Tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

GridKids.id - Tulang adalah rangka atau bagian rangka tubuh manusia. Berdasarkan Encyclopedia Britannica (2015), susunan tulang membentuk tubuh dari atas hingga bawah, mulai dari tulang kepala hingga kaki. Tulang yang menyusun tubuh kita ada beberapa jenis, nih, Kids. Nah, kali ini kita akan membahas jenis tulang rawan dan tulang keras.

Apakah kamu sudah tahu apa itu tulang rawan dan tulang keras? Kita cari tahu bersama, yuk! Baca Juga: Mengenal Fungsi Tulang dan Bagian-Bagian Tulang Manusia Tulang Rawan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tulang rawan disebut juga tulang muda atau tulang lembut. Berdasarkan situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan.

Ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur serta bersifat lentur. Nah, tulang tersebut biasanya terdapat pada tulang anak kecil dan orang dewasa, Kids. Tulang tersebut terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, dan antara ruas-ruas tulang belakang. Baca Juga: Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi, Bantu Cegah Osteoporosis Tulang Keras Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang atau osteoblas.

Ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, dan bersifat keras. Nah, zat kapur itu dalam bentuk kalsium karbonat dan kalsium fosfat yang diperoleh atau dibawa oleh darah.

O iya, pada tulang keras juga terdapat saluran havers yang di dalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tahukah kamu apa fungsi tulang keras?

Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka, Kids. Contoh tulang keras di antaranya adalah tulang paha, tulang lengan, tulang betis, dan tulang selangka.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Baca Juga: Jenis-Jenis Hewan Vertebrata, Kelompok Hewan yang Memiliki Tulang Belakang ----- Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Tinggal klik di https://www.gridstore.id Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi dua macam yakni tulang rawan ( kartilago) dan tulang keras ( osteon).

Berikut adalah penjelasan mengenai anatomi tulang manusia : Tulang Tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada (Kartilago) Tulang rawan merupakan jaringan ikat yang kaku tapi fleksibel dengan permukaan licin dan berdaya kenyal. Tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada embrio bertugas sebaga rangka penyangga namun setelah dewasa berkembang menjadi tulang keras ( osteon).

Pada manusia dewasa, tulang rawan terdapat pada daun telinga, cuping hidung, dan cincin trakea. Kartilago tidak memiliki pembuluh darah, tetapi diselubungi membran perikondrium, tempat tulang rawan mendapat darah. (baca : fungsi daun telinga) Komponen penyusun tulang rawan terdiri dari: • Kondroblas dan fibroblas, keduanya merupakan bakal sel kartilago yang berbentuk oval dan terletak di pinggir tulang rawan. • Kondrosit, terletak dalam jaringan kartilago lebih dalam dibandingkan kondroblas, di dalam lakuna.

Inti berbentuk bundar dengan sebuah nucleus (inti sel) atau dua buah nucleoli. • Substansi Interseluler merupakan bagian dari kartilago yang terdiri dari komponen fibriler dan substansi dasar, matriks amorf “gel”. Matriks merupakan suatu wujud kaku bahkan keras yang substansi dasarnya terdiri atas proteoglikans yang mengandung kondroitin sulfat. • Perikondrium, jaringan pembungkus kartilago terdiri dari sel fibrosit gepeng dan terdapat serat kolagen serta memberikan suplai darah pada tulang rawan.

Jenis Kartilago Tulang rawan atau kartilago memiliki beberapa jenis-jenis tulang yang terdapat didalam organ tubuh manusia. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis tulang rawan atau kartilago : 1.

Tulang Rawan Hialin – Merupakan bentuk tulang rawan terbanyak. Terdiri atas serabut kolagen yang terbenam dalam bahan dasar yang bening seperti kaca, ulet, kuat, dan elastis. Terdapat pada ujung tulang pipa sebagai penutup dan sendi, pada tulang rawan iga, hidung, laring, trakea, dan bronkus supaya tetap terbuka.

Pada embrio bertugas sebagai penyangga sementara untuk mendukung jaringan lain sampai terbentuk osteon. 2. Tulang Rawan Fibrosa – Terbentuk ole berkas-berkas serabut, dengan tulang rawan tersusun di antara berkas serabut itu dan dijumpai pada antar-ruas tulang belakang. Bersifat kurang lentur, matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak teratur.

3. Tulang Rawan Elastis – Terdapat pada daun telinga, epiglotis, dan tabung Eustakhius. Bila ditekan atau dibengkokkan terasa lentur dan cepat kembali ke bentuk semula. 4. Pertumbuhan – Pertumbuhan tulang rawan bisa berlangsung akibat pembelahan dari mitosis (Pertumbuhan Interstisial), namun pada tulang rawan di tempat-tempat terntu terjadi kekakuan akibat ikatan silang unsur matriks sehingga cara lain untuk bertumbuh adalah melalui diferensiasi dari sel-sel perikondrium ( Pertumbuhan Aposisil).

Tulang Keras (Osteon) Tulang adalah jaringan ikat yang paling keras di antara jaringan ikat lainnya pada tubuh. Terdiri atas hampir 50% air. Bagian padat selebihnya terdiri dari berbagai bahan mineral, terutama garam kalsium 67% (yang memberikan kekuatan pada tulang serta mengandung serabut kolagen yang memberikan sifat elastis pada tulang) dan bahan seluler sekitar 33%.

Struktur tulang yang dapat dilihat dengan mata telanjang adalah struktur kasar dan dengan pertolongan mikroskop dapat diperiksa struktur lainnya. Bersama tulang rawan ( kartilago) dan komponen lain, tulang membentuk kerangka yang membentuk postur dan memberi perlindungan ke semua bagian tubuh. Kurang lebih terdapat sekitar 206 jumlah tulang yang tersebar di seluruh bagian tubuh manusia.

Adapun jaringan pembentuk tulang adalah: 1. Tulang Kompak Tulang kompak bentuknya padat, keras, memberikan perlindungan pada tulang di sekitar lapisan luar, dan membantu menahan atau menyangga tubuh misalnya ketika melakukan pekerjaan fisik yang berat.

Kebanyakan terdiri dari struktur tulang panjang, ada juga yang tulang pipih, dan sebagai lapisan tipis penutup semua tulang.Pada gambar irisan melintang tulang padat memperlihatkan adanya lingkaran-lingkaran.

Dalam setiap pusat lingkaran terdapat kanal (saluran) Havers, merupakan sebuah tabung pusat yang berisi pembuluh darah dan saraf. Lempeng tulang atau lamella disusun konsentris sekitar saluran. Terbentuk oleh garam mineral termasuk kalsium dan fosfat yang mengakibatkan kekerasan struktur tulang dan serat kolagen untuk kekuatannya.

Di antara lempeng-lempeng lamella terdapat ruangan kecil-kecil yang disebut lakuna.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Ruangan-ruangan ini mengandung sel-sel tulang, saling bersambungan, dan juga disambungkan dengan saluran Havers di tengah-tengah atau saluran-saluran kecil bernama kanalikuli yang bertugas menyediakan rute agar nutrisi dapat mencapai osteosit dan produk-produk limbah dapat meninggalkan mereka. Daerah di antara sistem-sistem Havers ini terdiri atas lamella interstisiil, sedangkan kanalikuli tersusun agak berlainan.

Lamella dalam jaringan berbentuk jala tersusun kurang teratur dan tidak mempunyai saluran Havers, sedangkan pembuluh darah bercabang-cabang dalam ruangan intertisiil yang berisi sumsum untuk memberi persediaan darah kepada pembuluh darah yang halus.

2. Tulang Spons Tulang spons terletak di bagian dalam dari tulang kompak, rapuh dan memiliki banyak pori atau rongga-rongga. Tulang spons terdapat pada ujung-ujung dari tulang kompak.

Tulang spons tidak termasuk osteons. Sebaliknya, tulang spons terdiri dari kisi teratur kolom tipis tulang yang disebut trabekula (harfiah “balok kecil”), yang mengandung lamellae, osteosit, lakuna dan kanalikuli. Ruang antara trabekula dan beberapa tulang spons diisi tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada sumsum tulang merah.

Pembuluh darah dari periosteum, menembus ke dalam kisi trabekula memungkinkan osteocytes di trabekula untuk menerima makanan dari darah yang melewati rongga sumsum. 3. Sumsum Tulang Merupakan jaringan lunak tempat produksi sebagian besar sel darah baru.

Berbentuk seperti jelly yang kental dilindungi oleh spongiosa, ditemukan pada rongga interior tulang, Terdiri dari dua jenis yaitu sumsum merah yang menghasilkan sel darah merah, keping darah, dan sebagian besar sel darah putih, dan sumsum kuning yang menghasilkan sel darah putih. 4. Periosteum Periosteum adalah membran vaskular fibrus yang melapisi tulang. Pembuluh darah sangat banyak dijumpai di dalamnya dan membran itu melekat erat pada tulang.

Pembuluh darah yang berasal dari periosteum bercabang-cabang ke dalam tulang. Pada tulang yang sedang tumbuh terdapat lapisan sel pembentuk tulang di antara perisoteum dan tulang, dan dari pelipatgandaan sel tadi pertumbuhan melingkar tulang dapat terjadi. Sebagai tambahan untuk darah yang berasal dari periosteum, tulang pipa juga di antarai darah oleh arteri nutritif khusus yang menembus secara oblik (menyerong) di tempat yang terlindung dalam hal tulang lengan pembuluh itu mengarah ke jurusan menjauh dari lutut.

Lubang tempat pembuluh itu menembus terlihat jelas pada tulang pipa. Perkembangan dan Pertumbuhan Osteon Tulang berkembang dari tulang rawan maupun dari tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada yang tersusun dari jaringan ikat. Tulang pipih berkembang menjadi tulang dari membran sehingga disebut sebagai tulang membran. Sedangkan tulang pipa berkembang dari tulang rawan, disebut tulang kartilago. Berikut adalah penjelasan mengenai perkembangan dan pertumbuhan osteon : 1.

Pembentukan tulang dari membran Membran jaringan ikat yang menjadi asal tulang pipih, misalnya tulang tengkorak, mendapat persediaan darah yang sangat berlimpah. Osifikasi atau pembentukan tulang mulai dari pusat-pusat tertentu dan berlangsung dengan cara pelipatgandaan sel dalam membran sampai terbentuk sebuah jalinan halus dari tulang.

Dengan demikian, terbentuk tulang pipih yang terdiri atas dua lapisan jaringan tulang yang padat dan keras berlapis periosteum yang terpisah satu dengan lainnya oleh sbeuah lapisan tulang intertisiil yang mirip jaringan tulang kanselus (bentuk jala). 2. Pembentukan tulang dari tulang rawan Sewaktu embrio berkembang, semua tulang pipa pada mulanya berupa merupakan batang-batang tulang rawan yang diselubungi perikondrium (membran yang menutupi tulang rawan).

Sebuah pusat osifikasi pertama disebut diafisis tampak di tengah jaringan yang kelak akan menjadi tulang berkembang. Perikondrium menjadi periosteum dan dari sini sel tulang ditempatkan sedemikian hingga sel tulang dapat tumbuh, baik sirkumeferens (melingkar) maupun memanjang. Karena fungsi periosteum itulah, ahli bedah sangat berhati-hati ketika mengoperasi tulang.

Ia akan mengembalikan periosteum ke kedudukan semula sebab dari sinilah pembentukan tulang baru berasal. Kini tulang yang sedang tumbuh itu terdiri atas batang ( diafisis) dan dua ujung ( epifisis). Dalam proses perkembangan selanjutnya timbul sebuah pusat osifikasi kedua di setiap ujung ( epifisis) dan selanjutnya osifikasi bermula dari sini dan meluas ke arah batang ( diafisis) dan sekaligus ke arah ujung juga. Ujung tulang tetap tertutup tulang rawan hialin, yang menjadi tulang rawan sendi.

Di antara diafisis dan epifisis juga tetap ada selapis tulang rawan yang disebut tulang rawan epifiseal yang tetap ada sampai tulang menjadi dewasa 3. Sel Penyusun Osteon • Osteoblast – membuat sel-sel tulang baru dan mengeluarkan kolagen dengan mineralisasi menjadi matriks tulang. Mereka bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang dan penyerapan mineral dari darah.

Sel ini melakukan kegiatan sintesis dan sekresi mineral-mineral keseluruh subtansi dasar dan subtansi pada daerah yang memiliki kecepatan metabolisme yang tinggi. Memiliki inti sel tunggal atau mononukleat, dengan bentuk yang bervariasi pipih hingga bulat. Osteblas merupakan jenis sel mesenkimal yang berfungsi untuk pembentukan dan perkembangan tulang. • Osteosit – mengatur homeostasis mineral. Mereka mengarahkan penyerapan mineral dari darah dan pelepasan mineral kembali ke dalam darah yang diperlukan.

Merupakan sel tulang dewasa yang terbentuk dari sel osteoblas. Sel-sel tulang ini membentuk jaringan tulang disekitarnya. Sel osteosit memelihara kesehatan tulang, menghasilkan enzim dan mengendalikan kandungan mineral dalam tulang, juga mengontrol pelepasan kalsium dari tulang ke darah. sel-sel tulang dewasa yang berasal dari osteoblas, yang telah bermigrasi ke dalam dan menjadi terjebak dan dikelilingi oleh matriks tulang, diproduksi sendiri.

Ruang yang mereka tempati dikenal sebagai lakuna. Osteosit memiliki banyak proses yang menjangkau memenuhi osteoblas dan osteosit lainnya mungkin untuk tujuan komunikasi. Fungsi mereka termasuk pembentukan tulang, pemeliharaan matriks dan homeostasis kalsium. • Osteoklas – melarutkan mineral dalam matriks tulang dan melepaskan mereka kembali ke dalam darah. merupakan sel tulang yang besar, berfungsi untuk menghancurkan jaringan tulang.

Sel osteoklas berperan penting dalam pertumbuhan tulang, penyembuhan, dan pengaturan kembali bentuk tulang Mereka sel-sel besar, berinti terletak pada permukaan tulang pada apa yang disebut lakuna Howship atau lubang penyerapan. Lakuna ini, atau lubang resorpsi, tertinggal setelah kerusakan pada permukaan tulang. Karena osteoklas berasal dari garis keturunan sel induk monosit, mereka dilengkapi dengan mekanisme fagositosis seperti mirip dengan makrofag yang beredar.

4. Jenis Osteon Berdasarkan bentuknya, tulang (osteon) dibedakan menjadi: 1. Tulang panjang – Merupakan tulang yang memiliki ukuran yang panjang terbagi atas Diafisis (badan atau poros yang membuat menjadi panjang), Epifisis (ujung tulang), Epifisis terdiri dari jaringan tulang kompak (compact bone) dan spongiosa (spongy bone). Contoh: tulang bagian lengan dan paha. 2. Tulang pendek – Kebanyakan tipe ini memiliki bentuk seperti kubus, dan terdiri atas spongiosa ( spongy bone).

Contoh: tulang pergelangan tangan dan engkel (pergelangan kaki). 3. Tulang pipih – Merupakan tipe yang tipis dan terkadang melengkung.

Tipe ini memiliki 2 lapisan tulang kompak yang tipis dan terdapat spongiosa diantara kedua bagian tersebut. Contoh: tulang iga dan dada.

4. Irreguler (tulang tak beraturan ) – Tipe tulang irreguler memiliki bentuk yang kompleks dan tidak termasuk dalam klasifikasi tipe-tipe yang telah disebutkan diatas. Contoh: tulang belakang dan pinggang. Kerangka Tubuh Manusia Kerangka tubuh manusia tersusun atas 206 tulang yang saling berhubungan (disebut sendi).

Kerangka berfungsi sebagai penegak tubuh, pemberi bentuk. Tempat melekatnya otot, pelindung bagian tubuh yang penting (seperti jantung dan bagian bagian otak), tempat pembentukan sel darah merah, dan sebagai alat gerak pasif.

Berdasarkan letaknya, rangka dapat dibedakan menjadi 3 bagian utama, yaitu rangka kepala (tengkorak), rangka badan, dan rangka anggota gerak. Berikut adalah penjelasan dari bagian bagian kerangka tubuh manusia : 1. Rangka Kepala (Tengkorak) Tengkorak adalah tulang kerangka kepala yang disusun menjadi dua bagian; kranium dan kerangka wajah.

Fungsi rangka kepala adalah melindungi otak selaku organ tubuh yang sangat penting. Pada bayi baru lahir adalah lunak, belum berkaitan erat dan rapat, namun akan mengalami pertumbuhan dan bertambah besar, menyatu dan tidak dapat digerakkan. a. Tulang bagian kepala • Tulang Kepala Belakang ( oksipital) 1 buah • Tulang Dahi ( frontal) 1 buah • Tulang Ubun-ubun ( parietal) 2 buah • Tulang Tapis ( etmoid) 1 buah • Tulang Pelipis ( temporal) 2 buah b.

Tulang bagian wajah • 2 buah tulang hidung membentuk lengkung hidung. • 2 tulang palatum membentuk atap mulut dan dasar hidung. • 2 tulang lakrimalis (tulang air mata) membentuk saluran air mata dan bagian dari tulang rongga mata pada sudut dalam rongga mata, melalui celah ini air mata disalurkan ke hidung. • 2 tulang zigomatikus (tulang lengkung pipi), bersatu dengan prosesus zigomatikus tulang temporal untuk membentuk lengkung tulang pipi atau arkus zigomatikus.

• 1 vomer (tulang pisau luku) membentuk bagian bawah sekat menulang hidung. • 2 tulang turbinatum inferior (kerangka hidung bawah) merupakan pasangan terbesar dari tiga pasang lipatan (konka hidung) dinding lateral maksila.

• 2 maksila membentuk rahang atas dan memuat gigi atas. Badan maksila memuat ruang udara yang agak besar, yaitu sinus maksilaaris atau antrum Highmore yang berhubungan dengan hulu hidung melalui 2 lubang kecil. • Mandibula, membentuk rahang bawah.

Merupakan satu-satunya tulang pada tengkorak yang dapat bergerak. tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada. Rangka Badan a. Tulang Belakang • 7 vertebra servikal atau ruas tulang leher membentuk daerah tengkuk • 12 vertebra torakalis atau ruas tulang punggung membentuk bagian belakang toraks atau dada • 5 vertebra lumbalis atau ruas tulang pinggang membentuk daerah lumbal atau pinggang • 5 vertebra sakralis atau tulang kelangkang membentuk sakrum atau tulang kelangkang • 4 vertebra koksigeus atau ruas tulang tungging membentuk tulang kosigeus atau tulang tungging (ekor) b.

Tulang Dada (Sternum) – Tulang dada dan tulang rusuk bersamaan membentuk perisai pelindung bagi organ – organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang. Tulang dada merupakan tulang pipih yang terbagi atas 3 bagian : • Hulu • Badan • Taju Pedang c. Tulang Rusuk • 7 pasang tulang rusuk sejati. Tulang rusuk ini bagian depan melekat pada badan tulang dada dan bagian belakang melekat pada tulang punggung.

• 3 pasang tulang rusuk palsu.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Tulang rusuk ini nagian depan melekat pada tulang rusuk diatasnya dan bagian belakang melekat pada tulang punggung. • 2 pasang tulang rusuk melayang.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Tulang rusuk ini bagian belakang melekat pada tulang punggung dan bagian depan tidak melekat pada tulang yang lain. d. Gelang Bahu – terdiri atas 2 buah tulang belikat dan 2 buah tulang selangka. e. Gelang Panggul – terdiri atas 2 tulang usus, 2 tulang kemaluan, dan 2 tulang duduk yang bergabung menjadi satu.

Gelang panggul berfungsi untuk melindungi alat pencernaan makanan dan alat kelamin. 3. Rangka Anggota Gerak a. Tulang Anggota Gerak Atas (Tangan) – Anatomi tulang pada tangan sangat rumit karena dipenuhi oleh tulang-tulang kecil, terutama pada bagian pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari.

Jika ditotal, satu sisi tangan memiliki 27 tulang. Tulang tangan terdiri atas: • Tulang pengumpil • Tulang lengan atas • Tulang hasta • Tulang pergelangan tangan • Tulang telapak tangan • Tulang ruas-ruas jari b.Tulang Anggota Gerak Bawah – Kaki memiliki struktur tulang fleksibel yang memungkinkan untuk berdiri tegak dan bergerak-gerak, seperti berlari, berjalan, atau melompat. Tulang pada kaki sangat besar dan kuat guna menopang bobot tubuh.

Tulang pada kaki dimulai dari panggul hingga lutut, disebut tulang paha atau femur sekaligus tulang terbesar yang ada di tubuh manusia. Tulang paha menempel pada tulang panggul. Jika ditotal, satu kaki dan pergelangan kaki memiliki 26 tulang yang terdiri atas: • Tulang paha • Tulang tempurug lutut • Tulang kering • Tulang betis • Tulang pergelangan kaki • Tulang telapak kaki • Tulang ruas jari-jari kaki Fungsi Jaringan Tulang • Membentuk kerangka yang memberikan bentuk atau postur pada tubuh sekaligus memberikan dukungan untuk jaringan.

• Melindungi organ-organ penting, seperti jantung, paru-paru, dan otak. • Kerjasama antara tulang, otot tendon, sendi, dan ligamen memungkinkan tubuh untuk bergerak. • Mengatur regulasi endokrin. • Jaringan tulang menyimpan beberapa mineral, termasuk kalsium (Ca) dan fosfor (P).

Bila diperlukan, tulang melepaskan mineral ke dalam darah dan memfasilitasi keseimbangan mineral dalam tubuh serta mampu menyimpan lemak (terutama dalam rongga tulang). • Tempat produksi sel darah yang berlangsung di sumsum tulang merah di dalam beberapa tulang yang lebih besar. Menjaga Kesehatan Tulang 1. Kebutuhan Kalsium – Kalsium sangat dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang.

Konsumsi makanan yang mengandung kadar kalsium tinggi seperti susu, tahu, tempe, brokoli, dan kacang-kacangan. 2. Kebutuhan Vitamin D – Untuk memaksimalkan penyerapan kalsium, tubuh memerlukan vitamin D sehingga Anda dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang emngandung vitamin D seperti hati sapi, kuning telur, tahu, tempe, susu kedelai, jamur, dan ikan lele.

3. Gaya Hidup – Hindari gaya hidup yang merugikan seperti merokok dan tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada minuman beralkohol karena bisa melemahkan komposisi tulang. 4. Olahraga – Kegiatan fisik sederhana seperti olahraga dapat membantu membuat tulang menjadi lebih kuat.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Baca juga artikel biologi lainnya : • fungsi otak • fungsi hati manusia • fungsi lidah manusia • proses reproduksi manusia • bagian bagian ginjal • bagian bagian kulit • bagian bagian lidah • sistem ekskresi manusia • fungsi hormon LH dan FSH • fungsi alveolus • fungsi hormon testosteron • folikel rambut • enzim pencernaan manusia
Advertisement Meskipun lentur, tulang rawan tetap tersusun dari jaringan yang padat.

Organ ini juga memiliki fungsi yang penting untuk tubuh kita. Agar tidak semakin penasaran, simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai struktur tulang rawan pada anatomi manusia berikut ini. Apa itu tulang rawan? Bagian tulang rawan dalam tubuh  Pada anatomi tulang, tulang rawan adalah sejenis jaringan ikat yang tidak memiliki pembuluh darah atau saraf.

Akan tetapi, terdiri dari sel-sel yang disebut kondrosit.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Mengutip dari Healthline, kondrosit kemudian memproduksi komponen pembuat tulang rawan lain, seperti serat kolagen serta serat elastin. Jaringan tulang rawan memiliki sifat elastis, tetapi padat.

Jenis tulang ini tersebar di seluruh tubuh, terutama untuk menutupi sendi. Untuk itu, berikut adalah contoh lokasi atau organ tubuh yang tersusun dari tulang rawan, di antaranya adalah: Sela persendian, seperti siku, lutut, dan pergelangan kaki.

• Ujung tulang rusuk. • Di antara tulang-tulang di susunan tulang belakang. • Telinga dan hidung. • Saluran napas. Baca Tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada • Donor Darah Saat Puasa, Apakah Boleh?

(Plus Tips Amannya) • Cegah Asma Kambuh dengan 9 Jenis Makanan Untuk Penderita Asma Ini • Rasanya Mirip Lobster, Apa Saja Khasiat Jamur Surai Singa? Fungsi jaringan tulang rawan Berikut ini beberapa fungsi atau peran yang diemban oleh tulang rawan dalam tubuh manusia, seperti: • Mengurangi gesekan dan sebagai bantalan antar tulang di persendian.

• Membantu menopang berat badan saat tubuh melakukan kegiatan seperti berlari atau melakukan peregangan. • Sebagai perekat tulang-tulang di tubuh. • Menjalankan fungsi sesuai organ yang dibentuknya. Contohnya, telinga yang berfungsi untuk mendengar. • Sebagai bagian dari proses pertumbuhan tulang anak. Perlu Anda ketahui pula bahwa pada anak-anak, ujung tulang paha dan kaki masih terbuat dari tulang rawan.

Ini baru akan berubah menjadi tulang biasa saat masa pertumbuhan berhenti. Baca Juga • Apa Benar Obat Peninggi Badan Efektif untuk Meninggikan Badan? • Ini 7 Manfaat dari Penggunaan Aromaterapi untuk Kesehatan • Wajah Asimetris Itu Normal, Tapi Kenali Tanda Jika Perlu Penanganan Jenis-jenis tulang rawan dalam tubuh Sekitar 65 – 80% kandungan dalam tulang rawan adalah air.

Akan tetapi, kandungan ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Sisanya adalah zat berupa gel yang disebut matriks sehingga tulang rawan akan berubah menjadi bentuk tertentu dan menjalankan fungsinya. Tulang rawan terdiri dari tiga jenis yang berbeda, yaitu tulang rawan elastis, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan hialin. 1. Tulang rawan elastis Tulang rawan elastis adalah jenis yang ditemukan pada telinga, epglotis (pintu masuk tenggorokan), hidung, dan trakea.

Pada jenis ini, dapat memberikan kekuatan dan kelenturan untuk organ maupun struktur tubuh, seperti pada telinga bagian luar. Apalagi, untuk telinga dan hidung terbentuk dari tulang rawan yang termasuk jaringan penunjang atau penyokong. 2. Tulang rawan fibrosa Pada tubuh, tulang ini terletak pada cekungan kecil yang disebut sebagai menisci.

Serta pada diskus atau cakram yang terletak di antara tulang belakang. Tulang rawan jenis inilah yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi, dan mengurangi gesekan antartulang yang bisa menimbulkan nyeri. 3. Tulang rawan hialin Tulan rawan hialin adalah jenis tulang rawan yang paling banyak di dalam tubuh. Ini dapat ditemukan di laring, hidung, tulang rusuk, serta trakea. Lembaran tipis tulang rawan juga ada di permukaan tulang dan berperan sebagai bantalan. Jenis ini dapat juga disebut sebagai tulang rawan artikular.

Dibandingkan dengan dua jenis tulang rawan lainnya, jenis ini dinilai sebagai tulang rawan yang paling lemah. Perbedaan tulang rawan dan tulang keras Proses pembentukan tulang atau perubahan menjadi tulang kerasi disebut sebagai osisfikasi.

Ini dimulai sejak perkembangan janin hingga akhir perkembangan remaja. Walaupun sama-sama disebut tulang, tetapi fungsi tulang rawan sama sekali berbeda dengan tulang biasa.

Berikut adalah perbedaannya. • Tulang rawan tergolong tipis, avaskular (jaringan mati), fleksibel, dan tahan terhadap gaya tekan. • Tulang keras mempunyai jaringan hidup, matriksnya merekat pada lintasan metabolisme dengan senyawa kalisum sehingga menjadi sangat kuat. Baca Juga • Kenali Represi Mental yang Membantu Diri Melupakan Trauma • Penciuman Bekurang?

Ini Bisa Jadi Penyebabnya • 7 Cara Menjadi Diri Sendiri dan Lebih Percaya Diri Gangguan yang dapat terjadi di tulang rawan Meski lentur, tulang rawan tetap dapat terserang gangguan dan menimbulkan beberapa gejala, seperti: • Peradangan sehingga membengkak, dan terasa lebih hangat.

• Rasa nyeri hingga kaku. • Kesulitan untuk bergerak. 1. Chondromalacia patellae Disebut sebagai lutut pelari, terjadi ketika tulang rawan articular di atas tempurung lutut rusak. Penyebabnya adalah karena penggunaan berlebihan, kelemahan otot, atau tidak seimbang.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Ini dapat mengakibatkan tulang bergesekan dan sangan menyakitkan. 2. Konstokondritis Saat tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada terjadi peradangan.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

Kondisi ini bersifat sementara tetapi bisa menjadi kronis. 3. Disk hernia Ini adalah kondisi ketika bahan gel di dalam disk tulang rawan menonjol melalui bagian luar. Penyebabnya adalah perubahan degeneratif yang terjadi karena efek samping penuaan.

Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena kecelakaan atau cedera punggung. Disk hernia bisa mengakibatkan sakit parah di punggung hingga ke area kaki. Pada kasus yang parah, tulang rawan bahkan bisa patah dan menyebabkan sendi di tubuh menjadi terkunci, sehingga terjadi hemarthrosis atau perdarahan pada sendi. Saat sendi mengalami perdarahan, kulit di area sendi akan terlihat memar dan kemerahan.

Untuk itu, perawatan akan dilakukan sesuai dengan kondisi gangguan dan penyebab awalnya. Umumnya, perawatan dilakukan dengan pemberian obat pereda nyeri golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID) dan terkadang juga dengan suntikan steroid.

Terapi fisik juga dapat dilakukan untuk melancarkan pergeraka. Pada kondisi yang parah, prosedur operasi terkadang perlu dilakukan. Dapat dikatakan bahwa tulang rawan kemungkinan tidak bisa memperbaiki dengan sendirinya. Sel kondrosit tidak sering mereplikasi. Maka dari itu, Anda perlu intervensi medis saat tulang rusak atau terluka agar sembuh seperti sediakala.

Untuk menghindari gangguan pada tulang rawan, Anda sebaiknya senantiasa menjaga kesehatannya dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Jika Anda ingin tahu lebih banyak mengenai struktur dan fungsi tulang rawan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

News Medical. https://www.news-medical.net/health/What-is-Cartilage.aspx Diakses pada 20 Desember 2019 Healthline.

https://www.healthline.com/health/cartilage Diakses pada 20 Desember 2019 Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/171780.php#what_is_cartilage Diakses pada 20 Desember 2019 Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/cartilage-10-things-you-should-know-2552100.

Diakses pada 11 Oktober 2021 Cartilage. https://cartilage.org/patient/about-cartilage/what-is-cartilage/. Diakses pada 11 Oktober 2021 The Histology Guide. https://www.histology.leeds.ac.uk/bone/cart_bone_bas_str.php.

Diakses pada 11 Oktober 2021 Hidup Sehat 6 Manfaat Bulu Babi untuk Kesehatan yang Belum Banyak Diketahui Manfaat bulu babi untuk kesehatan, apakah ada?

Banyak orang berpikir bahwa tidak ada manfaat bulu babi lantaran memiliki duri yang tajam dan mengandung racun. Padahal, walaupun penampakannya seram, faktanya bulu babi memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) 8.2.

Sebarkan ini: Tulang rawan merupakan tulang yang ada pada struktur tubuh yang bersifat elastis dan fleksibe. Tulang rawan juga merupakan tulang yang tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut dengan kondrosit. Untuk posisi dari kondrosit ini berada di dalam rongga kecil yang disebut lacuna. Lakuna sendiri dikelilingi oleh sebuah matriks tulang rawan yang berupa serabut elastin, serabut fibrosa dan serabut kolagen. Matriks tersebut disintesis oleh kondrosit menghasilkan matriks berupa kondrin.

Tulang rawan atau kartilago tidaklah sekuat struktur tulang, tetapi mereka dikenal bersifat lentur dan disebut dengan kondrin. Tulang rawan menjadi lentur karena matriksnya mengandung serabut-serabut kolagen dan elastik.Kandungan serabut kolagen yang tinggi makin menguatkan tulang rawan tersebut.Kartilago tidak memiliki sel-sel saraf dan pembuluh darah. Oleh karena itu, mereka dianggap sangat cocok untuk mengisi ruang-rung kosong antar tulang ( sebagai sendi).Pada anak-anak, tulang rawan berasal dari jaringan Mesenkim ( embrional ) tetapi pada orang dewasa dibentuk oleh perikondrium ( selaput tulang rawan ) yang banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan (kondrosit).

Sel-sel tulang rawan ini terletak di dalam suatu rongga kecil yang disebut lakuna. ada stadium embrio, rangka hewan mamalia terdiri atas kartilago (tulang rawan). Pada perkembangan selanjutnya, sebagian mengalami osifikasi (mengeras) menjadi tulang keras dan hanya sebagian kecil yang tersisa pada stadium dewasa.Misalnya pada daun telinga, hidung, serta antarruas tulang belakang dan tulang dada.Tulang rawan berfungsi sebagai rangka tubuh pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi.

Jaringan Tulang Rawan (Kartilago) Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim, pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan.Fungsinya untuk menyokong kerangka tubuh.

Ada 3 macam jaringan tulang rawan : • Kartilago hialin Matriksnya bening kebiruan. Terdapat pada permukaan tulang sendi, cincin tulang rawan pada batang tenggorok dan cabang batang tenggorok, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada dan pada ujung tulang panjang.

Kartilago hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio juga membantu pergerakan persendian, menguatkan saluran pernafasan, memberi kemungkinan pertumbuhan memanjang tulang pipa dan memberi kemungkinan tulang rusuk bergerak saat bernafas.

• Kartilago fibrosa Matriksnya berwarna gelap dan keruh. Jaringan ini terdapat pada perekatan ligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, pada calmam antar ruas tulang belakang dan pada pertautan antar tulang kemaluan kiri dan kanan. Fungsi utama untuk memberikan proteksi dan penyokong. • Kartilago elastik Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan.

Jaringan ini terdapat pada dawn telinga, epiglottis, pembuluh eustakius dan laring. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 106 Struktur Tulang Belakang Pada Tubuh Manusia Dan Fungsinya Jenis dan Tipe Tulang Rawan Berdasarkan dari bahan pembentuknya tulang rawan di bedakan menjadi tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa dan tulang rawan elastin. Tulang Rawan Hialin Kartilago hialin, merupakan tipe kartilago yang bersifat keras dan sedikit fleksibel.

Kartilago hialin memiliki matriks yang mengandung serabut elastis lebih banyak daripada serabut kolagen, berwarna putih kebiruan, mengkilat, dan jernih sehingga mereka tampak seperti kaca.Fungsinya adalah membantu pergerakan, membantu jalannya pernapasan, memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian.Kartilago hialin ditemukan pada ujung tulang panjang, tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada hidung, ujung tulang-tulang rusuk, laring, dan trakea.

Hialin berasal dari bahasa Yunani hyalos yang berarti kaca, Tulang rawan hialin memang memiliki ciri-ciri yang mirip dengan kaca dengan matriks kebiru-biruan, mengkilat, jernih dan homogeny.

Matriks tulang rawan hialin lebih banyak mengandung serabut elastin dari pada serabut kolagen.Tulang rawan hialin ini berperan membentuk sebagian besar rangka embrional, memperkuat saluran pernapasan, untuk pergerakan persendian serta berperan dalam pertumbuhan tulang panjang. Tulang rawan hialin bisa ditemukan pada persendian tulang pembuluh bronkus, cincin tulang rawan dan trakea, ujung-ujung tulang rusuk dan ujung-ujung tulang panjang. Tulang Rawan Fibrosa Kartilago fibrosa, merupakan tipe kartilago yang bersifat lebih kuat dibandingkan kartilago hialin.

Sebab, matriks dari kartilago fibrosa terdiri atas beberapa deretan tebal serabut kolagen dan Matriks pada jaringan ini sedikit dan berwarna gelap serta keruh. Kartilago fibrosa dikenal tahan terhadap tekanan dan ketegangan.Fungsinya adalah untuk memberikan kekuatan dan melindungi jaringan yang lebih dalam, memberikan sokongan dan proteksi. Mereka anatara lain ditemukan di antara tulang-tulang vertebra dan daerah lutut, perekatanligamen-ligamen tertentu pada tulang, persendian tulang pinggang, dan pada pertautan antartulang kemaluan kiri dan kanan Pada tulang rawan fibrosa ini memiliki fungsi sebagai penyokong dan proteksi, tulang rawan fibrosa ini mempunyai ciri-ciri matriknya berwarna gelap dan keruh, tidak mempunyai perikondrium serta mengandung serabut kolagen.

Tulang rawan fibrosa dapat ditemukan pada persendian tulang pinggang, cakram antar ruas tulang belakang dan simfisis fubis. Tulang Rawan Elastin Kartilago elastic, merupakan tipe kartilago yang lebih fleksibel dibandingkan dengan kartilago hialin, karena matriksnya paling banyak mengandung serabut elastic. Matriksnya berwarna kuning. Fungsinya adalah memberikan fleksibelitas dan menguatkan jaringan tulang rawan.

Kartilago elastik antara lain ditemukan pada, embriodaun telinga dan epiglottis, bronkiolus, pembuluh. Tulang rawan elastin ini mempunyai ciri matriks intra selulernya yang berwarna keruh kekuning-kuningan dan mengandung serabut elastin.

Karena banyak mengandung serabut elastin sehingga bersifat lentur. Dan untuk fungsi tulang rawan elastin ini memberikan fleksibilitas dan sokongan. Tulang rawan elastin bisa ditemukan pada daun telinga, epiglottis, pembuluh eutachius dan laring. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Lapisan Tulang Serta Fungsinya Ciri Tulang Rawan • Penyusunnya terdiri atas sel tulang rawan Tulang rawan penyusunnya terdiri atas sel-sel kondroblas yang terus berkembang menjadi kondrosit.

Sel ini akan menghasilkan cairan yang berupa protein penyusun tulang rawan. Tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada bisa menjadi sel tulang keras • Substansi Dasarnya Serat dan Protein Sel penyusun tulang rawan mengeluarkan cairan ekstaseluler yang berupa kondoitin sulfat yang bersifat lebih elastik daripada matriks penyusun tulang keras. Lebih dari itu, tulang rawan tersusun dari serat yang sangat banyak, antara lain kolagen dan elastis.

Komposisi serat ini sangat beragam hingga membuat beda jenis-jenis tulang rawan yang menjadi penyusun tubuh hewan. • Mempunyai bentuk khusus semacam jaringan ikat dengan fungsinya untuk menyokong jaringan lunak. • Memiliki kekuatan renggang, penyokong struktural dan tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada lebih fleksibel tanpa adanya distorsi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Bentuk Susunan Tulang Daun Dalam Biologi Fungsi Tulang Rawan Fungsi Tulang rawan adalah salah satu bagian yang paling menantang dari histologi.Tulang rawan memainkan peran penting dalam kehidupan hewan dan juga ikan.Tulang rawan hialin, fibrokartilago dan tulang rawan elastis adalah tiga jenis utama dari tulang rawan pada tubuh manusia.Sebuah tulang rawan terdiri dari matriks ekstraseluler terdiri dari serat kolagen, zat dasar yang kaya proteoglikan, dan serat elastin.

Ketiga jenis tulang rawan, yang dijelaskan di atas, berbeda dalam jumlah relatif dari tiga komponen utama.Tidak ada pembuluh darah di tulang rawan, sebaliknya, nutrisi menyebar melalui matriks.Dibandingkan dengan jaringan ikat lainnya, tulang rawan tumbuh dan perbaikan lebih lambat.Jadi, sulit untuk menyembuhkan tulang rawan yang rusak.

Fungsi dari tulang rawan adalah sebagai berikut: • Tulang rawan memegang beberapa tulang bersama-sama, misalnya, tulang rusuk tulang rawan. Itu membuat daerah tahan goncangan. • Ini membantu dalam pembentukan tulang pada anak-anak tumbuh.

Pada anak-anak muda, ujung tulang panjang lengan dan kaki yang terdiri dari tulang rawan yang secara bertahap berubah menjadi tulang dan tumbuh lagi. • Tulang rawan adalah satu-satunya jaringan yang tidak pernah berhenti tumbuh! Anda harus menyadari bahwa beberapa orang yang sangat tua memiliki telinga yang lebih besar dan lebih besar hidung-berakhir. Hal ini karena tulang rawan hadir di daerah tersebut.

• Ia bekerja seperti sebuah bantal di sendi. Mencegah gesekan tulang terhadap satu sama lain adalah salah satu fungsi tulang rawan utama. Misalnya, tulang rawan di lutut dan siku bekerja seperti bantal dalam tulang dan membantu menghindari nyeri sendi.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

• tulang rawan Elastis adalah tulang rawan yang paling fleksibel karena mengandung serat elastin lagi. Keseimbangan sempurna struktur dan fleksibilitas yang disediakan oleh tulang rawan ini membantu menjaga struktur tubular terbuka. Hal ini hadir di telinga luar, laring dan tabung eustachius, misalnya. • Garis tulang rawan hialin tulang pada sendi, membantu mereka untuk mengartikulasikan dengan lancar.

Hal ini terdiri dari serat kolagen sebagian besar tipe II. Spoiled tulang rawan hialin umumnya diganti dengan fibrocartilage, yang sayangnya tidak dapat menanggung beban karena kekakuan. RICE (rest, ice, compression dan elevasi) mendorong pemulihan sistem yang cepat, jika anda telah robek tulang rawan di lutut.

• Fibrokartilago adalah jenis terkuat dan paling kaku tulang rawan, karena mengandung lebih banyak kolagen dibanding jenis lainnya. Kolagen dalam fibrokartilago lebih dari kolagen tipe I, yang lebih tangguh daripada tipe II.

Fibrokartilago ditemukan dalam diskus intervertebralis. Ini membantu menghubungkan tendon dan ligamen pada tulang. Hal ini hadir di daerah stres-tinggi lain dan melindungi sendi dari guncangan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Tulang Rawan Beserta Penjelasannya Gangguan Tulang Rawan Ada banyak gangguan yang berhubungan dengan fungsi tulang rawan yang rusak.Ketika tulang rawan yang kaku atau berubah menjadi tulang, membatasi pergerakan dari sendi.Gangguan tersebut datang dalam kelompok chondrodystrophies.Degradasi tulang rawan pada sendi adalah salah satu gejala utama arthritis, yang mengarah ke gerakan terbatas, radang sendi dan nyeri parah.Achondroplasia adalah gangguan tulang rawan yang menyebabkan dwarfisme.

Pada gangguan lain, tumor jinak yang disebut chondroma ditemukan di tulang rawan. Hari-hari ini, teknik bioteknologi sedang dikembangkan yang mungkin membantu menghasilkan tulang rawan baru. Para ilmuwan bereksperimen pada penggunaan “perancah” bahan selular dan sel kultur, karena mereka mencoba menumbuhkan tulang rawan buatan.

Hal ini dapat membantu meringankan rasa sakit di sendi yang terkena dan dapat meningkatkan gerakan mudah dari sendi. Olahraga teratur membantu menjaga sendi yang sehat dan bergerak.Diet yang menyediakan semua nutrisi penting dalam proporsi yang benar membantu menjaga kesehatan keseluruhan dari individu.Kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol yang berlebihan, obat-obatan, makanan cepat saji (menyebabkan kenaikan berat badan) dan merokok dapat mempengaruhi kesehatan serius.

Berhati-hatilah! Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Tulang Dada Dan Rusuk Serta Penjelasannya Proses Terbentuknya Tulang Rawan Tulang rawan tumbuh dari sel mesemkin yang terdeferensiasi menjadi sel kondroblas dan fibroblas. Sel-sel ini adalah sel induk dari tulang rawan akhirnya menjadi sel kondosit/sel tulang rawan. Matriks ekstraseluler di dapat dari sel kondroblas dan fibroblas.

Matriks tersebut telah terkandung serat kolagen (elastin) dan banyak senyawa organik seperti kondrofin sulfat, proteoglikans, kondranektin, dan lain-lainnya. Jaringan tulang rawan yang ada di anak-anak lebih banyak terkandung sel kondrosit daripada jumlah matriksnya. Untuk orang dewasa, jumlah matriks lebih banyak daripada jumlah sel kondositnya. Terbentuknya tulang rawan bibagi menjadi dua, yaitu: • Pertumbuhan interstisial Tulang rawan didapat dari proses pembelahan mitosis tulang rawan atau kondrosit lainnya.

• Pertumbuhan aposisional Tulang rawan asalnya dari diferensiasi sel perikondrial yang berupa sel kondroblas yang menghasilkan serta kolagen dan substansi dasar. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Jaringan Penyokong ( Pengikat ) Beserta Jenis-Jenisnya Perbaikan Regenerasi Tulang Rawan? Ada beberapa kontroversi mengenai apakah pengobatan tubuh manusia secara alami dapat menumbuhkan kembali tulang rawan.Konsensus umum adalah bahwa orang dewasa tidak bisa menumbuhkan tulang rawan, tetapi dimungkinkan untuk anak-anak dan remaja yang masih tumbuh untuk melakukannya pada tingkat yang lambat.Ketika tubuh manusia mencapai tahap dewasa, tulang rawan memiliki sedikit atau tidak ada suplai darah, yang sangat membatasi kemampuan tubuh untuk memperbaiki atau tumbuh kembali itu.

Perbaikan Tulang rawan menunjukkan janji baru dengan penelitian medis baru-baru ini.Pendekatan utama melibatkan implantasi mikro-perancah yang terbuat dari bahan-bahan alami ke daerah sendi tulang rawan.Perancah ini bertindak sebagai stimulan untuk pertumbuhan sel tulang rawan, dan diserap oleh tubuh dengan sel menggantikan strukturnya.

Penelitian serupa sedang berlangsung dengan hidrogel rekayasa pada tingkat nanoteknologi, atau ukuran sepermilyar meter.Ini adalah bahan bioaktif yang merakit menjadi matriks berserat yang sel sendi dapat menempel dan tumbuh di atasnya.Bahan yang digunakan dirancang untuk mengikat faktor pertumbuhan untuk regenerasi tulang rawan di dalam tubuh juga, dan sel-sel induk yang terletak di sumsum tulang terdekat merangsang produksi kolagen yang mengarah ke tulang rawan baru.Penelitian tersebut ke mengobati masalah tulang rawan, meskipun sangat menjanjikan, masih dalam tahap uji coba hewan dan beberapa tahun lagi dari percobaan manusia.

Metode terbaru dari regenerasi tulang rawan, atau untuk mengurangi nyeri lutut tempat yang paling sering terlihat, memang ada. Mereka memiliki efektivitas yang terbatas pada beberapa pasien, dan hasil yang sangat baik pada orang lain.

Sebagian besar melibatkan salah satu dari dua pendekatan. Entah sel tulang rawan yang diambil dari lokasi lain di dalam tubuh pasien dan ditanamkan ke daerah kehilangan tulang rawan, atau senyawa seperti kondroitin sulfat dan glukosamin yang disuntikkan ke dalam lokasi untuk meringankan peradangan sendi. Operasi Tulang rawan adalah upaya lain pada regenerasi tulang rawan, biasanya disebut sebagai Artroskopi. Dalam pendekatan ini, tulang rawan dihapus dari daerah lutut di mana tidak ada kerusakan, diolah menjadi pasta, dan disuntikkan kembali ke wilayah yang rusak.

Seperti pengobatan dengan glukosamin, diketahui untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, tetapi regenerasi tulang rawan dari proses terbatas. Ada beberapa metode eksperimen lain regenerasi untuk tulang rawan. Salah satunya mencakup menggunakan hormon pertumbuhan untuk merangsang produksi sel. Tampaknya jauh lebih efektif untuk mengobati pergelangan kaki dan siku, sampai dengan tingkat keberhasilan 95%, daripada untuk mengobati lutut, dengan tingkat keberhasilan 86%, atau pinggul pada sekitar tingkat keberhasilan 50%.

Penelitian juga telah melibatkan pendekatan pengeboran lubang yang kecil dalam tulang dekat tulang rawan, yang dikenal sebagai microfracturing.Hal ini mendorong pertumbuhan pembuluh darah di wilayah tersebut.Sebuah hidrogel yang membentuk matriks berserat ini kemudian disuntikkan ke daerah sekali lagi, dan merangsang produksi kolagen.Pendekatan mekanis lainnya untuk merangsang regenerasi tulang rawan termasuk menggunakan nanotube karbon, yang merupakan silinder tabung sepermilyar meter panjangnya yang bisa berfungsi sebagai agen penguat untuk tulang rawan struktur sel tersebut ketika mereka terbentuk.

Banyak penelitian saat ini ke regenerasi tulang rawan dalam tahap pengujian.Hampir setiap pendekatan menawarkan janji mengobati nyeri sendi dalam segala hal dari siku ke bahu dan lutut.Sebagaimana prosedur yang disempurnakan, mereka juga menawarkan janji untuk mengobati degenerasi kartilago jangka panjang dalam kondisi seperti osteoarthritis.

Tulang Rawan Lebih Banyak Pada Anak-Anak Dibanding Orang Dewasa Pada jaringan tulang rawan anak-anak lebih banyak mengandung matriks dibanding kondroblasnya. Matriks merupakan subtansi antarsel pada jaringan, adapuan untuk jaringan tulang rawan pada tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada dewasa lebih banyak mengandung osteoblas atau pembentuk sel-sel tulang dari pada matriksnya.

Tulang rawan pada anak-anak terbentuk dari jaringan embrional yang disebut mesenkim. Pada orang dewasa jaringan tulang rawan berasal dari jaringan tulang rawan ( perikondrium ), Perikondrium sendiri mengandung kondroblas. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi, SMA, SMK Ditag apa yang dimaksud dengan tulang sejati, apa yang dimaksud tulang rawan, berikut ini tulang rawan pada manusia kecuali, cara menumbuhkan tulang rawan, ciri ciri jaringan tulang, ciri ciri tulang keras, ciri ciri tulang lutut retak, ciri ciri tulang rawan fibroblas, ciri-ciri jaringan pengikat padat, contoh tulang rawan, contoh tulang rawan hialin fibrosa dan kolagen, dengkul mendadak bengkak, fungsi kartilago pada telinga, fungsi tulang rawan, fungsi tulang rawan brainly, fungsi tulang rawan elastis, Fungsi tulang rawan hialin, fungsi tulang rawan tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada hidung, jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan terdiri atas zat, jelaskan mengenai struktur dari tulang rawan beserta contohnya, jenis tulang rawan, kartilago telinga adalah, kondrosit adalah, letak jaringan tulang rawan, matriks jaringan ikat terdiri dari, matriks tulang rawan, pengertian tulang keras, pengertian tulang rawan, perbedaan tulang rawan dan tulang keras, sendi kaki bengkak, sifat tulang rawan, sifat tulang rawan hialin, tulang bisa bengkak, tulang keras, tulang keras adalah, tulang lutut bergeser, tulang rawan adalah brainly, tulang rawan dan tulang keras, tulang rawan fibrosa, tulang rawan hialin, tulang rawan hidung, tulang rawan pada manusia, tulang sejati, yang termasuk tulang rawan Navigasi pos Pos-pos Terbaru • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Memuat… Tulang Rawan dan Tulang Keras a.

Tulang Rawan : • Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak. • Tulang rawan terdapat pada bayi, dan bagian-bagian tertentu pada kerangka dewasa. b. Tulang Keras : Merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras.

Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Sedangkan berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang panjang. • Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang ada 2 macam yaitu sumsum kering dan sumsum merah. • Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan embrional dan kemudian pada cakra epifise. tentu saja bisa.

bayi yang baru lahir itu umumnya terdiri dari tulang rawan contoh: yg di batok kepala sehingga batok kepala bayi yg baru lahir tidak boleh dipegang/ditekan… seiring dengan berjalannya waktu, itu tulang rawan akan berubah menjadi keras karena ada penyatuan beberapa bagian tulang tersebut. akan tetapi ada beberapa bagian yang tidak akan berubah menjadi keras seperti tulang yg di bagian daun telinga.

Tulang rawan atau yang di sebut juga kartilago terdiri atas sel sel kartilago dan matriks ekstraseluler. sel sel kartilago atau yang disebut juga kondrosit berfungsi untuk membentuk dan menyekresikan matriks ekstraseluler dan sel sel mereka sendiri. kondrosit terletak di dalam rongga matriks yang disebut lakuna.

kartilago dibungkus oleh suatu selaput yang di sebut perikondrium. kartilago banyak di temukan pada bagian ujung tulang keras, cuping hidung, telinga, persendian dan vertebrata. Tulang keras atau yang di sebut juga osteon merupakan jaringan ikat yang paling kuat. di susun oleh 30% matriks tulang yang tersusun dari materi materi organik(berupa serat kalogen) dan 70% garam garam anorganik, terutama berupa garamkalsium(misalnya, kalsium fosfat dan kalsium karbonat). kandungan garam garam anorganik yang demikaian yang dapat menyebabkan tulang menjadi keras sehingga dapat berfungsi sebagai penyokong tubuh kita.

tulang keras terdapat di tulang pipa, tulang hasta, tulang beakang dan lain lain. • Ya, terjadi perubahan kelenturan setelah direndam larutan HCl. Karena HCl + Ca –> CaCl2 + H2, Jadi, kalsium pada tulang semakin sedikit karena larut dalam asam, maka pada kondisi tertentu, tulang akan menjadi tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada karena komposisi Ca pada tulang sudah menurun drastis.

1. Apakah terjadi perubahan kelenturan pada tulang sesudah direndam larutan HCl? Mengapa? 2. Tuliskan struktur tulang keras dengan tulang rawan!

3. Tuliskan bagian tubuh manusia yang berupa tulang keras! Sebutkan pula bagian tubuh manusia yang berupa tulang rawan! 4. Apakah tulang rawan dapat berubah menjadi tulang keras! Jelaskan! IX. Jawaban 1. Ya, terjadi perubahan kelenturan setelah direndam larutan HCl. Karena HCl + Ca –> CaCl2 + H2, Jadi, kalsium pada tulang semakin sedikit karena larut dalam asam, maka pada kondisi tertentu, tulang akan menjadi lentur/lunak karena komposisi Ca pada tulang sudah menurun drastis.

2.

tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada

#Struktur tulang keras: Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, #struktur tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah dan saraf kecuali lapisan luarnya (perikondrium).Tulang rawan memiliki sifat lentur karena tulang rawan tersusun atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condroithin sulfat yang didalamnya terdapat serabut kolagen dan elastin.Maka dari itu tulang rawan bersifat lentur dan lebih kuat dibandingkan dengan jaringan ikat biasa.

Pada zat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna yang berisi sel tulang rawan yaitu chondrosit. 3. *Letak Tulang keras: Letak Pada rangka orang dewasa yang semua bagian tulangnya telah osifikasi. *Letak Tulang rawan: Pada semua bagian rangka bayi, pada persendian orang dewasa. 4. Ya dapat berubah.

pada saat masih bayi, semua tulang manusia tersusun atas tulang rawan. Tulang rawan itu kemudian mengalami proses Osifikasi, yaitu proses pembentukan tulang dari tulang rawan menjadi tulang keras.

Tetepi tulang rawan yang terdapat pada manusia dewasa tidak dapat berkembang lagi menjadi tulang keras, seperti tulang yang berada di persendian. Cari Tulisan Terakhir • CONTOH SURAT PERNYATAAN MEMBERIKAN IZIN KEPADA ANAK UNTUK BEKERJA DI PERUSAHAAN • CONTOH SURAT KEHILANGAN STNK • SUMPAH PALAPA DAN ARTINYA • CONTOH MAKALAH INCOME SMOOTHING • MAKALAH TENTANG INCOME SMOOTHING Arsip • Januari 2018 • September 2017 • Maret 2014 • Oktober 2013 • Juli 2013 • Januari 2013 • Desember 2012 • November 2012 • Oktober 2012 • Agustus 2012 • Juni 2012 • Mei 2012 • April 2012 • Maret 2012 • Februari 2012 • Januari 2012 • Desember 2011 • November 2011 • Oktober 2011 Kategori • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com
ASTALOG.COM – Tulang adalah organ kaku yang merupakan bagian dari kerangka tulang belakang.

Tulang menopang dan melindungi berbagai organ tubuh, memproduksi sel darah merah dan darah putih. Sejak bayi masih berada dalam kandungan, maka tulang pun mulai terbentuk dan berlangsung terus dekade kedua dalam susunan yang teratur. 5 Klasifikasi Tulang Rangka menurut Bentuknya Mungkin sebagian besar dari kita berpikir bahwa tulang yang menjadi penyusun rangka tubuh kita sebagai manusia merupakan bagian yang mati, kering, dan rapuh. Tetapi perlu diketahui bahwa tulang-tulang kita itu benar-benar hidup.

Meskipun tulang yang ada di tubuh kita merupakan suatu benda yang keras, tetapi tulang bukanlah suatu benda yang memiliki tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada tetap.

Tulang sebagai penyusun rangka tubuh manusia memiliki fungsi, yaitu : • Tempat melekatnya otot-otot. • Untuk membentuk tubuh • Untuk menegakkan/menopang tubuh • Untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang lunak (lemah dan vital), misalnya otak, mata, paru-paru, jantung, dan sumsum tulang belakang.

Proses Perubahan Tulang Rawan menjadi Tulang Keras Pada saat manusia masih berada dalam kandungan, maka tulang mulai tersusun sebagai tulang rawan atau kartilago. Secara bertahap, tulang rawan akan rusak dan digantikan oleh tulang keras. Tetapi pada perkembangan selanjutnya, tidak semua tulang rawan pada tubuh manusia akan digantikan oleh tulang keras. Misalnya saja tulang telinga, tulang hidung, ataupun tulang rawan penyusun persendian, dimana kesemuanya akan tetap menjadi tulang rawan sampai manusia menjadi tua.

• Proses ini berawal dari tulang rawan yang memiliki bentuk mirip dengan tulang dewasa. Tulang rawan memiliki rongga yang terisi oleh sel-sel pembentuk tulang atau osteoblas.

• Selanjutnya osteoblas akan membentuk sel-sel tulang atau osteosit. • Proses osofikasi dimulai dari bagian tengah tulang rawan dan kemudian meluas ke seluruh arah sesuai dengan pertumbuhan tulang rawan. • Diantara jaringan tulang yang terbentuk terdapat pembuluh darah yang akan membawa mineral seperti kalsium sehingga tulang yang terbentuk menjadi keras. Selain osofikasi, tulang juga mengalami penggabungan atau fusi. Pada saat manusia baru lahir, seluruh tulang yang ada pada sistem rangka adalah lebih dari 300 tulang.

Seiring bertambahnya usia, beberapa tulang akan mengalami fusi atau mengalami pertumbuhan bersama-sama. Oleh karena itu, ketika manusia telah dewasa, maka jumlah tulang pada sistem rangkanya hanya sebanyak 206 tulang. PELAJARI: Etika Ekonomi dalam Produksi Struktur Dasar Tulang Struktur dasar tulang adalah matriks tulang yang membentuk kerangka kaku yang mendasari tulang, dan terdiri dari kedua tulang kompak dan tulang spons.

Matriks tulang terdiri dari serat protein yang kuat, terutama kolagen, yang menjadi keras dan kaku karena mineralisasi dengan kristal kalsium. Matriks tulang saling silang dengan pembuluh darah dan saraf dan juga mengandung sel-sel tulang khusus yang secara aktif terlibat dalam proses metabolisme. Sel Tulang Sel tulang yang terdapat pada rangka tubuh manusia bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang dan homeostasis mineral.

Sel tulang ini terdiri dari 3 bagian, yaitu : • Osteoblas membuat sel-sel tulang baru dan mengeluarkan kolagen dengan mineralisasi menjadi matriks tulang. Mereka bertanggung jawab untuk pertumbuhan tulang dan penyerapan mineral dari darah. • Osteosit mengatur homeostasis mineral. Mereka mengarahkan penyerapan mineral dari darah dan pelepasan mineral kembali ke dalam darah yang diperlukan. • Osteoklas melarutkan mineral dalam matriks tulang dan melepaskan mereka kembali ke dalam darah.

• Tulang kompak membentuk lapisan luar padat tulang. Unit fungsionalnya adalah osteon. Tulang kompak sangat keras dan kuat. • Tulang spons ditemukan di dalam tulang dan lebih ringan dan kurang padat daripada tulang kompak.

Hal ini karena tulang spons berpori. • Sumsum tulang adalah jaringan ikat lunak yang menghasilkan sel-sel darah. Hal ini ditemukan tulang rawan yang tidak tumbuh menjadi tulang keras terdapat pada dalam pori-pori tulang spons. • Periosteum adalah bagian kuat, membran fibrosa yang menutupi dan melindungi permukaan luar tulang. Klasifikasi Tulang Rangka menurut Bentuknya • Tulang pendek, contoh : tulang pergelangan tangan/kaki, tulang belakang.

• Tulang pipa, contoh: tulang paha, lengan, pengumpil, dan tulang hasta. • Tulang pipih, contoh : tulang dada, kepala, dan tulang panggul.

Pembentukan Tulang (OSIFIKASI)




2022 www.videocon.com