya.

Sebagai bahan bakar lampu uplik atau teplok tersebut adalah minyak tanah. Kebetulan di rumah Teguh Tri Nugroho waktu itu ada lampu petromaknya. Jadi cahayanya lebih terang lagi ketimbang lampu teplok. Karena lampu petromak itu tergolong lebih mahal harganya dibanding dengan lampu teplok, jadi tidak banyak warga yang memilikinya.

*************************************************************************** Tak terasa ujian nasional dan ujian praktek SD kami sudah berhasil kami lewati. Kini tibalah kami untuk mengambil ijazah tersebut. Pak Kirman menyampaikan ke kelas kami kalau ijazah dan DANEM tersebut tidak boleh diambil sendiri.

Kemudian kami selanjutnya mengajak orang tua kami masing-masing untuk mengambilkannya. MASA KECIL TEGAR This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bagian Kedua Aku adalah seorang anak laki-laki yang disayang dan dimanja oleh ayah dan ibuku.

Aku merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara. Mereka adalah Mas Murtopo Suparmin, Mbak Sri Suparni, Mbak Sri Suparmi, Mas Samiko, Mbak Budi Setyaning dan terakhir adalah aku, bernama Tegar Susanto. Ayahku bernama S. Domo doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ibuku Marsiyem Darmi.

Meski ayahku galak tapi hatinya lembut. Sedangkan ibuku terkenal ulet dan rajin dalam bekerja. Saat masih duduk dibangku SD, dulu banyak orang yang ikut dirumahku. Mereka banyak yang datang dari desa sekitar dan desa yang lain seperti: Setren, Tengger, Sendangrejo, Tambak, Karangjati, Pamor, Galsari, Kalanglundo, Sulursari dan lainnya yang masih berada di wilayah Purwodadi, Jawa Tengah. Kebanyakan mereka bekerja dirumah orang tuaku hanya demi sesuap nasi.

Walaupun mereka dibayar dengan upah makan mereka cukup senang. Kadangkala kalau ayahku lagi ada rejeki lebih mereka pun diberikan uang sebagai upah. Mereka antara lain: Lik Gaeb yang mengasuhku saat masih kecil, Sukarti, Lasiman, Daman dan lainnya. Ada yang bekerja sebagai pencari rumput untuk binatang ternak keluargaku.

Ada yang bekerja menjadi tukang masak. Ada yang bekerja mencari kayu bakar untuk bahan bakar masak di dapur. Ada pula yang bekerja khusus merawatku, misalnya: memandikan aku, mengantar dan menjemputku ke sekolah dan menyuapi aku makan. Lasiman dan Sukarti adalah orang yang bertugas bergantian mengantar dan menjemput aku sekolah saat masih TK sampai SD kelas IV. Saat masih SD selain ibuku, Sukarti juga yang biasa menyuapi aku saat makan. Saat waktunya mandi kadang Sukarti dan Lasiman juga yang bergantian memandikan aku.

Yah begitulah kehidupan di keluargaku di masa kecilku. Keluarga yang bukan tergolong kaya raya namun bisa dibilang berkecukupan. Ayahku selain bekerja sebagai mantri kesehatan saat itu beliau juga seorang yang multi talenta dalam bidang pendidikan, kesenian, dan pengobatan.

Ayahku pernah bilang kalau beliau itu lahir dari keluarga yang miskin. Karena keuletan dan ketekunannya beliau lah akhirnya bisa menjadi sukses. Sebelum sukses, beliau pernah menjadi seorang penggembala kambing, jualan petasan, menjadi jongos di daerah Jawa Timur, menjadi pemain ketoprak dan akhirnya mempunyai grup atau rombongan ketoprak sendiri dengan nama Pamin.

Saat menjadi pemain ketoprak selain sudah mempunyai grup sendiri ayahku juga terikat kontrak kerja dengan grup ketoprak yang lain yaitu Sakimin. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selain itu ayahku juga dipercaya untuk menjadi pranatacara (MC) saat ada acara pernikahan dan kegiatan tertentu lainnya dan pada puncak kesuksesannya beliau akhirnya menjadi seorang PNS Mantri Kesehatan di Puskesmas di wilayah Ngaringan, Jawa Tengah.

Sedangkan ibuku merupakan ibu rumah tangga. Ibuku sekolahnya tidak sampai tamat SD karena sulitnya perekonomian saat itu akhirnya demi membantu memperbaiki perekonomian keluarga, ibuku terpaksa harus putus sekolah di tengah jalan demi membantu memperbaiki kondisi ekonomi orangtuanya dengan berdagang dan lainnya. Waktu aku kecil ibuku selain menjadi ibu rumah tangga, ibu juga mempunyai kegiatan sambilan, yaitu membuka warung nasi kecil-kecilan.

Warung ibu selalu ramai oleh pengunjung saat itu karena masakan ibuku terkenal enak menurut pelanggan warungnya. Walaupun masakan yang disajikan di warung ibuku nasi pecel dan lontong, warung ibuku jarang sepi dari pelanggan.

Dalam bidang kesenian, ayahku mempunyai grup kesenian ketoprak sendiri, kadangkala aku pun diajak untuk menemani beliau saat akan berangkat pentas di daerah yang merupakan masih asing dalam diriku.

Saat ayahku ada jadual pentas aku seringkali dibiarkan tidur diruang make up para pemain ketoprak sampai acara selesai. Baru kalau pentas telah usai ayahku baru akan membangunkanku dari tidur bahkan terkadang bangun tidur tahu-tahu sudah pindah tempat, yaitu di rumah sendiri tanpa terasa saat aku masih tertidur ayah menggendongku sampai pulang ke rumah. Selain menjadi pemain ketoprak ayahku selalu mengisi acara-acara temu temanten (acara pembuka saat pengantin dipertemukan pada pesta pernikahan dalam adat Jawa) baik di kampung sendiri maupun di kampung lain.

Beliau seringkali diundang kesana kemari untuk menjadi MC diacara tersebut. Saat mengisi acara di setiap pesta pernikahan (pranatacara), ayahku selalu berbicara dengan menggunakan bahasa kedhaton (bahasa krama inggil yang dicampur dengan bahasa Jawa kuno atau kawi) yang tidak aku mengerti bahasanya sama sekali saat itu.

Dalam bidang pendidikan, ayahku pernah bilang saat beliau masih sekolah di bangku SR (Sekolah Rakyat ) beliau selalu mendapatkan peringkat pertama. Sebagai orang yang ahli dalam Kejawen ayahku juga sering sekali mendapat tamu dari desa sekitar maupun dari desa lain yang lumayan jauh letaknya dari rumahku untuk dimintai tolong oleh setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan agar dicarikan hari atau penanggalan yang baik menurut paham kejawen yang tidak sedikitpun aku untuk mengertinya karena ada rumus yang cukup rumit untuk menghitungnya.

Yah, hampir sama dengan belajar Matematika, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com padahal aku kurang suka dengan belajar Matematika.

Untuk balas terima kasih atas jasa yang diberikan kepada ayahku biasanya beliau akan mendapat kiriman nasi dengan lauk pauknya seekor ayam utuh yang sudah dimasak (ingkung) dengan beberapa jenis makanan tradisional didalamnya.

Aku pun merasa senang saat itu karena pada tiap musim pernikahan tiba, ayahku seringkali mendapat banyak kiriman makanan tersebut.

Selain menentukan hari baik untuk pernikahan, membangun rumah, mencari pekerjaan dan lainnya juga ada aturan perhitungannya menurut aturan kejawen. Disamping itu, adapula tamu ayahku yang minta jimat pengasihan atau apalah aku pun kurang memahaminya.

Dalam bidang kesehatan yang berprofesi sebagai seorang mantri kesehatan, ayahku selalu dimintai tolong orang atau pasien untuk menyuntik yang datang untuk berobat atau hanya sekedar periksa diri saja. Maklumlah kebetulan ayahku juga sudah menjadi pegawai negeri sipil mantri kesehatan di kala itu.

Tamunya pun berdatangan dari desa sekitar dan dari beberapa desa yang jauh juga. Mantri kesehatan dulu sudah dikenal seperti dokter jaman sekarang. Selain menyuntik pasien juga melayani anak laki-laki yang mau disunat. Sampai kelas 5 SD aku pun masih dirawat oleh para pekerja ayahku yang rela bekerja hanya demi sesuap nasi tanpa ada gaji bulanan.

Kebanyakan mereka adalah laki-laki yang bekerja di rumahku. Saat sekolah, setiap berangkat dan pulang aku selalu diantar jemput dengan memakai sepeda. Sepada merupakan alat transportasi yang tergolong mewah saat itu karena dalam satu kelurahan hanya ada 4 sepeda milik warga yang baru memilikinya.

Saat masih SD aku mempunyai sifat yang keras dalam menginginkan sesuatu, keinginanku kalau tidak segera dipenuhi pasti akan marah dan nangis. Bahkan sesekali para pekerja yang ikut dirumahku pernah aku lempari benda yang langsung aku peroleh dan kadang juga memaki-makinya sambil aku nangis. Apalagi saat pulang sekolah pekerja yang bertugas antar jemput aku disekolah kalau tidak bisa datang tepat waktu pasti akan aku marahi.

Pernah sekali juga waktu itu si Lasiman karena lupa atau entah ketiduran untuk menjemputku dari pulang sekolah, aku maki-maki dia dan bahkan seharian aku tidak mau untuk menegur atau menyapanya gara-gara kesalahannya itu. Kemudian Sukarti akan datang kepadaku kalau aku lagi marah. Sukarti adalah seorang tukang masak ibuku waktu kecil. Hobinya adalah makan gereh (sejenis ikan asin).

Dia yang biasa merayuku saat aku marah. Agar membuat aku tenang kembali dia selalu mempunyai cara tersendiri. Yah itulah kenakalanku di masa kecilku. Mungkin ada bedanya atau bahkan mungkin sedikit ada kesamaan dengan anak-anak seumuran aku di kala itu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat duduk dibangku Sekolah Dasar, Tegar bukanlah tergolong siswa yang pandai di kelas, karena Tegar malas dalam belajar.

Tegar hanya mendapat rangking di peringkat lima besar saja pada saat Tegar masih duduk di kelas satu sampai di kelas tiga SD aja. Setelah itu, mulai dari kelas empat sampai kelas enam SD Tegar pun malas dan malas belajar. Sampaisampai nilai hasil ujian Ebtanas kelulusan SD kelas enam itu hasil ujiannya jauh dari rata-rata sehingga Tegar pun sempat dimarahi sama kakak-kakaknya.

Itu gara-garanya Tegar keasyikan nonton acara TV dan main-main terus sampai-sampai kegiatan belajar itu sudah tidak menarik lagi buatnya. Jangan ditiru ya teman-teman hobinya Tegar saat masih kecil yang malas belajar dan suka jajan. Meskipun kakak-kakaknya berkali-kali mengingatkan Tegar untuk belajar, dia pun cuma sekedar bilang iya saja. Sempat juga kakaknya merasa jengkel melihat ulahnya itu yang hobinya cuma main dan jajan.

Pernah juga saat Tegar mau nonton acara TV kesukaannya, waktu itu ada salah satu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kakaknya bernama Mbak Sri Suparmi yang menyembunyikan ACCU yang dipakai untuk saluran listrik agar TV nya bisa menyala.

Kalau tidak ada ACCU tersebut pastinya TV tidak mungkin bisa menyala. Tegar pun marah dan nangis saat itu. Waktu aku (Tegar) kecil sih belum ada yang banyak mempunyai pesawat TV seperti pada era sekarang. TV di masa kecilku itu hanya tiga orang warga yang baru memilikinya saat itu. Itupun masih TV hitam putih dan bukan TV berwarna yang banyak ditemukan di setiap rumah-rumah warga dari kalangan atas maupun kalangan ke bawah seperti sekarang.

Bahkan banyak model TV yang berbentuk flat pada jaman sekarang, yang bisa ditonton dirumah, di kendaraan pribadi, di kendaraan umum dan di tempat umum lainnya juga bisa bahkan channelnya pun beragam, tidak seperti pada masa aku kecil yang baru ada TVRI saja dan channelnya pun masih terbatas tidak seperti saat ini. Setiap ada acara ketoprak dari Kediri yang diputar di TVRI misalnya, rumahku selalu penuh dengan banyak orang yang ingin doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan menonton bersama dalam acara tersebut.

Kira-kira hampir ada satu RT yang bisa hadir untuk menonton TV dirumahku saat itu. Sampai-sampai ada orang yang berjualan juga di depan rumahku. Kalau saat ini channel TV-nya sudah ada ANTV, INDOSIAR, RCTI, MNCTV, TRANSTV, TRANS 7, METROTV, TVONE, PROTV, TVKU, NETTV, BALITV dan lainnya.

Belum lagi yang memasang TV kabel atau antena parabola dapat menonton acara-acara TV dari channel stasiun TV luar negeri lainnya. Setelah ijazah kelulusan SD ku sudah bisa diambil, akupun mengambilnya ke kepala sekolah yang bernama Pak Parno saat itu dengan ditemani oleh ayahku sendiri.

Ayahku sih kelihatan kecewa melihat hasil prestasiku setelah tahu dari daftar nilai EBTANAS saat itu. Meskipun kecewa, ayahku tidak terlalu memarahiku saat itu. Beliau hanya menggerutu saja This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com saat melihat hasil nilaiku. Meskipun sudah dinyatakan lulus, tapi hasil nilainya jauh dari ratarata. Aku sih cuek saja karena setelah lulus SD aku sama sekali tidak ada minat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi saat itu.

Akupun istirahat selama satu tahun saat itu setelah lulus dari SDN 02 Sarirejo, Ngaringan. Selama satu tahun itu akupun cuma bisa main, jajan dan main saja kerjaannya.

Tibalah saat itu sekitar pertengahan Juli 1996, aku disuruh ibu untuk melanjutkan sekolah lagi. Awalnya sih aku masih ragu-ragu karena nilai ijazahku yang pas-pasan saat itu. Pasti tidak mungkin untuk bisa masuk di sekolah SMP favorit di sekitar tempatku. Karena atas nasehat, dan desakan ibu yang sabar dalam mendidik anaknya maka akhirnya dengan keadaan terpaksa aku pun mau untuk bersekolah lagi.

Waktu itu ibuku berkata begini: Meh dadi opo kowe le, mengko lek moh sekolah, lek ora sekolah maneh?! Saiki sing penting sekolah. Sekolah nang ngendi wae iku podho wae sing penting sekolah gak perlu mlebu sekolah negeri sing favorit, swasta wae yo oraopo.

‘Mau jadi apa nak, nanti kalau kamu tidak mau sekolah, kalau tidak sekolah lagi? Sekarang yang penting itu sekolah. Sekolah dimana saja itu sama saja yang penting sekolah, tidak perlu masuk di sekolah negeri favorit, yang swasta saja tidak apa-apa’. Aku pun hanya diam saat ibu berkata begitu padaku.

Kemudian, aku merenungkan semua nasehat dari ibuku. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mau melanjutkan sekolah lagi. DESA KELAHIRANKU Desaku itu desa yang kecil. Pastinya banyak orang yang belum tau tentang desaku. Kalau musim hujan tiba becek, dan lumpur tanah ada dimana-mana. Bagi yang punya kendaraan seperti motor, sepeda atau yang lainnya pasti capek untuk membersihkan kendaraan yang dipunya. Karena habis selesai pakai pasti sudah tampak kotor lagi karena akibat lumpur tanah akibat jalanan yang becek karena hujan.

Kalau musim kering atau kemarau tiba, debu pun ada dimana-mana. Sampai-sampai di pinggir jalan, dedaunan di pagar tanaman tampak kotor karena tertutub debu yang beterbangan di udara akibat tertiup oleh angin. Saat musim ini pun susah. Kendaraan pun tampak kotor karena debu yang menempel, meja kursi kalau tak sering disulak debunya juga akan cepat menutupi. Disamping itu, sumursumur banyak yang kering airnya karena akibat kemarau.

Banyak warga yang susah untuk mendapatkan air untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi, mencuci dan lainnya. Bahkan ada beberapa warga yang rela untuk ikut ngantri mengambil air di sumur yang jaraknya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lumayan jauh dari kampung warga. Meski ada irigasi desa, saat kemarau seringkali tak ada air yang cukup yang mengalir di irigasi tersebut.

Desaku bernama Sarirejo, yang terdiri dari dusun Galsari, Tambak, Karangjati, Tengger dan Setren. Aku sendiri dibesarkan di dusun Galsari.

Mobilitas untuk menuju kecamatan desaku lumayan susah. Karena jaraknya lumayan jauh dari kota dan kondisi jalan yang belum merata pembangunannya. Mayoritas penduduknya adalah petani dan pedagang. Namun, ada juga yang menjadi tukang kayu, bidan, perawat dan beberapa orang yang menjadi pegawai negeri guru, dosen, TNI, dan polisi.

Desaku terletak di paling ujung selatan kecamatan Ngaringan, berbatasan kecamatan Kradenan yang masih wilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi geografis Kabupaten Grobogan cocok untuk pertanian karena potensi aliran sungai Tuntang, Serang, dan Lusi, serta beberapa anak sungainya mampu mengairi sebagian tanah-tanah persawahan di Grobogan. Disamping itu, untuk tandon air, dibangunlah bendungan Sedadi, Kali Lanang, Sidorejo, Dumpil, Klambu, serta Waduk Kedungombo, Waduk Nglangon, dan Waduk Sanggah.

Penduduk Grobogan pernah dijajah oleh Jepang. Tepatnya pada tanggal 1 Maret 1942. Jepang mulai masuk wilayah Pulau Jawa, yaitu Banten, Indramayu dan Rembang masingmasing dengan kekuatan dan satu divisi. Pasukan yang mendarat di Rembang dengan cepat menuju ke ke arah selatan, sehingga dalam waktu sehari berhasil menduduki kota Blora. Dari Blora pasukan Jepang yang dipimpin oleh Yamamoto dan Matsumoto terus bergerak ke arah Purwodadi Grobogan dan berhasil menguasai kota ini pada tanggal 3 Maret 1942.

Dari Purwodadi Grobogan pasukan Jepang terus menuju ke selatan sehingga hampir semua kota di Jawa Tengah bagian selatan berhasil diduduki. Pada masa pendudukan Jepang ini, semua menderita, termasuk penduduk Kabupaten Grobogan.

Mobilitasi penduduk Kabupaten Grobogan digerakkan oleh Jepang melalui program pengerahan tenaga kerja paksa yang dikenal dengan 労務者 Roumusha. Ribuan tenaga roumusha ini dipekerjakan di tempattempat proyek pembangunan pertahanan militer Jepang, seperti pembuatan jalan, jembatan, waduk, lapangan udara dan rel kereta api. Disamping itu, penduduk yang masih tinggal di grobogan wajib menanam tanaman jarak. Di daerah-daerah Kabupaten Grobogan yang lahannya subur, penduduk wajib menyetorkan padinya demi kepentingan pertahanan militer Jepang.

Menurut cerita nenekku, penderitaan yang paling berat dirasakan adalah ketika dijajah oleh Jepang yang dikenal dengan jaman Jepang. Penderitaan mendalam yang dialami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com oleh masyarakat Grobogan ini lambat laun menumbuhkan rasa benci kepada Jepang, yang akhirnya membangkitkan perlawanan. Mereka mulai menghindar untuk setor padi, dengan cara memanen diam-diam padinya di malam hari, lalu menyimpannya di atas langit-langit atau loteng rumah.

Hal ini memang mengandung resiko tinggi, karena jika ketahuan bisa fatal akibatnya. Tapi masyarakat Grobogan tidak takut, demi untuk melawan kekejaman tentara Jepang. (Suparni, 2014: 71-72). AYAHKU ADALAH SEORANG PENGANUT KEJAWEN Aku sedari kecil sudah diatur dengan aturan kejawen dalam kehidupanku.

Setiap kegiatan apa saja pasti dikaitkan dengan kejawen. Apapun yang dikatakan ayahku tentang kejawen tidak ada satu pun anaknya yang berani membantahnya. Walaupun pandangan anaknya seringkali bergejolak dalam hati. Apa sih sebenarnya Kejawen itu?.

Well, let’s share together.asal-usul kejawen bermula dari dua tokoh misteri yang bernama Sri dan Sadono.

Sri sebenarnya penjelmaan dari Dewi Laksi, istri dari Sadono penjelmaan dari Wisnu. Itulah sebabnya kalau orang Jawa beranggapan bahwa Sri dan Sadono merupakan kakak-beradik, kebenaran ceritanya tergantung dari mana akan ditinjau.

Dalam kaitannya ini sesungguhnya Sri dan Sadono adalah suami istri yang menjadi cikal bakal kejawen. Maka dalam berbagai ritual mistik kejawen, keduanya selalu mendapat tempat khusus. Dewi Sri dipercaya sebagai Dewi Padi dan Dewi Kesuburan. Konon ceritanya, Dewi Sri pernah menjelma ke dalam diri tokoh putri Daha yang bernama Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana, sedangkan Sadono menjadi Raden Panji.

Keduanya pernah berpisah namun akhirnya berjumpa kembali. Berarti kaum kejawen sebenarnya berasal dari keturunan orang yang tinggi tingkat sosial dan kulturnya. Menurut beberapa sumber, pertemuan Sri dan Sadono atau Panji dan Sekartaji terjadi di gunung Tidar, Magelang.

Tempat itu kemudian oleh Sadono dan Sri diberi tanda (tetenger) dengan menancapkan paku tanah Jawa. Kebetulan pada saat itu di Jawa terjadi pergolakan yang hebat setelah adanya paku tersebut tanah Jawa menjadi tenang kembali.

Paku tersebut dikenal dengan sebutan Paku Buwana (paku bumi). Paku buwana inilah yang menyebabkan orang Jawa tenang, sehingga keturunan Sadono dan Sri menjadi banyak. Hanya saja keturunan mereka ada yang baik dan ada yang buruk. Maka, Batara Guru segera menyuruh Semar dan Togog ke gunung Tidar. Semar diminta mengasuh keturunan Sadono dan Sri yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baik-baik, sedangkan Togog mengasuh yang angkara murka (yang tidak baik).

Togog dan Semar pun akhirnya menuruti perintah itu, karena merasa bahwa Batara Guru sebagai rajanya. Suatu ketika, Batara Guru mengadakan perlombaan menelan gunung untuk menguji kesaktian Semar dan Togog.

Namun, Semar dan Togog dianggap kalah dalam perlombaan tersebut. Ketika lomba dimulai, Togog mendapat giliran pertama untuk menelan gunung. Gunung itu tidak dapat masuk ke mulut Togog, tetapi dia memaksakannya. Akibatnya mulut Togog menjadi sangat lebar. Sedangkan Semar dapat menelan gunung, tetapi gunung itu tidak dapat keluar dari tubuhnya sehingga menyebabkan bokongnya menjadi besar. Kelak, gunung yang ada di dalam perut semar berfungsi sebagai senjatanya.

Semar terkenal dengan kentutnya yang sangat bau (busuk) sebagai senjatanya yang mematikan. Dalam perlombaan menelan gunung, hanya Batara Guru yang sukses. Dia dapat menelan gunung dan akhirnya berhak menjadi raja di kahyangan. Namun, dia juga tidak bisa mengeluarkan gunung dari perutnya, bahkan tiba-tiba tangannya bertambah menjadi dua sehingga semuanya menjadi empat. Paham mistik Sri dan Sadono, selanjutnya dalam tradisi kejawen dipuja menjadi sebuah patung kecil bernama Loro Blonyo.

Patung tersebut senantiasa diletakkan di kamar (senthong) tengah dan selalu menjadi pajangan pada saat ada pesta pernikahan. Patung tersebut juga diwujudkan dalam tarian untuk menyambut pengantin, yaitu tari Karonsih.

Maksudnya, menyatukan dua tubuh laki-laki dan perempuan yang penuh sih (cinta suci). Tarian ini melambangkan pertemuan antara Dewi Sekartaji dan Raden Panji. Ajaran kuno yang selalu menjadi pedoman dan dikaitkan dengan Sri-Sadono adalah falsafah Ajisaka.

Ada kepercayaan bahwa dari Ajisaka ini lahirlah aksara Jawa. Falsafah Ajisaka penuh dengan liku-liku kejawen. Ajisaka berasal dari kata Aji (raja, yang dihormati, dipuja dan disembah) dan Saka yang berarti tiang atau cabang.

Ajisaka berarti tiang penyangga yang memperkokoh diri manusia, yang berupa religiusitas. Religiusitas Jawa tak lain adalah tentang mistik kejawen. Mistik kejawen adalah saka guru (empat tiang penyangga) kehidupan kejawen.

Oleh karena itu, jika kejawen tanpa mistik, maka pudarlah kejawen tersebut. Kejawen dan mistik telah menyatu menjadi sebuah ekspresi religi mistik kejawen. Sistem berpikir mistis sering mempengaruhi pola-pola hidup yang bersandar pada nasib. Nasib ini dalam istilah Jawa dinamakan kebegjan (keberuntungan) yang telah disertai dengan usaha. Karena usaha dan nasib juga sering menyatu padu. Maka, orang Jawa justru sampai pada pemikiran homologi antropokosmik, maksudnya dalam langkah dan kehidupannya disesuaikan dengan tatanan manusia dan dunia sekelilingnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih.

Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya. Macam-macam nafsu pada diri manusia terdapat tujuh macam, diantaranya: 1.

Nafsu amarah. Nafsu manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya. Ciri-cirinya: Gampang tersinggung, selalu marah-marah, tidak mau kalah, dendam, ringan tangan, nafsu sex yang tidak terkendali, tidak ada rem dalam dirinya (Norma atau etika). (Qs:Yusuf: 10, ayat: 53) 2. Nafsu lawwamah. Setingkat lebih baik daripada nafsu amarah, namun dia belum stabil betul, karena terkadang dia kembali kepada tingkat nafsu amarah.

Ciri-ciri : Tidak stabil, setelah menjadi baik bahkan mengajak orang untuk baik pula, setelah ada ujian atau godaan sedikit saja masih kembali ke asal (maksiat) dan tidak sabar.

(Qs: Al-Qiyamah: 75, ayat: 2). 3. Nafsu mulhimah, telah cukup mengetahui tentang kebenaran (haq) dan kesalahan (bathil), namun belum mampu untuk melaksanakannya dengan baik, dikarenakan kelemahannya. Ciri-cirinya : telah mengetahui kebathilan atau kemaksiatan tapi tetap saja melakukannya dengan kesadaran, telah mengetahui kebenaran tapi tidak ada kemauan untuk melaksanakannya.

(Qs: Asy-Syam: 91: ayat: 8) 4. Nafsu muthmainah. Tingkatan ini adalah orang yang telah dijanjikan Allah SWT untuk masuk ke dalam syurga-Nya (Al-Jannah). Ciri-cirinya :Jiwa tenang, kembali kpd Rabbnya dgn hati yang puas, kepribadian yang mantap mengerjakan perintah Allah, meninggalkan larangan, tidak mudah terpengaruh, Istiqamah. (Qs: Al-Fajr: 89, Ayat: 2730) 5.

Nafsu radhiah. Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan menjadi nikmat baginya. Ciri-ciri :penuh dengan ketaqwaan, menerima segala ujian, musibah, tantangan dengan keikhlasan dan penuh kesabaran (tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah). (Qs: Al-Baqarah, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan & Ali Imran, 3/146).

6. Nafsu mardhiah. Tingkatan ini beradan setingkat lagi di atas Nafsu Radhiah, Sesuatu yang sunnah menjadi wajib dan yang subhat menjadi haram. Ciri-cirinya : Semua yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dimiliki pada tingkatan nafsu radhiah ditambah mempunyai daya amal ma'ruf nahi munkar sejati, menjadi pemberi peringatan dan berita gembira.

(Qs: Ali mran, 3/104 & 19/97). 7. Nafsu kamilah. Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabinabi dan Rasul-rasul. (Penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah). Ciricirinya: Sifat Nabi / Rasul : Siddiq (jujur/ benar), doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan (dipercaya) Fathonah (cerdas), Tabliq (menyampaikan).

(Qs: Ali-Imran, 3/110, 33/21) Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatankekuatan batin tanpa ada gunanya.

Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi. Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti). Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan.

Sistem berpikir mistis biasanya terpantul dalam tindakan nyata yang disebut laku. Orang Jawa gemar menjalankan laku yang identik dengan prihatin. Laku juga senada dengan tirakat (ngurang-ngurangi), yang lebih eksplisit lagi sering dinamakan tapa brata (bersemedi ditempat yang tidak boleh terkena cahaya matahari).

Karena itu, orang Jawa sering menjalankan tapa ngrowat (makan yang tidak berbiji), tapa ngidang (hanya makan sayuran), mutih (hanya makan nasi tanpa garam maupun lauk-pauk). Berbagai laku tersebut dilakukan untuk membersihkan diri secara batin. Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa.

Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Atau biasa disebut juga Penabungan Energi. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi.

Jika badan atau fisik kita memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kekuatan supranatural, kita perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai.

Caracara penabungan energi lazim disebut Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa, wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut.

Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Macam-macam ilmu aliran Islam Kejawen diantaranya adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga.

Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. 1. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal. Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.

Contohnya ilmu Asma’ Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll. 2. Ilmu Kewibawaan dan Ilmu Pengasihan. Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang diucapkan.

Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.

Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo. Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau.

Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. 4. Ilmu Khodam. Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya.

Khodam sesungguhnya berbeda dengan jin atau setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 5. Ilmu Permainan (Atraksi). Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung.

Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertarung pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. 6. Ilmu Kesehatan. Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi biologis tubuh manusia.

Manusia yang mengalami tingkatan mistis berarti telah mencapai makrifat yang tertinggi. Senada dengan ini, Simuh (1995:28-30) juga menjelaskan bahwa untuk mencapai makrifat tertinggi dapat ditempuh melalui: a.

Distansi, yaitu upaya manusia mengambil jarak antara diinya dengan nafsu-nafsu yang berusaha memperhamba jiwanya serta mengambil jarak dengan ikatan dunia. Segala sesuatu selain Allah. Distansi ini merupakan syarat mutlak bagi sarana untuk menemukan kesadaran lakunya. Sehingga benar-benar dapat berdiri sebagai khalifah, yakni mendekatkan diri dan tidak menghambakan hawa nafsu ataupun penghambatan dunia.

Langkah ini untuk mencapai suasana hati yang suci, terbebas dari ikatan selain hanya kepada Allah. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com b. Konsentrasi, yaitu upaya berdzikir kepada Allah untuk mendapatkan penghayatan langsung terhadap alam gaib yang puncaknnya makrifat kepada Allah, bahkan bersatu dengan Tuhan.

Ajaran ini tergolong tasawuf murni untuk menemukan hakikat Tuhan. Hal ini biasanya dilakukan oleh golongan khawas (para wali Allah) yang benar-benar sanggup menyucikan hatinya. Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, dan AS).

Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya.

Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini. Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa.

Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst. Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau.

Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut. Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”.

Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-samamakna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst.

Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sebagai berikut; 1. Klenik Merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci.

Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada. 2. Mistis Adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.

3. Tahyul Adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam.

4. Tradisi Dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat.

Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan.

Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kejawen adalah sebuah kepercayaan yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa.

Kejawen hakikatnya adalah suatu filsafat dimana keberadaanya ada sejak orang Jawa (Bahasa Jawa: Wong Jawa, Krama: Tiyang Jawi) itu ada. Kata “Kejawen” berasal dari kata "Jawa", yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah "segala sesuatu yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawaan)". Penamaan "kejawen" bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ibadahnya menggunakan bahasa Jawa.

Dalam konteks umum, kejawen sebagai filsafat yang memiliki ajaran-ajaran tertentu terutama dalam membangun Tata Krama (aturan berkehidupan yang mulia), Kejawen sebagai agama itu dikembangkan oleh pemeluk Agama Kapitayan jadi sangat tidak arif jika mengatasnamakan Kejawen sebagai doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dimana semua agama yang dianut oleh orang Jawa memiliki sifat-sifat kejawaan yang kental.

Kejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa, laku olah sepiritualis kejawen yang utama adalah Pasa (Berpuasa) dan Tapa (Bertapa). Simbol-simbol "laku" berupa perangkat adat asli Jawa, seperti keris, wayang, pembacaan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya.

Simbol-simbol itu menampakan kewingitan (wibawa magis) sehingga banyak orang (termasuk penghayat kejawen sendiri) yang dengan mudah memanfaatkan kejawen dengan praktik klenik dan perdukunan yang padahal hal tersebut tidak pernah ada dalam ajaran filsafat kejawen.

Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman. Hal tersebut dapat dilihat dari ajarannya yang universal dan selalu melekat berdampingan dengan agama yang dianut pada zamannya.

Kitab-kitab dan naskah kuno Kejawen tidak menegaskan ajarannya sebagai sebuah agama meskipun memiliki laku. Kejawen juga tidak dapat dilepaskan dari agama yang dianut karena filsafat Kejawen dilandaskankan pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf Jawa. Sejak dulu, orang Jawa mengakui keesaan Tuhan sehingga menjadi inti ajaran Kejawen, yaitu mengarahkan insan : Sangkan Paraning Dumadhi ("Dari mana datang dan kembalinya hamba Tuhan") dan membentuk insan se-iya se-kata dengan Tuhannya : Manunggaling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kawula lan Gusthi ("Bersatunya Hamba dan Tuhan").

Dari kemanunggalan ‘Ketuhanan’ itu, ajaran Kejawen memiliki misi sebagai berikut: a. Mamayu Hayuning Pribadhi (sebagai rahmat bagi diri pribadi) b.

Mamayu Hayuning Kaluwarga (sebagai rahmat bagi keluarga) c. Mamayu Hayuning Sasama (sebagai rahmat bagi sesama manusia) d. Mamayu Hayuning Bhuwana (sebagai rahmat bagi alam semesta) Berbeda halnya dengan kaum abangan kaum kejawen relatif taat dengan agamanya, dengan menjauhi larangan agamanya dan melaksanakan perintah agamanya namun tetap menjaga jatidirinya sebagai orang pribumi, karena ajaran filsafat kejawen memang mendorong untuk taat terhadap Tuhannya.

jadi tidak mengherankan jika ada banyak aliran filsafat kejawen menurut agamanya yang dianut seperti : Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen, Budha Kejawen, Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap melaksanakan adat dan budayanya yang tidak bertentangan dengan agamanya. Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung berhasil menyusun dan mengumumkan berlakunya sistem perhitungan tahun yang baru bagi seluruh kerajaan Mataram yakni perhitungan tahun Jawa, yang hampir secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, berdasarkan atas perjalanan bulan.

Namun, awal perhitungan Jawa ini tetap pada tahun Saka, yaitu tahun 78 Masehi. Penciptaan tahun Jawa yang diberlakukan sejak tahun 1633 tersebut merupakan perpaduan antara Hijriyah dan Saka. Karena secara keseluruhan menyesuaikan dengan tahun Hijriyah, baik mengenai bilangan dan nama-nama hari setiap minggunya ataupun nama-namanya.

Bagi masyarakat kejawen, perubahan dari tahun Saka yang berdasarkan atas peredaran matahari ke tahun Jawa yang berdasarkan ke peredaran bulan, sebenarnya menghadapi persoalan yang cukup rumit. Namun, persoalan ini dapat diatasi, karena awal perhitungan tahun Saka tetap dipertahankan. Konversi dari kerajaan Hindu-Buddha ke Islam menimbulkan jenis kepustakaan Jawa yang disebut primbon, serat dan suluk.

Dalam hal ini, Simuh (2008) menamakannya dengan kepustakaan Islam kejawen. Primbon, sebenarnya dikenal di berbagai suku di Nusantara, tetapi tampaknya lebih menggejala di dalam masyarakat Jawa, Bali dan Lombok. Bahkan Alfani Daud (1997), menemukan tradisi perhitungan waktu primbon pada masyarakat Islam Banjar. Dalam masyarakat kejawen, waktu adalah tatanan yang berada di luar semua hal.

Terdapat suatu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com waktu yang asali dan primordial, dan semua waktu berakar pada waktu asali itu, serta mendapatkan identitas dan mutunya disana. Semua peritiwa alami dikuasai oleh takdir, dan semua peristiwa manusiawi harus menyesuaikan diri dengan keteraturan yang telah ditetapkan. Arti waktu bagi seseorang, merupakan waktu yang baik, bagi yang lain tidak baik. Waktu itu bukan linear, tetapi siklis, teratur dalam periodisitas-periodisitas.

(Soemardjo, 2002). Bakker (1995) menggolongkan pemikiran tentang waktu dalam 4 golongan, yaitu 1) subjektivisme (waktu itu sesuatu yang tidak riil, hanya merupakan subjektif-individual yang berasal dari pikiran) 2) relisme ekstrem (waktu itu realitas absolut otonom yang universal, tidak memiliki kesatuan intrinsik, tetapi menunjukkan urutan-urutan murni), 3) realis lunak (waktu merupakan aspek perubahan riil, tetapi dihasilkan oleh subjek, dan terabstraksi oleh kreativitas pengkosmos), 4) subjektivisme lunak (menurut Henri Begson waktu itu memang riil, tetapi selalu berciri kualitatif, tidak bereksistensi, dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan terukur, sebab kesadaran manusia memang tidak bereksistensi.

Karena waktu itu netral moralitas, maka dalam waktu, terdapat apa yang disebut baik atau selamat, dan apa yang disebut tidak baik atau tidak selamat. Waktu itu baik, dan tidak baik sekaligus, begitu pula ruang, itu baik dan tidak baik. Waktu yang sama dan ruang yang sama, bagi subjek yang koordinat waktu dan ruangnya amat berbeda dalam tertip kosmos, maka bagi yang satu baik dan bagi yang lain tidak baik.

Karena waktu dan ruang itu mengandung paradoks di dalam dirinya. Aspek tidak baik dalam waktu mendapat perhatian utama bagi masyarakat kejawen. Waktu yang tidak baik dikuasai oleh Bathara Kala, bukan Brahman itu sendiri. Apalagi kepercayaan itu bersifat pantheistik, sebab waktu dan ruang tidak lain Brahman sendiri, dan juga segala yang ada ini adalah emanasi atau pancaran Dzat Brahman.

Bathara Kala mengincar dan awas bagi mereka yang melanggar larangan atau tabu dalam hitungan Primbonnya. Pelanggaran tabu ini akan dapat dibetulkan dan disucikan lewat upacara ruwatan kepada Bathara Kala, sang penguasa waktu. Primbon dan ruwatan tidak dapat dipisahkan bagi orang yang melanggar tabu. Itulah sebabnya bagi masyarakat kejawen, primbon dianggap penting.

Primbon diletakkan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kerangka berpikir Harai Brahma, hanya saja tidak jelas di masa yang mana. Apakah termasuk masa Kaliyuga (zaman kegelapan), Dwaparayuga (zaman ketika moral manusia sempurna), atau Tretayuga (zaman ketika moral manusia belum sempurna). Yang jelas bukan masa Kertayuga (penciptaan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dunia).

Masa yang disebut Caturyuga ini tengah berlangsung sekarang. Mungkin masa primbon sudah memasuki masa Kaliyuga, yang entah berapa ribu tahun usianya. Dengan demikian, primbon memperlakukan kategori waktu secara semesta dan rinci. Dasar perhitungan waktu semesta itu berdasarkan dari agama Hindu.

Dalam agama Hindu, diajarkan tentang adanya hari Brahma (penciptaan material dan alam semesta) dan malam Brahma. Waktu (kala) adalah Bathara Kala yang menguasai kesatuan-kesatuan waktu mulai dari jam sampai yuga (siklus perkembangan zaman). Misalnya, pada jam berapa pasangan pengantin harus melaksanakan upacara pernikahan.

Bagi pasanyan yang mempunyai weton pasaran Pon dan Wage, lebih baik deselenggarakan pada jam 03.30 sampai 05.59, karena pada jam tersebut, mempunyai makna rejeki dan selamat.

Pasangan ini hendaknya menghindari pernikahan pada jam 08.25-10.11, lantaran pada jam atau waktu tersebut keduanya adalah tabu atau pelanggaran. Justru pada jam tersebut amat baik bagi pasangan yang mempunyai weton pasaran Legi dan Pahing.

Begitu pula pada hari-hari yang tabu bagi siapapun untuk mengadakan perjalanan atau kegiatan-kegiatan yang lain yang mengandung resiko kecelakaan. Hari-hari tersebut adalah Rebo Legi, Ngat Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon. Begitu pula dengan ketentuan Wuku, misalnya mereka yang berwuku Warigalit sama sekali terlarang atau tabu. Apabila pada hari Kemis Pon, mengadakan segala jenis kegiatan yang mengandung resiko kecelakaan, seperti bepergian, naik pohon, mengendarai motor, menebang pohon, ataupun yang lainnya.

Dalam hitungan tahun juga banyak tabu, misalnya, terlarang bagi orang yang lahir pada tahun Alip. Yang lahir pada tahun ini, dilarang untuk mengadakan upacara hari Sabtu Pahing, dan yang lahir pada tahun Ehe dilarang pada hari Kamis Pahing, dst. Hubungan antara tahun kelahiran, dengan bulan keberuntungan, dan kesialan menurut kitab primbon, adalah mereka yang lahir pada tahun Alip yang memiliki satu bulan keberuntungan yakni bulan pertama, sedangkan bulan sialnya adalah bulan ke-9 dan ke-11.

Yang lahir pada tahun Je, mempunyai keberuntungan bulan-bulan terbanyak, yakni ke-4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 12. Sedangkan bulan jeleknya adalah bulan ke-1, 2, 3, dan 10. Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan "ibadah"). Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menekankan pada konsep "keseimbangan".

Sifat kejawen yang demikian memiliki kemiripan dengan Konfusianisme (bukan dalam konteks ajarannya). Penganut kejawen hampir tidak pernah mengadakan kegiatan perluasan ajaran, tetapi melakukan pembinaan secara rutin. Jawa dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.

Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran Islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan baik bagi penyebarannya.

Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa. Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya Jawa dan nilainilai agama Islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa Jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat syahadad.

Aliran Islam Jawa tumbuh subur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional.

Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat Jawa sebelum Islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Islam kejawen timbul diperiode sejarah Islam yang disebut modern dan mempunyai tujuan untuk membawa umat Islam kepada kemajuan. Sebagai halnya di Barat, di dunia Islam gerakan Islam modernis timbul dalam rangka menyesuaikan paham-paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Dengan jalan demikian, pemimpin-pemimpin Islam modern mengharapkan akan dapat melepaskan umat Islam dari suasana kemunduran, untuk selanjutnya dibawa kepada kemajuan.

Islam modernis juga timbul sebagai respon tehadap berbagai keterbelakangan yang dialami oleh umat Islam, seperti keterbelakangan dalam bidang ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, politik dan lain sebagainya.

Keadaan seperti ini dinilai tidak sejalan dengan Islam sebagaimana terdapat dalam al-Quran dan al-Sunnah. Dalam kedua sumber ajaran tersebut, Islam digambarkan sebagai agama yang membawa kepada kemajuan dalam segala bidang, untuk tercipta kemaslahatan umat. Namun dalam kenyataannya umat Islam tidak memperlihatkan sikapnya yang sejalan dengan al-Quran dan al-Sunnah itu.

Jika demikian adanya, maka diduga terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam memahami al-Quran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan al-Sunnah tersebut, serta adanya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa latar belakang timbulnya Islam modernis adalah sebagai respon kepedulian terhadap upaya mengatasi berbagai keterbelakangan umat Islam.

Upaya tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mencari sebab-sebab kemunduran dan keterbelakangan tersebut, seperti karena meninggalkan al-Quran dan al-Sunnah, lemahnya persaudaraan, pertikaian politik, sikap pasrah atau jumud serta karena mengikuti bidah, khurafat dan takhayyul.

Dengan demikian inti dari munculnya Islam modernis adalah perlunya dibuka kembali pintu ijtihad. Dengan cara demikian, ajaran Islam tidak hanya responsip terhadap berbagai masalah aktual yang muncul ditengah-tengah masyarakat, juga akan terjadi reinterpretasi terhadap al-Quran dan al-Sunnah, revitalisasi terhadap posisi umat Islam, dan reformulasi terhadap berbagai produk pemikiran ulama masa lalu.

Islam modernis di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak awal abad kedua puluh. Pada tahun 1906 misalnya muncul apa yang disebut kelompok muda di Sumatera Barat, tepatnya di Minangkabau. Mereka itu adalah Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), Haji Abdullah Ahmad, dan Syaikh Daud Rasyidi. Kelompok ini mendapat tantangan keras dari kelompok tua yang terdiri dari Syaikh Khatib Ali, Khatib Sayyidina, Syaikh Bayang, Syaikh Seberang, Imam Masjid Ganting, dan Syaikh Abbas. Kelompok Islam modernis yang terdiri dari kaum ulama dan cendikiawan tersebut sering melakukan protes terhadap struktur kekuasaan adat yang tidak memberikan tempat kepada mereka.

Selanjutnya paham Islam modernis dikembangkan dan dimasyarakatkan lebih sungguh-sungguh oleh Harun Nasution melalui Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, lembaga di mana yang bersangkutan sebagai dosen dan orang nomor satu, yakni sebagai Rektor dari sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 1985. Melalui karyakaryanya beliau berusaha menjelaskan apa yang dimaksud dengan Islam modernis, apa tujuan serta programnya dan sebagainya.

Pemikiran Harun Nasution ini banyak diikuti oleh para mahasiswa di IAIN Jakarta dan perguruan tinggi lainnya, tempat di mana ia mengabdikan ilmunya. Alumni IAIN Jakarta seperti Fachry Ali, Komaruddin Hidayat, Atho Mudzhar, Hadi Mulyo, Mansur Faqih, Azyumardi Azra, Saeful Muzani, Abuddin Nata, Sudirman Teba dan lainnya adalah murid-murid beliau yang hingga kini tetap komitmen dan mensosialisasikan paham Islam modernis tersebut.

Pemikiran Islam modernis lebih lanjut dikembangkan dan dimasyarakatkan dengan penuh agresivitas oleh Nurcholish Madjid melalui berbagai karyanya. Dalam berbagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com karyanya itu Nurcholish Madjid mengatakan bahwa bagi seorang muslim modernisasi adalah suatu keharusan-bahkan suatu kewajiban mutlak. Modernisasi adalah perintah dan ajaran Tuhan.

Ide-ide Islam modernis selanjutnya diperkenalkan oleh Mukti Ali, Deliar Noer dan Munawir Sjadzali. Dalam bukunya yang berjudul Islam Dan Sekularisme Di Turki Modern, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Alam Pikiran Islam Modern Di India Dan Pakistan, Mukti Ali dengan panjang lebar membahas pemikiran Islam modernis dari tokoh-tokoh Turki seperti Ziya Gokalp (lahir 1875M) dan Kemal Attaturk; dan tokoh dari India dan Pakistan seperti Sayyid Ahmad Khan, Hali, Mohsinul Mulk, Viqarul Mulk, Syibli, Sayyid Amir Ali, Abul Kalam Azad, Maulana Muhammad Ali, Iqbal, Muhammad Ali Jinnah, Liaquat Ali Khan, dan Maulana Sayid Abul Ala al-Maududi.

Menurut Ziya Gokalp, bahwa Islam sejalan dengan peradaban modern, sekalipun banyak dari orang-orang yang sekurun zaman dengan dia mempunyai pendapat yang berbeda. Modernisasi yang mengandung pikiran, aliran, gerakan, dan usaha untuk mengubah paham, adat istiadat, instituisi lama dan sebagainya, agar semua itu dapat disesuaikan dengan pendapat-pendapat dan keadaan baru yang timbul oleh tujuan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Modernisasi atau pembaruan juga berarti proses pergeseran sikap dan mentalitas mental sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan hidup masyarakat kini.

Modernisasi merupakan proses penyesuaian pedidikan Islam dengan kemajuan zaman. Latar belakang dan pola-pola pembaharuan dalam Islam, khususnya dalam pendidikan mengambil tempat sebagai : 1) golongan yang berorentasi pada pola pendidikan modern barat, 2) gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang berorentasi pada sumber Islam yang murni dan 3) pembaharuan pendidikan yang berorentasi pada nasionalisme.

Modernisasi pendidikan Islam Indonesia masa awalnya dikenalkan oleh bangsa kolonial Belanda pada awal abad ke-19. Program yang dilaksanakan oleh kolonial Belanda dengan mendirikan Volkshoolen, sekolah rakyat, atau sekolah desa (Nagari) dengan masa belajar selama 3 tahun, di beberapa tempat di Indonesia sejak dasawarsa 1870-an.

Pada tahun 1871 terdapat 263 sekolah dasar semacam itu dengan siswa sekitar 16.606 orang; dan menjelang 1892 meningkat menjadi 515 sekolah dengan sekitar 52.685 murid.

Point penting eksprimen Belanda dengan sekolah nagari terhadap system dan kelembagaan pendidikan Islam adalah tranformasi sebagian surau di Mingkabau menjadi sekolah nagari model Belanda. Memang berbeda dengan masyarakat muslim jawa umumnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memberikan respon yang dingin, banyak kalangan masyrakat muslim Minangkabau memberikan respon yang cukup baik terhadap sekolah desa.

Perbedaan respon masyarakat Muslim Minangkabau dan jawa banyak berkaitan dengan watak cultural yang relatif berbeda, selain itu juga berkaitan dengan pengalaman histories yang relatif berbeda baik dalam proses dan perkembangan Islamisasi maupun dalam berhadapan dengan kekuasaan Belanda. Selain itu perubahan atau modernisasi pendidikan Islam datang dari kaum reformis atau modernis Muslim.

Gerakan reformis Muslim yang menemukan momentumnya sejal abad 20 berpendapat, diperlukan reformasi system pendidikan Islam untuk mempu menjawab tantangan kolonialisme dan ekspansi Kristen. Respon sistem pendidikan Islam tradisional seperti doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan (Minangkabau) dan Pesantren (Jawa) terhadap modernisasi pendidikan Islam menurut Karel Steenbrink dalam kontek surau tradisional menyebutnya sebagai menolak dan mencontoh, dalam kontek pesantren sebagai menolak sambil mengikuti.

Untuk itu, tak bisa lain dalam pandangan mereka, surau harus mengadopsi pula beberapa unsur pendidikan modern yang telah diterapkan oleh kaum reformis, khususnya system klasikal dan penjejangan, tanpa mengubah secara signifikan isi pendidikan surau itu sendiri.

Selain respon yang diberikan oleh pesantren di Jawa, komunitas pesantren menolak asumsi-asumsi keagamaan kaum reformis. Tetapi pada saat tertentu mereka pasti mengikuti langka kaum reformis karena memiliki manfaat bagi para santri, seperti sistem penjenjangan, kurikulum yang lebih jelas dan system klasikal. Pesantern yang mengikuti jejak kaum reformis adalah pesanteren Mambahul ‘ulum di Surakarta, dan di ikuti oleh pesantren Modern Gontor di Ponorogo. Pondok tersebut memasukan sejumlah mata pelajaran umum ke dalam kurikulumnya, juga mendorong santrinya untuk memperlajari Bahasa Inggris selain Bahasa Arab dan melaksanakan sejumlah kegiatan ekstra kurikuler seperti olah raga, kesenian dan sebagainya.

Sistem Pendidikan Islam pada mulanya diadakan di surau-surau dengan tidak berkelas-kelas dan tiada pula memakai bangku, meja, dan papan tulis, hanya duduk bersela saja. Kemudian mulialah perubahan sedikit demi sedikit sampai sekarang. Pendidikan Islam yang mula-mula berkelas dan memakai bangku, meja dan papan tulis, ialah Sekolah Adabiah ( Adabiah School) di Padang. Adabiah School merupakan madrasah (sekolah agama) yang pertama di Minangkabau, bahkan diseluruh Indonesia.

Madrasah Adabiah didirikan oleh Almarhum Syekh Abdullah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ahmad pada tahun 1909. Adabiah hidup sebagai madrasah sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi H.I.S. Adabiah pada tahun 1915 di Minangkabau yang pertama memasukkan pelajaran Agama dalam rencana pelajarannya. Sekarang Adabiah telah menjadi sekolah Rakyat dan SMP.

Setelah berdirinya madrasah Adabiah, maka selanjutnya diikuti madrasah lainnya seperti madras Schol di Sungyang ( daerah Batusangkar) oleh Syekh M.Thaib tahun 1910 M, Diniah School (madrasah diniah) oleh Zainuddin Labai Al-Junusi di Padangpanjang tahun 1915.

Sumatra Thawalib memberikan pengajaran baik di bidang keagamaan maupun bidang-bidang lain yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan modern. Sementara di Jawa, Muhammadiyah adalah yang pertama mendirikan lembaga-lembaga pendidikan bergaya modern. Hingga perkembangannya pada 1925, Muhammadiyah telah memiliki 14 madrasah, 8 HIS, sebuah sekolah guru di Yogyakarta dan 32 sekolah dasar 5 tahun.

Di antara guru Agama banyak juga mengarang kitab-kitab untuk madrasah ialah 1) H. Jalaluddin Thaib, seperti kitab jenjang bahasa arab 1-2, Tingkatan bahasa arab 1-2, Tafsir AlMunir 1-2, ( 2) Anku Mudo Abdul hamid Hakim, seperti kitab: Al-Mu’in Al-Mubin 1-5, AsSullam, Al-Bayan Tahzibul akhlaq, ( 3) Abdur-Rahim Al-Manafi seperti doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan : Mahadi ‘ilmu Nahu, Mahadi ilmu Sharaf, Al-Tashil, Lubahul Fighi, Al-Huda, Asasul adab.

Ulama-ulama yang mengadakan perubahan dalam pendidikan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan di Minangkabau adalah 1) syekh Muhd. Thaib Umar Sungayang, batu sangkar tahun 1874-1920 M.

2) Syekh H. Abdullah Ahmad, Padang tahun 1878 M-1933M, 3) Syekh H. Abdul karim Amrullah, Maninjau 1879-1945 M, 4) Syekh H.M. Jamil Jambek Bukittinggi 1860-1947, 5) dan lainlain. Surau–surau yang termashur di Minangkabau adalah sebagai berikut ; 1) Surau Tanjung Sung yang didirikan oleh Syekh H.M Thaib Umar pada doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan 1897 M dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Al-Hidayah dan SMPI, PGA, 2) Surau Parabek, Bukittinggi didirikan oleh Syekh H.

Ibrahim Musa pada tahun 1908 M. dan masih hidup sampai sekarang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan nama Thawalib, 3) Surau padang Japang didirikan oleh Syekh H. Abbas Abdullah pada tahun 1913 dan masih hidup sampai sekarang dengan nama Darul funun Abbasiah, 4) dan lain-lain. Tentang keadaan pendidikan Islam di Minangkabau pada masa beberapa tahun sebelum tahun 1900. dilukiskan dalam skema pendidikan Islam. Dari perkembangan di awal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com abad doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, penting ditegaskan, madrasah tampak telah mengalami beberapa perubahan penting di banding masa sebelumnya.

Di sini, seperti terlihat dari beberapa contoh di atas, madrasah telah berkembang menjadi satu lembaga pendidikan dengan ciri-ciri yang dikenal kini. Model madrasah ini didirikan sebagai bagian dari upaya umat untuk mengadopsi sistem pendidikan modern yang diperkenalkan kolonial, dan pada saat yang sama karena ketidakpuasan terhadap lembaga pendidikan nasional yang telah berdiri sebelumnya.

Oleh karena itu, gagasan modernisasi dan kemajuan merupakan bagian inheren dari perkembangan madrasah saat itu. Madrasah merupakan salah satu perwujudan hasrat muslim untuk melangkah pada dunia baru doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan disebut dengan alam kemajuan.

Pendidikan pada saat sekarang tidak lagi dipahami sebagai peneguhan proses transformasi pengetahuan (knowledge) yang hanya dikuasai oleh sekolah (pendidikan formal). Guru dengan demikian tidak lagi dipandang sebagai ‘dewa’ dengan segala kemampuannya untuk melakukan proses pencerdasan masyarakat. Gudang ilmu mengalami pergeseran, tidak lagi terpusat pada guru.

Ruang pendidikan tidak lagi harus berada pada ruang-ruang sempit, yang bernama sekolah, melainkan juga harus dimainkan oleh masyarakat, entah itu melalui pendidikan alternatif maupun melalui pendidikan luar sekolah. mengatakan bahwa proses pendidikan akan memperoleh keuntungan dari upaya membebaskan masyarakat yang cendrung mendewakan sekolah, dengan demikian kegiatan sekolah tidak lebih hanya sebagai pengkhianatan terhadap upaya pencerahan budi.

Postmodernisme yang mengusung tema pluralitas, heterogenitas serta deferensiasi adalah bukti betapa pendidikan harus disebarkan melalui kerja-kerja yang tidak harus dibebankan pada sekolah. Apalagi, realitas membuktikan betapa sekolah justru seringkali memainkan peran dogmatis dan dominannya dalam melakukan transfer of value (transformasi nilai) serta transfer of knowledge (transformasi pengetahuan).

Peran guru, bahkan juga institusi sekolah seringkali menampilkan diri dalam batas-batasnya sebagai pembelenggu kreativitas anak didik, anak didik disekolah sering diperlakukan oleh guru tak ubah sebagai bejana kosong yang siap diisi tanpa boleh dibantah, pendidikan seperti ini yang dikritik oleh Freire sebagai model pendidikan “gaya bank” (banking system).

Sementara pola Sistem Kredit Semester (SKS) bahkan juga ujian akhir nasional (UAN) sebagai ukuran terakhir kemampuan anak didik adalah representasi bagi ‘penindasan’ yang dilakukan institusi-institusi tersebut terhadap pengembangan kreativitas anak didik.

Beban pelajaran yang sedemikian berat, meminimilisasikan kemampuan anak didik untuk This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‘melakukan’ eksperimentasi’ berdasarkan kemampuannya secara profesional, karena disibukkan dengan beban-beban yang cukup membelenggu.

Selama ini, pendidikan seolah hanya diarahkan pada pembentukan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga beban berat pengajaran seringkali diarahkan pada penguasaan pada bidang-bidang tersebut.

Padahal dalam perspektif postmodernisme, justru masyarakat modern mengalami degradasi, krisis moral, krisis sosial dan sebagainya, yang dimulai dari dominasi iptek dengan penerapan rasio manusia sebagai ukuran kebenarannya telah mendatangkan persoalan yang cukup berat menimpa masyarakat modern.

Rasio manusia ansich tidak lagi diharapkan dapat memberikan jawaban atas berbagai problem yang muncul dalam masyarakat modern, sehingga proses pendidikan hanya diarahkan pada kepentingan rasio atau nalar rasionalitas justru akan mendatangkan bencana kemanusiaan.

Padahal sejak awal diyakini bahwa pendidikan diselenggarakan sebagai alat untuk memanusiakan manusia. Pengangkatan harkat dan martabat kemanusian tidak hanya dapat dimainkan oleh nalar rasio semata, tetapi harus integratif antara nalar rasional dan nalar spiritual.

Dalam konteks ini tidak berlebihan bila dalam konsep pendidikan nasional pengembangan kemampuan anak didik juga diarahkan pada tiga kemampuan dasar yaitu kognitif, afektif serta psikomotorik. Ketidakmampuan mengembangkan ketiga ranah tersebut akan melahirkan out put pendidikan yang timpang. Itulah sebabnya, proses pendidikan harus dijalankan untuk memainkan ketiga ranah tersebut agar tetap berjalan.

Kritik postmodernisme atas situasi masyarakat modern sebenarnya juga merupakan kritik atas proses pendidikan yang hanya mengedepankan satu aspek dari keseluruhan nilai yang dimiliki manusia. Dalam kondisi yang demikian postmodernisme tampil memberikan berbagai alternatif bagi proses pendidikan yang harus dijalankan. Kritik mendasar postmodernisme terhadap modernisme telah memunculkan berbagai tema-tema penting seperti paralogy atau pluralisme deferensiasi atau desentralisasi, dekontsruksi atau kritik dasar atas sebuah tatanan, relativisme, dan sebagainya.

Tema-tema inilah yang sesungguhnya memberikan peluang baru bagi munculnya model (paradigma) pendidikan yang perlu diselenggarakan oleh negara ataupun masyarakat Indonesia. Kejawen berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.

Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 dianggap sebagai filsuf peletak pondasi Kejawen Muslim yang kemudian sangat mempengaruhi upacara-upacara penting terutama yang paling nampak adalah penanggalan dalam menentukan hari-hari penting. Hari-hari penting kejawen tidak lepas dari "Kelahiran - Pernikahan - Mangkat" (kematian), yang ketiganya adalah kehidupan dalam tradisi Jawa.

Orang Jawa akan mendapatkan nama pada ketiga peristiwa tersebut, yaitu nama saat kelahiran, nama saat pernikahan, nama saat mangkat (nama kematian dengan menambahkan "bin"/ "binti" nama orang tua dibelakang nama kelahiran).

Semua hari-hari penting itu ditetapkan sesuai Kalender Jawa yang memiliki Primbon sebagai aturan-aturan dalam menentukan hari penting dan tata caranya. Berikut adalah hari-hari penting dalam Kejawen : 1. Suran (Tahun Baru 1 Sura). 2. Sepasaran (upacara kelahiran) dan Aqiqah bagi Muslim. 3. Mantenan (Pernikahan dengan segala upacaranya). 4. Mangkat (Upacara Kematian) - Mengirim Do'a (Kenduri, Wirid, Ngaji) 7 Hari, 40 Hari, 100 Hari, 1000 Hari, 3000 Hari.

5. Megeng Pasa - Tanggal 28 dan 29 Bulan Ruwah (Bulan Arwah) Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga) untuk mengikat silaturahmi. 6. Megeng Sawal - Tanggal 29 dan 30 Bulan Pasa Yang digunakan untuk mengirim Do'a kepada yang telah mangkat (berangkat) terlebih dahulu, juga waktu Munjung (mengirim makanan lengkap nasi dan lauk kepada orang yang dituakan dalam keluarga salah satunya bertujuan untuk memperkuat hubungan tali silaturahmi) untuk mengikat silaturahmi bagi yang tidak ada kesempatan pada Megeng Pasa.

7. Riadi Kupat (Hari Raya Ketupat) - Tanggal 3, 4 dan 5 Bulan Syawal (Bagi orang tua yang ditinggalkan anaknya sebelum menikah). This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Karena filsafat kejawen juga beragama, hari besar agama juga merupakan hari penting kejawen. Berikut ini adalah beberapa hari penting tambahan untuk kejawen muslim, antara lain : a. Hari Raya Idul Fitri b. Hari Raya Idul Adha.

c. Hari Raya Jum'at. d. Muludan (Maulid Kanjeng Nabi Muhammad, S.A.W.) e. Sekaten (Syahadatain) Kejawen tidak memiliki Kitab Suci, tetapi orang Jawa memiliki bahasa sandi yang dilambangkan dan disiratkan dalam semua sendi kehidupannya dan mempercayai ajaranajaran Kejawen tertuang di dalamnya tanpa mengalami perubahan sedikitpun karena memiliki pakem (aturan yang dijaga ketat), kesemuanya merupakan ajaran yang tersirat untuk membentuk laku utama yaitu Tata Krama (Aturan Hidup Yang Luhur) untuk membentuk orang jawa yang hanjawani (memiliki akhlak terpuji), hal-hal tersebut terutama banyak tertuang dalam karya tulis sebagai berikut : a.

Kakawin (Sastra Kuna) - merupakan kitab sastra metrum kuna (lama) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang berjumlah 5 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno b. Babad (Sejarah-Sejarah) - merupakan kitab yang menceritakan sejarah nusantara berjumlah lebih dari 15 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa Kuno dan Bahasa Jawa Kuno serta Aksara Jawa dan Bahasa Jawa c.

Serat (Sastra Baru) - merupakan kitab sastra metrum anyar (baru) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang terdiri lebih dari 82 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon (Bahasa Krama Inggil Bahasa Jawa yang dituliskan dengan huruf Arab) d.

Suluk (Jalan Sepiritual) - merupakan kitab tata cara menempuh jalan supranatural untuk membentuk pribadi hanjawani yang luhur dan dipercaya siapa saja yang mengalami kesempurnaan akan memperoleh kekuatan supranatural yang berjumlah lebih dari 35 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan Huruf Pegon This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Kidungan (Do'a-Do'a) - sekumpulan do'a-do'a atau mantra-mantra yang dibaca dengan nada khas, sama seperti halnya do'a lain ditujukan kepada Tuhan bagi pemeluknya masing-masing yang berjumlah 7 kitab, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa f.

Primbon (Ramalan-Ramalan) - berupa kitab untuk membaca gelagat alam semesta untuk memprediksi kejadian, dan lain-lain. ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa g. Piwulang Kautaman (Ajaran Utama) - berupa kitab yang terdiri dari Pituduh (Perintah) dan Wewaler (Larangan) untuk membentuk pribadi yang hanjawani, ditulis menggunakan Aksara Jawa dan Bahasa Jawa Para penganut kejawen sangat menyukai berpuasa dalam ajaran Islam karena dianggap sama dengan ajaran leluhurnya selain juga tafakur yang dianggap sama dengan bertapa.

Macam-macam puasa tersebut antara lain: a. Pasa Weton - berpuasa pada hari kelahiranya sesuai penanggalan Jawa. b. Pasa Sekeman - Puasa pada hari Senin dan Kamis. c. Pasa Wulan - Puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan Kalender Jawa.

d. Pasa Dawud - Puasa selang-seling, sehari puasa-sehari tidak. e. Pasa Ruwah - Puasa pada hari-hari bulan Ruwah (Bulan Arwah). f. Pasa Sawal - Puasa enam hari pada bulan Sawal kecuali tanggal 1 Sawal. g. Pasa Apit Kayu - Puasa 10 hari pertama pada bulan ke-12 kalender Jawa. h. Pasa Sura - Puasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Sura. Selain puasa diatas kejawen juga memiliki puasa biasanya untuk menggambarkan kezuhudan (kesungguhan) dalam mencapai keinginan, jenis puasa tersebut adalah sebagai berikut : a.

Pasa Mutih - puasa ini dilakukan dengan jalan hanya boleh makan nasi putih, tanpa garam dan lauk pauk atau makanan kecil dan lain-lain, serta minumnya juga air putih. b. Pasa Patigeni - puasa tidak boleh makan, minum dan tidur serta hanya boleh dikamar saja tanpa disinari cahaya lampu. c. Pasa Ngebleng - puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh keluar kamar, boleh keluar sekedar tetapi sekedar buang hajat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan boleh tidur tetapi sebentar saja.

d. Pasa Ngalong - puasa tidak makan dan minum tetapi boleh tidur sebentar saja dan boleh pergi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e. Pasa Ngrowot - puasa yang tidak boleh makan nasi dan hanya boleh makan buahbuahan, umbi-umbian atau sayur-sayuran saja. Karena ayahku merupakan seorang tokoh masyarakat yang dianggap ahli tentang aturan kejawen, maka setiap ada warga yang hendak mengadakan suatu kegiatan tertentu baik dari kampungku sendiri maupun dari daerah yang lain mereka banyak yang bertamu ke rumahku demi untuk menentukan hari yang baik dalam mengadakan suatu kegiatan tersebut, seperti: ingin mengadakan acara pernikahan, mendirikan bangunan, hendak bepergian, bercocok tanam, mencari pekerjaan dan lain-lain.

Menurut aturan kejawen terdapat hari yang dianggap baik dan tidak baik. Setiap hari rumahku tidak pernah sepi dari tamu ayahku saat itu.

Sebagai rasa terima kasih mereka atas bantuan yang diperoleh dari ayahku, kami sering mendapatkan kiriman makanan berupa nasi dan ingkung (satu ekor ayam yang sudah dimasak) lengkap dengan jenis-jenis makanan tradisional lainnya seperti: krecek (rengginang), tape ketan, jadah, kembang goyang dan lainnya. Dalam keluargaku, memberikan sesuatu yang berupa makanan kepada orang lain dapat diartikan sebagai pengeratan tali silaturahmi, ungkapan terima kasih atas jasa yang telah diberikan, dan sebagai ungkapan permohonan maaf apabila kita melakukan kesalahan dalam tindakan atau tingkah laku, ucapan entah disengaja ataupun tidak disengaja dan lainnya.

Setiap ada musim orang mau melangsungkan pernikahan misalnya, aku pun senang karena keluargaku sering mendapatkan kiriman makanan dari tamu ayahku yang sudah datang kepada ayahku yang hendak mengadakan acara tersebut.

Selain mencarikan penanggalan baik untuk acara pernikahan tersebut ayahku juga dimintai tolong untuk menjadi MC (Master of Ceremony) atau istilah Jawa-nya menjadi pranatacara. PRANATACARA Apa sih arti or makna semantik Pranatacara itu?

Let’s we learn, study and share together.Pranatacara atau sering disebut pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana atau pranata laksitaning adicara adalah salah satu jenis pekerjaan yang berhubungan dengan suatu pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa. Pranatacara dalam bahasa Indonesia disebut pewara atau pembawa acara.

Pranatacara merupakan pembawa acara dalam upacara adat Jawa seperti doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan (temanten), kematian (kesripahan), pertemuan (pepanggihan), perjamuan (pasamuan), pengajian (pengaosan), pentas, dan sebagainya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Profesi pranatacara sudah mendapat pengakuan dan memperoleh penghargaan yang baik dari masyarakat dan berkembang menjadi suatu profesi yang menguntungkan.

Peran pranatacara dalam acara-acara resmi maupun hiburan, tetap menjadi tolak ukur dari sukses tidaknya suatu acara, sehingga dapat dibayangkan bagaimana bila suatu acara tidak ada pranatacaranya, maka acara tersebut akan terasa tidak urut dan tidak enak dilihat.

Untuk menjadi seorang pranatacara tidak hanya mempunyai bekal keberanian, tetapi juga harus mempunyai bekal kemampuan. Keberanian akan timbul apabila seseorang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan rasa percaya diri ini doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan bila seseorang tersebut mempunyai keyakinan atas kemampuan yang dimiliki.

Syarat untuk menjadi pranatacara antara lain: seorang pranatacara harus dapat melafalkan dengan benar kata-kata bahasa Jawa krama inggil. Iapun diwajibkan mampu mengendalikan suaranya agar tetap menarik dan tidak menjemukan. Selain suara, nafas juga harus di kendalikan secara teratur. Beberapa syarat yang biasanya menjadi dasar bagi seorang pranatacara agar mampu melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut: a. Olah swara (teknik vocal) Suara adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, artinya adalah bahwa setiap orang memiliki bobot suara yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya.

Ada yang tinggi, sedang, dan kecil. Dalam bahasa Jawa, suara yang bagus disebut gandhang, yaitu tidak berisik, pelan dan nyaman didengar. Suara gandhang enak didengar, penuh wibawa, dan menunjukkan kepribadian. Sebagai pranatacara, maka suara adalah hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memulai aktivitas kepranatacaraannya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang membantu pranatacara 1. Aksentuasi (accentuation) atau logat.Suara pranatacara tidak tercampur dengan dialek atau logat daerah, artinya suaranya menggunakan bahasa baku. Dalam bahasa Jawa, yang dianggap baku adalah logat/dialek Surakarta dan Ngayogyakarta hadiningrat. Untuk dialek tidak baku seperti dialek Banyumas, Jawa Timuran dan lainnya bisa digunakan dalam acara santai atau sebagai selingan agar acara tidak terasa sepi sunyi.dalam olah swara (teknik vokal).

2. Artikulasi (articulation) atau pocapan. Yaitu kejelasan pengucapan kalimat dan pelafalan kata. Huruf mati dan huruf hidup diucapkan dengan tegas dan jelas, tidak mendengung (bindheng).

Pranatacara harus mengerti cara pengucapan bahasa Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dengan benar, begitu juga bahasa Indonesia atau bahasa asing yang mungkin harus diucapkan ketika ada tamu yang tidak mengerti bahasa Jawa krama Inggil.

Kekeliruan dalam mengucapkan suatu kata bisa merendahkan kewibawaan pranatacara. 3. Nafas (breath) atau prana. Nafas tidak dipaksakan, tidak terengah-engah, sehingga tampak wajar. Dengan pengaturan nafas yang baik, maka seorang pranatacara bisa memberi jeda frasa, kalimat, ungkapan (basa pinathok) dan pernyataan dengan tepat maknanya. Sikap berdiri yang tegak, rileks, pakaian yang longgar/tidak sesak di badan, dapat melonggarkan aliran nafas sehingga suara menjadi lebih alami.

4. Kecepatan (speed) bicara dan Intonasi (intonation) nada suara atau membat mentul swara. Hal ini berhubungan dengan intonasi, aksen, pacing (tempo), pitch (nada), juncture (titik waktu). Intonasi berkenaan dengan pungtuasi seperti koma, titik, titik koma, tanda perintah, tanda tanya.

Aksen doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dengan stress (tekanan). Pitch berkenaan dengan tinggi rendahnya suara sesuai dengan acara yang sedang digelar. Untuk acara resmi seperti temanten, kesripahan, pahargyan, menggunakan suara rendah, kalem, namun untuk acara hiburan menggunakan suara tinggi. Tempo berkenaan dengan cepat dan lambatnya suara. Juncture berkenaan dengan waktu pengambilan nafas agar nafas tidak terengah-engah saat menjalankan acara.

5. Empati atau kajiwa. Suara yang diucapkan harus bisa menyesuaikan dengan kondisi kejiwaan suatu acara. Pengucapan harus sesuai dengan suasana acara apakah acara tersebut memiliki unsur senang, susah, doa, atau gembira. 6. Infleksi atau lagu kalimat (perubahan nada suara). Lebih baik hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata (redundancy). Infleksi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat.

b. Olah raga lan busana (penampilan) Di dalam bahasa Jawa terdapat sebuah peribahasa yang berbunyi: ajining dhiri gumantung kedaling lathi, ajining raga gumantung ing busana. Peribahasa tersebut sangat sesuai dengan profesi pranatacara. Seorang pranatacara akan tampil dengan sangat bagus jika didukung oleh bagusnya suara, postur badan dan pakaiannya. Olah raga berhubungan dengan sikap, solah bawa, kesusilaan, dan subasita.

Berikut ini adalah tujuh bentuk olah raga sebagai pranatacara: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1.

Magatra: badan, wajah, cara berdandan dan berpakaian, sesuai, pantas, sikap wajar, tidak dibuat-buat. 2. Malaksana: cara melangkah dan berjalan selangkah dua langkah urut, luwes, tidak ragu-ragu. 3. Mawastha: berdiri tegak, tidak menyondong. 4. Maraga: mantap, tenang, tidak gemetaran, kepala tegak, menatap ke depan, gerakan tangan teratur untuk menunjukkan kejelasan ucapan.

5. Malaghawa: terampil, lancar, tidak lambat namun juga tidak terlalu cepat. 6. Matanggap: tanggap terhadap situasi yang dihadapi, ketika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan ketenangan, kekusyukan, bisa ikut tenang dan khusyu’, jika berhadapan dengan situasi acara yang membutuhkan suasana segar dan menyenangkan, bisa ikut membuat suasana menjadi gembira, dan sebagainya.

7. Mawwat: mantab, menyelesaikan acara dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan penyelenggara acara. Olah raga, atau cara berpenampilan yang baik bagi seorang pranatacara selalu diawali dengan keadaan tubuh yang sehat, suara yang tidak serak, volume suara yang enak didengar, tidak melengking dan tidak rendah. Ia harus mengenali tempat dimana acara akan diselenggarakan, mengenali karakteristik tamu dan memandang mereka sebagai sahabat. Ia bisa melakukan gerakan tangan seperlunya saat berada di atas pentas, tidak berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan, karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan dan tampil percaya diri.

Olah busana atau cara berpakaian yang baik bagi seorang pranatacara merupakan hal yang wajib diketahui dan dimengerti dengan baik agar penampilan dan gaya berpakaian sesuai dengan acara yang sedang dibawakan.

Memakai pakaian yang serasi/cocok dengan acara, harus dibicarakan dengan panitia acara, contohnya ketika menjadi pranatacara adat temanten Jawa, apakah menggunakan pakaian adat/kejawen (busana adat Ngayogyakarta atau Surakarta), seragam dengan panitia ataukah tidak, menggunakan busana nasional/formal ataukah tidak.

Busana dalam acara pernikahan tentu akan berbeda dengan busana ketika menjadi pranatacara kematian. Busana resmi akan berbeda dengan busana santai. Busana yang dipakai dalam acara yang diselenggarakan didalam gedung pasti akan berbeda dengan acara yang diselenggarakan dirumah.

Warna busanapun harus dipilih dengan seksama, agar tidak terlihat menyolok, terlalu terang, atau terlalu banyak memakai aksesoris. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com c. Olah basa lan sastra (kemampuan berbahasa dan sastra) Agar dapat mengolah bahasa dengan baik, seorang pranatacara harus mengetahui dan memahami paramasastra (fonologi, morfologi, semantik, sintaksis), wacana, dan pragmatik.

Pengetahuan yang luas mengenai paramasastra Jawa diharapkan dapat membuat pranatacara mampu mengucapkan kata-kata, frasa, kalimat, ungkapan, wacana Bahasa Jawa krama inggil dengan laras dan leres. Laras artinya, pranatacara mampu menggelar acara sesuai dengan keadaan dan suasana. Leres artinya pranatacara bisa menggunakan bahasa yang sesuai dengan paramasastranya. Bahasa Jawa memiliki pola bahasa yang bertingkat-tingkat, yakni: basa krama, madya, dan ngoko.

Tingkatan krama adalah unggah-ungguh yang memancarkan arti penuh sopan santun antara penutur dan mitra tutur. Dengan kata lain, tingkatan ini menandakan adanya perasaan segan (pakewuh) diantara keduanya. Hal ini disebabkan hubungan antara penutur dengan mitra tutur belum terjalin dengan baik.

(Poedjosoedarmo, 1979: 14). Dalam peristiwa tutur, ada jarak antara penutur dan lawan tutur. Penutur bersikap hormat kepada lawan tutur dan tidak boleh berbuat semaunya. Tingkatan krama, biasanya digunakan pada mitra tutur yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari penutur, seperti seorang bawahan bertutur dengan atasannya atau seorang murid yang bertutur dengan gurunya maka akan menggunakan tingkat tutur krama.

Madya merupakan bagian tengah-tengah dalam undakusuk bahasa Jawa. Madya merupakan tingkatan atau undak-usuk diantara krama dan ngoko.

Tingkat tutur madya ini menunjukkan perasaan sopan, tingkat tuturnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. (Poedjosoedarmo, 1979:15). Bahwasanya tingkatan madya bermula dari bentuk krama. Dalam proses perkembangannya, tingkat tutur ini sudah mengalami proses kolokialisasi atau informalisasi penurunan tingkat. Selain itu, tingkatan ini sudah mengalami proses pluralisasi. Banyak orang menyebut bahwa tingkat tutur madya ini memiliki ciri setengah sopan dan setengah tidak sopan.

Orang-orang desa biasanya berbicara dengan tingkat tutur ini terhadap orang yang dia anggap perlu untuk disegani. Digunakan dalam bertutur kata dengan orang yang tingkat sosialnya rendah, tetapi usianya lebih tua dari penuturnya.

Dalam tingkat apapun, kata ngoko digunakan apabila kata tersebut tidak mempunyai padanan pada tingkat kata yang lebih tinggi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dengan kata lain, kosakata dalam bentuk ngoko mempunyai jumlah paling besar diantara kosa kata lainnya. Bentuk basa ngoko merupakan suatu tatanan kalimat yang terdiri dari kumpulan kata-kata ngoko yang seterusnya akan disebut tembung ngoko, termasuk juga afiks-afiks yang melekat pada tembung ngoko itu sendiri adalah kata-kata yang tidak memiliki atau mengandung suatu nilai halus atau penghormatan.

Bentuk madya paling sering dipakai oleh orang-orang yang bermukim di pedesaan ataupun di daerah pegunungan, terutama pada saat kegiatan jual-beli di pasar. Kemudian, Tembung (leksikon) krama inggil ialah kata-kata yang digunakan paling hormat.

Tembung krama inggil dapat ditempatkan bersama-sama dengan rangkaian tembung-tembung ngoko, madya, maupun krama. Basa krama yang biasanya dipakai sebagai bahasa pengantar bagi pranatacara dalam melaksanakan tugas kepranatacaraannya. Bahasa Jawa juga memiliki basa Jawa baru dan lama. Rerengganan biasanya memakai bahasa Jawa lama/kawi yang memiliki aspek sastra tinggi. Untuk menampilkan ciri sastra, pranatacara menggunakan purwakanthi (lumaksita, sastra, swara) atau nyekar (tembang).

1. Contoh purwakanthi lumaksita (purwakanthi basa): Nun inggih naming Dhimas Sujatmika ingkang kuwawi methik puspita, puspita cempaka, cempaka kang lagya ambabar ganda arum, boten sanes inggih naming Risang Ahayu Retna Kumala. (Pringgawidagda, 1998: 20) 2. Contoh purwakanthi sastra: Bokmenawi atur kula wonten cicir cewet kuciwanipun, kula nyuwun agunging pangaksama.

Wijang wijiling wicara panjenenganipun Rama Sudira kang pindha pinandhita paring sesuluh seserepan dhumateng rising temanten kekalih. Gumarenggeng ambrengengeng kadya sasra bremana ingkang mider hangupeng puspita, hanenggih menika rata kencana ingkang tinitihan dening putra calon penganten kakung ingkang sampun manjing gapuraning palataran. (Pringgawidagda, 1998: 20).

Ketika penganten hendak melakukan kirab, maka pranatacara dapat melantunkan sekar kinanthi: Arsa tedhak sang Dyah Ayu, Keng raka tansah kinanthi, Bagus Dendy setiawan, Kalian Dewi Sitoresmi, arsa kirab kanarendran, Gandheng renteng kanthen nyari. Ketika selesai pahargyan, pranatacara melantunkan sekar pucung: Sampun rampung pahargyan temantenipun, Kanthi karaharjan, Binerkahan mring Hyang Widhi, Sri panganten binedhol nuju wiwara.

d. Pangrengga swara (sound system) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemajuan teknologi membantu pranatacara mengolah suaranya. Suara yang pelan bisa terdengar lebih jelas, suara yang enteng akan terdengar lebih mantab. Dekat dan jauhnya letak mikrofon dari mulut pranatacara bisa dipakai untuk membedakan suara berat, ringan, pelan, cepat, dan memperjelas desis ketika melafalkan kata-kata bahasa Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dalam tingkatan krama inggil.

e. Papan (tempat) Tempat dimana seorang pranatacara harus berdiri haruslah sesuai dengan suasana, tidak terlalu dekat dengan tamu, dan tidak terlalu jauh dari tamu apalagi tidak terlihat sama sekali oleh tamu.

Yang paling ideal adalah tempat dimana seorang pranatacara bisa melihat tamu dan seisi tempat acara dengan jelas, juga dekat dengan panitia acara, penata sound system sehingga mengerti jalannya acara dari awal hingga akhir. f. Pawiyatan (pendidikan) Menjadi seorang pranatacara bisa dipelajari melalui pendidikan formal seperti di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), UNS (Universitas Negeri Surakarta), UNNES (Universitas Negeri Semarang) dan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang membuka program studi Bahasa Jawa, pendidikan non formal seperti kursus, penataran, pelatihan atau belajar sendiri.

Ilmu umum yang dipelajari melalui pendidikan, baik formal maupun non formal, harus diimbangi dengan ilmu agama sehingga ia mampu memaparkan ayat-ayat dari kitab apapun. Jadi dan tidaknya seseorang sebagai pranatacara yang mumpuni tergantung niat dan kemauan. Meskipun tidak belajar melalui pendidikan formal, apabila ia mau belajar melalui pendidikan non formal ditambah mau belajar langsung dari situasi dan suasana dimana acara digelar, ia pastilah bisa menjadi seorang pranatacara yang baik dan handal.

g. Mental Tidak semua orang memiliki mental baja, ada yang berani, ada yang malu-malu. Bisa saja terjadi, seseorang yang sudah belajar dengan tekun, bahkan telah dihapalkan sebelumnya, namun ketika berhadapan dengan tamu yang banyak, mentalnya menjadi ciut, oleh karena seorang pranatacara tidak boleh salah ucap, dan grogi sehingga kata-kata yang seharusnya diucapkan mantap menjadi acak-acakan dan sekenanya saja.

Mental yang tidak kuat, bisa terlihat dari suara yang grogi, badan gemetar, sering salah ucap, dan berdebar-debar. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Agar seorang pranatacara punya mental baja, kuat, dan berani tampil dengan hasil maksimal, maka dibutuhkan latihan yang terus menerus dan bisa melakukan gladhi (gladhi simulasi ataupun gladhi sebenarnya).

Gladhi simulasi adalah melakukan tugas pranatacara seperti menghadapi tamu yang sebenarnya diluar acara. Gladhi sebenarnya adalah mengikuti kegiatan mranatacara pada acara yang sebenarnya dengan berdiri di dekat pranatacara profesional saat melakukan pekerjaannya. Ketika sudah merasa berani tampil sendirian, ia bisa mencoba satu dua titilaksana dalam acara tersebut bergiliran dengan pranatacara yang telah profesional (biasanya acara yang memiliki banyak titilaksana adalah acara temanten).

Ketika sudah merasa bisa, maka ia bisa melaksanakan tugas pranatacara sendiri. h. Ketewajuhan (kedisiplinan) Ketewajuhan berkenaan dengan disiplin waktu dan tugas. Disiplin waktu berarti ia harus datang lebih awal dari para tamu yang sebenarnya, memulai acara sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dan mengakhiri acara sesuai dengan waktunya. Disiplin dalam tugas artinya melaksanakan kewajiban sesuai dengan yang diminta penyelenggara acara, tidak meninggalkan tempat acara sebelum acara selesai digelar.

i. Gladhen (gladi) Ada tiga tingkatan pranatacara, yaitu pemula, madya, dan professional. Pranatacara pemula biasanya sebelum melaksanakan tugas kepranatacaraannya, ia membuat teks terlebih dahulu dan dihapalkan.

Pranatacara madya biasanya hanya membuat catatan garis besar acara yang hendak ia laksanakan. Pranatacara professional biasanya tidak memerlukan persiapan serius dan matang untuk melaksanakan tugas kepranatacaraannya.

Ia bisa diminta kapan saja alias mendadak. Pranatacara pada tingkatan manapun harus melakukan gladhi acara agar acara yang dibawakannya bisa berjalan lancar, kata-kata bisa tepat, suaranya bisa terdengar bagus dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir dengan baik. j. Kasamaptaan (persiapan) Persiapan sangat penting bagi seorang pranatacara. Siap dalam arti mampu mempersiapkan diri dalam hal kesehatan, penampilan, pakaian, dan acara.

Jangan sampai ketika di daulat menjadi pranatacara, ia sakit sehingga penyelenggara acara harus mencari pengganti. Penampilan dan pakaian sangat mempengaruhi kewibawaan seorang pranatacara, sehingga ia harus mempersiapkan dengan matang kedua hal tersebut sebelum acara digelar. Siap dalam acara berarti bahwa seorang pranatacara harus berkomunikasi dengan penyelenggara acara, panitai acara, bagaimana sebaiknya acara digelar. Jangan sampai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seorang pranatacara memberikan jeda waktu istirahat, sementara panitia belum siap untuk menyuguhkan makanan dan minuman.

Dalam berpranatacara kita juga harus memperhatikan kode etik pranatacara. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.

Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moral yang ada pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logikarasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian.

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu: 1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat. Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.

Apabila anggota kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri. Tanggung jawab profesi yang lebih spesifik yaitu: 1. Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional.

2. Menjaga kompetensi sebagai profesional. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional. 4. Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab. Menjadi seorang pranatacara berarti memahami etika pranatacara, etika tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 1.

Bila diminta penyelenggara acara tidak menolak. Apabila hendak menolak, maka harus memberikan penjelasan dengan cara yang baik, sopan, halus, dan berhati-hati apalagi bila menyangkut masalah permintaan yang merupakan “sambatan” alias sukarela tanpa dibayar.

2. Harus bisa meyakinkan penyelenggara acara agar mantap dalam memilihnya sebagai calon pranatacara, namun seorang pranatacara tidak boleh sombong dengan membicarakan kemampuannya sebelum tugas dilaksanakan. 3. Siap melaksanakan tugas. 4. Bila bertanya tentang waktu acara (baik siang atau malam), nama tempat, denah lokasi, dan sebagainya dengan jelas sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau kesalahpahaman.

5. Jangan pernah meminta untuk dijemput kecuali jika waktunya terlalu mepet. 6. Jauhi pembicaraan tentang honor atau upah. 7. Jauhi permasalahan pribadi (seperti apakah pengantinnya duda atau janda: untuk perhelatan temanten (pernikahan), meninggal karena apa: untuk acara layatan, dan sebagainya). 8. Jangan menyebut merek sound system.

9. Bila bisa, upayakan datang setengah jam sebelum acara dimulai. Pranatacara dalam Bahasa Jawa sebagai sumber kearifan dalam kehidupan bermasyarakat. Kearifan merupakan “sesuatu” yang dihasilkan dari sebuah kecerdasan manusia yang dapat digunakan oleh sesamanya sebagai sarana pencerdasan pula. Kearifan dihasilkan dari proses pemikiran dan pengambilan keputusan yang bijaksana, tidak merugikan semua pihak, serta bermanfaat bagi siapapun yang tersapa oleh kearifan itu.

Kearifan dapat menjadi sarana pemelajaran bagi setiap manusia untuk menjadi orang yang cerdas, pandai, dan bijaksana. Kebudayaan dapat diartikan sebagai seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat untuk mencukupi segala kebutuhan serta hasratnya untuk memperbaiki hidupnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kearifan dalam budaya adalah seluruh usaha dan hasil usaha manusia dan masyarakat yang dilakukan dan ditujukan untuk memberikan makna manusiawi dan membuat tata kehidupan yang manusiawi pula.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, usaha dan hasil budaya manusia diarahkan untuk meningkatkan harkat dan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Kearifan dalam budaya merupakan bentuk kecerdasan yang dihasilkan oleh masyarakat pemilik kebudayaan yang bersangkutan. Sebuah kearifan lokal merupakan kecerdasan yang dihasilkan berdasarkan pengalaman yang dialami sendiri sehingga menjadi milik bersama. Kearifan lokal budaya Jawa merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Jawa sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain.

Mempelajari dan menghayati budayanya sendiri akan menghasilkan kecerdasan bagi para pelakunya, karena mereka terlibat langsung dalam penciptaan budayanya, melalui pengalaman hidup yang dijalani bersama, namun bukan berarti kebudayaan suku atau bangsa lain tidak dapat dipelajari. Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh sekelompok etnis manusia yang diperoleh melalui pengalaman hidupnya serta terwujud dalam ciri-ciri budaya yang dimilikinya.

Kearifan lokal memiliki ketahanan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar dan mampu berkembang untuk masa-masa mendatang. Kepribadian suatu masyarakat ditentukan oleh kekuatan dan kemampuan kearifan lokal dalam menghadapi kekuatan dari luar. Jika kearifan lokal hilang atau musnah, maka kepribadian bangsapun memudar.

Orang Jawa yang masih menghayati ke-Jawa-annya, memandang bahwa kebudayaan Jawa merupakan kebudayaan yang adiluhung. Adiluhung dapat dipadankan dengan luhur. Kebudayaan adiluhung artinya kebudayaan luhur yang diciptakan untuk mencapai tujuan yang luhur. Ketika orang Jawa mengajarkan pengetahuan, pranata, adat, norma-norma, ataupun nilai-nilai Jawa kepada generasi berikutnya tentu mereka menanamkan bahwa orang Jawa wajib melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung itu.

Keyakinan atas keadiluhungan kebudayaan mewujud menjadi sebuah hukum yang ketat yang dijabarkan dalam pranata adat ataupun aturan-aturan di dalam kehidupan keluarga. Kebudayaan yang adiluhung yang mereka yakini dapat terpinggirkan oleh budaya lain atau bahkan terlupakan dan pada akhirnya punah. Jika kebudayaan Jawa tidak dianut lagi, barangkali, generasi berikutnya menjadi generasi yang tidak lagi berperilaku njawani seperti layaknya orang Jawa.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa merupakan pengejawantahan dari apa yang dipelajari dan dipikirkan manusia.

Bahasa merupakan representamen kebudayaan. Kebudayaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan hasil usaha manusia untuk mengatasi keterbatasan manusia dalam mempertahankan dan memfasilitasi keberadaan hidupnya yang dipahami melalui proses belajar hingga menjadi milik bersama. Bahasa yang dipakai oleh seorang pranatacara adalah bahasa Jawa krama inggil, yakni bahasa Jawa yang tingkatannya berada paling tinggi.

Bahasa Jawa krama inggil memiliki unsur sastra dan seni yang tinggi. Bahasa ini biasanya dipakai dalam situasi resmi. Unsur seni yang tampil dalam bahasa Jawa krama inggil antara lain berupa pilihan susunan kata-kata, metaphor, dan kesamaan bunyi mengubah tuturan yang disampaikan menjadi tuturan yang puitis.

Tuturan yang disajikan dengan bahasa seni (bahasa yang indah) disebut basa rinengga yaitu bahasa yang diperindah. Cara memperindah tuturan dimaksud dilakukan dengan mengubah kalimat dan mengganti kata-kata tertentu dengan kata-kata lain yang bersinonim atau menggunakan metaphor.

Unsur seni yang berupa persamaan bunyi dalam tuturan bahasa Jawa disebut purwakanthi yakni menyebut kembali apa yang telah diujarkan dedepannya (sebelumnya). Seorang pranatacara biasa menggunakan bentuk ini dalam acara temanten.

Unsur seni yang terdapat dalam tuturan formal pada upacara temanten berupa penyulihan kata-kata yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan kata-kata sinonimnya diambil dari ragam sastra. Penggunaan kata-kata dari ragam sastra merupakan sebuah kelaziman yang hadir dalam tuturan pidato pranatacara. Selain menciptakan rasa kenyamanan, bahasa seni yang dihadirkan dalam upacara temanten mampu menciptakan suasana agung dan sakral.

Pranatacara adalah sebuah profesi yang erat kaitannya dengan budaya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan bahasa Jawa. Kehadirannya ditengah masyarakat menjadikan budaya Jawa yang adiluhung tetap dipakai dalam kehidupan bermasyarakat. Kita bisa membayangkan jika sudah tidak ada lagi masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupannya, dan tidak pernah mendengar orang menggunakan bahasa tersebut didalam masyarakat, maka bahasa Jawa lama-kelamaan pasti akan hilang keberadaannya.

Pranatacara dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Jawa dalam situasi resmi dan sakral maupun situasi santai akan menjadi salah satu unsur pembangkit dipakainya kembali bahasa Jawa di ranah publik. Kecakapan pranatacara dalam menjalankan profesinya, didukung oleh pemahaman masyarakat Jawa pada umumnya, bahwa acara-acara sakral dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com agung tidaklah nyaman dihati mereka jika tidak ada unsur ke-Jawa-annya.

Unsur ke-Jawa-an yang dimaksud adalah penggunaan bahasa Jawa krama inggil dengan unsur seni dan sastra yang tinggi sehingga suasana kesakralan akan terasa dan menyentuh hati. Sekarang ini seperti sedang berkembang suatu tren, baik di kalangan keraton, pejabat negara, pengusaha, maupun rakyat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang menggunakan jasa pranatacara sebagai pembawa acara yang mereka gelar.

Dalam hal ini, fungsi pranatacara sebagai salah satu pemakai dan pelestari budaya Jawa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sangat berarti. Tren yang sedang berkembang hendaknya terus di uri-uri atau dilestarikan agar anak dan cucu dapat terus menjumpai dan mendengar bentuk-bentuk sastra Jawa yang adiluhung di masyarakat. Seringnya menjumpai dan mendengar bentuk bahasa Jawa yang dibawakan oleh seorang pranatacara, maka akan memunculkan bibit-bibit pranatacara baru yang nantinya akan menggantikan fungsi pranatacara yang telah tua atau meninggal.

Dengan demikian, regenerasi profesi pranatacara akan dapat terus terjadi. Regenerasi inilah yang akan tetap melestarikan budaya Jawa yang adiluhung sebagai suatu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hanya akan dijumpai dalam masyarakat Jawa sebagai ciri khas budaya Jawa. Ayahku saat itu paling sering menjadi pranatacara pada acara mantenan (pernikahan). PRIMBON Well, dalam Kejawen, pasti gak lepas dengan adanya buku atau kitab primbon.

Sebenarnya apa sih primbon itu? Oke lah kalo beg beg begitu.mari kita simak bareng aja temuan aku apa itu primbon yang menjadikan buku atau kitab bagi kalangan tertentu yang menjadi kontroversial, fenomenal dalam kaum or penganut kejawen. Primbon berasal dari kata bahasa Jawa, yaitu: bon, mbon atau mpon yang berarti induk, lalu kata tersebut mendapat awalan pri doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan peri yang berfungsi meluaskan kata dasar.

Jadi kesimpulannya, buku primbon dapat di artikan sebagai induk dari kumpilan-kumpulan catatan pemikiran orang Jawa kuno. Catatan-catatan yang dimuat menjadi sebuah kitab (kitab primbon) dianggap penting. Pengetahuan penting itu lalu di kumpulkan mejadi sebuah buku primbon yang menjadi sumber rujukan orang-orang Jawa sejak zaman dahulu untuk panduan menjalani kehidupan sehari-hari.

Primbon Jawa kuno dibuat pada zaman pemerintahan Sultan Agung Mataram pada abad ke 15 Masehi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Primbon merupakan buku yang berisi perhitungan, perkiraan, ramalan dan sejenisnya mengenai hari baik dan buruk untuk melakukan segala sesuatu, serta perhitungan untuk mengetahui nasib dan watak pribadi seseorang berdasarkan hari kelahiran, nama, dan ciri-ciri fisik.

(Bay Aji Yusuf, 2009). Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer disebutkan bahwa primbon merupakan kitab yang berisi ramalan perhitungan baik, buruk, dan sebagainya. Umumnya primbon bersifat anonim. Kalaupun nama yang tertera, sebagian besar hanya merupakan penyusunnya saja. Kecuali seri Bataljemur Adammakna yang ditulis oleh pangeran Harya Tjakraningrat dari kesultanan Yogyakarta.

Suwardi Endaswara juga menyebutkan bahwa primbon merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Mistikus Jawa disebut juga primbonis. Karena segala gerak dan tingkah laku didasarkan pada kitab primbon. Karena primbon memuat berbagai macam persoalan hidup. Dalam hal ini Suwardi membagi ajaran primbon sebagai berikut: 1. Pranata Mangsa Merupakan cara membaca gejala alam semesta. Atau disebut juga tafsir alam (ngalam) semesta.

Biasa digunakan kaum tani pedesaan untuk menghitung waktu tandur (menanam padi) atau nelayan untuk mengetahui waktu melaut. 2. Petungan Merupakan hitungan-hitungan neptu (nilai numerik). Misalnya, dalam mencari kecocokan jodoh, nama laki-laki dan perempuan dihitung sedemikian rupa sesuai dengan abjad Jawa yang 20, kemudian dibagi tujuh, maka sisanya adalah kondisi yang akan terjadi jika menikah.

3. Pawukon Merupakan rumusan perhitungan waktu, hari, pasaran, bulan ataupun tahun. 4. Pengobatan Merupakan wejangan pengobatan tradisional. 5. Wirid Biasanya berupa sastra Wedha. Di dalamnya terkandung pesan, sugesti, larangan yang menuju ke suatu titik mistik. Yang bertujuan agar terciptanya keharmonisan manusia Jawa dengan sesamanya, alam semesta dan Tuhan. 6. Aji-aji Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan gambaran hidup supranatural orang Jawa.

Menurut masyarakat kejawen, mantra memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa jika diyakini. 7. Kidung This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Syair yang berisi wejangan dan sebagainya. 8.

Ramalan/Jangka Ramalan sama halnya seni petungan. Hanya saja lebih luas, tidak sekedar masalah individu seperti jodoh dan nikah, tetapi lebih bersifat luas, seperti apa yang terjadi dalam masyarakat diramalkan dalam Jangka Jayabaya. 9. Tata Cara Slametan Merupakan tata cara ritual orang Jawa sebagai tanda syukur, tolak bala’ ataupun yang lainnya.

10. Donga/Mantra Donga atau mantra seperti halnya wirid dan aji-aji, tetapi menggunakan ayat-ayat alQur’an yang ejakannya dijawakan (dipegonkan). 11. Ngalamat/Sasmita Gaib Ngalamat biasanya berupa fenomena aneh di alam semesta. Masyarakat kejawen menganggap fenomena ganjil tersebut sebagai pertanda. Primbon merupakan catatan-catatan yang dianggap penting mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pedoman hidup dan tatanan tradisi.

Dalam primbon, misalnya, terdapat catatan mengenai berbagai mantra dan rumusan mencari waktu-waktu tertentu yang dianggap baik (untung;Jawa) untuk melakukan segala sesuatu dan waktu-waktu yang dianggap jelek (naas; Jawa) untuk melakukan sesuatu.

Bentuk dan penghitungan kalender Jawa hampir sama dengan kalender Hijriyah yang digunakan oleh umat Muslim. Keduanya sama-sama memiliki jumlah bulan yang sama, hanya saja nama bulannya yang berbeda dan jumlah harinya yang sedikit berbeda. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, hasil dari catatan-catatan yang dimasukkan ke buku induk salah satunya adalah penanggalan.

Hitungan hari dalam kalender Jawa itulah yang menjadi dasar perhitungan ramalan primbon Jawa. Penanggalan (Kalender) Islam No. Penanggalan Islam Lamanya Hari 1 Muharram 30 2 Safar 29 3 Rabiul awal 30 4 Rabiul akhir 29 5 Jumadil awal 30 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 6 Jumadil akhir 29 7 Rajab 30 8 Sya'ban 29 9 Ramadhan 30 10 Syawal 29 11 Dzulkaidah 30 12 Dzulhijjah 29/(30) Jumlah 354/355 Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriah telah ada sejak zaman pra-Islam, dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah. Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah).

Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi). Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun dimana Muhammad lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan terbenamnya Matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari: 1. Al-Ahad (Minggu) 2. Al-Itsnayn (Senin) 3. Ats-Tsalaatsa' (Selasa) 4. Al-Arbaa-a / Ar-Raabi' (Rabu) 5. Al-Khamsah (Kamis) 6. Al-Jumu'ah (Jumat) 7. As-Sabt (Sabtu) Penanggalan (Kalender) Jawa Berikut beberapa perbedaan dan kesamaan penanggalan bulan Jawa dengan Hijriah: Bulan dalam kalender Hijriah adalah: 1.

Januari 2. Februari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3. Maret 4. April 5. Mei 6. Juni 7. Juli 8. Agustus 9. September 10. Oktober 11. November 12. Desember Bulan dalam kalender Jawa adalah: 1. Sura 2. Sapar 3. Mulud 4. Bakda Mulud 5. Jumadil Awal 6. Jumadil Akhir 7. Rejeb 8. Ruwah 9. Pasa 10. Syawal 11. Dulkangidah 12. Besar Penanggalan hari dalam kalender Hijriah adalah: 1. Senin 2. Selasa 3. Rabu 4. Kamis 5. Jumat 6. Sabtu 7.

Minggu Penanggalan hari/ pasaran dalam kalender Jawa adalah: This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Primbon yang tertua ditulis pada masa Mataram Islam. Ini menunjukkan bahwa sebelum Mataram, bahkan sebelum masuknya Islam ke Jawa, Primbon belum didokumentasikan secara tertulis. Namun demikian, akar primbon yang berupa ramalan astrologi telah lama dikenal dengan Serat Jayabaya atau yang dikenal sebagai ramalan Jayabaya.

Primbon Jawa kuno digunakan untuk mengetahui sifat seseorang, keberuntungan, hari baik, kecocokan jodoh, serta seluk beluk kehidupan yang ingin diketahui oleh manusia. Pada dasarnya primbon Jawa kuno diciptakan sebagai pedoman hidup bagi manusia. Percaya atau tidaknya semuanya kembali kepada pribadi masing-masing. Di Perpustakaan Nasional terdapat banyak jenis primbon, seperti Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, Lontarak Bola, dan lainnya.

Primbon yang ditulis lebih sistematis terbit pada tahun 1912-1930-an. Selanjutnya primbon bukan lagi sekedar catatan keluarga, tetapi justru sudah menjadi petunjuk praktis dalam kehidupan. Seri Primbon Betaljemur Adammakna terbitan Solo misalnya disusun secara berseri dengan Attasadhur Adammakna dan Lukmanakim Adammakna dalam dua bahasa, Jawa dan Indonesia.

Sebagai contoh wujud dari hasil Ilmu kejawen yang ada di Jawa yang mencakup tentang 3 masalah utama yaitu: realita, pengetahuan dan nilai.

Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: 1. Realita, ialah mengenai kenyataan, yang selanjutnya menjurus kepada masalah kebenaran.

Kebenaran akan timbul bila orang telah dapat menarik kesimpulan bahwa pengetahuan yang telah dimiliki ini telah nyata. 2. Pengetahuan, yang berusaha menjawab pertanyaan-pernyataan seperti apa hak pengetahuan, cara manusia memperoleh dan menangkap pengetahuan itu, dan jenisjenis pengetahuan.

Pengetahuan dipelajari oleh epistemologi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.

Nilai, yang dipelajari oleh cabang filsafat yang disebut aksiologi. Pertanyaan dicari jawabannya antara lain adalah seperti nilai-nilai yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh manusia dan dapat digunakan sebagai dasar hidupnya.

Tiga konsep masalah utama tersebut berkenaan mengenai konsep waktu menurut masyarakat kejawen, diantaranya: a. Petungan Sangkan, Bebrayan, Kromo, lsp. (Perhitungan untuk Bepergian, Kegiatan Kebersamaan, Menentukan Pasangan Hidup atau Menikah, dll) Bab Nanda Rahajune Laku Petikan Saking Kitab Primbon Dina Ngalor Ngetan Ngidul Ngulon 1. Ngat Mengeng Slamet Redjeki Kasurang-surang 2.

Senen Rahaju Redjeki gedhe Kasurang-surang Oleh gawe 3. Selasa Slamet Mengeng Rejeki gedhe Redjeki 4. Rebo Redjeki Oleh gawe Mengeng Mengeng 5.

Kemis Slamet Mengeng Redjeki Slamet 6. Djumuah Redjeki Mengeng Mengeng Bejik 7. Sabtu Slamet Oleh gawe Redjeki Mengeng Maha Primbon Djawa Taun 1912 Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ngat : hari Minggu Djumuah: hari Jum’at Mengeng: goyah, mendapat masalah, kesusahan Redjeki: rejeki Oleh gawe: mendapat pekerjaan, rejeki/hal yang baik Bejik : baik Rahayu: keindahan, kedamaian, aman dan selamat Kasurang-surang: sengsara, celaka, mendapat kesusahan, tidak mendapat ketenangan Orang Jawa yang masih menganut ilmu kejawen memang kental akan tradisi, adat dan pantangan.

Jika dilihat dari tabel diatas ada beberapa aturan orang Jawa tersebut dimana sejak jaman kuno dulu sampai sekarang masih ada yang mempercayai hal baik/hal buruk untuk menentukan hari baik menurut arah mata angin (kompas) tentang arah mana yang dianggap baik/buruk menurut paham kejawen dimana arah mata angin yang tepat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan mencari pekerjaan, bercocok tanam, mendapatkan pasangan hidup/menikah, dll.

Misalnya: Orang yang lahir pada hari Senin menurut tabel diatas; apabila mencari jodoh, pekerjaan, dll hendak ke arah ngalor ‘’utara’’ diperbolehkan sebab tertulis kata rahayu berarti perdamaian, aman dan selamat. Kalau kearah ngetan timur dikatakan rejeki gedhe artinya rezki yang besar, kearah ngidul selatan dikatakan kasurang-surang mendapat kesusahan; berarti tidak mendapatkan ketenangan jadi menurut kepercayaan Jawa tidak boleh dilakukan kalau dilakukan berarti akan mendapat kesusahan.

Apabila kearah ngulon barat tertulis oleh gawe maksudnya mendapat pekerjaan atau hal baik. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Dina Pasaran Jawa (Hari Pasarnya Jawa) DINA PASARAN JAWA PON WAGE KLIWON LEGI PAHING Misalkan ada kasus begini: Si A lahir pada hari selasa kliwon, pantangan pertama adalah kamis wage, kedua adalah rabu pon (dihitung dari 9 hari kedepan menurut pasaran jawa pada tabel diatas) pada dua hari tersebut, dia tidak boleh bepergian, bercocok tanam, mencari jodoh/menikah, mendirikan bangunan, dsb sebab kalau dilanggar menurut paham aturannya akan mendapatkan musibah (celaka/mati).

Disamping itu, menurut kepercayaan yang sudah tertulis dalam kitab primbon, orang tua yang mempunyai seorang anak (laki-laki/perempuan) yang lahir pada hari selasa kliwon salah satu orang tuanya bapak/ibu tidak akan menjumpai anaknya saat melangsungkan pernikahan (sudah meninggal terlebih dahulu).

Kata ibuku saat aku dilahirkan pada hari kelahiran Selasa Kliwon di dunia, ayahku saat itu tidak pulang ke rumah (pergi) tanpa ada pesan perginya entah kemana selama tiga hari. Mungkin karena alasan itulah, saat itu ayahku awalnya tidak begitu suka dengan hari kelahiranku karena dianggap sebagai hari sialnya.

b. Membaca Jodoh dalam Primbon. Dalam masyarakat kejawen, jodoh memang termasuk misteri. Karena Tuhan merahasiakannya. Namun, dalam primbon, untuk mencari jodoh maka harus melalui petungan (perhitungan huruf) secara khusus. Dalam hal ini ada orang yang menerapkan petungan untuk mencari jodohnya, ada pula yang menerapkan petungan ke dalam mistik melalui tirakat.

Dalam petungan ini biasanya menggunakan pasatowan salaki-rabi, yakni mempersatukan nama calonnya. Contoh petungan-nya menurut kitab Primbon Betaljemur Adammakna. Ngat Neptunya 5 Kliwon Neptunya 8 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Senen Neptunya 4 Legi Neptunya 5 Seloso Neptunya 3 Rebo Neptunya 7 Pahing Neptunya 9 Kemis Neptunya 8 Djumuah Neptunya 6 Pon Neptunya 7 Sabtu Neptunya 9 Wage Neptunya 4 Sura Neptunya 7 Rajab Neptunya 2 Sapar Neptunya 2 Ruwah Neptunya 4 Rabiul Awal Neptunya 3 Pasa Neptunya 5 Rabiul Akhir Neptunya 5 Sawal Neptunya 7 Jumadil Awal Neptunya 6 Dulkadah Neptunya 1 Jumdil Akhir Besar Neptunya 1 Neptunya 3 Keterangan: Neptu: Nilai jumlah angka dari suatu hari dan pasaran Cara untuk menghitung angka pada hari dan neptu pasaran adalah: Djumuah: 6, Kliwon, 8.

Jadi, 6+8 = 16 c. Menentukan Hari Baik dan Buruk menurut Primbon. Dalam Islam, semua hari itu dianggap baik semua, namun menurut kitab Primbon terdapat hari yang dianggap baik dan buruk dalam menentukan kegiatan tertentu. Misalnya: menikah, sunatan (walimatul khitan), mendirikan bangunan, bepergian, dan lain-lain.

Berikut tabel rumus yang dikutib dari kitab Primbon. Urip Guna Bisa Lara Pati Cilaka Susah 1.1 Sura 8 3 9 6 7 4 5 3.1 Sapar 6 8 7 4 5 3 9 4.5 Mulud 3 7 6 5 4 9 8 9 5 3 6 4 7 8 9 4 3 7 8 6 5 4 8 5 9 6 7 3 6.5 7.4 2.4 Bakda Mulud Jumadil Awal Jumadil Akhir This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 3.3 Rejeb 6 8 7 4 5 3 9 5.3 Ruwah 4 6 5 9 3 8 7 6.2 Pasa 3 5 7 8 4 6 9 1.2 Syawal 8 3 9 6 7 5 4 2.1 Apit 7 6 5 3 8 4 9 4.1 Besar 5 7 6 8 4 9 3 Keterangan: 3 : Selasa 5: Ngat 7: Rebo 9: Sebtu 4: Senin 8: Kemis 10 Guna: Senang, Gembira 6: Djumuah 11.

Pati: Kematian d. Perhitungan Neptu Untuk Pernikahan. Neptu hari dan pekan (pasaran) dari kelahiran, calon suami dan istri, masing-masing dijumlahkan. Kemudian, hasilnya dibagi 9 dan dicatat sisanya. Dan hasil sisanya tersebut mempunyai makna sebagai berikut: 1 dan 1: baik, saling mencintai, 1 dan 2: baik, 1 dan 3 : kuat, tetapi rejekinya jauh, 1 dan 4: banyak celakanya, 1 dan 5: bercerai, 1 dan 6: sulit kehidupannya, 1 dan 7 : banyak musuh, 1 dan 8: sengsara, 1 dan 9: tempat berlindung, 2 dan 2 : selamat, rejeki banyak, 2 dan 3: salah satu meninggal lebih dulu, 2 dan 4: banyak mengalami godaan, 2 dan 5: banyak celakanya, 2 dan 6 : cepat kaya, 2 dan 7: banyak anaknya yang mati, 2 dan 8: murah rejeki, 2 dan 9: banyak rejeki, 3 dan 3: melarat, 3 dan 4: banyak celakanya, 3 dan 5: cepat cerai, 3 dan 6: mendapat anugrah, 3 dan 7 banyak mendapat celakanya, 3 dan 8: salah satu meninggal dulu, 3 dan 9: banyak rejeki, 4 dan 4: sering sakit, 4 dan 5: banyak mengalami godaan, 4 dan 6: banyak rejeki, 4 dan 7: melarat, 4 dan 8: banyak mengalami rintangan, 4 dan 9: salah satu kalah, 5 dan 5: terus mendapatkan keberuntungan, 5 dan 6: murah rejeki, 5 dan 7: selalu ada mata pencaharian, 5 dan 8: mengalami banyak rintangan, 5 dan 9: murah rejeki, 6 dan 6: banyak celakanya, 6 dan 7: rukun, damai dan tentram, 6 dan 8: banyak musuh, 6 dan 9: sengsara, 7 dan 7: terhukum oleh istrinya, 7 dan 8: mendapat celaka karena diri sendiri, 7 dan 9: perjodohannya langgeng, 8 dan 8: dicintai orang lain, 8 dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan banyak celakanya, 9 dan 9: susah rejeki.

Contoh: hari kelahiran suami adalah Jum’at Kliwon, neptu Jum’at = 6, ditambahkan dengan neptu Kliwon = 8. 6+8 = 14 dibagi 9, maka sisanya 5. Sedangkan istri umpamanya kelahiran Jum’at Pahing. Neptu Jum’at = 6, neptu Pahing = 9. Jika ditambahkan menjadi 15. Kemudian hasilnya dibagi 9 maka menjadi 6. Jadi, sisa keduanya: 5 dan 6 yang jatuhnya murah rejeki. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com e.

Perhitungan Neptu Dan Pasaran Suami Istri. Neptu hari kelahiran dan pasaran suami istri dijumlahkan, hasilnya kemudian dibagi menjadi 4 maka sisanya: 1 Bermakna Gonto: jarang memiliki anak, 2 Bermakna Gembali: banyak anak, 3 Bermakna Sri : banyak rejeki, 4 Bermakna Punggel : salah satu meninggal.

Contoh: misal hari kelahiran suami adalah Jum’at Pon, neptu Jumat: 6, neptu Pon:7. Sedangkan hari kelahiran istri Rabu Pahing, neptu Rabu: 7, neptu Pahing : 9.

Jika dijumlahkan maka hasilnya 29. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dibagi menjadi 4, maka tersisa 1. Bilangan 1 jatuh pada bilangan gonto yang bermakna jarang memiliki anak.

f. Perhitungan Weton Pasaran Untuk Suami Dan Istri. Perhitungan ini didasarkan menurut hari kelahiran kedua pasangannya, yakni: Ngat dengan Ngat: sering sakit, Ngat dengan Senin: banyak penyakitnya, Ngat dengan Selasa: miskin, Ngat dengan Rabu: yuwana (selamat meskipun difitnah orang), Ngat dengan Kamis: bertengkar, Ngat dengan Jum’at: yuwana, Ngat dengan Sabtu: miskin, Senin dengan Senin: tidak baik, Senin dan Selasa: yuwana, Senin dan Rabu: anaknya wanita, Senin dan Kamis: dicintai banyak orang, Senin dan Jum’at: yuwana, Senin dengan Sabtu : berekat (selalu cukup, meskipun pendapatannya sedikit), Selasa dengan Selasa: tidak baik, Selasa dan Rabu: kaya, Selasa dan Kamis: kaya, Selasa dengan Jum’at: bercerai, Selasa dengan Sabtu: sering bertengkar, Rabu dengan Rabu: tidak baik, Rabu dengan Kamis: yuwana, Rabu dengan Jum’at: yuwana, Rabu dengan Sabtu: baik, Kamis dengan Kamis: yuwana, Kamis dengan Jum’at: yuwana, Kamis dengan Sabtu: bercerai, Jum’at dengan Jum’at: miskin, Jum’at dengan Sabtu: celaka, Sabtu dengan Sabtu: tidak baik.

g. Perhitungan Pernikahan Nama Penganten Pria dan Wanita Diambil Huruf Awal dan Akhirnya Versi Pertama Misalnya: Nama Pengantin Pria A dengan Wanita B diambil huruf awal dan akhirnya saja, kemudian neptu masing-masing huruf suami dan istri tersebut dijumlahkan.

Berapa sisa masing-masing? Jika ada sisanya maka: 1 dan 1 Baik 3 dan 9 Baik 1 dan 2 Baik 4 dan 4 Jahat 1 dan 3 Bertengkar 4 dan 5 Cerai 1 dan 4 Cerai 4 dan 6 Cerai 1 dan 5 Cerai 4 dan 7 Jadi musuh 1 dan 6 Cerai 4 dan 8 Jadi musuh This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 1 dan 7 Jadi musuh 4 dan 9 Dianggap jelek 1 dan 8 Mati 5 dan 5 Siang sialnya 1 dan 9 Jadi penghulu 5 dan 6 Cerai 2 dan 2 Baik 5 dan 7 Cerai 2 dan 3 Mati 5 dan 8 Cerai 2 dan 4 Baik 5 dan 9 Baik 2 dan 5 Cerai 6 dan 6 Jelek tapi tidak cerai 2 dan 6 Jelek 6 dan 7 Baik 2 dan 7 Sering cerai/rujuk 6 dan 8 Baik 2 dan 8 Tidak mudah cerai 6 dan 9 Cerai 2 dan 9 Baik 7 dan 7 Baik 3 dan 3 Lipat 7 dan 8 Baik 3 dan 4 Tidak jadi 7 dan 9 Kejahatan 3 dan 5 Cerai 8 dan 8 Baik 3 dan 6 Baik 3 dan 7 Celaka 8 dan 9 Banyak anak tapi mendapat celaka 3 dan 8 Cerai 9 dan 9 Pisah tapi tidak cerai Neptu hurufnya sebagai berikut: No.

Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 1 11 Pa 7 2 Na 3 12 Da 3 3 Ca 5 13 Ja 6 4 Ra 7 14 Ya 5 5 Ka 2 15 Nya 10 6 Da 4 16 Ma 4 7 Ta 7 17 Ga 2 8 Sa 9 18 Ba 4 9 Wa 1 19 Tha 9 10 La 1 20 Nga 10 Misalnya: This PDF is Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nama penganten Pria misalkan bernama Sudargo, huruf awalnya Sa dan akhirnya Ga.

Masing-masing neptunya adalah 9 dan 2, jumlahnya 11 dibagi 9, maka untuk penganten pria sisa 2 (dua). Sedangkan nama penganten wanita, misalkan namanya Satimah, huruf awalnya adalah Sa, dan akhirnya Ma, masing-masing neptunya 9 dan 4, jumlahnya 13 dibagi 9 maka penganten wanita sisa 4 (empat), jadi 2 dan 4 (lihat tabel diatas) berarti baik. h. Perhitungan Pernikahan dengan Mengambil Huruf Depan dan Belakang Versi Kedua Misalnya: Ambil huruf depan dan belakang dari pasangan penganten.

Jumlahkan seluruh neptu hurufnya, kemudian dibagi 7. Jika sisa, maka menjadi: 1 Tunggak tan semi, Anaknya banyak yang mati 2 Pisang punggel, Cerai 3 Lumbung gumuling, Boros 4 Sanggar waringin, Jadi tempat berlindung 5 Pedaringan kebak, Kaya 6 Satriya lelaku, Baik kalau berdagang 7 Pandhita mukti, Tentram dan selamat Neptu hurufnya sebagai berikut: No. Abjad Neptu No. Abjad Neptu 1 Ha 6 11 Pa 1 2 Na 3 12 Da 4 3 Ca 3 13 Ja 3 4 Ra 3 14 Ya 8 5 Ka 3 15 Nya 3 6 Da 5 16 Ma 5 7 Ta 3 17 Ga 1 8 Sa 3 18 Ba 2 9 Wa 6 19 Tha 4 10 La 5 20 Nga 2 Misalnya: Ada seorang nama pengantin bernama Surono, huruf awalnya Sa dan akhirnya Na.

Masing-masing neptunya adalah 3 dan 3, maka jumlahnya 6. Sedangkan nama penganten This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com wanitanya Mardiyah, huruf awalnya Ma dan akhirnya Ya. Masing-masing neptunya 5 dan 8, maka jumlahnya menjadi 13. Jumlah keseluruhan (6+13) hasilnya menjadi 19, kemudian dibagi 7, sisanya 5, jatuh pada Pedharingan Kebak, artinya : kaya.

i. Membaca Gejala Alam Kehebatan orang Jawa (Bay Aji Yusuf, 2009) dalam membaca alam semesta telah melahirkan seni pranatamangsa yang merupakan tafsir alam semesta.

Sampai saat ini pranatamangsa masih banyak digunakan kaum tani di pedesaan. Mereka dengan cerdik tahu saat yang tepat untuk menanam. Hal ini meminalisir petaka yang mungkin menimpa. Pranatamangsa sama halnya dengan horoskop atau ramalan bintang. Dalam Primbon Attasadhur Adammakna dijelaskan bahwa ada 12 Penget Palintangan beserta baik dan buruknya mengerjakan sesuatu.

Kemungkinan besar Penget Palintangan menyadur nama-nama buruj (zodiak) dalam Islam. No. Palintangan Buruj Zodiak 1 Kam, lun Al Hamlu Aries 2 Sur Al Tsauru Taurus 3 Jud Al Jawza’ Gemini 4 Surtan Al Sarthan Cancer 5 Kasad Al Asad Leo 6 Sambulah Al Sambulah Virgo 7 Mijan Al Mizan Libra 8 Ngakarad Al ‘Aqrab Scorpio 9 Kus Al Qaws Sagitarius 10 Jadiyun Al Jadyu Carpicorn 11 Daliyun Al Dalwu Aquarius 12 Kuda Al Hut Pisces Dapat disimpulkan bahwa Penget Palintangan menyadur dari nama-nama Arab, bersamaan dengan politik Sultan Agung dalam mendamaikan budaya golongan santri dan abangan.

Namun, tampaknya dalam era modern ini, tidak banyak orang yang masih bertumpu dalam perhitungan Primbon. Kalau dulu jodoh masih didominasi oleh orang tua dengan perhitungan Primbon. Inilah zaman yang disebut orang Jawa sebagai Kebo doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan gudel, maksudnya: orang tua yang dinasehati oleh anak, bukan sebaliknya.

j. Para Maling (Pencuri) dari Kalangan Penganut Primbon Jawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Misalnya: Jika ingin selamat menjalankan profesinya sebagai pencuri atau maling, juga harus mempelajari Primbon yang disebut sebagai kalamunyeng atau kalamudeng.

Kapan hari yang baik baginya untuk maling berdasarkan hitungan tempat tinggal dan tanggal lahir si maling tersebut. Dalam hal ini keselamatan masyarakat juga dihitung berdasarkan letak dan tempat masyarakat tersebut dalam tata tertib kosmos Agung. Kunci primbon adalah memahami waktu absolutnya terlebih dulu. Penemuan waktu ini akan dapat menentukan di mana letak seorang manusia dalam ruang semesta, khususnya dalam relatifnya di dunia ini.

Karena tempat seorang manusia telah ditentukan berdasarkan kemunculannya dalam waktu, maka semua gerak-geriknya harus diatur berdasarkan waktu tersebut kalau manusia itu mau selamat. Begitu pula kala seseorang mau mencelakakan orang lain lewat gaib atau langsung, maka dia harus mengetahui letak dan tempat orang lain tersebut dalam pola tata tertib waktu dan ruangnya dalam alam semesta (kosmos).

k. Mengenal Sifat atau Watak Seseorang Melalui Weton atau Hari Kelahiran Senin Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Menurut Kehormatan Kelompok Anda suka pada hari kepercayaan keluarga" ini suka menyampaikan Senin Pon, Jawa, jika anda adalah prinsip berkeliling pendapat dengan anda adalah lahir pada hari kalangan Senin dan melihat- tegas, dan tidak seseorang Senin Wage Kliwon.

Anda lihat dunia, akan terpengaruh yang penuh anda jarang terkenal karena entah secara oleh omongan kontradiksi. terjebak dalam pengabdian fisik ataupun orang lain bila tidak Anda keadaan yang anda terhadap secara menemukan alasan mungkin memalukan! Ini orang tua, anak, intelektual.

untuk terlihat dikarenakan kakak-adik, Mereka juga mempercayainya. sebagai orang anda suka bahkan sering suka Meskipun yang tangguh, merencanakan pula kerabat berdebat. demikian, anda yang suka dan jauh. Anda Namun, adalah seorang tampil kuat, menimbang bersedia mereka tidak yang perasa, jujur, bahkan pilihan anda mengorbankan bersifat beriba, dan bercita- dengan dengan hati- semuanya antagonis; cita tinggi.

Anda bangga hati jauh untuk membela kalangan ini adalah pekerja giat memamerkan sebelum keluarga anda. sebenarnya yang tidak suka kekayaan mengambil Anda memiliki terlalu sopan menghambur- anda (atau tindakan.

Anda perasaan yang bahkan hamburkan hasil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kepandaian cukup jujur dan kuat terhadap untuk jerih payah. anda bila tidak keberatan asal anda, bermimpi Cobalah untuk hanya itu yang mendengarkan bahkan menyakiti mengendalikan anda miliki!).

permasalahan mungkin juga perasaan perasaan anda yang Namun, anda orang lain. terhadap negara orang lain. sensitif agar tidak sebenarnya Berkat tempat anda Konon selalu memasukkan adalah pendekatan lahir. mereka juga dalam hati setiap seseorang anda yang Sayangnya, sangat murah perkataan atau yang sangat tenang, anda segala hal hati. tindakan orang perasa. Orang mampu tampil cenderung Tampaknya, lain. lain akan meyakinkan di terlalu mereka selalu terkejut depan dimasukkan memiliki bila masyarakat, hati, sehingga kepribadian mendapati sehingga anda anda mudah yang betapa ramah, memiliki bekal tersinggung.

cemerlang. sopan dan menjadi Terkadang jika saja bertanggung diplomat yang perlu waktu mereka mau jawab anda baik. Meskipun untuk membuat berhenti sebenarnya. demikian, anda tenang mencampuri Tidakkah sekali anda kembali.

urusan orang anda merasa marah, anda Meskipun lain! lebih baik tidak akan mau demikian, pada sekarang? menerima dasarnya anda alasan apapun. mudah Anda terkadang memaafkan dan begitu ndableg tidak suka sehingga lebih mendendam. baik anda Anda pandai dibiarkan dengan kata- sendiri saja kata dan untuk menjadi mungkin dapat tenang menjadi kembali. seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada pekerjaan semacam itu.

Orang lain This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menghargai keramahan, kesopanan dan kelembutan anda yang terpuji. Selasa Pon Wage Kliwon Legi Kalangan ini Anda tidak Mereka yang sangat suka lahir pada hari lahir pada hari yang lahir menyukai membesar- Selasa Kliwon Selasa Legi, pada hari kemewahan. besarkan diri. terkenal bersifat anda akan Selasa Pahing Tingkat Bahkan, anda ramah.

Mereka memiliki konon bersifat pemborosan lebih sering begitu pandai kepribadian santai dan mereka mengalah mengungkapkan yang kuat. dapat biasanya kepada orang kata-kata yang Anda tidak menerima tergantung yang lebih tepat dalam akan suka orang lain apa- pada cerewet berbagai situasi melihat orang adanya. kemampuan daripada sehingga orang menghalangi Mereka finansial yang mempersoalkan lain cukup mudah anda, dan tidak terampil ada, tetapi hal-hal yang menyukainya atau akan mau dengan tangan keinginan remeh.

malahan cukup mengalah mereka, suka yang kuat Meskipun mudah (walaupun menolong, dan akan demikian, anda diperdayainya dalam hal mau berkorban kehidupan bersemangat bila itu yang yang banyak bagi yang serba baja.

Beberapa mereka inginkan! sebenarnya orang yang mewah akan orang mungkin Anehnya, mereka sepele) agar mereka selalu mereka mengatakan juga terkenal orang lain sayangi.

Tetapi rasakan. anda sedikit berpendirian tidak merasa jangan tanya Meskipun kaku. Namun, keras, walaupun sakit hati. tentang orang- cenderung ada pula yang kesan pertamanya Sesungguhnya, orang yang untuk akan mungkin tidak popularitas membuat melindungi menganggap menunjukkan anda tidak mereka marah!

perasaan anda teramat demikian. Mereka akan Kalangan mereka ndableg. Di juga dapat berkurang jika Selasa Pahing sendiri, samping itu, bersikap sangat anda mau mempunyai mereka dapat andaikata anda kritis terhadap belajar sedikit reputasi Jika anda Pahing Orang-orang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com menjadi merasa orang lain pada berkompromi.

terburuk dalam sangat setia terancam, ego saat-saat tertentu. Bila tidak, hal membalas dan murah anda yang Namun, anda dorongan anda dendam secara hati kepada sensitif akan tidak perlu untuk berkuasa membabibuta. orang-orang sangat mudah berkecil hati bila dapat Meskipun yang sesuai terusik menjadi sasaran membuat anda mereka dengan sehingga anda penilaian tajam membuang cenderung standar cenderung mereka: banyak tenaga untuk cukup pribadi bersikap menunjukkan dalam adu beruntung, mereka.

Akan cemburu. kesalahan anda kekuatan mereka harus tetapi, sekali Meski barangkali dengan teman, belajar untuk anda dekat demikian, hanyalah cara pasangan, atau mengendalikan berarti anda terkadang mereka majikan. suatu kehausan telah menjadi lawan-lawan membantu anda Tetapi pribadi yang milik mereka anda pun akan menjadi orang bagaimanapun mungkin seutuhnya, mengagumi yang lebih kekurangan membuat dan karena nafsu anda sempurna.

tersebut, anda mereka agak kalangan ini yang besar adalah tipe serakah. Lalu sering terbawa akan ilmu yang jujur dan di kemudian kekhawatiran pengetahuan suka bekerja hari mereka akan ancaman dan tekad kuat keras, yang dapat hidup (nyata yang memiliki cita- tenang dan maupun memungkinkan cita tinggi dan berbahagia, khayalan) anda menelaah minat yang tak dikelilingi maka tidak secara terpuaskan banyak teman mengherankan mendalam hal- terhadap ilmu yang baik dan jika rasa hal yang pengetahuan.

menarik. cemburu menarik selalu perhatian anda. menyertai Bila keadaan mereka dalam mulai setiap memburuk hubungan. anda akan tetap Meskipun bertahan. mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal bersifat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial.

Barangkali anda tidak akan menduga bahwa mereka berpendirian sangat kaku. Rabu Pon Wage Pada dasarnya, Secara umum, anda termasuk mereka yang lahir tipe yang Kliwon Legi Pahing Anda Orang-orang ini adalah menghormati suka pada hari Rabu pemikir sejati tata krama mempertimbangkan penuh Wage bersifat dengan sikap dan segala sesuatu keberuntungan, baik hati dan lembut berpegang sebelum melakukan karena anda ramah.

Meskipun disertai gaya teguh pada suatu tindakan. selalu terkadang kata- duniawi yang falsafah hidup Mereka akan merencanakan kata mereka agak mempesona anda. merenungkan tindakan anda keras, mereka yang mudah Kejujuran segala dengan hati- biasanya mudah menarik orang adalah salah kemungkinan hati, terbuka bergaul dengan lain kepada satu prioritas doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan puas terhadap orang lain serta anda. anda, terhadap hasil yang peluang yang menjunjung tinggi Dikarenakan sehingga anda dapat dicapai.

baru, dan tidak kejujuran dan niat bakat alami membenci Kelompok ini mudah putus baik. Mereka suka anda akan ketidakadilan. mungkin terlihat asa. Anda juga menimbang bahasa dan Anda sangat cukup santai, tetapi memiliki pilihan mereka kepekaan setia terhadap jangan terkecoh!

beberapa dengan cermat terhadap teman tercinta Mungkin keterampilan sebelum perasaan anda yang dikarenakan sedikit sosial, melaksanakannya, orang lain, sangat rasa kurang percaya sehingga dan dalam hal ini maka anda banyak. Anda diri yang membuat Anda This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sejelek apapun mereka memiliki memiliki dikagumi oleh mereka bersikap wajah anda, cukup banyak potensi untuk banyak orang angkuh.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Namun, kemungkinan kebijaksanaan. menjadi karena kata- tidak dapat besar anda Bisa saja mereka seorang kata anda dipungkiri banyak mudah bergaul suka menikmati pembicara yang peramal Jawa juga dengan orang barang-barang dan besar.

Banyak bijaksana. mengatakan bahwa lain! Sisi pelayanan yang di antara Lantas, apa mereka memang buruknya, anda mewah, tetapi orang yang gunanya tidak suka berbagi suka sekali mereka bukan tipe lahir pada hari selalu ingin dengan yang lain. pamer. pemboros. Mereka Rabu Kliwon mencampuri Kewaspadaan Mungkin anda sangat menjadi orator urusan orang mereka mungkin hanya haus menghargai uang atau penulis lain? terlihat berlebihan perhatian mereka, dan yang handal.

saat rasa curiga sewaktu masih terkadang Anda berseri- mereka timbul. kecil, sehingga beberapa dari seri bila Orang-orang ini kini anda mereka dapat mendapatkan sangat perlu belajar merasa harus bersikap sangat pujian untuk bersikap membuat irit.

(sebenarnya lebih santai dan kagum semua siapa yang menurunkan orang dengan tidak?), akan pertahanan mereka. kepandaian tetapi Untungnya mereka atau kekayaan mungkin anda memiliki prinsip anda.

Jadilah perlu belajar untuk tidak diri sendiri dan untuk tidak mencampuri urusan orang lain akan terlalu orang lain. menyukai anda memasukkan apa adanya. kritikan orang Akan lebih lain ke doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan baik juga bila hati.

anda berusaha Waspadalah untuk tidak agar terlalu kelemahan menyalahkan anda terhadap orang lain yang kata-kata yang secara tidak manis tidak sengaja membuat anda menyakiti terlalu mudah perasaan anda.

diperdaya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kamis Pon Wage Kliwon Legi Pahing Jika anda lahir Orang yang Anda memiliki Mereka yang Anda memiliki cita- di hari Kamis lahir pada rencana-rencana lahir pada hari cita yang besar Pon, anda hari Kamis besar dalam Kamis Legi disertai semangat biasanya Wage hidup anda. memiliki cita- baja untuk memiliki cita- biasanya Bahkan, cita yang mewujudkannya. cita tinggi dan memiliki terkadang cita- mulia dan Anda selalu siaga tujuan-tujuan cita-cita cita anda sedikit nilai-nilai mencari mulia yang setinggi terlalu besar yang tinggi.

kesempatan untuk berusaha anda langit. Tentu sehingga anda Mereka memajukan wujudkan saja, menjadi korban terkadang kepentingan anda. sekuat tenaga. terkadang dari imajinasi amat Tetapi hal itu Anda memiliki harapan anda yang bijaksana, bukanlah untuk pikiran yang mereka terlalu aktif saat dikarenakan anda semata; anda cerdas dan terlalu tinggi, keadaan berada kemampuanny juga sangat penuh rasa tetapi mereka diluar jangkauan a untuk mempedulikan ingin tahu, juga anda.

Meskipun melihat keluarga dan selalu serta suka berpegang demikian, anda prospek siap membantu mempelajari pada aturan tidak mudah jangka saudara yang hal-hal baru dan dapat menyerah, dan panjang dari membutuhkan yang dapat cukup sikap anda yang suatu hal.

perlindungan atau memperluas berhati-hati optimis dan Walaupun pengasuhan. wawasan anda. dalam terhormat akan demikian, Meskipun Meskipun mewujudkan membuat anda mereka harus demikian, anda demikian, tujuan diterima dengan mampu mungkin perlu dengan mereka baik oleh bersikap tabah menjaga kecenderungan sehingga kebanyakan dan berhati- kecenderungan untuk berpikir seringkali orang. Anda hati jika ingin untuk selalu dan bertindak tercapai. suka menjadi melihat mengambil dalam skala Kalangan ini pemimpin, akan keberhasilan kesimpulan tanpa besar, mungkin saja tetapi terlebih ide-ide mengetahui fakta- kebanggaan pandai, tetapi dulu anda harus mereka yang fakta yang lengkap.

serta rasa mereka mengendalikan besar. Khusus dalam percaya sering kecenderungan Masalahnya, pergaulan anda, terhadap terpaku pada anda untuk meskipun suatu dorongan kekayaan jalan mereka terlalu kalangan ini untuk membantah materi atau dan biasanya memasukkan cenderung tanpa lebih dahulu kepandaian tidak hati ide dan berpandangan mengatur pikiran This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dapat dengan menghargai tindakan orang luas, mereka dan kata-kata mudah menjadi saran yang lain yang sering mungkin akan dapat kelemahan tidak mereka mungkin terjerumus membuat orang lain anda pada suatu inginkan.

berbeda dari dalam pernik- merasa tidak saat. Anda Meskipun sudut pandang pernik dihargai. Cara bukanlah tipe demikian, anda. kehidupan penyampaian anda orang yang mereka dapat sehari-hari. sangat berpengaruh suka banyak cukup Mereka di sini. bergaul dan mempesona termasuk tipe tidak tertarik orang lain yang selalu pada urusan dengan membutuhkan orang lain. sopan- pujian. Tampaknya santunnya Namun, anda cukup dan kemungkinan puas dengan cenderung dukungan mengandalkan tampil baik tidak terlalu kemampuan dalam sulit pribadi untuk pergaulan.

diperolehnya, memahami Mereka sebab mereka suatu situasi mungkin biasanya dan tidak suka dikelilingi menghindarkan menunjukkan oleh banyak diri dari perasaan teman pengaruh orang mereka yang (kelompok ini lain.

sebenarnya, terkenal tetapi mereka memiliki mudah kemampuan dibujuk bergaul yang dengan luar biasa). rayuan -- Sementara itu beberapa timbul patah kata pertanyaan; yang manis benarkah dan mereka hanya pasti mulai keinginan berpamer! untuk membantu ataukah dorongan tersembunyi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com untuk menguasai lingkunganny a yang selalu membuat mereka mencampuri urusan orang lain?

Jum’at Pon Wage Kliwon Legi Pahing Menurut Mereka yang Karena sabar Konon, mereka Pada dasarnya, kepercayaan terlahir pada dan murah yang lahir pada anda adalah jawa, orang hari Jumat hati, anda hari ini pembicara yang yang Wage terkenal mudah cenderung menyenangkan dilahirkan sangat membuat bersifat jujur. dengan cita-cita pada hari mengasihi dan orang Bahkan, mereka tinggi dan hati Jumat Pon mudah menaruh menyukai terkadang yang jujur.

perlu banyak iba kepada anda. mungkin terlalu Apalah artinya bergaul sesama Mungkin hal jujur, sebab jika anda dengan manusia. Oleh ini juga mereka adalah bersikap sedikit berbagai jenis karena itu, anda dikarenakan tipe orang yang boros! Anda orang. Konon, berpotensi gaya anda suka bakal mereka menjadi Ibu yang halus. mengungkapka memperoleh berpembawaa Teresa kecil Anda dapat n pikiran banyak poin n tenang, yang selalu menjadi mereka tanpa dari mereka serius dan bersedia seorang tedeng aling- yang ingin bijaksana membantu pemimpin aling!

Mereka melihat anda dalam mereka yang yang baik, cukup teguh berhasil -- berbicara. membutuhkan. karena anda dengan bahkan jika Mereka adalah Anda memiliki cenderung pendirian anda tidak tipe yang karakter yang mempunyai mereka, tetapi selalu berjiwa sosial, sangat jujur, kemampuan, sikap seperti ini memanjakan murni dan kemurnian hati, dapat berpikir terkadang juga mereka. Anda jujur serta dan juga secara luas, menghambat kelihatan begitu mudah kesetian yang dan dapat kemampuan mudah bersimpati sesuai dengan mempengaruh mereka untuk dimanfaatkan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap julukan i banyak orang menerima orang sehingga orang mereka yang tersebut.

Anda dengan lidah lain secara apa tidak akan tertindas. tidak pernah anda yang adanya. menyangka Mereka membesar- pandai. Sebaiknya kita bahwa anda mudah besarkan Mungkin saja tidak akan mampu beradaptasi kemampuan anda sedikit memancing bersikap gigih dengan orang- anda sendiri, malas pada amarah mereka, (baca: keras orang di padahal di suatu saat, karena mereka kepala?) atau sekitar mereka dalam hati anda tetapi orang- dapat bertindak menduga betapa dan dapat sesungguhnya orang akan ekstrim bila ganasnya anda menyesuaikan adalah orang tetap sedang naik bila sedang diri dengan yang tegar.

mencintai darah. mengalami hari berbagai Sangatlah sulit anda. Meskipun yang situasi seperti membuat anda Jelasnya, anda demikian, menjengkelkan! seekor mengubah tidak akan mereka setia bunglon. Akan keputusan yang pernah dan murah hati tetapi, telah anda kekurangan terhadap orang- kelebihan ini tetapkan. teman! orang yang juga dapat Keyakinan anda dicintainya. menjadi dapat sangat Simpati mereka kelemahan mengagumkan.

mudah timbul terbesar. atau bahkan sehingga tidak mereka, hanya suatu keberatan untuk karena jika kebodohan. bertindak diluar tidak disertai Anda mungkin jalur mereka rasa percaya perlu belajar untuk diri yang kuat untuk menerima membantu mereka dapat saran dari orang teman atau dengan mudah lain yang bahkan orang dipengaruhi bermaksud asing.

oleh pendapat baik. dan kebiasaan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan orang lain. Sabtu Pon Wage Kliwon Legi Pahing This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda memiliki Jika anda lahir Justru orang Anda adalah Jika anda lahir ego yang besar pada hari Sabtu seperti ini yang salah seorang pada hari Sabtu dan selalu ingin Wage, maka anda anda perlukan di penggemar gaya Pahing, menjadi akan bersifat pesta anda hidup yang kemungkinan penguasa di teguh pada berikutnya, karena santai dan anda bersifat dalam pendirian dan mereka begitu mewah.

Bagi lekas naik lingkungan sangat mudah ramah, sopan, dan anda, kualitas darah! anda. Meskipun naik darah jika mudah terkesan, selalu lebih Untungnya, demikian, anda rencana tidak sehingga mereka penting daripada secepat anda bukanlah tipe berjalan sesuai dengan mudah harga yang memuntahkan orang yang sulit: dengan keinginan membuat orang murah.

Hal ini kemarahan anda bila seseorang anda. Barangkali lain merasa betah berlaku juga secepat itu pula mengecewakan anda akan sedikit di rumah anda. pada kehidupan anda melupakan anda, anda akan banyak bergelut Mereka juga sosial anda: penyebabnya. memaafkan dan dengan masalah pintar Anda ingin Semoga orang melupakannya seputar mengucapkan berada disekitar lain sebaliknya dengan cukup kepercayaan dan kata-kata yang orang-orang mudah mudah -- rasa memiliki, menyenangkan. baik yang ber- memaafkan asalkan mereka karena dikatakan Bahkan, mereka IQ tinggi.

Anda anda pula! Perlu mengakui bahwa anda yang terlahir pada sendiri tidak diingat, kesalahannya bersifat agak hari Sabtu Kliwon kalah dari segi bukanlah suatu dan memohon cemburuan. termasuk salah otak. Untungnya hal yang maaf di kaki Meskipun satu kalangan anda juga dapat menyakitkan anda! Anda suka demikian, anda yang memiliki menghargai untuk mengakui membayangkan sangat setia dan bakat alamiah pandangan kesalahan yang diri sebagai murah hati dalam berbicara orang lain.

kita lakukan. orang yang kaya terhadap orang- dan menulis jika Tidak bisa Akan tetapi dan terkenal. Hal orang yang anda mereka dipungkiri, meskipun anda ini tidak berarti sukai. Di memilihnya omongan anda memiliki secara otomatis samping itu, anda sebagai pekerjaan. terkadang semangat hidup anda memiliki bakat Mereka cenderung sedikit tajam. yang tinggi yang materialistis. besar dalam doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Tetapi mengapa terkadang Namun, jika mengatur semua orang orang lain mau berakibat pada para peramal rumahtangga dengan baik, bersikap sarkatis kecerobohan, Jawa dapat anda agar tetap bahkan musuh terhadap anda?

anda akan dipercaya, anda berjalan tenang. mereka sendiri! bersikap lebih memang Anda benar- Mereka tidak waspada bila menikmati benar menyukai dikenal sebagai menyangkut suasana yang kemewahan dan orang tegar yang materi.

Anda mewah dan tidak sangat berpegang pada adalah salah satu This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sungkan menghargai pendiriannya. tipe yang selalu memperlihatkan barang-barang Akan sangat siap membantu kelebihan anda yang berkualitas berguna jika teman yang dalam hal tinggi.

mereka mau sedang materi. Mungkin mengembangkan menderita. hal ini sedikit keberanian berhubungan dan ketegasan, dengan masa karena kelompok kecil yang ini cenderung kurang bahagia sangat mudah dari segi menyerah pada emosional atau rintangan pertama. ekonomi. Mereka biasanya Semoga saja memperhitungkan anda tidak dengan cermat terlalu pelit segala tindakan untuk membagi yang akan mereka keberuntungan ambil. Dengan dengan teman- demikian teman anda. muncullah Ingatlah bahwa pertanyaan: mereka yang mengapa mereka banyak memberi sangat mudah akan banyak terkecoh oleh menerima pula!

penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang. Minggu Pon Wage Kliwon Legi Pahing Anda termasuk tipe Mereka yang Satu lagi tipe Hanya sedikit Menurut yang sensitif. lahir di hari pendiam dengan orang yang pengertian Mungkin karena Minggu Wage pendirian tegas dan diperkenankan tradisional, takut disakiti, anda konon bersifat kemauan keras. mengetahui isi orang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan selalu melindungi pemurah dan Anda sangat pandai hati anda yang lahir pada hari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perasaan anda.

Hati mudah menaruh dalam membuat terdalam. Anda Minggu Pahing dan pikiran anda iba. Mereka orang selalu termasuk tipe diakui mungkin cukup tahu cara-cara menduga-duga orang yang memiliki dalam, tetapi untuk perasaan anda yang tegas dan kemampuan terkadang orang menghibur sebenarnya. Anda pendiam. Anda yang lain menganggap orang yang sebetulnya cukup terlihat sangat mengagumkan anda tertutup. sedang sensitif, tetapi jangan tenang dan di bidang apa Barangkali anda menderita.

berharap orang lain terkendali, saja yang telah Mereka akan bahkan saat digelutinya. mengembangkan merupakan mempercayainya anda terbakar Mereka adalah penilaian yang pekerja keras pada saat mendengar amarah, pribadi-pribadi tajam terhadap pula. Akan anda beradu senyuman kuat yang baik-buruknya tetapi, mereka pendapat. Anda misterius itu mampu watak manusia. terkadang pandai bersosialisasi, tidak akan mempertahank Dengan bakat ini, terlalu teguh pandai berbicara, dan pernah lepas an pendapatnya anda dapat menjadi dalam memiliki bakat dari bibir anda.

dalam keadaan seorang diplomat pendirian -- politik yang besar. Maka dari itu, sulit sekalipun. yang piawai -- atau bahkan sangat Dengan kelebihan pada saat anda Tetapi mereka malahan seorang keras kepala! seperti ini, tidak melepaskan juga berpikiran manipulator yang Meskipun mengherankan tipe- perasaan anda, luas dan licik! Yang jelas, mereka pandai tipe seperti anda baik cinta cenderung anda selalu menenangkan sering mencapai ataupun benci, ditanggapi berusaha terlihat perasaan orang kedudukan yang hal itu akan dengan baik baik didepan teman- lain, mereka tinggi!

menjadi dalam teman anda. tidak akan pengalaman lingkungan Walaupun anda menunjukkan yang luar biasa sosial. mungkin saja perasaan bagi orang- Anehnya, mengambil cara mereka sendiri orang di sekitar kelompok ini yang tidak langsung dengan mudah.

anda. Anda dapat benar- atau menunggu saat Mungkinkah hal berwatak benar ahli yang tepat, tetapi ini merupakan cerdik, bahkan dalam lama-lama anda pengendalian terkadang licik, menyembunyik pasti merebut emosi dari dan pandai an (atau kesempatan untuk diplomat, dalam memendam) memamerkan doktor UGD, mengorek perasaan- kelebihan anda, atau pemadam rahasia.

Anda perasaan yang entah dari segi kebakaran, atau mudah tertarik tidak enak material ataupun justru pada hal yang seperti intelektual. kewaspadaan aneh, mistis, kemarahan, yang berlebihan atau misterius. kesedihan, atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terhadap Mencampuri penyesalan.

kemungkinan urusan orang Kontrol diri disakiti oleh lain sangat semacam itu orang-orang menyenangkan sangat yang telah bagi anda. Oleh menguntungka mereka karenanya, n bagi seorang percayai? anda mungkin politikus, Mereka sendiri bisa menjadi doktor UGD, yang harus seorang atau agen menjawab detektif, agen rahasia. pertanyaan ini. rahasia atau Namun, psikiater yang semoga sifat baik.

ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaanperasaan yang semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orangorang yang mereka cintai.

Orang yang menganut paham kejawen tak akan bisa lepas dari primbon. Kejawen merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berhubungan erat dengan filsafat. Banyak alasan orang ingin mengetahui tentang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia.

Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda disekitarnya, seperti bulan, bintang, dan matahari. Bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri. Ilmu pengetahuan merupakan pencarian makna praktis, yaitu penjelasan yang bisa dimanfaatkan. Penjelasan ini telah menjadi dasar ilmu pengetahuan manusia dari zaman pra-sejarah hingga awal abad ke-20. Ilmu pengetahuan abad ke-20 telah mengubah segalanya, kemajuan- kemajuan serupa itu sebenarnya telah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Salah satunya terjadi kira-kira tahun 2500 SM, ketika ”Stonehenge’’ didirikan di Inggris dan ‘’Piramida’’ dibangun di Mesir. Kedua monumen ini menyatukan gagasan astronomis dan religius yang kecanggihannya tidak sepenuhnya di ketahui hingga abad ini.

Penyelidikan mendalam tentang Stonehenge dan piramida-piramida tersebut mengungkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pengetahuan matematika yang mengejutkan. Orang yang membangun kedua monumen ini telah memahami istilah-istilah praktis yang paling sederhana tentang hubungan antara dua sisi tegak dengan sisi miring dari segitiga siki-siku yang tertentu. Dengan kata lain mereka telah memahami dasar dari apa yang kita kenal sebagai dalil Pythagoras sekitar 2000 tahun sebelum Pythagoras lahir.

Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat diruntut jauh kebelakang, bahkan sebelum abad ke-15 SM, terutama pada zaman batu. Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kapan mulainya zaman batu tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun para ahli berpendapat bahwa zaman batu berlangsung selama jutaan tahun. Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan.

Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan) diseminasi, proliferasi (pengembangan) ke dunia barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘The Dark Ages’ mendorong munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa. Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad Pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern.

Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup matang untuk merasakan pentingnya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.

Di beberapa negara, masyarakat telah bergerak ke tahapan pascailmiah dengan ketergantungan informasi yang lebih banyak dan pada komputer sebagai sistem eksper untuk mengolahnya. Seluruh kehidupan praktis sudah terkomersialisasi.

Kebutuhan dan produksi mulai dipertukarkan melalui alat penukar surat atau kartu berharga sampai sampai ke perbankan elektronik, yang berlangsung dengan intensif dan cepat. Filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang mengadakan tujuan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat juga mengadakan tinjauan dari segi sistematik, artinya tinjauan dengan memperoleh pandangan mengenai problem-problemnya yang utama dan dalam lapangan penyelidikannya saling berhubungan.

Menurut teori John S. Brubacher (dalam Prasetya, 2000;36) bahwa dalam tinjauan dari segi sistematik, filsafat berhadapan dengan 3 problem utama, yaitu: Pengetahuan yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dibentuk, dikelompokkan dan disirkulasikan dalam sebuah sistem pengetahuan soaial adalah ‘budaya’.

Namun ini tidak berarti bahwa semua kelompok sosial yang memiliki hal tersebut juga memiliki budaya yang sama. Tiidak mungkin semua anggotanya mengetahui satu atau semua hal yang sama, karena keterlibatan mereka dalam masyarakat berbeda-beda.

Seseorang secara individu dapat membentuk dan fenomena budaya tersendri berdasarkan kesempatan interaksi yang ia miliki. Penduduk desa, penduduk kota, anak dari seorang dokter dan anak seorang buruh, seoramg Muslim dan Katolik akan memiliki cakupan interaksi yang bebedabeda. Oleh karena itu, pengetahuan budaya pada akhirnya menjadi sangat beragam ,bahkan dua orang yang berasal dari komunitas sosial yang sama dapat memiliki budaya yang berbeda. Keadaan ini pada khirnya memungkinkan kita untuk menciptakan budaya pribadi, sepeti halnya kita dapat membuat struktur kebahasaan sendiri berbekal kondisi lingkungan kita.

Budaya pada akhirnya bukan sekedar seguah karya seni atau artefak, ia terdiri dari totalitas pengetahuan dan diferensiasinya dalam begian-bagian tertentu. Pendekatan ini telah difgunakan dalam ilmu antropologi sudah lebih dari satu abad. Definisi terbarunya yang lebih menekan pada elemen kognitifnya adalah : “Menurut pengamatan saya, kultur sebuah masyarakat terdiri atas kepercayaan atau keyakinan sehingga dapat tercipta sebuah operasi tata karma yang dapat diterima oleh pengikutnya.

. Budaya, sesuatu yang harus dipahami manusia sebagai hal yang berbeda dari sekedar warisan biologis, dan harus merupakan hasi akhir dari sebuah pembelajaran…” (Goodenough 1957, cited in Cerri-Long 1999, p. 88) Agar dapat dipelajari, kebudayaan harus diturunkan dan disebarkan, masyarakat yang gagal menurunkannya pada generasi sesudahnya akan gagal pula mereproduksinya.

Sebagian ahli berpendapat bahwa teori-teori tentang ‘budaya’ juga termasuk teori komunikasi, termasuk struktur dan fungsi dari system sosial. Ini menjadi dasar mengapa pada akhirnya budaya didefinisikan dalam sudut pandang kominukasi sebagai berikut : Budaya adalah kumpulan total dari informasi, kepercayaan, nilai-nilai dan keterampilan yang diterapkan dan dibagi dalam sebuah masyarakat dan situasi-situasi di mana manusia hidup.

Terdapat tiga kategori besar dalam pengetahuan budaya yaitu know-what (tahu-apa), know-of (tahu tentang) dan know-how (tahu bagaimana) Know-what terdiri atas apa-apa yang dipercayai benar oleh seseorang.

Misalnya pemahaman tentang politik, atau filosofi keagamaannilai-nilai dsb. Pengetahuan ini dapat pula isebut relatively permanent background knowledge atau ‘pengetahuan latar belakang permanen’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Know-of merupakan pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi disekelilingnya, seperti kejadian-kejadianberita apa yang sedang marak dsb.

Know-how berbicara tentang keterampilan, kapasitas dan kompetensi mereka dalam berlaku dan berbahasa yang tepat dan mudah dimengerti. Indikasi kedekatan antara bahasa, budaya dan identitas yang sederhana namun sangat kuat adalah sesuatu yang dinamakan cultural markers atau penanda budaya Penanda budaya biasannya terepresentasi dari 1.

Akronim dan singkatan : Ms, UFO, IBM, IT dsb. 2. Tempat : Camp X-ray, Salt Lake City, Wembley dsb. 3. Organisasi : Samaritans, Meals-on Wheels, Neighborhood Watch, 4. Hari-hari yang diperingati : Halloween, Poppy Day, Boxing Day, 5. Karakter : The Teletubbies, Jack the Ripper, Peterpan 6. Tanda : Sale, Check out time 7. Koran : The sun, Times, Daily Express 8.

Permainan : Darts, billiards, snakes and ladder (Riley, 2007: 42) Terkadang, penanda budaya dapat menjadi asosiasi yang sangat menempel pada Pemilik budayanya. Contoh jika disebutkan nama Bordeaux, orang langsung berasosiasi pada ‘minuman anggur’, karena Bordeaux adalah suatu wilayah di Prancis yang sangat terkenal dengan Anggurnya. Atau misalnya beberapa daerah lain di Prancis dengan berbagai asosiasinya seperti : Commency : Madeleines Dijon : Mustard Rheims : champagne Pengetahuan semacam ini yang dipahami oleh individual disebut cultural competence atau kompetensi budaya.

Kompetensi budaya yang dimiliki masyarakat atau setiap orang berbeda-beda. Ini disebabkan oleh interpretasi yang berbeda dan dari seseorang itu pun dapat terjadi intepretasi yang berbeda oleh orang lain ketika ia berujar. Ada beberapa usaha untuk menemukan prosedur interpreatsi yang didasari oleh prinsip-prinsip yang seolah-olah filosofis.

Ini termasuk prinsip yang dikemukakan oleh Donald Davinson dalam bukunya Donald Davinson’s Charity Priciple. Ia menyatakan bahwa kita tidak bisa mengakses kepercayaan seseorang melainkan dengan interpretasi langsung dari ujarannya. Paul Grice mengemukakan bahwa ada 4 hal yang dapat menjadi kerangka kerja interpretasi, yaitu : This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com a.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Apa yang diucapkan pembicara harus benar sesuai dengan pengetahuan terbaiknya. Ia seharusnya tidak mengemukakan sesuatu tanpa bukti yang cukup.

b. Kuantitas: Apa yang diucapkan pembicara harus informatif dan harus sesuai dengan tujuan awal terciptanya hubungan komunikasi. c. Relevansi: Apa yang diucapkan harus sangat jelas berhubungan dengan topik yang sedang dibicarakan d. Sikap: Apa yang diucapkan harus cerdas,dan tajam. Ia harus tertata, singkat padat dan harus terhindar dari ambiguitas dan kesamaran. Kelompok etnis Situasi Realitas sosial Kebudayaan Bahasa Gambar Segitiga Etnolinguistik Masyarakat sosial manapun dapat dideskripsikan sebagai sebuah kesatuan struktur dan fungsi untuk mengelola ilmu pengetahuan.

Etnolinguistik merupakan salah satu kajian dari ilmu pengetahuan dalam bahasa, merupakan ilmu yang menelaah bahasa bukan hanya dari struktur semata, tetapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam konteks situasi sosial budaya. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan. Sedangkan Antropolinguistik merupakan salah satu cabang linguistik yang menelaah hubungan antara bahasa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan budaya terutama untuk mengamati bagaimana bahasa itu digunakan sehari-hari sebagai alat dalam tindakan bermasyarakat.

Menurut pendapat Wilhelm von Humboldt, bahwa perbedaan persepsi kognitif dan perbedaan pandangan dunia dari suatu masyarakat dapat dilihat dari bahasanya.

Dikatakan Anna Wierzbicka bahwa each language.contains a characteristics worldview. Dalam pandangan etnolinguistik, terdapat keterkaitan antara bahasa dengan pandangan dunia penuturnya.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Bahasa-bahasa minoritas yang memiliki daya hidup etnolinguistik rendah cenderung akan digeser oleh bahasa-bahasa dengan vitalitas etnolinguistik yang kuat, karena penutur dengan vitalitas etnolinguistik yang rendah akan cenderung meningkatkan pilihan bahasanya pada bahasa lebih dominan. Dalam konteks kebahasaan di Indonesia, kehidupan etnolinguistik bahasa-bahasa daerah di Indonesia rata-rata lebih lemah dibandingkan bahasa Indonesia.

Hal ini karena bahasa Indonesia ditopang oleh dukungan institusional pemerintah dan prestise sosialnya Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kita sekarang melihat fenomena pergeseran pilihan bahasa dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.

Ilmu pengetahuan sosial berasal sistem pengetahuan sosial. Ada beberapa hal penting dalam ilmu pengetahuan diantaranya: Ø Creation and Production Masyarakat secara berkelanjutan memproduksi ilmu pengetahuan, baik lokal maupun ilmiah, yang sudah diketahui maupun invensi, ide dan teori. Ø Organization Ilmu pengetahuan itu diorganisasikan pada berbagai disiplin ilmu.

Ilmu pengetahuan di sini mencakup ilmu pengetahuan praktis, ilmiah, pengetahuan umum, agama, dll. Ø Storage Pengetahuan disimpan dalam institusi sosial, seperti bahasa, kode hukum/UUD, cerita lisna, literartur dan mitologi, dan disimpan dalam resiportori seperti perpustakaan, dokumen kantor dan arsip, bank data, sistem, sll. Ø Distribution Ilmu pengetahuan didistribusikan. Profesi dan pekerjaan membentuk komunitas tertentu dengan ilmu pengetahuan tertentu.

Kelompok, klub, geng biasanya memberikan pengetahuan lokal yang menyatukan dan mengidentifikais mereka. Mereka juga memiiki jaringan komunikasi dan kebiasaan yang mencakup nasehat, gosip, skandal, rumor, debat, dll.

Membaca koran, interaksi sosial baik bertemu secara langsung atau pun menggunakan teknologi merupakan modal dari pendistribusian pengetahuan.

Ø Legitimation Wacana-wacana dominan dibangun melalui diskusi, power, minat, dan ideologi. Hal ini ditetapkan oleh otoritas, rasionalitas, konsensus, atau prosedur praktis. Ø Use This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pengetahuan itu ditunjukkan, dipakai, dan diimplementasikan terus menerus melalui teknologi, skill, dan kompetensi.

Secara individu dan komunal, manusia dihadapkan pada proses perubahan, langsung maupun tidak langsung. Begitu pula yang terjadi di masyarakat, Masyarakat senantiasa dihadapkan pada pola yang berbeda antara generasi satu terhadap generasi lain. Laksana sebuah peristiwa yang sulit untuk dibendung keberadaannya, perubahan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan, individual maupun kolektif.

Perubahan masyarakat terkait erat dengan kebudayaannya, serta saling memengaruhi. Dapat dikatakan bahwa perubahan merupakan karakteristik umum dari semua kebudayaan dan masyarakat. Dinamika perubahan yang terjadi pada masyarakat senantiasa melahirkan sesuatu yangbaru dalam kehidupannya.

Akan tetapi, tingkat perubahan tersebut akan mengalami perbedaan satu sama lain. Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, hal ini disebabkan oleh sosiokultur yang ada di masyarakat berbeda satu dengan yang lainnya. Perubahan dapat menentukan keberadaan suatu masyarakat, apakah akan muncul mengikuti arus perubahan ataupun mengalami penurunan yang diakibatkan ketidakpastian sumber daya manusia, karakter sosiokultur yang tidakmendukung, dan faktor-faktor lainnya.

Lauer (dalam Sulasman dan Gumilar, 2013) menyatakan, bahwa perubahan perubahan sosial merupakan prasayarat untuk memahami struktur masyarakat sebagai setiap yang berada dalam keseimbangan dan mencoba menganalisis aspek sosial dari sistem itu dan mengakui bahwa keseimbangan itu hanya dapat dipertahankan melalui perubahan tertentu.

Proses perubahan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti akulturasi, asimilasi, dan difusi. Perubahan kebudayaan terjadi melalui mekanisme yang berbeda-beda. Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan kebudayaan yang banyak menjadi perhatian para ahli adalah adanya penemuan dan gejala persebaran unsur-unsur kebudayaan baru.

Sulasman dan Gumilar (2013) menyatakan, untuk mengenali karakterisitik unsur kebudayaan dan perubahan kebudayaan terdapat beberapa teori diantaranya adalah teori evolusi dan difusi. SEKOLAH DI MTS AL- HAMIDAH KUWU This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pada bulan Juli tahun 1997 aku berangkat ke sekolah di daerah kuwu, yaitu MTS AlHamidah yang berada di Kecamatan Kradenan yang letaknya di belakang KUA (Kantor Urusan Agama) untuk mendaftarkan sekolah disana atas saran dari temanku.

Saat pertama melihat bangunan di sekolah tersebut aku pun kaget karena bangunan sekolahnya masih tampak biasa-biasa saja malahan kalau di bandingkan dengan bangunan sekolahku saat masih SD kelihatan lebih bagus dari bangunan sekolahku disana. Oya, mungkin pembaca sebagian ada yang sudah tahu apa itu sekolah di MTS dan sebagian yang lain mungkin belum ada yang tahu. MTS kepanjangan dari Madarasah Tsanawiyah.

Yang artinya sekolah tingkat menengah pertama atau SMP yang berlabel, berlatar belakang keagamaan, utamanya tentang agama Islam. Bedanya kalau sekolah di SMP yang umum hanya dapat mata pelajaran agama Islam yang mungkin setaraf 2 sks saja seperti saat di perkuliahan sebagai mata kuliah umum.

Kalau sekolah di MTS pelajaran agama Islamnya lebih dari sekedar itu. MTS merupakan sekolah milik swasta atau yayasan tertentu sedangkan MTSN itu milik pemerintah. Begitu pula kalau sekolah SMP itu milik swasta dan SMPN itu milik pemerintah atau biasa disebut sekolah negeri. Sekolah tersebut beragam namanya tergantung dimana wilayahnya tergantung yayasan atau pemerintah memberikan nama sekolahnya dengan sebutan nama apa.

Kalau belajar di MTS pelajaran tentang agama Islam-nya bisa terdiri dari beberapa sks mata pelajaran. Diantaranya: ada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), Fiqih, Qurán Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, dan lain-lain tergantung pihak stake holders (pemangku kepentingan) sekolahnya memberikan pelajaran tentang ke-Islaman-nya sebanyak apa yang dibutuhkan oleh sekolah tersebut. MTS bernaung di bawah Departemen Agama (DEPAG) wilayah setempat, sedangkan SMP di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setempat atau disingkat DEPDIKBUD.

Aku pun mendaftar di sekolah dengan niat yang masih setengah-setengah apalagi waktu itu aku melihat nilai dari hasil EBTANAS teman-teman yang mendaftarkan diri ke sekolah tersebut nilai NEM nya rata-rata banyak yang bagus dibanding denganku, nilai mereka jauh lebih baik diatasku.

Rasanya aku semakin tidak semangat saja untuk sekolah di MTS Al-Hamidah karena nilaiku jauh dibawah rata-rata. *************************************************************************** Akhirnya tibalah waktunya diumumkan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut.

‘‘Aku berharap semoga tidak diterima saja’’, Pikirku waktu itu. Setelah dinyatakan diterima This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com di papan pengumuman aku pun menyambutnya dengan biasa-biasa saja tidak ada perasaan yang senang atau gimana gitu.apalagi setelah itu ada kegiatan penerimaan siswa baru yang akan diadakan kegiatan MOS selama dua minggu.

Minggu pertama diisi dengan kegiatan oleh senior-senior dalam memperkenalkan sekolahnya dan saling berkenalan antara temanteman siswa baru dan siswa senior serta diisi dengan kegiatan yang lainnya seperti menyanyi, tukar-menukar alamat teman dan lainnya.

Minggu kedua diisi dengan acara camping (berkemah) selama 1 minggu yang bertempat di almamater kami sendiri. Kalau orang Jawa ada yang menyebutnya sebagai kere omah ‘miskin rumah’ alias tidak mempunyai tempat tinggal. Jadi kegiatan berkemah dianggap sebagai latihan untuk menjadi orang yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal. Entah fungsi dan manfaatnya itu untuk apa aku pun kurang memahaminya.

Didikan untuk menjadi orang yang sabar kah? Atau supaya tidak kaget kalau misal sewaktu-waktu mendadak tidak mempunyai tempat tinggal karena mungkin habis terkena musibah kebakaran, bencana banjir atau yang lainnya. Aku pun mengikuti kegiatan tersebut dengan perasaan yang biasa-biasa saja, tidak ada hal yang istimewa menurutku.

Apalagi saat aku kenal sama teman baru yang kelihatan sangar dan bertampang seperti preman dari daerah Wates, Kradenan saat itu. Akhirnya akupun tau namanya saat ada salah satu guruku yang memanggil namanya.

Dianya selalu usil menggangguku meskipun belum tahu namaku dan aku pun belum tahu tentang namanya saat itu. Akupun seringkali dikata-katain dia begini: Hey cah cilik.ngerti ra kowe? Kowe iku pantese njaluk mik karo mbokmu! Cah cilik kok wis mlebu MTS. ‘Hey anak kecil.ngerti tidak kamu? Kamu itu pantasnya minta susu sama ibumu! Anak kecil kok sudah masuk MTS.’ Yah begitulah ejekan demi ejekan yang sering menghampiriku sebelum masuk sekolah tersebut, pada awalnya akupun takut sama satu orang yang bernama Rosidi itu karna tampangnya menyeramkan, tinggi besar, kulitnya kehitam-hitaman dan kalau berbicara atau memaki-maki orang sukanya melotot matanya.

Aku pun menerimanya dengan hati yang sabar meski kadang hatiku sering merasa sakit dan sering menangis kalau ada orang yang berbuat begitu padaku. Maklumlah mungkin karena tubuhku yang tampak mungil dibandingkan dengan semua teman yang ada di sekolah tersebut jadi aku sering dijadikan pelampiasan bahan ejekan teman-teman yang entah membenciku atau memang sudah menjadi cobaan buat aku apakah memang jalurnya aku harus begitu.

Minggu kedua akupun mulai akrab dengan teman-teman baruku yang baik kepadaku, diantaranya: Mohammad Irsyad, Eko Dwi Darmanto, Mohammad Anwar, Tauhid, Eet Mailasari, Diana Agustini, Maulida, Sri Wahyuni dan lainnya. Disamping itu, aku pun kenal This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com teman-teman senior yang juga baik kepadaku juga. Diantaranya: Pujiati, Matohari, Sri Sunardi, Mohammad Syahri, Ribut, Bakis (Kiswanto), Purnomo, Heri, dan masih banyak teman yang lainnya.

Sebenarnya Pujiati, Matohari, Sri Sunardi dan Purnomo itu bukanlah teman yang asing lagi bagiku karena mereka adalah teman sekelasku saat aku masih duduk di bangku SD dulu. Hanya saja mereka langsung melanjutkan sekolahnya setelah kelulusan SD sedangkan aku ingin memutuskan untuk berhenti dulu karena memang akunya yang sebelumnya tidak minat untuk meneruskan sekolah lagi. Karena atas dorongan dan semangat dari ibu kandungku akhirnya aku pun menjadi mau untuk kembali bersekolah lagi.

Dan akhirnya kami pun bertemu kembali di sekolah yang sama, bedanya mereka saat itu sudah menjadi seniorku. Akhir dari puncak acara masa orientasi siswa baru diadakan saat ada acara api unggun dalam kegiatan berkemah. Dalam kegiatan tersebut, diisi beragam kegiatan seperti: membaca puisi, bernyanyi, tebak-tebakan dan lainnya. Acara penutupan MOSBA (Masa Orientasi Siswa Baru) lumayan ramai karena semua murid baru dan murid kelas dua sampai kelas tiga beserta para guru yang bisa hadir berkumpul bersama.

Tetapi, mendadak acara ditutup tanpa adanya kegiatan doa bersama karena saat hendak penutupan acara tiba-tiba hujan turun dengan derasnya karena takut basah kuyup akhirnya semua disuruh untuk berteduh sekaligus istirahat di ruang kelas yang kosong karena acara telah dianggap selesai. Para guru pun terpaksa juga meninggalkan bumi perkemahan untuk menuju ke ruang guru.

Yah itulah akhir dari acara puncak kegiatan masa orientasi siswa baru di MTS Al-Hamidah, Kuwu Kradenan Jawa Tengah saat itu. Ada yang menggerutu karena hujan, ada yang bersyukur karena hujan karena acara bisa cepat selesai dan ada pula yang menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Setelah kegiatan MOSBA selesai, akhirnya kami pun menjalani sekolah seperti pada umumnya, menerima pelajaran, mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah dari guru dan mengikuti ulangan harian dan ulangan catur wulan maupun ujian tingkat nasional atau biasa disebut dengan EBTANAS.

Waktu pun begitu cepat berputar, saat aku naik kelas dua akupun mulai menyukai pelajaran Bahasa Inggris saat itu. Nilai Bahasa Inggrisku sering mendapat nilai delapan atau sembilan di raport. Yang bikin aku semangat untuk mempelajarinya saat itu karena pengajar Bahasa Inggrisnya yang bernama Bu Mardiyah selain orangnya baik beliau juga lumayan cantik parasnya. Teman-teman dari kelasku belum ada yang menyaingiku dalam hal Bahasa Inggris saat itu. Tapi sayangnya aku hanya menyukai mata pelajaran bahasa saja, untuk mata pelajaran agama meski aku tidak terlalu menguasainya tapi nilaiku juga tidak pernah mengecewakan di raport.

Apalagi mata pelajaran Matematika dan Fisika This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com aku sama sekali tidak ada minat untuk mempelajarinya. Karena menurutku terlalu banyak rumus yang susah untuk mengingatnya apalagi mengerjakan pekerjaan rumahnya. Saat di kelas, kamipun sudah biasa barter dalam hal pelajaran. Aku yang tidak suka belajar berhitung sering sekali mencontoh temanku yang pinter tentang Matematika dan Fisika yaitu Eko Dwi Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan saat ada tugas atau PR.

Kalau ada tugas atau PR Matematika dan Fisika Eko yang selalu jadi andalan untuk teman-teman sekelas apabila belum mengerjakannya. Sebaliknya apabila ada tugas atau PR Bahasa Inggris di kelas, aku yang biasa dijadikan andalan bahan referensi untuk teman-teman sekelas kalau mereka belum mengerjakannya. Pernah sekali saat ada pelajaran Fisika aku tidak ada minat untuk mempelajarinya bahkan gurunya pun pernah marah terhadapku.

Sampai-sampai marahnya guru itu dibawa saat kegiatan olahraga. Pak Hendarto adalah guru yang menganggap aku sebagai provokator yang selalu salah menurutnya, padahal aku tidak pernah melakukan apaapa hanya tidak suka saja dengan pelajarannya.

Dalam hati kecilku saat itu pun berontak karena gara-gara tidak begitu suka dengan pelajarannya seringkali aku disalahkan terus kalau masuk di kelasnya. Emangnya kemampuan siswa yang bagus atau ideal itu harus dituntut untuk mengerti ilmu Fisika semuanya?

Bukannya setiap siswa ada minat dan bakat sendirisendiri dalam belajar atau ilmu? Sampai-sampai aku pun pernah membolos sekolah gara-gara malas untuk diajar oleh guru tersebut. Dari rumah pamitnya sekolah setelah tahu jam pertama ternyata pelajaran Fisika aku pun tidak masuk ke kelasnya karena malas saja kalau selalu dimarahi dan dianggap salah terus oleh guru tersebut. Dalam hati kecilku pun bergumam: ‘‘Pasti suatu saat guru tersebut akan merasa salah sendiri karena mempunyai pandangan yang salah kepada muridnya.

Karena dalam potensi diri seorang siswa itu mempunyai minat dan bakat yang berbeda-beda dalam hal ilmu’’. Pelajaran yang disukai oleh setiap siswa pasti berbeda-beda, pasti ada yang suka pelajaranpelajaran tertentu, tidak mungkin kan satu kelas itu pandai dalam Fisika semua atau pandai Bahasa Inggris semua atau bahkan pandai Matematika semua?’’.

Begitulah pengalamanku saat duduk di kelas satu sampai di kelas dua saat masih MTS dulu. Ada tawa, canda, lara, dan nestapa yang pernah aku alami saat itu. Setelah naik ke kelas tiga kami pun mempunyai teman baru lagi dari kelas lain. Itu karena dari hasil nilai raport kami yang mengharuskan untuk bertukar tempat di kelas yang baru. Pakar Matematikanya kini berpindah ke kelas A dan aku masih di kelas B terus sejak mulai duduk di kelas satu sampai duduk di kelas tiga dan belum pernah masuk di kelas A This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com atau bahkan di kelas C.

Kini di kelas B untuk pelajaran Matematika dan Fisika yang kelihatan menonjol bernama Ahmad Sururi dan Ela Yufarida. Kalau ada PR teman-teman sekelas berganti mengandalkan Sururi untuk siswanya dan Ida untuk siswi-nya kalau ada PR pada mata pelajaran tersebut yang belum dikerjakan dan bahasa Inggris masih aku yang diandalin oleh mereka.He he.:). Singkat cerita, akhirnya ujian nasional yang menentukan lulus dan tidaknya pun tinggal menghitung hari.

Semua kelihatan sibuk untuk mempersiapkan diri dalam ujian nasional tersebut. Beda dengan diriku, akupun bersikap santai-santai saja untuk menyambut dan menghadapi ujian yang tinggal beberapa hari lagi bahkan tidak ada persiapan yang khusus sama sekali untuk mempersiapkannya. *************************************************************************** Kini tibalah hari dimana ditentukannya ujian nasional. Saat ujian nasional berlangsung masih ada saja siswa yang membawa contekan yang dibawa di kelas.

Siswa tersebut sepertinya sudah lihai dalam membawa contekan di kelas sampai-sampai tidak ada siswa lainnya yang merasa curiga atau pun tahu dalam melancarkan aksinya.

Guru pengawas dari sekolah lain pun tidak ada yang curiga sama sekali dengannya kalau dia sedang mencontek dalam ujian nasional tersebut. Mungkin aku saja yang memperhatikannya atau ada teman yang lain yang memang sudah tahu dan pura-pura tidak tau? Ah entahlah.Kalau aku sih masa bodoh. karena itu urusan dia. Akupun tidak minat membawa contekan di kelas. Kalau pun aku bisa mengerjakan soalnya ya dikerjakan saja kalaupun tidak bisa ya dijawab aja dengan memakai perkiraan atau pakai feeling.

Akhirnya ujian nasional pun selesai dilaksanakan. Semua kelihatan cemas menantikan hasilnya. Setelah menunggu sekian lamanya akhirnya diumumkan juga hasil ujian nasionalnya. Akhirnya, kamipun dinyatakan lulus semua. Semua kelihatan bahagia doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hasil pengumuman tersebut. Ada yang berencana meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK/MA dan adapula yang memutuskan untuk menikah dan bekerja.

Ternyata benar apa yang dikatakan ibuku tentang sekolah. Sekolah itu memang penting. Meskipun ibuku tidak sampai tamat SD tetapi didikannya beliau sungguh luar biasa kepada anak-anaknya yang selalu mendukung anak-anak untuk terus maju dan maju dalam hal pendidikan. Apalagi ayahku, beliau sangat mendukung anak-anaknya juga dalam hal pendidikan. Setelah tahu enaknya bersekolah lagi akupun ingin terus sekolah dan sekolah terus.

Ingin terus mencari This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ilmu dan mencari ilmu terus sampai akhir hayat nanti. “Tolabul ilmi minal mahdi ilal lahdi” artinya ‘Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat’. PANDANGAN AGAMA ISLAM TENTANG ILMU Well, apa yacch.makna ilmu itu?!? Ayuuk coba kita belajar bareng tentang ilmu menurut pandangan Islam.:) Dalam Bahasa Arab, kata ilmu berasal dari kata -‫ ﯾﻌﻠﻢ‬-‫ﻋﻠﻢ‬ ‫ ﻋﻠﻤﺎ‬i’lmun, ya’lamu, i’lman yang artinya mengetahui, lawan dari kata ‫ ﺟﮭﻞ‬jahlun yang artinya bodoh.

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah terjemahan dari kata Bahasa Inggris, Science, yang berarti pengetahuan. Kata science itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani Scientia yang berarti pengetahuan. Namun pengertian yang umum digunakan ilmu pengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui proses pengkajian dan dapat diterima oleh rasio. Imam Raghib al- Ashfahani dalm kitabnya, Mufradat Al –Qur’an, berkata, “ Ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya.

Ia terbagi dua: pertama, mengetahui inti sesuatu itu (oleh ahli logika dinamakan ahli tashawwuf). Kedua, menghukum adanya sesuatu pada sesuatu yang ada (oleh ahli logika dinamakan tashdiq, maksudnya mengetahui hubungan sesuatu dengan sesuatu).” Az-Zubaidi berkata dalam kamus Tajul-‘Arus, “Mayoritas ahli membedakan masingmasing term itu.

Bagi mereka ilmu adalah yang paling tinggi karena ilmu itulah yang mereka perkenankan untuk dinisbatkan kepada Allah SWT.

Sementara, mereka tidak mengatakan: ‘Allah arif’ atau ‘Allah syair’. Perbedaan-perbedaaan tersebut disebut dalam karangankarangan ahli bahasa. Al Manawi dalam kitab At-taufiq berkata“ Ilmu adalah keyakinan kuat yang tetap sesuai dengan realita. Bisa juga bersifat yang membuat perbedaan tanpa kritik. Atau, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan adalah tercapainya bentuk sesuatu dalam akal.” Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.

Seseorang harus memulai dengan ilmu sebelum beramal. Maksud dari beramal adalah melakukan kegiatan atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam melakukan pekerjaan manusia dituntut mengetahui ilmunya dari pekerjaan tersebut. Karena dengan mengetahui ilmunya pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan.

Menuntut ilmu merupakan ibadah sebagaima sabda Nabi Muhammad SAW. Artinya : Mu’adz bin Jabbal berkata : “Tuntutlah ilmu, karena mempelajari ilmu karena mengharapkan wajah Allah itu mencerminkan rasa Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.” Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan.

Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu kearah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu. Perbedaan orang yang berilmu dengan orang bodoh adalah: Dalam Al- Qur’an Allah SWT. Berfirman, Artinya: "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang dia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?

Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."(Az-Zumar:9) Allah SWT membedakan antara orang yang berilmu dan orang yang jahil. Keduanya tidak sama. Terlepas dari substansi ilmu pengetahuan, yang terpenting adalah antara doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang berilmu dengan orang yang bodoh jelas tidaklah sama.

Seperti halnya antara orang yang buta dan orang yang melihat, kegelapan dan cahaya, orang yang hidup dan mati, manusia dan hewan, serta antara penghuni surga dan penghuni neraka. Dasar hukum menuntut ilmu yaitu berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits nabi Muhammad SAW. Banyak sekali hadits dan ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang menuntut ilmu. Di dalam Islam, menuntut ilmu merupakan perintah sekaligus kewajiban.

Manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu, karena dengan ilmu pengetahuan kita bisa mencapai apa yang dicita-citakan baik di dunia maupun di akhirat. Apalagi sebagai seorang muslim itu wajib hukumnya seperti dalam sebuah hadits disebutkan bahwa : Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (Hadits sahih, diriwayatkan dari beberapa sahabat diantaranya: Anas bin Malik, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu Anhum.

Lihat: Sahih al-jami: 3913) Maka jelas kiranya bahwa menuntut ilmu pengetahuan memang diwajibkan. Dengan ilmu kita bisa meraih dunia, dengan ilmu kita dapat meraih akhirat dan dengan ilmu pula kita bisa meraih kedua-duanya. Firman Allah pada surat Al-Alaq ayat 1-5berbunyi : Artinya : “ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakanDia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” ( Al-Alaq : 1-5) Ini ayat pertama yang turun kepada Rasulullah.

Ayat ini berisi perintah untuk membaca, menulis, dan juga belajar. Allah telah memberikan manusia sifat fitrah dalam dirinya untuk bisa belajar dan menggapai bermacam ilmu pengetahuan dan keterampilan hingga dapat menambah kemampuannya untuk mengemban amanat kehidupan di muka bumi ini. Rasulullah sering berbicara tentang keutamaan ilmu dan bahkan mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Perintah untuk menuntut ilmu ini merupakan salah satu pusat perhatian Islam bagi para pemeluknya.

Manusia diwajibkan untuk menuntut ilmu karena hal ini sebenarnya telah dijawab oleh Al-Qur’an sendiri. Dimana menurut Al-Qur’an, Allah menciptakan manusia dalam keadaan vakum dari ilmu, lalu Allah memberinya perangkat ilmu agar mampu menggali ilmu dan mempelajarinya.

Karena memang ilmu itu harus digali, dipelajari, dan diamalkan sebagaimana firman-Nya: Artinya : "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun.

Dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur”.(Q.S. An Nahl: 78) Pendengaran, penglihatan dan hati atau akal adalah merupakan perangkat atau alat untuk menuntut ilmu. Perangkat ilmu yang Allah berikan kepada manusia merupakan sebuah potensi yang tiada ternilai harganya, dengan penglihatan, pendengaran dan hati (akal) manusia mampu menggali ilmu. Karena kemampuannya menalar dan mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikiran yang abstrak.

Pengetahuan itu diperoleh manusia bukan hanya dengan penalaran, melainkan juga dengan kegiatan berfikir lainnya, dengan perasaan dan intuisi. Lain halnya dengan hewan yang tidak memiliki potensi tersebut karena hewan tidak mampu berbuat seperti apa yang dapat dicapai oleh manusia. Maka sangat beralasan jika Allah memerintahkan manusia untuk menggali lautan ilmu-Nya.

Seberapapun tingginya ilmu dan pengetahuan manusia, hanyalah merupakan sebagian kecil saja dari ilmu Allah. Namun kesempatan untuk memperoleh sebagian-sebagian dari ilmu Allah yang lain tetaplah ada selama manusia mempunyai kemauan, kemampuan dan usaha. Dalam mencari ilmu pengetahuan, hendaklah yang dapat memberikan manfaat bagi kebaikan di dunia dan di akhirat baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan sadaqoh, sesuai dengan sabda Nabi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Selagi ada kesempatan untuk mencari ilmu dan sebelum Allah mencabut atau mengangkat ilmu dari manusia, maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk kita manfaatkan serta kita amalkan di jalanNya.

Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang tak akan terputus. “Sesungguhnya dunia adalah terkutuk dan terkutuklah semua penghuninya kecuali orang-orang yang mengingat Allah, para wali Allah, para orang-orang yang berilmu dan juga orang orang yang belajar untuk mendapatkan ilmu” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah) Rosulullah selalu antusias dalam menyebut ilmu dan orang-orang yang mempelajarinya dengan gigih.

Rosulullah selalu menyerukan kepada semua kaum muslimin untuk mempelajari berbagai macam ilmu dan mengajarkannya kepada manusia sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rosulullah bersabda: Artinya: belajarlah akan suatu ilmu dan lalu ajarkanlah (ilmu tersebut) kepada manusia.

Pelajarilah ilmu faroidh (ilmu waris) dan lalu ajarkan kepada manusia. Pelajarilah Al-Qur’an dan lalu ajarkanlah kepada manusia. Selain Al-Qur’an banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan ilmu dan kedudukan ulama, baik dimata Allah maupun dimata manusia, di dunia maupun di akhirat. Ulama dihargai demikian tingginya tak tertandingi oleh siapapun, dan tak mungkin dapat dikejar, kecuali melalui ilmu.

Berikut beberapa keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur’an dan As-Sunnah: 1. Kelebihan ilmu dibanding ibadah lainnya Salah satu fadhilah ilmu dari ibadah adalah bahwa kebanyakan manfaat ibadah terbatas pada pelakunya.

Orang yang melakukan salat atau berpuasa, haji, dzikir dan ibadah yang lainnya, akan mendapat kebaikan-kebaikan amal perbuatannya dan peningkatan derajatnya. Tetapi, masyarakat lain tidak akan mndapat ganjaran mereka sedikitpun secara langsung. Berbeda dengan ilmu; ia bermanfaat jauh melampui si pelaku itu sendiri, sampai pada orang yang mendengarnya, atau membacanya.

Ilmu tidak mengenal ikatan, tidak pula mengakui adanya dinding dan jurang pemisah. Lebih-lebih pada zaman kita sekarang, ketika ilmu tersebar luas melalui radio dan televisi yang dapat ditangkap dalam beberapa detik dan bahkan dalam seketika itu juga para pendengar dan para pemirsa yang ada diberbagai tempat.

2. Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat Ilmu tidak terputus lantaran berakhirnya hayat, dan ilmu tidak mati dengan kematian pemiliknya. Tetapi bagi orang yang salat, atau berpuasa, atau membayar zakat, berhaji, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com berumroh, bertasbih, bertahlil, berzikr, dan bertakbir, semua amal ini mendapat balasan dari Allah, tetapi balasan itu terputus lantaran selesai atau berakhirnya amalan tertentu.

Adapun ilmu, ia terus berpengaruh selama orang masih memanfaatkanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR.

Muslim no.1631) Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak. Dan pahala tadi akan terus mengalir kepadanya tanpa terputus selama ilmunya disampaikan oleh murid-muridnya dari generasi ke generasi berikutnya, dan selama kitab-kitabnya dan tulisan-tulisannya dimanfaatkan oleh para hamba di berbagai negeri, dan seperti inilah pahala dan ganjaran orang yang berilmu akan tetap sampai kepadanya setelah kematiannya dengan sebab ilmu yang telah dia tinggalkan untuk manusia, di mana mereka mengambil manfaat terhadap ilmunya.

3. Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar’i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamanya.”(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma) 4.

Orang yang berilmu akan ditinggian derajatnya Sesungguhnya Allah akan meningkatkan derajat orang-orang yang mau menuntut ilmu sebagaimana firmannya: Artinya : Hai orang orang yang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “ Berlapang lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

Dan apabila dikatakan berdirilah kamu maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” ( Q.S Al-Mujaadalah:11). Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat, ini menunjukkan atas besarnya keutamaan, dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com orang dengan kebaikan) dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat dengan tingginya kedudukan di jannah.

(Fathul Baarii 1/141) Allah pun akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu sebagaimana diri-Nya memuliakan diri-Nya dan mengagungkan kekuasaan-Nya, lalu setelahnya Dia memuliakan malaikat dan kemudian memuliakan orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya: Artinya :“ Allah menyatakan bahwasannya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” Q.S Ali Imran:18 5.

Menuntut ilmu merupakan ibadah dan akan dipermudah jalan menuju syurga Menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan merupakan Ibadah yang paling agung dan paling utama, sehingga Allah menjadikannya sebagai bagian dari jihad fisabilillah, sebagaimana firmanNya dalam surat At Taubah 122: Artinya :tidak sepatutnya bagimu menuntut pergi semuanya (dalam medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan pada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya Rosulullah SAW bersabda: Artinya: barang siapa menempuh jalan demi mengharapkan suatu ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan baginya menuju syurga.

Sesungguhnya malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya karena keridhaannya akan pencari ilmu. Sesungguuhnya semua yang ada di langit dan di bumi dan bahkan lumba-lumba di lautan sekalipun, akan selalu memintakan ampunan bagi orang yang berilmu 6. Ilmu adalah kehidupan dan cahaya Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menganggap ilmu sebagai kehidupan dan cahaya, sedangkan kebodohan merupakan kematian dan kegelapan. Seperti diketahui semua bentuk kejahatan disebabkan oleh ketiadaan kehidupan dan cahaya, dan semua kebaikan disebabkan oleh cahaya dan kehidupan.

Syarat-syarat menuntut ilmu dalam kitab “Ta’lim al-Muta’allim” yang ditulis oleh Imam Al-Zarnuji, beliau menulis bahwa syarat-syarat mencari ilmu itu ada 6 yaitu: 1. Cerdas (Dzakaun) Kecerdasan merupakan syarat pertama yang harus dipenuhi oleh thalibul ilmi. Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa orang yang pintar adalah orang yang mengetahui This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com bahwa ia tidak tahu akan sesuatu dan karenanya dia mau belajar.

Maksud cerdas disini bukanlah tingkatan kepintaran, melainkan tidak gila. Orang tersebut haruslah waras, dapat membedakan mana angka satu dan dua, mana hitam dan putih, mana baju dan celana. 2. Rakus (hirsun) Rakus maksudnya adalah (punya kemauan dan semangat untuk berusaha mencari ilmu) menurut Imam as-Syafi’i, dalam menuntut ilmu janganlah langsung merasa puas terhadap apa yang telah didapat dan jangan hanya menuntut ilmu di satu daerah saja.

“Tidak cukup teman belajar di dalam negeri atau dalam satu negeri saja, tapi pergilah belajar di luar negeri, di sana banyak teman-teman baru pengganti teman sejawat lama, jangan takut sengsara, jangan takut menderita, kenikmatan hidup dapat dirasakan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan menderita.” (diambil dari kitab Sejarah Hidup dan Silsilah Syekh Kiyai Muhammad Nawawi Tanara Banten yang ditulis oleh H.

Rofiuddin. Hal. 4). 3. Sabar Seorang yang menuntut ilmu sudah barang tentu akan menghadapi macam-macam gangguan dan rintangan.

Selain berusaha maka bersabarlah untuk menghadapi semua itu, dan perlu diketahui bahwa sabar adalah sebagian dari Iman, “As-Shobru mina al-iman”. Dan Sabar disini mengandung arti tabah, tahan menghadapi cobaan atau menerima pada perkara yang tidak disenangi atau tidak mengenakan dengan ridha dan menyerahkan diri kepada Allah Swt, akan tetapi kesabaran disini harus diartikan dalam pengertian yang aktif bukan dalam pengertian yang pasif.

Artinya nrimo (menerima) apa adanya tanpa usaha untuk memperbaiki keadaan. 4. Modal/bekal Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan wajib hukumnya bagi setiap muslim, dan dijelaskan lagi dalam hadis “Tuntutlah ilmu mulai dari rahim ibu sampai liang lahat”. Dari hadis tersebut kita bisa mengetahui bahwa, seumur hidup kita wajib menuntut ilmu. Pendidikan bukan hanya pendidikan formal tetapi non formal pun ada. Rasul menjanjikan kepada para penuntut ilmu,“Sesungguhnya Allah pasti mencukupkan rezekinya bagi orang yang menuntut ilmu” Dan yakinkanlah bagi para penuntut ilmu walaupun dengan segala kekurangan (biaya) pasti mampu atau bisa menyelesaikan pendidikan.

Karena pasti akan ada jalan lain selama manusia berusaha dan yakin terhadap kekuasaan dan pertolongan Allah Al-Yaqinu Lâ Yuzâlu bi as-Syak Artinya: ”Keyakinan tidak bisa dihilangkan oleh keragu-raguan”.

Dan akhirnya maka tidak ada alasan orang tidak bisa menuntut ilmu karena biaya, seperti keterangan sebelumnya carilah jalan lain, solusi lain untuk bisa menuntut ilmu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5.

Petunjuk guru Banyak orang yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan karena belajar tanpa guru, seorang tholibul ilmi hendaklah mempunyai seorang guru sebagai petunjuk, walaupun ada yang mengatakan bahwa buku adalah guru yang besar, tapi buku tidak bisa mituturi (memberi nasihat). 6. Karena ilmu sangat luas dan tidak memiliki akhir maka sudah barang tentu membutuhkan waktu yang sangat lama. Pepatah Arab mengatakan :”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat” seorang pelajar harus mengulang-ulang pelajaran yang telah didapat, jadi dalam mencari ilmu tidaklah cukup dalam waktu yang singkat.

Seperti contoh seorang untuk menjadi Doktor harus melalui SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, dan itu bukanlah waktu yang singkat.

Adab mencari ilmu 1. Niat Niat dalam menuntut ilmu adalah untuk mencari ridho Allah. Hendaknya diringi dengan hati yang ikhlas benar-benar karena Allah. Bukan untuk menyombongkan diri, menipu orang lain ataupun pamer kepandaian, tetapi untuk mengeluarkan diri dari kebodohan dan menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain. 2. Bersungguh-sungguh Dalam menuntut ilmu haruslah bersungguh-sungguh dan tidak pernah berhenti.

Allah mengisyaratkan dalam firman-Nya yang berbunyi : “Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami pastilah akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami.” 3. Terus-menerus Hendaklah kita jangan mudah puas atas ilmu yang kita dapatkan sehingga kita enggan untuk mencari lebih banyak lagi. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Sofyan bin Ayyinah : “Seseorang akan tetap pandai selama dia menuntut ilmu.

Namun jika ia menganggap dirinya telah berilmu (cepat puas) maka berarti ia bodoh.” Allah lebih menyukai amalan yang sedikit tapi dilakukan secara terus menerus dibandingkan amalan yang banyak tetapi hanya dilakukan sehari saja. 4. Sabar dalam menuntut ilmu Salah satu kesabaran terpuji yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu adalah sabar terhadap gurunya seperti kisah Nabi Musa as dan Nabi Khidr as (QS Al Kahfi : 66-70).

Kita jangan cepat putus asa dalam menuntut ilmu jika mendapatkan kesulitan dalam memahami dan mempelajari ilmu. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 5. Menghormati dan memuliakan orang yang menyampaikan ilmu Di antara penghormatan murid terhadap gurunya adalah berdiam diri maupun bertanya pada saat yang tepat dan tidak memotong pembicaraan guru, mendengarkan dengan penuh khidmat, dan memperhatikan ketika beliau menerangkan, dan sebagainya.

6. Baik dalam bertanya Bertanya hendaknya untuk menghilangkan keraguan dan kebodohan diri kita, bukan untuk meremehkan, menjebak, mengetes, mempermalukan guru kita dan sebagainya. Aisyah ra. tidak pernah mendengar sesuatu yang belum diketahuinya melainkan sampai beliau mengerti. Orang yang tidak mau bertanya berarti menyia-nyiakan ilmu yang banyak bagi dirinya sendiri.

Allah pun memerintahkan kita untuk bertanya kepada orang yang berilmu seperti dalam firman-Nya dalam QS An-Nahl:43. Artinya :Dan kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah pada orang-orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Di dalam kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmil khalaf dijelaskan bahwasanya ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang antara lain: a.

Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. b. Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk. c. Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.

d. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. e. Senantiasa didengar doanya. f. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. g. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan. h. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. i. Selalu mengharapkan akhirat. j. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian. k. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ahlussunnah.

Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya. l. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya. m. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak boleh menyaingi martabat mereka.

n. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sedangkan ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang yaitu: a. Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati. b. Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. c. Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya.

d. Tidak dikabulkan doanya. e. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat ALLAH murka. f. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. g. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. h. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh.

i. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran. j. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.

k. Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya. l. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. m. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata. n. Tidak mendatangkan ketenangan hati Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com memiliki sifat wara’(rendah hati) dan takut pada Allah Taala.

Allah SWT akan mengangkat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan orang yang beriman dan berilmu (QS Al-Mujadilah: 11). Ilmu manusia di dunia itu ibarat setetes air yang jatuh ke dalam samudera yang luas jadi janganlah menyombongkan diri atas ilmu yang dimiliki. Ilmu seluruh manusia jika dikumpulkan dari nabi Adam hingga akhir zaman, tak lebih dari hanya setetes air. Dibanding ilmu Allah SWT bagaikan seluruh samudra yang sangat luas. Tidak akan masuk surganya Allah SWT bagi seorang hamba yang masih ada kesombongan dalam hatinya walaupun seukuran biji sawi.

(Al-Hadits). Dari paparan semua tentang ilmu diatas maka tidak ada kata terlambat bagi kita semua dalam belajar atau mencari ilmu. Tapi pada kenyataannya dalam kehidupan nyata yang aku temukan ada juga orang yang diajak untuk belajar atau mencari ilmu alasannya bermacam-macam.

Salah satunya yang sering aku dengar adalah sebagai berikut: aku wis tuwo sing enom wae isih wokeh. ‘Aku sudah tua yang muda aja masih banyak.’.

Padahal dalam belajar itu tidak ada batasan umur. Mau dia masih muda, sudah tua, mau kaya atau miskin, memiliki jabatan atau tidak menuntut ilmu itu hukumnya adalah wajib. Tapi kenapa selalu ada alasan-alasan tertentu?? Yah itulah alasan bagi orang yang merasa sudah cukup ilmunya atau memang pemalas orangnya atau apalah tergantung penilaian masing-masing individu.

Kalau aku sih mencari ilmu itu must go on.karena aku bercita-cita ingin sekali menjadi ahli dalam bidang bahasa, terutama bahasa asing. Syukur-syukur bisa mendapat hadiah gelar Profesor suatu hari nanti. Amin YRA. SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG Setelah lulus dari MTS Al-Hamidah Kuwu aku ingin melanjutkan sekolahku lagi. Awalnya aku belum ada gambaran kira-kira sekolah mana yang hendak akan aku pilih sebagai tujuanku untuk melanjutkan belajarku karena nilaiku masih pas-pasan juga.

Kira-kira sekolah mana yang nantinya yang akan mau menerimaku?. Kemudian, dikala hatiku sedang gundah, Diana temanku sekelas di MTS datang memberikan saran untuk melanjutkan sekolah lagi ke Semarang.

’’Disana ada MAN 1 Semarang, selain sekolah disana kita bisa juga tinggal di pesantren, Gar’’ begitulah kata-katanya. Awalnya aku ragu atas tawarannya Diana karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat tinggalku. Kira-kira harus menempuh waktu sekitar 4 jam kalau naik bus kota untuk menuju kota tersebut.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Akhirnya atas sarannya Diana aku pun merundingkannya dengan orangtuaku. Alhasil, orangtuaku semua menyetujuinya. Meskipun ibuku juga setuju dengan niatku untuk melanjutkan sekolah ke kota Semarang tapi ibuku masih merasa cemas dan hawatir.

Tidak demikian dengan ayahku. Beliau hanya memberikan nasihat begini: ’’Sekolah nang ngendi wae ora dadi masalah sing penting temenan olehmu sekolah!!’’. ‘Sekolah dimana saja tak jadi masalah, yang penting serius dirimu dalam sekolah!! ’Begitulah pesannya ayah terhadapku, meski singkat tapi dalam maknanya.

Kemudian aku pun pamit kepada orangtua untuk berangkat bersama Diana menuju ke kota Semarang untuk mendaftar sekolah ke MAN 1 Semarang bersama-sama. Saat sampai di rumahnya Diana ternyata dia sudah berangkat bersama ayahnya sesudah subuh karena kuatir terjadi macet. Akupun tidak tahu karena tidak dihubungi oleh Diana karena Diana juga tidak tahu caranya bagaimana menghubungiku karena waktu itu kami sama-sama belum mempunyai telpon genggam atau HP seperti pada era sekarang ini.

Setelah itu, Ibunya Diana memberiku arahan lewat tulisannya pada secarik kertas. Kira-kira bus jurusan apa saja yang akan aku naiki nanti. Karena waktu itu pertama kalinya aku pergi ke Semarang kuatir kalau-kalau aku nantinya tersesat.

Pada kertas yang ditulis ibunya Diana tertulis bahwa: mulai dari pasar kuwu naik bus jurusan ke terminal Purwodadi kemudian ganti bus jurusan ke Semarang kemudian turun di terminal Penggaron Semarang. Setelah itu naik angkotan kota kira-kira 15 menit menuju jurusan ke Pedurungan jangan lupa turun di kiri jalan yang ada papan namanya MAN 1 Semarang.

Itulah pesan singkat yang aku baca pada secarik kertas yang dibawakan untukku dari ibunya Diana. Waktu itu, saat masih tahun 2000 naik bus mulai dari pasar Kuwu menuju terminal Purwodadi hanya cukup membayar Rp 1.500,- untuk penumpang umum. Sedangkan untuk penumpang dari anak sekolah hanya dikenakan biaya sebesar Rp.

500,- saja. Setelah sampai dari terminal Purwodadi, dari terminal tersebut ganti bus menuju ke terminal Penggaron Semarang hanya cukup membayar Rp 3000,- kemudian naik angkotan kota dari Penggaron ke MAN 1 Semarang hanya cukup membayar Rp.500,.

Entah berapa kalau sekarang tarif bus dari Purwodadi ke Semarang. Mungkin udah beda bingits kaleee. Alhasil, aku pun menemukan lokasi dimana MAN 1 Semarang berada meski awalnya aku bertanya-tanya kepada orang-orang yang aku temui di perjalanan. Sesampainya disana waktu menunjukkan pukul 09.11 WIB. Aku pun bertanya kepada penjaga dimana aku bisa untuk mendaftarkan diri ke bagian pendaftarannya di sekolah tersebut.

Setelah selesai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mendaftar akhirnya akupun ketemu dengan Diana disana. Ternyata dari almamaterku sebelumnya, yang melanjutkan sekolah ke MAN 1 Semarang hanya ada 3 orang, yaitu Diana, Maulida dan aku sendiri. Setelah selesai mendaftar ternyata hari esoknya langsung dilakukan seleksi ujian masuknya.

Setiap calon siswa baru setelah selesai registrasi awal akan mendapatkan kupon pendaftaran. Setiap siswa diberikan kupon dengan bertuliskan jadual ujian.

Pada kupon tersebut masing-masing siswa berbeda jadual ujian tertulis dan wawancaranya. Jadual ujian pada kupon yang sudah aku peroleh waktu itu adalah ujian tertulis, wawancara dan hapalan ayat suci Al-Qur’an.

Hatiku merasa hawatir sebab aku merasa hapalanku hanya sedikit saja waktu itu kira-kira gimana ya nanti pas ujian seleksinya? ’’Itulah gumamku saat itu. Kemudian aku pun terpaksa menginap semalam di rumah kakakku yang letaknya berada di daerah perbatasan Demak di blok HH6 Pondok Raden Patah Semarang demi untuk mengikuti ujian seleksi masuk di sekolah tersebut.

Pada keesokkan harinya tibalah aku menghadapi ujian seleksi wawancara dan setoran hapalan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian tibalah pada giliranku untuk menghadapi ujian tersebut. Akhirnya perasaan hawatirku berangsur-angsur sirna karena ujian wawancaranya saat giliranku ternyata hanya di tanya tentang motivasi apa saja aku memutuskan mendaftarkan diri di MAN 1 Semarang, dan hapalan ayat suci Al-Quránnya ternyata aku kebagian mendapatkan ayat kursiy yang sudah sejak SD aku hapal diluar kepala.

Setelah selesai mengikuti ujian akupun langsung pulang ke Purwodadi lagi karena pengumuman hasil ujian seleksinya akan diumumkan pada dua minggu kemudian. Setelah ujian seleksi masuk MAN 1 Semarang selesai kemudian tibalah diumumkan untuk hasil seleksinya.

Awalnya aku diterima sebagai siswa cadangan di sekolah tersebut, tapi karena ada dua siswa yang mengundurkan diri dari hasil seleksi penerimaan siswa baru di MAN 1 Semarang dan mungkin lebih memilih ke hasil penerimaan seleksi siswa baru di sekolah lain yang mereka sukai, maka, aku pun resmi diterima menjadi siswa baru di sekolah tersebut.

Sebelum resmi diterima menjadi siswa baru MAN 1 Semarang ternyata lagi-lagi ada kegiatan MOS di sekolah tersebut seperti saat aku menjadi siswa baru di MTS Al-Hamidah dulu.

Bedanya, kalau disini MOS diadakan hanya seminggu saja dan tidak ada kegiatan berkemah seperti dulu. Tetapi saat MOS di MAN 1 Semarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk keperluan beli ini dan itu yang ditugaskan oleh kakak pembina untuk dibawa ke This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kelas saat kegiatan MOS berlangsung.

Misalnya, disuruh membawa kayu bakar, mie instant, buah-buahan, bunga mawar, pakaian bekas yang masih layak pakai, dan lain-lain. Setelah kegiatan MOS berakhir, akupun kembali mengikuti pelajaran sekolah seperti pada umumnya. Di MAN 1 Semarang aku masih mendapatkan pelajaran Fiqih, Bahasa Arab, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, dan lainnya seperti saat di MTS Al-Hamidah dulu, bedanya kalau di MAN 1 Semarang ilmunya lebih mendalam lagi.

Disamping itu, akupun tinggal di pesantren At-Thahiriyyah, Pedurungan lor yang dipimpin oleh Ust Yusuf. Aku hanya betah tinggal di pondok tersebut hanya dua bulan saja kemudian ada teman sekelas yang mengajakku mampir ke pondok pesantrennya di belakang sekolah MAN 1 Semarang. Setelah beberapa kali mampir ke pondok pesantren temanku, aku mulai menyukai pondok tersebut.

ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Pertama Saat duduk di bangku kelas satu di MAN 1 Semarang aku menemukan banyak temanteman di kelasku yang pintar-pintar dalam hal pelajaran. Apalagi Warih Erika Rahmawati dari Karanganyar, Purwodadi yang kelihatan menonjol sekali dalam pelajaran apapun. Ternyata di MAN 1 Semarang walaupun kemampuanku dalam pelajaran tidak begitu banyak menonjol tapi masih ada beberapa guruku yang suka denganku terutama guru Bahasa Inggris di kelasku waktu itu.

Beliau terkenal judes dalam mengajar walaupun hatinya sebenarnya baik. Teman-teman selalu protes apabila ada banyak tugas Bahasa Inggris yang diberikan kepada kami di kelas maupun sebagai PRnya. Kalau ada PR Bahasa Inggris teman sekelas dan teman-teman di pondok masih banyak yang mengandalkan aku, sedangkan apabila ada PR Matematika, Kimia, Fisika pasti Warih Erika lah yang diandalkan di kelasku waktu itu. Kalau ada PR Matematika, Kimia, Fisika, saat di pondok Al-Ishlah, maka Ahmad Shodikin yang dijadikan sebagai sumber inspirasi teman-teman baik santriwan maupun santriwati.

Untuk pelajaran agama, terutama Fiqih semua takut dengan adanya Pak Giman. Tampangnya tegap, tegas dan berwibawa seperti tentara yang berambut cepak dan suka mencari siswa atau siswi yang dianggap aneh atau beda sendiri dari segi penampilan atau lainnya.

Misalnya: baju siswa atau siswi yang tidak dimasukkan, tidak memakai ikat This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pinggang, rambut yang gondrong untuk laki-laki, kuku tangan yang panjang-panjang dan lain-lain. Tidak ada satupun siswa yang berani membantah beliau.

Pak Giman selalu mempraktekkan arti dari sebuah kedisiplinan di civitas almamater MAN 1 Semarang. Semua tata tertib sekolah yang sudah tertulis dan tertempel di masing-masing kelas harus beliau tegakkan. Semua kelihatan tegang saat beliau mengajar di kelas. Tak boleh ada kotoran, debu bahkan sampah sedikitpun di kelas saat beliau mengajar. Saat ada plastik pembungkus kerupuk atau jajanan lainnya entah siapa yang membuangnya siswa yang terdekat dari plastik tersebut harus memungut dan membuang plastik tersebut pada tempatnya atau tempat sampah.

Kalau piket kebersihan kurang bersih dalam membersihkan kelasnya menurut penglihatan Pak Giman, maka disuruhlah kembali untuk membersihkan kelasnya sebelum beliau mulai mengajar. Tidak hanya itu saja, teman sekelas yang tidak mendapat tugas piket kebersihan pada hari tersebut harus ikut membantu semua tidak boleh hanya melihat atau memandanginya saja mereka yang piket dalam melakukan tugasnya.

Beliau begitu memegang teguh tentang esensi dari ’’Kebersihan sebagian dari iman’’. Saat masih kelas satu, kelas 1.7 merupakan kelas yang menjadi kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Karena rata-rata para siswanya pada pintar-pintar semua.

Ada yang sudah menjadi hafidz (hapal Al-Qu’an), ada yang jago Bahasa Arab, dan lainnya. Di kelas 1.4 itu aku mengenal teman yang bernama Danang Prasetyo dari Layur yang terkenal sebagai kawasan preman yang ada di Semarang, Ahmad Anas dari daerah Sambiroto Kedungmundu Semarang, Tuhfatul Mujab dari Kebumen, Muhammad Arif Riyadi dari Karangawen, Demak, Zaenal Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dari daerah Gubug, Purwodadi, Tribuana Tunggadewi dari Semarang, Diana Trianti dari Karangawen, Nana Setiarini dari Semarang, Seturah dari Godong dan lainnya.

Dari Mohammad Arif Riyadi lah aku mengenal pondok pesantren AlIshlah. Karena berawal dari diajak mampir ke pesantren Al-Ishlah saat pulang sekolah oleh Riyadi beberapa kali, maka aku pun mulai menyukai pondok pesantren tersebut dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hari setelah silaturahmi dari tempat tersebut kemudian aku memutuskan untuk pindah ke pesantren Al-Islah yang sebelumnya masih tinggal di pondok pesantren At-Thohiriyyah, Pedurungan Lor, Semarang.

Akhirnya aku pun resmi menjadi santri Al-Ishlah pada pertengahan September pada tahun 2001. Aku akhirnya betah dan merasa nyaman tinggal di pondok pesantren Al-Ishlah di Jl. Plamongan Hijau no.260, Semarang. Pimpinan laki-laki pondok pesantren di wilayah Semarang sudah biasa di panggil dengan sebutan abah, sedangkan istrinya dipanggil dengan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sebutan nyai atau bu nyai.

Di pondok pesantren inilah aku mengenal banyak teman-teman yang baik denganku, diantaranya: Mas Dwi Sugiharto yang baik hatinya yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri yang sekarang menjadi hakim provinsi yang bertugas di wilayah Demak, Baidlowi seorang pengusaha, Mbak Eli putri pertama abah yang sering memberiku roti karena sering dimintai tolong untuk membantu mempersiapakan bahan untuk membuat roti dan lainnya, Muhammadun yang suka tidur saat mengaji yang akhirnya menjadi seorang polisi, Tofik Kurniawan seorang kontraktor dan seorang sahabat yang selalu menasehatiku, Mbah Oleh yang bernama asli Mohammad Sholeh yang pernah mengajari aku cengkok-cengkok tembang shalawat dan lagu-lagu yang indah dalam Al-Qur’an, Pak Nanang Sundoro yang baik, meski sudah menjadi polisi masih mau belajar di Al-Ishlah, Ahmad Abdul Wahab yang bercita-cita ingin menjadi presiden, Gus Azka, Mas Burhan dan Mas Idus putranya abah, Mas Ulin si jangkung yang selalu memberikan banyak motivasi buat aku, Ahmad Shodikin seorang santri yang cerdas yang menjadi hafidz yang menggantikan posisi abah saat berhalangan hadir, maka dia lah yang ditunjuk untuk mengajar ngaji Al-Qur’an dan meluruskan bacaan tajwid kami yang sekarang menjadi PNS di kantor perpajakan Jakarta Pusat, Ahmad Charir atau biasa disebut pak lurah, seorang guru dan kepala sekolah di MTS di wilayah Semarang, Udin seorang guru PNS SD di tempat kelahirannya, Blora, Robin seorang arsitek ilmu bangunan, Ircham seorang teman yang suka terjun di dunia politik, Mohammad Arif Riyadi yang menjadi TKI di Korea, Siswanto yang pernah jadi TKI di Taiwan, Amin, Fatoni, Toha, dan lainnya.

Pada waktu itu, ustadz di pondok pesantren Al- Ishlah adalah seorang anggota kepolisian dari Polda Jawa Tengah berpangkat AKBP yang bernama Drs. AKBP Masrochan Halimtar. Berbagai ilmu baru dan hal baru aku dapatkan disana. Meskipun abah seorang ustadz, kyai dan seorang anggota kepolisian berpangkat AKBP beliau tidak pernah sungkan untuk mengecek hapalan Al-Quránnya kepada santrinya sendiri yang cerdas bernama Ahmad Shodikin.

Dari situ aku pun merenung sejenak. Ternyata orang berilmu itu bisa datang dari kalangan mana saja bisa dari murid sendiri seperti muridnya abah. Abah saja tidak sungkan dan bisa meletakkan egonya meski sudah menjadi da’i (penceramah) hebat sekaligus memiliki kedudukan di Polda Jawa Tengah tapi masih mau juga belajar dengan santrinya sendiri.

Dalam realitanya yang aku tahu, masih ada orang yang mempunyai kedudukan, derajat dan pangkat atau jabatan tertentu untuk berguru atau belajar kepada orang yang lebih berilmu tetapi masih belum bisa menurunkan egonya apalagi orang yang berilmu tersebut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lebih muda usianya dan dari latar belakangnya adalah orang yang biasa-biasa saja bukan dari orang yang berpangkat atau mempunyai jabatan.

Atas berkat didikan dan doa beliau lah banyak santri dari Al-Ishlah yang sudah sukses sekarang. Terima kasih abah, jasamu dan pengorbananmu akan hal ilmu sungguh sangat berarti buat kami. Di pesantren Al-Ishlah aku mendapat banyak hal.

Didikan dan pengalaman yang sangat berharga yang banyak aku peroleh juga di pesantren ini yang mungkin belum pernah kudapatkan dari manapun. Saat ketemu Ustadznya pertama kali ternyata beliau sudah mengenal ayahku setelah aku bercerita tentang ayahku kepada abah. Abah pernah bercerita kepadaku kalau saat masih tugas di daerah Kalanglundo Kecamatan Ngaringan dulu katanya ayahku sering mampir ke rumah abah pada waktu itu.

Kebetulan ayahku waktu itu sudah dikenal hampir sewilayah kecamatan di daerahku. Yah, mungkin karena profesinya ayahku waktu itu adalah seorang mantri kesehatan atau istilah sekarang lebih dikenal sebagai sebutan dokter umum.

Karena profesinya itulah ayahku selain buka praktek di rumah, ayahku juga sering dipanggil para pasiennya di daerah-daerah tertentu. Salah satu tempat yang sering dikunjunginya berada di daerah Kalanglundo, Ngaringan. Barangkali karena sering ada tugas di Kalanglundo itulah ayahku menjadi kenal akrab dengan abah sejak lama.

Dunia memang tak seluas daun kelor. Selama tinggal di pesantren Al-Ishlah aku belajar beberapa pelajaran baru yang sebelumnya belum pernah aku pelajari. Diantaranya: Fathul Qarib atau Takrib yang berisi aturan-aturan (fiqih) dalam agama Islam yang ditulis dengan berbahasa Arab yang belum ada artinya dan kebanyakan orang menyebutnya sebagai kitab kuning, Ilmu Nahwu Sharaf atau dikenal dengan tata bahasanya Bahasa Arab, dan lain-lain.

Beliau sering membahas tentang pentingnya arti sebuah ilmu pengetahuan. The relegion without science is blind and science without relegion is lame.

‘Ilmu agama tanpa adanya ilmu pengetahuan itu buta dan ilmu pengetahuan tanpa adanya ilmu agama itu pincang.’ Dan lagi yang masih aku ingat akan hal ilmu yang pernah beliau sampaikan kepada santrinya yaitu: Ilmu iku ora usah akeh-akeh, sing penting iso manfaat.

Syukur-syukur akeh iso manfaat malah luwih apik, nek ora iso yo sithik tapi manfaat. Ciri-ciri ilmu sing manfaat salah sijine iku sing wenehi lan nerima ilmu iku krasa ayem, ora ngganjel ning ati, ikhlas njalanke ilmu kasebut. ‘Ilmu itu tidak usah banyakbanyak tapi yang penting bisa bermanfaat. Syukur-syukur banyak bisa bermanfaat malah lebih baik, kalau tidak bisa ya sedikit tapi bermanfaat.

Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat salah satunya itu yang memberikan dan menerima ilmu itu merasa tenang, tidak mengganjal di hati, ikhlas untuk menjalankan ilmu tersebut.’ Ilmu yang tidak bermanfaat itu diibaratkan seperti This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com pohon yang lebat atau rindang tetapi hanya sedikit buahnya. Menurut salah satu sahabat Nabi Umar Bin Khattab r.a. juga menjelaskan bahwasanya ilmu itu ada tiga tahapan, jika seseorang memasuki tahapan pertama dia akan sombong, jika dia memasuki tahapan kedua dia akan tawadzu’ (rendah hati) dan jika ia memasuki tahapan ketiga dia akan merasa bahwa dirinya tidak ada apa-apanya.

Ilmu itu berkembang terus sesuai dengan perkembangan zaman. Ilmu tidak terbatas pada pada kontemplasi dan pemikiran saja tentang dunia. Lebih dari itu, ilmu seharusnya menyatukan antara pemikiran dan aksi semata-mata dalam rangka memperbaiki kekurangankekurangan yang ada.

Ilmu haruslah bersifat praksis, yang akan memadukan teori dan praktik sekaligus. (Santoso, 2012:83). Dalam hal ilmu, janganlah memandang remeh kepada orang lain, bisa jadi kita mengerti akan ilmu yang kita kuasai tetapi belum tentu kita sendiri menguasai ilmu yang dikuasai oleh orang tersebut.

Dengan kata lain kita bisa lebih mudah menguasai satu atau lebih ilmu tertentu sedangkan orang lain bisa jadi kurang menguasai ilmu yang kita miliki tetapi ilmu yang lainnya dia bisa dengan mudah untuk menguasainya.

Jadi, dalam hal ilmu apapun bidangnya, kita sebaiknya saling mengisi, melengkapi atau saling berbagi bukannya saling merendahkan diri antara satu dengan yang lain. Waktu terus berputar, tak terasa aku pun sudah duduk di bangku kelas dua MAN 1 Semarang. Saat awal kenaikan kelas dua MAN 1 Semaranng waktu itu teman sekelasku saat masih duduk di kelas 1.4 yang terkenal cerdas memutuskan untuk pindak sekolah di daerahnya di Purwodadi tempat asalnya. Saat itu, Warih Erika berpamitan kepada temanteman semua di kelas dua, termasuk aku, Rozak, Wahab, Masrochan dan lainnya yang sudah menjadi temannya.

Suasana kelas doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan terasa haru atas kepergian teman kami itu untuk pindah sekolah di daerahnya.

Ada yang merasa kehilangan, ada pula yang tampak biasa-biasa saja saat Erika berpamitan kepada kami semua saat itu. Saat kenaikan kelas satu naik tingkat ke kelas dua, aku ditempatkan di kelas 2.3. Di kelas 2.3 itu aku mengenal teman baru lagi. Karena pembagian kelas tersebut ditentukan berdasarkan dari peringkat nilai raport para siswanya.

Dan kelas 2.1 merupakan kelas unggulan di MAN 1 Semarang saat itu. Dari sini aku mengenal Umi Nur Khasanah, Akhromin, Ali Muhlison, Masrochan, Nur Rohmat, Mohammad Nasir, Puput Pratama, Lutfil Bahri, Abdul Rozak dan lainnya. Teman akrabku di kelas itu antara lain Abdul Rozak, Masrochan, Kayyis Chalimi, Siti Nur Farochah dan lainnya.

Abdul Rozak salah satu teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekelasku yang akrab akhirnya menjadi teman yang duduk sebangku denganku.

Tiap kemanamana selalu bersama dia. Aku suka dengannya karena dia orangnya baik, pintar tentang agama, dan sopan kepada siapa saja. Sampai-sampai kedekatan kami sudah seperti saudara saja. Hingga akhirnya penjurusan kelas IPA, IPS dan kelas Bahasa, aku dan dia masih belajar di kelas yang sama.

Di kelas 2.3 ini siswa yang kelihatan menonjol dalam hal pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia adalah Siti Nur Farochah, Lutfil Bahri, Nur Rohmat dan Nur Revitawati. Saat ada PR tentang pelajaran tersebut mereka semua yang menjadi andalan di kelas kami apabila ada tugas atau PR. Di kelas 2.3 pelajaran Bahasa Inggris diampu oleh Pak Sholeh.

Beliau pun menyukaiku karena aku yang kelihatan aktif dalam pelajarannya saat beliau mengajar. Aku juga masih diandalkan oleh teman-temanku di kelas 2.3 dalam hal Bahasa Inggris kalau ada tugas atau PR.

Sedangkan Abdul Rozak dan Masrochan menjadi sumber inspirasi teman-teman di kelas saat ada mata pelajaran agama seperti: Fiqih, Qur’an Hadits dan lainnya. Di kelas dua ini aku juga mengenal teman baru yang lainnya seperti Inta Iklima, Umar, Potter, Hamzah, Siti Zubaidah, Siti Ashobiyyah, Siswanto dan lainnya.

Masrochan adalah siswa yang pandai dalam Bahasa Arab. Saat masih kelas dua dia pernah menjadi juara pertama tingkat propinsi Jawa Tengah untuk lomba mengarang Bahasa Arab tingkat SMA/MA. Sayangnya dia tidak mau lagi untuk diajukan ke tingkat nasional saat itu karena waktu mengambil hadiahnya pada juara lomba mengarang Bahasa Arab tingkat propinsi Jawa Tengah ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang ikut menikmati honornya.

ANTARA SEKOLAH DI MAN 1 SEMARANG DAN MENIMBA ILMU DI PESANTREN AL-ISHLAH Bagian Kedua Saat liburan catur wulan kedua semua siswa kelas dua di MAN 1 Semarang dianjurkan untuk ikut semua dalam study tour ke Bali.

Tempat-tempat wisata yang kami kunjungi di Bali saat itu antara lain: Kintamani, Tanah Lot, Pantai Sanur, Pantai Kute, Jimbaran, Bedugul, Pasar Sukowati, Joger dan tempat-tempat lainnya.

Selain wisata ke Bali kami pun diwajibkan untuk membuat laporan mengenai tempat-tempat wisata yang kami kunjungi yang berada disana.

Kami bertamasya di Bali selama satu minggu disana. Saat pulang dari Bali ada yang membeli buah-buahan seperti markisa, salak, jeruk Bali dan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lainnya sebagai oleh-oleh, ada pula yang membeli baju dan kaos khas dari Joger yang unik, selimut, ikat kepala dan lainya. Selain membeli buah, aku pun tak lupa juga membelikan kaos bergambarkan Barong dari Bali untuk ponakan-ponakanku di rumah.

Setelah masa liburan caturwulan usai kami pun kembali mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa. *************************************************************************** Tak terasa waktu belajar di kelas 2.3 akan segera berakhir.

Semua siswa yang duduk di kelas 2.1 sampai 2.8 sebelum naik tingkatan ke kelas 3 harus memilih salah satu kelas program jurusan sesuai dengan masing-masing minat siswanya. Aturan tersebut sudah ditentukan oleh kepala sekolah kami, yaitu Bapak Drs. Basuki, M. Ag. Beliau begitu disiplin dalam hal menerapkan peraturan sekolah di MAN 1 Semarang. Kadangkala entah beliau ingin pamer, narsis atau apalah akupun tidak tahu maksudnya saat itu beliau pernah aku lihat sesekali membawa handycame untuk mengambil video di masing-masing tempat di MAN 1 Semarang dengan berjalan kesana kemari sambil memamerkan video kameranya (handycam).

Beberapa guru dan siswa ada yang senyum-senyum simpul melihat aksi beliau saat itu. Itulah kepala sekolah kami saat itu. Saat pembagian penjurusan kelas akan diumumkan, para siswa diberikan waktu untuk memikirkannya matang-matang mengenai jurusan apa yang akan dipilihnya agar nanti tidak salah pilih masuk jurusan di kelasnya.

Aku tidak mau untuk mikir lama lagi, karena aku suka dengan belajar bahasa dan tidak suka pelajaran yang berhubungan hitung-menghitung maka akhirnya aku memutuskan untuk masuk di kelas bahasa. Keputusanku itu akhirnya diikuti juga oleh Rozak, Masrokan, Hamzah dan Aslikah yang merupakan teman yang aku kenal yang mau bergabung denganku di kelas bahasa saat di kelas dua. Siti Nur Farochah atau lebih akrab dipanggil Ocha, Intan Iklima, Umi Nurhasanah, Maulida, Diana dan Nur Revitawati sudah pasti masuk di kelas IPA karena mereka memang suka pelajaran yang berhubungan dengan eksakta.

Akromin dan Agus Sholeh yang duduk di bangku belakangku memilih masuk kelas IPS di kelas tiganya. Dan teman-teman lainnya akupun tidak tau apa saja pilihan mereka. Entah masuk di kelas IPA, IPS atau kelas Bahasa. Akhirnya pemilihan kelas penjurusan sesuai minat masing-masing siswanya pun usai dilaksanakan.

Di kelas tiga kami yang baru ini, kelas IPA ada doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kelas, IPS ada 4 kelas dan Bahasa teridiri dari doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kelas saja. Aku dan Rozak saat masuk kelas bahasa masih duduk sebangku denganku. Di kelas bahasa ini aku mengenal teman-teman baru lagi, diantaranya: Zumaroh, Zamronah, Maknun, Sigit, Ismaiyah, Umi Ifayanti, Ni’matin Farida atau lebih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com akrab dipanggil dengan sebutan Jeng Menik, Ummu Ayu Vivi Habibah, Charna Wiwitanta, Ahmad Najib dan lainnya.

Sedangkan teman dari pondok pesantren yang sama dan masuk di kelas yang sama adalah Mohammad Arif Riyadi yang terkenal dengan sebutan James karena mirip dengan seorang aktor pemeran film James Bond dan Ahmad Abdul Wahab yang akrab dengan panggilan Wahab. Temanku yang satu sekolah dari MTS Al-Hamidah dulu ternyata masuk di kelas yang sama bersama Inta Iklima di kelas III IPA 1. Awalnya kelas Bahasa dianggap sebagai momok dan disebut sebagai kelas buangan.

Tapi pada akhirnya anggapan itu hilang dengan sendirinya. Itu merupakan kesalahan yang fatal menurutku. Semua ilmu pengetahuan pasti ada hubungannya dengan ilmu bahasa. Buktinya? Kenapa di pasaran terjual bebas kamus tentang kedokteran, kamus tentang ilmu botani atau biologi doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sebagainya?!?

Itu baru contoh fisik berupa buku belum contoh lainnya. Itulah mereka yang belum mau mengakui arti pentingnya dalam berbahasa. Dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja baik dari negara manapun.

Dengan belajar Bahasa Inggris misalnya yang sudah menjadi bahasa Internasionalnya dunia. Semua negara di dunia pasti diwajibkan untuk mempelajarinya. Coz the language is the key to open the world. ‘Karena bahasa merupakan kunci untuk membuka dunia.’ Saat doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan di kelas bahasa pada awalnya kami belajar bahasa Perancis sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa pada saat itu.

Kami di kelas hampir semua merasa kesulitan untuk mempelajarinya. Karena belajar bahasa Perancis harus benar-benar olah raga mulut. Misalnya: Bonjour ! [bongzhuhr] Halo ! Je m'appelle Tegar [zhu mapel tegar] Nama saya Tegar Je suis étudiant(e) à l'Université de Diponegoro [zhu swi etudiang a lunivehrsite du diponegoro] Saya adalah mahasiswa(i) di Universitas Diponegoro This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com J'habite à Semarang [zhabit a semarang] Saya tinggal di Semarang J'ai 23 ans [zhe vang thrwa-z-ong] Saya berumur 23 tahun Je suis musulman [zhu swi muzulmong] Saya beragama Islam J'aime beaucoup lire des romans, ecrire de nouvelle, regarde le cinema, écouter de la musique [zhem boku liehr de rumong, ekhrihr de nuvel, regahrd lu sinema, ekute du la muzik] Saya sangat suka membaca novel, menulis cerpen, menonton film, mendengarkan musik Je parle français et anglais [zhu pahrl frongse e onggle] Saya berbicara bahasa prancis dan inggris Merci [mehrsi] Terima kasih Disamping itu, dalam bahasa Perancis terdapat pula kosakata yang bergender maskulin dan feminimnya juga.

Karena alasan tersebut lah kemudian kami melaporkan keluhan kami kepada bagian kurikulum agar bisa diganti dengan bahasa asing lainnya yang tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya. Dalam keluhan kami akhirnya di dengar oleh kepala sekolah kami. Kemudian Bapak kepala sekolah kami saat itu dengan tegas memberikan masukan bagaimana kalau sebaiknya diganti dengan Bahasa Jepang.

Alasan beliau cukup sederhana waktu itu, karena banyak produk-produk Jepang yang sudah banyak dipakai oleh orang Indonesia. Produk-pruduk dari Jepang yang tidak asing bagi kita diantaranya: sepeda motor bermerek Yamaha, Honda dan Suzuki.

Mobil pun juga ada, diantaranya: Daihatsu, Honda Jazz, dan Suzuki Baleno, dan prodak yang lain-lain. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Masukan dari kepala sekolah MAN 1 Semarang pada waktu itu akhirnya dibicarakan dan didiskusikan bersama dengan wali kelas kami bersama-sama. Kemudian wali kelas kami bernama Mr. Baddy selaku guru Bahasa Inggris juga memberikan arahan kepada kami bahwa para siswa di kelas bahasa disuruh untuk menulis bahasa apa yang akan dipilih oleh kita dengan menuliskan pilihan kita pada secarik kertas kira kira bahasa asing apa yang hendak ingin dipilih oleh pilihan bersama yang akan disepakati bersama pula nantinya.

Waktu itu bahasa asing yang ditawarkan ada 8 bahasa asing yang ada di dunia. Diantaranya: Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Italia. Dari perhitungan voting bersama di kelas bahasa tersebut pilihan dari masing-masing siswa cukup beragam.

Ada yang memilih Bahasa Arab, ada yang memilih Bahasa Mandarin, ada pula yang masih tetap memilih Bahasa Perancis dan ternyata dari hasil voting bersama teman-teman banyak yang memilih bahasa Jepang sebagai pelajaran bahasa asing pilihan di kelas bahasa tersebut.

Akhirnya keputusan diambil sesuai voting bersama maka Bahasa Jepang lah yang menjadi pilihannya. Setelah dua bulan lamanya belajar bahasa Perancis akhirnya kelas kami meneruskan belajar Bahasa Jepang sebagai mata pelajaran pilihan bahasa asing di kelas Bahasa.

Pada saat belajar bahasa Jepang, sekolah doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan belum mempunyai spesifikasi tenaga ahli dalam bahasa asing tersebut. Bahasa Jepang masih diampu oleh Bapak Agung Wibowo, S. Pd. lulusan S1 Pendidikan Bahasa Perancis dari IKIP Semarang yang sekarang sudah terkenal dengan nama UNNES. Karena beliau pernah belajar Bahasa Jepang secara otodidak akhirnya kami pun belajar bersama-sama.

Kami belum sempat belajar huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Huruf Hiragana dan Katakana sering disebut doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan huruf Kana.

Hiragana digunakan untuk menulis kosakata bahasa Jepang asli, apakah secara utuh atau digabungkan dengan huruf Kanji. Huruf Katakana digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing (selain bahasa Cina). Jumlah huruf Hiragana dan Katakana masing-masing 46 huruf dan dikembangkan dengan menambahkan tanda tertentu sehingga dapat membentuk bunyi lainnya yang jumlahnya masing-masing menjadi 56 bunyi.

Huruf-huruf tersebut berbentuk suku kata, sehingga doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan total bahasa Jepang kurang lebih hanya 102 suku kata. Huruf Kanji berasal dari Cina, yang jumlahnya cukup banyak. Huruf Kanji yaitu huruf yang merupakan lambang, ada yang berdiri sendiri, ada juga yang digabung dengan huruf Kanji lainnya atau diikuti dengan huruf Hiragana.

Huruf Kanji dalam bahasa Jepang ada dua macam cara membacanya, yaitu: (1) ala Jepang (kun-yomi) dan (2) ala Cina (on-yomi). Sedangkan huruf This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terakhir adalah Romaji atau huruf Alfabet (latin).

(Sutedi, 2003: 7-9). Pada saat itu kami belajar Bahasa Jepang masih dengan menggunakan huruf Romaji karena belum ada tenaga ahli pendukungnya. Belajar bahasa Jepang ada yang berpendapat sulit ada yang berpendapat mudah tergantung orang yang menilainya dari segi mananya dulu.

Setelah hampir dua bulan lamanya kami belajar bahasa Jepang di kelas bahasa di MAN 1 Semarang akhirnya guru kami mendatangkan tenaga ahli dibidangnya yaitu Pak Hadi dari SMAN 16 Semarang. Selain bertugas sebagai pengajar Bahasa Jepang disana beliau akhirnya merangkap menjadi pengajar Bahasa Jepang di sekolah kami.

Dari beliaulah kemudian kami belajar huruf-huruf Bahasa Jepang mulai Hiragana, Katakana dan Kanji meskipun baru setingkat SMA di Indonesia belajar Bahasa Jepangnya. Pada kenyataannya kalau dibandingkan di negara asalnya belajar Bahasa Jepang kami ternyata masih setingkat dengan TK nol besar disana. He he.:) Semenjak keberadaan Pak Hadi mengajar Bahasa Jepang di kelas kami, aku pun makin doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan untuk mempelajari Bahasa Jepang juga buktinya pada catur wulan pertama nilai raportku diberikan angka 9 untuk mata pelajaran Bahasa Jepang sedangkan Bahasa Inggris aku juga mendapat angka 9, Bahasa Indonesia juga mendapat nilai angka 9 sedangkan Bahasa Arab aku mendapat nilai angka 8 waktu itu.

Yah, meskipun top grade is not always go to the brightest student. ‘Nilai yang unggul tidak selalu menunjukkan siswa yang cerdas.’ Tapi, setidaknya guruku sudah menghargai keseriusanku dalam mempelajari Bahasa Jepang melalui nilai Bahasa Jepangku di raport.:). Pada saat belajar Bahasa Jepang dengan Pak Hadi yang berlangsung hampir satu bulan lamanya beliau mendatangkan tenaga native dari Jepang langsung yang ditugaskan oleh The Japan Foundation, Jakarta yang bertugas di wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang bernama Tajiri Yumiko Sensei.

Sensei tersebut mempunyai wajah yang cantik, jadi tak sedikit dari para siswa yang memandanginya terus saat beliau membantu mengajar dengan Pak Hadi.

Sensei adalah panggilan untuk guru, dosen, dokter dan tenaga ahli lainnya, tergantung dimana kata tersebut dipakai. Kalau dalam lingkup dalam lingkungan sekolah dan kampus kata sensei berarti ‘guru’ atau ‘dosen’ sedangkan bila panggilan sensei tersebut dipakai dalam lingkup lingkungan rumah sakit maka maknanya menjadi ‘dokter’.

Setelah melewati catur wulan pertama selesai kami pun memasuki catur wulan kedua di kelas bahasa. Pada awal bulan cawu tersebut aku mendadak dipanggil oleh guru Bahasa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jepangku di ruang guru. Ternyata disana aku disuruh mengikuti kegiatan lomba Bahasa Jepang setingkat wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta yang akan dilaksanakan di MAN 2 Magelang pada waktu itu.

Hadiah utamanya adalah kunjungan ke Jepang gratis selama 2 minggu ditambah hadiah yang berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Wah.hadiahnya begitu menggiurkan juga ya.’’Pikirku saat itu. Yah hadiah tersebut memang sangat menggiurkan untuk ukuran anak SMA seusiaku pada saat itu. Tapi, yang bikin aku menjadi tidak percaya diri adalah saingannya terlalu ketat dalam perlombaan tersebut.

Misalkan kalau berhasil menjadi juara pertamanya pada perlombaan tersebut untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta kemudian aku harus bersaing lagi untuk tingkat nasionalnya dengan putra daerah dari Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatra, Sulawesi dan lainnya kalau ingin mendapatkan hadiah utamanya tersebut. Tapi kalau kalah bagaimana?

Aku akan malu juga nantinya dengan teman-temanku. Akhirnya guruku mengerti apa yang aku utarakan kepada beliau. Kemudian beliau berdalih: ’’Menang dan kalah dalam kompetisi itu merupakan hal biasa, Gar.

Yang penting kamu ikut tampil dalam perlombaan itu sudah luar biasa, because the experience is the best teacher. ‘Karena pengalaman merupakan guru yang terbaik.’, begitulah kata-kata guruku menenangkan hatiku agar membuat rasa hawatirku menjadi sirna saat itu’’. Setelah itu aku pun mengiyakan untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Setelah kembali ke kelas akupun bercerita kepada teman yang duduk sebangkuku yang bernama Abdul Rozak, dia sangat mendukungku, nasehatnya begitu sejuk menyentuh kalbuku. Dia memang pandai untuk menyejukkan hati teman-temannya dalam memberikan nasehat, membantu mencarikan solusi dari masalah tersebut apabila ada temannya dari siapa saja baik cewek maupun cowok dari kelas bahasa sendiri maupun dari kelas lainnya yang lagi ada masalah untuk datang hanya sekedar curhat atau sharing dengannya.

Setelah itu, akupun cerita kepada Umi Ifayanti, Nikmatin Farida, Habibah, Wahab dan lainnya. Akhirnya hari perlombaan itu pun datang juga. Sebelum berangkat ke Magelang, pada malam hari sebelum berangkat kesana aku disarankan oleh Pak Agung untuk menginap di rumah guru Bahasa Jepangku yang tinggal di daerah Sampangan, yaitu di rumah Pak Hadi guru Bahasa Jepang dari SMAN 16 Semarang dengan diantarkan oleh Pak Agung menuju ke rumahnya. Setelah sampai di rumah Pak Hadi, kemudian Pak Agung pamit denganku dan dengan keluarga Pak Hadi untuk pulang.

Kami berangkat bersama kesana pada keesokan harinya dengan naik bus. Keesokan harinya kemudian kami berangkat bersama dari rumah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Pak Hadi menuju kota Magelang. Motor yamaha vespa Pak Agung dititipkan di rumah Pak Hadi.

Setelah sampai di MAN 2 Magelang, sekolah sekaligus tempat yang ditunjuk sebagai tuan rumah diselenggarakan perlombaan bahasa Jepang tingkat Jawa Tengah dan DIY dengan tema Kunjungan Ke Jepang Selama 2 Minggu itu ternyata dihadiri oleh beberapa peserta dari SMA/MA/SMK dari daerah Semarang, Solo, Yogyakarta, Kebumen, Pringsewu, Kendal, Pekalongan dan dari wilayah Jawa Tengah dan DIY lainnya.

Jumlah peserta yang mewakilkan sekolahnya ada 30 siswa dan siswi. Lomba yang diadakan disana adalah kemampuan bahasa Jepang (Nouryouku Shiken) setingkat level 4.

Kalau sekarang mungkin setara dengan ujian kemampuan bahasa Jepang N5 (Nihongo Nouryoku Shiken level 5). Melihat peserta yang ternyata lumayan banyak dalam perlombaan tersebut aku malah menjadi kurang percaya diri. Apalagi kemampuanku dalam berbahasa Jepang baru sampai bisa menghapal Hiragana dan Katakana dan beberapa kosakata yang terbatas pada buku panduan yang sudah aku pelajari. Sedangkan huruf Kanji hanya terbatas saja yang aku ketahui waktu itu. Setelah mengikuti ujian berupa Choukkai (Mendengar), Dokkai (Membaca), dan Moji dan Goi (Huruf dan Kosakata) dengan peserta lainnya maka hasil nilai dari perlombaan tersebut di umumkan oleh para Juri baik dari Indonesia sendiri maupun Juri dari Jepang yang dikirim oleh The Japan Foundation langsung.

Diantaranya yang masih aku ingat adalah Tajiri Yumiko Sensei. Juara pertama dalam perlombaan tersebut akhirnya jatuh pada siswa MAN 2 Magelang sendiri. Bagi yang mendapat juara pertama nantinya akan diseleksi lagi pada tingkat nasionalnya. Persaingannya pun akan semakin ketat nantinya karena harus berjuang melawan perwakilan dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia, misalnya: Bali, Sumatra, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta dan wilayah lainnya. Waktu itu, aku hanya mendapat peringkat di urutan nomor 12 dari 30 siswa yang mewakili sekolah SMA/SMK/MA sederajat yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang mengikuti perlombaan tersebut.

Kawaisou na. Zannen deshita ne. ‘’Duh kasihan. Sayang sekali ya.’ Yah memang benar kata Pak Agung, menang kalah memang sudah biasa dalam suatu kompetisi. Setelah selesai diumumkan pemenang dalam perlombaan tersebut akhirnya aku, Pak Hadi dan Pak Agung memutuskan untuk pulang.

Meski agak kecewa juga dengan kekalahanku akhirnya aku bisa tahu sampai dimana kemampuanku dalam Bahasa Jepang dengan ikut This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com perlombaan tersebut. Pak Hadi pun berkata kepadaku: Wis rak sah dipikir, sing penting saiki mikir ujian nasional sing arep diadhepi mengko wae, muga-muga cah bahasa ning MAN 1 Semarang iso lulus kabeh.

‘Sudah ga usah dipikir, yang penting sekarang yang harus dipikirkan adalah ujian nasional yang akan dihadapi nanti saja, semoga kelas bahasa di MAN 1 Semarang bisa lulus semua. ’ Aku pun mengamini doa dan harapan Pak Hadi kepada kami. Amin.YRA. Setelah sampai di rumah Pak Hadi di Sampangan, Pak Agung dan aku langsung pamit dengan Pak Hadi dan keluarganya untuk kembali ke MAN 1 Semarang. Setelah sampai di almamater kami para siswa dan para guru sudah pada meninggalkan sekolah karena waktu jam pelajaran memang telah usai waktu itu.

Akhirnya aku pun mengucapkan terima kasih dan pamit kepada Pak Agung untuk pulang ke pondok Al- Ishlah. Keesokan harinya aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Sesampainya di kelas temanteman sekelas menyambut kedatanganku dengan suka cita. Sambil bertepuk tangan mereka kemudian menyalami aku satu persatu. Wah, jadi malu nih.padahal lombanya kalah, ’’Itulah gumamku saat itu. Akhirnya aku menceritakan apa adanya kepada mereka kalau lombanya belum berhasil aku menangkan dan meminta maaf kepada teman-teman.

Mereka ternyata tidak kecewa denganku dan malah memberikan semangat dan senyuman. Kemudian Rozak, Hamzah, James, Wahab, Jeng Menik, Umi Ifayanti, Zumaroh, Habibah, Masrochan, Charna dan lainnya memberikan dukungan kepadaku lagi.

Semangat Mas Tegar.menang kalah udah biasa.yang penting sudah berani maju.begitu lah ucapan Rozak yang terdengar di telingaku saat itu. Salah satu temanku dari sekian banyak teman di kelas bahasa yang sudah memberikan aku semangat. Tak terasa waktu ujian nasional pun segera datang. Teman-teman sudah menunjukkan keseriusannya lagi dalam belajar di kelas.

Terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Charna, Rozak, Umi Ifayanti, Habibah, Masrokan, Wahab, Najib, James dan lainnya mulai meluangkan waktunya untuk bertanya-tanya kepadaku tentang Bahasa Inggris dan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Jepang.

Apabila aku belum tahu dan belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan bagi mereka kemudian aku memberikan saran untuk mendiskusikannya dengan guru bahasa Inggris kami yaitu: Pak Baddy atau Pak Sugiyanto dan guru bahasa Jepang kami, Pak Hadi. Untuk mata pelajaran yang lain seperti tentang agama dan Bahasa Arab aku juga tak sungkan untuk doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kepada Rozak, Masrokan, Wahab dan Zumaroh yang aku anggap lebih ahli dariku. Untuk pelajaran yang lainnya seperti Sejarah, Bahasa Indonesia dan PPKN bisa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan nyantai saja oleh semua teman di kelasku.

Meskipun Pak Muslih guru Sejarah kami, beliau seringkali dianggap sepele di kelas oleh teman-teman. Meskipun begitu beliau begitu sabar dalam mengajar. Teman-teman sekelas masih merasa cemas, khawatir tentang ujian nasional yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Karena syarat kelulusan ujian nasional di kelas bahasa untuk mata pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia waktu itu harus mencapai target angka 4,01.

Untuk itu banyak teman-teman sekelas yang merasa khawatir tentang hal itu. Terutama Bahasa Jepang. Apalagi kata Pak Hadi ujian nasional Bahasa Jepang yang akan diujikan waktu itu bentuk soalnya tidak akan memakai Huruf Romaji.

Tetapi menggunakan Huruf Hiragana, Katakana dan beberapa Huruf Kanji setingkat anak SMA. Teman-teman di kelas bahasa kemudian bersama-sama berlatih untuk mengingat dan memahami huruf-huruf tersebut demi persiapan ujian nasional Bahasa Jepang. Tak terasa waktu ditentukannya ujian nasional yang sudah ditunggu-tunggu datang juga.

Kami pun mengerjakan soal ujian dengan tenang dan serius demi mencapai standar kelulusan yang sudah disampaikan kepada kami. Saat ujian nasional pada mata pelajaran Bahasa Jepang ada beberapa teman diantara kami yang tidak bisa menjawab soalnya dan merasa ragu untuk menjawab pertanyaan pada soal mereka. Kemudian aku pun membantu mereka dengan memberikan kode-kode bahasa tubuh tertentu kepada mereka untuk menyampaikan jawabanku.

Selama pengawas tidak tahu, aku memberi tahu jawabanku yang sudah aku jawab di lembar jawaban beberapa kali bagi mereka yang bertanya kepadaku.

Begitulah suasana ujian nasional untuk anak bahasa. Ada yang serius dalam mengerjakan soal, tidak menengok ke kanan dan ke kiri, kedepan dan ke belakang temannya. Dan ada juga yang suka bertanyatanya kepada teman lainnya yang lebih dekat bahkan dengan teman yang jauh jaraknya dari tempat ia mengerjakan soal ujian.

Meskipun itu semua dilarang, untungnya pengawas tidak tahu tentang kegiatan kami semua itu saat ujian berlangsung. Akhirnya waktu ujian nasional pun berakhir juga. Semua merasa lega karena beban yang sudah dipikul di pundak kami terasa sudah ada yang berkurang.

Meskipun begitu, kami pun masih merasa was-was, dan khawatir akan hasil nilainya di akhir nanti. Kami berharap semoga hasil ujiannya bisa lulus semua. Amin YRA. Setelah dua minggu kemudian, pengumuman hasil nilai ujian nasional kami pun akhirnya diumumkan juga. Pak Baddy selaku wali kelas kami masuk di kelas kami tampak begitu tegapnya. Beliau hendak mengumumkan hasil kelulusan kami. Karena gaya berjalannya yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com seperti robot itu ada temanku yang menjulukinya Pak robotnya di kelas bahasa.

Semua bersorak riang gembira saat Pak Baddy mengumumkan kalau siswa di kelas bahasa semua dinyatakan lulus ujian nasional. Alhamdulillah ya.teman-teman banyak yang mengucapkan rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karuniaNya.

Setelah siswa dan siswi di kelas bahasa dinyatakan lulus semua, kami pun mempersiapkan acara study tour ke Yogyakarta bersama-sama. Rencana tempat yang akan kami kunjungi waktu itu adalah Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parangtritis, Malioboro, dan Monumen Yogya Kembali.

Saat di pantai Parangtritis aku lupa dengan kamera tustelku. Aku pun merasa kecewa karena aku tak sengaja meninggalkan kamera tustelku disana saat habis berfoto-foto bersama dengan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sehingga tidak ada bukti kenangan saat tamasya ke Yogyakarta bersama teman-teman sekelas bahasa.

Aku kira tustelku dibawakan oleh Charna atau Rozak yang menemaniku saat aku asyik mandi dan bermain di pantai bersama saat itu. Ternyata mereka tidak tahu menahu tentang kameraku. Yah.itulah kenangan kamera tustelku yang jadi korban di Parangtritis. Gara-gara tustelnya hilang di pantai Parangtritis aku dimarahi oleh kakakku. Yang penting. untunglah yang punya tustel tidak jadi korbannya Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan.

He he.:) Alhamdulillah lah. Setelah acara study tour kami usai, kemudian kami pulang kembali ke rumah kami masing-masing. Rumahku saat itu adalah Al-Ishlah sedangkan Charna, Zumaroh, Umi Ifayanti, Inta Iklima, dan Rozak rumahnya berada di Al-Hikmah. Sedangkan Jeng Menik, dan Ismaiyah pulang ke At-Thohiriyyah.

Setelah itu kami menyiapkan diri untuk menyambut acara soubetsukai atau perpisahan kelulusan sekolah kami. Dalam acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut, aku ditunjuk untuk mewakilkan anak bahasa untuk berpidato dalam bahasa Jepang.

Meskipun awalnya aku merasa berat untuk menyanggupi permintaan panitianya karena aku masih merasa belum bisa untuk berpidato dengan baik dan benar dalam Bahasa Jepang. Kemudian aku membuat naskah pidato dengan Bahasa Indonesianya terlebih dulu. Berkat bantuan Pak Hadi aku pun akhirnya dapat menyelesaikan menterjemah naskah pidatoku tersebut. Setelah selesai berpidato akupun ikut menyumbangkan sebuah lagu di acara perpisahan kelulusan sekolah tersebut.

Lagu yang aku tampilkan saat itu adalah I Have A Dream by Weslife. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a fantasy To help me through reality And my destination makes it worth the while Pushing through the darkness still another mile I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream I have a dream, a song to sing To help me cope with anything If you see the wonder of a fairy tale You can take the future even if you fail I believe in angels Something good in everything I see I believe in angels When I know the time is right for me I'll cross the stream - I have a dream I'll cross the stream - I have a dream Weslife merupakan salah satu grup band dari Barat yang terdiri dari Shane, Kian, Bryan, Mark dan Nicky yang lagi terkenal saat itu.

Sedangkan bagi yang berpidato berbahasa Inggris This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panitia sudah menunjuk siswa dari kelas dua MAN 1 Semarang. Kemudian yang berpidato dalam Bahasa Arab saat perpisahan di MAN 1 Semarang karena tidak ada yang mau ditunjuk untuk maju mengisi acara, akhirnya Masrochan yang maju di acara perpisahan tersebut untuk berpidato. Begitulah kisah perjalananku saat menuntut ilmu dimulai dari TK hingga lulus MAN 1 Semarang.

Ada canda, tawa, duka dan nestapa. Apalagi saat di MAN 1 Semarang banyak teman-teman dan guru-guru yang terkesan baik padaku.

Guru-guru yang terkesan baik kepadaku antara lain: Pak Baddy guru Bahasa Inggris, Pak Sholeh guru Bahasa Inggris, Pak Zaenuri Shiraj dan Pak Khoiri guru Bahasa Arab, Pak Sugiyanto guru Bahasa Inggris, Pak Musa guru Al-Qur’an Hadits, Pak Anshori guru Bahasa Indonesia, Pak Agung guru Bahasa Perancis dan Bahasa Jepang, Pak Hadi guru Bahasa Jepang, Bu Zayyinatun guru Fiqih, Pak Muslih guru Sejarah, Bu Salamah guru Bahasa Indonesia, Pak Edi guru Kesenian, Bu Sih Hartini guru Fisika, Bu Rohmatah guru Matematika, Bu Khoiriyyah guru Fiqih, Bu Agustin guru Bahasa Inggris, Bu Yetti dan Bu Endang guru Akutansi dan Ekonomi, Bu Sri Penggalih guru Bahasa Indonesia, Bu Fitri guru Bahasa Indonesia, dan lainnya.

Teman-temanku; Rozak, Dlowie, Wahab, Umi Ifayanti, Charna, Habibah, Jeng Menik, Zumaroh, James, Masrochan, Inta Iklima, Erika, Siswanto, Diana, Maulida, Ashobiyyah, dan lainya. Aku ingin sekali rasanya kembali ke masa lalu lagi. Andaikata pintu ke mana saja (doko demo doa) milik Doraemon itu benar ada.

Andai saja obat mujarab yang dibuat oleh Profesor Yoshiyama dalam film Time Traveller (Toki o Kakeru Shoujo) itu juga benar ada. Rasa-rasanya aku ingin sekali memutar kembali memori kenangan-kenangan yang indah bersama teman-temanku saat masih di MAN 1 Semarang dulu. Semenjak berpisah dengan teman-temanku di MAN 1 Semarang aku seringkali merasa kesepian. Apalagi kalau teringat saat-saat berpisah dengan seseorang yang aku sayangi dan aku banggakan.

Air mataku tak terasa seringkali menetes membasahi pipiku. Kalau sedang kangen yang tak tertahankan ingin rasanya segera ketemu. Tapi itu pun tidak mungkin karena setiap orang pasti akan menjalani kehidupannya masing-masing yang baru lagi.

Kalau misalkan ada teman yang pernah tersakiti hatinya karena perbuatanku, aku hanyalah insan biasa yang tak luput dari khilaf, dosa dan lupa. Karena kesempurnaan bukanlah milik manusia biasa.

Hanya Dia lah sebagai Maha diatas segala-galanya. Mungkin juga salah satu atau lebih dari mereka ada yang sudah pernah tersakiti karena ucapanku entah karena disengaja atau tidak sengaja aku berharap agar bisa memaafkannya.Semoga teman-teman This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com semua selalu diberi kesehatan, kelapangan rejeki, dan sukses selalu, selamat di dunia dan akhirat.Amin YRA. MELANJUTKAN KULIAH D3 BAHASA JEPANG DI SEMARANG Setelah aku lulus dari MAN 1 Semarang dan berpisah dengan teman-temanku, banyak dari teman-temanku dari alumni MAN 1 Semarang yang melanjutkan kuliah.

Aku dengar ada yang melanjutkan kuliah di IAIN Walisongo Semarang, IKIP PGRI Semarang, ITS Surabaya, UNDIP, UNNES, UNISBANK, UDINUS, UNIMUS, UNWAHAS, UNISSULA, USM, UNY, UGM, ITB, UNPAD dan lainnya, bahkan ada juga yang melanjutkan kuliah di AlAzar, Cairo, Mesir. Sedangkan aku pada awalnya ingin sekali pergi ke Jepang. Aku ingin sekali bisa kuliah disana. Tapi karena seleksinya terlalu ketat jadi aku merasa sulit untuk bisa lolos pada seleksinya akhirnya niatku aku urungkan saat itu.

Disamping itu, nilai ujian nasional rataratanya kalau bisa pergi ke Jepang untuk lulusan SMA/MA/SMK sederajat harus bisa mencapai target rata-rata minimal 8,0 saat itu.

Itu belum syarat-syarat lainnya yang dibutuhkan untuk mengikuti seleksinya. Sedangkan nilaiku kalau dirata-rata hanya 7,6 an pada saat itu. Kemudian aku akhirnya mencoba ikut seleksi UMPTN bersama Diana, Maulida, Jeng Menik, Charna, Kayyis Chalimi dan lainnya.

Pada seleksi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebenarnya aku ingin masuk di program studi S1 Bahasa Jepang di UGM. Setelah mengikuti seleksi UMPTN waktu itu aku lolos diterima di UNNES pada program studi S1 Sastra Inggris. Tetapi karena waktu itu aku tidak ada minat ke UNNES jadi kesempatan tersebut tidak aku ambil. Saat mengikuti seleksi UMPTN saat itu teman-temanku ada yang membeli formulir IPA, IPS dan IPC. Aku membeli formulir IPS pada seleksi UMPTN waktu itu.

Selain aku, Charna dan Jeng Menik juga membeli formulir IPS. Bagi yang membeli formulir IPA dan IPS hanya boleh memilih dua program studi yang diminatinya. Sedangkan bagi yang membeli formulir IPC boleh memilih tiga program studi yang diminatinya. Kalau memilih membeli formulir IPS kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu sosial dan bahasa seperti: Sejarah, Geografi, Akutansi, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Inggris, Jepang, Mandarin, Arab dan sebagainya.

Sedangkan kalau memilih membeli formulir IPA kami bisa memilih program studi di PTN yang berhubungan dengan ilmu eksakta atau yang termasuk dalam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com lingkup ilmu pengetahuan alam, seperti Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, Kedokteran, Farmasi dan sebagainya.

Kemudian bagi yang membeli formulir IPC bisa memilih program studi baik yang berhubungan dengan ilmu alam, ilmu sosial maupun bahasa. Soal ujuan seleksi UMPTN tersebut doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika Dasar dan gabungan dari beberapa ilmu pengetahuan umum lainnya. Saat itu pilihan utama pada formulir IPS-ku aku memilih S1 Sastra Jepang dari UGM sedangkan untuk pilihan keduanya adalah S1 Sastra Inggris dari UNNES.

Aku ingin melanjutkan belajar lagi Bahasa Jepang. Karena belajar Bahasa Jepang memang sangat mengasyikkan menurutku. Belajar Bahasa Jepang memang harus dituntut untuk mengerti dan memahami huruf-huruf Jepangnya.

Meskipun sulit, aku suka untuk mempelajarinya. Belajar ilmu apapun pasti ada nilai positif dan negatifnya. Sebagai contoh belajar ilmu bahasa asing misalnya, nilai positifnya antara lain kita dapat berkomunikasi dengan orang asing yang menggunakan bahasa yang kita pelajari tersebut atau dengan kata lain bahasa asing menjadi jendela untuk mengetahui ilmu budaya bangsa lain.

Sedangkan nilai negatifnya antara lain kalau kita lebih bangga menggunakan bahasa asing tersebut justru akan membuat kita bisa kehilangan identitas dan terjajah secara bahasa, karena menurut teori Sapir seorang pakar linguistik Antropologi bahasa merupakan karakter atau kepribadian.

Ketika seseorang mengganti bahasanya sebenarnya dia sedang mengubah kepribadiannya. Kemudian, banyaknya leksikon atau bentuk bahasa yang digunakan dari suatu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan berarti seseorang itu didominasi atau dijajah secara kognisi (pola pikir), jika misalnya ada orang Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan banyak menggunakan bahasa asing tersebut sebenarnya mereka telah terjajah secara ideologi dan selanjutnya dapat terjajah pula secara sosial, ekonomi dan budayanya.

Ketika diumumkan hasil seleksi UMPTN pada pilihan pertama aku tidak lolos seleksi masuk di UGM oleh karena itu aku merasa kecewa pada waktu itu. Aku lolos seleksi pada pilihan ke dua. Karena aku kurang minat dengan pilihan yang kedua akhirnya kesempatan itu tidak aku ambil.

Sebenarnya sih aku juga suka belajar Bahasa Inggris. Tapi, pada waktu itu aku mempunyai prinsip kalau belajar Bahasa Inggris aku bisa belajar dimana saja dan kapan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan.

Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak begitu. Karena pembelajar Bahasa Inggris aku pikir sudah ada dimana-mana saat itu apalagi sekarang.

Sedangkan belajar bahasa asing lainnya tidak demikian. Kemudian aku malah memutuskan mendaftarkan diri ke UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) untuk mengambil jurusan S1 Sastra Inggris disana.

Aku hanya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mampu bertahan selama satu semester saja. Itupun belum sampai selesai ujian akhir semester. Waktu kuliah perdana di jurusan Bahasa Inggris di UNIMUS serasa sangat membosankan.

Apalagi teman-temanku hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja. Sebenarnya sih tidak apa-apa belajar dengan sedikit teman karena belajarnya malah semakin fokus dan terarahkan. Apalagi kalau melihat kemampuan teman-temanku dalam Bahasa Inggris saat itu. Aku mengira kemampuanku dalam Bahasa Inggris masih bisa dibilang kurang atau payah.

Tetapi ternyata masih ada yang lebih parah lagi Bahasa Inggrisnya dibandingkan denganku. Waktu itu ada dua dari temanku yang tidak tahu bagaimana fungsi dan penggunaan bentuk to be dalam Bahasa Inggris dan digunakan untuk siapa saja.

Contoh: Kata ganti she, he, it misalnya. Ada temanku yang masih salah dalam penggunaan to be-nya yaitu ada yang menjelaskan kata ganti tersebut bisa memakai are bukannya menggunakan is.

Bentuk to be are bukannya hanya dipakai untuk plural ‘jamak’? Bukannya dipakai untuk singular ‘tunggal’? Hadew.suasana belajar disana semakin menjadi sangat membosankan saja. Karena tidak ada tantangan sama sekali menurutku. Waktu kuliah di UNIMUS untungnya biaya SPPku bisa dicicil selama 3 kali dalam satu semester. Waktu itu biaya SPP ku hanya Rp. 600.000,- per semester. Dengan uang tersebut sudah termasuk untuk mendapatkan buku agenda tentang almamater, jas almamater dan lainnya.

Kebetulan saat itu aku baru nyicil bayar Rp. 300.000 saja. Kemudian aku pulang ke rumahku dan bilang kepada ayahku kalau aku kurang minat untuk melanjutkan kuliahku di UNIMUS.

Aku pikir setelah aku memberitahukan kebosananku kuliah di UNIMUS ayahku bakal marah besar. Tapi malah beliau tidak menunjukkan marah sama sekali kepadaku setelah aku menceritakan semua tentang kondisiku kepada beliau.

Karena sudah mendapat tanggapan yang positif dari ayahku, sejak saat itu juga aku cabut dari kampus tersebut. Untungnya aku baru bayar tiga ratus ribu saja. He he.:) Setelah cabut dari UNIMUS aku pun istirahat di rumah selama satu tahun. Baru pada tahun 2005 aku mencoba mendaftarkan diri lagi untuk kuliah di PTN. Semenjak gagal dari seleksi UMPTN pada tahun sebelumnya, aku tidak mau lagi mengikuti seleksi ujian UMPTN secara nasional lagi.

Aku kemudian mengikuti ujian lokal mandiri yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Alhasil, aku lolos seleksi ujian masuk lokal mandiri tersebut.

Saat menjadi mahasiswa baru di UNDIP semua diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ospek peneriman mahasiswa baru. Ospek itu tidak jauh beda dengan MOSBA saat menjadi siswa baru saat di MTS Al-Hamidah dan MAN 1 Semarang dulu. Bedanya kalau ospek diadakan untuk kalangan tingkat universitas. Saat kegiatan ospek D3 Bahasa Jepang di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com UNDIP diadakan selama satu minggu saja.

Dalam satu minggu itu kami berkenalan dengan mahasiswa senpai ‘senior’. Dan kami para kouhai ‘junior’ dikenalkan beberapa kegiatan yang bisa diikuti di luar perkuliahan. Diantaranya adalah D3 Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang (HMBJ).

Waktu itu himpunan mahasiswa tersebut diberi nama Sakura. Selain itu kami pun berkenalan dengan dosen-dosen D3 Bahasa Jepang, diantaranya: Pak Budi, Pak Zakky, Bu Novi, Bu Yuli, Pak Haryo, Bu Mazi, dan lainnya.

Sebenarnya, Pak Haryo dan Bu Mazi sudah aku kenal saat masih menjadi mahasiswa di UNIMUS dulu. Beliau semua mengajar mata kuliah umum saat aku masih di UNIMUS. Awalnya mereka pun kaget karena ternyata bisa ketemu lagi di UNDIP.

Kemudian aku cerita kepada mereka kalau aku sudah cabut dari kampus tersebut karena tidak betah untuk kuliah disana. Saat kuliah D3 Bahasa Jepang di UNDIP aku memperoleh mata kuliah Nihon-go Shokyuu ‘Bahasa Jepang Dasar’(日本語初級), Dokkai ‘Membaca dan Memahami Bacaan’ (読解), Choukkai ‘Mendengarkan’(聴解), Sakubun ‘Menulis dan Mengarang’ (作文), Kaiwa ‘Berbicara atau Percakapan’( 会 話 ), Shodou ‘Kaligrafi Kanji’( 書 道 ) Moji ‘Menulis dan Memahami Huruf Kanji’( 文 字 ) dan lainnya.

Teman-teman yang kuliah bersamaku diantaranya: Agus, Tegas, Decky, Nanda, Romey, Franda, Febe, Anas, Anditya yang biasa dipanggil Matsu, Nina, Siska, Fransiska, Ningrum, Budi atau biasa dipanggil si Boy, Ana, Ika, Viska, Anton biasa dijuluki niwatori karena sering gonta-ganti warna rambut, Rahma, Rahmi, Hana, Hani dan lainnya. Dan gara-gara belajar Shokyuu karena terdapat satu tokoh Santosu-san dari Brazil dalam buku panduan Minna No Nihongo I maka namaku biasa dipanggil dengan panggilan Santos, entoss, atau ntoss dipotong dari nama keduaku dari Tegar Susanto, yaitu: Susanto, agar menjadi mirip dengan nama keduaku maka disamakan dengan salah satu tokoh bernama Santosu-san seorang teknisi dari Brazil yang ada pada tokoh dalam buku pelajaran Minna No Nihongo.

Pertama kali yang memberikan panggilan namaku itu adalah Novi Sensei. Kemudian berlanjut ke teman-temanku semua dan dosen-dosenku yang lain juga. Selain teman-teman seangkatan, aku juga mengenal teman-teman senpai juga diantaranya: Leefysan, Agung-san, Karin-san, Barruna-san, Fahmi-san, Asep-san, Nunung-san, Indah-san, Widya-san, Fanny-san dan lainnya.

Selain itu aku juga mengenal beberapa teman dari jurusan program studi lainnya, seperti: Wawan, Jojo, Ponco, Anis, Alan, Syarif, Sukmananta, Ariawan dan lainnya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Disamping itu, ada teman senpai yang menjadi teman akrabku, yaitu Barruna-san, Fahmi-san dan Leefy-san.

Aku mengenal Barruna-san pertama kali saat dia masuk kuliah mengulang di kelasku saat itu. Sedangkan Fahmi-san dan Leefy-san kenal pertama kali saat nongkrong di basecamp.

Barruna-san saat itu apabila pulang ke rumah neneknya di daerah Halmahera, Semarang sering kali mengajakku. Kemudian, saat Barruna-san pulang ke Kudus dirumah orang tuanya aku pun pernah diajak beberapa kali main ke rumahnya, kemudian menjadi akrab dengan keluarganya. Diantaranya: Om Abdul Rauf, Tante Yoyok, Om Kung, Om Pur, Tante Nung, Tante Umi, Om Tom, Aldi, Lia, Citra dan lainnya.

Ayah dan Ibunya Barruna-san yaitu: Om Rauf dan Tante Yoyok juga sangat baik kepadaku. Ayah Barruna-san seorang PNS dokter spesialis anestesi di Kudus saat itu. Aku sudah dianggap seperti keluarganya sendiri. Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Adik-adik Barruna-san, Citra, dan Lia kuliah mengambil jurusan kedokteran di Universitas Jendral Soedirman di Purwokerto (UNSOED). Berawal dari beberapa kali diajak mampir ke Kudus oleh Barrunasan kemudian aku mengenal teman baru lagi yang bernama Bambang, Andika, Onas dan lainnya.

Saat awal kuliah D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP yang berada di JL. Atmodirono 11 A, Semarang atas kebaikan dari ta’mir masjid UNDIP bernama Bapak Fajar Ismail, S. Sos. seorang pensiunan dosen dari Fakultas FISIP UNDIP. Aku merasa betah untuk tinggal disana. Selama tinggal di sekretariat masjid UNDIP aku mengenal teman-teman baru lagi. Diantaranya: Mas Tholib, Mas Nanang Yusroni dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Mas Tomo, Winarno, Febdy, Mahfud, Hakim, Dinar, Fajrul dan lainnya.

Setiap malam Jum’at teman-teman sekretariat ditugaskan untuk memasang tratak oleh Pak Fajar untuk persiapan acara sholat Jum’at pada keesokan harinya. Karena aku tidak biasa memanjat aku hanya diberi tugas yang ringan-ringan saja oleh Pak Fajar, seperti: mencatat keuangan masjid di papan pengumuman setiap Jum’at, menjadi muadzin setiap Jum’at, membantu menggulung karpet saat selesai sholat Jum’at, dan pekerjaan-pekerjaan yang ringan-ringan lainnya. Setiap malam Jum’at kami pun sering mendapat kiriman makanan oleh Mbak Tik yang disuruh oleh Pak Fajar.

Hampir selama satu setengah tahun lamanya aku tinggal di sekretariat masjid UNDIP Semarang, kemudian pada awal semester ke IV aku pindah ke Dershane. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat masih belajar di D3 Bahasa Jepang pada semester V, aku mencoba mencari info lowongan kerja sambilan.

Atas informasi yang dipasang pada pengumuman di depan jimusho waktu itu ada informasi lowongan pekerjaan tentang LPK Merdeka yang sedang butuh pengajar Bahasa Jepang dengan syarat minimal mahasiswa semester V di jurusan D3 atau S1 Bahasa Jepang. Teman-temanku tidak ada yang berminat untuk mendaftar kesana.

Kemudian aku mengajak Esty teman sekelasku untuk mendaftarkan diri kesana. Alhasil, aku dan Esty diterima mengajar Bahasa Jepang di LPK tersebut. Jam ngajar kami menyesuaikan waktu kuliah. Karena kuliahnya juga tidak terlalu banyak pada semester tersebut jadi aku dan Esty mempunyai waktu banyak untuk membantu mengajar disana. Waktu itu aku dan Esty mendapatkan honor Rp. 600.000,- per bulannya. Selain mengajar di LPK Merdeka, setiap hari Sabtu aku juga mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta di Semarang.

Selama kuliah di D3 Bahasa Jepang di UNDIP Semarang, ada dosen yang dianggap paling anti dengan mahasiswa atau seringkali mendapat julukan sebagai dosen killer oleh para mahasiswa, terutama para senpai yang bernama Reni Sensei. Sensei tersebut selain disebut sebagai dosen killer juga dijuluki dengan Mak Lampir oleh para senpai saat diluar jam perkuliahan.

Banyak yang tidak suka dengan dosen tersebut. Selain beliau, ada beberapa dosen lainnya yang dianggap killer oleh para senpai, diantaranya: Yuli Sensei, Utami Sensei, dan Novi Sensei. Bahkan aku pun pernah mendengar juga saat di luar jam kuliah ada yang mendoakan hal jelek dan jelek kepada mereka. Aku juga pernah mendengar ada juga yang sampai berdoa semoga tidak mempunyai keturunan, ’’Sama mahasiswa aja kayak gitu.pantes sampai sekarang gak punya anak, gimana kalau punya anak ya???

Allah memang maha adil.’’. itulah salah satu doa dari senpai yang masih teringat dibenakku untuk dosen yang tidak disukainya waktu itu. Banyak senpai yang bilang kepadaku apabila berhadapan dengan mereka kata senpai harus berhati-hati apabila nanti tugas akhir kita dibimbing oleh mereka.

Dari para senpai seringkali aku mendapatkan cerita yang tidak baik tentang mereka. Dosen-dosen tersebut dianggap sebagai momok bagi jurusan D3 Bahasa Jepang di UNDIP saat itu. Awalnya, aku pun tidak langsung menanggapi negatif dulu saat banyak senpai yang biasa curhat kepadaku.

Entah kenapa aku malah sering banyak dicurhati oleh beberapa senpai waktu itu, terutama dari kalangan ceweknya. Katanya sih aku kalau memberi nasehat itu bisa sedikit menenangkan hati mereka. He he.:). Kadang-kadang ada beberapa senpai yang curhat kepadaku sambil menangis di hadapanku tentang tugas akhir mereka yang dipersulit oleh oknum dosen tersebut.

Awalnya aku berusaha untuk positive thinking terhadap mereka, tetapi This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sambil berjalannya waktu aku pun akhirnya terkena virus curhatnya para senpai juga. Saat menulis tugas akhir aku tidak ingin dibimbing oleh dosen-dosen yang dianggap killer oleh para senpai, yang biasa dianggap sering menghegemoni mahasiswa dan mahasiswi saat bimbingan tugas akhir tersebut.

Sebenarnya kalau kita hendak menghadapi orang atau lawan bicara kita seperti: guru, dosen atau lainnya maka ketahuilah karakter doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan lebih dulu. Apakah lawan bicara kita itu termasuk tipe audio, visual, atau kinestetik.

Tipe audio, lawan bicara kita cenderung banyak bicaranya dan jarang atau tidak sering memandang orang yang diajak bicara. Kemudian, tipe visual lawan bicara kita umumnya bawaannya santai, tenang saat berbicara dengan orang yang diajak bicara. Sedangkan tipe kinestetik, umumnya kalau diajak bicara cenderung singkat, jelas, padat dan banyak gerak. Maka, kalau kita memang sudah mengetahui tipe lawan bicara kita tersebut seperti apa, kita bisa menyesuaikannya sendiri bagaimana cara kita akan menghadapi keadaan lawan bicara kita nantinya dengan tipe audio, visual atau kinestetik.

Sedangkan menurut ilmu kedokteran karakter seseorang juga dapat diprediksi berdasarkan dari jenis golongan darahnya. Misalnya: bagi seseorang yang memiliki golongan darah A, umumnya cenderung mempersiapkan segala hal itu jauh-jauh hari, lebih percaya diri karena semua sudah dipersiapkan terlebih dulu, percaya diri adalah kekuatannya untuk golongan A. Kemudian, golongan darah B, paling mudah mempelajari pelajaran yang disukainya saja, jadi lebih baik memulai dari dari pelajaran yang tidak disukainya.

Golongan darah O, memiliki kemampuan berkomunikasi yang tinggi dan daya ingat yang kuat. Paling efektif jika menghapal sambil berbicara. Dan yang terakhir adalah golongan darah AB, biasanya paling tidak bisa menahan rasa kantuk sehingga harus bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Dosen yang dianggap favorit oleh mahasiswa dan mahasiswi saat itu adalah Budi Sensei, Silvy Sensei, Astuti Sensei, Hari Sensei dan Zakky Sensei.

Budi Sensei dan Silvy Sensei memang paling terkenal dekat dengan mahasiswa, mau mengerti dan mendengarkan keluh kesah dari mahasiswa dibanding dengan dosen yang lainnya. Kemudian, saat aku mengajukan dosen pembimbing saat menulis tugas akhir waktu itu aku mengajukan nama Budi Sensei dan Pak Suharyo sebagai dosen pembimbingku. Karena Budi Sensei terlalu banyak membimbing mahasiswa dan mahasiswi waktu itu akhirnya dosen pembimbingku This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang kedua digantikan oleh Zakky Sensei sedangkan dosen pembimbing yang pertama adalah Suharyo, M.

Hum. Waktu itu tugas akhirku adalah tentang laporan PKL (Praktik Kerja Lapangan). Aku mengadakan kegiatan PKL di MAN 1 Semarang, tempat almamaterku dulu. Di MAN 1 Semarang kegiatan PKL aku isi dengan mengajar Bahasa Jepang di kelas Bahasa selama satu bulan. Saat PKL aku dibimbing oleh guru Bahasa Jepang disana bernama Halimur Rosyad, A. Md. Aku juga ketemu dengan guru-guru lamaku saat masih duduk di sekolah di MAN 1 Semarang.

Diantaranya: Pak Agung, Pak Anshori, Pak Zaenuri Shiraj, Pak Sholeh, Bu Zayyinatun, Pak Baddy, Pak Sugiyanto, dan lainnya.

Setelah kegiatan PKL di MAN 1 Semarang selesai, aku kemudian mengajukan hasil laporanku yang aku tulis menjadi tugas akhir ke dosen pembimbingku. Alhasil, tugas akhirku langsung di acc (disetujui) oleh pembimbing pertama dan pembimbing kedua. Setelah di acc dosen-dosen pembimbing aku kemudian menulis sinopsis (youshi 要旨) dari laporan PKL-ku dengan menterjemahkan bahasa Jepang sambil dibimbing oleh seorang native Bahasa Jepang dari JAICA Jakarta yang di ditugaskan ke UNDIP saat itu yang bernama Kaneko Yoshihiro Sensei.

Beliau sangat baik kepada teman-teman seangkatanku. Sampai-sampai saat soubetsukai kami semua teman seangkatan diundang untuk makan bersama dengan suguhan banyak makanan khas Indonesia dan ala Jepang di apartemen beliau. Bimbingan tugas akhirku berjalan dengan lancarnya karena dalam waktu dua minggu saja tugas akhirku sudah dapat diselesaikan. Setelah itu tugas akhirku dibawa ke meja persidangan. Alhamdulillah, akhirnya sidang pun berjalan dengan lancar dan aku bisa lulus tepat waktu.

Karena jadual mengajarku di LPK Merdeka sudah selesai, setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang UNDIP Semarang, kemudian aku ada tawaran mengajar bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen. Jadual mengajarku di LPK Merdeka berhenti dikarenakan LPK tersebut sudah mau ditutup oleh pemimpinnya yang bernama Bapak Hendrik Sambiran. LPK Merdeka hendak ditutup oleh pimpinan-nya dikarenakan ada bagian bendahara yang berhianat membawa kabur entah kemana semua keuangan di LPK tersebut.

Maka dari itu, citra LPK Merdeka tersebut menjadi jelek di masyarakat saat itu. Sampai-sampai bendahara tersebut menjadi buronan polisi. Setelah keluar dari LPK Merdeka kemudian aku melanjutkan mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen sambil aku menunggu program S1 Sastra Jepang di Undip This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kapan dibukanya pendaftaran untuk mahasiswa barunya.

Selain mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen, aku juga mengajar di STM Pembangunan Semarang saat itu. TINGGAL DI DERSHANE Awal semester IV saat masih duduk di bangku D3 Bahasa Jepang, aku mulai akrab dengan teman-teman dari jurusan D3 Bahasa Inggris antara lain: Wawan, Nuno, Jojo, Ponco, Anis, Ariawan, Dicky, Sholihin, Alan, Sulthon dan lainnya.

Saat tidak ada jam kuliah waktu itu Wawan mengajakku untuk mampir ke kontrakannya di daerah Jl. Singosari VI no.6, Semarang. Aku juga mengenal teman dari jurusan lain dari Fakultas Ekonomi, misalnya: Ridlona Fultanegara dari Lampung, Doni Hestung Gitomo dari Blora, Faqih, Ghani, dan lainnya.

Dari S1 Fakultas Hukum aku mengenal Andi Khoiruddin, Arif Eka Budiawan dan Teguh Yulianto. Kemudian dari jurusan S1 Kedokteran aku mengenal Arif, Mustain, Isnawan, Ivan, Adib, dan Saepul.

Dari jurusan S1 Sastra Indonesia aku mengenal Mustofa. Dari jurusan S1 Fisika aku mengenal Afida Ilfa, dari jurusan S1 Matematika aku mengenal Rahmat, dari jurusan S1 Teknik Kimia aku mengenal Alam dan lainnya. Disana aku merasa suka dengan suasana rumah kontrakannya Wawan.

Selain itu, aku juga merasa senang karena sepertinya bukan kontrakan yang biasa seperti pada umumnya. Dari cara mereka menyambut tamu atau teman misalnya. Mereka tidak menunjukkan kesan cuek doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan acuh tak acuh saat ada teman yang datang bertamu ke kontrakan Wawan saat itu. Mereka menyambut kedatangan kami dengan hangat dan bersahabat.

Disamping itu, saat waktunya makan, sholat dan kegiatan yang lain selalu diterapkan sistem kebersamaan. Jadi, saat makan harus bersama-sama, saat sholat harus berjamaah dan kegiatan kebersamaan lainnya kecuali kalau ada kepentingan tertentu yang mendadak. Setelah mendapat penjelasan dari Wawan, Andi, dan Doni akhirnya aku tahu kalau kontrakan tersebut namanya adalah Dershane. Kata dershane berasal dari Bahasa Turki yang mempunyai makna semantik yang mengacu pada pondok, rumah, tempat tinggal atau kontrakan.

Kata “dershane” tersebut berasal dari dua kata yakni “ders” yang berarti pelajaran dan “shane” yang berarti rumah. Jadi, dershane sendiri bermakna rumah yang diperuntukan bagi siswa yang ingin belajar secata serius ketika akan menghadapi ujian sekolah maupun universitas. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Awalnya dershane di negara Turki digunakan hanya ketika sekolah atupun universitas akan melangsungkan ujian.

Siswa/mahasiswa berada di dershane hanya sekitar satu / dua minggu sampai ujian mereka berakhir setelah ujian berakhir mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing. Namun kini dershane berfungsi sama seperti asrama universitas. Uniknya hampir semua jenjang pendidikan memiliki dershane mulai dari SD hingga Univesitas khusus untuk sekolah dasar siswa yang diperbolehkan tinggal di dershane hanya mereka yang berada di kelas 5 sampai 7. Layaknya asrama ia memiliki aturan aturan yang harus dijalankan oleh semua penghuni.

Asramanya sendiri dikelola oleh pemerintah dibawah kelola seorang manager dan beberapa stafnya. Image yang terbentuk dikalangan masyarakat (Trabzon) bahwa siswa/mahasiswa yang tinggal di Dershane berasal dari kalangan menengah keatas, ini dikarenakan biaya untuk tinggal di dershane yang dikelola oleh pemerintah terbilang cukup mahal. Namun, berbeda dengan dershane yang dikelola oleh jemaat (ağbiler), di dershanenya ağbiler (baca:abiler) mereka memberikan subsidi yang cukup besar dengan tujuan dakwah Islam.

Bisa dibayangkan satu dershane saja jika dikalkulasikan perbulannya bisa menelan biaya hingga 10 juta Rupiah (jika dirupiahkan). Oleh karena itu, siswa/mahasiswa yang tinggal di dershane hanya dibebankan membayar keperluan mereka sehari-hari saja.

Walaupun murah, bukan berarti minim perlengkapan. Justru ia sangat lengkap dan sangat nyaman. Dershane milik jemaat inilah yang kemudian disebut sebagai pondok pesantrennya Turki sedangkan siswa/mahasiswa yang menimba ilmu di dershane disebut sebagai talebe. Itulah sedikit gambaran dershane yang berada di Turki.

Saat awal semester IV D3 Bahasa Jepang dulu, aku memutuskan untuk pindah ke dershane. Waktu itu di Semarang ada beberapa kontrakan yang dijadikan sebagai dershane, antara lain Dershane Nur, Dershane Barla, Dershane Sulthon, dan Dershane Ufuk.

Waktu itu aku tinggal di Dershane Nur. Di dershane tempat tinggalku saat itu dipimpin oleh seorang imam yang bernama Doni Abi sedangkan wakilnya adalah Andi Abi. Tugas imam selain menjadi pemimpin di dershane juga menjadi imamnya sholat berjamaah.

Disamping itu, tugas imam dershane yang lain adalah memberikan laporan tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh penghuni di dershane yang di tempati kepada pemimpin yang lebih tinggi lagi yaitu imamnya dari semua dershane yang ada di Semarang.

Waktu itu yang bertugas menjadi imam-nya semua dershane adalah orang Turki, bernama Emin Abi. Dan yang bertugas menjadi penasehat imam-imam dershane adalah Yaenal Akshoy Abi.

Abi merupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com panggilan untuk laki-laki yang dapat disejajarkan dengan kata mas, pak, dan tuan dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk panggilan bagi perempuan menggunakan Abla. Selama tinggal di dershane aku diwajibkan membayar iuran iaşe (uang bulanan untuk hidup).

Uang iaşe masing-masing anggota dershane berbeda. Pembayaran uang tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing mahasiswa atau anggota dershane tersebut. Setiap dershane mempunyai aturan sendiri-sendiri.

Tergantung imam-imamnya memberikan aturan di dalam dershane yang diterapkan bersama yang sesuai dengan kesepakatan bersama saat rapat. Saat tinggal di Dershane Nur waktu itu ada jadual memasak untuk anggota, ada piket kebersihan, membaca taşbihat (dzikir dan doa bersama dengan membaca buku kecil seperti buku yasin dan tahlil yang ada di sekitar kita) setelah sholat berjamaah, pengajian, dan kegiatan rapat mingguan bersama.

Sedangkan untuk imamnya juga ada kegiatan rapat-rapat yang diadakan bagi imamimam dershane semua yang dipandu oleh petinggi dari imam dershane dan penasehat semua imam dershane tersebut.

Setiap sebulan sekali ada pertemuan atau pengajian (sohbet) untuk semua penghuni dershane yang diadakan di ruang pertemuan yang sudah disediakan oleh abi-abi yang berada di SMP-SMA Semesta di Semarang. Selain sohbet bulanan bagi semua anggota dershane, masing-masing dershane sendiri juga akan mengadakan sohbet sendiri baik diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali tergantung dari kesepakatan bersama oleh para penghuni dershane yang sudah dimusyawarahkan pada saat rapat dershane.

Disamping itu, setiap hari Sabtu aku juga diberi tugas utuk mengajar Bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta. Saat tinggal di dershane nur seringkali ada kegiatan makan-makan bersama. Apalagi saat ada pengajian (sohbet) rutin bulanan pasti menu makanannya lumayan lengkap yang disediakan di acara tersebut disana.

Ada makanan khas Indonesia dan khas Turki juga. Saat bulan puasa tiba, para penghuni dershane juga mendapat undangan untuk berbuka bersama dari abi orang Indonesia maupun dari abi dari orang Turki. Waktu itu, saat bulan Ramadan Dershane Nur pernah diundang untuk buka bersama dengan abi-abi dari Turki diantaranya ada yang dari: Mathin Abi, Rivat Abi, Yaenal Abi, Oemar Abi dan lainnya. Setelah itu Dershane Nur juga gantian mengundang mereka untuk berbuka bersama di dershane kami.

Begitu pula dershane-dershane yang lainnya juga mengundang kami dan begitu juga sebaliknya. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Suatu hari, saat liburan semester mahasiswa, semua anggota dershane yang ada di Semarang diajak untuk ikut camping bersama atau liburan bersama.

Kebetulan saat itu acara camping diadakan di daerah Istana Tanjung Kodok di daerah Jawa Timur. Acara campingnya anak dershane tidak seperti pada kegiatan camping yang diadakan di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia yang biasa membawa peralatan tenda dan lainnya. Kegiatan camping di wahana objek wisata Tanjung Kodok disana begitu sangat menyenangkan. Ben size çok teşekkür ederim Abi. Kami mengadakan acara tersebut selama seminggu disana. Kami tidak hanya cukup bersenang-senang saja disana tetapi ada juga laporan kegiatan (cetele) tentang buku apa saja yang sudah dibaca oleh kami, tentunya bacaan tentang ke-Islam-an.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dan makan semua ditanggung oleh PASIAD. PASIAD singkatan dari Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association yaitu sebuah lembaga sosial dan pendidikan dari Turki yang telah membangun sekolah di Indonesia, antara lain Lembaga Pendidikan Pribadi, Lembaga Pendidikan Semesta, Fatih Bilingual School dan Kharisma Bangsa.

Selain PASIAD terdapat juga ISPO yang didukung oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Syiah Kuala.

ISPO adalah singkatan dari Indonesian Science Project Olympiad. Tujuan dari ISPO adalah untuk merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis. Dalam rekayasa teknologi ISPO menyediakan kesempatan bagi para siswa sekolah menengah untuk mempersiapkan diri sebagai ahli rekayasa masa depan yang memiliki pemahaman luas dan mendalam akan isu-isu global dan penguasaan akan teknologi yang dapat digunakan untuk menjaga keberlanjutan dunia.

Sedangkan dalam isu lingkungan ISPO This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com merupakan satu langkah dalam pendidikan untuk membentuk masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta membangkitkan kesadaran tanggung jawab individu dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian, dalam hal sains ISPO merupakan upaya untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan energi yang dihadapi di seluruh dunia.

ISPO juga mendorong munculnya alternatif sumber energi yang terbarukan, efisiensi energi, manajemen energi dan konsep penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan. ISPO melombakan tiga kategori yaitu Rekayasa Teknologi, Lingkungan dan Sains (terdiri dari Fisika, Biologi dan Kimia).

Peserta ISPO adalah doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Sekolah Menengah (SMP/MTs ,SMA/MA dan SMK). Ide penelitian harus benar-benar berasal dari peserta itu sendiri betapapun sederhana namun harus menarik dan mengarah pada suatu solusi praktis.

Dukungan dari universitas tentu dibolehkan namun terbatas hanya pada penggunaan peralatan laboratorium atau teori yang menjadi dasar penelitian tersebut.Jika siswa mengikuti penelitian yang dilakukan di universitas kemudian mengikutsertakan penelitian tersebut dalam ISPO maka dianggap telah melanggar semangat dan tujuan ISPO itu sendiri. Di Indonesia semakin tahun semakin bertumbuh jumlah sekolah mitra PASIAD.

Saat tahun 2013 ada sebanyak sembilan sekolah yaitu 1) Pribadi Depok, 2) Pribadi Bandung, 3) Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, 4) Semesta Semarang, 5) Kesatuan Bangsa Yogjakarta, 6) SBBS Sragen, 7) Fatih Putra Aceh, 8) Fatih Putri Aceh, dan 9) Banoa Kalimantan Selatan. Sekolah-sekolah tersebut dapat disebut sekolah Indonesia-Turki karena sekolah tersebut didirikan atas kerjasama antara yayasan Turki dan yayasan Indonesia.

Yayasan Turki yang dimaksud disini adalah PASIAD. PASIAD merupakan sebuah yayayasan yang menaungi sekolah-sekolah di atas, diisi oleh orang-orang Turki yang tinggal Indonesia.

Hampir semua sekolah Indonesia-Turki tersebut berprestasi di masing-masing daerah (kota dan provinsi) tempat sekolah tersebut berdiri. Bahkan di tingkat nasional sekolah-sekolah mitra PASIAD patut diperhitungkan karena telah banyak menorehkan prestasi di olimpiade nasional dan Internasional.

Sistem pengajaran dan pendidikan yang baik yang diterapkan di sekolah itu yang membuat sekolah-sekolah tersebut berprestasi. Sekolah-sekolah PASIAD mempunyai asrama tinggal untuk siswa atau disebut Boarding School dan memiliki sistem pengajaran dengan Bilingual. Guru-guru pelajaran eksak di sekolah PASIAD menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengajaran. Guruguru di sekolah PASIAD terdiri atas orang Indonesia dan orang Turki.

Fasilitas yang lengkap This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dan gedung yang modern membuat biaya bagi siswa baru untuk masuk sekolah-sekolah PASIAD tinggi selangit.

Saat aku mengejar bahasa Jepang di SMP-SMA Semesta saja pada tahun 2007 untuk biaya satu murid SMA Semesta sekitar 40 juta setahun. Aku tahu informasi itu dari informasi teman guru yang mengajar disana juga saat itu. Jangan khawatir biaya yang tinggi sebanding dengan output siswa kelak.

Tapi bagi siswa yang memiliki prestasi nasional di bidang apa pun baik olimpiade mipa, olahraga, atau budaya bisa dipertimbangkan untuk belajar dengan memperoleh beasiswa di sekolah tersebut. Selama mengikuti kegiatan camping bersama kami juga berdiskusi bersama tentang agama Islam dengan Yaenal Akshoy Abi.

Kebetulan acara diskusi tersebut diadakan saat malam terakhir pada acara camping bersama. Setelah selesai makan malam kami mengadakan diskusi bersama yang berada dekat dengan kolam renang. Menu utama makan malamnya saat itu adalah ikan kakap merah dan kakap putih. Kami semua bisa makan dengan ikan kakap sepuasnya malam itu. What fun we had at that time. Suasana Dershane Nur menjadi tidak menyenangkan lagi bagi beberapa penghuninya saat kontrakannya mau dipindahkan di tempat kontrakan yang jauh dari kampus UNDIP Fakultas Sastra saat itu.

Alasannya waktu itu kami belum ada motor atau kendaraan pribadi sendiri sehingga akan merasa sulit untuk mobilenya menuju kampus saat ada keperluan bimbingan tugas akhir atau kuliah bagi yang masih ada perkuliahan.

Apalagi saat ada pergantian pemimpin waktu itu. Karena ada alumni dari S1 Hubungan Internasional dari Turki yang berasal dari Bogor bernama Hardi yang ditunjuk menjadi penggantinya Emin Abi. Bukannya aku tidak merasa nyaman tinggal di dershane nur tetapi sistemnya yang membikin aku akhirnya memutuskan untuk keluar dari dershane dan diikuti juga oleh teman-temanku yang lainnya. Sebenarnya yang salah bukan pada sistem atau aturan pada dershane yang sudah diterapkan oleh abi-abinya.

Hanya saja waktu itu kondisi atau timing-nya yang kurang tepat saja menurutku. Boleh saja menunjuk menjadi imamnya imam atau pemimpinnya imam di dershane itu seseorang dari alumni atau lulusan baru (fresh graduated) dari Turki yang cukup lama tinggal disana dan dianggap udah punya banyak pengalaman agar bisa saling berbagi pengetahuan atau ilmu yang ia peroleh selama di Turki.

Akan tetapi, saat orang yang ditunjuk itu belum sempat kenal kami orangnya seperti apa dan hanya baru berkenalan saja atau sekedar tahu namanya saja kami sudah disuruh untuk melakukan ini itu oleh orang tersebut. Misalnya saat memindahkan barang-barang kontrakan Dershane Nur ke tempat kontrakan yang baru saat itu. Saat pertama mengangkut barang-barang dan perabotan seperti kulkas, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com springbed, sofa, almari, mesin cuci, kompor gas dan lainnya miliknya Dershane Nur sebagai orang yang ditunjuk sebagai imamnya yang baru menjabat harusnya paling tidak hadir pada acara pindahan tersebut.

Bukannya malah ikut camping bersama dengan abi-abi-nya yang lain ke Bandung selama satu minggu. Akibatnya banyak teman-teman yang menggerutu saat acara pindahan tersebut.

Karena dari keluh kesah tersebut aku yang berani menyampaikan keberatan atau keluh kesah dari teman-teman tersebut kepada Doni Abi sebagai imam-nya Dershane Nur saat itu. Sebagai anak anggota dershane keluhanku tersebut ternyata dianggap tidak tepat. Why? Karena tugas anggota dershane hanya mentaati peraturan yang ada saja. Tidak disarankan untuk mengkomplain orang yang ditunjuk oleh pemimpin yang dianggap sebagai penasehat imam dershane yang sudah menunjuk imam teringgi sebagai imamnya semua dershane yang ada di Semarang waktu itu.

Imam dershane nur sendiri saja tidak boleh mengusik keputusan abi-nya tentang kegiatan yang ditugaskan oleh pemimpinnya dershane tersebut. Apalagi aku yang hanya sekedar bawahan atau anak buahnya dershane. Kemudian karena aku dianggap salah akupun akhirnya meminta maaf kepada imam tersebut. Saat aku baik-baik meminta maaf kepada orangnya kemudian dianya malah berbicara kepadaku begini: .’’Ya, aku maafkan tapi jangan diulangi lagi ya’’.

Dari situ aku pun mulai merenung. Aku kemudian mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang sistem yang diterapkan di dershane. Ternyata tanpa sengaja ada praktek bentuk rasis atau penghegemonian tentang sistem yang diterapkan dalam dershane entah mereka sadar atau tidak sadar melaksanakannya. Aku baru merasakan hal tersebut setelah mengalami kejadian itu sendiri.

Kemudian keadaan malah semakin menjadi memanas hingga pada akhirnya aku pun bertengkar dengannya saat aku selesai acara wisuda D3 Bahasa Jepangku di Gedung Prof. Sudharto, Tembalang. Pertengkaran mulut itu terjadi karena awalnya masih ada keluh-kesah yang masih aku dengar di dershane nur saat itu.

Teman-temanku yang tinggal di dershane nur saat itu hanya bisa berkeluh kesah dibelakang, tetapi tidak berani melakukan action atau tindakan. Karena emosiku saat itu masih dibilang masih labil dan aku beserta teman-teman merasa terhegemonik oleh dia saat itu apalagi sambil mendengarkan keluh kesah teman-teman dibelakang. Akhirnya aku sms ke nomor hp abi-abi yang dianggap sebagai pemangku kepentingan (stake holders) yang ada di Semesta dengan memakai nomor hp temanku pada malam hari sebelum aku diwisuda.

Hp temanku yang aku pakai untuk sms ke abi-abi bernama Anis Wahdi. Karena kebetulan saat itu hpku lagi tidak ada pulsa. Waktu itu aku kurang lebih menyebarkan sms begini ke abi-abi karena aku belum mempunyai nomor hpnya This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dia.

Isi smsku ke abi-abi kurang lebihnya begini: ’’Dasar imam diktator.Percuma jauh-jauh kuliah dari Turki kalau hasilnya cuma begitu.Harusnya sebagai imam itu saat ada kegiatan pindahan mengangkut barang-barang kontrakan itu muncul. paling tidak ada dulu baru ikutan nyusul camping dengan abi-abi yang lain ke Bandung.belum kenal anak buahnya aja sudah begitu’’. Karena dari bahasa sms-ku itulah pastilah dia merasa tersinggung padaku.

Makanya saat aku selesai acara wisuda dan saat masih memakai baju toga bersama Anis, dianya mencari-cari aku untuk meng-clear-kan masalah kami.

Karena aku dikata-katain banci oleh dia saat dia tidak terima kepadaku waktu itu aku hampir saja terpancing oleh kemarahanku sampai-sampai mau berlanjut untuk adu fisik juga dan akhirnya tidak jadi karena sebelumnya aku dicegah oleh sahabatku Anis dan dia pun dicegah oleh Doni Abi. Karena atas bujukan Anis dan Doni Abi akhirnya kami saling meminta maaf walaupun kami masih tampak saling meninggikan ego kami masing-masing. Saat meminta maaf ke dia ternyata dia masih sempat berkata kepadaku lagi sambil menunjuk-nunjuk jarinya kepadaku seolah-olah dia yang paling berkuasa.

Waktu itu dia berkata begini: ’’Ingat! Minta maaf cuma sekali ya! Kemudian aku menjawab begini: ’’Oke! Mulai sekarang aku putuskan untuk keluar dari dershane!. Kemudian dianya berkata lagi begini: Nis, jangan lupa untuk mampir ke dershane lagi ya?’’. Please deh.akunya lagi berdua sama Anis eh di depanku dianya ngomong begitu kepada Anis. dan itu artinya aku sudah tidak dianggap lagi olehnya, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan saat itu.

Seakanakan keputusanku untuk keluar dari dershane didukung 100% olehnya. Kemudian aku pun bergumam lagi: ’’Ah,, whatever.!!!’’. Sebenarnya, tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, dan instruksi.

Semenjak aku keluar dari dershane kemudian aku pulang kampung ke tanah kelahiranku tercinta yang berada di desa Sarirejo, Kecamatan Ngaringan, Purwodadi, Jawa Tengah. Setelah lulus dari D3 Bahasa Jepang aku diberi tawaran untuk mengajar Bahasa Jepang di LPK Aishiro Gakuen Semarang.

Dan kemudian aku ambil tawaran tersebut meskipun hati kecil berkata sebenarnya aku lebih merasa nyaman kalau mengajar Bahasa Jepang di sekolah-sekolah seperti: SMA/MA/SMK sederajat. Setelah itu, akhirnya aku pun mendapat tawaran mengajar Bahasa Jepang di STM 7 Pembangunan Semarang. Selain mengajar aku pun ikut menjadi member di beberapa bisnis jaringan atau terkenal dengan sebutan MLM (Multi Level Marketing).

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ANTARA BISNIS MLM DAN TINGGAL DI RUMAH PAK DOKTER Selama aku mengajar di LPK Aishiro Gakuen aku mendapat jam ngajar mulai dari pukul: 08.00-16.000 WIB.

Aku mendapat honor Rp. 20.000,- per jam saat itu. Disamping itu, aku juga diajak ikut bisnis jaringan pulsa yang lagi terkenal saat itu, yaitu DBS (Duta Bisnis School). Aku diperkenalkan bisnis tersebut pertama kali oleh temanku yang pernah tinggal di satu dershane, yaitu: Ridlona Fultanegara.

Selama hampir satu tahunan aku menekuni bisnis MLM (Multi Level Marketing) tersebut. Saat menjalani bisnis tersebut, aku mengenal temanteman baru lagi, diantaranya: Oen, Ridhlo, Rahman, Andrian, Ghani, dan lainnya.

Saat mengembangkan bisnis jaringan atau memprospek calon member baru, aku sering mendapat pulsa gratis dari para up line-ku karena aku dianggap sebagai member baru yang paling semangat saat itu.

Waktu itu para up line kami yang mempunyai jaringan kaki kanan atau kirinya yang membernya sudah terdiri dari 800 orang atau lebih yang aktif, sebagai member sekaligus up line kami per minggunya mendapat bonus saldo pulsa dari perusahaan sekitar 5.00.000 sampai sekitar 1.000.000 bahkan ada yang lebih. Belum lagi bonus-bonus lainnya. Karena melihat bonus-bonus tersebut aku dan teman-teman menjadi bersemangat untuk menjalani bisnisnya.

Sampai-sampai aku pernah dibantu oleh up line untuk mengembangkan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan di luar kota Semarang yaitu di daerah tempat kelahiranku sendiri. Selama mengikuti bisnis jaringan tersebut aku dan teman-teman anggota lainnya pun setiap seminggu sekali mengadakan rapat evaluasi member antar jaringan. Sebagai member kami juga kadang mengadakan pertemuan di rumah manager kami bernama Ustadz Suyono di daerah Ungaran yang sudah meraih penghargaan mobil saat itu.

Dari belajar di bisnis jaringan aku pun semakin banyak mempunyai banyak teman atau kenalan di lapangan. Awalnya aku tinggal di masjid PIP Semarang bersama Rikza temanku yang kuliah di UNDIP jurusan S1 Perikanan saat menjalani bisnis DBS tersebut.

Kemudian, gara-gara saat keasyikan menjalani bisnis DBS aku sering mengabaikan tugas-tugasku sebagai penghuni masjid PIP (Pendidikan Ilmu Pelayaran) kemudian aku dan Rikza disuruh pindah dari masjid tersebut oleh ta’mirnya karena sebagai teman Rikza pun mendukung kegiatanku tersebut. Rikza pun sudah gabung menjadi member DBS meskipun ikut anggotanya jaringan yang lain.

Walaupun berbeda line kami pun tidak pernah ada masalah. Setelah itu, pada pertengahan bulan Agustus 2009 aku pindah ke rumahnya pak dokter atas tawaran temanku bernama Barruna Adi Nugraha. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kemudian, aku tinggal di rumah Pak dokter mulai pertengahan bulan Agustus 2009 sampai pada awal bulan April 2013 setelah aku diterima menjadi dosen luar biasa untuk mengajar Bahasa Jepang di STIKES AN-NUR Purwodadi.

Saat di rumah pak dokter aku bisa fokus menjalani bisnis jaringanku. Pak dokter sekeluarga juga ikut menjadi member di bisnis yang aku jalani tersebut.

Tetapi setelah aku dikenalkan bisnis baru oleh Pak Prawoto tentang bisnis jaringan baru bernama Bank Pulsa kemudian aku dan Pak Dokter beralih untuk gabung ke bisnis baru tersebut. Beberapa up line-ku dari DBS juga ikut gabung di bisnis tersebut meskipun awalnya aku kenalkan bisnis tersebut mereka kurang ada minat untuk bergabung. Mereka akhirnya gabung menjadi member tetapi ikut dengan jaringan yang lain.

Itulah bisnis jaringan. Calon member yang kita prospek yang awalnya minat atau bahkan tidak minat dengan bisnis jaringan tersebut bisa jadi ikut menjadi member dari jaringan kita sendiri atau menjadi member dari jaringan yang lain. Itu merupakan suatu hal yang biasa dan umum terjadi dalam bisnis MLM. Sebenarnya aku mengenal bisnis jaringan pertama kali saat masih kuliah pada semester III D3 Bahasa Jepang di UNDIP dulu.

Aku dikenalkan bisnis Tianshi dari China oleh seorang teman yang menjadi pustakawan di perpustakaan masjid Diponegoro, Semarang bernama mas Abdul Muntholib. Awalnya aku pun kurang minat dengan bisnis tersebut karena dengan menjalani bisnis tersebut sama saja dengan seperti berjualan obat, dan harus pintar ngomong apalagi untuk merekrut atau mencari member baru sebagai downline-ku. Karena sering diprospek dengan sering ditraktir makan, diajak ke pertemuan gratis dan lainlain aku akhirnya mau juga untuk gabung menjadi member baru.

Up line aku saat itu adalah mas Tholib karena aku bergabung dibawahnya dia sedangkan mas Tholib downlinenya Pak Usman dan Pak Usman adalah downlinenya Pak Sattar seorang dosen dari IAIN Walisongo, Semarang. Ternyata setelah aku mengikuti acara seminarnya beberapa kali sebagai member Tianshi, aku melihat member-membernya waktu itu mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas yang menjalani bisnis tersebut.

Ada member yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, guru, dosen, pegawai PEMDA Semarang, anggota DPR, polisi dan lainnya. Jadi, yang bisa ikut gabung menjadi member dalam bisnis tersebut tidak memandang dari kalangan mana saja. Akhirnya karena merasa doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kejenuhan dalam bisnis jaringan yang aku ikuti semua tersebut sudah mulai memuncak, kemudian aku lepas semua untuk tidak fokus di bisnis jaringan lagi.

Bisnis jaringan yang sudah aku ikuti antara lain; Tianshi, DBS, BANK PULSA, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com K-Link, Mileilia, dan lainnya. Aku sudah tidak mau ikut bisnis jaringan apapun lagi karena ingin fokus untuk lanjut ke S1 Sastra Jepang di UNDIP saat itu. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku diberikan beberapa tugas oleh beliau, antara lain: menggantikan Pak Dokter untuk hadir di Rapat RT, Mencabut rumput, Mengecek air pam, dan lainnya.

Aku tinggal dirumah Pak Dokter bersama Bambang, Barruna dan aku dalam satu kamar. Kemudian ditambah satu orang lagi si Wiwit. Kamar yang aku tempati bersama teman-teman cukup luas doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan bisa diisi lebih dari dua orang dalam satu kamar. Setiap kamar ada fasilitas ac, springbed, dan lemari baju. Aku dan teman-temanku tidak disuruh untuk membayar uang bulanan saat itu. Mereka sudah menganggap kami seperti keluarganya sendiri. Kami sangat berterima kasih sudah diberikan ijin untuk tinggal atau menumpang disana tanpa harus membayar uang sewanya.

Semoga semua itu menjadi ladang pahala di akhirat nanti bagi Pak Dokter sekeluarganya. Kami hanya bisa memberikan balasan doa atas semua jasa dan kebaikan Pak Dokter sekeluarga.

Amin YRA. Tidak ada orang yang sebaik Pak Dokter saat itu, aku bukanlah siapa-siapanya, bukanlah anak kandungnya, bukanlah kerabat dekatnya, tetapi beliau sekeluarga mau menerima aku menumpang dirumahnya semenjak aku lulus D3 Bahasa Jepang hingga aku lulus dari S1 Sastra Jepang.

Selain diijinkan untuk tinggal dirumahnya aku pun sering mendapat uang saku tambahan dari keluarga Pak Dokter. Beliau sudah seperti ayah angkatku sendiri saja dan Tante Yoyok juga sudah seperti Ibu angkatku juga.

Begitu banyak jasa yang sudah mereka berikan kepadaku saat itu. Waktu itu, saat usai merayakan hari raya Idul Fitri aku diajak makan malam di rumah makan di daerah dekat Pantai Marina, Semarang. Waktu itu awalnya yang mau diajak aku dengan Bambang karena memang aku, dan dia yang menjadi penghuni satu-satunya yang berada dirumah Graha Wanamukti saat itu.

Karena si Bambang teman sekamarku yang samasama tinggal dirumah Pak Dokter lagi belum kembali ke Semarang jadi hanya aku yang diajak oleh beliau dan keluarganya.

Seumur-umur aku baru merasakan makan daging ikan hiu saat itu karena berawal dari dipesankan sate baby ikan hiu oleh anaknya Pak Dokter yang pertama, yaitu Barruna. Selama tinggal di rumah Pak Dokter aku juga mengenal banyak teman dari komplek rumah Pak Dokter.

Aku mengenal teman-teman baru lagi saat pertama mengikuti kegiatan rapat RT (Rukun Tetangga) di Komplek Bumi Graha Wanamukti di Jalan Graha Wanamukti Maple 3B, Semarang. Mereka antara lain: Pak Winarta selaku RT, Pak Hendro sebagai This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sekretaris kedua, Pak Mulyo sebagai sekretaris pertama, Pak Budi Arthono sebagai bendaharanya, Pak Wisnu karena beliau adalah seorang Polisi maka dipilih sebagai seksi keamanannya, Pak Imam sebagai seksi keagamaannya, Pak Catur, Pak Samsul, Pak Dito, Pak Siwi dan lainnya.

Kami mengadakan evaluasi tentang kegiatan RT setiap sebulan sekali. Kadangkadang acara rapat diadakan di komplek, kadang juga diadakan di lesehan di daerah simpang lima dan bahkan rapat juga pernah diadakan di restoran di daerah Semarang dengan tujuan agar kegiatan tidak menjadi membosankan kalau diadakan di komplek terus-menerus.

Begitu banyak kenangan yang indah saat tinggal di Komplek Graha Wanamukti saat itu. Karena keluarga Pak Dokterlah aku mengenal banyak orang-orang hebat disana. Dan dari sana pula lah aku belajar bersosialisasi dalam masyarakat yang sebenarnya dengan latar belakang yang berbeda-beda mulai dari segi agama dan lainnya. TIDAK ADA YANG TAHU KAPAN AYAHKU PERGI UNTUK SELAMANYA Saat itu adalah malam minggu. Aku kebetulan diberi tugas oleh pak dokter yang rumahnya aku tempati untuk mempersiapkan acara rapat RT antar warga Graha Wanamukti, Semarang.

Pak dokter tidak bisa hadir sebagai tuan rumah dalam kegiatan rapat RT tersebut karena beliau lagi ada jadual praktek jaga di RS Mardirahayu, Kudus. Oleh karena itu semua persiapan dan lain-lain diserahkan sepenuhnya kepadaku.

Setelah semua persiapan untuk kegiatan rapat seperti: menggelar karpet, menyajikan makanan yang dikirimkan oleh Tante Nung, dan lainya selesai aku persiapkan, maka tibalah acara rapat akan segera dilaksanakan. Waktu yang ditentukan pada undangan rapat yang telah disebarkan ke rumah-rumah warga komplek Graha Wanamukti adalah pukul 19.30 sampai selesai.

Pak Mulyo selaku sekretaris RT pada acara rapat di komplek tersebut kebetulan datang duluan masuk ke rumah pak dokter. Kemudian disusul oleh pak RT nya sendiri yaitu Pak Winarta. Setelah itu baru disusul oleh kedatangan bapak-bapak yang lainnya. Akhirnya semua tamu undangannya berkumpul di rumah pak dokter. Kemudian pak Mulyo membuka acara rapat tersebut. Pada saat acara rapat baru dibuka dengan satu patah dua patah kata-kata dari Pak Mulyo sebagai awal pembukaan kegiatan tersebut, tiba-tiba hpku berdering.

Kemudian aku pun mengangkat telpon genggap yang berada di saku hpku. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Ternyata yang menelpon adalah Paklikku sendiri yaitu Lik Suhadi adik kandung dari ibuku. Beliau berbicara dalam telpon begini: Dik Tegar, kiro-kiro iso bali ning ndeso saiki pora? Bapak lagi kumat gerahe. Nek iso ndang bali ning ndeso saiki yo. ‘Dik Tegar, kira-kira malam ini bisa pulang kampung sekarang, ndak?

Bapak sedang kumat lagi sakitnya. Kalau bisa segera pulang kampung sekarang ya.’ Akupun menjawab: ’’Oh nggih, Paklik.’’. ‘Oh iya, Paklik’. Hatiku pun mulai bergejolak tidak tenang saat itu. Kira-kira ada apa di rumah di kampungku?.

Selang beberapa menit kemudian ponakanku yang bernama Dian Puspita Dewi yang tinggal di daerah Sendangmulyo mendadak menelponku juga. Akupun mengangkat dan langsung menjawab telponnya: ’’Om, bisa pulang kerumah Mbah kah sekarang? Mbah Kung ninggal’’.

Aku pun langsung diam, lemas dan tak bisa berkata-kata lagi setelah selesai mengangkat telpon dari Dian saat itu. Tak terasa air mataku pun meleleh dari pipiku. Kemudian aku sms ke hp Dian kalau aku mau jemput dia untuk ikut pulang bersama denganku malam itu juga.

Dengan terpaksa kegiatan rapat RT pun akhirnya langsung dibubarkan. Setelah semua mendengar berita tentang ayahku yang meninggal kemudian para tamu undangan rapat pada menghampiriku dan saling mengucapkan ucapan belasungkawa kepadaku. Pak RT pun langsung ke kamarku untuk menenangkan diriku.

’’Saya turut berbela sungkawa ya Mas Don.tenangkan dirimu. kemudian disusul lagi ungkapan belasungkawa lainnya lagi.’’Yang sabar Tos.hati-hati ya di jalan jangan ngebut bawa motornya’’.

Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Pak Win, Pak Hendro, Pak Dito, Pak Samsul, Pak Mulyo dan lainnya saat itu, sambil menyerahkan amplop kepadaku dan sambil berkata lagi: ’’Tos, ini ada sedikit bantuan ungkapan belasungkawa dari bapakbapak semua malam ini, mohon diterima ya., Sing sabar yo Tos, Kata Pak Hendro menenangkanku lagi.’’.

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB malam saat itu. Aku pun memutuskan untuk pulang kampung pada malam itu juga. Setelah aku menjemput Dian di kostnya akupun langsung pulang ke kampung halamanku sambil memboncengkan Dian dibelakang dengan motorku Yamaha Vega R tahun 2004. Sambil mengendarai motorku aku pun masih sambil meneteskan air mata.

Tak berapa lama kami telah sampai di Pom Bensin daerah Wirosari. Karena stok bensin pada tangki motorku mau habis maka aku putuskan berhenti untuk mengisikan premium disana terlebih dahulu.

Sambil mengisi bensin disana ada sms yang masuk di hpku lagi. Setelah aku buka sms di inbox hpku ada pesan dari Paklikku yang berbunyi: Wis tekan ngendi? ‘Sudah sampai mana?’ Kemudian aku pun langsung membalas pesan singkat Paklikku begini: Iki aku lagi tekan pom bensin Wirosari, Paklik. ‘Ini aku baru This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com sampai di pom bensin Wirosari, Paklik.’. di pom bensin tersebut aku pun istirahat sebentar dengan Dian karena kaki dan punggungku terasa pegal-pegal habis memboncengkan ponakanku yang chubby itu mulai dari kota Semarang sampai ke Wirosari.

Setelah istirahat kira-kira 15 menit kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Kirakira 30 menit-an lagi aku dan ponakanku akan segera sampai di rumah. Itulah gumamku saat itu. Setelah sampai dirumah akupun langsung memarkirkan motorku tanpa mengambil kunci motornya. Di depan rumah aku pun langsung disambut ibuku yang sambil menangis kemudian memeluk dan menciumiku dengan sambil berkata: ’’Wis dadi bejanmu le.bapakmu wis ora ono maneh’’.

‘Dah jadi nasibmu nak, bapakmu sudah tidak ada lagi.’ Akupun ikut terisak mendengar kata-kata ibuku. Dirumahku sudah ada banyak kerabat, saudara dan tetangga yang ikut menunggui jasad ayahku. Kemudian aku pun memandangi jasad ayahku yang terbujur kaku yang sudah dikafani.

Karena tak tahan dengan kesedihanku itu aku langsung menuju kamarku sambil meneteskan airmata lagi. Tak terasa kenangankenangan masa lalu dengan ayahku silih berganti muncul di depanku. Saat beliau mengajakku mencukur rambutku yang sudah mulai memanjang ke tukang cukur di daerah Kuwu aku seringkali diajak mampir untuk makan masakan kesukaanku yaitu asem-asem di rumah makan Sari Roso atau terkenal dengan sebutan Manna disana.

Saat kecil aku juga pernah dibelikan mainan mobil-mobilan, dimarahi saat lupa akan tugasku mencabut rumput, dimarahi saat lupa menunggui tanaman padi di sawah dari gangguan burung dan ayam dari rumah penduduk sekitar dan lainnya.

Yang paling teringat lagi saat tiga minggu sebelum beliau tiada adalah saat aku pamiti hendak berangkat ke Semarang beliau kelihatan berat untuk melepaskan keberangkatanku menuju Semarang. Seakan-akan tidak mau ditinggalkan olehku. Baru kali itu aku melihat ayahku meneteskan air mata saat aku pamiti pergi. Teringat akan saat kenangan terakhir itu dadaku pun terasa sesak dan air mataku pun kembali meleleh.

Dalam kesedihanku itu, kemudian aku teringat dengan lirik tembang shalawat yang berjudul Qad Anshaha oleh seorang pelantun sholawat dari Ponpes Langitan, Tuban Jawa Timur. Qod Anshoha This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Qod anshoha lî Abî wa robbat bihusnihâ ummî wa arsyadanîl ustâdz wal mu’allim Ayah telah menasehatiku dan Ibu telah mendidikku/membimbingku dan gurupun telah mengajariku dengan sebaik-baiknya Lâkin faqod ahmaltun-nush-ha wal irsyâdâ wa lam akun mushghiyan rusydan min ayyi fami Tapi segala nasehat tak kuhiraukan, Semua petunjuk dan ajaran tak kudengarkan Wa anzaltu likulli Hubûbar-rîhi matsalâ tarûhu bil âdzâni taghniyyatan-nasîm Kujadikan semua itu laksana angin lalu bagaikan lantunan lagu yg enak didengarkan Fakuntu musytaghilan bidausyatid-dunyâ wa suhhirtu bizuhûri anwâ’il huthômi Aku berada di gemerlap dunia Akupun terlena oleh keindahan duniawi Wa aknudu ni’matan min robbinâ kibron wa ansaitu sholâtan kadzâ wa lam ashumi Aku kufur nikmat Tuhan karena kesombongan Sholat dan puasapun telah kulupakan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Falammâ-stasy’artu bir-ro,si mamlu’ syaiban wal ajlâdu ghudlûnun wal a’dhumu rimâmi Maka tatkala uban mulai bemunculan Kulit keriput dengan tulang berhancuran Tanaddamtu wadumû’ul ‘aini sâlatdaman afâqo mu,tsimun min ghomâl ghoyyid-dhulâmi Air mata darah pun bercucuran sebagai tanda akan sebuah penyesalan Telah sadar seorang hamba yang bergelimang dosa dalam kegelapan Fakhôsirul ‘ubbâdi atâka multajiyan murtajiyan rohmatan min robbihir-rohîm Hambamu ya Allah telah datang dengan penuh harapan akan Rahmat dari Tuhannya yg Maha Penyayang Fahab lanâ taubatan wa’fu ‘annâl khothôyâ Waghfir lanâ mâmadlô yâ wâsi’al karomi Maka ampunilah dan maafkanlah segala kesalahan Limpahkanlah maghfirohMu Wahai Tuhan yg Maha Pemurah.

*) Dari Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur waktu Ustad Muhamad Hafidz Maqmun bersilatuhami ke KH Ubaidilah Faqih (Pengasuh Ponpes Langitan) beliau melatunkan lirik nasyid ini buatnya dan dia menangis. Ayahku kemudian dimakamkan di pemakaman Jakerto, Galsari Kecamatan Ngaringan pada pukul 11.00 pada tanggal 3 Mei tahun 2010. Beliau meninggal di usianya yang ke-77 th karena stroke dan darah tinggi pada waktu itu. Akupun sangat terpukul atas kepergian ayahku tercinta.

Beliau yang selalu mendukung anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan terus bagaimanapun keadaannya. Beliau sangat disiplin kepada anak-anaknya, sampai-sampai dalam urusan mencari pekerjaan, mau mencari pasangan hidup, dan mau lanjut pendidikan lagi harus diatur sesuai dengan aturan kejawen. Misalnya: arahnya yang baik kemana, hari-hari apa yang tidak diperbolehkan dan dibolehkan itu kapan semua sudah begitu terperinci disampaikan kepada anak-anaknya termasuk aku.

Yah, mungkin bagi anak jaman sekarang aturan tersebut dianggap terlalu kolot, tidak masuk akal, tidak modern dan tidak sesuai dengan ajaran Islam atau apalah. Tetapi yang penting itu demi tujuan baik kami yaitu demi keselamatan dan kebahagiaan kami semua. Ayah, semoga engkau mendapat tempat terbaik disisi-Nya dan diampuni dosa-dosamu semua. Amin YRA. Setelah acara pemakaman ayahku selesai, aku pun kembali pulang ke rumah dengan diboncengkan sepeda motor oleh kakak iparku Mas Hartono.

Kakakku Mas Samiko yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com baru tiba dari Kalimantan dan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahku karena faktor perjalanannya yang jauh yang tidak bisa datang untuk tepat waktu setelah sampai dirumah langsung memeluk erat ibuku dan langsung menuju ke makam ayahku. Pada malam harinya kami mengadakan kegiatan membaca tahlil dan yasin di rumahku selama 7 hari lamanya. Semuanya tampak membaca yasin dan doa dengan khusyuk dan penuh khidmat.

Setelah acara yasin dan tahlil selesai aku pun mendengarkan pembicaraan ibuku kepada saudara-saudaranya. Aku mendengar cerita ibu kepada kerabatkerabat yang hadir dirumahku. Ibuku bercerita kepada mereka kalau beliau ternyata tidak tahu kapan ayahku dipanggil oleh-Nya.

Dari mendengar paparan cerita ibuku kepada kerabat dan saudara-saudara bahwa ayahku itu awalnya tidur pada hari minggu sore sekitar pukul 16.00. Saat hendak diajak makan pada pukul 17.00 oleh ibuku ternyata ayahku posisinya masih tampak kelihatan tidur dengan tenang menghadap ke barat. Ibuku tidak enak untuk membangunkan ayahku yang lagi terlelap. Kemudian, saat waktunya makan malam tiba ibuku langsung membangunkan ayahku. Saat ibuku mulai menggoyang-goyangkan badan ayahku ternyata ayahku sudah tidak bernafas lagi.

Jadi, tidak ada yang tahu kapan ayahku pergi untuk selamanya. Baik ibuku dan tetangga yang dekat dengan rumahku. Setelah itu, ibuku meminta bantuan saudara kadungnya, menantu, kerabat dan para tetangga untuk mengurus semua kebutuhan ayahku mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkannya hingga akhirnya membantu mengantar sampai ke tempat peristirahatan terakhir ayahku tercinta. Itulah saat terakhir perpisahan dengan ayahku tercinta.

Seperti ungkapan kesedihan yang dirasakan oleh Charly, vokalis ST12 yang melantunkan lagu berjudul ’’Saat Terakhir’’.

tak pernah terpikir olehku tak sedikit pun ku menyangka kau akan pergi tinggalkan ku sendiri begitu sulit ku menyangkal begitu sakit ku rasakan kau akan pergi tinggalkan ku sendiri * di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam sungguh ku tak sanggup ini terjadi karna ku sangat cinta ** ini lah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup di nantiku repeat ** satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup MELANJUTKAN KULIAH S1 SASTRA JEPANG DI SEMARANG Aku dengar dari teman pada tahun 2009 kalau surat ijin dari DIKTI pusat Jakarta, bahwa pengajuan ijin untuk membuka program studi baru S1 Bahasa Jepang di UNDIP sudah turun ijinnya.

Pada awal Juni 2010, di UNDIP mulai lah membuka jurusan baru yaitu S1 Bahasa Jepang yang awalnya bahasa Jepang hanya dibuka untuk program D3 Bahasa Jepang saja sejak tahun 2001. Pada program studi baru dibuka untuk lulusan baru (fresh graduated) SMA/SMK/MA sederajat atau Reguler 1 disingkat R1 yang ingin mengambil jurusan Bahasa Jepang.

Untuk alumni D3 Bahasa Jepang pun dibuka juga untuk program transfer atau dikenal dengan Reguler 2 (R2). Maka, sejak pertama kali dibukanya program baru R2 S1 Sastra Jepang di UNDIP tersebut kemudian aku langsung ikut mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi ujian masuknya.

Alhasil, aku pun diterima menjadi mahasiswa baru disana. Sayangnya, untuk program R2 saat itu hanya dibuka sampai dua angkatan saja karena Pemerintah sudah tidak mengijinkan lagi ada perkuliahan R2 atau lintas jalur lagi untuk semua fakultas yang ada di UNDIP.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Saat itu aku harus memutuskan dua hal, misalnya, kalau masuk kuliah transfer S1 Bahasa Jepang di UNDIP aku masih mau melanjutkan mengajar Bahasa Jepang-ku di LPK Aishiro Gakuen atau memilih melanjutkan kuliahku ke jenjang S1.

Akhirnya aku pun lebih memilih memutuskan untuk melanjutkan kuliahku ke jenjang S1 saja. Karena jam ngajarnya bertabrakan dengan jam kuliahku. Saat kuliah S1 Bahasa Jepang di UNDIP, aku mendapatkan mata kuliah yang baru diantaranya: Honyaku ‘Terjemahan Tulisan’ ( 翻 訳 ), Nihongo Chukyuu ‘Bahasa Jepang Tingkat Menengah’ (日本語中級), Keitairon ‘Morfologi’ (形態論), On-inron ‘Fonologi’ (音 韻論), Kaiwa Chukyuu ‘Percakapan Tingkat Menengah’(会話中級), dan lainnya.

Saat kuliah transfer R2 aku mendapatkan teman-teman baru lagi, antara lain: Nunung, Nining, Oki, Agung, Zaenal, Bahri, Siska, Adi, Rizal, Ani, Ana, Asepta, Tina, Evi dan lainnya. Kuliah di jurusan S1 Bahasa Jepang UNDIP saat itu ada tambahan pengajar dari native dari Jepang, diantaranya: Ota Ribeka Sensei, Asada Michiko Sensei, Yuko Tabata Sensei, dan Kyouji Honda Sensei. Sedangkan dosen orang Indonesia antara lain: Budi Mulyadi Sensei, Lina Rosliana Sensei, Utami Sensei, Nur Hastuti Sensei, Fajria Noviana Sensei, Yulia Rahmah Sensei, Zakky Ainul Fadly Sensei.

Mahasiswa baru untuk S1 Bahasa Jepang di UNDIP dari fresh graduated SMA ada sekitar 200 mahasiswa baru pada tahun 2010 sedangkan yang dari D3 Bahasa Jepang transfer ke S1 Bahasa Jepang awalnya ada 32 mahasiswa baru, kemudian keluar empat orang dan drop out satu mahasiswa.

Saat memasuki semester III di S1 R2 Bahasa Jepang kelas kami yang terdiri dari 30-an mahasiswa kemudian dipecah menjadi dua kelas peminatan penjurusan, yaitu: sastra dan linguistik. Saat itu aku masuk di kelas linguistik. Kelas linguistik hanya terdiri dari 12 mahasiswa saja waktu itu. Teman-teman linguistik yang satu kelas bersamaku antara lain: Fransiska, Zaenal, Tina, Budi, Dewi, Asepta, Nunung dan lainnya. Kuliah pun berjalan lancar.

Tetapi saat bimbingan skripsi saat itu aku mengalami banyak rintangan dan cobaan. Diantaranya: istriku melahirkan saat operasi caesar dan putraku tidak bisa diselamatkan, aku mengalami kecelakaan saat berkendara motor dan yang paling menghebohkan saat skripsiku hampir tidak diluluskan. Kejadian demi kejadian, cobaan demi cobaan datang silih berganti. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Apalagi saat aku lagi butuh buku teori yang ada di jimusho ‘kantor (Jurusan S1 Jepang UNDIP)’, saat itu aku hendak pinjam baik-baik kepada Utami Sensei, Yuli Sensei dan Novi Sensei mereka tidak memberikan ijin untuk mengcopy buku tersebut.

Aku hanya boleh diijinkan untuk mencatat, menulis, atau menfoto dengan kamera hpku. Ternyata aku merasa mereka masih pelit akan hal ilmu. Belum total untuk mengamalkan ilmunya. Jadi teringat dalil yang berbunyi :’’Orang pelit itu tidak akan masuk surga meskipun tekun ibadahnya. Orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari dari manusia, sedangkan orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia.’’ (Al-Hadits). Padahal aku cuma ingin mengcopy bukunya pada saat itu dan ingin mengembalikan bukunya langsung saat itu juga, itu pun tidak mendapatkan ijin dari mereka.

Meminjam buku untuk dicopy aja tidak boleh, apakah yang ingin pinter dosennya saja? Apakah mahasiswa tidak diijinkan untuk berkembang juga dalam ilmunya? Sungguh ironis melihat fenomena tersebut apalagi alasan buku yang tidak boleh dicopy pun tidak logis yang telah diutarakan kepadaku, yaitu: takut kalau bukunya rusak, karena dulu pernah ada senpai yang pinjam buku dari jimusho bukunya jadi rusak. Kalau memang takut bukunya nantinya rusak dipinjam oleh mahasiwa kenapa mereka tidak menyediakan back up foto copyian satu buah buat jaga-jaga kalau ada mahasiswa yang butuh ingin mengcopy buku tersebut?

Setelah itu aku berkunjung ke kampus UDINUS (Universitas Dian Nuswantoro) Semarang. Sesampainya di kampus tersebut aku pun langsung bertemu dengan temanku sekaligus dosen yang menjabat menjadi ketua jurusan S1 Sastra Jepang disana, bernama Andi Bangkit, Ph.

D. waktu itu. Setelah aku menceritakan semua masalahku aku pun akhirnya mendapatkan buku apa yang aku cari-cari meskipun beliau itu konsentrasinya bukan tentang ilmu linguistik Bahasa Jepang. Saat itu juga aku diijinkan untuk mengcopy bukunya dan mengembalikan pada hari itu juga.

Malahan beliau juga pernah bilang kalau soal buku tinggal ngomong saja silakan dicopy aja kalau belum mampu untuk membeli buku yang aslinya. Semua kejadian dan cobaan datang silih berganti saat itu. Apalagi saat bimbingan skripsi dengan dosen. Cerita berawal dari sini. Ketika itu, saat aku mengajukan dosen pembimbing skripsiku aku memang lebih memilih Suharyo, M.

Hum. sebagai pembimbing pertamaku karena saat bimbingan tugas akhir saat D3 Bahasa Jepang dulu pun aku di bimbing oleh beliau. Itu karena saat bimbingan dengan beliau tugas akhirku saat itu hanya memakan waktu dua minggu saja untuk menyelesaikannya.

Aku masih terbayang-bayang cerita para senpai saat D3 dulu agar jangan memilih dosen pembimbing yang dianggap suka meng-php-kan atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mempersulit mahasiswanya saat bimbingan. Kemudian, untuk pembimbing kedua-nya aku memilih Lina Rosliana Sensei sebagai pembimbing karena kelihatannya baik orangnya.

Saat hendak mengajukan proposal skripsi ke pembimbing pertama, proposalku awalnya memang ditolak oleh beliau. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tidak mengatakan atau meluruskannya dengan jelas mengenai kesalahan-kesalahannya dimana tentang salahnya yang aku tulis dalam proposalku saat itu.

Karena bikin penasaran dan tidak puas atas penolakan tersebut kemudian aku tidak sengaja mengatakan hal yang membuat beliau agak tidak nyaman kepadaku saat itu. Kemudian, beliau langsung berdalih kepadaku begini: ’’Anda lebih baik bimbingannya ke dosen kedua saja lah’’.Kemudian aku pun menjawab: ’’Ya Pak. Oh ya kalau habis selesai bimbingan dengan pembimbing kedua bagaimana Pak? Apa masih menghadap ke Bapak lagi?’’ lalu beliau menjawab lagi begini: ’’Tidak usah.Anda sepertinya sudah nyaman dengan pembimbing kedua, Anda.’’ Setelah menghadap ke dosen pembimbing pertama aku langsung menghadap ke dosen pembimbing kedua.

Kemudian, aku menceritakan semua apa yang diinginkan oleh pembimbing pertama tentang skripsiku. Kemudian dosen pembimbing kedua menyuruhku untuk memastikannya lagi. Akhirnya dengan berat hati aku pun menanyakan lagi ke dosen pembimbing pertama.

Setelah aku menghadap ke dosen pembimbing pertama lagi jawabannya masih sama. Sebaiknya memang aku harus dibimbing oleh dosen pembimbing kedua, ’’Itulah kata-kata dari beliau pembimbing pertamaku’’. Wah bakal akan terjadi doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan nih di kemudian hari, ’’Begitulah gumamku saat itu.’’ Setelah itu aku pun menjalani bimbingan skripsi ke dosen pembimbing kedua.

Hari demi hari waktu demi waktu pun terus berlalu. Karena dosen pembimbing pertama sedang menunaikan ibadah haji dan malas kepadaku saat itu, maka bimbingan skripsiku diserahkan sepenuhnya ke dosen pembimbing kedua. Akhirnya bimbingan skripsiku sudah menginjak ke BAB II. Saat selesai bimbingan ke BAB II bimbingan skripsiku masih tetap berlanjut meskipun waktu itu ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diwajibkan diambil oleh semua jurusan mahasiswa UNDIP sebagai salah satu syarat untuk lulus S1.

Selain KKN salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk lulus dari S1 semua jurusan FIB UNDIP adalah mendapatkan sertifikat Toefl Bahasa Inggris dari SEU (Service English Unit) dengan skor minimal 400 untuk S1 yang non Bahasa Inggris, sedangkan syarat dari jimusho adalah minimal lulus N3 (Nihongo Nouryoku Shiken Level 3 ‘Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 3’). Karena banyak dari teman-teman mahasiswa saat itu belum banyak yang This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengikuti N3 jadi dari jimusho diberikan aturan sendiri untuk mengadakan ujian lokal di jurusan.

Saat itu kami disuruh untuk membayar uang pelatihan dan sertifikat seharga 410.000 oleh jurusan kalau ingin pelatihannya ditambah dengan sertifikat lulusnya. Awalnya kami merasa keberatan karena untuk ikut ujian Toefl Bahasa Inggris waktu itu saja hanya disuruh untuk membayar 50.000 saja oleh SEU bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNDIP. Kemudian sebagai dosen yang mempunyai ide untuk menyelenggarakan pelatihan dan ujian N3 lokal di jurusan S1 Sastra Jepang saat itu adalah Utami Sensei kemudian beliau berdalih begini: ’’Uangnya yang mengelola SEU ya jadi kalau bagi yang sudah membayar uangnya tidak bisa diambil lagi.

Jadi, semua sudah menjadi aturan dari SEU FIB UNDIP Kampus Pleburan’’. Saat itu beliau juga pernah bilang kalau dengan membayar uang tersebut pelatihan N3 lokal akan dilakukan selama 2 bulan dan setelah itu baru dilakukan ujian N3-nya. Ternyata, eh ternyata. Pelatihan N3 bagi yang sudah membayar dana 410.000 ke jimusho hanya dilakukan dalam waktu seminggu saja, itupun dua kali tatap muka doang dan soal ujian N3 nya kebanyakan dari perkuliahannya Asada Sensei.

Setelah itu sertifikat N3 dibuatkan lulus semua. Dari fenomena kejadian tersebut aku pun menjadi curiga. Apa benar uang pelatihan sebanyak itu uangnya memang benar masuk ke SEU? Pihak SEU sendiri yang mengelola? Daripada kecurigaanku tak berujung akhirnya aku pun ngecek langsung ke ketua SEU saat itu karena aku kebetulan kenal orang yang ada di dalamnya. Setelah aku cerita semua ke kantor SEU tersebut ternyata pihak SEU tidak tahu menahu tentang sistem tersebut.

Malahan pimpinannya SEU waktu itu bilang kepadaku bahwa kalau sampai rektornya tahu tentang hal ini semua bisa-bisa oknum-oknum dosen yang berada dibelakang penyelenggaraan sistem tersebut yang tanpa adanya ijin yang resmi bisa-bisa akan dipecat dari jabatannya. Akhirnya aku pun mengurungkan niatku untuk melaporkannya ke rektorat karena tidak sampai hati sebab ada dosen yang sudah baik hati kepadaku yang tidak sengaja dijadikan bahan kambing hitam yang sudah mau untuk tanda tangan pada sertifikat N3 tersebut.

Karena laporanku ke SEU itu akhirnya sebagian uang teman-temanku yang sudah masuk ke jimusho pun dikembalikan 150.000 ke masing-masing mahasiswa yang sudah membayar dana untuk N3 lokal sebesar 410.000 oleh oknum dosen tersebut.

Sedangkan aku tidak akan pernah mau untuk menerima lagi uang tersebut. Mending lebih baik diserahkan ke anak yatim atau orang yang lagi membutuhkan saja. ’’Itulah pikirku saat itu’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com MENJADI OPERATOR WARNET Selama kuliah S1 Bahasa Jepang, aku mempunyai kerja sambilan baru yaitu menjadi operator warnet di LIA NET milik putranya Pak Dokter bernama Barruna yang rumahnya masih aku tumpangi.

Aku menjadi op warnet menyesuaikan jam kuliahku saja. Meskipun gajinya tidak seberapa tapi itu tidak jadi masalah karena mereka sekeluarga sudah banyak berhutang budi padaku. Paling tidak bisa untuk nambah isi bensin motorku dan lainnya. Dan yang menjadi operator teknisi LIA NET saat itu adalah Om Adi. Aku bekerja menjadi op warnet kurang lebih selama satu tahun setengah di sana.

Selama aku menjadi op warnet, pelanggannya banyak dari kalangan anak-anak SD dan SMP yang ingin bermain game on line PB. Disamping itu, ada juga beberapa pelanggan warnet adalah sopir taxi bluebird yang lagi pada ngetem disekitar komplek Bumi Wanamukti.

Warnet tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung tiap harinya. Kemudian, warnetnya ditutup karena terjadi pembengkakan dalam pengeluaran atau dalam peribahasa bisa dibilang sebagai besar pasak dari pada tiang.

Warnet menjadi ditutup berawal dari teman-teman Barruna yang sering datang ke warnet yang mempunyai hobi bermain game on line (gamer) yang biasa bermain mulai sekitar pukul 21.00 WIB saat warnet sudah mulai sepi hingga pukul 04.00 WIB. Bahkan kadang sampai ada yang bermain di warnet hingga pukul 09.00 WIB. Dari teman-teman gamer Barruna aku mengenal Lucky, Angga, Eko, dan lainnya.

Disamping itu, ac di tempat warnet sering dinyalakan terus saat mereka lagi asyik bermain game on line. Belum lagi ac yang dinyalakan pada kamar lainnya. Tentulah terjadi pembengkakan biaya untuk tagihan listriknya yang awalnya tagihan listriknya 6.00.000 sampai 8.00.000-an perbulan-nya semenjak kejadian itu tagihan listriknya menjadi naik antara 2.000.000 keatas.

Harusnya kalau dalam bisnis sih teman ya teman bisnis ya bisnis. My Little Bos terlalu baik sih sama teman-temannya.jadi bermain game di warnet selama itu karena mempunyai hobi yang sama yaitu gamer, at last mereka tidak disuruh bayar alias free.

Yah itulah My Little Boss. Aku hanya anak buahnya saja hanya bisa ikut berkomentar atau mengingatkan saja saat ada kejanggalan. Sebagai teman dan anak buahnya hanya bisa kasih saran atau nasehat saja. Soal dia mau mendengar atau tidak terserah kepada yang menjalaninya saja. Sebagai OP dan yang menumpang di rumah tersebut aku juga jadi tidak enak hati untuk menjawabnya kalau ditanya-tanya tentang hal itu oleh My Big Boss yaitu Om Rauf atau Tante Yoyok. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com KKN DI DESA KEDITEN Well, KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah persyaratan yang harus kutempuh untuk menyelesaikan program S1 di UNDIP.

Semua mahasiswa harus melewati tahap ini. KKN adalah bentuk kerja nyata mahasiswa kepada masyarakat dan diharapkan bisa mengaplikasikan mata kuliah yang telah dipelajari selama kuliah.

Pagi itu, aku berkumpul di sebuah ruangan gedung FISIP UNDIP untuk pembagian kelompok KKN nantinya. Aku hanya menemukan dua orang temanku yang sudah duduk di ruangan itu.

Ruangan ini serasa asing buatku karena aku tidak mengenal siapapun selain dua orang temanku tadi. Dua orang dosen pembina KKN pun tak lama masuk ke dalam kelas.

Suasana yang tadinya ramai berubah menjadi sunyi.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Sunyi karena dua orang dosen tersebut akan menentukan siapa koordinator camat dan susunan kepengurusan. Hal ini tentu menjadi momok tersendiri buatku Aku yang sedang sibuk menyusun skripsi ini akan kewalahan kalau jadi koordinator kecamatan dan pastinya akan kehilangan banyak waktu untuk mengurus tugas akhirku.

Aku hanya diam sampai akhirnya dosen tersebut memilih satu anak dari jurusan hukum untuk koordinator camat. Fiuuh, lega rasanya… tapi justru aku ditunjuk sebagai kordes oleh rekanku setelah pembagian kelompok. Kata mereka sih karena wajah dan umurku yang lebih senior daripada temen-temen di grupku.

Dosen pun mulai membagi wilayah-wilayah untuk penempatan. Aku kebagian untuk bermasyarakat di desa Kediten, Plantungan Kendal. Yang ku tau itu daerah gunung. Wah musti siap-siap baju hangat dong nih, pikirku. Oh ya dalam grup Kediten ini terdiri dari 9 orang anggota. 3 cowo dan 6 cewe.

Cowo nya terdiri dari aku, Radit dan Rahmat. Mereka berdua dari jurusan teknik. Yah setidaknya bakal meringankan pekerjaan sebagai kordes nantinya karena anak teknik pasti memiliki semangat kerja yang tinggi. Dan cewenya ada Via, Ilma, Angel, Wulan, Nanda dan Rella. Selama 3 hari aku dan teman-teman menyusun laporan untuk keperluan di desa. Kamipun semakin akrab. Canda tawa selalu menghiasi keakraban kami.

Dan Via adalah orang yang paling geger diantara kami semua. Berbeda dari perkenalan awal yang tampak kalem. Mungkin masih pada jaim. Sedangkan Angel dan Wulan kulihat orang yang paling This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com rajin.

Mereka paling giat menyusun laporan disaat yang lain sedang istirahat. Akupun tak kaget ketika mengetahui IPK mereka cumlaude. Hmm, wajar sih karena rajin,gumamku. Ilma, Nanda, dan Rella sepertinya biasa-biasa saja. Mungkin aku akan mengetahuinya nanti setelah 30 hari bersama. Sedangkan Radit dan Rahmat sepertinya orang sibuk. Yah, maklum lah anak teknik pasti banyak kerjaan di Kampus. Akhirnya tiba juga saat untuk mulai ber-KKN.

Kami mulai men-survey desa yang akan kami tempati. Di luar dugaan bahwa desa kediten berada di kaki gunung. Hawa dingin langsung menusuk kulit meskipun jarum jam masih menunjukkan pukul 12 siang. Desa Kediten Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, merupakan satu dari 12 desa di kecamatan Plantungan yang mempunyai jarak 52 KM dari Kabupaten.

Sebagian besar mata pencaharian peduduk desa adalah petani, pedagang, buruh dan lain-lain. Pertanian di desa Kediten meliputi kontrak lahan, bagi hasil dan petani pekebun sendiri. Untuk pedagang di Desa Kediten, meliputi perdagangan di pasar desa dan di pinggiran jalan raya maupun di dalam dusun. Sedangkan buruh disana sebagian besar sebagai buruh tani, buruh bangunan serta buruh yang bekerja merantau di luar daerah.

Desa Kediten terbagi atas 4 dukuh antara lain: Dukuh Krajan Kediten dengan Kamituwo Bapak Watman, Dukuh Doplang dengan Kamituwo Bapak Sagino, Dukuh Kenteng dengan Kamituwo Bapak Kusnan, Dukuh Bukit Sari dengan Kamituwo Bapak L. Ahmad Solikhin.

Desa Kediten memiliki 13 RT dengan jumlah penduduk 1360 jiwa yang keseluruhan beragama Islam. Kades desa Kediten pada tahun 2012 saat itu adalah Bapak Sahuri, Carik desa Kediten bernama Bapak Siswoyo. Jumlah perangkat desanya terdapat 10 orang. Mata pencaharian penduduk Kediten saat itu antara lain: jumlah petani terdiri dari 241 orang, pedagang terdiri dari 68 orang, buruh terdiri dari 104 orang, PNS terdiri dari 4 orang.

Menurut Bapak Sahuri dan Bapak Siswoyo 75 % kondisi masyarakat adalah petani dengan kehidupan yang kurang layak, 75 % pendidikan masyarakat tidak tamat SD maupun tidak bersekolah, 75 % kondisi bangunan merupakan bangunan semi permanen yang terbuat dari papan kayu jati dan lainnya.

Makanan pokok desa Kediten adalah nasi Jagung. Karena di desa Kediten tidak ada tanaman padi. Selain jagung, hasil utama desa Kediten antara lain tembakau, kopi dan mlinjo. Hasil peternakan dan pertanian dijual langsung ke pasar.

Kasus pencurian jarang terjadi. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Jikapun ada biasanya barang yang dicuri adalah pakaian, peralatan rumah tangga maupun barang rongsokan.

Jalan akses menuju desa Kediten masih berupa batu dan belum di aspal atau di paving. Terdapat kurang lebih 10 orang yang mengalami cacat mental dan cacat tubuh. Koperasi Unit Desa hanya ada 1 itupun di Kecamatan. Akses dari desa 1 ke desa lainnya cukup jauh dan jalannya masi berupa jalan batu. Desa Kediten hanya memiliki 1 Poliklinik Kesehatan Desa yang letaknya di depan balai desa.

Karena letaknya di bawah kaki gunung Bapak Camat Plantungan belum pernah sekalipun mengunjungi desa Kediten. Berjarak sekitar 2 km dari desa Manggungmangu. Kondisi masyarakat desa Kediten berbeda jauh dengan kondisi masyarakat desa Manggungmangu yang lebih mapan. Keadaan sosial tidak dapat dilepaskan dari tingkat pendidikan masyarakat dan sarana kesehatan.

Di Desa Kediten jumlah sarana pendidikan hanya terdiri dari satu Sekolah Dasar dan satu Taman Kanak-kanak. Sedangkan untuk sarana kesehatan terdiri dari satu bidan praktek dan satu PKD. Keadaan Desa Kediten bisa dikatakan cukup terbelakang dibandingkan desa lainnya.

Hal ini dibuktikkan dengan tersedianya jaringan listrik yang tidak merata di seluruh desa. Selain itu terbatasnya jumlah warung-warung kelontong yang lengkap. Desa Kediten terletak di bawah kaki gunung perahu yang banyak terdapat tanaman tembakau dan kopi. Di desa Kediten terdapat usaha mikro kecil menengah yang terdiri dari beberapa kelompok. Seperti pengolahan ceriping/keripik singkong, penggilingan tepung tebu dan kopi, pengolahan limbah kayu, tembakau dan kopi.

Komunitas masyarakat yang ada di Desa Kediten antara lain perkumpulan ibu-ibu PKK yang sebagian besar mengadakan pertemuan sebulan sekali. Selain itu juga terdapat beberapa gabungan kelompok petani yang cukup aktif, yaitu: petani tembakau dan kopi.

Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, selain menjalani kegiatan sebagai anggota tim KKN aku dan teman-teman juga mengikuti beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan di bulan suci Ramadan. Diantaranya: menjadi imam sholat tarawih, mengisi kultum saat selesai sholat tarawih, mengisi acara khutbah jum’at, mengikuti pengajian dan lainnya.

Aku dan teman-teman ngejalanin tugas KKN di desa Kediten selama 30 hari lalu sebagai endingnya aku dan teman-teman disuruh buat laporan kegiatan selama bertugas di desa tersebut. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com TIDAK ADA MAHASISWA YANG SALAH Setelah pulang dari KKN, aku akhirnya melanjutkan bimbingan skripsiku hingga ke BAB IV.

Setelah itu aku melanjutkan bimbingan ke SINOPSIS skripsiku. Mungkin karena sudah terbiasa dengan model didikan belajar gaya militer yang sudah ditanamkan oleh ustadzku saat masih di pondok Al-Ishlah dulu, misalkan salah satunya adalah: kalau mengerjakan sesuatu itu harus terus dan terus dilakukan alias tidak boleh setengah-stetengah.

Makanya saat aku bimbingan SINOPSIS bahasa Indonesia kepada dosen pembimbing kedua sekaligus melakukan bimbingan SINOPSIS ( 要 旨 ) ke native orang Jepang langsung sebagai pembimbing youshi ‘sinopsis’ skripsiku dengan maksud agar segera selesai tanpa minta ijin ke dosen pembimbingku tersebut dulu. Akibatnya aku kena marah dari dosen pembimbing keduaku itu. Setelah itu akhirnya skripsiku selesai juga.

Akhirnya sidang skripsiku pun digelar. Sidang skripsiku dilakukan di tempat pengujian sendiri-sendiri oleh masing-masing dosen pengujiku.

Dosen penguji kedua sekaligus pembimbing kedua menguji skripsiku terlebih dulu. Aku tidak tahu maksudnya dosen tersebut menguji skripsiku ditempat terbuka dengan dilihat oleh dosen-dosen yang lainnya.

Aku tidak tahu kenapa beliau mengujiku ditempat banyak dosen lainnya seperti itu. Maksudnya ingin menguji mentalku agar bisa tambah berani kah? Atau ingin menjatuhkan martabatku sebagai mahasiswanya kah? kalau aku ini hanyalah mahasiswa sedangkan dia itu dosen atau gimana masih berkecamuk saja pikiran dan hatiku saat itu. Imbasnya aku kurang semangat saja dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya saat itu.

Salah satunya adalah mengenai apa bedanya linguistik kontrastif dengan linguistik komparatif? Apalagi saat itu aku masih dalam suasana berduka, galau dan lain-lainnya. Disisi lain, aku malah teringat tentang almarhum ayahku juga saat itu. Aku pikir dengan menulis skripsi tentang perbandingan Bahasa Jawa dengan Bahasa Jepang mengenai undak-usuk-nya atau tingkatannya paling tidak ada sesuatu yang bisa aku tunjukkan ke beliau meskipun beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Ternyata karyaku nasibnya terombang-ambing kesanakemari seperti perahu kecil yang sedang terkena ombak besar di tengah lautan. Akhirnya, selesai juga pengujian skripsi dengan pembimbing kedua. Karena aku dianggap kurang maksimal dalam menjawab pertanyaan dari penguji kedua akhirnya aku mendapat nilai B dari penguji tersebut.

Sebelum aku menghadap dosen pembimbing pertama untuk ujian sidang skripsiku kemudian aku menghadap penguji sidang selanjutnya sebagai penguji ketiga yaitu Prof.

Dr. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Kyouji Honda, M. A. Saat diuji oleh Prof. tersebut ternyata beliau memang sangat berbeda. Beliau menguji skripsiku hanya dilakukan di tempat tertutup, tidak boleh orang lain atau dosen yang lain untuk mengetahuinya.

Dari sini aku baru mengetahui kalau orang Jepang yang berpendidikan memang sangat bagus dalam menghargai orang lain, termasuk mahasiswanya. Tidak ingin mahasiswanya mendapatkan malu. Setelah ujian sidang skripsiku selesai diuji oleh Honda Sensei, akhirnya selesai juga. Ternyata aku dikasih nilai A oleh beliau. Padahal banyak pertanyaan yang lewat aku jawab saat beliau bertanya.

Setelah aku melakukan ujian sidang ke dosen pembimbing kedua dan ketiga selesai akupun melaksanakan ujian sidang skripsi ke pembimbing ke tiga pada tanggal 18 Nopember 2012.

Kemudian aku pun melakukan presentasi skripsiku selama kurang lebih 15 menit dihadapan beliau. Setelah aku selesai melakukan presentasi lalu beliau berdalih kepadaku begini: ’’Skripsi Anda salah semua!’’. Setelah dia berkata begitu pikiranku langsung tidak tenang, campur aduk tidak karuan setelah karyaku dianggap tidak ada harganya di depan beliau.

Karena masih ada gejolak hati yang berkecamuk dalam diriku saat itu, akhirnya aku menjawab sekenaku saja. Kemudian aku pun berkata: ’’Emmm.itu sudah benar dari pembimbing kedua kok, Pak’’.Lalu sang penguji pertamaku berdalih lagi begini: ’’Anda jangan bawa-bawa nama pembimbing Anda ya disini!!!.Anda harus bisa tanggung jawab dengan hasil karya Anda.!!! Ya sudah! Kalau begitu saya belum bisa memberikan nilai kepada Anda. Silakan Anda minta nilai kepada dosen pembimbing kedua saja.!!!’’ Setelah acara sidang terakhir itu aku pun semakin galau, panik dan gak tau mau dikemanakan skripsiku itu.

Kemudian pada hari berikutnya aku pun menemui wali kelasku yang sekaligus ketua jurusan S1 Sastra Jepang UNDIP bernama Drs. Surono, S.U. saat itu dan menceritakan semuanya kepada beliau kenapa penguji terakhir sekaligus dosen pembimbing pertamaku tidak mau memberikan nilai? Setelah aku bercerita semuanya ke wali kelasku, wali kelas pun tidak membelaku.

Aku tidak merasa puas tentang jawabannya beliau kepadaku. Beliau juga bilang kalau skripsiku memang salah semua dan harus diperbaiki. Kemudian pada hari berikutnya saat selesai ketemu dengan wali kelasku tersebut malam harinya aku pun bertandang ke rumah Pak Haryo selaku penguji skripsiku yang belum memberikan aku nilai.

Sesampainya dirumah beliau ternyata aku masih tidak disambut dengan baik. Meskipun aku berusaha untuk meminta maaf kepada beliau kalau memang aku bersalah.

Beliau malah berdalih lagi begini: ’’Maaf untuk saat ini saya tidak ingin diganggu dulu. Anda itu jahat! Saya mendapatkan surat tugas dari fakultas untuk menjadi pembimbing This PDF is Created by Simpo Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Anda, saya harus bertanggung jawab kepada Anda dan juga fakultas!.

Anda sudah melawan sistem lo! Kalau misalkan skripsi Anda disuruh mengulang lagi dari awal, tidak ada dosen yang mau membimbing Anda lagi!

Silakan Anda pulang saja! Saya lagi sibuk, sementara waktu ini saya tidak ingin diganggu dulu!’’ Walaupun beliau berkata seperti itu padaku aku pun berusaha menerima semuanya. Meskipun dalam keadaan hujan malam itu, kemudian aku berpamitan untuk pulang menuju rumahnya Pak Dokter saat itu juga dengan harapan yang hampa. Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun mengganti bajuku yang sudah basah kuyub karena kehujanan.

Sesampainya di kamarku aku pun susah untuk tidur, makan pun rasanya malas walaupun perut terasa lapar karena pikiran masih melayang, tidak bisa tenang dengan apa yang barusan aku alami malam itu. Kemudian, pagi harinya aku menelpon kakak iparku yang berada di Kalimantan yang sudah lulus S2 dari UGM. Aku menceritakan semua peristiwa yang menimpaku semua kepada kakakku saat itu. Kakak iparku, Mas Eka suami dari kakak kandungku yang ke-5 kemudian memberikan aku saran lewat telepon begini: ’’Kalau memang satu dosen pembimbing kamu memang tidak ingin diganggu untuk sementara waktu coba ditunggu aja kira-kira dua minggu perkembangannya gimana dulu, kalau memang belum ada perkembangan ditunggu lagi satu bulan lagi setelah itu baru lah datang ke rumahnya lagi dengan membawa oleh-oleh apalah terserah Tegar aja.

Sepertinya orang Jawa memang suka diperhatikan, siapa tahu kalau datang lagi meminta maaf dengan dikasih oleh-oleh nantinya dapat terketuk hatinya, akan berubah dengan sendirinya nanti sambil berjalannya waktu. Intinya, saat dosenmu itu yang belum bisa ngasih nilai, saat kamu mau datang lagi untuk meminta maaf ke rumahnya nanti jangan singgung tentang skripsimu dulu, apalagi nilaimu.’’ Aku pun mengikuti sarannya kakak iparku saat itu.

Setelah dua minggu berlalu, aku masih belum mendapat kabar apa-apa dari kampusku. Begitu pula saat sebulan sudah berlalu aku juga belum mendapat kabar apa-apa lagi. Sampai-sampai teman-teman yang awalnya aku mau bareng wisuda dengan mereka ternyata mereka sudah selesai diwisuda duluan. Kelulusanku terhambat akibat aku salah ucap, salah membela diri saat ujian sidang skripsiku saat itu, dianggap sudah mengadu domba terhadap dosen dan dinggap melawan sistem yang ada.

Ternyata dari kesalahanku dalam berucap saat itu aku pun bisa mengerti ternyata kedudukan dosen senior itu memang sangat berpengaruh dibanding dengan dosen yang masih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dianggap junior. Buktinya? Saat aku membela diri kalau skripsiku itu sudah benar dari pembimbing kedua, dosen pembimbing pertamaku meski bimbingan skripsiku sudah disuruhnya menyerahkan bimbingan kepada pembimbing kedua ternyata masih dianggap salah semua hasilnya.

Berarti kemampuan pembimbing keduaku yang sudah membimbing skripsiku hingga selesai masih dianggap remeh juga tentunya karena bisa jadi karena masih dianggap sebagai dosen pembimbing junior. Senioritas yang mempraktekkan bentuk rasis dan penghegemonian dalam dunia kerja masih berlaku terus ternyata. Tidak seperti saat di pesantren dulu seorang guru, ustadz yang berpangkat dan sudah menjadi da’i yang hebat masih mau untuk belajar dengan salah satu santrinya yang kelihatan cerdas dan menonjol diantara semua santri-santrinya.

Yah taulah mungkin dosen pembimbing kedua ku masih dianggap rendah ilmunya dibanding dengan dosen senior tersebut. Dari kejadian yang aku alami tersebut aku bisa mengerti kalau dosen senior itu tidak mau dikalahkan ilmunya dengan dosen junior, dosen senior tidak mau dianggap ilmunya lebih tinggi dibanding dengan dosen junior.

Yah, pada intinya akhirnya mahasiswa lah yang menjadi korbannya dari sifat egoisme yang masih ditinggikan dari dosen senior tersebut. Sifat kesembongan yang dimiliki orang yang berkuasa tersebut akan semakin memudahkan untuk menghegemonik orang yang dikuasainya. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa si penguasa adalah dosen dan yang dikuasai adalah mahasiswa. Itulah sistem kekuasaan yang ada di dunia ini. Jika ingin mengetahui sifat, karakter seseorang itu bagaimana maka berilah orang tersebut sebuah kekuasaan, jabatan atau kedudukan maka akan terbuka semua dengan sendirinya bagaimana dia akan memegang sistem kekuasaan yang dimilikinya.

Saat sebulan berlalu dan belum ada kabar mengenai skripsiku aku pun mempersiapkan buah tangan yang sudah aku persiapkan dari rumah istriku. Buah tangan tersebut sengaja dibuat sendiri oleh ibu mertua dan istriku. Kebetulan saat itu ayam yang berada dirumah istriku saat itu masih lumayan banyak jumlahnya, maka aku berikan satu ekor ayam matang (ingkung) saja buat oleh-oleh untuk dosenku tersebut. Aku yang memotong sendiri ayam tersebut kemudian istri dan ibu mertuaku yang memasakkannya. Sedangkan ibu kandungku hanya menitipkan jadah buatan tangannya sendiri.

Karena ibuku sudah berumur jadi aku tidak mengajaknya untuk ikut ke Semarang kemudian aku mengajak ibu mertuaku untuk menemaniku datang kerumah dosen tersebut dengan tujuan untuk meminta maaf. Setelah sampai di Semarang, ibu mertuaku aku suruh untuk istirahat sebentar di rumah Pak Dokter karena habis perjalanan dengan motor dengan jarak tempuh kurang lebih 3,5 jam This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com dari Wirosari menuju Semarang bersamaku yang lumayan jauh jaraknya.

Setelah selesai beristirahat kami pun langsung menuju ke rumah dosen tersebut. Sesampainya di rumah dosen tersebut ternyata wajahnya beliau masih menunjukkan marah kepadaku. Buktinya? Dibelakangku dosen tersebut malah menasehati ibu mertuaku. Kalau aku disebut-sebut sebagai anak yang kurang ajar lah, berani sama dosen lah atau apalah yang aku dengar malam itu membuat kupingku panas saja untuk mendengarnya tetapi aku tahan saja emosiku karena aku kesana hanya dengan satu tujuan, yaitu minta maaf, titik.

Aku datang dengan niat minta maaf saja susahnya bukan main, tujuanku waktu itu bukanlah untuk mengemis nilai. Kalau memang aku tidak ditakdirkan untuk lulus S1 Sastra Jepang waktu itu yah biarlah itu memang sudah nasibku kalau memang harus begitu. katanya seseorang yang habis menunaikan ibadah haji dari tanah suci itu harus bisa lebih tawadzu’, rendah diri dan harus bisa untuk menjaga sikap atau mengekang emosinya.

Kalau begitu ibadah hajinya memang harus dipertanyakan lagi dong? Haji mabrur atau sekedar mabur aja?!? Ya Allah.Paringana sabar.Duh Gusti.’’Itulah gumamku saat itu.’’ Aku pun meninggalkan oleh-oleh yang aku bawa dari kampung yang diserahkan langsung oleh ibu mertuaku saat itu.

Entah mau diterima atau tidak terserah lah.dalam hatiku berkata begitu saat itu. Semoga takdirku bisa berubah menjadi lebih baik suatu hari nanti. Amin YRA. Karena takdir itu erat kaitannya dengan nasib. Allah tidak akan merubah nasib kaumnya sebelum mereka mau untuk merubahnya sendiri. ‫( ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬Magadir) ‘Takdir’ ‫( ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺒﻲ ﻟﻌﻨــــﺎ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬ya qalbil ‘ana) ‘Wahai hatiku yang sakit’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫( وش ذﻧــــﺒﻲ أﻧــﺎ‬wizzambi ana) ‘Apa dosaku’ ‫( و ﺗﻣﺿــــﻲ ﺣﯾـــــﺎﺗﻲ ﻣﺷــــﺎوﯾر‬wistumdhil hayatiy masyawir) ‘Hidupku terus melangsungkan perjalanan.’ ‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.

‫ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬. ‫( و أﺗﻣــــﻧﻰ اﻟﮭﻧــﺎ‬wistmannal hana) ‘Aku berharap akan adanya kebahagiaan’ ‫‘( ﻋﻠــﻰ ﻣﯾﻌـــﺎد ﺣﻧــﺎ ﺣﻧــﺎ واﻟﻔــــرح ﻛﻧـــﺎ‬ala mi’ad hinna hinna walfarah kunna) ‘Kami berada di atas janji sebuah kesenangan.’ ‫( وﻛﻧـــﺎ ﺑﻌـــﺎد وﻋﺷـــﻧﺎ وﻋﺷـــﻧﺎ ﻋﻠــﻰ اﻷ ﻣل ﺣﻧــﺎ‬wakunna ba’ad wa’isyna wa’isyna ‘alal amal hinna) ‘Akan tetapi kami jauh dan hidup dengan pengharapan’ ‫( و ﻛﺎن اﻟﻔــــرح ﻏﺎﯾــب‬wakanil farah gaib) ‘Kesenangan menjadi raib’ ‫( وأﺛــﺮ اﻷ ﻣﻞ ﻛﺎذب‬waatsril amal kazib) ‘Perasaan harapan hanyalah ilusi’ This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com ‫( ﯾﺎأھــل اﻟﮭوى ﻛﯾـــف اﻟﻣﺣﺑـــﺔ ﺗﮭــون‬yahlil hawa keifa mahabba tihun) ‘Wahai orang yang mempunyai cinta bagaimana caranya agar cinta bisa menjadi mudah’ ‫( ﻛﯾـــف اﻟﻧـــوى ﯾﻘــــدر ﯾﻧﺳــــــﻲ اﻟﻌﯾــــون‬Keifan nawa yiqdar yinassi ‘uyun) ‘ Bagaimana kejauhan mampu membuat mata menjadi lupa’.

‫( ﻧظــرة ﺣﻧﯾــــن و أﺣﻠــﻰ ﺳـــــﻧﯾن‬Nadhrit hanin wahla sinin) ‘Sekali pandangan kerinduan mendapat manis bertahun-tahun’ ‫ ﻣﻘـــﺎدﯾﺮ‬.‫‘( ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﻋﺷــﻧﺎھﺎ ﯾــﺎ ﻗﻠـــــﺑﻲ اﻟﺣــــزﯾن‬isynaha ‘isynaha ya galbil hazin. magadir) ‘Berikan aku sedikit pandangan kerinduan wahai hatiku yang sedih’. (Versi Warda, versi Mas’ud Shidiq, dll) Keesokan harinya, kemudian aku mendapat sms dari dosen pempimbingku yang kedua yang berbunyi begini: ’’Santos-san silakan diambil bungkusan Anda di Jimusho sekarang.

Pak Haryo tidak mau menerimanya!.’’ Kemudian aku membalas sms dari Lina Sensei begini: ’’Buat Sensei saja lah bungkusannya’’. Lina Sensei kemudian menjawabnya lagi:’’Saya juga tidak mau untuk menerimanya!’’ Akhirnya bungkusan oleh-oleh yang susah payah dibuat oleh istriku, ibuku dan ibu mertuaku itu ternyata dicampakkan begitu saja oleh dosen yang masih marah denganku itu. Yang bikin aku sakit hati lagi kenapa harus dikembalikan di jurusan? Dosen-dosen lainnya sampai tau lagi.

Pasti anggapannya akan berbeda-beda dalam menyikapi masalahku saat itu. Kenapa dosen itu malah egonya yang semakin ditinggikan?!? Itulah seseorang yang masih berkuasa di lingkungan kampus. Jadi bisa berbuat semaunya kepada mahasiswa kalau lagi sedang marah.

Oh ternyata benar saja dugaanku. Setelah kejadian itu akhirnya aku meminta ibu mertuaku untuk pulang saja kerumahnya dengan naik bus. Kemudian, sore harinya aku ambil bungkusanku yang sudah dikembalikan di jimusho jurusanku itu dengan ditemani oleh Tofik Kurniawan menuju kampus FIB UNDIP Tembalang saat itu.

Saat aku mengambil bungkusan oleh-oleh dari kampung itu ternyata diletakkan diatas tempat sampah. Sedih, malu, dan sakit hati ini rasanya kalau mengingat akan semua hal tersebut. Aku kemudian langsung mengambil bungkusanku itu dan membawanya ke rumah Ali Mukhlison di daerah Meteseh Semarang teman sekelasku saat duduk dibangku 2.3 saat masih di MAN 1 Semarang dulu agar dihangatkan lagi dan aku serahkan kepada keluarganya saja.

Pada keesokan harinya, kemudian aku dipanggil oleh Utami Sensei ke jimusho. Sampai di jimusho aku gantian dimarah-marahi oleh Utami Sensei waktu itu.

Saat itu beliau berdalih This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com begini:.’’Mulai sekarang Anda jangan datang-datang ke rumah dosen, jangan lagi telpon dosen, jangan lagi sms ke dosen. Pokoknya mulai sekarang intinya Anda diam tidak boleh melakukan apapun!

Kalau tidak menurut dengan saya terserah pokoknya saya akan melepas Anda nanti! Saya tidak mau untuk mengurusi Anda lagi!.Anda tahu? Dengan memberikan bungkusan kerumah Pak Haryo Anda secara tidak langsung malah dianggap itu sebagai sogokan ? Dewasa sedikit dong Mas.!!!’’. Kemudian aku pun berkata:’’ Iya Sensei’’ kepada beliau.

Waktu itu sebenarnya aku sudah pasrah intinya mau dikeluarkan dari kampus atau tidak diluluskan skripsiku aku tidak mau tau dan tidak mau ngurusi lagi. Soal memberi oleh-oleh itu sebenarnya sudah menjadi tradisi dalam keluargaku. Kalau kita merasa berjasa kepada seseorang, ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada orang yang telah berjasa kepada kita, mengeratkan hubungan tali silaturahmi, atau sebagai ungkapan permohonan maaf paling tidak dengan memberikan oleh-oleh atau buah tangan sebagai ungkapan tersebut.

Kebiasaan itu sudah diterapkan dalam keluargaku sejak kecil oleh ayahku. Kalau pun memang aku berniat untuk menyogok dosen tersebut sudah sejak kemarin aku memberi sesuatu yang lebih berharga atau bernilai daripada hanya sekedar makanan seperti itu.

Ayahku aja menentang keras dengan adanya sogok menyogok dalam hal apa pun.Karena ada dalil bahwa orang yang menyogok dan yang disogok itu masuk neraka. Ah, Whatever.susah memang kalau ngomong sama orang yang posisinya lagi berada diatas. Ada doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang gila hormat, tidak profesional dalam kerja, doyan duit, tidak bisa bedain antara urusan pribadi dengan urusan kerjanya, tidak bisa konsisten antara ucapan dengan tindakan, tidak bisa nempatin sesuatu pada tempatnya (dzalim), dll.

Apapun yang dilakukan orang yang berada di posisi dibawah selalu saja salah dan salah bahkan dianggap tidak ada benarnya sama sekali. Kayaknya juga kata mutiara respect the other if you wanna be respected sudah tak berarti lagi bagi mereka. Kemudian seminggu setelah itu, aku pun mendapat sms lagi dari dosen pembimbing kedua yang isinya begini: ’’Santos san, silakan anda menemui Pak Haryo untuk merevisi skripsi Anda!.

Aku pun membalas sms tersebut begini: ’’Iya, Sensei.Terima kasih.’’. Setelah mendapat sms dari dosen pembimbing kedua aku langsung menuju ke kampus jurusan S1 Sastra Indonesia di UNDIP. Disana aku sudah ditunggu-tunggu oleh dosen pembimbing pertamaku. Setelah itu aku disuruh untuk masuk ke ruangan beliau. Beliau lalu berdalih begini: ’’Silakan ya direvisi dari mulai BAB I dan BAB III-nya setelah itu datang lagi ke saya. Sudah saya tandai bagian-bagian mananya yang harus direvisi!’’.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah itu aku mohon diri dari ruangan beliau, aku pun kembali ke rumah Pak Dokter untuk merevisi skripsiku disana. Baru kali itu aku melihat beliau memberikan senyuman untukku semenjak beliau mengklaim kalau skripsiku salah semua saat ujian sidang dulu.

Setelah aku merevisi skripsiku akhirnya pada minggu pertama aku mulai melakukan bimbingan revisi kepada dosen pembimbing pertama lagi. Kemudian minggu keduanya karena masih ada kesalahan lagi di BAB I sampai BAB III, lalu aku merevisi skripsiku lagi. Setelah itu aku melakukan bimbingan revisi skripsi untuk minggu yang ketiga.

Ternyata masih saja ada kesalahan di bagian BAB I pada skripsiku. Sedangkan BAB II, BAB III dan BAB IV sudah dianggap fixed. Selanjutnya setelah aku selesai merevisi skripsiku lagi ternyata masih ada kesalahan lagi pada skripsiku yang masih ada pada BAB I tentang Metode Penelitiannya.

OMG.Ya, Allah berikan kemudahan atas jalanku ini untuk menuju kesuksesan ini.’’Aku pun berdoa kepada-Nya seperti itu’’. Setelah berkali-kali disalahkan terus dalam bimbingan revisi skripsiku, aku menjadi geram dan jengkel sendiri. Kemudian aku mempunyai inisiatif bertanya-tanya kepada teman dosen lain dari jurusan S1 Sastra Indonesia UNDIP yang biasa memberikan aku semangat, saran, dan solusi kalau aku lagi kalut dalam masalahku yang tinggal satu komplek di rumahnya Pak Dokter yang aku tempati.

Selain mensharingkan tentang semua masalahku kepada beliau tujuan utamaku adalah ingin mengetahui siapa sih dosen linguistik dari S1 Sastra Indonesia UNDIP yang paling dianggap senior di jurusan tersebut saat itu. Setelah aku bersilaturahmi ke doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan beliau akupun menceritakan semua masalahku kepada beliau. Memang benar kalau kita sebagai muslim ingin rejeki lancar, dimudahkan urusannya, membuat awet muda dan lain-lain janganlah putus hubungan dalam bersilaturahmi kepada teman, saudara, kerabat dan lainnya.

Setelah mendapatkan informasi tentang nama, alamat dosen yang dimaksud aku pun langsung datang ke rumah dosen linguistik yang dianggap paling senior saat itu. Sesampainya dirumahnya beliau aku awalnya ditolak karena beliau lagi sedang sibuk karena waktu itu beliau memang lagi ada sekitar 20 lebih mahasiswa yang dibimbingnya mulai dari mahasiswa S1 sampai mahasiswa pascasarjana di FIB UNDIP Semarang. Tetapi, setelah aku menceritakan masalahku semuanya kepada Profesor tersebut kemudian beliau merasa iba dan kasihan kepadaku atas semua yang aku alami saat itu.

Malam itu juga skripsiku dibantu oleh beliau. Kemudian beliau menyuruhku untuk mengeluarkan alat tulis dan buku. Aku pun nurut saja apa yang diperintahkan oleh beliau. Beliau kemudian menyuruhku mencatat semua apa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com yang disampaikan oleh beliau kepadaku saat itu.

Setelah selesai aku mencatat semua apa yang dikatakan oleh beliau, kemudian beliau berdalih begini: ’’Ya sudah, karena saya merasakan kasihan kepada Anda dan demi kemanusiaan saya bantu skripsi Anda yang masih dianggap salah terus oleh dosen pembimbing Anda.

Habis dari sini silakan pulang dan diketik dari semua yang Anda tulis dari saya ya Dik, esok harinya silakan diajukan ke dosen pembimbing Adik.’’ Kemudian, aku pun pamit untuk pulang ke rumah Pak Dokter sambil mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau karena sudah diberi bantuan untuk merevisi skripsiku.

Sesampainya di rumah Pak Dokter aku pun langsung membuka notebook-ku dan memperbaiki skripsiku malam itu juga. Keesokan harinya, aku langsung menghadap lagi ke dosen pembimbingku tersebut untuk menyerahkan revisian skripsiku lagi. Setelah melihat hasil revisianku akhirnya skripsiku dianggap selesai dan diminta dosen pembimbingku untuk menjilidnya.

Alahmdulillah, Barakallah.’’Begitulah ungkapan terima kasihku kepada-Nya atas segala nikmat-Nya’’. Kemudian beliau menyuruhku lagi untuk mengambil lembar berkas berita acara nilai skripsiku yang ada di jimusho. Setelah memberikan nilai padaku aku juga disuruh untuk menyerahkan sendiri nilaiku ke pimpinan TU yang cantik dari FIB UNDIP saat itu agar aku bisa mengurus syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk prosesi wisuda nantinya. Meskipun bimbingan revisi skripsiku berjalan selama 3 bulan lamanya, akhirnya aku pun dinyatakan lulus dan bisa mengikuti wisuda pada bulan April 2013.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan. Dari serentetan peristiwa demi peristiwa yang aku alami mulai awal sampai akhir menjadi status mahasiswa S1 Sastra Jepang UNDIP, Aku pun dapat berpikir bahwa walaupun aku masih berstatus mahasiswa saat itu memang tidak selayaknya untuk dipermalukan, dimarahi ditempat umum walaupun pernah melakukan salah kepada dosen entah disengaja ataupun tidak disengaja.

Dosen juga tidak selamanya benar terus? Apakah dosen tidak mempunyai anak kandung? Apakah dosen tidak mempunyai adik kandung, saudara atau kerabat? Bagaimana perasaannya andai saja ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya diperlakukan seperti itu? Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dipermalukan di tempat umum?Apakah masih bisa menerima kalau ada adiknya, saudaranya, kerabatnya atau bahkan ada anak kandungnya dimarah-marahi di tempat umum?

Itu lah salah satu simbol dari sebuah kekuasaan. Mereka belum bisa dikatakan hebat, kuat, atau apa kalau belum menindas orang yang dikuasainya. Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi pembaca semua kalau kita sedang berkuasa janganlah semena-mena. Apalah arti kekuasaan, jabatan, pangkat atau This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com kedudukan di dunia yang tidak abadi ini?

Apa tidak mau kita dikenang jasa kita yang baik, ilmu kita yang bermanfaat atau hal baik lainnya saat kita diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan kepada kita dan bisa mempergunakan kekuasaan tersebut dengan sebaikbaiknya?. Toh kalau nantinya kita sudah pensiun dari kekuasaan tersebut tentunya kita sudah tidak bisa berkuasa lagi dan tidak ada gunanya lagi arti dari sebuah kekuasaan tersebut, bukan?. Ajaran Nabi saja memarahi anak kandung sendiri dimuka umum itu tidak diperbolehkan.

Imam Syafi’i seorang ulama besar juga pernah berkata :’’Nasehati aku ketika sendiri, jangan nasehati di kala ramai, karena nasehat di kala ramai itu bagai sebuah hinaan yang melukai hati’’. Menasehati di tempat ramai aja gak boleh apalagi memarah-marahi anak bahkan orang lain di tempat umum?

Harga diri seorang anak harus dijaga oleh orang tua sepenuhnya selama orantuanya masih mempunyai kuwajiban terhadap anaknya karena kalau tidak bisa menjaga harga diri anaknya sendiri misalnya dengan mempermalukan atau memarahi anaknya ditempat umum berarti sama saja orang tua si anak tersebut telah gagal mendidik anaknya dengan baik karena tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri atau martabatnya sebagai orang tua juga apalagi dengan orang lain.?!?

Karena didikan yang baik akan mendatangkan kebaikan pula sedangkan didikan yang tidak baik akan mendatangkan hal yang tidak baik pula. Disamping itu, kalau orang tua sedang bertengkar sebisa mungkin anak tidak boleh sampai tau dengan pertengkaran orangtuanya. Seringkali dalam berumah tangga ada saja masalah yang mengakibatkan pertengkaran bagi kedua orang tua.

Karena terbawa emosi, orang tua terkadang melakukan pertengkaran itu di depan anak. Padahal, hal semacam itu dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, ketika sedang dilanda emosi lebih baik bersegera pergi ke tempat (ruang khusus atau kamar pribadi) yang jauh dari jangkauan anak.

Dampak buruk bagi anak apabila bertengkar di depan anak. Diantaranya: pertama, teladan yang buruk. Bagaimanapun anak adalah plagiator ulung. Apa yang mereka lihat akan sangat mudah untuk mereka tiru.

Jika anak melihat orang tua bertengkar dalam menyelesaikan masalah maka dia akan bertengkar dengan temannya jika tidak setuju atau mempunyai masalah dengan temannya. Begitulah adanya anak, mereka suka meniru apa yang mereka saksikan. Kedua, anak mudah menjadi stress. Orang tua adalah tempat anak berlindung dari rasa khawatir dan cemas. Ketika anak takut dengan sesuatu atau apapun dia akan mencari dan berlari kepada orang tua karena orang tua adalah tempat berlindung.

Apa yang dipikirkan anak jika tempat dia berlindung sedang bertengkar di This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com depannya. Orang yang menjadi tempatnya berlindung sedang marah di depannya. Anak akan stres karena doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tahu kemana harus berlindung ketika dia mengalami rasa takut atau khawatir.

Ketiga, si anak malah cenderung memiliki bahasa buruk. Bertengkar biasanya identik dengan teriakan dan makian yang dilontarkan satu sama lain. Jika orangtua melakukan hal tersebut di hadapan anak, maka bisa membuatnya jadi mengerti bahasa yang dilontarkan. Mendengar kata-kata itu bisa membuat si anak jadi mengikuti dan terbawa dalam pergaulannya.

Keempat, hilang rasa percaya anak kepada orang tua. Yang diharapkan ketika anak mendapatkan masalah adalah anak mendapat solusi dari orang yang paling dekat dengan si anak, yaitu orang tua. Orang tua adalah tempat bergantung sepanjang hidupnya jika anak mendapat masalah. Cara ini adalah pilihan yang paling tepat jika anak minta solusi kepada orang tua. Namun, hal ini tidak terjadi jika orang tua sering bertengkar di depan anak. Mungkin tidak bertengkar di depan anak tapi anak mendengar orang tuanya bertengkar, ini sama saja.

Anak tahu bahwa orang yang menjadi tumpuan masalahnya bertengkar di depannya. Maka akan terkikis rasa percaya anak kepada orang tuanya. Dan yang kelima adalah biasanya si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Ketika mendengar keributan atau pertengkaran di dalam rumah, bukan tidak mungkin si anak akan mencari ketenangan di luar rumah. Misalnya, anak remaja yang mendengar pertengkaran itu mungkin dirinya akan mencari ketenangan di luar rumah dengan melakukan hal-hal negatif.

Hal negatif yang dilakukan, seperti merokok, minum minuman beralkohol, keluar malam bersama temannya, dan hal lainnya. Disamping itu, suatu perlakuan yang tidak baik atau tidak pada tempatnya pada diri seseorang itu akan selalu membekas dimanapun berada, terus terkenang seumur hidup pada diri seseorang tersebut.

Bagaimana dengan posisi dosen yang dikatakan bahwa dia disebut sebagai pelayannya mahasiswa dalam hal ilmu? Pantaskah orang yang berilmu mempraktekkan hal-hal seperti itu? Sepertinya cerita para senpai waktu aku kuliah D3 dulu itu memang benar adanya kalau ada beberapa senpai ada yang pernah dimarah-marahi di tempat umum, dipermalukan ditempat umum oleh dosen, dll. Akhirnya terjadi juga deh denganku. Malahan bisa jadi yang terjadi padaku ini lebih heboh lagi daripada yang sudahsudah. Kejadianku ini bisa jadi memang dianggap biasa untuk kalangan tertentu, dianggap biasa karena menunjukkan siapa yang berkuasa dan yang dikuasai.

Seseorang itu akan This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com terbuka semua jati dirinya saat dia diberi kekuasaan, jabatan, pangkat atau kedudukan tertentu seperti apa yang telah dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat ke 16 bernama Abraham Lincoln sebagai berikut: ’’Hampir semua orang dapat menanggung kemalangan, tapi jika Anda ingin menguji watak manusia, cobalah mereka diberi kekuasaan’’.

Saat itu, saat temanku mau bimbingan, ada juga temanku dari sastra yang juga dimarahmarahi oleh salah satu dosen yang berada di jimusho karena saat mau bimbingan kepada beliau dia dianggap salah dalam menggunakan diksi atau pilihan kata dalam ber-sms dengan beliau. Bahasa sms-nya tersebut dianggap kurang menunjukkan makna kesantunan dalam berbahasa.

Kemudian temanku itu akhirnya dimarah-marahi di depan dosen-dosen yang lain. Aku jadi merasa kasihan saat temanku bercerita sambil menangis kepada aku dan Siska. Apalagi saat oknum dosen tersebut marahnya sambil membawa-bawa namaku dan Nunung temanku. Aku pun langsung cerita juga ke temanku si Nunung. Kontan saja si Nunung marah setelah mendengar ceritaku itu. Bedanya marahnya si Nunung hanya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan diam saja sedangkan aku orangnya terbiasa untuk kritis dan selalu ada aksi kalau ada seseorang yang sudah menyinggung diriku.

Kemudian saat itu pas posisi kebetulan sedang on line facebook aku pun mengungkapkan semua kemarahanku di dunia maya. Karena aku tidak terima karena marah kepada orang lain namaku dibawa-bawa juga. Saat itu aku tidak terima dari kalimat berikut ini: ’’Anda mau nasib Anda seperti Santos dan Nunung?’’. Karena aku belajar linguistik aku pun marah dengan makna kata nasib yang digunakan pada kalimat tersebut.

Menurut KBBI kata nasib disebutkan maknanya adalah sesuatu yang ditentukan oleh Tuhan terhadap diri seseorang. Secara pragmatik, psikolinguistik dan sosiolinguistik makna kata tersebut tidak layak dipakai oleh seorang dosen saat memarahi mahasiswanya apalagi ditempat umum. Karena yang berhak menentukan nasib itu bukan manusia biasa seperti kita, tetapi Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, Allah SWT yang Maha Segala-galanya. Dosen juga manusia biasa, tidak bisa menggantikan posisi Tuhan, Allah SWT Sang Pencipta makhluk-Nya yang menentukan nasib, jodoh, rejeki dan lain-lain.

Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada yang lainnya. Tugas manusia biasa hanyalah berusaha dan berdoa saja atau bahasa prokemnya biasa dikenal dengan DUIT (Doa, Usaha, Iman, dan Tawakal). Orang lain boleh menganggapku heboh, durhaka kepada orang tua/dosen atau apalah aku pun tidak memperdulikannya setelah itu. Karena dalam aku bertindak karena ada hadits yang berbunyi: ’’Katakanlah yang benar itu benar adanya walaupun itu terasa pahit’’. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Itulah aku.

Aku memang sudah terbiasa seperti itu kalau sedang mengkritisi sikap seseorang yang kurang bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya (dzalim) aku selalu ikut andil untuk mengkritisi orang tersebut, siapa pun orangnya. Karena tidak ada mahasiswa yang salah, yang ada adalah dosen yang salah mendidik sebagaimana halnya tidak ada prajurit yang salah, yang ada adalah Jendral yang salah memberi arahan, perintah, atau instruksi.sebagaimana orang tua yang menyalahkan anak atau anak muda, tidak ada anak muda yang salah karena orang tualah yang salah mengasuh, orang tua pernah muda tetapi anak atau anak muda belum pernah tua jadi bijaklah dalam mendidik .

Sebagai pendidik yang menjadi panutan bagi anak didiknya semua, seorang guru, dosen atau pendidik apapun bidang ilmunya, apabila ingin dikatakan sebagai pendidik yang baik, paling tidak hendaklah seperti yang diungkapkan pada lirik lagu Hymne Guru berikut ini: Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru Namamu akan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengadianmu Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan bangsa Insan Cendekia (Hymne Guru, Karya: Sartono).

MENINGGALNYA PAK DOKTER Di pagi buta itu, saat aku sedang santai habis selesai mengerjakan sholat Subuh, tibatiba aku dengar HP ku berdering di kamarku. Saat aku membuka hand phone, ku lihat ada sms baru yang masuk di Hpku. Setelah aku membukanya ada tulisan pesan dari sahabatku Barruna yang rumahnya pernah aku tumpangi selama hampir 4 tahun disana.

Sms tersebut berbunyi sebagai berikut: ’’Assalamu’alaikum wr. Wb. Ntoss, Papaku ora ono.Papaku ninggal’’. Aku pun kontan kaget mendengar berita itu hampir tidak mempercayainya soalnya beberapa bulan sebelumnya aku masih bisa bertemu dengan beliau masih dalam keadaan segar bugar atau sehat walafiat.

Terus aku pun membalas pesan sahabatku itu begini: ’’Innalillahi wa innailaihi rojiun’’.Yang sabar ya Odi, aku juga pernah mengalami This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com apa yang km rasakan saat ini.

Oya, trus posisi doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sekarang sdg dimana? Di Kudus atau Wanamukti, Odi?’’ Kemudian Barruna membalas lagi pesanku sebagai berikut: ’’Lg di Wanamukti Semarang.’’. Setelah mendapat sms itu, aku pun pamit untuk mohon ijin kepada Ibuku untuk berangkat pagi itu juga menuju kota Semarang. *************************************************************************** Beliau berusia genap 62 th saat tutup usia pada tanggal 2 Maret 2014 kemarin.

Beliau dan keluarganya sangat baik kepadaku. Aku sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri meskipun aku tidak ada hubungan darah sekalipun. Aku pun merasa kehilangan akan sosok beliau. Kenapa sosok orang yang baik hati seperti beliau diberikan umur yang pendek sedangkan diluar sana banyak orang yang jahat umurnya panjang.

Yah, itulah takdir Allah SWT. umur, jodoh, rejeki dan maut tidak akan pernah tau kapan akan digariskan oleh-Nya. Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Soal waktunya kapan hanya Dia lah yang Tahu. Selama aku lulus kuliah D3 hingga sampai lulus S1 aku sudah diijinkan untuk tinggal di rumahnya beliau.

Aku diijinkan untuk tinggal dirumahnya beliau sejak tahun 2009 sampai 2012 tanpa harus membayar uang bulanan sepeserpun. Padahal kamarnya semuanya ada springbed, ac, tv, sofa serta perabotan rumah lainnya. Dan akupun diijinkan untuk memakai hampir semua fasilitas itu dengan gratis. Bahkan saat aku lagi tidak ada uang beliau seringkali memberiku uang, saat ayahku meninggal mereka juga ikut memberikan bantuan, saat aku lagi belum makan pasti beliau dan keluarga langsung mengajakku untuk makan dan lain-lain.

Begitu banyak hutang budi yang diberikan padaku oleh mereka. Semoga Allah SWT yang akan membalas semua kebaikan mereka padaku. Amin YRA. Beliau adalah seorang dokter spesialis anestesi yang sudah menjadi PNS dan sudah bekerja di RSI (Rumah Sakit Islam) di daerah Kudus dan terkadang juga ada sesekali panggilan di RS Karyadi Semarang.

Tapi sayangnya orang sebaik itu kenapa Tuhan memberikan umur yang pendek di dunia ini. Yah.semoga saja semua dosanya diampuni oleh-Nya, dilipatkan semua pahalanya dan diberikan tempat yang terindah disisi-Nya. Amin. YRA. Apalagi kata keluarganya saat berpulangnya beliau saat hendak beribadah ke tanah suci di jalan-nya Allah SWT.

Insya Allah beliau tergolong hamba yang meninggal dalam keadaan yang baik (syahid). Amin YRA. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com HANCURNYA MAGHLIGAI PERNIKAHANKU Pada awal 2012 Tegar memutuskan untuk menikah.

Akhirnya atas perkenalan yang tidak terlalu lama Tegar pun menikah dengan seorang wanita yang berstatus janda kembang bernama Asih. Aku (Tegar) kenal calon istriku itu saat temanku memberikan nomor HP-nya Asih. Saat itu, kebetulan temanku aku undang untuk ikut ngaji pada acara 40 hari meninggalnya ayahku. Kemudian setelah kenalan lewat telepon itu akhirnya dia aktif untuk menghubungiku. Dan akhirnya tanggal 26 Maret 2012 kami pun melaksanakan acara pesta pernikahan di kediaman istriku yang berada di desa Pakelan Kecamatan Sambirejo, Wirosari Kabupaten Grobogan.

Empat hari sesudah acara pesta pernikahanku selesai, akupun berniat hendak mengambil hasil foto atau gambar dan video saat pesta pernikahan kami. Kebetulan baju pengantin, fotografer dan video shooter (tukang video) saat mengambil gambar dan video di acara pernikahanku, semuanya adalah miliknya kakak dari bapak mertua.

Di desa Pakelan, Jawa Tengah, kakak dari ayah mertua biasa dipanggil dengan panggilan budhe kalau dia perempuan dan kalau laki-laki biasa dipanggil pakdhe. Kakak dari mertua itu sudah biasa untuk menyewakan baju pengantin beserta tratak, fotografer, tukang video (video shooter) dan rias pengantinya pun dikerjakan oleh budhe dan pakdhe sendiri.

Aku berangkat ke rumah pakdhe dengan berkendara sepeda motor matik sendiri menuju ke rumahnya. Sesampainya disana rumah tampak sepi, aku mengira pakdhe dan budhe pada keluar rumah ternyata masih ada pakdhe yang lagi masak ikan asin kesukaanku. Pakdhe meskipun seorang cowok masakannya ternyata enak setelah aku dipaksa untuk mencicipinya.

Setelah selesai makan aku mencoba bertanya kepada pakdhe:’’ Kok budhe tidak kelihatan kira-kira lagi dimana orangnya, Pak dhe?’’. Pakdhe pun menjawab: Budhe mu lagi di rumah sakit, ada kerabat dari budhemu yang lagi opnam disana jadi budhemu sudah berangkat duluan tadi pagi dan rencana nanti malam pakdhe mau nyusul, jadi terpaksa budhe dan pakdhe nanti malam mau nginep di rumah sakit.

Sudah jadi kebiasaan di keluarga istriku kalau ada saudara atau kerabat yang lagi sakit di opnam di rumah sakit tidak akan afdol jika belum ikut menungguinya meskipun hanya sampai menginap semalam saja.

Akupun menjawab:’’Oh begitu’’. Kemudian akupun bertanya lagi kepada pakdhe: Oya foto sama video pernikahanku apa sudah jadi pakdhe?’’. Pakdhe kemudian menjawab:’’Udah dik, ada dikamarku nanti aku ambilin ya’’. Saat sambil This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com makan pakdhe udah selesai duluan kemudian masuk ke kamarnya dan biasalah pakdhe sambil nyanyi-nyanyi tembang Jawa kesukaannya berjudul Yen ing Tawang Ana Lintang di kamar.

Yen ing Tawang Ana Lintang Yen ing tawang ana lintang (Kalau di langit ada bintang) Yen ing tawang ana lintang, cah ayu (Kalau di langit ada bintang, anak cantik) Cah ayu di sini bisa diterjemahkan juga dengan : sayang, anak manis, dll Aku ngenteni tekamu (Aku menunggu kedatanganmu) Maksudnya menunggu kedatanganmu (ke dunia), kelahiranmu, kelahiran anaknya Anjar Any Marang mega ing angkasa, nimas (Kepada awan di angkasa/ langit, manis) Ni Mas juga artinya mirip dengan : sayang, anak manis, dll ( Ni = wanita, Mas = yang dihormati) Sun takokke pawartamu (Kutanyakan beritamu) Tanya ke angkasa / langit, karena dia tidak tahu situasi di ruang bersalin, apa sudah lahir apa belum, ibunya sehat apa nggak, dll.

Bait Kedua : Janji-janji aku eling, cah ayu (Setiap saat saya ingat, anak manis) Maksudnya mengingat situasi di ruang bersalin yang ‘menegangkan’yang sudah pernah menunggu istri melahirkan (di luar ruang bersalin), tentu tahu hal ini. Sumedot rasaning ati (Seakan mau ditinggal mati, rasanya di hati) Sumedot = putus (hubungan dengan seseorang), seperti mau ditinggal pergi jauh, atau ditinggal mati.

This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Maksudnya Pak Anjar Any ini sangat takut dengan keselamatan si jabang bayi yang akan dilahirkan itu.

Lintang-lintang ing wiwingan (Bintang bintang di langit) Maksudnya bintang-bintang jadi saksi Tresnaku sundul wiyati (Cintaku sangat tinggi, sangat dalam) Maksudnya cinta kasih kepada sang anak Reff : Dek semana, janjiku disekseni (Kala itu, janjiku disaksikan) Mega kartika, kairing rasa tresna asih (Mega / awan ‘dan’ bintang, teriring rasa cinta dan kasih) Yen ing tawang ana lintang,cah ayu (Kalau di langi ada bintang, manis) Rungokna tangising ati (Dengarlah tangisnya hati) Sinareng swaraning ratri, nimas (Teriring suaranya malam, manis) Ngenteni ‘mbulan ndadari –> ‘mbulan dari kata rembulan (Menanti munculnya rembulan ‘dengan bundarnya’) Waktu itu rembulan sedang pada posisi besar / bulat.

—oo00oo– (Karya: Waljinah) Jadi, lagu diatas (oleh si pengarang) ditujukan kepada anaknya, menceritakan bagaimana ‘bingungnya’ menunggu saat-saat kelahirannya. Atau kalau kita nyanyi ya bayangkan untuk anak /cucu/ kemenakan kita yang masih kecil. Sedangkan aku belum menyelesaikan makanku. Kemudian saat masih di kamar pakdhe sambil menyahut kepadaku: ’’Habis makan nanti piringnya langsung ditaruh di dapur ya dik, gak perlu dicuci piringnya’’. Akupun langsung menjawab:’’Iya pakdhe’’.

Kemudian, This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com setelah mendapatkan album foto dan kepingan cd rekaman saat pesta pernikahan aku pun doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan pamit pulang kepada Pakdhe. *************************************************************************** Akupun tidak pernah menduga sebelumnya tentang istriku, kalau ternyata dia tidak pernah mau untuk mendengarkan semua nasehatku.

Pas saat kenal pertama kali dulu hal yang baik-baik aja yang sering diceritakan kepadaku. Diantaranya: dia pernah tinggal di pondok pesantren di daerah Rembang, Jawa Timur dan sekolah di MAN 1 Rembang. Tapi selama aku mengenalnya sebagai istriku belum ada satu sikap yang mencerminkaan akhlaq yang baik terhadap ibu kandungnya dan termasuk aku.

Dia akan bersikap baik kepada orang yang dia sukai saja. Ibu kandungnya pun sering ia lawan. Aku tidak tahu kenapa dia bisa bersikap begitu. Cukup lama aku untuk bersabar diri. Entah semua kesalahan dari ayahnya yang mendidik kah atau ibunya kah? Sampai-sampai terbentuk karakter yang keras kepala seperti itu. Wajahnya sih banyak orang bilang lumayan cantik tetapi hatinya tidak secantik wajah yang dimilikinya.

Suatu hari, saat aku pulang kerja dari Semarang akupun tidak memberi tahu langsung kepada istriku kalau aku mau pulang malam-malam ke rumahnya. Sesampainya di rumah istriku, kira-kira jam 22 malam akupun dikejutkan oleh tamu yang tak diundang pada malam itu. Dua orang pria yang berumur sekitar 45th-an ke atas kalau aku perhatikan orangnya malam itu. Dua orang tersebut bersembunyi di sebelah utara di luar kamar istriku. Saat aku ambil senter dan aku sinari wajah mereka dengan senter akupun akhirnya tahu siapa mereka.

Karena kaget melihat aku yang datang tiba-tiba saat aku senteri wajahnya akhirnya salah satu dari mereka melempari aku dengan tanah yang kering sambil mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Jawa sebagai berikut: ’’Modara kowe !

Modara kowe! ‘matilah kau! matilah kau!’ untungnya lemparannya sedikitpun tidak ada yang mengenaiku. Akhirnya akupun langsung lapor kepada RT setempat. Sesampainya di rumah sang RT, aku menceritakan semua kejadian yang menimpaku saat itu. Kemudian kasusnya pun harus sampai berurusan dengan polisi. Sehari kemudian polisi mencari keterangan tentang keberadaan dua orang tersebut. Saat polisi itu hendak mencari-cari kedua orang itu, ternyata mereka malah ketakutan dan kabur selama tiga hari.

Kemudian, barulah mereka ditemukan oleh polisi. Karena kabur saat hendak dimintai keterangan oleh polisi akhirnya mereka dikenai denda sebesar 4 juta rupiah untuk masingmasing tersangka karena sebagai uang damai atas ulah mereka yang malam-malam telah This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com mengganggu ketenangan rumah tangga orang lain.

Akupun tidak tahu maksud tamu tersebut yang datang malam-malam dirumah istriku saat itu, apakah istriku sendiri yang mengundangnya ataukah tamu tersebut sendiri yang mendatanginya ataukah sudah terbiasa datang sendiri? Itulah pertanyaan yang selalu muncul dalam hatiku saat itu. *************************************************************************** Setelah sekitar 2 tahun lebih usia pernikahan kami berjalan, akhirnya kami pun resmi bercerai dari pengadilan agama setempat karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk melihat dia tidak patuh terhadapku.

Dia tidak mau patuh terhadapku dengan alasan apa aku pun tidak tahu. Yang terpenting aku harus menghadapi semua kenyataan yang sudah terjadi. Apalagi saat ada kejadian itu, saat dia sedang tak suruh dirumahku dulu. Aku berpesan ke dia kalau jangan pulang ke rumah orangtuanya sebelum aku datang. Eh, ternyata dia sama sekali tak menghiraukan apa yang aku pesankan padanya. Tau-tau malah pulang ke rumah orang tuanya tanpa pamit denganku. Setelah aku jemput baik-baik dirumahnya dia, eh malah bilang kepadaku kalau mau nyari laki-laki lain yang lebih baik dariku.

gampang banget katakatanya.!! Oh sebegitu mudahnya bilang kepadaku begitu? Hanya karena habis bertengkar dengan saudaraku dirumahku langsung begitu gampang mengatakan hal seperti itu padaku? Ya sudahlah. Ah, whatever. Itu hak dia mau berkata apa saja tentangku. Aku mm bukanlah lelaki yang sempurna karena dari segi fisik aku memang bukan tipe lelaki yang bertubuh ideal sesuai apa yang diidam-idamkan oleh para kaum hawa pada umumnya.

Itulah cinta. 恋 愛は旅である。Ren-ai wa tabi de aru. Love is a journey. ‘Cinta adalah sebuah perjalanan.’ Adakalanya dalam menempuh perjalanan itu berbuah manis dan ada kalanya juga berbuah pahit. Life must go on. There’s rendezvous, there’s farewell. 別れ会がある。Wakarekai ga aru. Anyway.Kabhi alvida naa kehna. Whatever. ☆ Kabhi Alvida na Kehna ☆ Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Far apart though we will be Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna.

Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan selamat tinggal Jitni thi khushiyan, Sab kho chuki hai All the mirth in life has slipped away slowly Semua kebahagiaan hidup berlalu berlahan lahan Bas ek gham hai ke jaata nahin It’s the pain that refuses to go away Hanya kesedihan hati yang tidak mau pergi Samjha ke dekhabehla ke dekha Tried to wish it away tried to laugh it away Aku berusaha untuk menangis dan tertawa Dil hai ke chain is ko aata nahin.

Aata nahin. But the heart fails to find peace Fails to find peace Tapi hati ini tak merasa tenang, tak merasa tenang Ansoon hai ke hai angaare Are these tears? Or it is cinder? Apakah ini air mata atau bara api? Aag hai ab ankhon se behna Just fire that flows freely from my eyes Tidak, rasanya ini seperti percikan api yang mengalir dari mataku Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Ruth aarahi hai, ruth jaa rahi hai Seasons come and go Musim silih berganti Dard ka mausam badla nahin But the season of pain is here to stay Tapi musim luka tidak pernah berubah Rang ye gham ka, Itna hai gehra The shade of sorrow is so deep Warna penderitaan begitu dalam Sadiyon bhi hoga halka nahin Halka nahin That it will take a while to pale Dan akan makan waktu untuk mereda Kaun jaane kya hona hai Who knows what’s to happen ahead Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya Humko hai ab kya kya sehna Who know’s what’s in store for us to hear Siapa yang tahu,apa kita yang harus menanggung Kabhi Alvida Never say Jangan pernah ucapkan Kabhi Alvida na Kehna This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Tumko bhi, hai khabar Mujhko bhi hai pataa Your heart knows And so does mine Hanya hatimu yang tahu dan juga hatiku Ho raha hai judaa dono ka raasta That our roads are meant to part Dan jalan hidup kita akan berpisah jauh entah kemana Door jaake bhi mujhse, tum meri yaadon mein rehna Far apart though we will be Please don’t go away from my memories Kau akan hidup dalam kenangan ku bahkan setelah kau pergi Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kabhi Alvida na Kehna Never say goodbye Jangan pernah ucapkan selamat tinggal (Alka Yagnik dan Sonu Nigam) This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Setelah surat perceraian kami resmi dikeluarkan dari pengadilan agama setempat, kemudian mantan istriku datang ke rumahku untuk meminta maaf dan mencoba untuk membujukku untuk rujuk kembali.

Aku pun berkata kepadanya:’’Ya, sudahlah.mungkin jodoh kita dari Allah SWT hanya sampai disini saja. Semua yang terjadi biarlah terjadi. Aku sudah memaafkan semuanya dan semoga kamu juga mau untuk memaafkan atas keputusanku ini. Aku tidak mau untuk melanjutkan kisah cinta ini lagi. Aku hendak melanjutkan mengejar impianku saja. Kalau kamu bilang ingin mencari lelaki yang lebih baik dariku, ya silakan saja kalau itu keputusanmu dan keputusanku pun kamu harus bisa menghargainya’’.

Untuk sementara waktu ini, aku belum mau untuk terjerat cinta lagi. Karena kisah cintaku itu hanya semu dan bak fatamorgana.

Dia begitu mudahnya merusak dan menghancurkan maghligai pernikahan kami dengan begitu mudahnya dengan berkata-kata seperti itu. Mantan istriku ternyata tidak tulus mencintaiku. Dia hanya cinta dengan dirinya sendiri, dia hanya bisa berpikir bagaimana agar bisa makan enak, tidur nyenyak, beli baju, uangnya cukup terus buat keperluannya, dan lain-lain. Gaya bicaranya pun kepada suami masih sering memakai bentuk bahasa (leksikon) loe-loe dan gua-gua seperti anak gaul layaknya anak ABG Jakarta, karakternya tidak mencerminkan seperti gadis Jawa dari kampung pada umumnya.

Bahasa itu memang mencerminkan identitas seseorang. Istri yang terlalu meninggikan egonya terus-menerus hanya akan menjadi racun dalam rumah tangga. Aku harus ikhlas menerima semua kenyataan yang ada.

Seperti halnya tembang campursari yang dilantunkan oleh Didik Kempot dan Eny Sagita yang berjudul ’’Ikhlas.’’ Trimo mundur timbang loro ati Lebih baik mundur daripada sakit hati Tak oyaka wong kono wis lali Tak kejarpun orangnya sudah lupa Pancen wis nasibku iki Memang sudah menjadi nasib ku Nandur becik tukule kok dilarani Menanam kebaikan namun tumbuhnya malah rasa sakit Trimo ngalah aku wis ra betah Lebih baik mengalah aku sudah tidak sanggup Tak tangisono malah mung gawe susah Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Karepe wis ngajak pisah Penginnya dah ajak berpisah Karo aku wis ra karep omah-omah Dengan aku sudah tidak mau rumah tangga Nangis aku isin senadjan loro ing batin This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Aku nangis dan malu walaupun sakit di batin Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan lahir dan batin.

Tresno sing rembuyung saiki wis dadi garing Cinta yang mekar sekarang sudah mengering Aku lilo pisah kanti lahir batin Saya rela pisah lahir dan batin.

(Dipopulerkan oleh: Didi Kempot dan Eny Sagita) Sebagai seorang yang pernah menjadi suaminya aku merasa cuma dianggap sebagai suami pelengkap saja dalam hidupnya kalau memang lagi dibutuhkannya saja. Buktinya? Ayahnya terus yang dibesar-besarkan namanya, uangnya, kehebatannya dan lain-lain. Oh Cinta. Cinta itu datang dan pergi dengan mudahnya Cinta itu begitu sakit kalau sudah merasuk di hati. Kalaupun sampai berpisah akan lebih terasa hancur sekali. Perih, seperti terasa tertusuk duri Cinta sejati hanya ada pada diri Tuhan dan seorang hambanya Cinta terhadap sesama hanyalah semu dan bak fatamorgana Cinta yang tulus itu memang susah untuk dicari Cinta yang penuh dengan pengorbanan hanya sedikit sekali Biarlah semua berlalu Biarlah ku tutup masa laluku dengan lembaran baru Cukuplah aku dan Tuhanlah yang boleh tahu.

Selamat tinggal sang mantan.semoga kau mendapatkan jodoh yang lebih baik doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan lagi. Sayounara daisuki na hito. さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 まだ 大好きな人 くやしいよ とても 悲しいよ とても もう かえってこない それでも私の 大好きな人 This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com 何もかも忘れられない 何もかも捨てきれない こんな自分がみじめで 弱くてかわいそうで大きらい さよなら さよなら 大好きな人 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 泣かないよ 今は 泣かないで 今は 心 はなれていく それでも私の 大好きな人 最後だと言いきかせて 最後まで言いきかせて 涙よ 止まれ さいごに笑顔を 覚えておくため さよなら 大好きな人 さよなら 大好きな人 ずっと 大好きな人 ずっとずっと 大好きな人 ずっとずっとずっと 大好きな人 Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Mada daisuki na hito Kuyashii yo totemo kanashii yo totemo Mou kaette konai sore demo watashi no daisuki na hito Nanimo ka mo wasurenarenai nanimo ka mo sute kirenai Konna jibun ga mijime de yowakute Kawaisou de daikirai Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Nakanai yo ima wa nakanaide ima wa Kokoro hanarete yuku sore demo watashi no daisuki na hito Saigo da to iikikasete saigo made iikikasete Namida yo tomare saigo ni egao wo Oboete oku tame Sayonara daisuki na hito sayonara daisuki na hito Zutto daisuki na hito Zutto zutto daisuki na hito Zutto zutto zutto daisuki na hito Terjemah Bahasa Indonesia: Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku masih mencintaimu Aku sangat kesal, aku sangat sedih Kau tidak akan kembali lagi, tapi aku masih mencintaimu Aku tidak bisa melupakan semuanya, aku tidak bisa membuang segalanya Aku sengsara dan lemah Dan menyedihkan, aku benci diriku Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu cinta padamu Aku tidak akan menangis sekarang, jangan menangis sekarang Meskipun hati kita tumbuh jauh terpisah, aku masih mencintaimu Aku selalu mengatakan itu adalah waktu terakhir, aku terus mengatakan sampai akhir Aku akan menghentikan air mataku, sehingga kamu tersenyum Apakah hal terakhir yang kuingat.

Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal kekasihku Aku akan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan mencintaimu Aku akan selalu, selalu mencintaimu Aku akan selalu, selalu, selalu mencintaimu. (Oleh: 花々 Hanabana) MELANJUTKAN KULIAH DI PASCASARJANA This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Semenjak perceraian itu, aku pun berkeinginan untuk melanjutkan kuliahku lagi.

Aku ingin melanjutkan studiku di pascasarjana di Bandung Jawa Barat. Pada bulan Juli 2014 akhirnya aku dinyatakan diterima di program pascasarjana di salah satu PTN di kota Bandung, Jawa Barat.

Keinginanku untuk melanjutkan belajar bahasa Jepangku ke tingkat pascasarjana di UNPAD (Universitas Padjadjaran) Bandung akhirnya terlaksana juga. Pada awalnya aku pun masih merasa bingung dan masih memikirkan bagaimana dengan biaya untuk kuliahku nanti? terutama bagaimana dengan biaya kehidupannya nanti? Akhirnya dengan modal yang pas-pasan dengan tekad dan niat yang tulus aku berharap semoga Allah SWT memberikan jalan yang mudah dalam aku menuntut ilmu nanti. Tanah warisan satu-satunya aku pun terpaksa menjualnya demi untuk meraih cita-citaku itu.

Alhamdulillah, akhirnya kakakku yang sudah lama tinggal di Kalimantan bersedia untuk membantuku dengan membeli tanah warisan orangtua yang bagianku satu-satunya untuk dibelinya agar saat butuh bayar SPP dan kebutuhan kuliah lainnya bisa memberinya sedikit demi sedikit. Dengan terpaksa juga jadual ngajarku di LPK dan lainnya aku tinggalkan semua demi meraih masa depan yang lebih cerah lagi.

Hanya jadual ngajar di satu sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di daerahku yang tidak aku lepas karena aku dikontrak ngajar pas semester genap saja dan akupun bisa mengerjakannya di saat sedang liburan semester sehingga tidak akan mengganggu aktivitas dan waktu kuliahku. Karena masih blank dengan jalan, pada saat akan berangkat ke Bandung untuk pertama kalinya aku pun memutuskan naik travel untuk menuju ke Bandung untuk mengikuti seleksi masuk menjadi mahasiswa baru program pascasarjana yang akan diselenggarakan disana.

Sebelum mengikuti ujian masuk seleksi pascasarjana aku menginap di kontrakan temanku bernama Bahri Zumanto di daerah Cinunuk karena aku belum hapal tentang semua jalan yang ada di Bandung, dengan niat agar kalau ada perlu sesuatu biar ada yang membantu untuk menunjukkan jalan atau mengantarkannya.

Pada hari sebelum tes wawancara ke DU aku dan temanku berkeliling dengan mengendarai motor berdua untuk survei tempat dulu kira-kira dimana lokasi tempat yang akan dipakai untuk ujian wawancara pada esok harinya. Kemudian, keesokan harinya aku berangkat menuju Dipati Ukur dengan mengendarai motor temanku. Temanku tidak bisa mengantarkan aku untuk mengikuti test wawancara ke DU karena lagi ada acara bisnis ke daerah Bekasi.

Makanya dia menyuruh aku untuk membawa This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com motornya saat hendak mengikuti ujian wawancara masuk Pascasarjana UNPAD, Bandung Jawa Barat. Saat di kampus pascasarjana UNPAD Jatinagor, tanpa sengaja aku berkenalan dengan dosen yang berstatus profesor disana. Beliau orang yang baik hatinya, ramah dan kelihatan penuh dengan kasih sayang. Semoga aku juga bisa mencapai gelar profesor seperti beliau nanti.

Amin YRA. Dari kisah perjalananku menuntut ilmu, dimulai dari TK hingga saat ini, seakan-akan aku baru saja menempuh perjalanan kira-kira selama seribu kilometer. Dari kurun waktu tersebut terdapat banyak hal yang aku hadapi. Dimulai dari yang menyenangkan, menyedihkan, menyulitkan, mengharukan, memalukan dan sebagainya. Kira-kira kisah perjalanan kilometer selanjutnya dalam aku mencari ilmu dan mengejar impianku nanti kedepannya ada apa lagi ya.

aku pun belum mengetahuinya. Semoga nanti aku bisa melanjutkan menuntut ilmu di negeri Sakura dan menikah lagi dengan gadis dari sana setelah selesai menuntut ilmu dari Universitas Padjadjaran. Amin YRA. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Sebagai manusia biasa Tegar hanya bisa berdoa dan berusaha.

Dia hanya bisa berharap semoga Tuhannya, Allah SWT akan selalu memberikan jalan yang terbaik untuknya. Amin YRA. Sampai jumpa pada kisah selanjutnya.Sayounara. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 1991, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Aji, Yusuf Bay. 2009. Konsep Ruang dan Waktu dalam Primbon serta Aplikasinya pada Masyarakat Jawa. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Al Qura, Abu Izzah. 2009. Materi Praktis Menjadi MC dan Pidato Handal. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan AlHikmah. Amrih, Pitoyo. 2008. Ilmu Kearifan Jawa. Yogyakarta: Pinus Book Publisher. Bratawijaya, Thomas. 2006.

Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Endraswara, Suwardi. 2003. Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme Dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta Endraswara, Suwardi. 2009. Mutiara Wicara Jawa. Pandom Pranatacara lan Pamedharsabda (Cetakan ketiga).

Yogyakarta: UGM Press. Endraswara, Suwardi. 2010. Falsafah Hidup Jawa:Menggali Mutiara Kebijakan dari Intisasi Filsafat Kejawen (Cetakan ketiga). Yogyakarta: Cakrawala. Gumilar & Sulasman. 2013. Teori-teori Kebudayaan: dari teori hingga aplikasi, Bandung: Pustaka setia. Ghazali. 1994. Ta’lim Muta’alim: Kiat Sukses dalam Menuntut Ilmu (Terjemahan). Jakarta: Rica Grafika. Hariwijaya, M. 2004. Tatacara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa. Yogyakarta: Hanggar Kreator.

Harsrinuksmo, Bambang, Primbon. Ensiklopedi Nasional Indonesia V.13, Jakarta. Hartoko, Dick. 1984. Pengantar Ilmu Sastra, Jakarta: PT.Gramedia Haq. Muh Zaairul. 2011. Mutiara Hidup Manusia Jawa. Yogyakarta: Aditya Media Publishing. Imam, S. Suwarno. 2005. Konsep Tuhan, Manusia, Mistik dalam Berbagai Kebatinan Jawa. Jakarta: Rajawali Press Kutha.R.Nyoman. 2004. Teori dan Metode, dan Praktik Penelitian Sastra.

Jogyakarta: Pustaka Pelajar Maha Primbon, Djawa Tahun 1912 M. Amin Abdullah. 1995. Falsafah Kalam di Era Postmodernisme, Cetakan.

I, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Mudzakir, dkk.1997. Filsafat Umum. CV. Pustaka Setia: Bandung Munir, Misnal, dkk. 2006. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Margono. 2003. Tulada-Tulada Tanggap Wacana Basa Jawa. Surabaya: Karya Utama. Pasha, Lukman. 2011. Butir-butir Kearifan Jawa. Yogyakarta: Azna Books.

Pringgawidagda, Suwarna. 1998. Gita Wicara Jawi. Pranatacara saha Pamedharsabda. Yogyakarta: Kanisius. Poejosoedarmo, Soepomo dkk. 1979. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa-Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Prasetya, dkk. 2000. Filsafat Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Purwadi. 2003. Ramalan Sakti Prabu Jaya Baya. Yogyakarta: Persada Purwadi. 2010. Sejarah Asal-Usul Nenek Moyang Orang Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka. This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com Rachmatullah, Asep. 2010. Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Logung Pustaka. Radjiman. 2000. Konsep Petungan Jawa.

Surakarta: Pustaka Cakra Rahyono. 2009. Kearifan Budaya Dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widyasastra. Roqib, Moh. 2007. Harmoni dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Riley, Philip. 2008. Language, Culture, and Identity: An Ethnolinguistic Perspective. London: Continuum Salim. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: DEPDIKBUD Santoso, Anang. 2012. Studi Bahasa Kritis: Menguak Bahasa Membongkar Kuasa. Bandung: CV Mandar Maju Setiyanto, Aryo Bimo. 2007. Parama Sastra Bahasa Jawa. Yogyakarta: Panji Pustaka.

Simuh. 1979. Kajian Keislaman dalam Pandangan Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPI _______. 1979. Warisan Tradisi Hindu Kejawen. Kumpulan Makalah Seminar LIPPI Simuh. 2008. Mistik Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita. Jakarta: UI Press.

Suparni, Soedomo Sri. 2014. Akhir Sebuah Penantian. Yogyakarta: Multi Presindo. Suriasumantri, JS. 1991. Ilmu Dalam Perspektif. Jakarta: PT. Gramedia Sutedi, Dedi. 2004. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang.

Bandung: Humaniora Utama Press (HUP) Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Satra, Teori pengantar Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya Tjakraningrat, Harya. 1994. Attasadhur Adammakna. Solo: Buana Raya ___________, 1994. Betaljemur Adammakna. Solo: Buana Raya Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam, Dirasyah Islamiyah II. Jakarta: Raja Grafindo Persada SUMBER LISAN S. Domo (75 tahun).

2008. Marsiyem Darmi (61 tahun). 2008. INTERNET This PDF is Created by Simpo Word to PDF unregistered version - http://www.simpopdf.com https://herbalajah.wordpress.com/2012/06/25/turki-pun-punya-pondok/ diakses 18 Maret 2015 http://old.ui.ac.id/id/notice/archive/3949 diakses 18 Maret 2015 http://www.wikipedia.com diakses 19 Mei 2015 Lihat lebih banyak.

Komentar
cc:useGuidelines A related resource which defines non-binding use guidelines for the work. RDF users might be interested in our machine-readable RDF Schema.

A copy is also embedded in this document. • Developers Except where otherwise noted, content on this site is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International license Setiap manusia tentu saja tidak hanya merasakan bahagia, tetapi juga kecewa, sedih, gelisah, dan gundah gulana.

Nah kalau kamu seorang muslim yang sedang galau diterpa permasalahan hidup, mungkin kata-kata bijak islami bisa memberikan dorongan semangat dan menenangkan hati kamu. Pastinya tidak ada orang yang ingin merasa sedih hingga berlarut-larut.

Namun terkadang masalah memang datang secara tiba-tiba dan membuat hari-hari menjadi sepi dan terasa suram.

Risalah Tuhan atau perkataan orang saleh dengan kebijaksanaan yang luar biasa, bisa menghadirkan kekuatan tersendiri bagi yang memercayainya. Masalah apa pun yang dihadapi jadi terasa kecil dan tak ada artinya.

Orang beriman yakin jika masalah yang datang merupakan bentuk ujian dari Tuhan. Barang siapa bersabar dengan ujian yang dialami, maka akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Namun sebagi manusia wajar saja jika perasaan bersedih sering berlarut-larut ada dalam hati ketika cobaan itu dianggap berat. Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (13/8), inilah kata-kata bijak Islami yang penuh makna dan motivasi.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI foto: pexels.com Kebanyakan kata-kata bijak dari agama akan memberikan ketenangan batin bagi perenungnya.

Kata-kata bijak islami memotivasi diri untuk selalu berpikir positif, menjadikan hari-hari kamu lebih bermakna dan selalu ingat Sang Pencipta.

1. "Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan." (QS Al Insyirah 5) 2. "Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu." (Ali bin Abi Thalib) 3. "Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya dari dalam." (Abu Hamid Al Ghazali) 5. "Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu." (Ibnu Qayyim Al Jauziyyah) 6.

"Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik." (Ali bin Abi Thalib) 7. "Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain." (Jalaludin Rumi) 8.

"Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita." (QS At Taubah 40) 9. "Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati."(Ali bin Husein) 10. "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu.

Dan yang membencimu tidak percaya itu." (Ali bin Abi Thalib) 11. "Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai terhadap orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. Al Hadid (57): 23) 12. "Perbanyaklah istighfar di mana pun kita berada karena doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kita tidak mengetahui kapan turunnya ampunan Allah." 13.

"Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang dialami oleh orang-orang sebelummu? Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang dengan berbagai cobaan.

Sehingga Rasulullah bersama orang beriman berkata. "Kapan pertolongan Allah datang?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al Baqarah (2): 214) 14. "(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki mereka yang Kami turunkan kepada mereka." (QS.

Al-Hajj (22): 35) 15. "Orang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kemelaratannya, sehingga orang lain menyangka bahwa dia berkecukupan karena tidak pernah meminta." (Imam Syafi'i) 16. "Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu, barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu." (Imam Syafi'i) 17.

"Dan kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar?" (QS Al-Furqan) 18. "Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri karena hasil akhir dari semua urusan di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah. Jika sesuatu ditakdirkan untuk menjauh darimu, maka ia tak akan pernah mendatangimu. Namun jika ia ditakdirkan bersamamu, maka kau tak akan bisa lari darinya." (Umar bin Khattab) 19.

"Kekayaan yang hakiki bukanlah dari banyaknya harta. Namun kekayaan yang hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR.

Bukhari & Muslim) 20. "Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak." (HR. Ahmad) 21. "Barangsiapa diharamkan atasnya kasih sayang, maka segala bentuk kebaikan akan dihilangkan darinya." (HR Muslim & Ahmad) 22.

"Kebaikan tidak akan usang, dosa tidak akan dilupakan. Sementara Allah tidak pernah tidur, maka berbuatlah sesukamu tapi ketahuilah bahwa kelak kau akan dibalas." 23.

"Kita tahu ini haram, tapi kenapa kita terkadang masih melakukannya. Itu tandanya ilmu kita baru sampai di kepala, belum masuk sampai dalam hati." (Ust. Muhammad Nuzul) 24. "Tiap wadah itu memercikkan isinya. Jika yang keluar dari lisanmu busuk, maka berarti apa yang ada di dalam hatimu pun busuk." (Habib Jindan bin Bovel bin Jindan) 25.

"Jangan ucapkan segala yang kamu pikirkan. Tapi pikirkanlah segala yang kamu ucapkan." (Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf) 26. "Datangnya kematian tidak menunggu hingga kamu akan menjadi lebih baik. Jadilah orang baik dan tunggulah kematian." (Habib Ali Zainal Abidin) 27.

"Sayangilah mereka yang ada di bumi, niscaya mereka yang ada di langit akan menyayangimu." (HR. Tirmidzi) 28. "Perbanyaklah mengingat Allah, karena itu adalah obat, jangan buat dirimu terlalu banyak mengingat manusia, karena itu adalah penyakit." (Umar bin Khattab) 29. "Untuk mendapatkan apa yang kamu suka, pertama-tama kamu harus bisa bersabar dengan apa yang kamu benci." (Imam Ghazali) 30. "Saya menjadi lebih tenang ketika saya tidak mengurusi yang bukan menjadi urusan saya." (Ali bin Abi Thalib) 31.

"Terkadang, orang dengan masa lalu paling kelam akan menciptakan masa depan paling cerah." (Umar bin Khattab) 32. "Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi." (HR Bukhari) 33. "Apabila kawan muslim seorang digunjing dan dia tidak menyanggah padahal sebenarnya ia mampu membelanya, maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di akhirat." (HR. Al Baghowi dan Ibu Babawih) 34. "Janganlah menduga hal yang jelek dari sepatah kata yang keluar dari mulut saudaramu yang muslim, sementara kamu bisa menemukan sisi kebaikan dari perkataannya." (Umar bin Khattab) 35.

"Dunia itu hanyalah cita-cita yang sirna, ajal yang berkurang, dan jalan menuju akhirat, serta perjalanan menuju kematian." (Umar bin Khattab) 36. "Waktu malam itu panjang, maka janganlah engkau memendekkan dengan tidurmu! Waktu siang itu bersih, maka janganlah engkau menodainya dengan dosa-dosamu." (Yahya bin Muadz Ar-Razi) 37.

"Selalu ada pahala bagi setiap pelaku kebaikan kepada seluruh makhluk hidup." (Al Hadits) 38. "Apa yang aku larang untuk kalian, maka tinggalkanlah. Dan apa yang aku perintahkan, maka lakukanlah semampu kalian." (HR. Ahmad) 39. "Hukuman paling besar yang Allah timpakan pada seorang pendosa adalah ketika ia tidak lagi merasakan berbuat dosa." 40. "Kepada siapa api nerakan diharamkan?

Kepada orang yang senantiasa lemah lembut yang selalu memudahkan dan akrab dengan orang lain." 41. "Kebaikan dibalas kebaikan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (QS. Ar Rahman: 60) 42. "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam al-mizan (timbangan) daripada akhlak yang baik." (HR. Abu Dawud) 43. "Agar pedihnya ujian terasa ringan, hendaklah engkau tahu bahwa Allah-lah yang mengujimu." (Ibnu Athaillah) 44.

"Amal (ibadah) yang dicintai Allah adalah amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan meskipun sedikit." (HR. Muslim) 45. "Aku tak pernah sekalipun menyesali diamku. Tapi berkali-kali menyesali bicaraku." (Umar bin Khattab) 46.

"Jadilah seperti pohon yang tumbuh dan berbuah lebat. Dilempar dengan batu, tetapi membalasnya dengan buah." (Abu Bakar As Shidiq) 47. "Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." (Ali bin Abi Thalib) 48.

"Banyak persahabatan yang rusak, terjadi karena sebagian dari kita memilih untuk berbicara sambil menebar racun. Ketimbang berbagi tutur kata yang baik dan menyejukkan." 49. "Ilmu itu bukan yang dihafal, tetapi yang memberi manfaat." (Imam Syafi'i) 50. "Diam sampai kau diminta untuk berbicara itu jauh lebih baik daripada kau terus berbicara sampai diminta untuk diam." (Ali bin Abi Thalib) 51. "Allah menghitung semua amal perbuatan itu meskipun mereka doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan melupakannya.

Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu." (QS Al-Mujadillah (58): 6)) 52. "Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, 'kaya itu bukan lantaran banyak harta. Tetapi kaya itu adalah kaya hati'." (HR Muslim) 53. "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya." (HR Ahmad dan Al Hakim) 54.

"Setiap manusia memiliki kesalahan dan sebaik-baiknya yang bersalah adalah mereka yang bertobat." (HR. Ahmad) 55. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS Al-Baqarah (2): 286) 56.

"Barangsiapa yang mencari kemuliaan dengan cara yang tidak mulia, maka dia akan memperoleh kehinaan." (Luqman al-Hakim) 57. "Nasihat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya karena terasa pahit oleh hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang." (Imam Al Ghazali) 58. "Waktu adalah pedang lawanmu. Jika kamu tidak mematahkannya, maka kamu yang akan terbunuh. Jika jiwamu tidak sibuk dengan kebenaran, maka dia akan sibuk dengan kebatilan." (Imam Syaf'i) 59.

"Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah dua perkara, yaitu panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu." (Ali bin Abi Thalib) 60. "Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan kesulitan bersama kemudahan." (HR Tirmidzi) 61.

"Jika kau tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka kau akan merasakan perihnya kebodohan." (Imam Syafi'i) 62. "Hijrah adalah meninggalkan hal yang buruk." (HR Ahmad) 63. "Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu.

Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah." (HR Muslim) 64. "Allah akan menolong seorang hambanya, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya." (HR Muslim) 65. "Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja." (Buya Hamka) 66. "Allah merahasiakan masa depan untuk menguji kita agar berprasangka baik, berusaha yang terbaik, bersyukur, dan bersabar." 67.

"Ketika kamu tidak memiliki pengetahuan, seseorang bisa saja membawakan kotoran kepadamu dan kamu akan mempercayai itu bisa menjadi emas." (Ibnu Qayyim) 68. "Orang tulus rezekinya tak putus-putus, orang ikhlas rezekinya mengalir deras." 69.

"Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan, pasti akan datang kemudahan." 70. "Jangan hanya meminta untuk dimudahkan, namun mintalah untuk dikuatkan. Karena Allah menguji setiap hamba-Nya yang bersabar, agar bisa menjadi hamba yang bertawakal kepada-Nya." Kata-kata bijak islami untuk perempuan.

foto: pexels.com Jilbab, cinta, ujian hidup, dan ibadah adalah beberapa persoalan yang lekat dengan kehidupan wanita muslimah. Begitu pun dengan posisi wanita dalam Islam sendiri. Kalau kamu wanita muslimah sedang menghadapi beberapa masalah di atas kata-kata bijak islami berikut mungkin bisa menyelesaikan masalahmu 71. "Orang yang kuat bukanlah dia yang tidak pernah menangis, tetapi orang yang terus istiqomah di tengah godaan." 72. "Untuk semua kepedihan yang kau alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu." 73.

"Allah menjadikanmu seorang muslimah karena Ia ingin melihatmu di surga, yang perlu kamu lakukan adalah kamu pantas untuk itu." 74. "Islam memperlakukan wanita dengan hormat dan bermartabat. Maka jangan mau menerima apa pun yang lebih rendah dari itu." 75. "Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas, dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit." 76.

"Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu." (Ali bin Abi Thalib) 77. "Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai." (Ali bin Abi Thalib) 78. "Perempuan itu sama seperti bunga. Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang." (Ali bin Abi Thalib) 79. "Wanita muslimah menggunakan mulutnya untuk mengatakan kebenaran, suaranya untuk kebaikan, telinganya untuk welas asih, dan hatinya untuk mencintai mereka yang tidak menyukainya." 80.

"Janji Allah tak pernah mengecewakan, dan bila kamu masih merasa kecewa mungkin ada yang salah dengan imanmu." 81. "Wanita itu punya tabiat pencemburu, maka ada baiknya jangan menceritakan kelebihan perempuan lain di hadapannya meski hanya sekadar gurauan." (Ali bin Abi Thalib) 82.

"Wanita hebat, dia tidak akan menceritakan masalahnya kepada dunia. Ia menghadapinya dengan senyuman dan berbagai hanya dengan mereka yang peduli." Kata-kata bijak islami tentang cinta. foto: pexels.com Nggak ada manusia yang bisa menghindar dari perasaan cinta, termasuk kamu yang muslim sekalipun. Agama Islam sendiri memiliki pandangan tersendiri tentang hal ini.

83. "Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula." (QS An Nuur 26) 84. "Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan, atau mempersilakan. Yang pertama adalah keberanian, yang kedua adalah pengorbanan." (Salim A. Fillah) 85. "Cinta bukan melemahkan hati, bukan membawa putus asa, bukan menimbulkan tangis sedu sedan. Tetapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh onak dan duri penghidupan." (Buya Hamka) 86.

"Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah cintaku padamu." (Imam An Nawawi) 87. "Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Jika mereka bisa meninggalkan Allah, maka mereka juga akan meninggalkanmu." (Imam Asy Syafi’i) 88. "Tidak ada solusi yang lebih baik bagi dua insan yang saling mencintai dibanding pernikahan." (HR. Ibnu Majah) 89. "Ketika seorang suami dan istri saling berpandangan dengan penuh cinta, Allah melihat mereka dengan belas kasih." (HR.

Bukhari) 90. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 216) 91.

"Lebih baik kehilangan sesuatu demi Tuhan. Daripada kehilangan Tuhan demi mendapatkan sesuatu." (Mufti Menk) 92. "Tidak ada wanita di belakang seorang pria hebat. Wanita itu ada di sampingnya. Ia ada bersamanya, bukan di belakangnya." (Tariq Ramadan) 93.

"Sebesar apa pun cintamu kepada kekasih, haruslah tidak lebih besar dari cintamu kepada-Nya." 94. "Cinta tidak ditulis di atas kertas karena kertas bisa dihapus. Juga tidak terukir di atas batu karena batu dapat dipatahkan.

Tapi itu tertulis di dalam hati dan akan tetap ada selamanya." (Rumi) 95. "Sekuat apa pun digenggam, jika bukan takdirmu tetap akan terlepas juga.

Ikhlas lebih baik daripada tersakiti." 96. "Yang paling indah adalah jatuh cinta yang bisa membuatmu semakin dekat dengan Rabbmu Allah SWT." 97. "Pasti akan selalu ada kecewa karena mencintai manusia yang tidak sempurna. Cintailah Allah yang Maha Sempurna, maka tidak akan kecewa yang kita temui." 98.

"Aku memilih mengangumimu dari jauh karena jarak akan melindungiku dari luka." (Rumi) 99. "Ukuran mencari calon pasangan cukup dua hal, yaitu punya niat tulus mencintai dan menerimamu, serta baik agamanya." 100. "Ketika cinta tidak diterima, berpindahlah. Ketika cinta tidak dihargai, menjauhlah. Semoga waktu akan mengajarimu apa itu cinta sejati." (Rumi) Kata-kata bijak islami tentang kehidupan.

foto: pexels.com Kata-kata bijak islami tentang kehidupan akan memberikan hikmah berupa nilai-nilai persaudaraan. Untuk mencapai dan menjunjung nilai-nilai kehidupan bisa dari hal kecil salah satunya membaca kata-kata bijak islami tentang kehidupan di bawah ini. 101. "Kita tidak akan pernah tahu bagimana menyembah-Nya sebelum kita mulai dengan bagaimana mencintai-Nya." 102.

"Apakah engkau meremehkan suatu doa kepada Allah, apakah engkau tahu keajaiban dan kemukjizatan doa? Ibarat panah di malam hari, ia tidak akan meleset namun ia punya batas dan setiap batas ada saatnya untuk selesai." 103.

"Jangan berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan dan congkak karena sebentar lagi engkau akan masuk ke dalam bumi juga." 104. "Barang siapa yang bersungguh-sungguh berjalan pada jalannya maka pasti ia akan sampai pada tujuannya." 105.

"Ilmu pengetahuan di waktu kecil itu bagaikan ukiran di atas batu." 106. "Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tetapi sesungguhnya yatim itu adalah yatim ilmu dan akhlak." 107. "Ilmu tanpa agama adalah suatu kecacatan, dan agama tanpa ilmu merupakan kebutaan" 108.

"Kegagalan adalah cara Allah untuk mengatakan bersabarlah karena aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu saat waktunya tiba." 109. "Kita tidak akan pernah kalah sampai kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan." 110. "Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Karena sesungguhnya tidak ada paksaan dalam beragama." 111. "Jangan takut akan perubahan, kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi." (brl/pep) • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 40 Kata-kata bijak kehidupan sehari-hari, bikin hidup penuh semangat • 40 Kata-kata bijak cinta, romantis dan menyentuh hati • Selain ketupat, 4 makanan kekinian cocok temani silaturahmi Idul Fitri • 40 Kata-kata bijak lucu, terbaik, bikin ngakak dan obat stres • 30 Kata-kata bijak agar kamu makin semangat mencari rezeki • Rekomendasi kuliner khas kampung halaman di ShopeeFood, bikin laper • 30 Kata-kata bijak agar kamu semangat meraih cita-cita (brl/pep)
Siap Integrasi juga ke layanan CoopLink 1.Mesin EDC 2.Mesin ATM 3.Mobile Banking HP Android PlayStore 4.Mobile EColl Android AO Kolektor (SEWA SERVER ONLINE JARINGAN BERSAMA COOPLINK) SOLUSI AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN KOPERASI ANDA Kontak Order : 081251386016 Live Support dan Pendampingan Online Internet Dimanapun dan Kapanpun TRAINING ONLINE APLIKASI KEUANGAN SIMPAN PINJAM KOPERASI, BMT, BTM, BUMDES, UPK HANYA PERLU WAKTU 3 JAM, SUDAH MAHIR MENGGUNAKAN APLIKASI KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM Silahkan minta dilengkapi data peserta Training Daring Aplikasi Keuangan Simpan Pinjam *Format Registrasi Peserta:* Nama Peserta, Nama Lembaga, Alamat Lembaga, EmailNo.

Hp Wa dan kirim ke wa #081251386016 APLIKASI POS TOKO, MINI MARKET, WARUNG, CAFE, RESTO Siap digunakan layanan Aplikasi aPOS Online Server DATA TERPUSAT Untuk usaha TOKO, MINI MART, JASA, WARUNG KULINER Konsep data stok, data supplier, data member, laporan keuangan TERPUSAT Kasir Kasir Toko hanya untuk transaksi POS KASIR Data Penjualan akan SINKRON Online ke SERVER TERPUSAT KEUNTUNGAN SISTEM DESKTOP SYNCRON AULIASOFT 1.Data Terpusat 2.Laporan Terpusat 3.Transaksi POS Kasir bisa dari manapun 4.Transaksi POS Kasir masih bisa transaksi, walapun internet sudah terputus 5.Transaksi pos Kasir Anti Lelet 6.Server 15GB Gratis biaya sewa dan kualitas server Internasional Standar 7.Data aman dari kehilangan karena diinstal di komputer pengguna 8.Sistem Backup 100% milik pengguna 9.Waktu Sinkron Data Cepat 10.Biaya Hemat, Mudah dan Handal Aplikasi AuliaSoft dapat menghindarkan dari KEKURANGAN CLOUD COMPUTING 1.Tergantung Koneksi Internet 2.Data Rawan Hilang 3.Kurang Pemahaman User 4.Backup Data Buruk 5.Transaksi Delay dan Lelet Kontak Order 081251386016 Live Support dan Pendampingan Online Internet Dimanapun dan Kapanpun TRAINING ONLINE APLIKASI KEUANGAN TOKO DAN MINI MART GRATIS… GRATIS… GRATIS… HANYA PERLU WAKTU 3 JAM, SUDAH MAHIR MENGGUNAKAN APLIKASI KEUANGAN TOKO DAN MINI MART Silahkan minta dilengkapi data peserta Training Daring Aplikasi Keuangan Dagang *Format Registrasi Peserta:* Nama Peserta, Nama Lembaga, Alamat Lembaga, EmailNo.

Hp Wa dan kirim ke wa #081251386016 Akhlak Dagang Rasulullah Kata-kata mutiara dari Imam syafi’i berkaitan dengan nasihat, “Nasihatilah diriku di kala aku sendiri Jangan kau nasihati aku di tengah keramaian Karena nasihat di muka umum adalah bagian dari penghinaan yang tak suka aku mendengarnya Jika engkau enggan dan tetap melanggar kata-kataku Maka jangan menyesal jika aku enggan menurutimu” 1.

Jagalah Kejujuran Jujur adalah mata uang yang berharga dan berlaku dimana-mana. Begitulah menurut kata bijak yang sering kita dengar. Kejujuran didalam berdagang akan memberikan keberkahan kepada penjual dan pembeli. Kejujuran adalah akhlak para nabi dan rasul. Semoga kita dimudahkan untuk senantiasa jujur. “Penjual dan pembeli boleh meneruskan/memutuskan transaksi selama belum berpisah. Jika keduanya jujur, keduanya akan diberkahi. Namun, jika keduanya berdusta dan saling tertutup., hilanglah berkah jual beli keduanya.” (Muttafaq “alaihi).

2. Bersikap terbuka dan toleransi Sikap keterbukaan dan toleransi didalam perdagangan adalah sikap yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang dari Allah. Semoga kita bisa meraihnya. “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang bersikap penuh toleransi ketika menual, membeli, dan menagih hutang.” (HR.

Bukhari) 3. Janganlah menipu dan bersikap curang. Menipu didalam perdagangan akan merugikan konsumen dan mampu menghilangkan tingkat kepercayaan konsumen kepada penjual. Semoga Allah jauhkan dari sifat ini. “Barangsiapa yang menipu bukanlah golongan kami. Makar dan tipuan tempatnya adalah neraka.” (HR.

Thabrani) 4. Seringlah memberikan saran dan informasi Sikap terbaik bagi penjual ialah memberi tahu kepada pembeli atau konsumen tentang kelebihan dan kekurangan atau cacat barang yang akan dibelinya. Berikanlah saran dan informasi kepada pembeli untuk memudahkan didalam memilih barang yang akan dibelinya.

Dan janganlah pelit informasi dan menyembunyikan kecacatan barang supaya laku keras. “Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya. Tidak halal bagi seorang muslim menjual barang yang mengandung cacat kepada orang lain, kecuali jika ia menjelaskan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah) 4. Jangan mengurangi takaran Marilah kita renungkan sejenak betapa keuntungan yang tidak seberapa dan kita berlaku curang itu tidak sebanding dengan beratnya hukuman yang kita terima di akhirat kelak.

Oleh karenanya takarlah sesuai takaran, dan takarlah dengan baik serta janganlah mengurangi takaran. “Celaka bagi orang-orang yang mengurangi takaran.” (QS. Al-Muthaffifin : 1) 5. Janganlah menimbun Rasa senang ketika menimbun barang itu laksana berdiri diatas penderitaan orang lain dan ia memanfaatkan rasa butuh orang lain atas barang tersebut dan mereka melepas barang yang ia tinbun dengan harga tinggi.

Semoga Allah lindungi kita dari praktik seperti ini. “Barangsiapa menimbun, maka ia berdosa.” (HR. Muslim) 6. Jauhi sumpah bohong Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sumpah yang sebenarnya dusta kepada pembeli untuk meyakinkan pembeli agar segera membeli adalah perbuatan yang tidak terpuji dan akan menghilangkan berkahnya didalam berdagang.

“Sumpah dusta itu melariskan barang dagangan, namun menghilangkan berkah usaha.” (Muttafaq ‘Alaihi) 7. Janganlah mendekati riba Teriring doa, semoga keluarga kita dijauhkan oleh Allah dari riba baik dalam praktiknya maupun debu ribanya. Riba itu dosanya lebih berat dari pada 36 kali berzina dan bisa menghilangkan indahnya keberkahan. “Satu dirham hasil riba yang dimakan seseorang, padahal ia tahu lebih berat dosanya dari pada 36 kali berzina.” (HR. Ahmad) 8.

Menjauhkan diri keluarga kira dari harta haram Teriring doa, semoga keluarga kita dijauhkan dari harta yang haram, dimudahkan dalam menjemput harta yang halal, dan dimudahkan didalam menginfakkan harta yang halal tersebut serta senantiasa diliputi oleh keberkahan dari harta yang halal. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Mata pencaharian yang halal lebih sulit dari pada memindah gunung.” Selamat berdagang….

( Oky Suryana) • LEMBAGA KEUANGAN MIKRO Latar Belakang Dalam upaya mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan menengah kebawah dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperlukan dukungan yang komprehensif dari lembaga keuangan. Selama ini UMKM terkendala akses pendanaan ke lembaga keuangan formal.

Untuk mengatasi kendala tersebut, di masyarakat telah tumbuh dan berkembang banyak lembaga keuangan non-bank yang melakukan kegiatan usaha jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik yang didirikan pemerintah atau masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut dikenal dengan sebutan lembaga keuangan mikro (LKM). Tetapi LKM tersebut banyak yang belum berbadan hukum dan memiliki izin usaha. Dalam rangka memberikan landasan hukum yang kuat atas operasionalisasi LKM, pada tanggal 8 Januari 2013 telah diundangkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro.

Dasar hukum • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro (Undang-Undang LKM). • Peraturan Pemerintah Nomor 89 Tahun 2014 tentang Suku Bunga Pinjaman Atau Imbal Hasil Pembiayaan Dan Luas Cakupan Wilayah Usaha Lembaga Keuangan Mikro. • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) : • POJK Nomor 12/POJK.05/2014 tentang Perijinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Keuangan Mikro.

• POJK Nomor 13/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro. • POJK Nomor 14/POJK.05/2014 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro.

Definisi LKM Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasipengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan.

Kegiatan Usaha LKM • Kegiatan usaha LKM meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui Pinjaman atau Pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan Simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha.

• Kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dapat dilakukan secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah. Tujuan LKM: • Meningkatkan akses pendanaan skala mikro bagi masyarakat; • Membantu peningkatan pemberdayaan ekonomi dan produktivitas masyarakat; dan • Membantu peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah Kewajiban Memperoleh Izin Usaha LKM • Lembaga yang akan menjalankan usaha LKM setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, wajib memperoleh izin usaha LKM.

• Lembaga Keuangan Mikro yang telah berdiri dan telah beroperasi sebelum berlakunya Undang-Undang LKM, serta belum mendapatkan izin usaha berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, wajib memperoleh izin usaha melalui pengukuhan sebagai LKM kepada OJK paling lambat tanggal 8 Januari 2016, antara lain: • Bank Desa • Lumbung Desa • Bank Pasar • Bank Pegawai • Badan Kredit Desa (BKD) • Badan Kredit Kecamatan (BKK) • Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK) • Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK) • Bank Karya Produksi (BKPD) • Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) • Baitul Maal wa Tamwil (BMT) • Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) • Dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu • Permohonan izin usaha baru atau pengukuhan sebagai LKM disampaikan kepada Kantor Regional/Kantor OJK/Direktorat LKM sesuai tempat kedudukan LKM.

Bentuk Badan Hukum LKM • Koperasi; atau • Perseroan Terbatas (sahamnya paling sedikit 60% dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau badan usaha milik desa/kelurahan, sisa kepemilikan saham PT dapat dimiliki oleh WNI dan/atau koperasi dengan kepemilikan WNI paling banyak sebesar 20%).

Kepemilikan LKM LKM hanya dapat dimiliki oleh: • Warga Negara Indonesia; • Badan usaha milik desa/kelurahan; • Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; dan/atau • Koperasi. LKM dilarang dimiliki, baik langsung maupun tidak langsung, oleh warga negara asing dan/atau badan usaha yang sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh warga negara asing atau badan usaha asing. Luas Cakupan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Usaha dan Permodalan LKM • Luas Cakupan wilayah usaha suatu LKM berada dalam satu wilayah desa/kelurahan, kecamatan, atau kabupaten/kota sesuai dengan skala usaha masing-masing LKM.

• Skala usaha LKM sebagaimana dimaksud ditetapkan berdasarkan distribusi nasabah peminjam atau Pembiayaan sebagai berikut: • LKM memiliki skala usaha desa/kelurahan apabila memberikan Pinjaman atau Pembiayaan kepada penduduk di 1 (satu) desa/kelurahan; • LKM memiliki skala usaha kecamatan apabila memberikan Pinjaman atau Pembiayaan kepada penduduk di 2 (dua) desa/kelurahan atau lebih dalam 1 (satu) wilayah kecamatan yang sama; • LKM memiliki skala usaha kabupaten/kota apabila memberikan Pinjaman atau Pembiayaan kepada penduduk di 2 (dua) kecamatan atau lebih dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota yang sama.

• Modal LKM terdiri dari modal disetor untuk LKM yang berbadan hukum PT atau simpanan pokok, simpanan wajib, dan hibah untuk LKM yang berbadan hukum Koperasi dengan besaran: • Wilayah usaha desa/kelurahan : Rp 50.000.000,- • Wilayah usaha kecamatan : Rp 100.000.000,- • Wilayah usaha kabupaten/kota : Rp 500.000.000,- Transformasi LKM LKM wajib bertransformasi menjadi bank perkreditan rakyat atau bank pembiayaan rakyat syariah jika: • melakukan kegiatan usaha melebihi 1 (satu) wilayah Kabupaten/Kota tempat kedudukan LKM; atau • LKM telah memiliki: • ekuitas paling kurang 5 (lima) kali dari persyaratan modal disetor minimum bank perkreditan rakyat atau bank pembiayaan rakyat syariah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan • jumlah dana pihak ketiga dalam bentuk Simpanan yang dihimpun dalam 1 (satu) tahun terakhir paling kurang 25 (dua puluh lima) kali dari persyaratan modal disetor minimum bank perkreditan rakyat atau bank pembiayaan rakyat syariah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Laporan Keuangan LKM • LKM wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala setiap 4 (empat) bulan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 April, 31 Agustus, dan 31 Desember kepada OJK.

• Penyampaian laporan keuangan dilakukan paling lambat pada akhir bulan berikutnya. • Ketentuan mengenai laporan keuangan LKM diatur dalam surat edaran OJK. Larangan Bagi LKM Dalam melakukan kegiatan usaha, LKM dilarang: • menerima Simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran; • melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing; • melakukan usaha perasuransian sebagai penanggung; • bertindak sebagai penjamin; • memberi Pinjaman atau Pembiayaan kepada LKM lain, kecuali dalam rangka mengatasi kesulitan likuiditas bagi LKM lain dalam wilayah kabupaten/kota yang sama; • melakukan penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan di luar cakupan wilayah usaha; dan/atau • melakukan usaha di luar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan OJK Nomor 13/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro.

Pembinaan, Pengaturan, dan Pengawasan LKM • Pembinaan, pengaturan, dan pengawasan LKM dilakukan oleh OJK. • Dalam melakukan pembinaan LKM, OJK melakukan koordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan koperasi dan Kementerian Dalam Negeri. • Pembinaan dan pengawasan LKM didelegasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau pihak lain yang ditunjuk.

Link Perizinan Usaha LKM FAQ (Frequently Asked Questions) Peraturan-peraturan terkait LKM – UU Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro – PP Nomor 89 Tahun 2014 tentang Suku Bunga Pinjaman Atau Imbal Hasil Pembiayaan Dan Luas Cakupan Wilayah Usaha Lembaga Keuangan Mikro – POJK Nomor 12/POJK.05/2014 tentang Perijinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Keuangan Mikro – POJK Nomor 13/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro – POJK Nomor 14/POJK.05/2014 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro • NB: Share ke rekan dan mitra anda Wellcome and Join with us… CP 085718543696 (Nuryadi) & 087871212050 (Yakub) Office : “Aulia Software” Customer Service ( CS ) – Martapura – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia The Zamrud Permata Martapura – Kalimantan Selatan : The Zamrud Permata Martapura Owner & Director – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia BMT Khairul Ikhwan Martapura – Kalimantan Selatan : Reseller Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia BTM TAAWUN Banjarmasin – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia KJKS SAHABAT MANDIRI Banjarmasin – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia BMT AL KAROMAH Martapura – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia BMT KHAIRUL AMIN Martapura – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia BMT SURYA SEKAWAN Martapura – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia Musafir Distributor Martapura – Banjarbaru – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia PT Karya TriJaya Mandiri – Martapura – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia BMT Khairul Amin Store – Martapura – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia Toko Komputer Idaman Computer – Banjarbaru – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia Mini Market Palm Mart – Banjarbaru – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia Mini Market Adana Mart – Banjarmasin – Kalimantan Selatan : Outlet Aulia The Zamrud Martapura doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Kalimantan Selatan : Kegiatan: Boutique Software Programming, Alhamdulillah… seminar dan pelatihan software bmt / kjks, telah terlaksana dengan lancar dan sukses… -Tempat kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – Serang – Banten.

-Tema : Peran koperasi masjid dalam pemberdayaan UMKM dan dakwah. Suasana Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH Panitia dan Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH Panitia Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH… Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – UNITIRTA – Serang – Banten…. Boutique Software Programming, Alhamdulillah… pelatihan software bmt / kjks, telah terlaksana dengan lancar dan sukses… -Tempat kampus Institut Agama Islam Negeri – IAIN – Pangeran Antasari – Kalimantan Selatan Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Dosen & Staff Pengajar IAIN Antasari – Kalimantan Selatan Panitia & Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Dosen & Staff Pengajar IAIN Antasari – Kalimantan Selatan Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan – Palu – Sulawesi Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Palu – Sulawesi Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Madura – Jawa Timur Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Madura – Jawa Timur Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Madura – Jawa Timur Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Majalengka – Jawa Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Majalengka – Jawa Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Tangerang – Banten Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Tangerang – Banten Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Sukabumi – Jawa Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Sukabumi – Jawa Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Ketapang – Kalimantan Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Ketapang – Kalimantan Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Bontang – Kalimantan Timur Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Bontang – Kalimantan Timur Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat Hotel Andalas Gorontalo – Reseller Gorontalo Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat Hotel Andalas Gorontalo – Reseller Gorontalo Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat IAIN ANTASARI – Banjarmasin Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat IAIN ANTASARI – Banjarmasin Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Serang Banten Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – BMT MADINAH INDONESIA – Makasar – Sulawesi Selatan Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – BMT JABAL QUBIS – MEDAN – SUMATERA UTARA Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Yogyakarya Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Yogyakarta Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Magelang Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Magelang Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Bekasi Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Tulang Bawang – Lampung Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Bandar Lampung Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Bandar Lampung Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Cilacap – Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Cilacap – Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Cilacap – Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Cilacap – Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Cilacap – Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Universitas Pasundan UNPAS Bandung Jawa Barat Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Pekanbaru – Riau Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Gorontalo Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Jepara – Jawa Tengah Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – Pekanbaru Riau Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System – Tempat – IAIN… Pengertian KJKS : Koperasi Jasa Keuangan Syariah adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah).

Pengertian BMT : BMT adalah Baitul Maal wat Tamwil yaitu sistem intermediasi keuangan di tingkat mikro yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.

Pengertian KJKS-BMT KJKS-BMT adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal wat Tamwil yaitu sistem intermediasi keuangan di tingkat mikro yang berbadan hukum koperasi yang didalamnya terdapat Baitul Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.

Dari pengertian KJKS-BMT diatas diatas terdapat enam unsur yaitu : 1. Sistem Intermediasi keuangan Intermediasi atau disebut perantara, dimana dalam kontek ini KJKS-BMT adalah berfungsi sebagai perantara atau penghubung antara orang yang mempunyai surplus dana (dana berlebih) orang yang defisit dana (membutuhkan dana) dan sebagai perantara maka KJKS-BMT mempunyai tiga fungsi yaitu menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan simpanan, mengadministrasikan dana dan menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan dan piutang, dari proses inilah kemudian KJKS-BMT menerima dan membagikan bagi hasil dari dan untuk anggotanya atau pihak lain yang menyimpan atau menabung di KJKS-BMT.

2. Tingkat Mikro Tingkat mikro memiliki pengertian bahwa KJKS-BMT harus beroperasi pada tingkat mikro ini artinya yang menjadi nasabah untuk pembiayaan KJKS-BMT adalah mereka yang membutuhkan pembiayaan di bawah kecil yang pada kenyataannya tidak bisa di jangkau oleh system perbankan, maka dalam konteks ini KJKS-BMT harus mengutamakan kelompok usaha yang layak tapi tidak bankable maka ketika KJKS-BMT beroperasi diwilayah ini menjadi mutlak perlunya proses pendampingan yang dilakukan oleh KJKS-BMT untuk anggotanya, jadi kalau dilihat dari sistem operasinya maka KJKS-BMT tidak doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan disamakan dengan system bank (perbankan) tetapi lebih menyerupai ventura dimana fungsi pendampingan dan pembinaan terhadap nasabahnya menjadi hal yang mutlak untuk dilaksanakan oleh KJKS-BMT.

3. Berbadan Hukum Koperasi KJKS-BMT dalam operasinya menggunakan badan hukum koperasi, oleh karenanya dalam maka KJKS-BMT harus menjalankan prinsip-prinsip koperasi dan segala peraturan yang mengatur tentang perkoperasian. 4. Baitul Tamwil Baitut Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = Pengembangan Harta) melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya.

Pada sisi ini BMT merupakan institusi bisnis yang harus menjalankan usahanya demi mencapai keuntungan, dan harus menggunakan manajenen yang profesional. Ciri-ciri operasional Baitut Tamwil : • Visi dan misi pengelolaan dana adalah menggunakan prinsip-prinsip ekonomi.

• Profit oriented (Berorientasi pada Keuntungan) • Dijalankan sesuai dengan prinsip Islam • Memiliki fungsi sebagai mediator antara pemilik kelebihan dana dan pihak yang memerlukan dana. 5. Baitul Maal Baitul Maal (Bait = Rumah, Maal = Harta) menggalang Titipan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.

Pada sisi ini BMT merupakan institusi sosial jadi BMT memerankan dirinya untuk membantu kesulitan anggotanya yang mempunyai masalah sosial dan harus mampu meningkatkan kualitas anggotanya dan keluar dari masalah sosial yang dihadapinya dengan mengoptimalkan dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf (ziswaf), Iuran Kesetiakawanan Sosial, Sumbangan/Hibah dan lainnya.

Dana-dana sosial yang berhasil dihimpun disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya dengan ketentuan sebagai berikut : • Visi dan misi pengelolaan dana adalah sosial. • Non-profit (nirlaba). • Memiliki fungsi sebagai mediator antara pemberi dana sosial / zakat ( Muzakki) dan penerima dana sosial / zakat ( Mustahik).

• Tidak diperbolehkan mengambil profit apapun dalam operasionalnya. • Biaya operasi mengambil hak sebagai Amilin maksimal sebesar 12,5 % dari dana zakat yang diterima. 6. Prinsip Syari’ah KJKS-BMT dalam segala aspek operasional harus tunduk dan tidak boleh keluar dari tatanan syari‘ah maka dalam konteks ini menjadi suatu kewajiban bagi para pengurus dan pengelola KJKS-BMT mengetahui dan memahami ekonomi syari‘ah dan fiqih muamalah dan setidaknya dalam setiap KJKS-BMT wajib adanya dewan pengawas syari‘ah yang berfungsi sebagai pengawas dan pengendali operasi KJKS-BMT agar tidak keluar dan melakukan peyimpangan dari konsep syari‘ah.

Aturan utama doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan menjadi bingkai syari‘ah terdapat dalam Al Qur‘an dan hadist yang diantaranya memberikan pembeda antara ekonomi syari‘ah dengan ekonomi konvensional yaitu : Pengharaman riba, Penghalalan jualbeli, Keadilan, Prstetatif dan Tolong melolong, atau kalau menurut konsep yang terdapat dalam UU Perbankan Syari‘ah yang membedakan syari‘ah dan tidaknya suatu proses ekonomi adalah ada pada kata Magrrib ( Maisir-untung-untungan/judi- Ghoror- sesuatu yang tidak jelas/penipuan- Riswah/suap, dan riba/bunga).

Jadi itulah unsur-unsur yang terdapat dalam BMT sebagai sebuah sistem, unsur-unsur tersebut juga bisa berupakan prinsip dan kriteria pembeda antara sistem BMT dengan sistem dan lembaga keuangan lainnya, artinya sebuah sistem kalau tidak menjalankan unsur-unsur diatas meskipun namanya BMT tidak dapat dikatakan sebagai BMT, tetapi meskipun namanya bukan BMT akan tetapi dalam praktek operasionalnya mejalankan unsur-unsur diatas itulah BMT.

http://www.ussisulsel.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=91 Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…! Software KEUANGAN PERUSAHAAN CORPORATE WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…! Posted in Artikel BMT Mengenal KJKS BMT Mengenal KJKS BMT APA ITU LKM BMT? LKM BMT adalah sebutan ringkas dari Baitul Maal wat Tamwil atau Balai-usaha Mandiri Terpadu, sebuah LembagaKeuangan Mikro (LKM) yang memadukan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

– Kegiatan LKM BMT adalah mengembangkan usaha – usaha ekonomi produktif dengan mendorong kegiatan menabung dan membantu pembiayaan kegiatan usaha ekonomi anggota dan masyarakat lingkungannya. LKM BMT juga dapat berfungsi sosial dengan menggalang titipan dana sosial untuk kepentingan masyarakat, seperti dana zakat, infaq dan sodaqoh dan mendistribusikannya dengan prinsip pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan dan amanahnya.

APA CIRI UTAMA LKM BMT? 1. Berorientasi bisnis, mencari laba bersama, meningkatkan pemanfaatan ekonomi paling bawah untuk anggota dan lingkungannya. 2. Bukan lembaga sosial tetapi dimanfaatkan untuk mengaktifkan penggunaan dana sumbangan sosial, zakat, infaq dan sadaqah bagi kesejahteraan orang banyak secara berkelanjutan. 3. Ditumbuhkan dari bawah berdasarkan peran partisipasi dari masyarakat sekitar.

4. Milik bersama masyarakat setempat dari lingkungan LKM BMT itu sendiri, bukan miliki orang lain dari luar masyarakat itu. 5. LKM BMT mengadakan kajian rutin pendampingan usaha anggota secara berkala yang waktu dan tempatnya ditentukan (biasanya di balai RW/RT/desa, kantor LKM BMT, rumah anggota, masjid, dsb), biasanya diisi dengan perbincangan bisnis para nasabah LKM BMT, disamping pendampingan mental spiritualnya terutama motive berusaha. 6. Manajemen LKM BMT adalah professional : – Manajer minimal D3, dilatih pertama kali 2 minggu oleh PINBUK – Administrasi pembukuan dan prosedur ditata dengan system manajemen keuangan yang rapih dan ilmiah – Aktif “menjemput bola” beranjangsana dan berprakarsa.

MENGAPA HARUS MENDIRIKAN & MENGEMBANGKAN LKM BMT? 1. Pembangunan nasional harus dipercepat 2. Lebih dari 92 % dari struktur pengusaha nasional kita adalah usaha mikro (kecil bawah) yang salah satu faktor kesulitan mereka adalah masalah permodalan, sementara mereka kurang mengenal Bank atau Lembaga Keuangan dan atau sulit mengaksesnya.

3. Bank segan “mencapai” mereka, karena biaya Bank (over head cost), “terlalu mahal” untuk pembiayaan kecil – kecil dan banyak jumlahnya 4. Sebagian besar penduduk golongan ekonomi lemah dan tertinggal, terjerat rentenir dengan bunga tinggi dengan prosedur yang gampang dan sederhana APAKAH KELAYAKAN PENDIRIAN LKM BMT? LKM BMT layak berdiri bila memenuhi kriteria : A. Ada kemauan maju dan prakarsa masyarakat B. Ada praktek rentenir atau lintah darat C.

Ada potensi usaha kecil yang dapat dikembangkan D. Dari rancangan keuangan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ketahui ; Adanya modal pendiri, Dana yang disiapkan menutup biaya operasional 3 bulan, Ada sejumlah tokoh yang merasa memiliki dan bertanggung jawab BERAPA MODAL AWAL PENDIRIAN LKM BMT?

LKM BMT didirikan dengan modal awal sebesar 50 juta rupiah atau lebih. Namun jika terdapat kesulitan dalam mengumpulkan modal awal, dapat dimulai dengan modal 20 juta rupiah DARI MANA DIPEROLEH MODAL AWAL LKM BMT? Modal awal LKM BMT berasal dari beberapa tokoh masyarakat setempat, yayasan, kas kelompok swadaya masyarakat, dana masjid, atau BAZIS setempat.

Namun sejak awal anggota pendiri LKM BMT/ harus terdiri antara 20 – 44 yang mereka secara riil memberikan peran partisipasinya sebagai pendiri dan menyerahkan uang Simpanan Pokok Khusus yang besarnya tidak mesti sama antar orang per orangnya BERAPA JUMLAH ANGGOTA PENDIRI?

Pembatasan jumlah 20 – 44 anggota pendiri, diperlukan agar LKM BMT menjadi milik masyarakat setempat dan berkembang dengan berkelanjutan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil bawah dan kecil. Diperlukan sejumlah anggota inti yang layak, tidak terlalu sedikit sehingga LKM BMT tidak dimiliki sekelompok kecil orang saja dan juga tidak terlalu banyak, sehingga memudahkan dalam mengambil keputusan APA BADAN HUKUM LKM BMT?

LKM BMT dapat didirikan dalam bentuk KSM atau Koperasi A. KSM : Kelompok Swadaya Masyarakat dengan mendapatkan sertifikasi kemitraan dari PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) B. Koperasi Serba Usaha atau Koperasi Simpan Pinjam, memerlukan anggota pendiri minimal 20 orang BAGAIMANA TAHAP PENDIRIAN LKM BMT?

A. Pemrakarsa membentuk Panitia Penyiapan Pendirian LKM BMT (P3B) di lokasi komunitas tertentu : Desa, Kelurahan, Kecamatan, Pasar, Kawasan Transmigrasi, Pesisir, Lingkungan Perusahaan, Pesantren atau lainnya B. P3B mencari modal awal atau modal perangsang sebesar Rp 50 juta atau minimal Rp 20 juta untuk segera memulai langkah operasional.

Modal ini dapat berasal dari perorangan, lembaga, yayasan, BAZIS, Pemda atau sumber lainnya C. Atau langsung menarik pemodal – pemodal sendiri dari sekitar 20 – 40 orang di kawasan itu untuk mendapatkan dana urunan hingga mencapai 20 – 50 juta (Simpanan Pokok Khusus atau Saham yang nantinya akan diberikan kompensasi pembagian SHU setiap akhir tahun) D. Jika calon pemodal telah ada maka dipilih calon pengurus yang ramping (3 – 5 orang) yang akan mewakili pendiri dalam mengarahkan kebijakan LKM BMT E.

Merekrut calon pengelola dan mengikutkan pelatihan serta magang dengan menghubungi penulis via email F. Melaksanakan persiapan sarana kantor dan perangkat administrasi atau form – form yang diperlukan G. Menjalankan operasional bisnis LKM BMT BAGAIMANA PROSPEK LKM BMT?

Dari kiprah yang berusaha tumbuh dari bawah, tampak jelas peran LKM BMT dalam membangun ekonomi masyarakat. Secara ringkas tujuan dan dampak positif yang ditimbulkan antara lain : 1.

Menyalurkan dana untuk usaha bisnis kecil dengan sifat mudah, murah dan bersih 2. Memperbaiki modal, artinya identik dengan upaya peningkatan taraf hidup 3. Tempat berlatih manajemen ekonomi di masyarakat bawah 4. Menjadi perantara antara pemodal dan penabung dengan pengusaha mikro 5.

Sangat mudah didirikan karena tanpa modal besar, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dan kantor mewah 6.

Sudah ada contoh Best Practices, saat ini telah berkembang sekitar 3000 LKM BMT di seluruh Indonesia, dengan aset mulai dari puluhan juta hingga ratusan milyar dan telah membantu permodalan dan pendampingan kepada ratusan ribu usaha mikro KHOTIMAH Semuanya memang harus peduli, semuanya harus ikhlas. Modal tenaga dan keahlian kita rajut sebagai mozaik utuh. Dengan dibalut doa insya Allah kita gugah kebersamaan. Yang selama ini barangkali hanya melangkah sendiri – sendiri, kita padukan sebuah kekuatan yang menggelegak, yang getarnya harus terasa di setiap lapisan masyarakat http://keuanganmikrosyariah.blogspot.com/2009/01/mengenal-kjks-bmt.html Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…!

Software KEUANGAN PERUSAHAAN CORPORATE WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…! Posted in Artikel BMT Persamaan komponen Bunga & Riba Persamaan komponen Bunga & Riba Bunga Transaksi berdasarkan pinjaman (Qardh) Tambahan ke atas pokok Tambahan tersebut berbentuk nominal, prosentase tetap (flat) dan atau majemuk. Prosentase tersebut dikaitkan dengan jumlah pokok Besarnya bunga dikaitkan dengan tempo pembayaran Riba Akad berdasarkan pinjaman (Qardh) Tambahan ke atas pokok Tambahan tersebut bisa berbentuk nominal, flat, majemuk, barang dan atau manfaat.

Dalam bentuk prosentase, selalu dikaitkan dengan jumlah pokok Besarnya tambahan bisa dikaitkan dengan tempo pembayaran Perbedaan Bunga & Bagi Hasil Bunga Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit) dan penghimpunan dana.

Dana untuk pembayaran bunga bisa diambil dari penghasilan manapun Besarnya prosentase bunga dikaitkan dengan jumlah uang yang dipinjamkan Bunga harus tetap dibayar walaupun proyek merugi. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan proyek yang dibiayai berlipat. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama termasuk Islam. Bagi Hasil Bagi hasil hanya terjadi pada akad Bagi Hasil (Mudharabah & Musyarakah) bukan akad Pinjaman (Qardh).

Dana bagi hasil hanya bisa diambil dari hasil pengelolaan dana tersebut. Besarnya bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan/pendapatan yang diperoleh dan nisbah yang disepakati. Bagi hasil adalah bagi untung dan bagi rugi. Kalau untung dibagi menurut nisbah dan kalau rugi ditanggung oleh penyandang dana. Jumlah bagi doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah keuntungan. Tidak ada yang meragukan keuntungan bagi hasil.

Perbedaan Bunga & Margin Keuntungan Bunga Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit) dan penghimpunan dana Besarnya prosentase bunga dikaitkan dengan jumlah uang yang dipinjamkan.

Bunga harus tetap dibayar walaupun proyek merugi. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama termasuk Islam.

Marjin Keuntungan Marjin keuntungan hanya terjadi pada akad jual beli. Prosentase marjin keuntungan didasarkan pada kesepakatan antara pembeli dan penjual. Marjin keuntungan adalah hak penjual dan merupakan bagian dari harga yang disepakati antara pembeli dan penjual. Tidak ada yang meragukan marjin keuntungan atas transaksi jual beli. Perbedaan Bunga & Upah/Sewa (Ujrah) Bunga Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit) dan penghimpunan dana.

Bunga biasanya berbentuk prosentase. Eksistensi bunga diragukan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan tidak dikecam) oleh semua agama termasuk Islam. Upah/Sewa (Ujrah) Upah sewa hanya terjadi pada akad Ijarah (sewa menyewa). Upah sewa biasanya berbentuk nominal. Tidak ada yang meragukan upah ataupun sewa dalam transkasi sewa-menyewa atau upah-mengupah. http://kjksamanahummah.blogspot.com/2011/05/persamaan-komponen-bunga-riba-bunga.html Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…! Software KEUANGAN PERUSAHAAN CORPORATE WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…!

Posted in Artikel BMT, Artikel Syariah Manajemen Sistem Informasi ( SI ) Materi Perkuliahan Manajemen Sistem Informasi : Link Materi: >Materi 1 >Materi 2 >Materi 2 >Materi 3 >Materi 3 >Materi 4 >Materi 5 >Materi 6 >Materi 7 >Materi 8 >Materi 9 >Materi 10 Silahkan -> Free DownLoad…!!! Contact : RAHMADI, SE, SKom Phone : 0511 7514143 Address : Jl.Sekumpul Gang Puji Rahayu RT.12 RW.06 Martapura-Kalimantan Selatan -Indonesia Email ke Boutique Software Programming Posted in Materi Kuliah Leave a comment UNDANGAN PELATIHAN SOFTWARE KJKS BMT PAK KOPSYAH DI JAWA TENGAH www.auliasoft.com INFO PELATIHAN AULIA SOFT, PELATIHAN SOFTWARE KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH BMT TGL 15 SD 16 NOPEMBER 2014… KONTAK PERSON PAK NURYADI SE (085718543696 BB 278163D8) FASILITAS : KONEKSI INTERNET, TEMPAT MENGINAP, MAKAN, SNACK, MODUL, LAYAR LCD, SERTIFIKAT… LOKASI PELATIHAN http://id.wikipedia.org/wiki/Martapura,_Banjar MATERI : 1.OPERASIONAL TABUNGAN, PEMBIAYAAN DAN KEUANGAN 2.KONSOLIDASI ANTAR CABANG MENGGUNAKAN CLUOD COMPUTING (TIDAK BERBAYAR BULANAN) 3.SMS BANKING NOTIFIKASI 4.LAYANAN PENDAMPINGAN JARAK JAUH Wellcome and Join with us… CP 085718543696 (Nuryadi) & 087871212050 (Yakub) Posted in Artikel BMT, Artikel Syariah, Berita Teknologi Informasi, Bisnis Online KJKS BMT (Baitul Maal wat Tamwil) ð Mudharabah, adalah perkongsian antara dua pihak dimana pihak pertama (shahib al amal) menyediakan dana dan pihak kedua (mudharib) bertanggung jawab atas pengelolaan usaha.

Keuntungan dibagikan sesuai dengan rasio laba yang telah disepakati bersama terlebih dahulu di depan. Manakala rugi, shahib al amal akan kehilangan sebagian imbalan dari kerja keras dan manajerial skill selama proyek berlangsung. Sistem ini disebut juga pembiayaan kebajikan. Sistem ini lebih bersifat sosial dan tidak profit oriented.

Dalam BMT pembiayaan ini sering dikenal dengan Qard yang bertujuan untuk kegiatan produktif yang secara aplikatif peminjam dana hanya perlu mengembalikan modal yang dipinjam dari BMT apabila sudah jatuh tempo, yang tentu dengan beberapa criteria UMK yang harus dipenuhi. a. Pendamping atau beberapa pemrakarsa yang mengetahui BMT menyampaikan dan menjelaskan ide atau gagasan itu kepada rekan-rekannya, termasuk apa itu BMT, visi, misi, tujuan dan usaha-usahanya yang mulia itu.

Sehingga jumlah pemrakarsa bisa bertambah, jadi 2, 5, 10 dan seterusnya yang dalam waktu tertentu akan mencapai lebih dari 20 orang.

c. Modal awal tidak harus sama jumlahnya antar pemrakarsa, satu yang lain bisa berbeda besarnya (ada yang Rp. 100.000.- Rp. 500.000.- Rp. 1.000.000.- Rp. 5.000.000.- dsb dan dapat dilunaskan secara cicilan)asal saja mencapai jumlah yang memadai doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Rp 20 – Rp. 30 juta (untuk di desa dapat Rp 10 – 20 juta). e. Pengurus BMT merapatkan dan merekruit Pengelola/ Manajemen BMT, tiga orang, sebaiknya telah memiliki pendidikan S-1, penduduk di lingkungan itu, bersifat siddiq, tabligh, amanah, fathonah.

Calon Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dalam waktu tertentu diberikan bacaan untuk harus benar-benar menguasai visi, misi, tujuan dan usaha-usaha BMT, memiliki keinginan yang keras untuk mengembangkan BMT, dengan sepenuh waktu, sepenuh hati, bersedia siang dan malam hanya memikirkan ikhtiar-ikhtiar untuk mengembangkan BMT sebagai ibadah pada Allah SWT.

j. Yang paling penting adalah bahwa dari bagi hasil ini, pengelola membayar pula bagi hasil kepada penyimpan dana, diusahakan lebih besar sedikit dari bunga uang kalau penyimpan menyimpannya di bank konvensional; dengan demikian akan terdapat dorongan material bagi penyimpan untuk menyimpan dananya di BMT, selain mengharapkan pahala dan ridha dari Allah SWT.

2. untuk menjadi motivator pendirian BMT. Pemrakarsa dan pendamping terlebih dahulu mengerti dan memahami isi dan falsafah (visi, misi, tujuan, usaha dll) yang berada di belakangnya. Dan dalam memilih calon-calon pendiri BMT landasannya yaitu setia kawan sekelompok ( solidaritas kelompok) dilandasi oleh niat beribadah dan persaudaraan islamiyah ( ukhuwwah islamiyah), kebersamaan, semangat untuk membela kepentingan bersama masyarakat kecil (pengusaha mikro), orang miskin setempat.

Motivator dan pendamping didampingi tokoh pemrakarsa, misalnya kepala desa atau aparat desa yang lain membuat daftar para tokoh masyarakat yang berpotensi untuk doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan serta dalam mendirikan BMT seperti: pengurus atau aktifis-aktifis dari lembaga-lembaga masyarakat, ormas-ormas Islam, lembaga pendidikan agama, lembaga amal usaha ormas manapun, ICMI, MUI, Dewan Masjid Indonesia, IPHI, Penyuluh Agama Islam, Da’i Muda, Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Persaudaraan Muslimin Indonesia, organisasi-organsasi masyarakat Islam, Karang Taruna, Yayasan dan LSM setempat, dan yang lebih penting adalah juga para aghnia atau hartawan setempat.

3. Setelah ide ini berkembang dan direspon oleh 4 – 5 orang aktivis/motivator, maka carilah dukungan tambahan yang lebih besar misalnya dari Tokoh Masyarakat seperti Imam Masjid, atau Ulama yang paling disegani di sekitar wilayah itu, dan dari pejabat yang dituakan seperti Pak Guru, Pak Camat atau Pak Lurah, POKUSMA. Mintalah waktu untuk beranjangsana, kunjungilah secara bersama-sama Tim motivator untuk menyakinkan beliau-beliau itu pada visi, misi, tujuan, usaha, cara kerja dan ide pendirian BMT ini.

4. Dengan restu dari tokoh paling berpangaruh itu, maka undanglah para sahabat yang telah didaftarkan tadi 5 – 10 orang untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai BMT ini dan kegiatan tindak lanjutnya.

Sasaran pertemuan ini adalah membentuk sebuah Tim atau Panitia Penyiapan Pendirian BMT (P3B) yang ramping saja, misalnya 5 orang yang benar-benar punya waktu, bersemangat, paling aktif, berprakarsa, dan bersedia serta mau bekerja mengelindingkan kegiatan selanjutnya.

P3B dapat terdiri dari Ketua dan Wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil Sekretaris, dan Bendahara. Perlu sekali memilih Bendahara seorang tokoh yang benar-benar dipercayai oleh masyarakat, belum pernah tercatat pengalaman tercela untuk kepentingan umum sehingga orang tidak ragu-ragu menyerahkan (sementara) dana untuk modal BMT ini.

Jika diperlukan dapat menunjuk dan meminta kesediaan Penasehat Tim yang terdiri dari tokoh-tokoh paling berpengaruh dalam masyarakat itu. Tugas P3B adalah: o Modal awal ini sebaiknya dikumpulkan dari kegotong royongan para pendiri ( Simpanan Pokok Khusus: SPK) dari sekitar 20-44 orang pemrakarsa di kawasan perkotaan, hingga mencapai jumlah Rp.

20 sd Rp. 35 juta. Untuk kawasan pedesaan SPK antara Rp. 10 – Rp. 20 juta. SPK setiap orang tidak perlu sama antara satu pendiri dengan lainnya. o Bersepakat menjadi pendiri dengan urunan modal pendirian masing-masing misalnya Rp.

500.000,- atau Rp. 1 juta, atau lebih diangsur tiap awal bulan Rp. 100.000,- atau Rp. 50.000,- selama 5 atau 10 kali angsuran; atau diangsur dalam dua kali panen masing-masing Rp.

250.000,- atau sesuai jumlah dan jadwal lainnya yang disepakati. Angsuran ini ditagih tiap awal bulan atau awal panen oleh Pengelola BMT. o Dari segi materi, Simpanan Pokok Khusus para pendiri ini, mendapat prioritas atau penghargaan yang lebih dari Sisa Hasil Usaha (SHU), selain juga mendapatkan porsi SHU lainnya sesuai dengan keterlibatannya dalam usaha-usaha BMT (penyimpan dan/atau peminjam).

Dari segi non-materi, para pendiri BMT akan tercatat sepanjang masa, dan mulia lagi pasti akan dicatat oleh para Malaikat sebagai pemula dalam berbuat baik (“ muhsinin”), yang akan diberikan ganjaran pahala berlipat ganda oleh Allah SWT baik di dunia ini maupun di akhirat nanti, karena modal awal ini dimanfaatkan untuk maksud yang mulia memenuhi perintah Allah SWT (antara lain Q.s. Al Maa-‘uun, Q.s. Al Balad, dll). 5. Rapat Pendiri untuk memilih Pengurus BMT, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota kalau perlu upayakan Pengurus dari orang yang memiliki pengaruh, memiliki dasar kemampuan mencari dukungan, diterima oleh masyarakat banyak; mengikuti urutan penyandang : “ waktu, ilmu, akal, nama dan dana”.

Khusus untuk Bendahara perlu ditunjuk tokoh yang benar-benar mendapat kepercayaan masyarakat, belum pernah tercatat pengalaman hal-hal yang tercela dalam sejarah di lokasi itu; 11. Pengurus bersama Pengelola BMT membuat Naskah Kerjasama kemitraan dengan PINBUK setempat, dan memproses sertifikat operasi BMT dari PINBUK Kabupaten/Kota, atau PINBUK Propinsi aatau PINBUK Pusat.

Kantor PINBUK Pusat, Gd. ICMI Center Lt. 4, Jl. Warung Jati Timur No. 1 Jakarta Selatan 12740 Telp. 021 – 79180980, 79192310 Facs.021–79192310 Email: pinbuk_pst@com · Pada prinsipnya Pengelola BMT “ menjemput bola”, aktif, proaktif, tidak menunggu; lebih banyak beranjangsana. Sehingga banyak juga kantor BMT menggunakan ruangan Masjid yang khusus untuk kegiatan itu. Namun, untuk itu pula prinsip jemput bola harus dilaksanakan dengan sangat intens dan sungguh-sungguh.

Sebagaimana pada alur tahapan pendirian BMT di atas salah satu tugas Pengurus BMT adalah memilih pengelola yang tersedia di sekitar lokasi. Pengelola merupakan posisi penting dalam menjalankan roda manajemen BMT. Pengurus perlu kompak dengan menyeleksi dengan sangat teliti, disepakati bersama tanpa menonjolkan kepentingan salah satu pihak. Tidak nepotisme. Hendaknya calon Pengelola yang dipilih harus: Seorang diantaranya bertindak sebagai pemimpin pengelola atau Manajer Umum.

Semuanya bertanggungjawab pada keberhasilan pemasaran, baik dalam menggerakkan simpanan maupun untukpembiayaan kegiatan-kegiatan usaha anggota. Kerjasama saling bahu-membahu dari semua pengelola sangat diperlukan, namun batas-batas tanggungjawab masing-masing perlu sangat jelas. Koperasi syariah atau akrab dikenal dengan sebutan Baitulmal wattamwil (BMT) mengalami perkembangan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, sebuah lembaga inkubasi bisnis BMT mengestimasi saat ini terdapat sebanyak 3.200 BMT dengan nilai aset mencapai Rp 3,2 triliun. Bisnis tersebut hingga akhir tahun ini diproyeksi mencapai Rp 3,8 triliun.

Meski demikian, Chief Secretary Organization (CSO) BMT Center, Noor Azis, yakin bahwa BMT di Indonesia masih bisa terus dikembangkan. Syaratnya, adanya dukungan dan komitmen pemerintah dalam mendorong perkembangan bisnis lembaga keuangan non bunga tersebut. Salah satu bentuk dukungan itu adalah melahirkan berbagai regulasi yang melindungi binsis keuangan mikro. Searah dengan perubahan zaman, perubahan tata ekonomi dan perdagangan, konsep baitul mal yang sederhana itu pun berubah, tidak sebatas menerima dan menyalurkan harta tetapi juga mengelolanya secara lebih produktif untuk memberdayakan perekonomian masyarakat.

Penerimaannya juga tidak terbatas pada zakat, infak dan shodaqoh, juga tidak mungkin lagi dari berbagai bentuk harta yang diperoleh dari peperangan.

Lagi pula peran pemberdayaan perekonomian tidak hanya dikerjakan oleh negara. Selain itu, dengan kehadiran BMT di harapkan mampu menjadi sarana dalam menyalurkan dana untuk usaha bisnis kecil dengan mudah dan bersih, karena didasarkan pada kemudahan dan bebas riba/bunga, memperbaiki/ meningkatkan taraf hidup masyarakat bawah, Lembaga keuangan alternatif yang mudah diakses oleh masyarakat bawah dan bebas riba/bunga,Lembaga untuk memberdayakan ekonomi ummat,mengentaskan kemiskinan, meningkatkan produktivitas.

3. Nasabah yang dalam keadaan kredit macet. Pada nasabah seperti ini BMT pun mempunyai keringanan, pertama apabila nasabah dalam keadaan kredit macet maka BMT mempunyai keringanan kepada nasabah untuk membayar semampunya, dengan cara menambah jumlah angsuran agar nominalnya dapat diperkecil sesuai dengan kemampuan nasabah. Kedua apabila nasabah dalam kredit macet lalu usahanyapun gulung tikar maka BMT mempunyai keringanan yaitu nasabah hanya mengembalikan harga pokoknya saja sedangkan denda maupun nisbah bagi hasilnya tidak, dan pembayaran yang dilakukan nasabahnyapun semampunya.

Stategi pengembangan BMT adalah membantu pengusaha kecil maupun penambahan modal kepada pengusaha untuk tujuan menunjang perekonomiannya secara garis besar.dan juga menyelamatkan masyarakat dari transaksi yang mengandung riba serta mendirikan, membangun dan mengembangkan BMT merupakan amal Sholih serta sekaligus melaksanakan dakwah.

Didalam BMT sendiri mempunyai dana ZIS yang berfungsi sebagai berikut : Unit Usaha Warung Serba Ada ( WASERDA ) pada koperasi sudah merupakan usaha unggulan dan berada dibawah Level Unit Simpan Pinjam ( USP ). Unit WASERDA ditujukan sebagai unit usaha pelayanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi anggota koperasi itu sendiri, akan tetapi pada perkembangannya WASERDA selain memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota koperasi, juga bisa melayani masyarakat umum di sekitar koperasi itu berada.

Dalam keberadaanya, perkembangan unit WASERDA koperasi dihadapkan kepada beberapa persoalan, dan persoalan terbesar saat ini adalah bagimana mengatasi atau berkomputitor dengan toko moderen ( Hypermarket, Supermarket, Toserba, Midnimarket dan Minimarket ) Khusus Minimarket saat ini yang kian hari kian menjamur hingga ke pelosok padat penduduk, yang semakin menambah berat persaingan dalam mengembangkan Unit WASERDA koperasi.

Tapi tentunya kita tidak perlu pesimis menghadapi kondisi seperti ini, karena WASERDA koperasi memiliki banyak keunggulan dibanding toko moderen yang saat ini menjamur, salah satu keunggulannya adalah di unit WASERDA Koperasi anggota / konsumen dapat dilayani dengan system penjualan kredit.

Dan dengan Menjamurnya minimarket justru kita akan belajar banyak bagaimana cara memenej sebuah toko kelontong atau toko serba ada yang dapat memenuhi segala kebutuhan sehari-hari anggota koperasi dan masyarakat luas. Beberapa kiat dan solusi akan dibahas pada kesempatan ini tentang bagaimana unit WASERDA bangkit dan berkembang serta siap berkoputitor dengan toko modern.

Termasuk menata bidang estetika dan pelayanan yang berbasis Teknologi Informasi ( TI ). Dengan beberapa upaya yang dilakukan untuk menata dan mengelola WASERDA, diharapkan terjadinya perubahan dan paradigma image anggota atau masyarakat konsumen tentang WASERDA dapat memandang secara positip.

Dan pada akhirnya anggota dan konsumen akan lebih senang, Loyal serta nyaman berbelanja di WASERDA koperasi dibanding belanja di Minimarket. Sebelum bagaimana WASERDA ditata dan dikelola dengan berbasiskan Teknologi Informasi, ada baiknya kita melihat gambaran umum secara mendasar tentang aspek penunjang keberhasilan WASERDA, pada ulasan ini kita hanya menyajikan secara garis besarnya saja, dan pada implementasi secara detail tekniknya bisa dikembangkan sendiri dengan berdasarkan garis besar tersebut.

Usaha WASERDA koperasi yang akan dibuka, dilakukan dengan strategi harga, yaitu harga yang sama dengan harga pasar. Di mana barang-barang yang akan dijual merupakan barang kelontong kebutuhan sehari-hari anggota koperasi atau masyarakat konsumen, sehingga akan selalu berbelanja barang kelontong secara rutin Perhatikan lokasi toko kita, apabila ada didalam sebuah lingkungan tertutup jauh dari akses jalan raya, maka siasati dengan papan petunjuk yang mengarah kepada toko kita, atau coba cara kreatif versi kita yang bertujuan memperkenalkan toko kita kepada masyarakat umum.

Beda halnya jika posisi toko kita ada di jalan raya, atau bahkan ada di sudut jalan persimpangan tentunya sangat mudah untuk dikenal masyarakat. Coba tampilkan warna cat dan penataan aksseories dengan warna yang cerah tapi jangan menyolok dan menyilaukan mata, tata pula masalah sanitasi dan kebersihan lingkungan disekitarnya, kalau memungkinkan jangan ada ruang yang bisa dilewati oleh siapaun yang menuju toko kita dengan alas tanah, diupayakan semua yang mendekati toko kita tertutup dengan semen atau bahan lain, hal ini bertujuan agar toko kita tetap bersih dan memudahkan dalam membersikannya.

Lebih luas halam menuju toko kita akan lebih bagus terlebih disedikan ruang parkir kendaraan yang memadai. Apabila memungkinkan taro beberapa tempat duduk di depan toko kita akan tetapi jangan sampai menghalangi jalan akses ke pintu masuk toko. Sepertihalnya diluar, maka untuk didalam kita coba dengan memberi warna cerah bersih, tata semua barang dengan rapi dan teratur serta terkelompok, semisal kalau barang itu jenis minuman maka seluruh jenis minuman harus terdisplay di satu tempat.

Dan apabila barang tersebut jenis kosmetik maka susun pada kelompok kosmetik, dan kesemuanya diupayakan terdisplay pada kelompoknya masing-masing, dan jangan coba-coba mencampurkan antara jenis yang satu kelompok ke kelompok lain.

Mengapa demikian…? Karena hal tersebut jika tidak disusun secara terkelompok maka akan menyulitkan kita sendiri dan tentunya pembeli atau konsumen. Lengkapi toko anda dengan pasilitas sound musik atau video, akan lebih baik apabila video yang ditampilkan pada layar LCD Toko merupakan tayangan informasi mengenai produk yang dijual di toko kita.

Hindari menyetel musik terlalu keras, atau menayangkan video dari siaran televisi, terlebih siaran tersebut adalah siaran sepak bola, karena jelas-jelas yang datang ke toko kita adalah yang mau nonton bola atau pembeli yang menyempatkan diri untuk menonton bola. Pasang CCTV ditempat yang mudah terlihat oleh pembeli, lebih baik dilengkapi alat perekam, akan tetapi walaupun secara doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan time ( Tidak Terrekam ), itu cukup memberikan keamanan kepada kita, karena bila ada yang berniat jahat ( Mengutil ) dia akan berpikir berulangkali karena takut perbuatannya terekam Untuk menentukan prosentase pengembilan margin ( Laba ) tentunya kita harus melihat dimana tempat kita berada, kalau dilingkungan masyarakat ( Penduduk ) perumahan, asrama, sekolah, instansi, pabrik, jangan menerapkan harga terlalu tinggi, karena pembeli dilingkungan tersebut sangat berpotensi menjadi pelanggan.

Mohon diingat lebih baik mengambil keuntungan Rp. 100,- per barang dengan jumlah pembeli 20 Orang, daripada mengambil keuntungan Rp. 700,- perbarang dengan jumlah pembeli hanya 5 Orang. Tentunya beda hal apabila lokasi kita berada di tempat wisata, tempat hiburan, terminal, bandara, stasiun kereta api, dan tempat keramaian lainnya, mungkin boleh dengan harga tertentu, karena mereka akan membeli hanya seketika itu, dan jarang menjadi pelanggan.

Untuk mensiasati jumlah pembeli, coba mengunakan sistem minimarket, yaitu membuat promo banting harga, bila perlu jangan mengambil keuntungan dari salah satu barang, akan tetapi pada barang tertentu kita bisa menutupinya, Minimarket menggunakan pola tersebut adalah bertujuan untuk menarik pembeli, dan seolah-olah seluruh barang disana semua serba murah, tetapi kenyataanya tentunya tidak demikian, bahkan penjualan barang di minimarket pada produk tertentu akan jauh lebih mahal dibanding di toko kita, coba perhatikan.

Salah satu barang yang paling banyak dibeli dan dibanding bandingkan oleh konsumen adalah Rokok, Minuman, Pulsa, Jajanan anak-anak, Sembako, pada jenis ini diupayakan jangan mengambil keuntungan terlalu banyak, coba cari informasi di sekeliling kita berapa menjual pulsa dengan Nominal 5 Ribu misalnya, apabila ditempat terdekat dengan kita dijual dengan harga Rp. 6.500,- maka kita coba jual dengan harga Rp. 6.000,- Tentunya kita untungnya sedikit dari satu produk, tapi ingat pelanggan kita akan membeludak dan menjadi magnet menarik dari konsumen langganan orang lain.

Diupayakan barang yang kita jual lengkap sesuai dengan yang diharapkan konsumen. Prinsipnya Walaupun dalam jumlah sedikit akan tetapi barang tersebut tetap ada, ingat apabila toko kita adalah toko eceran / Retail, maka tentunya pembeli tidak akan sekaligus membeli banyak pada produk tertentu. Coba evaluasi mana produk laku dan mana produk yang jarang dibeli, maka perbanyak jumlah barang yang dianggap laku dan kurangi barang yang kurang laku, tapi walaupun barang tersebut kurang laku akan tetapi itu harus tetap ada dan tersedia ditoko kita.

Kita akan sangat bersukur apabila ada seseorang datang ke toko kita untuk menawarkan produk tertentu yang akan kita jual, sebut saja sales, karena mereka adalah yang akan memberi kita modal untuk usaha kita, dengan demikian kita telah dikenal dan dipercaya untuk membeli barang dari dia, terlebih biasanya barang yang ditawarkan relatif murah, bisa dengan sistem pembayaran kredit, dan barang tersebut diantar ke toko kita tanpa ada tambahan biaya / ongkos.

Coba bayangkan apabila kita datang berbelanja ke grosir atau pusat perkulakan, tentunya sangat jauh mengtuntungkan apabila kita membeli dari sales tadi. Buat janji pembayaran yang sekiranya kita mampu memenuhinya, apabila dengan sangat terpaksa kita tidak bisa memenuhi janji kita, maka bayarlah sebagian dan buat dia memahami kedaan kita, dan cukup satu kali saja jangji kita inkar, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan keseringan maka jangan haraf kita dipercaya sepenuhnya untuk membeli barang dari dia.

Lakukan promosi sekemampu kita, ingat biaya promosi jangan sampai melamaui kemampuan kita dan promosi yang efektif tidak selalu mahal yang penting kreatifitas. Coba display banner, running text, poster, sepanduk, dan sebagainya tata secara teratur dan ditempatkan pada tempat yang efektif, mudah dikenali dan dilihat terutama pada promo yang dilakukan oleh kita.

Contoh: Coba buat group pada akun Facebook dengan nama toko kita, yang nantinya anggota anggotanya adalah pelanggan toko kita. Lakukan sosialisasi lewat pamlet depan toko kita agar pelanggan mau membuka akun facebook. Setelah anggota pada Group Facebook tersebut cukup banyak, lakukan promosi dengan update status berupa pengenalan produk baik lewat tulisan maupun gambar.

6. Coba rancang sistem penjualan online walau hanya melaui komunikasi Telepon atau HP. Semisal konsumen menelpon ke toko kita memesan suatu barang, lalu dia minta barang tersebut diantar ketempatnya, maka lakukanlah dengan sepenuh hati, karena itu merupakan peluang untuk pengembangan sistem usaha toko kita. Seperti pepatah bilang “ KALAU MAU MENGUASAI DUNIA MAKA KUASAILAH TEKNOLOGI “ Dewasa ini Teknologi sudah tidak bisa dihinadri dari kehidupan kita sehari-hari, yang merambah berbagai sektor kehidupan dan profesi.

Suka atau tidak suka, memahami atau tidak memahami, manfaat atau tidak bermanfaat, teknologi akan melekat pada kehidupan kita. Pada Usaha pengelolaan WASERDA, puncak penerapan teknologi ada pada sistem transaksi dan keadministrasian, mengapa demikian.? karena pada pase ini kita dituntut untuk mengelola data dan keuangan secepat dan seakurat mungkin, disamping sebagai pungsi kecepatan pelayanan, juga keakuratan data yang kita butuhkan. Pola Teknologi pada pengelolaan transaksi dan keadministrasian, tentunya bertujuan untuk memperkuat karakter pelayanan dan berupaya meningkatkan jenjang ketertinggalan dengan pengelolaan MINIMAKET yang dikelola secara profesional dengan teknologi tinggi.

Kesimpulannya adalah Kita akan berupaya berkompetisi meraih kesuksesan dengan usaha dan upaya memanfaatkan teknologi pada usaha WASERDA kita. • FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA Pedoman dalam melaksanakan usaha WASERDA ini dapat dilihat dalam tahapan sebagai berikut : • Memiliki dasar pengetahuan yang memadai tentang tata kelola sebuah WASERDA / TOKO Kelontong.

• Menetapkan permintaan konsumen terhadap barang dagangan, dengan melakukan penetapan sasaran konsumen dan menetapkan jumlah kebutuhan dalam periode tertentu (misalnya satu tahun) • Melakukan analisis pesaing, dengan mengidentifikasi pesaing yang sudah terlebih dahulu melakukan kegiatan usaha.

Kemudian dianalisis secara sederhana, untuk mengetahui doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan penetrasi pasar pesaing sudah sangat kuat atau sebaliknya, di mata konsumen selama ini • Melakukan rencana penjualan. Prinsip yang dilakukan ialah kehati-hatian, untuk menghindari besarnya stock barang yang disediakan.

• Lakukan analisis pesaing dengan memperhatikan faktor-faktor (1) harga, (2) promosi, (3) kelengkapan barang, (4) dsb. • Perhatikan proses perolehan barang dagangan, dengan memperhatikan sumber-sumber pemasok, antara lain (1) suplier, (2) pasar, (3) pedagang lain • Bangunan usaha • Peralatan yang dibutuhkan, seperti etalase, timbangan, rak, mesin kasir atau computer kasir, kalkulator, kuitansi atau struk dsb. • Penyediaan jenis barang yang dibutuhkan konsumen, dengan fokus utama ke pemenuhan sembako, antara lain : Dalam memulai usaha, sebelum melakukan pengembangan usaha yang lebih besar, maka diharapkan koperasi memilih aspek legal sebagai perusahaan badan.

Untuk itu legalitas untuk usaha WASERDA relatif mudah, sebab untuk tahap awal tidak membutuhkan aspek legal yang lengkap. Namun setidaknya memperoleh kelengkapan ijin pada induk koperasinya dan Teknologi Informasi Komputer (TIK) atau selanjutnya kita akan sebut dengan istilah komputerisasi Unit WASERDA koperasi, bertujuan untuk menata pengelolaan system transaksi WASERDA yang lebih cepat, akurat dan terintegrasi, tentunya disamping sebagai penyesuaian dengan kedaan dewasa ini, juga meminimalisir ketertinggalan antara WASERDA koperasi dengan Toko Moderen ( Minimarket ), yang pasti segala rangkaian prosedur mengelola WASERDA yang telah kita bahas sebelumnya akan disederhanakan, dengan system Aplikasi Komputer yang dikhususkan untuk mengelola WASERDA.

Komputerisasi pada WASERDA bukanlah Investasi yang berlebihan, akan tetapi merupakan kebutuhan dan keharusan, karena komputerisasi bukan barang mahal dan mewah.

doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan

Komputerisasi adalah sebuah upaya pengelolaan WASERDA dengan tujuan mempercepat proses transaksi, pengolahan data yang akurat, penghematan ( waktu, tenaga, pikiran dan biaya ), menyederhanakan rangkaian rumit sebuah siklus barang dari mulai Barang datang (Masuk), Barang dipajang (Display), Barang dijual ( dikeluarkan ).

Pertanyaan diatas telah terjawab, tinggal kembali bertanya mengapa tidak dikomputerisasikan…? Untuk memulai komputerisasi pada WASERDA tidak doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan komputer yang terbaru dan tercangih, coba lihat disekitar kita apakah ada komputer yang tidak terpakai…? Kalau ada. kenapa tidak terpakai, apakah rusak…? Atau sudah tidak memadai untuk digunakan…?

Kesemuanya bisa kita manfaatkan untuk meminimalisir Cost. Rusak. ya kita perbaiki karena biaya perbaikan akan jauh lebih kecil dibanding dengan membeli baru.

Dan apabila sudah tidak memadai, maka kita antisipasi dengan mengupgradenya atau meningkatkan kapasitas dari kekurangannya. Gabungan Kelompok Tani Tirtonadi, Desa Tirta Kencana, Kabupaten Tebo, Jambi, berhasil meraih pernghargaan tingkat nasional setelah menerapkan sistem keuangan syariah. “Prestasi ini membanggakan, salah satu Gapoktan di Tebo akan menerima penghargaan Gapoktan berprestasi 2012 langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada peringatan HUT ke-67 RI,” kata Bupati Tebo Sukandar di Muaratebo, ibukota Kabupaten Tebo, Jumat.

Salah satu keberhasilan Gapoktan Tirtonadi adalah kemampuan manajemen dalam mengembangkan modal yang telah diberikan pemerintah melalui program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP).

Modal awal pada 2010 hanya Rp100 juta, kemudian meningkat menjadi lebih dari Rp400 juta pada 2012. Salah satu kunci keberhasilan pengelolaan PUAP oleh Gapoktan Tirtonadi adalah diterapkannya sistem keuangan syariah. Pola syariah tersebut berhasil diterapkan setelah mencontoh pola pengelolaan keuangan pada bank bank syariah yang mulai banyak muncul di Provinsi Jambi.

“Tidak hanya piagam penghargaan, Gapoktan Tirtonadi juga akan menerima uang pembinaan yang nantinya akan dikirim langsung melalui rekening Gapoktan,” katanya. Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan itu, Kepala Badan Pelaksana, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo, Sarjono mengatakan, kesadaran dan kekompakan anggota gapoktan juga menjadi kunci penting majunya suatu kelompok tani.

Dari total 106 desa dan kelurahan di Tebo, telah ada sedikitnya 102 gapoktan penerima dana PUAP yang masing-masing diberi modal Rp100 juta rupiah dari Kementerian Pertanian RI. Pada prosedur penerima dana PUAP itu, setiap desa/kelurahan hanya boleh mengajukan satu Gapoktan. “Masih ada empat desa lagi yang rencananya akan dibentuk Gapoktan dan terealisasi pada 2013 nanti,” katanya.(Ant) Editor: Edy Supriyadi COPYRIGHT © 2012 http://www.antarajambi.com/berita/298171/gapoktan-tebo-raih-penghargaan-nasional salah satu bukti keunggulan “aulia software”, yaitu kompatable dan user freindly untuk semua kalangan pengguna nya… Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…!

Software WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…! Posted in Artikel BMT 1 Comment Posts navigation Pages • aOnlineShop #AULIASOFT Toko Online • aPOS #AULIASOFT Point of Sales • aSIMKOP #Auliasoft Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam • aSIMKOPSYAH #Auliasoft Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam Syariah • Software Engeenering Keuangan Mikro Syariah • Tamu • Cash Box Kasir • GONDOLA, LED DAN PERLENGKAPAN MINI MARKET • Mesin Hitung Uang ( Money Counter ) • Pendeteksi Uang Palsu ( Money Detector ) • Perangkat Point Of Sales • Printer Passbook ibm wincor epson plq dan Cetak Buku • Software Anti Virus • Software Bimbel/LPK • Software Digital Scoring System • Software Grafis • SOFTWARE PETA DIGITAL SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS GIS • Software Praktek Dokter • Software Rumah Makan Resto-RAN • Software SIM Sekolah • Software Sistem Informasi Manajemen Desa • Software SMS Billing • Software SMS Center Sekolah • Software SMS Center Web Based • Software SMS PILKADA • Software Windows • Loket GRATIS Payment Point Online • SOFTWARE ANGGARAN PENERIMAAN BELANJA PERGURUAN TINGGI • Software Bank BPRS ONLINE • Software BPIH – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji • Software Digital Printing & Photography • SOFTWARE DISTRIBUSI SURAT MASUK ( PAPERLESS OFFICE ) • Software Finance Syariah • Software Gudang Distributor Acheivement Salesman • SOFTWARE KEUANGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU ( IT ) • SOFTWARE KEUANGAN USAHA LAUNDRY • Software KSPS KJKS BMT PAK-Kopsyah • Software Mudah • Software Murah • Product BMT/BTM • PSAK 101 Akuntansi Syariah (Laporan Keuangan) • PSAK102 Akuntansi Murabahah (Jual Beli) • PSAK 103 Akuntansi Salam (Barang Pesanan) • PSAK 104 Akuntansi Istishna (Barang Proses) • PSAK 105 Akuntansi Mudharabah (Permodalan) • PSAK 106 Akuntansi Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan (Perserikatan) • PSAK 107 Akuntansi Ijarah (Sewa/Menyewa – Upah/Mengupah) • PSAK 108 Akuntansi Penyelesaian Utang Piutang Murabahah Bermasalah • PSAK 109 Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah • PSAK 110 Akuntansi Hawalah (Pengalihan Hutang) • Produk Akad Kafalah (Penjaminan = Letter of Credit) • Akad Jualah (Janji Upah/Hadiah) • Akad Wakalah (Perwakilan) • Akad Sharf (Jual Beli Valuta) • Software Leasing MotorKomputer • Software Notaris PPAT AKTA LEGALISASI dan Surat Setoran Pajak • Software PAK Service Komputer – Bengkel • Software PAK ZAKAT FreeDownload ( DI-INFAQ-KAN ) • Software PAK-Apotek – Klinik • Software PAK-LKMA • Software PAK-WASERDA TOSERBA MINIMARKET • Software Portal Parkir • SOFTWARE PROPERTY – PERUMAHAN • SOFTWARE RAPBS (RENCANA ANGGARAN PENERIMAAN BELANJA SEKOLAH) • SOFTWARE SHOW PERHIASAN JEWELLERY • SOFTWARE SHOWROOM MOBIL • SOFTWARE USAHA TOKO HP & PULSA • SOFTWARE USAHA TOKO KOMPUTER • WEBSITE PROFESIONAL • JASA KONSULTAN PAJAK PROFESIONAL • Software Billing Pembayaran Karaoke • Software Gratis Free Download • SOFTWARE KEUANGAN MANUFAKTUR INDUSTRI BISNIS UKM • SOFTWARE KOPERASI SIMPAN PINJAM KOSPIN KOPKAR KUD KSP KSU • SOFTWARE LEMBAGA BANK SAMPAH • SOFTWARE PEGADAIAN GADAI • ReSeller • Profile Cara Pembelian / Pemesanan 1.Cara Langsung: - Silahkan kirim SMS atau Kontak ke 0812 51386016.

- Kami akan kirimkan No.Bank Transfer Pembayaran. - Silahkan Transfer ke No.Rekening Bank Kami. - Kemudian Konfirmasi Transfer SMS ke 0812 51386016. - Setelah Konfirmasi Transfer, satu hari kemudian Software "AULIA SOFTWARE" sudah kami siapkan. - Kami akan kirimkan Software "AULIA SOFTWARE" via EMAIL Konfirmasi.

2.Cara Melalui Reseller di Daerah: - Silahkan kirim SMS atau Kontak ke No. Kontak Reseller Kami. PROGRAM AFILIASI Peluang Reseller: "kami menyediakan peluang kepada Anda untuk menjadi AGEN RESMI (AR) software koperasi syariah dan software perdagangan.

Ketentuan Reseller: 1.untuk wilayah propinsi, kami akan bekerja sama dengan 1-3 reseller potensial (bila tidak aktif, selama 3 bulan, status reseller akan kami batalkan).

2.untuk wilayah kabupaten, kami akan bekerja sama dengan 1 reseller potensial (bila tidak aktif, selama 3 bulan, status reseller akan kami batalkan). 3.untuk sub reseller, maka akan mendapatkan 20% dari nilai penjualan dan 10% untuk reseller.

4.bila ada pesanan software tanpa melalui reseller, maka penjualan tersebut 100% menjadi penjualan head office. 5.support dari reseller hanya selama support garansi dan kemudian akan di support langsung oleh head office, atau; 6.support juga dapat dilakukan reseller pada masa maintenance, dan reseller akan mendapatkan 25% dari nilai biaya maintenancenya.

salam sukses, Calender Anti Virus Free Artikel BMT Artikel Hikmah Artikel Syariah Berita Teknologi Informasi Bisnis Online Code Algo 1 Code Algo 2 Code Bahasa C & C++ Diskusi Materi Kuliah Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Laporan Tugas Akhir (Skripsi) Leadership (Kepemimpinan) Manajemen SDM Manajerial Materi Kuliah Pengetahuan Komputer Terapan Penulisan Praktik Kerja Lapangan Product boutique software Proposal Skripsi Referensi Algo 1 (Basic) Referensi Algo 2 (Pascal) Referensi Aplikasi Java / Java Application Referensi Bahasa C++ Referensi Bahasa SQL Referensi PBO 1 doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Referensi Sistem Penunjang Keputusan Referensi Visual Foxpro Sistem Pakar (Expert System) Software Gratis Recent Comments dwi arya on Install Driver Printer EPSON T… dian on Buka Laci pakai driver epson t… tam on Install Driver IBM 9068 A… sedekah on Type Data kredit mobil on Deptan Bikin Model Percontohan… rezkyjoe on Program Paket Niaga 1 (PPN 1=M… iPage Coupon Code on Skripsi Ekonomi Manajemen Free… Andrew on Install Driver IBM 9068 A… kemalmaulana on Matematis Jam pada Delphi (Dat… Bang Uddin on Gapoktan Tebo raih penghargaan… FaceBook Rahmadi Pak Bmtkopsyah "Aulia Software" Authors • software koperasi ksp dan bmt koperasi syariah • SOFTWARE KSP KSPPS BMT ONLINE KANTOR ANTAR CABANG DAN ONLINE ANTAR KOPERASI NASIONAL • LEMBAGA KEUANGAN MIKRO • Koperasi Syariah KJKS BMT • Mengenal KJKS BMT • Persamaan komponen Bunga & Riba • Manajemen Sistem Informasi ( SI ) • UNDANGAN PELATIHAN SOFTWARE KJKS BMT PAK KOPSYAH DI JAWA TENGAH • KJKS BMT (Baitul Maal wat Tamwil) • PENGELOLAAN WASERDA KOPERASI BERBASIS TI ( TEKNOLOGI INFORMASI ) • Gapoktan Tebo raih penghargaan nasional Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com Assalamu’alaika Ya RasullAllah * Awal Kerja dgn shalat Dhuha Fadhilah Tubuh manusia memiliki ratusan tulang yang masing-masing dihubungkan dengan persendian.

Jumlah persendian dalam tubuh manusia adalah 360, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah SAW dan dibenarkan oleh para dokter. .Kita tidak bisa membayangkan, bagaimana jika tulang-tulang yang ada dalam tubuh kita tersebut tidak dihubungkan dengan persendian.

Atau salah satu persendian tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Maka, tidak ada yang mengetahui betapa besarnya nikmat ini kecuali orang yang telah kehilangan nikmat tersebut. Shadaqah tanpa harta Setiap hari, persendian kita mempunyai kewajiban untuk bershadaqah sebagai realisasi syukur kita kepada Allah, Dzat yang telah menciptakannya.

Caranyapun beragam sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, "Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bershadaqah setiap harinya sejak matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang yang berselisih adalah shadaqah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah. Berkata yang baik juga termasuk shadaqah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah shadaqah.

Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah." (HR. Bukhari dan Muslim) Begitu berat dan lelahnya kita jika harus nelakukan berbagai amal tersebut setiap harinya.

Sehingga para sahabatpun bertanya, "Siapa yang sanggup melakukan, wahai Rasulullah?" Maka beliau menjawab, "Jika ia tidak mampu, maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya." (HR Ahmad Abu Dawud) Rasulullah SAW memberikan kemudahan kepada umatnya, bahwa semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan.

Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-masing. Demikian penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Daqiqil 'Ied. Jumlah raka'at Dhuha minimal adalah 2 raka'at sedangkan maksimalnya adalah 8 raka'at. Dengan menjalankan 2 raka'at Dhuha, kita telah melaksanakan salah satu wasiat Rasulullah SAW. Abu Hurairah berkata, "Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua raka'at shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur." (Muttafaq 'Alaihi) Keutamaan shalat dhuha Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung banyak fadhilah (keutamaan), namun tidak banyak dari kita yang memperhatikannya.

Diantaranya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Darda' ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah ta'ala berfirman, "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya." (HR. Tarmidzi) At Thayyibi menerangkan bahwa dengan mengerjakan empat rak'at di pagi hari, Allah akan mencukupi kebutuhan- kebutuhan kita dan menjauhkan kita dari semua yang tidak kita inginkan hingga sore hari.

Fadhilah lainnya, orang yang mengerjakannya dimasukkan dalam golongan orang-orang yang kembali kepada Allah. Karena shalat Dhuha adalah shalat awwabin, shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (bertaubat). Dalam hadits lain Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pahala orang yang mengerjakan shalat Dhuha seperti orang yang mengerjakan umrah.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kaya dengan shalat dhuha? Ada diantara kaum muslimin yang begitu bersemangat mengerjakan shalat dhuha. Namun ironisnya ketika mereka melaksanakan shalat wajib, justru malas- malasan dan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja.

Shalat subuh dikerjakan jam enam pagi dan salat asar hanya kalau sempat saja. Penyebabnya, ada tujuan lain ketika mereka mengerjakannya yaitu ingin mendapatkan balasan di dunia, biar lancar rezekinya dan menjadi orang yang kaya raya. Sehingga doa-doa yang dipanjatkannyapun hanya dengan kelancaran rizki.

Demikian fenomena yang sering kita dapatkan di masyarakat. Dunia, mungkin saja mereka peroleh. Boleh jadi akan semakin lancar rizkinya dan karirnya terus meningkat. Namun apa yang mereka peroleh di akhirat?

Qatadah ketika menafsirkan surat Hud: 15-16, ia berkata, "Barang siapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan shalehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia.

Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaiakn apa-apa sebagai alasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan wajah Allah), selain akan mendapatkan balasan di dunia dia juga akan mendapatkan balasannya di akhirat." Luangkan waktu Waktu pelaksanaan shalat Dhuha adalah ketika matahari mulai naik sepenggalan, kira-kira seperempat jam setelah matahari terbit hingga waktu zawal (matahari tergelincir).

Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari mulai panas. Memang, tidak mudah untuk melaksanakan shalat Dhuha. Karena waktunya bertepatan dengan jam-jam dimulainya aktivitas keseharian, orang sibuk bekerja mencari rezki pada waktu tersebut.

Namun, sesempit apapun waktu kita karena aktivitas sehari-hari, jika kita luangkan waktu sejenak untuk mengerjakan shalat Dhuha, Insya Allah tidak akan mengurangi jatah rizki yang telah ditentukan untuk kita.

Kalau toh meluangkan waktu pada waktu tersebut tidak memungkinkan pula, karena peraturan perusahaan yang begitu ketat dan mengikat, shalat Dhuha bisa kita kerjakan sebelum masuk jam kerja. Nah, mari awali kerja kita dengan melaksanakan shalat Dhuha.

Disadur dari : Majalah Islam Ar- Risalah Hal. 54 Edisi 96 / Vol. VIII / No.12 Terbaik Kiat HUSNUL KHOTIMAH hanya ALLAH mnentukn,inilh diantara ikhtiarnya:1.Taubat sunggh2,jgn prnah mngulangi ma'siyat & brbuat zholim lg,2.Sunggh2 taat,3.Bhakti pd ortu,ingat kisah Alqomah masa Rasulullah walau ahli ibadah krn mnyakiti ibunya sgt mnderita saat wafat,4.Minta maaf siapa yg prnah disakiti,5.Sgr lunasi hutang,6.Sholat tepat waktu,7,Sll wudhu,zikir,tahajud,subuh jamaah dimsjid,8.Doa husnul khotimh,9.Tawakal.

( K.H. Arifin Ilham ) SEBAIK-BAIK PERKATAAN ADALAH: * Sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah * Sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah * Sebaik-baik umat adalah 3 generasi awal Islam (generasi shahabat, tabi'in, & tabi'ut tabi'in) SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH : * yang paling baik akhlaknya * yang bermanfaat bagi manusia yang lain * yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya * yang paling baik kepada sahabatnya & tetangganya * yang menyambung silaturrahim * yang lebih dulu memberi salam * yang paling baik dalam pembayaran hutang * yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa & hartanya LAKI-LAKI : * yang paling baik adalah yang paling baik terhadap istrinya WANITA : * Sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang shalihah * Sebaik-baik mahar adalah yang mudah dan ringan * Sebaik-baik masjid (tempat sujud) adalah di rumahnya SEBAIK-BAIK AMALAN & IBADAH : * amalan yang dilakukan secara rutin * amalan yang paling disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah sholat tepat pada waktunya, berbuat baik kepada kedua orang-tua, berjihad di jalan Allah * puasa Muharram (setelah puasa Ramadhan) * sholat malam (setelah sholat fardhu) * puasa Nabi Daud 'alaihi sallam * sholat Nabi Daud 'alaihi sallam SHOLAT & DO'A * sholat sunnah seseorang yang paling utama adalah di rumahnya * yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang paling jauh perjalanannya menuju ke tempat sholat, dan yang lebih jauh lagi * sebaik-baik shof sholat bagi kaum lelaki adalah shof yang pertama * sebaik-baik shof sholat bagi kamu wanita adalah shof yang terakhir * sholat yang paling utama adalah yang lama berdirinya * kedekatan paling utama dengan Allah adalah saat sujud, maka sangat baik untuk berdo'a * waktu yang paling utama untuk berdo'a adalah di akhir & tengah malam, dan setelah sholat fardhu SEBAIK-BAIK AYAT & SURAT & KALIMAT DZIKIR : * ayat yang paling agung dalam kitab Allah adalah ayat Kursi (QS.

Al-Baqarah : 255) * surat yang dibaca pada sholat qobliyah shubuh (sholat fajar) adalah surat Al-Kaafirun & surat Al-Ikhlash * kalimat Laa ilaha ilallah (Tiada Tuhan selain Allah) * kalimat yang paling disukai Allah adalah 'Subhanallahi wabihamdih' SEBAIK-BAIK HARTA & SEDEKAH : * harta di tangan orang shalih * harta yang dinafkahkan kepada keluarganya * sedekah di saat menginginkan kekayaan dan takut fakir * Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at * Sebaik-baik pakaian adalah berwarna putih * Sebaik-baik majelis adalah majelis yang lapang * Sebaik-baik penyembelihan hewan adalah dengan pisau yang tajam Iblis Secrets Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk?

Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.” Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.” Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya.

Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…” Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.” “Siapa yang memaksamu?” Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata: “Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia.

jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.” “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.” Orang Yang Dibenci Iblis Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.” “Siapa selanjutnya?” “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.” “lalu siapa lagi?” “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)” “Lalu siapa lagi?” “Orang yang selalu bersuci.” “Siapa lagi?” “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.” “Apa tanda kesabarannya?” “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.” ” Selanjutnya apa?” “Orang kaya yang bersyukur.” “Apa tanda kesyukurannya?” “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.” “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?” “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.” “Umar bin Khattab?” “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.” “Usman bin Affan?” “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.” “Ali bin Abi Thalib?” “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya.

tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT) Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?” “Aku merasa panas dingin dan gemetar.” “Kenapa?” “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.” “Jika seorang umatku berpuasa?” “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.” “Jika ia berhaji?” “Aku seperti orang gila.” “Jika ia membaca al-Quran?” “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.” “Jika ia bersedekah?” “Itu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.” “Mengapa bisa begitu?” “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.

Yaitu doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.” “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?” “Suara kuda perang di jalan Allah.” “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?” “Taubat orang yang bertaubat.” “Apa yang dapat membakar hatimu?” “Istighfar di waktu siang dan malam.” “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?” “Sedekah yang diam – diam.” “Apa yang dapat menusuk matamu?” “Shalat fajar.” “Apa yang dapat memukul kepalamu?” “Shalat berjamaah.” “Apa yang paling mengganggumu?” “Majelis para ulama.” “Bagaimana cara makanmu?” “Dengan tangan kiri dan jariku.” “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?” “Di bawah kuku manusia.” Manusia Yang Menjadi Teman Iblis Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?” “Pemakan riba.” “Siapa sahabatmu?” “Pezina.” “Siapa teman tidurmu?” “Pemabuk.” “Siapa tamumu?” “Pencuri.” “Siapa utusanmu?” “Tukang sihir.” “Apa yang membuatmu gembira?” “Bersumpah dengan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan “Siapa kekasihmu?” “Orang yang meninggalkan shalat jumaat” “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?” “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.” Hadist “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: Masa mudamu sebelum masa tuamu; Masa sehatmu sebelum masa sakitmu; Masa kayamu sebelum masa kemiskinanmu; Masa luangmu sebelum masa sibukmu; Masa hidupmu sebelum masa kematianmu.” (HR.

Abu Dunya dengan sanad hasan) “Dua nikmat yang disia-siakan oleh banyak orang ialah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari) 1. Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari sya’iir. atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. ( HR : Bukhari dan Muslim ) 2. Diriwayatkan dari Umar bin Nafi’ dari ayahnya dari Ibnu Umar ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari sya’iir atas seorang hamba, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar di tunaikan/dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk shalat ‘Ied.

( HR.Bukhari, Abu Daud dan Nasa’i) 3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang puasa dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin.

Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah shalat ‘Ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah ).

( HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Daruquthni) 4. Diriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. bersabda : Tangan di atas (memberi dan menolong) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta-minta), mulailah orang yang menjadi tanggunganmu (keluarga dll) dan sebaik-baik shadaqah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan (yang di perlukan oleh keluarga). (HR.Bukhari dan Ahmad) 5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a.ia berkata : Rasulullah sw.

memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithrah unutk anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (tanggunganmu). (HR. Daaruquthni, hadits hasan ) 6. Diriwayatkan dari Nafi’, ia berkata : Adalah Ibnu Umar menyerahkan (zakat fithrah) kepada mereka yang menerimanya (panitia penerima zakat fithrah /amil ) dan mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum ‘Iedul Fitri.

( HR.Bukhari) 7. Diriwayatkan dari Nafi’ : Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fithrah kepada petugas yang kepadanya zakat fithrah di kumpulkan (amil) dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri.

(HR.Malik) ". Sesungguhnya harta hanya tiga macam : 1. apa yang dimakan lalu habis, 2. apa yang dipakai lalu lusuh, 3. apa yang disedekahkan lalu tersimpan untuk akhirat.

Selain yang tiga itu akan lenyap (H.R. Muslim) Yang dinamakan harta kekayaan bukanlah banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati). (HR. Abu Yu'la) Setiap orang lebih berhak atas harta miliknya daripada ayahnya atau anaknya dan segenap manusia. (HR. Al Baihaqi) Harta kekayaan adalah sebaik-baik penolong bagi pemeliharaan ketaqwaan kepada Allah.

(HR. Adailami) Tiap menjelang pagi dua malaikat turun. Yang satu berdoa: "Ya Allah, karuniakanlah bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan". Malaikat yang satu lagi berdoa: "Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya). (Mutafaq 'alaih) Harta yang dizakati tidak akan susut (berkurang). (HR. Muslim) Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.

(HR. Athabrani) Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang. (HR. Aththusi) Apa yang sedikit tetapi mencukupi lebih baik daripada banyak tetapi melalaikan. (HR.

Abu Dawud) Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka. (HR. Al Bukhari) Sesungguhnya orang-orang yang mengelola harta Allah dengan tidak benar maka bagi mereka api neraka pada hari kiamat. (HR. Al Bukhari) Apabila kamu diberi sesuatu tanpa kamu minta maka pergunakanlah (makanlah) dan sedekahkanlah sebagiannya.

(HR. Muslim) Barangsiapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir) dan tanah (longsor). (HR. Al Baihaqi) “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614) “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum waktu fakirmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.” (HR.

Al Hakim dalam Al Mustadrok, 4/341, dari Ibnu ‘Abbas. Hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim) "Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar(jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya".(HR. Al-Baihaqi) “Sesungguhnya harta itu hijau lagi manis. Barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya (tidak tamak dan tidak mengemis), maka harta itu akan memberkahinya.

Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan, maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang.” (HR. Bukhari) "Biarkanlah (jangan tanyakan) yang aku diamkan bagi kalian ( yang tidak dijelaskan hukumnya ). Sessungguhnya, umat sebelum kalian binasa karena terlalu sering bertanya dan mereka berselisih dengan nabi-nabinya" ( mutafaq alaihi ) Orang yang paling besar dosanya adalah orang yang menanyakan sesuatu yang sebelumnya tidak diharamkan.

Kemudianhal itu diharamkan karena adanya pertanyaan tersebut ( mutafaqun alaihi ) "Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh atau untuk menarik perhatian manusia maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka" (HR.

At-Tirmidzi 5/32 no.2654, dan dihasankan oleh Syeikh Al-Albany) “Dijaminkan sebuah rumah di syurga barang siapa menghindari perdebatan, meski padanya ada kebenaran”.(HR.Abu Dawud) ”Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu kasur?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi) “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takuti atas kalian, tetapi aku takut pada kalian dibukakannya dunia bagi kalian sebagaimana telah dibuka bagi umat sebelum kalian.

Kemudian kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi) “Demi Allah, perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah apa yang tersisa.” (HR Muslim) ”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu.

Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim) "Allah memusnahkan Riba dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan sedekah." (QS. Al-Baqarah: 276) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya.

Dan beliau juga bersabda: “Mereka itu sama dalam hal dosanya.” (HR. Muslim) “Shadaqah kepada orang misikin adalah satu shadaqah dan shadaqah kepada orang yang punya hubungan rahim (kerabat) adalah dua shadaqah: shadaqah dan shilah (menyambungkan).” (At-Tirmidzi) “Sesungguhnya dunia itu manis dan menghijau.

Dan sesungguhnya Allah mengangkat kalian sebagai khalifah di dalamnya untuk melihat (menguji) bagaimana kalian bekerja. Maka berhati-hatilah dengan dunia dan berhati-hatilah dengan wanita. Karena sesungguhnya fitnah Bani Israil adalah pada wanita.” (Riwayat Muslim) “Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, dinar yang engkau infakkan untuk (mememerdekakan) hamba sahaya, dinar yang engkau infakkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau infakkan untuk keluarga, yang paling utama di antara semua itu adalah dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu.” (Muslim) Dari Abi ‘Abdillah Tsauban Bin Bujdad bahwa Rasulullah saw.

Bersabda, “Dinar yang paling utama yang dibelanjakan seseorang adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang ia infakkan untuk rekan-rekannya (yang tengah berjuang) di jalan Allah.” (Muslim) Nasehat Nabi Muhammad kepada Umat Islam Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu’adz (umat Islam); ”Wahai Mu’adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan : · Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.

· Bac.alah Al-Qur’an · tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain. · Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. · Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. · Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat. · Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. · Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. · Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu. Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, “Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain.” Sabda Rasulullah S.A.W., “Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya.” Kata Mu’adz, ” Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?” Sabda Rasulullah S.A.W., “Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T.” Iblis berkata kepada Rosulullah: “Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada orang yang menunda-nunda sholatnya.

Ketika ia hendak menjalankan sholat mata saya selalu berkata kepadanya : “Masih ada waktu. Teruskan sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan”. Akhirnya ia menunda sholatnya, dan sholat di luar waktunya. Bila seseorang telah menepati waktu sholatnya, maka dalam sholatnya saya berkata kepadanya, “Tengok kanan dan kiri”.

Akhirnya ia menengok. Saat itu wajahnya doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan usap dengan tangan saya, saya menghadap di depan matanya sembari berkata, “Engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik selamanya”.

“Wahai Muhammad, engkau tahu, orang banyak menoleh dalam sholatnya, Allah akan memukul kepalanya dalam sholat. Kalau dalam sholat, ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia sholat sendirian, saya perintahkan untuk tergesa-gesa. Ia mengerjakan sholat seperti ayam yang mematok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Andai ia sanggup mengalahkan saya, sholat berjama’ah, saya kalungkan rantai di lehernya. Ketika ia sedang rukuk, saya tarik kepalanya ke atas sebelum imam bangun dan saya turunkan sebelum imam turun”.

“Wahai Muhammad, engkau tahu, orang yang sholat seperti itu batal sholatnya, dan di hari kiamat nanti Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai. Kalau dengan cara tersebut, saya masih kalah, saya perintahkan ia meremas jari-jemarinya sampai menimbulkan suara, padahal ia sedang sholat. Ia termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang sholat. Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, saya tiup hidungnya sampai ia menguap, sementara ia sedang sholat.

Kalau tidak menutup mulut dengan tangannya, setan masuk ke dalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya.

Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku”. “Jadi, bagaimana umatmu bisa bahagia, wahai Muhammad, kalau saya memerintahkan orang-orang miskin untuk menginggalkan sholat?

Dan saya berkata kepada mereka, ‘Sholat bukanlah kewajiban kalian, sholat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah?’. Saya pun berkata kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkan sholat, karena sholat bukanlah kewajibanmu. Sholat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan.Kalau engkau sudah sembuh baru lakukan sholat’. Akhirnya ia mati dalam kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan sholat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dalam murka-Nya” Sebarkanlah salam, berilah makan orang yang membutuhkan, sambunglah persaudaraan dan shalat malamlah ketika manusia pada tertidur.

Maka anda akan masuk surga dengan selamat.” (Sunan Tirmidzi, Jilid 9, Halaman. 25) "Mengapa WANITA_WANITA SHOLEHA dunia lebih utama daripada BIDADARI.?" Beliau menjawab, "karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka kepada ALLAH SWT. ALLAH SWT. meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih berseri, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.

Mereka (BIDADARI) berkata, "Kami doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan abadi dan tidak mati, Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, Kami selalu mendampingi dan tidak pernah beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki Kami dan Kami memilikinya. "(HR Ath Thabrani, dariUmmu Salamah). "Seandainya seluruh hamba tidak berbuat dosa (sama sekali), tentulah Allah menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa, kemudian Allah mengampuni mereka dan Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR.

Al-Haakim dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Al-Shahihah, no. 917) "Sa’ad bin Abi Waqash pernah meminta dido’akan Nabi saw agar do’a-do’anya senantiasa dikabul. Maka Nabi bersabda, ”Hai Sa’ad, perbaiki makananmu, tentu do’amu akan dikabulkan.

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kekuasaan-Nya, sesungguhnya seorang hamba yang memasukkan makanan haram di dalam mulutnya tidak akan diterima amalnya selama 40 hari.

Dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari barang haram, neraka lebih utama baginya!” (HR. Thabrani). ”Sesungguhnya jika ada seseorang yang taat beribadah, setan akan berkata kepada kawan-kawannya, ’Lihatlah dari mana makanannya’. Jika makanannya berasal dari yang haram, maka setan berkata, ’Biarkan saaja dia berpayah-payah dan bersungguh-sungguh (beribadah), sungguh telah cukup bagi kalian dirinya itu.

Sesungguhnya kesungguhan beribadahnya beserta makan barang haram tidak akan membawa manfaat”. (HR. Muslim) "Allah menyayangi seseorang yang berbaik hati ketika berjualan, ketika membeli dan ketika menagih hutang." Disebutkan dalam sebuah riwayat lain, ". bila membayar hutang." (Diriwayatkan AI-Bukhary, At-Tirmidzy dan lbnu Majah) “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”.

Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh sayapun juga doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. ‘’Tidak seorang jua pun di antara kamu melainkan tempatnya telah ditentukan Allah di surga atau di neraka.

Maka bertanya seorang sahabat, ‘’Ya Rasulullah ! Kalau begitu apakah tidak lebih baik kita diam saja menunggu suratan taqdir nasib kita tanpa beramal.'’ Jawab Beliau‘’Orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang bahagia, adalah karena ia beramal dengan amalan orang yang berbahagia, dan orang yang telah ditetapkan Allah menjadi orang yang celaka adalah karena doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan beramal dengan amalan orang celaka.

Karena itu beramallah ! Semua sarana telah disediakan. Ada pun orang-orang bahagia, mereka dimudahkan untuk mengamalkan amalan-amalan orang berbahagia. Dan orang-orang celaka, mereka dimudahkan untuk beramal dengan amalan orang-orang celaka; kemudian beliau SAW membaca ayat : ‘’Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.'’ (QS. 92:5-10)'’ H.R.Muslim. Suatu hari Rasulullah saw masuk ke rumah Sayyidah Fathimah as.

Ketika itu, Fathimah sudah berbaring untuk tidur. Rasulullah saw lalu berkata, "Wahai Fathimah, lâ tanâmi. Janganlah engkau tidur sebelum engkau lakukan empat hal; mengkhatam Al-Quran, memperoleh syafaat dari para nabi, membuat hati kaum mukminin dan mukminat senang dan rida kepadamu, serta melakukan haji dan umrah." Fathimah bertanya, "Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?" Rasulullah saw menjawab, "Sebelum tidur, bacalah oleh kamu Qul huwallâhu ahad tiga kali.

Itu sama nilainya dengan mengkhatam Al-Quran." Rasulullah saw melanjutkan ucapannya, "Kemudian supaya engkau mendapat syafaat dariku dan para nabi sebelumku, bacalah shalawat: Allâhumma shalli 'alâ Muhammad wa 'alâ âli Muhammad, kamâ shalayta 'alâ Ibrâhim wa 'alâ âli Ibrâhim. Allâhumma bârik 'alâ Muhammad wa 'alâ âli Muhammad, kamâ bârakta 'alâ Ibrâhim wa 'alâ âli Ibrâhim fil 'âlamina innaka hamîdun majîd.

"Kemudian supaya kamu memperoleh rasa rida dari kaum mukminin dan mukminat, supaya kamu disenangi oleh mereka, dan supaya kamu juga rida kepada mereka, bacalah istighfar bagi dirimu, orang tuamu, dan seluruh kaum mukminin dan mukminat." "Astaghfirullâhal azhîm lî wa lî wâlidayya wa lî ashâbil huqûqi wajibâti 'alayya wal masyâikhina wal ikhwâninâ wa li jamî'il muslimîna wal muslimât wal mukminîna wal mukminât, al ahyâiminhum wal amwât. Nasihat terakhir dari Rasulullah saw kepada Fathimah adalah, "Sebelum tidur, hendaknya kamu lakukan haji dan umrah." Bagaimana caranya?

Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang membaca subhânallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha ilallâh huwallâhu akbar, ia dinilai sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah." "Semua dosa akan ditangguhkan oleh Allah SWT sampai hari Kiamat nanti apa saja yang Dia kehendaki, kecuali durhaka kepada orang tua, maka sesungguhnya Allah akan menyegerakan kepada pelakunya dalam hidupnya sebelum meninggal dunia" (Hadist Riwayat Hakim) Tunaikanlah amanat terhadap doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu.

( HR. Ahmad dan Abu Dawud ) “Tidaklah salah seorang diantara kalian dianggap beriman sebelum dia lebih mencintaiku dari pada dirinya sendiri, anaknya dan semua manusia”(HR Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Al- Tirmidzi, Al-Nasa’I dan Ibn Majah dari Anas r.a.) “Ajarilah anak – anak kalian tiga hal, yaitu cinta kepada Nabi kalian, cinta kepada keluarganya dan membaca al – Qur’an al – Karim.

Karena sesungguhnya penghapal al – Qur’an al – Karim akan selalu berada di bawah naungan Allah Swt. pada hari kiamat ketika tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya bersama para Nabi dan orang – orang pilihan-Nya” (HR Abu Nashr al – Syirazi, Al-Daylami dan Ibn al-Najjar dari ‘Ali r.a.) “Ketahuilah wahai manusia, aku adalah manusia. Hampir saja datang kepadaku utusan dari Tuhanku untuk menjemputku dan aku menyambutnya.

Akan tetapi, doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan kutinggalkan diantara kalian dua hal yang berat (al-Tsaqalayn). Pertama,kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Barangsiapa yang berpegang teguh kepadanya dan mengambil pelajaran darinya, maka dia akan berada diatas petunjuk. Barangsiapa yang menyalahinya, maka dia akan tersesat.

Ambillah kitabullah dan berpegang teguhlah kepadanya. Kedua, keluargaku…kuingatkan kamu kepada Allah tentang keluargaku. Kuingatkan kamu kepada Allah tentang keluargaku” (HR Imam Ahmad, ‘Abd bin Humayd, Muslim bin Zayd bin arqam r.a.) “Semua dosa terhalang sampai di bacakan salawat atas Nabi Saw. yang mulia “ (HR Al – Daylami dari Al-Firdaws dari Anas r.a.

dan diriwayatkan oleh Bayhaqi dari ‘Ali r.a.) “Sesungguhnya orang yang paling utama disisiku pada hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak membaca salawat kepadaku” (HR Al-Nasa’I dan Ibn Hibban dari Ibn Mas’ud r.a.) “Barang siapa yang membaca salawat satu kali kepadaku, maka Allah akan mendoakannya sepuluh kali, menghapuskan sepuluh kesalahannya dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan” (HR Ahmad, Al-Nasa’I, dan Al-Hakim dari Anas r.a.) “Tidak ada seorangpun yang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan salam itu kepada ruhku sehingga aku dapat membalas salamnya” (HR Abu Dawud dari Abu Hurayrah r.a.) “Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di petang hari, maka dia aan mendapatkan syafaatku di hari kiamat kelak” (HR Al-Thabrani dari Abu al-Darda’ r.a.) “Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku seratus kali dalam satu hari, maka Allah akanmemenuhi seratus macam keperluannya.

Tujuh puluh keperluan di akhirat, dan tiga puluh keperluan di dunia.” (HR Ibn al-Najjar dari Jabir r.a.) “Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku seribu kali dalam satu hari, maka dia tidak mati sampai di beritahukan surga sebagai balasannya” (HR Abu al-Syaykh dari anas r.a.) “Bacakanlah salawat atas para Nabi Allah dan para Rasulnya, sebagaimana kalian bersalawat atasku. Sebab sesungguhnya mereka itu diutus olaeh Allah sebagaimana aku” (HR Ahmad dan Al-Khathib dari Abu hurayrah r.a.) “Perbanyaklah salawat atas diriku pada hari Jum’at, karena sesungguhnya salawat umatku ditunjukkan kepadaku pada setiap hari Jum’at.

Barangsiapa yang paling banyak salawatnya kepadaku, maka dialah yang paling dekat kedudukannya kepada diriku” (HR Al-Bayhaqi dari Abu ‘Umamah r.a.) “ Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku pada hari Jum’at seratus kali, maka pada hari kiamat kelak dia akan datang bersama- sama cahaya.

Seandainya cahaya itu di bagi – bagikan kepada semua makhluk-Nya, maka cahaya itu cukup untuk mereka” (HR Abu Nu’aym dari ‘Ali bin al-Husayn r.a.) “Dimana saja kamu berada maka bacalah salawat atas diriku, karena sesungguhnya salawat itu akan sampai kepadaku”(HR Al-Thabrani dari Al-Husayn bin ‘Ali r.a.) “Kehidupanku lebih baik dari kamu.

Jika aku meninggal dunia, maka kematianku itu adalah lebih baik bagi kamu karena sesungguhnya amal-amal kamu akan disampaikan kepadaku. Jika aku melihatnya sebagai kebaikan, maka aku akan menyampaikan pujian kepada Allah Swt.

Jika aku melihatnya sebagai keburukan, maka aku akan memohonkan ampun untuk kamu.”(HR Ibn Sa’ad dari Bakr bin ‘Abdullah r.a.) “Barangsiapa yang membaca salawat kepadaku pada hari Jum’at dua ratus kali, maka dosanya selama dua ratus tahun akan di ampuni” (HR Al-Daylami dari Abu Dzar r.a.) “Janganlah kamu menjadikan diriku sebagai wadah air para musafir yang menempatkan air di tempat itu. Jika dia memerlukannya maka dia akan meminum air itu. Jika dia tidak memerlukannya maka dia akan mencampakkannya.

Tempatkanlah diriku di awal, tengah, dan akhir perkataanmu” (HR Ibn al-Najjar dari Ibn Mas’ud r.a.) "Sembuhkanlah PENYAKIT kalian dengan cara SEDEKAH. Lindungi HARTA yang kalian miliki dengan ZAKAT." (HR. Baihaqi) “Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin.

Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary) “wahai Rasulullah, sedekah yang seperti apa yang paling besar pahalanya?”, Sabda Rasulullah saw : “Yaitu Kau bersedekah sedangkan kau dalam keadaan sangat menjaga hartamu, sedang berhemat, sedang takut miskin, sedang ingin kaya dan berkecukupan, maka jangan kau tunda (menahan sedekah jika sedang demikian itu), hingga jika sudah sampai di akhir nafasmu di tenggorokanmu (disaat kematian) baru kau katakan hartaku untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian (saat itu sedekah sangat kecil pahalanya)" (Shahih Bukhari) "Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu?

Para sahabat lalu menjawab, "Ya." Nabi Saw berkata,"Zikrullah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) “Org doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan cerdik berakal ialah org yg memperhitungkan keadaan dirinyadan suka beramal utk mencari bekal sesudah matinya,sedangkan orang yang lemah ialah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shalih.” (HR.Termidzi) Rasulullah bersabda, "Berziarahlah kubur karena ia dapat mengingatkan kamu kepada Akhirat.

Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan orang mati karena mengurus jasad orang mati merupakan peringatan yang mendalam. Dan shalatkan jenazah karena ia dapat menyedihkan hati kamu karena orang yang bersedih dibawah naungan Allah SWT berarti bersedia dengan segala kebajikan. (Dari Abu Dzar) Barang siapa yang banyak menginggat mati akan mengutamakan 3 perkara: 1. Segera bertaubat, karena yakin mati akan datang dengan tiba-tiba, tanpa disangka dan tidak mengira tempat.

2. Berhati tenang dan senantiasa mewaspadai hati dari dihingapi dan dikotori ole berbagai mazmumah (sifat keji). Dan sentiasa mengingati Allah SWT. 3. Rajin beribadah dan taat, dunia ini adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat perhitungan. "Perbanyakkanlah mengingati mati, niscaya akan meremehkan berbagai kelezatan.” (An Nasai, Ibnu Majah dari Abu Hurairah) "Sesungguhnya, amal perbuatan tergantung niatnya, setiap orang akan mendapat balasan sesuai sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR.

Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907) "Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan Rasulullah Saw menjawab, "Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia." (HR.

Ibnu Majah) "Janganlah kalian mencaci para sahabatku, jika diantara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, maka belum menyamai segenggam dari mereka tidak pula setengah genggam dari mereka ". (Shahih Bukhari) “Barangsiapa menanggung belanja tiga anak putri atau tiga saudara perempuan, maka pastilah ia memperoleh surga.” (HR.Thahawi) “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci yakni Muslim).

Kedua-dua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari). "Rasulullah saw mempekerjakan seseorang dari suku Al-Asad, namanya Ibnul Latbiyyah untuk mengumpulkan zakat, maka tatkala ia telah kembali ia berkata, ‘Ini untuk engkau dan ini untukku dihadiahkan untukku’.

Ia (Abu Hamid) berkata, ‘Maka Rasulullah saw berdiri di atas mimbar, lalu memuja dan memuji Allah dan bersabda, ‘Kenapa petugas yang aku utus lalu ia mengatakan, ‘Ini adalah untuk kalian dan ini dihadiahkan untukku?! Kenapa dia tidak duduk di rumah bapaknya atau rumah ibunya sehingga dia melihat apakah dihadiahkan kepadanya atau tidak?!

Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah seorangpun dari kalian menerima sesuatu darinya melainkan ia datang pada hari Kiamat sambil membawanya di atas lehernya onta yang bersuara, atau sapi yang melenguh atau kambing yang mengembik’, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sampai kami melihat putih kedua ketiaknya, kemudian bersabda dua kali, ‘Ya Allah, apakah aku telah menyampaikan?” (Diriwayatkan Al-Bukhari 7174 dan Muslim 1832 dan ini adalah lafazhnya).

"Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang buruk dalam mengelola harta yang menjadi tanggungannya.” (HR. Tirmidzi). “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanahdan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (HR.

Ahmad dan Ibnu Hibban) “Apakah yang paling berat dalam agama dan yang paling ringan? Rasulullah saw memberi jawaban, “Yang paling ringan ialah mengucapkan dua kalimat syahadat, asyhadu anlaa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Sedangkan yang paling berat ialah amanah. Tidak sempurna agama seseorang yang tidak menjaga amanah, tidak diterima shalat dan zakatnya.” (HR. Al Bazar dari Ali bin Abi Thalib) "Tunaikanlah amanah pada orang yang memberikan amanah itu kepadamu, dan jangan kau khianati orang yang pernah mengkhianatimu.” (HR.

Al-Imam Ahmad dan Ahlus Sunan) “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka.

Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih) “Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah saat-saat kehancurannya”.

Salah seorang bertanya: “Bagaimana bentuk menyia-nyiakan amanah itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Apabila urusan itu diserahkan (dipercayakan) kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat-saat kehancurannya”. (Imam Bukhari) "Wahai Ibnu Hiwalah, Apabila engkau melihat khilafah kenabian telah sampai ke tanah Syam maka telah dekatlah terjadinya gempa-gempa, masa-masa kesusahan dan kegundahan, serta perkara-perkara besar, dan hari kiamat pada saat itu lebih dekat kepada manusia dari tanganku terhadap kepalamu.

(Hadits Shahih, HR. Ahmad, Abu Daud, dan Hakim) "Sesungguhnya aku tidak akan lama lagi tinggal bersama kalian, dan kalian juga tidak akan lama lagi tinggal setelah ku, kelak kalian akan datang menemuiku dalam keadaan saling berselisih, sebagian kalian membinasakan sebagian yang lain, menjelang tibanya hari kiamat akan terjadi kematian yang banyak dan setelah itu adalah tahun-tahun penuh gempa." (HR.

Ahmad, Ibnu Hibban, dll) "Berkata Ummul Mu’minin Aisyah RA : Sungguh Nabi SAW berdoa untuk yang sakit ; Dengan Nama Allahdengan tanah bumi kami, dan air liur di antara kami, sembuhlah yang sakit dari kami dengan izin Tuhan kami”. ( Shahih Al Bukhari ) "Aku yang membagi-bagikan dan Allah Yang Maha Memberi" (shahih Bukhari) "Aku mendengar Nabi saw sering berdoa : wahai Allah Sungguh Aku Berlindung pada Mu dari Gundah dan Sedih, juga dari Lemah dan Malas, dan dari Kikir dan penakut, dan dari himpitan hutang dan penindasan orang lain" (Shahih Bukhari) "Kusiapkan untuk hamba-hambaKu yang shaleh apa-apa (kenikmatan) yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terlintas di hati seorangpun" (Shahih Bukhari) "Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah maka Allah pun senang bertemu dengannya namun barang siapa yang benci bertemu dengan Allah maka Allah pun benci bertemu dengan nya" ( Hr.Muslim ) "Riya membuat amal sia-sia sebagaimana syirik" (HR.

Ar-Rabii’) "Sesungguhnya riya adalah syirik yang kecil" (HR. Ahmad dan Al Hakim) "Tiga golongan manusia, tidak akan masuk Surga dan tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat yaitu anak yang durhaka kepada orang tuanya, wanita yang berlagak seperti laki-laki dan menyerupainya, dan dayyuts (laki-laki banci yang tidak berani menegur anak istri ketika terjatuh dalam lumpur maksiat)." (HR.

Al Hakim, ia berkata sanadnya shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani, lihat Hijab Al Mar'ah Al Muslimah halaman 67) ‘Siapa yang merampas hak orang Islam dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga. Seorang laki-laki bertanya, walaupun sedikit ya Rasulullah? Nabi menjawab, walaupun sebatang kayu sugi.’ (Riwayat Muslim). Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu beristigfar kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.

(HR. Muslim) Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.

(HR. Muslim No. 6737) Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku.

Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306) "Ana 'inda Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan ‘abdii bii" 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku' (Hadist Qudsi) Obatilah orang-orang sakit dengan shodaqoh dan betengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bala' dengan doa (H.R Muslim) "Dan shadaqah itu bisa memadamkan kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi nomor 2616, ia berkata hadits hasan shahih dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi nomor 2110) Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.(HR.

Muslim) Rasulullah Saw membolehkan dusta dalam tiga perkara, yaitu dalam peperangan, dalam rangka mendamaikan antara orang-orang yang bersengketa dan pembicaraan suami kepada isterinya. (HR. Ahmad) Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa) [al kholq], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.

(HR. Bukhari dan Muslim) Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup. (HR. Bukhari dan Muslim). Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.

(HR. Bukhari dan Muslim) Dari Abaayah bin rifa’ah berkata : aku bertemu dg Abu Absin saat aku berangkat shalat jumat seraya berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yg berdebu kedua kakinya menuju di Jalan keridhoan Allah, maka Allah haramkan ia dari api neraka” (Shahih Bukhari) "Rabb kami Yang Maha Agung dan Tinggi turun di setiap malam ke langit dunia, ketika malam tersisa sepertiga yang akhir. Kemudian Dia berfirman : `Barang siapa berdoa kepada-Ku pasti akan Ku-kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya, barangsiapa memohon ampunan-Ku pasti Aku akan mengampuninya.

" (HR. Bukhari nomor 7494 dan Muslim nomor 758) "Bacalah Al Qur'an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi ahlinya." (HR. Muslim nomor 804) "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman : Aku bersama hamba-Ku selama dia mengingat Aku, dan kedua bibirnya bergerak (untuk berdzikir) kepada-Ku." (HR.

Ibnu Majah nomor 3792 dan dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah nomor 3792) "Tidaklah suatu kaum duduk untuk mengingat Allah Azza wa Jalla, melainkan mereka dinaungi oleh para malaikat dan diliputi oleh rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat-Nya.

" (HR. Muslim nomor 2700) "Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, bila masuk malam-malam sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya (yakni tidak menggauli istri-istrinya) ." (HR.

Bukhari dan Muslim) "Adakalanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mencium dan bersenang-senang dengan istrinya sedang beliau berpuasa, dan beliau sangat kuat menahan syahwatnya." (HR.

Bukhari dan Muslim, lihat Al Lu'lu wal Marjan nomor 676) Rasulullah mencium Hasan atau Husain (cucu beliau) maka abshar Al-Aqra' bin Habis berkata: 'Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh anak, namun tidak ada seorang pun yang pernah aku cium.' Maka berkata Rasulullah.

'Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi.' (Hadits Riwayat At-Tirmidzi) 'Orang yang penuh cinta kasih akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Allah SWT). Sayangilah yang ada di muka bumi niscaya engkau akan disayangi oleh yang ada di langit.' (Hadist Riwayat At-Tirmidzi). Sholawat Nabi MUhammad S.A.W Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah Inilah bacaan sholawat nariyah yang terkenal itu : "Allohumma sholli shollatan kamilah wa sallim salaman.

Taman 'ala sayyidina Muhammadiladzi tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro 'ibu wa husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa 'ala aalihi washosbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi'adadi kulli ma'luu mi laka ya robbal 'aalamiin" Artinya : "Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW.

Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan Doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan, Ya Tuhan semesta alam" Beberapa manfaat dari sholawat nariyah antara lain doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan 1.

Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt.

Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh. 2. Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah.

3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari. 4. Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.

5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin. Syeikh Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya” Sholawat Al Fatih Lima Ughliq اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادى إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم Adapun keutaman Shalawat Al Fatihi Limaa Ughlig ada dua doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan 1.

Ketutamaan yang dirahasiakan. 2. Keutamaan yang bisa dijelaskan, antara lain : 1. Membaca 1x dalam sehari dijamin dengan mendapat kebahagiaan dunia akhirat. 2. Membaca 1x dapat menghapus semua dosa dan mempunyai pahala semua tasbih, dzikir dan do'a yang diucapkan oleh semua orang tua dan muda yang terjadi pada waktu dibaca Al Fatih dan dilipat gandakan sebanyak 600.000 kali. 3. 10x sholawat Al Fatih pahalanya menyamai pahala ibadahnya wali 'Ash sejuta tahun.

4. 1x sholawat Al Fatih lebih utama dari 600.000x sholawatnya para Malaikat, manusia dan jin, dihitung sejak dari baru pertamakali diciptakan sampai pada waktu dibacakannya sholawat Al Fatih.

5. Pembacaan ke2 ke3 danseterusnya mendapat kembali pahala yang pertama dan seterusnya. Jelasnya bacaan ke2 mendapat tambahan pahala bacaan ke1. Bacaan ke3 mendapat tambahan pahala bacaan ke 1 dan ke2, demikian pula bacaan ke 4 ke 5 dan seterusnya.

6. Jika ingin bermimpi jumpa Rasulullah Saw. bacalah sholawat Al Fatih 1000x tiga malam berturut-turut ( malam Rabu, Kamis dan jum'at) dengan badan pakaian serta tempat tidur yang suci. Kalam Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya.

Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Ali Imran: 14-15). Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin.

Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

(Al-Kahfi: 45-46) Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-Ankabut: 64). “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.

Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang doa agar hati tenang dan dimudahkan urusan lagi membanggakan diri.” (Al-Hadiid ayat 20-23) “Dan Kami coba kalian dengan keburukan dan kebaikan, (semuanya) sebagai ujian.” (Al-Anbiya: 35) “Wahai orang-orang yang beriman, inginkah kalian aku tunjukkan pada suatu perniagaan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih.

Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kalian berjihad di jalan Allah denganh harta dan jiwa kalian.” (Ash-Shaf: 10-11) “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS.

Al Baqarah: 245) "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.

Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2 : 261) "sesungguhnya bagi Allah tidak ada yang tersembunyi atasnya sesuatupun di bumi dan dilangit. Dia (Allah) yang