Mengapa buku harus diberi sampul

mengapa buku harus diberi sampul

Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Disain Sampul telah disiapkan tinggal dicopy @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN i Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 BANGUN BRAND-MU SENDIRI PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI PENYUSUN Trada Lardiatama, S.Kom SMAS HelloMotion @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan ii DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 DAFTAR ISI PENYUSUN .ii DAFTAR ISI .iii GLOSARIUM.iv PETA KONSEP.v PENDAHULUAN .1 A.

Identitas Modul .1 B. Kompetensi Dasar.1 C. Deskripsi Singkat Materi .1 D. Petunjuk Penggunaan Modul .2 E. Materi Pembelajaran .2 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 .3 A. Tujuan Pembelajaran .3 B. Uraian Materi.3 C. Rangkuman .10 D. Penugasan Mandiri .10 E. Latihan Soal .10 F. Penilaian Diri .17 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 .18 A. Tujuan Pembelajaran .18 B.

Uraian Materi.18 C. Rangkuman .24 D. Penugasan Mandiri .24 E. Latihan Soal .25 F. Penilaian Diri .26 KEGATAN PEMBELAJARAN 3 .27 A. Tujuan Pembelajaran .27 B. Uraian Materi.27 C. Rangkuman .18 D. Penugasan Mandiri .18 E. Latihan Soal .18 F. Penilaian Diri .18 EVALUASI .19 DAFTAR PUSTAKA .20 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan iii DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 GLOSARIUM Perencanaan : Proses yang mendefinisikan sebuah tujuan meliputi strategi, aktivitas kerja hingga pengembangan yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Brand : Brand/Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 {tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau mengapa buku harus diberi sampul yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

https://dgip.go.id/pengenalan- merek Branding : Branding sebagai pengembangan dari brand itu sendiri memiliki arti memperkuat brand/merek produk ataupun jasa sehingga tertanam dipikiran konsumen dan calon konsumen. Ide : Sebuah pemikiran atau saran yang memungkinkan untuk diwujudkan/dilakukan. Passion : Passion secara definisi dapat diartikan sebagai sebuah kekuatan emosi yang kuat dan hampir tidak bisa dikendalikan sehingga mendorong manusia untuk melakukan sesuatu dengan ikhlas dan luhur tanpa paksaan.

Usaha : Kegiatan manusia untuk mendapatkan penghasilan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup demi mendapatkan kesejahteraan. Peluang Usaha : Kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang, kekayaan) dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki. Sumber Daya : Segala sesuatu yang berfungsi menunjang sebuah usaha.

Administrasi : Suatu proses atau aktivitas dalam menjalankan Usaha, organisasi, dll. Pemasaran : Suatu aktivitas yang dilakukan oleh individu atau organisasi untuk menyebarluaskan informasi melalui proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat umum demi memperoleh keuntungan dengan melalui beberapa strategi yang diterapkan.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan iv DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 PETA KONSEP @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan v DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 PENDAHULUAN A.

Identitas Modul : Prakarya dan Kewirausahaan : XI (Sebelas) Mata Pelajaran : 3 Pertemuan/Tatap Muka Kelas : Bangun Brand-mu Sendiri Alokasi Waktu Judul Modul B. Kompetensi Dasar 3. 6 Memahami perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang (sebagai solusi dari masalah lingkungan hidup) meliputi ide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran.

4.6 Membuat perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang (sebagai solusi dari masalah lingkungan hidup) meliputi ide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran. C. Deskripsi Singkat Materi Pernahkah kalian bermimpi memiliki sebuah usaha di usia dini?atau bahkan memiliki cita- cita menjadi sebuah entrepreneur/wirausahawan?.

Dapatkah limbah barang rumah tangga yang berada disekitar kita dimanfaatkan menjadi sebuah barang yang bermanfaat dan menguntungkan?

Modul ini selain berfungsi sebagai pendamping buku teks pelajaran (BTP) atau buku sekolah elektronik (BSE) juga dapat digunakan sebagai media pendukung dan latihan dalam membangun dan mewujudkan usaha kalian khususnya memanfaatkan limbah barang berbentuk ruang seperti botol bekas. Materi dalam modul ini mengulas segala sesuatu dalam membangun usaha meliputi proses menemukan ide dan peluang usaha, memilih sumber daya yang tepat, administrasi pendukung usaha serta bagaimana merencanakan pemasaran dan tentunya memanfaatkan limbah barang disekitar kalian.

Dalam mempelajari dan menggunakan modul ini kalian harus cermat dalam membaca dan mempelajari materi, karena setiap bagian dalam modul berisi langkah-langkah dalam merencanakan dan memulai usaha kalian dalam memanfaatkan limbah barang berbentuk bangun ruang.

Semoga kalian dapat menerapkan modul ini sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan kalian. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 1 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 D. Petunjuk Penggunaan Modul Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunan Modul ini adalah: Mempelajari modul Bangun Brand-mu Sendiri sangat disarankan untuk dilakukan secara berurutan dan sistematis.

Dimana modul ini terdiri atas 3 Kegiatan Pembelajaran yaitu (a) Temukan Idemu (b) Masalah adalah Peluang dan (c) Susun Manual Brand-mu, merupakan materi yang berkesinambungan sehingga harus dipelajari secara berurutan.

1. Membaca dengan seksama setiap bagian modul mulai dari peta konsep hingga materi pembelajaran dan pahami isinya. 2. Setelah membaca dan mempelajari materi pembelajaran, kerjakan soal latihan dan penugasan.

3. Lakukan penilaian diri. 4. Kerjakan soal evaluasi di akhir materi sebagai tolak ukur pencapaian pemahaman kalian tentang maeri dalam modul ini. 5. Menggunakan alat, bahan dan media sesuai yang tercantum pada setiap penugasan. 6. Menggunakan berbagai referensi yang mendukung atau terkait dengan materi pembelajaran. 7. Meminta bimbingan guru jika merasakan kesulitan dalam memahami materi modul.

8. Setelah mampu menyelesaian 80% dari semua materi dan penugasan, maka kalian dapat dikatakan TUNTAS belajar modul ini dan segera wujudkan usahamu. E. Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Pertama : Temukan Idemu! Mempelajari bagaimana teknik-teknik dalam proses menemukan Ide usaha kalian.

Kedua : Masalah adalah Peluang Mempelajari bagaimana merubah sebuah problem (permasalahan) menjadi sebuah solusi dan peluang yang menarik dan menguntungkan. Ketiga : Susun Manual Brand-mu Mempelajari bagaimana menyusun sebuah manual brand sebagai bahan dasar dalam membangun Ide bisni kalian. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 2 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 Temukan IDE mu! A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat menemukan atau membangun Ide usaha kalian sendiri sesuai dengan kebutuhan dan passion kalian.

Dalam hal ini dapat dikaitkan dengan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang. B. Uraian Materi Tahukah kalian bahwa seorang Copywriter dan Creative Director bernama Gary Dahl pada tahun 1975 berhasil menjual hewan peliharaan berbentuk sebuah batu dengan nama “Pet Rock” dan berhasil mendapatkan keuntungan hingga 15 juta US Dollar?, atau pernahkah kalian berpikir bahwa transportasi menjadi begitu mudah sejak kehadiran aplikasi Gojek?.

Segala sesuatu menjadi mungkin dan terwujud tentunya melalui berbagai proses, salah satunya penemuan ide, lalu bagaimana orang-orang seperti Gray Dahl dan Bapak Nadiem Makarim dapat menemukan sebuah ide yang hebat?. Ide dalam definisinya menurut berbagai sumber merupakan sebuah pemikiran atau saran yang memungkinkan untuk diwujudkan/dilakukan. Sejarah menuturkan hampir setiap penemuan ide besar didapat dari sesuatu kondisi yang berada disekitar penemu tersebut, pertanyaan yang sering muncul apakah ide harus menunggu sebuah momen untuk ditemukan?ataukah ide dapat ditemukan dan dibangun tanpa membutuhkan momem tertentu?.

Pada kenyataannya ide selalu ada disekitar kita namun maukah dan mampukah kita menemukannya dalam setiap kondisi ketika kita membutuhkannya?. Dalam buku Creative Confidence: Unleashing the Creative Potential Within Us All, David Kelley seorang pendiri perusahaan desain dan inovasi global IDEO mengatakan “Belief in your creative capacity lies at the heart of innovation.” ― David Kelley, dengan kata lain Kelley mengatakan bahwa sebelum menemukan ide, kita harus percaya sepenuhnya pada sisi kreatif kita sehingga dapat menjadi kekuatan utama dalam berinovasi.

Sisi kreatif kita harus dirangsang dan dibangunkan agar dapat peka terhadap kondisi sekitar, bahkan kadang ide dan kreatifitas dapat muncul dalam situasi yang terbatas.

Wahyu Aditya (dalam Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati, 2013:125) “.memanipulasi keterbatasan. Selain dipacu untuk kreatif, kita juga disadarkan tentang efisiensi dan berkreasi seoptimal mungkin”.

Hal ini menjelaskan bahwa kreatifitas itu dapat muncul dalam kondisi nyaman, terbatas, atau keduanya. Pada intinya otak manusia harus selalu dipaksa dan dirangsang untuk selalu berpikir untuk dapat menjadi kreatif, otak yang selalu bekerja akan senantiasa memberikan hasil yang positif dan bahkan menghasilkan sesuatu yang tidak terduga sebelumnya.

Proses berpikir kreatif tidak didapat dari genetikal semata, walaupun sebagian manusia dianugerahi otak yang dapat berpikir secara kreatif sejak lahir. Berpikir kreatif dapat kita latih dan lakukan melalui beberapa teknik yang dapat membantu @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 3 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 kita untuk melakukannya, sehingga kita dapat menemukan Ide-ide segar dan kreatif dalam membangun usaha kita.

Mark Zuckenberg (Pencipta Facebook), Jack Dorsey (Pencipta Twitter), Kevin Systrom (Pencipta Instagram), Walt Disney (Pendiri Disney) semuanya tidak mendapatkan kesuksesan secara langsung, tetapi melalui berbagai hal kegagalan, ejekan, cibiran dan diliputi rasa frustrasi.

Kalian dan mungkin kebanyakan orang berpikir mereka semua mendapatkan ide yang begitu hebat dengan hanya membutuhkan beberapa waktu, padahal mereka juga melalui tahap-tahap percobaan yang kadang menemui kegagalan. Facebook memulai usaha dengan cara membandingkan daya tarik teman sekelas melalui profile yang mereka tuliskan sendiri layaknya sebuah buku harian. Instagram dimulai dengan aplikasi "Burbn", aplikasi yang memungkinkan kita untuk "check-in" lokasi dan membuat rencana, namun karena facebook membuat aplikasi serupa seperti Foursquare maka mereka menciptakan hal yang berbeda yaitu Instagram.

Twitter dimulai sebagai situs web untuk mendaftar dan menemukan podcast, dan Walt Disney harus melalui 300 lebih konsep taman bermain yang sekarang menjadi arena hiburan keluarga bernama Disneyland. Beberapa gagasan tersebut awalnya memang terkesan kurang brilian, namun orang- orang tersebut berhasil meurbah itu semua menjadi sesuatu yang brilian. Ide Usaha bukanlah sebuah karya seni, mereka semua hanya mencoba tidak membatasi diri mereka dan selalu mengapa buku harus diberi sampul pengalaman baru untuk mendapatkan wawasan yang kreatif.

Siapapun dapat membangun dan meningkatkan ide Usaha, berhentilah terintimidasi oleh pernyataan bahwa sebuah ide Usaha harus dari sesuatu yang hebat, namun mulailah menjalani proses memunculkan ide-ide Usaha. Pelajari dengan seksama, kuasai bidangnya, dan taklukkan keterbatasan itu. Pelajari ilmu dan teknik dalam menciptakan ide Usaha yang hebat dalam modul ini. Stimulasi Acak Proses penemuan ide dapat menjadi mudah dengan melatih otak kita menggunakan beberapa latihan agar terlatih dalam merespon segala sesuatu dan menjadikannya trigger (pemantik) untuk menemukan ide.

Salah satu cara bagaimana kita dapat memiliki ide kreatif adalah dengan menggunakan pola stimulasi acak yang di gagas oleh Edward de Bono, seorang psikolog penemu proses berpikir lateral dan paralel (the inventor of lateral and parallel thinking) pada tahun 1968. Stimulasi Acak (Random Input) adalah salah satu teknik yang digunakan untuk memperoleh keterampilan berpikir kreatif, ini merupakan teknik berpikir secara lateral dimana otak akan dirangsang untuk menemukan ide dengan mengaitkan beberapa input-an yang sebelumnya secara acak disusun.

Salah satu latihan yang dapat kita lakukan dengan teknik ini misalnya: 1. Menuliskan sejumlah kata sifat, kata kerja dan kata benda yang berhubungan dengan usaha (misal:kopi, es teh, minum, makan, bakar, pulang, tempat, dingin, panas, manis dsb) 2. Kita dapat memulai latihan dengan menghubungkan sesuatu yang awalnya tidak ada hubungannya sama sekali, seperti kata kopi dan bakar. 3. Berusahalah untuk menghubungkan kata tersebut dengan masalah yang dihadapi atau pemecahan(solusi) yang ingin dilakukan.

4. Ingat! kalian harus mulai membuat hubungan dari kata tersebut bagaimanapun caranya. mengapa buku harus diberi sampul, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 4 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 5. Contoh solusi, saya akan buat sebuah produk Kopi Bakar dimana produk tersebut berbeda cara penyeduhan dan penyajiannya.

6. Kalian juga dapat bereksperimen dengan menulisakan kata-kata yang jauh dari hubungan usaha itu sendiri. Brainstorming Brainstroming dilihat dari susunan katanya dapat diartikan bagaimana kita menciptakan badai di otak, namun dalam hal ini brainstorming membutuhkan oranglain untuk dapat menimbulkan badai dan rangsangan di otak kita. Brainstorming (curah pendapat) menurut beberapa sumber memiliki definisi sebuah diskusi beberapa orang atau kelompok secara spontan untuk menghasilkan ide dan cara memecahkan masalah.

Mengapa buku harus diberi sampul dapat menggunakan teknik ini dalam menemukan ide melalui orang-orang disekitar kalian, seperti ayah, ibu, kakak, adik, teman bahkan mungkin diluar anggota keluarga yang dapat dijadikan partner dalam bertukar pikiran.

Salah satu latihan yang dapat kita lakukan dengan teknik ini misalnya: 1. Tanyakan kepada orang-orang disekitar kalian untuk menanggapi sebuah permasalahan, tantangan, atau peluang sebuah usaha. 2. Minta kepada mereka untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin, tidak peduli jika tidak terkait sama sekali dengan mereka. Selama melakukan periode ini, tidak boleh ada kritik dari kalian. 3. Review idenya, pilih yang paling menarik, dan kemudian pikirkan tentang bagaimana menggabungkan, meningkatkan, dan/atau menerapkan ide-ide tersebut.

How Might We Bagaimana kalau ribuan masalah di masa lalu tidak dapat diselesaikan?Bagaimana cara mereka menemukannya? Bagaimana kalau Henry Ford (Pendiri Ford Motor Company) dahulu tidak memikirkan bentuk transportasi selain kuda? Bagaimana kalau Thomas Alva Edison tidak menemukan lampu?. Bagaimana kalau justru semua masalah tambah memperburuk keadaan tanda adanya solusi?

Semua itu adalah jenis cara "bagaimana kalau" yang dapat mendorong kita untuk dapat berpikir kreatif. Mengapa buku harus diberi sampul Might We (Bagaimana mungkin kita/Bagaimana kalau/Bagaimana jika?) merupakan salah satu teknik dalam mengasah otak untuk dapat memunculkan ide-ide kreatif, cara ini dilakukan dengan cara mempertanyakan segala sesuatu terhadap diri kia sendiri.

Salah satu latihan yang dapat kita lakukan dengan teknik ini misalnya: 1. Mulailah dengan membuat sebuah pertanyaan Bagaimana kalau? sebuah limbah rumah tangga seperti botol palstik dapat memiliki manfaat lebih?. 2. Kalian juga dapat membuat beberapa pertanyaan terkait usaha yang ingin kalian bangun, seperti Bagaimana kalau saya membuat sebuah usaha kerajinan gelas daur ulang dari bahan limbah kaca?

Bagaimana jika saya membuka sebuah totok yang berisi barang kerajinan dari teman-teman sekolah saya? Think Different @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 5 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Cara mendapatkan ide kreatif juga dapat dilakukan dengan memikirkan lawan/kebalikan dari beberapa ide, kenyataan, pernyataan atau bahkan sebuah kondisi.

Secara pelaksanaan dan penggunaan, cara ini memiliki kesamaan dengan How Might We, perbedaannya terletak pada pertanyaan Think Different (Berpikir Terbalik/Berbeda) harus menjadikan lawan dari kondisi yang ada. Seperti apa yang dilakukan oleh salah satu perusahaan dan merchant retail bernama Otten Coffe, ketika hampir seluruh orang berlomba-lomba untuk membuka kedai kopi namun Otten justru membuka usaha yang berbeda dari kebiasaan orang yaitu menjadi sebuah penyedia alat pembuat kopi.

Hal ini juga dilakukan oleh beberapa brand lokal ternama seperti Kripik Maicih, dimana mereka berhasil merubah pemikiran konsumen tentang makanan keripik singkong yang tadinya merupakan makanan tradisional menjadi makanan yang layak untuk dinikmati di café-café tingkat atas tanpa merasa khawatir akan jenis makanan itu sendiri.

Salah satu latihan yang dapat kita lakukan dengan teknik ini misalnya: 1. Buatlah catatan tentang beberapa pernyataan dan kondisi yang ada disekitar kalian. 2. Lakukan pemikiran dan ajukan pertanyaan yang menurut kalian menjadi lawan atau berbeda dari kondisi tersebut.

Design Thinking Dalam membangun sebuah ide usaha yang menarik dan sesuai kebutuhan pasar kita juga dapat menggunakan beberapa teknik lain seperti mengadopsi cara berpikir seorang desainer dalam mengerjakan proses bekerja kreatifnya. Metode ini disebut dengan “Design Thinking”, sebuah pendekatan yang berorientasi/berpusat terhadap kebutuhan manusia sebagai user/ consumen dalam menciptakan ide dan inovasi baru. Inovasi merupakan sebuah keberhasilan dalam menemukan sebuah cara baru atau pengembangan baru dalam mengubah proses, perilaku, hingga fungsi, sehingga konsumen dapat merasakan manfaat yang lebih besar dari yang sebelumnya.

Design Thinking menjadi salah satu tools yang selalu digunakan IDEO sebuah perusahaan desain dan konsultasi sejak tahun 1978 dalam mengembangkan produk-produk inovatif. Pada 1980, Steve Jobs CEO Apple Inc. meminta IDEO mengembangkan sebuah perangkat mouse untuk komputer baru mereka yang diberi nama “Lisa”. Tim desain IDEO meninggalkan mekanisme mahal yang ditemukan pada mouse sebelumnya dan menggantinya dengan komponen yang lebih mudah dibuat yang masih digunakan di hampir semua mouse mekanis yang diproduksi saat ini.

Gambar 1.1 Perangkat Mouse pada computer Lisa Sumber: https://www.ideo.com/case-study/creating-the-first-usable-mouse diunduh pada tangal 28 Agustus 2020 pukul 20.35 WIB @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 6 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Berbeda dengan proses stimulasi acak dan brainstorming, Design Thinking memiliki beberapa tahapan yang lebih kompleks dalam prosesnya, bahkan beberapa teknik seperti disebut diatas dapat dimasukan kedalam tahapan Design Thinking itu sendiri.

Tahapan Design Thinking yang sering digunakan memiliki 5 tahap yang harus dilalui, walaupun beberapa sumber juga menambahkan beberapa tahap lagi sebagai penyempurnaan tahapan Design Thinking. Berikut tahapan-tahapan Design Thinking yang dapat menuntun kita dalam menemukan ide dan berinovasi dalam berwirausaha. Empathize Gambar 1.2 Tahapan Design Thinking versi Stanford (Empati) Sumber Gambar: Penyusun : Tahap ini merupakan proses menggali ide dari permasalahan yang ada, mulailah dari permasalahan yang berada di sekitar kalian.

Dalam membangun usaha kalian dapat melihat permasalahan dan kebutuhan dari perspektif pelanggan karena Design Thinking memfokuskan pada keburuhan pelanggan itu sendiri. Proses empati adalah bagaimana kita menempatkan diri sebagai pengguna sehingga dapat benar- benar memahami kebutuhan pengguna atau calon konsumen.

Proses Empathize dapat dilakukan dengan cara: See mengapa buku harus diberi sampul Amati apapun yang berada disekitar kalian, baik itu benda, perilaku dan siapa menarik untuk diamati. Catat setiap apa yang kalian lihat. Hear (Dengarkan) Dengarkan setiap isu dan topik yang sedang ramai diperbincangkan di sekitar kalian. Catat hasilnya Feel (Rasakan) Cobalah untuk merasakan setiap kondisi yang berada disekitar kalian terutama menempatkan diri seperti apa yang dirasakan kebanyakan orang. Do (Lakukan/Perbuat) Cobalah untuk memperhatikan perilaku atau kebiasaan seperti apa yang biasanya dilakukan orang-orang disekitar kalian.

Kalian dapat menuliskan hal-hal tersebut pada selembar kertas atau menggunakan sticky-note dan tempelah pada dinding. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 7 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Gambar 1.3 Proses tahap Empati dalam Design Thinking Sumber: https://specials-images.forbesimg.com/imageserve/1177992900/960x0.jpg?fit=scale diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 09.35 WIB Dengarkan perasaan mereka dan gali lebih banyak untuk memahami Perspektif dengan tetap bersikap tidak menghakimi dan menangguhkan semua asumsi.

Gambar 1.4 Gambaran posisi tahap Empati dalam Design Thinking Sumber: https://www.yukti.io/wp-content/uploads/2019/10/empathy-1-300x169.png diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 09.40 WIB Define : Tahap Define adalah tentang bagaimana mensintesiskan wawasan (Menetapkan) yang dikumpulkan untuk menemukan pola dan koneksi.

Memanfaatkan informasi yang dikumpulkan dan mempelajari untuk memahaminya. Ini akan membantu kalian dalam memberi tujuan yang jelas untuk dikerjakan. Tahap Define juga merupakan tahap tentang mengumpulkan informasi dari tahap Empati dalam Design Thinking; Menganalisis pengamatan dan mensintesisnya untuk menentukan masalah utama. Dengan kata lain thap Define merupakan proses menetapkan permasalahan utama yang akan diselesaikan serta menentukan solusi yang tepat bagi permasalahan tersebut berdasarkan hasil pada tahap Empathize.

Dalam menentukan masalah utama yang akan dicarai solusinya kita dapat menggunakan teknik pola 5 Mengapa dalam proses ini. 5 Mengapa Teknik ini digagas oleh Socrates, seorang filsuf Yunani dimana dalam mendapatkan tujuan yang sebenarnya kita dapat terus @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 8 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 mempertanyakan dengan kata mengapa secara terus menerus sebanyak 5 tahap.

Kalian dapat memulai dengan masalah yang sedang ingin kamu selesaikan dan tanyakan "mengapa ini terjadi?", setelah mendapatkan jawaban kalian harus mempertanyakan kembali Mengapa jawaban itu muncul atau "mengapa hal ini terjadi?". Lakukan proses ini sebanyak minimal lima kali, dengan menggali lebih dalam setiap kali kalian mendapatkan jawaban hingga kamu mendapatkan akar permasalahan yang sebenarnya.

Dalam tahap define kita juga dapat menggunakan tekinik How Might We dalam mendapatkan hasil yang maksimal. Ideate : Dalam tahap ini barulah kalian menggali ide sebanyak mungkin (Ide) untuk mendapatkan solusi yang tepat serta memberikan nilai manfaat yang besar bagi pelanggan. Pada Prototype tahap ini kalian dapat menggunakan beberapa teknik seperti (Purwa-Rupa) dijelaskan sebelumnya.

Test : Pada tahap ini kalian harus mampu membuat replika solusi dari ide (Pengujian) yang kalian hasilkan, dalam usaha berbentuk produk kalian harus membuat purwa-rupa produk, namun dalam bidang jasa kalian dapat mempersiapkan portofolio sebagai gambaran usaha jasa kalian. Pada intinya tahap ini adalah merancang prototipe ide secara nyata dalam bentuk yang konkrit.

: Tahapan test adalah tahap pengujian, bagi usaha dalam bentuk produk kalian harus mulai menawarkan produk kalian dan mengumpulkan feedback/umpan balik dari produk kalian. Bagi kalian yang memilih usaha dalam bidang jasa kalian dapat membuat sebuah promo terkait jasa kalian dengan tetap mengumpulkan feedback sebagai bahan evaluasi.

Dalam praktek penggunaan Design Thinking tidak selalu menggunakan pola secara linear/berurutan seperti tahapan diatas, namun pola kerja Design Thinking dapat berubah menyesuaikan prosesnya. Gambar 1.5 Tahapan pola kerja Design Thinking Sumber: https://public-media.interaction-design.org/images/ux-daily/5808b55608af6.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 10.10 WIB @2020, Direktorat Mengapa buku harus diberi sampul, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 9 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 C.

Rangkuman Ide sebagai jantung utama sebuah usaha tidak selamanya didapat dari sebuah momentum tertentu, namun kita harus dapat menemukan dan membangun pemikiran agar Ide tersebut dapat ditemukan. Berbagai teknik yang dapat digunakan dalam proses menemukan Ide menjadi sebuah solusi dan tools(alat) bagi kita, tentunya tetap dengan latihan dan pembiasaan berpikir yang diluar dari kebiasaan (out of the box).

Seberapa baikpun kita menggali dan menemukan sebuah ide usaha, selalu akan ada gangguan, konflik baik secara kepribadian, kecemasan, kebosanan hingga ketakutan mengganggu cara kita menemukan ide usaha. Namun ketika itu melanda dan terjadi pada kita, pastikan kalian telah memiliki koleksi ide-ide segar, kreatif dan bagus untuk tetap maju menjalankan proses usaha kalian!

D. Penugasan Mandiri Cobalah untuk membuat sebuah ide perencanaan Usaha produk kerajinan berbentuk bangun ruang dari limbah rumah tangga yang berada disekitar kalian, lakukanlah dengan teknik-teknik yang sudah dijelaskan. 1. Amatilah bahan limbah berbentuk bangun ruang yang ada disekitar kalian dan masih dan layak dimanfaatkan untuk produk kerajinan.

2. Tulis sebanyak-banyaknya kemungkinan ide yang yang kalian dapat dan mungkin dikembangkan pada kerajinan tersebut. E. Latihan Soal 1. Dalam kondisi berkelompok dalam menyusun ide Usaha dan usaha sebaiknya kita memilih teknik pencarian ide yaitu?

a. Stimulasi Acak b. Brainstorming c. How Might We d. 5 Mengapa? e. Design Thinking 2. Proses melakukan observasi berupa pengamatan perilaku pengguna guna mengenali permasalahan dalam tahap Design Thinking disebut … a. Empathize b. Define c. Ideate d. Prototype e. Test 3. Shinta mendapat tugas untuk menyusun sebuah ide Usaha dan usaha, dia mengalami kesulitan dalam menemukan ide Usaha tersebut.

Kemudian dia mencoba menuliskan beberapa kata yang berkaitan dan tidak berkaitan dengan Usaha/usaha yang ingin dia bangun, setelah itu Shinta mencoba mengaitkan kata demi kata untuk men-trigger(merangsang) otaknya dalam menemukan ide bisninya. Teknik yang dilakukan Shinta disebut teknik … a. Stimulasi Acak b. Brainstorming c. How Might We @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 10 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 d.

5 Mengapa? e. Design Thinking 4. Untuk memastikan bahwa ide Usaha kita merupakan usaha yang tepat, kita dapat terus mempertanyakan kenapa kita memilih ide Usaha tersebut. Teknik … dapat digunakan untuk memastikan dan menetapkan ide Usaha kita tersebut. Teknik yang cocok untuk mengisi titik-titik pada pernyataan diatas adalah … a.

Stimulasi Acak b. Brainstorming c. How Might We d. 5 Mengapa? e. Design Thinking 5. Teknik how might we dapat digunakan pula dalam salah satu tahap Design Thinking, tahapan dalam Design Thinking mana yang cocok menggunakan teknik ini?

a. Empathize b. Define d. Prototype c. Ideate e. Test @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 11 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Kunci Jawaban Latihan Soal Pembelajaran 1 1. B.

Brainstorming 2. A. Empathize 3. A. Stimulasi Acak 4. D. 5 Mengapa? 5. B. Define F. Penilaian Diri Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab! No. Pertanyaan Jawaban Ya Tidak 1 saya mampu mempelajari kegiatan pembelajaran I dengan Ya Tidak baik Ya Tidak Ya Tidak 2 saya mampu menerapkan teknik-teknik dalam menemukan Ya Tidak ide usaha 3 saya mampu menjelaskan definisi Design Thinking 4 saya mampu menjelaskan tentang tahapan Design Thinking 5 saya mampu menyelesaikan penugasan secara mandiri Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran.

Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 17 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 Masalah adalah Peluang! A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian dapat menggali peluang usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang yang ada disekitar kalian.

B. Uraian Materi Pernahkah terpikir oleh kalian bahwa “Seblak” makanan yang popular di tahun 2000an hingga saat ini berasal dari sebuah masalah? Seblak memiliki bentuk yang sangat mirip dengan camilan rakyat di daerah Sumpuih Banyumas yang bernama krupuk godog ('godog' berarti rebus) dan sudah mulai dikenal masyarakat sejak tahun 1940an.

Kedua makanan tersebut tercipta karena sebuah permasalahan, yaitu kondisi dimana tidak ada bahan lain untuk dapat dimasak sebagai sayur ataupun lauk, dan salah satu cara adalah dengan memanfaatkan sisa kerupuk yang tidak digoreng atau dimakan yang diolah menjadi masakan pengganti sayur dan lauk. Hingga sekarang seblak menjadi salah satu produk usaha yang menarik dan banyak peminat, ini terbukti dengan banyaknya warung yang menjajakan makanan tersebut.

Proses adaptasi manusia dalam masalah ini adalah bukti bagaimana kita mampu dalam memecahkan masalah. Karena sejatinya di dalam sebuah masalah pasti ada peluang, “Masalah itu peluang besar”. Masalah dapat didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang yang terdorong untuk melakukan tindakan/ bereaksi terhadap sesuatu kondisi tersebut. Didalam dunia usaha yang begitu sangat kompetitif di masa sekarang ini, kita harus dapat dengan cermat dan jeli dalam melihat peluang dan masalah disekitar kita.

Akan selalu ada peluang yang tersembunyi didalam sebuah masalah walaupun mungkin prosentasenya sangat kecil. “Jangan menyerah. Hari ini keras, besok akan semakin berat, tetapi lusa akan indah”.

-Jack Ma Apa itu Peluang Usaha? Peluang Usaha adalah "Kesempatan baik" yang ada atau tersedia untuk produk usaha yang akan dijual. Sebuah "ide Usaha" adalah konsep tentang kemungkinan sebuah usaha. Sebuah "peluang Usaha" adalah Ide Mengapa buku harus diberi sampul yang telah terbukti layak setelah dievaluasi dan dibandingkan dengan yang lainnya. Tidak semua ide Usaha adalah peluang Usaha. Misalnya, seseorang dapat memiliki Usaha Ide untuk membuat sebuah kerajinan lampu dari bahan botol palstik bekas, tetapi ini mungkin bukan peluang Usaha karena akan mungkin tidak pasar kerajinan lampu hanya terbatas.

Akibatnya, gagasan lain perlu dieksplorasi agar dapat dieksekusi menjadi sebuah usaha. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 18 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Apa Kekuatan Ide Usaha?

Seperti yang dibahas di kegiatan pembelajaran 1 bahwa untuk mengeksplorasi ide Usaha dan mengidentifikasi menjadi peluang, kalian harus mengumpulkan pengetahuan tentang kemungkinan dari usaha tersebut. Mulailah menghasilkan sejumlah ide Usaha dan kemudian mencari semua informasi yang mungkin terkait dengan usaha tersebut sehingga mkalian dapat mengidentifikasi dan memilih peluang terbaik untuk dieksekusi dan inilah cara Usaha terbaik.

Ini juga membantu kalian dalam belajar menjadi wirausahawan mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan peluang yang telah kalian identifikasi, hal ini menentukan kualitas Peluang Usaha yang Baik.

Melihat Peluang di setiap Masalah Cobalah untuk berkunjung ke daerah wisata pada akhir pekan atau libur sekolah, ketika kalian menuju kesana dan terjebak dalam kemacetan, berapa banyak pedagang yang berada disekitar lokasi tersebut?

Mereka semua mencoba mengambil peluang dan kesempatan dalam masalah kemacetan tersebut untuk menjajakan barangnya. Dalam melihat peluang yang ada kita harus dapat membuat keputusan yang cepat untuk melakukan aksi, karena seperti pepatah mengatakan kesempatan tidak dapat dua kali. Hampir di setiap hari kita dituntut untuk membuat keputusan-keputusan.

Salah satu tujuan keputusan adalah untuk memilih yang terbaik untuk menyelesaikan mengapa buku harus diberi sampul permasalahan. Ketika keputusan ini dipilih dalam bidang usaha maka hasilnya akan dapat meningkatkan pencapain usaha kita. Salah satu hal yang dapat di lakukan dalam melihat peluang disekitar kalian adalah dengan melakukan proses tahap Empathize dalam Design Thinking.

Kalian dapat menuliskan segala permasalahan yang terjadi mengapa buku harus diberi sampul mungkin terjadi disekitar kalian. Dalam membangun usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang kita dapat memulainya dengan menuliskan permasalahan yang muncul akibat limbah tersebut. Kita ambil contoh limbah botol kecap, berapa banyak limbah botol kecap yang dihasilkan setiap hari hingga bulan di area tempat tinggal kalian, andaikan setiap rumah menghasilkan 1 limbah botol kecap setiap bulan sedangkan jumlah total tempat tinggal disekitar kalian berjumlah sekitar 40 rumah maka dapat dipastikan ada 40 limbah botol kecap yang dihasilkan setiap bulannya.

Lalu kemanakah botol- botol tersebut dibuang? Apakah limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali? Apakah limbahnya justru merusak lingkungan atau bahkan melukai orang yang menginjaknya karena pecah? Mulailah menggali segala bentuk permasalahan tersebut dan lakukan tahap Define dalam Design Thinking. Jenis-jenis limbah berbentuk bangun ruang Kehidupan manusia yang berlangsung hampir setiap hari secara tidak sadar menghasilkan jutaan limbah baik berbentuk bangun datar maupun berbentuk bangun ruang, belum lagi ditambah dengan limbah berbentuk cair dan lainnya.

Jenis-jenis limbah dalam bentuk bangun ruang yang kemungkinan dapat dimanfaatkan antara lain: 1. Limbah Botol Plastik Limbah jenis ini paling banyak kita temukan disekitar kita bahkan sudah menjadi hal yang mengkhawatirkan jika dilihat kedalam pencemaran lingkungan, karena limbah jenis ini tidak dapat diuraikan. Maslah ini dapat kita rubah menjadi sebuah peluang usaha, sebagai bahan yang banyak ditemui dan @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 19 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 sering dianggap kurang bermanfaat, limbah jenis ini dapat dipilih sebagai pilihan usaha kerajinan.

Gambar 2.1 Contoh kerajinan berbahan botol plastik Sumber: https://i.pinimg.com/originals/55/a4/00/55a400e930ecfd9554354ca65bbd3a0e.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 14.50 WIB 2. Limbah Botol Kaca Seperti dicontohkan sebelumnya limbah botol juga dapat dijadikan pilihan dalam membangun usaha kerajinan. Gambar 2.2 Contoh kerajinan berbahan botol kaca Sumber: https://i.pinimg.com/originals/7b/17/f9/7b17f977c6586e56cee37eae478d1e8b.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB 3.

Limbah Karet Ban Dengan bertambahnya produksi kendaraan bermotor maka limbah jenis ini juga senantiasa meningkat, limbah jenis ini dapat mengotori lingkungan karena biasanya hanya dibuang dan dibakar. Permasalahan ini dapat kita selesaikan dengan menjadikannya peluang usaha kerajinan dengan bahan limbah karet ban. Gambar 2.3 Contoh kerajinan berbahan karet ban 20 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Sumber: https://www.revistaartesanato.com.br/wp-content/uploads/2019/08/obejtos-feitos-com-material- reciclado-3.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 15.10 WIB 4.

Limbah Styrofoam/Gabus Limbah jenis ini banyak menimbulkan permasalahan di kota besar, mulai dari banjir hingga pencemaran lingkungan lainnya.

Gabus banyak digunakan karena sifatnya yang dapat melindungi barang elektronik dari getaran yang berlebih yang dapat merusak barang tersebut. Limbah jenis ini sulit untuk hancur dan diurai oleh tanah, kita dapat memanfaatkan limbah jenis ini untuk kerajinan mainan anak. Gambar 2.4 Contoh kerajinan berbahan Styrofoam/gabus Sumber: https://i.pinimg.com/originals/63/69/76/636976b764fc42e5ee004b8fcf35a911.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 15.15 WIB 5.

Limbah Kaleng Perkembangan teknologi kemasan juga mempengaruhi jenis bahan pembuatnya, salah satunya adalah alumunium. Botol minuman yang awalnya berbahan tanah liat berkembang ke bahan besi, kaca dan sekarang besi alumunium dalam bentuk kaleng. Di kota besar hampir setiap hari kemasan dalam bentuk kaleng ini dibuang kedalam tong sampah, walaupun dapat diurai namun limbah jenis ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Limbah jenis ini pun dapat kita manfaatkan sebagai bentuk usaha kerajinan.

Gambar 2.5 Contoh kerajinan berbahan kaleng Sumber: https://beautyharmonylife.com/wp- content/uploads/2013/07/582752_307038696085456_469426506_n-1280x720.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 15.20 WIB @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 21 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 6.

Limbah Logam Bahan logam adalah salah satu bahan yang mengandung merkuri, dimana dampak terhadap tubuh manusia dapat sangat berbahaya. Limbah-limbah jenis ini dapat kita temui disekiar kita, seperti bekas penggorengan, panci, lemari besi, dsb. Kita juga dapat memanfaatkan jenis limbah ini untuk membuat usaha produk kerajinan. Gambar 2.6 Contoh kerajinan berbahan logam Sumber: https://i.pinimg.com/originals/b7/cf/be/b7cfbe834963b4af6ddff0c3d0f82227.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 15.22 WIB 7.

Limbah dari Tumbuhan (Bunga kering, Tempurung Kelapa, Kayu, Akar Tanaman dan Hewan (Tulang Ikan, Tulang Sapi, Kulit Kerang, dsb) Berbeda dengan limbah-limbah sebelumnya, limbah jenis ini tidak berdampak secara lingkungan namun tetap dapat kita manfaatkan dalam membuat usaha produk kerajinan.

Gambar 2.7 Contoh kerajinan berbahan limbah kayu Sumber: https://www.thehandmadecrafts.com/wp-content/uploads/2017/09/1-6.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 15.42 WIB Analisis peluang usaha Peluang Usaha dapat muncul dari apapun, mulai dari hobi kita sendiri, bidang yang kalian kuasai, bahan baku yang melimpah disekitar kalian hingga pasar konsumen yang jelas.

Analisis peluang usaha sangatlah penting untuk menunjang keberhasilan sebuah usaha, seorang yang memulai usaha terkadang berada dalam kondisi di mana mereka ragu akan produk yang mereka buat dan tawarkan. Salah satu yang dapat @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 22 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 kalian lakukan adalah dengan menggunakan pola Analisis SWOT yaitu terdiri dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman).

Analisis Usaha ini sangat berguna dalam menyusun strategi usaha kalian. Metode analisis SWOT ini mengapa buku harus diberi sampul dibuat dan diperkenalkan pada 1960-an oleh Albert Humphrey dari Stanford Research Institute, Analisis SWOT berfungsi untuk memetakan dan mengevaluasi kebutuhan strategi usaha menggunakan empat langkah yang sangat mudah untuk dapat dipahami.

1. Kekuatan (strength) Hal utama dalam analisis SWOT adalah kekuatan, dimana kita harus dapat memetakan mana kekuatan dari usaha kita, mulai dari kekuatan pada produk, proses, tim dsb. 2. Kelemahan (weakness) Setelah kalian mengetahui kekuatan usaha kalian, sekarang saatnya untuk mulai memetakan secara kritis apa kelemahan usaha kalian. Apa yang menjadi penghambat Usaha atau usaha kalian?

Hal ini termasuk tantangan jaman, keterbatasan dana, hingga persediaan bahan baku. 3. Peluang (opportunities) Selanjutnya adalah Peluang, mencakup segala yang dapat kalian lakukan untuk meningkatkan usaha kalian mulai dari penjualan, pasar, hingga pelayanan.

4. Ancaman (threats) Hal terakhir adalah Ancaman, yaitu segala sesuatu yang berisiko bagi usaha kalian sendiri atau kemungkinan keberhasilan atau pertumbuhannya, ini mencakup hal seperti kompetitor (pesaing) resiko keuangan dan hampir seluruh hal yang berpotensi membahayakan masa depan usaha kalian. Gambar 2.1 Gambar diagram SWOT Sumber: https://billzipp.com/wp-content/uploads/SWOT.jpg diunduh pada tangal 31 Agustus 2020 pukul 02.35 WIB @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 23 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Inovasi dan Solusi Inovasi secara definsi merupakan sebuah usaha dalam membuat "ide baru, pemikiran kreatif, imajinasi baru, metode baru" agar memiliki nilai tambah dari keadaan sebelumnya.

Setiap produk selalu memiliki masalah di setiap tingkatannya, maka diperlukan sebuah pembeda dari produk yang satu dan yang lainnya untuk dapat menarik perhatian konsumen. Sebuah produk atau jasa yang memiliki nilai inovatif, maka akan semakin dibutuhkan dan diminati oleh konsumen. Sebuah inovasi akan terlahir menjadi sebuah solusi permasalahan dari permasalahan sebelumnya.

Setiap produk usaha ada peminatnya Pernahkah kalian memiliki sebuah ide usaha namun di dalam hati kecil kalian merasa bahwa ide tidak akan sukses dan laku, atau timbul pertanyaan dalam benak kalian “Laku nggak ya kira-kira?”. Semakin lama kalian semakin tidak percaya akan ide usaha dan akhirnya harus mengubur dalam-dalam ide usahamu sendiri.

Kondisi seperti ini merupakan kondisi masalah yang akan mungkin kalian hadapi dan harus kalian cari solusinya, mulailah untuk percaya akan kemampuan kalian dan mengurangi alasan-alasan negative yang justru menghambat usaha kalian. Sebuah produk usaha selalu memiliki peminatnya sendiri, kalian harus percaya akan hal itu.

Sebagai contoh, cobalah untuk pergi ke halaman luar gedung Sekolah Dasar dimana banyak pedagang menjajakan makanan, perhatikan makanan apa yang mereka jual? Apakah ada penjual yang tidak dihampiri oleh siswa sekolah? Hampir seluruh dagangan tersebut ramai dikerubungi siswa-siswa sekolah dasar.

Ini membuktikan bahwa setiap produk usaha akan selalu memiliki peminatnya masing- masing, jadi mulailah untuk menghilangkan keraguan kalian dan yakinkan bahwa di setiap “Masalah adalah Peluang!”.

C. Rangkuman Memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan menggali permasalahan yang ada disekitar kita dapat memberikan sebuah ide Usaha yang baik. Menganilisa Usaha secara keseluruhan dan berkelanjutan adalah suatu keharusan jika Usaha kalian ingin berkembang. Dengan metode analisis SWOT, kalian bisa dengan mudah dalam menentukan strategi selanjutnya dan juga memantau serta melakukan improvisasi yang menyeluruh pada proses usaha kalian, ingat “Masalah itu peluang besar!”.

D. Penugasan Mandiri Menganalisis peluang usaha produk kerajinan berbentuk bangun ruang yang ada disekitar lingkungan kalian. 1. Amatilah lingkungan sekitar kalian, dan tulislah semua limbah berbentuk bangun ruang yang dapat kalian manfaatkan sebagai produk kerajinan. 2. Buatlah sebuah analisis SWOT terhadap masing-masing limbah yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan yang kalian temui.

3. Simpan sebagai bahan menyusun manual brand di pembelajaran selanjutnya. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 24 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 E. Latihan Soal 1. Kesempatan baik yang ada atau tersedia untuk produk usaha yang akan dijual disebut sebagai … a.

Resiko b. Usaha c. Peluang d. Mengapa buku harus diberi sampul usaha e. Keberhasilan usaha 2. Upaya untuk mencapai sebuah peluang usaha diperlukan sebuah tindakan untuk memetakan kebutuhan dan strategi, maka dibutuhkan sebuah… a. Modal usaha b. Perhitungan yang rumit c. Kerja keras dan pengorbanan d. Analisa yang baik e. Perhitungan laba rugi 3. Seorang pengusaha mencoba untuk melakukan analisa pada ide usahanya, dia mencatat semua kompetitor atau pesaing produknya.

Didalam analisa SWOT upaya yang dilakukan oleh pengusaha itu masuk kedalam elemen… a. Kekuatan (strength) b. Ancaman (threats) c. Peluang (opportunities) d. Persaingan (rival) e. Kelemahan (weakness) 4. Mengapa buku harus diberi sampul menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan harus berfikir secara positif dan kreatif melalui penggalian data yang paling mendekati akan kebutuhan konsumen, maka harus dilakukan cara menganalisa… yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

a. Target Pasar b. Permasalahan c. Bahan Baku d. Pemasaran e. Harga 5. Apakah setiap ide usaha dapat dikatakan sebagai peluang usaha? a. Iya b. Tidak c. Mungkin d. Sangat Mungkin e. Bisa jadi @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 25 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Kunci Jawaban Latihan Soal Pembelajaran 2 1.

C. Peluang 2. D. Analisa yang baik 3. B. Ancaman (threats) 4. B. Permasalahan 5. B. Tidak F. Penilaian Diri Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab!

No. Pertanyaan Jawaban Ya Tidak 1 saya mampu mempelajari kegiatan pembelajaran 2 dengan baik Ya Tidak Ya Tidak 2 saya mampu menjelaskan definisi peluang usaha 3 saya mampu memahami alur kerja analisi SWOT Ya Tidak 4 saya mampu mengidentifikasi kebutuhan usaha Ya Tidak menggunakan analisis SWOT 5 saya mampu menyelesaikan penugasan secara mandiri Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran. Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 26 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 KEGATAN PEMBELAJARAN 3 Susun Manual Brand-mu A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan kalian dapat menyusun Manual Brand kalian sebagai bentuk konkrit rencana usaha kerajinan dalam bentuk bangun ruang.

B. Uraian Materi Jika kalian pergi kesebuah warung dan ingin membeli sebuah air mineral dalam kemasan, apa yang akan kalian katakan? "bang beli Aqua satu", mungkin terkesan biasa namun sebenarnya kalian mengapa buku harus diberi sampul suatu perilaku akibat branding sebuah brand air mineral dalam kemasan yaitu Aqua.

Lalu apakah sang penjual lantas memberikan air mineral dengan merek/brand yang kalian sebutkan? kemungkinan besar iya, namun beberapa penjual juga memberikan air mineral dengan merek selain Aqua, ini membuktikan bahwa Aqua berhasil menanamkan sebuah image kepada konsumen bahwa mereka adalah produsen air mineral yang tidak dapat tergantikan. Sebelum melangkah lebih jauh tentang sebuah branding mari kita bahas tentang bagaimana branding itu dibangun, melalui kegiatan pembelajaran 3 ini kalian akan diajak untuk dapat membangun branding produk usaha kalian sendiri.

Branding Branding adalah sebuah tindakan dalam memberikan identitas/image terhadap suatu produk usaha melalui strategi dan perencanaan agar tertanam di pikiran konsumen. Seperti contoh sebelumnya, bahwa branding dibutuhkan oleh seorang wirausaha agar dapat memperkenalkan produk dan usaha mereka ke khalayak luas, dengan dikenalnya sebuah produk usaha secara luas diharapkan dapat meningkatkan nilai produksi. Membangun branding dapat dilakukan dengan mempersiapkan dan membuat Manual Brand.

Manual brand merupakan pedoman standar mengenai suatu brand, agar konsisten mulai dari strategi, design sampai implementasi. Tujuannya adalah untuk membentuk dan menentukan kredibilitas pemilik brand juga brand itu sendiri. Kalian dapat menggunakan format berikut untuk menyusun Manual Brand kalian sendiri. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 27 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Cover Cover dapat menjadi sebuah penarik perhatian dan dapat digunakan sebagai representasi isi dari manual brand itu sendiri.

MANUAL BRAND (Tulis nama brand kalian) Identitas Usaha Pada bagian ini kalian dapat menjelaskan secara detail bentuk usaha kalian. Menentukan nama Brand/Merek Brand atau merek merupakan salah satu hal pertama yang harus kalian persiapkan dalam membangun sebuah rencana usaha, namun membuat nama brand tidaklah mudah dan akan menjadi suatu tantangan tersendiri. Pemilihan sebuah nama brand haruslah tepat karena akan menjadi identitas bagi usaha kalian dan pastinya dapat mendukung kalian dalam proses branding.

Branding yang baik tentunya dapat membantu konsumen untuk lebih mengenal dan mengingat produk usaha atau brand kalian itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat digunakan untuk menentukan nama brand: 1. Pastikan belum pernah digunakan Beberapa waktu lalu terjadi kasus perebutan ha katas nama sebuah produk ayam geprek, dimana masing-masing pihak saling bersikeras dalam mempertahankan haknya sebagai pemilik nama produk tersebut.

Hal ini akan mungkin terjadi jika kalian tidak memperhatikan pemilihan nama brand kalian, apakah nama tersebut belum pernah dipakai orang lain, dan benar-benar baru, serta bebas hak paten. Langkah awal yang dapat kalian lakukan sebelum memilih nama brand adalah dengan mengecek terlebih dahulu apakah nama tersebut telah digunakan, Kalian bisa menggunakan fasilitas mesin pencarian Google untuk melakukan survey untuk menguji apakah pemilihan nama brand tidak terkait dengan hal-hal @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 28 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 buruk.

Kalian juga dapat mengecek apakah nama brand Anda belum terpakai, Anda bisa mengecek di website Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual. 2. Singkat + Unik = Diingat Otak manusia dapat menyimpan berjuta memori namun otak hanya akan menampilkan beberapa memori yang dianggap unik.

Pemilihan nama dianjurkan tidak lebih dari 3 suku kata, walaupun secara praktek dapat digunakan lebih dari aturan tersebut. Pemilihan nama brand yang unik akan memiliki banyak keuntungan, misalnya dengan keunikan nama brand usaha kalian akan mudah diingat oleh konsumen.

3. Mudah diucap Ada banyak brand besar yang menggunakan bahasa nasionalnya dengan pengucapan yang cukup sulit, kita ambil contoh brand mobil ternama “Peogeot”, jika diucapkan dengan pelafalan bahasa Indonesia maka akan berbunyi lain dan mungkin dapat merubah maknanya. Hindarilah pemilihan nama brand yang sulit, dan rumit, seperti penggunaan bahasa asing yang tidak semua orang mengetahui cara baca dan maknanya karena konsumen cenderung sulit untuk mengingatnya.

4. Bermakna Seperti halnya doa, nama merupakan harapan bagi pemilik usaha kepada usahanya. Kalian dapat menggunakan sebuah nama yang memiliki makna yang positif sebagai bentuk pengharapan bagi usaha kalian. 5. Istilah dalam bidang usaha Setiap bidang usaha yang dipilih pasti memiliki kata-kata tersendiri yang merepresentasikan bidang tersebut, seperti contoh pada bidang minuman kopi.

Beberapa produk menggunakan istilah yang berkaitan dengan kopi seperti Brand “Luwak”, “Sruput Kopi” yang diambil dari istilah cara dalam meminum kopi. 6. Akronim Mungkin kalian pernah mendengar sebuah brand dengan nama “ABC”, tahukah kalian ABC merupakan sebuah akronim dari “American Broadcasting Company”, penggunaan akronim dalam nama brand dapat menjadi pilihan untuk kalian gunakan, akronim sendiri adalah singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Contoh produk usaha lain yang menggunakan akronim adalah KFC (Kentucky Fried Chicken). 7. Gunakan kata sifat, kerja dan benda Ide pemilihan nama brand juga dapat menggunakan kata sifat, kerja hingga benda seperti kata pawon yang berarti dapur menjadi pawon coffe. Pada prinsipnya kalian memiliki hak untuk menggunakan nama apa saja, namun dengan memperhatikan hal-hal diatas diharapkan kalian dapat menemukan nama brand yang tepat untuk usaha kalian.

Kontak Kontak dalam sebuah usaha sangat diperlukan untuk memperluas jaringan dan juga dapat dijadikan sebuah tujuan konsumen untuk menghubungi penjual. Mulailah membuat sebuah email dengan nama usaha atau brand kalian serta mencantumkan mempersiapkan nomor telepon mana yang digunakan untuk dijadikan nomor usaha. Sosial Media Tidak dapat dipungkiri dalam perkembangan teknologi yang semakin meningkat, peran social media mulai berubah fungsi menjadi salah satu sarana pemasaran @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 29 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas Mengapa buku harus diberi sampul KD 3.6 produk usaha, kalian dapat menggunakan berbagai platform sesuai dengan segmentasi dan target pasar kalian.

Nama Brand …………………………………… …………… Nama Pemilik …………………………………………… ……. Tahun Berdiri ……………………………………… …………. Alamat …………………………………………… …….

Kontak (Email, Telepon, Fax & Sosial Media) …………………………………………… ……. Latar belakang Kalian dapat menjelaskan latar belakang dan harapan pada lembar ini. Latar belakang usaha adalah dasar dalam memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin buat atau jual. Latar Belakang …………………………………………… …… …………………………………… …………… Inilah impian saya …………………………………………… …… …………………………………………… …….

Mengapa saya memiliki impian ini …………………………………………… ……. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 30 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Visi Misi dan Tujuan Tuliskan secara jelas tentang Visi Misi dan Tujuan dari brand kalian. 1. Visi Tujuan yang akan dicapai, dapat berupa mimpi/angan besar yang menjadi arah bagi pemilik brand terhadap brand-nya 2. Misi Apa yang harus dikerjakan dalam mewujudkan visi/mimpi/tujuan brand kalian.

Visi …………………………………… … …… Misi …………………………………… … …… Impian/Rencana Jangka Pendek …………………………………… … …… Impian/Rencana Jangka Panjang …………………………………… … …… Analisis SWOT Merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu mengapa buku harus diberi sampul bisnis/perusahaan atau suatu spekulasi bisnis seperti yang dijelaskan pada kegiatan pembelajaran sebelumnya.

Kalian dapat menggunakan analisis SWOT yang sudah kalian buat di kegiatan pembelajaran sebelumnya. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 31 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 INILAH PELUANG & TANTANGAN YANG AKAN SAYA HADAPI strengths weaknesses opportunities threats Legalitas Legalitas merupakan hal utama dalam membangun usaha, legalitas merupakan jati diri yang melegalkan atau mengesahkan suatu badan usaha sehingga diakui oleh masyarakat dan undang-undang.

Legalitas bagi brand saya Yayasan UD PT CV Pribadi Lainnya Organisasi Usaha Jelaskanlah dan gambarkan susunan organisasi usaha kalian, kalian dapat menggunakan susunan paling sederhana dalam sebuah organisasi usaha yaitu Financial, Marketing, Sumber Daya Manusia dan Produksi. Dalam usaha kecil beberapa posisi dapat ditangani 1 orang, ini dilakukan untuk mengontrol cash flow pengeluaran usaha pada usaha yang baru merintis. 1. Financial Menangani segala bentuk administrasi keuangan usaha.

2. Marketing Menangani segala bentuk pemasaran produk usahan. 3. Sumber Daya Manusia @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 32 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Menangani manajemen pekerja. 4. Produksi Menangani segala bentuk proses produksi. Organisasi perusahaan saya Standar Operating Procedure Standar Operating Procedure merupakan sebuah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai hal proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan pelaksana yang berperan dalam kegiatan.

Setiap bentuk usaha diharapkan dapat membuat rancangan ini karena akan sangat membantu dalam menentukan langkah kerja dan hal apa yang harus dilakukan pada kondisi tertentu. Ketentuan Standar Operating Procedur atau biasa disingkat SOP berbeda disetiap bidang usaha namun dapat memberikan kesan professional terhadap sebuah badan usaha. Prosedur yang penting yang harus ada 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Target Market/Pasar Target pasar menentukan sebuah strategi pemasaran sebuah produk usaha, pemetaan ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan strategi pengembangan usaha.

Dari target pasar yang ditentukan kalian dapat melakukan penentuan karakter konsumen apa yang cocok bagi produk usaha kalian. Klasifikasi Target pasar dapat dibagi menjadi 4 bagian: @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 33 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 1.

Demografi (Usia, Jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, agama, pendidikan) 2. Geografi (Lokasi, negara, iklim) 3. Psikografi (Gaya hidup, kepribadian, minat) 4. Perilaku (Loyalitas brand, manfaat yang dicari) Target Market produk usaha saya adalah 1.

2. 3. 4. 5. Inilah Krakter Konsumen saya …………………………… …………………. Brand Association Segala hal dan kesan yang berkaitan dengan ingatan mengenai merek. Jika brand saya Keterkaitan pada suatu merek akan seekor binatang, ia lebih kuat apabila dilandasi pada adalah ……………………… banyak pengalaman atau …… Jika brand saya penampakan untuk meng- seorang selebriti, ia komunikasikannya.

adalah . Jika brand saya sebuah mobil, ia adalah …………………………… Unique Selling Proposition Sebelum kalian mulai menjual produk usaha atau layanan kalian kepada orang lain, kalian harus memastikan layanan kalian tidak serupa dengan yang ada di sekitar kalian atau yang sudah ada. Sangat sedikit bisnis yang merupakan satu-satunya, cobalah melihat di sekitar lingkungan kalian: Berapa banyak pedangan pakaian, toko material, service AC, dan tukang listrik yang benar-benar unik?

Hal utama yang perlu diperhatikan untuk penjualan yang efektif adalah apa yang oleh para profesional periklanan dan pemasaran disebut “Unique Selling Proposition” (proposisi penjualan unik)/ (USP).

Hal yang membedakan produk atau jasa anda dari para pesaing lainnya, hal ini menjadikan anda special. USP adalah faktor atau pertimbangan yang dikemukakan oleh penjual sebagai alasan bahwa suatu produk atau jasa berbeda dari dan lebih baik dari pada pesaing, dengan kata lain kalian harus dapat memastikan sesuatu yang menjadi pembeda produk kalian dengan produk yang lain.

Walaupun saat ini persaingan sangatlah ketat, namun jangan pernah putus asa. Kepemilikan usaha yang sukses bukanlah tentang memiliki produk atau layanan yang @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 34 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 unik saja; namun juga tentang membuat produk kalian menonjol bahkan di pasar yang penuh dengan barang serupa. Konsumen memilih brand saya karena ……………………… … ……………………… Identitas Brand Identitas sebuah brand sangat diperlukan untuk memperkuat image brand pada konsumen, jika kalian ditanya sebuah brand bernama “coca cola” apa yang ada di benak kalian?

Warna apa yang mewakili brand tersebut? Mampukah kalian mengenali logo brand tersebut? Hampir semua akan menjawab bahwa warna brand coca cola adalah merah dan dapat menggambarkan bentuk logo coca cola walaupun tidak sempurna. Membangun identitas brand dapat dilakukan dengan merancang logo produk yang baik dengan komposisi warna yang ditentukan, diharapkan materi tersebut dapat di gunakan untuk seluruh materi promosi produk sekaligus memperkuat branding produk.

Komponen penting identitas sebuah brand 1. Logo Asal kata logo berasal dari bahasa Yunani logos, yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, akal budi.

Pada awalnya yang lebih dulu populer adalah istilah logotype, bukan logo. (Surianto Rustan, 2013:12-13). Diperkirakan logo sudah mulai dikenal pada tahun 1800an. Sumber lain mengatakan bahwa logo merupakan sebuah symbol atau elemen gambar pada identitas visual. Gambar 3.1 Gambar transformasi pada logo Lego Sumber: https://www.logaster.com/blog/wp-content/uploads/2020/03/the-1st-logo-8.jpg diunduh pada tangal 1 September 2020 pukul 14.35 WIB @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 18 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 2.

Warna Brand Manusia sebagai makhluk yang lebih dapat menyerap informasi secara visual tentunya membutuhkan sebuah rangsangan untuk dapat mengingat dan menyimpan informasi, warna berperan sangat penting dalam proses branding.

Institut for Color Research di Amerika (sebuah institute penelitian tentang warna) menemukan bahwa seorang dapat mengambil keputusan terhadap orang lain, lingkungan maupun produk dalam waktu hanya 90 detik (Surianto Rustan, 2013:72).

Maka pemilihan warna harus sangat diperhatikan agar dapat menjadikan identitas yang kuat bagi produk dan brand itu sendiri. 3. Tagline/Slogan Apa yang akan kalian katakan ketika seseorang menyebut kata Indomie?

Kebanyakan orang akan langsung menjawab “Seleraku”. Atau dalam sebuah kuis ditelevisi, pemandu acara menanyakan sebuah kata kunci dari produk yang menjadi sponsor utama, “Hallo Yamaha?” maka jawabanya adalah “Semakin Didepan”. Kata-kata tersebut adalah sebuah tagline/slogan, yaitu atribut dalam identitas berupa sebuah kata atau lebih yang menggambarkan sebuah brand.

Eric Swartz, seorang penulis dan ahli brand tagline mendefinisikan tagline sebagai susunan kata yang ringkas (biasanya tidak lebih dari 7 kata), diletakan mendampingi logo dan mengandung pesan brand yang kuat ditujukan kepada audience tertentu (Surianto Rustan, 2010:70). Identitas Brand Bentuk dan Warna Logo Tagline/Slogan ………………………………………… ……… …………… Distribution Channel Cara mengantarkan barang atau produk agar sampai ke tangan konsumen.

Distribusi langsung, melalui perantara, hybrid, telemarketing, electronic commerce, dan Multi Level Marketing. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 19 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Produk brand saya dapat Marketing Tools yang saya diperoleh di pakai Offline (Toko Fisik) Video Company Profile …………………………………… …………… Online Brosur Company Profile ………………………………………… ………… Kartu Nama Sampel Produk Lainnya ………………………………………… ….

………………………………………… …. Marketing Tools Alat pemasaran apa yang akan kalian gunakan untuk menjual produk kalian. C. Rangkuman Membuat sebuah manual brand dapat membuat usaha kalian akan terarah, manual brand juga dapat digunakan sebagai acuan dalam strategi promosi usaha. Manual Brand merupakan pedoman usaha yang baik, menurut desainer berpengalaman, Jerry Kuyper dalam buku Mendesain Logo karya Surianto Rustan, Jerry membagikan pedoman identitas yang baik dan dapat kita adopsi dalam proses membuat Manual Brand dan rencana usaha.

1. Strategis Tidak hanya berisi tentan prosedur/ cara-cara penerapannya melainkan fokus pada memberikan pengertian dan penerapan identitas brand dan apa yang diinginkan oleh pengusaha (dalam hal ini kalian) lewat pedoman ini. 2. Visual Harus dapat menjelaskan secara visual karena seperti dijelaskan diatas, gambar seringkali mengapa buku harus diberi sampul efektif daripada keterangan panjang.

3. Mudah dimengerti Hindari istilah yang sulit dimengerti. 4. Singkat 20 Halaman yang berisi informasi yang singkat namun padat lebih efektif daripada 50 halaman yang bertele-tele. 5. Template Template contoh dalam modul ini dapat kalian gunakan untuk mempermudah daripada informasi yang ingin disampaikan melebar. 6. Menghargai @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 18 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Kalian harus tau siapa yang akan menggunakan pedoman ini, kalian sendiri?tim?atau pihak sponsor?

Maka gunakanlah bahasa yang sesuai dengan penggunaannya. 7. Seimbang Seimbang secara structural dan fleksibilias. 8. Digital Agar lebih mudah untuk dibagikan diera ssekarang, ada baiknya dibuat versi digital dalam format .pdf. Branding dalam usaha memiliki tujuan untuk merangkul target market sehingga konsumen dapat melihat usaha kita merupakan pilihan yang tepat.

Membangun brand tidaklah semata-mata tentang apa yang kalian jual namun lebih kepada apa yang kalian lakukan untuk membedakan dengan produk lainnya dengan menggunakan sumber daya kreatif secara maksimal. Semua hal tentang usaha kalian tertuang dalam branding usaha kalian, mulailah membangun Brand-mu Sendiri! D. Penugasan Mandiri Buatlah sebuah Manual Brand produk hasil kerajinan kalian memanfaatkan bahan limbah berbentuk bangun ruang. E. Latihan Soal 1. Sebuah kata atau lebih yang menggambarkan sebuah brand, merupakan sebuah pengertian dari… a.

Logo d. Brand b. Warna Brand e. Branding c. Tagline/Slogan 2. Dibawah ini yang bukan merupakan pengelompokan target pasar secara Demografi adalah… a. Usia d. Aagama b. Jenis kelamin e. Lokasi c. Pekerjaan 3. Richard melakukan penjualan produknya melalui toko fisik yang berada di garasi rumahnya, apa yang dilakukan oleh Richard dalam Manual Brand masuk kedalam kategori… a.

Target Market d. Distribution Channel b. SWOT e. Unique Selling Proposition c. Organisasi d. Sansekerta 4.

Asal kata logo berasal dari bahasa… e. Indian a. Latin b. Yunani c. Romawi 5. Berikut merupakan komponen sebuah organisasi usaha, kecuali… a. Financial d. Sumber Daya Manusia b. Marketing e. Produksi c. Buyer @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 18 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 A. Kunci Jawaban Latihan Soal Pembelajaran 3 1. C. Tagline/Slogan 2. E. Lokasi 3.

D. Distribution Channel 4. B. Yunani 5. C. Buyer F. Penilaian Diri Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab!

No. Pertanyaan Jawaban Ya Tidak 1 saya mampu mempelajari kegiatan pembelajaran 3 dengan baik Ya Tidak Ya Tidak 2 saya mampu menjelaskan definisi brand 3 saya mampu memahami perbedaan brand dan branding 4 saya mampu mengidentifikasi Target Market sesuai dengan Ya Tidak kategorinya Ya Tidak 5 saya mampu menyelesaikan penugasan secara mandiri Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran.

Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 18 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 EVALUASI Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan memberi tanda silang (x) pada jawaban yang benar! 1. Tono, Aldi, Mira dan Desi berkumpul bersama untuk membicarakan tugas pelajaran PKWU, mereka mengalami kesulitan dalam menemukan ide bisnis mereka. Metode atau teknik apa yang sebaiknya digunakan mereka dalam menjaring ide bisnis… a.

Stimulasi Acak d. How Might We b. Brainstorming e. Analisis SWOT c. 5 Mengapa? 2. Dina sedang membuat sebuah produk uji coba berupa kerajinan lampu hias dari bahan botol plastik, proses/tahap yang sedang dilalui oleh Dina dalam Design Thinking disebut… a. Empathize d. Prototype b. Define e. Test c. Ideate 3. Dalam metode Design Mengapa buku harus diberi sampul, Tahapan dimana kalian harus dapat mendidentifikasi serta menentukan masalah yang akan diselesaikan adalah mengapa buku harus diberi sampul … a.

Empathize d. Prototype b. Define e. Test c. Ideate 4. Seorang pengusaha mencoba untuk melakukan analisa pada ide usahanya, dia mencatat semua hal yang menjadi pembeda produknya dengan produk lainnya. Didalam analisa SWOT upaya yang dilakukan oleh pengusaha itu masuk kedalam elemen… a. Kekuatan (strength) d. Persaingan (rival) b. Ancaman (threats) e. Kelemahan (weakness) c. Peluang (opportunities) 5. Pola mempertanyakan sesuatu dengan secara terus menerus untuk menghasilkan jawaban yang layak adalah salah satu pengertian dari teknik proses pencarian ide yaitu… a.

Stimulasi Acak d. How Might We b. Brainstorming e. Analisis SWOT c. 5 Mengapa? 6. Tahap untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen pada metode Design Thinking adalah tahap … a. Empathize d. Prototype b. Define e. Test c. Ideate 7.

Yang bukan merupakan bagian dari analisa SWOT adalah… a. Kekuatan (strength) d. Persaingan (rival) b. Ancaman (threats) e. Kelemahan (weakness) c. Peluang (opportunities) 8.

mengapa buku harus diberi sampul

Sebuah usaha dalam membuat "ide baru, pemikiran kreatif, imajinasi baru, metode baru" agar memiliki nilai tambah dari keadaan sebelumnya disebut dengan … a. Resiko d. Inovasi b. Solusi e. Ide Bisnis c. Peluang 9. Dibawah ini merupakan limbah rumah tangga berbentuk bangun ruang, kecuali … a. Botol Plastik d. Styrofoam b. Botol Kaca e. Kaleng c. Kertas Bekas @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 19 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 10. Sebuah simbol yang berfungsi sebagai identitas sebuah brand merupakan sebuah pengertian dari… a.

Logo d. Brand b. Warna Brand e. Branding c. Tagline/Slogan 11. Hal yang membedakan produk atau jasa anda dari para pesaing lainnya adalah… a. Target Market d. Distribution Channel b. SWOT e. Unique Selling Proposition c. Organisasi 12. Singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar merupakan pengertian dari… a. Brand Association d.

Unique Selling Proposition b. Akronim e. Target market c. Distribution Channel 13. Berikut ini yang merupakan komponen sebuah organisasi usaha yang menangani segala proses pembuatan sebuah produk usaha yaitu… a. Financial d. Sumber Daya Manusia b.

Marketing e. Produksi c. Buyer 14. Marketing Tools yang tepat digunakan untuk produk berbentuk makanan adalah berupa …. a. Video Company Profile d. Sampel Produk b. Brosur Company Profile e. Prototipe c. Kartu Nama 15. Salah satu komponen branding yang utama selain logo dan tagline/slogan adalah a.

Ide Usaha d. Unit Selling Proposition b. Nama Brand e. Distribution Channel c. Warna @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 17 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD mengapa buku harus diberi sampul Kunci Jawaban dan Pembahasan Evaluasi 1. B. Brainstorming Brainstorming akan sangat tepat digunakan dalam situasi berkelompok dimana setiap anggota kelompok dapat memberikan pendapat serta alasan mereka mengemukakan ide-ide mereka.

2. D. Protoype Prototype merupakan tahap dimana sebuah produk dibuat purwa-rupa untuk dapat dilakukan sebuah pengujian demi mendapatkan feedback/umpan balik dari konsumen. 3.

B. Define Define merupakan tahap dimana hasil dari tahap empathize di analisa untuk dapat ditentukan akar permasalahan apa yang akan dicarikan solusinya. 4. A. Kekuatan (strength) Dalam analisa SWOT menentukan kekuatan usaha kita termasuk pembeda produk kita dari produk lainnya merupakan Kekuatan (strength) yang harus dimunculkan. 5. C. 5 Mengapa? 5 Mengapa yang di gagas oleh Socrates merupakan metode untuk mendapatkan jawaban yang valid tentang sebuah permasalahan, metode ini dilakukan dengan cara mempertanyakan secara terus menerus permasalahan tersebut dengan kata mengapa?

Untuk setiap jawaban yang didapat. 6. E. Test Test merupakan tahap Design Thinking dimana kita menguji prototype (purwa- rupa) produk kalian untuk mendapatkan umpan balik sebagai bahan evaluasi menuju produk yang layak jual. 7. D. Persaingan (rival) Persaingan (rival) tidak termasuk dalam analisis SWOT, walaupun kompetitor/ pesaing termasuk dalam kategori Ancaman (Threats).

8. D. Inovasi Inovasi secara definidi merupakan sebuah usaha dalam membuat "ide baru, pemikiran kreatif, imajinasi baru, metode baru" agar memiliki nilai tambah dari keadaan sebelumnya. 9. C. Kertas Bekas @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 18 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 Kertas bekas tidak termasuk dalam limbah rumah mengapa buku harus diberi sampul berbentuk bangun ruang karena masuk kedalam kategori limbah rumah tangga berbentuk bangun datar.

10. A. Logo Logo dapat diartikan sebuah simbol yang berfungsi sebagai identitas sebuah brand. 11. E. Unique Selling Proposition Unique Selling Proposition atau disingkat USP, dapat diartikan sesuatu hal yang membedakan produk atau jasa kalian dari para pesaing lainnya.

12. B. Akronim Akronim merupakan singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Dalam menentukan nama Brand akronim sering digunakan seperti ABC yang sudah dijelaskan pada materi pembelajaran atau produk COMPAQ yang merupakan singkatan dari "Compatibility and Quality". 13. E. Produksi Menurut definisinya Produksi merupakan suatu proses mengubah bahan baku menjadi barang jadi atau menambah nilai suatu produk (barang dan jasa), ini berarti segala bentuk pembuatan sebuah produk masuk dalam tahap produksi.

14. D. Sampel Produk Sampel Produk cocok digunakan dalam produk makanan dimana konsumen dapat langsung merasakan rasa, bentuk serta tekstur produk makanan secara langsung, dan kalian dapat langsung menanyakan feedback/umpan balik hingga respon konsumen terhadap produk kalian.

15. C. Warna Warna berperan sangat penting dalam proses branding, dalam sebuah penelitian mendaparkan hasil bahwa seseorang dapat mengambil keputusan terhadap orang lain, lingkungan maupun produk dalam waktu hanya 90 detik karena pengaruh warna.

@2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 19 DIKMEN Modu PKWU Kerajinan Kelas XI KD 3.6 DAFTAR PUSTAKA Kelley, Tom & David Kelley.2013. Creative Confidence: Unleashing the Creative Potential Within Us All. New York City: Crown Publishing. Aditya, Wahyu.2013.Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati.Yogyakarta: Bentang Pustaka Rustan, Surianto.2013.Mendesain Logo.Jakarta: Gramedia.

De Bono, Edward. 1991. Berpikir Lateral. Jakarta: Erlangga. Rudy, Lisa Jo.April,23.2020. "19 Teknik Top Brainstorming Untuk Menghasilkan Ide Dalam Setiap Situasi", https://business.tutsplus.com/id/articles/top-brainstorming-techniques-- cms- 27181, diakses pada tanggal 28 Agustus 2020 pukul 15.15 WIB. Dam, Rikke Friis and Teo Yu Siang.2020."5 Stages in the Design Thinking Process",https://www.interaction-design.org/literature/article/5-stages-in-the-design- thinking-process, diakses pada tanggal 30 Agustus pukul 20.20 WIB "Creating the First Usable Mouse" https://www.ideo.com/case-study/creating-the-first- usable-mouse, diakses pada tanggal 28 Agustus 2020 pukul 16.10 WIB.

“Pengenalan Merek”, https://dgip.go.id/pengenalan-merek, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020 pukul 17.13 WIB. Iskandar, Yogi.April 19,2019."Formula Dasar Branding", https://gambaranbrand.com/formula-dasar-branding/, diakses pada tanggal 1 September pukul 09.00 WIB. November 21.2017. "Brand Manual" https://brandadventureindonesia.com/download/brand- manual/, diakses pada tanggal 30 Agustus 2020 pukul 19.10 WIB.

"6 Tips Mudah Membuat Nama Brand yang Cocok untuk Bisnis Anda", https://www.jurnal.id/id/blog/2018-6-tips-mudah-membuat-nama-brand/, diakses pada tanggal 31 Agustus 2020 pukul 09.50 WIB.

"Unique Selling Proposition (USP)", https://www.entrepreneur.com/encyclopedia/unique- selling-proposition-usp, diakses pada tanggal 31 Agustus 2020 pukul 10.07 WIB. @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan 20 DIKMEN Selamat datang di Pakdosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan.

Kali ini PakDosen akan membahas tentang Menggambar? Mungkin anda pernah mendengar kata Menggambar? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, media, bahan, alat, macam, teknik, proses, dasar, jenis, tahap, unsur dan manfaat.

Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. 11.1. Sebarkan ini: Menggambar (Inggris : drawing) adalah kegiatan-kegiatan membentuk imajinasi dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat, bisa pula membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar. Pelakunya populer dengan sebutan penggambar atau juru gambar (inggris: draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa.

Menggambar sedikit dibedakan dengan kegiatan melukis. Melukis bisa disebut sebagai tahap penyelesaian sebuah gambar dengan pigmen yang diberi medium cair dan diaplikasikan dengan kuas.

Sementara menggambar lebih menitikberatkan penggunaan garis dan komposisi. Menggambar mempunyai pengertian suatu usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide / gagasan, gejolak / perasaan maupun imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna.

Dalam hal ini menggambar mengutamakan kegunaan sedangkan melukis mengutamakan ekspresi. Seni menggambar merupakan karya seni rupa yang paling mudah dan cepat untuk dihasilkan dengan goresan-goresan yang berbekas pada suatu permukaan misalnya pensil untuk kertas atau benda-benda tajam untuk dinding gua pada masa lampau. Media Menggambar Yang sering digunakan adalah pensil grafit, pena, krayon, pensil warna, kuas tinta, pensil konte, cat air, cat minyak, pastel, dan spidol. Bisa pula dengan peralatan digital seperti stylus, mouse, atau alat lain yang menghasilkan efek sama seperti peralatan manual.

Media permukaan yang sering digunakan adalah kertas, meskipun tidak menutup kemungkinan pula digunakannya media lain seperti kain, permukaan kayu, dinding, dan lain-lain. Sebagai peralatan pendukung, digunakan pula penyerut pensil, kertas pasir, penghapus khusus, chamois, penggaris, larutan fixatif, dan selotip khusus menggambar untuk membuat efek-efek tertentu.

Meja gambar digunakan untuk mengurangi distorsi dan kesalahan perspektif akibat ketidaknormalan posisi mata saat menggambar. • Pensil Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni.

Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu. • Pena Pena adalah alat tulis yang menggunakan tinta.

Ada berbagai warna tinta pen, yang paling umum adalah biru, hitam, dan merah. Ada berbagai macam pen, di antaranya pulpen, pena bulu, dan spidol. Pena berbeda dari pensil karena tintanya tidak dapat dihapus, meski bisa ditutupi menggunakan tip-ex. • Krayon Krayon adalah peralatan gambar yang dibuat dari lilin berwarna, air, dan talk atau kapur. Krayon banyak digunakan oleh anak-anak untuk menggambar, dan seniman juga menggunakannya.

• Cat air Cat air atau populer juga dengan sebutan aquarel adalah medium lukisan yang menggunakan pigmen dengan pelarut air dengan sifat transparan. Meskipun medium permukaannya bisa bervariasi, biasanya yang digunakan adalah kertas. Selain itu bisa pula papyrus, plastik, kulit, kain, kayu, atau kanvas.

Secara umum, cat air digunakan karena sifat transparansinya. Gouache adalah medium sejenis yang tidak transparan. Hasil karya lukisan cat air biasanya bersifat sangat ekspresif, mengapa buku harus diberi sampul sebaliknya sangat impresif, tergantung teknik yang digunakan. Baca Lainnya : Teks Fabel • Cat minyak Cat Minyak adalah cat yang terdiri atas partikel-partikel pigmen yang disuspensi dengan media minyak.

• Pastel Pastel atau yang dikenal dgn oil pastel, adalah serbuk yang direkatkan dengan arabic mengapa buku harus diberi sampul dan dibentuk menjadi batangan-batangan yang rapuh.

Jika digosokkan ke kertas yang cukup kasar, ikatan tersebut akan lepas dan serbuk warna akan menempel ke kertas. Bahan dan Alat Menggambar Anda sebaiknya mengetahui ciri / karakteristik media (alat dan bahan) untuk menggambar dan melukis serta mencoba membuat gambar maupun lukisan dengan bahan dan alat sebagai berikut : 1.

Kertas Bermacam-macam kertas dapat dipilih untuk menggambar seperti kertas licin, kertas kasar, kertas serap, kertas tebal, kertas tipis, dan sebagainya. Tidak setiap kertas cocok dengan setiap alat. Kadang-kadang dipilih kertas yang licin agar pena dapat meluncur dengan mudah, sedangkan pada kesempatan yang lain menghendaki sedikit hambatan, maka dipilih kertas yang kasar.

Ada tiga jenis kertas dasar antara lain: • Kertas buram seperti kertas stensil atau kertas Koran untuk surat kabar, ukuran kuarto atau selebar Koran. • Kertas putih dan tipis (HVS) • Kertas gambar yang baik dengan tebal yang bermacam-macam, dalam lembaran, gulungan, atau bentuk buku 2. Alas Gambar Alas gambar dapat menggunakan tripleks, papan kayu, atau karton yang tebal. 3. Bahan dan Alat Gambar • Pensil ada yang keras, sedang, dan ada yang lembut tidak banyak memberi kedalaman.

• Konte merupakan alat yang lunak, cocok untuk menggambar terang dan gelap. Garisnya hitam seperti beledu, kesannya kusam dan kasar dari pada garis potlot meskipun dibuat tebal, tidak ada kilauan logam seperti pensil. • Pastel adalah sejenis kapur yang mempunyai daya perekat kuat disbanding kapur.

Sifat pastel dapat menutup warna lain dan dapat pula untuk percampuran warna tertentu, penggunaanya seperti kapur. • Krayon bentuk dan warnanya menyerupai pastel, namun banyak mengandung lilin atau lemak. Sifat krayon mempunyai daya rekat tinggi, oleh sebab itu, sulit dihapus dan sulit dicampur dengan warna-warna lain.

• Pena sebagai alat menggambar ada bermacam-macam bentuk ujungnya, dan tinta sebagai bahan/ media ungkapnya ada yang cair dan ada yang kental. • Bolpoin, spidol, pulpen, mempunyai bermacam-macam warna. Macam-macam Menggambar Berikut ini adalah beberapa macam-macam menggambar yaitu: • Menggambar Ekspresi Mengapa buku harus diberi sampul ekspresi adalah usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic mengapa buku harus diberi sampul menggunakan garis dan warna.

Unsure yang menonjol adalah garis. Seluruh kontur maupun isian warna berupa mengapa buku harus diberi sampul. Ungkapan tersebuit sangat pribadi, sehingga gambar yang dihasilkan menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan sesuai dengan diri penggambar.

• Menggambar Bentuk Menggambar bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, ide/gagasan, gejolak perasaan/ emosi serta imajinasi dalam wujud dwimatra yang bernilai artistic dengan menggunakan garis dan warna.

Hasil gambarannya menunjukkan kreativitas maupun ketrampilan penggambar dalam menampilkan ketepatanbentuk maupun jenis benda yang digambar. • Menggambar ilustrasi Ilustrasi berasal dari kata bahasa Belanda yaitu ilustratie, yang artinya hiasan dengan gambar/ pembuatan sesuatu yang jelas.

Ilustrasi dapat dilihat pada karya cetak maupun dalam buku-buku, yang fungsinya menambah kejelasan pada buku bacaan atau menhiasi buku. Bermacam-macam gambar, seperti karikatur, gambar manusia, binatang, diagram, foto dan bagan yang terdapat dalam buku pelajaran biologi, sejarah, bahasa maupun dalam majalah atau buku ceritera termasuk ilustrasi.

Gambar ilustrasi dapat dikatakan sebagai alat bantu untuk memberikan kejelasan suatu isi naskah. Berbagai ilustrasi antara lain: 1.

Ilustrasi pada buku pelajaran • Hubungan listrik secara seri yakni kutub positif dihubungkan dengan kutub negative. • Hubungan listrik secara paralel yakni kutub positif mengapa buku harus diberi sampul dengan kutub positif. 2. Karikatur Karikatur bermula dari kata “caricature” (italia) berate melebih-lebihkan mengapa buku harus diberi sampul menambah daya.

Maksudnya karikatur adalah melebih-lebihkan atau mendistorsi karakter seseorang dengan lucu dan aneh. Karikatur masuk dalam kartun. Karikatur hanya berhasrat menapilkan suatu objek manusia, dengan cara melebih-lebihkan cirikhasnya.

Karikatur tidak ingin bercerita seperti kartun. 3. Gambar Kartun Kata “cartoon” semula digunakan untuk menyebutkan “desain” atau “sketsa” yakni, corat-corat awal yang banyak dibuat oleh para pelukis. Pada tahun 1841, di London dibangun istana Westminster ( tempat majelis parlemen). Saat itu Pangeran Albert mengadakan sayembara membuat desain kartun untuk merancang fresco di tembok gedung tersebut. Ternyata banyak desai kartun yang terkumpul bentuknya lucu dan aneh.

Karenanya sangat geli, John Leech memuatnya dimajalah “PUNCH” dengan nada sindiri yang berjudul “Cartoons”. Baca Lainnya : Pengertian Kemiskinan Teknik Menggambar Ilustrasi Menggambar ilustrasi dapat dilakukan dengan teknik kering dan teknik mengapa buku harus diberi sampul dan bahan untuk menggambar ilustrasi dengan teknik kering seperti pensil, arang, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air. Sedangkan pada teknik basah media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak, cat poster, cat akrilik dan cat minyak yang menggunakan air atau minyak sebagai pengencer.

• Teknik Kering Menggambar ilustrasi dengan teknik kering yaitu, tidak perlu menggunakan pengencer air atau minyak. Ilustrasi dibuat langsung pada bidang dua dimensi berupa kertas gambar kemudian dibuat sketsa untuk selanjutnya diberi aksen garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan. Beberapa contoh media kering dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.

Pensil Pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi adalah 2B-6B. 2. Arang Arang yang digunakan untuk menggambar ilustrasi adalah yang terbuat dari bahan dasar kayu. Menggambar dengan arang akan meninggalkan debu pada kertas. 3. Krayon atau pastel colour Pastel Colour banyak ragam variasi warnanya, digunakan dalam menggambar ilustrasi yang menginginkan variasi pewarnaan.

4. Charcoal Berbentuk seperti pensil warna dengan lapisan kertas sebagai pembungkusnya. Charcoal memiliki warna tajam/jelas. 5. Pulpen Digunakan sebagai alat untuk menggambar ilustrasi dengan karakter tegas pada garis-garis gambarnya. • Teknik Basah Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain seperti, cat air, cat minyak, tinta, atau media lain yang memerlukan air atau minyak sebagai pengencer.

Ilustrasi dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas atau kanvas kemudian diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan Proses Menggambar Ilustrasi Ilustrasi merupakan salah satu jenis kegiatan menggambar yang membutuhkan keterampilan menggambar bentuk. Bentuk yang digambar harus dapat memperjelas, mempertegas dan memperindah isi cerita atau narasi yang menjadi tema gambar. Garis, bentuk, dan pemberian warna disesuaikan dengan keseimbangan, komposisi, proporsi, dan kesatuan antara gambar dan narasi Beberapa tahapan dalam menggambar ilustrasi adalah sebagai berikut : • Menentukan tema gambar berdasarkan cerita atau narasi.

• Menentukan jenis mengapa buku harus diberi sampul ilustrasi yang akan dibuat. • Menentukan irama, komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan pada objek gambar.

• Menggambar sketsa global yang disesuaikan dengan cerita atau narasi. • Memberikan arsiran atau warna pada objek gambar sesuai karakter cerita. Dasar-Dasar Pembuatan Gambar Ilustrasi Penguasaan teknik dalam pembuatannya. Tampilan gambar yang menarik sangat ditentukan oleh keahlian pembuatnya. Objek ilustrasi dibuat dengan penguasaan menggambar bentuk yang baik dan menarik. Prinsip ini merupakan hubungan antara pembuat dengan gambar yang dibuat.

Pesan yang tercantum di dalamnya. Gambar ilustrasi yang ditampilkan relevan (sesuai) atau satu kesatuan dengan isi cerita.Pesan mengapa buku harus diberi sampul terdapat pada cerita tersebut dapat ditampilkan secara tepat melalui gambar.

Misalnya, tokoh Malin Kundang dapat digambarkan dengan kesan angkuh dan kaya raya, sesuai dengan isi cerita. Mudah dipahami. Sebuah gambar yang menarik memiliki satu kesatuan unsur yang harmonis.

Gambar yang menjadi titik pusat perhatian dapat ditampakkan dengan jelas atau dominan. Dengan kata lain, tampilan gambar mempunyai kekuatan sebagai daya tarik terhadap penikmat atau pembacanya.

Prinsip ini berhubungan antara gambar dengan pembaca. Jenis-Jenis Gambar Ilustrasi Gambar ilustrasi menurut jenisnya, dapat dibedakan berdasarkan corak dan bentuk serta penempatannya yaitu: 2. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan corak dan bentuknya • Corak realistis adalah suatu gambar atau lukisan yang dibuat menyerupai wujud aslinya, sesuai dengan anatomi dan proporsinya. • Corak dekoratif adalah pengubahan corak atau bentuk yang tidak meninggalkan ciri khas atau karakter dan bentuk aslinya.

• Corak karikaturis adalah suatu bentuk yang dilebihkan atau ditonjolkan dari sebagian bentuk tubuh objek yang digambar, namun masih terdapat karakter aslinya. • Corak ekspresionis adalah bentuk pada gambargambar ekspresi yang masih dapat dikenali wujud aslinya walaupun tidak tampak nyata. 2. Jenis gambar ilustrasi berdasarkan penempatannya • Ilustrasi cerita Ilustrasi cerita adalah ilustrasi yang digunakan sebagai pengiring dalam cerita pendek, cerita bersambung, ataupun fabel yang terdapat pada buku, majalah, surat kabar, dan tabloid.

• Ilustrasi komik atau cerita bergambar Komik adalah kumpulan gambar ilustrasi yang tersusun berurutan dan terpadu menjadi jalinan cerita bersambung. Pembuat komik dinamakan komikus atau ilustrator komik. Karya-karya komik umumnya berupa cerita-cerita kepahlawanan, pewayangan, cerita rakyat, dan humor.

Baca Lainnya : Pengertian Polimer • Ilustrasi rubrik Ilustrasi rubrik merupakan gambar penghias suatu ruang khusus atau kolom pada media cetak. • Ilustrasi sampul atau cover buku Ilustrasi sampul atau cover buku adalah ilustrasi yang menghiasi sampul sebuah buku, majalah, buletin, dan sejenisnya. • Karikatur dan kartun Gambar karikatur kebanyakan ditampilkan pada media massa, seperti koran dan majalah. Ciri penggambaran karikatur dan kartun tidak jauh berbeda.

Perbedaannya hanya pada pesan yang disampaikan. Gambar karikatur umumnya sarat kritikan atau sindiran tertentu dengan gaya yang lucu. Sedangkan gambar kartun biasanya untuk tujuan humor atau lelucon. • Ilustrasi periklanan Ilustrasi periklanan adalah gambar atau foto yangmenghiasi iklan produk-produk tertentu.

Iklan tersebut bisa dalam bentuk baliho, brosur, atau poster. Misalnya, iklan produk obat-obatan dan makanan. Tahap Menggambar Illustrasi Berikut ini adalah beberapa tahapan menggambar ilustrasi yaitu: 1. Gagasan atau ide Sebelum menggambar ilustrasi, harus dipahami betul tuntutan atau pesan yang terkandung dalam teks cerita atau sejenisnya.

Misalnya, ilustrasi cerpen tentang cerita rakyat Malin Kundang. Setelah membaca dengan saksama teks cerita dari awal hingga akhir, maka yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

• Memilih adegan yang paling menonjol pada teks atau ceritanya. • Menentukan atau membayangkan objek yang akan ditampilkan dalam gambar.

Misalnya, Malin Kundang dan ibunya, dengan latar belakang kapal besar dan beberapa orang anak buahnya. • Memahami perwatakan tokoh-tokoh ceritanya, mana yang perlu ditampilkan dengan wajah jahat, congkak, kejam, dan lain-lain, dan mana yang ditampilkan sebagai orang yang sedih, prihatin, miskin, dan lain-lain. Penggambaran yang penuh ekspresi akan memberikan kesan gambar lebih memikat. 2. Sketsa Proses pengerjaan gambar diawali dengan membuat sketsa menggunakan pensil.

Sketsa cukup dibuat secara sederhana. Penekanan pensil tidak perlu terlalu tegas. Perlu diperhatikan pula unsur-unsur keseimbangan, komposisi, perspektif, dan lain-lain. 3. Pewarnaan gambar Dalam pewarnaan gambar, baik dengan teknik hitamputih maupun pembagian warna, perlu diperhitungkan unsur-unsur yang merupakan efek dari kesan pencahayaan.

Gambar yang menarik selalu dipengaruhi oleh kesan pencahayaan yang tepat. Artinya, mana yang mendapat kesan gelap dan mana yang terang, serta dapat menentukan dari mana sinar itu datang dan ke mana jatuhnya bayangan. Pewarnaan yang disertai penempatan bayangan yang baik dapat memberikan kesan tiga dimensi pada gambar tersebut.

Unsur-Utama Gambar Ilustrasi Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur gambar ilustrasi yaitu: • Gambar manusia Untuk dapat menggambar bentuk manusia dengan hasil yang baik dan memuaskan, kita perlu mempelajari dengan tekun unsur proporsi dan anatomi. Proporsi artinya perbandingan ukuran pada bagianbagian tubuh manusia. Penggambaran proporsi disesuaikan dengan tingkat atau golongan usia, yaitu proporsi anak hingga dewasa. Anatomi merupakan bentuk daribagian-bagian tubuh. Prinsip proporsi dan anatomi ini juga berlaku dalam menggambar makhluk hidup lainnya.

• Gambar binatang Proporsi dan bentuk tiap jenis binatang tentu berbeda. Misalnya, ada perbedaan antara kuda dan lembu, kambing, kerbau, singa, jerapah, dan sebagainya • Gambar tumbuhan Tumbuhan juga beragam jenisnya dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Pohon mangga mempunyai bentuk khas, lain dengan pohon jeruk atau nangka.

Pohon kelapa mempunyai bentuk khas yang berbeda dengan pohon jati dan sebagainya. Perbedaanperbedaan itu, antara lain pada proporsi secara keseluruhan bentuk, bentuk cabang dan ranting, bentuk batang, dan bentuk helaian daun. • Gambar benda Terdapat beragam benda di sekitar kita, baik bendabenda alam maupun benda-benda buatan manusia. Masing-masing benda pun memiliki karakter yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Misalnya, bentuk kain berbeda dengan kertas, permukaan kayu berbeda dengan kaca, dan lain-lain. Manfaat Menggambar Secara garis besar fungsi dan manfaat gambar bagi anak dapat diuraikan sebagai berikut: • Menggambar sebagai alat bercerita (bahasa visual/bentuk) • Menggambar sebagai media mencurahkan perasaan • Menggambar sebagai alat bermain Ketika anak menggambar terjadi peristiwa berfantasi. Jadi menggambar melatih anak berfantasi. Fantasi yang muncul adalah bentuk-bentuk yang kadangkala aneh dilihat orangtua atau bentuk sederhana seperti lingkungan sekitar anak.

• Menggambar melatih ingatan • Menggambar melatih berpikir komprehensif (menyeluruh) • Menggambar sebagai media sublimasi perasaan • Menggambar melatih keseimbangan • Menggambar mengembangkan kecakapan emosional • Menggambar melatih kreativitas anak • Menggambar melatih ketelitian melalui pengamatan langsung Demikian Penjelasan Materi Tentang Pengertian Menggambar: Pengertian, Media, Bahan, Alat, Macam, Teknik, Proses, Dasar, Jenis, Tahap, Unsur dan ManfaatSemoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.

Sebarkan ini: • Facebook • Twit • WhatsApp Posting pada S1, SMA, SMK, SMP, UMUM Ditag 3 fungsi arsir, apa itu melukis, apa itu ragam hias, apa perbedaan menggambar dan melukis, apa saja alat dan media untuk menggambar, apa saja objek yang bisa digambar, apa tujuan dari menggambar, apa yang dimaksud sketsa dalam menggambar, apakah yang dimaksud komposisi, bab 11 memainkan alat musik sederhana, buku guru seni budaya kelas 7, buku lks seni budaya kelas 7 kurikulum 2013, buku lks seni budaya kelas 7 semester 1, buku seni budaya kelas 7, buku seni budaya kelas 7 semester 2, cara menggambar teknik blok adalah, ciri ciri gambar bentuk, contoh alam benda, contoh gambar alam benda yang mudah ditiru, contoh gambar bentuk bebas, contoh gambar model alam benda yang mudah, contoh karya seni rupa murni 2 dimensi, dan alam benda, fauna, fauna dan alam benda, gambar alam benda buah, gambar alam benda guci, gambar bentuk, gambar buku seni budaya kelas 7, gambar diberi warna menggunakan, gambar merupakan salah satu karya seni, jawaban seni budaya kelas 7 halaman 68, jelaskan pengertian menggambar secara umum, konsep menggambar, makalah menggambar, makalah seni menggambar, materi gambar ornamen, materi seni budaya kelas 8 semester 1, materi seni musik kelas 7, materi vokal grup kelas 7, media bahan alat dan teknik menggambar, menentukan objek dalam menggambar, mengapa tanah liat mudah dibentuk, menggambar dapat meningkatkan, menggambar flora, menggambar objek, menggambar sebagai wujud dari, menggambar seni rupa, menggambar tidak hanya meniru sebuah objek tetapi dapat menjadi media menyampaikan, mengklasifikasikan bentuk alam benda, menjelaskan komposisi dalam menggambar, objek menggambar, objek menggambar brainly, pembuatan suatu sketsa bisa menggunakan media, pengertian jenis komposisi asimetris, pengertian menggambar alam benda, pengertian menggambar bentuk, pengertian menggambar bentuk dan objeknya, pengertian menggambar brainly, pengertian menggambar dalam seni budaya, pengertian menggambar dan mewarnai, pengertian menggambar fauna, pengertian menggambar menurut para ahli, pengertian menggambar model, pengertian menggambar seni budaya kelas 7, pengertian objek menggambar, pengertian ragam hias, perbedaan flora, ppt menggambar flora, prinsip gambar bentuk, rangkuman pjok kelas 7 semester 1, rangkuman seni budaya bab 1 menggambar model, rangkuman seni budaya kelas 7 kurikulum 2013, rangkuman seni budaya kelas 7 semester 1 bab 2, rangkuman seni budaya kelas 7 semester 2, salah satu fungsi gambar adalah, sebutkan alat menggambar, sebutkan contoh objek gambar model, sebutkan macam-macam objek dalam menggambar, sebutkan pengertian gaya deformatif, sebutkan tiga contoh benda silindris, sebutkan unsur-unsur dari seni menggambar, seni budaya kelas 7 halaman 130, seni rupa menggambar, teknik menggambar, tema seni budaya kelas 7, tugas seni budaya kelas 7 semester 1, tugas seni budaya kelas 7 semester 2, tujuan menggambar, tuliskan 5 tahapan menggambar, unsur menggambar bentuk, unsur unsur seni rupa, unsur unsur seni rupa brainly, unsur-unsur dalam menggambar, unsur-unsur menggambar Pos-pos Terbaru • Bimbingan Konseling adalah • Peradaban Awal Masyarakat Indonesia • Penyimpangan Sosial • Komunikasi Bisnis • Lembaga Keuangan • ISP adalah • Laut Adalah • Akhlak Adalah • Peramalan Adalah • Sedimentasi adalah • Sel Elektrolisis • Higgs domino mod apk speeder tanpa iklan • Dataran adalah • Good Governance • Kenakalan Mengapa buku harus diberi sampul /> BUKU CATATAN PERTAMA DAN KEGUNAANNYA 1.

Jurnal Am : (Invois bukan barang niaga, Memo, dll.) Mencatat urusniaga-urusniaga berikut : a) Catatan pembukaan. b) Jualan dan belian aset tetap. c) Urusniaga luar biasa. d) Pembetulan kesilapan. e) Pelarasan. f) Catatan penutup. g) Mencatat urusniaga-urusniaga selain daripada dibawah ini. JURNAL KHAS 2. Jurnal Belian (Terima Invois @ Nota Debit) – Merekodkan belian barang niaga secara kredit. 3. Jurnal Jualan (Keluar Invois @ Nota Debit) – Merekodkan jualan barang niaga secara kredit.

4. Jurnal Pulangan Belian (Terima Nota Kredit) – Merekodkan barang niaga yang dipulangkan kepada pembekal. 5. Jurnal Pulangan Jualan (Keluar Nota Kredit) – Merekodkan barang niaga yang dipulangkan oleh pelanggan.

6. Buku Tunai (Salinan Resit, Resit dan Keratan Cek) – Merekod semua penerimaan dan pembayaran yang dibuat secara tunai dan cek. (Mengantikan Jurnal Penerimaan dan Pembayaran Tunai) Antara pernyataan yang berikut, manakah yang benar tentang jurnal ?

I Jurnal Jualan digunakan untuk merekod jualan aset bukan semasa secara kredit II Jurnal Belian digunakan untuk merekod belian barang niaga yang terkurang caj III Jurnal Am digunakan untuk merekod ambilan barang dan aset untuk kegunaan perniagaan IV Jurnal Pulangan Belian digunakan untuk merekod pulangan barang niaga daripada penghutang Antara yang berikut, urus niaga yang manakah dicatatkan dalam Jurnal Am?

I Membayar sewa kediaman dengan tunai perniagaan II Membeli sebuah van secara kredit untuk perniagaan III Mengambil tunai perniagaan untuk kegunaan peribadi IV Membawa masuk sebuah komputer peribadi ke dalam perniagaan [Rujukan jawapan: buku teks m.s. 109 - Soalan 13 SPM 2006] Kedai Haiwan Kesayangan Arina menerima invois daripada Farmasi Penawar bernilai RM2 800 pada 30 Ogos 2007.

Invois ini adalah untuk ubat-ubatan haiwan yang telah diterima oleh kedai itu seminggu sebelum tarikh berkenaan. Buku catatan pertama yang manakah digunakan untuk merekod butiran invois tersebut?

[Rujukan jawapan: buku teks m.s. 106 - Soalan 8 SPM 2007] Najwa, butiran keterangan dalam Jurnal Am boleh diterima asalkan ianya munasabah / mengambarkan urusniaga yang berlaku pada tarikh tersebut.

Jadi “Catatan pembukaan” adalah dikira munasabah dan boleh mengantikan “Aset dan liabiliti pada tarikh ini” bagi urusniaga pada 1 hb. Dan harus diingati bahawa semua keterangan dalam jurnal am MESTI dalam KURUNGAN. Najwa, Memang itulah masalah UTAMA calon-calon SPM semasa peperiksaan SPM sebenar. Walaupun ada soalan-soalan yang boleh dijawab tetapi tidak dapat disiapkan kerana tidak cukup masa.

Adalah dinasihatkan supaya najwa lihat semua soalan dahulu sebelum menjawab dan kenalpasti soalan-soalan yang mudah (dapat jawab dengan yakin). Maka jawablah soalan-soalan yang mudah dahulu kemudian barulah jawab soalan Mengapa buku harus diberi sampul. Soalan dokumen sepatutnya disiapkan dalam masa tidak lebih daripada 50 minit sahaja. Tetapi sekiranya menggunakan TEKNIK yang betul, soalan tersebut dapat disiapkan dalam masa tidak lebih daripada 40 minit sahaja.

Tarikh sangat penting dalam pemberian markah, sesuatu catatan akan diberi markah jika TARIKH, BUTIR dan JUMLAH adalah betul, terutamanya dalam Jurnal Am, Jurnal Khas dan Buku Tunai.

Berdasarkan tahun-tahun lepas, dalam LEJAR tarikh diabaikan (tak buat tarikh masih dapat markah jika BUTIR dan JUMLAH adalah betul). Cuma nasihat cikgu adalah lebih baik kita tulis tarikhnya supaya memudahkan kita membuat penyemakan jika berlaku kesilapan.

Rubiah, Bagi merekod dalam Buku Tunai dengan betul, terdapat 2 perkara yang perlu dikenalpasti daripada Dokumen, iaitu : 1. Catatan di sebelah mana ? DEBIT / KREDIT dalam Buku Tunai 2. Apakah BUTIRAN yang perlu digunakan ? Penyelesaiannya, 1. Bagi menentukan catatan harus dibuat di sebelah DEBIT atau KREDIT, kita kena kenalpasti daripada DOKUMEN yang diberi sama ada kita mengeluarkan wang ( BAYAR) ataupun kita menerima wang ( TERIMA).

Catat di sebelah DEBIT : jika TERIMA wang / wang masuk. Catat di sebelah KREDIT : jika BAYAR wang / wang keluar. 2. Bagi menentukan BUTIRAN yang patut digunakan, kita kena rujuk kepada tujuan / kenapa dokumen itu dikeluarkan. Sebelah Debit – Terima wang kerana : • [BIL TUNAI] Kita jual barang niaga secara tunai/cek maka butirannya JUALAN.

• [BIL TUNAI/RESIT] Kita jual Aset Bukan Semasa (Cth: Perabot), maka butirannya PERABOT / ASET TERSEBUT. • [RESIT RASMI] Penghutang menjelaskan invois/hutangnya, maka butirannya NAMA PENGHUTANG (perhatikan DISKAUN jika ada).

Sebelah Kredit – Bayar wang kerana : • [BIL TUNAI/KERATAN CEK] Kita beli barang niaga secara tunai/cek, maka butirannya BELIAN. • [RESIT /KERATAN CEK] Bayar kepada Pemiutang kerana menjelaskan invois/hutang, maka butirannya NAMA PEMIUTANG (perhatikan DISKAUN jika ada).

• [BAUCAR PEMBAYARAN] Bayar gaji pekerja/sewa, maka butirannya GAJI / SEWA • [KERATAN CEK] Bayar kadar bayaran, maka butirannya KADAR BAYARAN. • [MEMO/KERATAN CEK] Ambil tunai/cek uantuk kegunaan peribadi, maka butirannya AMBILAN Markah akan diberikan jika TARIKH, BUTIR dan JUMLAH adalah betul. Alya, Sebenarnya STOK AWAL dan STOK AKHIR serta BELIAN merujuk kepada perkara yang sama iaitu barang niaga perniagaan.

Yang membezakannya ialah bila ianya digunakan : 1) Awal tempoh perakaunan –> STOK AWAL 2) Dalam tempoh perakaunan –> BELIAN 3) Akhir tempoh perakaunan –> STOK AKHIR Nilai bagi stok akhir diperolehi dengan cara mengira secara fizikal stok yang ada. Dan ianya dinilai mengikut harga pasaran atau harga kos (pilih yang terendah). Stok akhir akan menjadi stok awal pada tempoh perakaunan berikutnya. Bagi merekod urus niaga sepanjang tempoh perakaunan, 1) Pembelian stok/barang niaga dibayar dengan cek.

DT : Belian (kerana pertambahan Belanja / barang niaga). KT: Bank (kerana pengurangan Aseta) 2) Ambilan barang niaga untuk kegunaan peribadi. DT : Ambilan (kerana pengurangan Ekuiti Pemilik). KT: Belian (kerana pengurangan Belanja / barang niaga yang dibeli) Yan, Bagi JURNAL AM, pemberian markahnya adalah seperti berikut : Catatan di sebelah debit …… 1/2 markah Catatan di sebelah kredit …… 1/2 markah Keterangan ……………………… 1/2 markah Sekiranya tidak dituliskan keterangannya maka akan hilang 1/2 markah.

Bagi JURNAL KHAS pula, Cg bagi dua keadaan / tujuan : 1. Tujuan pembelajaran : – Format Jurnal Khas mesti mempunyai Tarikh, Butir, No. Invois/Nota Debit dan Jumlah. – Itulah format yang sepatutnya digunakan dalam penyediaan sesuatu jurnal khas mengikut sistem perekodan perakaunan yang sebenarnya diamalkan. 2. Tujuan menjawab soalan peperiksaan: – Pemberian markah bagi sesuatu catatan urusniaga dalam jurnal khas adalah merujuk kepada 3 perkara sahaja, iaitu TARIKH, BUTIR dan JUMLAH, sekiranya ketiga-tiganya betul maka diberikan 1/2 markah bagi catatn urusniaga tersebut.

– Sekiranya anda menulis NO. INVOIS / NOTA DEBIT perkara tidak akan diambil kira, jadi dengan kata lain kalau tulispun boleh, TAK tulispun boleh tidak memberikan kesan kepada markah anda. – Jadi apa yang telah cikgu-cikgu anda katakan itu adalah betul bergantung kepada tujuan anda.

Cg harap keterangan yang diberikan dapat mengapa buku harus diberi sampul yan. Cacat, Semua catatan dalam Buku Catatan Pertama (Jurnal Am, Jurnal Jualan, Jurnal Belian, Jurnal Pulangan Jualan, Jurnal Pulangan Belian dan Buku Tunai) mesti diposkan ke dalam LEJAR.

Dan SEMUA AKAUN dalam Lejar (termasuk Tunai dan Bank dalam Buku Tunai) diimbang dan ditutup seterusnya Bakinya akan dipindahkan ke Imbangan Duga. Question 2 Encik Othman set up business under the name Ilqam Enterprise on 1 July 2005. The following transaction occurred during the month of August 2005 August 2005 2. Bought fixtures and fittings from rattan Furniture Center RM8,000 on credit 3.Invoices received from : Fre Trading- List price RM10,200, trade discount 2% SX Enterprise- List price RM9,800 10.

Received mengapa buku harus diberi sampul credit note from Fre Trading for goods returned, amounted to RM700 16. Credit sales to Aman, RM16,500 and to Amin RM12,700 18. The owner took RM1,300 worth of goods and gave it as present to his nephew 21. Paid rental of the shop by cheque RM1,200 24. Received cash from a customer for goods purchased amounted to RM7,300 25. Received a cheque from Amin as part payment of his account amounting to RM8,000 28. Paid cash for office expenses of RM300 Required: a)Record the above transaction in the following journal a.

General Journal b. Purchases Journal c. Sales journal d. Return inwards or returns outward journal e. Cash payment journal f. Cash receipt journal b) Prepare the relevant account c) Close all accounts and prepare the Trial balance Cg tolong sy.pening la nk jwb soalan ni. Bagi soalan 2 : Ianya menyamai soalan Dokumen Sumber dalam SPM. Bagi menjawab soalan ini beberapa kemahiran perlu dikuasai terlebih dahulu. Cg hanya bantu melakukan pengecaman Jurnal2 yang terlibat dahulu, selebihnya Cinda belajar bagaimana sediakan catatan dalam jurnal2 tersebut dan post ke lejar serta sediakan Imbangan Duga.

General Journal: Aug. 2, 18 Purchases Journal: Aug. 3 Sales Journal: Aug. 16 Return Outward Juornal : Aug. 10 Cash Payment Journal : Aug. 21, 28 Cash Receip Journal : Aug. 24, 25 Cinda MUAT TURUN nota lengkap Matrikulasi BAB3-KITARAN PERAKAUNAN yang berkaitan dengan perkara tersebut. Cinda belajar menguasai satu-persatu kemahiran tersebut. Semoga panduan itu dapat membantu Cinda. Cuba dahulu jika ada masalah hubungi Cg lagi. Cg akan cuba membimbing Cinda menyelesaikannya satu persatu. PERHARIAN !!!

Mana-mana pelajar matrikulasi boleh dapatkan NOTA LENGKAP MATRIKULASI di SINI. Journal General Journal Date Particular Debit (RM) Credit (RM) 2 Aug 05 Dt: Fixtures and fittings 8,000.00 Kt :Furniture Center 8,000.00 18 Aug 05 Dt: drawings 1,300.00 Kt: purchases 1,300.00 Purchases Journal Date Particular Amount (RM) 3 Aug 05 Fre Trading 9,996.00 SX Enterprise 9,800.00 Sales Journal Date Particular Amount (RM) 16 Aug 05 Aman 16,500.00 Amin 12,700.00 Returns Outwards Journal Date Particular Amount (RM) 10 Aug 05 Fre Trading (700-2%) 686.00 Cash Payments Journal Date Particular Discount Cash (RM) Bank (RM) received 21 Aug 05 rental shop 1,200.00 (bank) 28 Aug 05 office expenses 300.00 (cash) Cash Recipts Journal Date Particular Discount Cash (RM) Bank (RM) allowed 24 Aug 05 Sales 7,300.00 (bank) 25 Aug 05 Amin 8,000.00 (bank) betulkan Cg jaw sy utk jurnal 2?

tq ————————————————— CG. SUDAH BUAT PEMBETULAN DIATAS ————————————————— Cinda, Hanya ada sedikit saja kesilapan dan Cg sudah buat pembetulan DI ATAS. Jurnal Penerimaan Tunai dan Jurnal Pembayaran Tunai boleh digabungkan menjadi BUKU TUNAI, dimana sebelah DEBIT merupakan Jurnal Penerimaan Tunai manakala sebelah KREDIT merupakan Jurnal Pembayaran Tunai. Asalkan melibatkan urus niaga TUNAI / CEK maka mesti dalam J.Penerimaan Tunai / J.Pembayaran Tunai.

JUALAN / BELIAN barang niaga secara kredit (INVOIS DAN NOTA DEBIT) mesti dicatat dalam J.Jualan / J.Belian. PULANGAN JUALAN/ PULANGAN BELIAN barang niaga (NOTA KREDIT) mesti dicatat dalam J.Pul Jualan / J. Pul Belian. Selain daripada itu mesti dicatat dalam JURNAL AM.

Cg nak tanya … Cinda sekarang belajar di mana ? supaya lebih mudah Cg beri penerangan. Oh begitu ceritanya, Untuk soalan tersebut Jurnal Am hanya mencatatkan urus niaga pada Aug.2 dan 18 sahaja. Setiap urus niga hanya dicatat sekali saja dalam salah satu jurnal yang berkaitan. Kemudian setiap jurnal tersebut perlu diposkan ke Lejar (akaun-akaun yang terlibat). Dan akhir sekali setiap akaun perlu diimbang dan ditutup kemudian dipindahkan ke Imbangan Duga. Cg nasihatkan Cinda adakan study group kerana ianya banyak membantu untuk lebih memahaminya.

Belajar betul2 … semoga perniagaan batik cinda bertambah maju. Cinda, Tahniah kerana berjaya menyiapkan lejar dan imbangan duga, walaupun ID seimbang2 kadang2 terdapat juga kesilapan2 kecil seperti catatan terbalik yang dt dicatat kt dsbg… Cinda boleh send to my email, boleh Cg tolong semakkan.

Cg akan bantu setakat yang termampu …. Nurul, Contoh soalan dan cadangan skema jawapan serta templat kertas jawapan boleh muat turun melalui Blog Sifu2b atau klik di sini. https://sifu2b.wordpress.com/modul-latihan-kendiri-intensif/ Cinda, Semasa kita beli harga telah ditolak diskaun 2%. Jadi bila kita pulangan balik mestilah mengikut harga yang ditolak diskaun. Contoh mudah, Harga Kain Batik RM520, kita bayar hanya RM500 kerana diskaun RM20. Jadi apabila pulangkan balik, takkan kita nak minta RM520 dipulangkan kepada kita….

betul tak? email Cg: narzuki@gmail.com Saya amat keliru apabila saya menghadiri satu seminar yang mengatakan bahawa satu butiran di dalam dokumen sumber tidak boleh dicatat di dalam dua buku catatan pertama termasuklah catatan pembukaan sedangkan cikgu saya ajar sesetengah catatan pembukaan ada yang kena rekod kat jurnal khas dan buku tunai.Tolong bantu saya menyelesaikan masalah mengapa buku harus diberi sampul.

Gha, Setiap satu dokumen hanya dicatat dalam SALAH SATU Buku Catatan Pertama sahaja (samada JA, BT, JJ, JB, JPJ atau JPB). …. (nota :catatan pembukaan tidak melibat dokumen). Bagi CATATAN PERMULAAN, ianya perlu dicatat dalam JURNAL AM sahaja kecuali TUNAI dan BANK perlu dicatatkan sekali lagi dalam BUKU TUNAI. Contohnya : JURNAL AM Dt: Perabot ……. 30 Tunai ……… 20 Bank ………. 50 Penghutang …40 Kt: Modal …………… 140 BUKU TUNAI Dt: 1/1 Baki b/b 20 (tunai) 50 (bank) # Hanya TUNAI dan BANK sahaja dicatat dalam JA dan BT, yang lain-lain HANYA SEKALI sahaja.

Hariz, Sila muat turun Cg Awang – Teknik Jawab Dokumen Di mana ada diterangkan secara lebih detail tentang perkara tersebut. Farah, Sekiranya ID tidak seimbang, ini menunjukkan terdapat sedikit kesilapan dalam jawapan yang disediakan. Mungkin satu/dua akaun tersilap kira bakinya atau tersilap catatan debit – kredit.

Maka farah mungkin akan hilang 2 atau 3 markah daripada markah penuh 29 markah. Cuma SEMASA PEPERIKSAAN jika ID tidak seimbang Cg nasihatkan, TERUS menjawab soalan berikutnya. Ini kerana untuk mengesan kesilapan dan memperbetulkannya mengapa buku harus diberi sampul akan mengambil masa 5 hingga 10 minit. Ditambah mengapa buku harus diberi sampul dengan rasa berdebar dan runsing menyebabkan Farah akan hilang sedikit tumpuan dan keyakinan dalam menjawab soalan2 lain. TUMPUAN, KEYAKINAN dan KETENANGAN sangat penting semasa sedang menduduki peperiksaan.

Jadi masa 5 hingga 10 minit tadi boleh digunakan untuk menjawab soalan seterusnya, di mana markah yang akan diperolehi mungkin 7 / 8 markah.

Setelah semua soalan dijawab, jika mempunyai LEBIHAN masa, maka gunalah masa tersebut untuk mengesan, menyemak dan memperbetulkan kesilapan tersebut.

saya ingin bertanya tentang tajuk dokumen. pada kebiasaannya, jenis perniagaan bagaimana akan dijadikan soalan dokumen? saya dapati ada macam-macam jenis perniagaan seperti kedai bunga, runcit dsb. adakah cikgu tahu asas yang digunakan untuk menentukan jenis perniagaan yang mana akan dijadikan soalan dokumen.

t kasih. Fakhrul, Peringatan : 1. DISKAUN (DIBERI/DITERIMA) hanya dicatatkan dalam BUKU TUNAI. 2. Dokumen yang terlibat HANYA RESIT RASMI. Terdapat 2 keadaan : 1. DISKAUN DITERIMA : Contohnya, 23/6/08 Kita bayar kepada Kedai XYZ RM1000 dengan cek dan terima diskaun RM100.

…. Resit ASAL. BUKU TUNAI (Kredit) 23/6/08 Kedai XYZ 100 (Dis) 1000 (Bank) 2. DISKAUN DIBERI : Contohnya, 27/6/08 Kita terima cek daripada Kedai ABC RM2000 dan diberikan diskaun RM200.

mengapa buku harus diberi sampul

…. Resit SALINAN. BUKU TUNAI (Debit) 27/6/08 Kedai ABC 200 (Dis) 2000 (Bank) Resah, Nama Syarikat perlu digunakan jika melibatkan urus niaga secara kredit (hutang). Iaitu : 1. Urus niaga kredit : Dokumen Invois, Nota Debit dan Nota Kredit … (dalam Jurnal Khas jika barang niaga : Jurnal Am jika bukan mengapa buku harus diberi sampul niaga) 2.

Resit Rasmi. – Rujuk keterangan : menjelaskan sebahagian INVOIS / HUTANG . maka butirnya Nama Syarikat. Pejol, Untuk Cg terangkan semuanya disini, adalah tidak praktikal. Sila muat turun nota Cg Awang : Teknik Jawab Dokumen.

Cikgu Perniagaan baru: Pada 1 Jun 2008, Encik Eng memulakan Perniagaan Elektrik dan Elektronik dengan modal sebanyak RM30, 000. Beliau memasukkan wang tunai RM20, 000 ke dalam bank dan RM10, 000 disimpan untuk urus niaga harian. Dalam Jurnal Am, perlu catat modal, bank dan tunai? Ataupun tidak perlu? Pada 1 Mei 2008, Kamil memulakan perniagaan Kedai Lampu Kamil dengan modal RM50,000 dan premis bernilai RM70, 000.

Beliau telah memasukkan sejumlah RM49, 000 ke dalam bank dan RM1, 000 disimpan untuk urus niaga harian. Macam mana dengan ini? Perlu direkod ke dalam JA ataupun tidak?

Pada 1 Ogos 2008, Huang memasukkan RM60 000 ke dalam bank sebagai modal bagi memulakan perniagaan menjual peralatan mesin dan elektrik di Kuala Lumpur. Huang merupakan pengurus Huang Enterprise dan beliau dibantu oleh seorang pembantu, Normayati dan seorang kerani akaun iaitu Li Hua. Perlu direkod dalam JA ataupun tidak? Saya keliru bagi perniagaan baru. Kadang-kala perlu direkod dalam JA dan kadang-kala tidak perlu. Ada yang terus direkod dalam Buku Tunai kan? Saya harap cikgu dapat membantu saya.

Terima kasih. Sekadar membantu Resah, Bagi kes Encik Eng dan Encik Huang, maklumat-maklumat tersebut hanya perlu direkodkan dalam Buku Tunai dan tidak perlu direkodkan dalam Jernal Am. Alasannya, didalam soalan hanya dinyatakan tentang butir Tunai dan Bank tetapi tiada butir-butir Aset atau Liabiliti yang lain.

(Buku Tunai adalah salah satu daripada BCP) Bagi kes Encik Kamil, Maklumat tersebut perlu direkodkan didalam Jernal Am kerana ada menyatakan Aset lain iaitu Premis. Jumlah modal keseluruhan adalah RM120000 (RM50000 = RM70000).

Jangan keliru dengan soalan yang hanya menyatakan modal sebanyak RM50000 Penyelesaian Jernal Am 2008 Mei 1 Dt Premis…RM70000 ………Dt Bank……RM49000 ………Dt Tunai….RM1000 ……………Kt Modal….RM120000 (Memulakan perniagaan dengan aset pada 1 Mei 2008) dan jangan lupa merekodkan butiran Bank dan Tunai didalam Buku Tunai juga. Ini pandangan saya, bagaimana pula komen Cg. Resah dan Ed Kimari, Ed Kimari, Terima kasih di atas penerangan yang diberikan. Memang ramai cikgu yang menyatakan sedemikian. Iaitu sekiranya catatan pembukaan hanya melibatkan TUNAI dan BANK sahaja, maka JURNAL AM tidak perlu disediakan, catat terus ke Buku Tunai sahaja.

Rasionalnya, pada kebiasaannya TIADA MARKAH diberikan pada Jurnal Am dalam kes tersebut dan dapat menjimatkan sedikit masa semasa menjawab. (TIDAK dianggap salah jika disediakan juga Jurnal Am). Pada pandangan Cg, dari segi PRINSIPnya salah satu kegunaan JURNAL AM ialah mencatat CATATAN PEMBUKAAN.

Jadi ini bermaksud setiap kali catatan pembukaan perlu dicatatkan dalam Jurnal Am, walaupun hanya melibatkan Tunai dan Bank sahaja. Resah, bagi mengelakkan sebarang kekeliruan, Cg cadangkan agar disediakan Jurnal Am bagi setiap catatan pembukaan, walaupun ianya tidak diberikan markah.

(Disini Cg lebih mengutamakan PRINSIP daripada TEKNIK MENJAWAB). cikgu, saya baru shj tamat trial spm. saya sudah lihat semua soalan trial dlm koleksi soalan cikgu. kebanyakan sek ramal tajuk yang hampir sama termasuklah sek saya. saya ingin bertanya jika soalan ak pengeluaran ditanya, adakah soalan tntg TPM juga akn kemungkinan ditanya sekali kerana dua-dua ini dalam tajuk besar yang sama.

guru saya keluarkan soalan TPM trial exm. dia kata nk keluarkan ak pengeluaran tapi tk sempat. dia akn beri latih tubi kpd kami selepas ini sbb tajuk itu sudah dua tahun tak keluar. hrp ckgu dapat beri penerangan. tq Shafiq, Mengikut analisis tahun2 lepas kebiasaanya, antara Akaun Pengeluaran dan TPM akan dikeluarkan salah-satu soalan.

Memang betul cakap safiq, kebanyakkannya meramalkan topik yang hampir sama. RAMALAN tersebut dibuat berdasarkan topik2 yang biasa ditanya atau agak lama tidak dikeluarkan, maka itulah hasilnya.

TETAPI kita harus ingat PENGGUBAL SOALAN juga bijak dalam pemilihan topik2, jadi mungkin akan ada satu-dua soalan yang tidak dijangkakan sama sekali akan ditanya dalam SPM 2008 nanti. Maka, selain daripada soalan2 trial, shafiq juga perlu melengkapkan diri dengan topik2 lain. “SEMAKIN BANYAK TOPIK DIKUASAI, MAKA SEMAKIN HAMPIR DENGAN 1A” Satu lagi nasihat Cg, IKUT dan PATUT arahan dan nasihat guru anda.

Guru sentiasa berusaha demi kejayaan anak didiknya. Lin, Penggunaan TAKAP (Terendah antara Kos Atau Pasaran) hanya digunapakai untuk penilaian STOK AKHIR sahaja. Bagi kes ini NILAI KOS mesti digunakan, kerana nilai tersebut akan ditolak/mengurangkan nilai BELIAN, di mana catatan jurnal amnya ialah : Dt: AMBILAN 500 Kt: BELIAN 500 …… (Belian merujuk NILAI KOS) salam sejahtera.

bagaimana pula dengan memo yang menyatakan: 1. ambilan brg niaga untuk promosi. 2. membawa masuk perabot milik sendiri ke dalam syarikat 3. membeli perabot untuk syarikat 4. ambilan tunai untuk kegunaan peribadi dimana jurnal mana harus dicatat dan apa catatan yg perlu dilakukan (dt apa, kt apa). Terima Kasih dalam penyed. laman ini. Banyk bantu peljr saya yg suka mencari nota lain bg sukatan PAkaun t.4& 5. Bagi kerja kursus SPM 2009 ,cadang ada satu template Kitaran Perakaunan yg peljr boleh rujuk mengapa buku harus diberi sampul.

Berat hati dg sukatan baru ini,bukan kelebihan bg peljr saya yg.sederhana…soalan aras tinggi,markingnya tidak bantu peljr …bgtulah soalan anchor ini mencabar…TK Boleh saya tanya… Soalan : Mac 20 : Ambilan barang niaga bernilai RM725 untuk kegunaan pejabat.

Buku letak Debit Belanja Runcit dan Kredit Belian. So, kalau ambil barang niaga kena debit Belanja Runcit?? Satu lagi. Soalan : Mac 24 : Membawa masuk sebuah van persendirian bernilai RM9880 untuk kegunaan perniagaan.

So, kalau bawa masuk van kena debit Alatan Pejabat?? Tolong terang. Terima kasih. Pn Nurlaila, Sama-sama. Berhubung dengan kertas 3 sama2 kita tunggu kursus yang akan diadakan pada awal tahun hadapan. Dimana bahan2 contoh sebagai panduan penyediaan, cara perlaksanaan mengapa buku harus diberi sampul cara penilaian akan disampaikan nanti. Pada pandangan saya, sebagai tahun pertama perlaksanaanya mungkin diberikan kelonggaran sedikit supaya cikgu2 tidak terlalu rasa terbeban.

Aras soalan sama sahaja mengikut HSP, cuma gaya penyoalannya yang berbeza berbanding tahun2 lepas. Daripada pemerhatian saya skema pemarkahan banyak juga membantu pelajar untuk mendapat markah iaitu melalui markah “OF” (angka sendiri) dan “W” (perkataan spt Kos Jualan, Untung Bersih, Modal Kerja dll). Tiada penolakan markah berbanding skema lama. Victorian91, Jawapan 1 : Soalan “Ambilan barang niaga bernilai RM725 untuk kegunaan pejabat.” terlalu UMUN, tidak jelas untuk kegunaan apa ?

Sekiranya dinyatakan sebagai Belanja Runcit, kita gunakan Akaun Belanja Runcit, Jika dinayatakan untuk promosi, guna Akaun Promosi. Dt: Belanja mengapa buku harus diberi sampul / Promosi / (ikut soalan) Kt: Belian (ambil barang niaga guna Ak Belian) Jawapan 2 : Van hendaklah dikelaskan sebagai KENDERAAN, bukannya Alatan Pejabat.

Contoh Alatan pejabat seperti : komputer, printer, mesin fotostat, dll. Sepatutnya, Dt: Kenderaan Kt : Modal Lina, jawapan 1 dan 4 BETUL. 2.

mengapa buku harus diberi sampul

Dalam JA : Dt: PERABOT, Kt: MODAL – Bila pemilik membawa masuk harta peribadi kedalam perniagaan, maka MODAL akan bertambah. 3. maklumat tidak lengkap secara tunai / kredit ? secara tunai, Kt buku tunai: perabot ….BETUL secara kredit, JA; Dt PERABOT – perabot bertambah, Kt NAMA SYARIKAT – pemiutang bertambah. cikgu kalau keratan cek nak masuk kat buku tunai kat bhg mane?

sy tahu ia kontra. tp sy keliru dgn butir,die bank atau tunai di sebelah debit dan kredit. sy x faham dgn keratan cek ni. cikgu boleh terang kan tak? lagi satu sy xfaham bil tunai,resit rasmi. cikgu boleh terangkan tak secara terprinci butir die dan keteranagan dia. t.kasih Aisyah, Berkaitan dengan KERATAN CEK – KONTRA, ianya bermaksud kita/pemilik mengeluarkan wang dari BANK untuk kegunaan perniagaan, iaitu TUNAI bertambah dan BANK berkurang, katakan RM400.

Petua yang Cg gunakan ialah masukkan JUMLAH dahulu kemudian baru fikirkan BUTIRnya. Caranya : 1. Dalam lajur TUNAI di sebelah DEBIT masukkan RM400 – kerana wang tunai bertambah. BUTIRnya, dari mana wang tersebut diperolehi ? sudah tentu BANK.

2. Dalam lajur BANK di sebelah KREDIT masukkan RM400 – kerana wang keluar. BUTIRnya, wang tersebut dikeluarkan kemana ? sudah tentu TUNAI. Panduan bagi merekod dalam Buku Tunai telah Cg terangkan di SINI. Sila baca dengan TELITI. Mengapa diskaun niaga yang diberi/diterima ( cthnya, 20% yang dinyatakan dalam invois ) hanya dicatat dalam jurnal dan tidak diposkan ke lejar ( ak diskaun diberi/diterima ) tetapi pada masa yang samadiskaun tunai yang diberi/diterima semasa bayaran dibuat harus dicatat dalam lejar/buku tunai?

trm ksh Pastikan anda tahu dan faham apa perbezaan antara DISKAUN NIAGA dan DISKAUN TUNAI (Diskaun diterima / Diskaun diberi). Diskaun niaga hanya melibatkan pengiraan jumlah yang perlu dibayar / berhutang dan tidak melibatkan rekod perakaunan. Contohnya, belian barang niaga secara kredit: INVOIS SYKT XXX Barang niaga ………. RM1000 (-) Diskaun niaga 10% ….100 Jumlah hutang ……….RM900 Jadi apa yang perlu direkodkan dalam JURNAL BERLIAN hanya jumlah HUTANG daripada belian kredit tersebut.

Manakala diskaun niaga yang telah diperolehi TIDAK PERLU ditunjukkan dalam Jurnal Belian, kerana ianya telah ditunjukkan dengan jelas dalam INVOIS.

Jurnal Belian hanya merekodkan berapakah JUMLAH BELIAN KREDIT daripada SYARIKAT (Pemiutang) dalam urus niaga pada tarikh tersebut. Iaitu : JURNAL BELIAN Jan 5 Sykt XXX ………. RM900 DISKAUN TUNAI perlu direkodkan dalam lejar kerana ianya merupakan HASIL / BELANJA kepada perniagaan, jika tidak direkod maka akan berlaku ketidakseimbangan.

Contohnya, menjelaskan hutang kepada Sykt XXX sebanyak RM850 dan terima diskaun RM50. JIKA TIDAK REKOD DISKAUN : Jumlah hutang (belian kredit) … RM900 (-) Bayar dengan tunai/cek…….

RM850 maka, baki hutang tinggal ………. RM50 JIKA REKOD DISKAUN : Jumlah hutang (belian kredit) … RM900 (-) Bayar dengan tunai/cek……. RM850 (-) DISKAUN DITERIMA …………….RM50 maka, baki hutang ………………. RM0 Oleh itu, diskaun tunai perlu direkodkan kerana ianya melibatkan rekod perakaunan. Semoga penerangan Cg ini dapat membantu.

Pening, Sama-sama, Cg hanya bantu setakat yang termampu. Sepatutnya cikgu setiap mata pelajaran perlu memahami dan menguasai sebaik mungkin isi kandungan mengapa buku harus diberi sampul masing2 dengan mempelajari atau bertanyakan rakan2 guru yang lain bagi meningkatkan kemahiran masing2.

Manakala pelajar seharusnya sentiasa bertanya dan bertanya sehingga anda betul2 memahami dan menguasai isi kandungan / kemahiran yang diajar oleh guru anda. Cg tidaklah sehebat mana sehingga boleh mengeluarkan buku rujukan untuk pasaran.

Cuma sekadar berkongsi maklumat, pengalaman, kemahiran dan pengetahuan, serta memberi sedikit sumbangan ke mengapa buku harus diberi sampul memartabatkan mata pelajaran Prinsip Perakaunan dalam dunia pendidikan negara. pada mulanya PA saya sangat teruk, tapi setelah baca blog cikgu ini banyak meningkat.

saya rasa usaha cikgu sangat membantu. Semoga Allah membalas jasa baikc ikgu kerana banyak memberi kemudahan kepada pelajar2 akaun di Malaysia. Terutama sekali pelajar2 aliran sains yg tiada guru sekolah seperti saya.

Terima kasih banyak2. satu nak tanya: ada cikgu mengajar di mana2 ? atau bagi bengkel2 dan ceramah2 ? saya pelajar spm 2009 tahun ini tahun terakhir format peperiksaan lama digunakan? kalau mcm itu, skema pemarkahan mcm baru / lama ? skema pemarkahan mcm mana? blh bagitau kat mana download SEMUA nota, slaid powerpoint, kertas soalan dan apa2 bahan yg membantu? cthnya laman web rujukan cikgu2 lain ? dengar kata, kalau tahun ini tahun terakhir suktn pelajaran lama, jabatan pepriksaan akan hentam terus SEMUA soalan yg tidak pernah keluar?

Yg susah-susah? matilaa kalau mcm itu…:P Boleh tak tanya, cikgu dulu belajar akaun kat mana ? dlm BM atau BI? Perlu tak ke universiti?

saya nampak sekarang ni bnyk yg belajar kat kolej shj? Atau ambil itu apadia ACCA? Atau ada ijazah2 lain? Pening, Syukur, kerana sumbangan Cg yang sedikit ini dapat membantu para pelajar diluar sana. Cg hanya mengajar disebuah sekolah harian biasa luar bandar di negeri Kelantan. Format pentaksiran baru mula dilaksanakan kepada pelajar SPM 2011 nanti, pelajar SPM2010 masih lagi menggunakan format seperti tahun ini.

Anda boleh muat turun soalan2 di Koleksi Percubaan 2008 bagi melihat contoh soalan dan juga skema pemarkahan sebagai panduan. Nota dan bahan powerpoint juga ada Cg sediakan di ruangan MUAT TURUN BAHAN.

Laman2 akaun yang lain boleh rujuk ruangan BLOG CIKGU AKAUN. Lembaga Peperiksaan akan mengeluarkan soalan2 yang sewajarnya, jadi anda tidak perlu rusing dan bimbang. Anda hanya perlu bersedia bagi setiap topik yang ada. Adalah sukar bagi Cg untuk menyatakan di mana harus belajar selepas SPM nanti kerana banyak faktor yang perlu diambil kira, dan setiap satunya ada kelebihan dan juga kekurangan.

Cg cadangkan pada masa ini, cuba tetapkan apakah sasaran / target / perancangan masa depan anda dengan mengumpul sebanyak mungkin maklumat berkaitan dengan peluang ke IPT dan juga kerjaya, supaya mudah untuk anda membuat keputusan apabila keputusan SPM2009 diumumkan nanti. Jangan tunggu dapat result baru nak fikir apakah pilihan yang perlu anda buat.

Faezah, Laman Ekonomi SPM ada, cuma kena cari di internet. Buku Tunai merupakan gabungan Akaun Tunai dan Akaun Bank. Bila sebut akaun Bank maka kena rujuk lajur BANK, manakala kegunaan lajur BUTIR adalah untuk menulis pasangan mengikut sistem catatan bergu. Jika bank bertambah, maka Akaun Bank (rujuk lajur BANK) mesti didebitkan. Tuliskan NILAI dahulu dilajur BANK, kemudian fikirkan BUTIRapakah pasangan catatan bergunya/ dari mana datangnya wang tersebut … sudah tentu TUNAI.

Seterusnya Akaun Tunai berkurang, rujuk lajur TUNAI disebelah kredit, masukan nilainya dan fikirkan BUTIR, kemana wang tersebut digunakan ….

iaitu masukkan dalam bank, maka butirnya BANK. Syahirah, Sistem Panjar (topik Buku Tunai Runcit) bermaksud jumlah yang telah dibelanjakan dalam tempoh tersebut akan digantikan mencukupi jumlah asal. Contoh : Jumlah Wang Runcit = RM200 Jumlah dibelanjakan = RM150 Maka, baki = RM50 Mengikut sistem panjar, jumlah RM150 akan digantikan, sama ada pada akhir tempoh / pada awal tempoh berikutnya.

Dengan itu jumlah wang runcit ditangan untuk kegunaan tempoh berikutnya kekal RM200. ckgu,dlm jurnal belian,jualn,pul jul. & pul bel. mmg perlu ke tulis no.invois cthnya di dlm jurnal belian.perlu ke kte tulis.kalau xtls xdpt sijil lcci ke? atau markah akn d’ptg.lg 1,di ats jurnal am perlu ke tulis nama perniagaan dan semua ak.

lejar perlu diimbangkan utk m’dpt baki b/b sbb ckgu sye ckp law ximbang n wt baki b/b xlayak dpt sijil lcci Ayied, Amalan yang sebaiknya bagi jurnal khas adalah menulis no. dokumen tersebut sebagai rujukan. Namun bagi tujuan peperiksaan, pemberian markah hanyalah berdasarkan TARIKH, BUTIR dan JUMLAH yang betul sahaja, tiada penolakan markah.

Nama Syarikat perlu ditulis pada akaun penamat seperti Penyata Pendapatan, Kunci Kira-kira, Imbangan Duga dan juga penyata2, yang mana melibatkan pihak luar. Manakala jurnal2 dan lejar (akaun2) adalah untuk kegunaan pihak dalaman sahaja, maka nama syarikat tidak perlu dinyatakan. Sekiranya buat juga tidak menjadi kesalahan. Semua akaun perlulah diimbang dan dapatkan bakinya untuk tujuan penyediaan Imbangan Duga.

Pemberian sijil LCCI tidak bergantung kepada perkara2 tersebut. Cikgu anda cakap sedemikian mungkin sebagai satu “ugutan” bagi memastikan semua anak didik beliau menyediakan jawapan dengan lengkap bagi memastikan mendapat markah penuh. Sarah, Sebenarnya anda keliru antara AKAUN dan BUTIR DALAM AKAUN.

Akaun Jualan – KREDIT. Contoh urusniaga : Jualan secara tunai RM100. (Dokumen Jualan Tunai). BCP yang terlibat ialah Buku Tunai, maka dalam Buku Tunai (lajur Tunai) jumlah RM100 perlu mengapa buku harus diberi sampul disebelah DEBIT (wang tunai masuk), wang tersebut masuk disebabkan apa ? – Jualan barang niaga, maka BUTIRnya ialah JUALAN. BUTIR JUALAN tersebut mengambarkan Akaun TUNAI bertambah sebanyak RM100 hasil daripada JUALAN, ianya hanya merujuk kepada AKAUN TUNAI.

Manakala bila pos ke lejar, iaitu AKAUN JUALAN, jumlah RM100 perlu dicatat disebelah KREDIT, dan BUTIRnya adalah TUNAI. Iaitu mengambarkan jualan tersebut adalah secara tunai. Asalkan urus niaga melibatkan TUNAI/ CEK/ BANK maka ianya mesti dicatat dalam BUKU TUNAI. Manakala bagi menentukan catat disebelah DEBIT atau KREDIT, maka hendaklah merujuk kepada wang tersebut MASUK (DEBIT) atau KELUAR (KREDIT). Dan BUTIRnya pula adalah merujuk terima/bayar untuk urus niaga apa ? Student92, 1.

Apabila melibatkan Bank, maka sudah tentu perlu dicatat dalam BUKU TUNAI di lajur BANK. 2. Oleh kerana dimasukkan ke dalam Bank (BERTAMBAH), maka Bank dicatat di sebelah DEBIT. 3. Duit dalam Bank telah bertambah disebabkan apa / dari mana ? … daripada Pinjaman Bank. 4. Maka BUTIR yang perlu dicatat ialah PINJAMAN BANK. Teh, Lajur PELBAGAI digunakan untuk mencatat bayaran yang jarang dibuat menggunakan wang tunai runcit kerana kebiasaannya dibayar menggunakan cek.

Sebagai contohnya bayar belanja Angkutan, pada kebiasaanya dibayar menggunakan cek dan jumlahnya besar berbanding jumlah peruntukan wang runcit. Belanja tersebut juga biasanya dicatat dalam akaunnya yang tersendiri iaitu AK ANGKUTAN. Sekiranya ada satu urusniaga bayar belanja angkutan dalam jumlah yang kecil (tidak sesuai menggunakan cek), maka wang tunai runcit akan digunakan. Contoh lain ialah bayaran belanja iklan. Manakala lajur BELANJA AM digunakan untuk bayaran yang kerap berlaku dan dibayar dengan wang tunai runcit kerana jumlahnya yang kecil.

Dan belanja tersebut tidak boleh dikelaskan dalam lajur analisis bayaran yang lain. Contohnya Upah bersih pejabat, beli bunga meja pejabat. Solehah, Imbangan Duga merupakan SENARAI baki semua akaun2 yang telah ada. Baki yang dipindahkan ke ID adalah merujuk kepada BAKI B/B (bukannya Baki mengapa buku harus diberi sampul. Sekiranya AKAUN itu mempunyai BAKI b/b disebelah DEBIT maka dalam ID juga disebelah DEBIT. Dan sekiranya BAKI B/B disebelah KREDIT, maka dalam ID juga disebelah KREDIT.

Q, DEBIT – urus niaga yang menunjukkan kita TERIMA wang tunai / cek. Contohnya : Bil Jualan Tunai, Resit Rasmi (SALINAN) menunjukkan kita terima wang. KREDIT – urus niaga yang menunjukkan kita BAYAR kepada seseorang samada dengan tunai / cek.

Contohnya : Bil Belian Tunai, keratan cek, Resit Rasmi (ASAL) menunjukkan kita bayar. salam cg, bg soalan yang mempunyai baki pemiutang atau penghutang pd awal soalan spt: pemiutang- syarikat ABC RM 2500 masa sy pergi seminar, cg itu kata tidak boleh menulis perkataan pemiutang masa kita buat catatan pembukaan di jurnal am.

tapi guru sekolah sy kata wajib tulis. Jadi mana satu yang betul?

mengapa buku harus diberi sampul

cgsaya ada beberapa soalan: a) ikut sukatan jurnal penerimaan dan pembayaran tunai akan menggantikan bukut tunai adakah buku tunai masih perlu diajar kepada anak murid? b) pengeposan ke lejer, dari jurnal penerimaan dan pembayaran tunai atau masih dari buku tunai? c) bagi lejer, akaun tunai dan bank perlu disediakan atau tidak. d) boleh tak cg menjelaskan sedikit pasal bab dokumen mengikut sukatan baru tentang jurnal dan buku tunai terima kasih.

a) Ya, perlu diajar sebagaimana HSP baru dibawah Topik 5.1 Fingsi dan Jenis Lejar. b) Apabila menyediakan Jurnal Penerimaan dan Jurnal Pembayaran Tunai, maka Buku Tunai tidak perlu dibuka lagi, sebaliknya jumlah penerimaan tunai dan jumlah pembayaran tunai perlu diposkan ke Akaun Mengapa buku harus diberi sampul dan Akaun Bank, sebagaimana jurnal khas yang lain.

c) dan d) Boleh rujuk jawapan (b). terima kasih cg, tapi saya masih keliru tentang bentuk soalan dokumen mengikut sukatan baru. adakah soalan ini akan digantikan dengan kertas 3. maksudnya soalan dokumen sekiranya kehendak soalan ialah merekod dokumen sumber ke buku catatan pertama maka jurnal penerimaan dan pembayaran tunai perlu digunakan untuk menggaantikan buku tunai? cg ada tak format jurnal penerimaan dan pembayaran tunai sbb sy tengok dalam buku rujukan formatnya berbeza.

terima kasih Buat masa ini, masih tiada sebarang maklumat rasmi dikeluarkan berhubung kertas 3, jadi kita ajar aje mengikut HSP baru yang dikeluarkan. Ini kerana apa2 bentuk soalan sekalipun tidak boleh lari mengapa buku harus diberi sampul HSP.

Ada beberapa bentuk format jurnal penerimaan dan pembayaran tunai yang boleh digunakan, namun begitu adalah lebih baik kita gunakan format yang telah disediakan dalam buku teks. Sekiranya kita menggunakan Jurnal Penerimaan dan Pembayaran Tunai, maka tidak perlu lagi digunakan Buku Tunai. Salam cg narzuki, moga terus sihat wal afiat kerana banyak mambantu melalui web ini… Saya musykil tentang Jurnal Penerimaan dan Pembayaran Tunai.

Format dalam buku teks agak rumit dan komplekspatut ikut tu ke? Atau guna yg ringkas spt Jurnal Khas lain? kalau ikut HSP tajuk Lejar ; L Am ada Buku Tunai pula … dan dikatakan pos ke Lejar termasuk Buku Tunai ( HSP-5.1 c), saya pening dan confuse … Adakah kena buat Jurnal Penerimaan/Pembayaran Tunai lepas tu BTunai dan pindah ke Lejar?

Mohon bantuan… Salam dan terima kasih. Berhubung dengan format Jurnal Penerimaan & Pembayaran Tunai, sebaik2nya kita ikut buku teks, cuma jika ingin diringkaskan sedikit, kita boleh keluarkan Lajur No. Resit, Butir dan Folio. Penggunaan format seperti jurnal khas lain tidak digalakkan. Apabila kita menyediakan Jurnal Penerimaan Tunai dan Jurnal Pembayaran Tunai sebagai buku catatan pertama, maka ianya perlu diposkan ke AKAUN BANK sahaja.

Buku Tunai tidak perlu dibuka lagi. Daripada Akaun Bank tersebut baru diketahui berapakan BAKI Bank. Dalam kes ini Lajur BANK digunakan bagi merekod penerimaan/pembayaran tunai atau cek.

Berdasarkan buku teks sedia ada, formatnya hanya ada BANK sahaja, dengan andaian segala penerimaan wang tunai akan terus dibank dan semua pembayaran menggunakan cek. Dalam keadaan berikut, maka CATATAN KONTRA sebagaimana sebelum ini sudah tidak wujud lagi. Walau bagaimanapun, penyimpanan wang tunai di tangan juga perlu bagi perbelanjaan kecil2, maka Tunai Runcit disediakan dalam Lejar. Apabila dikeluarkan wang dari bank untuk tunai runcit, maka catatan dalam Jurnal Pembarayan Tunai nanti sebagai Tunai Runcit.

Itu saja pandangan daripada saya. Zatul Iffah, pemilik kedai mengapa buku harus diberi sampul Iffah Sport ” yang membekalkan alatan sukan di Bandar Kuala Terengganu memberi baki-baki berikut mengenai perniagaannya pada 1 Julai 1999 : RM Overdraf Bank 1 275 Stok 19 872 Tunai di tangan 88 Premis 45 800 Modal 64 485 butir2 ni semua di catat di jurnal am… mcm mana nk tau yg ni masuk debit.yg ni masuk kredit??

Catatan bagi perkara tersebut dipanggil Catatan permulaan, di mana ianya perlu dicatatkan dalam Jurnal Am. Dalam menentukan yang mana debit dan kredit, kita kena kenal pasti jenis akaun2 tersebut, iaitu : DEBIT – ASET : Stok, Tunai, Premis KREDIT – LIABILITI dan EKUITI : Overdraf bank, Modal Dan jumlahnya mestilah SAMA.

Buku Tunai adalah Lejar dan boleh juga jadi Buku Catatan Pertama sekiranya tidak disediakan Jurnal Pembayaran Tunai atau Jurnal Penerimaan Tunai. Fungsinya hampir sama cuma formatnya berbeza sedikit. Jurnal Penerimaan Tunai – BCP bagi merekod semua penerimaan tunai, iaitu menyamai sebelah Debit Buku Tunai Jurnal Pembayaran Tunai – BCP bagi merekod semua pembayaran tunai, iaitu menyamai sebelak kredit Buku Tunai.

Cikgu, Soalan peperiksaan percubaan 2009 terengganu dirujuk. Dalam soalan dokumen yang ke 10. Memo menyatakan (pemilik mengambil 10 biji bola untuk diderma kepada Darul Insaf). Bukankah pemilik yang ambil untuk derma atas nama pemilik jadi kita sepatutnya Debit Ambilan dan Kredit Belian?

jika syarikat yang ambil untuk derma baru debit derma dan kredit Belian. Mengapa jawapan yang diberi ialah Debit Derma dan Kredit Belian? Terima Kasih Soalan tersebut bermaksud syarikat yang menderma bukannya pemilik. Mana-mana ahli perniagaan yang mengeluarkan derma atau memberikan sumbangan adalah atas nama syarikat, ianya sebagai salah satu cara untuk mempromosikan kedai / perniagaan mereka.

Penyataan tersebut dinyatakan sedemikian kerana hanya pemilik yang berkuasa untuk mengeluarkan derma tersebut. Ak Ambilan digunakan hanya untuk kegunaan sendiri / peribadi pemilik semata-mata. ckg, saya ada beberapa soalan; 1. bolehtak jurnal penerimaan tunai dan jurnal pembayaran tunai formatnya boleh dikeluarkan lajur butir, no.resit dan folio? 2. jika buku tunai, akaun tunai dan akaun bank tidak disediakan dalam lejar. bagaimana jika jurnal penerimaan tunai dan jurnal pembayaran tunai disediakan, perlukah buka akaun bank dalam lejar?

akaun mengapa buku harus diberi sampul tidak perlu bukakan? saya ada beberapa soalan berkaitan jurnal am.jika dalam memo dinyatakan 1.

mengapa buku harus diberi sampul

1/3 daripada sewa yang mengapa buku harus diberi sampul sebanyak RM 1800 adalah sewa peribadi pemilik. 2. Pemilik telah mengeluarkan sebuah kabinet dari stok bernilai RM 330 untuk kegunaan pejabat.

Perniagaan:Kedai Perabot 3. bayar insurans kedai mengapa buku harus diberi sampul tunai peribadi jawapan saya ialah 1. Dt. Ambilan. Kt.Sewa 2. Dt. Ambilan Kt. Belian / Dt.Perabot Kt.Belian (yg mana betul) 3.

Dt. insuranskt. modal betulke jawapan saya ckg? Edwin, Ambilan barang niaga – Jurnal Am Ambilan tunai – Buku Tunai Haikal, Kena sediakan Jurnal Am, Jurnal Khas (Jurnal Jualan, Jurnal Belian, Jurnal Pulangan Belian dan Jurnal Pulangan Jualan) dan Buku Tunai. Ianya susah untuk diterangkan disini, Cg cadangkan berjumpa dengan guru anda kerana ianya perlu diberikan TUNJUKAJAR satu persatu.

saya dimaklumkan oleh rakan saya yang telah menamatkan pengajiannya dalam LCCI Book Keeping level 2, bahawa ambilan tunai perlu direkodkan dalam jurnal am dan buku tunai kerana ambilan tunai akan mengurangkan ekuiti pemilik,dan direkodkan dalam buku tunai kerana melibatkan tunai, jadi ia perlu direkodkan dalam jurnal am….

boleh saya tahu yang kaedah mana satu harus saya ikut.? kerana saya bimbang catatan yang silap boleh mennyebabkan kehilangan markah… Edwin, Pada pandangan Cg, apa yang mereka belajar bahawa Buku Tunai hanya dianggap sebagai LEJAR dan bukannya sebagai Buku Catatan Pertama. Dan semua urus niaga hanya dicatat dalam Jurnal Am sahaja sebagai BCP. Daripada Jurnal Am diposkan ke Lejar.

Maka wujudlah catatan dalam Jurnal Am dan juga Buku Tunai. Tetapi apa yang pelajar SPM diajar bahawa BUKU TUNAI juga boleh dianggap sebagai Buku Catatan Pertama dan Lejar.

Maka apabila ada urus niaga tunai/cek, kita boleh terus catat dalam Buku Tunai tanpa menyediakan jurnal am. Kedua2 betul, tidak timbul sebarang masalah kerana kesannya pada Lejar tetap sama.

Jika anda catat dalam kedua2 JA dan BT, anda tidak akan disalahkan cuma markah hanya diberikan pada BUKU TUNAI sahaja. Maka, cadangan Cg memadai dengan terus catat dalam Buku Tunai sahaja. Vinsen, Berdasarkan urus niaga yang diberikan, tiada bayaran tunai/cek telah dibuat, maka tidak boleh dicatat dalam Buku Tunai. Dan ianya bukan berkaitan barang niaga, maka tidak boleh dicatat dalam Jurnal Belian. Pada pandangan Cg, ianya perlu dicatatkan dalam JURNAL AM, iaitu: Dt: Insurans atas belian, Kt: Syarikat ABC Stok akhir dikira pada akhir sesuatu tempoh perakaunan secara fizikal (boleh rujuk Kad Mengapa buku harus diberi sampul jika ada), iaitu berapa kuantiti stok yang ada dalam kedai, kemudian didarab dengan Harga kos, maka dapatkan nilai STOK AKHIR pada nilai kos.

Manakala nilai stok akhir tersebut akan jadi STOK AWAL pada tempoh perakaunan berikutnya. …. seperti Baki h/b dan Baki b/b. Salam, Ianya dibawah topik BUKU TUNAI RUNCIT. Bagi setiap tempoh tertentu (spt: sebulan, seminggu, 2 minggu) telah diperuntukkan sejumlah WANG TUNAI untuk kegunaan tunai runcit. Katakan RM250 bagi tempoh sebulan. Manakala jumlah yang telah dibenjakan dalam tempoh tersebut sebanyak RM200, maka bakinya tinggal RM50 untuk dibawa ke bulan hadapan. SISTEM PANJAR bermaksud jumlah yang telah dibelanjakan bagi tempoh tersebut akan diganti balik pada akhir tempoh/ awal tempoh berikutnya, iaitu RM200.

Ini supaya jumlah peruntukan untuk bulan berikutnya genap kembali RM250. cg. soalan nih (trial pahang 2009) cg boleh trus tgok pada tarikh 29/07. itu catatan kontra kan cg?

tp sy ada sdikit kekeliruan di sini saya catatkan:- debit ::- -butiran ~ tunai ~ruangan bank – 500 kredit:: ~ butiran – bank ~ruangan tunai – 500 tp jwapan sbnr terbalik.

saya btul2 pning la bab kontra ni. boleh cg tlg beri penjelasan,?? RESIT RASMI ASAL AN-NUR diterima drp :: ben wahab enterprise krn :: kos membina 2 unit rak pameran kita–>ben wahab enterprise (pembekal bahan minuman pracampuran) saya catatkan :- BUKU TUNAI (kt) – kadar bayaran skema jawapan:- – perabot persoalan:- knp perabot eh cg??

bukan tuh kira macam kos membaiki alatan pejabat ke? KADAR BAYARAN adalah merujuk kepada bayaran bil2 seperti bil elektrik, bil air, bil telefon. Bina rak pameran bukanya bermaksud BAIKI yang rosak, tetapi BUAT baru, seolah2 kira beli rak pameran baru yang dipasang-siap dalam kedai kita.

Dan RAK PAMERAN tersebut dikelaskan sebagai PERABOT / LENGKAPAN. Manakala ALATAN PELABAT adalah merujuk kepada ALAT2 seperti komputer, pencetak, fax, mesin fotostat dll. Format semestinya kena ingat baru dapat jawab dengan lancar semasa peperiksaan. Masalah TIDAK CUKUP masa merupakan masalah UTAMA pelajar semasa peperiksaan, maka pengurusan masa menjawab sangatlah penting.

Kebiasaannya masa banyak terbuang semasa menjawab soalan yang agak sukar seperti soalan no. 2 dan no.3. Cadangan Cg, jawab soalan yang MUDAH (bagi anda) dahulu, kemudian semakin sukar. dengan cara tersebut, masa dapat digunakan sepenuhnya untuk menjawab. salam.cikgu sy student ipta. soklan ni berbunyi :-Summarised cash sales for the month and found them to be RM2500.

Took a cheque for RM500 as own wages for the month. Banked RM2000 out of the cash sales over the month. cmne nk msukkan ke lejar bg soklan ni? n klu stok akhir dalam pernyataan utk masukkan ke dlm imbangan duga cmne yer? perlu mskkn ke lejar dlu or trus imbgn duga? tlg sy yer. klu amik BUKU CATATAN PERTAMA atau buku catatan asal yang digunakan untuk merekodkan semua urus niaga perniagaan mengikut urutan tarikh. JURNAL (JA, JB, JPB, JJ, JPJ, J Penerimaan Tunai dan J Pembayaran Tunai) merupakan salah satu Buku Catatan Pertama.

Manakala BUKU TUNAI tergolong dalam kumpulan LEJAR, walau bagaimanapun BT boleh juga dianggap sebagai BCP sekiranya J/Penerimaan Tunai dan J/Pembayaran Tunai tidak disediakan. salam…cikgu…saya nak tanya…betul tak ni? jurnal am – untuk belian barang secara hutang/kredit jurnal khas – untuk belian yang melibatkan barang niaga secara hutang,terima dan hantar invois buku tunai – apa-apa belian atau jualan yang melibatkan tunai dan cek sahaja. sekarang ni untuk format exam ade tak jurnal penerimaan tunai dan jurnal pembayaran tunai?

atau pun dua2 jurnal ini dah tukar kepada bentuk buku tunai??? saya confius skit la cikgu… Nurul, JURNAL AM merupakan jurnal yang merekodkan pelbagai urus niaga yang tidak boleh direkodkan dalam buku catatan pertama yang lain. Antaranya : 1. catatan permulaan perniagaan. 2. catatan penutup dan pemindahan baki2 akaun, catatan pembalikan.

3. belian dan jualan aset bukan semasa secara kredit. 4. ambilan barang niaga untuk kegunaan peribadi atau kegunaan perniagaan. 5. kemasukan aset sebagi modal tambahan. 6. catatan pelarasan 7. pembetulan kesilapan 8.

rekod pembubaran perniagaan. JURNAL KHAS merekodkan urus niaga yang melibatkan BARANG NIAGA secara KREDIT. Di mana dokumennya adalah Invois, Nota Debit dan Nota Kredit. JURNAL PENERIMAAN TUNAI dan JURNAL PEMBAYARAN TUNAI / BUKU TUNAI merekod semua urus niaga yang melibat pembayaran / penerimaan menggunakan wang TUNAI dan CEK. Apa2 topik yang ada dalam sukatan pelajaran dan Buku Teks, maka ianya ada kemungkinan akan dikeluarkan dalam soalan peperiksaan.

Ying, Pada pandangan Cg, Terdapat 2 pendapat yang biasa digunakan, catat dalam (1) Jurnal Am atau (2) Jurnal Belian . Walau bagaimanapun bagi Cg, penggunaan JURNAL AM lebih baik bagi menzahirkan belanja ANGKUTAN MASUK tersebut. Ini kerana kedua-duanya akan memberikan kesan yang sama ke atas Ak PEMIUTANG, iaitu akan menambahkan jumlah hutang. Jika kita catat dalam JB, maka belanja Angkutan Masuk tersebut seolah2 tidak wujud kerana telah dimasukkan dalam Ak Belian. Cikgu, Dalam buku tunai, formatnya disebelah debit tulis tarikh, butir, diskaun, tunai, bank dan sebelah kredit tulis tarikh, butir, diskaun, tunai, bank.

Untuk lebih senang ingat, bolehkah kita tulis tarikh, butir, diskaun diberi dan tarikh, butir, diskaun diterima? sebab kebanyakan jawapan yg kita lihat hanya tulis perkataan diskaun sahaja. terima kasih Saya sangat keliru dengan soalan-soalan yang saya temui dalam bab PHR dan PSN. Sekiranya soalan nyatakan PHR dikira atas penghutang bersih. Saya tengok format soalan SPM, PHR dikira atas nilai penghutang tanpa tolak PHR yang sedia ada.

Manakala, soalan latihan pula mengira PHR selepas Penghutang ditolak dengan PHR sedia ada. Boleh cikgu menerangkan kepada saya maksud BERSIH di akhir soalan. Ia nampak mudah tapi mengelirukan. Begitu juga dengan PSN. Contoh: Van 48000 PSNT 14000 Van disusutnilaikan 20% setahun atas kos bersih. Jadi adakah keadah pengiraannya adalah Baki Berkurangan atau Garis Lurus? Saya buat seperti biasa, 48000 x 0.20 Adakah saya salah atau betul?

Ravi, PENGHUTANG BERSIH disitu adalah merujuk kepada Baki PENGHUTANG selepas mengambilkira pelarasan2 yang terlibat seperti Hutang Lapuk, Pulangan Jualan tertinggal rekod dan sebagainya yang melibatkan PENGHUTANG…….

BUKANNYA bermaksud Nilai PENGHUTANG (-) PHR. Pada pemahaman Cg, “KOS BERSIH” disitu merujuk kepada NILAI BUKU BERSIH VAN tersebut … iaitu NILAI KOS VAN – SNT VAN, …. ataupun dikenali sebagai KAEDAH BAKI BERKURANGAN.

Sekiranya dinyatakan 20% ATAS KOS…. itu dikenali sebagai KAEDAH GARIS LURUS. Fatimah, Pada pandangan saya, Kertas Buku Tunai, Jurnal dan Lejar akan diberikan kepada calon semasa peperiksaan nanti… sama ada pelajar nak guna atau tidak guna terserah kepada pelajar. Begitu juga dengan kertas format yang dilampirkan (contohnya Format buku tunai runcit). ianya diberikan bagi membantu pelajar, jika dirasakan ianya sesuai, maka boleh digunakan… jika dirasakan tidak sesuai, maka adalah lebih baik sediakan mengikut format sendiri… apa yang penting JAWAPAN disediakan dengan betul dan mengikut format yang betul.

Hajerah, waalaikumussalam. Pada pandangan saya, apa2 yang ada dalam sukatan dan buku teks ada kemungkinan akan dikeluarkan dalam soalan SPM nanti. kita tidak boleh bersandarkan soalan tahun2 lepas bagi menjangkakan mana topik2 yang penting dan akan dikeluarkan dalam SPM…. ini kerana format pentaksiran sekarang sudah BERBEZA dengan format soalan tahun2 lepas.

Cadangan saya, pastikan pelajar betul2 mengapa buku harus diberi sampul apa yang disampaikan dalam BUKU TEKS dan jawab SEMUA soalan yang disediakan. Msubri68, Pada pandangan saya, Jika caj tersebut dikenakan atas pembelian ABS, maka kos caj tersebut boleh juga DITAMBAH keatas kos ABS tersebut. Sebagai contoh : Harga Lengkapan kedai = RM1000 Kos upah atas belian = RM100 maka Nilai KOS untuk mendapatkan Lengkapan tersebut = RM1100. Catatannya : Dt: Lengkapan kedai.

Kt: Nama Pemiutang. Salam cg, Saya kurang faham tentang BCP – J. Belian, jika belian barang niaga secara kredit, semua pemiutang direkod dlm Mengapa buku harus diberi sampul, bagaimana dengan belian aset bukan semasa (ABS) secara kredit, adakah pemiutang ABS direkod dlm JBelian. Bagi akaun kwln pemiutang, adakah ianya untuk akaun pemiutang barangniaga sahaja, bagaimana dengan akaun pemiutang ABS?

TQ cg Msubri, Jiak bukan barang niaga, ianya dicatat dalam JURNAL AM… dan diposkan ke LEJAR AM. Pemiutang bukan barang niaga dikelaskan sebagai LS / LBS bergantung kepada tempoh bayaran balik semua hutang tersebut. Ak KAWALAN PEMIUTANG…. … boleh dikatakan sebagai RINGKASAN kepada Semua Ak Pemiutang (barang niaga) dalam LEJAR BELIAN. Cgu Ani, Kita kena kaitkan dengan Sistem Mengapa buku harus diberi sampul Bergu… setiap urusniaga akan melibatkan sekurang2nya 2 AKAUN…… satu DEBIT dan satu lagi KREDIT….

pelajar kena sedar bahawa ada 2 AKAUN yang TERLIBAT. Contohnya : bayar sewa dengan tunai sebanyak RM200. Maka catatan bergunya : DEBIT – Sewa (BELANJA) RM200 KREDIT – Tunai RM200 …………………………….

yang KELUAR adalah WANG, maka Ak TUNAI – KREDIT Begitu juga dengan HASIL…. apa bila TERIMA WANG …. maka pelajar perlu faham, AK TUNAI / BANK mestilah DEBIT… dan HASIL : KREDIT. Seorang peniaga ingin memulakan perniagaan tapi tidak cukup wang sebagai modal permulaan, so dia buat pinjaman bank dan semua wang pinjaman tu digunakan sebagai modal perniagaan.

Macam mana nak buat catatan pembukaannya yang betul dalam J Am Pinjaman bank dan modal tu kan catatan sebelah kredit, J Am, sebelah debit apa yang nak dicatat.

Jam, Kita kena jelas …. siapa yang buat pinjaman bank tersebut … sama ada atas NAMA PEMILIK ataupun NAMA PERNIAGAAN. 1. Jika atas NAMA PEMILIK… kemudian pemilik BAWA MASUK ke AKAUN BANK perniagaan sebagai MODAL, maka catatan bergunya ialah : Dt: BANK dan Kt : MODAL 2.

Jika atas NAMA PERNIAGAAN … maksudnya Perniagaan yang buat PINJAMAN BANK… (Ak Modal TIDAK TERLIBAT, kerana bukan BAWA MASUK), maka catatan bergunya : Dt: BANK dan Kt: PINJAMAN BANK Cikgu, Dalam format buku tunai runcit, format buku LCCI ialah Penerimaan, Tarikh, Butir, Jumlahanalisis dan Helaian SPM format yang dibekalkan juga format tersebut tetapi buku teks format ialah Tarikh, Butir, Debit, Kredit dan analisis. Maka Helaian yang dibekalkan tidak sesuai digunakan jika kita guna format buku teks.

Bolehkah kertas kajang digunakan untuk lukis format seperti buku teks dan tidak guna helaian tersebut. terima kasih. Nizam, BOLEH … tidak menjadi masalah, kerana kedua2 format tersebut diterima pakai……. pada pandangan saya, sepatutnya soalan SPM tersebut menyediakan kedua2 format untuk pilihan pelajar, sekiranya ingin pelajar gunakan helaian lampiran yang dibekalkan….

atau tidak perlu serta lampiran, pelajar buat sendiri ikut format masing2. Nia, Ak BANK boleh berbaki Debit ataupun berbaki Kredit (iaitu Overdraf). Tetapi AK TUNAI mesti berbaki DEBIT (iaitu besar sebelah debit). Ak TUNAI berbaki KREDIT (besar sebelah Kredit) bermaksud . WANG KELUAR lebih banyak daripada WANG MASUK…. perkara ini TIDAK MUNGKIN BERLAKU. Contohnya. wang tunai masuk RM100…. adakah boleh kita keluarkan wang RM200 ? Aina, Perkara tersebut dipanggil CATATAN KONTRA….

di mana Debit TUNAI dan Kredit BANK…. kedua2nya dicatat dalam Buku Tunai. Sila rujuk cara merekodnya dalam buku teks m/s 144.… cuma contoh dalam buku teks “Memasukkan wang tunai ke bank”…… manakala untuk “Mengeluarakan wang dari bank untuk kegunaan kedai”… catatannya jadi SEBALIKNYA.

Islinah, Sila rujuk buku teks m/s 134… berhubung format Buku Tunai (3 Lajur)…. perkataan “ JUMLAH” …. tidak perlu ditulis, “Meneruskan perniagaan” . bermaksud kita telah lama menjalankan perniagaan, maka sudah tentu dalam kedai kita telah ada STOK AKHIR daripada tahun lepas, di mana STOK tersebut akan menjadi STOK AWAL bagi tempoh perakaunan yang baru. Bukan saja stok awal kita ada…. TUNAI, BANK, ASET BUKAN SEMASA, DLL juga boleh jadi baki awal perniagaan. Islinah. Diskaun tersebut dikenali sebagai DISKAUN NIAGA… dan ianya tidak perlu direkod dalam buku tunai… DISKAUN DIBERI & DISKAUN DITERIMA dlm BT adalah merujuk kepada DISKAUN TUNAI… cuba kenalpasti beza antara kedua2 jenis diskaun tersebut.

Bila JUAL maka kita akan terima WANG TUNAI rekod DEBIT RM225 dlm lajur TUNAI. jika terima CEK kita rekod dlm lajur BANK. Islinah. BUKU TUNAI hanya digunakan untuk merekodkan urus niaga SECARA TUNAI sahaja… di mana melibatkan wang TUNAI / wang di BANK . sama ada MASUK(terima) atau KELUAR(bayar). Oleh kerana urus niaga beli ABS secara KREDIT.

iaitu TIDAK melibatkan wang TUNAI / wang di BANK … maka TIDAK PERLU direkodkan dalam Buku Tunai. cikgu ambilan barang niaga secara tunai untuk kegunaan keluarga,adakah saya perlu catatkan di jurnal am sahaja atau buku tunai sahaja ataupun di kedua-duanya sekali ataupun salah satunya pun boleh?saya masih kurang jelas tentang hubungan jurnal am dan buku tunai.harap cikgu dapat membalasnya dengan secepat mungkin.Terima kasih cikgu.^-^ Islinah, Ada yang tidak kena dengan penyataan tersebut “Ambilan BARANG NIAGA secara TUNAI untuk kegunaan keluarga”.

Ambil BARANG NIAGA atau ambil WANG TUNAI ? 1. Jika mengapa buku harus diberi sampul BARANG NIAGA untuk kegunaan keluarga ….

maka JURNAL AM 2. Jika ambil TUNAI untuk kegunaan keluarga…. maka BUKU TUNAI —————– JURNAL AM digunakan untuk mencatat : 1.

mengapa buku harus diberi sampul

Catatan permulaan 2. Mana2 urus niaga yang TIDAK dapat dicatat dalam BUKU TUNAI atau JURNAL KHAS —————— BUKU TUNAI – hanya catat semua urus niaga secara TUNAI/BANK sahaja. JURNAL KHAS – hanya catat urus niaga KREDIT bagi BARANG NIAGA sahaja Jika tidak memenuhi syarat2 BT dan JK tersebut, maka ianya perlulah dicatatkan dalam JURNAL AM. —————— CATATAN DUA KALI dalam JA dan BT hanya untuk CATATAN PERMULAAN sahaja.

Contohnya, Pada 1 Jan 2013. baki2 aset dan ekuiti perniagaan iaitu Tunai, Bank, Kenderaan dan Modal. 1. JURNAL AM – Catatan Permulaan Dt: Tunai…….10 Dt: Bank…….20 Dt: Kenderaan…50 Kt: Modal…………80 2.

BUKU TUNAI – catatan BAKI Tunai dan Bank sahaja Dt: 1/1/13 Baki b/b……10 (Tunai)…. 20 (Bank) Finaz, Pada pandangan Cg, bila urus niaga belian SECARA TUNAI, maka urus niaga dikira SELESAI… sekiranya ada kerosakan terhadap barang tersebut.

pekedai akan mengantikan dengan barang yang baru. . Walau bagaimanapun sekiranya ada Pekedai yang sanggup menerima barang tersebut dan mengembalikan wang . maka catatannya dalam BUKU TUNAI. Ehsan, JURNAL AM ialah salah satu daripada BUKU CATATAN PERTAMA. LEJAR AM ialah buku yang mengandungi SEMUA AKAUN kecuali Akaun2 PENGHUTANG dan Akaun2 PEMIUTANG, kerana ianya dicatat dalam LEJAR KHAS (LEJAR PENGHUTANG/JUALAN dan LEJAR PEMIUTANG/BELIAN)… Walau bagaimanapun, pada peringkat awal kemungkinan guru sekolah ajarkan SEMUA AKAUN2 tersebut hanya disediakan dalam LEJAR AM sahaja Dalam kes kerja kursus, STOK AWAL belum ada kerana perniagaan baru ditubuhkan, maka TIDAK WUJUD Akaun Stok.

Nilai stok daripada KAD STOK adalah merujuk kepada STOK AKHIR. semasa penyediaan PENYATA PENDAPATAN nanti. BUKU TUNAI merupakan Akaun TUNAI dan Akaun BANK yang digabungkan bersama. Bila sudah mengapa buku harus diberi sampul Buku Tunai, maka Ak Tunai dan Ak Bank TIDAK perlu lagi disediakan.

Nana, Semuanya bergantung kepada penyataan urus niaga, jika bayaran secara TUNAI / CEK, maka catat dalam BT, tetapi kos2 tersebut dicajkan oleh pembekal/pemiutang (nota debit), maka catat dalam JA (Jurnal Khas – SALAH). ID akan seimbang asalkan lengkap catatan bergunya ,, ada disebelah Debit dan Kredit,,, walaubagaimanapun ID yang seimbang TIDAK semestinya BETUL, kemungkinan masih ada KESILAPAN TIDAK KETARA yang dilakukan, Johna, Cuba fahami KITARAN PERAKAUNAN (rujuk buku teks m/s 33). Dokumen Sumber –> BCP –> Lejar –> ID …… 1.

SEMUA item/catatan dalam BCP diposkan ke Lejar. 2. SEMUA Akaun perlu DIIMBANGKAN (iaitu 31/8 Baki h/b dan 1/9 Baki b/b). walaupun hanya ada catatan 1/8 Baki b/b sahaja.

Linda, Stok dalam ID merupakan nilai SOTK AWAL, iaitu RM80,000. Mysarah, BUKU TUNAI juga merupakan Buku Catatan Pertama seperti mana JA, JJ, JPJ, JB, JPB, maka tidak perlu dibuat JA dahulu. BAKI B/B merujuk kepada BAKI AWAL… iaitu baki akhir bulan lepas dengan merujuk KKK yang diberikan. Manakala BAKI H/B merupakan angka IMBANGAN. Contoh mudah. Baki awal 1000, Keluar 400, maka BAKI H/B 600 cikgu, boleh atau tidak pembelian barang niaga untuk dijual semula menggunakan duit tunai runcit?

adakah proses ini perlu direkod dalam buku tunai runcit? jika perlu direkod didalam buku tunai runcit, adakah juruwang tunai runcit perlu menggantikan semula jumlah wang ‘BELIAN’ tersebut ke dalam akaun tunai runcit? saya agak keliru kegunaan buku tunai runcit dan buku tunai. setahu saya,buku tunai runcit digunakan hanya untuk membeli barang2 keperluan pejabat dan duit itu dikira hangus sama sekali selepas digunakan.

manakala ‘BELIAN’ brg niaga itu akan mendapatkan hasil setelah dijual. boleh cikgu tolong explain secara details.thnx cikgu. Nurul, Pada pandangan Cg, Kebiasaanya barang niaga dibeli dalam kuantiti yang banyak, maka penggunaan Buku Tunai Rucit adalah tidak sesuai.

walau bagaimanapun jika barang niaga yang dibeli dalam nilai yang kecil sahaja (mungkin untuk tujuan segera). maka tidak salah menggunakan Buku Tunai Runcit.

Jika guna wang tunai runcit, maka sudah semestinya direkod dalam Buku Tunai Runcit. Pengantian semula wang tersebut adalah mengikut sistem panjar, iaitu digantikan pada tarikh/tempoh yang telah ditetapkan. Pada kebiasaannya bagi perniagaan biasa, hanya menggunakan Buku Tunai sahaja… Buku Tunai Runcit digunakan oleh organisasi bukan perniagaan untuk tujuan kawalan tunai.

Saya ada sedikit pertanyaan.saya x ada basic akaun…tapi saya dilantik utk mjadi bendahari .stakat ini saya hanya tahu buat buku tunai dan lejar sahaja utk jurnal saya kurang arif.blh x en tunjukkan bagaimana utk saya adakan general jurnal ni.dan jurnal ni perlu dicatatkan utk sebulan sekali atau bagaimana???

Chee, Antara contoh catatan penutup, ialah penutupan Ak Stok . dimana nilai stok awal dalam Ak stok akan digantikan dengan nilai stok akhir. Dt Ak Perdagangan Kt Ak Stok (nilai stok awal) Dt Ak Stok (nilai stok akhir) Kt Ak Perdagangan Contoh kedua, ialah penutupan Ak Ambilan.

dipindahkan ke Ak Modal. Dt Modal Kt Ambilan Assalamualaikum nak tanya kenapa pada bahagian debit kita rekod wang yg diterima bila ada jualan? bukan sepatutnya di bahagian kredit sebab kita dapat jualan.

contoh macam penyata bank, bila kita masukkan duit dalam akaun kita jumlah tu akan direkodkan di bahagiaan Credit. dan bila kita guna duit dalam akaun tu maka akan direkod pada bahagian Debit.

mohon penerangan please. terima kasih lin: thx!….:) Cg Narzuki: Rubiah, Bagi merekod dalam Buku Tunai dengan betul, terdapat 2 perkara yang perlu dikenalpasti daripada Dokumen, iaitu : 1. Catatan di sebelah mana ? DEBIT / KREDIT dalam Buku Tunai 2. Apakah BUTIRAN yang perlu digunakan ? Penyelesaiannya, 1. Bagi menentukan catatan harus dibuat di sebelah DEBIT atau KREDIT, kita kena kenalpasti daripada DOKUMEN yang diberi sama ada kita mengeluarkan wang ( BAYAR) ataupun kita menerima wang ( TERIMA).

Catat di mengapa buku harus diberi sampul DEBIT : jika TERIMA wang / wang masuk. Catat di sebelah KREDIT : jika BAYAR wang / wang keluar. 2. Bagi menentukan BUTIRAN yang patut digunakan, kita kena rujuk kepada tujuan / kenapa dokumen itu dikeluarkan. Sebelah Debit – Terima wang kerana : • [BIL TUNAI] Kita jual barang niaga secara tunai/cek maka butirannya JUALAN.

• [BIL TUNAI/RESIT] Kita jual Aset Bukan Semasa (Cth: Perabot), maka butirannya PERABOT / ASET TERSEBUT. • [RESIT RASMI] Penghutang menjelaskan invois/hutangnya, maka butirannya NAMA PENGHUTANG (perhatikan DISKAUN jika ada).

Sebelah Kredit – Bayar wang kerana : • [BIL TUNAI/KERATAN CEK] Kita beli barang niaga secara tunai/cek, maka butirannya BELIAN. • [RESIT /KERATAN CEK] Bayar kepada Pemiutang kerana menjelaskan invois/hutang, maka butirannya NAMA PEMIUTANG (perhatikan DISKAUN jika ada).

• [BAUCAR PEMBAYARAN] Bayar gaji pekerja/sewa, maka butirannya GAJI / SEWA • [KERATAN CEK] Bayar kadar bayaran, maka butirannya KADAR BAYARAN.

• [MEMO/KERATAN CEK] Ambil tunai/cek uantuk kegunaan peribadi, maka butirannya AMBILAN Markah akan diberikan jika TARIKH, BUTIR dan JUMLAH adalah betul. Hamid, Penyata Bank dan Buku Tunai disediakan oleh pihak yang berbeza. Buku Tunai : Dt-Wang masuk, Kt-Wang keluar Penyata bank : Kt-Wang masuk, Dt-Wang keluar. Buku tunai disediakan oleh peniaga. Penyata Bank disediakan oleh pihak bank. Jika peniaga simpan wang dibank. peniaga rekod sebelah Debit sebab Aset bagi peniaga. tetapi bagi pihak bank wang tersebut merupakan Liabiliti bagi mereka, maka direkodkan sebelah Kredit.

Yee. Katakan peruntukkan tunai runcit RM200 setiap bulan. 1 mei. bank rm200 belanja……rm170 maka 31 mei baki akhir tinggal rm30 1 jun Baki bb rm30…. (kurang drp peruntukaan bulan rm200.) maka akan diganti balik jumlah yang telah dibelanjakan pada bulan mei sebanyak rm170. … menjadikan wang tunai runcit pada 1 jun rm200… sepertimana peruntukkan bulanan. . ganti balik itulah dipanggil sistem panjar Assalamualaikum, Saya ingin tahu berkaitan catatan urusniaga berikut dalam jurnal, lejar, akaun perdagangan, akaun untung rugi dan kunci kira-kira Urusniaga diberi: 1.

Pada 1 Jun 2015, Ahmad memulakan perniagaan dengan modal berbentuk tunai RM80000 dan sebuah kenderaan bernilai RM45,000 2. Pada 1 Julai 2015, Perniagaan Ahmad membel i barangniaga daripada Syarikat Malek bernilai RM40,000; sejumlah RM10,000 di bayar dengan cek tunai, bakinya adalah secara kredit Cikgu, bagaimana untuk sediakan catatan urusniaga berikut dalam jurnal, lejar, akaun perdagangan, akaun untung rugi dan kunci kira2 : i)Pada 1 Jun 2015, Ahmad memulakan perniagaan dengan modal berbentuk tunai RM80000 dan sebuah kenderaan bernilai RM45000.

ii)Pada 1 Julai 2015, perniagaan Ahmad membeli barangniaga daripada Syarikat Malek bernilai RM40000; sejumlah RM10000 dibayar dengan cek tunai, bakinya adalah secara kredit.

Cikgu, based on my understanding, catatan penutup mean closing account, let say end of the day, if stok is Dt side, then close that time will be at kt side. so when we transfer to ak perdagangan, then the transaction is dt ak perdagangan, kt stok. like tat? but why stok akhir, dt stok, kt perdagangan? Terima Kasih. Cikgu, (1) tentang mengapakah stok akhir di sebelah kredit.

is because of the konsep pemandanan? only those expense related to the revenue only can debited to profit or loss account, fo those not related to the revenue, so we credit it? (2) for the opening stok and other items, in the beginning of the year, they have the debit amount, but until end of the year, when we need to close the account, so we have to debit ak perdagangan and kt those opening stok and other item. is it like mengapa buku harus diberi sampul Terima kasih.

Sherine, Stok awal dan Stok akhir adalah merujuk kepada Ak Mengapa buku harus diberi sampul ysng sama…. Baki awal merupakan Stok awal…. Baki akhir merupakan Stok akhir.

Cuba fikir bagaimana mengapa buku harus diberi sampul baki awal dan baki akhir berbeza… sedangkan tiada catatan urus niaga berkaitan Ak Stok sepanjang tempoh perakaunan.??? Caranya ; 1. kita pindahkan baki awal dalam Ak Stok ke Ak Perdagangan… maka Ak Stok jadi sifar. Catatan bergu: Dt Ak Perdagangan 1000 Kt:Stok 1000 mengapa buku harus diberi sampul Stok…………… Dt:Baki b/b 1000 Kt:Ak Perdagangan 1000 2. rekodkan nilai stok akhir ke dalam Ak Stok. Catatan bergu: Dt Stok 2000 Kt:Ak Perdangan 2000 …………….Ak Stok…………… Dt:Baki b/b 1000……Kt:Ak Perdagangan 1000 Dt:Ak Perdagangan 2000 .Kt: Baki h/b 2000 …………………………….

Dt:Baki b/b 2000 Dalam Ak Perdagangan akan wujud Stok awal… Dt dan Stok akhir. Kt. cuma dalam formatnya kita letak stok akhir di sebelah Dt. tetapi sebagai (-). Stok awal 1000 Belian (-) Stok akhir 2000 Sherine, Pertama, perlu faham bahawa BELANJA bertambah sebelah DEBIT, jadi kalau berkurang mestilah sebelah KREDIT. Katakan Bayar sewa RM1000. kita rekod sebelah DEBIT.

Tetapi RM100 adalah sewa bulan depan (terdahulu), maka AK Sewa tersebut perlu DITOLAK (1000-1000) RM900. Maka untuk mengurangkan Ak Sewa, catatnnya mestilah sebelah KREDIT. Lagipun BELANJA TERDAHULU merupakan ASET, dan catatannya disebelah DEBIT. Oleh itu catatan pelarasan terhadap Belanja Terdahulu ialah : Dt Belanja Terdahulu (Aset) dan Kt Belanja (Pengurangan Belanja) cikgu, betul tak semua akaun hasik dan akaun belanja perlu tutp dan pindah ke AUR?

seperti akaun iklan, akaun sewa dan lain-lain juga perlu pindah ke AUR kan? Contoh: iklan terakru Dt iklan Kt iklan terakru Dt untung rugi Kt iklan macam ini>? bukan sahaja akaun susut nilai, hutang ragu pindah ke AUR. betul? Terima kasih. Sherine, Catatan pelarasan dan catatan penutupan adalah 2 perkara yang berlainan. Bagi penutupan akaun nominal (hasil dan belanja) SEMUA ditutup dan pindahkan ke AUR @ Ak Perdagangan.

Ak Jualan & Pulangan jualan, Belian & pulangan belian, belanja2 belian pindah ke Ak Perdagangan. Manakala lain hasil & belanja pindah ke AUR. Cikgu, terima kasih. One more question confuse me. Which is mengapakah beli barang niaga, akaun stok tidak digunakan, tetapi akaun belian digunakan?. Is it because we r bought barang from penjual. So we increase our purchases, so debit account belian. At the same time, our stock are increasing too, but that one is record separately to record how much stock we have in the stock account.

Is it explain like that? Terima kasih. Tsk, Ak Stok dan Ak Belian adalah merujuk kepada perkara yang sama iaitu barang niaga. Ak Stok digunakan hanya untuk merekod barang niaga yang tidak habis dijual dan nilainya dikira secara fizikal (kad stok). sebagai nilai stok akhir, stok awal bagi tempoh berikutnya.

Manakala bagi belian barang niaga sepanjang tempoh perakaunan, kita rekodkan dalam Ak Belian. Cikgu, Tanya tentang jurnal belian dan jurnal jualan.

soalan: terima invois daripada kilang kasut sporty berjumlah harga RM8000, tolak dskaun niaga 20%. Kalau soalan macam ini, Semasa kita buka jurnal belian, kita perlu buat kiraan dalam jurnal tak?

Seperti 20×2 Mac 1 kilang sporty 8000-diskaun niaga @20% 1600 (di lajur kiraan), lajur jumlah ialah RM6400. Ataupun tidak perlu tunjuk kiraan? Terima kasih Cikgu, cuba tanya, dalam buku tiga lajur, Di sebalah debit: tarikh,butir,folio, diskaun diberi, tunai, bank Di sebelah kredit: tarikh, butir, folio, diskaun diterima, tunai, bank ataupun, Di sebelah debit: tarikh, butir, folio, diskaun, tunai, bank Di sebelah Kredit: tarikh butir, folio, diskaun, tunai, bank? Terima Kasih. Stella lai, Baki awal tunai dan bank … dicatat dalam Jurnal Am sebagai catatan permulaan.

tidak perlu lagi dicatat dalam Jurnal Penerimaan Tunai. Catatan kontra … konsepnya sama dengan catatan kontra dalam Buku Tunai… kedua2 Jurnal Penerimaan Tunai dan Jurnal Pembayaran Tunai perlu direkodkan … butirnya Tunai / Bank.

ieyla, Semua catatan bergu. mesti direkodkan dalam BCP terlebih dahulu. Pemindahan akaun nominal (hasil dan belanja) dipanggil Catatan Penutup… bukannya catatan pelarasan. # kerja kursus tidak perlu sediakan catatan penutup tersebut.

semua akaun termasuk hasil dan belanja perlu diimbangkan dengan Baki h/b dan Baki b/b. Assalamualaikum cikgu.saya nak tanye.tentang memo Kepada kerani Akaun Sila rekodkan ambilan stok tudung bawal pelangi RM 200 untuk dipromosikan Dlm jurnal am Akaun promosi direkodkan di sebelah debit Akaun belian direkodkan di sebelah kredit. Btol kan cikgu ? Tp yang saye tak faham kenapa akaun yg dikreditkan dlm jurnal am tu akaun belian? Ajib, Penyediaan rekod perakaunan sesebuah perniagaan/organisasi bukan semata-mata untuk menyediakan Penyata Kewangan sahaja.

Sebaliknya banyak perkara yang perlu dititikberatkan seperti untuk tujuan kawalan dalaman. pengauditan. percukaian. pengurusab dan sebagainya. Dengan penyediaan Buku Catatan Pertama catatan tentang sesuatu urusniaga lebih bermakna. dimana kita dapat menyemak kesahan sesuatu urusniaga.

selain tarikh. jenis urus niaga. no dokumen yang terlibat juga dapat diketahui dengan mudah. ini penting untuk tujuan pengauditan dan kawalan dalaman. Hafiz, Jurnal Am : (Invois bukan barang niaga, Memo, dll.) Mencatat urusniaga-urusniaga berikut : a) Catatan pembukaan.

b) Jualan dan belian aset tetap. c) Urusniaga luar biasa. d) Pembetulan kesilapan. e) Pelarasan. f) Catatan Penutup. # Untuk tujuan kerja kursus tingkatan 4… biasanya urus niaga (a) & (b) saja yang terlibat. Nabila, Rekodkan saja dalam akaun beliau…nanti akaunnya akan berbaki kredit.

Itulah salah satu sebab dalam Topik Akaun Kawalan kenapa PENGHUTANG berbaki KREDIT. Nanti pada bulan hadapan apabila beliau membuat pembelian secara kredit. maka jumlah yang perlu dibayar nanti akan ambil kira baki yang terlebih pada bulan sebelumnya. Nany, 1. Kenalpasti urus niaga yang melibatkan Jurnal Khas. a) J.Belian –> beli BARANG NIAGA secara KREDIT.(Invois asal & Nota Debit asal) b) J.Jualan –> jual BARANG NIAGA secara KREDIT.(Invois salinan & Nota Debit salinan) # Jika beli/jual BUKAN BRG NIAGA –> Jurnal Am c) J.Pulangan Belian –> pulang BARANG NIAGA.(Nota Kredit asal) d) J.Pulangan Jualan –> pulang BARANG NIAGA.(Nota Kredit salinan) 2.

Rekodkan dalam Jurnal khas ikut formatnya. a) tarikh–> tarikh urus niaga b) Butir –> Nama Syarikat Pemiutang/pemiutang.(Bukan nama KITA) c) Folio –> LB1.2.3 / LJ1…2.3. d) Amaun –> nilai akhir selepas tolak disksun niaga. e) Tutup –> tarikh akhir bulan –> butir Ak Belian/Ak Jualan/ Ak Pul Belian/Ak Pul Jualan (ikut jurnal masing2) Urus niaga berikut diperoleh daripada Perniagaan Berjasa. “Menghantar dokumen X bernilai RM2650 kepada Kedai Ikhwan untuk mengesahkan penerimaan bayaran.” (a) Apakah dokumen X?

(b) Nyatakan Buku Catatan Pertama yang digunakan oleh Perniagaan Berjasa untuk merekodkan urus niaga tersebut.boleh tak cikgu tolong saya pada soalan diatas Nyatakan konsep dan prinsip perakaunan yang tidak dipatuhi oleh peniaga berikut. (i) Perniagaan Ceria membuat keputusan untuk menilaikan inventori akhirnya pada harga pasaran yang lebih tinggi daripada harga kosnya supaya untung syarikat lebih banyak.

(ii) Pemilik Kedai Runcit merekodkan bayaran sewa kediamannya sebagai belanja perniagaan. Adilanur, Jenis2 baucer bergantung kepada perniagaan itu sendiri nak kelas ikut jenis bayaran… contohnya baucer gaji –> baucer khas untuk bayar gaji dengan formatnya yang tersendiri. Cuba rujuk dan fahami kitaran perakaunan. lihat hubungan setiap satunya… dari situ kita boleh tahu kenapa perlunya Buku Catatan Pertama disediakan.

Assalamualaikum cg,saya nk tnya psal dbit&crdit. Peralihan itu adalah transaksi yang diekstrak dari buku-buku Ainibot mengapa buku harus diberi sampul Bhd untuk bulan April 2016 2 April Memulakan perniagaan dengan wang tunai RM5,000, 5 Aina membawa kereta dan komputernya masing-masing bernilai RM40,000 dan RM2.500 8 Membeli barangan RM6,000 dari Hanii Sdn Bhd dan dibayar har dengan tunai dan separuh lagi masih berhutang 12 RHB Bank meluluskan pinjaman sebanyak RM20,000 dan dikreditkan secara langsung ke dalam bank perniagaan 15 Barang-barang yang dibeli berjumlah RM3,500 dan dibayar dengan cek 22 Amirah, seorang pelanggan membeli beberapa barangan bernilai RM2.500 dan membayar tunai RM1.600.

Baki akan dibayar bulan depan 26 Aina mengambil beberapa barang bernilai RM450 untuk menyumbangkan kepada derma amal dan wang tunai RM500 untuk kegunaan peribadi 28 Dibayar RM1,000 kepada Hanil Sdn Bhe dengan cek Hok ini yg saya buat dh…. April 2 dt cash & ct capital 5 dt vehicle dt office equipment & ct capital 8 dt purchase & ct cash&hanif sdn bhd 12 dt capital & ct bank 15 dt purchase & ct bank 22 dt cash dt amirah & ct sales 26 dt drawing & ct charity club,cash 28 dt hanil sdn bhd & ct bank Hrp dpt maklum bls dri cg… Nak tanya pendapat cg betul ke tak transaksi yg sy buat ni.

1 bank in cash at cimb rm55000 (Dt-bank 55000 kt-cash 55000) 2. Bought good frome advance rm55000 and paid rm40800 by Cek (Dt-shipbuildig 55000. Kt-advance 14200 ,bank 40800) 3.Made purchase from waja company rm6120 (Dt-purchase 6120. Kt -waja 6120) 4. Bought furniture from pretty furniture .list price rm3180 with 20% trade disc. (Dt-furniture 2544. Kt-pretty furniture 2544 5. Bought good from kaka company rm1900 by cek (Dt-purchase 1900. Kt-bank 1900) Cg betul tak ni ¡) kadar bayaran berjumlah RM 280 tersalah catat ke dlm Akaun Belanja Am (Dt kadar byrn Kt belanja am).

¡¡)Perabot yg dibeli bernilai RM500 telah salah didebitkn dlm Akaun belian (dt perabotkt belian) ¡¡¡)Akaun sewa dibayar dan akaun komisen diterima telah terkurang rekod sbyk RM50 (dt sewa dibyrkt komisen diterima ). Selepas itu soalan minta utk buat ID selepas betulkn kesalahan.

Macam mana nak buat ye ? Tolong ajarkan cg. Cthnya perabot dlm ID RM10 000 lepas tu mcm mana nk buat dgn kesilapan yg da dibetulkan td. Dan dkt ID ada tulis Akaun Belum terima dan Akaun belum bayar.

Nak letak mcm mana ye dlm ID ? 2016 1 Julai Banked secara tunai di CIMB Bhd, RM55,000 3 Dibeli bangunan kedai dari Advanced Architecture Co. Ltd RM55,000 dan dibayar rm40800 dengan cek no.400001 4 Dibeli stesen dari Aidil Printing & Bookstore RM14,200 dan membayar RM220 dengan cek no 400002 Membuat pembelian dari Waja Company Ltd RM6,120 dengan diskaun perdagangan 10% 5 Dibeli barang dari Kaka Company Ltd RM7500 Membeli perabot daripada Pretty Furniture Co Ltd.

Harga yang disenaraikan RM3.180 dengan diskaun perdagangan 20%. 6 Agro Enterprise menghantar invois kepada Ladang Chong Lee Ltd. RM4.300 10 Syarikat Abu Ltd menerima invois daripada Agro Enterprise untuk barangan yang dibeli RM5480 13 Agro Enterprise Ltd menghantar invois kepada Abd Jalal Jalil Rm1200 18 Miss rina mengambil wang RM500 untuk kegunaan peribadi 20 Waja Company Ltd. menghantar nota kredit kepada Agro Enterprise berjumlah RM324 25 Agro Enterprise membayar Waja Company Ltd.

RM4,600 dengan cek no 40003 Ladang Chong Lee Ltd telah membuat pembayaran kepada Agro Enterprise RM1,340 dengan cek no 203648 BIMB. Syarikat Abu Ltd. membayar RM2,430 dengan cek tidak 107999 MBB 28 Paid Kaka Company Ltd.

RM1 900 dengan cek no.400004 untuk pembelian RM13,150 30 Paid En Gopal a / l Muthu RM400 untuk pagar yang dibaiki dengan cek no 400005 no. 1 dt cash ct capital 2 dt bangunan kedai & ct bank ct advanced architecture 3 dt stesen ct bank ct aidil printing 4 dt purchase ct waja company ct discount 5 dt goods ct kaka mengapa buku harus diberi sampul 6 dt furniture ct pretty furniture ct discount 7 dt ladang chong lee ct agro enterprise 8.

dt goods ct syarikat abu 9 dt agro enterprise ct 10 dt drawing ct cash 11 12 dt waja company ct bank 13 dt agro enterprise ct bank 14 dt bank ct syarikat abu ltd 15 dt purchase ct bank 16 dt fence repaired ct bank 2016 July 1 Banked in cash RM55,000 (dt cash 55000 ct capital 55000) 3 Bought shop building from Advanced Architecture Co Ltd RM55,000 and paid RM40,800 (dt advanced architect 5500 ct bank 40800&ct accrued expenses 14200) 4 i) Bought stationenes from Adil Printing & Bookstore RM14,200 and paid RM220 (dt aidil printing&bookstore ct bank 14200&ct accrued stationery 14200) ii) Made purchases from Waja Company Ltd RM6,120 (dt purchase 6120 ct waja company 6120) 5 i) Bought goods from Kaka Company Ltd RM7500 (dt purchase 7500 ct kaka company 7500) ii) bought furniture from Pretty Furniture Co Ltd Listed price RM3,180 with 20% trade discount (dt purchases 3180 ct pretty furniture 2544&ct discount received 636) 6 Agro Enterprise sent an invoice to Ladang Chong Lee Ltd RM4.300 ( dt ladang chong lee 4300 ct agro enterprise 4300) 10 Syarikat Abu Ltd.

received an invoice from Agro Enterprise for goods bought RM5,480 ( dt purchase ct agro enterprise) 13 Agro Enterprise Ltd sent invoice to Abd Jalal Jalil RM1200 ( dt abd jalal jalil 1200 ct agro enterprise 1200) 18 Miss Rina took cash RM500 for personal use. ( dt drawing 500 ct cash 500) 20 Waja Company Ltd sent credit note to Agro Enterprise amounted RM324 ( dt waja company 324 ct agro enterprise 324) 25. i) Agro Enterprise paid Waja Company Ltd. RM4,600 by cheque ( dt waja company 4600 ct agro enterprise 4600) ii) Ladang Chong Lee Ltd.

made payment to Agro Enterpnse RMI,340 by cheque ( dt ladang chong lee 1340 ct agro enterprise 1340) iii) Syarikat Abu Ltd paid RM2.430 by cheque ( dt agro enterprise 2430 ct syarikat abu 2430) 28 bought good from kaka company Ltd and paid RM 1900 by cheque ( dt bank 1900 ct kak company 1900) 30 sent invoice to en gopal a/l muthu rm400 for planting seeds ( dt en gopal 400 ct bank 400) additional information balance at 1 july 2016 stock rm3500 bank rm65000 balance at 30 jun 2017 stock rm5000 cg,soalan tu telah saya buat…syaa nk tnya hok mana btul&salah saya tnya jgak additional information tu bgaimana… Aiman, 3.

Dt building 55000 Kt bank 40800 Kt Advanced Architecture Co Ltd 14200 4(i) Dt stationery 14200 Kt bank 220 Kt Adil Printinsg & Bookstore 13980 5(ii) –> kita tidak rekod diskaun niaga Dt furniture 2544 Kt Pretty Furniture Co Ltd 2544 6. –> kita buat rekod utk Agro Ent. Dt Ladang chong lee 4300 Kt sales 4300 10. Dt Syarikat Abu Ltd. 5480 Kt sales 5480 13. Dt Abd Jalal Jalil RM1200 Kt Sales 1200 20.

Dt Waja company 324 Kt purchase return 324 25(i) Dt waja company 4600 Kt bank 4600 25(ii) Dt bank 1340 KtLadang Chong Lee Ltd. 1340 25(iii) Dt Bank 2430 Kt Syarikat Abu Ltd 2430 28.

Dt purchase 1900 Kt bank 1900 30. Dt gopal a/l muthu 400 Kt sales 400 Pelawat tertinggi SEHARI : 3356 orang (03/12/2020) 3190 orang (05/09/2019) 7688 orang (25/11/2018) 5030 orang (14/11/2017) 5704 orang (15/11/2016) 5325 orang (18/11/2015) 3850 orang (16/11/2014) 2055 orang (12/11/2013) 1549 orang (27/11/2012) 3144 orang (26/09/2011) 2056 orang (8/12/2010) TEMPAT KE-2 (2012) TEMPAT KE-2 mengapa buku harus diberi sampul TEMPAT KE-8 (2010)• A-Info Perakaunan • Format Pentaksiran SPM 2011 (AHLI) • Kertas mengapa buku harus diberi sampul – Item Contoh • Sukatan Pelajaran 2010 • B-Muat Turun Bahan • Koleksi Bahan STPM • D-Blog Prinsip Perakaunan • Blog Cg Firdaus • Blog Cikgu Azlan • Blog Cikgu Sila • Blog Sifu Anda Menulis • Perakaunan STPM • E-Link Perakaunan • Accounting Basics for Students • Accounting Simplified • Accounting Software • Accounting Tools • AccountingCoach.com • Forensic Accounting • Istilah Perakaunan • QuickMBA – Accounting • F-Sumber Rujukan Bidang Perakaunan • Accounting Today • CPA Journal • Majalah Akauntan Nasional • Management Accounting Quarterly • Online Journal of Accounting • G-Link Pendidikan • Bhg Pembangunan Kurikulum • Bhg Pendidikan TekVok, KPM • Kementerian Pelajaran Malaysia • Majlis Guru Cemerlang • Pendidik2U • PTK – Kuiz & Toturial • Mengapa buku harus diberi sampul – Nota Ulangkaji • I-Maklumat ICT • My Computer • www.businesscardland.com • J-Sumber Soalan • Bank Soalan SPM • Blog Cikgu Irwan • Bumi Gemilang • Ch'Ng Tuition • Soalan Percubaan SPM • Taman Soalan Trial • Tips SPM & STPM • Trial Pahang 2009 • Trial Paper Collection • K-Motivasi & Kemahiran Belajar • Motivasi Belajar • Pusat Maklumat Kerjaya • L-Link Lain-lain • ePenyata Gaji • Himpunan Mukjizat Doa • My Health For Life • Peribadi Rasulullah SAW • Cg Narzuki on Modul 6 : Imbangan Duga • Syahirah on Modul 6 : Imbangan Duga • Cg Narzuki on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • fatimah on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • Cg Narzuki on Penyata Penyesuaian Bank • Code:01 on Penyata Penyesuaian Bank • Cg Narzuki on Kaedah Analisis • Kalai on Kaedah Analisis • Cg Narzuki on Penyata Penyesuaian Bank • Muiz on Penyata Penyesuaian Bank • Cg Narzuki on Modul 2 : Klasifikasi Akaun dan Persamaan Perakaunan • Aisyah on Modul 2 : Klasifikasi Akaun dan Persamaan Perakaunan • Cg Narzuki on Modul 2 : Klasifikasi Akaun dan Persamaan Perakaunan • yayya on Modul 2 : Klasifikasi Akaun dan Persamaan Perakaunan • Bernard Liew on MRSM - 3756 PERCUBAAN SPM 2021 • Cg Narzuki on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • Code:01 on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • Cg Narzuki on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • 'Ammar on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • Cg Narzuki on Modul 4 : Buku Catatan Pertama • Priya on Modul 4 : Buku Catatan Pertama • Cg Narzuki on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • VK on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • Cg Narzuki on Modul 4 : Buku Catatan Pertama • priya on Modul 4 : Buku Catatan Pertama • Cg Narzuki on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • fatimah on Modul 8 : Pelarasan Pada Tarikh Imbangan dan Penyediaan Penyata Kewangan Milikan Tunggal • Cg Narzuki on Modul 4 : Buku Catatan Pertama • Priya on Modul 4 : Buku Catatan Pertama • Cg Narzuki on Kaedah Analisis • POST TERDAHULU BUKU AJAR ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Ketentuan Pidana: Pasal 72 1.

Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

2 YULIZAWATI, et al. BUKU AJAR ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN Bd. Yulizawati, SST, M.Keb dr. Detty Iryani, M.Kes. M.Pd.Ked. AIF. Bd. Lusiana Elsinta B, SST. M.Keb Aldina Ayunda Insani, S.Keb, Bd, M.Keb Feni Andriani, S.Keb Bd.,M.Keb ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 3 DRAFT BUKU AJAR ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN Oleh Bd. Yulizawati, SST, M.Keb dr. Detty Iryani, M.Kes. M.Pd.Ked. AIF. Bd. Lusiana Elsinta B, SST.

M.Keb Aldina Ayunda Insani, S.Keb, Bd, M.Keb Feni Andriani, S.Keb Bd.,M.Keb Copyright © 2017 Editor: Bd. Yulizawati, SST, M.Keb Desain Sampul: Alizar Tanjung Tata Letak: Muhtar Syafi’i ISBN : 978-602-6506-69-6 Cetakan Pertama: November 2017 Jumlah Halaman: x +172 Ukuran Cetak: 15,5x23 cm Penerbit Erka CV.

Rumahkayu Pustaka Utama Anggota IKAPI Jalan Bukittinggi Mengapa buku harus diberi sampul, No. 758, RT 01 RW 16 Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Padang. 25146. Telp. (0751) 4640465 Handphone 085278970960 Email [email protected] http: //www.rumahkayu.co http: //www.erkapublishing.com Fanpage : Penerbit Erka Twitter : @rumahkayu_id IG : penerbiterka 4 YULIZAWATI, et al. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 5 PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga penulis dapat menyelesaikan Buku Ajar dengan Judul Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan.

Penulisan Buku ajar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dengan adanya Buku Ajar ini diharapkan dapat menjadi referensi, meningkatkan motivasi dan suasana akademik yang menyenangkan bagi mahasiswa karena sistematika yang terstruktur sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tiada hingga kepada : 1. Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE.

MBA yang selalu memberikan kesempatan pengembangan bagi dosen dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. 2. Ketua LPPM Universitas Andalas Dr.-Ing. Uyung Gatot S. Dinata. yang telah memberikan dorongan dan kesempatan kepada penulis 3. Dekan Fakultas Kedokteran Dr.

dr. Wirsma Arif Harahap, SpB(K)-Onk yang selalu memberikan motivasi dan arahan bagi penulis. 4. Bapak Ibu Dosen dan tenaga kependidikan di Prodi S1 Kebidanan dan di Fakultas Kedokteran yang telah banyak memberikan inspirasi kepada penulis.

5. Mahasiswi Prodi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Febria Ramadona, Santi Alivia, Aisyah Istianingsih, Tiara Paradisa, Aqsha Wijaya yang telah membaca draft buku ini.

6 YULIZAWATI, et al. Penulis sangat berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Masukan dan saran yang kontributif selalu diharapkan untuk kesempurnaan dimasa yang akan datang. Padang, 23 Oktober 2017 Penulis ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 7 DAFTAR ISI PRAKATA .6 DAFTAR ISI .8 DAFTAR GAMBAR.13 DAFTAR TABEL .14 DESKRIPSI SINGKAT.15 MATA KULIAH .15 KEGUNAAN MATA KULIAH .15 TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN.16 BAB I.17 1.1 KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN.17 1.1.1 PENDAHULUAN .17 Deskripsi Bab.17 Tujuan atau Sasaran Pembelajaran .17 Kaitan Konsep Dasar Asuhan Kehamilan dengan Pengetahuan Awal Mahasiswa .18 Kompetensi Khusus.18 B.

PENYAJIAN .18 Uraian Materi.18 8 YULIZAWATI, et al. PRAKATA. v DAFTAR ISI .vii Deskripsi Singkat Mata Kuliah Kegunaan Mata Kuliah .1 Tujuan Umum Pembelajaran . 2 Bab I. Konsep Dasar Asuhan Kehamilan .

3 A. Pendahuluan. 3 - Deskripsi Bab . 3 - Tujuan atau Sasaran Pembelajaran . 3 - Kaitan Bab I dengan Pengetahuan Awal Mahasiswa . 4 - Kompetensi Khusus. 4 B. Penyajian . 4 - Uraian Materi. 4 - Latihan.22 - Ringkasan atau Poin Poin Penting .23 C.

Penutup. 23 - Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus . 23 - Umpan baik dan Tindak Lanjut . 28 - Istilah atau Kata Penting. 28 - Daftar Pustaka . 28 Bab II. Perubahan Fisik dan Psikologis Pada Kehamilan . 29 A. Pendahuluan. 29 - Deskripsi Bab . 29 - Tujuan atau Sasaran Pembelajaran . 29 - Kaitan Bab II dengan Bab I . 30 - Kompetensi Khusus. 30 B. Penyajian . 30 - Uraian Materi. 30 1. Anatomi dan Fisiologi Dalam Kehamilan. 30 2. Perubahan Psikologi Dalam Kehamilan.33 3.

Tanda Tanda dan Gejala Kehamilan . 34 4. Perubahan Fisik Pada Kehamilan. mengapa buku harus diberi sampul ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 9 5. Mikronutrien dan Vitamin Yang Diperlukan Pada Kehamilan . 37 6. Perkembangan Kehamilan Normal . 39 7. Genetika Pengembangan Ovarium Manusia . 54 8. Ovulasi. 71 9. Adaptasi Saudara Kandung (Sibling Rivaling) . 76 - Latihan . 77 - Ringkasan atau Poin Poin Penting. 78 C. Penutup.

78 - Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus . 78 - Umpan baik dan Tindak Lanjut . 78 - Istilah atau Kata Penting. 78 - Daftar Pustaka . 78 Bab III. Kebutuhan Dasar Ibu Hamil . 80 A. Pendahuluan. 80 - Deskripsi Bab . 80 - Tujuan atau Sasaran Pembelajaran . 80 - Kaitan Bab III dengan dengan Bab II . 80 - Kompetensi Khusus.81 B.

Penyajian .81 - Uraian Materi.81 - Latihan . 86 - Ringkasan atau Poin Poin Penting. 86 C. Penutup. 86 - Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus .

86 - Umpan baik dan Tindak Lanjut . 86 - Istilah atau Kata Penting. 86 - Daftar Pustaka .86 10 YULIZAWATI, et al. Bab IV. Pelaksanaan Pengkajian Pada Ibu Hamil . 87 A. Pendahuluan. 87 - Deskripsi Bab . 87 - Tujuan atau Sasaran Pembelajaran . 87 - Kaitan Bab IV dengan Bab III. 88 - Kompetensi Khusus.

88 B. Penyajian . 88 - Uraian Materi. 88 - Latihan .116 - Ringkasan atau Poin Poin Penting.117 C. Penutup.117 - Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus .117 - Umpan baik dan Tindak Lanjut .121 - Istilah atau Kata Penting.121 - Daftar Pustaka .121 Bab V. Rencana Asuhan Pada Ibu Hamil. 123 A. Pendahuluan.

123 - Deskripsi Bab . 123 - Tujuan atau Sasaran Pembelajaran . 123 - Kaitan Bab V dengan Bab IV. . 123 - Kompetensi Khusus. 123 B. Penyajian . 124 - Uraian Materi. 124 - Latihan . 133 - Ringkasan atau Poin Poin Penting. 133 C. Penutup. 133 - Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus . 133 - Umpan baik dan Tindak Lanjut . 134 - Istilah atau Kata Penting. 134 - Daftar Pustaka . 134 ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 11 Bab VI. Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. .

135 A. Pendahuluan. 135 - Deskripsi Bab . 135 - Tujuan atau Sasaran Pembelajaran . 135 - Kaitan Bab VI dengan Bab V. . 136 - Kompetensi Khusus. 136 B. Penyajian . 136 - Uraian Materi. 136 - Latihan .164 - Ringkasan atau Poin Poin Penting. 165 C. Penutup. 165 - Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus . 165 - Umpan baik dan Tindak Lanjut .

167 - Istilah atau Kata Penting. 167 - Daftar Pustaka .167 PETUNJUK BAGI MAHASISWA UNTUK MEMPELAJARI BUKU AJAR (lihat lampiran 2) .169 PETUNJUK BAGI DOSEN UNTUK MEMPELAJARI BUKU AJAR (lihat lampiran 3).171 12 YULIZAWATI, et al. DAFTAR GAMBAR ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 13 DAFTAR TABEL TabTabel 1el garis besar informasi setiap kali kunjungan .22 Tabel 2.1 Standar Minimal Asuhan Antenatal : “14 T” .23 14 YULIZAWATI, et al.

DESKRIPSI SINGKAT MATA KULIAH KEGUNAAN MATA KULIAH Blok 3.A yang berjudul Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil ini, adalah blok yang harus dipelajari oleh mahasiswa semester 3 di Prodi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Pembelajaran pada blok mata kuliah ini memberi kesempatan mahasiswa untuk memahami konsep, perubahan pada kehamilan, kebutuhan dasar ibu hamil, pelaksanaan pengkajian pada ibu hamil, menetapkan perencanaan, implementasi dan evaluasi kehamilan, serta pendokumentasian asuhan kebidanan pada kehamilan.

Dengan demikian penguasaan materi pada Blok 3A adalah penting, karena akan memberikan bekal bagi peserta didik dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu hamil yang bermutu tinggi. Blok ini termasuk kedalam kelompok inti keilmuan kebidanan. Pembelajaran dipersiapkan berupa perkuliahan oleh pakar pada bidang yang sesuai, diskusi tutorial, dan latihan keterampilan di laboratorium.

Blok ini berjalan selama 6 minggu, tiap minggu akan dibahas 1 modul, sehingga blok ini akan membahas 6 modul.

Selain kuliah pakar mahasiswa akan melaksanakan latihan keterampilan klinik. Pada tiap minggu akan dilaksanakan diskusi pleno dengan topik yang disesuaikan dengan perkuliahan dan bahan tutorial.

Pada akhir blok akan mengikuti evaluasi pembelajaran teori blok 3A berupa ujian tulis. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 15 TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN 1. Pada akhir modul mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar asuhan kehamilan dengan tepat.

2. Pada akhir modul mahasiswa mampu menjelaskan perubahan pada kehamilan dengan benar. 3. Pada akhir modul mahasiswa mampu menjelaskan kebutuhan dasar ibu hamil dengan tepat. 4. Pada akhir modul, mahasiswa mampu menjelaskan pelaksanaan pengkajian pada ibu hamil dengan tepat.

5. Pada akhir modul, mahasiswa mampu menetapkan perencanaan, implementasi dan evaluasi kehamilan dengan tepat. 6. Pada akhir modul, mahasiswa mampu menjelaskan pendokumentasian asuhan kebidanan pada kehamilan dengan benar. mengapa buku harus diberi sampul YULIZAWATI, et al. BAB I 1.1 KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN 1.1.1 PENDAHULUAN Deskripsi Bab Bab ini memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat menguasai tentang konsep dasar asuhan kehamilan. Mahasiswa memiliki keyakinan bahwa kehamilan merupakan peristiwa yang fisiologis.

Dengan menguasai bab ini mahasiswa dapat memberikan asuhan yang sesuai dengan kebutuhan setiap perempuan dalam masa kehamilannya.

Tujuan atau Sasaran Pembelajaran Pada akhir pembelajaran, mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan filosofi asuhan kehamilan 2. Menjelaskan lingkup asuhan kehamilan 3. Menjelaskan prinsip pokok asuhan kehamilan 4. Menjelaskan tujuan asuhan kehamilan 5. Menjelaskan standar asuhan kehamilan 6. Menjelaskan peran dan tanggung jawab bidan dalam asuhan kehamilan 7.

mengapa buku harus diberi sampul

Menjelaskan model praktik asuhan kehamilan 8. Menjelaskan evidence based asuhan kehamilan 9. Menjelaskan langkah-langkah asuhan kehamilan yang aman dan nyaman ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 17 Kaitan Konsep Dasar Asuhan Kehamilan dengan Pengetahuan Awal Mahasiswa Mahasiswa yang akan membahas tentang konsep dasar asuhan kehamilan harus telah lulus dari blok 1B (biomedik 1), 1 C (biomedik 2) dan blok 2A (konsep kebidanan).

Kompetensi Khusus Kompetensi khusus yang diharapkan dapat dicapai oleh mahasiswa adalah memiliki sikap. Keterampilan umum, keterampilan khusus dan pengetahuan dalam capaian pembelajaran sebagai care provider. Memberikan asuhan kebidanan kepada ibu hamil sesuai dengan kewenangan bidan. 1.1.2 PENYAJIAN Uraian Materi Filosofi asuhan kehamilan Asal kata bidan, dalam bahasa Sansekerta, wirdhan yang berarti perempuan bijaksana, dalam bahasa perancis sage-femme yang berarti wise women, dalam bahasa Inggris, midwife berarti with- woman” i.e.

“the woman with, the woman assisting”. Dengan mempertimbangkan aspek sosial-budaya, kondisi masyarakat Indonesia dan mengacu kepada definisi bidan ICM serta asal kata “Bidan” maka Ikatan Bidan Indonesia menetapkan Bidan Indonesia adalah seorang perempuan. Bidan dalam memberikan pelayanan berfokus pada perempuan, dengan meyakini bahwa kehamilan dan persalinan bukan sekedar peristiwa klinis tetapi juga peristiwa transisi sosial dan psikologis yang amat kritis bagi seorang perempuan1.

Dengan 18 YULIZAWATI, et al. dasar itu, seorang Bidan meyakini bahwa asuhan kebidanan secara aktif mempromosikan, melindungi, mendukung hak-hak reproduksi perempuan dan keluarganya, menghargai beragam budaya, keyakinan mengapa buku harus diberi sampul suku bangsa, hal ini didasarkan pada : a. Perempuan adalah pribadi yang unik dan mempunyai kebutuhan, keinginan mengapa buku harus diberi sampul kelangsungan generasi dalam siklus reproduksi, pengambil keputusan utama dalam asuhannya dan memiliki hak atas informasi untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.

b. Proses kelahiran adalah rangkaian pengalaman yang memberikan makna bagi perempuan, keluarga dan masyarakat. c. Hamil dan melahirkan adalah suatu proses fisiologis yang normal. d. Perempuan membutuhkan pendamping selama masa kehamilan, kelahiran dan nifas.

e. Meyakini dan menghargai perempuan dalam kemampuannya untuk melahirkan. f. Perempuan bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya dan keluarganya g.

Kemitraan dengan perempuan, bersifat individual, berkesinambungan dan tidak otoriter h. Perpaduan dari ilmu dan kiat kebidanan yang bersifat holistik, didasarkan atas pemahaman biologis, psikologis, emosional, sosial, kultural, spiritual dan pengalaman fisik perempuan yang didasarkan atas bukti-bukti terbaik yang ada.

ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 19 Lingkup asuhan kehamilan Prinsip pokok asuhan kehamilan Prinsip-prinsip pokok asuhan antenatal konsisten dengan dan didukung oleh prinsip-prinsip asuhan kebidanan. Lima prinsip- prinsip utama asuhan kebidanan adalah : a. Kelahiran adalah proses yang normal : Kehamilan dan kelahiran biasanya merupakan proses yang normal, alami dan sehat. Sebagai bidan, kita membantu dan melindungi proses kelahiran tersebut. Sebagai bidan kita percaya bahwa model asuhan kebidanan yang membantu dan melindungi proses kelahiran normal, adalah yang paling sesuai untuk kebanyakan ibu selama kehamilan dan kelahiran.

b. Pemberdayaan : Ibu dan keluarga mempunyai kebijaksanaan dan seringkali tau kapan mereka akan melahirkan. Mengapa buku harus diberi sampul dan kemampuan ibu untuk melahirkan dan merawat bayi bisa ditingkatkan atau dihilangkan oleh orang yang memberikan asuhan padanya dan oleh lingkungan dimana ia melahirkan. Jika kita bersikap negatif atau kritis, hal ini akan mempengaruhi si ibu. Hal ini juga dapat mempengaruhi lamanya waktu persalinan.

Kita, sebagai bidan, harus membantu ibu yang melahirkan daripada untuk mencoba mengontrol persalinannya. Kita harus menghormati bahwa ibu adalah aktor utama dan penolong persalinan adalah aktor pembantu selama proses kelahiran. c. Otonomi : Ibu dan keluarga memerlukan informasi sehingga mereka dapat membuat suatu keputusan. Kita harus tau dan menjelaskan informasi yang akurat tentang resiko dan keuntungan semua prosedur, obat-obatan dan tes.

Kita juga harus membantu ibu dalam membuat suatu pilihan tentang apa yang terbaik untuk diri dan bayinya berdasarkan nilai dan kepercayaannya (termasuk kepercayaan-kepercayaan budaya dan agama). 20 YULIZAWATI, et al. d. Jangan Membahayakan : Intervensi haruslah tidak dilaksanakan secara rutin kecuali terdapat indikasi-indikasi yang spesifik. Pengobatan pada kehamilan, mengapa buku harus diberi sampul atau periode pasca persalinan dengan tes-tes ”rutin”, obat atau prosedur dapat membahayakan bagi ibu dan bayinya.

Misalnya prosedur-prosedur yang keuntungannya tidak mempunyai bukti termasuk episiotomi rutin pada primipara, enema dan pengisapan pada semua bayi baru lahir. Bidan yang terampil harus tau kapan harus melakukan sesuatu. Asuhan selama kehamilan, kelahiran dan pasca persalinan, seperti halnya juga penanganan komplikasi harus dilakukan berdasarkan suatu bukti. e. Tanggung Jawab : Setiap penolong persalinan harus bertanggung jawab terhadap kualitas asuhan yang ia berikan.

Praktek asuhan maternitas harus dilakukan berdasarkan kebutuhan ibu dan bayinya, bukan atas kebutuhan penolong persalinan. Asuhan yang berkualitas tinggi, berfokus pada klien dan sayang ibu berdasarkan bukti ilmiah sekarang ini adalah tanggung jawab semua bidan. Tujuan asuhan kehamilan a. Memantau kemajuan kehamilan dan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi c.

Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan/komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu dan bayi dengan trauma seminimal mungkin e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Ekslusif f. Peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 21 Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin (280 hari/ 40 minggu) atau 9 bulan 7 hari.

Periode dalam kehamilan terbagi dalam 3 triwulan/trimester : 1. Trimester I : 0-12 minggu 2. Trimester II : 12 – 18 minggu 3. Trimester III : 18 – 40 minggu 1. Standar asuhan kehamilan Kebijakan program : Anjuran WHO • Trimester I : Satu kali kunjungan • Trimester II : Satu kali kunjungan • Trimester III : Dua kali kunjungan Kunjungan yang ideal adalah : • Awal kehamilan – 28 minggu: 1 x 1 bulan • 28 minggu – 36 minggu : 1 x 2 minggu • 36 minggu – lahir : 1 x 1 minggu Tabel 1.1 Garis besar informasi setiap kali kunjungan Kunjungan Waktu Informasi Penting TM I < 12 mg • Menjalin hubungan dan saling TM II < 28 mig percaya TM III 28 – 36 mg • Deteksi masalah dan > 36 mg menangani pencegahan tetanus : TT, Anemia dan kesiapan menghadapi kelainan • Motivasi hidup sehat (Gizi, latihan, istirahat, hygiene) s.

d. a + Waspada pre-eklamsia s. d. a + palpasi abdominal s. d. A + deteksi letak janin dan tanda- tanda abnormal lain 22 YULIZAWATI, et al. Tabel 1.2 Standar Minimal Asuhan Antenatal : “14 T” • Timbang berat badan • Pemeriksaan protein urin • Tinggi fundus uteri • Pemeriksaan urin reduksi • Tekanan darah • Perawatan payudara • Tetanus toxoid • Senam hamil • Tablet Fe • Pemberian obat anti malaria • Tes PMS • Pemberian kapsul yodium • Pemeriksaan Hb • Temu wicara 2.

Peran dan tanggung jawab bidan dalam asuhan kehamilan Bagaimana cara kita sebagai bidan memastikan bahwa peran kita di dalam masyarakat dan negara dapat membantu mengapa buku harus diberi sampul dan bayinya selamat dalam kehamilan dan kelahiran? Jawabannya, baik berbicara sebagai masyarakat atau sebagai seorang wanita secara individual, adalah berfokus pada keterampilan yang diperlukan untuk mempromosikan kesehatan dan tanggung jawab asuhan, serta keterampilan dalam pemecahan masalah.

Kita mulai dengan ibu yang sehat. Kita menentukan penyebab-penyabab utama kematian maternal dan untuk mencegah, mendeteksi atau menangani penyimpangan dari sehat yang mengancam keselamatan jiwa melalui jalan menuju keselamatan.

Pada setiap tingkat masyarakat dan negara terdapat tindakan yang dapat diambil oleh bidan untuk membantu memastikan bahwa ibu-ibu tidak akan meninggal dalam kehamilan dan kelahiran.

Tindakan-tindakan ini dapat dilakukan pada beberapa tingkatan: • Rumah dan masyarakat • Pusat kesehatan atau rumah bersalin • Rumah sakit Berikut adalah tindakan-tindakan yang dapat diambil oleh bidan dalam masyarakat atau di rumah ibu untuk membantu menyelamatkan ibu dan bayinya dalam kehamilan dan kelahiran ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 23 (minta mahasiswa memberikan ide-idenya sambil anda menuliskannya di lembar balik).

Rumah, masyarakat • Bagilah apa yang anda ketahui : bidan dapat mengajar ibu- ibu, anggota masyarakat lainnya, bidan-bidan lain dan petugas kesehatan lainnya tentang tanda-tanda bahaya.

Ia juga dapat membagi informasi tentang dimana mencari petugas dan fasilitas kesehatan yang dapat membantu jika tanda-tanda bahaya terjadi. Ia dapat menekankan alasan dan keuntungan didampingi oleh penolong kesehatan yang terampil pada saat persalinan selain mempromosikan dan menunjukkan perilaku yang sehat. Bidan juga harus mengajarkan sesuatu berdasarkan kebutuhan orang yang ia layani. • Jaringan promosi kesehatan : bidan harus melakukan kontak yang positif dengan pemuka-pemuka masyarakat, selain ibu- ibu yang lebih tua dan gadis-gadis muda di dalam masyarakatnya.

Ia dapat mengajari keluarga dan masyarakat bagaimana mengenali ibu yang memerlukan asuhan kegawatdaruratan dan bagaimana mengatur asuhan tersebut (dana darurat, pola menabung, transportasi, komunikasi, donor darah). • Membangun kepercayaan : bidan harus berperilaku yang memberikan rasa hormat kepada ibu dan keluarga yang ia layani.

Mengapa buku harus diberi sampul kepercayaan adalah suatu keterampilan penyelamatan jiwa. Jika seorang bidan memiliki keterampilan teknis untuk menangani eklampsia atau perdarahan pasca persalinan, tetapi ia tidak dipercaya, maka tidak ada seseorangpun yang akan meminta bantuannya. Walaupun seorang bidan mempunyai keterampilan teknis untuk menyelamatkan jiwa seorang ibu, tetapi tidak memiliki kepercayaan dari ibu tersebut, ia tidak akan diberikan kesempatan untuk mempergunakan keterampilannya dan menyelamatkan jiwa si ibu tadi.

Pusat Kesehatan atau rumah bersalin 24 YULIZAWATI, et al. • Asuhan yang berkualitas : memberikan asuhan yang berkualitas pada kelahiran akan membantu mencegah komplikasi, mendeteksi masalah lebih dini dan kemampuan untuk mengatur, menstabilisasi dan merujuk masalah yang memerlukan penanganan di rumah sakit. • Penatalaksanaan kegawatdaruratan awal : memberikan penatalaksanaan awal perdarahan pasca persalinan, eklampsia, sepsis, aborsi yang tidak aman dan partus macet sangat penting untuk menyelamatkan jiwa ibu.

• Memberikan contoh yang baik : bidan harus memberikan contoh yang baik kepada bidan lain, petugas kebersihan dan staf yang lain. Bidan harus memberikan contoh pelaksanaan dan pencegahan infeksi yang baik dan keterampilan- keterampilan interpersonal yang berkualitas. Rumah Sakit • Penatalaksanaan Komplikasi : memberikan pelayanan seperti bantuan vacum ekstraksi, magnesium sulfat, antibiotik intravena, plasenta manual, tranfusi darah dan operasi sesar yang sangat penting.

• Memberikan contoh yang baik : bidan harus mengajarkan dan memberikan contoh, asuhan maternitas yang berkualitas, termasuk keterampilan berkomunikasi secara interpersonal kepada semua kolega.

Daftar dan ilustrasi mungkin saja akan lebih dari yang di atas. Dorong mahasiswa untuk berfikir kreatif. Ikuti daftar dan komentar mahasiswa yang diberikan dengan diskusi peran dan tanggung jawab yang dijelaskan di atas. Tindakan bidan saat kunjungan antenatal : 1.

Mendengarkan dan berbicara kepada ibu serta keluarganya untuk membina hubungan saling percaya ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 25 2. Membantu setiap wanita hamil dan keluarga untuk membuat rencana persalinan 3. Membantu setiap wanita hamil dan keluarga untuk persiapan menghadapi komplikasi 4. melakukan penapisan untuk kondisi yang mengharuskan melahirkan di RS 5.

Mendeteksi dan mengobati komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa (pre-eklamsia, anemia, PMS) 6. Mendeteksi adanya kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 mg dan adanya kelainan letak setelah usia kehamilan 36 mg 7. Memberikan konseling pada ibu sesuai usia kehamilannya, mengenai nutrisi, istirahat, tanda-tanda bahaya, KB, pemberian ASI, ketidaknyamanan yang normal selama kehamilan dsb 8.

Memberikan suntikan imunisasi TT bila diperlukan 9. Memberikan suplemen mikronutrisi, termasuk zat besi dan asam folat secara rutin, serta vitamin A bila perlu 3.

Model praktik asuhan kehamilan A. Partnership Bidan dan Perempuan dalam Pelayanan Kebidanan Bidan adalah seorang yang telah menyelesaikan program pendidikan bidan yang telah diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktek kebidanan di negeri itu (Yulianti dan Rukiah, 2011).

Pelayanan kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien yang menjadi tanggung jawab bidan mulai dari kehamilan sampai Keluarga Berencana (KB) termasuk kesehatan reproduksi perempuan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemberdayaan adalah upaya mengembangkan dari keadaan kurang atau tidak berdaya menjadi punya daya dengan tujuan dapat mencapai / memperoleh kehidupan yang lebih baik (Satria, 2008). 26 YULIZAWATI, et al. Partnership adalah sharing antara bidan dan perempuan, yang melibatkan kepercayaan, pembagian kontrol dan tanggung jawab serta berbagi makna melalui saling pengertian Dilihat dari definisi bidan, praktik & asuhan kebidanan serta mengapa buku harus diberi sampul dan perubahan pola pikir penerima asuhan maka telah jelas dalam memberikan asuhan kebidanan, bidan harus memegang prinsip kemitraan dengan perempuan.

B. Model Partnership Bidan dan Perempuan dalam Praktik Kebidanan Sebenarnya Indonesia telah mengambil sebagian model partnership sejak beberapa tahun yang lalu, namun dalam praktiknya belum dijalankan secara menyeluruh sehingga pelaksanaan dan hasilnya tidak terlalu terlihat di masyarakat. 1. Model Menurut Guilliland mengapa buku harus diberi sampul Pairman (1995) Gambar 1.1 Model Menurut Guilliland dan Pairman (1995) ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 27 2.

Model Revisi Pairman (1998) Gambar 1.2 Model Revisi Pairman (1998) 3. Landasan filosofis dari model ini adalah: Gambar 1.3 Landasan filosofis 28 YULIZAWATI, et al. Landasan filosofis dari model ini adalah: a.

mengapa buku harus diberi sampul

Pelayanan kebidanan yang berpusat kepada perempuan b. Pelayanan kebidanan memberikan pelayanan yang berkesinambungan c. Kebidanan merupakan profesi yang mandiri d. Kehamilan dan kelahiran merupakan proses yang normal Dengan prinsip-prinsip yaitu: Gambar 1.4 Prinsip-Prinsip Asuhan a. Kesetaraan b.

Membagi ketertarikan yang sama c. Melibatkan keluarga d. Membangun kepercayaan e. Menggunakan waktu sebaik-baiknya f. Membagi kekuatan dan kontrol Dan hasil akhir yang ingin dicapai adalah adanya emansipasi, pemberdayaan, perkembangan dalam pengetahuan kebidanan, serta mengapa buku harus diberi sampul tantangan model klinis pada kelahiran.

ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 29 Sehingga jika disimpulkan maka model partnership kebidanan Pairman (1998) dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1.5 Model Partnership C. Women Centered Care Bidan merupakan pendamping perempuan dimana diharapkan melalui peran dan tanggung jawabnya dapat menciptakan keluarga sehat sehingga dapat menumbuhkan generasi berkualitas.

Paradigma kebidanan merupakan suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan, dimana keberhasilan pelayanan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan atau hubungan timbal balik antara manusia/perempuan dengan lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan dan keturunan. Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, kepada masyarakat khususnya perempuan. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.

30 YULIZAWATI, et al. Seorang pekerja profesional adalah seseorang yang terampil atau cukup dalam kerjanya dituntut menguasai visi yang mendasari keterampilan terutama dalam memberikan pelayanan kebidanan. Prinsip-prinsip Women Centered Care Prinsip-prinsip dasar Women Centered Care adalah: 1. Memastikan perempuan adalah mitra sejajar dalam perencanaan dan pelayanan kebidanan maternitas. 2. Mengenali pelayanan yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan perempuan. 3. Memberikan informasi kesehatan dan memberikan pilihan kepada perempuan dalam hal : pemilihan terhadap kehamilan, persalinan, nifas, dll.

4. Memberikan penyuluhan dan pelayanan kebidanan kepada perempuan sehingga mereka mampu membentuk hubungan saling percaya antara sesama. 5. Bidan memberikan kontrol atas keputusan-keputusan dalam memberikan pelayanan kebidanan. D. Sasaran Pelayanan Kebidanan Sasaran pelayanan kebidanan adalah masyarakat khususnya perempuan yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

• Upaya promotif meliputi ; meningkatkan kesadaran individu, keluarga dan masyarakat untuk berprilaku hidup sehat, meningkatkan proporsi keluarga yang memiliki akses terhadap sanitasi dan air bersih dan melakukan upaya penyuluhan kesehatan baik dengan menggunakan media ataupun langsung kepada masyarakat.

• Upaya preventif meliputi ; meningkatkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, melakukan kunjungan antenatal secara rutin, mengkonsumsi makanan gizi seimbang, meningkatkan cakupan imunisasi dasar, meningkatkan pertolongan persalinan yang aman dan bersih, meningkatkan pemberian ASI eksklusif dan sebagainya. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN mengapa buku harus diberi sampul • Upaya Kuratif meliputi ; meningkatkan sistem rujukan dan kolaborasi yang berkesinambungan, melakukan perawatan dan pengobatan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab.

• Upaya Rehabilitatif meliputi ; pasien penderita lumpuh melakukan rehabilitasi dengan mengikuti fisioterapi, pasien pasca operasi gangguan reproduksi (kanker rahim, kista, dll) Pelayanan kebidanan berfokus pada kebutuhan perempuan sepanjang siklus hidupnya, pendekatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan disetiap individu. Perempuan selaku penerima pelayanan merupakan mahluk bio, psiko, sosial, cultural dan spiritual yang utuh unik dimana memiliki kebutuhan dasar yang bermacam-macam sesuai dengan perkembangannya.

Dalam asuhan kebidanan dijelaskan beberapa point yang akan mewarnai asuhan itu. Adapun yang dimaksud adalah : 1. Pemahaman tentang kehamilan dan persalinan Bidan harus memahami dan yakin bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis, walau tidak dipungkiri dalam beberapa kasus mungkin terjadi komplikasi sejak awal karena kondisi tertentu/ komplikasi tersebut terjadi kemudian.

Proses kelahiran meliputi kejadian fisik, psikososial dan cultural. 2. Pemahaman tentang perempuan Setiap perempuan merupakan pribadi yang mempunyai hak, kebutuhan serta harapan, oleh karena itu sudah selayaknya perempuan mempunyai mengapa buku harus diberi sampul aktif dalam pelayanan yang diperolehnya selama kehamilan, persalinan, nifas dan membuat keputusan mengenai cara pelayanan yang disediakan untuknya.

Keunikan secara fisik, emosional, sosial dan budaya membedakan tiap perempuan. Perbedaan dalam kebutuhan dan kebudayaan merupakan tuntutan untuk lebih memperhatikan perempuan selama proses hidupnya. 3. Pemahaman tentang profesi dan manfaatnya Fungsi utama profesi kebidanan adalah untuk mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya. Proses yang fisiologis harus 32 YULIZAWATI, et al.

didukung dan dipertahankan tapi bila timbul penyulit haru digunakan teknologi dan referral yang efektif untuk memperoleh ibu dan bayi yang sehat. 4. Pemahaman pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan Perempuan harus diberdayakan untuk mampu membuat keputusan tentang kesehatan diri dan keluarga melalui KIE & konseling sehingga suara perempuan lebih terdengar dan mempunyai kekuatan dalam dirinya untuk membuat suatu keputusan yang disertai dengan informasi yang berimbang dari seorang bidan, dengan adanya hal tersebut diharapkan perempuan dapat melewati setiap fase hidupnya dengan aman.

5. Pemahaman tentang pelayanan mengapa buku harus diberi sampul Pelayanan harus dilakukan secara continue, individual dan tidak otoriter serta menghardai pilihan klien. Pelayanan yang diberikan dengan keyakinan bahwa dengan dukungan dan asuhan yang tepat, klien dapat melahirkan secara aman dan membanggakan.

Pelayanan kebidanan haruslah aman, memuaskan, menghormati seta memberdayakan perempuan dan keluarganya. 6. Kolaborasi dan partnership Praktek kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner (partnership) dengan pemahaman kompetensi terhadap perempuan baik aspek sosial, emosi, budaya, spiritual, psikologi dan fisik serta pelayanan reproduksi.

Pelayanan kesehatan reproduksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perempuan sebagaimana mereka inginkan, serta mengetahui bahwa kebutuhan-kebutuhan ini sangat beragam dan saling terkait satu dengan yang lain.

Hak Reproduksi maupun akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi adalah penting, sehingga perempuan dapat: 1. Mempunyai pengalaman dalam kehidupan seksual yang sehat, terbebas dari penyakit, kekerasan, ketidakmampuan, ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 33 ketakutan, kesakitan, atau kematian yang berhubungan dengan reproduksi dan seksualitas. 2. Mengatur kehamilannya secara aman dan efektif sesuai dengan keinginannya, menghentikan kehamilan yang tidak diinginkan, dan menjaga kehamilan sampai waktu persalinan.

3. Mendorong dan membesarkan anak-anak yang sehat seperti juga ketika mereka menginginkan kesehatan bagi dirinya sendiri. E. Continuity of Care Dalam globalisasi ekonomi kita diperhadapkan pada persaingan global yang semakin ketat yang menuntut kita semua untuk menyiapkan manusia Indonesia yang berkualitas tinggi sebagai generasi penerus bangsa yang harus disiapkan sebaik mungkin secara terencana, terpadu dan berkesinambungan.

Upaya tersebut haruslah secara konsisten dilakukan sejak dini yakni sejak janin dalam kandungan, masa bayi dan balita, masa remaja hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.

Siklus hidup reproduksi merupakan permasalahan yang tidak ditangani dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya. Dalam pendekatan siklus hidup dikenal lima tahap, yaitu 1. Konsepsi 2. Bayi dan Anak 3. Remaja 4. Usia subur 5. Usia lanjut Contoh pencegahan dan promosi kesehatan, masalah/tindakan dalam pelayanan berkesinambungan pada daur kehidupan wanita 34 YULIZAWATI, et al. 1. PraKonsepsi • Pengenalan dini riwayat infeksi toksoplasma, Rubella, Sitomegalo Virus, herves,dll.

• Pemeriksaan imunologis dan terapi. 2.

mengapa buku harus diberi sampul

Konsepsi • Mengapa buku harus diberi sampul dini kelainan genetik (keturunan) dll. • Pemeriksaan sitogenetik, tindakan korektif intra uterin (perbaikan dalam kandungan) dll. 3. PraKelahiran (40 minggu) • Pengenalan dini malformasi (kesalahan bentuk) dalam perkembangan janin. • Pemeriksaan ultrasonografi, terminasi kehamilan. 4. PraPubertas (0 bulan-12 bulan) • Pencegahan infeksi kekurangan kalori, protein, mineral dan vitamin. • Imunisasi, perbaikan gizi dan pembinaan kebugaran jasmani.

5. Pubertas/remaja (13 tahun-20 tahun) • Penkes tentang penyakit seksual menular dan kehamilan. • Komunikasi, informasi dan edukasi agama, etika dan moral serta pendidikan seks. 6. Reproduksi • Pengaturan fertilitas (kesuburan), perawatan kehamilan dan persalinan aman, penggunaan kontrasepsi rasional, perawatan antenatal, serta pemberian ASI. 7. Menopouse (45 tahun- 55 tahun) • Deteksi dini keganasan (kanker) alat kelamin dalam (genitalia interna). • Tes papsmear, biopsi dan kuretase.

8. Pasca Menopouse (50 tahun-65 tahun) • Deteksi dini osteoporosis (rapuh tulang) penyakit jantung koroner. • Terapi hormonal dan gizi. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 35 9. Lansia (senium) Penurunan fungsi fisiologis/fisik yang berat - gizi cukup 4. Evidence based asuhan kehamilan Asuhan antenatal yang tidak bermanfaat bahkan merugikan : 1.

Menimbang BB secara rutin 2. Penilaian letak janin < 36 minggu 3. Opname dan istirahat untuk anak kembar 4. Membatasi kegiatan seksual selama hamil (memakai kondom) 5. Aspirin untuk mencegah eklamsia 6. Suplemen kalsium untuk kaki kram 7. Pembatasan gizi untuk mencegah pre-eklamsia/eklamsia 8. Pemberian diuretik untuk HDK mengapa buku harus diberi sampul dalam Kehamilan) 9. Mengurangi garam untuk mencegah Hypertensi karena hamil Asuhan antenatal yang direkomendasikan : 1.

Kunjungan antenatal yang berorientasi pada tujuan petugas kesehatan terampil 2. Persiapan kelahiran * kesiapan menghadapi komplikasi 3. Konseling KB 4. Pemberian ASI 5. Tanda-tanda bahaya, HIV/AIDS 6.

Nutrisi 7. Deteksi dan penatalaksanaan kondisi dan komplikasi yang diderita 8. TT 9. Zat besi dan asam folat 10. Pada populasi tertentu, pengobatan preventif malaria, yodium dan vitamin A 5. Langkah-langkah asuhan kehamilan yang aman dan nyaman 1) Ciptakan rasa percaya dengan menyepa ibu dan keluarga seramah mungkin dan membuatnya merasa nyaman 36 YULIZAWATI, et al.

2) Menanyakan riwayat kehamilan ibu dengan cara menerapkan prinsip mendengarkan efektif 3) Melakukan anamnesa secara lengkap, terutama riawayat kesehatan ibu 4) Melakukan pemeriksaan seperlunya 5) Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana seperti pemeriksaan hemoglobin 6) Membantu ibu dan keluarga mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan tindakan darurat 7) Memberikan konseling sesuai kebutuhan 8) Merencanakan dan mempersiapkan kelahiran yang bersih dan aman di rumah 9) Memberikan nasihat kepada ibu untuk mencari pertolongan apabila ada tanda-tanda bahaya seperti perdarahan pervagina, sakit kepala lebih dari biasanya dan gangguan penglihatan.

Latihan Latihan diberikan kepada setiap mahasiswa sesuai materi pada Bab I secara terstruktur dan sistematis pada akhir pertemuan sehingga mahasiswa memiliki penguasaan yang baik terhadap bab tentang konsep dasar asuhan kehamilan ini. Adapun soal yang digunakan untuk latihan adalah sebagai berikut : 1. Jelaskan yang dimaksud dengan filosofi asuhan kehamilan 2. Sebutkan lingkup asuhan kehamilan mengapa buku harus diberi sampul.

Jelaskan tentang prinsip pokok asuhan kehamilan 4. Sebutkan tentang tujuan asuhan kehamilan 5. Apa sajakah yang merupakan standar dalam asuhan kehamilan 6. Bagaimanakah peran dan tanggung jawab bidan dalam asuhan kehamilan 7. Sebutkan model praktik bidan dalam asuhan kehamilan 8. Jelaskan tentang evidence based asuhan kehamilan ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 37 9.

Jelaskan tentang langkah-langkah asuhan kehamilan yang aman dan nyaman Ringkasan atau Poin Poin Penting • Filosofi asuhan kehamilan • Lingkup asuhan kehamilan • Prinsip pokok asuhan kehamilan • Tujuan asuhan kehamilan • Standar asuhan kehamilan • Peran dan tanggung jawab bidan dalam asuhan kehamilan • Model praktik asuhan kehamilan • Evidence based asuhan kehamilan • Langkah-langkah asuhan kehamilan yang aman dan nyaman PENUTUP Evaluasi, Pertanyaan Diskusi, Soal Latihan, Praktek atau Kasus Evaluasi NO KOMPONEN NILAI BLOK BOBOT 1 Penilaian Tutorial 20% 2 Tugas 20% Penilaian proses pada saat pembuatan manajemen asuhan kebidanan : Dimensi intrapersonal skill yang sesuai: Berpikir kreatif Berpikir kritis Berpikiran alitis Berpikir inovatif Mampu mengatur waktu Berargumen logis Mandiri Dapat mengatasi stress Memahami keterbatasan diri.

Mengumpulkan tugas tepat waktu 38 YULIZAWATI, et al. Kesesuaian topik dengan pembahasan Dimensi interpersonal skill yang sesuai: Tanggung jawab Kemitraan dengan perempuan Menghargai otonomi perempuan Advokasi perempuan untuk pemberdayaan diri Memiliki sensitivitas budaya. Values : Bertanggung jawab Motivasi Dapat mengatasi stress.

mengapa buku harus diberi sampul

3 Ujian Mengapa buku harus diberi sampul (MCQ) 60% Ketentuan : 1. Mahasiswa yang akan mengikuti ujian tulis/praktikum harus mengikuti persyaratan berikut : a. Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi tutorial 80% b.

Minimal kehadiran dalam kegiatan diskusi pleno 80% c. Minimal kehadiran dalam kegiatan keterampilan klinik 80% d. Minimal kehadiran dalam kegiatan praktikum 80% e. Minimal kehadiran dalam kegiatan DKK 80% f. Minimal kehadiran dalam kegiatan Kuliah Pengantar 80% 2. Apabila tidak lulus dalam ujian tulis, mahasiswa mendapat kesempatan untuk ujian remedial satu kali pada akhir tahun akademik yang bersangkutan. Jika masih gagal, mahasiswa yang bersangkutan harus mengulang Blok.

3. Ketentuan penilaian berdasarkan peraturan akademik program sarjana Universitas Andalas tahun 2011. Nilai Angka Nilai Mutu Angka Mutu Sebutan Mutu ≥ 85 -100 A 4.00 Sangat cemerlang ≥ 80 < 85 A- 3.50 Cemerlang ≥ 75 < 80 B+ 3.25 Sangat baik ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 39 ≥ 70 < 75 B 3.00 Baik ≥ 65 < 70 B- 2.75 Hampir baik ≥ 60 < 65 C+ 2.25 Lebih dari cukup ≥ 55 < 60 C 2.00 Cukup ≥ 50 < 55 C- 1.75 Hampir cukup ≥ 40 < 50 D 1.00 Kurang <40 Mengapa buku harus diberi sampul 0.00 Gagal Pertanyaan Diskusi Mengapa mahasiswa harus menguasai tentang konsep dasar asuhan kehamilan?

Dalam melaksanakan diskusi mahasiswa dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Setiap kelompok mahasiswa memilih satu topik sesuai dengan topik yang dibahas dalam bab konsep dasar asuhan kehamilan. Setiap kelompok mahasiswa membuat pembahasan terhadap topik yang telah dipilih.

Mahasiswa menyampaikan/ mempresentasikan dan mendiskusikan yang telah dibuat dengan anggota kelompok yang lain kepada dosen penanggung jawab. Mahasiswa menyerahkan hasil diskusi yang telah dibuat mengapa buku harus diberi sampul dosen penanggung jawab masing-masing. Soal Latihan Bd. Dena, seorang bidan PTT yang telah 1 tahun bertugas di Desa Wonosari. Bd. Dena mendata setiap ibu hamil yang ada di Wilayah kerjanya.

Sikap pro aktif dilakukan oleh Bd. Dena terhadap masyarakatnya dalam memberikan layanan kesehatan. Ia memperkenalkan diri kepada setiap ibu hamil yang ada. Ia ingin agar setiap ibu hamil merasa nyaman dan mengenalnya dengan baik.

Ia memberi kesempatan kepada setiap ibu hamil yang ingin berkonsultasi kapanpun. 1. Pada kasus di atas, Bd. Dena telah mengembangkan model asuhan . a. Partnership b. Hospitalization 40 YULIZAWATI, et al. c. Community based d. Individual e. Goverment based 2. Tujuan pemeriksaan antenatal care untuk bayi adalah ….

a. Mengurangi prematuritas, kelahiran mati dan kematian neonatal b. Agar persalinan dapat berlangsung dengan aman c. Agar kebutuhan ibu dan janin terpenuhi d. Menjaga kesehatan jasmani ibu dan janin e. Menjaga kesehatan psikologis ibu dan janin 3. Di New Zealand, yang paling berperan dalam perubahan model asuhan kehamilan adalah: a.

Bidan b. Pemerintah c. Wanita d. Rumah sakit e. Program kesehatan Bd. Santi seorang BPM telah praktik selama 30 tahun. Ia selalu mengikuti perkembangan terkini dalam praktik kebidanan. Pendidikan yang ia lalui dari D1 Kebidanan, D3 Kebidanan dan S1 Kebidanan. Saat lulus D1 ia harus memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan, kemudian setelah ia selesai D3 Kebidanan ia memberikan asuhan yang lebih sistimatis dan rasional kepada kliennya dalam memeriksa kehamilan dengan menerapkan 7T dan manajemen asuhan kebidanan, setelah meyelesaikan S1 Kebidanan ia memberikan asuhan sesuai dengan bukti ilmiah yang ada.

4. Pada kasus di atas, dalam memberikan asuhan kebidanan pada masa kehamilan Bd. Santi telah melaksanakan tangung jawab terhadap profesinya dengan : a. Menerapkan 7T ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 41 b. Memberikan asuhan yang sesuai prosedur c. Update ilmu pengetahuan d. Meningkatkan pangkat dan golongannya e. Menerapkan manajemen asuhan kebidanan 5.

Asuhan kebidanan pada ibu hamil yang sekarang diberikan oleh Bd. Santi merupakan asuhan yang berkualitas karena : a. Sesuai kebijakan b. Sesuai dengan prosedur c. Sesuai dengan standar 7T d. Ada manajemen asuhan kebidanan e. Sesuai dengan Evidence based midwifery Bd. Riri seorang Bidan di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman sedang menganalisis data ibu hamil TM I yang dikumpulkan dari setiap puskesmas.

Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa banyak ibi hamil yang mengalami anemia sedang. Bd. Riri merencanakan kegiatan yang harus dilakukan oleh seluruh Puskesmas. 6. Kegiatan apa yang dapat direncanakan oleh Bd. Riri selama kehamilan? a. Meningkatkan supply tablet Fe b.

Menambah jumlah posyandu c. Koordinasi dengan pemda setempat d. Menganggarkan makanan tambahan e. Memberikan asuhan yang tepat terkait nutrisi. 7. Kegiatan apa yang dapat direncanakan oleh Bd. Riri untuk persiapan persalinan. a. Persalinan gratis b.

Persalinan sesuai APN c. Menyiapkan tabungan d. Meningkatkan pemberian Kalsium e. Donor darah berjalan disetiap desa Praktek atau Kasus 42 YULIZAWATI, et al. Seorang bidan sedang menerima pasien dengan keluhan tidak datang haid sejak 2 bulan yang lalu, mual dan muntah serta kurang nafsu makan. Dari hasil pengkajian diperoleh data HPHT 17 Juni 2016.

Bagaimanakah saudara menerapkan filosofi asuhan kebidanan pada kasus yang dialami oleh pasien tersebut? Umpan balik dan Tindak Lanjut Dosen memberikan penilaian dari hasil latihan dan diskusi dan menindaklanjuti dengan memberikan masukan kepada mahasiswa terkait capaian pembelajaran yang harus ia kuasai dalam bab ini. Istilah atau Kata Penting : keyakinan 1. filosofi : unjuk kerja minimal 2.

standar : bentuk praktik 3. model praktik : berbasis bukti/landasan ilmiah 4. evidence based Daftar Pustaka Essay Exercises Myles Textbook for Midwifes Midwifery-Community-Based Care During The Childbearing Yaar A Guide to Effective Care in Pregnancy and Childbirth Varney’s, Midwifery.

Third Edition, 2010 Valery Edge, Mindi Mengapa buku harus diberi sampul, 1994. Women’s Health Care. Mosby USA Betty R. Sweet, 1997. Mayes a Textbook for Midwives., V.

Ruth Bennett, Linda K. Brown, 1999, Myles Textbook for Midwives. Midwifery Preparation for Practice, Sally Pairman Sally Tracy, Carol Thorogoop Jan Pincombe, Second ,Sydney Edinburgh London nnew York 2010 ISBN 078-0-7295-3928-9 [ 1 R] ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 43 BAB II PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA KEHAMILAN A. PENDAHULUAN Deskripsi Bab Bab ini membahas tentang perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan baik fisik maupun psikologis.

Perubahan tersebut mengharuskan adanya adaptasi dari tubuh wanita hamil. Pemahaman konsep fisiologi yang baik oleh mahasiswa akan memberikan pemahaman yang baik pula tentang perubahan fisik dan psikologis selama masa kehamilan.

Tujuan atau Sasaran Pembelajaran Pada akhir pembelajaran, mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan perubahan anatomi dan fisiologi dalam kehamilan 2. Menjelaskan perubahan psikologi dalam kehamilan 3. Menjelaskan tanda tanda dan gejala kehamilan 4. Menjelaskan perubahan fisik pada kehamilan 5.

Menjelaskan mikronutrien dan vitamin yang diperlukan pada kehamilan 6. Menjelaskan perkembangan kehamilan normal 7. Menjelaskan adaptasi saudara kandung (sibling rivalry) Kaitan Bab II dengan Bab I Bab II yang membahas tentang perubahan fisik dan psikologis selama masa kehamilan sangat berkaitan dengan Bab I karena pemahaman mahasiswa mahasiswa akan memandang 44 YULIZAWATI, et al.

segala perubahan fisik dan psikolis selama masa kehamilan tersebut adalah merupakan hal yang fisiologis. Jika ada keadaan yang menyimpang maka mahasiswa dapat mendeteksinya lebih awal. Kompetensi Khusus Kompetensi khusus yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah memahami tentang perubahan fisik dan psikologis selama masa kehamilan. B. PENYAJIAN Uraian Materi 1. Anatomi dan fisiologi dalam kehamilan Sistem reproduksi a. Uterus Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan.

Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot, sementara produksi miosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan sel ikat dan elastic, terutama pada lapisan otot luar.

Kerja sama tersebut akan meningkatkan kekuatan dinding uterus. Daerah korpus pada bulan- bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan bertambahnya usia kehamilan akan menipis. Pada akhir kehamilan ketebalannya hanya berkisar 1,5 cm bahkan kurang.

mengapa buku harus diberi sampul

Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi oleh hormone estrogen dan sedikit progesteron. Pada awal kehamilan tuba falopii, ovarium dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus, sementara pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus.

Posisi mengapa buku harus diberi sampul juga akan mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus, dimana bagian uterus yang mengelilingi tempat implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat sehingga membuat uterus tidak rata. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 45 Seiring dengan perkembangan kehamilannya. Daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi bentuk seperti pada usia kehamilan 12 minggu. Pada akhir kehamilan 12 minggu uterus akan terlalu besar dalam rongga pelvis dan seiring perkembangannya, uterus akan menyentuh dinding abdominal, mendorong usus kesamping atas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati.

Pada akhir kehamilan otot-otot uterus bagian atas akan berkontraksi sehingga segmen bawah uterus akan melebar dan menipis.

b. Serviks Satu bulan setelah kondisi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadi edema dapa seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan hyperplasia pada kelenjar serviks. Serviks merupakan organ yang kompleks mengapa buku harus diberi sampul heterogen yang mengalami perubahan yang luar biasa selama kehamilan dan persalinan.

Bersifat seperti katup yang bertanggung jawab menjaga janin dalam uterus sampai akhir kehamilan dan selama persalinan. Serviks didominasi oleh jaringan ikat fibrosa. Komposisinya berupa jaringan matriks ekstraseluler terutama mengandung kolagen dengan elastin dan proteoglikan dan bagian sel yang mengandung otot dan fibroblast, epitel serta pembuluh darah.

c. Ovarium Proses ovulasi selama kehilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga tertunda. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesterone dalam jumlah yang relative minimal.

d. Vagina dan perineum Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot diperineum dan vulva, sehingga vagina akan terlihat berwarna keunguan.

Perubahan ini 46 YULIZAWATI, et al. meliputi lapisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipetrofi pada sel-sel otot polos. Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan pada saat persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat, dan hipetrofi sel otot polos.

Sistem kardiovaskuler Pada minggu ke-5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk mengurangi resistensi vaskular sistemik. Selain itu, juga terjadi peningkatan denyut jantung. Antara minggu ke-10 dan 20 mengapa buku harus diberi sampul peningkatan volume plasma. Performa ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh penurunan resistensi vascular sistemik dan perubahan pada aliran pulsasi arterial.

Ventrikel kiri akan mengalami hipertrofi dan dilatasi untuk memfasilitasi perubahan cardiac output, tetapi kontraktilitasnya tidak berubah. Sejak pertengahan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena kava inferior dan aorta bawah ketika berada dalam posisi terlentang, sehingga mengurangi aliran balik ke jantung.

Akibatnya, terjadi penurunan preload dan cardiac output sehingga akan menyebabkan terjadinya hipotensi arterial yang dikenal dengan sindrom hipotensi supine dan pada keadaan yang cukup berat akan mengakibatkan ibu kehilangan kesadaran. Eritropoetin ginjal akan meningkatkan jumlah sel darah merah sebanyak 20%-30%, tetapi tidak sebanding dengan peningkatan plasma darah hingga mengakibatkan hemodelusi dan penurunan kadar hemoglobin mencapai 11 g/dL.

2. Perubahan psikologi dalam kehamilan 1. Perubahan psikologis pada kehamilan A. Perubahan psikologis pada trimester I 1. Ibu merasa tidak sehat dan kadang merasa benci dengan kehamilannya. ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 47 2. Kadang muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan ibu berharap dirinya tidak hamil. 3. Ibu selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar- benar hamil.

Hal ini dilakukan hanya sekedar untuk meyakinkan dirinya. 4. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan seksama. 5. Ketidakstabilan emosi dan suasana hati. B. Perubahan yang terjadi pada trimester II 1. Ibu sudah merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang tinggi. 2. Ibu sudah bisa menerima kehamilannya. 3. Ibu sudah dapat merasakan gerakan bayi. 4. Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran.

mengapa buku harus diberi sampul

5. Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya. 6. Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya/pada orang lain. 7. Ketertarikan dan aktifitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran dan persiapan untuk peran baru. 8. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban oleh ibu.

C. Perubahan yang terjadi pada trimester III 1. Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik. 2. Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu. 3. Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada saat melahirkan, khawatir akan keselamatannya.

48 YULIZAWATI, et al. 4. Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang mencerminkan perhatian dan kekhawatirannya. 5. Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. 6. Semakin ingin menyudahi kehamilannya. 7. Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya 8. Bermimpi dan berkhayal tentang mengapa buku harus diberi sampul. 3. Tanda tanda dan gejala kehamilan A.

Tanda tidak pasti kehamilan Berikut adalah tanda-tanda dugaan adanya kehamilan : a. Amenorea (terlambat datang bulan). Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de Graaf dan ovulasi.

Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir dengan perhitungan rumus Naegle, dapat ditentukan perkiraan persalinan. b. Mual dan muntah (Emesis).

Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Mual dan muntah terutama pada pagi hari disebut morning sickness. Dalam batas yang fisiologis, keadaan ini dapat diatasi. Akibat mual dan muntah, nafsu makan berkurang c.

Ngidam. Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut ngidam. d. Sinkope atau pingsan. Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan. Keadaan ini menghilang setelah usia kehamilan 16 minggu. e. Payudara tegang. Pengaruh estrogen-progesteron dan somatomamotrofin menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara.

Payudara ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN 49

Resep agar buku kesayangan anda terlindungi II How to make Cover book from Felt




2022 www.videocon.com