Apakah palestina punya presiden

apakah palestina punya presiden

RAMALLAH, KOMPAS.com - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan jika Donald Trump mendapatkan kemenangan lagi dalam pemilihan presiden AS mendatang, maka akan menjadi bencana bagi rakyatnya dan dunia pada umumnya.

apakah palestina punya presiden

Dalam komentar yang dibuat selama pertemuan dengan legislator Eropa pada Selasa (13/10/2020), Shtayyeh mengatakan bahwa 4 tahun terakhir pemerintahan Trump telah sangat merugikan Palestina. "Jika kita akan hidup 4 tahun lagi dengan Presiden Trump, Tuhan tolong kami, Tuhan membantu Anda dan Tuhan membantu seluruh dunia," kata Shtayyeh seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Presiden Palestina Bertemu Presiden Kongres Yahudi Dunia, Apakah Normalisasi dengan Israel Jadi Bahasan? Pernyataan Shtayyeh tersebut mengulangi komentar yang dia buat sehari sebelumnya dalam pidato virtual di Parlemen Eropa. Komentar tersebut juga ia unggah di halaman Facebook-nya. "Jika hal-hal akan berubah di Amerika Serikat, saya pikir ini akan mencerminkan dirinya secara langsung pada hubungan Palestina- Israel," kata Shtayyeh, merujuk pada calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, jika memenangkan pemilihan presiden, pada 3 November.

"Dan itu akan mencerminkan dirinya (Biden) juga pada hubungan bilateral Palestina-Amerika," tambahnya. Baca juga: Kritik Palestina, Apakah Arab Saudi Akan Berdamai dengan Israel?

Trump dan konflik Israel-Palestina Warga Palestina secara tradisional menahan diri untuk tidak mengambil posisi publik yang eksplisit dalam pemilihan presiden AS.

Komentar Shtayyeh mencerminkan rasa putus asa di pihak Palestina, setelah serangkaian langkah kontroversial oleh Apakah palestina punya presiden, meliputi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017, yang dilanjutkan dengan relokasi kedutaan di sana. Pada saat itu, para pemimpin Palestina, yang melihat Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota negara masa depan mereka, mengatakan AS tidak lagi menjadi perantara yang jujur dalam negosiasi.

Setelah itu, AS menutup kantor misi Organisasi Pembebasan Palestina di Washington, sebagai tanggapan atas penolakan Otoritas Palestina untuk mengadakan pembicaraan yang dipimpin AS dengan Israel. Baca juga: PBB: Israel Hancurkan Lebih dari 500 Bangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2020 Berita Terkait Presiden Palestina Bertemu Presiden Kongres Yahudi Dunia, Apakah Normalisasi dengan Israel Jadi Bahasan?

Kritik Palestina, Apakah Arab Saudi Akan Berdamai dengan Israel? PBB: Israel Hancurkan Lebih dari 500 Bangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2020 Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000 Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel Berita Terkait Presiden Palestina Bertemu Presiden Kongres Yahudi Dunia, Apakah Normalisasi dengan Israel Jadi Bahasan?

Kritik Palestina, Apakah Arab Saudi Akan Berdamai dengan Israel?

apakah palestina punya presiden

PBB: Israel Hancurkan Lebih dari 500 Bangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2020 Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000 Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel Azerbaijan Klaim Hancurkan Situs Rudal yang Dipakai Armenia Serang Warganya https://www.kompas.com/global/read/2020/10/14/215347470/azerbaijan-klaim-hancurkan-situs-rudal-yang-dipakai-armenia-serang https://asset.kompas.com/crops/DhBOBbpMFsXakb9X0RJr0oEJh-c=/0x0:980x490/195x98/data/photo/2020/09/30/5f7488d7991fc.jpg HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • Apakah palestina punya presiden 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Peningkatan status Palestina adalah tonggak keberhasilan dalam sejarah Palestina Presiden Palestina Mahmud Abbas, yang kembali ke Tepi Barat, Minggu (2/12) setelah berhasil meningkatkan kedudukan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan kegembiraannya.

Saat berbicara di depan rakyat Palestina, ia mengatakan, "Ya, kita sekarang memiliki negara. Palestina mencapai hasil bersejarah di Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Abbas, tiga hari sesudah Majelis Umum badan dunia itu memberi Palestina kedudukan negara pengamat bukan anggota dengan hasil pemungutan suara 138-9. "Dunia berkata dengan suara keras . 'Ya untuk negara Palestina, ya untuk kebebasan Palestina, ya untuk kemerdekaan Palestina, tidak untuk agresi, tidak untuk pemukiman, tidak untuk pendudukan'," kata Abbas.

Abbas berjanji setelah kemenangan di Perserikatan Bangsa-Bangsa, tugas pertama dan paling pentingnya adalah mencapai persatuan Palestina dan menghidupkan kembali upaya mendamaikan kelompok Fatah dan Hamas. "Kami akan mempelajari masalahnya selama beberapa hari mendatang untuk rujuk."Rakyat ingin perpecahan itu diakhiri," katanya. Kepulangan itu adalah masa kemenangan bagi Abbas, yang pada tahun lalu mencoba dan gagal mendapatkan keanggotaan negara penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tawaran terhenti di Dewan Keamanan, tempat pemilik hak tolak Amerika Serikat secara tegas menentangnya. Amerika Serikat, Israel dan apakah palestina punya presiden negara lain juga menentang upaya Palestina meningkatkan kedudukan menjadi negara pengamat bukan anggota, tapi karena hak tolak tidak ada di Majelis Umum, langkah itu mulus berlalu.

Upaya itu memberi Palestina jalan ke berbagai lembaga antarbangsa, termasuk Mahkamah Pidana Antarbangsa, dan meningkatkan kiprah dunia mereka setelah bertahun-tahun perundingan perdamaian dengan Israel macet.

Abbas diterima dengan penjaga kehormatan penuh, turun dari mobilnya untuk berjalan di karpet merah di markas kepresidenan Ramallah, yang dikenal sebagai Muqataa, tempat ia berjabat tangan dengan para pejabat. Ia meletakkan karangan bunga dan berdoa singkat di makam almarhum tokoh Pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang dimakamkan dalam gugus kepresidenan itu, kemudian mempersembahkan kemenangan di Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut kepada mendiang mantan presiden itu.

Abbas menyebut keberhasilan itu tonggak dalam sejarah Palestina. "Rakyat kita di mana pun, angkat kepala Anda tinggi-tinggi karena Anda orang Palestina," katanya, "Anda lebih kuat daripada pendudukan karena Anda orang Palestina. "Anda lebih kuat daripada permukiman karena Anda orang Palestina," katanya. Sementara menyatakan puas dan apakah palestina punya presiden atas keberhasilan itu, Palestina belum tak menghadapi dampak. Washington memperingatkan bisa menahan dana untuk pemerintah Palestina, yang sudah kekuranganang, dan Israel pada Minggu menyatakan tidak akan menyerahkan jutaan dolar pajak, yang dikumpulkannya, kepada Palestina dalam menanggapi upaya di badan dunia tersebut.

Pada Jumat, Israel mengungkapkan rencana membangun 3.000 rumah bagi pemukim di Yerusalem timur dan Tepi Barat dalam menanggapi upaya itu.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: AFP/ Antara
• Afrikaans • العربية • الدارجة • مصرى • Asturianu • Авар • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Bosanski • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Qırımtatarca • Čeština • Cymraeg • Deutsch • Zazaki • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Français • Nordfriisk • Gaeilge • Gagauz • Kriyòl gwiyannen • Galego • Avañe'ẽ apakah palestina punya presiden ગુજરાતી • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Hornjoserbsce • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Ilokano • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Kongo • Gĩkũyũ • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Kernowek • Ladino • Лезги • Lingua Franca Nova • Ligure • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • Bahasa Melayu • Malti • မြန်မာဘာသာ • Nāhuatl • नेपाली • Nederlands • Norsk bokmål • Ирон • Papiamentu • पालि • Norfuk / Pitkern • Polski • پنجابی • Ποντιακά • Português • Română • Русский • Ikinyarwanda apakah palestina punya presiden ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • ChiShona • Shqip • Српски / srpski • SiSwati • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Volapük • Walon • 吴语 • მარგალური • Yorùbá • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Negara Palestina" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Perlihatkan peta Bendera Status Negara yang diakui sebagian, negara pengamat PBB Diakui oleh 138 negara anggota PBB Ibu kota Yerusalem Timur (dipersengketakan) 31°47′N 35°13′E  /  31.783°N 35.217°E  / 31.783; 35.217 Pusat pemerintahan Ramallah 31°54′N 35°12′E  /  31.900°N 35.200°E  / 31.900; 35.200 Kota terbesar Gaza 31°31′N 34°27′E  /  31.517°N apakah palestina punya presiden  / 31.517; 34.450 Bahasa resmi Arab Pemerintahan Kesatuan semi-presidensial republik konstitusional Palestinian Declaration of Independence Negara Palestina ( bahasa Arab: دولة فلسطين‎, pengucapan bahasa Arab: [daw.la fi.lis.tˤiːn]; Dawlat Filastin, atau hanya Palestina ( bahasa Arab: فلسطين‎, Filastin) adalah sebuah negara pengakuan terbatas di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan.

Status politiknya masih dalam perdebatan. Sebagian besar negara di dunia termasuk negara-negara anggota OKI, Liga Arab, Gerakan Non-Blok, ASEAN, dan beberapa negara-negara bekas Uni Soviet telah mengakui keberadaan Negara Palestina.

Wilayah Palestina saat ini terbagi menjadi dua entitas politik, yaitu Wilayah Pendudukan Israel dan Otoritas Nasional Palestina. Deklarasi Kemerdekaan Palestina dinyatakan pada 15 November 1988 di Aljir oleh Dewan Nasional (PNC) Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). [4] [5]. KTT Liga Arab 1974 menunjuk PLO sebagai "wakil sah tunggal rakyat Palestina dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan negara merdeka yang mendesak." PLO telah memiliki status pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai "entitas non-negara" sejak 22 November 1974, yang memberikan hak untuk berbicara di Majelis Umum PBB tetapi tidak memiliki hak suara.

Setelah Deklarasi Kemerdekaan, Majelis Umum PBB secara resmi "mengakui" proklamasi dan memilih untuk menggunakan sebutan "Palestina" bukan "Organisasi Pembebasan Palestina" ketika mengacu pada pengamat permanen Palestina. Dalam keputusan ini, PLO tidak berpartisipasi di PBB dalam kapasitasnya sebagai pemerintah Negara Palestina.

Sejak tahun 1998, PLO diatur untuk duduk di Majelis Umum PBB segera setelah negara non-anggota dan sebelum semua pengamat lain. Pada tahun 1993, dalam Persetujuan Oslo, Israel mengakui tim negosiasi PLO sebagai "mewakili rakyat Palestina", dengan imbalan PLO mengakui hak Israel untuk eksis dalam damai, penerimaan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan penolakannya terhadap "kekerasan dan terorisme". Sementara Israel menduduki wilayah Palestina, sebagai hasil dari Persetujuan Oslo, PLO mendirikan sebuah badan administratif sementara: Otoritas Nasional Palestina (PNA atau PA), yang memiliki beberapa fungsi pemerintahan di bagian Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas membagi wilayah Palestina secara politik, dengan Fatah yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas menguasai Tepi Barat dan diakui secara internasional sebagai Otoritas Palestina resmi, sementara Hamas telah mengamankan kekuasaannya atas Jalur Gaza.

Pada bulan April 2011, kedua pihak telah menandatangani perjanjian rekonsiliasi, tetapi pelaksanaannya masih terbengkalai. Hingga 18 Januari 2012, 129 (66,8%) dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina.

Banyak negara yang tidak mengakui Negara Palestina tetap mengakui PLO sebagai "wakil rakyat Palestina". Selain itu, komite eksekutif PLO diberdayakan oleh PNC untuk melakukan fungsi pemerintah Negara Palestina [6] Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan.

Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Negara Palestina" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan. • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada apakah palestina punya presiden yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut).

Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.

• Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini. • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak. • Tambahkan kotak info bila jenis apakah palestina punya presiden memungkinkan. • Hapus tag/templat ini. Masa Klasik Sekitar 2500 tahun SM Palestina merupakan nama untuk wilayah barat daya negeri Syam, yaitu wilayah yang terletak di bagian barat Asia dan bagian pantai timur Laut Tengah.

Nama klasik wilayah Palestina adalah Kan’an karena dalam sejarah tercatat bangsa yang pertama kali bermukim di Palestina adalah Bangsa Kan’an yang datang dari Jazirah Arab. Bangsa Apakah palestina punya presiden membangun kurang lebih 200 kota dan desa di Palestina seperti Pisan, Alqolan, Aka, Haifa, Bi’ru Al Shaba, dan Betlehem. Kota besar Kan’an saat itu adalah Shekeem dan diikuti wilayah yang masih bisa ditemui sekarang adalah Asdod, Acco, Gaza, Al-Majdal. Jagga, Askelan, Ariha, Jericho, dan Bisan.

Sekitar 1900 SM, Kedatangan nabi di Palestina diawali kedatangan Nabi Ibrahim yang pada saat itu kekuasaan Palestina (Al Quds) dipegang oleh Malki Shadiq. Kemudian Nabi Ya’qub yang mempunyai anak sebanyak dua belas orang. Keturunan nabi Ya’qub kemudian dinamakan sebagai Bani Israel ( Israel adalah julukan bagi Nabi Ya’qub a.s.). Kekejaman Fir’aun ketika itu memaksa Bani Israel keluar dari Palestina dan mendiami wilayah Mesir.

Pada abad ke 13 SM, Nabi Musa datang untuk menyelamatkan Bani Israel dari kekejaman Fir’aun, tetapi Nabi Musa berpulang sebelum membawa kembali Bani Israel ke wilayah Palestina. Pada 1190 SM, Sepeninggalan Nabi Musa, Bani Israel dipimpin oleh Nabi Yusya bin Nun a.s yang kemudian membawa Bani Israel menguasai daerah bagian timur Palestina Pada (963-923 SM), Tercatat Nabi Dawud a.s. juga pernah memerintah di wilayah Palestina setelah menghancurkan Raja Thalut.

Kepemimpinan Nabi Dawud kemudian dilanjutkan oleh Nabi Sulaiman a.s. Saat kepemimpinan Sulaiman a.s., Palestina berada pada kondisi tertinggi dalam segala aspek kehidupan namun setelah Nabi Sulaiman a.s. wafat, kondisi negara terpecah menjadi dua. Muncul dua negara yang saling bermusuhan, yaitu kerajaan Israel dan kerajaan Yahuda. Kerajaan Israel tidak bertahan lama dibandingkan kerajaan Yahuda yang terus berlanjut sampai 586 SM dengan ibukota Al Quds.

Sekitar 800 SM, Asal kata Palestina disebutkan berasal dari kata philsta dalam catatan Asiria selama masa Raja Assyiria (Addizari III) Pada tahun 586 SM, Kerajaan Yahuda runtuh setelah dikalahkan oleh orang-orang Babilonia di bawah kepemimpinan Nebukadnezar.11 Palestina setelah itu dikuasai oleh kerajaan Persia (539-332 SM) yang dipimpin oleh Darius. Darius membagi wilayah atau negara bagian Persia menjadi dua belas wilayah dan menjadikan Palestina sebagai wilayah kelima dengan nama Aramen (Abr Nahra) yang berarti seberang sungai.

Sejarah kemudian menyatakan Kerajaan Romawi menguasai Palestina setelah mengalahkan kekuasaan Helenisme Yunani di bawah kepemimpinan Paranormal Agung (332-63 SM). Saleh menyatakan bahwa Bangsa Romawi (Bizantium) menguasai Palestina pada tahun 63 SM dalam bentuk otonomi kekuasaan dan barulah pada 6 M pemerintahan diambil alih langsung oleh Romawi.

Pertengahan abad ke-5, Palestina dalam sejarah kuno disebutkan sebagai tanah Kan’an dalam laporan pemimpin tentara King Mary. Nama itu tertulis di tugu Adrimi, seorang Raja Alkha (Tal Al A’tashenah) Pada 500-14.000 SM, terdapat peninggalan purbakala yang mengindikasikan manusia sudah mendiami Palestina sejak zaman batu, hal ini diketahui saat Bangsa Kan’an datang dari Jazirah Arab. Sisa peninggalan purbakala tersebut berupa tulang belulang manusia yang ditemukan di dalam gua-gua di Palestina seperti Gua Al-Amira, Irc Al-Ahmar, Al-Wad, Kubarah, dan di Pegunungan Negev Abad pertengahan Pada 636 M, Ekspansi Islam ke wilayah Palestina terjadi pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab r.a.

Perebutan wilayah Palestina ditandai dengan perang Ajnadid yang serupa dengan perang Yarmuk yang memakan banyak korban dari tentara muslim dan Romawi dan dalam jangka waktu yang lama, namun pasukan muslim di bawah panglima perang Abu Ubaidah dan Khalid bin Walid memenangkan peperangan tersebut dan pasukan Romawi menarik diri ke kota Yerusalem. Masa Kolonial Inggris dan Imigrasi Yahudi Eropa ke Palestina Setelah jatuhnya khilafah Utsmaniyah, Palestina menjadi jajahan Inggris. Inggris menduduki selatan Palestina dan bagian tengahnya pada Desember 1917.

Pada 2 November 1917, Perjanjian Balfour terjadi dengan menandatangani perjanjian penyerahan Palestina kepada Zionis padahal saat itu Palestina belum menjadi jajahan Inggris. Saat perjanjian Balfour dilaksanakan tercatat sebesar 56.000 Yahudi menatap di Palestina (8 persen dari penduduk Palestina) September 1918, Inggris menjajah Palestina bagian utara Pada 1939-1945, Eksodus Yahudi ke Palestina tidak bisa dilepaskan dari tragedi holocaust yang didengungkan Eropa.

Holocaust muncul karena perbuatan Nazi pada perang dunia II. Konflik dengan Israel Pada tahun 1946, Transyordania memperoleh kemerdekaan dari Mandat Britania atas Palestina. Pada tanggal 14 Mei 1948, Yahudi mendeklarasikan negara Israel Pada tahun 1948, terjadi Perang Arab-Israel.

Selama perang, Israel memperoleh wilayah tambahan karena menang perang. Mesir memperoleh kendali atas Jalur Gaza dan Transyordania mendapatkan kontrol atas Tepi Barat.

Pada tahun 1959, Mesir awalnya apakah palestina punya presiden terciptanya Pemerintahan Seluruh Palestina, tapi itu dibubarkan Pada tahun 1964, ketika Tepi Barat dikontrol oleh Yordania, Organisasi Pembebasan Palestina didirikan di sana dengan tujuan untuk menghadapi Israel. Pada tahun 1967, Perang Enam Hari ketika Mesir, Yordania dan Suriah berperang melawan orang Israel, berakhir dengan ekspansi teritorial signifikan oleh Israel karena Israel menang atas Perang Enam Hari.

Pada 22 November 1974, KTT Liga Arab 1974 menunjuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai wakil sah tunggal rakyat Palestina dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan negara merdeka yang mendesak. PLO telah memiliki status pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai "entitas non-negara" Pada 15 November 1988, Deklarasi Kemerdekaan Palestina dinyatakan di Aljir oleh Dewan Nasional (PNC) Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Pada tahun 1993, dalam Persetujuan Oslo, Israel mengakui tim negosiasi PLO sebagai "mewakili apakah palestina punya presiden Palestina", dengan imbalan PLO mengakui hak Israel untuk eksis dalam damai, penerimaan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan penolakannya terhadap "kekerasan dan terorisme".

apakah palestina punya presiden

Etimologi Kata "Palestina" berasal dari Yudea Palestina. Yudea Palestina merupakan nama dari Tanah Yudea yang diganti oleh Kaisar Hadrian [7] pada zaman penjajahan Romawi.

Hal ini dilakukan karena adanya keinginan untuk menghapuskan jejak Yahudi di Tanah Yudea. Nama ini kemudian terus dipakai sampai sekarang. Palestina bukanlah keturunan bangsa Filistin. Filistin merupakan bangsa yang datang dari Kaftor (sekarang berada di sekitar Yunani).

Pemerintahan • Kementerian Luar Negeri Menteri: Riyad al-Maliki • Misi diplomatik dari / ke Palestina • Paspor • Persyaratan visa • Kebijakan visa • Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa • Proses rekonsiliasi Fatah–Hamas • Proses perdamaian Israel-Palestina • Pengakuan internasional Portal Palestina • l • b • s Otoritas Nasional Palestina atau Palestina merupakan sebuah negara yang berbentuk Republik Parlementer yang diumumkan berdirinya pada tanggal 15 November 1988 di Aljiria, ibu kota Aljazair.

Berbeda dengan kebanyakan negara di dunia yang mengumumkan kemerdekaannya setelah memperoleh Konsesi Politik dari negara penjajah, Palestina mengumumkan eksistensinya bukan karena mendapat konsesi politik dari negara lain, melainkan untuk mengikat empat juta kelompok etnis dalam satu wadah, yaitu negara Palestina.

Dalam pengumuman itu ditetapkan pula bahwa Yerusalem Timur (akan) dijadikan ibu kota negara. Secara de jure, Kepala negara yang berkuasa saat ini masih dalam persengketaan antara Presiden Mahmoud Abbas dari Faksi Fatah dan Ketua Dewan Legislatif Palestina Aziz Duwaik. Namun, secara de facto, otoritas Palestina di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Apakah palestina punya presiden hanya menguasai wilayah Tepi Barat.

Wilayah Gaza dikuasai oleh Hamas di bawah pimpinan mantan Perdana Menteri Ismail Haniyeh, setelah Hamas merebut wilayah ini dari otoritas Palestina pada tahun 2007.

Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina, beranggotakan 500 orang. Kedalam, lembaga apakah palestina punya presiden terdiri dari: • Komite Eksekutif. • Kesatuan Lembaga Penerangan.

• Lembaga Kemiliteran Palestina. • Pusat Riset Palestina. • Pusat Tata Perencanaan Palestina. Dalam hal ini, Komite Eksekutif membawahkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Penerangan, Pendanaan Nasional Palestina, Organisasi Massa, Tanah Air yang Diduduki, Perwakilan PLO, Masalah Politik, Masalah Administrasi dan Masalah Kemiliteran.

Ekonomi Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.

Cari sumber: "Negara Palestina" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR Lokasi Palestina Sumber keuangan untuk membiayai pemerintahan saat ini berasal dari negara-negara Timur Tengah, Lembaga Islam serta tokoh perseorangan yang bersimpati dengan perjuangan negara ini. Sebelumnya, Pelestina mendapatkan sumber keuangan dari hasil pajak yang dibagikan oleh Israel.

Namun sejak beberapa waktu lalu, kucuran dana dihentikan secara sepihak oleh pihak Israel atas persetujuan Amerika Serikat. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa kucuran dana yang diberikan akan digunakan bagi kegiatan perlawanan terhadap Israel oleh Hamas yang baru saja memenangkan Pemilihan Umum di Palestina. Perjuangan Intifadah Berdirinya negara Palestina didorong oleh keinginan untuk menyatukan penduduk Palestina yang terdiri dari beraneka ragam etnis.

Pengumuman berdirinya negara ini dilakukan oleh Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat yang kemudian menjadi Presiden Palestina, dari pusat pemerintahan di apakah palestina punya presiden, di Aljiria, Aljazair.

Dari segi hukum interansional, eksistensi negara ini rapuh karena selain tidak diakui sebagian negara anggota Dewan Keamanan PBB, juga akibat wilayah geografi yang masih belum begitu jelas. Sebaliknya, lembaga internasional turut memberi dukungan kepada Palestina. Sekretaris Jenderal PBB mengundang Yasser Arafat untuk menyampaikan pidatonya dalam sidang di New York pada Desember 1988. Namun Pemerintah Amerika Serikat menolak memberikan visa masuk kepada Arafat, sehingga tempat sidang pun dipindahkan ke Jenewa.

Dalam pidatonya, Arafat menegaskan bahwa PLO ingin menjalin kontak langsung dengan Amerika. Namun karena lobi Yahudi Amerika yang kuat, Palestina gagal memperoleh pengakuan dari Amerika.

Terdorong keinginan untuk memperjuangkan tanah yang telah dijadikan bagian dari negara Yahudi Israel, sejak tahun 1987, penduduk Palestina dengan sendirinya mengorganisir gerakan Intifadah, yaitu gerakan perjuangan sipil yang bertujuan mengembalikan tanah Palestina sebelum terbentuknya negara Israel.

Kebanyakan para pejuang Intifadah ialah mereka yang dulu bertempat tinggal di daerah yang sekarang menjadi bagian dari negara Israel, dan pindah ke pengungsian akibat pengusiran setelah perang 6 hari. Di dalam pengungsian, terdorong oleh rasa tertindas dan keinginan untuk merebut kembali rumah dan tanah yang dulu mereka tempati turun-temurun, penduduk Palestina dan pengungsi dari wilayah israel bersama-sama mengobarkan Intifadah yang berarti perjuangan untuk melawan tirani dan penindasan.

apakah palestina punya presiden

Dalam pandangan cendikiawan dan media barat, intifadah sering kali disalah-artikan sebagai bentuk mengobarkan kebencian dan permusuhan kepada pemerintahan Israel dan bangsa Yahudi dalam bentuk apapun dan tanpa sebab yang jelas, faktanya, perlawanan ini timbul karena adanya rasa tertindas akibat pengusiran paksa dan trauma atas kehilangan tanah dan sanak famili mereka. Galeri • • ^ "Estimated Population in the Palestinian Territory Mid-Year apakah palestina punya presiden Governorate,1997-2016".

Palestinian Central Bureau of Statistics. State of Palestine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Juni 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2014. • ^ "GINI Index: West Bank and Gaza". The World Bank: Data. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Juni 2014. Diakses tanggal 8 Juni 2014. • ^ "2014 Human Development Report Summary" (PDF). United Nations Development Programme. 2014. hlm. 21–25. Diakses tanggal 27 Juli 2014. • ^ Baroud in Page, 2004, hal. 161. • ^ Bissio, 1995, hal. 433. • ^ Sayigh, Yezid (1999).

Armed Struggle and the Search for State: The Palestinian National Movement, 1949–1993 (edisi ke-illustrated). Oxford University Press. hlm. 624.

apakah palestina punya presiden

ISBN 0198296436, 9780198296430 Periksa nilai: invalid character -isbn= ( bantuan). "The Palestinian National Council also empowered the central council to form a government-in-exile when appropriate, and the executive committee to perform the functions of government until such such time as apakah palestina punya presiden government-in-exile was established." • ^ "FaktaIsrael". Portal palestina Pranala luar • (Inggris) Political Statement accompanying Palestinian Declaration of Independence Diarsipkan 2001-04-20 di Wayback Machine.

• (Inggris) Permanent Observer Mission of Palestine to the United Nations Diarsipkan 2007-10-09 di Wayback Machine. • (Inggris) The Historic Compromise: The Palestinian Declaration of Independence and the Twenty-Year Struggle for a Two-State Solution • (Inggris) An-Najah National University Afganistan · Albania · Aljazair · Arab Saudi · Azerbaijan · Bahrain · Bangladesh · Benin · Brunei · Burkina Faso · Chad · Gabon · Gambia · Apakah palestina punya presiden · Guinea Bissau · Guyana · Indonesia · Irak · Iran · Jibuti · Kamerun · Kazakhstan · Komoro · Kirgizstan · Kuwait · Lebanon · Libya · Maladewa · Malaysia · Mali · Maroko · Mauritania · Mesir · Mozambik · Niger · Nigeria · Oman · Pakistan · Palestina · Pantai Gading · Qatar · Senegal · Sierra Leone · Somalia · Sudan · Suriah · Suriname · Tajikistan · Togo · Tunisia · Turki · Turkmenistan · Uganda · Uni Emirat Arab · Uzbekistan · Yaman · Yordania Pengamat Kategori tersembunyi: • Galat CS1: ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Pages using infobox country or infobox former country with the symbol caption or type parameters • Artikel mengandung aksara Arab • Semua artikel yang tidak memiliki referensi • Semua artikel yang perlu diwikifisasi • Templat webarchive tautan wayback • Halaman ini terakhir diubah pada 2 Mei 2022, pukul 07.22.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Yerusalem - Perseteruan yang terjadi di tanah Palestina dan Israel jadi sorotan dunia internasional.

Sejumlah pihak jadi bertanya-tanya, siapa Presiden Palestina yang saat ini menjabat di tengah konflik yang memanas? Seperti dikutip dari ensiklopedia Britannica, Senin (24/5/2021), Mahmoud Abbas resmi menjadi presiden Palestina sejak 2005, usai kematian pendahulunya, Yasser Arafat. Sebelumnya Abbas menjabat sebagai Perdana Menteri otoritas Palestina (PA) pada 2003. Berikut biografi singkat dan perjalanan Mahmoud Abbas sebagai Presiden Palestina: Baca juga: Hizbullah Rayakan Berakhirnya Pertempuran di Gaza Biografi Menjawab pertanyaan siapa presiden Palestina, sosok Mahmoud Abbas langsung terlintas.

Abbas merupakan anggota dari dari kelompok Fatah dan jadi garda terdepan membangun komunikasi terkait perdamaian dengan Israel dan kemerdekaan Palestina. Saat perang 1948, Abbas dan keluarganya melarikan diri ke Suriah. Pada 1950-an ia bergabung dengan layanan sipil Qatar dan mulai membangun jaringan individu dan kelompok Palestina. Pada tahun 1961 Abbas direkrut oleh Yasser Arafat untuk menjadi salah satu anggota kunci kelompok Fatah, yang mempelopori perjuangan bersenjata Palestina dan mendominasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Pada akhir 1970an, Abbas terpilih sebagai kepala Departemen Internasional PLO. Ia berperan penting dalam menjalin kontak dengan kelompok perdamaian dengan Israel. Baca juga: Warga Arab-Yahudi di Israel Berjuang Bangun Kembali Sikap Saling Percaya Pada awal 1990-an Abbas membentuk strategi negosiasi Palestina dalam konferensi perdamaian di Madrid (1991) dan dalam pertemuan rahasia dengan Israel di Norwegia.

Pada Juli 2000, Abbas menjadi anggota senior delegasi Palestina untuk pembicaraan damai Camp David. Dia menentang pemberontakan Palestina yang dikenal sebagai intifada. Saat menjabat sebagai PM, Abbas aktif mengecam terorisme, menyerukan diakhirinya intifada melawan Israel, dan memutuskan untuk membentuk satu angkatan bersenjata Palestina, namun kemudian mengundurkan diri dari jabatannya.

Pada 2005, ia memenangkan pemilihan sebagai presiden dengan meraih suara lebih dari 60 persen. Pada 2006, Hamas memenangkan apakah palestina punya presiden kursi dalam pemilihan legislatif mengalahkan Fatah. Sejak saat itu, salah satu figur penting Hamas, Ismail Haniyeh terpilih sebagai Perdana Menteri.

apakah palestina punya presiden

Baca juga: Serangan ke Masjid Al-Aqsa, HNW: Israel Tak Hormati Kota Suci Yerusalem Hamas yang memang merupakan rival politik Fatah kerap tak sejalan. Pada tahun 2007 Hamas menetapkan kontrol eksklusif di Jalur Gaza, sementara Abbas menguasai Tepi Barat melalui keputusan presiden.

Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan Hamas, Abbas terkadang menghadapi kritik karena mengabaikan Jalur Gaza. Siapa presiden Palestina? ketika masa jabatan Mahmoud Abbas berakhir pada 2009, ia apakah palestina punya presiden memiliki kewenangan konstitusional untuk menjabat selama satu tahun lagi, hingga pemilihan legislatif akan diadakan, karena undang-undang Palestina menyatakan bahwa pemilihan legislatif dan presiden diadakan pada waktu yang bersamaan.

Namun, pemilihan ditunda tanpa batas waktu. Kini Abbas masih menjabat sebagai presiden. Lihat Video: Hizbullah Rayakan Berakhirnya Pertempuran di Gaza [Gambas:Video 20detik] (izt/imk)
• × • Haji Umrah • Berita • Tips • Travel • News • Mancanegara • Dalam Negeri • Filantropi • Islam Journey • Destinasi • Rihlah • Halal • Gaya Hidup • Kuliner • Pojok Halal • Ekonomi • Bisnis • Keuangan Syariah • Ihrampedia • Manasik • Masjid • Situs Islam • Sosok • Ihram TV • Berita Video Ihram • Pernik • Foto • Berita Foto Ihram • Pernik Apakah palestina punya presiden • Index • Home • • • • ☰ Retizen.id• Home • Haji Umrah • Berita • Tips • Travel • News • Mancanegara • Dalam Negeri • Filantropi • Islam journey • Destinasi • Rihlah • Halal • Gaya Hidup • Kuliner • Pojok Halal • Ekonomi • Bisnis • Keuangan Syariah • Ihrampedia • Manasik • Masjid • Situs Islam • Sosok • Ihram TV • Berita Video Ihram • Pernik • Foto • Berita Foto Ihram • Pernik Foto • index • • • • ☰ IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Selama puluhan tahun, pendudukan Israel di tanah Palestina belum berakhir.

Pihak Israel selalu melakukan tindakan kejam kepada warga Palestina. Mulai dari pengusiran paksa sampai penyiksaan warga Palestina.

apakah palestina punya presiden

Oleh karena itu, banyak dari mereka yang meninggalkan Palestina demi membangun kehidupan baru, kehidupan yang jauh dari kekerasan dan kebrutalan. Terkait • Polisi Israel Serang Keluarga di Lingkungan Sheikh Jarrah • Israel akan Batasi Penggrebekan Malam Rumah Warga Palestina • 24 Tahun Terpisah, Wanita Palestina Bertemu dengan Keluarga • Warga Israel Serang Toko Palestina Saat Menggelar Pawai • Pasukan Israel Bunuh Tiga Warga Palestina di Tepi Barat Salah seorang warga Palestina yang ikut meninggalkan Palestina adalah Daniel Jadue.

Keberadaan Jadue sebagai politisi Palestina-Chili sebagian besar dibentuk oleh warisan Palestinanya. Menurut jajak pendapat terbaru, ada kemungkinan Jadue memenangkan pemilihan presiden Chili November mendatang. Sejak masa kuliahnya, Jadue telah menjadi pembela hak-hak kenegaraan Palestina. Kebangkitan Jadue dalam pandangan politiknya dibentuk dari gagasan keadilan. Dalam kasus ini, muncul dari perjuangan Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan.

Akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, Jadue adalah ketua persatuan umum mahasiswa Palestina. Sebagai aktivis kemerdekaan Palestina, ia juga menjadi koordinator umum Organisasi Pemuda Palestina Amerika Latin dan Karibia. “Jika Anda orang Palestina tapi Anda tidak tahu di sisi tembok mana Anda berada, maka Anda bukan orang Palestina,” kata Jadue. Dia juga menyoroti pembangunan tembok pemisah Israel. Menurutnya, tindakan tersebut membuktikan Israel adalah agresor karena tindakan kejamnya terhadap Palestina.

Setelah perjalanan emosional ke Palestina pada tahun 2009 lalu, ia menulis sebuah buku yang berjudul Palestina: Chronicle of a Siege. Buku itu menceritakan perpisahan tragis tanah leluhurnya dari dunia. Sekarang menjelang pemilihan presiden pada bulan November, dia akan menjadi salah satu pesaing terbesar.

Siapa Jadue? Nenek moyang Jadue yang merupakan warga Palestina asli tiba di apakah palestina punya presiden Amerika Selatan pada paruh pertama abad ke-20. Kala itu, pendudukan Israel di Palestina memaksa banyak orang Palestina untuk melarikan diri dan mencari perlindungan di daerah yang aman seperti Chili. Selain negara-negara Timur Tengah, Chili menampung komunitas Palestina terbesar di dunia.

Kebanyakan dari mereka adalah orang Kristen seperti nenek moyang Jadue yang berasal dari Tepi Barat. Nama Arab Jadue adalah Faruk. Komunitas Palestina di Chili terus apakah palestina punya presiden hubungan yang mendalam dengan tanah airnya. Budaya sepak bola negara ini adalah bukti dari ikatan tersebut. Selama eskalasi baru-baru ini di Palestina, Club Deportivo Palestino, tim liga utama yang didirikan oleh imigran Palestina pada tahun 1920, memberikan penghormatan kepada perlawanan dengan mengenakan keffiyeh.

Yakni tutup kepala tradisional Palestina sebelum kick-off pada bulan Mei. Jadue mempelajari teknik dan sosiologi. Dia menunjukkan minat yang besar dalam masalah sosial-politik di awal masa mudanya. Akhirnya, dia berhasil menjadi profesor di Arsitektur dan Sosiologi Perkotaan di Universitas Chili. Dia telah menjalankan sejumlah proyek baik dalam pembangunan perkotaan dan manajemen masyarakat, mengumpulkan banyak pengalaman dan pengetahuan tentang pengangguran dan kemiskinan. Setelah beberapa upaya politiknya yang gagal pada tahun 2000-an, ia akhirnya memenangkan pemilihan wali kota Recoleta, sebuah distrik kelas pekerja di ibu kota Santiago pada tahun 2012.

• 1 CEO Bandara Jeddah Dipecat • 2 Penduduk dan Adat Istiadat di Makkah • 3 Bagaimana Mega Proyek Laut Merah Tampilkan Warisan Kuliner Arab Saudi • 4 CEO Bandara Jeddah Dipecat Akibat Kekacauan Bandara • 5 Sejarah Penamaan Bulan Syawal • 6 Puncak Arus Balik, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 150 Ribu Orang  • 7 Jeddah Season 2022 Dimulai • 8 Penyanyi Musik Arab Klasik Ikuti Hasrat Untuk Gaya Tarab • 9 Kondisi Geografis di Makkah • 10 Empat Hal Paling Apakah palestina punya presiden di Facebook dan Instagram Selama Ramadan 2022
Suara.com - Konflik Israel dan Palestina memang belum menunjukkan tanda-tanda menemukan titik terang.

Kalian mungkin akan bertanya apa Palestina sudah merdeka? Baru-baru ini konflik Palestina dan Israel justru semakin meruncing dengan serangan terbuka yang dilakukan oleh kedua pihak. Untuk Anda yang penasaran, apa Palestina sudah merdeka secara resmi dan bagaimana statusnya? Simak penjelasan berikut. Status Palestina Sebenarnya secara umum, Palestina sudah merdeka.

Hal ini ditunjukkan dengan proklamasi rakyat Palestina yang telah dilakukan hampir 33 tahun yang lalu. Baca Juga: Sejarah Hamas yang Berkonflik dengan Israel Proklamasi Palestina ini sendiri dinyatakan oleh Yasser Arafat, selaku Ketua Organisasi Pembebasan Palestina di Aljir, Aljazair. Idealnya, setelah sebuah bangsa menyatakan kemerdekaan, penjajahan di tanahnya sudah lenyap. Namun yang terjadi pada Palestina, seperti diketahui bersama, tidak pada keadaan ideal.

Kemerdekaan Palestina ini sendiri juga sebenarnya sudah diakui oleh lebih dari 135 negara yang tergabung dalam PBB, yang jika ditotal berarti sebesar lebih dari 82% penduduk dunia sudah mengakuinya. Meski demikian, sebanyak sekitar 50 negara masih bersikukuh untuk tidak mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Beberapa negara yang belum mengakui Palestina sebagai negara adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Jerman, dan Kanada. Ada yang mendukung upaya menyelesaian konflik Palestina dan Israel. Tapi Eritrea dan Finlandia justru secara terbuka menyatakan diri tidak mendukung negara Palestina. Baca Juga: Kekuatan Militer Palestina: Jumlah Persenjataan hingga Prajurit Bangsa Palestina sendiri masih mengalami penjajahan dari Israel, yang terus melakukan penggusuran, perusakan, pengusiran, serta pembatasan aktivitas pada rakyat di perbatasan kedua negara tersebut.

Konflik berkepanjangan ini mungkin tidak akan selesai hingga di satu titik dimana muncul pengakuan internasional, bahwa terjadi kolonialisme yang dilakukan Israel pada Palestina.

apakah palestina punya presiden

Ketika hal tersebut muncul, maka mungkin konflik akan mulai menemukan titik terang dan perdamaian. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWSERROR: The request could not be satisfied 403 ERROR The request could not be satisfied.

Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation.

Generated by cloudfront (CloudFront) Request ID: Ui_Yr1RRm0kRHzewLyHbro_id0aQ4GmGGsr4ZYo6kxYRnISkRM2LcA==
• Kementerian Luar Negeri Menteri: Riyad al-Maliki • Misi diplomatik dari / ke Palestina • Paspor • Persyaratan visa • Kebijakan visa • Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa • Proses rekonsiliasi Fatah–Hamas • Proses perdamaian Israel-Palestina • Pengakuan internasional Portal Palestina • l • b • s Presiden Negara Palestina adalah kepala Negara Palestina.

Yasser Arafat menjadi Presiden tituler pertama Negara Palestina pada tahun 1989, satu apakah palestina punya presiden setelah proklamasi kemerdekaan. Gelar tersebut awalnya tituler, sejajar dengan gelar de facto Presiden Otoritas Nasional Palestina.

Kedua fungsi tersebut dipegang oleh Yasser Arafat sejak tahun 1994 dan berlanjut hingga kematiannya pada November 2004, dan dilanjutkan oleh penggantinya Mahmoud Abbas. Pada Januari 2005, Dewan Pusat PLO meminta Abbas untuk menjalankan tugas Presiden Negara Palestina. [2] Pada November 2008, Dewan Pusat PLO menyetujui kelanjutan fungsi Abbas sebagai Presiden Negara Palestina.

apakah palestina punya presiden

{INSERTKEYS} [3] Sejak 2013, gelar Presiden Negara Palestina menjadi satu-satunya gelar Presiden Palestina. Daftar isi • 1 Sejarah • 1.1 Tituler • 1.2 Otoritas Palestina • 1.3 Setelah 2013 • 2 Pemilihan • 3 Presiden • 4 Daftar presiden (1994–sekarang) • 5 Lihat juga • 6 Catatan kaki • 7 Referensi • 8 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Tituler [ sunting - sunting sumber ] Pada 15 November 1988, Organisasi Pembebasan Palestina memproklamasikan Negara Palestina ( State of Palestine, SoP).

Yasser Arafat, Ketua Organisasi Pembebasan Palestina, menyandang gelar "Presiden Palestina". PBB mengakui PLO sebagai "wakil rakyat Palestina". PLO membentuk Dewan Nasional Palestina dan pemerintahan di pengasingan, keduanya mewakili rakyat Palestina di seluruh dunia.

Otoritas Palestina [ sunting - sunting sumber ] Persetujuan Oslo membentuk Otoritas Nasional Palestina ( Palestine Authority, PA) paralel dan Dewan Legislatif Palestina, keduanya mewakili warga Palestina di wilayah Palestina. Sejak tahun 1994, Arafat menjabat sebagai Presiden Otoritas Nasional Palestina, yang dikonsolidasikan oleh pemilihan Presiden tahun 1996.

Sejak itu, kedua fungsi (Presiden SoP dan PA) dilakukan secara bersamaan oleh satu orang. Setelah 2013 [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2012, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui "Negara Palestina" sebagai negara pengamat non-anggota, tetapi ini tidak menghapus fungsi Presiden Otoritas Palestina, [ butuh rujukan] Karena ini berasal dari Persetujuan Oslo.

Pemilihan [ sunting - sunting sumber ] Berbeda dengan Presiden Otoritas Palestina, posisi Presiden Negara Palestina tidak disahkan oleh pemilihan demokratis, melainkan oleh Dewan Pusat PLO. Pada tahun 1989, Dewan Pusat PLO memilih Arafat sebagai Presiden pertama Negara Palestina. [4] Saat itu, PLO yang memilihnya dipimpin oleh Arafat sendiri. Setelah kematian Arafat pada November 2004, jabatan itu kosong. Pada Mei 2005, empat bulan setelah Abbas terpilih sebagai Presiden Otoritas Palestina, Dewan Pusat PLO meminta Abbas untuk bertindak sebagai Presiden Negara Palestina.

[2] Pada tanggal 23 November 2008, Dewan Pusat PLO meresmikan fungsinya dengan memilih Presiden Abbas dari Negara Palestina. [3] Organ PLO yang menunjuk Abbas pada 2005 dan 2008 masih dipimpin oleh Abbas sendiri. Presiden [ sunting - sunting sumber ] Pada 15 November 1988, Yasser Arafat menjadi Presiden simbolis Negara Palestina yang dideklarasikan oleh Organisasi Pembebasan Palestina, diresmikan pada 2 April 1989.

[4] Pada tahun 1994, ia juga menjadi Presiden Otoritas Nasional Palestina setelah pelantikan resmi PA pada tanggal 5 Juli. {/INSERTKEYS}

apakah palestina punya presiden

{INSERTKEYS} [5] Arafat tetap menjadi Presiden sampai kematiannya pada 11 November 2004. Daftar presiden (1994–sekarang) [ sunting - sunting sumber ] No. Foto Nama (Lahir-Wafat) Masa jabatan Partai politik Pemilu Ref. Mulai menjabat Selesai menjabat Durasi 1 Mahmoud Abbas (lahir 1935) [a] 23 November 2008 Petahana 7003490200000000000♠13 tahun, 154 hari Fatah – [9] Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Ketua Organisasi Pembebasan Palestina • Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina • Ketua Dewan Legislatif Palestina • Pemimpin institusi Palestina Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ "قانون مخصصات وتعويضات رئيس السلطة الوطنية الفلسطينية رقم (18) لسنة 2005م".

muqtafi.birzeit.edu. • ^ a b c PLO asks Mahmud Abbas to be acting president of "state of Palestine" Diarsipkan 2013-12-19 di Wayback Machine., Al Jazeera, 8 May 2005 • ^ a b PLO body elects Abbas ′president of Palestine′, AFP, 23 November 2008 • ^ a b c Tom Lansford, Political Handbook of the World 2014, p. 1628. CQ Press, March 2014. "On April 2, 1989, the PLO's Central Council unanimously elected Arafat president of the self-proclaimed Palestinian state and designated Faruk Qaddumi as foreign minister ..." • ^ Europa World Year Book 2004, p.

2235. Taylor & Francis, 2004 (on Google Books). "On 26–28 May [1994] the PA held its inaugural meeting in Tunis, ... Arafat made a symbolic return to Gaza City on 1 July—his first visit for 25 years—and the PA was formally inaugurated in Jericho on 5 July." • ^ Aburish, Said K.

(1998). From Defender to Dictator. New York: Bloomsbury Publishing. hlm. 201–228. ISBN 1-58234-049-8. • ^ PNA interim chairman calls for elections preparations. Xinhua News Agency, 13 November 2004 • ^ Palestinian Authority rebrands itself 'State of Palestine' after U.N.

vote • ^ "PLO body elects Abbas 'president of Palestine '". Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 June 2011 . Diakses tanggal 2011-06-08. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan), AFP (23 November 2008): "I announce that the PLO Central Council has elected Mahmud Abbas president of the State of Palestine.

He takes on this role from this day, November 23, 2008," the body's chairman Salem al-Zaanun told reporters. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Kantor Presiden Palestina (bahasa Inggris) • Kantor Presiden Palestina (bahasa Arab) • Halaman ini terakhir diubah pada 3 Maret 2022, pukul 10.29. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •{/INSERTKEYS}

Potret Adu Lengan Jokowi dengan PM Palestina: Dukung Perjuangan Jadi Negara Merdeka




2022 www.videocon.com