Tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Jakarta - Dalam sebuah cerita kita pasti akan menemukan beberapa tokoh dengan karakter atau watak yang berbeda-beda.

Ada protagonis hingga tritagonis. Tokoh adalah orang yang berperan yang menjadi pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh cerita yang dalam suatu karya yang dimaksud dapat ditampilkan dalam bentuk drama/teater, cerpen, maupun novel. Karakter atau sifat dari seorang tokoh disebut penokohan. Tujuan diciptakannya suatu penokohan adalah untuk menghidupkan jalan cerita dari tokoh atau pelaku.

Penokohan merupakan teknik bagaimana seorang pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam suatu cerita, sehingga kita dapat mengetahui karakter atau sifat para tokoh tersebut, seperti dikutip dalam modul Bahasa Indonesia Kelas XII yang disusun oleh Yenni Apriliani. Tokoh dan penokohan biasanya diciptakan oleh penulis didasarkan sari berbagai imajinasi maupun pengalamannya. Penokohan juga termasuk ke dalam unsur intrinsik dalam karya sastra.

Unsur intrinsik tersebut terdiri dari tema, alur/plot, tokoh/penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Unsur intrinsik merupakan unsur dari dalam yang membentuk karya sastra. Unsur intrinsik merupakan unsur wajib yang tidak boleh dihilangkan salah satunya, karena unsur tersebut akan saling melengkapi.

Baca juga: Mengenal Hikayat: Ciri, Unsur, Jenis, dan Tujuannya Tokoh-tokoh dalam Cerita Berdasarkan karakter atau wataknya tokoh dibedakan menjadi tiga, yaitu: Protagonis Protagonisadalah tokoh yang digambarkan memiliki watak baik dan bersifat positif yang banyak disukai.

Biasanya menjadi tokoh utama dan pusat perhatian dalam cerita. Tokoh protagonis sering digambarkan memiliki sifat yang rendah hati, tidak sombong penyabar, jujur, dan setia, dan suka menolong. Antagonis Antagonis adalah tokoh yang digambarkan berwatak buruk yang biasanya menjadi musuh dari tokoh protagonis.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Tokoh antagonis disebut juga sebagai tokoh penentang cerita. Tokoh antagonis sering digambarkan dengan seseorang yang memiliki sifat pendendam, pembohong, sombong, tidak bersahabat, pembuat masalah, suka pamer, dan lain-lain.

Tritagonis Tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh tritagonis digambarkan sebagai seseorang yang bersifat netral, yang terkadang bisa berpihak kepada tokoh protagonis, begitu pula sebaliknya. Namun, disaat tokoh protagonis dan antagonis terlibat dalam konflik, tokoh tritagonis akan bertindak sebagai pelerai dari keduanya.

Bagaimana Caranya Mengetahui Watak Tokoh dalam Cerita? Cara pengarang dalam menggambarkan atau menampilkan watak tokoh, bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung (analitik): pengarang menampilkan watak tokoh secara langsung yang biasanya dijelaskan dalam teks cerita.

Secara tidak langsung (dramatik): pengarang menampilkan watak tokoh secara tidak langsung lewat. Penggambaran tokoh secara tidak langsung, dapat kita temukan melalui: Dialog antar tokoh atau percakapan tokoh. Pikiran tokoh. Ekspresi atau tanggapan tokoh lain.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Lingkungan tokoh. Keadaan fisik tokoh.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Dikutip dari modul Bahasa Indonesia Kelas XI oleh Sutji Harijanti, M.Pd, watak dari para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi yang disebut juga dengan watak dimensional. Tiga dimensi watak tokoh adalah: Keadaan Fisik Diilustrasikan melalui jenis kelamin, umur, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, raut muka, postur tubuh tinggi/pendek, suku bangsa, kurus/gemuk, atau suka tersenyum/cemberut.

Keadaan Psikis Psikologis yang dialami melingkupi mental, moral, watak, kegemaran, temperamental, ambisi, dan keadaan emosi. Keadaan Sosiologis Digambarkan melingkupi posisi kelas sosial, jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ideologi, ras, dan agama.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai macam-macam watak tokoh seperti protagonis, antagonis hingga tritagonisdalam sebuah cerita. Detikers sekarang sudah paham kan, apa saja perbedaanya?

Antagonis di dalam karya sastra umumnya merupakan tokoh atau sekumpulan tokoh yang menentang tokoh utama cerita yakni protagonis. Antagonis juga bisa berbentuk institusi atau kekuatan seperti pemerintah yang harus dihadapi protagonis. Contoh sederhana dari antagonis yakni Lord Voldemort seorang penyihir gelap terkenal dalam novel Harry Potter karya J.L Rowling.

Apa pun bentuknya, kekuatan antagonis harus bisa menimbulkan tantangan realistis untuk protagonis yang memaksa tindakan atau perubahan. Cara Penulis Memakai Antagonis Konflik atau pertarungan yang bagus menjadi alasan seseorang membaca atau menonton.

Penulis memakai hubungan antagonis dan protagonis tersebut untuk menciptakan konflik. Protagonis yakni karakter baik akan berjuang untuk bertahan hidup dari antagonis yakni karakter jahat. Plot umumnya akan diakhir dengan kekalahan antagonis atau kejatuhan tragis protagonis. Antagonis sering digunakan sebagai karakter foil untuk protagonis dengan mewujudkan kualitas serta nilai yang menyulut api konflik di antara mereka.

Hubungan protagonis dan antagonis bisa sesederhana seperti pahlawan versus penjahat. Sebagai jenis antagonis yang paling umum yakni penjahat atau orang jahat didorong dari niat jahat atau egois yang mencoba menghalangi atau menghentikan protagonis yakni karakter baik. Di dalam drama William Shakespeare berjudul Othello, prajurit heroik Othello secara tragis dikhianati sahabatnya sendiri.

Salah satu antagonis paling terkenal di dalam sastra yakni Lago keluar untuk menghancurkan Othello dan istrinya Desdemona. Lago menipu Othello supaya percaya jika Desdemona yang selalu setia sudah berselingkuh dan akhirnya meyakinkan Othello untuk membunuh istrinya. Antagonis Non Manusia Antagonis sendiri tidak selalu diperankan oleh manusia. Di dalam novel “Last Combat’ dari C.S.

Lewis, kera berbahaya bernama Shift mengatur peristiwa. Contoh lainnya dalam Kitab Kejadian di Alkitab, seekor ular yang tidak disebutkan namanya memperdaya Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang dengan begitu dosa asal umat manusia sudah dilakukan. Bencana alam seperti badai, gempa bumi, kebakaran, kelaparan, wabah penyakit dan asteroid juga menjadi antagonis non manusia lainnya yang sering terlihat.

Kesalapahaman Penjahat Sebagai Antagonis Seorang penjahat selalu menjadi karakter jahat. Akan tetapi, tidak semua antagonis selalu jahat. Sedangkan istilah penjahat dan antagonis terkadang dipakai bergantian dan ini tidak selamanya benar. Dalam sebuah cerita, penyebab utama dari konflik adalah karena antagonis sejati. Jenis Antagonis dan Contohnya Berikut adalah beberapa jenis antagonis yang paling umum di dalam cerita fiksi lengkap dengan contohnya: 1. Antagonis Jahat Antagonis jahat tidak hanya selalu memusuhi protagonis namun juga sering menjadi teror untuk masyarakat luas.

Berikut adalah contoh antagonis jahat dalam cerita fiksi: • Lord Voldemort dari serial Harry Potter. • Sauron di The Lord of the Rings. • Penyihir Putih dalam The Chronicles of Narnia • Joker dari buku komik Batman. 2. Antagonis Kekuatan Lawan Sama seperti seluruh protagonis yang tidak selalu baik, tidak semua antagonis juga benar-benar jahat.

Tugas mereka hanya untuk menghadirkan tantangan untuk protagonis yang berdiri di antara dia dan tujuannya. Antagonis kekuatan lawan bisa berupa anggota keluarga, bos atau saingan di dalam sebuah kompetisi. Terkadang bahkan mereka hanya melakukan pekerjaan mereka namun pekerjaan tersebut bertentangan langsung dengan tujuan protagonis.

Berikut adalah beberapa contohnya: • Hiu di Jaws. • Richie di Eleanor dan Park. 3. Entitas Korup Beberapa antagonis juga bukan individu namun entitas yang menyebabkan ancaman atau tantangan terhadap tujuan protagonis. Entitas yang korup atau tidak bermoral terkadang bisa bertindak sebagai versi antagonis jahat yang lebih sistemik.

Berikut adalah beberapa contohnya: • Capitol di The Hunger Games. • Soylent Corporation di Soylent Green. 4. Antagonis Internal Antagonis internal di dalam cerita digerakkan oleh karakter yang tidak jarang akan melihat keinginan, hati nurani atau motivasi lain dari karakter tersebut dan bertindak sebagai antagonis. Protagonis harus bekerja untuk mengatasi ketakutan atau kekurangan untuk mencapai akhir yang bahagia. Berikut adalah beberapa contoh antagonis internal: • Elizabeth Pride dalam Pride and Prejudice.

• Gregor New Body di The Metamorphosis. Fungsi Tokoh Antagonis Dalam Karya Sastra Dari buku Trichoderma, Agen Antagonis karya Rina Sriwati memaparkan beberapa fungsi dari tokoh antagonis dalam cerita: • Tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang jalan cerita semakin menarik: Tokoh antagonis memiliki fungsi untuk membuat jalan sebuah cerita semakin menarik dan tidak terkesan monoton.

• Membawa alur serta emosi penonton: Antagonis bisa membawa alur emosi pembaca atau penonton sehingga semakin emosional. Tanpa tokoh antagonis, maka cerita protagonis akan terlihat terlalu over power. • Memicu konflik: Konflik yang ada pada sebuah cerita akan membuat alurnya semakin menarik.

Untuk itu, kehadiran dari tokoh antagonis bisa berperan sebagai pemicu sebuah konflik. Ciri Tokoh Antagonis Dalam Karya Sastra • Pintar memutarbalikan fakta dari kejadian yang sebenarnya sedang terjadi.

Tokoh antagonis juga punya raut wajah yang licik serta bersuara sinis. • Dalam cerita, tokoh antagonis akan senang berpura-pura baik serta menyusun rencana buruk untuk tokoh utama protagonis. Perbedaan Antagonis dan Protagonis Dari Modul 3, Ceritamu Ceritaku dari Kemendikbud dijelaskan jika tokoh protagonis merupakan sosok dalam cerita yang selalu mementingkan kejujuran serta kebenaran.

Bisa dikatakan jika protagonis merupakan tokoh baik yang ada dalam sebuah drama. Sementara tokoh antagonis adalah tokoh tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang sifatnya berlawanan dengan protagonis. Protagonis merupakan sosok yang selalu menentang kebenaran, kejujuran serta watak buruk lain. Kedua tokoh ini memiliki sifat yang berlainan dan umumnya dipakai pengarang ketika menyusun konflik dalam sebuah cerita.

Keduanya akan saling bersinggungan serta beradu pendapat tentang apa yang seharusnya sampai puncak atau klimaks cerita terjadi dan memperoleh penyelesaian. Meski protagonis adalah tokoh yang baik, bukan berarti akan selalu memenangkan perseteruan di akhir ceritanya. Antagonis terkadang juga dibuat sedemikian rupa oleh pengarangnya supaya bisa mendominasi dan menyaingi.

Tipe Stereotip Karakter Antagonis Antagonis adalah istilah untuk menyebut seorang karakter yang menjadi rival karakter protagonis dan menyebabkan konflik pada cerita. Karakter antagonis biasanya digambarkan sebagai orang yang jahat atau punya cara yang salah untuk mewujudkan keinginan. Berikut adalah beberapa tipe stereotip dari antagonis yang biasanya muncul: 1. Penakluk yang Ambisius Ini adalah tipe antagonis yang paling klasik dengan tujuan untuk menguasai dunia.

Semua cara akan dilakukan untuk mendapatkan keinginan meski harus menghancurkan segala sesuatu yang menghalangi. Bisa dikatakan jika ini adalah penjahat yang memiliki ambisi serta ketamakan besar dan menjadi dasar dari tokoh antagonis.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

2. Jahat karena Dendam Orang jahat yang terlahir sebagai orang baik tersakiti mungkin menjadi istilah yang tepat untuk menggambarkan tipe antagonis yang pendendam ini. Keinginan tokoh antagonis tidak muluk-muluk karena hanya ingin balas dendam pada seseorang atau beberapa orang.

Akan tetapi, semua cara akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Karakter antagonis pendendam terkadang punya latarbelakang yang tragis dan terkadang menarik simpati penonton. Akan tetapi, karena perbuatannya yang melibatkan orang tidak bersalah untuk tujuan pribadi tersebut, membuat mereka jadi penjahat yang harus dihentikan.

3. Antagonis karena Konflik Ideologi Karakter antagonis tidak selalu digambarkan menjadi penjahat keji. Terkadang, karakter antagonis hanya orang yang kebetulan tidak sepaham dengan protagonis sehingga menciptakan konflik diantara keduanya.

Tokoh seperti ini punya ideologi yang diperjuangkan dan rakyat yang mau disejahterakan. Umumnya, mereka punya tentara yang sukarela bergabung dengan karena sadar akan visi dari tokoh antagonis tersebut.

Sumber Referensi https://en.wikipedia.org/wiki/Antagonist https://www.masterclass.com/articles/the-main-types-of-antagonists https://www.thoughtco.com/what-is-an-antagonist-4164839 https://study.com/academy/lesson/antagonist-in-literature-definition-examples-quiz.html https://www.tckpublishing.com/antagonist/ https://tirto.id/arti-karakter-protagonis-dan-antagonis-dalam-drama-serta-contohnya-gaFZ ABOUT US Adammuiz.com merupakan sebuah website yang ditujukan untuk membagikan informasi pengetahuan.

Konten pada website ini dibuat dengan akurat dan benar sejauh pengetahuan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran formal dan individual dari seorang profesional yang memenuhi syarat.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Website ini dibuat guna memberikan bahan bacaan gratis yang dapat diakses oleh umum.
Konsep protagonis berasal dari drama Yunani Kuno, yang istilah aslinya berarti, “pemain dari bagian pertama atau aktor utama”. Protagonis adalah karakter yang menggerakkan plot, mengejar tujuan utama cerita, dan biasanya berubah atau tumbuh seiring berjalannya cerita. Dalam sebuah cerita, entah itu novel atau film, Anda pasti menemukan adanya tokoh protagonis.

Tokoh protagonis ini biasanya memiliki konflik dengan tokoh antagonis. Konflik kedua tokoh inilah yang biasanya akan membuat jalan cerita menjadi lebih menarik. Protagonis adalah sebuah kata dari bahasa Yunani, yaitu protagonists, yang berarti tokoh utama dalam buku, film, permainan video, maupun teater. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian protagonis adalah tokoh utama dalam cerita rekaan.

Dilansir dari situs masterclass.com, konsep protagonis berasal dari drama Yunani Kuno, yang istilah aslinya berarti, "pemain dari bagian pertama atau aktor utama".

Dalam film-film saat ini, tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang adalah karakter yang menggerakkan plot, mengejar tujuan utama cerita, dan biasanya berubah atau tumbuh seiring berjalannya cerita. Seorang protagonis memasuki cerita dengan tujuan dan pada akhir cerita, mereka mencapai tujuan itu atau tidak.

Lengkungan karakter protagonis ditentukan oleh pengejaran tujuan tersebut. Contoh populer dari peran protagonis adalah tokoh Harry Potter dalam berbagai novel dan filmnya, atau tokoh Forrest Gump dalam film dengan judul yang sama dengan nama tokohnya. Berikut ini, akan kami ulas beberapa informasi terkait protagonis, jenis-jenis dari protagonis, dan juga perbedaannya dengan tokoh-tokoh lain.

Jenis Protagonis unitedbypop.com Tidak peduli bagaimana Anda mendefinisikan protagonis, tokoh yang satu ini adalah elemen penting dalam hampir setiap cerita. Jenis yang paling sederhana dan ikonik dari seorang protagonis adalah karakter pahlawan. Banyak film-film yang menampilkan tokoh protagonis sebagai seorang pahlawan. Namun, itu hanyalah salah satu dari tiga jenis protagonis.

Dan yang mengejutkan, tokoh protagonis bahkan bisa kita temukan dalam bentuk seorang penjahat. Tiga jenis protagonis adalah hero atau pahlawan, anti-hero, dan villain atau penjahat. • Pahlawan, adalah seseorang yang bisa kita kenal, dan kejatuhannya akan membuat kita merasa kasihan dan takut. Pahlawan adalah "orang baik", dan ini adalah jenis protagonis diinginkan penonton untuk sukses dalam cerita.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

• Anti-hero, adalah protagonis yang tidak selalu memiliki kualitas yang baik atau jahat tetapi mampu berperilaku heroik jika ada kesempatan. Anda bisa melihat sosok anti-hero ini dalam karakter Deadpool, atau Venom dalam film dengan judul Venom. • Penjahat, adalah protagonis penjahat, yaitu “orang jahat” yang tidak dapat disangkal, namun tokoh ini justru menggerakkan plot sebagai karakter utama.

Anda bisa melihat sosok penjahat sebagai sosok protagonis pada karakter Thanos, dalam film Avengers: Infinity War. Perbedaan Protagonis dengan Tokoh Utama dan Hero denofgeek.com Selain protagonis, film juga bisa memiliki tokoh utama. Karena tidak semua tokoh utama adalah protagonis, dan tidak semua protagonis adalah tokoh utama.

Tokoh utama sendiri adalah tokoh sentral yang bertindak sebagai pengganti penonton, seakan-akan kita mengalami cerita namun melalui mata mereka.

Karakter utama terlibat dalam cerita, berinteraksi dengan karakter sekunder, dan secara pribadi dipengaruhi oleh konflik utama plot. Karakter utama dan protagonis sering kali, tetapi tidak selalu menjadi karakter yang sama.

Lalu bagaimana membedakan antara tokoh utama dengan protagonis? Karakter utama atau tokoh utama dan protagonis adalah dua karakter sentral, namun yang membedakan yaitu protagonis merupakan karakter yang menggerakkan plot ke depan sementara karakter utama dipengaruhi oleh plot. Kemudian, apa yang membedakan sosok protagonis dengan seorang hero atau pahlawan?

Pahlawan dan protagonis memang seringkali mengecoh penonton. Tetapi sebenarnya pahlawan adalah tipe protagonis.

Namun, semua cerita pasti memiliki protagonis, tapi tidak semua cerita butuh sosok pahlawan. Protagonis dan Antagonis ©2020 Merdeka.com Anda sudah mengenal bagaimana tokoh protagonis dalam sebuah cerita.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Dan Anda pasti juga sudah tahu siapa musuh alami dari tokoh protagonis. Ya, musuh alami dari tokoh protagonis adalah tokoh antagonis. Antagonis adalah karakter yang umumnya memiliki sifat jahat, yang berusaha melawan karakter utama atau protagonis. Meski menjadi tokoh yang sering dibenci, namun tokoh inilah yang menjadi alasan dari si protagonis untuk semakin berkembang dalam sebuah cerita.

Dilansir dari situs studiobinder.com, protagonis dan antagonis bekerja dalam hubungan simbiosis satu sama lain. Mungkin cara yang baik untuk mengeksplorasi hubungan ini adalah dengan melihat tujuan dari keduanya. Berikut adalah contoh bagaimana konflik dibuat dan diselesaikan antara protagonis dan antagonis.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Protagonis menginginkan X. Antagonis menginginkan Z. Benda X dan Z berlawanan satu sama lain. Kita bisa melihat dari contoh sederhana ini, bagaimana kedua tokoh ini berlawanan satu sama lain. Contoh lainnya bisa Anda lihat dari film-film superhero, di mana pahlawan ingin menjaga kedamaian suatu wilayah, sedangkan penjahat ingin menghancurkan wilayah tersebut. Kisah protagonis melawan antagonis ini adalah contoh konflik karakter yang paling umum dalam sebuah cerita.

Momen di mana terjadinya bentrok antara karakter-karakter ini dan hal-hal yang mereka inginkan disebut dengan klimaks. Artikel Asli Bobo.id - Dalam materi pelajaran kelas 4 tema 8, kita banyak belajar mengenai cerita fiksi.

Di antaranya, kita belajar tentang ciri cerita fiksi hingga jenis-jenis cerita fiksi. Dalam cerita fiksi, ada juga tokoh dan peran tokoh. Apa teman-teman tahu ada tokoh apa saja dalam cerita fiksi dan apa saja peran tokoh cerita fiksi?

Tokoh dalam cerita fiksi ada tokoh utama dan tokoh tambahan. Kemudian peran tokoh dibagi menjadi tokoh protagonis dan antagonis. Yuk, simak penjelasan tentang tokoh utama, tokoh tambahan, tokoh protagonis, dan tokoh antagonis. Baca Juga: Jenis-Jenis dan Contoh Cerita Fiksi: Legenda, Fabel, Mite, dan Saga Tokoh dalam Cerita Fiksi Cerita fiksi merupakan merupakan cerita yang berasal dari imajinasi penulis atau pengarang cerita.

Umumnya, cerita fiksi dibuat berdasar pandangan, wawasan, pengalaman, dan penilaian pengarang terhadap suatu hal atau peristiwa.

Dalam cerita fiksi, salah satu unsur yang penting adalah tokoh dalam cerita. Ini karena tokoh dalam cerita membuat cerita lebih hidup, sehingga pembaca bisa membayangkan cerita itu seperti terjadi di dunia nyata.

ARTIKEL TERKAIT • Manfaat Keragaman Individu Masyarakat dalam Kegiatan Ekonomi, Materi Kelas 4 Tema 8, Subtema 3 • Cari Jawaban Soal Kelas 4 Tema 8 Subtema 3: Ciri-Ciri Benda 3 Dimensi dan Jenis Benda dalam Karya Gambar 3 Dimensi • Ciri-Ciri Gerak Tari Bali, Materi Kelas 4 Tema 8 Subtema 2 • Materi Kelas 4 Tema 8, Hubungan Gaya dan Gerak dalam Kegiatan Bermain Ketapel, Menimba Air, dan Membuat Gerabah
Liputan6.com, Jakarta Membicarakan tokoh dan penokohan pasti berkaitan dengan protagonis dan antagonis.

Protagonis adalah tokoh yang dikisahkan dalam cerita. Sementara antagonis adalah tokoh yang mampu membuat protagonis memiliki karakter lebih menarik dalam cerita. Protagonis adalah tokoh yang mengendalikan jalannya cerita dan antagonis sebaliknya.

Ketika protagonis menjadi penyelesai segala persoalan dalam cerita, antagonis yang selalu memunculkan persoalan dalam cerita. Kedua penokohan ini saling berkaitan satu sama lain. Memiliki peran yang mampu saling menonjolkan dan bikin cerita memiliki makna yang mendalam. Meski begitu, hanya protagonis yang bisa disebut sosok sentral cerita. Sebab tokoh protagonis adalah pemegang kendalinya.

Berikut Liputan6.com ulas protagonis adalah tokoh yang dikisahkan dari berbagai sumber, Jumat (23/10/2020). Menurut Sudjiman Menurut Sudjiman (1988), penokohan lebih cenderung membahas bagaimana jalan pikir si pengarang dalam menentukan dan memilih tokoh yang nantinya berperan dalam sebuah cerita.

Setelah menentukan tokohnya, maka kemudian tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang siapa nama tokoh yang tepat. Sudjiman (1988) menambahkan bahwa tokoh jika dilihat dari fungsinya, maka dapat dibedakan menjadi dua bagian: tokoh sentral dan tokoh bawahan. Seorang tokoh yang berperan sebagai pemimpin alur sebuah cerita disebut sebagai tokoh protagonis atau utama.

Tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang Aminudin Aminudin (2002) juga menyatakan bahwa tokoh utama selalu hadir di setiap peristiwa yang terjadi di dalam sebuah cerita.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Itu juga bisa ditemui di setiap halaman novel tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang karya buku cerita lainnya. Dengan kata lain, tokoh utama akan mendominasi sebuah cerita. Menurut Santosa, dkk Menurut Santosa, dkk (2008), penokohan bisa dilakukan dengan cara membedakan peran satu dengan yang lain. Perbedaan pada peran tersebut diharapkan bisa diidentifikasi oleh para penonton. Hal ini bertujuan agar penonton mampu menangkap ‘rasa’ dari peran tersebut.

Menurut Dewojati Menurut Dewojati (2010), unsur karakter yang terdapat dalam sebuah drama bisa disebut penokohan yang juga merupakan bahan yang paling aktif menggerakkan alur. Melalui penokohan, pengarang bisa mengungkapkan alasan yang logis terhadap tingkah laku tokoh. Menurut Nurgiyantoro Menurut Nurgiyantoro (2000), pengertian tokoh dapat dimaknai sebagai seseorang atau sekelompok orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif dimana para pembaca dapat melihat sebuah kecenderungan yang diekspresikan baik melalui ucapan maupun tindakan.

Nurgiyantoro (2000) juga menambahkan bahwa berdasarkan tingkat perannya, tokoh dapat dibagi menjadi dua: tokoh tambahan dan tokoh utama. Tokoh utama adalah tokoh yang paling diprioritaskan dalam sebuah cerita, seperti pada novel atau karya lainnya. Sedangkan tokoh tambahan bisa disebut sebagai tokoh pembantu yang bertugas untuk membantu peran tokoh utama.

Selain itu, tokoh tambahan hanya muncul pada suatu kejadian yang berkaitan dengan peran yang dilakukan oleh tokoh utama.

Protagonis adalah tokoh yang dikisahkan dalam sebuah cerita. Tokoh protagonis juga yang memegang kendali jalannya cerita. Beberapa cerita menjadikan tokoh protagonis sebagai representasi judulnya. Bisa dikatakan tokoh protagonis adalah tokoh utamanya. Tokoh yang menempatkan diri sebagai ide prinsipal dalam cerita. Protagonis adalah sosok baik yang kerap dijadikan patokan penonton, pembaca, dan pendengar menikmati jalan cerita.

Pada dasarnya, tokoh protagonis adalah penyelesai jalannya cerita. Jika dibandingkan dengan tokoh lain, protagonis adalah sosok yang lebih banyak memegang dan memengaruhi jalannya cerita. Tokoh protagonis juga yang memegang kendali menyelesaikan segala persoalan dalam cerita. Persoalan yang berkaitan dengan orang sekitarnya, lingkungannya, dan dirinya sendiri.

Bisa dikatakan protaginis adalah sosok sentral dari cerita. Jika protagonis adalah sosok sentral dari cerita, antagonis pelengkapnya. Tokoh antagonis adalah sosok yang berperan menentang dan memiliki jalan pikiran berbeda dengan tokoh protagonis. Lebih tepatnya, antagonis berperan membuat masalah dan protagonis yang menyelesaikannya. Banyak penonton, pembaca, dan pendengar yang mungkin membenci kehadiran tokoh antagonis. Padahal tanpa antagonis, cerita tak akan hidup dan semenarik jika ada sosoknya.

Tokoh protagonis adalah pemeran baik dan penyelesai konflik. Sementara tokoh antagonis adalah pemeran jahat yang membuat konflik. Keduanya harus saling terkait dalam sebuah cerita agar jalan cerita lebih menarik dan hidup. Tema Unsur-unsur drama yang wajib ada yang pertama adalah tema.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Tema merupakan ide pokok atau gagasan utama dalam sebuah cerita drama. Jika sebuah drama tak memiliki tema yang jelas, pementasan drama tidak akan berjalan dengan lancar, para pemain pun akan kesulitan memerankan karakter yang diminta. Tema juga berfungsi untuk membantu para penonton memahami dan menangkap maksud dan tujuan pementasan tersebut. Tema yang jelas juga dapat menentukan sasaran penonton yang ingin dituju. Misalnya, tema percintaan, yang lebih banyak ditonton kalangan remaja hingga dewasa.

Alur Unsur-unsur drama selanjutnya adalah alur. Alur adalah jalan cerita dari sebuah pertunjukkan drama, sejak narasi awal hingga akhir drama. Alur inilah yang nantinya berperan menciptakan permasalahan, konflik, klimaks, dan penyelesaian permasalahan. Adanya alur dalam drama akan membuat drama menjadi lebih menarik. Tokoh Tokoh atau pelaku drama terdiri dari tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama atau peran utama disebut primadona sedangkan peran pembantu disebut figuran.

Agar pementasan drama lebih menarik, tokoh harus memiliki watak yang menonjol. Dengan adanya unsur-unsur drama satu ini, penonton akan lebih mudah memahami dan menghayati drama yang dipentaskan.

Watak Unsur-unsur drama selanjutnya adalah watak. Watak adalah perilaku yang diperankan oleh tokoh drama. Dalam drama ada beberapa watak yang biasanya selalu muncul, yakni protagonis dan antagonis. Watak protagonis adalah watak (karakter) baik yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya: penyabar, kasih sayang, santun, pemberani, pembela yang lemah, baik hati dan sebagainya. Sedangkan watak antagonis adalah watak (perilaku) jahat yang diperankan oleh tokoh drama, contohnya: sifat iri dan dengki, kejam, penindas dan sebagainya Latar Latar atau setting adalah gambaran tempat, waktu dan situasi peristiwa dalam cerita drama.

Latar menjadi salah satu unsur-unsur drama yang juga tak boleh dilewatkan dalam sebuah pementasan drama. Pada umumnya, latar akan disesuaikan dengan kondisi suasana saat cerita berlangsung. Sehingga penonton lebih bisa memahami kapan, di mana, serta suasana dalam drama.

Selain latar yang tak boleh dilewatkan, dekorasi panggung juga bisa dibuat sedemikian mirip dengan setiap adegan. Berbagai jenis properti dapat mendukung pementasan lebih hidup dan mengesankan. Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada penonton. Biasanya, amanat atau pesan ini disampaikan tersirat ataupun tersurat dalam dialog tokoh utama.
Tokoh figuran adalah tokoh atau karakter dalam cerita yang kehadirannya berguna sebagai pelengkap alur, plot dan setting.

Beberapa penulis memandang remeh fungsi peran figuran dalam satu cerita. Namun tanpa kehadiran mereka, sebuah cerita terbaik pun akan terasa janggal.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud peran figuran dalam cerita? Seberapa besar kontribusi mereka untuk mempengaruhi kesempurnaan sebuah cerita? Yuk, simak ulasannya lengkapnya berikut ini.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA? COBA KONSULTASIKAN DISINI Pengertian Tokoh Figuran Photo source: Backstage Bagaimana seumpamanya kamu membuat setting cerita dalam sebuah restoran tetapi tidak ada pelayan di sana?

Atau bagaimana jika kamu membuat satu plot cerita dimana tokoh utama berbelanja ke pasar tradisional namun tidak ada penjual di sana? Bahkan misalnya; Apakah mungkin kamu bisa menggambarkan dengan sempurna tokoh utama yang sedang bernyanyi di atas panggung sementara tidak ada satu pun yang menonton dirinya?

Sungguh akan sangat membosankan, bukan? Nah, disanalah letak fungsi tokoh figuran secara sederhana. Mereka mengisi ruang-ruang kosong dalam cerita yang bisa saja luput dari perhatian penulis. Tokoh figuran akan memberikan warna yang lebih lengkap pada sebuah cerita. Jadi, siapa sebenarnya tokoh figuran itu?

Simpelnya, tokoh figuran adalah tokoh cerita yang perannya sebagai pelengkap. Atau kamu juga bisa mengartikannya sebagai kebalikan dari tokoh utama berdasarkan peran mereka dalam menentukan alur dan perkembangan cerita. Perbedaan Antara Tokoh Figuran dan Tokoh Utama Cerita Photo source: Bucketlist.org Supaya lebih mudah kamu dalam tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang, mari kita mulai dari pengertian tokoh utamanya terlebih dahulu.

Dalam cerita, tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peran penting untuk menentukan arah perkembangan cerita baik itu alur, plot, busur karakter, konflik, hingga ending. Tokoh utama dalam cerita bisa lebih dari sekedar tokoh protagonis dan antagonis saja. Bahkan pada beberapa cerita dengan kompleksitas yang tinggi, banyak tokoh tritagonis yang juga dilibatkan sebagai tokoh utama.

Hal yang menarik adalah bagaimana kesusasteraan kita yang mengenal peran dalam cerita hanya diisi oleh empat jenis tokoh saja yakni; protagonis, antagonis, tritagonis dan figuran.

Sementara jika diperhatikan dalam kesusasteraan luar, kita akan dikenalkan pula dengan tokoh cerita lain seperti; Deuteragonis, Sidekick, Love Interest, Confidant, Henchmen, dan lain sebagainya. Lalu, apa yang membedakannya? Ini hanya tentang istilah saja sebenarnya. Kita terbiasa menggunakan istilah tritagonis untuk menyebut semua tokoh pembantu sebuah cerita disamping tokoh protagonis dan antagonis.

Sementara dalam literatur luar negeri (barat khususnya), mereka lebih spesifik mengklasifikasikan setiap tokoh cerita berdasarkan peran, posisi dan porsi mereka dalam cerita.

Jenis-jenis Tokoh Figuran Photo source: Fatima Jika mengacu pada perannya sebagai pelengkap cerita, maka jenis tokoh figuran mungkin hanya dapat dibedakan menjadi dua saja, yaitu; tokoh figuran tunggal dan tokoh figuran jamak. Tokoh figuran tunggal dalah tokoh figuran yang tampil dalam cerita secara tunggal. Misalnya seorang penjual bakso keliling yang ditemui oleh tokoh protagonis saat berjalan-jalan di sore hari.

Dalam hal ini, tukang bakso keliling tampil memainkan perannya secara mandiri atau tunggal. Lalu tokoh figuran jamak, ini adalah tokoh figuran yang muncul dalam cerita secara bersama-sama dengan figuran lainnya yang biasanya satu profesi, satu areal setting, satu latar dan sebagainya. Contohnya adalah para prajurit tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang berbaris di medan perang, para pedagang di pasar, sekelompok pemuda yang sedang ronda, dan lain sebagainya.

Nah, itu jenis tokoh figuran yang sederhana berdasarkan cara tampil mereka dalam cerita. Lantas, bagaimana jenis versi lengkapnya? Ini kembali pada bagaimana kamu menterjemahkan tokoh tritagonis dengan unsur-unsurnya yang lebih lengkap. Jika kamu memberikan spesifikasi yang detail pada tokoh yang ada di antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis sebagai sidekick, guardian, love interest, henchmen dan semacamnya, maka figuran pun mungkin dapat dibagi dengan cara yang sama, yaitu berdasarkan keberpihakannya pada cerita.

Berdasarkan keberpihakannya dalam cerita, maka figuran dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu; • Tokoh Figuran Pro Protagonis – Ini adalah tokoh figuran yang berpihak kepada tokoh protagonis seperti pendukungnya, fansnya atau orang-orang yang perduli kepada dirinya. • Tokoh Figuran Pro Antagonis – Ini kebalikan dari tokoh figuran pro protagonis. Tokoh figuran pro antagonis memposisikan dirinya di pihak antagonis yang keberadaannya memperkuat tokoh antagonis untuk menentang tokoh protagonis.

• Tokoh Figuran Netral – Ini adalah tokoh figuran yang tidak berpihak kepada protagonis mau pun antagonis. Kehadiran mereka dalam cerita benar-benar dijadikan sebagai pelengkap cerita. Contoh Tokoh Figuran dalam Cerita Sebenarnya kamu dengan sangat mudah dapat mengidentifikasi banyak sekali contoh tokoh figuran dalam sebuah cerita, baik itu film mau pun novel. Namun untuk lebih memudahkan kamu memahami fungsi dan peran tokoh figuran dalam sebuah cerita, saya akan menampilkan beberapa contoh tokoh figuran dalam novel dan film-film paling terkenal yang pastinya pernah kamu saksikan.

Mari mulai dari yang pertama; Contoh Tokoh Figuran dalam Novel Merapi Barat Daya Novel ini memang belum difilmkan seperti halnya novel-novel lain di Indonesia. Namun rating novel ini selalu sempurna dalam setiap review pembaca. Nah, dalam novel Merapi Barat Dayabeberapa tokoh figuran yang bisa kamu identifikasi adalah; • Batian – Tokoh figuran tunggal, meskipun ia memiliki peran yang cukup penting di awal cerita, namun ia belum cukup untuk dimasukkan dalam kategori deuteragonis.

• Petugas Taman Nasional Gunung Merapi – Beberapa penduduk dan petugas taman nasional menjadi tokoh figuran jamak dalam upaya penyelamatan Elyana di awal novel. • Crew Wild Nusantara – Ada beberapa yang perannya hanya sebagai pelengkap sewaktu proses traversing sisi barat daya gunung Merapi dan tragedi jatuhnya Elon. • Dan lain-lain. Contoh Tokoh Figuran dalam Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah Photo source: IMDb Novel karya sastrawan besar Indonesia ini sudah difilmkan dan kamu mungkin juga sudah menontonnya.

Beberapa contoh tokoh figuran dalam novel ini misalnya; • Haji Ja’far – Bisa kamu perhatikan meskipun namanya banyak disebut dalam novel, kehadiran tokoh ini memiliki sedikit pengaruhnya terhadap perkembang cerita.

• Pak Paiman – Pembantu di rumah Haji Ja’far yang sebelumnya mengurus rumah sebelum dibeli oleh Haji Ja’far. • Orang-orang yang sedang wukuf – Dalam beberapa adegan di akhir novel, penulis menceritakan kondisi Hamid yang sakit dan ditandu oleh dua orang badui.

Dua orang badui dan orang-orang yang wukuf itu sendiri adalah figuran. Contoh Tokoh Figuran dalam Film The Hobbit Photo source: The New York Times Ini tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang salah satu film yang sangat menarik.

Film ini diadaptasi dari novel fantasy karya J.R.R. Tolkien. Beberapa tokoh figuran dalam film ini misalnya adalah; • Penduduk desa yang diserang oleh Smaug dalam The Hobbit: Desolation of the Smaug. • Prajurit peri dan prajurit goblin dalam perang The Hobbit: The Battle of Five Armies. • Beorn – Manusia beruang terkuat yang menolong rombongan kurcaci saat diserang pasukan goblin. Contoh Tokoh Figuran dalam Film Braveheart Photo source: Bukareview Ini juga adalah salah satu film yang sangat populer dan menjadi film terbaik untuk disaksikan.

Karakter, setting dan plot twist ceritanya dapat memperkaya imajinasimu saat menontonnya. Beberapa contoh tokoh figuran dalam film Braveheart antara lain adalah; • Kakak William Wallace yang mati diawal cerita – Meskipun ia berperan sebagai kakak tokoh protagonis namun ia adalah figuran yang kehadirannya hanya dimaksudkan sebagai pelengkap cerita. • Lord penguasa benteng York yang kepalanya dipenggal oleh William Wallace – Ia hanya tampil sekilas sebelum bentengnya direbut dan kepalanya dipenggal dan dikirim ke raja Inggris oleh William Wallace.

• Rakyat, pasukan, penjaga penjara, pengawal dalam keseluruhan cerita. Contoh Tokoh Figuran tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang Film Avatar Photo source: Pinterest Film fiksi ilmiah yang bercerita tentang agresi manusia ke planet Pandora ini juga sangat menarik untuk kamu saksikan. Ini adalah salah satu film terbaik sepanjang masa.

Beberapa contoh tokoh figuran dalam film Avatar misalnya adalah; • Pemabuk yang memukuli pacarnya dan, pacarnya sendiri di bar yang ditunjukkan pada awal cerita. • Pilot pesawat yang bertempur melawan Toruk Makto dan pasukannya.

• Masyarakat, rakyat, peri dan penghuni planet Pandora lainnya yang ditunjukkan pada banyak adegan di sepanjang cerita. BACA JUGA: • 15 IDE CONTOH NOVEL KONTEMPORER UNTUK KAMU SANG PENULIS MODERN • BAGAIMANA CARA MENEMUKAN IDE DALAM PENULISAN NOVEL FANTASI? INI 8 TIPSNYA • 10 LANGKAH MEMBUAT CERPEN TERBARU, INI YANG PALING MUDAH Kesimpulan Tokoh figuran adalah tokoh yang kehadiran mereka membuat cerita menjadi lebih sempurna dan lengkap. Memang benar bahwa alur tidak akan banyak terpengaruh seumpama para figuran ditiadakan.

Akan tetapi tanpa kehadiran tokoh figuran, kesempurnaan bangunan cerita akan berkurang dan mungkin saja pada beberapa bagian akan terlihat sebagai kecacatan. Jadi, tetapkan berikan porsi untuk tokoh figuran dalam novelmu, ya. Anton Sujarwo Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer.

Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang. Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya.

Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya. Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website; • www.akasakaoutdoor.co.id • www.programexcel.id • www.arcopodojournal.wordpress.com Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Arsip • Mei 2022 • April 2022 • Maret 2022 • Februari 2022 • Januari 2022 • Desember 2021 • November 2021 • Oktober 2021 • September 2021 • Agustus 2021 • Juli 2021 • Juni 2021 • Mei 2021 • April 2021 • Maret 2021 • Februari 2021 • Januari 2021 • Desember 2020 • November 2020 • Oktober 2020 • September 2020 • Agustus 2020 • April 2020 • November 2019 Tulisan Terakhir • APA ITU TOKOH FIGURAN DALAM CERITA: PENGERTIAN, JENIS DAN CONTOHNYA • APA ITU TRITAGONIS; PENGERTIAN, JENIS, CONTOH & CARA MEMBUATNYA • 8 CARA MENGETAHUI BAKAT TERPENDAM DIRI SENDIRI DAN MELEJITKANNYA • 7 JENIS TOKOH PEMBUNUH BERANTAI DALAM NOVEL THRILLER • 5 CERITA INSPIRATIF KEHIDUPAN NYATA PALING POPULER DI INDONESIATokoh Protagonis adalah tokoh yang berwatak baik.

Tokoh Antagonis adalah tokoh yang berwatak Jahat. Pengertian yang demikian adalah pengertian tentang tokoh protagonis dan tokoh antagonis yang sesat yang tidak disengaja. Seharusnya pengertian tersebut diberi sisipan kata 'biasanya'. Selain itu, ukuran baik dan jahat dalam sebuah cerita tidak dapat diukur. Meskipun sebuah karya sastra merupakan penggambaran dari realita atau kenyataan. Sebagai sebuah karya ilmiah, analisis terhadap karya sastra seharusnya dapat terukur dan berdasar.

Termasuk analisis yang paling sederhana yang dilakukan di sekolah baik tingkat dasar hingga tingkat menengah atas. Dari SD hingga SMA, lebih-lebih di perguruan tinggi. Apalagi, guru juga lulusan perguruan tinggi juga kan? Memang, pengertian bahwa protagonis itu baik sementara antagonis itu jahat sudah berurat berakar bagi pembaca sastra Indonesia secara umum. Ada dua penyebab yang berkaitan yaitu guru SD dan Guru Bahasa Indonesia dianggap semua bisa. Yang kedua, guru tersebut tidak mau belajar mendalami bahasa Indonesia.

Guru SD sangat berperan dalam 'kesesatan' pemahaman tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Karena terlalu menyederhanakan masalah, guru SD dengan mudah menyebut bahwa protagonis itu baik sementara antagonis itu jahat. Contoh yang digunakan sebagai cerita 'hanya' dongeng Bawang Merah Bawang Putih. Diperparah lagi, yang mengajar bahasa Indonesia di jenjang selanjutnya, SMP dan SMA juga tidak mau meluruskan kesesatan tersebut.

Karena, mungkin sang guru juga tidak paham pengertian yang 'sebenarnya' dari unsur intrinsik sastra tersebut. Akhirnya, pengertian yang salah itu berlanjut menjadi penyekatan yang kaku, baik jahat, benar salah, hitam putih.

Akhirnya, kualitas literasi dan masyarakat literasi Indonesia termasuk yang paling parah. Pengertian Tokoh Antagonis dan Tokoh Protagonis yang Proporsional Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang 'mendukung' jalannya cerita. Sementara tokoh antagonis adalah tokoh yang berkonflik dengan tokoh protagonis.

'Mendukung' jalannya cerita maksudnya, tokoh protagonis memiliki keinginan yang baik dan mulia (berdasarkan sudut pandang tokoh protagonis). Jadi, kebaikan yang dimilki oleh tokoh protagonis bisa sama bisa juga berbeda dengan kriteria baik dalam kehidupan nyata.

Baik menurut alur cerita karya sastra bisa dianggap tidak baik dalam kehidupan nyata. Contoh sederhana, dalam film 'Pirates of Carribean'. Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah Jack Sparow, seorang bajak laut yang ingin menjadi bajak laut kelas satu dunia.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Jika kita mengikuti jalannya cerita, maka dapat diketahui bahwa yang jahat adalah para tentara inggris yang menghalangi keinginan si Jack Sparow.

Pertanyaannya: Apakah seorang bajak laut alias perompak dalam kehidupan nyata adalah orang yang baik? begitu juga sebaliknya, apakah pasukan tentara dalam kehidupan nyata wataknya jahat? tentu tidak bukan? Contoh Pembolak-balikan tokoh Protagonis dan tokoh Antagonis juga ada dalam Film Maleficent: Baca Penjelasan tentang Tokoh dalam Maleficent Harapan kecil yang besar dari penulis, adalah tidak ada lagi 'kesalahan' dalam pemahaman tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

Jika hanya sepotong kehidupan sastra yang terdapat dalam sastra, sastra tidak mampu menyucikan jiwa pembacanya. Jika pembaca gagal memahami sastra, maka yang muncul bukan pendewasaaan. Jika sastra sudah dipahami secara menyeluruh, maka tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang akan mengetahui bahwa tidak ada tokoh atau orang (dalam sastra maupun kehidupan nyata) yang benar mutlak (kecuali nabi).

Yang perlu dicari adalah titik temu dalam kebaikannya. Pada dasarnya juga tidak ada orang yang jahat mutlak, pasti ada sisi kebaikan dalam dirinya. Protagonis dan antagonis hanya mengambil dari satu sudut pandang. Jika membuak kacamata yang lebih lebar, maka akan ditemukan tafsir yang berbeda dan menyeluruh. Menunjukkan kedewasaan kita. Lebih-lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini.

tedddddddd 5/13/2018 wah artikelnya mencerahkan sekali.memang selama ini selalu terkungkung bahwa Protagonis=baik hati dan mulia hehe padahal lebih tepatnya adalah karakter yang mendukung plot cerita utama. setelah menonton Avengers:Infinity War, saya jadi kepikiran jangan-jangan Thanos lah si Protagonistnya hehehehe Balas Hapus
KOMPAS.com - Setiap cerita pasti memiliki unsur tokoh di dalamnya. Tokoh tidak hanya sebatas peran yang dimainkan manusia. Dalam cerita, tokoh dapat berupa hewan, benda, atau karaketer apapun yang mewakili jalannya sebuah cerita.

Tokoh dapat berupa kata ganti penunjuk orang, seperti aku, kamu, dia, mereka, dan sebagainya. Penggunaan kata ganti semacam ini memperjelas sudut pandang penceritaan. Menurut Andi Wicaksono dalam Pengkajian Prosa Fiksi (2017), tokoh adalah pelaku cerita, sedangkan penokohan adalah sifat yang dilekatkan pada diri tokoh, penggambaran, atau pelukisan mengenai tokoh cerita. Sementara, Burhan Nurgiyatoro dalam Teori Pengkajian Fiksi (1998) berpendapat, tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, moral, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan pada pembaca.

Jika dilihat dari fungsi penampilan, tokoh dibedakan ke dalam protagonis, antagonis, dan tirtagonis. Baca juga: Watak Tokoh pada Drama Kisah Pemulung dan Penjual Bakso, Jawaban Soal TVRI SD 4-6, 4 Juni 2020 • Protagonis Protagonis merupakan tokoh yang menampilkan sesuatu sesuai pandangan dan harapan pembaca. Menggambarkan watak yang baik dan positif. Tokoh protagonis dapat menyita empati dan perhatian pembaca. • Antagonis Lawan dari protagonis. Antagonis menjadi salah satu tokoh yang menimbulkan konflik dalam cerita.

Ia merupakan penggambaran watak yang buruk dan negatif. Biasanya dibeci pembaca. Namun dalam beberapa cerita, pengarang juga memberikan porsi cukup banyak pada tokoh antagonis sehingga menyita perhatian pembaca. • Tritagonis Tritagonis disebut juga karakter ketiga atau penengah. Menggambarkan watak yang bijak.

Berfungsi sebagai pendamai atau jembatan atas penyelesaian konflik. Biasanya muncul sebagai tokoh yang menyelesaikan permasalahan dalam sebuah cerita. • Figuran Figuran merupakan tokoh atau peran yang kurang berarti dalam penceritaan.

Figuran disebut juga peran pembantu. Berbeda dari penggolongan tiga tokoh sebelumnya, figuran digolongkan ke dalam jenis tokoh berdasarkan tingkat pentingnya peran.

Baca juga: Seni Teater: Pengertian, Sejarah, Unsur dan Jenisnya
Bobo.id - Dalam berbagai cerita, seperti cerpen, dongeng, legenda, maupun fabel terdapat tokoh-tokoh atau karakter pada cerita itu. Tokoh atau karakter dalam cerita ini dibagi menjadi dua penokohan, yaitu tokoh antagonis dan tokoh protagonis.

tokoh antagonis dalam sebuah cerita selalu menampilkan sosok yang

Kedua tokoh dengan sifat atau karakter yang berbeda ini saling berkaitan satu sama lain. ARTIKEL TERKAIT • Cari Jawaban Soal Kelas 4 Tema 8 Subtema 1: Pengertian, Ciri, dan Contoh Cerita Fiksi • Jenis-Jenis dan Contoh Cerita Fiksi: Legenda, Fabel, Mite, dan Saga • Berbagai Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Menjamin Ketersediaan Air Tanah, Materi Kelas 5 Tema 8 Subtema 2 • Cari Jawaban Soal Kelas 6 Tema 8 Subtema 2: Apakah Bulan Memiliki Cahaya Sendiri?

Ternyata, Begini Cara Akting Peran Antagonis!




2022 www.videocon.com