Menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

KABARINDO, BANDUNG- Herry Wirawan melakukan pembelaan usai herry wirawan minta pengurangan hukuman hukuman mati oleh Jaksa. Herry menyesal dan meminta pengurangan hukuman. Pembelaan Herry dilakukan melalui pembacaan nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (20/1/2022). "Pada intinya sependek yang bisa diketahui bahwa yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarga, kemudian meminta untuk dikurangi hukuman," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil usai persidangan.

Herry mengikuti sidang secara virtual dari Rutan Bandung. Herry membacakan pleidoi-nya usai penasihat hukum membacakan pleidoi. Menurut Dodi, selama pembacaan pembelaan, Herry tampak tenang. Dia tak gugup saat mengucap permintaannya itu. "Kalau dari apa yang saya lihat tadi ya tidak (gugup)," katanya.

Sementara itu, Ira Mambo kuasa hukum dari Herry enggan membeberkan isi dari pleidoi dia dan Herry. Ira beralasan pleidoi cukup panjang dan tak bisa dijelaskan di muka umum.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

"Intinya kami memohonkan hukuman seadil-adilnya spesifikasinya tentu kami tidak bisa uraikan dan terdakwa pun diberikan kesempatan pembelaannya pribadi secara tersendiri. Inti pembelaan terdakwa mohon maaf kami tidak bisa menginfokan," kata Ira. Seperti diketahu, Herry diseret ke meja hijau usai memperkosa 13 santriwati. Atas perbuatannya itu, Herry dikenakan tuntutan hukuman berlapis.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Selain hukuman mati, Herry juga akan dikebiri. Harta dan aset Herry turut diminta disita. Sumber: Detik.com Foto: Menyesal perkosa 13 santriwati TRIBUNNEWS.COM - Terdakwa yang merudapaksa 13 santriwati di Bandung, Herry Wirawan, membacakan nota pembelaan atau pleidoi secara daring dari Rumah Tahanan (Rutan) Kebonwaru Bandung.

Adapun nota pembelaan Herry Wirawan hanya dua lembar. Nota pembelaan tersebut dibacakan Herry Wirawan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (20/1/2022). "Tidak banyak, dua lembar saja. Penasihat hukum aja yang banyak," ujar Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Dodi Ghazali Emil, Kamis, dikutip dari TribunJabar.id. Menurutnya, Herry Wirawan membacakan nota pembelaan dengan tenang tanpa berurai air mata.

"Saya lihat tidak. Dari yang dilihatkan, ya tidak. Masih tenang," ungkapnya. Baca juga: Bocah 13 Tahun Rudapaksa ABG 16 Tahun, Awalnya Diajak Jalan-jalan Lalu Berjanji akan Menikahi Korban Baca juga: Aksi Bejat Dua Pria Rudapaksa Wanita 60 Tahun di Banyuasin, Awalnya Pelaku Minta Uang Rp 500 Ribu Herry Wirawan Mengaku Salah Guru yang merudapaksa 13 santriwati ini mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada para korban.

Dalam nota pembelaannya, kata Dodi, Herry menyesali perbuatannya. "Yang sependek bisa saya ketahui, yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya dan pihak lain," kata dia, dilansir TribunJabar.id. Terdakwa kasus rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan saat ikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung di Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Selasa (11/1/2022).

(Humas Kejati Jabar via TribunJabar)
Herry Wirawan, tersangka pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat meminta pengurangan hukuman atas tuntutan jaksa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Dodi Gazali Emil. Dalam pembacaan nota pembelaan atau pledoi, Herry mengaku menyesal atas perbuatannya. Adapun dalam kasus ini, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Herry dengan hukuman mati. Pasalnya, Herry telah memperkosa belasan santrinya hingga hamil dan melahirkan selama 5 tahun sejak 2016.

Simak informasinya dalam video berikut. Video Jurnalis: Kontributor Bandung, Agie Permadi Penulis: Kontributor Bandung, Agie Permadi Penulis Naskah: Anasthasya Narator: Anasthasya Video Editor: Anasthasya Produser: Ratih Widyhastuti #SuaraKompas #JernihkanHarapan tirto.id - Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali Emil mengatakan terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya.

Menurut dia, hal itu disampaikan Herry Wirawan saat membacakan nota pembelaan kepada Majelis Hakim Pengadilan Herry wirawan minta pengurangan hukuman Bandung. Adapun sidang tersebut digelar secara tertutup. "Yang sependek bisa saya ketahui. Yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya dan pihak lain," kata Dodi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/1/2022) dilansir dari Antara. Selain menyesal, Dodi mengatakan Herry pun meminta meminta majelis hakim mengurangi hukuman dari apa yang dituntut oleh jaksa.

Dia mengungkapkan nota pembelaan Herry Wirawan tertulis dalam dua lembar kertas. "Dia meminta untuk dikurangi hukumannya, itu yang kami dapat," kata Dodi.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Dengan disampaikan nota pembelaan itu, Dodi mengatakan kejaksaan pun bakal menyampaikan tanggapan pada Kamis 27 Januari 2022 mendatang dalam agenda sidang replik. Sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan (36) dituntut hukuman mati oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana mengatakan tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban mengalami kehamilan dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius.

"Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku," kata Asep. Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia. Kemudian Herry juga dituntut membayar denda sebesar Rp500 juta dan juga dituntut membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp331 juta. Herry dituntut bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Herry merupakan pemilik dan pengasuh Madani Boarding School. Ia memerkosa 13 santriwati di pesantrennya selama 2016 hingga 2021. Peneliti Institute for Criminal and Justice Reform (ICJR) Maidina Menyesal perkosa 13 santriwati menilai sanksi hukuman mati bagi pelaku kekerasan seksual seperti Herry Wirawan tidak selaras dengan Pasal 67 KUHP.

Pasal 67 KUHP yang berbunyi: Jika orang dijatuhi pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, di samping itu tidak boleh dijatuhkan pidana lain lagi kecuali pencabutan hak-hak tertentu, dan pengumuman putusan hakim.

Sementara dalam pidana pokok, Jaksa menuntut Herry dengan hukuman mati dan memberikan sejumlah pidana tambahan: membayar denda, membayar restitusi, dan kebiri kimia. “Hukuman mati kita, tidak bicara kenapa peristiwa itu terjadi dan apa yang bisa dilakukan ke depannya untuk korban dan untuk sistem yang ada,” ujar Meidina kepada reporter Tirto, Rabu (12/1/2022).
Bandung - Herry Wirawan melakukan pembelaan usai dituntut hukuman mati oleh Jaksa.

Herry menyesal dan meminta pengurangan hukuman Pembelaan Herry dilakukan melalui pembacaan nota pembelaan atau pleidoi yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (20/1/2022).

"Pada intinya sependek yang bisa diketahui bahwa yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarga, kemudian meminta untuk dikurangi hukuman," ucap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil usai persidangan. Baca juga: Menteri PPPA Sebut Hukuman Mati bagi Herry Wirawan Sesuai UU Menurut Dodi, selama pembacaan pembelaan, Herry tampak tenang.

Dia tak gugup saat mengucap permintaannya itu. "Kalau dari apa yang saya lihat tadi ya tidak (gugup)," katanya. Sementara itu, Ira Mambo kuasa hukum dari Herry enggan membeberkan isi dari pleidoi dia dan Herry.

Ira beralasan pleidoi cukup panjang dan tak bisa dijelaskan di muka umum. "Intinya kami memohonkan hukuman seadil-adilnya spesifikasinya tentu kami tidak bisa uraikan dan terdakwa pun diberikan kesempatan pembelaannya pribadi secara tersendiri.

Inti pembelaan terdakwa mohon maaf kami tidak bisa menginfokan," kata Ira. Seperti diketahu, Herry diseret ke meja hijau usai memperkosa 13 santriwati.

Atas perbuatannya itu, Herry dikenakan tuntutan herry wirawan minta pengurangan hukuman berlapis.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Selain hukuman mati, Herry juga akan dikebiri. Harta dan aset Herry turut diminta disita. (dir/mso)
RADARSOLO.ID – Terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan, 36, mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya. Dia juga meminta pengurangan hukuman kepada majelis hakim. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali Emil, hal itu disampaikan Herry Wirawan saat membacakan nota pembelaan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung.

Sidang tersebut digelar secara tertutup, Kamis (20/1). Nota pembelaan Herry Wirawan tertulis dalam dua lembar kertas. “Yang sependek bisa saya ketahui. Yang bersangkutan menyesal. Kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya dan pihak lain,” tutur Dodi. Selain menyesal, kata Dodi, Herry pun meminta majelis hakim untuk mengurangi hukuman dari apa yang dituntut oleh jaksa.

“Dia meminta untuk dikurangi hukumannya, itu yang kami dapat,” ujar Dodi. Atas nota pembelaan itu, kejaksaan bakal menyampaikan tanggapan pada 27 Januari mendatang dalam agenda sidang replik. Sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

Kepala Kejati Jawa Barat Asep N. Mulyana mengatakan, tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban mengalami kehamilan dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius.

“Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” kata Asep. Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia. Kemudian Herry juga dituntut menyesal perkosa 13 santriwati denda sebesar Rp 500 juta dan juga dituntut membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp 331 juta.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Herry dituntut bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama. (Antara) RADARSOLO.ID – Terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan, 36, mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya.

Dia juga meminta pengurangan hukuman kepada majelis hakim. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali Emil, hal itu disampaikan Herry Wirawan saat membacakan nota pembelaan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung. Sidang tersebut digelar secara tertutup, Kamis (20/1). Nota pembelaan Herry Wirawan tertulis dalam dua lembar kertas.

“Yang sependek bisa saya ketahui. Yang bersangkutan menyesal. Kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya dan pihak lain,” tutur Dodi. Selain menyesal, kata Dodi, Herry pun meminta majelis hakim untuk mengurangi hukuman dari apa yang dituntut oleh jaksa. “Dia meminta untuk dikurangi hukumannya, itu yang kami dapat,” ujar Dodi. Atas nota pembelaan itu, kejaksaan bakal menyampaikan tanggapan pada 27 Januari mendatang dalam agenda sidang replik.

Sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan dituntut hukuman mati oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Kepala Kejati Jawa Barat Asep N. Mulyana mengatakan, tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban mengalami kehamilan dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius. “Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” kata Asep. Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia. Kemudian Herry juga dituntut membayar denda sebesar Rp 500 juta dan juga dituntut membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp 331 juta. Herry dituntut bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

(Antara)BANDUNG - Terdakwa kasus rudapaksa terhadap herry wirawan minta pengurangan hukuman santriwati hingga hamil dan melahirkan, Herry Wirawan mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya dan meminta pengurangan hukuman.

Hal tersebut diungkapkan Herry saat membacakan nota pleidoi (pembelaan) dalam sidang yang digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Dinata, Kota Bandung, Kamis (20/1/2022). "Pada intinya sependek yang bisa diketahui bahwa yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarga, kemudian meminta untuk dikurangi hukuman," ungkap Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Menyesal perkosa 13 santriwati menirukan ucapan Herry usai persidangan.

Menurut Dodi, Herry membacakan pleidoinya itu usai penasihat hukum membacakan pembelaan. Selama pembacaan pembelaan, kata Dodi, Herry pun tampak tenang. Dia pun tak gugup saat menyampaikan permintaannya itu. Baca juga: Menanti Hukuman yang Pantas bagi Herry Irawan, Dituntut Hukuman Mati hingga Kebiri "Kalau dari apa yang saya lihat tadi menyesal perkosa 13 santriwati tidak (gugup)," katanya.

Sementara itu, Ira Margaretha Mambo, kuasa hukum Herry Wirawan menyatakan, pihaknya tidak bisa berbicara banyak mengenai fakta persidangan. "Karena itu dilarang oleh UU Peradilan Anak, dinyatakan hakim perkara ini tertutup maka fakta persidangan tidak bisa diberikan, maupun keadaan terdakwa dan segala sesuatu menyangkut perkara ini," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Ira terkait isi dari nota pembelaan yang dibacakan saat sidang, baik nota pembelaan Herry maupun pihaknya sebagai kuasa hukum. "Kami tidak bisa menerangkan di sini, apa isi pembelaan kami karena harus utuh menyeluruh. Intinya adalah kami memohonkan hukuman yang seadil-adilnya, spesifikasinya tentu kami tidak bisa uraikan dan terdakwa pun diberi kesempatan pembelaannya pribadi secara tersendiri," ucapnya. "Kewenangan memutuskan ada pada majelis hakim," pungkas Ira.
JPU pada kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Herry Wirawan meminta hakim merampass harta kekayaan terdakwa untuk diberikan pada para korban.

(Sumber: Kejati Jabar) Penulis : Tito Dirhantoro - Editor : Gading Persada BANDUNG, KOMPAS.TV - Herry Wirawan, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat, menjalani persidangan lanjutan pada Kamis, 20 Januari 2022 kemarin.

Dalam persidangan yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung secara online, Herry Wirawan berkesempatan membacakan nota pembelaan atau pleidoi dari Rumah Tahanan (Rutan) Kebonwaru Bandung. Baca Juga: Ridwan Kamil Dukung Hukuman Mati Terhadap Herry Wirawan: Sudah Penuhi Rasa Keadilan Adapun nota pembelaan Herry Wirawan tersebut tidak banyak, yakni hanya dua lembar saja. "Tidak banyak, dua lembar saja.

Penasihat hukum aja yang banyak," kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Dodi Ghazali Emil yang dikutip dari TribunJabar.id pada Jumat (21/1/2022). Dodi mengatakan, Herry Wirawan bersikap tenang bahkan tanpa berurai air mata ketika membacakan nota pembelaannya tersebut. "Saya lihat tidak. Dari yang dilihatkan, ya tidak.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Masih tenang," ujar Dody. Baca Juga: Tolak Hukuman Mati Herry Wirawan, Bagaimana Sikap Komnas HAM Soal Para Korban? Ini Komentarnya Meski begitu, Herry Wirawan mengakui perbuatannya telah memperkosa santriwatinya. Karena itu, Herry merasa perlu menyampaikan permohonan maaf. Dodi menuturkan, dalam nota pembelaannya, Herry Wirawan mengaku menyesali perbuatannya.

LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA Menyesal perkosa 13 santriwati APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021 PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021 SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021 SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19
INDOPOLITIKA.COM – Kepala Seksi Penerangan Menyesal perkosa 13 santriwati Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gazali Emil mengatakan terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya.

Menurut dia, hal itu disampaikan Herry Wirawan saat membacakan nota pembelaan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung. Adapun sidang tersebut digelar secara tertutup. Berita Lainnya • Polres Sukabumi Tangkap Komplotan Pungli di Kawasan Geopark Ciletuh • Ridwan Kamil Usulkan Tiga Daerah Pemekaran di Jawa Barat • Buntut OTT Ade Yasin, PPP Terancam Hilang Dari Senayan “Yang sependek bisa saya ketahui.

Yang bersangkutan menyesal, kemudian meminta maaf kepada seluruh korban dan keluarganya dan pihak lain,” kata Dodi di Bandung, Jawa Barat, Kamis. Selain menyesal, Dodi mengatakan Herry pun meminta meminta majelis hakim mengurangi hukuman dari apa yang dituntut oleh jaksa.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Dia mengungkapkan nota pembelaan Herry Wirawan tertulis dalam dua lembar kertas. “Dia meminta untuk dikurangi hukumannya, itu yang kami dapat,” kata Dodi. Dengan disampaikan nota pembelaan itu, Dodi mengatakan kejaksaan pun bakal menyampaikan tanggapan pada 27 Januari 2022 mendatang dalam agenda sidang replik.

Sebelumnya, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan (36) dituntut hukuman mati oleh jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana mengatakan tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban mengalami kehamilan dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius.

“Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

menyesal perkosa 13 santriwati, herry wirawan minta pengurangan hukuman

Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” kata Asep. Selain hukuman mati, Herry juga dituntut untuk dihukum kebiri kimia. Kemudian Herry juga dituntut membayar denda sebesar Rp500 juta dan juga dituntut membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp331 juta. Herry dituntut bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.[dbm]

Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati Lolos Hukuman Mati dan Kebiri




2022 www.videocon.com