Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Buah sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Buah mengandung nutrisi, hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah, dan vitamin. Kandungan tersebut bermanfaat untuk perkembangan dan pertumbuh … an tubuh. Buah juga merupakan salah satu sumber air untuk tubuh yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Antioksidan yang terkandung dalam buah dapat membantu mencegah penyakit berbahaya.

Untuk itu, marilah biasakan mengonsumsi buah setiap hari. Jenis paragraf tersebut adalah . nih soal mudah buat yg jawabane bener​ Bacalah cerita anak berikut untuk menjawab soal nomor 19 dan 20!Orang tua Lia memiliki sebuah toko kue yang selalu ramai pembeli.

Orang tuanya mempeke … rjakan banyak orang di toko kue itu. Meskipun demikian, ibu selalu meminta bantuan Lia untuk menguleni adonan kue ataupun mengantarkan pesanan. Hal itu membuat Lia merasa kesal karena menurutnya karyawan ibunya dapat melakukan pekerjaan itu.Setiap ibunya meminta tolong, Lia selalu mengeluh dalam hati, "Mengapa aku tidak dapat bersantai saja seperti seorang putri raja?

Mengapa aku harus bekerja keras?"Suatu hari, ibu meminta bantuan Lia untuk mengantarkan kue ke rumah Nyonya Tari. Dengan wajah berkerut, Lia protes, "Mengapa aku harus mengantarkan pesanan ini, Bu? Seharusnya, karyawan Ibu yang mengantarkan pesanan ini." Mendengar protes Lia, ibunya hanya tersenyum.Ibunya lalu menyerahkan secarik kertas kepada Lia. "Tolong, ya, Nak, antarkan pesanan itu kepada Nyonya Tari. Itu harga pesanannya. Hati-hati di jalan, ya, Nak," kata ibu. Dengan berat hati, Lia pun berangkat.Lia berhasil mengantarkan pesanan itu.

Sebagai ucapan terima kasih, Nyonya Tari memberikan jus mangga kepada Lia. "Kamu hebat sekali, Lia. Kamu anak yang rajin membantu orang tua," kata Nyonya Tari memuji Lia. Senyuman pun merekah di wajah Lia.19.Amanat yang terkandung dalam cerita anak tersebut adalah .​ kamu telah mengetahui ciri-ciri bahasa iklan elektronik.

sekarang perhatikan iklan-iklan elektronik. Identifikasilah ciri-ciri bahasa yang mampu menar … ik perhatian khalayak pada iklan tersebut. Tuliskan secara detail hasil identifikasimu1.produk yang diiklankan:ciri-ciri bahasa yang terkandung dalam iklan: 2. produk yang diiklankan: ciri-ciri bahasa yang terkandung dalam iklan: 3. produk yang diiklankan: ciri-ciri bahasa yang terkandung dalam ikan:​ Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan.

Kali ini PakDosen akan membahas tentang Membaca Cepat? Mungkin anda pernah mendengar kata Membaca Cepat? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, tujuan, pengukuran, teknik, model, faktor dan cara. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. 8.1. Sebarkan ini: Menurut Nurhadi (2016:162) membaca cepat ialah membaca dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan pemahaman yang tinggi pula dengan memenuhi tujuan membaca dan keutuhan bahan bacaannya.

Sedangkan menurut Soedarso dalam speed reading (gramedia cetakan II,2004) membaca cepat ialah semacam latihan untuk mengolah secara cepat proses penerimaan informasi.

Dari kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca cepat hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah membaca dengan kecepatan tinggi untuk mendapatkan pemahaman yang tinggi pula dan memproses penerimaan informasi secara cepat. Pengertian Membaca Cepat Menurut Para Ahli Berikut ini adalah beberapa pengertian membaca cepat menurut para ahli yaitu: 1.

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Menurut Tampubolon (1990) Membaca cepat adalah membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan.

Artinya, seorang pembaca cepat yang baik, tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan di berbagai cuaca dan keadaan membacanya. Penerapan kemampuan membaca cepat itu disesuaikan dengan tujuan membacanya, aspek bacaan yang digali (keperluan) dan berat ringannya bahan bacaan. 2. Menurut Nurhadi (2005) Speed reading atau membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan untuk mengelola secara cepat proses penerimaan informasi dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaan.

3. Menurut Hernowo (2005) Membaca cepat adalah kegiatan merespon lambang-lambang cetak atau lambang tulis dengan pengertian yang tepat dan cepat. Tujuan Membaca Cepat Membaca cepat tentu memiliki tujuan, tujuannya yakni agar dalam waktu yang relatif singkat kita mampu mendapatkan hasil dan memahami bacaan sebanyak-banyaknya.

Mengapa membaca cepat begitu penting? Hampir seluruh informasi yang kita dapatkan dari buku-buku, koran, majalah, tabloid, bahkan media internet seperti media online menyajikan informasi dalam bentuk teks bacaan.

Nah, itulah tujuan dari membaca cepat. Pengukuran Membaca Cepat Tampubolon (1990:7) menyatakan bahwa kemampuan membaca adalah kecepatan dalam membaca disertai dengan pemahaman isi. Oleh karena itu, kemampuan membaca dapat juga ditingkatkan dengan cara penguasaan teknik-teknik membaca efisien dan efektif. Selain dari kecepatan membaca, pemahaman juga harus diukur. Mengukur pemahan isi bacaan (PI) secara keseluruhan dilakukan dengan cara menghitung persentase skor jawaban yang benar atas skor jawaban ideal dari pertanyaan-pertanyaan tes pemahaman bacaan tersebut.

Prrosenya dapat digambarkan sebagai berikut: Untuk mengukur KEM seseorang, kedua hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah tersebut harus diintegrasikan. Menurut D.P. Tampubolon (1990), hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: KM = kemampuan membaca KB = jumlah kata yang terdapat dalam bacaan Baca Lainnya : √ 2 Penjelasan Siklus Pertumbuhan Hewan Lengkap SM = jumlah skor membaca KPM = jumlah kata per menit PI = persentase pemahaman isi Berbeda dengan Tampubolon, Harjasujana (1988) mengajukan rumus kemampuan membaca sebagai berikut: Keterangan: p = jumlah kata yang terdapat dalam bacaan q = jumlah waktu dalam hitungan detik r = jumlah jawaban yang benar (Samsu Somadoyo, 2011:55).

Kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan. Cara mengukur kemapuan membaca ialah: Jumlah kata yang dapat di baca permenit dikalikan dengan persentase pemahaman isi bacaan. Misalnya, jika yang dapat Anda baca per menit adalah 200 kata, dan jawaban yang benar atas pertanyaan-pertanyaan isi bacaan itu adalah 60%, maka kemampuan baca Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah adalah 200 x 60% = 120 kpm (kata per menit).

Jika diterima bahwa lulusan SLTA diharapkan memiliki kecepatan membaca minimum 250 kata per menit dengan pemahaman minimum 70%, maka kemampuan membca minimum lulusan SLTA ialah 250 x 70% = 175 kpm (Tampubolon, 1987:11). Jika waktu baca Anda memakai ukur dalam sekon, maka cara menghitung kemampuan membaca Anda adalah sebagai berikut: (Tampubolon, 1987:12). “Nuttal (1982:37) menyatakan bahwa ketika seseorang membaca, kemudian tidak memahami bahan bacaannya, maka kegiatan membaca yang dilakukan tersebut akan tidak berarti apa-apa.

Untuk itu, aspek yang penting dalam kemampuan membaca seseorang adalah aspek pemahaman” (Samsu Somadoyo, 2011:54). Teknik-teknik Membaca Cepat Tidak semua orang langsung hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah untuk membaca cepat, keterampilan ini membutuhkan latihan yang mungkin bisa sampai berulang-ulang agar seseorang dapat menguasai teknik-teknik yang tepat dalam membaca cepat.

Latihan-latihan ini dipandang penting untuk dilakukan karena biasanya seseorang yang baru pertama kali belajar membaca cepat akan mengalamai beberapa masalah yang bisa menjadi penghambat dalam membaca cepat. Syarat utama untuk dapat membaca cepat adalah mengetahui dengan persis bahan apa yang sedang dicari, hal ini dapat dicapai dengan melakukan pemindaian secara cepat.

Untuk dapat membaca cepat memang membutuhkan beberapa teknik tertentu. Menurut Nurhadi (2008:114-122), terdapat beberapa teknik dalam membaca cepat, yaitu : 1. Teknik Scanning Teknik membaca scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut seseorang dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri.

Jadi, dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca, melainkan langsung ke kata kunci. 2. Teknik Skimming Teknik membaca skimming adalah membaca secara garis besat(sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Setelah itu, melacak informasi yang ingin diketahui secara mendalam.

Untuk memperlancarkan proses teknik skimming maka dapat dilakukan terlebih dahulu membaca daftar isi,kata pengantar, pendahuluan, judul serta kesimpulan. Menurut Hamzah (2012:110)selain teknik scanning dan skimming terdapat satu teknik lagi dalam membaca cepat, yaitu : • Teknik SQ3R Teknik SQ3R adalah teknik membaca cepat dengan melalui beberapa tahap.Tahap-tahap tersebut, yaitu : • Survei Pemindaian terhadap daftar isi, pendahuluan, pengantar dan bagian ringkasan untuk mendapatkan gambaran umum isi buku.

Tujuannya yaitu mempercepat menangkap arti, mengetahui ide-ide penting dan memudahkan mengingat lebih banyak serta lebih mudah memahami bacaan. • Question Pada tahap ini, pembaca membuat daftar pertanyaan yang berhubungan dengan bahan-bahan yang sedang dicari.

Jumlah pertanyaan bergantung pada panjang-pendeknya teks, dan kemampuan dalam memahami teks yang sedang dipelajari. Jika teks yang sedang dipelajari berisi hal-hal yang sebelumnya sudah diketahui, mungkin hanya perlu membuat beberapa pertanyaan.

Sebaliknya, apabila latar belakang pengetahuan tidak berhubungan dengan isi teks, maka perlu menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya. • Read Langkah ketiga adalah membaca secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun. Dalam hal ini, membaca secara aktif juga berarti membaca yang difokuskan pada paragraf-paragraf yang diperkirakan mengandung jawaban-jawaban yang diperkirakan relevan dengan pertanyaan yang telah disusun pada langkah kedua.

Baca Lainnya : Homonim, Homofon dan Homograf • Recite Langkah keempat adalah menyebutkan atau menceritakan kembali jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun. Sedapat mungkin diupayakan tanpa membuka catatan jawaban sebagaimana telah dituliskan dalam langkah ketiga. Jika sebuah pertanyaan tidak terjawab, diusahakan tetap terus melanjutkan untuk menjawab pertanyaan berikutnya. Demikian seterusnya, hingga seluruh pertanyaan, termasuk yang belum terjawab, dapat diselesaikan dengan baik.

• Review Setelah mengingat-ingat, maka materi yang didapatkan diulas kembali,tindakan ini dapat dilakukan dengan membaca ulang uraian dalam buku tersebut, mengembangkan catatan atau mendiskusikannya dengan orang lain. Model-model Membaca Cepat Bagi sebagian orang membaca harus dilakukan dengan konsentrasi yang tinggi. Dengan berkonsentrasi kita mampu meningkatkan pemahaman kita dalam membaca. Tapi, bagaimana bisa berkonsentrasi kalau waktu yang tersedia hanya sedikit dan tidak cukup, sedangkan bacaan yang harus dibaca masih banyak.

Maka, solusinya yaitu kita harus membaca dengan cepat. Menurut Nurhadi (2004: 120) terdapat beberapa model yang biasa digunakan para pakar untuk membaca dengan cepat.Model-model itu adalah membaca dengan model line by line, membaca model melingkar, dan membaca model spiral. 1. Membaca dengan model line by line Dilakukan dengan membaca secara berurutan dari baris pertama sampai baris terahir. Model ini biasa digunakan bagi mereka yang membaca bacaan yang bersifat padat, banyak terdapat istilah asing, atau untuk bacaan yang terbilang masih berupa bacaan baru bagi pembaca.

Hal ini sering kita alami ketika masih SD atau SLTP, karena siswa yang baru mengenal bahan bacaan baru pasti merasa khawatir akan kemungkinan adanya bacaan atau informasi yang terlewat jika membaca dengan cepat-cepat.

2. Membaca dengan model melingkar Model ini dilakukan dengan mencari kata kunci. Pembaca dapat membaca dengan acak untuk menemukan kata kunci dalam sebuah bacaan dengan tujuan agar dapat mengerti inti dari bacaan.

Selebihnyagunakan akal pikiran dan logika untuk menghubungkanya. Model ini biasanya digunakan untuk membaca bacaan ringan seperti koran, majalah, dan sebagainya. 3. Membaca dengan model spiral Metode spiral ini dilakukan dengan tidak membaca seluruh bacaan yang ada, namun dengan membaca zig-zag seperti spiral. Kalimat yang terbaca memang tidak tersambung dengan sempurna, namun itu adalah proses kreatif pembaca untuk mencari kata penghubung sesuai dengan rasio dan pemikiran kita.

Ini akan membuat kita menyimpulkan sendiri informasi yang didapat. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Membaca Membaca bukanlah sesuatu kegiatan pembelajaran yang mudah. Keberasilan peserta didik dalam membaca tergantung dengan penguasaan teknik-teknik membaca. Ada banyak teknik membaca yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai prestasi baca yang baik, salah satunya adalah kecepatan membaca. Kegiatan membaca cepat sangat menguntungkan, setiap pembaca patut memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca agar dapat memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan secara optimal.

Kecepatan membaca dalam kehidupan modern dan globalisasi yang berkembang pesat ini semakin diperlukan karena tidak banyak orang yang memiliki waktu luang dalam kesehariannya. Model dan teknik membaca cepat dengan pemahaman utuh menjadi aspek yang patut ditekankan dalam kegiatan membaca saat ini Kecepatan membaca akan dapat terjadi apabila pembaca memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca.

Faktor yang mempengaruhi dapat mengacu pada kemampuan seseorang yang bersifat spesifik, yang meliputi pengembangan konsep kosa kata, keterampilan analisis kata dan lain-lain. Nurhadi (2005:35) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan dari pengetahuan bahasa, gaya kognitifdan pengalaman membaca. Hal ini berarti untuk mencapai pemahaman bacaan, faktor membaca memegang peran yang sentral. Selain ketiga faktor di atas, kecepatan membaca dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.

Faktor-faktor tersebut, yaitu: • Sulit konsentrasi Kesulitan konsentrasi dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya kelelahan fisik dan mental, bosan atau ada hal yang sedang dipikirkan. Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah kemana, dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan anada menangkap dan memahami isi bacaan.

Apalagi ketika anda membaca cepat, konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca sesuai dengan pemahaman. Baca Lainnya : Pengertian Berkarya Seni Rupa • Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah motivasi Faktor penghambat berikutnya adalah motivasi, gangguan ini biasanya dialami mahasiswa ketika ingin membaca teks book tebal yang tidak disukai. Motivasi yang rendah akan muncul ketika anda hendak membaca suatu buku tetapi tidak mengerti hal yang dibahas dalam buku tersebut, maka anda akan cenderung membaca sekedarnya dan tidak terlalu berniat untuk membaca dengan pemahaman yang baik.

• Kekhawatiran tidak memahami bahan bacaan Terkadang ada sebagian orang yang minder terlebih dahulu ketika baru melihat buku yang hendak dibaca, ia berpikir bahwa buku tersebut terlalu berat dan nanti tidak bisa dipahami,rasa khawatir ini akan menjadi kenyataan bila anda terus larut dan memikirkannya.

Untuk itu, singkirkan semua kekhawatiran tersebut. • Melakukan kebiasaan buruk dalam membaca Membaca cepat bagi orang awam atau seseorang yang tidak mendapatkan latihan khusus membuat mereka merasa lelah dalam membaca karena lamban dalam membaca. Hal tersebut diperkuat dengan adanya kebiasaan buruk dalam membaca. Menurut Nurhadi (2004:31) kebiasaan buruk dalam membaca, yaitu : 1. Vokalisasi Vokalisasi atau membaca dengan bersuara adalah salah satu hal yang mampu menghambat kecepatan membaca dalam membaca cepat.

Jika seseorang membaca dengan bersuara,maka ia melakukan dua pekerjaan sekaligus sehingga akan menghambat kecepatan membaca sekaligus pemahaman yang diperoleh. 2. Menggerakkan bibir Menggerakkan bibir ketika sedang membaca akan membuat kecepatan membaca kita melambat, itu sama saja dengan membaca menggunakan suara. Menurut Soedarso (2002: 77) kecepatan seseorang yang membaca dengan bersuara ataupun gerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan seseorang yang membaca secara diam.

3. Menggerakkan kepala Menggerakkan kepala saat membaca merupakan kebiasaa buruk yang timbul pada masa kanak-kanak. Kebiasaan itu timbul karena dulu jangkauan mata kita sewaktu masih kecil kurang mencukupi. 4. Menunjuk dengan jari Kegiatan membaca dengan menunjukkan jari atau alat lain juga merupakan kebiasaan membaca yang dibawa sejak kecil. Dulu, kita menerapkan hal tersebut untuk menjaga agar tidak ada kata yang terlewatkan. Akan tetapi, setelah dewasa tentunya kemampuan membaca kita semakin meningkat namun kebiasaan ini tetap dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan.

Padahal, membaca dengan menunjukkan dengan jari dapat menghambat kecepatan membaca kita. Kecepatan membaca dapat menjadi aspek penting yang mendukung keberhasilan kegiatan membaca termasuk dalam memahami isi bacaan.

Kecepatan membaca berupaya untuk mengefisienkan waktu membaca tanpa meninggalkan aspek pemahaman terhadap bacaan, kecepatan membaca patut menjadi perhatian bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan kecepatan membaca peserta didik yang efektif sebagai bagian untuk memahami materi pelajaran. Cara Mengukur Kecepatan Membaca Menurut Nurhadi (2008:40-42) kecepatan membaca biasanya diukur dengan berapa banyak kata yang terbaca setiap menitnya, dengan pemahaman rata-rata 50% atau dengan kata lain berkisar antara 40-60%.

Pada taraf pemahaman sekian, kecepatan membaca yang diukur dianggap memadai. Misalnya, ada sebuah teks bacaan terdiri dari 1.000 kata, hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah teks ini selesai dibaca dengan waktu satu menit, maka kecepatan membacanya adalah 1.000 kata/menit. Demikian Penjelasan Materi Tentang Membaca Cepat: Pengertian, Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Pengukuran, Teknik, Model, Faktor dan CaraSemoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.

Sebarkan ini: • Facebook • Twit • WhatsApp Posting pada SMA, SMK, UMUM Ditag 4 teknik membaca cepat, apa itu speed reading, apa yang dimaksud dengan membaca senyap, apa yang dimaksud membaca pemahaman, apa yang dimaksud teknik scanning, bagaimana teknik membaca cepat, buku metode speed reading, contoh membaca cepat, dua faktor dalam membaca cepat yaitu, esai merupakan karangan yang berupa hasil, fungsi membaca cepat, hambatan membaca cepat, hambatan membaca cepat menurut nurhadi, indikator membaca cepat, istilah membaca cepat, jelaskan langkah-langkah membaca cepat, jelaskan yang dimaksud membaca cepat, jenis tahapan membaca cepat, kita dapat menemukan apa dengan membaca teks, macam-macam membaca cepat, makalah membaca cepat, makalah teknik membaca, manfaat hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah cepat, manfaat speed reading, membaca nyaring adalah, membaca senyap adalah, mengapa mahasiswa perlu membaca cepat, model membaca cepat, model model membaca cepat, model pembelajaran membaca, nama lain membaca cepat, pengertian hikayat adalah, pengertian keterampilan membaca cepat, pengertian membaca cepat brainly, pengertian membaca cepat dan efektif, pengertian membaca cepat menurut para ahli, pengertian membaca efektif, pengertian metode speed reading, perbedaan membaca pemahaman dan membaca cepat, ringkasan materi membaca cepat, rumus membaca cepat, sebutkan langkah-langkah dalam membaca cepat, teknik membaca adalah, teknik membaca cepat, terangkan pengertian skimming, terangkan pengertian teknik fiksasi, tujuan membaca cepat, tujuan membaca cepat menurut para ahli Pos-pos Terbaru • Penyimpangan Sosial • Komunikasi Bisnis • Lembaga Keuangan • ISP adalah • Laut Adalah • Akhlak Adalah • Peramalan Adalah • Sedimentasi adalah • Sel Elektrolisis • Higgs domino mod apk speeder tanpa iklan • Dataran adalah • Good Governance • Kenakalan Remaja • Siklus Krebs • Norma Kesopanan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Baca Tujuan membaca seseorang akan menentukan kecepatan bacanya.

Berbicara tentang hubungan kecepatan membaca deng an tujuan yang dikehendaki dari kegiatan membacanya itu, akan terjadilah apa yang dinamakan fleksibilitas kecepatan baca. Yang dimaksud fleksibilitas kecepatan baca adalah kelenturan tempo baca pada saat membaca sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan membacanya tersebut. Jika tujuan membacanya hanya sekedar ingin menikmati karya sastra secara santai, pembaca dapat memperlambat tempo kecepatan bacanya.

Kalau pembaca menginginkan informasi menyeluruh tentang kejadian hari ini dengan segera, tentu ia akan meningkatkan kecepatan bacanya. Pembaca akan berusaha menemukan ide-ide utama atau gagasan-gagasan penting saja dan menghiraukan hal-hal kecil atau rincian-rincian khusus dalam bacaannya tersebut.

Pada tahap-tahap awal, tingkat kecepatan baca e rat kaitannya dengan faktor kesiapan membaca ( reading readness). Burron dan Claybaugh (1977) mengajukan enam hal yang dipandang penting dalam mempertimbangkan reading readness. Keenam hal tersebut meliputi: (a) (a) fasilitas bahasa lisan; (b) latar belakang pengalaman; (c) diskriminasi auditori dan diskriminasi visual; (d) intelegensi; (e) sikap dan minat; (f) kematangan emosi dan sosial.

Butir a, c, dan f (fasilitas bahasa lisan, diskriminasi auditori dan visual, dan kematangan emosi dan sosial) merupakan bekal bagi pembaca pemula dalam belajar membaca; sementara butir b, d, dan e (latar belakang pengalaman, intelegensi, dan sikap dan minat) dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pada tingkat lanjut.

Dari ketiga faktor yang disebut terakhir yang dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kecepatan baca pa da tingkat lanjut, memang ada hal penting yang perlu dicatat. Hasil penelitian Yap (19 78), misalnya, menunjukkan bukti bahwa faktor intelegensi tidaklah terlalu berkontribusi terhadap kemampuan membaca seseorang. Faktor ini hanya berurun sekitar 25%; sementara yang paling besar urutannya terhadap kemampuan membaca adalah faktor intensitas membacayakni sebesar 65%. Faktor ini berkenaan dengan faktor sikap dan minatyakni sikap, kebiasaan, minat, dan motivasi membaca termasuk di dalamnya latar belakang pengalaman membaca.

Sisanya, sebesar 10% merupakan urutan dari faktor lain-lain. Heilman (1972) dan Alexander (1983) menyodorkan pandangan yang sama mengenai faktor-faktor reading readness.

Namun, Alexander tampaknya memberikan rincian yang lebih detil mengenai hal ini, mengingat language development dirincinya lagi pada kemapuan-kemampuan yang lebih spesipik.

Kemampuan-kemampuan dimaksud meliputi pengembangan konsep kosakata, pemahaman makna kata, pemahaman konsep-konsep linguistik, keterampilan analisis kata, dan lain-lain. Ommagio (1984) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan dari pengetahuan bahasa, gaya kognitif, dan pengalaman membaca. Dalam mencapai pemahaman bacaan, Ommagio tampaknya lebih menyoroti faktor pembacanya. Jika pembaca memiliki dan menguasai ketiga faktor di atas, maka proses pemahaman bacaan tidak akan mendapat hambatan yang berarti.

Pendapat senada juga dilontarkan oleh Harjasujana (1992). Menurutnya, sekurang-kurangnya terdapat lima hal pokok yang dapat mempengaruhi proses pemahaman sebuah wacana. Kelima faktor tersebut meliputi: (a) (a) latar belakang pengalaman, (b) kemampuan berbahasa, (c) kemampuan berfikir, (d) tujuan membaca, dan (e) berbagai afeksi seperti motivasi, sikap, minat, keyakinan, dan perasaan. Harjasujana pun tampaknya lebih menyoroti aspek pembacanya ketimbang aspek lainnya dalam menyoroti masalah faktor-faktor pemengaruh KEM seseorang.

Williams (1984) mengomentari perihal faktor yang mempengaruhi pemahaman bacaan itu sebagai berikut. Ketidak tahuan akan bahasa dapat menghalangi pemahaman. Meskipun pengetahuan bahasa itu penting, namun bagaimana menumbuhkan keinginan membaca jauh lebih penting. Selanjutnya, beliau mengaitkan hal tersebut dengan keterbacaan wacana ( readability).

Menurutnya, materi bacaan yang disuguhkan dengan bahasa yang sulit menyebabkan bacaan itu sulit dipahami dan mengakibatkan frustasi bagi pembacanya. Keterbacaan menurutnya, tidak hanya bergantung kepada bahasa teks, melainkan juga bergantung pada pengetahuan pembaca tentang teks serta bagaimana ketekunan dan ketajaman membacanya.

Antara minat baca dan keterbacaan wacana terdapat hubungan timbal-balik. Ketiadaan minat baca menyebabkan keengganan membaca pada pembacanya. Salah satu hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah yang menyebabkan keengganan membaca ini adalah faktor keterbacaan wacana.

Teks yang memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi relatif lebih mudah dibaca. Sebaliknya, teks yang memiliki tingkat keterbacaan yang rendah relatif lebih sulit dibaca. Faktor tingkat keterbacaan yakni tingkat mudah-sukarnya bacaan bagi peringkat pembaca tertentu juga mempengaruhi kecepatan baca seseorang. Bahan bacaan yang tidak sesuai dengan peringkat pembacanya dianggap mempunyai tingkat keterbacaan yang rendah.

Bahan bacaan yang demikian tentu saja tidak dapat dicerna dengan mudah dalam waktu yang relatif cepat. Pembaca membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencerna bahan bacaan seperti itu.

Sebaliknya, bahan bacaan yang memiliki tingkat keterbacaan yang layak dengan pembacanya, atau bahkan cenderung di bawah kemampuan pembacanya, akan dilahapnya dalam waktu yang relatif cepat. Faktor minat dan motivasi seseorang dalam membaca juga turut berpengaruh terhadap kecepatan bacanya. Minat dan motivasi yang tinggi, baik terhadap bahannya maupun terhadap kegiatan membacanya, akan berefek positif terhadap kecepatan baca seseorang.

Selain dipengaruhi faktor-faktor di atas, kecepatan membaca juga dipengaruhi oleh faktor kebiasaan. Yang dimaksud dengan faktor kebiasaan di sini adalah kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasanya dilakukan pada saat membaca (membaca dalam hati/pemahaman). Kebiasaan-kebiasaan buruk antara lain: (a) (a) m embaca dengan vokalisasi (suara nyaring); (b) membaca dengan gerakan bibir; (c) membaca dengan gerakan kepada; (d) membaca dengan menujuk baris bacaan dengan jari, pena, atau alat lainnya; (e) membaca dengan mengulang kata, atau baris bacaan (regresi); (f) membaca dengan subvokalisasi (melafalkan bacaan dalam batin atau pikiran); (g) membaca kata demi kata; (h) membaca dengan konsentrasi yang tidak sempurna; (i) membaca hanya jika perlu/ditugasi/dipaksa saja (insidental).

Faktor lain yang mempengaruhi kecepatan efektif membaca adalah penguasaan teknik-teknik membaca yang tepat sesuai dengan tujuan, bahan, dan jenis membacanya. Teknik-teknik membaca yang umum dikenal orang adalah: a) Teknik baca-pilih atau selecting, yaitu membaca bahan bacaan atau bagian-bagian bacaan yang dianggapnya relevan atau mengandung informasi yang hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah pembaca.

Dalam hal ini, sebelum melakukan kegiatan membaca tersebut, pembaca telah melakukan pemilihan/seleksi bahan terlebih dahulu. b) T eknik baca-lompat atau skipping, yaitu membaca dengan loncatan-loncatan. Maksudnya, bagian-bagian bacaan yang dianggap tidak relevan dengan keperluannya atau bagian-bagian bacaan yang sudah dikenalnya/dipahaminya tidak dihiraukan. Bagian bacaan yang demikian dilompati untuk mencapai efektivitas dan efisiensi membaca. c) Teknik baca-layap atau skimming atau dikenal hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah istilah membaca sekilas, yaitu membaca dengan cepat atau menjelajah untuk memperoleh gambaran umum isi buku atau bacaan lainnya secara menyeluruh.

Selain itu, teknik ini juga dapat dipergunakan sebagai dasar memprediksi (menduga), apakah suatu bacaan atau bagian-bagian tertentu dari bacaannya itu berisi informasi tertentu. Seorang pembaca yang menggunakan teknik skimming hanya memetik ide-ide pokok bacaan atau hal-hal penting atau intisari suatu bacaan. Teknik ini dipergunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut: 1) Mengenali topik bacaan; misalnya mengenali kesan umum suatu buku untuk melihat relevansi isi bacaan dengan keperluan pembacanya atau memilih suatu artikel dari majalah/surat kabar untuk kliping.

2) Mengetahui pendapat orang (opini).

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Setelah pembaca mengetahui topik yang dibahas, dia juga ingin mengetahui pendapat penulisnya terhadap masalah tersebut. Suatu kesimpulan itu biasanya diletakkan pada bagian akhir bacaan. 3) Mengetahui bagian penting tanpa harus membaca seluruh bacaan. Pembaca hanya melihat seluruh bacaan itu untuk memilih ide-ide yang dianggapnya penting dan baik, tetapi tidak membacanya secara lengkap.

4) M engetahui organisasi penulisan, urutan hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah pokok, hubungan antar bagian guna mencari atau memilih bahan yang perlu dipelajari atau prlu diingat. 5) M enyegarkan apa yang pernah dibaca, misalnya dalam mempersiapkan ujian atau seramah. d) Teknik baca-tatap atau scanning atau dikenal juga dengan istilah sepintas, yaitu suatu teknik pembacaan sekilas cepat tetapi teliti dengan maksud untuk memperoleh informasi khusus/tertentu dari bacaan.

Pembaca yang menggunakan teknik ini akan langsung membaca bagian tertentu dari bacaannya yan g berisi informasi/fakta yang diperlukannya tanpa menghiraukan bagian-bagian lain yang dianggapnya tidak relevan. Teknik scanning biasa digunakan untuk hal-hal berikut: 1) mencari nomor telepon; 2) mencari makna kata tertentu dalam kamus; 3) mencari keterangan tentang suatu istilah pada ensiklopedia; 4) mencari entri atau rujukan sesuatu hal pada indeks; 5) mencari definisi sebuah konsep menurut para pakar tertentu; 6) mencari data-data statistik; 7) m encari acara siaran TV, daftar perjalanan, dokter jaga, dan sebagainya.

Keempat teknik membaca di atas, pada umumnya jarang dipergunakan dalam bentuk tunggal atau berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan teknik-teknik lainnya. Bahkan sering terjadi keempat teknik ini dipergunakan sekaligus secara bergiliran dalam suatu kegiatan membaca. Yang penting bagi pembaca adalah bagaimana dia dapat memilih, menentukan, dan menggunakan teknik membaca yang tepat/cocok denan sifat informasi yang diperlukannya sehingga memenuhi tuntutan efektifitas dan efisiensi membaca.

Di samping teknik-teknik membaca di atas, kita juga perlu menguasi metode-metode membaca yang efektif dan efisien. Metode-metode tersebut misalnya membaca frase, metode SQ3R, metode PQ3R, metode PQRST, dan lain-lain.

Pembicaraan tentang metode membaca dapat dilihat pada buku-buku lain. Dari sekian banyak pendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, pendapat Pearson dipandang sebagai cermin dari kesimpulan pendapat-pendapat di atas. Menurut beliau, faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman bacaan dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yakni faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal).

Faktor-faktor dalam meliputi kompetensi bahasa, minat, motivasi, dan kamampuan membaca. Faktor-faktor yang termasuk faktor dalam tersebut bersumber pada diri pembaca. Faktor luar dibaginya lagi menjadi dua kategori, yakni (a) unsur dalam bacaan, dan (b) sifat-sifat lingkungan baca.

Unsur dalam bacaan berkaitan dengan keterbacaan dan faktor organisasi teks. Sifat lingkungan baca berkenaan dengan fasilitas, guru, model pengajaran, dan lain-lain (Pearson, 1978; Hafni, 1981). Jika pengklasifikasian faktor-faktor pemengaruh kecepatan baca tersebut kita buat skematiknya, maka akan tampak skema seperti berikut ini. Faktor-faktor Pemengaruh Kecepatan Baca Faktor dalam (internal) – k ompetensi bahasa – minat dan motivasi – sikap dan kebiasaan – intelegensi/kemampuan – unsur dalam bacaan Faktor luar (eksternal) ● keterbacaan wacana ● organisasi teks/tulisan – sifat lingkungan baca ● fasilitas ● guru ● model PBM dll.

MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Sekarang ini banyak orang memerlukan informasi sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat, sehingga segala perubahan yang sangat cepat dapat diketahui segera.

Sebagai contoh dapat dilihat dari krisis ekonomi yang sedang dialami sekarang ini, dari permasalahan ini harga selalu berubah dengan cepat. Informasi semacam itu dapat segera diketahui baik dari media elektronik, seperti televisi, radio, internet, atau media cetak seperti majalah, koran dan sebagainya. Bebagai ungkapan yang dikemukakan oleh para ahli tentang pentingnya membaca antara lain, seperti yang dikemukakan oleh Tampubolong (1987 : 34) yang dengan tegas mengatakan bahwa dunia kita adalah dunia baca.

Untuk mengetahui dari sebagian ilmu pengetahuan dan informasi lainnya, maka diperlukan membaca.Karena membaca kita dapat mengenal dunia baru disekitar kita, bangsa lain, dan sebagainya. Membaca sebagai salah satu aspek dari empat keterampilan berbahasa, memegang peranan penting dalam pengajaran bahasa indonesia.

Dikatakan penting karena, selain pelajaran menyimak, berbicara, dan menulis. Keterampilan membaca adalah salah satu alat yang sangat ampuh untuk memperoleh berbagai macam informasi tertentu, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, membaca adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat maju. Demikian pula dalam dunia pendidikan, peranan membaca sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa.

Hal ini dapat dibuktikan bahwa semakin tinggi pemahaman siswa, semakin tinggi pula pengetahuan yang dimilikinya. Dengan demikian minat baca dan kemampuan membaca siswa perlu ditumbuhkan sedini mungkin, agar siswa dapat memahami peranan dan fungsi membaca. Baik alat komunikasi maupun sebagai alat belajar untuk mengembangkan pengetahuan dan memperluas cakrawala keterampilannya. Dapat dikatakan bahwa anak didik yang mempunyai tingkat kemampuan membaca yang lebih tinggi akan lebih mudah memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang tertuang dalam media cetak atau media tulis.

Berdasarkan hal tersebut, pemerintah telah melakukan upaya untuk membudayakan kebiasaan membaca di kalangan siswa maupun kalangan masyarakat luar, misalnya dengan mendirikan perpustakaan sekolah maupun perpustakaan umum, mengadakan pameran buku, dan seminar yang bertujuan untuk menggairahkan minat baca siswa dan masyarakat pada umumnya. Pengertian Membaca Cepat 1.5. Sebarkan ini: Membaca Cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya.

Apabila waktu bacanya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi, maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat. Pada umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya.

Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang, antara lain • Kebiasaan lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan, menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, dan menggunakan jari atau benda untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya.

• Tidak agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan. • Persepsinya kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya. Untuk meningkatkan kecepatan baca kita, pertama-tama hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah perlu mengukur kecepatan baca kita.

Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita. Rumusnya : (Jumlah kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan prosentase pemahaman. Kecepatan baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. Pada umumnya kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut : • Membaca secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm) Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk • mengenal bahan-bahan yang akan dibaca • mencari jawaban atas pertanyaan tertentu • mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan • Membaca dengan kecepatan tinggi (500 – 800 kpm) Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk • membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya • membaca novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya.

• Membaca secara cepat (350 – 500 kpm) Biasanya digunakan untuk • membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang bersifat informatif. • Membaca fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi akhir cerita. • Membaca dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm) Biasanya digunakan untuk • membaca fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya. • Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail, mencari hubungan, atau membuat evaluasi ide penulis.

• Membaca lambat (100 – 125 kpm) Biasanya digunakan untuk • mempelajari bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya. • Menguasai bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis • Membuat analisis bahan-bahan bernilai sastra klasik • Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk).

Pernahkan Anda bingung menghadapi buku tebal atau tumpukan buku yang harus dipahami dalam waktu cepat. Hal ini biasanya dialami ketika kita menghadapi ujian sekolah/kuliah, membuat karya ilmiah, menyiapkan bahan presentasi, atau mempelajari dokumen-dokumen penting. Padahal waktu Anda sangat terbatas. Rasanya tak mungkin buku itu bisa dibaca seluruhnya. Sementara Anda dituntut harus paham isi buku itu. Kondisi ini tak jarang membuat kita panik bahkan mungkin stress.

Tahukan Anda bahwa kekuatan mata manusia sangat luar biasa dalam menangkap simbol-simbol verbal dan non verbal dalam tulisan. Bahkan berkat kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, mata kita mampu mengalahkan kamera secanggih apapun. Oleh karena itu sesungguhnya mata kita mampu menangkap cepat tulisan yang berupa simbol-simbol. Potensi inilah yang biasa dikembangkan untuk memahami isi bacaan secara cepat atau sering disebut membaca cepat (speed reading).

MANFAAT MEMBACA CEPAT Berkaitan dengan membaca cepat, ada beberapa tujuan dan manfaat yang Anda peroleh, yaitu: • Mengenali topik bacaan Jika Anda pergi ke toko buku atau perpustakaan, Anda ingin mengetahui apa yang dibahas dalam buku yang Anda pilih. Untuk keperluan tersebut, Anda melakukan membaca cepat beberapa menit ( knowsing) untuk melihat bahan yang dibaca sekedar untuk mengetahui isi bacaan. Hal ini juga dapat dilakukan ketika akan memilih artikel dimajalah dan surat kabar ( kliping).

• Mengetahui pendapat orang (opini) Di sini Anda sudah mengetahui topik yang dibahas, selanjutnya Anda ingin mengetahui pendapat penulis itu terhadap masalah yang dibahas. Untuk itu, Anda tinggal membaca tulisan yang ada di tajuk surat kabar tersebut. Anda cukup membaca paragraf pertama atau akhir yang biasanya memuat kesimpulan yang dibuat oleh penulis (redaksi). • Mendapatkan bagian penting yang diperlukan Anda perlu melihat semua bahan bacaan itu untuk melihat ide yang bagus, tetapi tidak perlu membaca setiap kata, kalimat, bahkan alinea secara lengkap.

• Mengetahui organisasi penulisan Dengan teknik membaca cepat maka dapat segera mengetahui urutan ide pokok dan cara semua materi disusun dalam kesatuan pikiran, serta mencari hubungn antarbagian dalam bacaan itu. • Melakukan penyegaran atas apa yang pernah dibaca Misalnya hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah hal mempersiapkan ujian atau sebelum menyampaikan ceramah.

Albert dalam Harras (1997) mengemukakan tujuan utama dalam membaca cepat, yaitu: • Memperoleh kesan umum dari suatu buku, artikel, atau tulisan singkat. • Menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan. • Menemukan/ menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan. Manfaat membaca cepat sebagai berikut: • Untuk mencari informasi yang kita perlukan dari sebuah bacaan secara cepat dan efektif.

• Dalam waktu yang singkat dapat menelusuri bahan halaman buku atau bacaan. • Tidak banyak waktu yang terbuang karena tidak perlu memerhatikan atau membaca bagian yang tidak kita perlukan.

Teknik-Teknik Membaca Cepat Tidak semua orang langsung mahir untuk membaca cepat, keterampilan ini membutuhkan latihan yang mungkin bisa sampai berulang-ulang agar seseorang dapat menguasai teknik-teknik yang tepat dalam membaca cepat.

Latihan-latihan ini dipandang penting untuk dilakukan karena biasanya seseorang yang baru pertama kali belajar membaca cepat akan mengalamai beberapa masalah yang bisa menjadi penghambat dalam membaca cepat.

Syarat utama untuk dapat membaca cepat adalah mengetahui dengan persis bahan apa yang sedang dicari, hal ini dapat dicapai dengan melakukan pemindaian secara cepat. Untuk dapat membaca cepat memang membutuhkan beberapa teknik tertentu. Menurut Nurhadi (2008:114-122), terdapat beberapa teknik dalam membaca cepat, yaitu : • Teknik Scanning Teknik membaca scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut seseorang dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri.

Jadi, dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca, melainkan langsung ke kata kunci. • Teknik Skimming Teknik membaca skimming adalah membaca secara garis besat(sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku.

Setelah itu, melacak informasi yang ingin diketahui secara mendalam. Untuk memperlancarkan proses teknik skimming maka dapat dilakukan terlebih dahulu membaca daftar isi,kata pengantar, pendahuluan, judul serta kesimpulan.

Menurut Hamzah (2012:110)selain teknik scanning dan skimming terdapat satu teknik lagi dalam membaca cepat, yaitu : 1. Teknik SQ3R Teknik SQ3R adalah teknik membaca cepat dengan melalui beberapa tahap.Tahap-tahap tersebut, yaitu : • Survei Pemindaian terhadap daftar isi, pendahuluan, pengantar dan bagian ringkasan untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Tujuannya yaitu mempercepat menangkap arti, mengetahui ide-ide penting dan memudahkan mengingat lebih banyak serta lebih mudah memahami bacaan.

• Question Pada tahap ini, pembaca membuat daftar pertanyaan yang berhubungan dengan bahan-bahan yang sedang dicari. Jumlah pertanyaan bergantung pada panjang-pendeknya teks, dan kemampuan dalam memahami teks yang sedang dipelajari. Jika teks yang sedang dipelajari berisi hal-hal yang sebelumnya sudah diketahui, mungkin hanya perlu membuat beberapa pertanyaan. Sebaliknya, apabila latar belakang pengetahuan tidak berhubungan dengan isi teks, maka perlu menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya.

• Read Langkah ketiga adalah membaca secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun. Dalam hal ini, membaca secara aktif juga berarti membaca yang difokuskan pada paragraf-paragraf yang diperkirakan mengandung jawaban-jawaban yang diperkirakan relevan dengan pertanyaan yang telah disusun pada langkah kedua. • Recite Langkah keempat adalah menyebutkan atau menceritakan kembali jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun. Sedapat mungkin diupayakan tanpa membuka catatan jawaban sebagaimana telah dituliskan dalam langkah ketiga.

Jika sebuah pertanyaan tidak terjawab, diusahakan tetap terus melanjutkan untuk menjawab pertanyaan berikutnya.

Demikian seterusnya, hingga seluruh pertanyaan, termasuk yang belum terjawab, dapat diselesaikan dengan baik. • Review Setelah mengingat-ingat, maka materi yang didapatkan diulas kembali,tindakan ini dapat dilakukan dengan membaca ulang uraian dalam buku tersebut, mengembangkan catatan atau mendiskusikannya dengan orang lain.

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Membaca Membaca bukanlah sesuatu kegiatan pembelajaran yang mudah. Keberasilan peserta didik dalam membaca tergantung dengan penguasaan teknik-teknik membaca.

Ada banyak teknik membaca yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai prestasi baca yang baik, salah satunya adalah kecepatan membaca. Kegiatan membaca cepat sangat menguntungkan, setiap pembaca patut memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca agar dapat memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan secara optimal. Kecepatan membaca dalam kehidupan modern dan globalisasi yang berkembang pesat ini semakin diperlukan karena tidak banyak orang yang memiliki waktu luang dalam kesehariannya.

Model dan teknik membaca cepat dengan pemahaman utuh menjadi aspek yang patut ditekankan dalam kegiatan membaca saat ini Kecepatan membaca akan dapat terjadi apabila pembaca memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca. Faktor yang mempengaruhi dapat mengacu pada kemampuan seseorang yang bersifat spesifik, yang meliputi pengembangan konsep kosa kata, keterampilan analisis kata dan lain-lain.

Nurhadi (2005:35) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan dari pengetahuan bahasa, gaya kognitifdan pengalaman membaca. Hal ini berarti untuk mencapai pemahaman bacaan, faktor membaca memegang peran yang sentral. Selain ketiga faktor di atas, kecepatan membaca dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Faktor-faktor tersebut, yaitu: • Sulit konsentrasi Kesulitan konsentrasi dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya kelelahan fisik dan mental, bosan atau ada hal yang sedang dipikirkan.

Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah kemana, dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan anada menangkap dan memahami isi bacaan. Apalagi ketika anda membaca cepat, konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca sesuai dengan pemahaman.

• Rendahnya motivasi Faktor penghambat berikutnya adalah motivasi, gangguan ini biasanya dialami mahasiswa ketika ingin membaca teks book tebal yang tidak disukai. Motivasi yang rendah akan muncul ketika anda hendak membaca suatu buku tetapi tidak mengerti hal yang dibahas dalam buku tersebut, maka anda akan cenderung membaca sekedarnya dan tidak terlalu berniat untuk membaca dengan pemahaman yang baik. • Kekhawatiran tidak memahami bahan bacaan Terkadang ada sebagian orang yang minder terlebih dahulu ketika baru melihat buku yang hendak dibaca, ia berpikir bahwa buku tersebut terlalu hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah dan nanti tidak bisa dipahami,rasa khawatir ini akan menjadi kenyataan bila anda terus larut dan memikirkannya.

Untuk itu, singkirkan semua kekhawatiran tersebut. • Melakukan kebiasaan buruk dalam membaca Membaca cepat bagi orang awam atau seseorang yang tidak mendapatkan latihan khusus membuat mereka merasa lelah dalam membaca karena lamban dalam membaca. Hal tersebut diperkuat dengan adanya kebiasaan buruk dalam membaca.

Menurut Nurhadi (2004:31) kebiasaan buruk dalam membaca, yaitu : • Vokalisasi Vokalisasi atau membaca dengan bersuara adalah salah satu hal yang mampu menghambat kecepatan membaca dalam hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah cepat.

Jika seseorang membaca dengan bersuara,maka ia melakukan dua pekerjaan sekaligus sehingga akan menghambat kecepatan membaca sekaligus pemahaman yang diperoleh. • Menggerakkan bibir Menggerakkan bibir ketika sedang membaca akan membuat kecepatan membaca kita melambat, itu sama saja dengan membaca menggunakan suara. Menurut Soedarso (2002: 77) kecepatan seseorang yang membaca dengan bersuara ataupun gerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan seseorang yang membaca secara diam.

• Menggerakkan kepala Menggerakkan kepala hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah membaca merupakan kebiasaa buruk yang timbul pada masa kanak-kanak. Kebiasaan itu timbul karena dulu jangkauan mata kita sewaktu masih kecil kurang mencukupi.

• Menunjuk dengan jari Kegiatan membaca dengan menunjukkan jari atau alat lain juga merupakan kebiasaan membaca yang dibawa sejak kecil. Dulu, kita menerapkan hal tersebut untuk menjaga agar tidak ada kata yang terlewatkan. Akan tetapi, setelah dewasa tentunya kemampuan membaca kita semakin meningkat namun kebiasaan ini tetap dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan. Padahal, membaca dengan menunjukkan dengan jari dapat menghambat kecepatan membaca kita. Model Membaca Cepat Bagi sebagian orang membaca harus dilakukan dengan konsentrasi yang tinggi.

Dengan berkonsentrasi kita hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah meningkatkan pemahaman kita dalam membaca. Tapi, bagaimana bisa berkonsentrasi kalau waktu yang tersedia hanya sedikit dan tidak cukup, sedangkan bacaan yang harus dibaca masih banyak. Maka, solusinya yaitu kita harus membaca dengan cepat. Menurut Nurhadi (2004: 120) terdapat beberapa model yang biasa digunakan para pakar untuk membaca dengan cepat.Model-model itu adalah membaca dengan model line by line, membaca model melingkar, dan membaca model spiral.

• Membaca dengan model line by line Dilakukan dengan membaca secara berurutan dari baris pertama sampai baris terahir. Model ini biasa digunakan bagi mereka yang membaca bacaan yang bersifat padat, banyak terdapat istilah asing, atau untuk bacaan yang terbilang masih berupa bacaan baru bagi pembaca.

Hal ini sering kita alami ketika masih SD atau SLTP, karena siswa yang baru mengenal bahan bacaan baru pasti merasa khawatir akan kemungkinan adanya bacaan atau informasi yang terlewat jika membaca dengan cepat-cepat.

• Membaca dengan model melingkar Model ini dilakukan dengan mencari kata kunci. Pembaca dapat membaca dengan acak untuk menemukan kata kunci dalam sebuah bacaan dengan tujuan agar dapat mengerti inti dari bacaan. Selebihnyagunakan akal pikiran dan logika untuk menghubungkanya.

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Model ini biasanya digunakan untuk membaca bacaan ringan seperti koran, majalah, dan sebagainya. • Membaca dengan model spiral Metode spiral ini dilakukan dengan tidak membaca seluruh bacaan yang ada, namun dengan membaca zig-zag seperti spiral.

Kalimat yang terbaca memang tidak tersambung dengan hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah, namun itu adalah proses kreatif pembaca untuk mencari kata penghubung sesuai dengan rasio dan pemikiran kita. Ini akan membuat kita menyimpulkan sendiri informasi yang didapat. Demikianlah pembahasan mengenai Membaca Cepat adalah – Manfaat, Teknik, Faktor dan Model semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian, semua terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga : • Sektor Produksi adalah • Arthropoda Adalah • Jantung Adalah • Realita Sosial • Plasmid Adalah • Diskusi adalah Sebarkan ini: • • • hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah • Posting pada Umum Ditag 4 teknik membaca cepat, apa yang dimaksud dengan membaca senyap, apa yang dimaksud teknik scanning, artikel teknik membaca cepat, bagaimana cara menemukan arti kata, bagaimana teknik membaca cepat, buku tentang membaca, cara memahami kata, cara membaca cepat, contoh membaca cepat, fungsi membaca cepat, hambatan membaca cepat, informasi dalam sebuah bacaan dapat kita, istilah membaca cepat, jelaskan langkah-langkah membaca cepat, jelaskan yang dimaksud membaca cepat, jenis tahapan membaca cepat, kita dapat menemukan apa dengan membaca teks, kriteria membaca cepat, kursus membaca cepat, latihan membaca cepat, makalah kecepatan efektif membaca, makalah membaca cepat, makalah membaca cepat dan efektif, makalah membaca efektif, makalah teknik membaca, makalah teknik membaca cepat, makalah teknik membaca pdf, makalah tentang membaca, makna kata dalam paragraf, membaca cepat adalah brainly, membaca efektif teks panjang, membaca scanning menurut para ahli, membaca senyap adalah, membaca teknik adalah, mengapa mahasiswa perlu membaca cepat, nama lain membaca cepat, penemu baca cepat, pengertian hikayat adalah, pengertian membaca cepat, pengertian membaca cepat menurut para ahli, perbedaan membaca pemahaman dan membaca cepat, rumus membaca cepat, rumus menghitung kem, salah satu teknik membaca cepat adalah, sebutkan langkah-langkah dalam membaca cepat, sebutkan teknik membaca cepat, sebutkan teknik-teknik dalam membaca cepat, syarat membaca cepat, Teknik Membaca Cepat, teknik membaca cepat bentuk zig zag digunakan untuk teks yang, teknik membaca cepat dan tepat dengan cara hanya menyerap, teknik membaca cepat disebut, teknik membaca cepat pdf, teknik membaca kwlh dan sq3r, teknik membaca pdf, teknik membaca pemahaman, terangkan pengertian skimming, terangkan pengertian teknik fiksasi, tips membaca cepat, tujuan membaca cepat, ukuran membaca cepat Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
A.

Latar Belakang Kemampuan membaca merupakan salah satu standar kemampuan dalam Bahasa dan Sastra Indonesia yang harus dicapai pada semua jenjang pendidikan, termasuk di jenjang Sekolah Dasar. Melalui kemampuan membaca diharapkan siswa mampu membaca dan memahami teks bacaan dengan kecepatan yang memadai. Dengan membaca bagaikan membuka jendela dunia, dengan membaca akan dapat memperoleh berbagai pengetahuan dan informasi, karena semakin banyak membaca semakin banyak pula hal yang belum diketahui, sehingga untuk membantu dan mempermudahkan mengetahui segala sesuatu, salah satu cara adalah melalui kegiatan membaca.

Kemampuan membaca siswa sekolah di tingkat Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) saat ini memiliki kecenderungan rendah. Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah kemampuan membaca siswa SD/MI ditengarai karena lemahnya pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran membaca. Salah satu penelitian yang mengungkap lemahnya kemampuan siswa, dalam hal ini siswa kelas IV SD/MI, adalah penelitian Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia yg disponsori oleh The International Association for the Evaluation Achievement.

Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata anak Indonesia berada pada urutan keempat puluh dua dari 45 negara di dunia. Banyaknya informasi dalam kehidupan sehari-hari, membuat sulit untuk memilah mana informasi yang bermanfaat dan mana informasi yang tidak bermanfaat.

Membaca sebagai salah satu cara untuk memahami suatu informasi yang diterima. Namun masalahnya adalah waktu dan kecepatan seseorang dalam membaca. Seseorang malas membaca bisa saja bukan karena tidak suka membaca, namun karena banyaknya waktu yang harus dihabiskan untuk membaca.

Informasi yang berharga terkadang tidak dapat ditemukan dalam ringkasannya saja. Maka kemampuan untuk membaca dengan cepat dan efektif menjadi sangat berperan dan menjadi suatu kebutuhan. Membaca cepat menjadi kebutuhan utama semua orang, khususnya bagi para siswa, menurut Muchlishoh (1992;153) membaca cepat itu satu jenis membaca yang diberikan dengan tujuan agar para siswa dalam waktu singkat dapat membaca secara lancar, serta dapat memahami isinya.

Keberhasilan belajar siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca mereka. Siswa yang tidak mampu membaca dengan lancar dan cepat akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Siswa akan mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami informasi yang disajikan dalam berbagai buku pelajaran, buku-buku penunjang dan sumber-sumber belajar tertulis yang lain.

Akibatnya siswa juga lamban jika dibandingkan dengan teman-temannya yang cepat dalam membaca. Siswa mampu membaca bukan karena secara kebetulan atau didorong oleh inspirasi, tetapi karena diajari. Membaca bukanlah kegiatan alamiah, tetapi seperangkat komponen yang dikuasai secara pribadi dan bertahap, yang kemudian terintegrasi dan menjadi otomatis. Dalam hal ini William S.

Gray (dalam I Gusti Ngurah Oka 2005: 34) menekankan bahwa membaca tidak lain daripada kegiatan pembaca menerapkan sejumlah keterampilan mengolah tuturan tertulis (bacaan) yang dibacanya dalam rangka memahami bacaan. Dalam proses pembelajaran biasanya seorang pembelajar merasakan nikmatnya membaca bukan hanya sebagai peristiwa pemecahan kode, tetapi lebih sebagai penerimaan pengetahuan dan kebahagiaan.

Orang seperti akan tampil tenang dan matang karena memiliki berbagai pengalaman tambahan seperti ia bisa menikmati dari bukan hanya fiksi tetapi juga non fiksi yang dibacanya. Ditinjau dari segi anak kemungkinan mereka menemukan kegembiraan tetapi sangat bergantung pada asuhan dan arahan para orang tua dan guru.

Tujuan tambahan pelajaran membaca adalah menciptakan anak yang gemar membaca. Biasanya hal ini dapat diransang dengan mempergunakan cerita.

Karena cerita pasti menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan mereka. Hal ini dapat dipahami dengan melihat bagaimana bersemangat mengisahkan pengalamannya dengan tuturan orang lain dalam perjalanan waktu berkembang menjadi kemampuan menyerap dan menganalisa pengalaman, dalam bentuk pengalaman contoh panutan. Anak memanfaatkan kemampuan membacanya dengan santai, sesuai dengan kebutuhan: apakah sekedar kenikmatan atau penambah pengetahuan.

Tetapi dalam era yang maha cepat sekarang, ketika tanpa kita kehendaki tuntutan kehidupan meningkat, pembaca tak lagi boleh hanya sebagai membawa kenikmatan, tetapi sebagai alat pencapai percepatan itu sendiri.

Artinya orang wajib mengejar semua informasi. Ia harus memiliki keterampilan mengumpulkan data dengan cepat sekaligus benar. Dan disini membaca cepat menjadi utama. Muchlishoh (1992: 153) mengatakan membaca cepat yaitu jenis membaca yang diberikan dengan tujuan agar para siswa dalam waktu singkat dapat membaca secara lancar, serta dapat memahami isinya. Sementara itu, Soedarso, Speed Reading (2004) mengatakan “metode speed reading merupakan semacam latihan untuk mengelola secara cepat proses penerimaan informasi”.

Seseorang akan dituntut untuk membedakan informasi yang diperlukan atau tidak. Informasi itu kemudian disimpan dalam otak. Speed reading juga merupakan keterampilan yang harus dipelajari agar mampu membaca lebih cepat. Tidak ada orang yang dapat membaca cepat karena bakat.

Maka itu harus dipahami bahwa membaca cepat bukanlah melulu cepat memecah kode dan segera menyelesaikan sebuah buku. Membaca cepat adalah bagaimana kita dapat membaca dengan pemahaman yang lebih baik dalam waktu lebih cepat serta mengingatnya dengan baik pula. Bersamaan dengan hal tersebut di atas Supriyadi (1995: 127) menyatakan “keterampilan membaca yang sesungguhnya bukan hanya sekedar kemampuan menyuarakan lambang tertulis dengan sebaik-baiknya namun lebih jauh adalah kemampuan memahami dari apa yang tertulis dengan tepat dan cepat”.

Untuk hasil yang demikian besar tentu diperlukan cara. Dan pendekatan yang pertama adalah mengetahui apa yang ingin kita kuasai.

Dengan begitu, kita tidak membuang waktu membaca informasi yang tidak relevan dengan yang kita cari. Diantaranya dengan meyakini maksud atau tujuan, yang melahirkan fokus dan berdampak konsentrasi. Kesemua itu memerlukan teknik yang sering kali berbeda dari orang ke orang. Riris K. Toha Sarumpaet (2005) mengatakan bahwa: Yang pertama berkaitan dengan jenis serta ketepatan kwalitas penerangan dan yang kedua mengenai postur serta cara duduk bahkan penentuan jarak dan letak buku. Sambil melorot, melingkar, membungkuk, atau berbaring dan bersantai bukanlah cara yang tepat.

Buku sebaiknya berada pada sudut 450 dari mata. Selain itu, Riris K. Toha Sarumpaet (Gramedia, cet. 51, 2005) mengatakan bahwa ada empat cara atau alternatif membaca yaitu: • Membaca kata perkata, baris demi baris, yang sangat berguna untuk membaca materi yang sulit. • Skimming, yaitu alinea pilihan atau baris pertama alinea.

• Scanning, yaitu memeriksa semua materi untuk mencari sesuatu yang khas misalnya nama atau angka. • Membaca visual, mengejar kelompok kata dengan urutan mana suka.

Cara ini cocok untuk memahami bacaan yang agak sulit serta yang mudah. Membaca cepat tentu saja bukan tujuan, sebab keterpahamanlah yang tujuan dalam membaca cepat. Speed reading adalah metode, metode ini bisa mengangkat kita dalam labirin bacaan yang tak jelas ditengah banjir bahan bacaan saat ini. Speed reading bisa pula dikatakan mencari gizi dari sebuah bacaan.

Collin Rose dalam K.U.A.S.A.I Lebih Cepat (1999) dan Soedarso, Speed reading, (2004) mengatakan bahwa membaca cepat memiliki beberapa efek, yaitu: • Mencegah godaan setan membaca ulang atau regresi. Kerap sekali kita melakukan itu. Entah disebabkan tidak percaya diri bahwa kalimat yang sudah kita lewati terlupa atau karena kebiasaanm dibangku pendidikan yang selalu mentradisikan anak didiknya menghafal. Atau tiba-tiba muncul dibenak yang membisikkan bahwa ada sesuatu yang tertinggal dibelakang.

Jadi membaca cepat membuat kita bisa berlari sekencang-kencangnya. • Membaca cepat adalah upaya melepas ketergantungan pada mendengar kata-kata yang dibenak. Terkadang kita tak sadari walau dalam kondisi mulut terkatub kita masih bersedia mendengar bunyi yang menggema dalam pikiran. • Membaca cepat bisa melepaskan kita dari gerakan fisik yang tak perlu seperti menggerakkan kepala atau memakai hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah atau memakai alat seperti lidi atau pensil mengikuti kemana baris-baris melangkah.

Dengan menggunakan teknik membaca cepat para siswa diharapkan dapat lebih efesien dalam menggunakan waktu dalam belajar. Data survey menunjukkan bahwa lima dari empat puluh siswa yang telah mampu menggunakan pola speed reading dapat memahami suatu bacaan dengan sama baiknya dengan siswa yang belum menguasai speed reading.

Dengan pola pelatihan yang kontiniu diharapkan para siswa dapat membaca dengan kecepatan hingga 800 kata per menit tanpa menghilangkan makna bacaan. Pengenalan ini menambah kecepatan karena konsentrasi pada format yang sudah hampir baku. Jadi kita tidak lagi mengharap-harap atau merisaukan yang tidak perlu, dari segi format atau sistematika memang membaca cepat dapat membantu penyelesaian pekerjaan.

Untuk kecepatan yang kita kejar, kita kehilangan dan meninggalkan banyak kata serta beragam rasa dan nuansa. Oleh karena itu harus tetap diingat penting dan perlunya membaca sebagai pembawa kenikmatan rohani, sebagai penyeimbang.

Karena kita tidak mungkin sanggup bertahan hanya mengejar dan mengingat begitu banyak informasi tanpa menghayati dan menghidupinya. Oleh sebab itu jangan lupa meninjau membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan.

Sesuai dengan harapan tersebut, sekolah dasar berperan sangat penting. Karena sekolah dasar adalah wadah pertama penanaman segala keterampilan hidup, termasuk keterampilan membaca. Maka sekolah dasar perlu memasyarakatkan kegiatan membaca, terutama membaca cepat. Berbeda halnya dengan harapan di atas, proses belajar membaca yang diselenggarakan oleh pendidik saat ini hanya menekankan pada kemampuan siswa untuk membaca tanpa memandang keefektifan dan keefesienan proses membaca itu sendiri.

Fakta ini akan mengakibatkan ketertinggalan siswa akan informasi yang berkembang dengan sangat cepat dan gencar. B. Pengertian Membaca Anderson dalam tarigan (1980:8) menyangkut linguistik menjelaskan bahwa membaca merupakan suatu proses penyandian kembali (rekonding process) dan proses pembacaan sandi (dekonding process).

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Aspek ini menghubungkan kata-kata tulis (written words) dengan makna bahasa lisan (oral hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah meaning). Hal ini mencakup pengubahan tulisan atau cetakan menjadi bunyi yang bermakna.

Menegaskan hal tersebut, Abdullah (1990:2) mengungkapkan bahwa membaca adalah salah satu kegiatan aktif mencari informasi yang kita dapat dalam bacaan. Dengan sendirinya, kebiasaan-kebiasaan membaca akan membuka cakrawala berfikir dalam menghadapi suatu masalah.

Dalam membaca, diharapkan pembaca memahami apa yang dibaca, sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Hudgson (1960:43) mengatakan membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui kata-kata dalam bahasa tulis.

Suatu proses yang menuntut pembaca agar dapat memahami kelompok katayang tertulis merupakan suatu kesatuan dan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan makna kata-kata itu dapat diketahui secara tepat. Apabila hal ini dapat terpenuhi maka pesan yang tersurat dan yang tersirat dapat dipahami, sehingga proses membaca sudah terlaksana dengan baik. Seseorang yang sedang membaca berarti ia sedang melakukan suatu kegiatan dalam bentuk berkomunikasi dengan diri sendiri melalui lambang tertulis.

Makna bacaan tidak tidak terletak pada bahan tertulis saja, tetapi juga terletak pada pikiran pembaca itu sendiri. Dengan demikian makna bacaan bisa berubah-ubah tergantung pembaca dan pengalaman berbeda yang dimilikinya pada waktu membaca dan dipergunakannya untuk menafsirkan kata-kata tulis hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah. Seorang pembaca yang baik adalah seorang yang dapat mengambil tanggapan mengenai bahasa (ide, stye, dan kematangan pengarang) dan pengertian dengan kecepatan yang lumayan (Gusnetti, 1997:13).

Soedarso (1991:4) menjelaskan kemampuan membaca yang baik merupakan hal yang sangat penting dalam suatu bacaan. Dalam hal ini guru mempunyai peranan yang sangat besar untuk mengembangkan serta meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan dalam membaca.

Usaha yang dapat dilakkan guru diantaranya (1) Dapat menolong para siswa untuk memperkaya kosakata mereka dengan jalan memperkenalkan sinonim kata-kata, antonim, imbuhan, dan menjelaskan arti suat kata abstrak dengan mempergunakan bahasa daerah atau bahasa ibu mereka, (2) dapat membantu para siswa untuk memahami makna struktur-struktur kata, kalimat dan disertai latihan seperlunya, (3) dapat meningkatkan kecepatan membaca para siswa dengan menyuruh mereka membaca dalam hati, menghindari gerakan bibir, dan menjelaskan tujuan membaca.

Seseorang yang dapat memahami suatu bacaan atau wacana, akan menemukan wujud skemata yang memberikan usulan yang memadai tentang suatu bacaan.

Proses pemahaman suatu bacaan adalah menemukan konfigurasi skemata yang menawarkan uraian yang memadai tentang suatu bacaan.

Sampai sekarang konsep skema merupakan jalan yang paling memberikan harapan dari sudut wacana pada umumnya. Karena skemata merupakan bagian dari penyajian pengetahuan latar, luasnya pengetahuan dan pengalaman pembaca merupakan salah satu dasar bagi kokohnya rancangan yang menggunakan konsep skema.

Tarigan (1980:18) mengatakan guru yang mau mengetahui kemampuan siswa tentang suatu bacaan dapat melakukannya dengan cara (1) mengemukakan berbagai jenis pertanyaan, (2) mengemukakan pertanyaan yang jawabannnya dapat ditemukan oleh siswa secara kata demi kata (verbalim), (3) menyuruh siswa membuat rangkuman atau ikhtisar, (4) menanyakan ide pokok apa yang dibaca.

Be (1980:40) menjelaskan, kemampuan pemahaman yang diperlukan dalam membaca meliputi (1) memahami kosakata yang dipakai dalam bahasa umum dan dapat menyimpulkan artinya dalam konteksnya, (2) memahami bentuk-bentuk sintaksis dan ciri-ciri morfologi tertulis yang didapatkan dalam bacaan, (3) dapat mengambil kesimpulan dan tanggapan yang valid dari bahan yang dibaca. Berdasarkan pernyataan di atas maka kemampuan membaca adalah bagaimana seseorang dapat memahami dengan baik apa pesan yang disampaikan dalam bacaan itu, sehingga informasi yang diserap dapat diungkapkan kembali dengan tepat, baik secara lisan maupun secara tulisan.

C. Unsur-unsur yang Terkandung dalam Membaca Membaca merupakan salah satu keterampilan reseptif dalam kegiatan berbahasa. sejalan dengan hal tersebut, Abdullah (1990:2) mengatakan bahwa : Unsur-unsur kemampuan membaca dapat ditelusuri dari pengertian membaca yang telah dikemukakan:. Pertama, karena membaca itu merupakan interaksi dengan bahasa yang telah diubah menjadi cetakan, maka kemampuan memahami lambang-lambang bunyi merupakan penentu utama keberhasilan membaca.

Kedua, karena hasil interaksi dengan bahasa cetak itu merupakan pemahaman, maka kemampuan memaknai susunan lambang-lambang bunyi juga merupakan unsur penentu keberhasilan membaca. Ketiga, karena kemampuan membaca itu berhubungan erat dengan kemampuan berbahasa lisan, maka unsur-unsur kemampuan fisik, misalnya kemampuan mata dan kemampuan mengendalikan gerak bibir juga mempengaruhi keberhasilan membaca.

Keempat, karena membaca itu merupakan proses aktif dan berlanjut yang dipengaruhi langsung oleh interaksi seseorang dengan lingkungannya, maka keberhasilan membaca juga dipengaruhi oleh unsur kecerdasan serta pengalaman membaca yang dimiliki.

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

D. Jenis-jenis Membaca Bermacam-macam kelakuan dan tujuan manusia dalam membaca, semua tergantung kepada niat dan sikap dari si pembaca. Dalam hal ini ada 2 jenis membaca yang didasarkan kepada tingkat dan kemauan berdasarkan kepada tujuan dan kecepatan.

1. Membaca Berdasarkan Tingkatannya Agustina (1990:10) membagi membaca menjadi 4 jenis, yaitu membaca permulaan, membaca inspeksional, membaca analitis, dan membaca sintopikal.

Lebih lanjut jenis membaca tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. a. Membaca Permulaan Membaca permulaan dianggap sebagai membaca tingkat dasar. Ini lebih mengutamakan kegiatan jasmani atau fisik.

Kesanggupan menyuarakan lambang-lambang bahasa tulis serta menangkap makna yang berada dibalik lambang-lambang tersebut adalah sebahagian kegiatan yang dilakukannya.

b. Membaca Inspeksional Membaca inspeksional berkaitan dengan masalah waktu yang tersedia untuk membaca. Pembaca hanya mempunyai waktu yang relatif singkat, sedangkan pembaca harus menyelesaikan. c. Membaca Analitis Membaca analitis bukan hanya sekedar menyuarakan lambang bahasa dan menangkap makna yang berada dibalik lambang itu saja, tetapi lebih dari itu, kegiatan mental setelah kegiatan jasmani pada pembaca jenis ini sangat diperlukan.

Karena membaca analitis merupakan membaca lengkap, baik dan sempurna yang dilakukan dalam waktu yang tidak terbatas dengan tujuan menganalisa tentang bacaan yang dibaca. d. Membaca Sintopikal Membaca sintopikal ini menuntut pembaca untuk mempunyai waktu lebih banyak lagi, karena dalam membaca sintopikal pembaca harus menganalisis hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah dari satu buku.

Dari keempat jenis tingkatan membaca di atas, membaca sintopikal-lah yang paling berat dan melelahkan. Namun membaca sintopikal atau membaca perbandingan ini memungkinkan pembaca memperoleh kepuasan, karena banyak informasi yang dapat diperoleh dengan membaca pada tingkatan ini.

2. Membaca Berdasarkan Kecepatan dan Tujuannya Gani dan Semi (1976:4) membagi membaca ke dalam 4 jenis, yaitu; membaca kilat (skimming), membaca cepat (speed reading), membaca studi (careful reading), dan membaca reflektif (reflektive reading). a. Membaca Kilat (skimming) Membaca kilat (skimming) merupaka salah satu cara membaca yang lebih mengutamakan penangkapan esensi materi bacaan, tanpa membaca keseluruhan dari materi bacaan tersebut. Untuk membaca kilat diperlukan keterampilan yang dapat menentukan bagian-bagian bacaan yang mengandung ide atau pikiran pokok.

Tujuan membaca kilat adalah menangkap seperangkat ide pokok, mendapatkan informasi yang penting dalam waktu singkat atau terbatas, dan menemukan suatu pandangan atau sikap penulis. b. Membaca Cepat (speed reading) Membaca cepat adalah membaca yang dilakukan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Biasanya dengan membaca kalimat demi kalimat dan paragaraf tetapi tidak membaca kata demi kata.

Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi, gagasan utama, dan penjelasan dari suatu bacaan dalam waktu yang singkat. c. Membaca Studi (careful reading) Membaca studi dilakukan untuk memahami, mempelajari, dan meneliti suatu persoalan, kadang-kadang dituntut pula untuk menghadapkannya dalam ingatan. Untuk keperluan ini, membaca harus dilaksanakan dengan kecepatan yang agak rendah. Ciri-ciri pembaca yang baik dan efesien yaitu mempunyai kebiasaan yang baik dalam membaca, betul-betul mengerti tentang apa yang dibaca, sehabis membaca dapat mengingat sebahagian besar pokok-pokok bacaan, dan dapat membaca dengan kecepatan yang terkontrol (Al-Falasay dan Naif, 1985:25).

d. Membaca Reflektif (reflektive reading) Membaca reflektif adalah membaca untuk menangkap informasi dengan terperinci dan kemudian melahirkannya kembali atau melaksanakannya dengan tepat sesuai dengan keterangan yang diperoleh.

Biasanya membaca reflektif dilakukan dengan tuntutan petunjuk tentang percobaan di labor, petunjuk yang memerlukan tindakan pembaca. Disamping itu juga dilaksanakan atau ditujukan untuk merefleksikan suatu bacaan, membaca untuk hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah dan membaca estetis. E. Membaca Cepat 1. Pengertian Membaca Cepat Membaca cepat merupakan salah satu keterampilan membaca yang perlu ditumbuhkembangkan dalam diri siswa semenjak dini.

Karena membaca cepat sangat penting dimiliki oleh siswa guna menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin hari semakin canggih. Kemampuan membaca cepat dapat ditingkatkan melalui latihan yang dilaksanakan secara bertahap dan kontiniu, karena membaca cepat bukanlah bakat ataupun kemampuan warisan.

Oleh karena itu, kecepatan membaca hendaklah diajarkan dan dilatihkan secara terus menerus semenjak dini sampai waktu yang tak terbatas seiring dengan perkembangan teknologi. Banyak ahli yang menawarkan berbagai teknik/metode agar seseorang mampu dan memiliki kemampuan membaca cepat. Salah satu diantaranya adalah metode yang dikenal dengan speed reading.

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Nurhadi (1987:31-32) menyatakan “membaca cepat dan efektif ialah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan, dengan tidak meninggalkan pemahaman terhadap aspek bacaannya”. Muchlisoh (1992:149) mengatakan bahwa: Membaca cepat bukan berarti jenis membaca yang ingin memperoleh jumlah bacaan atau halaman yang banyak dalam waktu yang singkat. Pelajaran ini hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah dengan tujuan agar siswa sekolah dasar dalam waktu yang singkat dapat membaca secara lancar dan dapat memahami isinya secara tepat dan cermat.

Jenis membaca ini dilaksanakan tanpa suara. Berbeda dengan pendapat-pendapat sebelumnya, Supriyadi (1995:128) mengatakan bahwa “membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan mata dalam membaca”. Saleh Abbas (2006:108) menyatakan “membaca cepat adalah membaca sekejap mata, selayang pandang. Tujuannya adalah dalam waktu yang singkat pembaca memperoleh informasi secara cepat dan tepat”.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa membaca cepat adalah jenis membaca yang mengutamakan kecepatan dengan menggunakan gerakan mata dan dilakukan tanpa suara yang bertujuan untuk memperoleh informasi secara tepat dan cermat dalam waktu singkat.

2. Pemahaman dalam Membaca Cepat Dalam membaca cepat terkandung pemahaman yang cepat pula. Bahkan pemahaman inilah yang menjadi pangkal tolak pembahasan, bukannya kecepatan. Akan tetapi, bukan berarti membaca lambat akan meningkatkan pemahaman. Bahkan orang orang yang biasa membaca lambat untuk mengerti suatu bacaan akan dapat mengambil manfaat yang besar dengan membaca cepat.

Seorang pembaca yang baik akan mengatur kecepatan dan memilih jalan terbaik untuk mencapai tujuannya. Kecepatan membaca sangat tergantung pada bahan dan tujuan membaca, serta sejauh mana keakraban dengan bahan bacaan. Kecepatan membaca harus seiring dengan kecepatan memahami bahan bacaan. Supriyadi (1995:127) menyatakan “keterampilan membaca yang sesungguhnya bukan hanya sekedar kemampuan menyuarakan lambang tertulis dengan sebaik-baiknya namun lebih jauh itu adalah kemampuan memahami dari apa yang tertulis dengan tepat dan cepat”.

Seorang pembaca cepat tidak berarti menerapkan kecepatan membaca itu pada setiap keadaan, suasana, dan jenis bacaan yang dihadapinya (Nurhadi, 1987:32). Soedarso (1988:18) mengatakan “kecepatan membacapun harus fleksibel.

Artinya, kecepatan tidak harus selalu sama. Adakalanya kecepatan itu diperlambat. Hal itu tergantung pada bahan dan tujuan kita membaca”. Supriyadi (1995:142) menyatakan “bahan bacaan untuk pelajaran membaca cepat hendaknya bahan bacaan yang pernah dibaca atau bahan bacaan yang diperkirakan dekat dan akrab dengan kehidupan pembaca”.

Pembaca yang efektif dan efesien mempunyai kecepatan bermacam-macam. Sadar akan berbagai tujuan, tingkat kesulitan bahan bacaan, serta keperluan membacanya saat itu. Karena kesadaran itu akan sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahaman terhadap isi bacaan. 3. Kegunaan Membaca Cepat Ada berbagai kegunaan yang terkandung dari kemampuan membaca cepat, diantaranya adalah (1) membaca cepat menghemat waktu, (2) membaca cepat menciptakan efesiensi, (3) semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk melakukan hal-hal rutin, maka semakin banyak waktu yang tersediauntuk mengerjakan hal penting lainnya, (4) membaca cepat memiliki nilai yang menyenangkan/ menghibur, (5) membaca cepat memperluas cakrawala mental, (6) membaca cepat membantu berbicara secara efektif, (7) membaca cepat membantu dalam menghadapi ujian, (8) membaca cepat meningkatkan pemahaman, (9) membaca cepat menjamin untuk selalu mutakhir, dan (10) membaca cepat dapat dikatakan sebagai tonikum mental (Depdikbud, 2005:7).

4. Penghambat Kecepatan Membaca Beberapa kebiasaan umum negatif yang lumrah terdapat pada pembaca yang biasa ataupun pembaca yang lambat, hal itu antara lain (1) meneliti materi bacaan secara berlebihan dan melakukan subvokalisasi, (2) tidak berusaha mengurangi gangguan waktu dan interupsi, dan (3) membiarkan stress mengganggu disaan pembaca dihadapkan pada materi bacaan yang terlampau banyak ataupun membiarkan adanya kesulitan fisik lainnya yang berkaitan dengan membaca, seperti dyslexia (Depdikbud (2005:26) mengemukan).

5. Kebiasaan Positif yang Dapat Menunjang Peningkatan Membaca Cepat Depdikbud (2005:26) mengemukakan bahwa “kebiasaan positif yang harus dikembangkan atau perkuat dalam membaca antara lain (1) meningkatkan motivasi, (2) meningkatkan konsentrasi, (3) meningkatkan daya ingat dan daya panggil ulang, (4) meningkatkan pemahaman.” 6.

Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat Kemampuan membaca cepat bukanlah kemampuan yang diperoleh karena bakat, karena membaca cepat adalah sebuah keterampilan (Nurhadi, 2004:26). Seirama dengan itu Depdikbud (2005:5) menyatakan bahwa: Membaca cepat adalah sebuah keterampilan. Keberhasilan anda dalam menguasai teknik ini sangat bergantung pada sikap anda sendiri, tingkat keseriusan anda, dan kesiapan untuk mencoba melatihkan teknik tersebut.

Untuk itu anda hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah 1) berkeinginan untuk memperbaiki; 2) merasa yakin bahwa anda akan dapat melakukan hal itu.

Berdasarkan pernyataan di atas maka usaha peningkatan kemampuan kemampuan membaca cepat membutuhkan seragkaian latihan secara bertahap yang dirancang unuk menghilangkan kebiasaan negatif dalam membaca dan sekaligus menonjolkan positifnya. Depdikbud (2005:26) mengungkapkan: Ada beberapa upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat seseorang. Beberapa upaya tersebut adalah (1) mengurangi subvokalisasi, (2) mengurangi kebiasaan menunda dan interupsi, (3) mengurangi stres, (4) meningkatkan konsentrasi, (5) meningkatkan daya ingat dan daya panggil ulang, (6) menggunakan pola pemanggilan ulang.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat, seseorang memerlukan latihan dengan menerapkan berbagai metode pendukung.

Salah satu metode yang dapat mendukung upaya kearah peningkatan kemampuan membaca cepat adalah dengan menerapkan metode speed reading. F. Metode Speed Reading 1. Pengertian Speed Reading Soedarso, Speed Reading (Gramedia, cet. 11,2004) mengatakan “metode speed reading merupakan semacam latihan untuk mengelola secara cepat proses penerimaan informasi”. Seseorang akan dituntut untuk membedakan informasi yang diperlukan atau tidak.

Informasi itu kemudian disimpan dalam otak. Speed reading juga merupakan keterampilan yang harus dipelajari agar mampu membaca lebih cepat sekaligus memahami semua yang terkandung di dalam bacaan yang bersangkutan.

Tidak ada orang yang dapat membaca cepat karena bakat. Maka itu harus dipahami bahwa membaca cepat bukanlah melulu cepat memecah kode dan segera menyelesaikan sebuah buku. Membaca cepat adalah bagaimana kita dapat membaca dengan pemahaman yang lebih baik dalam waktu lebih cepat serta mengingatnya dengan baik pula.

Bersamaan dengan hal tersebut di atas Supriyadi (1995:127) menyatakan “keterampilan membaca yang sesungguhnya bukan hanya sekedar kemampuan menyuarakan lambang tertulis dengan sebaik-baiknya namun lebih jauh adalah kemampuan memahami dari apa yang tertulis dengan tepat dan cepat”.

Dengan menggunakan teknik speed reading para siswa diharapkan dapat lebih efesien dalam menggunakan waktu dalam belajar. Data survey menunjukkan bahwa lima dari empat puluh siswa yang telah mampu menggunakan pola speed reading dapat memahami suatu bacaan dengan sama baiknya dengan siswa yang belum menguasai speed reading.

Dengan pola pelatihan yang kontiniu diharapkan para siswa dapat membaca dengan kecepatan hingga 800 kata per menit tanpa menghilangkan makna bacaan. Speed reading merupakan metode praktis, sederhana, dan terbaru yang akan mengantarkan seseorang kepada kemampuan membaca cepat yang maksimal. Peningkatan kemampuan membaca cepat dengan speed reading ditempuh dengan tahap-tahap sebagai berikut: a.

Tahap Pra Baca 1) Menyiapkan stopwatch atau jam 2) Menyampaikan tujuan membaca 3) Menyampaikan teknik dan mekanisme membaca 4) Mengenalkan topik/ judul bacaan 5) Memfokuskan perhatian siswa pada judul untuk diinterpretasikan 6) Menginventarisasi interpretasi siswa 7) Siswa secara klasikal diberi bacaan (wacana) yang sama.

8) Perhatikan pada saat anda mulai membaca, catat waktunya. b. Tahap Saat Baca yaitu membaca teks c. Pasca Baca 1) Mencatat waktu selesai membaca 2) Menjawab pertanyaan 3) Mencek jawaban pertanyaan 4) Hitung berapa lama (menit) anda menyelesaikan teks tersebut, 5) Mengkonversikan tingkat pemahaman 2.

Langkah-langkah Speed Reading Nurhadi (2004:26) menyatakan bahwa membaca cepat dapat dilakukan dengan cara (1) persiapkan pencatat waktu (arloji), perhatikan pada saat anda mulai membaca, (2) hitung berapa lama (menit) anda menyelesaikan teks tersebut; kemudian, (3) dengan jumlah lama waktu itu.

Widodo Santoso dalam MUTU Vol. IV No. 03 Edisi Oktober-Desember 1995:42 menyatakan langkah-langkah latihan kecepatan membaca adalah: • Siswa secara klasikal diberi bacaan (wacana) yang sama.

• Bagi siswa kelas I dan II tugas membaca bergantian tiap siswa, dan bagi siswa kelas III sampai dengan VI membaca dalam hati/pemahaman secara bersama. • Masing-masing siswa menghitung jumlah kata yang hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah dibaca selama batas waktu yang telah ditetapkan.

Jika dikhawatirkan siswa tidak jujur, dapat diadakan tanya jawab tentang isi wacana atau kalimat terakhir yang dibacanya. • Menghitung rata-rata jumlah kata yang telah dibaca masing-masing siswa dalam setiap menit. • Guru membuat tabel kecepatan membaca dan siswa menuliskan banyaknya kata setiap latihan (Widodo Santoso dalam MUTU Vol.

IV No. 03 Edisi Oktober-Desember 1995:42).

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

3. Pengajaran Membaca Cepat dengan Menggunakan Metode Speed Reading a. Perencanaan Pengajaran Membaca Cepat dengan Menggunakan Metode Speed Reading Sebelum melaksanakan proses belajar mengajar suatu pokok bahasan tertentu, guru dituntut untuk membuat perencanaan pengajaran (Supriyadi, 1995:159).

Semakin baik perencanaan yang dibuat, semakin mudah pelaksanaan pengajarannya sehingga semakin tinggi hasil belajar mengajar yang dicapai. Perencanaan pengajaran yang dipersiapkan guru dituangkan dalam wujud satuan pelajaran yang sepenuhnya berpedoman kepada GBPP (Supriyadi, 1995:162). Apabila pernyataan tersebut kita sesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sekarang, maka perencaan pengajaran yang dipersiakan guru dituangkan dalam wujud rencana pelaksanaan pengajaran yang sepenuhnya berpedoman kepada kurikulum tingkat satuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh badan standar nasional pendidikan.

Dalam KTSP sudah dicantumkan kolom-kolom yang memuat informasi: standar kompetensi dan kompetensi dasar, program (kelas, semester). Melihat wujud kurikulum yang demikian, terdapat pokok-pokok masalah yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan persiapan mengajarnya, yaitu: • bagaimana menjabarkan tujuan yang masih bersifat umum tersebut (standar kompetensi dan kompetensi dasar) ke dalam rumusan yang lebih operasional, jelas dan sederhana (indikator)?, bagaimana menetapkan sumber dan bahan pengajaran (pokok bahasan) beserta uraiannya?, bagaimana menetapkan teknik atau metode kegiatan belajar mengajar yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut?, • bagaimana menetapkan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut?, • bagaimana bentuk evaluasi yang akan dikembangkan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan di atas?

b. Pelaksanaan Perencanaan Pengajaran Membaca Cepat dengan Menggunakan Metode Speed Reading Setelah selesai menyelesaikan pembuatan persiapan/perencanaan mengajar, selanjutnya memasuki tahap pelaksanaan rencana tersebut di dalam kegiatan nyata dalam kelas. Untuk melaksanakan program pengajaran tersebut, tentu saja perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1) Kurikulum yang bersangkutan dengan membaca cepat; 2) mempertimbangkan alokasi waktu yang tersedia; 3) pemanfaatan berbagai sumber dan sarana yang terdapat di lingkungan sekolah atau lingkungan sekitarnya; 4) sifat pokok bahasan membaca cepat itu sendiri, (Supriyadi, 1995:166) Langkah-langkah proses belajar mengajar (PBM) yang dikelola guru hendaknya dapat mengarahkan siswa terhadap pencapaian tujuan pengajaran membaca cepat seperti yang telah dirumuskan dalam indikator.

Melalui pendekatan keterampilan proses dengan menerapkan metode speed reading, proses belajar mengajar dijadikan sarana bagi penggalian, pembinaan, dan pengembangan kemampuan dasar masing-masing siswa. Oleh karena itu itu titik berat proses belajar mengajar ditekankan pada aktivitas siswa yang menunjang peningkatan kemampuan membaca cepatnya.

Instruksi-instruksi, tugas, saran, perintah, penjelasan guru, dan sejenisnya hendaklah jelas sehinga dapat dipahami siswa. Dan yang tidak kalah penting dari hal-hal di atas ialah bahwa hasil dari proses belajar mengajar membaca cepat ini hendaknya dapat dinilai, baik dalam prosesnya, maupun hasil belajar yang diperoleh siswa. Dan pada akhirnya diharapkan siswa kita dapat menunjukkan hasil belajar membaca cepat dalam wujud yang lebih konkret. Misalnya grafik kemajuan membaca cepat siswa dan sebagainya yang dapat dipajangkan.

Cara seperti ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. c. Penilaian-penilaian Pengajaran Membaca Cepat dengan Menggunakan Metode speed reading Supriyadi (1995:167) menyatakan “penilaian ini dapat dilakukan terhadap dua hal, yaitu penilaian terhadap proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dan penilaian terhadap hasil belajar siswa.

Penilaian terhadap proses dapat dilacak dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.” Penilaian terhadap perencanaan dapat diarahkan terhadap komponen-komponen rencana pelaksanaan pengajaran seperti indikator, proses belajar mengajar (yang terintegrasi di dalamnya bahan, metode, media, sumber, dan sarana), dan evaluasi.

Apakah komponen-komponen tersebut relevan dengan pokok bahasan membaca dan tuntutan pengajaran membaca?. Penilaian terhadap pelaksanaan pengajaran membaca ditujukan terhadap tingkat kesesuaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dan bagaimana proses kegiatan itu berlangsung. Adakah kegiatan tersebut mengembangkan keterampilan proses dan membaca cepat ?.

Bagaimana dengan pengembangan konsep dan nilai, serta penegmbangan keterampilan siswa, apakah hal tersebut tampak dalam aktivitas siswa?.

Kegiatan ini diiringi dengan pemberian umpan balik oleh guru, baik secara individual maupun kelompok. Bentuknya dapat berupa bantuan, petunjuk, penghargaan, dan lain-lain sehingga hal ini dapat tercermin dari kegiatan siswa seperti berikut: • siswa membaca mandiri, • siswa menjadi tutor sebaya dalam menjelaskan kosakata sulit bagi kawan-kawannya, • siswa membuat laporan kemampuan membaca cepatnya, • siswa mengulang bahan bacaan yang telah diberikan untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam membaca cepat.

Penilaian terhadap hasil belajar siswa terutama diarahkan kepada (1) penguasaan konsep, (2) pengembangan sikap dan nilai, dan (3) penguasaan keterampilan. (Supriyadi, 1995:168). Siswa dianggap telah menguasai konsep apabila mereka telah dapat menafsirkan dan membuat ringkasan isi wacana, serta melahirkan gagasannya sendiri mengenai sub pokok bahasan tersebut dengan bahasa dan imajinasinya sendiri.

Penumbuhan sikap dan nilai tercermin dari sikap berani mengeluarkan pendapat, berdisiplin, jujur, dan lain-lain. Penguasaan keterampilan dapat terlihat pada kemampuan mencari dan menemukan ide paragraf, kemampuan membaca dengan kecepatan yang memadai, kemampuan melahirkan kembali (berbicara), dan sebagainya.

Daftar Pustaka Abbas, Saleh. (2006). Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif di Sekolah Dasar. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan Aizid, Rizem. 2011. Bisa Baca Secepat KilatSuper Quick Reading. Bukubiru Darmayanti, Nani, dkk, 2007, Bahasa Indonesia Untuk SMK Tingkat Semenjana, Bandung, Grafindo Media Pratama Depdiknas, 2003. Pedoman Penyelenggaraaan Program Percepatan Belajar SD, SMP dan SMA.

Jakarta : Dirjen Dikdasmen. Depdiknas, 2006. ”Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas. FitriaHal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah Aida, 2010Pembaca Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah Super Cepat, Jakarta, Transmandiri Abadi Hariwijaya,M2011, Speed Reading, Jurus Membaca Cepat,Tepat, dan Akurat, Tugu Publisher, Jakarta Joyce, Bruce, dkk, 2011, Models of Teaching, Model-model Pengajaran, Edisi kedelapan, Edisi Bahasa Indonesia, Yogyakarta, Pustaka Pelajar Muchlisoh, dkk.

1992. Pendidikan Bahasa Indonesia 3. Jakarta: Depdikbud. Noer, Muhammad, 2010, e-book Speed Reading for Beginers, Nurhadi, 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung : Sinar Baru. Nurhadi, 1989, Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?

Bandung: CV. Sinar Baru Nurhadi, 2004. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?. Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurhadi, 2005. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?. Bandung: Sinar Baru Algensindo Nurhadi, 2008. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca?. Bandung: Sinar Baru Algensindo Oka, I Gusti Ngurah. 2005, Pengantar Membaca dan Pengajarannya, Surabaya, Usaha Nasional Rahim, Farida. 2007. Pengajaran membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Soedarso.

1988. Speed Reading, Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia. Soedarso. 1998. Speed Reading, Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia. Soedarso. 2001. Speed Reading, Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia. Soedarso. 2005. Speed Reading, Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia. Supriyadi, dkk.

1995. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Depdikbud. Tampubolon. 1990. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1985. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Angkasa • Blogroll • Documentation 0 • Plugins 0 • Suggest Ideas 0 • Support Forum 0 • Themes 0 • WordPress Blog 0 • WordPress Planet 0 • Serat Panginggil • Kohesi dan Koherensi dalam Wacana • Model Pembelajaran Berbasis Portofolio • Proses Morfofonemik dan Morfologis • Pembelajaran Berbasis Budaya • Variasi Bahasa • Penilaian, Pengukuran, dan Evaluasi • Teori Resepsi Sastra dan Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah • Pembelajaran Keterampilan Menyimak • Hubungan Bahasa dengan Kebudayaan • Layanan Bimbingan Kelompok • Tulisan Terakhir • Pendekatan dalam Resepsi Sastra • BABAD GALUH II • BABAD GALUH I • Sejarah Lisan • Memahami Karakter Dasar Siswa • Photos
Membaca bukanlah sesuatu kegiatan pembelajaran yang mudah.

Keberasilan peserta didik dalam membaca tergantung dengan penguasaan teknik-teknik membaca. Ada banyak teknik membaca yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai prestasi baca yang baik, salah satunya adalah kecepatan membaca.

Kegiatan membaca cepat sangat menguntungkan, setiap pembaca patut memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca agar dapat memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan secara optimal.

Kecepatan membaca dalam kehidupan modern dan globalisasi yang berkembang pesat ini semakin diperlukan karena tidak banyak orang yang memiliki waktu luang dalam kesehariannya. Model dan teknik membaca cepat dengan pemahaman utuh menjadi aspek yang patut ditekankan dalam kegiatan membaca saat ini Kecepatan membaca akan dapat terjadi apabila pembaca memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca.

Faktor yang mempengaruhi dapat mengacu pada kemampuan seseorang yang bersifat spesifik, yang meliputi pengembangan konsep kosa kata, keterampilan analisis kata dan lain-lain. Nurhadi (2005:35) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan dari pengetahuan bahasa, gaya kognitifdan pengalaman membaca.

Hal ini berarti untuk mencapai pemahaman bacaan, faktor membaca memegang peran yang sentral. Selain ketiga faktor di atas, kecepatan membaca dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.

Faktor-faktor tersebut, yaitu: • Sulit konsentrasi Kesulitan konsentrasi dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya kelelahan fisik dan mental, bosan atau ada hal yang sedang dipikirkan. Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah kemana, dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan anada menangkap dan memahami isi bacaan.

Apalagi ketika anda membaca cepat, konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca sesuai dengan pemahaman. • Rendahnya motivasi Faktor penghambat berikutnya adalah motivasi, gangguan ini biasanya dialami mahasiswa ketika ingin membaca teks book tebal yang tidak disukai. Motivasi yang rendah akan muncul ketika anda hendak membaca suatu buku tetapi tidak mengerti hal yang dibahas dalam buku tersebut, maka anda akan cenderung membaca sekedarnya dan tidak terlalu berniat untuk membaca dengan pemahaman yang baik.

• Kekhawatiran tidak memahami bahan bacaan Terkadang ada sebagian orang yang minder terlebih dahulu ketika baru melihat buku yang hendak dibaca, ia berpikir bahwa buku tersebut terlalu berat dan nanti tidak bisa dipahami,rasa khawatir ini akan menjadi kenyataan bila anda terus larut dan memikirkannya. Untuk itu, singkirkan semua kekhawatiran tersebut.

• Melakukan kebiasaan buruk dalam membaca Membaca cepat bagi orang awam atau seseorang yang tidak mendapatkan latihan khusus membuat mereka merasa lelah dalam membaca karena lamban dalam membaca. Hal tersebut diperkuat dengan adanya kebiasaan buruk dalam membaca. Menurut Nurhadi (2004:31) kebiasaan buruk dalam membaca, yaitu : 1.

Vokalisasi Vokalisasi atau membaca dengan bersuara adalah salah satu hal yang mampu menghambat kecepatan membaca dalam membaca cepat. Jika seseorang membaca dengan bersuara,maka ia melakukan dua pekerjaan sekaligus sehingga akan menghambat kecepatan membaca sekaligus pemahaman yang diperoleh. 2. Menggerakkan bibir Menggerakkan bibir ketika sedang membaca akan membuat kecepatan membaca kita melambat, itu sama saja dengan membaca menggunakan suara.

Menurut Soedarso (2002: 77) kecepatan seseorang yang membaca dengan bersuara ataupun gerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan seseorang yang membaca secara diam.

3. Menggerakkan kepala Menggerakkan kepala saat membaca merupakan kebiasaa buruk yang timbul pada masa kanak-kanak. Kebiasaan itu timbul karena dulu jangkauan mata kita sewaktu masih kecil kurang mencukupi. 4. Menunjuk dengan jari Kegiatan membaca dengan menunjukkan jari atau alat lain juga merupakan kebiasaan membaca yang dibawa sejak kecil.

Dulu, kita menerapkan hal tersebut untuk menjaga agar tidak ada kata yang terlewatkan. Akan tetapi, setelah dewasa tentunya kemampuan membaca kita semakin meningkat namun kebiasaan ini tetap dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan. Padahal, membaca dengan menunjukkan dengan jari dapat menghambat kecepatan membaca kita.

Kecepatan membaca dapat menjadi aspek penting yang mendukung keberhasilan kegiatan membaca termasuk dalam memahami isi bacaan. Kecepatan membaca berupaya untuk mengefisienkan waktu membaca tanpa meninggalkan aspek pemahaman terhadap bacaan, kecepatan membaca patut menjadi perhatian bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan kecepatan membaca peserta didik yang efektif sebagai bagian untuk memahami materi pelajaran.

Pos-pos Terbaru • Pengertian Kebutuhan Manusia adalah sebagai berikut • Fungsi RAM adalah sebagai berikut • Pengertian RAM adalah sebagai berikut • Prinsip Teknologi Informasi adalah sebagai berikut • Peran Teknologi Informasi adalah sebagai berikut • Keuntungan dan Kerugian Teknologi Informasi adalah sebagai berikut • Dampak Perkembangan Teknologi Informasi adalah sebagai berikut • Manfaat Teknologi Informasi adalah sebagai berikut • Tujuan Teknologi Informasi adalah sebagai berikut • Fungsi Teknologi Informasi adalah sebagai berikut• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun.

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang.

Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !! Selanjutnya Tutup Membaca bukanlah suatu kegiatan pembelajaran yang mudah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan anak dalam membaca.

Secara umum faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasi seperti guru, siswa, kondisi lingkungan, materi pelajaran, serta teknik mempelajari materi pelajaran. Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam membaca adalah penguasaan teknik-teknik membaca. Ada banyak teknik membaca yang dapat diterapkan untuk dapat mencapai prestasi membaca yang baik.

Salah satunya adalah kecepatan membaca. Membaca memiliki arti penting bagi siapapun. Dengan membaca seseorang dapat memperoleh informasi dan bahkan menambah pengetahuannya.

Membaca merupakan salah satu di antara empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap pemakai bahasa.

Oleh karena itu, upaya untuk mengajarkan cara membaca kepada anak sangat penting. Kegiatan membaca pada anak harus dapat memacu kemampuan anak dalam mengekplorasi kenyataan aktual yang dihadapi setiap anak. Dalam dunia pendidikan aspek membaca tidak dapat diabaikan. Membaca dapat menjadi faktor penting dalam memahami setiap perkembangan yang terjadi dalam kehidupan, di samping menjadi tolok ukur keberhasilan dalam belajar.

Dengan membaca, siswa dapat lebih mudah memahami setiap materi pelajaran. Siswa yang terampil dan memiliki kebiasaan membaca yang baik biasanya memiliki pengetahuan yang lebih luas. Sebaliknya, siswa yang kurang terampil dan jarang membaca akan sempit pengetahuannya. Faktanya sekarang, tradisi membaca masyarakat dan siswa masih tergolong rendah. Aktivitas membaca hanya terbatas pada saat-sat diperlukan, saat menjelang ulangan atau ujian.

Membaca dalam kondisi tersebut terkesan dipaksakan karena takut gagal dalam ulangan atau ujian. Membaca belum mampu menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri setiap individu. Padahal, membaca menghendaki penggunaan waktu untuk membaca yang cukup tinggi.

Kegemaran terhadap bacaan menjadikan waktu sangat berharga nilainya. Membaca juga dapat menjadi upaya untuk memenuhi tuntutan akan kebutuhan informasi yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Membaca pun dapat menjadi kunci keberhasilan dalam memahami materi pembelajaran. Oleh karena itu, membaca tidak hanya sekadar aktivitas melek huruf. Membaca merupakan usaha individu dalam memenuhi kebutuhan informasi dan perkembangan ilmu. Membaca juga merupakan aktivitas yang melibatkan fisik, pikiran, dan emosi. Dalam konteks itulah, kegiatan membaca pun harus didukung oleh kecepatan membaca. Hal ini untuk mengoptimalkan pemahaman terhadap bacaan dalam kurun waktu yang tidak lama.

Harus disadari bahwa membaca bukanlah aktivitas yang membuang waktu. Oleh karena itu, kecepatan dalam mebaca menjadi penting untuk diperhatikan. Dengan kecepatan membaca, proses tranformasi informasi dan pemahaman dapat berjalan secara optimal untuk mencapai tujuan membaca itu sendiri.

Kegiatan membaca pada dasarnya harus didukung oleh aspek kecepatan. Kecepatan menjadi diperlukan untuk efisiensi waktu dalam memahami suatu teks bacaan.

Apabila teks bacaan yang sedikit tentu pembaca seharusnya tidak memerlukan waktu yang lama untuk membacanya. Namun sebaliknya, untuk bacaan yang panjang hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah sesungguhnya diperlukan kemampuan pembaca dalam memacu kecepatan membaca dengan tidak menanggalkan pemahaman bacaan. Kecepatan membaca pun dapat menjadi bekal pembaca untuk mengekspresikan pemahaman terhadap bacaan, misalnya untuk memberikan informasi kepada orang lain ataupun untuk keperluan penulisan.

Kecepatan membaca akan dapat mengajak pembaca untuk memperhatikan aspek-aspek yang terdapat dalam teks bacaan. Dengan demikian, kecepatan membaca pun akan dapat menjadi keterampilan tersendiri yang duperlukan. Tentu, kecepatan membaca diperlukan bukan pada tingkat membaca permulaan tapi pada tingkat membaca lanjut. Artinya, dengan dukungan kecepatan membaca maka pembaca akan menjadi lebih mudah dalam mengungkapkan kembali isi bacaan sesuai dengan keperluannya. Kegiatan membaca mutlak perlu didukung kecepatan membaca.

Setiap pembaca pun patut memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca agar dapat memperoleh pemahaman terhadap isi bacaan secara optimal. Kecepatan membaca dalam konteks kehidupan modern dan global seperti sekarang semakin diperlukan karena tidak banyak orang yang memiliki waktu dalam kesehariannya. Metode dan teknik membaca yang cepat dengan pemahaman yang utuh hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah aspek yang patut ditekankan dalam kegiatan membaca saat ini, termasuk dalam pembelajaran membaca.

Atas dasar itu, masalah yang dapat diajukan adalah: ” Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca?” Membaca Harus diakui,membaca merupakan proses.

Awalnya, membaca dipahami sebagai bentuk pengenalan simbol-simbol huruf secara tercetak. Mebaca menyangkut aspek keseluruhan teks, seperti membaca huruf, kata, kalimat, hingga berlanjut dengan membaca paragraf dan esei pendek (Suwaryono, 1989 : 249). Membaca pun dapat dinyatakan sebagai kombinasi dari pengenalan huruf, intelektual, emosi yang dihubungkan dengan pengetahuan pembaca untuk memahami suatu pesan yang tertulis (Kustaryo, 1988 : 2).

Untuk seorang pemula, membaca berarti mengenal simbol dari sebuah bahasa. Pemahaman bacaan secara bertahap akan dikuasai setelah tahap pengenalan kata dikuasai. Di sisi lain, tujuan membaca seseorang akan menentukan kecepatan bacanya. Berbicara tentang hubungan kecepatan membaca dengan tujuan yang dikehendaki dari kegiatan membacanya itu, akan terjadilah apa yang dinamakan fleksibilitas kecepatan baca, yang mengacu pada kelenturan waktu pada saat membaca sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan membaca.

Jika tujuan membacanya hanya sekadar ingin menikmati karya sastra secara santai, pembaca dapat memperlambat tempo kecepatan bacanya. Kalau pembaca menginginkan informasi menyeluruh tentang kejadian hari ini dengan segera, tentu ia akan meningkatkan kecepatan bacanya. Pembaca akan berusaha menemukan ide-ide utama atau gagasan-gagasan penting saja dan menghiraukan hal-hal kecil atau rincian-rincian khusus dalam bacaannya tersebut.

Pada tahap-tahap awal, tingkat kecepatan baca erat kaitannya dengan faktor kesiapan membaca ( reading readness). I Gusti Ngurah Oka (1983 : 26) mengajukan enam hal yang dipandang penting dalam mempertimbangkan kesiapan membaca, yang terdiri dari 1)Â fasilitas bahasa lisan; 2)Â latar belakang pengalaman; 3)Â diskriminasi auditori dan diskriminasi visual; 4)Â intelegensi; 5)Â sikap dan minat; 6)Â Â kematangan emosi dan sosial. Jika dikelompokkan, aspek yang terkait dengan fasilitas bahasa lisan, diskriminasi auditori dan visual, dan kematangan emosi dan sosial merupakan bekal bagi pembaca pemula dalam belajar membaca; sementara latar belakang pengalaman, intelegensia, dan sikap dan minat dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pada tingkat lanjut.

Salah satu hasil penelitian menunjukkan bukti bahwa faktor intelegensia tidaklah terlalu berkontribusi terhadap kemampuan membaca seseorang.

Faktor yang cukup berpengaruh paling besar adalah faktor intensitas membacafaktor sikapdan minatsikap, kebiasaan, minat, dan motivasi membaca termasuk di dalamnya latar belakang pengalaman membaca.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kecepatan Membaca Kecepatan membaca akan dapat terjadi apabila pembaca memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca. Faktor yang berpengaruh dapat mengacu pada kemampuan seseorang yang bersifat spesifik, yang meliputi pengembangan konsep kosakata, pemahaman makna kata, pemahaman konsep-konsep linguistik, keterampilan analisis kata, dan lain-lain. Nurhadi (1987) berpendapat bahwa pemahaman bacaan bergantung pada gabungan dari pengetahuan bahasa, gaya kognitif, dan pengalaman membaca.

Hal ini berarti untuk mencapai pemahaman bacaan, faktor pembaca memegang peran yang sentral. Jika pembaca memiliki dan menguasai ketiga faktor di atas, maka proses pemahaman bacaan tidak akan mendapat hambatan yang berarti. Sedangkan apabila ditinjau dari aspek pemahaman bacaan, Samosir (1982) menyatakan sekurang-kurangnya terdapat lima hal pokok yang dapat memengaruhi proses pemahaman bacaan.

Kelima faktor tersebut meliputi: a)Â Â latar belakang pengalaman, b)Â kemampuan berbahasa, c)Â kemampuan berfikir, d)Â tujuan membaca, dan e) berbagai afeksi seperti motivasi, sikap, minat, keyakinan, dan perasaan.

Di sisi lain, faktor yang memengaruhi pemahaman bacaan pun dapat terletak pada ketidaktahuan akan bahasa. Meskipun pengetahuan bahasa itu penting, namun bagaimana menumbuhkan keinginan membaca jauh lebih penting.

Selanjutnya, faktor keterbacaan wacana ( readability). Menurutnya, materi bacaan yang disuguhkan dengan bahasa yang sulit menyebabkan bacaan itu sulit dipahami dan mengakibatkan frustasi bagi pembacanya. Keterbacaan menurutnya, tidak hanya bergantung kepada bahasa teks, melainkan juga bergantung pada pengetahuan pembaca tentang teks serta bagaimana ketekunan dan ketajaman membacanya.

Faktor tingkat keterbacaan yakni tingkat mudah-sukarnya bacaan bagi peringkat pembaca tertentu juga mempengaruhi kecepatan membaca seseorang. Bahan bacaan yang tidak sesuai dengan peringkat pembacanya dianggap mempunyai tingkat keterbacaan yang rendah. Bahan bacaan yang demikian tentu saja tidak dapat dicerna dengan mudah dalam waktu hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah relatif cepat.

Pembaca membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mencerna bahan bacaan seperti itu. Sebaliknya, bahan bacaan yang memiliki tingkat keterbacaan yang layak dengan pembacanya, atau bahkan cenderung di bawah kemampuan pembacanya, akan dilahapnya dalam waktu yang relatif cepat.

Faktor minat dan motivasi seseorang dalam membaca ikut berpengaruh terhadap kecepatan bacanya. Minat dan motivasi yang tinggi, baik terhadap bahannya maupun terhadap kegiatan membacanya, akan berefek positif terhadap kecepatan baca seseorang. Selain dipengaruhi faktor-faktor di atas, kecepatan membaca pun dipengaruhi oleh faktor kebiasaan.

hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasanya dilakukan pada saat membaca (membaca dalam hati/pemahaman), antara lain: a) membaca dengan vokalisasi (suara nyaring), b) membaca dengan gerakan bibir, c) membaca dengan gerakan kepala, d) membaca dengan menujuk baris bacaan dengan jari, pena, e) membaca dengan mengulang kata, atau baris bacaan (regresi), f) membaca dengan subvokalisasi (melafalkan bacaan dalam batin atau pikiran), g) membaca kata demi kata, h) membaca dengan konsentrasi yang tidak sempurna, i) membaca hanya jika perlu/ditugasi/dipaksa saja (insidental).

Faktor lain yang mempengaruhi kecepatan efektif membaca adalah penguasaan teknik-teknik membaca yang tepat sesuai dengan tujuan, bahan, dan jenis membacanya. Teknik-teknik membaca yang umum dikenal orang adalah: a.  Teknik baca-pilih atau selecting, yaitu membaca bahan bacaan atau bagian-bagian bacaan yang dianggapnya relevan atau mengandung informasi yang dibutuhkan pembaca.

Dalam hal ini, sebelum melakukan kegiatan membaca tersebut, pembaca telah melakukan pemilihan/seleksi bahan terlebih dahulu. b. Teknik baca-lompat atau skipping, yaitu membaca dengan loncatan-loncatan.

Maksudnya, bagian-bagian bacaan yang dianggap tidak relevan dengan keperluannya atau bagian-bagian bacaan yang sudah dikenalnya/dipahaminya tidak dihiraukan. Bagian bacaan yang demikian dilompati untuk mencapai efektivitas dan efisiensi membaca. c. Teknik baca-layap atau skimming atau dikenal dengan istilah membaca sekilas, yaitu membaca dengan cepat atau menjelajah untuk memperoleh gambaran umum isi buku atau bacaan lainnya secara menyeluruh.

Selain itu, teknik ini juga dapat dipergunakan sebagai dasar memprediksi (menduga), apakah suatu bacaan atau bagian-bagian tertentu dari bacaannya itu berisi informasi tertentu. Seorang pembaca yang menggunakan teknik skimming hanya memetik ide-ide pokok bacaan atau hal-hal penting atau intisari suatu bacaan. Teknik ini dipergunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut: 1)Â Mengenali topik bacaan; misalnya mengenali kesan umum suatu buku untuk melihat relevansi isi bacaan dengan keperluan pembacanya atau memilih suatu artikel dari majalah/surat kabar untuk kliping.

2)Â Mengetahui pendapat orang (opini). Setelah pembaca mengetahui topik yang dibahas, dia juga ingin mengetahui pendapat penulisnya terhadap masalah tersebut. Suatu kesimpulan itu biasanya diletakkan pada bagian akhir bacaan. 3)Â Mengetahui bagian penting tanpa harus membaca seluruh bacaan. Pembaca hanya melihat seluruh bacaan itu untuk memilih ide-ide yang dianggapnya penting dan baik, tetapi tidak membacanya secara lengkap.

4)Â Mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, hubungan antar bagian guna mencari atau memilih bahan yang perlu dipelajari atau prlu diingat. 5)Â Menyegarkan apa yang pernah dibaca, misalnya dalam mempersiapkan ujian atau seramah.

d. Teknik baca-tatap atau scanning atau dikenal juga dengan istilah sepintas, yaitu suatu teknik pembacaan sekilas cepat tetapi teliti dengan maksud untuk memperoleh informasi khusus/tertentu dari bacaan. Pembaca yang menggunakan teknik ini akan langsung membaca bagian tertentu dari bacaannya yang berisi informasi/fakta yang diperlukannya tanpa menghiraukan bagian-bagian lain yang dianggapnya tidak relevan.

Teknik scanning biasa digunakan untuk hal-hal berikut: 1)Â Â mencari nomor telepon; 2)Â Â mencari makna kata tertentu dalam kamus; 3)Â Â mencari keterangan tentang suatu istilah pada ensiklopedia; 4)Â Â mencari entri atau rujukan sesuatu hal pada indeks; 5)Â Â mencari definisi sebuah konsep menurut para pakar tertentu; 6)Â Â mencari data-data statistik; 7)Â Â mencari acara siaran TV, daftar perjalanan, dokter jaga, dan sebagainya. Kecepatan membaca dapat menjadi aspek penting yang mendukung keberhasilan kegiatan membaca, termasuk dalam memahami isi bacaan.

Kecepatan membaca harus dapat menjadi pilihan dalam kegiatan membaca sebagai bagian untuk meningkatkan efektifitas dalam kegiatan membaca. Kecepatan membaca berupaya untuk mengefisienkan waktu membaca tanpa meningglkan aspek pemahaman terhadap bacaan. Dalam kegiatan belajar, kecepatan membaca pun hal yang menentukan kecepatan membaca seseorang adalah menjadi perhatian bagu guru untuk meningktkan kemampuan kecepatan membaca siswa yang efektif sebagai bagian untuk memahami materi pelajaran.

Pembaca dapat memilih, menentukan, dan menggunakan teknik alam membaca yang dapat mendukung kecepatan membacanya untuk memenuhi tuntutan efektifitas dan efisiensi membaca. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan membaca dapat disimak melalui skema di bawah ini: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Membaca Faktor dalam (internal) 1.

k ompetensi bahasa

KECEPATAN MEMBACA EFEKTIF 1




2022 www.videocon.com