Sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Pencampuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama artinya kedua campuran sama-sama habis bereaksi dan membentuk garam dan air. Sifat garam yang dihasilkan dapat kita ketahui berdasarkan reaksi hidrolisis garam tersebut. Berdasarkan reaksi hidrolisis dapat kita simpulkan bahwa larutan garam yang terbentuk bersifat asam karena menghasilkan ion. Jadi, sifat garam yang terbentuk adalah asam. MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 6.5.

Sebarkan ini: Garam merupakan salah satu kebutuhan yang merupakan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Garam umumnya merupakan hasil reaksi antara senyawa asam dan basa. Bentuk padatnya biasanya berupa kristal sedangkan dalam bentuk larutan unsur-unsur penyusun garam akan mengion kembali dan membuat larutan ini dapat menghantarkan listrik. Garam- garam yang tersusun dari logam alkali dan alkali tanah akan menghantarkan listrik lebih kuat. Garam yang paling umum dan banyak digunakan di masyarakat ialah garam NaCl, berupa padatan kristal berwarna putih.

Dalam ilmu kimia, garam ialah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga akan membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan).

Garam terbentuk dari hasil sebuah reaksi asam dan basa. Hidrolisis garam adalah “ terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam dan atau basa.” Bagaimanakah Hidrolisis dapat terjadi? Hidrolisis garam hanya terjadi JIKA salah satu atau kedua komponen penyusun garam tersebut berupa asam lemah dan atau basa lemah.

Jika komponen garam tersebut berupa asam kuat dan basa kuat, maka komponen ion dari asam kuat atau pun basa kuat tersebut Tidak akan terhidrolisis. Berdasarkan penjelasan tadi, maka kation dan anion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah kation dan anion garam yang termasuk elektrolit lemah. Sedangkan kation dan anion garam yang termasuk elektrolit kuat tidak terhidrolisis.

Jika hidrolisis menghasilkan H 3O + maka larutan bersifat asam, tetapi jika hidrolisis menghasilkan ion OH – maka larutan bersifat basa. Defini Larutan Garam Larutan garam merupakan larutan yang didapat dari hasil reaksi asam dan basa.

Garam merupakan suatu senyawa yang terbentuk jika hidrogen dari suatu asam diganti oleh suatu logam. Garam dinamakan menurut logam dan asam yang membentuknya. jika larut, garam membentuk ion di dalam larutan, satu kation dari logam dan satu anion dari asam (Kamus sains bergambar;2000).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Larutan Buffer / Penyangga Sifat Larutan Garam Sifat Larutan Garam ada 3 Macam • Larutan garam yang bersifat netral yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat atau terbentuk dari asam lemah dan basa lemah. Contoh : NaClCH3COONH4 • Larutan garam yang bersifat asam yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah.

Contoh : NH4Cl, Al2(SO4)3 • Larutan garam yang bersifat basa yaitu garam yang terbentuk dari basa kuat dan asam lemah. Contoh : CH3COONa, Na2CO3 Larutan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah dapat bersifat asam, basa, netral .Karena garam ini terhidrolisis sempurna, maka harga pH bukan tergantung pada konsentrasi garamnya, tetapi bergantung pada harga K a dan K b-nya.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah Jika K a = K b ,larutan garam bersifat netral (pH=7) • Jika K a = K blarutan garam bersifat asam (pH<7) • Jika K a = K blarutan garam bersifat basa (pH>7) Sifat-sifat garam, yaitu sebagai berikut : • Mampu menghantarkan arus listrik, • tidak mengubah warna lakmus merah maupun biru.

• Jika terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, maka garam akan bersifat asam. dan sebaliknya, jika terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, maka garam akan bersifat basa. • Bila terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, maka garam akan bersifat netral, misalnya garam dapur (NaCl).

• Memiliki pH 7 Klasifikasi Garam Berdasarkan Sifatnya Berdasarkan sifatnya setelah reaksi netralisasi asam-basa, garam terbagi menjadi menjadi : • Garam Asam Garam asam adalah garam yang terbentuk jika hanya sebagian hidrogen dari asam penyusun garam tergantikan oleh logam atau kation lain, jadi masih terdapat sisa sifat asam pada produk garam tersebut. • Garam Basa Garam basa adalah garam yang terbentuk jika tidak semua gugus OH dari basa penyusun garam tersebut ternetralkan oleh suatu radikal asam (sifat basa/anion penyusun garam lebih kuat daripada sifat kation/asam penyusunnya).

• Garam Netral Garam netral adalah garam yang terbentuk dari reaksi netralisasi antara asam dan basa secara sempurna. Biasanya garam ini merupakan hasil reaksi asam kuat dengan basa kuat. Klasifikasi Garam Berdasarkan Kelarutannya Garam klorida dan iodida dari golongan alkali dan alkali tanah umumnya mudah larut dalam air sedangkan garam klorida dan iodida dari logam-logam timbal dan perak tidak larut dalam air.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Garam-garam nitrat umumnya larut dalam air, garam-garam karbonat sukar larut dalam air. Kelarutan garam natrium klorida, kalium klorida dan kalium nitrat pada temperatur yang berbeda dapat dilihat pada kurva berikut.

Berikut ini merupakan beberapa contoh garam yang mudah larut dan sukar larut Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Larutan Asam – Pengertian, Ciri, Sifat, Hujan, Contohnya Landasan Teori • Larutan Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat berpariasi.

Larutan dapat berupa gas, cairan, atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sebagian kecil solute, relative terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute.

Solute adalah zat terlarut. Sedangkan solvent (pelarut) adalah medium dalam mana solute terlarut (Baroroh, 2004). • Molaritas Kemolaran atau Molaritas adalah banyaknya jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan.

Atau konsentrasi suatu larutan yang mengukur banyaknya mol zat terlarut dalam tiap liter larutan. Kemolaran atau Molaritas dilambangkan dengan huruf M. Molaritas dapat dirumuskan sebagai berikut : M= Keterangan : M= kemolaran (mol/L) n= mol zat (mol) V= volume yang ditempati zat (L) Pengenceran suatu larutan adalah suatu penambahan zat pelarut ke dalam suatu larutan sehingga konsentrasi larutan menjadi lebih kecil dengan menambahkan air (pelarut).

Persamaan rumusnya adalah sebagai berikut : M1.V1 = M2. V2 • Endapan Endapan adalah zat yang memisahkan diri sebagai suatu fase padat keluar dari larutan.

Endapan terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan (S) suatu endapan menurut definisi adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya.

Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti suhu, tekanan, konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu, dan pada komposisi pelarutnya (Lesdantina, 2009). • Konsentrasi Larutan Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitatif komposisi zat terlarut dan pelarut di dalam larutan.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Konsentrasi pada umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut. Contoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian per juta (part per million). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Larutan Elektrolit : Pengertian, Ciri, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap Ciri Larutan Garam Apabila larutan asam dengan larutan basa direaksikan, maka ion H + (dari asam) akan bereaksi dengan ion OH – (dari basa) membentuk air. Reaksi antara asam dan basa ini disebut reaksi penetralan (netralisasi) jika jumlah zat asam sama dengan jumlah zat basa.

Disebut demikian karena selain air, dihasilkan pula suatu zat yang bersifat netral yaitu garam, jika jumlah asam dan jumlah basanya mempunyai perbandingan yang sama. Reaksi ini juga di kenal dengan reaksi penggaraman karena menghasilkan garam. Garam terdapat dalam bentuk garam netral, garam basa dan garam asam. Umumnya garam mudah larut dalam air, merupakan padatan pada suhu kamar (25 oC), merupakan elektrolit sehingga dapat menghantarkan arus listrik, memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi.

Ciri-ciri garam yaitu antara lain : • biasanya terjadi dari reaksi antara asam dan basa • bersifat asam bila terbentuk dari asam kuat dan basa lemah • bersifat basa bila terbentuk dari asam lemah dan basa kuat • bersifat netral bila terbentuk dari asam kuat dan basa kuat atau asam lemah dan basa lemah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Larutan Dan Kelarutan Dalam Kimia Beserta Contohnya Jenis Larutan Garam Garam terdiri dari 4 jenis • Terbentuk dari asam kuat dan basa kuat ,bersifat netral contohnya NaCl,K2SO4 • Terbentuk dari asam kuat dan basa lemah ,bersifat asam, contohnya NH4Cl dan Al2(SO4)3 • Terbentuk dari asam lemah dan basa kuatbersifat basa, contohnya CH3COONa,HCOOK,Na2CO3 • Terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, sifatnya tergantung harga Ka dan Kb, contohnya (NH4)2CO3 Garam yang berasal dari Asam kuat dan Basa kuat tidak mengalami hidrolisis.

pH = 7 Garam yang berasal dari Asam lemah dan Basa kuat hanya mengalami hidrolisis sebagian dalam air. Jenis Garam Dapat Terhidrolisi, Garam terdiri dari empat jenis, yang terbagi berdasarkan komponen asam basa pembentuknya 1.

Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.

Contoh : Garam NaCl Di dalam air, NaCl terion sempurna membentuk ion Na+ dan Cl- NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq) Ion Na+ berasal dari asam kuat dan ion Cl- berasal dari basa kuat sehingga keduanya tidak bereaksi dengan air.

Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi) Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi) Oleh karena itu, larutan tetap bersifat netral (pH=7). 2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH <7. Contoh Menghitung pH larutan garam yang bersifat Asam Contoh larutan garam yang bersifat asam adalah NH4Cl, NH4Br, Al2(SO4)3.

Perhatikan reaksi hidrolisis berikut ini! NH4+(aq) +H2O(l) NH4OH(aq) + H+(aq) Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Meskipun hanya sedikit dari garam yang mengalami reaksi hidrolisis, tapi cukup untuk mengubah pH larutan.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Tetapan kesetimbangan dari reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan dilambangkan dengan Kh. Kh= [NH4OH][H+] /[NH4+] H2O diabaikan karena H2O adalah konstan. NH4OH selalu sama dengan [ H+] sehingga 3. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air.

Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7). Garam ini terionisasi dalam air menghasilkan ion-ion. Kation berasal dari basa kuat dan Anion berasal dari asam lemah.

Contoh: CH3COONa, NaF, CH3COOK, HCOOK Contoh : garam CH3COOBa Menghitung pH larutan garam yang bersifat Basa Perhatikan reaksi hidrolisis CH3COO- dari garam CH3COOBa berikut! CH3COO- + H2O CH3COOH + OH- Konstanta kesetimbangan reaksi hidrolisis disebut konstanta hidrolisis yang dinotasikan dengan Kh 4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air.

Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air. Contoh Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah, NH 3 akan terbentuk garam NH 4 CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H + dan CN – sedangkan NH 3 dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH. Anion basa CN – dan kation asam NH 4 + dapat terhidrolisis di dalam air. NH 4 CN (aq) → NH 4 + (aq) + CN – (aq) NH 4 + (aq) + H 2 O → NH 3(aq) + H 3 O (aq) + CN – (aq) + H 2 O (e) → HCN (aq) + OH – (aq) Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah • Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb) • Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa.

• jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dalam larutan bersifat asam. • Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Asam, Basa, Dan Garam Contoh Larutan Garam Kehidupan Sehari-hari Contoh Soal 1 Berikut ini adalah beberapa contoh beserta penyelesaian soal-soal yang berkaitan dengan hidrolisis garam yang baru saja kita pelajarai bersama : 1.

Berapakah pH larutan dari 100 mL larutan natrium sianida 0,01 M? (K a HCN = 10 -10) Penyelesaian dan Jawaban: Larutan natrium sianida terbentuk dari campuran basa kuat (NaOH) dengan asam lemah (HCN). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. NaCN (aq) → Na + (aq) + CN – (aq) Ion yang terhidrolisis adalah ion CN –. Konsentrasi ion CN – adalah 0,01 M.

Dengan demikian, pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut : • [OH-] = {(Kw /Ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2 • [OH-] = {(10-14 / 10-10)(0,01)}1/2 • [OH-] = 10-3 M Dengan demikian, pOH larutan adalah 3.

Jadi, pH larutan garam tersebut adalah 11. 2. Berapakah pH larutan dari 200 mL larutan barium asetat 0,1 M? (K a CH 3COOH = 2.10 -5) Penyelesaian dan Jawaban: Larutan barium asetat terbentuk dari campuran basa kuat (Ba(OH) 2) dengan asam lemah (CH 3COOH). Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Ba(CH 3COO) 2(aq) → Ba +2 (aq) + 2 CH 3COO – (aq) Ion yang terhidrolisis adalah ion CH 3COO –. Konsentrasi ion CH 3COO – adalah 0,2 M.

Dengan demikian, pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut : • [OH-] = {(Kw /Ka)([ion yang terhidrolisis])}1/2 • [OH-] = {(10-14 / 2.10-5)(0,2)}1/2 • [OH-] = 10-5 M Dengan demikian, pOH larutan adalah 5. Jadi, pH larutan garam tersebut adalah 9. 3. Hitunglah pH larutan NH 4Cl 0,42 M! (K b NH 4OH = 1,8.10 -5) Penyelesaian dan Jawaban: Larutan amonium klorida terbentuk dari campuran basa lemah (NH 4OH) dengan asam kuat (HCl).

Dengan demikian, larutan garam tersebut mengalami hidrolisis parsial dan bersifat asam. NH 4Cl (aq) → NH 4 + (aq) + Cl – (aq) Ion yang terhidrolisis adalah ion NH 4 +.

Konsentrasi ion NH 4 + adalah 0,42 M. Dengan demikian, pH larutan garam dapat diperoleh melalui persamaan berikut : • [H+] = {(Kw /Kb)([ion yang terhidrolisis])}1/2 • [H+] = {(10-14 / 1,8.10-5)(0,42)}1/2 • [H+] = 1,53.10-5 M Dengan demikian, pH larutan garam tersebut adalah 4,82.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hidrolisis Garam : Pengertian, Macam, Dan Rumus, Beserta Contoh Soalnya Secara Lengkap Contoh Soal 2 a.Percobaan pertama • Timbang 5,58 gram garam dapur (NaCl) • Masukan garam dapur ke dalam gelas kimia yang berisi air ml, kemudian diaduk • Masukan larutan garam dapur tadi ke dalam labu ukur • Tambahkan air sampai volume mencapai 100 ml, kemudian aduk b.

Percobaan kedua • Masukan larutan HCl 3M + air ke dalam gelas kimia • Lalu campurkanlarutan HCL tersebut dengan 100 ml HCL 1M • Setelah itu ukur hingga volume mencapai 100 ml, kemudian diaduk Kesimpulan a. Kesimpulan pertama Dari pengamatan dan pratikum laboratorium, kelompok kami dapat mengetahui bahwa,membuat larutan garam dapur 100 ml NaCl 1M dengan cara melarutkan garam dapur seberat 5,85 gram + air hingga mencapai volume 100 ml.

Sedangkan dari hasil pratikum kimia ini kelompok kami memperoleh data konsentrasi dari Larutan NaCl adalah 1M b. Kesimpulan kedua Dari pengamatan dan pratikum laboratorium, kelompok kami dapat mengetahui bahwa, membuat larutan HCL 100 ml 1M dengan cara mengencerkan larutan 33,33 ml HCL 3M + air hingga mencapai volume 100 ml.

Saran Dalam melakukan praktikum pembuatan larutan garam harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan teliti. Karena, apabila praktikum tidak teliti atau salah dalam menghitung massa maka akan mempengaruhi pada proses pembuatan larutan Maka dari itu, dalam praktikum ini harus hati-hati dan teliti. Contoh Soal 3 Salah satu cara memperoleh senyawa garam adalah dengan cara mereaksikan zat asam dengan zat basa.

Reaksi ini dikenal dengan reaksi penggaraman atau disebut juga reaksi netralisasi. Dalam kehidupan sehari-hari garam yang sering digunakan antara lain: garam dapur (NaCl), garam inggris (MgSO4) sebagai obat pencahar, soda kue (NaHCO3) sebagai pengembang roti, monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa.

Sifat garam tergantung pada asam dan basa pembentuknya. Garam yang berasal dari reaksi antara asam dan basa dapat bersifat asam, basa atau netral. Garam yang bersifat asam, memiliki pH < 7, berasal dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah. Contoh: NH 4Cl (amonium klorida / salmoniak), dan NH 4NO 3 (amonium nitrat). Garam yang bersifat basa, memiliki pH > 7, berasal dari reaksi antara asam lemah dan basa kuat. Contoh: KNO 2 (kalium nitrit), NaHCO 3 (natrium bikarbonat / soda kue), NaCH 3COO (natrium asetat), KCN (kalium sianida / potas), dan KF (kalium fosfat).

Garam yang bersifat netral, memiliki pH = 7, berasal dari asam kuat dan basa kuat. Contoh: NaCl (natrium klorida), KI (kalium iodida), dan KNO sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah (kalium nitrat).

• garam dapur, NaCl → Na+ + Cl- • besi sulfat, Fe2(SO4)3 → 2Fe3+ + 3SO3-4 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada IPA, Kimia, S1, SMA, SMK, SMP Ditag #contoh larutan garam, #contoh soal hidrolisis garam, #pengertian larutan garam, #sifat garam, #sifat larutan basa, #sifat larutan garam, 5 contoh larutan garam, air kapur bersifat, amonium asetat bersifat, artikel larutan asam basa, bagaimana menentukan ph larutan garam, bagaimana sifat garam yang terhidrolisis, bagaimana sifat larutan garam dapur jelaskan, bagaimana unsur senyawa penyusun garam, bahaya minum air garam, basa pembentuk al2(so4)3, basa pembentuk na3po4, baso4 bersifat, berikut senyawa yang termasuk basa adalah, cara membuat larutan cuka, cara membuat larutan garam, cara membuat larutan gula, cara membuat larutan sabun, cara membuat nacl fisiologis 0 9, ciri ciri larutan garam, contoh asam basa dan garam, contoh garam asam, contoh garam dalam kehidupan sehari-hari, contoh garam lemah, contoh larutan netral, contoh soal larutan garam, fungsi garam, fungsi nacl fisiologis dalam mikrobiologi pdf, garam fisiologis adalah, harga nacl fisiologis, hidrolisis garam adalah, hidrolisis garam pdf, hidrolisis garam ppt, hidrolisis parsial, identifikasi sifat garam naf, jelaskan cara menentukan ph larutan garam, jurnal hidrolisis pdf, jurnal larutan penyangga pdf, kegiatan 5 3 sifat larutan garam, kegiatan 5.3 kimia kelas 11, kegunaan larutan saline, kertas lakmus asam basa, kno2 asam atau basa, kno3 bersifat asam atau basa, konsep hidrolisis, laporan praktikum larutan garam, larutan basa, larutan garam mengubah lakmus, larutan garam nacl bersifat netral artinya, larutan garam rumus kimia, larutan yang bersifat garam pada lakmus, macam macam garam, macam macam larutan garam, manfaat air garam untuk gatal, manfaat air garam untuk kaki, manfaat air garam untuk mandi, manfaat garam untuk pengobatan, manfaat minum air garam untuk tenggorokan, materi 78 larutan penyangga, materi hidrolisis garam kelas xi pdf, pengaruh nacl terhadap pertumbuhan bakteri, pengertian garam dapur, pengertian garam dapur menurut para ahli, perbedaan asam basa dan garam, ph larutan garam, ppt larutan penyangga, praktikum sifat larutan garam, produk garam asam, reaksi hidrolisis cas, rumus kimia larutan garam, rumus kimia larutan gula, sebuah garam mx, sebutkan 3 contoh asam kuat, sebutkan ciri ciri garam yang terhidrolisis, sebutkan sifat sifat kimia basa, sebutkan sifat-sifat garam, senyawa garam, sifat garam ch3coona, sifat garam na2s, sifat garam nh4cn, sifat hidrolisis larutan, sifat larutan asam basa dan netral, sifat larutan garam al(no3)3, sifat larutan garam dalam air, sifat larutan garam fecl3, sifat larutan garam kcn, sifat larutan garam na2co3, sifat larutan kopi, sifat sifat larutan, sifat-sifat larutan kcl terdapat pada nomor, syarat suatu garam mengalami hidrolisis, zat penyusun larutan garam adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap • Fungsi Asam Nukleat Dalam Tubuh Makhluk Hidup • Gangguan Proses Metabolisme – Pengertian, Karbohidrat, Asidosis, Fenilketorunia, Hipertiroid, Addison, Protein, Lemak • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Jawaban yang tepat adalah D.

Campuran dari amonium hidroksida dengan asam sulfat akan membentuk garam. Dalam air, garam akan terionisasi menjadi ion-ionnya, yaitu dan. Ion merupakan asam konjugasi kuat dari yang akan mengalami hidrolisis sesuai persamaan reaksi berikut: Ion yang dihasilkan menyebabkan larutan bersifat asam.

Larutan yang bersifat asam memiliki ciri-ciri: • pH < 7 • pH < pOH • [H +] > [OH -] Daftar Isi : • Pengertian Hidrolisis Garam • Macam-macam Hidrolisis • 1. Hidrolisis Parsial • 2.

Hidrolisis Total • 3. Hidrolisis Anion • 4. Hidrolisis Kation • 5. Kation dan Anion Terhidrolisis • Rumus Hidrolisis Garam • 1. Garam yang terbentuk dari komponen asam lemah dan basa kuat • 2. Garam yang terbentuk dari komponen asam kuat dan basa lemah • 3.

Garam yang terbentuk dari komponen asam lemah dan basa lemah • Contoh Soal Beserta Pembahasannya • Share this: • Related posts: Pengertian Hidrolisis Garam Hidrolisis berasal dari kata hidro yang berarti air dan lisis yang memiliki makna penguraian. Jadi, hidrolisis merupakan reaksi penguraian dalam air. Hidrolisis garam merupakan reaksi penguraian garam dalam air membentuk ion positif dan ion negatif.

Ion-ion tersebut akan bereaksi dengan air membentuk suatu asam (H3O+) dan basa (OH–) asalnya. Hidrolisis Garam Hidrolisis garam ialah reaksi penguraian yang terjadi antara kation dan anion garam dengan air dalam suatu larutan.

Sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah dan anion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis ialah kation dan anion garam yang termasuk elektrolit lemah.

Sedangkan kation dan anion garam yang tidak terhidrolisis ialah kation dan anion garam yang termasuk elektrolit kuat. Macam-macam Hidrolisis Jika ditinjau dari komponen pembentuknya garam serta banyak tidaknya garam tersebut dapat diuraikan ketika direaksikan dengan air, maka reaksi hidrolisis dapat dibedakan sebagai berikut ini : 1. Hidrolisis Parsial Hidrolisis parsial merupakan garam ketika direaksikan dengan air hanya salah satu/sebagian ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, sedangkan yang lainnya tidak.

Komponen-komponen penyusun garam yang mengalami reaksi hidrolisi parsial ini adalah asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya. 2. Hidrolisis Total Hidrolisis total ialah reaksi penguraian seluruh garam oleh air, yang mana komponen garam terdiri dari asam lemah dan basa lemah.

Berdasarkan jenis-jenis ion yang dihasilkan ketika garam terlarut dalam air. 3. Hidrolisis Anion Apabila garam yang terdiri dari komponen-komponen molekul asam lemah dan basa kuat direaksikan dengan molekul air, maka garam-garam ini hanya akan terhidrolisis sebagian/parsial didalam air dan akan menghasilkan ion yang bersifat basa (OH-). Dengan demikian, yang terhidrolisis ialah sedangkan anion dari asam lemah sedangkan kation dari basa kuat tidak terhidrolisis.

Misal : CH3COONa( aq ) → CH3COO–( aq ) +Na+ ( aq ) CH3COO– +H2O ↔ CH3COOH +OH– Na+ +H2O → tidak terjadi reaksi Dari contoh tersebut, menjelaskan bahwa CH3COO– yang bertindak sebagai anion asam lemah terhidrolisis membentuk OH– ketika garam direaksikan dengan molekul air (H2O) sedangakn Na+ yang bertindak sebagai kation dari basa kuat tidak terhidrolisis ketika direkasikan dengan molekul air. Kesimpulannya adalah garam dengan komponen pembentuk asam lemah dan basa kuat, jika direaksikan dengan air akan terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion yang bersifat basa.

4. Hidrolisis Kation Sama dengan reaksi hidrolisis antara garam dengan komponen molekul asam lemah dan basa kuat direaksikan dengan molekul air, jika garam dengan komponen penyusun asam kuat dan basa lemah dilarutkan kedalam molekul air juga akan mengalami suatu proses hidrolisis parsial dan menghasilkan ion yang bersifat asam (H+).

Hal ini diakibatkan karena hanya kation dari basa lemah terhidrolisis, sedangkan anion dari asam kuat tidak mengalami hidrolisis. Misal : NH4Cl → NH4+ +Cl– NH4+ +H2O ↔ NH4OH + H+ Cl– +H2O → tidak terjadi reaksi Berdasarkan contoh tersebut, dapat dijelaskan bahwa NH4+ yang bertindak sebagai basa lemah terhidrolisis menghasilkan ion yang bersifat asam, yaitu H+.

Namun Cl- yang sebagai anion asam kuat tidak terhidrolisis. 5. Kation dan Anion Terhidrolisis Jika garam dengan komponen asam lemah dan basa lemah direaksikan dengan molekul air maka akan mengalami hidrolisis total.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan kation dari basa lemah ataupun anion dari asam lemah dapat terhidrolisis secara sempurna. Reaksi hidrolisis ini menghasilkan sebuah ion H+ atau OH. Misal : CH3COONH4 → CH3COO– + NH4+ CH3COO– + H2O ↔ CH3COOH + OH– NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+ Dari contoh tersebut, menjelaskan bahwa ke-2 komponen penyusun garam CH3COO– (anion dari asam lemah) dan NH4+ (kation dari basa lemah) dapat terhidrolsis secara sempurna yang masing-masing berurutan menghasilkan ion yang bersifat basa (OH–) dan akan ion yang bersifat asam (H+).

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Rumus Hidrolisis Garam 1. Garam yang terbentuk dari komponen asam lemah dan basa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam air akan mengalami hidrolisis sebagian. Komponen garam (anion asam lemah) mengalami hidrolisis menghasilkan sebuah ion OH- maka pH > 7 sehingga larutan garam bersifat basa.

Contohnya CH3COOK, CH3COONa, KCN, CaS, dan sebagainya. Reaksi ionisasi = CH3COOK( aq ) → K+( aq ) + CH3COO-( aq ) Reaksi hidrolisis = K + (aq) + H2O(l) -/-> (tidak terhidrolisis) CH3COO-( aq ) + H2O( l ) → CH3COOH( aq ) + OH-( aq ) bersifat basa Rumus : Hidrolisis Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat Keterangan : Kh adalah konstanta hidrolisis Kw adalah konstanta air Ka adalah konstanta asam [G] adalah konsentrasi garam h adalah derajat hidrolisis Untuk menentukan besarnya derajat hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat digunakan rumus berikut ini : Untuk Menentukan Besarnya Derajat Hidrolisis Garam 2.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Garam yang terbentuk dari komponen asam kuat dan basa lemah Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air akan mengalami hidrolisis sebagian dikarenakan salah satu komponen garam (kation basa lemah) mengalami hidrolisis menghasilkan ion H+,maka pH < 7 sehingga larutan garam bersifat asam.

Rumus : Garam yang terbentuk dari komponen asam kuat dan basa lemah Keterangan : Kh adalah konstanta hidrolisis Kw adalah konstanta air Kb adalah konstanta basa [G] adalah konsentrasi garam h adalah derajat hidrolisis Untuk menentukan besar derajat hidrolisis garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah maka digunakan rumus sebagai berikut ini : Untuk menentukan suatu besarnya derajat hidrolisis garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah 3.

Garam yang terbentuk dari komponen asam lemah dan basa lemah Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dalam air akan mengalami hidrolisis total, karena ke-2 komponen garam (anion asam lemah dan kation basa lemah) terhidrolisis akan menghasilkan ion H+ dan ion OH- sehingga harga pH larutan ini bergantung pada harga Ka dan Kb.

Rumus : Garam yang terbentuk dari komponen asam lemah dan basa lemah Keterangan : Kw adalah konstanta air Ka adalah konstanta asam Kb adalah konstanta basa Kh adalah konstanta hidrolisis Harga pH dari garam yang terbentuk dari komponen asam lemah dan basa lemah tergantung dari harga Ka dan Kb.

a. Jika Ka = Kb, maka larutannya bersifat netral (pH = 7) b. Jika Ka > Kb, maka larutannya bersifat asam (pH < 7) c. Jika Ka < Kb, maka larutannya bersifat basa (pH > 7) Contoh Soal Beserta Pembahasannya 1.Jika 50 mL larutan KOH 0,5 M dicampurkan dengan 50 mL larutan CH3COOH 0,5 M, maka hitung pH campuran yang terjadi (Ka = 10-6) ?

Jawab : Jawaban Soal 1 2.Hitunglah pH larutan CH3COONH4 0,1 M. Jika diketahui Ka CH3COOH = 10 -10 !! Jawab : Jawaban Soal 2 Inilah tadi pembahasan lengkap mengenai materi tentang Hidrolisis Garam, Semoga Bermanfaat… Baca Juga : • Titrasi Asam • Konfigurasi Elektron Related posts: • Krebs Transpor • Inspeksi Adalah • Pengertian Atom, Contoh, Struktur dan Modelnya Posted in Kimia Tagged hidrolisis adalah, hidrolisis garam pdf, hidrolisis parsial, hidrolisis pdf, macam macam hidrolisis, praktikum hidrolisis garam, rumus hidrolisis total, soal hidrolisis garam beserta jawaban Tulisan Terbaru • Iklim Fisis • Sistem Sosial • Contoh Masalah Sosial • Kesenjangan Sosial • Gangguan Pada Usus Besar • Iklim Oldeman • Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya • Perbedaan Etika dan Moral • Perbedaan Debit Dan Kredit • Perbedaan CV dan PT • Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya • Konsep Adalah • Perbedaan Cuaca Dan Iklim • Perbedaan Saham dan Obligasi • Pertidaksamaan Rasional
Bagaimana rasa permen vitamin C atau kuah bakso yang diberi cuka?

Tentu kamu akan menjawab rasanya masam. Pernahkah kamu mencicipi garam? Bagaimana rasanya? Bagaimanakah rasa jamu? Rasanya pahit atau manis? Rasa pahit merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa. Memang, sejak zaman dahulu asam, basa, dan garam sudah dikenal, karena banyak bahan makanan digunakan dalam kehidupan sehari-hari bersifat asam, basa atau garam.

Coba kamu sebutkan contoh bahan makanan atau minuman yang bersifat asam. Istilah asam (acid ) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Apakah sifat asam, basa, dan garam itu? Coba kamu perhatikan larutan pembersih porselin atau keramik.

Apa yang terjadi jika larutan pembersih tersebut terkena lantai keramik? Coba kamu simpulkan sifat-sifat asam!. Pernahkah kamu mencuci dengan deterjen atau sabun? Apa yang kamu rasakan pada tanganmu itu? Apakah licin dan terasa panas? Seperti halnya dengan sabun, basa bersifat kaustik (licin),selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipi karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman.

Bagaimanakah cara mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman? Kamu dapat mengenali asam dan basa dengan menggunakan indikator. Indikator yaitu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna. Kenalan yuk sama ilmuan yang berjasa dalam penemuan teori asam-basa, salah satunya adalah Svante August Arrhenius. Gambar 1.1 Svante August Arrhenius Svante August Arrhenius (19 Februari 1859—2 Oktober 1927) ialah seorang ilmuwan Swedia yang merupakan salah satu penggagas kimia fisik.

Ia mendapat Penghargaan Nobel dalam Kimia atas karyanya mengenai ionisasi pada tahun 1903. Ia mengemukakan bahwa senyawa dalam larutan dapat terurai menjadi ion-ionnya, dan kekuatan asam dalam larutan aqua tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya. • Asam Kamu sudah mengetahui jika asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju,dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H +.

Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H +(ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Tahukah kamu perbedaan antara ion, kation, dan anion? Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif.

Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif. Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HC ℓ) membentuk Besi (II)klorida (FeCℓ 2).

Asam-asam apa sajakah yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita? Mari kita cermati tabel berikut. Tabel 1.1 Beberapa asam yang dikenal Nama Asam Rumus Kimia Terdapat dalam Asam Assetat CH2COOH Larutan Cuka Asam Askorbat C6H8O6 Jeruk, tomat, sayuran Asam Sitrat C6H8O7 Jeruk Asam Borat H3BO3 Larutan pencuci mata Asam Karbonat H2CO3 Minuman berkarbonasi Asam Klorida HCℓ Asam lambung Asam Nitrat HNO3 Pupuk, peledak TNT Asam Fosfat H3PO4 Deterjen, pupuk Asam Tartrat C4H6O6 Anggur Asam Malat C4H6O5 Apel Asam Formiat HCOOH Sengatan lebah Asam Laktat C3H6O3 Keju Asam Benzoat C6H5COOH Bahan pengawet makanan Asam Sulfat H2SO4 Aki mobil Asam Brominda HBr Indikator terjadinya suatu reaksi kimia Asam Sianida HCN Umbi-umbian, misalnya gadung Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan,yaitu asam organik dan asam anorganik.

Tahukah kamu apa bedanya?Asam organik umumnya bersifat asam lemah, sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah, dan banyak terdapat di alam.

Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia. gambar 1.2 Jeruk dan keju sebagai contoh dari asam Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran.

Asam sitrat yang konsentrasi tinggi, mencapai 8% bobot kering, terdapat pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut).

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Rumus kimia asam sitrat adalah C 6H 8O 7. Gambar 1.3 Stuktur Kimia Asam Sitrat • Basa Jika kamu mencuci tangan dengan sabun, apa yang kamu rasakan pada tanganmu? Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid)sabun ,serta deterjen mengandung basa.

Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air(larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH –). Oleh karena itu,semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida. Tahukah kamu, basa apa yang ada di sekitar kita? Mari kita cermati tabel berikut ini. Tabel 1.2 Beberapa basa yang dikenal Nama Basa Rumus Kimia Terdapat dalam Aluminium hidroksida Aℓ(OH)3 Deodoran, obat maag Kalsium hidroksida Ca(OH)2 Plester Magnesium hidroksida Mg(OH)2 Obat pencahar(antacid ) Natrium hidroksida NaOH Sabun, pembersih saluran air Gambar 1.3 sabun dan plester sebagai contoh dari basa • Garam Jika mendengar kata ”garam”, pastilah yang terbayang pada benak mu adalah garam dapur.

Garam dapur memang merupakan salah satu contoh garam. Dalam kehidupan sehari-hari pernahkah kamu melihat orang yang sakit perut(maag dan sejenisnya)? Tahukah kamu mengapa orang yang sakit maag minum obat sakit maag atau antacid? Apakah antacid itu?

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCℓ) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCℓ).

Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H + dari asam akan bereaksi dengan ion OH – dari basa membentuk molekul air. H+ (aq) + OH- (aq) –> H2O (ℓ) Asam Basa Air Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan(netralisasi).

Apakah terjadi reaksi antara ion negatif dari asam dan ion positif logam dari basa? Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk ini mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan.

Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam. Mari kita simak contoh reaksi pembentukan garam berikut! Asam + Basa –> Garam + Air Asam klorida + Natrium hidroksida –> Natrium klorida + Air HCℓ(aq) + NaOH(aq) –> NaCℓ(aq) + H2O(ℓ) Asam Basa Garam Air Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi(garam) tidak selalu bersifat netral.

Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCℓ dan KNO 3.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH 4Cℓ. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH 3COONa. Contoh asam kuat adalah HCℓ, HNO 3, H 2SO 4. Adapun KOH, NaOH, Ca(OH) 2. Gambar 1.4. Garam Simaklah beberapa garam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari pada tabel berikut.

Apa sajakah garam yang ada dalam kehidupan kita? Tabel 1.3 Beberapa garam yang dikenal Nama Garam Rumus Kimia Nama Dagang Kegunaan Natrium klorida NaCℓ Garam dapur Penambah rasa Kalsium karbonat CaCO3 Kalsit Bahan cat Kalium nitrat KNO3 Salpeter Pupuk Kalium karbonat K2CO3 Potas Bahan sabun Natrium fosfat Na3PO4 TSP Bahan deterjen Amonium klorida NH4Cℓ Salmoniak Bahan baterai Magnesium Sulfat MgSO4 Garam inggris Obat pencahar Natrium bikarbonat NaHCO3 Soda kue Pengembang kue Kalium sianida KCN Potas Potas Monosodium glutamat MSG Penyedap rasa Penyedap rasa • Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit Pernahkah kamu melihat seseorang mencari ikan dengan menggunakan ”setrum” atau aliran listrik yang berasal dari aki?

Apa yang terjadi setelah beberapa saat ujung alat yang telah dialiri arus listrik itu dicelupkan ke dalam air sungai? Ternyata ikan yang berada disekitar ujung alat itu terkena aliran listrik dan pingsan atau mati. Apakah air dapat menghantarkan listrik? Sebenarnya air murni adalah penghantar listrik yang buruk. Akan tetapi bila dilarutkan asam, basa, atau garam ke dalam air maka larutan ini dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang larut dalam air dan dapat membentuk suatu larutan yang menghantarkan arus listrik dinamakan larutan elektrolit.

Contohnya adalah larutan garam dapur dan larutan asam klorida. Zat yang tidak menghantarkan arus listrik dinamakan larutan non elektrolit. Contohnya adalah larutan gula dan larutan urea. Untuk mengetahui suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik atau tidak, dapat diuji dengan alat penguji elektrolit.

Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan dilengkapi dengan lampu ,serta bejana yang berisi larutan yang akan diuji. Mari kita lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui apakah asam, basa, sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah garam dapat menghantarkan arus listrik. Kegiatan Ilmiah 1 Uji Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik Tujuan Menguji larutan berdasarkan daya hantar listriknya Alat dan Bahan 1.

Gelas kimia 5. Larutan NaCℓ 2. Elektroda karbon 6. Larutan asam cuka 3. Baterai 7. Larutan NaOH 4. Bola lampu 8. Larutan gula Gambar Rangkaian Alat Uji Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik Petunjuk Kerja • Rangkailah alat uji elektrolit seperti tampak pada gambar di atas.

• Isilah gelas dengan larutan asam asetat. • Celupkan elektroda ke dalam larutan asam asetat. • Amatilah bola lampu, perubahan apa yang terjadi? • Recent Posts • Donwload Media Pembelajaran: Asam, Basa, dan Garam • Kunci Jawaban: Soal Asam, Basa, dan Garam • Evaluasi: Asam, Basa, dan Garam • Identifikasi Asam, Basa, dan Garam • Sifat-Sifat Asam, Basa, dan Garam • Recent Comments • A WordPress Commenter on Pendahuluan: Asam Basa • Archives • December 2017 • Categories • Uncategorized • Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.org
Artikel ini memberikan latihan soal UNBK SMA untuk mata pelajaran Kimia tahun 2020 -- UNBK 2020 sudah semakin dekat ya.

Apakah kamu sudah melakukan persiapan yang cukup untuk menghadapinya? Yakin, sudah siap? Agar kamu lebih siap lagi, ayo mulai perbanyak latihan soal-soal dengan latihan soal UNBK SMA Kimia tahun 2020 berikut ini.

Baca juga: Latihan Soal UNBK SMA Matematika IPA Tahun 2020 Topik : Ilmu Kimia dan Ruang Lingkupnya Subtopik : Metode Ilmiah Level : LOTS 1. Berikut ini adalah tahapan-tahapan metode ilmiah: • Menguji hipotesis • Merumuskan masalah • Menarik kesimpulan • Identifikasi masalah • Menyusun dasar teori • Menyusun hipotesis Urutan metode ilmiah yang benar adalah …. • 4) – 2) – 5) – 6) – 1) – 3) • 4) – 2) – 1) – 6) – 3) – 5) • 4) – 1) – 5) – 2) – 6) – 3) • 5) – 4) – 2) – 1) – 3) – 6) • 5) – 2) – 6) – 1) – 3) – 4) Jawaban: A Pembahasan: Metode ilmiah adalah langkah-langkah rasional dan ilmiah untuk mengungkapkan suatu masalah.

Urutan tahapan metode ilmiah yaitu: • Identifikasi masalah • Merumuskan masalah • Menyusun dasar teori • Menyusun hipotesis • Menguji hipotesis • Menarik kesimpulan Urutan yang tepat adalah 4) – 2) – 5) – 6) – 1) – 3). Topik : Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Subtopik : Pendahuluan Struktur Atom Level : MOTS 2.

Unsur A terletak pada golongan VIA periode 3 dan memiliki massa atom relatif sebesar 32. Jumlah proton dan neutron unsur A adalah …. • 16 dan 16 • 16 dan 17 • 17 dan 15 • 18 dan 13 • 15 dan 17 Jawaban: A Pembahasan: Golongan VIA periode 3, artinya: Elektron valensi berada pada s dan p berjumlah 6, yaitu s 2 p 4 Periode = jumlah kulit = 3, maka: Konfigurasi elektron valensi : 3s 2 3p 4 Konfigurasi lengkap unsur A : 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 4 Untuk atom netral, Nomor atom = nomor elektron = 2 + 2 + 6 + 2 + 4 = 16 Nomor atom = nomor proton = 16 Nomor neutron = nomor massa – nomor proton = 32 – 16 = 16 Topik : Gaya Antarmolekul Subtopik : Ikatan Hidrogen Level :LOTS 3.

Dibanding asam halida yang lain, senyawa HF memiliki titik didih yang paling tinggi. Hal ini disebabkan karena pada senyawa HF terdapat …. • Ikatan kovalen • Ikatan hidrogen • Ikatan elektrovalen • Ikatan ionik • Ikatan logam Jawaban: B Pembahasan: Senyawa HF memiliki titik didih paling tinggi dibandingkan senyawa halida (HX) lainnya, hal ini disebabkan pada senyawa HF terdapat ikatan hidrogen.

Ikatan hidrogen bersifat sangat kuat, sehingga dibutuhkan energi yang lebih besar untuk memtusukan ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen adalah ikatan antarmolekul yang terjadi antara atom H dan atom dengan elektronegatifitas tinggi seperti F, O, dan N. Topik : Stoikiometri Subtopik : Perhitungan kimia dalam suatu persamaan reaksi Level : HOTS 4. Sebanyak 5 gram CaCO 3 direaksikan dengan 100 mL HCl 0,5 M menurut reaksi berikut: CaCO 3 (s) + HCl (aq) -> CaCl 2 (aq) + H 2O (g) + CO 2 (g) (reaksi belum setara) Volume CO 2 yang terbentuk jika diukur pada suhu kamar sebanyak ….

• 0,2 L • 0,4 L • 0,6 L • 0,8 L • 1,0 L Jawaban: C Pembahasan: Setarakan reaksi terlebih dahulu: CaCO 3 (s) + 2HCl (aq) -> CaCl 2 (aq) + H 2O (g) + CO 2 (g) Tentukan pereaksi pembatas. Mol CaCO 3 = Mol HCl = M x V = 0,5 M x 100 mL = 50 mmol = 0,05 mol Sehingga, yang menjadi pereaksi pembatas adalah HCl.

Pereaksi pembatas adalah zat yang memiliki paling kecil. Persamaan reaksi: CaCO 3 (s) + 2HCl (aq) -> CaCl 2 (aq) + H 2O (g) + CO 2 (g) Mula – mula 0,05 0,05 - - Reaksi 0,025 0,05 0,025 0,025 0,025 Sisa 0,025 - 0,025 0,025 0,025 Ingat!

Perbandingan mol = perbandingan koefisien. Mol CO 2 = 0,025 mol. Pada keadaan suhu kamar atau RTP (Room temperature Preasure) berlaku: Topik : Teori dan Karakteristik Asam dan Basa Subtopik : Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry Level : HOTS 5. Perhatikan reaksi berikut ini! • HF + H 2O -> F - + H 3O + • NH 3+ H 2O -> NH 4 + + OH - • C 6H 5COOH + H 2O -> C 6H 5COO - + H 3O + • RNH 2+ H 2O -> RNH 3 + OH - Air merupakan salah satu zat yang bersifat sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah, artinya dapat bertindak sebagai asam maupun basa.

Reaksi yang menunjukkan air bertindak sebagai basa adalah …. • 1, 2, dan 3 • 1 dan 3 • 2 dan 4 • 4 saja • 1, 2, 3, 4 Jawaban: B Pembahasan: Asam Basa Bronsetd-Lowry adalah pasangan asam basa yang hanya berbeda pada satu atom H saja. Asam memiliki atom H lebih banyak dibandingkan basa. Pada reaksi (1) HF + H 2O -> F - + H 3O + H 2O berpasangan dengan H 3O +, H 2O memiliki atom H 1 lebih sedikit dibandingkan H 3O + sehingga H 2O pada reaksi ini bertindak sebagai basa.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Pada reaksi (3) C 6H 5COOH + H 2O -> C 6H 5COO - + H 3O + H 2O berpasangan dengan H 3O +, H 2O memiliki atom H 1 lebih sedikit dibandingkan H 3O + sehingga H 2O pada reaksi ini bertindak sebagai basa. Topik : Titrasi Subtopik : Konsep Titrasi Asam Basa Level : HOTS 6. Seorang siswa mengencerkan sebanyak 5 mL H 2SO 4 pekat hingga volume nya mencapai 500 mL.

Kemudian 25 mL larutan hasil pengenceran tersebut tepat dinetralkan dengan 50 mL NaOH 0,15 M. Konsentrasi asam pekat tersebut adalah …. • 7,5 M • 12,5 M • 15 M • 17 M • 18 M Jawaban: C Pembahasan: Gunakan rumus titrasi untuk mengetahui konsentrasi H 2SO 4 hasil pengenceran: M a. V a. a = M b. V b. b M a. 25 mL. 2 = 0,15 M. 50 mL. 1 M a = 0,15 M Gunakan rumus pengenceran untuk mengetahui konsentrasi H 2SO 4 pekat: M 1.

V 1 = M 2. V 2 M 1. 5 mL = 0,15 M. 500 mL M 1 = 15 M Topik : Larutan Penyangga Subtopik : Konsep Penyangga Level : LOTS 7. Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH. Di dalam darah manusia terdapat sistem penyangga yang dapat menjaga pH darah selalu stabil, sistem penyangga tersebut adalah ….

• H 3PO 4dan H 2PO 4 - • HCO 3 -dan CO 3 2- • HPO 4 2-dan H 2PO 4 - • H 2CO 3dan HCO 3 - • HPO 4 2-dan PO 4 2- Jawaban: D Pembahasan: Sistem penyangga dalam darah berfungsi untuk menjaga pH darah agar selalu stabil. Sistem penyangga yang terdapat dalam darah adalah H 2CO 3 dan HCO 3. Sedangkan, HPO 4 2- dan H 2PO 4 - merupakan sistem penyangga dalam cairan sel tubuh.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Topik : Keseimbangan Ion dan pH larutan garam (Hidrolisis) Subtopik : Penentuan pH garam Level : HOTS 8. Seorang siswa memiliki beberapa jenis garam yang berbeda. Garam - garam tersebut dilarutkan dalam air kemudian diuji menggunakan indikator kertas lakmus. Garam yang dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru adalah …. • amonium klorida • barium nitrat • natrium asetat • kalium sulfat • kalium bromida Jawaban: C Pembahasan: Garam jika dilarutkan dalam air maka akan mengalami reaksi hidrolisis.

Reaksi hidrolisis garam terbagi menjadi: • Hidrolisis sebagian — merupakan garam yang berasal dari asam lemah dengan basa kuat (garam basa) dan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah (garam asam) • Hidrolisis sempurna — merupakan garam yang berasal dari asam dan basa lemah • Tidak terhidrolisis — merupakan garam yang berasal dari asam dan basa kuat Garam yang dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru adalah garam yang bersifat basa, yaitu garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat atau garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dengan nilai Kb > Ka.

• amonium klorida — berasal dari amonium hidroksida (basa lemah) dan asam klorida (asam kuat) — garam asam • barium nitrat — berasal dari barium hidroksida (basa kuat) dan asam nitrat (asam kuat) — garam netral • natrium asetat — berasal dari natrium hidroksida (basa kuat) dan asam asetat (asam lemah) — garam basa • kalium sulfat — berasal dari kalium hidroksida (basa kuat) dan asam sulfat (asam kuat) — garam netral • kalium bromida — berasal dari kalium hidroksida (basa kuat) dan asam bromida (asam kuat) — garam netral Topik : Termokimia Subtopik : Perubahan entalpi standar Level : HOTS 9.

Reaksi pembentukan gas NH 3 memiliki persamaan sebagai berikut: N 2 (g) + 3H 2 (g) -> 2NH 3 (g) Pernyataan berikut yang tepat adalah …. • Entalpi reaksi pembentukan standar NH 3 = -2a kJ • Reaksi pembentukan NH 3 merupakan reaksi endoterm.

• Reaksi pembentukan standar NH 3 akan melepaskan kalor sebanyak a kJ • Pada pembentukan 1 mol NH 3 dibutuhkan kalor sebanyak 2a kJ. • Pada reaksi pembentukan standar NH 3 sebanyak a kJ kalor mengalir dari lingkungan ke sistem Jawaban: C Pembahasan: Reaksi tersebut merupakan reaksi eksoterm, karena entalpi bertanda negatif.

Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan karena kalor dilepas dari sistem. Pembentukan 1 mol NH 3 akan melepaskan kalor sebanyak a kJ. Ingat! Entalpi standar merupakan entalpi untuk pembentukan 1 mol senyawa. Topik : Laju Reaksi Subtopik : Faktor – faktor yang memengaruhi laju reaksi Level : HOTS 10. Seorang siswa melakukan percobaan kinetika kimia dengan mereaksikan sejumlah zat.

Variabel bebas dari reaksi tersebut adalah konsentrasi zat dan variabel terikat adalah laju reaksi. Setelah akhir percobaan ternyata laju reaksi meningkat pada konsentrasi yang lebih tinggi, fenomena ini dapat dijelaskan karena kenaikan konsentrasi akan …. • memperbesar suhu reaksi • memperbesar energi aktivasi • memperbesar tekanan • memperbesar energi kinetik molekul reaktan • meningkatan frekuensi tumbukan efektif Jawaban: E Pembahasan: Salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah konsentrasi.

Makin tinggi konsentrasi, frekuensi terjadinya tumbukan akan makin banyak terjadi sehingga laju reaksi semakin besar. Topik : Kesetimbangan Kimia Subtopik : Pergeseran kesetimbangan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia Level : HOTS 11. Pada sistem kesetimbangan 2NH 3 N 2 + 3H 2 ∆H = -x kkal.

Agar kesetimbangan bergeser ke arah pembentukan gas hidrogen dilakukan dengan . • Memperkecil tekanan dan menaikkan suhu • Memperbesar tekanan dan menurunkan suhu • Menambah katalis dan menaikkan suhu • Memperbesar tekanan dan suhu tetap • Memperkecil volume dan suhu tetap Jawaban: A Pembahasan: Faktor - faktor yang mempengaruhi kesetimbangan: • Jika suhu dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi endoterm, sebaliknya jika suhu diturunkan maka sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah akan bergeser ke arah reaksi eksoterm.

• Tekanan dan volume. Tekanan berbanding terbalik dengan volume, jika tekanan diperbesar maka volume diperkecil sehingga kesetimbangan akan bergeser ke arah koefisien kecil • Jika konsentrasi produk ditambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaktan. Jika konsentrasi produk dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah produk. Kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukan produk (gas klor) jika: • Suhu dinaikkan, karena reaksi yang terjadi merupakan reaksi endoterm • Tekanan diperkecil.

• Volume diperbesar Sehingga jawaban yang tepat adalah menaikkan suhu dan memperkecil tekanan. Topik : Sifat Koligatif Larutan Subtopik : Aplikasi Sifat Koligatif Larutan Level : LOTS 12. Berikut ini yang merupakan aplikasi sifat koligatif larutan penurunan titik beku dalam kehidupan sehari-hari adalah …. • Hemodialisa (cuci darah) • Membunuh lintah dengan garam • Mencairkan salju di jalan dengan penambahan etilen glikol • Menambahkan urea dalam radiator mobil • Menambahkan garam saat merebus daging Jawaban: C Pembahasan: Hemodialisa (cuci darah) – tekanan osmotik Membunuh lintah dengan garam – tekanan osmotik Mencairkan salju di jalan dengan penambahan etilen glikol – penurunan titik beku Menambahkan urea dalam radiator mobil – kenaikan titik didih Menambahkan garam saat merebus daging – kenaikan titik didih Topik : Redoks dan Sel Elektrokimia Subtopik : Hukum Faraday Level : HOTS 13.

Logam Natrium dapat diperoleh dengan cara mengelektrolisis lelehan NaCl menggunakan elektroda inert, massa logam Natrium yang dihasilkan di katoda dari elektrolisis lelehan NaCl selama 20 menit dengan kuat arus 5 A adalah sebesar …. (Ar Na = 23 gr/mol; Cl = 35,5 gr/mol) • 1,43 gr • 2,35 gr • 3,75 gr • 5,23 gr • 6,44 gr Jawaban: A Pembahasan: Pada elektrolisis lelehan NaCl terjadi reaksi sebagai berikut: Katoda : Na + (aq) + e → Na (s) Perubahan biloks = 1 Massa logam yang diendapkan di katoda adalah logam Na: Topik : Senyawa Turunan Alkana Subtopik : Identifikasi Aldehid dan Keton Level : HOTS 14.

sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah

Suatu senyawa karbon, X memiliki rumus molekul C 4H 8O. Senyawa X dapat bereaksi dengan pereaksi fehling membentuk endapan merah bata. Jika senyawa X bereaksi dengan gas hidrogen akan menghasilkan senyawa Y. Senyawa Y adalah …. • Butanon • 1-butanol • 2-butanol • Asam butanoat • Butanal Jawaban: B Pembahasan: C 4H 8O merupakan rumus molekul untuk suatu aldehid atau keton.

Aldehid direaksikan dengan fehling akan menghasilkan endapan merah bata, sedangkan keton tidak. Karena senyawa X dapat bereaksi dengan fehling, maka senyawa X merupakan aldehid. Aldehid jika direaksikan dengan gas hidrogen akan mengalami reaksi reduksi dan menghasilkan alkohol primer. Senyawa yang merupakan alkohol primer adalah 1-butanol. Topik : Hidrokarbon Subtopik : Alkana Level : MOTS 15. Senyawa berikut ini yang merupakan isomer dari senyawa 2-metilpentana adalah ….

• 2,3-dimetilbutana • 2,3-dimetilpropana • 2,2,3-trimetilbutana • 2-metilbutana • 3-metilheptana Jawaban: A Pembahasan: Isomer merupakan senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama namun strukturnya berbeda. 2-metilpentana memiliki rumus molekul C 6H 14. 2,3-dimetilbutana memiliki rumus molekul C 6H 14. 2,3-dimetilpropana memiliki rumus molekul C 5H 12. 2,2,3-trimetilbutana memiliki rumus molekul C 7H 16.

2-metilbutana memiliki rumus molekul C 5H 12. 3-metilheptana memiliki rumus molekul C 7H 16. Topik : Minyak Bumi Subtopik : Proses Lanjutan Pengolahan Minyak Bumi Level : LOTS 16. Proses pembersihan dari kontaminasi dengan menambahkan soda kaustik dalam proses pengolahan minyak tanah disebut ….

• reforming • cracking • blending sifat yang benar tentang garam yang terbentuk dari campuran amonium hidroksida dan asam sulfat dengan mol yang sama adalah ekstraksi • treating Jawaban: E Pembahasan: Pembersihan dari kontaminasi dinamakan proses treating.

Pada proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi (pengotoran). Kotoran - kotoran ini harus dibersihkan dengan cara menambahkan soda kaustik (NaOH), tanah liat atau proses hidrogenasi. Topik : Benzena dan Turunannya Subtopik : Tata Nama Turunan Benzena Level : MOTS 17. Perhatikan struktur senyawa berikut ini! Nama yang tepat untuk senyawa di atas adalah …. • Asam p-metilbenzoat • Asam o-metilbenzoat • Asam m-metilbenzoat • Asam 3-metilbenzoat • Asam metilbenzoat Jawaban: B Pembahasan: Tata nama Benzena: • Benzena pada umumnya dipakai sebagai induk dan gugus yang terikat disebutkan lebih dulu kemudian diikuti dengan benzena.

• Untuk dua subtituen posisinya dapat diberi awalan : orto (o) untuk posisi 1 dan 2, meta (m) untuk posisi 1 dan 3 dan para (p) untuk posisi 1 dan 4. • Gugus bervalensi satu yang diturunkan dari benzena disebut fenil dan gugus yang diturunkan dari toluene disebut benzil. • Untuk tiga substituent atau lebih, awalan orto, meta, dan para tidak diterapkan lagi, tetapi posisi substituen yang dinyatakan dengan angka, urutan prioritas penomoran adalah sebagai berikut: –COOH ; –SO 3H ; –CHO ; –CN ; –OH ; –NH 2; –R ; –NO 2 ; –X • Bila cincin benzena terikat pada rantai alkana bergugus fungsi atau rantai alkana dengan 7 atom karbon atau lebih maka rantai alkana tersebut sebagai induk, sedangkan cincin benzena sebagai substituen.

Dari soal dapat diketahui bahwa benzena mengikat gugus –CH 3 dan –COOH. Prioritas penomoran dimulai dari atom C yang mengikat gugus –COOH. Sehingga, nama yang tepat adalah Asam 2-metilbenzoat atau Asam o-metilbenzoat. Topik : Makromolekul Subtopik : Protein Level : HOTS 18.

Seorang siswa menguji beberapa jenis makanan yang mengandung protein, yaitu putih telur, susu, tahu, dan ikan. Keempat protein tersebut dilakukan uji biuret, xantoproteat, dan Pb-asetat. Setelah akhir percobaan didapatkan hasil bahwa susu dan tahu hanya dapat bereaksi dengan biuret membentuk warna ungu.

Ikan dapat bereaksi dengan biuret dan xantoproteat dengan membentuk warna berturut - turut ungu dan jingga. Putih telur bereaksi dengan ketiga uji tersebut, biuret (ungu), xantoproteat (jingga) dan Pb-asetat (hitam). Berdasarkan data hasil percobaan tersebut, bahan yang diperkirakan mengandung protein dengan unsur belerang adalah ….

• putih telur • susu dan ikan • susu dan tahu • putih telur dan ikan • tahu dan ikan Jawaban: A Pembahasan: Jenis Uji protein: • Uji biuret — hasil positif menunjukkan warna ungu artinya bahan makanan mengandung protein • Uji xantoproteat — hasil positif menunjukkan warna jingga artinya bahan makanan mengandung inti benzena • Uji Pb-asetat — hasil positif menunjukkan warna hitam artinya bahan makanan mengandung unsur belerang.

Berdasarkan uji protein diatas, bahan makanan yang memberikan hasil positif pada uji Pb-Asetat hanya putih telur. Topik : Kimia Unsur 1 Subtopik : Alkali Level : HOTS 19. Seorang siswa melakukan uji nyala terhadap logam natrium dan logam barium. Hasil pengamatannya menunjukkan bahwa logam natrium memancarkan api berwarna kuning, sedangkan logam barium memancarkan api berwarna hijau. Pernyataan yang paling sesuai terkait fenomena ini adalah …. • panjang gelombang yang dipancarkan barium lebih panjang • frekuensi logam natrium yang terpancar lebih besar • pada saat dilakukan pembakaran terjadi eksitasi elektron dari kulit paling tinggi ke kulit paling rendah • kalor yang didapat dari proses pembakaran akan diserap oleh atom dan menyebabkan elektron tereksitasi • setelah terjadi pembakaran, elektron yang tereksitasi bersifat tidak stabil dan kembali ke kulit semula dengan menyerap kalor.

Jawaban: D Pembahasan: Apabila senyawa kimia dipanaskan maka akan terurai menjadi unsur - unsur penyusunnya dalam bentuk gas. Atom - atom dari unsur tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi. Atom logam menjadi tidak stabil, sehingga bisa kembali ke tingkat dasar dengan memancarkan energi dalam bentuk cahaya. Masing - masing atom mempunyai energi yang diserap atau dilepaskan yang berbeda - beda. Perbedaan tersebut menyebabkan terjadinya warna - warna yang berbeda sehingga akan memberikan warna - warna yang jelas dan khas untuk setiap atom.

Warna kuning memiliki panjang gelombang lebih besar dibandingkan warna hijau, sebaliknya frekuensi yang terpancar oleh warna hijau lebih besar dibandingkan warna kuning. Sehingga jawaban yang tepat adalah “kalor yang didapat dari proses pembakaran akan diserap oleh atom dan menyebabkan elektron tereksitasi. Topik : Kimia Unsur 2 Subtopik : Halogen Level : MOTS 20. Reksi berikut yang dapat terjadi dalam keadaan standar adalah .

• Larutan KBr dengan gas I 2 • Larutan KCl dengan gas I 2 • Larutan MgCl 2 dengan gas Br 2 • Larutan MgF 2 dengan gas Cl 2 • Larutan KI dengan gas Br 2 Jawaban: E Pembahasan: Pada reaksi antar unsur - unsur halogen, reaksi yang dapat berlangsung jika unsur yang letaknya lebih atas dalam sistem periodik unsur mendesak ion unsur dibawahnya, tetapi jika yang terjadi sebaliknya maka reaksi tidak dapat berlangsung.

Urutan unsur golongan halogen dari atas ke bawah adalah F, Cl, Br, I. Oksidator terkuat adalah F, sedangkan reduktor terkuat adalah I. Dalam sistem periodik unsur, unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah sifat oksidatornya semakin kecil. Sehingga reaksi yang dapat berlangsung spontan adalah reaksi antara larutan KI dengan gas Br 2, karena I dapat mereduksi Br menjadi Br 2. Mudah dipahami 'kan penjelasan dari soal-soal di atas?

Semoga beberapa latihan soal tadi bisa membantu kamu dalam mengerjakan soal-soal UNBK nanti ya. Masih mau latihan soal lainnya? Jangan lupa terus buka ruangbaca atau kamu juga bisa melihat ribuan latihan soal di ruangbelajar.

Sifat Garam dan Reaksi Hidrolisis




2022 www.videocon.com