Apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

apabila suatu unsur melepas elektron, maka .... apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Teks video Pada soal berikut kita diberikan konfigurasi elektron dari suatu unsur dari konfigurasi ini kita diminta untuk menentukan Manakah diantara beberapa pernyataan berikut yang sesuai dengan unsur yang dimaksud sebelumnya kita lihat dulu ya dari konfigurasi unsur yang tidak diketahui ini kita lambangkan saja dengan x yaitu 1 S2 2 S2 2 P6 3 S2 dan 34 maka kita ketahui bahwa nomor atomnya adalah 16 kemudian elektron valensi dari unsur x ini valensi itu adalah elektron yang berada pada kulit terluar pada konfigurasi diatas kulit terluarnya adalah kulit nomor 3 maka elektron valensinya adalah 2 + 4 = 6.

Apabila suatu unsur mempunyai elektron valensi 6 maka dia akan cenderung untuk menangkap elektron dan dapat disimpulkan maka unsur ini akan membentuk ion X2Dari beberapa analisis yang sudah kita lakukan sekarang kita lihat pilihan jawaban yang ada ya yang dapat membentuk senyawa ion dengan natrium itu mempunyai nomor atom 11 apabila kita konfigurasikan maka konfigurasi nya adalah sebagai berikut 1 S2 2 S2 2 P6 dan 3 S1 dinatrium ini akan mempunyai elektron valensi yaitu 1.

Nah, Karena dia mempunyai elektron valensi 1. Maka dia akan cenderung melepas elektronnya membentuk ion na + ciri dari senyawa ion itu adalah terjadinya serah terima elektron atau dengan kata lain ada unsur yang menangkap elektron dan ada unsur yang melepaskan elektronnya berarti unsur x disini dapat membentuk senyawa ion dengan natrium dengan rumus sebagai berikut na + ditambah X2 Min menjadi na2x Nah kita samakan koefisiendengan menambahkan angka 2 di depan na + jawaban udah benar Ya nah, tapi untuk lebih meyakinkan kita lihat pilihan jawaban yang lain kemudian itu merupakan unsur logam Na untuk menjawab soal ini kita bisa lihat dari golongan dan periode dari unsur x ini kita bisa Tentukan dari konfigurasinya ya pada konfigurasi nya di sini itu diakhiri dengan orbital p maka kita bisa menggunakan rumus berikut apabila terakhirnya orbital p maka kita juga lihat orbital S yang ada di sebelumnya berarti cara menentukan gulungannya adalah dengan x + y dan kemudian karena diakhiri dengan orbital p maka berada di golongan A Kemudian dilihat dari pada konfigurasi tersebut berarti yang kita perhatikan adalah 3 S2 3 p 4, maka golongan nya adalah 4 + 2 berarti 6Kemudian karena diakhiri dengan t maka berada di golongan A berarti 6 a kemudian periode nya berarti adalah 3 berarti unsur x ini terletak pada golongan 6 periode 3 unsur pada golongan 6A periode 3 ini termasuk unsur nonlogam jadi jawaban yang b sama kemudian selanjutnya yang c dapat membentuk ion dengan muatan positif 20 tadi sudah kita bahas di awal bahwa unsur x ini akan cenderung untuk menangkap elektron dan dia akan membentuk ion x 2 min jadi membentuk ion positif 2 ya.

Jadi jawaban yang c selama selanjutnya yang bagian D hanya dapat bereaksi dengan unsur non logam na seperti kita tahu tadi unsur x merupakan unsur nonlogam. Jadi dia bisa bereaksi dengan unsur nonlogam juga membentuk senyawa kovalen.

Namun bukan hanya itu Dia juga bisa bereaksi dengan unsur logam membentukSeperti yang sudah dijelaskan tadi ada pilihan jawaban yang A Natrium itukan merupakan unsur logam berarti bisa ya unsur x ini bereaksi dengan logam bukan hanya nonlogam berarti pilihan jawaban d.

Salah selanjutnya yang memiliki 6 Proton pada setiap atomnya kita ingat kembali a. Jumlah proton itu sama dengan nomor atom Na tadi kita sudah bahas di awal unsur x ini mempunyai nomor atom 16 berarti jumlah protonnya juga 16 bukan 6. Berarti jawaban yang salah jadi sudah pasti ya jawabannya adalah option yang demikian pembahasan soal ini sampai jumpa di soal berikutnya.

Sukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk! • Matematika • Fisika • Kimia • 12 SMA • Peluang Wajib • Kekongruen dan Kesebangunan • Statistika Inferensia • Dimensi Tiga • Statistika Wajib • Limit Fungsi Trigonometri • Turunan Fungsi Trigonometri • 11 SMA • Barisan • Limit Fungsi • Turunan • Integral • Persamaan Lingkaran dan Irisan Dua Lingkaran • Integral Tentu • Integral Parsial • Induksi Matematika • Program Linear • Matriks • Transformasi • Fungsi Trigonometri • Persamaan Trigonometri • Irisan Kerucut • Polinomial • 10 SMA • Fungsi • Trigonometri • Skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor • Logika Matematika • Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Wajib • Pertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu Variabel maka .

Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel • Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel • Sistem Persamaan Linier Dua Variabel • Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel • Grafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma • 9 SMP • Transformasi Geometri • Kesebangunan dan Kongruensi • Bangun Ruang Sisi Lengkung • Bilangan Berpangkat Dan Bentuk Akar • Persamaan Kuadrat • Fungsi Kuadrat • 8 SMP • Teorema Phytagoras • Lingkaran • Garis Singgung Lingkaran • Bangun Ruang Sisi Datar • Peluang • Pola Bilangan Dan Barisan Bilangan • Koordinat Cartesius • Relasi Dan Fungsi • Persamaan Garis Lurus • Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (Spldv) • 7 SMP • Perbandingan • Aritmetika Sosial (Aplikasi Aljabar) • Sudut dan Garis Sejajar • Segi Empat • Segitiga • Statistika • Bilangan Bulat Dan Pecahan • Himpunan • Operasi Dan Faktorisasi Bentuk Aljabar • Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel • 6 SD • Bangun Ruang • Statistika 6 • Sistem Koordinat • Bilangan Bulat • Lingkaran • 5 SD • Bangun Ruang • Pengumpulan dan Penyajian Data • Operasi Bilangan Pecahan • Kecepatan Dan Debit • Skala • Perpangkatan Dan Akar • 4 SD • Aproksimasi / Pembulatan • Bangun Datar • Statistika • Pengukuran Sudut • Bilangan Romawi • Pecahan • KPK Dan FPB • 12 SMA • Teori Relativitas Khusus • Konsep dan Fenomena Kuantum • Teknologi Digital • Inti Atom • Sumber-Sumber Energi • Rangkaian Arus Searah • Listrik Statis (Elektrostatika) • Medan Magnet • Induksi Elektromagnetik • Rangkaian Arus Bolak Balik • Radiasi Elektromagnetik • 11 SMA • Hukum Termodinamika • Ciri-Ciri Gelombang Mekanik • Gelombang Berjalan dan Gelombang Stasioner • Gelombang Bunyi • Gelombang Cahaya • Alat-Alat Optik apabila suatu unsur melepas elektron Gejala Pemanasan Global • Alternatif Solusi • Keseimbangan Dan Dinamika Rotasi • Elastisitas Dan Hukum Hooke • Fluida Statik • Fluida Dinamik • Suhu, Kalor Dan Perpindahan Kalor • Teori Kinetik Gas • 10 SMA • Hukum Newton • Hukum Newton Tentang Gravitasi • Usaha (Kerja) Dan Energi • Momentum dan Impuls • Getaran Harmonis • Hakikat Fisika Dan Prosedur Ilmiah • Pengukuran • Vektor • Gerak Lurus • Gerak Parabola • Gerak Melingkar • 9 SMP • Kelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi • Produk Teknologi • Sifat Bahan • Kelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan • 8 SMP • Tekanan • Cahaya • Getaran dan Gelombang • Gerak Dan Gaya • Pesawat Sederhana • 7 SMP • Tata Surya • Objek Ilmu Pengetahuan Alam Dan Pengamatannya • Zat Dan Karakteristiknya • Suhu Dan Kalor • Energi • Fisika Geografi • 12 SMA • Struktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan Senyawa • Benzena dan Turunannya • Struktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan Makromolekul • Sifat Koligatif Larutan • Reaksi Redoks Maka .

Sel Elektrokimia • Kimia Unsur • 11 SMA • Asam dan Basa • Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam • Larutan Penyangga • Titrasi • Kesetimbangan Larutan (Ksp) • Sistem Koloid • Kimia Terapan • Senyawa Hidrokarbon • Minyak Bumi • Termokimia • Laju Reaksi maka .

Kesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan • 10 SMA • Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit • Reaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama Senyawa • Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri • Metode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan Dan Keamanan Kimia Di Laboratorium, Serta Peran Kimia Dalam Kehidupan • Struktur Atom Dan Tabel Periodik • Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Halo Apabila suatu unsur melepas elektron, jawabannya D yaa.

Reaksi redoks merupakan singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi. Definisi redoks berdasarkan pelepasan atau penangkapan elektron adalah: - Reduksi: reaksi penangkapan elektron - Oksidasi: Reaksi pelepasan elektron Sementara berdasarkan perubahan bilangan oksidasi (biloks), definisi redoks adalah: - Reduksi: reaksi penurunan biloks - Oksidasi: reaksi kenaikan biloks Semoga bisa dipahami yaa :) laju reaksi terhadap : 2HgCl2 (aq) + C2O42- (aq) → 2CO2 (g) + Hg2Cl2 (s) + 2 Cl- (aq) Diketahui dengan mengukur jumlah mol Hg2Cl2 yang mengendap per liter per menit, dan diperoleh data sebagai berikut Dari data percobaan di atas, persamaan laju reaksinya adalah.

(1) v = k{HgCl2][C2O42-] (2) v = k{HgCl2][C2O42-]^2 (3) v = k{HgCl2]^2 [C2O42-]^2 (4) v = k{HgCl2]^2 [C2O42-] (5) v = k{HgCl2]^2[C2O42-]^3
7.

Sebarkan ini: Ikatan ion ini merupakan ikatan yang terbentuk yakni sebagai akibat adanya gaya tarikmenarik antara ion positif serta ion negatif. Ion positif ini terbentuk disebabkan karna unsur logam melepaskan elektronnya, sedangkan ion negatif itu terbentuk disebabkan karna unsur nonlogam menerima elektron. Ikatan ion ini terjadi disebabkan karna adanya serah terima elektron.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Ikatan ion ini terbentuk akibat dari adanya proses melepas atau juga menerima elektron oleh atom-atom yang saling berikatan. Atom-atom yang melepas elektron tersebut menjadi ion positif (kation) sedang untuk atom-atom yang menerima elektron tersebut menjadi ion negatif (anion).

Ikatan ion tersebut biasanya disebut dengan ikatan elektrovalen. Senyawa yang mempunyai ikatan ion itu disebut senyawa ionik. Senyawa ionik tersebut biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam maka . juga nonlogam. Atom unsur logam tersebut cenderung melepas elektron membentuk ion positif, serta atom unsur nonlogam itu cenderung menangkap elektron dan membentuk ion negatif.

Contoh ialah seperti : MgO, CaF2, NaCl, Li2O, AlF3, serta lain-lain. Syarat Terbentuknya Ikatan Atom Atom-atom tersebut kemudian membentuk ikatan ion disebabkan karna tiap-tiap atom tersebut ingin mencapai keseimbangan/kestabilan ialah seperti pada struktur elektron gas mulia.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Ikatan ion tersebut terbentuk antara sebagai berikut : • Ion positif dengan ion negatif, • Atom-atom tersebut berenergi potensial ionisasi kecil itu dengan atom-atom berafinitas elektron besar (Atom-atom unsur golongan IA, IIA tersebut dengan atom-atom unsur golongan VIA, VIIA), • Atom-atom itu dengan keelektronegatifan kecil itu dengan atom-atom yang mempunyai keelektronegatifan besar. Ikatan ion tersebut adalah suatu ikatan yang terjadi akibat suatu perpindahan elektron dari 1 atom itu ke atom lain (James E.

Brady, 1990). Ikatan ion tersebut ituantara atom yang melepaskan electron (logam) tersebut dengan atom yang menangkap elektron (bukan logam). Atom logam, setelah kemudian melepaskan elektron tersebut berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom ini bukan logam, setelah menerima elektron kemudian berubah menjadi ion negatif.

Antara ion-ion yang muatan nya itu berlawanan tersebutlah kmeudian terjadi suatu tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut dengan sebutan ikatan ion (ikatan elektrovalen).

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Senyawa yang mempunyai ikatan ion disebut senyawa ionik. Senyawa ionik ini biasanya terbentuk antara atom-atom unsur logam serta nonlogam. Pembentukan Ikatan Ion Proses terbentuknya ikatan ionik ini dicontohkan dengan pembentukan NaCl. Natirum (Na) itu dengan konfigurasi elektron (2,8,1) akan lebih stabil apabila melepaskan 1 elektron sehingga kemudian konfugurasi elektron itu berubah menjadi (2,8).

Sedangkan untuk Klorin (Cl), yang memiliki dan/atau mempunyai suatu konfigurasi (2,8,7), akan lebih stabil apabila mendapatkan 1 elektron sehingga kemudian konfigurasinya tersebut menjadi (2,8,8). Jadi supaya keduanya ini kemudian menjadi lebih stabil, maka natrium tersebut menyumbang 1 elektron serta klorin tersebut kemudian akan kedapatan satu elektron dari natrium.

Pada saat natrium kehilangan satu elektron, maka natrium ini menjadi lebih kecil. Sedangkan klorin tersebut akan menjadi lebih besar disebabkan karna ketambahan satu elektron. Oleh karna itu ukuran ion positif tersebut selalu lebih kecil daripada ukuran sebelumnya, apabila suatu unsur melepas elektron tetapi untuk ion negatif tersebut akan lebih condong lebih besar daripada ukuran sebelumnya.

Disaat pertukaran elektron terjadi, maka Na ini akan menjadi bermuatan positif (Na+) serta Cl itu akan menjadi bermuatan negatif (Cl–). Setelah itu terjadi gaya elektrostatik antara Na+ serta Cl– sehingga membentuk ikatan ionik. Sebagimana ini disebutkan di atas bahwa ikatan ion ialah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain.

Perlu untuk diingat, ikatan antar unsur tersebut akan stabil apabila eletron terluar tersebut berjumlah 2 serta 8. maka Lihat pada contoh pembentukan ikatan ion antara unsur Na (natrium) serta juga Cl (klorida) berikut ini: Ikatan ion ialah ikatan yang relatif kuat.

Disuhu kamar, seluruh senyawa ion tersebut berupa zat padat kristal dan dengan struktur tertentu. Dengan memakai lambang Lewis, pembentukan NaCl tersebut digambarkan sebagai berikut ini. Lambang titik elektron Lewis initerdiri atas lambang unsur serta juga titik-titik yang ditiap titiknya itu menggambarkan 1 elektron valensi dari apabila suatu unsur melepas elektron unsur.

Titik-titik elektron tersebut merupakan elektron terluarnya. Sifat Ikatan Ion Selain sifatnya itu yang relatif kuat, ikatan ion ini juga mempunyai beberapa sifat yang lain, diantaranya ialah sebagai berikut: • Memiliki titik didih serta titik leleh yang tinggi.

Ion positif dan juga ion negatif di dalam kristal senyawa ion tidak bebas tersebut bergerak disebabkan oleh karna terikat oleh gaya elektrostatik yang kuat. Diperlukan suhu yang tinggi supaya ion-ion tersebut memperoleh energi kinetik yang cukup untuk mengatasi gaya elektrostatik.

• Keras tetapi rapuh. Memiliki sifat keras disebabkan karna karena ion-ion positif serta negatif terikat kuat ke segala arah oleh gaya elektrostatik. Mempunyai sifat rapuh disebabkan oleh karna lapisan-lapisan tersebut bisa atau dapat bergeser apabila dikenakan gaya luar, ion sejenis tersebut bisa atau dapat berada satu di atas yang lainnya sehingga kemudian timbul/muncul tolak-menolak yang sangat kuat yang setelah itu menyebabkan terjadinya pemisahan.

• Berupa padatan pada suhu ruang. • Larut di dalam pelarut air, tetapi dasarnya tidak larut dalam pelarut organik • Tidak menghantarkan listrik di dalam fasa padat, namun menghantarkan listrik di maka . fasa cair. Zat dikatakan dapat atau bisa menghantarkan listrik apabila terdapat ion-ion yang bisa atau dapat bergerak bebas membawa muatan listrik. Ciri Ikatan Ion Keberadaan ikatan ion juga mempengaruhi dari sifat kimia serta fisik dari senyawa yang dihasilkan.

Terdapat beberapa karakteristik tersebut menonjol dari ikatan ion dan juga dibawah ini merupakan daftar dari beberapa dari karakteristik ikatan ion berikut: Disebabkan kenyataan bahwa logam ini cenderung kehilangan elektron serta juga non-logam tersebut cenderung untuk mendapatkan elektron, ikatan ion yang umum antara logam serta juga non-logam.

Oleh sebab itu, tidak seperti ikatan kovalen yang hanya bisa atau dapat terbentuk antara non-logam, ikatan ion tersebut dapat atau bisa terbentuk antara logam serta non-logam.

Sementara penamaan senyawa ion, nama logam ini selalu datang pertama serta nama non-logam datang kedua.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Misalnya, di dalam kasus natrium klorida (NaCl), natrium ialah logam sedangkan klorin itu ialah non-logam. Senyawa yang mengandung ikatan ion mudah larut di dalam suatu air serta juga beberapa pelarut polar lainnya. Ikatan ion, itu dengan demikian, memiliki efek pada kelarutan senyawa yang dihasilkan. Disaat senyawa ion tersebut dilarutkan di dalam pelarut untuk kemudian membentuk larutan homogen, larutan tersebut cenderung untuk menghantarkan listrik. Ikatan ion ini memiliki efek pada titik leleh senyawa juga, disebabkan karna senyawa ion ini cenderung memiliki titik leleh maka .

lebih tinggi, yang berarti bahwa ikatan ion itu tetap stabil untuk rentang suhu yang lebih besar. Ikatan ion itu terjadi disebabkan karna adanya gaya tarik-menarik antar ion yang bermuatan positif serta ion yang bermuatan negative.

Dinyatakan oleh Wibowo (2013) terdapat beberapa yang kemudian perlu diperhatikan, biasanya itu terjadi kesalahan konsep di dalam materi ikatan kimia ini, ialah seperti contoh sebagai berikut : • Ikatan ionik ini hanya dapat atau bisa terjadi antara kation serta anion sederhana, • Senyawa ionik ini hanya dapat atau bisa terbentuk dengan secara langsung dari ion-ion, dll Pada formula atau juga rumus ionik.

Senyawa ion tersebut tidak ada sebagai molekul, sehingga kemudian kita tidak dapat atau bisa mengetahui mengenai rumus molekul dari senyawa ion. Sebagai gantinya, rumus ionik dalam suatu senyawa ialah rumus empiris senyawa itu. Seperti contoh, natrium klorida rumusnya ialah NaCl. Dinyatakan oleh Saunders (2007) bahwa terdapat beberapa jumlah yang juga sama dengan ion didalam kisi ioniknya, seperti contoh : • Magnesium Oksida ini berisi Mg2+ dan O2- ion, serta rumusnya ialah MgO • Kalsium Maka .

ini berisi Ca2+ dan cl2- ion, serta rumusnya ialah CaCl2 • Alumunium Oksida ini berisi Al3+ dan O2- ion, serta rumusnya ialah Al2O3 Contoh Pembentukan Ikatan ion NaCl Bila sebuah atom Na itu mendekati Cl, maka Na kemudian akan menyerap energi ionisasi tertentu sehingga kemudian mampu untuk melepaskan sebuah elektron serta berubah menjadi ion Na⁺ ₁₁Na = 2.

8. 1 > kemudian akan menyerap energi serta membentuk ion Na⁺ ₁₇Cl = 2. 8. 7 > kemudian akan melepas energi serta membentuk ion Cl⁻. Elektron yang dibebaskan oleh atom Na tersebut kemudian akan diterima oleh atom Cl, sehingga atom Cl itu apabila suatu unsur melepas elektron berubah menjadi ion Cl⁻. Proses pengikatan elektron ini kemudian membebaskan energi tertentu sebesar afinitas elektronnya. Antara ion-ion Na⁺ serta Cl⁻ tersebut terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis, sehingga kemudian terbentuklah senyawa ion NaCl.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Ikatan Ion, Syarat, Ciri, Sifat, Pembentukan dan Contoh, semoga yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Perkuliahan, SMA, Umum Ditag ciri ciri ikatan hidrogen, ciri ciri ikatan ion, contoh ikatan ion, contoh ikatan kovalen, contoh ikatan logam, contoh senyawa ikatan ion, contoh senyawa ion, elektrovalen, gambar ikatan ion, identifikasi unsur, ikatan ion adalah brainly, ikatan ion dan kovalen brainly, ikatan ion logam dan non logam, ikatan ion pdf, ikatan ionik dan kovalen, ikatan kimia ionik, ikatan kimia pdf, ikatan kimia ppt, ikatan kovalen, ikatan kovalen adalah brainly, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen koordinasi adalah, ikatan kovalen koordinasi h2so4, ikatan kovalen polar dan non polar, ikatan logam, ikatan logam adalah, ikatan logam dan non logam, ikatan van der waals, ion negatif terbentuk jika, jenis ikatan kimia, kisi-kisi kristal ion adalah, kovalen polar dan non polar, makalah ikatan kimia, pengertian ikatan kimia, pengertian ikatan kovalen, pengertian ikatan logam, perbedaan ikatan ion dan kovalen, perbedaan kovalen polar dan non polar, peta konsep maka .

kimia, sifat ikatan ion, sifat ikatan kovalen, sifat-sifat senyawa ion, struktur lewis, syarat syarat terjadinya ikatan ion, syarat terjadinya ikatan ion, tabel periodik Pos-pos Terbaru • √ Pengertian Sumber Hukum, Macam dan Contohnya • √ Pengertian Gratifikasi • √ Pengertian Teks Diskusi, Ciri, Struktur, Kaidah dan Jenisnya • √ Pengertian Sanering, Dampak, Kelemahan dan Contohnya • √ Pengertian Germinasi • √ Pengertian Filogenetik, Jenis, Klasifikasi dan Contohnya • √ Pengertian, Proses dan Jenis Awan Secara Umum • √ Pengertian Dividen, Jenis, Proses Pembayaran dan Menurut Ahli • √ Pengertian Pameran,Tujuan, Manfaat, Jenis dan Menurut Ahli • √ 15 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli • √ Pengertian Kecerdasan Sosial • √ Plasenta : Pengertian, Struktur, Proses dan Fungsinya • √ Biologi : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Ciri Dan Cabangnya • √ Pengertian Semiotika, Komponen, Cabang, dan Macam Menurut Para Ahli • √ Pengertian Kloning, Tujuan, Contoh dan Manfaatnya • Daur Air • Teks Eksplanasi • Fungsi Dan Ciri Alveolus • Pengertian Data • Teks Deskripsi • Enzim • Indikator Asam Basa • Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Cara Penyusun, Struktur • Vektor: Pengertian, Gambar, Notasi, Jenis, Sifat dan Nilai atau Besarnya • Pengertian Dan Contoh Agresi • Perpindahan Kalor • Pengertian Suku • Simposium • Karakteristik Hikayat • Teks Prosedur • Struktur Dan Unsur Apabila suatu unsur melepas elektron Novel • Pengertian Negosiasi • Prakarya • Drama • Frasa • Pengertian Produksi • Reboisasi Apabila suatu unsur melepas elektron • Diksi • Rangkuman Dan Ringkasan • Kinemaster Pro • Alight Motion Pro Apabila suatu unsur menerima elektron, maka bilangan oksidasinya akan turun.

Zat tersebut mengalami reaksi reduksi, dan zat tersebut berperan sebagai oksidator. Pembahasan Contoh reaksi apabila suatu unsur melepas elektron menerima elektron + 2e ⇒ Mg + 2e ⇒ Zn + e ⇒ K + e ⇒ Na Pada reaksi tersebut dapat dilihat bahwa biloks Mg mengalami penurunan dari +2 menjadi 0. biloks Zn mengalami penurunan dari +2 menjadi 0. biloks K mengalami penurunan apabila suatu unsur melepas elektron +1 menjadi 0.

biloks Namengalami penurunan dari +1 menjadi 0. Jadi jawaban yang benar adalah B ------------------------------- Reaksi redoks terbagi menjadi dua yaitu • Reaksi Reduksi • Reaksi Oksidasi Pengertian Reaksi reduksi dan reaksi oksidasi ada 3 macam, yaitu ∴Berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen pada reaksi • Reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi proses pengikatan Oksigen • Reaksi reduksi adalah reaksi yang terjadi proses pelepasan Oksigen ∴Berdasarkan perpindahan elektron pada reaksi • Reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi proses pelepasan elektron • Reaksi reduksi adalah reaksi yang terjadi proses penerimaan elektron ∴Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi ( Biloks) • Reaksi oksidasi: adalah reaksi yang terjadi kenaikan bilangan oksidasi • Reaksi reduksi: adalah reaksi yang terjadi Penurunan bilangan oksidasi Zat reduktor adalah zat yang memngalami proses oksidasi.

Sedangkan zat yang mengalami proses reduksi adalah zat oksidator. Reaksi autoredoks adalah rekasi yang satu jenis unsur atau senyawa dalam suatu reaksi yang mengalami perubahan ( Kenaikan dan penurunan ) bilangan oksidasi (Biloks) Bilang oksidasi adalah bilangan yang menunjukkan jumlah yang dapat dilepas, diterima ataupun digunakan bersama-sama agar dapat membentuk ikatan dengan berbagai unsur lainnya.

Bilangan oksidasi lebih dikenal dengan istilah BILOKS. Untuk mengetahui jumlah bilangan oksidasi suatu unsur atau suatu senyawa. Terlebih dahulu kita harus memahami ketentuan-ketentuan menghitung bilangan oksidasi. Berikut beberapa ketentuan dalam bilangan oksidasi: • Bilangan oksidasi suatu unsur bebas adalah nol ( 0).

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Contohnya bilangan oksidasi natrium dalam Na adalah nol • Bilangan oksidasi total untuk senyawa diatomik atau poliatom yang netral adalah (0) • Bilang oksidasi suatu ion monoatomik adalah sesuai dengan jumlah muatannya. Contohnya bilangan oksidasi untuk Na dalam Na+ adalah +1 • Bilang oksidasi suatu ion poliatomik adalah sesuai dengan jumlah muatannya • Bilangan oksidasi untuk unsur golongan IA ( Li, Na, K, Rb, Cs, Fr) adalah +1 • Bilangan oksidasi untuk unsur golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) adalah +2 • Bilangan oksidasi untuk unsur apabila suatu unsur melepas elektron IIIA (B, Al, Ga, In, Ti) adalah +3 • Bilangan oksidasi untuk Hidrogen ( H) adalah +1 kecuali untuk senyawa hidrida logam bilangan oksidasi Hidrogen adalah -1 contohnya pada • Bilangan oksidasi untuk Oksigen ( O) adalah -2 kecuali untuk senyawa pereksida bilangan oksidasi Oksigen adalah -1 contohnya pada • Bilangan oksidasi senyawa halogen ( F, Cl, Br, I) pada umumnya adalah -1 Pelajari lebih lanjut • Materi tentang bilangan oksidasi Cl dalamdi link brainly.co.id/tugas/9061005 • Materi tentang idenrifikasi bilangan oksidasi Cl dan O pada beberapa senyawa, di link brainly.co.id/tugas/2118790 • Materi tentang identifikasi senyawa yang di dalam nya memiliki unsur dengan biloks +6, di link brainly.co.id/tugas/21617921 • Materi tentang bilangan oksidasi Cr dalam beberapa senyawa, di link brainly.co.id/tugas/21631063 • Materi tentang bilangan oksidasi unsur dalam beberapa senyawa, maka .

link brainly.co.id/tugas/63046 ==================================== Detail jawaban Kelas : X Mata pelajaran: Kimia Bab : Reaksi Redoks Kode soal : 10.7.6 Kata kunci : Bilangan oksidasi, Biloks, aturan bilangan oksidasi,
Afinitas elektron secara sederhana bisa dikatakan sebagai bagian daripada kemampuan dari suatu jenis partikel atom dalam menerima elektron.

Prihal ini terjadi ketika elektron ditambahkan dalam atom pada wujud gas, maka secara langsung terjadi perubahan energi tertentu. Oleh karena itulah afinitas elektron dalam suatu atom cenderung sulit untuk diukur. Alasannya karena adanya nilai afinitas elektron hanya tersedia pada beberapa jenis unsur kimia tertentu, terutama pada golongan halogen. Daftar Isi • Afinitas Elektron • Pengertian Afinitas Elektron • Pengertian Afinitas Elektron Menurut Para Ahli • Rumus Afinitas Elektron • Cara Menentukan Afinitas Elektron • Jenis Afinitas Elektron • Afinitas Elektron Pertama • Afinitas Elektron Kedua • Contoh Soal Afinitas Elektron dan Jawaban • Sebarkan ini: • Posting terkait: Afinitas Elektron Afinitas elektron bisa dikatakan sebagai peristiwa yang terjadi karena adanya komponen melepas dan menerima elektron terhadap sesuatu yang umum dalam penerapan kimia.

Dimana untuk serah terima elektron dapat terjadi ketika suatu atom melakukan interaksi dengan atom lain dalam membentuk ikatan kimia. Oleh karena itu adanya afinitas elektron ini berpengaruh dalam interaksi antar atom.

Pengertian Afinitas Maka . Afinitas elektron adalah jumlah energi yang dilepaskan ketika suatu elektron diterima oleh atom netral dan membentuk ion yang bermuatan negatif, dimana untuk nilai dari afinitas elektron didapatkan dari pengukuran panas pembentukan dan energi kisi dari unsur senyawa ionik. Pengertian Afinitas Elektron Menurut Para Ahli Adapun definisi afinitas elektron menurut para ahli.

Antara lain; • Dr. Yusnidar Yusuf, M. Si (2018), Afinitas elektron ialah ukuran besarnya energi yang dibebaskan oleh atom dalam menerina sebuah elektron.

Sehingga besaran afinitas elektron ini dapat difungsikan untuk mudah tidaknya atom dalam menarik elektron. Artinya semakin besar afinitas elektron yang dimiliki atom itu menunjukan bahwa atom itu mudah nenarik elektron dari luar dan membentuk ion negatif (anion) Rumus Afinitas Elektron Rumus Afinitas Elektron Afinitas elektron yang terdapat suatu unsur menjadi suatu ukuran kecenderungan unsur tersebut untuk bertindak sebagai zat pengoksidasi. Zat pengoksidasi itu sendiri dalam reaksi redoks merupakan zat yang berperan sebagai akseptor atau penerima elektron.

Hal ini sangat berkaitan dengan sifat kimia dan sifat dari ikatan yang dibentuk oleh suatu atom dengan atom lain ketika membentuk molekul. Secara umum rumus reaksi yang terjadi ketika suatu atom menerima elektron dapat digambarkan sebagai berikut.

X + apabila suatu unsur melepas elektron – → X – + Energi Hal ini juga sama atau setara dengan pelepasan elektron dari ion negatif menjadi atom yang bermuatan netral.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

X – → X + e – Dalam reaksi tersebut, X merepresentasikan atom yang bermuatan netral sedangkan e – merupakan elektron yang diberikan kepada atom X. Ketika terjadi reaksi, X menerima sebuah elektron sehingga X akan menjadi bermuatan negatif (X –) dan pada kondisi tersebut dihasilkan sejumlah energi tertentu. Energi suatu atom terdsebut didapatkan ketika atom kehilangan ataupun memperoleh energi melalui reaksi kimia yang menyebabkan hilang atau bertambahnya elektron.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Reaksi kimia yang melepaskan energi disebut dengan reaksi eksotermik sedangkan reaksi kimia yang menyerap energi dari luar disebut dengan reaksi endotermik.

Energi dari reaksi eksotermik dituliskan dalam bentuk negatif atau diberi tanda negatif, sedangkan dalam reaksi endotermik energi diberi tanda positif. Afinitas elektron ditunjukkan dengan simbol EA dan biasanya dinyatakan dalam satuan kJ/mol. Dalam tabel periodik, afinitas elektron dapat mengikuti tren tabel periodik tersebut. Dalam satu golongan, afinitas elektron meningkat dari atas ke bawah. Dalam satu periode, afinitas elektron juga meningkat dari kiri ke kanan.

Nilai dari afinitas elektron bisa positif atau negatif tergantung dari jenis reaksi apakah eksoterm atau endoterm. Cara Menentukan Afinitas Elektron Untuk menentukan afinitas elektron, kita dapat menggunakan bantuan tabel sistem periodik unsur dimana pada tabel tersebut terdapat daftar unsur kimia yang telah disusun berdasarkan Mendeleev dan mengikuti tren yang ada. Dalam sistem periodik unsur, kita dapat memprediksi nilai afinitas elektron mengikuti tren pada sistem periodik unsur tersebut; • Dalam satu golongan (kolom pada tabel periodik) nilai afinitas elektron akan semakin besar dari atas ke bawah golongan unsur.

• Dalam satu periode (baris pada tabel periodik) nilai afinitas elektron akan semakin besar dari kiri ke kanan periode unsur. Namun terdapat pengecualian pada gas mulia pada kolom terakhir tabel periodik dimana masing masing unsur pada gas mulia memiliki kulit elektron valensi yang terisi penuh sehingga sudah cukup stabil dan afinitas elektronnya mendekati nol atau sangat kecil dan tidak mengikuti tren.

Unsur non logam juga biasanya cenderung memiliki nilai afinitas elektron yang lebih tinggi daripada unsur logam. Salah satu unsur yang sangat apabila suatu unsur melepas elektron energinya dalam menarik elektron yaitu klorin (Cl), sedangkan unsur yang paling lemah dalam menarik elektron adalah merkuri (Hg). Pada dasarnya afinitas elektron lebih sulit diprediksi dalam molekul karena struktur elektroniknya yang sangat rumit dibandingkan dalam atom.

Jenis Afinitas Elektron Adapun untuk beragam macam-macam dalam afinitas elektron ini antara lain; • Afinitas Elektron Pertama Afinitas elektron terkait dengan pembentukan ion negatif dan penggunaannya hampir selalu terbatas pada unsur golongan 16 dan 17 dalam tabel periodik. Afinitas elektron pertama merupakan energi yang dilepaskan apabila suatu unsur melepas elektron 1 mol atom gas memperoleh elektron untuk membentuk 1 mol ion gas dengan muatan -1.

Dapat juga didefinisikan sebagai energi yang dilepaskan per mol X ketika perubahan terjadi. Afinitas elektron pertama ini memiliki nilai negatif. Sebagai contoh yaitu afinitas elektron pertama dari klorin adalah -349 kJ/mol dengan tanda negatif yang menunjukkan sebagai terjadinya pelepasan energi.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Ketika elektron ditambahkan ke dalam unsur logam, maka diperlukan energi untuk mendapatkan elektron tersebut (reaksi endotermik). Oleh karena itu, unsur logam cenderung memiliki peluang lebih kecil untuk menerima elektron karena unsur logam justru lebih mudah mengalami kehilangan elektron pada valensinya karena inti logam tidak memiliki tarikan yang kuat pada elektron dan cenderung lebih mudah membentuk kation daripada membentuk ion negatif (anion).

Dengan demikian, logam dikatakan memiliki afinitas elektron yang sangat rendah. Ketika unsur non-logam maka . elektron, maka terjadi perubahan energi negatif yang berarti bahwa energi telah dilepas untuk menerima elektron (eksotermik). Unsur non logam memiliki afinitas elektron yang lebih besar daripada unsur logam. Pertama yaitu karena unsur non logam memiliki elektron valensi yang lebih banyak daripada logam sehingga lebih mudah untuk mendapatkan elektron untuk memenuhi oktet yang stabil.

Kedua yaitu apabila suatu unsur melepas elektron kulit elektron valensi pada unsur non logam lebih dekat dengan inti sehingga tarikan dari inti terhadap elektron cenderung lebih kuat untuk menjaga elektron yang lepas. • Afinitas Elektron Kedua Afinitas elektron kedua adalah energi yang dibutuhkan dari atom untuk menambahkan elektron ke dalam setiap ion yang bermuatan -1 dalam 1 mol unsur gas. Ketika telah terjadi penerimaan elektron pertama, maka suatu unsur gas netral akan menjadi bermuatan -1.

Setelah itu, dapat terjadi kembali pemberian elektron sehingga ion gas tersebut akan menerima sebuah elektron dan muatannya akan menjadi -2. Energi yang dibutuhkan dalam penerimaan elektron kedua tersebut didefinisikan sebagai afinitas elektron kedua. X – + e – → X 2- Dalam peristiwa ini, energi tidak dilepaskan melainkan dibutuhkan sehingga tanda energinya yaitu positif atau endoterm. Kebutuhan energi tersebut digunakan untuk memaksa elektron menjadi ion yang pada dasarnya sudah bermuatan negatif.

Umumnya energi yang dibutuhkan cukup besar karena elektron dipaksa masuk ke dalam ruang kecil yang sudah padat akan elektron sehingga akan sangat sulit jika dilakukan dengan energi rendah. Contoh Soal Afinitas Elektron dan Jawaban Sebagai upaya memperjelas tentang materi afinitas elektron, berikut adalah contoh soal dan pembahasannya secara lengkap.

apabila suatu unsur melepas elektron, maka ....

Antara lain; • Tentukan atom mana yang memiliki afinitas elektron paling besar! a. F b. Cl c. Br d. I Jawab : d. iodin (karena dalam satu golongan, afinitas elektron meningkat dari atas ke bawah) • Atom manakah yang memiliki afinitas elektron paling rendah?

a. Mg b. O c. S d. Br Jawab : a. magnesium (karena magnesium merupakan atom logam dimana logam memiliki afinitas elektron yang cenderung rendah) • Dari pernyataan berikut, manakah pernyataan yang tepat? a. Semakin besar afinitas elektron, maka suatu atom cenderung lebih mudah melepaskan elektron b.

Semakin kecil afinitas elektron, maka suatu atom cenderung lebih susah menerima elektron c. Dalam satu periode, afinitas elektron berkurang dari kiri ke kanan d.

Afinitas elektron paling besar terdapat dalam atom logam Jawaban : b. Semakin kecil afinitas elektron, maka suatu atom cenderung lebih susah menerima elektron Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa afinitas elektron hanya berlaku untuk atom dan molekul gas karena tingkat energi elektron dari fase cair dan padatan diubah oleh interaksi dengan atom atau molekul lain. Meski demikian, afinitas elektron memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kimia.

Salah satunya adanya afinitas elektron digunakan untuk mengukur kekerasan kimia, seperti ukuran seberapa asam dan basa lewis yang terpolarisasi. Afinitas elektron juga digunakan untuk memprediksi nilai potensial kimia elektronik dalam elektrokimia.

Dimana penggunaan lain dari afinitas elektron yang biasa dilakukan adalah untuk menentukan apakah maka . atom atau molekul akan bertindak sebagai akseptor elektron atau donor elektron dalam suatu reaksi dan untuk memprediksi apakah dua maka .

akan saling bereaksi dalam reaksi redoks. Nah, demikianlah tadi serangkaian artikel yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian afinitas elektron menurut para ahli, rumus penghitungan, cara menentukan, jenis, contoh soal dan pembahasannya. Posting terkait: • Pengertian Energi Nuklir, Jenis, Rumus, Manfaat, dan Contoh • Pengertian Radiasi Elektromagnetik, Dampak, Manfaat, dan Contohnya • Pengertian Natrium, Jenis, Sifat, Manfaat, dan Contohnya Posting pada Contoh Soal dan Jawaban, Materi Kimia, Pengertian Pakar Ditag afinitas elektron, maka .

elektron menurut para ahli, cara menentukan afinitas elektron, contoh soal afinitas elektron, jawaban afinitas elektron, jenis afinitas elektron, kegunaan afinitas elektron, macam afinitas elektron, manfaat afinitas elektron, pengertian afinitas elektron, penghitungan afinitas elektron, rumus afinitas elektron, tren afinitas elektron Navigasi pos Kategori • Alat Laboratorium • Cara • Ciri • Contoh Soal dan Jawaban • Dampak • Elektrokimia • Energi • Faktor • Fisika • Fungsi • Ikatan Kimia • IPA • Jenis • Kehidupan Sehari-Hari • Kesetimbangan Kimia • Kimia • Kimia Analitik • Kimia Anorganik • Kimia Fisik • Kimia Fisika • Kimia Industri • Kimia Klinik • Kimia Lingkungan • Kimia Organik • Kimia Teknik • Limbah • Manfaat • Materi Kimia • Pengertian Pakar • Perbedaan • Perguruan Tinggi • Rumus • Sifat • SMA • Teori Kimia

Menentukan Unsur Berdasarkan Konfigurasi Elektronnya




2022 www.videocon.com