Nifaq adalah

nifaq adalah

Nifaq menurut syara’ adalah menampakkan islam dan kebaikannya tapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Allah mengelompokkan umat manusia kedalam tiga golongan, yakni : Mukmin, Kafir dan Munafiq.

nifaq adalah

Allah menjelaskan ciri-ciri orang beriman (mukmin) secara ringkas. Lalu ciri-ciri orang kafir cukup dijelaskan secara ringkas pula. Kemudian dilanjutkan dengan mengurai ciri-ciri orang munafiq secara panjang lebar.

Golongan orang munafiq dibahas dengan sangat panjang karena mereka adalah golongan yang paling berbahaya di masyarakat. Oleh karena itu, sangatlah perlu kita mengenali ciri-ciri dan nasib mereka ini. Perlu dicatat bahwa penggolongan ini didasarkan atas apa yang menjadi keyakinan dan bagaimana mereka menjalaninya tanpa memandang nifaq adalah kulit, bentuk kesaksian/syahadatnya, asal-usul, bangsa maupun afiliasinya.

NIFAQ ; DEFINISI DAN JENISNYA A. Definisi Nifaq Nifaq ( اَلنِّفَاقُ) berasal dari kata نَافَقَ-يُنَافِقُ-نِفَاقاً ومُنَافَقَةًyang diambil dari kata النَّافِقَاءُ ( naafiqaa’). Nifaq secara bahasa (etimologi) berarti salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu, maka ia akan keluar dari lobang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata النَّفَقُ ( nafaq) yaitu lobang tempat bersembunyi.[ Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (V/98) oleh Ibnul Atsiir] Nifaq menurut syara’ (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah memperingatkan dengan firman-Nya: “ Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq.” [At-Taubah: 67] Yaitu mereka adalah orang-orang yang keluar dari syari’at.

Menurut al-Hafizh Ibnu Katsir mereka adalah orang-orang yang keluar dari jalan kebenaran masuk ke nifaq adalah kesesatan. [ Tafsir Ibnu Katsir (II/405), cet. Daarus Salaam] Allah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelek dari orang-orang kafir. Allah berfirman: “ Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka…” [An-Nisaa’: 142] Lihat juga Al-Qur-an surat al-Baqarah ayat 9-10.

B. Jenis Nifaq Nifaq ada dua jenis: Nifaq I’tiqadi dan Nifaq ‘Amali. Nifaq I’tiqadi (Keyakinan) Yaitu nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran.

Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama dan dia berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencaci agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafiq jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman.

Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti itu, mereka masuk ke dalam agama Islam untuk melakukan tipu daya terhadap agama dan pemeluknya secara sembunyi-sembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama ummat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka.

Nifaq adalah itu, seorang munafiq menampakkan keimanannya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Hari Akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya. Nifaq jenis ini ada empat macam, yaitu: Pertama : Mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.

Kedua nifaq adalah Membenci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau membenci sebagian apa yang beliau bawa. Ketiga : Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam. Keempat : Tidak senang dengan kemenangan Islam. Nifaq ‘Amali (Perbuatan). Yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian.

Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “ Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: 1) jika dipercaya ia berkhianat, 2) jika berbicara ia berdusta, 3) jika berjanji ia memungkiri, dan 4) jika bertengkar ia melewati batas.” [ HR.

Al-Bukhari (no. 34, 2459, 3178), Muslim (no. 58), Ibnu Hibban (no. 254-255), Abu Dawud (4688), at-Tirmidzi (2632), an-Nasa-i (VIII/116) dan Ahmad (II/189), dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Nifaq adalah anhu] Terkadang pada diri seorang hamba terkumpul kebiasaan-kebiasaan baik dan kebiasaan-kebiasaan buruk, perbuatan iman dan perbuatan kufur dan nifaq.

Karena itu, ia mendapatkan pahala dan siksa sesuai konsekuensi dari apa yang ia nifaq adalah, seperti malas dalam melakukan shalat berjama’ah di masjid. Ini adalah di antara sifat orang-orang munafik. Sifat nifaq adalah sesuatu yang buruk dan sangat berbahaya, sehingga para Nifaq adalah Radhiyallahu anhum begitu sangat takutnya kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam nifaq. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata: “Aku bertemu dengan 30 Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka semua takut kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.” [Fat-hul Baari (I/109-110)] C.

Perbedaan antara Nifaq Besar dengan Nifaq Kecil 1. Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkannya dari agama. 2. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.

nifaq adalah

3. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang Mukmin, sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang Mukmin. 4. Pada umumnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan nifaq kecil, pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehingga Allah menerima taubatnya. [ Lihat Majmuu’ Fataawaa (XXVIII/434-435) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan ‘Aqiidatut Tauhiid (hal. 88) oleh Dr.

Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “ Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pe-lajaran?” [At-Taubah: 126][ 1] MENGAPA RASULULLAH TIDAK MEMBUNUH ORANG MUNAFIK ?

Setidaknya ada empat hikmah mengenai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam menahan diri tidak membunuh orang-orang munafik (dalam hal ini mereka yang memiliki jenis nifaq i’tiqadi), padahal beliau mengetahui sendiri tokoh-tokoh mereka itu.

Berikut adalah diantara hikmahnya: 1. Agar jangan sampai ada yang nifaq adalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wassalam membunuh sahabatnya sehingga menimbulkan fitnah. Nifaq adalah dalam kitab Shahih Al Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam pernah mengatakan kepada Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu: “ Aku tidak suka kalau nanti bangsa Arab ini memperbincangkan, bahwa Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya.” Artinya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wassalam mengkhawatirkan terjadinya perubahan pada banyak orang Arab untuk masuk Islam, karena mereka tidak mengetahui hikmah dari pembunuhan tersebut.

Padahal pembunuhan yang beliau lakukan terhadap orang munafik itu karena kekufuran. Sedang mereka hanya melihat pada yang mereka saksikan, lalu mereka mengatakan, “Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya.” 2. Sebagai pelajaran bagi seorang penegak hukum agar tidak memutuskan perkara dengan pengetahuannya semata, namun membutuhkan saksi-saksi yang menguatkan. Sebagaimana yang dikatakan Imam Malik : “Sebenarnya Rasulullah menahan diri tidak membunuh orang-orang munafik itu dimaksudkan untuk menjelaskan kepada umatnya nifaq adalah seorang hakim tidak boleh memutuskan berdasarkan pengetahuannya semata.” Al-Qurthubi mengatakan bahwa para ulama telah sepakat bahwa seorang hakim tidak boleh memutuskan suatu perkara berdasarkan pengetahuannya semata, meskipun mereka berbeda pendapat mengenai hukum-hukum lainnya.

3. Sebagai dalil bahwasanya yang dinilai adalah zhahir (yang nampak), adapun batinnya adalah urursan Alloh Ta’ala. Imam asy-Syafi’i mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalammenahan diri tidak membunuh orang-orang munafik atas tindakan mereka menampakkan keislaman, meskipun beliau mengetahui kemunafikan mereka itu, karena apa yang mereka tampakkan itu mengalahkan apa yang sebelumnya (kemunafikan).

Pendapat tersebut diperkuat dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam dalam sebuah hadits yang terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim: nifaq adalah Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Alloh dan Muhammad adalah Rasul Alloh. Apabila mereka mengatakannya, maka darah dan harta kekayaan mereka mendapat perlindungan dariku kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka berada di tangan Alloh.” (Muttafaqun ‘Alaih) Artinya, barangsiapa telah mengucapkan kalimat “ Laa ilaha Illallaah” itu, maka berlaku baginya secara zhahir seluruh hukum Islam, dan jika ia meyakininya, ia akan mendapat pahala di akhirat kelak.

Dan jika ia tidak meyakininya, maka tidak akan mendapatkan manfaat baginya (di akhirat nanti) perlakukan hukum terhadapnya di dunia. Adapun keadaan mereka yaitu bercampur baur dengan orang-orang yang beriman, sebagaimana Alloh Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “ Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: ‘Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?’ mereka menjawab: ‘Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Alloh.’” (QS.

Al Hadid:14) Maksudnya, mereka bersama-sama dengan orang-orang mukmin di beberapa tempat di padang mahsyar, dan jika hari yang telah ditetapkan Alloh itu tiba, maka perbedaan mereka tampak jelas dan akan terpisah dari orang-orang mukmin. Alloh Ta’ala berfirman, “ Dan dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan…” (QS.Saba’:54) 4. Keberadaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam, menjadikan orang munafik tidak dapat berbuat apa-apa.

Di antaranya adalah apa yang dikatakan sebagian ulama, bahwa Nabi tidak membunuh orang-orang munafik nifaq adalah, karena kejahatan mereka tidak dikhawatirkan dan disebabkan keberadaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wassalam di tengah-tengah mereka, beliau membacakan ayat-ayat Alloh yang memberikan penjelasan.

Adapun setelah beliau wafat, mereka dibunuh jika mereka menampakkan kemunafikkannya dan hal itu diketahui oleh umat Islam. Imam Malik mengatakan: “Orang munafik pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam adalah zindiq pada hari ini.” Mengenai hal itu Ibnu Katsir berkata, para ulama telah berbeda pendapat mengenai pembunuhan terhadap zindiq.

Jika ia menampakkan kekufuran, apakah ia harus diminta bertaubat atau tidak, atau apakah harus dibedakan antara penyeru (kepada kezindikkannya) atau tidak, atau apakah kemurtadan berulang-ulang pada dirinya atau tidak?

nifaq adalah

Ataukah ke-Islaman serta keluarnya dari Islam karena kemauan nifaq adalah atau dipengaruhi orang lain? Mengenai hal ini terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan dan penetapannya sudah diberikan dalam kitab-kitab fiqih.[ 2] ——-0—— Footnote: [ 1] [ Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M. Pembahasan ini dinukil dari ‘Aqiidatut Tauhiid (hal.

85-88) oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan, dengan beberapa tambahan. Sumber: http://almanhaj.or.id/content/3164/slash/0] [ 2] Poin “ Mengapa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam diri tidak membunuh orang-orang munafik” oleh Abdurrahman pada file http://abuzubair.files.wordpress.com/2008/03/mengapa-rasulullah-tdk-membunuh-orang-munafik.pdf Dikutip dari Buletin Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah Malang Edisi-50, 3 Shafar 1429H/10 Februari 2008, Penasehat: Ustadz Abdullah Shaleh al Hadromi.

Daftar Rujukan: • Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Al Sheikh. nifaq adalah. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1. Terjemahan oleh Abdul Ghaffar, Bogor: Pustaka Imam Asy Syafi’i • Muhammad bin Jamil Zainu. 2003. Jalan Golongan yang Selamat. Terjemahan oleh Ainul Harits Umar Arifin Thayib. Jakarta: Yayasan Al Sofwa • Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan.

2002. Kitab Tauhid 3. Terjemahan oleh Ainul Haris Arifin.

nifaq adalah

Jakarta: Darul Haq. nifaq adalah Yazid bin Abdul Qadir jawas. 2005. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Nifaq adalah Pustaka At Taqwa Tulisan Terakhir • Keutamaan Malam Nisfu Syaban • Melangkahi Kakak ketika Menikah, Haram?

• Amalan Sunah Ketika Sya’ban • Asal Penamaan Bulan Sya’ban • SEJARAH TASBIH DAN HUKUMNYA Arsip • April 2017 • Mei 2015 • April 2015 • Maret 2015 • Oktober 2014 • September 2014 • Agustus 2014 • Juli 2013 • Juni 2013 • Maret 2013 • Januari 2013 • November 2012 • Oktober 2012 • September 2012 • Agustus 2012 • Juli 2012 • Juni 2012 Kategori • Artikel • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com
Kata nifaq berasal dari kata: nafiqa alyarbu’, artinya nifaq adalah hewan sejenis tikus.

Lubang ini ada dua, ia bisa masuk ke lubang satu kemudian keluar lewat lubang yang lain. Demikianlah gambaran keadaan orang-orang munafik, satu sisi menampakkan Islamnya, tetapi di sisi lain ia amat kafir dan menentang kepentingan Agama Islam. Nifaq adalah perbuatan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakkan keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Perilaku seperti ini pada hakikatnya adalah ketidaksesuaian antara keyakinan, perkataan, dan perbuatan.

Atau dengan kata lain, tindakan yang selalu dilakukan adalah kebohongan, baik terhadap hati nuraninya, terhadap Allah Swt maupun sesama manusia. Pelaku perbuatan nifaq disebut munafik. Firman Allah Swt.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ ”Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok olok”.

(QS. al-Baqarah :14) Macam-amacam Nifaq Perbuatan nifaq dikategorikan menjadi dua, yaitu: a. Nifaq I’tiqadi. Nifaq I’tiqadi adalah suatu bentuk perbuatan yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah Swt., sedangkan dalam hatinya tidak ada keimanan sama sekali.

nifaq adalah

Dia shalat, bersedekah, dan beramal saleh lainnya, namun tindakannya itu tanpa didasari keimanan dalam nifaq adalah. Firman Allah Swt. إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.

Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia.

nifaq adalah

Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. an-Nisa':142) Pelaku nifaq diancam Allah Swt dengan disamakan dengan orang fasik yang diancam dengan neraka Jahannam dan kekal di dalamnya. Allah Swt juga berfirman dalam Al-Qur'an: الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ nifaq adalah الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ.

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan-perempuan, sebagian dari sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar nifaq adalah melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka mengenggam tangannya.

Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam.

Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal,” (QS. at-Taubah :67-68). Allah Swt akan memasukkan orang muna¿k dan orang kafir bersama-sama dalam neraka. Allah Swt berfirman: إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا “Sungguh Allah mengumpulkan orang-orang munafik dan kafir dalam neraka Jahannam bersama-sama”. (QS. an-Nisa:140) b. Nifaq ‘Amali.

Nifaq ‘amali adalah kemunafikan berupa pengingkaran atas kebenaran dalam bentuk perbuatan. Sesuai dengan Sabda Rasulullah Saw: “Tanda-tanda orang muna¿k itu ada tiga, yaitu apabila berkata selalu berdusta, apabila berjanji selalu tidak ditepati, dan apabila dipercaya selalu mengkhianati”. (HR. Bukhari dan Muslim) Ciri-ciri Perbuatan yang Masuk Kategori Nifaq. 1. Tidak mampu menegakkan salat kecuali dengan malas-malasan, ia merasa ragu terhadap balasan Allah Swt di akhirat.

2. Hanya berfikir jangka pendek yaitu kekayaan duniawi semata. 3. Terbiasa dengan kebohongan, ingkar janji, dan khianat. 4. Tidak mampu ber-amar ma’ruf nahi munkar. 5. Sering kali dalam pembicaraannya menyindir dan menyakiti Nabi atau Islam.

nifaq adalah

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang pengertian nifaq, macam-macam nifaq serta ciri ciri perbuatan yang di kategorikan nifaq. Mudah-mudahan kita selalu terjauh dari perbuatan-perbuatan yang dikategorikan nifaq. Aamiin. Unknown May 6, 2018 at 10:45 AM An outstanding share! I've just forwarded this onto a coworker who was doing a little homework on this. And he in fact ordered me breakfast because I discovered it for nifaq adalah.

lol. So let me reword this. Thank YOU for the meal!! But yeah, thanx for spending some time to discuss this issue here on your blog. itunes login Reply Delete • Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami nifaq adalah Privacy Policy • Covid-19 Home » Artikel Agama » Jelaskan Pengertian Nifaq?

Ini Arti, Jenis & Ciri-Ciri Nifaq Pengertian Nifaq Adalah – Disekitar kita, tidak semua hal bisa diketahui walaupun itu disaksikan secara langsung baik itu dilihat, didengar dan dirasakan.

Sebab didunia ini semakin hari semakin sulit untuk menemukan mana yang benar dan mana yang salah. Bahkan dalam menebar kebaikan seseorang, terdapat celah tentang kepentingan atau niatan seseorang untuk berbuat baik. Berbuat baik bukanlah menjadi tujuan, melainkan hanyalah sebagai proses untuk mencapai tujuan dalam hal ini kepentingan pribadi dan kelompoknya. Terkadang mereka bekerja sama dengan orang-orang hanya dijadikan sebagai jembatan untuk meraih tujuan dan kepentingannya.

Apa yang disaksikan dan dilihat, jauh berbeda dengan apa yang terdapat dalam hati mereka. Mereka tidak peduli tentang kesepakatan atau perjanjian ataupun pertemanan yang telah dibangun sejak lama. Mereka hanya peduli tentang apa kepentingan pribadinya bahkan jika kegiatan keagamaan pun, terdapat beberapa orang yang hanya ingin menampilkan kesan agamis kepada orang-orang. Perilaku atau perbuatan mereka inilah disebut Munafik. Sedangkan munafik disebut dengan orang yang nifaq.

Kebanyakan orang hanya lebih mengetahui mengenai arti munafik dibandingkan nifaq. Maka dari itulah, pada kali ini penulis akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan pengertian nifaq. Daftar Isi • 1 Pengertian Nifaq Adalah? • 2 Jenis-Jenis Nifaq • 3 Ciri-Ciri Nifaq (Munafik) Pengertian Nifaq Adalah? Secara bahasa, yang dimaksud dengan nifaq adalah ketidaksamaan antara lahir dan batin. Jika ketidaksamaan itu dalam hal keyakinan, hatinya kafir tetapi mulutnya mengatakan beriman, maka ia termasuk nifaq i’tiqadi.

Sedangkan secara istilah syara”, Nifaq adalah menutup kekufuran dan memperlihatkan keimanan. Secara umum, yang dimaksud dengan pengertian nifaq adalah perbuatan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakkan keimanannya dengan ucapan dan tindakan. Orang yang memiliki sifat nifaq disebut dengan munafik. Mengetahui munafik tidaklah susah seperti bersikap tidak menentu, susah diketahui kebenaran ucapannya, atau bisa dianalogikan bahwa munafik ini mirip mencari lombang tikus di padang pasir.

Sehingga bagi kalian umat Islam, perlu tahu cara-cara menghindari orang yang nifaq atau berbuat nifaq (munafik) sebab nifaq dapat memberikan dampak negatif. Pengertian Nifaq (Foto: Artikelsiana.com) Orang yang memiliki sifat nifaq yakni munafik sangat berbahaya karena menanamkan kepercayaan kepada orang lain hingga tertanam di hati orang tersebut.

Setelah kepercayaan itu kokoh, ia melancarkan siasat atau tipu dayanya dengan memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Perlu diketahui bahwa orang demikian adalah orang yang dipandang hina di sisi Allah Swt dan juga manusia. Demikian ini sebagai dijelaskan dalam firman Allah Swt dalam QS.

At-Taubah [9] ayat 67 yakni: الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik”. (QS. At-Taubah [9]: 67) Ada banyak contoh-contoh cerita nifaq yang nifaq adalah dalam kehidupan ini dan selalu saja ada orang-orang yang melakukan demikian. Baik itu disekolah, di tempat kerja dan di keluarga dekat pun orang yang nifaq pun ada.

Tidak sedikit cerita-cerita beberapa orang keluarga yang bertengkar dan melancarkan siasat untuk mencelakai keluarganya nifaq adalah memberikan dampak negatif bagi orang lain. Selain itu, tentang munafik atau orang yang nifaq juga dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 145, Allah SWT berfirman dosa orang munafik akan ditempatkan pada tingkatan neraka yang paling bawah dan orang tersebut tidak akan mendapatkan pertolongan.

Adapun bunyi ayatnya adalah: اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ Artinya: “Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi nifaq adalah.

(Q.S. An-Nisa ayat 145) Jenis-Jenis Nifaq Selain itu diketahui bahwa nifaq terbagi atas 2 yaitu nifaq besar dan nifaq kecil. Adapun yang dimaksud dengan nifaq besar dan nifaq kecil adalah: Jenis-Jenis Nifaq (Foto: Artikelsiana.com) • Nifaq Besar adalah Nifaq I‟tiqadi yang artinya pelakunya menampakan keislaman tetapi menyembunyikan kekufuran. Nifaq ini adalah orang yang diluar bertampang Islam, namun didalam hatinya hanya ingin mereka mengincar harta benda atau merusak dari dalam karena tidak mampu melawan kekuatan Islam.

Setiap zaman orang-orang seperti ini selalu ada. • Nifaq Kecil atau nifaq amali adalah melakukan perbuatan orang munafik tetapi tetap ada iman dalam hatinya. Pada dasarnya orang ini menjadi penghubung untuk orang nifaq besar. Apabila perbuatannya lebih banyak, maka bisa saja orang ini terjerumus ke nifaq sesungguhnya. Ciri-Ciri Nifaq (Munafik) Untuk menghindari orang yang nifaq (munafik) maka bagi setiap orang dibutuhkan pengetahuan untuk mengidentifikasi seperti nifaq adalah ciri-ciri orang nifaq (munafik) sekalipun mereka sangat sulit untuk diketahui.

Ciri-Ciri Nifaq (Foto: Artikelsiana.com) Dengan mengetahui ciri-ciri orang nifaq (munafik) maka setiap nifaq adalah bisa terhindar dari dampak negatif. Nifaq adalah ciri-ciri nifaq (munafik) adalah: • Berbuat kerusakan dimuka bumi • Membuat was-was (bimbang) dan selalu manis dalam bertutur kata • Menipu dan mengecoh • Mengejek dan nifaq adalah punya pendirian • Malas, Riya‟ dalam ibadah dan lalai berdzikir kepada Allah Swt • Tidak mensyukuri atas karunia panca indera • Selalu mengawasi dan mengintai orang beriman dan bersekongkol untuk menghantam jika ada kesempatan • Menghalangi dan menyimpang dari hukum Allah Swt dan Rasul-Nya dan tidak mau tunduk kepada syari‟at islam • Membenarkan perbuatannya yang keji, ketika terungkap dalam sumpah palsunya Demikianlah informasi dengan topik yang berjudul Jelaskan Pengertian Nifaq?

Ini Arti, Jenis & Ciri-Ciri Nifaq. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur
Nifaq i'tiqadi adalah suatu bentuk perbuatan yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah SWT, sedangkan dalam hatinya tidak ada keimanan sama sekali.

Semua tindakan yang dilakukan tanpa didasari keimanan di dalam hatinya. 2. Nifaq 'Amali Nifaq 'amali adalah kemunafikan berupa pengingkaran atas kebenaran dalam bentuk perbuatan.

Contoh dan Bentuk Perbuatan Munafik 1. Hanya berfikir jangka pendek yaitu kekayaan duniawi semata
Keempat puluh lima: NIFAQ ; DEFINISI DAN JENISNYA [1] Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A. Definisi Nifaq Nifaq (اَلنِّفَاقُ) berasal dari kata نَافَقَ-يُنَافِقُ-نِفَاقاً ومُنَافَقَةً yang diambil dari kata النَّافِقَاءُ (naafiqaa’). Nifaq secara bahasa (etimologi) berarti salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lobang yang satu, maka ia akan keluar dari lobang yang lain.

Dikatakan pula, ia berasal dari kata النَّفَقُ (nafaq) yaitu lobang tempat bersembunyi.[2] Nifaq menurut syara’ (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah memperingatkan dengan firman-Nya: إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq.” [At-Taubah: 67] Yaitu mereka adalah orang-orang yang keluar dari syari’at.

Menurut al-Hafizh Ibnu Katsir mereka adalah orang-orang yang keluar dari jalan kebenaran masuk ke jalan kesesatan. [3] Allah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelek dari orang-orang kafir. Allah berfirman: إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka.

Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” [An-Nisaa’: 145] Nifaq adalah Azza wa Jalla berfirman: إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka…” [An-Nisaa’: 142] Lihat juga Al-Qur-an surat al-Baqarah ayat 9-10.

B. Jenis Nifaq Nifaq ada dua jenis: Nifaq I’tiqadi dan Nifaq ‘Amali. Nifaq I’tiqadi (Keyakinan) Yaitu nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama dan dia berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencaci agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam.

Orang-orang munafiq jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti itu, mereka masuk ke dalam nifaq adalah Islam untuk melakukan tipu daya terhadap agama dan pemeluknya secara sembunyi-sembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama ummat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka.

Karena itu, seorang munafiq menampakkan keimanannya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Hari Akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya. Nifaq jenis ini ada empat macam, yaitu: Baca Juga Pengertian Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Pertama : Mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.

Kedua : Membenci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau membenci sebagian apa yang beliau bawa. Ketiga : Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam. Keempat : Tidak senang dengan kemenangan Islam. Nifaq ‘Amali (Perbuatan). Yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian.

Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقاً خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا، إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ.

“Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: 1) jika dipercaya ia berkhianat, 2) jika berbicara ia berdusta, 3) jika berjanji ia memungkiri, dan 4) jika bertengkar ia melewati batas.” [4] Terkadang pada diri seorang hamba terkumpul kebiasaan-kebiasaan baik dan kebiasaan-kebiasaan buruk, perbuatan iman dan perbuatan kufur dan nifaq.

Karena itu, ia mendapatkan pahala dan siksa sesuai konsekuensi dari apa yang ia lakukan, seperti malas dalam melakukan shalat berjama’ah di masjid. Ini adalah di antara sifat orang-orang munafik. Sifat nifaq adalah sesuatu yang buruk dan sangat berbahaya, sehingga para Sahabat Radhiyallahu anhum begitu sangat takutnya kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam nifaq. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata: “Aku bertemu dengan 30 Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka semua takut kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.” [5] Baca Juga Hukum Shalat Di Belakang Ahlul Bid’ah C.

Perbedaan antara Nifaq Besar dengan Nifaq Kecil 1. Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq adalah kecil tidak mengeluarkannya dari agama. 2. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam nifaq adalah perbuatan bukan dalam hal keyakinan.

3. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang Mukmin, sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang Mukmin. 4. Pada umumnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim.

Lain halnya dengan nifaq kecil, pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehingga Allah menerima taubatnya. [6] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ “Mereka tuli, bisu nifaq adalah buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).” [Al-Baqarah: 18] Juga firman-Nya: أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pe-lajaran?” [At-Taubah: 126] [Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M] _______ Footnote [1].

Pembahasan ini dinukil dari ‘Aqiidatut Tauhiid nifaq adalah. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan, dengan beberapa tambahan.

[2]. Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (V/98) oleh Ibnul Atsiir. [3]. Tafsir Ibnu Katsir (II/405), cet. Daarus Salaam. [4]. HR. Al-Bukhari (no. 34, 2459, 3178), Muslim (no. 58), Ibnu Hibban (no. 254-255), Abu Dawud (4688), at-Tirmidzi (2632), an-Nasa-i (VIII/116) dan Ahmad (II/189), dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu.

[5]. Fat-hul Baari (I/109-110). [6]. Lihat Majmuu’ Fataawaa (XXVIII/434-435) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan ‘Aqiidatut Tauhiid (hal. 88) oleh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan.Merdeka.com - Munāfiq atau Munafik (kata benda, dari bahasa Arab Munāfiqūn) adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama namun sebenarnya tidak mengakui dalam hatinya.

Munafik adalah orang yang nifaq. Nifaq secara bahasa berarti ketidaksamaan antara lahir dan batin. Jika ketidaksamaan itu dalam hal keyakinan, hatinya kafir tetapi mulutnya mengatakan beriman, maka ia termasuk nifaq i'tiqadi. An-Nifaq sekaliapun telah dikenal dalam bahasa Arab, namun sebagai sebuah istilah Islam dengan makna khusus tidak dikenal oleh bangsa Arab.

Karena istilah An-Nifaq muncul setelah Islam hadir dengan kekuatannya yang besar yang mengancam kekufuran dan kemusyrikan disekitarnya. Kata An-Nifaq dalam bahasa arab berasal dari akar kata nȃfaqa-yunȃfiqu-nifȃqan.

Kata ini diambil dari kata nafiqȃ yang berarti salah satu lubang tikus, jika dicari melalui satu lubang, maka tikus itu akan lari dan keluar melalui lubang yang lain. BACA JUGA: Video Viral, Seorang Perempuan Ngamuk Merebut Mikrofon Khatib saat Salat Jumat Bacaan Doa Robithoh Lengkap Latin dan Artinya Mengutip dari Jurnal Syahadah Universitas Islam Indragiri, berikut penjelasan selengkapnya mengenai apa itu nifaq dan bagaimana sejarah perkembangannya dalam agama Islam yang patut dipelajari. Pengertian Nifaq Kata An-Nifaq secara istilah syara‟ berarti menutup kekufuran dan memperlihatkan keimanan.

Dengan kata lain, orang yang munafik ucapannya berbeda dengan perbuatannya, lahirnya tidak sama dengan batinnya dan yang tampak darinya bertentangan dengan apa yang disembunyikannya dalam hati.

Dinamakan demikian karena dia masuk pada syara‟ dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah SWT memperingatkan dengan firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik”. (QS. At-Taubah [9]: 67). Kata nifaq adalah suatu term baru yang diperkenalkan oleh Al-Qur’an. Oleh karena itu, masyarakat Arab tidak mengetahui makna lain selain makna yang dimaksud oleh al-Qur’an itu sendiri.

BACA JUGA: Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal, Berikut Penjelasannya Niat Tahiyatul Masjid Lengkap dengan Tata Cara Sholat Sendirinya Sementara itu, menurut Quraish Shihab, kata munafiq terambil dari kata nafiqa’ yang bermakna sejenis lubang tikus, semacam terowongan yang memiliki dua lubang tempat ia keluar masuk.

nifaq adalah

Jika dikejar di sini ia keluar di sana, demikian pula sebaliknya. Jenis-Jenis Nifaq Terdapat dua jenis nifaq (kemunafikan), yakni nifaq Akbar yang disebut juga Nifaq I'tiqadi (keyakinan) dan Nifaq Amali (perbuatan). 1. Nifaq I'tiqadi (Keyakinan) Nifaq I'tiqadi adalah nifaq besar, dimana nifaq adalah menampakkan keislaman tetapi menyembunyikan kekufuran.

Jenis nifaq ini menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada di dalam kerak Neraka. BACA JUGA: Puasa Syawal Hukumnya Sunah, Ketahui Aturan Pelaksanaannya Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang? Begini Penjelasannya Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan seperti kekufuran ketiadaan iman, mengolok-olok agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam.

Dalam keadaan seperti itu, mereka masuk dalam agama Islam untuk melakukan tipu daya terhadap agama dan pemeluknya secara sembunyi-sembunyi juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Nifaq jenis ini ada empat macam: • Mendustakan Rasulullah SAW. atau mendustakan sebagian dari pada apa yang Beliau bawa. • Membenci Rasulullah SAW atau membenci sebagian apa yang Beliau bawa.

• Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam. • Tidak senang dengan kemenangan Islam. 2. Nifaq Amali (Perbuatan) Nifaq Amali adalah melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafik tetapi masih tetap ada iman di dalam hatinya. Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu, jika perbuatan nifaqnya banyak, maka bisa menjadi sebab terjerumusnya dia kedalam nifaq yang sesungguhnya. BACA JUGA: 50 Nama Bayi Perempuan yang Lahir Bulan Syawal, Inspiratif dan Penuh Makna Niat Sholat Istikharah untuk Menentukan Pilihan Jodoh, Berikut Tata Caranya Berdasarkan sabda Nabi SAW: “Dari Abdullah ibn 'Amr bahwa Nabi Saw bersabda: "Empat sifat yang barang siapa mengerjakannya, maka ia menjadi munafik tulen, dan barang siapa yang melakukan salah satu nifaq adalah empat sifat itu, maka di dalam dirinya terdapat sifat nifaq sehingga ia meninggalkannya, yaitu: (1) apabila dipercaya, ia berkhianat, (2) apabila berbicara, ia dusta, (3) apabila nifaq adalah, ia tidak menepati, dan (4) apabila bertengkar, ia curang (mau menang sendiri)." (H.R.

Bukhari, Muslim) Sejarah Kemunculan Nifaq Pada dasarnya Nifaq muncul bersamaan dengan kehadiran Rasulullah menyebarkan dakwah Islam di Mekah. Menurut Ibnu alQayyim al-Jauzi,1 nifaq sudah muncul ketika Nabi masih berada di Mekah. Fenomena murtad pada sebagian kaum muslimin akibat dari penindasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh kafir Quraisy menunjukkan bahwa murtad merupakan bagian dari kemunafikan. Hal ini disebabkan oleh lemahnya iman orang-orang yang menyatakan masuk Islam ketika itu.

Meskipun sudah ada gejala nifaq di Mekah, namun belum begitu kuat dan nyata, sebab jumlah umat Islam saat itu masih sedikit. Demikian juga dakwah Islam masih dalam kondisi lemah dan terbatas.

BACA JUGA: Golongan yang Wajib Membayar Fidyah, Muslim Wajib Tahu Niat Shalat Safar Beserta Tata Caranya, Amalan Sunnah Sebelum Perjalanan Setelah Nabi hijrah ke Madinah, dakwah Islam mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat signifikan.

Dengan semakin kuatnya fondasi Islam, maka semakin kuat pula tantangan yang dihadapinya dalam menyebarkan dakwah. Di Madinah, umat Islam tidak hanya berhadapan dengan orang-orang kafir yang terdiri atas Quraisy Mekah dan Ahli kitab, tetapi juga berhadapan dengan orang-orang yang menyatakan dirinya masuk Islam namun menyimpan sifat nifaq yang akan merongrong dakwah Islam dari dalam.

Sifat-Sifat Munafik Mengutip dari Musa Nasr Muhammad dalam Munafik menurut Al-Qur'an dan As Sunnah (2011), sifat-sifat munafik terdiri dari beberapa hal, yaitu: • Berbuat kerusakan dimuka bumi. Allah SWT berfirman: “Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”. (QS. Al-Baqarah [2]: 12).

• Membuat was-was (bimbang) dan selalu manis dalam bertutur nifaq adalah. Allah SWT berfirman: “Sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).

(QS. AlAn‟am nifaq adalah. • Menipu dan mengecoh. Allah SWT berfirman: “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS. Al-Baqarah [2]: 9). • Mengejek dan tidak punya pendirian. Allah SWT berfirman: “Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman".

dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok." (QS. Al-Baqarah [2]: 14). • Malas, Riya‟ dalam ibadah dan lalai berdzikir kepada Allah SWT. Hal ini menunjukkan lemahnya tekad dan cita-cita. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.

mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan nifaq adalah. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa‟ [4]: 142). • Tidak mensyukuri atas karunia panca indera. Allah SWT berfirman: “Mereka tuli, bisu dan buta, Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).” (QS.

Al Baqarah [2]: 18). • Meraka selalu mengawasi dan mengintai orang-orang beriman dan bersekongkol untuk menghantam mereka setiap kali ada kesempatan. Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) nifaq adalah akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah Kami (turut berperang) beserta kamu ?" dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah Kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS.

An Nisa‟ [4]: 141). • Menghalangi dan menyimpang hukum Allah Nifaq adalah dan Rasul-Nya dan tidak mau tunduk kepada syari‟at islam. Allah SWT berfirman: “Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.” (QS.

Al-Mujȃdalah [58]:16). • Membenarkan perbuatannya yang keji, ketika terungkap dalam sumpah palsunya. Mereka menyembunyikan niat buruknya dengan sumpahnya itu sebagai tameng. Perhatikanlah Firman Allah SWT: “Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” (QS.

An- Nisa‟ [4]: 62). • Memperhatikan penampilan luar dan mengabaikan isi. Mereka memperindah kata-kata namun tidak membaguskan amal. Keadaan mereka seperti akar yang kering di bumi yang tidak bermanfaat lalu roboh dan disandarkan ke dinding kemudia dilalaikan dan diluapkan. Allah SWT berfirman: “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum.

dan jika mereka berkata kamu mendengarkan Perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah nifaq adalah mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?.” (QS.

Al-Munȃfiqȗn [63]: 4). • Meraka gembira dan senang ketika orang-orang mukmin tertimpa musibah dan sedih ketika orang-orang mukmin mendapatkan kemenangan nifaq adalah kebaikan.

Allah SWT berfirman: "Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya Kami sebelumnya telah memperhatikan urusan Kami (tidak pergi perang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.” (QS. At-Taubah [9]: 50).

• Mencari ridha manusia sekalipun dibenci oleh Allah Swt. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT: “Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. tetapi jika Sekiranya kamu ridha kepada mereka, Sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.” (QS. At-Taubah [9]: 96). • Mengejek orang beriman dengan mata dan isyarat serta mengolok-olok mereka. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: “(orang-orang munafik itu) Yaitu orang-orang yang mencela orangorang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orangorang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, Maka orang-orang munafik itu menghina mereka.

Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.” (QS. At-Taubah [9]: 79). • Melemahkan semangat orang beriman untuk perang, menyebar fitnah dan membuat kerusakan, sehingga Allah SWT tidak menyukai langkah mereka dan Allah SWT menetapkan kepada mereka untuk duduk bertopang dagu bersama kaum wanita dan anak-anak. Allah SWT berfirman: “Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Allah melemahkan keinginan mereka.

nifaq adalah

dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu." jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari nifaq adalah belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang Amat suka mendengarkan Perkataan mereka. dan Allah mengetahui orangorang yang zalim.” (QS.

At-Taubah [9]: 46-47). • Mengutamakan dunia atas akhirat dan mementingkan kesenangan yang fana dari pada nifaq adalah abadi. Mereka bersegera mengambil ghanimah (harta rampasan perang) kalau sedang nifaq adalah, padahal mereka tidak ikut berjuang menghadapi musuh Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu Keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu Amat jauh terasa oleh mereka.

mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau Kami sanggup tentulah Kami berangkat bersama-samamu." mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya mereka benarbenar orang-orang yang berdusta.” (QS.

At-Taubah [9]: 42). Pada hakikatnya dari semua sifat Nifaq (munafik), intinya adalah mereka sedang menunggu kesempatan yang baik untuk menipu sesamanya dan mengeruk keuntungan material bagi kepentingan diri sendiri. 1 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 2 Cantik dan Menggemaskan Salima Anak Wishnutama & Gista Putri Liburan di Luar Negeri 3 Cantik Klasik Khas Sageuk, 10 Aktris Korea Ini Jadi Sering Main Drama Sejarah 4 Nekat Berenang saat Ombak Tinggi, Tiga Wisatawan Tewas Tenggelam di Pantai Sukabumi 5 Potret Carissa Putri Bersama 2 Putranya yang Ganteng-ganteng Banget Liburan ke Bali Selengkapnya
MENU • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Geografi • Sosiologi • Sejarah • Bahasa • Bahasa Indonesia nifaq adalah Bahasa Inggris • Matematika • Pkn • Kejuruan • Akuntansi • Komputer • Teknik Gambar Bangun • S1 • Akuntansi • Hukum • Kesenian • Bisnis • Manajemen • Sistem Informasi • Kesehatan • Contac Us • About Us • Privacy Policy • Terms Of Service • Sitemap • Disclaimer • Dalam artikel ini akan membahas tentang apa pengertian nifaq, nifaq menurut ulama, jenis dan ciri-cirinya, serta contoh nifaq.

Orang yang sangat dibenci oleh Allah SWT salah satunya ialah orang yang nifaq, yaitu orang yang selalu memperlihatkan keimanannya pada orang lain, tapi sesungguhnya berkhianat atau berdusta pada hatinya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. Pengertian Nifaq Nifaq dalam bahasa diartikan sebagai ketidaksamaan antara lahir dengan batin.

Ketika ada ketidaksamaan dalam hal keyakinan, artinya hatinya kafir akan tetapi lisannya mengatakan bahwa dia beriman. Dalam istilah kata An-Nifaq artinya yaitu menutupi kekufuran dan memperlihatkan keimanan. Dalam arti lain adalah, orang munafik itu berucap dengan perkataan berbeda atau tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. An-Nifaq juga dikenal dalam bahasa arab dengan istilah nafaqa-yunafiqu-nifaqan, kata tersebut diambil dari kata nafiqa yang artinya adalah salah satu lubang tikus, apabila dicari melalui salah satu lubang, maka tikus tersebut akan nifaq adalah dan keluar melalui lubang yang berbeda.

Dari pengertian di atas dapat diartikan juga al-nifa’q, yaitu pengakuan yang berbeda dengan lidah dan pengingkaran dengan hati. Al-Ra’gib Al-Asfaha’ni’ mengartikan bahwa nifaq adalah, ketika seseorang masuk ke dalam syariat dari satu pintu kemudian ketika keluar dia melalui pintu yang lain. Makna sederhananya dikemukakan oleh Al-Tabataba’i’, bahwa nifaq secara lisan menyatakan dengan iman, tetapi hatinya menyatakan dengan keingkaran.

Sedangkan kata nafaq dapat diartikan jalan yang tembus yang memungkinkan untuk dilewati keluar. Dalam makna yang lain yaitu lubang yang dibuat oleh sejenis tikus untuk mengelabuhi siapa saja orang-orang yang akan menangkapnya.

Baca Juga: Pembahasan lengkap Zakat Fitrah dan Caranya Ketika seorang berharap tikus akan keluar pada lubang yang digunakan untuk masuk, akan tetapi kenyataanya tidak.

Bahwa tikus akan keluar melalui lubang yang lain, lubang yang dia buat sebelumnya. Begitulah gambaran seseorang yang nifaq, ia mengeluarkan berbagai dalih untuk mengindari dari berbagai ancaman yang dapat membahayakannya. Seseorang yang mempunyai sifat yang nifaq disebut juga dia orang yang munafik. Orang yang munafik sering bersikap tidak menentu, dan susah untuk di percayai tentang kebenaran terkait apa yang dia ucapkan.

Dari beberapa makna di atas maka dapat diambil dua makna pokok, yaitu nifaq merupakan suatu sikap untuk menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya, karena dia tidak ingin orang lain mengetahui tentang sesuatu hal. Sehingga dia akan menampakkan sesuatu yang nifaq adalah benar atau tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya.

Nifaq Menurut Ulama Beberapa ahli ulama menyatakan tentang nifaq: Ibnu Al-A’rabi Menurut Ibnu Al-A’rabi mengatakan bahwa tikus membuat lubang kemudian menutup pintu lubangnya dengan tanah. Tanah yang digunakan untuk menutupi lubang tersebut dinamakan dengan Daama. Lalu ketika tikus menggali lubang yang lain itu dinamakan Naafiqa. Muhammad Musa Nasr Kemudian menurut Muhammad Musa Nasr, beliau mengatakan bahwa, beberapa ulama berpendapat kata An-Nifaq yaitu berasal dari An-Nafaq, artinya adalah sebuah jalan yang berada di dalam bumi untuk menuju tempat yang lain.

Sedangkan nafaqah yaitu artinya lubang biawak dan tikus. Apabila ia didatangi dari pintu lubang maka ia akan segera menyerang dengan kepalanya.

Begitulah gambaran orang munafik, mempunyai karakter yang menipu, memperlihatkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya. Jenis-Jenis Nifaq Nifaq dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu nifaq I’tiqadi (keyakinan) dan juga nifaq ‘Amali (perbuatan). Nifaq I’tiqadi (keyakinan) Loading. Adalah jenis nifaq yang besar, yaitu saat melakukan sesuatu dia menampakan keislaman pada dirinya terhadap orang lain, akan tetapi juga menyembunyikan sebuah kekufuran. Nifaq I’tiqadi menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada dalam neraka.

Dan Allah memberikan sifat orang tersebut dengan berbagai kejahatan seperti mengolok-olok agama dan juga pemeluknya, serta cenderung memihak musuh-musuh dalam islam dengan bergabung di dalamnya, kemudian ikut memusuhi islam.

Orang yang seperti ini masuk islam hanya nifaq adalah ingin melakukan tipu daya secara sembunyi-sembunyi, agar tidak diketahui para ummat islam. Orang semacam ini merupakan orang yang munafik, di mana dia menampakkan keimanannya kepada Allah SWT, akan tetapi di dalam hatinya menyimpan kekufuran yaitu hanya berpura-pura. Dalam nifaq I’tiqadi dibagi lagi menjadi empat macam, yaitu: mendustakan Rasul artinya mendustakan apa yang Rasulullah bawa dan sampaikan, membenci Rasulullah dan membenci apa yang dibawanya, merasa sangat bahagia apabila terjadi kemunduran pada agama islam, dan sangat nifaq adalah dengan adanya kemenangan islam.

Nifaq ‘amali (perbuatan) Yaitu seseorang yang mempunyai sifat munafik akan tetapi di dalam hatinya masih terdapat keimanan, nifaq jenis ini tidak mengeluarkan dia dari agama, akan tetapi pelakunya berada dalam iman bercampur dengan nifaq. Namun apabila perbuatan nifaq tersebut banyak, maka tak menutup kemungkinan untuk terjerumus dalam nifaq yang sesungguhnya.

Dalam diri manusia kadang terkumpul kebiasaan-kebiasaan yang baik dan kebiasaan-kebiasaan yang buruk, yang artinya terdapat kebiasaan iman dan kebiasaan nifaq dan kufur. Dari kebiasaan-kebiasaan tersebut mereka akan mendapat pahala dan konsekuensi dosa dari setiap apa yang dilakukannya. Ciri-Ciri Nifaq ciri-ciri nifaq Apa saja ciri-ciri nifaq?

Berikut ini di antaranya: Tidak amanah Sikap yang mendustai dirinya sendiri agar orang lain dapat menerimanya dan menghargainya, sikap yang dilakukan yaitu dengan niat ingin nifaq adalah orang lain, tapi sebenarnya yang dia lakukan yaitu sedang mendustai dirinya sendiri.

Gemar menyebar fitnah Dalam analisis kejiwaan menyatakan bahwa orang yang nifaq saling berkonspirasi dengan tabiatnya sendiri. Ia bertindak dalam kegelapan, dengan perkataanya yang dapat menimbulkan atau menyebakan suatu hal kebohongan, dengan menggunakan berbagai pendekatan yang tersembunyi, terselubung, dan terorganisir. Tentunya hal itu dia lakukan dengan menunggu waktu atau situasi yang tepat untuk menyebarkan hal kebongan tersebut. Supaya apa yang dia lakukan dapat dipercayai dan nifaq adalah oleh orang lain.

Kemunafikan Kemunafikan yang paling sering dilakukan yaitu sifat “cari muka”, dalam arti yaitu dengan cara mendekati orang-orang yang memiliki kekuasaan. Ia berusaha untuk membuat orang-orang tersebut gembira, misalnya saja dengan banyak memuji, dan bersikap baik dengan tujuan bahwa orang munafik ini mengharapkan sebuah imbalan yang dapat menguntungkan dirinya sendiri.

Contoh Nifaq Contoh nifaq I’tiqadi atau nifaq besar yaitu ketika seseorang mendustakan Rasulullah dan apa yang dibawa oleh sang Rasul, ketika berucap dia beriman akan tetapi dalam hatinya telah berdusta atau kafir, membenci hukum Allah SWT, dan selalu mencari cara untuk melakukan tipu daya agar bisa menjatuhkan kaum islam, serta gemar memprovokasi ummat islam dengan berbagai cara untuk menurunkan semangat juang.

Sedangkan contoh nifaq Amali atau perbuatan yaitu ketika berjanji dia gemar mengingkari dan berkhianat, bersifat sombong dan suka menyombongkan diri, bangga dengan dosa yang diperbuat, nifaq adalah seseorang yang berorientasi pada hal duniawi, memiliki sifat riya misalnya dia beribadah hanya sekedar ikut-ikutan, yang dilakukannya ketika sedang bersama orang-orang dia beribadah dengan rajin apabila ketika sedang sendiri dia malas, beribadah dengan tekun tapi niatnya hanya ingin dipuji.

Definisi Dan Macam Macam Nifaq - Ustadz Hamzah Saifullah




2022 www.videocon.com