Serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Tahukah kamu apa itu bahan serat? Bahan serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Menurut kamus bahasa indonesia, serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Serat kapas misalnya memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000). Istilah serat sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil.

Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil. Serat sebagai bahan baku tekstil adalah serat-serat yang digunakan untuk aplikasi tekstil. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan kain, serat memegang peranan penting. Sifat serat akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik dari pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Bahan baku tekstil ini merupakan bahan pembuat pakaian dan kebutuhan lain. Pembahasan kita kali ini adalah tentang bahan serat sebagai bahan baku kerajinan tekstil. Bahan serat alam dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah dipergunakan sejak tahun 2640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut alam adalah Cina. Cina sejak dahulu sudah menghasilkan serat sutera.

Cina sangat tertarik dengan serat sutera yang dihasilkan dari ulat, bahan ini diolah menjadi benang untuk kebutuhan produk tekstil. Selain serat sutera, bahan serat alam lainnya berupa kapas. Pada tahun 1540 SM telah berdiri industri kapas di India. Dalam perkembangannya, bahan serat alam digunakan di berbagai negara lainnya, seperti serat flax yang pertama digunakan di Swiss pada tahun 10000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 1000 SM.

Selama ribuan tahun, serat flax, wol, sutera, dan kapas telah melayani kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Pada awal abad ke-20 mulai diperkenalkan serat buatan. Hingga saat ini telah bermacam macam jenis serat buatan diproduksi. Produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun boleh dikatakan stabil. Namun persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil makin lama makin menurun mengingat kenaikan produksi bahan serat buatan yang semakin tinggi.

Hal ini disebabkan ketersediaan bahan serat alam sangat terbatas. Untuk memproduksi bahan serat alam juga dibutuhkan iklim yang mendukung. Kondisi musim kemarau ataupun musim penghujan dapat mempengaruhi produksi bahan serat alam.

Sifat bahan serat alam ada yang tahan akan iklim kemarau maupun kondisi musim penghujan. Meskipun bahan serat alam pada umumnya memiliki karakteristik yang sehat tetapi dari sisi jumlah, sifat, bentuk dan ukurannya tentu mengalami hambatan.

Jika bahan serat alam ini diproduksi terus-menerus akan mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan bahan serat alam maka semakin mahal juga ongkos produksinya.

Hal ini akan meningkatkan harga jual produk di pasar. Bahan serat alam berasal dari alam. limbah serat alam mudah diurai dalam tanah. Bahan serat alam yang dimaksud adalah bahan organic yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral. Dalam hal ini kita akan mempelajari dan fokus pada bahan dari tumbuhan dan hewan saja.

Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan. Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan yang dapat diolah menjadi serat alam. Hal ini disebabkan serat yang diinginkan sebagai bahan baku produk tesktil memiliki persyaratan.

Diantara persyaratan tersebut adalah kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Tumbuhan memiliki biji yang beraneka ragam. Beberapa biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat. Contohnya biji dari pohon kapas dan kapuk. Meskipun begitu, saat ini kapas dan kapuk sudah jarang dipergunakan untuk bahan baku produk tekstil. Hal ini disebabkan peminat kapas dan kapuk sudah mulai berkurang. Kapas lebih banyak dipergunakan orang sebagai bahan kosmetik dibanding untuk produk tekstil ataupun kerajinan lainnya. Setiap tumbuhan memiliki batang. Struktur batang yang dihasilkan tumbuhan tentunya tidak sama satu dengan lainnya.

Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contohnya batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn. Tumbuhan yang memiliki buah sangat banyak dan beragam. Namun yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam tidaklah banyak.

Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah. Sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat. Sabut buah kelapa serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut banyak manfaat.

Semua jenis sabut, mulai dari sabut yang memiliki serat panjang, serat pendek, hingga debu sabut dapat dimanfaatkan semuanya. Namun yang dipergunakan sebagai serat hanyalah yang memiliki potonganpotongan panjang. Selanjutnya, serat ini diolah kembali menjadi bahan baku. Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.

Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan flamen. Di bawah ini dijelaskan penggolongannya. Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.

Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. 1, tumbuhan yang berkembang biak dengan akar tinggal. a. temu lawak, ketela rambat dan rumput teki b. lengkuas, arbei dan pisang c. nanas, bambu dan … pisang d.

kencur, kunyit dan jahe 2. tumbuhan yang berkembang biak menggunakan umbi lapis adalah … a. bawang merah b. jamur c. tanaman paku d. singkong 3. tanaman lengkuas berkembang biak dengan … a.

tunas b. geragih c. akar tinggal d. umbi batang 4. bacalah daftar hewan berikut ini1) ikan nila 2)ular piton 3)kuda laut4)kelelawar5)kadal berdasarkan data tersebut, hewan yang berkembang biak dengan cara ovovivipar ditunjukkan oleh angka … a.

1) dan 3) b. 2) dan 4) c. 1) dan 2) d. 2) dan 5) 5. perhatikan table berikut. n0 nama hewan cara berkembang biak1 ikan pari ovipar2 planaria fragmentasi3 semut ovipar4 kelinci viviparpasangan yang tepat antara nama hewan dan cara perkembangbiaknya ditunjukkan oleh angka … a. 1) dan 2) b. 1) dan 3) c 2) dan 4) d 3) dan 4) 7.

benda berikut yang termasuk sel kelamin jantan pada tumbuhan yaitu … a. daun b. putik c. benang sari d. akar tinggal 8. perkembangbiakan tumbuhan tanpa adanya perkawinan disebut perkembangbiakan secara … a.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

generative b. buatan c. vegetative d. alami 9. teknik cangkok untuk memperbanyak tumbuhan dilakukan pada bagian … a. daun b. buah c. akar d. batang 10. mengembangbiakan tanaman mangga dimulai dari.

a. biji b. bunga c. tunas d. daun 11. peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik disebut dengan … a. perkembangbiakan b. penyerbukan c. perkembangbiakan generative d. perkembangbiakan vegetative 12. contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi lapis yaitu … a.

kunyit b. jahe c. bawang merah d. bambu 13. tumbuhan cocor bebek berkembangbiak dengan … a. umbi batang b. umbi lapis c. tunas adventif d. spora 14. hewan yang mempunyai kelenjar susu tergolong hewan … a. ovipar b. vivipar c. reptile d. amfibi 15. perhatikan bahan-bahan berikut !(1) balon(2) kertas(3) air(4) kayu. a. (1) b. (2) c.

(3) d. (4) 16. membuat patung dengan bahan batu dan kayu dapat dilakukan dengan cara . a. pahat b. cor d. butsir d. teknik mesin 17. contoh bahan patung yang dibuat dengan teknik butsir adalah . a. gamping b. kayu c. batu bata d. tanah liat 18. bahan yang digunakan untuk membuat karya seperti pada gambar adalah . gambar tanpa teks a.

tanah liat b. bambu c. kain d. sabun 19. (1) seni ukir (2) kaligrafi (3) seni lukis (4) seni patungkarya seni tiga dimensi ditunjukkan oleh nomor . a. (3) b. (2) c. (1) d. (4) 20. bahan berikut ini yang dapat digunakan untuk membuat patung adalah .

a. daun b. kayu c. tisu d. kertas 21. alat yang biasa digunakan untuk memahat kayu adalah . a. pisau b. gergaji c. pahatan d. gunting 22. berikut ini yang termasuk bentuk karya seni rupa tiga dimensi adalah . a. lukisan b. patung c. tulisan d. puisi 23. karya seni patung yang penampilannya hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul adalah .

a. torso b. dada c. lengkap d. tubuh 24. patung yang digunakan untuk sarana beribadah dan bermakna religius adalah patung . a. seni a. kerajinan b. arsitektur c. religi 25. kelompok bahan berikut ini yang termasuk bahan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni patung adalah . a. batu, kayu, logam b.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

air, daun, batu c. plastik, air,kain d. tali, batu, daun 26. teknik membuat patung yang menjadi bentuk yang dinginkan, misalnya kerajinan gerabah/keramik disebut teknik . a. pahat b. konstruksi c. butsir d. cor 27. peralatan yang biasa digunakan untuk membuat patung berbahan dasar logam adalah . a. martil besi, gerinda, mesin potong b. kapak, gergaji, ampelas c. kompor, tungku panas, alat-alat cetak d. butsir, sudip, ampelas 28.

dua aliran seni patung murni yang ada di indonesia adalah . a. realis dan dekoratif b. realis dan abstrak c. realis dan surealis d.

realis dan kontemporer 29. gambar relief umumnya terdapat pada bangunan . a. candi b. rumah c. kayu d. mesjid 30. berdasarkan pembuatannya, fungsi patung monumen adalah . a. sarana ibadah b. peringatan peristiwa bersejarah c. dinikmati keindahan bentuknya d. penghias bangunan tolong dijawab hari ini mau dikumpulkan trimakasih ​
Jawaban: B.

Filamen Penjelasan: Serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut filamen. Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Serat dari kepompong ini kemudian dipintal menjadi benang. Serat ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil seperti pembuatan pakaian. Semoga membantu. 10. Pada skema pergiliran keturunan (metagenesis) tumbuhan paku homospora, yang termasuk struktur yang memiliki kromosom haploid dan diploid secara be … rurutan adalah .

a. haploid: spora, protalium, anteridium; diploid: zigot, tumbuhan paku, sporofil b. haploid: spora, protalium, zigot; diploid: sporangium, tumbuhan paku, sporofil c. haploid: zigot, tumbuhan paku, sporofil; diploid: anteridium, arkegonium, ovum d. haploid: zigot, tumbuhan paku, tropofil; diploid: anteridium, arkegonium, protalium e.

haploid: zigot, tumbuhan paku, sporofil; diploid: anteridium, arkegonium, sel induk spora​ tirto.id - Menurut kamus bahasa indonesia, serat adalah material yang perbandingan panjang dan lebarnya besar serta molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang.Misalnya serat kapas yang memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai 1 sampai dengan 1000.

Bahan serat merupakan jenis bahan berupa potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang utuh. Serat juga sering dikaitkan sayur-sayuran, buah-buahan,dan tekstil. Serat pada sayuran dan buah-buahan sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga sebagai bahan baku tekstil, yaitu untuk bahan baku pembuatan benang. Dikutip dari laman Sumber Belajar Kemendikbud, karakteristik bahan serat alam adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar. Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Salah satu serat alam paling mahal adalah linen. Linen dibuat dari tanaman lenan.Linen diproduksi dalam jumlah kecil. Namun kain linen menjadi bernilai karena sangat sejuk dan segar digunakan dalam cuaca panas.

Adapun berdasarkan asal bahan penyusunnya, serat dikelompokkan menjadi dua yaitu serat alam dan serat sintetis. Bahan serat alam adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya terjaga dan diutamakan dari alam, dan diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok,yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan bahan tambang. Contoh Kerajinan Bahan Serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut Alam Tumbuhan & Hewan Di bawah ini merupakan beberapa contoh kerajinan yang dibuat dari bahan serat alam tumbuhan, seperti dikutip dalam modul Prakarya Kelas VIII (2017).

1. Serat dari Tumbuhan Serat ini mengandung unsur utama berupa selulosa. Bagian tumbuhan yang dijadikan serat antara lain biji, daun, batang, dan buah. Serat yang berasal dari biji misalnya kapas dan kapuk. Serat yang diambil dari batang misalnya serat jute dan rami. Serat yang diambil dari daun misalnya abaca, sisal, dan daun nanas. Buah yang dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa.

Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah. Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara dianyam. Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Sedangkan proses persiapan pembuatan bahan baku yang digunakan biasanya dengan cara dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari langsung.

Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benzoat atau zat pengawet lainnya sehingga bahan serat alam dapat tahan lama tanpa jamur. 2. Serat dari Hewan Serat ini memiliki tekstur yang lembut dan halus, serta bersifat menghangatkan sehingga orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini. Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan paling banyak diolah bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan alamen.

Berikut penggolongan jenis serat hewan: • Serat stapel,yaitu serat yang berbentuk rambut hewan disebut dengan wol. Contoh domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna.Dan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba. • Serat filamen, yaitu serat berbentuk jaringan. Contohnya serat yang berasal dari larva ulat sutera untuk membentuk kepomponglalu dipintal menjadi benang.

Bahan-bahan serat hewan dapat diolah dengan berbagai cara dan dilakukan dengan beberapa tahap pengolahan, seperti pencukuran, pembersihan dengan cara pencucian, pengeringan, dan kemudian dipintal. Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jual tinggi. Produk yang dihasilkan dari bulu domba sering diolah dengan teknik tenun.

Serat bulu domba atau wol memiliki kelebihan di antaranya berat, hangat, dan halus. Oleh sebab itu, bahan serat ini cocok dimanfaatkan sebagai produk fesyen, seperti syal dan rompi.
Contents • 1 Pengertian Serat Alam • 2 Jenis dan Karakteristik Bahan Serat • 2.1 Serat dari Tumbuhan • 2.1.1 Serat dari Biji • 2.1.2 Serat dari Batang • 2.1.3 Serat dari Daun • 2.1.4 Serat Berasal dari Buah • 2.2 Serat dari Hewan • 2.2.1 Serat dari Stapel • 2.2.2 Serat dari Filamen • 3 Pengolahan Bahan Serat • 3.1 Pemintalan benang • 3.2 Penggulungan benang • 3.3 Pencelupan Warna • 3.4 Penenunan Benang Menjadi Kain • 4 Video Pembelajaran • 5 Evaluasi Materi Tahukah kamu apa itu bahan serat?

Bahan serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Menurut kamus bahasa indonesia, serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang.

Serat kapas misalnya memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000). Istilah serat sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil. Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil.

Serat sebagai bahan baku tekstil adalah serat-serat yang digunakan untuk aplikasi tekstil. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan kain, serat memegang peranan penting. Sifat serat akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik dari pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia. Bahan baku tekstil ini merupakan bahan pembuat pakaian dan kebutuhan lain. Pembahasan kita kali ini adalah tentang bahan serat sebagai bahan baku kerajinan tekstil.

Bahan serat alam dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah dipergunakan sejak tahun 2640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah Cina.

Cina sejak dahulu sudah menghasilkan serat sutera. Cina sangat tertarik dengan serat sutera yang dihasilkan dari ulat, bahan ini diolah menjadi benang untuk kebutuhan produk tekstil.

Selain serat sutera, bahan serat alam lainnya berupa kapas. Pada tahun 1540 SM telah berdiri industri kapas di India. Dalam perkembangannya, bahan serat alam digunakan di berbagai negara lainnya, seperti serat flax yang pertama digunakan di Swiss pada tahun 10000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 1000 SM.

Selama ribuan tahun, serat flax, wol, sutera, dan kapas telah melayani kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Pada awal abad ke-20 mulai diperkenalkan serat buatan. Hingga saat ini telah bermacam macam jenis serat buatan diproduksi. Produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun boleh dikatakan stabil. Namun persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil makin lama makin menurun mengingat kenaikan produksi bahan serat buatan yang semakin tinggi.

Hal ini disebabkan ketersediaan bahan serat alam sangat terbatas. Untuk memproduksi bahan serat alam juga dibutuhkan iklim yang mendukung. Kondisi musim kemarau ataupun musim penghujan dapat mempengaruhi produksi bahan serat alam. Sifat bahan serat alam ada yang tahan akan iklim kemarau maupun kondisi musim penghujan. Meskipun bahan serat alam pada umumnya memiliki karakteristik yang sehat tetapi dari sisi jumlah, sifat, bentuk dan ukurannya tentu mengalami hambatan.

Jika bahan serat alam ini diproduksi terus-menerus akan mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan bahan serat alam maka semakin mahal juga ongkos produksinya. Hal ini akan meningkatkan harga jual produk di pasar.

Bahan serat alam berasal dari alam. limbah serat alam mudah diurai dalam tanah. Bahan serat alam yang dimaksud adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

Dalam hal ini kita akan mempelajari dan fokus pada bahan dari tumbuhan dan hewan saja. Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan. Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan yang dapat diolah menjadi serat alam. Hal ini disebabkan serat yang diinginkan sebagai bahan baku produk tesktil memiliki persyaratan. Diantara persyaratan tersebut adalah kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk.

Tumbuhan memiliki biji yang beraneka ragam. Beberapa biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat. Contohnya biji dari pohon kapas dan kapuk. Meskipun begitu, saat ini kapas dan kapuk sudah jarang dipergunakan untuk bahan baku produk tekstil. Hal ini disebabkan peminat kapas dan kapuk sudah mulai berkurang. Kapas lebih banyak dipergunakan orang sebagai bahan kosmetik dibanding untuk produk tekstil ataupun kerajinan lainnya.

Setiap tumbuhan memiliki batang. Struktur batang yang dihasilkan tumbuhan tentunya tidak sama satu dengan lainnya. Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contohnya batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn.

Tumbuhan yang memiliki buah sangat banyak dan beragam. Namun yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam tidaklah banyak. Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa.

Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah. Sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat. Sabut buah kelapa memiliki banyak manfaat. Semua jenis sabut, mulai dari sabut yang memiliki serat panjang, serat pendek, hingga debu sabut dapat dimanfaatkan semuanya.

Namun yang dipergunakan sebagai serat hanyalah yang memiliki potonganpotongan panjang. Selanjutnya, serat ini diolah kembali menjadi bahan baku. Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini. Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu.

Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan flamen. Di serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut ini dijelaskan penggolongannya. Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar. Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.

Sebelum membuat produk kerajinan, tentunya pengrajin harus melakukan proses pengolahan terhadap bahan tekstil. Proses pengolahan masingmasing bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin.

Langkah-langkahnya sebagai berikut: Pemintalan benang Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.
Serat dari Hewan, Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa.

Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.

Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan Älamen.

Di bawah ini dijelaskan penggolongannya. Serat dari Stape Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut dengan wol. Contohnya domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna.

Rambut hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba. Serat dari Filamen Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang. Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut serap, dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.

Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan. Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.

Baca juga Jenis dan Karakteristik Bahan Serat Berdasarkan karakteristik tersebut, kita dapat melakukan perawatan pada bahan serat alam lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan tahan lama. Tugas Mandiri Mengobservasi Bahan Serat • Temukan bahan serat yang terdapat di lingkungan sekitar! • Deskripsikan manfaat bahan serat tumbuhan dan bahan serat hewan bagi kehidupan manusia! • Presentasikan hasilnya di muka kelasMacam-macam jenis serat dari hewan beserta contoh dan manfaatnya.

Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari materi sebelumnya, di mana kita telah mempelajari tentang jenis dan karakteristik serat alam tumbuhan dan contohnya. Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.

Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan ilamen. Jenis Serat dari Hewan Beserta Contoh dan Manfaatnya Di bawah ini dijelaskan penggolong macam-macam serat dari hewan.

Baca dengan teliti! 1. Serat dari Stapel Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut dengan wol. Contohnya domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba. Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar. Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Berdasarkan karakteristik tersebut, kita dapat melakukan perawatan pada bahan serat alam lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan tahan lama.

Nah itulah dua macam jenis serat alam dari hewan beserta manfaat dan contohnya. Lalu bagaimana cara pengolahan serat tumbuhan dan hewan? Baca selengkapnya Proses Pengolahan Bahas Serat Pos-pos Terbaru • Amatilah Gambar Berikut Selanjutnya Tuliskan Pendapatmu Mengenai Gambar Halaman 134 Sampai 135 • 3 Sikap Persatuan dan Kesatuan yang Pernah Kamu Lakukan Saat di Sekolah, di Rumah, dan di Masyarakat • Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 133 134 135 136 137 Pembelajaran 4 Subtema 3 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam di Indonesia • Coba Renungkan Tentang Kegunaan Benda-benda atau Materi yang Berada di Sekitar Kamu • Nama Zat Unsur Senyawa Air, Tembaga, Gula, Perak, Garam, Hidrogen
• Afrikaans • Alemannisch • Ænglisc • العربية • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Banjar • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Nordfriisk • Frysk • Gaeilge • Galego • ગુજરાતી • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Кыргызча • Latina • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Română • Русский • Sicilianu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • მარგალური • 中文 • 粵語 Bermacam-macam kain sutra.

Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat di tenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei ( Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut.

Sutra memiliki tekstur mulus, lembut, tetapi tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.

Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra. "Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, tetapi skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan.

Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek.

Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan.

Empat jenis ngengat sutra ternakan yang terpenting. Sutra juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, tetapi hanya jenis sutra dari ulat sutra yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutra-sutra lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutra dihasilkan terutama oleh larva serangga yang ber metamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera.

Produksi sutra juga kerap dijumpai serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut pada serangga ordo hymenoptera ( lebah, tabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang.

Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutra, terutama arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau disebut Qmonos (sarang laba-laba dalam bahasa Jepang) diklaim memiliki kekuatan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut digunakan untuk rompi anti peluru) serta lima kali lebih kuat dari baja.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Silk. • (Inggris) Peternakan ulat sutra (dengan foto-foto) • (Inggris) Peta perdagangan global sutra Diarsipkan 2007-12-02 di Wayback Machine. • Halaman ini terakhir diubah pada 20 Desember 2021, pukul 03.31. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Republic of indonesia dinyatakan sebagai negara dengan tingkat bio diversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil, yaitu negara yang memiliki keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati dan ekosistem yang ada di daratan dan lautan. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Letak geografis tanah air kita telah memberikan keuntungan kepada bangsa Republic of indonesia. Tuhan Yang Maha Esa telah menganugerahkan kekayaan alam dengan beragam bentuk dan keunikannya. Oleh karena itu, kita harus memuji Tuhan Yang Maha Besar atas ciptaan – Nya tersebut.

Sebagai makhluk ciptaan – Nya,kita patut mensyukuri apa yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita. Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu menerima pemberian Tuhan dengan rasa suka cita dan penghargaan yang mendalam melalui berbagai tindakan.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam ini menghasilkan banyak bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kerajinan Indonesia telah dikenal luas di manca negara dengan bentuk yang sangat beragam, kreatif, inovatif dan selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan perkembangan teknologi. Oleh sebab itu, Indonesia dikenal sebagai negara eksportir kerajinan yang dibuat dengan proses yang lebih mengandalkan keterampilan tangan bukan hanya mesin. Selain kekayaan alam, manusia juga dianugerahi kelebihan oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa akal sehingga manusia mampu mengapresiasi, mencipta dan berkreasi dengan berbagai media ekspresi.

Kemampuan ini pun harus disyukuri dan selalu diapresiasi. salah satunya dengan cara mengeksplorasi keunikan dan keindahan karya kerajinan Indonesia. Sebagai makhluk sosial, tentunya kita wajib menghargai seluruh karya ciptaan manusia. Budaya merupakan hasil dari olah rasa dan karsa manusia.

Kekayaan budaya Indonesia menjadi modal munculnya keberagaman produk kerajinan Indonesia. Produk kerajinan tersebut diantaranya berasal dari bahan alamyang banyak tersebar di bumi Indonesia. Oleh karena itu produk kerajinan yang dihasilkan dari setiap daerah memiliki kekhasan. sejak dahulu masyarakat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan sebagai alat untuk kebutuhan hidup sehari – hari.

Kini kerajinan berkembang fungsinya, dapat sebagai hiasan, baik interior maupun eksterior. A. Pengertian Serat Alam. Bahan serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan – potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Menurut kamus bahasa Indonesia, serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama kearah panjang. Serat kapas misalnya memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (ane sampai dengan 1000).

Istilah serat sering dikaitkan dengan sayur – sayuran, buah – buahan dan tekstil. sayuran dan buah – buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi system pencernaan makanan.

Serat sebagai bahan baku tekstil adalah serat – serat yang digunakan untuk aplikasi tekstil. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan kain, serat memegang peranan penting. Sifat serat akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik dari pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Bahan baku tekstil ini merupakan bahan pembuat pakaian dan kebutuhan lain. Bahan serat alam dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah dipergunakan sejak tahun 2640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah Cina. Cina sejak dahulu sudah menghasilkan serat sutera. Cina sangat tertarik dengan serat sutera yang dihasilkan dari ulat, bahan ini diolah menjadi benang untuk kebutuhan produk tekstil.

Selain serat sutera, bahan serat alam lainnya berupa kapas. Pada tahun 1540 SM telah berdiri industry kapas di India. Dalam perkembangannya, bahan serat alam digunakan di berbagai negara lainnya, seperti serat flax yang pertama digunakan di Swiss pada tahun 10000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun k SM.

Selama ribuan tahun, serat flax, wol, sutera dan kapas telah melayani kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Pada awal abad ke – 20 mulai diperkenalkan serat buatan. Hingga saat ini telah bermacam – macam jenis serat buatan diproduksi. Produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun boleh dikatakan stabil. Namun persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil makin lama makin menurun mengingat kenaikan produksi bahan serat buatan yang semakin tinggi.

Hal ini disebabkan ketersediaan bahan serat alam sangat terbatas. Untuk memproduksi bahan serat alam juga dibutuhkan iklimyang mendukung. Kondisi musim kemarau ataupun musim penghujan dapat mempengaruhi produksi bahan serat alam. Sifat bahan serat alam ada yang tahan akan iklim kemarau maupun kondisi musim penghujan.

Meskipun bahan serat alam pada umumnya memiliki karakteristik yang sehat, tetapi dari sisi jumlah, sifat, bentuk dan ukurannya tentu mengalami hambatan. Jika bahan serat alam ini diproduksi terus – menerus akan mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan bahan serat alam,maka semakin mahal juga ongkos produksinya.

Hal ini akan meningkatkan harga jual produk di pasar. B. Jenis Dan Karakteristik Bahan Serat. Bahan serat alam berasal dari alam. Limbah serat alam mudah diurai dalam tanah. bahan serat alam yang dimaksud adalah bahan organic yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan dan mineral.

Dalam hal ini, kita akan mempelajari dan focus pada bahan dari tumbuhan dan hewan saja. 1. Serat Dari Tumbuhan. Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian – bagian tumbuhan. Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan yang dapat diolah menjadi serat alam.

Hal ini disebabkan serat yang diinginkan sebagai bahan baku produk tekstil memiliki persyaratan. Diantara persyaratan tersebut adalah kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk. Adapun serat yang berasal dari tumbuhan dapat diklasifikasi menjadi empat sebagai berikut : Tumbuhan memiliki biji yang beraneka ragam. Beberapa biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat. Contohnya biji dari pohon kapas dan kapuk.

Meskipun begitu, saat ini kapas dan kapuk sudah jarang dipergunakan untuk bahan baku produk tekstil. Hal ini disebabkan peminat kapas dan kapuk sudah mulai berkurang. Kapas lebih banyak dipergunakan orang sebagai bahan kosmetik dibandingkan untuk produk tekstil ataupun kerajinan lainnya.

b. Serat dari Batang. Setiap tumbuhan memiliki batang.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Struktur batang yang dihasilkan tumbuhan tentunya tidak sama satu dengan lainnya. Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium.

Contohnya batang pohon anggrek, melinjo / ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf dan sunn. c. Serat dari Daun. Tumbuhan yang dapat diolah sebagai bahan serat dari daunnya tidaklah banyak. Namun,banyak orang emanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil. Contohnya serat daun mending (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal dan daun henequen.

d. Serat berasal dari Buah. Tumbuhan yang memiliki buah sangat banyak dan beragam. namun yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam tidaklah banyak. Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah. sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat. Sabut buah kelapa memiliki banyak manfaat. semua jenis sabut, mulai dari sabut yang memiliki serat panjang, serat pendek, hingga debus abut dapat dimanfaatkan semuanya.

Namun yang dipergunakan sebagai serat hanyalah yang memiliki potongan – potongan panjang. Selanjutnya, serat ini diolah kembali menjadi bahan baku. 2. Serat Dari Hewan. Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara – negara Eropa.

serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus. Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang – orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.

bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat produk tekstil diantaranya staple dan filament. Di bawah ini dijelaskan penggolongannya. b. Serat dari Filamen. Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang. Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur dan mudah terbakar.

Sementara serat sutra mempunyai ciri – ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Serat wol mempunyai ciri – ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi dan merupakan penahan panas yang bond, tahan terhadap jamur dan bakteri. Berdasarkan karakteristik tersebut, kita dapat melakukan perawatan pada bahan serat alam lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan tahan lama.

C. Pengolahan Bahan Serat. Sebelum membuat produk kerajinan, tentunya perajin harus melakukan proses pengolahan terhadap bahan tekstil. Proses pengolahan masing –masing bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara transmission maupun menggunakan mesin.

Langkah – langkahnya sebagai berikut : D. Proses Produksi Kerajinan Bahan Serat. Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran. Adapun teknik – teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, macramé, dan tapestry sebagai berikut : Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestry.

Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang – benang berfungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan. Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan – bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang.

Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (Manual) atau mesin jahit. dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna. Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang / lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatuka helaian serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut yang satu dengan lainnya mennggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.

five. Keindahan (Aestetic). Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih disbanding beda yang biasa – biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, diantaranya dari bentuk, hiasan atau ornament dan bahan bakunya.

Karya yang baik dihasilkan dari proses perancangan yang baik pula.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Oleh sebab itu, proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal – hal seperti berikut ini : 6. Pembuatan karya kerajinan Indonesia dikenal kaya akan sumber daya alam berupa hutan yang tersebar di seluruh Nusantara.

Selama ini hasil hutan non kayu yang berasal dari tanaman dan bersifat dapat diperbaharui belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari para pemangku kepentingan di sector kehutanan. Padahal, tanaman non kayu seperti daun dan rumput – rumputan memberikan kontribusi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan. Selain tanaman kayu dan non kayu, terdapat bahan serat alam yang dihasilkan dari hewan. Produk kerajinan yang dihasilkan dari bahan serat tumbuhan dan hewan sangat banyak dan mudah didapat.

Namun ada pula serat buatan yang dihasilkan dari berbagai bahan campuran, yang juga menghasilkan produk kerajinan yang kreatif seperti kain. one. Produk Kerajinan Serat Tumbuhan. Daun yang digunakan sebagai produk kerajinan di sebut dengan serat alam. Serat alam yang biasa digunakan diantaranya daun eceng gondok, daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, daun kelapa / janur, daun lontar, daun pandan dan daun pohon gebang.

Selain daun, ada juga akar, biji dan batang. Eceng gondok termasuk jenis tanaman yang biasa tumbuh di air. Eceng gondok termasuk jenis tanaman pengganggu. Namun bagi warga daerah tertentu seperti di Kulon Progo, Yogyakarta, eceng gondok menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Daerah ini serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut sentra kerajinan tangan dari eceng gondok. Selain eceng gondok, masih banyak lagi produk kerajinan dari bahan serat alam ini sudah sudah digeluti oleh perajin di beberapa daerah.

3. Serat Eceng Gondok. Bahan – bahan serat alam dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja dan tempat lampu. Teknikpembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara dianyam.

Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempelatau jahit. Sedangkan proses persiapan pembatan bahan baku yang digunakan biasanya dengan cara dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari langsung. Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benzoate atau zat pengawet lainnya sehingga bahan serat alam dapat tahan lama tanpa jamur. b. Alat Produksi Kerajinan Serat Tumbuhan.

Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak. Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan daun atau serat alam.

Peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam, diantaranya : Ada pula peralatan berat yang diperlukan dalampembuatan kerajinan tertentu, seperti mesin jahit, mesin tenun,mesin pemisah sabut kelapa dan aneka mesin lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan bahan serat alam. c. Produk Kerajinan dari Serat Tumbuhan. Pembuatan produk kerajinan bahan serat tumbuhan, baik yang dibuat sebagai bahan baku tekstil ataupun yang dibuat sebagai fungsional memiliki prosedur yang berbeda.

Bahan serat alamyang berasal dari serat / sabut kelapa dapat diproduksi sebagai keset atau bahkan sebagai isi bantal. Bahan serat alam dari daun / pelepah pisang, pandan atau eceng gondok dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan juga fungsi hias dengan menggunakan teknik anyam ii. Produk Kerajinan Serat Hewan. Serat hewan yang biasa dibuat untuk bahan dasar kerajinan adalah bulu domba, serat ulat sutra, bulu biri – biri dan kulit hewan.

Bulu domba memiliki ketebalan yang cukup untuk dibuat kerajinan fesyen seperti syal, baju hangat, kaos kaki, rompi, topi, sepatu dan tas.

Ada pula yang dibuat menjadi sarung bantal kursi dan taplak. Daerah penghasil bulu domba sebagai produk kerajinan diantaranya Tapos Indramayu. Perajin daerah ini menyulap bulu domba menjadi hiasan yang menarik dan kreatif. Masih banyak lagi produk kerajinan dari bahan serat hewan ini sudah digeluti oleh perajin di beberapa daerah, melihat semakin variatifnya minat masyarakat. 3. Serat dari bulu alpaca. Bahan – bahan serat hewan dapat diolah dengan berbagai cara dan dilakukan dengan beberapa tahap pengolahan seperti pencukuran, pembersihan dengan cara pencucian, pengeringan dan kemudian dipintal.

Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jualtinggi.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Produk yang dihasilkan dari bulu domba sering diolah dengan teknik tenun. Serat bulu domba atau wol memiliki kelebihan diantaranya berat, hangat dan halus. Oleh sebab itu, bahan serat ini cocok dimanfaatkan sebagai produk fesyen. b. Alat Produksi Kerajinan Serat Hewan. Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak. Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat hewan.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah daun atau serat alam, diantaranya : ii. Mesin penggulung benang hasil pemintalan. Pembuatan produk kerajinan bahan serat hewan, baik yang dibuat sebagai bahan baku tekstil ataupun yang dibuat sebagai fungsional memiliki prosedur yang berbeda. Bahan serat hewan dari sutra dapat diproduksi menjadi kain sutra.

Sedangkan kain sutra sendiri masih dapat diolah kembali menjadi berbagai produk kerajinan lainnya, misalnya batik, kain ikat celup, busana dan syal. Bahan serat hewan dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan fungsi hias dengan menggunakan teknik jahit, tenun dan rajut. F. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat. Penyajian sebuah produk kerajinan disebut juga dengan kemasan.

Kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya. Saat ini kemasan sebuah produk turut menentukan apakah produk tersebut layak dikatakan memiliki kualitas lebih atau biasa saja. Bentuk kemasan sangat membantu sebuah produsen mengenalkan produk. Bentuk kemasan sangat membantu para perajin atau produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya.

Hanya dalam beberapa detik saja sebuah kemasan dapat merubah cara pikir seseorang dari tidak tertarik menjadi tertarik terhadap sebuah produk. Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki empat fungsi utama, yaitu : 4.

Memperindah penampilan produk. Keempat fungsi tersebut penting diperhatikan agar dapat meningkatkan daya jual produk. Kemasan sebagai pelengkap produk dengan tujuan agar produk terlihat lebih menarik. Bahan dasar dari kemasan itu sendiri sangat bervariasi, seperti logam, plastic, kayu, serat alam, kardus, kaca dan mika.

Pilihan bahan kemasan harus disesuaikan dengan jenis produk kerajinan yang akan dikemas. Penting untuk dipahami bahwa produk yang diperuntukkan dijual, maka kemasan harus lebih berguna untuk melindungi keamanan karya dari kerusakan, sedangkan jika untuk dipamerkan maka kemasan lebih berfungsi sebagai penunjang produk utama. ane. Mengidentifikasi Kebutuhan. Dalam memperingati ulang tahun SMP bangsa sejahtera, panitia menyelenggarakan lomba cipta kostum rompi bagi para siswa didiknya.

Reza ingin sekali ikut lomba tersebut guna memperoleh pengalaman mendesain busana. Selanjutnya Reza mencoba merancangnya dengan menggunakan bahan serat alam. Reza beranggapan bahwa bahan tersebut tidak akan dicoba oleh orang lain. Reza akan membuat rompi dari serat kulit kayu melinjo yang dimodifikasi dengan cara dipadukan dengan bahan lain seperti kulit dan manik – manik. rompi yang dibuat reza dijahit dengan tangan dan menggunakan aksen lukisan dengan motif Papua.

Reza terinspirasi dari pertunjukkan tari daerah Papua saat berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

e. Lukis bagian depan rompi dengan true cat akrilik agar lebih menarik menggunakan motif ragam hias Papua. lakukan evaluasi dengan menguji karya.

Ingatlah selalu keselamatan kerja, terutama dalam menggunakan jarum atau mesin jahit. Langkah Terakhir Dalam Pengolahan Bahan Serat Yaitu Source: http://www.erwinedwar.com/2018/10/kerajinan-serat-materi-prakarya-smp.html Terbaru • Kelompok Ternak Kamdomain_7 Di Purwosari Girimulyo Kulon Progo • Cara Memakai Masker Rambut Makarizo Hair Energy • Cara Menghapus Pintasan Di Layar Utama Xiaomi • Nama Kepala Dinas Peternakan Provinsi Di Yogyakarta • Cara Memindahkan Foto Dari Cd Ke Hp • How to Hack Cctv Camera Using Cmd Pdf • Lingkungan Ternak Ayam Cocok Gak Buat Rumah Tinggal • Cara Membuat Hiasan Pintu Kamar Dari Kardus • Seluk Beluk Usaha Bisnis Ternak Lobster Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized
Kerajinan Serat: Jenis, Pengolahan, Proses, Alat & Contoh - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 5.1 Artikel Terkait Indonesia dinyatakan sebagai negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Braail, yaitu negara yang memiliki keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati, dan ekosistem yang ada di daratan dan serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Kerajinan serat merupakan salah satu kerajinan yang sangat potensial di Indonesia.

Mengapa? Karena Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Biodiversitas tinggi maksudnya adalah memiliki keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati, dan ekosistem sangat beragam baik di daratan maupun lautan.

Artinya, terdapat banyak bahan yang unik dan sulit ditemukan di negara lain yang dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi kerajinan di sini. Termasuk kerajinan serat yang terbuat dari serat alam. Namun kemudian, apa itu serat alam sendiri? Berikut adalah penjelasannya. Pengertian Serat Alam Bahan serat alam adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

6). Dalam KBBI serat diartikan sebagai suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Contohnya adalah serat kapas yang memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000).

Serat juga dapat dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil. Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil. Sebagai bahan baku tekstil, serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Ya, serat adalah bahan baku yang memegang peranan penting dalam pembuatan tekstil karena sifat serat akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik dari pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Bahan serat alam telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah dipergunakan sejak tahun 2640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah Cina yang dari sejak dahulu sudah menghasilkan serat sutera. Selain serat sutera, bahan serat alam lainnya berupa kapas yang dari sejak tahun 1540 SM telah banyak diproduksi secara industri oleh India.

Dalam perkembangannya, bahan serat alam digunakan di berbagai negara lainnya, seperti serat flax_ yang pertama kali digunakan di Swiss pada tahun 10000 SM, serta serat wol mulai digunakan di Mesopotamia pada tahun 1000 SM.

Selama ribuan tahun, serat flax, wol, sutera, dan kapas telah melayani kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Pada awal abad ke-20 mulai diperkenalkan serat buatan (tidak alami). Hingga saat ini semakin banyak jenis serat buatan yang dapat digunakan sebagai bahan kerajinan serat. Serat Buatan VS Serat Alam Produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun dapat dikatakan stabil, meskipun persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil makin lama makin menurun mengingat kenaikan produksi bahan serat buatan yang semakin tinggi.

Mengapa? Karena serat buatan membutuhkan biaya yang lebih kecil untuk diproduksi karena dapat diproduksi secara massal. Ditambah lagi ketersediaan bahan serat alam sangat terbatas. Produksi bahan serat alam juga membutuhkan iklim yang mendukung. Kondisi musim kemarau ataupun musim penghujan dapat mempengaruhi produksi bahan serat alam.

Sifat bahan serat alam serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut yang tahan akan iklim kemarau maupun kondisi musim penghujan. Selain itu, jika bahan serat alam ini diproduksi terus-menerus akan mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan bahan serat alam maka semakin mahal juga ongkos produksinya. Hal itu juga akan meningkatkan harga jual produk di pasar. Melihat keadaan tersebut, tidak heran jika Indonesia yang memiliki iklim yang lebih baik dan kondisi alam yang mendukung dapat menghasilkan bahan serat alam dengan efektif.

Kerajinan serat menggunakan serat alam juga membuat produk kerajinan menjadi lebih eksklusif karena sulit untuk diproduksi secara massal. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

Namun pada kesempatan kali ini, yang akan dipelajari hanya pada serat dari dari tumbuhan dan hewan yang akan dipaparkan di bawah ini. Serat dari Tumbuhan Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan yang dapat diolah menjadi serat alam. Hal ini karena serat yang diinginkan sebagai bahan baku produk tesktil memiliki persyaratan meliputi: kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk. Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan.

Adapun serat yang berasal dari tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yakni sebagai berikut. Serat dari Biji Beberapa biji tumbuhan telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat, contohnya dalah biji dari pohon kapas dan kapuk. Namun saat ini kapas dan kapuk sudah jarang digunakan untuk bahan baku produk tekstil. Kapas lebih banyak digunakan sebagai serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut kosmetik.

Serat dari Batang Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contoh serat alam dari batang meliputi: bahan pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn. Serat dari Daun Tumbuhan yang dapat diolah sebagai bahan serat dari daunnya tidaklah banyak.

Namun, banyak orang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil. Contohnya adalah: serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan daun henequen.

Serat Berasal dari Buah Tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam tidaklah banyak. Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah buah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buahnya, dan sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat. Sabut yang digunakan sebagai serat hanyalah yang memiliki potongan-potongan panjang.

Serat dari Hewan Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Bahan serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.

Serat dari Stapel Stapel adalah serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut dengan wol (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 11). Contoh serat dari stapel adalah dari: domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba. Serat dari Filamen Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan.

Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang. Contohnya adalah serat dari kepompong ulat sutra. Karakteristik Bahan Serat Alam Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah permukaan seratnya, seperti: • kehalusan, • kekuatan, • daya serap, dan • kemuluran atau elastisitas. Karakteristik Serat Kapas Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti: bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar.

Karakteristik Serat Sutra Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Karakteristik Serat Wol Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri.

Berdasarkan karakteristik tersebut, kita dapat melakukan perawatan pada bahan serat alam lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan tahan lama.

Pengolahan Bahan Serat Sebelum menggunakan serat alam sebagai bahan kerajinan, tentunya harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Proses pengolahan masing-masing bahan tekstil secara umum sama saja.

Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin yang langkah-langkahnya dalah sebagai berikut. • Pemintalan Benang Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.

• Penggulungan Benang Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang. • Pencelupan Warna Benang diproses dengan pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya benang dikeringkan. • Penenunan Benang Menjadi Kain Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain. Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup.

Teknik Produksi Kerajinan Bahan Serat Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Teknik-teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, makrame, dan tapestri yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Menenun Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang-benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan. Menjahit Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang.

Teknik menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.

Mengikat Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Teknik mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna. Sementara itu, proses produksi kerajinan bahan serat sesuai dengan bahan dan teknik yang digunakan akan dipaparkan di bawah ini.

Produk dan Proses Kerajinan Bahan Serat Alam Sebelumnya, dalam pembuatan produk kerajinan yang baik, kita harus mengetahui terlebih dahulu sebetulnya produk seperti apa yang bagus dan berkualitas baik. Oleh karena itu, kita perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas. Syarat Perancangan Kerajinan Serat Alam Berkualitas Baik Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan yang berkualitas tinggi adalah sebagai berikut.

• Kegunaan ( Utility) Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur. • Kenyamanan ( Comfortable) Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

• Keluwesan ( Flexibility) Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.

• Keamanan ( Safety) Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi aat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan. • Keindahan ( Aesthetic) Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.

Proses Perancangan Kerajinan Serat Alam Selain itu, kerajinan serat yang baik dihasilkan dari proses perancangan yang baik pula. Oleh karena itu, proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal berikut ini. • Tentukan bahan & jenis kerajinan. • Penggalian ide dari berbagai sumber. • Buat beberapa sketsa karya. • Tentukan sebuah karya terbaik. • Kumpulkan bahan dan alat yang sesuai untuk rancangan karya.

• Buat karya sesuai dengan rancangan/sketsa. • Evaluasi karya, apakah layak atau tidak. • Revisi karya, meskipun karya sudah layak, jika ada celah inovasi mengapa tidak. Produk Kerajinan Serat Alam Produk kerajinan yang dihasilkan dari bahan serat tumbuhan dan hewan sangat banyak dan cukup mudah didapat.

Namun ada pula serat buatan yang dihasilkan dari berbagai bahan campuran, yang juga menghasilkan produk kerajinan yang kreatif seperti kain. Berikut adalah beberapa contoh produk dan proses kerajinan serat alam. Produk Kerajinan Serat Tumbuhan Serat alam yang biasa digunakan di antaranya serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut eceng gondok, daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, daun kelapa/janur, daun lontar, daun pandan, dan daun pohon gebang.

Selain daun ada juga akar, biji, dan batang. Bahan Kerajinan Serat Tumbuhan Serat alam dari tumbuhan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan. Beberapa bahan kerajinan serat tumbuhan meliputi beberapa jenis di bawah ini. • Serat pelepah pisang • Serat daun pepaya • Bahan serat eceng gondok Pengolahan Bahan Kerajinan Serat Tumbuhan Proses persiapan pembuatan bahan baku yang digunakan biasanya dengan cara dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari langsung.

Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benaoat atau aat pengawet lainnya sehingga bahan serat alam dapat tahan lama tanpa jamur. Alat Produksi Kerajinan Serat Tumbuhan Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak.

Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan daun atau serat alam. Ada pula peralatan berat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan tertentu, seperti mesin jahit, mesin tenun, mesin pemisah sabut kelapa, dan aneka mesin lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan bahan serat alam.

Contoh Hasil Produk Kerajinan dari Serat Tumbuhan Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara dianyam.

Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Bahan serat alam yang berasal dari serat/sabut kelapa dapat diproduksi sebagai keset, atau bahkan sebagai isi bantal. Bahan serat alam dari daun/pelepah pisang, pandan, atau eceng gondok dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan juga fungsi hias dengan menggunakan teknik anyam.

Produk Kerajinan Serat Hewan Serat hewan yang biasa dibuat untuk bahan dasar kerajinan adalah bulu domba, serat ulat sutra, bulu biri-biri, dan kulit hewan. Bulu domba memiliki ketebalan yang cukup untuk dibuat kerajinan fashion seperti syal, baju hangat, kaos kaki, rompi, topi, sepatu, dan tas. Ada pula yang dibuat menjadi sarung bantal kursi, dan taplak.

Masih banyak lagi produk kerajinan dari bahan serat hewan ini sudah digeluti oleh perajin di beberapa daerah, melihat semakin variatifnya minat masyarakat. Berikut adalah pemaparan mengenai produk-produk kerajinan dari serat hewan.

Bahan Kerajinan dari Serat Hewan Berikut adalah beberapa bahan serat dari hewan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan serat hewan. • Serat wol dari bulu domba • Serat sutra dari kepompong ulat sutra • Bahan serat dari bulu alpaca Pengolahan Bahan Kerajinan Serat Hewan Bahan-bahan serat hewan dapat diolah dengan berbagai cara dan dilakukan dengan beberapa tahap pengolahan, seperti: • pencukuran, • pembersihan dengan cara pencucian, • pengeringan, • dan kemudian dipintal.

serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong disebut

Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jual tinggi. Produk yang dihasilkan dari bulu domba sering diolah dengan teknik tenun. Serat bulu domba atau wol memiliki kelebihan di antaranya berat, hangat, dan halus. Oleh sebab itu, bahan serat ini cocok dimanfaatkan sebagai produk fashion atau pakaian karena nyaman di kulit.

Alat Produksi Kerajinan Serat Hewan Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak. Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat hewan. Ada pula peralatan berat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan tertentu, seperti alat pintal dan alat penggulung benang.

Alat tersebut dapat dibuat dalam bentuk tradisional. Contoh Hasil Produk Kerajinan dari Serat Hewan Pembuatan produk kerajinan bahan serat hewan, baik yang dibuat sebagai bahan baku tekstil ataupun yang dibuat sebagai fungsional memiliki prosedur yang berbeda.

Misalnya, Bahan serat hewan dari sutra dapat diproduksi menjadi kain sutra. Selanjutnya, kain sutra sendiri masih dapat diolah kembali menjadi berbagai produk kerajinan lainnya, misalnya batik, kain ikat celup, busana, dan syal. Bahan serat hewan dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan fungsi hias dengan menggunakan teknik jahit, tenun, dan rajut. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat Penyajian sebuah produk kerajinan disebut juga dengan kemasan.

Kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya. Saat ini kemasan sebuah produk turut menentukan apakah produk tersebut layak dikatakan memiliki kualitas lebih atau biasa saja.

Bentuk kemasan sangat membantu sebuah produsen mengenalkan produk. Bentuk kemasan juga sangat membantu para perajin atau produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki empat fungsi utama, yakni: • menjual produk, • melindungi produk, • memudahkan penggunaan produk, dan • memperindah penampilan/penyajian produk. Penting untuk dipahami bahwa produk yang diperuntukkan dijual, maka kemasan harus lebih berguna untuk melindungi keamanan karya dari kerusakan, sedangkan jika untuk dipamerkan maka kemasan lebih berfungsi sebagai penunjang atau penyaji produk utama.

Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan

Serat




2022 www.videocon.com