Gaji tentara indonesia per bulan

gaji tentara indonesia per bulan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Kupang hingga kini, nasibnya belum bisa diproses lebih lanjut atau belum bisa bertugas kembali karena masih terkendala anggaran untuk pembayaran gaji. Informasi demikian disampaikan, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe merinci, pada gelombang pertama PPPK berjumlah 212 dan gelombang kedua ada 214 orang.

Secara keseluruhan, totalnya ada 426 orang. Ade Manafe menjelaskan, PPPK pada gelombang pertama sejauh ini telah melakukan pemberkasan. Untuk gelombang kedua sedang dalam proses.

Dia menyebut anggaran anggaran akan diusulkan dan dan ditetapkan pada perubahan anggaran tahun 2022. Baca juga: Tentara dan Warga Sipil Bertahan di Bunker, Jet Tempur Rusia Bombardir Gaji tentara indonesia per bulan Baja Azovstal "Jadi kenapa sampai saat ini belum ada pengangkatan, karena anggaran untuk pembayaran gaji mereka akan diusulkan dan ditetapkan pada Persidangan Anggaran Perubahan Tahun 2022 nanti," kata dia kepada wartawan, Rabu 20 April 2022 kemarin.

Menurutnya, persidangan perubahan anggaran Tahun 2022 akan dilakukan pada Bulan September atau Oktober mendatang. Pada persidangan anggaran murni Tahun 2022, tidak dianggarkan untuk membayar gaji tenaga PPPK ini, sehingga ditunda sampai pembahasan sidang anggaran perubahan Tahun 2022. "Jadi mereka tidak masuk untuk bekerja karena belum ada pengangkatan, sementara bagi mereka yang selama ini bekerja atau honor di sekolah tertentu maka diizinkan untuk tetap bekerja sebagai honor sampai ada pengangkatan," ujarnya.

Baca juga: Bikin Takjub Kemegahan Stadion Baru DKI Jakarta dan Sensasi JIS Tampung 82 Ribu Penonton Dia beralasan, gaji PPPK dibahas dalam anggaran murni 2022 karena surat dari Kementerian Keuangan baru diterima oleh Pemerintah Kota Kupang pada bulan Desember 2021. Sedangkan, pembahasan anggaran murni Tahun 2022 telah selesai dilakukan pada bulan November 2021atau sudah ditetapkan, segala kebijakan yang diambil adalah penundaan pengangkatan.

Masalah ini bukan hanya terjadi di Kota Kupang tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia, pada prinsipnya pemerintah daerah akan tetap mengangkat tenaga P3K yang telah dinyatakan lulus, menunggu anggaran untuk pengangkatan dan gaji mereka tersedia. Untuk anggaran, kata Ade, anggaran PPPK khusus di Kota Kupang besaran gajinya membutuhkan anggaran sebesar Rp 17 Miliar, yang telah dimasukkan oleh kementerian keuangan di dalam Dana Alokasi Umum (DAU), sehingga akan ditetapkan pada persidangan anggaran perubahan Tahun 2022 nanti.

Baca juga: Liga 1: Gelandang Muda Persib Bandung Ini Banyak Belajar Saat Pemusatan Latihan Timnas U-19 "Sementara untuk tunjangan tenaga P3K ini akan ditanggung oleh pemerintah daerah," tambahnya. Besaran gaji tenaga PPPK, per-orangnya sebesar Rp 2.900.000. Hal ini juga telah disampaikan oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat melakukan rapat dengar pendapat dengan komisi X DPR RI.

"Kita juga sudah bersurat ke Menpan RB, BAKN gaji tentara indonesia per bulan penundaan pengangkatan tenaga P3K. Prinsipnya kita tetap melakukan pengangkatan setelah adanya anggaran untuk pembayaran gaji," jelas dia (*) Berita Kota Kupang Hari Ini JawaPos.com- Komisi B DPRD Sidoarjo memanggil Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) dan Dinas Perhubungan Sidoarjo terkait percepatan pelaksanaan layanan parkir oleh PT ISS-KSO.

Sebab, sampai saat ini penandatanganan kerja sama antara dishub dan PT ISS tak kunjung dilakukan. Padahal, targetnya bulan ini sudah berjalan layanan parkir oleh pihak ketiga.

Dalam hearing kemarin, Ketua TKKSD sekaligus Plt Sekda Sidoarjo Andjar Surjadianto menyebut, sampai saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah rekomendasi BPK dikantongi, perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkab Sidoarjo dan pihak ketiga baru bisa dilakukan. ”Kami sudah ke BPK, minta rekomendasi, sampai saat ini kami masih menunggu rekomendasi tersebut,’’ ujar Andjar di hadapan legislator komisi B.

Dia menegaskan, pihaknya punya keinginan yang sama dengan komisi B. Yakni, PKS segera dilakukan dan layanan parkir oleh pihak ketiga bisa secepatnya berjalan. Baca juga: Desa di Sidoarjo Ini Dicanangkan sebagai Kampung Budi Daya Rumput Laut Selain meminta percepatan PKS, komisi B juga meminta layanan parkir saat ini ditangani Dishub Sidoarjo dengan serius.

Meskipun, PKS belum dilakukan. ”Sementara ini dishub harus tetap menangani parkir agar pendapatan tidak hilang,’’ pinta Ketua Komisi B Bambang Pujianto. Sejak April ini dishub sudah tidak menggaji 200 juru parkir. Biasanya, mereka mengeluarkan gaji per gaji tentara indonesia per bulan Rp 2,5 gaji tentara indonesia per bulan. Alasannya, rencana awalnya, April ini layanan parkir sudah ditangani pihak ketiga.

Kenyataan di lapangan, juru parkir tetap bertugas. Artinya, jukir tetap menarik uang retribusi parkir, tapi tidak masuk ke kas daerah. ”Bagaimanapun caranya, jukir harus dipekerjakan kembali sambil menunggu PKS tuntas,’’ pintanya. Jika sudah tidak dianggarkan untuk pembayaran jukir, bisa dipakai perubahan anggaran keuangan (PAK) pada akhir tahun mendatang.

Sebab jika tidak ditangani, pendapatan ke pemkab tidak jelas.
• Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Pangcah • Aragonés • Ænglisc • العربية • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • বাংলা • བོད་ཡིག • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • Eʋegbe • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Frysk • Gaeilge • Gagauz • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Bahasa Hulontalo • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Gĩkũyũ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Лезги • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pangasinan • Kapampangan • Papiamentu • Picard • पालि • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • SiSwati • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Seediq • Xitsonga • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Twi • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Gaji tentara indonesia per bulan • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Penyuntingan Artikel oleh pengguna baru atau anonim untuk saat ini tidak diizinkan.

Lihat kebijakan pelindungan dan log pelindungan untuk informasi selengkapnya. Jika Anda tidak dapat menyunting Artikel ini dan Anda ingin melakukannya, Anda dapat memohon permintaan penyuntingan, diskusikan perubahan yang ingin dilakukan di halaman pembicaraan, memohon untuk melepaskan pelindungan, masuk, atau buatlah sebuah akun.

- Per kapita $4.691 [12] ( ke-116) Gini ( 2021) ▲ 37,3 [13] sedang IPM (2021) 0,722 [14] [15] tinggi · ke-107 Mata uang Rupiah (Rp) ( IDR) Zona waktu beragam ( UTC +7 sampai +9) Format tanggal DD/MM/YYYY Lajur kemudi kiri Kode telepon +62 Kode ISO 3166 ID Ranah Internet .id Indonesia ( pengucapan bahasa Indonesia: [in.ˈdo.nɛ.sja]), dengan nama resmi Republik Indonesia ( RI) atau lengkapnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), adalah sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Oseania, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Indonesia merupakan negara terbesar ke-14 sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia,Mengalahkan Filipina Dan Jepang dengan luas wilayah sebesar 1.904.569 km 2, [8] serta negara dengan pulau terbanyak keenam di dunia, dengan jumlah gaji tentara indonesia per bulan pulau. [16] Nama alternatif yang umum dipakai untuk merujuk pada "Kepulauan Indonesia" tersebut adalah Nusantara. [17] Selain itu, Indonesia juga menjadi negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia dengan populasi mencapai 270.203.917 jiwa pada tahun 2020, [18] serta negara berpenduduk Muslim terbanyak dan terbesar di dunia, dengan penganut lebih dari 230 juta jiwa.

[19] [20] Indonesia adalah salah satu negara multiras, multietnik, dan multikultural di dunia, seperti halnya Amerika Serikat. [21] Indonesia berbatasan dengan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, Benua Australia, dan Oseania. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan dan Pulau Sebatik, dengan Papua Nugini di Pulau Papua, dan dengan Timor Leste di Pulau Timor.

Negara tetangga yang hanya berbatasan laut dengan Indonesia adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India. Indonesia adalah negara gaji tentara indonesia per bulan dengan bentuk pemerintahan republik berdasarkan konstitusi Indonesia yang sah, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). [22] Berdasarkan UUD 1945 pula, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.

Ibu kota negara Indonesia saat ini ialah Jakarta, lengkapnya Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemindahan ibu kota telah diusulkan oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2019. Pada tanggal 18 Januari 2022, pemerintah menetapkan Ibu Kota Nusantara, yang menempati wilayah Penajam Paser Utara, untuk menggantikan Jakarta sebagai ibu kota negara. [23] Hingga saat ini, proses peralihan ibu kota masih sementara berlangsung Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa pendatang.

Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting sejak abad ke-7, yaitu sejak berdirinya Kedatuan Sriwijaya, sebuah kemaharajaan Hindu– Buddha yang berpusat di Palembang.

Negara Sriwijaya ini menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan bangsa Tionghoa, India, dan juga Arab. Agama dan kebudayaan Hindu– Buddha tumbuh, berkembang, dan berasimilasi di wilayah Kepulauan Indonesia pada awal abad ke-4 hingga abad ke-13 M.

Setelah itu, para pedagang dan ulama dari Jazirah Arab yang membawa agama dan kebudayaan Islam sekitar abad ke-8 hingga abad ke-16. Pada akhir abad ke-15, bangsa Eropa datang ke Kepulauan Indonesia dan saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra.

Setelah berada di bawah penjajahan Belanda untuk selebih-lebihnya hampir 3 abad, Indonesia, yang saat itu bernama Hindia Belanda, menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945. Selanjutnya, Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari bencana alam, praktik korupsi yang masif, konflik sosial, gerakan separatisme, proses demokratisasi, dan periode pembangunan, perubahan dan perkembangan sosial– ekonomi– politik, serta modernisasi yang pesat.

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Mongoloid Selatan/ Austronesia dan Melanesia di mana bangsa Austronesia yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat.

Dengan suku Jawa dan gaji tentara indonesia per bulan Sunda membentuk kelompok suku bangsa terbesar dengan populasi mencapai 57% dari seluruh penduduk Indonesia.

[24] Semboyan nasional Indonesia, " Bhinneka Tunggal Ika" (Berbeda-beda namun tetap satu), bermakna keberagaman sosial-budaya yang membentuk satu kesatuan/negara. Selain memiliki populasi penduduk yang padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia adalah anggota dari Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966. Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga negara anggota dari organisasi ASEAN, KAA, APEC, OKI, G-20 dan sebentar lagi akan menjadi anggota OECD.

Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 2.1 Periode prasejarah • 2.2 Periode klasik • 2.3 Periode pertengahan • 2.4 Kolonialisme • 2.5 Kemerdekaan Indonesia • 3 Geografi • 3.1 Iklim • 3.2 Geologi • 3.3 Lingkungan hidup • 4 Politik dan pemerintahan • 4.1 Sistem pemerintahan • 4.2 Hubungan luar negeri • 4.3 Militer • 4.4 Pembagian administratif • 5 Ekonomi • 5.1 Peringkat internasional • 6 Demografi • 6.1 Kependudukan • 6.2 Suku bangsa • gaji tentara indonesia per bulan Bahasa • 6.4 Agama • 6.5 Pendidikan dan kesehatan • 6.6 Indeks Pembangunan Manusia • 7 Budaya • 7.1 Pertunjukan • 7.2 Busana • 7.3 Arsitektur • 7.4 Olahraga • 7.5 Seni musik • 7.6 Kuliner • 7.7 Perfilman • 7.8 Kesusastraan • 7.9 Kebebasan pers dan media publik • 8 Lihat pula • 9 Catatan • 10 Referensi • 11 Kepustakaan • 12 Pranala luar Etimologi Lihat pula: Sejarah nama Indonesia Kata "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Indus yang merujuk kepada sungai Indus di India dan nesos yang berarti "pulau".

[25] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah "kepulauan India", atau kepulauan yang berada di wilayah Hindia; ini merujuk kepada persamaan antara dua bangsa tersebut (India dan Indonesia). [26] Pada tahun 1850, George Windsor Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".

[27] Murid Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. [28] [29] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu ( Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda ( Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia ( Indië); Timur ( de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859) yang ditulis oleh Multatuli mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).

[17] Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. [17] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.

gaji tentara indonesia per bulan

{INSERTKEYS} [26] Sejarah Artikel utama: Sejarah Indonesia dan Sejarah Nusantara Sejarah Indonesia terdiri dari banyak tahapan/periode. Secara garis besar, sejarah Indonesia terdiri dari periode prasejarah, periode kuno/klasik, periode pertengahan, periode kolonialisme, periode awal kemerdekaan, dan periode modern.

Periode prasejarah Fosil-fosil manusia purba seperti Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki " Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.

Namun kebenaran tentang hal ini banyak diperdebatkan. [30] Hingga tahun 75000 Sebelum Masehi, daratan Nusantara bagian barat (kira-kira kepulauan sebelah barat termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sekarang) masih menyatu dengan daratan utama Asia. Pada abad ini pula terjadi erupsi Gunung Toba, yang disebut-sebut sebagai salah satu letusan gunung api terbesar sepanjang sejarah yang menyebabkan perubahan iklim yang dikatakan hampir memusnahkan populasi manusia modern saat itu.

Umat manusia sendiri sebenarnya belum sampai ke Sumatra, gelombang migrasi dari Afrika ikut terhenti untuk sementara akibat erupsi ini. Gunung Toba kemudian tenggelam dan kalderanya membentuk sebuah danau besar dengan nama yang sama. Sekitar 25000 SM, gelombang migrasi pertama manusia modern sampai di dataran Nusantara.

Peradaban awal dan kebudayaan awal mulai terbentuk saat zaman Holosen (10.000 tahun Sebelum Masehi) menandai berakhirnya zaman es dan dataran ini mulai terpisah dari daratan utama Asia lalu terpecah hingga membentuk kepulauan Nusantara seperti sekarang. Sejak saat itu, bangsa Melanesia yang merupakan bangsa manusia modern pertama di Nusantara membentuk kebudayaan-kebudayaan awal. Kedatangan bangsa Austronesia dari daratan Taiwan yang mulai tiba di Nusantara sekitar 2000 tahun SM menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan, meskipun ada sebagian yang berasimilasi/akulturasi dengan pendatang tersebut.

[31] Dengan kondisi tanah vulkanis yang subur, melimpahnya keanekaragaman hayati, ditambah dengan kemampuan bercocok tanam yang dimiliki manusia saat itu menyebabkan kegiatan pertanian dan pemukiman mulai terbentuk dan berkembang pesat.

[32] Peradaban-peradaban maju seperti Proto-Melayu dan Deutro-Melayu mulai berkembang pada abad ini. Periode klasik Kerajaan-kerajaan kecil mulai bermunculan sejak awal abad Masehi. Kerajaan Kandis diduga adalah kerajaan tertua yang berada di pulau Sumatra, kira-kira di daerah Riau sekarang. Namun, keberadaan kerajaan Kandis tidak meninggalkan bukti artefak, dan belum dikorfirmasikan oleh para ahli sejarah.

Di Pulau Jawa, berdiri kerajaan Salakanegara, kerajaan Hindu pertama di Nusantara yang terletak di daerah sekitar Cianjur, Jawa Barat, yang diduga mulai berdiri pada tahun 130 Masehi, kemudian berkembang menjadi kerajaan Tarumanegara pada tahun 358 Masehi.

Keberadaan kerajaan Salakanegara juga masih diperdebatkan di kalangan ahli. Sesuai bukti-bukti yang telah diakui para ahli, dua kerajaan tertua adalah Kerajaan Kutai dan kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 Masehi.

Kutai berdiri di Kalimantan Timur, diikuti berdirinya dua kerajaan lain di Kalimantan Selatan, yaitu kerajaan Tanjungpuri dan kerajaan Nan Sarunai pada tahun 525 M. Tarumanegara berdiri di wilayah Barat pulau Jawa. Kerajaan-kerajaan penting lainnya di Sumatra adalah kerajaan Melayu Kuno atau kerajaan Jambi Kuno. Di Sulawesi juga berdiri kerajaan-kerajaan kecil, di antaranya kerajaan Luwu di Sulawesi Tengah pada tahun 900 Masehi. Kerajaan-kerajaan awal lainnya adalah kerajaan Siang di Sulawesi Selatan dan kerajaan Suwawa di daerah Gorontalo.

Pada abad ke-7 Masehi, berdiri Kerajaan Hindu-Buddha Sriwijaya di Sumatra Selatan yang kemudian berkembang menjadi kemaharajaan terbesar dengan masa berdiri terlama di Asia Tenggara hingga awal abad ke-11.

Kerajaan ini menguasai sebagian besar Sumatra, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga pantai barat dan barat daya Kalimantan. [33] Kerajaan ini juga mengendalikan aktivitas pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan maritim utama antara India dengan Tiongkok.

Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sejak saat itu, sejarah Indonesia juga banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa lain hingga masa-masa berikutnya. Periode pertengahan Pada masa kerajaan Sriwijaya, Dinasti Hindu- Buddha Sanjaya dan Syailendra dari kerajaan Sriwijaya juga mendirikan kerajaan-kerajaan perintis di pulau Jawa bagian tengah.

Kerajaan-kerajaan ini kemudian berkembang menjadi kerajaan-kerajaan besar, yang terdiri dari kerajaan Panjalu/Daha/Kediri (1045–1222), kerajaan Tumapel/Singosari (1222–1292), hingga kerajaan Majapahit (1293–1527).

Kerajaan Majapahit selanjutnya berkembang menjadi kemaharajaan terbesar di Nusantara dengan wilayah kekuasaan yang luas meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, semenanjung Malaya, pesisir dan dataran rendah Kalimantan, ujung selatan dan timur Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga ujung barat Papua.

Setelah Majapahit runtuh, kerajaan-kerajaan Islam mulai berkembang pesat di Indonesia. [34] Islam sebenarnya sudah memasuki Indonesia pada abad ke-7 Masehi, namun penyebarannya belum signifikan seperti hanya yang terjadi pada abad ke-15 hingga ke-16.

Agama Islam memasuki Indonesia pertama kali melalui para pedagang dan ulama Arab, dan selanjutnya melalui pedagang Persia dan India (Gujarat). Para pedagang dan pelaut dari Tiongkok beragama muslim di bawah pimpinan Laksamana Cheng Ho juga ikut serta dalam menyebarkan Islam di Indonesia.

[35] Kerajaan Islam pertama (atau disebut kesultanan) yang diketahui adalah Kerajaan Jeumpa yang berdiri di Aceh pada tahun 777 Masehi. Kesultanan ini terletak di daerah pantai utara di sebelah timur Banda Aceh sekarang. Kesultanan-kesultanan lain yang juga mulai berdiri di Aceh yaitu kesultanan Perlak ( 840–1292) dan kesultanan Lamuri ( 851–1514). Sejak saat itu, Islam mulai memengaruhi kebudayaan Aceh dan daerah Nusantara lainnya pada masa-masa selanjutnya.

[ butuh rujukan] Di Semenanjung Malaya berdiri kesultanan Malaka pada tahun 1405 Masehi. Kesultanan ini kemudian memperluas wilayahnya hingga pesisir Riau. Kesultanan-kesultanan lain di Sumatra juga mulai berdiri dan berkembang seperti kesultanan Samudera Pasai (1267–1521), Kesultanan Pagaruyung (1347–1825), kesultanan Aceh (1507–1903), kesultanan Jambi (1615–1903), dan kesultanan Siak (1723–1945). Kesultanan Aceh adalah kesultanan terkuat di Sumatra.

Kesultanan ini berdiri selama 4 abad dan sempat menguasai seluruh Sumatra bagian utara dan tengah (kecuali tanah Batak) dan semenanjung Malaya.

Bahkan Penjajah Belanda sampai kewalahan menghadapi kesultanan ini. Kesultanan pertama di pulau Jawa adalah kesultanan Demak yang berdiri tahun 1475 Masehi. Namun apakah benar bahwa kesultanan Demak adalah kesultanan pertama di Jawa sampai saat ini masih diperdebatkan. Ada yang menyebut bahwa kesultanan pertama di Jawa adalah kerajaan Lumajang, yang berdiri di daerah Lumajang, Jawa Timur pada tahun 1295 Masehi. Dikatakan pula bahwa kerajaan Lumajang waktu itu sudah mengadopsi Islam.

Kerajaan Demak sendiri pada masanya meliputi wilayah seluruh Jawa (kecuali Banten selatan yang merupakan pusat kerajaan Pajajaran yang beragama Hindu), Madura, Sumatra (Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Bangka-Belitung), dan pesisir Kalimantan (kecuali pesisir utara yang dikuasai kesultanan Brunei). Setelah kesultanan Demak, beberapa kesultanan yang berdiri di pulau Jawa yaitu Kerajaan Djipang (1470–1554) kesultanan Banten (1526–1813), kerajaan Pajang (1560–1585), dan kesultanan Mataram (1588–1755).

[36] Di Kalimantan, terdapat dua kesultanan besar yang mulai berdiri pada abad ke-14 dan abad ke-16, yaitu Kesultanan Banjar di pesisir selatan dan kesultanan Brunei di pesisir utara. Kesultanan Banjar sendiri sebelumnya menjadi bawahan kesultanan Demak, dan selama menjadi bawahan Demak pula, kesultanan ini memperluas wilayah pemerintahannya hingga mencakup seluruh pesisir Kalimantan, kecuali pesisir utara yang di bawah pemerintahan Brunei.

Sekitar tahun 1569 hingga 1800-an, kesultanan Banjar terpecah menjadi beberapa kesultanan yang independen. Kesultanan-kesultanan tersebut di antaranya adalah kesultanan Sambas (1671–1950), kesultanan Kutai Kartanegara (1300 — sekarang), kesultanan Landak (1472 – Sekarang), dan kesultanan Bulungan (1731–1964).

[36] Di Sulawesi dan Maluku, terdapat tiga kesultanan besar, yaitu kesultanan Luwu di Sulawesi Selatan, serta kesultanan Ternate dan Tidore di Maluku Utara.

Wilayah kesultanan Gowa mencakup Sulawesi bagian selatan dan tengah, sedangkan Sulawesi bagian utara dan timur waktu itu di bawah kesultanan Ternate. Kesultanan Gowa juga meliputi wilayah pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Kesultanan Ternate sempat memiliki wilayah yang luas meliputi kepulauan Maluku Selatan, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi, Maluku Selatan dan Nusa Tenggara Timur jatuh ke tangan pendatang Spanyol dan Portugis yang berdatangan pada awal abad ke-17.

Sementara kesultanan Tidore meliputi Maluku Utara bagian timur hingga pesisir barat dan utara Papua. Sejak abad ke-15 hingga abad ke-19, satu-persatu kerajaan dan kesultanan yang tersisa di Nusantara mulai dikuasai oleh aliansi Uni-Iberia ( Spanyol- Portugis), kemudian VOC, Inggris, dan selanjutnya dikuasai Hindia Belanda selama sekitar tiga abad.

[ butuh rujukan] Kolonialisme Lukisan kekaisaran Belanda yang menggambarkan Hindia Belanda sebagai "Permata kami yang paling berharga". (1916) Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga Asia, karena sejak zaman dahulu Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya yang berlimpah, hingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya alam untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-negara yang pernah menjajah Indonesia antara lain: • Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir pada pada tahun 1595.

[ butuh rujukan] • Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi berhasil diusir pada tahun 1692. [ butuh rujukan] • Belanda pada tahun 1602, sebagian besar wilayah Indonesia. [ butuh rujukan] • Prancis (1795–1811). Prancis menaklukkan Republik Belanda pada 1795 dalam Perang Revolusi Prancis, dan Prancis mendirikan Republik Batavia (1795–1806) dan Kerajaan Hollandia (1806–1810) yang berstatus sebagai negara bawahan Prancis.

Dengan demikian, secara tidak langsung Prancis adalah penguasa tertinggi Hindia Belanda. Pada 1810 Kerajaan Hollandia dileburkan dalam Kekaisaran Pertama Prancis, sehingga wilayah Hindia Belanda menjadi jajahan Prancis secara langsung.

Meskipun demikian pemerintahan dan pertahanan tetap dipegang oleh warga Belanda (termasuk Herman Willem Daendels yang berkuasa 1908–1811 dan dikenal pro-Prancis) Kekuasaan Prancis berakhir pada tahun 1811 ketika Britania mengalahkan kekuatan Belanda-Prancis di pulau Jawa. [ butuh rujukan] • Britania Raya pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Britania, Pada tahun 1814 dilakukanlah Konvensi London yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Britania di Indonesia.

Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Britania di Indonesia secara resmi berakhir. [ butuh rujukan] • Jepang pada tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945, oleh karena kekalahan Jepang kepada pasukan Sekutu. [ butuh rujukan] Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah.

Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tetapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis).

Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19. Di bawah sistem Cultuurstelsel ( Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus.

Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia Belanda.

[36] Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. [ butuh rujukan] Kemerdekaan Indonesia Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah Perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang pada saat itu sedang bulan Ramadhan. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (politionele actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.

[37] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat.

Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Tiongkok dan Yugoslavia.

Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (" Konfrontasi"), [38] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya.

Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis- komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno. Jenderal Soeharto menjadi Pejabat Presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme.

Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya.

Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama. Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekonomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil " Mafia Berkeley".

[39] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998. Masa Peralihan Orde Reformasi atau Era Reformasi berlangsung dari tahun 1998 hingga 2001, ketika terdapat tiga masa presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri.

Pada tahun 2004, diselenggarakan Pemilihan Umum satu hari terbesar di dunia [40] yang dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai presiden terpilih secara langsung oleh rakyat, yang menjabat selama dua periode. Pada tahun 2014, Joko Widodo, yang lebih akrab disapa Jokowi, terpilih sebagai presiden ke-7. Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk melepaskan diri dari naungan NKRI, terutama Papua.

[ butuh rujukan] Timor Timur secara resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste. Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Geografi Hutan hujan di Taman Nasional Gunung Palung, Provinsi Kalimantan Barat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di Asia Tenggara, [41] dan terletak di antara benua Asia dan benua Australia/ Oseania, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Negara ini memiliki 17.504 pulau yang menyebar di sekitar khatulistiwa; sebanyak 16.056 pulau telah dibakukan namanya, [42] dan sekitar 6.000 pulau tidak berpenghuni. [43] [44] Pulau-pulau besar di Indonesia yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan (berbagi dengan Malaysia dan Brunei Darussalam), Sulawesi, dan Papua (berbagi dengan Papua Nugini).

Indonesia berada pada koordinat antara 6° LU – 11° LS dan 95° – 141° BT, [a] serta membentang sepanjang 5.120 kilometer (3.181 mil) dari timur ke barat serta 1.760 kilometer (1.094 mil) dari utara ke selatan. [46] Luas daratan Indonesia adalah 1.916.906,77 km², [47] sementara luas perairannya sekitar 3.110.000 km² dengan garis pantai sepanjang 108 ribu km.

[48] Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan teritorial laut 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif 200 mil laut, [49] searah penjuru mata angin, yaitu: Utara Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, [43] Singapura, Filipina, dan Laut Tiongkok Selatan Timur Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, [43] Timor Leste, dan Samudra Pasifik Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia Barat Samudra Indonesia Titik tertinggi di Indonesia yaitu Puncak Jaya (4.884 mdpl) di Papua.

[50] Danau Toba di Sumatra Utara merupakan danau terluas di Indonesia sekaligus danau kaldera terbesar di dunia, [51] sedangkan sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat. [52] Iklim Peta klasifikasi Iklim Köppen Indonesia. Secara umum, Indonesia beriklim tropis (kelompok A dalam klasifikasi iklim Köppen; meskipun ada wilayah dengan tipe iklim yang berbeda).

[53] [54] Perairan yang hangat di wilayah Indonesia sangat berperan dalam menjaga suhu di darat tetap konstan, dengan rerata suhu di wilayah pesisir sebesar 28 °C, di wilayah pedalaman dan dataran tinggi sebesar 26 °C , serta di wilayah pegunungan sebesar 23 °C. Kelembapan berkisar antara 70 hingga 90%. [55] Faktor utama yang memengaruhi iklim Indonesia bukanlah suhu udara ataupun tekanan udara, melainkan curah hujan.

Variasi musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau, berkaitan dengan pergerakan angin muson. Angin muson barat yang bertiup dari Asia ke Australia melalui Indonesia pada bulan Oktober hingga Februari mengakibatkan curah hujan yang tinggi, terutama di Indonesia bagian barat.

Sementara itu, angin muson timur yang bergerak ke arah sebaliknya pada bulan April hingga Agustus tidak banyak membawa uap air dan menurunkan hujan. {/INSERTKEYS}

gaji tentara indonesia per bulan

Selain itu, ada pula musim peralihan ketika matahari melintasi khatulistiwa yang mengakibatkan angin bertiup lemah dan bergerak tak menentu. [56] [57] Meskipun demikian, tidak semua wilayah Indonesia memiliki pola curah hujan yang sama.

Selain daerah musonal, ada pula daerah ekuatorial yang dipengaruhi daerah pertemuan angin antartropis, serta daerah lokal yang polanya berkebalikan dengan pola musonal. [58] [59] Beberapa penelitian memproyeksikan Indonesia terdampak perubahan iklim. [60] Dampak buruk yang ditimbulkan di antaranya kenaikan suhu rata-rata sekitar 1 °C pada pertengahan abad ini akibat emisi yang tidak berkurang, [61] [62] peningkatan frekuensi kekeringan dan kekurangan pangan (akibat perubahan curah hujan dan pola musim yang memengaruhi pertanian), serta berbagai penyakit dan kebakaran hutan.

[62] Naiknya permukaan air laut juga mengancam sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di daerah pesisir. [62] [63] [64] Penduduk prasejahtera mungkin merupakan kelompok yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim.

[65] Geologi Gunung berapi utama di Indonesia, yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik Secara tektonik, sebagian besar wilayah Indonesia sangat tidak stabil karena lokasinya menjadi pertemuan dari beberapa lempeng tektonik, seperti lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia.

Negara ini terletak di Cincin Api Pasifik sehingga memiliki banyak gunung berapi dan sering mengalami gempa bumi. [66] Busur vulkanik berjajar mulai dari Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, dan kemudian ke Kepulauan Banda di Maluku hingga ke timur laut Sulawesi. [67] Dari sekitar 400 gunung berapi, kurang lebih 130 di antaranya masih aktif. [66] Sebuah letusan supervulkan pada sekitar 77.000 SM yang membentuk Danau Toba dipercaya mengakibatkan musim dingin vulkanik dan penurunan suhu dunia selama bertahun-tahun.

[68] Letusan Tambora pada tahun 1815 dan letusan Krakatau pada 1883 juga termasuk letusan gunung terbesar yang tercatat sepanjang sejarah. [69] [70] Gempa bumi berdorongan besar yang berdampak ke Indonesia dan terjadi belum lama ini adalah gaji tentara indonesia per bulan bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004. [71] Lingkungan hidup Speses yang endemik di Indonesia. Searah jarum jam dari kiri atas: Padma raksasa, orang utan, cenderawasih kuning-besar, dan komodo.

Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga dikelompokkan sebagai salah satu dari 17 negara megadiversitas oleh Conservation International. [72] [73] Dari sudut pandang wilayah biogeografi, Indonesia termasuk dalam wilayah Malesia. Flora dan faunanya merupakan campuran dari spesies khas Asia dan Australasia.

Alfred Russel Wallace, seorang ahli sejarah alam, menghipotesiskan sebuah garis pemisah (yang kemudian disebut garis Wallace) untuk membedakan organisme yang berasal dari Asia ( Paparan Sunda) dan Australia ( Paparan Sahul). Kawasan biogeografi yang menjadi zona transisi di antara kedua paparan ini disebut Gaji tentara indonesia per bulan.

[74] Selain itu, garis Weber dan garis Lydekker juga digunakan untuk menetapkan batas gaji tentara indonesia per bulan Indonesia. [75] Indonesia memiliki sekitar 10% dari seluruh spesies tumbuhan berbunga di Bumi (sebanyak 25.000 spesies, 55% di antaranya endemik di Indonesia).

Negara ini juga memiliki sekitar 12% spesies mamalia gaji tentara indonesia per bulan Bumi (515 spesies) sehingga menempati peringkat kedua pada keanekaragaman mamalia setelah Brasil. Indonesia menempati peringkat keempat pada keanekaragaman spesies reptil (781 spesies) dan primata (35 spesies), peringkat kelima pada keanekaragaman spesies burung (1.592 spesies), serta peringkat keenam pada keanekaragaman spesies amfibi (270 spesies).

[76] Visibilitas yang rendah di Bukittinggi, Sumatra Barat, akibat kabut asap terkait deforestasi. Meskipun demikian, populasi penduduk Indonesia yang besar dan terus meningkat serta industrialisasi yang pesat memunculkan masalah lingkungan hidup yang serius, di antaranya perusakan lahan gambut, deforestasi ilegal berskala besar (yang mengakibatkan kabut asap di beberapa bagian Asia Tenggara), eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan, polusi udara, pengelolaan sampah, hingga penyediaan air dan sanitasi yang memadai.

[77] Isu-isu tersebut berkontribusi pada rendahnya peringkat Indonesia (nomor 116 dari 180 negara) dalam Indeks Kinerja Lingkungan 2020. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kinerja Indonesia secara umum di bawah rata-rata, baik dalam konteks regional maupun global. [78] Pada tahun 2018, sekitar 49,7% dari luas daratan Indonesia ditutupi oleh hutan, [79] turun dari angka 87% yang dihitung pada tahun 1950.

[80] Sejak dasawarsa 1970-an hingga saat ini, produksi kayu bulat serta berbagai tanaman perkebunan dan pertanian bertanggung jawab atas sebagian besar deforestasi di Indonesia. [80] Belakangan ini, deforestasi didorong oleh industri kelapa sawit. Meskipun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, industri ini dapat merusak ekosistem dan menimbulkan masalah sosial. [81] Situasi ini menjadikan Indonesia sebagai penghasil emisi gas rumah kaca berbasis hutan terbesar di dunia, [82] serta mengancam kelangsungan hidup gaji tentara indonesia per bulan asli dan endemik.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengidentifikasi sejumlah spesies yang terancam kritis, termasuk jalak bali, [83] orang utan sumatra, [84] dan badak jawa. [85] Politik dan pemerintahan Istana Negara, salah satu dari enam Istana Kepresidenan di Indonesia Sistem pemerintahan Indonesia merupakan negara kesatuan yang menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis.

Konstitusi Indonesia adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) yang pada era reformasi mengalami empat kali amendemen sehingga membawa perubahan besar pada kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

[86] Salah satu perubahan utama adalah pendelegasian kekuasaan dan wewenang kepada berbagai entitas regional sambil tetap menjadi negara kesatuan. [87] [88] Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden yang dibantu oleh wakil presiden dan kabinet. Presiden Indonesia merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan, sekaligus panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia. Presiden dan wakil presiden dapat menjabat selama lima tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan.

[89] Joko Widodo dan Ma'ruf Amin adalah pasangan presiden dan wakil presiden yang terpilih untuk masa jabatan 2019–2024. Mereka memimpin Kabinet Indonesia Maju yang terdiri atas 34 menteri dan sejumlah pejabat setingkat menteri.

[90] Lembaga perwakilan tertinggi yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang berwenang mengubah dan menetapkan konstitusi, serta melantik dan memberhentikan presiden dan/atau wakil presiden. [91] Lembaga ini berbentuk bikameral yang terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berasal dari partai politik, ditambah dengan 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan gaji tentara indonesia per bulan provinsi dari jalur independen.

[92] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilihan umum dengan masa jabatan lima tahun. Fungsi yang dijalankan oleh DPR yaitu legislasi (membentuk undang-undang), anggaran (membahas dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan pengawasan (mengawasi kinerja pemerintah), [93] [94] sedangkan DPD merupakan lembaga legislatif yang lebih dikhususkan pada pengelolaan daerah.

[95] [96] Saat ini, MPR diketuai oleh Bambang Soesatyo, [97] DPR diketuai oleh Puan Maharani, [98] sedangkan DPD diketuai oleh La Nyalla Mattalitti. [99] Kekuasaan kehakiman dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). [100] Sementara itu, Komisi Yudisial mengawasi kinerja para hakim. [101] Hubungan luar negeri Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dengan Barack Obama, Mantan Presiden Amerika Serikat, dalam sebuah acara penyambutan tamu negara di Istana Merdeka pada 2010.

Obama terkenal di Indonesia, karena menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. [102] Indonesia memiliki 132 perwakilan diplomatik di luar negeri, termasuk 95 kedutaan. [103] Negara ini memiliki kebijakan politik luar negeri "bebas dan aktif", yang berarti bahwa Indonesia tidak berpihak pada blok-blok kekuatan dan persekutuan militer di dunia, sekaligus bersikap aktif dalam menjaga ketertiban dunia, sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945.

[104] Berlawanan dengan Sukarno yang anti-Imperialisme, antipati terhadap kekuatan barat, dan bersitegang dengan Malaysia, hubungan luar negeri sejak "Orde baru"-nya Suharto didasarkan pada ekonomi dan kerja sama politik dengan negara-negara barat.

[105] Indonesia menjaga hubungan baik dengan tetangga-tetangganya di Asia, dan Indonesia adalah pendiri ASEAN dan East Asia Summit. Indonesia menjalin hubungan kembali dengan Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1990, padahal sebelumnya melakukan pembekuan hubungan sehubungan dengan gejolak anti-komunis di awal kepemerintahan Suharto.

Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa sejak tahun 1950, [106] dan pendiri Gerakan Non Blok dan Organisasi Kelompok Islam yang sekarang telah menjadi Organisasi Kerjasama Islam. Indonesia telah menandatangani perjanjian ASEAN Free Trade Area, Cairns Group, dan World Trade Organization, dan pernah menjadi anggota OPEC, meskipun Indonesia menarik diri pada tahun 2008 sehubungan Indonesia bukan lagi pengekspor minyak mentah bersih. Indonesia telah menerima bantuan kemanusiaan dan pembangunan sejak tahun 1966, terutama dari Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, Australia, dan Jepang.

Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan dunia internasional sehubungan dengan pengeboman yang dilakukan gaji tentara indonesia per bulan militan Islam dan Al-Qaeda. [107] Pemboman besar menimbulkan korban 202 orang tewas (termasuk gaji tentara indonesia per bulan turis mancanegara) di Kuta, Bali pada tahun 2012. [108] Serangan tersebut dan peringatan perjalanan (travel warnings) yang dikeluarkan oleh negara-negara lain, menimbulkan dampak yang berat bagi industri jasa perjalanan/turis dan juga prospek investasi asing.

[109] Tetapi beruntung ekonomi Indonesia secara keseluruhan tidak terlalu dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di atas, karena Indonesia adalah negara yang ekonomi domestiknya cukup kuat dan dominan.

[ butuh rujukan] Militer Artikel utama: Tentara Nasional Indonesia Tentara Nasional Indonesia terdiri dari TNI–AD, TNI-AL (termasuk Marinir) dan TNI-AU. [110] Berkekuatan 400.000 prajurit aktif, memiliki anggaran 4% dari GDP pada tahun 2006, tetapi terdapat kontroversi bahwa ada sumber-sumber dana dari kepentingan-kepentingan komersial dan yayasan-yayasan yang dilindungi oleh militer.

[111] Satu hal baik dari reformasi sejalan dengan mundurnya Suharto adalah mundurnya TNI dari parlemen setelah bubarnya Dwi Fungsi ABRI, walaupun pengaruh militer dalam bernegara masih tetap kuat. [112] Gerakan separatis di sebagian daerah Aceh dan Papua telah menimbulkan konflik bersenjata, dan terjadi pelanggaran HAM serta kebrutalan yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

[113] [114] Setelah 30 tahun perseteruan sporadis antara Gerakan Aceh Merdeka dan militer Indonesia, maka persetujuan gencatan senjata terjadi pada tahun 2005. [115] Di Papua, telah terjadi kemajuan yang mencolok, walaupun masih terjadi kekurangan-kekurangan, dengan diterapkannya otonomi, dengan akibat berkurangnya pelanggaran HAM.

[116] Pembagian administratif Papua Saat ini, Indonesia terdiri atas 34 provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota, 7.024 daerah setingkat kecamatan, [117] atau 81.626 daerah setingkat desa/ kelurahan.

[118] Di antara ke-34 provinsi tersebut, lima di antaranya memiliki status daerah khusus dan/atau daerah istimewa. Daerah-daerah tersebut ialah Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, Papua, dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya.

• Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; dan pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah. [119] • Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi.

[120] • Dan akhirnya " Provinsi Papua" (menurut Undang-Undang tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua), sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001. [121] • Sementara itu, DKI Jakarta adalah daerah khusus ibu kota negara yang menjadi tempat Pemerintah Pusat Indonesia berkedudukan.

Wilayah Timor Portugis sempat bergabung ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1976–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste. [122] Indonesia memperbolehkan penamaan lokal/khusus untuk digunakan pada daerah-daerah administratif di bawah tingkat kabupaten/kota, sesuai dengan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Beberapa contoh di antaranya ialah kalurahan, kapanewon, kemantren, gampong, kampung, nagari, pekon, dan distrik.

Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan wali kota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada.

Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.Provinsi di Indonesia dan ibu kotanya Berikut ini merupakan provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya.

Sumatra • Aceh – Banda Aceh • Sumatra Utara (Sumut) – Medan • Sumatra Barat (Sumbar) – Padang • Riau – Pekanbaru • Kepulauan Riau (Kepri) – Tanjungpinang • Jambi – Jambi • Sumatra Selatan (Sumsel) – Palembang • Kepulauan Bangka Belitung (Babel) – Pangkal Pinang • Bengkulu – Bengkulu • Lampung – Bandar Lampung Jawa • Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) – Jakarta • Banten – Serang • Jawa Barat (Jabar) – Bandung • Jawa Tengah (Jateng) – Semarang • Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) – Yogyakarta [123] • Jawa Timur (Jatim) – Surabaya Kepulauan Nusa Tenggara • Bali – Denpasar • Nusa Tenggara Barat (NTB) – Mataram • Nusa Tenggara Timur (NTT) – Kupang Kalimantan • Kalimantan Barat (Kalbar) – Pontianak • Kalimantan Tengah (Kalteng) – Palangka Raya • Kalimantan Selatan (Kalsel) – Banjarmasin • Kalimantan Timur (Kaltim) – Samarinda • Kalimantan Utara (Kaltara) – Tanjung Selor Sulawesi • Sulawesi Utara (Sulut) – Manado • Gorontalo – Gorontalo • Sulawesi Tengah (Sulteng) – Palu • Sulawesi Barat (Sulbar) gaji tentara indonesia per bulan Mamuju • Sulawesi Selatan (Sulsel) – Makassar • Sulawesi Tenggara (Sultra) – Kendari Kepulauan Maluku • Maluku – Ambon • Maluku Utara (Malut) – Sofifi Papua • Gaji tentara indonesia per bulan Barat (PB) – Manokwari • Papua – Jayapura Ekonomi Kurang dari Rp5 juta Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) pada tanggal 30 Oktober 1946 yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi.

Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara. [124] Uang rupiah. Pemerintahan Orde Gaji tentara indonesia per bulan segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadwalan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.

[124] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981.

[124] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, [124] selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 [125] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu, [126] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. [127] Namun, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.

[128] [129] Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari. [130] Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas.

Indonesia pengekspor gas alam terbesar kelima [131] di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang gaji tentara indonesia per bulan termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. [132] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%.

[133] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%. [134] Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia. Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan.

Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007. [135] Peringkat internasional Organisasi Nama Survei Peringkat Heritage Foundation/ The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 69 dari 180 [136] The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111 [137] Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168 [138] Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 98 dari 180 [139] United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 111 dari 189 [140] Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 45 dari 140 [141] Central Connecticut State University Peringkat Literasi Membaca 60 dari 61 [142] Demografi Kependudukan Artikel utama: Demografi Indonesia Menurut sensus 2020, jumlah penduduk Indonesia yaitu 270,20 juta jiwa, yang menjadikannya negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, [143] dengan kepadatan penduduk sebanyak 141 jiwa per km 2 dan rerata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25%.

[144] Sebanyak 56,1% penduduk (151,59 juta jiwa) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak di dunia. [145] Pada tahun 1961, sensus pertama setelah Indonesia merdeka mencatat 97 juta penduduk. [146] Populasi diperkirakan mungkin tumbuh menjadi sekitar 295 juta pada tahun 2030 dan 321 juta pada tahun 2050. [147] Indonesia diperkirakan memiliki usia median 31,1 tahun, [148] dan mulai mengalami bonus demografi, yaitu masa ketika jumlah penduduk usia produktif jauh melebihi penduduk usia nonproduktif.

[149] Sebaran penduduk Indonesia tidak merata, dengan tingkat perkembangan yang bervariasi, mulai dari megakota Jakarta hingga suku-suku tak terjamah di Papua. [150] Pada 2017, sekitar 54,7% populasi tinggal di kawasan perkotaan. [151] Sekitar 8 juta orang Indonesia tinggal di luar negeri; sebagian besar dari mereka menetap di Malaysia, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. [152] Secara legal, status kewarganegaraan diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006.

Warga Negara Indonesia (WNI) diberikan kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mendaftarkan seseorang di suatu wilayah administratif tertentu. Status kewarganegaraan Indonesia dapat diperoleh malalui kelahiran, adopsi, perkawinan, atau pewarganegaraan. [153] • l • b • s Kota-kota besar di Indonesia Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi 1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.562.088 Indonesia 7 Makassar Sulawesi Selatan 1.423.877 2 Surabaya Jawa Timur 2.874.314 8 Batam Kepulauan Riau 1.196.396 3 Bandung Jawa Barat 2.444.160 9 Bandar Lampung Lampung 1.166.066 4 Medan Sumatra Utara 2.435.252 10 Pekanbaru Riau 983.356 5 Semarang Jawa Tengah 1.729.428 11 Padang Sumatra Barat 909.040 6 Palembang Sumatera Selatan 1.668.848 12 Malang Jawa Timur 843.810 Sumber: Sensus Penduduk BPS, 2020.

Catatan: Tidak termasuk Kota satelit. Peta suku bangsa di Indonesia Indonesia merupakan negara yang kaya akan kelompok etnik, dengan sekitar 1.340 suku bangsa. [154] Sebagian besar penduduk Indonesia merupakan keturunan Bangsa Austronesia, [155] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, serta kemungkinan Polinesia dan Mikronesia, terutama di Indonesia bagian timur.

[156] Banyak penduduk Indonesia yang mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Suku Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Madura, dan lainnya. [157] Menurut sensus 2010, sekitar 40-42% penduduk merupakan suku Jawa yang menghuni hampir seluruh wilayah Indonesia sebagai akibat program transmigrasi.

[158] Meskipun demikian, rasa kebangsaan Indonesia dipegang oleh warga negara Indonesia bersama dengan identitas regional yang kuat. [159] Istilah bumiputra dan pribumi pernah digunakan untuk menyebut kelompok orang yang berbagi warisan sosial budaya yang sama dan dianggap sebagai penduduk asli Indonesia. [160] Pada tahun 1998, Presiden B.J. Habibie menginstruksikan untuk menghentikan penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi dalam kehidupan bernegara.

[161] [162] Sejumlah etnis Asia daratan, seperti etnis Tionghoa, Arab, dan India, sudah lama datang ke Nusantara dan kemudian menetap dan berasimilasi menjadi bagian dari Nusantara. Sensus 2010 mencatat ada sekitar 5 juta WNI yang dikelompokkan sebagai etnis Tionghoa yang tersebar merata di hampir seluruh wilayah di Indonesia ( terutama perkotaan) dan 3 juta jiwa dikelompokkan sebagai etnis Arab yang khususnya berada di pulau Jawa, Sumatera, sebagian Kalimantan dan sebagian Sulawesi.

Sedangkan untuk orang keturunan India populasinya hanya sekitar ratusan ribu saja yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia seperti: Medan, Jakarta, Pekanbaru, dan Banda Aceh. Di beberapa tempat khususnya di kota Medan, terdapat wilayah dengan orang beretnis/keturunan India yang cukup signifikan yakni di little India & kampung madhras. [163] Bahasa Gedung Pusat Bahasa, lembaga yang menjadi pusat perbendaharaan bahasa di Indonesia. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah, [164] [165] yang secara gaji tentara indonesia per bulan dipertuturkan oleh mayoritas penduduk Indonesia sebagai bahasa ibu dan bahasa sehari-hari.

[166] Sebagian besar bahasa daerah tersebut termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia, dan di samping itu, ada lebih dari 270 bahasa Papua yang digunakan di Indonesia bagian timur. [167] Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan sehari-hari secara berturut-turut adalah Jawa, Sunda, Melayu, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Betawi, dan Banjar.

[168] Bahasa resmi negara ini adalah bahasa Indonesia, yang merupakan salah satu dari banyak varietas bahasa Melayu.

[169] Bahasa Indonesia diajukan sebagai bahasa persatuan sejak masa pergerakan kemerdekaan Indonesia melalui Sumpah Pemuda dan ditetapkan oleh konstitusi pada 1945. [170] Campur tangan negara terhadap bahasa nasional diselenggarakan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

[171] Beberapa bahasa asing diajarkan dalam pendidikan formal. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah diperkenalkan kepada para pelajar mulai jenjang pendidikan dasar.

gaji tentara indonesia per bulan

{INSERTKEYS} [172] Bahasa asing lainnya, seperti bahasa Jerman, Prancis, dan Jepang, diajarkan di sejumlah sekolah sebagai pelengkap pada jenjang sekolah menengah atas. [173] Bagi penganut agama Islam yang menjadi kaum mayoritas di Indonesia, [174] bahasa Arab adalah bahasa asing yang memiliki kedudukan khusus karena harus dipraktikkan dalam ibadah harian tertentu, misalnya salat, [175] dan diajarkan di madrasah ibtidaiah dan jenjang selanjutnya.

[176] Meskipun demikian, bahasa Arab tidak menjadi bahasa pergaulan umum sejak periode awal keberadaannya di Indonesia. [177] Agama Artikel utama: Agama di Indonesia Meskipun menjamin kebebasan beragama dalam konstitusi, [178] pemerintah hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu: sementara itu, penganut agama tradisional ataupun agama-agama lainnya hanya mendapatkan pengakuan terbatas sebagai "penghayat kepercayaan".

[179] [180] Dengan 231 juta penganut pada tahun 2018, Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sebanyak sekitar hampir 30 juta penduduk Indonesia atau lebih tepatnya 28,6 juta jiwa menganut agama Kristen, dimana 20,2 juta penduduk merupakan penganut aliran Kristen Protestan sedangkan 8,3 juta penganut Kristen Katolik, 4,7 juta penganut Hindu, 2 juta penganut Buddha, 81 ribu penganut Konghucu, dan 108 ribu penganut aliran kepercayaan lainnya ( terutama agama tradisional/lokal).

[174] Agama Islam dipeluk oleh hampir seluruh warga Indonesia (sekitar 86,70%), Agama Kristen (Protestan & Katolik) kebanyakkan dipeluk oleh beberapa suku, yakni: Batak, Toraja, Dayak, Nias, Minahasa, Ambon, dan lainnya. Kebanyakan pemeluk Hindu adalah Suku Bali dan Orang keturunan India di Indonesia [181] serta kebanyakan pemeluk Buddha dan Konghucu adalah orang Tionghoa-Indonesia.

[182] Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, sebuah kuil Hindu yang didedikasikan untuk Prabu Siliwangi. Agama Hindu memberikan warisan seni dan budaya Indonesia.

Penduduk asli Indonesia pada awalnya mempraktikkan animisme, paganisme dan dinamisme lokal, yang merupakan kepercayaan umum bangsa Austronesia. Mereka menyembah roh leluhur dan percaya bahwa roh gaib ( hyang) mungkin menghuni tempat-tempat tertentu, seperti pohon besar, batu, hutan, gunung, atau tempat keramat.

[183] Contoh kepercayaan asli Indonesia di antaranya Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Kejawen. Mereka memberikan dampak yang signifikan pada penerapan agama-agama lain, seperti abangan Jawa, Hindu Bali, dan Kristen Dayak, yang dipraktikkan sebagai bentuk agama yang kurang ortodoks dan sinkretis. [184] [185] Pengaruh agama Hindu mencapai Nusantara pada awal abad pertama Masehi. [186] Kerajaan Salakanagara di Jawa Barat sekitar tahun 130 merupakan kerajaan terkait India Raya pertama yang tercatat dalam sejarah Nusantara.

[187] Agama Buddha tiba sekitar abad ke-6, [188] dan sejarahnya di Indonesia berhubungan erat dengan agama Hindu karena kedua agama ini dianut oleh beberapa kerajaan pada periode yang sama. Nusantara mengalami kebangkitan dan kejatuhan kerajaan Hindu dan Buddha yang kuat dan berpengaruh, seperti Majapahit, Sailendra, Sriwijaya, dan Medang. Meski tidak lagi menjadi mayoritas, agama Hindu dan Buddha tetap memiliki pengaruh besar pada budaya Indonesia.

[189] [190] Agama Islam diperkenalkan oleh para pedagang Suni dari mazhab Syafi'i serta para pedagang Sufi dari anak benua India dan Arab Selatan pada awal abad ke-8 M.

[191] [192] Pada sebagian besar perkembangannya, Islam mengalami pencampuran dan saling memengaruhi budaya yang ada sehingga menghasilkan bentuk Islam dengan ciri tersendiri, seperti adanya pesantren.

[193] [194] Perdagangan dan aktivitas dakwah seperti yang dilakukan oleh Wali Songo dan penjelajah Tiongkok Cheng Ho, serta kampanye militer oleh beberapa kesultanan membantu mempercepat penyebaran Islam. [195] [192] Ibadah misa umat Katolik di Gereja Katedral Jakarta Agama Katolik dibawa oleh para pedagang dan misionaris Portugis seperti Yesuit Fransiskus Xaverius, yang mengunjungi dan membaptis beberapa ribu penduduk setempat.

[196] [197] Penyebarannya menghadapi kesulitan karena kebijakan Perusahaan Hindia Timur Belanda yang melarang agama dan permusuhan oleh Belanda sebagai akibat dari Perang Delapan Puluh Tahun melawan pemerintahan Katolik Spanyol. Protestantisme, sebagian besar, merupakan hasil dari upaya misionaris Calvinis dan Lutheran selama era kolonial Belanda. [198] [199] [200] Meskipun keduanya merupakan cabang Kekristenan yang paling umum, ada banyak denominasi lain di negara ini.

[201] Jumlah penganut agama Yahudi cukup besar di Nusantara setidaknya sampai tahun 1945, yang kebanyakan merupakan orang Belanda dan orang Yahudi Baghdadi. Sebagian besar di antara mereka meninggalkan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan dan agama Yahudi tidak pernah mendapatkan status resmi. Saat ini hanya sejumlah kecil orang Yahudi di Indonesia, yang kebanyakan berada di Jakarta dan Surabaya.

[202] Pada tingkat nasional dan regional, kepemimpinan dalam politik dan kelompok masyarakat sipil di Indonesia telah memainkan peran penting dalam hubungan antaragama, baik secara positif maupun negatif.

Sila pertama Pancasila yang merupakan landasan filosofis Indonesia, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, sering menjadi pengingat toleransi beragama, [203] meskipun kasus-kasus intoleransi juga telah terjadi. [204] Sebagian besar orang Indonesia menganggap agama sebagai hal yang esensial dan bagian integral dari kehidupan.

[205] [206] Pendidikan dan kesehatan Artikel utama: Pendidikan di Indonesia dan Kesehatan di Indonesia Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, [207] serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah wajib mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD di luar gaji pendidik dan biaya kedinasan.

Semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar sembilan tahun, yang meliputi enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama. [208] Pada 2018, tingkat partisipasi penduduk sebesar 93% untuk pendidikan dasar, 79% untuk pendidikan menengah, dan 36% untuk pendidikan tinggi, sementara tingkat melek huruf adalah 96%.

[209] Pemerintah menghabiskan sekitar 3,6% dari PDB atau 20,5% dari anggaran negara (2015) untuk pendidikan. [209] Pada tahun 2018, terdapat lebih dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, [210] dengan universitas terkemuka (seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan lainnya) berlokasi di Pulau Jawa.

[211] Anggaran pemerintah untuk sektor kesehatan adalah sekitar 3,3% dari PDB pada tahun 2016. [212] Sebagai bagian dari upaya mencapai cakupan kesehatan semesta, pemerintah meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014. [213] Meskipun ada peningkatan yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir seperti meningkatnya angka harapan hidup (dari 62,3 tahun pada tahun 1990 menjadi 71,7 tahun pada tahun 2019) [214] dan penurunan kematian anak (dari 84 kematian per 1.000 kelahiran pada tahun 1990 menjadi 25,4 kematian pada tahun 2017), [215] Indonesia terus-menerus menghadapi berbagai tantangan, seperti kesehatan ibu dan anak, kualitas udara yang rendah, kurang gizi, tingginya tingkat merokok, dan penyakit menular.

[216] Indeks Pembangunan Manusia Artikel utama: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Menurut UNDP, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai angka 0,707 [140] pada Laporan Pembangunan Manusia 2019 untuk perkiraan IPM tahun 2018 dan menempati status tinggi, sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Indonesia tahun 2020 telah mencapai angka 71,94 (0,719) [217] dan menempati status tinggi pada tahun 2016. Perbedaan IPM yang dilaporkan UNDP melalui Human Development Report (HDR) dengan BPS terletak pada besarnya angka IPM dan perincian.

Selama ini, memang perbedaan angka IPM sudah dianggap lazim. Namun, sejak sekitar tahun 2011, perbedaan angka IPM UNDP dan BPS meningkat secara signifikan.

Dalam perihal perincian, karena UNDP melaporkan dalam tingkat internasional, laporan IPM Indonesia tidak dilaporkan hingga tingkat yang lebih rendah.

Sebaliknya, karena BPS hanya melaporkan di tingkat nasional, BPS lebih memerinci, bahkan hingga IPM di tingkat kota/kabupaten dalam laporan beberapa tahun (laporan IPM hingga tingkat kota/kabupaten jarang). Namun, yang selalu dilaporkan di bawah tingkat nasional tentunya adalah laporan IPM di tingkat provinsi/daerah. Berikut ini adalah daftar provinsi Indonesia menurut IPM tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 menurut BPS. [217] Peringkat Provinsi IPM Perubahan (%) Pembangunan Manusia Sangat Tinggi 1 Daerah Khusus Ibukota Jakarta 80,77 (0,808) 0,01 (0,01%) Pembangunan Manusia Tinggi 2 Daerah Istimewa Yogyakarta 79,97 (0,800) -0,02 (-0,03%) 3 Kalimantan Timur 76,24 (0,762) -0,37 (-0,48%) 4 Kepulauan Riau 75,59 (0,756) 0,11 (0,15%) 5 Bali 75,5 (0,755) 0,12 (0,16%) 6 (1) Sulawesi Utara 72,93 (0,729) -0,06 (-0,08%) 7 (1) Riau 72,71 (0,727) -0,29 (-0,40%) 8 Banten 72,45 (0,725) 0,01 (0,01%) 9 Sumatera Barat 72,38 (0,724) -0,01 (-0,01%) 10 Jawa Barat 72,09 (0,721) 0,06 (0,08%) 11 Aceh 71,99 (0,720) 0,09 (0,13%) Indonesia 71,94 (0,719) 0,02 (0,03%) 12 (2) Sulawesi Selatan 71,93 (0,719) 0,27 (0,38%) 13 Jawa Tengah 71,87 (0,719) 0,14 (0,20%) 14 (2) Sumatera Utara 71,77 (0,718) 0,03 (0,04%) 15 Jawa Timur 71,71 (0,717) 0,21 (0,29%) 16 Kepulauan Bangka Belitung 71,47 (0,715) 0,17 (0,24%) 17 (2) Sulawesi Tenggara 71,45 (0,715) 0,25 (0,35%) 18 Bengkulu 71,4 (0,714) 0,19 (0,27%) 19 (2) Jambi 71,29 (0,713) 0,03 (0,04%) 20 (1) Kalimantan Tengah 71,05 (0,711) 0,14 (0,20%) 21 (1) Kalimantan Selatan 70,91 (0,709) 0,19 (0,27%) 22 (2) Kalimantan Utara 70,63 (0,706) -0,52 (-0,73%) 23 Sumatera Selatan 70,01 (0,700) -0,01 (-0,01%) Pembangunan Manusia Sedang 24 Lampung 69,69 (0,697) 0,12 (0,17%) 25 Sulawesi Tengah 69,55 (0,696) 0,05 (0,07%) 26 Maluku 69,49 (0,695) 0,04 (0,06%) 27 (1) Gorontalo 68,68 (0,687) 0,19 (0,28%) 28 (1) Maluku Utara 68,49 (0,685) -0,21 (-0,31%) 29 Nusa Tenggara Barat 68,25 (0,683) 0,11 (0,16%) 30 Kalimantan Barat 67,66 (0,677) 0,01 (0,01%) 31 Sulawesi Barat 66,11 (0,661) 0,38 (0,58%) 32 Nusa Tenggara Timur 65,19 (0,652) -0,04 (-0,06%) 33 Papua Barat 65,09 (0,651) 0,39 (0,60%) 34 Papua 60,44 (0,604) -0,40 (-0,66%) Budaya Wayang Kulit warisan budaya Jawa.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Tiongkok, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti Wayang Kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda.

Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Ratéb Meuseukat, Tari Saman, dan tari Seudati dari Aceh. Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Busana Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia. Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan Batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri Batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan Batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri Batiknya. [218] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju Kurung dengan Songketnya dari Sumatra Barat ( Minangkabau), kain Ulos dari Sumatra Utara ( Batak), busana Kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju Bodo dari Sulawesi Selatan, busana Koteka dari Papua dan sebagainya.

Arsitektur Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles. Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya.

Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Tiongkok, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.

{/INSERTKEYS}

gaji tentara indonesia per bulan

Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu.

Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi Bandung. Olahraga Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008. Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah sepak bola dan bulu tangkis.

gaji tentara indonesia per bulan

{INSERTKEYS} [ butuh rujukan] Gojek Traveloka Liga 1 adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. [ butuh rujukan] Olahraga tradisional Indonesia termasuk sepak takraw dan karapan sapi. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia.

Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa Gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya.

Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia. [219] Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan.

Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat Olimpiade 1992, di mana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu, kelima medali tersebut diraih melalui cabang bulu tangkis.

Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia.

Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak sepanjang sejarah perbulu tangkisan Indonesia. Ia meraih 8 gelar juara, dengan 7 gelar diraihnya secara berturut-turut. Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas, [220] dan Chris John.

[221] dalam ajang sepak bola internasional, Timnas Indonesia (Hindia Belanda) merupakan tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1938 di Prancis. [222] Seni musik Artikel utama: Musik Indonesia Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga Keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta, [223] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.

Seperangkat Gamelan Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula alat musik tradisional Indonesia yang diklaim oleh negara lain [224] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni dan warisan budaya Indonesia ke lembaga Internasional UNESCO.

Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi: • Angklung • Bende • Calung • Dermenan • Gamelan • Gandang Tabuik • Gendang Bali • Gendang Karo • Gondang Batak • Gondang (musik Sunda) • Gong Kemada • Gong Lambus • Jidor • Kecapi Suling • Kecapi Batak • Kendang Jawa • Kenong • Kulintang • Rebab • Rebana • Saluang • Saron • Sasando • Serunai • Seurune Kale • Suling Lembang • Suling Batak • Suling Sunda • Talempong • Tanggetong • Tifa, dan sebagainya Kuliner Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. [225] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting. [226] Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa.

Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia. [ butuh rujukan] Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari.

[227] Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau pikulan.

Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain. Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia.

[ butuh rujukan] Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas. [ butuh rujukan] Nasi rames atau nasi campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima.

Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu. Perfilman Artikel utama: Perfilman Indonesia Film pertama yang diproduksi pertama kalinya di nusantara adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G.

Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman Hindia Belanda. [ butuh rujukan] Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung. Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Pada masa awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Di antara sineas yang ada, Usmar Ismail merupakan salah satu sutradara paling produktif, dengan film pertamanya Harta Karun (1949).

[ butuh rujukan] Namun kemudian film pertama yang secara resmi diakui sebagai film pertama Indonesia sebagai negara berkedaulatan adalah film Darah dan Doa (1950) yang disutradarai Usmar Ismail. Dekade 1970 hingga 2000-an, Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif.

Tak kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah dihasilkannya. [ butuh rujukan] Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia, [228] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an.

Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat. [228] Film Laskar Pelangi (2008) yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata menjadi film terlaris Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia hingga tahun 2016.

[229] Kesusastraan Artikel utama: Sastra Indonesia Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi.

[ butuh rujukan] Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan; [230] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.

[231] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.

[232] Kebebasan pers dan media publik Artikel utama: Kebebasan pers di Indonesia Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Jaringan televisi publik TVRI bersaing dengan jaringan televisi swasta nasional dan stasiun daerah; begitu pula dengan jaringan radio publik RRI yang bersaing dengan jaringan radio swasta yang menyiarkan berita dan hiburan. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007. [233] Hingga tahun 2014, Jumlah pengguna internet bertambah pesat menjadi 83,7 juta orang atau terbanyak keenam di dunia.

[234] • ^ "Pancasila" (dalam bahasa Inggris). Perpustakaan Kongres Amerika Serikat. 3 Februari 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2017 . Diakses tanggal 5 Februari 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Vickers 2005, hlm.

117. • ^ Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. "Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition" (dalam bahasa Inggris). SIL International . Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Na'im, Akhsan; Syaputra, Hendry (Agustus 2010). "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (PDF).

Badan Pusat Statistik (BPS). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 September 2015 . Diakses tanggal 23 September 2015. • ^ "Mengulik Data Suku di Indonesia". Badan Pusat Statistik. 18 November 2015 . Diakses tanggal 1 Januari 2021. • ^ "Statistik Umat Menurut Agama di Indonesia". Kementerian Agama Republik Indonesia.

15 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020 . Diakses tanggal 24 September 2020. • ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut Indonesia". BPS. 15 Mei 2010 . Diakses tanggal 29 September 2020. • ^ a b "UN Statistics" (PDF) (dalam bahasa Inggris).

Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2005. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 31 Oktober 2007 . Diakses tanggal 31 Oktober 2007. • ^ " "World Population prospects – Population Division "". population.un.org (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019 . Diakses tanggal 9 November 2019.

• ^ " "Overall total population" – World Population Prospects: The 2019 Revision" (xslx). population.un.org (Data khusus yang diperoleh melalui situs web) (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan.

2019 . Diakses tanggal 9 November 2019. • ^ . Januari 2021 https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/1032/273-juta-penduduk-indonesia-terupdate-versi-kemendagri2021 . Diakses tanggal 21 Januari 2021. Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) • ^ a b c d "World Economic Outlook Database" (dalam bahasa Inggris).

International Monetary Fund. 19 April 2022 . Diakses tanggal 4 Mei 2022. • ^ "GINI index (World Bank estimate) - Indonesia" (dalam bahasa Inggris). Bank Dunia. 2021 . Diakses tanggal 4 Mei 2022. • ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021".

www.bps.go.id . Diakses tanggal 26 November 2021. • ^ Human Development Report 2020 The Next Frontier: Human Development and the Anthropocene (PDF) (dalam bahasa Inggris). Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 15 Desember 2020. hlm. 343–346. ISBN 978-92-1-126442-5.

Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 15 Desember 2020 . Diakses tanggal 16 Desember 2020. • ^ "Which Countries Have The Most Islands?". World Atlas (dalam bahasa Inggris). 2020-10-05 . Diakses tanggal 2022-04-23. • ^ a b c Justus M. van der Kroef (1951). "The Term Indonesia: Its Origin and Usage". Journal of the American Oriental Society.

71 (3): 166–171. doi: 10.2307/595186. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2020 . Diakses tanggal 2 Agustus 2008. • ^ "Hasil Sensus Penduduk 2020". Badan Pusat Statistik. 21 Januari 2021. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 Januari 2021 .

Diakses tanggal 21 Januari 2021. • ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut". Jakarta: Badan Pusat Statistik. 15 Mei 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-03 . Diakses tanggal 28-02-2019. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Ricklefs 2001, hlm. 379. • ^ "eJournal UM – Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang" (dalam bahasa Inggris) . Diakses tanggal 2022-02-27. • ^ Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Satu Naskah.

• ^ "RUU Ibu Kota Negara Sah Jadi Undang-Undang". Republika. 18 Januari 2022 . Diakses tanggal 18 Januari 2022. • ^ Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, Aris Ananta; Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape; Institute of Southeast Asian Studies, 2003 • ^ Tomascik, T.; Mah, A.J.

(1997). The Ecology of the Indonesian Seas – Part One. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. ISBN 962-593-078-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Anshory, Irfan (16 Agustus 2004). "Asal Usul Nama Indonesia". Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Desember 2006 . Diakses tanggal 5 Oktober 2006. • ^ Earl, George S.W.

(1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 119. • ^ Logan, James Richardson (1850). "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders".

Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 4, 252–347. • ^ Earl, George S.W. (1850). "On The Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations". Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA): 254, 277–278. • ^ Pope (1988). "Recent advances in far eastern paleoanthropology". Annual Review of Anthropology.

17: 43–77. doi: 10.1146/annurev.an.17.100188.000355. cited in Whitten, T (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd.

hlm. 309–312. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Pope, G ( 15 Agustus, 1983). "Evidence on the Age of the Asian Hominidae". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 80 (16): 4,988–4992. doi: 10.1073/pnas.80.16.4988. PMID 6410399. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-11-21. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) cited in Whitten, T (1996).

The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); de Vos, J.P. ( 9 Desember 1994). "Dating hominid sites in Indonesia" (PDF). Science Magazine. 266 (16): 4, 988–4992. doi: 10.1126/science.7992059. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-09-29.

Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) cited in Whitten, T (1996). The Ecology of Java and Bali. Hong Kong: Periplus Editions Ltd. hlm. 309. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Taylor (2003), pp. 5–7 • ^ Taylor (2003), pp. 8-9 • ^ Taylor (2003), pp. 22–26; Ricklefs (1991), pp. 3 • ^ Peter Lewis (1982).

"The next great empire". Futures. 14 (1): 47–61. doi: 10.1016/0016-3287(82)90071-4. • ^ *Kong Yuanzhi, Muslim Tionghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara. Diarsipkan 2008-12-07 di Wayback Machine. Penyunting: HM. Hembing Wijayakusuma. {/INSERTKEYS}

gaji tentara indonesia per bulan

Pustaka Populer Obor, Oktober 2000, xliv + 299 halaman • ^ a b c Ricklefs 2001. • ^ ZWEERS, L. (1995). Agressi II: Operatie Kraai. De vergeten beelden van de tweede politionele actie. Den Haag: SDU uitgevers.

• ^ van der Bijl, Nick. Confrontation, The War with Indonesia 1962–1966, (London, 2007) ISBN 978-1-84415-595-8 • ^ Wibowo, Sigit, Sjarifuddin. Ekonomi Indonesia Gagal karena Mafia Berkeley Diarsipkan 2008-06-16 di Wayback Machine., Harian Umum Sore Sinar Harapan. Copyright © Sinar Harapan 2003. Diakses: Selasa, 6 Agustus 2008. • ^ Laporan dari Carter Center. The Carter Center 2004 Indonesia Election Report (PDF). Siaran pers. Diakses pada 29 Juli 2008. • ^ Morgan, Sally (2007).

Indonesia. London: Wayland.

gaji tentara indonesia per bulan

ISBN 978-0-7502-4747-4. OCLC 123798216. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "PBB Verifikasi 16.056 Nama Pulau Indonesia". Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

19 Agustus 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ a b c International Monetary Fund (April 2006). Estimate World Economic Outlook Database. Siaran pers. Diakses pada 5 Oktober 2006. • ^ "Indonesia Regions". Indonesia Business Directory. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Desember 2005.

Diakses tanggal 24 April 2007. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan) • ^ BPS 2021, hlm. 5. • ^ Frederick, William H.; Worden, Robert L. (1993). Indonesia: A Country Study.

Area Handbook Series (dalam bahasa Inggris). 550. Washington, D.C.: Federal Research Division, Library of Congress. hlm. 98. ISBN 9780844407906. • gaji tentara indonesia per bulan BPS 2020, hlm.

3. • ^ "Menko Maritim Luncurkan Data Rujukan Wilayah Kelautan Indonesia". Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

10 Agustus 2018. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ Article 55 Diarsipkan 2008-03-16 di Wayback Machine., 1982 UN Convention on the Law of The Sea. • ^ Hope, G.S.; Peterson, J.A., ed. (1976). The Equatorial Glaciers of New Guinea.

Rotterdam: A.A. Balkema. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Foster, Nigel (2021). Heart of Toba: Batak Life Beside the World's Largest Caldera Lake. Amazon Digital Services. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Geografis". Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Diakses tanggal 11 Agustus 2021. • ^ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F.

(2018). "Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution". Scientific Data. 5 (1): 180214. doi: 10.1038/sdata.2018.214.

ISSN 2052-4463. PMC 6207062. PMID 30375988. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F.

(2020). "Publisher Correction: Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution". Scientific Data. 7 (1): 274. doi: 10.1038/s41597-020-00616-w. ISSN 2052-4463. PMC 7431407. PMID 32807783. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ "Climate of the World: Indonesia". Weather Online. Diakses tanggal 10 Agustus 2021. • ^ Yananto, Ardila; Sibarani, Rini Mariana (2016). "Analisis Kejadian El Nino dan Pengaruhnya terhadap Intensitas Curah Hujan di Wilayah Jabodetabek (Studi Kasus: Periode Puncak Musim Hujan Tahun 2015/2016)".

Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca. 17 (2): 65. doi: 10.29122/jstmc.v17i2.541. ISSN 2549-1121. • ^ Wyrtki, Klaus (1961).

Physical oceanography of the Southeast Asian waters (PDF). La Jolla, Calif.: Scripps Institution of Oceanography. OCLC 5116526. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Aldrian, E.; Karmini, M.; Budiman (2011). Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia (PDF). Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. hlm. 19–21. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Aldrian, Edvin; Dwi Susanto, R.

(2003). "Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature". International Journal of Climatology.

23 (12): 1435–1452. doi: 10.1002/joc.950. ISSN 0899-8418. • ^ Overland, Indra (2017). Impact of Climate Change on ASEAN International Affairs: Risk and Opportunity Multiplier. Norwegian Institute of International Affairs (NUPI) dan Myanmar Institute of International and Strategic Studies (MISIS). Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan gaji tentara indonesia per bulan ( bantuan) • ^ "Climate Impact Map". Climate Impact Gaji tentara indonesia per bulan.

Diakses tanggal 18 November 2018. • ^ a b c Case, M.; Ardiansyah, F.; Spector, E. (14 November 2007). "Climate Change in Indonesia: Implications for Humans and Nature" (PDF). World Wide Fund for Nature. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 19 Februari 2018. Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Report: Flooded Future: Global vulnerability to sea level rise worse than previously understood".

Climate Central. 29 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 November 2019. Diakses tanggal 5 November 2019. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Lin, Mayuri Mei; Hidayat, Rafki (13 Agustus 2018).

"Jakarta, the fastest-sinking city in the world". BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 Oktober 2018. Diakses tanggal 19 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia: Climate Risk and Adaptation Country Profile" (PDF).

World Bank. April 2011. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 Desember 2017. Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Indonesia: Volcano nation".

BBC. 5 November 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 November 2017. Diakses tanggal 28 November 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan gaji tentara indonesia per bulan bantuan) • ^ Witton 2003, hlm. 38. • ^ Bressan, David (11 Agustus 2017). "Early Humans May Have Lived Through A Supervolcano Eruption".

Gaji tentara indonesia per bulan. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2017. Diakses tanggal 11 Oktober 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Tambora". Volcano Discovery. 29 Mei 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2016. Diakses tanggal 20 December 2016. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Bressan, David (31 Agustus 2016).

"The Eruption of Krakatoa Was the First Gaji tentara indonesia per bulan Catastrophe". Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 September 2016. Diakses tanggal 2 September 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Analysis of the Sumatra-Andaman Earthquake Reveals Longest Fault Rupture Ever". National Science Foundation.

19 Mei 2005. Diakses tanggal 15 Desember 2016. • ^ "The World's 17 Megadiverse Countries". Biodiversity A-Z. Diakses tanggal 11 Agustus 2021. • ^ Mittermeier, Russell A.; Mittermeier, Cristina Goettsch; Gil, Patricio Robles; Wilson, Edward O. (1997). Megadiversity: earth's biologically wealthiest nations. México, D.F.: CEMEX.

ISBN 978-968-6397-50-5. OCLC 38584598. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ New, T.R.

(2002). "Neuroptera of Wallacea: a transitional fauna between major geographical regions" (PDF). Acta Zoologica Academiae Scientiarum Hungaricae. 48 (2): 217–227. • ^ Simpson, George Gaylord (1977). "Too Many Lines; The Limits of the Oriental and Australian Zoogeographic Regions". Proceedings of the American Philosophical Society. 21 (2): 107–120. • ^ "Indonesia: Main Details". Convention on Biological Diversity. Diakses tanggal 19 Agustus 2021.

• ^ Miller, Jason R. (14 Agustus 2007). "Deforestation in Indonesia and the Orangutan Population". TED Case Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Agustus 2007. Diakses tanggal 11 Agustus 2007. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2020 Environmental Performance Index" (PDF).

Yale University. 2020. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 9 Juni 2020. Diakses tanggal 9 Juni 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Forest area (% of land area) – Indoneisa".

World Bank. Diakses tanggal 14 Juni 2021. • ^ a b Tsujino, Riyou; Yumoto, Takakazu; Kitamura, Shumpei; Djamaluddin, Ibrahim; Darnaedi, Dedy (2016). "History of forest loss and degradation in Indonesia".

Land Use Policy. 57: 335–347. doi: 10.1016/j.landusepol.2016.05.034. • ^ Colchester, Marcus; Jiwan, Normal; Andiko, Martua Sirait; Firdaus, Asup Y.; Surambo, A.; Pane, Herbert (26 Maret 2012). "Palm Oil and Land Acquisition in Indonesia: Implications for Local Communities and Indigenous People" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 31 Mei 2012. Diakses tanggal 31 Mei 2012. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Chrysolite, Hanny; Juliane, Reidinar; Chitra, Josefhine; Ge, Mengpin (4 Oktober 2017).

"Evaluating Indonesia's Progress on its Climate Commitments". World Resources Institute. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Oktober 2017. Diakses tanggal 26 Agustus 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ BirdLife International (2018). "Leucopsar rothschildi". The IUCN Red List of Threatened Species 2018. e.T22710912A129874226.

doi: 10.2305/iucn.uk.2018-2.rlts.t22710912a129874226.en. • ^ Singleton, I; Wich, S.A.; Nowak, M.; Usher, G.; Utami-Atmoko, S.S. (2017). "Pongo abelii". The IUCN Red List of Threatened Species 2017. e.T121097935A123797627. doi: 10.2305/iucn.uk.2017-3.rlts.t121097935a115575085.en. • ^ Elis, S.; Talukdar, B. (2020). "Rhinoceros sondaicus". The IUCN Red List of Threatened Species 2020. e.T19495A18493900.

doi: 10.2305/iucn.uk.2020-2.rlts.t19495a18493900.en. • ^ Harijanti, Susi Dwi; Lindsey, Tim (1 Januari 2006). "Indonesia: General elections test the amended Constitution and the new Constitutional Court". International Journal of Constitutional Law. 4 (1): 138–150. doi: 10.1093/icon/moi055. ISSN 1474-2659. • ^ Ardiansyah, F.; Marthen, A.A.; Amalia, N. (2015). Forest and land-use governance in gaji tentara indonesia per bulan decentralized Indonesia: A legal and policy review. Center for International Forestry Research (CIFOR).

doi: 10.17528/cifor/005695. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Setyorini, Ika (2019). "Kewenangan Pemerintah Daerah di Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945". Literasi Hukum. 3 (1): 26–38. • ^ UUD 1945, Pasal 7. • ^ "Kabinet Pemerintahan Indonesia". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 24 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 3. • ^ Evans, Kevin (2019). "Guide to the 2019 Indonesian Elections" (PDF). Australia-Indonesia Centre.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 17 April 2019. Diakses tanggal 30 Juli 2019. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ UUD 1945, Pasal 20A.

• ^ "Tugas dan Wewenang". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ UUD 1945, Pasal 22D. • ^ "Fungsi, Tugas, dan Wewenang". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-20. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan MPR RI". Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan Gaji tentara indonesia per bulan RI". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ "Pimpinan DPD". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-09-20. Diakses tanggal 25 Agustus 2021.

• ^ UUD 1945, Pasal 24. • ^ "Wewenang dan Tugas". Komisi Yudisial Republik Indonesia. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. • ^ Wong, Kristina (23 July 2009). "abc NEWS Poll: Obama's Popularity Lifts U.S.

Global Image". USA: ABC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-01-13. Diakses tanggal 23 October 2011. • ^ "Kedutaan/Konsulat". Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 29 Agustus 2021. • ^ Haryanto, Agus (Desember 2014). "Prinsip Bebas Aktif dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia: Perspektif Teori Peran". Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi.

IV (II): 17–27. gaji tentara indonesia per bulan ^ "Indonesia – Foreign Policy". U.S. Library of Congress. U.S. Library of Congress. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-09-27. Diakses tanggal 5 May 2007. • ^ Indonesia temporarily withdrew from the UN on 20 January 1965 in response to the fact that Malaysia was elected as a non-permanent member of the Security Council.

It announced its intention to "resume full cooperation with the United Nations and to resume participation in its activities" on 19 September 1966, and was invited to re-join the UN on 28 September 1966. • ^ Chris Wilson (11 October gaji tentara indonesia per bulan. "Indonesia and Transnational Terrorism". Foreign Affairs, Defense and Trade Group. Parliament of Australia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-11-06. Diakses tanggal 15 October 2006.

; Reyko Huang (23 May 2002). "Priority Dilemmas: U.S. – Indonesia Military Relations in the Anti Terror War". Terrorism Project. Center for Defense Information. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-10-12. Diakses tanggal 2015-02-14. • ^ "Commemoration of 3rd anniversary of bombings". Melbourne: The Age Newspaper. AAP. 10 December 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-01.

Diakses tanggal 2015-02-14. • ^ US Embassy, Jakarta (10 May 2005). Travel Warning: Indonesia. Siaran pers. Diakses pada 26 December 2006. • ^ Chew, Amy (7 July 2002). "Indonesia military regains ground". CNN Asia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 24 April 2007. • ^ Witular, Rendi A. (19 May 2005). "Susilo Approves Additional Military Funding". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14.

Diakses tanggal 24 April 2007. • ^ Friend (2003), pp. 473–475, 484 • ^ Friend (2003), pp. 270–273, 477–480 • ^ "Indonesia flashpoints: Aceh". BBC News. BBC. 29 December 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-02. Diakses tanggal 20 May 2007. • ^ "Indonesia agrees Aceh peace deal". BBC News.

BBC. 17 July 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-11-14. Diakses tanggal 20 May 2007. ; Harvey, Rachel (18 September 2005). "Indonesia starts Aceh withdrawal". BBC News. BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-02. Diakses tanggal 20 May 2007. • ^ Lateline TV Current Affairs (20 April 2006). "Sidney Jones on South East Asian conflicts" (PDF).

TV Program transcript, Interview with South East Asia director of the International Crisis Group. Australian Broadcasting Commission (ABC). Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 September 2006. ; International Crisis Group (5 September 2006). "Papua: Answer to Frequently Asked Questions" (PDF). Update Briefing. International Crisis Group (53): 1. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 18 September 2006.

Diakses tanggal 17 September 2006. • ^ "2014BPS". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2015-10-04. • ^ "BPS". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 2015-10-04. • ^ Michelle Ann Miller (2004). "The Aceh law: a serious response to Acehnese separatism?".

Asian Ethnicity. 5 (3): 333–351. doi: 10.1080/1463136042000259789. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-10-01. Diakses tanggal 2008-08-02.

• ^ Dewan Perwakilan Rakyat (1999). Bab XIV Other Provisions, Pasal 122; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah PDF (146 ). Presiden Indonesia (1974). Bab VII Aturan Peralihan, Pasal 91 • ^ Dursin, Richel ( 18 November 2004).

"Another Fine Mess in Papua". Editorial. The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-01-15. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan); "Papua Chronology Confusing Signals from Jakarta".

The Jakarta Post. 18 November 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-01-15. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan) • ^ Burr, W. (2001-12-06). "Ford and Kissinger Gave Green Light to Indonesia's Invasion of East Timor, 1975: New Documents Detail Conversations with Suharto". National Security Archive Electronic Briefing Book No. 62. National Security Archieve, Universitas George Washington, Washington, D.C. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-21.

Diakses tanggal 2006-09-17. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "USD". www.usd.ac.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 26-06-2017. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ a b c d Schwarz, A. (1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s. Westview Press. ISBN 1-86373-635-2, pp. 52–57. • ^ "Indonesia: Country Brief". Indonesia:Key Development Data & Statistics.

Bank Dunia. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-11-01. Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Poverty in Indonesia: Always with them".

The Economist. 2006-09-14. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-28. Diakses tanggal 2006-12-26. • ^ "Indonesia: Forecast". Country Briefings. The Economist. 2006-10-03. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-08-04. • ^ Badan Pusat Statistik Indonesia (2008-12-02). Beberapa Indikator Penting Mengenai Indonesia (PDF) (dalam Bahasa Indonesia).

Siaran pers. Diakses pada 2008-03-18. • ^ Ridwan Max Sijabat ( 23 Maret 2007). "Unemployment still blighting the Indonesian landscape". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-01. Diakses tanggal 2008-08-07. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Bank Dunia. Making the New Indonesia Work for the Poor – Overview (PDF). Siaran pers. Diakses pada 26 Desember 2006.

• ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2016-04-22. Diakses tanggal 2016-03-01. • ^ "Indonesia (IDN) Exports, Imports, and Trade Partners - OEC".

OEC - The Observatory of Economic Complexity (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-19. • ^ "Official Statistics and its Development in Indonesia" (PDF). Sub Committee on Statistics: First Session 18–20 February, 2004. Economic and Social Commission for Asia & the Pacific. hlm. 19. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2009-09-29. Diakses tanggal 2008-08-07.

• ^ "Indonesia at a Glance" (PDF). Indonesia Development Indicators and Data. Bank Dunia. 2006-08-13. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-12-23. Diakses tanggal 2008-08-07. • ^ "Indeks Persepsi Korupsi". Transparency International. 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-28. Diakses tanggal 2007-09-28. • ^ "Index of Economic Freedom".

The Heritage Foundation & The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 2018-12-08. • ^ "The Economist Intelligence Unit's Quality-of-Life Index" (PDF). The Economist. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2012-07-23. Diakses tanggal 2007-09-12. • ^ "Worldwide Press Freedom Index 2006" (PDF).

Reporters Without Borders. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2008-06-24. Diakses tanggal 2008-06-31. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ "cpi 2017 table". Transparency International. 2018-02-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-23.

Diakses tanggal 2008-06-31. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b "Human Development Reports: Indonesia". United Nations Development Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-01. Diakses tanggal 2019-12-09. • ^ "Global Competitiveness Index rankings 2018" (PDF). World Economic Forum. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 2018-12-08. • ^ "Most Literred Nation in the World 2016" (PDF).

Central Connecticut State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-11. Diakses tanggal 2016-01-29. • ^ "Countries in the world by population (2021)". World-O-Meter. Diakses tanggal 7 Agustus 2021. • ^ Badan Pusat Statistik (21 Januari 2021), Hasil Sensus Penduduk 2020 (PDF), Jakarta: Badan Pusat Statistik, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 22 Januari 2021 • ^ Migiro, Geoffrey (6 Mei 2019). "Most Populated Islands in the World". World Atlas (dalam bahasa Inggris).

Diakses tanggal 20 April 2021. • ^ Badan Pusat Statistik (1962). Sensus Penduduk 1961 Republik Indonesia. Jakarta: Biro Pusat Statistik. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "World Population Prospect: 2017 Revision" (PDF).

United Nations Department of Economics and Social Affairs – Population Division. 21 Juni 2017. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 20 Desember 2017.

Diakses tanggal 20 Desember 2017. • ^ "Indonesia - The World Factbook". CIA. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ Maryati, Sri (2015). "Dinamika Pengangguran Terdidik: Tantangan Menuju Bonus Demografi di Indonesia". economica. 3 (2): 124–136. doi: 10.22202/economica.2015.v3.i2.249.

• ^ "BBC: First contact with isolated tribes?". Survival International. 25 Januari 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Juli 2017. Diakses tanggal 30 Juli 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Share of people living in urban areas, 2017".

Our World in Data. 2017. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ Krisetya, Beltsazar (14 September 2016). "Tapping the Indonesian Diaspora Potential". Forum for International Studies. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Desember 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Harijanti, Susi Dwi (Februari 2017). "Report On Citizenship Law: Indonesia" (PDF). Badia Fiesolana: European University Institute. Diarsipkan gaji tentara indonesia per bulan versi asli (PDF) tanggal 15 November 2020.

Diakses tanggal 11 Mei 2021. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 6. • ^ Tanudirjo, Daud Aris (2017). "Mempertanyakan Austronesia, Meneguhkan Identitas Indonesia".

Dalam Harry, Widianto. Jejak Austronesia di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. hlm. 11–12. ISBN 978-602-386-158-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ridgell, Reilly (1995). Pacific Nations and Territories: The Islands of Micronesia, Melanesia, and Polynesia. Pacific Region Educational Laboratory (edisi ke-3, edisi revisi). Honolulu, Hawaii: Bess Press. hlm. 22–25. ISBN 1-57306-001-1. OCLC 33941689. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Hasbullah, M.

Sairi; Handayani, Nur Budi; Pramono, Agus (2015). Demography of Indonesia's Ethnicity. SG: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-4519-88-5. OCLC 1011165696. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm.

5. • ^ Ricklefs 1991, hlm. 256. • ^ La Ode, M.D. (2018). Trilogi pribumisme: resolusi konflik pribumi dengan non pribumi di berbagai belahan dunia. Jakarta: Komunitas Ilmu Pertahanan Indonesia. ISBN 978-602-52288-0-3. OCLC 1091891011. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Pemerintah indonesia (1998). "Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi" (PDF).

Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kemenkumham. • ^ "Dasar Hukum yang Melarang Penggunaan Istilah "Pribumi "". Hukum Online. 17 Oktober 2017. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 28. • ^ "Bahasa Daerah Di Indonesia". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Diakses tanggal 8 Agustus 2021. • ^ "Asian Linguistic Maps: Indonesia & Brunei". Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Desember 2015. Diakses tanggal 23 Desember 2012. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 11. • ^ Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. "Ethnologue: Languages of the World, Twenty-first edition". SIL International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 Juni 2019.

Diakses tanggal 20 September 2018. • ^ Na'im & Syaputra 2010, hlm. 47. • ^ Kridalaksana, H. (1991). "Pengantar tentang Pendekatan Historis dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia".

gaji tentara indonesia per bulan

Dalam Kridalaksana, H. Masa Lampau bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai (PDF). Yogyakarta: Kanisius. ISBN 979-413-476-7. • ^ UUD 1945, Pasal 36. • ^ "Tugas dan Fungsi". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Juli 2020.

Diakses tanggal 9 Agustus 2021. • ^ Jazuly, Ahmad (2016). "Peran Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini". Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa. 6 (1): 33–40. • ^ Santoso, Iman (1 April 2014). "Pembelajaran Bahasa Asing di Indonesia: Antara Globalisasi dan Hegemoni". Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 14 (1): 1. doi: 10.17509/bs_jpbsp.v14i1.696. ISSN 2527-8312. • ^ a b "Data Umat Berdasar Jumlah Pemeluk Agama Menurut Agama". Kementerian Agama. 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 September 2020.

Diakses tanggal 9 Agustus 2021. • ^ Eid, Haya Muhammad (2019). Learning My Salah: The Second Pillar. Ahlan Foundation. hlm. 66. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Muradi, Ahmad (2013). "Tujuan Pembelajaran Bahasa Asing (Arab) di Indonesia". Al-Maqayis. 1 (1): 128–137. • ^ Chaqoqo, S.G.N. (1 Juni 2012). "Pembelajaran Bahasa Arab Sepanjang Sejarah". STAIN Salatiga. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Maret 2013. Diakses tanggal 2 Januari 2013.

• ^ UUD 1945, Pasal 29 ayat (2). • ^ Marshall, Paul (2018). "The Ambiguities of Religious Freedom in Indonesia". The Review of Faith & International Affairs. 16 (1): 85–96.

doi: 10.1080/15570274.2018.1433588. ISSN 1557-0274. • ^ Siregar, Rospita Adelina (2018). "Kebijakan Publik bila Mencantumkan Aliran Kepercayaan dalam Admininistrasi Kependudukan sebagai Bentuk Revitalisasi Pancasila" (PDF).

Dalam Dr. Lamhot Naibaho; Demsy Jura. Seminar Nasional "Revitalisasi Indonesia melalui Identitas Kemajemukan Berdasarkan Pancasila", diselenggarakan oleh Pusat Sudi Lintas Agama dan Budaya — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia.

Jakarta, 22 November 2018. Jakarta: UKI Press. hlm. 173–177. ISBN 978-979-8148-96-5. • ^ Gaji tentara indonesia per bulan, Eric (1995). Bali. Periplus. ISBN 962-593-028-0. OCLC 60286689. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Suryadinata, Leo, ed.

(2008). Ethnic Chinese in Contemporary Indonesia. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789812308351. OCLC 469069147. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Gin, Ooi Keat, ed. (2004). Southeast Asia: A historical encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor (3 volume set).

Santa Barbara, Calif.: ABC-CLIO. hlm. 177. ISBN 978-1-57607-770-2. OCLC 54528945. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Magnis-Suseno, Franz (1997). Javanese Ethics and World-View: The Javanese Idea of the Gaji tentara indonesia per bulan Life. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 979-605-406-X. OCLC 38466385. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2003 International Religious Freedom Report: Indonesia".

U.S. Department of State. 2003. Diakses tanggal 13 Januari 2012. Periksa nilai tanggal di: -access-date= ( bantuan) • ^ Gonda, Jan (1975). "The Indian Religions in Pre-Islamic Indonesia and their survival in Bali". Handbook of Oriental Studies. Section 3 Southeast Asia, Religions. Brill. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Darsa, Undang A. 2004. "Kropak 406; Carita Parahyangan dan Fragmen Carita Parahyangan", Makalah disampaikan dalam Kegiatan Bedah Naskah Kuna yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga.

Bandung-Jatinangor: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran: hlm. 1–23. • ^ "Buddhism in Indonesia". Buddha Dharma Education Association. 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Mei 2019. Diakses tanggal 3 Oktober 2006. • ^ Rahman, Taufiq (2013). " 'Indianization' of Indonesia in an Historical Sketch". International Journal of Nusantara Islam. 1 (2): 56–64. doi: 10.15575/ijni.v1i2.26. ISSN 2355-651X. • ^ Sedyawati, Edi (19 Desember 2014). "Influence of Hinduism and Buddhism on Indonesian culture".

Sanskriti Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 April 2017. Diakses tanggal 6 Desember 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Martin, Richard C. (2004). Encyclopedia of Islam and the Muslim World. Vol. 2: M–Z. New York: Macmillan Reference USA. ISBN 0-02-865603-2. OCLC 52178942. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b Böwering, Gerhard; Crone, Patricia; Mirza, Mahan (2013).

The Princeton Encyclopedia of Islamic Political Thought. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 1-4008-3855-X. OCLC 820631887. Gaji tentara indonesia per bulan -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm. 12–14. • ^ "Indonesia – Bhineka Tunggal Ika". Centre Universitaire d'Informatique. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 September 2006.

Diakses tanggal 20 Oktober 2006. • ^ Tanasaldy, Taufiq (2012). Regime Change and Ethnic Politics in Indonesia: Dayak Politics gaji tentara indonesia per bulan West Kalimantan. Leiden: KITLV Press. ISBN 978-90-04-25348-3. OCLC 804847859. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm.

25, 26, 28. • ^ "About St Francis Xavier". Catholic Archdiocese of Sydney. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 November 2012. Diakses tanggal 5 Juli 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Ricklefs 1991, hlm.

28, 62. • ^ Vickers 2005, hlm. 22. • ^ Goh, Robbie B.H. (2005). Christianity in Southeast Asia. Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 80. ISBN 978-981-230-297-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia". Reformed Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Desember 2006. Diakses tanggal 5 Desember 2006. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Klemperer-Markman, Ayala.

"The Jewish Community in Indonesia". Beit Hatfutsot. Diterjemahkan oleh Julie Ann Levy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Agustus 2019. Diakses tanggal 12 Maret 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan gaji tentara indonesia per bulan bantuan) • ^ Madjid, Nurcholish (1994).

"Islamic Roots of Modern Pluralism: Indonesian Experience". Studia Islamika. 1 (1). doi: 10.15408/sdi.v1i1.866. ISSN 2355-6145. • ^ Harsono, Andreas (Mei 2019). Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Suharto Indonesia. Monash University Publishing. ISBN 978-1-925835-09-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "How religious commitment varies by country among people of all ages".

Pew Research Center. 13 Juni 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Agustus 2018. Diakses tanggal 23 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Pearce, Jonathan M.S. (28 Oktober 2018). "Religion in Indonesia: An Insight". Patheos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Oktober 2018. Diakses tanggal 23 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ UUD 1945, Pasal 31 ayat (4).

• ^ Al-Samarrai, Samer; Cerdan-Infantes, Pedro (9 Maret 2013). "Awakening Indonesia's Golden Generation: Extending Compulsory Education from 9 to 12 Years". The World Bank Blog. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Oktober 2017.

Diakses tanggal 10 Oktober 2017. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b "Indonesia". UNESCO Institute for Statistics. 27 November 2016. Diakses tanggal 5 September 2020. • ^ "Is Indonesia Ready for International Branch Campuses?". Inside Higher Ed. 29 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 Mei 2018. Diakses tanggal 18 November 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Indonesia's Unequal Higher Education".

Asia Sentinel. 4 Mei 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 September 2020. Diakses tanggal 3 Desember 2020. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "2018 Health SDG Profile: Indonesia" (PDF). Organisasi Kesehatan Dunia. Juli 2018. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 6 Desember 2018. Diakses tanggal 10 Desember 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Thabrany, Hasbullah (2 Januari 2014). "Birth of Indonesia's 'Medicare': Fasten your seatbelts".

The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2014. Diakses tanggal 26 Agustus 2018. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Life expectancy". Our World in Data. Diakses tanggal 6 September 2020. • ^ "Child mortality rate". Our World in Data. Diakses tanggal 5 September 2020.

• ^ Mboi, Nafsiah; Surbakti, Indra Murty; Trihandini, Indang; Elyazar, Iqbal; Smith, Karen Houston; Bahjuri Ali, Pungkas; Kosen, Soewarta; Flemons, Kristin; Ray, Sarah E. (2018). "On the road to universal health care in Indonesia, 1990–2016: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016". The Lancet (dalam bahasa Inggris). 392 (10147): 581–591. doi: 10.1016/S0140-6736(18)30595-6. PMC 6099123.

PMID 29961639. Pemeliharaan CS1: Format PMC ( link) • ^ a b Badan Pusat Statistik (15 Desember 2020). "Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2020".

Berita Resmi Statistik (No.97/12/Th.XXIII). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 2021-01-22. • ^ "PENGERAJIN BATIK TAK PERLU RESAH".

Majalah Hukum & HAM Online. 30 September 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-26. Diakses tanggal 14 Agustus 2008. Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Witton, Patrick (2003). Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. hlm. 103. ISBN 1-74059-154-2. • ^ Elyas Pical Dapat Penghargaan [ pranala nonaktif permanen]. Surya, 27 Maret 2009. Diakses pada 10 September 2010. • ^ Afriatni, Ami. Petinju Chris John Sukses Pertahankan Gelar Juara Dunia Diarsipkan 2008-12-10 di Wayback Machine.

Tempo, 19 Agustus 2007. Diakses pada 10 September 2010. • ^ "Jejak Bersejarah Hindia Belanda di Piala Dunia 1938". CNN Indonesia. 23 April 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-16. Diakses tanggal 21 Februari 2020.

• ^ "Kampung Tugu, Menyimpan Kenangan Sejarah". Kompas. Rabu, 28 April 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-11. Diakses tanggal 14 Agustus 2008.

Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Radhar Panca Dahana (Kamis, 6 Desember 2007). "Perspektif: Mencuri Klaim, Itu Biasa". Gatra.Com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-08. Diakses tanggal 14 Agustus 2008.

Periksa nilai tanggal di: -date= ( bantuan) • ^ Witton, Patrick (2002). World Food: Indonesia. Melbourne: Lonely Planet. ISBN 1-74059-009-0. • ^ Brissendon, Rosemary (2003). South East Asian Food. Melbourne: Hardie Grant Books. ISBN 1-74066-013-7. • ^ http://www.cnngo.com/explorations/eat/40-foods-indonesians-cant-live-without-327106 Diarsipkan 2011-10-25 di Wayback Machine.

40 of Indonesia's best dishes. Diakses pada 5 Desember 2011. • ^ a b Kristianto, JB ( 2 Juli 2005). "Sepuluh Tahun Terakhir Perfilman Indonesia". Kompas. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-01-13. Diakses tanggal 5 Oktober 2006. Periksa nilai tanggal di: -accessdate=, -date= ( bantuan) • ^ "Menengok 10 Film Indonesia Terlaris Dalam 10 Tahun Terakhir".

kumparan. 30 Maret 2017. Diakses tanggal 2022-01-15. • ^ Taylor (2003), pp. 299–301 • ^ Vickers (2005) pp. 3-7; Friend (2003), pp. 74, 180 • ^ Czermak, Karen. " "Preserving Intangible Cultural Heritage in Indonesia "" (PDF). SIL International.

Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2007-07-09. Diakses tanggal 2007-07-04. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ "Internet World Stats". Asia Internet Usage, Population Statistics and Information. Miniwatts Marketing Group. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-04-30.

Diakses tanggal 2007-08-13. • ^ Suprapto (November 24, 2014). "Inilah Data Peringkat Negara Pengguna Internet". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-19. Diakses tanggal 2015-08-21. Kepustakaan • Badan Pusat Statistik (2020).

Statistik Indonesia 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik. • Badan Pusat Statistik (2021). Statistik Indonesia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2021. • Frederick, William H.; Worden, Robert L., ed. (2011). Indonesia: A Country Study (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-6). Washington, D.C.: Library of Congress, Federal Research Division.

ISBN 978-0-8444-0790-6. • Friend, T. (2003). Indonesian Destinies (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. ISBN 0-674-01137-6. • Na'im, Akhsan; Syaputra, Hendry (2010). "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (PDF).

Badan Pusat Statistik (BPS). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 23 September 2015. • Ricklefs, Merle Calvin (2001). A history of modern Indonesia since c. 1200 (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-3). Basingstoke; Stanford, CA: Palgrave; Stanford University Press.

ISBN 978-0-8047-4480-5. • Ricklefs, Merle Calvin (2008). A History of Modern Indonesia since c. 1200 (E-Book version) (edisi ke-4). New York: Palgrave Macmillan. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Pemerintah Indonesia (1945), Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 • Schwarz, A. (1994).

A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s (dalam bahasa Inggris). Westview Press. ISBN 1-86373-635-2. • Taylor, Jean Gelman (2003). Indonesia: Peoples and Histories (dalam bahasa Inggris). New Haven and London: Yale University Press.

ISBN 0-300-10518-5. • Vickers, Adrian (2005). A History of Modern Indonesia (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 0-521-54262-6. Pranala luar Portal Indonesia Cari tahu mengenai Indonesia pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: Definisi dan terjemahan dari Wiktionary Gambar dan media dari Commons Berita dari Wikinews Kutipan dari Wikiquote Teks sumber dari Wikisource Buku dari Wikibuku Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesia. • Peta Indonesia di Wikimedia Atlas • Data geografis Indonesia gaji tentara indonesia per bulan OpenStreetMap Wikivoyage memiliki panduan wisata Indonesia.

• (Indonesia) Situs web resmi pemerintah Republik Indonesia • (Indonesia) Kantor Berita Antara • (Indonesia) Pemilu Indonesia Diarsipkan 2016-02-05 di Wayback Machine. • (Indonesia) Peringatan Kebangkitan Nasional Indonesia Diarsipkan 2015-06-24 di Wayback Machine. • (Indonesia) Data Kependudukan Resmi Indonesia • (Inggris) Pariwisata Indonesia • (Inggris) Indonesia di Encyclopædia Britannica • (Inggris) Indonesia: Country Studies 1993 • (Inggris) Presentasi tentang Indonesia Diarsipkan 2013-01-18 di Wayback Machine.

• Seni • Film • Tari • Sastra • Musik • Lagu • Masakan • Mitologi • Pendidikan • Olahraga • Permainan tradisional • Busana daerah • Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia • Arsitektur • Bandar udara • Pelabuhan • Stasiun kereta api • Terminal • Pembangkit listrik • Warisan budaya • Wayang • Batik • Keris • Angklung • Tari Saman • Noken Simbol • Afganistan • Arab Saudi • Armenia • Azerbaijan • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei Darussalam • Filipina gaji tentara indonesia per bulan Georgia • India • Irak • Iran • Israel • Jepang • Kamboja • Kazakhstan • Kirgizstan • Korea Selatan • Korea Utara • Kuwait • Laos • Lebanon • Maladewa • Malaysia • Gaji tentara indonesia per bulan • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Palestina • Qatar • Singapura • Sri Lanka • Suriah • Taiwan • Tajikistan • Thailand • Timor Leste • Tiongkok • Turki • Turkmenistan • Uni Emirat Arab • Uzbekistan • Vietnam • Yaman • Yordania Eropa • Albania • Austria • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Britania Raya • Bulgaria • Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Hongaria • Islandia • Italia • Jerman • Kroasia • Latvia • Lituania • Luksemburg • Malta • Moldova • Montenegro • Norwegia • Polandia • Portugal • Prancis • Republik Irlandia • Rumania • Rusia • Serbia • Siprus • Slovenia • Slowakia • Spanyol • Swedia • Swiss • Takhta Suci • Ukraina • Yunani Oseania • Afganistan • Arab Saudi • Armenia 1 • Azerbaijan 1 • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei • Filipina • Georgia 1 • India • Indonesia • Irak • Iran • Israel • Jepang • Kamboja • Kazakhstan 3 • Kirgizstan • Korea Selatan • Korea Utara • Kuwait • Laos • Lebanon • Maladewa • Malaysia • Mesir 3 • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Qatar • Rusia 3 • Singapura gaji tentara indonesia per bulan Siprus 1 • Sri Lanka • Suriah • Tajikistan • Thailand • Timor Leste 2 • Tiongkok • Turki 3 • Turkmenistan • Uni Emirat Arab • Uzbekistan • Vietnam • Yaman • Yordania Negara dengan pengakuan terbatas • Sungai Naf ( Bangladesh, Myanmar) • Tepi Macclesfield ( RRT, RT, Vietnam) • Kepulauan Paracel ( RRT, RT, Vietnam) • Kepulauan Pratas ( RRT, RT) • Sabah ( Malaysia, Filipina) • Beting Scarborough ( Filipina, RRT, RT) • Kepulauan Spratly ( Brunei, Malaysia, Filipina, RRT, RT, Vietnam) Gerakan separatis • General Agreement on Tariffs and Trade • Agriculture • Sanitary and Phytosanitary Measures • Technical Barriers to Trade • Trade Related Investment Measures • Trade in Services • Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights • Government Procurement • Information Technology • Perjanjian Marrakech • Deklarasi Doha Konferensi Menteri 1.

Ke-28 negara anggota Uni Eropa juga merupakan anggota WTO dengan hak sendiri: • Austria • Belgia • Bulgaria • Kroasia • Siprus • Republik Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Prancis • Jerman • Yunani • Hongaria • Irlandia • Italia • Latvia • Lituania • Luksemburg • Malta • Belanda • Polandia • Portugal • Rumania gaji tentara indonesia per bulan Slovakia • Slovenia • Spanyol • Swedia • Britania Raya 2.

Wilayah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok, terdaftar dengan nama "Hong Kong, Tiongkok" dan "Makau,Tiongkok". 3. Secara resmi Republik Tiongkok, terdaftar dengan nama " Separate Customs Territory of Taiwan, Penghu, Kinmen and Matsu" Afganistan · Afrika Selatan · Republik Afrika Tengah · Aljazair · Angola · Antigua dan Barbuda · Arab Saudi · Bahama · Bahrain · Bangladesh · Barbados · Belarus · Belize · Benin · Bhutan · Bolivia · Botswana · Brunei · Burkina Faso · Burundi · Chad · Chili · Djibouti · Dominika · Republik Dominika · Ekuador · Mesir · Guinea Khatulistiwa · Eritrea · Eswatini · Ethiopia · Filipina · Gabon · Gambia · Ghana · Grenada · Guatemala · Guinea · Guinea-Bissau · Guyana · Honduras · India · Indonesia · Iran · Jamaika · Kamboja · Kamerun · Kenya · Kolombia · Komoro · Republik Kongo · Republik Demokratik Kongo · Korea Utara · Kuba · Kuwait · Laos · Lebanon · Lesotho · Liberia · Libya · Madagaskar · Maladewa · Malawi · Malaysia · Mali · Mauritania · Mauritius · Mongolia · Maroko · Mozambik · Myanmar · Namibia · Nepal · Nikaragua · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Panama · Pantai Gading · Papua Nugini · Peru · Qatar · Rwanda · Saint Lucia · Saint Vincent dan Grenadines · Sao Tome dan Principe · Senegal · Seychelles · Sierra Gaji tentara indonesia per bulan · Singapura · Somalia · Sri Lanka · Sudan · Suriname · Suriah · Tanjung Verde · Tanzania · Thailand · Timor Leste · Togo · Gaji tentara indonesia per bulan dan Tobago · Tunisia · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Vanuatu · Venezuela · Vietnam · Yaman · Yordania · Zambia · Zimbabwe Negara pemantau Afganistan · Albania · Aljazair · Arab Saudi · Azerbaijan · Bahrain · Bangladesh · Benin · Brunei · Burkina Faso · Chad · Gabon · Gambia · Guinea · Guinea Bissau gaji tentara indonesia per bulan Guyana · Indonesia · Irak · Iran · Jibuti · Kamerun · Kazakhstan · Komoro · Kirgizstan · Kuwait · Lebanon · Libya · Maladewa · Malaysia · Mali · Maroko · Mauritania · Mesir · Mozambik · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Pantai Gading · Qatar · Senegal · Sierra Leone · Somalia · Sudan · Suriah · Suriname · Tajikistan · Togo · Tunisia · Turki · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Yaman · Yordania Pengamat Kategori tersembunyi: • Halaman dengan argumen ganda di pemanggilan templat • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Halaman dengan rujukan yang memiliki URL kosong • Galat CS1: tanggal • Templat webarchive tautan wayback • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • Pemeliharaan CS1: Format PMC • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Halaman yang menggunakan multiple image dengan pengubahan ukuran gambar otomatis • Pranala Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan gaji tentara indonesia per bulan NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA gaji tentara indonesia per bulan Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 8 Mei 2022, pukul 04.06.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUB MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190/PMK.05/2012 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005, telah diatur ketentuan mengenai pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; b. bahwa sesuai dengan Pasal 7 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang menetapkan kebijakan dan pedoman pelaksanaan anggaran negara; c. bahwa untuk melaksanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang lebih tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab, perlu mengatur kembali ketentuan mengenai pedoman pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; d.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 213, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya disingkat APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

2. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan APBN. 3. Menteri/Pimpinan Lembaga adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan. 4. Kementerian Negara/Lembaga adalah kementerian negara/ lembaga pemerintah non kementerian negara/lembaga negara.

5. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga. 6. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.

7. Bagian Anggaran adalah kelompok anggaran menurut nomenklatur Kementerian Negara/Lembaga dan menurut fungsi Bendahara Umum Negara. 8. Bendahara Umum Negara yang selanjutnya disingkat BUN adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi BUN. 9. Kuasa Bendahara Umum Negara yang selanjutnya disebut Kuasa BUN adalah pejabat yang diangkat oleh BUN untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBN dalam wilayah kerja yang ditetapkan 10.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disingkat KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kuasa dari BUN untuk melaksanakan sebagian fungsi Kuasa BUN. 11. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah unit organisasi lini Kementerian Negara/Lembaga atau unit organisasi Pemerintah Daerah yang melaksanakan kegiatan Kementerian Negara/Lembaga dan memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran.

12. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang melaksanakan kewenangan PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN. 13. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut PPSPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengujian atas permintaan pembayaran dan menerbitkan perintah pembayaran.

14. Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan Belanja Negara dalam pelaksanaan APBN pada kantor/Satker Kementerian Negara/Lembaga.

15. Bendahara Pengeluaran Pembantu yang selanjutnya disingkat BPP adalah orang yang ditunjuk untuk membantu Bendahara Pengeluaran untuk melaksanakan pembayaran kepada yang berhak guna kelancaran pelaksanaan kegiatan tertentu. 16. Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai yang selanjutnya disingkat PPABP adalah pembantu KPA yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk mengelola pelaksanaan belanja pegawai.

17. Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat UP adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker atau membiayai pengeluaran yang menurut sifat dan tujuannya tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung.

18. Pembayaran Langsung yang selanjutnya disebut Pembayaran LS adalah pembayaran yang dilakukan langsung kepada Bendahara Pengeluaran/penerima hak lainnya atas dasar perjanjian kerja, surat keputusan, surat tugas atau surat perintah kerja lainnya melalui penerbitan Surat Perintah Membayar Langsung.

19. Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat TUP adalah uang muka yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam 1 (satu) bulan melebihi pagu UP yang telah ditetapkan. 20. Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat PTUP adalah pertanggungjawaban atas TUP. 21. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disingkat SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara.

22. Surat Permintaan Pembayaran Langsung yang selanjutnya disebut SPP-LS adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/ Bendahara Pengeluaran. 23. Surat Permintaan Pembayaran Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPP-UP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran UP.

24. Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPP-TUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran TUP. 25.

Surat Permintaan Pembayaran Penggantian Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPP-GUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi pertanggungjawaban dan permintaan kembali pembayaran UP.

26. Surat Permintaan Pembayaran Penggantian Uang Persediaan Nihil yang selanjutnya disebut SPP-GUP Nihil adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi pertanggungjawaban UP. 27. Surat Permintaan Pembayaran Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPP-PTUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pertanggungjawaban atas TUP.

28. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat SPM adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA. 29. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/Bendahara Pengeluaran.

30. Surat Perintah Membayar Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-UP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan UP. 31. Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-TUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mencairkan TUP.

32. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-GUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM dengan membebani DIPA, yang dananya dipergunakan untuk menggantikan UP yang telah dipakai. 33. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan Nihil yang selanjutnya disebut SPM-GUP Nihil adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM sebagai pertanggungjawaban UP yang membebani DIPA.

34. Surat Perintah Membayar Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-PTUP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM sebagai pertanggungjawaban atas TUP yang membebani DIPA.

35. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa BUN untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM.

36. Bagan Akun Standar yang selanjutnya disingkat BAS adalah daftar perkiraan buku besar meliputi kode dan uraian organisasi, fungsi dan sub fungsi, program, kegiatan, output, bagian anggaran/unit organisasi eselon I/Satker dan kode perkiraan yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan, pelaksanaan anggaran, serta pertanggungjawaban dan laporan keuangan pemerintah pusat.

37. Penerimaan Negara Bukan Pajak yang selanjutnya disingkat PNBP adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari pajak. 38. Bank Operasional adalah bank umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan selaku BUN atau pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan pemindahbukuan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening sebagaimana yang tercantum dalam SP2D.

39. Arsip Data Komputer yang selanjutnya disingkat ADK adalah arsip data dalam bentuk softcopy yang disimpan dalam media penyimpanan digital. 40. Gaji Induk adalah gaji yang dibayarkan secara rutin bulanan kepada pegawai negeri yang telah diangkat oleh pejabat yang berwenang dengan surat keputusan sesuai ketentuan perundang-undangan pada Satker yang meliputi gaji pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji. BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2 Peraturan Menteri ini mengatur mengenai tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN selain tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN untuk Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia.

BAB III DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN Pasal 3 (1) DIPA berlaku sebagai dasar pelaksanaan pengeluaran negara setelah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan selaku BUN. (2) Alokasi dana yang tertuang dalam DIPA merupakan batas tertinggi pengeluaran negara. (3) Pengeluaran negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak boleh dilaksanakan jika alokasi dananya tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam DIPA. (4) Khusus pelaksanaan pengeluaran negara untuk pembayaran gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji dapat melampaui alokasi dana gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji dalam DIPA, sebelum dilakukan perubahan/revisi DIPA.

BAB IV PEJABAT PERBENDAHARAAN NEGARA Bagian Kesatu Pengguna Anggaran Pasal 4 (1) Menteri/Pimpinan Lembaga selaku penyelenggara urusan tertentu dalam pemerintahan bertindak sebagai PA atas Bagian Anggaran yang disediakan untuk penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi tugas dan kewenangannya tersebut.

(2) Menteri Keuangan, selain sebagai PA atas Bagian Anggaran untuk kementerian yang dipimpinnya, juga bertindak selaku PA atas Bagian Anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga tertentu.

(3) Bagian Anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), meliputi: a. Pengelolaan Utang; b. Pengelolaan Hibah; c. Pengelolaan Investasi Pemerintah; d. Pengelolaan Penerusan Pinjaman; e.

Pengelolaan Transfer ke Daerah; f. Pengelolaan Subsidi; g. Pengelolaan Transaksi Khusus; dan h. Pengelolaan Anggaran lainnya. (4) Dalam mengelola Bagian Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Menteri Keuangan menunjuk pejabat setingkat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan untuk menjalankan fungsi PA. (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung jawab PA dan tata cara pembayaran atas Bagian Anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan gaji tentara indonesia per bulan.

Bagian Kedua Kuasa Pengguna Anggaran Pasal 5 (1) Menteri/Pimpinan Lembaga selaku PA berwenang: a. menunjuk kepala Satker yang berstatus Pegawai Negeri Sipil untuk melaksanakan kegiatan Kementerian Negara/Lembaga sebagai KPA; dan b. menetapkan Pejabat Perbendaharaan Negara lainnya.

(2) Penunjukan KPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a bersifat ex-officio. (3) Pejabat Perbendaharaan Negara lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi PPK dan PPSPM. (4) Kewenangan PA untuk menetapkan Pejabat Perbendaharaan Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilimpahkan kepada KPA. (5) Setiap terjadi pergantian jabatan kepala Satker, setelah serah terima jabatan pejabat kepala Satker yang baru langsung menjabat sebagai KPA.

(6) PA dapat menunjuk pejabat lain selain kepala Satker sebagai KPA dalam hal: a. Satker dipimpin oleh pejabat yang bersifat komisioner; b. Satker dipimpin oleh pejabat Eselon I atau setingkat Eselon I; c. Satker sementara; d. Satker yang pimpinannya mempunyai tugas fungsional; atau e.

Satker Lembaga Negara. (7) Dalam hal Satker yang pimpinannya bukan Pegawai Negeri Sipil, PA dapat menunjuk pejabat lain yang berstatus Pegawai Negeri Sipil sebagai KPA. (8) Dalam keadaan tertentu PA dapat menunjuk KPA yang bukan Pegawai Negeri Sipil, dengan mempertimbangkan efektivitas dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran, pelaksanaan kegiatan, dan pencapaian output/kinerja yang ditetapkan dalam DIPA.

(9) Penunjukkan KPA sebagaimana dimaksud pada ayat (8) harus mendapat persetujuan Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Perbendaharaan. Pasal 6 (1) Dalam hal terdapat keterbatasan jumlah pejabat/pegawai yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Pejabat Perbendaharaan Negara, dimungkinkan perangkapan fungsi Pejabat Perbendaharaan Negara dengan memperhatikan pelaksanaan prinsip saling uji (check and balance).

(2) Perangkapan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilaksanakan melalui perangkapan jabatan KPA sebagai PPK atau PPSPM. Pasal 7 (1) KPA melaksanakan penggunaan anggaran berdasarkan DIPA Satker. (2) KPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicantumkan pada DIPA.

(3) Penunjukan KPA tidak terikat periode tahun anggaran. (4) Dalam hal terdapat kekosongan jabatan kepala Satker sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) atau pejabat lain yang gaji tentara indonesia per bulan sebagai KPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (6), PA segera menunjuk seorang pejabat baru sebagai pelaksana tugas KPA.

(5) Penunjukan KPA berakhir apabila tidak teralokasi anggaran untuk program yang sama pada tahun anggaran berikutnya. (6) KPA yang penunjukannya berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (5) bertanggungjawab untuk menyelesaikan seluruh administrasi dan pelaporan keuangan.

Pasal 8 (1) Penunjukan KPA atas pelaksanaan dana Dekonsentrasi dilakukan oleh Gubernur selaku pihak yang diberikan pelimpahan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kementerian Negara/Lembaga. (2) Penunjukan KPA atas pelaksanaan dana Urusan Bersama, dilakukan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atas usul Gubernur/Bupati/ Walikota.

(3) Penunjukan KPA atas pelaksanaan Tugas Pembantuan dilakukan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atas usul Gubernur/Bupati/ Walikota. (4) Dalam rangka percepatan pelaksanaan anggaran, Menteri/Pimpinan Lembaga dapat mendelegasikan penunjukan KPA atas pelaksanaan Urusan Bersama dan Tugas Pembantuan kepada Gubernur/Bupati/Walikota. Pasal 9 (1) Dalam pelaksanaan anggaran pada Satker, KPA memiliki tugas dan wewenang: a. menyusun DIPA; b. menetapkan PPK untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja Negara; c.

menetapkan PPSPM untuk melakukan pengujian tagihan dan menerbitkan SPM atas beban anggaran belanja Negara; d. menetapkan panitia/pejabat yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan pengelola anggaran/keuangan; e. menetapkan rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana; f. memberikan supervisi dan konsultasi dalam pelaksanaan kegiatan dan penarikan dana; g. mengawasi penatausahaan dokumen dan transaksi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dan anggaran; dan h. menyusun laporan keuangan dan kinerja atas pelaksanaan anggaran sesuai gaji tentara indonesia per bulan peraturan perundang-undangan.

(2) Untuk 1 (satu) DIPA, KPA menetapkan: a. 1 (satu) atau lebih PPK; dan b. 1 (satu) PPSPM. Pasal 10 (1) KPA bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang berada dalam penguasaannya kepada PA. (2) Pelaksanaan tanggung jawab KPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk: a. mengesahkan rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana; b. merumuskan standar operasional agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan tentang pengadaan barang/jasa pemerintah; c.

menyusun sistem pengawasan dan pengendalian agar proses penyelesaian tagihan atas beban APBN dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; d. melakukan pengawasan agar pelaksanaan kegiatan dan pengadaan barang/jasa sesuai dengan keluaran (output) yang ditetapkan dalam DIPA; e. melakukan monitoring dan evaluasi agar pembuatan perjanjian/kontrak pengadaan barang/jasa dan pembayaran atas beban APBN sesuai dengan keluaran (output) yang ditetapkan dalam DIPA serta rencana yang telah ditetapkan; f.

merumuskan kebijakan agar pembayaran atas beban APBN sesuai dengan keluaran (output) yang ditetapkan dalam DIPA; dan g. Melakukan pengawasan, monitoring, dan evaluasi atas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dalam rangka penyusunan laporan keuangan.

Pasal 11 (1) KPA menetapkan PPK dan PPSPM dengan surat keputusan. (2) Penetapan PPK dan PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat gaji tentara indonesia per bulan tidak terikat periode tahun anggaran.

(3) Dalam hal tidak terdapat perubahan pejabat yang ditetapkan sebagai PPK dan/atau PPSPM pada saat pergantian periode tahun anggaran, penetapan PPK dan/atau PPSPM tahun yang lalu masih tetap berlaku. (4) Dalam hal PPK atau PPSPM dipindahtugaskan/pensiun/ diberhentikan dari jabatannya/berhalangan sementara, KPA menetapkan PPK atau PPSPM pengganti dengan surat keputusan dan berlaku sejak serah terima jabatan.

(5) Dalam hal penunjukan KPA berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (5), penetapan PPK dan PPSPM secara otomatis berakhir. (6) PPK dan PPSPM yang penunjukannya berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (5) harus menyelesaikan seluruh administrasi keuangan yang menjadi tanggung jawabnya pada saat menjadi PPK atau PPSPM. (7) KPA menyampaikan surat keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (4) kepada: a.

Kepala KPPN selaku Kuasa BUN beserta spesimen tanda tangan PPSPM dan cap/stempel Satker; b. PPSPM disertai dengan spesimen tanda tangan PPK; dan c. PPK. (8) Pada awal tahun anggaran, KPA menyampaikan pemberitahuan kepada pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dalam hal tidak terdapat penggantian PPK dan/atau PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Bagian Ketiga Pejabat Pembuat Komitmen Pasal 12 (1) PPK melaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara.

(2) Dalam melaksanakan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK mempedomani pelaksanaan tanggung jawab KPA kepada PA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10. (3) PPK tidak dapat merangkap sebagai PPSPM. Pasal 13 (1) Dalam melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara, PPK memiliki tugas dan wewenang: a. menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana berdasarkan DIPA; b.

menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa; c. gaji tentara indonesia per bulan, menandatangani dan melaksanakan perjanjian/kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa; d.

melaksanakan kegiatan swakelola; e. memberitahukan kepada Kuasa BUN atas perjanjian/ kontrak yang dilakukannya; f. mengendalikan pelaksanaan perjanjian/kontrak; g. menguji dan menandatangani surat bukti mengenai hak tagih kepada negara; h. membuat dan menandatangani SPP; i. melaporkan pelaksanaan/penyelesaian kegiatan kepada KPA; j. menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan kegiatan kepada KPA dengan Berita Acara Penyerahan; k.

menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan kegiatan; dan l. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan dan rencana penarikan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dilakukan dengan: a.

menyusun jadwal waktu pelaksanaan kegiatan termasuk rencana penarikan dananya; b. menyusun perhitungan kebutuhan UP/TUP sebagai dasar pembuatan SPP-UP/TUP; dan c. mengusulkan revisi POK/DIPA kepada KPA. (3) Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g dilakukan dengan: a. menguji kebenaran materiil dan keabsahan surat-surat bukti mengenai hak tagih kepada negara; dan/atau b. menguji kebenaran dan keabsahan dokumen/surat keputusan yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran belanja pegawai.

(4) Dalam hal surat-surat bukti mengenai hak tagih kepada negara berupa surat jaminan uang muka, pengujian kebenaran materiil dan keabsahan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dilakukan dengan: a.

menguji syarat-syarat kebenaran dan keabsahan jaminan uang muka; dan b. menguji tagihan uang muka berupa besaran uang muka yang dapat dibayarkan sesuai ketentuan mengenai pengadaan barang/ jasa pemerintah. (5) Laporan pelaksanaan/penyelesaian kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i berupa laporan atas: a. pelaksanaan kegiatan; b. penyelesaian kegiatan; dan c.

penyelesaian tagihan kepada negara. (6) Tugas dan wewenang lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l meliputi: a. menetapkan rencana pelaksanaan pengadaan barang/jasa; b. memastikan telah terpenuhinya kewajiban gaji tentara indonesia per bulan kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara; c.

mengajukan permintaan pembayaran atas tagihan berdasarkan prestasi kegiatan; d. memastikan ketepatan jangka waktu penyelesaian tagihan kepada negara; dan e. menetapkan besaran uang muka yang akan dibayarkan kepada penyedia barang/jasa.

(7) Uang muka sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf e dapat diberikan kepada penyedia barang/jasa untuk: a. mobilisasi alat dan tenaga kerja; b. pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok barang/material; dan/atau c. persiapan teknis lain yang diperlukan bagi pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

Pasal 14 (1) Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf h, PPK menguji: a.

kelengkapan dokumen tagihan; b. kebenaran perhitungan tagihan; c. kebenaran data pihak yang berhak menerima pembayaran atas beban APBN; d. kesesuaian spesifikasi teknis dan volume barang/jasa sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian/kontrak dengan barang/jasa yang diserahkan oleh penyedia barang/jasa; e.

kesesuaian spesifikasi teknis dan volume barang/jasa sebagaimana yang tercantum pada dokumen serah terima barang/jasa dengan dokumen perjanjian/kontrak; f. kebenaran, keabsahan serta akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti mengenai hak tagih kepada negara; dan g.

ketepatan jangka waktu penyelesaian pekerjaan sebagaimana yang tercantum pada dokumen serah terima barang/jasa dengan dokumen perjanjian/kontrak.

(2) PPK harus menyampaikan laporan bulanan terkait pelaksanaan tugas dan wewenang kepada KPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) huruf i, yang paling kurang memuat: a. perjanjian/kontrak dengan penyedia barang/jasa yang telah ditandatangani; b.

tagihan yang belum dan telah disampaikan penyedia barang/jasa; c. tagihan yang belum dan telah diterbitkan SPPnya; dan d. jangka waktu penyelesaian tagihan. Pasal 15 (1) Dalam melaksanakan kewenangan KPA di bidang belanja pegawai, KPA mengangkat PPABP untuk membantu PPK dalam mengelola administrasi belanja pegawai.

(2) PPABP bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi belanja pegawai kepada KPA. (3) PPABP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki tugas: a.

melakukan pencatatan data kepegawaian secara elektronik dan/atau manual yang berhubungan dengan belanja pegawai secara tertib, teratur, dan berkesinambungan; b. melakukan penatausahaan dokumen terkait keputusan kepegawaian dan dokumen pendukung lainnya dalam dosir setiap pegawai pada Satker yang bersangkutan secara tertib dan teratur; c.

memproses pembuatan Daftar Gaji induk, Gaji Susulan, Kekurangan Gaji, Uang Duka Wafat/Tewas, Terusan Penghasilan/Gaji, Uang Muka Gaji, Uang Lembur, Uang Makan, Honorarium, Vakasi, dan pembuatan Daftar Permintaan Perhitungan Belanja Pegawai lainnya; d. memproses pembuatan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP); e. memproses perubahan data yang tercantum pada Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga setiap awal tahun anggaran atau setiap terjadi perubahan susunan keluarga; f.

menyampaikan Daftar Permintaan Belanja Pegawai, ADK Perubahan Data Pegawai, ADK Belanja Gaji tentara indonesia per bulan, Daftar Perubahan Data Pegawai, dan dokumen pendukungnya kepada PPK; g. mencetak Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan setiap awal tahun dan/atau apabila diperlukan; dan h. melaksanakan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan penggunaan anggaran belanja pegawai.

Bagian Keempat Pejabat Penanda Tangan SPM Pasal 16 PPSPM melaksanakan kewenangan KPA untuk melakukan pengujian atas tagihan dan menerbitkan SPM. Pasal 17 (1) Dalam melakukan pengujian tagihan dan menerbitkan SPM, PPSPM memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut: a.

menguji kebenaran SPP beserta dokumen pendukung; b. menolak dan gaji tentara indonesia per bulan SPP, apabila SPP tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan; c. gaji tentara indonesia per bulan tagihan pada mata anggaran yang telah disediakan; d. menerbitkan SPM; e. menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen hak tagih; f. melaporkan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran kepada KPA; dan g. melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pengujian dan perintah pembayaran.

(2) Dalam menerbitkan SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d, PPSPM melakukan hal-hal sebagai berikut: a. mencatat pagu, realisasi belanja, sisa pagu, dana UP/TUP, dan sisa dana UP/TUP pada kartu pengawasan DIPA; b.

menandatangani SPM; dan c. memasukkan Personal Identification Number (PIN) PPSPM sebagai tanda tangan elektronik pada ADK SPM.

(3) Pengujian terhadap SPP beserta dokumen pendukung yang dilakukan oleh PPSPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. kelengkapan dokumen pendukung SPP; b. kesesuaian penanda tangan SPP dengan spesimen tanda tangan PPK; c.

kebenaran pengisian format SPP; d. kesesuaian kode BAS pada SPP dengan DIPA/POK/Rencana Kerja Anggaran Satker; e. ketersediaan pagu sesuai BAS pada SPP dengan DIPA/POK/Rencana Kerja Anggaran Satker; f. kebenaran formal dokumen/surat keputusan yang menjadi persyaratan/kelengkapan pembayaran belanja pegawai; g.

kebenaran formal dokumen/surat bukti yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan pengadaan barang/jasa; h. kebenaran pihak yang berhak menerima pembayaran pada SPP sehubungan dengan perjanjian/kontrak/surat keputusan; i. kebenaran perhitungan tagihan serta kewajiban di bidang perpajakan dari pihak yang mempunyai gaji tentara indonesia per bulan tagih; j.

kepastian telah terpenuhinya kewajiban pembayaran kepada negara oleh pihak yang mempunyai hak tagih kepada negara; dan k. kesesuaian prestasi pekerjaan dengan ketentuan pembayaran dalam perjanjian/kontrak. (4) Pengujian kode BAS sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d termasuk menguji kesesuaian antara pembebanan kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit) dengan uraiannya.

(5) Tata cara pelaksanaan tanda tangan elektronik dalam bentuk PIN PPSPM pada ADK SPM diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaaan. Pasal 18 (1) Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1), PPSPM bertanggung jawab atas: a.

kebenaran, kelengkapan, dan keabsahan administrasi terhadap dokumen hak tagih pembayaran yang menjadi dasar penerbitan SPM dan akibat yang timbul dari pengujian yang dilakukannya; dan b.

gaji tentara indonesia per bulan

ketepatan jangka waktu penerbitan dan penyampaian SPM kepada KPPN. (2) PPSPM harus menyampaikan laporan bulanan terkait pelaksanaan tugas dan wewenang kepada KPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf f yang paling sedikit memuat: a. jumlah SPP yang diterima; b. jumlah SPM yang diterbitkan; dan c.

jumlah SPP yang tidak dapat diterbitkan SPM. Bagian Kelima Kuasa Bendahara Umum Negara Pasal 19 (1) Menteri Keuangan selaku BUN mengangkat Kepala KPPN selaku Kuasa BUN untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah kerja yang telah ditetapkan. (2) Tugas kebendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kegiatan menerima, menyimpan, membayar atau menyerahkan, menatausahakan, dan mempertanggung jawabkan uang dan surat berharga yang berada dalam pengelolaannya.

(3) KPPN dalam melaksanakan tugas kebendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), paling sedikit: a. melaksanakan penerimaan dan pengeluaran Kas Negara dalam rangka pengendalian pelaksanaan anggaran negara; dan b.

melakukan pembayaran tagihan kepada penerima hak sebagai pengeluaran anggaran. Pasal 20 (1) KPPN selaku Kuasa BUN melaksanakan pencairan dana berdasarkan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh PPSPM atas nama KPA. (2) Dalam pelaksanaan pencairan dana, KPPN memiliki tugas dan wewenang untuk menguji dan meneliti kelengkapan SPM yang diterbitkan oleh PPSPM. Pasal 21 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan tugas dan wewenang KPPN selaku Kuasa BUN diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Bagian Keenam Bendahara Pengeluaran Pasal 22 (1) Untuk gaji tentara indonesia per bulan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja, Menteri/Pimpinan Lembaga mengangkat Bendahara Pengeluaran di setiap Satker. (2) Kewenangan pengangkatan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat didelegasikan kepada kepala Satker.

(3) Pengangkatan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan pendelegasian kewenangan pengangkatan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan surat keputusan.

(4) Pengangkatan Bendahara Pengeluaran tidak terikat periode tahun anggaran. (5) Bendahara Pengeluaran tidak dapat dirangkap oleh KPA, PPK atau PPSPM.

(6) Dalam hal tidak terdapat pergantian Bendahara Pengeluaran, penetapan Bendahara Pengeluaran tahun anggaran yang lalu masih tetap berlaku. (7) Dalam hal Bendahara Pengeluaran dipindahtugaskan/ pensiun/diberhentikan dari jabatannya/berhalangan sementara, Menteri/Pimpinan Lembaga atau kepala Satker menetapkan pejabat pengganti sebagai Bendahara Pengeluaran. (8) Bendahara Pengeluaran yang dipindahtugaskan/pensiun/diberhentikan dari jabatannya/berhalangan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (7) harus menyelesaikan seluruh administrasi keuangan yang menjadi tanggung jawabnya pada saat menjadi Bendahara Pengeluaran.

(9) Kepala Satker menyampaikan surat keputusan pengangkatan dan spesimen tanda tangan Bendahara Pengeluaran kepada: a. PPSPM; dan b. PPK. Pasal 23 (1) Dalam pelaksanaan anggaran, Menteri/Pimpinan Lembaga atau kepala Satker menetapkan 1 (satu) Bendahara Pengeluaran untuk 1 (satu) DIPA/Satker. (2) Dalam hal terdapat keterbatasan pegawai/pejabat yang akan ditunjuk sebagai Bendahara Pengeluaran, Menteri/Pimpinan Lembaga atau kepala Satker dapat menetapkan 1 (satu) Bendahara Pengeluaran untuk mengelola lebih dari 1 (satu) DIPA/Satker.

(3) Dalam hal pengelolaan DIPA/Satker tidak memerlukan Bendahara Pengeluaran, tidak perlu ditetapkan Bendahara Pengeluaran. Pasal 24 (1) Bendahara Pengeluaran melaksanakan tugas kebendaharaan atas uang/surat berharga yang berada dalam pengelolaannya, yang meliputi: a.

Uang/surat berharga yang berasal dari UP dan Pembayaran LS melalui Bendahara Pengeluaran; dan b. Uang/surat berharga yang bukan berasal dari UP, dan bukan berasal dari Pembayaran LS yang bersumber dari APBN. (2) Pelaksanaan tugas kebendaharaan Bendahara Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. menerima, menyimpan, menatausahakan, dan membukukan uang/surat berharga dalam pengelolaannya; b.

melakukan pengujian dan pembayaran berdasarkan perintah PPK; c. menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan; d. melakukan pemotongan/pemungutan penerimaan negara dari pembayaran yang dilakukannya; e. menyetorkan pemotongan/pemungutan kewajiban kepada negara ke kas negara; f. mengelola rekening tempat penyimpanan UP; dan g. menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Kepala KPPN selaku kuasa BUN.

(3) Kepala Satker menyampaikan surat keputusan pengangkatan dan spesimen tanda tangan Bendahara Pengeluaran kepada Kepala KPPN dalam rangka penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g.

gaji tentara indonesia per bulan Pembayaran dilaksanakan setelah dilakukan pengujian atas perintah pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b yang meliputi: a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh PPK; b. pemeriksaan kebenaran atas hak tagih, meliputi: 1. pihak yang ditunjuk untuk gaji tentara indonesia per bulan pembayaran; 2.

nilai tagihan yang harus dibayar; 3. jadwal waktu pembayaran; dan 4. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan; c. pemeriksaan kesesuaian pencapaian keluaran antara spesifikasi teknis yang disebutkan dalam penerimaan barang/jasa dan spesifikasi teknis yang disebutkan dalam dokumen perjanjian/kontrak; dan d.

pemeriksaan dan pengujian ketepatan penggunaan kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit). Pasal 25 (1) Dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan anggaran, kepala Satker dapat menunjuk beberapa BPP sesuai kebutuhan.

(2) BPP harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Bendahara Pengeluaran. (3) BPP melakukan pembayaran atas UP yang dikelola sesuai pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4). Pasal 26 (1) BPP melaksanakan tugas kebendaharaan atas uang yang berada dalam pengelolaannya. (2) Pelaksanaan tugas kebendaharaan atas uang yang dikelola sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a.

menerima dan menyimpan UP; b. melakukan pengujian dan pembayaran atas tagihan yang dananya bersumber dari UP; c. melakukan pembayaran yang dananya bersumber dari UP berdasarkan gaji tentara indonesia per bulan PPK; d. menolak perintah pembayaran apabila tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan; e. melakukan pemotongan/pemungutan dari pembayaran yang dilakukannya atas kewajiban kepada negara; f. menyetorkan pemotongan/pemungutan kewajiban kepada negara ke kas negara; g.

menatausahakan transaksi UP; h. menyelenggarakan pembukuan transaksi UP; dan i. mengelola rekening tempat penyimpanan UP. Pasal 27 (1) Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas uang/surat berharga yang berada dalam pengelolaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat gaji tentara indonesia per bulan.

(2) BPP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1), bertanggung jawab secara pribadi atas uang yang berada dalam pengelolaannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). Pasal 28 (1) Dalam pelaksanaan pembayaran atas beban APBN, KPA membuka rekening pengeluaran atas nama Bendahara Pengeluaran/BPP dengan persetujuan Kuasa BUN.

(2) Kepala KPPN selaku Kuasa BUN memberikan persetujuan pembukaan rekening Bendahara Pengeluaran/BPP kepada KPA. (3) Pembukaan rekening pengeluaran atas nama Bendahara Pengeluaran/BPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan mengenai pengelolaan rekening pemerintah pada kementerian gaji tentara indonesia per bulan kerja.

BAB V PENYELESAIAN TAGIHAN NEGARA Bagian Kesatu Pembuatan Komitmen Pasal 29 (1) Pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran pada DIPA yang mengakibatkan pengeluaran negara, dilakukan melalui pembuatan komitmen. (2) Pembuatan komitmen sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan dalam bentuk: a. Perjanjian/kontrak untuk pengadaan barang/jasa; dan/atau b.

Penetapan keputusan. Pasal 30 (1) Setelah rencana kerja dan anggaran Kementerian Negara/Lembaga disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, setiap Satker di lingkungan Kementerian Negara/Lembaga dapat memulai proses gaji tentara indonesia per bulan dalam rangka pengadaan barang/jasa pemerintah sebelum DIPA tahun anggaran berikutnya disahkan dan berlaku efektif. (2) Biaya proses pelelangan dalam rangka pengadaan barang/jasa pemerintah sebelum DIPA tahun anggaran berikutnya disahkan dan berlaku efektif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk jenis belanja modal dialokasikan dalam belanja modal tahun anggaran berjalan.

(3) Realisasi belanja atas alokasi anggaran biaya proses pelelangan yang berasal dari belanja modal pada tahun anggaran berjalan, dicatat dalam neraca sebagai Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP).

(4) Biaya proses pelelangan dalam rangka pengadaan barang/jasa pemerintah sebelum DIPA tahun anggaran berikutnya disahkan dan berlaku efektif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk jenis belanja barang/bantuan sosial dialokasikan dalam belanja barang tahun anggaran berjalan. (5) Proses lelang pengadaan barang/jasa yang dibiayai melalui dana tahun anggaran berjalan dilaksanakan oleh panitia pengadaan yang dibentuk pada tahun anggaran berjalan.

(6) Penandatanganan perjanjian/kontrak atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan lelang dilakukan setelah DIPA tahun anggaran berikutnya disahkan dan berlaku efektif. (7) Dalam hal biaya proses pelelangan dalam rangka pengadaan barang/jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (4) tidak dialokasikan pada tahun anggaran berjalan, biaya proses pelelangan dimaksud dapat dialokasikan pada DIPA tahun anggaran berjalan dengan melakukan revisi DIPA sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai revisi DIPA.

Pasal 31 (1) Bentuk perjanjian/kontrak untuk pengadaan barang/jasa sampai dengan batas nilai tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dapat berupa bukti-bukti pembelian/pembayaran. (2) Ketentuan mengenai batas nilai tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti ketentuan dalam peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah. Pasal 32 (1) Perjanjian/kontrak pengadaan barang/jasa hanya dapat dibebankan pada DIPA tahun anggaran berkenaan. (2) Perjanjian/kontrak yang gaji tentara indonesia per bulan pekerjaannya membebani DIPA lebih dari 1 (satu) tahun anggaran dilakukan setelah mendapat persetujuan pejabat yang berwenang.

(3) Persetujuan atas perjanjian/kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. Pasal 33 (1) Perjanjian/kontrak atas pengadaan barang/jasa dapat dibiayai sebagian atau seluruhnya dengan rupiah murni dan/atau pinjaman dan/atau hibah. (2) Perjanjian/kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pasal 34 (1) Pembuatan komitmen melalui penetapan keputusan yang mengakibatkan pengeluaran negara antara lain untuk: a. pelaksanaan belanja pegawai; b. pelaksanaan perjalanan dinas yang dilaksanakan secara swakelola; c. pelaksanaan kegiatan swakelola, termasuk pembayaran honorarium kegiatan; atau d.

belanja bantuan sosial yang disalurkan dalam bentuk uang kepada penerima bantuan sosial. (2) Penetapan keputusan dilakukan oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Kedua Pencatatan Komitmen oleh PPK dan KPPN Pasal 35 (1) Perjanjian/kontrak yang pembayarannya akan dilakukan melalui SPM-LS, PPK mencatatkan perjanjian/kontrak yang telah ditandatangani ke dalam suatu sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

(2) Pencatatan perjanjian/kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling kurang meliputi data sebagai berikut: a. nama dan kode Satker serta uraian fungsi/subfungsi, program, kegiatan, output, dan akun yang digunakan; b. nomor Surat Pengesahan dan tanggal DIPA; c. nomor, tanggal, dan nilai perjanjian/kontrak yang telah dibuat oleh Satker; d. uraian pekerjaan yang diperjanjikan; e. data penyedia barang/jasa yang tercantum dalam perjanjian/kontrak antara lain nama rekanan, alamat rekanan, NPWP, nama bank, nama, dan nomor rekening penerima pembayaran; f.

jangka waktu dan tanggal penyelesaian pekerjaan serta masa pemeliharaan apabila dipersyaratkan; g. ketentuan sanksi apabila terjadi wanprestasi; h. addendum perjanjian/kontrak apabila terdapat perubahan data pada perjanjian/kontrak tersebut; dan i.

cara pembayaran dan rencana pelaksanaan pembayaran: 1. sekaligus (nilai . rencana bulan .); atau 2. secara bertahap (nilai . rencana bulan .). (3) Alokasi dana yang sudah tercatat dan terikat dengan perjanjian/kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat digunakan lagi untuk kebutuhan lain.

Pasal 36 (1) Data perjanjian/kontrak yang memuat informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2), disampaikan kepada KPPN paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah ditandatanganinya perjanjian/kontrak untuk dicatatkan ke dalam Kartu Pengawasan Kontrak KPPN.

(2) Data perjanjian/kontrak dalam Kartu Pengawasan Kontrak KPPN sebagaimana dimaksud pada ayat (1), digunakan untuk menguji kesesuaian tagihan yang tercantum pada SPM meliputi: a. pihak yang berhak menerima pembayaran; b. nilai pembayaran; dan c. jadwal pembayaran. (3) Data perjanjian/kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beserta ADK-nya disampaikan ke KPPN secara langsung atau melalui e-mail. (4) Kartu Pengawasan Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 37 (1) Dalam hal terdapat perubahan data pegawai pada penetapan keputusan yang mengakibatkan pengeluaran negara untuk pelaksanaan belanja pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) huruf a, PPABP mencatat perubahan data pegawai tersebut ke dalam suatu sistem yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

(2) Perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi dokumen yang terkait dengan: a. Pengangkatan/pemberhentian sebagai calon pegawai negeri; b. Pengangkatan/pemberhentian sebagai pegawai negeri; c. Kenaikan/penurunan pangkat; d. Kenaikan/penurunan gaji berkala; e. Pengangkatan/pemberhentian dalam jabatan; f. Mutasi Pindah ke Satker lain; g. Pegawai baru karena mutasi pindah; h. Perubahan data keluarga; i. Data utang kepada negara; dan/atau j. Pengenaan sanksi kepegawaian.

Pasal 38 (1) Daftar perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2), disampaikan kepada KPPN paling lambat bersamaan dengan pengajuan SPM Belanja Pegawai ke KPPN. (2) Dalam hal disampaikan bersamaan dengan SPM Belanja Pegawai, daftar perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (2) bukan merupakan lampiran dari SPM Belanja Pegawai.

(3) Penyampaian daftar perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan setelah terlebih dahulu disahkan oleh PPSPM dengan menyertakan ADK. (4) Daftar perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan dalam rangka pemutakhiran (updating) data antara KPPN dengan Satker untuk pembayaran belanja pegawai dan untuk menguji kesesuaian dengan tagihan.

(5) Daftar perubahan data pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Bagian Ketiga Mekanisme Penyelesaian Tagihan dan Penerbitan SPP Paragraf Kesatu Pengajuan Tagihan Pasal 39 (1) Penerima hak mengajukan tagihan kepada negara atas komitmen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2) berdasarkan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. (2) Atas dasar tagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK melakukan pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1).

(3) Pelaksanaan pembayaran tagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan Pembayaran LS kepada penyedia barang/jasa atau Bendahara Pengeluaran/pihak lainnya. (4) Dalam hal Pembayaran LS tidak dapat dilakukan, pembayaran tagihan kepada penerima hak dilakukan dengan UP.

(5) Khusus untuk pembayaran komitmen dalam rangka pengadaan barang/jasa berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Pembayaran tidak boleh dilakukan sebelum barang/jasa diterima; b. Dalam hal pengadaan barang/jasa yang karena sifatnya harus dilakukan pembayaran terlebih dahulu, pembayaran atas beban APBN dapat dilakukan sebelum barang/jasa diterima; dan c. Pembayaran atas beban APBN sebagaimana dimaksud pada huruf b dilakukan setelah penyedia barang/jasa menyampaikan jaminan atas uang pembayaran yang akan dilakukan.

Pasal 40 (1) Pembayaran LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (3) ditujukan kepada: a. Penyedia barang/jasa atas dasar perjanjian/kontrak; b. Bendahara Pengeluaran/pihak lainnya untuk keperluan belanja pegawai non gaji induk, pembayaran honorarium, dan perjalanan dinas atas dasar surat keputusan.

(2) Pembayaran tagihan kepada penyedia barang/jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dilaksanakan berdasarkan bukti-bukti yang sah yang meliputi: a. Bukti perjanjian/kontrak; b. Referensi Bank yang menunjukkan nama dan nomor rekening penyedia barang/jasa; c. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan; d. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/Barang; e. Bukti penyelesaian pekerjaan lainnya sesuai ketentuan; f. Berita Acara Pembayaran; g. Kuitansi yang telah ditandatangani oleh penyedia barang/jasa dan PPK, yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini; h.

Faktur pajak beserta Surat Setoran Pajak (SSP) yang telah ditandatangani oleh Wajib Pajak/Bendahara Gaji tentara indonesia per bulan i. Jaminan yang dikeluarkan oleh bank umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi sebagaimana dipersyaratkan dalam gaji tentara indonesia per bulan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah; dan/atau j.

Dokumen lain yang dipersyaratkan khususnya untuk perjanjian/kontrak yang dananya sebagian atau seluruhnya bersumber dari pinjaman atau hibah dalam/luar negeri sebagaimana dipersyaratkan dalam naskah perjanjian pinjaman atau hibah dalam/luar negeri bersangkutan. (3) Pembayaran tagihan kepada Bendahara Pengeluaran/pihak lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan berdasarkan bukti-bukti yang sah, meliputi: a.

Surat Keputusan; b. Surat Tugas/Surat Perjalanan Dinas; c. Daftar penerima pembayaran; dan/atau d. Dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan. (4) Dalam hal jaminan yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf i berupa surat jaminan uang muka, jaminan dimaksud dilengkapi dengan Surat Kuasa bermaterai cukup dari PPK kepada Kepala KPPN untuk mencairkan jaminan.

Pasal 41 (1) Tagihan atas pengadaan barang/jasa dan/atau pelaksanaan kegiatan yang membebani APBN diajukan dengan surat tagihan oleh penerima hak kepada PPK paling lambat 5 (lima) hari kerja gaji tentara indonesia per bulan timbulnya hak tagih kepada negara. (2) Dalam hal 5 (lima) hari kerja setelah timbulnya hak tagih kepada negara penerima hak belum mengajukan surat tagihan, PPK harus segera memberitahukan secara tertulis kepada penerima hak untuk mengajukan tagihan.

(3) Dalam hal setelah 5 (lima) hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) penerima hak belum mengajukan tagihan, penerima hak pada saat mengajukan tagihan harus memberikan penjelasan secara tertulis kepada PPK atas keterlambatan pengajuan tagihan tersebut.

(4) Dalam hal PPK menolak/mengembalikan tagihan karena dokumen pendukung tagihan tidak lengkap dan benar, PPK harus menyatakan secara tertulis alasan penolakan/pengembalian tersebut paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya surat tagihan. Paragraf Kedua Mekanisme Penerbitan SPP-LS Pasal 42 (1) Dalam hal pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) telah memenuhi persyaratan, PPK mengesahkan dokumen tagihan dan menerbitkan SPP yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV gaji tentara indonesia per bulan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(2) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran belanja pegawai diatur sebagai berikut: a. Untuk pembayaran Gaji Induk dilengkapi dengan: 1. Daftar Gaji, Rekapitulasi Daftar Gaji, dan Halaman Luar Daftar Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2. Daftar Perubahan data pegawai yang ditandatangani PPABP; 3.

Daftar Perubahan Potongan; 4. Daftar Penerimaan Gaji Bersih pegawai untuk pembayaran gaji yang dilaksanakan secara langsung pada rekening masing-masing pegawai; 5. Copy dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker/pejabat yang berwenang meliputi Surat Keputusan (SK) terkait dengan pengangkatan Calon Pegawai Negeri, SK Pegawai Negeri, SK Kenaikan Pangkat, Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala, SK Mutasi Pegawai, SK Menduduki Jabatan, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Surat atau Akta terkait dengan anggota keluarga yang mendapat tunjangan, Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP), dan surat keputusan yang mengakibatkan penurunan gaji, serta SK Pemberian Uang Tunggu sesuai peruntukannya; 6.

ADK terkait dengan perubahan data pegawai; 7. ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai; dan 8. Surat Setoran Pajak Penghasilan (SSP PPh) Pasal 21. b. Untuk Pembayaran Gaji Susulan: 1. Gaji Susulan yang dibayarkan sebelum gaji pegawai yang bersangkutan masuk dalam Gaji induk, dilengkapi dengan: a) Daftar Gaji Susulan, Rekapitulasi Daftar Gaji Susulan, dan halaman luar Daftar Gaji Susulan yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; b) Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP; c) Copy dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker/pejabat yang berwenang meliputi SK terkait dengan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri, SK Mutasi Pegawai, SK terkait Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga, Surat atau Akta terkait dengan anggota keluarga yang mendapat tunjangan, dan SKPP sesuai peruntukannya; d) ADK terkait dengan perubahan data pegawai; e) ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai; dan f) SSP PPh Pasal 21.

2. Gaji Susulan yang dibayarkan setelah gaji pegawai yang bersangkutan masuk dalam Gaji induk, dilengkapi dengan: a) Daftar Gaji Susulan, Rekapitulasi Daftar Gaji Susulan, dan halaman luar Daftar Gaji Susulan yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; b) Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP; c) ADK terkait dengan perubahan data pegawai; d) ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai; dan e) SSP PPh Pasal 21.

c. Untuk pembayaran Kekurangan Gaji dilengkapi dengan: 1. Daftar Kekurangan Gaji, Rekapitulasi Daftar Kekurangan Gaji, dan halaman luar Daftar Gaji tentara indonesia per bulan Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2.

Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP; 3. Copy dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker/pejabat yang berwenang meliputi SK terkait dengan pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri/Pegawai Negeri, SK Kenaikan Pangkat, Surat Keputusan/Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala, SK Mutasi Pegawai, SK terkait dengan jabatan, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas; 4.

ADK terkait dengan perubahan data pegawai; 5. ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai; dan 6. SSP PPh Pasal 21.

d. Untuk pembayaran Uang Duka Wafat/Tewas, dilengkapi dengan: 1. Daftar Perhitungan Uang Duka Wafat/Tewas, Rekapitulasi Daftar Uang Duka Wafat/Tewas, dan halaman luar Daftar Uang Duka Wafat/Tewas yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2.

Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP; 3. SK Pemberian Uang Duka Wafat/Tewas dari pejabat yang berwenang; 4. Surat Keterangan dan Permintaan Tunjangan Kematian/Uang Duka Wafat/Tewas; 5. Surat Keterangan Kematian/Visum dari Camat atau Rumah Sakit; 6. ADK terkait dengan perubahan data pegawai; dan 7. ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai.

e. Untuk pembayaran Terusan Penghasilan Gaji dilengkapi dengan: 1. Daftar Perhitungan Terusan Penghasilan Gaji, Rekapitulasi Daftar Terusan Penghasilan Gaji, dan halaman luar Daftar Terusan Penghasilan Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2.

Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP; 3. Copy dokumen pendukung yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker/pejabat yang berwenang berupa Surat Keterangan Kematian dari Camat atau Visum Rumah Sakit untuk pembayaran pertama kali; 4.

ADK terkait dengan perubahan data pegawai; 5. ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai; dan 6. SSP PPh Pasal 21. f. Untuk pembayaran Uang Muka Gaji dilengkapi dengan: 1. Daftar Perhitungan Uang Muka Gaji, Rekapitulasi Daftar Uang Muka Gaji, dan halaman luar Daftar Uang Muka Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2.

Copy dokumen pendukung yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satker/pejabat yang berwenang berupa SK Mutasi Pindah, Surat Permintaan Uang Muka Gaji, dan Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga; 3. ADK terkait dengan perubahan data pegawai; dan 4. ADK perhitungan pembayaran Belanja Pegawai sesuai perubahan data pegawai.

g. Untuk pembayaran Uang Lembur dilengkapi dengan: 1. Daftar Pembayaran Perhitungan Lembur dan Rekapitulasi Daftar Perhitungan Lembur yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2. Surat Perintah Kerja Lembur; 3. Daftar Hadir Kerja selama 1 (satu) bulan; 4.

Daftar Hadir Lembur; dan 5. SSP PPh Pasal 21. h. Untuk pembayaran Uang Makan dilengkapi dengan: 1. Daftar Perhitungan Uang Makan yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; dan 2. SSP PPh Pasal 21. i. Untuk pembayaran Honorarium Tetap/Vakasi dilengkapi dengan: 1.

Daftar Perhitungan Honorarium/Vakasi yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan KPA/PPK; 2. SK dari Pejabat yang berwenang; dan 3. SSP PPh Pasal 21. (3) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran: a. honorarium dilengkapi dengan dokumen pendukung, meliputi: 1. Surat Keputusan yang terdapat pernyataan bahwa biaya yang timbul akibat penerbitan surat keputusan dimaksud dibebankan pada DIPA; 2.

Daftar nominatif penerima honorarium yang memuat paling sedikit nama orang, besaran honorarium, dan nomor rekening masing-masing penerima honorarium yang ditandatangani oleh KPA/PPK dan Bendahara Pengeluaran; 3.

SSP PPh Pasal 21 yang ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran; dan 4. Surat Keputusan sebagaimana dimaksud pada angka (1) dilampirkan pada awal pembayaran dan pada saat terjadi perubahan surat keputusan. b. langganan daya dan jasa dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa surat tagihan penggunaan daya dan jasa yang sah. c. perjalanan dinas diatur sebagai berikut: 1.

perjalanan dinas jabatan yang sudah dilaksanakan, dilampiri: a) Daftar nominatif perjalanan dinas; dan b) Dokumen pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas jabatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai perjalanan dinas dalam negeri bagi pejabat negara, pegawai negeri, dan pegawai tidak tetap. 2. perjalanan dinas jabatan yang belum dilaksanakan, dilampiri daftar nominatif perjalanan dinas.

3. Daftar nominatif sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 ditandatangani oleh PPK yang memuat paling kurang informasi mengenai pihak yang melaksanakan perjalanan dinas (nama, pangkat/golongan), tujuan, tanggal keberangkatan, lama perjalanan dinas, dan biaya yang diperlukan untuk masing-masing pejabat.

4. perjalanan dinas pindah, dilampiri dengan Dokumen pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas pindah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai perjalanan dinas dalam negeri bagi pejabat negara, pegawai negeri, dan pegawai tidak tetap.

d. pembayaran pengadaan tanah, dilampiri: 1. Daftar nominatif penerima pembayaran uang ganti kerugian yang memuat paling sedikit nama masing-masing penerima, besaran uang dan nomor rekening masing-masing penerima; 2. foto copy bukti kepemilikan tanah; 3. bukti pembayaran/kuitansi; 4.

Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) tahun transaksi; 5. Pernyataan dari penjual bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa dan tidak sedang dalam agunan; 6. Pernyataan dari Pengadilan Negeri yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang disengketakan bahwa Pengadilan Negeri tersebut dapat menerima uang penitipan ganti kerugian, dalam hal tanah sengketa; 7.

Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan atau pejabat yang ditunjuk yang menyatakan bahwa rekening Pengadilan Negeri yang menampung uang titipan tersebut merupakan Rekening Pemerintah Lainnya, dalam hal tanah sengketa; 8. Berita acara pelepasan hak atas tanah atau penyerahan tanah; 9. SSP PPh final atas pelepasan hak; 10. Surat pelepasan hak adat (bila diperlukan); dan 11. Dokumen-dokumen lainnya sebagaimana dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan tanah.

(4) SPP-LS untuk pembayaran belanja pegawai diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 4 (empat) hari kerja setelah dokumen pendukung diterima secara lengkap dan benar.

(5) SPP-LS untuk pembayaran gaji induk/bulanan diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat tanggal 5 sebelum bulan pembayaran. (6) Dalam hal tanggal 5 sebagaimana dimaksud pada ayat (5) merupakan hari libur atau hari yang dinyatakan libur, penyampaian SPP-LS kepada PPSPM dilakukan paling lambat pada hari kerja sebelum tanggal 5. (7) SPP-LS untuk pembayaran non belanja pegawai diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah dokumen pendukung diterima secara lengkap dan benar dari penerima hak.

(8) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran pengadaan barang/jasa atas beban belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial, dan belanja lain-lain dilengkapi dengan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2).

(9) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran belanja bantuan sosial kepada penerima bantuan sosial diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. (10) Penerbitan SPP-LS untuk pembayaran belanja pembayaran kewajiban utang, belanja subsidi, belanja hibah, masing-masing diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri.

Paragraf Ketiga Mekanisme Pembayaran dengan Uang Persediaan dan Tambahan Uang Persediaan Pasal 43 (1) UP digunakan untuk keperluan membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker dan membiayai pengeluaran yang tidak dapat dilakukan melalui mekanisme Pembayaran LS. (2) UP merupakan uang muka kerja dari Kuasa BUN kepada Bendahara Pengeluaran yang dapat dimintakan penggantiannya (revolving). (3) Pembayaran dengan UP yang dapat dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran/BPP kepada 1 (satu) penerima/ penyedia barang/jasa paling banyak sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) kecuali untuk pembayaran honorarium dan perjalanan dinas.

(4) Pada setiap akhir hari kerja, gaji tentara indonesia per bulan tunai yang berasal dari UP yang ada pada Kas Bendahara Pengeluaran/BPP paling banyak sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). (5) UP dapat diberikan untuk pengeluaran-pengeluaran: a.

Belanja Barang; b. Belanja Modal; dan c. Belanja Lain-lain. (6) Pembayaran dengan UP oleh Bendahara Pengeluaran/BPP kepada 1 (satu) penerima/penyedia barang/jasa dapat melebihi Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan c.q.

Direktur Jenderal Perbendaharaan. (7) Bendahara Pengeluaran melakukan penggantian (revolving) UP yang telah digunakan sepanjang dana yang dapat dibayarkan dengan UP masih tersedia dalam DIPA.

gaji tentara indonesia per bulan

(8) Penggantian UP sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dilakukan apabila UP telah dipergunakan paling sedikit 50% (lima puluh persen). (9) Untuk Bendahara Pengeluaran yang dibantu oleh beberapa BPP, dalam pengajuan UP ke KPPN harus melampirkan daftar rincian yang menyatakan jumlah uang yang dikelola oleh masing-masing BPP.

(10) Setiap BPP mengajukan penggantian UP melalui Bendahara Pengeluaran, apabila UP yang dikelolanya telah dipergunakan paling sedikit 50% (lima puluh persen). Pasal 44 (1) Kepala KPPN menyampaikan surat pemberitahuan kepada KPA, dalam hal 2 (dua) bulan sejak SP2D-UP diterbitkan belum dilakukan pengajuan penggantian UP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (8).

(2) Surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(3) Dalam hal setelah 1 (satu) bulan sejak disampaikan surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), belum dilakukan pengajuan penggantian UP, Kepala KPPN memotong Gaji tentara indonesia per bulan sebesar 25% (dua puluh lima persen). (4) Pemotongan dana UP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dengan cara Kepala KPPN menyampaikan surat pemberitahuan kepada KPA untuk memperhitungkan potongan UP dalam SPM dan/atau menyetorkan ke Kas Negara.

(5) Dalam hal setelah dilakukan pemotongan dan/atau penyetoran UP sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Kepala KPPN melakukan pengawasan UP. (6) Dalam melakukan pengawasan UP sebagaimana dimaksud pada ayat (5), ketentuan penyampaian surat pemberitahuan, dan pemotongan UP berikutnya mengikuti ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat gaji tentara indonesia per bulan, dan ayat (4).

Pasal 45 (1) Dalam hal 1 (satu) bulan setelah surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (4) KPA tidak memperhitungkan potongan UP dalam SPM dan/atau menyetorkan ke kas negara, Kepala KPPN memotong UP sebesar 50% (lima puluh persen) dengan cara menyampaikan surat pemberitahuan kepada KPA untuk memperhitungkan potongan UP dalam SPM dan/atau menyetorkan ke kas negara.

(2) Surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan dalam Pasal 44 ayat (4) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Dalam hal setelah surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPA melakukan penyetoran UP dan/atau memperhitungkan potongan UP dalam pengajuan SPM-GUP, diberlakukan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (5). Pasal 46 (1) KPA mengajukan UP kepada KPPN sebesar kebutuhan operasional Satker dalam 1 (satu) bulan yang direncanakan dibayarkan melalui UP.

(2) Pemberian UP diberikan paling banyak: a. Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk pagu jenis belanja gaji tentara indonesia per bulan bisa dibayarkan melalui UP sampai dengan Rp900.000.000 (sembilan ratus juta rupiah); b. Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) untuk pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP di atas Rp900.000.000 (sembilan ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2.400.000.000 (dua miliar empat ratus juta rupiah); c.

Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) untuk pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP di atas Rp2.400.000.000 (dua miliar empat ratus juta rupiah) sampai dengan Rp6.000.000.000 (enam miliar rupiah); atau d. Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) untuk pagu jenis belanja yang bisa dibayarkan melalui UP di atas Rp6.000.000.000 (enam miliar rupiah). (3) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas permintaan KPA, dapat memberikan persetujuan UP melampaui besaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan mempertimbangkan: a.

frekuensi penggantian UP tahun yang lalu lebih dari rata-rata 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan selama 1 (satu) tahun; dan b. perhitungan kebutuhan penggunaan UP dalam 1 (satu) bulan melampaui besaran UP.

Pasal 47 (1) KPA dapat mengajukan TUP kepada Kepala KPPN dalam hal sisa UP pada Bendahara Pengeluaran tidak cukup tersedia untuk gaji tentara indonesia per bulan kegiatan yang sifatnya mendesak/tidak dapat ditunda. (2) Syarat penggunaan TUP: a. digunakan dan dipertanggungjawabkan paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal SP2D diterbitkan; dan b. tidak digunakan untuk kegiatan yang harus dilaksanakan dengan pembayaran LS. Gaji tentara indonesia per bulan 48 (1) KPA mengajukan permintaan TUP kepada Kepala KPPN selaku Kuasa BUN disertai: a.

rincian rencana penggunaan TUP; dan b. surat yang memuat syarat penggunaan TUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (2) dibuat sesuai format yang tercantum dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Atas dasar permintaan TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala KPPN melakukan penilaian terhadap: a. pengeluaran pada rincian rencana penggunaan TUP bukan merupakan pengeluaran yang harus dilakukan dengan pembayaran LS; b.

pengeluaran pada rincian rencana penggunaan TUP masih/cukup tersedia dananya dalam DIPA; c. TUP sebelumnya sudah dipertanggungjawabkan seluruhnya; dan d. TUP sebelumnya yang tidak digunakan telah disetor ke Kas Negara.

(3) Dalam hal TUP sebelumnya belum dipertanggungjawabkan seluruhnya dan/atau belum disetor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dan huruf d, KPPN dapat menyetujui permintaan TUP berikutnya setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (4) Dalam hal KPA mengajukan permintaan TUP untuk kebutuhan melebihi waktu 1 (satu) bulan, Kepala KPPN dapat memberi persetujuan dengan pertimbangan kegiatan yang akan dilaksanakan memerlukan waktu melebihi 1 (satu) bulan.

(5) Untuk pengajuan permintaan TUP yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala KPPN dapat memberikan persetujuan sebagian atau seluruh permintaan TUP melalui surat persetujuan pemberian TUP. (6) Kepala KPPN menolak permintaan TUP dalam hal pengajuan permintaan TUP tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

(7) Persetujuan atau penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6) disampaikan paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah surat pengajuan permintaan TUP diterima KPPN.

(8) Surat persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasal 49 (1) TUP harus dipertanggungjawabkan dalam waktu 1 (satu) bulan dan dapat dilakukan secara bertahap. (2) Dalam hal selama 1 (satu) bulan sejak SP2D TUP diterbitkan belum dilakukan pengesahan dan pertanggungjawaban TUP, Kepala KPPN menyampaikan surat teguran kepada KPA yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(3) Sisa TUP yang tidak habis digunakan harus disetor ke Kas Negara paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Untuk perpanjangan pertanggungjawaban TUP melampaui 1 (satu) bulan, KPA mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala KPPN. (5) Kepala KPPN memberikan persetujuan perpanjangan pertanggungjawaban TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dengan pertimbangan: a.

KPA harus mempertanggungjawabkan TUP yang telah dipergunakan; dan b. KPA menyampaikan pernyataan kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan sisa TUP tidak lebih dari 1 (satu) bulan berikutnya yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran X yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Paragraf Keempat Mekanisme Penerbitan SPP-UP/GUP/GUP NIHIL Pasal 50 (1) Berdasarkan rencana kegiatan yang telah disusun, Bendahara Pengeluaran menyampaikan kebutuhan UP kepada PPK.

(2) Atas dasar kebutuhan UP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPK menerbitkan SPP-UP untuk pengisian UP yang dilengkapi dengan perhitungan besaran UP sesuai pengajuan dari Bendahara Pengeluaran. (3) SPP-UP diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya permintaan UP dari Bendahara Pengeluaran. Pasal 51 (1) Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan pembayaran atas UP berdasarkan surat perintah bayar (SPBy) yang disetujui dan ditandatangani oleh PPK atas nama KPA.

(2) SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampiri dengan bukti pengeluaran: a. kuitansi/bukti pembelian yang telah disahkan PPK beserta faktur pajak dan SSP; dan b. nota/bukti penerimaan barang/jasa atau dokumen pendukung lainnya yang diperlukan yang telah disahkan PPK. (3) Dalam hal penyedia barang/jasa tidak mempunyai kuitansi/bukti pembelian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, Bendahara Pengeluaran/BPP membuat kuitansi yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(4) Berdasarkan SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan: a. pengujian atas SPBy yang meliputi pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4); dan b. pemungutan/pemotongan pajak/bukan gaji tentara indonesia per bulan atas tagihan dalam SPBy yang diajukan dan menyetorkan ke kas negara. (5) Dalam hal pembayaran yang dilakukan Bendahara Pengeluaran merupakan uang muka kerja, SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat (1) gaji tentara indonesia per bulan a. rencana pelaksanaan kegiatan/pembayaran; b.

rincian kebutuhan dana; dan c. batas waktu pertanggungjawaban penggunaan uang muka kerja, dari penerima uang muka kerja. (6) Atas dasar rencana pelaksanaan kegiatan/pembayaran dan rincian kebutuhan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dan huruf b, Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan pengujian ketersediaan gaji tentara indonesia per bulan.

(7) Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan pembayaran atas tagihan dalam SPBy apabila telah memenuhi persyaratan pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a.

(8) Dalam hal pengujian perintah bayar sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a tidak gaji tentara indonesia per bulan persyaratan untuk dibayarkan, Bendahara Pengeluaran/BPP harus menolak SPBy yang diajukan. (9) Penerima uang muka kerja harus mempertanggungjawabkan uang gaji tentara indonesia per bulan kerja sesuai batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c, berupa bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

(10) Atas dasar pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (9), Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan pengujian bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (11) Dalam hal sampai batas waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf c, penerima uang muka kerja belum menyampaikan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bendahara Pengeluaran/BPP menyampaikan permintaan tertulis agar penerima uang muka kerja segera mempertanggungjawabkan uang muka kerja. (12) Tembusan permintaan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (11) disampaikan kepada PPK.

(13) BPP menyampaikan SPBy beserta bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Bendahara Pengeluaran.

(14) Bendahara Pengeluaran selanjutnya menyampaikan bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada PPK untuk pembuatan SPP GUP/GUP Nihil. (15) SPBy sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 52 (1) PPK menerbitkan SPP-GUP untuk pengisian kembali UP. (2) Penerbitan SPP-GUP dilengkapi dengan dokumen pendukung sebagai berikut: a. Daftar Rincian Permintaan Pembayaran; b. Bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (2); dan c. SSP yang telah dikonfirmasi KPPN. (3) Perjanjian/Kontrak beserta faktur pajaknya dilampirkan untuk nilai transaksi yang harus menggunakan perjanjian/Kontrak sebagaimana diatur dalam peraturan gaji tentara indonesia per bulan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

(4) SPP-GUP disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar. Pasal 53 (1) Sisa dana dalam DIPA yang dapat dilakukan pembayaran dengan UP minimal sama dengan nilai UP yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran. (2) Dalam hal pengisian kembali UP akan mengakibatkan sisa dana dalam DIPA yang dapat dilakukan pembayaran dengan UP lebih kecil dari UP yang dikelola Bendahara Pengeluaran: a.

pengisian kembali UP dilaksanakan maksimal sebesar sisa dana dalam DIPA yang dapat dibayarkan dengan UP; dan b. selisih antara sisa dana dalam DIPA yang dapat dilakukan pembayaran dengan UP dan UP yang dikelola Bendahara Pengeluaran dibukukan/diperhitungkan sebagai potongan Penerimaan Pengembalian UP.

Pasal 54 (1) Penerbitan SPP-GUP Nihil dilakukan dalam hal: a. sisa dana pada DIPA yang dapat dibayarkan dengan UP minimal sama dengan besaran UP yang diberikan; b. sebagai pertanggungjawaban UP yang dilakukan pada akhir tahun anggaran; atau c.

UP tidak diperlukan lagi. (2) (Penerbitan SPP-GUP Nihil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pengesahan/pertanggungjawaban UP. (3) SPP-GUP Nihil dilengkapi dengan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2). (4) SPP-GUP Nihil disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah bukti-bukti pendukung diterima secara lengkap dan benar. Paragraf Kelima Mekanisme Penerbitan SPP-TUP/PTUP Pasal 55 (1) PPK menerbitkan SPP-TUP dan dilengkapi dengan dokumen meliputi: a.

rincian penggunaan dana yang ditandatangani oleh KPA/PPK dan Bendahara Pengeluaran; b. Surat pernyataan dari KPA/PPK yang menjelaskan hal-hal sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 47 ayat (2); dan c. Surat permohonan TUP yang telah memperoleh persetujuan TUP dari Kepala KPPN.

(2) SPP-TUP diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya persetujuan TUP dari Kepala KPPN. (3) Untuk mengesahkan/mempertanggungjawabkan TUP, PPK menerbitkan SPP-PTUP.

(4) SPP-PTUP sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum batas akhir pertanggungjawaban TUP. (5) Penerbitan SPP-PTUP dilengkapi dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2). Bagian Keempat Mekanisme Pengujian SPP dan Penerbitan SPM Pasal 56 (1) PPSPM melakukan pemeriksaan dan pengujian SPP beserta dokumen pendukung yang disampaikan oleh PPK. (2) Pemeriksaan dan pengujian SPP beserta dokumen pendukung SPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a.

Pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3); dan b. Keabsahan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) dan ayat (3). (3) Dalam hal pemeriksaan dan pengujian SPP beserta dokumen pendukungnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memenuhi ketentuan, PPSPM menerbitkan/ menandatangani SPM.

(4) Jangka waktu pengujian SPP sampai dengan penerbitan SPM-UP/TUP/GUP/PTUP/LS oleh PPSPM diatur sebagai berikut: a. untuk SPP-UP/TUP diselesaikan paling lambat 2 (dua) hari kerja; b. untuk SPP-GUP diselesaikan paling lambat 4 (empat) hari kerja; c. untuk SPP-PTUP diselesaikan paling lambat 3 (tiga) hari kerja; dan d. untuk SPP-LS diselesaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja. (5) Dalam hal PPSPM menolak/mengembalikan SPP karena dokumen pendukung tagihan tidak lengkap dan benar, maka PPSPM harus menyatakan secara tertulis alasan penolakan/pengembalian tersebut paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya SPP.

Pasal 57 (1) Seluruh bukti pengeluaran sebagai dasar pengujian dan penerbitan SPM disimpan oleh PPSPM. (2) Bukti pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi bahan pemeriksaan bagi aparat pemeriksa internal dan eksternal. Pasal 58 (1) Penerbitan SPM oleh PPSPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (3) dilakukan melalui sistem aplikasi yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

(2) SPM yang diterbitkan melalui sistem aplikasi SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat Personal Identification Number (PIN) PPSPM sebagai tanda tangan elektronik pada ADK SPM dari penerbit SPM yang sah.

(3) SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (4) Dalam penerbitan SPM melalui sistem aplikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPSPM bertanggung jawab atas: a. keamanan data pada aplikasi SPM; b. kebenaran SPM dan kesesuaian antara data pada SPM dengan data pada ADK SPM; dan c.

penggunaan Personal Identification Number (PIN) pada ADK SPM. Pasal 59 (1) PPSPM menyampaikan SPM-UP/TUP/GUP/GUP Nihil/ PTUP/LS dalam rangkap 2 (dua) beserta ADK SPM kepada KPPN. (2) Penyampaian SPM-UP/SPM-TUP/SPM-LS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai berikut: a. Penyampaian SPM-UP dilampiri dengan surat pernyataan dari KPA yang dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XIV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini; b. Penyampaian SPM-TUP dilampiri dengan surat persetujuan pemberian TUP dari Kepala KPPN; c.

Penyampaian SPM-LS dilampiri dengan Surat Setoran Pajak (SSP) dan/atau bukti setor lainnya, dan/atau daftar nominatif untuk yang lebih dari 1 (satu) penerima. (3) Khusus untuk penyampaian SPM-LS dalam rangka pembayaran jaminan uang muka atas perjanjian/kontrak, juga dilampiri dengan: a.

Asli surat jaminan uang muka; b. Asli surat kuasa bematerai cukup dari PPK kepada Kepala KPPN untuk mencairkan jaminan uang muka; dan c.

Asli konfirmasi tertulis dari pimpinan penerbit jaminan uang muka sesuai Peraturan Presiden mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah. (4) Khusus untuk penyampaian SPM atas beban pinjaman/hibah luar negeri, juga dilampiri dengan faktur pajak. (5) PPSPM menyampaikan SPM kepada KPPN paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah SPM diterbitkan.

(6) SPM-LS untuk pembayaran gaji induk disampaikan kepada KPPN paling lambat tanggal 15 sebelum bulan pembayaran. (7) Dalam hal tanggal 15 sebagaimana dimaksud pada ayat (6) merupakan hari libur atau hari yang dinyatakan libur, penyampaian SPM-LS untuk pembayaran gaji induk kepada KPPN dilakukan paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal 15.

(8) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dikecualikan untuk Satker yang kondisi geografis dan transportasinya sulit, dengan memperhitungkan waktu yang dapat dipertanggungjawabkan. (9) Penyampaian SPM kepada KPPN dilakukan oleh petugas pengantar SPM yang sah dan ditetapkan oleh KPA dengan ketentuan sebagai berikut: a. Petugas Pengantar SPM menyampaikan SPM beserta dokumen pendukung dan ADK SPM melalui front office Penerimaan SPM pada KPPN; b.

Petugas Pengantar SPM harus menunjukkan Kartu Identitas Petugas Satker (KIPS) pada saat menyampaikan SPM kepada Petugas Front Office; dan c. Dalam hal SPM tidak dapat disampaikan secara langsung ke KPPN, penyampaian SPM beserta dokumen pendukung dan ADK SPM dapat melalui Kantor Pos/Jasa Pengiriman resmi.

(10) Untuk penyampaian SPM melalui kantor pos/jasa pengiriman resmi sebagaimana dimaksud pada ayat (9) huruf c, KPA terlebih dahulu menyampaikan konfirmasi/ pemberitahuan kepada Kepala KPPN. Bagian Kelima Mekanisme Penerbitan SP2D Paragraf Kesatu Pengujian SPM oleh KPPN Pasal 60 SPM yang diajukan ke KPPN digunakan sebagai dasar penerbitan SP2D.

Pasal 61 (1) Dalam pencairan anggaran belanja negara, KPPN melakukan penelitian dan pengujian atas SPM yang disampaikan oleh PPSPM. (2) Penelitian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a.

meneliti kelengkapan dokumen pendukung SPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4); dan b. meneliti kebenaran SPM. (3) Penelitian kebenaran SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, meliputi: a. meneliti kesesuaian tanda tangan PPSPM pada SPM dengan spesimen tanda tangan PPSPM pada KPPN; b. memeriksa cara penulisan/pengisian jumlah angka dan huruf pada SPM; dan c.

memeriksa kebenaran penulisan dalam SPM, termasuk tidak boleh terdapat cacat dalam penulisan. (4) Pengujian SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. menguji kebenaran perhitungan angka atas beban APBN yang tercantum dalam SPM; b.

menguji ketersediaan dana pada kegiatan/ output/jenis belanja dalam DIPA dengan yang dicantumkan pada SPM; c.

gaji tentara indonesia per bulan

menguji kesesuaian tagihan dengan data perjanjian/kontrak atau perubahan data pegawai yang telah disampaikan kepada KPPN. d. Menguji persyaratan pencairan dana; dan e. Menguji kesesuaian nilai potongan pajak yang tercantum dalam SPM dengan nilai pada SSP. (5) Pengujian kebenaran perhitungan angka sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a merupakan pengujian kebenaran jumlah belanja/pengeluaran dikurangi dengan jumlah potongan/penerimaan dengan jumlah bersih dalam SPM.

(6) Pengujian persyaratan pencairan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf d, meliputi: a. Menguji SPM UP berupa besaran UP yang dapat diberikan sesuai dengan Pasal 46 ayat (2); b.

Menguji SPM TUP meliputi kesesuaian jumlah uang yang diajukan pada Gaji tentara indonesia per bulan TUP dengan jumlah uang yang disetujui Kepala KPPN; c. Menguji SPM PTUP meliputi jumlah TUP yang diberikan dengan jumlah uang yang dipertanggungjawabkan dan kepatuhan jangka waktu pertanggungjawaban; d.

Menguji SPM GUP meliputi batas minimal revolving dari UP yang dikelola sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (8); e. Menguji SPM LS Non Belanja Pegawai berupa kesesuaian data perjanjian Zkontrak pada SPM LS dengan data perjanjian/kontrak yang tercantum dalam Kartu Pengawasan Kontrak KPPN; dan f.

Menguji SPM LS Belanja Pegawai sesuai dengan prosedur standar operasional yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan.

(7) Dalam hal terdapat UP tahun anggaran sebelumnya belum dipertanggungjawabkan, pengujian SPM UP sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf (a), meliputi: a. kesesuaian jumlah uang dan keabsahan bukti setor pengembalian sisa UP tahun anggaran yang sebelumnya; atau b. kesesuaian jumlah potongan UP pada SPM UP dengan sisa UP tahun anggaran yang sebelumnya; (8) Dalam hal jumlah uang yang harus dipertanggungjawabkan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf c kurang dari jumlah TUP yang diberikan, harus disertai dengan bukti setor pengembalian TUP yang telah dilakukan konfirmasi KPPN.

(9) Ketentuan menyertakan bukti setor sebagaimana dimaksud pada ayat (8) tidak berlaku dalam hal SPM - PTUP diajukan ke KPPN dalam rangka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (1) dan ayat (5) huruf a. Pasal 62 (1) Dalam rangka pengawasan dan pengamanan terhadap pengembalian pembayaran jaminan uang muka, KPPN melakukan pencatatan atas pembayaran jaminan uang muka menggunakan aplikasi SP2D.

(2) Pencatatan atas pembayaran jaminan uang muka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XV yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Kepala KPPN mencairkan jaminan uang muka berdasarkan: a. Surat Kuasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4); dan b. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh KPA yang menyatakan bahwa telah terjadi pemutusan perjanjian/kontrak dengan penyedia barang jasa. (4) Ketentuan mengenai persyaratan, tata cara pembayaran, pengujian, pengembalian, dan penatausahaan jaminan uang muka diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaaan.

Paragraf Kedua Penerbitan SP2D Pasal 63 (1) KPPN menerbitkan SP2D setelah penelitian dan pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 telah memenuhi syarat. (2) SP2D sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XVI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) KPPN tidak dapat menerbitkan SP2D apabila Satker belum mengirimkan: a.

Data perjanjian/kontrak beserta ADK untuk pembayaran melalui SPM-LS kepada penyedia barang/jasa; atau b. Daftar perubahan data pegawai beserta ADK yang disampaikan kepada KPPN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (1).

(4) Dalam hal hasil penelitian dan pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 tidak memenuhi syarat, Kepala KPPN mengembalikan SPM beserta dokumen pendukung secara tertulis.

(5) Penyelesaian SP2D dilakukan dengan prosedur standar operasional dan norma waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan.

Pasal 64 gaji tentara indonesia per bulan Pencairan dana berdasarkan SP2D dilakukan melalui transfer dana dari Kas Negara pada bank operasional kepada Rekening Gaji tentara indonesia per bulan Penerima yang ditunjuk pada SP2D. (2) Bank operasional menyampaikan pemberitahuan kepada Kepala KPPN dalam hal terjadinya kegagalan transfer dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Pemberitahuan kegagalan transfer dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat data SP2D dan alasan kegagalan transfer ke rekening yang ditunjuk.

(4) Atas dasar pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Kepala KPPN memberitahukan kepada KPA kegagalan transfer dana ke rekening yang ditunjuk pada SPM dan alasannya. (5) KPA melakukan penelitian atas kegagalan transfer dana sebagaimana yang tercantum pada SPM dan selanjutnya menyampaikan perbaikan atau ralat SPM. (6) Atas dasar perbaikan atau ralat SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (5), Kepala KPPN menyampaikan ralat SP2D kepada bank operasional. (7) Tata cara penyelesaian pencairan dana dengan mekanisme retur SP2D diatur oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan.

Bagian Keenam Pembayaran Pengembalian Penerimaan Pasal 65 (1) Setiap keterlanjuran setoran ke Kas Negara dan/ atau kelebihan penerimaan negara dapat dimintakan pengembaliannya. (2) Permintaan pengembalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan berdasarkan surat-surat bukti setoran yang sah. (3) Pembayaran pengembalian keterlanjuran setoran dan/ atau kelebihan penerimaan negara harus diperhitungkan terlebih dahulu dengan utang pada negara.

(4) Pembayaran pengembalian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan berdasarkan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. Bagian Ketujuh Pembayaran Tagihan Yang Bersumber Dari Penggunaan PNBP Pasal 66 Pembayaran tagihan atas beban belanja negara yang bersumber dari penggunaan PNBP, dilakukan sebagai berikut: a.

Satker pengguna PNBP menggunakan PNBP sesuai dengan jenis PNBP dan batas tertinggi PNBP yang dapat digunakan sesuai yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. b. Batas tertinggi PNBP yang dapat digunakan sebagaimana dimaksud pada huruf a merupakan maksimum pencairan dana yang dapat dilakukan oleh Satker berkenaan. c. Satker dapat menggunakan PNBP sebagaimana dimaksud pada huruf a setelah PNBP disetor ke kas negara berdasarkan konfirmasi dari KPPN.

d. Dalam hal PNBP yang ditetapkan penggunaannya secara terpusat, pembayaran dilakukan berdasarkan Pagu Pencairan sesuai Surat Edaran/Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan. e. Besarnya pencairan dana PNBP secara keseluruhan tidak boleh melampaui pagu PNBP Satker yang bersangkutan dalam DIPA. f. Dalam hal realisasi PNBP melampaui target dalam DIPA, penambahan pagu dalam DIPA dilaksanakan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Anggaran.

Pasal 67 (1) Satker pengguna PNBP dapat diberikan UP sebesar 20% (dua puluh persen) dari realisasi PNBP yang dapat digunakan sesuai pagu PNBP dalam DIPA maksimum sebesar Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). (2) Realisasi PNBP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya.

(3) Dalam hal UP tidak mencukupi dapat mengajukan TUP sebesar kebutuhan riil 1 (satu) bulan dengan memperhatikan batas Maksimum Pencairan (MP). (4) Pembayaran UP/TUP untuk Satker Pengguna PNBP dilakukan terpisah dari UP/TUP yang berasal dari Rupiah Murni. (5) Satker pengguna PNBP yang belum memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP dapat diberikan UP sebesar maksimal 1/12 (satu perduabelas) dari pagu dana PNBP pada DIPA, maksimal sebesar Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

(6) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dapat dilakukan untuk pengguna PNBP: a. yang telah memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP namun belum mencapai 1/12 (satu perduabelas) dari pagu dana PNBP pada DIPA; atau b.

yang belum memperoleh Pagu Pencairan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 huruf d. (7) Penggantian UP atas pemberian UP sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6) dilakukan setelah Satker pengguna PNBP memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP paling sedikit sebesar UP yang diberikan. (8) Penyesuaian besaran UP dapat dilakukan terhadap Satker pengguna PNBP yang telah memperoleh Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP melebihi UP yang telah diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat(5) dan ayat (6).

(9) Dana yang berasal dari PNBP dapat dicairkan maksimal sesuai formula sebagai berikut: MP : (PPP x JS) - JPS MP : Maksimum Pencairan PPP : proporsi pagu pengeluaran terhadap pendapatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan JS : jumlah setoran JPS : jumlah pencairan dana sebelumnya sampai dengan SPM terakhir yang diterbitkan (10) Sisa Maksimum Pencairan (MP) dana PNBP tahun anggaran sebelumnya dari Satker pengguna, dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan tahun anggaran berjalan setelah DIPA disahkan dan berlaku efektif.

Pasal 68 (1) Tata cara penerbitan dan pengujian SPP dan SPM-UP/TUP/PTUP/GUP/GUP Nihil/LS dari dana yang bersumber dari PNBP mengacu pada mekanisme dalam Peraturan Menteri ini. (2) PPSPM menyampaikan SPM-UP/TUP/PTUP/GUP/GUP Nihil/LS beserta ADK SPM kepada KPPN dengan dilampiri: a. Dokumen pendukung SPM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2) dan ayat (3); b.

bukti setor PNBP yang telah dikonfirmasi oleh KPPN; dan c. Daftar Perhitungan Jumlah Maksimum Pencairan (MP) dibuat sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran XVII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (3) Untuk Satker pengguna PNBP secara terpusat, penyampaian SPM mengacu ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. (4) KPPN melakukan penelitian terhadap kebenaran perhitungan dalam Daftar Perhitungan Jumlah Maksimum Pencairan (MP) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c.

Bagian Kedelapan Pembayaran Tagihan Untuk Kegiatan Yang Bersumber Dari Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri Pasal 69 (1) Penerbitan SPP, SPM dan SP2D untuk kegiatan yang sebagian/seluruhnya bersumber dari Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri, mengikuti ketentuan mengenai kategori, porsi pembiayaan, tanggal closing date dan persetujuan pembayaran dari pemberi pinjaman dan/atau hibah luar negeri sesuai dengan petunjuk pelaksanaan pencairan dana Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri berkenaan.

(2) Penerbitan SPP-LS, SPM-LS, dan SP2D-LS atas tagihan berdasarkan perjanjian/kontrak dalam valuta asing (valas) dan atau pembayaran ke luar negeri mengikuti ketentuan sebagai berikut: a. Perjanjian/kontrak gaji tentara indonesia per bulan valas tidak dapat dikonversi ke dalam rupiah; dan b.

Pengajuan SPM disampaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI. (3) Penerbitan SPP-UP/TUP, SPM-UP/TUP, dan SP2D-UP/TUP menjadi beban dana Rupiah Murni. (4) Pertanggungjawaban dan penggantian dana Rupiah Murni atas SP2D-UP/TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dilakukan dengan penerbitan SPP-GUP/GUP Nihil/PTUP, SPM-GUP/GUP Nihil/PTUP, dan SP2D-GUP/GUP Nihil/PTUP yang menjadi beban Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri berkenaan. (5) Dalam hal terjadi penguatan nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap valas yang menyebabkan alokasi dana Rupiah pada DIPA melampaui sisa Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri, sebelum dilakukan penerbitan SPP, Satker harus melakukan perhitungan dan/ atau konfirmasi kepada Executing Agency agar tidak terjadi pembayaran yang melampaui sisa Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri berkenaan.

(6) Pengeluaran atas SP2D dengan sumber dana dari Pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam dokumen Perjanjian Pinjaman dan/ atau Hibah Luar Negeri, atau pengeluaran setelah Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri dinyatakan closing date dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible. (7) Atas pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (6), Direktur Jenderal Perbendaharaan menyampaikan surat pemberitahuan kepada Pimpinan Kementerian Negara/ Lembaga dengan tembusan kepada Direktur Jenderal Anggaran.

(8) Penggantian atas pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (6) menjadi tanggung jawab Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan dan harus diperhitungkan dalam revisi DIPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalam Gaji tentara indonesia per bulan tahun anggaran berikutnya.

(9) Ketentuan lebih lanjut mengenai petunjuk pelaksanaan pencairan dana Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri diatur oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. BAB VI KOREKSI/RALAT, PEMBATALAN SPP, SPM DAN SP2D Pasal 70 (1) Koreksi/ ralat SPP, SPM, dan SP2D hanya dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan: a.

Perubahan jumlah uang pada SPP, SPM dan SP2D; b. Sisa pagu anggaran pada DIPA/POK menjadi minus; atau c. perubahan kode Bagian Anggaran, eselon I, dan Satker.

(2) Dalam hal diperlukan perubahan kode Bagian Gaji tentara indonesia per bulan, eselon I, dan Satker sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan. (3) Koreksi/ralat SPP, SPM, dan SP2D dapat dilakukan untuk: a.

Memperbaiki uraian pengeluaran dan kode BAS selain perubahan kode sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c; b. pencantuman kode pada SPM yang meliputi kode jenis SPM, cara bayar, tahun anggaran, jenis pembayaran, sifat pembayaran, sumber dana, cara penarikan, nomor register; atau c.

koreksi/ralat penulisan nomor dan nama rekening, nama bank yang tercantum pada SPP, SPM dan SP2D beserta dokumen pendukungnya yang disebabkan terjadinya kegagalan transfer dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64.

(4) Koreksi/ralat SPM dan ADK SPM hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan koreksi/ralat SPM dan ADK SPM secara tertulis dari PPK. (5) Koreksi/ralat kode mata anggaran pengeluaran (akun 6 digit) pada ADK SPM dapat dilakukan berdasarkan permintaan koreksi/ralat ADK SPM secara tertulis dari PPK sepanjang tidak mengubah SPM. (6) Koreksi/ralat SP2D hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan koreksi SP2D secara tertulis dari PPSPM dengan disertai SPM dan ADK yang telah diperbaiki.

Pasal 71 (1) Pembatalan SPP hanya dapat dilakukan oleh PPK sepanjang SP2D belum diterbitkan. (2) Pembatalan SPM hanya dapat dilakukan oleh PPSPM secara tertulis sepanjang SP2D belum diterbitkan. (3) Dalam hal SP2D telah diterbitkan dan belum mendebet kas negara, pembatalan SPM dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Perbendaharaan atau pejabat yang ditunjuk. (4) Koreksi SP2D atau daftar nominatif untuk penerima lebih dari satu rekening hanya dapat dilakukan oleh Kepala KPPN berdasarkan permintaan KPA.

(5) Pembatalan SP2D tidak dapat dilakukan dalam hal SP2D telah mendebet Kas Negara. BAB VII PELAKSANAAN PEMBAYARAN PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN Pasal 72 (1) Dalam kondisi akhir tahun anggaran, batas terakhir pembayaran atas beban APBN dapat dilakukan sebelum tanggal terakhir pada akhir tahun.

(2) Penetapan batas terakhir pembayaran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan BUN untuk menyelesaikan administrasi pengelolaan kas negara. Pasal 73 (1) Dalam pertanggungjawaban UP/TUP pada akhir tahun anggaran, pengajuan SPM dan SP2D GUP Nihil/PTUP dapat dilakukan melampaui tahun anggaran.

(2) Batas akhir penerbitan SPM GUP Nihil/PTUP ditetapkan dengan mempertimbangkan kelancaran penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.

Pasal 74 Pelaksanaan pembayaran pada akhir tahun anggaran lebih lanjut mempedomani Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai langkah-langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran.

BAB VIII PELAPORAN REALISASI ANGGARAN Pasal 75 (1) Dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN diperlukan data realisasi APBN, arus kas, neraca, dan catatan atas laporan keuangan.

(2) Untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1): a. Kepala kantor/Satker selaku Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) setiap bulan harus melakukan rekonsiliasi data realisasi anggaran dengan Kepala KPPN selaku Kuasa BUN; b. Rekonsiliasi data realisasi anggaran sebagaimana dimaksud pada huruf a meliputi: 1. Data bagian anggaran; 2. Eselon I; 3. Satker; 4. Sumber dana; 5.

Cara penarikan; 6. Program; 7. Kegiatan; 8. Output; 9. Akun 6 digit; 10. Tanggal dan nomor SPM/SP2D; dan 11. Jumlah rupiah. c. Hasil rekonsiliasi sebagaimana dimaksud huruf a dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi (BAR), selanjutnya setiap awal bulan: 1.

Kepala kantor/Satker menyampaikan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Neraca beserta ADK kepada Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran tingkat wilayah (UAPPAW); atau 2. Kepala KPPN selaku Kuasa BUN membuat laporan realisasi anggaran, arus kas, dan neraca kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk diproses dan selanjutnya diteruskan kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan u.p Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. d. Untuk laporan keuangan semester dan tahunan, LRA, Neraca dan ADK disertai dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri. BAB IX PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL Pasal 76 (1) Menteri/Pimpinan Lembaga menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian internal terhadap pelaksanaan anggaran Satker di lingkungan Kementerian Negara/Lembaga masing-masing. (2) Pengawasan dan pengendalian internal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB X MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN ANGGARAN Pasal 77 (1) Menteri/Pimpinan Lembaga selaku PA melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan anggaran Kementerian/Lembaga yang dipimpinnya. (2) Menteri Keuangan selaku BUN dapat melakukan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 78 Segala ketentuan yang mengatur mengenai tata cara pembayaran atas beban APBN sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dinyatakan tetap berlaku. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Pasal 79 Ketentuan teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan pembayaran atas beban APBN sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini, diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan.

Pasal 80 Pada saat Peraturan Menteri ini gaji tentara indonesia per bulan berlaku: a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara beserta peraturan pelaksanaannya; dan b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pada Satuan Kerja; dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 81 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2013. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 November 2012 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. AGUS D. W. MARTOWARDOJO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 29 November 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd.

AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 1191 Lampiran.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan kepada tenaga pendidik keagamaan (TPQ dan sekolah minggu) se-Kota Surabaya. Dalam pengarahan via daring dan luring itu, dilakukan penyerahan secara simbolis jasa pelayanan (Jaspel) 10.477 pendidik TPQ dan sekolah minggu se-Kota Surabaya.

Eri mengatakan, para pendidik TPQ dan sekolah minggu diberikan jaspel atau apresiasi sebesar Rp 500 ribu per bulan.

Khusus kali ini, Pemkot Surabaya mencairkan jaspel selama tiga bulan sekaligus, Januari, Februari, dan Maret. ”Jadi, 3 bulan ini belum dicairkan. Saya minta untuk dicairkan bulan ini semua. Tapi ke depannya saya minta dicairkan tiap bulan, sembari kemenag dan pemkot mengevaluasi, apakah ada perubahan-perubahan di masing-masing TPQ dan sekolah minggu itu,” tutur Eri. Baca juga: 2 Persen Warga Surabaya Belum Terima Bantuan Minyak Goreng Menurut dia, pemberian apresiasi atau jaspel itu berasal dari APBD Surabaya untuk seluruh guru agama.

”Apalagi, saya sudah meminta tadi sebelum memulai pengajaran dan sesudah pengajaran untuk mendokan Kota Surabaya. Jadi, karena ini pakai APBD Surabaya, ya tolong didoakan Surabaya,” ujar Eri.

Eri menjelaskan, anak didik pasti calon pemimpin bangsa. Wali kota ingin semua agama membangun karakter anak-anak bangsa, selain dari karakter kebangsaan, ada karakter keagamaan juga.

”Nah, ketika pemimpin sudah berlandaskan agama, secara otomatis dia akan selalu untuk kepentingan umat, tidak untuk kepentingan pribadi,” papar Eri.
Advertisements Gaji PT Unilever Indonesia – Pilihan terbaik untuk melanjutkan karir, mungkin sebagai besar orang memilih untuk bekerja di perusahaan.

Akan ada banyak pengalaman dan pelatihan dengan bekerja di perusahaan. Mungkin untuk meningkatkan skill dan menambah pengalaman menjadi alasan mengapa banyak orang ingin bekerja di perusahaan. Jika memang benar, PT Unilever Indonesia bisa jadi pilihan untuk mengembangkan skill. Daftar Isi • Sekilas Tentang PT Unilever Indonesia • Gaji PT Unilever Indonesia • Gaji PT Unilever Indonesia Berdasarkan Pendidikan dan Pengalaman • Faktor Besar Kecilnya Gaji di Unilever PT Unilever Indonesia merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi produk-produk kebutuhan konsumen.

Ia juga dikenal dengan salah satu PERUSAHAAN TERBESAR DI INDONESIA, sehingga cocok untuk melanjutkan karir. Advertisements PT Unilever Indonesia merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi produk kebutuhan konsumen. Unilever unggul dengan brand andalannya seperti Pepsodent, Lux, Lifeboy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaselin, Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango dan masih banyak lagi lainnya.

PT Unilever Indonesia mempunyai enam pabrik di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Bekasi dan dua pabrik di kawasan industri Rungkut, Surabaya, Jawa Barat dan berkantor pusat di Jakarta. Produk perseroan berjumlah independen yang menjangkau ratusan ribu toko yang tersebar di seluruh Indonesia.

Nah, berbicara soal bekerja di PT Unilever berapakah kira-kira gaji yang diterima karyawan di sana? Adapun ulasan lengkap seputar gaji di PT Unilever Indonesia untuk semua posisi karyawan yakni sebagai berikut. Gaji PT Unilever Indonesia Tak bisa dipungkiri dan sesuatu yang lumrah untuk mengetahui informasi gaji karyawan di PT Unilever Indonesia.

Bagi sebagai orang memperhatikan gaji, menjadi bahan pertimbangan utama sebelum memutuskan bekerja. Itu gaji tentara indonesia per bulan yang memang penting. Dimana ketika memutuskan untuk bekerja di perusahaan, seseorang harus memastikan biaya hidup di wilayah perusahaan dan berapa pengeluaran dalam sehari di sana. Dengan begitu maka mereka bisa memastikan apakah dengan gaji per bulan, bisa mencukupi untuk biaya hidup atau tidak. Lalu, apakah gaji itu lebih dari cukup atau memang kurang?

Itu benar-benar perlu pertimbangan. Dengan demikian, maka seseorang bisa memutuskan bahwa bekerja di perusahaan terkait merupakan keputusan yang tepat atau tidak.

Nah, berikut adalah daftar gaji PT Unilever Indonesia untuk semua posisi fresh graduate. Posisi / Jabatan Gaji per Bulan QA Manager - Lab / R&D Rp. 37.500.000 Accounting Manager - Akuntansi Rp. 37.500.000 Senior Manager - Eksekutif Rp. 37.500.000 Senior Brand Manager - Manajemen Rp. 34.000.000 Factory Engineering Manager - Manajemen Rp. 32.500.000 Senior Manager - Manajemen Gaji tentara indonesia per bulan.

32.300.000 Project Manager - Manajemen Rp. 28.500.000 IT Manager - Teknologi Informatika Rp. 25.700.000 Trade Category Manager - Manajemen Rp. 25.500.000 Eksekutif Rp. 25.400.000 Engineering Manager - Teknik Rp. 23.200.000 Brand Manager - Pemasaran Rp. 22.500.000 Human Resource Development - HRD Rp. 22.500.000 Trade Channel - Lainnya Rp. 20.300.000 Manager Plant - Manajemen Rp. 19.500.000 Deputy Manager - Manajemen Rp. 19.500.000 Programmer - Teknologi Informatika Rp.

19.500.000 Assistant Manager - Administrasi Rp. 18.900.000 Human Resources Manager - HRD Rp. 18.700.000 Teknologi Informatika Rp. 17.900.000 Business Process Analyst - Pelayanan Profesional Rp. 16.500.000 Deputy Sales Manager - Manajemen Rp. 16.500.000 Senior Asssistant Manager - Manajemen Rp. 16.500.000 Account Consultant Executive - Pelayanan Profesional Rp. 16.500.000 Audit anda Compliance - Akuntansi Rp. 16.500.000 Assistant Quality Manager - Lab / R&D Rp.

16.500.000 HRD Rp. 15.700.000 Manager - Manajemen Rp. 15.000.000 Sales Manager - Pengembang Bisnis Rp. 14.800.000 Assistant Account Manager - Akuntansi Rp. 14.500.000 Manajer Produksi - Teknik Rp. 8.000.000 Supervisor Produksi - Teknik Rp. 8.000.000 Supervisor - Manajemen Rp. 7.450.000 Administrasi / Pelayanan Pelanggan Rp. 7.050.000 Pemasaran / Hubungan Masyarakat Rp. 7.030.000 Gaji PT Unilever Indonesia Berdasarkan Pendidikan dan Pengalaman Selain itu, berikut adalah gaji tentara indonesia per bulan gaji karyawan Unilever berdasarkan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja.

Simak gambar di bawah ini untuk informasi gaji berdasarkan pengalaman dan pendidikan. Dari tabel di atas, kolom “Qualifications” merupakan tingkat pendidikan terakhir dan untuk kolom “Experience (Years)” merupakan pengalaman kerja.

Dari tabel di atas, bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan dan semakin lama pengalaman kerjanya, maka gaji yang diperoleh juga semakin tinggi. Faktor Besar Kecilnya Gaji di Unilever Besar kecilnya gaji karyawan di PT Unilever Indonesia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ini mungkin bisa jadi acuan kalian dan perkiraan berapa gaji yang bisa kalian peroleh.

1. Posisi atau Jabatan Faktor pertama ialah posisi atau jabatan. Seperti yang sudah diketahui bahwasanya orang yang menduduki jabatan tinggi di PT Unilever akan memperoleh upah per bulan yang tinggi. 2. Pendidikan dan Pengalaman Semakin tinggi tingkat pendidikan kalian dan semakin banyak pengalaman kalian, maka gaji yang diterima juga akan semakin tinggi. 3. Tingkat UMR Wilayah Selain itu, nilai UMR wilayah juga bisa mempengaruhi besar kecilnya gaji.

Jika kalian bekerja di PT Unilever dengan tingkat UMR Tinggi, maka gaji per bulan yang diterima juga disesuaikan berdasarkan tingkat UMR tersebut. 4. Kinerja Kinerja juga menjadi faktor besarnya gaji karyawan. Dimana dengan kinerja yang baik, konsisten dan disiplin memungkinkan kalian bisa memperoleh kenaikan gaji. Itulah ulasan lengkap dari pilihprofesi.com terkait gaji PT Unilever Indonesia. Demikianlah informasi seputar gaji karyawan PT, semoga informasi di atas bermanfaat untuk kalian semua.• Senin, 9 Mei 2022 • Network • Pikiran Rakyat • Gowapos.com • PR Cianjur • PR Tasikmalaya • Pedoman Tangerang • PR Bogor • PR Depok • PR Pangandaran • PR Indramayu • PR Bekasi • PRFM News • Seputar Tangsel • Portal Jember • Ringtimes Banyuwangi • Zona Jakarta • Kabar Besuki • Mantra Sukabumi • Lensa Purbalingga • Zona Banten • Lensa Banyumas • Lihat Semua • • • SABACIREBON - Informasi penting yang ditunggu calon jamaah haji Indonesia akhirnya datang.

Rabu (13/4/2022), Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) senilai Rp81,7 juta. Untuk yang dibayarkan oleh jamaah, Rp39,8 juta. Angka tersebut naik dibanding tahun 2020 sebesar Rp35 juta. Baca Juga: Mall Terbesar di Indonesia Tunjungan Plaza Surabaya Terbakar “Besaran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH tahun 1433 Hijriah 2022 Masehi per jamaah sebesar Rp 81.747.844,04.

Terdiri dari Bipih rata-rata sebesar Rp 39.886.009,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2022). Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengatakan, besaran biaya haji telah disepakati bersama oleh DPR dan pemerintah. Adapun selisih kenaikan biaya haji tidak akan dibebankan kepada jamaah.

Baca Juga: SELAMA 30 TAHUN, PHRI JABAR SETIAP HARI GELAR BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM DI HOTEL “Tambahan biaya jamaah haji lunas tunda tahun 1441 H/2020 M dibebankan kepada alokasi virtual account yang telah dimiliki para calon jamaah Haji tahun 2020 yang selama ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI,” kata Ace.

Penetapan biaya ini menggunakan asumsi kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH sebanyak 110.500 jamaah atau 50 persen dari kuota haji tahun 2019. Dengan rincian kuota untuk jamaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang.

*** Editor: Agit Pratama Sumber: haji.kemenag.go.id

Rincian Gaji TNI AD dari Tamtama hingga Jenderal




2022 www.videocon.com