Data vaksin bocor

data vaksin bocor

KOMPAS.com - Setelah ramai kasus kebocoran data 1,3 juta pengguna e-HAC, kini ramai soal bocornya sertifikat vaksin Covid-19 dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pakar digital forensik Ruby Alamsyah menjelaskan kepada Kompas.com, Sabtu (4/9/2021), kasus ini bermula dari warganet yang menemukan NIK Jokowi di internet.

Kemudian, warganet tersebut mencoba fitur https://pedulilindungi.id/periksa-sertifikat dan memasukkan 5 data Jokowi yang dibutuhkan, yaitu nama, NIK, tanggal lahir, tanggal vaksin, dan jenis data vaksin bocor.

"Semua data tersebut dimasukkan dengan benar dan sistem Pedulilindungi menampilkan Sertifikat Vaksin Pak Jokowi. Hasil tersebut diposting di media sosial dan viral," ungkap Ruby pada Kompas.com, Sabtu (4/9/2021). Baca juga: Pakar: Data Jokowi Bocor Bukan karena Diretas, tapi Fitur PeduliLindungi Tak Aman Penyebab kebocoran sertifikat vaksin Jokowi Setidaknya ada 2 penyebab bocornya sertifikat vaksin Covid-19 Jokowi.

Menurut Ruby, terdapat kesalahan fatal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena masih menampilkan informasi pribadi Jokowi di lamannya. Dari pantauan Ruby, NIK Jokowi ditampilkan secara data vaksin bocor di situs KPU sejak 2019 sampai Jumat (3/9/2021) sore pukul 16.00 WIB. "Situs KPU sejak tahun 2019 menampilkan informasi pribadi Calon Presiden, salah satunya pak Jokowi. Dan NIK beliau ditampilkan secara lengkap," ujar Ruby. Bukti pendukung, lanjut Ruby, adalah situs https://infopemilu2.kpu.go.id/pilpres/calon/jokowi sudah tidak aktif sejak kemarin sore.

Namun, dari situs Google Cache bisa dilihat bahwa sebelumnya situs itu menampilkan data pribadi Jokowi yang cukup lengkap. Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya.

Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19.

data vaksin bocor

Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait 4 Fakta Varian Baru Covid-19 Mu yang Disebut Kebal Vaksin Tak Harus ke Samsat, Ini Cara Bayar Pajak Kendaraan via Aplikasi Signal Lowongan Kerja BRI untuk Lulusan S1 dan S2, Berminat? Ramai NIK Jokowi Bocor, Ini 4 Tips Menjaga NIK Tetap Aman Cara Cek BSU di Laman Kemenaker, Ada Notifikasi jika Sudah Tersalurkan Berita Terkait 4 Fakta Varian Baru Covid-19 Mu yang Disebut Kebal Vaksin Tak Harus ke Samsat, Ini Cara Bayar Pajak Kendaraan via Aplikasi Signal Lowongan Kerja BRI untuk Lulusan S1 dan S2, Berminat?

Ramai NIK Jokowi Bocor, Ini 4 Tips Menjaga NIK Tetap Aman Cara Cek BSU di Laman Kemenaker, Ada Notifikasi jika Sudah Tersalurkan Pakar: Data Jokowi Bocor Bukan karena Diretas, tapi Fitur PeduliLindungi Tak Aman https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/04/120000765/pakar--data-jokowi-bocor-bukan-karena-diretas-tapi-fitur-pedulilindungi-tak https://asset.kompas.com/crops/YScepVZOzncBM9ee6Zm3qITzw7k=/19x94:940x708/195x98/data/photo/2021/09/04/6132eff8bd5f7.jpg “Jangan sampai diedarkan karena di sertifikat itu ada QR Code, di dalam QR Code itu ada data pribadi, jadi sertifikat digital kita peroleh tetapi di saat yang bersamaan kita menjaga data pribadi kita dengan cara tidak mengedarkannya data vaksin bocor kepentingan yang tidak semestinya," kata Johnny dalam pernyataan resmi pada 25 Juni 2021 silam.

Berdasarkan penelusuran kumparanTECHdata NIK Jokowi bisa mudah ditemukan di pencarian Google, lengkap dengan foto yang diduga KTP-nya. Data NIK di KTP yang tersebar di internet itu sesuai dengan data NIK Jokowi yang disebar situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga semua orang bisa memvalidasi data tersebut. "Pada saat kita mengetik KTP Joko Widodo di pencarian Google, sudah muncul banyak arsipnya di internet. Jadi memang bukan hal yang mengejutkan, belum lagi bisa jadi karena kebocoran data yang sangat masif di negara kita beberapa tahun terakhir ini," ungkap Pakar Keamanan Siber yang juga Chairman CISSReC, Pratama Persadha, kepada kumparanTECH.

"Data yang sudah bocor ini bisa digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan negatif kepada masyarakat pemilik datanya, mulai dari gangguan spam SMS dan telepon, penipuan, sampai pengambilalihan rekening bank. Belum lagi kalau data kita dimanfaatkan utk mengajukan pinjol ilegal orang lain. Data vaksin bocor yang dapat duitnya, kita sebagai pemilik data yang ditagih debt collector ."
HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK data vaksin bocor PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Jakarta, Beritasatu.com - Data vaksinasi Presiden Joko Widodo termasuk sertifikat vaksin, diduga bocor dan beredar di dunia maya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan, penjelasan lebih lanjut mengenai sertifikat milik presiden yang beredar di dunia maya merupakan wewenang Kementerian Kesehatan selaku wali data Covid-19.

Menurut Johnny G Plate, data di dalam aplikasi PeduliLindungi aman. "Integrasi e-Hac ( electronic health alert card) ke aplikasi PeduliLindungi dan migrasi aplikasi PeduliLindungi, PCare dan Silacak ke data center Kominfo baru saja dilakukan dan saat ini data PeduliLindungi di data center Kominfo aman," kata Johnny, Jumat (3/9/2021).

data vaksin bocor

BACA JUGA Jubir Presiden Sayangkan Data Jokowi Bocor ke Publik Sertifikat milik diduga Presiden Joko Widodo data vaksin bocor di platform Twitter berisi nama lengkap, nomor induk kependudukan, tanggal vaksinasi serta nomor batch vaksin. Secara terpisah Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyayangkan bocornya data pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke publik.

Sertifikasi vaksin Jokowi yang lengkap dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, dan keterangan vaksinasi dosis kedua beredar di sosial media. Bentar lagi ada youtuber bikin konten ke mall check in pake ini https://t.co/f6cPthD0sV— Nathaniel Rayestu (@rayestu) September 2, 2021 "Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut," kata Fadjroel Rachman saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/9/2021). Fadjroel berharap pihak terkait segera melakukan langkah-langkah khusus agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

BACA JUGA Kemkes dan BSNN Tegaskan Tak Ada Kebocoran Data e-HAC Ia ingin tidak hanya data Jokowi saja, tetapi data masyarakat juga harus dilindungi sehingga tidak bocor kemudian digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

data vaksin bocor

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan bahwa data masyarakat yang ada di sistem aplikasi Indonesia e-HAC tidak bocor. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf menyatakan bahwa berdasarkan investigasi bersama BSSN, data pengguna aplikasi eHAC tidak ada kebocoran dan data pengguna aman. "Kami, Kemkes, memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam e-HAC tidak bocor dan dalam perlindungan. Data masyarakat yang ada di dalam e-HAC tidak mengalir ke platform mitra," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Anas Ma'ruf dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/8/2021).

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: ANTARA IHSG Anjlok Hampir 3 Persen, Saham ANTM, BMRI, BBCA, BBRI Tekan Indeks Data vaksin bocor Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, Senin 9 Mei 2022, Naik setelah Libur Lebaran Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 9 Mei 2022 LIVE : Rupiah dibuka turun (09:05 WIB) LIVE : 2 menit perdagangan, IHSG anjlok 2,4 persen (09:02 WIB) LIVE : Harga emas 24 karat Pegadaian hari ini (08:19 WIB) Bisnis.com, JAKARTA – Tren mencetak sertifikat data vaksin bocor Covid-19 diyakini berisiko menyebabkan kebocoran data pribadi masyarakat.

Belakangan ini, masyarakat menggunakan jasa pencetak kartu sertifikat vaksinasi untuk kemudahan akses mobilitas selama kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlaku. Sekadar informasi, pemerintah telah menetapkan untuk menjadikan sertifikat vaksin Covid-19 menjadi syarat masuk mal bagi sebagian wilayah selama perpanjangan PPKM Level 4 pada 10—16 Agustus 2021.

data vaksin bocor

Alfons menyarankan agar masyarakat lebih memilih metode pengecekan sertifikat vaksin menggunakan aplikasi gawai untuk pemindai QR Code di mal atau tempat makan direkomendasikan untuk digunakan dan cukup aman dari potensi kebocoran data. Selain itu, data yang masuk ke aplikasi Peduli Lindungi jika diolah dengan baik akan menjadi maha data yang berharga dan dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti tracing atau memantau kedisiplinan mal dan restoran menjalankan kebijakan PPKM dan tidak melewati batas maksimal pengunjung yang diperbolehkan.

Selain itu, Data vaksin bocor juga menyarankan agar pemerintah ada baiknya mempertimbangkan aplikasi Peduli Lindungi untuk menutupi informasi kependudukan dalam sertifikat vaksinasi Covid-19. “Nomor NIK ini bersifat melekat pada penduduk dan berlaku seumur hidup. Bila digabungkan dengan data kependudukan lain seperti nama lengkap atau tanggal lahir, maka informasi ini menjadi data yang berharga dan rentan dieksploitasi, sehingga harus diproteksi dengan baik,” katanya.

Terpopuler • 6 Kode Redeem Genshin Impact 8 Mei 2022, Eksklusif untuk Weekend • Daftar Smartphone Baru yang Rilis Mei 2022, Intip Spesifikasinya • 5 Kode Redeem Baru PUBG Mobile 8 Mei 2022, Spesial Hari Minggu • Mobile Reader, Teknologi Transaksi Solusi Kemacetan Antrian Gerbang Tol • Kode Redeem FF 9 Mei 2022, Dijamin Dapat Voucher dan Paloma Character
HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Data vaksin bocor • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Data vaksin bocor • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Jakarta, Beritasatu.com - Badan Siber dan Sandi Negara ( BSSN) meminta masyarakat menunggu keterangan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo) mengenai data vaksinasi Presiden Joko Widodo ( Jokowi) termasuk sertifikat vaksin yang diduga bocor dan beredar di dunia maya.

"Rekan-rekan media, kita tunggu press release dari Kemkominfo hari ini.

data vaksin bocor

Terima kasih," kata Jubir BSSN, Anton Setiyawan saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Jumat (3/9/2021). Anton meminta masyarakat untuk bersabar menunggu keterangan dari Kemkominfo. Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menyatakan, penjelasan lebih lanjut mengenai sertifikat milik presiden yang beredar di dunia maya merupakan wewenang Kementerian Kesehatan ( Kemkes) selaku wali data Covid-19.

data vaksin bocor

Menurut Johnny G Plate, data di dalam aplikasi PeduliLindungi aman. "Integrasi e-Hac ( electronic health alert card) ke aplikasi Pedulilindungi dan migrasi aplikasi PeduliLindungi, PCare dan Silacak ke data center Kominfo baru saja dilakukan dan saat ini data PeduliLindungi di data center Kominfo aman," kata Johnny, Jumat (3/9/2021). Sertifikat milik diduga Presiden Joko Widodo beredar di platform Twitter berisi nama lengkap, data vaksin bocor induk kependudukan, tanggal vaksinasi serta nomor batch vaksin.

Secara terpisah Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman menyayangkan bocornya data pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke publik. Sertifikasi vaksin Jokowi yang lengkap dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, dan keterangan vaksinasi dosis kedua beredar di sosial media.

"Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut," kata Fadjroel Rachman saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/9/2021). Fadjroel berharap pihak terkait segera melakukan langkah-langkah khusus agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Ia ingin tidak hanya data Jokowi saja, tetapi data masyarakat juga harus dilindungi sehingga tidak bocor kemudian digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan bahwa data masyarakat yang ada di sistem aplikasi Indonesia e-HAC tidak bocor. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, Anas Ma’ruf menyatakan bahwa berdasarkan investigasi bersama BSSN, data pengguna aplikasi eHAC tidak ada kebocoran dan data pengguna aman.

"Kami, Kemkes, memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam e-HAC tidak bocor dan dalam perlindungan. Data masyarakat yang ada di dalam e-HAC tidak mengalir ke platform mitra," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Data vaksin bocor Kesehatan Anas Ma'ruf dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/8/2021).

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo terungkap ke publik. Data itu kemudian digunakan warganet untuk melakukan cek kartu vaksin Covid-19 milik kepala negara di aplikasi PeduliLindungi.

data vaksin bocor

Hasil pengecekan ini diunggah di Twitter dan mendapat respons luas dari warganet lainnya. Bocornya data Presiden Jokowi itu pun membuat Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Tobing menyerukan perlunya pembentukan tim pencari fakta. Insiden itu dinilai sebagai bukti masih lemahnya perlindungan data diri warga negara oleh pemerintah. Menurutnya, tim pencari fakta dapat mendalami dugaan kebocoran data Aplikasi PeduliLindungi serta supervisi data vaksin bocor kementerian terkait yang mengoperasikan Aplikasi PeduliLIndungi agar mematuhi peraturan perundang-undangan.

Baca juga: CARA Daftar Vaksin Covid-19 Online di PeduliLIndungi dan vaksin.loket.com Baca juga: Belum Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Begini Cara Cetak dan Download Sertifikat Vaksin Covid-19 “Hari ini saya membaca di media bahwa sertifikat vaksinasi presiden Jokowi beredar. Kalau memang benar, maka indikasi yang tidak baik,” kata David dikutip Sabtu (4/9/2021). “Kita berharap ada respon positif dari pemerintah, khusunya Presiden dan Kementerian terkait atas usulan-usulan kami sehingga masyarakat pengguna aplikasi PeduliLindungi benar benar dilindungi hak atas data data pribadi mereka,” tegasnya dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Data Vaksin Presiden Bocor, Segera Bentuk Tim Pencari Fakta.

data vaksin bocor

Pihaknya mengapresiasi Pemerintah karena sudah menerbitkan aplikasi ini sebagai respon atas situasi pandemi. “Tapi ada isu kebocoran data, dan minimnya upaya melindungi data masyarakat penggunanya. Padahal data yang diminta dan direkam oleh aplikasi tersebut cukup banyak dan akses yang dimintapun berlebihan”, ungkap David.KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Perdagangan) RI data vaksin bocor bahwa jasa cetak kartu vaksin berpotensi pada kebocoran data pengguna.

Jasa cetak kartu vaksin memang menjamur belakangan ini setelah masyarakat diwajibkan untuk vaksinasi agar bisa mengakses berbagai layanan publik. Sebagaimana diberitakan Kompas.com pada Minggu (15/8/2021), Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, potensi kebocoran data terjadi karena pengguna harus memberikan tautan sertifikat vaksin kepada penyedia jasa cetak kartu vaksin. Sedangkan tautan tersebut berisi data pribadi, seperti data kartu tanda penduduk (KTP) atau informasi pribadi lainnya.

“Oleh karena penyerahan tautan pesan singkat kepada pelaku usaha pencetak kartu sudah vaksin Covid-19 akan berisiko terhadap perlindungan data pribadi konsumen,” ujar Veri. Veri menjelaskan, masyarakat harus menyadari bahwa data pribadi merupakan milik pribadi sehingga penggunaan oleh orang lain harus didasari persetujuan.

Baca juga: 3 Kelompok yang Boleh Beraktivitas di Jakarta Tanpa Sertifikat Vaksin Oleh karena itu, pemberian tautan sertifikat vaksin yang berisi data pribadi bisa dianggap sebagai persetujuan dari pihak konsumen terhadap penggunaan data pribadinya.

"Penyerahan tautan pesan singkat yang disampaikan oleh masyarakat yang diterima setelah melakukan vaksinasi Covid-19 dapat dianggap sebagai persetujuan penggunaan data pribadi,” terangnya.

data vaksin bocor

Jasa cetak kartu vaksin Covid-19 semakin banyak digunakan masyarakat setelah pemerintah menjadikan vaksinasi sebagai syarat melakukan berbagai aktivitas, termasuk mengunjungi mal. Hal itu sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 yang menetapkan bahwa masyarakat yang bepergian ke mal harus menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19. Kita bisa data vaksin bocor pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19.

Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Marak Jasa Cetak Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Amankah Data Kita? Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Muncul karena Salah Data, Ini Solusinya! Komentar Epidemiolog Soal Sertifikat Vaksin Covid-19 Syarat Masuk Mal Cara Scan Barcode Sertifikat Vaksin dari Aplikasi PeduliLindungi Data pada Sertifikat Vaksin Covid-19 Salah?

data vaksin bocor

Ini Cara Memperbaikinya Berita Terkait Marak Jasa Cetak Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Amankah Data Kita? Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Muncul karena Salah Data, Ini Solusinya! Komentar Epidemiolog Soal Sertifikat Vaksin Covid-19 Syarat Masuk Mal Cara Scan Barcode Sertifikat Vaksin dari Aplikasi PeduliLindungi Data pada Sertifikat Vaksin Covid-19 Salah? Ini Cara Memperbaikinya
Suara.com - Sertifikat vaksinasi Covid-19 Presiden Joko Widodo atau Jokowi di PeduliLindungi diduga bocor.

Data vaksinasi yang mencatut nama orang nomor satu di Indonesia itu beredar luas di media sosial. Hal ini langsung memicu kehebohan masyarakat. Banyak yang tidak habis pikir bagaimana data pribadi vaksinasi sekelas presiden bisa bocor. Situasi ini membuat publik hanya bisa pasrah dengan data sertifikat mereka.

Beragam opini publik juga terungkap dalam cuitan akun Twitter @tubirfess. " Sekelas presiden aja datanya bocor, apa kabar rakyat jelata kayak kita?" cuit akun @tubirfess sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Jumat (3/9/2021). Baca Juga: Data Jokowi Bocor, Kominfo Tagih Janji Menkominfo Selesaikan RUU PDP Data vaksin bocor itu sendiri mengomentari data vaksin bocor mengenai bocornya sertifikat vaksin Presiden Jokowi.

Hingga berita ini dipublikasikan, postingan itu data vaksin bocor telah di- retweet 172 kali dan mendapatkan 1.500 tanda suka. Heboh Data Vaksin Presiden Jokowi Bocor Tuai Sorotan Publik. (Twitter/@tubirfess) Warganet juga beramai-ramai menuliskan beragam opini mengenai bocornya data presiden. Tak sedikit yang menceritakan pengalaman pribadi mereka. " Gak kaget sih, kemarin download sertifikat punya nyokap kok yang masuk gallery sertifikat atas nama orang lain.

Padahal di Pedulilindungi terpampangnya nama nyokap, kan aneh," beber warganet. Baca Juga: Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Menteri Plate Serahkan ke Kemenkes " Apa yang diharapkan dari negara EKTP tapi masih minta fotokopian KTP," sindir warganet. " Segitu bobroknya sistem keamanan data di negeri ini," tambah yang lain. " Bayangin data Jokowi dipakai buat pinjol (pinjaman online)," sahut warganet. " Apa benar pakai NIK presiden buat ngajuin pinjol bisa unlimited?" timpal lainnya.

" CIA tertawa gulung-gulung lihat ini," tulis warganet. " Kan negara Wakanda, semua bisa terjadi," balas yang lain. Untuk diketahui, NIK Jokowi diunggah seorang warganet dengan menunjukkan foto surat keterangan vaksinasi Covid-19 di Twitter. Dari unggahannya tersebut, terpampang jelas identitas lengkap Jokowi.

Mulai dari nama, tanggal lahir hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK). Barcode dua dimensi atau akrab dikenal dengan quick response code ( QR code) juga terpampang tanpa disensor oleh pengunggahnya. Selain itu, terdapat pula keterangan bahwa Jokowi sudah menjalani vaksinasi Covid-19 untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021.

Terlihat dari aktivitasnya, pengunggah dapat bebas mengakses sertifikat vaksin milik orang lain. Dalam kesempatan yang sama, ia menuding kalau Jokowi sudah menerima vaksin ketiga.

data vaksin bocor

Ia membuktikan hal tersebut dengan munculnya kolom surat vaksin ketiga milik Jokowi. " Presiden sudah vaksin ketiga loh," kata @huftbosan pada Kamis (2/9/2021). Istana Buka Suara Sertifikat Vaksinasi COVID-19 Jokowi Bocor Istana Kepresidenan buka suara sertifikat vaksinasi COVID-19 Jokowi bocor.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyayangkan terkait beredarnya Nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui sertifikat vaksin di PeduliLindungi.

Data diri Jokowi itu bocor dan viral di media sosial. Bahkan seorang warganet mengunggah sertifikat vaksin Jokowi yang lengkap dengan NIK, tanggal lahir dan keterangan vaksinasi dosis kedua. "Menyayangkan kejadian beredarnya data pribadi tersebut," ujar Fadroel saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/9/2021).

Istana berharap pihak terkait melakukan langkah-langkah khusus agar tak terjadi kejadian serupa. Hal tersebut agar data milik masyarakat terlindungi. "Berharap pihak terkait segera melakukan langkah khusus untuk mencegah kejadian serupa termasuk melindungi data milik masyarakat," katanya.
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

The Amazon CloudFront distribution is configured to block access from your country. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error.

Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you data vaksin bocor find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: y1DuxRKEXxhePJBOvRhZabVbm3HB7HvX2gJYd0qOqCBWIn-fVFvcag==

Indonesia Darurat Kebocoran Data?




2022 www.videocon.com