Kenapa bandung disebut paris van java

kenapa bandung disebut paris van java

none KOMPAS.com - Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, Kota Bandung menjadi salah satu tujuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

kenapa bandung disebut paris van java

Sebab, selain memiliki udara yang sejuk, Kota Bandung juga menawarkan beragam destinasi yang tidak dimiliki oleh kota lainnya, seperti wisata alam, sejarah, fesyen, dan kuliner. Lantas, bagaimana sejarah Kota Bandung didirikan?

berikut ini rangkuman yang dihimpun Kompas.com. Baca juga: Museum Sejarah Kota Bandung Dipastikan Rampung Akhir Tahun Ini Sejarah Kota Bandung Dikutip dari laman disdik.jabarprov.go.id, Kota Bandung berasal dari kata bendung atau bendungan.

Hal itu karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu. Ada juga yang menceritakan kata Bandung diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikatkan berdampingan atau yang disebut perahu bandung.

Perahu tersebut digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II kenapa bandung disebut paris van java itu untuk mencari tempat yang akan digunakan sebagai pusat ibu kota Kabupaten Bandung yang baru. Alasan pemindahan pusat pemerintahan dari Krapyak (sekarang Dayeuhkolot) karena daerah tersebut dianggap kurang strategis dan sering diterjang banjir saat musim hujan.

Adapun tempat yang dipilih saat itu oleh sang bupati adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung (pusat Kota Bandung sekarang). Baca juga: Sejarah Bandung Lautan Api, Kekecewaan Pejuang dan Politik Bumi Hangus Jepang Selain itu, dorongan untuk pemindahan ibu kota yang baru itu juga karena adanya permintaan dari Pemerintah Hindia Belanda kala itu yang dipimpin gubernur jenderal pertama Herman Willem Daendels pada 1808.

Oknum PNS Tabrak Ibu dan Anak hingga Tewas, Polisi: Pelaku Belum Bisa Dimintai Keterangan https://regional.kompas.com/read/2021/04/04/212249178/oknum-pns-tabrak-ibu-dan-anak-hingga-tewas-polisi-pelaku-belum-bisa https://asset.kompas.com/crops/PF-eIKc_xC8yTr_fJpq1MZ4h4Ig=/0x0:2048x1365/195x98/data/photo/2021/03/29/60614af9d4d0c.jpg
Julukan Paris Van Java adalah julukan yang diberikan ke Bandung bukan karena kondisi sekarang, namun lebih ke kondisi-kondisi di jaman dahulu ketika di desain dan dibangun.

Bandung sendiri di rancang sebagai penopang kota administrasi di selatan, di mana daerah ini ketika itu cukup menjadi daerah penyumbang komoditas seperti teh, tembakau, kopi, dan hasil bumi lainnya.

Kota Bandung didirikan oleh dan atas kehendak (kebijakan) Bupati Bandung ke-6, R.A. Wiranatakusumah II (1794-1829). [1] Akan tetapi proses pendiriannya dipercepat oleh perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels (1808-1811) Mengapa disebut sebagai kota kembang? Karena saat itu bandung dipenuhi oleh arsitektur landscape yang sangat cantik dan dipenuhin oleh taman-taman.

Beberapa peninggalannya masih bisa kita lihat seperti di taman Dewi Sartika atau di taman Maluku Berikut saya sertakan dari berbagai sumber seperti troopen museum kenapa Bandung dulu layak disebut sebagai Paris Van Java, LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Mengapa Bandung diberi julukan Parijs van Java?

Dari mana asal-usul julukan Parijs van Java berasal? Dulu, tanggal 9 April 1938, ada orang yang protes kenapa Bandung sampai dijuluki Parijs van Java. Muasal julukan itu, kata si pemrotes, berasal dari reklame yang dibuat satu pengusaha bioskop (gambar hidoep) agar tontonannya laku.

Padahal mirip Parisnya dari sebelah mana? Pada tahun 1911, yang namanya Bandung masih kelewat jauh untuk dikategorikan sebagai kota.

“Dari jalan Merdeka sampai Tegalega, dari Kenapa bandung disebut paris van java sampai Andir, kebun bambu dan sawah masih dengan mudah ditemukan,” tulis si pemrotes. Saking kesalnya si pemrotes menulis, “iklan dari orang yang bodoh disambut oleh orang yang juga masih bodoh.” Julukan Parijs van Java dipopulerkan Medan Prijaji Tidak diketahui siapa nama si pemrotes. Dalam koran Sipatahoenan 9 April 1938 hanya disebutkan “kiriman”. Tulisannya sendiri diberi judul “Lain Parijs van Kenapa bandung disebut paris van java, tapi Bandoeng Anjar atawa Nieuw-Bandoeng” (Bukan Parijs van Java, tapi Bandung Baru atau Nieuw-Bandung).

Menurut tulisan itu, julukan Parijs van Java dipopulerkan oleh Medan Prijaji, koran yang dipimpin RM Tirtoadisoerjo. “Padahal para pengelola Medan Prijaji seperti Anggawinata, RB Tjitro, M. Wignjodormodjo, dan Mas Marco Kartodikromo sama saja, pada belum pernah ke Paris.,” tulisnya.
RIDWAN Hutagalung meradang.

Pemerhati sejarah kota Bandung itu menyayangkan penamaan tidak tepat untuk “Paris van Java”, nama salah satu pusat perbelanjaan di kota tersebut. Menurutnya, kalau mau mengikuti kaidah bahasa Belanda dan sejarah yang benar, kata Paris seharusnya ditulis sebagai Parijs bukan Paris. “Kalau tetap mau menggunakan kata Paris ya bagusnya jadi Paris of Java atau apalah yang sesuai kaidahnya,” katanya kepada Historia.

Pernyataan Ridwan benar adanya. Julukan Parijs van Java untuk Bandung itu memang dipopulerkan pertama kali oleh orang-orang Belanda. Sejarawan Haryoto Kunto mengisahkan kemungkinan munculnya julukan itu dari seorang pedagang berdarah Yahudi Belanda bernama Roth. “Untuk mempromosikan dagangannya di pasar malam tahunan Jaarbeurs (sekarang Jalan Aceh) pada 1920, Roth mempopulerkan kalimat Parijs van Java,” tulis Kunto dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe.

Bagi Roth, pemilik toko meubel dan interior itu, sebutan Bandung Parijs van Java sangat penting untuk promosi dagangnya. Sejak lama Paris jadi kiblat mode dunia, sehingga embel-embel nama Paris diharapkan mencuri minat orang untuk datang ke pasar malam tahunan di Bandung.

"Slogan itu semakin populer setelah Bosscha (pengelola perkebunan terkemuka di Hindia Belanda) sering mengutipnya dalam berbagai kesempatan pidato di depan masyarakat Bandung…” tulis Ridwan Hutagalung dan Taufanny Nugraha dalam Braga Jantung Parijs van Java.

Kiblat Mode Selain faktor tersebut, Ridwan pun berpendapat jika Bandung sebagai Paris-nya Pulau Jawa muncul karena adanya perkembangan pesat mode Paris yang berbarengan dengan antusiasme kalangan berpunya di Bandung pada seni.

Sebut saja di antaranya adalah seni arsitektur, yang menerapkan art deco sebagai acuan pembangunan gedung di hampir se-antero kota Bandung. “Contoh yang paling terkemuka adalah Gedung Hotel Preanger dan Savoy Homan,” ujar Ridwan. Di dunia fesyen, selera Bandung lagi-lagi “sangat Paris” saat itu.

Di Bandung pada era 1900-an, ada sebuah toko bernama Aug. Hegelsteens Kledingmagazijn (terletak di kawasan Jalan Braga), tempat orang-orang Bandung yang ingin tampil “lebih terkini”. Toko itu semakin terkenal saat berganti nama menjadi berbau Prancis: Au Bon Marche Modemagazijn yang didirikan oleh pebisnis A. Makkinga pada 1913.

kenapa bandung disebut paris van java

“Pada masa kejayaanya, busana dengan trend mode terbaru dari pusat mode di Paris akan segera dipajang di toko ini,” ungkap lelaki kelahiran Pematang Siantar pada 1967 tersebut. Baca juga: Sebelum Bandung Jadi Lautan Api Bandung Ibukota Kerajaan Belanda? Empat Karya Seni Terinspirasi Peristiwa Bandung Lautan Api Toko Au Bon Marchel dikenal bergengsi saat itu, tercermin dari setiap iklan mereka di majalah-majalah.

Di sana mereka menawarkan aneka mode berbahan sutera lembut dengan pilihan desain motif bunga dan sandang bergaya elegan. Di tulis di dalam iklan tersebut: wij brengen steeds de laatse mode (kami selalu menyajikan mode terbaru). “Si calon pembeli kemudian diyakinkan dengan tambahan kalimat: zie geregeld onze etalages” (lihatlah etalase kami yang tersusun rapi),” tulis Ridwan. Bagaimana soal harga di Toko Au Bon MarcheI Modemagazijnronisnya? Jangan tanya, tentu saja selangit.

Hal ini wajar mengingat pakaian yang dipajang di etalase toko tersebut adalah mode kelas satu sehingga kalangan biasa sulit untuk memilikinya. Kenyataan ini sungguh ironis jika mengetahui nama bon marche sendiri dapat diartikan secara bebas menjadi “belanja murah meriah”. • Historia berhak me-non aktifkan account yang melanggar atau menggunakan program ilegal untuk mendapatkan poin tanpa pemberitahuan dahulu • Historia bekerja sama dengan pihak ke-3 untuk transaksi redeem point, dalam hal ini pihak ke-3 adalah GetPlus • Historia hanya menjadi platform untuk mengumpulkan poin, redeem poin hanya bisa dilakukan di platform pihak ke-3, dalam hal ini GetPlus • Setelah user redeem point di platform pihak ke-3, maka semua activity yang dilakukan menjadi tanggung jawab pihak ke-3 • Historia sebagai partner tidak bertanggung jawab apabila terjadi maintenance web, maintenance produk, dan atau hal - hal lainnya yang terjadi di pihak ke-3 maupun yang terjadi di Historia.id yang dapat mengganggu dalam perolehan poin user maupun dalam keterlambatan masuknya poin user • Historia sebagai partner tidak bertanggung jawab atas hilangnya Poin perolehan, dan atau perbedaan jumlah poin segala transaksi akan tercatat di dalam applikasi pihak ke-3 • Historia sebagai partner tidak bertanggung jawab atas perubahan-perubahan syarat & ketentuan yang dilakukan pihak ke-3 • Historia sebagai partner tidak bertanggung jawab atas data yang ada di pihak ke-3 • Historia sebagai partner tidak bertanggung jawab atas redeem yang dilakukan user di pihak ke-3 • Historia sebagai partner tidak bertanggung jawab atas hadiah yang disediakan oleh pihak ke-3 • Syarat dan Ketentuan lebih lanjut: https://www.mygetplus.id/terms-and-conditions
Trending • XL Axiata Fasilitasi 660 Mitra Penjualan Pulang Kampung • Kang Ace : Pesantren Garda Terdepan Kembangkan Semangat Cinta Tanah Air • Pendistribusian STB Gratis Tak Libatkan KPID Jabar, Adiyana: Ini Soal Etika • Jelang Penyelenggaraan PESPARAWI NASIONAL XIII, Pemprov Yogyakarta Gencarkan Sosialisasi kepada Masyarakat • ‘Ngabuburide’ Ala Atalia Sambil Bagi Sembako dan Bantu Anak Kenapa bandung disebut paris van java • Sekda Jabar Dorong Pasar Produk Penyandang Disabilitas Diperluas • Pemprov Jabar Apresiasi Masyarakat yang Ikut Jaga Lingkungan Hidup • KFC Indonesia Hadirkan Menu Baru Rosemary Butter Grilled Chicken BANDUNG NEWS – Bandung merupakan kota madya yang didapuk menjadi ibukota dari Jawa Barat.

Selain Kota Kembang, Bandung juga kerap dijuluki sebagai Paris van Java atau dalam ejaan bahasa Belanda, Parijs van Java. Kenapa Bandung disebut Paris van Java? Julukan itu sudah tersemat untuk Bandung sejak 1889-1904 di masa kolonial Hindia Belanda, serta dipopulerkan Belanda. Julukan tersebut sengaja dibuat agar dapat menarik turis agar berkunjung ke Hindia Belanda. Tidak hanya Bandung, sejumlah kota di Indonesia saat itu juga diperkenalkan dengan julukan yang serupa, misalnya Venetie van Java untuk Batavia, Kenapa bandung disebut paris van java van Java untuk Semarang, serta Switzerland van Java untuk Garut.

Lalu apakah benar Bandung serupa dengan Paris? Dari Mana Asal Usul Nama Paris Van Java? Berdasarkan buku berjudul “Vereeniging Toeristen Verkeer Batavia (1908-1942): Awal Turisme Modern di Hindia Belanda” karya Achamd Sunjayadi yang terbit pada 2007, diketahui julukan Paris van Java berkaitan sangat erat dengan perkembangan pariwisata di Hindia Belanda.

Melalui wisata, mereka ingin menunjukkan kemajuan yang dibuat di negeri jajahan pada dunia sekaligus menambah pemasukan baru. Mereka menjuluki kota-kota di Indonesia dengan nama-nama tempat yang populer di Eropa. Hindia Belanda pun juga mengikuti pameran pariwisata di sejumlah negara yang semakin membumikan julukan tersebut, seperti di London (1851, 1862), Paris, (1855, 1867, 1878, 1889, 1900), Wina (1873), dan utamanya di Exposition Universelle di Paris (1889) yang menampilkan Le Village Javanais (Kampung Jawa) dengan pertunjukan kesenian Sunda.

Bandung sebagai Paris-nya Pulau Jawa kenapa bandung disebut paris van java karena menjadi pusat gaya busana.

kenapa bandung disebut paris van java

Saat itu, gaya fesyen Bandung sangat Paris. Era 1900 terdapat satu toko bernama Aud di Jalan Braga. Toko tersebut adalah tempat bagi warga Bandung yang ingin tampil kekinian. Tahun 1913, Aug berganti nama jadi Au Bon Marche Modemagazijn dari bahasa Perancis. Model busana terbaru dari Paris akan selalu dipajang di toko ini.

kenapa bandung disebut paris van java

Tidak hanya itu, arsitektur di Bandung menerapkan art deco sebagai acuan pembangunan gedung yang sangat mirip dengan Paris. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah Gedung Hotel Preanger serta hotel Savoy Homan.

kenapa bandung disebut paris van java

Dimulai dari orang-orang Belanda di masa kolonial, julukan Kota Bandung sebagai Paris van Java kemudian terus diwariskan turun-temurun hingga sekarang menjelma menjadi pusat wisata di Jawa.

Bandung Jadi Kota Wisata Setelah masa kemerdekaan, pariwisata di Bandung meningkat sangat jauh sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang. Bandung menjadi destinasi tujuan liburan akhir pekan warga ibukota Jakarta dan sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, Bandung juga dikenal karena memiliki bangunan tua berarsitektur Belanda dan panorama alam pegunungan yang sangat indah.

Bandung juga punya banyak ruang publik seni seperti museum, galeri, dan gedung pertunjukan. Yang terpopuler adalah Gedung Merdeka yang dahulu menjadi lokasi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955, Museum Sri Baduga yang menggunakan bangunan lama Kawedanan Tegallega, serta Gedung Indonesia Menggugat tempat Soekarno menyampaikan pleidoinya.

kenapa bandung disebut paris van java

(dra)Bandung merupakan kota madya yang didapuk menjadi ibukota dari Jawa Barat. Selain Kota Kembang, Bandung juga kerap dijuluki sebagai Paris van Java atau dalam ejaan bahasa Belanda, Parijs van Java. Kenapa Bandung disebut Paris van Java? Julukan itu sudah tersemat untuk Bandung sejak 1889-1904 di masa kolonial Hindia Belanda, serta dipopulerkan Belanda. Julukan tersebut sengaja dibuat agar dapat menarik turis agar berkunjung ke Hindia Belanda. Tidak hanya Bandung, sejumlah kota di Indonesia saat itu juga diperkenalkan dengan julukan yang serupa, misalnya Venetie van Java untuk Batavia, Gibraltar van Java untuk Semarang, serta Switzerland van Java untuk Garut.

Lalu apakah benar Bandung serupa dengan Paris? Penampakan Gedung Sate tempo dulu (yukepo.com).

kenapa bandung disebut paris van java

Kenapa Bandung Disebut Paris van Java? Berdasarkan buku berjudul “Vereeniging Toeristen Verkeer Batavia (1908-1942): Awal Turisme Modern di Hindia Belanda” karya Achamd Sunjayadi yang terbit pada 2007, diketahui julukan Paris van Java berkaitan sangat erat dengan perkembangan pariwisata di Hindia Belanda.

Melalui wisata, mereka ingin menunjukkan kemajuan yang dibuat di negeri jajahan pada dunia sekaligus menambah pemasukan baru. Mereka menjuluki kota-kota di Indonesia dengan nama-nama tempat yang populer di Eropa. Hindia Belanda pun juga mengikuti pameran pariwisata di sejumlah negara yang semakin membumikan julukan tersebut, seperti di London (1851, 1862), Paris, (1855, 1867, 1878, 1889, 1900), Wina (1873), dan utamanya di Exposition Universelle di Paris (1889) yang menampilkan Le Village Javanais (Kampung Jawa) dengan pertunjukan kesenian Sunda.

Bandung sebagai Paris-nya Pulau Jawa muncul karena menjadi pusat gaya busana. Saat itu, gaya fesyen Bandung sangat Paris.

kenapa bandung disebut paris van java

Era 1900 terdapat satu toko bernama Aud di Jalan Braga. Toko tersebut adalah tempat bagi warga Bandung yang ingin tampil kekinian. Tahun 1913, Aug berganti nama jadi Au Bon Marche Modemagazijn dari bahasa Perancis. Model busana terbaru dari Paris akan selalu dipajang di toko ini. Tidak hanya itu, arsitektur di Bandung menerapkan art deco sebagai acuan pembangunan gedung yang sangat mirip dengan Paris.

Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah Gedung Hotel Preanger serta hotel Savoy Homan. Dimulai dari orang-orang Belanda di masa kolonial, julukan Kota Bandung sebagai Paris van Java kemudian terus diwariskan turun-temurun hingga sekarang menjelma menjadi pusat wisata di Jawa. Jalan Braga tempo dulu (summot.com). Bandung Menjadi Kota Wisata Setelah masa kemerdekaan, pariwisata di Bandung meningkat sangat jauh sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang. Bandung menjadi destinasi tujuan liburan akhir pekan warga ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Selain menjadi kota wisata belanja, Bandung juga dikenal karena memiliki bangunan tua berarsitektur Belanda dan panorama alam pegunungan yang sangat indah.

kenapa bandung disebut paris van java

Bandung juga punya banyak ruang publik seni seperti museum, galeri, dan gedung pertunjukan. Yang terpopuler adalah Gedung Merdeka yang dahulu menjadi lokasi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955, Museum Sri Baduga yang menggunakan bangunan lama Kawedanan Tegallega, serta Gedung Indonesia Menggugat tempat Soekarno menyampaikan pleidoinya.




2022 www.videocon.com