Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

Komunikasi pemasaran sebagai salah satu area dari komunikasi organisasi umumnya diartikan sebagai sarana untuk berbagi informasi, konsep, dan arti yang dilakukan oleh sumber pesan kepada penerima pesan mengenai berbagai produk, layanan atau jasa, serta organisasi sebagai penjual produk dan layanan tersebut. Sebagai pemasar, sejatinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusan dan sikap konsumen. Sebaliknya, sebagai konsumen, tentunya kita mencari, memilih, dan kemudian memakai produk yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Konsumsi produk adalah salah satu bentuk produksi itu sendiri. Dengan demikian, komunikasi pemasaran menjadi memiliki tujuan. Dari segi psikologi komunikasi, komunikasi pemasaran memiliki tujuan utama yaitu untuk mempersuasi target khalayak untuk merubah sikap dan perilaku terhadap organisasi. Dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran terkait erat dengan perilaku konsumen. Baca juga : Bauran Komunikasi Pemasaran – Strategi Komunikasi Pemsaran Hal ini ditegaskan oleh Richard J.

Varey (2002) yang menyatakan bahwa konsep sentral marketing atau pemasaran dan perilaku konsumen menitikberatkan pada konsep pertukaran. Pertukaran yang dimaksud adalah ketika kita mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan kita, maka kita akan mencarinya dan mendapatkan dengan cara menukarkan uang kita dengan produk yang dimaksud. Dengan demikian, secara umum uang diartikan sebagai media pertukaran yang kita gunakan untuk memperoleh kepuasan. Untuk memahami perilaku konsumen maka diperlukan teori komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan dalam perilaku konsumen.

Menurut Chahid Fourali teori komunikasi pemasaran yang diterapkan dalam perilaku konsumen cenderung untuk fokus pada model-model persuasi dibandingkan dengan pendekatan pemasaran. Dengan demikian, teori komunikasi pemasaran mengadopsi teori komunikasi persuasi untuk menjelaskan perilaku konsumen.

Berikut adalah beberapa teori komunikasi pemasaran menurut para ahli yang berakar pada teori komunikasi persuasi. (Baca juga : Komunikasi Persuasif) 1. Model- model Hierarki Efek ( Hierarchy-of-Effects Models) Awalnya model ini diperuntukkan bagi penjualan manual, kini model hirarki efek telah mengalami modifikasi dan telah digunakan dalam berbagai bentuk.

Adapun bentuk-bentuk model hierarki efek meliputi model AIDA, model efektivitas periklanan, model tujuan periklanan, model hierarki komunikasi persuasi, model hierarki belajar, model hierarki atribusi disonan, dan model hierarki pelibatan yang rendah. Dalam model hierarki belajar, efek kognitif terjadi lebih dulu, kemudian diikuti oleh efek afektif dan selanjutnya efek konatif.

Sementara itu, dalam hierarki pelibatan yang rendah, yang terjadi lebih dulu adalah efek kognitif, kemudian efek konatif, dan terakhir efek afektif. Terakhir, pada hierarki atribusi disonan, yang terjadi lebih dahulu adalah efek konatif, diikuti dengan efek afektif, dan terakhir adalah efek kognitif.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan yang menyebabkan hierarki ini terjadi, diantaranya adalah segmen khalayak, isu siklus hidup, tingkat keterlibatan, berbagai perbedaan diantara alternatif-alternatif, sifat dapat dipercaya, penolakan, kekuatan tuntutan, dan penggunaan aluran komunikasi yang berbeda-beda (Juhi, 1988 : 20). Baca juga : Model Komunikasi – Model Komunikasi Lasswell – Model Komunikasi Massa 2. Model Kemungkinan Elaborasi – Elaboration Likelihood Model Model kemungkinan elaborasi atau Elaboration Likelihood Model (ELM) adalah salah satu teori proses ganda yang menggambarkan perubahan bentuk sikap.

Model ini dikembangkan oleh Richard E. Petty dan John Cacioppo pada tahun 1986. Model ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai acara dalam memproses rangsangan, alasan penggunaannya, serta hasilnya pada perubahan sikap. Baca juga : Teori Feminisme Menurut Para Ahli Model ini menawarkan dua rute utama persuasi yaitu rute pusat dan rute perifer.

Yang dimaksud dengan rute pusat adalah bahwa persuasi kemungkinan akan dihasilkan dari pertimbangan yang hati-hati dan bijaksana dari seseorang tentang manfaat sebenarnya dari informasi yang disajikan untuk mendukung advokasi. Rute pusat melibatkan tingkat tinggi elaborasi pesan dimana sejumlah besar kognisi tentang argumen dihasilkan oleh individu yang menerima pesan.

Hasil dari perubahan sikap akan relatif lebih tahan lama serta prediktif terhadap perilaku. Sementara itu, yang dimaksud dengan rute perifer adalah bahwa persuasi berasal dari hubungan seseorang dengan isyarat positif atau negatif dalam stimulus atau membuat kesimpulan sederhana tentang manfaat dari posisi advokasi. Isyarat yang diterima oleh individu di bawah rute perifer umumnya tidak terkait dengan kualitas logis stimulus. Isyarat ini akan melibatkan faktor-faktor seperti kredibilitas atau daya tarik sumber pesan, atau kualitas produksi pesan.

Kemungkinan elaborasi akan ditentukan oleh motivasi dan kemampuan seseorang untuk mengevaluasi argumen yang dipresentasikan. [AdSense-A] 3. Teori Semiotika – Semiotics Semiotika adalah studi tentang tanda dan simbol-simbol sebagai elemen-elemen perilaku komunikatif termasuk analisis sistem komunikasi seperti bahasa, gesture, atau pakaian.

Semiotika juga diartikan sebagai teori umum tentang tanda dan perlambang yang umumnya dibagi ke dalam beberapa cabang seperti pragmatik, semantik, dan sintaktis. Menurut teori semiotika Ferdinand de Saussure, terdapat dua bagian utama tanda yaitu signifier (segala sesuatu yang bersifat keberadaan secara fisik) dan signified (sebuah konsep mental). Dalam komunikasi pemasaran dan periklanan, semiotika memainkan peranan penting dalam menetukan sukses tidaknya setiap usaha yang dilakukan.

Baca juga : Semiotika Komunikasi – Komunikasi Visual Sebagai sebuah ilmu tentang komunikasi merek maka semiotika dapat digunakan sebagai alat untuk meneliti efektivitas komunikasi merek.

Untuk mengidentifikasi trend dalam budaya pop, memahami bagaimana sikap serta perilaku konsumen dibentuk melalui hubungannya dengan budaya pop serta kemampuan program-program pemasaran dan periklanan dapat memenuhi kebutuhan konsumen, maka diperlukan metode dan teori semiotika Roland Barthes. Hal ini dikarenakan semiotika melibatkan studi tentang trend budaya, bahasa, petunjuk nonverbal, norma-orma berperilaku, etika sosial dan ritual serta sebagai studi untuk memahami bagaimana berbagai rangsangan sensor dan emosi dari suatu merek berinteraksi dengan setiap target sasaran.

4. Teori Atribusi – Attribution Theory Attribution theory atau teori atribusi menyediakan suatu kerangka kerja untuk memahami bagaimana orang-orang menjelaskan dirinya dan perilaku orang lain. Entri ini melihat kembali proses atribusi dan menyelidiki pentingnya atribusi untuk menentukan sukses tidaknya mengelola konflik dalam hubungan interpersonal. Selain itu, atribusi digunakan untuk menetukan sikap-sikap stigma orang-orang dan perilaku diskriminatif yang diakhiri dengan informasi tentang dasar-dasar kesalahan atribusi dan teori persepsi diri.

Dasar teori atribusi adalah orang akan melakukan sesuatu karena alasan tertentu. Dengan kata lain, orang memiliki berbagai lasan untuk mengembangkan kesan mereka terhdap orang lain. Fritz Heider tertarik pada bagaimana seorang individu mengembangkan sebuah kesan terhadap orang lain. Kesan-kesan ini dibangun dan dikembangkan melalui 3 (tiga) tahapan proses yaitu pengamatan perilaku, determinasi apakah perilaku disengaja, dan kategorisasi perilaku yang termotivasi secara internal dan eksternal.

Baca juga : Komunikasi Lintas Budaya 5. Teori Pertukaran – Exchange Theory Teori yang digagas oleh George C. Homans menyatakan bahwa exchange atau pertukaran adalah interaksi antara orang-orang yang dipertahankan melalui penguatan. Yang dimaksud dengan pertukaran lanjutan adalah hal-hal yang diharapkan membawa manfaat lebih dari yang diharapkan dari berbagai kegiatan alternatif.

Menurut Homans, orang belajar untuk mengharapkan perilaku tertentu dari orang lain sebagai respon terhadap tindakan mereka sendiri. Sebagai gantinya adalah kasih sayang dan hormat diberikan kepada orang-orang bertindak sesuai dengan cara yang dihargai yang memperkuat perilaku itu. Dengan demikian, pertukaran barang dan jasa untuk uang hanyalah bagian dari proses pertukaran sosial yang jauh lebih luas dan lebih dalam.

Baca juga : Teori Media Baru 6. Teori Difusi Inovasi – Diffusion of innovations Teori difusi inovasi yang digagas oleh Everett M. Rogers adalah salah satu teori komunikasi pembangunan dan teori komunikasi massa yang diadopsi ke dalam ranah komunikasi pemasaran untuk menjelaskan proses suatu produk baru yang menyebar dalam pasar melalui pembelian oleh adopter.

Proses melibatkan beberapa tahapan yang masing-masing tahapan memiliki beberapa faktor penting dalam perencanaan komunikasi pemasaran.

Menurut Rogers, yang dimaksud dengan difusi adalah proses sebuah inovasi yang dikomunikasikan selama jangka waktu tertentu diantara anggota sebuah sistem sosial. Terdapat 5 (lima) kategori pengadopsi inovasi yaitu : • Innovator – perintis. • Early adopters – pelopor, pemuka pendapat yang berpendidikan tinggi dan terbuka pada ide-ide baru. • Early majority– penganut dini yang bergantung pada sumber-sumber data informal.

• Late majority – penganut lambat yaitu mereka yang bersikap skeptic terhadap ide-ide baru dan hanya mengadopsi produk baru untuk alasan-alasan ekonomis dan sosial. • Laggards – kaum kolot yaitu mereka yang menolak ide-ide baru dengan pemikiran yang tertutup dan berpenghasilan rendah.

Mereka yang perilakunya sebagian besar jatuh pada salah satu kategori di atas akan memiliki perilaku komunikasi yang berbeda seperti penggunaan media dan lain-lain. [AdSense-C] Teori Lainnya (7-14) Selain teori komunikasi pemasaran di atas, ada beberapa teori komunikasi yang menyangkut komunikasi pemasaran, diantaranya: 7. Model Pengetahuan Persuasi – Persuasion Knowledge Model Model ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1994 oleh Marian Friestad dan Peter Wright sebagai sebuah model yang menjelaskan bagaimana pengetahuan taktik persuasi pemasar berdampak pada respon konsumen terhadap taktik tersebut.

Model ini menegaskan bahwa setiap saat konsumen mengembangkan pengetahuan tentang taktik persuasi pemasar dan karenanya menjadi lebih baik dalam beradaptasi dan merespon untuk usaha semacam itu dalam rangka untuk mencapai segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan pribadi dirinya.

Baca juga : Komunikasi Gender 8. Teori Perilaku Terencana – Theory of Planned Behavior Icek Ajzen menyajikan sebuah teori yang dinamakan dengan theory of planned behavior untuk mengembangkan model prediksi perlaku yang tidak berada di bawah kendali kehendak.

Teori ini memiliki kesamaan dengan teori reasoned action dengan penambahan sebuah komponen yang disebut dengan kontrol perilaku yang dirasakan untuk memprediksi baik intensi perilaku maupun perilaku itu sendiri.

Yang dimaksud dengan PBC ( perceived behavioral control) adalah persepsi seseorang tentang seberapa mudah atau seberapa sulit untuk menampilkan perilaku tertentu. 9. Teori Penilaian dan Pelibatan Sosial – Social Judgement-Involvement Theory Teori ini adalah sebuah teori persuasi diri yang dirumuskan oleh Carl Hovland, Muzafer Sherif, dan Carolyn Sherif. Teori ini diartikan sebagai persepsi dan evaluasi sebuah gagasan dengan membandingkannya dengan sikap saat ini.

Menurut teori ini, seorang individu menimbang setiap gagasan baru, membandingkannya dengan sudut pandang individu saat ini untuk menentukan dimana seharusnya ditempatkan pada skala sikap dalam pikiran individu.

Baca juga : Komunikasi Bisnis 10. Teori Persepsi Diri – Self-perception Theory Teori persepsi diri merupakan teori yang dikembangkan oleh Daryl Bem.

Teori ini berpendapat bahwa orang akan mengembangkan sikap mereka dengan cara mengamati tingkah laku mereka sendiri dan menyimpulkan sikap apa yang menjadi penyebabnya. Dengan cara yang sama, orang juga akan mencoba untuk menjelaskan perilaku orang lain. Teori ini merupakan teori yang menjadi dasar bagi teknik pemasaran yang efektif atau komunikasi persuasi. Baca juga : Konteks Komunikasi 11. Teori Belajar Sosial – Social Learning Theory Para peneliti sosial sepakat bahwa sebagian sikap, tata nilai, serta perilaku setiap individu dapat dikembangkan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan pengamatan atau pengamatan terhadap model.

Teori belajar sosial yang digagas oleh Albert Bandura adalah teori yang menyatakan bahwa perilaku yang baru dapat diperoleh melalui pengamatan dan meniru orang lain. Dalam artian, pembelajaran adalah sebuah proses kognitif yang terjadi dalam suatu konteks sosial dan dapat terjadi melalui pengamatan langsung.

Pembelajaran juga dapat terjadi melalui konsep reward and punishment atau proses penguatan. 12. Teori Interaksi Simbolik – Symbolic Interactionism Berdasarkan teori interaksi simbolik, perilaku kita terhadap sebuah objek atau kegiatan bergantung pada makna simbolik yang digambarkan oleh orang lain dalam suatu masyarakat. Interaksi simbolik yang diformulasikan oleh Herbert Blumer adalah sebuah proses interaksi dalam pembentukan makna oleh individu.

Teori ini terdiri dari 3 (tiga) prinsip utama yaitu makna, bahasa, dan pikiran. Prinsip ini menuju pada penciptaan sebuah persepsi diri dan sosialisasi ke dalam masayarakat yang lebih luas. 13. Teori Disonansi Kognitif – Cognitive Dissonance Theory Teori yang digagas oleh Leon Festinger ini menyatakan bahwa manusia akan berjuang bagi konsistensi psikologis internal dalam rangka fungsi secara mental di dunia nyata. Seseorang yang mengalami inkonsistensi internal cenderung untuk menjadi tidak nyaman secara psikologis dan termotivasi untuk mengurangi disonasi kognitif dengan cara mengubah bagian kognisi, menambah bagian kognisi baru yang menyebabkan disonansi psikologis serta secara aktif menghindari situasi sosial dan informasi berlawanan yang tampak akan menambah besaran disonansi kognitif.

14. Teori Tindakan Beralasan – Theory of Reasoned Action Teori yang dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen (1975) dirumuskan untuk mengidentifikasi berbagai komponen yang memprediksi perilaku.

Teori ini menawarkan sebuah model proses kognitif yang membawa pada terjadinya keputusan perilaku. Teori ini digunakan untuk memberikan pedoman bagi isi pesan persuasif atau intervensi. Baca juga : Komunikasi Nonverbal [AdSense-B] Manfaat Mempelajari Teori Komunikasi Pemasaran Mempelajari teori komunikasi pemasaran dapat memberikan manfaat tentang berbegai teori yang diadopsi dari berbagai teori komunikasi lainnya yang sebagian besar terkait dengan perilaku konsumen.

Selain yang berkaitan dengan perilaku konsumen, masalah branding juga tidak luput dari kajian komunikasi pemasaran. Karenanya, pemahaman tentang teori semiotika juga diperlukan guna diterapkan dalam program komunikasi pemasaran menyangkut branding suatu produk.

Demikianlah uraian singkat tentang beberapa teori komunikasi pemasaran yang sebagian besar diadopsi dari teori komunikasi persuasi serta teori semiotika.

Semoga menambah wawasan kita tentang teori komunikasi pemasaran khususnya dan komunikasi pemasaran pada umumnya. Pengertian Soft Skill & Contoh Soft Skill – Hai, Grameds! Sering kali seseorang lupa untuk mengembangkan dan meningkatkan soft skill, malah terfokus pada hard skill yang dimilikinya. Padahal, kedua kemampuan itu haruslah beriringan dan seimbang. Memang, hard skill merupakan kemampuan yang dibutuhkan, terlebih untuk melamar suatu pekerjaan. Akan tetapi, memiliki dan meningkatkan soft skill juga sangatlah penting.

Artikel ini akan memberikan gambaran pada kalian terkait soft skill, mulai dari pengertian, cara meningkatkan soft skill hingga fungsinya. Berikut penjelasannya. Table of Contents • Pengertian Soft Skill • Anda Mungkin Juga Menyukai • Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan Soft Skill menurut Para Ahli • 1.

Elfindri, dkk. (2011) • 2. O’Brien (2002) • 3. Yuliani (2012) • 4. Aprinto (2014) • 5. Putra (2005) • 6. Sailah (2008) • 7. Purwoastuti dan Wayani (2015) • 8. Widhiarso (2009) • 9. Bernthal (dalam Muqowim, 2012: 5) • 10. Patrick (2001) • 11. Putra dan Pratiwi (2005: 5), • 12. Klaus (2007) • 13. Kaipa dan Milus (2005: 3-6) • 14. Lorenz (2009) • 15. Kechagias (2011: 83-84) • Manfaat dari Soft Skill • Pentingnya Soft Skill • Hard skill kurang efektif tanpa adanya soft skill • Soft skill lebih sulit untuk dikuasai • Kemampuan interpersonal dalam tempat kerja • Soft skill dapat digunakan untuk menangani konsumen • Cara Meningkatkan Soft Skill • 1.

Memperbanyak Interaksi dengan Sesama • 2. Belajar untuk Mengatur Waktu (Time Management) • 3. Menguasai Emosi • 4. Aktif Mengikuti Organisasi • 5. Perbanyak Ikut Seminar • 6. Mengikuti Kegiatan Volunteer • 7. Perbanyak Melakukan Diskusi dan Membaca Buku • 8. Kenali Diri Sendiri • 9.

Mulai Membangun Mimpimu • 10. Membangun Relasi • 11. Kenali Keadaan Lingkungan • 12. Cari Informasi • 13. Bergaul • Contoh Soft Skill beserta Fungsinya • 1. Leadership Soft Skill • 2. Communication Soft Skill • 3.

Teamwork Soft Skill • 4. Etos Kerja • 5. Good Attitude • 6. Mampu berpikir kritis • 7. Memiliki kemampuan untuk mengakses, menganalisis, serta mensintesis informasi • 8. Memiliki rasa ingin tahu, kreatifitas, dan inovatif yang tinggi • 9. Memiliki jiwa kepemimpinan • 10.

Mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru • 11. Mampu bekerja sama serta berkolaborasi • 12. Memiliki kemampuan public speaking • 13. Mampu mengatur waktu atau memiliki kemampuan manajemen waktu • 14. Memiliki kemampuan networking • 15. Mampu memecahkan masalah atau problem solving • 16. Memiliki etike kerja yang baik • 17. Memiliki etos kerja yang baik • 18. Memiliki kecerdasan emosional • Komponen Soft Skill • • Kategori Ilmu Berkaitan Self Improvement • Artikel Self Improvement Pengertian Soft Skill Soft skill adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu secara alami yang mencakup kecerdasan, baik emosional maupun sosial, komunikasi atau berinteraksi dengan individu lain, dan semacamnya.

Dalam hal ini, soft skill adalah karakter bawaan individu. Rp 37.500 Soft skill bisa saja dipelajari, akan tetapi tidak dengan cara belajar formal layaknya di bangku sekolahan atau perkuliahan.

Hal itu dapat dipelajari dengan lebih banyak melakukan komunikasi atau berinteraksi dengan individu lain, serta dengan melatih kepekaan sosial. Dengan begitu, individu itu dapat menerapkannya pada perilaku yang nantinya akan berpengaruh pada kemampuan soft skill.

Seiring berkembangnya zaman, di samping individu memiliki kemampuan hard skill, ia juga dituntut untuk harus memiliki soft skill. Hal itu karena dalam suatu organisasi dan lingkungan sosial lainnya, banyak dijumpai kasus kekerasan yang disebabkan ketidakmampuan individu dalam mengendalikan emosi, pikiran, tindakan, juga tuntutan organisasi atau lingkungan sosial yang semakin pelik. Maka dari itu, kemampuan soft skill dinilai sangat penting karena bisa dikatakan seorang individu itu akan terlihat lebih menonjol dan kompeten dibandingkan dengan individu lain.

Adapun kemampuan soft skill mencakup pada hal-hal sebagai berikut. • Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence) • Kepemimpinan (Leadership) • Komunikasi (Communication) • Berpikir Kritis (Critical Thinking) • Penyelesaian Masalah (Problem Solving) • Menyelesaikan Konflik (Conflict Resolution) • Manajemen Waktu (Time Management) • Keterampilan Manajemen (Management Skill) • Keterampilan Berbisnis (Business Skill) • Negosiasi (Negotiation) • Kerja Sama (Teamwork) • Bekerja di Bawah Tekanan (Working under Pressure) • Mengatasi Individu yang Sulit (Handling Difficult People) Sebenarnya, kemampuan soft skill tidak hanya mencakup poin-poin di atas saja, masih banyak aspek-aspek yang mencakup di dalamnya.

Agar memahami pengertian soft skill lebih dalam, simak penjelasan para ahli terkait pengertian soft skill di bawah ini. Soft Skills untuk Prestasi Belajar E-Book ini menawarkan berbagai konsep, manfaat, pemetaan, indikator-indikator, rasionalisasi, intervensi, serta cara membina, melatih dan atau memperbaiki aspek soft skills peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Materi-materi juga disajikan dengan ilustrasi yang komunikatif dan sesuai konteks sehingga mempermudah pembaca untuk memahami, menelaah, dan mereduksi maksud dan tujuan penyusunan buku ini.

Banyak sekali manfaat yang bisa kalian dapatkan dengan membaca dan menerapkan isi dari e-book ini di kehidupan. Pengertian Soft Skill menurut Para Ahli 1. Elfindri, dkk. (2011) Elfindri, dkk. mengungkapkan soft skill sebagai bentuk keterampilan hidup dalam bermasyarakat, baik itu untuk individu itu sendiri, berkelompok, maupun dengan Sang Pencipta. Dalam hal ini, keterampilan yang dimaksud ialah komunikasi atau interaksi, berbahasa, menata emosional, berkelompok, mempunyai moral dan etika, sikap sopan dan santun, serta keterampilan dalam aspek spiritual.

2. O’Brien (2002) O’Brien menganggap soft skill adalah keahlian yang terdiri dari 6 komponen, yaitu kemampuan komunikasi, kepemimpinan, organisasi, kerja sama, usaha, dan juga etika. 3. Yuliani (2012) Yuliani mengatakan soft skill sebagai bentuk kompetensi perilaku sehingga dikenal pula sebagai keterampilan interpersonal yang meliputi keterampilan komunikasi atau interaksi, negosiasi dan putusan konflik, pemecahan masalah kreatif, pandangan strategis, efektivitas pribadi, membangun tim, keterampilan memengaruhi dan keterampilan ide atau gagasan.

4. Aprinto (2014) Aprinto mengemukakan soft skill adalah kepandaian sosial dalam berinteraksi dengan individu lainnya. Kemampuan ini dikembangkan, baik segi nilai maupun prinsip, yang implementasinya berupa keterampilan khusus atau tertentu. Kemampuan itu, di antaranya bernegosiasi, mengomunikasikan suatu hal, melayani individu lain, pemecahan masalah, menjual, dan semacamnya.

5. Putra (2005) Putra berpendapat bahwa soft skill merupakan kemampuan dalam melaksanakan komunikasi atau interaksi sosial dan pendidikan kepribadian. Hal-hal tersebut didapatkan dari bermacam keterampilan khusus yang bisa membantu dalam meraih kesuksesan. 6. Sailah (2008) Sailah menegaskan soft skill sebagai keterampilan seseorang ketika melakukan hubungan atau interaksi dengan individu lain.

Dalam hal ini, termasuk dalam keterampilan mengendalikan dirinya sendiri agar performa kerja dapat berkembang maksimal. 7. Purwoastuti dan Wayani (2015) Purwoastuti dan Wayani mengemukakan soft skill adalah keterampilan tingkah laku personal juga interpersonal yang membantu guna mengembangkan kemampuan kerja individu.

Adapun hal ini meliputi kemampuan non-teknis yang mana keberadaannya memang tak terlihat, tetapi itu sangat diperlukan dan sangat penting. 8. Widhiarso (2009) Widhiarso berpendapat bahwa soft skill adalah kemampuan yang memengaruhi individu berinteraksi dengan individu lainnya.

Soft skill dikatakan juga sebagai kemampuan yang tak nampak dan seringkali berkaitan dengan emosi manusia. 9. Bernthal (dalam Muqowim, 2012: 5) Menurut Bernthal (dalam Muqowim, 2012: 5), menyatakan bahwa soft skill dapat diartikan sebagai sebuah perilaku personal maupun interpersonal yang mengembangkan dan juga memaksimalkan kinerja sebagai manusia.

10. Patrick (2001) menurut Patrick (2001) istilah soft skill dapat dikelompokkan menjadi 7 kategori yang sering disebut dengan Winning Characteristics yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kemampuan berkelompok, kemampuan berorganisasi, kemampuan dalam memimpin, penggunaan logika, upaya diri, dan juga etika.

Ketujuh karakter tersebut merupakan kemampuan non teknis yang wujudnya tidak dapat kita lihat namun sangat diperlukan dalam praktek kehidupan. 12. Klaus (2007) Pengertian soft skill menurut Klaus (2007) meliputi kemampuan seseorang dalam hal personal, sosial, berkomunikasi, serta perilaku manajemen diri, yang mencakup beragam spektrum yang lebih luas seperti kemampuan seseorang akan kesadaran diri, kepercayaan, kemampuannya beradaptasi, berpikir kritis, memiliki empati, sikap inisiatif, mampu mengendalikan diri, berani untuk mengambil resiko dan mampu mengatur atau memanfaatkan waktu dengan baik.

13. Kaipa dan Milus (2005: 3-6) Menurut Kaipa dan Milus (2005: 3-6), istilah soft skill merupakan sebuah kunci untuk meraih atau mencapai kesuksesan, yang termasuk didalamnya adalah kemampuan memimpin, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, kemampuan presentasi, sikap kerendahan hati dan kepercayaan yang dimiliki, kecerdasan dalam emosional, integritas, komitmen, serta mampu bekerjasama.

14. Lorenz (2009) Lorenz (2009) yang mengartikan soft skill sebagai sebuah keterampilan seseorang dalam membangun hubungan bersama orang lain dan juga dengan dirinya sendiri. Berbagai atribut soft skill meliputi berbagai hal, seperti nilai yang dianut, motivasi, perilakunya, kebiasaannya, karakter maupun sikap.

Menurutnya, atribut yang ada tersebut dimiliki setiap orang namun dengan kadar yang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Hal ini karena adanya pengaruh kebiasaan berpikir orang tersebut, perkataan yang diucapkan, bagaimana orang tersebut bertindak dan juga menyikapi suatu hal. Namun, atribut-atribut tersebut dapat diubah jika yang bersangkutan memang memiliki keinginan dan tekad untuk mengubahnya dengan cara berlatih untuk membiasakan diri akan hal baru.

15. Kechagias (2011: 83-84) Kechagias (2011: 83-84) menyatakan ada beberapa hal yang menjadi penilaian dalam soft skill seseorang yaitu, kemampuannya bekerja, kepedulian orang tersebut, motivasi yang dimiliki, tingkat profesionalisme, pengaruh dari hasil kerjanya kepada tempat kerja, kedisiplinan, komunikasi dalam bentuk verbal, organisasi maupun perencanaan, kerjasama maupun rasa hormat, keinginan untuk membantu orang lain, kewaspadaan, kemampuan yang dimiliki untuk membantu, adaptasi serta loyalitas.

Setelah mengetahui dan memahami pengertian soft skill, baik secara umum maupun menurut beberapa para ahli, sekarang saatnya kita menuju pada Bagaimana cara meningkatkan soft skill. Pembahasan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut. Public Speaking for Success Mengapa rasanya sulit sekali untuk berani berbicara di depan umum?

Apakah diri ini tidak memiliki talenta? Atau public speaking hanya dapat dilakukan oleh sebagian orang saja? Apakah harus memiliki pengetahuan yang luas? Ataukah penampilan yang baik agar bisa menarik? Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat kalian temukan di buku yang memang khusus ditulis untuk kalian yang ingin mempelajari Public Speaking. Yuk, coba beli bukunya, baca, kemudian mulailah praktik! Manfaat dari Soft Skill Dengan memiliki soft skill dapat memberikan berbagai manfaat untuk dirinya sendiri dan juga orang lain.

Berikut beberapa manfaat menarik dari kemampuan ini. • Manfaat pertama yang didapatkan seseorang dengan memiliki kemampuan ini adalah, mendukung dan mendorong profesionalisme yang ada dalam diri seseorang ketika mengerjakan sesuatu baik tugas yang diberikan hingga usaha yang sedang dijalankan.

Dengan memiliki sikap profesionalisme ini dapat memberikan nilai tambah serta kesan positif bagi orang yang melihat. • Manfaat kedua yang didapatkan seseorang dengan memiliki kemampuan ini adalah, mampu menambah nilai penciptaan jasa yang ada dalam diri seseorang, sehingga orang tersebut memiliki nilai tambah yang membuatnya menonjol dari orang yang ada disekitarnya dalam cara yang positif.

• Manfaat ketiga yang didapatkan seseorang dengan memiliki kemampuan ini adalah, mampu membantu dalam meningkatkan nilai ekonomis dalam menciptakan suatu barang atau melakukan suatu barang.

Hal ini dikarenakan dengan memiliki kemampuan ini, kamu dapat menciptakan suatu barang yang mungkin saja memiliki nilai jual yang tinggi serta mampu mengerjakan tugas secara efektif dan juga efisien. • Manfaat keempat yang didapatkan seseorang dengan memiliki kemampuan ini adalah, secara tidak langsung dengan memiliki kemampuan ini memiliki kemungkinan untuk kamu meningkatkan atau menambah pendapatan. Karena memiliki berbagai kemampuan dan keterampilan, kamu dapat memanfaatkannya untuk berbagai hal lain yang dapat menguntungkan secara ekonomis.

• Manfaat kelima yang didapatkan seseorang dengan memiliki kemampuan ini adalah, mampu mendukung usaha seseorang walaupun hanya dalam ruang lingkup pribadi. Karena memiliki keterampilan lain, segala pekerjaan yang kamu lakukan akan lebih efisien dan tidak memerlukan banyak tenaga kerja.

Pentingnya Soft Skill Alasan mengapa penting bagi setiap orang untuk memiliki soft skill dalam kehidupannya sehari-hari. • Hard skill kurang efektif tanpa adanya soft skill Alasan yang pertama adalah hard skill kurang efektif tanpa adanya soft skill. Hal ini dikarenakan dalam setiap pekerjaan, seringkali kemampuan teknis saja tidak cukup dan agar pesan yang ingin disampaikan dengan efektif harus dibarengi dengan berbagai kemampuan lain.

Seperti contohnya seorang salesman yang memiliki pengetahuan akan produk serta pasar yang baik, jika dia tidak dapat mengkomunikasikan produk tersebut kepada konsumen maka kemungkinannya berhasil akan berkurang Contoh lainnya adalah seorang manajer bisnis, dimana selain harus dapat mengerjakan tanggung jawabnya dengan baik, dia harus dapat mendengarkan karyawannya dengan baik, memiliki kemampuan komunikasi, serta berpikir kreatif serta kritis dalam segala situasi.

• Soft skill lebih sulit untuk dikuasai Alasan yang kedua adalah soft skill yang lebih sulit untuk dikuasai dibandingkan dengan hard skill yang mudah untuk dipelajari serta disempurnakan seiring berjalannya waktu. Hal ini dikarenakan soft skill seringkali tidak memiliki kaitan dengan pengetahuan atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang, tapi lebih ke karakter orang tersebut.

• Kemampuan interpersonal dalam tempat kerja Alasan yang ketiga adalah saat ini banyak tempat kerja yang lebih mengedepankan keterampilan interpersonal, seperti mampu mendengarkan dengan baik, bekerja sama dengan anggota, mempresentasikan diri dan ide yang dimiliki dengan baik, serta mampu berkomunikasi dengan baik dengan anggota kerja yang lain. • Soft skill dapat digunakan untuk menangani konsumen Alasan yang keempat adalah soft skill dapat digunakan untuk menangani konsumen.

Dalam dunia bisnis, seringkali ketika seseorang ingin membeli sesuatu dapat dengan mudah mencarinya melalui internet dengan pilihan dan harga yang beragam, oleh sebab itu layanan yang diberikanlah yang sering menjadi faktor penentu dari konsumen menentukan pilihannya.

Cara Meningkatkan Soft Skill Kemampuan soft skill memang tak bisa dipelajari bak pendidikan formal di sekolah ataupun perkuliahan, akan tetapi soft skill dapat bangun dan berkembang seiring waktu berjalan. Hanya saja, hal itu memang membutuhkan upaya dan keinginan yang kuat dari dalam individu itu sendiri. Namun, jangan khawatir karena di bawah ini akan ada beberapa cara yang dapat kalian ikuti guna meningkatkan soft skill.

Berikut penjabarannya. 1. Memperbanyak Interaksi dengan Sesama Cara pertama yang bisa kalian ikuti ialah memperbanyak interaksi atau komunikasi dengan individu lain. Membangun interaksi juga komunikasi dapat memberikan kesempatan diri sendiri guna memahami sikap, tingkah laku, dan perilaku individu lain.

Kemudian, kalian juga bisa mengoreksi perilaku dan sikap kalian apabila sekiranya kurang sesuai atau kurang dapat diterima oleh individu lain. Dari berbagai tanggapan teman-teman ataupun masyarakat lain, kalian bisa belajar dan berintrospeksi untuk memperbaiki diri. Maka secara tak langsung soft skill kalian akan berkembang tahap demi tahap. Dengan menerapkan soft skill ini pun, kalian jadi mampu menjalin relasi yang baik dengan semua orang, bersikap sopan, dan aktif.

2. Belajar untuk Mengatur Waktu (Time Management) Setiap individu diharuskan pandai dalam mengatur waktu. Hal itu karena apabila kalian tidak dapat mengatur waktu, segala pekerjaan atau aktivitas yang hendak kalian jalani dan kerjakan akan tak terlaksana sesuai waktu yang ditentukan. Akan tetapi, apabila kalian mampu untuk mengatur waktu dengan sangat baik, meski pekerjaan sebanyak apapun, tentu pekerjaan itu tak akan terasa berat dan kalian mampu untuk mengerjakannya sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Maka dari itu, sebelum deadline menghampiri, ada baiknya kalian mencicil pekerjaan tersebut secara berkala sehingga pekerjaannya pun tak akan menumpuk sana sini. Mengerjakan tugas atau pekerjaan secara terburu-terburu dapat mengakibatkan hasil kerja yang tak maksimal, alhasil jadi berantakan.

Oleh Sebab itu, kalian harus dapat menyelaraskan waktu untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan dengan aktivitas dan kegiatan lainnya agar tidak bentrok.

Dengan menerapkan soft skill ini, kalian jadi dapat belajar untuk membedakan berbagai hal, baik itu hal primer, sekunder, maupun tersier. Jadi, aktivitas yang kalian jalani akan lebih terjadwal dengan baik, terarah, dan teratur.

3. Menguasai Emosi Apabila ingin lebih mengembangkan soft skill yang sudah dimiliki, kalian harus dapat menguasai atau mengendalikan segala emosi yang kalian punya. Memang sangat tidak mudah, akan tetapi kalian harus mengusahakannya semaksimal mungkin untuk mengendalikan rasa emosi itu. Dalam hal ini, pengendalian diri ini sangat diperlukan. Apabila kalian adalah seseorang yang memiliki sifat pemarah, rekan kerja atau individu yang ada di sekitar kalian pun akan merasa tak nyaman atau bisa dikatakan dirinya merasa takut ketika bekerja atau berinteraksi dengan kalian.

4. Aktif Mengikuti Organisasi Cara berikutnya yang dapat kalian ikuti adalah dengan mengikuti berbagai organisasi. Saat ini, baik sekolah maupun kampus, pastinya sudah menyediakan banyak aktivitas dan kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan soft skill kalian.

Kalian bisa mengikuti salah satu atau beberapa organisasi yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat kalian. Hal itu harus diikuti dengan keseriusan kalian dalam mengikuti organisasi, komitmen, tekun, loyal, dan mengikuti serta menjalankan semua agenda organisasi tersebut.

Dengan begitu, poin meningkatkan soft skill ini dapat berjalan sangat efektif. Sebagai contoh, apabila kalian memiliki minat di bidang bahasa, kalian dapat mengikuti organisasi yang berkaitan dengan bahasa. Dengan begitu, kalian dapat belajar banyak di dalamnya, mulai dari cara berkomunikasi dan berbahasa yang baik juga benar, bekerja sama, menghargai gagasan individu lain, relasi antarsesama, dan lainnya. Pada dasarnya, menjadi anggota dalam suatu organisasi saja sudah cukup untuk meningkatkan soft skill kalian.

Akan tetapi, apabila kalian ingin lebih mengembangkannya soft skill yang kalian miliki, tentunya kalian dapat mendaftarkan diri untuk menjadi pengurus organisasi tersebut. Dengan menjadi pengurus organisasi, kalian dapat belajar untuk mengoordinasikan persoalan secara menyeluruh. Pedoman Lengkap Soft Skills: Kunci Sukses dalam Karier, Bisnis, dan Kehidupan Pribadi Buku ini cara mendalam membahas seputar soft skill, di antaranya pemetaan soft skills, penciptaan soft skills, pengembangannya, nilai-nilai utama dan prinsip utama dalam membangun sikap profesional, serta masih banyak pembahasan lainnya terkait soft skills.

Buku ini akan sangat cocok bagi para profesional, pemimpin bisnis, wirausaha, karyawan dan siapapun yang ingin mengembangkan dirinya, membangun hubungan dengan orang lain dan meraih hasil-hasil terbaik dalam pekerjaan dan bisnis.

5. Perbanyak Ikut Seminar Apakah kalian termasuk salah satu orang yang malas menghadiri seminar? Tentunya banyak individu yang malas untuk mengikuti dan menghadiri seminar, bahkan beberapa di antaranya menghadiri seminar hanya karena ingin mendapatkan sertifikatnya saja. Padahal, mengikuti seminar ada banyak manfaat dalam melatih dan meningkatkan soft skill kalian, loh.

Dengan mengikuti dan menghadiri seminar, kalian bisa belajar terkait suatu hal secara langsung dari ahlinya. Selain itu, kalian juga bisa mengajukan pertanyaan dan akan langsung mendapatkan jawabannya. Sehingga secara tak langsung, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi kalian akan bertambah serta meningkat. Tak hanya itu, seminar dapat membuat kalian jadi tahu tren terbaru karena yang menjadi narasumber dari seminar tersebut adalah seorang ahli yang mana akan memaparkan materi perihal fenomena atau kejadian yang sedang terjadi di masa kini.

Kemudian, kalian juga dapat memperoleh inspirasi, ide, dan motivasi agar dapat sukses layaknya para narasumber di dalam seminar-seminar tersebut.

6. Mengikuti Kegiatan Volunteer Cara meningkatkan soft skill berikutnya adalah perbanyak mengikuti kegiatan volunteer. Untuk melatih dan meningkatkan soft skill tak hanya melalui kegiatan organisasi saja, tetapi volunteer juga. Di dalam kegiatan volunteer, kalian bisa meningkatkan kemampuan soft skill yang di antaranya leadership, communication, collaboration, time management, public speaking, dan mempunyai networking yang luas. Kalian akan bekerja dalam tim yang mana hal itu tentunya membutuhkan komunikasi (communication) dan kolaborasi (collaboration) yang baik.

Kemudian, kalian juga akan dituntut untuk bisa memimpin (leadership) dalam suatu kesempatan. Lalu, kalian juga harus dapat mengatur waktu (time management) sebaik mungkin agar kegiatan volunteer, kuliah atau sekolah dan aktivitas lainnya dapat berjalan secara seimbang sehingga tidak ada yang bentrok satu sama lain.

Kemudian, dengan mengikuti kegiatan volunteer, public speaking kalian akan dilatih secara optimal. Tak hanya itu, menjadi volunteer di suatu komunitas tertentu, pastinya akan memperluas networking kalian. Hal itu karena kalian akan berkenalan dengan banyak orang baru, tak hanya sesama teman atau pelajar di kampus yang sama saja, akan tetapi pelajar dari kampus yang berbeda. Sebenarnya tak hanya pelajar yang mengikuti kegiatan ini, pekerja pun juga ada.

7. Perbanyak Melakukan Diskusi dan Membaca Buku Apabila kalian ingin mengasah dan meningkatkan kemampuan soft skill, kalian bisa sering-sering melakukan diskusi dengan teman di perkuliahan atau rekan kerja.

Hal itu karena akan sangat membantu kalian dalam mengembangkan soft skill berpikir kritis. Tak hanya itu, rutin membaca buku akan memperbanyak kosakata, memperluas pengetahuan, dan memperdalam pembelajaran kalian mengenai beragam topik.

Dalam melakukan diskusi, tidak melulu mendiskusikan terkait isu-isu yang berat, kalian bisa membahas terkait hal yang ada di sekitar, misalnya, membahas sebuah film, atau buku-buku yang pernah kalian baca. Dengan begitu, kalian akan bertukar pikiran dan saling memberikan gagasan, ide, atau pendapat masing-masing. Melalui ini, soft skill komunikasi kalian juga akan berkembang dan meningkat dengan sendirinya The Hard Truth About Soft Skills Peggy Klaus, selaku penulis buku ini, mengemukakan terkait soft skill yang sering kali diabaikan oleh orang-orang.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua tahap profesional, baik yang baru mulai maupun yang sudah berpengalaman. Buku ini bisa menjadi penunjang untuk membawa karier kalian ke jenjang yang lebih tinggi. 8. Kenali Diri Sendiri dengan mengenali diri sendiri terlebih dahulu secara keseluruhan, dengan begitu kamu jadi mengetahui apa yang kamu miliki dan memahami kemampuan tersebut, dari situ kamu bisa mulai mempelajari dan mengasah kemampuan tersebut.

9. Mulai Membangun Mimpimu mulai membangun mimpi di masa depan yang nantinya ingin dicapai, dengan begitu kamu memiliki motivasi dalam diri untuk mengejar dan meraih impian tersebut melalui pengembangan berbagai kemampuan yang kamu miliki. 10. Membangun Relasi memulai untuk membangun relasi atau hubungan menggunakan cara komunikasi yang tepat, dengan begitu kamu dapat mengasah kemampuan komunikasi kamu sekaligus mencari relasi yang nantinya akan bermanfaat untuk impian yang ingin kamu capai.

11. Kenali Keadaan Lingkungan mengenali keadaan lingkungan yang ada di sekitar kamu, dengan begitu kamu dapat memahami bagaimana cara kerja lingkungan tersebut dan nantinya dapat menjadi pembelajaran ketika kamu diharuskan pindah ke lingkungan baru sehingga dapat beradaptasi dengan cepat dan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan di lingkungan tersebut.

12. Cari Informasi mencari informasi maupun referensi yang berhubungan dengan kemampuan yang ingin kamu asah, dengan begitu kamu memiliki pemikiran yang lebih terbuka dan luas mengenai apa yang harus dilakukan untuk menguasai kemampuan tersebut dan mencapai impian kamu. 13. Bergaul bertanya dan juga mempelajari kemampuan ini dari orang lain, dengan belajar soft skill serta menanyakan hal-hal yang kamu tidak ketahui kepada orang yang memang memiliki soft skill lebih baik dan berpengalaman dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat untuk kamu.

Contoh Soft Skill beserta Fungsinya Berikut akan dijelaskan secara singkat contoh soft skill serta fungsi dari soft skill-nya tersebut. 1. Leadership Soft Skill Soft skill kepemimpinan memang sangat diperlukan oleh semua orang.

Seorang individu yang memiliki soft skill ini, akan berguna untuk dirinya dalam mengambil keputusan tersulit, bersikap netral dalam menangani berbagai pendapat individu lain. Soft skill kepemimpinan ini tak hanya berkaitan dengan memimpin individu lain, melainkan juga mampu untuk memimpin diri sendiri. 2. Communication Soft Skill Kemampuan komunikasi adalah hal terpenting yang harus dimiliki semua individu. Bagaimana bisa seorang individu berinteraksi dengan baik dan nyaman dengan individu lain, apabila di dirinya tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Akan percuma bila rasanya mempunyai banyak ide, gagasan, dan pendapat cemerlang, akan tetapi tidak dapat dikomunikasikan secara baik dan tepat. Kemudian, apabila kalian mempunyai soft skill ini, kalian akan tahu waktu yang tepat untuk sekadar berbicara, beropini, ataupun berdebat. Kemampuan ini dapat kamu dapatkan dengan memulai menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu. Karena dalam berkomunikasi, bukan selalu bagaimana kamu berbicara tetapi bagaimana kamu bisa membalas percakapan dengan baik dan sesuai dengan pembicara yang lain.

Namun, seringkali terjadi pada seseorang adalah mereka mendengarkan untuk membalas perkataan selanjutnya bukan untuk masuk dan fokus pada sebuah pembicaraan. Dengan mempelajari cara mendengarkan yang baik, maka secara tidak langsung kamu juga belajar untuk berbicara dengan baik, jika kamu sudah menguasai dua hal penting ini kamu akan menjadi komunikator yang baik.

Selain itu, terdapat cara lain untuk mengembangkan kemampuan komunikasi kamu dengan cara merekam pembicaraan yang sedang kamu lakukan, dengan begitu kamu bisa mempelajari kemampuan berkomunikasi kamu dan mengetahui kekurangannya.

Berangkat dari kekurangan tersebut, kamu dapat mengembangkannya dengan berlatih. Berikut beberapa kemampuan yang termasuk ke dalam komunikasi yang dapat kamu kembangkan. • Kemampuan mendengarkan dengan aktif • Kemampuan bernegosiasi • Kemampuan public speaking • Kemampuan Storytelling • Komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal • Presentasi • Organisasi • Mampu membaca body language dari lawan bicara 3.

Teamwork Soft Skill Seorang individu yang memiliki kemampuan kerja tim yang baik, tentunya akan berguna dan membantu suatu pekerjaan. Apabila berada di ranah bisnis, kemampuan kerja tim ini kan menjadi kebutuhan utama guna membantu suatu bisnis atau usaha menjadi semakin berkembang. Kemudian, apabila berada di ranah sekolah atau perkuliahan, kemampuan kerja tim ini akan berguna untuk membantu proses pengerjaan suatu tugas sehingga hasilnya menjadi maksimal.

4. Etos Kerja Biasanya kemampuan etos kerja dimiliki oleh individu dengan dedikasi yang tinggi. Apabila seorang individu memiliki etos kerja, individu itu akan memiliki kemampuan untuk konsisten, tepat waktu, fokus pada pekerjaan, dan dapat mengatur waktu dengan sangat tepat.

5. Good Attitude Akan percuma rasanya bila segala hard skill yang kalian miliki, tidak bersamaan dengan perilaku yang baik (good attitude). Perilaku yang baik akan melindungi kalian dari kesalahpahaman antarsesama, pertentangan, dan segala hal negatif yang dapat menghambat proses pekerjaan. Mindfulness for Success Mindfulness merupakan kesadaran atas apa yang terjadi dalam diri dan di sekitar pada saat ini.

E-Book ini memberikan pengantar dan panduan yang praktis sekaligus komprehensif mengenai mindfulness. Sangat cocok untuk diterapkan, baik bagi profesional maupun anak muda. Tertarik untuk mencoba? Beli e-book ini dan segera praktik. 6. Mampu berpikir kritis Kemampuan pertama yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah mampu berpikir kritis. Kemampuan ini dapat kamu asah dengan dua cara, yaitu dengan memperbanyak informasi yang kamu miliki dengan membaca buku maupun informasi dari internet dan berdiskusi dengan orang lain.

Memperkaya pengetahuan kamu dengan membaca baik dari buku maupun internet dapat membantu untuk memperkaya kosa kata yang kamu miliki, menambah dan membuka wawasan, serta memperdalam pembelajaran yang kamu miliki tentang sebuah topik. Selanjutnya, diskusi ataupun debat yang dapat memacu kamu untuk berpikir secara cepat dan spontan. Kamu bisa berdiskusi dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja bersama dari topik-topik yang ringan, maupun isu yang sedang terjadi di lingkungan sekitar, maupun film yang baru saja kamu nonton.

Berikut beberapa kemampuan yang termasuk ke dalam berpikir kritis yang dapat kamu kembangkan. • Memiliki kreativitas • Memiliki fleksibilitas • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi • Memiliki selera artistik yang tinggi • Memiliki kemauan untuk mempelajari hal baru • Memiliki pola pikir yang logis • Kemampuan untuk memecahkan masalah 7.

Memiliki kemampuan untuk mengakses, menganalisis, serta mensintesis informasi Kemampuan ketiga yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, serta mensintesis sebuah informasi. Hal ini dikarenakan dengan berkembangnya teknologi membuat setiap orang dengan mudah menyebarkan informasi baik itu faktual maupun hoax.

Dengan kemudahan tersebut, seringkali informasi yang tersebar dan kita baca belum tentu terbukti kebenarannya. Dengan memiliki kemampuan ini, kamu bisa memilah dan melihat segala informasi yang ada dengan bijak dan tidak menganggap semuanya benar.

Hal ini dikarenakan seringkali banyak orang yang menganggap sebuah informasi sebagai kebenaran dan menelannya bulat-bulat. Bagi kamu yang ingin mengembangkan kemampuan ini, kamu dapat menganalisis serta segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan sebuah informasi yang ada untuk menguji benar atau tidaknya suatu berita.

Kemampuan ini juga termasuk bagaimana kamu tidak ikut menyebarkan berita maupun informasi yang sumber dan kebenarannya belum teruji. 8. Memiliki rasa ingin tahu, kreatifitas, dan inovatif yang tinggi Kemampuan keempat yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki rasa ingin tahu, kreatifitas, serta inovatif yang tinggi. Dimana ketiga kemampuan ini saling berkaitan satu sama lain dan harus dimiliki oleh seorang profesional. Dengan memiliki rasa ingin tahu, seringkali merupakan langkah awal mulanya sebuah kreatifitas serta inovasi bermunculan pada seseorang.

Hal ini dikarenakan, dengan memiliki rasa ingin tahu menandakan kamu akan berusaha untuk mencari informasi yang kamu inginkan melalui berbagai cara. Kemampuan ini sangat berguna dalam proses penyelesaian masalah. Dikarenakan, ketika dalam suatu saat kamu dihadapkan dengan suatu permasalahan yang mengharuskan kamu untuk berpikir, dengan adanya rasa ingin tahu tersebut kamu akan mencoba mencari segala informasi dari berbagai sumber guna menemukan penyelesaian masalah tersebut.

Setelah mengetahui apa yang sebenarnya menjadi masalah dalam situasi tersebut, kamu akan berusaha untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

Kemampuan kreativitas serta inovatif tersebut akan sangat berguna bagi kamu dalam mencari berbagai solusi maupun menghadapi rintangan yang ada ketika sedang dihadapkan dengan suatu masalah. 9. Memiliki jiwa kepemimpinan Kemampuan kelima yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki jiwa kepemimpinan. Hal ini dikarenakan seringkali beberapa orang tidak suka atau percaya diri menjadi seorang pemimpin.

Dimana dalam dunia kerja, seringkali kita dituntut untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang percaya diri dan mampu mengatur keadaan. Selain itu, dalam dunia kerja kita tidak ingin berada terus menerus dalam posisi yang sama, dengan semakin tingginya jabatan yang kita terima akan semakin tinggi pula tanggung jawab yang harus kita jalankan dan hal tersebut termasuk menjadi seorang pemimpin.

Langkah awal yang dapat kamu lakukan untuk mengasah kemampuan ini adalah memiliki rasa percaya diri dan berani, dimana seringkali kesempatan untuk memimpin datang kepada kita dan kamu harus dapat percaya pada diri kamu untuk menerima tantangan tersebut dan melakukannya dengan baik.

Berikut beberapa keterampilan yang termasuk ke dalam kemampuan kepemimpinan sebagai berikut. • Manajemen konflik • Delegasi • Membuat sebuah keputusan • Manajemen sebuah konflik • Mentoring • Kemampuan supervisi 10. Mampu beradaptasi terhadap lingkungan baru Kemampuan keenam yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang baru.

Hal ini dikarenakan kita tidak akan pernah mengetahui apa yang bisa terjadi di kemudian hari. Seringkali tempat kerja memiliki suasana maupun pola kerja yang berbeda dari kita biasanya, dengan memiliki kemampuan ini, kamu bisa beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang mungkin baru untuk kamu.

Walaupun pada awalnya akan terasa berat dimana kamu belum terbiasa dan masih harus belajar banyak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru serta tanggung jawab yang diberikan.

Dengan menguasai kemampuan ini, kamu akan bisa melewati berbagai rintangan yang ada dan melewati masa-masa sulit dikarenakan kemampuan beradaptasi akan sangat membantu kamu. Berikut beberapa keterampilan yang termasuk ke dalam kemampuan beradaptasi sebagai berikut. • Konsistensi • Organisasi • Optimisme • Fleksibel • Komunikasi 11. Mampu bekerja sama serta berkolaborasi Kemampuan ketujuh yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah mampu bekerja sama serta berkolaborasi untuk menciptakan karya yang lebih baik.

Dengan menjadi orang yang dapat bekerja sama dengan baik dalam sebuah kelompok orang atau tim akan sangat membantu kamu untuk memecahkan masalah yang ada serta menemukan solusi dengan lebih baik dikarenakan banyak sudut pandang berbeda untuk mendiskusikan suatu permasalahan. Hal ini memang terdengar mudah, namun seringkali kita temukan banyak individu yang bekerja dengan baik sendiri dan kesulitan untuk bekerja sama dalam sebuah tim.

Dengan adanya hambatan tersebut seringkali bisa menyusahkan diri sendiri serta anggota kelompok yang lain. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk mulai belajar dan mengasah kemampuan untuk bekerja sama. 12. Memiliki kemampuan public speaking Kemampuan kedelapan yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki kemampuan public speaking. Public Speaking seringkali menjadi tantangan besar bagi sebagian orang dikarenakan adanya perasaan gugup dan tidak mampu untuk berbicara di depan umum di hadapan banyak orang sehingga memilih untuk melewatkan kesempatan tersebut.

Namun, jika kamu ingin berkembang dan menjadi seorang profesional, kamu harus siap dan melawan rasa takut tersebut agar kesempatan yang datang tidak terbuang sia-sia karena belum tentu hal tersebut akan datang kembali. Mungkin pada awalnya akan terasa sangat berat dan menakutkan. Namun, solusi untuk menguasai kemampuan ini hanyalah dengan berlatih dan melakukannya terus menerus. Dengan begitu rasa takut akan hilang lama kelamaan dan kamu akan terbiasa dan menguasai kemampuan ini.

13. Mampu mengatur waktu atau memiliki kemampuan manajemen waktu Kemampuan kesembilan yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah mampu mengatur waktu atau memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik.

Hal ini dikarenakan dalam dunia kerja, waktu merupakan hal dan faktor yang sangat penting. Ketika kita diberikan sebuah tanggung jawab atau tugas untuk diselesaikan dengan tenggat waktu tertentu, kita harus dapat mengatur cara kerja kita agar pekerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu yang menandakan kita memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik.

Dengan mengumpulkan tugas telat maupun datang tidak tepat waktu dapat menggambarkan diri kamu sebagai orang yang tidak disiplin dan kurang profesional di mata orang lain. Oleh sebab itu menguasai kemampuan ini adalah hal yang penting, cara yang dapat kamu lakukan adalah memulainya dari hal-hal kecil di sekitar kamu dengan menentukan tenggat waktu pada setiap kegiatan yang kamu lakukan agar terbiasa.

14. Memiliki kemampuan networking Kemampuan kesepuluh yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki kemampuan networking.

Dengan memiliki kemampuan ini, kamu dapat membangun hubungan yang luas yang dalam jangka panjang dapat membantu kamu untuk mencapai tujuan dalam dunia karir. Dengan memiliki networking yang baik, maka akan semakin banyak pula kesempatan maupun peluang yang akan datang ke kamu.

Untuk memperluas jaringan kerja bukanlah hal yang sulit, kamu bisa melakukannya kapan dan dimana saja di berbagai kegiatan. Yang terpenting dalam mengasah kemampuan ini adalah selalu berani untuk memulai sebuah percakapan dan tidak melewatkan peluang seperti datang pada setiap acara, karena kemungkinan besar kamu bisa membangun networking di acara tersebut. 15. Mampu memecahkan masalah atau problem solving Kemampuan kesebelas yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki kemampuan problem solving.

Dimana dalam dunia kerja seringkali seseorang dihadapkan dengan sebuah masalah. Dengan memiliki kemampuan ini, orang tersebut akan mampu menggunakannya untuk mencari solusi yang paling tepat untuk sebuah masalah yang ada dan banyak perusahaan membutuhkan seseorang yang mampu berpikir kreatif maupun kritis dalam mencari sebuah solusi untuk berkembang. Berikut beberapa keterampilan yang termasuk ke dalam kemampuan problem solving sebagai berikut.

• Kreativitas • Research atau meneliti • Manajemen resiko • Kerja sama dalam sebuah tim • Kritis dalam berpikir 16. Memiliki etike kerja yang baik Kemampuan kedua belas yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki etika kerja yang baik.

Kemampuan ini sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang yang terjun di dunia kerja agar mampu menyesuaikan diri dengan sebuah perusahaan dan mendapatkan nilai yang baik dari atasan. Hal ini dikarenakan dengan memiliki etika kerja yang baik, kamu dapat membangun hubungan yang positif baik dengan atasan maupun rekan kerja dalam sebuah perusahaan yang merupakan sebuah hal penting. Seringkali orang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru akan kesulitan walaupun memiliki hasil kerja yang baik.

Berikut beberapa keterampilan yang termasuk ke dalam kemampuan memiliki etika kerja sebagai berikut. • Berintegritas • Gigih • Manajemen waktu • Perhatian terhadap detail • Kerja sama atau teamwork • Rasa kepercayaan diri • Kooperatif dalam sebuah kelompok • Rasa Antusiasme yang tinggi • Kejujuran • Kesabaran 17.

Memiliki etos kerja yang baik Kemampuan ketiga belas yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki etos kerja yang baik.

Dengan memiliki etos kerja yang baik, seseorang akan dapat menyelesaikan tugas maupun tanggung jawab yang diberikan dengan baik, serta tidak akan memakan waktu yang terlalu banyak serta pekerjaan yang dihasilkan akan lebih berkualitas. Seseorang yang memiliki kemampuan ini, biasanya memiliki kemampuan untuk fokus dalam setiap keadaan, terorganisir, serta mampu mengatur waktunya dengan baik untuk menyelesaikan setiap pekerjaannya.

Selain itu, dengan memiliki etos kerja kamu dapat bekerja dengan baik dalam bekerja secara independen maupun dalam arahan. Berikut beberapa keterampilan yang termasuk ke dalam kemampuan memiliki etos kerja sebagai berikut.

• Memiliki dedikasi yang tinggi • Pekerjaan yang terorganisir • Memenuhi tenggat waktu pekerjaan yang baik • Kemampuan untuk multitask • Memiliki perencanaan yang matang • Manajemen waktu yang baik • Mampu bekerja dengan baik di bawah tekanan 18. Memiliki kecerdasan emosional Kemampuan keempat belas yang harus dimiliki oleh seseorang untuk masuk dan mempersiapkan diri di dunia kerja adalah memiliki kecerdasan emosional. Dimana saat ini, para perusahaan seringkali mencari kandidat yang bukan hanya cerdas secara teknis namun juga emosional.

Dengan memiliki kemampuan ini, seseorang mampu mengatur emosi di dalam dirinya, seperti perasaan marah, kecewa, senang, sedih, dan masih banyak lagi. Kecerdasan emosional mampu menyesuaikan perasaannya dalam situasi yang tepat. Seperti contoh, ketika kamu mendapatkan kritikan dari atasan yang membuat kamu kesal maupun marah, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional harus mampu menahannya dan menganggap kritikan sebagai bahan untuk diri kamu lebih berkembang lagi.

Komponen Soft Skill Berikut beberapa komponen soft skill seperti yang dijelaskan oleh O’Brien yang menjadi kerangka penyusun dari kemampuan ini. • Kemampuan dalam berkomunikasi yang terbagi menjadi dua yaitu, komunikasi lisan dan komunikasi tulisan. Komunikasi lisan yang menyangkut dengan kemampuan seseorang dalam menyusun kata dan kalimat ketika berbicara dengan orang lain. Sedangkan, komunikasi tulisan menyangkut dengan kemampuan seseorang dalam menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain dalam bentuk tulisan.

• Kemampuan berorganisasi yang melibatkan kemampuan seseorang untuk dapat mengatur atau memanajemen waktunya agar segala sesuatu yang dikerjakannya dapat selesai tepat waktu. Kemampuan berorganisasi juga melibatkan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan dengan motivasi yang merupakan faktor penting agar tugas yang diberikan dapat terselesaikan dengan baik dengan penuh tanggung jawab.

• Kemampuan bekerja sama di dalam sebuah tim, dengan begitu kamu akan lebih mudah diterima dalam sebuah lingkungan yang baru karena dapat menyesuaikan diri dengan baik. • Kemampuan untuk memimpin sekelompok orang. Dalam menjadi pemimpin yang baik, seseorang harus memiliki kecakapan, visi yang tepat untuk dicapai, keteladanan akan suatu tanggung jawab, kemampuan untuk mengelola emosi, memiliki respon yang cepat serta bertanggung jawab akan segala hal.

• Kemampuan untuk berusaha, dimana meliputi kemauan untuk mempelajari suatu hal dan mampu memiliki ketahanan sehingga mampu bekerja dengan baik menghadapi tekanan yang ada. • Sikap dan juga moral yang menjadi dasar dalam pengambilan sebuah keputusan di kemudian hari jika nantinya terjadi sebuah konflik.

Itulah pembahasan mengenai Soft Skill, mulai dari pengertiancara meningkatkan soft skill hingga fungsinya. Bilamana kalian tertarik dan ingin memperluas pengetahuan, tentu kalian bisa temukan, beli, dan baca bukunya di Gramedia.com dan Gramedia Digital Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas bagi Grameds yang ingin belajar dan memperluas ilmu pengetahuan.

Semoga artikel ini bermanfaat! Penulis: Tasya Talitha Nur Aurellia Sumber: dari berbagai sumber Recent Post • Review Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari Mei 9, 2022 • Yuk, Berkenalan dengan 23 Member NCT!

Mei 9, 2022 • Review Novel Unfamiliar Twins Mei 9, 2022 • Review Novel Layla Majnun Mei 9, 2022 • Memahami Arti Bad Mood dan Cara Mengatasinya Mei 9, 2022 • Review Novel Inevitably in Love Karya Cecilia Wang Mei 9, 2022 • 16 Ciri Istri Atau Pacar Selingkuh, Para Suami Harus Tau Mei 9, 2022 • Review Novel Mozachiko Karya Poppi Pertiwi Mei 9, 2022 • 10 Rekomendasi Novel Bahasa Inggris Bertema English Classics Mei 9, 2022 • Review Novel Peter Karya Risa Saraswati Mei 9, 2022
• Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • অসমীয়া • Asturianu • Kotava • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Нохчийн • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Gaelg • Hausa • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Kurdî • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Papiamentu • Picard • Deitsch • Norfuk / Pitkern • Polski • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • Саха тыла • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Winaray • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Pada pertengahan abad ke-20, manusia telah mencapai kecukupan teknologi untuk kali pertama meninggalkan atmosfer Bumi dan menjelajahi ruang angkasa.

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. [1] Penggunaan teknologi oleh manusia dimulai dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam bepergian dan mengendalikan lingkungan mereka.

Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai. Pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah dari pentungan sampai senjata nuklir. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara.

Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki yang disebut pencemar dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya.

Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru sering kali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh: meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnya hanya menyangkut permesinan.

Contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional. Bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia. Penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

Daftar isi • 1 Definisi dan penggunaan • 2 Ilmu, rekayasa, dan teknologi • 3 Sejarah • 3.1 Sejarah abad pertengahan dan modern (300–sekarang) • 4 Kemajuan • 5 Dampak • 5.1 Bidang Pendidikan • 5.2 Bidang Ekonomi dan Bisnis • 5.3 Bidang Sosial • 5.4 Bidang Pertanian • 5.5 Bidang Kesehatan • 6 Lihat pula • 7 Referensi • 8 Daftar Pustaka • 9 Pranala luar Definisi dan penggunaan [ sunting - sunting sumber ] Penciptaan mesin cetak telah memungkinkan para ilmuwan dan politisi mengomunikasikan gagasan-gagasan mereka secara lebih mudah, kunci pembuka bagi Abad Pencerahan; sebuah contoh teknologi sebagai kekuatan budaya.

Penggunaan istilah 'teknologi' ( bahasa Inggris: technology) telah berubah secara signifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini tidaklah lazim dalam bahasa Inggris, dan biasanya merujuk pada penggambaran atau pengkajian seni terapan. [2] Istilah ini sering kali dihubungkan dengan pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan pada tahun 1861).

[3] Istilah technology mulai menonjol pada abad ke-20 seiring dengan bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian technology berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwan sosial Amerika, dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsep Jerman, Technik, menjadi technology.

Dalam bahasa Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, perbedaan hadir di antara Technik dan Technologie yang saat itu justru nihil dalam segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan Inggris, karena kedua istilah itu biasa diterjemahkan sebagai technology.

Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya merujuk pada 'pengkajian' seni-seni industri, tetapi juga pada seni-seni industri itu sendiri. [4] Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them ("teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu").

[5] Definisi yang diajukan Bain masih lazim dipakai oleh kaum terpelajar hingga saat ini, terkhusus ilmuwan sosial. Tetapi ada juga definisi yang sama menonjolnya, yakni definisi teknologi sebagai sains terapan, khususnya di kalangan para ilmuwan, dan insinyur, meskipun sebagian besar ilmuwan sosial yang mempelajari teknologi menolak definisi ini. [6] Yang lebih baru, para kaum terpelajar telah meminjam dari para filsuf Eropa, technique, untuk memperluas makna technology ke berbagai macam bentuk nalar instrumental, seperti dalam karya Foucault tentang techniques de soi, yang diterjemahkan sebagai technologies of the self atau teknologi diri.

Kamus-kamus, dan para sarjana telah memberikan berbagai macam definisi. Kamus Merriam-Webster memberikan definisi "technology" sebagai the practical application of knowledge especially in a particular area (terapan praktis pengetahuan, khususnya dalam ruang lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (kemampuan yang diberikan oleh terapan praktis pengetahuan). [7] Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", memberikan definisi lain konsep ini; yakni practice, the way we do things around here (praktis, cara kita memperbuat ini semua di sekitaran sini).

[8] Istilah ini sering kali digunakan untuk mengimplikasikan suatu lapangan teknologi tertentu, atau untuk merujuk teknologi tinggi atau sekadar elektronik konsumen, bukannya teknologi secara keseluruhan. [9] Bernard Stiegler, dalam Technics and Time, 1, mendefinisikan technology dalam dua cara: sebagai the pursuit of life by means other than life (pencarian kehidupan, dalam artian lebih dari sekadar hidup), dan sebagai organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun rapi).

[10] Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan, dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat, dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata.

Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat, dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.

[11] Kata "teknologi" juga digunakan untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan; ia meliputi metode teknis, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah.

Ketika dipadukan dengan istilah lain, seperti "teknologi medis" atau "teknologi luar angkasa", ia merujuk pada keadaan pengetahuan, dan perangkat disiplin pengetahuan masing-masing. "Teknologi state-of-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) merujuk pada teknologi tinggi yang tersedia bagi kemanusiaan di ranah manapun. Teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan. [12] Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini.

Sebuah contoh modern adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya, telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru; bangkitnya budaya dunia maya yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer.

[13] Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif; teknologi dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui alat seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa, yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis. Ilmu, rekayasa, dan teknologi [ sunting - sunting sumber ] Perbedaan antara ilmu, rekayasa dan teknologi tidaklah selalu jelas.

Ilmu adalah penyelidikan bernalar atau pengkajian fenomena ditujukan untuk menemukan prinsip-prinsip yang melekat di antara unsur-unsur dunia fenomenal dengan membekerjakan teknik-teknik formal seperti metode ilmiah.

[14] Teknologi tidak mesti hasil ilmu semata-mata oleh karena teknologi harus memenuhi persyaratan seperti utilitas, kebergunaan dan keselamatan. Rekayasa adalah proses berorientasi tujuan dari perancangan dan pembuatan peralatan dan sistem untuk mengeksploitasi fenomena alam dalam konteks praktis bagi manusia, sering kali (tetapi tidak selalu) menggunakan hasil-hasil dan teknik-teknik dari ilmu.

Pengembangan teknologi dapat dilukiskan pada banyak ranah pengetahuan, termasuk pengetahuan ilmiah, rekayasa, matematika, linguistika, dan sejarah guna mencapai suatu hasil yang praktis. Teknologi sering kali merupakan konsekuensi dari ilmu, dan rekayasa—meskipun teknologi sebagai kegiatan manusia sering kali justru mendahului kedua ranah tersebut. Misalnya, ilmu dapat mengkaji aliran elektron di dalam penghantar listrik, dengan menggunakan peralatan, dan pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

Pengetahuan yang baru ditemukan ini kemudian dapat digunakan oleh para insinyur, dan teknisi untuk menciptakan peralatan, dan mesin-mesin baru, seperti semikonduktor, komputer, dan bentuk-bentuk teknologi tingkat lanjut lainnya.

Dalam cara pandang seperti ini, para ilmuwan dan rekayasawan kedua-duanya dapat dipandang sebagai "teknologi", ketiga ranah ini sering kali dapat dipandang sebagai satu untuk tujuan penelitian dan referensi.

[15] Hubungan pasti antara ilmu dan teknologi secara khusus telah diperdebatkan oleh para ilmuwan, sejarawan dan pembuat kebijakan pada penghujung abad ke-20, sebagiannya karena debat dapat mengabarkan pembiayaan ilmu dasar dan ilmu terapan.

Dalam kebangkitan setelah Perang Dunia II, misalnya di Amerika Serikat terdapat anggapan yang meluas bahwa teknologi hanyalah "ilmu terapan" dan untuk mendanai ilmu dasar adalah dengan cara menuai hasil-hasil teknologi pada waktunya. Artikulasi filsafat ini dapat ditemukan secara eksplisit di dalam risalah yang ditulis Vannevar Bush mengenai kebijakan ilmu pascaperang, " Science—The Endless Frontier".

Produk baru, industri baru dan lebih banyak lapangan kerja memerlukan tambahan pengetahuan sinambung akan hukum-hukum alam. Pengetahuan baru yang esensial ini dapat diperoleh hanya melalui penelitian ilmiah dasar. Tetapi, pada akhir dasawarsa 1960-an, pandangan ini muncul dilatarbelakangi oleh serangan langsung yang memimpin ke arah berbagai inisiatif untuk mendanai ilmu untuk tujuan tertentu (inisiatif-inisiatif ini ditolak oleh komunitas ilmiah).

Isu tersebut masih diperdebatkan meskipun sebagian besar analis menolak model bahwa teknologi hanyalah hasil dari penelitian ilmiah. [16] [17] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. [18] Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran, dan hasil kebudayaan telah tampak berorientasi menuju bidang teknologi. [18] Secara etimologis, akar kata teknologi adalah "techne" yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode, dan seni.

[18] Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin ( Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).

[18] Sejarah abad pertengahan dan modern (300–sekarang) [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Teknologi abad pertengahan, Teknologi renaisans, Revolusi Industri, Revolusi Industri Kedua, dan Teknologi informasi Inovasi terus berkembang selama Abad Pertengahan dengan penemuan seperti sutera, tali kerah kuda dan ladam dalam beberapa ratus tahun pertama setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi.

Teknologi abad pertengahan menggunakan mesin sederhana (seperti tuas, baut, dan katrol) yang digabungkan untuk membentuk peralatan lain yang lebih kompleks, seperti gerobak dorong, kincir angin dan jam dinding.

Pada zaman Renaisans ditemukan mesin cetak yang memungkinkan dokumentasi pengetahuan lebih luas dan teknologi pun semakin berkaitan dengan sains. Kemajuan teknologi pada abad ini memungkinkan cadangan makanan dan barang yang lebih stabil. Munculnya mobil merevolusi kendaraan pribadi. Dimulai di Inggris pada abad ke-18, Revolusi Industri merupakan periode penemuan teknologi-teknologi baru, terutama dalam bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, metalurgi, dan transportasi yang digerakkan oleh penemuan tenaga uap.

Teknologi naik ke babak berikutnya melalui revolusi industri kedua dengan penemuan listrik dan turunannya seperti motor listrik, lampu pijar, dan lain-lain. Kemajuan sains dan penemuan konsep baru memungkinkan adanya penerbangan dan kemajuan dalam bidang kedokteran, kimia, fisika, dan teknik. Selain itu juga memungkinkan pembangunan gedung pencakar langit dan kawasan urban yang penduduknya bergantung pada motor sebagai transportasi. Komunikasi juga berkembang dengan penemuan telegraf, telepon, radio, dan televisi.

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, pada bidang transportasi ditemukan pesawat dan mobil. F-15 dan F-16 terbang di atas Kebakaran minyak Kuwait selama Perang Teluk tahun 1991.

Pada abad ke-20, semakin banyak penemuan baru. Dalam bidang fisika, ditemukannya fisi nuklir memicu penemuan senjata nuklir dan tenaga nuklir. Komputer juga ditemukan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan semakin mengecil ukurannya berkat transistor dan sirkuit terintegrasi. Teknologi informasi mengarah pada penemuan Internet, sehingga saat ini dikenal sebagai Era Informasi.

Manusia juga dapat menjelajah luar angkasa dengan satelit (nantinya digunakan untuk telekomunikasi) dan misi mengirim manusia ke bulan. Dalam bidang kedokteran, ditemukan prosedur operasi jantung dan terapi sel induk dan penemuan berbagai obat-obatan baru.

Teknik manufaktur dan konstruksi yang kompleks diperlukan untuk membuat dan menjaga seluruh teknologi baru ini. Mereka juga tidak lupa untuk mendukung dan mengembangkan generasi terbaru sehingga muncul peralatan lebih kompleks. Teknologi modern sangat bergantung pada pelatihan dan pendidikan–desainer, pembuat, perawatan, dan pemakainya sering kali membutuhkan pengetahuan dan pelatihan tertentu. Kemajuan [ sunting - sunting sumber ] Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat.

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari teknologi kuno, sederhana, hingga yang menghebohkan dunia. Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis, dan terus berevolusi hingga sekarang.

Hingga menciptakan objek-objek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien, dan cepat. Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.

[19] Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu: [19] • Kemajuan teknologi yang bersifat netral ( bahasa Inggris: neutral technological progress) Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama. • Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja ( bahasa Inggris: labor-saving technological progress) Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.

• Kemajuan teknologi yang hemat modal ( bahasa Inggris: capital-saving technological progress) Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi, dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara- negara berkembang. [20] Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia.

Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi. Di lain pihak suatu kebijaksanaan 'pintu yang lama sekali terbuka' terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit, dan rumit.

[20] Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan, dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer, dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop.

Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir, dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Dampak [ sunting - sunting sumber ] Bidang Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 1996, UNESCO mengeluarkan jurnal berjudul The International Commission on Education for the Twenty First Century yang berisi tentang bagaimana pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang harus dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran seperti belajar untuk menguasai pengetahuan, belajar untuk mengetahui keterampilan, belajar untuk mengembangkan diri, dan belajar untuk hidup bermasyarakat.

[21] Salah satu tanda yang paling menonjol pada dunia pendidikan dengan kontribusi teknologi adalah semakin bertautnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga hubungan di antaranya menjadi semakin cepat dan mudah.

Dalam konteks pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan, telah terbukti semakin menyempitnya dan meleburnya faktor ruang dan waktu yang selama ini menjadi pengahalang dan aspek penentu kecepatan serta keberhasilan penguasaan ilmu pengetahuan oleh umat manusia.

[22] Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran, penerapan teknologi di dalam kegiatan pembelajaran ditandai dengan munculnya e-learning yang telah memfasilitasi perubahan dalam pembelajaran yang disampaikan melalui semua media elektronik seperti audio atau video, TV interaktif, compact disc (CD), dan internet.

[23] Pentingnya peran teknologi informasi dalam dunia pendidikan membuat tenaga pendidik dan peserta didik dapat dengan mudah memperoleh bahan-bahan pembelajaran melalui perpustakaan elektronik atau buku elektronik untuk mendapatkan koleksi perpustakaan berupa buku, modul, jurnal, majalah atau surat kabar. Kehadiran internet juga memungkinkan dilakukannya pembelajaran jarak jauh dengan menyesuaikan kondisi dan situasi. [24] Teknologi juga dapat dimanfaatkan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan alat administratif dalam bidang pendidikan seperti alat bantu perbaikan keefektifan pengorganisasian lembaga pendidikan.

Dengan menggunakan sistem komputer maka lembaga pendidikan dapat lebih mudah dan aman untuk mengelola data administrasi, meliputi data siswa, data guru, maupun data sekolah itu sendiri. [25] Teknologi dalam dunia pendidikan juga dapat membantu tenaga pendidik untuk lebih banyak membuat bahan-bahan pelajaran agar peserta didik lebih banyak mendapatkan ilmu.

Dengan tersedianya komputer, tenaga pendidik dapat menyusun rencana pembelajaran dan materi-materi yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk dipelajari dan dengan adanya internet juga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi dengan mudah dari sumber berbeda yang direkomendasikan oleh tenaga pendidik. [26] Dampak teknologi dalam dunia pendidikan memiliki tiga prinsip dasar dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu pendekatan sistem, berorientasi pada siswa, dan pemanfaatan pada sumber belajar.

Dengan berkembangnya penggunaan teknologi dalam pendidikan, maka terjadi pergeseran dalam proses pembelajaran seperti dari pelatihan ke penampilan peserta didik, dari ruang kelas sekolah ke di mana dan kapan saja bisa dilakukan proses belajar mengajar, dari menggunakan kertas dan buku beralih ke komputer dan laptop atau saluran online.

[27] Dalam dunia pendidikan, pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan lebih termotivasi apabila dibantu dengan penggunaan teknologi karena menjadikan pekerjaan lebih mudah, bermanfaat, menambah produktivitas, mempertinggi efektivitas, dan mengembangkan potensi dalam berpikir.

[28] Kemajuan teknologi digital dalam dunia pendidikan dapat membawa tenaga pendidik dan peserta didik ke dunia maya yang revolusioner, karena memudahkan dan dinamis dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi seperti internet yang menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik.

[29] Teknologi yang digunakan dalam proses belajar mengajar sering disebut dengan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar di sekolah atau di luar sekolah.

Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran sudah banyak digunakan, mulai dari teknologi yang sangat sederhana sampai teknologi yang canggih agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. [30] Bidang Ekonomi dan Bisnis [ sunting - sunting sumber ] Teknologi yang terus mengalami perkembangan bersamaan dengan proses globalisasi di dunia, bergerak menuju transformasi ekonomi yang dikenal dengan Knowledge Based Society (KBS). KBS merupakan tahapan lebih lanjut dari pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam menuju pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

[31] Teknologi dalam bidang ekonomi khususnya bisnis berperan sebagai sarana transaksi untuk bisnis online, yaitu dalam bentuk fasilitas media berupa internet. Situs web yang disediakan pelaku bisnis sebagai tempat konsumen untuk memilih dan meilhat barang-barang yang inginkan, kemudian pada transaksi juga dibutuhkan teknologi lain untuk mendukung bisnis online seperti pembayaran menggunakan aplikasi online. Masyarakat yang berbisnis dengan menerapkan teknologi informasi dapat membuat peluang pasar terbuka lebih luas.

Berbisnis menggunakan jaringan internet dapat mempermudah dalam hal mempromosikan produk yang akan dijual, mencari konsumen yang membutuhkan barang, dan mencari pelanggan tetap.

Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bisnis seperti kompleksitas bisnis yang semakin meningkat yang dipengaruhi oleh pengaruh ekonomi internasional, kompetisi dalam bisnis yang berskala global, perkembangan dan pertumbuhan teknologi informasi, pendayagunaan waktu kerja, pertimbangan sosial dan kapasitas teknologi informasi yang dapat diakses.

Bentuk kapasitas teknologi informasi yang bisa digunakan meliputi kapasitas pelayanan kebutuhan informasi, kapasitas interaksi dalam jaringan komputer atau berbasis online, dan kapasitas dalam kecepatan akses data dan jaringan.

[32] Perkembangan teknologi dapat diterima masyarakat dan negara secara luas sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, karena teknologi memungkinkan bagi produsen untuk memproduksi lebih banyak output agar perekonomian meningkat dan mencapai hasil yang maksimum walaupun dengan tingkat input yang sama.

[33] Teknologi mempunyai pengaruh besar dalam mengembangkan pengetahuan manusia dalam bidang ekonomi terkait bagaimana menggabungkan sumber daya yang ada untuk memproduksi produk yang diinginkan atau dibutuhkan, untuk memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memenuhi keinginan masyarakat, termasuk metode teknis, keterampilan, proses, teknik, alat dan bahan baku. Teknologi juga disebut sebagai suatu media atau alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah dalam ranah bisnis.

[34] Kemunculan teknologi berbasis informasi pada bidang ekonomi khususnya bisnis membuat batasan ruang dan waktu antar perusahaan di berbagai negara menjadi berkurang karena melalui teknologi seperti internet, perusahaan dapat melakukan transaksi secara tidak langsung dan mengakses pasar yang berada di luar negeri.

[35] Masuknya teknologi informasi dan internet di Indonesia membuat masyarakat menjadi lupa dengan identitas dirinya seperti dapat mengubah kultur atau kebiasaan sehari-hari. Sebelumnya adanya teknologi informasi seperti internet, masyarakat dapat bekerja dengan santai meskipun pekerjaan akan lebih sulit karena tidak luasnya akses dalam mencari informasi.

Dampak munculnya internet membuat persaingan menjadi global sehingga masyarakat ditantang untuk menghadapi persaingan global tersebut yang terjadi saat ini. [36] Teknologi telah memberikan kontribusi secara signifikan terhadap bidang industrialisasi dan bisnis yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu negara.

Pada level mikro, kemajuan suatu teknologi dimanfaatkan dalam perubahan struktur industri dan persaingan global. [37] Pada level makro, teknologi dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Kemajuan teknologi pada era global akan memberikan kontribusi yang lebih dari tahun sebelumnya dalam pembangunan ekonomi dunia. [38] Untuk memenangkan persaingan di pasar global, setiap bisnis dan perusahaan dituntut untuk lebih memperhatikan dan mengelola teknologi lebih baik dalam menciptakan keunggulan bersaing ( competitive advatages). Kesuksesan berbisnis dalam hal persaingan sangat ditentukan oleh penciptaan compettive advatages yang berbasis pada pengembangan teknologi itu sendiri.

[39] Pengembangan teknologi tersebut dibutuhkan pada setiap proses transformasi dibidang bisnis dari sejumlah modal untuk menghasilkan keuntungan besar yang dapat memberikan nilai tambah pada setiap tahapan proses transformasi dalam perusahaan. [40] Dalam pengembangan teknologi, hampir setiap negara dan bisnis dihadapkan dengan dua pilihan.

Pertama, mengembangkan teknologi melalui proses invention and innovation. Kedua, mengembangkan teknologi melalui proses alih teknologi. Tidak ada negara dan bisnis apapun yang dapat memenuhi semua jenis teknologi yang dibutuhkan dalam proses membuat dan menjual hasil produksi. Dengan adanya kekurangan tersebut maka setiap negara atau bisnis dapat menerapkan model strategi teknologi seperti make some strategy atau metode pengembangan teknologi baru melalui R&D dan buy some strategy atau metode pengembangan yang diterapkan melalui proses alih teknologi.

[41] Bidang Sosial [ sunting - sunting sumber ] Dalam kehidupan sosial, manusia tidak dapat terlepas dari teknologi khususnya media sosial. Media sosial merupakan sebuah media berbasis online yang dapat membuat para penggunanya dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan wadah meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.

Bentuk seperti blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling sering digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Dampak positif munculnya media sosial dalam kehidupan masyarakat adalah memudahkan dalam berinteraksi dengan banyak orang, memperluas jaringan pertemanan, menghilangkan batasan jarak dan waktu, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung cepat dan biaya lebih murah.

Dampak negatif dari kehadiran media sosial adalah memberikan jarak kepada orang di sekitar, interaksi secara tatap muka akan menurun drastis, membuat pengguna media sosial menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik antar kelompok, menimbulkan masalah pribadi, dan rentan terhadap pengaruh gaya hidup buruk orang lain.

[42] Media teknologi dalam ranah komunikasi dapat meningkatkan proses pencarian dan pengiriman informasi antar satu orang dengan orang lain. Biaya dan waktu dapat berkurang, sementara hasilnya akan lebih memuaskan seperti penggunaan media fax, email, Facebook, dan Twitter jika dibandingkan dengan menggunakan surat.

Sehingga setiap orang dapat menggunakan waktunya secara efisien dan teratur. [43] Kenyamanan dalam menggunakan teknologi yang dirasakan masyarakat dapat berpengaruh terhadap gaya hidup, tingkah laku individu baik itu pada saat sendiri maupun berkelompok. [44] Teknologi yang menghadirkan aplikasi sosial media tersebut memudahkan pengguna untuk bisa berkomunikasi dengan orang-orang sampai ke penjuru dunia manapun dalam waktu sangat singkat dan sangat serta dapat mempengaruhi aktivitas bersosialisasi mereka.

Teknologi berbasis media online seperti media sosial dapat menjadi salah satu inovasi perkembangan pembelajaran pada sektor pendidikan dasar di Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan yang bisa disebut dengan Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) atau proses pengenalan awal terhadap teknologi kepada anak Indonesia. Dalam proses pengenalan tersebut peserta didik akan dipersilakan untuk terlibat aktif untuk berinteraksi dengan teknologi yang telah disediakan kemudian dalam program tersebut diberikan materi terkait pengembangan kemampuan problem solving, kreativitas, dan inovasi dalam bidang teknologi.

Pemberian pendidikan teknologi yang dilakukan secara bertahap akan mengembangkan keterampilan dalam berpikir dan keterampilan vokasional. [45] Di Indonesia terdapat sekitar 25 juta pengguna internet dan setiap tahun terus bertambah seiring berkembangnya teknologi. Kenaikan dipicu karena adanya kemudahan dalam mendapatkan, mengakses, dan mengendalikan informasi serta mengoperasikannya ke berbagai media. Dengan internet dan teknologi yang ada, masyarakat mampu berinteraksi secara bebas dan membentuk komunitas kecil maupun besar hanya dengan menekan tombol pada handphone atau alat media teknologi lainnya.

[46] Kemajuan teknologi yang sangat pesat semula bertujuan untuk memudahkan manusia dalam segala hal. Ketika urusan tersebut semakin mudah, maka muncul rasa malas dan keterasingan baru seperti memudarnya rasa solidaritas antar sesama, kebersamaan semakin pudar, dan silaturrahmi semakin berkurang.

Penemuan seperti televisi, komputer, internet, dan handphone telah mengakibatkan masyarakat menjadi ketagihan dengan dunia layar. [47] Teknologi memiliki dampak yang beragam dan memiliki pengaruh kuat di tengah kehidupan masyarakat seperti efektivitas teknologi secara fungsional sesuai yang diharapkan masyarakat, perubahan langsung di masyarakat dalam merespons teknologi, dan perubahan dari inovasi yang telah diantisipasi sebelumnya.

Keberadaan teknologi sekarang tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan sosial politik yang melingkupinya. Kehadiran dan kemajuan teknologi sering digerakkan dan dipertajam oleh dukungan dan partisipasi para pemodal besar dalam setiap peralihan dan penemuan teknologi baru. Dukungan tersebut merupakan bentuk dari sistem ekonomi dan politik yang menggerakkan kepentingan dalam hal memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. [48] Dampak negatif yang lebih jauh, teknologi dapat mendorong terjadinya kerusakan dan penurunan moral dan akhlak.

Masyarakat berubah menjadi kurang peka terhadap kehidupan sosial akibat hadirnya teknologi karena telah mengurangi intensitas tatap muka yang terjadi dalam organisasi ataupun sosial masyarakat.

[49] Teknologi tidak hanya sekadar digunakan untuk berkomunikasi dan mencari tugas, tetapi dapat memberikan akses kepada pengguna melihat situs atau website yang tidak seharusnya dilihat seperti, situs kekerasan dan situs pornografi.

Hal ini membuktikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak yang sangat mengkhawatirkan karena dapat segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan pengaruh terhadap perilaku sosial atau melunturkan nilai-nilai kebudayaan masyarakat.

[50] Bidang Pertanian [ sunting - sunting sumber ] Sektor pertanian adalah salah satu sektor terbesar dan paling penting yang menyediakan bahan pangan bagi setiap penduduk di negara berkembang khususnya di Indonesia. Sektor ini juga memberikan lapangan kerja yang sangat besar bagi hampir seluruh angkatan kerja yang ada saat ini. Pertanian dengan penghasilan padi sawah merupakan produk unggulan di sebagian besar wilayah yang ada di Indonesia.

Teknologi pertanian modern yang ada sekarang adalah teknologi pertanian yang digunakan untuk mempermudah dan mempercepat serta meningkatkan hasil produksi pertanian secara keseluruhan. Teknologi pertanian yang ada berupa mesin-mesin canggih yang diciptakan untuk pengolahan serta pengambilan hasil produksi seperti pada panen padi dalam pengolahan tanah sudah menggunakan mesin, bibit yang digunakan merupakan bibit unggul sudah terjamin kualitasnya, cara penanaman dengan menggunakan mesin tanam padi yang canggih, proses panen menggunakan mesin, sistem perekrutan tenaga kerja dilihat dari hasil kerja, pencarian tenaga kerja langsung pemilik, dan sistem pembagian hasil berupa uang atau hasil padi yang dipanen.

Munculnya teknologi pertanian modern sangat berperan penting dalam memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat khususnya petani di daerah pedesaan. [51] Perkembangan teknologi di sektor pertanian untuk membantu dalam hal pengolahan tanah, penarik air dari sumber air, dan alat bantu pemanen. Teknologi pertanian merupakan sebuah alat, cara atau metode yang dapat digunakan dalam memproses input pertanian sehingga menghasilkan output atau hasil pertanian yang maksimal sehingga memiliki daya guna baik berupa produk bahan mentah, setengah jadi maupun siap pakai dan dipasarkan.

[52] Perkembangan teknologi dalam bidang pertanian telah membawa perubahan pada cara bercocok tanam masyarakat yang awalnya menggunakan peralatan-peralatan yang membutuhkan tenaga lebih menjadi lebih mudah dan efisien seperti dari penggunaan bajak dan garu menjadi traktor.

[53] Pengaruh masuknya teknologi pertanian terhadap kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat di Indonesia dalam segi ekonomi terlihat dari penggunaan bibit unggul, pupuk kimia, penggunaan pestisida, dan pembangunan irigasi yang menambah hasil produksi bagi petani semakin meningkat.

Meningkatnya hasil produksi dari petani membuat tingkat pendidikan anak petani, keadaan rumah dan kepemilikan barang sekunder yang sudah semakin membaik. Masuknya teknologi pertanian pada kehidupan budaya masyarakat memberikan pengaruh terhadap hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik membajak menggunakan sapi atau kerbau yang sudah digantikan oleh mesin traktor dan menumbuk padi diganti oleh teknik penggilingan padi menggunakan mesin.

[54] Kemunculan teknologi dalam sektor pertanian mempengaruhi kehidupan masyarakat yang mana dalam perubahan sosial dapat dilihat pada tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat, sedangkan dampak negatifnya adalah berkurangnya interaksi sosial antar masyarakat dan hilangnya alat-alat pembajak sawah tradisional yang diturunkan secara turun-temurun.

Adapun perubahan pada kondisi ekonomi dan dampak positinya adalah tingkat penghasilan petani semakin meningkat dan kondisi tempat tinggal semakin layak, sedangkan dampak negatifnya adalah berkurangya kesempatan kerja yang sering dilakukan petani setiap hari. [55] Produktivitas dalam bidang pertanian dapat ditingkatkan dengan dua cara yaitu mengembangkan teknologi sebelumnya dan mengadopsi teknologi baru serta melalui penggunaan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien dan tepat sasaran.

Keberadaan teknologi adalah salah satu syarat yang perlu diperhatikan dalam pembangunan pertanian.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

Teknologi berperan dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani karena teknologi turut menentukan proses produksi dan proses distribusi. [56] Teknologi yang mendukung perkembangan pembangunan pertanian di Indonesia harus dapat digunakan pada kegiatan on farm dan off farm. Kegiatan on farm meliputi teknologi biologis yang menghasilkan produk pertanian, pertanian organik, dan pengadaan alat dan mesin pertanian. Sedangkan, kegiatan off farm meliputi teknologi untuk proses pengolahan, pengawetan, pengemasan, pengepakan, dan distribusi hasil panen.

[57] Dampak teknologi bagi para petani adalah adanya peningkatan status kesejahteraan baik dalam peningkatan berupa penghasilan, kemampuan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti makan maupun dalam berinteraksi secara luas dengan masyarakat dan berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan desa.

[58] Untuk mempercepat pembangunan dalam sektor pertanian dapat dilakukan dengan membangun hubungan kerjasama yang sinergis antara pemerintah, lembaga-lembaga penelitian, serta masyarakat agar semua pihak dapat berpartisipasi dengan maksimal. [59] Teknologi dalam pertanian juga memiliki kekurangan seperti adanya penurunan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang ingin bekerja sebagai buruh tani dan adanya ketergantungan petani kepada pemerintah terkait penyaluran bahan-bahan kimia untuk tanaman mereka.

[60] Upaya perbaikan sistem pertanian yang dilakukan oleh masyarakat terkhususnya petani mengarah ke pengembangan, pertumbuhan dan peningkatan produksi hasil panen menggunakan metode intensifikasi, ekstensifikasi, dan rehabilitasi di mana upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas petani, penyelamatan hasil panen dan peningkatan mutu hasil yang mempunyai daya saing tinggi dengan pasar global.

Masyarakat yang bekerja sebagai petani di mana sebelumnya hanya bisa menggarap lahan untuk bertani dengan alat sederhana seperti parang, pacul, tembilang. Tetapi dengan kemajuan teknologi saat ini telah mampu menciptakan alat yang lebih modern dan canggih seperti ditemukannya mesin penggarap tanah dan alat-alat yang lebih canggih dan mampu menunjang serta meningkatkan pendapatan masyarakat petani.

[61] Bidang Kesehatan [ sunting - sunting sumber ] Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan ini sangat berkembang pesat, dapat dilihat dari banyaknya temuan-temuan baru yang berhasil didapatkan dengan bantuan teknologi baik dalam bentuk pengorganisasian rumah sakit, pengobatan pasien, maupun penelitian dan pengembangan dari ilmu kesehatan itu sendiri.

Bentuk pelayanan kesehatan berbasis teknologi saat ini sangat diperhatikan dunia. Terutama pada peluang teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. [62] Pelayanan kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh penggunaan teknologi berbasis digital dan penerapan intervensi kesehatan dalam bentuk teknologi digital yang sangat efektif dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.

[63] Penerapan bentuk intervensi kesehatan berbasis teknologi digital segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan sangat menguntungkan bagi masyarakat karena dapat memperlancar dan mempermudah akses pelayanan dan dapat memindahkan intervensi kesehatan masyarakat ke platform digital yang telah disediakan dan menghadirkan riset dengan tujuan untuk memajukan teori dan konsep pelayanan kesehatan itu sendiri.

[64] Teknologi informasi yang digunakan di bidang kesehatan memang dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien anak dan keluarga tetapi dibutuhkan juga proses pengamatan langsung dari perawat melalui perangkat agar mencegah terjadinya kesalahan dalam pemberian informasi dan memberikan asuhan keperawatan kepada anak dan remaja.

[65] Penggunaan internet pada rumah sakit digunakan hampir setiap hari dari pagi hingga malam. Penggunaan internet hanya dilakukan untuk kepentingan rumah sakit dan kebutuhan pasien tetapi ada perawat yang menggunakan untuk kebutuhan pribadi di waktu tertentu.

Penggunaan internet oleh perawat di rumah sakit dipengaruhi oleh kebijakan organisasi, budaya kerja dan pemberian pelatihan terkait internet. [66] Penggunaan software yang berbasis komputer pada bidang kesehatan khususnya rumah sakit adalah dapat memberikan informasi secara menyeluruh dalam pembuatan rencana keperawatan yang aman dan mudah. Informasi yang diberikan meliputi standar asuhan berdasarkan pembuktian masalah di klinik, cara penanganan, aturan dan rekomendasi perawatan, referensi dan cara penghitungan obat yang akurat, serta akses ke pusat data atau perpustakaan secara digital melalui media komputer.

Software tersebut juga dapat mempercepat perawat dalam pengambilan keputusan dalam penanganan, membuat rencana asuhan keperawatan bagi pasien rawat jalan, mengingatkan perawat untuk memberikan tindakan pencegahan atau risiko terhadap alergi dengan menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien sebelum diberi obat sehingga perawat dapat memberikan respon cepat sesuai dengan kondisi pasien.

[67] Pemanfaatan software juga bermanfaat dalam pemberian informasi tentang panduan terkait cara identifikasi, proses pengkajian dan metode pemberian rekomendasi terkait penanganan kasus obesitas pada anak usia sekolah dan remaja. [68] Penggunaan teknologi informasi dalam dokumentasi di bidang kesehatan atau keperawatan adalah cara yang baru dan mudah untuk merekam, memberikan dan menerima informasi pasien.

Hal ini membuat perawat atau petugas rumah sakit bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan informasi pasien. Sehingga diperlukan kebijakan dan pedoman yang sudah diatur oleh organisasi atau rumah sakit.

Pengembangan dokumentasi dengan bantuan teknologi informasi dan sistem komputer harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip dan aturan dokumentasi terkait akses, penyimpanan, pengambilan dan pengiriman informasi seperti yang berlaku dalam sistem dokumentasi berbasis kertas atau manual.

[69] Proses dokumentasi juga digunakan untuk memenuhi standar profesional dan hukum yang berlaku. Dokumentasi sangat berguna untuk menunjukkan bahwa dalam hubungan petugas kesehatan dan klien sudah terjalin dengan baik, petugas telah menerapkan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan keperawatan serta membuat keputusan menurut standar profesional dan dapat sebagai bukti dalam proses hukum jika ada tuntutan hukum baik dari pasien maupun dari petugas kesehatan.

[70] Perkembangan teknologi kesehatan di luar negeri telah berkembang pesat pada seluruh aktivitas keperawatan, baik dalam bidang pelayanan, pendidikan maupun riset di bidang kesehatan. Sistem dokumentasi memberikan terhadap proses kontinuitas perawatan pasien dan memungkinkan perawat melakukan perawatan yang cepat dan lebih tepat. [71] Proses dokumentasi berbasis teknologi informasi dalam bidang kesehatan untuk merekam jejak medis pasien memungkinkan perawat menggunakannya sebagai sarana belajar dan memahami pentingnya mendokumentasikan proses perawatan pasien serta menghemat waktu dalam menyusun rencana perawatan selanjutnya.

[72] Dokumentasi dapat menjadi sumber data di bidang kesehatan yang sangat berguna untuk membuat keputusan terkait pendanaan dan pengelolaan sumber daya serta memfasilitasi penelitian yang dapat meningkatkan kualitas praktik kesehatan dan perawatan pasien.

[73] Dalam bidang kesehatan, rumah sakit memerlukan teknologi yang mendukung agar sumber daya keperawatan dapat melangsungkan pelayanan kesehatan. Tanpa sistem teknologi berbasis informasi yang akurat, maka rumah sakit tidak dapat menentukan kebijakan, keputusan, bahkan peraturan yang dapat menunjang perbaikan dan perkembangan sumber daya keperawatan.

[74] Tujuan digunakan sistem informasi atau teknologi informasi manajemen pada bidang kesehatan adalah untuk memastikan tentang bagaimana agar informasi kesehatan yang akurat dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan, kemudian akan meningkatkan pelayanan kesehatan dalam skala nasional. [75] Berkembangnya teknologi pada bidang kesehatan telah memunculkan metode baru untuk mempromosikan kesehatan yang di mediasi oleh perangkat komputer dan teknologi digital yang berfungsi untuk mengubah perilaku kesehatan masyarakat yang sering disebut dengan komunikasi kesehatan online ( e-health).

[76] Penerapan teknologi pada industri kesehatan dengan model e-commerce dapat meningkatkan layanan hemat biaya kepada para pengguna jasa kesehatan. [77] Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan berbasis video online dapat memberikan edukasi dan promosi tentang menjaga kesehatan masyarakat sekaligus menjadi media untuk promosi rumah sakit.

[78] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Teknologi arsitektur • Garis besar teknologi • Daftar teknologi yang muncul • Konvergensi teknologi • Teknologi dan masyarakat • Penilaian teknologi • Teknologi hipotetis • Filsafat teknologi • Tekno-progresivisme • Teknosentrisme • Teknokrasi • Teknokritisme • Determinisme teknologi • Evolusi teknologi • Nasionalisme teknologi • Singularitas teknologi • Manajemen teknologi • Tingkat kesiapan teknologi • Teknorealisme • Transhumanisme • Perhitungan energi • Nanososialisme • Teknokapitalisme • Difusi teknologi • Model penerimaan teknologi • Siklus hidup teknologi • Transfer teknologi • Jurnalisme teknologi Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Arti Kata Teknologi".

• ^ For ex., George Crabb, Universal Technological Dictionary, or Familiar Explanation of the Terms Used in All Arts and Sciences, Containing Definitions Drawn From the Original Writers, (London: Baldwin, Cradock and Joy, 1823), s.v. "technology." • ^ Julius Adams Stratton and Loretta H. Mannix, Mind and Hand: The Birth of MIT (Cambridge: MIT Press, 2005), 190-92. ISBN 0-262-19524-0. • ^ Eric Schatzberg, " Technik Comes to America: Changing Meanings of Technology Before 1930," Technology and Culture 47 (July 2006): 486-512.

• ^ Read Bain, "Technology and State Government," American Sociological Review 2 (December 1937): 860. • ^ Donald A. MacKenzie and Judy Wajcman, "Introductory Essay" in The Social Shaping of Technology, 2nd ed. (Buckingham, England: Open University Press, 1999) ISBN 0-335-19913-5. • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama mwdict • ^ Franklin, Ursula. "Real World of Technology". House of Anansi Press.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2007-02-13. • ^ "Technology news". BBC News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-02-09. Diakses tanggal 2006-02-17. • ^ Stiegler, Bernard (1998). Technics and Time, 1: The Fault of Epimetheus. Stanford University Press. hlm. 17, 82. ISBN 0-8047-3041-3 Periksa nilai: checksum -isbn= ( bantuan). Stiegler lebih terkemudian menyatakan bahwa biotechnology ( bioteknologi) tidak lagi dapat didefinisikan sebagai "organized inorganic matter", given that it is, rather, "the reorganization of the organic" ('zat-zat anorganik yang tersusun rapi', melainkan 'penyusunan kembali zat-zat organik').

Stiegler, Bernard (2008). L'avenir du passé: Modernité de l'archéologie. La Découverte. hlm. 23. ISBN 2-7071-5495-4. • ^ "Industry, Technology and the Global Marketplace: International Patenting Trends in Two New Technology Areas".

Science and Engineering Indicators 2002. National Science Foundation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-08-18. Diakses tanggal 2007-05-07. • ^ Borgmann, Albert (2006). "Technology as a Cultural Force: For Alena and Griffin" (fee required).

The Canadian Journal of Sociology. 31 (3): 351–360. doi: 10.1353/cjs.2006.0050. Diakses tanggal 2007-02-16. • ^ Macek, Jakub. "Defining Cyberculture". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-03. Diakses tanggal 2007-05-25. • ^ "Science". Dictionary.com. Diakses tanggal 2007-02-17. • ^ "Intute: Science, Engineering and Technology". Intute. Diakses tanggal 2007-02-17. • ^ Wise, George (1985). "Science and Technology".

Osiris (2nd Series). 1: 229–246. • ^ Guston, David H. (2000). Between politics and science: Assuring the integrity and productivity of research. New York: Cambridge University Press.

ISBN 0-521-65318-5. • ^ a b c d Imam Sukardi, "Pilar Islam Bagi Pluralisme Modern", Tiga Serangkai, 2003, 9796684055, 9789796684052.

• ^ a b "Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1", Erlangga, 9790158149, 9789790158146. • ^ a b Isei, "Pemikiran Dan Permasalahan Ekonomi Di Indonesia Dalam Setengah Abad Terakhir 4", Kanisius, 2005, 979211212X, 9789792112122.

• ^ Jamun 2018, hlm. 48-49. • ^ Putri 2019, hlm. 1. • ^ Jamun 2016, hlm. 144. • ^ Taopan et al 2019, hlm. 63. • ^ Lestari 2018, hlm. 97. • ^ Selwyn 2011, hlm. 26. • ^ Yusri 2016, hlm. 51. • ^ Muhasim 2017, hlm. 69-70. • ^ Muhasim 2017, hlm. 71. • ^ Santyasa 2007, hlm. 3. • ^ Siaila 2010, hlm. 110. • ^ Utami 2010, hlm. 62-63. • ^ Wahyuni et al 2013, hlm. 72. • ^ Wahyuni et al 2013, hlm. 73. • ^ Hidayatullah 2005, hlm. 11. • ^ Hidayatullah 2005, hlm. 13. • ^ Radhi 2010, hlm. 1. • ^ Subramanian 1987, hlm.

361. • ^ Sharif 1994, hlm. 156. • ^ Soehoed 1988, hlm. 48. • ^ Ramanathan 1994, hlm. 221. • ^ Cahyono 2016, hlm. 140. • ^ Nasution 2011, hlm. 40. • ^ Azizah 2020, hlm.

46. • ^ Fitri 2017, hlm. 119. • ^ Setiawan 2018, hlm. 65. • ^ Ngafifi 2014, hlm. 34. • ^ Wahid 2020, hlm. 2-3. • ^ Novy Purnama 2009, hlm. 40. • ^ Khodijah dan Nurizzati 2018, hlm.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

163. • ^ Saputra dan Ratnawilis 2019, hlm. 206-207. • ^ Ali 2017, hlm. 518. • ^ Zahara et al 2017, hlm. 32. • ^ Zahara et al 2017, hlm. 37-38. • ^ Rifani et al 2019, hlm. 864. • ^ Apriani et al 2018, hlm. 122.

• ^ Simatupang 2006, hlm. 3. • ^ Salamah dan Iskandar 2002, hlm. 130. • ^ Salamah dan Iskandar 2002, hlm. 119. • ^ Sari 2018, hlm. 35. • ^ Sari 2018, hlm. 29. • ^ Yani 2018, hlm. 98. • ^ Manganello et al 2015, hlm.

6. • ^ Moller et al 2017, hlm. 1. • ^ Ramawati 2011, hlm. 9. • ^ Morris‐Docker et al 2004, hlm. 157. • ^ McCartney 2006, hlm. 426. • ^ Gance-Cleveland 2010, hlm. 72. • ^ Dewi 2011, hlm. 19. • ^ Tornvall dan Wilhelmsson 2008, hlm.

2122. • ^ Rykkje 2009, hlm. 9. • ^ Lee 2006, hlm. 1377. • ^ Tornvall et al 2004, hlm. 315. • ^ Rofii 2011, hlm.

16. • ^ Zhu dan Protti 2009, hlm. 122. • ^ Neuhauser dan Kreps 2003, hlm. 7. • ^ More dan McGrath 2002, hlm. 621. • ^ Huang et al 2014, hlm. 273. Daftar Pustaka [ sunting - sunting sumber ] Jamun, Y. M. (2018). "Dampak Teknologi Terhadap Pendidikan". Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio. 10 (1): 48–52.

ISSN 2502-9576. Jamun, Y. M. (2016). "Desain Aplikasi Pembelajaran Peta Nusa Tenggara Timur Berbasis Multimedia". Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio. 8 (1): 144–150. ISSN 2502-9576. Taopan, Y. F., Oedjoe, M. R., &, Sogen, A. N. (2019). "Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan Moral Remaja di SMA Negeri 3 Kota Kupang".

Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran. 5 (1): 61–74. ISSN 2442-7667. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Lestari, S. (2018). "Peran Teknologi dalam Pendidikan di Era Globalisasi". Edureligia. 2 (2): 94–100. ISSN 2579-5694. Selwyn, N. (2011). Education and Technology Key Issues and Debates (PDF). India: Replika Press Pvt Ltd. hlm. 26. ISBN 978-1-4411-5036-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Yusri (2016).

"PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN I DEKAI KABUPATEN YAHUKIMO". Jurnal Ilmiah ILKOM. 8 (1): 49–56. ISSN 2548-7779. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-14. Diakses tanggal 2021-01-27. Putri, T.

D. (2019-12-18). "Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan di Era sekarang". INArxiv. doi: 10.31227/osf.io/72sqb. Diakses tanggal 2021-01-27. Muhasim (2017). "Pengaruh Tehnologi Digital Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik" (PDF). Palapa: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan. 5 (2): 53–77. ISSN 2540-9697. Santyasa, I W. (2007). "LANDASAN KONSEPTUAL MEDIA PEMBELAJARAN" (PDF). Direktori File UPI. Diakses tanggal 2021-01-27. Siaila, S.

(2010). "PENGARUH PERUBAHAN TEKNOLOGI TERHADAP TRANSFORMASI EKONOMI DAN TRANSFORMASI SOSIAL". Soso-Q. 2 (2): 102–120. ISSN 2086-390X. Utami, S. S. (2010).

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

"PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERKEMBANGAN BISNIS". Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi. 8 (1): 61–67. ISSN 2656-3797. Wahyuni, S., Hamzah, A., &, Syahnur, S. (2013). "ANALISIS PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH (AK MODEL)". Jurnal Ilmu Ekonomi.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

1 (3): 71–79. ISSN 2302-0172. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Hidayatullah, D. (2005). "DAMPAK TEKNOLOGIINFORMASI DAN INTERNET TERHADAP PENDIDIKAN, BISNIS, DAN PEMERINTAHAN INDONESIA" (PDF). Majalah Ekonomi dan Komputer. 13 (1): 9–14. ISSN 0854-9621. Radhi, F. (2010). "PENGEMBANGAN APPROPRIATE TECHNOLOGY SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA MANDIRI".

Jurnal Ekonomi Bisnis. 15 (1): 1–8. ISSN 2089-8002. Subramanian, S. K. (1987). "Technology, productivity, and organization" (PDF). Technological Forecasting and Social Change.

31 (4): 359–371. doi: 10.1016/0040-1625(87)90064-3. Sharif, N. (1994). "Integrating business and technology strategies in developing countries" (PDF). Technological Forecasting and Social Change. 45 (2): 151–167. doi: 10.1016/0040-1625(94)90091-4. Soehoed, A. R. (1988). "Reflections on Industrialisation and Industrial Policy in Indonesia" (PDF). Bulletin of Indonesian Economic Studies. 24 (2): 43–57. doi: 10.1080/00074918812331335379.

Ramanathan, K. (1994). "An integrated approach for the choice of appropriate technology" (PDF). Science and Public Policy. 21 (4): 221–233. doi: 10.1093/spp/21.4.221. Ngafifi, M. (2014). "KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA". Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. 2 (1): 33–47. ISSN 2502-1648.

Novy Purnama, N. (2009). "DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA" (PDF). Gema Eksos. 5 (1): 39–46. ISSN 1858-4071. Nasution, Z. (2011). "KONSEKUENSI SOSIAL MEDIA TEKNOLOGI KOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT". Jurnal Reformasi. 1 (1): 37–41. ISSN 2407-6864. Setiawan, D. (2018). "Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya". SIMBOLIKA. 4 (1): 62–72. ISSN 2442-9996. Azizah, M. (2020). "PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP POLA KOMUNIKASI MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (UMM)" (PDF).

Jurnal Sosiologi Nusantara. 6 (1): 45–54. doi: 10.33369/jsn.5.1.45-54. Wahid, A. (2020). "DAMPAK SOSIAL TEKNOLOGI KOMUNIKASI BARU: MEMIKIRKAN ULANG KONSEP COPYRIGHT DI INTERNET". Jurnal Ilmu Komunikasi. 6 (1): 1–16. ISSN 2502-0579. Fitri, S. (2017). "Dampak Positif dan Negatif Sosial Media Terhadap Perubahan Sosial Anak" (PDF). Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran.

1 (2): 118–123. ISSN 2548-8589. Khodijah S., &, Nurizzati Y. (2018). "DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MAN 2 KUNINGAN". Jurnal Edueksos.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

7 (2): 161–176. ISSN 2548-5008. Cahyono, A. S. (2016). "Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia". Jurnal Publiciana.

9 (1): 140–157. ISSN 1979-0295. Zahara I., Yoesoef A., &, Nurasiah (2017). "TEKNOLOGI PERTANIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (1985-2016)".

Jurnal Ilmiah Mahasiswa. 2 (3): 31–38. ISSN 2614-3658. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Rifani, M. N., Kasim, S. S., &, Tanzil (2019). "DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PETANI SAWAH (Studi di Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan)".

Jurnal Neo Societal. 4 (3): 862–870. ISSN 2503-359X. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Apriani, M., Rachmina, D., &, Rifin, A. (2018). "PENGARUH TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) TERHADAP EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI" (PDF). Jurnal Agribisnis Indonesia. 6 (2): 121–132. ISSN 2579-3594.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Salamah U., &, Iskandar J. (2002). "KAJIAN PENGARUH KEBIJAKAN TEKNOLOGI PERTANIAN DAN PETERNAKAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI/PETERNAK". Jurnal Sosiohumaniora. 4 (2): 116–133. ISSN 2443-2660.

Sari, R. P. (2018). "DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI JAGUNG DI KELURAHAN WATALIKU KABUPATEN MUNA (Studi Di Kelurahan Wataliku Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna)" (PDF).

Jurnal penelitian Pendidikan Geografi. 3 (3): 283–294. doi: 10.36709/jppg.v3i3.9171. Ali, A. (2017). "Pengaruh Teknologi Pertanian Terhadap Produktivitas Hasil Panen Padi di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang". AKMEN Jurnal Ilmiah. 14 (3): 514–525. ISSN 2621-4377. Simatupang, J. T. (2006). "Pengembangan dan aplikasi iptek dalam pembangunan pertanian Indonesia" (PDF). Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian.

4 (1): 1–7. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-12-15. Diakses tanggal 2021-01-28. Saputra M D., &, Ratnawilis (2019). "DAMPAK TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN TERHADAP AKTIVITAS PERTANIAN PADI MASYARAKAT JORONG PIRUKO UTARA KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA".

Jurnal Buana. 3 (2): 205–216. ISSN 2615-2630. Yani, A. (2018). "PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT" (PDF). PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8 (1): 97–103. ISSN 2503-1139. Manganello, J., Gerstner, G., Pergolino, K., Graham, Y., Falisi, A., &, Strogatz, D.

(2015). "The relationship of health literacy with use of digital technology for health information: implications for public health practice" (PDF). Journal of public health management and practice. 0 (0): 1–8. doi: 10.1097/PHH.0000000000000366. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Moller, A.

C., Merchant, G., Conroy, D. E., West, R., Hekler, E., Kugler, K. C., &, Michie, S. (2017). "Applying and advancing behavior change theories and techniques in the context of a digital health revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential" (PDF).

Journal of behavioral medicine. 40 (1): 1–14. doi: 10.1007/s10865-016-9818-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Ramawati, D. (2011). "PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI PADA PELAYANAN KESEHATAN ANAK DAN REMAJA". Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2 (1): 9–13. ISSN 2086-8510. Morris‐Docker, S. B., Tod, A., Harrison, J. M., Wolstenholme, D., &, Black, R. (2004). "Nurses' use of the Internet in clinical ward settings" (PDF). Journal of Advanced Nursing. 48 (2): 157–166.

doi: 10.1111/j.1365-2648.2004.03183.x. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) McCartney, P. R. (2006). "Using technology to promote perinatal patient safety" (PDF). Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing. 35 (3): 424–431. doi: 10.1111/j.1552-6909.2006.00059.x. Gance‐Cleveland, B., Gilbert, L. H., Kopanos, T., &, Gilbert, K. C. (2010). "Evaluation of technology to identify and assess overweight children and adolescents" (PDF). Journal for Specialists in Pediatric Nursing.

15 (1): 72–83. doi: 10.1111/j.1744-6155.2009.00220.x. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Dewi, S. C. (2011). "PENGEMBANGAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI". Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2 (1): 15–21. ISSN 2086-8510. Tornvall, E., &, Wilhelmsson, S. (2008). "Nursing documentation for communicating and evaluating care" (PDF). Journal of clinical nursing. 17 (16): 2116–2124.

doi: 10.1111/j.1365-2702.2007.02149.x.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Rykkje, L. (2009). "Implementing electronic patient record and VIPS in medical hospital wards: evaluating change in quantity and quality of nursing documentation by using the audit instrument Cat-ch-Ing" (PDF). VARD I NORDEN. 29 (2): 9–13. doi: 10.1177/010740830902900203. Lee, T. T. (2006). "Nurses' perceptions of their documentation experiences in a computerized nursing care planning system" (PDF). Journal of Clinical Nursing. 15 (11): 1376–1382.

doi: 10.1111/j.1365-2702.2006.01480.x. Törnvall, E., Wilhelmsson, S., &, Wahren, L. K. (2004). "Electronic nursing documentation in primary health care" (PDF). Scandinavian journal of caring sciences. 18 (3): 310–317. doi: 10.1111/j.1471-6712.2004.00282.x. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Rofii, M. (2011). "PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA KEPERAWATAN RUMAH SAKIT". Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan.

2 (1): 15–21. ISSN 2086-8510. Zhu, J. Y., &, Protti, D. J. (2009). "National health information management/information technology strategies in Hong Kong, Taiwan and Singapore". Studies in health technology and informatics (143): 122–128. doi: 10.3233/978-1-58603-979-0-122. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Neuhauser, L., &, Kreps, G. L. (2003). "Rethinking communication in the e-health era" (PDF).

Journal of Health Psychology. 8 (1): 7–23. doi: 10.1177/1359105303008001426. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) More, E., &, McGrath, M. (2002). "An Australian case in e‐health communication and change" (PDF). Journal of Management Development. 21 (8): 621–632. doi: 10.1108/02621710210437590. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Huang, E., Liu, T., &, Wang, J. (2014).

"E-health videos on Chinese hospitals' websites" (PDF). International Journal of Healthcare Management. 7 (4): 273–280. doi: 10.1108/02621710210437590. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • (Indonesia) Arti kata Teknologi dalam situs web Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

• Agronomi • Bioinformatika • Biostatistika • Bioteknologi pertanian • Budidaya perairan • Hortikultura • Ilmu Gizi • Kehutanan • Ilmu tanah dan kesuburan tanaman • Lingkungan dan bangunan pertanian • Mikrobiologi pertanian ( mikrobiologi tanah, mikrobiologi simbiotik, mikrobiologi pangan) • Pemuliaan tanaman • Perikanan • Perlindungan tanaman • Peternakan • Teknik pangan • Teknik pertanian • Teknologi pangan • Veteriner Transportasi • Determinisme teknologi • Efemeralisasi • Etika teknologi • Evolusi teknologi • Filosofi teknologi • Kebangkitan teknologi • Kritik teknologi • Konsep komunikasi digital • Konvergensi teknologi • Momentum teknologi • Nasionalisme teknologi • Peningkatan teknologi • Perubahan teknologi • Rasionalitas teknologi • Siklus hidup teknologi • Siklus kematangan teknologi • Singularitas teknologi • Sistem inovasi teknologi • Strategi teknologi • Tekno-progresivisme • Teknoetika • Teknokapitalisme • Teknokrasi • Teknokritisisme • Teknologi tepat guna • Teknologi tinggi • Teknomansi • Teknorealisme • Teknosentrisme • Teori difusi inovasi • Transhumanisme • Utopianisme teknologi Lainnya Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • Galat CS1: ISBN • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Artikel yang tidak memiliki referensi Maret 2022 • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda LNB • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Halaman ini terakhir diubah pada 12 Maret 2022, pukul 06.12.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • SITI FATIMAH 01214087 ANALISA STRATEGIK PT UNILEVER TBK SEJARAH Sejarah PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia.

Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3. Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia.

Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No.

2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39. Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981. Unilever Indonesia Tbk tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia.

Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.lanjutan Selama ini, tujuan perusahaan kami tetap sama, dimana kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari; membuat pelanggan merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk mereka maupun orang lain; menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang bila digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia; dan senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami untuk tumbuh sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Pada akhir tahun 2009, saham perseroan menempati peringkat ketujuh kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Perseroan memiliki dua anak perusahaan : PT Anugrah Lever (dalam likuidasi), kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan patungan untuk pemasaran kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia Lever, kepemilikan Perseroan sebesar 51%, bergerak di bidang distribusi ekspor, dan impor produk dengan merek Domestos Nomos. Struktur Organisasi VISI & MISI PT.UNILEVER INDONESIA Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun.

Misi adalah penjabaran secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf perusahaan. VISI “ To become the first choice of consumer, costumer and community” MISI • Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen • Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.

• Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses. • Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi. • Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.

• Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup. TUJUAN PT.UNILEVER INDONESIA Tujuan kami di Unilever, memenuhi kebutuhan sehari-hari setiap anggota masyarakat di manapun mereka berada, mengantisipasi aspirasi konsumen dan pelanggan, serta menanggapi secara kreatif dan kompetitif dengan produk-produk bermerek dan layanan yang meningkatkan kualitas kehidupan.Akar kami yang kokoh dalam budaya dan pasar lokal di dunia merupakan warisan yang tak ternilai dan menjadi dasar bagi pertumbuhan kami di masa yang akan datang.

Kami akan menyertakan kekayaan pengetahuan dan kemahiran internasional kami dalam melayani konsumen lokal, sehingga menjadikan kami Perseroan multinasional yang benar-benar multi-lokal. Keberhasilan jangka panjang kami menuntut komitmen yang menyeluruh terhadap standar kinerja dan produktivitas yang sangat tinggi, terhadap kerja sama yang efektif, dan kesediaan untuk menyerap gagasan baru serta keinginan untuk belajar secara terus-menerus.Kami percaya bahwa keberhasilan memerlukan perilaku korporasi yang berstandar tinggi terhadap karyawan, konsumen dan masyarakat, serta dunia tempat kita tinggal.

Inilah jalan yang ditempuh Unilever untuk mencapai pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan bagi usaha serta tercapainya nilai jangka panjang yang berharga bagi para pemegang saham serta seluruh karyawan Unilever. SASARAN PRODUK. Unilever saat ini memang fokus melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan omset penjualan, laba perusahaan dan menekan struktur biaya.

Namun tidak menutup kemungkinan melakukan pertumbuhan anorganik. Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan dana kantor pusat.

Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer.

Strategi manajemen keuangan Unilever dilakukan melalui pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai 6% dari omset penjualan.

ANALISI SMART • SPECIFIC Visi dan misi perusahaan yang telah dipahami guna untuk menetapkan tujuan yang spesifik, perushaan harus menyampaikan kepada tim seluruh harapan dan keinginan yang ingin dicapai perusahaan yaitu “ To become the first choice of consumer, custumer and community”. • MEASURSBLE Mengukur kemajuan akan membantu tim untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka lebih dekat kepada tujuan.

• ATTAINABLE Target harus realistis dan dapat dicapai, target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai • RELEVANT Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim, departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target yang relevan. • TIMEABLE Memberikan deadline pencapaian target.

Komitme kepada deadline akan membantu tim untuk menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan, atau bahkan lebih cepat.

DAYA SAING Tabel Analisa persaingan PT.Unilever Indonesia Tbk. Dengan pesaing utama 4P So klin Rinso Keterangan Action Plan Product Unggul Kualitas yang lebih unggul. Kualitas produk yang tetap di pertahankan.

Price Unggul Harga yang lebih murah. Low cost high quality. Place Unggul Outlet rinso dimana- mana. Maintance jaringan distribusi. Promotion Unggul Iklan yang intens Efektifitas iklan dari media cetak dan elektronik.

Tabel analisa persaingan PT.Unilever Indonesia Tbk. Dengan produk pengganti 4P Daia Wow Keterangan Action Plan Product Lebih wangi Lebih praktis Unilever punya produk yang lebih tinggi Inovasi produk yang bisa bersaing dengan produk pesaing Price Lebih murah Lebih murah Segmentasi pasar untuk produk unilever harus lebih jelas Focus ke harga tertentu Place Luas Luas Di tempat penjualan produk unilever ada produk pengganti Meningkatan kerja sama dengan ritel untuk penempatan produk yang dapat langsung dilihat konsumen Promotion Unggul Pemain lama dan lebih terkenal Intens iklan dalam hal branding tetap terjaga.

ANALISI VALUE CHAIN M. PORTER Pusat dari teori Michael E. Porter adalah marjin Marjin = nilai produk dan jasa – biaya Perusahaan menciptakan nilai dengan melaksanakan aktivitas, yang disebut Porter dgn Aktivitas Nilai ( value activity). ANALISIS SWOT PT. UNILEVER Tbk • Pendahuluan Didalam persaingan industri yang semakin maju ini perusahaan dituntut untuk selalu melakukan perkembangan positif didalam tubuh perusahaan sehingga perusahaan selalu berupaya memperbaiki diri dengan perencanaan strategi yang baik.

Untuk itulah PT Unilever sebagai perusahaan multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan konsumen perlu untuk mengidentifikasi setiap kekuatan dan kelemahannya, dan selalu memantau setiap peluang yang mendatangkan keuntungan dan ancaman yang mendatangkan kerugian. Untuk memenuhi tuntutan ini terciptalah analisis SWOT yang memiliki peran penting dalam menetapkan suatu strategi perusahaan.

Analisis SWOT merupakan cara yang sistematis didalam melakukan analisis terhadap wujud ancaman dan kesempatan agar dapat membedakan keadaan lingkungan yang akan datang segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan dapat ditemukan masalah yang ada. Dari analisis swot, perusahaan dapat menentukan strategi efektif yang sejauh mungkin memanfaatkan kesempatan yang berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki perusahaan, mengatasi ancaman yang datang dari luar, serta mengatasi kelemahan yang ada.

• Teori ANALISIS SWOT STRENGTHS ( KEKUATAN ) 1.Strategi promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam iklan tersebut.

• PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey, edisi khusus 2007) • Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.

• Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap jajaran. • Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury, dan ice cream. • Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.

• PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat terlayani. 8. PT unilever mempunyai moto “operational excellent with no compromise on quality”.

Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk. WEAKNESSES (KELEMAHAN) 1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang mempunyai agenda dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua,ko munikasi pada karyawan yang bisa menerima pesan yang berbeda-beda.Dan ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan, dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial.

• Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu. • Jumlah karyawan yang tambun. • Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever indonesia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu. • Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan. • Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu. • Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah. • Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.

OPPORTUNITIES (PELUANG) 1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ekonomi Indonesia sebesar 6.3%. • Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan papua.

• Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen. • Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.

5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553 (50,1%) perempuan. • Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods. • Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1. • Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %. THREATS (ANCARMAN) 1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula kelapa, dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan komoditas lainnya.

• Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. • Melemahnya daya beli konsumen. • Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.

• Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan tingginya biaya pemasaran produk. • Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri. • Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina. • Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk-produk luar negeri.

• Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang membahayakan komunitas orang utan. • Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever. • Produk pesaing dengan harga lebih rendah. ANALISIS IFAS DAN EFAS Kondisi internal PT. Unilever indonesia Tbk IFAS untuk mengetahui kekuatan (strange) dari PT.

Unilever indonesia Tbk. Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor Promosi Produk yang Efektif 4 0,2 4 0,8 Pemimpin Pasar Consumer Goods 4 0,2 4 0,8 Tim Produksi yang Terampil 4 0,2 3 0,6 Kerjasama Erat dengan Para Pemasok 4 0,2 3 0,6 Jaringan Distribusi Hingga Ke Daerah – Daerah 4 0,2 4 0,8 TOTAL 20 1 3,6 IFAS untuk mengetahui kelemahan (weakness) dari PT.

Unilever indonesia Tbk. Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor Jumlah Karyawan Yang Tambun 2 0,14 4 0,56 Lambatnya Konsolidasi Intern dalam Pengambilan Keputusan 2 0,14 3 0,42 Rendahnya Penjualan Terhadap Produk Tertentu 4 0,29 1 0,29 Ketidakjelasan Sertifikat Halal Terhadap Produk Tertentu 4 0,29 2 0,58 Sulitnya Koordinasi Kegiatan Antar Departemen yang Mempunyai Agenda Jadwal Sendiri – sendiri 2 0,14 3 0,42 TOTAL 14 1 2,3 Kondisi Eksternal PT.

Unilever indonesia Tbk. EFAS untuk mengetahui peluang (opportunities) PT. Unilever indonesia Tbk. Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor Tingginya Kepuasan Konsumen 4 0,22 4 0,9 Banyaknya Pemain Pasar Nasional dengan Cara Produksi yang Rendah 3 0,17 4 0,7 Stabilitas Ekonomi yang Relatif Baik 4 0,22 2 0,4 Tingginya Tingkat Ketergantungan Masyarakat 4 0,22 3 0,7 Luasnya Potensial Market 3 0,17 4 0,7 TOTAL 18 1 3,4 EFAS untuk mengetahui ancaman (threats) PT.

Unilever indonesia Tbk Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor Kenaikan Biaya Bahan Baku 4 0,21 4 0,8 Nilai Tukar Rupiah yang Tidak Stabil 4 0,21 3 0,6 Maraknya Pemalsuan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan Penyelundupan Produk Cina 4 0,21 4 0,8 Pengahapusan Subsidi BBM 3 0,16 3 0,5 Produk Pesaing yang Harganya Lebih Rendah 4 0,21 4 0,8 TOTAL 19 1 3,2 MATRIK SWOT Analisis Matrik SWOT • a) Koordinat Analisis Internal (Skor total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) = 3,6 – 2,3 = 1,3 • b) Koordinat Analisis Eksternal (Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) = 3,4 – 3,2 = 0,2 • Strategi SO Penetrasi dan pengembangan pasar atas produk-produk yang sudah ada.

2. Peningkatan kualitas, kapasitas sarana dan prasarana untuk mengantisipasi permintaan dimasa depan. 3. Peningkatan kecepatan proses pelayanan klaim. 4. Pemantapan pola kerjasama yang sinergis dengan mitra kerja dalam hal pemasaran IW dan SW.

5. Peningkatan kehandalan sistim pengawasan. • Strategi WO Peningkatan peran Humas dalam mempromosikan dan memposisikan produk secara efektif. 2. Peningkatan struktur pegawai yang memiliki gelar profesi. 3. Penguatan sistem manajemen investasi dan keuangan. 4. Penguatan struktur permodalan. 5. Pemantapan sistim pembebanan dan pengaturan kerja. • Strategi ST Penguatan sistim akuntansi keuangan serta mekanismenya, yang komunikatif dan interaktif dalam hubungan antara pusat dan daerah.

2. Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan klaim sesuai dengan standar yang berlaku. Perencanan Strategis Sistem Informasi Studi Kasus PT Jasa Raharja (PERSERO) 3. Konsolidasi kekuatan moral SDM melalui upaya yang mengarah pada filosofi “respect to people” 4.

Peningkatan sistim kearsipan sebagai salah satu fasilitas penyedia informasi. 5. Peningkatan kualitas produk hukum untuk mendukung operasi perusahaan. • Strategi WT Penguatan struktur organisasi untuk mengantisipasi perubahan dimasa depan. 2. Penguatan sistim manajemen SDM. 3. Peningkatan profesionalisme dan jiwa kewirausahaan untuk mendukung daya saing perusahaan. 4. Pengembangan sistem komputerisasi yang terintegrasi dan mampu mendukung proses pengambilan keputusan strategis maupun operasional.

5. Pengembangan sistim budaya kerja yang kreatif dan inovasi. 6. Perancangan program kegiatan LITBANG yang lebih berorientasi kepada kebutuhan pasar. Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Rangking Prioritas Strategis I ( S ; O ) ( 3,6 ; 3,4 ) 12,24 1 Growth II (W ; O ) ( 2,3 ; 3,4 ) 7,82 3 Stabilitas III ( W ; T ) ( 2,3 ; 3,2 ) 7,36 4 Penciutan IV ( S ; T ) ( 3,6 ; 3,2 ) 11,52 2 Kombinasi S O Hubungannya Inisiatif Programnya Promosi Produk Efektif Tingginya Kepuasan KonsumenLuasnya Potensial Market xx xxx Intensifikasi Pasar Pemimpin Pasar Consumer Goods Tingginya Kepuasan Konsumen Xxx Pengambangan Pasar Jaringan Distribusi Hingga ke Daerah – Daerah Tingginya Kepuasan KonsumenLuasnya Potensial Market xx xxx Pengembangan Pasar S T Hubungannya Inisiatif Programnya Promosi Produk Efektif Produk Pesaing dengan Harga Lebih Rendah Xxx Diversi Kosentrik Pemimpin Pasar Consumer Goods Produk Pesaing dengan Harga Lebih Rendah Xxx Diversi Kosentrik Jaringan Distribusi Hingga ke Daerah – Daerah Produk Pesaing dengan Harga Lebih RendahMaraknya Pemalsuan Produk Penghapusan Subsidi BBM xx xx xxx Integrasi Kedepan W O Hubungannya Inisiatif Programnya Ketida jelasan Sertifikat Halal untuk Produk Tertentu Tingginya Kepuasan Konsumen xxx Penetrasi Pasar Melalui Promosi Tentang Kualitas Produk Secara Besar – besaran Variasi strategi Strategi PT.

UNILEVER,tbk dalam memasarkan produk Di dalam menghadapi persaingan antar perusahan, PT. UNILEVER,tbk memiliki strategi-strategi dalam menghadapi persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain: 1) Strategi Tingkat Korporasi (corporate) Pada tahun 2013 petumbuhan ekonomi indonesia di prediksi mengalami perlambatan kendali tingkat investasi secara keseluruhan tetap menunjukan sinyal positif.

Tantangan besar perseroan adalah menurunnya permintaan komoditas dari china dan volatilitas harga minyak mentah. Dari dalam negeri tantangan terbesar adalah tekanan nilai mata uang, kenaikan biaya pekerja, dan pengurangan subsidi BBM akan menyebabkan inflasi yang semakin meninggi yang tentunya akan mengurangi margin perusahaan. Strategi efektif yang harus dilakukan perusahaan adalah menciptakan peluang pasar terutama bagi pelanggan kelas menengah yang terus tumbuh.

Perseroan harus mengembangkan upaya peningkatan efektifitas biaya internal sehingga jika terjadi gejolak di tingkat makro ekonomi maka keuangan perusahaan tidak terganggu. Perseroan juga harus mengembangkan pasar dengan menerika feedback dari konsumen, memperluas pola konsumsi dan memberikan manfaat yang lebih besari dari setiap produk di seluruh kategori.

2) Strategi Manajemen Keuangan • Unilever saat ini sedang fokus melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan omset penjualan, laba perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan pertumbuhan anorganik. Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali mengakuisisi merek.

Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat.

Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer. Strategi manajemen keuangan Unilever dilakukan melalui pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini.

Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai 6% dari omset penjualan. 3) Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan sistem produksi, pemasaran dan keuangan selama tiga bulan.

Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran, penelitian dan pengembangan. Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung.

Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang. Program pelatihan yang dilakukan PT Unilever, Tbk terhadap para karyawan pada tahun 2012 mencapai 42.350 program yang menjamin pengembangan kemampuan karyawan peruahaan 4) Strategi Manajemen Operasional Dalam Merumuskan strategi manajemen operasional paling tidak membutuhkan dua komponen, yaitu adanya sarana dan prasarana yang memadai dan cara menyediakan sarana dan prasarana tersebut.

Dari dua komponen diatas, hal-hal pokok dalam manajemen operasional dapat dijabarkan menjadi beberapa bidang, yaitu inventarisasi, prosedur, pembelian barang, pengendalian mutu, biaya produksi, produktivitas kerja, jadwal produksi, tenaga kerja, penggunaan fasilitas, dan pemeliharaan peralatan. Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan, merangkul perbedaan, menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya.

Perusahaan merangkul keragaman dalam tenaga kerja. Ini berarti memberikan perhatian penuh dan adil kepada semua pemohon dan pembangunan berkelanjutan semua karyawan tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan, ras, kepercayaan, cacat, atau status sosial.

Keanekaragaman memainkan peranan penting dalam memastikan perusahaan memahami kebutuhan konsumen. Produktivitas kerja yang berusaha ditingkatkan dari tahun per tahun dengan melatih SDM dalam bidang produksi dan keuangan.

5) Strategi Manajemen Pemasaran Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yang kita kenal dengan sebutan 4P ( Product, Price, Place, dan Promotion), termasuk pula kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk, sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal usia, ras dan batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum bisa dicontoh oleh produsen sabun dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum), Estee (menyukai volume/isi lebih banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).

Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan tersebut strategi bisnis unit (diferensiasi) • strategi bisnis unit (SBU) yang diterapkan menciptakan produk baru yang unik dengan harga terjangkau.

Strategi bisnis unit menerapkan strategi diversifikasi konsentris yaitu strategi yang di lakukan dengan menambah produk baru yang maqsih terkait dengan produk yang saat ini dan memiliki keterkaitan dalam kesamaan teknologi, pemanfaatan fasilitas bersama, ataupun jaringan pemasaran yang sama. Contohnya : Setelah sukses menjangkau pasar dengan brand sunsilk dan clear, PT.

Unilever Indonesia Tbk kembali menghadirkan produk perawatan rambut Tresemme, yang menyasar segmen pasar medium end atau menengah ke atas, perempuan di rentang usia 21-29 tahun, smart shopper, dan pencari style fashion. • Strategi ini di gunakan PT. Unilever Indonesia Tbk Karna menyadari bahwa kebutuhan perempuan indonesia untuk memiliki rambut yang sehat dan indah semakin tinggi dan disini PT. Unilever memberikan sesuatu yang berbeda dari produk-produk perawatan rambut lain.

Analisa Value Chain Diferensiasi Adanya kesesuain antara kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk unik yang sesuai dengan permintaan para pelanggan. • Menciptakan sebuah rantai nilai • Tingkat kebutuhan konsumen/masayarakat yang berbeda • Menyediakan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen berkualitas, halal, aman,tidak berbahaya. • Dibuat rantai nilai yang terpisah untuk setiap konsumen • Menciptakan produk-produk yang mengandung bahan tidak berbahaya • Menciptakan produk pangan dan non-pangan yang mengandung bahan aman dan nyaman.

• Identifikasi faktor penentu diferensiasi Analisa value chain diatas : Inbound logistik • Penerimaan bahan baku : bahan baku diterima oleh gudang pusat. Bahan baku diberi kode, diinput di database persediaan umtuk memudahkan kontrol jumlah persediaan yang tersedia, persediaan yang habis, dan persediaan yang baru di tambah.

• Pengendalian kualitas : pengendalian kualitas dilakukan oleh departemen (Quality Control Material). Departemen ini bertugas memastikan bahan baku yang masuk digudang sudah sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Operation • Proses produksi : dilakukan oleh tenaga produksi yang mengolah bahan baku sedemikian rupa hingga menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.

Proses produksi ini meliputi beberapa aktivitas seperti : penakaran, pencampuran, dan pengemasan. Setelah dikemas, jumlah produk jadi tersebut diinput. • Pengendalian produk : pengendalian produk dilakukan oleh departemen Quality Control Product. Departemen ini bertugas memastikan bahwa produk yang diproduksi sudah sesuai dengan standar kualitas yang sudah di tetapkan oleh PT.Unilever Indonesia Tbk. Outbond logistic • Packaging : pengemasan produk dengan kardus-kardus dan siap untuk di distribusikan ke pasar • Distributor : barang yang sudah di packaging siap di distribusikan ke berbagai ( Distribution Center ) di seluruh dunia.

• Brand Controller : bagian ini memegang kendali pada tiap tempat yang tersebar di seluruh dunia. Ini mempermudah kontrol terhadap jumlah produk yang di pasarkan dan memantau jumlah produk yang tersebar. • Produk display : produk yang di pajang disemua tempat digunakan untuk mendemonstrasikan produk secara langsung tanpa dibuka untuk dicoba.

Marketing and sales market sales promotion : untuk mempromosikan produk-produk dari PT. Unilever indonesia Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan. Ini sudah banyak cara yang dilakukan seperti : • Periklanan → semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu. Contohnya seperti salah satu produk yang di keluarkan oleh PT. Unilever baru-baru ini produk terbaru dari PT.

Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan Indonesia Tbk. Berupa shampoo TRESEMME yang di brand ambassadorkan oleh “ KARINA SALIM “ • Promosi Penjualan → Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa. • Hubungan Masyarakat dan Publisitas → berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.

• Penjualan Secara Pribadi → interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan • Pemasaran Langsung → penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

SERVICE Untuk pelayan itu sendiri PT. Unilever menggunakan sistem CRM yaitu suatu pendekatan pelayanan yang sebaik-baiknya dan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen yang berfokus pda pembangunan jangka panjang dan hubungan konsumen yang berkelanjutan yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan keuntungan diperusahaan.

• Penentu faktor-faktor kunci • Memiliki pabrik, sarana, dan prasarana dalam menciptakan produk • Memili tenaga ahli yang handal dibidangnya masing-masing • Memili karyawan yang loyal dan sejalan dengan visi dan misi perusahaan • keterkaitan antara value chain perusahaan dan pelanggan Menciptakan nilai bagi pelanggan meliputi : • pelanggan mendapatkan produk-produk dari PT.

Unilever yang aman, nyaman, dan tidak berbahaya. • pelanggan mendapat produk yang berkualitas premium dengan harga yang relatif terjangkau.

Value Chain Berbasis Anggaran ( Budgeting ) Catatan: tiap angka dibawah ini hanyalah estimasi (perkiraan) dari saya. • Anggaran penjualan Untuk mempermudah, saya ambil contoh produk dari PT. Unilever yaitu Shampoo. Perhatikan bahwa anggaran penjualan berfluktuasi sejalan dengan trend.

• Penentu faktor-faktor kunci • Memiliki pabrik, sarana, dan prasarana dalam menciptakan produk • Memili tenaga ahli yang handal dibidangnya masing-masing • Memili karyawan yang loyal dan sejalan dengan visi dan misi perusahaan • keterkaitan antara value chain perusahaan dan pelanggan Menciptakan nilai bagi pelanggan meliputi : • pelanggan mendapatkan produk-produk dari PT. Unilever yang aman, nyaman, dan tidak berbahaya.

• pelanggan mendapat produk yang berkualitas premium dengan harga yang relatif terjangkau. Value Chain Berbasis Anggaran ( Budgeting ) Catatan: tiap angka dibawah ini hanyalah estimasi (perkiraan) dari saya. • Anggaran penjualan Untuk mempermudah, saya ambil contoh produk dari PT. Unilever yaitu Shampoo. Perhatikan bahwa anggaran penjualan berfluktuasi sejalan dengan trend. • Anggaran produksi • Anggaplah kebijakan perusahaan mensyaratkan 20% penjualan kuartal berikutnya harus tersedia di persediaan akhir.

Persediaan awal shampoo untuk kuartal pertama berjalan adalah 1.500 shampoo. • Perusahaan menginginkan adanya 3.000 shampoo dalam persediaan akhir di akhir kuartal pertama (20% x 15.000 = 3.000) • Anggaran pembelian bahan baku • Anggap tiap shampoo memiliki berat 800 gr mengandung parafin wax ( seharga Rp.10.000 ) dan parfume rose ( seharga Rp.

15.000) • Kebijakan perusahaan memiliki 10% dari kebutuhan produksi bulan berikutnya. • Asumsikan pabrik memiliki 300gr parafin wax dan 250 ml parfume rose. Dalam satuan unit pabrik membutuhkan 2 gr parafin wax dan 3 ml parfume rose.

• Aggaran tenaga kerja langsung • Anggap saja suatu batch 100 shampoo membutuhkan 8 jam tenaga kerja langsung. Maka waktu tenaga kerja langsung per shampoo adalah 0,8 jam (8/100=0.8) • Untuk wilayah surabaya anggap saja gaji UMR ytang di tetapkan oleh pemerintah adalah Rp. 3.200.000 maka Rp. 3.200.000/30=Rp. 106.667 (pembulatan) • 106.667/8 jam kerja = Rp.

13.334 (pembulatan) • 5. Biaya Overhead • Anggap saja kebijakan perusahaan menetapkan tarif overhead variabel adalah Rp. 10.000/jam • Tenaga kerja langsung dan overhead tetap di anggarkan Rp. 6.000.000 (Rp.

1.500.000/kuartal) • Anggaran persediaan akhir barang jadi Overhead tetap yang dianggarkan = Rp. 6.000.000 = 1.182 (pembulatan) Jam tenaga kerja langsung yang di anggarkan 5.080 Bisnis Proses PT. Unilever Indonesia Tbk. Standar operational prosedur (SOP) pada evaluasi kinerja PT. Unilever Indonesia Tbk Program PT. Unilever Indonesia Tbk. Program – program yang dilakukan PT UNILEVER Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan, strategi perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan ( action).

Pelaksanaan tidak akan efektif bila tidak didahului dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai tujuan, realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan perusahaan. Perencanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat dalam bentuk yang lebih detail, misalnya dalam bentuk program-program kerja. Jika program kerja telah disiapkan berikut sumber daya yang dibutuhkan, maka pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai.

Pengendalian atau pengawasan dimaksudkan untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati, sehingga sasaran tidak menyimpang atau keluar dari batas-batas toleransi.

♥ Program yang dilakukan PT Unilever Indonesia Tbk adalah : Ø Program sosial masyarakat yang dilakukan brand-brand Unilever di antaranya: • Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy) • Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent) • Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango) • Program memerangi kelaparan dan membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue Band) Ø Dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, Unilever menjalankan tanggung jawab sosial perusahaannya dalam bidang • Program pemberdayaan masyarakat/UKM (Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam) • Program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS) • Program Lingkungan (Green and Clean)
HAL-HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN OLEH SEORANG GURU PROFESIONAL SEBELUM MENGAJAR • PERMASALAHAN Ada seorang guru fisika yang harus mengajar di daerah terpencil di kabupaten Murung Raya provinsi Kalimantan Tengah.

Guru ini akan mengajarkan materi “Usaha dan Energi”. Sebagai guru profesional, apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan guru ini untuk mengajar minggu depan? • PEMBAHASAN Ciri-Ciri Guru Profesional Sejak dahulu sampai sekarang, guru menjadi panutan yang dicontoh oleh masyarakat. Seorang guru tidak hanya diperlukan di ruang kelas oleh siswa-siswanya, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat di lingkungannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Sering kita temui dalam melaksanakan fungsinya, seorang guru tidak hanya bertugas mendidik dan mengajar siswa-siswanya di sekolah. Tapi lebih dari itu, seorang guru terkadang juga mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan di lingkungan sekitarnya. Ada guru yang dipercaya sebagai karang taruna, ketua RT, pengurus masjid sampai menjadi seorang kepala desa. Ternyata tugas guru tidak hanya terkait dengan tugas kedinasan saja, tapi juga tugas di luar kedinasan dalam bentuk pengabdian.

Tugas guru dapat kita kelompokkan menjadi tiga jenis, yakni tugas di bidang profesi, tugas di bidang kemanusiaan dan tugas dalam bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik adalah mengembangkan segi afektif atau nilai-nilai hidup kepada para siswanya. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (kognitif) sesuai dengan kemajuan zaman.

Sedangkan melatih berarti mengembangkan potensi keterampilan-keterampilan pada siswa (psikomotor). Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah adalah seorang guru harus mampu menjadi orang tua ke dua, fasilitator dan motivator bagi siswa dalam belajar. Langkah awal dalam menyampaikan pelajaran bahwa seorang guru harus dapat menarik minat siswa, baik kemampuan mau pun penampilan. Bila seorang guru dalam penampilannya saja sudah tidak menarik, maka hal itu akan dikuti oleh kegagalan-kegagalan berikutnya.

Siswa enggan untuk mengikuti pelajaran yang diberikan yang akan berakibat pada gagalnya tujuan pengajaran yang diharapkan.

Dalam masayarakat, guru di tempatkan pada posisi yang lebih terhormat. Karena masyarakat berharap banyak dari seorang guru. Mulai dari seorang teladan sampai pada sumber pengetahuan dan informasi bagi masyarakat.

Jadi, intinya guru sangat mempunyai banyak peranan dalam berbagai bidang. Contohnya: • Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.

Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggung jawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual.

Oleh karena itu, tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada. • Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu, tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara.

Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila. • Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak.

Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.

• Peran guru sebagai pelajar (learner). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya tidak ketinggalan zaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.

• Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. • Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat.

Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. • Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran.

Oleh karena itu, seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Ada beberapa kemampuan dan sikap yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan tugasnya: • Menguasai Kurikulum Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan kegiatan pendidikan.

Kurikulum adalah pemandu program belajar mengajar, pelaksanaan dan hasil belajar yang hendak dicapai. Tanpa berpegang pada kurikulum, maka proses belajar mengajar tidak memiliki arah dan tujuan. Karena itu guru yang profesional memiliki penguasaan yang sangat mendalam terhadap kurikulum. Mereka mengetahui cakupan materinya, mengetahui tujuan yang hendak dicapai, mengetahui tata urutan penyajian dan porsi waktu yang diperlukan. Guru juga hendaknya mengetahui bagaimana mengimplementasikan kurikulum dalam program tahunan, program-program semester dan persiapan mengajar yang efektif untuk menyerap kurikulum.

Kurikulum diikuti dengan perangkat pedoman pelaksanaan. Pedoman-pedoman tersebut dilandasi oleh dasar-dasar didaktik dan metodik. Guru yang profesional selain menguasai pedoman tersebut juga memiliki kreatifitas untuk mengembangkannya. Guru yang berhasil dalam pengajaran adalah guru yang mampu mempersiapkan siswa mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam kurikulum.

• Menguasai Materi Sebagai pengajar, guru hendaknya menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya. Karena itu sebenarnya guru sendiri adalah seorang pelajar yang belajar secara terus-menerus.

Guru adalah tempat menimba ilmu bagi para siswanya. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didiknya untuk memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan.

Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar pada berbagai kesempatan. Kemampuan ini tidak hanya berdasarkan teori-teori yang diperoleh dari bangku pendidikan, melainkan harus dihayatinya dan disikapi sebagai suatu seni. Seperti kita ketahui guru SD tidak saja harus menguasi salah satu bidang studi pelajaran, melainkan seluruh mata pelajaran.

Karena itu belajar secara terus menerus untuk mendalami bahan pengajaran tak dapat dielakkan. • Menguasai Metode dan Teknik Penilaian Seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan keterampilan mengajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran, tujuan dan pokok bahasan yang diajarkannya.

Bahan belajar yang telah dikuasainya belum tentu dapat dicerna oleh siswa bila tidak disampaikan dengan baik. Proses penyampaian ini memerlukan kecakapan khusus. Dengan demikian perlu penguasaan guru terhadap metode penyampaian agar para siswa tidak pasif, melainkan terlibat secara aktif dalam interaksi belajar mengajar.

Seorang guru yang cakap dan disegani adalah guru yang menguasai setiap metode sehingga para siswa terangsang untuk terus belajar. Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup tentang alat-alat dan media sebagai alat bantu komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Tidak setiap media/alat sesuai dengan setiap kondisi belajar mengajar, sehingga diperlukan pula keterampilan untuk memilih dan menggunakan serta mengusahakan media dengan baik.

Memilih media pendidikan harus sesuai dengan tujuan, materi, metode serta kemampuan guru dan minat siswa. Hal ini penting untuk diketahui karena metode mengajar bersifat individual, artinya seorang guru mungkin dapat menggunakan suatu metode dengan baik sementara guru yang lain belum tentu demikian.

Karena itu penggunaan suatu metode ataupun perangkat peralatan tidak dapat dipaksakan pada seorang guru. Yang terpenting adalah bagaimana gaya interaksi pribadi itu dapat mencapai tujuan melalui tumbuhya hubungan yang positif dengan para siswa. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan untuk mengusahakan berbagai sumber belajar yang menunjang dalam proses belajar mengajar.

Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Demikian pula dalam satu babakan belajar mengajar guru hendaknya menjadi penilai yang baik.

Kesalahan atau kelemahan dalam penyusunan alat-alat penilaian, misalnya tes hasil belajar, dapat memberikan dampak yang negatif terhadap proses belajar mengajar. Misalnya, penggunaan tes objektif yang terus menerus mengakibatkan anak kurang bersungguh-sungguh dalam belajar. Penilaian ini di sekolah hendaknya dilakukan secara objektif, kontinyu serta mempergunakan berbagai jenis yang bervariasi.

• Komitmen Terhadap Tugas Ciri pokok profesionalisme adalah apabila seseorang memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu, dan pikiran. Profesi segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan sangatlah berlainan dengan profesi lainnya, karena pekerjaan guru menyangkut pertumbuhan, perkembangan fisik dan intelektual seorang anak manusia. Segala kegiatan belajar mengajar harus disiapkan secara matang.

Untuk itu guru harus benar-benar menyatu, menjiwai dan menghayati tugas-tugas keguruannya. Guru yang demikian akan mencintai siswa dan tugasnya. Hasilnya dapat dipastikan akan jauh lebih baik dan lebih bermakna. • Disiplin Pendidikan adalah suatu proses, bersama proses itu anak tumbuh dan berkembang dalam belajar. Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan diterima serta berlaku dalam masyarakat.

Kuat lemahnya pengaruh itu sangat bergantung pada tata disiplin yang ditetapkan dan dicontohkan oleh guru. Di kelas guru adalah pemimpin yang menjadi teladan dan panutan siswa-siswanya. Oleh sebab itu, disiplin bagi seorang guru merupakan bagian penting dari tugas-tugas kependidikan.

Dalam hal ini tugas guru bukan saja melatih sikap disiplin pada anak didiknya tetapi juga lebih penting adalah mendisiplinkan diri sendiri sebagai ciri khas seorang guru. Selain itu, guru juga dikatakan professional, jika: 1. Fleksibel Fleksibel dalam artian guru yang tidak kaku, luwes, dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka, serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing-masing anak.

2. Optimis Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik melalui proses interaksi guru-murid yang menyenangkan akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut. 3. Respek Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat tidak sekadar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya.

4. Cekatan Anak-anak berkarakter dinamis, aktif, eksploratif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu di imbangi oleh guru sebagai pengajarnya, sehingga guru mampu bertindak sesuai kondisi yang ada. 5. Humoris Menjadi seorang guru killer? Anak-anak segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan takut kepada anda dan mereka pasti tidak mau belajar. Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki seorang pengajar.

Karena pada umumnya, anak-anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka.

6. Inspiratif Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan peserta didik mengikutnya, guru harus dapat menemukan banyak ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya. 7. Lembut Dimanapun, guru yang bersikap kasar, kaku, atau emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya, dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Pengaruh kesabaran, kelembutan, dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang muncul.

8. Disiplin Disiplin di sini tidak hanya soal ketepatan waktu, tapi mencakup bebagai hal lain. Sehingga, guru mampu menjadi teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin. Contoh, disiplin dalam waktu, menyimpan barang, belajar dan sebagainya. Dengan demikian, akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya hidup segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan.

9. Responsif Ciri guru yang profesional antara lain cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, budaya, sosial, ilmu pengetahuan maupun teknologi, dan lain-lain.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

10. Empatik Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, cara belajar dan proses peneriamaan, serta pemahaman terhadap pelajaran pun berbeda-beda. Oleh karena itu, seorang guru dituntut mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.

11. Bersahabat Bersahabat dalam artian seorang guru jangan membuat jarak yang lebar dengan anak didik hanya karena posisinya sebagai guru. Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan guru-murid. Sehingga, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Dari penjelasan di atas, maka persiapan yang harus kami lakukan apabila mengajar di daerah terpencil di kabupaten Murung Raya provinsi Kalimantan tengah dengan materi fisika “Usaha dan Energi” yang mengacu pada kemampuan guru professional yang harus dimiliki seorang guru, yaitu: • Persiapan terhadap situasi umum • Persiapan terhadap anak didik • Persiapan RPP Guru yang baik adalah guru yang mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum ia mengajar.

RPP iniberfungsi sebagai skenario proses pembelajaran agar lebih mempermudah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih terarah pada tujuan pembelajaran. Di dalam RPP harus ada standar kompetensi, kompetensi dasar yang ingin dicapai, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, model dan metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan LKS (Jika perlu).

Dalam pembuatan RPP tersebut tidak bisa sembarangan, semuanya harus tersusun dengan rapi dan harus sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Sehingga diharapkan pembejaran akan berjalan dengan lancar, lebih efektif dan efesien, serta siswa mampu menangkap semua yang telah dipelajarinya.

• Persiapan dalam pemilihan metode mengajar Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan memanfaatkan metode secara akurat guru akan mampu mencapai tujuan instruksional. Metode mengajar adalah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi kepada siswa. Dalam pemilihan metode mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu anak didik, tujuan, situasi, fasilitas dan guru.

Karena itu, guru harus kreatif dalam pemilihan metode yang tepat dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Misalnya, untuk materi Usaha dan Energi, metode yang cocok digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

Jadi, setelah guru selesai menjelaskan tentang materi tersebut, maka diharapkan siswa bisa berperan aktif dengan menanyakan hal-hal yang masih belum jelas. Dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari siswa, guru bisa membagi mereka dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan hal-hal yang tadi siswa-siswa itu tanyakan. Di diskusi kelompok ini, guru juga bisa memberikan siswa permasalahan yang tentunya berkaitan dengan tujuan pembelajaran.

• Persiapan terhadap bahan yang akan disajikan Sebagai pengajar, guru hendaknya menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya.

Karena itu sebenarnya guru sendiri adalah seorang pelajar yang belajar secara terus-menerus. Guru adalah tempat menimba ilmu bagi para siswanya. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didiknya untuk memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan.

Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar pada berbagai kesempatan. Kemampuan ini tidak hanya berdasarkan teori-teori yang diperoleh dari bangku pendidikan, melainkan harus dihayatinya dan disikapi sebagai suatu seni. Seperti kita ketahui guru SD tidak saja harus menguasi salah satu bidang studi pelajaran, melainkan seluruh mata pelajaran.

Karena itu belajar secara terus menerus untuk mendalami bahan pengajaran tak dapat dielakkan. • Persiapan terhadap tujuan yang ingin dicapai Perumusan tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan dan minat.

Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor). Merumuskan tujuan pembelajaran bukan sekedar membuat suatu tujuan. Tetapi harus dirumuskan berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Selain itu, tujuan pembelajaran dijabarkan dari kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum. Tujuan pembelajaran ini sudah termasuk dalam tujuan di RPP. • Persiapan terhadap media pembantu (media pembelajaran) Media atau sumber belajar merupakan sarana untuk membantu proses belajar siswa. Pendidikan yang berkualitas menuntut dukungan pemilihan sumber belajar serta alat bantu yang memadai berupa buku yang memungkinkan siswa memperoleh bahan yang luas untuk mempermudah dalam penerimaan pelajaran.

Sarana dan sumber belajar yang memadai akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk menunjang efektivitas dan kreativitas belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar media sangat dibutuhkan karena bila dalam kegiatan pengajaran, ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu yang dapat disajikan sebagai penyalur pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa penggunaan media sebagai alat bantu tidak bisa sembarangan menurut kehendak hati guru tetapi harus memperhatikan dan menyesuaikan antara media yang digunakan dengan tujuan pembelajaran. Dalam menggunakan media pengajaran guru hendaknya memperhatikan syarat umum di bawah ini: • Media pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

• Media pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar. • Media pengajaran harus sesuai dengan kondisi individu siswa, dan lain sebagainya. • Persiapan dalam teknik-teknik evaluasi mengajar Evaluasi ini berguna untuk mengukur kedalaman pengetahuan siswa dalam pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi ini bisa berbentuk pertanyaan-pertanyaan lisan atau tertulis. Setelah proses evaluasi selesai, guru harus melakukan proses penilaian.

Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.

Demikiknan pula dalam satu babakan belajar mengajar guru hendaknya menjadi penilai yang baik. Kesalahan atau kelemahan dalam penyusunan alat-alat penilaian, misalnya tes hasil belajar, dapat memberikan dampak yang negatif terhadap proses belajar mengajar.

Misalnya, penggunaan tes objektif yang terus menerus mengakibatkan anak kurang berungguh-sungguh dalam belajar. Penilaian ini di sekolah hendaknya dilakukan secara objektif, kontinu serta mempergunakan berbagai jenis yang bervariasi.

• Persiapan proses pengajaran Peningkatan kualitas pendidikan erat kaitannya dengan penentuan langkah-langkah pembelajaran sesuai kurikulum serta proses belajar yang akan dilaksanakan. Hal tersebut meliputi pengelolaan Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan, segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan program pendidikan dan pengajaran dalam bentuk penetapan kurikulum serta proses kegiatan belajar, proses pembelajaran yang memperhatikan unsur keterampilan, pengadaan dan pengembangan tenaga pengajar, pendidikan dan pengarahan kepada peserta didik di bidang keterampilan, pengadaan dan penataan sarana serta fasilitas pendidikan, proses sistem penilaian program dari unsur keterampilan siswa.

Selain hal-hal di atas, ada kemampuan guru professional yang harus dimilikinya, diantaranya: • Kompetensi Kognitif Sebagai guru yang profesional, sudah barang tentu guru harus menguasai materi. Hal yang harus dipersiapkan sebelum memberikan materi pembelajaran yaitu menyiapkan sumber belajar yang relevan sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan dan juga sesuai dengan sarana dan prasarana di daerah tersebut.

Di daerah terpencil, sumber belajar bagi siswa mungkin akan sangat susah didapatkan. Maka, sebisa mungkin guru lah yang menyiapkan sumber belajar. Namun, dengan menguasai materi saja tidak dapat mengoptimalkan proses pembelajaran untuk hasil yang memuaskan.

Maka dari itu, guru yang profesional juga harus menguasai kompetensi-kompetensi lainnya. • Kompetensi Pedagogik Dalam kasus di atas, guru harus dapat melakukan pengelolaan pembelajaran kelas. Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan model pembelajaran untuk menyampaikan materi perlu diperhatikan benar-benar dan disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada di daerah terpencil tersebut.

Melakukan pengelompokan siswa merupakan langkah yang dapat diambil guru agar siswa dapat bekerja sama dalam kelompok dan penggunaan sumber belajar yang terbatas dapat diatasi. • Kompetensi Sosial Guru harus dapat berkomunikasi secara baik dengan siswa agar apa yang dikomunikasikan guru dapat diterima siswa secara optimal.

Dengan penggunaan media sebagai alat bantu komunikasi belajar, maka komunikasi antara guru dan siswa akan lebih terbuka. Di daerah terpencil, media yang dapat digunakan sangat terbatas.

Namun, dengan bahan yang ada kita dapat mendemonstrasikan sesuatu hal kepada siswa yang berkenaan dengan materi yang diajarkan. • Kompetensi Kepribadian Guru harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi di kelas agar guru memiliki wibawa dan siswa percaya akan gurunya. Selain itu, guru dapat menjadi panutan bagi siswanya bahkan masyarakat. Guru juga harus bersemangat di kelas agar dapat memberikan efek positif juga bagi siswanya.

Guru juga tidak boleh berbohong kepada siswa.
Liputan6.com, Jakarta Faktor-faktor produksi perlu dikenali oleh setiap orang. Pasalnya, proses produksi sendiri merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat penting bagi manusia. Kegiatan ekonomi sendiri merupakan suatu aktivitas yang dilakukan individu ataupun kelompok untuk memperoleh barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Caranya dengan saling bertukar barang (barter) atau dengan menukarnya dengan mata uang. Kegiatan ekonomi ini dibagi mejadi tiga jenis, yaitu kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Ketiga jenis kegiatan ekonomi tersebut memiliki sifat saling berhubungan atau berkaitan. Jika ada salah satu kegiatan yang bermasalah, maka akan berpengaruh terhadap kegiatan lainnya. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Produksi merupakan kegiatan menambah nilai kegunaan atau manfaat suatu barang.

Dalam hal ini, hasil dari kegiatan produksi adalah barang dan jasa. Faktor-faktor produksi merupakan sumber daya diperlukan untuk melakukan kegiatan produksi. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (2/8/2021) tentang faktor-faktor produksi. Pengertian Produksi Deretan biola dan selo tertata di sebuah bengkel kerja di Queshan, Provinsi Henan, China, Rabu (20/5/2020).

Kawasan industri penghasil alat musik tersebut mampu memproduksi 30.000 biola dan selo setiap tahun. (Xinhua/Zhu Xiang) Sebelum mengenali faktor-faktor produksi, kamu tentunya perlu memahami apa itu produksi terlebih dahulu. Produksi adalah proses menciptakan benda baru atau mengeluarkan hasil suatu barang. Hal ini dilakukan agar suatu produk tersebut dapat berguna bagi masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Hal ini mengakibatkan proses produksi menjadi sangat penting perannya dalam kegiatan ekonomi. Barang yang dihasilkan dari kegiatan produksi ini diantaranya adalah barang mentah (barang yang sama sekali belum melalui proses pengolahan, seperti emas, padi, kayu), barang setengah jadi (barang yang telah mengalami beberapa proses pengolahan tapi belum bisa dijadikan sebagai produk akhir untuk konsumen, seperti benang yang dapat diolah menjadi kain, lalu kain yang dijadikan pakaian), hingga barang jadi (kipas, TV, kasur, karpet, dan lain-lain).

Pihak yang melaksanakan kegiatan produksi disebut sebagai produsen. Lanjutkan membaca Tujuan Produksi Tujuan produksi yang utama adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu, produksi juga memiliki tujuan untuk memeroleh keuntungan yang sebesar-besarnya, menghasilkan barang setengah jadi untuk memenuhi kebutuhan produksi selanjutnya, hingga memacu tumbuhnya usaha produksi lain untuk mengurangi pengangguran.

Sementara itu, untuk negara, produksi bertujuan untuk meningkatkan produksi nasional dalam rangka meningkatkan kemakmuran rakyat, meningkatkan pendapatan masyarakat atau pendapatan negara, memproduksi barang-barang ekspor berarti meningkatkan sumber devisa negara.

Faktor-Faktor Produksi Faktor-faktor produksi terdiri dari sumber daya yang diperlukan dalam kegiatan produksi itu sendiri. Faktor-faktor produksi ini terdari dari 3, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Berikut faktor-faktor produksi yang perlu kamu kenali: 1. Sumber Daya Alam Faktor-faktor produksi yang pertama adalah Sumber Daya Alam.

Sumber Daya Alam merupakan segala sesuatu yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan manusia guna memenuhi kebutuhan. Contohnya adalah udara, tanah, air, dan lain-lain. 2. Sumber Daya Manusia Faktor-faktor produksi selanjutnya adalah Sumber Daya Manusia. Sumber Daya Manusia merupakan kemampuan manusia beripa jasmani dan rohani yang berperan untuk meningkatkan guna barang. SDM terbagi menjadi tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tak terlatih dan tak terampil.

3. Sumber Daya Modal. Sumber Daya Modal adalah uang atau barang yang dipakai sebagai pokok untuk berdagang. Modal adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Modal tidak harus berupa uang. Modal dapat berupa barang yang dihasilkan. Barang-barang modal disebut juga alat-alat produksi.Terdapat berbagai macam modal, di antaranya: - Modal berdasarkan sumbernya, terdiri dari modal sendiri (sumbernya berasal dari perusahaan sendiri) dan modal asing, (sumbernya berasal dari luar perusahaan.) - Modal berdasarkan kepemilikannya, terdiri dari modal individu (berasal dari perorangan dimana hasilnya akan menjadi sumber penghasilan bagi pemiliknya) dan modal publik, (berasal dari pemerintah dimana hasilnya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum).

- Modal berdasarkan bentuknya, terdiri dari modal konkret (dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan produksi) dan modal abstrak, (tidak terlihat secara nyata tapi bernilai bagi perusahaan. Proses Produksi Pekerja sedang menyelesaikan produksi home industri sepatu wanita pesanan pembeli di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2020).

Pada masa pandemi ini pemesanan sepatu turun 40 persen dibandingkan sebelum Covid-19. (merdeka.com/Dwi Narwoko) Proses produksi merupakan berbagai tahap yang harus dilewati dalam menghasilkan barang atau jasa.

Proses produksi ini tentunya terbagi-bagi sesuai jenisnya, ada yang memakan waktu lama, ada pula yang memakan waktu sebentar saja. Proses produksi pesawat terbang hingga gedung pencakar langit tentunya akan berbeda dengan proses produksi alat-alat yang lebih sederhana, seperti proses produksi pakaian ataupun ponsel. Ada pula proses produksi yang hasilnya dapat dinikmati langsung, yaitu pijat ataupun konser musik.

Proses produksi dibagi menjadi empat macam berdasarkan caranya, berikut penjelasannya. - Proses Produksi Pendek. Proses produksi dengan jangka waktu pendek menghasilkan barang atau jasa dengan cepat.

Proses produksi pendek biasanya ada pada bidang makanan dan minuman. Contoh proses produksi pendek ini di antaranya adalah pembuatan makanan cepat saji, gorengan, martabak, dan lain-lain.

Konsumen bisa cepat mendapatkan barang dengan waktu singkat dan hitungan menit setiap produksinya. - Proses Produksi Panjang. Proses produksi panjang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan suatu produk atau jasa.

Contoh dari proses produksi ini adalah saat kamu menanam padi di sawah ataupun membuat rumah. Pembuatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. - Proses Terus Menerus. Proses produksi terus menerus membutuhkan waktu produksi secara berkelanjutan sampai barang benar-benar jadi. Bahan tersebut akan secara kontinu melewati tahap-tahap produksi sampai menjadi suatu barang jadi.

Contohnya adalah pembuatan kertas, plastic, hingga gula. - Proses Produksi Berselingan. Proses produksi berselingan adalah pengolahan bahan-bahan dengan cara menggabungkannya menjadi barang jadi. Contoh proses produksi ini di antaranya adalah produksi mobil yang bagian bagiannya dibuat secara terpisah.

Setelah bagian-bagain tersebut, barulah nantinya dijadikan atau digabungkan menjadi mobil. Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait insiden ambrolnya papan seluncuran kolam renang Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Sabtu (7/5) siang. Sejumlah saksi pun dimintai keterangan terkait dengan insiden yang menyebabkan 9 orang anak-anak itu terluka lantaran terjatuh dari ketinggian 10 meter. Penyelidikan terhadap insiden itu dibenarkan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto.

Ia menyatakan, Subdit Reskrim Polres Pelabuhan TanjunMENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pengertian Manajemen Pemasaran, Fungsi, Tujuan, Konsep, Strategi dan Contoh : adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.

10.1. Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Dan Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Secara Lengkap Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk ataujasa mulai dari produsen sampai konsumen Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah : • Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

• Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

• Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

• Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Tujuan Dan Fungsi Akuntansi Manajemen Menurut Para Ahli Manajemen Pemasaran Menurut Para Ahli Menurut Suparyanto & Rosad (2015:1) manajemen pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, mengatur, dan mengelola program- program yang mencakup pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang utnuk menciptakan dan memelihara pertukarn yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kotler & Keller (2009:5) • mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasarn dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.

• Manajemen pemasaran adalah suatu proses yang dilakukan untuk menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan program-program yang menguntungkan perusahaan, dan juga dapat diartikan sebagai ilmu memilih pangsa pasar supaya dapat menciptakan nilai pelanggan yang unggul. Menurut Daryanto (2011:1) Menurut Swastha (2009:7) • Pemasaran adalah Fungsi yang memiliki kontak yang paling besar dengan lingkungan eksternal, padahal perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap lingkungan eksternal”.

Oleh karena itu, pemasaran memainkan peranan penting dalam pengembangan strategi. • Pemasaran merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu perusahaan, dengan pemasaran perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menyebarluaskan informasi serta menyampaikan hasil produknya. Dharmmesta & Handoko, 1982 Manajemen Pemasaran ialah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan agar perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba.

Proses pemasaran itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Suatu Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan suatu kepuasan kepada konsumen jika ingin usahanya berjalan terus, atau konsumen memiliki pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan. American Marketing Association adalah sebagai berikut: Manajemen Pemasaran adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian operasi pemasaran total, termasuk tujuan perumusan tujuan pemasaran, kebijakan pemasaran, program pemasaran dan strategi pemasaran, yang ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang dapat memenuhi tujuan individu maupun organisasi.

Philip Kotler/Armstrong (2002:14), terjemahan Wilhelmus W. Bakowatun : “Manajemen pemasaran iyalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, serta mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai sasaran organisasi” Buchari Alma (2004:130), “ Manajemen Pemasaran iyalah merencanakan, pengarahan, serta pengawasan seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan ataupun bagian dipemasaran.” Lupiyo Adi (2006:6) : Manajemen pemasaran iyalah suatu analisis, perencana, pelaksanaan serta kontrol program-program yang telah direncanakan dalam hubungannya dengan pertukaran-pertukaran yang diinginkan pada konsumen yang dituju untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun keuntungan bersama”.

Philip William J. Shultz (dalam buku Prof. Dr. H. Buchari Alma, “Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa”, cetakan-7, 2005, p130), Manajemen pemasaran iyalah merencanakan, pengarahan, sera pengawasan seluruh kegiatan pemasaran perusahaan ataupun bagian dari perusahaan.

John W. Mullins, Manajemen pemasaran adalah proses menganalisismenerapkanmengkoordinasikandan mengendalikan programyang melibatkan konsepsipenetapan hargapromosidan distribusi produkjasa dan ide-ide yang dirancang untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan target pasar untuk tujuan mencapai tujuan organisasi.

Peter R. Dickson, Manajemen pemasaran adalah banyak dan variate kegiatan organisasi yang terlibat dalam memahami apa yang konsumen inginkan dan bagaimana mereka berperilaku. Swastha (1995 : 5) iyalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan serta pengawasan program-program yang bertujuan untuk menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.

Sofyan Assauri (2004) iyalah kegiatan aktivitas menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan serta mengendalikan semua kegiatan yang terkait dengan perancangan serta peluncuran produk, pengkomunikasian, promosi serta pendistribusian produk tersebut, menenetapkan harga serta mentransaksikannya, dengan tujuan agar dapat memuaskan konsumennya serta sekaligus dapat mencapai tujuan organisasi perusahaan dalam jangka panjang.

Winardi, “manajemen pemasaran iyalah proses pengambilan suatu keputusan, perencanaan, pengawasan aspek-aspek pemasaran sesuatu perusahaan sehubungan dengan konsep pemasaran, di dalam sistem pemasaran.” William J.

Stanton iyalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan suatu pertukaran dengan pasar yang dituju, dengan maksud untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Boyd, Walker, Larreche, 1998 iyalah suatu proses analisis, perencanaan, implementasi, koordinasi serta pengendalian program pemasaran yang meliputi dari kebijakan produk, harga, promosi, serta distribusi dari produk, jasa, dan ide yang dapat ditawarkan untuk menciptakan serta meningkatkan pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam upaya pencapaian tujuan organisasi (Boyd, Walker, Larreche, 1998, p.16).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Informasi Manajemen – PengertianFungsi, Tujuan, Proses, Kemampuan, Contohnya Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif. Di dalam fungsi manajemen pemasaran ada kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi.

Perencanaan pemasaran Penentuan segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan pemasaran meliputi: tujuan, strategi, kebijaksanaan serta taktik yang dijalankan. • Meniadakan ketidakpastian masa datang bila ada perubahan- perubahan karena situasi dan kondisi perusahaan maupun diluar perusahaan maupun diluar perusahaan tidak menentu.

• Karena tujuan organisasi sudah difokuskan maka dengan perencanaan akan menghindari adanya penyimpangan tujuan. • Rencana walaupun mahal tetapi ekonomis karena segala kegiatan telah terfokuskan dengan segala biaya- biayanya. • Rencana pemasaran terinci diperlukan untuk setiap bisnis, produk atau merk.

Sebagai syarat minimal perencanaan harus berisi bagian-bagian sebagai berikut: • Ringkasan bagi ekskutif Menyajikan pandangan singkat atas rencana yang diusulkan agar dapat ditinjau dengan cepat oleh manajemen.

• Situasi pemasaran saat ini Menyajiakan data latar belakang yangrelevan mengenai pasar, produk, persaingan dan distribusi. • Analisis ancaman dan peluang Mengidentifikasi ancaman dan peluang utama yang mungkin mempengaruhi produk.

• Sasaran dan isu Menentukan sasaran perusahaan untuk produk di bidang penjualan, pangsa pasar, laba serta isu yang akan mempengaruhisasaran ini. • Strategi pemasaran Menyajikan pendekatan pemasaran yangluas, yang akan digunakan untuk mencapai sasaran dalam rencana. • Program tindakan Menspesifikasikan apa yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukannya, kapan dan berapa biayanya. • Anggaran Laboran laba dan rugi yang diproyeksikan yang meramalkan hasil keuangan yang diharapkan dari rencana tadi.

• Pengendalian Menunjukkan bagaimana kemajuan rencana akan dipantau. Implementasi pemasaran Adalah proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran.

Implementasi mencakup aktivitas sehari-hari, dari bulan ke bulan yang secara efektif melaksanakan rencana pemasaran. Kegiatan ini dibutuhkan program tindakan yang menarik semua orang atau semua aktivitas serta struktur organisasi formal yang dapat memainkan peranan penting dalam mengimplementasikan strategi pemasaran.

Implementasi yang sukses tergantung dari beberapa kegiatan kunci yaitu: Pengorganisasian kegiatan pemasaran, yaitu: • Proses menciptakan hubungan antara fungsi personalia dan faktor fisik (sarana), agar kegiatan pemasaran yang harus dilaksanakan bisa mencapai tujuan yang benar, meliputi: pembagian kerja, wewenang, tanggung jawab dan pelaporan kerja. • Tujuan: setiap orang di dalam organisasi bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan pemasaran yang telah dibebankan kepadanya sehingga tidak overlapping pekerjaan Bentuk umum dalam departemen pemasaran yang modern, antara lain: • Organisasi fungsional dimana berbagai aktivitas pemasaran yang berbeda dikepalai oleh spesialis fungsional: manajemen penjualan, periklanan, riset pemasaran, pelayanan terhadap pelanggan, manajemen produk baru.

• Organisasi geografik, dimana karyawan bagian penjualan dan pemasaran diberi tugas di negara, wilayah atau distrik tertentu. • Organisasi manajemen produk, karyawan ini mengembangkan pemasaran dan strategi lengkap untuk produk atau merk tertentu, bila perusahaan ini mempunyai banyak produk atau merk yang amat berbeda.

• Bila firm yang menjual satu lini produk kepada banyak tipe pasar berbeda yang mempunyai organisasi manajemen pasar. Manajer ini bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana jangka panjang dan tahunan untuk keunggulan utama dari sistem ini adalah bahwa perusahaan diorganisasikan disekitar kebutuhan spesifik segmen pelanggan.

Pengarahan kegiatan pemasaran, yaitu: Usaha yang berhubungan dengan segala sesuatu kegiatan pemasaran agar semuanya itu dapat dilakukan dengan baik, meliputi: • Pemberian perintah secara baik, harus ada follow up-nya, secara senderhana, perlu penjelasan sehingga ada pengertian dan sifatnya harus konsultatif. • Motivasi • Kepemimpinan • Dengan pengarahan segala kegiatan yang menyimpang akan terdeteksi dan pimpinan dapat memberikan motivasi untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan serta agar terjadi harmonisasi antar anggota organisasi/firm.

Pengkoordinasian kegiatan pemasaran, : Usaha meng-sinkronkan dan menyatukan segala kegiatan pemasaran dalam organisasi agar tercapai tujuan yang efektif dan efisien.

Cara-cara menjalankan koordinasi yang efektif, dengan berbagai cara, yaitu: • Diadakan prosedur yang terang dan jelas dan ditentukan tanggal penyelesaian (dead line). • Koordinasi dilakukan secara formal melalui pimpinan staff pembantu, penitia maupun pejabat penghubung tetap dilakukan kontak tidak formal. Pengendalian/Evaluasi Pengendalian/Evaluasi kegiatan pemasaran, yaitu: Usaha memberikan petunjuk pada para pelaksana agar mereka selalu bertindak sesuai dengan rencana, meliputi : • Penentuan Standard • Supervisi kegiatan atau pemeriksaan • Perbandingan hasil dengan Standard • Kegiatan mengkoreksi Standard Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Fungsi, Tujuan, dan Prinsip Manajemen Keuangan Lengkap Konsep Manajemen pemasaran • Konsep manajemen pemasaran (the marketing concept) Merupakan orientasi bahwa tugas pokok perusahaan adalah menentukan kebutuhan,keinginan dan penilaian pasar yg menjadi sasaran kemudian menyesuaikan sedemikian rupa kegiatan perusahaan agar dapat menyampaikan kepuasan yg diinginkan pasar secara lebih berdaya guna serta berhasil guna dibandingkan pesaingnya.

Dalam konsep pemasaran,volume penjualan yg menguntungkan memang menjadi tujuannya. Akan tetapi laba yg diperoleh dari volume penjualan itu harus didapat dgn mendapat juga kepuasan dari konsumen. • Konsep penjualan ( the selling concept) Mementingkan saja volume penjualan dan keuntungan tanpa pernah berpikir tentang kepuasan dari para konsumennya.

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara: • Temukan keinginan pasar dan penuhilah. • Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.

• Cintailah pelanggan, bukan produk anda. • Lakukanlah menurut cara anda (Burger king) • Andalah yang menentukan (United Airlines) • Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC.

Penney). Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global. • Konsep produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah.

Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka. • Konsep produk Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik.

Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik • Konsep penjualan Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

• Konsep pemasaran Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

• Konsep pemasaran sosial Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. • Konsep Pemasaran Global Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap.

tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Investasi Beserta Portofolio Dan Contohnya Unsur Manajemen Pemasaran Konsep pemasaran adalah suatu falsafah bisnis yang menyatakan bahwa kepuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahaan (Basu Swasta dan Irawan, 2001 : 10).

Konsep pemasaran merupakan prinsip utama yamg menuntun setiap kegiatan pemasaran. Menurut konsep ini suatu perusahaan senantiasa harus berusaha untuk menemukan apa yang dibutuhkan pelanggan dan menghasilkan produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan itu. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan kemajuanya melalui kesetiaan pelanggan yang melakukan pembelian berulang-ulang.

Disamping itu juga tidak boleh mengabaikan tehnis dan kemampuan perusahaan untuk menanggapi kebutuhan pelanggan yang ditentukan oleh strategi dan seleksi pasar yang akan diliputi dan produk yang ditawarkan. Konsep pemasaran memiliki 3 unsur pokok yang meliputi: • Orientasi pada konsumen Perusahaan yang benar-benar memperhatikan konsumen harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • Menentukan dan memahami kebutuhan pokok dari konsumen yang ingin dilayani • Menentukan kelompok pembeli yang ingin dijadikan sasaran penjualannya • Menentukan produk dan program pemasarannya • Mengadakan penelitian tentang motivasi konsumen • Menentukan dan melaksanakan strategi pemasaran yang baik • Koordinasi dan integrasi dalam permasalahan Untuk memberikan kepuasan konsumen secara optimal, semua elemen-elemen yang ada harus dikoordinasikan dan diintegrasikan.

Disamping itu juga harus dihindari adanya pertentangan didalam perusahaan maupun antara perusahaan dengan pesaingnya. Semua bagian yang ada didalam perusahaan harus menyadari bahwa tindakan mereka sangat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menciptakan dan mempertahankan pelanggan.

Jadi, setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat terealisasi. Selain itu juga harus terdapat penyesuaian dan koordinasi antara produk, harga, dan promosi, untuk menciptakan hubungan pertukaran dengan pelanggan. Artinya, harga harus sesuai dengan kualitas produk dan usaha juga harus dikoordinasikan dengan waktu setempat dan tempat yang tepat.

• Mendapatkan laba melalui kepuasan konsumen Faktor yang menentukan sebuah perusahaan dalam jangka panjang akan mendapatkan laba yaitu dengan sedikit banyaknya kepuasan konsumen yang dapat dipenuhi oleh perusahaan tersebut. Ini berarti bahwa perusahaan harus memaksimalkan kepuasan konsumen, tapi perusahaan harus mendapatkan laba tetapi dengan tidak mengesampingkan kepuasan konsumennya. Strategi Pemasaran Persaingan yang meningkat dan semakin segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan mengakibatkan para pengusaha harus mampu mempertahankan produknya dalam persaingan bahkan memenangkan persaingan tersebut.

Perusahaan harus dapat menerapkan strategi yang tepat bagi kelangsungan hidup produknya. Pengertian strategi pemasaran menurut William J. Stanton dalam Basu Swasta (2000 : 85) adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan perusahaan yang terdiri dari tujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang serta jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Banyak faktor yang menyebabkan perusahaan harus melakukan perubahan-perubahan secara besar-besaran dalam strategi pemasannya antara lain : • Daur hidup produk (Product Life Cycle) Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup produk, yaitu tahap-tahap daur hidup produk, yaitu tahap perkenalanpertumbuhan, kedewasaan dan tahap kemunduran produk.

• Posisi persaingan perusahaan dipasar (Company Competitive Position In The Market) Strategi harus tetap disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah ia pemimpin (leader), penantang (challenger), pengikut (follower) atau hanya menggarap relung terkecil dari pasar yang ada.

• Situasi Ekonomi Pemasaran harus disesuaikan dengan situasi dan pandangan ke masa depan apakah ekonomi dalam kondisi makmur, inflasi tinggi atau resesi. Dengan demikian didalam suatu strategi pemasaran terkandung juga perencanaan strategi yang merupakan proses yang berlangsung secara terus-menerus. Suatu rencana strategi (strategi plan) meliputi sebuah strategi dan perincian sehubungan dengan waktu untuk melaksanakan strategi tersebut, perinciannya meliputi : • Bauran pasar (marketing mix) Yang bagaimana akan ditawarkan pada siapa (pasar sasaran) dan untuk berapa lama • Sumber daya dari perusahaan yang ingin dipakai dan hasil-hasil yang diharapkan Pada dasarnya dalam suatu strategi pemasaran tercakup juga adanya strategi produk dan strategi pasar, dimana semuanya ini merupakan usaha yang perlu dilakukan perusahaan untuk membiasakan diri secara teratur dalam memilih pasar serta produk apa yang akan dipasarkan berdasarkan pertimbangan lingkungan.

Faktor-faktor yang perlu mendapatkan perhatian adalah segi kekuatan serta kelemahan perusahaan, tujuan yang akan dicapai, seberapa jauh kemampuan dan yang tersedia serta kebiasaan dan kegiatan perusahaan pada saat ini. Adanya teknik marketing (marketing tactics) segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan dihubungkan dengan strategi pemasaran menunjukkan bahwa kita dapat merumuskan taktik pemasaran ini dalam proses pengambilan keputusan.

Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting. sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan” dari konsumen. namun keputusan itu tidak berdiri sebab produk/jasa sangat erat hubungannya dengan target market yang dipilih.

Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan variable bauran pemasaran ini akan diuraikan sebagai berikut Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan (Philip Kotler, 2000 : 448).

Produk juga merupakan elemen kunci dalam tawaran pasar. Perencanaan bauran pemasaran dimulai sesuai dengan memformulasikan tawaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pelanggan akan menilai tawaran berdasarkan 3 elemen dasar yaitu : • Keistimewaan dan mutu produk • Bauran dan kualitas pelayanan • Kesesuaian harga tawaran itu Bauran produk adalah kumpulan dari semua produk dan unit produk yang ditawarkan oleh penjual tertentu kepada pembeli (Philip Kotler, 2000 : 453).

Adapun strategi produk adalah suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkan. Strategi produk berkaitan juga dengan atribut yang melekat pada produk tersebut dan kepuasan konsumen haruslah menjadi dasar utama perancangan strategi produk.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan secara efektif tentang produk yang merupakan bagian yang ada dalam sebuah model dalam mengambil keputusan yaitu: • Analisa Pasar Pengambilan keputusan tentang produk dan menganalisa pasar dengan mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pembeli.

• Memonitor Lingkungan Kegiatan ini dilakukan setelah melakukan analisa pasar yang mencakup factor-faktor lingkungan. • Menentukan Tujuan Produk Untuk setiap penawaran biasanya dikaitkan dengan pengambilan investasi laba. • Penentuan Marketing Segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan Setelah tujuan produknya ditetapkan kemudian menentukan marketing mix untuk mencapai tujuan.

Dan masalah yang dihadapi dan perlu dipertimbangkan adalah • Variabel marketing mix manakah yang harus dikembangkan untuk setiap produk yang ditawarkan? • Dari variable marketing mix yang dipilih macam variable apakah yang tepat untuk diambil • Pertimbangan tentang pengembangan usaha pemasaran untuk produk tersebut? Strategi produk yang digunakan perusahaan dalam memasarkan produknya biasanya berkisar pada perubahan produk mix, namun ada pula yang tanpa merubah produk mixnya.

Strategi dapat ditempuh melalui berbagai cara : • Perubahan produk yang ada Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keuntungan dan mengurangi resiko apabila mengembangkan produk baru. Perubahan ini dapat berupa perubahan bungkus, desain, model, penambahan ciri khas, dan perbaikan kualitas. • Perluasan Produk Mix Perusahaan menambah jumlah produk. • Penyempitan Produk Mix Usaha yang direncanakan untuk menghilangkan barang yang dirasa kurang menguntungkan sehingga diharapkan keuntungan menjadi lebih besar.

• Strategi Perbedaan Produk Perbedaan produk mencakup kegiatan mempromosikan perbedaan yang ada antara produk perusahaan dengan saingannya, sehingga perusahaan menghindari persaingan harga tetapi atas dasar produk ini berbeda atau lebih baik daripada produk pesaing.

• Perdagangan ke atas dan perdagangan ke bawah Strategi ini menekankan ekspansi lini produk dan perubahan posisi produk. Perdagangan ke atas berarti menambah barang prestise pada produk lini yang ada dengan beberapa penjualan produk yang berharga murah akan meningkat.

Perdagangan dilakukan dengan menambah barang yang berharga murah, resikonya akan menimbulkan kesan pada konsumen bahwa perusahaan tidak selalu membuat barang-barang yang berkualitas • Pengembangan penggunaan baru dari produk yang ada Strategi ini ditempuh dengan mencari pemakaian cara baru atau peningkatan penggunaan dari produk yang ada.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan dan siklus kehidupan itu sendiri. Ada juga strategi merek, antara lain : a. Menggunakan merek tersendiri untuk setiap produk b. Menggunakan salah satu merek untuk semua produk c. Menggunakan satu merek untuk setiap kelompok produk d. Menggunakan kombinasi merek dengan tanpa nama produ Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Manajemen Operasional” Pengertian Dan ( Tujuan – Ciri – Fungsi – Ruang Lingkup – Contoh – Bidang Yang Memerlukan ) Konsep Inti Pemasaran Pada intinya seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli / konsumen.

Konsep Pemasaran adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan (eksternal) bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan.

Dengan demikian fokus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan pelanggan melalui pemahaman perilaku konsumen yang dijabarkan dalam kegiatan pemasaran yang memadukan kegiatan-kegiatan fungsional lain (misalnya kegiatan produksi, keuangan, personalia, dan sebagainya). Dari pendapat para ahli tersebut, dapat dikatakan konsep pemsaran adalah suatu falsafah bisnis yang lebih baru dalam hubungan pertukaran yang menyatakan bahwa kepuasan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan dengan memanfaatkan produk berkaitan dengan produksi, pelayanan dan pemakaian produk.

Pemasaran dapat lebih dipahami dengan mengiidentifikasi beberapa konsep intinya, diantaranya sebagai berikut: Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan Kebutuhan adalah syarat hidup dasar manusia. Orang membutuhkan udara, makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal untuk dapat bertahan hidup. Orang juga memiliki kebutuhan yang kuat akan rekreasi, pendidikan, dan hiburan. Kebutuhan-kebutuhan ini menjadi keinginan ketika diarahkan ke objek tertentu yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.

Seorang konsumen di Amerika Serikat membutuhkan makanan, namun mungkin menginginkan hamburger, kentang goreng, dan minuman ringan. Seseorang di Mauritius membutuhkan makanan, namun mungkin membutuhkan sebuah mangga, beras, lentil, dan kacang polong. Keinginan dibentuk oleh masyarakat. Permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung oleh kemampuan untuk membayar.

Banyak orang menginginkan Mercedes; tetapi hanya sedikit yang mau dan mampu membelinya. Perusahaan harus mengukur tidak hanya seberapa banyak orang yang menginginkan produk mereka, namun juga berapa banyak orang yang mau dan mampu membelinya. Perbedaan ini menyoroti kritik yang mengatakan bahwa “pemasar menciptakan kebutuhan” atau “pemasar membuat orang membeli hal-hal yang tidak mereka inginkan”.

Pemasar tidak menciptakan kebutuhan, kebutuhan mendahului pemasar. Pemasar, bersama dengan faktor-faktor kemasyarakatan lainnya, mempengaruhi keinginan. Pemasar mungkin memperkenalkan gagasan bahwa sebuah Mercedes dapat memuaskan kebutuhan seseorang akan status sosial.

Namun, pemasar tidak menciptakan kebutuhan akan status sosial. Pasar Sasaran, Positioning, dan Segmentasi Seorang pemasar jarang dapat memuaskan semua orang dalam suatu pasar. Tidak semua orang menyukai sereal, kamar hotel, restoran, mobil, universitas, atau film yang sama. Karenanya, pemasar memulai dengan membagi-bagi pasar ke dalam segmen-segmen.

Mereka mengidentifikasi dan membuat profil dari kelompok-kelompok pembeli yang berbeda, yang mungkin lebih menyukai atau menginginkan bauran produk jasa yang beragam, dengan meneliti perbedaan demografis. psikografis, dan perilaku di antara pembeli. Setelah mengidentifikasi segmen pasar, pemasar lalu memutuskan segmen mana yang memberikan peluang terbesar. Segmen itulah yang akan menjadi pasar sasarannya.

Untuk setiap segmen, perusahaan mengembangkan suatu penawaran pasar yang diposisikannya di dalam benak pembeli segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan sebagai keuntungan utama.

sebagai contoh, Volvo mengembangkan mobilnya untuk pembeli yang memberi perhatian utama pada keselamatan. karenanya, Volvo memposisikan mobilnya sebagai mobil paling aman.

Perusahaan akan mencapai hasil yang lebih baik jika mereka memilih pasar sasarannya dengan cermat serta mempersiapkan program pemasaran yang sesuai.

Penawaran dan merek Perusahaan memenuhi kebutuhan dengan mengajukan sebuah proposisi nilai ( value proposition). yaitu serangkaian keuntungan yang mereka tawarkan kepada pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Proposisi nilai yang sifatnya tidak berwujud tersebut dibuat menjadi berwujud dengan suatu penawaran Penawaran dapat berupa suatu kombinasi produk, jasa, informasi, dan pengalaman.

Merek ( brand) adalah suatu penawaran dari sumber yang diketahui. Merek seperti McDonald’s menimbulkan banyak asosiasi dibenak orang, yang membentuk merek tersebut: hamburger, kesenangan, anak-anak, makanan, cepat saji, kenyamanan, dan busur ems. Semua perusahaan berjuang untuk membangun citra merek yang kuat, disukai, dan unik. Nilai dan Kepuasan Penawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran.

Pembeli memilih penawaran yang berbeda-beda berdasarkan persepsinya akan penawaran yang memberikan nilai terbesar. Nilai mencerminkan sejumlah manfaat, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan biaya yang dipersepsikan oleh pelanggan. Nilai adalah kombinasi kualitas, pelayanan, dan haraga ( “qsp”), yang disebut juga “tiga elemen nilai pelanggan”. Nilai meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas dan pelayanan, dan sebaliknya menurun seiring dengan menurunnya harga, walaupun faktor-faktor lain juga dapat memainkan peran penting dalam persepsi kita akan nilai.

Nilai adalah konsep yang sentral perannya dalam pemasaran. Kita dapat memandang pemasaran sebagai kegiatan mengidentifikasi, menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan memantau nilai pelanggan.

Kepuasaan mencerminkan penilaian seseorang tentang kinerja produk anggapannya (atau hasil) dalam kaitannya dengan ekspektasi. Jika kinerja produk tersebut tidak memenuhi ekspektasi, pelanggan tersebut tidak puas dan kecewa.

Jika kinerja produk sesuai dengan ekspektasi, pelanggan tersebut puas. Jika kinerja produk melebihi ekspektasi, pelanggan tersebut senang. Saluran Pemasaran Untuk mencapai pasar sasaran, pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran. Saluran komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari pembeli sasaran.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan

Saluran ini mencakup surat kabar, majalah, radio, televise, surat, telepon, papasn iklan, poster, filier, CD, kaset rekaman, dan internet. Selain itu, sama seperti kita menyampaikan pesan dengan ekspresi wajah dan pakaian, perusahaan berkomunikasi melalui tampilan toko eceran mereka, tampilan situs internet mereka, dan banyak media lainnya. Pemasar semakin banyak menggunakan saluran dua arah seperti e-mail, blog, dan nomor layanan bebas pulsa, dibandingkan saluran satu arah seperti iklan.

Pemasar menggunakan saluran distribusi untuk menggelar, menjual, atau menyampaikan produk fisik atau jasa kepada pelanggan atau pengguna. saluran distribusi mencakup distributor, pedagang, grosir, pengecer, dan agen. Pemasar juga menggunakan saluran layanan untuk melakukan transaksi dengan calon pembeli. Saluran layanan mencakup gudang, perusahaan transportasi, bank, dan perusahaan asuransi yang membantu transaksi. Pemasar menghadapi tangtangan dalam memilihbauran terbaik antara saluran komunikasi, distribusi, dan layanan untuk penawaran mereka.

Rantai Pasokan Rantai pasokan ( supply chain) adalah saluran yang lebih panjang yang membentang segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir.

Rantai pasokan untuk dompet wanita dimulai dengan penyediaan kulit dan melalui penyamakan, pemotongan, manufaktur, dan saluran pemasaran sebelum dapat menyampaikan produk kepada pelanggan. Setiap perusahaan hanya meraih persentase tertentu dari total nilai yang dihasilkan oleh sistem penghantaran nilai rantai pasokan.

Ketika suatu perusahaan mendapatkan pesaing atau memperluas bisnisnya ke hulu atau kehilir, tujuannya adalah demi meraih persentase yang lebih tinggi dari nilai rantai pasokan. Persaingan Persaingan mencakup semua penawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh pesaing, baik yang aktual maupun yang potensial, yang mungkin dipertimbangkan oleh seseorang pembeli. Misalkan suatu perusahan otomotif berencana membeli baja untuk mobilnya. Ada beberapa tingkat pesaing yang mungkin dihadapinya.

Perusahaan tersebut dapat membeli baja dari U.S. Steel di Amerika Serikat, atau membeli dari perusahaan asing di Jepang atau Korea. Perusahaan tersebut juga dapat membeli dari perusahaan peleburan kecil seperti Nucor untuk menghemat biaya, atau membeli aluminiumdari Alcoa untuk bagian-bagian tertentu mobil guna mengurangi berat mobil.

Perusahaan tersebut juga dapat membeli plastik rekayasa untuk bemper dari Saudi Basic Industries Corporation (SABIC), pembeli GE Plastics, alih-alih menggunakan baja. U.S. Steel jelas berpikir terlalu sempit tentang persaingan yang dihadapinya jika perusahaan tersebut hanya menganggap perusahaan baja sejenis sebagai pesaingnya.

Bahkan, dalam jangka panjang, U.S. Stell mungkin terancam oleh produk substitusi dibanding oleh perusahaan baja lainnya. Lingkungan Pemasaran Lingkungan Pemasaran terdiri dari lingkungan tugas dan lingkungan luas. Lingkungan tugas mencakup para pelaku yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan promosi penawaran. termasuk didalamnya adalah perusahaan, pemasok, distributor, dealer, dan pelanggan sasaran.

Dalam kelompok pemasok terdapat pemasok bahan dan pemasok layanan, seperti lembaga riset pemasaran, agen periklanan, bank dan perusahaan asuransi, perusahaan transportasi, dan perusahaan telekomunikasi. Distributor dan dealer mencakup agen, pialang, perwakilan manufaktur, dan pihak lain yang membantu menemukan dan menjual ke pelanggan.

Lingkungan luas terdiri atas enam komponen : lingkungan demografis, lingkungan ekonomi, lingkungan fisik, lingkungan teknologi, lingkungan politik-hukum, dan lingkungan sosial budaya.

Pemasar harus benar-benar memperhatikan trend dan perkembangan dalam lingkungan-lingkungan ini dan melakukan penyesuaian yang tepat waktu pada strategi pemasaran mereka. (Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, 2009 : 12) Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 14 Penjelasan Prinsip-Prinsip Manajemen Menurut Ahlinya Fungsi Manajemen Pemasaran • Untuk mendapatkan riset pembeli atau konsumen • Agar dapat mengembangkan produk • Untuk komunikasi terhadap konsumen dan promosi ke konsumen nya mudah.

• Manajemen pemasaran berfungsi sebagai strategi distribusi • Berfungsi untuk penetapan harga dari produk dan pemberian pelayanan pada konsumen Tugas Manajemen Pemasaran • Bertujuan untuk mempelajari kebutuhan ataupun keinginan dari konsumen • Bertujuan untuk mengembangkan suatu konsep-konsep produk atau barang untuk sebuah kebutuhan dan kepuasan konsumen atau pasar • Bertujuan untuk membuat desain produk dan untuk mengembangkan dalam pembungkusan maupun merk • Bertujuan untuk mengatur distribusi dan untuk memeriksa penjualan • Bertujuan untuk menciptakan komunikasi pemasaran secara efektif dan efisien • Bertujuan untuk mengatur harga untuk mendapatkan Return on Investment yang layak.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Manajemen Personalia Serta Fungsi Dan Tujuannya Contoh Manajemen Pemasaran Pegasus Sport Internasional Pegasus Sports Internasional adalah produsen aksesoris inline skating purnapasar ( aftermarket) yang baru berdiri dan sedang mengembangkan Skatetours layanan yang membawa pelanggan untuk berpergian. Bekerja sama dengan toko skate lokal, Pegasus Sports menumbuhkan peluang yang sangat besar. Berseluncur adalah olahraga yang sangat digandrungi dewasa ini.

Pegasus Sports akan memulai dengan menjual produk melalu Web-nya. Pendekatan konsumen ala “Dell” ini memungkinkan Pegasus Sports mencapai margin yang lebih tinggi dan mempertahankan hubungan erat dengan pelanggan.

Pegasus memasuki tahun pertama operasinya. Produknya diterima dengan baik dan pemasaran menjadi kunci bagi pengembangan merk dan kesadaran produkserta pertumbuhan basis pelanggan. Pegasus memiliki informasi yang baik tentang pasar, informasi ini akan ditingkatakan untuk lebih memahami siapa yang dilayani, apa kebutuhan khusus mereka dan bagaimana dapat berkomunikasi dengan baik. Pasar sasaran Pegasus : • Rekreasi • Kebugaran • Kecepatan • Hoki • Ekstrem Profil pelanggan Pegasus secara umum terdiri dari faktor geografis, demografis, dan perilaku.

• Geografis Pegasus tidak menentukan wilayah sasaran geografis namun total populasi yang ditargetkan adalah 31 juta pengguna. • Demografi Ada rasio yang hampir sama antara pengguna pria dan wanita.

Usia 13-46, dengan 48% kelompok berusia sekitar 23-24 tahun. • Faktor perilaku Pengguna menikmati kegiata kebugaran sebagai kegiatan yang dapat dinikmati secara intrinsik oleh dirinya sendiri. Pegasus menyedikan komunitas seluncur dengan kisaran aksesoris yang luas untuk semua variasi seluncur. Ada 3 hal yang diutamakan oleh Pegasus, yaitu kualitas pengerjaan, desain yang terbaik dan layanan pelanggan.

Pegasus akan mendiferensiasikan dirinya dengan memasarkan produk yang sebelumnya tidak tersedia bagi pemain skate. Jumlah pemain skate tidak terbatas hanya pada orang di suatu tempat, atau kelompok usia, jadi ada pasar dunia.

Segmen yang paling cepat tumbuh untuk olahraga ini adalah segmen kebugaran jadi Pegasus akan mengupayakan pemasaran pada kelompok ini. Tren lain adalah berseluncur secara kelompok. Tren pasar memperlihatkan pertumbuhan berkelanjutan di semua arah skating. Pertumbuhan pasar cenderung stabil di sleuruh dunia dikarenakan banyaknya perusahaan skate, dan harga skate yang turun.

Analisis SWOT berikut ini menggambarkan kekuatan dan kelemahan utama yang ada di dalam perusahaan dan juga menggambarkan ancaman dan peluang yang ada. • Kekuatan Pengalaman dan pandangan industri yang sangat baik dan ahli, desain produk yang kreatif juga praktis, dan penggunaan modal bisnis yang efisien dan efektif. • Kelemahan Ketergantungan tehadap modal luar, kurangnya segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan promotion, dan kesulitan mengembangkan kesadaran merk • Peluang Partisipasi dalam industri yang sedang tumbuh, penurunan biaya produk dan kemampuan untuk mendongrak usaha • Ancaman Persaingan dari perusahaan lain yang lebih mapan, penurunan ekonomi, dan peluncuran hasil studi yang mempertanyakan keamanan produk.

Pegasus Sports membentuk pasarnya sendiri. meskipun ada beberapa perusahaan yang membuat layar dan foil yang digunakan beberapa pemain skate, Pegasus Sports adalah satu-satunya merk yang khusus dirancang untuk para peain skate.

Jadi perusahaan lain yang membuat foil atau laya belum diperhitungkan sebagai saingan Pegasus Sports. Untuk saat ini Pegasus Sport menawarkan beberapa produk. Produk pertama yang dikembangkan adalah Blade Boots, penutup roda dan kerangka inline skate, yang memungkinkan para pemain skate menjangkau daerah bermain skate lebih banyak. Produk kedua adalah SkateSails layar yang dirancang khusus untuk berseluncur.

Produk ketiga SkateAid yang akan diproduki pada akhir tahun. Kunci keberhasilan yang dipegang oleh Pegasus adalah meracang dan meproduksi produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan dan kepuasan pelanggan adalah yang paling utama. Sebagai bisnis yang baru berdiri ada beberapa isu penting bagi Pegasus yaitu untuk memantapkan dirinya sebagai perusahaan skattig terkemuka, mengejar pertumbuhan terkendali yang mengatur bahwa beban gaji tidak akan pernah melebihi basis pendapatan dan senantiasa selalu mengamati kepuasan pelanggan.

Kunci strategi pemasaran adalah berfokus kepada pemain skate, kecepatan, kesehatan, kebugaan dna rekreasi. Pegasus dan mencakup sekitar 80% dari keseluruhan pasar karena Pegasus membuat produk untuk berbagai segmen. Pegasus mampu melayani hampir semua segmen. Misa Pegasus Sports Internasional daan menyediakan aksesoris skating terbaik bagi pelanggan. Tujuan pemasaran Pegasus adalah mempertahakan pertumbuhan positif dan kuat pada setiap kuartal, mencapai peningkatan penetrasi pasar yang stabil, dan meurunkan biaya akuisisi pelanggan sebesar 1.5% per kuartal.

Tujuan keuangan Pegasusadalah meningkatkan segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan laba sebesar 1% per kuartal melalui efisiensi dan penetapan skala ekonomis, mempertahankan anggaran riset dan pengembangan yang signifikan, dan mencapai tingkat pertumbuhan dua sampai tiga digit untuk tiga tahun pertama.

Pasar target untuk produk Pegasus adalah kelompok kebugaran dan rekreasi karena dua kelompok tersebut adalah kelompok dengan pertumbuhan tercepat. Pegasus akan memposisikan diriya sebagai perusahaan aksesoris skating terkemuka. Pegasus adalah perusahaan dari pelanggan untuk pelanggan.

Tujuan tunggal Pegasus adalah memposisikandiri sebagai perusahaan terkemuka di bidang skate yang melayani pasar domestik dan internasional. Strategi pemasaran akan terlebih dahulu menciptakan kesadaran pelanggan menyangkut produk dan jasa yang ditawarka dan kemudian dikembangkan bersama pelanggan. Metode pemasaran yang kedua adalah iklan yang ditempatkan di berbagai majalah industri. Bauran pemasaran Pegasus meliputi penetapan harga yang didasarkan pada harga eceran per produk, distribusi yang langsung kepada pelanggan setelah itu akan menggunakan pengecer, iklan dan promosi dengan menggunakan metode yang berbeda, dan layanan pelanggan yang akan dicapai sesuai target.

Pegasus mempunyai keuntungan yang bagus karena terletak di pusat dunia skating, Venice, California. Pegasus akan mampu mengangkat lokasi menguntungkan melalui kerja sama dengan banyak pemain skate yang tinggal di wilayah tersebut.

Bagian keuangan akan menawarkan tinjauan keuangan Pegasus yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran. Pegasus merasa bahwa angka-angka peramalan penjualan bersifat konservatif. Pegasus kan meningkatkan penjualan jika anggaran iklan memungkinkan. Peramlan beban akan digunakan sebagai alat untuk mempertahankan target departemen dan memberikan indkator ketika diperlukan. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Ekonomi, Manajemen Ditag #fungsi manajemen pemasaran, #konsep manajemen pemasaran, #pengertian manajemen pemasaran, #tugas manajemen pemasaran, #unsur manajemen pemasaran, 10 fungsi manajemen pemasaran, 3 hal penting dalam manajemen pemasaran, 4 fungsi manajemen pemasaran, apa itu ruang lingkup pemasaran, apa yang dimaksud pasar khusus, artikel tentang strategi, bab 2 skripsi manajemen pemasaran, bidang manajemen pemasaran, contoh dari manajemen keuangan, contoh manajemen pemasaran, contoh manajemen pemasaran produk, contoh manajemen personalia, contoh manajemen produksi, contoh manajemen sdm, data strategi pemasaran, download buku manajemen pemasaran, fungsi manajemen pemasaran bab 2, fungsi manajemen pemasaran pdf, gambar manajemen pemasaran, hal penting dalam manajemen pemasaran, jelaskan konsep inti pemasaran, jurnal fungsi manajemen pemasaran, jurnal pengertian pemasaran pdf, jurusan manajemen pemasaran, jurusan pemasaran kerja apa, kegiatan manajemen pemasaran, kesimpulan manajemen pemasaran, keunggulan jurusan pemasaran smk, kuliah jurusan marketing di jakarta, makalah fungsi manajemen pemasaran, makalah manajemen pemasaran, manajemen pemasaran kotler, manajemen pemasaran menurut para ahli, manajemen pemasaran pdf, manajemen pemasaran pendidikan, manajemen pemasaran ppt, manajemen produksi menurut para ahli, manfaat manajemen pemasaran bagi perusahaan, mata kuliah jurusan manajemen pemasaran, materi kuliah manajemen pemasaran pdf, materi manajemen pemasaran, mengapa manajemen pemasaran itu penting, pemasaran dan manajemen pemasaran, pengertian konsep-konsep pemasaran, Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Daftar pustaka, pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli, pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli 2014, pengertian manajemen pemasaran pendidikan, pentingnya pemasaran bagi dunia ekonomi, peranan manajemen pemasaran, proses manajemen pemasaran, prospek kerja manajemen sdm, ruang lingkup manajemen pemasaran, sebutkan 4 cara orang memperoleh produk, sebutkan fungsi pemasaran, sebutkan kelompok pembeli, sebutkan tujuan pemasaran secara garis besar, sebutkan tujuan penetapan harga, sofjan assauri 2013, strategi manajemen pemasaran, strategi marketing yang baik, strategi mencapai sukses, strategi pemasaran menurut para ahli 2014, teori manajemen pemasaran, teori perencanaan pemasaran menurut para ahli, tugas artikel pemasaran, tujuan manajemen pemasaran, unsur unsur pemasaran jasa Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Contoh • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Daur Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
• العربية • ܐܪܡܝܐ • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Dansk • Deutsch • Zazaki • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Na Vosa Vakaviti • Français • Frysk • Galego • ગુજરાતી • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Հայերեն • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • Taqbaylit • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Latina • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • Mirandés • مازِرونی • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Português • Runa Simi • Română • Русский • Саха тыла • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Setswana • Türkçe • Українська • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • ייִדיש • Yorùbá • 中文 • 粵語 Organisasi Kemahasiswaan di Lithuania Organisasi ( bahasa Yunani: ὄργανον, organon - alat) merupakan wadah atau tempat berkumpulnya orang dengan 3 sistematis, terpimpin, terkendali, terencana, rasional dalam memanfaatkan segala sumber daya baik dengan metode, material, lingkungan dan uang serta sarana dan prasarana, dan lain sebagainya dengan efisien dan efektif untuk bisa mencapai tujuan organisasi.

[1] Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. [2] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi, perilaku organisasi, atau analisis organisasi.

[2] Daftar isi • 1 Definisi • 2 Partisipasi • 2.1 Unsur-unsur • 2.2 Jenis-jenis organisasi • 2.3 Syarat-syarat • 3 Bentuk-bentuk organisasi • 4 Lihat juga • 5 Referensi Definisi [ sunting - sunting sumber ] Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.

[2] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya ( uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

[2] Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama. [3] • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

[4] • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. [5] • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan ( entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

[6] Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. [2] Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran [2] Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.

[2] Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. [2] Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

[2] Partisipasi [ sunting - sunting sumber ] Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. [7] Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan.

[2] Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. [2] Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.

[2] Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. [2] Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

[2] Unsur-unsur [ sunting - sunting sumber ] Menurut Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi: [2] • Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

• Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok. • Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis organisasi [ sunting - sunting sumber ] • Formal • Informal • Non formal Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut: [2] • Pikiran ( psychological participation) • Tenaga ( physical participation) • Pikiran dan tenaga • Keahlian • Barang • Uang Syarat-syarat [ sunting - sunting sumber ] Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu. • Waktu. Untuk dapat berpartisipasi diperlukan waktu.

Waktu yang dimaksudkan di sini adalah untuk memahami pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.

[2] • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif. [2] • Subjek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi di mana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.

segala sesuatu yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang disebut dengan • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalaupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.

[2] • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil. [2] • Para pihak yang bersangkutan bebas di dalam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. [2] • Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan.

Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif. [2] Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

[2] Bentuk-bentuk organisasi [ sunting - sunting sumber ] • Organisasi politik • Organisasi sosial • Organisasi mahasiswa • Organisasi olahraga • Organisasi sekolah • Organisasi negara • Organisasi pemuda • Organisasi agama • Organisasi terlarang Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Sosiologi organisasi • Kongres Pemuda Indonesia • Pemuda Pancasila • Komite Nasional Pemuda Indonesia Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Ambarwati, Arie (April 2018).

Perilaku dan Teori Organisasi (PDF). Malang: Media Nusa Creative. hlm. 3. ISBN 978-602-462-052-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19 • ^ Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi.

1976. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132 • ^ D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.Hlm. 56 • ^ Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89 • ^ Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4 • ^ WS, Winkel.

1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.Hlm.75 • Halaman ini terakhir diubah pada 14 Februari 2022, pukul 12.06. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Kelompok 10_Sosiologi Ekonomi Industri_Produksi




2022 www.videocon.com