Kalimat resensi adalah

kalimat resensi adalah

MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Resensi Adalah : Pengertian, Unsur, Kalimat resensi adalah, Jenis, Dan Contohnya – Resensi ??

Apa sih resensi itu ?? Merisensi buku adalah kegiatan membaca, memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan mengungkapkan keunggulan dan kelemahan sebuah buku sebagai informasi untuk orang lain (Sitepu, 2013). Hasil proses meresensi buku itu disebut resensi buku. 8.2. Sebarkan ini: Kata resensi ini berasal dari bahasa Belanda “recensie” yang berarti membicarakan dan menilai/ beorordelend en bespoken.

Dari makna inilah, maka media cetak Belanda menyediakan halaman atau kolom khusus sebagai wadah pembicaraan buku ini (Lasa, 2006). Pengertian Resensi Menurut Para Ahli Menurut Sitepu (2013), dikaji secara etimologi dari bahasa Latin ( recensere atau revidere) dan bahasa Inggris ( review), resensi mengandung makna dasar “memeriksa, mencermati, meninjau atau melihat kembali” sesuatu.

Dengan pengertian dasar yang demikian, objek resensi tidak hanya terbatas pada buku tetapi dapat berupa film, kalimat resensi adalah, pameran, dan berbagai bentuk/tampilan tulisan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis, Fungsi, Unsur Menurut (gorys keraf1994;274) – Resensi didefinisikan sebagai sebuah tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku.

Menurut Yus Rusyana (1996:1) – memberikan definisi bahwa resensi adalah tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI (1991) resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan buku, atau ulasan buku yang baru saja terbit.

kalimat resensi adalah

Sedangkan Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku” (Keraf, 2001). Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku. Ada beberapa syarat dal menyusun resensi antara lain : • Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku.

• Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi. • Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut. • Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan. Tujuan Resensi Meresensi suatu buku mempunyai tujuan nya yaitu sebagai berikut : • Agar bisa memberikan sebuah pemahaman & informasi secara komprehensif kepada suatu masyarakat atau sih pembaca tentang isi buku yang diresensi nya.

kalimat resensi adalah

• Mengajak sih pembaca agar mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang apa masalah yang diangkat yang ada di dalam buku tersebut. • Agar memberikan suatu pertimbangan kepada sih pembaca tentang pantas atau tidaknya buku itu untuk dibaca atau diterbitkan.

• Agar memberikan kalimat resensi adalah jawaban mengenai sebuah pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku baru diterbitkan. • Memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku atau film patut dibaca atau ditonton • Melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah pertimbangan atau penilaian • Memberikan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Konjungsi : 20 Contohnya, Pengertian, Dan Macamnya [ LENGKAP ] Unsur Resensi Unsur-unsur dalam resensi meliputi : • Judul resensi Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah penulisan resensi selesai. Yang perlu di ingat, judul resensi harus selaras dengan keseluruhan isi resensi.

• Data buku Data buku biasanya disusun sebagai berikut: • Judul buku (jika buku itu termasuk buku hasil terjemahan, judul aslinya juga harus ditulis) • Kalimat resensi adalah (jika ada, tulis juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera dalam buku) • Penerbit • Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa) • Tebal buku (berapa halaman) • Harga buku (jika diperlukan) • Pembukaan (lead) Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini.

• Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa yang diperoleh. • Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun pengarang lain. • Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang. • Memaparkan keunikan buku. • Merumuskan tema buku. • Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku.

• Mengungkapkan kesan terhadap buku. • Memperkenalkan penerbit. • Tubuh atau isi pertanyaan resensi buku • Tubuh atau isi pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini : • Sinopsis atau isi buku secara benar dan kronolois.

• Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya. • Keunggulan buku. • Kelemahan buku. • Rumusan kerangka buku.

• Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit).

kalimat resensi adalah

• Kesalahan cetak (jika ada) • Penutup kalimat resensi adalah Bagian penutup, biasanya berisi saran atau pertanyaan bahwa buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kata Sapaan : Pengertian, Contoh Kalimat, Jenis, Ciri [ LENGKAP ] Fungsi Resensi • Fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku atau film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut • Fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial ( keuntungan materi) • Fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan serta berbagai pengalaman dan sudut pandang tentang topik tertentu yang dijadikan fokus resensi.

Jenis Jenis Resensi Berdasarkan isi sajian atau isi resensi nyaresensi buku di golongkan menjadi : • Resensi informati f Resensi informatif hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari suatu buku.

pada umumnyaisi resensi informatife hanya ringkasan dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu buku. • Resensi evaluatif Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku .informasi tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang hanya dijadikan ilustrasi.

• Resensi informatif –evaluati f Resensi informatif-evaluatif merupakan perpaduan dua jenis resensi tersebut. resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku.

resensi jenis ketiga lah yang dikatakan paling ideal karna bisa memberikan laporan dan pertimbangan secara memadai. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 29+ Contoh Surat Kuasa Berbagai Keperluan Yang Benar “Surat Kuasa” Pengertian & ( Fungsi – Macam – Unsur ) Tahap dan Teknik Pembuatan Resensi Ada tiga macam teknik meresensi buku yang dapat dilakukan, yakni : • a) Teknik Cutting and Glueing Meresensi buku dengan teknik ini berarti merekatkan potongan-potongan tulisan.

Potongan kalimat resensi adalah berupa materi yang menarik perhatian Anda yang terdapat di dalam buku yang akan Anda resensi. Selain bagian materi yang menarik perhatian, bagian yang dipotong itu hendaknya mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Kumpulan potongan materi yang sudah terpilih itu, lalu disusun dan dirangkaikan ke dalam sebuah susunan yang logis.

Proses ini disebut tahap pelekatan kalimat resensi adalah penempelan. Yang harus dijaga dalam proses ini adalah kesatuan dan kepaduan gagasan antara potongan yang satu dengan potongan lainnya.

Upayakan agar resensi Anda seolah-olah menghadirkan si penulis dalam menyampaikan gagasan-gagasannya. Peran Anda dalam resensi itu hanya dalam konteks menyambungkan, mengalirkan dan mengaitkan gagasan yang satu dengan yang lainnya.

Mengenai kesan dan pandangan Anda terhadap objek resensi harus terefleksikan dalam judul. Selain itu, Anda dapat memasukkan kesan dan opini Anda pada kalimat/paragraf pada bagian kesimpulan. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dalam berlatih menulis resensi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Daftar Pustaka : 18 Cara Penulisan Dan Contohnya Beserta Komponen • b) Teknik Focusing Teknik ini berkaitan dengan memusatkan perhatian kepada satu aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Pemusatan perhatian itu harus tetap berpangkal pada sesuatu yang menonjol, dan menarik perhatian. Bagian yang dianggap menonjol itu bisa terletak pada aspek tema, metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar belakang penerbitan buku tersebut.

• c) Teknik Comparing Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda atau pengarang yang sama mengenai topik-topik yang berbeda. Teknik ini tidak mungkin dilakukan tanpa kegiatan membaca. Peresensi wajib membaca beberapa sumber yang berbeda. Semakin kaya bacaan persensi, maka semakin kaya pula wawasan yang dapat dijadikan input bagi kedalaman pembandingannya.

Peresensi dapat menemukan kelebihan atau kekurangan yang terdapat di dalam sebuah buku. Oleh karena itu, membaca beberapa sumber bacaan itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menentukan kualitas resensi Anda. Baca Kalimat resensi adalah Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) Sistematika Struktur resensi biasanya mengikuti pola berikut : • Judul resensi Judul resensi ini harus menarik pembaca • Perwajahan (jati diri buku) meliputi : • Judul buku • Nama pengarang/penulis • Nama penerbit dan tahun terbit • Jumlah halaman • Jenis huruf • Halaman sampul (cover) • Harga buku (boleh dicantumkan boleh tidak) Pembukaan, merupakan alinea pembuka.

Meliputi : • Uraian, deskripsi, rangkuman, yang menjelaskan isi buku secara umum • Kutipan bagian yang memperjelas isi buku • Kaitannya dengan konteks situasi yang sedang hangat di masyarakat • Bersifat pemancing untuk menarik perhatian pembaca Pembahasan, berisi komentar, ulasan, analisis kritis, dan penilaian terhadap isi buku. Inilah esensi dari suatu resensi, yakni si peresensi mengomentari atau kalimat resensi adalah suatu buku dari berbagai aspek yaitu aspek luar dan aspek isi, meliputi : • Analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bukti yang ada dalam isi buku • Analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku yang diresensi kalimat resensi adalah dengan sumber-sumber yang berbeda • Gagasan-gagasan penulis mengenai isi buku • Penutup, meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut.

Kalimat penutup ini lebih mempresentasikan rekomendasi untuk para pembaca, meskipun kadang-kadang tidak dinyatakan secara rinci. • Identitas peresensi, sering juga dicantumkan dibagian akhir resensi guna menunjukkan otoritas peresensinya. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Paragraf : Pengertian, Unsur, Syarat, Fungsi, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap Manfaat Resensi • 1. Bahan pertimbangan Untuk Kalimat resensi adalah sebuah gambaran kepada para sih pembaca tentang sebuah karya dan untuk mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

• 2. Nilai ekonomis Untuk mendapatkan uang atau imbalan dari buku-buku yang diresensikan secara gratis dari sih penerbit buku jika resensinya dimuat dikoran atau di majalah. • 3. Sarana promosi buku Buku yang diresensikan yaitu buku baru yang belum pernah diresensi. oleh sebab itu, resensi merupakan suatu media untuk mempromosikan buku baru tersebut. • 4. Pengembangan Kreativitas Untuk mengembangkan sebuah kreativitas dalam menulis, Dalam membuat sebuah resensi buku harus mempunyai sebuah unsur-unsur agar resensi tersebut jelas dan berkualitas.

Tips untuk menulis resensi • Tulisan resensi yang menggambarkan sebuah buku/film harus sesuai dengan isi seutuhnya. Oleh karena itu, syarat utama meresensi adalah peresensi harus terlbih dahulu membaca/menonton dan memahami buku/film yang akan diresensi.

• Lakukan analisis yang tajam dan bernalar. Pertama, mengamati manfaatnya. Pada bagian mana buku itu bermanfaat bagi pembacanya dan sertakan bukti dan alasannya. • Gunakan bahasa yang terstruktur, lugas dan jelas sehingga memudahkan pembaca memahami tulisan Anda. Penggunaan kalimat yang panjang dan bertele-tele akan mengaburkan pesan yang disampaikan.pilih kata-kata yang tepat dan sesuai untuk merangkai tulisan resensi Anda. Contoh Resensi Contoh Resensi Novel • Identitas buku Judul : Dealova Penulis : Dian Nuranindya Penerbit : PT.

Gramedia Pustaka Utama Kalimat resensi adalah : 304 halaman Cetakan : 12 tahun 2005 ISBN : 979-22-0760-0 • Petinjau Pada awalnya novel ini hanya sekedar honi menulis saja dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru. Penulis mulai mengwali menulisnya dimasa SMP yang belum sempat terselesaikan dan sempat berhenti beberapa tahun,hingga penulis mempunyai keinginan untuk meneruskan tulisannya lagi di masa SMU. Cerita dalam novel ini merupakan imajinasi dari penulis sendiri.

Tulisan ini kemudian dikiramkan kesalah satu penerbit, kemudian tanpa diduga novelnya diterbitkan dan menjadi novel best seller ditahun 2005.

Novel ini juga diangkat ke layar lebar pada tahun 2007. • Isi • Unsur instrinsik • Tema Tema yang terdapat dalam novel ini mengenai percintaan masa remaja • Alur dan tema cerita Alur atau plot yang terdapat dalam novel ini adalah alur maju.

misalnya dalam kalimat “esok harinya,kedua orangtua Dira datang ke rumah sakit.” • Latar atau seting Latar atau seting yang terdapat dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar suasana. Latar tempat meliputi sekolah, rumah, lapangan basket.latar waktu meliputi pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari.

Latar kalimat resensi adalah dalam novel ini berselimut gejolak hati para remaja yang berbaur dengan suasana suka dan duka. Penokohan • Karra : baik,supel, cuek, ramah. • Ibel : penuh perhatian, ramah, baik, mudah bergaul, sabar. • Dira : pintar, sombong, kasar, egois, acuh tak acuh, dan penyayang. • Finta : cerewet, baik, penuh perhatian, centil. • Iraz : penyayang dan penyabar. • Niki : cuek, pencemburu dan egois. • Dio : pintar, baik, dan sabar. Tokoh tambahan : Abe, Amanda, Stanie, Rio, Aji, Orang tua Karra, Bi Minah, Orang tua Dira, Dira,Adit, Orang tua Ibel, dan pak ketut.

• Sudut pandang Sudut pandang dalam novel ini penulis sebagai orang ketiga (penulis sebagai pencerita) • Gaya penulisan Gaya penulisan novel ini penulis cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yang dipakai oleh para remaja. Pengungkapan perasaan setiap tokoh lebih banyak sesuai dengan karakter masing-masing tokoh. • Amanat Amanat yang ingin disampaikan novel Dealova ini adalah harus saling menghargai pasangan, jangan terus larut dalam kesedihan, jangan terlalu membenci seseorang, dan hidup harus selalu maju.

Unsur Ekstrinsik • Nilai moral Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dilihat pada masing-masing tokoh dalam cerita ini memiliki moral yang baik, tetapi ada beberapa tokoh yang mempunyai moral kurang baik.

Moral baik misalnya dalam tokoh Karra yang selalu baik, dan ramah. • Nilai social Nilai moral yang terdapat dalam novel dapat dibuktikan dari tokoh Kalimat resensi adalah yang tidak membeda-bedakan orang dalam pertemanannya. Kelebihan dan Kekurangan • Kelebihan Kelebihan dari novel ini adalah penulis benar-benar jelas dalam menggambarkan suasana hati yang dialami masing-masing tokoh dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga dapat membuat pembaaca masuk dalam cerita kemudian pembaca akan hanyut dalam isi cerita dan turut merasakan perasaan tokoh tersebut • Kekurangan Kekungan dari novel ini hanya terdapat pada segi penggunaan bahasa saja.

Bahasa yang digunakan dalam novel ini mutlak kalimat resensi adalah remaja sehari-hari, jadi kurang memberikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dalam aspek kosa kata. Kesimpulan / synopsis Novel dealova ini menceritakan tentang seorang gadis tomboy dan jago main basket, dia bernama karra. Rambutnya panjang, tidak seperti kebanyakan kalimat resensi adalah basket yang lain. Dia memiliki wajah yang manis dan seorang yang santai.

Tapi kalu karra marah, semuanya bisa jadi gawat darurat. Karra sangat beruntung, karena selain dia mempunyai seorang kakak lakilki yang sangat menyayanginya-namanya Iraz, teman-teman Iraz juga perhatian kepada Karra. Terutama teman Iraz yang namanya Ibel, laki-laki yang jago main gitar dan menyukai warna biru. Ketika Iraz harus melanjutkan studinya ke New York, Iraz mempercayakan karra kepada Ibel untuk menjaga adiknya. Selama dengan Ibel, Karra menganggapnya hanya sebagai kakak saja.

Setiap perhatian lebih yang diberikan Ibel kepada karra selalu ditanggapi dengan sikap biasa dan wajar layaknya seorang kalimat resensi adalah yang memperlkukan adiknya dengan penuh perhatian. Di sisi lain, Karra disukai oleh Dira, seorang siswa baru di sekolahnya yang juga sma-sama jago main basket. Sikap Dira yang selalu membuat Karraa kesal dan marah secara tidak sadar telah menghipnotisnya untuk selalu berada dekat dengan Dira.

Walaupun sering membuat Karra kesal, tetapi karra merasa kehilangan. Bagi kita dan generasi akan datang sudah sepatutnya untuk mengetahui bagaimana cara membuat resensi dari sebuah novel, drama, novel dan sebagainya. Kepada para pembaca jika ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku tentang resensi. Semoga apa yang diulas ditas bermanfaat bagi pembaca.

Sekian dan Terima Kasih. Lihat Juga : • gb whatsapp • kinemaster pro • inshot pro apk mod • picsay pro Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Bahasa Indonesia, SMA, SMP, Umum Ditag apa saja yang terdapat dalam identitas buku, apa yang dimaksud dengan data publikasi, artikel resensi, bagaimana langkah-langkah membuat resensi, bagian bagian resensi, bahasa untuk resensi buku seharusnya, buku non fiksi adalah, buku non fiksi pdf, cara membuat resensi buku dan contohnya, cara membuat resensi cerpen, cara membuat resensi film, cara membuat tugas literasi, ciri ciri resensi, contoh kalimat resensi, contoh objek resensi, contoh resensi, contoh resensi buku non fiksi, contoh resensi buku non fiksi pengetahuan, contoh resensi buku non fiksi terbaik, contoh resensi buku pdf, contoh resensi cerpen, contoh resensi cerpen fiksi, contoh resensi cerpen persahabatan, contoh resensi film, contoh resensi informatif, contoh resensi novel 5 cm, contoh resensi novel laskar pelangi, contoh resensi novel perahu kertas, fungsi resensi, identitas buku dalam resensi meliputi, jelaskan struktur teks resensi, jelaskan tindakan meresensi, jelaskan tujuan pembuatan resensi, jenis jenis resensi, jenis jenis resensi brainly, jenis resensi bunga cantik dibalik salju, kaidah kebahasaan resensi, kaidah resensi, kalimat opini dalam resensi disampaikan oleh, kebahasaan resensi, langkah langkah membuat resensi, langkah langkah membuat resensi film, langkah langkah penulisan resensi, langkah langkah resensi, manfaat menulis resensi, manfaat resensi, mekanisme resensi pustaka, meresensi buku adalah, objek resensi adalah, pembuat resensi disebut, pendahuluan resensi, pengertian buku non fiksi, pengertian judul resensi, pengertian kepengarangan, pengertian resensi, pengertian resensi menurut para ahli, penutup resensi biasanya berisi, resensi adalah, resensi novel ayah, resensi novel dilan, resensi novel sang pemimpi, samakah resensi dengan teks ulasan, sasaran resensi, sebutkan dan jelaskan struktur resensi, sebutkan format resensi yang baik, sebutkan isi informasi dalam resensi, sistematika resensi, struktur resensi, syarat penulisan judul resensi yang tepat, tujuan resensi, tujuan resensi brainly, unsur resensi, unsur unsur resensi menurut para ahli Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Kalimat resensi adalah Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com Pengertian Resensi – Grameds suka membaca resensi buku atau film sebelum menikmati suatu bacaan atau tayangan?

Resensi dianggap penting sebelum kita memutuskan apa yang ingin kita baca atau tonton. Apakah isi dari buku atau tayangan menarik, kelebihan dan kekurangan dari peresensi dianggap penting agar Resensi adalah penilaian terhadap sebuah karya yang dapat memberikan gambaran mengenai suatu isi karya, agar dapat memberikan pertimbangan kepada pembaca/penonton untuk ikut menikmati atau tidak.

Jadi, dengan adanya resensi, kita tidak membuang-buang uang dan waktu sebelum menikmati bacaan atau tayangan tersebut. Berikut pengertian resensi yang perlu Grameds ketahui. Daftar Isi • Pengertian Resensi Menurut Ahli • 1. Gorys Keraf • 2. WJ. S. Poerwadarminta • 3.

kalimat resensi adalah

Yus Rusyana • 4. Panuti Sudjiman • 5. Euis Sulastri • 6. Saryono (1997;56) • 7. Sitepu (2013) • 8. KBBI • Anda Mungkin Juga Menyukai • Unsur Resensi • 1. Judul • 2. Data Buku • 3. Pendahuluan • 4. Tubuh dan Pernyataan Resensi • 5.

Penutup • Jenis Resensi • Tujuan Resensi • Manfaat Resensi • Contoh Resensi Buku • Rekomendasi Buku & Artikel Terkait • • Kategori Ilmu Bahasa Indonesia • Materi Terkait Pengertian Resensi Menurut Ahli 1.

Gorys Keraf Resensi adalah suatu ulasan mengenai nilai dari sebuah karya atau buku. 2.

kalimat resensi adalah

WJ. S. Poerwadarminta Resensi adalah suatu pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, serta dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya bujku tersebut dibaca, dimiliki, atau dibeli. 3. Yus Rusyana Resensi adalah suatu tulisan mengenai buku pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan menilai buku.

4. Panuti Sudjiman Resensi adalah pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. KOnteks ini memberikan arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas atau mengkritik buku. 5. Euis Sulastri Resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.

6. Saryono (1997;56) Resensi adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian dari suatu kalimat resensi adalah yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya, benar-salahnya, argumentatif-tidaknya buku tulisan.

Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau fotocopy sampul buku.

7. Sitepu (2013) Resensi mengandung makna dasar memeriksa, mencermati, meninjau, atau melihat kembali sesuatu. Objek resensi tidak hanya terbatas pada buku, namun juga dapat berupa karya film, drama, pameran, dan berbagai tulisan. 8. KBBI Resensi adalah pertimbangan atau atau pembicaraan tentang suatu buku atau ulasan kalimat resensi adalah. Resensi tidak hanya terbatas pada buku atau karya pustaka saja, namun juka dapat dipakai untuk mengulas karya drama, film, atau musik.

Seri Aku Ingin Mencoba Sendiri : Cara Seru Menulis Resensi: Lee Hyun Ju Unsur Resensi 1. Judul Judul merupakan struktur dari resensi yang paling penting dan menentukan apakah resensi dari suatu karya itu menarik atau tidak hanya dari satu kalimat saja. Banyak kesalahan yang dibuat peresensi, yakni mereka menulis judul resensi sama dengan judul buku yang diresensi.

Jadi saat membuat resensi, terdapat dua jenis judul yang harus diperhatikan. Pertama, buatlah judul yang menarik terkait buku yang akan diresensi.

kalimat resensi adalah

Judul yang kedua adalah judul buku sebagai identitas buku yang akan diresensi. Judul buku yang satu ini tidak boleh diutak atik karena merupakan identitas dari buku tersebut. 2. Data Buku Struktur resensi yang kedua adalah data buku. Terdapat beberapa poin penting yang harus dipenuhi untuk mencantmkan identitas buku. Poin tersebut meliputi judul buku, nama penulis buku yang diresensi, tahun terbit buku, lokasi penerbit, ketebalan buku, serta harga buku. 3. Pendahuluan Dalam menulis suatu pendahuluan dalam suatu resensi harus bisa membua pembaca merasa tertarik.

kalimat resensi adalah

Penulis bisa membahas sesuatu yang sedang trend saat ini kemudian menghubungkan dengan judul buku yang akan dirensensi. Buatlah diksi yang menarik dan memberikan “ wow effect” agar pembaca tergelitik untuk membaca resensi yang akan dibahas. Tidak perlu terlalu panjang, cukup 1 – 2 paragraf yang membahas informasi menarik, kemukakan masalah, lalu solusi yang terdapat di buku yang akan diresensi.

Dengan begitu, pembaca akan merasa bahwa buku itu cukup “ relate” dan pembaca tidak sadar sedang digiring untuk membaca buku tersebut. Terlepas isi bukunya sesuai dengan kebutuhan pembaca atau tidak, namun resensi dinilai berhasil apabila mampu mengajak pembaca untuk ikut mengulas buku tersebut hingga tuntas. 4. Tubuh dan Pernyataan Resensi Pada bagian tubuh atau pernyataan, inilah poin penting yang dalam suatu resensi.

Di sini peresensi tidak perlu berbasa-basi, kemukakan informasi buku secara singkat, padat, dan jelas.

penulisan sinopsis harus merupakan tulisan asli, bukan ulasan yang ditulis dari pihak penerbit. Jangan terlalu banyak basa-basi pada bagian ini, karena pembaca akan bosan dan mereka tidak menemukan informasi yang mereka cari. Pada bagian tubuh, peresensi bisa mengemukakan opini mengenai buku tersebut, apa kelebihan dan kekurangan dari karya yang sedang dibahas.

Sertakan pula kutipan singkat atau penggalan naskah yang dirasa menjadi selling poin dari karya tersebut. Tolak ukur resensi yang berhasil adalah saat dimana pembaca tertarik akan resensi yang dibuat. Gaya bercerita peresensi yang informatif sekaligus persuasif bisa menjadi selling poin dari suatu resensi. Jika buku yang diresensi ternyata menarik animo masyarakat, sudah berarti resensi tersebut sudah memenuhi standar.

Jangan lupa menulis kekurangan dalam suatu resensi. Jangan takut dicekal, tuliskan opini apa adanya terkait kerangka, tinjauan buku, atau kesalahan cetak pada suatu buku.

Jika sedang membahas film, kemukakan plot atau kekurangan yang sifatnya teknis. Selama kekurangan yang dikemukakan bersifat objektif dan bukan bermaksud menjelekan, opini dari peresensi penting adanya. 5. Penutup Kalimat resensi adalah bagian kesimpulan, tuliskan dalam ringkasan karya dengan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Pada bagian ini, berikan diksi yang sifatnya persuasif agar pembaca tertarik dan melabuhkan hati untuk membeli karya tersebut.

Tentu saja ajakannya harus bersifat logis dan objektif, jangan berlebihan apalagi memaksa pembaca dengan kalimat yang terlalu frontal. Esensi Praktik Menulis:Eben E. Siadari Jenis Resensi Terdapat tiga jenis tujuan dari sebuah resensi berdasarkan isinya. Namun, jenis resensi ini tidak baku dan bisa diterapkan secara bersamaan dalam suatu resensi.

Berikut jenis-jenis resensi yang perlu kamu ketahui. • Resensi deskriptif adalah resensi yang membahas secara detail setiap bagian atau babnya. • Resensi informatif adalah resensi yang isinya hanya berupa informasi mengenai hal penting dari keseluruhan isi buku secara umum.

• Resensi evaluatif, adalah resensi yang menyajikan penilaian presensi tebtang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku. Informasi tentang buku hanya dijadikan sekilas bahkan hanya dijadikan sebagai ilustrasi. • Resensi informatif – evaluatif, yaitu resensi yang merupakan perpaduan dari dua jenis resensi tersebut. Resensi ini disamping menyajikkan semacam ringkasan buku dan hal-hal yang penting yang ada di dalam buku. Resensi ini dinilai paling ideal karena bisa memberikan laporan yang lebih lengkap dan memadai.

• Resensi kritis, yaitu resensi yang berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku. Kamu bisa mempelajari tentang Feature Tulisan Jurnalistik Yang Kreatif, Disertai Kaidah Dalam Penulisan Jurnalistik karya Fanny Lesmana Feature Tulisan Jurnalistik Yang Kreatif, Disertai Kaidah Dalam Penulisan Jurnalistik: Fanny Lesmana Tujuan Resensi • kalimat resensi adalah pembaca untuk memahami gambaran serta penilaian umum sebuah karya dengan ringkas.

• Memahami kelebihan dan kelemahan karya yang akan diresensi. • memahami latar belakang serta alasan suatu karya dibuat • memberi masukan pada pembuat karya berupa kritik dan saran. • mengajak pembaca untuk berdiskusi mengenaik katrya yang diresensi • memberi pemahaman serta informasi dengan komprehensif pada pembaca, mengenai karya yang diresensi tersebut.

• menguji kualitas karya dan membandingkan dengan karya lainnya. Kamu bisa mempelajari tentang Buku Sakti Menulis Cerpen karya AINUN MAS 2. Manfaat resensi untuk peresensi • Eksistensi : Peresensi dapat berkarya dengan mengulas suatu buku, memberikan penilaian yang objektif, serta memengaruhi pembaca agar mereka membaca buku atau karya yang diulas. Resensi merupakan media agar tulisannya dapat dikenal secara luas. • Menambah penghasilan : Peresensi akan mendapat royalti atau honor jika tulisannya dimuat di surat kabar, majalah, atau kanal berita online.

• Menambah keilmuan dan kreativitas menulis : Peresensi dapat melatih kemampuan menulisnya setiap kali ia menulis mengulas suatu buku. Semakin sering peresnsi membaca buku, maka ia mampu menghafalkan dan memahami 3.

Manfaat resensi untuk penulis buku Manfaat resensi bagi penulis adalah mendapatkan umpan balik atas karya yang telah ia buat. Penilaian akan isikelemahan atau kelebihan atas suatu buku menjadi masukan untuk penulisan karya selanjutnya. Selain itu, resensi juga dianggap sebagai apresiasi atas karyanya, apakah diterima di masyarakat kalimat resensi adalah tidak.

4. Manfaat resensi bagi penerbit Resensi dianggap sebagai media promosi atas suatu buku yang diterbitkan oleh penerbit. Dengan adanya resensi buku, diharapkan buku tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas. 5. Manfaat resensi bagi media massa Resensi merupakan bentuk nilai untuk meningkatkan pemasaran melalui media massa. Contoh Resensi Buku Seperti Dendam, Rindu Harus Kalimat resensi adalah Tuntas: Eka Kurniawan Judul Buku : Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Penulis : Eka Kurniawan Detail : • Jumlah Halaman 250 Penerbit Gramedia Pustaka utama • Tanggal Terbit 3 Des 2021 • ISBN 9786020324708 • Bahasa Indonesia Bagi yang ingin membaca dan memiliki novel “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” karya Eka Kurniawan, bisa mendapatkannya di Gramedia.com.

Gaung novel Eka Kurniawan sepertinya sedang melambung. Ini karena film adaptasinya cukup sukses di pasar internasional. Jika Grameds mendengar karya sastra, banyak pembaca akan langsung merasakan topik yang berat dan tidak bisa dicerna. Nyatanya tidak selalu demikian, kini banyak nama penulis dan karya sastra kalimat resensi adalah digandrungi anak muda. Salah satunya adalah Eka Kurniawan. Sebuah karya sastra tidak hanya mengandung narasi, tetapi juga memiliki berbagai elemen yang membantu mengkonstruksinya, seperti budaya, sejarah, dan kritik sosial.

Sinopsis Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berkisah tentang seorang anak muda bernama Ajo Kawir yang digambarkan sebagai pemuda nakal dan merepotkan. Alkisah, Ajo Kawir dan temannya Si Tokek, mengintip tragedi pemerkosaan seorang wanita sakit jiwa oleh dua petugas polisi.

Mereka mengintip kejadian itu melalui lubang di jendela, namun ulah mereka ketahuan saat salah satu dari mereka terpeleset dan jatuh. Tokek tersebut berhasil kabur sendiri, namun sayangnya Ajo Kawir berhasil ditangkap oleh dua orang polisi.

Tak kuasa melawan, Ajo Kawir langsung diseret ke dalam gubuk tempat berlangsungnya aksi dua polisi tersebut. Ajo Kawir dipaksa menjadi saksi pemerkosaan dan bahkan diajak untuk ikut bergabung, sembari ditodong pistol yang diarahkan ke kepala Ajo Kawir. Seketika Ajo Kawir merasa bingung dan kalut ketika menghadapi situasi darurat dan mendesak itu.

Karena terlalu panik dan takut, “burung” Ajo Kawir tidak bergerak, karena melihat apa yang terlihat di depannya. Mengetahui situasi ini, kedua polisi itu langsung mencemooh dan menghina Ajo Kawir, dengan anggapan bahwa dia kalimat resensi adalah orang yang lemah dan tidak berguna.

Pada akhirnya, Ajo Kawir dibebaskan oleh dua orang polisi dan dibiarkan pergi. Sejak kejadian itu, sekarang “Burung” Ajo Kawir tidak bisa “bangun” lagi dan memilih untuk tertidur.

Ajo Kawir terluka oleh “burung” yang tidak berguna lagi. Ajo Kawir menggunakan berbagai cara untuk membangunkan kalimat resensi adalah membangunkan “burung” miliknya.

Mulai dari cara yang enak hingga cara yang menyakitkan, Ajo Kawir mencoba membangunkan “burung” miliknya. Namun, sang “burung” masih memilih diam dan tidak bergeming sedikitpun. Berita perihal “burung” Ajo Kawir sudah menjadi bahan olok-olokan dan tersebar kemana-mana. Di lubuk hatinya, Ajo Kawir masih berkeyakinan bahwa “burung” miliknya dapat berfungsi kembali suatu saat nanti.

Kemudian Ajo Kawir memilih untuk melampiaskan rasa frustrasinya dengan cara berkelahi dan membuat onar. Bersama Si Tokek, Ajo Kawir kerap berkelahi dan menghajar siapapun tanpa rasa takut. Oleh karena itu, ia ia terkenal sebagai biang onar yang ditakuti oleh semua orang, tanpa ada yang mmengetahui bahwa ada “burung” yang tertidur lelap di dalam dirinya.

Singkat cerita, Ajo Kawir bertemu seorang gadis bernama Iteung lalu mereka pun saling jatuh cinta. Mereka kemudian berpacaran dan Iteung meminta Ajo untuk segera menikahinya. Namun, Ajo menyimpan keraguan atas permintaa Iteung. Mengingat “burung” miliknya yang belum juga bisa bangun.

Seiring berjalannya waktu, Iteng akhirnya mengetahui kondisi masa lalu Ajo Kawir dan bersedia untuk dinikahi olehnya. Tak disangka, Iteung ternyata menyimpan kenangan masa lalu yang pahit. Ia pernah menjadi korban pelecehan seksual yang menorehkan luka batin pada dirinya. Kehidupan pernikahan Iteung dan Ajo Kawir ternyata tidak mudah untuk dijalani. Tak lama kemudian, akhirnya Iteung hamil. Anak yang ada dalam kandungannya sudah dipastikan bukan anak Ajo Kawir. Ajo merasa marah dan melampiaskan dendamnya semenjak saat itu.

Bahkan ia sempat masuk penjara atas apa ia perbuat selama berbuat onar. Setelah bebas dari penjara, Ajo mulai berdamai dengan dirinya sendiri. Ia mulai menerima kondisi “burung” miliknya. Ia belajar bersabar dan menerima jika “burung” tersebut tidak akan pernah bangun lagi selama-lamanya. Ajo memilih untuk memulai hidupnya kembali dengan menjadi supir lintas trus jawa-Sumatra.

Dalam perjalanan menjadi seorang supir truk, ia kalimat resensi adalah berkomunikasi dengan “burung” miliknya, agar kehidupannya menjadi lebih tentram dan damai. Kelebihan Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Gaya tutur kata Eka Kurniawan dalam Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas tidak berat seperti kaya sastra lainnya.

Gayanya cenderung frontal dan blak-blakan. Eka dengan berani menulis segala seuatunya dengan vulgar, namun tidak meninggalkan kesan menjijikan. Alur yang dibuat oleh Eka terasa ringan dan menyenangkan, kata-kata kasar di dalamnya justru menghibur dan terasa alami untuk disimak. Ceritanya pun tidak membosankan, banyak kata-kata yang kalimat resensi adalah menggelitik dan membuat pembaca terbahak-bahak. Kelebihan dari Novel ini adalah pemilihan diksi yang berbeda dari novel lainnya.

Eka seakan mampu menunjukkan eksistensinya melalui karya dengan gaya bercerita ceplas-ceplos dan blak-blakan.

kalimat resensi adalah

Setiap karakter diceritakan secara lugas dan tidak bertele-tele, sehingga tokoh di dalamnya terasa tidak dibuat-buat. Selain gaya bahasanya yang ringan dan menarik, ada banyak isu sosial yang disematkan Eka dalam ceritanya. Banyak terselip posan moral mengenai permasalahan sosial di masyarakat yang mampu menghipnotis pembaca.

Kekurangan Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Novel ini merupakan paket lengkap yang tidak membosankan untuk dibaca. Namun, karena bahasanya yang ceplas-ceplos, blak-blakan bahkan cenderung vulgar, Novel ini hanya direkomendasikan untuk pembaca 21 tahun ke atas. Diperlukan pembaca dewasa yang bijak dan berpikiran terbuka untuk bisa menikmati alur cerita dari Novel ini, agar setiap pesan moral yang dikandung dapat diterima dan dinikmati.

Pesan Moral Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas Pesan dan makna yang terkandung dalam novel ini dapat ditafsirkan secara berbeda-beda oleh setiap pembaca.

Di sini ada tokoh Ajo Kawir yang pada akhirnya harus berdamai dengan keadaan. Selain itu, tersirat bahwa kekerasan bukanlah cara yang tepat untuk melampiaskan emosi dan luka yang dialami Ajo Kawir. Kekerasan dan emosi justru malah menjerumuskan Ajo Kawir pada perasaan dendam dan kehidupan tanpa kepastian.

Pada akhirnya bukanlah kedamaian yang Ajo dapatkan, namun rasa resah dan gelisah yang justru menghantui dalam setiap detik kehidupannya. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature kalimat resensi adalah • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani kalimat resensi adalah • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If kalimat resensi adalah provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request Kalimat resensi adalah UbHV5I6qTYmVmpMHZhzE__ZAjYB4MS-RsnoVq2zbxlialsIqGjbzPQ== Daftar Isi • Arbain Nawawi ke-12 dan Terjemah • Penjelasan Hadits • Kandungan Hadits dan Pelajaran Penting • 1. Membangun Masyarakat Mulia • 2. Prinsip Manajemen Waktu • 3.

Muslim Itu Menjaga Diri • 4. Tanda Kuat dan Lemahnya Iman • 5. Jalan Keselamatan • 6. Pentingnya Tazkiyatun Nafs • Video Hadits Arbain Nawawi ke-12 Arbain Nawawi ke-12 dan Terjemah عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Di antara tanda kesempurnaan Islam seseorang, ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR.

Tirmidzi dan lainnya; hasan) Penjelasan Hadits Kalimat resensi adalah ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah sahabat dari kabilah Bani Daus, Yaman. Di masa jahiliyah ia bernama Abdu Syams, lalu di masa Islam namanya adalah Abdurrahman bin Shakr. Abu Hurairah masuk Islam melalui dakwah Thufail bin Amr Ad Dausi. Ia masuk Islam saat muda dan pada usia 26 tahun, ia hijrah ke Madinah menyusul Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Saat itu Rasulullah telah memenangkan Perang Khaibar. Di Madinah, Abu Hurairah tinggal di Masjid Nabawi. Menjadi ahlus suffah. Tak seperti mayoritas sahabat yang sehari-harinya bekerja, Abu Hurairah memfokuskan diri untuk mulazamah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ia selalu hadir ketika Rasulullah mengajar di Masjid Nabawi. Dan ia selalu mengikuti ke mana pun Rasulullah pergi. Maka dalam waktu singkat, Abu Hurairah mendengar demikian banyak kalimat resensi adalah dari Rasulullah.

Dengan keistimewaannya yang tak pernah lupa hadits sejak didoakan Rasulullah, ia menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Meskipun hanya menjumpai Rasulullah 4 tahun, Abu Hurairah 5.347 hadits.

Abu Hurairah dikenal selalu menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat. Menjauhi hal yang sia-sia. Sepeninggal Rasulullah, ia memiliki rumah dan berkeluarga.

Di sepertiga malam terakhir, ia membangunkan keluarganya agar bisa sholat tahajud. Jadi, Abu Hurairah termasuk terdepan dalam mengamalkan kalimat resensi adalah yang ia riwayatkan ini. Husn (حسن) artinya adalah kebaikan. Bisa juga bermakna kesempurnaan. Laa ya’niih (لا يعنيه) artinya adalah tidak bermanfaat. Baik manfaat di dunia maupun manfaat di akhirat. Bisa pula bermakna sia-sia. Hadits ini pendek tetapi maknanya dalam dan mengandung pelajaran yang sangat luas. Para ulama mengistilahkan dengan jawami’ul kalim (جوامع الكلم) yakni kalimat yang singkat dan padat.

Bahwa di antara tanda kebaikan islam dan kesempurnaan iman seseorang adalah meninggalkan perkara yang sia-sia. Perkara yang tidak bermanfaat baginya, baik di dunia maupun di akhirat. Kandungan Hadits dan Pelajaran Penting Hadits ini memiliki kandungan yang luas dan banyak pelajaran penting. Hingga sejumlah ulama menyebutnya sebagai hadits yang menghimpun kumpulan kebaikan (جمع نصف الدين).

“Rasulullah menjelaskan hadits tersebut kepada kami dengan kalimat yang singkat dan penuh manfaat, di dalamnya terkumpul kebaikan dunia dan kebahagiaan akhirat,” kata Abu Hurairah ketika mengomentari hadits ini. Berikut ini enam poin utama kandungan hadits Arbain Nawawi ke-12: 1. Membangun Masyarakat Mulia Hadits ini menunjukkan bahwa Islam ingin membangun masyarakat mulia.

Masyarakat yang dipenuhi dengan kebaikan di dunia, yang kemudian mengantarkan kepada kebaikan di akhirat. Ciri utama masyarakat mulia adalah masyarakat yang menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat dan menjauhi perbuatan yang sia-sia. Masyarakat yang produktif. Sebaliknya, masyarakat yang tidak produktif, masyarakat yang menyibukkan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, mereka adalah masyarakat yang merugi.

Sebagaimana semangat Surat Al Ashr: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr: 1-3) 2. Prinsip Manajemen Waktu Hadits ini mengajarkan prinsip manajemen waktu.

Yakni hanya mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat. Sebaliknya, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karenanya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu tidak suka saat melihat pemuda yang melamun. Sebab melamun tidak bermanfaat baik untuk dunia maupun untuk akhirat. Melamun termasuk aktifitas yang sia-sia. Demikian pula aktifitas lain yang tidak bermanfaat, harus ditinggalkan. Apalagi kalau aktifitas itu justru merugikan orang lain dan merugikan akhirat kita.

Misalnya ghibah, membully orang, menyakiti orang lain, dan sebagainya. 3. Muslim Itu Menjaga Diri Islam menuntun seorang muslim untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya.

Apalagi kalau hal itu merugikan orang lain. Islam mengajarkan agar seorang muslim menjaga kalimat resensi adalah agar tidak melakukan hal yang sia-sia. Apalagi kalau itu merugikan orang lain.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ “ Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.

Dan seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang Allah larang baginya.” (HR. Bukhari) 4.

kalimat resensi adalah

Tanda Kuat dan Lemahnya Iman Hadits arbain nawawi ke-12 ini menunjukkan bahwa meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat merupakan tanda sempurnanya iman. Mahfum mukhalafah-nya, menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat merupakan tanda lemahnya iman. عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ تُوُفِّىَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ يَعْنِى رَجُلٌ أَبْشِرْ بِالْجَنَّةِ.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَوَلاَ تَدْرِى فَلَعَلَّهُ تَكَلَّمَ فِيمَا لاَ يَعْنِيهِ أَوْ بَخِلَ بِمَا لاَ يَنْقُصُهُ Dari Anas bin Malik, ia berkata, seorang laki-laki dari kalangan sahabat nabi meminta nasehat kepada beliau, kabarkan apa yang bisa memasukkan surga. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah engkau tidak tahu, seseorang terhalang dari surga karena mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat atau bakhil terhadap apa yang tak mengurangi hartanya.”(HR.

Tirmidzi) 5. Jalan Keselamatan Tidaklah sebuah perkara akan berakibat mencelakakan manusia, kecuali Allah haramkan perkara itu. Tidaklah suatu perbuatan menjerumuskan ke dalam kehancuran, kecuali Allah larang perbuatan itu. Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat adalah jalan keselamatan. Sebab tidaklah seseorang bisa meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat kecuali ia juga pasti bisa meninggalkan yang haram.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ Dari Uqbah bin Amir, ia mengatakan, aku bertanya: Ya Rasulullah, apakah jalan keselamatan itu? Beliau bersabda: “Jagalah lisanmu, hendaklah rumahmu membuatmu merasa lapang (artinya: betahlah untuk tinggal di rumah), dan menangislah karena dosa-dosamu.” (HR.

Tirmidzi) 6. Pentingnya Tazkiyatun Nafs Hadits Arbain Nawawi ke-12 ini juga menunjukkan betapa pentingnya tazkiyatun nafs. Pentingnya membersihkan hati. Dan di antara tanda hati yang bersih adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya. Sebaliknya, ketika seseorang menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, itu merupakan tanda hatinya tidak bersih.

Sebab ia jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Tanda bahwa Allah berpaling dari seseorang adalah jika seorang hamba menyibukkan diri dengan hal-hal yang tak bermanfaat.” Baca juga: Ayat Kursi Video Hadits Arbain Nawawi ke-12 Untuk lebih lengkapnya tentang penjelasan kalimat resensi adalah Arbain Nawawi ke-12, bisa disimak video ini:
Islam mengajarkan kalimat thayyibah untuk diucapkan umatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain berpahala, kalimat thayyibah ini juga membuat hati tenang dan damai karena ia merupakan bagian dari dzikir. Membuat orang yang mengamalkannya senantiasa ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kalimat thayyibah (الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ) berasal dari dua kata. Yakni al kalimah (الْكَلِمَةُ) yang berarti kata atau kalimat. Dan at thayyibah (الطَّيِّبَةُ) yang berarti baik. Jadi kalimat thayyibah adalah kalimat-kalimat kebaikan yang jika diucapkan akan mendapat pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ada banyak jenis kalimat thayyibah. Di antaranya adalah 10 kalimat berikut ini: (Bismillaahirrahmaanirrahiim) Artinya: Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Waktu yang tepat mengucapkan: Basmalah diucapkan ketika memulai suatu amal atau aktifitas kebaikan.

Misalnya belajar, makan, minum, mengaji, bekerja, berkarya dan lain sebagainya. Keutamaan Kalimat resensi adalah Basmalah: • Aktifitas kebaikan yang diawali basmalah akan mendapatkan pahala dan keberkahan.

kalimat resensi adalah

Sebaliknya, aktifitas yang tidak diawali basmalah akan terputus keberkahannya. • Menjadi penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia • Menjadi syarat halal penyembelihan hewan. Sebaliknya, hewan yang disembelih tanpa membaca basmalah, ia menjadi haram dimakan. • Syetan mengecil menjadi seukuran lalat ketika seseorang mengucapkan basmalah • Bacaan basmalah menjadi penghalang syetan saat makan 2.

Kalimat resensi adalah Kalimat thayyibah yang kedua adalah ta’awudz. Yakni bacaan: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (A’uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim) Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk Waktu yang tepat mengucapkan: Taawudz diucapkan ketika hendak membaca Al Qur’an dan ketika meminta perlindungan dari syetan Keutamaan Membaca Taawudz: • Mendapat pahala • Disunnahkan dibaca ketika hendak membaca Al Quran • Mendapat perlindungan Allah dari godaan syetan • Merupakan salah satu doa ruqyah dan penjagaan dari syetan 3.

Istirja’ Kalimat yang ketiga adalah istirja’. Yakni bacaan: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun) Artinya: Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali Waktu yang tepat mengucapkan: Istirja’ ( innalillahi wa inna ilaihi rajiun) diucapkan ketika mengalami musibah, mendengar kabar duka atau ada seseorang yang meninggal dunia Keutamaan Membaca Istirja’: • Mendapat pahala • Ucapan istrija’ merupakan tanda kesabaran • Mendapatkan keberkahan dan ganti atas musibah yang dialami • Mendapatkan rahmat dari Allah • Mendapatkan petunjuk dari Allah 4.

Tasbih Kalimat thayyibah keempat adalah tasbih yang berarti mensucikan Allah. Yakni bacaan: سُبْحَانَ اللَّهِ (Subhaanallah) Artinya: Maha Suci Allah Waktu yang tepat mengucapkan: Tasbih diucapkan ketika heran terhadap suatu sikap atau ketika melihat maupun mendengar sesuatu yang tidak pantas bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun boleh juga diucapkan ketika kagum atau takjub. Lebih lengkap, baca penjelasannya di artikel Kagum Subhanallah atau Masya Kalimat resensi adalah.

Tasbih juga diucapkan ketika melewati jalanan yang menurun. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Keutamaan Membaca Tasbih: • Mendapat pahala • Bernilai sedekah • Membaca tasbih satu kali akan mendapat 10 kebaikan dan dihapus 10 kejelekan • Menggugurkan dosa • Kalimat yang dicintai Allah 5. Tahmid Kalimat berikutnya adalah tahmid (memuji Allah).

kalimat resensi adalah

Yakni bacaan: الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) Artinya: Segala puji bagi Allah Waktu yang tepat mengucapkan: Tahmid merupakan ucapan syukur kepada Allah. Kalimat ini diucapkan ketika mendapat nikmat, rezeki, hal-hal yang disukai atau selamat dari suatu musibah. Keutamaan Membaca Tahmid: • Mendapat pahala • Bernilai sedekah • Kalimat yang dicintai Allah • Akan ditambah nikmat Allah • Mendatangkan keberkahan 6.

Takbir Kalimat thayyibah keenam adalah takbir. Yakni bacaan: اَللَّهُ أَكْبَرُ (Allaahu akbar) Artinya: Allah Maha Besar Waktu yang tepat mengucapkan: Takbir diucapkan ketika melihat tanda kebesaran dan keagungan Allah.

Juga ketika melewati jalan yang naik atau menanjak. Tasbih, tahmid dan takbir juga menjadi dzikir rutin Rasulullah setelah shalat. Keutamaan Membaca Takbir: • Mendapat pahala • Bernilai sedekah • Kalimat yang dicintai Allah • Menghapus dosa • Menguatkan semangat dan keberanian 7.

Tahlil Kalimat berikutnya adalah tahlil. Yakni bacaan: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (Laa ilaaha illallah) Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Waktu yang tepat mengucapkan: Tahlil diucapkan untuk menegaskan tauhid, hanya beribadah kepada Allah. Seseorang yang masuk Islam, ia harus membaca syahadat yang berisi kalimat tahlil.

Tahlil juga diucapkan sebagai dzikir setelah shalat. Dan juga mentalqin orang yang hendak meninggal (sakaratul maut). Keutamaan Membaca Tahlil: • Mendapat pahala • Bernilai sedekah • Kalimat yang dicintai Allah • Menghapus dosa • Dzikir yang paling utama 8.

Hauqalah Kalimat thayyibah kedelapan adalah hauqalah. Yakni bacaan: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ (Laa haula walaa quwwata illa billah) Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Waktu yang tepat mengucapkan: Hauqalah diucapkan ketika seseorang menghadapi tantangan, kesulitan atau sesuatu yang berat. Bahkan ketika diserukan menuju shalat dan kemenangan dalam adzan, jawabannya adalah kalimat hauqalah.

Keutamaan Membaca Hauqalah: • Mendapat pahala • Bernilai sedekah • Menjadi simpanan berharga di surga • Mendatangkan kekuatan dari Allah 9. Istighfar Istighfar merupakan salah satu kalimat thayyibah. Istighfar adalah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yakni bacaan: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (Astaghfirullah) Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Atau أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ (Astaghfirullahal ‘adhiim) Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung Waktu yang tepat mengucapkan: Istighfar dibaca ketika kita melakukan kesalahan atau telah berbuat dosa.

Ia juga menjadi dzikir yang dibaca pada pagi dan petang, setelah sholat, dan lain-lain. Keutamaan Kalimat resensi adalah Istighfar: • Mendapat ampunan Allah • Mendapatkan rahmat Allah • Mendapat keberuntungan • Mendapat kebahagiaan • Hujan dan keberkahan langit • Membuka pintu rezeki • Mendapatkan keturunan • Keberkahan bumi • Kalimat resensi adalah kekuatannya • Dikabulkan doanya Penjelasan lengkap mengenai keutamaan, bacaan dan waktu terbaik membacanya bisa dibaca di artikel Istighfar 10.

Salam Kalimat selanjutnya adalah salam. Yakni bacaan: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ (Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh) Artinya: Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkahNya limpahkan kepada kalian Waktu yang tepat mengucapkan: Salam diucapkan ketika bertemu dengan sesama muslim. Kalimat ini juga diucapkan ketika mengakhiri shalat. Selengkapnya bisa dibaca di artikel Bacaan Sholat Keutamaan Membaca Salam: • Berpahala • Merupakan doa • Mendapat keselamatan, baik yang membaca maupun yang diberi salam • Mendapat rahmat Allah, baik yang membaca maupun yang diberi salam • Mendapat keberkahan, baik yang membaca maupun yang diberi salam Demikian 10 kalimat thayyibah beserta tulisan Arab, artinya, keutamaan dan waktu yang tepat mengucapkan.

Semoga kita terbiasa mengamalkannya sehingga lebih dekat kepada Allah serta mendapatkan keutamaan-keutamaannya. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

Resensi




2022 www.videocon.com