Tempat ibadah konghucu

tempat ibadah konghucu

• Beranda • Kumpulan Artikel sejarah dan budaya Indonesia • kumpulan materi pembelajaran sejarah di Tempat ibadah konghucu • Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 1 • Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 2 • Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 3 • Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 4 • Materi Sejarah Kelas 12 IPS Semester 1 BAB 5 • photography • Beranda • Fakta – Fakta Unik • 10 tembok yang paling besar di dunia • 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Manusia.

Michael H. Hart : A Ranking of the Most Influential Persons in History • 250 Fakta Unik dan Menarik Dunia • Benarkah Bayi Bermata Satu Yang Lahir Di Dunia itu Dajal ? • Benarkah Sai Baba, Salah Satu dari 30 Dajal di Muka bumi Ini ? • FUNNIEST GRANDMOTHER : Foto Lucu Nenek 70 Tahun, Bukti Manusia Tua Kembali Seperti Anak-anak • Rahasia Kehidupan Sehari-hari Di Stasiun Luar Angkasa : Shalat dan Suara Adzan Di Luar Angkasa • Sejarah dan Perkembangan Agama Di Indonesia • Tengelamnya Kapal Titanic, Dan Berbagai Misteri Yang Belum Terungkap • About Fatih Saputro kumpulan segala artikel Sejarah dan Perkembangan Agama Di Indonesia Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya. Di tahun 2000, kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 8,7% Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% kepercayaan lainnya.

Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”.Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasi tempat ibadah konghucu tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia.

Sejarah Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama keanekaragaman agama dan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India, Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda.

Bagaimanapun, hal ini sudah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan kultur di Indonesia Hindu dan Buddha telah dibawa ke Indonesia sekitar abad kedua dan abad keempat Masehi ketika pedagang dari India datang ke Sumatera, Jawa dan Sulawesi, membawa agama mereka. Tempat ibadah konghucu mulai berkembang di pulau Jawa pada abad kelima Masehi dengan kasta Brahmana yang memuja Siva.

Pedagang juga mengembangkan ajaran Buddha pada abad berikut lebih lanjut dan sejumlah ajaran Buddha dan Hindu telah mempengaruhi kerajaan-kerajaan kaya, seperti Kutai, Sriwijaya, Majapahit dan Sailendra.Sebuah candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur, telah dibangun oleh Kerajaan Sailendra pada waktu yang sama, begitu pula dengan candi Hindu, Prambanan juga dibangun.

Puncak kejayaan Hindu-Jawa, Kerajaan Majapahit, terjadi pada abad ke-14 M, yang juga menjadi zaman keemasan dalam sejarah Indonesia. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-14 M. Berasal dari Gujarat, India, Islam menyebar sampai pantai barat Sumatera dan kemudian berkembang ke timur pulau Jawa. Pada periode ini terdapat beberapa kerajaan Islam, yaitu kerajaan Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Pada akhir abad ke-15 M, 20 kerajaan Islam telah dibentuk, mencerminkan dominasi Islam di Indonesia.

Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor. Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi.

Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan. Perubahan penting terhadap agama-agama juga terjadi sepanjang era Orde Baru.

Antara tahun 1964 dan 1965, ketegangan antara PKI dan pemerintah Indonesia, bersama dengan beberapa organisasi, mengakibatkan terjadinya konflik dan pembunuhan terburuk di abad ke-20. Atas dasar peristiwa itu, pemerintahan Orde Baru mencoba untuk menindak para pendukung PKI, dengan menerapkan suatu kebijakan yang mengharuskan semua untuk memilih suatu agama, karena kebanyakan pendukung PKI adalah ateis.Sebagai hasilnya, tiap-tiap warganegara Indonesia diharuskan untuk membawa kartu identitas pribadi yang menandakan agama mereka.

Kebijakan ini mengakibatkan suatu perpindahan agama secara massal, dengan sebagian besar berpindah agama ke Kristen Protestan dan Kristen Katolik.

Karena Konghucu bukanlah salah satu dari status pengenal agama, banyak orang Tionghoa juga berpindah ke Kristen atau Buddha Perkembangan Islam di Indonesia Pada masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia terdapat beraneka ragam suku bangsa, organisasi pemerintahan, struktur ekonomi, dan sosial budaya.

Suku bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di daerah-daerah pedalaman, jika dilihat dari sudut antropologi budaya, belum banyak mengalami percampuran jenis-jenis bangsa dan budaya dari luar, seperti dari India, Persia, Arab, dan Eropa. Struktur sosial, ekonomi, dan budayanya agak statis dibandingkan dengan suku bangsa yang mendiami daerah pesisir. Mereka yang berdiam di pesisir, lebih-lebih di kota pelabuhan, menunjukkan ciri-ciri fisik dan sosial budaya yang lebih berkembang akibat percampuran dengan bangsa dan budaya dari luar.

Dalam masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia, terdapat negara-negara yang bercorak Indonesia-Hindu. Di Sumatra terdapat kerajaan Sriwijaya dan Melayu; di Jawa, Majapahit; di Sunda, Pajajaran; dan di Kalimantan, Daha dan Kutai. Agama Islam yang datang ke Indonesia mendapat perhatian khusus dari kebanyakan rakyat yang telah memeluk agama Hindu.

Agama Islam dipandang lebih baik oleh rakyat yang semula menganut agama Hindu, karena Islam tidak mengenal kasta, dan Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat. Daya penarik Islam bagi pedagang-pedagang yang hidup di bawah kekuasaan raja-raja Indonesia-Hindu agaknya ditemukan pada pemikiran orang kecil. Islam memberikan sesuatu persamaan bagi pribadinya sebagai anggota masyarakat muslim.

Sedangkan menurut alam pikiran agama Hindu, ia hanyalah makhluk yang lebih rendah derajatnya daripada kasta-kasta lain. Di dalam Islam, ia merasa dirinya sama atau bahkan lebih tinggi dari pada orang-orang yang bukan muslim, meskipun dalam struktur masyarakat menempati kedudukan bawahan. Proses islamisasi di Indonesia terjadi dan dipermudah karena adanya dukungan dua pihak: orang-orang muslim pendatang yang mengajarkan agama Islam dan golongan masyarakat Indonesia sendiri yang menerimanya.

Dalam masa-masa kegoncangan politikekonomi, dan sosial budaya, Islam sebagai agama dengan mudah dapat memasuki & mengisi masyarakat yang sedang mencari pegangan hidup, lebih-lebih cara-cara yg ditempuh oleh orang-orang muslim dalam menyebarkan agama Islam, yaitu menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang telah ada.

Dengan demikian, pada tahap permulaan islamisasi dilakukan dengan saling pengertian akan kebutuhan & disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Pembawa dan penyebar agama Islam pada masa-masa permulaan adalah golongan pedagang, yang sebenarnya menjadikan faktor ekonomi perdagangan sebagai pendorong utama untuk berkunjung ke Indonesia.

Hal itu bersamaan waktunya dengan masa perkembangan pelayaran dan perdagangan internasional antara negeri-negeri di bagian barat, tenggara, dan timur Asia. Kedatangan pedagang-pedagang muslim seperti halnya yang terjadi dengan perdagangan sejak zaman Samudra Pasai dan Malaka yang merupakan pusat kerajaan Islam yang berhubungan erat dengan daerah-daerah lain di Indonesia, maka orang-orang Indonesia tempat ibadah konghucu pusat-pusat Islam itu sendiri yang menjadi pembawa dan penyebar agama Islam ke seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Tata cara islamisasi melalui media perdagangan dapat dilakukan secara lisan dengan jalan mengadakan kontak secara langsung dengan penerima, serta dapat pula terjadi dengan lambat melalui terbentuknya sebuah perkampungan masyarakat muslim terlebih dahulu. Para pedagang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri, berkumpul dan menetap, baik untuk sementara maupun untuk selama-lamanya, di suatu daerah, sehingga terbentuklah suatu perkampungan pedagang muslim.

Dalam hal ini orang yang bermaksud hendak belajar agama Islam dapat datang atau memanggil mereka untuk mengajari penduduk pribumi. Selain itu, penyebaran agama Islam dilakukan dgn cara perkawinan antara pedagang muslim dgn anak-anak dari orang-orang pribumi, terutama keturunan bangsawannya. Dengan perkawinan itu, terbentuklah ikatan kekerabatan dgn keluarga muslim. Media seni, baik seni bangunan, pahat, ukir, tari, sastra, maupun musik, serta media lainnya, dijadikan pula sebagai media atau sarana dalam proses islamisasi.

Berdasarkan berbagai peninggalan seni bangunan dan seni ukir pada masa-masa penyeberan agama Islam, terbukti bahwa proses islamisasi dilakukan dgn cara damai.

Kecuali itu, dilihat dari segi ilmu jiwa dan taktik, penerusan tradisi seni bangunan dan seni ukir pra-Islam merupakan alat islamisasi yang sangat bijaksana dan dengan mudah menarik orang-orang nonmuslim untuk dengan lambat-laun memeluk Islam sebagai pedoman hidupnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, golongan penerima dapat menjadi pembawa atau penyebar Islam untuk orang lain di luar golongan atau daerahnya.

Dalam hal ini, kontinuitas antara penerima dan penyebar terus terpelihara dan dimungkinkan sebagai sistem pembinaan calon-calon pemberi ajaran tersebut. Biasanya santri-santri pandai, yang telah lama belajar seluk-beluk agama Islam di suatu tempat dan kemudian kembali ke daerahnya, akan menjadi pembawa dan penyebar ajaran Islam yang telah diperolehnya. Mereka kemudian mendirikan pondok-pondok pesantren.

Pondok pesantren merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama Islam. Agama Islam juga membawa perubahan sosial dan budaya, yakni memperhalus dan memperkembangkan budaya Indonesia.

Penyesuaian antara adat dan syariah di berbagai daerah di Indonesia selalu terjadi, meskipun kadang-kadang dalam taraf permulaan mengalami proses pertentangan dalam masyarakat. Meskipun demikian, proses islamisasi di berbagai tempat di Indonesia dilakukan dengan tempat ibadah konghucu yang dapat diterima oleh rakyat setempat, sehingga kehidupan keagamaan masyarakat pada umumnya menunjukkan unsur campuran antara Islam dengan kepercayaan sebelumnya.

Hal tersebut dilakukan oleh penyebar Islam karena di Indonesia telah sejak lama terdapat agama (Hindu-Budha) dan kepercayaan animisme. Pada umumnya kedatangan Islam dan cara menyebarkannya kepada golongan bangsawan maupun tempat ibadah konghucu umum dilakukan dengan cara damai, melalui perdagangan sebagai sarana dakwah oleh para mubalig atau orang-orang alim. Kadang-kadang pula golongan bangsawan menjadikan Islam sebagai alat politik untuk mempertahankan atau mencapai kedudukannya, terutama dalam mewujudkan suatu kerajaan Islam.

tempat ibadah konghucu

Kedatangan Islam di berbagai daerah di Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula dengan kerajaan-kerajaan dan daerah yang didatanginya, ia tempat ibadah konghucu situasi politik dan sosial budaya yang berlainan. Pada waktu kerajaan Sriwijaya mengembangkan kekuasaannya pada sekitar abad ke-7 dan ke-8, Selat Malaka sudah mulai dilalui oleh para pedagang muslim dalam pelayarannya ke negeri-negeri di Asia Tenggara dan Asia Timur.

Berdasarkan berita Cina zaman T’ang pada abad-abad tersebut, tempat ibadah konghucu masyarakat muslim telah ada, baik di kanfu (kanton) maupun di daerah Sumatra sendiri.

Perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat internasional antara negeri-negeri di Asia bagian barat atau timur mungkin disebabkan oleh kegiatan kerajaan Islam di bawah Bani Umayah di bagian barat maupun kerajaan Cina zaman dinasti T’ang di Asia Timur serta kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara.

Adalah suatu kemungkinan bahwa menjelang abad ke-10 para pedagang Islam telah menetap di pusat-pusat perdagangan yang penting di kepulauan Indonesia, terutama di pulau-pulau yang terletak di Selat Malaka, terusan sempit dalam rute pelayaran laut dari negeri-negeri Islam ke Cina.

Tiga abad kemudian, menurut dokumen-dokumen sejarah tertua, permukiman orang-orang Islam didirikan di Perlak dan Samudra Pasai di Timur Laut tempat ibadah konghucu Sumatra. Saudagar-saudagar dari Arab Selatan semenanjung tanah Arab yang melakukan perdagangan ke tanah Melayu sekitar 630 M (tahun kesembilan Hijriah) telah menemui bahwa di sana banyak yang telah memeluk Islam.

Hal ini membuktikan bahwa Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad-abad pertama Hijriah, atau sekitar abad ke tujuh dan kedelapan Masehi yang dibawa langsung oleh saudagar dari Arab. Dengan demikian, dakwah Islam telah tiba di tanah Melayu sekitar tahun 630 M tatkala Nabi Muhammad saw. masih hidup. Keterangan lebih lanjut tentang masuknya Islam ke Indonesia ditemukan pada berita dari Marcopolo, bahwa pada tahun 1292 ia pernah singgah di bagian utara daerah Aceh dalam perjalanannya dari Tiongkok ke Persia melalui laut.

Di Perlak ia menjumpai penduduk yang telah memeluk Islam dan banyak para pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan agama itu. Para pedagang muslim menjadi pendukung daerah-daerah Islam yang muncul kemudian, dan daerah yang menyatakan dirinya sebagai kerajaan yang bercorak Islam ialah Samudra Pasai di pesisir timur laut Aceh.

Munculnya daerah tersebut sebagai kerajaan Islam yang pertama diperkirakan mulai abad ke-13. Hal itu dimungkinkan dari hasil proses islamisasi di daerah-daerah pantai yang pernah disinggahi para pedagang muslim sejak abad ketujuh.

Sultan yang pertama dari kerajaan Islam Samudra Pasai adalah Sultan Malik al-Saleh yang memerintah pada tahun 1292 hingga 1297. Sultan ini kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik az-Zahir. Kerajaan Islam Samudra Pasai menjadi pusat studi agama Islam dan meru pakan tempat berkumpul para ulama Islam dari berbagai negara Islam untuk berdis kusi tentang masalah-masalah keagamaan dan masalah keduniawian. Berdasarkan berita dari Ibnu Batutah, seorang pengembara asal Maroko yang mengunjungi Samudra Pasai pada 1345, dikabarkan bahwa pada waktu ia mengunjungi kerajaan itu, Samudra Pasai berada pada puncak kejayaannya.

Dari catatan lain yang ditinggalkan Ibnu Batutah, dapat diketahui bahwa pada masa itu kerajaan Samudra Pasai merupakan pelabuhan yang sangat penting, tempat kapal-kapal datang dari Tiongkok dan India serta dari tempat-tempat lain di Indonesia, singgah dan bertemu untuk memuat dan membongkar barang-barang dagangannya.

Kerajaan Samudera Pasai makin berkembang dalam bidang agama Islam, politik, perdagangan, dan pelayaran. Hubungan dengan Malaka makin ramai, sehingga di Malaka pun sejak abad ke-14 timbul tempat ibadah konghucu masyarakat muslim.

Perkembangan masyarakat muslim di Malaka makin lama makin meluas dan akhirnya pada awal abad ke-15 berdiri kerajaan Islam Malaka. Para penganut agama Islam diberi hak-hak istimewa, bahkan telah dibangunkan sebuah masjid untuk mereka. Para pedagang yang singgah di Malaka kemudian banyak yang menganut agama Islam dan menjadi penyebar agama Islam ke seluruh kepulauan Nusantara, tempat mereka mengadakan transaksi perdagangan.

Kerajaan Malaka pertama kali didirikan oleh Paramisora pada abad ke-15. Menurut cerita, sesaat sebelum meninggal dalam tahun 1414, Paramisora masuk Islam, kemudian berganti nama menjadi Iskandar Syah.

Selanjutnya, kerajaan Malaka dikembangkan oleh putranya yang bernama Muhammad Iskandar Syah (1414–1445). Pengganti Muhammad Iskandar Syah adalah Sultan Mudzafar Syah (1445–1458). Di bawah pemerintahannya, Malaka menjadi pusat perdagangan antara Timur dan Barat, dengan kemajuan-kemajuan yang sangat pesat, sehingga jauh meninggalkan Samudra Pasai. Usaha mengembangkan Malaka hingga mencapai puncak kejayaannya dilakukan oleh Sultan Mansyur Syah (1458–1477) sampai pd masa tempat ibadah konghucu Sultan Alaudin Syah (1477–1488).

Sementara itu, kedatangan pengaruh Islam ke wilayah Indonesia bagian timur (Sulawesi dan Maluku) tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas pelayaran internasional di Malaka, Tempat ibadah konghucu, dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14, Islam telah sampai ke daerah Maluku. Disebutkan bahwa kerajaan Ternate ke-12, Molomateya (1350–1357), bersahabat karib dengan orang Arab yg memberinya petunjuk dalam pembuatan kapal, tetapi agaknya tidak dalam kepercayaan.

Pada masa pemerintahan Marhum di Ternate, datanglah seorang raja dari Jawa yang bernama Maulana Malik Husayn yang menunjukkan kemahiran menulis huruf Arab yang ajaib seperti yang tertulis dalam Alquran.

Hal tempat ibadah konghucu sangat menarik hati Marhum dan orang-orang di Maluku. Kemudian, ia diminta oleh mereka agar mau mengajarkan huruf-huruf yang indah itu. Sebaliknya, Maulana Malik Husayn mengajukan permintaan, agar mereka tidak hanya mempelajari huruf Arab, melainkan pula diharuskan mempelajari agama Islam. Demikianlah Maulana Malik Husayn berhasil mengislamkan orang-orang Maluku. Raja Ternate yang dianggap benar-benar memeluk Islam adalah Zainal Abidin (1486–1500).

Dari ketiga pusat kegiatan Islam itulah, maka Islam menyebar dan meluas memasuki pelosok-pelosok kepulauan Nusantara. Penyebaran yang nyata terjadi pada abad ke-16. Dari Malaka, daerah Kampar, Indragiri, dan Riau menjadi Islam. Dari Aceh, Islam meluas sampai ke Minangkabau, Bengkulu, dan Jambi.

Dimulai sejak dari Demak, maka sebagian besar Pulau Jawa telah menganut agama Islam. Banten yang diislamkan oleh Demak meluaskan dan menyebarkan Islam ke Tempat ibadah konghucu Selatan. Di Kalimantan, kerajaan Brunai yang pada abad ke-16 menjadi Islam, meluaskan penyebaran Islam di bagian barat Kalimantan dan Filipina.

Sedangkan Kalimantan Selatan mendapatkan pengaruh Islam dari daratan Jawa. Dari Ternate semakin meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku serta daerah pantai timur Sulawesi. Pada abad ke-16 di Sulawesi Selatan berdiri kerajaan Goa.

Demikianlah pada akhir abad ke-16 dapat dikatakan bahwa Islam telah tersebar dan mulai meresapkan akar-akarnya di seluruh Nusantara. Meresapnya Islam di Indonesia pada abad ke-16 itu bersamaan pula dengan ditanamkannya benih-benih agama Katolik oleh orang-orang Portugis.

Bangsa Portugis ini dikenal sebagai penentang Islam dan pemeluk agama Katolik fanatik. Maka, di setiap tempat yang mereka datangi, di sanalah mereka berusaha mendapatkan daerah tempat persemaian bagi agama Katolik.

Hal ini menurut tanggapan mereka merupakan suatu tugas dan kewajiban yang mendapat dorongan dari pengalaman mereka menghadapi Islam di negeri mereka sendiri. Ketika pertahanan Islam terakhir di Granada jatuh pada 1492, maka dalam usaha mereka mendesak agama Islam sejauh mungkin dari Spanyol dan Portugis, mereka memperluas gerakannya sampai Timur Tengah yang waktu itu menjadi daerah perantara perdagangan rempah-rempah yang menghubungkan Timur dengan Barat.

Timbullah kemudian suatu hasrat dalam jiwa dagang mereka untuk berusaha sendiri mendapatkan rempah-rempah yang menjadi pokok perdagangan waktu itu langsung dari daerah penghasilnya (Nusantara). Dengan demikian, mereka tidak akan bergantung lagi kepada pedagang-pedangan Islam di Timur Tengah. Enam agama utama di Indonesia Berdasarkan Penjelasan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1, “Agama-agama yang dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius)”.

Islam Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam.Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Tempat ibadah konghucu seperti di Jawa dan Sumatera.

Sedangkan di wilayah timur Indonesia, persentase penganutnya tidak sebesar di kawasan barat. Sekitar 98% Muslim di Indonesia adalah penganut aliran Sunni.

Sisanya, sekitar dua juta pengikut adalah Syiah (di atas satu persen), berada di Aceh. Sejarah Islam di Indonesia sangatlah kompleks dan mencerminkan keanekaragaman dan kesempurnaan tersebut kedalam kultur. Pada abad ke-12, sebagian besar pedagang orang Islam dari India tiba di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Hindu yang dominan beserta kerajaan Buddha, seperti Majapahit dan Sriwijaya, mengalami kemunduran, dimana banyak pengikutnya berpindah agama ke Islam.

Dalam jumlah yang lebih kecil, banyak penganut Hindu yang berpindah ke Tempat ibadah konghucu, sebagian Jawa dan Sumatera. Dalam beberapa kasus, ajaran Islam di Indonesia dipraktikkan dalam bentuk yang berbeda jika dibandingkan dengan Islam daerah Timur Tengah.

Ada pula sekelompok pemeluk Ahmadiyah yang kehadirannya belakangan ini sering dipertanyakan. Tempat ibadah konghucu ini telah hadir di Indonesia sejak 1925. Pada 9 Juni 2008, pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah surat keputusan yang praktis melarang Ahmadiyah melakukan aktivitasnya ke luar.

Dalam surat keputusan itu dinyatakan bahwa Ahmadiyah dilarang menyebarkan ajarannya. Kristen Protestan Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mereformasi Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan tempat ibadah konghucu Indonesia.Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda.

Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota. Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah.

Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 97% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Sekitar 75% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.

Di Indonesia, terdapat tiga provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara (Batak) dengan 90% – 94% dari jumlah penduduk.

Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-18. Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan.

Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Sepuluh persen lebih-kurang; dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.

Hindu Seorang perempuan Hindu Bali sedang menempatkan sesajian di tempat suci keluarganya Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit.

Candi Prambanan adalah kuil Hindu yang dibangun semasa kerajaan Majapahit, semasa dinasti Sanjaya. Kerajaan ini hidup hingga abad ke 16 M, ketika kerajaan Islam mulai berkembang. Periode ini, dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, bertahan selama 16 abad penuh. Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu lainnya di dunia.

Sebagai contoh, Hindu di Indonesia, secara formal ditunjuk sebagai agama Hindu Dharma, tidak pernah menerapkan sistem kasta.

Contoh lain adalah, bahwa Epos keagamaan Hindu Mahabharata (Pertempuran Besar Keturunan Bharata) dan Ramayana (Perjalanan Rama), menjadi tradisi penting para pengikut Hindu di Indonesia, yang dinyatakan dalam bentuk wayang dan pertunjukan tari. Aliran Hindu juga telah terbentuk dengan cara yang berbeda di daerah pulau Jawa, yang jadilah lebih dipengaruhi oleh versi Islam mereka sendiri, yang dikenal sebagai Islam Abangan atau Islam Kejawen.

Semua praktisi agama Hindu Dharma berbagi kepercayaan dengan banyak orang umum, kebanyakan adalah Lima Filosofi: Panca Srada.

Ini meliputi kepercayaan satu Yang Maha Kuasa Tuhan, kepercayaan didalam jiwa dan semangat, serta karma atau kepercayaan akan hukuman tindakan timbal balik. Dibanding kepercayaan atas siklus kelahiran kembali dan reinkarnasi, Hindu di Indonesia lebih terkait dengan banyak sekali yang berasal dari nenek moyang roh.

Sebagai tambahan, agama Hindu disini lebih memusatkan pada seni dan upacara agama dibanding kitab, hukum dan kepercayaan. Menurut catatan, jumlah penganut Hindu di Indonesia pada tahun 2006 adalah 6,5 juta orang), sekitar 1,8% dari jumlah penduduk Indonesia, tempat ibadah konghucu nomor empat terbesar.

Namun jumlah ini diperdebatkan oleh perwakilan Hindu Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). PHDI memberi suatu perkiraan bahwa ada 18 juta orang penganut Hindu di Indonesia. Sekitar 93 % penganut Hindu berada di Bali. Selain Bali juga terdapat di Sumatera, Jawa, Lombok, dan pulau Kalimantan yang juga memiliki populasi Hindu cukup besar, yaitu di Kalimantan Tengah, sekitar 15,8 % (sebagian besarnya adalah Hindu Kaharingan, agama lokal Kalimantan yang digabungkan ke dalam agama Hindu).

Buddha Bhikku Buddha melakukan ritual keagamaan mereka di Borobudur Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. ]Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode tempat ibadah konghucu sama.

Seperti kerajaan Sailendra, Sriwijaya dan Mataram. Kedatangan agama Buddha telah dimulai dengan aktivitas perdagangan yang mulai pada awal abad pertama melalui Jalur Sutra antara India dan Indonesia. Sejumlah warisan dapat ditemukan di Indonesia, mencakup candi Borobudur di Magelang dan patung atau prasasti dari sejarah Kerajaan Buddha yang lebih awal.

Mengikuti kejatuhan Soekarno pada pertengahan tahun 1960-an, dalam Pancasila ditekankan lagi pengakuan akan satu Tuhan (monoteisme). Sebagai hasilnya, pendiri Perbuddhi (Persatuan Buddha Indonesia), Bhikku Ashin Jinarakkhita, mengusulkan bahwa ada satu dewata tertinggi, Sang Hyang Adi Buddha. Hal ini didukung dengan sejarah di belakang versi Buddha Indonesia di masa lampau menurut teks Jawa kuno dan bentuk candi Borobudur. Menurut sensus nasional tahun 1990, lebih dari 1% dari total penduduk Indonesia beragama Buddha, sekitar 1,8 juta orang.

Kebanyakan penganut agama Buddha berada di Jakarta, walaupun ada juga di lain provinsi seperti Riau, Sumatra Utara dan Kalimantan Barat. Namun, jumlah ini mungkin terlalu tinggi, mengingat agama Konghucu dan Taoisme tidak dianggap sebagai agama resmi di Indonesia, sehingga dalam sensus diri mereka dianggap sebagai penganut agama Buddha.

Kristen Katolik Katedral di Jakarta Umat Katolik Perintis di Indonesia: 645 – 1500 Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof.

Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas.

tempat ibadah konghucu

Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya”.

yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia. Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia.

Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria ( Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI) Awal mula: abad ke-14 sampai abad ke-18 Dan selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di Barus atau bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan.

Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah. Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, tempat ibadah konghucu pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat.

Pada abad ke-16, Portugis dan Spanyol mulai memperluas pengaruhnya di Manado & Minahasa, salah satunya adalah menyebarkan agama Kristen Katolik namun hal tersebut tidak bertahan lama sejak VOC berhasil mengusir Spanyol & Portugis dari Sulawesi Utara.

VOC pun mulai menguasai Sulawesi Utara, untuk melindungi kedudukannya tempat ibadah konghucu Maluku. Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik Roma yang jatuh, dalam hal kaitan kebijakan VOC yang mengkritisi agama itu. Yang paling tampak adalah di Sulawesi Utara, Flores dan Timor Timur. Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil dibandingkan para penganut Protestan.

Mereka kebanyakan tinggal di Papua dan Flores.

tempat ibadah konghucu

Konghucu Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu lebih menitikberatkan pada kepercayaan dan praktik yang individual, lepas daripada kode etik melakukannya, bukannya suatu agama masyarakat yang terorganisir dengan baik, atau jalan hidup atau pergerakan sosial.

Di era 1900-an, pemeluk Konghucu membentuk suatu organisasi, disebut Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) di Batavia (sekarang Jakarta). Setelah kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, umat Konghucu di Indonesia terikut oleh beberapa huru-hara politis dan telah digunakan untuk beberapa kepentingan politis. Pada 1965, Soekarno mengeluarkan sebuah keputusan presiden No. 1/Pn.Ps/1965 1/Pn.Ps/1965, di mana agama resmi di Indonesia menjadi enam, termasuklah Konghucu.

Pada awal tahun 1961, Asosiasi Khung Chiao Hui Indonesia (PKCHI), suatu organisasi Konghucu, mengumumkan bahwa aliran Konghucu merupakan suatu agama dan Confucius adalah nabi mereka.

Tahun 1967, Soekarno digantikan oleh Soeharto, menandai era Orde Baru. Di bawah pemerintahan Soeharto, perundang-undangan anti Tiongkok telah diberlakukan demi keuntungan dukungan politik dari orang-orang, terutama setelah kejatuhan PKI yang diklaim telah didukung oleh Tempat ibadah konghucu.

Soeharto mengeluarkan instruksi presiden No. 14/1967, mengenai kultur Tionghoa, peribadatan, perayaan Tionghoa, serta menghimbau orang Tionghoa untuk mengubah nama asli mereka.

Bagaimanapun, Soeharto mengetahui bagaimana cara mengendalikan Tionghoa Indonesia, masyarakat yang hanya 3% dari populasi penduduk Indonesia, tetapi memiliki pengaruh dominan di sektor perekonomian Indonesia. Di tahun yang sama, Soeharto menyatakan bahwa “Konghucu berhak mendapatkan suatu tempat pantas di dalam negeri” di depan konferensi PKCHI. Tempat ibadah konghucu tahun 1969, UU No. 5/1969 dikeluarkan, menggantikan keputusan presiden tahun 1967 mengenai enam agama resmi.

Namun, hal ini berbeda dalam praktiknya. Pada 1978, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan keputusan bahwa hanya ada lima agama resmi, tidak termasuk Konghucu.

Pada tanggal 27 Januari 1979, dalam suatu pertemuan kabinet, dengan kuat memutuskan bahwa Konghucu bukanlah suatu agama. Keputusan Menteri Dalam Negeri telah dikeluarkan pada tahun 1990 yang menegaskan bahwa hanya ada lima agama resmi di Indonesia. Karenanya, status Konghucu di Indonesia pada era Orde Baru tidak pernah jelas.

De jure berlawanan hukum, di lain pihak hukum yang lebih tinggi mengizinkan Konghucu, tetapi hukum yang lebih rendah tidak mengakuinya. De facto, Konghucu tidak diakui oleh pemerintah dan pengikutnya wajib menjadi agama lain (biasanya Kristen atau Buddha) untuk menjaga kewarganegaraan mereka.

tempat ibadah konghucu

Praktik ini telah diterapkan di banyak sektor, termasuk dalam kartu tanda penduduk, pendaftaran perkawinan, dan bahkan dalam pendidikan kewarga negaraan di Indonesia yang hanya mengenalkan lima agama resmi. Setelah reformasi Indonesia tahun 1998, ketika kejatuhan Soeharto, Abdurrahman Wahid dipilih menjadi presiden yang keempat. Wahid mencabut instruksi presiden No. 14/1967 dan keputusan Menteri Dalam Negeri tahun 1978.

Agama Konghucu kini secara resmi dianggap sebagai agama di Indonesia. Kultur Tionghoa dan semua yang terkait dengan aktivitas Tionghoa kini diizinkan untuk dipraktekkan. Warga Tionghoa Indonesia dan pemeluk Konghucu kini dibebaskan untuk melaksanakan ajaran dan tradisi mereka. Agama dan kepercayaan lainnya Beberapa agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia: Yahudi Terdapat komunitas kecil Yahudi yang tidak diakui di Jakarta dan Surabaya.

Pendirian Yahudi awal di kepulauan ini berasal dari Yahudi Belanda yang datang untuk berdagang rempah. Pada tahun 1850-an, sekitar 20 keluarga Yahudi dari Belanda dan Jerman tinggal di Jakarta (waktu itu disebut Batavia).

Beberapa tinggal di Semarang dan Surabaya. Beberapa Yahudi Baghdadi juga tinggal di pulau ini. Pada tahun 1945, terdapat sekitar 2.000 Yahudi Belanda di Indonesia. Pada tahun 1957, dilaporkan masih ada sekitar 450 orang Yahudi, terutama Ashkenazim di Jakarta dan Sephardim di Surabaya. Komunitas ini berkurang menjadi 50 pada tahun 1963. Pada tahun 1997, hanya terdapat 20 orang Yahudi, beberapa berada di Jakarta dan sedikit keluarga Baghdadi di Surabaya.

Yahudi tempat ibadah konghucu Surabaya memiliki sinagoga, satu-satunya sinagoga di Indonesia. Mereka memiliki sedikit hubungan dengan Yahudi di luar Indonesia. Tidak ada pelayanan yang diberikan pada sinagoga. Baha’i Di Indonesia hadir sejumlah pemeluk agama Baha’i.

Berapa jumlah mereka sebenarnya tidak diketahui dengan pasti karena seringkali mereka mengalami tekanan dan penolakan dari masyarakat sekitarnya. Salah satu penganut agama Baha’i yang diketahui secara terbatas adalah belasan penganut di sebuah wilayah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kristen Ortodoks Meskipun Kristen Ortodoks sudah hadir di Indonesia melalui kaum Non-Kalsedon di Sumatera pada abad ke-7, baru pada abad ke-20 Gereja ini hadir dengan resmi.

Ada dua kelompok Ortodoks di Indonesia, yaitu Gereja Ortodoks Yunani, dan Gereja Ortodoks Siria yang berkiblat ke Antiokhia. Hubungan antar agama Walaupun pemerintah Indonesia mengenali sejumlah agama berbeda, konflik antar agama kadang-kadang tidak terelakkan. Di masa Orde Baru, Soeharto perundang-undangan yang oleh beberapa kalangan dirasa sebagai anti Tionghoa. Presiden Soeharto mencoba membatasi tempat ibadah konghucu yang berhubungan dengan budaya Tionghoa, mencakup nama dan agama.

Sebagai hasilnya, Buddha dan Konghucu telah diasingkan. Antara 1966 dan 1998, Soeharto berikhtiar untuk de-Islamisasi pemerintahan, dengan memberikan proporsi lebih besar terhadap orang-orang Kristen di dalam kabinet. Namun pada awal 1990-an, isu Islamisasi yang muncul, dan militer terbelah menjadi dua kelompok, nasionalis dan Islam. Golongan Islam, yang dipimpin oleh Jenderal Prabowo, berpihak pada Islamisasi, sedangkan Jenderal Wiranto dari golongan nasionalis, berpegang pada negara sekuler.

Semasa era Soeharto, program transmigrasi di Indonesia dilanjutkan, setelah diaktifkan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada awal abad ke-19. Tempat ibadah konghucu program ini adalah untuk memindahkan penduduk dari daerah padat seperti pulau Jawa, Bali dan Madura ke daerah yang lebih sedikit penduduknya, seperti Ambon, kepulauan Sunda dan Papua.

Kebijakan ini mendapatkan banyak kritik, dianggap sebagai kolonisasi oleh orang-orang Jawa dan Madura, yang membawa agama Islam ke daerah non-Muslim. Penduduk di wilayah barat Indonesia kebanyakan adalah orang Islam dengan Kristen merupakan minoritas kecil, sedangkan daerah timur, populasi Kristen adalah sama atau bahkan lebih besar dibanding populasi orang Islam. Hal ini bahkan telah menjadi pendorong utama terjadinya konflik antar agama dan ras di wilayah timur Indonesia, seperti kasus Poso di tahun 2005.

Pemerintah telah berniat untuk mengurangi konflik atau ketegangan tersebut dengan pengusulan kerjasama antar agama. Kementerian Luar Negeri, bersama dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, yang dipegang oleh Sarjana Islam Internasional, memperkenalkan ajaran Islam moderat, yang mana dipercaya akan mengurangi ketegangan tersebut. [ Pada 6 Desember 2004, dibuka konferensi antar agama yang bertema “Dialog Kooperasi Antar Agama: Masyarakat Yang Membangun dan Keselarasan”.

Negara-negara yang hadir di dalam konferensi itu ialah negara-negara anggota ASEAN, Australia, Timor Timur, Selandia Baru dan Papua Nugini, yang dimaksudkan untuk mendiskusikan kemungkinan kerjasama antar kelompok agama berbeda di dalam meminimalkan konflik antar agama di Indonesia.

Pemerintah Australia, yang diwakili oleh menteri luar negerinya, Alexander Downer, sangat mendukung konferensi tersebut. Animisme Kepercayaan terhadap benda mati (animisme) di Indonesia sama dengan penyembah benda mati di dunia lainnya, yang mana, suatu kepercayaan terhadap objek tertentu, seperti pohon, batu atau tempat ibadah konghucu. Kepercayaan ini telah ada dalam sejarah Indonesia yang paling awal, di sekitar pada abad pertama, tepat sebelum Hindu tiba Indonesia.

Lagipula, dua ribu tahun kemudian, dengan keberadaan Islam, Kristen, Tempat ibadah konghucu, Buddha, Konghucu dan agama lainnya, penyembah benda mati masih tersisa di beberapa wilayah di Indonesia.

Bagaimanapun, kepercayaan ini tidak diterima sebagai agama resmi di Indonesia, sebagaimana dinyatakan didalam Pancasila bahwa kepercayaan itu pada Ketuhanan Yang Maha Esa atau monoteisme.

Penyembah benda mati, pada sisi lain tidak percaya akan dewa tertentu. Daftar kepribadian agama Agama Pemimpin Umat Kitab Suci Tempat Ibadat Hari Libur Nasional Hari Agama Nasional Pelaksanaan Ibadah Islam Kiai Al Quran Mesjid Idul Fitri Idul Adha Tahun Baru Hijriyah Maulid Nabi Muhammad SAW Isra dan Mi’raj Nuzulul Qur’an 5 kali sehari dari Senin-Minggu Kristen Pendeta Alkitab Gereja Wafatnya Yesus Kristus Kebangkitan Yesus Kristus Kenaikan Yesus Kristus Natal Jumat Agung Minggu Paskah Natal Minggu(sabtu bagi adventiss) Katolik Pastor Alkitab Gereja Wafatnya Yesus Kristus Kebangkitan Yesus Kristus Kenaikan Yesus Kristus Natal Rabu Abu Kamis Putih Jumat Agung Sabtu Suci Minggu Paskah Natal Sabtu, Minggu Hindu Sulinggih Pedanda Pandita Weda Pura Nyepi Galungan Kuningan Saraswati Siwaratri Pagerwesi Rabu, Sabtu Buddha Biksu Tripitaka Vihara Waisak Kathina Asadha Magha Puja Senin, Minggu Konghucu Xueshi Sishu Wujing Klenteng Tahun Baru Imlek Harlah Nabi Hari Wafat Nabi Qing Ming Duan Wu Rabu, Minggu Kedatangan Agama yg diakui pemerintah semuanya produk impor terkadang membuat kita terpecah bahkan saling bunuh padahal diantara kita sedari dulu adalah satu nenek moyang Mari kita semua menyadarkan diri apapun agama kitakita sdalah saudara manusia yg hidup di nusantara …bukan dari india.bukan dari arab.maupun eropa .stop kepanatikan dan ego sentris …kita satu indonesia Jgn sampai kita dijadikan daerah timur tengah yg hanya perang dan perang lagi diadu domba namanya juga agama impor jadi bikin binun karena budayanya juga bukan budaya asli nusantara kalo pengen tahu harus jadi orang sana dulu biar lebih paham budaya sana termasuk bahasa yang dipake jika orang batak lebih baik belajar dari budaya batak saja sesuai dengan adat orang batak begitu pula dengan jawa, sunda, dayak, dsb suku2 di nusantara sudah mengenal ajaran ketuhanan sebelum agama impor masuk Mei 2022 S S R K J S M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 « Des Tulisan Terakhir • Geisha – Lumpuhkan Ingatanku 10 Desember 2013 • Proses Telur Menjadi Ayam Yang Sangat Unik 19 April 2012 • Proses Telur Menjadi Ayam Yang Sangat Unik 19 April 2012 • Fakta Tentang Pramugari Yang Tidak Anda Tau tempat ibadah konghucu April 2012 Fatih Saputro Follow me on Twitter • RT @ monstreza: Best line khotbah tempat ibadah konghucu ied pagi ini: Semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadan berikutnya.

Tetap sehat dan berkecukupan…. 6 days ago • RT @ B_Fernandes8: James Garner #AskBruno ♥️🖤. 1 month ago • RT @ sintiaastarina: Yuk, main ke Rumah Rengganis di Cirebon! Ini adalah toko buku, kedai kopi, hingga ruang komunitas bagi para pegiat lite…. 4 months ago • @ Ahadimam 😂😂. 8 months ago • RT @ ManUtd: Welcome 𝗵𝗼𝗺𝗲, @ Cristiano 🔴 #MUFC - #Ronaldo.

8 months ago Statistik Blog • 1.183.549 hits Top Rating • Home • Tentang Kami • Pengertian • artikel ekonomi • Artikel Biologi • Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) • Artikel Agama • sejarah • Bahasa Indonesia • Artikel Sosiologi • Artikel Seni • Kontak Kami • Privacy Policy • Covid-19 Home » sejarah » 7 Peristiwa Yang Dapat Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia Peristiwa Yang Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia – Sebagai negara yang berada pada di antara dua samudera besar membuat Indonesia menjadi negara yang beriklim Tropis.

Dengan iklim tropis yang dimilikinya, membuat Indonesia kaya akan sumber daya alam. Sebab dengan iklim ini, ada banyak tumbuhan dan hewan yang dapat hidup.

Selain itu, Indonesia berada pada posisi yang strategis untuk hubungan perdagangan international sebab, negara Indonesia diapit oleh benua australia dan benua asia serta samudra hindia dan pasifik.

Sehingga segala bentuk arus perdagangan yang ada di dunia ini, melewati Indonesia. Sehingga Indonesia adalah tempat persinggahan dari segala bentuk perdagangan internasional. Meninjau dari aspek internal Indonesia yakni pada luas laut dan pulau yang membentang dari sabang sampai Merauke, Indonesia menjadi tempat wisatawan untuk hadir di Indonesia.

Banyangkan saja, dengan jumlah pulau jumlah pulau di Indonesia adalah 17.504 pulau itu menjadikan Indonesia adalah negara dengan pesisir terbanyak dan bahkan disetiap pesisir tersebut dapat menjadi objek wisata. Bahkan dari setiap persebaran pulau yang ada, memiliki ciri khas mulai dari bahasa, perilaku, dan adat istiadat. Apabila melihat jumlah suku Indonesia yang terdapat 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.

Melihat dari banyaknya suku ini memberikan keunikan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Hal ini juga mengapa Indonesia menjadi negara terkaya, kaya tidak hanya pada sumber daya alam seperti emas dan minyak. Melainkan kaya akan budaya, bahasa dan juga corak masyarakatnya. Walaupun keanekaragaman yang dimiliki di Indonesia, ditambah dengan hidup rukunnya setiap pemeluk agama dimana dalam Indonesia yang tempat ibadah konghucu pengakuan melalui UU terdapat 5 agama yang diakui yakni Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

Melalui dari kelima agama yang diakui ini bisa hidup secara bersama-sama dalam negara yang dikenal dengan Tempat ibadah konghucu. Keberagaman ini juga yang menjadi perjalanan panjang sejarah di Indonesia hingga terwujudnya negara Indonesia dan juga ideologi bangsa dan negara yakni Pancasila. Disebut bahwa Pancasila adalah representatif dari keberagaman di Indonesia.

Melalui Pancasila inilah, seluruh kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, bahasa, dan agama melebur tempat ibadah konghucu Pancasila adalah sebagai titik temu untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Semangat persatuan bangsa Indonesia, memang tidak dipungkiri sering kali digoncang oleh berbagai peristiwa yang bisa menimbulkan pecahnya persatuan bangsa Indonesia.

Bahkan setiap tahunnya, ada saja peristiwa-peristiwa yang bisa merusak keberagaman Indonesia. Tempat ibadah konghucu bagi rakyat Indonesia, tidak asing lagi apabila setiap tahunnya terdapat atau tempat ibadah konghucu saja ada peristiwa yang ingin memecah semangat persatuan kepada bangsa Indonesia seperti konflik antar etnis yang kebanyakan menimbulkan korban jiwa.

Tentu bagi rakyat Indonesia, tidak asing apabila terdapat pemeluk agama yang konflik dan bahkan mengakibatkan rumah-rumah ibadah ikut menjadi dampak dari peristiwa konflik antara oknum pemeluk agama ini. Contoh peristiwa yang menimbulkan pecahnya persatuan tempat ibadah konghucu Indonesia karena konflik antara pemeluk agama bisa disaksikan diberbagai berita atau media.

Selain dari pada peristiwa karena konflik antara pemeluk agama, juga peristiwa yang sering terjadi di Indonesia adalah terorisme.

Aksi yang tidak terpuji ini, sering kali tidak mengenal siapa korbannya, baik itu pelaku atau bukan yang penting mereka sama dalam latar belakang yang dianggap pelakunya, maka akan terkena imbasnya. Biasanya, aksi terorisme ini dilekatkan kepada oknum pemeluk tempat ibadah konghucu sebagai pelakunya dan sasarannya yang biasa terjadi di Indonesia adalah tempat-tempat strategis yang dianggap menimbulkan maksiat dan yang gelap.

Bahkan tidak luput juga, aksi terorisme ini dilakukan di tempat ibadah-ibadah. Dengan contoh peristiwa ini membuat munculnya pikiran berbagai orang-orang hingga menyulut emosi dari keluarga dan kerabat korban apalagi tujuan dari aksi terorisme melukai orang-orang yang mempunyai latar belakang agama. Tentunya bagi sesama agamanya, akan ikut bereaksi, beruntung apabila tidak menimbulkan aksi demikian, akan tetapi peristiwa ini bisa saja menyulut emosi perlawanan yang akan timbul dipermukaan melalui kontak fisik.

7 Peristiwa Yang Dapat Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia Daftar Isi • 1 Peristiwa Yang Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia Adalah? • 1.1 1. Peristiwa Penurunan Patung Budha di Sumatera Utara • 1.2 2. Kelompok Separatis Bersenjata di Papua • 1.3 3. Peristiwa Pemberontakan GAM • 1.4 4. Peristiwa Maluku dan Maluku Utara tempat ibadah konghucu • 1.5 5.

Peristiwa Daya dan Madura 2001 • 1.6 6. Peristiwa Kerusuhan Jakarta 1998 • 1.7 7. Peristiwa Ahmadiyah Lombok Peristiwa Yang Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia Adalah? Ada banyak contoh peristiwa yang bisa menimbulkan pecahnya persatuan bangsa Indonesia.

Apabila merujuk ditahun belakangan tempat ibadah konghucu, tidak terhitung peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi indonesia. Adapun contoh-contoh peristiwa itu bisa dilihat dibawah ini: 1. Peristiwa Penurunan Patung Budha di Sumatera Utara Massa di kota Tanjungbalai memaksa penurunan patung Buddha dari sebuah vihara di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Penyebab dari peristiwa ini karena adanya kegagalan memahami keberagaman sehingga mampu terprovokasi oleh isu-isu perpecahan. Selain itu kurangnya mengenal tempat ibadah konghucu daerah tentang peran agama Budha terhadap perjuangan yang ada di daerah tersebut. Apabila itu diketahui maka pasti masyarakat tidak akan melakukan demikian, serta peran pemuka atau tokoh masyarakat perlu mengambil gerakan cepat untuk mengatasi dan menengahkan konflik yang terjadi. 2. Kelompok Separatis Bersenjata di Papua Gerakan ini terbentuk disebabkan karena keresahan masyarakat dari PT Freeport yang belum ditutup oleh pemerintah dan bahkan kontraknya diperpanjang.

Selain itu, ketidakmerataan ekonomi seperti infrastruktur dan adanya diskriminasi pemerintah terhadap masyarakat papua. Namun persoalan utamanya, adalah karena faktor ekonomi dan pendidikan. Olehnya itu, perlunya peran pemerintah hadir untuk kebijakannya dilakukan kepada daerah yang tertinggal tempat ibadah konghucu Papua untuk menyalurkan banyak kebijakan yang tempat ibadah konghucu membangun dari segi infrastructur, Dan juga pembangunan pendidikan baik infrastruktur dan juga dari peningkatan kualitas guru.

Agar setiap masyarakat papua memiliki kedalam ilmu yang tinggi agar tidak mampu terprovokasi dan mampu memahami semangat persatuan bangsa Indonesia. 3. Peristiwa Pemberontakan GAM Peristiwa ini sangat terkenal, peristiwa pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka, yang merupakan organisasi separatis dengan tujuan agar aceh lepas dari NKRI.

Gerakan ini telah ada sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Munculnya GAM ini dilantarbelakang dari adanya Oknum yang ada di Provinsi Aceh yang menginginkan Aceh menjadi negara yang berdiri sendiri. Gerakan ini sangat berbahaya, karena tidak tanggung-tanggung menggunakan senjata dalam setiap aksinya bahkan tidak segan-segan memproklamasikan dirinya untuk keluar dari NKRI.

Olehnya itu, diperlukan penanganan yang efektif melalui musyawarah mufakat dan atau dengan operasi militer apabila tidak ada lagi jalan dan tetap memaksakan diri. 4. Peristiwa Maluku dan Maluku Utara 1999-2002 Contohnya peristiwa pertama adalah kasus Maluku dan Maluku Utara yang terjadi dari 1999-2002 yang terdapat 8.000-9.000 korban meninggal dunia dan 700.000 warga mengungsi.

Melihat jumlah itu, kerugian ini sangat besar sebab terdapat tempat ibadah konghucu rumah terbakar dan 7.046 rumah rusak, serta 45 masjid, 57 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintah, dan 4 bank hancur.

5. Peristiwa Daya dan Madura 2001 Contoh peristiwa konflik ini terjadi pada sepanjang tahun 2001 yang dikenal dengan kerusuhan Sampit. Peristiwa ini terdapat 469 korban meninggal dunia dan 108.000 warga mengungsi. Peristiwa ini terjadi di kota sampik ibukota Kotawaringin Timur meluas ke Kota Palangkaraya, Kuala Kapuas, dan Pangkalanbun. Dengan banyaknya korban jiwa, juga dibarengi dengan kerugian seperti 192 rumah dibakar dan 748 rumah rusak serta 16 mobil dan 43 sepeda motor hancur.

6. Peristiwa Kerusuhan Jakarta 1998 Kerusuhan ini dikenal dengan “Kerusuhan 13-15 Mei 1998”. Kerusuhan dengan banyaknya konflik kekerasan membuat korban yang jatuh mencapai ribuan orang, yang tepatnya sekitar 1.217 korban meninggal dunia. Bahkan kerusuhan ini membuat terdapat 85 wanita diperkosa, dan 70.000 warga mengungsi.

Banyaknya korban ini hanya terhitung dan berlangsung selama 3 hari, bisa dibayangkan betapa besarnya konflik ini yang terjadi di se-Provinsi DKI Jakarta. Dengan besarnya konflik itu, apabila dihitung secara keseluruhan total kerugiannya adalah sekitar Rp 2,5 triliun. 7. Peristiwa Ahmadiyah Lombok Kasus konflik kekerasan ini menimbulkan 9 korban meninggal duni, 8 luka-luka, 9 gangguan jiwa, 379 terusir, 9 dipaksa cerai, 3 keguguran, 61 putus sekolah, 45 dipersulit membuat KTP, dan 322 dipaksa keluar dari Ahmadiyah.

Konflik ini berlangsung hingga 7 kali penyerangan yang massif antara kurun 1998 sampai 2006 dengan 8 tahun warga jadi pengungsian. Cakupuan konflik ini mencapai 4 wilayah provinsi, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Kasus itu mengakibatkan 11 tempat ibadah dan 114 rumah rusak, dengan 64,14 hektar tanah terlantar, 25 tempat usaha rusak, dan ratusan harta benda rusak dan dijarah.

Demikianlah informasi mengenai 7 Peristiwa Yang Dapat Menimbulkan Pecahnya Persatuan Bangsa Indonesia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam berbagi teman-teman. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Tempat ibadah konghucu /> Ajaran Utama Konghucu Ajaran Konfusianisme atau Konghucu yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur.

Temukan ajaran tempat ibadah konghucu Konghucu, keyakinan dan ajaran Konfusianisme. Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Konghucu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini.

Ia meninggal dunia pada tahun 479 SM. Baca juga ? Konfusius (551-479 SM) – Filsuf Tiongkok Ajaran Utama Konghucu – 5 Sifat Kekekalan / Mulia (Wu Chang) Wu Chang adalah Lima Sifat Mulia Ajaran Agama Khonghucu ( 儒 教 – Ru Jiao).

Ini adalah hasil rumusan Dong Zhong Shu (董 仲 舒) seorang tokoh Agama Khonghucu di awal dinasti Han (漢) 206 BC – 220 AD. yang mengacu pada Empat Benih Kebajikan yang bersemi dalam hati nurani, yakni Ren Yi Li Zhi (仁 義 禮 智). Ditambah dengan sikap yakin & percaya akan kebenaran itu serta Konsekuen & Dapat Dipercaya (信 – Xin) dalam pengamalannya sehingga menjadi Lima Kebajikan, pedoman kehidupan manusia. Xin/Dapat di percaya merupakan sifat yang harus di kembangkan terlebih dahulu baru empat sifat yang lain dapat berkembang.

Tanpa sifat Xin / Dapat di percaya ini ada, empat sifat yang lain jadi tidak berarti. 1. Ren – Cinta Kasih yaitu sifat mulia pribadi seseorang terhadap moralitas, cinta kasih, kebajikan, kebenaran, tahu-diri, halus budi pekerti, tenggang rasa, perikemanusiaan. Ini merupakan sifat manusia yang paling mulia dan luhur. Dari karakteristik hurufnya, Ren (仁) bisa diartikan: A. Benih Kemanusiaan (人 / Ren = manusia; dan 二 / Er = benih) B.

Tatanan hubungan antar manusia (人 = manusia; dan 二 = dua) Secara garis besar Ren ( 仁 ) dapat diartikan Kemanusiaan. Bila ditinjau dari ajaran Agama Khonghucu (儒 教 – Ru Jiao) yang terkandung dalam Kitab Sucinya Si Shu (四 書) & Wu Jing (五 經) maka bisa diartikan lebih luas sebagai berikut: – Rasa Berbelas-kasihan Yang berarti rasa & hasrat kecenderungan guna menmberi dan menerima kasih sayang antara sesama manusia (Basis Solidaritas Humanis) – Cintakasih Yang merupakan simpati & perasaan paling dalam dari diri manusia; Yang murni dan tulus, ikhlas & selaras dalam kemanusiaan (Hakiki Atas Hubungan Manusia) – Kebaikan Yang patut dan layak ada dalam hubungan antar manusia; ini bisa berarti Tata Dasar Kemanusiaan yang diharapkan juga diterima (Etika Moral).

Dengan demikian penerapan sifat welas asih akan menuntun kita menjaga pantangan pertama dari Lima Pantangan yaitu Jangan Membunuh. 2. Yi – Kebenaran/ Keadilan/ Kewajiban yaitu sifat mulia pribadi seseorang dalam solidaritas serta senantiasa membela kebenaran. Bila Ren sudah ditegakkan, maka Yi harus menyertai. Bangun huruf Yi (義) terdiri dari tiga bentuk karakter, yakni: ( \ / & 王 tempat ibadah konghucu 我 ) yang berarti : ( \ / ) = Yin – Yang ; Dan (王 / Wang) = Raja; mencakup / merangkai Tian Di Ren (天 地 人) Dan (我 / Wo) = saya, pribadi → Jadi Yi (義) dari karakteristik hurufnya dapat diartikan: A.

Paduan yang selaras dalam unsur Yin – Yang; Yang menembus Tri Tunggal; Tian – Di – Ren, yang wajib dijunjung tiap pribadi / saya. B. Yang harus dijunjung sebagai ‘Raja’ / di ‘Raja’ kan oleh ‘saya’ dengan dan dalam pergerakan maupun keselarasan Yin – Yang. Dari sini dapat disimpulkan secara garis besar Yi (義) dapat diartikan rasa Kewajiban Moral dasar manusia.

Bila ditinjau dari berbagai ayat dalam Kitab Suci Agama khonghucu, pada dasarnya bisa diartikan lebih lanjut, sbb: – Rasa Malu dan Tidak Suka Yang berarti rasa risih untuk ingkar dari kewajiban moral dan tidak bisa menerima apabila begitu, ada panggilan naluri untuk menjunjung tinggi pelaksanaan (tekad) tidak mau melanggar.

– Kebenaran / Keadilan / Kewajiban / Konsekuen Dasar acuan & hukum hubungan antar manusia, kaidah memperhatikan timbal-balik tenggang-rasa, kewajiban akan sesuatu, karena harus & layak. Jalan utama dalam menempuh kehidupan. – Budi Pekerti yang Bajik Yang dijunjung dan menjadi pegangan di dalam hidup manusia dalam bermasyakat dengan sesama (Hukum / Aturan Hidup). Sifat kedua yaitu Yi / Kebenaran / Jiwa Satria berkembang maka pantangan kedua yaitu jangan mencuri akan dapat di jaga. 3. Li – Kesusilaan/ Kepantasan yaitu sifat mulia pribadi seseorang yang bersusila, sopan santun, tata krama, dan budi pekerti.

Semula Li hanya dikaitkan dengan perilaku yang benara dalam upacara keagamaan, tetapi selanjutnya diperluas hingga ke adat-istiadat dan tradisi dalam masyarakat. Huruf Li (禮) terdiri dari 2 bangun huruf jadi, yakni: (礻& 豊).

Huruf Shi ( 礻), menunjukkan hal yang berkenaan dengan peribadahan, doa & harapan serta hal yang berhubungan / bersifat spiritual, maka huruf yang mengandung radikal ‘Shi’ dapat disiratkan atau disimpulkan pasti berkaitan dengan apa yang tersebut diatas. Huruf Tempat ibadah konghucu (豊), perangkat, sarana, struktur, untuk peringkat, upacara, tatanan.

Terdiri dari huruf 曲 – Qu (alunan – lagu) & 豆 – Dou (kacang-kacangan) Dengan demikian secara garis besar dapat dikatakan Li (禮) mempunyai arti: Tatanan Peribadahan melingkupi penggenapan Kodrati Kemanusiaan dalam seluruh aspek kehidupan sebagai insan Tuhan.

Hal ini dapat dilihat: Aturan dari Tuhan yang mengatur hubungan antara manusia untuk saling menghormati, dengan memperhatikan peringkat dan tatanan yang mengindahkan. Sarana struktur dalam upacara, yang mengandung ritual, yang berhubungan denganNya (Transenden), baik dalam bentuk formal maupun dalam bentuk aplikasi Ritual Hidup & Tingkah laku manusia sehari-hari. Dari Kitab Suci Agama Khonghucu dapat diperluas, dipertegas sebagai sikap dasar, sbb: – Rasa Hati Hormat dan Mengindahkan Suatu rasa untuk membedakan dalam bertingkah-laku dengan mengacu pada tatanan peringkat guna mewujudkan hubungan yang ‘indah’ & patokan dasar dalam berbuat dengan tidak melanggar FirmanNya.

– Kesusilaan Aturan Hidup / Tata-krama / Sopan-santun yang menjadi referensi kelayakan / kepantasan / kepatutan sebagai mahluk sosial, saling menghormati & patuh pada norma hidup insan berbudaya, membina- diri dalam batas-batas kesusilaan dalam menikmati daya rasa romantika hidup hubungan antar manusia, inilah peradaban / budaya manusia.

– Upacara Panggilan suci untuk bersembahyang kehadirat Tuhan, sarana (alam), dan leluhur. Ritual & liturgi upacara ; mewujudkan iman taqwa dalam seluruh bentuk dan bagian kehidupan sehari-hari.

Disini mencakup peribadahan & ibadah kepada supra-natural. Didalamnya tersembunyi misteri tempat ibadah konghucu hidup manusia ‘sebelum & sesudah’ (先 天 – Xian Tian & 後 天 – Hou Tian) Sifat ketiga Li / sopan santun menuntun pada menjaga kesusilaandengan demikan pantangan ketiga: Jangan berbuat Zina dapat di pertahankan. 4. Zhi – Bijaksana yaitu sifat mulia pribadi seseorang tempat ibadah konghucu arif bijaksana dan penuh pengertian.

Kong Hu Cu merangkaikan munculnya kebijaksanaan seseorang dengan selalu sabar dalam mengambil tindakan, penuh persiapan, melihat jauh ke depan, serta memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Huruf Zhi (智) terdiri dari tiga gugus huruf (矢 & 口 & 日) Yang dalam bentuk final masing-masing mempunyai arti (矢) = Shi, perbuatan yang tajam, tepat, kena bagai anak panah dan meluncur jitu menuju sasa ran; (口) = Kou, perkataan, perbuatan; dan (日) = Ri, hari-hari, sehari-hari, selalu.

Adapun Huruf ( 矢 ) Shi, itu sendiri terdiri atas dua radikal ( 人 & 大 ) Ren, Manusia & Da, Besar. Pada dasarnya Zhi (智) bisa ditegaskan sebagai Pengetahuan / Pengertian akan ‘Pola Benar’ konsep Tuhan akan alam semesta & segala, yang berarti; mempunyai implikasi luas mencakup seluruh pola laku manusia dan norma sosial serta akan kebijaksanaan sejati. Lebih lanjut marilah kita simak: Perbuatan Orang Besar yang begitu tajam, tepat, kena, selaras dengan kebenaran pola-Nya.

Dan itu memancar dalam hidup sehari-hari dan selalu ditingkatkan agar mencapai puncaknya. Demikian perbuatannya, demikian perkataannya senantiasa mengacu pada belajar untuk tahu dan berlatih agar mengerti, mencari kebenaran sejati, untuk mencapai kebijaksanaan tertinggi dengan tempat ibadah konghucu satu haripun meninggalkannya Perwujudan tingkah harmonis dengan Firman Tuhan, yang menjadikan perbuatan dan pembicaraan dalam sehari-hari tepat & kena, sehingga membentuk manusia benar Dari ayat Kitab Suci agama Khonghucu dapat dijabarkan secara pokok, sbb: – Rasa Hati Membenarkan dan Menyalahkan Rasa nurani untuk membedakan yang benar dan yang salah, untuk kemudian Memegang yang benar, dari sinilah kebijaksanaan berawal, dan ini mencakup sikap: Agamis, Filosofis, Pengetahuan.

tempat ibadah konghucu

– Kebijaksanaan Naluri belajar dan berlatih untuk mencapai kebenaran hakiki, dalam kehidupan agama & dunia ilmu, mencakup: Jalan Suci Tuhan & Hukum Tuhan yang tertuang dalam pola kaji & konsep fikir terpadu antara pengetahuan dan perbuatan, yang menjadi Maha Kurnia-Nya.

– Kearifan & Kepandaian Suatu bekal manusia sinkron dengan (天 地 人 – Tian Di Ren); Dalam harmonis daya hidup rohani-jasmani; menyelaraskan hidup dalam Jalan Suci dan menggenapi Hukum Tuhan atas semesta ; Demikian manusia dan perintah-Nya atas manusia yang dicari dalam agama & ilmu.

Orang yangmemiliki Zhi / kearifan tahu mana yang baikmana yang tidak, mana yang boleh dikatakanmana yang tidak boleh diucapkan, sehingga sifat zhi / kearifan berkembangmaka pasti bisa menjaga pantangan keempat yaitu Jangan Berbicara Bohong. 5. Xin – Dapat dipercaya yaitu sifat pribadi seseorang yang selalu percaya diri, dapat dipercaya orang lain, dan senantiasa menetapti janji.

Huruf Xin (信) terdiri dari dua bagian, yaitu (人 & 言) yang mengandung anasir Huruf (人 tempat ibadah konghucu Ren), Manusia & Huruf (言 – Yan), perbuatan dan ucapan. Dengan demikian Xin (信) bisa diartikan: Perbuatan & Perkataan manusia hendaknya tidak melupakan dirinya yang ‘manusia’; harkat – hakekat kemanusiaannya yang difirmankanNya, menjadi Watak Sejati Manusia, yang menjadi Karunia sekaligus Kewajiban manusia dalam hidupnya di dunia, yakni benih: Ren, Yi, Li, Zhi (仁 義 禮 智) Menjadi tempat ibadah konghucu yang percaya aka kebanaran hal tersebut diatas, dan dapat dipercaya dalam pengamalannya.

Dalam kehidupannya pun selalu mempunyai sikap percaya dan dapat dipercaya dalam berbagai konteks hubungan baik dalam laku maupun kata. Demikian tumbuh suatu keyakinan dan sikap tabah & tempat ibadah konghucu uji coba, kemantapan untuk tidak mengecewakan dan niat menepati serta menggenapi, tidak berpura-pura, munafik dan semu dalam menjalankan kebajikan. Dari ayat suci Agama Khonghucu, dapat dirumuskan, sbb: – Berlaku Jujur terhadap diri-sendiri Rasa untuk konsekuen bertanggung-jawab kepada diri-sendiri akan Watak Sejatinya, predikat dirinya, perbuatan & perkataannya, Satya kepada Firman-Nya.

– Ketulusan Total Rasa percaya akan prinsip moral kebajikan, dan membangun hubungan dengan manusia atas dasar hubungan percaya dan dapat dipercaya. Kemurnian secara bulat & utuh dalam hidup beragama, juga dalam aspek kehidupan yang lain. Inilah unsur mutlak untuk hidup bersama / bermasyarakat.

Confucius lahir pada tahun 551 SM di Qufu, Cina. Dia adalah objek pemujaan secara anumerta, sampai dinobatkan sebagai “Dewa Tertinggi” di Cina. Beberapa kuil didedikasikan untuknya, di kota-kota besar Cina dan di Timur Jauh, dengan model Qufu. Konfusianisme berdampak kuat pada budaya, psikologi, dan etika orang Tionghoa dan orang lain di negara tetangga, termasuk Vietnam. Konfusius dihormati sebagai “Guru dari sepuluh ribu generasi”. Kuil Sastra di Hanoi didirikan pada 1070 oleh para penguasa Ly dengan model ini.

Sebuah Akademi Nasional ditambahkan ke Kuil pada tahun 1076. Itu diubah menjadi Perguruan Tinggi Nasional yang tetap di Hanoi sampai 1807 ketika dipindahkan ke Hue. Sebagian dihancurkan oleh Perang, Kuil dibangun kembali pada tahun 1954.

Sumber foto: Jean-Pierre Dalbéra / Wikimedia Commons Ajaran Dasar: Tian, Xing, Ren 1. Tian Tian adalah Maha Pencipta alam semesta. Manusia tidak dapat memahami hakikat sejati Tian sehingga Ia dilambangkan dengan ciri-ciri berikut : Yuan: yang selalu hadir. Heng: yang selalu berhasil. Li: yang selalu membawa berkah. Zhen: yang selalu adil, tidak membeda-bedakan. 2. Xing Xing adalah jati tempat ibadah konghucu manusia, kodrat, yaitu perwujudan firman Tian ( Tian Ming) dalam diri manusia.

Xing menghubungkan Tian dengan segala ciptaannya. Manusia sulit mengenali xingnya karena tertutup oleh emosi, napsu; maka manusia harus dibimbing dengan pedoman etika. Meskipun xing setiap manusia berbeda-beda, tetapi memiliki satu persamaan yaitu Ren (perikemanusiaan). 3. Ren Ren atau perikemanusiaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Zhong (setia) dan Shu (solidaritas). Zhong merupakan kependekan dari istilah zhong yi Tian ( lit.

setia kepada Tuhan), yaitu berserah diri,lahir dan batin kepada Tuhan. Shu merupakan kependekan dari istilah shu yi ren ( lit. solider kepada sesama manusia atau “cinta kasih sejati”. Terdapat dua istilah yang menerangkan arti Shu lebih lanjut.

Ji shuo bu yi wu shi yi ren, yaitu “apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan dilakukan terhadap orang lain”. (Lunyu) Ji yi li er li ren, ji yi da er da ren, yaitu “kalau ingin tegak, buatlah orang lain juga tegak; jika ingin maju, buatlah orang lain juga maju”. 8 Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) dalam agama Khonghucu: • Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian) • Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De) • Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming) • Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen) • Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi) • Sepenuh Iman mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi (Cheng Shun Mu Duo) • Sepenuh Iman memuliakan Kitab Si Shu dan Wu Jing (Cheng Qin Jing Shu) • Sepenuh Iman menempuh Jalan Suci (Cheng Xing Da Dao) 5 Etika / Norma Kesopanan (Wu Lun) Lima hubungan norma etika dalam bermasyarakat merupakan bentuk dasar interaksi manusia.

Dengan menjalani kehidupan yang sesuai dengan asas Wu Lun, seseorang akan menikmati keselarasan dalam kepribadiannya maupun dalam hubungannya dengan masyarakat. • Hubungan antara Pimpinan dan Bawahan • Hubungan antara Suami dan Isteri • Hubungan antara Orang tua dan anak • Hubungan antara Kakak dan Adik • Hubungan antara Kawan dan Sahabat Delapan Kebajikan (Ba De) Delapan Kebajikan (Ba De) : • Xiao – Laku Bakti; yaitu berbakti kepada orang tua, leluhur, dan guru.

tempat ibadah konghucu

• Ti – Rendah Hati; yaitu sikap kasih sayang antar saudara, yang lebih muda menghormati yang tua dan yang tua membimbing yang muda. • Zhong – Setia; yaitu kesetiaan terhadap atasan, teman, kerabat, dan negara.

• Xin – Dapat Dipercaya • Li – Susila; yaitu sopan santun dan bersusila. • Yi – Bijaksana; yaitu berpegang teguh pada kebenaran. • Lian – Suci Hati; yaitu sifat hidup yang sederhana, selalu menjaga kesucian, dan tidak menyeleweng/ menyimpang.

• Chi – Tahu Malu; yaitu sikap mawas diri dan malu jika melanggar etika dan budi pekerti. Sekilas tentang Agama Konghucu Dalam agama Khonghucu (Rujiao) sebutan Tuhan adalah 天 TIAN (baca, Ti’en) yang berarti Satu Yang Maha Besar, Maha Tempat ibadah konghucu, Maha Esa. Dalam kitab suci agama Khonghucu 五經 Wujing (Kitab Yang Lima) ada beberapa istilah/sehutan Tuhan seperti Huang Tian, Min Tian, Shang Di dsb. Utusan Tuhan yang bernama Kongzi menyebutnya dengan TIAN.

Siapa pendiri agama Khonghucu? Kong Hu Cu (filsuf) Confucius (Tionghoa: 孔 ; Pinyin: Kong) (Tiong: 丘 ; Py: Qiū) Lahir: 28 September 551 SM Qufu, Dinasti Zhou Meninggal: 479 SM (usia 71–72) Qufu, Dinasti Zhou Baca juga ?

Proses Peribadatan Agama Konghucu, Jadwal Pelaksanaan Peribadatan Agama Konghucu beribadah dimana? Litang (Tempat dibabarkan nya ayat-ayat dalam kitab Suci Agama Khonghucu). Kelenteng / Bio / Miao (Tempat Ritual sembahyang kepada para Shenming dan Leluhur dalam Agama Khonghucu). Kelenteng, 廟 Miao; kelenteng pada umumnya digunakan sebagai sarana tempat bersembahyang/ibadah oleh kebanyakan orang Tionghoa (Buddha, Khonghucu dan Tao) sehingga kadang-kadang kita sulit membedakan apakah mereka itu penganut agama Buddha Mahayana, Khonghucu atau Tao.

Kitab Suci Agama Khonghucu Kitab Agama Khonghucu terdiri dari 2 Jenis kitab: 1. Wu Jing (五 經) (Kitab Suci yang Lima), Wu jing biasa disebut juga kitab yang mendasari karena merupakan sumber dari Kitab Sishu. Kitab ini terdiri dari: -Kitab Sanjak Suci 詩經 Shi Jing -Kitab Dokumen Sejarah 書經 Shu Jing tempat ibadah konghucu Wahyu Perubahan 易經 Yi Jing -Kitab Suci Kesusilaan 禮經 Li Jing -Kitab Chun-qiu 春秋經 Chunqiu Jing 2. Si Shu (Kitab Yang Empat), Kitab Si shu biasa disebut juga kitab yang pokok karena berisi pokok – pokok dari ajaran Khonghucu.

Kitab ini terdiri dari: -Kitab Ajaran Besar – 大學 Da Tempat ibadah konghucu -Kitab Tengah Sempurna – 中庸 Zhong Yong -Kitab Sabda Suci – 論語 Lun Yu -Kitab Mengzi – 孟子 Meng Zi Kitab Sishu dalam bentuk digital bisa didownload >[DISINI]< Note: -Zaman dulu, dalam membaca kitab suci, ada lantunannya (bukan datar saja), ini saja sudah termasuk Nian Jing (Liamkeng : Hokkian).

Dalam buku SGSK ada contoh Liamkeng, yaitu renxin Wei Wei. -Jadi Kitab Agama Khonghucu bukan Sutta dan alkitab. Baca juga ? Kitab Suci Agama Konghucu : Lima Klasik (Wu Jing) dan Empat Kitab (Si Shu) Hari raya Agama Khonghucu 1 bulan I (Zheng Yue) – Tahun Baru Imlek/Kongzili/Yinli/Xin Zheng 4 bulan I – Menyambut turunya malaikat dapur (Chao Chun). 8/9 bulan I – Jing Tian Gong (Sembahyang Besar kepada Tuhan YME) 15 bulan I – Shang Yuan/Yuan Xiao atau Cap Go Me 18 bulan II (Erl Yue) – Hari Wafat Nabi Kongzi (Zhi Sheng Ji Zhen) 5 April – Hari Sadranan (Qing Ming) 5 bulan V (Wu Yue) – Duan Yang/Duan Wu/Bai Chun [maknanya] 29 bulan VII – Sembahyang Arwah Umum.

15 bulan VII (Ji Yue) – Jing He Ping/Jing Hao Peng 15 bulan VIII (Ba Yue) – Zhong Qiu (Sembahyang Purnama Raya) 27 bulan VIII (Ba Yue) – Zhi Sheng Dan (Hari Lahir Nabi Kongzi) 15 bulan X – Xia Yuan. 22 Desember – Dong Zhi (Hari Genta Rohani) 24 bulan XII (Shi Erl Yue) – Hari Persaudaraan & Naiknya malaikat dapur (Chao Chun).

Note: Kalender Imlek terbukti dibuat oleh Nabi Khongcu (Konfusius). Nabi Khongcu mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Xia (2200 SM) yang sudah ditata kembali oleh Nabi Kong Zi. Tahun Zaman Nabi Khongcu Tahun Baru jatuh 22 Desember. 4 Februari pergantian musim dingin ke musim semi. Jadi imlek bukan perayaan musim semi.

Perkiraan tanggal 1 imlek, rentang waktunya 15 hari kedepan dan 15 hari kebelakang dari 4 Februari tersebut. Tiap 4 atau 5 tahun sekali ada bulan ke 13, untuk menggenapi agar perhitungan tersebut tidak berubah. Baca juga ? Hari Besar Konghucu, Perayaan dan Hari Penting Simbol Agama Khonghucu Genta Rohani / Mu Duo.

Genta Rohani / Mu Duo : terbuat dari logam, tetapi pemukulnya menggunakan kayu, oleh karena itu dinamakan Mu Duo/Bok Tok, Mu/Bok = artinya kayu. Sedangkan Duo/Tok = artinya genta yang terbuat dari logam, karena itu huruf Duo/Tok terdapat unsur logamnya.

Jadi jelas lambang Genta memberi arti : bahwa Nabi Khongcu diutus oleh Tian untuk memberitahukan / menjelaskan / menyebarkan tentang Firman / perintah Tianmaka di Indonesia berdasarkan kongres pada waktu itu menetapkan “GENTA” sebagai lambang lembaga agama Khonghucu yg ada di Indonesia. Bacaan Lainnya • Kata Bijak Konghucu (Konfusius) yang Terkenal / Famous Confucius Quotes (Indonesia & Inggris) • Konfusius (551-479 SM) – Filsuf Tiongkok • Ajaran Utama Konghucu (Konfusius / Konfusianisme) – Keyakinan dan Ajaran Konfusianisme • Tahun Baru Imlek – Tanggal Perayaan, Sejarah dan Praktik Tempat ibadah konghucu Tahun Baru Imlek di Indonesia • Kata Bijak Gandhi – Quotes yang Paling Menginspirasi Sepanjang Masa • Tabur Tuai Dalam Alkitab – Ayat Alkitab Tentang Menabur & Tempat ibadah konghucu – Apa yang Anda Tabur, Anda Tempat ibadah konghucu Menuainya • 20 Ungkapan Cinta dalam Bahasa Latin – Kutipan Frasa Latin Yang Romantis • Ungkapan Frasa Bahasa Latin Peribahasa, Pepatah, Kiasan dan Motto • Sifat (perilaku) dapat dirubah.

Tetapi watak (karakter) tidak dapat. Setuju ??? • Cara Mengenal Karakter Orang Dari 5 Pertanyaan Berikut Ini • 10 Ciri Orang Yang Berbohong – Anda Tahu Bahwa Seseorang Berbohong Saat Anda Melihat Ini! • Kata Ulang Tempat ibadah konghucu Indonesia – Kata bahasa Indonesia yang selalu dalam bentuk terulang • Makanan Penambah Sel Darah Merah – Penguat Sistem Imun • Kromosom Manusia – Bioinformatika Cabang Biologi • Fungsi, Jenis – Penyakit Sumsum Tulang • Tempat Wisata Yang Harus Dikunjungi Di Tokyo – Top 10 Obyek Wisata Yang Harus Anda Kunjungi • Cara Membeli Tiket Pesawat Murah Secara Online Untuk Liburan Atau Bisnis • Tibet Adalah Provinsi Cina – Sejarah Dan Budaya • Puncak Gunung Tertinggi Di Dunia dimana?

• TOP 10 Gempa Bumi Terdahsyat Di Dunia • Apakah Matahari Berputar Mengelilingi Pada Dirinya Sendiri? • Test IPA: Planet Apa Yang Terdekat Dengan Matahari? • 10 Cara Belajar Pintar, Efektif, Cepat Tempat ibadah konghucu Mudah Di Ingat – Untuk Ulangan & Ujian Pasti Sukses!

• TOP 10 Virus Paling Mematikan Manusia • Apakah Produk Pembalut Wanita Aman? • Meteorit Fukang – Di Gurun Gobi • Festival Mooncake – Festival Musim Gugur (Festival Kue Bulan) Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita! Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart! • HP Android • HP iOS (Apple) Sumber bacaan: AngelFire, Confucius Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu” Quiz - Matematika - IPA - Geografi & Sejarah - Info Unik - Lainnya - Business & Marketing Kategori • AGAMA (257) • Buddha (15) • Hindu (9) • Islam (118) • Katolik (83) • Konghucu (8) • Protestan (79) • Arti Mimpi (304) • Business Marketing (219) • Geografi & Sejarah (939) • Ilmu Pengetahuan (234) • IPA (846) • Fisika (82) • Kimia (65) • Lainnya (819) • Makanan & Minuman (121) • Matematika (456) • Akuntansi (107) • Sehat dan Cantik - Kesehatan & Pengobatan (1.060) • Top 10 (113) • Afrikaans • Alemannisch • Aragonés • العربية • مصرى • Asturianu • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch tempat ibadah konghucu Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • کوردی • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Français • Furlan • Frysk • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ • Bahasa Hulontalo • ગુજરાતી • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Patois • Jawa • ქართული • Tempat ibadah konghucu • Қазақша • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Lingua Franca Nova • Limburgs • Ladin • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Basa Banyumasan • Malagasy • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • Plattdüütsch • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Occitan • Livvinkarjala • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Română • Русский • Русиньскый • Саха тыла • Sicilianu • Scots • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Тыва дыл • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Untuk filsuf bernama Kong Hu Cu, lihat Kong Hu Cu (filsuf).

Agama Konghucu adalah sebuah agama yang diakui di Indonesia bersama dengan 5 agama lain. Konghucu sebagai agama muncul sebagai akibat dari keadaan politik di Indonesia. Agama Konghucu lazim dikaburkan makna dan hakikatnya dengan Konfusianisme sebagai filsafat. Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Konfusianisme sebagai agama dan filsafat • 1.2 Agama Konghucu pada zaman Orde Baru • 1.3 Agama Konghucu pada zaman Orde Reformasi • 2 Ajaran Konfusius • 3 Intisari ajaran Konghucu • 3.1 Falsafah Dasar • 3.2 Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) • 3.3 Lima Sifat Mulia (Wu Chang) • 3.4 Lima Etika (Wu Lun) • 3.5 Delapan Kebajikan (Ba De) • 4 Kitab suci • 5 Definisi agama menurut agama Konghucu • 6 Nabi • 6.1 Masa prasejarah (sebelum 2205 SM) tempat ibadah konghucu 6.2 Zaman Dinasti Xia • 6.3 Zaman Dinasti Shang • 6.4 Zaman Dinasti Zhou • 7 Lihat pula • 8 Referensi Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Konfusianisme sebagai agama dan filsafat [ sunting - sunting sumber ] Konfusianisme muncul dalam bentuk agama di beberapa negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong dan Tiongkok.

Dalam bahasa Tionghoa, agama Khonghucu sering kali disebut sebagai Kongjiao (孔教) atau Rujiao (儒教). Konghucu sebagai institusi agama di Indonesia menerapkan hal-hal berikut. • Mengangkat Konfusius sebagai salah satu nabi (先知) • Menetapkan Litang (Gerbang Kebajikan) dan klenteng sebagai tempat ibadah resmi bagi umat Khonghucu.

• Menetapkan Sishu Wujing (四書五經) sebagai kitab suci resmi • Menetapkan tahun baru Imlek, sebagai hari raya keagamaan resmi • Hari-hari raya keagamaan lainnya; Imlek, Hari lahir Khonghucu (27-8 Imlek), Hari Wafat Khonghucu (18-2-Imlek), Hari Genta Rohani (Tangce) 22 Desember, Chingming (5 April), Qing Di Gong (8/9-1 Imlek) dsb. [1] • Rohaniwan; Jiao Sheng (Penyebar Agama), Wenshi (Guru Agama), Xueshi (Pendeta), Zhang Lao (Tokoh/Sesepuh).

• Kalender Imlek terbukti dibuat oleh Nabi Kongzi (Konfusius). Nabi Kongzi mengambil sumbernya dari penangalan dinasti Xia (2200 SM) yang sudah ditata kembali oleh Nabi Khongcu. [ butuh rujukan] Tahun Zaman Nabi Khongcu Tahun Baru jatuh 22 Desember. 4 Februari pergantian musim dingin ke musim semi. Jadi Imlek bukan tempat ibadah konghucu musim semi. Perkiraan tanggal 1 imlek, rentang waktunya 15 hari kedepan dan 15 hari kebelakang dari 4 Februari tersebut.Tiap 4 atau 5 tahun sekali ada bulan ke 13, untuk menggenapi agar perhitungan tersebut tidak berubah.

[ perlu dijelaskan] Agama Konghucu pada zaman Tempat ibadah konghucu Baru [ sunting - sunting sumber ] Di zaman Orde Baru, pemerintahan Soeharto melarang segala bentuk aktivitas berbau kebudayaaan dan tradisi Tionghoa di Indonesia. Ini menyebabkan banyak pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa menjadi tidak berstatus sebagai pemeluk salah satu dari 5 agama yang diakui.

Untuk menghindari permasalahan politis (dituduh sebagai ateis dan komunis), pemeluk kepercayaan tadi kemudian diharuskan untuk memeluk salah satu agama yang diakui, mayoritas menjadi pemeluk agama Buddha, Islam, Katolik, atau Kristen.

Klenteng yang merupakan tempat ibadah kepercayaan tradisional Tionghoa juga terpaksa mengubah nama dan menaungkan diri menjadi wihara yang merupakan tempat ibadah agama Buddha. Agama Konghucu pada zaman Orde Reformasi [ sunting - sunting sumber ] Seusai Orde Baru, pemeluk kepercayaan tradisional Tionghoa mulai mendapatkan kembali pengakuan atas identitas mereka sejak masa kepemimpinan presiden KH.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melalui UU No 1/Pn.Ps/1965 yang menyatakan bahwa agama-agama yang banyak pemeluknya di Indonesia antara lain Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Ajaran Konfusius [ sunting - sunting sumber ] Ajaran Konfusianisme atau Kong Hu Cu (juga: Kong Fu Tze atau Konfusius) dalam bahasa Tionghoa, istilah aslinya adalah Rujiao (儒教) yang berarti agama dari orang-orang yang lembut hati, terpelajar dan berbudi luhur.

Khonghucu memang bukanlah pencipta agama ini melainkan dia hanya menyempurnakan agama yang sudah ada jauh sebelum kelahirannya seperti apa yang dia sabdakan: "Aku bukanlah pencipta melainkan Aku suka akan ajaran-ajaran kuno tersebut". Meskipun orang kadang mengira bahwa Konghucu adalah merupakan suatu pengajaran filsafat untuk meningkatkan moral dan menjaga etika manusia.

Sebenarnya kalau orang mau memahami secara benar dan utuh tentang Tempat ibadah konghucu Jiao atau Agama Konghucu, maka orang akan tahu bahwa dalam agama Khonghucu (Ru Jiao) juga terdapat Ritual yang harus dilakukan oleh para penganutnya. Agama Konghucu juga mengajarkan tentang bagaimana hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana kita melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".

Ajaran falsafah ini diasaskan oleh Kong Hu Cu yang dilahirkan pada tahun 551 SM Chiang Tsai yang saat itu berusia 17 tahun. Seorang yang bijak sejak masih kecil dan terkenal dengan penyebaran ilmu-ilmu baru ketika berumur 32 tahun, Kong Hu Cu banyak menulis buku-buku moral, sejarah, kesusasteraan dan falsafah yang banyak diikuti oleh penganut ajaran ini.

Ia meninggal dunia pada tahun 479 SM. Konfusianisme mementingkan akhlak yang mulia dengan menjaga hubungan antar-manusia di langit dengan manusia di bumi dengan baik. Penganutnya diajar supaya tetap mengingat nenek moyang seolah-olah roh mereka hadir di dunia ini. Ajaran ini merupakan susunan falsafah dan etika yang mengajar bagaimana manusia bertingkah laku. Konfusius tidak menghalangi orang Tionghoa menyembah keramat dan penunggu tetapi hanya yang patut disembah, bukan menyembah barang-barang keramat atau penunggu yang tidak patut disembah, yang dipentingkan dalam ajarannya adalah bahwa setiap manusia perlu berusaha memperbaiki moral.

Ajaran ini dikembangkan oleh muridnya Mengzi ke seluruh Tiongkok dengan beberapa perubahan. Intisari ajaran Konghucu [ sunting - sunting sumber ] Falsafah Dasar [ sunting - sunting sumber ] 1. Tian Tian adalah Maha Pencipta alam semesta. Manusia tidak dapat memahami hakikat sejati Tian sehingga Ia dilambangkan dengan ciri-ciri berikut: [2] Yuan: yang selalu hadir.

Heng: yang selalu berhasil. Li: yang selalu membawa berkah. Zhen: yang selalu adil, tidak membeda-bedakan. 2. Xing Xing adalah jati diri manusia, kodrat, yaitu perwujudan firman Tian ( Tian Ming) dalam diri manusia. Xing menghubungkan Tian dengan segala ciptaannya. Manusia sulit mengenali xingnya karena tertutup oleh emosi, napsu; maka manusia harus dibimbing dengan pedoman etika. Meskipun xing setiap manusia berbeda-beda, tetapi memiliki satu persamaan yaitu Ren (perikemanusiaan).

tempat ibadah konghucu

{INSERTKEYS} [2] 3. Ren Ren atau perikemanusiaan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Zhong (setia) dan Shu (solidaritas).

[2] Zhong merupakan kependekan dari istilah zhong yi Tian ( lit. setia kepada Tuhan), yaitu berserah diri,lahir dan batin kepada Tuhan. Shu merupakan kependekan dari istilah shu yi ren ( lit.

solider kepada sesama manusia atau "cinta kasih sejati". Terdapat dua istilah yang menerangkan arti Shu lebih lanjut. [2] Ji suo bu yu, wu shi yu ren, yaitu "apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan dilakukan terhadap orang lain".

(Lunyu) Ji yu li er li ren, ji yu da er da ren, yaitu "kalau ingin tegak, buatlah orang lain juga tegak; jika ingin maju, buatlah orang lain juga maju". Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) [ sunting - sunting sumber ] Delapan Pengakuan Iman (Ba Cheng Chen Gui) dalam agama Khonghucu: • Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian) • Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De) • Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming) • Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen) • Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi) • Sepenuh Iman mengikuti Genta Rohani Nabi Kongzi (Cheng Shun Mu Duo) • Sepenuh Iman memuliakan Kitab Si Shu dan Wu Jing (Cheng Qin Jing Shu) • Sepenuh Iman menempuh Jalan Suci (Cheng Xing Da Dao) Lima Sifat Mulia (Wu Chang) [ sunting - sunting sumber ] Lima Sifat Kekekalan (Wu Chang): [2] 1.

Ren - Cinta Kasih yaitu sifat mulia pribadi seseorang terhadap moralitas, cinta kasih, kebajikan, kebenaran, tahu-diri, halus budi pekerti, tanggang rasa, perikemanusiaan.

Ini merupakan sifat manusia yang paling mulia dan luhur. 2. Yi - Kebenaran/ Keadilan/ Kewajiban yaitu sifat mulia pribadi seseorang dalam solidaritas serta senantiasa membela kebenaran. Bila Ren sudah ditegakkan, maka Yi harus menyertai. 3. Li - Kesusilaan/ Kepantasan yaitu sifat mulia pribadi seseorang yang bersusila, sopan santun, tata krama, dan budi pekerti.

Semula Li hanya dikaitkan dengan perilaku yang benar dalam upacara keagamaan, tetapi selanjutnya diperluas hingga ke adat-istiadat dan tradisi dalam masyarakat.

4. Zhi - Bijaksana yaitu sifat mulia pribadi seseorang yang arif bijaksana dan penuh pengertian. Kong Hu Cu merangkaikan munculnya kebijaksanaan seseorang dengan selalu sabar dalam mengambil tindakan, penuh persiapan, melihat jauh ke depan, serta memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. 5. Xin - Dapat dipercaya yaitu sifat pribadi seseorang yang selalu percaya diri, dapat dipercaya orang lain, dan senantiasa menepati janji.

Lima Etika (Wu Lun) [ sunting - sunting sumber ] Lima hubungan norma etika dalam bermasyarakat merupakan bentuk dasar interaksi manusia.

Dengan menjalani kehidupan yang sesuai dengan asas Wu Lun, seseorang akan menikmati keselarasan dalam kepribadiannya maupun dalam hubungannya dengan masyarakat. [2] • Hubungan antara Pimpinan dan Bawahan • Hubungan antara Suami dan Isteri • Hubungan antara Orang tua dan anak • Hubungan antara Kakak dan Adik • Hubungan antara Kawan dan Sahabat Delapan Kebajikan (Ba De) [ sunting - sunting sumber ] Delapan Kebajikan (Ba De): [2] • Xiao - Laku Bakti; yaitu berbakti kepada orang tua, leluhur, dan guru.

• Ti - Rendah Hati; yaitu sikap kasih sayang antar saudara, yang lebih muda menghormati yang tua dan yang tua membimbing yang muda. • Zhong - Setia; yaitu kesetiaan terhadap atasan, teman, kerabat, dan negara. • Xin - Dapat Dipercaya • Li - Susila; yaitu sopan santun dan bersusila. • Yi - Bijaksana; yaitu berpegang teguh pada kebenaran.

• Lian - Suci Hati; yaitu sifat hidup yang sederhana, selalu menjaga kesucian, dan tidak menyeleweng/ menyimpang. • Chi - Tahu Malu; yaitu sikap mawas diri dan malu jika melanggar etika dan budi pekerti.

Kitab suci [ sunting - sunting sumber ] Kitab suci agama Konghucu dibagi menjadi dua kelompok: • Wu Jing (五 經) (Kitab Suci yang Lima) yang terdiri atas: • Kitab Sanjak Suci 詩經 Shi Jing • Kitab Dokumen Sejarah 書經 Shu Jing • Kitab Wahyu Perubahan 易經 Yi Jing • Kitab Suci Kesusilaan 禮經 Li Jing • Kitab Chun-qiu 春秋經 Chunqiu Jing • Si Shu (Kitab Yang Empat) yang terdiri atas: • Kitab Ajaran Besar - 大學 Da Xue • Kitab Tengah Sempurna - 中庸 Zhong Yong • Kitab Sabda Suci - 論語 Lun Yu Diarsipkan 2018-05-17 di Wayback Machine.

• Kitab Mengzi - 孟子 Meng Zi Selain itu masih ada satu kitab lagi: Xiao Jing (Kitab Bakti). Definisi agama menurut agama Konghucu [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan kitab Zhong Yong agama adalah bimbingan hidup karunia Tian/Tuhan Yang Maha Esa (Tian Shi) agar manusia mampu membina diri hidup di dalam Dao atau Jalan Suci, yakni "hidup menegakkan Firman Tian yang mewujud sebagai Watak Sejati, hakikat kemanusiaan". Hidup beragama berarti hidup beriman kepada Tian dan lurus satya menegakkan firmanNya.

Nabi [ sunting - sunting sumber ] Lihat pula: Tiga Maharaja dan Lima Kaisar • Nabi Purba Fu Xi ( Hanzi:扶羲), hidup sekitar 2952 – 2836 SM. Dia menerima wahyu He tu (peta sungai) yang tergambar di punggung seekor hewan gaib Long ma, yang keluar dari dalam Sungai Huang Ho. Lambang wahyu tersebut kini dikenal sebagai lambang Bagua. Nabi Nu Wa ( Hokkien:Lie Kwa), istri Fuxi, menciptakan Hukum Pernikahan.

[2] • Nabi Purba Shen Nong ( Hanzi:神農), hidup sekitar 2838 – 2698 SM. • Nabi Purba Huang Di ( Hanzi:黃帝), hidup sekitar 2698 – 2596 SM. Istrinya, Nabi Lei Zu adalah penemu sutra yang ditenunnya dari kepompong ulat sutra, dan bersama Huang Di menciptakan alat tenun, pakaian Hian Ik (pakaian harian) dan Hong Siang (pakaian upacara). • Nabi Purba (堯) Yao 2357 – 2255 SM.

Pada zamannya dilakukan penyempurnaan perhitungan kalender dengan menambah bulan kabisat Imlek, sehingga setiap tanggal 15 selalu jatuh tepat ketika bulan sedang bulat penuh.

• Nabi Purba (舜) Shun 2255 – 2205 SM. Zaman Dinasti Xia [ sunting - sunting sumber ] • Nabi Purba (大 禹) Da Yu 2205 – 2197 SM. Sewaktu berada di tepian Sungai Luohe, dalam rangka tugasnya sebagai pengawas penanggulangan banjir, Yu melihat seekor kura-kura gaib muncul dari dalam air.

Guratan-guratan di punggung kura-kura itu menyadarkan dirinya akan wahyu ilahi yang kemudian dinamakan Luo Shu (Kitab Sungai Luohe) yang menjadi cikal bakal houtian bagua. Pada masa pemerintahannya, versi pertama dari falsafah perubahan yang disebut Lian Shan Yi (Rangkaian Gunung) dan Hong Fan ditulis. [2] Zaman Dinasti Shang [ sunting - sunting sumber ] • Nabi Purba Shang Tang ( Hanzi=商 湯), memerintah tahun 1675 – 1646 SM. • Nabi Wen Wang ( Hanzi=文王).

Menerima wahyu ilahi Dan Shu (Kitab Dan) sehingga ia menemukan lambang houtian bagua dan mengembangkan lebih jauh falsafah perubahan. [2] • Nabi Jiang Ziya. Zaman Dinasti Zhou [ sunting - sunting sumber ] • Nabi Wu Wang ( Hanzi=武王). Ia merupakan raja pertama Dinasti Zhou. Pada tahun ke-13 pemerintahannya, Wu Wang menerima persembahan kitab Hong Fan dari Jizi, bekas menteri Dinasti Shang, yang menyatakan bahwa kitab kuno tersebut merupakan warisan dari zaman Kaisar Yu yang disimpan olehnya.

[2] • Nabi Zhou Gong ( Hanzi=周公). Putera keempat Wen Wang. Ia melanjutkan karya ayahnya membenahi falsafah perubahan dengan menambahkan bagian-bagian baru (seperti komentar Xiang), sehingga versi ketiga ini dikenal sebagai Zhou Yi (falsafah perubahan Dinasti Zhou).

Ia juga meletakkan dasar-dasar tata-upacara pemujaan dan kesusilaan dalam ajaran Ru. [2] • Nabi Besar (孔 子) Kong Zi 551 – 479 SM. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia • Klenteng • Agama • Daftar agama • Tempat ibadah Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Adat Lawas • Adat Musi • Agama Buhun • Agama Helu • Aji Dipa • Aliran Kebatinan Tak Bernama • Aluk Todolo • Ameok • Anak Cucu Bandha Yudha • Angesthi Sampurnaning Kautaman • Anggayuh Panglereming Nafsu • Arat Sabulungan • Babolin • Babukung • Baha'i • Basorah • Buddha • Buddhayana • Maitreya • Tridharma • Budi Daya • Budi Rahayu • Budi Sejati • Bumi Hantoro • Cakramanggilingan • Dharma Murti • Empung Loken Esa • Era Wulan Watu Tana • Galih Puji Rahayu • Gautami • Golongan Si Raja Batak • Guna Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Gunung Jati • Hajatan • Habonaron Do Bona • Hak Sejati • Hangudi Bawono Tata Lahir Satin • Hangudi Lakuning Urip • Hardo Pusoro • Hidup Betul • Hindu • Bali • Jawa • Kaharingan • Towani Tolotang • Siwa-Buddha • Ilmu Goib • Ilmu Goib Kodrat Alam • Imbal Wacono • Islam • Abangan • modern • Ahmadiyyah • Islam Nusantara • LDII • Modernis • Al-Qiyadah Al-Islamiyah • Syiah • Tradisionalis • Wahidiyah • Wetu Telu • IWKU • Jainisme • Jawa Domas • Jingi Tiu • Kapitayan • Kejawen • Khonghucu • Koda Kirin • Kristen • Katolik • Mormonisme • Ortodoks • Protestan • Saksi-Saksi Yehuwa • Lera Wulan Dewa Tanah Ekan • Malesung • Marapu • Masade • Naurus • Parmalim • Pelebegu • Pemena • Pepandyo • Perjalanan • Purwoduksino • Rila • Salamullah • Sedulur Sikep • Sikh • Sirnagalih • Subud • Sumarah • Sunda Wiwitan • Djawa Sunda • Taoisme • Tonaas Walian • Wor • Yahudi Ireligiusitas Kategori tersembunyi: • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan • Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan April 2022 • Artikel yang memiliki kalimat yang harus diperbaiki • Templat webarchive tautan wayback • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 3 April 2022, pukul 15.04.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
3 menit Sahabat 99, kali ini kita akan membahas beberapa tempat ibadah dari berbagai agama yang ada di Indonesia.

Salah satunya dari agama Yahudi, lo. Yuk, disimak! Indonesia dikenal dengan keberagamannya. Mulai dari budaya, bahasa, hingga agama. Di Indonesia sendiri, agama yang diakui secara resmi oleh negara ada enam.

Masing-masing agama tersebut mempunyai tempat ibadah dan memiliki nama berbeda. Lalu, apa saja nama tempat ibadah agama di Indonesia?

Selengkapnya cek pada artikel ini! 7 Tempat Nama Ibadah Agama di Indonesia 1. Islam (Masjid) Umat Islam mempunyai tempat beribadah yang bernama masjid. Masjid di Indonesia mempunyai ciri khas pada eksterior bangunannya, yakni terdapat sebuah kubah. Di dalam masjid, umumnya terdapat dekorasi kaligrafi di dinding dan ada sebuah mimbar, tempat khatib menyampaikan ceramah.

Tempat ibadah umat Islam tak hanya dikenal denga sebutan masjid, tapi kadang disebut musala, langgar, dan surau. Nama tersebut disematkan untuk masjid yang memiliki ukuran kecil. Secara fungsi tempat tersebut sama, yaitu tempat sembahyang umat muslim.

2. Kristen Protestan (Gereja) Selanjutnya akan dijabarkan beberapa ciri dari tempat ibadah penganut agama Kristen Protestan, yaitu gereja. Gereja sendiri mempunyai arti suatu perkumpulan atau lembaga dari penganut iman kristiani. Ciri utama dari sebuah gereja terdapat dari penggunaan salib pada bagian luar bangunan. Di Indonesia, seperti melansir laman indonesia.go.id, penganut agama Kristen Protestan sebanyak 6,9% dari seluruh penduduk Indonesia.

3. Kristen Katolik (Gereja) Serupa dengan penganut Protestan, agama Kristen Katolik pun tempat ibadahnya bernama gereja. Ciri utama dari gereja Katolik terdapat pada sudut lancip yang menghadap ke atas pada bangunan luarnya. Tak lupa ada salib di tengah fasad bangunan. Selain itu, di gereja penganut katolik, kerap ditemukan patung Yesus Kristus. Daerah penganut terbanyak agama Hindu berada di Bali.

Sekadar informasi, nama kitab suci dari agama Hindu ialah Veda/Weda. Nah, pura adalah nama tempat ibadah Hindu. Di Indonesia, khususnya di Bali, Pura dirancang dengan bangunan terbuka yang di kelilingi tembok.

Masing-masing gerbang saling terhubung dan pada bagian tersebut terdapat banyak ukiran. 5. Agama Buddha (Vihara/Wihara) sumber: seputarkota.com Masih dilansir pada laman indonesia.go.id, konon, agama Buddha merupakan agama tertua di dunia.

Di Indonesia, penganut agama ini sebanyak 0,7% dari seluruh penduduk. Agama ini dikenal luas berasal dari negara India. Nama tempat ibadah Buddha adalah vihara/wihara yang juga sering disebut sebagai kuil. Sekilas, antara vihara dan kelenteng—tempat ibadah agama Konghucu—itu mirip, tapi perbedaanya terletak dari gaya arsitekturnya.

Gaya arsitektur wihara umumnya bergaya khas Tiongkok yang sudah berbaur dengan kearifan lokal. {/INSERTKEYS}

tempat ibadah konghucu

Sementara kelenteng, umumnya bergaya khas Tiongkok saja. 6. Konghucu (Kelenteng/Litang) Agama Konghucu adalah salah satu agama resmi di Indonesia. Penyebaran ini dilakukan oleh orang-orang Tionghoa yang merantau ke Indonesia. Sekilas, sudah dijelaskan pada poin wihara, mengenai tempat ibadah umat Konghucu, yaitu kelenteng.

Kelenteng, umumnya bergaya khas bangunan Tiongkok. Selain itu, dikutip pada laman beritabaik.id, klenteng merupakan tempat ibadah bagi penganut agama Tridharma. Tridharma terdiri dari Konghucu, Taoisme, dan Buddha, lo. 7. Yahudi (Sinagoge) Di Indonesia, ternyata ada beberapa masyarakatnya yang menganut agama Yahudi. Bahkan, ada satu Sinagoge yang merupakan nama tempat peribadatan agama Yahudi dibangun di Indonesia.

Tepatnya ada di Tondano, Sulawesi Utara. Foto: kumparan.com/cornelius bintang Sinagoge tersebut, kono, menjadi sinagoge satu-satunya di Indonesia. Nama Sinagoge tersebut adalah Shaar Hashamayim. Secara umum, bentuk bangunan Sinagoge di Indonesia tak ada ciri yang mencolok. Namun pada bagian fasad, dindingnya dibalut oleh bebatuan.

*** Itulah tempat ibadah agama di Indonesia. Semoga bermanfaat, Sahabat 99. Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia. Temukan hunian impianmu sekarang juga dengan mengakses www.99.co/id dan rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu. Contohnya seperti rumah di Adhi City Sentul, Bogor!
Tempat Wisata di Singapura – Berbicara soal liburan keluar negeri yang praktis, Singapura kerap jadi pilihan utama wisatawan Indonesia.

Tak hanya karena jaraknya yang dekat, namun berbagai obyek wisata di Singapura yang beragam tak pernah membosankan rasanya untuk dijelajahi.

Punya rencana untuk traveling ke Singapura di liburanmu selanjutnya? Intip berbagai destinasi tempat wisata di Singapura populer yang paling hits berikut: Baca juga: 7 Oleh-Oleh Khas Singapura paling Mudah untuk Didapatkan Rekomendasi Tempat Wisata di Singapura 1. Merlion Park Sumber gambar: VisitSingapore Untuk traveler yang baru pertama kali ke Singapura, tentu obyek wisata Singapura satu ini wajib untuk dikunjungi. Di taman modern ini terdapat Patung Singa alias Merlion Statue yang merupakan lambang negara kebanggaan Singapura.

Destinasi wisata di Singapura tempat ibadah konghucu menjadi tempat berburu foto favorit para wisatawan, khususnya yang baru pertama kali berkunjung ke Singapura. 2. Esplanade Sumber gambar: Wikipedia Tak jauh dari Merlion Statue, Toppers bisa mengunjungi Esplanade, sebuah pusat seni yang populer karena arsitektur bangunannya yang unik dan kerap disamakan dengan bentuk dari buah durian.

Pusat seni paling aktif dan sibuk di dunia ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari ruang konser, ruang teater, perpustakaan, tempat ibadah konghucu pameran, dan berbagai fasilitas lainnya. 3. Gardens By The Bay Sumber gambar: Gardens by the Bay Untuk Toppers yang ingin berwisata alam di Singapura, Gardens by the Bay bisa jadi alternatif pilihan destinasi wisata yang tepat. Taman buatan seluas 100 hektar ini dirancang dengan sangat megah dan terkenal akan keberadaan Supertree Groove yang sangat ikonik.

Bahkan, Toppers bisa menaiki jembatan Skyway yang berada diantara Supertree untuk menikmati keindahaan dari Gardens by the Bay dari ketinggian.

4. Singapore Botanic Garden Sumber gambar: VisitSingapore Selain Gardens by the Bay, pilihan wisata alam yang menyejukkan lainnya di Singapura adalah Singapore Botanic Garden, sebuah taman kota yang telah berusia lebih dari 150 tahun. Memiliki luas tak kurang dari 70 hektar, Singapore Botanic Garden menjadi rumah bagi beragam spesies tanaman yang beberapa diantaranya merupakan tanaman langka. 5. Sentosa Island Sumber gambar: VisitSingapore Sentosa Island atau Pulau Sentosa adalah destinasi wisata di Singapura yang sangat populer.

Pulau buatan yang terpisah dari daratan utama Singapura ini dibangun dengan berbagai fasilitas wisata dan hiburan yang cukup lengkap mulai dari olahraga, hotel, taman hiburan, aquarium, dan berbagai pilihan tujuan rekreasi lainnya. Di pulau ini, Toppers juga bisa bersantai di Siloso Beach Sentosa, pantai buatan yang dilengkapi patung Merlion setinggi 37 meter.

6. Universal Studio Sumber gambar: Tribunnews Salah satu destinasi rekreasi paling populer di Pulau Sentosa adalah Universal Studio, taman hiburan yang bertemakan karakter dan film-film dari Universal Studio. Mulai dari wahana Jurassic Park, Transformer, hingga Madagascar bisa Toppers mainkan di obyek wisata Singapura satu ini.

7. Art Science Museum Sumber gambar: VisitSingapore Jika melewati kawasan sekitar Marina Bay Sans, Toppers tentu akan melihat sebuah bangunan yang memiliki desain arsitektur yang cukup mencuri perhatian.

Bangunan bak mangkuk yang berkonsep bunga teratai ini adalah Art Science Museum Singapura yang menjadi salah satu destinasi wisata di Singapura yang cukup diminati. Sebagai tempat pameran seni kelas dunia, tentu banyak hal menarik yang bisa Toppers temui di obyek wisata Singapura ini. 8. East Coast Park Sumber gambar: Amber Tempat ibadah konghucu East Coast Park adalah taman kota di Singapura yang terkenal karena berada di tepi pantai sehingga cukup diminati wisatawan untuk rekreasi sembari bersantai.

Selain menikmati panorama tempat ibadah konghucu, berbagai kegiatan seperti bersepeda, memancing, piknik, hingga jogging menjadi pilihan aktivitas yang kerap dilakukan di taman ini.

tempat ibadah konghucu

Ini adalah salah satu taman kota yang sedang populer di Singapura. Letaknya yang berada di tepi pantai menjadikan taman ini salah satu tempat rekreasi favorit bagi warga Singapura dan juga bagi wisatawan yang berkunjung kesana. Kamu bisa menikmati bermacam kegiatan di sini, mulai dari jogging, bersepeda, piknik, maupun memancing.

tempat ibadah konghucu

Di sini juga tersedia pusat aneka jajanan makanan yang dinamakan Hawker Centres. 9. Singapore Flyer Sumber gambar: VisitSingapore Singapura terkenal sebagai sebuah negara maju dengan rancangan dan arsitektur kota yang megah. Untuk bisa menikmati kemegahan dan keindahan dari Singapura, Singapore Flyer bisa jadi tujuan wisata di Singapura yang tepat untuk dikunjungi.

Bianglala yang memiliki tinggi mencapai 165 meter atau setara bangunan 42 lantai ini memungkinkan Toppers untuk menikmati panorama kota Singapura dari ketinggian selama kurang lebih 30 menit. 10. Marina Bay Sans Sumber gambar: Wikipedia Berbicara soal kemegahan Singapura, Marina Bay Sans merupakan salah satu ikon dari tempat ibadah konghucu Singapura yang sangat populer. Bangunan tiga menara dengan bagian atas yang terhubung dengan struktur menyerupai kapal ini memiliki banyak fasilitas hiburan dan rekreasi seperti hotel, mall, restaurant, kasino, dan berbagai fasilitas pariwisata lainnya.

Berkunjung ke Singapura tentu takkan lengkap tanpa berfoto dengan latar kemegahan kompleks Marina Bay Sans ini. 11. Jurong Bird Park Sumber gambar: Flickr Destinasi wisata di Singapura selanjutnya adalah Jurong Bird Park. Menjadi rumah bagi tak kurang dari 8,000 ekor burung dari 600 spesies, objek wisata Singapura satu ini merupakan salah satu taman burung terbesar di dunia.

tempat ibadah konghucu

Tak cuma bisa mengamati beragam spesies burung di taman yang dirancang menyerupai habitat asli para burung ini, Toppers juga bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung yang telah jinak ini, lho. Baca juga: 12 Makanan Khas Brunei Darussa lam dengan Cita Rasa Unik Destinasi Wisata Belanja di Singapura 12.

Orchard Road Sumber gambar: Channel News Asia Sudah bukan rahasia jika Singapura merupakan salah satu destinasi liburan sekaligus surga belanja. Salah satu destinasi wisata di Singapura yang cocok untuk Toppers yang gemar belanja adalah Orchard Road.

Beragam toko dan mall berada di kawasan ini sehingga sangat pas untuk penggemar window shopping. 13. Bugis Street Sumber gambar: The Best Singapore Tujuan wisata belanja di Singapura selanjutnya yang tak kalah populer adalah Bugis Street yang berlokasi tak jauh dari Orchad Road. Kawasan perbelanjaan ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit karena harga-harga barang yang dijual terkenal murah dan sangat banyak pilihannya.

14. Chinatown Sumber gambar: The Finder Singapore Seperti Chinatown pada umumnya, Chinatown di Singapura merupakan kawasan pecinan yang khas dengan arsitektur kawasannya. Chinatown menjadi salah satu tujuan wisata di Singapura yang dimintai wisatawan karena banyaknya gerai-gerai toko sehingga Toppers tak cuma bisa menikmati budaya dan arsitektur kawasan ini, namun juga sekaligus berwisata belanja.

15. Little India Sumber gambar: The HoneyCombers Setelah Chinatown, masih ada Little India yang merupakan kawasan yang didominasi komunitas warga keturunan India di Singapura. Tak cuma kawasannya yang unik karena memiliki arsitektur khas India, disini juga terkenal sebagai tempat berbelanja dan berburu oleh-oleh khas India. 16. Arab Street Sumber gambar: Flickr Tak cuma komunitas warga keturunan India, di Singapura juga terdapat kawasan komunitas warga keturunan timur tengah, yakni Arab Street.

Kawasan ini menjadi pusat umat Islam yang ada di Singapura sehingga tak sulit menemukan berbagai toko yang menjual berbagai pernak-pernik khas Arab dan berbagai perlengkapan ibadah umat Islam.

Sementara ramai menjadi pusat perbelanjaan pada siang hari, menjelang malam kawasan wisata di Singapura ini berubah menjadi salah satu tempat untuk Toppers berburu kuliner khas Arab. 17. Vivo City Tempat ibadah konghucu gambar: Vivo City Untuk Toppers yang memang pergi ke Singapura dengan tujuan wisata belanja, tentu Vivo City menjadi salah satu destinasi wisata Singapura yang wajib didatangi. Mall terbesar di Singapura ini bahkan pernah dinobatkan sebagai salah satu mall terbaik di Singapura.

Tak cuma berbagai gerai toko, ada banyak fasilitas pelengkap yang membuat pengalaman belanja di Mall ini menjadi takkan terlupakan. Baca juga: 12 Rekomendasi Destinasi Liburan Akhir Tahun Terbaik Obyek Wisata Kuliner di Singapura 18. Katong Street Kawasan Katong adalah destinasi wisata budaya di Singapura selanjutnya yang kerap dikunjungi para traveler yang hendak berburu kuliner-kuliner khas Melayu.

Tak cuma beragam panganan Melayu, berjalan sedikit ke bagian East Coast Road, Toppers bisa menemukan banyak penjaja makanan seafood khas Singapura yang tak tempat ibadah konghucu lezat. 19. La Pa Sat Festival Market Sumber gambar: Visit Singapore Destinasi wisata di Singapura yang pas untuk kulineran selanjutnya adalah La Pa Sat Festival Market, yang sebelumnya merupakan Pasar Telor Ayer.

Berbagai menu makanan bisa Toppers cicipi di tempat ini. Hal yang menarik dari La Pa Sat Festival Market adalah banyaknya pilihan menu halal yang bisa Toppers tempat ibadah konghucu di tempat ini. Jadi, untuk Toppers yang muslim, tentu La Pa Sat Festival Market bisa masuk dalam daftar tempat kulineran wajib saat berada di Singapura. 20. Chinatown Food Street Sumber gambar: Chinatown Food Street Masih beradadi kawasan Chinatown, Toppers bisa menuju bagian Chinatown Food Street dimana berbagai menu makanan kaki lima khas bercita rasa oriental bisa Toppers cicipi disini.

Salah satu menu andalan yang terkenal di tempat ini adalah bebek panggang dan tempat ibadah konghucu varian bakmi yang lezat. 21. Makansutra Gluttons Bay Berlokasi tak jauh dari Marina Bay Sans terdapat Makansutra Gluttons Bay yang merupakan salah satu pusat kuliner yang digemari oleh para turis karena tak hanya menawarkan berbagai menu lezat, namun pemandangan di tempat ini sangatlah indah. Disini, Toppers bisa memanjakan lidah sekaligus memanjakan mata saat menikmati kuliner di Makansutra Gluttons Bay.

22. Newton Food Center Sumber gambat: The Smart Local Setelah lelah berbelanja menyusuri Orchard Road, Toppers bisa beristirahat sekaligus bewisata kuliner di Newton Food Center yang berlokasi tak jauh dari Orchard Road. Destinasi wisata kuliner Singapura ini terkenal akan menu-menu seafood, khususnya kepiting. Namun, ada beragam pilihan menu lain yang bisa Toppers cicipi mulai dari sajian India, Arab, hingga beragam menu-menu khas Singapura.

Baca juga: 32 Tempat Liburan di Jepang Terbaik yang Wajib Kamu Kunjungi! Wisata Sejarah, Budaya dan Religi di Singapura 23. St Andrew’s Cathedral Sumber gambar: Wikipedia St. Andrew’s Cathedral merupakan gereja terbesar sekaligus tertua di Singapura rancangan Kolonel Ronald MacPherson pada 1859.

Tak cuma kaya akan nilai sejarah, bangunan peninggalan era kolonial ini juga memiliki arsitektur yang sangat indah dan khas dengan jendela-jendela kaca patrinya yang menggambarkan sosok-sosok bersejarah Singapura dan Dunia seperti Sir Stanford Raffles, Presiden Inggris kedua John Crawfurd, hingga Gubernur negeri Selet Mayor Jenderal Willam Butterworth.

24. Masjid Sultan Sumber gambar: Wikipedia Berlokasi di Kampung Glam, destinasi wisata di Singapura selanjutnya ini kerap menjadi tujuan ziarah para traveler muslim yang mengunjungi Singapura. Masjid Sultan memiliki arsitektur bergaya timur tengah dengan kubah emasnya yang sangat ikonik. Dibangun sejak 1824, kini masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi di Singapura sekaligus tempat wisatawan muslim berburu kuliner halal yang dijajakan di sekitar masjid.

25. Kuil Sri Khrisnan Sumber gambar: Asia Photo Stock Destinasi wisata religi selanjutnya yang bisa Toppers kunjungi di Singapura adalah Kuil Sri Khrisnan yang berada di daerah Waterloo Street.

Dibangun sejak 1870, menemukan bangunan tempat ibadah bersejarah di Waterloo Street ini taklah sulit karena arsitekturnya yang kontras sangat mencuri perhatian. Dengan warna-warna mencolok, berbagai patung dewa-dewi dalam kepercayaan Hindu menghiasi bangunan tempat ibadah ini. 26. Kuil Thian Hock Keng Sumber gambar: Flickr Sedangkan, untuk umat Konghucu, di Singapura juga terdapat Kuil Thian Hock Keng, kuil Hokkian tertua dan bersejarah yang dibangun sebagai bentuk penghormatan dan ucapan syukur terhadap Dewi Laut oleh imigram asal Tiongkok yang berhasil melintasi Laut Cina Selatan sehingga bisa mencapai Singapura dengan selamat.

Berlokasi di Telok Ayer Street, kuil ini dibangun pada 1839 hingga 1840 dengan arsitektur tradisional khas Tiongkok. Salah satu keunikan dari Arsitektur bangunan ini adalah pembangunannya yang sama sekali tidak menggunakan paku melaikan teknik khusus untuk mengunci semua struktur kayu pada bangunan kuil ini. 28. Bukit Chandu Sumber gambar: Visit Singapore Destinasi wisata di Singapura lainnya yang bisa Toppers singgahi untuk mengenal lebih dalam mengenai perjalanan sejarah Singapura adalah Bukit Chandu yang berlokasi di 31K.

Di sini, Toppers bisa mempelajari sejarah pada masa perang dunia, khususnya di masa kolonialisasi Jepang termasuk kisah Letnan Adnan Saidi, salah satu pahlawan Singapura yang bertempur melawan Jepang kala itu. Baca juga: 18 Rekomendasi Destinasi Wisata Terbaik di Australia! Tujuan Wisata Malam di Singapura 29. Clarke Quay Sumber gambar: Wikipedia Untuk Toppers yang ingin mencari tempat nongkrong di malam hari saat berada di Singapura, Clarke Quay bisa jadi salah satu tujuan wisata di Singapura yang bisa disambangi.

Berada di kawasan bangunan berasitektur pecinan yang bersejarah, kawasan ini ramai akan restoran, kafe, dan juga bar pada malam hari. Tak hanya itu, pemandangan di kawasan tepi sungai ini juga sangat cantik kala malam hari tiba. 30. Night Safari Wisata malam di Singapura selanjutnya yang tak kalah menarik adalah Night Safari.

Destinasi wisata ini menawarkan pengalaman menyusuri berbagai habitat lebih dari 130 spesies hewan nocturnal yang aktif di malam hari. Menarik, bukan? Tempat ibadah konghucu juga: 13 Destinasi Wisata Penang Terbaik untuk Liburan Banyak sekali bukan pilihan wisata di Singapura yang bisa buat liburan ke Singapura menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Apapun gaya traveling-mu, selalu ada obyek wisata di Singapura yang pas. Agar liburan ke Singapura lebih maksimal, lengkapi perlengkapan traveling dengan mudah lewat Tokopedia. Tak cuma itu, Toppers juga bisa pesan tiket pesawat dan berbagai tiket wahana hiburan di Tokopedia dengan sangat praktis.

Sudah siap jelajahi berbagai destinasi wisata di Singapura favoritmu? Temukan berbagai penawaran menarik tiket pesawat untuk traveling yang lebih praktis!Jakarta - Ada enam agama yang diakui di Indonesia yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama itu memiliki kitab suci masing-masing yang memuat ajaran-ajaran tentang panduan kehidupan umat beragama dalam menjalani hidup.

Berikut kitab suci agama di Indonesia: 1. Al Quran- Islam Al Quran adalah kitab suci agama Islam. Al Quran terdiri atas 114 surat, 30 juz, dan 6.666 ayat. Al Quran diturunkan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari atau rata-rata selama 23 tahun.

Waktunya dimulai sejak 17 Ramadan dan saat itu Nabi Muhammad berumur 40 tahun hingga wafat. Tempat ibadah konghucu dari Al Quran adalah petunjuk, ada juga cerita mengenai sejarah suatu kaum. Ayat Al Quran dibaca dalam bahasa Arab saat melaksanakan sholat. Seseorang yang menghafal isi Al Quran disebut Hafidz. Umat Muslim membacakan Al Quran dengan bernada dan sesuai peraturan atau tajwid. Dalam memahami makna Al Quran, umat Muslim menggunakan tafsir.

Sedangkan tempat ibadah umat Islam yakni masjid. Di masjid umat Islam melakukan sholat lima waktu, sholat sunah, dan membaca Al Quran. Baca juga: 6 Agama di Indonesia: Kitab Suci dan Hari Besarnya 2. Al Kitab- Kristen Katolik Kitab suci agama di Indonesia dari Kriten Katolik yakni Al Kitab atau Injil.

Kristen Katolik masuk ke Indonesia berawal dari kedatangan bangsa Portugis ke kepulauan Maluku. Hari besar Kristen Katolik yakni Natal, Jumat Agung, Kenaikan Isa Al Masih, dan Hari Paskah. 3. Al Kitab- Kristen Protestan Agama Kristen Protestan muncul setelah protes Martin Luther pada tahun 1517. Kata Protestan diaplikasikan pada umat Kristen yang menolak ajaran maupun otoritas Gereja Katolik. Kitab suci agama Kristen Protestan sama dengan Kristen Katolik yakni Al Kitab atau Injil.

Sementara tempat ibadah umat Kristen Protestan juga sama dengan Kristen Katolik yakni gereja. 4. Weda- Hindu Kitab suci agama Hindu yakni Weda.

Di Indonesia pemeluk agama Hindu tersebar di wilayah Indonesia namun yang terbanyak yakni di Bali. Tempat ibadah agama Hindu yakni Pura. Hari raya Umat Hindu yakni Nyepi, Kuningan, Galungan, dan Hari Saraswati. Baca juga: Penjelasan tentang Saraswati, Hari Raya Umat Hindu dan Maknanya 5. Tripitaka- Buddha Kitab suci agama Buddha yakni Tripitaka. Tempat ibadah agama buddha adalah Vihara.

Hari raya agama Buddha yakni Hari Kathina, Hari Waisak, dan Hari Asadha. Agama Buddha merupakan agama tertua di dunia dan di Indonesia. Namun pemeluk agama Buddha di Indonesia tidak sebanyak agama-agama lainnya.

6. Sishu Wujing - Konghucu Sejak era reformasi, agama yang diakui di Indonesia bertambah satu yakni Konghucu. Penyebaran agama Konghucu ke Indonesia tempat ibadah konghucu oleh orang-orang China yang merantau ke Indonesia. Kitab suci agama Konghucu yakni Sishu Wujing. Hari besar agama Konghucu yakni Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Itulah kitab suci agama-agama di Indonesia. Apa kalian hafal? (nwy/pal)
Meski kental dengan nilai-nilai religius Islam, bukan berarti tidak ada toleransi beragama di Pulau Madura.

Pulau Garam ini tidak hanya dihuni oleh pemeluk agama Islam, tapi juga agama lain. Dan semuanya hidup berdampingan dengan damai. Bangkalan adalah salah satu kabupaten di Madura yang menghidupkan toleransi antar umat beragama. Di kabupaten tempat lahirnya ulama besar Syaichona Muhammad Cholil, juga hidup masyarakat pemeluk agama Kristen, Konghucu dan Budha.

Selain tempat ibadah masjid, di pusat kabupaten juga terdapat beberapa gereja dan kelenteng. Hidup dan besar di Bangkalan, sejak kecil toleransi beragama sudah menjadi bagian dari kehidupan saya dan keluarga.

Sebab, rumah tempat kami tinggal berlokasi di belakang Gereja Pantekosta yang ada di Jl. Trunojoyo. Jika ada teman atau orang bertanya alamat rumah, kami selalu sampaikan bahwa rumah kami ada di belakang gereja.

Saking seringnya kami menyampaikan tempat ibadah konghucu itu, orang kadang mengira agama kami sekeluarga Kristen. Tentu saja tidak. Kami hanya kebetulan tinggal di rumah yang di depannya ada bangunan gereja.

Gereja itu lebih dulu ada daripada rumah kami. Nah, karena bertetangga dengan gereja, tentu kami bisa mendengarkan ceramah pendeta di setiap hari minggu sore atau hari-hari besar Kristen lainnya. Kami juga bisa mendengar nyanyi pujian jamaah gereja itu yang diiringi dengan band setiap waktu peribadatan mereka. Sebagai tetangga, jika Natal tiba kami sering dapat bingkisan.

Saat itu saya dan 4 kakak perempuan saya masih kecil, tentu senang mendapat bingkisan yang isinya makanan ringan dan mie instan. Sering kami diperingatkan teman bahwa sebenarnya bingkisan itu diberikan supaya kami tempat ibadah konghucu agama. Tapi kami tahu mereka mengatakan itu karena iri tidak kebagian bingkisan dari gereja. Gereja Dibakar Perusuh Pernah ada kejadian yang membuat kami sekeluarga ketakutan karena bertetangga dengan gereja. Itu pada saat terjadi kerusuhan tahun 1998.

Di Bangkalan juga pecah kerusuhan. Gereja, kelenteng, toko-toko milik non-muslim dirusak dan dibakar. Tak terkecuali Gereja Pantekosta tetangga depan rumah kami.

Malam itu saya masih ingat, ribuan orang memenuhi jalanan di Bangkalan merusak dan bahkan membakar apa yang jadi target mereka. Di antaranya gereja di depan rumah kami. Pintu gereja lebih dulu dirusak kemudian banyak orang masuk ke dalam gereja dan mengobrak-abrik isinya. Kami dari dalam rumah mendengar perusuh yang masuk membanting isi gereja. Kursi dan alat-alat musik di dalam gereja di obrak-abrik.

Tak lama kemudian api pun berkobar dari dalam gereja. Kami dan beberapa tetangga lainnya tentu bingung harus bagaimana. Namun, sungguh beruntung api tempat ibadah konghucu sampai membesar hingga merembet ke bangunan lain. Pemadam kebakaran datang.
ERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error.

Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: 9QsAnkaJ3SLfxgviC2cjpEDZfCpQPZqF6C8Gz6zHxmhTGSM1z-_2IQ==
6 Agama yang Diakui di Indonesia – Agama merupakan tata kaidah yang berkaitan erat dengan kegiatan spiritual seseorang.

Kemudian agama dapat dikatakan sebagai ajaran yang menghubungkan antara manusia dengan Tuhan. Agama juga kerap disebut sebagai sistem yang mengatur peribadatan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di Indonesia sendiri, agama telah menjadi satu bagian penting dalam menjalani kehidupan. Mayoritas penduduk Indonesia menganut suatu agama yang nantinya akan tertulis di dalam kartu identitas.

Status agama menjadi suatu hal yang wajib diisi dalam kartu identitas, tidak peduli seberapa taat seseorang dalam melakukan peribadatan suatu agama. Indonesia sebagai negara demokratis memiliki konstitusi yang menjamin kebebasan beragama kepada semua orang.

Hal tersebut diperkuat dengan pasal 28E ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya”. Status keagamaan di Indonesia sudah diajarkan dan diterapkan sedini mungkin.

Mengapa? Karena hal tersebut tertuang dalam sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Seperti yang kita ketahui, Indonesia sebagai bangsa majemuk memiliki beragam suku, kebudayaan, dan kepercayaan.

Masing-masing kepercayaan memiliki perbedaan satu sama lain yang kerap memunculkan perbedaan pendapat antara satu kepercayaan dengan kepercayaan lainnya. Pasca reformasi tahun 1998, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut instruksi presiden Nomor 14 Tahun 1967 dan keputusan Mendagri Tahun 1978. Pencabutan keputusan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki enam agama resmi yang diakui, yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Berikut penjelasan yang telah dirangkum oleh Gramedia.com mengenai tempat ibadah konghucu agama tersebut. Daftar Isi • Mengenal Enam Agama yang Diakui di Indonesia • 1. Islam • Anda Mungkin Juga Menyukai • 2. Kristen Protestan • 3. Kristen Katolik • 4.

tempat ibadah konghucu

Hindu • 5. Buddha • 6. Konghucu Mengenal Enam Agama yang Diakui di Indonesia 1. Islam Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam dengan persentase 87,2% atau sekitar 207 juta orang. Bahkan Indonesia menjadi negara penduduk muslim terbanyak di dunia, lho Grameds. Kamu akan menjumpai banyak pemeluk agama Islam di wilayah barat Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, hingga pesisir Kalimantan.

Agama Islam sendiri diperkirakan muncul sekitar 1.400 tahun yang lalu, yakni tahun 610 Masehi. Hal tersebut ditandai dengan penerimaan wahyu Alquran di Mekah oleh Nabi Muhammad SAW. Sementara di Indonesia, Agama Islam diyakini masuk melalui para pedagang Arab dan Persia sekitar abad ke-7 atau 8. Rp 75.000 Mengucapkan dua kalimat syahadat menjadi tanda bahwa kita telah menjadi pemeluk agama tempat ibadah konghucu dan beriman kepada Allah SWT. Adapun beberapa ibadah yang wajib dilakukan umat Islam, di antaranya ialah mendirikan salat, berpuasa di bulan ramadan, zakat, dan pergi haji bila mampu.

Dalam agama Islam, kitab suci yang tempat ibadah konghucu ialah Alquran. Kitab Alquran terdiri atas 114 surat, 30 juz, dan 6.666 ayat. Kemudian tempat ibadah umat Islam ialah Masjid. Islam memiliki beberapa hari besar, yakni idul fitri, idul adha, tahun baru hijriyah, dan isra mi’raj. Hari raya idul fitri atau lebaran sebagai hari besar bagi umat Islam memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan berpuasa, yakni menjadi manusia yang bertakwa.

Kemudian hari besar Idul Adha dilakukan untuk memperingati peristiwa kurban Nabi Ibrahin AS. Selanjutnya, tahun baru hijriyah sebagai hari besar umat Islam merupakan perayaan yang dilakukan untuk terus mengingatkan umat Islam akan sejarah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Terakhir, hari besar isra mi’raj adalah perayaan yang dilakukan untuk memperingati perjalanan malam Rasulullah SAW.

Baca juga: 6 Agama di Indonesia dan Kitab Sucinya 2. Kristen Protestan Agama Kristen diperkirakan muncul sekitar 2.000 tahun yang lalu, lho Grameds. Kemunculan agama Kristen dipengaruhi oleh ajaran Calvinisme dan Lutheran di Belanda pada abad ke-16.

Di Indonesia sendiri, agama Kristen Protestan menjadi agama kedua terbesar dengan persentase 6,9% atau sekitar 16,5 juta orang.

Kedatangan pada misionaris Eropa ke beberapa wilayah di Indonesia menandai perkembangan agama Kristen di tanah air. Beberapa wilayah persebaran agama Kristen di antaranya ialah wilayah barat Papua, sedikit Kepulauan Sunda, Kepulauan Maluku, Tanah Batak, Tanah Karo, Nusa Tenggara Timur, dan lain sebagainya. Alkitab menjadi kitab suci bagi para pemeluk agama Kristen Protestan.

Alkitab sendiri terdiri atas 66 bagian yang terbagi menjadi dua, yakni 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru. Bagi penganut agama Kristen Protestan, ibadah minggu telah menjadi ibadah wajib yang dilaksanakan.

Ibadah tersebut dapat dilakukan di gereja, balai perkumpulan, aula besar maupun rumah. Ibadah minggu biasanya terbagi menjadi dua, yakni doa pembuka dan puji-pujian yang berisi firman Tuhan. Pembaptisan, katekisasi, sidi, dan perjamuan kudus menandai bahwa seseorang telah memeluk agama Kristen Protestan. Kristen Protestan memiliki beberapa hari besar, di antaranya ialah natal, hari paskah, pentakosta, kenaikan Isa Almasih, dan wafat Isa Almasih.

Hari besar natal menjadi perayaan yang dilakukan untuk memperingati kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Kemudian hari paskah sebagai perayaan bagi para pemeluk agama Kristen Protestan dilakukan untuk memperingati kebangkitan Yesus. Penganut agama Kristen Protestan melakukan pentakosta sebagai perayaan untuk memperingati pencurahan Roh Kudus.

Selanjutnya, hari besar kenaikan Isa Almasih menjadi perayaan untuk memperingati kenaikan Yesus 40 hari setelah hari paskah. Terakhir, hari besar wafat Isa Almasih dilakukan untuk memperingati kematian Yesus. 3. Kristen Katolik Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia dengan misi mencari rempah-rempah menandai kemunculan agama Kristen Katolik di Kepulauan Maluku.

Hal tersebut menjadikan rakyat Maluku sebagai penganut pertama Agama Katolik di Indonesia. Pada tahun 1.546, pelopor misionaris Kristen Fransiskus Xaverius tiba di Kepulauan Maluku tahun dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat. Di Indonesia sendiri, penganut agama Katolik tempat ibadah konghucu persentase sebesar 2,9% atau sekitar 6,9 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan agama Katolik sebagai agama ketiga terbesar di Indonesia. Dalam agama Kristen Katolik, penyebutan kitab suci yang digunakan ialah Alkitab.

Pembaptisan, krisma, ekaristi, pengampunan dosa, pengurapan orang sakit, imamat, dan sakramen perkawinan menjadi suatu tanda yang dimulai dari Kristus untuk memberikan rahmat kepada umat-Nya.

Dalam agama Kristen Katolik terdapat beberapa hari besar, seperti natal, hari raya Santa Perawan Maria, kenaikan Isa Almasih, dan Trihara Suci Paskah. 4. Hindu Jaringan perdagangan yang terbentang dari China hingga India pada abad ke-4 menjadi awal kedatangan agama Hindu ke Indonesia.

Berdirinya Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara menjadi kemunculan agama Hindu dengan nilai-nilai Hindu. Di Indonesia sendiri, penganut agama Hindu memiliki persentase sebesar 1,7% atau sekitar 4 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan agama Hindu sebagai agama keempat terbesar di Indonesia. Kitab Weda atau Veda menjadi kitab suci bagi para pemeluk agama Hindu. Nama kitab Weda yang berasal dari bahasa Sansekerta berarti pengetahuan atau mengetahui. Jika disimpulkan, kitab Weda bermakna sebagai ilmu pengetahuan suci yang sempurna dan kekal abadi.

Kitab Weda sendiri terbagi menjadi dua kelompok, yakni Weda Sruti dan Weda Smrti. Trisandhya, Suryasewana, Berjapa, Sembahyang, dan Tirhtayatra menjadi beberapa ibadah yang dilakukan oleh umat Hindu. Dalam agama Hindu terdapat beberapa hari besar yang diperingati, yakni Nyepi, Kuningan, dan Galungan.

5. Buddha Agama Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia yang datang pada abad ke-5 Masehi. Hal tersebut terlihat dari beberapa peninggalan prasasti yang ditemukan. Agama Buddha pertama kali dibawa oleh pengelana Fa Hsein dari China. Kemudian pada abad ke-7 kerajaan Buddha di Indonesia, yakni Kerajaan Sriwijaya mulai berkembang dan menjadi pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara.

Hingga saat ini, agama Buddha di Indonesia memiliki penganut dengan persentase 0,7% atau sekitar 1,7 juta orang. Jumlah tersebut menjadikan agama Buddha sebagai agama kelima terbesar di Indonesia. Agama Buddha memiliki istilah Puja yang mengajarkan tata cara peribadatan untuk menghormati atau memuja keyakinan umat sehari-hari. Kegiatan peribadatan agama Budhha biasa dilakukan di Vihara. Kitab suci agama Buddha ialah Pitaka yang terbagi menjadi tiga kelompok besar, yakni Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka, dan Abhidhamma Pitaka.

Agama Buddha memiliki beberapa hari besar, yakni hari Waisak, hari Magha, dan hari Asadha. 6. Konghucu Konghucu atau ajaran Konfusius pertama kali muncul pada abad ke-17.

Hal tersebut ditandai dengan kemunculan bangunan tua di Pontianak yang kerap dijadikan sebagai tempat pemujaan bagi para penganut agama Konghucu. Di Indonesia sendiri, agama Tempat ibadah konghucu menjadi agama keenam terbesar dengan persentase 0,05% atau sekitar 0,1 juta orang. Kitab Si Shu dan kitab Wu Jing menjadi dua kitab utama yang digunakan pemeluk agama Konghucu. Agama Konghucu melakukan peribadatan berupa kebaktian atau sembahyang yang dilakukan di Lithang, Kelenteng, ataupun rumah.

Agama Konghucu sendiri memiliki beberapa hari besar, yakni tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan Cheng Beng. Baca juga: • Pengertian Kebudayaan • Permainan Tradisional • Manfaat Hidup Rukun • Agama di Indonesia • Pengertian Norma • Tarian Daerah • Candi Hindu Budha • Daftar Suku Di Indonesia • Dampak Positif Negatif IPTEK • Budaya Jepang yang Terkenal • Keanekaragaman Budaya Indonesia • Pengertian Budaya • Integrasi Sosial • Masyarakat Madani • Manfaat Gotong Royong Nah Grameds, itulah penjelasan mengenai 6 agama yang diakui di Indonesia.

Keberagaman agama di Indonesia bukanlah penghalang untuk bersatu. Keberagaman tersebut justru menjadi pengikat persatuan untuk hidup dalam keharmonisan di Indonesia. Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA tempat ibadah konghucu • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1

Jumlah penganut agama yg resmi di indonesia




2022 www.videocon.com