Teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

• PENGERTIAN DAN MEKANISME TEKNIK PENGOLAHAN Pengertian Pengolahan Makanan Pengolahan makanan adalah kumpulan metode dan teknik yang digunakan untuk mengubah bahan mentah menjadi makanan atau mengubah makanan menjadi bentuk lain untuk konsumsi oleh manusia atau oleh industri pengolahan makanan (Winarno,1993).

Mekanisme Pengolahan Bahan Makanan/Pangan • Persiapan Bahan Makanan/Pangan Persiapan bahan makanan yaitu menyiapkan semua bahan makanan yang diperlukan sebelum dilakukan pengolahan, proses persiapan bahan makanan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu suatu kegiatan yang spesifik dalam rangka mempersiapkan bahan makanan dan bumbu -bumbu sebelum dilakukan kegiatan pemasakan • Pengolahan Bahan Makanan/Pangan Pengolahan bahan makanan merupakan suatu rangkaian/kegiatan mengubah (memasak) bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan.Proses pengolahan bahan makanan dilakukan oleh juru masak mulai dari membersihkan bahan makanan seperti mencuci, memotong, sampai pada proses memasak • Distribusi dan Penyajian Makanan/Pangan Proses pendistribusian dan penyajian makanan dilakukan setelah semua proses dalam pengolahan selesai, dan makanan pun siap disajikan Teknik Dasar Pengolahan Makanan/Pangan Teknik dasar pengolahan makanan adalah mengolah bahan makanan dengan berbagai macam teknik atau cara.

Adapun teknik dasar pengolahan makanan dibedakan menjadi 2 yaitu, teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik pengolahan panas kering ( dry heat cooking ).

• Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah ( Moist Heat ) Teknik pengolahan makanan panas basah adalah mengolahan makanan dengan bantuan cairan. Cairan tersebut dapat berupa kaldu ( stock ), air, susu, santan dan bahan lainnya.

Teknik pengolahan makanan panas basah ini memiliki berbagai cara di antaranya : • Teknik Boiling Boiling adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Untuk melakukan teknik boiling ada syarat tertentu yang harus dipenuhiyaitu sebagai berikut: • Cairan harus mendidih • Alat perebus disesuaikan dengan cairan dan jumlah bahan makanan yang akan diolah. • Alat perebus harus ditutup agar menghemat energi. • Buih yang ada diatas permukaan harus dibuang untuk mencegah bersatunya kemabali dalam cairan sehingga memengaruhi mutu makanan.

Teknik boiling dapat dilakukan pada beberapa bahan makanan seperti, daging segar, daging awet, telur, pasta, sayuran, dan tulang. • Teknik Poaching Selain teknik boiling, dikenal juga teknik poaching dalam pengolahan makanan. Poaching adalah merebus bahan makanan dibawah titik didih dalam menggunakan cairan yang terbatas jumlahnya. Proses poaching berlangsung sedikit lama dan suhu dalam air berkisar 83 0C – 95 0C. Untuk melakukan poaching, perlu memperhatikan syarat berikut ini : • Suhu poaching dibawah titik didih berkisar 83 0C – 95 0 • Cairan yang digunakan sesuai dengan banyaknya bahan makanan.

• Makanan harus tertutup dari cairan. • Peralatan untuk poaching harus bersih dan tidak luntur. Teknik dasar teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut poaching, dapat dilakukan untuk mengolah berbagai jenis makanan seperti daging, unggas, otak atau pankreas binatang, ikan, buah-buahan, teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut sayur.

• Teknik Braising Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan cairan sedikit, kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus dalam panci penutup dan api kecil secara perlahan-lahan. Untuk melakukan teknik braising, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut : • Teknik merebus dalam cairan yang sedikit.

• Bahan yang diolah harus dipotong rapi dan sama besarnya. • Dalam pengolahan daging daging, caranya memasukan daging dalam braising pan, lalu siram dengan kaldu secukupnya, jangan sampai terendam seluruhnya.

• Jika menggunakan sauce pan, caranya cairkan mentega dalam sauce pan, teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut masukkan daging dan balik hingga warnanya kecoklatan. Untuk sayuran aduk sambil dibolak – balik. • Jika proses pengolahan dalam oven, braising pan ditutup rapat dan masukan dalam oven. Apabila diolah diatas kompor ( perepian ), posisi braising pan tertutup.

Syarat –syarat menggunakan teknik braising ,yaitu sebagai berikut : • Teknik ini cocok menggunakan daging bagian paha. • Daging disaute dengan mentega hingga warnanya kecoklatan.

• Cairan pada proses braising dipakai untuk saus pada saat menghidangkan. • Selama proses braising berlangsung, boleh ditambah cairan bila telah berkurang. • Teknik Stewing Stewing ( menggulai ) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dengan api sedang. Pada proses stewing ini, cairan yang dipakai yaitu susu, santan, dan kaldu. Cairan dapat dikentalkan sebelum atau selama proses stewing berlangsung.

Dalam pemberian garam, sebaiknya dimasukkan pada akhir stewing, karena dalam dagin dan sayur sudah terkandung garam. Untuk mengolah makanan dengan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut : • Daging harus diblansir terlebih dahulu dalam air mendidih, agar kotorannya hilang • Potongan bahan disesuaikan dengan jenis yang akan diolah.

• Saus untuk stewing dikentalkan dengan memakai tepung maizena. • Pengolahan daging dengan teknik ini harus sering diaduk, sedangkan pada ikan mengaduknya hati-hati karena ikan mudah hancur. • Steaming Steaming adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Teknik ini bisa dikenal dengan mengukus. Bahan makanan diletakkan pada steamer atau pengukus, kemudian uap air panas akan mengalir le sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus.

Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat berikut : • Alat pengukus harus dipanaskan terlebih dahulu diatas air hingga mendidih dan mengeluarkan uap. • Kapsitas alat pengukus harus disesuaikan dengan jumlah bahan yang dikukus. • Makanan harus dibungkus apabila tidak membutuhkan sentuhan uap air langsung. • Air untuk mengukus harus mencukupi. Jika air kukusan habis, makanan yang dikukus akan beraroma hangus.

• Untuk hasil yang baik, waktu pengukusan harus tepat. • Teknik Pengolahan Panas Kering ( Dry Heat Cooking ) Teknik pengolahan panas kering ( dry heat cooking ) adalah mengohah makanan tanpa bantuan cairan. Misalnya deep frying, shallow frying, roasting, baking, dan grilling. • Deep frying Deep frying adalah mengolah makanan dengan menggoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak.

Pada teknik ini yang digoreng betul-betul tenggelam dalam minyak dan meperoleh hasil yang krispi atau kering. Terdapat 4 cara styledeep fat frying yang populer, yaitu : • Cara Perancis ( A’la Fraincaise, French Style ) • Bahan makanan di marinade lalu dilapisi dengan tepung terigu atau maizena. • Lalu goreng dalam minyak banyak dan panas. • Cara Inggris ( A’la Englaise, English Style ) • Di marinade dalam bumbu lalu tiriskan.

• Celupkan dam putih telur lalu tepung panir. Ulangi sekali lagi. • Goreng dalam minyak yang panas. • Cara Only ( Al Only, Only Style ) • Makanan yang akan digoreng docelupkan dalam adonan. • Kemudian langsung digoreng dalam minyak yang panas.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

• Cara menggoreng polos • Bahan dibersihkan, lalu dimarinade atau tidak. • Kemudian langsung digoreng dengan minyak yang banyak dan panas • Shallow Frying Shallow frying adalah proses mengoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit. Untuk melakukan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut : • Dalam menggoreng, menggunakan minyak goreng berbentuk cairan: minyak kelapa, minyak salad, minyak jagung, atau minyak zaitun.

• Selama proses menggoreng, menggunakan minyak yang sedikit. • Saat menggoreng, pastikan minyak telah panas sesuai suhu yang diinginkan. • Proses menggoreng dilakukan dengan cepat. Terdapat 2 cara dalam pengolahan shallow frying, yaitu cara pan frying dan sauteing. Pan frying merupakan cara menggoreng dengan minyak sedikit dan mempergunakan frying pan.

Makanan yang dimasak dengan cara ini, antara lain telur mata sapi, daging, ommelet scrambled eggs, serta unggas yang lunak dan dipotong tipis.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Sauteing adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan sedikit minyak sambil diaduk dan dilakakukan sacara cepat. Teknik ini sering dilakukan pada masakan cina, dan dipakai sebagai teknik penyelesaian pada sayuran kontinental. Pada pengolahan sayuran Indonesia disebut oseng-oseng (tumisan). Bahan makanan yang dimasak dengan cara ini, antara lain onion chopped (bawang bombay cincang),daging, sayuran, dan bumbu. • Roasting Roasting adalah teknik mengolah bahan makanan dengan cara memanggang bahan makanan dalam bentuk besar didalam oven.

Roasting bentuk seperti oven. Sumber panasnya berasal dari kayu bakar, arang, gas, listrik, atau micriwave oven. Waktu meroasting sumber panas berasal dari seluruh arah oven. Selama proses meroasting berjalan, harus disiram lemak berulaang kali untuk memelihara kelembutan daging dan unggas tersebut. Untuk melakukan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut : • Pada saat pengolahan harus dibolak-balik agar matangnya merata. • Daging jenis lain jangan sering dibolak-balik untuk mencegah pengerutan.

• Jika pada saat meroasting makanan menjadi kering, perlu dibasahi permukaannya dengan lemak atau cairan lemak yang keluar dari makanan tersebut. • Daging ditusuk dengan alat pengukur tingkat kematangan daging untuk mengetahui tingkat kematangan daging.

• Daging utuh tidak berlemak, perlu dilarding. • Baking Baking adalah pengolahan bahan makanan didalam oven dengan panas dari segala arah. Dalam teknik baking ini ada yang menggunakan loyang yang berisi air didalam oven, yaitu bahan makanan diletakkan dalam loyang.

Contoh : puding karamel, hot puding franfrurt. Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat yaitu sebagai berikut teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut • Sebelum bahan dimasukkan, oven dipanaskan sesuai suhu yang dibutuhkan.

• Makanan didalam oven harus diletakkan dengan posisi yang tepat. • Selama proses baking, suhu harus terus diperiksa. • Kualitas makanan akan bergantung pada penanganan selama proses baking. • Sebelum diangkat dari oven, periksa kembali makanan. Penerapan teknik dasar baking dajpat dilakukan pada berbagai bahan makanan, diaantaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, sayuran.

• Grilling Grilling adalah teknik mengolah makanan diatas lempengan besi panas ( gridle) atau diatas pan dadar (teflon) yang diletakkan diatas perapian. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 292 ◦c. Grill juga dapat dilakukan diatas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah mauoun pada alat yang digunakan. Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut : • Memilih bagian daging yang berkualitas dan empuk.

Daging direndam dengan bumbu (dimarinade) sebelum • Kemudian mengolesi permukaan gridle dan bahan makanan dengan minyak goreng untuk menghindari lengket.

• Pergunakan jepitan untuk membalik makanan. Penerapan teknik dasar grilling dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan diantaranya daging, daging cincang,ikan, dan ayam. • JENIS PERLAKUAN DALAM PROSES PENGOLAHAN • Suhu Tinggi • Suhu tinggi diterapkan baik dalam pengawetan maupun dalam pengolahan pangan.

• Memasak, menggoreng, memanggang, dan lain-lain adalah cara-cara pengolahan yang menggunakan panas. • Proses-proses tersebut membuat makanan menjadi lebih lunak, dan lebih awet. • Pemberian suhu tinggi pada pengolahan dan pengawetan pangan didasarkan kepada kenyataan bahwa pemberian panas yang cukup dapat membunuh sebagian besar mikroba dan menginaktifkan enzim. • Pemanasan mengakibatkan efek mematikan terhadap mikroba. Efek yang ditimbulkannya tergantung dari intensitas panas dan lamanya Makin tinggi suhu yang digunakan, makin singkat waktu pemanasan yang digunakan untuk mematikan mikroba.

• Blansing Blansing merupakan suatu cara pemanasan pendahuluan atau perlakuan pemanasan tipe pasteurisasi yang dilakukan pada suhu kurang dari 100 0C selama beberapa menit, dengan menggunakan air panas atau uap.

Biasanya suhu yang digunakan sekitar 82 – 93 oC selama 3 – 5 menit. Contoh blansing misalnya mencelupkan sayuran atau buah dalam air mendidih selama 3 – 5 menit atau mengukusnya selama 3 – 5 menit. Tujuan utama blansing ialah menginaktifan enzim diantaranya enzim peroksidase dan katalase, walaupun sebagian dari mikroba yang ada dalam bahan juga turut mati.

Kedua jenis enzim ini paling tahan terhadap panas. Blansing biasanya dilakukan terhadap sayur-sayuran dan buah-buahan yang akan dikalengkan atau dikeringkan. Di dalam pengalengan sayur-sayuran dan buah-buahan, selain untuk menginaktifkan enzim, tujuan blansing yaitu : • Membersihkan bahan dari kotoran dan mengurangi jumlah mikroba dalam bahan • Mengeluarkan atau menghilangkan gas-gas dari teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut jaringan tanaman, sehingga mrngurangi terjadinya pengkaratan kaleng dan memperoleh keadaan vakum yang baik dalam “headspace” kaleng.

• Melayukan atau melunakkan jaringan tanaman, agar memudahkan pengisian bahan ke dalam wadah • Menghilangkan bau dan flavor yang tidak dikehendaki • Menghilangkan lendir pada beberapa jenis sayur-sayuran • Memperbaiki warna produk antara lainmemantapkan warna hijau sayur-sayuran. Cara melakukan blansing ialah dengan merendam dalam air panas (merebus) atau dengan uap air (mengukus atau dinamakan juga “steam blanching”).

Merebus yaitu memasukkan bahan ke dalam panci yang berisi air mendidih. Sayur-sayuran atau buah-buahan yang akan diblansing dimasukkan ke dalam keranjang kawat, kemudian dimasukkan ke dalam panci dengan suhu blansing biasanya mencapai 82 – 83 oC selama 3 – 5 menit. Setelah blansing cukup walktunya, kemudian keranjang kawat diangkat dari panci dan cepat-cepat didinginkan dengan air. Pengukusan tidak dianjurkan untuk sayur-sayuran hijau, karena warna bahan akan menjadi kusam.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Caranya ialah dengan mengisikan bahan ke dalam keranjang kawat, kemudian dimasukkan ke dalam dandang yang berisi air mendidih. • Pasteurisasi Pasteurisasi merupakan suatu proses pemanasan bahan pangan sampai suatu suhu tertentu untuk membunuh mikroba patogen atau penyebab penyakit seperti bakteri penyebab penyakit TBC, disentri, diare, dan penyakit perut lainnya.

Dengan pasteurisasi masih terdapat mikroba, sehingga bahan pangan yang telah dipasteurisasi mempunyai daya tahan simpan yang singkat. Tujuan pasteurisasi yaitu : • Membunuh semua bakteri patogen yang umum dijumpai pada bahan pangan bakteribakteri patogen yang berbahaya ditinjau dari kesehatan masyarakat • Memperpanjang daya tahan simpan dengan jalan mematikan bakteri dan menginaktifkan enzim. Mikroba terutama mikroba non patogen dan pembusuk masih ada pada bahan yang dipasteurisasi dan bisa berkembang biak.

Oleh karena itu daya tahan simpannya tidak lama. Contohnya : susu yang sudah dipasteurisasi bila disimpan pada suhu kamar hanya akan tahan 1 – 2 hari, sedangkan bila disimpan dalam lemari es tahan kira-kira seminggu.

Karena itu untuk tujuan pengawetan, pasteurisasi harus dikombinasikan dengan cara pengawetan lainnya, misalnya dengan pendinginan. Pasteurisasi biasanya dilakukan pada susu, juga pada saribuah dan suhu yang digunakan di bawah 100 ˚C.

Contohnya:1). Pasterurisasi susu dilakukan pada suhu 61 – 63 0C selama 30 menit; 2). Pasteurisasi saribuah dilakukan pada suhu 63 – 74 0C selama 15 – 30 menit. Pasteurisasi pada sari buah dan sirup dapat dilakukan dengan cara “hot water bath”.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Pada cara “hot water bath”, wadah yang telah diisi dengan bahan dan ditutup (sebagian atau rapat) dimasukkan ke dalam panci terbuka yang diisi dengan air. Beberapa cm (2,5 – 5,0 cm) di bawah permukaan wadah.

Kemudian air dalam panci dipanaskan sampai suhu di bawah 100 0C ( 71 – 85 0C ), sehingga aroma dan flavor tidak banyak berubah. • Sterilisasi Sterilisasi adalah proses termal untuk mematikan semua mikroba beserta sporasporanya. Spora-spora bersifat tahan panas, maka umumnya diperlukan pemanasan selama 15 menit pada suhu 121 ˚C atau ekivalennyaartinya semua partikel bahan pangan tersebut harus mengalami perlakuan panas.

Mengingat bahwa perambatan panas melalui kemasan (misalnya kaleng, gelas) dan bahan pangan memerlukan waktu, maka dalam prakteknya pemanasan dalam autoklaf akan membutuhkan waktu lebih lama dari 15 menit. Selama pemanasan dapat terjadi perubahanperubahan kualitas yang tidak diinginkan. Untungnya makanan tidak perlu dipanaskan hingga steril sempurna agar aman dan memiliki daya tahan simpan yang cukup lama.

Semua makanan kaleng umumnya diberi perlakuan panas hingga tercapai keadaan steril komersial. Biasanya daya tahan simpan makanan yang steril komersial adalah kira-kira 2 tahun. Kerusakan-kerusakan yang terjadi biasanya bukan akibat pertumbuhan mikroba, tetapi karerna terjadi kerusakan pada sifat-sifat organoleptiknya teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut reaksi-reaksi kimia.

Pemanasan dengan sterilisasi komersial umumnya dilakukan pada bahan pangan yang sifatnya tidak asam atau bahan pangan berasam rendah. Yang tergolong bahan pangan ini adalah bahan pangan hewani seperti daging, susu, telur, dan ikan serta beberapa jenis sayuran seperti buncis dan jagung. Bahan pangan berasam rendah mempunyai risiko untuk mengandung bakteri Clostridium botulinum, yang dapat menghasilkan racun yang mematikan jika tumbuh dalam makanan kaleng.

Oleh karena itu spora bakteri tersebut harus dimusnahkan dengan pemanasan yang cukup tinggi. Sterilisasi komersial adalah pemanasan pada suhu 121,1 ˚C selama 15 menit dengan menggunakan uap air bertekanan, dilakukan dalam autoklaf. Tujuan sterilisasi komersial terutama untuk memusnahkan spora bakteri patogen termasuk spora bakteri C. Botulinum. • Pendinginan Pendiginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan bahan yaitu -2 -10 0C.

Cara pengawetan dengan suhu rendah lainya yaitu pembekuan. Pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku yaitu pada suhu 12 – 24 0C. Pembekuan cepat (quick freezing) di lakukan pada suhu -24 – 40 0C (Winarno, 1993).

Pendinginan biasanya dapat mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau minggu tergantung pada macam bahan panganya, sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan pangan untuk beberapa bulan atau kadang beberapa tahun. Perbedaan lain antara pendinginan dan pembekuan adalah dalam hal pengaruhnya terhadap keaktifan mikroorganisme di dalam bahan pangan. Penggunaan suhu rendah dalam pengawetan pangan tidak dapat membunuh bakteri, sehingga jika bahan pangan beku misalnya di keluarkan dari penyimpanan teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut di biarkan mencair kembali (thawing), pertumbuhan bakteri pembusuk kemudian berjalan cepat kembali.Pendinginan dan pembekuan masing-masing juga berbeda pengaruhnya terhadap rasa, tekstur, nilai gizi, dan sifat-sifat lainya.Beberapa bahan pangan menjadi rusak pada suhu penyimpangan yang terlalu rendah.

• Fermentasi Proses fermentasi dalam pengolahan pangan adalah proses pengolahan panan dengan menggunakan aktivitas mikroorganisme secara terkontrol untuk meningkatkan keawetan pangan dengan dioproduksinya asam dan/atau alkohol, untuk menghasilkan produk dengan karekateristik flavor dan aroma yang khas, atau untuk menghasilkan pangan dengan mutu dan nilai yang lebih baik (Winarno, 1993).

Contoh-contoh produk pangan fermentasi ini bermacam-macam; mulai dari produk tradisional (misalnya tempe, tauco, tape) sampai kepada produk yang modern (misalnya salami dan yoghurt). Proses fermentasi dalam pengolahan pangan mempunyai beberapa keuntungan-keuntungan, antara lain: • Proses fermentasi dapat dilakukan pada kondisi pH dan suhu normal, sehingga tetap mempertahankan (atau sering bahkan meningkatkan) nilai gizi dan organoleptik produk pangan.

• Karakteristik flavor dan aroma produk yang dihasilkan bersifat khas, tidak dapat diproduksi dengan teknik/metoda pengolahan lainnya.

• Memerlukan konsumsi energi yang relatif rendah karena dilakukan pada kisaran suhu normal, • Modal dan biaya operasi untuk proses fermentasi umumnya rendah, dan teknologi fermentasi umumnya telah dikuasi secara turun temurun dengan baik.

• Pengeringan Pengeringan adalah suatu cara untuk mengeluarkan atau mengilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan menguapkan sebagian besar air yang di kandung melalui penggunaan energy panas (Winarno, 1993). Biasanya, kandungan air bahan tersebut di kurangi sampai 53 batas sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di dalamya.Keuntungan pengeringan adalah bahan menjadi lebih awet dan volume bahan menjadi lebih kecil sehingga mempermudah dan menghemat ruang pengangkutan dan pengepakan, berat bahan juga menjadi berkurang sehingga memudahkan transpor, dengan demikian di harapkan biaya produksi menjadi lebih murah.Kecuali itu, banyak bahan-bahan yang hanya dapat di pakai apabila telah di keringkan, misalnya tembakau, kopi, the, dan biji-bijian.

Di samping keuntungan-keuntunganya, pengeringan juga mempunyai beberapa kerugian yaitu karena sifat asal bahan yang di keringkan dapat berubah, misalnya bentuknya, misalnya bentuknya, sifat-sifat fisik dan kimianya, penurunan mutu dan sebagainya.Kerugian yang lainya juga disebabkan beberapa bahan kering perlu pekerjaan tambahan sebelum teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut pakai, misalnya harus di basahkan kembali (rehidratasi) sebelum di gunakan.Agar pengeringan dapat berlangsung, harus di berikan energi panas pada bahan yang di keringkan, dan di perlukan aliran udara untuk mengalirkan uap air yang terbentuk keluar dari daerah pengeringan.Penyedotan uap air ini daoat juga di lakukan secara vakum.

Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan terjadi pada setiap tempat dari bahan tersebut, dan uap air yang di ambil berasal dari semua permukaan bahan tersebut.Factor-faktor yang mempengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan benda, suhu pengeringan, aliran udara, tekanan uap di udara, dan waktu pengeringan.

• Penggunaan Bahan Kimia Bahan pengawet dari bahan kimia berfungsi membantu mempertahankan bahan makanan dari serangan makroba pembusuk dan memberikan tambahan rasa sedap, manis, dan pewarna.

Contoh beberapa jenis zat kimia : cuka, asam asetat, fungisida, antioksidan, in-package desiccant, ethylene absorbent, wax emulsion dan growth regulatory untuk melindungi buah dan sayuran dari ancaman kerusakan pasca panen untuk memperpanjangkesegaran masam pemasaran. Nitogen cair sering digunakan untuk pembekuan secara tepat buah dan sayur sehinnga dipertahankan kesegaran dan rasanya yang nyaman. Berdasarkan Permenkes RI No.

722/Menkes/Per/IX/88 dengan revisi No. 1168/ Menkes/ Per/X/1999 menyatakan bahwa bahan tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, dan penyimpanan (Cahyadi, 2008 ★ SMP Kelas 7 / Soal SMP MTs Prakarya Kelas 7 Semester 2 Teknik mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya disebut….

A. Deep frying ( Teknik menggoreng dengan minyak banyak) B. Steaming ( Teknik mengukus) C. Dry Heat Cooking ( Teknik pengolahan pangan panas kering) D. Braising ( Teknik merebus dengan sedikit air ) Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Kerajinan Serat - Prakarya SMP Kelas 7 Proses pemilihan serat menjadi benang di sebut ….

A. Penggulungan B. Pemintalan C. Pencelupan D. Penenunan Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal Lainnya: • Bahasa Sunda SMP Kelas 9 • Adverbs of Manner - PJJ Bahasa Inggris SD Kelas 4 • Sosiologi Semester 2 Genap SMA Kelas 11 • Tema 6 SD Kelas 6 • Ulangan Harian Bahasa Indonesia Semester 2 SMP Kelas 7 • Hakikat Bangsa dan Negara • Permintaan dan Penawaran - PAS Ekonomi Semester 1 Ganjil SMA Kelas 10 • PTS PPKn Semester 2 Genap SMP Kelas 7 • UAS Matematika Semester 2 Genap SD Kelas 5 • Operasi Hitung Campuran - Matematika SD Kelas 6 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Teknik pengolahan adalah cara mengolah atau mengubah bahan makanan menjadi makanan dengan berbagai macam metode. Ketepatan teknik pengolahan makanan dapat mempengaruhi cita rasa pada makanan sehingga berpengaruh pada tingkat kepuasan konsumen.

Secara garis besar, teknik dasar pengolahan makanan dapat dibagi dalam tiga teknik, yaitu : 2. Teknik Pengolahan Panas Kering (dry heat cooking) 3. Teknik Pengolahan Panas Minyak (oil heat cooking) A. Teknik Pengolahan Panas Basah 1. Boiling (merebus) Boiling adalah proses memasak makanan di air mendidih atau memasak makanan berbasis cairan seperti air, kaldu, santan atau susu yang direbus. Jika cairan dipanaskan sampai titik didih (100OC), maka terjadi evaporasi (penguapan) cairan secara cepat.

Merebus terbagi menjadi 3 tahap yaitu nucleate, transition, dan film boiling sesuai suhu perebusan yang bertingkat dari suhu panas yang rendah sampai ke suhu panas tinggi. Contoh masakan yang menggunakan metode boiling adalah boiled potato, sayur asam, dll. boiling membutuhkan waktu lama untuk memasak sayur karena perlu dimasak sampai sayur matang. Untuk memastikan sayuran itu matang, bisa diambil salah satu sayuran lalu di tusuk dengan pisau atau garpu.

jika sayuran itu lunak maka sayur sudah matang. 2. Simmering (merebus dibawah titik didih dengan api kecil) Simmering adalah teknik memasak makanan dalam cairan panas yang di pertahankan pada titik didih air yaitu rata rata pada suhu 100OC. Untuk, mempertahankan suhu tetap stabil, kecilkan api saat sudah muncul gelembung. metode ini digunakan agar makanan tidak rusak strukturnya.

contoh masakan dengan metode simmering adalah simering soup. 3. Â Poaching (merebus dibawah titik didih 80-90OC) Teknik poaching ialah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92° - 96°C).

Bahan makanan yang di-poach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah-buahan, sayuran, telur, dan ikan. Cairan bisa berupa kaldu, air yang diberi asam, cuka, dan susu. Teknik pengolahan pangan braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan.

Efek dari braising ini sama dengan menyetup, yaitu untuk menghasilkan bahan makanan yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya. Stewing (menggulai/menyetup) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut api sedang.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Maksud dari dimasak dengan api sedang dan dalam waktu yang lama agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna. Pengolahan dengan teknik ini harus sering diaduk secara hati-hati agar tidak mudah hancur. Pada proses stewing, cairan yang dipakai yaitu air, susu, santan, dan kaldu. Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Sebelum mengukus bahan makanan alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada steamer atau pengukus.

Uap air panas akan mengalir ke sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut lembut.

Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, maupun sayuran, ikan dan ayam. Teknik simmering ini adalah teknik memasak / megolah bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, kemudian api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, di mana di permukaannya muncul gelembung–gelembung kecil.

Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus. Pengertian dari deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/ lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy).

Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan termasuk buah, sayuran, daging dan unggas, serta ikan. Bahan makanan yang dalam keadaan beku dapat langsung dimasak dengan metode ini.

Pada metode kering ini, karena dipanaskan dalam suhu tinggi, akan terjadi perubahan tekstur, warna, dan rasanya.

Pada proses pengolahan dengan metode deep frying ini beberapa kandungan gizi akan rusak, tetapi kandungan energinya akan tinggi karena mengandung lemak. Proses deep frying juga biasanya lebih sedikit kehilangan kandungan vitamin yang larut dalam air karena dalam proses ini tidak terdapat air yang melarutkan. Sebagai contoh, keripik kentang lebih banyak mengandung vitamin C dibandingkan kentang rebus.

Teknik menumis (sauteing) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah. Biasanya cairan yang ditambahkan adalah saus, cream, dan sejenisnya yang dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan.

Sebelum menumis hendaknya potongan/irisan bahan makanan dipersiapkan terlebih dahulu. Panaskan wajan terlebih dahulu, kemudian isi minyak goreng sedikit dan panaskan. Gunakan wajan yang besar agar potongan bahan makanan saat dimasukkan tidak penuh sesak sehingga memudahkan saat melakukan tumis dan dapat matang secara merata.

Agar lebih sehat, hindari penggunaan lemak jenuh. Gunakan minyak zaitun atau minyak kanola yang mengandung minyak sehat dan membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya.

Ketika memanggang bahan makanan, masukkan wadah berisi air yang akan mengeluarkan uap air yang masuk ke dalam oven. Tujuannya agar kandungan air dalam bahan makanan bertambah dan untuk menambah kualitas makanan.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Penerapan teknik dasar baking dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan, diantaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, sayuran. Wadah pertama berisi bahan makanan, dan wadah kedua diberi air. Wadah pertama dimasukkan ke dalam wadah kedua sehingga panas yang sampai ke bahan makanan lebih lambat. Dengan demikian, tidak akan mengakibatkan panas yang berlebih dan dapat mengurangi kemungkinan makanan terlalu matang.

Contoh puding caramel. Grilling adalah teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau diatas panci dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grilling sekitar 292°C.

Grill juga dapat dilakukan di atas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan. Jeruji ini berfungsi sebagai penahan bahan makanan yang sedang dimasak/dipanggang. Selain itu, fungsi lainnya juga untuk membuat bagian yang matang dan gosong berbentuk jeruji pula.

Kegosongan inilah yang menjadi ciri khas dan yang menunjukkan bahwa makanan tersebut adalah di-grilled. Berbagai teknik di atas hanya sebagian teknik pengolahan pagan. Pada umumnya cara mengolah bahan pangan banyak caranya seperti teknik mengasap, mengintim, dan menyangrai.

Perbedaan-perbedaan teknik/cara/metode pengolahan pangan yang ada di Nusantara maupun seluruh dunia mencerminkan faktor-faktor sosial, ekonomi, agama, agrikultur, dan estetika yang mempengaruhinya.
Merdeka.com - Memasak dikatakan sebagai salah satu seni yang membutuhkan keahlian dalam mengolah makanan yang baik. Selain itu, memasak juga membutuhkan kemampuan untuk memadukan beragam bumbu dengan takaran yang pas sehingga bisa menghasilkan cita rasa yang lezat dan nikmat.

Tak hanya itu, memasak juga perlu memperhatikan teknik pengolahan makanan yang tepat sehingga bisa menonjolkan sisi keunikan dari bahan makanan yang dimasak.

Dalam hal ini, terdapat beberapa teknik pengolahan makanan yang sering dilakukan. Mulai dari teknik masak panas kering seperti grilling, roasting, baking, hingga teknik masak panas basah seperti boiling dan steaming. Masing-masing teknik pengolahan makanan ini memiliki karakteristik unik yang berbeda dari satu teknik dengan teknik lainnya. Ini dapat dilihat dari alat hingga suhu panas yang digunakan.

Setiap teknik pengolahan makanan ini pun tidak bisa diterapkan pada semua jenis makanan. Terdapat kriteria kelompok makanan tertentu yang dinilai cocok dengan masing-masing teknik pengolahan.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

BACA JUGA: Jadi Ikon Pariwisata Jogja, Begini Keramaian Pantai Parangtritis Selama Libur Lebaran Polres Semarang Ungkap Kasus 'Pembunuhan Sebelum Salat Ied', Ternyata Ini Motifnya Bagi Anda yang hobi memasak, beberapa teknik pengolahan makanan ini perlu dipahami dengan baik. Ini menjadi dasar pengetahuan yang dapat diterapkan dalam keseharian.

Dengan begitu, Anda bisa mengolah makanan dengan teknik yang tepat sehingga bisa menghasilkan hidangan yang lezat dan menggugah selera.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Melansir dari Webstaurant Store, berikut kami merangkum beberapa teknik pengolahan makanan dan berbagai karakteristiknya yang perlu Anda ketahui. BACA JUGA: Berkunjung ke Makassar, Ini Momen Hangat Ganjar Pranowo Bertemu Raja Gowa Ruas Jalan Ajibarang-Bumiayu Macet, Petugas Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Ini Teknik pengolahan makanan yang pertama, yaitu menggunakan metode panas kering.

Metode ini tanpa adanya uap air, kaldu, atau air. Sebaliknya, itu bergantung pada sirkulasi udara panas atau kontak dengan lemak untuk mentransfer panas ke makanan. Temperatur 300 derajat atau lebih panas dapat menciptakan reaksi di mana asam amino dan gula dalam makanan berubah menjadi cokelat dan menciptakan aroma dan rasa yang berbeda. Berikut beberapa jenis teknik masak panas kering dan berbagai karakteristiknya. Broiling Broiling adalah cara memanggang dengan mentransfer panas yang sangat tinggi ke makanan, biasanya diarahkan dari pancaran suhu panas yang terletak di atas makanan.

Ini termasuk metode masak yang cepat sehingga perlu menggunakan timer agar bisa matang sesuai keinginan dan tidak berlebihan. Jenis makanan yang cocok untuk metode ini seperti daging, daging ayam, ikan, buah-buahan, dan sayur. BACA JUGA: Ratusan Penumpang Arus Balik Terlantar di Terminal Kudus, Ini Faktanya Kata-kata Kehilangan Seseorang yang Kita Sayangi Bahasa Inggris, Penuh Makna Bijak Grilling Grilling adalah memanggang yang menggunakan alat perapian terbuka dengan sumber panas teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut terletak di bawah makanan.

Dalam prosesnya, makanan perlu dibalik setiap sisinya agar matang dan bisa mendapatkan tampilan cokelat sempurna. Jenis makanan yang cocok diolah dengan teknik ini adalah burger, daging, daging ayam, dan ikan. Roasting Roasting adalah memanggang yang dilakukan di dalam oven dengan suhu panas yang tidak langsung. Metode memasak ini bekerja lebih lambat, untuk mengeluarkan rasa dari daging dan sayuran. BACA JUGA: Resep Cireng Kerupuk Gurih, Cocok untuk Camilan Sehari-hari Manfaat Puasa Media Sosial bagi Kesehatan Mental, Efektif Meningkatkan Suasana Hati Memanggang dapat dilakukan pada suhu yang sangat rendah antara 200 derajat dan 350 derajat Fahrenheit untuk potongan daging yang lebih keras, atau suhu yang lebih tinggi hingga 450 derajat Fahrenheit untuk potongan yang lebih empuk.

Jenis makanan yang cocok untuk teknik ini adalah daging, daging ayam, buah dan sayur. Baking Baking adalah memanggang dengan panas tidak langsung yang mengelilingi semua sisi makanan. Baking biasanya digunakan untuk mengolah roti, pizza, dan kue kering.

Secara teknis, metode masak ini dilakukan dengan suhu lebih rendah daripada roasting. Sautering BACA JUGA: Dibuka Tiga Menteri Sekaligus, Begini Penerapan Sistem "One Way" di Tol Jateng Cegah Hepatitis Akut, Dirut RSI Banjarnegara Imbau Ini pada Masyarakat Sautering adalah mengolah makanan dengan cara menumis di dalam wajan yang panas dan dangkal dengan sedikit minyak atau lemak untuk melapisi makanan agar kecokelatan. Ini termasuk metode masak cepat di mana Anda harus menjaga makanan tetap bergerak dengan cara dibolak-balik.

Hindari mengisi wajan dengan bahan makanan terlalu banyak sehingga sulit diaduk, serta jangan terlalu sering mengaduk makanan karena bisa merusak tekstur makanan. Jenis bahan makanan yang cocok dengan metode ini adalah daging, daging unggas, dan sayuran. Teknik Pengolahan Makanan: Panas Basah Shutterstock/paichoom Teknik pengolahan makanan selanjutnya, yaitu masak dengan panas basah. Sesuai dengan namanya, metode masak ini dilakukan dengan menggunakan cairan atau uap panas yang bisa mengolah makanan hingga matang.

Cara ini bisa digunakan untuk membuat masakan sehat tanpa tambahan lemak atau minyak. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk melunakkan serat keras pada potongan daging tertentu, seperti beef chuck atau brisket. Saat memasak sayuran berserat dan kacang-kacangan, memasak panas lembap melembutkan makanan hingga mencapai kelembutan yang sempurna. Tidak seperti metode memasak panas kering, teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut panas lembap tidak akan menghasilkan kerak kecoklatan.

Berikut beberapa teknik pengolahan makanan dengan panas basah atau lembap dan berbagai karakteristiknya perlu Anda ketahui. Poaching Poaching adalah metode masak di mana makanan direndam dalam cairan panas antara 140 derajat dan 180 derajat Fahrenheit.

teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut

Panas rendah bekerja sangat baik untuk bahan makanan bertekstur halus, di mana kelembapan dapat dipertaankan tanpa perlu teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut minyak atau lemak.

Jenis bahan makanan yang cocok untuk metode ini adalah telur, daging unggas, ikan, dan buah. Simmering Simmering adalah metode masak yang menggunakan suhu lebih tinggi daripada poaching, biasanya antara 180 derajat dan 205 derajat Fahrenheit. Kisaran suhu ini terletak di bawah titik didih dan menghasilkan gelembung-gelembung kecil. Jika air terlanjur mendidih dengan suhu panas, Anda bisa menurunkan suhu terlebih dahulu untuk mendapatkan panas yang lebih sedang. Jenis makanan yang cocok dengan metode ini adalah daging, beras, sup dan kaldu, sayuran, biji-bijian, dan kacang polong.

Boiling Boiling adalah merebus makanan di dalam air yang telah mencapai titik didih titik didih 212 derajat Fahrenheit. Air mendidih menghasilkan gelembung besar, yang membuat makanan tetap bergerak saat dimasak. Selain itu, metode masak ini juga sering mengeluarkan uap dari air yang sangat mendidih.

Jenis makanan yang cocok untuk metode ini adalah pasta, telur, dan sayuran. Steaming Steaming adalah mengukus makanan dengan air yang direbus terus menerus hingga menghasilkan uap panas yang stabil. Makanan yang diletakkan di atas uap panas ini perlahan akan matang dengan sempurna. Mengukus bisa dilakukan dengan alat khusus seperti steamer atau bisa juga dengan menggunakan kertas timah yang dimasukkan ke dalam oven.

Jenis makanan yang cocok dengan metode ini adalah sayuran, ikan dan kerang, serta makanan penutup seperti panna cotta, crème brulee, dan lain sebagainya. [ayi] 1 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 2 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 3 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah 4 Nekat Berenang saat Ombak Tinggi, Tiga Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Sukabumi 5 Potret Carissa Putri Bersama 2 Putranya yang Ganteng-ganteng Banget Liburan ke Bali Selengkapnya
Latihan Soal - SD/MI - SMP/MTs - SMA Lihat versi lengkap ★ SMP Kelas 7 / Soal SMP MTs Prakarya Kelas 7 Semester 2 Teknik mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya disebut….

A. Deep frying ( Teknik menggoreng dengan minyak banyak) B. Steaming ( Teknik mengukus) C. Dry Heat Cooking ( Teknik pengolahan pangan panas kering) D. Braising ( Teknik merebus dengan sedikit air ) Pilih jawaban kamu: A B C D E Preview soal lainnya: PAI Semester 2 Genap SMA Kelas 10 Seorang ayah memberikan sebidang sawah kepada anak-anaknya sebelum ia meninggal.

Pemberian ini disebut…. A. Shadaqoh B. Zakat C. Hibah D. Wakaf E. Warisan Materi Latihan Soal Lainnya: Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.

apa yg dimagsud zat homogen​ Selama El Nino Melanda Indonesia,terdapat Banyak daerah yang Dilanda bencana Banjir dan Longsor Benar atau Salah​ Terumbu Krang memutih akibat peningkatan suhu air laut.Benar Atau Salah​ jelaskan proses bahan tersebut merusak lapisan ozon​ 19. Fungsi rangka badan pada gambar berikut adalah. a. untuk melindungi paru-paru, jantung, dan ginjal b. untuk melindungi paru-paru, otak, dan jant … ungc. untuk melindungi jantung, paru- paru, dan matad .untuk melindungi ginjal, usus, dan otak ​ bantu tugas kak1.

bagian pada telinga yang berfungsi sebagai penyeimbang tubuh adalah2. sebutkan kelainan pada tulang belakang manusia!3. sebutkan gan … gguan² pada hidung!​ jelaskan pengertian gempa bumi dan sebutkan macam² gempa bumi​ jelaskan fungsi jantungparu2dan ginjal​ Q.Apa gunanya mandi ? mengapa kita harus mandi?✎ Rūles Mēnjawab :⸙ Memakai cara penyelesaian⸙ Rapi⸙ Tidak ngasal ⸙ Good luck .​​​ Tolong bantu jawab yaaSebutkan dan jelaskan teknik pengolahan pangan panas basah (Moist Heat) ?

Pengolahan bahan pangan sayuran menggunakan teknik yang sama dengan pengolahan bahan pangan buah. Di sini akan diuraikan secara singkat teknik dasar pengolahan pangan yang dibedakan menjadi 2 yaitu, teknik pengolahan makanan panas basah (moist heat) dan teknik panas kering (dry heat cooking).

Teknik pertama pengolahan pangan basah merupakan suatu pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Berikut ini yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah. Suatu cara mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakan di antaranya berupa air, kaldu, dan susu. 2. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (Poaching) Cara memasak bahan makanan teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah (titik didih 92º – 96º C).

Bahan makanan yang digunakan biasanya berupa bahan pangan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah-buahan, sayuran, telur, dan ikan. 3. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (Braising) Teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan, (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup teknik pengolahan makanan dengan bantuan cairan disebut api dikecilkan secara perlahan-lahan.

Cara ini sama untuk menyetup bahan makanan agar aroma yang keluar menyatu dengan cairan bahan makanan dan menjadi lebih lunak. 4. Teknik Menyetup/Menggulai (Stewing) Mengolah bahan makanan dengan cara menumis bumbu lebih dahulu, dan dilanjutkan dengan merebusnya dengan sedikit cairan dengan api sedang. Penggunaan api sedang dan dalam waktu yang sedikit lama dimaksudkan agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna.

5. Teknik Mengukus (Steaming) Teknik memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Sebelum mengukus bahan makanan alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada alat pengukus.

Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut, serta nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. 6. Teknik Mendidih (Simmering) Teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, baru api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama hingga muncul gelembung–gelembung kecil pada permukaannya.

Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus. 7. Teknik Mengetim Teknik memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran di mana salah satu panci lebih kecil. Itulah tujuh Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat). Baca materi selanjutnya : Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry Heat Cooking) Pos-pos Terbaru • Amatilah Gambar Berikut Selanjutnya Tuliskan Pendapatmu Mengenai Gambar Halaman 134 Sampai 135 • 3 Sikap Persatuan dan Kesatuan yang Pernah Kamu Lakukan Saat di Sekolah, di Rumah, dan di Masyarakat • Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 133 134 135 136 137 Pembelajaran 4 Subtema 3 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam di Indonesia • Coba Renungkan Tentang Kegunaan Benda-benda atau Materi yang Berada di Sekitar Kamu • Nama Zat Unsur Senyawa Air, Tembaga, Gula, Perak, Garam, Hidrogen
• Mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya disebut • Pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya adalah teknik • Teknik mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya disebut • Pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya adalah • Teknik mengolah bahan makanan dengan sedikit minyak olahan dan sedikit cairan adalah • Mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih disebut • Alat yang digunakan untuk mengolah bahan makanan dengan teknik baking adalah • Teknik merebus bahan makanan dengan cairan sedikit disebut • Teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan disebut • Alat yang digunakan untuk mengolah makanan dengan teknik baking adalah • Untuk mengolah makanan dengan teknik steaming alat yang dibutuhkan adalah • Cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan disebut • Sebutkan contoh bidang industri yang mengolah bahan dasar menjadi bahan jadi • Mengolah bahan yang berupa beberapa bagian atau bilah biasanya menggunakan teknik • Proses mengolah makanan dengan menggoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak dinamakan • Suhu cairan pada teknik pengolahan makanan panas basah tidak pernah lebih dari suhu • Teknik mengolah getah nyatu untuk memisahkan getah dengan batang adalah dengan cara • Kelompok bahan makanan dibawah ini merupakan bahan makanan hasil samping dari hewani adalah • Patung dengan bahan dasar tanah liat biasanya dibuat menggunakan teknik • Teknik poaching adalah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi

Teknik pengolahan makanan




2022 www.videocon.com