Sifat mustahil dari nafsiyah ada

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Sifat Nafsiyyah, Salbiyyah,Ma`ani dan Ma`nawiyyah Didalam mempelajari sifat dua puluh yang wajib bagi Allah, kita menghadapi beberapa istilah yang tertulisdi sebahagian kitab-kitab Tauhid, istilah-istilah ini adalah kategori sifat-sifat dua puluh yang telah jelaskan oleh para ulama, dari dua puluh sifat yang wajib memiliki empat kategori, ( 1 ) sifat Nafsiyyah, ( 2 ) sifat Salbiyyah ( 3 ) sifat Ma`ani ( 4 ) sifat Maknawiyyah.

I – Sifat Nafsiyyah adalah : Sifat yang menetetapkan adanya Allah dan menunjukkan kepada ZatNya Allah tanpa ada sesuatu tambahan pada Zat. Maksud sifat yang tetap adalah : Adanya sifat tersebut pada Zat Allah yang menunjukkan Allah itu ada, bukan seperti sifat salbiyah, sebab sifat salbiyyah tidak tetap pada Zat, tetapi hanya menolak sifat-sifat yang tidak patut dan layak kepada ZatNya Allah s.w.t.

Dan maksud tanpa ada sesuatu tambahan pada Zat adalah : Sifat Nafsiyyah ini bukanlah tambahan pada Zat, Sifat Nafsiyyah tidak seperti sifat Ma`ani yang mana sifat Ma`ani tambahan dari ZatNya.

Adapun sifat Nafsiyyah adalah sifat WujudNya Allah s.w.t, dengan maksud bahwa wujudnya Allah itu adalah tetap pada ZatNya Allah dan bukan tambahan dari Zat Allah. Maka wajib Allah bersifat Wujud, mustahil bersifat Allah tidak ada Allah berfirman : ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﭐﻟَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻖَ sifat mustahil dari nafsiyah ada ﻭَﭐﻷَﺭْﺽَ ﻓِﻲ ﺳِﺘَّﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺛُﻢَّ ﭐﺳْﺘَﻮَﻯٰ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﻌَﺮْﺵِ ﻳُﻐْﺸِﻲ ﭐﻟْﻠَّﻴْﻞَ ﭐﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ ﻳَﻄْﻠُﺒُﻪُ ﺣَﺜِﻴﺜﺎً ﻭَﭐﻟﺸَّﻤْﺲَ ﻭَﭐﻟْﻘَﻤَﺮَ ﻭَﭐﻟﻨُّﺠُﻮﻡَ ﻣُﺴَﺨَّﺮَﺍﺕٍ ﺑِﺄَﻣْﺮِﻩِ ﺃَﻻَ ﻟَﻪُ ﭐﻟْﺨَﻠْﻖُ ﻭَﭐﻷَﻣْﺮُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺏُّ ﭐﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ Artinya : ”Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia beristawa di atas Arasy.

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang- bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”.( Al-A’râf: 54). II – Sifat Salbiyyah Sifat Salabiyyah adalah sifat yang menolak segala sifat- sifat yang tidak layak dan patut bagi Allah s.w.t, sebab Allah Maha sempurna dan tidak memiliki kekurangan.

Sifat Salbiyyah ada lima sifat : 1 – Qidam Sifat Qidam menolak adanya permulaan bagi Allah s.w.tdengan kata lain adanya Allah s.w.t tidak didahului oleh tidak ada, mustahil bagi Allah bermula dengan tidak ada. Allah berfirman : ﻫُﻮَ ﭐﻷَﻭَّﻝُ ﻭَﭐﻵﺧِﺮُ ﻭَﭐﻟﻈَّﺎﻫِﺮُ ﻭَﭐﻟْﺒَﺎﻃِﻦُ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻋَﻠِﻴﻢٌ Artinya : “ Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Al Hadiid:3) 2 – Baqa` Sifat Baqa` menolak adanya kesudahan dan kebinasaan Wujud Allah s.w.t, mustahil bagi Allah bersifat Fana` atau binasa.

Allah berfirman : ﻛُﻞُّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻫَﺎﻟِﻚٌ ﺇِﻻَّ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ Artinya : ”Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.

Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada- Nyalah kamu dikembalikan.” (al-Qashash: 88). 3 – Mukhalafatu Lil Hawadith Mukhalafatu Lil Hawadith ( Berbeda dengan yang baharu ) adalah sifat yang menolak adanya persamaan Zat, Sifat dan Perbuatan Allah dengan Zat, sifat dan perbuatan baharu, dengan makna lain Allah tidak seperti makhluknya. Allah berfirman : ﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻤِﺜْﻠِﻪِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﺒَﺼِﻴﺮُ Artinya : ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.

As-Syura : 11). 4 – Qiyamuhu Bi Nafsih Qiyamuhu Bi Nafsih ( Berdiri Allah dengan sendiri-Nya ), sifat ini menolak adanya Allah berdiri dengan yang lainnya, dengan makna lain, Allah tidak memerlukan bantuan dan pertolongan dari yang lainnya, bahkan Allah berdiri sendiri, tidak memerlukan pencipta sebab Dia Maha Pencipta, tidak memerlukan pembantu sebab Dia Maha Kuasa, tidak memerlukan tempat sebab Dia yang menjadikanya, tidak memerlukan waktu dan masa sebab di kekuasaan-Nyalah waktu dan masa.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﻐَﻨِﻲٌّ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ Artinya : ”Sesungguhnya Allah SWT benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (al-Ankabut : 6). 5 – Wahdaniyyah Sifat mustahil dari nafsiyah ada ( Esa ), maknanya adalah Allah memiliki yang Maha Esa, Esa pada Zat, Esa padasifat dan Esa pada perbuatan, sifat ini menolak adanya Kam yang lima : a – Zat Allah tidak tersusun dari beberapa unsur ataupun anggota badan.

b – Tidak ada satupun Zat yang sama seperti Zat-Nya Allah. c – Sifat Allah tidak terdiri dari dua sifat yang sama, seperti adanya dua Qudrah. d – Tidak ada satupun sifat di dunia ini yang sama seperti sifat Allah. e – Tidak ada satupun di dunia ini yang sama seperti perbuatan Allah. Dengan kata lain Allah tidak memiliki Zat Esa, tidak ada seorang makhluk pun yang sama Zatnya dengan Allah, Allah memiliki Sifat yang Esa, tidak ada seorang pun yang bersifat dengan sifat Allah, Allah memiliki perbuatan yang Esa, tidak ada di dunia ini yang sama perbuatannya dengan Allah.

Allah berfirman : ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﺀَﺍﻟِﻬَﺔٌ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻔَﺴَﺪَﺗَﺎ ﻓَﺴُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﻋَﻤَّﺎ ﻳَﺼِﻔُﻮﻥَ Artinya : “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu Telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ’Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (al-Anbiya’: 22).

III – Sifat Ma`ani Sifat Ma`ani adalah sifat yang keberadaannya berdiri pada Zat Allah s.w.t yang wajib baginya hukum. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat. 1 – Qudrah Qudrah ( Maha Kuasa ) adalah sifat yang azali yang berada pasti pada Zat-Nya Allah s.w.t yang Kuasa menjadikan dan menghancurkan setiap yang mungkin sesuai dengan Iradah-Nya.

Allah berfirman : ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﻌْﺠِﺰَﻩُ ﻣِﻦ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻻَ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠِﻴﻤﺎً ﻗَﺪِﻳﺮﺍً Artinya : ”Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (al-Fatir: 44).

2 – Iradah Iradah ( Maha Berkehendak ) adalah sifat azali yang berada pada Zat-Nya Allah s.w.t menentukan sesuatu yang mungkin dengan sebahagian yang boleh terhadapnya, seperti Allah menentuka bahwa Zaid pintar dan Ziyad bodoh. Allah berfirman : ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻗَﻮْﻟُﻨَﺎ ﻟِﺸَﻲْﺀٍ ﺇِﺫَﺁ ﺃَﺭَﺩْﻧَﺎﻩُ ﺃَﻥ ﻧَّﻘُﻮﻝَ ﻟَﻪُ ﻛُﻦْ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ Artinya : ” Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (an-Nahl: 40).

sifat mustahil dari nafsiyah ada – Ilmu Ilmu ( Maha Mengetahui ) adalah sifat Qadim yang berada pada Zat-Nya Allah s.w.t Mengetahui sifat mustahil dari nafsiyah ada sesuatu yang bersangkut paut dengan sekalian yang wajib, mustahil, dan yang boleh tanpa didahului oleh sesuatu yang menutupi pengetahun-Nya.

Allah berfirman : ﻭَﻋِﻨﺪَﻩُ ﻣَﻔَﺎﺗِﺢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺂ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺴْﻘُﻂُ ﻣِﻦ ﻭَﺭَﻗَﺔٍ ﺇِﻻَّ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﺣَﺒَّﺔٍ ﻓِﻲ ﻇُﻠُﻤَﺎﺕِ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻻَ ﺭَﻃْﺐٍ ﻭَﻻَ ﻳَﺎﺑِﺲٍ ﺇِﻻَّ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣُّﺒِﻴﻦٍ Artinya : “Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59] 4 – Hayat Hayat ( Maha Hidup ) adalah sifat yang Qadim berdiri pada Zat Allah s.w.t yang Maha Hidup, dengan adanya sifat Hayat menetapkan dan mengkuatkan adanya sifat Qudrat, Sifat mustahil dari nafsiyah ada, Ilmu, Sama`, Bashar dan Kalam, hidupnya Allah yang kekal dan abadi.

Allah berfirman : ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ ﻻَ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻩُ ﺳِﻨَﺔٌ ﻭَﻻَ ﻧَﻮْﻡٌ ﻟَّﻪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻣَﻦ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺇِﻻَّ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻬُﻢْ ﻭَﻻَ ﻳُﺤِﻴﻄُﻮﻥَ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣِّﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﺇِﻻَّ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺂﺀَ ﻭَﺳِﻊَ ﻛُﺮْﺳِﻴُّﻪُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽَ ﻭَﻻَ ﻳَﺆُﻭﺩُﻩُ ﺣِﻔْﻈُﻬُﻤَﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢُ Artinya : ”Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (al-Baqarah: 255). 5 – Sama` Sama` ( Maha Mendengar ) adalah sifat yang qadim berdiri pada Zat-Nya Allah s.w.t yang Sifat mustahil dari nafsiyah ada Mendengar dari seluruh yang ada baik suara ataupun selainnya.

Allah berfirman : ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺗَﺨَﺎﻓَﺂ ﺇِﻧَّﻨِﻲ ﻣَﻌَﻜُﻤَﺂ ﺃَﺳْﻤَﻊُ ﻭَﺃَﺭَﻯ Artinya : “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku Maha mendengar dan Maha melihat”. (Thaha: 46). 6 – Bashor Bashor ( Maha Melihat ) adalah sifat yang qadim yang berdiri pada zat Allah s.w.t Maha Melihat segala sesuatu yang ada, baik yang jelas, yang tersembunyi, maupun yang samar-samar. Allah berfirman : ﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻤِﺜْﻠِﻪِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﺒَﺼِﻴﺮُ Artinya : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (as-Syura: 11).

7 – Kalam Kalam ( Maha Berbicara ) adalah sifat yang qadim yang berdiri pada Zat-Nya Allah yang Maha berbicara tanpa menggunakan huruf dan suara, tanpa i`rab dan dan bina` dan Maha suci dari sifat-sifat kalam yang baharu. Allah berfirman : ﻭَﻛَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺗَﻜْﻠِﻴﻤﺎً Artinya : ”…Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”. (An-Nisâ: 164). IV – Sifat Ma`nawiyyah Sifat Ma`nawiyah adalah sifat-sifat yang melazimi dari sifat Ma`ani, dengan kata lain sifat Ma`nawiyah adalah sifat yang wujud disebabkan adanya sifat Ma`ani, seperti Allah memiliki sifat kuasa, maka lazimlah Allah itu keadaannya Kuasa.

Sifat Ma`nawiyah terdiri dari tujuh sifat : 1 – Kaunuhu Qaadiran 2 – Kaunuhu Muridan 3 – Kaunuhu `Aliman 4 – Kaunuhu Hayyan 5 – kaunuhu Sami`an 6 – Kaunuhu Bashiran 7- kaunuhu Mutakalliman.

AQIDAH AKHLAK KELAS VII Sifat-sifat Mustahil Dan Ja’is Allah Uwais Nur Alifaturachman, 26 - Desember - 2021 363 Sifat-sifat Mustahil AllahSifat Nafsiyah sifat salbiyah sifat ma’ani sifat ma’nawiyah Adam Hudus Fana Mumassalatu lil hawadis Muhtajun ligairihi Ta’addud ‘Ajzun Karahah Jahlun Mautun Summun Umyun Bukmmun Ajzan Karihan Jahil Sifat-sifat mustahil bagi allah adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT.

Ketidak mungkinan ini disebabkan karena Allah SWT Untuk mengetahuinya ikuti materi berikut ini! Daftar Isi : • A. Sifat-sifat mustahil • Adam • Hudus • Fana • Mumassalatu lil Hawadis • Muhtajun Ligairihi • Sifat mustahil dari nafsiyah ada • 'Ajzun • Karahah • Jahlun • Mautun • Summun • Umyun • Bukmun • Ajzan • Karihan • Jahilun • Mayyitun • Asamma • Ama • Abkama • B. Sifat-sifat ja’is Allah SWT. • Contoh Sifat Jaiz Bagi Allah A.

Sifat-sifat mustahil Sifat-sifat mustahil bagi allah adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. Ketidak mungkinan ini disebabkan karena Allah SWT. memiliki kemaha sempurnaan sebagai tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Sifat-sifat yang mustahil dimiliki Allah ada 20 sifat dengan perincian: • sifat mustahil dari sifat nasiyah ada satu, • sifat mustahil dari sifat salbiyah ada lima, • sifat mustahil dari sifat ma’ani ada tujuh, dan • sifat mustahil dari sifat ma’nawiyah ada tujuh berikut sifat-sifat yang mustahil dimiliki oleh Allah SWT.: • Adam Sifat mustahil bagi Allah SWT yang pertama adalah adam.

Adam berarti tidak ada, sehingga Allah mustahil bersifat adam karena Allah tidak mungkin tidak ada. Segala hal yang ada di muka Bumi ini merupakan ciptaan Allah, dan mustahil jika Allah tidak ada. Hal ini juga dijelaskan dalam firman Allah pada surah An-Nah l/16 ayat 3: خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِالۡحَـقِّ‌ؕ تَعٰلٰى عَمَّا يُشۡرِكُوۡنَ ‏ Khalaqas samaawaati wal arda bilhaqq; Ta'aalaa 'ammaa yushrikuun Artinya: "Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran.

Maha tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan". (QS. An-Nahl: 3) • Hudus Sifat mustahil bagi Allah berikutnya adalah hudus yang berarti baru. Sebab, Allah sudah ada sebelum semua makhluk dan ciptaan-Nya ada. Sebaliknya, Allah bersifat terdahulu atau qidam. Ayat yang menerangkan bahwa Allah bersifat terdahulu tercantum dalam QS Sifat mustahil dari nafsiyah ada ayat 3: هُوَ الۡاَوَّلُ وَالۡاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالۡبَاطِنُ‌ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ Huwal Awwalu wal'Aakhiru waz Zaahiru wal Baatinu wa huwa bikulli shai'in Aliim Artinya: "Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".

(QS. Al-Hadid: 3) • Fana Fana artinya tidak kekal. Fana juga dapat diartikan binasa atau rusak, dan merupakan sifat mustahil bagi Allah. Allah mustahil mempunyai sifat fana–'.

Allah itu kekal dan abadi. Allah tidak ada permulaan dan tidak ada akhir. Firman Allah tentang sifat kekalnya tertuang dalam Surah Ar-Rahman ayat 27: بْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ Wa yabqoo wajhu rabbika zul jalaali wal ikraam Artinya: "Tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." (QS.

Ar-Rahman: 27) • Mumassalatu lil Hawadis Mumassalatu lil Hawadis artinya Allah serupa dengan makhluk. Ini juga termasuk sebagai sifat mustahil bagi Allah SWT.

Allah mustahil serupa dengan makhluknya. Allah itu berbeda dengan makhluknya, baik zat, sifat, ataupun perbuatannya. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada surah Al Ikhlas ayat 4: وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad Artinya: "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas: 4) • Muhtajun Ligairihi Sifat mustahil bagi Allah berikutnya ialah Muhtajun Ligairihi yakni berdiri dengan yang lain atau membutuhkan orang lain.

Allah tidak membutuhkan pertolongan sesuatu apapun. Allah berdiri sendiri atau qiyamuhu binafsihi. Allah itu Maha Sempurna dan Maha Berdiri Sendiri. Hal ini tercantum dalam firman Allah pada surat Al-Ankabut ayat 6: وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ Wa man jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih; innal laaha laghaniyyun 'anil 'aalamiin Artinya: "Dan barang siapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri.

Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam ". (QS. Al-Ankabut: 6) • Ta'addud Ta'addud berarti berbilang. Allah tidak mungkin memiliki sifat Ta'addud karena Allah Maha Esa atau tunggal. Dalah surah Al-Ikhlas, Allah berfirman: قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ qul huwallāhu aḥad ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ allāhuṣ-ṣamad لَمْ يَلِوَلَمْ يُولَد lam yalid wa lam yụlad وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

• Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. • Allah tempat meminta segala sesuatu. • (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan • Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia." (Q.S.

Al-Ikhlas ayat 1-4) • 'Ajzun 'Ajzun artinya lemah. Sifat mustahil bagi Allah yang Maha Berkuasa atau qudrat. Allah tidak lemah, dan tidak ada alam semesta beserta isinya jika Allah lemah. Firman Allah ini dituangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 20: يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ Yakaadul barqu yakhtafu absaarahum kullamaaa adaaa'a lahum mashaw fiihi wa sifat mustahil dari nafsiyah ada azlama 'alaihim qoomuu; wa law shaaa'al laahu lazahaba bisam'ihim wa absaarihim; innal laaha 'alaa kulli shai'in Qadiir Artinya: "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka.

Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. Al-Baqarah:20) • Karahah Karahah artinya terpaksa, dan hal ini juga termasuk dalam sifat mustahil bagi Allah. Allah mustahil bersifat karahah. Allah itu bersifat berkehendak atau iradat. Allah tidak terpaksa dalam melaksanakan apa yang Dia kehendaki.

Allah berfirman yang tertuang dalam surat Al-Buruj ayat 16: فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ Fa' 'aalul limaa yuriid Artinya: "Maha Kuasa berbuat apa yang Dia kehendaki". (QS. Al-Buruj: 16) • Jahlun Sifat mustahil bagi Allah berikutnya ialah jahlun atau bodoh. Mustahil bagi Allah bersifat jahlun sebab Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta. Tidak ada makhluk yang bersembunyi dari Allah. اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ Innal laaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ard; wallaahu basiirum bimaa ta'maluun Artinya: "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi.

Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". (QS. Al-Hujurat: 18) • Mautun Mautun adalah mati. Allah bersifat hidup atau hayat. Allah tidak akan pernah mati dan akan selalu hidup serta kekal. Dengan demikian sangat tidak mungkin Allah bersifat mautun atau mati. وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا ۚ Wa tawakkal 'alal Haiyil lazii laa yamuutu wa sabbih bihamdih; wa kafaa bihii bizunuubi 'ibaadihii khabiiraa Artinya: "Dan bertawakallah kepada Allah Yang Sifat mustahil dari nafsiyah ada, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.

Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya". (QS. Al-Furqan: 58) • Summun Summun adalah tulis. Ini merupakan sifat mustahil bagi Allah karena Allah Maha Mendengar. Tidak ada yang luput dari pendengarannya. Tidak mungkin Allah tidak mendengar walau hanya sedikit pun. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 127: اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .innaka Antas Samii'ul Aliim Artinya: ".Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui".

(QS. Al-Baqarah: 127) • Umyun Umyun berarti buta. Allah tidak buta, Allah Maha Melihat. Menjadi sifat mustahil bagi Allah SWT yang lain, Allah melihat segala yang nampak dan segala yang tersembunyi. Tidak ada sesuatu apapun yang luput dari penglihatan-Nya. Allah berfirman: اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ Innal laaha ya'lamu ghaibas samaawaati wal ard; wallaahu basiirum bimaa ta'maluun Artinya: "Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi.

Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". (QS. Al-Hujurat: 18) • Bukmun Bukmun berarti bisu. Ini merupakan sifat mustahil bagi Allah karena Allah bersifat kalam artinya beriman. Jika Allah bisu, tidak mungkin Allah menurunkan wahyu kepada para nabi.

ۗوَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ wa kallamallaahu Muusaa takliimaa Artinya: "Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung". (QS. An-Nisa: 164) • Ajzan Ajzan artinya yang lemah. Allah mustahil bersifat ajzan. Allah Maha berkuasa. Tidak mungkin Allah itu lemah. Segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak dan kekuasaan Allah. Allah pun tidak memerlukan bantuan siapapun. Jadi, Allah mustahil bersifat ajzan. • Karihan Sifat mustahil bagi Allah selanjutnya adalah karihan yang berarti maha terpaksa.

Tidak mungkin Allah bersifat karihan karena Allah Maha Berkehendak atau muridan. Semua yang ada di alam semesta ini terjadi atas kehendak Allah. Allah tidak merasa terpaksa melakukannya. • Jahilun Jahilun berarti maha bodoh. Ini merupakan sifat mustahil bagi Allah karena Allah Maha Mengetahui, semua ilmu itu bersumber pada Allah Swt. • Mayyitun Mayyitun artinya mati. Hal ini juga termasuk dalam sifat mustahil bagi Allah SWT.

Padahal Allah kekal abadi dan tidak ada awal maupun akhir. Allah sifat mustahil dari nafsiyah ada akan pernah mati. Bahkan, Allah itu tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa. Allah pun tidak pernah merasa lelah. Jadi, mustahil Allah bersifat mayyitun. • Asamma Asamma artinya yang maha tuli. Allah itu Maha Mendengar bahkan yang paling tersembunyi sekalipun.

Allah mendengar apa yang tidak kita dengar. Allah tidak mungkin bersifat maha tuli. • Ama Sifat mustahil bagi Allah selanjutnya adala ama atau maha buta. Sebab, Allah Maha Melihat. Allah melihat semua ciptaan-Nya tanpa terkecuali. Allah pun dapat melihat apa yang tersembunyi di dalam hati.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

• Abkama Abkama artinya maha bisu. Allah mustahil mempunyai sifat abkama. Allah itu justru mempunyai sifat mutakalliman atau Maha Berfirman. Jika Allah bisu, tidaklah mungkin ada kitab yang diwahyukan kepada para Nabi dan Rasul. Itulah 20 sifat mustahil Allah. Semoga dengan mengetahui sifat mustahil bagi Allah ini, akan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan menambah keimanan B. Sifat-sifat ja’is Allah SWT Sifat jaiz Allah hanya ada satu, yakni fi'lu kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya Allah mungkin mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya.

Allah SWT menciptakan segala sesuatu tanpa paksaan, sebab Ia memiliki sifat Qudrat (kuasa) dan Iradath (kehendak). Maka boleh-boleh saja bagi Allah untuk meniadakan sesuatu sesuai kehendak-Nya. Contoh Sifat Jaiz Bagi Allah Salah satu contoh sifat jaiz bagi Allah termaktub dalam Al-qur’an Surat Ali Imran ayat 26 yang berbunyi: قُلِ اللهم مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ Artinya : akankah 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.

Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Hamida Faiqiyal Husna dalam Materi Akidah dalam Kitab Fath Al-Majid memberi contoh dua kebebasan yang dimiliki Allah SWT, yaitu: • Kebebasan untuk mencipta atau tidak mencipta sesuatu.

• Kebebasan untuk mengatur semua makhluk sesuai yang Dia kehendaki. Sumber *) Dikutip dari berbagai sumber Tentang Taman Pustaka Taman Pustaka adalah website yang membahas tentang pelajaran sekolah, madrasah dan pengetahuan umum. Taman Pustaka juga sebagai media pembelajaran bagi para siswa, santri, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan.

pada setiap artikel di taman pustaka di lengkapi gambar dan video agar kandungan materi dalam artikel dapat lebih mudah dipelajari.
Sebagai umat islam yang baik, sudah seharusnya untuk mengenal dan memahami tentang apa saja sifat-sifat yang dimiliki oleh Allah SWT. Sifat–sifat yang dimiliki Allah SWT terbagi menjadi dua, yaitu Sifat wajib Allah dan Sifat Mustahil Allah. Nah, kita perlu mempelajari semua sifat–sifatnya supaya semakin beriman kepada-Nya. Lalu apa saja sifat wajib dan mustahil Allah?

Sifat sifat Allah memiliki maknanya tersendiri yang berarti sifat–sifat sempurna dan tak terhingga bagi Allah SWT.

Lalu kita sebagai umat muslim yang memiliki agama islam tentu wajib mempercayai bahwa ada sifat kesempurnaan bagi Allah SWT yang tak terhingga. Sifat wajib dan mustahil Allah akan dijabarkan di artikel ini. Maka dari itu, mari simak dan pelajari bersama hingga habis.

Ini Dia Sifat Wajib Dan Mustahil Allah Sifat Wajib dan Mustahil Allah Sebagai umat Islam yang baik, maka perlu untuk mempelajari ilmu ketauhidan. Salah satu ilmu ketauhidan adalah dengan mengenal sifat–sifat Allah SWT. Sifat–sifat tersebut ada Sifat Wajib dan sifat Mustahil bagi Allah. Di bawah ini akan dijelaskan dengan lengkap apa itu sifat wajib dan mustahil Allah: Pengertian Sifat-Sifat Allah Sifat–sifat yang dimiliki Allah SWT merupakan sifat sempurna dan tak terhingga dan kita sebagai umat muslim wajib mempercayainya.

Untuk sifat–sifat Allah sendiri dikelompokkan menjadi dua, yaitu sifat wajib yang berjumlah 20 sifat, dan sifat mustahil yang menjadi lawan dari sifat wajib. Sifat Wajib Bagi Allah Pengertian sifat wajib Allah merupakan sifat sempurna Allah dan sebernarnya ada banyak karena Allah Maha Sempurna.

Namun jika diambil dari dalil–dalil naqli atau ‘aqli, sifat wajib Allah SWT ada sifat mustahil dari nafsiyah ada. Dari 20 sifat tersebut dibagi lagi menjadi 4 kelompok, yaitu Sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma’ani dan Ma’nawiyah.

Sifat Nafsiyah merupakan sifat yang berkaitan dengan Dzat Allah dan hanya ada satu yaitu wujud yang berarti “ada”. Sifat Salbiyah merupakan sifat-sifat yang tidak layak dengan kesempurnaan Dzat-Nya dan ada lima, yaitu: qidâm, baqâ’, mukhâlafatu lil hawâditsi, qiyâmuhu binafsihi, dan wahdâniyat.

Sifat Ma’ani merupakan sifat – sifat abstrak yang wajib ada pada Allah dan ada tujuh macam, yaitu: qudrat, irâdat, ‘ilmu, hayât, sama’, bashar, kalam.

Sifat ma’nawiyah merupakan situasi yang selalu menetapi sifat ma’ani. Dengan ini, sifat ma’nawiyyah juga ada tujuh seperti sifat mustahil dari nafsiyah ada ma’ani. • Wujud Sifat wajib bagi Allah SWT yang pertama yaitu Wujud yang berarti Ada. Adanya Allah SWT bukan karena diadakan atau diciptakan, tetapi Allah SWT ada dengan zat-Nya sendiri. Artinya Allah SWT itu zat yang pasti ada dan berdiri sendiri serta tidak diciptakan oleh siapapun.

Terlebih lagi, bagi kita semua umat muslim wajib mempercayai bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. • Qidam Baca Juga Dong Hukum, Keutamaan, dan Faedah Bacaan Sholawat Nariyah Sifat Qidam menandakan Allah SWT sebagai Sang Pencipta yang sudah terlebih dulu ada daripada alam semeseta beserta isinya yang Ia ciptakan.

Hal ini menjelaskan bahwa sifat Qadam bagi Allah SWT yang berarti terdahulu. • Baqa’ Baqa’ memiliki arti kekal.

Artinya Allah SWT itu Maha Kekal yang akan abadi sampai kapanpun juga atau tidak akan punah, binasa dan mati. Semua makhluk hidup di dunia ini beserta segala dzat yang ada di dalamnya akan binasa kecuali Allah SWT. • Mukholafatul Lilhawaditsi Arti dari sifat wajib Allah SWT yang satu ini adalah berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya.

Allah SWT merupakan dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar, maka dari itu tidak ada satupun yang dapat menandingi atau menyerupai keagungan-Nya. • Qiyamuhu Binafsihi Sifat wajib Allah SWT selanjutnya memiliki arti yaitu berdiri sendiri. Maksudnya, Allah SWT tidak akan bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan bantuan dari siapapun yang ada di dunia ini.

Keberadaan Allah SWT ada dengan sendirinya dan tidak ada satupun yang mengadakan atau menciptakan. • Wahdaniyah Allah SWT memiliki sifat Esa atau Tunggal yang dicerminkan dalam Wahdaniyah. Dialah satu – satunya Tuhan yang menciptakan alam semesta dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal ini membuktikan bahwa Allah SWT merupakan Esa dan terletak di kalimat syahadat yang memiliki arti tiada tuhan selain Allah.

• Qudrat Qudrat merupakan sifat wajib Sifat mustahil dari nafsiyah ada yang berarti Maha Kuasa dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Dengan sifat ini menjelaskan bahwa tidak ada satupun makhluk yang dapat menandingi kekuasaan dari Allah SWT.

• Iradat Iradat adalah sifat wajib Allah selanjutnya dengan arti berkehendak. Dari sifat ini menjelaskan bahwa Allah dapat menentukan segala sesuatu dari diri-Nya.

Jika Allah sudah berkehendak, maka hal tersebut akan terjadi atau terwujud dan tidak ada seorangpun yang sifat mustahil dari nafsiyah ada mencegah. • Ilmun Ilmun berarti sifat Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Apapun yang ada, baik itu terlihat maupun disembunyikan akan tetap diketahui oleh Allah. • Hayat Sifat hayat berarti Allah SWT Maha Hidup dan tidak akan mati, musnah, maupun binasa.

Allah akan kekal dan abadi selama-lamanya. • Sama’ Sama’ berarti Maha Mendengar. Allah akan mendengar semua hal baik yang diucapkan maupun disembunyikan dalam hati tetap akan didengar karena pendengaran Allah meliputi segala sesuatu.

Baca Juga Dong Arti Taaruf dalam Islam Beserta Penjelasan, Cara, dan Contoh CV [LENGKAP] Allah adalah Maha Berfirman atau dapat berbicara dengan kata-kata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun. Terbukti sudah banyak firman-Nya di kitab-kitab yang diturunkan melalui para Nabi.

• Qadiran Dari sifat Qadiran dijelaskan bahwa Allah SWT Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan tidak ada seorangpun yang dapat mencegah. • Muridan Dengan sifat ini menandakan bahwa Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Jadi, ketika ada satu perkara yang sudah ditakdirkan maka tidak ada seorangpun yang bisa menolak.

• ‘Aliman Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ditandai oleh sifat ‘Aliman. Allah selalu dapat mengetahui segala sesuatu yang tampak atau tidak sekalipun. • Hayyun Allah Maha Hidup dan tidak mungkin binasa serta selalu mengawasi hamba-hamba-Nya dalam segala kondisi serta tidak pernah lengah atau tidur.

• Sami’an Sami’an memiliki arti mendengar. Dari sifat ini menandakan bahwa Allah Maha Mendengar segala sesuatu dan tidak pernah melewatkan atau melampaui pendengaran-Nya. • Bashiran Bashiran dapat diartikan dengan melihat. Allah SWT dapat melihat semua hal baik yang terlihat atau yang disembunyikan sekalipun.

• Mutakalliman Sifat wajib bagi Allah yang terakhir adalah Mutakalliman yang berarti berfitman atau berkata-kata yang sama seperti sifat kalam. Firman Allah telah terwujud dalam kitab suci yang diturunkan-Nya melalui para nabi dan begitu sempurna serta tidak ada seorangpun yang bisa menandingi.

Sifat Mustahil Bagi Allah Pengertian sifat mustahil Allah merupakan sifat yang tidak mungkin ada atau kebalikan dari sifat wajib bagi Allah. Jadi, jika sifat wajib bagi Allah SWT ada 20 maka sifat mustahil bagi Allah juga ada 20. Berikut 20 sifat mustahil bagi Allah beserta artinya: • ‘Adam Sifat mustahil yang pertama yaitu Adam artinya tiada.

Sifat ini kebalikan dari sifat wajib Wujud yang berarti Ada. • Huduts Selanjutnya ada sifat Huduts yang artinya bisa di perbaharui atau ada yang mendahului. Tentu sifat ini menjadi kebalikan atau lawan dari Qidam karena Allah merupakan Sang Pencipta alam semesta beserta isinya. • Fana’ Fana’ sendiri artinya binasa dan kebalikan dari sifat kekal yang berarti selama-lamanya. Allah SWT tidak mungkin musnah, binasa ataupun mati karena Ia Abadi hingga selamanya.

• Mumathalatuhu Lilhawadith Sifat mustahil selanjutnya memiliki arti menyerupai makhlukNya. Tentu hal ini berseberangan dengan sifat wajib Allah yang menandakan bahwa Allah Maha Agung dan tidak ada sesuatu yang menyerupai dan menandingi-Nya. • Qiyamuhu Bighayrih Arti dari sifat mustahil yang satu ini adalah berdiri dengan yang lain.

Sifat ini sangat berkebalikan dari sifat Allah yang tidak memerlukan yang lain dan mampu mewujudkan atau mengatur segala sesuatu secara sempurna tanpa bantuan siapapun. • Ta’addud Baca Juga Dong Doa Sesudah Adzan dan Iqomah Beserta Amalan Diantara Waktu Keduanya Sifat ta’addud yang artinya lebih dari satu berkebalikan dengan sifat wajib wahdaniyah yang artinya esa atau tunggal. Allah SWT itu Maha Esa dan tidak memiliki sekutu, tidak beranak, dan tidak diperanakan.

• ‘Ajzun ‘ajzun sendiri artinya lemah yang merupakan lawan dari Qudrat dengan arti berkuasa. Allah tidak mungkin lemah karena Ia berkuasa atas segala sesuatu. • Karahah Karahah atau terpaksa berkebalikan dengan sifat Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu.

• Jahlun Jahlun atau bodoh bukan menjadi sifat Allah karena Ia Maha Sempurna dan telah menciptakan alam semesta beserta isinya. • Mautun Allah SWT tidak mungkin memiliki sifat Maut karena Ia tidak akan mati dan akan kekal sampai kapanpun juga. • Syamamun Allah tidak tuli dan Ia yang Maha Mendengar segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

• Ama Ama atau buta merupakan kebalikan dari sifat Allah yang Maha Melihat apapun juga baik itu Nampak maupun disembunyikan. • Bakamum Allah tidak memiliki sifat bisu karena Ia Maha Berfirman dengan sempurna dan terbukti dengan terciptakan kitab suci melalui para Nabi. • Kaunuhu ‘Ajizan Allah tidak mungkin lemah karena Allah Sang Maha Pencipta dari alam semesta dan seisinya serta memiliki kuasa atas segala hal. • Kaunuhu Karihan Allah bukan zat yang terpaksa karena Ia Maha Berkehendak atas segala sesuatu dan tidak ada seorangpun yang bisa mencegan-Nya.

• Kaunuhu Jahilan Allah memiliki sifat mustahil bodoh yang menjadi kebalikan dari sifat wajib yang menandakan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Melihat segala sesuatu yang ada di alam ini. • Kaunuhu Mayyitan Allah tidak mungkin mati karena Ia Kekal serta abadi hingga kapanpun dan Allah tidak pernah tidur karena mengawasi hamba-hamba-Nya setiap waktu.

• Kaunuhu Asamma Allah tidak memiliki sifat tuli karena Ia Maha Mendengar dan pendengaran-Nya tidak terbatas serta meliputi segala hal. • Kaunuhu A’ma Sifat mustahil yang artinya buta ini berkebalikan dengan sifat wajib Allah yang Maha Sempurna dengan penglihatannya. • Kaunuhu Abkama Tidak mungkin Allah memiliki sifat bisu karena Ia Sifat mustahil dari nafsiyah ada Berfirman dengan kata-kata yang sempurna dan telah tertuang dalam kitab suci-Nya.

Sekian pembahasan mengenai sifat wajib dan mustahil Allah yang perlu Anda pahami dan Imani. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang mencari bahan referensi bacaan demi memperkuat iman.

Doa Sesudah Adzan dan Iqomah Beserta Amalan Diantara Waktu Keduanya Masih Hangat, Silahkan Dicoba • Kumpulan Motto Hidup - Singkat, Lucu, Islami, Bahasa Inggris, Skripsi • Pengertian, Macam, Contoh, serta Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter • Cara Menghitung Persen dengan Mudah, Simpel, dan Tidak Ribet • Fakta Anak Pertama Laki-laki dan Perempuan ini Wajib Kamu Ketahui • Cara Menggunakan Remote AC • Penulisan Angka Romawi Beserta Tabel Angka Romawi 1-10000 Lengkap • Hukum, Keutamaan, dan Faedah Bacaan Sholawat Nariyah Sifat Mustahil Bagi Allah – Sebagai seorang muslim, Grameds tentu perlu mengetahui sifat mustahil Allah SWT, selain sifat mustahil dari nafsiyah ada wajib dan sifat jaiz bagi Allah.

Mengenal dan memahami sifat mustahil Allah SWT dengan baik merupakan cara yang bijak untuk meningkatkan iman kepada sang pencipta. Sifat mustahil bagi Allah SWT berarti sifat- sifat yang tidak mungkin dimiliki Allah dan tidak layak disandarkan pada keagungan dan kekuasaan Allah SWT.

Banyak orang yang sudah biasa mendengar sifat wajib Allah, namun masih banyak orang yang asing dengan sifat mustahil Allah SWT.

Padahal mengenal dan memahami sifat-sifat mustahil Allah akan smeakin meneguhkan aqidah islam dan ketahuidan kita kepada Allah. Belajar agama tidak ada kata terlambat, Grameds bahkan mungkin sudah dikenalkan dengan sifat-sifat Allah sejak bangku Sekolah Dasar. Berikut ini 20 sifat mustahil Allah SWT yang perlu Grameds ketahui dan pahami beserta maknanya: Daftar Isi • SIFAT- SIFAT MUSTAHIL ALLAH • 1.

Adam • 2. Hudust • 3. Fana • 4. Mumatsalatu Lilhawasitsi • Anda Mungkin Juga Menyukai • 5. Ihtiyaju Lighairihi • 6. Ta’addud • 7. Adzuna • 8. Karahah • 9. Jahlun • 10. Maut • 11. Shaman • 12.Ama • 13. Bakuman • 14.

Kaunuhu Ajiza • 15. Kaunuhu Murikhan • 16. Kaunuhu Jahilun • 17. Kaunuhu Mayitan • 18. Kaunuhu Ashamma • 19. Kaunuhu Ama • 20. Kaunuhu Abkam SIFAT- SIFAT MUSTAHIL ALLAH Sifat mustahil Allah SWT adalah sifat- sifat yang tidak mungkin ada dan pasti tidak dimiliki oleh Allah dan merupakan lawan dari sifat wajib Allah.

Itulah sebabnya sifat mustahil juga ada 20 yang berkebalikan dari 20 sifat wajib Allah. Sebagai dzat yang Maha sempurna, Allah SWT tidaklah mungkin memiliki sifat- sifat mustahil, jadi sifat mustahil yang Allah SWT miliki adalah bukti kebesarannya atas sifat wajib yang dia miliki.

Berikut ini 20 sifat mustahil Allah SWT yang perlu Grameds karhui beserta arti dan maknanya: 1. Adam Adam dalam bahasa Arab artinya tidak ada.

Sifat mustahil adam berarti Allah SWT tidak mungkin tidak ada dalam konsep kehidupan karena dialah sang pencipta alam semesta beserta isinya. Allah memiliki sifat wujud yang artinya pasti ada, maka mustahil bagi Allah memiliki sifat adam yang artinya tiada atau ketiadaan. Segala hal yang ada di di alam semesta ini hidup da nada karena Allah SWT, jadi mustahil jika sang pencipta itu sendiri tidak ada.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Sifat mustahil adam pada Allah SWT tercantum dalam surah Al-A’raf ayat 54 berikut ini: 2. Hudust Husust dalam bahasa Arab artinya baru, awal atau permulaan. Sifat mustahil huduts berarti Allah SWT tidak ada yang mendahului karena ada sebelum segala sesuatu ada dan tercipta dengan sifat wajib Allah yang terdahulu atau sifat wajib qidam.

Allah SWT adalah permulaan dan mendahului segala yang ada dan kemudian menciptakan yang ada- ada atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT atas segala ciptaannya di dunia dan alam semesta. Sifat mustahil huduts pada Allah SWT tercantum dalam surah Al-Hadid ayat 3 berikut ini: 3.

Fana Fana dalam bahasa Arab artinya tidak kekal, kebinasaan, atau rusak. Sifat mustahil fana berarti Allah SWT tidak mungkin binasa karena Allah SWT kekal dalam keabadiaan. Kehadiran Allah SWT tidak ada permulaan dan tidak ada akhir atau kematian dan kebinasaan karena Allah SWT akan kekal selama-lamanya. Sifat fana atau bersifat sementara mustahil ada pada Allah SWT karena zatnya baqa atau kekal atas segala keagungan dan kebesarannya atas alam semesta.

Sifat mustahil fana pada Allah SWT tercantum dalam surah Ar-Rahman ayat 26 dan 27, dan juga tercantum dalam surah Al-Qashash ayat 88 berikut ini: 4.

Mumatsalatu Lilhawasitsi Mumatsalatu Lilhawaditsi dalam bahasa Arab artinya serupa atau menyerupai makhluknya. Sifat mustahil mumatsalatu lil hawaditsi berarti Allah SWT tidak mungkin serupa atau sama seperti makhluk- makhluk ciptaannya. Allah SWT sudah pasti berbeda dengan makhluk ciptaannya, baik sifat dzat-nya ataupun perbuatan dan perilakunya makhluknya yang psati memiliki kelemahan dan kekurangan.

Rp 105.000 Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah SWT atau setara dengan kesempurnaannya. Sifat mumatsalatu lil hawaditsi berkebalikan dengan sifat mukholafatu lilhawaditsi yang artinya Allah SWT berbeda dengan makhluk ciptaannya.

Sifat mustahil mumatsalatu lil hawaditsi tercantum dalam surah Al-Ikhlas ayat 4 berikut ini: 5. Ihtiyaju Lighairihi Ihtiyaju lighairihi dalam bahasa Arab berarti berdiri dengan yang lain atau membutuhkan orang lain. Sifat mustahil ihtiyaju lighairihi berarti Allah SWT maha segalanya dan tidak mungkin bergantung pada makhluk lain karena baginyalah kekuasaan atas segala alam semesta dan seisinya.

Allah SWT Maha Agung dan maha Berdiri Sendiri sehingga tidak membutuhkan pertolongan sifat mustahil dari nafsiyah ada siapapun. Sifat mustahil ihtiyaju lighairihi ini berkebalikan dengan sifat Allah SWT Qiyamuhu Binafsihi. Sifat mustahil ihtiyaju lighairihi tercantum dalam surah Al-Isra ayat 111 dan surah Al-Ankabut 6 berikut ini: 6.

Ta’addud Ta’adus dalam bahasa Arab berarti berbilang. Sifat mustahil ta’addud Allah SWT tidak terbilang karena Allah Maha Esa yakni dzat tunggal atas kebesarannya. Mustahil bagi Allah SWT memiliki sifat ta-adud yang berarti lebih dari satu dan tidak pula bersekutu atau beranak pinak.

Sifat ta’adud berkebalikan dengan sifat Allah SWT wahdaniyah yang bermana tunggal dan umat muslim wajib mempercaianya sebagai sang pencipta satu- satunya. Sifat mustahil ta’addud tercantum dalam surah Al-Ikhlas ayat 1 sampai 4 berikut ini: 7. Adzuna Adzan dalam bahasa Arab artinya lemah. Sifat mustahil adzun berarti Allah SWT tidak mungkin memiliki kelemahan sedikitpun atas apa-apa kehendak dan kekuasaannya. Sifat mustahil adzun berkebalikan dengan sifat Allah SWT qudrat yang artinya Maha Kuasa atas segala kekuatannya yang sempurna.

Allah SWT mudah melakukan apapun atas kehendak dan kebesarannya, sehingga mustahil baginya jika memiliki kelemahan dan kekurangan di luar akal manusia sekalipun karena dialah yang menciptaknnya itu sendiri. Sifat mustahil ajzun bagi Allah SWT tercantum dalam surah Al-Baqarah ayat 20 berikut ini: 8. Karahah Karahah dalam bahasa Arab artinya terpaksa.

Sifat mustahil karahah Allah SWT berarti tidak terpaksa dalam melaksanakan apa-apa yang telah dia kehendaki atas segala kebesaran ciptaannya. Sifat mustahil karahah berkebalikan dengan sifat Allah SWT yang Iradat, yakni berkehendak atas segala Sesuatu di alam semesta dan seisinya. Apapun kehendak Allah SWT pasti terjadi dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Sifat mustahil karahah bagi Allh SWT tercantum dalam surah Hud ayat 107 dan surah Yasin ayat 82 berikut ini: 9.

Jahlun Jahlun dalam bahasa Arab artinya bodoh. Sifat mustahil jahlun berarti Allah SWT tidak mungkin bersifat bodoh karena Allah Maha mengetahui segala segala sifat mustahil dari nafsiyah ada. Sifat jahlun berkebalikan dengan sifat Allah SWT yang Ilmun yakni menguasai pengetahuan dengan segala keagungan dan kekuasaannya sehingga tidak ada makhluk apapun yang bisa bersembunyi darinya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, termasuk mengetahui hal-hal yang tidak tampak atau disembunyikan dalam hati dan jiwa seseorang.

Sifat mustahil jahlun bagi Allah SWT tercantum dalam surah Al-Qaf ayat 16 berikut ini: 10. Maut Maut dalam bahasa Arab artinya mati. Sifat mustahil maut berarti Allah tidak mungkin mati atau binasa karena dzatnya kekal abadi atas kekuatannya yang sempurna. Kematian atau kebinasaan adalah ciptaan Allah SWT jadi mustahil baginya binasa dengan segala kekuatan dan kuasanya atas segala ciptaannya di alam semesta.

Sifat maut berkebalikan dengan sifat Allah SWT yang hayat, yakni hidup kekal dengan keabadiaan kuasanya. Sifat mustahil maut bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 255 dan surah Al-Furqan ayat 58 berikut ini: 11. Shaman Shamamun dalam bahasa Arab artinya tuli. Sifat mustahil Shamamun berarti Allah SWT tidak mungkin tidak mendengar karena Allah adalah Maha mendengar segala sesuatu apa-apa yang terjadi di alam semesta.

Tidak akan ada sesuatu hal pun yang luput dari pandangan Allah SWT, bahkan yang disembunyikan atau hanya terucap dalam do’a dan hari seseorang. Allah mampu mendengar semua hal bahkan yang tidak terdengar oleh manusia atau makhluk lainnya. Sifat mustahil shamamun bekebalikan dengan sifat Allah SWT yang sama’, yakni maha mendengar setiap yang diucapkan maupun yang disembunyikan.

Sifat mustahil shamamun bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Qur’an surah Asy-Syura ayat 11 dan Surah Al-Maidah ayat 76 berikut ini: 12.Ama Ama dalam bahasa Arab artinya buta. Sifat mustahil ama berarti Allah SWT tidak mungkin buta atau tidak bisa melihat apa-apa yang terjadi, bahkan yang kasat mata sekalipun Allah mampu melihatnya. Sifat Ama berkebalikan dengan sifat Allah SWT basar, yakni maha melihat dengan segala kekuasaannya tidak ada di alam semesta yang akan luput dari penglihatannya.

Sifat mustahil ama bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 18 dan surah Al-Baqarah ayat 265 berikut ini: 13. Bakuman Bakamun dalam bahasa Arab artinya bisu. Sifat mustahil bakmun berarti Allah SWT tidak mungkin bisu atau diam, karena Allah SWT bersifat kalam, yakni berfirman bagi keselamatan dan tuntunan hidup bagi manusia. Atas keagungannya, Allah SWT berfirman melalui seorang makhluk yang mulia baginya, yakni para nabi dan rosul yang dapat dipercaya. Mustahil bagi Allah SWT tidak berkata-kata atas segala yang telah terjadi dan tercipta atas kekuasaannya.

Sifat mustahil bakamun bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-A’raf ayat 143 dan surah An-Nisa ayat 164 berikut ini: 14. Kaunuhu Ajiza Ajiza dalam bahasa Arab artinya lemah. Sifat mustahil kaunuhu ajizan berarti Allah SWT tidak mungkin memiliki kelemahan karena Dia memiliki kekuatan dan kekuasaan yang sempurna bagi kebesaran alam semesta dan isinya.

Sifat ajiza berkebalikan dengan sifat Allah SWT yang qadiran, yakni berkuasa atas segala alam semesta dan apa-apa ciptaannya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, jika dia berkehendak maka terjadilah. Tidak ada yang bisa menandingi atau setara dengan kekuatan Allah SWT yang paling sempurna atas segala kebesaran dan keagungannya. Sifat mustahil kaunuhu ajizan bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 20 berikut ini: 15. Kaunuhu Murikhan Kaunuhu muridan dalam bahasa Arab artinya terpaksa atau keterpaksaan.

SIfat mustahil kaunuhu muridan berarti Allah SWT tidak mungkin terpaksa atas segala ciptaan nya karena ia memiliki kekuasaan dan berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa menghentikan kehendak Allah, termasuk menolong, ikut campur, atau menandingi urusan Allah SWT yang sempurna. Sifat mustahil kaunuhu muridan berkebalikan dengan sifat Allah yang muridan, yakni Maha Menghendaki.

Sifat mustahil kaunuhu muridan bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Hud ayat 107 berikut ini: 16. Kaunuhu Jahilun Kaunuhu jahilan dalam bahasa Arab artinya bodoh. SIfat mustahil jahlun berarti Allah SWT tidak mungkin bodoh atau tidak berpengetahuan. Segala pengetahuan, keilmuan adalah ciptaan Allah SWT sehingga mustahil baginya bersifat bodoh. Sifat jahilun berkebalikan dengan sifat Allah yang aliman, yakni Maha Mengetahui segala hal dan pengetahuan yang tidak terbatas oleh apapun.

Sifat mustahil kaunuhu jahilun bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 176 berikut ini: 17. Kaunuhu Mayitan Kaunuhu mayitan sifat mustahil dari nafsiyah ada bahasa Arab artinya bisa mati. Sifat mustahil kaunuhu mayitan berarti Allah SWT tidak sifat mustahil dari nafsiyah ada mati, binasa, hilang, dan tergantikan oleh apapun karena Allah SWT kekal abadi dalam kesempurnaan kekuatannya.

Mustahil bagi Allh untuk tidur, istirahat, dan dalam keadaan mati. Sifat kaunuhu mayitan berkebalikan dengan sifat Allah yang hayyan, yakni Maha Hidup kekal abadi tanpa kekurangan apapun.

Sifat mustahil kaunuhu mayitan bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-Fiurqan ayat 58 berikut ini: 18. Kaunuhu Ashamma Kaunuhu ashamma dalam bahasa Arab artinya ketulian. Sifat mustahil kaunuhu ashamma berarti Allah SWT tidak mungin tulis atau tidak mendengar apapun.

Allah SWT maha mendengar atas segala yang terjad baik yang tampak maupun yang disembunyikan dalam hati atau jiwa seseorang. Itulah sebabnya mustahil bagi Allah jika tidak mendengar doa para umatnya karena dialah maha mendengar segala sesuatu. Sifat mustahil dari nafsiyah ada mustahil kaunuhu ashamma bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-Baqarah 256 berikut ini: 19. Kaunuhu Ama Kaunuhu ama dalam bahasa Arab artinya buta.

Sifat mustahil kaunuhu ama berarti Allah SWT tidak mungkin buta atau tidak bisa melihat. Allah SWT selalu mengawasi makhluk-maklhuknya dan tidak ada yang bisa lepas dari penglihatan Allah SWT. Tidak ada yang bisa membatasi penglihatan Allah SWT, itulah sebabnya Allah mengetahui segala yang diperbuat oleh manusia meskipun tidak ada seorangpun yang mengetahuinya.

SIfat mustahil kaunuhu ama bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 18 berikut in: 20. Kaunuhu Abkam Kaunuhu abkam dalam bahasa arab artinya bisu. Sifat mustahil kaunuhu abkam berarti Allah SWT tidak mungkin bisa sejalan dengan sifat mustahil Allah SWT bakamun.

Sifat mustahil ini berkebalikan dengan sifat Allah yang mutakaliman, yakni maha berkata atau berfirman. Atas segala kekuatan dan keagungannya, Allah SWT terus memberitakan firman bagi makhluk-makhluknya agar selamat dari dunia dan akhirat. Segala firmannya telah tertulis dalam kitab suci Al-Quran atas peran para nabi dan rasul untuk menyampaikannya kepada umat manusia.

Sifat mustahil kaunuhu abkam bagi Allah SWT tercantum dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 164 berikut ini: Nah, itulah penjelasan 20 sifat mustahil Allah SWT beserta makna dan dalilnya dalam Al-Quran.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Apakah Grameds sudah bisa memahami setiap sifat mustahil dari nafsiyah ada mustahil Allah SWT di atas? Belajar agama memang tidak cukup hanya satu dua referensi saja, bahkan butuh waktu yang tidak singkat agar bisa benar-benar paham dan memaknai ajaran agama tersebut. Termasuk belajar sifat mustahil Allah yang dapat mengingatkan kita akan kebesaran dan kekuasaan Allah atas alam semesta dan seisinya. Berhasil memaknai sifat- sifat Allah SWT menjadi bagian dari belajar kesempurnaan agama atas keagungan sang pencipta.

Jadi, jIka Grameds ingin belajar lebih banyak tentang sifat-sifat Allah dalam mata pelajaran agama islam di sekolah maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com. Grameds akan menemukan banyak referensi buku yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah, baik tingkat SD, SMP, SMA dan sederajat.

Berikut ini rekomendasi buku Gramedia yang bisa Grameds baca tentang sifat-sifat Allah dalam mata pelajaran agama islam di sekolah sekaligus perspektif agama yang lebih luas. Selamat belajar. #SahabatTanpabatas Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
673.

AQIDAH: Arti Sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma'ani, dan Ma'nawiyah - PISS-KTB ≡ PISS-KTB • Cari • Beranda • Fiqih • Thoharoh • Shalat • Nikah • Muamalah • Puasa • Jenazah • Qurban Aqiqah • Hewan • Makanan • Haji • Ushul Fiqih • Aqidah • Tashawuf • Do'a • Kontemporer • Wanita • Sosial • Al-Qur'an • Hadits • Kitab Kuning المعنوية : هي الصفات الملازمة لصفات المعاني و هي سبع صفات : كونه تعالى قادرا ، مريدا ، عالما ، حيا ، سميعا ، بصيرا ، متكلما PEMBAGIAN SIFAT SIFAT ALLAH Sifat Wajib dibagi 4 bagian: I – Sifat Nafsiyyah II – Sifat Salbiyah III – Sifat Ma’ani IV – Sifat Ma’nawiyah I – SIFAT NAFSIYYAH (SIFAT KEPERIBADIAN) Maksudnya sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal jika Allah tidak disifatkan dengan sifat ini.

Atau bisa juga dikatakan sifat untuk menentukan adanya Allah, di mana Allah menjadi tidak mungkin ada tanpa adanya sifat tersebut. adapun yang tergolong sifat ini hanya satu yaitu sifat wujud.

1- Sifat Wajib: Wujud Artinya: Ada Sifat Mustahil: ’Adam Aritnya : Tidak Ada Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada. II – SIFAT SALBIYAH Maksudnya sifat yang menolak apa yang tidak layak bagi Allah. Atau dikatakan juga sifat yang digunakan untuk meniadakan sesuatu yang tidak layak bagi Allah. Sifat Salbiyah ini ada lima sifat yakni, 2- Qidam, 3- Baqo’, 4- Mukhalafatu lil hawaditsi, 5- Qiyamuhu binafsihi, 6- Wahdaniyyah.

2- Sifat Wajib: Qidam Artinya: Sedia/terdahulu/tidak ada permulaanya Sifat Mustahil: Huduts Artinya: Baru Allah Taala itu sedia/terdahulu, tidak ada permulaanya.

Mustahil Allah itu didahului oleh ‘Adam (ada permulaanya). 3- Sifat Wajib: Baqa’ Artinya: Kekal Sifat Mustahil: Fana’ Artinya: Binasa Allah itu bersifat kekal. Mustahil Ia dikatakan fana (binasa) 4- Sifat Wajib: Mukhalafah Lilhawaditsi Artinya: Tidak sama dengan yang baru Sifat Mustahil: Mumatsalah Lilhawaditsi Artinya: Sama dengan yang baru Allah itu tidak mempunyai sifat-sifat yang baru yakni dijadikan dan sifat mustahil dari nafsiyah ada.

Mustahil bersamaan dengan yang baru. 5- Sifat Wajib: Qiyam Binafsihi Artinya: Berdiri dengan dirinya sendiri Sifat Mustahil: Ihtiyaj Ila Mahal Wa Mukhashshash Allah Taala itu berdiri sendiri. Mustahil tidak berdiri dengan dirinya sendiri atau berdiri pada lainnya dan berdirinya tidak memerlukan tempat tertentu 6- Sifat Wajib: Wahdaniyah Artinya: Esa Sifat Mustahil: Ta’addud Allah itu Maha Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya dan esa juga perangai-Nya.

Mustahil ia mempunyai Dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang. III – SIFAT MA’ANI Maksudnya sifat yang diwajibkan bagi zat Allah suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Allah. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, 7- Qudrat, 8- Iradah, 9- Ilmu, 10- Hayat, 11- Sama’, 12- Bashar dan 13- Kalam. 7- Sifat Wajib: Qudrah Artinya: Kuasa Sifat Mustahil: ’Ajez Artinya: Lemah Alah Taala itu Maha Berkuasa, apapun bisa dilakukannya.

Mustahil Allah itu lemah atau tidak berkuasa. 8- Sifat Wajib: Iradah Artinya: Menentukan Sifat Mustahil: Karahah Artinya: Terpaksa Allah itu Menentukan segala-galanya, semua terjadi dengan ketentuan Allah, Mustahil Allah Taala itu sifat mustahil dari nafsiyah ada dan dipaksa menentukan segala galanya 9- Sifat Wajib: ’Ilim Artinya: Mengetahui Sifat Mustahil: Jahil Artinya: Bodoh Allah Taala itu amat mengetahui segala-galanya.

Mustahil Allah tidak mengetahu atau bodoh. 10- Sifat Wajib: Hayah Artinya: Hidup Sifat Mustahil: Maut Artinya: Mati Allah Taala itu sentiasa hidup yakni sentiasa ada. Mustahil Allah Taala itu bisa mati, dianiyaya atau dibunuh. 11- Sifat Wajib: Sama’ Artinya: Mendengar Sifat Mustahil: Shamam Artinya: Tuli Allah Taala itu mendengar.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Mustahil Allah tuli atau tidak mendengar. 12- Sifat Wajib: Bashar Artinya: Melihat Sifat Mustahil: ’Ama Artinya: Buta Allah Taala itu sentiasa melihat. Mustahil Allah Taala itu buta. 13- Sifat Wajib: Kalam Artinya: Berkata-kata Sifat Mustahil: Bakam Artinya: Bisu Allah Taala itu berkata-kata atau berbicara.

Mustahil Allah Taala itu tidak berbicara atau bisu. IV – SIFAT MA’NAWIYAH Maksudnya sifat Allah yang dilazimkan atau tidak bisa sifat mustahil dari nafsiyah ada dengan Sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawiyah adalah sifat yang mulazimah atau menjadi akibat dari sifat ma’ani. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, yakni 14- Kaunuhu Qadiran, 15- Kaunuhu Muridan, 16- Kaunuhu Aliman, 17- Kaunuhu Hayyan, 18- Kaunuhu Sami’an, 19- Kaunuhu Sifat mustahil dari nafsiyah ada, 20- Kaunuhu Mutakalliman.

: 14- Sifat Wajib: Kaunuhu Qodiran Artinya: Keberadaan Allah Maha Kuasa Sifat Mustahil: Kaunuhu ’Ajizan Artinya: Keberadaan Allah lemah (tidak berkuasa) Allah Taala keberadaanya amat berkuasa sifatnya. Mustahil bagi Allah memiliki sifat lemah atau tidak berkuasa.

15- Sifat Wajib: Kaunuhu Muridan Artinya: Menentukan Sifat Mustahil: Kaunuhu Mukrahan Artinya: Terpaksa Allah Taala itu berkuasa menentukan apa yang dikehendakinya. Mustahil sifatnya terpaksa atau dipaksa 16- Sifat Wajib: Kaunuhu ‘Aliman Artinya: Maha Mengetahui Sifat Mustahil:Kaunuhu Jahilan Artinya: Bodoh Allah Taala itu maha mengetahui.

Mustahil Allah Taala itu jahil/bodoh atau tidak mengetahui. 17- Sifat Wajib: Kaunuhu Hayyan Artinya: Hidup Sifat Mustahil: Kaunuhu Mayyitan Allah Taala itu Maha Hidup dan menghidupkan alam ini. Mustahil Allah itu bisa mati atau dibunuh. 18- Sifat Wajib: Kaunuhu Sami’an Artinya: Mendengar Sifat Mustahil: Kaunuhu Ashamma Artinya: Tuli Allah Taala itu maha mendengar. Mustahil jika Allah Taala tidak mendengar atau tuli. 19- Sifat Wajib: Kaunuhu Bashiran Artinya: Melihat Sifat Mustahil: Kaunuhu A’ma Artinya: Buta Allah Taala itu melihat semua kejadian di muka bumi.

Mustahil jika sifat Allah itu tidak melihat atau buta. 20- Sifat Wajib: Kaunuhu Mutakalliman Artinya: Maha Berkata-kata Sifat Mustahil: Kaunuhu Abkama Artinya: Bisu Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil jika Allah Ta’ala bisu atau tidak bisa berkata-kata. [ http://www.piss-ktb.com/2012/02/ebook-syarah-kitab-tauhid-aswaja-al.html ] Fiqih Shalat (1035) Aqidah (841) Fiqih Thoharoh (595) Tashawuf (554) Fiqih Nikah (412) Keluarga (354) Dzikir Doa (344) Fiqih Wanita (333) Fiqih Muamalah (322) Kajian Kitab (310) Makalah Aswaja (265) Al-Qur'an (259) Al-Hadits (241) Fiqih Jenazah (233) Kajian Tarikh (229) Fiqih Sosial (226) Ilmu Hikmah (199) Kajian Tafsir (194) Fiqih Puasa (188) Kajian Umum (176) Halal-Haram (161) Hewan (155) Qurban Aqiqah (141) Makanan (133) Dokumen Foto (132) Kajian Ushul Fiqih (117) Biografi Ulama (108) Wakaf dan Masjid (107) Akhlaq (105) Fiqih Zakat (103) Fiqih Kesehatan (98) Kajian Nahwu (98) Pakaian Perhiasan (84) Daftar Isi Dokumen (78) Kajian Ramadhan (71) Fiqih Haji (70) Kisah (67) Etika (61) Jinayat (46) Kebangsaan (46) Motivasi (45) Kontemporer (43) Lain-Lain (38) Warits Faro'id (30) Dokumen PISS-KTB (23) Ilmu Tajwid (22) Nadzar (22) Hisab Falak (16) Favorite (9) Ilmu Balaghoh (9) Pesantren (8) Download (7) Khutbah (7) eBook Islami (7) Kitab Digital (6)
Dalil naqli yang menunjukkan adanya Allah Ta’ala, yakni: “ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.

Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54) “ Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Allah mengatur urusan, menjelaskan tanda-tandasupaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.” (QS. Ar-Ra’d : 2) • Huduts = Ada yang mendahului Hudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Allah Azza wa Jalla.

Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya. “ Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3) • Fana = Musnah Allah Ta’ala tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat kekal selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS.

Ar-Rahman: 26-27) “ Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88) • Mumatsalatu lil hawaditsi = Ada yang menyamai Allah Ta’ala adalah dzat yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan alam semesta.

Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingiNya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran: “ Tidak ada sesuatupun sifat mustahil dari nafsiyah ada serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11) • Ihtiyaju lighairihi = Memerlukan yang lain Allah Ta’ala tidak memerlukan yang lain.

Dia mampu mewujudkan dan mengatur segalanya secara sempurna tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran: “ Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6) “ Dan katakanlah segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111) • Ta’adud = Berbilang Ta’adud adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu.

Allah Ta’ala tidak memiliki sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Allah tertuang dalam kalimat syahadat dan juga ayat Al-Quran yang artinya: “ Katakanlah ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” (QS. Al-Ikhlas: 1-4) “ Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22) “ Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.

Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163) • Ajzun = Lemah Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Allah Ta’ala. Dalam Al-Quran dijelaskan: sifat mustahil dari nafsiyah ada Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sifat mustahil dari nafsiyah ada itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti.

Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah: 20) • Karahah = Terpaksa Allah tidak memiliki sifat terpaksa. Sebaliknya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Allah Ta’ala. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran: “ Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS.

Yasiin: 82) “Mereka sifat mustahil dari nafsiyah ada di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107) • Jahlun = Bodoh Mustahil bagi Allah Ta’ala bersifat bodoh.

Dia menciptakan alam semesta dengan segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.

• Mautun = Mati Allah tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran: “ Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58) “ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255) • Shamamun = Tuli Mustahil Allah bersifat Tuli. Allah Ta’ala adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah meliputi segala sesuatu. “Katakanlah cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu.

Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52). • Ama = Buta Allah Ta’ala juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari pengelihatanNya.

“ Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18) “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Asy-syuro: 11) • Bakamun =Bisu Allah Ta’ala tidaklah Bisu. Allah berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Allah Ta’ala.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Allah adalah Nabi Musa. “ Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah ‘telah berfirman secara langsung.” (QS.

An-Nisa’: 164) • Kaunuhu ‘ajiyan = Zat yang lemah Mustahil Allah bersifat lemah. Allah Ta’ala adalah pencipta alam semesta dan segala isisnya.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Dia Maha Kuasa atas semua hal. “ Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS.

Al Baqarah 109) • Kaunuhu karihan = Zat yang terpaksa Allah Ta’ala bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya.

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107) • Kaunuhu jahilan = Zat yang sangat bodoh Mustahil Allah adalah dzat yang bodoh.

Allah Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau disembunyikan. • Mayyitan = Zat yang mati Allah tidak mati. Allah bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat. • Kaunuhu ashamma = Zat yang tuli Mustahil Allah bersifat tuli. Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah tak terbatas dan meliputi segala sesuatu.

• Kaunuhu ‘ama = Zat yang buta Allah Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh keagunganNya. • Kaunuhu abkama = Zat yang bisu Sifat mustahil dari nafsiyah ada bukanlah dzat yang bisu.

Allh berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para nabi. Demikianlah sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya. Semoga dengan mengetahui info ini bisa menambah keyakinan kita akan kebesaran Allah Ta’ala sehingga bisa menjadi cara meningkatkan iman dan taqwa. Selian itu kita juga wajib mengamalkan rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman sebagai bentuk cara bersyukur menurut islam.

Amin ya Rabbal Alamin.Sifat Allah yang 20 terbagi menjadi 4 1. Sifat Nafsiyah Sifat Nafsiyyah adalah Sifat yang menetetapkan adanya Allah dan menunjukkan kepada ZatNya Allah tanpa ada sesuatu tambahan pada Zat. Maksud sifat yang tetap adalah : Adanya sifat tersebut pada Zat Allah yang menunjukkan Allah itu ada, bukan seperti sifat salbiyah, sebab sifat salbiyyah tidak tetap pada Zat, tetapi hanya menolak sifat-sifat yang tidak patut dan layak kepada ZatNya Allah s.w.t.

Dan maksud tanpa ada sesuatu tambahan pada Zat adalah : Sifat Nafsiyyah ini bukanlah tambahan pada Zat, Sifat Nafsiyyah tidak seperti sifat Ma`ani yang mana sifat Ma`ani tambahan dari ZatNya. Adapun sifat Nafsiyyah adalah sifat WujudNya Allah s.w.t, dengan maksud bahwa wujudnya Allah itu adalah tetap pada ZatNya Allah dan bukan tambahan dari Zat Allah. Sifat nafsiyah itu ada satu yaitu sifat wujud Maka wajib Allah bersifat Wujud,mustahil bersifat bahwa Allah tidak ada 2.

Sifat Salbiyah Sifat Salabiyyah adalah sifat yang menolak segala sifat-sifat yang tidak layak dan patut bagi Allah s.w.t, sebab Allah Maha sempurna dan tidak memiliki kekurangan. Sifat salbiyah itu ada 5 yaitu : 1. Qidam 2. Baqa’ 3. Mukholafatuhu Lilhawaditsi 4. Qiyamuhu binafsihi sifat mustahil dari nafsiyah ada. Wahdaniyah. 3. Sifat Ma’ani Sifat Ma`ani adalah sifat yang keberadaannya berdiri pada Zat Allah s.w.t yang wajib baginya hukum. Sifat Ma’ani itu ada 7 yaitu : 1.

Sifat Berkuasa 2. Berkehendak 3. Berilmu 4. Hidup 5. Mendengar 6. Melihat 7. Berbicara. 4. Sifat Ma’nawiyyah Sifat Ma`nawiyah adalah sifat- sifat yang melazimi dari sifat Ma`ani, dengan kata lain sifat Ma`nawiyah adalah sifat yang wujud disebabkan adanya sifat Ma`ani, seperti Allah memiliki sifat kuasa, maka lazimlah Allah itu keadaannya Kuasa. Sifat Ma`nawiyah terdiri dari tujuh sifat : 1. Kaunuhu Qaadiran 2. Kaunuhu Muridan 3. Kaunuhu `Aliman 4. Kaunuhu Hayyan 5.

Kaunuhu Sami`An 6. Kaunuhu Bashiran 7. Kaunuhu Mutakalliman. Adapun hikmah menyebut sifat-sifat Ma’nawiyah yang terkandung dalam sifat ma’ani tersebut adalah sebagai berikut : 1. Aqidah diterangkan dengan cara terperinci,karena pemikiran bodoh dalam masalah aqidah adalah masalah benar. 2. Mengcounter (menjawab) orang-orang mu’tazilah yang mengingkari sifat-sifat ma’nawiyah. Mereka berpendapat bahwa Allah Ta’ala Maha berkuasa dengan Dzatnya, berkehendak dengan Dzatnya tanpa ada kekuasaan, dan kehendak dan sifat-sifat lainnya.

Mereka bermaksud mengingkari sifat-sifat itu untuk mensucikan Alloh Ta’ala. Mereka berpendapat : Kami mensifati Allah Ta’ala dengan sifat-sifat itu baik sifat itu hadits (baru) atau sifat-sifat itu sifat mustahil dari nafsiyah ada. Jika sifat-sifat itu hadits maka sifat-sifat itu menempati Allah Ta’ala. Atau jika sifat-sifat itu Qodim maka sifat-sifat qodim itu berbilang (banyak) maka hal itu mentiadakan sifat wahdaniyah (Esa).

Dan menjawab hal itu kami berpendapat : Sesungguhnya sifat-sifat tersebut tidak berdiri sendiri dari DzatNya,hanya saja sifat-sifat itu mengikuti DzatNya yaitu sifat- sifat yang ada itu menempati DzatNya. ——— ﺗﻨﻘﺴﻢ ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺍﻟﻰ ﺍﺭﺑﻊ ﺍﻗﺴﺎﻡ ١. ﺍﻟﻨﻔﺴﻴﺔ ﻭﻫﻰ ﺍﻟﺼﻔﺔ ﺍﻟﺘﻰ ﻻ ﻳﻌﻘﻞ ﺍﻟﻤﻮﺻﻮﻑ ﺑﺪﻭﻧﻬﺎ ﻭ ﻫﻰ ﺻﻔﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ Sifat-sifat Wajib bagi Allah dibagi menjadi 4 bagian 1. Sifat Nafsiyah Yakni sesuatu yg tidak bisa diterima oleh akal jika Allah tidak disifati dgn sifat ini, atau bisa juga dikatakan sifat untk menentukan adanya Allah.

Dimana Sifat mustahil dari nafsiyah ada menjadi tidak mungkin ada tanpa adanya sifat tsb. Dan sifat itu adalah sifat Wujud. ٢. ﺍﻟﺴﻠﺒﻴﺔ ﺍﻟﺘﻰ ﺗﺴﻠﺐ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻠﻴﻖ ﺑﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭ ﻫﻲ ﺧﻤﺴﺔ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﻭﺍﻟﺒﻘﺎﺀ ﻭ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ﻭ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ ﻭ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴﺔ 2. Sifat Salbiyah yakni sifat yang menolak apa yg tidak layak bagi Allah. Atau dikatakan juga sifat yg digunakan untuk meniadakan sesuatu yg tidak layak bg Allah.

Sifat itu ada 5 yaitu : Qidam,Baqo, Mukholafatul lil Hawadisi, Qiyamu binafsihi dan wahdaniyat ٣. ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻰ ﻫﻰ ﻛﻞ ﺻﻔﺔ ﻭﺟﻮﺩﻳﺔ ﺗﻮﺟﺐ ﻟﻤﻮﺻﻮﻓﻴﻬﺎ ﺣﻜﻤﺎ ﻭ ﻫﻰ ﺳﺒﻊ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ ﻭ ﺍﻻﺭﺍﺩﺓ ﻭ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭ ﺍﻟﺴﻤﻊ ﻭ ﺍﻟﺒﺼﺮ ﻭ ﺍﻟﻜﻼﻡ 3.

Sifat Ma’ani sifat wujudiah yg wajib untk mensifatinya secara hukum yakni Qudrot, Irodah, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashor, Kalam. ﺍﻟﻤﻌﻨﻮﻳﺔ ﻭ ﻫﻰ ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﻼﺯﻣﺔ ﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻰ ﻭ ﻫﻰ ﺳﺒﻊ ﺻﻔﺎﺕ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭﺍ ﻣﺮﻳﺪﺍ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺣﻴﺎ ﺳﻤﻴﻌﺎ ﺑﺼﻴﺮﺍ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ 4. Sifat Ma’nawiyah maksudnya Sifat Allah yg dilazimkan atau tidak bisa dipisahkan dgn sifat ma’ani (sifat inj mjd akibat dari sifat ma’ani) Ada 7 yaitu qodiron, muridan, Aliman, Hayyan Sami’an, Bashiron dan Mutakaliman
penjelasan: Sifat Salbiyah ini ada lima sifat yakni, 2- Qidam, 3- Baqo', 4- Mukhalafatu lil hawaditsi, 5- Qiyamuhu binafsihi, 6- Wahdaniyyah.

sifat yang diwajibkan bagi zat Allah suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Allah pejelasan: Maksudnya sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal jika Allah tidak disifatkan dengan sifat ini. Atau bisa juga dikatakan sifat untuk menentukan adanya Allah, di mana Allah menjadi tidak mungkin ada tanpa adanya sifat tersebut.

adapun yang tergolong sifat ini hanya satu yaitu sifat wujud.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

1- Sifat Wajib: Wujud Artinya: Ada Sifat Mustahil: ’Adam Aritnya : Tidak Ada Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada.

sumal banginiWaamuul galvar Iwak kalui nang ada di banua kita. Isi-i pilawanyalawan Basa Banjar.Ampah ka kanan:1. Nangapa ngaran iwak nangini?5. Kaya … apa mangiau Rusli.7. Baras nang baik, talarang haraganya.8. Waja sampai ka.9. Pakaian urang naik haji.10. Gasan mamutar baut.12. Daging tumbuh kaya bigi jagung.13. Dua kali A.14. Apinya barau bangat.15. Kawa dipakai.16. Inya mangantuk pang.17. Awak asa kada nyaman.18.

sifat mustahil dari nafsiyah ada

Kaya apa mangiau Angah.19. Sardadu di banyu masin.20. Hakun haja.Ampah ka bawah:1. Dimakan tunggal dikitan.2. Kada titik banyu di ganggam.3. Andaknya di atas.4. Kaya apa mangiau Si Uus.5. Ganal bangat tagal ringan.6. Imbah malam, nangapa?10. Ada nangapa, bibinian baranak?11. Amun gatal diapa-i?​

20 SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH




2022 www.videocon.com