Pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

Tulisan Terakhir • Makalah Jaringan Komputer • “MAKALAH SISTEM POLITIK INDONESIA TERBARU” • MAKALAH KERJASAMA TIM (TEAMWORK) DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN • Maklah Inflasi yang Terjadi di Indonesia • MAKALAH ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TAHU DI PASAR TERATAI BENGKAYANG Arsip • Januari 2018 • Mei 2015 • Juli 2014 Komentar Terbaru Kurniawan pada Makalah Manajemen Strategi Kurniawan pada Makalah Manajemen Strategi Muli Bgt Putrie Kayo… pada Makalah Manajemen Strategi Sintang-Bengkayang pada PENGERTIAN NJOP, NJKP DAN CARA… obatjerawatdokterala… pada PENGERTIAN NJOP, NJKP DAN CARA… Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Cari untuk: Info kONTAK BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Sistem politik Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia sejak zaman kerajaan, penjajahan, kemerdekaan sampai masa reformasi sekarang. Para founding father bangsa telah merumuskan secara seksama sistem politik yang menjadi acuan dalam pengelolaan negara. Hal ini tentunya dilakukan dengan melihat kondisi dan situasi bangsa pada saat itu. Sistem politik Indonesia pada masa reformasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

Bermunculan lembaga dan sistem yang baru dalam rangka merespon permasalahan bangsa yang semakin kompleks. Sistem Politik Indonesia adalah keseluruhan kegiatan (termasuk pendapat, prinsip, penentuan tujuan, upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, skala prioritas, dll) yang terorganisir dalan negara Indonesia untuk mengatur pemerintahan dan mempertahankan kekuasaan demi kepentingan umum dan kemaslahatan rakyat.

Kemudian untuk mewujudkan semua tujuan sistem politik di Indonesia membutuhkan suprastruktur dan infrastruktur yang baik. Mereka adalah lembaga negara (Presiden dan Wakil Presiden, MPR, DPR, DPD, MA, MK, KY dan lembaga lainnya) sebagai kekuatan utama dan didukung oleh partai politik, organisasi masyarakat, media komunikasi politik, pers, untuk menyalurkan aspirasi masyarakat agar kebijakan pemerintah sesuai dengan hati rakyat.

B. Perumusan Masalah Berkaitan dengan latar belakang tersebut, maka permasalahannya dapat diidentifikasi sebagai berikut: • Apa yang dimaksud sistem politik? • Bagaimana sistem politik di Indonesia dan bagaimana perkembangannya? • Apa yang dimaksud infrastruktur dan suprastuktur politik di Indonesia? • Apa perbedaan sistem politik antar negara?

• Bagaimana peran serta dalam sistem politik di Indonesia? C. Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini bertujuan untuk: • Mengetahui apa itu sistem politik • Mengetahui sistem politik di Indonesia dan perkembangannya • Mengetahui infrastruktur dan suprastruktur politik di Indonesia • Mengetahui perbedaan sistem politik di berbagai negara • Mengetahui peran serta dalam sistem politik di Indonesia D. Manfaat Penulisan Melalui penulisan makalah ini diharapkan: • Mengembangkan wawasan pembaca tentang sistem politik Indonesia • Sebagai bahan referensi untuk pembaca BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

Pengertian Sistem Sistem menurut pamudji (1981:4) merupakan suatu kebulatan atau keseluruhan yang komplek atau terorganisir, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan atau keseluruhan yang komplek atau utuh. Sistem juga dapat diartikan sebagai kerjasama suatu kelompok yang saling berkaitan secara utuh, apabila suatu bagian terganggu maka bagian yang lain akan merasakan kendalanya. Namun, apabila terjadi kerjasama maka akan tercipta hubungan yang sinergis yang kuat.

Pemerintah Indonesia adalah suatu contoh sistem, anak cabangnya adalah sistem pemerintahan daerah, kemudian seterusnya sampai sistem pemerintahan desa dan kelurahan. B. Pengertian Politik Kata ”politik” (Yunani) ”polis” berarti negara kota. “Polis” berarti “ city state” merupakan segala aktivitas yang dijalankan oleh Polis untuk kelestarian dan perkembangannya “ politike techne” (politika).

Politik dalam bahasa arabnya disebut “siyasyah” yang kemudian diterjemahkan menjadi siasat, atau dalam pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data inggrisnya “ politics”. Dalam arti umum, politik adalah macam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik/negara yang menyangkut proses menentukan dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan yaitu bagian itu. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan, dasar-dasar pemerintahan, ataupun dalam hal kekuasaan Negara.

Politik pada dasarnya menyangkut tujuan-tujuan masyarakat, bukan tujuan pribadi. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik, tentara dan organisasi kemasyarakatan. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.

C. Pengertian Sistem Politik Sistem Politik adalah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan (masyarakat/negara). Ada beberapa definisi mengenai sistem politik, diantaranya : • Menurut Almond, Sistem Politik adalah interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi.

• Menurut Rober A. Dahl, Sistem politik adalah pola yang tetap dari hubungan – hubungan antara manusia yang melibatkan sampai dengan tingkat tertentu, control, pengaruh, kekuasaan, ataupun wewenang. • Sistem Politik menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langgeng.

• Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. Dapat disimpulkan bahwa sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan yaitu bagian sama lain yang menunjukan suatu proses yang langsung memandang dimensi waktu (melampaui masa kini dan masa yang akan datang).

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

BAB III PEMBAHASAN A. Sistem Politik Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Di Indonesia, sistem politik yang dianut adalah sistem politik demokrasi pancasila yakni sistem politik yang didasarkan pada nilai-nilai luhur, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis.

Sistem politik Indonesia berdasar pada ketentuan-ketentuan dalam UUD 1945. Sistem politik Indonesia mengalami banyak perubahan setelah ada amandemen terhadap UUD 1945. Amandemen terakhir atas UUD 1945 dilakukan pada tahun 2002. Perbandingan sistem politik Indonesia sebelum amandemen dan sesudah amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut : • Sistem Politik Indonesia Sebelum Amandemen UUD 1945 Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.

Hal itu berarti bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan sepenuhnya dijalankan oleh MPR, Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensiil artinya presiden berkedudukan yaitu bagian kepala negara dan kepala pemerintahan.

UUD 1945 adalah konstitusi negara Indonesia yang mengatur kedudukan dan tanggung jawab penyelenggaraan negara, kewenangan, tugas, dan hubungan antara lembaga-lembaga negara. UUD 1945 juga mengatur hak dan kewajiban warga negara. Lembaga legislatif terdiri atas MPR yang merupakan lembaga tertinggi negara dan DPR.

Lembaga eksekutif terdiri atas presiden dan menjalankan tugasnya yang dibantu oleh seorang wakil presiden serta kabinet. Lembaga yudikatif menjalankan kekuasaan kehakiman yang dilakukan oleh MA sebagai lembaga kehakiman tertinggi bersama badan-badan kehakiman lain yang berada dibawahnya.

• Sistem Politik Indonesia Setelah Amandemen UUD 1945 Pokok-pokok sistem politik di Indonesia setelah amandemen UUD 1945 adalah sebagai berikut : • Bentuk negara adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahan adalah republik.

NKRI terbagi dalam 33 provinsi dengan menggunakan prinsip desentralisasi. • Kekuasaan eksekutif berada ditangan presiden. Presiden tidak bertanggung jawab pada parlemen, dan tidak dapat membubarkan parlemen. Masa jabatan presiden beserta wakilnya adalah 5 tahun dan setelahnya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.

• Tidak ada lembaga tertinggi dan lembaga tinggi negara. Yang ada lembaga-lembaga negara seperti MPR, DPR, DPD, BPK, presiden, MK, KY dan MA. • DPA ditiadakan yang kemudian dibentuk sebuah dewan pertimbangan yang berada langsung dibawah presiden. • Kekuasaan membentuk UU ada ditangan DPR. Selain itu DPR menetapkan anggaran belanja negara dan mengawasi jalannya pemerintahan. B. Batasan S istem P olitik Batasan sistem politik menurut beberapa ahli: • Rusandi Simuntapura, sistem politik ialah mekanisme seperangkat fungsi/peranan • dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yang menunjukkan suatu • proses yang langgeng.

• Sukarna, sistem politik ialah tata cara mengatur negara. • David Easton,sistem politik dapat diperkenalkan sebagai interaksi yang diabstraksi- • kan dari seluruh tingkah laku sosial sehingga nilai-nilai dialokasikan secara otori- • tatif kepada masyarakat.

• Robert Dahl, sistem politik merupakan pola yang tetap dari hubungan antara manusia serta melibatkan sesuatu yang luas dan yaitu bagian tentang kekuasaan, aturan-aturan, dan C.

Ciri-ciri Umum Sistem PolitikSistem politik menurut Almond, memiliki 4 (empat) ciri-ciri, antara lain: • Mempunyai kebudayaan politik • Menjalankan fungsi-fungsi • Memiliki spesialisasi • Merupakan sistem campuran D. Fungsi Sistem Politik Sistem politik mempunyai beberapa fungsi, diantaranya.

• Kapabilitas, adalah kemampuan sistem politik dalam menjalankan fungsinya (eksistensi) di lingkungan yang lebih luas. Kantaprawira,(2006) mengemukakan bentuk kapabilitas suatu sistem politik berupa: a. Kapabilitas Regulatif, Kapabilitas regulatif suatu sistem politik merupakan penyelenggaraan pengawasan terhadap tingkah laku individu dan kelompok yang ada di dalamnya; bagaimana penempatan kekuatan yang sah (pemerintah) untuk mengawasi tingkah laku manusia dan badan-badan lainnya yang berada di dalamnya, semuanya merupakan ukuran kapabilitas untuk mengatur atau mengendalikan.

b. Kapabilitas Ekstraktif, SDA dan SDM sering merupakan pokok pertama bagi kemampuan suatu sistem politik. Berdasarkan pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data ini, sudah dapat diduga segala kemungkinan serta tujuan apa saja yang akan diwujudkan oleh sistem politik.

Dari sudut ini, karena kapabilitas ekstraktif menyangkut soal sumber daya alam dan tenaga manusia, sistem politik demokrasi liberal, sistem politik demokrasi terpimpin, dan sistem politik demokrasi Pancasila tidak banyak berbeda. SDA dan SDM Indonesia boleh dikatakan belum diolah secara otpimal. Oleh karena masih bersifat potensial. c. Kapabilitas Distributif Kapabilitas ini berkaitan dengan sumber daya yang ada diolah, hasilnya kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

Distribusi barang, jasa, kesempatan, status, dan bahkan juga kehormatan dapat diberi predikat sebagai prestasi riil sistem politik. Distribusi ini ditujukan kepada individu maupun semua kelompok masyarakat, seolah-olah sistem poltik itu pengelola dan merupakan pembagi segala kesempatan, keuntungan dan manfaat bagi masyarakat. d. Kapabilitas Responsif Sifat kemampuan responsif atau daya tanggap suatu sistem politik ditentukan oleh hubungan antara input dan output.

Bagi para sarjana politik, telaahan tentang daya tanggap ini akan menghasilkan bahan-bahan untuk analisis deskriptif, analisa yang bersifat menerangkan, dan bahkan analisa yang bersifat meramalkan. Sistem politik harus selalu tanggap terhadap setiap tekanan yang timbul dari lingkungan intra-masyarakat dan ekstra-masyarakat berupa berbagai tuntuan.

e. Kapabilitas Simbolik. Efektifitas mengalirnya simbol dari sistem politik terhadap lingkungan intra dan ekstra masyarakat menentukan tingkat kapabilitas simbolik. Faktor kharisma atau latar belakang sosial elit politik yang bersangkutan dapat menguntungkan bagi peningkatan kapabilitas simbolik.

Misalnya Ir Soekarno Megawati, dengan keidentikan seorang pemimpin dengan tipe “panutan” dalam mitos rakyat, misalnya terbukti dapat menstransfer kepercayaan rakyat itu pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data kapabilitas benar-benar riil. f. Kapabilitas Dalam Negeri dan Internasional Suatu sistem politik berinteraksi dengan lingkungan domestik dan lingkungan internasional.

Kapabilitas domestik suatu sistem politik sedikit banyak juga ada pengaruhnya terhadap kapabilitas internasional.

Yang dimaksud dengan kapabilitas internasional ialah kemampuan yang memancar dari dalam ke luar. Misalnya kebijakan sistem politik luar negeri Amerika Serikat terhadap Israel, juga akan mempengaruhi sikap politik negara-negara di timur tengah.

Oleh karena itulah pengaruh tuntutan dan dukungan dari luar negeri terhadap masyarakat dan mesin politik resmi, maka diolahlah serangkaian respons untuk menghadapinya. Politik luar negeri suatu negara banyak bergantung pada berprosesnya dua variabel, yaitu kapabilitas dalam negeri dan kapabilitas internasional.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

2. Konversi, menggambarkan kegiatan pengolahan input menjadi ouput mulai dari : penyampaian tuntutan, perangkuman tuntutan menjadi tindakan pembuatan aturan, pelaksanaan peraturan, menghakimi, dan komunikasi.

3. Adaptif, yaitu menyangkut sosialisasi & rekruitmen yg bertujuan memantapkan bangunan struktur politik dari sistem politik. Fungsi sistem politik Pemeliharaan dan pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data (adaptation) adalah menyangkut sosialiasasi dan rekrutmen yang bertujuan untuk memantapkan bangunan struktur politik dari sistem politik (Untari, 2006).

Sukarna (1979:28-29) mengemukakan ada dua fungsi utama yang merupakan ciri esensial (yang perlu ada) dalam sistem politik, ialah: a.

Perumusan kepentingan rakyat (identification of interest in the population); dan b. Pemilihan pemimpin atau pejabat pembuat keputusan (selection of leaders or Official decision maker). E. Macam-macam Sistem Politik No Sistem Liberal Sistem Komunis Sistem Pancasila 1 Berdasarkan prinsip free fight liberalism Berdasarkan prinsip etatisme Berdasarkan prinsip keseimbangan dan keserasian 2 Hak milik pribadi diakui Hak milik pribadi ditolakPeniadaan hak hak sipil dan politik Hak milik diakui dan memiliki fungsi sosial 3 Menimbulkan kesenjangan sosial yang sangat mencolok antara sikaya dan simiskin Menimbulkan pengekangan terhadap kreasi, kreatifitas, dan potensi warga negara.

Daya kreasi, inisiatif, dan potensi setiap orang dikembangkan dalam suatu kerangka yang harmonis dengan masyarakat 4 Berdasarkan individualisme, individu lebih diutamakan dari pada masyarakat Berdasarkan sosialisme, masyarakat lebih diutamakan dari pada individu. Berdasarkan Pancasila, yakni manusia monodualisme sebagai makhluk individu dan sosial secara seimbang. 5 Menganut nilai keadilan distributif, yakni setiap orang memperoleh jasa sesuai dengan prestasinya.

Menganut keadilan komutatif, yakni setiap orang memperoleh bagian yang sama tanpa memperhatikan prestasinya. Menganut nilai keadilan distribubtif dan nilai keadilan komutatif. 6 – 14 Nov ’45 – 27 Des ’49- 27 Des ’49 – 17 Ags ‘50- 17 Ags ‘50 – 5 Juli ‘59 5 Juli 59 – 11 Maret 66. 66 sampai sekarang 7 Sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas Terbatasnya arus informasi dan kebebasan berpendapat Terbukanya arus informasi dan kebebasan berpendapat 8 Adanya penegakan hukum, pemilu yang terbuka, dan terdapatnya oposisi Tidak adanya mekanisme pemilu yang tertutup.Tidak ada oposisi Adanya penegakan hukum, pemilu yang terbuka, dan tidak ada oposisi 9 Menerapkan sistem multi partai Menerapkan sistem satu partai Menerapkan sistem multi partai Klasifikasi sistem politik menurut Alfian : • Otoriter/Totaliter • Anarki • Demokrasi • Demokrasi dalam transisi.

Ramlan Surbakti mengklasifikasikan sistem politik dengan kriteria : • Otokrasi Tradisional, • Totaliter, • Demokrasi, • Negara Berkembang Menurut Almond dan Coleman, macam-macam sistem politik yg banyak berlaku di negara berkembang : • Demokrasi Politik, • Demokrasi Terpimpin, • Oligarki Pembangunan, • Oligarki Totaliter, • Oligarki Tradisional F.

Demokrasi sebagai Sistem PolitiMenurut Bingham Powel, Jr., sistem politik demokrasi ditandai : • Legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa pemerintah tersebut mewakili keinginan rakyatnya.

yaitu bagian Pengaturan yang mengorganisasikan perundingan untuk memperoleh legitimasi, dilaksanakan melalui pemilu. • Sebagian besar orang dewasa dapat mengikuti proses pemilihan (memilih/dipilih). • Penduduk memilih secara rahasia dan tanpa dipaksa. • Masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar (kebebasan berbicara, berorganisasi dan pers). Setiap partai politik berusaha untuk memperoleh dukungan.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

G. Infrastruktur dan Suprastruktur Politik di Indonesia • Infrastruktur Politik Infrastruktur politik yaitu suasana kehidupan politik rakyat yang berhubungan dengan kehidupan lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam kegiatannya dapat mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kebijakan lembaga-lembaga kenegaraan dalam menjalankan fungsi serta kekuasaannya masing-masing.

Untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan rakyat dalam penyelanggaraan pemerintahan negara. Berdasarkan teori politik, infrastruktur politik mencakup : • Partai politik ( political party), sebagai institusi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masyarakat dalam mengendalikan kekuasaan. Berikut merupakan beberapa fungsi partai politik : • Komunikasi politik : Penyalur aspirasi rakyat kepada pemerintah, • Sosialisasi politik : Pengenalan nilai dan norma etika.

• Rekruitmen politik : Merekrut anggota partai politik. 1) Masa Pra Kemerdekaan Budi Utomo (Jakarta, 20 Mei 1908), merupakan organisasi modern pertama yang melakukan perlawanan secara non fisik. Dalam perkembangannya menjadi partai-partai politik yang didukung kaum terpelajar dan buruh tani.

2) Masa Pasca Kemerdekaan Tumbuh suburnya partai-partai politik, didasarkan pada Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945. KLASIFIKASI PARTAI POLITIK MENURUT DASAR/ASASNYA Ketuhanan Kebangsaan Marxisme Nasionalisme § Partai Masjumi,§ Partai Sjarikat Indonesia,§ Pergerakan Tarbiyan Islamiah (Perti),§ Partai Kristen Indonesia (Parkindo),• § Dll.

§ Partai Nasional Indonesia (PNI)§ Partai Indonesia Raya (Parindra)§ Partai Rakyat Indonesia (PRI)§ Partai Demokrasi Rakyat (Banteng)§ Partai Rakyat Nasional (PRN)• § Partai Kebangsaan Indonesia (Parki); dll. § Partai Komunis Indonesia (PKI)§ Partai Sosialis Indonesia§ Partai Murba§ Partai Buruh• § Permai § Partai Demokrat Tionghoa (PTDI)§ Partai Indonesia Nasional (PIN)• § IPKI Persaingan antar elit partai politik besar, telah membawa negara pada instabilitas politik, sehingga mandeknya pemb ekonomi dan rawannya keamanan.

Akibat konflik berkepanjangan pada Badan Konstituante (merumuskan UUD), mendorong Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang selanjutnya melahirkan demokrasi terpimpin. 3) Masa Orde Baru Orde Baru (1966) melakukan pembenahan institusi politik, karena jumlah parpol yang banyak, tidak menjamin stabilitas politik. Terjadi penyederhanaan partai politik : Partai berbasis Islam (NU, Parmusi, PSII, dan Partai Islam) menjadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP); Partai berbasis sosialis dan nasionalis (Parkindo, Partai Katolik, PNI, Murba dan IPKI) menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Berdasarkan UU No. 3 Tahun 1975, Pemilu 1977 dan 1982 hanya diikuti 3 (tiga) peserta : PPP (ke-Islaman & ideologi Islam); Golkar (kekaryaan dan keadilan sosial); PDI (demokrasi, kebangsaan/ nasionalisme dan keadilan). 4) Masa/Era Reformasi Berdasarkan UU No. 3/1999, partai-partai politik di Indonesia diberikan kesempatan hidup kembali mengikuti pemilu multi partai (diikuti 48 parpol). • Kelompok kepentingan ( interest group), dalam gerak langkahnya akan sangat tergantung pada yaitu bagian kepartaian yang diterapkan dalam suatu negara.

Jenis-jenis kelompok kepentingan : • Kelompok Anomik (kelompok spontan dan tidak memiliki nilai/norma), • Kelompok Asosiasional (biasanya jarang terorganisir dan kegiatannya kadang-kadang), • Kelompok Institusional (merupakan kelompok pendukung kepentingan institusional : seperti partai politik, korporasi bisnis, dll.), • Kelompok Assosiasonal (merupakan kelompok yang terorganisir yang menyatakan kepentingan dari suatu kelompok dan memiliki prosedur teratur).

Kegiatan kelompok kepentingan di dalam suatu negara, sangat bergantung kepada sistem politik pemerintah apakah menerapkan sistem kepartaian tunggal/ dua partai/ lebih. • Pada sistem partai tunggal, kelompok kepentingan sangat dibatasi, karena pemerintahan totaliter. Pada umumnya dianut oleh negara komunis (Rusia, RRC, Vietnam, Korea Utara, Kuba dll.). • Pada sistem dua partai/ lebih, kelompok yaitu bagian berpeluang tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Pada umumnya dianut oleh negara-negara yang Demokratis. • Kelompok penekan ( pressure group), merupakan salah satu institusi politik yang dapat dipergunakan oleh rakyat untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhannya dengan sasaran akhir adalah untuk mempengaruhi bahkan membentuk kebijakan pemerintah. Contoh institusi Kelompok penekan : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi sosial keagamaan, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Lingkungan Hidup, Organisasi pembela Hukum dan HAM, Yayasan atau Badan hukum lainnya.

• Media komunikasi politik ( political communication media), merupakan salah satu instrumen politik yang dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi dan persuasi mengenai politik. Contoh media komunikasi : surat kabar, telefon, faximile, internet, televisi, radio, film, dan sebagainya. • Tokoh politik ( political figure), pengangkatan tokoh-tokoh politik merupakan proses transformasi seleksi terhadap anggota-anggota masyarakat dari berbagai subkultur.

H. Suprastruktur Politik Suprastruktur politik adalah struktur politik pemerintahan yang berkaitan dengan lembaga-lembaga negara yang ada, serta hubungan kekuasaan antara lembaga satu dengan yang lain. Pada Negara Monarki, pemerintahan dikuasi oleh keluarga bangsawan. Raja/Ratu, berperan sebagai lambang kebesaran/alat pemersatu. Kabinet dpt dibentuk berdasarkan pemilu (tergan- tung tkt pendemokrasiannya). Pada Negara Republik, elit politik ada yang memegang kekuasaannya secara diktator.

Namun juga banyak yang bersifat demokratis (tergantung Konstitusi/UUD negaranya). Perkembangan ketatanegaraan modern, pada umumnya elit politik pemerintah dibagi dalam kekuasaan : • Eksekutif. Kekuasaan eksekutif berada di tangan presiden, presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan negara. Presiden di bantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri, untuk melaksanakan tugas sehari-hari.

Wewenang, kewajiban, dan hak presiden antara lain : • Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD; • Menetapkan peraturan pemerintah; • Mengangkat memberhentikan menteri-menteri; dll • Legislatif. Indonesia menganut sistem bikameral. Di tandai dengan adanya lembaga perwakilan, yaitu DPR dan DPD. Dengan merujuk asas trias politika. Kekuasaan legislatif terletak pada MPR dan DPD.

• MPR. Kewenangan: Mengubah menetapkan UUD Melantik presiden dan wakil presiden, dll • Tugas: Membentuk UU Membahas RAPBN bersama presiden, dll. • DPD. Fungsi : Mengawas atas pelaksanaan UU tertentu Pengajuan usul • Yudikatif (mengadili pelanggaran undang-undang). Pasal 24 UUD 1945 menyebutkan tentang kekuasaan kehakiman dan memiliki tugas masing-masing. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh : • Mahkamah Agung (MA) • Mahkamah Konstitusi (MK) • Komisi Yudisial (KY) • Insfektif Dengan sistem pembagian atau pemisahan kekuasaan, suprastruktur harus didukung infrastruktur politik (rakyat, partai politik dan ormas), dalam pemerintahan melalui wakil-wakilnya.

Mekanisme pemerintahan (infrastruktur dan suprastruktur politik) dapat memenuhi fungsinya, manakala sistem politik mampu : • Mempertahankan pola (tata cara, norma-norma dan prosedur-prosedur yang berlaku). • Menyelesaikan ketegangan (menyelesaikan, konflik dan yaitu bagian pendapat) yang memuaskan semua pihak.

• Melakukan perubahan (kemampuan adaptasi dengan perkembangan baik di dalam maupun luar negeri).

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

• Mewujudkan tujuan nasional (kristalisasi keinginan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut). • Mengintegrasikan dan menjamin keutuhan seluruh sistem.

I. Perbedaan Sistem Politik di Berbagai Negara • Pendekatan Sistem Politik Negara Setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda. Untuk mempelajari proses politik suatu negara diperlukan beberapa pendekatan yang didasarkan pada : Sejarah, Sosiologis, Kultural / Budaya, Psycho-Sosial (Kejiwaan masyarakat), Filsafat, Ideologi, serta Konstitusi dan Hukum.

Terdapat 3 fungsi politik dalam menetukan cara bekerjanya sistem politik : • Sosial politik. Setiap sistem politik memiliki fungsi pengembangan dan memperkuat sikap-sikap politik di kalangan penduduk umum. • Rekrutmen politik. Merupakan fungsi penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan masa jabatan pemerintahan. • Komunikasi politik. Merupakan jalan mengalirnya informasi melalui masyarakat dan melalui berbagai struktur yang ada dalam sistem politik. Oleh sebab itu, dalam mmpelajari proses politik suatu negara diperlukan beberapa pendekatan sebagai berikut: • Pendekatan Sejarah.

Sistem politik dipelajari dari sejarah bangsa. Ada tiga factor yang mempengaruhi pendekatan ini, yakni masa silam (the past), masa sekarang (the present), dan masa yang akan datang (the future). • Pendekatan Sosiologis. Untuk mempelajari sistem politik suatu negara perlu mempelajari sistem sosial/sistem kemasyarakatan yang ada yaitu bagian suatu negara.

Perbedaan-perbedaan sistem sosial akan mempengaruhi terhadap sistem politik suatu negara. • Pendekatan Kultural/Budaya. Pendekatan ini dilihat dari pendidikan dan budaya masyarakatnya. • Pendekatan Psikologi Sosial/Kejiwaan. Masyarakatan Dalam pendekatan dilihat dari sikap-sikap masyarakat yang akan berpengaruh terhadap sikap-sikap politik. • Pendekatan Filsafat. Dalam pendekatan ini dibicarakan tentang filsafat yang menjadi way of life dari masyarakat atau bangsa itu.

• Pendekatan Ideologi. Didalam pendekatan ini, suatu sistem politik dilihat dan dipelajari dari ideology bangsa/negara yang berlaku didalam negara itu. • Pendekatan Konstitusi dan Hukum. Didalam pendekatan ini, suatu sistem politik dilihat dari konstitusi dan undang-undang serta hukum yang berlaku dedalam negara itu.

2. Perbedaan Sistem Politik Negara • Perbedaan dari segi Bentuk Setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda-beda, perbedaan tersebut dapat dipandang dari bentuk pemerintah, bentuk negara, sistem kabinet, yaitu bagian parlemen, dll.

• Dipandang dari bentuk negara. Secara umum terdapat dua bentuk Negara yaitu Kesatuan dan serikat/federasi.Negara Kesatuan merupakan negara tunggal, jadi tidak ada Negara dalam Negara, dan Negara serikat merupakan sebuah negara dimana negara tersebut terdiri atas beberapa negara bagian. • Dipandang dari bentuk pemerintahan.

Terdapat dua bentuk pemerintahan yaitu Republik dan kerajaan, Negara Republik di pimpin oleh seorang Peresiden yang diangkat melalui pemilu,sedangkan kerajaan di pimpin oleh seorang raja yang di angkat secara turun temurun.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

• Dipandang dari Sistem kabinet. Perbedaan Sistem politik bila di pandang dari sistem kabinet dapat di bedakan menjadi dua yaitu kabinet ministerial dan kabinet Presidensial.dalam cabinet ministerial eksekutif adalah perdana mentri sedangkan cabinet Presidensial Kabinet dipimpin oleh Peresiden dan dibantu oleh para Mentri sehingga Mentri bertanggung jawab terhadap Presiden.

• Dipandang dari Bentuk Parlemen. Bentuk parlemen terbagi dua yaitu Monocameral dan Bicameral, monocameral merupakan sistem politik satu kamar yaitu bagian Bicameral merupakan bentuk parlemen dua kamar. • Perbedaan Ciri • Sistem Politik Di Negara Komunis. Bercirikan pemerintahan yang sentralistik, peniadaan hak milk pribadi, peniadaan hak-hak sipil dan politik, tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka, tidak adanya oposisi, serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat.

• Sistem Politik Di Negara Liberal. Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok, pembatasan kekuasaan, khususnya dari pemerintah dan agama, penegakan hukum; pertukaran gagasan yang bebas, sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas. • Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia. Sistem politik yang didasarkan pada nilai, prinsip, prosedur, dan kelembagaan yang demokratis. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : • Ide kedaulatan rakyat • Negara berdasarkan atas hukum • Bentuk Republik • Pemerintahan berdasarkan konstitusi • Pemerintahan yang bertanggung jawab • Sistem Pemilihan langsung • Sistem pemerintahan presidensiil 3.

Sistem Politik Negara Inggris No Faktor Yang Mempengaruhi Uraian / Keterangan 1. Latar Belakang Sejarah Sejak abad 19, Inggris berubah menjadi masyarakat industri modern. Para politisi mulai menyesuaiakan sistem politik tsb.

Mereka juga dihadapkan pada masalah upaya membangun kesejahteraan warganegaranya. 2. Kondisi Sosiologis Kondisi masyarakat Inggris dalam waktu cepat mampu bersaing dengan negara–negara lain yang lebih dahulu merintis ke pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data industrialisasi.

Meskipun masyarakat Inggris ”bersifat kekotaan”, namun tetap menghendaki sistem monarki dengan satu raja dan banyak bangsa. 3. Kondisi Kultural/ Budaya Sebagian masyarakat Inggris dikenal sebagai masyarakat yang disiplin dan taat pada aturan. Nilai-nilai dan kebudayaan politik diwariskan dari generasi ke generasi melalui suatu rangkaian pengalaman dalam keluarga, di sekolah dan ditempat kerja. 4. Kondisi Psycho-Sosial / Kejiwaan masyarakat Mayoritas masyarakat sangat menghormati simbol-simbol kekuasaan negara (ratu/raja, lembaga pemerintah, dll).

Mereka senantiasa menunjukkan ketaatannya kepada undang-undang politik azasi. 5. Pedoman Filsafat Masyarakat sangat mendukung rejim yang berkuasa, manakala para penguasa juga mentaati undang-undang politik asasi, dan jika dilanggar maka akan mengahadapi perlawanan. Kejahatan sangat tercela dan dianggap melawan masyarakat. 6. Paham atau Ideologi yang diterapkan Penerapan ideologi negara, adalah ideologi liberal.

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat menghormati kebebasan dan hak-hak asasi manusia. 7. Pedoman Konstitusi dan Hukum Kekuasaan pemerintah, lebih banyak dibatasi oleh konvensi dari pada hukum formal. Rakyat hidup dalam ketenangan dan kepastian hukum, karena pemerintah memberikan perlindungan hukum yang baik dan penghormatan terhadap hak-hak asasi warganegaranya.

Aturan yang dibuat, ditaati oleh semua komponen elit politik, pemerintah maupun masyarakat demi jaminan keamanan dan kesejahteraan bersama. Penyelenggaraan pemerintah, dilaksanakan oleh : • Kabinet (Perdana menteri dan dewan menteri) serta parlemen (Majelis Rendah dan Majelis Tinggi). • Parlemen dalam merumuskan kebijakan pemerintah dibatasi, karena cara kerjanya diawasi oleh kabinet.

• Perdana Menteri dapat memastikan bahwa setiap usul yang diajukan pemerintahnya, akan disetujui dalam bentuk yang dikehendaki parlemen. 4. Sistem Politik Republik Rakyat Cina (RRC) No Faktor Yang Mempengaruhi Uraian / Keterangan 1. Latar Belakang Sejarah Proses kehidupan sistem politik di China, merupakan produk revolusi menggantikan sistem kerajaan yang bertahan berabad-abad.

Revolusi demi revolusi, menjadikan Partai Komunis Cina (PKC) sebagai penguasa dan membentuk pemerintahan komunis sampai sekarang. 2. Kondisi Sosiologis Pada masyarakat Cina, lembaga-lembaga sosial yang dominan adalah keluarga. Mereka mengakui wewenang kekuasaan para pemimpinnya atas tingkah laku sosialnya.

Kesetiaan harus diarahkan pada kepentingan kolektif dan bukan pada ikatan-ikatan pribadi. 3. Kondisi Kultural/ Budaya Pemerintah Cina sejak tahun 1949, telah mengupayakan pendidikan sabagai salah satu alat yang paling efektif untuk mengubah sikap politik orang-orang Cina.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

Melalui pendidikan, masyarakat ikut menanggung beban sosialisasi dan menciptakan masyarakat yang melek huruf sebagai syarat pendidikan politik dan keterlibatan politik. 4. Kondisi Psycho-Sosial / Kejiwaan masyarakat Negara Cina memiliki wilayah dan penduduk terbesar di dunia. Sebelum menjadikan Partai Komunis Cina berkuasa, selalu dilanda perang saudara. Dewasa ini, mereka bangga karena memiliki kekayaan budaya tinggi yang diwariskan oleh para pendahulunya. 5.

Pedoman Filsafat Mayoritas masyarakat Cina memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Sifat-sifat antusiasme, kepahlawanan, pengorbanan, dan usaha bersama – mendapatkan nilai tinggi. Azas percaya diri sendiri mempunyai implikasi nasional maupun internasional. 6. Paham atau Ideologi yang pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data Revolusi Cina telah berlangsung selama puluhan tahun sebelum partai komunis menjadi kekuatan yang besar dalam politik Cina dan mulai menguasai pemerintahannya.

Anti imperialisme merupakan unsur paling kuat dalam pembentukan ideologi komunis. 7. Pedoman Konstitusi dan Hukum Berdasarkan Konstitusi 1954, organ wewenang negara tertinggi dan pemegang wewenang legislatif adalah ”Konggres Rakyat Nasional” (KRN). Selain KRN, adalah Dewan Negara (Perdana Menteri, Wakil-wakil Perdana Menteri dan kepala-kepala dari semua kementerian dan komisi).

Selain itu juga ada Mahkamah Rakyat Tertinggi dan Kejakasaan Rakyat Tertinggi. Penguasa Komunis Cina selalu berupaya pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data a. Mengikutsertakan warganya dalam kegiatan politik secara teratur dan terorganisir melalui : gerakan masa, keanggotaan dalam organisasi masa, dan partisipasi dalam pengelolaan unit-unit produksi). b. Dalam kaderisasi calon-calon pemimpin komunis, dilakukan : rekruitmen aktivis, kader dan anggota partai. c. Masuk menjadi anggota PKC merupakan tindakan yang menentukan dalam rekruitmen politik yang akan memperoleh promosi dan kekuasaan.

5. Sistem Politik Republik Indonesia No Faktor Yang Mempengaruhi Uraian / Keterangan 1. Latar Belakang Sejarah Bangsa Indonesia harus menghadapi kolonial Belanda dan bala tentara Jepang untuk mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pasca proklamasi kemerdekaan, para pemimpin Indonesia terlibat dalam proses politik dengan mencari format berdasarkan demokrasi Pancasila.

2. Kondisi Sosiologis Masyarakat Indonesia yang multi agama, ras dan antar golongan telah dipersatukan dalam kesatuan politik dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian, upaya saling menghormati dan kerja sama dalam membangun kerukunan hidup penting untuk ditegakkan.

3. Kondisi Kultural/ Budaya Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun atas dasar sendi-sendi multi kultural. Bangsa Indonesia memiliki semangat untuk selalu menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Budaya musyawarah, toleransi, dan saling menghormati telah diwariskan kepada calon-calon pemimpin melalui jalur-jalur pendidikan formal, in-formal, maupun nor-formal.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

4. Kondisi Psycho-Sosial / Kejiwaan masyarakat Bangsa Indonesia, sebelum menjadikan Pancasila sebagai dasar negara selalu dapat dipecah belah oleh bangsa lain. Dengan semangat rela berkorban dan cinta tanah air bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Bangsa Indonesia sangat menentang segala mecam bentuk penjajahan. 5. Pedoman Filsafat Pancasila dalam sistem politik Indonesia, telah dijadikan dasar dan motivasi dalam segala sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasionalnya sebagaimana terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945.

6. Paham atau Ideologi yang diterapkan Ideologi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, akan selalu dikaitkan dengan proses politik dalam pengaturan penyelenggaraan pemerintahan negara diberbagai bidang. Dalam struktur politik, Pancasila menjadi sumber segala sumber hukum. 7. Pedoman Konstitusi dan Hukum Sejak pemilu 2004, presiden dipilih oleh rakyat sehingga tanggung jawabnya kepada rakyat. Lembaga negara, terdiri dari : MPR, Presiden, DPR, Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan Mahkamah Agung.

• Penerapan Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila Demokrasi di Indonesia dengan sistem demokrasi Pancasila dengan prinsip: • Harus berdasarkan Pancasila sebagaimana disebut di dalam Pembukaan UUD 1945, serta penjabarannya dalam Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 1945.

• Menghargai dan melindungi hak-hak asasi manusia. • Dalam ketatanegaraan, harus berdasar atas kelembagaan yang diharapkan segala sesuatunya dapat diselesaikan melalui saluran-saluran tertentu sesuai UUD 1945.

• Bersendi atas hukum sebagaimana dijelaskan di dalam penjelasan UUD 1945. Sistem politik Demokrasi Pancasila menghargai nilai-nilai musyawarah sebagai berikut: a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat; b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain; c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama; d.

Musyawarah harus diliputi olh semangat kekeluargaan; e. Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan keputusan musyawarah; f. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur; g. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan YME, menjun-jung tinggi harkat & martabat manusia, serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. • Pelaksanaan Demokrasi Pancasila dalam Pengambilan Keputusan Demokrasi Pancasila pada hakikatnya demokrasi yang bercorak khas Indonesia, yang penerapannya dijabarkan dalam : • Pemerintahan Berdasarkan Hukum.

• Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia • Pengambilan Keputusan Berdasakan Musyawarah • Peradilan yang Bebas dan Merdeka • Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Sosial Politik (Orsospol) Pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) Aspek – aspek Demokrasi Pancasila : • Aspek formal • Aspek materiil • Aspek normatif (kaidah) Pengambilan keputusan sesuai dengan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila: • Keseimbangan antara hak dan kewajiban, • Persamaan, • Kebebasan yang bertanggungjawab, J.

Peran Serta dalam Sistem Politik di Indonesia • Partisipasi Politik Warga Negara Partisipasi politik, merupakan penentuan sikap dan keterlibatan hasrat setiap individu dalam situasi dan kondisi organisasinya, sehingga pada akhirnya mendorong individu tersebut berperan serta dalam pencapaian tujuan organisasi, serta ambil bagian dalam setiap pertanggungjawaban bersama.

a. Bentuk-bentuk partisipasi politik KONVENSIONAL NON-KONVENSIONAL § Pemberian Suara ( voting)§ Diskusi politik§ Kegiatan kampanye§ Membentuk dan bergabung dalam kelompok Kepentingan.· Komunikasi individual dengan pejabat politik/administratif.

§ Pengajuan petisi§ Berdemonstrasi§ Konfrontasi§ Mogok§ Tindak kekerasan politik terhadap harta benda.· Tindak kekerasan politik terhadap manusia. Selain partisipasi di atas, ada pula bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem politik yang lainnya, yaitu: • Partisipasi aktif, yang merupakan kegiatan warga negara yang senantiasa menampilkan perilaku tanggapan terhadap berbagai tahapan kebijakan pemerintah.

• Partisipasi pasif, yang merupakan kegiatan warga negara yang menerima atau menaati begitu saja segala kebijakan pemerintah. • Partisipasi militant-radikal, yang merupakan kegiatan warga negara yang senantiasa menampilkan perilaku tanggap terhadap berbagai kebijakan pemerintah, namun cenderung menggunakan cara-cara non-konvensional, termasuk didalamnya menggunakan cara-cara kekerasan.

• Partisipasi apatis, yang merupakan kegiatan warga negara yang tidak mau tau dengan apapun kebijakan yang dibuat pemerintah. • Faktor-Faktor Pendukung Partisipasi Politik a. Pendidikan Politik Menurut Ramdlon Naning, pendidikan politik adalah usaha untuk memasyarakatkan politik dalam arti mencerdaskan kehidupan politik rakyat, meningkatkan kesadaran setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; serta meningkatkan kepekaan dan kesadaran rakyat terhadap hak, kewajiban dan tanggungjawabnya terhadap bangsa dan negara.

b. Kesadaran Politik Menurut Drs.M.Taupan, kesadaran politik adalah suatu proses batin yang menampakkan keinsafan dari setiap warga negara akan urgensi kenegaraan dalam kehidupan kenegaraan, mengingat tugas-tugas negara bersifat menyeluruh dan kompleks sehingga tanpa dukungan positif dari seluruh warga masyarakat, tugas-tugas negara banyak yang terbengkalai. c. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik.

Adapun alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik, antara lain: keluarga, sekolah, dan partai politik. BAB IV KESIMPULAN A. Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa sistem politik yang berlaku di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila, dimana rakyat turut serta dalam politik dengan memiliki hal politik masing-masing sesuai dengan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Kenapa Indonesia tidak menganut sistem politik liberal, fasisme, dan komunisme? itu semua dikarenakan Indonesia sebagai negara demokratis tidak cocok menganut sistem politik tersebut. B. Saran Kita sebagai warga Negara Indonesia harus bangga Negara kita menganut sistem politik demokrasi pancasila yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Oleh karena itu mari kita membantu pemerintah untuk menjalankan sistem politik di Indonesia dengan cara apapun, bisa dengan mengeluarkan pendapat yang membangun tapi tidak dengan bentuk anarkis.

DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun. 2005. Sejarah Untuk SMA kelas XII Program Ilmu Sosial Dan Bahasa. Klaten : Cempaka Putih. Tim Penyusun, MGMP. 2008. Sejarah Nasional Indonesia Dan Dunia untuk Kelas XII SMA Program IPS. Malili : Raodah Foto Copy. Kantaprawira, Rusadi, 2006. Sistem Politik Indonesia. Jakarta: Sinar Baru Algesindo. Listyarti, Retno, 2007. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA dan MA Kelas XI, Jakarta: Esis. Mariam Budiarjo, dkk, “Dasar-dasar ilmu Politik”, Gramedia, 2003 Murshadi “ Ilmu Tata Negara; untuk SLTA kelas III”, Rhineka Putra, bandung, 1999 Nugroho Notosusanto, “Sejarah Nasional Indonesia”, Balai Pustaka, 2008 Pada setiap kepenulisan penelitian selain memerlukan metode penelitian yang dipergunakan untuk memecahkan masalah praktis dan spesifik sehingga mampu memengaruhi individu atau kelompok juga diperlukan sistematika penulisan yang baik dan benar.

Dimana sistematika penulisan untuk penelitian karya ilmiah ini digunakan dalam bisnis, kedokteran, dan pendidikan sehingga nantinya melahirkan solusi yang dapat meningkatkan kesehatan, memecahkan masalah ilmiah atau mengembangkan teknologi baru. Daftar Isi • Sistematika Penulisan • Contoh Sistematika Penulisan • Karya Tulis Ilmiah • Makalah • Skripsi • Proposal Penelitian • Tugas Akhir • Laporan Penelitian/PKL • Sebarkan ini: • Posting terkait: Sistematika Penulisan Sistematika penulisan adalah yaitu bagian cara yang berkorelasi pada metode yang sistematis guna menyelesaikan topik penelitian yang diangkat.

Sebagai pedoman dalam setiap sistematika penulisan senantisa menghubungkan pendahuluan, tujuan, hasil, sampai penarikan kesimpulan. Adapun penulisan sistematika juga berlaku untuk setiap arti makalah, karya tulis ilmiah, seperti skripsi, thesis, proposal penelitian dan lain sebaginya. Contoh Sistematika Penulisan Karena setiap penelitian haruslah bersifat empiris atas ide yang diperoleh dengan menyelesaikan suatu situasi yang diangkap sebagai rumusan masalah, maka dalam tulisan kali ini akan membagikan ragam contoh kepenulisan untuk sistematika penulisan.

• Karya Tulis Ilmiah Penulisan yang termuat dalam sistematika KTI ini dibuat untuk mempermudah pembaca mengetahui bagimana jalannya laporan penelitian yang dibuat. Tujuannya agar setiap khalayak umum mampu merepresentasikan bahwa penyelidikan kita terhadap problematikan tertentu benar-benar adanya.

Adapun untuk kepenulsiannya misalnya saja mengakat topik pendidikan. Penulisan karya tulis ini terdiri dari lima bab dan setiap bab terdiri dari sub-sub pembahasan dengan sistematika penulisan sebagai berikut : • Bab pertama pendahuluan, menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, serta tujuan dan manfaat dalam penulisan karya tulis ini. • Bab kedua menguraikan tentang landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan permasalahan yang dikaji dan mengemukakan pemecahan masalah yang pernah dilakukan terkait masalah yang dikaji dalam penulisan karya tulis ini.

• Bab ketiga dalam karya tulis ini akan menyajikan tentang metode penulisan yang dipergunakan, baik yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data sampai teknik analisis data dan informasi.

• Bab keempat menguraikan hasil kajian dari masalah yang akan dibahas. Dalam bab ini juga dikemukakan pendapat atau ide gagasan yang pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data dengan rumusan masalah dan tujuan yang berlandaskan pada informasi serta teori-teori yang ada.

• Bab kelima adalah bagian akhir, yang berisi bab penutup dari penulisan karya tulis ini, dalam bab disampikan kesimpulan dari karya yang ditulis sekaligus dipergunakan guna menjawab permasalahan yang dibahas. Pada bagian ini juga mengemukakan saran/rekomendasi yang sejalan dengan gagasan/kebijakan yang • Makalah Makalah adalah bagian daripada karya ilmiah yang disusun oleh siswa/mahasiswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Dalam penulisan untuk makalah ini terdapat sistematika agar mudah dipahami oleh pembaca.

Adapun contohnya sebagai berikut; Analisis dalam makalan ini dilakukan dengan deskriptif argumentatif. Kemudian dalam mensintesis dilakukan tahap tahap sebagai berikut: • Pengkajian terhadap keadaan budidaya rumput laut di pesisir pantai.

• Mengidentifikasi dan merusmuskan permasalahan yang terkait budidaya rumput laut di pesisir pantai. • Mengumpulkan landasan teori dan materi terkait dengan fokus masalah yang diangkat sebagai bahan referensi untuk mendukung ketepatan dan ketajaman analisis permasalahan. • Menyusun metode penulisan agar karya tulis tersusun secara sistematis. • Menganalisis dan membahas serta memberikan solusi terkait permasalahan yang sudah diangkat. • Menarik kesimpulan dan memberi saran berdasarkan rumusan masalah dan hasil analisis pemabahasan yang dilakukan.

• Skripsi Skripsi sebagai bagian daripada karya ilmiah menjadi salah satu bagian penting untuk mencantumkan sistematika kepenulisan. Dalam skripsi ini tentusaja bentuknya beragam sesuai dengan jenis metode penelitian yang dipergunakan, adapun untuk hal ini yang bisa di contohkan adalah penulisan skripsi dengan metode penelitian kualitatif.

Literatur-literatur yang telah didapatkan pada tahap kepenulisan skripsi ini, selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan cara mengedit kata atau kalimatnya kemudian disesuaikan dengan alur penulisan.

Penyesuaian yang dilakukan tanpa merubah maksud dan pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data dari penulisan tersebut, sehingga didapatkan suatu pembahasan yang sistematis. Data yang diperoleh dianalisis melalui analisis deskriptif yaitu menguraikan data dan fakta dari hasil telaah pustaka.

Teknik analisis data digunakan dalam penulisan skripsi/tugas akhir ini berupa penentuan masalah, teknik pengumpulan bahan referensi, serta mencari informasi pengolahan referensi pengembangan dan analisis bahan referensi Pemecahan masalah dalam skripsi dan pemberian contoh saran alternatif usulan (sintesis) berupa simpulan dalam menganalisis permasalahan yang akhirnya menentukan sintesis berupa usulan alternatif dalam pemecahan masalah.

Langkah-langkah yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini meliputi: (1) penentuan masalah (2) mengumpulkan bahan referensi dan mencari informasi mengenai masalah tersebut (3) mengembangkan dan menganalisis permasalahan berdasarkan referensi yang didapat (4) mencari pemecahan masalah dan mencari alternatif usulan berdasarkan analisis yang telah disusun, kemudian (5) diambil suatu simpulan serta rekomendasi.

• Proposal Penelitian Proposal penelitian pada pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data dibuat untuk pengajuan riset yang akan dikembangkan oleh si peneliti. Dalam proposal ini tentusaja tidak perlu panjang lebar untuk penulisannya karena sebagai awalan.

Adapun contoh kepenulisannya misalnya saja sebagai berikut; Proposal penelitisan yang disusun dengan mengacu pada sistematika yang telah ditetapkan dan dilakukan beberapa perbaikan (revisi) dalam sistematika penulisan dan disertai dengan data-data yang diperoleh dari berbagai sumber terkait sehingga proposal tersebut dapat tersaji secara runtut dan mudah dipahami.

• Tugas Akhir Sedangkan untuk penulisan sistematika penelitian dalam tugas akhir ini tergantung daripada kepentingnya. Misalnya saja untuk mahasiswa D3 sangat wajib membuatnya, bahkan untuk pelajar SMA/MA/SMK/Sederajat kadangkala dalam proses penyelesaikan studi diharuslah membuat tugas akhir.

Pengolahan data dilakukan dalam tugas akhir ini dengan memadukan beberapa informasi untuk dijadikan suatu argumen dan cara pandang suatu masalah. Sehingga dapat dikatakan teknik pengolahan data dan informasi dilakukan dengan deskriptif argumentatif, dengan tulisan yang bersifat deskriptif, menggambarkan tentang Kampung Pagangan di Indonesia.

Secara keseluruhan langkah pembuatan tugas akhir ini sebagai berikut, • Pengkajian terhadap kondisi pengetahuan anak usia sekolah dasar terkait dengan gaya hidup sehat.

• Mengidentifikasi permsalahan yang terkait dengan gaya hidup sehat anak usia sekolah dasar. • Merumuskan masalah supaya permasalahan dapat lebih fokus untuk dikaji kemudian di analisis lebih lanjut. • Mengumpulkan teori-teori dan materi terkait dengan fokus masalah yang diangkat sebagai bahan referensi untuk mendukung ketepatan dan ketajaman analisis permasalahan.

• Menyusun metode penulisan agar karya tulis tersusun secara sistematis. • Menganalisis dan membahas serta memberikan solusi terkait permasalahan yang sudah diangkat. • Menarik kesimpulan dan saran berdasarkan rumusan masalah dan hasil analisis pemabahasan yang dilakukan. • Laporan Penelitian/PKL Terakhir yang bisa diberkan contoh dalam kepenulisan laporan penelitian ataupun Praktek Kerja Lapangan untuk sistematikanya adalah sebagai berikut; Adapun untuk penulisan sistematika dalam laporan penelitian yang dilakukan.

Antara lain sebagai berikut; • Studi Literatur Pada studi literatur meliputi mencari dan mempelajari bahan pustaka yang berkaitan dengan segala permasalahan mengenai krisis air bersih dan perencanaan destilator serta permasalahannya yang diperoleh dari berbagai sumber terpercaya dalam bentuk softcopy. Literatur yang digunakan antara lain berita harian, jurnal dan publikasi ilmiah lainnya. • Perancangan dan Perhitungan EL Yaitu bagian Perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan desain dan mekanisme yang optimal dengan memperhatikan data yang telah didapat dari studi literatur.

Rencana alat yang akan dibuat ini adalah sebuah destilator menggunakan energi surya dan angin yang dalam karya ini dinamakan EL SALVADOR. Kemudian untuk perhitungan adalah mengestimasikan prakiraan output kuantitas air bersih dari destilator yang telah direncanakan. • Eksperimen dan Pengambilan Data Eksperimen dilakukan dengan menggunakan rancang bangun EL SALVADOR yang disesuaikan dengan hasil simulasi. Pelaksanaan eksperimen dilakukan dengan menempatkan rancang bangun EL SALVADOR di tempat yang dijadikan objek penelitian selama satu hari.

Kemudian diambil data tentang suhu dalam destilator dan kuantitas air yang dihasilkan. Kuantitas air yang dihasilkan diestimasikan lebih sedikit jadi perhitungan, sehingga diberikan batasan bahwa parameter alat tersebut berhasil jika defisit kuantitas air kurang dari 10%.

• Analisa Data Teknik analisis data ditekankan pada kuantitas air yang dihasilkan oleh alat dari berbagai macam input intensitas cahaya matahari dan kecepatan angin di daerah observasi. Performansi alat dapat dianalisis dari kurva kuantitas air yang dihasilkan dari data eksperimen. Jika hasilnya memuaskan maka dari analisis ini direkomendasikan untuk dibuat prototipe EL SALVADOR secara lebih komplit.

• Pembuatan Laporan dan Dokumentasi Kegiatan Tahap ini merupakan akhir dari pembuatan EL SALVADOR, dengan menarik kesimpulan yang didapat dari hasil pengujian yang telah dilakukan. Kemudian pada masing-masing tahapan didokumentasikan sebagai arsip baik dalam bentuk foto maupun video. Rancangan EL SALVADOR berbentuk rumah segitiga yang terbuat dari kaca dengan dimensi 1m x 1m x 0.5m.

Rangka bangunan terbuat dari alumininum (agar tidak mudah terkorosi) dan penutup pada atap dengan kaca pula. Di bagian bawah yang terhubung dengan pipa kondensat dilengkapi dengan pipa penyalur ke talang pengumpul air bersih.

Pada sekeliling basin dipasang cermin datar yang dipasang sensor cahaya sehingga cermin akan bergerak mengikuti kedatangan cahaya maksimal dari matahari. Di dalam piranti basin juga dipasang sensor suhu sehingga dapat diketahui performansi destilator. Pada bagian samping dari destilator terdapat wind mill untuk menggerakkan generator yang kemudian menghasilkan listrik DC, listrik ini kemudian diubah menjadi listrik AC oleh sebuah inverter. Output berupa listrik AC ini disalurkan ke sebuah elemen pemanas melalui kabel.

Elemen pemanas akan bertindak sebagai pemanas air dalam basin Dalam uraian diatas dapat dikatakan bahwa sistematika penulisan dalam penelitian memiliki sifat kehati-hatian, tersusun, dan terus-menerus sesuai terhadap suatu rumusan masalah yang akan segera digunakan untuk keperluan yaitu bagian hasil penelitian.

Demikianlah tadi artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca. Berkenaan dengan contoh sistematika penulisan karya ilmiah, makalah, tugas akhir, proposal penelitian, dan laporannya. Semoga bisa memberi referensi buat kalian.

Posting terkait: • 2 Jenis Desain Penelitian dan Pembahasannya • 4 Tujuan Membuat Desain Penelitian yang Baik • Pengertian Riset Pasar, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya Posting pada Contoh, Menulis, Penelitian Ilmiah Ditag contoh sistematika penulisan, pengertian sistematika penulisan, sistematika penulisan, sistematika penulisan adalah, sistematika penulisan karya ilmiah, sistematika penulisan laporan penelitian, sistematika penulisan makalah, sistematika penulisan proposal, sistematika penulisan skripsi, sistematika penulisan tuga akhir Navigasi pos Pos-pos Terbaru • 2 Jenis Desain Penelitian dan Pembahasannya • 4 Tujuan Membuat Desain Penelitian yang Baik • Pengertian Riset Pasar, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya • Pengertian Disertasi, Ciri, Jenis, Tujuan, dan Cara Menulisnya • Pengertian Penelitian Inferensial, Ciri, Kelebihan, Kelemahan, dan 3 Contohnya Kategori • Angket/Kuesioner • BAB Penelitian • Bagian • Ciri • Contoh • Data Penelitian • Essai • Evaluasi • Faktor • Jenis Penelitian • Jurnal • Karya Tulis • Kata Pengantar • Kelebihan dan Kekurangan • Kualititatif • Kuantitatif • Landasan Teori • Makalah • Manfaat • Menulis • Metode Penelitian • Penelitian Ilmiah • Pengertian Ahli • Perbedaan • Praktikum • Sampel • Sitasi • Skripsi • Statistik • Struktur • Studi Kasus • Surat • Thesis • Tujuan • Variabel • Wawancara
Laporan praktikum memang menjadi tugas mingguan bagi para pelajar di sekolah maupun mahasiswa yang kuliah.

Laporan praktikum adalah jenis laporan yang dibuat berdasarkan kegiatan praktikum baik di dalam laboratorium maupun diluar ruangan.

pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data, yaitu bagian

Bisa diketik maupun di tulis tangan. Dan kali ini kosngosan akan membahas mengenai Contoh Laporan Praktikum yang baik dan yaitu bagian untuk membantumu dalam menyelesaikan tugas ini.

Kegiatan praktikum tidak hanya dilakukan oleh jurusan sains atau IPA saja, tetapi jurusan non sains seperti sosial, ekonomi, akuntansi juga biasanya melakukan praktikum yang mengharuskan adanya laporan ini. Namun memang seringnya laporan praktikum dibuat untuk kegiatan penelitian yang berdasarkan sains seperti fisika, kimia dan biologi.

Dalam melakukan kegiatan praktikum, biasanya murid atau mahasiswa akan dibagi kedalam beberapa kelompok untuk kemudian melakukan pengamatan terhadap fenomena atau masalah yang terjadi. Nah didalam penulisan inilah lalu cara dan panduan penulisan laporan yaitu bagian perlu dipelajari supaya memudahkan kamu dan pembaca dalam memahami informasi yang sesungguhnya didalam laporan tersebut.

Untuk itu kamu perlu menyimak contoh laporan praktikum yang telah mimin berikan dibawah ini. Baca juga : Contoh Penulisan Proposal yang Baik dan Benar Daftar isi • Laporan Praktikum Limbah • Laporan Praktikum DOC Contoh Laporan Praktikum Format laporan praktikum memang fleksibel menyesuaikan kebutuhan dalam kegiatan praktikum itu sendiri.

Tidak ada ketentuan atau standar yang mengikat baik dalam segi format maupun cara penulisannya. Namun secara umum, format laporan praktikum hampir sama dengan makalah. Hanya saja laporan praktikum bab pembahasannya berisi hasil dan kegiatan dari praktikum itu sendiri. Berikut adalah salah satu format contoh laporan praktikum : Contoh Laporan Praktikum Pengelolaan Limbah Latar Belakang Problem penanganan Limbah menjadi salah satu hal yang klasik dana krusial, hampir seluruh daerah di dunia ini menghadapinya.

Limbah selalu memberikan persoalan pelik, dimana setiap harinya kota besar di Indonesia selalu menghasilkan puluhan bahkan ratusan ton Limbah. Limbah tersebut biasanya diangkut oleh truk khusus dan dibuang pada tempat yang sudah disediakan. Kemudian yang menambah permasalahan dari hari ke hari adalah, bahwa Limbah tersebut semakin menumpuk dan terjadilah bukit Limbah yang menimbulkan berbagai kerugian. Limbah yang menumpuk akan menghasilkan limbah dan polusi yang meragukan banyak orang.

Selain polusi bau yang tidak sedap, Limbah menjadi sarang penyakit dan tempat penyebaran virus dan bakteri yang tidak jarang menjadi sumber wabah penyakit (kosngosan.com) Namun demikian Limbah juga memiliki sisi keuntungan yang jarang diketahui orang.

Limbah bisa didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pemanfaatan Limbah ini tidak terlepas dari penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta adanya inovasi dan kreativitas. Idenfitikasi Masalah Setelah menjabarkan mengenai latar belakang dari kegiatan Praktikum pengolahan Limbah ini, maka didapatkanlah beberapa rumusan masalah, diantaranya sebagai berikut : • Apa saja jenis-jenis Limbah yang sering di temukan di tengah lingkungan Orang-orang?

• Bagaimana tingkat kesadaran dan pengetahuan Orang-orang tentang pengelolaan Limbah? • Bagaimana cara mengolah Limbah yang baik dan benar? • Bagaimana cara menganalisis dan memecahkan masalah tentang Limbah? Tujuan Praktikum Setelah didapat rumusan masalah, maka selanjutnya sobat kosńgosan perlu mengurutkan beberapa tujuan Praktikum yang merupakan jawaban dari rumusan masalah diatas. Yaitu sebagai berikut : • Mengetahui jenis Limbah yang sering didapat pada lingkungan Orang-orang • Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Limbah • Mengetahui cara mengolah Limbah yang baik dan benar • Menganalisis dan memecahkan masalah tentang Limbah Pembahasan Pengertian Limbah Apa itu Limbah?

Limbah adalah kumpulan material yang dianggap sudah tidak terpakai lagi dan dibuang oleh pemilik atau pemakainya. Limbah sering dianggap sebagai material yang tidak bernilai, tetapi sebenarnya masih bisa dipakai dan bernilai ekonomis kalau dikelola dengan cara yang baik dan benar (kosngosan.com) Menurut World Health Organization (WHO) Limbah dapat didefinsikan sebagai produk yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak lagi digunakan, baik tidak terpakai, tidak disenangi, dan sesuatu yang dibuang.

Jenis Limbah Limbah anorganic merupakan jenis Limbah yang berbahan non organic, bersifat sulit membusuk dan tidak dapat terurai oleh tanah. Limbah anorganic dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Contohnya adalah botol plastic, kertas bekas, karton, kaleng bekas, dan produk lainnya yang bersifat olahan industrial Limbah organic basah, istilah Limbah organic basah artinya jenis Limbah organic yang berasal dari mahluk hidup ini punya kandungan air yang cukup tinggi.

Limbah ini misalnya adalah kulit buah dan sisa sayuran rumah tangga Limbah organic kering, yaitu Limbah yang berasal dari bahan organic lain yang kandungan airnya kecil sehingga bersifat kering, seperti misalnya Limbah organic kertas, kayu atau ranting pohon, dan daun kering Cara Pengolahan Limbah Pada dasarnya pengolahan Limbah harus dimulai dari kesadaran Orang-orang dalam memilah Limbah. Limbah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikelompokkan secara optimal, daripada dibuang ke Tempat Pembuangan Limbah (TPS) yang tercampur seperti yang ada saat ini.

Cara Mengolah Limbah Anorganic Limbah anorganic atau non organic cenderung lebih beragam pengolahannya dibandingkan dengan Limbah organic, karena umumnya bahan bahan yang terkandung didalamnya sangat bervariasi, umumnya didomunasi oleh plastic, kaleng, besi, kain, alumunium, cat, dan zat zat kimia olahan pabrik lainnya. Dan masing masing butuh pengolahan yang berbeda pula Penulis ambil contoh pengolahan Limbah plastic, yang menjadi salah satu jenis Limbah non organic paling banyak dihasilkan oleh manusia.

Pertama tentu saja harus membersihkan plastic supaya bahan tersebut bisa bebas dari kotoran, kuman, dan bahan merugikan lainnya. Lalu melakukan pemipihan plastic yang bisa menggunakan mesin press. Selanjutnya adalah tahapan yang paling penting yaitu merajang atau memotong motong plastic menjadi serpihan yang berukuran kecil Serpihan plastic tersebut masih membutuhkan seleksi kembali. Cara memisahkannya yang paling mudah adalah dengan menaruh serpihan plastic tersebut kedalam air dan melihat bagian plastic yang mengapung dan ada bagian plastic yang tenggelam.

Kemudian serpihan plastic itu bisa dijual ke pabrik pengolahan plastic untuk kemudian diubah menjadi lempeng plastic dan memprosesnya menjadi biji plastic yang siap untuk digunakan kembali Cara Mengolah Limbah Organic Cara pengolahan Limbah organic umumnya lebih mudah dibandingkan dengan pengolahan Limbah anorganic. Karena memang bahan dan waktu penguraiannya relatif lebih mudah untuk bahan organic. Sistem penanganan Limbah organic menjadi hal paling penting dari sistem penanganan Limbah selama ini.

Limbah organic bisa dijadikan sebagai pupuk kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) dan dijadikan sebagai makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi yang ada ke tanah Beberapa kelebihan pengolahan Limbah organic diantaranya sebagai berikut : • Menyediakan pupuk organic yang murah dan ramah lingkungan bagi tanaman • Menghemat cost pengangkutan Limbah ke TPA • Mengurangi kebutuhan area TPA • Mengurangi pasokan Limbah organic yang berserakan dan mengggangu • Mengelola Limbah secara efektif dan cepat • Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan seperti bau, selokan macet, dan epidemi yang menular akibat Limbah Solusi Permasalahan Limbah Solusi permasalahan Limbah sebenarnya membutuhkan kerjasama antar semua pihak, baik pemerintah sebagai pemegang kekuasaan, perusahaan sebagai produsen ekonomi, dan Orang-orang pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data konsumen dan pemakai.

Setidaknya beberapa prinsip yang harus dilakukan sebagai solusi untuk menangani permasalahan Limbah yang semakin memburuk, diantaranya : Mengurangi atau Reduce, yang artinya sebisa mungkin kamu harus meminimalisir produk atau material yang dipergunakan sehari hari.

Semakin banyak kamu menggunakan material, apalagi plastic, maka semakin banyak Limbah yang dihasilkan Menggunakan kembali atau Reuse, yang artinya kamu memilih produk yang bisa dipakai kembali.

Jangan memakai produk yang sekali pakai kemudian dibuang, tetapi pakailah produk yang bisa dipergunakan berulang kali. Mendaur ulang atau Recycle, artinya kamu sebisa mungkin harus mendaur ulang atau mengolah kembali produk yang sudah tidak berguna dan akan dibuang itu menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Mengganti atau Replace, yaitu kamu harus meneliti produk yang dipakai sehari-hari.

Bisa mengganti produk yang hanya bisa dipakai sekali dengan produk yang lebih tahan lama. Atau mengganti produk yang terbuat dari plastic, dengan produk yang berasal dari tumbuhan Contoh Laporan Praktikum DOC Kamu bisa download format diatas dengan mengunjungi tautan download laporan praktikum disini. Cara Menulis Laporan Praktikum Menulis laporan praktikum tidak bisa juga sembarangan.

Terdapat beberapa kaidah dan format yang berlaku yang harus disesuaikan, seperti pemilihan kata, penyajian data dan sumber sumber yang diambil haruslah dapat dipertanggung jawabkan.

Yaitu bagian laporan praktikum tersebut bisa bernilai ilmiah dan menjadi rujukan bagi karya tulis lainnya apabila menjadikan nya sebagai sumber rujukan. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa mengunjungi postingan sebelumnya mengenai cara menulis laporan praktikum secara baik dan benar pada penulisan makalah terdapat bab yang membahas pengolahan data.

Pada kesimpulannya, laporan praktikum adalah representasi pemikiran praktikan terhadap hasil dan kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan praktikum.

Laporan praktikum bisa meningkatkan pemahaman kita terhadap praktikum yang sudah dilakukan, sehingga transfer ilmu bisa lebih efektif. Kata Penutup Laporan praktikum sangat penting dalam penilaian terhadap seberapa besar pemahaman praktikan (anggota praktikum) terhadap materi yang sudah dipraktekkan. Terkadang tugas laporan ini bisa saja dilakukan dengan tulis tangan, supaya menghindari kegiatan copy paste yang pastinya sering kalian lakukan.

Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Laporan Praktikum yang Baik dan Benar pada kali ini, semoga bisa membantumu dalam membuat laporan yang berkualitas dan menghasilkan nilai yang memuaskan. Jangan lupa untuk share postingan ini ke teman teman mu ya

MEMBUAT BAB 2 SKRIPSI - Panduan bagian per bagian




2022 www.videocon.com