Interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

PENDAHULUAN Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif, sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif.

Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, maka interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Guru sebagai pendidik tidak mendominasi kegiatan, tetapi membantu menciptakan kondisi yang kondusif serta memberikan motivasi dan bimbingan agar siswa dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya, melalui interaksi belajar mengajar.

Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Jadi, proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru, selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat.

Oleh karena itu untuk meningkatkan keaktifan proses pembelajaran ini, guru harus memahami apa yang ada di dalam interaksi belajar mengajar, baik dari tujuan, faktor, unsur dan pola interaksi belajar mengajar. Dengan demikian, diharapkan hasil belajar lebih baik lagi sehingga terjadi keseimbangan keaktifan baik dipihak guru maupun dipihak siswa. • Rumusan Masalah • Apa yang dimaksud interaksi dalam proses pembelajaran? • Unsur-unsur apa saja yang ada di dalam interaksi proses pembelajaran?

• Apa faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi dalam proses pembelajaran? • Bagaimana pola interaksi dalam proses pembelajaran? • Tujuan Penulisan • Memahami pengertian interaksi dalam proses pembelajaran.

• Mengetahui dan memahami unsur-unsur interaksi dalam proses pembelajaran • Memahami faktor-faktor interaksi dalam proses pembelajaran • Mengetahui apa saja pola interaksi dalam proses pembelajaran. PEMBAHASAN • Pengertian interaksi dalam pembelajaran Dalam proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik harus ada interaksi.

Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan berfungsi membantu peserta didik dalam pengembangan dirinya, yaitu pengembangan semua potensi, kecakapan, serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif, baik bagi dirinya maupun lingkungannya.

fungsi dari tujuan pengajaran: • Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam melaksanakan aktivitan/ interaksi proses pembelajaran. • Menjadi penentu arah kegiatan • Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam menyusun desain pengajaran • Menjadi materi pokok yang akan dikembangkan dalam memperdalam dan mempeluas ruang lingkupnya.

• Menjadi pedoman untuk mencegah/menghindari penyimpangan yang akan terjadi. Interaksi terdiri dari kata inter (antar), dan aksi (kegiatan). Jadi interaksi adalah kegiatan timbal balik.

Dari segi terminologi “interaksi” mempunyai arti hal saling melakukan aksi; berhubungan; mempengaruhi; antar hubungan. Interaksi akan selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan. Sedang “komunikasi” berpangkal pada perkataan “communicare” yang berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain.

Jadi, interaksi belajar mengajar adalah kegiatan timbal balik antara guru dengan anak didik, atau dengan kata lain bahwa interaksi belajar mengajar adalah suatu kegiatan sosial, karena antara anak didik dengan temannya, antara si anak didik dengan gurunya ada suatu komunikasi sosial atau pergaulan.

Roestilah (1994 : 35 ) mengemukakan bahwa “interaksi yaitu proses dua arah yang mengandung tindakan atau perbuatan komunikator maupun komunikan”. Berarti interaksi dapat terjadi antar pihak jika pihak yang terlibat saling memberikan aksi dan reaksi. Suhubungan dengan itu interaksi adalah proses saling mengambil peran. Zahra ( 1996 :91 ) mengemukan bahwa “Interaksi merupakan kegiatan timbal balik. Interaksi belajar mengajar berarti suatu kegiatan social karena antara peserta didik dan gurunya ada suatu komunikasi sosial atau pergaulan”.

Menurut Homans (Ali, 2004: 87) mendefisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Menurut Sardiman (1986:8)” interaksi yang dikatakan dengan iteraksi pendidikan apabila secara sadar mempunya tujuan untuk mendidik, untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan”. Sedangkan menurut Soetomo, bahwa interaksi belajar mengajar ialah hubungan timbal balik antara guru (pengajar) dan anak (murid) yang harus menunjukkan adanya hubungan yang bersifat edukatif (mendidik).

Di mana interaksi itu harus diarahkan pada suatu tujuan tertentu yang bersifat mendidik, yaitu adanya perubahan tingkah laku anak didik ke arah kedewasaan. • Unsur-unsur interaksi proses pembelajaran Dalam setiap bentuk interaksi edukatif mengandung dua unsur pokok; • Unsur teknis Merupakan pristiwa yang memiliki aspek teknis.

Pendidikan sebagai kegiatan praktis yang berlangsung dalam suatu masa, terikat dalam situasi, terarah pada satu tujuan. pristiwa ini adalah suatu rentetan kegiatan saling mempengaruhi, satu rangkaian perubahan dan pertumbuhan serta perkembangan fungsi-fungsi psikis dan pisik.dalam rangkaiannya tersebut pristiwa yang menuju kepada pembentukan itu sendiri merupakan suatu proses teknis. Setiap aktifitas pengajaran tidak dapat dilepaskan dari segi teknis semisal bagaimana upaya untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

• Unsur normatif. Dalam unsur normatif, antara guru ( sebagai pendidik), dan peserta didik harus berpegang pada norma yang diyakini bersama. Misalnya dalam pengajaran Pkn guru dan peserta didik harus meyakini pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. pengajaran sebagai bagian dari pendidikan, bersifat normatif. • Faktor-faktor interaksi proses pembelajaran Sebagaimana diketahui bahwa proses pengajaran pada hakikatnya merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antar subjek didik; guru dan siswa.

Komunikasi antar dua subjek ini dipengaruhi oleh berbagi faktor yang mendasari terjadinya interaksi belajar mengajar yang meliputi sebagai berikut: • Faktor Tujuan Terdapat istilah tujuan, baik yang bersifat umum maupun khusus dengan interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut sebagai berikut: • Tujuan umum yang dikenal dengan istilah aims.

Aims sebagai suatu statemen umum yang memberikan gambaran dan arah yang akan dituju, ia menjadi pangkal tolak, ide/inspirasi dan pengarahan. Sifat umum dan luas dari aims mengharuskan untuk dijabarkan/dijelaskan secara nyata dan terarah.

• Tujuan khusus yang dikenal dengan istilah objectives Dalam gambaran objectives tertulis suatu kegiatan peserta didik setelah menjalani interaksi pengajaran. Kegiatn yang tertulis dalam tujuan khusus ini sering dinyatakan dalam bentuk kelakuan yang dalam istilah lain disebut behavior.

Maka tujuan khusus sering disebut behavioral objactives. Dalam memantapkan rumusan tujuan khususmaka berhubungan dengan dua hal yaitu “kesesuaian ” dan “kegunaan. Istilah kesesuian menunjukan bahwa tujuan khusus mesti sesuai dengan keadaan dan masalah yang dihadapi. Sedangkan istilah kegunaan menunjukan bahwa tujuan khusus mesti berguna serta mencerminkan nilai kegunaan dalam interaksi pengajaran. Tujuan pendidikan yang bersifat umum maupun khusus, umumnya berkisar pada tiga jenis, yakni: • Tujuan kognitif; tujuan yang berhubungan dengan pengertian dan pengetahuan.

• Tujuan afektif; tujuan yang berhubungan dengan usaha merubah minat, setiap nilai dan alasan • Tujuan psikomotorik; tujuan yang berkaitan dengan keterampilan dengan menggunakan alat indera. Sedangkan fungsi dari tujuan pengajaran itu sendiri ialah: • Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam melaksanakan aktivitan/ interaksi belajar mengajar. • Menjadi penentu arah kegiatan • Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam menyusun desain pengajaran • Menjadi materi pokok yang akan dikembangkan dalam memperdalam dan mempeluasruang lingkupnya.

• Menjadi pedoman untuk mencegah/menghindari penyimpangan yang akan terjadi. • Faktor Bahan Atau Materi Pengajaran Penguasaan materi oleh guru seyogyanya mengarah pada spesifik atas kecakapan yang diajarkannya. Mengingat isi, sifat dan luasnya ilmu, maka guru harus mampu menguraikan ilmu atau kecakapan dan apa—apa yang akan diajarkannya kedalam bidang ilmu yang bersangkutan.

Penetapan/penentuan materi tersebut harus didasarkan pada upaya pemenuhan tujuan pengajaran dan tidak boleh menyimpang dari tujuan yang telah ada. • Faktor Guru Dan Peserta Didik Guru dan peserta didik adalah dua subjek dalam interaksi pembelajaran.

Guru sebagai pengarah dan pembimbing berdasarkan tujuan yang telah ditentukan, sedangkan peserta didik sebagai yang langsung menuju pada arah tujuan melalui aktivitas dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai sumber belajar atas bimbingan guru.

Imam Ghazali pernah mengatakan bahwa tugas seorang pengajar/guru itu sesuatu yang mulia. Kemuliaan ini mengandung dua kemanfaatan. • Bagi orang yang mengajar (guru) yang menyampaikan ilmu pengetahuan maka ia akan semakin bertambah pengetahuan dan pengalamannya. • Bagi orang yang diberi ilmu pengetahuan (peserta didik) akan semakin bertambah pula pengetahuan dan pengalamnanya hingga mereka dapat mengambil manfaat dari ilmu tersebut. Peran guru adalah ganda, disamping ia sebagai pengajar adalah sekaligus sebagai pendidik.

Dengan demikian dalam waktu bersamaan ia harus mengemban dua tugas utama yaitu mengajar dan mendidik. Dalam rangka mengemban peran ganda tersebut maka secara garis besar guru harus harus memiliki persyaratan kepribadian sebagai guru yang dikemukakan oleh Zakiah Daradjat yang disimpulkan menjadi 3 kompetensi yakni: • Kompetensi individual • Kompetensi sosial • Kompetensi profesional • Faktor Metode Metode merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam proses pembelajaran, metode sangat diperlukan oleh guru, dengan penggunaan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menguasai metode mengajar merupakan keniscayaan, sebab seorang guru tidak akan dapat mengajar dengan baik apabila ia tidak menguasai metode secara tepat. Syaiful Bahri Djamarah & Winarno Surakhmad (1991), mengemukan lima faktor yang mempengaruhi penggunaan metode mengajar, yakni; • Tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya; • Anak didik dengan berbagai tingkat kematangannya; • Situasi berlainan keadaanya; • Fasilitas bervariasi secara kualitas dan kuantitasnya; • Kepribadian dan kompetensi guru yang berbeda-beda • Faktor situasi Yang dimaksud situasi adalah suasana belajar atau suasana kelas pengajaran.

Termasuk dalam pengertian ini adalah suasana yang berkaitan dengan peserta didik, seperti faktor kelelahan dan semangat belajar. Juga keadaan cuaca, keadaan guru, keadaan sarana dan prasarana yang memadai yang mungkin mengganggu atau menghambat dalam proses pembelajaran.

Diantara keadaan tersebut ada yang dapat diperhitungkan dan ada pula yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya. Terhadap situasi yang dapat diperhitungkan, guru dapat menyediakan alternatif metode—metode mengajar dengan mengingat kemungkinan—kemungkian perubahan situasi. Sedangkan terhadap situasi yang tidak dapat diperhitungkan yang disebabkan perubahan secara tiba-tiba/mendadak diperlukan kecekatan untuk mengambil keputusan dengan segera mengenai cara/metode yang digunakan.

• Pola Interaksi Proses Pembelajaran • Pola dasar interkasi dalam pembelajaran Pola dasar interaksi terbagi kedalam tiga unsur, yaitu: • Adanya guru yang mengajarkan, • Siswa yang diajarkan • Materi pelajaran yang di sampaikan oleh guru atau yang dipelajari oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar sangat bergantung kepada guru, karena secara langsung guru yang mengatur proses berjalannya kegiatan pembelajaran.

Pengunaan metode sangat mempengaruhi terhadap dominasi guru dan siswa terhadap proses pembelajaran • Pola interaksi dalam pembelajaran berpusat pada isi Pada gambar di atas dapat dilihat, bahwa dalam proses pembelajaran terdapat kegiatan guru mengajarkan isi pembelajaran di satu kutub, dan siswa mempelajari isi pembelajaran di kutub lain, namun terlihat berpusat pada isi/materi pembelajaran dalam praktek, proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru adakalanya terlihat kegiatan yang semata-mata berpusat pada guru, dan adakalanya pula berpusat pada siswa.

• Pola interaksi dalam pembelajaran berpusat pada guru Pada pembelajaran yang kegiatannya semata-mata berpusat pada guru, pada umumnya terjadi proses yang bersifat penyajian atau penyampaian isi atau materi pembelajaran. dalam praktek pembelajaran semacam ini, interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut sepenuhnya ada di pihak guru, sedangkan siswa hanya menerima dan diberi pembelajaran (pasif) • Pola interaksi dalam pembelajaran berpusat pada siswa Pada pembelajaran yang kegiatannya semata-mata berpusat pada siswa, siswa merencanakan sendiri materi pembelajaran apa yang akan dipelajari, dan melaksanakan proses belajar dalam mempelajari materi pembelajaran tersebut.

Kegiatan dalam pembelajaran lebih banyak didominasi oleh siswa, sedangkan guru lebih banyak bersifat permisif, yakni membolehkan setiap kegiatan yang dilakukan siswa dalam mempelajari apapun yang dikehendakinya.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Untuk meningkatkan keaktifan proses pembelajaran ini, guru membuat perencanaan sebaik-baiknya dan pelaksanaannya didasarkan atas rencana yang telah dibuat. Dengan cara semacam ini, diharapkan hasil belajar lebih baik lagi sehingga terjadi keseimbangan keaktifan baik dipihak guru maupun dipihak siswa. KESIMPULAN Interaksi dalam proses pembelajaran adalah hubungan timbal balik antara guru dan siswa, dengan adanya interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri.

Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi aktif dan kondusif. Interaksi dalam proses pembelajaran terdapat bentuk interaksi edukatif mengandung dua unsur pokok yaitu; • Unsur tehnik, Pendidikan sebagai kegiatan praktis yang berlangsung dalam suatu masa, terikat dalam situasi, terarah pada satu tujuan.

• Unsur normatif, berpegang pada norma yang diyakini bersama. Sedangkan faktor yang mempengaruhi interaksi proses pembelajaran meliputi: • Faktor tujuan: • Tujuan umum yang dikenal dengan istilah aims.

• Tujuan khusus yang dikenal dengan istilah objectives Tujuan pendidikan yang bersifat umum maupun khusus, umumnya berkisar pada tiga jenis, yakni: • Tujuan kognitif; tujuan yang berhubungan dengan pengertian dan pengetahuan.

• Tujuan afektif; tujuan yang berhubungan dengan usaha merubah minat, setiap nilai dan alas an. • Tujuan psikomotorik; tujuan yang berkaitan dengan keterampilan dengan menggunakan alat indera. Sedangkan fungsi dari tujuan pengajaran itu sendiri ialah: • Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam melaksanakan aktivitan/ interaksi belajar mengajar.

• Menjadi penentu arah kegiatan • Menjadi titik sentral perhatian dan pedoman dalam menyusun desain pengajaran • Menjadi materi pokok yang akan dikembangkan dalam memperdalam dan mempeluasruang lingkupnya. • Menjadi pedoman untuk mencegah/menghindari penyimpangan yang akan terjadi. • Faktor bahan/materi pengajaran: guru harus mampu menguraikan ilmu atau kecakapan dan apa-apa yang akan diajarkannya kedalam bidang ilmu yang bersangkutan. • Faktor guru dan peserta didik: Guru dan peserta didik adalah dua subjek dalam interaksi pembelajaran.

• Faktor metode: Metode adalah suatu cara kerja yang sistematik dan umum. • Faktor situasi: suasana belajar atau suasana kelas pengajaran. Dalam proses interaksi antara guru dan siswa terdiri dari 4 pola, yaitu: • Pola dasar interaksi • Pola interaksi berpusat pada isi • Pola interaksi berpusat pada guru • Pola interaksi berpusat pada siswa DAFTAR PUSTAKA Sardiman.A.M.2004.

Interaksi dan motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sumiati dan Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana Prima. Faturrohman, pupuh dan Sutikno,sobry.2010.

Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT Refika Aditama Search for: • Recent Posts • Menyambut Bulan Ramadhan Sejak Bulan Rajab • INTERAKSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN • ENGLISH FINAL EXAM • JURNAL INOVASI PENDIDIKAN, IMPLEMENTING MOBILE LEARNING CURRICULA IN SCHOOLS: A PROGRAMME OF RESEARCH FROM INNOVATION TO SCALING (Chee-Kit Looi* and Lung-Hsiang Wong National Institute of Education, Nanyang Technological University, Singapore) • FILOSOFI PENDIDIKAN ENGKU MUHAMMAD SJAFEI MELALUI INS • Recent Comments • Archives • May 2015 • April 2015 • March 2015 • Categories • Uncategorized • • Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com • Subscribe to Blog via Email Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Search Recent Posts • HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP PENILAIAN HASIL BELAJAR • KETATAUSAHAAN SEKOLAH • KOPERASI SEKOLAH • Kode Etik Guru Indonesia • Animasi dan Adobe photoshop Recent Comments Archives • December 2013 • November 2013 • October 2013 Categories • Uncategorized Meta • Register • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.com INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR Hidup bersama antara manusia berlangsung di dalam berbagai bentuk perhubungan, dan di dalam berbagai jenis situasi.

Tanpa adanya proses interaksi di dalam hidup manusia, tidak mungkin mereka dapat hidup bersama. I. Pengertian Interaksi Belajar Mengajar Interaksi terdiri dari kata inter (antar), dan aksi (kegiatan). Jadi interaksi adalah kegiatan timbal balik. Dari segi terminologi “interaksi” mempunyai arti hal saling melakukan aksi; berhubungan; mempengaruhi; antar hubungan. Interaksi akan selalu berkait dengan istilah komunikasi atau hubungan.

Sedang “komunikasi” berpangkal pada perkataan “ communicare” yang berpartisipasi, memberitahukan, menjadi milik bersama. Sardiman AM. mengatakan bahwa dalam proses komunikasi, dikenal adanya unsur komunikan dan komunikator. Hubungan komunikan interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut komunikator biasanya menginteraksikan sesuatu, yang dikenal dengan istilah pesan ( message). Untuk menyampaikan pesan diperlukan saluran atau media. Jadi, didalam komunikasi terdapat empat unsur yaitu: komunikan, komunikator, pesan, dan saluran atau media.

Jika dikaitkan dengan proses belajar mengajar, maka interaksi adalah suatu hal saling melakukan aksi dalam proses belajar mengajar yang di dalamnya terdapat suatu hubungan antara siswa dan guru untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan tersebut adalah suatu hal yang telah disadari dan disepakati sebagai milik bersama dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pengajaran.

Belajar mengacu kepada apa yang dilakukan oleh individu (siswa), sedangkan mengajar mengacu kepada apa yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpin belajar. Kedua kegiatan tersebut menjadi terpadu dalam satu kegiatan manakala terjadi hubungan timbal balik (interaksi) antara guru dengan siswa pada saat pengajaran berlangsung. Dalam pendidikan, interaksi bersifat edukatif dengan maksud bahwa interaksi itu berlangsung dalam rangka untuk mencapai tujuan pribadi anak mengembangkan potensi pendidikan.

Jadi, interaksi dalam hal ini bertujuan membantu pribadi anak mengembangkan potensi sepenuhnya, sesuai dengan cita-citanya serta hidupnya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat dan negara.

Dalam interaksi itu harus ada perubahan tingkah laku dari siswa sebagai hasil belajar. Di mana siswa yang menentukan berhasil tidaknya kegiatan belajar mengajar dan guru hanya berperan sebagai pembimbing. Jadi, interaksi belajar mengajar adalah kegiatan timbal balik antara guru dengan anak didik, atau dengan kata lain bahwa interaksi belajar mengajar adalah suatu kegiatan sosial, karena antara anak didik dengan temannya, antara si anak didik dengan gurunya ada suatu komunikasi sosial atau pergaulan.

Sedangkan menurut Soetomo, bahwa interaksi belajar mengajar ialah hubungan timbal balik antara guru (pengajar) dan anak (murid) yang harus menunjukkan adanya hubungan yang bersifat edukatif (mendidik).

Di mana interaksi itu harus diarahkan pada suatu tujuan tertentu yang bersifat mendidik, yaitu adanya perubahan tingkah laku anak didik ke arah kedewasaan. Dari keterangan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa interaksi belajar mengajar yang dimaksud di sini adalah hubungan timbal balik antara guru dan anak didik guna mencapai suatu tujuan tertentu.

II. Komponen-komponen dalam Interaksi Belajar Mengajar Ada beberapa komponen dalam interaksi belajar mengajar. Komponen-komponen itu misalnya tujuan, bahan, metode dan alat. Untuk mencapai tujuan instruksional, masing-masing komponen itu akan saling merespon dan mempengaruhi antara yang satu dengan yang lain. Sehingga tugas guru adalah mendesain dari masing-masing komponen agar tercipta PBM yang optimal. Guru selanjutnya dapat mengembangkan interaksi belajar mengajar yang lebih dinamis untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Mengenai komponen-komponen tersebut akan dijelaskan sebagai berikut: a. Tujuan Tujuan mempunyai arti penting dalam kegiatan interaksi belajar mengajar. Tujuan dapat memberikan arah yang jelas ke mana kegiatan pembelajaran akan dibawa oleh guru. Tujuan pengajaran yang ditetapkan oleh guru akan mempengaruhi jenis metode yang digunakan, sarana prasarana dan lingkungan belajar mengajarnya.

b. Bahan pembelajaran Bahan pelajaran mutlak harus dikuasai guru dengan baik, oleh karena itu guru harus mempelajari dan mempersiapkan bahan pelajaran yang akan disampaikan pada anak didik. Bahan (materi) itu tentunya dipilih dan disesuaikan dengan bahan yang dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran yang ditetapkan. c. Kegiatan Belajar-Mengajar Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam Kegiatan belajar mengajar.

Dalam pengelolaan pengajaran dan pengelolaan kelas yang perlu diperhatikan oleh guru adalah perbedaan anak didik pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis.

Interaksi edukatif yang akan terjadi juga dipengaruhi oleh cara guru memahami perbedaan individual anak didik. d. Metode Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar metode diperlukan oleh guru guna kepentingan pengajaran.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi metode mengajar, yaitu tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya, anak didik dengan berbagai tingkat kematangannya, situasi dengan berbagai keadaannya, fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya serta pribadi guru dengan kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda. Adapun metode-metode dalam proses belajar mengajar antara lain: metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas dan metode demonstrasi.

e. Alat Alat adalah segala sesuatu yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan interaksi belajar mengajar biasanya dipergunakan alat material dan non material. Agar alat-alat tersebut mencapai tujuan, maka: Pertama harus dikenal dahulu alat-alat itu sebaik-baiknya, mengerti fungsinya dan apa yang dapat kita capai dengan alat itu. Kedua, harus jelas tujuan yang dikehendaki melalui alat tersebut.

Ketiga, harus terampil dalam penggunaannya. Keempat, harus sanggup memelihara/memanfaatkan alat-alat yang ada. f. Sumber Pelajaran Bagi seorang guru harus memiliki banyak sumber-sumber belajar, sebagai bahan dasar dari materi yang diberikan.

Sumber belajar sesungguhnya banyak sekali, ada dimana-mana ; di sekolah, di halaman, di kota, di pedesaan, dan sebagainya. Pemanfaatan sumber-sumber pengajaran tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya, serta kebijakan-kebijakan lainnya. Segala sesuatu dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sesuai kepentingan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. g. Evaluasi Evaluasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data tentang sejauh mana keberhasilan anak didik dalam belajar dan keberhasilan guru dalam mengajar.

Pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh guru dengan memakai seperangkat instrumen penggali data tes perbuatan, tes tertulis, dan tes lisan. Oleh karenanya menurut Edwin Wand dan W. Brown, bahwa evaluation refer to the act for process to determining the value of something Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.

Tujuan evaluasi adalah mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan anak didik dalam mencapai tujuan yang diharapkan, memungkinkan guru menilai aktivitas atau pengalaman yang di dapat dan menilai metode mengajar yang dipergunakan. Dengan demikian jika komponen-komponen itu direncanakan dan dipersiapkan dengan matang, maka akan mengurangi hambatan-hambatan yang muncul dalam proses belajar mengajar bahkan akan lebih memotivasi anak untuk melakukan belajar secara efektif dan efisien.

III. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi interaksi Belajar Mengajar Didalam proses pelaksanaan interaksi belajar mengajar sudah barang tentu tidak lepas dan beberapa faktor yang mempengaruhinya.Untuk lebih jelasnya mengenai faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada uraian berikut ini: 1. Guru/pendidik Didalam proses interaksi belajar mengajar tidak bisa terlepas dari guru, sebab kegiatan belajar mengajar atau dengan kata lain kegiatan interaksi belajar mengajar tidak bisa berlangsung tanpa adanya guru.

Dalam hal ini guru merupakan faktor yang dominan untuk tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut haruslah bisa menempatkan dirinya seirama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Secara kongkrit tugas guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagaimana yang dikemukakan dalam buku : “Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM’1 sebagai berikut: Guru dalam tugasnya mendidik dan mengajar murid-murid nya adalah berupa membimbing, memberikan petunjuk, teladan serta bantuan.

Kecakapan, keterampilan, nilai-nilai, norma-norma kesusilaan, kebenaran, kejujuran, sikap-sikap dan sifat-sifat yang baik serta terpuji dan lain sebagainya. Dan gambaran di atas terlihat bahwa guru di dalam proses belajar mengajar dituntut untuk melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya dalam usaha mentransfortasikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya agar tujuan pendidikan dan pengajaran dapat tercapai karena itulah dalam kegiatan mengajar seorang guru harus memahami jiwa, sifat mental, minat serta kebutuhan anak didiknya, agar bisa dengan mudah memberikan pengajaran dengan sebaik-baiknya atau seefektif mungkin.

Untuk menunjang pekerjaan guru sebagai tenaga pendidikan dan pengajaran, diperlukan persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang guru. Adapun persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki adalah: 1. Guru harus memiliki ilmu pengetahuan Secara profesional seorang guru dituntut memiliki sejumlah pengetahuan yang berkenaan dengan ilmu interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut, seperti ilmu didaktik/metodik.

Disamping itu pula seorang guru harus memiliki dan menguasai ilmu pengetahuan yang akan diberikan/disampaikan kepada anak didiknya. Karena dengan semua ini guru akan dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar dengan sebaik-baiknya didalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. 2. Guru harus memiliki keterampilan dalam mengajar Yang dimaksud dengan keterampilan dalam mengajar yakni suatu keterampilan yang memungkinkan seseorang dapat dengan mudah melakukan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar didalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Karena didalam memilikinya keterampilan mengajar ini diharapkan lebih mempermudah dalam mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. 3. Guru harus memiliki kepribadian Aspek kepribadian merupakan persyaratan yang cukup penting bagi seorang guru, karena kepribadian inilah yang menentukan apakah ia seorang pendidik atau pengajar yang baik. Seorang guru yang memiliki kepribadian yang baik akan memungkinkan dapat menjadikan anak didiknya sebagai seorang yang baik, begitu pula sebaliknya guru yang memiliki kepribadian yang buruk akan memungkinkan bisa menjadikan seseorang yang tidak baik.

Dalam hubungannya dengan masalah kepribadian guru ini di dalam proses pendidikan dan pengajaran. Zakiah Dradjat mengatakan sebagai berikut: “Kepribadian guru akan lebih besar pengaruhnya dan pada kepandaian dan ilmunya, terutama bagi anak yang masih dalam usia anak-anak dan masa meningkat remaja.

yaitu tingkat pendidikan dasar dan menengah, karena anak didik pada tingkat tersebut masih dalam pertumbuhan.” Dalam hal ini kepribadian yang bagaimana yang harus dimiliki oleh seorang guru, lebih lanjut Zakiah Dradjat mengatakan: “Tujuan sekolah akan tercapai jika semua guru yang mengajar di sekolah tersebut mempunyai kepribadian yang sejalan dengan tujuan sekolah”.

Bertitik tolak dan pengertian di atas maka dapat dikatakan bahwa kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah suatu kepribadian yang selaras dengan tujuan pendidikan dan pengajaran yang dijalankan oleh sekolah. 4. Guru harus memiliki rasa tanggungjawab Rasa tanggung jawab ini sudah barang tentu hendaknya harus dimiliki oleh setiap guru, baik pada saat berada di lingkungan sekolah dan keluarga, sebab tanggung jawab ini nantinya akan dipertanyakan dihadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Peranan guru dalam interaksi belajar-mengajar antara lain adalah : • sebagai fasilitator, ialah menyediakan situasi-kondisi yang dibutuhkan oleh individu yang belajar. • sebagai pembimbing, ialah memberikan bimbingan siswa dalam interaksi belajar, agar siswa mampu belajar dengan lancar dan berhasil secara efektif dan efisien. • sebagai motivator, ialah pemberi dorongan semangat agar siswa mau dan giat belajar. • sebagai organisator, ialah mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar siswa maupun guru.

• sebagai manusia sumber, dimana guru dapat memberikan informasi apa yang dibutuhkan oleh siswa, baik pengetahuan, interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut maupun sikap. Adapun kedudukan guru dalam interaksi belajar-mengajar antara lain ialah : • Berfungsi sebagai pengajar, sebagai pengajar seorang guru diharapkan menyediakan situasi dan kondisi belajar untuk siswa dalam interaksi belajar-mengajar.

• Berfungsi sebagai pemimpin, ialah sebagai pemimpin yang demokratis. Sifat ini sangat diharapkan bagi seorang guru, yaitu bersifat terbuka, mau mendengarkan pendapat orang lain, keluhan, pikiran, perasaan, ide muridnya, serta bersedia bekerja sama, saling mengerti dan toleransi.

• Berfungsi sebagai pengganti orang tua, dalam interaksi belajar mengajar guru bersikap sebagai orang tua terhadap anaknya, sehingga interaksi akan berjalan dengan suasana yang menyenangkan dan intim. 2. Anak didik Anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Anak didik adalah unsur manusiawi yang penting dalam kegiatan interaksi edukatif.

Anak didik sebagai manusia yang berpotensi perlu dibina dan di bimbing dengan perantara guru. Anak interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut memiliki kedudukan yang menempati posisi yang menentukan dalam sebuah interaksi.

Guru tidak mempunyai arti apa-apa tanpa kehadiran anak didik sebagai subjek pembinaan. Jadi, anak didik adalah kunci yang menentukan untuk terjadinya interaksi edukatif. Abdul Ghofur mengatakan: “Faktor anak didik adalah merupakan salah satu faktor pendidik yang paling penting, mereka tanpa adanya faktor tersebut, maka pendidikan tidak akan berlangsung. Oleh karena itu faktor anak didik tidak dapat digantikan oleh faktor yang lain. 3.

Faktor kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenia tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum merupakan pedoman bagi guru dan siswa dalam mengorganisasikan tujuan dan isi pelajaran.

Secara sederhana arti kurikulum dalam kegiatan ini menggambarkan pada isi atau pelajaran dan pada interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. 4. Lingkungan Yang dimaksud dengan lingkungan disini adalah sesuatu tempat penyesuaian anak didik dimana mereka berada.

Lingkungan ini meliputi keadaan ruang, tata ruang, dan berbagai situasi fisik yang ada disekitar kelas atau sekitar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.

Lingkungan mempunyai pengaruh yang tidak sedikit bagi anak dalam pembentukan kepribadian atau akhlaknya. Oleh karena itu didalam agama menekankan bahwa pengawasan sangat perlu sekali diperhatikan oleh orang tua terhadap anaknya, sebab anak yang dilahirkan itu bagaikan kertas putih yang bersih belum pernah kena noda.

Lingkungan sekolah khususnya lingkungan belajar siswa, lingkungan yang baik ikut mendukung efektivitas pembelajaran. Lingkungan yang baik dimaksudkan: • Lingkungan belajar yang tenang artinya siswa dan guru dapat menjaga suasana belajar yang tenang terhindar dari hiruk-pikuk yang mengganggu. • Tempat belajar mengajar yang bersih dan nyaman, sehingga guru dan siswa betah dan senang belajar di kelas. • Adanya hubungan yang harmonis antara siswa clan guru, siswa dengan siswa dalam pembelajaran sehingga menimbulkan suasana yang menyenangkan.

Sedangkan lingkungan diluar sekolah adalah lingkungan keluarga. Dalam hal ini adalah peran orang tua yang senantiasa dapat memberikan perhatian dan bimbingan kepada anaknya dalam belajar. Oleh karena itu perlu ada suatu kerjasama yang baik antara sekolah khususnya dengan orang tua siswa dalam rangka meningkatkan prestasi dan kualitas belajar anak.

IV. Penerapan Interaksi Belajar Mengajar Penerapan interaksi belajar mengajar secara spesifik dimaksudkan untuk pemberian gambaran bahwa apa yangdilakukan guru dalam proses pembelajaran harus direncanakan secara sistematis. Dengan demikian terdapat hubungan antara komponen perencanaan pembelajaran dengan proses pembelajaran.

Dengan demikian indikator keberhasilan dari proses pembelajaran adalah pelaksanaan interaksi belajar mengajar yang dikelola guru secara tepat. Guru dapat mengelola interaksi belajar mengajarnyan dengan pendekatan siswa aktif atau pendekatan guru aktif.
MENU • Home • Pendidikan • Pilih Jurusan • Pilih Kampus • Tips • Karir • Tips Karir • Job Description • Bisnis • Marketing • Peluang Usaha • Tips • Wirausaha • Digital Marketing • Tips Trik • Lainnya • Artikel Islam • Teknologi • Kata Bijak • Arti Kata • Otomotif • Insight • Motivasi • Referensi • IPS • Pendidikan Kewarganegaraan • Sejarah • Ekonomi • IPA • Wawasan Kebangsaan • Kewirausahaan • Interaksi Sosial: Pengertian, Bentuk, Macam, Ciri-ciri, dan Faktornya – Kita adalah manusia sosial yang tidak dapat hidup sendiri, kita butuh uluran tangan dari manusia yang lain untuk memenuhi kebutuhan dan bertahan hidup.

Dalam hidup ini pasti kita berinteraksi dengan yang lain, interaksi yang dimaksud adalah sebuah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi satu sama lain. Seorang sosiolog bernama Erving Goffman menciptakan bidang studi baru yang mempelajari tentang interaksi sosial, yaitu microsociology. Interaksi sosial merupakan proses dimana kita bertindak dan bereaksi terhadap orang-orang yang ada di sekeliling kita. Setiap hari ketika kita bertemu dan berbincang-bincang dengan teman sekolah, kampus, atau tetangga.

Disitulah kita sudah melakukan interaksi sosial, atau ketika kita berdiskusi di sosial media itu juga sudah termasuk dalam interaksi sosial. Dengan kita berinteraksi, kita dapat terpengaruhi oleh seseorang. Begitu juga sebaliknya, bisa jadi orang yang kita ajak bicara terpengaruhi oleh apa yang kita sampaikan.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan interaksi sosial? Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai interaksi sosial mulai dari pengertian interaksi sosial, bentuk interaksi sosial, macam-macam interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial dan faktor yang mempengaruhinya.

Daftar Isi Artikel • Pengertian atau Definisi Interaksi Sosial • Bentuk-bentuk Interaksi Sosial • 1. Interaksi sosial menurut caranya • 2. Interaksi sosial menurut jenisnya • 3. Interaksi sosial menurut sifatnya • 4. Interaksi sosial menurut hubungannya • Macam-macam Interaksi Sosial • 1. Interaksi sosial antara idividu-individu • 2. Interaksi sosial antara Individu dan kelompok • 3. Interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok • Ciri-ciri Interaksi Sosial • Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial • 1.

Imitasi • 2. Sugesti • 3. Identifikasi • 4. Simpati • 5. Empati • 6. Motivasi • Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial • 1. Interaksi sosial terjadi karena adanya kontak sosial • 2. Interaksi sosial terjadi karena adanya komunikasi • a. Encoding • b. Penyampaian • c. Decoding Pengertian atau Definisi Interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut Sosial Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata interaksi mempunyai arti sebagai suatu hal yang saling melakukan aksi, berhubungan atau saling mempengaruhi satu sama lain.

Dengan demikian pengertian interaksi sosial adalah : Hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan juga antara kelompok dengan kelompok. Menurut H. Bonner interaksi sosial adalah suatu hubungan antara interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut individu atau lebih, di mana tingkah laku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, memperbaiki tingkah individu yang lain ataupun juga sebaliknya.

Hampir sama ya, dengan pengertian interaksi sosial secara umum. Dalam ilmu sosiologi, pengertian interaksi sosial adalah urutan dinamis dari tindakan sosial antara individu (atau kelompok) yang merubah tindakan dan reaksi individu (kelompok lain). Dalam pengertian lain interaksi sosial diartikan sebagai pertukan sosial antara dua atau lebih individu, interaksi ini dapat membentuk dasar bagi struktur sosial.

Oleh karena itu, interaksi sosial sangat menarik untuk diteliti dan dipelajari. Suatu kondisi tertentu di manan berlangsung hubungan atau saling berhubungan antara dua individu atau lebih disebut dengan situasi sosial.

Situasi sosial ini dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut : • Togetherness situaion atau situasi kebersamaan, yaitu situasi di mana sejumlah individu berkumpul bersama.

• Group situation disebut juga dengan situasi kelompok atau kelompok sosial. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Interaksi sosial terdapat beberapa bentuk, dan berikut ini bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi berikut ini : 1. Interaksi sosial menurut caranya • Interaksi langsung terjadi secara fisik. Misalnya bersalaman, berjabat tangan, memeluk, memukul, merangkul, menendang, menggendong, bergandengan tangan dan lain sebagainya.

• Interaksi tidak langsung terjadi melalui suatu media atau perantara tertentu, misalnya melalui telefon, radio, TV, media sosial seperti facebook, twiiter dan lain sebagainya. 2. Interaksi sosial menurut jenisnya • Interaksi sosial antara individu dengan individu, misalnya Si D berbicara dengan Si C, • Interaksi sosial antara iindividu dengan kelompok, misalnya seorang guru yang mengajar di depan murid-muridnya, beberapa santri belajar bersama dengan seorang ustad • Interaksi antara kelompok dengan kelompok, misalnya permainan sepak bola antara tim A dan tim B.

3. Interaksi sosial menurut sifatnya • Interaksi positif mengara pada suatu kerja sama. Contoh, seorang pedagang melayani pelanggannya dengan baik dan si pelanggan merasa puas dalam transaksi jual beli tersebut. • Interaksi negatif mengarah pada suatu pertentangan bahkan berakibat memutuskan interaksi sebagaimanan tampak dalam perang Israel dengan Palestina. 4. Interaksi sosial menurut hubungannya • Interaksi primer terjadi apabila orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan bertatap muka.

Misalnya orang-orang tersebut berjabat tangan, berpelukan dan lain sebagainya. • Inraksi sekunder memerlukan suatu perantara atau media, baik orang maupun alat.

Misalnya dengan berinteraksi melalui sosial media seperti facebook, twitter, dll. Atau bisa juga melalui sms, telephone, email dan lain sebagainya.

Macam-macam Interaksi Sosial Menurut Maryati dan Suryawati pada tahun 2003 interaksi sosial dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut : 1. Interaksi sosial antara idividu-individu Jenis interasksi sosial yang pertama adalah interaksi sosial antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Sebagaimana jenis interaksi sosial yang lain, interaksi jenis ini juga bisa bersifat positif tetapi juga bisa bersifat negatif. Interaksi sosial antara individu dengan individu yang bersifat positif apabila keduanya saling menguntungkan, atau dengan kata lain lebih dekat dengan kejasama. Sebaliknya, interaksi sosial antara individu dengan individu yang bersifat negatif apabila antara keduanya menghasilkan suatu konflik/pertentangan atau bisa juga merugikan salah satu pihak ataupun kedua-duanya sama-sama rugi.

2. Interaksi sosial antara Individu dan kelompok Setelah interaksi sosial antara individu dengan individu, lanjut ke jenis interaksi yang kedua yaitu interaksi sosian antara individu dengan kelompok. Sama halnya dengan jenis yang pertama, jenis yang kedua ini juga bisa bersifat positif dan juga bisa bersifat negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam-macam tergantung dengan situasi dan kondisi yang ada.

3. Interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok Lanjut ke macam interaksi sosial yang ketiga yaitu antara kelompok dengan kelompok. Pada interaksi sosial jenis ini terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misal saja kerja sama antara dua tim sepak bola untuk berlatih bersama. Baca juga : Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Kelompok Sosial + Macam-macamnya Ciri-ciri Interaksi Sosial Setelah mengetahui macam-macam dari interaksi sosial, sekarang saatnya kita membahas tentang ciri-ciri interaksi sosial, dan berikut ini ciri-cirinya : • Jumlah pelakunya lebih dari satu orang • Terjadinya komunikasi di antara pelaku yang saling berintaraksi yaitu melalui kontak sosial • Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas • Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial 1.

Imitasi Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang pertama adalah imitasi, pengertian dari imitasi adalah suatu dorongan untuk meniru, yang mana imitasi ini mempunyai peran yang sangat penting dalam proses interaksi sosial.

Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi aturan atau norma-norma yang berlaku, akan tetapi imitasi juga dapat mengakibatkan hal-hal yang negatif, serperti meniru tindakan buruk, meniru merokok dan lain sebagainya.

Selain itu juga imitasi dapat melemahkan atau mematikan pengembangan daya kreasi seseorang (karena hanya meniru). 2. Sugesti Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang kedua adalah sugesti. Sugesti dapat terjadi ketika seseorang memberikan pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.

Jadi proses ini hampir sama dengan imitasi, tetapi titik tolaknya berbeda. Beralangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima dilanda emosi yang dapat menghambat daya berpikir rasional dan akal sehat. Biasanya sugesti berasal dari orang-orang berikut ini : • Orang yang memiliki wibawa, karismatik, dan punya pengaruh terhadap orang lain (yang disugesti), misalnya ustad, orang tua, ulama, pejabat, guru, direktur dll.

• Orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari yang disugesti • Kelompok yang lebih banyak (mayoritas) terhadap kelompok yang lebih kecil (minoritas) • Reklame atau iklan yang ada pada media massa (contoh, iklan di televisi, media sosisal, iklan di radio, koran, website dan lain sebagainya).

3. Identifikasi Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke tiga adalah identifikasi. Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan yang terdapat pada seseorang untuk membuat dirinya menjadi sama (identik atau serupa) dengan orang lain yang disukainya.

Identifikasi ini lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian yang dimiliki oleh orang tersebut dapat tercipta atas dasar proses ini. Berlangsungnya identifikasi dapat mengakibatkan terjadinya suatu pengaruh yang lebih mendalam daripada proses imitasi dan juga proses sugesti. Ada kalanya, proses identifikasi didahului dengan proses imitasi dan juga sugeti. 4. Simpati Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke empat adalah simpati.

Simpati merupakan suatu proses di mana seseorang akan memiliki rasa tertarik atau daya tarik kepada pihak lain.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Dorongan utamanya, yaitu keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

Inilah perbedannya dengan identifikasi yang didorong oleh interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut untuk belajar dari pihak lain yang dianggap pribadinya lebih tinggi dan latak untuk dihormati, karena mempunyai kelebihan atau kemampuan tertentu yang patut dijadikan contoh atau teladan bagi dirinya.

Proses simpati akan berkembang di dalam suatu keadaan di mana faktor saling mengerti dapat ditumbuhkan. 5. Empati Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke lima adalah empati. Perasaan empati kepada seseorang ini hampir mirip dengan perasaan simpati kepada seseorang, akan tetapi perasaan empati tidak hanya sebatas kejiwaan saja seperti pada perasaan simpati.

Perasaan empati ini akan mucul bersamaan dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contohnya kalau kita suatu daerah yang terkena bencana gunung meletus, maka perasaan empati akan membuat kita seolah-olah juga ikut sedih dan ikut terkena bencana. Kita tidak hanya merasa sedih/kasihan tetapi kita juga ikut merasakan penderitaannya. 6. Motivasi Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke enam adalah motivasi.

Motivasi dengan sugesti juga hampi sama, sugesti bisa mengarah ke hal yang positif dan negatif (lebih condong ke negatif) sedangkan motivasi lebih mengarah ke hal-hal yang positif. Karena motivasi adalah suatu dorongan, rangsangan ataupun pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lainnya, sehingga orang yang diberi motivasi tersebut akan termotivasi dan menuruti atau melaksanakan apa yang telah dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh tanggung jawab.

Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto dalam Pengantar Sosiologi menyatakan bahwa setidaknya terdapat dua syarat yang memungkinkan terjadinya interaksi sosial, yaitu sebagai berikut : 1.

Interaksi sosial terjadi karena adanya kontak sosial Kata kontak dalam bahasa Inggris berasal dari kata “contact”, kemudian dari bahasa Latin adalah “con” atau “cum” yang mempunyai arti bersama-sama dan “tangere” yang mempunyai arti menyentuh.

Jadi arti kata kontak adalah bersama-sama menyentuh. Kontak sosial ini tidak selalu berinteraksi secara fisik atau bertemu langsung/bertatap muka, karena orang dapat melakukan kontak sosial untuk melakukan interaksi sosial dengan menggunakan HP untuk sms/telepone, komputer untuk internatan dan lain sebagainya.

Kontak sosial memliki sifat-sifat sebagai berikut : Kontak sosial suatu saat dapat bersifat positif, tetapi bisa juga bersifat negatif, apabila kontak sosial tersebut arahnya pada suatu yang saling menguntungkan atau interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut maka kontak sosial tersebut dapat disebut dengan kontak sosial yang bersifat positif, sebalinya apabila kontak sosial tersebut lebih mengarah pada suatu pertentangan atau konflik, maka kontak sosial tersebut dapat disebut dengan kontak sosial yang bersifat negatif.

Sifat dari kontak sosial berikutnya adalah sifat primer dan sekunder. Kontak sosial yang bersifat primer terjadi apabila orang yang melakukan interaksi sosial bertemu secara langsung atau bertatap muka tidak melalui suatu perantara.

Misalnya kontak sosial antara anak dengan bapak ketika di rumah, kontak sosial sesama teman di kelas dan lain sebagainya. Sedangkan kontak sosial yang bersifat sekunder terjadi apabila interaksi sosial tersebut berlangsung melalui perantara, seperti melalui telepon dan hp. 2. Interaksi sosial terjadi karena adanya komunikasi Pengertian dari komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Terdapat lima unsur pokok dalam komunikasi, yaitu sebagai berikut : • Komunikator, unsur yang pertama terjadinya komunikasi adalah adanya komunikator. Pengertian dari komunikator adalah seseorang yang membawa dan menyampaikan suatu pesan/ informasi/ perasaan/ pemikiran kepada orang lain yang kemudian disebut dengan komunikan.

• Komunikan, unsur terjadinya komunikasi yang kedua adalah adanya komunikan atau seseorang/beberapa orang yang menerima informasi/pesan,perasaan/pemikiran dari orang lain (komunikator). • Pesan, unsur terjadinya komunikasi yang ketiga adalah adanya pesan yang memunyai pengertian yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator dan disampaikan kepada komunikan.

• Media, unsur terjadinya komunikasi yang keempat adalah adanya media yaitu alat untuk menyampaikan pesan. • Efek atau feed backyaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada seseorang yang menerima informasi atau komunikan setelah menerima pesan dari komunikator. Baca lebih lanjut : Arti Komunikasi: Pengertian dan Komponen Komunikasi Dalam komunikasi terdapat tiga tahapan penting yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut : a.

Encoding Tahap pertama dalam komunikasi adalah encoding. Pada tahap ini gagasan yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada komunikan akan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah, kalimat dan gambar yang sekiranya mudah untuk diterima/dipahami oleh komunikan.

Komunikator seyogyanya harus menghindari penggunaan kode-kode atau istilah-istilah yang membingungkan komunikan, ini bertujuan agar terjalin komunikasi yang baik dan nyambung. b. Penyampaian Tahapan penting yang kedua dalam komunikasi adalah penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar sudah mulai disampaikan kepada komunikan.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Penyampaian yang dilakukan oleh komunikator dapat berupa lisan dan dapat juga berupa tulisan atau gabungan dari keduanya. c. Decoding Tahapan penting yang ketiga dalam komunikasi adalah decoding.

Pada tahap yang ketiga ini dilakukan oleh komunikan atau orang yang menerima pesan untuk mencerna dan memahami kalimat serta gambar (informasi) yang diterima dari komunikator berdasarkan pengalaman pribadi. Baca juga : Proses-proses Interaksi Sosial Kesimpulan : Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara sesama manusia untuk saling mempengaruhi, setiap manusia pasti melakukan interaksi dengan yang lain.

Interaksi dengan sesama manusia ini disebut dengan interaksi sosial, bentuknya dapat berupa interaksi antar individu, interaksi individu interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut kelompok dan interaksi antar kelompok.

Dengan membaca materi interaksi sosial di atas, diharapkan Anda memahami maksud dari interaksi sosial ini dan mengambil hikmahnya. Posting terkait: • Beberapa Kebijakan Thomas Stamford Raffles di Indonesia (1811 – 1814) • Faktor dan Unsur Pembentuk Kepribadian • 5 Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya • Pengertian dan Contoh Tindakan Cinta Produk Indonesia • Materi Produksi: Pengertian, Tujuan, Faktor, Fungsi, Macam-macam (Lengkap) • 5 Macam Faktor Produksi disertai Tujuan dan Contohnya Posting pada Materi Ditag IPS, Pengertian MENU • Home • Tentang Kami • Profil Kontributor • Kebijakan Privasi • Kontak Kami • Geografi • Geografi Ekonomi • Geografi Fisik • Geografi Kota • Geografi Kependudukan • Geografi Lingkungan • Sumber Daya Alam • Perpetaan • Astronomi • Laut dan Pesisir • Meteorologi • Ekonomi • Kewarganegaraan • Bahasa • Bahasa Indonesia • Sejarah • Pengetahuan Umum • Selama ini Kita pasti sering mendengar tentang interaksi sosial.

Interaksi sosial adalah hubungan atau kontak sosial yang dinamis antar manusia-manusia. Pada dasarnya Kita tidak pernah bisa lepas dengan interaksi sosial ini. Hal ini dikarenakan sesungguhnya manusia adalah mahkluk sosial yang mana saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Sepanjang manusia tersebut masih bernyawa, maka sesungguhnya interaksi sosial tersebut masih terus berjalan. Oleh karena itu, penting sekali memahami apa itu interaksi sosial secara menyeluruh.

Daftar Isi • Pengertian Interaksi Sosial • Definisi Interaksi Sosial Menurut Para Ahli • Menurut Gillin dan Gillin (Dikutip oleh Soerjono Soekanto) • Menurut Macionis • Kimbal Young dan Raymond W. Mack • Menurut Homans • Menurut Broom dan Selznic • Menurut Bonner • Menurut Walgito • Menurut Murdiyantmo dan Handayani • Syarat Terjadinya Interaksi Sosial • Kontak Sosial • Adanya Komunikasi • Ciri-Ciri Interaksi Sosial • Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial • Imitasi • Sugesti • Identifikasi • Simpati • Empati • Motivasi • Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial • Interaksi Sosial Asosisatif • Koalisi • Tawar Menawar • Kooptasi • Joint Venture • Kerja Sama • Akomodasi • Koersi • Arbitrasi dan Mediasi • Konsiliasi • Toleransi • Akulturasi • Asimilasi • Interaksi Sosial Disosiatif • Oposisi • Kompetisi • Kontravensi • Konflik • Contoh Interaksi Sosial Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang terjadi secara dinamis antar individu ataupun antar kelompok.

Disini terjadi hubungan timbal balik antara orang-orang yang terlibat dalam interaksi sosial tersebut. Secara umum, pengertian interaksi sosial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat dibagi menjadi 2 kata, yaitu interaksi dan juga sosial.

Interaksi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya saling melakukan aksi, berhubungan, dan saling mempengaruhi. Sedangkan, kata sosial dalam KBBI artinya adalah berkenaan dengan manusia atau masyarakat. Maka dapat disimpulkan definisi umum dari kata interaksi sosial ini adalah tindakan saling berhubungan antar manusia yang mempengaruhi satu sama lain.

Definisi Interaksi Sosial Menurut Para Ahli Para ahli juga mencoba mendefinisikan tentang pengertian interaksi sosial ini. Ada banyak ahli yang mengemukakan pemikirannya tentang definisi interaksi sosial sehingga Kita lebih mudah dalam memahami definisinya. Beberapa ahli yang menyumbangkan pemikirannya untuk mendefinisikan istilah ini antara lain adalah sebagai berikut: Menurut Gillin dan Gillin (Dikutip oleh Soerjono Soekanto) Interaksi sosial merupakan suatu hubungan sosial yang memiliki sifat dinamis.

Hal ini yang dimaksutkan adalah hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok pula.

Menurut Macionis Interaksi sosial ialah sesuatu proses untuk manusia-manusia melakukan aksi dan bereaksi atas satu sama lain. Kegiatan tersebut dilakukan dalam suatu relasi atau hubungan tertentu. Kimbal Young dan Raymond W. Mack Kedua ahli ini mencoba menafsirkan kata interaksi sosial sebagai hubungan sosial yang terjadi antara perseorangan atau individu atau juga dengan kelompok.

Bisa juga kelompok dengan kelompok yang mana kemudian hal tersebut terjadi secara dinamis. Menurut Homans Selain dari ketiga ahli di atas, Homans juga menyumbangkan pemikirannya tentang interaksi sosial.

Homans berpendapat bahwa ini adalah suatu proses kehidupan yang mana ada aktivitas yang terjadi dan dilakukan oleh individu dengan individu lain.

Kemudian hal tersebut diberikan respon yang mana bentuknya bisa merupakan ganjaran atau hukuman. Menurut Broom dan Selznic Mereka mengatakan bahwa sebenarnya interaksi sosial ini adalah suatu proses yang landasannya adalah kesadaran atas keberadaan orang lain.

Dan hal tersebut memerlukan respon atas tindakan yang dilakukan oleh orang lain tersebut. Menurut Bonner Adalah sebuah hubungan di mana terjadi di antara 2 orang, bisa lebih.

Hal ini lebih lanjut akan menimbulkan aksi yang dapat mempengaruhi atau mengubah kehidupan individu lain tersebut.

Menurut Walgito Interaksi sosial secara sederhana adalah hubungan timbal balik yang mana memberikan pengaruh baik kepada individu ataupun kelompok.

Menurut Murdiyantmo dan Handayani Interaksi sosial merupakan hubungan yang dibangun oleh individu dengan individu lain yang mana kemudian membangun suatu struktur sosial. Nantinya struktur sosial yang ada akan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Untuk terjadinya suatu interaksi sosial, maka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut antara lain adalah Kontak Sosial Jika diartikan dari bahasa memang kontak artinya menyentuh. Tetapi dalam konteks interaksi sosial ini, kontak sosial yang dimaksud adalah terjadinya interaksi yang mana bisa berbagai media baik langsung maupun tidak langsung.

Secara umum, kontak sosial dapat dibagi menjadi dua menurut tingkatannya yaitu kontak sosial primer dan juga kontak sosial sekunder.

Kontak sosial primer adalah kontak yang terjadi secara langsung dalam bentuk tatap muka. Contohnya adalah saling menyapa, berbicara, diskusi, dan bersalaman.

Sedangkan, kontak sosial sekunder adalah kontak yang terjadi melalui perantara. Kontak sekunder ini juga dibagi menjadi dua yaitu langsung dan tidak langsung. Kontak sosial sekunder langsung terjadi ketika ada hubungan dalam waktu yang sama dan medianya langsung menghubungkan.

Contohnya adalah video call ataupun telefon. Sedangkan, kontak sosial sekunder tidak langsung terjadi ketika ada perantara dan tidak terjadi secara langsung.

Contohnya adalah mengirim surat, ataupun mengirim voice note kepada orang lain. Kontak sosial juga dapat dibagi berdasarkan jenisnya. Secara umum, terdapat kontak sosial yang bersifat positif dan juga negatif. Kontak sosial yang bersifat positif adalah kontak yang mengarah kepada bentuk-bentuk kerjasama, hubungan baik, dan berfungsi memperkuat hubungan-hubungan yang sudah ada. Sedangkan, kontak sosial negatif adalah kontak yang mengarah pada pertentangan dan cenderung merusak hubungan yang sudah ada.

Adanya Komunikasi Syarat adanya interaksi sosial yang selanjutnya adalah terjadinya komunikasi antara pihak-pihak yang sedang berhubungan dan mengalami kontak sosial. Komunikasi ini artinya terdapat penyampaian pesan dan juga pertukaran pesan. Dalam komunikasi sendiri ada beberapa unsur yang antara lain adalah komunikan (pihak penerima), komunikator (pihak pengirim), pesan, media, dan juga efek atau pengaruh dari pesan yang disampaikan.

Ciri-Ciri Interaksi Sosial Terdapat beberapa ciri-ciri yang juga mendasari sesuatu sehingga bisa disebut sebagai interaksi sosial. Ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut • Jumlah orang lebih dari satu karena dibutuhkannya suatu aksi dan juga reaksi. Suatu individu memberikan suatu tindakan kemudian individu lainnya memberikan respon. • Menggunakan simbol-simbol tertentu. Simbol yang ada harus dipahami oleh orang yang diajak untuk berinteraksi. Dengan demikian baru interaksi sosial dapat terjadi.

Contohnya adalah penggunaan bahasa ataupun penggunaan tulisan • Meliputi masa lalu, masa depan, dan sekarang. Maksudnya adalah, interaksi yang ada memiliki konteks waktu yang mana memberikan batasan atas interaksi yang ada.

• Terdapat tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun, interaksi yang terjadi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai apapun itu tujuannya.

Tujuan dalam hal ini juga tidak selalu berbentuk tujuan positif karena kembali lagi kepada bentuk interaksi sosial yang mana bisa merupakan disosiatif ataupun asosiatif.

Ketika sebuah hubungan antara dua individu atau lebih memenuhi syarat-syarat diatas, maka dapat kalian pastikan terjadi interaksi sosial disitu. Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Secara umum, terdapat 6 faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial dalam suatu lapisan masyarakat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi ini antara lain adalah • Imitasi • Sugesti • Identifikasi • Simpati • Empati • Motivasi Agar kalian lebih paham, dibawah ini akan dijelaskan secara lebih rinci masing-masing faktor yang sudah disebutkan diatas Imitasi Imitasi pada dasarnya adalah tindakan seseorang untuk meniru tindakan ataupun sifat orang lain.

Banyak hal yang bisa ditiru, mulai dari gaya berpakaian, berbicara, berbahasa, dan juga pola pikir. Contoh bentuk imitasi adalah ketika seorang anak meniru ayahnya yang suka berbicara dengan logat jawa.

Contoh lainnya adalah golongan muda yang mengimitasi bahasa gaul seperti kuy, ashiapp, ataupun goks. Sebenarnya, kata-kata tersebut tidak ada dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI). Tetapi, memang muncul secara organik dan ditiru oleh masyarakat. Sugesti Sugesti adalah pandangan atau pendapat yang diberikan oleh seseorang dan diterima oleh pihak lainnya. Umumnya, tujuan utama dari sugesti adalah untuk mempengaruhi bagaimana seseorang bertindak.

Sugesti yang berhasil dapat mempengaruhi cara orang lain bertindak. Contoh dari penggunaan sugesti adalah ketika seseorang membeli rokok karena termakan iklan bahwa perokok gagah dan juga keren. Padahal, belum tentu itu benar di masyarakat. Bisa jadi, image perokok tersebut hanyalah sugesti yang dibentuk oleh perushaaan rokok untuk meningkatkan penjualan. Identifikasi Identifikasi adalah kecenderungan seseorang untuk menyamakan diri dengan orang lain.

Identifikasi umumnya lebih mendalam dari imitasi yang hanya berupaya untuk meniru. Fenomena ini juga dapat disebabkan oleh sugesti yang berhasil, sehingga seseorang ingin mengikuti pola hidup ataupun pola pikir orang lain. Contoh dari identifikasi adalah orang-orang yang rela untuk menghabiskan uang banyak demi mempercantik diri menggunakan operasi plastik atau operasi kosmetik lainnya.

Orang-orang ini mencoba untuk menyerupai tokoh-tokoh idolanya dengan badan yang bagus atau muka yang cantik. Simpati Simpati adalah keadaan dimana seseorang merasa tertarik dengan pihak lainnya. Oleh karena itu, orang ini akan terdorong untuk mengeksplorasi perasaan-perasaan yang dialami oleh pihak tersebut. Contohnya adalah ketika terjadi musibah, orang-orang banyak bersimpati dengan para korban gempa bumi yang rumah-rumahnya hancur dan kehidupannya berubah selamanya.

Padahal, orang-orang ini tidak merasakan gempa secara langsung, tetapi mereka tetap ikut merasakan sedih dan berduka. Empati Bentuk simpati yang lebih mendalam dan kuat dikenal dengan istilah empati. Ketika berempati, seseorang cenderung mampu untuk menempatkan diri pada posisi orang tersebut. Contohnya adalah ketika sedang ingin menggusur rumah-rumah illegal di sebuah kampung kota pinggiran sungai.

Seseorang yang juga memiliki empati akan mampu merasakan kesedihan dan keputusasaan dari orang-orang yang tinggal di pinggir sungai tersebut.

Oleh karena itu, mereka akan dengan sekuat tenaga mencoba untuk membantu dan mencarikan solusi lainnya agar penduduk rumah-rumah tersebut tidak menjadi gelandangan. Motivasi Motivasi adalah dorongan yang diberikan antar satu individu terhadap individu lainnya, atau antar kelompok. Umumnya, motivasi digunakan untuk meningkatkan kesenangan dari pihak penerima ataupun semangat kerjanya. Contohnya adalah pelatih tim bola yang memotivasi anggotanya ketika sedang kalah 0-1 agar bisa membalas pada ronde kedua dan memenangkan kejuaraan tersebut.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Setelah mengetahui definisinya, maka Kita akan belajar mengenai bentuk interaksi sosial sehingga pemahaman atas interaksi sosial ini semakin jelas. Secara umum, terdapat 2 bentuk interaksi sosial yang antara lain adalah sebagai • Interaksi sosial Asosiatif • Interaksi sosial Disosiatif Agar kalian lebih paham, akan dijelaskan secara lebih lanjut dibawah ini mengenai 2 bentuk interaksi sosial ini Interaksi Sosial Asosisatif Ini adalah suatu interaksi sosial yang sifatnya positif yang mana kemudian membentuk suatu persatuan ataupun kerjasama.

Secara umum, terdapat beberapa jenis interaksi sosial asosiatif yang antara lain adalah • Koalisi • Tawar Menawar • Kooptasi • Joint Venture • Kerja Sama • Akomodasi • Koersi • Arbitrasi dan Mediasi • Konsiliasi • Toleransi • Akulturasi • Asimilasi Agar kalian lebih paham, dibawah ini akan dijelaskan secara singkat bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif yang sudah disebutkan diatas.

Koalisi Koalisi adalah interaksi dimana dua atau lebih individu ataupun organisasi bergabung karena memiliki kepentingan ataupun tujuan yang sama. Contoh paling baik dari fenomena koalisi ini adalah pada saat kontestasi politik pemilihan umum, partai-partai umumnya membentuk suatu koalisi untuk memenangkan salah satu pasangan calon. Tawar Menawar Tawar menawar atau proses bargaining adalah perjanjian tukar menukar barang, jasa, ataupun hutang antara dua atau lebih pihak.

Umumnya, tawar menawar ini bertujuan agar kedua belah pihak mendapatkan hal-hal yang diinginkan oleh masing-masing. Kooptasi Proses kooptasi pada dasarnya adalah penerimaan unsur-unsur baru dalam suatu kelompok masyarakat ataupun organisasi.

Tujuan utama dari kooptasi adalah menjaga stabilitas dan kondusifitas internal dari organisasi tersebut. Joint Venture Joint venture pada dasarnya adalah bentuk kerja sama yang dilakukan oleh perusahaan ataupun badan hukum pada proyek-proyek tertentu. Tujuan dari diadakannya joint venture adalah untuk meningkatkan keuntungan serta memastikan kesuksesan dari proyek yang dijalani.

Contoh dari joint venture adalah joint venture antara PT. Jasa Marga dengan Waskita dan Wika untuk membangun serta mengelola beberapa ruas jalan tol di Sumatera dan Kalimantan. Kerja Sama Kerjasama atau cooperation pada dasarnya adalah hubungan positif antara dua atau lebih individu/badan hukum dimana mereka sama-sama berjuang untuk mewujudkan tujuan bersama. Kerjasama juga dapat dibentuk untuk mewujudkan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Contohnya adalah kerja sama antara maskapai penerbangan dengan perusahaan hotel. Akomodasi Proses akomodasi pada dasarnya adalah upaya untuk mendamaikan dan meredakan konflik-konflik yang muncul dalam suatu lapisan masyarakat atau dalam organisasi. Tujuan dari akomodasi adalah untuk meredam konflik, stabilisasi organisasi, serta untuk meningkatkan potensi dibentuknya kerjasama antar individu. Koersi Koersi adalah salah satu bentuk akomodasi, kerjasama, ataupun hubungan lainnya yang dipaksa.

Hubungan ini tidak muncul secara organik melainkan ada yang mendorong dan memaksakannya. Arbitrasi dan Mediasi Arbitrasi pada dasarnya adalah proses akomodasi interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut ada pihak ketiga yang diundang untuk menyelesaikan masalah.

Umumnya, pihak ketiga ini memiliki posisi yang lebih tinggi sehingga dapat memberikan penghakiman. Contoh dari arbitrasi ini adalah penilaian-penilaian yang dijatuhkan oleh dewan keamanan perserikatan bangsa bangsa ataupun world trade organization terhadap perdagangan internasional. Mediasi pada dasarnya mirip dengan arbitrasi, namun pihak ketiga disini hanya berperan sebagai pemberi nasihat dan penengah antara kedua pihak yang berkonflik.

Disini, pada akhirnya keputusan harus diambil oleh pihak yang berkonflik, pihak mediator hanya dapat mendorong, memberikan saran, serta memberikan nasihat.

Contohnya adalah pada pembentukan Komisi Tiga Negara yang dibentuk pada saat perjanjian Renville untuk mendamaikan Indonesia dengan Belanda. Konsiliasi Konsiliasi pada dasarnya adalah upaya untuk menemukan titik tengah dari dua atau lebih pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Harapannya, dengan adanya konsiliasi atau rekonsiliasi, dapat ditemukan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.

Toleransi Toleransi adalah upaya untuk mengakomodasi nilai-nilai yang dianut oleh kelompok masyarakat lain secara informal. Disini, masing-masing pihak menghormati dan membiarkan pihak lainnya untuk berkegiatan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pihak tersebut.

Contoh dari penerapan toleransi adalah pada masyarakat Indonesia yang sangat beragam dari segi ras dan budaya. Disini, tidak ada yang saling menyerang ataupun menyuarakan rasisme. Selain itu, Indonesia dengan keberagaman agamanya yang sangat tinggi, yaitu memiliki 6 agama juga memiliki toleransi beragama yang sangat tinggi.

Akulturasi Akulturasi adalah proses dimana dua atau lebih budaya saling berinteraksi dan bercampur. Namun, disini, batasan serta perbedaan-perbedaan antara kedua budaya itu tidak hilang, sehingga masing-masing budaya tetap mempertahankan keunikannya.

Asimilasi Proses asimilasi adalah percampuran dua atau lebih budaya yang menghasilkan budaya yang benar benar baru. Dalam proses asimilasi, budaya yang bergabung ini akan menciptakan kebiasaan dan juga pola kegiatan yang baru, sehingga budaya yang dibentuk tidak mirip dengan budaya-budaya interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut.

Interaksi Sosial Disosiatif Berkebalikan dengan asosiatif, interaksi sosial yang satu ini sifatnya adalah negatif. Keberadaan interaksi sosial disosiatif justru akan menghasilkan perpecahan serta konflik antar elemen masyarakat ataupun antar individu yang melaksanakan interaksi ini. Contoh dari interaksi disosiatif ini antara lain adalah • Oposisi • Kompetisi • Kontravensi • Konflik Agar kalian lebih paham, akan dijelaskan secara lebih rinci interaksi-interaksi sosial disosiatif tersebut dibawah ini Oposisi Oposisi pada dasarnya adalah pandangan tidak setuju atau secara halus menolak terhadap pandangan ataupun paham politik dari kelompok masyarakat yang lain.

Contoh paling jelas dari oposisi ini adalah partai-partai politik yang kalah dalam pemilihan umum akan menjadi oposisi pada periode pemerintahan tersebut. Hal ini terjadi di hampir semua negara, baik di Indonesia, Amerika Serikat, maupun di Inggris Raya. Kompetisi Kompetisi adalah proses dimana pihak-pihak yang ada dalam interaksi tersebut bersaing dan memperebutkan sesuatu. Hal yang diperebutkan bisa bermacam-macam, mulai dari kepemilikan lahan, suara dalam pemilihan, hingga sumber daya alam.

Dengan adanya kompetisi, orang-orang cenderung menyerang satu dengan yang lain dan membuat kubu-kubu untuk menyerang kubu yang lain. Contoh dari kompetisi adalah interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut pemilihan umum, terjadi kompetisi antara koalisi-koalisi partai politik yang mengusung pasangan calon yang berbeda.

Kontravensi Kontravensi adalah bentuk interaksi sosial disosiatif dimana terjadi pertentangan tetapi secara sembunyi-sembunyi sehingga tidak muncul perselisihan ataupun konflik. Hal ini merupakan eskalasi dari kompetisi, tetapi masing-masing pihak masih dapat menahan sehingga tidak sampai kepada konflik terbuka.

Ada beberapa macam kontravensi, yaitu kontravensi umum, sederhana, intensif, rahasia dan taktis. Contoh dari interaksi sosial yang bersifat kontravensi antara lain adalah penghasutan, black campaign, penyangkalan, pembohongan, dan pengkhianatan.

Konflik Konflik adalah bentuk interaksi sosial disosiatif dimana pihak yang terlibat interaksi ini berupaya mencapai tujuan-tujuannya dengan menantang ataupun menyerang lawannya secara terbuka. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat beberapa penyebab konflik yang antara lain adalah • Perbedaan individu • Perbedaan kebudayaan dan nilai • Perbedaan kepentingan • Perubahan sosial Umumnya, konflik menyebabkan kerugian dan kerusakan materi serta korban jiwa.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Contohnya adalah agresi militer belanda pertama dan kedua yang menghancurkan beberapa kota di Indonesia. Namun, konflik juga dapat memberikan dampak positif dimana suatu kelompok menjadi lebih kuat dan solid karena ada musuh bersama.

Contohnya adalah Indonesia dan para pejuang kemerdekaan yang mati-matian membela Indonesia melawan penjajah Belanda dan Jepang.

Interaksi sosial, baik yang bersifat asosiatif maupun disosiatif biasanya tidak bisa terhindarkan dalam kehidupan Kita sehari-hari.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Hal ini karena interaksi sosial bersinggungan dengan kepentingan antar individu sedangkan setiap individu pasti memiliki kepentingannya masing-masing. Contoh Interaksi Sosial Terakhir, agar kalian mampu memahami secara sempurna tentang interaksi sosial, maka ada baiknya kita melihat beberapa contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dari interaksi sosial antara lain adalah sebagai berikut • Pemilihan ketua RT yang terjadi di suatu komplek perumahan • Kerjasama yang dilakukan oleh pihak bank dengan pihak pemerintah • Tawuran antar supporter sepak bola lokal tanah air • Kericuhan atas demonstrasi protes kenaikan BBM • Proses tawar menawar harga di pasar oleh penjual dan pembeli • Gugatan cerai antara istri kepada suaminya • Pertengkaran dan sengketa yang terjadi antara pihak swasta dan warga desa • Kesepakatan bilateral antara dua negara mengenai perdagangan • Perjanjian internasional mengenai pelucutan senjata nuklir atau Non Proliferation Kini, dengan mengetahui tentang pengertian interaksi sosial menurut para ahli sekaligus penjelasan mulai dari bentuk, syarat, ciri, dan contoh, tentu Kita sudah memahaminya dengan baik.

Pada kesimpulannya, interaksi sosial adalah suatu hubungan Kita sebagai manusia yang menimbulkan respon dan tidak bisa Kita lepaskan dari kehidupan Kita selama masih interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut nyawa. Kategori • Astronomi (2) • Bahasa Indonesia (32) • Ekonomi (23) • Geografi (6) • Geografi Ekonomi (16) • Geografi Fisik (21) • Geografi Kependudukan (8) • Geografi Kota (15) • Geografi Lingkungan (9) • Kewarganegaraan (25) • Laut dan Pesisir (4) • Meteorologi (15) • Pengetahuan Umum (89) • Perpetaan (12) • Sejarah (46) • Sumber Daya Alam (5)
Pada dasarnya, psikologi memandang segenap pengalaman umat manusia sebagai interaksi antara lingkungan sekitar dengan dirinya sendiri.

Atau dalam bahasa yang paling sederhana, serangkaian peristiwa terjadi di seputar kita dan kita pada gilirannya menafsirkan peristiwa-peristiwa tersebut serta memberikan kesan dan tanggapan yang dirasa paling tepat terhadapnya.

Komunikasi dalam dakwah sangat diperlukan, disinilah kita mempunyai kemampuan untuk membangun suatu sikap atau tingkah laku yang sesuai dengan misi atau pesan dakwah yang disampaikan. Keefektifan suatu bahasa sangatlah penting, apalagi dalam dunia dakwah. Karena hal ini akan mempermudah komunikator atau mubaligh dalam menyampaikan pokok bahasan atau materi yang akan disampaikannya.

Sehingga komunikan atau mustami tidak salah paham terhadap apa yang kita sampaikan dan mereka bisa memahami esensi dari dakwah itu sendiri. Hasilnya, ada kesesuaian pikiran antara penyampai atau komunikator dan komunikan sendiri (komunikasi yang dijalankan berlangsung sempurna).

Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (bijaksana) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Dalam kamus Bahasa Indonesia Interaksi didefinisikan sebagai hal saling melakukan aksiberhubungan atau saling mempengaruhi. Dengan demikian interaksi adalah hubungan timbal balik (social) berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, antara individu dan kelompok dan antara kelompok dengan dengan kelompok.

Sedangkan interaksi sosial diartikan sebagai bentuk hubungan antar dua orang atau lebih, dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi melalui dorongan antar pribadi dan respon yang biologis.

Proses tersebut berlangsung timbal balik dimana masing-masing bertindak dalam proses yang mempengaruhi dan menyebabkan orang lain juga bertindak.

[2] Perkataan komunikasi berasal dari kata communicare yang didalam bahasa latin mempunyai arti berpartisipasi, atau berasal dari kata commoness yang berarti sama = common. Secara sangat sederhana sekalidapat kita katakan bahwa seseorang yang berkomunikasi berarti mengharapkan agar orang lain dapat ikut serta berpartisipasi atau bertindak sesuai dengan tujuan, harapan atau isi pesan yang disampaikannya.

[3] Sebuah definisi yang dibuat oleh kelompok sarjana komunikasi yang mengkhususkan diri pada studi komunikasi antarmanusia (human communication) bahwa: “komunikasi adalah suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antar sesama manusia melalui pertukaran informasi, untuk menguatkan sikap dan tingkah laku orang lain serta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku itu”. (Book, 1980) Definisi-definisi yang dikemukakan di atas tentunya belum mewakili semua definisi yang telah diuat oleh banyak pakar.

Namun sedikit banyaknya kita mendapat gambaran seperti apa yang diungkapkan oleh Shannon dan Weaver (1949) bahwa komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. Dalam interaksi antara da’i dan mad’u, da’i dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui alat atau sarana komunikasi yang ada.

Komunikasi dalam proses dakwah tidak hanya ditunjukan untuk memberikan pengertian, mempengaruhi sikap, membina hubungan sosial yang baik, tapi tujuan terpenting dalam komunikasi adalah mendorong mad’u untuk bertindak melaksanakan aaran agama dengan terlebih dahulu memberikan pengertian, mempengaruhi sikap, dan membina hubungan baik.

[7] Sebuah permasalahan dalam berdakwah sering sekali terjadi karena tidak tahunya da’i bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan mad’unya.

Contohnya saat dakwah dalam area komunitas sosial yang dianggap masyarakat tidak baik yaitu di komplek wanita tuna susila. Seorang da’i A diminta untuk mengisi sebuah pengajian ditempat tersebut. Dengan harapan banyak diantara mereka yang sadar kemudian meninggalkan apa yang telah mereka lakukan.

Da’i tersebut mengambil tema tentang surga dan neraka. Dimana dalam dakwahnya, sang da’i mengajak secara terang-terangan kepda para wts tersebut untuk meninggalkan kemaksiatan yang telah diperbuat.

Isi dakwahnya interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut menggambarkan siapa saja yang akan dimasukkan dalam neraka dan siapa saja yang akan masuk surga. Para wanita tuna susila yang mendengarkan merasa jenuh dan seperti dipojokkan oleh sang da’i dan akhirnya satu per satu dari mereka interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut majlis tersebut.

Dan tak ada satupun dari mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Kemudian, da’i B diminta untuk mengisi dakwah di tempat yang sama. Sang da’i mengambil topik tentang cerita seorang pelacur yang masuk surga hanya dengan kasih sayangnya kepada seekor hewan. Inti dari dakwah da’i B adalah Allah akan membuka pintu taubatNya, sebesar apapun dosa seseorang itu. Dakwah yang demikian ternyata diterima oleh kalangan para wanita tersebut. Dan hasil dari dakwah tersebut ada beberapa wanita yang akhirnya sadar dan kembali ke rumahnya.

Dilihat dari permasalahan diatas, dapat kita ketahui bahwa da’i harus mengetahui bagaimana latar belakang mad’u, kita ketahui disini mad’u adalah seorang wanita tuna susila jadi disini seorang da’i harus bisa menyampaikan materi dakwah dalam hal ini adalah komunikasi dan interaksi yang baik sesuai dengan kondisi mad’u, sehingga mad’u bisa menerima materi yang disampaikan oleh seorang da’i.

· Kontak social dapat bersifat primer dan bersifat skunder. Kontak social primer terjadi apa bila peserta interaksi bertemu muka secara langsung.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

Misanya kontak antara guru dengan murid dsb. Kalau kontak skunder terjadi apabila interaksi berlangsung melalui perantara. Missal percakapan melalui telepon, HP dsb. Dakwah tidak bisa dipisahkan dari interaksi dan komunikasi antar manusia.

Karena keduanya merupakan dua buah yang menjadi faktor suksesnya berdakwah. Dan keduanya juga merupakan sisi penting dalam dakwah. Dakwah tidak dapat dilakukan tanpa komunikasi dan interaksi sesma manusia. Baik itu komunikasi secara verbal maupun non verbal.

Kita sebagai calon da’i dan da’iyah harus memahami bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai manusia. Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan. Harapan kami makalah ini bisa digunakan sebagai bahan ajar dan bermanfaat bagi semua teman-teman. Saya mohon maaf atas segala kekurangan baik dalam tulisan atau materi. Dan saya mengharapkan kritik serta saran teman-teman atas pembuatan makalah ini sebagai perbaikan pembuatan makalah selanjutnya.
Daftar isi • Pengertian Interaksi Antar Ruang • Syarat Interaksi Antar Ruang • Penyebab Terjadinya Interaksi Antar Ruang • Bentuk Interaksi Antar Ruang • Contoh Interaksi Antar Ruang • Dampak Interaksi Antar Ruang • Cara Mengatasi Permasalahan dalam Interaksi Antar Ruang Setiap ruang atau wilayah di muka bumi memiliki ciri khasnya masing-masing.

Perbedaan ini menyebabkan terciptanya interaksi antar ruang karena masing-masing ruang berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Pengertian Interaksi Antar Ruang Pengertian Secara Umum Secara umum, yang dimaksud dengan interaksi antar ruang atau interaksi antar wilayah adalah hubungan timbal balik antar ruang atau antar wilayah dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Pengertian Menurut Para Ahli Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, interaksi adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi atau antar hubungan.

Adapun ruang diartikan sebagai tempat atau ruang yang ditempati. Dengan demikian, interaksi antarruang diartikan sebagai hubungan yang saling memengaruhi atau saling berhubungan antara ruang atau tempat yang ada di muka bumi.

Pengertian Menurut Para Ahli Adapun pengertian interaksi antarruang menurut para ahli adalah sebagai berikut. • Bambang Utoyo (2009) Mendefinisikan interaksi antar ruang atau interaksi keruangan sebagai hubungan timbal balik antara dua wilayah atau lebih, di mana didalamnya terjadi pergerakan atau mobilitas manusia (penduduk), barang dan jasa, gagasan, serta informasi.

Akibat hubungan tersebut menimbulkan gejala atau ketampakan baru, baik yang sifatnya positif maupun negatif. • Bagja Waluya (2009) Mendefinisikan interaksi antar ruang atau interaksi wilayah sebagai suatu hubungan timbal balik yang saling berpengaruh antara dua wilayah atau lebih, yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan atau permasalahan baru. Interaksi tidak hanya terbatas pada gerak pindah manusianya, melainkan juga menyangkut barang dan informasi yang menyertai tingkah laku manusia.

Syarat Interaksi Antar Ruang Adapun syarat terjadinya interaksi antar ruang di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Adanya wilayah yang saling melengkapi atau complementarity atau regional complementarity Syarat terjadinya interaksi antar ruang yang pertama adalah adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi kebutuhan atau regional complementarity.

Kondisi ini terjadi ketika ada satu wilayah yang memiliki kelebihan sumber daya sementara wilayah yang lain memiliki sumber daya yang terbatas atau bahkan kurang. Kedua wilayah ini kemudian berinteraksi untuk saling melengkapi atau memenuhi kebutuhan.

Masing-masing wilayah berperan sebagai produsen dan konsumen. Misalnya, wilayah A memiliki kelebihan bawang merah dan kekurangan cabe kriting. Sementara itu, wilayah B kekurangan bawang merah dan kelebihan cabe kriting. Kedua wilayah ini kemudian berinteraksi untuk saling melengkapi kebutuhan masing-masing. 2. Peluang adanya perantara atau intervening opportunity Peluang adanya perantara atau intervening opportunity dapat diartikan sebagai kemungkinan adanya perantara yang dapat menghambat terjadinya proses interaksi antar ruang atau bahkan menimbulkan persaingan antarwilayah.

Misalnya, wilayah A dan wilayah B masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sumber daya hingga harus berinteraksi untuk saling interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut kebutuhan masing-masing. Namun, di satu sisi ada wilayah C yang memiliki kelebihan sumber daya yang sangat dibutuhkan wilayah A dan wilayah B. Wilayah C inilah yang memasok kebutuhan yang diperlukan wilayah A dan wilayah B. Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan wilayah B menjadi lemah.

Di sini, wilayah C berperan sebagai wilayah perantara atau intervening opportunity. 3. Adanya kemudahan terjadinya pemindahan dalam ruang atau spatial transfer ability Interaksi antar ruang terjadi manakala adanya kemudahan pemindahan manusia, barang, jasa, gagasan, dan informasi antara satu wilayah ke wilayah lainnya atau spatial transfer ability.

Kemudahan pergerakan antarwilayah ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut. • Jarak mutlak dan jarak relatif antar wilayah • Biaya transportasi • Adanya kemudahan dan kelancaran dalam hal sarana dan prasarana transportasi antarwilayah.

Penyebab Terjadinya Interaksi Antar Ruang Interaksi antar ruang disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut. • Perbedaan karakteristik ruang Setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing yang membedakannya dengan wilayah lain terkait dengan sumber daya alam maupun sumber daya mineral. Perbedaan inilah yang menyebabkan timbulnya interaksi antar ruang karena masing-masing ruang membutuhkan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

• Perubahan ruang Setiap ruang tidak akan bertahan selamanya. Dalam arti setiap ruang pada saatnya akan mengalami perubahan. Misalnya, perubahan ruang yang terjadi akibat bencana alam gempa bumi yang disertai likuifaksi menyebabkan ruang tersebut tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Karena itu, masyarakat yang terdampak gempa mau tidak mau harus direlokasi ke ruang baru yang lebih aman. • Perbedaan kebutuhan Setiap ruang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal sumber daya alam atau mineral yang dimiliki. Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan kebutuhan dari masing-masing ruang. Misalnya, daerah pantai yang notabene penghasil ikan akan membutuhkan sayur mayur yang dihasilkan oleh daerah pegunungan.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Bentuk Interaksi Antar Ruang Interaksi antar ruang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya adalah sebagai berikut. • Mobilitas sosial yaitu interaksi antar ruang yang terjadi dalam bentuk pergerakan manusia • Komunikasi yaitu interaksi antar ruang yang terjadi melalui perpindahan gagasan interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut informasi • Transportasi yaitu interaksi antar ruang yang terjadi melalui perpindahan barang atau energi.

Contoh Interaksi Antar Ruang Contoh interaksi antar ruang yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah interaksi antara kota dan desa yaitu sebagai berikut. • Mobilitas penduduk Yaitu adanya pergerakan manusia dari desa ke kota atau kota ke desa.

Misalnya, fasilitas pendidikan di kota lebih baik dibandingkan di desa sehingga banyak penduduk desa yang menuntut ilmu di kota. • Komunikasi sosial Yaitu adanya pergerakan gagasan dan informasi, terutama dari kota ke desa. Misalnya dengan semakin luasnya daerah di pedesaan yang dapat dijangkau media massa atau internet. • Transportasi Yaitu adanya pergerakan barang-barang yang berasal dari desa ke kota, atau sebaliknya. Misalnya, bawang merah brebes yang dijual ke kota.

Dampak Interaksi Antar Ruang Interaksi antar ruang yang berlangsung secara terus menerus dan relatif tinggi tentu menimbulkan dampak bagi masing-masing wilayah. Dampak interaksi antarruang dapat bersifat positif maupun negatif. Dampak Positif Adapun dampak positif interaksi antar ruang di antaranya adalah sebagai berikut. • Pengetahuan penduduk di masing-masing wilayah semakin meningkat.

• Mobilitas penduduk, komunikasi, dan transportasi yang bergerak dan berkumpul di lokasi tujuan akhirnya membentuk daerah perkotaan baru yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi. • Mobilitas penduduk menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan di daerah tujuan yakni dari lahan pertanian ke lahan non pertanian seperti pemukiman atau industri sebagai tempat untuk menampung aktivitasnya. • Mobilitas penduduk juga mengakibatkan berubahnya orientasi pekerjaan di daerah tujuan.

Jika pada awalnya orientasi pekerjaan berkutat pada sumber daya alam, ketika terjadi mobilitas penduduk orientasi pekerjaan beralih ke jenis pekerjaan yang lain. • Interaksi antar ruang menyebabkan semakin berkembangnya sarana dan prasarana di daerah tujuan. Misalnya, infrastruktur jalan yang semakin banyak dibuat berakibat pada semakin meningkatnya pergerakan barang dan jasa ke tempat tujuan.

• Interaksi antar ruang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya. Misalnya, gaya busana artis K-Pop yang kini banyak ditiru oleh kaum muda milenial di Indonesia.

• Interaksi antar ruang menyebabkan semakin beragamnya komposisi penduduk di daerah tujuan. Misalnya, wilayah DKI Jakarta kerap disebut sebagai miniatur Indonesia karena banyak sekali pendatang dari daerah lain hingga komposisi penduduknya berkembang menjadi multietnis. Dampak Negatif Selain dampak positif, interaksi antarruang juga memberikan dampak negatif, di antaranya sebagai berikut.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

• Mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk produktif di daerah asal sehingga pembangunan di daerah asal menjadi terhambat karena mereka lebih suka mengais rejeki di wilayah baru. • Mobilitas penduduk juga menyebabkan semakin meningkatnya jumlah penduduk di daerah tujuan.

Hal ini dapat mendatangkan masalah ekonomi baru seperti pengangguran atau kriminalitas akibat semakin ketatnya persaingan mencari pekerjaan. • Timbulnya kemacetan di daerah tujuan akibat jumlah pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan jumlah pertumbuhan infrastruktur jalan. • Infrastruktur komunikasi dan informasi yang semakin modern menyebabkan semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi.

Informasi yang berlimpah namun tidak dibarengi dengan daya kritis dapat membuat masyarakat mudah termakan berita hoax. Cara Mengatasi Permasalahan dalam Interaksi Antar Ruang Cara mengatasi permasalahan dalam interaksi antar ruang di antaranya adalah sebagai berikut. • Meningkatkan pembangunan ekonomi di daerah asal.

• Meningkatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan di daerah asal. • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak negatif internet sebagai media komunikasi. • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlunya mengembangkan kemampuan dan keterampilan diri sebelum memutuskan bergerak ke daerah tujuan. Contohnya melatih diri di BLK ekonomi kreatif.

• Membatasi penjualan kendaraan bermotor. Recommended • 7 Prospek Kerja Lulusan Sastra Jerman Beserta Kisaran Gajinya • 8 Prospek Kerja Lulusan Teknologi Pangan Beserta Penjelasannya • 6 Prospek Kerja Lulusan Hukum Tata Negara yang Perlu diketahui • 7 Prospek Kerja Lulusan Hukum Perdata Beserta Penjelasannya • 9 Prospek Kerja Lulusan Fisioterapi Beserta Kisaran GajinyaIX.

Dampak Interaksi Secara umum definisi Interaksi adalah hubungan timbal balik antara seseorang dengan orang lain atau kelompok dan kelompok dengan kelompok. Interaksi bisa diwujudkan pada reaksi dan juga aksi.

Di dalam kehidupan, setiap orang tidak akan bisa lepas dari interaksi. Interaksi bisa disebut sebagai hubungan sosial yang saling memberikan pengaruh antara satu individu dengan individu lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia sangat butuh interaksi dan akan terjadi sepanjang hidup. Pengertian Interaksi Menurut Para Ahli 1. Menurut Gilin Gilin berpendapat jika interaksi merupakan hubungan sosial dinamis yang terjadi antar individu dengan individu lain atau kelompok dan hubungan antar kelompok.

Hubungan tersebut bisa terjadi akibat manusia yang sebenarnya tidak interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut hidup tanpa orang lain. 2. Menurut Macionis Macionis berpendapat jika interaksi merupakan hubungan reaksi serta aksi dari seseorang dalam hubungannya bersama individu atau kelompok yang lain. 3. Menurut Broom dan Selznic Mereka berpendapat jika interaksi adalah proses yang didasari kesadaran kehadiran orang lain dan orang tersebut juga butuh respons dari tindakan orang lain.

4. Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack Kimball Young serta Raymond W. Mack mengartikan jika interaksi adalah hubungan sosial antar individu dengan individu lain atau kelompok lain dan juga hubungan satu kelompok dengan kelompok yang dilakukan secara dinamis. 5. Menurut Homans Homans berpendapat jika interaksi merupakan proses kehidupan dan aktivitasnya dilakukan satu orang pada orang lain yang akan diberikan respons berbentuk hukuman atau ganjaran dari orang lain.

6. Menurut Bonner Bonner berpendapat jika interaksi merupakan hubungan yang terjadi antar dua orang atau bahkan lebih yang aksi dari masing masingnya bisa mengubah atau mempengaruhi kehidupan orang lain.

7. Menurut Kimball Young Kimball Young berpendapat jika interaksi adalah salah satu kunci terpenting dalam kehidupan. Jika tidak ada interaksi, maka tidak akan ada kehidupan bersama serta aktivitas sosial yang terjadi di dalam masyarakat. 8. Menurut Shaw Shaw berpendapat jika interaksi merupakan proses pertukaran ide, interaksi serta perilaku yang bisa mempengaruhi antar satu individu dengan individu lainnya. Semua pola interaksi bertujuan untuk mempengaruhi individu yang lain. Jika dilihat secara garis besar, interaksi bisa dibagi menjadi dua bagian yakni asosiatif dan diasosiatif.

Interaksi sosial asosiatif bisa terjadi karena proses yang positif dan akhirnya menghasilkan keteraturan, aturan serta normal di dalam dinamika sosial. Sementara interaksi asosiatif terjadi karena proses yang mengarah ke perpecahan dan berbagai hal negatif. Contohnya seperti solidaritas yang merenggang antara kelompok satu dengan yang lain. Ciri-ciri Interaksi Proses interaksi bisa terjadi ketika ada beberapa faktor didalamnya seperti pelaku lebih dari 1 orang, komunikasi, dimensi waktu dan lain sebagainya.

1. Terdapat Pelaku Lebih dari Satu Orang Ciri dari interaksi yang pertama adalah terdiri dari 1 orang lebih. Proses interaksi tidak akan bisa terjadi ketika hanya ada satu orang saja.

Proses interaksi hanya bisa terjadi ketika ada individu yang berinteraksi dengan individu lainnya. 2. Terdapat Komunikasi Antar Pelaku Memakai Simbol Ciri interaksi berikutnya adalah terdapat komunikasi di antara pelaku memakai beberapa simbol.

Proses interaksi melibatkan komunikasi yang terjadi antara individu atau kelompok tidak hanya lisan namun juga memakai simbol lewat isyarat atau gestur tubuh. 3. Terdapat Dimensi Waktu Interaksi juga hanya bisa terjadi ketika ada dimensi waktu interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut masa lampau, masa kini serta masa mendatang yang akan menentukan sifat aksi yang tengah berlangsung.

Proses interaksi akan melibatkan dimensi waktu yang sedang terjadi. Ini artinya interaksi sudah pernah terjadi di masa lalu, bisa terjadi di masa kini serta masa mendatang.

4. Terdapat Tujuan Tertentu Agar interaksi bisa terjadi, maka pelaku harus mempunyai tujuan. Contohnya ketika di pasar, maka interaksi akan terjadi antara penjual dan pembeli.

Pembeli memiliki tujuan untuk memperoleh barang yang diperlukan, sedangkan penjual mempunyai tujuan untuk menawarkan barng yang dijual.

Syarat Terjadinya Interaksi Interaksi bisa terjadi ketika sudah memenuhi 2 syarat yakni kontak sosial serta komunikasi: 1. Kontak Sosial Sebenarnya kontak sosial merupakan hubungan satu pihak dengan yang lainnya. Ini adalah awal terjadinya interaksi yang membuat masing masing pihak bisa bereaksi walau tidak bersentuhan secara fisik. Jika dilihat secara sederhana, kontak sosial merupakan cara yang dilakukan pada proses interaksi sosial. Kontak sosial sendiri bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni: • Kontak sosial primer: Hubungan timbal balik antar satu orang dengan yang lain atau dengan kelompok yang terjadi secara tatap muka atau fisik.

Contohnya seperti berjabat tangan dan berbicara. • Kontak sosial sekunder: Hubungan timbal balik antar satu orang dengan orang lain atau kelompok lewat perantara. Contohnya seperti komunikasi lewat media telepon, chatting atau menyampaikan pesan ke orang lain.

Kontak sosial sekunder sendiri terbagi menjadi 2 yakni sekunder langsung tidak melalui perantara dan langsung diterima serta sekunder tidak langsung yang melalui perantara dan tidak langsung diterima yang bersangkutan. Kontak sosial sendiri tidak hanya terjadi secara fisik akan tetapi juga bisa dilakukan lewat telepon, surat elektronik atau email dan juga radio.

Untuk itulah, hubungan fisik tidak dijadikan syarat utama untuk terjadinya kontak. Berikut adalah beberapa sifat dari kontak sosial: • Kontak sosial bersifat positif atau negatif: Kontak sosial positif lebih mengarah ke kerja sama. Sementara kontak sosial negatif lebih mengarah ke konflik atau pertentangan.

• Kontak sosial bersifat primer atau sekunder: Kontak sosial primer bisa terjadi ketika pelaku interaksi bertemu secara langsung seperti guru dan murid di kelas. Sedangkan kontak sekunder terjadi lewat interaksi dengan perantara contohnya pertemuan ayah dan anak ketika di meja makan. 2. Komunikasi Kontak sosial merupakan cara untuk berinteraksi.

Dengan begitu, komunikasi menjadi proses penyampaian serta penerimaan pesan dari satu pihak ke pihak lain. Tujuannya adalah supaya bisa saling mempengaruhi antar keduanya. Komunikasi sendiri bisa dibedakan menjadi 2, yakni: • Komunikasi verbal yakni bentuk komunikasi lisan contohnya seperti berbicara. • Komunikasi nonverbal yakni bentuk komunikasi memakai gestur tubuh atau simbol seperti menyapa dengan melambaikan tangan.

Selain itu, dalam pokok komunikasi terdapat 5 unsur dan berikut diantaranya: • Komunikator: Orang yang menyampaikan perasaan, pesan atau pikiran pada orang lain.

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

• Komunikan: Orang atau kelompok orang yang dikirimi pesan, perasaan atau pikiran. • Pesan: Sesuatu yang disampaikan komunikator dalam bentuk instruksi, informasi serta perasaan. • Media: Alat untuk menyampaikan pesan berbentuk tulisan, lisan, film atau gambar. • Efek: Perubahan yang diharapkan bisa terjadi pada komunikan sesudah memperoleh pesan dari komunikator.

Pada proses komunikasi, ada 3 tahapan penting yang terjadi. Berikut ulasan masing masing proses komunikasi tersebut: • Encoding: Gagasan yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam bentuk gambar atau kalimat. Di tahapan ini, komunikator harus bisa memilih istilah, kata, kalimat serta gambar agar lebih mudah dipahami. • Penyampaian: Dalam tahapan ini, ide akan diwujudkan dalam bentuk gambar serta kalimat dalam bentuk tulisan, lisan atau gabungan keduanya.

• Decoding: Dalam tahapan ini, proses mencerna serta memahami kalimat dan gambar akan dilakukan yang diterima sesuai pengalaman masing masing. Faktor Pendorong Interaksi Interaksi tidak terjadi begitu saja karena dipengaruhi dengan beberapa faktor sebagai dasar dari terjadinya interaksi.

Berikut beberapa faktor yang menjadi dasar terjadinya interaksi: 1. Imitasi Imitasi merupakan proses belajar dengan cara mengikuti atau meniru perilaku orang lain.

Contohnya seperti anak yang ingin menjadi dokter akan berpenampilan memakai pakaian dokter dan menganggap dirinya sebagai dokter. 2. Identifikasi Identifikasi merupakan dorongan untuk menjadi sama atau identik dengan orang lain. Proses identifikasi membutuhkan figur yang ideal untuk pelaku. Contohnya seperti pria Indonesia yang secara keseluruhan menyerupai sosok sang idola yakni Christiano Ronaldo dari mulai tampilan fisik hingga perilaku. 3. Sugesti Sugesti merupakan sebuah pandangan, pendapat serta sikap yang diberikan untuk orang lain serta diterima pihak lain.

Dengan begitu, orang tersebut akan mengikuti pengaruh atau pandangan tersebut. Contohnya seperti terpengaruh dengan tayangan media sosial atau televisi sehingga penonton melakukan tindakan mengikuti tayangan yang sedang ditampilkan.

Contoh kedua adalah anjuran dari dokter pada pasien sehingga diikuti oleh pasien. 4. Simpati Simpati adalah rasa tertarik pada orang lain seakan ada dalam kondisi orang tersebut yang kemudian menimbulkan interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut emosi seperti senang atau sedih. Contohnya seperti anak yang merasa kasihan ketika mengetahui kakaknya sedang sakit. 5. Empati Empati merupakan rasa peduli pada orang atau kelompok lain yang terlihat dari tindakan nyata.

Contohnya seperti seseorang yang sedang menolong temannya yang terjatuh dari sepeda dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Bentuk Interaksi 1. Interaksi Berbentuk Asosiasi Bentuk interaksi yang pertama adalah asosiasi yang terjadi karena proses asosiasi meliputi akomodasi, kerjasama serta asimilasi.

Kerjasama adalah usaha antarindividu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Akomodasi adalah kondisi interaksi antar individu atau kelompok untuk menyeimbangkan peran nilai sosial serta norma sosial yang berlaku di masyarakat. Sementara asimilasi adalah proses integrasi kelompok sosial dengan mengidentifikasi diri untuk kepentingan dan tujuan kelompok.Interaksi sosial berbentuk asosiasi memiliki tujuan untuk mendapatkan kelompok sosial yang terbilang stabil.

Beberapa bentuk dari interaksi asosiasi diantaranya adalah: • Kerjasama: Bentuk interaksi yang membuat orang atau kelompok akan saling bekerjasama dan tolong menolong supaya bisa mencapai tujuan tertentu secara bersama. • Akomodasi: Akomodasi merupakan proses penyesuaian diri seseorang atau kelompok yang awalnya bertentangan kemudian berusaha mengatasi ketegangan.

Tujuannya adalah untuk mengurangi perbedaan dari pandangan dan mencegah konflik. • Akulturasi: Penerimaan unsur baru supaya bisa menjadi kebudayaan yang baru tanpa harus menghilangkan unsur lama. Akulturasi adalah hasil perpaduan dua kebudayaan yang berbeda. • Asimilasi: Asimilasi merupakan usaha untuk meredakan perbedaan antar individu atau antar kelompok agar bisa sepakat yang didasari kepentingan serta tujuan bersama.

2. Interaksi Berbentuk Diasosiasi Bentuk interaksi ini bisa terjadi karena proses diasosiasi yang meliputi kontravensi, persaingan serta pertentangan. Persaingan adalah proses sosial yang bisa terjadi antar individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan di dalam hidup. Bentuk kontravensi sendiri adalah bentuk interaksi yang sifatnya ada di antara pertentangan serta persaingan.

Berikut beberapa interaksi berbentuk diasosiasi yang sering terjadi: • Kompetisi: Bentuk dari interaksi sosial diasosiasi yang membuat seseorang atau sebuah kelompok saling berlomba untuk memperoleh tujuan yang sama.

Persaingannya sendiri dilakukan secara sportif serta sesuai aturan tanpa terjadinya benturan fisik. • Kontravensi: Bentuk dari interaksi disosiasi berbentuk sikap yang menentang dengan tersembunyi supaya tidak terjadi konflik.

Kontravensi sendiri terdiri dari beberapa macam yakni kontravensi umum, intensif serta sederhana, taktis dan rahasia. • Konflik Sosial: Pertikaian atau konflik sosial merupakan bentuk interaksi disosiatif yang bisa terjadi akibat adanya perbedaan paham serta kepentingan antar kelompok atau individu.

Konflik ditandai dengan kekerasan, ancaman serta kontak fisik antar pihak yang saling bertentangan. Jenis Interaksi 1. Interaksi Antar Individu dan Individu Jenis interaksi ini sangat jelas atau konkret namun juga bisa terjadi sebaliknya.

Ketika ada dua individu yang saling bertemu, maka interaksi sudah terjadi. Meski keduanya tidak melakukan kegiatan sama sekali, akan tetapi interaksi tetap sudah terjadi yang menyebabkan perubahan pada diri masing-masing orang tersebut. 2. Interaksi Antar Kelompok dan Kelompok Interaksi juga bisa terjadi antar kelompok satu dengan kelompok lainnya. Jenis interaksi ini terjadi di kelompok sebagai sebuah kesatuan dan bukan pribadi anggota kelompok yang berhubungan.

3. Interaksi Antar Individu dan Kelompok Jenis interaksi berikutnya adalah antar individu dan kelompok. Jenis interaksi ini beragam sesuai dengan kondisinya. Interaksi akan lebih terlihat ketika terjadi benturan antar kepentingan perorangan serta kepentingan dari kelompok. Tujuan Interaksi Setiap orang yang melakukan interaksi mempunyai tujuan yang berbeda. Tujuan tersebut bisa bersifat positif dan juga negatif. Berikut adalah beberapa tujuan dari dilakukannya interaksi: • Untuk menjalin hubungan kekerabatan supaya lebih erat dan kerukunan antar masyarakat bisa tebentuk.

• Untuk menjalin hubungan di bidang pekerjaan yang baik supaya hasil yang didapat bisa maksimal. • Untuk menciptakan kebudayaan serta struktur masyarakat yang baru. • Untuk berunding tentang banyak masalah di bidang politik, ekonomi, sosial dan bidang lainnya supaya bisa ditemukan solusi.

• Untuk mengurangi pertentangan atau pertikaian yang terjadi antara satu orang dengan orang lain, orang dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. • Untuk negoisasi ketika menentukan kesepakatan yang bisa memberi keuntungan untuk kedua belah pihak. • Untuk memperlihatkan sikap empati dan simpati pada orang lain. • Untuk berkompetisi supaya bisa menjadi yang paling baik dari yang terbaik.

• Untuk menjatuhkan pihak lawan yang tidak sepaham dengan keinginan serta mengancam kepentingan individu atau kelompok. • Untuk mempererat hubungan dengan orang lain. • Untuk saling bertukar pikiran serta pendapar supaya bisa menciptakan sistem atau hal baru interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut kreatif serta inovatif. • Untuk kerjasama dalam mengusahakan proyek bersama baik itu dalam kepentingan penelitian, pekerjaan dan kepentingan lain.

Manfaat Interaksi Tidak hana memiliki beberapa tujuan tertentu, namun interaksi juga bisa memberikan banyak manfaat. Berikut adalah beberapa manfaat dari interaksi: • Untuk membangun relasi bisnis yang baik. • Untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain. • Untuk menyelesaikan permasalahan di banyak bidang. • Untuk mendapatkan banyak saudara dan teman sebab hubungan sosial bisa terjalin dengan baik.

• Untuk meningkatkan rasa saling peduli antar anggota kelompok sebuah masyarakat. • Untuk menciptakan rasa damai serta tenteram dalam hidup bermasyarakat. Dampak Interaksi Sumber Referensi https://adjar.grid.id/read/542740001/interaksi-sosial-pengertian-ciri-ciri-syarat-jenis-dan-contohnya?page=all https://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi http://etheses.uin-malang.ac.id/1201/6/11410012_Bab_2.pdf http://eprints.ums.ac.id/45469/8/Skripsi%20Khoirul%20BAB%20II.pdf http://etheses.iainkediri.ac.id/1767/3/933400813_bab%202.pdf • Tags • Bentuk Interaksi • Ciri Ciri Interaksi • Dampak Interaksi • Definisi Interaksi • Faktor Interaksi • Fungsi Interaksi • Individu • interaksi • Interaksi Adalah • interaksi sosial • Jenis Jenis Interaksi • Kelompok • Macam Macam Interaksi • Manfaat Interaksi • Organisasi • Pengertian Interaksi • Sosial • Syarat Interaksi • Tujuan Interaksi ABOUT US Adammuiz.com merupakan sebuah website yang ditujukan untuk membagikan informasi pengetahuan.

Konten pada website ini interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut dengan akurat dan benar sejauh pengetahuan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran formal dan individual dari seorang profesional yang memenuhi syarat.

Website ini dibuat guna memberikan bahan bacaan gratis yang dapat diakses oleh umum.
Pengertian interaksi adalah: Subjek Definisi PKn / Pendidikan KewargaNegaraan ? interaksi : bergaul (hubungan) Sejarah ? interaksi : adalah saling berhubungan. interaksi : hubungan antara dua unsur kehidupan atau proses saling kerjasama dalam kehidupan manusia interaksi adalah saling berhubungan.

Sosiologi ? interaksi : Proses hubungan timbal balik antara inividu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. interaksi : saling berbuat atau saling melakukan. IPA ? interaksi : berhubungan Biologi ? interaksi : hubungan timbal balik yang menimbulkan saling ketergantungan.

Ekosistem ? interaksi : Suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain BSE Biologi kelas 10 ? interaksi : hubungan timbal balik (BSE: Biologi 10 IKESL09) Kesehatan ? interaksi (Interaction) : Dampak yang dapat terjadi bila satu obat dipakai bersamaan dengan obat lain atau dengan makanan tertentu, atau dengan jamu/suplemen/narkoba.

IPS / Ilmu Pengetahuan Sosial ? interaksi : hubungan dua orang atau lebih atau antara dua kelompok orang atau lebih atas dasar adanya aksi dan reaksi. interaksi : hubungan manusia yang dengan manusia lain interaksi : hubungan timbal balik melalui kontak dan komunikasi interaksi : hubungan timbal-balik antara pihak-pihak tertentu.

interaksi : hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. interaksi : saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi, antarhubungan Buku BSE Kelas 7 SMP IPS Siswa 2016 ? interaksi : Hubungan manusia yang dengan manusia lain. Epidemiologi ? interaksi (Interaction) : Dampak yang dapat terjadi bila satu obat dipakai bersamaan dengan obat lain atau dengan makanan tertentu, atau dengan jamu/suplemen/narkoba. Kamus Definisi Bahasa Indonesia (KBBI) ? interaksi : in.ter.ak.si [n] hal saling melakukan aksi, berhubungan, mem-pengaruhi; antarhubungan Malaysia (Dewan) ?

interaksi adalah melakukan aksi berhubungan mempengaruhi antar hubungan hal itu menurut

interaksi tindakan atau perhubungan aktif antara satu sama lain, tindak balas antara dua atau beberapa pihak: kaunseling ialah satu proses yg melibatkan ~ antara seorang kaunselor dgn kliennya; komunikasi massa sering diertikan sbg proses perhubungan atau ~ antara individu dlm sesuatu kelompok masyarakat; Definisi ?

interaksi : kb, saling berhubungan, saling bereaksi. Glosarium.org versi April 2019 ✰ Glosarium.org adalah website belajar online. tentang Glosarium kamus kosa kata bebas yang dimuat dari banyak sumber dan referensi di internet. ✰ Berdasarkan kategori bidang khusus dan mata pelajaran. ✰ Referensi rata-rata minimal 2 bidang/mata pelajaran per kata. ✰ Lengkap lebih dari 200+ bidang dan mata pelajaran ada di Glosarium.org ✰ Tanpa website mirror/kloningan ampas ✰ AMP, akses glosarium.org lewat Google Search mobile lebih cepat.

✰ Konten berorientasi manusia, mendahulukan penyampaian maksud yg dapat dimengerti manusia daripada mesin pencari. ✰ 2021, glosarium.org 3x lebih cepat.

Pengertian, ciri-ciri, syarat dan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial




2022 www.videocon.com